HISTOFISIOLOGI RETINA
|
|
|
- Siska Glenna Kusnadi
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 HISTOFISIOLOGI RETINA Sunny Wangko Bagian Anatomi-Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Bola mata orang dewasa berdiameter sekitar 2,5 cm. Dari seluruh permukaan bola mata, hanya 1/6 bagian anterior yang tampak sedangkan 5/6 bagian posterior terletak dan terlindung di dalam ruang orbita. Secara histologik, dinding bola mata tersusun oleh 3 lapisan yaitu tunika fibrosa, tunika vaskulosa (uvea), dan tunika nervosa (retina). Retina merupakan tempat reseptor visual dengan tiga lapisan utama neuron retina yang dipisahkan oleh dua zona dimana terjadi sinaps, yaitu lapisan sinaps luar dan dalam. Ketiga lapisan ini (searah dengan input visualnya) ialah: lapisan sel fotoreseptor, lapisan sel bipolar, dan lapisan sel ganglion. Juga terdapat sel horisontal dan sel amakrin; keduanya membentuk jalur lateral untuk mengatur sinyal yang dihantarkan sepanjang jalur sel fotoreseptor ke sel bipolar dan ke sel ganglion. LAPISAN-LAPISAN BOLA MATA Tunika fibrosa Tunika fibrosa merupakan lapisan terluar bola mata, terdiri dari kornea di bagian anterior, dan sklera dibagian posterior (Gambar 1). Gambar 1. Lapisan-lapisan bola mata. Potongan sagital bola mata memperlihatkan tiga lapisan utama (tunika) serta lensa sebagai pintu depan tunika vaskulosa dan retina. Sumber: Mescher AL, Kornea merupakan struktur avaskular yang bening menutupi iris, dan berbentuk lengkung yang membantu mengfokuskan cahaya. Permukaan luarnya dilapisi oleh epitel berlapis gepeng dengan permukaan rata, yang berkesinambungan dengan epitel konjungtiva bulbi. Kornea sangat kaya dengan persarafan. Sklera (bagian putih mata) merupakan lapisan jaringan ikat padat yang menutupi seluruh permukaan bola mata, kecuali kornea. Sklera memberikan bentuk bola mata, menjadikannya kaku, dan melindungi dalaman mata. Pada permukaan posteriornya terdapat foramen optikum, yang mengelilingi nervus optikus (nervus kranialis II). Pada tautan antara sklera dan kornea terdapat sinus venosus sklera yaitu kanalis Schlemm. Tunika vaskulosa Tunika vaskulosa merupakan lapisan tengah bola mata, dan terdiri dari tiga bagian, dari posterior ke anterior: koroid, korpus siliaris, dan iris. Koroid merupakan bagian posterior tunika vaskulosa, kaya dengan vaskularisasi, dan menutupi sebagian besar permukaan dalam sklera. Lapisan ini memasok S1
2 S2 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 5, Nomor 3, Suplemen, November 2013, hlm. S1-6 bahan nutrisi ke permukaan posterior retina. Melanosit menghasilkan pigmen melanin dan memberikan warna coklathitam pada koroid. Ke arah anterior, koroid beralih menjadi korpus siliaris yang merupakan bagian tunika vaskulosa yang paling tebal. Korpus siliaris meluas dari ora serata (margo anterior retina) ke daerah tepat di posterior tautan sklerokorneal. Pada korpus siliaris terdapat prosesus siliaris dan muskulus siliaris. Prosesus siliaris merupakan tonjolan/lipatan pada permukaan dalam korpus siliaris dimana sel-sel epitelnya menyekresi humor akueus. Muskulus siliaris merupakan otot polos berbentuk pita sirkular yang mengubah bentuk lensa untuk penglihatan jauh atau dekat. Iris ialah bagian berwarna bola mata yang berbentuk donat gepeng. Iris terletak di antara kornea dan lensa, dilekatkan pada bagian luarnya ke prosesus siliaris. Iris terdiri dari serat otot polos sirkular dan radial, dan lubang di tengahnya disebut pupil. Fungsi iris untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bagian posterior bola mata melalui pupil. Pada rangsangan cahaya terang, serat saraf parasimpatis merangsang otot polos sirkular (muskulus sfingter/konstriktor pupilae) untuk berkontraksi dan menyempitkan ukuran pupil (konstriksi). Pada cahaya redup, serat saraf simpatis merangsang otot polos radial (muskulus dilatator pupilae) untuk berkontraksi dan memperbesar ukuran pupil (dilatasi). Respons-respons ini bersifat refleks viseral. Otot-otot intrinsik mata yaitu muskuli siliaris, sfingter pupilae, dan dilatator pupilae; ketiga-tiganya berasal dari ektoderm. Tunika nervosa (retina) Lapisan bola mata yang paling dalam yaitu retina, melapisi 3/4 posterior bola mata dan merupakan awal jalur penglihatan. Dengan oftalmoskop, melalui pupil dapat terlihat bayangan retina yang diperbesar serta pembuluh darah yang berjalan pada permukaan anteriornya. Retina merupakan satu-satunya tempat di dalam tubuh dimana pembuluh darah dapat diamati secara langsung dan dievaluasi kelainan patologiknya, antara lain pada hipertensi dan diabetes mellitus. Selain pembuluh darah, terdapat beberapa struktur lain yang dapat diamati; diskus optikus (blind spot, bintik buta), tempat keluarnya nervus optikus dari bola mata, serta arteri dan vena sentralis retina yang berjalan bersama nervus optikus. Retina terdiri dari epitel pigmen (bagian non-visual) dan bagian neural (bagian visual). Epitel pigmen merupakan selapis sel epitel yang mengandung pigmen melanin, terletak di antara koroid dan bagian neural retina. Melanin pada koroid dan epitel pigmen menyerap cahaya sehingga dapat mencegah pantulan dan penyebaran cahaya di dalam bola mata. Dengan demikian, bayangan yang terlihat jelas. Pada individu albino, kekurangan pigmen melanin terdapat di seluruh bagian tubuh, termasuk mata. Retina terdiri atas 10 lapisan, dari luar ke dalam: epitel pigmen, lapisan batang dan kerucut, membran limitans eksterna, lapisan inti luar, lepisan pleksiform luar, lapisan inti dalam, lappisan pleksiform dalam, lapisan sel ganglion, lapisan serat saraf, dan membran limitans interna (Gambar 2). Bagian neural retina merupakan hasil penonjolan otak. Bagian ini memroses data sebelum dihantarkan oleh impuls saraf ke hipotalamus, kemudian ke korteks visual primer. Terdapat tiga lapisan utama neuron retina yang dipisahkan oleh dua zona dimana terjadi sinaps, yaitu lapisan sinaps luar dan dalam. Ketiga lapisan ini (searah dengan input visualnya) ialah: lapisan-lapisan sel fotoreseptor, sel bipolar, dan sel ganglion. Juga terdapat sel horisontal dan sel amakrin yang membentuk jalur lateral untuk mengatur sinyal yang dihantarkan sepanjang jalur sel fotoreseptor ke sel bipolar dan ke sel ganglion. Fotoreseptor dikhususkan untuk
