BAB II TINJAUAN TEORITIS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB II TINJAUAN TEORITIS"

Transkripsi

1 BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Manajemen Sistem dan Jaringan Manajemen jaringan adalah kemampuan untuk memonitor, mengontrol dan merencanakan sumber serta komponen sistem dan jaringan komputer (Mellquist, 1998). Jaringan komputer bisa menghemat waktu dan biaya; namun bisa juga menyita waktu dan biaya dalam pengoperasiannya. Manajemen sistem dan jaringan mencoba menggunakan kekuatan komputer dan jaringan untuk mengatur dan mengelola sistem serta jaringan itu sendiri. Manajemen sistem sangat mengandalkan adanya peralatan untuk inventarisasi software, distribusi software dan pengontrolan virus komputer. Dalam melakukan hal itu, para administrator jaringan mengandalkan berbagai macam peralatan. Manajemen jaringan cenderung lebih berfokus pada manajemen peralatan (prasarana), manajemen lalu lintas, perencanaan dan keamanan. Pada pengembangan peralatan manajemen ada berbagai macam protokol dan standar manajemen yang memiliki aplikasi dalam manajemen sistem dan jaringan yang memanfaatkan Simple Network Management Protocol (SNMP) untuk manajemen sistem dan jaringan. 2.2 Arsitektur Manajemen Hal yang paling utama dalam masalah manajemen jaringan adalah konsep tentang manager dan agent. Sekurang-kurangnya satu rangkaian jaringan yang ditemukan dalam sebuah jaringan yang teratur ditunjuk sebagai manager atau Network Management Station (NMS). NMS bertanggung jawab untuk memonitor dan mengontrol agent-agent. Sebuah agent adalah suatu komponen software yang terdapat dalam serangkaian peralatan yang ada pada jaringan, yang bertanggung jawab terhadap pemantauan dan pengontrolan lingkungan tempat agent itu

2 beroperasi. Hal ini mencakup peralatan dengan suatu wilayah jaringan yang dapat dicapai oleh NMS. Sama halnya, manager mengungkapkan sebuah permintaaan kepada agent dan agent menanggapinya dengan memberikan sebuah informasi yang tepat. Dengan cara ini, sebuah NMS tunggal dapat mengatur berbagai jenis agent. Manajemen jaringan dapat diimplementasikan dengan menggunakan berbagai macam arsitektur yang didasarkan pada tipe dan ukurannya masing-masing. Pada dasarnya, ada dua arsitektur yang dapat digunakan, manajemen terpusat (centralized management) dan manajemen menyebar (distributed management). SNMP dan SNMP++ berguna bagi pengembangan sistem-sistem manajemen baik yang terpusat maupun yang menyebar (Mellquist, 1998). Gambar 2.1 mengilustrasikan sistem manajemen terpusat. Jaringan A Jaringan B Stasiun Manajemen Terpusat Jaringan C Gambar 2.1 Sistem Manajemen Terpusat Manajemen terpusat digunakan untuk sentralisasi terhadap kontrol dan tanggung jawab manajemen dalam satu lokasi. (Gambar 2.1). Manajemen terpusat ideal untuk sistemsistem yang terbatas dalam segi ukuran atau yang terisolasi secara geografis. Arsitektur yang terpusat bersandar pada informasi dan kontrol untuk muncul pada sebuah lokasi tunggal yang tersentralisasi atau terpusat. Jaringan yang secara geografis tidak didistribusikan dapat diatur secara efektif dengan menggunakan model manajemen terpusat sehingga menyederhanakan manajemen jaringan yang ukurannya tidak besar. Oleh karena monitoring dan kontrol terletak

3 pada satu titik, maka manajer jaringan harus terletak pada titik yang sama. Supaya bisa memonitor atau memantau jaringan dengan efektif, maka stasiun manajemen yang terpusat harus menyelidiki peralatan/perlengkapan jaringan yang ditemukan dalam masing-masing jaringan untuk memperkenalkan lalu lintas manajemen pada hubungan-hubungan internetwork (antar jaringan). Manajemen yang menyebar (terdistribusi) digunakan untuk pendistribusian kontrol dan tanggung jawab manajemen. Arsitektur yang terdistribusi atau menyebar menyediakan manajemen untuk sistem-sistem yang besar dan yang terdistribusikan secara geografis, dan juga bermanfaat ketika sumber-sumber jaringan yang penting harus dilindungi, contohnya Wide Area Network (WAN). Bertolak belakang dengan model terpusat, model terdistribusi mendistribusikan informasi dan kontrol sedemikian sehingga masing-masing jaringan atau situs yang terdistribusi secara geografis bertanggung jawab bagi dirinya sendiri. Dalam sebuah model terdistribusi, manajemen ditekan ke bawah hingga mencapai tingkat yang terendah. Dalam model manajemen terdistribusi, memiliki manajer-manajer yang bertanggung jawab bagi daerah kekuasaan manajemennya masing-masing. Informasi penting yang berhubungan dengan keseluruhan antar jaringan diteruskan oleh manajer dari kumpulan manajer. (Gambar 2.2). Model manajemen terdistribusi baik sekali dalam mengembangkan jaringan yang berukuran besar. Gambar 2.2 mengilustrasikan sistem manajemen terdistribusi

4 Manajer dari manajer Gambar 2.2 Manajemen Terdistribusi 2.3 Sasaran-sasaran Manajemen Menjaga Agar Jaringan Tetap Berjalan Dalam manajemen jaringan selalu diupayakan agar sistem-sistem dan jaringan tetap beroperasi, atau tetap dalam keadaan siaga dan berjalan. Ini tidak ada hubungannya dengan kualitas pelayanan atau kesulitan-kesulitan yang mungkin dialami ketika menggunakan jaringan walaupun terkadang ada saatnya di mana jaringan memang tidak berfungsi atau tidak diperlukan. Kemampuan untuk mendeteksi atau mencegah kemungkinan-kemungkinan semacam itu sangatlah penting bagi manajer jaringan. SNMP merupakan suatu peralatan yang vital untuk memantau dan mengumpulkan informasi tentang kesehatan suatu jaringan. Tanpa SNMP, akan sulit sekali bahkan tidak mungkin mengadakan penghitungan skala sederhana contohnya berapa lama suatu jaringan telah berfungsi dan berjalan Memelihara Kinerja Jaringan Tanggung jawab terbesar dari suatu manajemen jaringan adalah mengusahakan suatu tingkat yang dapat diterima atas tingkat kinerjanya, atau Quality of Service (QoS). SNMP memainkan peran yang vital dalam pemantauan kinerja. Dengan menggunakan SNMP, maka statistik lalu lintas jaringan yang vital menjadi mungkin untuk dipelajari dan dianalisis. Informasi ini dapat digunakan baik untuk analisis jangka pendek (short-term analysis)

