I. PENDAHULUAN. Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus
|
|
|
- Indra Rachman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan pemberian stimulus-stimulus kepada siswa dengan harapan terjadinya respon yang positif pada diri siswa. Guru harus mampu memberi stimulus dalam proses pembelajaran agar siswa memberi respon positif. Siswa menjadi aktif dalam proses pembelajaran dan juga akan berpengaruh pada penguasaan materi yang diserap siswa akan optimal. Oleh sebab itu seorang guru harus dapat mensiasati agar proses pembelajaran tersebut bisa berjalan dengan baik. Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat mempengaruhi siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial (Sudjana dan Rivai, 2010:15). Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi di dalam diri manusia dalam hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi seseorang dengan lingkungannya. Seseorang yang mengalami proses belajar mengalami perubahan tingkah laku yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan
2 2 dalam tingkat pengetahuan keterampilan ataupun sikapnya (Arsyad, 2007: 47). Salah satu proses yang penting dalam pendidikan adalah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas sebaiknya tidak hanya didominasi oleh guru saja tetapi juga melibatkan siswa, sehingga siswa tidak lagi menjadi objek melainkan subjek belajar. Piaget (dalam Sardiman, 1989:100) menerangkan bahwa seseorang anak akan berpikir sepanjang ia berbuat, tanpa berbuat berarti anak itu tidak berpikir. Jadi berbuat dalam arti melakukan aktivitas dan menjadikan anak sebagai subjek belajar dinilai akan mempengaruhi hasil belajar anak tersebut. Kenyataan yang terjadi saat ini bahwa proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah belum maksimal. Guru belum mampu menciptakan suasana kelas yang dapat meningkatkan aktivitas dan penguasaan materi oleh siswa, selain itu proses belajar mengajar masih belum berpusat pada peserta didik dan juga belum mampu mendorong timbulnya motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru IPA di SMP Negeri 1 Seputih Mataram, nilai rata-rata siswa pada materi pokok Pengelolaan Lingkungan tahun pelajaran adalah 60. Nilai tersebut belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di sekolah yaitu 65. Penyebab hasil belajar IPA di SMP Negeri 1 Seputih Mataram Lampung Tengah yang rendah adalah pembelajaran IPA berlangsung satu arah dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat. Akibatnya, IPA dianggap siswa sebagai pelajaran yang kurang menarik dan sulit untuk dimengerti.
3 3 Penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan siswa sulit untuk memahami materi. Penjelasan yang tertulis pada latar belakang di atas, menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran IPA di SMP, kurangnya interaksi siswa dengan guru maupun antar siswa, kurangnya keterlibatan siswa secara langsung dalam pembelajaran, dan siswa kurang mempunyai rasa ingin tahu yang mendalam terhadap materi yang diberikan, serta dilihat dari hasil ulangan harian menunjukkan masih banyak siswa yang hasil belajarnya masih kurang memuaskan. Hal tersebut salah satunya dikarenakan pembelajaran IPA di SMP terlalu banyak penggunaan metode ceramah. Dengan itu penulis menerapkan media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD di SMP Negeri 1 Seputih Mataram. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu media dan model pembelajaran yang dapat mendekatkan siswa dengan kenyataan dalam kehidupannya sehari hari serta mampu membuat siswa memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan (Joyfull learning). Media yang diduga tepat untuk dapat menciptakan hal tersebut salah satunya adalah media gambar berupa poster. Karena dengan gambar, pengalaman dan pengertian peserta didik menjadi lebih luas, jelas dan tidak mudah dilupakan, serta lebih konkret dalam ingatan dan asosiasi peserta didik (Rohani, 1997: 76). Media poster mudah menggunakannya, tidak memerlukan alat tambahan, dan dapat dibuat sendiri. Media poster mampu memproyeksikan ukuran benda yang sebenarnya sehingga siswa mempunyai gambaran akan konsep yang
4 4 dijelaskan oleh guru melalui media poster tersebut (Hamzah, 1981: 27). Dengan demikian, siswa akan termotivasi untuk belajar dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, karena siswa telah mempunyai gambaran yang jelas akan penjelasan guru, sehingga konsep yang ada dapat tertanam dengan baik dalam ingatan siswa dan hal ini mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Keberhasilan media akan optimal jika didukung dengan model pembelajaran yang sesuai, karena keduanya akan saling melengkapi sebab penggunaan media pembelajaran yang dikombinasikan dengan model pembelajaran akan sangat membantu proses pembelajaran dan penyampaian pesan isi pelajaran (Purnamasari, 2010: 3). Sejalan dengan hal itu model pembelajaran yang diharapkan mampu membantu dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan merupakan model pembelajaran yang berbasis kerjasama, kebersamaan dan kolaborasi. Siswa dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan suatu masalah, menyelesaikan suatu tugas untuk tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan tersebut siswa dalam kooperatif saling membantu, sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar dan diharapkan dapat mengurangi sifat individualistik siswa, karena disini masing-masing siswa bertanggungjawab terhadap keberhasilan kelompok (Slavin, 1995: 2). Pembelajaran kooperatif tipe STAD dinilai mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan yang baik, karena disaat bekerja di dalam tim terjadi penunjukkan penanggung jawab
