KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA"

Transkripsi

1 1

2 KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 152 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN BAKTI SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA TINGKAT NASIONAL IV TAHUN 2011 Menimbang Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, : a. bahwa Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional IV Tahun 2011 telah ditetapkan akan diselenggarakan pada tanggal 25 September sampai dengan 2 Oktober 2011 bertempat di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo; b. bahwa agar pelaksanaan Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional IV Tahun 2011 dapat terselenggara dengan baik, maka perlu diterbitkan Petunjuk Teknis (Juknis) Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional IV Tahun 2011; c. bahwa setelah mengikuti kegiatan Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional IV Tahun 2011, peserta perlu mendapatkan Tanda Ikut Serta Gotong Royong (Tigor); d. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka. Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka; 2. Rencana Strategik Gerakan Pramuka Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga 4. Kesepakatan bersama antara Kementrian Kesehatan RI dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka no 1172/Menkes/SKB/VIII/2010, no 08/PK/MoU/2010 tentang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pendidikan Kepramukaan 5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 170.A Tahun 2008 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya 6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 53 Tahun 1985 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada; 7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 080 Tahun 1988 Tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega; 2

3 8. Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Tingkat Nasional Tahun Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 044 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pertinas SBH Tahun Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 075 Tahun 2011 Tentang Logo, Maskot, dan Bendera Perkemahan Bakti Saka Bankti Husa IV Tingkat Nasional Tahun 2011 Memperhatikan : Saran Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Andalan Nasional Gerakan Pramuka, Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional serta usulan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo c.q Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Daerah Gorontalo. MEMUTUSKAN Menetapkan : Pertama : Petunjuk Teknis (Juknis) Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional IV Tahun 2011, sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Surat Keputusan ini. Kedua : Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor) Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional IV Tahun 2011, sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Surat Keputusan ini. Ketiga : Hal-hal yang belum tercantum dalam keputusan ini akan diatur tersendiri. Keempat : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 12 September 2011 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua, Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH Salinan Disampaikan kepada Yth : 1. Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka. 2. Para Pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 3. Gubernur Provinsi Gorontalo selaku Ka Mabida Gerakan Pramuka. 4. Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka se Indonesia. 3

4 LAMPIRAN I SURAT KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 152 TAHUN 2011 PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN BAKTI SAKA BAKTI HUSADA IV TINGKAT NASIONAL TAHUN 2011 BAB 1 PENDAHULUAN A. UMUM 1. Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Nasional IV Tahun 2011 (disingkat Pertinas IV SBH 2011) ditetapkan akan diselenggarakan pada tanggal 25 September 2 Oktober 2011 di Bumi Perkernahan Bongohulawa Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 2. Bahwa guna memperlancar segala usaha dan kegiatan persiapan serta pelaksanaan dipersiapkan dan dilaksanakan secara rinci, lengkap dan baik. 3. Guna memperlancar mekanisme pelaksanaan kegiatan, diperlukan kemampuan para anggota Sangga Kerja yang akan bertugas dilapangan, dukungan fasilitas yang memadai, serta penyiapan, peserta kegiatan di daerahnya masing - masing. B. MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud Petunjuk teknis ini ádalah untuk digunakan sebagai pedoman dan pegangan panitia dan Peserta Pertinas IV SBH 2011 serta melengkapi perihal lebih lanjut dari Petunjuk Pelaksanaan Pertinas IV SBH Tujuan Petunjuk Teknis Pertinas IV SBH 2011 ini adalah agar persiapan pelaksanaan kegiatan Pertinas IV SBH 2011 dapat berjalan lancar, teratur dan terarah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. C. DASAR 1. Undang Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka; 2. Rencana Strategik Gerakan Pramuka Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka 4. Kesepakatan bersama antara Kementrian Kesehatan RI dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka no 1172/Menkes/SKB/VIII/2010, no 08/PK/MoU/2010 tentang Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Pendidikan Kepramukaan 5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 170.A Tahun 2008 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya 6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 53 Tahun 1985 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Satuan Karya Pramuka Bakti Husada; 4

5 7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 080 Tahun 1988 Tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega; 8. Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 17 Tahun 2011 Tentang Perkemahan Bakti Saka Bakti Husada Tingkat Nasional Tahun Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 044 Tahun 2011 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pertinas SBH Tahun 2011; 10. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 075 Tahun 2011 Tentang Logo, Maskot, dan Bendera Perkemahan Bakti Saka Bankti Husa IV Tingkat Nasional Tahun 2011 D. RUANG LINGKUP 1. Pendahuluan 2. Penyelenggaraan 3. Kegiatan 4. Perkemahan 5. Administrasi dan Kesekretariatan 6. Sarana Pendukung 7. Pengawasan, Penelitian dan Evaluasi 8. Penutup 9. Lampiran-lampiran 5

6 BAB II PENYELENGGARAAN A. NAMA KEGIATAN Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada IV Tingkat Nasional Tahun 2011 disingkat Pertinas SBH IV Tahun 2011 B. TUJUAN DAN SASARAN Tujuan : 1. Memberikan wawasan dan pengalaman anggota Pramuka Satuan Karya Pramuka Bakti Husada dalam hal keterampilan serta pengembangan dunia kesehatan. 2. Tumbuhnya kader pembangunan yang sehat yang memiliki jiwa kepemimpinan yang handal, tangguh dan terpercaya yang sanggup membangun jiwa dan raganya untuk kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia. 3. Menumbuhkan kesadaran disiplin hidup sehat dengan lingkungan sehat dan berkualitas. 4. Mempererat tali silaturahmi antar anggota Satuan Karya Pramuka Bakti Husada. Sasaran : 1. Memiliki pengetahuan, kemampuan kecakapan dan ketrampilan serta pengalaman dalam kesehatan. 2. Memiliki sikap hidup sehat, tertib dan disiplin serta tanggungjawab di dalam kehidupan masyarakat 3. Mampu memberikan pengembangan latihan tentang pengetahuan kesehatan kepada anggota Gerakan Pramuka dan masyrakat. 4. Mampu memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyrakat secara tepat guna bagi dirinya dan bagi masyarakat di lingkungannya. C. PENYELENGGARAAN 1. Tema : Pramuka Penegak dan Pandega Siap Menjadi Kader Pembangunan yang Sehat, Bersahabat, Cerdas dan Berkualitas 2. Motto : Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan 3. waktu : 25 September 2 Oktober Tempat : Bumi Perkemahan Bongohulawa Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 5. Logo, Bendera, Maskot, dan susunan panitia (Terlampir) 6. Tanda Penghargaan a. Tigor dan Piagam Penghargaan Diberikan kepada seluruh peserta Pertinas IV SBH 2011, sebagai tanda ikut serta dalam kegiatan Pertinas IV SBH Pemakaian TIGOR sesuai dengan Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka. b. Penghargaan Khusus : Diberikan kepada kontingen berprestasi. 6

7 A. KEGIATAN Bentuk kegiatan Pertinas IV SBH terdiri dari: 1. Kegiatan Umum 2. Kegiatan Bakti Fisik 3. Kegiatan Bakti Non Fisik 4. Wawasan dan Keterampilan 5. Kegiatan Seni Budaya 6. Kegiatan Prestasi 7. Kegiatan Wisata 8. Kegiatan Khusus BAB III PETUNJUK TEKNIS KEGIATAN 1. Kegiatan Umum a. Kegiatan Keagamaan b. Kegiatan Upacara dan apel c. Kegiatan Olahraga d. Kegiatan Persaudaraan e. Malam Bhineka Tunggal Ika f. Bumbung Pramuka Peduli g. Korve h Ceramah Umum Permasalahan Remaja i. Ceramah Umum Karakter Bangsa 2. Kegiatan Baki Fisik a. Pembuatan Tanaman Obat Keluarga b. Pemberantasan sarang nyamuk (Larvasidasi dan Pembuatan Ovitrap ) c. Pembuatan Ring Sumur Gali dan Jamban d. Penjernihan Air e. Penghijauan f. Perpustakaan Desa g. Pemetaan Rawan Bencana h. Renovasi Puskesmas 3. Kegiatan Bakti Non Fisik a. Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat (Jamu) b. Penyuluhan Penggunan Obat c. Penyuluhan gizi seimbang d. Penyuluhan Pengamanan Makanan Zat Tambahan (Food Additive) e. Penyuluhan HIV/AIDS f. Penyuluhan Tuberkulosis (TB) g. Penyuluhan Kesehatan Lingkungan (PSN) h. Penyuluhan Bahaya Napza 7

8 i. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi j. Penyuluhan Pentingnya Posyandu k. Penyuluhan Imunisasi Campak dan Polio 1. Penyuluhan Kesehatan Jiwa m. Penyuluhan Peawatan Gigi yang benar n. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat o. Penyuluhan Pertolongan Pertama 4. Wawasan Dan Keterampilan a. Pelatihan Pembuatan Kosmetika Alami b. Pelatihan Meracik Jamu Tradisional c. Simulasi Penanggulangan Bencana 5. Kegiatan Seni Budaya a. Gelar seni budaya Nusantara/Pentas Seni Kontingen Daerah b. Pemutaran dan resensi film c. Malam Bhineka Tutiggal Ika d. Karnaval Nusntara e. Festifal Kuliner Sehat Nusantara 6. Kegiatan Prestasi a. Cerdas cermat/asah terampil b. Penyuluhan Kesehatan Remaja c. Lomba Masak Menu Seimbang d. K3 Tenda 7. Kegiatan Wisata Kegiatan wisata dibagi menjadi 3 Paket Wisata yang terdiri a. Urusan wisata Paket A (Benteng otanaha, tempat pendaratan Soekarno, Pusat kerajinan Tangan Gorontalo) b. Urusan wisata Paket B (Menara keagungan limboto, Pusat kerajinan Tangan Gorontalo, Pentadio resort, Rumah Adat Limboto) c. Urusan wisata Paket C (Pantai Botutonuo, Pusat Kerajinan Tangan Gorontalo, Kantor Gubernur) 8. Kegiatan Khusus Pinkonda dan Bindamping a. Forum Pinkonda b. Forum Bindamping 8

9 B. JADWAL KEGIATAN a. A1okasi Waktu Kegiatan 1. Peserta datang : Kamis - Minggu, September Upacara Buka Adat BTI : Minggu, 25 September 2011 pukul WITA 3. Upacara pembukaan : Minggu, 25 September 2011 pukul WITA 4. Hari Efektif Kegiatan : Senin Sabtu, 26 September 1 Oktober Upacara Tutup Adat BTI : Minggu, 2 Oktober 2011 pukul WITA 6. Upacara Penutupan : Minggu, 2 Oktober 2011 pukul WITA 7. Peserta pulang : Minggu dan Senin, 2 3 Oktober 2011 b. Alokasi Waktu Kegiatan Harian WITA : Bangun pagi, kegiatan rohani, olahraga, kegiatan pribadi, apel pagi WITA : Kegiatan Pagi WITA : Istirahat (keperluan pribadi) WITA : Kegiatan siang WITA : Apel sore, kegiatan kerohanian, kegiatan pribadi WITA : Kegiatan Malam 9

10 Sayonara c. Rotasi Kegiatan Tanggal Orang 25-Sep 26-Sep 27-Sep 28-Sep 29-Sep 30-Sep 1-Oct 2-Oct Ke - P S M P S M P S M P S M P S M P S M P S M P S 1 U2 U8 S2 F1 N3 U7 W3 S1 K3 S4 U7 N4 N7 S2 N10 U7 S1 S3 N2 U5 U2 2 U7 U8 S2 F2 N4 S1 N7 S4 U7 W1 S1 K1 N8 S2 N11 N14 S1 U7 N3 U5 U2 3 U2 U8 S1 U7 N5 S2 F7 S1 N13 N15 S1 U7 N9 S1 W2 S2 S3 U7 U5 U2 4 U2 U8 S1 W1 S2 N8 U7 S1 F5 N1 S1 N5 S4 U7 K2 N15 S2 S3 N4 U5 U7 5 U2 U8 S1 W2 S1 U7 N10 S2 F6 N2 S1 N6 U7 S1 N12 N1 S1 S3 N5 U5 U2 6 U2 U7 S1 K1 N6 S1 N9 N11 S2 U7 N3 S1 W1 S1 F8 U7 S3 S4 U5 U2 7 U2 U9 S1 N1 U7 S1 K2 N12 S1 W2 S2 F3 S1 U7 S4 S1 S3 N6 U5 U2 8 U2 U9 U7 N2 S4 S1 F4 S1 N14 U7 S2 W3 S1 N13 N3 S1 S3 K3 U7 U2 Kodefikasi Kegiatan U Kegiatan Umum F Kegiatan Bakti Fisik U1 Kegiatan Keagamaan F1 Pembuatan Taman Obat Keluarga U2 Kegiatan Upacara dan Apel F2 Pemberantasan Sarang Nyamuk (Larvasidasi dan U3 Kegiatan Olahraga Pembuatan Ovitrap) U4 Kegiatan Persaudaraan F3 Pembuatan Ring Sumur Gali dan Jamban U5 Malam Bhineka Tunggal Ika F4 Penjernihan Air U6 Bumbung Pramuka Peduli F5 Penghijauan U7 Korve F6 Perpustakaan Desa U8 Ceramah Umum Permasalahan Remaja F7 Pemetaan Rawan Bencana U9 Ceramah Umum Karakter Bangsa F8 Renovasi Puskesmas Pembantu N Kegiatan Bakti Non Fisik K Giat Wawasan dan Keterampilan N1 Penyuluhan Pemanfaatan Tanaman Obat (Jamu) K1 Pelatihan Pembuatan Kosmetika Alami N2 Penyuluhan Penggunaan Obat K2 Pelatihan Meracik Jamu Tradisional 10

11 N3 Penyuluhan Gizi Seimbang K3 Simulasi Penanggulangan Bencana N4 Penyuluhan Pengamanan Makanan Zat Tambahan (Food Additive) S Kegiatan Seni Budaya N5 Penyuluhan HIV/AIDS S1 Gelar Seni Budaya Nusantara/Pentas Seni Kontingen N6 Penyuluhan Tuberkulosis (TB) Daerah N7 Penyuluhan Kesehatan Lingkungan (PSN) S2 Pemutaran dan Resensi Film N8 Penyuluhan Bahaya NAPZA S3 Karnaval Nusantara N9 Penyuluhan Kesehatan Reproduksi S4 Festival Kuliner Sehat Nusantara N10 Penyuluhan Pentingnya Posyandu N11 Penyuluhan Imunisasi Campak dan Polio W Kegiatan Wisata N12 Penyuluhan Kesehatan Jiwa W1 Wisata Paket A (Benteng Otanaha, Tempat Pendaratan N13 Penyuluhan Perawatan Gigi yang Benar Soekarno, Pusat Kerajinan Tangan Gorontalo) N14 Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat W2 Wisata Paket B (Menara Keagungan Limboto, Pusat N15 Penyuluhan Pertolongan Pertama Kerajinan Tangan Gorontalo, Kediaman Nani Warta Bone) W3 Wisata Paket C (Pantai Olele, Pusat Kerajinan Tangan Gorontalo, Kantor Gubernur) 11