5 maupun untuk analisis jangka panjang (long-term analysis). Analisis jangka pendek berguna sekali untuk mendeteksi dan membuat perbaikan secara cepat atas kesalahan dan masalah yang timbul. Analisis yang bersifat jangka panjang terutama digunakan untuk melakukan deteksi atas permasalahan yang muncul secara perlahan-lahan. Analisis model ini juga memungkinkan tersedianya informasi yang bernilai tentang pertumbuhan jaringan. 2.4 Standar dan Protokol Manajemen Standar memainkan peran yang penting dalam sistem manajemen dan jaringan. Standar memungkinkan berbagai sistem yang heterogen bisa dijalankan dengan menggunakan standar tunggal. Tanpa standar, maka sistem-sistem harus dijalankan dengan protokol atau aturan dasar yang sesuai dengan kekhasan tiap-tiap vendor dan penghasil komponen jaringan. Suatu standar dikatakan baik jika standar-standar yang dimaksud itu bisa menjamin kemampuan operasi di antara berbagai komponen sebuah sistem. Sebaliknya, standar-standar tersebut bisa dikatakan buruk jika lembaga yang membuatnya, yang mengawasi atau menentukan bentuk dan sifat standar yang dilahirkan tersebut, gagal menampilkan karakter sebagaimana yang dibutuhkan atau dituntut oleh sebuah komunitas jaringan. 2.5 Organisasi-organisasi Standar Jaringan Ada beberapa lembaga standar yang mengawasi standar manajemen sistem dan jaringan. Lembaga-lembaga ini berbeda dalam wilayah standardisasi yang hendak dituju dan prosesproses yang digunakan untuk mencapai serangkaian tujuan yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan Internet Engineering Task Force (IETF) Kerja yang paling sukses dalam konteks teknologi manajemen jaringan yang bersifat standar berasal dari Internet Engineering Task Force (IETF). Bersama dengan banyak standar protokol yang lain, IETF bertanggung jawab terhadap terciptanya SNMP. IETF adalah sebuah organisasi yang didalamnya setiap orang dapat berpartisipasi dengan menghadiri

6 pertemuan secara langsung atau dengan menggunakan electronic mail. IETF adalah subbagian dari Internet Architectural Board (IAB). Bersama-sama dengan Internet Research Task Force (IRTF), keduanya, yaitu IETF dan IAB, membentuk task force jangka pendek dan jangka panjang dengan menggunakan protokol jaringan dan standar-standar Internet yang diperlukan. IETF bertanggung jawab terhadap rekayasa tugas jangka pendek dan proposalproposal standar; IRTF bertanggung jawab bagi upaya-upaya riset jangka panjang. Masingmasing dari kedua lembaga tersebut, IETF dan IRTF, dijalankan oleh kelompok pengarah (steering group). IETF dijalankan oleh Internet Engineering Steering Group (IESG) dan IRTF dijalankan oleh Internet Research Steering Group (IRSG). Masing-masing kelompok kerja memiliki sebuah bagian dan, jika berhasil, menghasilkan serangkaian dokumen. Dokumen-dokumen tersebut dinamakan Internet- Drafts. Ketika dipublikasikan, draft tersebut bisa jadi dikategorikan sebagai Standards Track, Experimental atau Informational. Rancangan alur standar mengikuti urutan Proposed-Draft, Draft, atau Standard. Tidak semua International-Drafts membuatnya menjadi Standard penuh. Ketika diupayakan peningkatan terhadap rancangan yang telah ada, beberapa rancangan itu berakhir sebagai Obsolete atau Historic. Tiap rancangan yang tercipta diberikan sebuah nomor Request For Comment (RFC) dan tiap rancangan tersebut diupayakan selalu tersedia melalui sebuah arsip elektronik. Daftar yang berisikan semua RFC yang telah dipublikasikan dapat ditemukan di Siapapun bebas untuk mendesain dan memberlakukan sebuah protokol untuk digunakan dalam perlengkapan Internet yang tersedia, yaitu yang terdokumentasi dalam bentuk RFC. Lembaga standar penting yang lain yaitu Internet Assigned Numbers Authority (IANA), yang bertanggung jawab menjaga dan mengusahakan agar daftar-daftar nilai digunakan dalam kesatuan protokol Internet. Sebagai contoh, nomor port TCP/IP 161 adalah port Internet Protokol yang disetujui untuk permintaan protokol SNMP ( Semua spesifikasi yang berkaitan dengan SNMP dan komponenkomponennya yang terkait erat digambarkan sebagai IETF RFCs yang mencakup protokol SNMP serta definisi Management Information Base (MIB). Komponen-komponen untuk kerangka kerja SNMP dinyatakan dalam serangkaian RFC yang ditunjukkan dalam Tabel 2.1.

7 Tabel 2.1 SNMP Request For Comment (RFC) RFC# Nama 1901 Pengenalan komunitas berbasis SNMPv SMI untuk SNMPv Konvensi tekstual untuk SNMPv Pernyataan Konformansi bagi SNMPv Operasi Protokol untuk SNMPv Pemetaan Transport untuk SNMPv MIB untuk SNMPv Koeksistensi (pasangan) antara SNMPv1 dengan SNMPv Kelompok-kelompok Standar de Facto Di samping lembaga standar formal, standar-standar yang diterima secara de facto atau secara universal yang diambil dari sebuah lembaga nonstandar juga memainkan peran penting dalam manajemen jaringan. Lembaga standar de facto yang paling terkenal untuk sistem manajemen adalah Desktop Management Task Force (DMTF). DMTF adalah sekelompok perusahaan dengan sebuah kepentingan bersama dalam penyediaan mekanisme standar untuk manajemen komputer desktop dan peripheral. DMTF telah menghasilkan Desktop Management Interface (DMI), yang digunakan untuk instrumentasi dan akses informasi sistem desktop, termasuk personal computer (PC), file server, dan printer. DMTF dikontrol dan dijalankan oleh hanya sedikit perusahaan utama (core company). DMTF mengetengahkan beberapa isu yang tidak dikaitkan dengan IETF, seperti API manajemen standar.

8 2.6 Protokol Manajemen yang Terstandarisasi Simple Network Management Protocol (SNMP) SNMP merupakan protokol manajemen sistem dan jaringan yang paling populer. Lebih banyak peralatan dan sistem yang dijalankan dengan SNMP daripada dengan protokol manajemen lain jenis mana pun karena SNMP berukuran sangat kecil dan biaya penyebarannya tidak mahal. Artinya, SNMP dapat diimplementasikan dalam peralatanperalatan dengan memori dan sumber-sumber CPU yang minimal sekalipun. Sifat SNMP sangat bertentangan dengan protokol manajemen Open Systems Interconnection (OSI) yang sangat kompleks. SNMP dikembangkan untuk menyediakan peralatan manajemen jaringan yang mudah diterapkan bagi rangkaian protokol seperti Transport Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Gagasan di balik SNMP adalah bagaimana supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk memonitor, mengumpulkan informasi dan mengatur bagaimana mereka beroperasi secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja. Pengelolaannya dijalankan dengan mengumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola. Ada dua jenis perangkat SNMP. Pertama adalah Managed Nodes yang merupakan node pada jaringan yang telah dilengkapi dengan software supaya dapat diatur menggunakan SNMP. Node biasanya adalah perangkat TCP/IP yang kadang-kadang juga disebut managed devices. Kedua adalah Network Management Station (NMS) yang merupakan perangkat jaringan khusus yang menjalankan software tertentu supaya dapat mengatur managed nodes. Pada jaringan harus ada satu atau lebih NMS karena NMS adalah perangkat yang sebenarnya menjalankan SNMP. Managed nodes bisa berupa perangkat jaringan apa saja yang dapat berkomunikasi menggunakan TCP/IP, yang diinstal dengan software SNMP. SNMP didesain supaya host

