Filsafat Kematian Heidegger
|
|
|
- Surya Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 Filsafat Kematian Heidegger F. Budi Hardiman ECF 13 Oktober 2015 Renungan tentang kematian terletak di jantung Sein und Zeit. Sebagai keseluruhan dari keseluruhan struktur Dasein, Sorge merupakan suatu gerak atau dinamika yang belum definitif. Bahwa salah satu momennya sich vorweg (mendahului) berarti bahwa Sorge adalah penyingkapan terus-menerus. Ada dari Dasein adalah kemungkinan (Seinkoennen), maka ia lebih merupakan suatu gerak terus-menerus menuju dirinya daripada merupakan sesuatu yang sudah jadi. Rumusan filosofisnya adalah demikian: Manusia itu lebih menjadi (Werden) daripada ada (Sein). Dalam arti ini, selama Dasein sebagai Mengada ada, dia tak pernah mencapai keseluruhan nya. 1 Sepuluh tahun dalam perkawinan seorang suami mengenal istrinya sebagai seorang partner yang setia, sederhana dan tulus. Sejak perempuan ini bekerja dan mendapatkan nafkahnya sendiri, dia seolah menjadi manusia yang lain di hadapan suaminya. Ia menemukan diri setelah sekian lama memalsukan dirinya. Perempuan ini lalu menemukan cintanya pada rekan kerjanya dan minta cerai dari suaminya. Metamorfosis semacam ini tidak sama dengan perubahan kecebong menjadi katak, karena katak sudah final, tetapi perempuan ini masih saja mungkin berubah di masa depan. Dia masih mungkin kembali ke keluarganya, menculik anak-anaknya atau menikah dengan kekasihnya itu. Itulah penjelasan dari kata-kata sulit bahwa Dasein tak pernah mencapai keseluruhannya, yaitu merupakan suatu kebeluman terus-menerus (staendige Unabgeschlossenheit). 1 Heidegger, Sein und Zeit., paragraf 46, hlm. 236
2 2 Kapan Dasein mencapai kepenuhan dan totalitas Adanya? Dalam kematian (Tod). Kematian adalah zenit dari totalitas Ada Dasein itu, tetapi persis pada titik itu pula Dasein kehilangan Adanya, suatu nadir ontologis, karena Dasein berhenti sebagai Ada-di-dalamdunia. 2 Kedengaran absurdkah tesis ini? Suatu paradoks dari ada dan tiada di satu titik yang disebut kematian. Seperti sebelum kelahiran tak ada pra-eksistensi jiwa ala Plato, begitu juga setelah kematian tak ada keabadian seperti dibayangkan agama-agama monoteis. Dasein berhenti dengan kematiannya dan berubah menjadi entah Vorhandenes (mayat tak dipakai) atau Zuhandenes (misalnya, bahan utopsi). Titik! Kedengaran seperti absurditaskah tesis ini? Ini tidak absurd, melainkan faktis, yaitu memang melekat pada eksistensi manusia itu sendiri. Selebihnya, misalnya keabadian, ada di luar jangkauan Ada dari Dasein. Namun Heidegger menyisakan suatu ruang untuk menghormati Dasein yang telah berhenti itu. Manusia yang mati lebih daripada seonggok daging menjadi almarhum yang bermartabat. Kontak dengan Adanya tidak berhenti. Bukan keabadian jiwa yang diacu di sini, melainkan pengalaman akan dunia-bersama (Mitwelt) yang masih membekas pada mereka yang ditinggalkan. 3 Hubungan dengan yang mati seolah masih bermukim di dalam dunia-bersama itu, sehingga yang mati lebih daripada sekedar jenasah. Ciri lebih itu katakanlah semacam sedimentasi memori hasil kebiasaan kontak makna dengannya selama ini. Kematian jelas bukan hal sehari-hari. Ciri khas keseharian adalah bahwa orang dapat menggantikan orang lain. Dia mengambilalih posisi direktur umum. Karena para suami sibuk, istri-istri merekalah yang datang ke pertemuan orangtua murid. Atau seorang penceramah yang tak bisa hadir diwakili oleh asistennya. Komunikasi mengandaikan suatu sikap membayangkan seolah-olah kita berada di tempat orang lain. Keterwakilan termasuk ciri dasar sosialitas manusia dalam kesehariannya. Di sini, kata Heidegger, seorang Dasein dapat atau bahkan dalam batas-batas tertentu harus menjadi yang lain. Namun kemungkinan perwakilan ini sama sekali tak mungkin, jika menyangkut perwakilan kemungkinan Ada yang menentukan berakhirnya Dasein dan memberinya keseluruhannya. Tak seorangpun dapat menjemput kematiannya untuk orang lain. 4 Memang orang bisa mati demi orang lain, misalnya, seorang teroris yang melakukan aksi bunuh diri demi ideologi tertentu, tetapi kematiannya adalah tetap kematiannya sendiri, bukan mewakili kematian orang lain. Maka itu, kematian adalah momen yang paling otentik dan eksistensial bagi Dasein. Kematian adalah apa yang disebut di atas Jemeinigkeit (dalam segala hal milikku). 2 Lih. ibid., paragraf 46, hlm Bdk. Ibid., paragraf 47, hlm Ibid., paragraf 47, hlm. 240