12 C. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN UMUM a. Kegiatan Keagamaan Uraian : Peserta melaksanakan ibadah menurut agama masing-masing. Pelaksanaan ibadah akan dipimpin oleh panitia maupun unsur lain yang telah disiapkan di setiap anjungan kegiatan sesuai waktu yang di tetapkan. Aktivitas agama dapat di lakukan pula di tenda masing-masing Tujuan : Meningkatkan keimanan dan Ketakwaan Kepada Tuhan yang Maha Esa Hari/Tanggal : Selama kegiatan Waktu : Menurut ketentuan ibadah masing-masing Tempat : Anjungan Ibadah masing-masing Perlengkapan : Menyesuaikan dengan ketentuan ibadah masingmasing b. Kegiatan Upacara dan Apel Uraian : Upacara dalam hal ini terdiri dari : upacara pembukaan, upacara penutupan, Upacara Adat Bhineka Tunggal Ika (BTI) sedangkan apel terdiri dari : apel pagi dan apel sore. Kegiatan upacara diikuti oleh seluruh peserta Pertinas IV SBH 2011, sedangkan untuk apel pagi dan sore diikuti oleh perwakilan dari tiap-tiap umpi Tujuan : Meningkatkan jiwa patriotisme, dan watak disiplin Memupuk tanggungjawab dan rasa kebersamaan Sebagai Media informasi terbaru dari panitia kepada peserta Upacara Pembukaan : Minggu, 25 September 2011 (Pukul WITA) BTI: Pukul WITA Upacara Penutupan : Minggu, 2 Oktober 2011 (Pukul WITA) BTI: Pukul WITA Apel Pagi : Tanggal 26 Septembeter s.d 2 Oktober 2011 (Pukul WITA) Apel sore : Tanggal 25 Sepetembr s.d 1 Oktober 2011 (Pukul WITA) Tempat : Upacara pembukaan dan penutupan serta upacara adat Bhineka Tunggal Ika (BTI) dilaksanakan di lapangan utama Apel pagi dan sore di laksanakan di masing-masing kecamatan Perlengkapan : Perwakilan dua orang masing-masing 1 orang putra dan 1 orang putri tiap kontingen daerah untuk 12

13 mengenakan pakaian adat daerah masing-masing selama upacara Pakaian seragam pramuka dan mengenakan tanda peserta dan kartu kegiatan Jumlah peserta : 7 orang/umpi Catatan : Setiap hari mulai tanggal : 26 September 2011 akan dilaksanakan pengibaran dan penurunan bendera merah putih di lapangan utama bersamaan waktunya dengan apel pagi dan sore, petugas pengibar adalah perwakilan peserta yang diatur oleh aparat pemerintah dan ditentukan kemudian. c. Kegiatan Olahraga Uraian : Peserta berkumpul dilokasi yang telah ditentukan 5 (lima) menit sebelum kegiatan dimulai. Kegiatan Olahraga diikuti oleh seluruh peserta kecuali peserta dengan jadwal korve. Tujuan : Menjaga kebugaran dan melatih fisik Meningkatkan minat berolahraga. Hari/Tanggal : 26 September 1 Oktober 2011 Waktu : Setiap pagi selama kegiatan Tempat : Lapangan Utama Perlengkapan Peserta : Pakaian Olahraga dan mengenakan tanda peserta dan membawa kartu kegiatan Jumlah Peserta : 7 Orang/Umpi d. Kegiatan Persaudaraan/Anjangsana Uraian : Peserta saling mengunjungi antara peserta dan panitia. Tujuan : Mengenal dan memupuk rasa persaudaraan dalam kebhinekaan Hari/tanggal : Setiap hari Waktu : Disesuaikan Tempat : Bumi perkemahan Perlengkapan Peserta : Alat tulis, buku peserta, pakaian bebas, mengenakan tanda peserta dan buku kegiatan Jumlah Peserta : 8 Orang/Umpi e. Malam BTI Api Unggun Uraian : Peserta berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti kegiatan Bhineka Tunggal Ika Tujuan : Untuk menggalangkan persaudaraan bakti seluruh peserta dan panitia Pertinas IV SBH 2011 Hari/Tanggal : Sabtu, 01 Oktober

14 Waktu : WITA s.d selesai Tempat : Lapangan Utama Perlengkapan Peserta : Pakaian seragam pramuka lengkap dan menggunakan tanda peserta. Jumlah Peserta : 7 Orang / Umpi f. Korve Tenda Uraian : Untuk menjaga K3 (Kebersihan, keamanan, dan ketertiban) di area tenda peserta maka diberlakukan korve tenda yang diatur scara bergiliran oleh tiap-tiap Umpi Tujuan : Untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan Hari/Tanggal : 25 September 2 Oktober 2011 Waktu : Selama kegiatan Tempat : Masing-masing tenda peseta Jumlah Peserta : 1 Orang/Umpi g. Bumbung Pramuka Peduli Uraian : Panitia akan menyediakan Celengan Bambu yang diistilahkan sebagai Bumbung Peduli yang di peruntukan bagi korban bencana di Indonesia. Bumbung Pramuka Peduli ini terletak di sejumlah titik tertentu sekitar area BUPER, tiap peserta dapat menyumbangkan sebagian rezekinya melalui bumbung ini Tujuan : meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial meningkatkan rasa tolong menolong h. Ceramah Umum Permasalahan Remaja dan Karakter Bangsa Uraian : Peserta akan mendapatkan materi tambahan berupa pengetahuan masalah remaja dan karakter bangsa dari Kementrian Kesehatan RI Tujuan : Untuk memberi pengetahuan permasalahan remaja dan menjadi NKRI Hari/Tanggal : 25 September 2011 Waktu : WITA setelah upacara pembukaan Tempat : Gedung Parasamia (Kantor Bupati Gorontalo) Jumlah Peserta : 7 Orang/Umpi 14

15 D. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN BAKTI FISIK a. Pembuatan Taman Obat Keluarga Kegiatan : Pengenalan Taman Obat Keluarga Penanaman Taman Obat Keluarga (TOGA) Tujuan : Meningkatkan pengetahuan Taman Obat Keluarga dan keterampilan menanam serta memanfaatkan Taman Obat Keluarga (TOGA) Hari/tanggal : Senin, 26 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Tempat : Desa Bonguhulawa Kec. Limboto Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, bersepatu dan topi, membawa peralatan bakti. Instruktur/pemateri : Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Sesditjen Bina Kefarmasian Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi b. Pemberantasan Sarang Nyamuk (Larvasidasi dan Pembuatan Ovitrab) Tujuan : Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Meningkatnya pola hidup sehat Meningkatkan kesedaran masyarakat untuk melaksanakan 3M Terberantasnya sarang nyamuk Hari/tanggal : Senin, 26 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Tempat : Desa Bionga Kec. Limboto Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, bersepatu dan topi, mengenakan tanda peserta. Instruktur/pemateri : Direktorat P2B2 dan Dinkes Propinsi Gorontalo Teknis Kegiatan : Larvasidasi merupakan upaya pencegahan terhadap perkembangbiakan jentik nyamuk penular demam berdarah dengan cara menaburkan bubuk larvasida ke dalam tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, drum atau tempat-tempat penampungan air lainnya. Peserta terlebih dahulu diberikan pembekalan mengenai pemberantasan sarang nyamuk, untuk kemudian mengaplikasikannya langsung kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi c. Pembuatan Ring Sumur Gali dan Jamban Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang ring sumur gali dan jamban sehat 15

16 Meningkatkan ketrampilam membuat ring sumur gali dan jamban sehat Hari/tanggal : Kamis, 29 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi Giat.Siang) Tempat : Kelurahan Hunggaluwa Kecamatan Limboto Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Penyehatan Lingkungan, Depkes RI Teknis Kegiatan : Kegiatan pembuatan ring sumur gali dan jamban sehat untuk penyediaan air dan sanitasi di masyarakat. Peserta terlebih dahulu diberikan pembekalan tentang ring sumur gali dan jamban sehat untuk kemudian langsung diaplikasikan ke masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi d. Penjernihan Air Bersih Masyarakat Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang penjernihan air Meningkatkan ketrampilan penjernihan air Hari/tanggal : Selasa, 27 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi Giat. Siang) Tempat : Kel. Kayubulan Kec. Limboto Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Penyehatan Lingkungan, Depkes RI Teknis Kegiatan : Kegiatan penjernihan air untuk menjaga kualitas air dan perbaikan sarana air bersih di masyarakat. Peserta terlebih dahulu diberikan pembekalan tentang perbaikan kualitas dan sarana air bersih, untuk kemudian langsung diaplikasikan ke masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi e. Penghijauan Tujuan : Meningkatkan penghijauan melalui penanaman pohon di lingkungan sekitar Bumi Perkemahan Hari/tanggal : Rabu, 28 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Tempat : Kelurahan Bongohulawa Kecamatan Limboto 16

17 Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Dinas Kesehatan Propinsi Gorontalo Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi f. Pembuatan Perpustakaan Desa Tujuan : Memberikan wawasan tentang pengelolaan perpustakaan Kelurahan Menyediakan sarana membaca bagi masyarakat Hari/tanggal : Rabu, 28 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat Pagi) Tempat : Kelurahan Bionga Kecamatan Limboto Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Dinas Kesehatan Propinsi Gorontalo Teknis Kegiatan : Peserta terlebih dahulu diberikan pembekalan tentang pengelolaan dan pengembangan perpustakaan Kelurahan oleh pemateri, untuk kemudian langsung diaplikasikan ke masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi g. Pemetaan Daerah Rawan Bencana Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang pemetaan daerah rawan bencana Adanya peta daerah rawan bencana Hari/tanggal : Selasa, 27 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi Giat. Siang) Tempat : Desa Tabumela Kecamatan Tilango Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Pusat penanggulangan krisis. Teknis Kegiatan : Peserta beserta masyarakat akan diberikan keterampilan beserta aplikasi dilapangan tentang pemetaan daerah rawan bencana. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi h. Renovasi Puskesmas Tujuan : Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar yang ada di masyarakat Hari/tanggal : Jumat, 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi-Giat. Siang) Tempat : Puskesmas Pembantu (pustu) sekitar bumi 17

18 perkemahan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat BUK Dasar Teknis Kegiatan : Peserta memperbaiki fisik pelayanan kesehatan dasar yang ada di sekitar bumi perkemahan Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi E. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN BAKTI NON FISIK a. Penyuluhan Pemanfaatan Obat Jamu Tujuan : Meningkatkan pemahaman kepada peserta tentang identifikasi dan manfaat obat jamu Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan obat jamu Hari/tanggal : Senin, Rabu dan Jumat/26, 28 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, Sesditjen Bina Kefarmasian, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang pemanfaatan obat jamu. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan obat jamu kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi b. Penyuluhan Penggunaan Obat Tujuan : Meningkatnya pemahaman peserta tentang penggunaan obat Pembekalan kepada peserta agar dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan obat yang berlebihan Hari/tanggal : Senin, Rabu dan Sabtu/26, 28 september dan 1 18

19 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Pelayanan Kefarmasian, Sesditjen Bina Kefarmasian Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang bahayanya penggunaan obat yang berlebihan. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya pengunaan obat dan cara memilih obat yang benar. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi c. Penyuluhan gizi seimbang Tujuan : Meningkatnya pemahaman kepada peserta tentang gizi seimbang Meningkatkan wawasan peserta tentang pentingnya menjaga gizi seimbang. Hari/tanggal : Senin, Rabu dan Sabtu/26, 28 September dan 1 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan Pertinas IV SBH 2011 Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Bina Gizi Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang gizi seimbang. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang kepada masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi d. Penyuluhan Pengamanan Makanan Zat Tambahan (Food Additive) Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang Food Additive Hari/tanggal : Senin, Kamis dan Sabtu/26, 29 September dan 1 Oktober

20 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan Pertinas IV SBH 2011 Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Badan POM, Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang Food Additive. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang Food Additive kepada masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi e. Penyuluhan HIV/AIDS Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS (definisi dan penyebab, gejala dan penularan, pengobatan dan pencegahan) Hari/tanggal : Senin, Kamis dan Sabtu/26, 29 September dan 1 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat Siang) Tempat : Anjungan kegiatan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat P2ML Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang HIV/AIDS. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi f. Penyuluhan Tuberkulosis (TB) Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Tuberkulosis, cara penularan, penemuan suspek TB, penegakan diagnosis TB, pengobatan TB, pengawas Menelan Obat (PMO) dan faktor resiko Tuberkulosis. Hari/tanggal : Senin, Kamis dan Sabtu/26, 29 September dan 1 Oktober 2011 Pukul : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) 20

21 Tempat : Anjungan kegiatan dan tempat penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Penanggulangan Penyakit Menular Langsung, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang TB. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang TB kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi g. Penyuluhan Kesehatan Lingkungan (PSN) Tujuan : Meningkatnya pemahaman peserta tentang PSN dan DBD Meningkatkan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang PSN dan DBD Hari/tanggal : Selasa dan Kamis/27 dan 29 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat P2B2 dan, direktorat bina gizi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Teknis Kegiatan : Peserta memberikan penyuluhan tentang Demam Berdarah Dengue dan Pemberantasan Sarang Nyamuk Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi h. Penyuluhan Bahaya NAPZA Tujuan : Meningkatnya pemahaman kepada peserta tentang NAPZA dan bahaya penggunaannya. Meningkatnya wawasan dan pemahaman masyarakat tentang NAPZA Hari/tanggal : Selasa, Kamis dan Jumat/27, 29 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, 21

22 mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan Instruktur/pemateri : Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang bahaya NAPZA. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang bahaya NAPZA kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi i. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Tujuan : Meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja Hari/tanggal : Selasa dan Kamis/27 dan 29 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang ) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Kesehatan Ibu, Direktorat Kesehatan Anak Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang kesehatan reproduksi remaja. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja kepada masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi j. Penyuluhan Pentingnya Posyandu Tujuan : Meningkatnya pemahaman peserta tentang pentingnya posyandu. Meningkatnya wawasan dan pemahaman masyarakat tentang posyandu Hari/tanggal : Selasa dan Jumat/27 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Pusat Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Gorontalo, dan Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang Posyandu. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan 22

