68 Media Bina Ilmiah ISSN No
|
|
|
- Deddy Cahyadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 68 Media Bina Ilmiah ISSN No ANALISIS BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT UMUM DERAH (RSUD) KOTA MATARAM Oleh : I Made Murjana dan Nuuril Faradisa Dosen pada STIE AMM Mataram Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji efektifitas dan efisiensi kinerja RSUD Kota Mataram. Melalui Balanced Scorecard sebagai alat analisisnya, penekanan enilaiannya pada perspektif keuangan, pelanggan, internal bisnis, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pengumpulan data melalui metode kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif dengan penyebaran kuesioner pada pelanggan dan karyawan, sedang kuantitatif dengan menggunakan rasio dari empat perspektif Balanced Scorecard tersebut. Hasilnya menunjukkan kinerja perspektif keuangan belum ekonomis karena pengeluaran selalu lebih besar dari anggaaran, kinerja dari perspektif pelanggan sudah sesuai dengan yang diharapkan, ini ditunjukkan dari tingkat kepuasaan pelanggan berada pada kategori puas, sedangkan untuk retensi pelanggan menunjukkan hasil berfluktuasi begitupun dengan akuisisi pelanggan. Untuk perspektif proses bisnis internal masih belum memenuhi standar dari DEPKES RI namun menunjukkan peningkatan setiap tahun, sedangkan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dilihat dari kepuasan karyawan dan retensi karyawan sudah baik, hal ini dilihat dari karyawan yang memberikan jawaban puas, dan retensi karyawan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Jadi dari empat perspektif disimpulkan kinerja RSUD Kota Mataram sudah cukup baik. Kata kunci: Pengukuran Kinerja Perusahaan, Balance Scorecard Pendahuluan Dalam menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif, kinerja merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh suatu organisasi. Kinerja dalam suatu periode tertentu dapat dijadikan acuan untuk mengukur tingkat keberhasilan organisasi. Pengukuran kinerja merupakan faktor yang penting digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan serta sebagai dasar penyusunan anggaran perusahaan. Kinerja perusahaan yang hanya dinilai dari sisi keuangan tidaklah cukup dan faktanya dapat menjadi disfungsional. Kaplan dan Norton (2000: 7) menyebutkan bahwa penilaian kinerja yang hanya berfokus pada finansial saja belum bisa mewakili untuk menyimpulkan apakah kinerja yang dimiliki oleh suatu organisasi sudah baik atau belum, karena pengukuran kinerja yang berdasarkan aspek keuangan saja mengakibatkan orientasi perusahaan hanya mengarah pada kepentingan jangka pendek tanpa memperhatikan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Balanced Scorecard dinilai cocok untuk organisasi sektor publik karena Balanced Scorecard tidak hanya menekankan pada aspek kuantitatif-finansial, tetapi juga aspek kualitatif dan nonfinansial. Hal tersebut sejalan dengan sektor publik yang menempatkan laba bukan hanya sebagai ukuran kinerja utama, namun pelayanan yang cenderung bersifat kualitatif dan nonkeuangan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram sebagai Rumah Sakit milik Pemerintah daerah yang belum lama berdiri banyak memerlukan peningkatan-peningkatan pelayanan. Peningkatan pelayanan harus dilaksanakan secara terpadu dari seluruh manajemen Rumah Sakit yang ada baik itu yang berkaitan dengan pelayanan administrasi, pelayanan medis maupun pelayanan keamanan. Selain itu penelitian ini juga ingin menguji hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Aldila Yugha Andranik (2008) mengenai penerapan Balanced Scorecard sebagai Tolok Ukur Pengukuran Kinerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Lampung menunjukkan bahwa instrumen kinerja yang ada dalam Balanced Scorecard dapat diterapkan dalam rumah sakit, khususnya pda rumah sakit pemerintah. Hasil analisis kinerja yang dinilai pada keempat perspektif melalui pendekatan konsep Balanced Scorecard di RSUD Ahmad Yani Kota Metro pada tahun menunjukkan bahwa beberapa perspektif menunjukkan kinerja yang baik. Landasan Teori Kinerja adalah penentuan secara periodik efektivitas operasional organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran, standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.sedangkan pengukuran atau penilaian kinerja menurut Mulyadi (1993:419) adalah penentuan secara efektivitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawan berdasarkan sasaran, standar, dan kreteria yang telah ditetapkan sebelumnya
2 69 Media Bina Ilmiah ISSN No Tujuan utama penilaian kinerja adalah untuk memotivasi personel dalam mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan oleh organisasi. (Mulyadi dan Johny Setiawan, 2001). Standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam rencana strategik, program, dan anggaran organisasi. Suatu pengukuran kinerja dapat digunakan untuk memotivasi personel dengan memanfaatkan informasi hasil pengukuran kinerja sebagai dasar dari pemberian reward and punishment. Manfaat Pengukuran Kinerja. Menurut Lynch dan Cross (1993), manfaat sistem pengukuran kinerja yang baik adalah sebagai berikut: 1. Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan sehingga akan membawa perusahaan lebih dekat kepada pelanggannya dan membuat seluruh orang dalam organisasi terlibat dalam upaya memberi kepuasan kepada pelanggan. 2. Memotivasi pegawai untuk melakukan pelayanan sebagai bagian dari mata rantai pelanggan dan pemasok internal. 3. Mengidentifikasi berbagai pemborosan sekaligus mendorong upaya-upaya pengurangan terhadap pemborosan tersebut (reduction of waste). 4. Membuat suatu tujuan strategis yang biasanya masih kabur menjadi lebih konkrit sehingga mempercepat proses pembelajaran. 5. Membangun konsensus untuk melakukan suatu perubahan dengan memberi reward atas perilaku tersebut. Pengertian Balanced Scorecard Menurut Mulyadi (2005) Balanced Scorecard merupakan alat manajemen pada saat ini yang digunakan untuk mendongkrak kemampuan organisasi dalam melipatgandakan kinerja keuangan. Balanced Scorecard merupakan alat ukur manajemen yang mampu mengimplementasikan tujuan strategi organisasi melalui 4 perspektif sebagai dasarnya. Yaitu perpektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan tujuan untuk meningkatkan performa dalam jangka panjang. Keunggulan Balanced Scorecard Keunggulan Balanced Scorecard adalah mampu menghasilkan rencana strategik yang memiliki karakter sebagai berikut : 1. Komprehensif Balanced Scorecard memperluas perspektif yang tercakup dalam perencanaan strategik, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada perspektif keuangan, meluas ke tiga perspektif yang lain : pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. 2. Koheren Balanced Scorecard mendorong personel untuk membangun hubungan sebab akibat (Causal Relationship) di antara berbagai sasaran strategik yang dihasilkannya dalam perencanaan strategik. 3. Seimbang Keseimbangan sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik penting untuk menghasilkan kinerja keuangan berjangka panjang. 4. Terukur Keterukuran sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategik menjanjikan tercapainya berbagai sasaran strategik yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Perspektif penilaian Balanced Scorecard dalam penelitian ini 1. Perspektif keuangan (Financial Perspective) Aspek keuangan dalam Balanced Scorecard tetap mendapat perhatian karena keuangan merupakan hasil sebab akibat dari setiap ukuran yang digunakan. Dalam perspektif keuangan ukuran yang ditetapkan digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan jangka panjang. Penilaian kinerja keuangan dapat dilakukan dengan metode value for money (Mahsun, 2009) dan analisis rasio keuangan (Kasmir, 2010). 2. Perspektif Pelanggan Dalam perspektif ini perhatian perusahaan harus ditujukan pada kemampuan internal untuk peningkatan kinerja produk, inovasi dan teknologi dengan memahami selera pasar. Perspektif pelanggan memiliki dua kelompok pengukuran, yaitu: 1. Core measurement group, yang memiliki beberapa komponen pengukuran, yaitu: a. Pangsa Pasar (market share): pangsa pasar ini menggambarkan proporsi bisnis yang dijual oleh sebuah unit bisnis di pasar tertentu. b. Retensi Pelanggan (Customer Retention) : menunjukkan tingkat dimana perusahaan dapat mempertahankan hubungan dengan pelanggan c. Akuisisi Pelanggan (Customer Acquisition) : pengukuran ini menunjukkan tingkat dimana suatu unit bisnis mampu menarik pelanggan baru memenangkan bisnis baru.