3 3 Lalu mengapa tema ini juga dapat kita soroti sebagai bagian dari mistik keseharian Heidegger? Kematian jangan dilihat sebagai titik akhir seperti habisnya lilin atau selesainya sebuah produk. Seperti juga Dasein senantiasa sudah merupakan kebelumannya, selama dia ada, tulis Heidegger, dia juga selalu sudah merupakan akhirnya. Akhir yang dimaksud dengan kematian itu bukanlah berakhirnya (Zu-Ende-sein) Dasein, melainkan suatu Adamenuju-akhir (Sein-zum-Ende). 5 Dengan kata lain, akhir itu sudah ada sejak permulaan. Kematian sudah menyongsong Dasein sejak keterlemparannya. Begitu seorang manusia lahir, lanjutnya, ia sudah terlalu tua untuk mati. 6 Manusia demikian sebutan Heidegger adalah Ada-menuju-kematian (Sein-zum-Tode). Apa artinya ini? Karena kematian menyongsong sejak awal sampai akhir, dia juga merentang dalam keseharian kita. Kematian selalu menghampiri Dasein, maka tidak sekali saja. Begitu juga kelahiran tidak sekali saja. Dimengerti secara eksistensial, tulis Heidegger, kelahiran tidak dan tak pernah merupakan hal yang telah lewat dalam arti tidak ada lagi, begitu juga kematian bukanlah hal yang belum ada Dasein faktis bereksistensi dengan selalu lahir, dan mati dengan selalu lahir dalam arti Ada-menuju-kematian. 7 Tentu saja yang dimaksud dengan kematian dalam pernyataan Heidegger baru saja bukan kematian fisik, melainkan kemungkinan untuk mati. Orang memang pasti mati kita tahu ini dari keseharian das Man -, tetapi orang tak tahu kapan dan bagaimana, maka kematian secara eksistensial tidaklah pasti. Kecemasan akan kematian (Angst vor dem Tode) inilah yang muncul dalam momen eksistensial, menyembul ke luar dari keseharian das Man. Kecemasan itulah kecemasan akan kemungkinannya sendiri. 8 Meski menyembul ke luar dari keseharian, kematian tetap berada dalam genangan keseharian dalam bentuk Sorge. 9 Di sini ada dua macam sikap terhadap kematian: Sikap das Man yang intotentik yang cenderung menenang-nenangkan dirinya dengan anggapan bahwa kematian itu pasti menimpa setiap orang; dan sikap Dasein yang otentik yang membuka diri terhadap kemungkinan yang paling mungkin dari dirinya, yaitu kematiannya. Untuk memahami ini contoh berguna. Setiap hari dan mungkin setiap jam kita mendengar atau membaca bahwa ada perang di sini, bencana di sana, pembunuhan di situ atau si Anu baru saja meninggal di rumah sakit. Semua data kematian ini mungkin tidak mengubah apapun dalam diri kita. Tak ada kecemasan dalam diri kita. Mengapa? 5 Ibid., paragraf 48, hlm Kata-kata ini dikutip Heidegger dari A. Bernt dan K. Burdach dalam bukunya Der Ackermann aus Boehmen, 1917, bab 20, hlm. 46. Lih. ibid. paragraf 48, hlm Ibid., paragraf 72, hlm Lih. ibid., paragraf 50, hlm Lih. ibid., paragraf 50, hlm.252
4 4 Pengetahuan bahwa semua orang pasti mati segera akan menenangkan hati. Dengarkan kata teman yang berkabung di pemakaman: Na ya, semua orang pasti akan kembali kepadanya. Kata-kata itu tidak hanya benar, tetapi juga menghibur. Dan hiburan itu sekaligus membuat orang lupa bahwa kematiannya sendiri setiap saat mungkin. Tak ada yang lebih menenangkan daripada pikiran bahwa kita tidak sendirian mengalami kematian, melainkan orang-orang lain juga. Tetapi itu hanya pikiran, karena dalam kenyataan kita selalu mengalami kematian seorang diri dan sendirian. Masih banyak hiburan atau pembiusan lain, misalnya, kata-kata ini: Mereka, para pahlawan, telah mati demi bangsa dan negara. Yang dipersoalkan bukan kebenaran isi kalimat ini, melainkan fungsinya: Dengan kata-kata ini kematian tidak hanya menjadi eksternal terhadap kita, melainkan juga bahkan dikehendaki. Kata-kata semacam itu mula-mula menggoda Dasein untuk melupakan kematiannya sendiri yang datang menyongsongnya setiap saat, lalu menenangkannya dan akhirnya mengasingkannya. 10 Apa kata Dasein yang telah terasing itu? Akh, jangan terlalu dipikirkan! Semua orang pasti mati, katanya sambil mulai sibuk lagi mengetik dengan komputer untuk mengurus bisnisnya. Tapi itulah ciri das Man, yaitu lari dari kecemasannya dengan menguburnya dalam objektivitas anggapan umum. Orang bilang, tulis Heidegger, kematian pasti datang, tetapi sementara ini belum. Dengan tetapi ini orang menyangkal kepastian kematian Dengan begitu orang menyelubungi kekhasan kepastian kematian bahwa ia mungkin setiap saat. 11 Dengan menganggapnya sebagai hal umum yang niscaya, ciri kemungkinannya hilang, sehingga tak perlu mencemaskan lagi. Di sini orang tidak hanya lupa akan Adanya, melainkan juga lupa akan kemungkinan ketiadaannya. Dan bagaimana dengan Dasein yang otentik? Dia akan menyongsong kematiannya sebagai kemungkinannya sendiri. Untuk sikap otentik itu Heidegger menciptakan istilah Vorlaufen. Arti kata ini adalah lari ke depan. Kita bisa mengartikannya sebagai antisipasi. 