3 Wangko; Histofisiologi Retina... S3 transduksi gelombang cahaya menjadi potensial reseptor. Terdapat dua jenis fotoreseptor yaitu sel batang (rod, bacili) dan kerucut (cone, coni). Pemberian nama berdasarkan bentuk segmen luar sel fotoreseptor yang terletak di antara tonjolan-tonjolan sel epitel pigmen yang berbentuk jari. Masing-masing retina mempunyai 6 juta sel kerucut dan 120 juta sel batang. Sel batang berfungsi untuk penglihatan hitam putih pada cahaya remang-remang; juga untuk membedakan bayangan gelap atau terang dan melihat bentuk dan pergerakan. Sel kerucut berfungsi untuk penglihatan warna dan ketepatan penglihatan pada cahaya terang. Sebagai contoh: pada cahaya bulan kita tidak dapat membedakan warna karena hanya sel batang yang bekerja. Sel kerucut umumnya terpusat pada fovea sentralis yaitu lekukan kecil di tengah makula lutea yang terletak tepat pada sumbu penglihatan. Fovea sentralis merupakan daerah dengan ketajaman penglihatan tertinggi karena padatnya sel kerucut pada daerah tersebut. Sel batang tidak ditemukan pada fovea dan makula dan jumlahnya meningkat kearah tepi retina. Oleh karena itu kita bisa melihat cukup baik pada malam hari kecuali bila melihat langsung ke obyek tertentu. Dari sel-sel fotoreseptor informasi diteruskan ke sel bipolar melalui lapisan sinapsis luar (lapisan pleksiform luar ) dan kemudian ke sel ganglion melalui lapisan sinapsis dalam (lapisan pleksiform dalam). Akson sel ganglion meluas ke posterior, ke diskus optikus, dan keluar dari bola mata sebagai nervus optikus. Pada daerah ini tidak terdapat sel kerucut maupun batang; kita tidak dapat melihat bayangan pada bintik buta. Dalam keadaan normal, adanya bintik buta ini tidak disadari. SEL FOTORESEPTOR DAN FOTO- PIGMEN Sel fotoreseptor dibedakan berdasarkan bentuk segmen luar, yaitu ujung distalnya yang berdekatan dengan epitel pigmen. Transduksi cahaya menjadi sinyal listrik terjadi pada segmen luar. A B Gambar 2. A, Fotomikrograf retina manusia. B, Gambar skematik lapisan-lapisan retina. Sumber: Ross MH, Pawlina W, 2011.
4 S4 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 5, Nomor 3, Suplemen, November 2013, hlm. S1-6 Segmen dalam mengandung inti sel, kompleks Golgi, dan banyak mitokondria. Ujung proksimal sel fotoreseptor meluas membentuk terminal sinaptik. Tahap pertama transduksi visual ialah absorpsi cahaya oleh fotopigmen (visual pigment). Fotopigmen adalah protein berwarna pada membran segmen luar yang mengalami perubahan struktural oleh absorpsi cahaya dan mengawali peristiwa yang menghasilkan potensial reseptor. Semua fotopigmen visual terdiri dari dua bagian: glikoprotein, disebut opsin, dan derivat vitamin A, disebut retinal (retinald). Opsin sel batang disebut rod opsin (rhodopsin) sedangkan pada sel kerucut disebut cone opsin. Cone opsin bersama dengan retinald disebut iodopsin. Aplikasi klinis Buta senja Buta senja (night blindness, nyctalopia) adalah ketidak sanggupan untuk melihat dengan baik pada cahaya remangremang. Umumnya, hal ini disebabkan oleh defisiensi vitamin A jangka panjang yang berakibat ketidaksanggupan menyintesis rhodopsin dalam jumlah yang cukup. Fotopigmen merupakan protein integral dalam membran plasma segmen luar, tersusun berlipat-lipat. Pada sel batang, lipatan-lipatan ini mencuat dari membran plasma membentuk diskus. Setiap segmen luar sel batang mengandung sekitar 1000 diskus, tersusun seperti uang logam. Segmen luar fotoreseptor diperbaharui dengan cepat. Untuk sel batang 1-3 diskus ditambahkan pada dasar segmen luar setiap jam. Secara serentak, diskus lama dikeluarkan melalui puncak segmen luar kemudian difagositosis oleh epitel pigmen. Retinal merupakan bagian penyerap cahaya dari fotopigmen visual. Pada retina manusia terdapat empat jenis opsin, satu jenis rod opsin dan tiga jenis cone opsin.'terdapat perbedaan dalam rangkaian asam amino sehingga sel batang dan kerucut dapat mengabsorsi warna-warna yang berbeda dari cahaya yang masuk. Rod opsin terutama mengabsorpsi warna biru sampai hijau, sedangkan cone opsin mengabsorpsi terutama biru, hijau dan kuning sampai merah. Retinal terdapat dalam dua bentuk. Dalam suasana gelap retinal berbentuk membengkok, cis-retinal, yang terletak cekat pada opsin. Bila mengabsorpsi cahaya cis-retinal melurus, membentuk trans-retinal. Perubahan ini disebut isomerisasi, tahap awal transduksi. Setelah proses isomerisasi beberapa bahan yang tak stabil dibentuk dan menghilang lagi. Dalam sekitar 1 menit trans-retinal lengkap terpisah dari opsin. Produk akhir tampak tidak berwarna, proses pemutihan (bleaching). Dalam suasana gelap, enzim retinal isomerase dapat mengubah kembali trans menjadi cis-retinal, berikatan dengan opsin dan membentuk kembali fotopigmen yang fungsional, proses regenerasi. Epitel pigmen menyimpan vitamin A dalam jumlah besar dan berperan dalam proses regenerasi sel batang. Dengan demikian regenerasi rod opsin akan sangat terganggu bila retina terlepas dari epitel pigmen. Fotopigmen sel kerucut beregenerasi jauh lebih cepat dari pada sel batang dan kurang tergantung pada epitel pigmen. Setelah pemutihan lengkap, diperlukan 5 menit untuk regenerasi ½ rod opsin sedangkan untuk ½ cone opsin hanya diperlukan 1½ menit. Regenerasi penuh untuk rod opsin dicapai dalam menit. Buta warna Buta warna (color blindness) adalah ketidaksanggupan untuk mengenal warnawarna tertentu diakibatkan oleh tidak adanya atau kekurangan salah satu fotopigmen sel kerucut. Jenis yang umum ialah buta warna merah-hijau dimana salah satu fotopigmen, untuk merah atau hijau, tidak ada. Individu melihat kedua warna tersebut sama, hijau atau merah, tergantung pada fotopigmen yang ada. Buta warna merupakan keadaan yang diturunkan melalui kromosom X, sehingga terutama ditemukan pada laki-laki.