3 70 Media Bina Ilmiah ISSN No Customer Value Proportion yang merupakan pemicu kinerja yang terdapat pada Core value proportion didasarkan pada atribut sebagai berikut: a. Product service attributes yang meliputi fungsi produk atau jasa, harga dan kualitas. b. Customer relationship adalah strategi dimana perusahaan mengadakan pendekatan agar perasaan pelanggan merasa puas atau produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan. c. Image and reputation membangun image dan reputasi dapat dilakukan melalui iklan dan menjaga kualitas seperti yang dijanjikan 3. Perspektif Proses Bisnis Internal Dalam perspektif ini, perusahaan melakukan pengukuran terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan baik manajer maupun karyawan untuk menciptakan suatu produk yang dapat memberikan kepuasan tertentu bagi pelanggan dan juga para pemegang saham. Dalam hal ini perusahaan berfokus pada tiga proses bisnis utama yaitu: a. Proses inovasi. Dalam proses penciptaan nilai tambah bagi pelanggan, proses inovasi merupakan salah satu kritikal proses, dimana efisiensi dan efektifitas serta ketepatan waktu dari proses inovasi ini akan mendorong terjadinya efisiensi biaya pada proses penciptaan nilat tambah bagi pelanggan b. Proses. Operasi Pada proses operasi yang dilakukan oleh masing-masing organisasi bisnis, lebih menitikberatkan pada efisiensi proses, konsistensi, dan ketepatan waktu dari barang dan jasa yang diberikan kepada pelanggan. c. Pelayanan Purna Jual. Tahap terakhir dalam pengukuran proses bisnis internal adalah dilakukannya pengukuran terhadap pelayanan purna jual kepada pelanggan. 4. Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Kaplan (Kaplan, 1996 Dalam Aurora) mengungkapkan betapa pentingnya suatu organisasi bisnis untuk terus mempertahankan karyawannya, dan meningkatkan pengetahuan karyawan karena dengan meningkatnya tingkat pengetahuan karyawan akan meningkatkan pula kemampuan karyawan untuk berpartisipasi dalam pencapaian hasil ketiga perspektif diatas dan tujuan perusahaan. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan organisasi merupakan faktor pendorong dihasilkannya kinerja yang istimewa dalam tiga perspektif Balanced Scorecard Cara Mengukur Balanced Scorecard Tabel: 2.1. Rating Scale Skor Nilai Kurang 0 Cukup 1 Sumber: Mulyadi, 2001 Metode Penelitian Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. yaitu mendeskripsikan dan menginterpretasikan fenomena yang ada secara sistematis di RSUD Kota Mataram melalui penilai empat perspektif yang ada dalam Balanced Scorecard. Selanjutnya tehnik pengumpulan data yang digunakan: melalui dokumentasi, dengan cara pengumpulan data mempelajari catatan-catatan, baik yang berupa data kuantitatif maupun kualitatif dan juga menggunakan kuisioner, dengan cara menyusun daftar pertanyaan agar responden mengisi atau menjawab sendiri pertanyaan itu. Populasi dan Sampel Untuk peilaian perspektif Keuangan Populasi yang digunakan adalah menggunakan data sekunder dari Laporan Realisasi Anggaran. Sampel yang digunakan selama 3 tahun dari tahun 2012 sampai dengan Perspektif Konsumen/pelanggan Populasinya pasien RSUD Kota Mataram baik rawat inap maupun rawat jalan sebanyak 50 pasien. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Populasinya adalah Karyawan, Perawat, dan Dokter. Sumber Data Sumber data yang dipergunakan data primer berupa hasil jawaban responden mengenai kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan serta kepuasan karyawan atas kepuasan kerja yang terjadi pada RSUD Kota Mataram. Data juga data sekunder berupa data keuangan laporan realisasi pendapatan dan anggaran belanja tahun 2012, Metode Analisis Data 1. Kinerja Perspektif Keuangan Cara perhitungan dalam perspektif Keuangan ini adalah dengan menggunakan Value for money dengan rumus-rumus sebagai berikut: (Mardiasmo, 2002:133) a. Rasio Ekonomi Anggaran Belanja x 100% Realisasi Belanja b. Rasio Efisiensi
4 71 Media Bina Ilmiah ISSN No Realisasi Belanja x 100% Realisasi Pendapatan c. Rasio Efektifitas Realisasi Pendapatan x 100% Target Pendapatan 2. Kinerja Perspektif Konsumen Adapun cara pengukuran didalam perspektif Konsumen menurut Mulyadi 2007: 330 adalah: a. Tingkat Kepuasan Konsumen Tingkat kepuasan konsumen dapat diketahui dengan cara mengukur rata-rata kepuasan pelanggan, dengan memberikan nilai pada jawaban kuesioner sesuai tingkat kepuasan yang dirasakan. b. Kemampuan Mempertahankan Konsumen/ Retensi Pelanggan Pasien Lama x 100% Pasien c. Kemampuan Meraih Konsumen Baru/ Akuisisi Pelanggan Pasien Baru x 100% Pasien 3. Kinerja Perspektif Bisnis Internal a. Inovasi Penambahan Jasa Baru x 100% Jumlah Pelayanan Jasa b. Operasi a. Average Length of Stay (ALOS) ALOS = Jumlah hari perawatan pasien keluar x 100% Jumlah pasien keluar (hidup dan mati) b. Bed Occupancy Rate (BOR) BOR = Jumlah hari perawatan RS x100% Jumlah tempat tidur x jumlah hari dalam satuan waktu c. Turn Over Internal (TOI) TOI = (Jumlah tempat tidur x jumlah hari) Hari perawatan x 100% Jumlah pasien keluar (hidup dan mati) d. Gross Death Rate (GDR) GDR = Jumlah pasien mati seluruhnya x 1000 Jumlah pasien keluar (hidup dan mati) e. Net Death rate (NDR) NDR = Jumlah pasien mati >48 jam x 1000 Jumlah pasien keluar (hidup dan mati) 4. kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan a. Kepuasan Karyawan Pengukuran dilakukan dengan survei kepuasan karyawan melalui kuesioner. Kepuasan karyawan mengukur rata-rata kepuasan karyawan dengan memberikan nilai pada jawaban kuesioner. b. Perputaran karyawan Jumlah karyawan keluar x 100% karyawan pada tahun berjalan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 2.1 Perspektif Keuangan a. Rasio Ekonomi Tabel 4.11 Rasio Ekonomi RSUD Kota Mataram Anggaran Realisasi Rasio Belanja Belanja Ekonomi % % % Secara umum kinerja