UJUAN. 1. Lebih memahami diri sendiri ( POTRET DIRI )

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "UJUAN. 1. Lebih memahami diri sendiri ( POTRET DIRI )"

Transkripsi

1

2 ATuran MAiN Partisipasi aktif Saling menghargai Selalu hadir tepat waktu Hand Phone - OFF atau BERGETAR Mengangkat tangan sebagai isyarat Perhatian Tidak diperkenankan meninggalkan kelas selama workshop berlangsung

3 1. Lebih memahami diri sendiri ( POTRET DIRI ) 2. Belajar dari pengalaman. ( FEED BACK ) pengalaman diperoleh dari : A. melakukan. B. melihat. C. mendengar. UJUAN 3. Bertingkah laku prestatif 4. Mampu membuat cita cita yang prestatif

4 1.KETERBUKA AN pendapat Pengalaman cita cita 4.KESUNGGU HAN 4K 2.KESADARAN Kelemahan kekuatan / kehandalan potensi Disiplin Kepatuhan kegairahan 3. KEMAUAN memanfaatkan potensi mencapai prestasi Meningkatkan prestasi

5 UNFREEZING bangun, sadar, ingat MOVING profil diri FREEZING goal setting

6 Trainner : Sbg fasilitator dlm membuka diri peserta. Pengetahuan Pelatihan untuk meningkatkan Sikap Mental Ketrampilan fungsi Peserta : Sbg obyek, yg dianalisa Sbg subyek, yg menganalisa.

7

8 Cerdik menggunakan strategi belajar Efektif waktu belajar Realistis merencanakan belajar Dapat dicapai tujuan yg dibuat Akurat perencanaan belajar Spesifik menetapkan tujuan belajar

9 Ilustrasi Gambar Mahasiswa BIASA Mahasiswa CERDIK

10 Seorang mahasiswa yg ingin berhasil dlm studinya perlu menjadi CERDIK dlm belajar. Ia perlu mengetahui bahwa belajar tidak hanya berarti memahami materi pelajaran, tapi juga melakukan cara² yg CERDIK untuk belajar. Hal ini berarti ia mempergunakan berbagai strategi belajar dgn cara yg CERDIK Mungkin saja terjadi seorang mahasiswa berhasil lulus tanpa strategi. Namun kelulusannya akan lebih mudah dicapai jika ia mempergunakan strategi belajar yg CERDIK.

11 Strategi belajar yg CERDIK adalah berbagai cara atau kiat untuk belajar dgn cara yg lebih mudah, efektif, & perasaan senang.

12 untuk belajar yaitu: CERDIK mencari informasi tentang berbagai cara atau strategi belajar yg efektif

13 cerdik dlm menyusun target belajar, memonitor pelaksanaan dari target belajar yg telah Anda susun, melakukan evaluasi dari pelaksanaan belajar Anda. CERDIK dlm mengelola belajar berarti Ketiga langkah tsb merupakan inti dari pengelolaan belajar dng cara CERDIK yg kedua

14 mengelola belajar yg CERDIK adalah menyusun target belajar. Ada berbagai hal yg perlu dipertimbangkan untuk dpt melakukan perencanaan yg cerdik dng menyusun target belajar. Pembahasan ttg hal tsb akan dibahas lebih detil pada pembahasan setelah huruf C, yaitu pada huruf ERDAS. Selanjutnya, kita akan membahas langkah berikutnya terlebih dulu berikut ini.

15 mengelola belajar yg CERDIK adalah melakukan monitoring pada saat melaksanakan rencana belajar yg Anda buat. Monitoring perlu dilakukan untuk menget apakah rencana belajar yg dibuat berjalan dng lancar atau tidak. Seringkali ada hal² di luar rencana yg dpt mengubah tujuan belajar yg telah Anda buat. Jika hal tsb terjadi, lakukan penyesuaian dgn tetap memusatkan pada tujuan utama belajar Anda. Contoh, Anda sdh merencanakan untuk membaca 10 halaman pd hari Kamis. Namun, mendadak Anda hrs lembur dlm bekerja. Dlm menghadapi kejadian ini, Anda dpt mencari hari lain untuk mengganti rencana Anda belajar di hari Kamis. Yg perlu ditekankan pada kegiatan monitoring belajar ini adalah Anda perlu memastikan bhw target belajar Anda tetap dpt dicapai walaupun perlu melakukan penyesuaian.

16 mengelola belajar yang CERDIK adalah melakukan evaluasi thd pelaksanaan belajar yg Anda lakukan. Evaluasi perlu dilakukan, krn dpt memotivasi Anda. Reward & Punishment

17 buat target ngebaca 40 hal modul Perilaku Organisasi pada minggu pertama. Diakhir minggu, lakukan evaluasi apakah rencana dpt tercapai atau tidak. Jika tercapai, beri hadiah bagi diri Anda. Namun, jika target tsb belum berhasil, Anda dpt melakukan bbrp hal agar target tsb dpt dicapai di lain kesempatan & kenakan sanksi bagi diri sendiri. Sanksi juga dpt memotivasi diri Anda, lho!...

18 Lingkungan belajar adalah lingkungan atau kondisi yg membuat belajar Anda nyaman & mampu berkonsentrasi dng maksimal. Lingkungan belajar dpt merupakan lingkungan fisik, psikis & sosiologis.

19 belajar sambil ndengerin musik Tanya pada temen atau tutor melalui telpon, internet & media lainnya

20 hubungan motivasi atau alasan Anda kuliah di Akademi Perawat. Jujurlah kepada diri Anda sendiri. Ada yg ikuti kuliah di Akademi Perawat krn dia suka belajar, namun ada yg mengikuti perkuliahan untuk kepentingan ijazah atau kemudahan bekerja diluar negeri. Ministry of Health (MOH) of Kuwait, akan ada interview lagi. Pengumuman lengkapnya silakan klik: yang berminat menjadi perawat ke Jepang silakan klik prosedur-dan-persyaratan-penempatan-tki-nursejepang.html Perawat dan fisioterapis yg minat ke Qatar, silakan klik Perawat lulusan Akper yg minat kerja di poliklinik di Arab Saudi silakan klik untuk-poliklinik-di-dammam-riyadh-pt-bidar-timur/

21 Dgn mengenali motivasi kita untuk belajar, maka Anda dpt membuat strategi yg baik untuk belajar. contoh, jika tujuan belajar Anda di Akademi Perawat adalah untuk bekerja diluar negeri, Maka hal tsb sbg alasan yg memotivasi Anda

22 1.Untuk org yg mempunyai keajegan tinggi akan berusaha membaca sampai selesai scr teratur. Mrk terganggu kalau topik bahasan yg mrk baca belum terselesaikan. 2. Sdgkan orang yg memiliki keajegan rendah, mudah kehilangan minat belajar. Mrk tidak merasa terganggu walau modul yg mrk baca belum selesai terbaca seluruhnya

23 orang yg memiliki keajegan rendah Melihat modul tebal yg bertumpuk justru membuat mrk patah semangat. Bagi tipe ini, memecah tugas belajar menjadi tugas yg termasuk short assignment atau tugas ringan akan membantu untuk menjaga motivasi belajar. Kenali diri Anda, jika Anda termasuk tipe yang terakhir ini, cobalah membaca modul sedikit demi sedikit dgn diselingi kegiatan lain

24 adalah kondisi yg berhub dng kelompok belajar. Apakah Anda orang yg mudah berkonsentrasi jika belajar dgn teman atau kelompok belajar? Anda justru mudah berkonsentrasi jika Anda belajar sendiri

25 Belajar maksimal Coba Mengenal : Fisik Psikologis Sosiologis

26 Cerdik mencari berbagai informasi tentang strategi belajar melalui bacaan, teman, & sumber informasi lain. Cerdik mengelola belajar dng cara: menyusun target belajar, memonitor pelaksanaan belajar, & mengevaluasi belajar. Cerdik menggunakan berbagai cara untuk belajar dng lebih baik & efektif. CERDIK dlm belajar =

27 Mengelola waktu scr Efektif : balance Waktu ntuk bekerja, waktu belajar, & Waktu kegiatan sosial maupun bagi diri sendiri bersantai

28 Waktu untuk mengobrol. Waktu untuk televisi. Waktu untuk gadget/chating/fb/tw/browsingan Waktu untuk telp Waktu untuk kegiatan laen yg dpt didelegasikan Waktu nge- clothing/distro/mall Waktu untuk belajar

29 mengelola waktu untuk belajar, keluarga, bekerja, kegiatan Waspada terhadap pemborosan waktu. Menentukan batasan waktu dari pencapaian target belajar. Memiliki fleksibilitas & disiplin diri. sosial & bersantai.