5 5 secara bergiliran. Setiap anggota harus menyumbangkan sesuatu untuk keberhasilan tim (Prawiradilaga, 2009: 115). Beberapa penelitian yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran STAD menunjukkan bahwa STAD mampu meningkatkan hasil belajar dan aktivitas kelompok, diantaranya: Penelitian tentang peningkatan aktivitas siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD telah diteliti oleh Handayani (2010:50). Selain itu hasil penelitian Sari (2007: 54) menyatakan bahwa hasil belajar siswa dapat meningkat melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Berdasarkan pemikiran di atas, akan dilakukan penelitian dengan judul pengguanaan media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap aktivitas hasil belajar siswa dalam materi pokok pengelolaan lingkungan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seputih Mataram Tahun Pelajaran 2014/2015. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang akan diteliti yaitu: 1. Apakah pengaruh penggunaan media poster melalui model pembelajaran STAD terhadap aktivitas siswa pada materi pokok pengelolaan lingkungan? 2. Apakah pengaruh penggunaan media poster melalui model pembelajaran STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok pengelolaan lingkungan?
6 6 3. Apakah tanggapan siswa terhadap penggunaan media poster memalui model STAD pada materi pokok pengelolaan lingkungan? C. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1. Peningkatan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi pokok pengelolaan lingkungan dengan menggunakan media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 2. Peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi pokok pengelolaan lingkungan dengan menggunakan media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 3. Tanggapan siswa terhadap penggunaan media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi pokok pengelolaan lingkungan. D. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat bagi: 1. Peneliti, yaitu memberikan wawasan dan pengalaman bagi peneliti sebagai calon guru mengenai media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi pokok pengelolaan lingkungan. 2. Guru biologi yaitu memberikan sumbangan pemikiran bagi guru dalam memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
7 7 3. Siswa, yaitu dapat memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna dalam mempelajari materi pengelolaan lingkungan. 4. Sekolah yaitu memberikan masukan untuk menggunakan model pembelajaran yang optimal bagi aktivitas dan hasil belajar siswa, sumbangan informasi dan pemikiran dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan kualitas pembelajaran. E. Ruang Lingkup Penelitian Untuk menghindari kesalah pahaman terhadap masalah yang akan dibahas, maka diberikan batasan masalah sebagai berikut: 1. Dalam usaha memanfaatkan media sebagai alat bantu, Edgar Dale (dalam Sadiman, Haryono, dan Rahardjito. 2008: 7-8) mengatakan klasifikasi pengalaman menurut tingkat dari yang paling kongkrit ke yang paling abstrak. Klasifikasi tersebut kemudian dikenal dengan nama kerucut pengalaman (Cone of experience) dari Edgar Dale dan pada saat itu dianut secara luas dalam menentukan alat bantu apa yang paling sesuai untuk pengalaman belajar tertentu. Menurut Sadiman, Haryono, dan Rahardjito (2008: 7-8), secara umum media pendidikan mempunyai kegunaankegunaan antara lain memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka), mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya objek yang terlalu besar bisa diganti dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungannya dan kenyataan,
8 8 memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya. Media visual yaitu media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan peserta didik semata-mata, sehingga pengalaman belajar yang diterima peserta didik sangat tergantung pada kemampuan penglihatannya seperti buku, jurnal, poster, foto dan sebagainya. Media yang dipilih dalam pembelajaran ini adalah media poster untuk membantu kegiatan belajar mengajar agar dapat bermakana dalam kegiatan pembelajaran. Media poster yang dimaksudkan adalah satu set poster yang sederhana dengan hasil cetakan menggunakan kertas HVS dengan ukuran panjang 50 cm dan lebar 40 cm. Pembuatan poster dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop CS serta memakai resolusi 300 dpi yang digunakan pada pembuatan agar kualitas gambar saat dicetak terlihat dengan jelas. Jadi poster dapat didefinisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang. Jika ingin menarik perhatian dan mempunyai pengaruh yang cukup kuat dalam menyampaikan pesan, poster haruslah memiliki daya tarik pandang yang kuat. Media poster yang dimaksud adalah poster pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air yang berisi gambar dan sedikit keterangan pada materi pokok pengelolaan lingkungan. 2. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD) merupakan model pembelajaran kooperatif yang di dalamnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, diantaranya : Mengajar atau
