Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp
|
|
|
- Hartanti Yuliana Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jurnal Teknik Elektro ol. 4, No., September 004: 9-99 Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp Handry Khoswanto, Yohanes T.D.S, wan Wahyudi Fakultas Teknologi ndustri, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen etra Abstrak ada umumnya amplifier konvensional melibatkan jalur power supply (ground) yang berhubungan dengan jalur audio. Hal ini mengakibatkan pengolahan sinyal audio akan muncul HM (nterval Hum Modulation) noise. Oleh karena itu, untuk dapat menekan timbulnya noise seminimal mungkin, maka dibuat sebuah amplifier yang tidak bereferensi pada ground power supply. Amplifier tersebut harus benar-benar balance dari input sampai ke output. Untuk merealisasikan balance amplifier tersebut maka ditetapkan spesifikasi klas AB push-pull dengan daya rms sebesar 10 Watt dan lebar bandwidth antara 50 sampai 10kHz. ada power amplifier digunakan sistem rangkaian complementary pairs sebagai penguat arus. Berdasarkan hasil pengujian ternyata daya output yang keluar ke speaker hanya 110 Watt dengan tegangan supply volt dan memiliki lebar bandwidth antara 30 Hz sampai 15 Hz dengan penguatan sebesar 13.5 db. Sedangkan pengujian cacat signal juga dilakukan dengan membandingkan antara balanced power amplifier dan unbalanced power amplifier dan hasilnya balanced power amplifier memiliki HM noise jauh lebih kecil dibandingkan unbalanced power amplifier. Kata kunci: balance amplifier, push-pull, klas AB, op-amp. Abstract Conventional amplifier usually uses ground power supply as a signal reference. So it caused the conventional amplifier has HM noise (nterval Hum Noise Modulation). The system of amplifier must be really balance from the input to output in order to minimalize the noise. This research make a balance amplifier class AB push-pull with power rms 10 Watt and frequency bandwidth between 50Hz to 10kHz. This amplifier use complementary pair as a current-driver. The Experimental result show that the balanced amplifier has power output only 110 Watt, olt operating voltage and have a bandwidth from 30 Hz until 15 KHz, gain 13,5 db. Beside that the Experimental result, balanced power amplifier also has very small HM compared with unbalanced power amplifier. Keywords: balance amplifier, push-pull, class AB, op-amp. 1. endahuluan Saat ini kebutuhan entertainment tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan dunia entertainment berkembang dengan sedemikian pesatnya. Salah satu bentuk entertainment yang sangat berkembang adalah perangkat audio. Audio tidak dapat dipisahkan dari produksi dan reproduksi musik. Untuk mereproduksi musik ada beberapa perangkat audio yang sangat menunjang kualitas musik itu sendiri yaitu amplifier dan speaker. Dalam bahasan makalah ini lebih ditekankan pada amplifier secara khusus. Terkadang ampli fier belum dapat memenuhi kepuasan pengguna. Catatan: Diskusi untuk makalah ini diterima sebelum tanggal 1 Desember 004. Diskusi yang layak muat akan diterbitkan pada Jurnal Teknik Elektro volume 5, nomor 1, Maret 005. Hal ini disebabkan karena amplifier tersebut memiliki kualitas suara yang kurang sempurna yang diakibatkan oleh timbulnya gangguan suara atau biasa disebut noise. Noise yang dimaksud disini adalah hum noise. Dengan adanya masalah-masalah di atas maka timbul gagasan untuk membuat amplifier yang diharapkan dapat memuaskan konsumen. Hal ini dapat dipenuhi dengan meningkatkan kualitas dari amplifier tersebut. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas adalah dengan pengurangan hum noise, peningkatan kualitas dari output, dan lain-lain.. Balanced Amplifier ada umumnya amplifier konvensional melibatkan jalur ground power supply yang berhubungan dengan jalur audio. Sehingga dalam 9 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra
2 Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp [Handry Khoswanto et al.] pengolahan sinyal audio akan muncul HM (nterval Hum Modulation) noise. Apabila diamati pada gambar 1, hum noise ini terutama berasal dari power supply yaitu sisa ripple tegangan jala-jala 50Hz yang mengalir masuk pada jalur ground dan kemudian ikut masuk kembali ke input amplifier. Selain itu HM juga dapat berasal dari pergerakan konus speaker yang menimbulkan GGL induksi lawan pada jalur ground. Sisa ripple dan GGL induksi speaker menyebabkan jalur ground yang seharusnya nol menjadi tidak sempurna nol. HM hasil dari amplifier konvensional memenuhi bidang frekuensi audio mulai dari 0 Hz sampai 0 khz. Gambar 1. Amplifier Konvensional balance mulai dari input sampai output. Seperti terlihat pada gambar, balance amplifier ini sama sekali tidak melibatkan jalur ground power supply pada sinyal audio. Karena amplifier ini tidak bereferensi pada ground, maka HM dari amplifier diharapkan dapat ditekan menjadi kecil. Balance amplifier ini menggunakan rangkaian yang simetris baik power supply, input dan output tanpa melibatkan jalur ground sama sekali. Grafik HM balance amplifier menurun 40 db mulai dari frekuensi 00 Hz sampai 0 khz. 3. enguat Daya enguat daya adalah penguat yang mampu menghasilkan daya output yang besar. stilah daya sendiri memiliki komponen tegangan dan komponen arus. Oleh karena itu untuk membentuk sebuah penguat daya harus terdiri atas penguat tegangan dan penguat arus. Dalam kasus ini penguat tegangan dapat dibentuk oleh sebuah konfigurasi common emitter dan penguat arus dapat dibentuk oleh konfigurasi common collector. Untuk menghasilkan daya ouput yang besar, maka diperlukan sistem penguat yang mempunyai impedansi output yang rendah. Karena dengan impedansi output yang rendah maka tidak akan membebani rangkaian yang didepannya. 3.1 enguat Daya Kelas B Rangkaian dasar penguat klas B menggunakan dua transistor, yang satu transistor jenis NN dan yang satunya lagi transistor jenis N. Emitor kedua transistor tersebut berhubungan dengan tahanan beban, R L. Sedangkan sinyal input dimasukkan pada basis dari kedua transistor tersebut. Gambar dari rangkaian dasar penguat klas B ditunjukkan pada gambar di bawah ini : Gambar. Balance Amplifier Untuk memperkecil hum noise tersebut perlu dipergunakan amplifier yang benar-benar Gambar 3. enguat Daya Klas B Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra 93