9 dapat diatur, demikian juga dengan perangkat seperti router, bridge, hub, dan switch. Perangkat yang lain juga bisa diatur apabila mereka terhubung ke jaringan TCP/IP seperti printer, scanner, dan lain-lain. Masing-masing perangkat dalam manajemen jaringan yang menggunakan SNMP menjalankan suatu software yang umumnya disebut SNMP entity. SNMP entity bertanggung jawab untuk mengimplementasikan beragam fungsi SNMP. Masing-masing entity terdiri dari dua komponen utama. Komponen SNMP entity pada suatu perangkat bergantung kepada apakah perangkat tersebut managed nodes atau network management station. SNMP entity pada managed nodes terdiri atas SNMP Agent yang merupakan program yang mengimplementasikan protokol SNMP dan memungkinkan managed nodes memberikan informasi kepada NMS dan menerima perintah darinya, dan SNMP Management Information Base (MIB) yang menentukan jenis informasi yang disimpan tentang node yang dapat dikumpulkan dan digunakan untuk mengontrol managed nodes. Informasi yang dikirim menggunakan SNMP merupakan objek dari MIB. Pada jaringan yang lebih besar, NMS bisa saja terpisah dan merupakan komputer TCP/IP bertenaga besar yang didedikasikan untuk manajemen jaringan. SNMP entity pada NMS terdiri dari SNMP Manager yang merupakan program yang mengimplementasikan SNMP sehingga NMS dapat mengumpulkan informasi dari managed nodes dan mengirim perintah kepada manager, dan SNMP Application yang merupakan satu atau lebih aplikasi yang memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan SNMP dalam mengatur jaringan. Dengan demikian, secara keseluruhan SNMP terdiri dari sejumlah NMS yang berhubungan dengan perangkat TCP/IP yang disebut managed nodes. SNMP manager pada NMS dan SNMP agent pada managed nodes mengimplementasikan SNMP dan memungkinkan informasi manajemen jaringan dikirim. SNMP application berjalan pada NMS dan menyediakan interface untuk administrator, dan memungkinkan informasi dikumpulkan dari MIB pada masing-masing SNMP agent. Gambar 2.3 mengilustrasikan tipe-tipe pesan yang ada di SNMP.

10 NETWORK MANAGEMENT STATION APPLICATION M A N A G E R P R O T O C O L Get Get-Next Set Response Trap Parameter Parameter Parameter (Alert) A G E N T P R O T O C O L M I B System ID Number of Interfaces Routing Table Traffic Counts Error Counts M A N A G E D S Y S T E M Gambar 2.3 Pesan yang dikirim antara manajer dan agen Keterangan: Get-request Get-next-request digunakan untuk meminta nilai dari satu atau lebih variabel MIB. digunakan untuk membaca nilai secara sekuensial. Sering digunakan untuk membaca tabel nilai. Setelah melewati baris pertama dengan pesan get-request, pesan get-next-request digunakan untuk membaca baris berikutnya. Set-request digunakan untuk update satu atau lebih nilai MIB. Get-response untuk menjawab pesan get-request, get-next-request dan set-request.

11 Trap digunakan untuk mendukung significant events, seperti restart atau link yang down Remote Monitoring (RMON) Model umum yang digunakan SNMP adalah adanya network management station (NMS) yang mengirim request kepada SNMP agent. SNMP agent juga bisa melakukan komunikasi dengan mengirim pesan trap untuk memberitahu management station ketika terjadi suatu event tertentu. Model ini bekerja dengan baik, yang mana inilah mengapa SNMP menjadi sangat populer. Namun, satu masalah mendasar dari protokol dan model yang digunakan adalah bahwa diorientasikan pada komunikasi dari SNMP agent yang biasanya perangkat TCP/IP seperti host dan router. Jumlah informasi yang dikumpulkan oleh perangkat ini biasanya terbatas, karena sudah pasti host dan router mempunyai tugas sebenarnya yang harus dilakukan yaitu melakukan tugas sebagai host dan router. Mereka tidak bisa mendedikasikan diri mereka untuk melakukan tugas manajemen jaringan. Oleh karena itu, pada situasi di mana dibutuhkan informasi jaringan yang lebih banyak dibanding yang dikumpulkan oleh perangkat biasa, administrator sering kali menggunakan hardware khusus bernama network analyzer, monitor, atau probe. Hardware khusus tersebut hanya mengumpulkan statistik dan memantau event yang diinginkan oleh administrator sehingga akan sangat berguna jika perangkat tersebut dapat menggunakan SNMP supaya informasi yang dikumpulkan bisa diterima, dan dapat mengeluarkan pesan trap ketika ada event yang terjadi. Untuk melakukan itu, dibuatlah Remote Network Monitoring (RMON). RMON sering kali disebut sebagai protokol. Namun, RMON sebenarnya adalah bagian dari SNMP, dan RMON hanya suatu modul management information base (MIB) yang menentukan objek MIB yang digunakan oleh probe. Secara arsitektur, RMON hanyalah salah satu modul MIB yang menjadi bagian dari SNMP.

12 2.6.2 Common Management Information Protocol (CMIP) SNMP bukanlah satu-satunya protokol manajemen jaringan. International Organization for Standardization (ISO) dan International Consultative Committee on Telegraphy and Telephony (CCITT) telah bersama-sama berupaya untuk menciptakan sebuah standar manajemen jaringan bagi lingkungan Open Systems Interconnection (OSI). Hasilnya adalah berupa Common Management Information Service (CMIS) dan Common Management Information Protocol (CMIP), yang mengimplementasi CMIS. Standar manajemen sistem OSI merupakan jenis yang besar dan kompleks. Karena alasan kompleksitas dan ukurannya itulah maka ada dorongan yang kuat untuk menciptakan sebuah skema yang lebih sederhana, dan skema itulah yang kita namakan SNMP. Meskipun begitu, CMIS dan CMIP telah memberikan manfaat dan kegunaannya dalam industri telekomunikasi Desktop Management Interface (DMI) DMI dikembangkan oleh Desktop Management Task force (DMTF), suatu bentuk inkorporasi atau penggabungan beberapa perusahaan dengan sebuah kepentingan bersama, yaitu menyediakan mekanisme untuk mengatur dan menjalankan komponen sebuah desktop. DMI bertindak seperti sebuah abstraksi di antara software manajemen dan komponenkomponennya yang harus diatur. DMI dapat digunakan untuk mengatur komponenkomponen lokal, tanpa jaringan, atau hanya sedikit menggunakan Remote Procedure Calls (RPCs). DMI dapat juga dipetakan pada protokol yang sedang difungsikan seperti SNMP atau CMIP. Di mana CMIP dan SNMP menggunakan MIB, di situlah DMI menggunakan file Managed Information Format (MIF) untuk menggambarkan komponen-komponen yang diatur atau dijalankan itu. Ketika komponen baru ditambahkan pada sebuah sistem, maka MIF yang berhubungan ditambahkan pula. Langkah ini menyediakan sebuah mekanisme yang dapat diperluas untuk mengatur sebuah sistem sebagai komponen-komponen hardware, dan kemudian komponen software dimasukkan. 2.7 Wilayah Cakupan Manajemen Jaringan