12 Mengantisipasi kematian terjadi manakala kita menyadari keterlemparan dalam kecemasan eksistensial, yaitu saat krisis untuk mengambil keputusan penting yang menentukan arah hidup. Fakta bahwa kita menjadi sendirian dengan diri kita sendiri pada saat itu merupakan antisipasi kematian kita sendiri. Isolasi ini, demikian Heidegger, menguak bahwa segala Ada pada kesibukan sehari-hari dan setiap kebersamaan dengan orang-orang lain tidak berfungsi lagi, jika hal itu menyangkut kemungkinannya yang paling asli. 13 Keputusan menjadi otentik, jika mengantisipasi kematian, yaitu kalau keputusan itu tidak 10 Lih. ibid., paragraf 51, hlm Ibid., paragraf 52, hlm Lih. Inwood, Michael, A Heidegger Dictionary, Blackwell, Essex, 1999, hlm Heidegger, paragraf 53, hlm. 263
5 5 disesali menjelang kematian. Bagaimana kematian dan keputusan eksistensial berhubungan satu sama lain? Keputusan selalu mengantisipasi yang akan datang. Kita seolah dihadapkan pada kemungkinan kita sendiri dan harus lompat ke dalam kemungkinan itu. Sikap berani menghadapi kemungkinannya yang paling khas ini tak lain daripada sikap membuka diri terhadap kematiannya sendiri, karena dengan kematian kita dihadang oleh kemungkinan kita yang paling singular. 14 Jadi, aku otentik tidak hanyut dalam obrolan (Gerede) ataupun membiarkan diri diseret kenginannya untuk tahu urusan orang lain (Neugier), melainkan berupaya memahami (Verstehen) keterlemparannya dan bercakap-cakap secara eksistensial (Rede) tentang rancangan hidupnya (Entwurf). Dengan mengantisipasi kematiannya Dasein tidak hanya menyadari keterbenamannya di dalam das Man atau keseharian. Dia juga dibawa kepada kemungkinannya sendiri untuk menjadi dirinya sendiri. Inilah pengalaman kebebasan eksistensial yang menurut Heidegger tak lain daripada kebebasan menuju kematian (Freiheit zum Tode). 15 (Teks diambil dari F. Budi Hardiman, Heidegger dan Mistik Keseharian, KPG, Jakarta, 2004) 14 Lih. ibid., paragraf 50, hlm Lih. ibid., paragraf 53, hlm. 266
RUANG KAJIAN HAKIKAT HIDUP MANUSIA DALAM KONSEP RUANG DAN WAKTU MENURUT FILSAFAT EKSISTENSIALISME HEIDEGGER. Oleh : Fadhillah.
RUANG KAJIAN HAKIKAT HIDUP MANUSIA DALAM KONSEP RUANG DAN WAKTU MENURUT FILSAFAT EKSISTENSIALISME HEIDEGGER Oleh : Fadhillah Abstract Human s essence cannot be separated from the essence of existence in
FILSAFAT MANUSIA Sosialitas Manusia; Pandangan-pandangan mengenai Korelasi Manusia dengan yang-lain.
Modul ke: FILSAFAT MANUSIA Sosialitas Manusia; Pandangan-pandangan mengenai Korelasi Manusia dengan yang-lain. Fakultas PSIKOLOGI Firman Alamsyah, MA Program Studi PSIKOLOGI http://www.mercubuana.ac.id
Modul ke: Kematian. 11Fakultas PSIKOLOGI. Shely Cathrin, M.Phil. Program Studi Psikologi
Modul ke: 11Fakultas PSIKOLOGI Kematian Shely Cathrin, M.Phil Program Studi Psikologi Pokok Bahasan Abstract Kematian merupakan salah satu soal paling penting dari eksistensialitas manusia, dimana manusia
FILSAFAT MANUSIA LANDASAN KOMUNIKASI MANUSIA & BAHASA. Ahmad Sabir, M. Phil. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi PSIKOLOGI
Modul ke: FILSAFAT MANUSIA LANDASAN KOMUNIKASI MANUSIA & BAHASA Fakultas PSIKOLOGI Ahmad Sabir, M. Phil. Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id Defenisi Eksistensialisme Secara etimologis eksistensialisme
RUANG KAJIAN HAKEKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN EKSISTENSIALISME SOREN KIERKEGAARD. Oleh : Fadhillah. Abstract
RUANG KAJIAN HAKEKAT MANUSIA DALAM PANDANGAN EKSISTENSIALISME SOREN KIERKEGAARD Oleh : Fadhillah Abstract Kehidupan manusia tak selalu sejalan dengan harapan dan keinginan setiap individu. Pemahaman tentang
BAB I PENDAHULUAN. kegelapan muncul temuan lampu sebagai penerang. Di saat manusia kepanasan
BAB I BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Teknologi merupakan bagian dari kehidupan manusia yang memiliki tempat dan peranan yang sangat penting. Teknologi bahkan membantu memecahkan persoalan manusia.
Modul ke: FILSAFAT MANUSIA KEMATIAN. Ahmad Sabir, M. Phil. Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi PSIKOLOGI.
Modul ke: FILSAFAT MANUSIA KEMATIAN Fakultas PSIKOLOGI Ahmad Sabir, M. Phil. Program Studi PSIKOLOGI www.mercubuana.ac.id Kematian Manusia Kematian merupakan batas historisitas manusia yang telah dimengerti
MENYANGKAL TUHAN KARENA KEJAHATAN DAN PENDERITAAN? Ikhtiar-Filsafati Menjawab Masalah Teodise M. Subhi-Ibrahim
MENYANGKAL TUHAN KARENA KEJAHATAN DAN PENDERITAAN? Ikhtiar-Filsafati Menjawab Masalah Teodise M. Subhi-Ibrahim Jika Tuhan itu ada, Mahabaik, dan Mahakuasa, maka mengapa membiarkan datangnya kejahatan?
