BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Suharto Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Bunyi atau Suara Suara adalah sensasi yang dihasilkan apabila getaran longitudinal molekul-molekul dari lingkungan luar yaitu pemadatan dan perenggangan dari molekul-molekul yang silih berganti mengenai membran timpani. Pola dari gerakan ini digambarkan sebagai perubahan-perubahan pada membran timpani tiap unit waktu merupakan sederetan gelombang, dan gerakan ini dalam lingkungan sekitar kita umumnya dinamakan gelombang suara 10. Bunyi didengar sebagai rangsangan-rangsangan pada telinga oleh getaran-getaran melalui media elastis dan manakala bunyi-bunyi tersebut tidak dikehendaki maka dinyatakan sebagai kebisingan. Terdapat dua hal yang menentukan kualitas suatu bunyi, yaitu frekuensi dan intensitasnya. Frekuensi dinyatakan dalam jumlah getaran per detik atau disebut Hertz (Hz), yaitu jumlah dari golongan-golongan yang sampai di telinga setiap detiknya. Biasanya suatu kebisingan terdiri dari campuran sejumlah gelombang-gelombang sederhana dari beraneka frekuensi. Nada dari kebisingan ditentukan oleh frekuensi yang ada. Intensitas atau arus energi persatuan luas biasanya dinyatakan dalam suatu logaritmis yang disebut desibel db dengari memperbandingkannya dengan kekuatan dasar 0,0002 dyne/cm 2 yaitu kekuatan dari bunyi dengan frekuensi 1000 Hz yang tepat dapat didengar telinga normal 3. B. Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki. Pengaruh gangguan kebisingan tergantung pada intensitas dan frekuensi nada. Contohnya frekuensi yang lebih tinggi akan lebih mengganggu dari frekuensi rendah. Nada atau bunyi tunggal lebih mengganggu dari pada bunyi yang terdiri dari beberapa nada 11. Bising merupakan bunyi yang tidak disukai. Karena terlalu keras dan 7
2 menyebabkan rasa nyeri. Bising mempunyai konotasi fisik, fisiologi dan psikologik. Secara fisik bising menciptakan bunyi yang sangat kompleks, sangat sedikit atau tanpa periodik. Namun bising ini dapat diukur dan dapat dianalisis sifatnya. Besarnya pengaruh bising pada para pekerja tergantung pada intensitas bunyi, frekuensi bunyi, jangka waktu terpapar bising, serta tergantung pula pada kepekaan pekerja tersebut, seperti pernah mendapatkan pengobatan dengan obat ototoksik, seperti streptomisin, kanamisin, garamisin, kina 12. Jenis-jenis kebisingan yang sering ditemukan : 1. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi yang luas (steady state, wide band noise), misalnya mesin-mesin, kipas angin, dapur pijar dan lainlain, 2. Kebisingan kontinyu dengan spektrum frekuensi yang sempit (steady state, narrow hand noise), misalnya gergaji sirkuler, katup gas dan lain-lain. 3. Kebisingan terputus-putus (intermittent), misalnya lalu-lintas, suara kapal terbang di lapangan udara. 4. Kebisingan impulsif (impact or impulsif noise), seperti pukulan tukul, tembakan bedil atau meriam, ledakan. 5. Kebisingan impulsif berulang, misalnya mesin tempa di perusahaan 3. Alat utama dalam pengukuran kebisingan adalah Sound Level Meter. Alat ini mengukur kebisingan di antara db dan dari frekuensifrekuensi dari Hz 3. C. Fisiologi Pendengaran Telinga, secara anatomis, terdiri dari 3 bagian : 1. Bagian luar (telinga luar) terbentuk dari pinna (bagian luar) dan saluran telinga atau eksternal auditory meatus. Pinna berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara. Saluran telinga mengantar gelombang suara dari luar ke gendang telinga atau membran timpani. Gendang telinga merupakan jaringan elastik, sehingga dapat berfungsi- sebagai permukaan gendang. Bila gelombang suara mengenai gendang, gendang akan 8
3 bergerak dan merangsang proses penghantaran suara dari luar ke tengah telinga yang sensitif. 2. Gendang telinga memisahkan saluran telinga dari bagian lain organ, yang disebut telinga tengah. Telinga tengah adalah ruang yang mengandung udara dan tiga tulang kecil yang disebut osikel. Ruang telinga tengah dihubungkan dengan bagian luar melalui tube yang meluas dari telinga tengah ke bagian belakang hidung, pada kedua sisi. Tube ini disebut tube Eustachian atau tube faringo timpani dan memungkinkan tekanan di telinga tengah sama besarnya dengan atmosfer. Osikel jumlahnya 3 yang saling bersentuhan dan bekerja menurut prinsip ungkit, untuk memperkeras gelombang suara ketika gelombang sedang dibawa melalui telinga tengah. 3. Bagian telinga berikutnya yang paling sensitif adalah telinga dalam atau cochlea, Terdiri dari tulang seperti selubung mirip bekicot dan mengandung cairan serta beratus-ratus ujung saraf sensitif. Gelombang suara dihantarkan dari gendang telinga oleh osikel, ke telinga dalam. Cairan dalam telinga bergerak sebagai respons dari gelombang dan ujung saraf merubahnya menjadi rangsang listrik, yang berjalan ke pusat pendengaran di otak, serta diterima sebagai suara 13. Gelombang suara yang tertangkap oleh telinga bagian luar akan diteruskan ke gendang telinga dan menyebabkan membran ikut bergetar. Getaran kemudian diperkeras oleh tulang-tulang pendengaran yang dapat didengar oleh telinga bagian tengah. Selanjutnya getaran ini akan diteruskan ke telinga bagian tengah, getaran ini akan menyebabkan gerakan bergelombang pada bagian perilimfe yang terdapat dalam canal is vesikularis dan getaran tersebut akan menjalar ke dasar cochlea menuju ke ujung dan kemudian ke timpani serta berakhir pada foramen rotundum. Gelombang yang disebabkan oleh cairan perilimfe menyebabkan distorsi pada membrana basiler, hal ini yang menyebabkan sel-sel rambut pada organon corti akan terangsang impuls selanjutnya akan diteruskan ke otak melalui ujung saraf koklea sehingga kita dapat mendengar suara tersebut 14. 9