5 Wangko; Histofisiologi Retina... S5 ADAPTASI TERANG DAN GELAP Bila kita berpindah dari tempat yang gelap ke yang terang maka sistem visual akan beradaptasi dengan menurunkan kepekaannya selama beberapa detik (adaptasi terang). Sebaliknya, bila kita berpindah dari tempat yang terang ke tempat yang gelap maka kepekaan visual akan meningkat perlahan selama beberapa menit (adaptasi gelap). Dengan meningkatnya penerangan, maka lebih banyak fotopigmen mengalami pemutihan sehingga lebih banyak cahaya yang dibutuhkan untuk merangsang fotopigmen sisa yang belum mengalami pemutihan. Pada saat yang sama terjadi pemutihan dan regenerasi. Regenerasi rod opsin terjadi lebih lambat dimana pada cahaya siang kecepatan pemutihan sama dengan kecepatan regenerasi. Oleh karena itu sel batang kurang berperan pada penglihatan terang. Regenerasi pigmen sel kerucut terjadi cepat, sehingga sebagian bentuk cis selalu tetap ada, bahkan pada cahaya yang sangat terang. Bila tingkat penerangan menurun secara cepat, mula-mula kepekaan meningkat sangat cepat kemudian melambat. Pada keadaan gelap, regenerasi penuh fotopigmen sel kerucut terjadi dalam 8 menit pertama adaptasi gelap. Dalam selang waktu ini kilatan cahaya terlihat berwarna. Secara lambat, rod opsin beregenerasi dan kepekaan visual meningkat sampai dapat mendeteksi setitik berkas cahaya, kemudian lebih banyak lagi cahaya remang yang dapat dideteksi, dan tampak sebagai putih kelabu. Pada cahaya remang, penglihatan tampak kelabu karena hanya sel batang yang berfungsi. Potensial reseptor Dalam keadaan gelap, Na + masuk ke dalam segmen luar fotoreseptor melalui saluran Na + yang dipertahankan terbuka oleh siklik cyclic guanosine monophosphate (GMP). Aliran ini disebut arus gelap (dark current), yang memicu secara kontinu pelepasan neurotransmiter dari terminal sinaptik. Neurotransmiter pada sel batang, dan mungkin juga pada sel kerucut, yaitu asam glutamat, menghambat (hiperpolarisasi) sel bipolar yang bersinaps dengan sel batang. Bila cahaya mengenai retina, cisretinal mengalami isomerisasi, saluran Na + tertutup. Arus masuk Na + berkurang, bagian dalam sel batang menjadi lebih negatif (hiperpolarisasi) dan pelepasan glutamat berkurang. Cahaya redup menyebabkan hiperpolarisasi ringan dan sementara, yang secara parsial menghentikan pelepasan glutamat. Cahaya yang lebih terang mengakibatkan hiperpolarisasi yang lebih kuat dan lama, yang secara lebih lengkap menghambat pelepasan neurotransmiter. Jadi, cahaya merangsang sel bipolar yang bersinaps dengan sel batang melalui penghentian inhibisi neurotransmiter. Terdapat dua enzim yang menutup dan membuka kembali segmen luar. Pada keadaan terang, enzym transdusin mengaktifkan enzim fosfodiesterase (PDE), yang memecahkan siklik GMP. Hal ini akan mengakibatkan tertutupnya saluran Na + yang menghasilkan hiperpolarisasi sel batang dan mengurangi pelepasan glutamat. Dalam keadaan gelap transdusin berbentuk tidak aktif, dan siklik GMP mempertahankan saluran Na + terbuka. Enzim recoverin mengaktifkan guanilat siklase yaitu enzim yang mengstimulasi siklik GMP. Dengan meningkatnya kadar siklik GMP, saluran Na + akan tetap terbuka dan aliran masuk Na + akan meningkatkan pelepasan glutamat. JALUR VISUAL Pemrosesan input visual terjadi di retina pada sinaps antara berbagai jenis sel. Akson sel ganglion retina menghasilkan output dari retina ke otak, dan keluar sebagai nervus optikus (n II). Pemrosesan input visual pada retina Didalam retina, bayangan input visual diperbesar sedangkan yang lainnya dihilangkan. Input dari beberapa sel dapat terkumpul (konvergen) pada neuron pasca
6 S6 Jurnal Biomedik (JBM), Volume 5, Nomor 3, Suplemen, November 2013, hlm. S1-6 sinaps yang jumlahnya lebih kurang atau menyebar (divergen) ke jumlah yang lebih besar. Umumnya, yang mendominasi ialah input yang terkumpul karena hanya terdapat 1 juta sel ganglion yang melayani 126 juta sel fotoreseptor. Bila terjadi potensial reseptor pada sel batang dan kerucut, maka akan menyebar melalui segmen dalam sel-sel tersebut ke terminal sinaps. Neurotransmiter yang dilepaskan oleh sel batang dan kerucut menginduksi potensial lokal secara bertahap pada sel bipolar dan sel horizontal sel batang bersinaps dengan satu sel bipolar pada lapisan sinaps luar sedangkan sel kerucut umumnya bersinaps dengan satu sel bipolar saja. Terkumpulnya banyak sel batang ke satu sel bipolar menyebabkan visi sel batang lebih peka tetapi lebih kurang cepat dari pada sel kerucut. Stimulasi cahaya pada sel batang mengeksitasikan sel bipolarnya. Sebaliknya, sel bipolar yang bersinaps dengan sel kerucut bisa diaktifkan atau diinhibisi oleh cahaya. Sel horisontal menghantarkan sinyal inhibisi ke sel bipolar di bagian lateral sel batang dan kerucut yang terangsang. Inhibisi lateral ini meningkatkan kontras pada penglihatan antara daerah retina yang distimulasi kuat dan daerah sebelahnya yang kurang distimulasi. Sel horisontal juga berperan dalam diferensiasi berbagai jenis warna. Sel amakrin yang dieksitasi oleh sel bipolar, akan bersinaps dengan sel ganglion. Bila sel bipolar atau amakrin menghantarkan sinyal eksitasi ke sel ganglion, maka sel ganglion berdepolarisasi dan menginisiasi impuls saraf. DAFTAR PUSTAKA 1. Gartner