Masykur 1,a*, Novita Sari 2,b
|
|
|
- Sucianty Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGARUH PENGGUNAAN CEMENT TREATED BASE COURSE DENGAN METODE ASTM UNTUK PENINGKATAN DAYA DUKUNG APRON (Studi Kasus : Bandar Udara Radin Inten II Propinsi Lampung) Masykur 1,a*, Novita Sari 2,b Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro Jl.Ki Hajar Dewantara No.166 Kota Metro Lampung 34111, Indonesia a [email protected], b [email protected] Abstrak Ruang lingkup pada penelitian ini adalah pengujian sifat-sifat fisik agregat yaitu dengan memisahkan agregat kasar dan agregat halus dengan menggunakan saringan no.4, selanjutnya dilakukan pengujian analisa saringan untuk mendapatkan gradasi yang sesuai spesifikasi. Setelah didapatkan gradasi, dilanjutkan uji pemadatan untuk memperoleh niai kepadatan maksimum (γdmax) dan kadar air maksimum (Wopt), selanjutnya dilakukan pengujian CBR pada Wopt dengan 2 variasi tumbukan untuk masing-masing presentase, setelah mendapatkan hasil pengujian kemudian dipilih nilai CBR yang memenuhi syarat dan ketentuan dari Bandar Udara Radin Inten II provinsi Lampung. Penambahan semen 6% pada base course untuk kekuatan daya dukung apron mempunyai kecenderungan menurun, tetapi dilihat dari pengujian CBR lapangan hasilnya meningkat, berbeda dengan hasil sand cone. Kata Kunci : Cemen Treated Base Course Metode ASTM, Daya Dukung Apron. Pendahuluan Bandar udara merupakan tempat atau fasilitas perpindahan orang maupun barang dari moda transportasi udara ke moda transportasi lainnya baik moda darat maupun moda air. Suatu bandara udara harus memiliki fasilitas sisi udara yang meliputi landas pacu (runway), landas hubung (taxiway) dan tempatparkir pesawat (apron) yang memenuhi standar baik segi kekuatan maupun dimensi ukurannya. Demikian pula dengan struktur perkerasan dari fasilitas sisi udara bandar udara yang merupakan prasarana yang sangat penting dalam pengoperasian suatu bandar udara. Perkerasan dibuat dengan tujuan untuk memberikan permukaan yang halus dan aman pada segala kondisi cuaca, serta ketebalan dari setiap lapisan harus cukup aman untuk menjamin bahwa beban pesawat yang bekerja tidakmerusak perkerasan lapisan dibawahnya. Lapisan pondasi atas merupakan bagian struktur perkerasan yang berfungsi mendukung lapisan permukaan (surface) dan beban roda yang bekerja diatasnya, dan menyebarkan tegangan yang terjadi ke lapis pondasi bawah (subbasecourse), kemudian ke lapis tanah dasar (subgrade). Dalam penelitian ini lapisan pondasi atas (base course) menggunakan semen (CTBC) sebanyak 6% sehingga apron dapat berfungsi dengan baik. Pada penelitian ini semen dimanfaatkan untuk bahan tambahan pada lapisan base course yang berfungsi untuk bahan pengikat agar daya dukung pada base course semakin kuat dan mempengaruhi sifat kemudahan dilapangan (baik pencampuran maupun pemadatan) kekuatan dan kemudahan pengerjaan merupakan faktor utama sifat keawetan. Selama pembuatan campuran 1 ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei 2016
2 semen akan mengalami proses hidrasi yaitu pelepasan panas dan penyusutan, pada saat itu semen berinteraksi secara kimia dengan air dan memberikan daya ikat yang kuat anatara butiran agregat kasar. Waktu interaksi tersebut disebut setting time dan dipengaruhi oleh jenis semen. Ikatan antar butiran agregat oleh reaksi semen menyebabkan campuran base coarse berubah mengeras dan akhirnya menjadi komposit yang memiliki daya dukung tinggi terhadap beban pesawat. Penelitian ini membahas serangkaian pengujian di laboratorium dan pengujian di lapangan guna mencari kekuatan daya dukung pada base coarse dengan mencampurnya menggunakan bahan tambahan semen dengan kadar semen 6% dari berat sampel yang bertujuan untuk meningkatkan karakteristik fisik dan kuat dukungnya. Tinjauan Pustaka Apron Apron dapat di klasifikasikan menurut maksud dan tujuan utama.kebutuhan dan ukuran apron sebaiknya diperkirakan berdasarkan pada tipe dan kebutuhan volume lalu lintas pada suatu bandara. Selain sebagai tempat keberadaan pesawat, apron dihubungkan oleh taxiway, jalan layanan apron dan parkir untuk perlengkapan layanan, bisa dimasukkan dalam suatu bagian sistem apron. Lapisan Pondasi Atas (Base Course) Adalah bagian lapis perkerasan yang terletak antara lapis permukaan dengan lapis pondasi bawah (tanah dasar bila tidak menggunakan lapis pondasi bawah), Fungsi lapis pondasi atas adalah : a. Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban kelapisan di bawahnya. b. Lapisan peresapan untuk lapisan pondasi bawah. c. Bantalan terhadap lapisan permukaan. Lapisan Pondasi Atas Menggunakan Semen CTBC (Cement Treated Base) Adalah lapis pondasi agregat semen yang ada dasarnya merupakan pengembangan dari konstruksi soil cement, dengan gradasi dan mutu yang lebih terkendali dan metode pelaksanaan (pencampuran dan penghamparan) yang menyerupai pekerjaan pengaspalan Dengan daya dukung yang tinggi. Tebal minimum cement treated base yang dihampar tidak kurang dari tebal yang di syaratkan. Tebal maksimum tidak boleh lebih besar dari 10 mm dari tebal yang disyaratkan. Cement Traeted Base tidak boleh di hampar dengan tebal lapisan melebihi 15 cm tebal padat. Elevasi permukaan akhir tidak boleh berubah lebih dari 10 mm keatas atau ke bawah dari elevasi rencana dalam setiap detik. Bahan untuk pembuata lapis pondasi agregat dengan CTB adalah semen, air dan agregat. Kadar semen harus ditentukan berdasarkan percobaan laboratorium (Laboratory Test). a. Percobaaan lapangan (Field Trials), b. Penghamparan dan pencampuran c. Pengangkutan d. Penghamparan dan pemadatan Agregat Agregat didefinisikan secaraumum sebagai formasi kulit bumi yang keras dan padat. ASTM mendifinisikan agregat sebagai suatu bahan yang terdiri dari mineral padat, berupa massa berukuran besar ataupun berupa fragmen-fragmen. Agregat merupakan komponen utama dari struktur perkerasan jalan, yaitu 90-95% agregat berdasarkan prosentase berat, atau 75-85% agregat berdasarkan prosentase volume. Pemilihan agregat yang akan digunakan harus memperhatikan ketersediaan bahan dilokasi, jenis konstruksi, gradasi, ukuran maksimum, kebersihan, daya tahan, bentuk, tekstur, daya lekat agregat terhadap aspal dan berat jenis lainya. ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei
3 Semen Portland semen yang dalam hal kegunaan dari spesifikasi ini semen portland, adalah produk yang didapatkan dengan membubukkan kerak besi yang terdiri dari material pokok, yaitu kalsium silikat hidolik (Krebs, R.D and Walker, R.D, 1971). Karakteristik dan keunggulan semen Portland : a. Kuat Tekan. b. Cepat Kering. c. Memiliki daya rekat tinggi dan tidak mudah retak. d. Daya rekat sangat dipengaruhi oleh free lime atau kadar kapur bebas. e. Mempunyai plastisitas/ workbilitas yang baik. Semen portland yang digunakan Portland Pozzolan Cement (PPC) dengan Metode ASTM C-150, dan berfungsi sebagai filler atau material pengisi pada CTBC apron. Kadar semen yang digunakan pada CTBC yaitu 6% dengan rumus : Semen (M3) Berat padat x 6% x Faktor kembang susut Batas-Batas Atteberg Kadar air yang terkandung dalam tanah berbeda-beda pada setiap kondisi tersebut yang mana bergantung pada interaksi antara partikel mineral lempung. Bila kandungan air berkurang maka ketebalan lapisan kation akan berkurang pula yang mengakibatkan bertambahnya gaya-gaya tarik antara partikel-partikel. Sedangkan jika kadar airnya sangat tinggi, campuran tanah dan air akan menjadi sangat lembek seperti cairan. Oleh karena itu, atas dasar air yang dikandung tanah, tanah dapat dibedakan ke dalam empat (4) keadaan dasar, yaitu : a. Batas cair (Liquid Limit). Batas cair (LL) adalah kadar air tanah pada batas antara keadaan cair dan keadaan plastis, yaitu batas atas dari daerah plastis dengan menentukan nilai batas cair pada jumlah pukulan ke 25. b. Batas Plastis (Plastic Limit). Batas plastis (PL) adalah kadar air pada kedudukan antara daerah plastis dan semi padat, yaitu persentase kadar air dimana tanah yang di buat menyerupai lidi-lidi sampai dengan diameter silinder 3 mm mulai retakretak, putus atau terpisah ketika digulung. c. Batas Susut (Shrinkage Limit). Batas susut (SL) adalah kadar air yang didefinisikan pada derajat kejenuhan 100%, dimana untuk nilai-nilai di bawahnya tidak akan terdapat perubahan volume tanah apabila dikeringkan terus. Harus diketahui bahwa batas susut makin kecil maka tanah akan lebih mudah mengalami perubahan volume. Perhitungan batas susut tanah : SL W c ( V V o Wo ) x 100% Dimana : Wc kadar air pada pasta tanah Wo berat kering pasta tanah (W2 W) d. Indeks Plastisitas (Plasticity Index). Indeks plastisitas (IP) adalah selisih antara batas cair dan batas plastis. Indeks plastisitas merupakan interval kadar air tanah yang masih bersifat plastis. Perhitungan Indeks Plastisitas (IP) : IP LL PL 132 ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei 2016
4 CBR (California Bearing Ratio) Laboratorium Prinsip dasar dari pengujian CBR adalah membandingkan besarnya beban (gaya) yang diperlukan untuk menekan torak dengan luas penampang 3 inch 2 ke dalam lapisan perkerasan sedalam 0,1 inch (2,54 mm) atau 0,2 inch (5,08 mm) dengan beban standar. Oleh karena itukekokohan lapisan perkerasan dinyatakan dalam kekokohan relatif atau persen kekokohan. Besarnya beban standar untuk penetrasi 0,1 inch adalah lbs (pound) atau sekitar kg, sedangkan besarnya beban standar untuk penetrasi 0,2 inch adalah lbs atau sekitar kg. (Gogot Setyo Budi). a. Kegunaan CBR Metode perencanaan perkerasan jalan yang digunakan sekarang yaitu dengan metode empiris, yang biasa dikenal CBR (California Bearing Ratio). Nilai CBR akan digunakan untuk menentukan tebal lapisan perkerasan. Untuk menentukan tebal lapis perkerasan dari nilai CBR digunakan grafik-grafik yang dikembangkan untuk berbagai muatan roda kendaraan dengan intensitas lalu lintas. b. Jenis CBR Berdasarkan cara mendapatkan contoh tanah CBR dapat dibagi atas : CBR Lapangan, CBR lapangan disebut juga CBR inplace atau field CBR dengan kegunaan untuk mendapatkan CBR asli di lapangan sesuai dengan kondisi tanah dasar, untuk mengontrol apakah kepadatan yang diperoleh sudah sesuai dengan yang diinginkan. CBR Laboratorium, CBR Laboratorium dapat disebut juga CBR rencana titik dengan kegunaan untuk pengujian tanah (Soaked), pengujian kering (Unsoaked) c. Pengujian Kekuatan dengan CBR Alat yang digunakan untuk menentukan besarnya CBR berupa alat yang mempunyai piston dengan luas 3 sqinch dengan kecepatan gerak vertikal ke bawah 0,05 inch/menit, Proving Ring digunakan untuk mengukur beban yang dibutuhkan pada penetrasi tertentu yang diukur dengan arloji pengukur (dial). Penentuan nilai CBR yang biasa digunakan untuk menghitung kekuatan pondasi jalan adalah penetrasi 0,1 dan penetrasi 0,2, yaitu dengan rumus sebagai berikut : Nilai CBR penetrsai 0,1 ( A ) x 100% Nilai CBR penetrsai 0,2 ( B ) x 100% Dimana : A Pembacaan dial pada saat penetrasi 0,1 B Pembacaan dial pada saat penetrasi 0,2 Nilai CBR yang didapat adalah nilai yang terbesar diantara hasil perhitungan kedua nilai CBR di atas. Uji Konus Pasir (Sand Cone) Gambar 1.Alat Sand Cone. ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei
5 Sand Cone test adalah pemeriksaan kepadatan tanah dilapangan dengan menggunakan pasir Ottawa sebagai parameter kepadatan tanah yang mempunyai sifat kering, bersih, keras, tidak memiliki bahan pengikat sehingga mengalir bebas. Pasir Ottawa yang digunakan adalah lolos saringan No.10 dan tertahan saringan No.200. Metode ini hanya terbatas untuk lapisan atas tanah (top soil) yaitu anatar cm.tujuan pengujian ini untuk mengetahui kepadatan dari suatu tanah dilapangan secara langsung dengan membandingkan berat isi kering lapangan dengan berat isi kering laboratorium Lapisan tanah atau lapis pondasi bawah berupa sirtu danbatu pecah yang akan diuji yang mengandung butir berukuran tidak lebih dari 5 cm, harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan membuat lubang dengan berdiameter samadengan diameter corong dan plat dudukan corong, dengan kedalaman 10 cm sampai 15 cm. Metodoe Penelitian Umum Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data-data utama yang diperlukan adalah data hasil pengujian di laboratorium dan di lapangan. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Radin Inten II Lampung.Bahan yang digunakan adalah agregat kasar dan bahan tambahan semen. Penelitian pendahuluan beruba pengujian sifat-sifat fisik agregat yaitu dengan memisahkan agregat kasar dan agregat halus dengan menggunakan saringan no.4, selanjutnya dilakukan pengujian analisa saringan untuk mendapatkan gradasi yang sesuai spesifikasi. Setelah didapatkan gradasi, dilanjutkan uji pemadatan untuk memperoleh nilai kepadatan maksimum (γdmax)dan kadar air maksimum (Wopt). Selanjutnya dilakukan pengujian CBR pada Wopt dengan 2 variasi tumbukanuntuk masing-masing persentase. Metode Pengambilan dan Analisis Data 1. Uji atterberg limits untuk batas kadar air, prosedur uji atterberg limits sesuai dengan ASTM D Uji modified compaction test untuk menentukan hubungan antaara kadar air dan kepadatan, prosedur uji modified compaction test sesuai dengan ASTM D Uji laboratory California Bearing Ratio (CBR) untuk mennetukan kekokohan permukaan lapisan, prosedur uji CBR sesuai dengan ASTM D Uji sand equivalen, prosedur sesuai dngan ASTM D Uji aggregate specific gravity, prosedur sesuai dengan ASTM C Uji sand cone dilakukan pada 10 titik secara random pada lapisan CTBC. 7. Uji CBR lapangan dilakukan 10 titik secara random pada lapisan CTBC. PengolahanData Data yang diperoleh maka selanjutnya diolah dan dianalisis sesuai dengan kebutuhanya. Dengan pengolahan dan analisis yang sesuai maka akan diketahui pengaruh semen pada lapisan base course untuk peningkatan daya dukung. Hasil dan Pembahasan Hasil Pengujian Atterberg Limit (ASTM) Pengujian Atterberg Limit mencakup dua pengujian yaitu Liquid Limit Test dan Plastic Limit Test. Adapun pengujian batas-batasan Atterberg pada sample agregat Base Course inidapat dilihat pada gambar 2. Grafik Atterberg Limit berikut ini : 134 ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei 2016
6 PRESSURE (lb/sqin) x {1+( 2, )} 2,137 g/cm3 Gambar 2. GrafikAtterberg LimitHasil Pengujian di Laboratorium. IP LL - PL % % 5.19 % Hasil Pemadatan Modified Compaction Test Pada penelitian ini, metode pemadatan agregat Base Course menggunakan Modified Compaction. Dari proses pemadatan ini, diperoleh nilai kadar air optimum serta berat isi kering maksimumdapat dilihat pada gambar 3. GrafikUji Modified Compaction Test berikut ini : Wet density dry density x {1 water content + } 100 2,137 x {1 + ( 2,76 )} 100 2,196 g/cm3 Z A V C (gd) spesific grafity (1 + (spesific grafity x kadar air) (1+(2.750 x ) 2,556 g/cm3 Hasil Pengujian California Bearing Ratio (CBR) Setelah dilakukan pengujian pemadatan modified compation, agregat Base Coursediuji CBR pada kondisi kering (unsoaked). Setelah itu agregat direndam selama 4 hari untuk diukur nilai swelling. 1. Laboratory Soaked CBR ,00 0,05 0,10 0,15 0,20 0,25 0, 0,35 0,40 0, 0,50 PENETRATION (in) PRESSURE 56 PRESSURE 25 PRESSURE 15 Gambar 3. GrafikModified Compaction TestHasil Pengujian di Laboratorium. Dari grafik diatas nilai Maximum dry density (γ) berada pada nilai maksimum 2,222 g/cm³, nilai optimum water content (Wopt) berada pada nilai optimum 5,50 %. Rumus dan perhitungan : Dry density weight of wet soil volume of cylinder x {1 + ( water content 100 )} Gambar 4. GrafikUji Soaked CBRHasil Pengujian di Laboratorium. Perhitungan CBR : a. 15 blows Nilai CBR pada penetrasi 0,1 Axfaktorkalibrasiprovingring 60 x 26, % ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei
7 Nilai CBR pada penetrasi 0,2 B x faktor kalibrasi proving ring 114 x 26, ,4% b. 25 blows Nilai CBR pada penetrasi 0,1 Axfaktor kalibrasi provingring 100 x 26, ,7 % Hasil Pengujian Sand Equivalent Pengujian ini dilakukan untuk menentukan kadar debu, lumpur atau bahan yang mempunyai lempung pada tanah/ agregat halus. Dari hasil pengujian terdapat nilai rata rata 85,67 % dan standar warna no. 2, dapat dilihat pada gambar 6. Standar warna. Nilai CBR pada penetrasi 0,2 B x faktor kalibrasi proving ring 190 x 26, ,03% c. 56 blows Nilai CBR pada penetrasi 0,1 Axfaktor kalibrasi provingring 101 x 26, ,6 % Nilai CBR pada penetrasi 0,2 B x faktor kalibrasi proving ring 2 x 26, ,8% 2. Design Soaked CBR Gambar 5. GrafikUji Design SoakedCBR Hasil Pengujian di Laboratorium. Gambar 6. Standar warna hasil Pengujian di Laboratorium Hasil Pengujian Agregat Specific Gravity Uji ini bertujuan untuk menghitung kepadatan, berat jenis dan absorbsi dari agregat kasar. Rumus Perhitungan : A 1 (B C) 2.698, , ,6 2,595 g/cm3 B 2 (B C) 2.766, , ,6 2,660 g/cm3 A 3 (A C) 2.698, , ,6 2,777 g/cm3 (B A) 4 100% A 2.766, ,4 100% 2.698,4 2,524% Main Specific Gravity ,686% 2,595+2,777 2, ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei 2016
8 PRESSURE ( lb/sqin ) Dengan : 1 Bulk Specific Gravity 2 SSD Specific Gravity 3 Apparent Specific Gravity 4 Water Absorption A Wt. Of speciment B Wt. Of Speciment SSD condition C Wt.Of Speciment in water Hasil Pengujian Sand Cone Setelah dilakukan penghamparan material Base Course setiap perlapisan dilakukan pekerjaan tes Sand Cone. Pekerjaan tes Sand Cone dilakukan unuk mengetahui kepadatan lapis perkerasan, perhitungan sand cone : a. Weight of used Weight of bottle + sand full ( ) weigt of bottle + sand left gram b. Volume of hole weight of sand fill volume weight of sand, (g sand) ,2 cm 1.4 c. Weight of all wet sample Wt.of container+wet soil (-) Wt. Ofcontainer gram d. Wt.of wet sample Wt.of wet soil Wt.of sample ret sieve ¾ gram e. Vol.of sample ret sieve 3/4 weight of sample ret sieve 3/ ,750 γ s of sample ret 3/4 427 g/cm³ f. Volume of sample volume of hole vol.of sample ret sieve ¾ 2.477, ,8 gram g. Wet density (γm) ,6 Weight of wet sample vol.of sample 2,289 g/cm3 h. Water content (w) a.wt. Of wet+cont wt. of dry+cont b.wt.of dry+cont Wt. Of container a b a b x % Dry density (gd) i. Field Density Ratio wet density (g m) water content (1+ ) ( ) g/cm³ Hasil Pengujian Cbr Lapangan Tes ini dilakukan untuk menilai kekuatan atau kepadatan lapangan base course yang hendak dipakai untuk pembuatan perkerasan ,00 0,20 0,40 0,60 PENETRATION ( in ) Sumber : Grafik Hasil Pengujian di Lapangan Hasil Perhitungan Pengujian BaseCourse : Tabel 4.1 Hasil Pengujian BaseCourse : No Pengujin Hasil 1. Uji Analisa Saringan (Fine Modulus) 2. Batas Atterberg Limits : a. Liquid Limit (LL) b. Plastic Limit (PL) c. Plasticity Index (PI) 3. Modified Compaction Test : a. Maximum Dry Density (gd max) b. Optimum Water Content (w opt) 3,19% 19,75% 14,99% 4,76% 2,21 g/cm³ 5,50% 4. Design Soaked CBR 155,5% 5. Sand Equivalent % 6. Aggregate Specific Gravity a. Coarse Aggregate (3/4 ) b. Coarse Aggregate (3/8 ) c. Fine Aggregate Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium PRESSURE I PRESSURE II 2.69% 2,72% 2,76% ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei
9 a. Hasil Pengujian BaseCourse Grafik Sand Cone Layer 1 Sumber : Hasil Pengujian Lapangan Grafik CBR Lapangan Layer 1 b. Hasil Pengujian CTBC Tabel 4.2 Hasil Pengujian CTBC : No Pengujin Hasil 1. Uji Analisa Saringan (Fine Modulus) 2. Batas Atterberg Limits : a) Liquid Limit (LL) b) Plastic Limit (PL) c) Plasticity Index (PI) 3. Modified Compaction Test : a) Maximum Dry Density (gd max) b) Optimum Water Content (Wopt) MA 2,55%, CA 3,61% 22,19% 17,00% 5,19% 2,22 g/cm³ 5,50% 4. Design Soaked CBR 385% 5. Sand Equivalent 85,67 % 6. Aggregate Specific Gravity d. Coarse Aggregate (3/4 ) e. Coarse Aggregate (3/8 ) f. Fine Aggregate 2.69% 1,72% 2.76% Sumber : Hasil Pengujian Laboratorium Sumber : Hasil PengujianLapangan Grafik Sand Cone Layer 2 Grafik Sand Cone Layer 1 Sumber : Hasil PengujianLapangan Grafik CBR Lapangan Layer 2 Sumber : Hasil Pengujian Lapangan Grafik CBR Lapangan Layer 1 Sumber : Hasil Pengujian Lapangan Sumber: HasilPengujian Lapangan Grafik Sand Cone Layer ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei 2016
10 Sumber : Hasil Pengujian Lapangan Grafik CBR Lapangan Layer 2 Sumber : Hasil Pengujian Lapangan Dari tabel diatas presentase penambahan semen 6% hasil yang didapatkan lebih baik digunakan yang tidak menggunakan bahan tambahan semen. Dari penelitian ini juga di dapatkan baik atau tidaknya bahan tambahan tergantung pada materialnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada cement treated base course dan melakukan penelitian di labotarium, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Penambahan semen 6% pada base course untuk kekuatan daya dukung apron mempunyai kecenderungan menurun. Tetapi dilihat dari pengujian CBR lapangan hasilnya meningkat berbeda dengan hasil sand cone. 2. Hasil perbandingan kekuatan daya dukung pada base course untuk ,64% dan ,94% dengan CTBC 6% untuk ,0% dan ,405%. Daftar Pustaka [1] Ir. Heru Basuki, Merancang dan Merencana Lapangan Terbang. Penerbit Alumni Bandung. [2] Dipohusodo, Istimawan Struktur Beton Bertulang : Berdasarkan SKSNI T D.P.U.RI. Jakarta. [3] Gambhir M.L, 1995 Concrete Tecnology. Tata Mc. Graw Hill Publishing Company. New Delhi. [4] ASTM Designation : C Standard Test Method for Resistance to Degradation of Small-Size Coarse Aggregate by Abrasion and Impact in the Los Angeles Machine [5] Hendrianto N Lapis Pondasi Tanah Semen. Manual Konstruksi dan Bangunan. [6] Haryanto Iman dan Budi Heru Utomo Material Jalan. Universitas Gajah Mada. [7] Tenriajaeng Andi Tenrisuki Rekayasa Jalan Raya. Penerbit Gunadarma. ISSN TAPAK Vol. 5 No. 2 Mei
gambar 3.1. teriihat bahwa beban kendaraan dilimpahkan ke perkerasan jalan
BAB HI LANDASAN TEORI 3.1 Konstruksi Perkerasan Konstruksi perkerasan lentur terdiri dan lapisan-lapisan yang diletakkan di atas tanah dasar yang telah dipadatkan. Lapisan-lapisan tersebut berfungsi untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode penelitian Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan data.
PENGGUNAAN SIRTU MALANGO SEBAGAI BAHAN LAPIS PONDASI BAWAH DITINJAU DARI SPESIFIKASI UMUM 2007 DAN 2010
Surabaya, 18 Juni 2014, ISSN 23016752 PENGGUNAAN SIRTU MALANGO SEBAGAI BAHAN LAPIS PONDASI BAWAH DITINJAU DARI SPESIFIKASI UMUM DAN Fadly Achmad dan Nospiati Sunardi Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Mulai Mengumpulkan literature dan referensi tentang stabilisasi tanah Pengambilan sampel tanah dan bahan stabilisasinya. Penelitian laboratorium
A.Gumay 1,a* Mustopa 2,b
ANALISA STABILITAS DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG LUNAK MENGGUNAKAN ABU LIMBAH AMPAS TEBU (studi Kasus Tanah Lempung Lunak dan Abu Ampas Tebu di Area Pabrik Gula Sugar Group Kabupaten Lampung tengah) A.Gumay
kelompok dan sub kelompok dari tanah yang bersangkutan. Group Index ini dapat
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Lapisan Tanah Dasar Tanah dasar atau suhgrade adalah permukaan tanah semula, tanah galian atau tanah timbiman yang dipadatkan dan merupakan permukaan dasar untuk perletakan bagian-bagian
Spesifikasi lapis fondasi agregat semen (LFAS)
Standar Nasional Indonesia Spesifikasi lapis fondasi agregat semen (LFAS) ICS 91.100.30 Badan Standardisasi Nasional BSN 2015 Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Penelitian Mulai Mengumpulkan literatur dan refrensi tentang stabilisasi tanah Pengambilan sample tanah : Tanah dari Kecamatan Pamotan Jawa Tengah Kapur,
ANALISA PENGGUNAAN TANAH KERIKIL TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH UNTUK LAPISAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN RAYA
ANALISA PENGGUNAAN TANAH KERIKIL TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH UNTUK LAPISAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN RAYA Nurnilam Oemiati Staf Pengajar Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah
BAB IV HASIL PENELITIAN. dilakukan di laboratorium akan dibahas pada bab ini. Pengujian yang dilakukan di
BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian Hasil penelitian tanah asli dan tanah campuran dengan semen yang dilakukan di laboratorium akan dibahas pada bab ini. Pengujian yang dilakukan di laboratorium
PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP NILAI CBR SUATU TANAH LEMPUNG UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA LOKASI GEDUNG GRHA WIDYA (Studi Laboratorium).