4 D. Pengaruh Kebisingan Terhadap Tenaga Kerja Terpapar suara dengan tingkat kebisingan yang sangat tinggi walaupun dalam waktu yang singkat dapat menyebabkan ketulian yang bersifat sementara, yang pemulihannya setelah pindah ke lingkungan kerja yang normal. Betapapun, tenaga kerja yang terpapar kebisingan dengan tingkat suara yang tinggi bekerja dalam beberapa tahun, dapat mengakibatkan ketulian yang bersifat tetap (permanent hearing loss). Kebisingan juga dapat menyebabkan stess dan serta sisitem jantung dan peredaran darah. Ini juga dapat menyebabkan efek psikologi dan gangguan komunikasi dan penurunan efisiensi tenaga kerja. Melalui mekanisme hormonal yaitu diproduksinya hormon adrenalin, dapat meningkatkan frekuensi detak jantung dan tekanan darah. Kejadian ini termasuk gangguan kardiovaskuler 15. pengaruh-pengaruh bising dalam industri terhadap tenaga kerja biasanya terbagi dua yaitu : 1. Non Auditory Effect Menyebabkan gangguan percakapan oleh karena adanya intervensi sehingga komunikasi terganggu. Derajat gangguan bising atau Speech Interference Level (SIL) terhadap percakapan tergantung pada dua faktor yaitu: masking ability dari bising dan situasi atau keperluan komunikasi. Pengaruh lain adalah fisiologis gangguan tidur, gangguan kenyamanan pendengaran, gangguan pelaksanaan tugas dan gangguan faal tubuh. a. Gangguan komunikasi Bilamana seseorang berbicara di suatu ruang bising, maka suara tersebut akan sulit ditangkap atau dimengerti oleh pendengarnya. Pembicara tersebut tidak jarang harus berteriak atau mendekat pada lawan bicaranya. Gangguan komunikasi ini adalah disebabkan oleh masking effect dari background noise yang intensitasnya cukup tinggi. b. Gangguan tidur Beberapa peneliti telah menemukan bahwa prosentase seseorang akan terbangun dari tidurnya adalah 5% pada tingkat intensitas suara-40 10
5 dba, dan meningkat sampai 30% pada 70 dba. Pada intensitas suara yakni 100 dba sampai 120 dba, hampir setiap orang akan terbangun dari tidurnya. c. Gangguan pelaksanaan tugas Kebisingan yang terputus-putus (intermittent noise) adalah lebih mengganggu daripada kebisingan kontinyu, dan intermittent noise yang belum dikenal sebelumnya oleh seseorang adalah lebih mengganggu daripada yang telah dikenal. Pekerjaan yang rumit (complex work) akan lebih banyak terganggu dari pada yang simple work. Kebisingan dengan frekuensi yang tinggi (>1000Hz) adalah lebih mengganggu daripada kebisingan yang (frekuensinya rendah. Kebisingan lebih banyak mengganggu kecermatan/ketelitian kerja seseorang daripada kuantitas kerja. d. Perasaan tidak senang atau mudah marah (annoyance) Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi annoyance level seseorang dan faktor-faktor tersebut misalnya: 1) Karakteristik kebisingan meliputi tingkat intensitas dan frekuensinya, 2) Kepekaan perorangan terhadap bising, 3) Sikap kita terhadap sumber bising, 4) Interupsi dari bising yakni sedang berkonsentrasi, menonton TV, dan lain-lain. e. Gangguan faal tubuh Gangguan faal tubuh yang terjadi akibat pemaparan bising antara lain, peningkatan tekanan darah dan peningkatan frekuensi pernapasan. Gangguan ini biasanya terjadi pada permulaan pemaparan (initial exposure) dan terutama bila kebisingan yang terpapar yang berulang dan lama akan terjadi proses adaptasi. Gangguan faal lainnya dapat ditemukan pada pemaparan kebisingan adalah : 1) Aktivitas lambung menurun, 11
6 2) Tonus otot meningkat, 3) Perubahan biokimiawi/biological changes (kadar glukosa, urea dan kolesterol dalam darah, kadar katelolamin dalam air seni). 4) Gangguan keseimbangan/equilibrium disorders, dengan gejalagejala seperti mual, vertigo dan nygtasmus (pada intensitas di atas 30 dba). 2. Auditory Effect Pengaruh pemaparan bising pada organ pendengaran adalah sebagai berikut: a. Trauma akustik Terjadi oleh paparan suara yang sangat keras dan dalam waktu yang sangat singkat, misalnya ledakan. Kerusakan ini mudah didiagnosis terjadinya dapat dengan tepat diketahui. Bagian yang terkena umumnya pada gendang telinga (membran timpani pecah/lubang). Kelainan ini bersifat reversible dengan jalan dioperasi. b. Temporary Threshold Shift (TTS) Terjadi apabila seseorang memasuki tempat bising, sehingga mengalami kenaikan nilai ambang dengar yang sementara. Kenaikan ini akan pulih kembali apabila keluar dari tempat bising. Untuk kembali secara sempurna maka perlu istirahat (bebas bising) untuk pemaparan di atas 85 db maka recovery sempurna memerlukan waktu 3-7 hari. Apabila recovery tidak dapat sempurna maka dalam waktu lama akan menjadi Permanent Threshold Shift (tuli bersifat menetap). Besarnya TTS (tuli sementara) dipengaruhi oleh beberapa faktor: 1) Tingginya intensitas bising, semakin tinggi tingkat suara semakin besar pula TTS, 2) Lama pemaparan, semakin lama terjadinya kontak suara, semakin besar pula TTS. 3) Spektrum suara, oleh karena kepekaan telinga pada setiap frekuensi tidak sama, maka bentuk spektrum akan mempunyai pengaruh yang berlainan. 12
7 4) Temporal pattern, suara yang kontinyu akan memberikan energi lebih banyak dari pada suara yang terputus-putus, oleh karena itu TTS yang terjadi lebih besar. 5) Kepekaan individu, kepekaan telinga pada kebisingan masingmasing orang berbeda-beda oleh karena itu TTS juga berbeda. 6) Pengaruh obat-obatan, pengaruh obat-obatan dapat mempercepat ketulian apabila diberikan bersamaan dengan kontak suara. 7) Keadaan kesehatan, keadaan telinga menyebabkan pengaruh yang berbeda. Telinga yang sudah tuli menjadi lebih peka, sehingga TTS tidak besar 14. c. Permanent Threshold Shift (PTS) Permanent threshold shift atau sering disebut Noise-Induced Hearing Loss (MIHL) adalah kehilangan daya dengar secara perlahan-lahan oleh karena pemaparan bising keras (di atas 85 dba), dalam waktu yang lama dan akhirnya bersifat irreversibel. PTS atau NIHL ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor & internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kepekaan individu, obat-obatan, darah (Hb, tekanan darah, kadar gula dan lain-lain), penyakit telinga serta umur. Sedangkan faktor eksternal yang berperan adalah: intensitas kebisingan, lama pemaparan, spektrum suara, jenis bising, hobi dan bising lingkungan tempat kerja 16. E. Nilai Ambang Kebisingan Seperti halnya physiological stress lainnya, kebisingan dapat menimbulkan respon yang berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya. Hal ini adalah penting untuk diketahui dalam menetapkan suatu standar karena penetapan suatu standar atau NAB pada suatu level tertentu tidak akan menjamin bahwa semua pekerjaan yang terpapar pada level tersebut (8 jam sehari atau 40 jam per minggu) akan terlindung dari gangguan kesehatan 14. Besarnya ketulian sangat tergantung pada level suara. Oleh karena itu 13