perspektif Keuangan instansi dikatakan ekonomis jika diperoleh nilai kurang dari 100%. (x < 100%). Ternyata dari tahun ke tahun rasionya selalu mengalami peningkatan. Ditahun 2012 Rasio Ekonomi RSUD Kota Mataram 82% dan ditahun % ini bisa dikatakan Ekonomis. Namun di tahun 2014 RSUD Kota Mataram mengalami peningkatan hingga > 100% yakni sebesar 110%. Artinya RSUD Kota Mataram belum dapat meminimalkan pengeluaran yang telah dianggarkan oleh Pemerintah karena Rasio Ekonomi pada tahun 2014 melebihi dari kriteria Ekonomis yakni 110% b. Rasio Efisiensi Tabel 4.12 Rasio Efisiensi RSUD Kota Mataram Realisasi Realisasi Rasio Belanja Pendapatan Efisiensi % % % Terjadi efisiensi apabila nilai rasio ini menunjukkan kurang dari 100% (x < 100%). Dari tabel rasio efisiensi diatas dapat dilihat nilai rasio efisiensi adalah lebih dari 100% itu menandakan bahwa Rasio Efisiensi RSUD Kota Mataram tidak efisiensi karena menunjukkan angka lebih dari 100%. c. Rasio Efektifitas Tabel 4.13 Rasio Efektifitas Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Tahu n Realisasi Pendapatan Target Pendapatan Rasio Efektivita s % % %
5 72 Media Bina Ilmiah ISSN No Apabila dilihat tabel 4.14 diperoleh realisasi pendapatan bersifat fluktuatif. Ditahun 2012 rasio efektivitas sebesar 169%, tahun 2013 sebesar 108% dan ditahun 2014 sebesar 184%. Melihat dari penetapan anggaran dan realisasi untuk penentuan indikator efektivitas ini, rasio efektivitas untuk RSUD Kota Mataram dapat dikatakan efektif karena realisasi pendapatan selalu lebih besar dari target pendapatan 2.2 Perspektif Konsumen a. Tingkat Kepuasan Konsumen Berdasarkan Pengumpulan data yang dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada para konsumen RSUD Kota Mataram. dengan 50 orang sebagai sampel. Dari data yang telah terkumpul dapat diketahui tingkat kepuasan pasien. Berikut data hasil tabulasi kuisioner pada pasien yaitusebagai berikut: Hasil tabulasi Data Perspektif Pelanggan Jawaban Responde n Rata -rata Keterang a Pengalama n Pasien Pandangan pasien terhadap kinerja RSUD Kota Mataram dipandang dari aspek perspektif konsumen menunjukkan bahwa 50 orang responden pasien yang diwawancarai menggambarkan bahwa pengalaman mereka terhadap pelayanan yang diterima nilai rata-rata 4 ini menunjukkan pasien merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan Mataram b. Retensi Pelanggan Tabel 4.14 Data kemampuan RSUD Kota Mataram dalam mempertahankan Konsumen Pasien Lama Pasien RSUD Kota Retensi Pelanggan % % % Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat bahwa retensi pelanggan pada RSUD Kota Mataram dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi. Pada tahun 2012, nilai retensi pelanggan mencapai 51%, sedangkan ditahun 2013 retensi pelanggan mengalami penurunan sebesar 4% yakni 47%, sedangkan pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 1% yakni sebesar 48%. c. Kemampuan Meraih Konsumen Baru/Akuisisi Pelanggan Tabel 4.15 Data RSUD Kota Mataram dalam meraih konsumen baru pasien Baru Pasien Akuisisi Pelanggan % % % Berdasarkan data diatas dapat kita lihat bahwa akuisis pasien pada RSUD Kota Mataram dari tahun ke tahun berfluktuasi. Pada tahun 2012, nilai akuisis pasien adalah sebesar 49%, sedangkan ditahun 2013 nilai akuisisi meningkat menjadi 53%, sedangkan di tahun 2014 menurun menjadi 52%. Apabila dilihat dari tren tersebut, secara umum menunjukkan bahwa akuisisi atas pasien baru kurang baik, karena mengalami fluktuasi. 4.3 Kinerja Perspektif Internal Bisnis a. Tahap Inovasi Berikut tabel Jumlah Pelayanan Kesehatan Yang Diberikan RSUD Kota Mataram Tabel 4.16 Jumlah penambahan pelayanan kesehatan RSUD Kota Mataram jumlah Inovasi Pelayanan Kesehatan Jumlah Pelayanan Kesehatan Yang Diberikan Persentase Inovasi % % % Dari data diatas dari tahun 2012 sampai 2014, hanya terjadi penambahan sebanyak 3 jasa pelayanan kesehatan baru di RSUD Kota Mataram, Tahap inovasi ini menunjukkan adanya peningkatan pelayanan jasa yang ada di RSUD Kota Mataram, karena dari tahun ke tahun jumlah pelayanan jasa yang ada semakin bertambah atau mendekati lengkap
6 73 Media Bina Ilmiah ISSN No b. Jumlah Kunjungan Rawat Inap a. Averange Length Of Stay (ALOS) Tabel 4.18 Nilai ALOS RSUD Kota Mataram tahun 2012 Averange Length Of Stay (ALOS) 3.06 hari 3.24 hari 3.47 hari ALOS dari RSUD Kota Mataram sudah berada pada posisi ideal karena standar ideal dari ALOS adalah 3 hari, dan data diatas menunjukkan bahwa ALOS RSUD Kota Mataram berdasarkan standar ideal yakni selama 3 hari b. Bed Occupancy Ratio (BOR) Tabel 4.19 Nilai BOR RSUD Kota Mataram 2012 Keteranga n Bed Occupanc y Ratio (BOR) % % % Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja RSUD Kota Mataram cukup baik untuk indikator BOR, karena standar ideal dengan data BOR dari tahun 2012 indikator BOR mendekati dari standar ideal yakni sebesar 69.06% sedangkan data BOR pada RSUD Kota Mataram tahun 2012 yakni 26,28%, 2013 yakni 51,51%, dan 2014 yakni 64,72%, sedangkan standar ideal dari BOR adalah sebesar 69,06%. Ini menunjukkan BOR RSUD Kota Mataram mmendekati baik atau cukupsebagai RSUD baru mulai operasi Turn Over Internal (TOI) Tabel 4.20 Nilai TOI RSUD Kota Mataram tahun 2012 Turn Over Interval (TOI) 9.61 hari = 10 hari 3.14 hari = 3 hari 2.10 hari = 2 hari Dari data diatas dapat dikatakan baik karena menunjukkan standar ideal. Kriteria ideal untuk TOI adalah 1 hari, dan RSUD Kota Mataram mampu mencapainya. Berdasarkan tabel diatas, nilai TOI menunjukkan penurunan dari tahun 2012 sampai tahun Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tempat tidur di RSUD Kota Mataram sudah efisien karena sudah menunjukkan standar ideal. c. Gross Death Rate (GDR) Tabel 4.21 Nilai GDR RSUD Kota Mataram tahun 2012 Gross Death Rate (GDR) 10.00% 20.65% 15.35% Berdasarkan Depkes RI dimana standar