13 Manajemen jaringan dapat dipilah-pilah ke dalam lima wilayah cakupan fungsional. Tiap wilayah menentukan bidang-bidang tugas yang berlainan dari manajemen dengan kebutuhankebutuhan spesifik tergantung pada jaringan yang akan dikelola Manajemen Kesalahan Manajemen kesalahan (fault management) berhubungan dengan masalah-masalah seperti deteksi, isolasi dan koreksi terhadap kondisi-kondisi yang salah dalam sebuah jaringan. Melalui pemantauan (monitoring) yang aktif dan pemberitahuan kejadian, kondisi-kondisi yang salah dapat dideteksi, diisolasi dan diperbaiki. Monitoring yang bersifat aktif dicapai dengan mengumpulkan informasi dari berbagai komponen yang dijalankan (managed component). Ketika informasi yang diterima kembali itu melewati beberapa ambang atau permulaan yang telah ditetapkan sebelumnya, maka kondisi yang salah pun dapat di deteksi. Meskipun pengumpulan (polling) dapat menjadi efektif, namun hal demikian menuntut bandwidth jaringan yang kemudian dapat menjadi sia-sia jika tak satupun kesalahan ditemukan. Polling juga menjadi sulit ketika dikaitkan dengan sebuah jaringan yang besar dimana banyak komponen perlu diselidiki. Sebuah pendekatan alternatif terhadap polling adalah pemberitahuan kejadian (event notifiication). Pemberitahuan kejadian digunakan agen jaringan untuk memberitahukan manajer bahwa sebuah kesalahan telah terjadi sehingga menghemat bandwidth jaringan karena komunikasi berlangsung hanya jika terdapat sebuah kesalahan. Pemberitahuan kejadian mungkin tidak dengan sendirinya bisa menangkap semua kesalahan atau gangguan karena ketika sebuah komponen jaringan down. Solusinya adalah menggabungkan kedua pendekatan tersebut dan menjalankan polling berfrekuensi rendah dengan pemberitahuan kejadian. Oleh karena polling dijalankan hanya pada frekuensi rendah, maka lalu lintas jaringan yang tidak perlu tidak diperkenalkan. Dalam kejadian dimana sebuah pemberitahuan diterima, frekuensi polling untuk komponen yang dijalankan tersebut mungkin meningkat. Teknik tersebut juga dikenal dengan istilah polling yang berbasis pemberitahuan (notification-based polling) Manajemen Akunting

14 Manajemen akunting (accounting management) berhubungan dengan masalah alokasi sumber-sumber di dalam sebuah sistem jaringan dan meminta bayaran atas pelayanan atau jasa dari sumber-sumber tersebut. Tipe manajemen seperti ini mencakup pengumpulan informasi yang digunakan dari komponen jaringan dan penciptaan informasi rekening yang akurat. Sekarang ini, banyak Internet Service Provider (ISP) memanfaatkan bentuk manajemen seperti ini untuk menentukan berapa banyak tagihan yang diajukan kepada para klien yang telah memanfaatkan layanan jasa Internet mereka. Manajemen akunting secara khusus bertindak sebagai tugas berprioritas rendah sementara tugas manajemen seperti manajemen kesalahan lebih diutamakan. Bidang penting lainnya dalam manajemen akunting adalah manajemen aset dan inventaris komponen-komponen jaringan. Bidang tersebut memungkinkan dibuatnya secara otomatis daftar inventaris perlengkapan atau peralatan jaringan. Ketika berurusan dengan sistem yang besar, manajemen jenis ini bisa memberikan manfaat secara khusus Manajemen Konfigurasi Manajemen konfigurasi (configuration management) berhubungan dengan pembaruan (updating), perubahan (changing) dan pemodifikasian (modifying) sumber-sumber di dalam jaringan. Konfigurasi komponen-komponen jaringan terutama dijalankan ketika komponen tersebut pertama kalinya diinstal. Konfigurasi mungkin juga menjadi akibat atau hasil dari manajemen kesalahan di mana kesalahan dikoreksi melalui perubahan konfigurasi Manajemen Kinerja Manajemen kinerja (performance management) berhubungan dengan analisis dan evaluasi kinerja sistem dan jaringan. Manajemen kinerja adalah bidang manajemen yang penting di mana kinerja baik yang bersifat jangka pendek maupun yang bersifat jangka panjang dapat dievaluasi. Analisis yang bersifat jangka pendek terhadap data kinerja bisa menentukan dengan segera kondisi-kondisi yang perlu diberi perhatian. Sedangkan analisis yang bersifat

15 jangka panjang membantu memberikan penjelasan pada kondisi-kondisi yang terjadi secara perlahan-lahan sepanjang waktu Manajemen Keamanan Manajemen keamanan (security management) memberikan jaminan keamanan terhadap sumber-sumber di dalam suatu sistem atau jaringan. Keamanan menjadi semakin penting dengan konektivitas yang bertambah. Manajemen keamanan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan manajemen kesalahan dan manajemen konfigurasi karena konfigurasi peralatan penting harus mendapatkan jaminan keamanan. Manajemen keamanan dapat dibagi ke dalam dua bidang yaitu; manajemen yang menangani keamanan jaringan dan manajemen yang menggunakan protokol-protokol yang aman. Manajemen yang menangani keamanan jaringan mencakup penanganan dan pengkonfigurasian password pada server sehingga akses yang tidak sah tidak diperkenankan. Manajemen yang menggunakan protokol yang aman mencakup tindakan untuk memastikan bahwa manajemen atas agen-agen dilakukan dengan menggunakan protokol-protokol yang bisa mencegah akses yang tidak diizinkan (unauthenticated access).

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Secara umum, manajemen jaringan adalah layanan yang memanfaatkan berbagai tool, aplikasi, dan device untuk membantu administrator jaringan memonitor dan mengelola jaringan

Lebih terperinci

SNMP. Manajemen Jaringan Misbahul Fajri, ST. MTI, CCNA. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

SNMP. Manajemen Jaringan Misbahul Fajri, ST. MTI, CCNA. Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana SNMP 11 1 Internet Network Management Berhubungan dengan SNMP-based Network Management Simple Network Management Protocol (SNMP) sering dihubungkan ke Internet Network Management Framework yang meliputi:

Lebih terperinci

TUGAS 3 MID MANAJEMEN JARINGAN BRAMANTIO RIZKI NUGROHO NIM

TUGAS 3 MID MANAJEMEN JARINGAN BRAMANTIO RIZKI NUGROHO NIM TUGAS 3 MID MANAJEMEN JARINGAN BRAMANTIO RIZKI NUGROHO NIM 09121001044 SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 Simple Network Management Protocol (SNMP) Simple Network Management

Lebih terperinci

Bab II Tinjauan Pustaka

Bab II Tinjauan Pustaka Bab II Tinjauan Pustaka II.1 Enterprise Management System (NMS untuk enterprise) Enterprise management System adalah sistem manajemen jaringan yang digunakan untuk mengelola perangkat / device dan tidak

Lebih terperinci

Monitoring Sistem Jaringan Dengan Protokol SNMP

Monitoring Sistem Jaringan Dengan Protokol SNMP Monitoring Sistem Jaringan Dengan Protokol SNMP 1. SNMP ( Simple Network Management Protocol) SNMP adalah sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur

Lebih terperinci

Modul Jaringan Komputer III

Modul Jaringan Komputer III Teori SNMP Disadur, dirangkum, dan diterjemahkan oleh I Putu Hariyadi ([email protected]) dari beberapa artikel di Internet antara lain: SNMP Tutorial - http://www.manageengine.com/network-monitoring/what-is-snmp.html

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 SNMP (Simple Network Management Protocol) adalah Keith McCLOGHRIE, Marshall ROSE, Jeffrey D.

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 SNMP (Simple Network Management Protocol) adalah Keith McCLOGHRIE, Marshall ROSE, Jeffrey D. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 SNMP (Simple Network Management Protocol) Pada awalnya sekitar tahun 1988 beberapa kelompok orang membutuhkan suatu peralatan yang dapat mengontrol sistem kerja jaringan melalui

Lebih terperinci

SIMPLE NETWORK MONITORING PROTOCOL (SNMP) UNTUK MEMONITOR TRAFIK USER

SIMPLE NETWORK MONITORING PROTOCOL (SNMP) UNTUK MEMONITOR TRAFIK USER SIMPLE NETWORK MONITORING PROTOCOL (SNMP) UNTUK MEMONITOR TRAFIK USER Yusriel Ardian Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kanjuruhan Malang [email protected] ABSTRAK Kelemahan manusia yang memiliki

Lebih terperinci

Network Management 1.Definisi

Network Management 1.Definisi Network Management 1.Definisi Manajemen jaringan adalah sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber jaringan dalam keadaan baik, karena saat ini jaringan sangat kompleks, dinamik dan terdiri atas

Lebih terperinci

Jaringan Komputer - Jilid V

Jaringan Komputer - Jilid V Jaringan Komputer - Jilid V Transmission Control Protocol / Internet Protocol Rezar Muslim [email protected] .. the story continue.. ~ Network File System (NFS) : adalah protokol sistem file terdistribusi

Lebih terperinci

(SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL) Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc.

(SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL) Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc. SNMP (SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL) 1 Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. Msc. CONTOH APLIKASI TCP DAN UDP 2 SNMP SNMP adalah sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer

BAB II LANDASAN TEORI. dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sekumpulan peralatan atau komputer yang saling dihubungkan untuk berbagi sumber daya (Andi Micro, 2011:6). Jaringan Komputer terbagi

Lebih terperinci

Network Traffic Monitoring Berbasis Windows Menggunakan Delphi

Network Traffic Monitoring Berbasis Windows Menggunakan Delphi Network Traffic Monitoring Berbasis Windows Menggunakan Delphi Tanpa kemampuan untuk memonitor jaringan, administrator hanya dapat bereaksi terhadap masalah pada waktu mereka muncul, bukannya lebih dulu

Lebih terperinci

TUGAS MANAJEMEN JARINGAN

TUGAS MANAJEMEN JARINGAN TUGAS MANAJEMEN JARINGAN Nama : Nur Rahma Dela NIM : 09011181320008 JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA Analisis Jaringan A. FCAPS Manajemen jaringan mengacu pada pelaksanaan(operation),

Lebih terperinci

Pengantar Protokol dan Arsitektur Protokol

Pengantar Protokol dan Arsitektur Protokol Pendahuluan Pengantar Protokol dan Arsitektur Protokol Bila diinginkan mengirim sebuah file yang ada dalam sebuah komputer ke komputer yang lain, harus ada suatu jalur (data path) antara dua komputer tersebut,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ini, diantaranya adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. ini, diantaranya adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Beberapa metode penelitian dilakukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini, diantaranya adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut : 3.1.1 Model Model diperlukan

Lebih terperinci

WIDE AREA NETWORK & ROUTER. Budhi Irawan, S.Si, M.T, IPP

WIDE AREA NETWORK & ROUTER. Budhi Irawan, S.Si, M.T, IPP WIDE AREA NETWORK & ROUTER Budhi Irawan, S.Si, M.T, IPP WIDE AREA NETWORK Pengertian WAN atau Wide Area Network adalah kumpulan komputer dan sumber daya jaringan yang terhubung melalui jaringan wilayah

Lebih terperinci

SNMP (Simple Network Management Protocol) : SNMP Pcapng Analysist

SNMP (Simple Network Management Protocol) : SNMP Pcapng Analysist SNMP (Simple Protocol) : SNMP Pcapng Analysist SNMP (Simple Protocol) adalah Internet Protocol Suite yang dibuat oleh Internet Engineering Task Force (IETF) sekitar tahun 1988 [1]. SNMP digunakan sebagai

Lebih terperinci

Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Manajemen Jaringan. Oleh Nama : Riki Andika NIM :

Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Manajemen Jaringan. Oleh Nama : Riki Andika NIM : Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Manajemen Jaringan Oleh Nama : Riki Andika NIM : 09011181320015 Jurusan Sistem Komputer Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya 2016 Simple Network Management Protocol

Lebih terperinci

TUGAS MANAJEMEN JARINGAN

TUGAS MANAJEMEN JARINGAN TUGAS MANAJEMEN JARINGAN OLEH : NAMA : INDAH SARI NIM : 09011181320011 JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 Analisa Protokol SNMP dengan Menggunakan Wireshark Dimana

Lebih terperinci

Monitoring Trafik Jaringan Pada Local Area Network USUnet Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara

Monitoring Trafik Jaringan Pada Local Area Network USUnet Pusat Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara Monitoring Trafik Jaringan Pada Local Area Network USUnet Pusat Sistem Informasi SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Komputer ZUHRIA FITRIYANI 031401016 PROGRAM

Lebih terperinci

APLIKASI PENGGUNAAN SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL(SNMP) DALAM JARINGAN. Intisari

APLIKASI PENGGUNAAN SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL(SNMP) DALAM JARINGAN. Intisari APLIKASI PENGGUNAAN SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROOCOL (SNMP) DALAM JARINGAN Hartanto K.W, Novan. S, Handoko APLIKASI PENGGUNAAN SIMPLE NETWORK MANAGEMENT PROTOCOL(SNMP) DALAM JARINGAN Hartanto K.W. Novan

Lebih terperinci

B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS)

B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS) B A B IX MODEL OSI (OPEN SYSTEMS INTERCONNECTIONS) OSI dan Integrated Services Digital Network (ISDN) merupakan bentuk komunikasi internasional. OSI diperkenalkan oleh International Standard Organization

Lebih terperinci

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications KOMIKASI DATA Dosen: Badiyanto, S.Kom., M.Kom. Refrensi : William Stallings Data and Computer Communications BAB 1 Pendahuluan 1. Model Komunikasi 2. Komunikasi Data 3. Jaringan Komunikasi Data 4. Protokol

Lebih terperinci

Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. Materi I Monitoring Jaringan Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. Monitoring performance dari jaringan Mengetahui status (up/down) service dari host yang kita monitor secara realtime dengan system alert/alarm

Lebih terperinci

Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Monitoring Traffic Jaringan Intranet Berbasis Web Dengan Menggunakan Protokol SNMP

Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Monitoring Traffic Jaringan Intranet Berbasis Web Dengan Menggunakan Protokol SNMP Perancangan dan Pembuatan Aplikasi Monitoring Traffic Jaringan Intranet Berbasis Web Dengan Menggunakan Protokol SNMP Jerry Stover Tangaguling, F. Yudi Limpraptono, dan Sotyohadi Jurusan Teknik Elektro,

Lebih terperinci

PERANCANGAN ONLINE NETWORK MONITORING BERBASIS PHP DAN SNMP

PERANCANGAN ONLINE NETWORK MONITORING BERBASIS PHP DAN SNMP PERANCANGAN ONLINE NETWORK MONITORING BERBASIS PHP DAN SNMP Sri Puji Utami A., Surya Agustian, Iman Fauzi Aditya Sayogo Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Yarsi, Jakarta 10510 Telp./Faks.: 021-4269301

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kelancaran operasional dalam suatu instansi didukung oleh berbagai jenis perangkat yang saling berhubungan menggunakan berbagai sistem dan aplikasi. Sehingga apabila

Lebih terperinci

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan

1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan 1. Menggunakan model OSI dan TCP/IP dan protokol-protokol yang terkait untuk menjelaskan komunikasi data dalam network. 2. Mengidentifikasi dan mengatasi problem yang terjadi dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS

WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS WEB-BASED INTERPRISE sebagai SOLUSI BISNIS Latar Belakang Dengan lingkungan sistem informasi yang semakin terdistribusi dan heterogen akan sangat dibutuhkan pola manajemen system yang secara konsisten

Lebih terperinci

TUMPUKAN PROTOKOL INTERNET DAN JARINGAN WORKBENCH

TUMPUKAN PROTOKOL INTERNET DAN JARINGAN WORKBENCH TUMPUKAN PROTOKOL INTERNET DAN JARINGAN WORKBENCH A. BAHASA JARINGAN Komunikasi : Proses menyampaikan informasi dari pengirim ke penerima. Proses ini membutuhkan channel atau media antara dua dan cara

Lebih terperinci

1 BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi makin luas cakupannya hingga masuk dalam. lembaga sudah menjadi sangat luas dan kompleks.