30 Anda hrs tahu kegiatan Anda selama ini, Mengetahui kelebihan & kekurangan diri Anda. Anda tdk perlu membuat perencanaan belajar yg berlebihan shg tdk dpt menjangkaunya &menimbulkan perasaan frustrasi Realistis

31 Jangka Panjang Tujuan Jangka pendek

32 Yg perlu dipertimbangkan dlm membuat Brp matakuliah yg lulus pada semester pertama atau semester sebelumnya? ~Jika lulus semua, dpt menambah jumlah matakuliah. ~Jika tidak banyak yg lulus, sgr ulangi matakuliah tsb & jangan terlalu banyak mengambil matakuliah. Anda hrs realistis bahwa semester awal pada umumnya mahasiswa memerlukan penyesuaian cara belajar, shg terlalu banyak mengambil matakuliah justru akan membuat frustrasi.

33 Tujuan yang REALISTIS akan meningkatkan motivasi &menggerakkan Anda untuk mencapai tujuan akhir tanpa frustrasi...!!!

34 Tujuan yg baik & pas adalah tujuan yg memiliki tingkat kesukaran cukup sulit namun dpt Anda capai. Tujuan dpt juga mrpk tujuan yg tinggi, namun Anda hrs mengenali diri sendiri & memastikan bhw Anda sanggup meraihnya. Tujuan yg dapat Anda capai, akan memotivasi Anda. Bayangkan jika Anda berhasil mencapai tujuan tsb, Anda pasti merasa senang & bangga bukan? &ini penting untuk memotivasi diri Anda menuju langkah belajar selanjutnya

35

36 Tujuan jangka pendek harus akurat atau dapat diukur. Tujuan yg akurat membuat kita tahu sampai seberapa jauh sudah mencapai sasaran yg direncanakan sebelumnya.

37 ~ mengetahui beban studi permata kuliah. ~ menghitung waktu yg dibutuhkan untuk memahami modul, menghitung jumlah minggu yg tersedia dlm satu semester, ~ menentukan jumlah jam belajar per matakuliah per minggu, & ~ kemudian membuat jadwal kegiatan belajar mingguan & harian.

38 Membuat tujuan yg akurat dpt dilakukan dgn berbagai cara. Alternatif 1: berdasarkan kecepatan membaca & memahami modul. Alternatif 2: berdasarkan jumlah halaman dlm modul. Alternatif 3: berdasarkan jumlah pokok bahasan dlm modul.

39 Semester I : Semester III : Kebutuhan Dasar Manusi I Kebutuhan Dasar Kpwt Agama Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Anatomi Fisiologi Fisika dan Biologi Psikologi Ilmu Gizi Mentoring (4 sks : 2 sks teori, 2 sks praktek) (4 sks : 2 sks teori, 2 sks praktek) (2 sks : 1 sks teori, 1 sks praktek) (2 sks): 2 sks teori) (2 sks : 1 sks teori, 1 sks praktek) (4 sks : 2 sks teori, 2 sks praktek) (2 sks : 1 sks teori, 1 sks praktek) (2 sks : 1 sks teori, 1 sks praktek) (2 sks : 2 sks teori) (2 sks : 2 sks teori) Keperawatan Profesional Promosi Kesehatan Dokumentasi Keperawatan Keperawatan Medikal Bedah I Keperawatan Medikal Bedah II Bahasa Inggris I Manajemen Keperawatan Mentoring ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) (4 sks:2 sks teori, 2 sks praktek) ( 3 sks: 3 sks klinik ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks : 1 sks teori) Semester II : Komunikasi dalam Keperawatan Mikrobiologi dan Parasitologi Etika Keperawatan Farmakologi Biokimia Sosiologi Patologi Kebutuhan Dasar Manusia II Komputer Mentoring (2 sks:1 sks teori, 1 sks praktek) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 6 sks: 2 sks teori, 4 sks praktek ) ( 2 sks: 1 sks teori, 1 sks praktek ) ( 2 sks : 1 sks teori)

40 Alternatif 1: berdasarkan kecepatan membaca & memahami modul. BEBAN STUDI/ MINGGU BULAN MINGGU MATA KULIAH A MATA KULIAH B AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER MOPEMBER 1 modul1 2 Modul 2 Modul 1 3 Modul 2 4 Modul 3 1 Modul 3 2 Modul 4 Modul 4 3 Modul 5 Modul 5 4 Modul 6 1 Modul 6 2 Modul 7 Modul 7 3 Modul 8 Modul 8 4 Modul 9 Modul 9 UJIAN

41 Alternatif 1: berdasarkan kecepatan membaca & memahami modul. Alternatif 2: berdasarkan jumlah halaman dlm modul. Anda perlu menentukan kapan modul hrs sdh dpt dipahami. Jika kecepatan membaca Anda rata² per hari sekitar 15 halaman, maka waktu yg spesifik & akurat adalah hari : Senin tanggal 12 Juli halaman 1-15, Selasa tanggal 13 Juli halaman atau masing² sekitar satu kegiatan belajar.

42 Misalnya, 20 halaman per hari, sehingga diperoleh 100 halaman per minggu. Contoh ini bila Anda mengevaluasi belajar seminggu sekali dan menghitung satu minggu sebagai 5 hari kerja

43 Apa ya, yg harus saya kerjakan. Ingat, yang penting!! bukanlah berapa lama Anda belajar, tetapi berapa banyak target materi belajar dapat Anda kuasai.

44 Seringkali terjadi, seorang mahasiswa hanya mentargetkan untuk mendapat nilai A, ttp ia tdk menyerahkan Tugas Mandiri, tdk membaca & merangkum modul dgn baik, bahkan tdk sempat membaca seluruh modul. Hal ini terjadi krn mahasiswa tsb menggampangkan perencanaan belajar yg spesifik. Ia kurang mempertimbangkan bhw untuk mencapai tujuan akhir, banyak langkah yg hrs ditempuh & langkah² tsb hrs diuraikan menjadi tujuan yg spesifik.

45 Tujuan yg SPESIFIK akan membuat target belajar menjadi akurat, dpt diukur & menghemat waktu.

46 CONTOH Yang CERDAS Agar lebih memahami pembahasan ttg bgmn menyusun target belajar yg CERDAS, berikut ini adalah contoh rencana belajar dgn menggunakan strategi belajar CERDAS. Anda dpt menyusun target belajar spt contoh, namun juga dpt memodifikasi atau bahkan membuat cara baru penyusunan target belajar yg sesuai dgn diri Anda. Anda bebas mewujudkan kreativitas Anda...!