3 Jurnal Teknik Elektro ol. 4, No., September 004: 9-99 Jika diberi sinyal input positif, maka transistor NN (Q 1 ) akan aktif dan transistor N (Q ) cutoff. Begitu juga sebaliknya, jika diberi sinyal input negatif, maka transistor NN (Q 1 ) cut-off dan transistor N (Q ) aktif. Jadi transistor NN (Q 1 ) meneruskan sinyal input positif dan transistor N (Q ) akan meneruskan sinyal input negatif, sehingga akan dihasilkan sinyal output yang lengkap. erhitungan daya penguat kelas B adalah sebagai berikut ini : Tegangan rms diketahui sebagai berikut : (1) Sedangkan arus rms adalah : () R (3) L. Sehingga dari sini diketahui bahwa daya yang keluar ke speaker (rms) atau daya beban adalah sebagai berikut :. (4) (5). RL Bila penguat menerapkan dual power supply maka tegangan dihitung dari cc sampai +cc SULY.. CC Sehingga daya beban pada penguat dual power supply adalah : (. ). R L 4. (6). RL Diketahui daya disipasi transistor ( D ) dirumuskan sebagai berikut : DC (9). RL Daya power supply yang mengalir adalah :. SULY DC SULY (10). RL Karena menggunakan double supply maka daya total dari power supply adalah : SULY( TOTAL). (11). RL Oleh karena itu efisiensi daya maksimum dari penguat klas B adalah : OUT % Efisiensi (100. ) SULY(TOTAL). RL % Efisiensi (100. ).. RL % Efisiensi (100. ) 4 % Efisiensi 78,5% (1) 3. enguat Daya Kelas AB enguat daya klas AB sebenarnya hampir sama dengan penguat klas B. erbedaannya hanya terletak pada pemasangan dioda pada masingmasing basis dari kedua transistor untuk klas AB. emasangan dioda ini akan menghilangkan cacat yang terjadi pada penguat daya klas B. Karena pada saat tegangan input, v i 0, maka tegangan basis, v B 0,7. Maka dari itu pada penguat klas AB tidak terdapat cacat pada sinyal outputnya seperti pada klas B. Gambar dari penguat klas AB diperlihatkan pada gambar di bawah ini. D (7). RL Tegangan DC: DC (8) Arus DC : DC Gambar 4. enguat Daya Klas AB 94 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra
4 Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp [Handry Khoswanto et al.] 3.3 Negative Feedback N β. Z N OUT (1) N Gambar 5. enguat dengan Negative Feedback Bila negative feedback dipasang pada penguat tegangan loop terbuka Ao, dengan sebagian β diumpan balik ke input seperti terlihat pada gambar di atas, maka penguatan tegangan loop tertutup A diberikan oleh A 1+ β. A (13) O Bila tegangan input in dimasukkan pada input amplifier maka OUT A. N (14). N OUT (15) 1+ β. A O ada saat ouput dihubungkan, out sama dengan nol, maka factor feedback juga nol sehingga amplifier berubah menjadi loop terbuka. Jika impedansi output, Z o dari loop terbuka amplifier, arus output short-circuit diberikan oleh. N isc (16) ZO Sekarang impedansi output Z, dengan feedback, diberikan oleh OUT Z (17) i SC. N ZO Z. 1+ β.. N (18) ZO Z 1+ β. A (19) O Jadi tampak bahwa impedansi output dengan feedback tegangan akan dikurangi dengan factor 1. Kemudian tegangan pada impedansi (1 + βa0) input Z in adalah : e N β. OUT (0) Oleh karena itu arus input Jika Z in adalah impedansi input dari amplifier dengan feedback maka ' N Z N () N ' N Z N (3) 1 β. A N ( ) Z N Dengan mengganti A0 A 1+ βa0 Maka : ' Z N ZN (1 + β. ) (4) Jadi tampak bahwa impedansi input bertambah besar dengan faktor : (1+βA 0 ) 4. erencanaan ower Amplifier erencanaan sistem yang akan dibahas meliputi beberapa bagian yaitu bagian penggerak depan (voltage amplifier signal) dan penguat arus (current amplifier). erencanaan balance amplifier yang diinginkan memiliki spesifikasi sebagai berikut : Daya rms ( ) 10 Watt mpedansi beban 8 Ω 4.1 enguat Arus Untuk beban (loudspeaker), perancangan penguat arus balance menggunakan pasangan transistor NN dan N yang memiliki karakteristik yang sama. Diketahui bahwa rms 10 Watt dan impedansi beban (loudspeaker) 8 Ω, maka :. R (5) volt CC L Berdasarkan pada persamaan 3 yang telah dibahas di atas, maka arus maksimum yang lewat ke loudspeaker adalah R L. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra 95
