Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data
|
|
|
- Sugiarto Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data 4.1. Pengumpulan Data Data Kuesioner dari 30 Responden Tabel 4.1. Data Biodata Responden Laki-laki 21 Jenis kelamin Perempuan Usia dst 6 Mahasiswa 13 Pegawai swasta 4 Pekerjaan Wiraswasta 6 Pegawai Negeri 6 Dosen Pendapatan dst 9 Jumlah (Orang) Tabel 4.1. Data Biodata Responden Tabel 4.2. Data Perilaku Konsumen 7-11 (pagi) (siang) 7 Waktu (sore) (malam) 8 Toko oleh-oleh 6 Lokasi Pedagang kaki lima 17 Swalayan 5 Mini market 8 Pasar tradisional 7 31
2 32 Macam-macam gorengan 17 Kue kering 6 Jenis Cemilan Kue basah 4 Snack 9 Macam-macam jajanan pasar/warung 7 Pedas 14 Manis 11 Rasa Asin 11 Asam Harga (per unit) dst 3 Jumlah (orang) Tabel 4.2. Data Perilaku konsumen Table 4.3. Data Responden Produk Wingko Singkong Enak sekali 10 Enak 13 Cita Rasa Cukup 7 Kurang 0 Rp Rp Harga Rp Rp Toko oleh-oleh 9 Pedagang kaki lima 7 Lokasi Swalayan 5 Mini market 9 Pasar tradisional 12 Ya 18 Kesediaan Tidak 5 Lainnya 7 Ya 21 Cocok Tidak 7 Lainnya 2 Jumlah (orang) Table 4.3. Data Kuesioner Produk Wingko Singkong
3 Tabel Data Kuesioner Table 4.4 Data Usia Usia Jumlah (orang) % dst 6 20 Gambar 4.1. Grafik Data Usia Gambar 4.1. Grafik Data Usia Table 4.5 Data Pekerjaan Pekerjaan Jumlah (orang) % Mahasiswa Pegawai swasta 4 13 Wiraswasta 6 20 Pegawai Negeri 6 20 Dosen 1 3
4 34 Gambar 4.2. Grafik Data Pekerjaan Gambar 4.2. Grafik Data Pekerjaan Table 4.6. Data Perilaku Konsumen Waktu Jumlah (orang) % 7-11 (pagi) (siang) (sore) (malam) 8 21 Gambar 4.3. Data Perilaku Konsumen Gambar 4.3. Data Perilaku Konsumen
5 35 Table 4.7. Data Perilaku Konsumen Lokasi Jumlah (orang) % Toko oleh-oleh 6 14 Pedagang kaki lima Swalayan 5 12 Mini market 8 19 Pasar tradisional 7 16 Gambar 4.4. Data Perilaku Konsumen Gambar 4.4. Data Perilaku Konsumen Tabel 4.8. Data Produk Wingko Singkong Cita Rasa Jumlah (orang) % Enak sekali Enak Cukup 7 23 Kurang 0 0
6 36 Gambar 4.5. Data Produk Wingko Singkong Gambar 4.5. Data Produk Wingko Singkong Table 4.9. Data Produk Wingko Singkong Harga Jumlah (orang) % Rp Rp Rp Rp Gambar 4.6. Data Produk Wingko Singkong Gambar 4.6. Data Produk Wingko Singkong
7 37 Aspek Hukum Aspek hukum meliputi perizinan-perizinan yang meliputi pendirian usaha, hak paten produk, badan hukum perusahaan yang disesuaikan (PT, CV, FIRMA,UD dll), dan perizinan lainnya agar memperlancar jalannya usaha. Struktur Organisasi UD. Wingko Singkong Gambar 4.7. Struktur Organisasi UD. Wingko Singkong Aspek Finansial Data target penjualan di asumsikan bahwa produksi setiap hari sebanyak 1000pcs dan dalam 1tahun memiliki jumlah produksi selama 357 hari, sehingga didapat nilai rata-rata produksi perbulan sebagai berikut : Periode Jumlah produk Januari Februari Mart April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Tabel Data Target Produksi
8 Pengolahan Data Analisis Aspek Pasar Strategi Pemasaran 1. Segmentasi Pasar Segmentasi pasar dilihat dari demografis wingko singkong ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak, remaja dan orang tua.. Serta dari segmen berdasarkan perilaku, wingko singkong mendapat respon yang begitu baik, karena singkong ini merupakan ciri khas indonesia selain itu wingko singkong juga dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. 2. Target Pasar Target pasar disini berdasarkan segmentasi pasar yang telah terbentuk. Mayoritas penduduk bandung yang gemar akan makanan berupa kue tradisional berpengaruh terhadap permintaan produk wingko singkong,. Yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha wingko singkong bekerja berdasarkan adanya permintaan pasar. Kegiatan produksi dimulai apabila adanya permintaan pasar. Maka, tanpa pemintaan pasar kegiatan produksi usaha wingko singkong tidak bekerja. Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi maka target pasar yang paling prosfektif untuk menmperoleh laba yang maksimal yaitu memasarkan produk di sekitar kampus,perkantoran dan disekitar perumahan padat penduduk agar mudah dijangkau konsumen. 3. Posisi pasar Berdasarkan keunggulan kompetitif, seperti jenis bahan baku yang di gunakan berkualitas dan proses produksinya yang tanpa menggunakan bahan pengawet, memposisikan produk wingko singkong sebagai produk yang sehat untuk di konsumsi masyarakat tanpa menyebabkan efek samping dari penggunaan bahan pengawet.
9 39 4. Analisis Pesaing Keberhasilan usaha salah satunya ditentukan oleh kemampuan memahami pesaing. Output dari kemampuan tersebut, menopang manajemen dalam memutuskan dimana akan bersaing dan bagaimana posisi diantara pesaing. Analisis dilakukan dengan cara identifikasi industri dan karakteristiknya, identifikasi usaha di dalam industri, kemudian masing-masing usaha pun dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing termasuk identifikasi pesaing baru yang mungkin menerobos pasar maupun segmen pasar. Persaingan dalam keberadaannya berlangsung pada berbagai jenis. Persaingan antar merek, persaingan antar jenis produk, persaingan antar kebutuhan generik yang tercipta karena kelangkaan sumber daya dimana variasi geografis pun terjadi. Pemahaman terhadap jenis-jenis persaingan tersebut, merupakan suatu kemampuan. Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing dideskripsikan dan dianalisis, pesaing di evaluasi, serta kemudian tindakan pesaing pun diprediksi secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya pesaing baru. Analisis persaingan merupakan aktifitas yang terus menerus dan memerlukan koordinasi informasi. Usaha menganalisis pesaing dapat dengan cara menggunakan sistem intelejen pesaing. Untuk kepentingan itu, beberapa teknik dilakukan seperti pencarian database, survey konsumen, wawancara dengan pemasok serta partisipan lainnya yang sesuai, perekrutan karyawan pesaing termasuk mempelajari produk pesaing. Oleh karena itu pesaing wingko singkong ini mempunyai pesaing yang bergerak di bidang produksi yang sama dan produk makanan yang proses produksinya digoreng Analisis Aspek Teknik Lokasi Perusahaan dan Proses Produksi Lokasi perusahaan merupakan salah satu faktor penting dalam memutuskan suatu usaha karena sangat berpengaruh terhadap biaya produksi dan biaya operasional lain dari perusahaan. Sekali menbangun pabrik di suatu lokasi, tidak mudah untuk memindahkanya ke tempat lain.