47 Tujuan Utama/ Jangka Panjang : Memperoleh gelar sarjana dalam waktu 5 tahun Tujuan Jangka Menengah: Lulus 4 matakuliah semester ini (karena sambil bekerja) Target: jika dapat 3 nilai B atau 2 nilai A, maka bisa ambil sks lebih banyak pada semester berikutnya. belajar 1. Cari informasi matakuliah yang ada tutorialnya: tutorial tatap muka, tutorial melalui radio, tutorial online, dll. 2. Cari informasi Kelompok Belajar Mahasiswa (KBM). 3. Cari informasi teman yang mengambil matakuliah sama (untuk saling memotivasi). 4. Buat jadwal belajar (lihat lembar jadwal belajar Realistis & dpt dicapai, tdk banyak mata kuliah krn bekerja Realistis, untuk memotivasi Cerdik, mencari bbg cara memudahkan belajar Beri tanda jika target Telah dilakukan

48 Jadwal Belajar Tahun 2014 KEGIATAN BULAN Semester I Pengumuman hasil ujian X Batas akhir registrasi X Mulai tutorial X Waktu untuk belajar (1) X X Waktu untuk belajar (2) X X X Waktu untuk belajar (3) X X X X Ujian X Semester I Pengumuman hasil ujian X Batas akhir registrasi X Mulai tutorial X Waktu untuk belajar (1) X X Waktu untuk belajar (2) X X X Waktu untuk belajar (3) X X X X Ujian X

49 Contoh (1), (2), (3) di atas, menunjukkan bahwa waktu untuk belajar bervariasi tergantung rencana belajar Anda. Alternatif (1), Anda dapat memutuskan waktu untuk mulai belajar setelah penutupan registrasi. Namun, dgn keputusan tsb berarti Anda hanya memiliki waktu belajar selama 2 (dua) bulan sebelum masa ujian tiba. Alternatif (2) memulai belajar langsung setelah pengumuman hasil ujian. Ini berarti Anda memiliki waktu belajar yg lebih panjang, yaitu sekitar 3 bulan sebelum ujian. Alternatif (3) memulai belajar walaupun hasil ujian belum keluar. Alternatif ini akan membuat Anda memiliki waktu belajar yg relatif panjang dibandingkan kedua alternatif yg sebelumnya.

50 Pemilihan alternatif waktu belajar perlu disesuaikan dgn kegiatan Anda sehari². Jika Anda bekerja dgn waktu bekerja yg padat, maka memulai belajar jauh sebelumnya akan lebih baik. Namun, jika merasa mampu belajar dlm waktu 2 bulan, maka tentu saja Anda dpt mengambil alternatif pertama. Cobalah realistis dlm menentukan waktu belajar dlm satu semester. Jadwal belajar spt pada contoh dpt digunakan sepanjang tahun. Namun, jadwal tsb belum lengkap. Jika Anda telah memutuskan jumlah waktu belajar yg dibutuhkan (apakah alternatif 1, 2 atau 3), maka langkah selanjutnya adalah membuat jadwal belajar yg lebih spesifik & akurat spt pada halaman 20. Jadwal belajar tsb adalah jadwal per bulan. Jadwal belajar dpt sll diperbarui & disesuaikan dgn kegiatan Anda. Berikut ini adalah contoh jadwal belajar yg di buat per minggu.

51 MATA KULIAH MATA KULIAH A MATA KULIAH B Senin/ 12 juli Selasa/ 13 Juli Rabu/ 14 Juli Kamis/ 15 Juli etc Pagi Siang Malam Pagi Siang Malam Pagi Siang Malam Pagi Siang Malam 2 Kegiatan Belajar 4 Kegiatan Belajar 2 Kegiatan Belajar 3 Kegiatan Belajar 2 Kegiatan Belajar SPESIFIK, krn menunjukkan nama mata kuliah AKURAT, krn menunjukkan jumlah kegiatan yg menjadi target Belajar EFEKTIF krn menunjukkan deadlines, sekaligus akurat krn pd tgl tsb dpt diketahui target dpt dicapai atau tidak.

52 Monitor & Evaluasi Kegiatan Belajar Ingat untuk sll memonitor & mengevaluasi pencapaian target belajar Anda. buat kontrak dgn diri Anda sendiri. Beri sanksi pada diri Anda jika target 1 minggu (mingguan) tdk berhasil Anda capai, Sebaliknya, beri penghargaan setiap kali mampu mencapai target, Memonitor & mengevaluasi perencanaan belajar yg telah Anda buat sebelumnya akan membantu Anda untuk menjadi lebih CERDAS dlm membuat perencanaan berikutnya. The more you do it, the more you become smart

53 Buat kontrak dengan diri Anda sendiri. Beri sanksi pada diri sendiri jika target 1 minggu (mingguan) tidak berhasil Anda capai,

54 Memonitor & mengevaluasi perencanaan belajar yg telah Anda buat sebelumnya akan membantu Anda untuk menjadi lebih CERDAS dlm membuat perencanaan berikutnya. The more you do it, the more you become smart! MATAKULIAH MATAKULIAH A MATAKULIAH B Pagi 4 kegiatan Belajar Senin Selasa Siang Malam Pagi Siang Malam 2 kegiatan Belajar 3 kegiatan Belajar 3 kegiatan Belajar Mengalihkan target yg tdk tercapai ke waktu yg lain. Pagi Rabu etc Siang Malam 2 kegiatan Belajar Menunjukkan pengalihan target belajar Menunjukkan bhw Anda berhasil mencapai target belajar Anda

55 Ingat, bhw pencapaian target yg spesifik & akurat akan membuat Anda lebih mudah menget sampai seberapa jauh Anda sudah dpt mencapai target belajar. Dan... hal tsb akan memotivasi diri Anda. Ingat, bhw mudah mengetahui sampai dmn target belajar dicapai, akan dapat menyimpan energi Anda. Nampaknya memang mengkira² adalah hal yg sederhana, tapi cara tsb membuat berkurangnya energi yg dpt dipergunakan untuk hal lain & membuat kegiatan Anda lebih efisien. Ingat, jangka waktu yg terlalu panjang membuat Anda tdk termotivasi untuk belajar. Berbagai alasan membuat tdk melatih diri Anda dlm mengatur waktu, spt lupa bhw Anda punya target belajar, meremehkan & mengganti kegiatan membaca modul dgn kegiatan lain, menunda waktu untuk membaca modul dgn mengatakan... ah nanti saja atau... ah nanti sekalian saja digabung,... belajar semalam saja.... Ingat untuk merangkum atau membuat catatan penting setiap kali membaca. Cara ini membuat Anda tdk hrs membaca modul berulang² krn lupa. Cara ini mrpkn cara CERDIK untuk menghemat energi dlm belajar.

56 TUGAS! 1. Buatlah rencana mingguan yg CERDAS sesuai dgn diri Anda. 2. Tentukan bentuk penghargaan jika Anda berhasil mencapai target, & sanksi jika Anda tdk berhasil mencapai target belajar Anda.

57

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh. Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh. Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh Tri Darmayanti UNIVERSITAS TERBUKA 2 0 0 4 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii Tahukah Anda?... 1 Strategi Belajar CERDAS... 2 1 Huruf C untuk

Lebih terperinci

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh

Strategi Belajar CERDAS Pada Pendidikan Jarak Jauh Pada Pendidikan Jarak Jauh UNIVERSITAS TERBUKA 2 0 13 DAFTAR ISI Halaman Judul... i Daftar Isi... ii Tahukah Anda?... 1 Strategi Belajar CERDAS... 2 1 Huruf C untuk CERDIK... 4 2 Huruf E untuk EFEKTIF...