LP, Hiatt JL. Color Textbook of Histology (Third Edition). Philadelphia: Saunders Elsevier; Ham AW, Leeson TS. Histology (Fourth Edition). Philadelphia: JB Lippincott Co; Leeson RC, Leeson TS, Paparo AA. Textbook of Histology (Fifth Edition). Philadelphia: WB Saunders Co, Marieb EN. Human Anatomy and Physiology (Second Edition). Redwood City: The Benjamin/Cummings Publishing Co; Mescher AL. Junqueira s Basic Histology Text & Atlas (Twelfth Edition). New York: McGrawHill Medical; Ravaiola E. Bloom & Fawcett. A Textbook of Histology (Twelfth Edition). New York: Chapman & Hall; Ross MH, Pawlina W. Histology a Text and Atlas (Sixth Edition). Philadelphia: Wolters Kluwer Lippincott Williams & Wilkins; Tortora GJ, Grabowski SR. Principles of Anatomy and Physiology (Ninth Edition). New York: Harper Collins; 2000.
Fisiologi Penglihatan: Fototransduksi dan Penyampaian Sinyal Visual
Komang Shary K., NPM 1206238633 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia LTM Pemicu 1 Modul Penginderaan Fisiologi Penglihatan: Fototransduksi dan Penyampaian Sinyal Visual Pendahuluan Fungsi utama mata
Ketebalan retina kira-kira 0,1 mm pada ora serata dan 0,56 mm pada kutub posterior. Di
Anatomi Retina Retina adalah lembaran jaringan saraf berlapis yang tipis dan semitransparan yang melapisi bagian dalam 2/3 posterior dinding bola mata. Retina membentang ke anterior hampir sejauh korpus
IDENTIFIKASI IRIS OPSI IDENTIFIKASI BIOMETRIK
IDENTIFIKASI IRIS OPSI IDENTIFIKASI BIOMETRIK 1 Erwin G. Kristanto 1 Elisa Rompas 2 Sunny Wangko 2 1 SMF Kedokteran Forensik & Medikolegal RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Bagian Anatomi-Histologi Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. 1. Apa Itu Mata? 2. Jelaskan Bagian-Bagian dari Mata beserta fungsinya! 3. Bagaimana Mata Bisa Bekerja?
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Alat Optik merupakan salah satu alat yang memanfaatkan sifat cahaya, hukum pemantulan, dan hukum pembiasan cahaya untuk membuat suatu bayangan suatu benda.
Struktur Anatomi Mata dan Mekanisme Penglihatan
Struktur Anatomi Mata dan Mekanisme Penglihatan Pendahuluan Terletak di dalam orbita, mata merupakan organ penglihatan dengan fungsi utama memfokuskan cahaya kedalam retina. Retina terdiri dari jaringan
Bio Psikologi. Firman Alamsyah, MA. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi
Bio Psikologi Modul ke: SISTEM VISUAL 1. Prinsip umum persepsi visual 2. Cahaya Memasuki Mata dan Mencapai Retina 3. Retina dan Translasi Cahaya 4. Dari Retina ke Korteks Visual Primer 5. Melihat Batas
BAB II ANATOMI. Sebelum memahami lebih dalam tentang jenis-jenis trauma yang dapat terjadi pada mata,
BAB II ANATOMI Sebelum memahami lebih dalam tentang jenis-jenis trauma yang dapat terjadi pada mata, sebaiknya terlebih dahulu dipahami tentang anatomi mata dan anatomi operasinya. Dibawah ini akan dijelaskan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Mata 1. Definisi Mata Mata merupakan organ sensorik kompleks yang mempunyai fungsi optikal untuk melihat dan saraf untuk transduksi (mengubah bentuk energi ke bentuk lain) sinar
INDERA PENGLIHATAN (MATA)
M INDERA PENGLIHATAN (MATA) ata manusia secara keseluruhan berbentuk seperti bola sehingga sering disebut bola mata. Media penglihatan terdiri dari kornea, aquous humor (terletak antara kornea dan lensa),
Sumber : Tortora, 2009 Gambar 2.1. Anatomi Bola Mata
6 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi dan Fisiologi Mata Mata adalah suatu organ yang rumit dan sangat berkembang yang peka terhadap cahaya. Mata dapat melewatkan cahaya dengan bentuk dan intensitas cahaya
SISTEM KOORDINASI RITA WAHYUNINGSIH SMA NEGERI 5 MATARAM
SISTEM KOORDINASI RITA WAHYUNINGSIH SMA NEGERI 5 MATARAM SISTEM KOORDINASI 1. SISTEM SARAF 2. SISTEM ENDOKRIN 3. SISTEM INDERA 4. SISTEM KOORDINASI PADA HEWAN SISTEM SARAF PADA MANUSIA Sistem saraf tersusun
PENDAHULUAN. Perut terisi makanan lambung diperintah untuk mencerna
SISTEM SENSORIK PENDAHULUAN Sistem sensorik memungkinkan kita merasakan dunia Bertindak sebagai sistem peringatan Nyeri indikasi menghindari rangsangan yang membahayakan Mengetahui apa yang terjadi dalam
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. LANDASAN TEORI 1. Anatomi Mata Gambar 1. Penampang bola mata Mata adalah indera penglihatan. Mata dibentuk untuk menerima rangsangan berkas cahaya pada retina, lalu dengan perantaraan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampai abad ke-4 sebelum masehi orang masih berpendapat bahwa benda-benda di sekitar dapat dilihat oleh karena mata mengeluarkan sinar-sinar penglihatan. Anggapan ini
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Buta Warna Buta warna adalah penglihatan warna-warna yang tidak sempurna. Buta warna juga dapat diartikan sebagai suatu kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan
10/6/2011 INDERA MATA. Paryono
INDERA MATA Paryono 1 INDERA PENGLIHATAN BOLA MATA TDD: 3 LAPISAN YAKNI, LAPISAN TERLUAR SKLERA, KERUH YG SEMAKIN KE DEPAN SE-MAKIN TEMBUS PANDANG KORNEA LAPISAN KEDUA KHOROID, HITAM (GELAP), KE DEPAN