8 perlu diusahakan agar level suara tidak terlalu tinggi supaya pendengaran tenaga kerja tetap aman tidak terganggu meskipun dalam bekerja tidak menggunakan alat pelindung diri. Nilai Ambang Batas adalah jalan keluar dari kenyataan bahwa di tempat kerja yang menggunakan mesin-mesin tidak mungkin diusahakan tidak adanya suara-suara yang intensitasnya tinggi. Di Indonesia Nilai Ambang Batas Kebisingan adalah 85 db A sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga kerja Nomor : Kep-51/MEN/1999. Akan tetapi NAB bukan merupakan jaminan sepenuhnya bahwa tenaga kerja tidak akan terkena resiko akibat bising akan tetapi hanya mengurangi risiko yang ada 17. Table 2.1. Intensitas Dan Jam Kerja Yang Dapat Diperkenankan 17. Intensitas Kebisingan (db(a)) Waktu Kerja (Jam) 85 8 jam menit , , , , ,12 detik , , , , , , , ,11 F. Tekanan Darah 1. Pengertian Tekanan Darah Pendapat beberapa ahli tentang tekanan darah adalah sebagai 14
9 berikut: a. Tekanan darah adalah kekuatan darah yang mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dan jantung (pembuluh arteri) 18. b. Tekanan Darah berarti, tenaga yang digunakan oleh darah terhadap setiap satuan daerah dinding pembuluh tersebut 19. c. Tekanan Darah adalah tekanan darah sistolik dan diastolik yang ditujukan oleh alat manometer air raksa (tensimeter) dalam satuan millimeter air raksa atau mmhg 20. d. Tekanan Darah adalah kekuatan darah ke dinding pembuluh darah yang menampungnya dimana akan berubah setiap tahap siklus jantung Macam Tekanan Darah Tekanan Darah terdiri dari 2 macam yaitu: a. Tekanan Sistolik yaitu tekanan yang berkisar antara mm air raksa, dan tekanan ini dapat meningkat dengan bertambahnya usia. b. Tekanan Diastolik yaitu tekanan yang berkisar antara mm air raksa 21. Tekanan Sistolik merupakan tekanan yang terjadi bila otot jantung berdenyut memompa untuk mendorong darah keluar melalui arteri. Pada tekanan ini biasa berupa angka yang lebih tinggi atau bacaan yang pertama dimana angka itu menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembuluh darah sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan yang terjadi saat otot jantung beristirahat membiarkan darah kembali masuk ke jantung. Pada tekanan ini berupa angka yang lebih rendah atau bacaan yang kedua dimana menunjukkan berapa besar hambatan dari pembuluh darah terhadap aliran darah balik kejantung 22. Tekanan darah di atas di ukur dengan menggunakan manometer air raksa yang biasa disebut sebagai tensimeter dengan ukuran mmhg (millimeter air raksa). Tekanan yang tampak pada kolom air raksa dalam manometer dianggap sebagai tekanan sistolik, kemudian pukulan denyut 15
10 tekanan di atas arteri brakhialis perlahan-lahan dikurangi sampai bunyi jantung atau arteri dengan jelas dapat didengar atau dirasakan. Dan titik ketika bunyi mulai menghilang umumnya dianggap tekanan diastolik Kriteria Tekanan Darah Kriteria tekanan darah dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 2.2. Kriteria Tekanan Darah (Diastolik Dan Sistolik) Kriteria Sistol Diastol Normal mmhg mmhg Hipertensi Ringan mmhg mmhg Hipertensi Sedang mmhg mmhg Hipertensi Berat 180 mmhg 110 mmhg Sumber : WHO/ISH (International Society Hypertension) Tekanan darah dianggap normal bila terbaca sekitar 120 mmhg sistolik, dan 80 mmhg diastolik yang berlaku untuk orang dewasa sehat berusia 18 tahun ke atas. Kita mengenalnya sebagai angka 120 / 80 (sistolik/diastolik). Sebenarnya tekanan darah Normal itu bervariasi pada masingmasing individu, tergantung dan usia dan kegiatannya sehari-hari. Tekanan Darah akan cenderung tinggi bersama dengan peningkatan umur, keadaan pikiran juga berpengaruh terhadap pembacaan TD sewaktu mengalami pengukuran. Stress, perasaan takut atau cemas cenderung membuat tekanan darah meningkat. Tekanan darah untuk masing-masing individu juga sangat bervariasi dalam sehari, pada saat seseorang sedang melakukan kegiatan olah raga tekanan darah akan naik dan ketika tidur akan turun.menurut WHO (World Health Organization), batas normal adalah mmhg sistolik dan mmhg diastolik. Jadi seseorang disebut mengidap hipertensi bila tekanan darahnya selalu terbaca di atas 140/90 mmhg
11 4. Alat Pengukur Tekanan Darah Alat pengukur tekanan darah disebut Sphygmomanometer. Tetapi pada umumnya orang menyebut dengan istilah tensimeter. Ada tiga (3) tipe alat ini dengan variasi penggunaan air raksa (merkuri) aneroid, dan elektronik 22. a. Tipe air raksa, alat ini terdiri dari manset yang biasa digembungkan dengan cara memompanya dengan pompa tangan yang berbentuk bola karet, dan dihubungkan dengan tabung panjang berisi air raksa. Ukuran tekanan darah akan diperlihatkan dalam millimeter air raksa (mmhg) pada tabung, yang akan bergerak ke atas jika dilakukan pemompaan. b. Sphygmomanometer aneroid, alat ini menyeimbangkan tekanan darah dengan tekanan dalam kapsul metal tipis yang menyimpan udara di dalamnya. Tekanan darah biasa dibaca pada meteran yang menyatu dengan karet pompanya. c. Sphygmomanometer elektronik, model digital ini mengukur. tekanan darah melalui suatu peralatan dipompanya yang berupa mikrofon atau tranduser. Data atau informasi yang diperoleh melalui sensornya kemudian dikonversikan oleh mikroposesor menjadi bacaan tekanan darah. 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah 23. Tekanan darah banyak dipengaruhi beberapa faktor diantaranya yaitu: a. Jenis Kelamin Pada wanita umumnya tekanan darah 5-10 mmhg lebih rendah dari pria. Pada umumnya insidensi hipertensi pada pria lebih tinggi dari pada wanita, namun pada usia pertengahan dan lebih tua. insidens pada wanita mulai meningkat sehingga pada usia di atas 65 tahun insidens wanita lebih tinggi. b. Riwayat keluarga Riwayat keluarga memperlihatkan bahwa kemungkinan munculnya 17