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian pada Bab IV, maka hasil penelitian ini dapat

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian pada Bab IV, maka hasil penelitian ini dapat BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Hasil Penelitian Berdasarkan pembahasan hasil penelitian pada Bab IV, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan seperti berikut: 1. Perencanaan Program pada Pengembangan

Lebih terperinci

Menjadi mahasiswa UT. yang CERDAS. oleh Tri Darmayanti. (Tri Darmayanti, 2004 revised 2014)

Menjadi mahasiswa UT. yang CERDAS. oleh Tri Darmayanti. (Tri Darmayanti, 2004 revised 2014) Menjadi mahasiswa UT yang CERDAS oleh Tri Darmayanti (Tri Darmayanti, 2004 revised 2014) Menjadi CERDAS berarti mampu untuk menyederhanakan berbagai hal yang nampaknya sulit bagi orang lain. Prinsip CERDAS

Lebih terperinci

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN

KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN KEMAMPUAN KHUSUS INDIVIDU & ANTISIPASI PENDIDIKAN I. Pendidikan Anak Berbakat A. Pengalaman Mancanegara & Indonesia Amerika Serikat - 1958 diadakan konferensi ttg pendidikan yg b tuj utk menemukan org

Lebih terperinci

PENGERTIAN FILOSOFI DAN DEFENISI BIDAN

PENGERTIAN FILOSOFI DAN DEFENISI BIDAN PENGERTIAN FILOSOFI DAN DEFENISI BIDAN Definisi Bidan Bidan dalam bahasa Inggris berasal dari kata MIDWIFE yang artinya Pendamping wanita, sedangkan dalam bahasa Sanksekerta Wirdhan yang artinya : Wanita

Lebih terperinci

Konseling Kelompok. Pertemuan ke-13

Konseling Kelompok. Pertemuan ke-13 Konseling Kelompok Pertemuan ke-13 Pengantar Konseling kelompok memungkinkan konselor menghadapi bbrp konseli - dg keuntungan biaya yg lebih murah dmn proses kelompok jg memiliki keuntungan dg tjdnya keunikan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI CHAPTER 5 Pengembangan dan Pemanfaatan LKS Husni Mubarok, S.Pd., M.Si. Tadris Biologi IAIN Jember APA YANG ANDA KETAHUI TENTANG LKS?? Pengertian LKS Lembaran yg berisi pedoman

Lebih terperinci

LOGBOOK MAHASISWA BIMBINGAN AKADEMIK

LOGBOOK MAHASISWA BIMBINGAN AKADEMIK LOGBOOK MAHASISWA BIMBINGAN AKADEMIK PENYUSUN : Ns. Nurhayati, M.Kep, Sp.Kep.Kom PROGRAM DIII KEPERAWATAN RS ISLAM JAKARTA FAKULTAS KESEHATAN DAN KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARA Cempaka Putih

Lebih terperinci

PEMODELAN SISTEM. Pemodelan & simulasi TM05

PEMODELAN SISTEM. Pemodelan & simulasi TM05 PEMODELAN SISTEM Pemodelan & simulasi TM5 Pemodelan Sistem isik Pemodelan matematis dari sebuah sistem diperoleh dg mengaplikasikan hukum-hukum fisika yg scr natural mengatur komponen-komponen yg ada dlm

Lebih terperinci

Dasar Pengembangan Kurikulum Inti

Dasar Pengembangan Kurikulum Inti PENGEMBANGAN KURIKULUM D-III KEPERAWATAN 2014 Anas Tamsuri Task Force Kurikulum AIPDiKI Jatim Dasar Pengembangan Kurikulum Inti 1 Regulasi UU No. 12 / 2012 tentang Pendidikan Tinggi Paragraf 2 : Kurikulum

Lebih terperinci

PENGKAJIAN KESEHATAN REMAJA

PENGKAJIAN KESEHATAN REMAJA PENGKAJIAN KESEHATAN REMAJA PENDAHULUAN Remaja perlu lingkungan adaptif u/ bertanya & m bentuk karakter bertanggung jawab thd dirinya. Kesan pd remaja seks itu menyenangkan, puncak rasa kecintaan, yg serba

Lebih terperinci

Kelayakan Proyek dan Keputusan Investasi

Kelayakan Proyek dan Keputusan Investasi Kelayakan Proyek dan Keputusan Investasi Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta Manajemen Proyek (TKE 3101) oleh: Indah Susilawati, S.T., M.Eng.

Lebih terperinci

Business Ethic & Good Governance

Business Ethic & Good Governance Modul ke: Business Ethic & Good Governance Ethical Decision Making: Personal and Professional Context Fakultas PASCA Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, MSi Program Studi MANAGEMENT www.mercubuana.ac.id

Lebih terperinci

Observasi dan Wawancara

Observasi dan Wawancara Observasi dan Wawancara Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI Rizka Putri Utami, M.Psi Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id Observasi Suatu cara pengumpulan data dg melakukan pengamatan dan pencatatan mengenai

Lebih terperinci

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik?

Apa bedanya? Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH. Mahasiswa yang baik? MENGGALI POTENSI DIRI MELALUI KARYA ILMIAH Oleh: Pujianto Apa yang ada dalam pikiran mahasiswa tentang karya ilmiah??? [email protected] Mahasiswa Lebih matang Serius Penuh pertimbangan Apa bedanya? o

Lebih terperinci

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1)

# Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1) # Kemampuan Komunikasi # Komunikasi Jitu (1) Arif Basofi Materi Komunikasi sebagai Penyelesaian Masalah Bebas Bicara Sesuai Kehendak Tanpa Ada Ketakutan Bicara jujur, Benar dan Akurat Menunda Pembicaraan

Lebih terperinci

SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI PENDIDIKAN

SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI PENDIDIKAN SEJARAH SINGKAT PSIKOLOGI PENDIDIKAN Hasil penelitian m buktikan t dapat kesamaan antara praktek pengajaran kuno dgn pengajaran modern dewasa ini. Hal ini diperkuat dgn beberapa pendapat yg dikemukakan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI. Komunikasi mengandung pengertian memberitahukan untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yg diberitahukan itu menjadi milik bersama

KOMUNIKASI. Komunikasi mengandung pengertian memberitahukan untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yg diberitahukan itu menjadi milik bersama KOMUNIKASI Komunikasi mengandung pengertian memberitahukan untuk menggugah partisipasi agar hal-hal yg diberitahukan itu menjadi milik bersama Komunikasi sbg proses proses primer proses sekunder Proses

Lebih terperinci

TEKNIK-TEKNIK PSIKOEDUKASI

TEKNIK-TEKNIK PSIKOEDUKASI TEKNIK-TEKNIK PSIKOEDUKASI, NEED ASESSMENT & PENYUSUNAN RANCANGAN PROGRAM PSIKOEDUKASI DITA RACHMAYANI, S.Psi., M.A dita.lecture.ub.ac.id TEKNIK-TEKNIK PSIKOEDUKASI DISKUSI KASUS Peserta mendeskripsikan

Lebih terperinci

ANALISIS & SELEKSI AITEM

ANALISIS & SELEKSI AITEM ANALISIS & SELEKSI AITEM Kualitas skala psikologi sangat ditentukan oleh kualitas aitem-aitem di dlmnya. Hanya aitem2 yg ditulis dgn m ikuti blue-print dan bimbingan kaidah penulisan yg benar sajalah yg

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI CHAPTER 2 Ruang Lingkup Bahan AJar Husni Mubarok, S.Pd., M.Si. Tadris Biologi IAIN Jember Coba Jelaskan A. Pengertian Bahan Ajar B. Karakteristik Bahan Ajar C. Tujuan dan

Lebih terperinci

BAB IX KERJA SEBAGAI IBADAH

BAB IX KERJA SEBAGAI IBADAH Modul ke: BAB IX KERJA SEBAGAI IBADAH Fakultas MKCU Dosen : Drs. Petrus Yusuf Adi Suseno, M.H. www.mercubuana.ac.id Program Studi Psikologi A. PENDAHULUAN KERJA SEBAGAI IBADAH KERJA? IBADAH? B. ARTI KERJA

Lebih terperinci

Gangguan Tidur (Sleep Disorder) Pertemuan-16

Gangguan Tidur (Sleep Disorder) Pertemuan-16 Gangguan Tidur (Sleep Disorder) Pertemuan-16 Dikelompokkan mjd 2 (DSM III) : 1. Dyssomnias 2. Parasomnias Dyssomnias Tanda : gangguan pada jumlah, kualitas, atau waktu tidur 5 tipe : 1. primary insomnias