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bola mata terletak di dalam kavum orbitae yang cukup terlindung (Mashudi,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Anatomi bola mata Bola mata terletak di dalam kavum orbitae yang cukup terlindung (Mashudi, 2011). Bola mata di bagian depan (kornea) mempunyai kelengkungan
Anatomi Organ Mata. Anatomy Mata
Anatomi Organ Mata Mata atau organon visus secara anatomis terdiri dari Occulus dan alat tambahan (otot-otot) di sekitarnya. Occulus terdiri dari Nervus Opticus dan Bulbus Occuli yang terdiri dari Tunika
ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA
ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA SEL SARAF, terdiri dari 1. Dendrit 2. Badan Sel 3. Neurit (Akson) Menerima dan mengantarkan impuls dari dan ke sumsum tulang belakang atau otak ORGAN PENYUSUN SISTEM
LAP. LUAR/TUNIKA FIBROSA/KORNEOSKLERAL SKLERA KORNEA 1. SKLERA Merupakan 5/6 bagian posterior bola mata. Pd manusia membtk segmen melengkung. Tdd jar.
ORGAN INDERA KHUSUS FYH/ERDS Departemen Histologi FK USU M A T A Mata tdd 3 lapisan : 1. Lapisan Luar : a. Sklera b. Kornea 2. Lapisan Tengah : a. Koroid b. Korpus Siliaris c. Iris 3. Lapisan Dalam : a.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. apabila fungsi organ mata (makula dan saraf optik) normal, terdapat cukup cahaya
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Definisi Defek penglihatan warna atau yang lebih dikenal dengan buta warna adalah gangguan penglihatan warna, ketidakmampuan untuk membedakan warna yang orang normal mampu untuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Pertumbuhan dan Perkembangan Pada saat lahir mata bayi normal cukup bulan berukuran kira-kira 2/3 ukuran mata orang dewasa. Pertumbuhan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. DEFINISI Buta warna adalah penglihatan warna-warna yang tidak sempurna. Buta warna juga dapat diartikan sebagai suatu kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel
BAB II PENJALARAN IMPULS SARAF. Ganglia basalis merupakan bagian dari otak yang memiliki peranan penting antara lain
BAB II PENJALARAN IMPULS SARAF 2.1 Ganglia basalis dan subthalamik nukleus Ganglia basalis merupakan bagian dari otak yang memiliki peranan penting antara lain dalam menghasilkan gerakan motorik terutama
Anesty Claresta
Anesty Claresta 102011223 Skenario Seorang perempuan berusia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan berdebar sejak seminggu yang lalu. Keluhan berdebar ini terjadi ketika ia mengingat suaminya yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Komputer Komputer adalah penemuan paling menarik sejak abad ke-20 (Izquierdo, 2010). Komputer adalah alat elektronik atau mesin yang dapat diprogram untuk menerima data dan
11/29/2013 PENGINDERAAN ADALAH ORGAN- ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENGINDERAAN PENGINDERAAN ADALAH ORGAN- ORGAN AKHIR YANG DIKHUSUSKAN UNTUK MENERIMA JENIS RANGSANGAN TERTENTU BEBERAPA KESAN TIMBUL DARI LUAR YANG MENCAKUP PENGLIHATAN, PENDENGARAN,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Pendidikan 1. Hakikat Pembelajaran Biologi Biologi merupakan ilmu yang mempelajari objek dan persoalan gejala alam. Semua benda dan kejadian alam merupakan sasaran yang
Reseptor merupakan unit sensoris yang berfungsi menyampaikan informasi dunia luar kesusunan saraf pusat Struktur ini mengubah rangsangan ( panas, teka
INDERA KHUSUS (ORGAN INDERA) Oleh dr. Zukesti dr. Zulham, M Kes Reseptor merupakan unit sensoris yang berfungsi menyampaikan informasi dunia luar kesusunan saraf pusat Struktur ini mengubah rangsangan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Anatomi Mata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Anatomi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Mata adalah sepasang organ penglihatan dan terdiri dari bola mata dan saraf optik. Bola mata terdapat di dalam orbita
BAB IV. Fungsi Indera Penglihatan
BAB IV Fungsi Indera Penglihatan A. STRUKTUR ANATOMI MATA Mata sebagai organ penglihatan memiliki beberapa struktur anatomis, berupa rongga orbita, kelopak mata, system lakrimal, konjungtiva, bola mata
SENSASI PERSEPSI Biopsikologi
SENSASI PERSEPSI Biopsikologi UNITA WERDI RAHAJENG www.unita.lecture.ub.ac.id Sensasi: Sensasi dan Persepsi Deteksi energi fisik yg dihasilkan /dipantulkan oleh bendabenda fisik Persepsi Sekumpulan tindakan
SISTEM SARAF SEBAGAI SISTEM PENGENDALI TUBUH
SISTEM SARAF SEBAGAI SISTEM PENGENDALI TUBUH dr. Sawitono Amin Singgih, PFK Departemen Ilmu Faal FKUI Pendahuluan Tubuh manusia dapat dilihat sebagai suatu sistem yang dapat berubah-ubah kinerjanya bergantung
Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius
Obat Diabetes Melitus Dapat Menghindari Komplikasi Mata Serius Konsumsi Obat Diabetes Melitus Memperingan Resiko Komplikasi Mata Anda mungkin pernah mendengar bahwa diabetes menyebabkan masalah mata dan
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 2013 ANATOMI MATA. dr. H. SUTARA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 2013 ANATOMI MATA dr. H. SUTARA ANATOMI BOLA MATA KORNEA Jaringan bening, avascular, membentuk 1/6 bagian depan bola mata, diameter 11 mm Merupakan
SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2
1. Perhatikan gambar mata berikut! Image not readable or empty assets/js/plugins/kcfinder/upload/image/alat%20indrpng SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2 Bagian
JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN
JARINGAN DASAR HEWAN Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi
4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Reaksi Pengumpulan Pepetek terhadap Warna Cahaya dengan Intensitas Berbeda Informasi mengenai tingkah laku ikan akan memberikan petunjuk bagaimana bentuk proses penangkapan yang
Sistem Saraf. Sumsum. Sumsum Lanjutan
Sistem Saraf Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Otak Sumsum Sistem Saraf Aferen Sistem Saraf Eferen Lobus Frontalis Lobus Temporalis Otak Besar Lobus Oksipitalis Lobus Parietalis Otak Kecil Sumsum Lanjutan
Sistem Saraf Tepi (perifer)
SISTIM SYARAF TEPI Sistem Saraf Tepi (perifer) Sistem saraf tepi berfungsi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh Berdasarkan arah impuls, saraf tepi terbagi menjadi: - Sistem saraf
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Yang termasuk media refraksi antara lain kornea, pupil, lensa, dan vitreous. Media refraksi targetnya di retina sentral (macula). Gangguan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mata 2.1.1 Anatomi mata Gambar. 1 Anatomi mata 54 Mata mempunyai 3 lapisan dinding yaitu sklera, koroid, dan retina. Sklera berfungsi untuk melindung bola mata dari gangguan.
Sensasi dan Persepsi
SENSASI Sensasi dan Persepsi Sensasi: Deteksi energi fisik yg dihasilkan /dipantulkan oleh benda-benda fisik Persepsi Sekumpulan tindakan mental yg mengatur impulsimpuls sensorik mjd 1 pola bermakna Proses
DASAR-DASAR SISTEM SYARAF DAN JARINGAN SYARAF
DASAR-DASAR SISTEM SYARAF DAN JARINGAN SYARAF Sistem syaraf bertanggung jawab dalam mempertahankan homeostasis tubuh (kesetimbangan tubuh, lingkungan internal tubuh stabil) Fungsi utamanya adalah untuk:
Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.
Pengertian Sistem saraf adalah sistem yang mengatur dan mengendalikan semua kegiatan aktivitas tubuh kita seperti berjalan, menggerakkan tangan, mengunyah makanan dan lainnya. Sistem Saraf tersusun dari
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Buta Warna Buta warna merupakan suatu kelainan penglihatan disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut (cone cell) pada retina mata untuk menangkap suatu spektrum warna
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Tinjauan Umum ikan Ikan merupakan hewan vertebrata yang mempunyai ciri khas mempunyai insang dan bersirip. Sirip digunakan ikan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya dan juga
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Anatomi organ penglihatan Gambar 2.1. Anatomi bola mata Mata merupakan sebuah bola yang berisi cairan dengan diameter kurang lebih 24 mm. 8 Secara garis besar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Waktu reaksi adalah waktu yang diperlukan seseorang untuk menjawab sesuatu rangsangan secara sadar dan terkendali, dihitung mulai saat rangsangan diberikan sampai dengan
Gambar 2.1. Anatomi Retina (Sherwood, 2011).
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Fisiologi Penglihatan Warna Fungsi utama mata adalah memfokuskan berkas cahaya dari lingkungan ke sel fotoreseptor retina, yaitu sel batang dan sel kerucut. Fotoreseptor kemudian
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi dan Histologi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata Sumber: Oftalmologi Umum, Riordan, 2014 Bola mata orang dewasa normal hampir bulat, dengan diameter anteroposterior sekitar
NERVUS OPTIKUS. Ari Budiono, S. Ked. Disusun oleh : Fakultas Kedokteran Universitas Riau RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Pekanbaru, Riau 2008
NERVUS OPTIKUS Disusun oleh : Ari Budiono, S. Ked Fakultas Kedokteran Universitas Riau RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Pekanbaru, Riau 2008 Avaliable in : Files of DrsMed FK UNRI (Http://yayanakhyar.wordpress.com)
Tujuan Praktikum Menentukan ketajaman penglihatan dan bitnik buta, serta memeriksa buta warna
BAB IV SISTEM INDERA A. PEMERIKSAAN PENGLIHATAN Tujuan Praktikum Menentukan ketajaman penglihatan dan bitnik buta, serta memeriksa buta warna Dasar teori Mata merupakan organ sensorik yang kompleks, yang
SILABUS MATA KULIAH 1. Standar kompetensi 2. Kompetensi dasar 3. Deskripsi mata ajar 4. Kegiatan Pembelajaran
SILABUS MATA KULIAH Mata kuliah/kode : Fisiologi I / IKU 1208 Semester/SKS : II / 3 SKS Prasyarat : Anatomi, Biologi Keperawatan, Fisika Keperawatan, Kimia Keperawatan, Biokimia 1. Standar kompetensi a.
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Fisiologi Mata Mata adalah organ fotosensitif yang sangat berkembang dan rumit, yang memungkinkan analisis cermat dari bentuk, intensitas cahaya, dan warna yang dipantulkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Mata a. Pengertian Mata adalah salah satu organ tubuh vital manusia. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga dan mencegah hal-hal yang dapat merusak mata
biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias
7.3 Cahaya Cahaya, apakah kamu tahu apa itu cahaya? Mengapa dengan adanya cahaya kita dapat melihat lingkungan sekitar kita? Cahaya Matahari yang begitu terang dapat membentuk pelangi setelah hujan berlalu?