Areté Volume 02 Nomor 02 September 2013 RESENSI BUKU 2. Simon Untara 1
199 RESENSI BUKU 2 Simon Untara 1 Judul Buku : Tema-tema Eksistensialisme, Pengantar Menuju Eksistensialisme Dewasa Ini Pengarang : Emanuel Prasetyono Penerbit : Fakultas Filsafat Unika Widya Mandala Surabaya,
BAB I PENDAHULUAN. Melihat dan mengalami fenomena kehidupan konkrit manusia di jaman
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Melihat dan mengalami fenomena kehidupan konkrit manusia di jaman modern sangat sulit untuk menemukan sebuah kehadiran dan relasi yang bermakna. Karena, perjumpaan
Sinopsis. Universitas Sumatera Utara
Sinopsis Cerita mengambil latar tempat di Gunung Kidul, Wonosari. Kinanthi, seorang gadis kecil yang amat bersahaja, dimusuhi oleh teman-teman dan lingkungannya. Ia dipergunjingkan penduduk desa dan tidak
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kelompok yang disebut keluarga (Turner & Helmes dalam Sarwono & Weinarno,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menikah dan memiliki anak adalah salah satu fase yang dialami dalam kehidupan dewasa awal. Alasan utama untuk melakukan pernikahan adalah adanya cinta dan komitmen
Pekerjaan Suami : Bekerja / Tidak Bekerja Pendidikan Anak : SD / SMP Pembantu Rumah Tangga : Punya / Tidak Punya (Lingkari pilihan Anda)
Pekerjaan Suami : Bekerja / Tidak Bekerja Pendidikan Anak : SD / SMP Pembantu Rumah Tangga : Punya / Tidak Punya (Lingkari pilihan Anda) Dengan hormat, Disela-sela kesibukan Anda, perkenankanlah saya mohon
PELUANG BISNIS MAHASISWA DAN PELAJAR
PELUANG BISNIS MAHASISWA DAN PELAJAR O L E H ARIF NOVIAN HADI 10.12.5022 S1-SI-2I Masuki Dunia Bisnis Selagi Anda Masih Muda Kalau mahasiswa dan pelajar ditanya apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah
KARENA KITA ADALAH ORANGTUA: Percikan Cerita Pengasuhan Anak
KARENA KITA ADALAH ORANGTUA: Percikan Cerita Pengasuhan Anak Daftar Isi Bagian 1. Prinsip-prinsip Pengasuhan Anak Selalu Ada Kelebihan dan Kekurangan 11 Siapa Saya dan Apa Peran Saya 15 Saya, Asisten dan
otaknya pasti berbeda bila dibandingkan dengan otak orang dewasa. Tetapi esensi otak manusia tetap ada pada otak bayi itu, sehingga tidak pernah ada
KESIMPULAN UMUM 303 Setelah pembahasan dengan menggunakan metode tiga telaah, deskriptif-konseptual-normatif, pada bagian akhir ini, akan disampaikan kesimpulan akhir. Tujuannya adalah untuk menyajikan
Filsafat Manusia. Sosialitas Manusia. Cathrin, M.Phil. Modul ke: 03Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi
Modul ke: 03Fakultas Shely PSIKOLOGI Filsafat Manusia Sosialitas Manusia Cathrin, M.Phil Program Studi Psikologi Pokok Bahasan Abstract Membahas mengenai sosialitas manusia menurut pemikiran filsuf mengenai
MARTIN HEIDEGGER MENGENAI MENGADA SECARA OTENTIK DAN RELEVANSINYA BAGI PELAYANAN KESEHATAN
31.2.2015 [107-129] MARTIN HEIDEGGER MENGENAI MENGADA SECARA OTENTIK DAN RELEVANSINYA BAGI PELAYANAN KESEHATAN Yeremias Jena Department of Ethics, School of Medicine Atma Jaya Catholic University of Indonesia
Apakah bahasa roh boleh dipakai dalam acara doa bersama? Apa artinya bahasa roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman (lih. 1Kor 14:22)?
PENDAHULUAN Artikel ini bermaksud menyoroti dua pertanyaan tentang karunia bahasa roh yang sempat menghebohkan. Kenapa menghebohkan? Karena dua pertanyaan itu sempat menimbulkan keraguan beberapa pihak
SAAT TERJADI KONFLIK
SAAT TERJADI KONFLIK Dalam berumah tangga, tak dapat dihindari yang namanya konflik atau permasalahan. Ibarat sendok dan garpu pasti ada gesekan walaupun kadang tidak disadari. Karena sekali lagi, perempuan
BAB I PENDAHULUAN. (laki-laki dan perempuan), secara alamiah mempunyai daya tarik menarik. perkawinan antara manusia yang berlaian jenis itu.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan manusia di dunia yang berlainan jenis kelaminnya (laki-laki dan perempuan), secara alamiah mempunyai daya tarik menarik antara satu dengan yang lainnya
DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com
DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU Diterbitkan secara mandiri melalui Nulisbuku.com MEMBILAS PILU Oleh: Dipa Tri Wistapa Copyright 2014 by Dipa Tri Wistapa Penerbit Dipa Tri Wistapa Website [email protected]
PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL PASCA PERCERAIAN ANTARA WANITA BEKERJA DAN WANITA TIDAK BEKERJA
PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL PASCA PERCERAIAN ANTARA WANITA BEKERJA DAN WANITA TIDAK BEKERJA SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan dalam Mencapai Derajat Sarjana-S1 Bidang Psikologi dan Fakultas
Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga
Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga Suami Rosa biasa memukulinya. Ia memiliki dua anak dan mereka tidak berani berdiri di hadapan ayahnya karena mereka takut akan
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penurunan kondisi fisik, mereka juga harus menghadapi masalah psikologis.