10 40 Pemilihan tempat yang di lakukan UD. Wingko Singkong tetap, hal ini dilihat berdasarkan pertimbangan kulitatif yaitu: 1. Letak konsumen dan pasar. UD. Wingko Singkong menempatkan lokasi usaha dekat dengan konsumen dan pasar sasaranya, hal ini untuk memudahkan konsumen menjangkau lokasi penjualan. 2. Lokasi yang strategis Lokasi yang strategis harus disesuaikan dengan sarana angkutan umum yang memadai mudah dijangkau,. 3. Lingkungan masyarakat sekitar Dengan lingkungan masyarakat sekitar yang mendukung adanya pendirian perusahaan wingko singkong ini, hal ini berdampak positif bagi perusahaan karena dapat memperlancar proses per izinan. Sedangkan feedback bagi masyarkat yaitu berupa lapangan kerja baru. 4. Proses pembuatan wingko singkong Gambar 4.8. proses pemarudan Gambar 4.9. proses pencampuran
11 41 Gambar proses pembentukan produk Gambar produk siap digoreng Dengan ketentuan: 1 hari kerja 1 minggu kerja 1 tahun kerja = 8 jam = 7 hari = 51 minggu Maka perhitungan KPT (Kapasitas Produksi Terpasang) untuk unit/jam dari total produksi selama 1 tahun sebesar pcs/tahun, yaitu: KPT Unit kapasitas produksi per tahun jam ker ja x hari ker ja x mingguker ja x 7x51 = 125 pcs/jam
12 42 5. Alat-alat Yang di Gunakan Mesin pemarud kelapa dan singkong Gambar Mesin Pemarud Kelapa dan Singkong (Rp ) Kompor gas Gambar kompor Gas Satu Tungku (Rp ,-)
13 43 Gerobag Gambar gambar Gerobag (Rp ,-) Wajan, Susuk, dan Penyaring Gambar Gambar Wajan, Susuk, dan Penyaring (Rp /set)
14 44 Tabung Gas Wadah Plastik Gambar Gambar Tabung Gas (Rp ) Mesin Mixer Gambar Gambar Wadah Plastik (Rp ) Gambar Gambar Mesin Mixer (Rp )
15 Tata Letak (Layout) Area Allocation Diagram (AAD) merupakan template secara global karena informasi yang dapat dilihat hanya pemanfaatan area saja. Berikut gambar AAD distributor kue bantal wilayah bandung: Gambar Area Allocation Diagram UD.Wingko Singkong Sedangkan gambar visualisasi secara lengkap dapat dilihat pada template. Berikut ini gambar template UD. Wingko Singkong : Gambar Template UD.Wingko Singkong
16 Teknik Distribusi. Distribusi produk Wingko Singkong merupakan salah satu hal yang penting dalam melakukan pemasaran produk. Maka dari itu teknik distribusi yang tepat sangat di butuhkan untuk kelancaran kegiatan pemasaran. Tabel Distribusi Wingko Singkong Supplier Produsen Konsumen petani UD.Wingko Singkong Konsumen Dari tabel diatas di jelaskan bahwa suplai bahan baku langsung dari petani, lalu diproduksi dipabrik wingko singkong kemudian di distribusikan langsung ke konsumen. Gambar Distribusi Wingko Singkong Analisis Aspek Hukum UD. Wingko Singkong akan didirikan sebagai usaha dagang, maka dari itu untuk badan hukum akan berbentuk usaha dagang. Pengurusan badan usaha ini agar pemasaran dan hak paten perusahaan sah secara hukum dan tidak menyalahi aturan pemerintah mengenai pendirian usaha. Selain itu ada beberapa izin usaha yang harus di lengkapi. Dokumen izin usaha diperlukan untuk kepentingan perusahaan dan izin ini diperlukan bagi instansi tertentu sebagai data untuk melakukan berbagai pengawasan terhadap jalannya kegiatan usaha dari berbagai penyimpangan yang mungkin terjadi. Adapun izin usaha yang harus di lengkapi UD. Wingko Singkong :
17 47 Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah bukti bahwa Perusahaan/Badan Usaha telah melakukan Wajib Daftar Perusahaan berdasarkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1982 Tentang WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) wajib dimilki oleh perusahaan/badan usaha Penanaman Modal Asing (PT-PMA), PT Non PMA, CV, Koperasi, Firma atau perusahaan perorangan yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaten cq. Kantor Pendaftaran Perusahaan. Prosedur Permohonan 1. Bagi permohonan TDP badan usaha/perusahaan PT-PMA, PT Non PMA, dan Yayasan maka badan usaha/perusahaan harus terlebih dahulu mendapatkan Pengesahan Akta Pendirian/Perubahan dari Menteri Kehakiman & HAM RI, atau persetujuan dan atau setelah tanggal penerimaan laporan. 2. Bagi permohonan TDP badan usaha KOPERASI maka badan usaha/perusahaan harus terlebih dahulu mendapatkan Pengesahan Akta Pendirian/Perubahan dari Instansi Terkait. 3. Bagi permohonan badan usaha/perusahaan CV atau perusahan perorangan maka badan usaha/perusahaan harus terlebih dahulu didaftarkan kepengadilan negeri setempat sesuai dengan Domisili Perusahaan. 4. Perusahaan mengambil formulir, mengisi, menandangani permohonan dan mengajukan permohonan TDP pada Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota/Kabupaten cq. Kantor Pendaftaran Perusahaan, sesuai domisili perusahaan. 5. Petugas dari Kantor Pendaftaran Perusahaan akan memeriksa dan meneliti, jika memenuhi syarat WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN, maka sertifikat TANDA DAFTAR PERUSAHAAN akan dikeluarkan.
18 48 Persyaratan 1. Copy Ijin Persetujuan Investasi dari BKPM untuk PMA/PMDN (asli diperlihatkan) 2. Copy Akta Pendiran (asli diperlihatkan) 3. Copy Perubahan-perubahannya termasuk perubahan Modal, Kepemilikan Saham dan Perubahan Pengurus (asli diperlihatkan) 4. ASLI SK. Menteri Hukum & HAM RI dan Laporan perubahan Akta 5. Copy Surat Keterangan Domisili Perusahaan (asli diperlihatkan) 6. Copy SIUP/SIUJPT/SIUPAL atau Izin Operasional Lainnya (asli diperlihatkan) 7. Copy KTP Pengurus (Direksi & Komisaris) atau Pasport jika Pengurus adalah WNA 8. Copy KTP Pemegang Saham atau Pasport jika WNA atau NPWP dan SK Menteri Kehakiman apabila Pemegang Saham adalah PT, Koperasi atau Yayasan 9. Copy Pasport jika pengurus dan pemegang saham Warga Negara Asing 10. Asli TDP untuk Perubahan atau Perpanjangan Masa Berlaku Tanda Daftar Perusahaan berlaku 20 (Dua puluh) tahun sejak tanggal dikeluarkan. Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari Pemda setempat. Persyaratan Umum Untuk Permohonan SITU Baru: Permohonan bermaterai Rp diketahui oleh Camat. Fotocopy KTP pemohon yang masih berlaku. Fotocopy tanda lunas PBB tahun terahir. Berita Acara Pemeriksaan Tim Kerja Teknis Kabupaten (khusus bagi usaha yang mempunyai dampak lingkungan yang besar). Fotocopy akte pendirian perusahaan (Khusus bagi perusahaan Yang berbadan hukum). Fotocopy surat tanda pembayaran fiskal dari DP2KA.