1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan
PANCA INDERA Pengelihatan 1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan (tembus cahaya) yang disebut
ENTROPION PADA KUCING
ENTROPION PADA KUCING (16 Nov 2017) ENTROPION PADA KUCING Apa yang Dimaksud Dengan Entropion Entropion adalah kondisi dimana kelopak mata (palpebra) bagian bawah berbalik ke dalam. Entropion juga dapat
ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA
ANATOMI DAN FISIOLOGI MATA Secara garis besar anatomi mata dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, dan untuk ringkasnya fisiologi mata akan diuraikan secara terpadu. Keempat kelompok ini terdiri dari:
BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN
BAB IV BIOOPTIK Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa akan dapat: a. Menentukan posisi dan pembesaran bayangan dari cermin dan lensa b. Menjelaskan proses pembentukan bayangan pada mata c. Menjelaskan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 2.1. Anatomi Mata (Netter,2010)
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mata 2.1.1. Anatomi Mata Gambar 2.1. Anatomi Mata (Netter,2010) Pembagian anatomi mata menurut Riordan-Eva (2009) adalah: Orbita Secara skematis rongga orbita digambarkan
BAB II KAJIAN TEORI Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS)
BAB II KAJIAN TEORI 2.1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Dalam model pembelajaran kooperatif TSTS ini memiliki tujuan dimana Siswa di ajak untuk bergotong royong dalam menemukan
Kekurangan Vitamin A (KVA)
Paper Pengantar Gizi Masyarakat Kekurangan Vitamin A (KVA) Diajeng Puspa Arum Maharani 100911144 IKMA 09 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2011 KURANG VITAMIN A (KVA) Vitamin
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari kegiatan belajar, mengingat dan mengenal sesuatu. Belajar merupakan proses mendapatkan informasi yang memungkinkan
Bagian-bagian yang melindungi mata: 1. Alis mata, berguna untuk menghindarkan masuknya keringat ke mata kita.
MATA Indra pertama yang dapat penting yaitu indra penglihatan yaitu mata. Mata adalah indera yang digunakan untuk melihat lingkungan sekitarnya dalam bentuk gambar sehingga mampu dengan mengenali benda-benda
Sensasi Kimia: Pengecapan dan Penciuman. Kuncup pengecapan (taste buds) dan sensasi pengecapan
THE SPECIAL SENSES Sensasi Kimia: Pengecapan dan Penciuman Kuncup pengecapan (taste buds) dan sensasi pengecapan Taste buds tersebar pada rongga mulut dan farinks -> terbanyak terdapat pada papillae lidah
HISTOLOGI SISTEM LIMFATIS
Judul Mata Kuliah : Biomedik 1 (7 SKS) Standar Kompetensi : Area Kompetensi 5 : Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran Kompetensi Dasar : Menerapkan ilmu kedokteran dasar pada blok biomedik 1 Indikator : Mampu
ANALISIS FISIKA TERBENTUKNYA BAYANGAN PADA MATA
P-ISSN: 2303-1832 Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi 04 (2) (2015) 285-297 285 E-ISSN: 2503-023X https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/al-biruni/index 10 2015 ANALISIS FISIKA TERBENTUKNYA
IdentitasMataKuliah IdentitasdanValidasi Nama Tanda Tangan
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET IdentitasMata IdentitasdanValidasi Nama Tanda Tangan Kode Mata : BLOCK 203 Dosen Pengembang RPS
INDERA PENGLIHATAN KELOMPOK 9 PANJI KUNCORO ( ) NILA NURFADHILAH ( ) RAHMAD WEDI APRIANSYAH PUTRA ( )
INDERA PENGLIHATAN KELOMPOK 9 PANJI KUNCORO (17515874) NILA NURFADHILAH (15515067) RAHMAD WEDI APRIANSYAH PUTRA (15515558) ADAPTASI MATA 1. Adaptasi Terang Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan
ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel
ORGANISASI KEHIDUPAN Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Ukuran sangat kecil untuk melihat harus dibantu dengan mikroskop. Kata sel berasal dari bahasa latin cellulae, yang berarti bilik kecil.
1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah
1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah A. Selaput mielin B. Sel schwann C. Nodus ranvier D. Inti sel Schwann E. Tidak ada jawaban yang benar Jawaban : A Selaput
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menempati ruang anterior dan posterior dalam mata. Humor akuos
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Humor Akuos a. Anatomi Fungsional Humor Akuos Humor akuos merupakan cairan jernih bersifat alkaline yang menempati ruang anterior dan posterior dalam mata.