GDR RSUD Kota Mataram adalah 46%. Apabila melihat lebih lanjut tabel diatas, angka GDR pada RSUD Kota Mataram mengalami fluktuasi artinya, jumlah pasien yang meninggal diatas 48 jam ditahun 2012 adalah 10%, sedangkan ditahun 2013 meningkat menjadi dan ditahun 2014 menurun yakni 15.35%. d. Net Death Rate (NDR) Tabel 4. Nilai NDR RSUD Kota Mataram tahun 2012 Net Death Ratio (NDR) % % 39.15% Sumber: data diolah Apabila melihat dari indikator yang telah ditetapkan Depkes RI, nilai NDR pada RSUD Kota Mataram belum mencapai standar ideal karena standar ideal untuk NDR adalah 45% sementara nilai NDR untuk tahun 2012 adalah sebesar 17.78%, masih jauh dari standar ideal yang telah ditentukan oleh Depkes RI, sementara ditahun 203 nilai NDR RSUD Kota Mataram adalah sebesar Sedangkan ditahun 204 meningkat lagi yakni 39.15%. Walaupun RSUD Kota Mataram belum dapat memenuhi standar ideal untuk NDR tetapi RSUD Kota Mataram terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
7 74 Media Bina Ilmiah ISSN No Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan a. Kepuasan Karyawan Ini dapat diketahui dari penyebaran di RSUD Kota Mataram. Jumalah yang disebar sebanyak 50 lembar tetapi yang memberikan jawaban hanya 30 lembar. Tetapi dari 30 orang dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari mereka merasa puas atas Kinerja Karyawan RSUD Kota Mataram. Hasil Tabulasi Kepuasan Karyawan Data Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran Kepuasan Karyawan Jawaban Responden Ratarata Keteranga Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa karyawan RSUD Kota Mataram merasa puas bekerja di RSUD Kota Mataram. b. Retensi Karyawan Tabel 4.23 Nilai Retensi Karyawan RSUD Kota Mataram Jumlah Karyawan Keluar Jumlah Karyawan Retensi Karyawan % % % Dari tabel 4.23 dapat disimpulkan bahwa retensi karyawan pada RSUD Kota Mataram tahun 2012 mampu mempertahankan pekerja-pekerja terbaiknya karena dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa setiap tahunnya pekerja atau karyawan yang bertahan semakin bertambah dan yang karyawan yang keluar semakin menurun. Dapat dilihat pada tahun 2012 jumlah karyawan yang keluar sebanyak 26 orang atau sebesar 9%, ditahun 2013 sebanyak 18 orang atau sebanyak 6%, sedangkan ditahun 2014 sebanyak 9 orang atau sebesar 3% Hasil Penilaian dengan Menggunakan Balanced Scorecard Tabel Ikhtisar Kinerja RSUD Kota Mataram Perspektif Kriteria Skor Perspektif keuangan a) Rasio Ekonomi b) Rasio Efisiensi c) Rasio Efektifitas 1 Perspektif Pelanggan a) Kepuasan Pelanggan 1 b) Retensi Pelanggan c) Akuisisi Pelanggan Perspektif Proses Bisnis Internal Cukup 0 Inovasi 1 a) ALOS 1 b) BOR c) TOI 1 d) GDR f) NDR Perspektif Pertumbuhan dan Pembelajaran 2 a) Kepuasan Karyawan 1 b) Retensi Karyawan 1 Skor Cukup 0 Dapat dilihat dari keseluruhan Perspektif bahwa Kinerja RSUD Kota Mataram berada pada 0 atau Kinerja RSUD Kota Mataram dari keempat Perspektif adalah Cukup bla diukur menggunakan pengukuran kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard. PENUTUP Simpulan Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: 1. Perspektif Keuangan Menunjukkan hasil kinerja keuangan RSUD Kota Mataram dengan perhitungan rasio ekonomis persentase pencapaian realisasi belanja belum sepenuhnya ekonomis. Dan Rasio Efisiensi belum Efisien tetapi Rasio Efektifitas dapat dikatakan baik sehingga skor yang didapat dari perspektif keuangan adalah atau tidak baik
8 75 Media Bina Ilmiah ISSN No Kinerja Perspektif Pelanggan Dilihat dari tingkat kepuasan konsumen, kemampuan mempertahankan konsumen, dan kemampuan meraih konsumen baru pasien dikatakan cukup bagus. Karena mereka puas atas pelayanan yang diberikan. Untuk kemampuan mempertahankan konsumen dan untuk kemampuan meraih konsumen baru menunjukkan hasil yang berfluktuatif artinya RSUD Kota Mataram belum maksimal dalam mempertahankan konsumen dan meraih konsumen baru tetapi persentasi dari tahun ke tahun tidak menurun drastis dan tidak juga meningkat pesat sehingga skor dalam perspektif pelanggan ini adalah 1 atau baik 3. Kinerja Perspektif Bisnis Internal Dilihat dari perspektif bisnis internal dengan imdikator inovasi. Rata-rata kunjungan ALOS, BOR, TOI, GDR, NDR. Untuk proses inovasi dapat dikatakan baik karena setiap tahunnya ada penambahan inovasi atau penambahan jumlah pelayanan kesehatan yang ditawarkan, sedangkan untuk rata-rata kunjungan juga semakin banyak dari tahun ke tahun. Untuk rasio pelayanan kesehatan secara umum sudah cukup baik. Hanya saja untuk rasio BOR, GDR, dan NDR masih belum masuk dalam kriteria ideal yang ditetapkan DEPKES tahun Sehingga rasio untuk BOR, GDR dan NDR masih belum baik karena belum mencapai standar ideal yang telah ditentukan sehingga skor dalam pespektif bisnis internal adalah 0 atau cukup. 3. Tenaga kerja kesehatan maupun non kesehatan yang ada hendaknya selalu ditingkatkan mutunya 4. Pembangunan fisik RSUD dan pelayanannya harus ditingkatkan agar dapat meningkat dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat DAFTAR PUSTAKA Aji Dwi Prihananto (2006) Analisis penerapan Balanced Scorecrad Rumah Sakit Kristen Tayu Pati Aldila Yugha Andranik 2008 Penerapan Balanced Scorecard sebagai Tolok Ukur Pengukuran Kinerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Lampung Azwar, Saefuddin, Metide Peneleitian. Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta Hartono, Jogiyanto, 2012 Metodologi Penelitian Bisnis Salah Kaprah dan Pengalaman- Pengalaman Kaplan, Robert S., and David P. Norton Translating Strategy Into Action The Balance Scorecard, Boston: Harvard Business School. Laksono Trisnanto, Aspek Strategis Dalam Manajemen Rumah Sakit, Cetakan Pertama, Yogyakarta: Penerbit Andi Mahmudi Manajemen Kinerja Sektor Publik, UPP STIM YKPN : Yogyakarta. Mardiasmo Akuntansi sektor publik. Yogyakarta: CV. Andi Offset. 4. Kinerja Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan Dengan menggunakan indikator kepuasan karyawan, dan retensi karyawan. Untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil karyawan cukup puas bekerja di RSUD Kota Mataram ini diukur melalui jawaban kuisioner yang menjawab puas. Untuk retensi karyawan juga dapat dikatakan baik karena RSUD Kota Mataram mampu mempertahankan karyawankaryawan yang ada sehingga skor dalam perspektif ini adalah SARAN 1. Diharapkan RSU Kota Mataram dalam memberikan pelayanan lebih mengutamakan fungsi sosial terutama menyangkut nyawa atau jiwa manusia. 2. Kepuasan masyarakat sangat berpengaruh pada kinerja pembangunan seutuhnya
PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD
PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Empiris Pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu Klaten) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD NASKAH PUBLIKASI ILMIAH
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kinerja adalah cara perseorangan atau kelompok dari suatu organisasi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kinerja Menurut Robbins dalam Rai (2008:40), kinerja merupakan hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk melakukan evaluasi dalam menilai kinerja perusahaan. Seringkali penilaian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penilaian Kinerja Melihat aktifitas perusahaan dalam melaksanakan kegiatan operasinya sehari - hari maka akan menghasilkan penilaian yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Obyek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Graha Husada
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung dengan alasan bahwa penerapan balanced scorecard dalam
BAB I PENDAHULUAN. rumah sakit dari cost center menjadi profit oriented membutuhkan suatu peraturan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai salah satu lembaga pelayanan publik pada sektor kesehatan, rumah sakit dituntut harus selalu meningkatkan kinerjanya. Beralihnya orientasi rumah sakit dari
PENGUKURAN KINERJA DENGAN ELEMEN-ELEMEN BALANCED SCORECARD
PENGUKURAN KINERJA DENGAN ELEMEN-ELEMEN BALANCED SCORECARD ( Studi Empiris RSUD Pandan Arang Boyolali ) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
PENGUKURAN KINERJA DENGAN ELEMEN-ELEMEN BALANCE SCORECARD
PENGUKURAN KINERJA DENGAN ELEMEN-ELEMEN BALANCE SCORECARD (STUDI EMPIRIS RSUD SUKOHARJO) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi
PENGUKURAN KINERJA RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU MENGGUNAKAN ELEMEN-ELEMEN BALANCED SCORECARD. (Studi Empiris pada RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU)
PENGUKURAN KINERJA RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU MENGGUNAKAN ELEMEN-ELEMEN BALANCED SCORECARD (Studi Empiris pada RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA BADAN USAHA YANG BERBENTUK RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH DI SURABAYA
24 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA BADAN USAHA YANG BERBENTUK RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH DI SURABAYA Amalia Trinoviyanti Pratiwi, Ahmad Masyhad, Widya Susanti
BAB 1 PENDAHULUAN. gawat darurat. Sedangkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. pencegahan penyakit serta upaya perbaikan.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 147/MENKES/PER/I/2010 menyatakan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS Pengertian Kinerja dan Pengukuran Kinerja. dihasilkan oleh suatu perusahaan atau organisasi dalam periode tertentu
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Pengertian Kinerja dan Pengukuran Kinerja Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian dari pelaksanaan suatu program/kegiatan/kebijakan dalam
PENGUKURAN KINERJA PADA KOPERASI SEMOGA JAYA UNIT SIMPAN PINJAM DI TENGGARONG
PENGUKURAN KINERJA PADA KOPERASI SEMOGA JAYA UNIT SIMPAN PINJAM DI TENGGARONG Ainun Jariah 1, Titin Ruliana 2, Suyatin 3 Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Kalimantan
ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD Studi Kasus Pada Rumah Sakit Palang Biru, Kutoarjo SKRIPSI
ANALISIS KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE BALANCED SCORECARD Studi Kasus Pada Rumah Sakit Palang Biru, Kutoarjo SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoreh Gelar Sarjana Ekonomi
BAB 1 PENDAHULUAN. karyawan, pemilik, dan stakeholder dengan kata lain kinerja perusahaan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Didalam sistem pengendalian manajemen, Pengukuran kinerja pada suatu perusahaan menjadi hal yang sangat penting bagi manajemen dalam melakukan evaluasi terhadap
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian kinerja menurut Hansen dan Mowen (2006:6), Tingkat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengukuran Kinerja Pengertian kinerja menurut Hansen dan Mowen (2006:6), Tingkat konsitensi dan kebaikan fungsi-fungsi produk. Kinerja merupakan penentuan
Jurnal Dinamika Manajemen
JDM Vol. 2, No. 1, 2011, pp: 78-91 Jurnal Dinamika Manajemen http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jdm PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA RSUD KABUPATEN KEBUMEN
BAB II LANDASAN TEORI. dicapai pada suatu periode tertentu dan mengukur seberapa jauh terjadinya
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengukuran Kinerja Pengukuran merupakan upaya mencari informasi mengenai hasil yang dicapai pada suatu periode tertentu dan mengukur seberapa jauh terjadinya penyimpangan akibat
INDIKATOR KINERJA UTAMA
INSTANSI : RSUD MARDI WALUYO KOTA BLITAR TUJUAN TUGAS FUNGSI : Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat : Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang Pelayanan Kesehatan Paripurna.
