BAB III METODE PENELITIAN. data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODE PENELITIAN. data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan"

Transkripsi

1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitataif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik Jenis Penelitian Penelitian tentang meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode demonstrasi menggunakan alat peraga torso materi sistem gerak pada manusia merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang mengikutsertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan, kegiatan kolaborasi antara peneliti; praktisi (peran guru yang lain) yang melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, apabila guru melakukan PTK untuk kelasnya sendiri maka ia akan bertindak selaku peneliti yang sekaligus meneliti, kegiatan refleksi (perenungan, pemikiran, dan evaluasi) dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional (menggunakan konsep teori) yang mantap dan valid guna melakukan 39 Sugiyono, Metode Penelitian pendidikan, Pendekatan, Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung : Alfabeta, 2007, h

2 43 perbaikan tindakan dalam upaya penyelesaian masalah yang terjadi, tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran yang dilakukan dengan segera dan dilakukan secara praktis (dapat dilakukan dalam praktik pembelajaran). 40 Penelitian tindakan merupakan penelitian yang dilakukan secara berkesinambungan. Apabila hasil refleksi tidak ada peningkatan atau perubahan, maka siklus masih dapat dilaksanakan sampai pada batas ada perubahan atau peningkatan hasil belajar siswa. Dalam prosesnya peneliti mencari berbagai kelemahan metode yang diterapkan, atau juga pelaksanaannya, dan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. B. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini ini dilaksanakan di MTs Miftahul Jannah Pahandut Seberang, Palangka Raya pada kelas VIII-B semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013 yang beralamat di Jl. Wisata Pahandut Seberang, Palangka Raya Kalimantan Tengah. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan, yaitu Agustus sampai dengan Oktober C. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah peserta didik semester ganjil kelas VIII-B MTs Miftahul Jannah Pahandut Seberang, Palangka Raya yang berjumlah 26 orang, 10 laki-laki dan 16 perempuan. h Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2010,

3 Siklus II Siklus I 44 D. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian dilaksanakan dengan beracuan pada pokokpokok rencana kegiatan yang harus dilakukan, sebagaimana tercantum pada Tabel 3.1 berikut. Tabel 3.1 Prosedur penelitian PTK Perencanaan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Menyusun LKPD. Menyiapkan sumber belajar, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran. Menyusun soal tes hasil belajar tentang konsep sistem gerak pada manusia. Tindakan Melaksanakan tindakan sesuai RPP dengan menggunakan metode demonstrasi alat peraga torso. Melaksanakan tes hasil belajar. Pengamatan Melakukan pengamatan. Pengamatan dilakukan oleh tiga orang pengamat pada saat PBM berlangsung. Melaksanakan evaluasi untuk mengetahui hasil tindakan. Refleksi Mengadakan evaluasi pelaksanaan pembelajaran. Mengidentifikasi masalah pada pelaksanaan pembelajaran. Membuat perbaikan pada tindakan berikutnya. Perencanaan Mempelajari hasil refleksi tindakan pertama dan menggunakannya sebagai masukan pada tindakan siklus kedua. Tindakan, pengamatan, refleksi. Pengisian angket respon siswa terhadap pembelajaran melalui metode demonstrasi Hal tersebut digambarkan dalam siklus PTK model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus,

4 45 yaitu (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, (d) refleksi sebagaimana tampak pada Gambar 3.1; SIKLUS I SIKLUS II Gambar 3.1 Siklus Pelaksanaan PTK Model Spiral dari Kemmis dan Mc Taggart (1988) 1. Siklus I Siklus pertama dalam PTK ini terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi sebagai berikut. a. Rencana tindakan (Planning). Pada tahapan ini peneliti menyusun rencana tindakan di antaranya menyusun instrumen penelitian yang diperlukan untuk

5 46 penelitian siklus I. Pada awal petemuan peneliti memberikan pretest, setelah itu peneliti melakukan penelitan siklus I. b. Pelaksanaan tindakan (Acting). Pada tahapan pelaksanaan tindakan peneliti berperan sebagai guru yang mengajar siswa sebagai subjek peneliti dengan berpedoman pada satuan pembelajaran dan rencana pembelajaran yang telah disusun menggunakan metode demonstrasi. c. Pengamatan (Observing). Saat proses pembelajaran dan penelitian berlangsung, peneliti dibantu oleh 2 (dua) orang observer dari mahasiswa biologi STAIN Palangka Raya yang bertugas untuk mengamati aktivitas belajar siswa dan 1 (satu) orang observer dari guru bidang studi biologi untuk mengamati pengelolaan pembelajaran saat proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui kekurangan dan kelebihan dalam kegiatan belajar mengajar yang dipergunakan sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan mengajar selanjutnya pada siklus II. Tahap ini dilaksanakan bersama dengan tahap pelaksanaan tindakan. d. Refleksi (Refflecting). Pada tahapan refleksi ini peneliti melakukan analisis untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pembelajaran dalam siklus ini, keberhasilan tersebut diukur dengan beracuan pada standart ketuntasan klasikal yang ditetapkan di MTs Miftahul Jannah

6 47 Pahandut Seberang, Palangka Raya yaitu sebesar 85% dari seluruh siswa dalam suatu kelas mendapat nilai 65 keatas dan syarat-syarat keberhasilan penelitian tindakan kelas. Siklus II: Tindakan, Pengamatan, Refleksi. E. Tahapan Penelitian 1. Siklus I Pertemuan I a. Perencanaan (Planning) Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah sebagai berikut: membuat program pembelajaran yaitu, RPP dan LKPD untuk dapat menerapkan metode demonstrasi menggunakan alat peraga torso materi sistem gerak pada manusia, dan mempersiapkan sumber belajar. b. Pelaksanaan Tindakan (Acting) Pelaksanaan penelitian, guru bertindak sebagai pengajar seperti biasa, sedangkan observer duduk dibelakang. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menggunakan metode demonstrasi pada siklus I sebagai berikut: 1) Pembukaan (Kegiatan Awal) a) Guru mengucapkan salam b) Mengkondisikan siswa di kelas dengan mengecek kehadiran siswa c) Membuka pelajaran dengan Basmallah