19 49 Fotocopy Izin Mendirikan Bangunan (1MB). Standar Waktu Penerbitan Izin: Waktu penyelesaian pembuatan SITU selama 5 (lima) hari kerja Masa Berlaku: Masa berlaku izin adalah 20 (dua puluh) tahun kecuali SITU untuk usaha walet yang masa berlakunya selama 1 (satu) tahun. Dengan rincina biaya sebagai berikut : Akta Notaris Rp ( siapkan KTP dan KK) SIUP Rp TDP Rp NPWP Rp Surat ijin domisili Rp Surat Rekomendasi dari Tetangga. Surat Rekomendasi RT/RW. Pengajuan Hak Paten Mengingat akan pentingnya hasil dari inovasi yang diperoleh melalui tenaga, pikiran, waktu dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk sebuah penemuan atau perkembangan teknologi melalui inovasi, maka diperlukan perlindungan atas hak dari kekayaan intelektual yang disebut Paten, dan berdasarkan Undang- Undang Paten Nomor 14 Tahun 2001 serta ketentuan dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI, maka akan dijelaskan secara singkat mengenai Prosedur Pendaftaran Paten yang dapat dilakukan oleh para masyarakat atau pihak-pihak yang akan mempatenkan hasil penemuan atau inovasinya sebagai hak dari mereka sendiri. berikut penjelasan singkat : Menurut UU Nomor 14 Tahun 2001, Paten berarti Hak Eksklusif yang diberikan negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk
20 50 selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Dalam masalah paten, ada ketentuan bahwa pemegang paten wajib melaksanakan patennya di wilayah Indonesia. Itu artinya, ia mesti memproduksi patennya di Indonesia, mulai dari investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga masalah transfer teknologi. Untuk prosedur paten di dalam negeri disebutkan, bahwa : 1. Pemohon paten harus memenuhi segala persyaratan. 2. Dirjen HAKI akan mengumumkannya 18 (delapan belas) bulan setelah tanggal penerimaan permohonan paten. 3. Pengumuman berlangsung selama 6 (enam) bulan unt uk mengetahui apakah ada keberatan atau tidak dari masyarakat. 4. Jika tahap pengumuman ini terlewati dan permohonan paten diterima, maka pemohon paten berhak mendapatkan hak patennya untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak terjadi filling date. Adapun prosedur pendaftaran yang diberlakukan oleh Dirjen HAKI adalah sebagai berikut : 1. Permohonan Paten diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan, dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diketik rangkap 4 (empat). 2. Dalam proses pendaftaran paten ini, pemohon juga wajib melampirkan hal-hal sebagai berikut : Surat Kuasa Khusus, apabila permohonan pendaftaran paten diajukan melalui konsultan Paten terdaftar selaku kuasa; Surat pengalihan hak, apabila permohonan diajukan oleh pihak lain yang bukan penemu; Deskripsi, klaim, abstrak serta gambar (apabila ada) masing -masing rangkap 3 (tiga); Bukti Prioritas asli, dan terjemahan halaman depan dalam bahasa Indonesia rangkap 4 (empat) (apabila diajukan dengan Hak Prioritas);
21 51 Terjemahan uraian penemuan dalam bahasa Inggris, apabila penemuan tersebut aslinya dalam bahasa asing selain bahasa Inggris, dibuat dalam rangkap 2 (dua); Bukti pembayaran biaya permohonan Paten sebesar Rp ,- (lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah); dan Bukti pembayaran biaya permohonan Paten Sederhana sebesar Rp ,- (seratus dua puluh lima ribu rupiah) dan untuk pemeriksaan substantif Paten Sederhana sebesar Rp ,- (tiga ratus lima puluh ribu rupiah); Tambahan biaya setiap klaim, apabila lebih dari 10 (sepuluh) klaim: Rp ,- (empat puluh ribu rupiah) per klaim. 3. Penulisan deskripsi, klaim, abstrak dan gambar sebagaimana dimaksud diatas ditentukan sebagai berikut : Setiap lembar kertas hanya salah satu mukanya saja yang boleh dipergunakan untuk penulisan dan gambar; Deskripsi, klaim dan abstrak diketik dalam kertas HVS atau yang sejenis yang terpisah dengan ukuran A-4 (29,7 x 21 cm ) dengan berat minimum 80 gram dengan batas : dari pinggir atas 2 cm, dari pinggir bawah 2 cm, dari pinggir kiri 2,5 cm, dan dari pinggir kanan 2cm; Kertas A-4 tersebut harus berwarna putih, rata tidak mengkilat dan pemakaiannya dilakukan dengan menempatkan sisinya yang pendek di bagian atas dan bawah (kecuali dipergunakan untuk gambar); Setiap lembar deskripsi, klaim dan gambar diberi nomor urut angka Arab pada bagian tengah atas; Pada setiap lima baris pengetikan baris uraian dan klaim, harus diberi nomor baris dan setiap halaman baru merupakan permulaan (awal) nomor dan ditempatkan di sebelah kiri uraian atau klaim; Pengetikan harus dilakukan dengan menggunakan tinta (toner) warna hitam, dengan ukuran antar baris 1,5 spasi, dengan huruf tegak berukuran tinggi huruf minimum 0,21 cm;
22 52 Tanda-tanda dengan garis, rumus kimia, dan tanda-tanda tertentu dapat ditulis dengan tangan atau dilukis; Gambar harus menggunakan tinta Cina hitam pada kertas gambar putih ukuran A-4 dengan berat minimum 100 gram yang tidak mengkilap dengan batas sebagai berikut : dari pinggir atas 2,5 cm, dari pinggir bawah 1 cm, dari pinggir kiri 2,5 cm, dan dari pinggir kanan 1 cm; Seluruh dokumen Paten yang diajukan harus dalam lembar-lembar kertas utuh, tidak boleh dalam keadaan tersobek, terlipat, rusak atau gambar yang ditempelkan; Setiap istilah yang dipergunakan dalam deskripsi, klaim, abstrak dan gambar harus konsisten antara satu dengan lainnya. 4. Permohonan pemeriksaan substantif diajukan dengan cara mengisi formulir yang telah disediakan untuk itu dalam bahasa Indonesia dengan melampirkan bukti pembayaran biaya permohonan sebesar Rp ,- (dua juta rupiah). Dan berdasarkan penjelasan diatas, setelah terdaftarnya hak paten atas nama inventornya, maka menimbulkan hak dan kewajiban bagi pemegang paten, dan hak eksklusif yang akan diperoleh pemegang paten adalah hak untuk melaksanakan sendiri hak paten yang dimilikinya, memberikan hak lebih lanjut kepada orang lain dan hak untuk melarang orang lain untuk melaksanakan patennya tanpa adanya persetujuan dari pemegang paten. Prosedur Pengajuan PIRT Jika usaha rumahan kita banyak peminatnya, maka sangat perlu mengurus ijin edar sebagai jaminan bahwa usaha makanan atau minuman rumahan yang kita jual memenuhi standar keamanan makanan. Karena usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) ke Dinas Kesehatan di masing masing wilayah (kabupaten atau propinsi). Untuk melakukan pendaftaran dan pengurusan nomor Dinas Kesehatan untuk makanan kecil, bisa langsung datang ke Dinas Kesehatan dengan membawa persyaratan seperti :