PENGARUH LAMA PERENDAMAN TERHADAP NILAI CBR SUATU TANAH LEMPUNG UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA LOKASI GEDUNG GRHA WIDYA (Studi Laboratorium). SANDRO GIFARI NRP : 9921081 Pembimbing : Ir. Herianto Wibowo,.
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Lapis Aspal Beton Aspal beton adalah suatu lapisan pada konstruksi perkerasan jalan raya yang terdiri dari campuran aspal dan agregat yang mempunyai gradasi menerus yang dicampur,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Diagram alir penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Mulai Mengumpulkan literature dan refrensi tentang stabilisasi tanah Pengambilan contoh tanah : Tanah lempung dari ruas jalan Berau Kalimantan
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Umum Perkerasan jalan adalah konstruksi yang dibangun diatas lapis tanah dasar (subgrade), yang berfungsi untuk menopang beban lalu lintas. Apapun jenis perkerasan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada Bab ini akan di bahas hasil pengujian yang telah dilakukan di laboratorium. Secara garis besarnya, pengujian laboratorium yang dilakukan yaitu untuk mengetahui
BAB IV HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN
BAB IV HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN 4.1 Hasil Penelitian Berdasarkan pengujian terhadap tanah yang diambil dari proyek jalan tambang Kota Berau Kalimantan Timur, maka pada bab ini akan diuraikan hasil
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. B. Bahan Bahan yang digunakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tanah mempunyai peranan penting dalam ilmu teknik sipil, karena tanah sebagai pendukung kekuatan konstruksi dasar bangunan. Berdasarkan letak geografis suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konstruksi Perkerasan Lentur Konstruksi perkerasan lentur (flexible pavement) yaitu perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Konstruksi perkerasan lentur terdiri
KAJIAN PENGGUNAAN PASIR GUNUNG DONGGALA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA LAPIS PONDASI BAWAH JALAN RAYA
KAJIAN PENGGUNAAN PASIR GUNUNG DONGGALA SEBAGAI AGREGAT HALUS PADA LAPIS PONDASI BAWAH JALAN RAYA Fadly Achmad Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo Jl. Jend. Sudirman
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam Bab ini penulis akan membahas hasil pengujian yang telah dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah Universitas Mercu Buana. Pengujian yang dilakukan di laboratorium
PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK GULA (ABU AMPAS TEBU) UNTUK MEMPERBAIKI KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG SEBAGAI SUBGRADE JALAN (059G)
PEMANFAATAN LIMBAH PABRIK GULA (ABU AMPAS TEBU) UNTUK MEMPERBAIKI KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG SEBAGAI SUBGRADE JALAN (059G) Agus Susanto 1, Dhamis Tri Ratna Puri 2 dan Jalu Choirudin 3 1,2,3 Program Studi
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pegujian yang telah dilakukan terhadap tanah yang berasal dari proyek jalan tambang di Berau Kalimantan Timur,maka pada kesempatan ini penulis akan memaparkan
METODOLOGI PENELITIAN
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. B. Bahan Bahan yang digunakan
BAB IV HASIL PEMBAHASAN DAN ANALISIS
BAB IV HASIL PEMBAHASAN DAN ANALISIS 4.1 Hasil Penelitian Tanah Asli Berdasarkan pengujian terhadap tanah yang diambil dari proyek Perumahan Elysium, maka pada bab ini akan diuraikan hasil penelitiannya.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian sampel tanah asli di laboratorium didapatkan hasil :
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pemeriksaan Sampel Tanah Asli Pengujian sampel tanah asli di laboratorium didapatkan hasil : 1. Hasil Pengujian Kadar Air (ω) Kadar air didefinisikan sebagai perbandingan
KAJIAN PENGGUNAAN DYNAMIC CONE PENETROMETER
KAJIAN PENGGUNAAN DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) UNTUK UJI LAPANGAN PADA TANAH DASAR PEKERJAAN TIMBUNAN APRON ( Studi Kasus Di Bandar Udara Radin Inten II Lampung ) Leni Sriharyani 1.a*, Diah Oktami 2.b
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jalan merupakan infrastruktur dasar dan utama dalam menggerakan roda perekonomian nasional dan daerah, mengingat penting dan strategisnya fungsi jalan untuk mendorong
Pengaruh Kandungan Material Plastis Terhadap Nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas S
Pengaruh Kandungan Material Plastis Terhadap Nilai CBR Lapis Pondasi Agregat Kelas S Indria Eklesia Pokaton Oscar Hans Kaseke, Lintong Elisabeth Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik Jurusan Sipil
BAB III METODOLOGI. konsultasi kepada dosen pembimbing merupakan rangkaian awal dalam pekerjaan
BAB III METODOLOGI 3.1 Persiapan Penelitian Untuk pelaksanaan penelitian dilakukan bebeapa tahapan yaitu : pengumpulan informasi dan studi pendahuluan, pengambilan benda uji, persiapan dilaboratorium,
Uji Kelayakan Agregat Dari Desa Galela Kabupaten Halmahera Utara Untuk Bahan Lapis Pondasi Agregat Jalan Raya
Uji Kelayakan Agregat Dari Desa Galela Kabupaten Halmahera Utara Untuk Bahan Lapis Pondasi Agregat Jalan Raya Sandro Carlos Paulus Kumendong Oscar H. Kaseke, Sompie Diantje Universitas Sam Ratulangi Fakultas
STUDI PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN
Konferensi Nasional Teknik Sipil 11 Universitas Tarumanagara, 26-27 Oktober 2017 STUDI PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN Parea Russan Ranggan 1, Hendrianto Masiku 2, Marthen
III. METODOLOGI PENELITIAN. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini :
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. B. Bahan Adapun bahan yang digunakan
INVESTIGASI SIFAT FISIS, KUAT GESER DAN NILAI CBR TANAH MIRI SEBAGAI PENGGANTI SUBGRADE JALAN ( Studi Kasus Tanah Miri, Sragen )
INVESTIGASI SIFAT FISIS, KUAT GESER DAN NILAI CBR TANAH MIRI SEBAGAI PENGGANTI SUBGRADE JALAN ( Studi Kasus Tanah Miri, Sragen ) Qunik Wiqoyah 1, Anto Budi 2 Beny Ariyanto 3 1) Staf Pengajar Jurusan Teknik
BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN
BAB III DESAIN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Umum Penelitian yang dilakukan melalui beberapa tahap, mulai dari persiapan, pemeriksaan mutu bahan yang berupa agregat dan aspal, perencanaan campuran sampai tahap
III. METODE PENELITIAN. Sampel tanah yang diuji menggunakan material tanah lempung yang disubtitusi
III. METODE PENELITIAN A. Sampel Tanah Sampel tanah yang diuji menggunakan material tanah lempung yang disubtitusi dengan material pasir. Sampel tanah yang akan digunakan adalah dari daerah Belimbing Sari,
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Laboratorium Hasil penelitian laboratorium yang diperoleh dari pengujian material sirtu Sungai Alo sesuai dengan sifatsifat lapis pondasi agregat yang disyaratkan
Spesifikasi agregat untuk lapis fondasi, lapis fondasi bawah, dan bahu jalan
Standar Nasional Indonesia Spesifikasi agregat untuk lapis fondasi, lapis fondasi bawah, dan bahu jalan ICS 93.080.10 Badan Standardisasi Nasional BSN 2015 Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang
III. METODOLOGI PENELITIAN. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. Adapun bahan yang digunakan dalam penelitian ini :
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. B. Bahan Adapun bahan yang digunakan
L 01 UJI KLASIFIKASI
L 01 UJI KLASIFIKASI L 01 1 UJI INDEX PROPERTIES BERAT JENIS TANAH No. Uji 1 2 Picnometer Kecil Kecil Berat pic kosong (gr) (A) 37,5 39,3 berat pic + aquades (gr) (B) 138,6 139,7 Temperatur, T1 ( ) 28
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Upaya stabilisasi yang dapat diambil salah satunya adalah dengan menstabilisasi tanah lempung dengan cara kimia sehingga kekuatan dan daya dukung tanah dapat
JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2009
1 PENGARUH PEMAKAIAN KAPUR DAN SERBUK BATA TERHADAP KUAT DUKUNG TANAH LEMPUNG TANON SRAGEN Tugas Akhir Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana S-1 Teknik Sipil diajukan oleh : Purnomosidi
PERBAIKAN SUBGRADE DENGAN SERBUK BATA MERAH DAN KAPUR (STUDI KASUS TANAH LEMPUNG TANON SRAGEN )
PERBAIKAN SUBGRADE DENGAN SERBUK BATA MERAH DAN KAPUR (STUDI KASUS TANAH LEMPUNG TANON SRAGEN ) Qunik Wiqoyah 1, Purnomosidi 2 1 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta
METODE PENELITIAN. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung anorganik yang. merupakan bahan utama paving block sebagai bahan pengganti pasir.
III. METODE PENELITIAN A. Metode Pengambilan Sampel 1. Tanah Lempung Anorganik Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung anorganik yang merupakan bahan utama paving block sebagai bahan pengganti
1. Kontruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement)
1 LAPIISAN DAN MATERIIAL PERKERASAN JALAN (Sonya Sulistyono, ST., MT.) A. Jenis dan Fungsi Lapis Perkerasan 1. Kontruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Kontruksi perkerasan lentur (flexible Pavement)
PENGARUH KADAR LEMPUNG DAN KADAR AIR PADA SISI BASAH TERHADAP NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG KEPASIRAN (SANDY CLAY)
PENGARUH KADAR LEMPUNG DAN KADAR AIR PADA SISI BASAH TERHADAP NILAI CBR PADA TANAH LEMPUNG KEPASIRAN (SANDY CLAY) Muhammad Iqbal, S.A. Nugroho, Ferry Fatnanta Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas
PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT GUNA MENINGKATKAN STABILITAS TANAH LEMPUNG
ISSN : 2598 3814 (Online), ISSN : 141 452 (Cetak) PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT GUNA MENINGKATKAN STABILITAS TANAH LEMPUNG Jupriah Sarifah, Bangun Pasaribu Program Studi Teknik Sipil, Fakultas
KAJIAN PEMANFAATAN SIRTU BUMELA SEBAGAI MATERIAL LAPIS PONDASI BAWAH DITINJAU DARI SPESIFIKASI UMUM 2007 DAN 2010
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil 1 (SeNaTS 1) Tahun 2015 Sanur Bali, 25 April 2015 KAJIAN PEMANFAATAN SIRTU BUMELA SEBAGAI MATERIAL LAPIS PONDASI BAWAH DITINJAU DARI SPESIFIKASI UMUM 2007 DAN 2010
PENGARUH CAMPURAN ABU SABUT KELAPA DENGAN TANAH LEMPUNG TERHADAP NILAI CBR TERENDAM (SOAKED) DAN CBR TIDAK TERENDAM (UNSOAKED)
PENGARUH CAMPURAN ABU SABUT KELAPA DENGAN TANAH LEMPUNG TERHADAP NILAI CBR TERENDAM (SOAKED) DAN CBR TIDAK TERENDAM (UNSOAKED) Adzuha Desmi 1), Utari 2) Jurusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh email:
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Lapis Aspal Beton Aspal beton adalah suatu lapisan pada konstruksi perkerasan jalan raya yang terdiri dari campuran aspal dan agregat yang mempunyai gradasi menerus yang dicampur
(Data Hasil Pengujian Agregat Dan Aspal)
(Data Hasil Pengujian Agregat Dan Aspal) LABORATORIUM INTI JALAN RAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS LAMPUNG Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung Jurusan PEMERIKSAAN
PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH GEDE BAGE BANDUNG DENGAN ENZIM DARI MOLASE TERFERMENTASI
PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH GEDE BAGE BANDUNG DENGAN ENZIM DARI MOLASE TERFERMENTASI Oleh : Mulyadi Yuswandono *) Yusmiati Kusuma *) ABSTRAK Daya dukung tanah dalam suatu konstruksi jalan merupakan salah
KORELASI CBR DENGAN INDEKS PLASTISITAS PADA TANAH UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
KORELASI CBR DENGAN INDEKS PLASTISITAS PADA TANAH UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Nama : Salmon Atmaja Tarigan NRP. : 9821064 Pembimbing : Herianto Wibowo, Ir., M.Sc FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL
UJI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) ASTM D1883
1. LINGKUP Percobaan ini mencakup pengukuran nilai CBR di laboratorium untuk tanah yang dipadatkan berdasarkan uji kompaksi. 2. DEFINISI California Bearing Ratio (CBR) adalah rasio dari gaya perlawanan
STABILISASI TANAH DASAR ( SUBGRADE ) DENGAN MENGGUNAKAN PASIR UNTUK MENAIKKAN NILAI CBR DAN MENURUNKAN SWELLING
STABILISASI TANAH DASAR ( SUBGRADE ) DENGAN MENGGUNAKAN PASIR UNTUK MENAIKKAN NILAI CBR DAN MENURUNKAN SWELLING Gati Sri Utami Theresia MCA. Lucky Dwi Andriani Jurusan T. Sipil Fakultas T. Sipil dan Perencanaan
METODE PENELITIAN. 1. Sampel tanah yang digunakan merupakan tanah lempung lunak yang. diambil dari Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro.