Lebih terperinci

Distribusi Mata Kuliah semester II Tahun 2011/2012. Metode T P K. Jumlah Teori

Distribusi Mata Kuliah semester II Tahun 2011/2012. Metode T P K. Jumlah Teori Distribusi semester II Tahun 2011/2012 1 Bd.203 inti Bio.reproduksi 2 2 - - 16 32 - - Dr. Tjahaya P.U 2 Bd.301 inti Askeb I 4 2 2-16 32 16 64 Tri Riwayati 3 Bd.302 inti Askeb II 4 2 2-16 32 16 64 Tri Riwayati

Lebih terperinci

BIMBINGAN KONSELING SMA TARAKANITA 1 KAMIS, 02 FEBRUARI 2017

BIMBINGAN KONSELING SMA TARAKANITA 1 KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 BIMBINGAN KONSELING SMA TARAKANITA 1 KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 JALUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU PTN Jalur Undangan: SNMPTN PPKB/Talent Scouting UI Jalur Tulis: SBMPTN Ujian Mandiri (masing-masing PTN) S N

Lebih terperinci

Panduan Belajar di UT. Panduan Belajar Di Universitas Terbuka UNIVERSITAS TERBUKA

Panduan Belajar di UT. Panduan Belajar Di Universitas Terbuka UNIVERSITAS TERBUKA Panduan Belajar di UT Panduan Belajar Di Universitas Terbuka UNIVERSITAS TERBUKA 2 0 12 1 DAFTAR ISI Halaman Judul... 1 Daftar Isi... 2 1. Belajar di Universitas Terbuka... 3 2. Belajar Mandiri... 4 3.

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2015/2016 Program Kelas Paralel ( Karyawan ) A PERSYARATAN PENDAFTARAN 1. Lulusan SMA/K, Mahasiswa Pindahan dan D3 Melanjutkan ke S1 2.

Lebih terperinci

MENGELOLA WAKTU DAN MENYUSUN PRIORITAS FEB Arsektur

MENGELOLA WAKTU DAN MENYUSUN PRIORITAS FEB Arsektur Modul ke: Fakultas 09FEB MENGELOLA WAKTU DAN MENYUSUN PRIORITAS Dengan merencanakan penggunaan waktu memudahkan anda menyebarkan/mendistribusi tugas dan pekerjaan sepanjang semeseter, menghindari kemacetan'

Lebih terperinci

PARADIGMA KEPERAWATAN

PARADIGMA KEPERAWATAN PARADIGMA KEPERAWATAN Jenti Sitorus, SST PARADIGMA KEPERAWATAN The paradigmsis the way we perceive the world the paradigms explain the worlds to us on predict is behavior ( Adam Smith 1975 ) Paradigma

Lebih terperinci

STRUKTUR & DESAIN ORGANISASI

STRUKTUR & DESAIN ORGANISASI [email protected] STRUKTUR & DESAIN ORGANISASI Oleh: Marita Ahdiyana Pengertian Struktur organisasi berkaitan dg hub yg relatif tetap diantara berbagai tugas yg ada dlm organisasi. Proses utk menciptakan

Lebih terperinci

No Mata Kuliah SKS T P K KODE 1 Agama Bd Pancasila Bd Kewarganegaraan Bd

No Mata Kuliah SKS T P K KODE 1 Agama Bd Pancasila Bd Kewarganegaraan Bd DAFTAR MATA KULIAH PROGRAM D IV KEBIDANAN. Mata Kuliah Wajib (pasal 5, UU RI no tahun 0) KODE Agama Bd. 6..0 Pancasila Bd. 6..0 Kewarganegaraan Bd. 6..0 Bahasa Indonesia Bd. 6..0 Jumlah 8 SKS. Mata Kuliah

Lebih terperinci

Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya

Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya Definisi : Tidur = keadaan bawah sadar dimana orang tsb dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya Koma = keadaan bawah sadar dimana orang tsb tidak dapat dibangunkan

Lebih terperinci

ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU

ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU ORIENTASI PESERTA DIDIK BARU LATAR BELAKANG Setiap peserta didik atau siswa saat memasuki lingkungan baru akan mengalami kesulitan, baik disebabkan oleh situasi maupun karena praktik dan prosedur yang

Lebih terperinci

ETIK UMB. Manajemen Waktu dan Menyusun Prioritas. Melisa Arisanty. S.I.Kom, M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi AKUNTANSI MANAJEMEN

ETIK UMB. Manajemen Waktu dan Menyusun Prioritas. Melisa Arisanty. S.I.Kom, M.Si. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi AKUNTANSI MANAJEMEN Modul ke: ETIK UMB Manajemen Waktu dan Menyusun Prioritas Fakultas FEB Melisa Arisanty. S.I.Kom, M.Si Program Studi AKUNTANSI MANAJEMEN www.mercubuana.ac.id Pendahuluan Manajemen waktu yang baik penting

Lebih terperinci

JADWAL BLOK RESPIRASI

JADWAL BLOK RESPIRASI JADWAL BLOK RESPIRASI Kode : 71105435 Semester / SKS : III / 7 Tahun Akademik : 2010/2011 Ruang : Gedung Prof. Sardjito Lantai 3 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Minggu I Senin, 13 Des Selasa, 14 Des Rabu,

Lebih terperinci

Organisasi dan Kode Etik Profesi

Organisasi dan Kode Etik Profesi T07 Organisasi dan Kode Etik Profesi Arif Basofi @PENS 2013 Referensi Teguh Wahyono, Etika Komputer dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi, Penerbit Andi Yogyakarta, 2006. Arief Wibowo,

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2015/2016 Program Kelas Paralel (Karyawan ) PERSYARATAN PENDAFTARAN 1.

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2015/2016 Program Kelas Paralel (Karyawan ) PERSYARATAN PENDAFTARAN 1. A B C PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2015/2016 Program Kelas Paralel (Karyawan ) PERSYARATAN PENDAFTARAN 1. Lulusan SMA/K, Mahasiswa Pindahan dan D3 Melanjutkan ke S1

Lebih terperinci

BAKAT & INTELEGENSI. Cattel m coba menemukan perbedaan2 individu dlm hal: - ketajaman sensoris (indra) - kekuatan otot 10 aspek - kemampuan mental

BAKAT & INTELEGENSI. Cattel m coba menemukan perbedaan2 individu dlm hal: - ketajaman sensoris (indra) - kekuatan otot 10 aspek - kemampuan mental BAKAT & INTELEGENSI II. BAKAT Menurut Crow & Crow Bakat Kualitas yg dimiliki oleh semua orang dlm tingkat yg beragam / keunggulan khusus dlm bidang perilaku t tentu. Cattel m coba menemukan perbedaan2

Lebih terperinci

# Kemampuan Komunikasi # Human Relations (Hubungan Manusiawi / Antar Manusia) Arif Basofi, S.Kom, M.T

# Kemampuan Komunikasi # Human Relations (Hubungan Manusiawi / Antar Manusia) Arif Basofi, S.Kom, M.T # Kemampuan Komunikasi # Human Relations (Hubungan Manusiawi / Antar Manusia) Arif Basofi, S.Kom, M.T Referensi 1. Prof. Drs. H.A.W. Widjaja, Komunikasi Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Bumi Aksara,

Lebih terperinci

Bu and. Kompetensi. Abstract. Corporate. overnance. dan menganalisi. Approaches. Regulatory. a. b. Program. Tatap Muka. Kode MK.

