BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
|
|
|
- Dewi Tedja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pajak Penghasilan (PPh) mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai semua pengeluaran negara. PPh di Indonesia diatur pertama kali dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun Perubahan Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh) telah dilakukan sebanyak empat kali, yaitu tahun 1991, 1994, 2000, dan UU PPh tahun 2008 yang berlaku pada tahun 2009 dan 2010 hingga sekarang. PPh seringkali dibebankan pada perorangan, perusahaan atau badan hukum lainnya. Pajak penghasilan yang dibayarkan perusahaan kepada negara tersebut merupakan proses transfer kekayaan dari pihak perusahaan kepada negara, sehingga pajak penghasilan perusahaan merupakan biaya bagi perusahaan. Besar kecilnya PPh yang harus dibayar perusahaan ini akan mempengaruhi secara langsung arus kas yang diperoleh perusahaan dan laporan keuangan secara keseluruhan. Perubahan pajak ini tentu menjadi pertimbangan serius bagi pihak manajemen dalam mengambil berbagai keputusan dan kebijakan strategis perusahaan. Manajemen harus membuat perencanaan dan strategi perpajakan, memberikan analisa dan 1
2 2 prediksi mengenai potensi pajak perusahaan di masa yang akan datang, sehingga pihak perusahaan dapat mengambil keputusan dengan baik dan benar. Salah satu pertimbangan strategik manajemen adalah terkait struktur modal perusahaan. Struktur modal merupakan gambaran bagaimana perusahaan memadukan sumber-sumber dana permanen yang digunakan untuk kegiatan operasional sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan itu sendiri. Struktur modal merupakan faktor yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Dalam hal ini, keputusan struktur modal menjadi salah satu hal stratejik yang harus diperhitungkan perusahaan. Sebab dari nilai struktur modal yang diketahui, dapat menjelaskan prioritas dan kombinasi tentang pemilihan sumber dana yang mendukung bagi kinerja perusahaan selama itu. Pada dasarnya, aktivitas pendanaan perusahaan dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu sumber internal dan sumber eksternal perusahaan. Sumber internal perusahaan berasal dari laba ditahan yang merupakan total saldo laba yang dimiliki perusahaan saat itu dari tahun-tahun sebelumnya dan ekuitas yang dimiliki investor. Sedangkan sumber eksternal perusahaan dapat berasal dari kreditur melalui pinjaman uang yang diperoleh, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat perhitungan dan perencanaan yang baik dalam menentukan aktivitas pendanaan yang dilakukan sehingga dapat memaksimalkan laba dan memenuhi tujuan yang ingin dicapai perusahaan.
3 3 Meskipun struktur modal yang ditargetkan akan berubahubah sesuai dengan perubahan kondisi, pada umumnya perusahaan telah menghitung dan mempunyai pedoman untuk mencapai struktur modal tertentu. Dengan adanya struktur modal yang ditargetkan, setiap pembiayaan akan berpatokan pada bauran modal tersebut. Hal lain juga menyangkut masalah keberadaan struktur modal perusahaan dalam laporan keuangan yang menggambarkan pengaturan komposisi modal yang tepat antara utang jangka panjang dengan modal saham. Menurut Harahap (2008: 132), informasi yang terkandung dalam laporan keuangan berguna untuk pengambilan keputusan ekonomis. Para pemakai laporan akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan ekonomis yang diambilnya. Dalam hal ini struktur modal menjadi salah satu bagian penting bagi penilaian suatu perusahaan. Dalam menentukan struktur modal optimal yang diterapkan, perusahaan memiliki beberapa faktor. Menurut Houston dan Bringham (2006, dalam Hartati, 2013:33) mengatakan bahwa faktor faktor tersebut antara lain stabilitas penjualan, struktur aktiva, leverage operasi, tingkat pertumbuhan, profitabilitas, pajak, pengendalian, sikap manajemen, sikap pemberi pinjaman, kondisi pasar, fleksibilitas keuangan, dan lain-lain. Pajak dapat mempengaruhi keputusan struktur modal (Wildani, 2012:15). Hal ini berkaitan dengan tarif pajak yang dikenakan pemerintah di sebuah negara. Beban bunga yang