24 III. METODE PENELITIAN A. Bahan Penelitian 1. Sampel tanah yang digunakan merupakan tanah lempung lunak yang diambil dari Desa Yosomulyo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro. 2. Bahan campuran yang akan
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Umum Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Lampung dengan dasar menggunakan amplop gradasi gabungan untuk campuran lapis aspal
KATA PENGANTAR. Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas
KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-nya yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang diberi
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Aspal Beton Aspal Beton merupakan salah satu jenis lapis perkerasan lentur. Jenis perkerasan ini merupakan campuran merata antara agregat dan aspal sebagai bahan pengikat pada
III. METODE PENELITIAN. Tanah yang akan diuji adalah jenis tanah lempung/tanah liat dari YosoMulyo,
III. METODE PENELITIAN A. Sampel Tanah Tanah yang akan diuji adalah jenis tanah lempung/tanah liat dari YosoMulyo, Kecamatan Metro Timur, Metro. Pengambilan sampel dilakukan pada awal musim penghujan namun
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA PEMANFAATAN KLELET ( LIMBAH PADAT INDUSTRI COR LOGAM ) SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PADA BETON KEDAP AIR
LAPORAN PENELITIAN DOSEN MUDA PEMANFAATAN KLELET ( LIMBAH PADAT INDUSTRI COR LOGAM ) SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT PADA BETON KEDAP AIR oleh : Yenny Nurcahasanah, ST., MT. Agus Susanto, ST., MT. Dibiayai Oleh
V. CALIFORNIA BEARING RATIO
V. CALIFORNIA BEARING RATIO O.J. PORTER CALIFORNIA STATE HIGHWAY DEPARTMENT. METODA PENETRASI US ARMY CORPS OF ENGINEERS Untuk : tebal lapisan perkerasan lapisan lentur jalan raya & lapangan terbang CBR
PENGARUH KEPIPIHAN BUTIRAN AGREGAT KASAR TERHADAP DAYA DUKUNG LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS-A
PENGARUH KEPIPIHAN BUTIRAN AGREGAT KASAR TERHADAP DAYA DUKUNG LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS-A Pingkan B. J. Koagouw Oscar H. Kaseke, Mecky R. E. Manoppo Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sam Ratulangi
BAB 4 HASIL DAN ANALISA
BAB 4 HASIL DAN ANALISA 4.1. HASIL PENGUJIAN MATERIAL Sebelum membuat benda uji dalam penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan berbagai pengujian terhadap material yang akan digunakan. Tujuan pengujian
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Aspal Beton Menurut Sukirman (1999) aspal beton merupakan salah satu jenis lapis perkerasan konstruksi perkerasan lentur. Jenis perkersana ini merupakan campuran merata antara
EVALUASI MATERIAL WEARING COURSE PADA PELAPISAN ULANG JALAN TOL TANGERANG MERAK
EVALUASI MATERIAL WEARING COURSE PADA PELAPISAN ULANG JALAN TOL TANGERANG MERAK Cessy Priscilla S. B NRP : 9921046 Pembimbing : Tan Lie Ing, ST., MT. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN
Pengaruh Penambahan Bahan Stabilisasi Merk X Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR)
Pengaruh Penambahan Bahan Stabilisasi Merk X Terhadap Nilai California Bearing Ratio (CBR) Mahesa Hidayat, Arief Rachmansyah, Yulvi Zaika Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl.
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI A. Hot Rolled Sheet (HRS) Menurut Kementerian Pekerjaan Umum (Bina Marga revisi 2010), lapis tipis aspal beton (lataston) adalah lapisan penutup yang terdiri dari dari campuran agregat
III. METODE PENELITIAN. 2. Air yang berasal dari Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik
26 III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan Penetilian 1. Sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa tanah lempung yang berasal dari Kecamatan Yosomulyo, Kota Metro, Provinsi Lampung. 2.
III. METODE PENELITIAN. 1. Sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa tanah
III. METODE PENELITIAN A. Bahan Bahan Penelitian Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Sampel tanah yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa tanah lempung lunak
TINJAUAN VARIASI DIAMETER BUTIRAN TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG KAPUR (STUDI KASUS TANAH TANON, SRAGEN)
TINJAUAN VARIASI DIAMETER BUTIRAN TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG KAPUR (STUDI KASUS TANAH TANON, SRAGEN) Qunik Wiqoyah 1, Anto Budi L, Lintang Bayu P 3 1,,3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
METODOLOGI PENELITIAN. untuk campuran lapis aspal beton Asphalt Concrete Binder Course (AC-
41 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Lampung dengan dasar menggunakan amplop gradasi gabungan untuk campuran
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melebihi daya dukung tanah yang diijinkan (Sukirman, 1992).
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perkerasan Jalan Perkerasan jalan adalah suatu lapisan yang berada di atas tanah dasar yang sudah dipadatkan, dimana fungsi dari lapisan ini adalah memikul beban lalu lintas
METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik. Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung.
31 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Inti Jalan Raya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung. B. Bahan Bahan yang digunakan dalam
Jurnal Sipil Statik Vol.3 No.12 Desember 2015 ( ) ISSN:
PENGARUH JUMLAH KANDUNGAN FRAKSI BAHAN PENGISI TERHADAP KRITERIA MARSHALL PADA CAMPURAN BERASPAL PANAS JENIS LAPIS ASPAL BETON-LAPIS AUS BERGRADASI HALUS Windy J. Korua Oscar H. Kaseke, Lintong Elisabeth
METODE PENELITIAN. Lampung yang telah sesuai dengan standarisasi American Society for Testing
III. METODE PENELITIAN A. Peralatan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat untuk uji batasbatas konsistensi, uji proctor modified, uji CBR dan peralatan lainnya yang ada di Laboratorium
STABILISASI TANAH DASAR ( SUBGRADE ) DENGAN MENGGUNAKAN PASIR UNTUK MENAIKKAN NILAI CBR DAN MENURUNKAN SWELLING
STABILISASI TANAH DASAR ( SUBGRADE ) DENGAN MENGGUNAKAN PASIR UNTUK MENAIKKAN NILAI CBR DAN MENURUNKAN SWELLING Gati Sri Utami, Theresia MCA, Lucky Dwi Andriani Jurusan Teknik Sipil, ABSTRACT Subgrade
PENGARUH KAPUR TERHADAP TINGKAT KEPADATAN DAN KUAT GESER TANAH EKSPANSIF
LAPORAN TUGAS AKHIR PENGARUH KAPUR TERHADAP TINGKAT KEPADATAN DAN KUAT GESER TANAH EKSPANSIF Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Tingkat Sarjana Strata 1 (S-1) Pada Fakultas Teknik Program
PENGARUH PERSENTASE KADAR BATU PECAH TERHADAP NILAI CBR SUATU TANAH PASIR (Studi Laboratorium)
PENGARUH PERSENTASE KADAR BATU PECAH TERHADAP NILAI CBR SUATU TANAH PASIR (Studi Laboratorium) Ferri Kurniadi NRP : 9921075 Pembimbing : Herianto Wibowo, Ir. MT FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS
BAB III METODE PENELITIAN A. Tahapan Penelitian. Tahap penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar 3. 1.
BAB III METODE PENELITIAN A. Tahapan Penelitian Penelitian perbaikan tanah dengan menggunakan semen pada tanah colluvium memiliki variabel utama yang akan dibahas adalah pengaruh presentase jumlah semen
BAB III METODOLOGI. langsung terhadap obyek yang akan diteliti, pengumpulan data yang dilakukan meliputi. Teweh Puruk Cahu sepanajang 100 km.