12 hipertensi lebih besar diantara orang-orang yang orang tuanya atau neneknya menderita hipertensi. Semakin dekat hubungan darah dengan seseorang yang mengidap hipertensi semakin besar kemungkinan mengidapnyajuga. c. Usia Kajian pengamatan prospektif pada beberapa kelompok orang, selalu menunjukkan adanya hubungan yang positif antara umur dan tekanan darah, sebagian populasi dengan berbagai ciri geografis, budaya, dan sosio ekonomi. Pada sebagian besar populasi di negara barat, tekanan darah sistolik cenderung meningkat secara progresif pada masa kanakkanak, remaja dan dewasa untuk mencapai nilai rata-rata 140 mmhg pada usia 70-an atau 80-an. Tekanan darah diastolik juga cenderung meningkat dengan bertambahnya umur, tetapi dengan laju lebih rendah dan pada tekanan darah sistolik, dan nilai rata-rata cenderung tetap datar atau turun setelah usia 50-an, hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan nadi, dan peningkatan tekanan darah sistolik menjadi hal yang biasa dengan bertambahnya umur. d. Merokok Merokok dapat mempermudah penyakit pembuluh darah jantung dan otak, selain itu merokok dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, untuk sementara hal ini disebabkan pengaruh nikotin dalam peredaran darah. e. Emosi Orang dalam keadaan emosional tekanan darah cenderung akan meningkat. Hubungan antara emosi dengan hipertensi diduga melalui aktivasi saraf simpatik yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten. Apabila emosi atau stres menjadi berkepanjangan dapat berakibat tekanan darah menetap tinggi f. Pekerjaan Orang yang bekerja berat mengalami kenaikan tekanan darah. Data epidemiologi menunjukkan bahwa tekanan darah mempunyai tendensi 18
13 lebih tinggi pada golongan penduduk dengan social ekonomi rendah, kartari tahun 1978 memang menemukan prevalensi yang tinggi dikalangan penduduk yang buta huruf (18,9%), tetapi angka tertinggi ditemui pada golongan pekerja administrative dan manager (25%). Pada golongan tak punya pekerjaan ditemukan prevalensi sebesar (9,6%) g. Minuman alkohol Peminum alkohol berat akan cenderung hipertensi, walaupun mekanisme timbulnya hipertensi secara pasti belum diketahui. Konsumsi alkohol berat diartikan mengkonsumsi 2 ons atau lebih alkohol tiap hari ( 1 ounce alkohol terdapat dalam 30 ounce bir, 8 ounce anggur atau 2 ounce dari 100 proof whiskey). Telah ditemukan berhubungan dengan tingginya prevalensi hipertensi dan kematian akibat penyakit jantung koroner. Konsumsi lebih sedang, rata-rata 1 ounce per hari, telah ditemukan berhubungan dengan tingkat yang lebih rendah pada tekanan darah daripada yang terlihat pada peminum berat. h. Minum Obat Obat-obatan yang dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah di antaranya diuretika, penghambat simpatetik (metildopa, klonidin, reserpin), betabloker (metoprolol, propanol, atenolol), vasodilator (prasosin, hidralasin), penghambat ensim konversi angiotensin (kaptopril), antagonis kalsium (nifedipin, diltiasem, verapamil), penghambat reseptor angiotensin II (valsartan/diovan) i. Kafein Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah secara akut. j. Obesitas Risiko terbesar bagi pengidap hipertensi adalah kegemukan/obesitas, semakin banyak kelebihan berat badan semakin besar pula risiko yang dihadapi. Berat badan yang berlebihan adalah faktor panting dalam 19
14 perkembangan hipertensi dan sekaligus menjadi faktor satu-satunya yang diketahui dan yang paling mudah di hindari. Orang yang mempunyai berat badan 20% di atas normal mempunyai kemungkinan tiga kali lebih besar menderita hipertensi dari pada orang yang mempunyai berat badan normal. Sementara risiko hipertensi bertambah sejalan dengan kelebihan berat badan, sebaliknya penurunan berat badan dapat menurunkan tekanan darah balikan. k. Ras Hipertensi pada yang berkulit hitam paling sedikit dua kalinya pada yang berkulit putih. l. Diet Meningkat resiko dengan diet sodium tinggi, resiko meninggi pada masyarakat dengan diet tinggi lemak, diet tinggi kalori. m. Olah raga Olahraga lebih banyak dihubungkan dengan pengobatan hipertensi, karena olahraga isotonic dan teratur dapat menurunkan tahanan perifer, yang akan menurunkan tekanan darah. Olahraga juga dikaitkan dengan peran obesitas pada hipertensi. Dengan kurangnya olahraga, kemungkinan timbulnya obesitas akan meningkat dan apabila asupan garam bertambah akan mudah timbul hipertensi G. Pengaturan Tekanan Darah Arteri Pada dasarnya tekanan darah arteri ditentukan oleh jumlah darah yang terkandung di dalam arteri tersebut. Makin besar jumlah darah yang terkandung di dalam arteri, makin rendah tekanan darah arteri, jumlah darah yang terkandung di dalam arteri tergantung kepada jumlah darah yang memasuki arteri dan yang meninggalkan arteri. Jika jumlah darah yang masuk lebih banyak maka darah yang meninggalkan arteri lebih banyak maka darah yang terkandung di dalam arteri lebih banyak. Jumlah darah yang masuk ke dalam arteri ditentukan oleh : a. Frekuensi jantung b. Volume sekuncup jantung 20 20
15 H. Kelainan Tekanan Darah a. Tekanan Darah Tinggi Tekanan darah tinggi adalah tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan mmhg. Tekanan diastolik biasanya juga akan meningkat dan tekanan diastolik yang tinggi misalnya mmhg atau lebih, akan berbahaya karena merupakan beban untuk jantung 22. b. Tekanan darah rendah Tekanan darah rendah adalah tekanan darah sistolik kurang atau sama dengan 100 mmhg. Kondisi ini terjadi pada perdarahan, syok dan kolaps 22. I. Pengaruh Kebisingan Kebisingan yang diterima manusia dapat berakibat kurangnya pendengaran, tekanan darah meningkat dan kelelahan, yang dapat digambarkan dalam diagram berikut: Kebisingan Lesi pada koklea Somatic afferent Kerja syaraf meningkat Kurangnya pendengaran Penyempitan pada pembuluh darah perifer Kelelahan Hilangnya elastisitas Peningkatan tekanan pada pembuluh darah Tekanan darah tinggi Gambar 2.1: Sumber : 3, 19, 21, 22 21
16 J. Kerangka Teori Faktor lingkungan kerja khususnya kebisingan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, hal tersebut dapat digambarkan dalam kerangka teori berikut : Faktor Lingkungan Kerja Fisik - Kebisingan Penggunaan APD Efek Non Auditori Efek Auditori - Gangguan komunikasi - Gangguan tidur - Gangguan pelaksanaan tugas - Perasaan tidak senang/ mudah marah - Gangguan faal tubuh Tekanan darah - Trauma akustik - Temporary threshold shift(tts) - Permanen threshold shift(pts) Penurunan Status kesehatan Faktor manusia - Umur - IMT - Jenis kelamin - Beban kerja - Riwayat sakit - Kondisi psikologis (emosi, takut, cemas) - Perilaku (merokok, minum obat, minum alkohol/kopi) - Olah raga - Diet Produktivitas kerja menurun Gambar 2.2 :Sumber : 3,13,16, 18 22