4 4 dihasilkan pinjaman jangka panjang akan membuat laba kena pajak perusahaan berkurang sehingga jumlah pajak yang harus dibayar kepada pemerintah pun membesar. Oleh karena itu, tarif pajak yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk lebih banyak menggunakan utang kreditur sebagai sumber pendanaannya, begitu juga sebaliknya. Di Indonesia, pada awalnya berlaku Undang-Undang no. 17 tahun 2000 dimana PPh badan dikenakan tarif pajak progresif. Hal inilah membuat perusahaan dengan laba besar akan membayar pajak yang besar begitu juga sebaliknya. Mereka pada umumnya cenderung untuk memperbesar proporsi pendanaan dari utang karena beban pajak yang ditimbulkan dapat mengurangi laba kena pajak mereka. Namun, pada 2008 telah terjadi perubahan tarif progresif yang telah diterapkan menjadi tarif flat membuat kebijakan perusahaan dapat berubah. Sebagian perusahaan akan merasa lebih diuntungkan karena tarif yang dikenakan menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Hal ini akan membuat perusahaan untuk tidak lagi berharap pada beban bunga yang ditimbulkan oleh kegiatan pendanaan mereka. Akibatnya, jumlah utang jangka panjang mereka akan menurun dan pendanaan mereka akan beralih fokus pada sumber internal perusahaan, yaitu investor. Sementara, bagi yang memiliki laba yang kecil, tentu merasa dirugikan. Akibatnya mereka akan berusaha mencari pendanaan dari kreditur karena beban bunga yang dihasilkan diharapkan mampu mengurangi jumlah pajak yang dibayar.
5 5 Banyak teori-teori lain yang berkaitan dengan struktur modal perusahaan. Berdasarkan teori Modigliani-Miller II, menyatakan bahwa beban bunga yang ditimbulkan dari utang jangka panjang dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengurangan pajak perusahaan. Implikasi dari teori ini adalah perusahaan akan berusaha memakai sumber dana yang berasal dari utang sebanyak-banyaknya. Teori ini didukung oleh teori sinyal yang menyatakan bahwa apabila perusahaan menjual saham baru sebagai sumber dana maka hal ini menjadi tanda yang kurang populer bagi investor karena menurunkan nilai per saham perusahaan. Meski demikian, perlu diketahui perusahaan bahwa semakin besar penggunaan utang tidak serta merta membuat nilai perusahaan membaik. Berdasarkan teori trade-off, terdapat trade-off antara tax benefit / shield (manfaat penghematan pajak atas penggunaan utang) dan cost financial distress (biaya yang ditimbulkan karena adanya kenaikan resiko kebangkrutan akibat besarnya utang). Perusahaan harus memperhitungkan risiko bisnis yang ada secara cermat. Oleh karena itu, perusahaan harus merencanakan struktur modal yang optimal agar nilai perusahaan dapat semakin baik. Selain faktor pajak, ada beberapa faktor penting lainnya yang cukup mempengaruhi pengambilan keputusan berkaitan struktur modal antara lain profitabilitas, ukuran perusahaan, pertumbuhan aset, likuiditas, dan struktur aset. Faktor-faktor tersebut dapat diukur dengan menggunakan rasio-rasio keuangan yang juga dapat dipakai untuk analisis fundamental perusahaan dan untuk
6 6 menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (Harjito dan Aryayoga, 2009). Sesuai teori pecking order, profitabilitas dan likuiditas yang tinggi akan mempengaruhi struktur modal perusahaan menjadi rendah karena dana internal yang besar. Ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan yang tinggi akan berpengaruh positif terhadap struktur modal, karena sejalan dengan teori trade-off. Sedangkan struktur aset yang tinggi berarti menandakan aset tidak lancar yang dimiliki besar sehingga biasanya perusahaan sering memanfaatkan sebagai jaminan hutang, akibatnya pinjaman hutang jangka panjang meningkat dan berdampak pada struktur modal perusahaan meningkat. Di sebagian negara, perusahaan-perusahaan yang telah go public di pasar modal biasanya akan terus membutuhkan sumber dana yang besar untuk meningkatkan kinerja usahanya, meskipun struktur modal yang dimiliki tidak berimbang antara dana internal dan dana eksternal. Di Indonesia, perusahaan manufaktur merupakan sektor industri yang paling berpengaruh bagi Indonesia. Hal ini dapat ditunjukkan dari kontribusinya yang hampir mencapai 21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (Capaian Kinerja Kemenperin, 2012). Dengan besarnya kontribusi tersebut, industri manufaktur merupakan sektor utama pendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan sebesar 6,4% tersebut membuat sektor industri manufaktur menjadi motor pertumbuhan utama dan menjadi sumber
7 7 pertumbuhan ekonomi terbesar pada triwulan III 2012 (Capaian Kinerja Kemenperin, 2012). Selain itu, industri pengolahan (manufaktur) merupakan sektor industri yang memberikan kontribusi terbesar bagi penerimaan negara dari sektor perpajakan. Hal ini berdasarkan dari Suhendra ( yang menyatakan sektor industri pengolahan (manufaktur) masih memimpin dalam kontrubusi penerimaan negara di sektor pajak khususnya pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh). Pada penelitian sebelumnya, Santika (2011) meneliti pengaruh faktor-faktor struktur modal perusahaan manufaktur di Indonesia. Pada penelitiannya, ia menggunakan pengaruh 3 variabel yaitu pertumbuhan penjualan, struktur aset, dan profitabilitas. Hasilnya