23 memberikan penyuluhan tentang Posyandu kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi k. Penyuluhan Imunisasi Campak dan Polio Tujuan : Meningkatnya pemahaman kepada peserta tentang imunisasi campak dan polio. Memberikan wawasan serta pemahaman kepada masyarakat tentang imunisasi campak dan polio. Hari/tanggal : Selasa dan Jumat/27 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Simkarkesma Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang Posyandu. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang Posyandu kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/rotasi l. Penyuluhan Kesehatan Jiwa Tujuan : Meningkatnya pengetahuan peserta tentang kesehatan jiwa masyarakat. Memberikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat tentang kesehatan jiwa masyarakat. Hari/tanggal : Selasa dan Jumat/27 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Bina Kesehatan Jiwa Masyarakat Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang kesehatan jiwa masyarakat. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan jiwa masyarakat kepada masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/Rotasi. m. Penyuluhan Perawatan Gigi 23

24 Tujuan : Meningkatnya pengetahuan peserta tentang perawatan gigi dan mulut yang benar Hari/tanggal : Selasa dan Jumat/27 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat BUK Dasar Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang perawatan gigi yang benar. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang perawatan gigi yang benar kepada masyarakat Jumlah Peserta : 140 Orang/Rotasi n. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tujuan : Meningkatnya pemahaman kepada peserta tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Memberikan wawasan serta pemahaman kepada masyarakat tentang prilaku hidup bersih dan sehat. Hari/tanggal : Rabu dan Jumat/28 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan Instruktur/pemateri : Pusat Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Gorontalo Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang prilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/Rotasi o. Penyuluhan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Tujuan : Meningkatnya pemahaman kepada peserta tentang pertolongan pertama gawat darurat. Meningkatnya wawasan dan pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama gawat darurat. Hari/tanggal : Jumat, 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat Siang) Tempat : Anjungan kegiatan dan lokasi penyuluhan 24

25 Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Pusat Penanggulangan Krisis, Direktorat BUK Dasar Teknis Kegiatan : Peserta akan diberikan pembekalan dan pemahaman oleh instruktur tentang pertolongan gawat darurat. Peserta akan mengaplikasikan apa yang sudah didapat dengan memberikan penyuluhan tentang pertolongan gawat darurat kepada masyarakat. Jumlah Peserta : 140 Orang/Rotasi F. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN WAWASAN DAN KETERAMPILAN a. Pelatihan Pembuatan Kosmetika Alami Tujuan : Meningkatkan keterampilan membuat kosmetika alami Hari/tanggal : Senin dan Kamis/26 dan 29 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat Pagi) Tempat : Anjungan kegiatan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Produksi Distribusi Kefarmasian Teknis Kegiatan : Peserta mempelajari cara pembuatan kosmetika alami yang dapat dibuat dan dimanfaatkan Jumlah Peserta : 140 orang/rotasi b. Pelatihan Meracik Jamu Tradisional Tujuan : Meningkatkan keterampilan meracik jamu dari TOGA Hari/tanggal : Selasa dan Jumat/27 dan 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat Pagi) Tempat : Anjungan kegiatan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional, PKK, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Direktorat Bina Kefarmasian, Badan Litbang Kesehatan. Teknis Kegiatan : Dalam meracik jamu tradisional yang perlu diperhatikan adalah jenis tanaman, cara meracik tanaman menjadi jamu dan rasa jamu bisa diterima. Jumlah Peserta : Sesuai utusan kontingen c. Simulasi Penanggulangan Bencana Tujuan : Meningkatkan ketrampilan dalam penanggulangan bencana 25

26 Hari/tanggal : Rabu dan Sabtu/28 September dan 01 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Anjungan kegiatan Perlengkapan peserta : Alat tulis, pakaian lapangan berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta, membawa buku kegiatan. Instruktur/pemateri : Pusat Penanggulangan Krisis dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Teknis Kegiatan : Peserta mempelajari hal-hal yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Jumlah Peserta : Sesuai utusan kontingen G. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN SENI BUDAYA Gelar seni pada upacara pembukaan dan penutupan adalah pertunjukan acara seni budaya. Kegiatan bertujuan untuk menambah wawasan tentang khasanah seni budaya Nusantara, sekaligus sebagai ajang promosi seni budaya daerah penyelenggara kegiatan Pertinas IV SBH a. Gelar Seni Budaya Nusantara/Pentas Seni Kontingen Daerah Tujuan : Sebagai media promosi bagi tiap daerah akan kesenian daerah masing-masing. Kegiatan : Penampilan Kesenian Daerah Hari/tanggal : Minggu s.d Jumat, 25 s/d 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Malam) Tempat : Panggung utama kesenian, Pertinas IV SBH 2011 Perlengkapan peserta : Perlengkapan seni masing-masing daerah, mengenakan kartu tanda peserta dan membawa buku kegiatan. Teknis Kegiatan : Diadakan pemilihan satu kontingen daerah pada tiap malam untuk ditampilkan kembali pada malam Bhineka Tunggal Ika. Kontingen yang akan ditampilkan kembali pada malam Bhineka Tunggal Ika diumumkan setiap malam pelaksanaan. Apabila pada saat diumumkan, anggota kontingen terpilih tidak berada di lokasi kegiatan, maka akan ditunjuk kontingen nominal kedua. Waktu tampil maksimal 15 menit per kontingen daerah. 26

27 Jadwal pementasan kontingen diatur sebagai berikut : Minggu, 25 September 2011 Senin, 26 September Sumatera Utara 1. Sumatera Barat 2. Riau 2. Kepulauan Riau 3. Jambi 3. Aceh 4. Jawa Timur 4. Sulawesi Tengah 5. Dki Jakarta 5. Jawa Tengah 6. Bali Selasa, 27 September Sumatera Selatan 2. Lampung 3. Bengkulu 4. Bangka Belitung 5. Jawa Barat 6. D.I. Yogyakarta Rabu, 28 September Sulawesi Selatan 2. Kalimantan Selatan 3. Kalimantan Tengah 4. Papua 5. Nusa Tenggara Timur Kamis, 29 September Sulawesi Tenggara 2. Sulawesi Utara 3. Kalimantan Barat 4. Maluku 5. Papua Barat 6. Banten Jumat, 30 September Sulawesi Barat 2. Gorontalo 3. Kalimantan Timur 4. Maluku Utara 5. Nusa Tenggara Barat b. Pemutaran dan Resensi Film Kegiatan : Menyaksikan pemutaran film dokumenter atau film cerita. Tujuan : Meningkatkan apresiasi terhadap karya seni dan menambah pengetahuan peserta. Hari/tanggal : Minggu s.d Jumat, 25 s/d 30 September 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Malam) Tempat : Arena Pemutaran Film Perlengkapan peserta : Pakaian bebas, berslayer/kacu, mengenakan tanda peserta dan membawa buku kegiatan. Jumlah Peserta : 280 Orang/rotasi c. Karnaval Nusantara Kegiatan : Karnaval, menampilkan suatu bentuk atraksi dan kegiatan yang khas/tradisi di masing-masing daerah. Tujuan : Sebagai bentuk keberagaman budaya, wujud persatuan dan kesatuan bangsa yang tidak dapat dipisahkan. Hari/tanggal : Sabtu, 01 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA Tempat : Area Buper Perlengkapan peserta : Disediakan sendiri oleh masing-masing konda Teknis Kegiatan : Peserta perkonda kumpul dititik kumpul Lapangan Upacara. Peserta perkonda mengikuti karnaval sesuai urutan barisan yang akan diatur oleh panitia. Jumlah Peserta : 356 Orang (2 Orang/Umpi) 27

28 d. Festival Kuliner Sehat Nusantara Kegiatan : Masing-masing konda menyajikan masakan khas daerahnya Tujuan : Memperkenalkan kuliner khas daerahnya masingmasing Hari/tanggal : 26 September 01 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA (Giat. Siang) Tempat : Area pameran Buper Perlengkapan peserta : Disediakan sendiri oleh masing-masing konda Teknis Kegiatan : kegiatan ini akan dibagi menjadi beberapa Rotasi, rotasi pertama akan ada 5 konda di mana perkonda terdiri dari 5 orang yang akan menyajikan kuliner khas daerah Provinsi masing masing. Jumlah peserta : 140 Orang/rotasi Jadwal Festival Kuliner Sehat Nusantara Senin, 26 September 2011 Selasa, 27 September Nusa Tenggara Barat 1. Sulawesi Selatan 2. Maluku Utara 2. Kalimantan Selatan 3. Kalimantan Timur 3. Papua 4. Gorontalo 4. Kalimantan Tengah 5. Sulawesi Barat 5. Nusa Tenggara Timur Rabu, 28 September Banten 2. Sulawesi Tenggara 3. Sulawesi Utara 4. Kalimantan Barat 5. Maluku 6. Papua Barat Kamis, 29 September Sumatera Utara 2. Riau 3. Jambi 4. Jawa Timur 5. DKI Jakarta 6. Bali Jumat, 30 September Sumatera Barat 2. Kepulauan Riau 3. Aceh 4. Sulawesi Tengah 5. Jawa Tengah Sabtu, 1 Oktober Sumatera Selatan 2. Lampung 3. Bengkulu 4. Bangka Belitung 5. Jawa Barat 6. D.I Yogyakarta 4. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN PRESTASI a. Cerdas Cermat dan Asah Terampil Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dalam bidang kepramukaan, kesehatan dan pengetahuan umum. Mengasah keterampilan, ketangkasan dan kecerdasan peserta dalam bidang kepramukaan, kesehatan dan pengetahuan umum. Jumlah Peserta : 3 Orang/konda Hari/Tanggal : Senin - Selasa, September

29 Waktu : Pukul WITA Tempat : Anjungan Kegiatan Teknis Kegiatan : Peserta terdiri dari 3 orang/konda (jumlah putra dan putri tidak ditentukan) Peserta akan melewati babak Penyisihan, dan babak final. Babak penyisihan Hari/tanggal : Senin, 26 September 2011 Babak Penyisihan berupa pengerjaan soal yang diberikan kepada peserta. Waktu pengerjaan soal selama 60 menit. Peserta dilarang berlaku curang saat lomba berlangsung. Jika terdapat peserta yang berbuat curang maka akan dikenakan sanksi berupa diskualifikasi. Perlengkapan peserta : Seragam Pramuka, alat tulis, Papan Jalan, ID Card Peserta. Babak Final Hari/tanggal : Selasa, 27 September 2011 Babak final adalah babak lanjutan setelah babak penyisihan dengan memilih 6 konda dengan perolehan nilai tertinggi pada babak penyisihan. Setiap peserta terpilih akan diberikan soal-soal dengan melewati beberapa tahapan, yaitu : tahap pertama berupa pertanyaan wajib yang berasal dari amplop. Tahap kedua berupa pertanyaan lemparan. Dan tahp ketiga berupa pertanyaan rebutan Materi : 50 % Pengetahuan Saka Bakti Husada 25 % Pengetahuan kepramukaaan umum 25 % Pengetahuan umum Soal berupa praktek dan teori Urutan penampilan konda akan ditentukan melalui pengundian pada pertemuan Pinkonda Jumlah peserta : 3 orang/konda b. Lomba Penyuluhan Kesehatan Tujuan : Sebagai salah satu tolak ukur pemahaman peserta terhadap materi kesakaan yang pernah didapat Hari/tanggal : Jumat, 28 September

30 Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi-Giat.Siang) Tempat : Area Buper Perlengkapan peserta : Perlengkapan penyuluhan disiapkan oleh masingmasing peserta Teknis Kegiatan : Peserta adalah 2-4 orang/konda Peserta berperan menjadi penyuluh kesehatan dengan materi penyuluhan ditentukan pada saat lomba dengan mekanisme undian. Peserta tampil maksimal selama 7 menit. Kriteria Penilaian : 1. Kesesuaian isi materi dengan tema 2. Performance 3. Variasi penggunaan alat bantu penyuluhan 4. Intonasi dan penggunaan bahasa Pilihan Tema penyuluhan 1. Bahaya Merokok 2. Gaya Hidup Sehat 3. Kesehatan Jiwa 4. HIV / AIDS 5. Kesehatan Reproduksi Remaja 6. Demam Berdarah 7. Penyalahgunaan NAPZA Jumlah peserta : 3-4 orang/konda c. Lomba Memasak Menu Seimbang Kegiatan : Menyajikan dan memasak menu seimbang Tujuan : Peserta mampu menyajikan, memasak dan menyajikan menu seimbang. Perlengkapan Peserta : Perlengkapan, bahan memasak dan penyajian oleh peserta. Teknis Kegiatan : Peserta memasak menu seimbang Bahan yang digunakan tidak melebihi Rp ,00 Porsi yang disiapkan untuk 4 orang Waktu proses pembuatan dan penyajian selama 120 menit. Deskripsi masakan dan biaya yang dikeluarkan diserahkan kepada panitia 10 menit sebelum lomba. Hari/tanggal : Sabtu, 1 Oktober 2011 Waktu : Pukul WITA Tempat : Pendopo Kwarda Kriteria Penilaian : 1. Cita Rasa 2. Kesesuaian biaya dengan masakan 30

31 3. Penyajian 4. Kebersihan dan kerapian proses masak dan penyajian 5. Keseimbangan menu 4 sehat 5 sempurna d. K3 Tenda (Kebersihan, Keamanan, Ketertiban Tenda) Kegiatan : Penilaian K3 (Kebersihan, ketertiban dan keamanan) tenda selama kegiatan berlangsung Tujuan : Menjaga kebersihan, ketertiban dan keamanan tenda selama kegiatan berlangsung. Meningkatkan cinta kebersihan, ketertiban dan keamanan tenda selama kegiatan berlangsung. Waktu : Selama kegiatan Tempat : Bumi Perkemahan Teknis Kegiatan : Penilaian akan dilakukan setiap saat oleh panitia, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada peserta. Pengawasan dilakukan oleh aparat perkemahan masing-masing. Kriteria penilaian : Kebersihan tenda, ketertiban dan keikutsertaan peserta dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama perkemahan berlangsung Jumlah Peserta : Seluruh peserta H. KEGIATAN WISATA Wisata Pertinas IV SBH 2011 dibagi dalam 3 paket tujuan wisata, yaitu: Paket A : Benteng Benteng Otanaha, Wisata Religi, Tempat Pendaratan Soekarno dan Pusat Kerajinan Tangan Gorontalo. Paket B : Menara Keagungan Limboto, Pentadio Resort, Pusat Kerajinan Tangan Gorontalo dan Rumah Adat Kab.Gorontalo. Paket C : Pantai Botutonuo, Pusat Kerajinan Tangan Gorontalo dan Kantor Gubernur. Peserta mengikuti paket wisata ssesuai dengan rotasi yang telah ditentukan. Tujuan dari kegiatan wisata ini adalah menambah wawasan tentang pariwisata, khususnya di Gorontalo, menambah pengetahuan tentang wisata alam, wisata teknologi dan sejarah, serta sebagai ajang promosi pariwisata ke daerah-daerah lain di Indonesia. Peserta yang telah terdaftar sesuai rotasinya, berkumpul ditempat yang telah ditentukan (Boulevard/Tugu Trisatya) untuk bersama-sama berangkat ke lokasi tujuan. Peserta dalam mengikuti Giat Wisata wajib menggunakan pakaian seragam Pramuka dan kartu tanda peserta membawa kartu kegiatan dan membawa makanan ringan berikut air minum. 31