23 53 1. Fotokopi KTP 2. Pas foto 3 4 sebanyak 2 lembar 3. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kantor Camat 4. Surat keterangan Puskesmas atau Dokter 5. Denah lokasi dan denah bangunan Selanjutnya, kita diminta mengisi formulir pendaftaran dan pihak DinKes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi tempat pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar maka surat PIRT akan dikeluarkan dalam waktu dua minggu. Selain itu akan diberikan penyuluhan kepada pengusaha, bagaimana cara pengawetan makanan dan cara penulisan nomor registrasi serta informasi yang lainnya. Untuk penyuluhan biasanya dilakukan secara kolektif, apabila peserta terkumpul 20 orang. Dalam penyuluhan akan diberikan bekal ilmu dan penyuluhan yang lengkap cara produksi makanan yang aman dan benar. Termasuk di dalamnya pemakaian bahan pengawet, sanitasi dan bahan tambahan dalam produk makanan olahan. Pihak DinKes akan mengeluarkan 2 sertifikat yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT. Dengan demikian total biaya yang harus dikeluarkan untuk pengajuan aspek legal/hukum dan hak paten adalah : Rp untuk biaya legalisasi perusahaan Rp untuk biaya hak paten Total biaya = Rp ,-
24 Analisis Aspek Manajemen Aspek manajemen dan organisasi merupakan aspek yang cukup penting dianalisis untuk kelayakan suatu usaha. Karena walaupun suatu usaha dinyatakan layak untuk dilaksanakan tanpa didukung dengan manajemen dan organisasi yang baik, bukan tidak mungkin mengalami kegagalan. Oleh karena itu UD. Wingko Singkong menerapkan fungsi manajemen yaitu: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam menjalankan usaha. 1. Perencanaan (Planning) Dengan adanya perencanaan kita dapat menentukan arah yang akan di tempuh dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha yang telah ditetapkan. Dalam proses ini ditentukan apa yang harus dilakukan, kapan dan bagaimana melakukanya serta dengan cara apa hal tersebut dilaksanakan. 2. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian pada distributor bermaksud untuk mengelompokan kegitankegiatan dalam unit-unit. Tujuanya untuk menata dengan jelas antara tugas, wewenang dan tanggung jawab. Berikut adalah struktur organisasi di UD. Wingko Singkong : Gambar Struktur Organisasi UD. Wingko Singkong
25 55 Deskripsi jabatan: 1. Kepala Bagian : Memimpin dan bertanggung jawab terhadap semua staff di UD. Wingko Singkong. 2. Staf Produksi: Mengatur kegiatan produksi agar kualitas produk dapat terjaga. 3. Staf Pemasaran: mempromosikan produk wingko singkong dan meningkatkan penjualan. 3. Pelaksanaan (Actuating) Setelah pengoraganisasian jelas baik itu tanggung jawab dan deskripsi jabatan maka selanjutnya adalah pelaksanaan. Pelaksaan ini meruapakan salah satu fungsi penting dalam manajemen. Pelaksanaan ini berdasarkan organisasi yang telah ditentukan sebulumya hal ini bermaksud agar dalam pelaksannya dapat berjalan dengan baik. Kepala bagian distribusi berperan penting dalam pelaksanaan kegitan distribusi. Maka dari itu kepala bagian harus memiliki landasan kepemimpinan yang kokoh meliputi: Cara berkomunikasi yang baik. Pemberian motivasi. Kemampuan memimpin. Pengambilan keputusan. Kekuasaan yang positif. 4. Pengendalian (Controlling) Pengendalian sebagai salah satu fungsi manajemen yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam berjalanya kegiatan usaha. Dalam organisasi UD. Wingko Singkong terdapat 2 staf yaitu, Staf Produksi, Staf dan Pemasaran, selain itu terdapat 6 karyawan yang bekerja di bagian gudang untuk melakukan kegiatan yang di kepalai oleh staf produksi.
26 Analisis Aspek Finansial Investasi dan Depresiasi Langkah awal dalam melakukan analisis aspek finansial adalah membuat rencana kebutuhan investasi barang dan modal. Berikut adalah investasi dan depresiasi dalam pengembangan distributor wilayah bandung. Tabel Investasi dan Depresiasi Aktiva Jumlah Umur ( bulan) Harga (RP) Total Harga (Rp) Depresiasi (Rp) Sewa Bangunan Mesin Pemarud Kompor Gas , , Gerobag ,000,000 5,000, Alat-alat 5 85, ,000 penggorengan Tabung Gas , , Wadah Plastik , , Mesin mixer Listrik Biaya Aspek Hukum Total Biaya Tenaga Kerja Berdasarkan jumlah tenaga kerja pada aspek manajemen, maka biaya tenaga kerja yang di butuhkan per tahun adalah: Tabel Proyeksi Biaya Tenaga Kerja Tenaga Kerja Gaji/bulan Jumlah Biaya (Rp) Gaji/tahun Staf Produksi Staf Pemasaran Total Gaji Staff Upah Pekerja Total Biaya Tenaga Kerja
27 Laporan Neraca Tabel Proyeksi Laporan Neraca Aktiva lancar Kas Aktiva Tetap Sewa Bangunan Peralatan dan Perlengkapan Biaya Aspek Legal Total Aktiva Tetap Total Aktiva Modal Modal Perusahaan Total Passiva Laporan Laba Rugi Tahun ke 1 Laporan laba rugi di proyeksikan dalam 2 tahun mendatang dengan jumlah produk yang terjual berdasarkan target penjualan yaitu pcs/tahun dengan harga Rp 750/pcs = Rp Biaya bahan baku = Harga x Banyak nya x 357 (jumlah hari) = Jumlah Singkong Kelapa Mentega Gula pasir Garam Minyak goreng = Rp 1000/kg x 25 kg x 357(jumlah hari) = Rp = Rp 3000/buah x 13 buah x 357(jumlah hari) = Rp = Rp 4000/kg x 5 kg x 357(jumlah hari) = Rp = Rp 16000/kg x 5 kg x 357(jumlah hari) = Rp = Rp 3000/pcs x 2 pcs x 357(jumlah hari) = Rp = Rp 9000 x 10 kg x 357(jumlah hari) = Rp
28 58 Gas LPG = Rp x 1 x 357(jumlah hari) = Rp Total Bahan = = = Tahun ke 2 (inflasi 5% dari tahun-1) Laporan laba rugi di proyeksikan dalam 2 tahun mendatang dengan jumlah produk yang terjual berdasarkan target penjualan yaitu pcs/tahun dengan harga Rp 1000/pcs = Biaya bahan baku = Harga x Banyak nya x 357 (jumlah hari) = Jumlah Singkong = Rp 1050/kg x 25 kg x 357(jumlah hari) = Rp Kelapa = Rp 3150/buah x 13 buah x 357(jumlah hari) = Rp Mentega = Rp 4200/kg x 5 kg x 357(jumlah hari) = Rp Gula pasir = Rp 16800/kg x 5 kg x 357(jumlah hari) = Rp Garam = Rp 3150/pcs x 2 pcs x 357(jumlah hari) = Rp Minyak goreng = Rp 9450 x 10 kg x 357(jumlah hari) = Rp Gas LPG = Rp x 1 x 357(jumlah hari) = Rp Total Bahan = = =
29 59 Tabel Proyeksi Laporan Laba Rugi Uraian Tahun-1 Tahun-2 Penjualan COGS Ppn 10% Laba Sebelum Pajak Pph 5 % Laba Bersih Berdasarkan harga pokok produk dari perusahaan yaitu Rp /pcs dan setelah di tambah biaya transportasi dan biaya variable lainya maka harga jual produk menjadi Rp.750. Laba bersih hasil penjualan produk sebanyak pcs wingko singkong adalah Rp ,. setelah di kurangi biaya produksi dan upah tenaga kerja dan laba bersih di tahun 1 adalah Rp , Ditahun ke -2 harga pokok produk dari perusahaan yaitu Rp. 454,3128/pcs dan setelah di tambah biaya transportasi dan biaya variable lainya maka harga jual produk menjadi Rp Laba bersih hasil penjualan produk sebanyak pcs wingko singkong adalah Rp ,. setelah di kurangi biaya produksi dan upah tenaga kerja dan laba bersih di tahun 2 adalah Rp Aliran Kas Tabel 4,16, Proyeksi Aliran Kas Uraian Tahun-0 Tahun-1 Tahun-2 Pemasukan Pinjaman Kredit Modal Sendiri Laba Bersih Depresiasi Total Pemasukan Pengeluaran Investasi Angsuran Pokok Kredit Total Pengeluaran PM-PN Kas Awal Tahun Kas Akhir Tahun