pertumbuhan penjualan berpengaruh positif, struktur aset tidak berpengaruh, dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Penelitian juga dilakukan oleh Liwang (2011) dengan penelitiannya seputar analisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal serta pengaruhnya terhadap harga saham pada perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam LQ-45. Variabel yang digunakan adalah pertumbuhan penjualan, struktur aktiva, rasio utang, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan likuiditas. Hasilnya hanya struktur aktiva, rasio utang, dan likuiditas yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini berupaya untuk membuktikan apakah ada pengaruh perubahan tarif pajak PPh
8 8 terhadap struktur modal, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pembentukan struktur modal perusahaan. Penelitian ini menggunakan objek perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam sektor industri pengolahan (manufaktur) periode Pengambilan objek penelitian ini dimotivasi karena perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memiliki kontribusi yang besar bagi penerimaan pajak di Indonesia. Lalu komposisi variabel faktor internal perusahan yang digunakan berbeda. Variabel yang dipakai adalah perubahan tarif pajak, pertumbuhan penjualan, struktur aset, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan likuiditas. Periode diharapkan dapat mencerminkan periode untuk membuktikan dampak perubahan tarif Pajak Penghasilan (PPh) tahun Perumusan Masalah 1. Apakah ada perbedaan struktur modal akibat perubahan tarif PPh badan dari tarif progresif menjadi tarif flat pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ? 2. Apakah profitabilitas berpengaruh pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ? 3. Apakah pertumbuhan penjualan berpengaruh pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ?
9 9 4. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh pada struktur perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ? 5. Apakah likuiditas berpengaruh pada struktur modal perusahaanperusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ? 6. Apakah struktur aset berpengaruh pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun ? 1.3. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini mempunyai tujuan antara lain: 1. Untuk menguji dan menganalisis perbedaan struktur modal akibat perubahan tarif PPh badan dari tarif progresif menjadi tarif flat pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun Untuk menguji dan menganalisis pengaruh profitabilitas pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pertumbuhan penjualan pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun
10 10 4. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun Untuk menguji dan menganalisis pengaruh likuiditas pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun Untuk menguji dan menganalisis pengaruh struktur aset pada struktur modal perusahaan-perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun Manfaat penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat akademis Memberikan sumbangan pikiran dan acuan terhadap pengembangan penelitian mengenai pengaruh perubahan pajak PPh badan dan faktor-faktor lainnya yang berkaitan dengan struktur modal. 2. Manfaat praktis Menambah wawasan dan pengetahuan bagi investor dan kreditur guna pengambilan keputusan investasi atau kredit pada perusahaan yang akan ditanamkan dananya. Diharapkan juga membantu perusahaan untuk mengevaluasi kinerja manajemen keuangan dan merencanakan struktur modal, sehingga dapat untuk memperbaiki kinerja keuangan perusahaan manufaktur di masa yang akan datang.
11 Sistematika Penulisan Untuk memberikan gambaran tentang isi dari penelitian ini, maka disusun sistematika penulisan sebagai berikut: BAB 1: PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan. BAB 2: TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi penelitian terdahulu, landasan teori, pengembangan hipotesis penelitian, rerangka berpikir dan model analisis. BAB 3: METODE PENELITIAN Bab ini berisi desain penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional, dan pengukuran variabel. Berisi pula jenis data dan sumber data, metode pengumpulan data kemudian populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel serta teknik analisis data. BAB 4: ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi karakteristik objek penelitian, deskripsi data, analisis data, dan pembahasan hasil penelitian. BAB 5: SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Bab ini berisi simpulan penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran untuk penelitian selanjutnya.