17 K. Kerangka Konsep Variabel bebas Umur IMT Variabel terikat Perbedaan Tekanan Darah Intensitas Kebisingan Variabel pengganggu - Jenis kelamin# - Beban kerja# - Penggunaan APD# - Riwayat sakit* - Kondisi psikologis (emosi, takut, cemas)* - Perilaku (merokok, minum obat, minum alkohol/kopi)* - Olah raga * - Diet* Keterangan : # ( Dikendalikan) Gambar 2.3 * (tidak diteliti ) L. Hipotesa 1. Ada perbedaan tekanan darah pekerja berdasarkan umur di bagian produksi dan perawatan mesin KJUB PUSPETASARI Ceper Klaten. 2. Ada perbedaan tekanan darah pekerja berdasarkan IMT di bagian produksi dan perawatan mesin KJUB PUSPETASARI Ceper Klaten 3. Ada perbedaan tekanan darah pekerja berdasarkan intensitas kebisingan di bagian produksi dan perawatan mesin KJUB PUSPETASARI Ceper Klaten 23
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kebisingan Bising umumnya didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki. Bunyi adalah sensasi yang timbul dalam telinga akibat getaran udara atau media lain 5). Apabila
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hipertensi 1. Definisi Hipertensi Menurut WHO menetapkan bahwa tekanan darah seseorang adalah tinggi bila tekanan sistolik (sewaktu bilik jantung mengerut) melewati batas lebih
Kebisingan Kereta Api dan Kesehatan
Kebisingan Kereta Api dan Kesehatan Salah satu jenis transportasi darat yang cukup diminati oleh masyarakat adalah kereta api. Perkeretaapian tidak saja memberi dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya,
Tabel 2.1 Tangga Intensitas dari Kebisingan Skala Intensitas Desibels Batas Dengar Tertinggi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kebisingan 1. Pengertian Kebisingan Bising umumnya didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki 3). Bunyi adalah sensasi yang timbul dalam telinga akibat getaran udara
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kondisi lingkungan kerja yang nyaman, aman dan kondusif dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Salah satu diantaranya adalah lingkungan kerja yang bebas dari kebisingan.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. gangguan kesehatan berupa ganngguan pendengaran (auditory) dan extrauditory
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bising merupakan faktor fisik lingkungan kerja yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan berupa ganngguan pendengaran (auditory) dan extrauditory seperti stress
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lingkungan Permukiman Lingkungan pemukiman/perumahan adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada telinga oleh getaran-getaran melalui media elastis, dan jika tidak dikehendaki
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kebisingan 2.1.1. Bunyi dan Sifatnya Suma mur (1996) menyatakan bahwa bunyi adalah rangsangan-rangsangan pada telinga oleh getaran-getaran melalui media elastis, dan jika tidak
BAB I PENDAHULUAN. Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009 mengenai kesehatan lingkungan menyatakan bahwa setiap manusia mengupayakan kesehatan lingkungan yang salah satunya, lingkungan
BAB I PENDAHULUAN. industrialisasi di Indonesia maka sejak awal disadari tentang kemungkinan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan serta keselamatan kerja merupakan masalah penting dalam setiap proses operasional di tempat kerja. Dengan berkembangnya industrialisasi di Indonesia maka
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Iklim Kerja 1. Pengertian Iklim kerja Iklim kerja adalah keadaan udara di tempat kerja. 2 Iklim kerja merupakan interaksi berbagai variabel seperti; temperatur, kelembapan udara,
BIOAKUSTIK. Akustik membahas segala hal yang berhubungan dengan bunyi,
BIOAKUSTIK Akustik membahas segala hal yang berhubungan dengan bunyi, Bioakustik membahas bunyi yang berhubungan dengan makhluk hidup, terutama manusia. Bahasan bioakustik: proses pendengaran dan instrumen
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Lingkungan Belajar Menurut Suwarno (2006) lingkungan belajar adalah lingkungan sekitar yang melengkapi terjadinya proses pendidikan. Hal ini berarti bahwa lingkungan sebagai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. suara dan gelombang tersebut merambat melalui media udara atau penghantar
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Kebisingan 2.1.1. Definisi Kebisingan Bunyi atau suara didengar sebagai rangsangan pada sel saraf pendengar dalam telinga oleh gelombang longitudinal yang ditimbulkan getaran
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan disektor industri dengan berbagai proses produksi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan disektor industri dengan berbagai proses produksi yang dilaksanakan menggunakan teknologi modern dapat menimbulkan dampak yang kurang baik bagi lingkungan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A Remaja 1 Definisi Remaja Menurut WHO, remaja adalah masa di mana individu berkembang dari saat pertama kali menunjukkan tanda tanda seksual sekundernya sampai saat ia mencapai
BAB I PENDAHULUAN. canggih yang biasa digunakan selain pemakaian tenaga sumber daya manusia. Mesinmesin
1 BAB I PENDAHULUAN Teknologi dalam industri diterapkan untuk mempermudah pekerjaan dan meningkatkan hasil kerja. Mesin-mesin dalam industri merupakan terapan dari teknologi canggih yang biasa digunakan
BAB V PEMBAHASAN. A. Karakteristik Responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui karakteristik subjek. penelitian tenaga kerja meliputi :
BAB V PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui karakteristik subjek penelitian tenaga kerja meliputi : 1. Umur Umur merupakan salah satu faktor yang juga memiliki
TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #9 Genap 2014/2015. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan
Materi #9 Definisi 2 Noise (bising) adalah bunyi yang tidak dikehendaki, suatu gejala lingkungan (environmental phenomenon) yang mempengaruhi manusia sejak dalam kandungan dan sepanjang hidupnya. Bising
BAB 1 PENDAHULUAN. adalah penyebab utama dari penurunan pendengaran. Sekitar 15 persen dari orang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendengaran berperan penting dalam komunikasi, perkembangan bahasa dan belajar. Penurunan pendengaran dalam derajat yang ringanpun dapat mempunyai efek negatif