32 I. KETENTUAN TEKNIS KEGIATAN KHUSUS Kegiatan khusus adalah kegiatan diluar rotasi/matrik kegiatan yang diikuti oleh Pinkonda dan Bindamping tiap-tiap konda. Kegiatan ini terdiri dari beberapa jenis kegiatan, yaitu : a. Kegiatan Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda) Kegiatan : Diskusi Dewan Kerja se-indonesia Tujuan : Memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam upaya berjalannya Pertinas IV SBH 2011 dengan baik. Hari/tanggal : Selama Pelaksanaan Kegiatan Waktu : Pukul WITA (Giat. Pagi) Tempat : Area Buper Pertinas IV SBH 2011 Perlengkapan : Disediakan sendiri oleh masing-masing konda Teknis Kegiatan : Kegiatan untuk Pinkonda sebagian besar akan dilaksanakan pada siang hari, agar tidak menggangu koordinasi dan komunikasi Pinkonda dengan kontingen. Jumlah : Pimpinan Kontingen Daerah, 1 (satu) Putra dan 1 (satu) orang Puteri untuk setiap daerah, jumlah keseluruhan 66 orang. b. Seminar dan Workshop Kegiatan : Semiloka Seminar Gerakan Pramuka Tujuan : Memberikan bekal pengetahuan mengenai ke- Pramukaan khususnya dalam hal pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega agar dapat menjadi pemimpin di masyarakat kelak yang peduli, bertanggung jawab, teguh dan mandiri, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi dalam upaya berjalannya Pertinas IV SBH Hari/tanggal : Selasa dan Kamis, 27 dan 29 September 2011 Waktu : WITA Tempat : Area Buper Pertinas IV SBH 2011 Perlengkapan peserta : Menyesuaikan Teknis Kegiatan : Kegiatan untuk Bindamping akan dilaksanakan pada siang hari, agar tidak mengganggu koordinasi dan komunikasi Bindamping dengan kontingen. Jumlah Peserta : Pembina Pendamping dari masing-masing daerah, 1 (satu) Putra dan 1 (satu) orang Puteri untuk setiap daerah, jumlah keseluruhan 66 orang. 32

33 c. Rapat Kerja Saka Bakti Husada 2011 Kegiatan : Musyawarah dan Diskusi Tujuan : Membahas dan Mendiskusikan pola pembinaan bagi anggota Pramuka Saka Bakti Husada. Merekomendasikan tuan rumah penyelenggaraan Pertinas IV SBH. Hari/tanggal : Sabtu, 1 Oktober 2011 Waktu : WITA Tempat : Area Buper Pertinas IV SBH 2011 Penanggungjawab : Pin Saka Nasional Jumlah Peserta : 2 Orang Bindamping Konda (1 orang Bindamping Putri dan 1 orang Puteri), 2 Orang Pinkonda (1 Orang Pinkonda Putera dan 1 Orang Pinkonda Puteri) 33

34 BAB IV PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN 1. Organisasi Perkemahan a. Organisasi perkemahan adalah mencerminkan kehidupan masyarakat Indonesia yang bersih dan sehat, mencintai lingkungan hidup serta memandang bahwa masyarakat Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku dan budaya, dan menanamkan rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan anggota Saka Bhakti Husada. Maka susunan organisasi perkemahan dinamakan Kabupaten Husada Bhinneka Tunggal Ika. b. Susunan Organisasi Peserta adalah sebagai berikut : 1. Anggota krida krida dihimpun dalam umpi 2. Umpi-umpi dihimpun dalam RT-RT 3. RT-RT dihimpun dalam RW-RW 4. RW-RW dihimpun dalam 2 (dua) kelurahan Putera dan 2 (dua) kelurahan Puteri a. Kelurahan 1 (satu) Putera bernama BINA GIZI b. Kelurahan 2 (dua) Putera bernama BINA OBAT c. Kelurahan 1 (satu) Puteri bernama PHBS d. Kelurahan 2 (dua) Puteri bernama LINGKUNGAN SEHAT 5. Kelurahan- kelurahan dihimpun dalam 1 (satu) kecamatan Putera dan 1 (satu) kecamatan Puteri : a. Kecamatan Putera bernama SUYONO YAHYA b. Kecamatan Puteri bernama SULIANTI SAROSO 6. Dua kecamatan dihimpun dalam kabupaten, yang bernama kabupaten HUSADA BHINNEKA TUNGGAL IKA. c. Areal Kemah (Kapling Tenda) adalah lokasi dimana para peserta pertinas Husada yang terhimpin dalam setiap sangga untuk tinggal dan mendirikan segala sesuatunya untuk kebutuhan selama pertinas Husada dilaksanakan. 34

35 2. Pembagian Areal Kemah (Kapling Tenda) DAFTAR KAPLING KECAMATAN SUYONO YAHYA (PUTRA) NO GUDEP KEL RW UMPI 1 Kwarda NAD Kwarda Jawa Tengah Kwarda Kalimantan Barat Kwarda Gorontalo Kwarda Maluku Kwarda Bangka Belitung Kwarda Sumatera Utara Kwarda Sulawesi Utara Kwarda Bali Kwarda Gorontalo Kwarda Papua Kwarda Sumatra Selatan Kwarda Sumatera Barat Kwarda Lampung Kwarda Kalimantan Tengah Kwarda NTB Kwarda Jawa Timur Saka Bhayangkara Kwarda Riau Kwarda DKI Jakarta Kwarda Sulawesi Barat Kwarda Papua Barat Kwarda Gorontalo Kwarda Sulawesi Selatan Kwarda Kepulauan Riau Kwarda D.I. Yogyakarta Kwarda Kalimantan Timur Kwarda Sulawesi Tenggara Kwarda NTT Kwarda Jawa Barat Kwarda Jambi Kwarda Banten Kwarda Kalimantan Selatan Kwarda Bengkulu

36 35 Kwarda Maluku Utara Saka Tarunabumi DAFTAR KAPLING KECAMATAN SULIANTI SAROSO (PUTRI) NO GUDEP KEL RW UMPI 1 Kwarda NAD Kwarda Jawa Tengah Kwarda Kalimantan Barat Kwarda Gorontalo Kwarda Maluku Kwarda Bangka Belitung Kwarda Sumatera Utara Kwarda Sulawesi Utara Kwarda Bali Kwarda Gorontalo Kwarda Papua Kwarda Sumatra Selatan Kwarda Sumatera Barat Kwarda Lampung Kwarda Kalimantan Tengah Kwarda NTB Kwarda Jawa Timur Saka Bhayangkara Kwarda Riau Kwarda DKI Jakarta Kwarda Sulawesi Barat Kwarda Papua Barat Kwarda Gorontalo Kwarda Sulawesi Selatan Kwarda Kepulauan Riau Kwarda D.I. Yogyakarta Kwarda Kalimantan Timur Kwarda Sulawesi Tenggara Kwarda NTT Kwarda Jawa Barat Kwarda Jambi Kwarda Banten Kwarda Kalimantan Selatan Kwarda Bengkulu

37 35 Kwarda Maluku Utara Saka Tarunabumi Adat Perkemahan 1. Umum a. Pertinas IV SBH 2011 adalah pertemuan besar bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-indonesia guna untuk mendarmabaktikan segala bentuk kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh anggota Pramuka Penegak dan Pandega, yang norma-norma pelaksanaannya dikembangkan atas dasar dan ketentuan Moral dan Janji Pramuka. b. Berdasarkan latar belakang budaya yang berbeda maka dibuat norma-norma yang menjiwai tata aturan pergaulan kehidupan sehari-hari dan aturan lain yang diperlukan dalam penyelenggarakan Pertinas IV SBH c. Aturan ini bersifat mengikat dan wajib dijunjung tinggi serta ditaati oleh segenap warga perkemahan. Aturan ini dalam bentuk tertulis dan tidak tertulis. d. Dari fungsi diatas maka ketentuan tersebut akan diatur sebagai Tata Adat Perkemahan yang keberadaannya ditangani oleh Dewan Adat yang bersifat kolegial dan para anggotanya disebut Pemangku Adat. 2. Perangkat Dan Pelaksanaan Adat Perkemahan a. Dewan Adat 1. Dewan Adat adalah tempat berkumpulnya Pemangku Adat penyelenggara dan pengawas pelaksanaan ketentuan Adat Perkemahan. 2. Dewan Adat bertanggungjawab atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan Pertinas IV SBH 2011 secara serta menyelesaikan masalah kehormatan perorangan/kontingen peserta yang tidak dapat diselesaikan oleh seksi Keamanan. 3. Dewan Adat memiliki tugas dan wewenang memutuskan sanksi dari berbagai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh warga perkemahan selama mengikuti Pertinas IV SBH Dewan Adat beranggotakan para Pemangku Adat yang berasal dari unsur Dewan Kerja Nasional, dan unsur Dewan Kerja Daerah seluruh Indonesia yang bertugas sebagai Pimpinan Kontingen Daerah. 5. Dewan Adat dipilih oleh seorang Pemangku Adat Agung yang dijabat secara fungsional oleh Ketua Dewan Kerja Nasional. 6. Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Adat dibantu oleh unsur Petugas Keamanan dan unsur aparat Pemerintahan. b. Pemangku adat adalah personal pelaksana pengawas ketentuan/adat perkemahan, terdiri atas anggota Dewan Kerja Nasional, anggota Dewan Kerja Daerah, Pinkoda, dan pemimpinan sangga kerja pelaksana Pertinas IV SBH c. Dewan kehormatan terdiri dari pimpinan panitia penyelenggara, pimpinan sangga kerja, pimpinan kontingen dan penaggungjawab Pertinas IV SBH

38 d. Penyelesaian suatu masalah diselesaikan dalam sidang adat ditingkat Kelurahan yang dilaksanakan secara terbatas dan hanya dihadiri oleh Pemangku Adat dan warga perkemahan yang bersangkutan. e. Dewan Adat Tinggi melaksanakan tugas pengawasan ditingkat Kecamatan dan melaksanakan sidang adat bila Dewan Adat karena sesuatu hal tidak dapat menyelesaikan permasalahan ditingkat Kelurahan. f. Dewan Adat Agung Tingkat Kabupaten dipimpin oleh Ketua Dewan Kerja Nasional, melaksanakan sidangnya bila permasalahan yang timbul menyangkut hajat hidup warga perkemahan secara umum atau menyelesaikan permasalahan pelik yang tidak dapat diselesaikan oleh Dewan Adat Tinggi. g. Permasalahan adat perkemahan pada Pertinas IV SBH 2011, dikelompokkan menjadi 3 (tiga) jenis permasalahan, yaitu : a. Permasalahan warga perkemahan (peserta dengan peserta, peserta dengan aparat perkemahan/sangga kerja) b. Permasalahan peserta/sangga kerja dengan penduduk h. Penyelesaian permasalahan/perkara adat perkemahan dilakukan secara bertahap, yaitu penyelesaian dilakukan ditingkat RT, tidak dapat diselesaikan maka penyelesaiannya dibawa ke tingkat RW, kemudian pada tingkat Kelurahan, selanjutnya sampai pada tingkat Kabupaten. 3. Sanksi Adat a. Sanksi terhadap pelanggaran ketentuan adat perkemahan dijatuhkan melalui sidang Dewan Adat yang dihadiri oleh Pemangku Adat ditingkatnya dan dapat dinyatakan terbuka atau tertutup oleh Pimpinan Sidang Adat. b. Sanksi yang dijatuhkan harus memperhatikan aspek pendidikan. c. Bentuk sanksi dapat berupa : peringatan, pembatalan pemberian TIGOR dan pengusiran dari arena Pertinas IV SBH d. Pimpinan sidang Dewan Adat berkewajiban meminta saran, pertimbangan dari Dewan Kehormatan Adat sebelum menyatakan sanksinya. 4. Tata Adat Perkemahan Pasal 1 Tempat Pertinas IV SBH 2011 dilaksanakan di Bumi Perkemahan Bongohulawa Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Pasal 2 Landasan Hidup 1. Falsafah hidup warga Pertinas IV SBH 2011 adalah Pancasila. 2. Landasan hidup warga Pertinas IV SBH 2011 adalah Tri Satya. 3. Undang-undang dan semangat kehidupan warga Pertinas IV SBH 2011 adalah Dasa Dharma Pramuka. 38

39 Pasal 3 Tapak Perkemahan Tapak Kemah Pertinas IV SBH 2011 terdiri atas : 1. Tapak perkemahan peserta Putera dan Puteri 2. Tapak perkemahan Sangga Kerja Putera dan Puteri 3. Tapak perkemahan Pinkonda Putera dan Puteri 4. Tapak perkemahan Bindamping Putera dan Puteri 5. Tapak perkemahan Peninjau Putera dan Puteri Pasal 4 Lahan perkemahan Lahan Bumi Perkemahan Bongohulawa selama kegiatan pertinas IV SBH 2011 diperuntukkan : 1. Tapak perkemahan seperti Pasal 3 diatas 2. Tapak-tapak kegiatan didalam arena perkemahan 3. Sekretariat sangga kerja dan aparat perkemahan 4. Lapangan upacara, pameran, pasar dan kedai Pasal 5 Penempatan Peserta Peserta Pertinas IV SBH 2011 di tempatkan pada lokasi-lokasi perkemahan dengan memperhatikan dan menciptakan suasana Bhinneka Tunggal Ika. Pasal 6 Aparat Perkemahan 1. Kabupaten dipimpin oleh Bupati dibantu oleh Wakil Bupati, sekretaris dan beberapa orang staf. 2. Kecamatan dipimpin oleh Camat dibantu oleh beberapa staf. 3. Kelurahan dipimpin oleh Lurah dibantu oleh beberapa staf. 4. Rukun Warga dipimpin oleh Ketua RW. 5. Rukun Tetangga dipimpin oleh Ketua RT. Pasal 7 Pengawasan Perkemahan Tata kehidupan warga perkemahan berada dibawah pengawasan Pemangku Adat Agung dan Bupati perkemahan beserta staf. 39