Sistem vaskuler darah. Sistem Sistem sirkulasi: sirkulasi: Sistem vaskuler darah. System vaskuler limfe System vaskuler limfe. Sistem vaskuler darah
Sistem Sistem sirkulasi: sirkulasi: Sistem vaskuler darah Sistem vaskuler darah System vaskuler limfe System vaskuler limfe Sistem vaskuler darah Sistem vaskuler darah 1. Jantung : memompakan 1. Jantung
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA. Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat
BAB 2 SENDI TEMPOROMANDIBULA Temporomandibula merupakan sendi yang paling kompleks yang dapat melakukan gerakan meluncur dan rotasi pada saat mandibula berfungsi. Sendi ini dibentuk oleh kondilus mandibula
BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG MASALAH Ukuran pupil normal bervariasi sesuai usia, dari orang ke orang, dan sesuai dengan keadaan emosi, tingkat kesiagaan, derajat akomodasi, dan cahaya ruangan. Diameter
ALAT INDERA. Ana Ratna Wulan UPI
ALAT INDERA Ana Ratna Wulan UPI Rangsang Reseptor (organ indera) Sistem Saraf ORGAN INDERA: Mampu mengubah energi panas, kimia, cahaya, mekanis, dll menjadi energi listrik/ impuls saraf Indera Pembau/
TUGAS 3 SISTEM PORTAL
TUGAS 3 SISTEM PORTAL Fasilitator : Drg. Agnes Frethernety, M.Biomed Nama : Ni Made Yogaswari NIM : FAA 113 032 Kelompok : III Modul Ginjal dan Cairan Tubuh Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya
biologi SET 17 SISTEM SARAF DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. PEMBAGIAN SUSUNAN SARAF
17 MATERI DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL biologi SET 17 SISTEM SARAF Segala aktivitas tubuh manusia dikoordinasi oleh sistem saraf dan sistem hormon (endokrin). Sistem saraf bekerja atas
Indera Mata dan Telinga
Kegiatan Belajar: 1 Indera Mata dan Telinga 120 Menit PENDAHULUAN Mata dan telinga adalah dua indera kita yang sangat penting, meskipun indera lain juga penting. Bagaimana kerja mata dan telinga sebagai
Sistem syaraf otonom (ANS) merupakan divisi motorik dari PNS yang mengontrol aktivitas viseral, yang bertujuan mempertahankan homeostatis internal
Sistem syaraf otonom (ANS) merupakan divisi motorik dari PNS yang mengontrol aktivitas viseral, yang bertujuan mempertahankan homeostatis internal Perbandingan antara Sistem syaraf Somatik dan Otonom Sistem
SISTEM SARAF. Sel Saraf
SISTEM SARAF Sel Saraf Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sistemn ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Dalam kegiatannya, saraf mempunyai
WARNA DAN MAKNANYA DALAM KEHIDUPAN
WARNA DAN MAKNANYA DALAM KEHIDUPAN Dibacakan pada Seminar Sehari Bersama Alam II diselenggarakan oleh BEM FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia 24 Mei 2003 Oleh: Yusuf Hilmi Adisendjaja JURUSAN PENDIDIKAN
PERKEMBANGAN DAN STRUKTUR RETINA
1 PERKEMBANGAN DAN STRUKTUR RETINA Fitri Wisnuwardani, Iwan Sovani, Djonggi Panggabean, Arief S. Kartasasmita, Erwin Iskandar, Rova Virgana Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas
BAB III CARA PEMERIKSAAN
BAB III CARA PEMERIKSAAN A. Daftar keterampilan yang harus dikuasai 1. Pemeriksaan ketajaman penglihatan/visus 2. Pemeriksaan posisi dan gerakan bola mata 3. Pemeriksaan lapang pandangan secara konfrontasi
Gambar 1 urutan tingkat perkembangan divertikulum pernapasan dan esophagus melalui penyekatan usus sederhana depan
EMBRIOLOGI ESOFAGUS Rongga mulut, faring, dan esophagus berasal dari foregut embrionik. Ketika mudigah berusia kurang lebih 4 minggu, sebuah divertikulum respiratorium (tunas paru) Nampak di dinding ventral
SISTEM SARAF MANUSIA
SISTEM SARAF MANUSIA skema sistem saraf manusia m e li p u ti m e li p u ti m e li p u ti m e li p u ti m e li p u ti m e li p u ti SEL SARAF Struktur sel saraf neuron: Badan sel, Dendrit Akson Struktur
Neuromuskulator. Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015
Neuromuskulator Laboratorium Fisiologi Veteriner PKH UB 2015 STRUKTUR SARAF 3/12/2015 2 SIFAT DASAR SARAF 1. Iritabilitas/eksisitaas : kemampuan memberikan respon bila mendapat rangsangan. Umumnya berkembang
RANCANGAN PEMBELAJARAN
RANCANGAN PEMBELAJARAN 1. Mata Kuliah / Kode : Fisiologi I / IKU 1208 2. Semester/SKS : II / 3 SKS 3. Standar Kompetensi : a. Mahasiswa dapat menjelaskan fisiologi seluruh sistem tubuh manusia b. Mahasiswa
Bio Psikologi. Firman Alamsyah, MA
Bio Psikologi Modul ke: Konduksi Neural / Sinapsis: 1. Konsep sinapsis 2. Peristiwa kimiawi pada sinapsis 3. Obat-obatan dan sinapsis Fakultas Psikologi Firman Alamsyah, MA Program Studi Psikologi Konsep
BAB II PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DAN STAD PADA KONSEP SISTEM KOORDINASI
BAB II PEMAHAMAN KONSEP SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DAN STAD PADA KONSEP SISTEM KOORDINASI A. Pemahaman Konsep Menurut Thorpe (Sa jidah 2006) belajar merupakan suatu perubahan nilai,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kafein banyak terkandung dalam kopi, teh, minuman cola, minuman berenergi, coklat, dan bahkan digunakan juga untuk terapi, misalnya pada obatobat stimulan, pereda nyeri,
KESEHATAN MATA DAN TELINGA
KESEHATAN MATA DAN TELINGA Oleh Erwin Setyo Kriswanto PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MATA DAN TELINGA INDERA PENGLIHAT ( MATA ) Mata adalah indera penglihatan,
PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp
PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK Kuntarti, SKp tanggal upload : 23 April 2009 FISIOLOGI Ilmu yang mempelajari fungsi biologis tubuh yang bekerja dalam rentang normal Tubuh individu
PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp
PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK Kuntarti, SKp FISIOLOGI Ilmu yang mempelajari fungsi biologis tubuh yang bekerja dalam rentang normal Tubuh individu pengorganisasian biologis sel yang
PEMODELAN ALIRAN LISTRIK PADA SEL SARAF MANUSIA
Buletin Ilmiah Mat. Stat. dan Terapannya (Bimaster) Volume 04, No. 2 (2015), hal 95 100. PEMODELAN ALIRAN LISTRIK PADA SEL SARAF MANUSIA Sunindri, Nilamsari Kusumastuti, Mariatul Kiftiah INTISARI Seluruh
Reflex adalah rangkaian gerakan yang dilakukan secara cepat, involunter dan tidak direncanakan sebagai respon terhadap suatu stimulus
Reflex adalah rangkaian gerakan yang dilakukan secara cepat, involunter dan tidak direncanakan sebagai respon terhadap suatu stimulus Merupakan fungsi integratif Lengkung reflex (reflex arc) adalah jalur
ALAT INDERA MANUSIA INDERA PENGLIHATAN / PENGLIHAT (MATA)
ALAT INDERA MANUSIA Manusia membutuhkan informasi berupa rangsangan dari lingkungan luar sekitar untuk dapat menjalani hidupnya dengan baik. Agar rangsangan yang berasal dari luar tubuh dapat ditangkap