5 Jurnal Teknik Elektro ol. 4, No., September 004: A Gambar dari rangkaian penguat arus (currentdrive) adalah sebagai berikut : Gambar 6. enguat Complementary airs Berdasarkan pada gambar di atas, disini sama dengan c. Sedangkan daya disipasi transistor dapat dicari dengan menggunakan persamaan 7 sebagai berikut : D. RL D.8 D 61, Watt Dari perhitungan di atas, sebagai penguat arus digunakan transistor N, MJ955 dan transistor NN dengan type N3055, sebagai penguat push-pull. Diketahui spesifikasi dari pasangan transistor ini adalah : Daya (maks) 115 Watt c (maks) 15 Ampere CE (maks) 60 olt Untuk merancang penguat dengan daya output sesuai dengan spesifikasi maka diterapkan konfigurasi pasangan komplementer. asangan komplementer untuk transistor N MJ955, dipilih transistor NN BD139. Hubungan transistor NN dan N ini akan berfungsi sebagai suatu transistor NN yang memiliki penguatan arus, β dc total, yaitu perkalian β dc dari masing-masing transistor. Karena penguatan arus, β dc kedua transistor berbeda, supaya pasangan transistor ini bekerja sesuai dengan rancangan, maka dipasang tahanan Rs sebagai tahanan bias untuk transistor MJ955. Sedangkan pasangan komplementer untuk transistor NN N3055, dipilih transistor N BD140. Gambar 7. Rangkaian enguat Arus Dari perhitungan sebelumnya diketahui : cc p olt rms c (maks) Ampere Dari data sheet diketahui β dc dari masing-masing transistor adalah : β dc Q1 50 ( β dc dari transistor BD139 dan BD140) β dc Q 50 ( β dc dari transistor MJ 955 dan N3055) Maka B bisa dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut : C B (6) β DC( Q) B 50 B 40mA Setelah nilai dari B ketemu, maka B1 juga dapat dicari nilainya : C1 B1 β DC( Q1) B B1 (7) βdc( Q1) 40 B1 50 0, B 1 8mA Tegangan pada R 3 diset 0,7olt dan arus yang mengalir pada R 3 maksimum adalah sebesar A. Oleh karena itu R 3 dapat diperoleh nilainya. 96 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra
6 Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp [Handry Khoswanto et al.] R 3 0,7 R 3 0, 35Ω Karena disipasi daya yang dikonversikan menjadi panas pada resistor cukup tinggi maka digunakan nilai daya yang lebih tinggi yaitu 5 Watt. ada rangkaian penguat arus kali ini digunakan dioda dengan tipe 1N400. Dioda disini berfungsi sebagai kompensasi terhadap transistor. Kita asumsikan arus yang mengalir pada R1 adalah sebesar 50 kali dari arus B1 sehingga arus yang mengalir pada R1 sebesar 40mA. CC D R1 (8) R3 0,7 R ,5Ω 510Ω R 1 Daya yang bekerja pada R 1 dicari dengan menggunakan rumus : R 1 R 1. R 1 (9) 1,3.40 R1 R1 0,85Watt Karena disipasi daya yang dikonversikan menjadi panas pada resistor cukup tinggi maka digunakan nilai daya yang lebih tinggi yaitu Watt. Untuk menentukan harga R, pertama-tama harus tahu berapa arus yang lewat pada R. ada gambar 6 arus yang melewati R adalah e 1. Sedangkan diketahui bahwa e 1 b 1 + c 1. Karena b 1 harganya sangat kecil maka dapat diabaikan. Sehingga e 1 c 1. Setelah kita tahu harga R, langkah selanjutnya adalah mencari R. ada data sheet, diketahui tegangan pada dioda 1N 400 adalah 0,8. Dari rangkaian 7 maka didapat harga R 0,8-0,7 0,1. Maka besarnya nilai R adalah : R R R R R 01, volt 40mA 5Ω Ω Dari analisa DC diketahui: R1510Ω RΩ R30,33Ω RL8Ω β dc1 50 β dc 50 rπ 1 dc gm 0,486 (30) rπ dc gm 0,486 (31) o Z r [gm.rπ 1.rπ -1- gm.rπ 1 ].R L i 1960 Maka impedansi input dari penguat arus diketahui dengan perhitungan: i Zi R1 //(rπ1 + Zr) (33) i 510 //( ) 409Ω enguatan tegangan diperlihatkan dengan perhitungan sebagai berikut: Zr Avi (34) R1+ rπ , enguatan arus dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut: Zi Ai Avi (35) RL 409 3, enguat Tegangan erencanaan balance amplifier ini menggunakan op-amp FET sebagai penguat tegangan (voltagedrive), yang dirangkai dalam mode penguat differensial amplifier, seperti diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Gambar 8. Rangkaian enguat Tegangan Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra 97
7 Jurnal Teknik Elektro ol. 4, No., September 004: 9-99 Dari persamaan pada dasar teori, diketahui penguatan loop tertutup : Rf Av (36) Ri erencanaan gain pada penguat tegangan, A v adalah sebesar 5 kali. Bila tahanan input R i ditentukan,kω, tahanan R f diketahui dengan perhitungan: Rf (Ri Av) (37),kΩ 5 11kΩ 10kΩ ada rancangan kali ini digunakan op-amp TL07 yang mempunyai karakteristik low noise. Untuk mencegah tegangan DC yang masuk ke rangkaian penguat berikutnya maka dipasang kapasitor kopling Ci. Harga dari kapasitor kopling Ci adalah 10µF. Frekuensi yang dapat dikuatkan oleh penguat, ditentukan oleh kapasitor C f dan tahanan R f yang dirangkai secara paralel. ada rancangan kali ini frekuensi yang dikuatkan adalah frekuensi tengah yaitu 1kHz. Sehingga harga kapasitor C f dapat dicari dengan rumus : Rf Xc 1 Rf (38) π.f.cf Maka : 1 Cf π.1khz.10 kω 15,9nF 15nF Rangkaian lengkap voltage amplifier signal diperlihatkan pada gambar di bawah ini. Untuk membentuk tegangan output balance, maka dirancang dua penguat simetris untuk jalur hot maupun jalur cold. 5. engujian Sistem engujian terhadap power amplifier dilakukan saat bass dan treble pada tone control yang diinputkan dalam kondisi flat. Maka dari itu, input dari power amplifier sama dengan sinyal output pada tone control saat kondisi flat. engujian dilakukan dengan memberikan gelombang sinusoidal dengan frekuensi antara 30 Hz sampai dengan Hz. Hasil pengujian tampak seperti tabel di bawah ini. Tabel 1. engujian enguatan ower Amplifier Tegangan Frekuensi Gain (Hz) N / OUT / (db) (olt) (olt) 30 0,8 3,8 13,5 50 0,8 3,8 13,5 70 0,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13,5 00 0,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,8 13, ,8 3,7 13, ,8 3,7 13, ,8 3,7 13, ,8 3, ,8,5 9, ,8 1 Gain (kali) Frekuensi (Hz) Gain Gambar 10. Grafik Balanced ower Amplifier Saat Tone Control Dalam Kondisi Flat Gambar 9. Rangkaian Balance oltage Amplifier Signal Dari grafik terlihat bahwa respon frekuensi pada power amplifier hampir merata dari frekuensi rendah sampai frekuensi tinggi, yaitu mulai dari frekuensi 30Hz sampai 15kHz. ada frekuensi di atas 0kHz gain mulai menurun. 98 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra
8 Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp [Handry Khoswanto et al.] engujian terhadap power amplifier juga dilakukan dengan menggunakan oscilloscope. Dari hasil pengujian ini dapat dilihat bahwa sinyal output dari balanced power amplifier tidak mempunyai noise. Dari hasil pengukuran tegangan tertinggi pada Hot dan Cold adalah sebesar 4 volt. Sehingga daya output dapat dicari dengan menggunakan rumus: p o (39).RL 6. Kesimpulan Gambar 11. Sinyal Output Balanced ower Amplifier engujian dengan menggunakan oscilloscope juga dilakukan terhadap unbalanced amplifier. Ternyata dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa sinyal output unbalanced amplifier mempunyai noise yang cukup tinggi. Sinyal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Beberapa kesimpulan dapat diperoleh dari hasil pengujian dan analisa rangkaian adalah sebagai berikut : 1. ada pengujian pengamatan signal pada oscilloscope, noise pada balance power amplifier lebih kecil dibandingkan dengan unbalance power amplifier. Berdasarkan hasil uji dengar, masih terdapat noise pada balance power amplifier.. Berdasarkan hasil pengujian ternyata daya output yang keluar ke speaker hanya 110 Watt dengan tegangan supply volt dan memiliki lebar bandwidth antara 30 Hz sampai 15 Hz dengan penguatan sebesar 13.5 db. Daftar ustaka Gambar 1. Sinyal Output Unbalanced ower Amplifier 5.1 engukuran Daya Output ada pengukuran daya output dilakukan dengan mengukur tegangan output hot dan cold balance power amplifier. Sebagai tahanan beban digunakan dummy load sebesar 8 ohm. engukuran daya output diperlihatkan seperti pada gambar di bawah ini. [1] Boylestad, Robert. Electronics Device and Circuit Theory. New Jersey: rentice Hall Career & Technology, 199. [] Stover, Wm A. Circuit Design for Audio, AM/FM, and T. New York: McGraw Hill Book Company, [3] Coughlin, Robert F. Operational Amplifier and ntegrated Circuit. New Jersey: rentice Hall Career & Technology, 198. Gambar 13. engukuran Daya Output Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi ndustri Universitas Kristen etra 99
MODUL 06 PENGUAT DAYA PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018
MODUL 06 PENGUAT DAYA PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA & INSTRUMENTASI PROGRAM STUDI FISIKA, INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Riwayat Revisi Rev. 1 TUJUAN Memahami perbedaan konfigurasi
PERCOBAAN 6 RANGKAIAN PENGUAT KLAS B PUSH-PULL
PERCOBAAN 6 RANGKAIAN PENGUAT KLAS B PUSH-PULL 6.1 Tujuan dan Latar Belakang Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemonstrasikan operasi dan desain dari suatu power amplifier emitter-follower kelas
Rangkaian Penguat Transistor
- 6 Rangkaian Penguat Transistor Missa Lamsani Hal 1 SAP Rangkaian penguat trasnsistor dalam bentuk ekuivalennya Perhitungan impedansi input, impedansi output, penguatan arus, penguatan tegangan dari rangkaian
PERCOBAAN 4 RANGKAIAN PENGUAT KLAS A COMMON EMITTER
PERCOBAAN 4 RANGKAIAN PENGUAT KLAS A COMMON EMITTER 4.1 Tujuan dan Latar Belakang Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemonstrasikan cara kerja dari Power Amplifier kelas A common-emitter. Amplifier
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI. Blok diagram carrier recovery dengan metode costas loop yang
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI 3.1 Perancangan Alat Blok diagram carrier recovery dengan metode costas loop yang direncanakan diperlihatkan pada Gambar 3.1. Sinyal masukan carrier recovery yang berasal
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA MERANGKAI DAN MENGUJI OPERASIONAL AMPLIFIER UNIT : VI
LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA MERANGKAI DAN MENGUJI OPERASIONAL AMPLIFIER UNIT : VI NAMA : REZA GALIH SATRIAJI NOMOR MHS : 37623 HARI PRAKTIKUM : SENIN TANGGAL PRAKTIKUM : 3 Desember 2012 LABORATORIUM
PENGUAT EMITOR BERSAMA (COMMON EMITTER AMPLIFIER) ( Oleh : Sumarna, Lab-Elins Jurdik Fisika FMIPA UNY )
PERCOBAAN PENGUAT EMITOR BERSAMA (COMMON EMITTER AMPLIFIER) ( Oleh : Sumarna, Lab-Elins Jurdik Fisika FMIPA UNY ) E-mail : [email protected] PENGANTAR Konfigurasi penguat tegangan yang paling banyak digunakan
RESPON FREKUENSI PENGUAT CE
RESPON FREKUENSI PENGUAT CE 1. TUJUAN Mengukur dan menggambarkan kurva bode plot dari respon frekuensi rendah dan tinggi dari penguat CE 2. LANDASAN TEORI Suatu penguat tentunya mempunyai keterbatasan
Mono Amplifier Class D menggunakan Semikron SKHI 22B dan IGBT Module Semikron SKM75GB128DN
JURNAL DIMENSI TEKNIK ELEKTRO Vol. 1, No. 1, (2013) 29-36 29 Mono Amplifier Class D menggunakan Semikron SKHI 22B dan IGBT Module Semikron SKM75GB128DN Ivan Christanto Jurusan Teknik Elektro, Universitas
Penguat Inverting dan Non Inverting
1. Tujuan 1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian op-amp sebagai penguat inverting dan non inverting. 2. Mengamati fungsi kerja dari masing-masing penguat 3. Mahasiswa dapat menghitung penguatan
MODUL 08 OPERATIONAL AMPLIFIER
MODUL 08 OPERATIONAL AMPLIFIER 1. Tujuan Memahami op-amp sebagai penguat inverting dan non-inverting Memahami op-amp sebagai differensiator dan integrator Memahami op-amp sebagai penguat jumlah 2. Alat
PEMBUATAN AUDIO UNTUK MENGOLAH SINYAL INPUT DARI HANDPHONE
PEMBUATAN AUDIO UNTUK MENGOLAH SINYAL INPUT DARI HANDPHONE Mohamad Amin Teknik Mesin Politeknik Negeri Balikpapan e-mail: [email protected] Abstract Has conducted experiments in the manufacture
PERCOBAAN 7 RANGKAIAN PENGUAT RESPONSE FREKUENSI RENDAH
PECOBAAN 7 ANGKAIAN PENGUAT ESPONSE FEKUENSI ENDAH 7. Tujuan : Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mendemonstrasikan faktor-faktor yang berkontribusi pada respon frekuensi rendah, dari suatu amplifier