30 60 Aliran kas pada tabel 4,15, menunjukan proyeksi aliran kas 2 tahun mendatang, Pemasukan pada tahun -0 berasal dari modal sendiri yaitu masing-masing sebesar Rp, , Untuk tahun-1 pemasukan didapat dari laba bersih penjualan produk ( pcs/tahun dengan harga Rp 750) sebesar Rp, dan depresiasi Rp, dengan total pemasukan sebesar Rp, sedangkan untuk tahun-2 pemasukan di dapat dari penjualan produk ( pcs/tahun dengan harga Rp 1000 ) sebesar Rp, , Untuk jumlah kas akhir tahun-1 di dapat dari total pemasukan Rp, di tambah dengan kas awal tahun sebesar Rp, sehingga jumlah kas akhir tahun-1 sebesar Rp, 104, , Untuk jumlah kas akhir tahun-2 di dapat dari total pemasukan Rp, di tambah dengan kas akhir tahun-1 sebesar Rp, 104, sehingga jumlah kas akhir tahun-2 sebesar Rp, Penilaian Investasi Dalam penilaian investasi, untuk menilai layak atau tidak suatu investasi di gunakan beberapa metode-metode penilaian keputusan investasi diantaranya NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return) dan Payback Periode. Namun sebelum menghitung semuanya di perlukan nilai MARR ( Minimum Attractive Rate of Return) atau minimal tingkat pengembalian atau bunga yang bisa diterima perusahaan. MARR dihitung dengan menggunakan perhitungan modal rata-rata tertimbang. Tingkat pengembalian modal sendiri diambil dari besarnya tingkat suku bunga deposito sebesar 15%. Tabel 4,17, Perhitungan MARR Uraian Jumlah Proporsi Biaya Modal Kontribusi Biaya Modal Modal Sendiri % 15% 15% MARR 15% Kontribusi biaya modal = proposi x biaya modal Kontribusi biaya modal sendiri = 15% Untuk memudahkan perhitungan dilakukan pembulatan terhadap nilai MARR menjadi 15
31 61 Setelah mendapatkan nilai MARR langkah selanjutnya untuk menilai suatu investasi adalah NPV (Net Present Value). Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penrimaan kas bersih (cash inflow) di masa yang akan datang. Adapun perhitunganya sebagai berikut: Tabel 4,18, Perhitungan NPV 2 dengan n=2 tahun, Net Cash Flow (P/F,15%,3) NPV Net cash flow didapat dari investasi awal sebesar Rp, dan kas bersih selama 2 tahun dengan besar masing-masing Rp, , dan Rp, , NPV di dapat dari perkalian antara kas bersih dengan bunga present value sebesar 15%, Langkah selanjutnya setelah menghitung NPV yaitu menghitung IRR ( Internal Rate of Return) discount rate yang menyamakan nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan nilai investasi suatu usaha, Untuk menghitung IRR secara manual dilakukan dengan mentukan discount rate (r 1 ) secara sembarang yang memberikan nila NPV positif (NPV 1 ) dan discount rate lain (r 2 ) yang bernilai lebih besar sehingga member nilai negative pada NPV (NPV 2 ) Adapun perhitungan IRR sebagai berikut: IRR= r 1 +(r 2 -r 1 ) x NPV1 NPV NPV 1 2 = 75% + (73%-72%) x =75% + 1% x 0,36 =75,036% 75,4% Untuk penilaian kelayakan usaha lainya yang banyak digunakan adalah payback periode yaitu jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi yang
32 62 telah dikeluarkan dengan total nilai sekarang arus kas yang akan dihasilkan. Semakin cepat investasi tersebut dapat dikembalikan, semakin baik usaha tersebut untuk di jalankan. Berikut adalah perhitungan payback periode untuk perusahaan UD. Wingko Singkong : Tabel 4,19, Payback Periode Net Cash Flow Komulatif Net Cash Flow Payback Periode = = 0,35 = 0,35 Tahun 4,2 bulan
Paten Pengertian Paten Prosedur Permohonan Dan Pendaftaran Paten
Paten Pengertian Paten Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil Invensinya di bidang teknologi, yang
Bab 5 Analisis Analisis Aspek Analisis Aspek Pasar
Bab 5 Analisis 5.1. Analisis Aspek 5.1.1. Analisis Aspek Pasar Segmentasi pasar dilihat dari demografis wingko singkong ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak, remaja dan orang tua. Serta dari segmen berdasarkan
DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL NOMOR : H-08-PR.07.10 - TAHUN 2000 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENERIMAAN PERMOHONAN PENDAFTARAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL MELALUI KANTOR WILAYAH DEPARTEMEN
PATEN. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Apakah Paten itu?
PATEN Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Apakah Paten itu? Paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi untuk selama waktu tertentu
BAB VI ASPEK KEUANGAN. investasi dari perusahaan Saru Goma. Proyeksi keuangan ini akan dibuat dalam
BAB VI ASPEK KEUANGAN Dalam aspek ini akan menjelaskan tentang kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi dari perusahaan Saru
VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL
VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan dapat mengunakan. Analisis finansial. Adapun kriteria kriteria penilaian investasi yang dapat digunakan yaitu
SIDANG TUGAS AKHIR ANALISIS ELAYAKAN USAHA MAKANAN TRADISIONAL PEPES
SIDANG TUGAS AKHIR ANALISIS ELAYAKAN USAHA MAKANAN TRADISIONAL PEPES Pembimbing: Agus Riyanto, MT Oleh: Winda Octaviany 1.03.08.010 Bab 1 Pendahuluan Latar Belakang Masalah Berbagai usaha pada saat ini
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Studi Kelayakan Bisnis 2.1.1 Pengertian Studi Kelayakan Bisnis Menurut Brockhouse dan Wadsworth (2010:1) studi kelayakan adalah alat yang digunakan dalam proses pengembangan bisnis
BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH 3.1 Penetapan Kriteria Optimasi Kriteria optimasi yang digunakan dalam menganalisis kelayakan usaha adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan Wilayah: Menentukan dua wilayah
BAB 3. Prosedur Mendirikan Perusahaan. Oleh : Edy Sahputra Sitepu, SE, MSi
BAB 3 Prosedur Mendirikan Perusahaan Oleh : Edy Sahputra Sitepu, SE, MSi Perusahaan Perseorangan Perusahaan perseorangan adalah badan usaha yang kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Setiap indvidu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian Obyek penelitian yang akan diangkat pada penelitian ini adalah Perencanaan budidaya ikan lele yang akan berlokasi di Desa Slogohimo, Wonogiri.