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Di negara-negara industri, bising merupakan masalah utama kesehatan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Di negara-negara industri, bising merupakan masalah utama kesehatan kerja. Diperkirakan sekitar sembilan juta pekerja di Amerika mengalami penurunan pendengaran
Kebisingan KEBISINGAN. Dedy Try Yuliando Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang
KEBISINGAN Dedy Try Yuliando Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang diartikan sebagai suara yang tidak dikehendaki, misalnya yang merintangi terdengarnya suara-suara,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 29 orang, PNS yang mengajar di SD N Pujokusuman 1 Yogyakarta sebanyak
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Responden Penelitian mengambil tempat di dalam ruangan kerja karyawan kantor dan ruang guru di sekolah-sekolah negeri. Responden dalam penelitian ini terdiri
BAB V PEMBAHASAN. A. Karakteristik Responden yang Memengaruhi Tekanan Darah
BAB V PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden yang Memengaruhi Tekanan Darah Beberapa faktor yang memengaruhi tekanan darah antara lain usia, riwayat hipertensi, dan aktivitas atau pekerjaan. Menurut tabel
BAB I PENDAHULUAN. contoh adalah timbulnya masalah kebisingan akibat lalu lintas.
14 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya mobilitas orang memerlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat. Dinamisnya mobilitas penduduk
BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan dan keselamatan kerja. Industri besar umumnya menggunakan alat-alat. yang memiliki potensi menimbulkan kebisingan.
1 BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan di Indonesia berkembang semakin pesat khususnya dalam bidang teknologi dan industri. Peningkatan pemanfaatan teknologi dalam dunia industri memberikan
BAB I PENDAHULUAN. 2007). Bising dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan gangguan fisiologis,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Badan kesehatan dunia (WHO) melaporkan, tahun 1988 terdapat 8-12% penduduk dunia menderita dampak kebisingan dalam berbagai bentuk (Nanny, 2007). Bising dengan intensitas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya (Suratmo, 2002). Suara tersebut
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebisingan Lalu lintas Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya (Suratmo, 2002). Suara tersebut
TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi)
TEKANAN DARAH TINGGI (Hipertensi) DEFINISI Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi yang semakin meningkat mendorong Indonesia mencapai tahap industrialisasi, yaitu adanya berbagai macam industri yang ditunjang dengan
KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN MANUSIA
KONDISI LINGKUNGAN KERJA YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN MANUSIA 1. Temperatur Tubuh manusia bisa menyesuaikan diri karena kemampuannya utk melakukan proses konveksi, radiasi dan penguapan jika terjadi kekurangan
SENSASI PENDENGARAN Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum I yang dibina oleh Ibu Dyah Sulistyorini, M, Psi. Oleh
SENSASI PENDENGARAN Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum I yang dibina oleh Ibu Dyah Sulistyorini, M, Psi Oleh Diar Arsyianti ( 406112402734) Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu
BAB I PENDAHULUAN. (Armilawati, 2007). Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tidak ada gejala yang
BAB I PENDAHULUAN. Amerika Serikat (Rahayu, 2000). Berdasarkan data American. hipertensi mengalami peningkatan sebesar 46%.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Penyakit hipertensi merupakan penyakit nomor satu di Amerika Serikat (Rahayu, 2000). Berdasarkan data American Heart Association (2001) terjadi peningkatan
BAB 1 PENDAHULUAN. Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus menerus lebih dari suatu periode (Udjianti,
BAB I PENDAHULUAN. yang terdiri dari orang laki-laki dan orang perempuan.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi di Indonesia rata-rata meliputi 17% - 21% dari keseluruhan populasi orang dewasa artinya, 1 di antara 5 orang dewasa menderita hipertensi. Penderita hipertensi
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) Data menunjukkan bahwa ratusan juta orang di seluruh dunia menderita penyakit hipertensi, sementara hampir 50% dari para manula dan 20-30% dari penduduk paruh baya di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Wilayah Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada mahasiswa
BAB I PENDAHULUAN. finishing yang terdiri dari inspecting dan folding. Pengoperasian mesinmesin
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri textile merupakan industri yang sebagian proses produksinya menggunakan mesin dengan teknologi tinggi, misalnya seperti mesin winding, warping, zising, riching,
BAB I PENDAHULUAN. daya regang atau distensibilitas dinding pembuluh (seberapa mudah pembuluh tersebut
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tekanan darah merupakan gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh, bergantung pada volume darah yang terkandung di dalam pembuluh dan daya regang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Meningkatnya prevalensi penyakit kardiovaskuler setiap tahun menjadi masalah utama di negara berkembang dan negara maju. Berdasarkan data Global Burden of
BAB I PENDAHULUAN. kerja. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyak industri yang ada di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pembangunan industri di indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Sebagian besar waktu usia produktif akan dilewatkan di tempat kerja. Hal ini
BAB 1 PENDAHULUAN. yang sangat serius saat ini adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hipertensi masih tetap menjadi masalah hingga saat ini karena beberapa hal seperti meningkatnya prevalensi hipertensi, masih banyaknya pasien hipertensi yang belum
HUBUNGAN OLAHRAGA TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI
HUBUNGAN OLAHRAGA TERHADAP TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh: IKSAN ISMANTO J300003 PROGRAM STUDI GIZI DIII FAKULTAS
Lingkungan Kerja. Dosen Pengampu : Ratih Setyaningrum,MT.