40 Pasal 8 Peserta Peserta Pertinas IV SBH 2011 diikuti oleh : 1. Pramuka Penegak dan Pandega sebagai peserta kegiatan. 2. Pramuka Penegak dan Pandega anggota Dewan Kerja sebagai Pemangku Adat, Sangga Kerja dan Pimpinan Kontingen. 3. Andalan, pembina Pramuka Penegak dan Pandega sebagai penyelenggara/instansi di Propinsi Gorontalo yang terkait sebagai penunjang penyelenggara kegiatan. 4. Lembaga/instansi di Gorontalo yang terkait sebagai penunjang penyelenggara kegiatan. Pasal 9 Warga Perkemahan Warga Pertinas IV SBH 2011 yang dimaksud adalah Pramuka Penegak dan Pandega yang aktif dalam Pertinas IV SBH 2011 yang terdiri atas peserta kegiatan, Sangga Kerja, Aparat Perkemahan dan Pemangku Adat Perkemahan. Pasal 10 Kewajiban Warga Perkemahan 1. Mentaati semua ketentuan adat perkemahan 2. Wajib mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan panitia 3. Memperhatikan, memelihara dan menciptakan keindahan, kebersihan, keamanan, ketertiban dan kesehatan lingkungan tendanya masing-masing Pasal 11 Pimpinan Kontingen Daerah Kontingen Daerah dipimpin oleh 2 (dua) orang anggota Dewan Kerja Daerah, yang terdiri dari 1 (satu) orang putera dan 1 (satu) orang puteri. Pasal 12 Kewajiban Pimpinan Kontingen Daerah 1. Pimpinan kontingen daerah (Pinkoda) bertugas memimpin dan mengkoordinasikan seluruh anggota kontingen. 2. Pimpinan kontingen bertanggungjawab atas peran aktif para anggota kontingennya dalam mengikuti seluruh kegiatan. 3. Anggota DKD selaku Pinkonda berkewajiban mengkoordinasikan, membantu, dan mengarahkan pramuka penegak dan pandega peserta Pertinas IV SBH 2011 dalam 40

41 mengikuti kegiatan, serta wajib mengikuti kegiatan yang diperuntukkan bagi Pinkonda. Pasal 13 Dewan Adat 1. Dewan Adat adalah lembaga adat yang berkedudukan ditingkat kelurahan, dipimpin oleh ketua lurah/ketua kampung yang bersangkutan dan beranggotakan para pemangku adat yang diatur dalam pertemuan Dewan Adat Agung. 2. Dewan Adat Tinggi merupakan lembaga adat yang berkedudukan ditingkat kecamatan, dipimpin pemangku adat tinggi yang dijabat oleh camat yang bersangkutan dan beranggotakan seluruh pemangku adat dari lembaga dewan adat tingkat Kelurahan. 3. Dewan Adat Agung merupakan lembaga yang berkedudukan di tingkat kabupaten, dipimpin Pemangku Adat Agung yang dijabat oleh ketua Dewan Kerja Nasional. 4. Pemangku Adat adalah personal pelaksana pengawas ketentuan adat perkemahan, terdiri atas pimpinan perkemahan, terdiri atas pimpinan perkemahan yang merupakan anggota DKN, seluruh Pinkoda yang merupakan anggota DKD. 5. Dalam melaksanakan tugas pengawasan pelaksanaan ketentuan Adat Perkemahan, Pemangku Adat membentuk dan membagi tugas melalui Musyawarah Dewan Adat. Pasal 14 Tata Cara Perkemahan 1. Seluruh tata cara perkemahan disesuaikan dengan kegiatan harian dan hanya dapat diubah oleh pimpinan Sangga Kerja atas izin ketua penyelenggara. 2. Segala pemberitaan dan pengumuman kepada peserta/sangga kerja dilaksanakan oleh ketua bidang masing-masing melalui Sangga Kerja bidang Humas. 3. Segala kebutuhan dan pelayanan peserta dikoordinasikan melalui Aparat Perkemahan. Pasal 15 Kegiatan 1. Kegiatan sehari-hari dalam perkemahan berlangsung sejak pukul WITA sampai dengan pukul WITA ditandai dengan suara sirine yang diperdengarkan 10 menit sebelum dimulai/berakhirnya kegiatan harian. 2. Warga perkemahan wajib mengikuti seluruh rangkaian sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. 41

42 Pasal 16 Pergerakan Peserta Pergerakan/perpindahan peserta dari suatu tempat ke tempat lain baik dalam area perkemahan maupun diluar dikoordinasikan melalui aparat perkemahan dan dilaksanakan dengan memperhatikan ketertiban dan kesopanan. Pasal 17 Pakaian dan Tanda Pengenal 1. Selama kegiatan Pertinas IV SBH 2011 peserta diwajibkan memakai seragam pramuka lengkap atau pakaian yang sesuai dengan macam/jenis kegiatan. 2. Peserta perkemahan tidak dibenarkan menggunakan tanda-tanda pada pakaian seragam pramuka diluar ketentuan gerakan pramuka, kecuali tanda pengenal kegiatan yang telah ditetapkan. Pasal 18 Keamanan 1. Keamanan perkemahan Putera dan Puteri menjadi tanggungjawab warga perkemahan dan dikoordinasikan oleh Sangga Kerja yang membidangi keamanan dan ketertiban. 2. Peserta berkewajiban untuk turut serta menjaga keamanan seluruh arena perkemahan. 3. Peserta dapat meninggalkan arena perkemahan bila mengikuti aktifitas kegiatan yang dilaksanakan diluar arena perkemahan. 4. Untuk kepentingan pribadi/kontingen diperkenankan meninggalkan arena perkemahan setelah mendapat izin aparat perkemahan setempat dan sepengetahuan oleh Pinkoda. 5. Istirahat malam bagi warga perkemahan berlaku pukul WITA sampai dengan pukul WITA. 6. Pada waktu istirahat malam peserta diperbolehkan tidur atau melakukan aktifitas ronda/jaga malam selama tidak mengganggu umpi lain dilingkungannya. 7. Diharapkan kepada peserta untuk waspada terhadap penyebaran api yang dimungkinkan peserta karena kelalaian dalam menyalakan korek api ataupun berhubungan dengan alat-alat yang dapat menimbulkan kebakaran. Pasal 19 Kebersihan Kesehatan 1. Kebersihan arena perkemahan dimulai dari kebersihan diri, umpi/kapling, RT, kelurahan hingga kabupaten, arena-arena kegiatan dan sarana perkemahan lainnya adalah tanggungjawab seluruh warga Pertinas IV SBH Tempat sampah merupakan perlengkapan setiap umpi yang harus ada pada setiap kapling. 42

43 Pasal 20 Konsumsi 1. Untuk memenuhi kebutuhan peserta perihal konsumsi, dan lain-lainnya, terdapat pasar rakyat disekitar arena Pertinas IV SBH Selama kegiatan diluar bumi perkemahan, makan siang peserta ditanggung oleh panitia. Pasal 21 Ibadah keagamaan 1. Pelaksanaan ibadah dikoordinasikan oleh aparat perkemahan sesuai dengan waktu dan jenis ibadahnya. 2. setiap peserta wajib menghormati peserta lain yang sedang melaksakan ibadahnya. Pasal 22 Kunjungan 1. Peserta dapat menerima tamu pada waktu istirahat, yaitu pukul : WITA dan pukul : WITA. 2. Tamu-tamu yang akan berkunjung selayaknya melapor dan mengisi buku tamu untuk mendapat surat izin berkunjung dari aparat pemerintahan kelurahan. 3. Selain waktu istirahat diatas, tamu tidak dizinkan masuk perkemahan. Pasal 23 Hiburan 1. Peserta diperkenankan mengikuti hiburan malma berupa apresiasi film dan pentas kontingen daerah atau hiburan lainnya sesuai dengan waktu yang ditentukan. 2. Hiburan yang sifatnya diselenggarakan oleh anggota umpi konsumsi umpi yang bersangkutan diperkenankan adanya, sepanjang tidak mengganggu ketertiban umum. Pasal 24 Kedai, Pasar, Pameran, Anjungan Kontingen 1. Bahan dan kebutuhan sehari-sehari dan barang kenang-kenangan serta souvenir dapat diperoleh peserta dengan cara membeli dipasar/kedai pada areal perkemahan. 2. Pameran diselenggarakan untuk menambah wawasan dan pengetahuan warga perkemahan. 3. Anjungan kontingen diperuntukkan bagi kontingen daerah. 43

44 Pasal 26 Tindakan Yang Harus Dilakukan Peserta Tindakan yang perlu dilakukan oleh setiap peserta : 1. Melaksanakan ibadah keagamaan pada waktunya 2. Selalu berpakaian rapi dan bersikap sopan serta saling menghormati dan menghargai sesama peserta dan Sangga Kerja 3. Menyerahkan barang-barang temuan yang bukan miliknya kepada Aparat Perkemahan 4. Mengembalikan perlengkapan bakti milik Sangga Kerja, sesudah dipakai kepada Sangga Kerja 5. Menjaga fasilitas umum, baik yang berada di perkemahan maupun di desa bakti dengan baik. Pasal 27 Tindakan yang Harus Ditinggalkan/Dijauhi Peserta 1. Berhajat besar dan kecil disembarang tempat sehingga mengganggu kesopanan dan kelestarian alam 2. Berbicara kotor dan bertindak tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan kesan yang tidak simpatik 3. Meminjam dan tidak mengembalikan peralatan penduduk atau Sangga Kerja atau umpi lain 4. Berkunjung ke peserta lain pada saat jam malam telah diperlakukan 5. Membuang sampah sembarangan Pasal 28 Tanda Penghargaan Peserta yang aktif mengikuti kegiatan berhak mendapatkan piagam penghargaan dan tanda ikut Gotong Royong Pertinas IV SBH 2011 disingkat TIGOR Pertinas IV SBH Pasal 29 Bentuk Pemberian Penghargaan Segala bentuk pemberian tanda penghargaan kepada peserta ditetapkan dalam sidang Dewan Adat Agung yang dihadiri oleh seluruh Pemangku Adat dan Tim Waslitev. Pasal 30 Sanksi 1. Sanksi diberikan kepada warga perkemahan yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja melanggar ketentuan adat perkemahan atau tata adat sopan santun. 44

45 2. Sanksi dijatuhkan oleh pemangku adat/pemangku adat tinggi/pemangku adat agung sesuai dengan tingkatannya setelah mendengar dan memeperhatikan jalannya sidang Dewan Adat. 3. Berat/ringannya suatu sanksi kepada pelanggar adat ditetapkan oleh sidang Dewan Adat. 4. Dalam menjatuhkan sanksi yang ditetapkan, Pemangku Adat harus meminta saran dan pendapat pimpinan panitia penyelanggaraan. Pasal 31 Penutup 1. Ketentuan ini berlaku sejak peserta tiba di arena perkemahan Pertinas IV SBH 2011 sampai dengan berakhirnya kegiatan, dan berlaku untuk seluruh peserta tanpa terkecuali. 2. Hal-hal lain yang belum diatur dalam ketentuan adat ini akan ditetapkan kemudian oleh sidang Dewan Adat dan diumumkan kepada seluruh peserta kegiatan. Ketentuan adat perkemahan ini berlaku sejak ditetapkan Ditetapkan di : Tanggal : A.n warga perkemahan Dewan adat agung pertinas IV SBH 2011 Pemangku adat, 45

46 BAB V PETUNJUK TEKNIS KESEKRETARIATAN A. ADMINISTRASI Bagian administrasi panitia pelaksana Pertinas IV SBH 2011 merupakan bagian yang akan memberikan pelayanan administrasi dan pengolahan data Pertinas IV SBH Informasi tentang tata cara pendaftaran, format formulir dan informasi lain dapat dilihat melalui website resmi Pertinas IV SBH 2011 di atau dewankerjanasional.co.cc 1. TAHAPAN PENDAFTARAN Pendaftaran Peserta Pertinas IV SBH 2011, dibagi dalam 4 (empat) tahap, yaitu tahap I, tahap II, tahap III, dan tahap IV. a. Tahap I (pertama) Penyerahan kesediaan Kwarda untuk mengikuti Pertinas IV SBH Tahun 2011 dengan menyerahkan formulir KD. 01 kepada: Panitia Penyelenggara Tingkat Pusat, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Jl. Medan Merdeka Timur Nomor 6 Jakarta 10220, melalui faximili (021) Tembusan kepada: 1. Panitia Penyelenggara Tingkat Daerah, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo Jl. Poigar Kel. Molosifat U Kec. Kota Utara Kota Gorontalo melalui faximili (0435) Sekretariat Pimpinan SBH Daerah Gorontalo, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Jl. Pangeran Hidayat, Kota Tengah, Kota Gorontalo, melalui faximili (0435) File master dikirim ke [email protected] Pendaftaran tahap pertama paling lambat tanggal: 8 Agustus

47 b. Tahap II (kedua) Penyerahan Formulir KD.02 (Daftar Peserta), KD.03 (Daftar Pinkonda Dan Bindamping), KD.04 (Biodata Peserta), KD.05 (Biodata Pinkonda Dan Bindamping), KD.06 (Rencana Kedatangan Dan Kepulangan), KD.07 (Pendaftaran Konda untuk Mengikuti Pameran dan Festival Kuliner Pertinas IV SBH tahun 2011). Alamat pengiriman sesuai petunjuk tahap I (pertama). Penyelesaian keuangan ditransfer melalui bank, ditujukan kepada: Panitia Pelaksana/Sangga Kerja Pertinas IV SBH 2011 A.N. Dewan Kerja Daerah Pramuka Gorontalo, No.rek , BRI Unit Andalas (Konfirmasi: Kak Tiwi, ) Bukti resi pembayaran melalui bank difax kepada: Panitia Penyelenggara Tingkat Daerah, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo Jl. Poigar Kel. Molosifat U Kec. Kota Utara Kota Gorontalo melalui faximili (0435) Pendaftaran tahap kedua paling lambat tanggal 25 Agustus 2011 c. Tahap III (ketiga) Menyerahkan kelengkapan pendaftaran yang belum terselesaikan pada pendaftaran tahap II (kedua). Alamat pengiriman sesuai tahap II (kedua). Pendaftaran tahap III (ketiga) paling lambat tanggal 18 September 2011 d. Tahap IV (keempat) Pendaftaran ulang di lokasi transit Pertinas IV SBH 2011 berlokasi di Gedung Martin Liputo, Jalan Raja Tolangohula Kabupaten Gorontalo. Pendaftaran ulang dibuka mulai tanggal 22 s.d 25 September Dalam pendaftaran ulang ini, Pimpinan Kontingen Daerah menyerahkan : 1. Persyaratan administrasi kontingen 47