OPERATIONAL AMPLIFIERS
OPERATIONAL AMPLIFIERS DASAR OP-AMP Simbol dan Terminal Gambar 1a: Simbol Gambar 1b: Simbol dengan dc supply Standar operasi amplifier (op-amp) memiliki; a) V out adalah tegangan output, b) V adalah tegangan
B B BA I PEN EN A D HU LU N 1.1. Lat L ar B l e ak an Mas M al as ah
BAB I PENDAHULUAN Pada tugas akhir ini penulis akan merancang dan membuat penguat audio kelas D tanpa tapis induktor-kapasitor (LC) yang memanfaatkan modulasi tiga aras. Pada bab I, penulis akan menjelaskan
Penguat Kelas B Komplementer Tanpa Trafo Keluaran
Penguat Kelas B Komplementer Tanpa Trafo Keluaran 1. Tujuan : 1 Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami operasi dari rangkaian penguat kelas B komplementer. 2 Mahasiswa dapat menerapkan teknik pembiasan
Penguat Oprasional FE UDINUS
Minggu ke -8 8 Maret 2013 Penguat Oprasional FE UDINUS 2 RANGKAIAN PENGUAT DIFERENSIAL Rangkaian Penguat Diferensial Rangkaian Penguat Instrumentasi 3 Rangkaian Penguat Diferensial R1 R2 V1 - Vout V2 R1
PERANCANGAN CATU DAYA DC TERKONTROL UNTUK RANGKAIAN RESONANSI BERBASIS KUMPARAN TESLA
PERANCANGAN CATU DAYA DC TERKONTROL UNTUK RANGKAIAN RESONANSI BERBASIS KUMPARAN TESLA Heru Pujiyatmoko*), Mochammad Facta, and Agung Warsito Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1)
TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1) DASAR ELEKTRONIKA KOMPONEN ELEKTRONIKA SISTEM BILANGAN KONVERSI DATA LOGIC HARDWARE KOMPONEN ELEKTRONIKA PASSIVE ELECTRONIC ACTIVE ELECTRONICS (DIODE
MODUL - 04 Op Amp ABSTRAK
MODUL - 04 Op Amp Yuri Yogaswara, Asri Setyaningrum 90216301 Program Studi Magister Pengajaran Fisika Institut Teknologi Bandung [email protected] ABSTRAK Pada percobaan praktikum Op Amp ini digunakan
OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Oleh : Sri Supatmi
1 OPERASIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Oleh : Sri Supatmi Operasional Amplifier (OP-AMP) 2 Operasi Amplifier adalah suatu penguat linier dengan penguatan tinggi. Simbol 3 Terminal-terminal luar di samping power
Praktikum Rangkaian Elektronika MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2010 MODUL I DIODA SEMIKONDUKTOR DAN APLIKASINYA 1. RANGKAIAN PENYEARAH & FILTER A. TUJUAN PERCOBAAN
Gambar 2.1. simbol op amp
BAB II. PENGUAT OP AMP II.1. Pengenalan Op Amp Penguat Op Amp (Operating Amplifier) adalah chip IC yang digunakan sebagai penguat sinyal yang nilai penguatannya dapat dikontrol melalui penggunaan resistor
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan perancangan alat, yaitu perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Perancangan perangkat keras terdiri dari perangkat elektronik
Penguat Emiter Sekutu
Penguat Emiter Sekutu v out v in Konfigurasi Dasar Ciri Penguat Emiter Sekutu : 1. Emiter dibumikan 2. Sinyal masukan diberikan ke basis 3. Sinyal keluaran diambil dari kolektor Agar dapat memberikan tegangan
RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT EFEK SURROUND DENGAN IC BUCKET-BRIGADE DEVICE (BBD) MN 3008
RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT EFEK SURROUND DENGAN IC BUCKET-BRIGADE DEVICE (BBD) MN 3008 Albert Mandagi Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti Jalan Kiai Tapa 1, Jakarta
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM KOMUNIKASI RADIO SEMESTER V TH 2013/2014 JUDUL REJECTION BAND AMPLIFIER GRUP 06 5B PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI JAKARTA PEMBUAT
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II
MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA Bagian II DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK A. OP-AMP Sebagai Peguat TUJUAN PERCOBAAN PERCOBAAN VII OP-AMP SEBAGAI PENGUAT DAN KOMPARATOR
Bias dalam Transistor BJT
ias dalam Transistor JT Analisis atau disain terhadap suatu penguat transistor memerlukan informasi mengenai respon sistem baik dalam mode AC maupun DC. Kedua mode tersebut bisa dianalisa secara terpisah.
1. Pengertian Penguat RF
1. Pengertian Penguat RF Secara umum penguat adalah peralatan yang menggunakan tenaga yang kecil untuk mengendalikan tenaga yang lebih besar. Dalam peralatan elektronik dibutuhkan suatu penguat yang dapat
INVERTER 15V DC-220V AC BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK APLIKASI SINGLE POINT SMART GRID
INVERTER 15V DC-220V AC BERBASIS TENAGA SURYA UNTUK APLIKASI SINGLE POINT SMART GRID Dian Sarita Widaringtyas. 1, Eka Maulana, ST., MT., M.Eng. 2, Nurussa adah, Ir. MT. 2 1 Mahasiswa Teknik Elektro Univ.
Rangkaian Pembangkit Gelombang dengan menggunakan IC XR-2206
Eddy Nurraharjo Program Studi Teknik Informatika, Universitas Stikubank email : [email protected] Abstrak Sebuah sinyal dapat dihasilkan dari suatu pembangkit sinyal yang berupa sebuah rangkaian
OPERATIONAL AMPLIFIERS (OP-AMP)
MODUL II Praktikum OPERATIONAL AMPLIFIERS (OP-AMP) 1. Memahami cara kerja operasi amplifiers (Op-Amp). 2. Memahami cara penghitungan pada operating amplifiers. 3. Mampu menggunakan IC Op-Amp pada rangkaian.
BAB II TINJAUAN TEORITIS
BAB II TINJAUAN TEORITIS Pada bab ini akan dibahas teori yang menunjang perancangan sistem. Pada bab ini juga akan dibahas secara singkat komponen - komponen yang digunakan serta penjelasan mengenai metoda
Solusi Ujian 1 EL2005 Elektronika. Sabtu, 15 Maret 2014
Solusi Ujian 1 EL2005 Elektronika Sabtu, 15 Maret 2014 1. Pendahuluan: Model Penguat (nilai 15) Rangkaian penguat pada Gambar di bawah ini memiliki tegangan output v o sebesar 100 mv pada saat saklar dihubungkan.