Lingkungan Kerja Dosen Pengampu : Ratih Setyaningrum,MT. Definisi Kebisingan Adalah bunyi yang tidak menyenangkan, bunyi yg menggangu. Pengukuran : - Sound level meter - Mikrofon - Sound Analyzer ALAT
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Hipertensi atau yang lebih dikenal penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang adalah >140 mm Hg (tekanan sistolik) dan/ atau
PERBEDAAN CARDIOTHORACIC RATIO
PERBEDAAN CARDIOTHORACIC RATIO PADA FOTO THORAX STANDAR USIA DI BAWAH 60 TAHUN DAN DI ATAS 60 TAHUN PADA PENYAKIT HIPERTENSI DI RS. PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia. Tekanan darah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebisingan 2.1.1 Pengertian Kebisingan Bising pada umumnya didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki (WHO, 1995). Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak
Bab 1: Mengenal Hipertensi. Daftar Isi
Bab 1: Mengenal Hipertensi Daftar Isi Pengantar... vii Bab 1. Mengenal Hipertensi... 1 Bab 2. Faktor Risiko... 11 Bab 3. Diagnosis... 17 Bab 4. Komplikasi Hipertensi... 27 Kiat Menghindari Stroke... 33
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Hipertensi a. Pengertian Hipertensi Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dengan tekanan sistolik di atas 140 mmhg dan tekanan diastolik
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Bunyi merupakan suatu gelombang berupa getaran dari molekul-molekul zat
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bunyi atau Suara dan Sifatnya Bunyi merupakan suatu gelombang berupa getaran dari molekul-molekul zat yang saling beradu satu dengan yang lain secara terkoordinasi sehingga
asuhan keperawatan Tinnitus
asuhan keperawatan Tinnitus TINNITUS A. KONSEP DASAR PENYAKIT 1. DEFINISI Tinnitus adalah suatu gangguan pendengaran dengan keluhan perasaan mendengar bunyi tanpa rangsangan bunyi dari luar. Keluhannya
BAB I PENDAHULUAN I.I LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN I.I LATAR BELAKANG Penyakit tidak menular terus berkembang dengan semakin meningkatnya jumlah penderitanya, dan semakin mengancam kehidupan manusia, salah satu penyakit tidak menular
BAB I PENDAHULUAN. Triple Burden Disease, yaitu suatu keadaan dimana : 2. Peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), yang merupakan penyakit
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada beban Triple Burden Disease, yaitu suatu keadaan dimana : 1. Masalah penyakit menular masih merupakan
BAB I PENDAHULUAN. Salah satu indikator keberhasilan pembanguan adalah semakin
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu indikator keberhasilan pembanguan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Anatomi Telinga Dan Mekanisme Mendengar Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya energi bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peneletian
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Peneletian Dalam pembangunan di Indonesia, industri akan terus berkembang sampai tingkat industri maju. Seperti diketahui bahwa hampir semua jenis industri mempergunakan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perubahan jaman dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat. Banyak masyarakat saat ini sering melakukan pola hidup yang kurang baik
Program Konservasi Pendengaran (1) Hearing Conservation Program (1)
Program Konservasi Pendengaran (1) Hearing Conservation Program (1) Oleh : Dody Indra Wisnu PENDAHULUAN Kemajuan teknologi di sektor industri, telah berhasil menciptakan berbagai macam produk mesin yang
BAB 1 PENDAHULUAN. kematian kerena payah jantung, infark miocardium, stroke, atau gagal. ginjal (Pierece, 2005 dalam Cahyani 2012).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Lataar Belakang Masalah Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmhg atau diastolik sedikitnya 90 mmhg. Perjalanan penyakit hipertensi sangat perlahan,
Jurnal Keperawatan, Volume X, No. 2, Oktober 2014 ISSN ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN GANGGUAN KETULIAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT
PENELITIAN ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN GANGGUAN KETULIAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT Merah Bangsawan*, Holidy Ilyas* Hasil survey di pabrik es di Jakarta menunjukkan terdapat gangguan pendengaran
GAMBARAN RESIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA SARANA NON MEDIS DI AREA PLANTROOM RUMAH SAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA
GAMBARAN RESIKO GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA SARANA NON MEDIS DI AREA PLANTROOM RUMAH SAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA JAKARTA Nurul Fajaria Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. bising adalah campuran bunyi nada murni dengan berbagai frekuensi. Bising yang
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Bising Secara umum bising adalah bunyi yang tidak diinginkan. Secara audiologik bising adalah campuran bunyi nada murni dengan berbagai frekuensi. Bising yang intensitasnya
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tekanan darah merupakan salah satu tanda vital kehidupan manusia. Tekanan darah dibagi menjadi tekanan sistolik yaitu tekanan dalam arteri saat jantung berdenyut (ketika
BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kelainan pada satu atau lebih pembuluh
BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan kelainan pada satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner dimana terdapat penebalan dalam dinding pembuluh darah disertai
BAB I PENDAHULUAN. bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam waktu mendatang jumlah golongan usia lanjut akan semakin bertambah dan pertambahan ini relatif lebih tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bertambahnya
Audiometri. dr. H. Yuswandi Affandi, Sp. THT-KL
Audiometri dr. H. Yuswandi Affandi, Sp. THT-KL Definisi Audiogram adalah suatu catatan grafis yang diambil dari hasil tes pendengaran dengan menggunakan alat berupa audiometer, yang berisi grafik batas
BAB I PENDAHULUAN. Keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keselamatan kerja merupakan salah satu prasyarat yang ditetapkan dalam hubungan ekonomi perdagangan barang dan jasa antar negara yang harus dipenuhi oleh seluruh negara
BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi di bidang industri menyebabkan terjadinya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan teknologi di bidang industri menyebabkan terjadinya perubahan proses produksi. Sebelum kemajuan teknologi, pekerjaan di bidang industri hanya menggunakan alat
BAB I PENDAHULUAN. secara Nation Wide mengingat prevalensinya cukup tinggi umumnya sebagian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dimasa mendatang masalah penyakit tidak menular akan menjadi perioritas masalah kesehatan di indonesia, salah satu masalah tersebut adalah masalah hipertensi. Hipertensi
BAB I PENDAHULUAN. jantung beristirahat. Dua faktor yang sama-sama menentukan kekuatan denyut nadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tekanan darah merupakan ukuran tekanan yang digunakan oleh aliran darah melalui arteri berdasarkan dua hal yaitu ketika jantung berkontraksi dan ketika jantung beristirahat.