48 2. Seluruh formulir pendaftaran asli 3. Resi asli pembayaran bank 4. Buku fiksi atau non fiksi yang akan disumbangkan ke perpustakaan sekolah/desa, 1 buku/orang 2. Alur Daftar Ulang Kontingen Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Pertinas IV SBH 2011 dilaksanakan secara terpadu antara Seksi Pendaftaran dan seksi penunjang lainnya antara lain Seksi Keuangan, Seksi Konsumsi, Seksi Akomodasi, Seksi Perlengkapan, Seksi Kesehatan, dan Seksi Keamanan. Pola Pelaksanaan Pendaftaran Pertinas IV SBH 2011 adalah sebagai berikut: a. Lokasi transit dan tempat pendaftaran ulang Kontingen adalah Gedung Martin Liputo, Jalan Raja Tolangohula Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. b. Pendaftaran ulang kontingen dibuka mulai tanggal 22 s.d. 25 September c. Kontingen melalui jalur darat akan dijemput diperbatasan memasuki Kabupaten Gorontalo. d. Kontingen melalui jalur udara akan dijemput langsung oleh panitia di Bandara Jalaludin Gorontalo. e. Pinkonda menyerahkan persyaratan administrasi kontingen dan seluruh form pendaftaran f. Pinkonda menukarkan resi pembayaran bank dengan kwitansi asli. g. Setelah menyelesaikan persyaratan administrasi, selanjutnya akan mendapatkan perlengkapan sebagai berikut: 1. Atribut Peserta, Pinkonda, Bindamping dan Petugas Pameran. 2. SIMC (Surat Izin Memasuki Camp) 3. KM (Kupon Makan) untuk Pinkoda, Bindamping, Petugas Pameran dan Petugas Festival Kuliner. 4. Undangan Upacara. h. Setelah administrasi terselesaikan di lokasi transit, kontingen kemudian diarahkan menuju Bumi Perkemahan Induk. i. Setelah tiba di Bumi Perkemahan, Pinkonda melaporkan kedatangannya dengan menunjukkan SIMC kepada petugas keamanan di gerbang Bumi Perkemahan induk. 48

49 j. Selanjutnya dari gerbang masuk akan diarahkan oleh panitia menuju kecamatan yang dituju. Sesampainya di Kecamatan, Pinkonda akan menerima SIMT (Surat Ijin Mendirikan Tenda), selanjutnya menuju kelurahan yang bersangkutan untuk selanjutnya ditunjukkan pada lokasi kavling. Alur Daftar Ulang Kontingen KEDATANGAN KONTINGEN Kontingen datang melalui : 1. Udara: di jemput di Bandara Djalaludin Gorontalo, menuju tempat tempat transit dan tempat pendaftaran di Gedung Martin Liputo 2. Laut (Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara) selanjutnya menggunakan tranportasi darat : dari arah utara sulawesi dijemput diperbatasan Gorontalo Utara. Demikian juga dari daerah Sulawesi Utara. (Pengawalan Patwal) 3. Darat: dari arah selatan Sulawesi di jemput di perbatasan Kabupaten Gorontalo dengan Kabupaten Boalemo. (Pengawalan Patwal) PENDAFTARAN ULANG Proses Daftar Ulang bagi Kontingen : A. Menyerahkan a. Persyaratan administrasi kontingen b. Seluruh formulir pendaftaran asli c. Resi asli pembayaran bank d. Buku fiksi /non fiksi, 1 buku/orang B. Menerima a. Kwitansi pembayaran b. Atribut c. SIMC d. KM e. Undangan Upacara. MENUJU BUPER 1. Atribut Berupa ID Card sudah dipakai 2. Menyerahkan SIMC dipintu gerbang buper 3. Menerima SIMT (Surat ijin Masuk Tenda) di Kecamatan dan menyerahkan di Kelurah untuk mendirikan tenda 49

50 B. KEUANGAN 1. Tata Administrasi Keuangan Pertinas IV SBH 2011 Biaya kontingen Pertinas IV SBH 2011, adalah sebagai berikut: 1) Biaya Peserta sejumlah Rp ,- perorang, untuk: a. Konsumsi selama kegiatan b. Atribut peserta c. Piagam dan Tigor 2) Biaya Pinkonda dan Bindamping sejumlah Rp ,- per orang meliputi : a. Konsumsi selama kegiatan b. Atribut Pinkonda dan Bindamping c. Piagam dan Tigor d. Paket wisata 3) Biaya petugas anjungan pameran dan petugas festival kuliner sejumlah Rp ,- per orang a. Komsumsi selama kegiatan b. Atribut petugas 4) Biaya peninjau sejumlah Rp ,- per orang, dengan ketentuan: a. Peninjau diakui oleh kontingen dengan menunjukkan Surat Tugas. b. Masing-masing kontingen daerah mendapatkan kuota maksimal 4 orang. c. Fasilitas peninjau berupa ID Card. d. Areal Perkemahan (tanpa tenda) 2. Cara pembayaran 1. Penyelesaian administrasi keuangan pada pendaftaran tahap II (kedua) paling lambat 25 Agustus 2011 dan tahap III (ketiga) selambat-lambatnya tanggal 18 September Resi pembayaran bank diserahkan kepada petugas administrasi keuangan di loket pendaftaran oleh Pinkonda saat pendaftaran ulang. Resi ini ditukar dengan kwitansi tanda pembayaran. 3. Dengan menunjukkan kwitansi tersebut, Pinkonda akan menerima perlengkapan sesuai dengan jumlah yang ditentukan. 50

51 C. HUMAS Bagian humas dalam penyelenggaraan Pertinas IV SBH 2011 mempunyai peran memberi informasi dan mengkomunikasikan segala macam kegiatan yang berlangsung di arena Pertinas IV SBH 2011 kepada warga perkemahan dan masyarakat luar perkemahan. Official website Pertinas IV SBH 2011 adalah Terdapat beberapa layanan bagian Humas pada penyelenggaraan Pertinas IV SBH 2011: 1. Bulletin Te Palopalo Bulletin adalah sebuah layanan dalam bentuk media cetak yang berisi ulasan mengenai kegiatan-kegiatan selama pelaksanaan Pertinas IV SBH 2011 serta ulasan mengenai hal-hal umum baik yang berkaitan dengan kepramukaan maupun tidak. Jurnal ini dapat diperoleh di tiap kecamatan dan kelurahan. Bulletin Te Palopalo akan terbit setiap pagi antara pukul WITA. Apabila peserta tidak mendapatkan di tempat-tempat yang telah disebutkan sebelumnya, peserta dapat mendapatkan buletin ini di sekretariat. 2. Te Palopalo FM Stasiun radio Te Palopalo merupakan salah satu bentuk layanan kehumasan yang dapat dimanfaatkan oleh peserta untuk mengikuti berbagai informasi terkini melalui radio bergelombang FM. Siaran radio akan berlangsung selama Pertinas IV SBH 2011, mengudara mulai pukul WITA. Peserta juga dapat ikut serta dalam program Te Palopalo FM berupa guest star, request lagu dan salam yang diolah secara interaktif. Oleh karena itu, setiap umpi diwajibkan membawa satu buah radio FM. 51

52 Penggantian ID Card dan Buku Panduan yang hilang/rusak Tanda peserta atau buku panduan hilang/rusak Lapor ke Ketua RW serta staff kelurahan untuk mendapatkan surat keterangan Aparat kelurahan membuat berita acara kehilangan dan surat rekomendasi penggantian. Surat rekomendasi dibawa peserta kebagian administrasi cq. Urusan pendaftaran dan atribut di kantor sekretariat Membayar biaya administrasi pengganti sebesar Rp ,- untuk ID Card dan Rp ,- untuk buku panduan. Membuat surat pernyataan dari pelapor Dikeluarkan atribut pengganti. 52

53 BAB VI PETUNJUK TEKNIS SARANA PENDUKUNG Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Pertinas IV SBH 2011, dibutuhkan sarana pendukung sebagai berikut: 1. Komunikasi Dan Informasi Untuk mempermudah peserta dan panitia melakukan komunikasi dan informasi, dipersiapkan: Fasilitas Jaringan Telepon Bantuan Komunikasi Orari Fasilitas Studio Radio FM Fasilitas Buletin Pertinas IV SBH Kesehatan Disediakan Rumah Sakit Lapangan lengkap dengan dokter dan petugas para medis serta anggota Saka Bhakti Husada selama kegiatan berlangsung Waktu pelayanan kesehatan akan dilayani dalam 24 jam. Disediakan mobil Ambulans dan Rumah Sakit Rujukan, unuk mengantisipasi bilamana terjadi hal-hal yang tidak dapat diatasi di RS Lapangan Tugas Rumah Sakit Lapangan melayani peserta, pinkon, bindamping dan sangker Pertinas Husada yang memerlukan pelayanan kesehatan terutama untuk kasus ringan. Pada setiap kegiatan (khususnya kegiatan di luar Buper) disertakan petugas kesehatan Di setiap Kelurahan dibentuk pos kesehatan darurat beserta petugasnya Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, RSU dan PMI Daerah Peserta dan kontingen diharapkan menyediakan kebutuhan obat-obatan pribadi 3. Penerangan Penyediaan aliran listrik untuk sumber daya peralatan dan penerangan di arena perkemahan diupayakan dengan daya PLN Disamping catu daya PLN disediakan generator pembangkit sebagai cadangan Penerangan di tenda perkemahan oleh masing-masing kontingen 4. Transportasi Angkutan peserta dari daerah masing-masing menuju lokasi perkemahan disiapkan dan ditanggung oleh kontingen daerah masing-masing. Mobilisasi peserta mengikuti kegiatan di luar bumi pekemahan menggunakan angkutan khusus yang disiapkan oleh panitia. Panitia menyediakan pos informasi perjalanan menuju lokasi perkemahan dengan tempat sebagai berikut: Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo Jl. Poigar Kel. Molosifat U Kec. Kota Utara Kota Gorontalo 53

54 Bagi kontingan yang menggunakan bus besar, diinformasikan bahwa bus besar dapat sampai ke lokasi perkemahan Setiap kontingen yang akan mengikuti kegiatan pertinas husada 2011 berkewajiban memberitahukan jadwal kedatangan kontingen kepada panitia kemungkinan tiba di bandara/pelabuhan/terminal. 5. Tapak Perkemahan a. Pemukiman peserta Peserta Pertinas Husada 2011 merupakan gambaran dari warga suatu Kabupaten dengan nama Kabupaten Husada Bhineka Tunggal Ika. Peserta dikelompokkan dalam 2(dua) Kecamatan, 2 (Dua) Kelurahan dan 3 (Tiga) RW. b. Pemukiman Pinmpinan Kontingen Daerah dan Pembina Pendamping disediakan oleh panitia penyelanggara. c. Luas tapak setiap kapling untuk peserta yaitu 7 x 10 m untuk dua Umpi. 6. Konsumsi Kebutuhan bahan makanan peserta, bindamping, sangga kerja (sangker) dan panitia penyelenggara (panra) akan disediakan nasi box. Peserta diharapkan mengambil nasi box dari sangker bidang konsumsi pada : Pagi : Siang : Malam : Peserta, pinkonda, bindamping, petugas pameran dan petugas festifal kuliner akan mendapatkan konsumsi mulai tanggal 24 September siang dan malam s.d tanggal 3 Oktober pagi selebihnya menjadi tanggungan masing-masing kontingen daerah. Peserta juga akan mendapat konsumsi pada saat kedatangan di Buper dan konsumsi siang hari pada saat melakukan kegiatan di luar Bumi Perkemahan dengan rotasi kegiatan pagi-siang. Bagi panitia, Bindamping dan Pinkonda disediakan kupon makan yang akan digunakan pada saat pengambilan konsumsi siap saji. Disekitar Buper disediakan pasar rakyat, yang menyediakan kebutuhan sembako. Sangker mendistribusikan makan siang peserta yang mengikuti kegiatan di luar perkemahan. 7. Air Bersih Dan MCK Kebutuhan air bersih peserta di suplai oleh PDAM yang dialirkan ke kran-kran yang tersebar di seluruh area bumi perkemahan dan tempat-tempat pelayanan umum di Bumi Perkemahan. MCK yang tersedia berguna untuk seluruh warga perkemahan termasuk pinkon, bindamping, Sangker dan pengunjung WC/MCK tersebar disetiap Kelurahan Putra dan Putri serta di seluruh area Buper dan area pelayanan umum Buper, dengan air mengalir dari kran-kran yang dipasang. WC/MCk berupa WC/MCK permanen dan darurat. 54

55 Untuk mendukung kebersihan lingkungan perkemahan, setiap umpi disediakan kantong plastik sampah oleh panitia pelaksana untuk tempat sampah. 8. Keamanan Pengamanan dilaksanakan secara langsung pada sasaran objek kegiatan dan mempunyai dampak sebagai upaya pencegahan Pengamanan terbuka dilaksanakan terhadap sasaran dan obyek pengamanan di dalam dan di luar areal perkemahan dengan melakukan : 1. Kegiatan preventif meliputi : penjagaan, patroli, pengawasan dan pengaturan lalu lintas sepanjang route yang dilalui serta pengaturan parkir dilokasi perkemahan. 2. Melakukan upaya paksa terhadap orang, kelompok dan organisasi yang diketahui akan mengganggu penyelenggaraan pertinas husada 2011 baik langsung maupun tidak langsung. 3. Melakukan tindakan represif terhadap individu, kelompok atau organisasi yang tertangkap tangan melakukan kejahatan maupun pelanggaran yang langsung dapat menghambat serta mengganggu kelancaran kegiatan pertinas husada Pengamanan tertutup dilaksanakan dengan pengamanan secara langsung terhadap peserta maupun objek yang dijadikan tempat kegiatan dengan melakukan kegiatan pengawalan dan penjagaan serta melakukan upaya paksa terhadap individu/kelompok yang akan/sedang melakukan hal-hal yang dapat membahayakan para peserta. Daerah pengamanan meliputi seluruh wilayah tempat kedatangan dan keberangkatan route yang dilalui, tempat/lokasi perkemahan atau tempat kegiatan lainnya (kegiatan wisata, bakti dan wawasan). Jam malam berlaku pada pukul s.d WIB, selama jam malam tidak diperkenankan melakukan aktivitas di luar tenda kecuali untuk korve. Keamanan secara umum di arena perkemahan dikoordinasi oleh panitia keamanan bekerja sama dengan Saka Bhayangkara dan aparat terkait. 9. Lost and Found Terdapat pelayanan pelaporan kehilangan barang di sekretariat Panitia Pertinas IV SBH 2011 sekaligus sebagai pos penerimaan temuaan barang. Barang hilang dan barang yang ditemukan, yang dilaporkan di pos lost and found akan diumumkan kepada seluruh warga perkemahan. Barang yang ditemukan dan diserahkan di pos lost and found dapat diambil pemiliknya di pos lost and found dengan memperlihatkan identitas diri dan dapat mendeskripsikan barang temuan tersebut. 10. Pameran Terdapat stand pameran untuk masing-masing Kwartir Daerah di sekitar areal buper Konfirmasi penggunaan stand pameran dilakukan sebelum kegiatan berlangsung Masing-masing Kwartir daerah mengutus 2 (dua) orang petugas stand pameran Luas kavling stand pameran berukuran 2x4 m 55