7 48 d) Menyampaikan indikator pembelajaran e) Memotivasi siswa dengan dengan mengajukan pertanyaan Mengapa daun telinga dan batang hidungmu dapat dibengkokkan sedangkan lengan atas dan pahamu tidak dapat? Bagaimana akibatnya jika dalam tubuhmu tidak terdapat rangka? Apersepsi: Bisa ceritakan bagaimana cara kalian berpindah tempat/berjalan? 2) Langkah-langkah Pelaksanaan Demonstrasi (Kegiatan Inti) a) Guru menjelaskan macam-macam organ penyusun sistem gerak pasif pada tubuh manusia b) Guru membagi siswa kedalam kelompok-kelompok, tiap kelompok beranggotakan 4-5 orang c) Guru mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan rangka manusia dengan menggunakan torso rangka manusia d) Guru membagi dan menjelaskan prosedur pengisian Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD-01) e) Guru meminta siswa untuk mengerjakan LKPD-01 secara berkelompok f) Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi dengan menggunakan media torso rangka manusia

8 49 3) Mengakhiri Demonstrasi (Kegiatan Penutup) a) Guru dan siswa melakukan evaluasi yang berkaitan dengan proses demonstrasi untuk perbaikan selanjutnya b) Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari c) Guru memberikan tugas rumah untuk memperlajari materi selanjutnya tentang otot dan sendi 4) Pengelolaan waktu 5) Antusiasme guru 6) Antusiasme siswa c. Pengamatan (Observing) Pengamat terdiri dari 3 orang, 1 orang pengamat guru biologi di MTs Miftahul Jannah yang mengamati pengelolaan dalam pembelajaran saja sedangkan 2 orang pengamat dari mahasiswa Program Studi Tadris Biologi STAIN Palangka Raya yang mengamati jalannya proses pembelajaran maupun aktivitas siswa. Pertemuan II 1) Pembukaan (Kegiatan Awal) a) Mengucapkan salam b) Mengkondisikan siswa di kelas dengan mengecek kehadiran siswa c) Membuka pelajaran dengan mengucapkan Basmallah d) Menyampaikan indikator pembelajaran

9 50 e) Memotivasi siswa dengan mengajukan pertanyaan: Apakah tengkorak kita hanya terdiri dari satu tulang yang utuh? Mengapa? Mengapa tangan kita dapat bergerak? Apersepsi: a) Apakah kalian pernah melihat engsel pintu? Apa fungsi engsel tersebut? 2) Langkah- langkah Pelaksanaan Demonstrasi (Kegiatan Inti) a) Guru menjelaskan 3 macam otot penyusun alat gerak aktif pada tubuh manusia b) Guru mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan macam sendi dengan menggunakan charta rangka manusia c) Guru membagi dan menjelaskan prosedur pengisian Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD-02) d) Guru meminta siswa untuk mengerjakan LKPD-02 secara berkelompok e) Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi dengan menggunakan media torso/carta rangka manusia 3) Mengakhiri Demonstrasi (Kegiatan Penutup) a) Guru dan siswa melakukan evaluasi yang berkaitan dengan proses demonstrasi untuk perbaikan selanjutnya b) Guru bersama siswa menyimpulkan materi pelajaran yang telah dipelajari

10 51 c) Guru memberikan tugas rumah untuk mempelajari materi selanjutnya 4) Pengelolaan waktu 5) Antusiasme guru 6) Antusiasme siswa d. Pengamatan (Observing) Pengamat mengamati jalannya proses pembelajaran baik dalam pengelolaan pembelajaran maupun aktivitas guru dan peserta didik. e. Analisis Refleksi Peneliti dan pengamat bersama guru mendiskusikan hasil pengamatan selama kegiatan belajar mengajar. Adapun refleksi pada siklus I yaitu: Pembelajaran dengan menerapkan metode demonstrasi yang dilaksanakan guru cukup baik. Namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pada pertemuan I yaitu, pada pengelolaan pembelajaran dalam kegiatan pendahuluan pada fase mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu, guru harus memelihara minat siswa dalam belajar, yaitu dengan memberikan kebebasan dalam berpikir untuk mendapatkan pengetahuannya dalam belajar, guru memberikan motivasi/menghubungkan dengan pelajaran yang lalu dimaksudkan untuk menciptakan kondisi/suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terfokus pada hal-hal yang

11 52 akan dipelajari. 41 Memotivasi siswa, guru tidak hanya tinggal diam apabila ada siswa yang tidak terlibat langsung dalam belajar bersama. Perhatian khusus harus lebih diarahkan kepada mereka. Usaha perbaikan harus dilaksanakan agar mereka bergairah belajar dan termotivasi. 42 Kegiatan inti pada fase menyajikan materi dengan demonstrasi, guru masih kurang terampil dalam mendemonstrasikan materi. Penggunaan metode demonstrasi dapat diterapkan dengan syarat memiliki keahlian untuk mendemonstrasikan pengguanaan alat atau melaksanakan kegiatan tertentu seperti kegiatan yang sesungguhnya. 43 Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekedar memperhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam stsrategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri. 44 Menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan, guru tidak menjelaskan tentang kegiatan yang dilakukan sehingga siswa ada yang belum paham tentang kegiatan yang akan dilakukan. Namun guru menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan setelah siswa mendapatkan LKPD yang akan mereka kerjakan. 41 Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: Rajawali Pers, 2010, h Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, Jakarta: Rieneka Cipta, 2002, h Martinis Yamin, Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan, Jakarta: Gaung Persada Press, 2007, h Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media, 2011, h. 152