9 9 penyajian materi oleh guru, belajar dalam kelompok, kuis atau tes, poin peningkatan induvidu dan penghargaan kelompok (Slavin, 1995: 71-73). 3. Aktivitas siswa yang diamati adalah kegiatan siswa di kelas eksperimen dan kontrol selama pembelajaran berlangsung yang relevan dengan pembelajaran, yang meliputi aktivitas: (1) Kemampuan Mengemukakan pendapat, (2) melakukan kegiatan diskusi, (3) mempresentasikan hasil diskusi kelompok, (4) Bertukar informasi, dan (5) Membuat kesimpulan (Sardiman,2003: 95). 4. Hasil belajar adalah hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan terhadap siswa yaitu pada ranah kognitif, diperoleh dari hasil tes awal-tes akhir. 5. Materi pokok pada penelitian ini adalah pengelolaan lingkungan yang terdapat pada KD 7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. 6. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIID sebagai kelas kontrol dan VIIA sebagai kelas eksperimen semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMP Negeri 1 Seputih Mataram, Lampung Tengah. F. Kerangka Pikir Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yang menggunakan dua kelas. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk membandingkan aktivitas dan hasil belajar dengan menggunakan media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD, pada materi poko pengelolaan lingkungan. Hubungan antara variabel tersebut digambarkan dalam diagram berikut ini:
10 10 X Y 1 Keterangan : X Y 1 = Variabel bebas (Media poster melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD) = Variabel terikat (Aktivitas dan hasil belajar siswa) Gambar 1. Hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat G. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian adalah: H 0. = Tidak ada pengaruh yang signifikan penggunaan media poster melalui model pembelajaran kooperatif melalui tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar siswa. H 1 = Ada pengaruh yang signifikan penggunaan media poster melalui model pembelajaran kooperatif melalui tipe STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok pengelolaan lingkungan.
I. PENDAHULUAN. berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan
I. PENDAHULUAN. menjelaskan bahwa pendidikan dalam pembangunan nasional berupa. seutuhnya. Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan dalam pembangunan nasional berupa mencerdaskan kehidupan bangsa dan
I. PENDAHULUAN. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
I. PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai arti yang penting dalam kehidupan. Negara
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai arti yang penting dalam kehidupan. Negara dikatakan telah maju dalam bidang teknologi atau pun bidang yang lainnya tidak terlepas dari bidang pendidikan.
I. PENDAHULUAN. tugas dan kewajiban guru. Oleh karena itu, seorang guru memerlukan strategi
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan di sekolah tidak lepas dari kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang merupakan hasil perencanaan secara sistematis yang dibuat oleh guru dalam bentuk satuan
I. PENDAHULUAN. Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan pembelajaran akan melibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efesien sehingga hasilnya
PENGGUNAAN POSTER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR
PENGGUNAAN POSTER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR I Putu Arie Permana, Arwin Achmad 1, Berti Yolida 1 Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Lampung *Corresponding
I. PENDAHULUAN. Pada saat ini pendidikan mengalami perkembangan yang pesat. Pendidikan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada saat ini pendidikan mengalami perkembangan yang pesat. Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
I. PENDAHULUAN. Saat ini usaha-usaha peningkatan mutu atau kualitas pendidikan terus
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini usaha-usaha peningkatan mutu atau kualitas pendidikan terus menerus dilakukan. Sejalan dengan hal tersebut, maka sekolah sebagai lembaga formal mempunyai tugas
BAB 1 PENDAHULUAN. Guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga fasilitator yang membimbing dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Proses pembelajaran merupakan serangkaian interaksi yang baik antar siswa dengan guru yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu,
I. PENDAHULUAN. manusia. Banyak kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang tidak
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Banyak kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terlepas dari peranan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah salah satu upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia dan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah salah satu upaya dalam meningkatkan sumber daya manusia dan merupakan tanggungjawab semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
I. PENDAHULUAN. pendidikan. Proses pendidikan dipandang sebagai aktivitas yang dapat
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan pokok dalam seluruh proses pendidikan. Proses pendidikan dipandang sebagai aktivitas yang dapat merespon siswa untuk terlibat
I. PENDAHULUAN. Menurut Undang- Undang tentang sistem pendidikan nasional No. 20 Tahun
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Undang- Undang tentang sistem pendidikan nasional No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
I. PENDAHULUAN. mendorong terjadinya belajar. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuantujuan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi yang mempengaruhi siswa dalam mendorong terjadinya belajar. Pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuantujuan yang diharapkan
BAB I PENDAHULUAN. dalam bahasa Inggris yaitu natural science, artinya Ilmu Pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam adalah Ilmu yang merupakan terjemahan katakata dalam bahasa Inggris yaitu natural science, artinya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Berhubungan dengan