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lanjut usia merupakan suatu proses berkelanjutan dalam kehidupan yang ditandai dengan berbagai perubahan ke arah penurunan. Problematika yang harus dihadapi
Nama Mata Kuliah. Modul ke: Filsafat Manusia. Fakultas Fakultas Psikologi. Masyhar MA. Program Studi Program Studi.
Nama Mata Kuliah Modul ke: Filsafat Manusia Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id EKSISTENSIALISME Template Modul https://www.youtube.com/watch?v=3fvwtuojuso
Nama Mata Kuliah. Modul ke: Filsafat Manusia. Fakultas Fakultas Psikologi. Masyhar MA. Program Studi Program Studi.
Nama Mata Kuliah Modul ke: Filsafat Manusia Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id HUBUNGAN ANTARSUBJEKTIF DAN HUBUNGAN DENGAN DUNIA INFRAHUMAN Template
DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya
Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya suatu hari, dia pun memberanikan diri untuk mengintip. Terlihat seorang bocah lelaki
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Dunia ini tidak pernah lepas dari kehidupan. Ketika lahir, sudah disambut
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dunia ini tidak pernah lepas dari kehidupan. Ketika lahir, sudah disambut oleh kasih sayang dan cinta orang tua yang siap berkorban apa saja agar bisa memberi yang
BAB I PENDAHULUAN. 1 Totok S. Wiryasaputra, Pendampingan Pastoral Orang Sakit, Seri Pastoral 245, Pusat Pastoral Yogyakarta,
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Permasalahan Setiap orang tentunya pernah merasakan dan berada dalam keadaan sakit, baik itu sakit yang sifatnya hanya ringan-ringan saja seperti flu, batuk, pusing
"Jika saya begitu takut maka biarlah saya mati malam ini". Saya takut, tetapi saya tertantang. Bagaimanapun juga toh akhirnya kita harus mati.
Malam di Perkuburan Diposkan pada 03 Januari 2016 Sebelumnya saya tidak pernah tinggal di tanah perkuburan. Dan tak ingin tinggal di sana. Namun suatu saat saya mengajak seorang pa-kow. Ketika saya sampai
Kupersembahkan skripsi ini untuk Ibunda, Almarhum Ayahanda dan Ani
Just remember, there's a right way and a wrong way to do everything and the wrong way is to keep trying to make everybody else do it the right way (Colonel Potter) Kupersembahkan skripsi ini untuk Ibunda,
BAB IV ANALISIS DATA. dikumpulkan, diklasifikasikan dan dianalisis. mewawancarai secara mendalam kepada responden.
BAB IV ANALISIS DATA Analisis data merupakan proses pengantar urutan data, mengorganisasikan kedalam suatu pola, kategori dan satu uraian dasar. Pada tahap ini data yang diperoleh dari berbagai sumber
Erich Fromm H U M A N I S T I C P S Y C H O A N A L Y S I S. Manusia yang sehat secara mental menemukan jawaban atas keberadaan mereka.
Erich Fromm H U M A N I S T I C P S Y C H O A N A L Y S I S Manusia yang sehat secara mental menemukan jawaban atas keberadaan mereka. Individu yang sehat mampu menemukan cara bersatu kembali dengan dunia.
CINTA TELAH PERGI. 1 Penyempurna
CINTA TELAH PERGI 1 Penyempurna Enam belas tahun yang lalu seorang ibu bernama Rosa melahirkan seorang bayi perempuan, bayi yang selama ini bu Rosa dan pak Adam (suami bu Rosa) idam-idamkan selama dua
TIPS MEMBANGUN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS DARI KANG MASRUKHAN. Tahukah anda bahwa untuk membangun sebuah Rumah Tangga yang harmonis
TIPS MEMBANGUN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS DARI KANG MASRUKHAN Tahukah anda bahwa untuk membangun sebuah Rumah Tangga yang harmonis tidaklah sulit. Mudah saja, simple dan sangat sederhana. Sebagai seorang
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Keluarga memiliki tanggung jawab terbesar dalam pengaturan fungsi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keluarga memiliki tanggung jawab terbesar dalam pengaturan fungsi reproduksi dan memberikan perlindungan kepada anggota keluarga dalam masyarakat. Keluarga
Air Mata. Pernikahan
Air Mata Pernikahan Air Mata Pernikahan Billy Kristanto Penerbit Momentum Air Mata Penikahan Oleh: Billy Kristanto Tata Letak: Djeffry Imam Pengoreksi: Irenaeus Herwindo Desain Sampul: Patrick Serudjo
FILSAFAT PENGANTAR TERMINOLOGI
FILSAFAT PENGANTAR Kata-kata filsafat, filosofi, filosofis, filsuf, falsafi bertebaran di sekeliling kita. Apakah pemakaiannya dalam kalimat-kalimat sudah tepat atau sesuai dengan arti yang dimilikinya,
BAHAN SHARING KEMAH. Oktober VISI & MISI GPdI MAHANAIM - TEGAL. Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama
VISI & MISI GPdI MAHANAIM - TEGAL VISI : Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama MISI : Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa didalam Kristus dan melayani
RESPONS - DESEMBER 2009
Judul : Filsafat Manusia: Upaya Membangkitkan Humanisme Penulis : Kasdin Sihotang Penerbit : Kanisius, Yogyakarta, 2009 Tebal : 166 halaman Harga : Rp 35.000 Tiada makhluk yang lebih paradoksal selain