12 53 Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya : dapat membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari verbalisme (pemahaman secara kata-kata atau kalimat), siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari, dan siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan serta mencoba melakukannya sendiri. 45 Adapun kekurangan metode demonstrasi, yaitu: metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengan hal itu pelaksanaan demonstrasi tidak efektif dan memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang di samping memerlukan waktu yang cukup panjang. 46 Untuk aktivitas siswa yang rendah adalah pada kategori membentuk kelompok belajar yang telah ditentukan dan menanggapi hasil presentasi kelompok lain atau mengajukan pertanyaan, guru hanya mengarahkan siswa untuk berkumpul bersama kelompoknya yang sudah ditentukan pada pertemuan sebelumnya serta guru hanya mengarahkan kegiatan yang banyak terlibat adalah siswa. Dalam memimpin diskusi, guru jarang menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya atau diajukan kembali kepada kelas tetapi pertanyaanpertanyaan itu dikembalikan lagi kepada kelas. Ini merupakan adanya usaha guru untuk meningkatkan pertisipasi siswa secara aktif 45 Ibid., Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan,h Ibid., Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar, Jakarta: Rieneka Cipta, 2002, h. 135

13 54 dalam proses belajar mengajar. Adanya sikap tidak mendominasi kegiatan belajar mengajar. Guru hanya melakukan fungsi sebagai pembimbing, fasilitator saja, siswalah yang secara aktif melakukan kegiatan. 47 Ketuntasan klasikal hasil belajar yang dicapai pada Siklus I sebesar 57, 69%. Ketuntasan ini belum mencapai ketuntasan yang ditetapkan madrasah yaitu 65. Karena hasil belajar pada siklus I yang belum mendapatkan ketuntasan ini mempengaruhi faktor dalam belajar dimana faktor dari luar dan faktor dari dalam, faktor dari dalam merupakan hal utama dalam menentukan intensitas belajar siswa. Adapun faktor dari luar seperti minat, kecerdasan, bakat, motivasi dan kemampuan kognitif adalah faktor utama yang mempengaruhi proses dan hasil belajar siswa. 2. Siklus II a. Perencanaan (Planning) Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini sebagai berikut: membuat program pembelajaran yaitu, RPP dan LKPD, mempersiapkan lembar pengamatan dan mempersiapkan sumber belajar. 47 Abu Ahmadi dan Joko Prasetya, Strategi Belajar Mengajar, Bandung : Pustaka Setia, 1997, h. 130

14 55 b. Pelaksanaan Tindakan (Acting) 1) Guru mengucapkan salam pembuka dan mengecek kehadiran siswa 2) Guru mengaitkan pelajaran sekarang dengan yang terdahulu 3) Guru menyampaikan indikator 4) Guru memotivasi siswa 5) Guru menyajikan materi dengan demonstrasi 6) Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan 7) Guru membimbing masing-masing kelompok bekerjasama mengerjakan LKPD a) Siswa melakukan pengamatan menggunakan torso/charta. b) Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam LKPD. 8) Guru dan siswa melakukan tanya jawab 9) Guru membimbing siswa mempresentasikan hasil diskusi a) Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan yang terkumpul dan didiskusikan bersama guna menghasilkan suatu kesimpulan. 10) Guru membimbing siswa untuk mereview/menyimpulkan pelajaran 11) Pengelolaan waktu 12) Antusiasme guru 13) Antusiasme siswa

15 56 c. Pengamatan (Observing) Pengamat mengamati jalannya proses pembelajaran baik dalam pengelolaan pembelajaran maupun aktivitas siswa. d. Analisis Refleksi Peneliti dan pengamat bersama guru mendiskusikan hasil pengamatan selama kegiatan belajar mengajar. Adapun refleksi pada siklus II yaitu: Pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi yang dilaksanakan guru sudah baik. Guru sudah dapat melaksanakan semua aspek yang diamati pada pengelolaan pembelajaran dan pada aktivitas siswa. Ketuntasan klasikal hasil belajar yang dicapai pada siklus II sebesar 76,92%. Ketuntasan ini sudah mencapai ketuntasan yang ditetapkan madrasah yaitu 65. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi pada siklus I. Masalah-masalah yang menjadi kendala dalam pembelajaran perlu diadakan refleksi untuk tindakan selanjutnya yaitu siklus II. Kendala yang ditemukan pada pembelajaran tindakan pertama akan menjadi bahan refleksi untuk merancang tindakan belajar selanjutnya. Data umum dari hasil observasi tindakan I adalah sebagai berikut (Lampiran 1): 1) Pada saat memulai kegiatan pembuka guru tidak mengkondisikan siswa ke dalam kondisi belajar yang baik, sehingga dari awal pembelajaran hingga berakhirnya pembelajaran siswa tidak terkontrol dengan benar. Hal inilah

16 57 penyebab terjadinya kondisi kelas yang tidak kondusif. Mengkondisikan ke arah kondisi belajar yang baik sebaiknya dilakukan agar proses belajar hingga hasil belajar dapat diraih dengan maksimal. 2) Pada tahap diskusi pada siklus ini hanya sebagian kecil siswa yang aktif bertanya serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa lain, untuk tindakan berikutnya guru akan lebih banyak memberikan semangat baik dari jawaban maupun upaya siswa dalam pembelajaran dengan cara verbal atau non verbal. Hal tersebut secara tidak langsung akan memacu semangat siswa untuk mempelajari lebih dalam materi yang diajarkan agar dapat mendapatkan apresiasi dari guru. 3) Pengelolaan waktu yang melebihi batas maksimal adalah dampak banyaknya waktu yang diperlukan hanya untuk mengerjakan LKPD, hingga waktu yang ditentukan dalam pengerjaan LKPD habis namun dari kelima kelompok sudah ada dua kelompok yang dapat menyelesaikan tugas dan mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Kemudian bagi kelompok yang belum menyelesaikan tugasnya maka terpasa guru memperpanjang waktu pengerjaan LKPD, karena jika tanpa hasil jawaban LKPD tersebut tahap pembelajaran penerapan metode demonstrasi tidak akan berlangsung