FARISA HARDHIYANI B
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Kasus pada RSUD Pandan Arang Boyolali dan RSUD Kota Semarang) Diajukan Untuk Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (Studi Kasus Pada RSUD Pandan Arang Boyolali) NASKAH PUBLIKASI
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD (Studi Kasus Pada RSUD Pandan Arang Boyolali) NASKAH PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Perbankan Bank merupakan lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghipun dana dari masyarakat dan menyalurkan dana terbsebut kepada
Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Penilaian Kinerja RSUD Panembahan Senopati. Oleh : Mei Murawati ABSTRACT
Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Penilaian Kinerja RSUD Panembahan Senopati Oleh : Mei Murawati ABSTRACT Each agency needs to be done in general performance assessment, including Panembahan Senopati
BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hanya memperhatikan prestasi dan sikap karyawan, tetapi juga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Teori Organisasi Menurut Stephen P. Robbins dalam buku Teori Organisasi, teori organisasi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan
BAB V PENUTUP. Djatikoesoemo Bojonegoro dengan menggunakan metode Balanced Scorecard, dapat diketahui hasilnya dari berbagai perspektif, antara lain :
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Pengukuran kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dengan menggunakan metode Balanced Scorecard, dapat diketahui hasilnya dari berbagai perspektif,
BAB I PENDAHULUAN. peningkatan produktivitas serta pencapaian visi dan misi perusahaan tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tingkat persaingan perusahaan di abad ke-21 ini semakin ketat sejalan dengan diberlakukannya era perdagangan bebas. Hal ini tentu juga mempengaruhi persaingan di dunia
THE FIPA ( Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi ) IKIP PGRI MADIUN 13 September 2014, ISSN :
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.HARJONO PONOROGO Zaskia Tristiana Anggraini Program Studi Pendidikan Akuntansi FPIPS ABSTRAK Rumah Sakit Umum Daerah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Kinerja Dan Pengukuran Kinerja. seperti koreksi akan kebijakan, meluruskan kegiatan- kegiatan utama dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Pengertian Kinerja Dan Pengukuran Kinerja Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepada pihak- pihak tertentu untuk mengetahui
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Kinerja RS Graha Husada dilihat dari perspektif keuangan dengan menggunakan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kesimpulan 5.. Perspektif Keuangan Kinerja RS Graha Husada dilihat dari perspektif keuangan dengan menggunakan alat ukur rasio seperti current ratio, quick ratio, total debt
TINJAUAN PUSTAKA. suatu periode dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa
4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kinerja Kinerja perusahaan adalah suatu tampilan keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu, merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi
Marisa L. Rumintjap, Penerapan Balanced Scorecard. PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENGUKURAN KINERJA DI RSUD NOONGAN.
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENGUKURAN KINERJA DI RSUD NOONGAN Oleh: Marisa Lidya Rumintjap Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado email: [email protected]
RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 RUMUS/ FORMULA. tahun = Jumlah pasien rawat inap + Jumlah pasien rawat jalan
RENCANA KINERJA TAHUNAN RSUD PLOSO KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2015 VISI : Misi 1 : Menjadi rumah profesional dan berkualitas dengan berorientasi kebutuhan masyarakat Melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai
BAB II LANDASAN TEORI. Pada penelitian ini, terdapat penelitian terdahulu yang terkait dengan pembahasan
16 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penelitian Terdahulu Pada penelitian ini, terdapat penelitian terdahulu yang terkait dengan pembahasan sehingga dapat dijadikan sebagai suatu perbandingan. Pertama, berdasarkan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
76 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis manfaat implementasi balanced scorecard terhadap pelaksanaan proses manajemen strategik, maka
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. Kinerja adalah keberhasilan personel, tim, atau unit organisasi dalam
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Konsep Kinerja Kinerja adalah keberhasilan personel, tim, atau unit organisasi dalam mewujudkan sasaran strategik yang
PENILAIAN KINERJA RSUD KABUPATEN BULELENG DENGAN PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD
PENILAIAN KINERJA RSUD KABUPATEN BULELENG DENGAN PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD Ni Putu Ika Parianti 1 I Putu Sudana 2 1 Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia e-mail: [email protected]
Balanced Scorecard adalah salah satu system pengukuran keberhasilan manajemen yang. keuangan yang strategis yang meningkatkan shareholder value.