Bu and. Kompetensi. Abstract. Corporate. overnance. dan menganalisi. Approaches. Regulatory. a. b. Program. Tatap Muka. Kode MK. MODUL PERKULIAHAN Bu sinesss Ethic and Corporate Go overnance Ethical Decision Making: a. Proses pengambilan keputusan etis b. Batu sandungan bagi perilaku etis Fakultas Pasca Program Studi Magister Management

Lebih terperinci

Perencanaan Komunikasi. Chatia Hastasari, M.I.Kom.

Perencanaan Komunikasi. Chatia Hastasari, M.I.Kom. 1 Perencanaan Komunikasi Chatia Hastasari, M.I.Kom. 2 Pendahuluan Perencanaan Komunikasi Akan lebih banyak didekati dari aspek manajemen Proses penyebaran atau pertukaran informasi Penyebarluasan informasi

Lebih terperinci

KONSELING KELOMPOK.

KONSELING KELOMPOK. KONSELING KELOMPOK http://kajianpsikologi.guru-indonesia.net Latar Belakang Konseling kelompok (salah satu prosedur terapeutik) menjadi metode kelompok yang semakin populer Atkinson (1991), keuntungan

Lebih terperinci

Leadership Karakteristik, Kompetensi, Perilaku

Leadership Karakteristik, Kompetensi, Perilaku Leadership Karakteristik, Kompetensi, Perilaku Teori Kepemimpinan Awal Teori kepemimpinan Awal berfokus pd pemimpin (Teori Ciri) & cara pemimpin berinteraksi dg anggota kelompok (teori perilaku) 6 ciri

Lebih terperinci

MATA KULIAH ETIKA BISNIS

MATA KULIAH ETIKA BISNIS MATA KULIAH ETIKA BISNIS [KODE/SKS : IT023270/ 2 SKS] BISNIS SEBUAH PROFESI ETIS BISNIS : SEBUAH PROFESI ETIS? Etika Terapan Etika Profesi Menuju Bisnis Sebagai Profesi Luhur Bisnis, bisa menjadi sebuah

Lebih terperinci

etika kebijakan publik Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes

etika kebijakan publik Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes etika kebijakan publik Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes etika Menyangkut kelakuan yg menuruti norma-norma kehidupan yg baik. ETHICA = ETHOS (Yunani) = adat = cara hidup Kesediaan utk taat & patuh pd seperangkat

Lebih terperinci

MODEL KONSEP KURIKULUM

MODEL KONSEP KURIKULUM MODEL KONSEP KURIKULUM Oleh: Dr. Ali Muhtadi Model Konsep Kurikulum Subyek Akademik Pend. Klasik Model Kurikulum Humanistik Pend. Pribadi Rekonstruksi Sosial P Interaksional Kompetensi Teknologi Pdk Pola

Lebih terperinci

SISTEM BELAJAR DI PT SKS KRS LHS PA KURIKULUM PERKULIAHAN PRAKTIKUM / LABORATORIUM BEASISWA PUSTAKA

SISTEM BELAJAR DI PT SKS KRS LHS PA KURIKULUM PERKULIAHAN PRAKTIKUM / LABORATORIUM BEASISWA PUSTAKA SISTEM BELAJAR DI PT SKS KRS LHS PA KURIKULUM PERKULIAHAN PRAKTIKUM / LABORATORIUM BEASISWA PUSTAKA PENYELENGGARA PENDIDIKAN Proses belajar mengajar (PBM) diselenggarakan oleh setiap program studi dengan

Lebih terperinci

Manajemen Waktu Proyek & Penjadwalan Proyek. By Wiji Nurastuti,MT

Manajemen Waktu Proyek & Penjadwalan Proyek. By Wiji Nurastuti,MT Manajemen Waktu Proyek & Penjadwalan Proyek By Wiji Nurastuti,MT 1 PROYEK : KEGIATAN tertentu (oleh manusia ada waktunya tempat & metode/cara alat & bahan) JELAS WAKTUNYA TIDAK RUTIN ADA ALASAN YANG JELAS

Lebih terperinci

Buku Panduan UMP Buku Panduan UMP. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kurikulum Program Studi Keperawatan S1

Buku Panduan UMP Buku Panduan UMP. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kurikulum Program Studi Keperawatan S1 urikulum Program Studi eperawatan S1 MATA UIAH PENGEMBANGAN EPRIBADIAN (MP) NO ODE M MATA UIAH SS UIAH PRATI 1 1311021101 Pendidikan Agama Islam 2 2 0 2 1311021202 Pendidikan ewarganegaraan 2 2 0 3 1311021103

Lebih terperinci

GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP

GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP GAGAS TEMA DAN LANGKAH PENULISAN ARTIKEL JURNAL OLEH: HERMANTO SP Hp 08121575726 email: [email protected] Staf Ahli PR3 UNY Bid. Penalaran 1 MOTIVASI MEMBUAT KARYA ARTIKEL ILMIAH MEMBIASAKAN DIRI MENYELESAIKAN

Lebih terperinci

TRAINING NEED ANALYSIS

TRAINING NEED ANALYSIS LATAR BELAKANG Ketika karyawan baru dipekerjakan, mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dgn pekerjaan secara sempurna meskipun mereka lolos seleksi yang ketat Ketika pekerjaan/posisi baru diciptakan atau

Lebih terperinci

c. Politik Hukum Materiil 2/28/2013 2:03 PM

c. Politik Hukum Materiil 2/28/2013 2:03 PM c. Politik Hukum Materiil Bagian dr politik hk yg mengkaji isi kebijakan pemerintah dlm menetapkan hk yg berlaku. Isi kebijakan pemerintah mnrt Dye: Apapun yg dipilih o/ pemerintah u/ dilakukan / tdk dilakukan.

Lebih terperinci

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Kuliah 8 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Kuliah 8 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Kuliah 8 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi DEFINISI ADHD Ialah : anak yang memiliki kesulitan memusatkan perhatian dan mempertahankan fokus pada tugas yang sedang

Lebih terperinci

KONSEP SISTEM DAN PENGELOLAAN INTEGRASI

KONSEP SISTEM DAN PENGELOLAAN INTEGRASI KONSEP SISTEM DAN PENGELOLAAN INTEGRASI Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Mercu Buana Yogyakarta Manajemen Proyek (TKE 3101) oleh: Indah Susilawati, S.T., M.Eng.

Lebih terperinci

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF: PIAGET. Dr. J anprasetyo, SpKJ (K)

TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF: PIAGET. Dr. J anprasetyo, SpKJ (K) TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF: PIAGET Dr. J anprasetyo, SpKJ (K) PRINSIP DASAR TEORI PIAGET Jean Piaget (1896-1980): dikenal dgn teori perkembangan intelektual yg menyeluruh yg mencerminkan adanya kekuatan

Lebih terperinci

Akses terhadap Keadilan Penyandang Disabilitas

Akses terhadap Keadilan Penyandang Disabilitas Akses terhadap Keadilan Penyandang Disabilitas Nicola Colbran Director Australia-Indonesia Partnership for Justice Kesan dan Pendekatan thdp Disabilitas Disabilitas = penyakit atau kelemahan Sesorg yg

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG Ketika karyawan baru dipekerjakan, mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dgn pekerjaan secara sempurna meskipun mereka lolos seleksi y

LATAR BELAKANG Ketika karyawan baru dipekerjakan, mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dgn pekerjaan secara sempurna meskipun mereka lolos seleksi y PELATIHAN LATAR BELAKANG Ketika karyawan baru dipekerjakan, mereka tidak mungkin mampu beradaptasi dgn pekerjaan secara sempurna meskipun mereka lolos seleksi yang ketat Ketika pekerjaan/posisi baru diciptakan

Lebih terperinci

bab 2 satuan pengukuran waktu tema makanan dan kesehatan

bab 2 satuan pengukuran waktu tema makanan dan kesehatan bab tema makanan dan kesehatan satuan pengukuran waktu setiap pagi bayu selalu sarapan pagi ini ia menikmati sarapan dengan lahap ia makan nasi sayur dan lauk tidak lupa ia minum segelas susu jam menunjukkan

Lebih terperinci

Apa itu elearning? E-learning adalah proses pembelajaran yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan teknologi informasi dan internet.