I. PENDAHULUAN. Upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di setiap jenjang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di setiap jenjang dan tingkat pendidikan perlu diwujudkan agar diperoleh sumber daya manusia indonesia yang
I. PENDAHULUAN. dan alam sekitar. Biologi sebagai salah satu bidang IPA menyediakan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Standar Isi Biologi SMA, dikatakan bahwa pendidikan IPA diarahkan untuk mencari tahu dan berbuat, sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah dengan cara melalui perbaikan proses belajar mengajar. Berbagai konsep dan wawasan
I. PENDAHULUAN. (Langeveld, dalam Hasbullah, 2009: 2). Menurut Undang-Undang Republik. Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan, dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar
BAB I PENDAHULUAN. hanya berlaku di dalam masyarakat saja, namun dalam suatu negara juga akan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di dalam kalangan masyarakat berlaku pendapat bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin baik status sosialnya dan penghormatan masyarakat juga
I. PENDAHULUAN. mencapai tujuan tertentu (Sanjaya, 2008:26). Menurut Amri dan Ahmadi. (2010:89) bahwa dalam kegiatan pembelajaran guru harus memahami
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan proses kerja antara guru dan siswa dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber yang ada, baik potensi yang bersumber dari siswa seperti minat,
I. PENDAHULUAN. Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1988 tentang GBHN berbunyi : Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia di suatu negara, melalui proses pendidikan, suatu bangsa berusaha mencapai kemajuankemajuan dalam berbagai bidang kehidupannya,
I. PENDAHULUAN. pendidikan di sekolah. Menurut Arsyad (2007:1), belajar adalah suatu proses
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan pokok dalam seluruh proses pendidikan di sekolah. Menurut Arsyad (2007:1), belajar adalah suatu proses yang komplek yang
I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
BAB I PENDAHULUAN. kritis, kreatif dan mampu bersaing menghadapi tantangan di era globalisasi nantinya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Guru merupakan pemegang peran utama dalam proses pembelajaran karena guru mempunyai peranan penting dalam keberhasilan siswa menerima dan menguasai pelajaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi Awal
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menentukan kemajuan suatu bangsa. Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses dalam rangka
I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan kunci utama dalam kehidupan suatu bangsa, karena
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kunci utama dalam kehidupan suatu bangsa, karena melalui pendidikan akan terlahir generasi-generasi yang berkualitas yang mampu membangun
I. PENDAHULUAN. kecerdasan, (2) pengetahuan, (3) kepribadian, (4) akhlak mulia, (5)
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud antara lain seperti tujuan untuk
I. PENDAHULUAN. Pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia di suatu negara,
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia di suatu negara, sebagaimana yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pada bab 2 pasal 3 menyatakan:
I. PENDAHULUAN. Pelajaran IPA fisika pada umumnya dianggap siswa sebagai pelajaran yang sulit
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelajaran IPA fisika pada umumnya dianggap siswa sebagai pelajaran yang sulit sehingga membuat siswa tidak tertarik untuk belajar. Hal ini mengakibatkan hasil belajar siswa
I. PENDAHULUAN. yang kuat antara tingkat pendidikan dengan perkembangan bangsa. Pendidikan yang mampu memfasilitasi perkembangan bangsa adalah
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Berbagai kajian diberbagai negara menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara tingkat pendidikan
I. PENDAHULUAN. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan, dan dievaluasi
PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT
PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN PENGUASAAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 3 NGUTER
I. PENDAHULUAN. Setiap negara menganggap penting pendidikan. Pendidikan berperan penting bagi
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap negara menganggap penting pendidikan. Pendidikan berperan penting bagi proses peningkatan kemampuan dan daya saing suatu bangsa. Menjadi bangsa yang maju tentu
Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar
PENERAPAN METODE NUMBERED HEAD TOGETHER ( NHT ) DENGAN MEDIA MANIK-MANIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 2 GUNUNG PUTRI SITUBONDO Oleh Ria Dwi
I. PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia dan. dilaksanakan semenjak adanya manusia, hakikat pendidikan merupakan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia dan sesuatu hal yang tak dapat dibantah. Pada kenyataanya pendidikan telah dilaksanakan semenjak adanya
I. PENDAHULUAN. dalam proses pembelajaran selama ini dan sistem pembelajaran yang. mudah. Diperlukan peran aktif guru sebagai pendidik untuk dapat
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Biologi merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam yang di dalamnya berisikan tentang peristiwa alam sekitar. Dalam pembelajaran biologi siswa dituntut untuk memiliki
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 9 ISSN X
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 20 Tolitoli Dinayanti Mahasiswa Program Guru Dalam