BAB I PENDAHULUAN. Allah menjadikan makhluk-nya berpasang-pasangan, menjadikan manusia
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah menjadikan makhluk-nya berpasang-pasangan, menjadikan manusia laki-laki dan perempuan. Sudah kodrat manusia antara satu sama lain selalu saling membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. bernilai, penting, penerus bangsa. Pada kenyataannya, tatanan dunia dan perilaku
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Realitas keadaan anak di muka peta dunia ini masih belum menggembirakan. Nasib mereka belum seindah ungkapan verbal yang kerap kali memposisikan anak bernilai,
KONSEP DASEIN MENURUT MARTIN HEIDEGGER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM
KONSEP DASEIN MENURUT MARTIN HEIDEGGER DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMIKIRAN ISLAM SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Untuk
Ringkasan Khotbah 18 Mei Mazmur 119: Allah Pencipta yang Setia. Khotbah oleh: GI Ajin Thu, S Th
Ringkasan Khotbah 18 Mei 2014 Mazmur 119:73-80 Allah Pencipta yang Setia Khotbah oleh: GI Ajin Thu, S Th Tema mengenai Allah pencipta yang setia sebenarnya adalah tema yang luas. Mungkin dalam seminggu
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya setiap manusia diciptakan secara berpasang-pasangan. Hal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada dasarnya setiap manusia diciptakan secara berpasang-pasangan. Hal ini di jelaskan dalam Al-Qur an : Kami telah menjadikan kalian berpasang-pasangan (QS.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam rentang kehidupan, individu berkembang dari masa kanak-kanak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam rentang kehidupan, individu berkembang dari masa kanak-kanak yang sepenuhnya tergantung pada orangtua, ke masa remaja yang ditandai oleh pencarian identitas
Pernikahan Kristen Sejati (2/6)
Pernikahan Kristen Sejati (2/6) Nama Kursus   : Pernikahan Kristen yang Sejati Nama Pelajaran : Memilih Pasangan Kode Pelajaran : PKS-P02                    Pelajaran 02 - MEMILIH
KETIKA YESUS DICOBAI
KETIKA YESUS DICOBAI Siapa yang Tidak PERNAH MENGHADAPI PENCOBAAN? Pencobaan datang kepada semua kelompok usia Anak-anak menghadapi Pencobaan Orang muda menghadapi Pencobaan Orang tua dan lansia menghadapi
BAB I PENDAHULUAN. sosial yang disebut keluarga. Dalam keluarga yang baru terbentuk inilah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam rumah tangga sudah tentu terdapat suami dan istri. Melalui proses perkawinan, maka seseorang individu membentuk sebuah miniatur dari organisasi sosial
Pendahuluan. Komunikasi Allah dan Manusia.
Pendahuluan Sulit terbayangkan jika kehidupan manusia tanpa komunikasi. Sejak buka mata sampai menutup mata kita selalu berkomunikasi. Baik dengan diri sendiri, antar pribadi dan dengan banyak orang. Kemampuan
MATERI V BERTUMBUH DALAM CINTA AKAN KRISTUS MELALUI DOA
BERTUMBUH DALAM CINTA AKAN KRISTUS MELALUI DOA 1. PENGANTAR Keluarga Kristiani dipanggil untuk menjadi rasul kehidupan Setiap pasangan suami-istri dipanggil oleh Tuhan untuk bertumbuh dan berkembang dalam
BAB I PENDAHULUAN. istri, tetapi juga menyangkut urusan keluarga dan masyarakat. Perkawinan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkawinan merupakan suatu peristiwa penting dalam kehidupan manusia, karena perkawinan tidak saja menyangkut pribadi kedua calon suami istri, tetapi juga
STRATEGI KOPING ANAK DALAM PENGATASAN STRES PASCA TRAUMA AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA
STRATEGI KOPING ANAK DALAM PENGATASAN STRES PASCA TRAUMA AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA Skripsi Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana S-1 Psikologi Disusun oleh : Agung
(Elisabeth Riahta Santhany) ( )
292 LAMPIRAN 1 LEMBAR PEMBERITAHUAN AWAL FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS INDONUSA ESA UNGGUL JAKARTA Saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah saudara luangkan untuk berpartisipasi dalam penelitian
BAB VI PENUTUP. A. Kesimpulan. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Kelima butir sila yang
209 BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Kelima butir sila yang memuat nilai luhur bangsa diringkas Soekarno ke dalam nilai gotong-royong. Fakta bahwa masyarakat Indonesia
COPING STRESS PADA WANITA YANG MENGALAMI KEMATIAN PASANGAN HIDUP. Skripsi. Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1
COPING STRESS PADA WANITA YANG MENGALAMI KEMATIAN PASANGAN HIDUP Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat Sarjana S-1 Diajukan oleh : Sendy Puspitasari F 100 040 029 FAKULTAS
FILSAFAT UNTUK PSIKOLOGI
Nama Mata Kuliah Modul ke: FILSAFAT UNTUK PSIKOLOGI Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar, MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id Posisi Filsafat dalam ilmu-ilmu 1) Filsafat dapat menyumbang
Wawancara disampaikan dengan bahasa yang baik, sopan dan santun, tidak bernada keras.