Apa itu elearning? E-learning adalah proses pembelajaran yang difasilitasi dan didukung melalui pemanfaatan teknologi informasi dan internet. Pengenalan elearning Untuk Mahasiswa Angkatan Baru Semester Ganjil Tahun Akademik 2015/2016 Universitas Mercu Buana Pusat Bahan Ajar elearning & Mata Kuliah Ciri Universitas Apa itu elearning? E-learning

Lebih terperinci

MODUL PERKULIAHAN SALESMANSHIP MANAJEMEN WAKTU. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

MODUL PERKULIAHAN SALESMANSHIP MANAJEMEN WAKTU. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh MODUL PERKULIAHAN SALESMANSHIP MANAJEMEN WAKTU Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi dan Bisnis S-1 Manajemen 14 84046 Abstract Pada modul ini akan mempelajari mengenai konsep

Lebih terperinci

BAB 5 ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA. By : Diana Ma rifah

BAB 5 ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA. By : Diana Ma rifah 1 BAB 5 ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA By : Diana Ma rifah Analisis Aspek SDM meliputi : 2 Analisis jenis-jenis pekerjaan yang dibutuhkan dan jumlah/ kebutuhan Tenaga Kerja Analisis persyaratan yang diperlukan

Lebih terperinci

OLAHRAGA DAN MEDIA MASSA

OLAHRAGA DAN MEDIA MASSA OLAHRAGA DAN MEDIA MASSA Hubungan simbolis antara media massa dengan olahraga yaitu saling menguntungkan thd kedua unsur sosial. Disela-sela waktu siaran untuk ulasan olahraga dan liputan berita olahraga

Lebih terperinci

dalam PENGOBATAN Kuntarti

dalam PENGOBATAN Kuntarti dalam PENGOBATAN Kuntarti Aspek legal UU No. 23 Tahun 1992 ttg Kesehatan (Ps.32) Ayat 1 Penyembuhan penyakit & pemulihan kesehatan dilakukan dengan pengobatan & perawatan Ayat 2 Pelaksanaan pengobatan

Lebih terperinci

ETNOGRAFI KOMUNIKASI

ETNOGRAFI KOMUNIKASI ETNOGRAFI KOMUNIKASI Etnografi kom merupakan pengembangan dr antropologi linguistik yg dipahami dlm konteks kom. Dikenalkan Dell Hymes th 1962, sbg kritik kpd ilmu linguistik yg tll memfokuskan pada fisik

Lebih terperinci

PERILAKU MENCARI BANTUAN

PERILAKU MENCARI BANTUAN PERILAKU MENCARI BANTUAN Kasl dan Cobb (1966) membuat 3 tipe berbeda dari Perilaku Kesehatan Perilaku Kesehatan Perilaku Sakit Perilaku peran-sakit Perilaku Kesehatan Suatu aktivitas dilakukan oleh individu

Lebih terperinci

Kajian Semester Sisipan Universitas Surabaya

Kajian Semester Sisipan Universitas Surabaya KAJIAN SEMESTER SISIPAN UNIVERSITAS SURABAYA i UNIVERSITAS SURABAYA LEMBAGA PENELITIAN Kajian Semester Sisipan Universitas Surabaya oleh : Sugata Pikatan Proyek Pusbangdaya No : IS-97315 Surat Tugas No

Lebih terperinci

JADWAL BLOK UROPOETIKA

JADWAL BLOK UROPOETIKA JADWAL BLOK UROPOETIKA Kode : 71105535 Semester / SKS : IV / 6 Tahun Akademik : 2010/2011 Ruang : Gedung Prof. Dr. Sardjito Lantai 3 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA MINGGU I : Modul Diuresis dan Keseimbangan

Lebih terperinci

MSDM. By Farlianto. /

MSDM. By Farlianto. / MSDM By Farlianto MSDM: Sebuah Perspektif Setiap organisasi punya tujuan! Tujuan diraih dgn mendayagunakan sumber daya yg ada Finansial, Fisik, Manusia, Teknologi & Sistem MSDM Departemen sdm Semua aktivitas

Lebih terperinci

Jahoda (Ihrom, 2008), batasan lebih luas Kesehatan mental mencakup : 1) sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri

Jahoda (Ihrom, 2008), batasan lebih luas Kesehatan mental mencakup : 1) sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri Jahoda (Ihrom, 2008), batasan lebih luas Kesehatan mental mencakup : 1) sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri dengan baik. 2) pertumbuhan dan perkembangan serta perwujudan

Lebih terperinci

Manajemen Lingkup Proyek

Manajemen Lingkup Proyek Manajemen Lingkup Proyek 1 Tujuan Pembelajaran Memahami elemen-elemen yg membuat manajemen lingkup yang baik adalah sesuatu yang penting Menjelaskan proses perencanaan dan cakupan lingkup Menjelaskan prose

Lebih terperinci

RANCANGAN EKOLOGIS MP-KONSENTRASI MAGISTER KESEHATAN IBU-ANAK

RANCANGAN EKOLOGIS MP-KONSENTRASI MAGISTER KESEHATAN IBU-ANAK RANCANGAN EKOLOGIS MP-KONSENTRASI MAGISTER KESEHATAN IBU-ANAK TIPOLOGI RANCANGAN EPIDEMIOLOGI 1. RANCANGAN DASAR (basic-design) * Kriteria unit pengamatan : Individu, ada informasi ttg faktor resiko &

Lebih terperinci

E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A 8/19/2010. Oleh : PRINSIP ETIKA MORAL DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN

E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A E T I K A 8/19/2010. Oleh : PRINSIP ETIKA MORAL DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN PRINSIP ETIKA MORAL DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEBIDANAN Oleh : Lestari Puji Astuti, S. SiT Istilah etika berasal dari bahasa yunani kuno ethos mempunyai arti kebiasaan kebiasaan tingkah laku manusia;

Lebih terperinci

Metode Penugasan. Sumijatun Maret 2008

Metode Penugasan. Sumijatun Maret 2008 Metode Penugasan Sumijatun Maret 2008 Penugasan / ( Care Delivery Methode ) Metode yg digunakan pemberian asuhan keperawatan kpd klien Didesain mewujudkan pelayanan keperwatan yg aman, efektif dan efisien

Lebih terperinci

Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila Modul ke: 01Fakultas Pendidikan Pancasila Kontrak Perkuliahan Gunawan Wibisono SH MSi Program Studi PERKENALAN DOSEN Nama: Gunawan Wibisono SH MSi PEMILIHAN KETUA KELAS KONTRAK PERKULIAHAN PENDIDIKAN PANCASILA

Lebih terperinci

KURIKULUM KURSUS MEMBACA CEPAT ONLINE

KURIKULUM KURSUS MEMBACA CEPAT ONLINE KURIKULUM KURSUS MEMBACA CEPAT ONLINE Salam Membaca Cepat, Saya mengucapkan terima kasih atas ketertarikan Anda pada kursus membaca cepat online. Dokumen ini akan menjelaskan materi apa saja yang disajikan

Lebih terperinci

PANDUAN REMEDI SEMESTER GENAP TA. 2016/2017

PANDUAN REMEDI SEMESTER GENAP TA. 2016/2017 Terakreditasi A SK. BAN-PT No. 415/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/X/2014 PANDUAN REMEDI SEMESTER GENAP TA. 2016/2017 KALENDER KEGIATAN REMEDI SEMESTER GENAP TA. 2016/2017 NO KEGIATAN TEMPAT WAKTU 1 Pendaftaran