Balanced Scorecard adalah salah satu system pengukuran keberhasilan manajemen yang meyakini bahwa jika perusahaan memiliki orang-orang dengan kemampuan yang tepat dan sikap yang baik akan dapat melaksanakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Pengertian Pengukuran Kinerja. terhadap kinerja (Fitriyani et al., 2015)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Pengukuran Kinerja a. Pengertian Pengukuran Kinerja Kinerja adalah suatu gambaran pengelolaan suatu organisasi yang dapat dinilai berdasarkan suatu ukuran yang
LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015
LAMPIRAN LAPORAN KINERJA TRIWULANAN RSUD LAWANG TAHUN 2015 RSUD Lawang mempunyai 2 sasaran srategis, yaitu : 1. Meningkatnya sumber daya manusia, sarana, prasarana, peralatan, dan kebijakan untuk pengembangan
BAB II KAJIAN PUSTAKA, DAN RERANGKA PEMIKIRAN. kinerja dalam organisasi masa depan. Istilah Balanced scorecard terdiri dari 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA, DAN RERANGKA PEMIKIRAN A. Balanced scorecard 1. Pengertian Balanced scorecard Balanced scorecard pertama kali diperkenalkan oleh David P Norton dan Robert Kaplan pada awal tahun
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisasi bisnis. Pengukuran kinerja sangat berguna untuk membandingkan kinerja organisasi
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENGUKURAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA. Dewi Arofah Maswar Patuh Priyadi
Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi Volume 6, Nomor 8, Agustus 2017 ISSN : 2460-0585 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENGUKURAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA Dewi Arofah [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. bisnis yang semakin kompetitif ini, tantangan yang dihadapi oleh organisasi baik yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengukuran kinerja merupakan hal yang penting bagi perusahaan. Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif ini, tantangan yang dihadapi oleh organisasi baik
BAB I PENDAHULUAN. Untuk menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif, kinerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Puskesmas merupakan organisasi sektor publik yang berfungsi sebagai Badan Layanan Umum Daerah yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik yang ada di
BAB I PENDAHULUAN. meningkat, hal itu disebabkan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kebutuhan masyarakat akan jasa layanan kesehatan semakin hari semakin meningkat, hal itu disebabkan karena semakin tingginya kesadaran masyarakat akan
Jurnal Sains & Teknologi
JUS TEKNO Jurnal Sains & Teknologi ISSN 2580-2801 BALANCE SCORE CARD (BSC), SEBAGAI ALAT PENGUKUR KINERJA Wastam Wahyu Hidayat Abstrak Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimana mengukur kinerja organisasi/pusahaan
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PROPOSISI PENELITAN
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PROPOSISI PENELITAN 2.1 Konsep Dasar Audit Manajemen Menurut Bayangkara (2008:2), audit manajemen adalah pengevaluasian terhadap efisien dan efektivitas operasi perusahaan.
PENGUKURAN KINERJA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) BERDASARKAN BALANCED SCORECARD DI RSUD dr. R. KOESMA KABUPATEN TUBAN
DIA, Jurnal Administrasi Publik ISSN : 0216-6496 Juni 2016, Vol. 14, No. 1, hal 26-42 PENGUKURAN KINERJA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) BERDASARKAN BALANCED SCORECARD DI RSUD dr. R. KOESMA KABUPATEN
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Kasus Pada RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang)
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD (Studi Kasus Pada RSUD Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang) Laila Yulita Anisak Didied Poernawan Affandy, SE., MBA.,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pengukuran Kinerja Terdapat suatu ungkapan dalam manajemen modern, yaitu : Mengukur adalah untuk mengerti (memahami), Memahami adalah untuk memperoleh pengetahuan, Memperoleh
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. telah ditetepkan untuk mencapai tujuan perusahaan. alat ukur keuangan (financial), dan non keuangan (non financial).
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA Kinerja merupakan kontribusi yang dapat diberikan oleh seseorang atau devisi untuk pencapaian tujuan perusahaan atau organisasi. Kinerja dapat
BAB I PENDAHULUAN. untuk organisasi sangat diperlukan agar suatu organisasi mampu bersaing dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Untuk menghadapi persaingan bisnis yang sangat kompetitif, kinerja merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh suatu organisasi. Kinerja dalam
I. PENDAHULUAN. dilaksanakan di seluruh sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan swasta,
I. PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Salah satu tujuan dari pembangunan kesehatan di Indonesia adalah upaya memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan. Pelayanan berkualitas ini harus dapat dilaksanakan di
Yateno, S.E., M.M.
ANALISIS PENILAIAN PERFORMANCE PERUSAHAAN BERBASIS BALANCE SCORE CARD (BSC) (Studi Kasus pada PT. Great Giant Pineapple. Terbanggi Besar Lampung Tengah) ABSTRAK Yateno, S.E., M.M. e-mail : [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja pada dasarnya merupakan kegiatan manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Mulyadi (1997:419) mengungkapkan penilaian kinerja sebagai penentu
BAB 1 : PENDAHULUAN. sehat. Namun saat ini rumah sakit bukan hanya sebagai fasilitas sarana kesehatan
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumah Sakit mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat. Namun saat ini rumah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. implementasinya. Balanced Scorecard terdiri atas dua kata: (1) kartu skor
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sejarah Singkat Balanced Scorecard Konsep Balanced Scorecard berkembang sejalan dengan perkembangan implementasinya. Balanced Scorecard terdiri atas dua kata: (1) kartu skor
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI METODE PENGUKURAN KINERJA PADA RS IPHI PEDAN KABUPATEN KLATEN
DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 1-15 http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337-3806 PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI METODE PENGUKURAN
BAB I PENDAHULUAN. Sebagian besar organisasi mengukur kinerjanya dengan menitik beratkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagian besar organisasi mengukur kinerjanya dengan menitik beratkan pada sisi keuangan (financial perspective). Akan tetapi, menilai kinerja perusahaan semata-mata
EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA KLINIK DR. M. SUHERMAN JEMBER. Oleh Indah Dian Saputri ABSTRAK
EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA KLINIK DR. M. SUHERMAN JEMBER Oleh Indah Dian Saputri ABSTRAK Klinik Dr. M. Suherman Jember merupakan salah satu klinik
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masingmasing
ANALISIS BALANCED SCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA PADA RSUD TANJUNGPINANG CHERISTIAN ( ) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
ANALISIS BALANCED SCORECARD UNTUK MENGUKUR KINERJA PADA RSUD TANJUNGPINANG CHERISTIAN (080420103039) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang 2015 ABSTRAK Secara
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Di era globalisasi ini, untuk menghadapi persaingan bisnis yang kompetitif,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Di era globalisasi ini, untuk menghadapi persaingan bisnis yang kompetitif, kinerja merupakan faktor penting yang harus selalu diperhatikan oleh suatu organisasi. Kinerja
ALTERNATIF PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENILAIAN KINERJA PEMBERI LAYANAN KESEHATAN
ALTERNATIF PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI PENILAIAN KINERJA PEMBERI LAYANAN KESEHATAN (Studi Kasus pada Poliklinik dan Rumah Bersalin Rejosari Husada Delanggu Klaten) p SKRIPSI Disusun Sebagai Salah
BAB IV METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian ini adalah di RSUD Karangasem, Kabupaten
24 BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. 4.2 Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1 Tempat Penelitian Lokasi penelitian ini adalah
PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA
PENERAPAN METODE BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR PENILAIAN KINERJA PADA ORGANISASI NIRLABA (Studi Kasus pada Rumah Sakit Bhayangkara Semarang) Wahyu Eko Yuzandra Pramadhany Shiddiq Nur Rahardjo,
ABSTRAKSI. Kata kunci: sektor publik, kinerja, balance scorecard, PDAM
NASKAH PUBLIKASI ANALISIS KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCE SCORECARD (Studi Kasus PDAM TirtaDharmaKabupaten Klaten ) Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan zaman mengakibatkan perubahan lingkungan bisnis yang pada akhirnya menimbulkan persaingan dalam industri yang semakin ketat. Jika dulu produsen yang memegang
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
lvii BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian 4.1.1 Sejarah Perkembangan Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu Sebelum didirikannya Rumah Sakit Bhayangkara TK. IV Jitra Polda Bengkulu keberadaan
prestasi. Disisi lain, perbedaan juga tampak jelas pada sifat konsumen yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Masyarakat sekarang berada dalam jaman teknologi informasi yang dimanfaatkan secara luas dan intensif dihampir semua aspek kehidupan, khususnya dalam bisnis.