17 58 sempurna. Guru harus menekankan pengelolaan alokasi waktu pada siswa agar tidak terulang kembali hal seperti ini. 4) Pada saat pembelajaran berlangsung siswa kurang antusias terhadap pembelajaran penerapan metode demonstrasi ini, sebab sebelumnya jenis-jenis pembelajaran kooperatif sama sekali tidak pernah diperkenalkan di sekolah tersebut dan khususnya pada materi sistem gerak pada manusia belum pernah diajarkan dengan menggunakan media torso. Selama ini untuk materi sistem gerak pada manusia hanya dipelajari menggunakan buku sebagai sumber belajar. Rasa kurang percaya diri untuk memulai belajar dengan jenis pembelajaran yang inovatif dirasa kurang mendapat respon, agar tindakan selanjutnya mendapat respon baik maka hendaknya guru memotivasi keinginan belajar siswa. F. Peran Peneliti dalam Penelitian Peranan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pelaksana penelitian yang bertugas dan menyajikan bahan pembelajaran, motivator, fasilitator, dalam kegiatan belajar mengajar yang menerapkan metode Demonstrasi menggunakan alat peraga Torso dan charta rangka manusia pada materi sistem gerak pada manusia di kelas VIII-B MTs Miftahul Jannah Pahandut Seberang, Palangka Raya.

18 59 Saat pelaksanaan penelitian, peneliti dibantu oleh dua orang pengamat (observer) yang berasal dari mahasiswa biologi STAIN Palangka Raya, pengamat II mengamati aktivitas belajar siswa dan pengelolaan pembelajaran sedangkan pengamat I hanya mengamati aktivitas belajar siswa kelas VIII-B MTs Miftahul Jannah Pahandut Seberang Palangka Raya, dan satu orang guru (pengamat III) yang mengampu mata pelajaran biologi di MTs Miftahul Jannah, untuk mengisi lembar observasi yang telah disediakan untuk memberikan penilaian terhadap pengelolaan pembelajaran saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tiap pertemuan. G. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Observasi Observasi (pengamatan) adalah teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik lain. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. 48 Penelitian yang peneliti lakukan ini, mengobservasi pengelolaan pembelajaran, aktivitas belajar siswa secara individu maupun kelompok selama kegiatan belajar 48 Sugiono, Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, h. 203

19 60 mengajar, dan hasil belajar siswa. Lembar observasi disediakan untuk menilai pengelolaan pembelajaran serta aktivitas siswa dengan penerapan metode Demonstrasi menggunakan alat peraga Torso rangka manusia dan charta saat kegiatan belajar mengajar, yang diisi oleh observer guru bidang studi biologi di MTs Miftahul Jannah Pahandut Seberang, Palangka Raya dan dua orang mahasiswi STAIN Palangka Raya. 2. Tes (Soal PG) Tes adalah suatu cara yang dapat dipergunakan atau prosedur yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan yang berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh siswa setelah menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. Tes dapat berbentuk pemberian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, atau perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh siswa, sehingga atas dasar data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut dapat dihasilkan nilai yang menggambarkan tingkah laku atau hasil belajar siswa. Nilai yang diperoleh siswa dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang dicapai oleh siswa lainnya atau dibandingkan dengan standar tertentu. 49 Tes hasil belajar biologi diberikan setelah siswa mempelajari materi dengan penerapan metode Demonstrasi menggunakan alat peraga Torso rangka manusia dan charta. Tes hasil 2007, h Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,

20 61 belajar biologi bertujuan untuk mengukur aspek kognitif siswa, bentuk tes yang digunakan berupa soal-soal obyektif dalam bentuk pilihan ganda. 3. Angket Angket respon peserta didik terhadap penerapan Metode Demonstrasi menggunakan alat peraga torso rangka Manusia yang diberikan dan diisi oleh peserta didik setelah pertemuan berakhir. Angket ini merupakan data sekunder yang tidak termasuk didalam rumusan masalah pada penelitian ini. Angket yang digunakan berupa skala Likert yang tersusun atas item-item instrumen yang dapat berupa penyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif untuk pernyataan positif dan sebaliknya untuk pernyataan negatif. Untuk keperluan analisis kuantitatif, jawaban diberi skor Dokumentasi Dokumentasi adalah dokumen-dokumen yang berisi memo/cacatan harian, surat penempatan siswa, dan foto-foto kegiatan pembelajaran. Dokumentasi dapat menjadi bahan informasi pendukung dan pemahaman terhadap pokok permasalahan yang lebih bermanfaat. 50 Pada penelitian ini, dokumentasi yang dimaksud adalah berupa fotofoto kegiatan selama proses belajar mengajar saat berlangsung dan 50 Heri Puji Winarso, Penelitian Tindakan Kelas untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru dan Dosen, h. 130

21 62 dokumen nilai siswa sebagai informasi dokumen yang menjelaskan mengenai permasalahan yang layak diteliti yaitu hasil belajar dan rendahnya aktivitas belajar siswa. H. Teknik Analisis Data Setelah data yang diperlukan dalam penelitian ini terkumpul, maka data tersebut akan dianalisis dengan tahapan sebagai berikut: 1. Data pengelolaan metode demonstrasi pada materi sistem gerak pada manusia dianalisis menggunakan statistik deskriptif rata-rata yakni berdasarkan nilai yang diberikan oleh pengamat pada lembar observasi, dengan rumus: X X N 51 Keterangan: X = Rerata nilai X = Jumlah skor keseluruhan N = Jumlah kategori yang ada 1,00 1,49 = kurang baik 1,50 2, 49 = cukup baik 2,50 3,49 = baik, 3,50 4,00 = sangat baik Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta: Bumi Aksara, 1991, h M.Taufik Widiyoko, Pengembangan Model Pembelajaran Langsung, h.53