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan operasionalnya. Ketersediaan modal akan membuat perusahaan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Modal sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam rangka melancarkan kegiatan operasionalnya. Ketersediaan modal akan membuat perusahaan mampu bertahan bahkan mampu
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Struktur Modal 1. Modal Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya tentu memerlukan modal, tersedianya modal yang
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. Myes dan Majluf Disebut sebagai pecking order theory karena teori ini
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Pecking Order Theory Pecking order theory adalah teori struktur modal yang di rumuskan oleh Myes dan Majluf 1984. Disebut sebagai
BAB I PENDAHULUAN. struktur modal perusahaan yang akhirnya akan mempengaruhi suatu kinerja
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam setiap perusahaan, keputusan dalam pemilihan sumber dana merupakan hal yang penting karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan yang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Struktur modal merupakan masalah yang sangat penting bagi perusahaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Struktur modal merupakan masalah yang sangat penting bagi perusahaan karena modal merupakan salah satu dari faktor penggerak dalam perusahaan untuk menjalankan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jangka panjang, saham preferen dan modal pemegang saham (Weston dan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Struktur Modal Struktur modal adalah pembiayaan permanen yang terdiri dari utang jangka panjang, saham preferen dan modal pemegang saham (Weston dan Copeland,
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Struktur Modal 1. Pengertian Struktur Modal Struktur modal berkaitan dengan pembelanjaan jangka panjang suatu perusahaan yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis menyebabkan setiap perusahaan
15 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis menyebabkan setiap perusahaan berupaya untuk memiliki keunggulan daya saing agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Di era globalisasi ini perkembangan perusahaan semakin lama semakin pesat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di era globalisasi ini perkembangan perusahaan semakin lama semakin pesat. Banyaknya perusahaan yang bersaing untuk dapat berkembang di masing-masing usaha yang mereka
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan dalam dunia usaha
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan dalam dunia usaha semakin ketat dan perusahaan berlomba lomba untuk mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, dibutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dalam kaitannya dengan kegiatan operasi perusahaan adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu keputusan penting yang dihadapi manajer keuangan perusahaan dalam kaitannya dengan kegiatan operasi perusahaan adalah keputusan pendanaan. Hal ini disebabkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teoritis 1. Pertumbuhan Perusahaan Tingkat pertumbuhan perusahaan akan menunjukkan sampai seberapa besar perusahaan akan menggunakan hutang sebagai sumber pembiayaannya.
BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Modal dan Strukur Modal
BAB II KAJIAN TEORI A. Landasan Teori 1. Pengertian Modal dan Strukur Modal a. Pengertian Modal Menurut Munawir (2001) dalam Prabansari dan Kusuma (2005), modal adalah hak atau bagian yang dimiliki perusahaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Struktur Modal Struktur modal merupakan perimbangan antara penggunaan modal pinjaman yang terdiri dari: utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang
BAB 1 PENDAHULUAN. memperoleh laba atau keuntungan. Laba (profit) adalah selisih antara. menghasilkan barang atau jasa tersebut.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan bisnis dan ekonomi menyebabkan perusahaan dalam berbagai sektor di Indonesia ingin meningkatkan laba perusahaan. Perusahaan adalah suatu organisasi dimana
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Struktur Modal Struktur modal adalah perimbangan antara total utang dan modal sendiri. Menurut Sartono (2001) yang dimaksud dengan struktur modal merupakan
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan dana maka diperlukan keputusan pendanaan yang tepat. Keputusan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia bisnis semua perusahaan membutuhkan dana yang sekiranya dapat menyokong kegiatan operasional. Untuk memenuhi kebutuhan dana maka diperlukan keputusan pendanaan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. menaikkan harga saham tersebut: pertama, memerlukan operasi yang efisien untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Tujuan utama perusahaan adalah memaksimumkan kekayaan pemilik atau pemegang saham, ini diwujudkan dengan menaikkan harga saham biasa. Untuk menaikkan harga
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Struktur Modal Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara jumlah hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Kondisi perekonomian yang sangat ketat saat ini menyebabkan persaingan yang semakin kompetitif menjadikan tugas manajer keuangan semakin berat yaitu mencari
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan dan menjadi pusat perhatian stakeholders. Keputusan finansial
BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Keputusan finansial merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan dan menjadi pusat perhatian stakeholders. Keputusan finansial yang diambil oleh manajer
BAB I PENDAHULUAN. perusahaan kecil maupun perusahaan besar, salah satunya dalam sektor
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di zaman era globalisasi ini banyak perusahaan yang telah berdiri baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar, salah satunya dalam sektor manufaktur. Perkembangan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pertumbuhan dalam dunia bisnis dan ekonomi yang pesat dan semakin
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan dalam dunia bisnis dan ekonomi yang pesat dan semakin berkembang, menyebabkan perusahaan mulai berlomba-lomba untuk memperluas dan bersaing dalam menjalankan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Dalam suatu proses pengambilan keputusan pendanaan, seorang manajer keuangan harus mempertimbangkan sifat dan biaya dari sumber pendanaan yang akan dipilih.