SMA/MA IPS kelas 10 - BAHASA INDONESIA IPS BAB 10. KETERAMPILAN BERBAHASALatihan Soal 10.6 1. Ada beberapa masukan dari Ibu Sukanto agar kegiatan akademik dan nonakademik berjalan seimbang, yaitu pandaipandailah
JADIKAN PEKERJAAN KITA SEBAGAI SOULMATE
Edisi : I/Januari 2011 JADIKAN PEKERJAAN KITA SEBAGAI SOULMATE Oleh: Miyosi Ariefiansyah Redaksi Newsletter KAP Syarief Basir & Rekan Lembur terus setiap hari!! Capek, setiap hari masuk!! Pusing, kerjaan
Bacaan: 1 Korintus 13:1-13
Bacaan: 1 Korintus 13:1-13 Ada orang bilang, waktu pacaran tolong buka mata lebar-lebar, setelah menikah harap tutup sebelah mata, apa artinya kalimat ini? Artinya sewaktu pacaran, masih ada kesempatan
BAB I PENDAHULUAN. memenuhi kebutuhannya manusia tetap bergantung pada orang lain walaupun sampai
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Manusia selain sebagai individu juga sebagai makhluk sosial, dimana dalam memenuhi kebutuhannya manusia tetap bergantung pada orang lain walaupun sampai saat ia akan
Anak laki-laki itu segera mengangkat kakinya. Maaf, ujarnya, sementara si anak
PROLOG S eorang anak laki-laki berjalan menuju rumahnya dengan lemas. Padahal ini adalah hari pertamanya masuk SD, seharusnya dia merasa senang. Dia juga termasuk anak lakilaki yang pemberani karena dia
BUPATI KULON PROGO Sambutan Pada Acara
BUPATI KULON PROGO Sambutan Pada Acara MALAM TIRAKATAN DALAM RANGKA MENYONGSONG PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE 68 PROKLAMASI KEMERDEKAAN R I DI KABUPATEN KULON PROGO Tanggal, 16 Agustus 2013 Assalamu alaikum
Jodoh dan pernikahan yang sempurna
Menemukan jodoh atau pasangan hidup yang tepat bukanlah hal yang sederhana dan tidak dapat dianggap remeh. Banyak pasangan suami-istri pada akhirnya menyesal menikah karena merasa salah memilih pasangan.
MATERI I MATERI I. subyek yang ikut berperan
subyek yang ikut berperan 14 1 7. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI Menurut Anda pribadi, manakah rencana Allah bagi keluarga Anda? Dengan kata lain, apa yang menjadi harapan Allah dari keluarga Anda? Menurut Anda
NOTA PEMBELAAN. BASUKI TJAHAJA PURNAMA TERHADAP TUNTUTAN PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA PIDANA No. 1537/Pid.B/2016/PN.JKT.UTR
NOTA PEMBELAAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA TERHADAP TUNTUTAN PENUNTUT UMUM DALAM PERKARA PIDANA No. 1537/Pid.B/2016/PN.JKT.UTR TETAP MELAYANI WALAU DI FITNAH Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Yang saya
Alifia atau Alisa (2)
Alifia atau Alisa (2) Dari suratku yang satu ke surat yang lainnya, dari pesan melalui media yang terhubung kepadanya semua sia-sia. Hingga lebih dua bulan aku menanti, tapi sepertinya perempuan ini bagaikan
Karya Kreatif Tanah Air Beta. Karya ini diciptakan untuk menuturkan isi hati Mama Tatiana di dalam buku hariannya. Karya
Labiba 1 Salsabil Inas Labiba Rigen Pratitisari Bahasa Indonesia 1 Desember 2011 Karya Kreatif Tanah Air Beta Bagian I: Tujuan Penulisan Karya ini diciptakan untuk menuturkan isi hati Mama Tatiana di dalam
BAB I PENDAHULUAN. pembacanya. Banyak sekali manfaat yang terkandung dari membaca buku. Selain
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Buku adalah sebuah media penyambung ilmu yang efektif bagi pembacanya. Banyak sekali manfaat yang terkandung dari membaca buku. Selain menambah banyak ilmu pengetahuan,
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah Perempuan merupakan kaum yang sering di nomor duakan di kehidupan sehari-hari. Perempuan seringkali mendapat perlakuan yang kurang adil di dalam kehidupan masyarakat
Assalamu alaikum Warohmatullaahi Wabarokatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
SAMBUTAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PEMBUKAAN PAMERAN ARSIP DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT KE- 70 REPUBLIK INDONESIA DI GEDUNG ARSIP NASIONAL JL. GAJAH MADA 111 JAKARTA, 25 AGUSTUS
BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina
BAB II RINGKASAN CERITA Ada dua kewajiban yang paling di benci Lara yang harus di lakukannya setiap pagi. Lara harus mengemudi mobil ayahnya yang besar dan tua ke rumah sakit dan mengantarkan adik-adiknya
"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku
One - Deshi Angin yang semilir, bergerak dalam diam, malu-malu menelusup masuk melalui jendela kamar yang memang di biarkan terbuka oleh sang pemilik. Jam dinding yang bertengger indah di sisi sebelah
The Year of Great Harvest #3 Tahun Tuaian Besar #3 LOVE STORY IN THE FIELD - KISAH CINTA DI LADANG
2 ebook Kotbah 21- Januari- 2018 The Year of Great Harvest #3 Tahun Tuaian Besar #3 LOVE STORY IN THE FIELD - KISAH CINTA DI LADANG PEMBUKAAN Hari ini saya akan bagikan satu pesan Tuhan yang sangat penting,
PENERAPAN NILAI RUKUN DALAM PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI JAWA