56 11. Homestay Bagi kontingen daerah yang ingin menggunakan homestay telah disediakan diareal sekitar buper tepatnya di depan lokasi buper Panitia menyediakan homestay untuk disewakan oleh kontingen sebanyak 50 (lima puluh) homestay Penyewaan homestay untuk kontingen daerah dapat langsung menghubungi pemilik homestay atau melalui sangga kerja 56

57 BAB VII PENGAWASAN, PENELITIAN DAN EVALUASI A. Umum Untuk kelancaran tugas dan kegiatan yang dilaksanakan, maka panitia pelaksana membentuk tim pengawasan, penelitian dan evaluasi yang disingkat dengan WASLITEV. Tim Waslitev akan melakukan pengawasan, penelitian dan evaluasi hal-hal sebagai berikut: 1. Persiapan dan kesiapan 2. Pelaksanaan kegiatan 3. Tindak lanjut B. Teknis Bidang Pengawasan dan Evaluasi Agar mendapatkan gambaran pelaksanaan kegiatan Pertinas IV SBH tahun 2011 secara tepat, maka disusun aspek-aspek dari masing-masing objek pengawasan dan evaluasi yang meliputi: 1. Kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan 2. Kekurangan, hambatan, dan tantangan dalam pelaksanaan kegiatan untuk kepentingan pengembangan dan perbaikan pada kegiatan-kegiatan mendatang 3. Disiplin dan aktivitas baik peserta maupun penyelenggara C. Teknis Bidang Penelitian Dalam hal penelitian, akan dilakukan beberapa metode penelitian, antara lain dengan metode sampel atau responden yang diambil dari Peserta, Pnkonda, Bindamping maupun sangga kerja dan pihak-pihak lainnya yang berkaitan dengan kegiatan Pertinas IV SBH tahun Metode lainnya mencoba dengan cara kuisioner yang disebarkan oleh petugas. Kuisioner yang sudah diisi oleh petugas lapangan akan diserahkan kepada bidang Penelitian untuk kemudian dievaluasi dan diambil kesimpulannya. 57

58 BAB VIII PENUTUP Petunjuk Teknis Pertinas IV SBH 2011ini disusun untuk dijadikan pegangan bagi peserta, Panitia Pelaksana dan Panitia Penyelenggara dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan Pertinas IV SBH Hal-hal yang belum tertuang dalam petunjuk teknis ini akan diusulkan dan diatur kemudian serta disebarkan kepada seluruh bagian dan bidang dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan Pertinas IV SBH 2011 adalah tanggung jawab berama seluruh jajaran Gerakan Pramuka. Oleh karenanya perencanaan, persiapan dan pelaksanaan Pertinas IV SBH 2011 ini perlu dikerjakan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan berkah kepada Gerakan Pramuka untuk menyelenggarakan kegiatan Pertinas IV SBH Amin. Jakarta, 12 September 2011 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua, Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH 58

59 LAMPIRAN II SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 152 TAHUN 2011 TANDA IKUT GOTONG ROYONG PERKEMAHAN BAKTI SAKA BAKTI HUSADA TINGKAT NASIONAL IV TAHUN 2011 Keterangan Tigor: Bahan : Bordir Gambar : Logo Kegiatan Perti SBH Tingkat Nasional Tahun 2011 Bentuk : Oval Pemakaian : Dijahit di Seragam Pramuka Jakarta, 12 September 2011 Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua, Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH 59

60 60

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SURAT KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 044 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERKEMAHAN BAKTI SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA TINGKAT NASIONAL

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE PENGGALANG SD-MI KWARTIR CABANG KLATEN TAHUN 2013

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE PENGGALANG SD-MI KWARTIR CABANG KLATEN TAHUN 2013 PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN JAMBORE PENGGALANG SD-MI KWARTIR CABANG KLATEN TAHUN 2013 A. UMUM: Pengertian : Jambore adalah merupakan pertemuan besar dalam Gerakan Pramuka yang diikuti oleh Pramuka Penggalang

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LATIHAN GABUNGAN PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KWARTIR CABANG KAPUAS TAHUN 2016

PETUNJUK TEKNIS LATIHAN GABUNGAN PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KWARTIR CABANG KAPUAS TAHUN 2016 PETUNJUK TEKNIS TAHUN 2016 DEWAN KERJA CABANG KAPUAS TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran Gerakan Pramuka adalah organisasi yang bergerak di bidang ke kepemudaan. Yang hingga sampai saat ini masih

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 029/KN/77 TAHUN 1977 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GELADIAN PIMPINAN REGU PENGGALANG

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 029/KN/77 TAHUN 1977 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GELADIAN PIMPINAN REGU PENGGALANG KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 029/KN/77 TAHUN 1977 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GELADIAN PIMPINAN REGU PENGGALANG Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Menimbang Mengingat : 1.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 031/KN/78 TAHUN 1978 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GLADIAN PIMPINAN SATUAN PENEGAK

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 031/KN/78 TAHUN 1978 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GLADIAN PIMPINAN SATUAN PENEGAK KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 031/KN/78 TAHUN 1978 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GLADIAN PIMPINAN SATUAN PENEGAK Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Menimbang Mengingat : a.

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN. Samarinda, November 2016 BAB I PENDAHULUAN

PETUNJUK PELAKSANAAN. Samarinda, November 2016 BAB I PENDAHULUAN 1 PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXIII Samarinda, 11-14 November 2016 BAB I PENDAHULUAN A. DASAR PEMIKIRAN Gerakan Pramuka sebagai wadah organisasi pendidikan

Lebih terperinci

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009 ACEH ACEH ACEH SUMATERA UTARA SUMATERA UTARA SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT SUMATERA BARAT RIAU JAMBI JAMBI SUMATERA SELATAN BENGKULU LAMPUNG KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KEPULAUAN RIAU DKI JAKARTA JAWA BARAT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH NOMOR : 089 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN OPERASIONAL PRAMUKA PEDULI KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH

KEPUTUSAN KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH NOMOR : 089 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN OPERASIONAL PRAMUKA PEDULI KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH KEPUTUSAN KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH NOMOR : 089 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN OPERASIONAL PRAMUKA PEDULI KWARTIR DAERAH 11 JAWA TENGAH Ketua Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah Menimbang : 1. Bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

SEMARAK PERTIHUSADA JATIM V TAHUN Oleh: Dewiyana

SEMARAK PERTIHUSADA JATIM V TAHUN Oleh: Dewiyana SEMARAK PERTIHUSADA JATIM V TAHUN 2012 Oleh: Dewiyana Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat daerah Jawa Timur bersama Dewan Kerja Daerah yang di dukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, kembali menyemarakkan

Lebih terperinci

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SURAT KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 010 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERTEMUAN PRAMUKA LUAR BIASA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2013 Menimbang

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) 2017

PETUNJUK PELAKSANAAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) 2017 PETUNJUK PELAKSANAAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) 2017 RACANA RADEN MAS SAID-NYI AGENG SERANG IAIN SURAKARTA Bekerjasama dengan PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CABANG SUKOHARJO PANDUAN

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 082 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN BAKTI SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA TINGKAT NASIONAL V TAHUN

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional V

Petunjuk Teknis Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional V 1 2 PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN BAKTI SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA TINGKAT NASIONAL V TAHUN 2016 3 4 DAFTAR ISI Daftar Isi Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka i iii Bab I Pendahuluan 1

Lebih terperinci

Kegiatan Pramuka. Kegiatan yang dapat diikuti semua golongan Pramuka

Kegiatan Pramuka. Kegiatan yang dapat diikuti semua golongan Pramuka Kegiatan Pramuka Oleh : Sudiharto (Waka Binawasa Kwaran Kecamatan Cilandak) Dalam Kepramukaan terdapat banyak kegiatan. Semua kegiatan kepramukaan sesuai dengan metoda pendidikan kepramukaan. Metoda Pendidikan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lomba Keterampilan Pramuka Penggalang dan Penegak Tahun 2015 yang disingkat LKP3 2015

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 056 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN KARANG PAMITRAN

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 056 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN KARANG PAMITRAN KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 056 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN KARANG PAMITRAN Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Menimbang : 1. bahwa dalam rangka usaha meningkatkan

Lebih terperinci

GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG KLATEN

GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG KLATEN GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG KLATEN Sanggar Bhakti Pramuka Nasional, Jl. Pramuka No. 33 Klaten 57411, Telp. (0272) 322260 Website : http://www.pramukaklaten.or.id Email : [email protected]

Lebih terperinci

Gladi Upacara Pembukaan Lap. Upacara Petugas Up. Sie. Up I S O M A

Gladi Upacara Pembukaan Lap. Upacara Petugas Up. Sie. Up I S O M A JADWAL KEGIATAN PERKEMAHAN PRAMUKA PENGGALANG MAARIF NU NASIONAL ( PERGAMANAS ) I TAHUN 2015 Di Ponpes KHAS Kempek Cirebon Jawa Barat 7-12 Januari 2014 HARI WAKTU URAIAN KEGIATAN TEMPAT PESERTA NARA SUMBER

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014

PETUNJUK PELAKSANAAN JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014 PETUNJUK PELAKSANAAN JUMPA BAKTI GEMBIRA (JUMBARA) PMR MADYA DAN WIRA PMI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2014 A. Pendahuluan Generasi muda merupakan kader-kader pemimpin masa depan bangsa. Dalam rangka menyiapkan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA GIAT DAN BAKTI SAKA WIRA KARTIKA KODIM 1418 MAMUJU A. DASAR PEMIKIRAN

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA GIAT DAN BAKTI SAKA WIRA KARTIKA KODIM 1418 MAMUJU A. DASAR PEMIKIRAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA GIAT DAN BAKTI SAKA WIRA KARTIKA KODIM 1418 MAMUJU penting untuk di pelajari. Oleh karena itu, sebuah kegiatan yang menguji pada kemampuan anggota Pramuka sangatlah perlu, sebagai

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG SALINAN KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 041/P/2017 TENTANG PENETAPAN ALOKASI DANA DEKONSENTRASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN ANGGARAN 2017 MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 220 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN POKOK-POKOK ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 220 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN POKOK-POKOK ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 220 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN POKOK-POKOK ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA Menimbang Ketua, : a. bahwa untuk keseragaman dan keselarasan dalam

Lebih terperinci

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 222 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA Ketua, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk keselarasan,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 230 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA PEDULI

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 230 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA PEDULI KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 230 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA PEDULI Menimbang Mengingat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, : a. bahwa dalam upaya mengimplementasikan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN KEPADA GUBERNUR DALAM PENYELENGGARAAN DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXII Samarinda,19-23 April 2014

PETUNJUK TEKNIS LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXII Samarinda,19-23 April 2014 PETUNJUK TEKNIS LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXII Samarinda,19-23 April 2014 A. NAMA KEGIATAN Lomba Lintas Alam Gugusdepan Universitas Mulawarman ke XXII Tahun 2014 (LLAGUM XXII

Lebih terperinci

Disponsori oleh: PERUSAHAAN BERSERTIFIKAT HALAL

Disponsori oleh: PERUSAHAAN BERSERTIFIKAT HALAL Disponsori oleh: PERUSAHAAN BERSERTIFIKAT HALAL LATAR BELAKANG Mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia dan tangguh dalam menghadapi berbagai dampak negatif yang timbul akibat modernisasi dan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lomba Keterampilan Pramuka Penggalang dan Penegak Tahun 2015 yang disingkat LKP3 2015

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015

PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 PETUNJUK TEKNIS LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Lomba Keterampilan Pramuka Penggalang dan Penegak Tahun 2015 yang disingkat LKP3 2015

Lebih terperinci

C. SASARAN KEGIATAN Anggota Pramuka Penggalang & Penegak Se-Provinsi Banten

C. SASARAN KEGIATAN Anggota Pramuka Penggalang & Penegak Se-Provinsi Banten Petunjuk Pelaksana (JUKLAK) VOSCOM (Vocational One Scout Competition) Ke-2 Gerakan Pramuka Kota Cilegon Gugus Depan 04.069-04.070 Pangkalan SMK NEGERI 1 CILEGON Jl. Kedungbaya No.21 Kel. Kalitimbang Kec.

Lebih terperinci

Petunjuk pelaksanaan perkemahan bakti satuan karya pramuka bakti husada tingkat nasional v

Petunjuk pelaksanaan perkemahan bakti satuan karya pramuka bakti husada tingkat nasional v Petunjuk pelaksanaan perkemahan bakti satuan karya pramuka bakti husada tingkat nasional v 1 2 Petunjuk pelaksanaan perkemahan bakti satuan karya pramuka bakti husada tingkat nasional V Petunjuk pelaksanaan

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 24 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KESEHATAN DI KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan

Lebih terperinci

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakh

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakh No.1368, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAKER. Hasil Pemetaan. PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG HASIL PEMETAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1652, 2014 KEMENDIKBUD. Mutu Pendidikan. Aceh. Sumatera Utara. Riau. Jambi. Sumatera Selatan. Kepulauan Bangka Belitung. Bengkulu. Lampung. Banten. DKI Jakarta. Jawa

Lebih terperinci

2017, No telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahu

2017, No telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahu No.740, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDIKBUD. Penyelenggaraan Dekonsentrasi. TA 2017. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 055 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA PENGENAL GERAKAN PRAMUKA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 055 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA PENGENAL GERAKAN PRAMUKA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 055 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA PENGENAL GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang Mengingat : 1. bahwa

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN

ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 34 Tahun 1999 TANGGAL : 3 Mei 1999 ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI ACEH, PROVINSI SUMATERA UTARA, PROVINSI RIAU,

Lebih terperinci

KETENTUAN KEGIATAN SELEKSI KONTINGEN RAIMUNA NASIONAL 2017 KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2017

KETENTUAN KEGIATAN SELEKSI KONTINGEN RAIMUNA NASIONAL 2017 KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2017 KETENTUAN KEGIATAN SELEKSI KONTINGEN RAIMUNA NASIONAL 2017 KWARCAB KOTA SEMARANG TAHUN 2017 I. PENDAHULUAN Sesuai dengan kelender kegiatan dan keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2013,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG RINCIAN TUGAS UNIT KERJA DI LINGKUNGAN LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN ACEH, SUMATERA UTARA, RIAU,

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN

Lebih terperinci

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN Pembangunan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Tahun 2016 PERUMAHAN PERBATASAN LAIN2 00 NASIONAL 685.00 1,859,311.06 46,053.20 4,077,857.49 4,523.00 359,620.52 5,293.00 714,712.50 62,538.00 1,344,725.22

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KETERAMPILAN PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK (LKP3) TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN A. Umum Dalam rangka usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka, diselenggarakan pendidikan kepramukaan

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN REGU PENGGALANG MA ARIF NU NASIONAL (PERGAMANAS) 2015

PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN REGU PENGGALANG MA ARIF NU NASIONAL (PERGAMANAS) 2015 PETUNJUK TEKNIS PERKEMAHAN REGU PENGGALANG MA ARIF NU NASIONAL (PERGAMANAS) 2015 KEGIATAN PERKEMAHAN Kelompok kegiatan perkemahan terdiri dari : A. Umum seluruh Umum yang harus diikuti oleh seluruh anggota