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 222/PMK.010/2008 TENTANG PERUSAHAAN PENJAMINAN KREDIT DAN PERUSAHAAN PENJAMINAN ULANG KREDIT
1 of 50 8/23/2014 7:22 PM MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 222/PMK.010/2008 TENTANG PERUSAHAAN PENJAMINAN KREDIT DAN PERUSAHAAN PENJAMINAN ULANG KREDIT MENTERI
PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM
PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA LPDB-KUMKM I PROFIL UKM A. INFORMASI UMUM i. Nama Usaha ii. Alamat iii. Telp/Fax kantor Tlp Fax iv. Awal terbentuknya usaha
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 222/PMK.010/2008 TENTANG
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 222/PMK.010/2008 TENTANG PERUSAHAAN PENJAMINAN KREDIT DAN PERUSAHAAN PENJAMINAN ULANG KREDIT MENTERI KEUANGAN, Menimbang: a. bahwa peningkatan akses dunia usaha pada sumber
BAB VI ASPEK KEUANGAN
BAB VI ASPEK KEUANGAN Bagian ini menjelaskan tentang kebutuhan dana, sumber dana, proyeksi neraca, proyeksi laba rugi, proyeksi arus kas, dan penilaian kelayakan investasi. Proyeksi keuangan ini akan dibuat
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT
BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 12 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI SURAT
Intellectual Property Right (IPR) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sumber: Ditjen HKI - Republik Indonesia. Latar Belakang
Intellectual Property Right (IPR) Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Sumber: Ditjen HKI - Republik Indonesia Latar Belakang Transfer Knowledge and/or Technology Generate Income Sebagai anggota WTO (World Trade
Tanya Jawab Tentang Paten
Tanya Jawab Tentang Paten Apakah paten itu? Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian kelayakan Usaha pembenihan dan pembesaran ikan lele Sangkuriang dilakukan di Perusahaan Parakbada, Katulampa, Kota Bogor, Provinsi Jawa
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengolahan dan Analisis Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Restoran Pastel and Pizza Rijsttafel yang terletak di Jalan Binamarga I/1 Bogor. Pemilihan tempat penelitian ini dilakukan
FORMULIR PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) ( MIKRO / KECIL / MENENGAH / BESAR )
No.Seri : 0 2 / 0 5 / FORMULIR PERMOHONAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) ( MIKRO / KECIL / MENENGAH / BESAR ) Kepada yth : Kepala Badan Pelayanan Prizinan Terpadu Kota Pematangsiantar di- Pematangsiantar.
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2002 NOMOR : 43 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG KETENTUAN DAN TATA CARA PEMBERIAN SURAT IZIN USAHA PERGADANGAN ( SIUP ) DENGAN RAHMAT
BERITA KOTA SERI : E NOMOR PERATURAN TENTANG. memperkuat. struktur. Peraturan. No. DAG/PER/9/ Penerbitann Perdagangan. 2. Undang-U. tentang.
BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 24 2012 PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 24 TAHUN 2012 TENTANG SERI : E PENYELENGGARAAN DAN PERIZINAN DI BIDANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BEKASI,
PROSEDUR MAJA LABO DAHU IZIN GANGGUAN (HO) KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU PEMERINTAH KOTA BIMA WUJUDKAN PELAYANAN PRIMA BEBAS KKN
PROSEDUR PEMERINTAH KOTA BIMA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SURAT IZIN GANGGUAN (HO) KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU (KPPT) KOTA BIMA TELAH DIBERIKAN KEWENANGAN OLEH WALIKOTA DALAM MELAKUKAN PELAYANAN
BAB V ANALISA DATA. Tabel 5.1. Hasil Survei Harga Jual Ruko sekitar Kedoya
51 BAB V ANALISA DATA 5.1 Analisa Data Aspek Pasar Dalam analisa aspek pasar pembangunan ruko ini, penulis membagi menjadi beberapa acuan analisa yaitu : 5.1.1. Analisa Harga Jual Ruko Berdasarkan hasil
VI. RENCANA MANAJEMEN DAN ORGANISASI
VI. RENCANA MANAJEMEN DAN ORGANISASI 6.1. Aspek Legalitas Suatu industri yang didirikan perlu mendapatkan legalitas dari pihak yang terkait, dalam hal ini adalah pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui
III. DRAFT KETENTUAN DAN PERSYARATAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN BIDANG PERIZINAN PEREKONOMIAN DAN SOSIAL BUDAYA SECARA ELEKTRONIK
III. DRAFT KETENTUAN DAN PERSYARATAN PERIZINAN DAN NONPERIZINAN BIDANG PERIZINAN PEREKONOMIAN DAN SOSIAL BUDAYA SECARA ELEKTRONIK A. Izin Gangguan 1. Ketentuan Izin Gangguan a. Izin Gangguan terdiri dari:
BAB 5 ANALISIS KEUANGAN
BAB 5 ANALISIS KEUANGAN 5.1. Ekuitas Ekuitas adalah modal kepemilikan yang diinvestasikan dalam suatu usaha. Vraniolle merupakan badan perorangan dengan modal yang berasal dari pemilik. Ekuitas modal pemilik
Aspek Keuangan. Dosen: ROSWATY,SE.M.Si
Aspek Keuangan Dosen: ROSWATY,SE.M.Si PENGERTIAN ASPEK KEUANGAN Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Aspek keuangan memberikan gambaran yang
Demikianlah surat permohonan ini besar harapan kami mendapat dukungan dana dari bank yang bapak pimpin.