Modul Elektronika 2017
.. HSIL PEMELJRN MODUL I KONSEP DSR TRNSISTOR Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan karakteristik serta fungsi dari rangkaian dasar transistor..2. TUJUN agian ini memberikan informasi mengenai penerapan
Pengkondisian Sinyal. Rudi Susanto
Pengkondisian Sinyal Rudi Susanto Tujuan Perkuliahan Mahasiswa dapat menjelasakan rangkaian pengkondisi sinyal sensor Mahasiswa dapat menerapkan penggunaan rangkaian pengkondisi sinyal sensor Pendahuluan
SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah Kode / SKS Program Studi Fakultas : Elektronika Dasar : IT012346 / 3 SKS : Sistem Komputer : Ilmu Komputer & Teknologi Informasi 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor TIU : - Mahasiswa
Modul VIII Filter Aktif
Modul VIII Filter Aktif. Tujuan Praktikum Praktikan dapat mengetahui fungsi dan kegunaan dari sebuah filter. Praktikan dapat mengetahui karakteristik sebuah filter. Praktikan dapat membuat suatu filter
Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
MODUL 1 TAHAP OUTPUT PENGUAT DAYA Naufal Ridho H (13214008) Asisten: Febri Jonathan S. (13213032) Tanggal Percobaan: 26/09/2016 EL3109-Praktikum Elektronika 2 Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah
BAB II Dasar Teori. Gambar 2.1. Model CFA [2]
BAB II Dasar Teori Pada bab ini berisi dasar teori dari current feedback op-amp yang menjelaskan perbedaanperbedaannya dengan voltage feedback op-amp. 2.1. Current Feedback Operational Amplifier Op-amp
Pendahuluan. 1. Timer (IC NE 555)
Pada laporan ini akan menyajikan bagaimana efisien sebuah power supply untuk LED. Dengan menggunakan rangkaian buck converter diharapkan dapat memberikan tegangan dan arus pada beban akan menjadi stabil,
SATUAN ACARA PERKULIAHAN
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ELEKTRONIKA DASAR KODE : TSK-210 SKS/SEMESTER : 2/2 Pertemuan Pokok Bahasan & ke TIU 1 Pengenalan Komponen dan Teori Semikonduktor TIU : - Mahasiswa mengenal Jenis-jenis
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori teori yang mendasari perancangan dan perealisasian inductive wireless charger untuk telepon seluler. Teori-teori yang digunakan dalam skripsi
BAB II ANALOG SIGNAL CONDITIONING
BAB II ANALOG SIGNAL CONDITIONING 2.1 Pendahuluan Signal Conditioning ialah operasi untuk mengkonversi sinyal ke dalam bentuk yang cocok untuk interface dengan elemen lain dalam sistem kontrol. Process
INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)
INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING) I. TUJUAN Tujuan dari pembuatan modul Penguat Inverting ini adalah: 1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat inverting sebagai
PERANCANGAN SISTEM KOMUNIKASI DUA ARAH DENGAN SISTEM MODULASI FM
ISSN: 1693-6930 81 PERANCANGAN SISTEM KOMUNIKASI DUA ARAH DENGAN SISTEM MODULASI FM Makmur 1, Tole Sutikno 2 1 PT. Semen Tonasa (Persero) Jl. Chairil Anwar No. 1, Makassar 09113, Telp. (0411) 321823 Fax.
MODUL 04 TRANSISTOR PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018
MODUL 04 TRANSISTOR PRAKTIKUM ELEKTRONIKA TA 2017/2018 LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI PROGRAM STUDI FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 1 TUJUAN Memahami
BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada perancangan alat untuk sistem demodulasi yang dirancang, terdiri dari
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada perancangan alat untuk sistem demodulasi yang dirancang, terdiri dari beberapa perangkat keras (Hardware) yang akan dibentuk menjadi satu rangkaian pemodulasi sinyal digital
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS 4.1. Topik 1. Rangkaian Pemicu SCR dengan Menggunakan Rangkaian RC (Penyearah Setengah Gelombang dan Penyearah Gelombang Penuh). A. Penyearah Setengah Gelombang Gambar
BAB III PERANCANGAN SISTEM
25 BAB III PERANCANGAN SISTEM Sistem monitoring ini terdiri dari perangkat keras (hadware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras terdiri dari bagian blok pengirim (transmitter) dan blok penerima
Modul 04: Op-Amp. Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis. 1 Alat dan Komponen. 2 Teori Singkat
Modul 04: Op-Amp Penguat Inverting, Non-Inverting, dan Comparator dengan Histeresis Reza Rendian Septiawan March 3, 2015 Op-amp merupakan suatu komponen elektronika aktif yang dapat menguatkan sinyal dengan
JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING
JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING A. TUJUAN Tujuan dari pembuatan modul Penguat Inverting ini adalah: 1. Mahasiswa mengetahui karakteristik rangkaian penguat inverting sebagai aplikasi dari rangkaian Op-Amp.
BAB VF, Penguat Daya BAB VF PENGUAT DAYA
Hal:33 BAB F PENGUAT DAYA Dalam elektronika banyak sekali dijumpai jenis penguat, pengelompokkan dapat berdasarkan: 1. rentang frekuensi operasi, a. gelombang lebar (seperti: penguat audio, video, rf dll)
PENGUAT DAYA BAB I PENDAHULUAN. I. 1 Latar Belakang
PENGUAT DAYA BAB I PENDAHULUAN I. 1 Latar Belakang Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang sangat penting untuk terus dikaji dan dikembangkan. Perkembangan ilmu Fisika akan sangat berpengaruh bagi kehidupan
REALISASI KONVERTER DC-DC TIPE PUSH-PULL BERBASIS IC TL494 DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN
REALISASI KONVERTER DC-DC TIPE PUSH-PULL BERBASIS IC TL9 DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN Argianka Satrio Putra *), Trias Andromeda, and Agung Warsito Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Jl. Prof.