BAB I PENDAHULUAN. pendanaan yang merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Bagi setiap perusahaan,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan perluasan industri pada umumnya membutuhkan sumber-sumber pendanaan yang merupakan faktor utama yang harus diperhatikan. Bagi setiap perusahaan,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tinggi rendahnya perekonomian suatu negara didasarkan juga pada aktivitas bisnis di negara tersebut. Apabila aktivitas bisnis di suatu negara beroperasional dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pendanaan ini bisa bersumber dari dalam perusahaan (internal financing) maupun
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis di era globalisasi ini sangat pesat. Banyak perusahaan yang tumbuh dan berkembang dimasing-masing bidang usaha yang mereka jalani.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan di dalam dunia bisnis menuntut perusahaan untuk bekerja
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Persaingan di dalam dunia bisnis menuntut perusahaan untuk bekerja secara efisien dan mampu mengelola perusahaan dengan baik serta mencapai laba maksimum untuk
Unlevered firm Perusahaan yang hanya menggunakan ekuitas. Levered firm Perusahaan yang menggunakan bauran ekuitas dan berbagai macam.
Struktur Modal : Merupakan pilihan pendanaan antara hutang dan ekuitas. Bauran modal yang optimal dapat menekan biaya modal, yang dapat meningkatkan kembalian ekonomi neto dan meningkatkan nilai perusahaan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. kebutuhan belanja perusahaan dimana dana yang diperoleh menggunakan
BAB 2 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1 Struktur Modal 1. Pengertian Struktur Modal Struktur Modal (DER) adalah proporsi dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja
BAB I PENDAHULUAN. peluang yang akan dihadapi oleh Indonesia dengan adanya AFTA. AFTA
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Asean Free Trade Area (AFTA) 2015 telah berlangsung. Banyak tantangan dan peluang yang akan dihadapi oleh Indonesia dengan adanya AFTA. AFTA merupakan kerja sama antara
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pertumbuhan dalam dunia bisnis dan ekonomi yang pesat,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pertumbuhan dalam dunia bisnis dan ekonomi yang pesat, menyebabkan perusahaan dalam berbagai sektor industri di Indonesia berlomba-lomba meningkatkan nilai
BAB I PENDAHULUAN. nilai perusahaan meningkat. Masalah struktur modal merupakan masalah yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seseorang mendirikan perusahaan dengan tujuan untuk memakmurkan pemilik perusahaan atau pemegang saham. Tujuan ini dapat diwujudkan dengan memaksimumkan nilai perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. bisnis khususnya dalam bidang perekonomian. Tujuan perusahaan yakni mencapai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberadaan perusahaan menjadi faktor yang sangat penting didalam kegiatan bisnis khususnya dalam bidang perekonomian. Tujuan perusahaan yakni mencapai laba
BAB I PENDAHULUAN. Struktur pendanaan merupakan indikasi bagaimana perusahaan membiayai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendanaan adalah fondasi utama dalam dunia usaha dan perekonomian. Struktur pendanaan merupakan indikasi bagaimana perusahaan membiayai kegiatan operasionalnya atau
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Informasi yang disajikan perusahaan dalam laporan keuangan seharusnya dapat memberikan gambaran kinerja ekonomi dan keuangan perusahaan yang sebenarnya kepada
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Dalam mendanai kegiatan operasionalnya, perusahaan memiliki dua alternatif
9 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Kebijakan Hutang Dalam mendanai kegiatan operasionalnya, perusahaan memiliki dua alternatif pendanaan yaitu pendanaan internal dan pendanaan eksternal
BAB I. Pendahuluan. perusahaan Indonesia mulai menunjukkan perbaikan dilihat dari nilai indek
BAB I Pendahuluan 1.1. Latar belakang masalah Krisis yang terjadi di Indonesia tahun 1999 dan 2008 memberikan dampak langsung terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan Indonesia mengalami kerugian dan kekurangan
BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan dalam jangka panjang. Melalui penjualan barang dan jasa kepada