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) KWARTIR RANTING TUNGKAL ILIR TANGGAL 29 NOV S.D 04 DES 2013

JADWAL KEGIATAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) KWARTIR RANTING TUNGKAL ILIR TANGGAL 29 NOV S.D 04 DES 2013 SABTU 30-11-13 JADWAL KEGIATAN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR (KMD) KWARTIR RANTING TUNGKAL ILIR TANGGAL 29 NOV S.D 04 DES 2013 HARI/TGL WAKTU KEGIATAN TUTOR/PEMATERI KET 07.00-13.00 Peserta

Lebih terperinci

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor),

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor), Babi Aceh 0.20 0.20 0.10 0.10 - - - - 0.30 0.30 0.30 3.30 4.19 4.07 4.14 Sumatera Utara 787.20 807.40 828.00 849.20 871.00 809.70 822.80 758.50 733.90 734.00 660.70 749.40 866.21 978.72 989.12 Sumatera

Lebih terperinci

Nomor : 01/SAKOMA.SBY/IX/ September 2016 Lampiran : 4 lembar Perihal : Pemberitahuan

Nomor : 01/SAKOMA.SBY/IX/ September 2016 Lampiran : 4 lembar Perihal : Pemberitahuan GERAKAN PRAMUKA SATUAN KOMUNITAS PRAMUKA MA ARIF NU CABANG KOTA SURABAYA Jalan Makam Peneleh 70 76 Telp. 5317470, 5465352 Fax. 5343541 Surabaya 60274 E-mail : [email protected] Website : http://sakomasurabaya.wordpress.com

Lebih terperinci

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI NOMOR 56 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN JEMBRANA DENGAN

Lebih terperinci

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PASURUAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

2

2 2 3 c. Pejabat Eselon III kebawah (dalam rupiah) NO. PROVINSI SATUAN HALFDAY FULLDAY FULLBOARD (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. ACEH

Lebih terperinci

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 047 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERKEMAHAN ANTAR SATUAN KARYA PRAMUKA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2015 Ketua

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 178 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN ORGANISASI DAN TATA KERJA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 178 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KWARTIR NASIONAL KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 178 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GERAKAN PRAMUKA TINGKAT DAERAH

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 180.A TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA GARUDA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 180.A TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA GARUDA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 180.A TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN PRAMUKA GARUDA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang : a. bahwa Gerakan Pramuka senantiasa

Lebih terperinci

INFORMASI Fb : Road to Pershandha XXX Cp: K Bakri ( ), K Hafizhah ( ), K Zalika ( )

INFORMASI Fb : Road to Pershandha XXX Cp: K Bakri ( ), K Hafizhah ( ), K Zalika ( ) BIODATA BINDAM PERKEMAHAN SANDI YUDHA XXX 2017 Nama Lengkap : Tempat & Tanggal Lahir : Asal Sekolah : Agama : Jenis Kelamin : Telp/ Hp : Gol. Darah : Riwayat Pendidikan : Pendidikan Asal Sekolah Tahun

Lebih terperinci

Paradigma sehat di era reformasi lebih mengutamakan promotif dan preventif di samping upaya kuratif dan rehabilitatif

Paradigma sehat di era reformasi lebih mengutamakan promotif dan preventif di samping upaya kuratif dan rehabilitatif Paradigma sehat di era reformasi lebih mengutamakan promotif dan preventif di samping upaya kuratif dan rehabilitatif Hal tersebut dilakukan demi terwujudnya kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat indonesia.

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXIII Samarinda,11-14 November 2016

PETUNJUK TEKNIS LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXIII Samarinda,11-14 November 2016 1 PETUNJUK TEKNIS LOMBA LINTAS ALAM GUGUSDEPAN UNIVERSITAS MULAWARMAN XXIII Samarinda,11-14 November 2016 A. NAMA KEGIATAN Lomba Lintas Alam Gugus Depan Universitas Mulawarman ke XXIII Tahun 2016 (LLAGUM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gigitan nyamuk dari genus aedes misalnya Aedes aegypti atau Aedes albovictus.

BAB I PENDAHULUAN. gigitan nyamuk dari genus aedes misalnya Aedes aegypti atau Aedes albovictus. BAB I PENDAHULUAN 1.4 Latar Belakang Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk keperedaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus aedes

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 104 Tahun 2004 TANGGAL : 18 Oktober 2004 ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN

LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 104 Tahun 2004 TANGGAL : 18 Oktober 2004 ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR : 104 Tahun 2004 TANGGAL : 18 Oktober 2004 ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil

Lebih terperinci

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 185 TAHUN 2017 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERKEMAHAN PUTRI TINGKAT NASIONAL III TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Gerakan

Lebih terperinci

UNGGULAN UTAMA RW SIAGA KESEHATAN

UNGGULAN UTAMA RW SIAGA KESEHATAN UNGGULAN UTAMA RW SIAGA KESEHATAN Untuk meningkatkan derajat masyarakat, Pemerintah Kelurahan Kedungmundu bersama lembaga masyarakat telah mengupayakan kegiatan/gerakan menuju masyarakat sehat yang diikuti

Lebih terperinci

KWARTIR NASIONAL. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

KWARTIR NASIONAL. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, KWARTIR NASIONAL KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 179 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN GERAKAN PRAMUKA TINGKAT CABANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 123 TAHUN 2014 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN, www.bpkp.go.id PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER- 786/K/SU/2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR KEP-58/K/SU/2011

Lebih terperinci

EVALUASI KEGIATAN 2013 DAN RENCANA 2014 DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI BUDAYA DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAN

EVALUASI KEGIATAN 2013 DAN RENCANA 2014 DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI BUDAYA DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAN EVALUASI KEGIATAN 03 DAN RENCANA 04 DIREKTORAT SEJARAH DAN NILAI BUDAYA DIREKTORAT JENDERAL KEBUDAYAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAN RAPAT KOORDINASI PUSAT DAN DAERAH BIDANG KEBUDAYAAN HOTEL J.W.

Lebih terperinci

SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH DI WILAYAH PROVINSI.

SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH DI WILAYAH PROVINSI. SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MMMMMERNJHEDSOAHDCsiDHNsaolkiDFSidfnbshdjcb XZCnxzcxzn PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 166 TAHUN 2002 TENTANG. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 166 TAHUN 2002 TENTANG. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, KEPUTUSAN KETUA KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 166 TAHUN 2002 TENTANG PENYEMPURNAAN PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA KELUARGA BERENCANA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 214 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN DEWAN KERJA PRAMUKA PENEGAK DAN PRAMUKA PANDEGA Ketua, Menimbang : a. bahwa Dewan Kerja Pramuka Penegak

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BADAN AKREDITASI NASIONAL ( BAN PAUD DAN PNF ) NOMOR: 024/BAN PAUD DAN PNF/AK/2017

KEPUTUSAN BADAN AKREDITASI NASIONAL ( BAN PAUD DAN PNF ) NOMOR: 024/BAN PAUD DAN PNF/AK/2017 KEPUTUSAN BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NONFORMAL ( BAN PAUD DAN PNF ) NOMOR: 024/BAN PAUD DAN PNF/AK/2017 TENTANG ALOKASI KUOTA AKREDITASI BAP PAUD DAN PNF TAHUN 2018

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/MENKES/SK/VI/2013 TENTANG TIM BINAAN WILAYAH BIDANG KESEHATAN

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/MENKES/SK/VI/2013 TENTANG TIM BINAAN WILAYAH BIDANG KESEHATAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220/MENKES/SK/VI/2013 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

WALIKOTA PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PASURUAN NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG

WALIKOTA PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PASURUAN NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG WALIKOTA PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PASURUAN NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN WALIKOTA PASURUAN NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PERKEMAHAN BAKTI SEBANUAAN II (PERTIBANUA II) SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA SE KALIMANTAN SELATAN DI KABUPATEN BALANGAN TAHUN 2013 02-05 September 20013 PANITIA PERKEMAHAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PELAKSANAAN DANA DEKONSENTRASI

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Pelimpahan Urusan Pemerintahan. Gubernur. Dekonsetrasi. Perubahan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Pelimpahan Urusan Pemerintahan. Gubernur. Dekonsetrasi. Perubahan. No.526, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Pelimpahan Urusan Pemerintahan. Gubernur. Dekonsetrasi. Perubahan. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2

Lebih terperinci

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 222 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KWARTIR DAERAH GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN DAN EVALUASI

BAB IV PEMBAHASAN DAN EVALUASI 70 BAB IV PEMBAHASAN DAN EVALUASI A. PEMBAHASAN 1. PROGRAM TERLAKSANA a. Bidang Keilmuan 1) Penyelenggaraan Menonton Film Anti Korupsi Kegiatan menonton bersama anak-anak di Baciro dapat menjadi langkah

Lebih terperinci

PANDUAN. Aplikasi Database Tanah, Bangunan/Gedung, dan Rumah Negara Gol. 2

PANDUAN. Aplikasi Database Tanah, Bangunan/Gedung, dan Rumah Negara Gol. 2 PANDUAN Aplikasi Database Tanah, Bangunan/Gedung, dan Rumah Negara Gol. 2 Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

- 1 - KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/HUK/2018 TENTANG PENETAPAN PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN TAHUN 2018

- 1 - KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/HUK/2018 TENTANG PENETAPAN PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN TAHUN 2018 - 1 - KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/HUK/2018 TENTANG PENETAPAN PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN TAHUN 2018 MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN DESA BANGUNJIWO NOMOR 02 TAHUN 2015

PERATURAN DESA BANGUNJIWO NOMOR 02 TAHUN 2015 PEMERINTAH KABUPATEN BANTUL KECAMATAN KASIHAN DESA BANGUNJIWO Alamat : Bangunjiwo, No. Telepon : 413340 Kode Pos : 55184 Website:www.desabangunjiwo.com, e-mail: [email protected] PERATURAN

Lebih terperinci

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Re

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Re BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 454, 2016 ANRI. Dana. Dekonsentrasi. TA 2016. Pelaksanaan. PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, - 1 - SALINAN PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN LOMBA BINA TANGKAS PENGGALANG (LBTG) V SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN LOMBA BINA TANGKAS PENGGALANG (LBTG) V SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN LOMBA BINA TANGKAS PENGGALANG (LBTG) V SE-EKS KARESIDENAN SURAKARTA GUGUSDEPAN 06.401-06.402 RACANA RADEN MAS SAID-NYI AGENG SERANG INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA TAHUN

Lebih terperinci

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 / HUK / 2012 TENTANG

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 / HUK / 2012 TENTANG KEPUTUSAN NOMOR 23 / HUK / 2012 TENTANG PENETAPAN NAMA NAMA PENERIMA DANA PROGRAM ASISTENSI SOSIAL LANJUT USIA TAHUN 2012 Menimbang :, a. bahwa jumlah lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan penanganan

Lebih terperinci

BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI KAYONG UTARA PERATURAN BUPATI KAYONG UTARA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG KETENTUAN HARI DAN JAM KERJA PADA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN KAYONG UTARA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

JADWAL KEGIATAN KEMAH BUDAYA SERUMPUN INDONESIA MALAYSIA BRUNEI 2010

JADWAL KEGIATAN KEMAH BUDAYA SERUMPUN INDONESIA MALAYSIA BRUNEI 2010 JADWAL KEGIATAN KEMAH BUDAYA SERUMPUN INDONESIA MALAYSIA BRUNEI 2010 1. MALAM SILATURAHMI Hari/Tanggal : Senin, 13 Desember 2010 Pukul : 19.30 wib Tempat : Balai Rungsari Rumah Dinas Bupati Sambas Peserta

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.legalitas.org KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Perubahan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Perubahan. No.1562, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BPKP. Pembinaan. Pengawasan. Perubahan. PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN

Lebih terperinci

TABEL 1 GAMBARAN UMUM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) KURUN WAKTU 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2011

TABEL 1 GAMBARAN UMUM TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) KURUN WAKTU 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2011 TABEL 1 GAMBARAN UMUM No. Provinsi Lembaga Pengelola Pengunjung Judul Buku 1 DKI Jakarta 75 83 7.119 17.178 2 Jawa Barat 1.157 1.281 72.477 160.544 3 Banten 96 88 7.039 14.925 4 Jawa Tengah 927 438 28.529

Lebih terperinci

BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH

BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH BAB III USULAN PENSOLUSIAN MASALAH Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai saran-saran dan motivasi bagi keluarga dampingan dalam memecahkan permasalahan yang terdapat dalam keluarga dampingan bersangkutan.

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN LOMBA TATA UPACARA BENDERA (TUB) DAN BARIS-BERBARIS (BB) PEMUDA (SISWA SMA/SMK/MA) TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

PEDOMAN PELAKSANAAN LOMBA TATA UPACARA BENDERA (TUB) DAN BARIS-BERBARIS (BB) PEMUDA (SISWA SMA/SMK/MA) TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH PEDOMAN PELAKSANAAN LOMBA TATA UPACARA BENDERA (TUB) DAN BARIS-BERBARIS (BB) PEMUDA (SISWA SMA/SMK/MA) TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH I. LATAR BELAKANG 1. Pembangunan Pemuda harus menumbuhkan jiwa patriotik,

Lebih terperinci

KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR HK.03.01/VI/432/2010 TENTANG

KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR HK.03.01/VI/432/2010 TENTANG KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.03.01/VI/432/2010 TENTANG DATA SASARAN PROGRAM KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SEKRETARIS

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH

BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060796 merupakan salah satu sekolah negeri yang beralamat di Jalan Medan Area Selatan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Sekolah

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SIDOARJO DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH

WALIKOTA YOGYAKARTA PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 41 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN TATA TERTIB SEKOLAH WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menciptakan suasana dan tata

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 53 TAHUN 1985 PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA BAKTI HUSADA

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 53 TAHUN 1985 PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA BAKTI HUSADA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 53 TAHUN 1985 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA BAKTI HUSADA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ; Menimbang : 1. bahwa untuk kesejahteraan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG, Menimbang :a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor

Lebih terperinci

Hadirin, para pembina pendamping, penegak dan pandega serta undangan yang berbahagia. Sebagaimana kita ketahui bahwa Raimuna Nasional yang akan

Hadirin, para pembina pendamping, penegak dan pandega serta undangan yang berbahagia. Sebagaimana kita ketahui bahwa Raimuna Nasional yang akan 1 SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT SELAKU KETUA MAJELIS PEMBIMBING DAERAH PADA ACARA PELEPASAN PESERTA RAIMUNA NASIONAL IX TAHUN 2008 DI BUMI PERKEMAHAN CIBUBUR-JAKARTA TIMUR Hari/Tgl : Minggu, 22 Juni

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka

Lebih terperinci