PERANCANGAN PENGUAT AUDIO KLAS B (PUSH-PULL)
PERANCANGAN PENGUAT AUDIO KLAS B (PUSH-PULL) TUGAS AKHIR OLEH ANDRY ANGGORO ARAHIM 02.50.0062 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVESITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG 2011 i
SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEKNIK ELEKTRO ( IB ) MATA KULIAH / SEMESTER : ELEKTRONIKA ANALOG* / 6 KODE / SKS / SIFAT : IT41351 / 3 SKS / UTAMA
Pertemuan ke 1 2 Pokok Bahasan dan TIU Konsep dasar dan karakteristik arus-tegangan Dioda pn, BJT, MOSFET dan JFET. Penjelasan ulang konsep dasar dan karakteristik arus tegangan Analisis dan desain rangkaian
PENGENALAN OPERATIONAL AMPLIFIER (OP-AMP)
+ PENGENALAN OPERATIONAL AMPLIFIER (OPAMP) Penguat operasional atau Operational Amplifier (OPAMP) yaitu sebuah penguat tegangan DC yang memiliki 2 masukan diferensial. OPAMP pada dasarnya merupakan sebuah
BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka
59 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat Mulai Tinjauan pustaka Simulasi dan perancangan alat untuk pengendali kecepatan motor DC dengan kontroler PID analog
RANCANG BANGUN PENYEARAH AC TO DC RESONANSI SERI DENGAN ISOLASI TERHADAP FREKUENSI TINGGI
RANCANG BANGUN PENYEARAH AC TO DC RESONANSI SERI DENGAN ISOLASI TERHADAP FREKUENSI TINGGI Renny Rakhmawati, ST, MT Jurusan Teknik Elektro Industri PENS-ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya Phone 03-5947280
KATA PENGANTAR. Surabaya, 13 Oktober Penulis
KATA PENGANTAR Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun laporan Praktikum Dasar Elektronika dan Digital
PRAKTIKUM TEKNIK TELEKOMUNIKASI 1 / RANGKAIAN LISTRIK / 2015 PERATURAN PRAKTIKUM. 1. Peserta dan asisten memakai kemeja pada saat praktikum
PERATURAN PRAKTIKUM 1. Peserta dan asisten memakai kemeja pada saat praktikum 2. Peserta dan asisten memakai sepatu tertutup (untuk perempuan diizinkan menggunakan flat shoes) 3. Peserta mengerjakan dan
hubungan frekuensi sumber tegangan persegi dengan konstanta waktu ( RC )?
1. a. Gambarkan rangkaian pengintegral RC (RC Integrator)! b. Mengapa rangkaian RC diatas disebut sebagai pengintegral RC dan bagaimana hubungan frekuensi sumber tegangan persegi dengan konstanta waktu
BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS
48 BAB I HASIL PERCOBAAN DAN ANALISIS 4.1. HASIL PERCOBAAN 4.1.1. KARAKTERISTIK DIODA Karakteristik Dioda dengan Masukan DC Tabel 4.1. Karakteristik Dioda 1N4007 Bias Maju. S () L () I D (A) S () L ()
BAB III PERANCANGAN DAN PENGUKURAN
BAB III PERANCANGAN DAN PENGUKURAN 3.1 Perancangan Sistem Perancangan mixer audio digital terbagi menjadi beberapa bagian yaitu : Perancangan rangkaian timer ( timer circuit ) Perancangan rangkaian low
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Percobaan Mempelajari karakteristik statik penguat opersional (Op Amp )
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Tujuan Percobaan Mempelajari karakteristik statik penguat opersional (Op Amp ) 1.2 Alat Alat Yang Digunakan Kit praktikum karakteristik opamp Voltmeter DC Sumber daya searah ( DC
PENULISAN ILMIAH LAMPU KEDIP
PENULISAN ILMIAH LAMPU KEDIP BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Integrated Circuit 4017 Integrated Circuit 4017 adalah jenis integrated circuit dari keluarga Complentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS). Beroperasi
PERANCANGAN DAN REALISASI PENGUAT KELAS D BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 16. Disusun Oleh: Nama : Petrus Nrp :
PERANCANGAN DAN REALISASI PENGUAT KELAS D BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 16 Disusun Oleh: Nama : Petrus Nrp : 0422015 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Jl. Prof.Drg.Suria
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA)
SOAL UJIAN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKARYA REKAYASA TEKNOLOGI (ELEKTRONIKA) 1. Komponen elektronik yang berfungsi untuk membatasi arus listrik yang lewat dinamakan A. Kapasitor D. Transistor B. Induktor
BAB III PERANCANGAN SISTEM
BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan tentang perancangan perangkat keras dari tugas akhir yang berjudul Penelitian Sistem Audio Stereo dengan Media Transmisi Jala-jala Listrik. 3.1.
Rancang Bangun Alat Pengubah Tegangan DC Menjadi Tegangan Ac 220 V Frekuensi 50 Hz Dari Baterai 12 Volt
Rancang Bangun Alat Pengubah Tegangan DC Menjadi Tegangan Ac 220 V Frekuensi 50 Hz Dari Baterai 12 Volt Widyastuti Jurusan Teknik Elektro Universitas Gunadarma Jl. Margonda 100 Depok E-mail : [email protected]
Gambar 3.1. Diagram alir metodologi perancangan
19 BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN 3.1. Metode Perancangan Berikut merupakan diagram alur kerja yang menggambarkan tahapantahapan dalam proses rancang bangun alat pemutus daya siaga otomatis pada Peralatan
BAB 3 PERANCANGAN DAN REALISASI
ABSTRAK Transceiver (transmitter receiver) tidak hanya digunakan untuk komunikasi suara saja tetapi dapat digunakan untuk komunikasi data dengan menggunakan sebuah modem. Untuk komunikasi jarak jauh biasa
Transistor Bipolar BJT Bipolar Junction Transistor
- 3 Transistor Bipolar BJT Bipolar Junction Transistor Missa Lamsani Hal 1 SAP bentuk fisik transistor NPN dan PNP injeksi mayoritas dari emiter, lebar daerah base, rekomendasi hole-elektron, efisiensi
BAB III LANDASAN TEORI
9 BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Amplifier Amplifier adalah komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya atau tenaga secara umum. Dalam penggunaannya, amplifier menguatkan signal suara yaitu memperkuat
PERCOBAAN 10 RANGKAIAN DIFFERENSIATOR DAN INTEGRATOR OP-AMP
PERCOBAAN 0 RANGKAIAN DIFFERENSIATOR DAN INTEGRATOR OP-AMP 0. Tujuan : ) Mendemonstrasikan prinsip kerja dari suatu rangkaian diffrensiator dan integrator, dengan menggunakan op-amp 74. 2) Rangkaian differensiator
MODUL III PENGUAT DENGAN UMPAN BALIK
MODUL III PENGUAT DENGAN UMPAN BALIK Rosana Dewi Amelinda (13213060) Asisten : Fikri Abdul A. (13212127) Tanggal Percobaan: 28/10/2015 EL3109-Praktikum Elektronika II Laboratorium Dasar Teknik Elektro
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ELEKTRONIKA ANALOG* (Ujian Utama) KODE MK / SKS : KK / 3
SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ELEKTRONIKA ANALOG* (Ujian Utama) KODE MK / SKS : KK-041301 / 3 Minggu Pokok Bahasan Ke Dan TIU 1 Konsep dasar dan karakteristik arustegangan Dioda pn, BJT, MOSFET
MODEL SISTEM PENGUAT DAYA AUDIO RAGAM LINIER
MODEL SISTEM PENGUAT DAYA AUDIO AGAM LINIE Ir. Nugroho AD, MT achmat Arianto ST. Budi Sriyanto Email : [email protected] Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof.H. Soedarto,
Bab III. Operational Amplifier
Bab III Operational Amplifier 30 3.1. Masalah Interfacing Interfacing sebagai cara untuk menggabungkan antara setiap komponen sensor dengan pengontrol. Dalam diagram blok terlihat hanya berupa garis saja
PERCOBAAN 5 REGULATOR TEGANGAN MODE SWITCHING. 1. Tujuan. 2. Pengetahuan Pendukung dan Bacaan Lanjut. Konverter Buck
PEROBAAN 5 REGUATOR TEGANGAN MODE SWITHING 1. Tujuan a. Mengamati dan mengenali prinsip regulasi tegangan mode switching b. Mengindetifikasi pengaruh komponen pada regulator tegangan mode switching c.