BAB I PENDAHULUAN. sejauh mana pencapaian perusahaan. Selama ini yang umum dipergunakan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semakin ketatnya persaingan bisnis terutama dengan pekembangan teknologi yang terus update, permintaan konsumen yang semakin beragam mengikuti perkembangan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Kinerja Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program ataupun kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan,
Accounting Analysis Journal
AAJ 4 (1) (2015) Accounting Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/aaj PENERAPAN BALANCE SCORECARD SEBAGAI TOLOK UKUR KINERJA PADA RSUD KOTA SEMARANG Hafidz Hening Waskito, Linda Agustina
BAB 1 PENDAHULUAN. Kinerja merupakan suatu usaha memetakan strategi ke dalam tindakan untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kinerja merupakan suatu usaha memetakan strategi ke dalam tindakan untuk pencapaian suatu target tertentu. Sehingga pengukuran kinerja merupakan salah satu
Perancangan Sistem Pengukuran Performansi PT. Pondok Indah Tower dengan Menggunakan Metode Balanced Score Card
Performa (2008) Vol. 7, No.2: 31-36 Perancangan Sistem Pengukuran Performansi PT. Pondok Indah Tower dengan Menggunakan Metode Balanced Score Card Murman Budijanto, Dwi Lia Indriani Laboratorium Sistem
BAB I PENDAHULUAN. bisnis, pengukuran kinerja merupakan usaha yang dilakukan pihak manajemen untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisasi bisnis. Didalam sistem pengendalian manajemen pada suatu organisasi bisnis, pengukuran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perkumpulan yang beranggotakan orang atau badan-badan yang memberikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Koperasi 2.1.1 Pengertian koperasi Menurut Sumarni dan Soeprihanto (1995) koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang atau badan-badan yang memberikan kebebasan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisasi bisnis.
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisasi bisnis. Di dalam sistem pengendalian manajemen pada suatu organisasi bisnis,
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Organisasi sektor Publik Awalnya, sektor publik ini muncul karena adanya kebutuhan masyarakat secara bersama terhadap barang atau layanan tertentu. Sektor
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN
109 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Berdasarkan pada analisis dan hasil pembahasan sebelumnya, maka simpulan dari penelitian ini terkait dengan analisa balanced scorecard pada PT. SM adalah sebagai
ANALISIS PENILAIAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENERAPAN BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS RUMAH ABC ) Fathoni 1, Inda Kesuma S. 2
ANALISIS PENILAIAN KINERJA RUMAH SAKIT DENGAN PENERAPAN BALANCED SCORECARD (STUDI KASUS RUMAH ABC ) Fathoni 1, Inda Kesuma S. 2 Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya Email
BAB II PENINGKATAN KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD
BAB II PENINGKATAN KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD A. Kinerja 1. Pengertian Kinerja Kinerja adalah suatu tampilan keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu, kinerja
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT WIDODO NGAWI SKRIPSI
PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA RUMAH SAKIT WIDODO NGAWI SKRIPSI DiajukanKepadaFakultasEkonomi Universitas Pembangunan Nasional Veteran JawaTimur Oleh : PRINGGO ADI SASONGKO
BAB I PENDAHULUAN. ancaman yang akan datang. Rumah Sakit yang memiliki perencanaan strategis akan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam proses manajemen, perencanaan sangat dibutuhkan oleh setiap organisasi dalam menjalankan kegiatannya. Perencanaan tersebut sebagai acuan organisasi untuk mencapai
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kearifan intelektual, usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia tidak mungkin terlepas dari pembangunan pertanian, karena sektor tersebut sampai saat
TUGAS KELOMPOK ANALISIS KINERJA PT WOTRACO BALI RAYA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD
TUGAS KELOMPOK ANALISIS KINERJA PT WOTRACO BALI RAYA DENGAN METODE BALANCED SCORECARD Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis Produktivitas Yang diampu oleh Danang Triagus Setiyawan ST, MT Oleh : Dedi
BAB I PENDAHULUAN. untuk menghasilkan dampak pada kematian, kesakitan, ketidakmampuan dan
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Peningkatan mutu pelayanan kesehatan menjadi isu utama dalam pembangunan kesehatan baik dalam lingkup nasional maupun global. Hal ini didorong karena semakin besarnya
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA RSUD DR. SOEDONO MADIUN
ANALISIS PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA RSUD DR. SOEDONO MADIUN Oleh: Brilian Pamuncak Prasetyo Wiwik Hidajah Ekowati, SE., M.Si., Ak., CA Fakultas Ekonomi dan
EVALUASI STRATEGI MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA RUMAH SAKIT PATAR ASIH. Samuel Sabam P. Panjaitan E. Kusumadmo
EVALUASI STRATEGI MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA RUMAH SAKIT PATAR ASIH Samuel Sabam P. Panjaitan E. Kusumadmo Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jalan Babarsari
PENGUKURAN KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG TAHUN 2013 DAN 2014
Pengukuran Kinerja Dengan (Sri Lestari) 1 PENGUKURAN KINERJA DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG TAHUN 2013 DAN 2014 PERFORMANCE MEASUREMENT WITH THE BALANCED
INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO
(IKU) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KABUPATEN SIDOARJO UNIT KERJA : RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN SIDOARJO TUGAS POKOK : Melaksanakan upaya kesehatan yang berdayaguna dengan menggunakan upaya penyembuhan