BAB I PENDAHULUAN. kematian yang terjadi pada tahun 2012 (WHO, 2014). Salah satu PTM
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama kematian di dunia, yang bertanggung jawab atas 68% dari 56 juta kematian yang terjadi pada tahun 2012 (WHO, 2014).
ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA
ANALISIS KEBISINGAN PADA KAWASAN COMPRESSOR HOUSE UREA-1 PT. PUPUK ISKANDAR MUDA, KRUENG GEUKUEH ACEH UTARA Sabri 1* dan Suparno 2 1 Jurusan Teknik Mesin, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Syech Abdurrauf
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmhg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmhg. Pada populasi
BAB I PENDAHULUAN. keadaan cukup istirahat maupun dalam keadaan tenang. 2
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Keberhasilan pembangunan nasional, khususnya di bidang kesehatan, menghasilkan dampak positif, yakni meningkatnya harapan hidup penduduk di Indonesia, yaitu
- BUNYI DAN KEBISINGAN -
ERGONOMI - BUNYI DAN KEBISINGAN - Universitas Mercu Buana 2011 Telinga http://id.wikipedia.org/wiki/telinga) TELINGA LUAR TELINGA TENGAH TELINGA DALAM http://v-class.gunadarma.ac.id/mod/resource/view.php?id=2458
BAB I PENDAHULUAN. dan kematian yang cukup tinggi terutama di negara-negara maju dan di daerah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tekanan darah tinggi, atau yang sering disebut dengan hipertensi, merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dengan prevalensi dan kematian yang cukup
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kebisingan 2.1.1 Pengertian Kebisingan Kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki karena tidak sesuai dengan konteks ruang dan waktu sehingga dapat menimbulkan gangguan
BAB II LANDASAN TEORI. Landasan teori ini sangat membantu untuk dapat memahami suatu sistem. Selain dari itu
5 BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori ini sangat membantu untuk dapat memahami suatu sistem. Selain dari itu dapat juga dijadikan sebagai bahan acuan didalam merencanakan suatu system. Dengan pertimbangan
III. METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik
72 III. METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu dengan cara pengumpulan data sekaligus
I. PENDAHULUAN. mengganggu dan atau dapat membahayakan kesehatan. Bising ini. merupakan kumpulan nada-nada dengan bermacam-macam intensitas yang
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebisingan merupakan bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan
BAB II TINJAUAN TEORITIS. darah arteri meningkat melebihi batas normal.menurut World. (2001) seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan
BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Hipertensi Hipertensi merupakan kondisi medis dimana tekanan darah arteri meningkat melebihi batas normal.menurut World Health Organization (WHO) dalam Soenardi & Soetarjo
Membahas bio-akustik berarti berusaha mengurai keterkaitan antara bunyi. gelombang bunyi, getaran dan sumber bunyi dengan kesehatan.
_Bio Akustik_01 Membahas bio-akustik berarti berusaha mengurai keterkaitan antara bunyi gelombang bunyi, getaran dan sumber bunyi dengan kesehatan. Apa sih yang dimaksud gelombang itu? dan apa hubungannya
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. milimeter air raksa (mmhg) (Guyton, 2014). Berdasarkan Seventh Joint National
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tekanan Darah 1. Definisi Tekanan Darah Menurut Guyton, tekanan darah adalah daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh yang dinyatakan dalam
BAB I PENDAHULUAN. Tidur adalah suatu keadaan yang berulang-ulang, perubahan status kesadaran
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tidur adalah suatu keadaan yang berulang-ulang, perubahan status kesadaran yang terjadi selama periode tertentu. Jika orang memperoleh tidur yang cukup, mereka merasa
BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah
BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah Menurut WHO (2011) secara global hampir mencapai satu milyar orang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) dan dua pertiga ada di negara berkembang. Hipertensi
Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya
Diabetes tipe 2 Pelajari gejalanya Diabetes type 2: apa artinya? Diabetes tipe 2 menyerang orang dari segala usia, dan dengan gejala-gejala awal tidak diketahui. Bahkan, sekitar satu dari tiga orang dengan
BAB I PENDAHULUAN. penyempitan pembuluh darah, penyumbatan atau kelainan pembuluh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu akibat terjadinya penyempitan pembuluh darah, penyumbatan atau kelainan pembuluh koroner. Penyumbatan atau penyempitan pada
BAB I PENDAHULUAN. kondisi kesehatan, aktivitas karyawan perlu dipertimbangkan berbagai potensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan kerja merupakan bagian spesifik dari kesehatan umum, lebih memfokuskan lingkup kegiatannya pada peningkatan kualitas hidup tenaga kerja melalui penerapan upaya