Lebih terperinci

Standar Operasional Prosedur

Standar Operasional Prosedur Standar Operasional Prosedur Esti Handayani Disampaikan pada pelatihan Pelayanan Prima di Bapelkes Murnajati, 9 12 April 2012. Istilah Standard Operating Procedure (SOP) Standar Prosedur Operasional (SPO)

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2016/2017 Program Kelas Paralel ( Karyawan ) A PERSYARATAN PENDAFTARAN 1. Lulusan SMA/K, Mahasiswa Pindahan, dan Lulusan D3 2. Lulusan

Lebih terperinci

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2016/2017 Program Kelas Paralel ( Karyawan )

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2016/2017 Program Kelas Paralel ( Karyawan ) A PERSYARATAN PENDAFTARAN PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENDAFTARAN Mahasiwa Baru Tahun Akademik 2016/2017 Program Kelas Paralel ( Karyawan ) 1 Lulusan SMA/K, Mahasiswa Pindahan dan D3 Melanjutkan ke S1 2

Lebih terperinci

OLEH : MAWADDAH NASUTION. M.PSI, psikolog

OLEH : MAWADDAH NASUTION. M.PSI, psikolog OLEH : MAWADDAH NASUTION. M.PSI, psikolog PSIKOLOGI FORENSIK A. DEFENISI Secara umum sebuah bidang penelitian dan praktik yg berusaha memahami dan memprediksi perilaku seperti tindakan kejahatan Webster

Lebih terperinci

ABNORMALITAS. By : IkaSari Dewi

ABNORMALITAS. By : IkaSari Dewi ABNORMALITAS By : IkaSari Dewi DEFINISI Perilaku, pikiran & perasaan yg m bahayakan idv maupun org lain. Bentuk Bahayaspt : pengalaman yg tidak menyenangkan (cemas / depresi), tdk mampu berfungsi dlm suatu

Lebih terperinci

RANCANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS SCL Matakuliah: PRODUKSI TERNAK POTONG DAN KERJA ( 383I113 ) Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Basit Wello, M.Sc Koordinator Prof. Dr. Ir. Sudirman Baco, M.Sc Ir. Johana C. Likadja,

Lebih terperinci

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL

BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL BAB II PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN ANALISIS HASIL A. Persiapan Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan, dimana mahasiswa PPL harus benar-benar menyiapkan diri

Lebih terperinci

Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si

Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si Dr. Sri wahyu Lelly Hana Setyanti, SE., M.Si KETERAMPILAN DASAR Memiliki mental & spiritual tinggi Memiliki kepribadian unggul Pandai berinisiatif Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha KETERAMPILAN KHUSUS

Lebih terperinci

PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR)

PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) Mahasiswa mampu: Memahami Standar Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) Memahami Kriteria & jenis PKPR Memahami dan menerapkan Model Alur PKPR STANDAR PELAYANAN

Lebih terperinci

PERTEMUAN 6. Dra. Sri Hastuti Handayani, Psi., M.Si

PERTEMUAN 6. Dra. Sri Hastuti Handayani, Psi., M.Si PERTEMUAN 6 Dra. Sri Hastuti Handayani, Psi., M.Si Setiap mns ingin hidup tenang & bahagia, shg akan berusaha mencarinya meskipun tdk semua org dpt mencapai apa yg diinginkan krn akan menemui rintangan

Lebih terperinci

PERATURAN AKADEMIK. Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut:

PERATURAN AKADEMIK. Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut: PERATURAN AKADEMIK Peraturan akademik yang berlaku di Program Magister Pendidikan Kimia adalah sebagai berikut: PERATURAN AKADEMIK PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS JAMBI BAB I KETENTUAN

Lebih terperinci

KASYFI HARTATI Disampaikan pada ASM 2014

KASYFI HARTATI Disampaikan pada ASM 2014 KASYFI HARTATI Disampaikan pada ASM 2014 Yogyakarta, 15 Maret 2014 Tinjauan Pustaka Pendahuluan Metode Penelitian Hasil & Pembahasan Kesimpulan A. Latar Belakang Masalah B. Perumusan Masalah Bagaimanakah

Lebih terperinci

Jadwal Registrasi dan Ujian untuk Program Pascasarjana (PPs) Batas Akhir Registrasi* 3 Februari Agustus 2010

Jadwal Registrasi dan Ujian untuk Program Pascasarjana (PPs) Batas Akhir Registrasi* 3 Februari Agustus 2010 Katalog Universitas Terbuka 2010 223 5. Program Pascasarjana (PPs) a. Pendaftaran dan Registrasi 1) Calon mahasiswa dapat meminta informasi dan formulir pendaftaran di UPBJJ-UT penyelenggara program. 2)

Lebih terperinci

KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA

KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA Pertemuan 12 Sri Hastuti Handayani, Psi, M.Si KESEHATAN MENTAL DLM KEHIDUPAN REMAJA Pendidikan seks Peran sekolah Kelompok resiko tinggi Kecemasan remaja Tugas perkembangan

Lebih terperinci

ETIK UMB MANAJEMEN WAKTU DAN MENYUSUN SKALA PRIORITAS. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi AKUNTANSI.

ETIK UMB MANAJEMEN WAKTU DAN MENYUSUN SKALA PRIORITAS. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi AKUNTANSI. ETIK UMB Modul ke: MANAJEMEN WAKTU DAN MENYUSUN SKALA PRIORITAS Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Program Studi AKUNTANSI www.mercubuana.ac.id MANAJEMEN WAKTU DAN MENYUSUN PRIORITAS Manajemen waktu yang baik

Lebih terperinci

TARGET PASAR. Apakah pasar itu?

TARGET PASAR. Apakah pasar itu? Apakah pasar itu? TARGET PASAR Pasar adalah Orang-orang dengan kebutuhan dan atau keinginan mempunyai uang yang akan dibelanjakan dan mempunyai kemauan untuk membelanjakan Target pasar : Sekelompok konsumen

Lebih terperinci

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG JADWAL PERKULIAHAN Jurusan/Prog. Studi : Pendidikan MIPA /Pend. BIO Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG SEMESTER I I A Senin I 06.50-08.30

Lebih terperinci

MENGIDENTIFIKASI SIKAP & PERILAKU WIRAUSAHA

MENGIDENTIFIKASI SIKAP & PERILAKU WIRAUSAHA MENGIDENTIFIKASI SIKAP & PERILAKU WIRAUSAHA Pertemuan 9 Standar Kompetensi: K E W I R A U S A H A A N WIRA = Perwira, Berani, Mandiri USAHA = Daya, Upaya Seseorang yg memiliki kemampuan melihat & menilai

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN

KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN KONSEP DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN Manajemen membutuhkan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan inf untuk manajemen

Lebih terperinci

UJIAN ONLINE SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA ABSTRAK

UJIAN ONLINE SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA ABSTRAK UJIAN ONLINE SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA Inggit Winarni Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas

Lebih terperinci

Tinjauan Umum Etika. Arif 2013

Tinjauan Umum Etika. Arif 2013 Tinjauan Umum Etika Arif Basofi @PENS 2013 Referensi Teguh Wahyono, Etika Komputer dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi, Penerbit Andi Yogyakarta, 2006. Materi Pengertian etika

Lebih terperinci

Ciri Keilmuan Biologi Syarat dapat dikatakan sebagai ilmu : 1. Obyek dan persoalannya jelas 2. Ada prosedur dan metode ilmiah yg digunakan 3.

Ciri Keilmuan Biologi Syarat dapat dikatakan sebagai ilmu : 1. Obyek dan persoalannya jelas 2. Ada prosedur dan metode ilmiah yg digunakan 3. Ciri Keilmuan Biologi Syarat dapat dikatakan sebagai ilmu : 1. Obyek dan persoalannya jelas 2. Ada prosedur dan metode ilmiah yg digunakan 3. Ada Struktur konsep atau sistematika konsep 4. Ada kecenderungan

Lebih terperinci