22 63 2. Data pengamatan aktivitas siswa dalam penerapan metode demonstrasi digunakan analisis statistik deskriptif prosentase. Rumus yang dugunakan yaitu: P = F N x 100% Keterangan: P = Persentase tanggapan siswa F = Frekuensi tiap aktivitas siswa N = Jumlah seluruh siswa Data Tes Hasil Belajar (THB) digunakan untuk mengetahui seberapa besar Tingkat Ketuntasan (TK) hasil belajar biologi siswa dalam aspek kognitif setelah penerapan metode demonstrasi materi sistem gerak pada manusia dianalisis menggunakan Ketuntasan Individu dan Ketuntasan Klasikal terhadap TPK yang ingin dicapai. a. Ketuntasan Individu dan Klasikal 1) Ketuntasan Individu Ketuntasan individu= Jumlah soal yangdijawab benar x100 banyaknyasoal 2) Ketuntasan Klasikal Ketuntasan klasikal= Keterangan: banyak siswa yang tuntas banyaknyasiswa x 100% 54 Ketuntasan individual : jika siswa mencapai nilai Ibid,. 54 Ibid,. h. 21

23 64 Ketuntasan klasikal : jika 85 % dari seluruh siswa mencapai nilai 65. 3) Ketuntasan TPK Suatu TPK tuntas, bila siswa yang mencapai TPK tersebut 65%. Untuk jumlah siswa sebanyak n orang, rumus persentasenya (TPK) adalah sebagai berikut: TPK= Jumlah siswa yang mencapai TPK tersebut banyaknyasiswa x b. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam penelitian ini menggunakan gain skor. Gain adalah selisih antara nilai postes dan pretes, gain menunjukkan peningkatan pemahaman atau penguasaan konsep siswa setelah pembelajaran dilakukan guru. Peningkatan pemahaman konsep diperoleh dari N-gain dengan rumus sebagai berikut: G = Skor postest skor pretest skor max skor pretest Dengan kategori : g tinggi : nilai (g) > 0.70 g sedang : 0.70 > (g) > 0.3 g rendah : nilai (g) < Hasanudin, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Bahasan Gaya Di Kelas VIII Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009 SLTP 1 Mendawai Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan, Skripsi, Palangka Raya: STAIN Palangka Raya, 2009, h Amelia FadillaPermaisari, Pengaruh Pembelajaran Kimia Terintegrasi Nilai terhadap Hasil Belajar Siswa, UIN Syarif Hidayatullah: Jakarta, 2011, h. 44

24 65 c. Untuk menganalisis data respon peserta didik digunakan untuk mengetahui pendapatan peserta didik terhadap Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Data dianalisis menggunakan rumus sebagai berikut: Persentase respon = Jumlah skor tiap item Jumlah skor ideal x 100% Keterangan: Persentase respon = respon peserta didik dalam persen (%) Jumlah skor tiap item = jumlah skor tiap item dikalikan jumlah responden Jumlah skor ideal = jumlah skor tiap item apabila seluruh responden menjawab sangat setuju I. Teknik Keabsahan Data Teknik keabsahan data yaitu untuk menjamin bahwa data yang dikumpulkan peneliti adalah benar dan valid. Data yang diuji keabsahannya dalam penelitian ini adalah instrument tes hasil belajar (THB) kognitif siswa yang disusun oleh peneliti sebelum instrument digunakan, dengan tujuan untuk mengetahui: 1. Uji Validitas Butir Soal Validitas tes adalah tingkat sesuatu tes mampu mengukur apa yang hendak diukur (tepat sesuai yang dikehendaki). 57 Untuk mengukur validitas butir soal, digunakan rumus sebagai berikut. Validitas soal 57 Ibid., Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, h. 223

25 66 dihitung menggunakan korelasi poin biserial. 58 Rumus yang digunakan adalah : γ pbi Mp Mt p.. 59 St q Keterangan: γ pbi = koefisien korelasi biserial M p = rerata skor dari subjek yang menjawab betul bagi item yang dicari validitasnya M t S t p = rerata skor total = standar deviasi dari skor total = proporsi siswa yang menjawab benar (p = banyaknya siswa yang menjawab benar) jumlah seluruh siswa q = prosporsi siswa yang menjawab salah (q = 1- p) Harga validitas butir soal yang digunakan sebagai instrumen penelitian adalah butir-butir soal yang mempunyai harga validitas minimum 0,300 dipandang sebagai butir soal yang baik. Untuk butirbutir soal yang mempunyai harga dibawah 0,300 tidak digunakan sebagai instrumen penelitian. Setelah dianalisis terhadap 55 soal (1-55) maka soal yang valid dan dipakai sebagai instrument penelitian adalah 32 butir soal. Sedangkan 20 soal yang lain tidak valid dan tidak dapat 58 Anas sudjono, Pengantar Statistik pendidikan, Jakarta, Raja Grafindo Persada, 2005, h Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta: Bumi Aksara, 1999, h. 79

26 67 dipakai sebagai instrument penelitian. Jumlah seluruh soal yang dipakai untuk instrument penelitian ada 30 butir soal (Lampiran 15). Sedangkan sisa 2 soal yang valid dibankkan dan bisa digunakan untuk penelitian selanjutnya. Tabel 3.2 Butir Soal Yang Dapat Dipakai No Kriteria No Soal Juml ah soal 1 Gugur Dipakai Dari 32 butir soal yang dapat dipakai, soal yang digunakan dalam penelitian sebanyak 30 butir soal dengan 2 siklus. Siklus pertama sebanyak 30 dan siklus kedua juga 30 butir soal dengan soal yang sama. Hasil analisis butir soal secara rinci dapat dilihat pada lampiran sedangkan data secara ringkas dapat dilihat pada Tabel 3.3 sebagai berikut. Tabel 3.3 Data Hasil Analisis Validasi Butir Soal No Kriteria No Soal Jumlah soal 1 Valid Tidak Valid