1 BAB 1 PENDAHULUAN. menjadi makin luas cakupannya hingga masuk dalam. lembaga sudah menjadi sangat luas dan kompleks. 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini, sudah banyak lembaga pemerintah yang menggunakan teknologi jaringan komputer sebagai salah satu sistem komunikasi antar satu dengan yang lainya, dan manfaat

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PROTOKOL SNMP UNTUK JARINGAN DI KANTOR GUBERNUR SUMATERA BARAT

IMPLEMENTASI PROTOKOL SNMP UNTUK JARINGAN DI KANTOR GUBERNUR SUMATERA BARAT IMPLEMENTASI PROTOKOL SNMP UNTUK JARINGAN DI KANTOR GUBERNUR SUMATERA BARAT Oleh: Zaini, Muhammad Rizky *) Dosen Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi, Univesitas Andalas Abstrak Sistem informasi telah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. antara 2 komputer atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa

BAB 2 LANDASAN TEORI. antara 2 komputer atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Jaringan Komputer Menurut Syafrizal (2005:2) jaringan komputer adalah himpunan interkoneksi antara 2 komputer atau lebih yang terhubung dengan media transmisi

Lebih terperinci

Rancang Bangun Network Mapping Sistem Monitoring Jaringan. Vincentius Bima Anong Dian Hutama

Rancang Bangun Network Mapping Sistem Monitoring Jaringan. Vincentius Bima Anong Dian Hutama Rancang Bangun Network Mapping Sistem Monitoring Jaringan Vincentius Bima Anong Dian Hutama 2209100048 PENDAHULUAN Network Management System (NMS) PERANCANGAN SISTEM KESIMPULAN LATAR BELAKANG PENDAHULUAN

Lebih terperinci

3. apa yang anda ketahui tentang firewall? A. Pengertian Firewall

3. apa yang anda ketahui tentang firewall? A. Pengertian Firewall 3. apa yang anda ketahui tentang firewall? A. Pengertian Firewall Tembok api atau dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya

Lebih terperinci

Sistem Management Jaringan Agent SNMP UDP IP Lapisan bawah Tabel 1. Lapisan-lapisan SNMP

Sistem Management Jaringan Agent SNMP UDP IP Lapisan bawah Tabel 1. Lapisan-lapisan SNMP Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah sebuah protokol yang di desain untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk mengelola jaringan komputernya dari jarak jauh atau remote. Pengelolaan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data

KOMUNIKASI. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia. 2.1 Komunikasi Data KOMUNIKASI Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia 2.1 Komunikasi Data Komunikasi data merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebelumnya Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Penelitian sebelumnya yang terkait dengan perancangan

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER Topologi jaringan adalah : hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Jenis Topologi jaringan

Lebih terperinci

Manajemen Jaringan Dimas Wahyudi

Manajemen Jaringan Dimas Wahyudi Perkembangan jaringan yang semakin kompleks mengakibatkan rumitnya monitoring dan manajemen suatu jaringan. Banyaknya perangkat jaringan yang saling terhubung, dibutuhkan suatu mekanisme monitoring jaringan

Lebih terperinci

Firewall & WEB SERVICE

Firewall & WEB SERVICE Firewall & WEB SERVICE Definisi Firewall Umumnya ditempatkan pada batas network untuk membangun batas pinggir keamanan (security). Firewall digunakan untuk melindungi internal network dari eksternal yang

Lebih terperinci

Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST.

Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST. Model OSI DAN TCP/IP PROTOKOL Konsep Dasar Komunikasi Data Konsep Protokol Jaringan OSI Model Enkapsulasi dan Dekapsulasi TCP/IP Model Protocol Suite TCP/IP Dosen Pengampu : Muhammad Riza Hilmi, ST. Email

Lebih terperinci

Bab III Prinsip Komunikasi Data

Bab III Prinsip Komunikasi Data Bab III Prinsip Komunikasi Data Teknologi Jaringan yang menghubungkan beberapa Komputer baik dalam area kecil maupun besar mempunyai aturan aturan baku atau Prinsip prinsip baku dalam komunikasi data.

Lebih terperinci

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer BAB II TEORI DASAR 2.1 Pendahuluan Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer transport yang digunakan untuk meminta kualitas layanan QoS tinggi transportasi data, untuk sebuah

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI. kabel maupun tanpa kabel (nirkabel). (Tanenbaum, 2008, p2). Tujuan daripada jaringan komputer adalah: Berbagi program dan data.

BAB 2 LANDASAN TEORI. kabel maupun tanpa kabel (nirkabel). (Tanenbaum, 2008, p2). Tujuan daripada jaringan komputer adalah: Berbagi program dan data. BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum 2.1.1 Pengertian Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komputer atau perangkat lainnya yang saling berhubungan dan terinterkoneksi

Lebih terperinci

MANAJEMEN JARINGAN. Disusun Oleh. Nama : Kusuma Dwi Indriani NIM : Dosen Pengampu : Deris Setiawan, M.T., Ph.D

MANAJEMEN JARINGAN. Disusun Oleh. Nama : Kusuma Dwi Indriani NIM : Dosen Pengampu : Deris Setiawan, M.T., Ph.D MANAJEMEN JARINGAN Disusun Oleh Nama : Kusuma Dwi Indriani NIM : 09011181320017 Dosen Pengampu : Deris Setiawan, M.T., Ph.D JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 Analisa

Lebih terperinci

SOFTWARE & PROTOKOL JARINGAN

SOFTWARE & PROTOKOL JARINGAN SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Modul 3 SOFTWARE & PROTOKOL JARINGAN Team Training SMK TI 19 SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Tujuan: Siswa dapat mengetahui dan menjelaskan mengenai software dan protokol

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA

JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA Sudah Mengumpulkan Jurnal? http://goo.gl/hhsqum JARINGAN KOMPUTER S1SI AMIKOM YOGYAKARTA Group Jarkom SI Amikom https://www.facebook.com/groups/jarkom.amikom/ Pertemuan 12 Network Management Dasar Pengelolaan

Lebih terperinci

SISTEM MONITORING JARINGAN. Kelompok: Aminatus Sakdiyah Aulia Pratama Riwayanto M Robith Zakki Arifin

SISTEM MONITORING JARINGAN. Kelompok: Aminatus Sakdiyah Aulia Pratama Riwayanto M Robith Zakki Arifin SISTEM MONITORING JARINGAN Kelompok: Aminatus Sakdiyah Aulia Pratama Riwayanto M Robith Zakki Arifin PENDAHULUAN Monitoring jaringan adalah salah satu fungsi dari management yang berguna untuk menganalisa

Lebih terperinci

TUGAS JARKOM. *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer

TUGAS JARKOM. *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer TUGAS JARKOM *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai

Lebih terperinci

Materi 11 Model Referensi OSI

Materi 11 Model Referensi OSI Materi 11 Model Referensi OSI Missa Lamsani Hal 1 Hal Penting Dalam Pertukaran Data Sistem sumber harus mengaktifkan path komunikasi data langsung atau memberitahukan jaringan komunikasi tentang identitas

Lebih terperinci

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Sasaran Pertemuan 3 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan metode pengendalian masukan dan keluaran beberapa definisi mengenai Interfacing Protokol Komunikasi Bahasa