BAB I PENDAHULUAN. Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sangat penting dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sangat penting dan banyak kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mata pelajaran inti, matematika diberikan
BAB I PENDAHULUAN. jalan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bilangan Romawi penting untuk dipelajari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bilangan Romawi sering ditemukan dalam beberapa penulisan, seperti penulisan nomor bab pada buku, penulisan tingkatan kelas, dan penomoran alamat jalan. Hal
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini telah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini telah banyak memberi pengaruh pada dunia pendidikan, yaitu untuk meningkatkan kualitas proses
BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam pembukaan UUD 1945 dijelaskan bahwa salah satu tujuan dari pembentukan Negara RI adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini tentunya menuntut adanya penyelenggaraan
I. PENDAHULUAN. Dunia pendidikan dewasa ini dihadapkan kepada masalah-masalah yang mendasar, yaitu
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dunia pendidikan dewasa ini dihadapkan kepada masalah-masalah yang mendasar, yaitu usaha-usaha peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pendidikan itu sendiri. Sejalan
I. PENDAHULUAN. dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu, perubahan atau perkembangan pendidikan
I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis yang dilakukan orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai
BAB II KAJIAN PUSTAKA. STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan satu sistem
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD STAD (Student Teams Achievement Division) merupakan satu sistem belajar kelompok yang di dalamnya siswa di bentuk ke dalam kelompok yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar merupakan prioritas utama di kalangan pendidikan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Sekolah dasar merupakan
I. PENDAHULUAN. Pengetahuan IPA yang sering disebut sebagai produk dari sains, merupakan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pengetahuan IPA yang sering disebut sebagai produk dari sains, merupakan hasil dari aktivitas para ilmuan. Produk sains dapat dicapai dengan pembelajaran yang fokus pada
I. PENDAHULUAN. ketepatan guru dalam memilih dan menerapkan model pembelajaran pada. banyak menggunakan model pembelajaran yang kurang efektif yang
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya penguasaan materi yaitu proses pembelajaran di kelas, dimana hal ini ditentukan oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih
I. PENDAHULUAN. yang ada saat ini seperti Course Builder, Visual Basic, atau Dream weaver
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini media pembelajaran interaktif belum berkembang dengan optimal di Indonesia. Salah satu kendala pengembangan media pembelajaran interaktif adalah kurang dikuasainya
I. PENDAHULUAN. interaksi antara guru dan siswa (Johnson dan Smith di dalam Lie, 2004: 5).
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia kehidupan manusia. Pendidikan adalah interaksi pribadi di antara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa
I. PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang berkaitan dengan cara
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan
BAB I PENDAHULUAN. matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari sejak SD. sampai SMA bahkan perguruan tinggi.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan sains dan teknologi di era modern ini. Dalam mempelajari matematika tidak cukup bila hanya dibaca dihafal
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewi Diyanti, 2014
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar adalah suatu proses yang komplek yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Belajar adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi antara anak dengan anak, anak dengan sumber belajar, dan anak dengan pendidik (Majid, 2014:15). Keberhasilan
BAB I PENDAHULUAN. memiliki pendidikan dan kemampuan yang baik. Dengan pendidikan maka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan pondasi yang penting bagi setiap individu bahkan Negara. Dalam kehidupan yang penuh persaingan saat ini, seseorang diperhitungkan kedudukan
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PENCERNAAN MAKANAN KELAS XI IPA MAN SUKOHARJO SKRIPSI
I. PENDAHULUAN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan. berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan (Trianto, 2007:3).
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menuntut perubahan paradigma dalam pendidikan dan pembelajaran, khususnya pada jenis dan jenjang pendidikan formal (persekolahan),
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN X
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 4 No. 4 ISSN 2354-614X Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
BAB I PENDAHULUAN. teknologi. Keberhasilan proses pembelajaran biologi dapat diukur dari
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan biologi menjadi bagian dari pendidikan sains dan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah yang diharapkan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional
BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses penyampaian pelajaran dibutuhkan pendekatan-pendekatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran adalah proses transfer atau perpindahan pengetahuan dari guru kepada siswa. Guru dituntut harus menjadi motivator, fasilitator, dan juga pengontrol