27 68 2. Uji Reliabilitas Butir Soal Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas hasil analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus Kuder Richardson (K-R 21) karena jumlah soal ganjil yaitu 55 soal. Menggunakan rumus ini harus memenuhi persyaratan, yaitu soal berjumlah tidak genap, tidak perlu membuat tabel persiapan dan dapat langsung memasukkan data rumus dan semakin banyak butir soal tes, maka reliabilitas tes akan semakin tinggi. Berdasarkan hasil analisis data dari 55 butir soal dengan menggunakan rumus KR-21 diperoleh nilai koefisien reliabilitas adalah 0, 634, dengan beracuan pada kriteria koefisien reliabilitas, maka soalsoal tes pada instrumen ini adalah reliabel dan mempunyai kategori reliabilitas tinggi (reliabel) yaitu antara 0,60 sampai 0,79 (Tinggi). Dengan rumus K-R-21 prosedur ini dilakukan dengan menghubungkan setiap butir dalam satu tes dengan butir-butir lainnya dan dengan tes itu sendiri secara keseluruhan. 60 Untuk menentukan reliabilitas digunakan rumus K-R-21 sebagai berikut: 60 Nana Sudjana, dkk, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2001, h

28 69 r 11 = k k 1 M k M kvt 61 Keterangan: r 11 : reliabilitas Instrumen k M Vt : banyaknya butir soal : rerata skor seluruh butir (pertanyaan) : varians total Untuk rumus varians total Vt = Keterangan: Vt : varians total x 2 N x 2 N ( x 2 ) : jumlah keseluruhan perhitungan uji coba dari jawaban yang benar dan dikuadratkan ( x) 2 : jumlah separuh perhitungan yaitu x 1 N : rerata skor seluruh butir (pertanyaan) 62 Korelasi reliabilitas test yang diperoleh adalah sebagai berikut: 0,80-1,00 = Sangat Tinggi 0,60-0,79 = Tinggi 0,40-0,59 = Cukup 0,20-0,39 = Rendah 0,00-0,19 = Sangat Rendah Ibid., h Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, 1997, h

29 70 Kriteria reliabilitas: Berdasarkan anallisis butir soal yang dilakukan, diperoleh reliabilitas instrument THB kognitif penelitian sebesar 0,634 kategori tinggi yang terdiri dari 55 butir soal. Sehingga dapat dikatakan soal-soal pada uji coba instrumen ini memiliki reliabilitas yang baik. Setelah butir soal, maka diperoleh 32 butir soal yang valid dengan memiliki reliabilitas instrument 0,976 kategori sangat tinggi. Pada saat dilaksanakannya penelitian soal yang digunakan hanya 30 butir soal, sedangkan 2 soal yang valid tersebut dibankkan. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Remmest et.al., bahwa koefisien reliabilitas 0,634 dapat dipakai untuk tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan koefisien 0,7 sampai dengan 0,8 sesuai dengan pernyataan Nunnaly dan Kaplan dan Saccuzo, bahwa koefisien reliabilitas yang baik adalah 0,7 sampai dengan 0,8 (Lampiran 18) Uji Daya Beda Untuk menghitung daya pembeda soal dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut: D = B A J A - B B J B Keterangan: D : daya pembeda butir soal 63 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek), Jakarta: Rineka Cipta, 2002, h Surapranata, Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes Implementasi Kurikulum, Jakarta: 2004, h. 114.

30 71 JA : banyaknya peserta kelompok atas JB : banyaknya peserta kelompok bawah BA : banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar BB : banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab betul. 65 Kriteria daya pembeda butir soal: 0,00-0,20 = Jelek 0,20-0,40 = Cukup 0,40-0,70 = Baik 0,70-1,00 = Sangat Baik Negative (-) = Semua butir soal dibuang 66 Berdasarkan analisis butir soal dari 55 butir soal yang digunakan sebagai soal uji coba penelitian THB kognitif didapatkan 5 butir soal mempunyai daya beda dengan kategori baik, 16 butir soal mempunyai daya beda kategori cukup, 34 butir soal mempunyai daya beda dengan kategori jelek (Lampiran 16). Tabel 3.4 Data Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal No Kriteria No soal Jumlah Soal 1 Baik Cukup Jelek Jumlah Ibid., h Ibid., h

31 72 4. Uji Tingkat Kesukaran Bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertamatama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesulitan yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Butir-butir item tes hasil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik, apabila butir-butir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. 67 Untuk menentukan indeks kesukaran digunakan rumus sebagai berikut: P= B JS Keterangan: P : angka indek kesukaran item. B : banyaknya siswa yang menjawab soal dengan benar. JS : jumlah siswa yang mengikuti tes hasil belajar. 68 Mengenai bagaimana cara memberikan penafsiran (interpretasi) terhadap angka indek kesukaran item, Robert L. Thorndike & Elizabeth Hagen dalam bukunya berjudul Measurement and Evaluation in Psychology and Education mengemukakan sebagai berikut: a. Jika besarnya P kurang dari 0,30 maka dianggap interpretasinya terlalu sukar. 67 Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007, h Ibid., h. 372

32 73 b. ika besarnya P 0,30-0,70 maka dianggap interpretasinya cukup (sedang). c. ika besarnya P lebih dari 0,70 maka dianggap interpretasinya terlalu mudah. 69 Berdasarkan hasil analisis data dari 55 butir soal yang diuji cobakan diperoleh tingkat kesukaran sebanyak 3 soal dikategorikan sukar, 52 soal dikategorikan sedang (Lampiran 17). Tabel Data Hasil Analisis Tingkat Kesukaran Butir Soal N o Kriteria No Soal Jumlah Soal 1 Sedang Sukar Sumber Data: Hasil Penelitian 2014 J. Jadwal Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus 2014 sampai dengan bulan Oktober 2014 di sekolah MTs Miftahul Jannah Pahandut Seberang, Palangka Raya. Uraian lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 3.6 sebagai berikut. 69 Ibid., h. 373