Lebih terperinci

Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host

Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host Routing IP adalah proses pengiriman data dari satu host dalam satu network ke host dalam network yang lain melalui suatu router. Agar router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket paket ke alamat

Lebih terperinci

TK 2134 PROTOKOL ROUTING

TK 2134 PROTOKOL ROUTING TK 2134 PROTOKOL ROUTING Materi Minggu ke-1: Internetworking Devie Ryana Suchendra M.T. Teknik Komputer Fakultas Ilmu Terapan Semester Genap 2015-2016 Internetworking Topik yang akan dibahas pada pertemuan

Lebih terperinci

3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples

3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples NAMA KELOMPOK : RENDY PRATAMA P. 113140707111006 PANJI SATRIA S. 113140707111017 3. 3 Application Layer Protocols and Services Examples Application Layer, Layer tujuh, adalah lapisan paling atas baik di

Lebih terperinci

26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP

26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP 1 TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian VRRP VRRP (Virtual Routing Redundancy Protocol) merupakan salah satu protokol open source redundancy yang artinya dapat digunakan di berbagai merek perangkat dan dirancang

Lebih terperinci

MONITORING JARINGAN DENGAN PRTG TRAFFIC GRAPHER DI PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DAN DIY

MONITORING JARINGAN DENGAN PRTG TRAFFIC GRAPHER DI PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DAN DIY Makalah Seminar Kerja Praktek MONITORING JARINGAN DENGAN PRTG TRAFFIC GRAPHER DI PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JATENG DAN DIY Afwan Bahtiar (L2F006003) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas

Lebih terperinci

Selama tahun 1973, Cerf dan Kahn menyusun beberapa protokol pertama komunikasi data untuk mendukung arsitektur yang mereka miliki

Selama tahun 1973, Cerf dan Kahn menyusun beberapa protokol pertama komunikasi data untuk mendukung arsitektur yang mereka miliki Model TCP/IP original telah dikembangkan pada awal 70 an oleh Vinton Cerf, asisten profesor di Computer Science and Electrical Engineering, Standford dan Robert Kahn dari ARPA. Mereka mencoba untuk membuat

Lebih terperinci

Internet Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika.

Internet Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Internet Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. [email protected] Internet t 2 Internet Internet

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jaringan yang besar tentunya memiliki security yang baik untuk menjaga

BAB I PENDAHULUAN. Jaringan yang besar tentunya memiliki security yang baik untuk menjaga BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di jaman sekarang sudah terlihat beberapa perbedaan yang sangat mendasar dalam system jaringan yang ada, baik itu secara fisik maupun virtual. Fisik dalam arti struktur

Lebih terperinci

Kelompok 1. Anggota : BOBBY KURNIAWAN NIA FITRIANA ARI FEBRYANSYAH DIAN ULUMIA ORIN HARITSA YASSER

Kelompok 1. Anggota : BOBBY KURNIAWAN NIA FITRIANA ARI FEBRYANSYAH DIAN ULUMIA ORIN HARITSA YASSER Kelompok 1 Anggota : ARI FEBRYANSYAH BOBBY KURNIAWAN DIAN ULUMIA NIA FITRIANA ORIN HARITSA YASSER APPLICATION LAYER Application layer,adalah lapisan paling atas baik di OSI maupun di TCP/IP model.application

Lebih terperinci

TCP dan Pengalamatan IP

TCP dan Pengalamatan IP TCP dan Pengalamatan IP Pengantar 1. Dasar TCP/IP TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan

Lebih terperinci

Waktu yang lebih efisien. Lebih Aman. Memahami dan Memilih Tool Manajemen Network

Waktu yang lebih efisien. Lebih Aman. Memahami dan Memilih Tool Manajemen Network Memahami dan Memilih Tool Manajemen Network Mengapa memahami dan memilih Tool Manajemen network begitu penting? antara pemakaian dan performa berbagai macam tool manajemen network dalam grafik ditunjukkan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. telekomunikasi. Jaringan microwave biasanya digunakan pada sistem yang

BAB 1 PENDAHULUAN. telekomunikasi. Jaringan microwave biasanya digunakan pada sistem yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan transmisi microwave merupakan tulang punggung bagi operator jasa telekomunikasi. Jaringan microwave biasanya digunakan pada sistem yang menggunakan aplikasi

Lebih terperinci

PROTOKOL JARINGAN & KOMUNIKASI UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA CHAPTER 5. JARINGAN KOMPUTER Program Sarjana - Sistem Informasi

PROTOKOL JARINGAN & KOMUNIKASI UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA CHAPTER 5. JARINGAN KOMPUTER Program Sarjana - Sistem Informasi PROTOKOL JARINGAN & KOMUNIKASI UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA CHAPTER 5 JARINGAN KOMPUTER Program Sarjana - Sistem Informasi Bab 5: Tujuan Mahasiswa dapat : Menjelaskan aturan / kaidah yang digunakan untuk

Lebih terperinci

Komunikasi di Jaringan Fariz Andri Bakhtiar

Komunikasi di Jaringan Fariz Andri Bakhtiar Komunikasi di Jaringan Fariz Andri Bakhtiar Sumber: CCNA Network Fundamentals Komunikasi di Jaringan 1. Intro 2. Platform untuk Komunikasi 3. LAN, WAN, Internetworking 4. Protokol 5. Model dengan Layers

Lebih terperinci

Bab 1. Pengenalan. William Stallings Komunikasi Data dan Komputer

Bab 1. Pengenalan. William Stallings Komunikasi Data dan Komputer William Stallings Komunikasi Data dan Komputer Diterjemahkan oleh Andi Susilo E-mail: [email protected] Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro, Peminatan Teknik Komunikasi Universitas Krisnadwipayana,

Lebih terperinci

Dasar Jaringan Komputer

Dasar Jaringan Komputer Pertemuan 1 Dasar Jaringan Komputer A. Sistem Komunikasi Sistem komunikasi membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal (carrier). Sistem transmisi sinyal bisa berupa kabel, gelombang elektromagnetik (RF)

Lebih terperinci

Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP

Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP 1 Mengenal Komunikasi Data Melalui Layer OSI & TCP/IP Modification by Melwin S Daulay, S.Kom., M.Eng 2 Protokol Arsitektur komunikasi data Protokol komunikasi komputer : Aturan-aturan dan perjanjian yang

Lebih terperinci

Dasar Dasar Jaringan

Dasar Dasar Jaringan Dasar Dasar Jaringan Ardian Ulvan (Applied Computer Research Group ACRG) [email protected] 1 Pendahuluan Keuntungan Menggunakan Jaringan Resource Sharing (kebanyakan device berstatus idle) Biaya pembelian

Lebih terperinci

TASK 1 JARINGAN KOMPUTER

TASK 1 JARINGAN KOMPUTER TASK 1 JARINGAN KOMPUTER Draw Your Concept of the Internet Now Dibuat oleh : Nama : Ilham Kholfihim M NIM : 09011281419043 JURUSAN SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2016 Draw

Lebih terperinci

Analisa Video: Network Management in Today s World of SDN and Clouds

Analisa Video: Network Management in Today s World of SDN and Clouds 1 Analisa Video: Network Management in Today s World of SDN and Clouds Berdasarkan video yang berjudul Network Management in Today s World of SDN and Clouds dengan pembicara yaitu Paul Congdon, PhD (Chief

Lebih terperinci

Penganalan Routing dan Packet Forwarding

Penganalan Routing dan Packet Forwarding Penganalan Routing dan Packet Forwarding Pengenalan Routing dan Packet Forwarding Pada saat ini jaringan komputer memiliki peran yang signifikan pada kehidupan manusia, jaringan komputer mengubah cara