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perusahaan yang baik harus mampu mengontrol potensi finansial maupun potensi non finansial di dalam meningkatkan sumber modalnya untuk eksistensi perusahaan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Landasan teori ini menjabarkan teori-teori mengenai struktur modal yang diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dalam penelitian. Serta argumen yang
TEORI STRUKTUR MODAL. A. Pengertian Modal dan Struktur Modal
TEORI STRUKTUR MODAL A. Pengertian Modal dan Struktur Modal Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan
BAB I PENDAHULUAN. Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Tujuan utama dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaannya dengan meningkatkan kemakmuran pemegang saham atau pemiliknya. Diperlukan tujuan dan strategi
BAB I PENDAHULUAN. dan ekuitas (saham preferen dan saham biasa) yang ditetapkan perusahaan (Mardiyanto,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan aktiva yang dimiliki
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoretis 2.1.1 Dalam dunia usaha untuk meningkatkan kegiatan usaha pemilik usaha selalu dihadapkan dengan suatu masalah. Salah satu masalah
BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Daftar Perusahaan Telekomunikasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Berdasarkan Undang-Undang Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999, definisi penyelenggara telekomunikasi adalah perseorangan, koperasi, badan usaha milik daerah,
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Persaingan bisnis di Indonesia saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat. semakin bertambahnya jumlah perusahaan baru dari hari ke hari membuat persaingan dunia
BAB I PENDAHULUAN UKDW. pemerintahan. Salah satu sebab pesatnya perkembangan pengetahuan akuntansi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dewasa ini akuntansi telah menjadi bagian dari kebutuhan bisnis dan pemerintahan. Salah satu sebab pesatnya perkembangan pengetahuan akuntansi adalah meningkatnya kebutuhan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Dewasa ini dunia usaha sangat tergantung sekali dengan masalah pendanaan,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini dunia usaha sangat tergantung sekali dengan masalah pendanaan, beberapa pakar sepakat bahwa untuk keluar dari krisis ekonomi ini sektor riil harus digerakkan
BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
1 BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1 Tinjauan Teoritis a. Struktur Modal Struktur modal sasaran adalah kombinasi antara utang saham preferen, dan saham ekuitas yang digunakan perusahaan
BAB I PENDAHULUAN. yang dihasilkan, maupun sumber daya manusianya. Merupakan tantangan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia bisnis saat ini telah menciptakan suatu kondisi persaingan yang ketat antar perusahaan. Hal tersebut menuntut perusahaan untuk dapat mengelola
BAB I PENDAHULUAN. penting bagi setiap perusahaan, karena baik buruknya struktur modal akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu masalah dalam kebijaksanaan keuangan dalam perusahaan adalah masalah struktur modal. Masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap
: AYU ASTREA NINGSIH B.
ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, DAN AKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA PERIODE 2002-2005 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi
BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih dari 40% di BEI adalah industri manufaktur.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Industri manufaktur merupakan industri yang mendominasi perusahaan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih dari 40% perusahaan yang listed di
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap perusahaan atau badan usaha mempunyai tujuan dalam menjalankan usahanya, yaitu mendapatkan keuntungan yang tinggi, lalu memaksimalkan nilai perusahaan atau
BAB 1 PENDAHULUAN. baik mengunakan hutang (debt financing) ataupun dengan mengeluarkan saham
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini dunia perekonomian semakin maju. Hal itu berdampak pada semakin ketatnya persaingan di dunia bisnis. Perusahaan besar maupun perusahaan kecil
I. PENDAHULUAN. tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan maksimal atau laba sebesar-besarnya. Pendapat
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Didirikannya sebuah perusahaan memiliki tujuan yang jelas. Ada pendapat yang menyatakan bahwa tujuan perusahaan adalah untuk mencapai keuntungan maksimal atau laba sebesar-besarnya.