PENERAPAN NILAI RUKUN DALAM PENYESUAIAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN SUAMI ISTRI JAWA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Derajat
20 Jam Terpenting. Timothy Athanasios
20 Jam Terpenting Timothy Athanasios INTRO : YANG TERBAIK PASTI DATANG! Kalimat di atas adalah pernyataan iman tentang masa depan! Sekalipun dalam ketidakpastian, kita percaya bahwa Allah telah menaruh
ASEP DI JAKARTA. Sebuah novel karya Nday
ASEP DI JAKARTA Sebuah novel karya Nday ASEP DI JAKARA Oleh: Nday Copyright 2013 by Nday Dulu saya pikir Indonesia itu Jakarta. Pemahaman saya tentang Indonesia itu absurd... Setelah saya keliling Indonesia,
The Coffee Shop Chronicles
The Coffee Shop Chronicles #1 Surat untuk Tuan Arsitek Oleh : Firah Aziz / @firah_39 Aku melihatmu pagi ini memasuki ruangan coffee shop tempat aku berada sekarang. Berlatar gerimis dan lagu Could it Be
BAB III HAK WARIS ANAK SUMBANG. A. Kedudukan Anak Menurut KUH Perdata. Perdata, penulis akan membagi status anak ke dalam beberapa golongan
46 BAB III HAK WARIS ANAK SUMBANG A. Kedudukan Anak Menurut KUH Perdata Sebelum penulis membahas waris anak sumbang dalam KUH Perdata, penulis akan membagi status anak ke dalam beberapa golongan yang mana
Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang
Prolog Seorang teman atau bahkan lebih dari sekedar teman, ya tepatnya adalah sahabat? Apa yang kalian tau tentang teman ataupun sahabat? Dua kata yang hampir serupa, namum mempunyai arti begitu berbeda
KUMPULAN KATA-KATA BIJAK
KUMPULAN KATA-KATA BIJAK Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus. Pikiran
Nama Mata Kuliah. Modul ke: Filsafat Manusia. Fakultas Fakultas Psikologi. Masyhar MA. Program Studi Program Studi.
Nama Mata Kuliah Modul ke: Filsafat Manusia Fakultas Fakultas Psikologi Masyhar MA Program Studi Program Studi www.mercubuana.ac.id Keharusan dan kebebasan manusia Template Modul Kebebasan manusia Pengantar
I Love My Job and My Family:
I Love My Job and My Family: My Job is My Life & My Family is My Breath Jadilah emas, bukan anak emas Anonymous Mungkin beliau bukanlah seseorang yang telah lama bekerja di Eka Hospital, namun ia memiliki
Pikiran untuk menderita
Ketika saya bertanya ke teman saya yang bekerja di divisi HRD sebuah bank terkenal tentang bagaimana bank tersebut mengelola karyawannya. Ia menjawab bahwa cara berpikir karyawan adalah menghindari penderitaan
BAB I PENDAHULUAN. alamiah. Anak merupakan titipan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Perkataan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Setiap pasangan (suami-istri) yang telah menikah, pasti berkeinginan untuk mempunyai anak. Keinginan tersebut merupakan naluri manusiawi dan sangat
BAB I PENDAHULUAN. pulau dan bersifat majemuk. Kemajemukan itu berupa keanekaragaman ras,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau dan bersifat majemuk. Kemajemukan itu berupa keanekaragaman ras, suku, dan kebudayaan di setiap
THE YEAR OF FAVOR #5 TAHUN PERKENANAN #5 GOD S PURPOSE FOR FAVOR TUJUAN TUHAN MEMBERIKAN FAVOR
THE YEAR OF FAVOR #5 TAHUN PERKENANAN #5 GOD S PURPOSE FOR FAVOR TUJUAN TUHAN MEMBERIKAN FAVOR PEMBUKAAN: Hari ini saya ingin membagikan sebuah Firman Tuhan tentang God s Purpose for Favor atau Tujuan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Fenomena orangtua tunggal beberapa dekade terakhir ini marak terjadi di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fenomena orangtua tunggal beberapa dekade terakhir ini marak terjadi di berbagai Negara. Pada tahun 2005 di Inggris terdapat 1,9 juta orangtua tunggal dan 91% dari angka
Resensi Buku JADI KAYA DENGAN BERBISNIS DI RUMAH OLEH NETTI TINAPRILLA * FENOMENA WANITA * WANITA BERBISNIS : ANTARA KELUARGA DAN KARIR
69 Resensi Buku JADI KAYA DENGAN BERBISNIS DI RUMAH OLEH NETTI TINAPRILLA * FENOMENA WANITA * WANITA BERBISNIS : ANTARA KELUARGA DAN KARIR Feryanto W. K. 1 1 Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Komunikasi merupakan hal yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan hal yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi setiap manusia yang merupakan makhluk sosial. Dimana, manusia
BAB 4 KESIMPULAN Citra Tokoh Utama Perempuan die Kleine sebagai Subordinat dalam Novel RELAX karya Henni von Lange RELAX RELAX
BAB 4 KESIMPULAN Berdasarkan teori yang sudah dipaparkan dalam bab dua dan analisis yang telah dilakukan dalam bab tiga, maka kesimpulan dari skripsi yang berjudul Citra Tokoh Utama Perempuan die Kleine
BAB I PENDAHULUAN. Komanditer atau sering disebut dengan CV (Commanditaire. pelepas uang (Geldschieter), dan diatur dalam Kitab Undang-Undang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan perekonomian di Indonesia semakin berkembang dari waktu ke waktu, banyak masyarakat yang mencoba peruntungannya dalam dunia usaha, salah satunya dengan