BAB III PERANCANGAN ALAT
BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab tiga ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada alat ini. Dimulai dari uraian perangkat keras lalu uraian perancangan
[LAPORAN PENGUAT DAYA KELAS A] BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Dalam matakuliah Elektronika II telah dipelajari beberapa teori tentang rangkaian common seperti common basis, common emitter, dan common collector. Salah satu penerapan
TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR DAN SUMBER ARUS
TRANSSTOR SEBAGA SAKLAR DAN SUMBER ARUS 1. TRANSSTOR SEBAGA SAKLAR Salah satu aplikasi yang paling mudah dari suatu transistor adalah transistor sebagai saklar. Yaitu dengan mengoperasikan transistor pada
BAB III METODE PENELITIAN
2 BAB III METODE PENELITIAN Pada skripsi ini metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen (uji coba). Tujuan yang ingin dicapai adalah membuat suatu alat yang dapat mengkonversi tegangan DC ke AC.
MODUL PENGUAT DAYA RF 15 WATT (RANGKAIAN BUFFER)
MODUL PENGUAT DAYA RF 15 WATT (RANGKAIAN BUFFER) LAPORAN AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Pada Jurusan Teknik Elektro Program Studi Teknik Telekomunikasi Politeknik
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perhitungan Frekuensi Untuk mengetahui apakah besarnya nilai frekuensi berpengaruh terhadap transmisi daya, maka diperlukan pengukuran daya dengan menggunakan nilai frekuensi
SAKLAR YANG DIAKTIFKAN DENGAN GELOMBANG SUARA SEBAGAI PELENGKAP SARANA TATA SUARA
ISSN: 1693-6930 39 SAKLAR YANG DIAKTIFKAN DENGAN GELOMBANG SUARA SEBAGAI PELENGKAP SARANA TATA SUARA Adi Wisaksono Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto, SH Tembalang Semarang
Elektronika. Pertemuan 8
Elektronika Pertemuan 8 OP-AMP Op-Amp adalah singkatan dari Operational Amplifier IC Op-Amp adalah piranti solid-state yang mampu mengindera dan memperkuat sinyal, baik sinyal DC maupun sinyal AC. Tiga
yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali
BAB III PERANCANGAN 3.1. Blok Diagram Pada dasarnya rangkaian elektronik penggerak kamera ini menggunakan beberapa rangkaian analok yang terbagi menjadi beberapa blok rangkaian utama, yaitu, rangkaian
BAB VII ANALISA DC PADA TRANSISTOR
Bab V, Analisa DC pada Transistor Hal: 147 BAB V ANALSA DC PADA TRANSSTOR Transistor BJT (Bipolar Junction Transistor) adalah suatu devais nonlinear terbuat dari bahan semikonduktor dengan 3 terminal yaitu
MODUL 07 PENGUAT DAYA
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL 07 PENGUAT DAYA 1 TUJUAN Memahami konfigurasi dan prinsip kerja penguat daya kelas B dan AB. Memahami
MODUL 05 TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL TRANSISTOR SEBAGAI PENGUAT TUJUAN Mengetahui karakteristik penguat berkonfigurasi Common Emitter Mengetahui
MODUL 08 Penguat Operasional (Operational Amplifier)
P R O G R A M S T U D I F I S I K A F M I P A I T B LABORATORIUM ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI MODUL 08 Penguat Operasional (Operational Amplifier) 1 TUJUAN Memahami prinsip kerja Operational Amplifier.
TUJUAN ALAT DAN BAHAN
TUJUAN 1. Mengetahui prinsip penyearah setengah gelombang tanpa menggunakan kapasitor 2. Mengetahui prinsip penyearah setengah gelombang menggunakan kapasitor. ALAT DAN BAHAN 1. Dioda 1N4007 1 buah 2.
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA)
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PERTEMUAN KE I DAN II 1. Fakultas/Program Studi : MIPA/Pendidikan Fisika 2. Mata
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
LABORATORIUM KOMUNIKASI RADIO JUDUL : WIDE BAND AMPLIFIER DISUSUN OLEH : Angga Nugraha M.Jafar Nosen Karol Wibby Aldryani Astuti Praditasari Teknik Telekomunikasi 5D POLITEKNIK NEGERI JAKARTA WIDE BAND
Tipe op-amp yang digunakan pada tugas akir ini adalah LT-1227 buatan dari Linear Technology dengan konfigurasi pin-nya sebagai berikut:
BAB III PERANCANGAN Pada bab ini berisi perancangan pedoman praktikum dan perancangan pengujian pedoman praktikum dengan menggunakan current feedback op-amp. 3.. Perancangan pedoman praktikum Pada pelaksanaan