Lebih terperinci

Internetworking / WAN (Wide Area Network)

Internetworking / WAN (Wide Area Network) SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Internetworking / WAN (Wide Area Network) ISI Internetworking/WAN Modul 1 (Wide Area Network) Team Training SMK TI 1 SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Modul 1 INTERNETWORKING/WAN

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisikan tentang teori-teori pendukung yang diperlukan untuk mendukung dalam penyelesaian skripsi ini. Teori-teori yang dituliskan pada bab ini yaitu mengenai jaringan komputer,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan alat/device yang dipasang (attached) secara langsung, seperti cardreader

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan alat/device yang dipasang (attached) secara langsung, seperti cardreader BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada masa permulaan komputer digunakan, komputer bertukar informasi dengan alat/device yang dipasang (attached) secara langsung, seperti cardreader dan printer. Penggunaan

Lebih terperinci

Referensi Model OSI & TCP/IP

Referensi Model OSI & TCP/IP 03 Referensi Model OSI & TCP/IP Jaringan Komputer, ST http://afenprana.wordpress.com Sub Pokok Bahasan Latar Belakang Kenapa Perlu Standard Lapisan Model OSI Model TCP/IP 2 Latar Belakang Masalah ketidak

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PULPO

SEKILAS TENTANG PULPO BAB I Dengan terus berkembangnya Teknologi Informasi saat ini, diperlukan solusi untuk mengelola dan memantau dari perangkat dan infrastruktur TI. Pulpo bisa menjadi salah satu pilihan dari kebutuhan solusi

Lebih terperinci

LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T

LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T PENDAHULUAN Fungsi lapisan network adalah mengirimkan paket dari sumber ke tujuan. Ketika paket dikirimkan maka lapisan network akan memanfaatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Laboratorium-Informatika menyediakan fasilitas pendukung untuk kegiatan belajar mahasiswa. Laboratorium-Informatika memiliki beberapa macam perangkat jaringan yang

Lebih terperinci

PRAKTIKUM 13 APPLICATION LAYER (SNMP)

PRAKTIKUM 13 APPLICATION LAYER (SNMP) PRAKTIKUM 13 APPLICATION LAYER (SNMP) I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep aplikasi SNMP. 2. Mahasiswa mampu membangun dan mengkonfigurasi SNMP II. Peralatan Yang Dibutuhkan 1. Beberapa komputer yang

Lebih terperinci

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB VI OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)

DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB VI OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI) DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA BAB VI OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI) IF Pengertian OSI OSI dan Integrated Services Digital Network (ISDN) merupakan bentuk komunikasi intenasional. OSI diperkenalkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1. Jenis-Jenis Jaringan Local Area Network (LAN) Local Area Network (LAN) secara umum adalah jaringan privat yang menghubungkan perkantoran, gedung atau kampus.

Lebih terperinci

PERANCANGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) DENGAN DYNAMIC ROUTING MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER 5.33

PERANCANGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) DENGAN DYNAMIC ROUTING MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER 5.33 PERANCANGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) DENGAN DYNAMIC ROUTING MENGGUNAKAN CISCO PACKET TRACER 5.33 Fernadi H S, Naemah Mubarakah Konsentrasi Teknik Telekomunikasi, Departemen Teknik Elektro Fakultas

Lebih terperinci

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP

Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Protokol Komunikasi Bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi. Tatacara komunikasi yang harus disepakati oleh komputer yang ingin melaksanakan komunikasi. Komputer-komputer

Lebih terperinci

ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR

ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR ANALISIS PERFORMANSI AUTOCONFIGURATION ADDRESS IPV4 DENGAN IPV6 TUGAS AKHIR Diajukan guna memenuhi sebagian persyaratan dalam rangka menyelesaikan pendidikan sarjana strata satu (S1) pada Jurusan Teknik

Lebih terperinci

JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua.

JENIS-JENIS JARINGAN. Jaringan yang memiliki ruang lingkup yang sangat luas, karena radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. 7 OSI LAYER JENIS-JENIS JARINGAN LAN (Local Area Network) Jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, namun pada umumnya dibatasi oleh suatu area lingkungan seperti sebuah lab atau perkantoran

Lebih terperinci

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING TRAFFIC PACKET CONTROL FUNCTION MENGGUNAKAN DIVISI TELKOM FLEXI SKRIPSI. Oleh :

ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING TRAFFIC PACKET CONTROL FUNCTION MENGGUNAKAN DIVISI TELKOM FLEXI SKRIPSI. Oleh : ANALISIS DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING TRAFFIC PACKET CONTROL FUNCTION MENGGUNAKAN CACTI DI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK DIVISI TELKOM FLEXI SKRIPSI Oleh : JONATHAN NOBUALA LAOLI 1100028063 ALANT

Lebih terperinci

KOMUNIKASI DATA OSI LAYER

KOMUNIKASI DATA OSI LAYER KOMUNIKASI DATA OSI LAYER Arsitektur komunikasi data Pendahuluan Protokol komunikasi komputer : Aturan-aturan dan perjanjian yang mengatur pertukaran informasi antar komputer melalui suatu medium jaringan

Lebih terperinci

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP

TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP TUGAS KEAMANAN JARINGAN OSI LAYER DIDIET RISTHA ARDIANSYAH NRP. 2103137045 PROGRAM STUDI D3 PJJ TEKNIK INFORMATIKA DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA 2016

Lebih terperinci

Protokol dan Arsitekturnya

Protokol dan Arsitekturnya Protokol dan Arsitekturnya Karakteristik Langsung atau tidak langsung Monolitik atau terstruktur Simetrik atau tidak simetrik Standar atau tidak standar Langsung atau Tidak Langsung Langsung Sistem terkait

Lebih terperinci

Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng. TCP/IP Architecture

Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng. TCP/IP Architecture Komunikasi Data STMIK AMIKOM Yogyakarta Khusnawi, S.Kom, M.Eng TCP/IP Architecture TCP/IP Protocol Architecture Dikembangkan oleh the US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) for its packet

Lebih terperinci

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) 2.1 Pendahuluan Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah banyak yang saling terpisah-pisah, akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan

Lebih terperinci

Ade Kosasih Audi Prasetya Febian Adnan Nanda Abiyoka Tomi Ferdiansyah Wildan Ramadhan

Ade Kosasih Audi Prasetya Febian Adnan Nanda Abiyoka Tomi Ferdiansyah Wildan Ramadhan Ade Kosasih Audi Prasetya Febian Adnan Nanda Abiyoka Tomi Ferdiansyah Wildan Ramadhan A.Prinsip komunikasi data Pernahkah Saudara melihat seorang turis dengan pemandunya? Jika Saudara perhatikan guide

Lebih terperinci

Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP. (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM: Kelas: SK 4 C

Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP. (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM: Kelas: SK 4 C Deskripsi Layanan Protokol TCP dan UDP (Tugas Mata Kuliah Jaringan Komputer) Nama: Azwar Hidayat NIM:09031181419024 Kelas: SK 4 C Jurusan Sistem Komputer Fakultas lmu Komputer Universitas Sriwijaya 2017

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Network Element (NE), dan network element ini akan dikelompokkan secara internal

BAB I PENDAHULUAN. Network Element (NE), dan network element ini akan dikelompokkan secara internal BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Saat ini sebagian besar sistem manajemen jaringan telekomunikasi ada pada Network Element (NE), dan network element ini akan dikelompokkan secara internal pada

Lebih terperinci