BAB III METODE PENELITIAN. Tumbuhan. Waktu penelitian selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai

BAB III METODE PENELITIAN. Tumbuhan. Waktu penelitian selama 2 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTsN-1 Mentaya Hilir Selatan tahun ajaran 2012/2013 di kelas VIII C semester I tentang pokok bahasan Gerak Pada Tumbuhan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group

BAB III METODE PENELITIAN. berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 34. Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan 54 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan meningkatkan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan meningkatkan mutu atau pemecahan masalah pada sekelompok subyek BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diartikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan yang menekankan

BAB III METODE PENELITIAN. dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan yang menekankan 44 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian PTK ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif disini adalah penelitian yang hasil datanya lebih berkenaan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif karena pendekatan ini adalah untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau dalam bahasa Inggris disebut Classroom Action Research (CAR). Penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. 23 35 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode ini disebut metode kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 oktober sampai 18 desember 2013 di MTs Muslimat NU Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014. B. Pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

BAB II METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai 11 BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan. September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan. September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya. 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan September 2013 di MTs Islamiyah Palangka Raya. B. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian Waktu penelitian yang Peneliti laksanakan selama 2 (dua) bulan, yaitu dari tanggal 24 Agustus 2015 sampai dengan 24 Oktober

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian quasi eksperiment.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian quasi eksperiment. 54 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian yang digunakan termasuk jenis penelitian quasi eksperiment. Penelitian quasi eksperiment adalah pendekatan penelitian kuantitatif

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember pada 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember pada tahun 2013, di MTs Darul Ulum Palangka Raya kelas VIII semester I tahun

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: menggunakan alat peraga torso pada siklus I diperoleh rata-rata

BAB V PENUTUP. dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: menggunakan alat peraga torso pada siklus I diperoleh rata-rata BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan metode demonstrasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah tahapan-tahapan atau cara dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, adanya pada saat penelitian dilakukan.

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, adanya pada saat penelitian dilakukan. BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 45 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. 66

BAB III METODE PENELITIAN. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. 66 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data

Lebih terperinci

III METODE PENELITIAN

III METODE PENELITIAN III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode yang Digunakan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Metode penelitian eksperimen menurut

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 1.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Menurut Kunandar (2011) PTK adalah penelitian tindakan yang dilakukan

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 di

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 di 40 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 di SMP Negeri 2 Pringsewu mulai bulan November sampai Desember

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan respon terhadap kegiatan belajar mengajar. 24 Inti dari penelitian ini adalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan respon terhadap kegiatan belajar mengajar. 24 Inti dari penelitian ini adalah BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu hasil penelitian yang diperoleh berupa angka pengelolaan pembelajaran, ketuntasan hasil belajar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan 39 BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kauntitatif adalah suatu pendekatan yang mengupas permasalahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain.

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga. dengan grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. 39 A III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga

BAB III METODE PENELITIAN. penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karaktersistik Subjek Penelitian. Lokasi penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SD 06 Bulungcangkring

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Setting dan Karaktersistik Subjek Penelitian. Lokasi penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SD 06 Bulungcangkring BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karaktersistik Subjek Penelitian 3.1.1 Setting Penelitian 3.1.1.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SD 06 Bulungcangkring Kecamatan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Kartika Siliwangi 2 Bandung yang berada di Jalan Pak Gatot Raya 73s KPAD, Bandung. Subjek penelitian adalah siswa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian 22 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 18 Oktober s.d. 0 November 010.. Tempat penelitian Penelitian ini berlokasi di MTs

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta

BAB III METODE PENELITIAN. mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dan jenis penelitiannya Quasi Ekperimen. Dimana peneliti ingin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi experiment. Desain ini akan mengukur pengaruh metode simulasi pada materi sistem

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode 60 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif adalah pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri Bendar Kabupaten Pati. Letak desa Bendar berada di pesisir

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 1

BAB III METODE PENELITIAN. data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. 1 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yang hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara spesifik dan realis tentang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini akan dilaksanakan di kelas 6 SD Negeri 1 Buayan, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen pada semester 2 Tahun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Oktober 2015 sampai dengan bulan November menginterpretasi kualitas objek yang diamati mengenai situasi-situasi atau

BAB III METODE PENELITIAN. Oktober 2015 sampai dengan bulan November menginterpretasi kualitas objek yang diamati mengenai situasi-situasi atau 1 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di MTs Muslimat NU Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016. Pelaksanaan penelitian adalah pada bulan Oktober 2015

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam rangka memecahkan permasalahan yang terjadi selama proses pembelajaran di kelas berlangsung dengan mencoba menerapkan model

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tidak bisa mengontrol variabel-variabel lain atau pengaruh lain yang akan

BAB III METODE PENELITIAN. tidak bisa mengontrol variabel-variabel lain atau pengaruh lain yang akan 35 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, dalam penelitian ini kita tidak bisa mengontrol variabel-variabel lain atau pengaruh lain yang akan mempengaruhi variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh berupa angka aktivitas guru dan siswa, keterampilan proses

BAB III METODE PENELITIAN. yang diperoleh berupa angka aktivitas guru dan siswa, keterampilan proses BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu hasil penelitian yang diperoleh berupa angka aktivitas guru dan siswa, keterampilan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 17 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini, penulis mengambil lokasi di SD Negeri 1 Gedong Air kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Alasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). David Hopkins (dalam Trianto, 2012 : 15) menyebutkan penelitian tindakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang dipilih untuk penelitian adalah SMA Muhammadiyah 1

BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang dipilih untuk penelitian adalah SMA Muhammadiyah 1 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang dipilih untuk penelitian adalah SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Sekolah ini terletak di jalan Slamet Riyadi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bentuk Nonequivalent Control Group Design karena pada kenyataanya penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. bentuk Nonequivalent Control Group Design karena pada kenyataanya penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen (semi eksperimen) dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design karena pada kenyataanya penelitian ini tidak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran (Sanjaya: 2009: 59). Pada penelitian tindakan kelas ini

BAB III METODE PENELITIAN. pembelajaran (Sanjaya: 2009: 59). Pada penelitian tindakan kelas ini 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas dapat dilakukan secara kolaboratif yaitu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi dengan guru kelas. Peneliti secara kolaborasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA N 2 Surakarta kelas X MIA 4 semester genap tahun pelajaran 2014/2015 yang beralamat di Jalan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan quasi experiment, rancangan yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan quasi experiment, rancangan yang digunakan 43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan quasi experiment, rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest Eqiuvalent Group Design,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 4 Oktober 2014 di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 4 Oktober 2014 di BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 4 Oktober 2014 di SMPN 3 Selat di Kuala Kapuas, Desa Terusan Karya Kecamatan Bataguh Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 38 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 pada tanggal 20 September 2013 sampai dengan 11 Oktober 2013 di SMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 di SDN Pati Wetan 01 Kecamatan Pati. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk mengumpulkan dengan tujuan dan kegunaan teretentu. 1 Jenis penelitian yang akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan studi eksperimental, kelompok yang akan terlibat dalam penelitian ini yaitu kelompok eksperimen. Kelompok ini akan mendapatkan pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu penelitian yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian yang telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan Oktober sampai November. Adapun tempat penelitian di MTs An-Nur

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Latar dan Karakteristik Subjek Penelitian 3.1.1 Latar Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian akan dilakukan di SD Negeri Kumesu 01 Reban Batang Semester II tahun pelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 yaitu mulai tanggal 13 Januari sampai 29 Januari 2014 di SMP N 1 Kampar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dilaksanakan

Lebih terperinci

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Tindakan Kelas SD Negeri Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2013/2014

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian Tindakan Kelas SD Negeri Mangunsari 01 Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun Pelajaran 2013/2014 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Waktu Penelitian 3.1.1Tempat Penelitian Tempat Penelitian dilaksanakannya kegiatan ini mengambil lokasi yang akan diteliti yaitu dikelas II SD Negeri Mangunsari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian Pada bagian ini akan diuraikan mengenai seting tempat, seting waktu, dan karakteristik subjek penelitian. Seting tempat akan membahas

Lebih terperinci

Perencanaan. Siklus I. Pengamatan. Perencanaan. Siklus III. Pengamatan. Perencanaan. Pengamatan. Hasil Penelitian

Perencanaan. Siklus I. Pengamatan. Perencanaan. Siklus III. Pengamatan. Perencanaan. Pengamatan. Hasil Penelitian 47 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Penelitian Tindakan Kelas 3.1.1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan di kelas dengan jalan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menekankan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab permasalahan yang telah dipaparkan pada Bab I. Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 mulai tanggal 29 April 2014 sampai 20 Mei 2014 di SMPN 1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 2013/2014 mulai tanggal 29 April 2014 sampai 20 Mei 2014 di SMPN 1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 013/014 mulai tanggal 9 April 014 sampai 0 Mei 014 di SMPN 1 Inuman yang beralamat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Efektivitas dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Efektivitas dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional. Efektivitas dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berkomunikasi siswa dilihat dari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan bahasa akhlak dalam menyelesaikan persoalan penjumlahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), maksudnya adalah penelitian yang langsung dilakukan di medan terjadinya gejala-gejala. 34

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan September 2013 di SD Negeri Ngemplak Kidul 03 Kabupaten Pati. Subjek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di kelas X TKR 2 SMK Muhammadiyah 2 Sragen, yang beralamat di Jl. Raya Timur Km.3 Nglorog Sragen, kecamatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum penelitian ini diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian dalam pendidikan diartikan sebagai cara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatifeksperimen, karena penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rencana Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Cikalongkulon Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. 3.1.2. Subjek Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang mungkin dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang mungkin dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah A. Jenis Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimen, dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh 1. Hal ini karena

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah penelitian eksperimen. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Seting dan Karakteristik Subjek Penelitian Di dalam Seting dan Karakteristik subjek penelitian ini akan dipaparkan tentang tempat penelitian, subjek yang akan diteliti dan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan penekanan terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah true experiment (ekspiremen yang betul-betul), dikatakan

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah true experiment (ekspiremen yang betul-betul), dikatakan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif karena dalam penelitian ini ingin diketahui pengaruh perlakuan tertentu terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan), yang hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2013 di SD Kertomulyo 02 Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Subjek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Subyek Penelitian Penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas peserta didik dan kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan data berupa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen, dimana variabel penelitian tidak memungkinkan untuk dikontrol secara penuh 1. Tujuan Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah suatu bentuk penelitian yang dilaksanakan oleh guru untuk memecahkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bulan, terhitung dari bulan Desember 2014 sampai bulan November 2015.

BAB III METODE PENELITIAN. bulan, terhitung dari bulan Desember 2014 sampai bulan November 2015. Desember 2014 Januari 2015 Februari 2015 Maret 2015 April 2015 Mei 2015 Juni 2015 Juli 2015 Agustus 2015 September 2015 Oktober 2015 November 2015 44 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai pada bulan September 2013 sampai dengan bulan Oktober 2013. 2. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. didik pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan

BAB III METODE PENELITIAN. didik pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Classroom Action Research (CAR) atau sering disebut dengan penelitian tindakan kelas (PTK).

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Cimahi yang beralamat di Jalan Mahar Martanegara Nomor 48, Leuwigajah Kota Cimahi.

Lebih terperinci