Contoh Proposal Usaha Bengkel Motor Proposal usaha bengkel motor dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam membuka bisnis rumahan. Usaha bengkel motor dan mobil akan dapat sukses jika diawali dengan perencanaan
Nomor :... Tahun... Lampiran :... Kepada Yth Perihal : Permohonan Daftar Ulang Ijin Ka. Dinas Penanaman Modal dan
FORMULIR PERMOHONAN IJIN USAHA TOKO MODERN (IUTM) (Mini Market, Supermarket, Toko Serba Ada, Swalayan, Hypermarket, Departemet Store, Mall, Perkulakan *) Oleh Penanggung Jawab Perusahaan (Direksi) Nomor
PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA UPDB-KUMKM
I PROFIL UKM PROPOSAL PERMOHONAN PINJAMAN/PEMBIAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) KEPADA UPDB-KUMKM A. INFORMASI UMUM i. Nama Usaha ii. Alamat iii. Telp/Fax kantor Tlp iv. v Awal terbentuknya usaha Penghargaan/Pinjaman
III. METODE PENELITIAN
3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual III. METODE PENELITIAN Nilai tambah yang tinggi yang diperoleh melalui pengolahan cokelat menjadi berbagai produk cokelat, seperti cokelat batangan merupakan suatu peluang
BAB II BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS. pemegang sahamnya untuk mengalihkan perusahaannya kepada setiap orang
BAB II BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS A. Defenisi Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas (PT) merupakan bentuk usaha kegiatan ekonomi yang paling disukai saat ini, di samping karena pertanggungjawabannya
PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA. Nomor : 28 A Tahun 2005 Lampiran : 1 (satu) berkas TENTANG
WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA Nomor : 28 A Tahun 2005 Lampiran : 1 (satu) berkas TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2004 TENTANG IZIN USAHA
Surat Permohonan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK)
Surat Permohonan Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) Nomor : Jakarta,... Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Permohonan IUIPHHK Kepada Yth. Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN
Menimbang BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG TATA CARA PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, :
ASPEK FINANSIAL Skenario I
VII ASPEK FINANSIAL Setelah menganalisis kelayakan usaha dari beberapa aspek nonfinansial, analisis dilanjutkan dengan melakukan analisis kelayakan pada aspek finansial yaitu dari aspek keuangan usaha
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan peternakan sapi perah di CV. Cisarua Integrated Farming, yang berlokasi di Kampung Barusireum, Desa Cibeureum, Kecamatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram alir metode penelitian merupakan kerangka berpikir yang terdiri langkah-langkah penelitian yang disusun sebagai acuan penelitian. Diagram alir diperlukan agar penyusunan
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5/POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN LEMBAGA PENJAMINAN
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 5/POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN LEMBAGA PENJAMINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 2/ 27 /PBI/2000 TENTANG BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA,
- 1- PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 2/ 27 /PBI/2000 TENTANG BANK UMUM GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam menghadapi perkembangan perekonomian nasional yang mengalami perubahan yang cepat
SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1 /POJK.05/ TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN LEMBAGA PENJAMIN
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 1 /POJK.05/20172017 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN LEMBAGA PENJAMIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN
NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG
MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENERBITAN
PEDOMAN DAN TATA CARA JENIS PERIZINAN DAN NON PERIZINAN. I. Ketentuan dan Persyaratan Perizinan dan Non Perizinan Bidang Penanaman Modal
LAMPIRAN PERATURAN WALI KOTA BOGOR NOMOR : TANGGAL : TENTANG : PEDOMAN DAN TATA CARA PELAYANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA BOGOR. PEDOMAN
IV. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Peternakan Maju Bersama, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian
BAB 6 ASPEK KEUANGAN
BAB 6 ASPEK KEUANGAN Mengelola keuangan suatu usaha bukan hanya dilakukan oleh usaha yang besar saja, tetapi usaha kecil dan menengah juga harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Karena
BAB 3 LEGALITAS PERUSAHAAN. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA SEMESTER GASAL 2017 Irma M. Nawangwulan
BAB 3 LEGALITAS PERUSAHAAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA SEMESTER GASAL 2017 Irma M. Nawangwulan Legalitas Perusahaan Nama Perusahaan Jati diri yang dipakai oleh perusahaan untuk menjalankan usahanya Nama
VIII. ANALISIS FINANSIAL
VIII. ANALISIS FINANSIAL Analisis aspek finansial bertujuan untuk menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan.
PROSEDUR PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS
PROSEDUR PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS Disusun Oleh : Adi Rinaldi Firman 200110070044 FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2010 PENDIRIAN PT-SWASTA NASIONAL PT adalah salah satu bentuk
BAB I PERUSAHAAN ASURANSI
BAB I PERUSAHAAN ASURANSI A. Pengertian Perusahaan Asuransi 1. Pengertian Perusahaan Kegiatan ekonomi yang berkembang akan membawa perkembangan pula dalam kegiatan bisnis, kegiatan ekonomi yang meningkat
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoretis Kerangka pemikiran teoretis merupakan suatu penalaran peneliti yang didasarkan pada pengetahuan, teori, dalil, dan proposisi untuk menjawab suatu
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM 41 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM 41 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 25 TAHUN 2008 TENTANG
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA NOMOR 04 TAHUN 2004 T E N T A N G SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DI KABUPATEN BARITO UTARA
PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA NOMOR 04 TAHUN 2004 T E N T A N G SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN DI KABUPATEN BARITO UTARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO UTARA Menimbang: a. bahwa
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.123, 2015 KEMENAKER. Izin Usaha. Penyediaan Jasa Pekerja/Buruh. Pelayanan Satu Pintu. BKPM. Penerbitan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6
- 1 - GUBERNUR BANK INDONESIA,
- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 4/ 1/PBI/2002 TENTANG PERUBAHAN KEGIATAN USAHA BANK UMUM KONVENSIONAL MENJADI BANK UMUM BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DAN PEMBUKAAN KANTOR BANK BERDASARKAN PRINSIP
FORMULIR PERMOHONAN IJIN USAHA PUSAT PERBELANJAAN (IUPP), IJIN USAHA PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL (IUP2T)
FORMULIR PERMOHONAN IJIN USAHA PUSAT PERBELANJAAN (IUPP), IJIN USAHA PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL (IUP2T) Oleh Penanggung Jawab Perusahaan (Direksi) Nomor :... Tahun... Lampiran :... Kepada Yth Perihal
Syarat Pendirian Bank dengan Besarnya Modal Dasar dan Modal Disetor
Syarat Pendirian Bank dengan Besarnya Modal Dasar dan Modal Disetor Persyaratan dan Proses pendirian Bank Umum Setiap pihak yang melakukan kegiatan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan
Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data
Bab 4 Pengumpulan dan Pengolahan Data 4.1. Pengumpulan data 4.1.1. Data jumlah penduduk Sekeloa selatan-sukasari Daerah Sekeloa Selatan - Sukasari Terletak di Propinsi Jawa Barat Kabupaten Bandung Kelurahan
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian dilaksanakan di penggilingan padi Sinar Ginanjar milik Bapak Candran di Desa Jomin Timur, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pemilihan
- 2 - Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 31, Tambahan Lembaran Nega