BAB III METODOLOGI 3.1 Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi secara langsung terhadap obyek yang akan diteliti, pengumpulan data yang dilakukan meliputi : 1. Pengambilan
POTENSI PENAMBAHAN DOLOMIT DAN BOTTOM ASH TERHADAP PENINGKATAN NILAI CBR TANAH EKSPANSIF
IJCCS, Vol.x, No.x, July xxxx, pp. 1~5 ISSN: 1978-1520 1 POTENSI PENAMBAHAN DOLOMIT DAN BOTTOM ASH TERHADAP PENINGKATAN NILAI CBR TANAH EKSPANSIF Surta Ria Nurliana Panjaitan* 1, Ramlan Tambunan 2, Suheri
STABILISASI TANAH DASAR DENGAN PENAMBAHAN SEMEN DAN RENOLITH
Rachmad Basuki, Machsus, Wihayudini Diah M. Program Studi Diploma Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya email:; [email protected]; [email protected] ABSTRAK Kerusakan
PENGARUH RESAPAN AIR (WATER ADSORPTION) TERHADAP DAYA DUKUNG LAPIS PONDASI TANAH SEMEN (SOIL CEMENT BASE)
PENGARUH RESAPAN AIR (WATER ADSORPTION) TERHADAP DAYA DUKUNG LAPIS PONDASI TANAH SEMEN (SOIL CEMENT BASE) Idharmahadi Adha 1 Abstrak Semen merupakan bahan additive yang sangat baik digunakan pada metoda
Pengaruh Variasi Nilai Index Plastisitas Dari Agregat Halus Terhadap Daya Dukung Lapis Pondasi Agregat Kelas-A
Pengaruh Variasi Nilai Index Plastisitas Dari Agregat Halus Terhadap Daya Dukung Lapis Pondasi Agregat Kelas-A Adelina A.R Runtuwene Oscar.H.Kaseke, Freddy Jansen Universitas Sam Ratulangi Fakultas Teknik
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan hal tersebut mengakibatkan peningkatan mobilitas penduduk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan dan pertumbuhan penduduk sangat pesat. Seiring dengan hal tersebut mengakibatkan peningkatan mobilitas penduduk sehingga muncul banyak kendaraan-kendaraan
PENGARUH PENAMBAHAN TANAH GADONG PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG TANON DENGAN SEMEN (Studi Kasus Kerusakan Jalan Desa Jono, Tanon, Sragen)
PENGARUH PENAMBAHAN TANAH GADONG PADA STABILISASI TANAH LEMPUNG TANON DENGAN SEMEN (Studi Kasus Kerusakan Jalan Desa Jono, Tanon, Sragen) Tugas Akhir untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN CAMPURAN DENGAN KOMPOSISI 75% FLY ASH DAN 25% SLAG BAJA PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP NILAI CBR DAN SWELLING
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN CAMPURAN DENGAN KOMPOSISI % FLY ASH DAN % SLAG BAJA PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP NILAI CBR DAN SWELLING MAKALAH JURNAL Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh
PERBAIKAN TANAH DASAR JALAN RAYA DENGAN PENAMBAHAN KAPUR. Cut Nuri Badariah, Nasrul, Yudha Hanova
Jurnal Rancang Sipil Volume 1 Nomor 1, Desember 2012 57 PERBAIKAN TANAH DASAR JALAN RAYA DENGAN PENAMBAHAN KAPUR Cut Nuri Badariah, Nasrul, Yudha Hanova Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan
2. Kekuatan Geser Tanah ( Shear Strength of Soil ), parameternya dapat diperoleh dari pengujian : a. Geser Langsung ( Direct Shear Test ) b.
BAB I PENDAHULUAN Untuk lebih memahami Ilmu Mekanika Tanah, selain di pelajari melalui perkuliahan juga perlu dilakukan penyelidikan dilapangan maupun pengujian di laboratorium. Penyelidikan tanah dilapangan
3 METODOLOGI PENELITIAN
16 3 METODOLOGI PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di lahan pertanian milik Institut Pertanian Bogor di Desa Cikarawang Bogor (Gambar 9), sedangkan pengujian karakteristik tanah
UJI EKSPERIMEN STABILISASI TANAH DASAR DENGAN SEMEN PADA RUAS JALAN MALAWILI DISTRIK AIMAS KABUPATEN SORONG
UJI EKSPERIMEN STABILISASI TANAH DASAR DENGAN SEMEN PADA RUAS JALAN MALAWILI DISTRIK AIMAS KABUPATEN SORONG Rokhman 1, Hendrik Pristianto 2*, Anisari Lingara 3 1,2 Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas
RATIO NILAI SOAKED DAN UNSOAKED CBR SUBGRADE TERHADAP TEBAL PERKERASAN RUNWAY BANDARA MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE
RATIO NILAI SOAKED DAN UNSOAKED SUBGRADE TERHADAP TEBAL PERKERASAN RUNWAY BANDARA MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE Said Jalalul Akbar Jurusan Teknik sipil, Universitas Malikussaleh Email: [email protected] Abstrak
STUDI PERBANDINGAN STABILISASI TANAH DASAR SECARA KIMIA DAN MEKANIS ( STUDI KASUS TANAH DASAR UNTUK JALAN ALTERNATIF SIDOARJO-KRIAN )
STUDI PERBANDINGAN STABILISASI TANAH DASAR SECARA KIMIA DAN MEKANIS ( STUDI KASUS TANAH DASAR UNTUK JALAN ALTERNATIF SIDOARJO-KRIAN ) Mahendra, Reza, Djoko Sulistiono dan Yuyun Tajunisa Mahasiswa dan Dosen
METODE PENELITIAN. Tanah yang akan di gunakan untuk penguujian adalah jenis tanah lempung
III. METODE PENELITIAN A. Sampe Tanah Tanah yang akan di gunakan untuk penguujian adalah jenis tanah lempung yang diambil dari Belimbing Sari, Lampung Timur, dengan titik kordinat 105 o 30 o 10.74 o U
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN PASIR DARI BEBERAPA DAERAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON. Abstrak
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN PASIR DARI BEBERAPA DAERAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Jeffry 1), Andry Alim Lingga 2), Cek Putra Handalan 2) Abstrak Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU DAN SERBUK GYPSUM TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI BOJONEGORO
PENGARUH PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU DAN SERBUK GYPSUM TERHADAP KARAKTERISTIK TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI BOJONEGORO Arie Wahyu Aprilian, Yulvi Zaika, Arief Rachmansyah Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Sistematika Bagan Alir Penelitian Start Mengumpulkan literature dan referensi tentang stabilisasi tanah Pengambilan contoh tanah : Tanah lempung dari ruas jalan berau
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAFTAR
III. METODE PENELITIAN. Sampel tanah yang diuji menggunakan material tanah lempung yang disubtitusi
III. METODE PENELITIAN A. Sampel Tanah Sampel tanah yang diuji menggunakan material tanah lempung yang disubtitusi dengan material pasir. Sampel tanah yang digunakan dari desabelimbing sari kec. Jabung,