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 8/3/PBI/2006 TENTANG PERUBAHAN KEGIATAN USAHA BANK UMUM KONVENSIONAL MENJADI BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH DAN PEMBUKAAN KANTOR
KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 73/MPP/Kep/3/2000 TENTANG KETENTUAN KEGIATAN USAHA PENJUALAN BERJENJANG
KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 73/MPP/Kep/3/2000 TENTANG KETENTUAN KEGIATAN USAHA PENJUALAN BERJENJANG MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA
VII. ANALISIS LINGKUNGAN DAN LEGALITAS
VII. ANALISIS LINGKUNGAN DAN LEGALITAS A. Aspek Lingkungan Dari setiap proses produksi di dalam industri pasti menghasilkan limbah, baik yang bersifat merugikan ataupun menguntungkan. Limbah yang sifatnya
Rencana Bisnis [BIDANG USAHA] [tempat dan tanggal penyusunan] disusun oleh: [Nama Penyusun] [Jabatan Penyusun]
Rencana Bisnis [Nama Perusahaan] [BIDANG USAHA] [tempat dan tanggal penyusunan] disusun oleh: [Nama Penyusun] [Jabatan Penyusun] [Alamat Lengkap Perusahaan] No. Telepon [Nomor Telepon] No. Fax [Nomor Fax]
Aspek Hukum Dalam Usaha Makanan. Oleh: Ilzamha Hadijah Rusdan, S.TP., M.Sc
Aspek Hukum Dalam Usaha Makanan Oleh: Ilzamha Hadijah Rusdan, S.TP., M.Sc Adalah Kegiatan usaha dengan tujuan mencari keuntungan. Adalah Aturan tertulis maupun tidak tertulis yang mempunyai sanksi. Hukum
BAB V RENCANA AKSI. tantangan kebutuhan bahan bangunan dikawasan Tapanuli. Tahapan yang
BAB V RENCANA AKSI 5.1 Kegiatan Usaha CV. Mitra Andalan Sentosa Model bisnis distributor bahan bangunan CV. Mitra Andalan Sentosa di Kawasan Tapanuli diharapkan akan menjadi satu contoh jenis usaha yang
LEGALITAS USAHA. Dr. David Sukardi Kodrat, MM, CPM Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra
LEGALITAS USAHA Dr. David Sukardi Kodrat, MM, CPM Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ciputra LATAR BELAKANG > Tujuan setiap undang-undang adalah untuk meyakinkan pengguna produk/jasa bahwa hasil operasi
Jenis-jenis Badan Usaha
ASPEK HUKUM Pendahuluan Untuk memulai studi kelayakan usaha, umumnya dimulai dari aspek hukum, walaupun banyak yang melakukannya dari aspek lainnya tergantung dari kesiapan masingmasing perusahaan. Bagi
III. METODOLOGI. 3.1 Kerangka Pemikiran. 3.2 Metode Penelitian
III. METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran Ketersediaan bahan baku ikan hasil tangkap sampingan yang melimpah merupakan potensi yang besar untuk dijadikan surimi. Akan tetapi, belum banyak industri di Indonesia
BAB VI ASPEK KEUANGAN. Untuk memproduksi Gezond diperlukan bahan baku dan peralatan. Berikut
BAB VI ASPEK KEUANGAN 6.1 Kebutuhan Dana Untuk memproduksi Gezond diperlukan bahan baku dan peralatan. Berikut adalah rincian harga bahan baku yang digunakan untuk 1 bulan pertama: Tabel 6.1.1 Kebutuhan
METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu 4.2. Jenis dan Sumber Data 4.3. Metode Pengumpulan Data
IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian dilakukan di Usaha Mi Ayam Bapak Sukimin yang terletak di Ciheuleut, Kelurahan Tegal Lega, Kota Bogor. Lokasi penelitian diambil secara sengaja (purposive)
FORMULIR PERINGKAT KREDIT
PT BANK SHINHAN INDONESIA FORMULIR PERINGKAT KREDIT Tipe Debitur : Badan Hukum Jenis Evaluasi : Baru/Ulang/Lainnya Pemohon Tanggal : : Staf Manajer Persetujuan oleh Biaya FORMULIR INI MERUPAKAN DOKUMEN
III. KERANGKA PEMIKIRAN
III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 3.1.1. Studi Kelayakan Bisnis Gittinger (1986) menyebutkan bahwa proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber
TINJAUAN KELAYAKAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN NET PRESENT VALUE METHOD DAN INTERNAL RATE OF RETURN METHOD
TINJAUAN KELAYAKAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN NET PRESENT VALUE METHOD DAN INTERNAL RATE OF RETURN METHOD Andreas Y. H. Aponno NRP : 9221035 Pembimbing : V. Hartanto, Ir., M.Sc. FAKULTAS TEKNIK JURUSAN
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK. Programing di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK 3.1 Bidang pelaksanaan praktek Pada saat pelaksanaan kerja praktek penulis ditempatkan pada bagian Divisi Programing di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang
BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS
BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS, Menimbang : a.
Keterangan Bebas (SKB) Pemungutan PPh Pasal 22 Impor. 7 Pelayanan Penyelesaian Permohonan a. KPP Pratama dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan
LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR : SE - 79/PJ/2010 TENTANG : STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) LAYANAN UNGGULAN BIDANG PERPAJAKAN DAFTAR 16 (ENAM BELAS) JENIS LAYANAN UNGGULAN BIDANG
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis Penelitian yang akan dilakukan adalah Studi Kelayakan Bisnis dan metode yang akan dipakai untuk melakukan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
OLEH : AKBP RADIANT, S.I.K., M.HUM. KASUBDIT I / INDAGSI DITresKRIMSUS POLDA JATIM
OLEH : AKBP RADIANT, S.I.K., M.HUM. KASUBDIT I / INDAGSI DITresKRIMSUS POLDA JATIM 1 2 3 UU NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN PERMENDAG NO.07 TH 2017 TENTANG PENERBITAN SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN
RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.05/2014 TENTANG PERIZINAN USAHA DAN KELEMBAGAAN PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang
I. PE DAHULUA Latar Belakang Masalah Donat meupakan salah satu jenis jajanan yang sangat digemari masyarakat. Makanan ini sangat popular di semua
1 I. PE DAHULUA Latar Belakang Masalah Donat meupakan salah satu jenis jajanan yang sangat digemari masyarakat. Makanan ini sangat popular di semua kalangan baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG
PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG NOMOR 27 TAHUN 2004 T E N T A N G SURAT IJIN USAHA INDUSTRI, IJIN PERLUASAN DAN TANDA DAFTAR INDUSTRI DI KABUPATEN LUMAJANG DENGAN RAHMAT
A. PENDAHULUAN. persekutuan firma terhadap yang mempunyai satu atau beberapa orang sekutu komanditer.
A. PENDAHULUAN Perseroan Komanditer yang biasa disingkat CV (Comanditaire Vennootschap) ini adalah suatu Bentuk Badan Usaha yang paling banyak digunakan oleh para Pengusaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai
SURAT PERMOHONAN IZIN USAHA INDUSTRI (IUI) BARU / DAFTAR ULANG
SURAT PERMOHONAN IZIN USAHA INDUSTRI (IUI) BARU / DAFTAR ULANG 00/Form-23/KP2T/2016 Nomor : Kepada Lampiran : ( ) lembar Yth. Kepala Kantor Pelayanan Perihal : Izin Usaha Industri (IUI) Perijinan Terpadu
BAB VI ASPEK KEUANGAN
BAB VI ASPEK KEUANGAN VI.1 Kebutuhan Dana 1. Aktiva tetap : Tabel 6.1 Kebutuhan Dana No Komponen Investasi Aktifa tetap 1. Piring 50 buah @3000 Rp150.000 2. Mangkok ayam 50 buah @4000 Rp200.000 3. Sendok
BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 87 TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN DI KABUPATEN CILACAP
BUPATI CILACAP PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 87 TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN DI KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP, Menimbang
(IUTM) PERMOHONAN IJIN USAHA TOKO MODERN
PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SELUMA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU Jl. Letjend Soeprapto Padang Ba i Tais ` (IUTM) PERMOHONAN IJIN USAHA TOKO MODERN 1. Nama Perusahaan
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI
6 ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN SURIMI 6.1 Pendahuluan Industri surimi merupakan suatu industri pengolahan yang memiliki peluang besar untuk dibangun dan dikembangkan. Hal ini didukung oleh adanya
IV. METODE PENELITIAN
IV. METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PT Mekar Unggul Sari, Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan alasan
Nomor :... Tahun... Lampiran :... Kepada Yth Perihal : Permohonan Ijin Usaha Ka. Dinas Penanaman
FORMULIR PERMOHONAN IJIN USAHA TOKO MODERN (IUTM) (Mini Market, Supermarket, Toko Serba Ada, Swalayan, Hypermarket, Departemet Store, Mall, Perkulakan *) Oleh Penanggung Jawab Perusahaan (Direksi) Nomor
