SNMPTN 2012 Bahasa Indonesia
|
|
|
- Widyawati Pranoto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SNMPTN 2012 Bahasa Indonesia Kode Soal Doc Name: SNMPTN2012IND999 Version : halaman 1 1. Bacalah teks berikut! Berita yang dilansir Antara bulan lalu dengan tajuk Bahasa Indonesia Berpeluang Jadi Bahasa Kedua ASEAN, memberikan satu harapan besar bagi Indonesia untuk berbicara di kancah Internasional. Sekarang ada kesadaran di kalangan warga Philipinateristimewa di kawasan selatan Negara ini bahwa mereka perlu belajar bahasa Indonesia karena bahasa itu dapat dimengerti di empat negara anggota ASEAN lainnya: Brunei, Malaysia, Singapura, dan Thailand (Selatan). Selain keempat Negara ASEAN itu, sebagian warga suku Champ di Kamboja, Laos, dan Vietnam mengerti bahasa Melayu yang menjadi induk bahasa Indonesia. Manakah kalimat yang tepat untuk menutup paragraf di atas? (A) Untuk itu, kita perlu menggalakkan penyebaran kamus bahasa Indonesia agar memudahkan orang asing. (B) Dengan demikian, jelaslah bahwa bahasa Indonesia menjadi bahasa yang diidamkan di kawasan ASEAN. (C) Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. (D) Untuk itu, perlu diupayakan agar bahasa Indonesia menjadi bahasa utama ASEAN. (E) Sehubungan dengan hal itu, menjunjung tinggi bahasa Indonesia menjadi kewajiban seluruh bangsa Indonesia. 2. Seseorang akan mengembangkan karangan yang bertema upaya meningkatkan kemampuan berwirausaha bagi remaja dengan kerangka berikut : (1) Saran bagi remaja berwirausaha (2) Pentingnya meningkatkan kemampuan berwirausaha (3) Langkah meningkatkan kemampuan berwirausaha (4) Komponen yang mendukung kemampuan berwirausaha (5) Ketidakmampuan remaja berwirausaha Urutan kerangka yang paling tepat untuk tema karangan di atas adalah... (A) 5,1,2,4,3 (B) 2,4,5,1,3 (C) 2,3,4,5,1 (D) 4,5,2,1,3 (E) 5,2,4,3,1 3. Bacalah kedua teks berikut! Teks 1 Obat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan darikehidupan manusia masa kini. Bahkan, karena begitu akrabnya, orang jsutru semakin tergantung pada obat, semakin biasa menggunakan obat. Penggunaan obat-obatan kini justru terlihat sebagai gaya hidup modern. Mereka perlu tampil seksi, bukan sehat, perlu obat kuat, bukan hidup harmonis, dan lain-lain. Dan faktanya zat-zat yang terkandung dalam obat dan efeknya bagi tubuh kita sering tidak kita perhatikan karena menganggap obat itu menyembuhkan tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya terkandung dalam obat tersebut. Dalam pemilihan obat, harus diperhatikan adanya kandungan bahan-bahan kimia yang justru menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh kita. Teks 2 Pada umumnya, orang memandang obat sebagai sesuatu yang ajaib dapat menyembuhkan segala penyakit dengan cepat tanpa efek samping. Semua obat adalah racun, kecuali diminum sesuai dengan dosis yang diizinkan. Hal itu menyadarkan kita bahwa dengan mengkonsumsi obat, kita harus memperhatikan dosis yang tepat untuk kesembuhan yang diharapkan. Masyarakat menaruh harapan besar akan obat, namun hal tersebut tidak sebanding dengan pengetahuan masyarakat akan obat. Informasi tentang pentingnya obat, penggunaan, dan bahayanya yang sangat penting bagi masyarakat.
2 Doc name: SNMPTN2012IND999 Version: halaman 2 Kedua teks di atas menjelaskan tentang (A) Kebutuhan manusia akan obat. (B) Cara konsumsi obat. (C) Anggapan masyarakat akan obat. (D) Pengetahuan masyarakat akan obat. (E) Harapan manusia akan obat. nomor 4 sampai dengan 6! Sampai saat ini narkoba masih mengancam masyarakat Indonesia meski Indonesia telah berkomitmen untuk bebas dari narkoba dan HIV AIDS pada tahun Hal ini dapat dilihat dari jumlah pengguna narkoba yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1970 diperkirakan hanya orang yang menggunakan narkoba dan pada tahun 2009 terdeteksi 2% penduduk Indonesia pernah bersentuhan dengan narkoba atau meningkat 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan semua pihak, khususnya Badan Narkotika Nasional. Dari 2% penduduk yang pernah bersentuhan narkoba tersebut, 60% berusia produktif dan 40% pelajar. Awalnya, pengguna narkoba adalah orang dewasa, berusia sekitar 25 tahun dan dari kalangan ekonomi kelas menengah ke atas. Dalam perkembangannya, pengguna narkoba sudah merambah para remaja dan masyarakat kelas menengah ke bawah. Bahkan, gelandangan pun ada yang kecanduan narkoba. Keadaan tersebut sungguh sangat ironis. Kondisi pengguna narkoba di Indonesia pada tahun dipaparkan sebagai berikut. Tabel Pengguna Narkoba di Indonesia Tahun Usia < > Pernyataan manakah yang paling tidak sesuai dengan isi tabel di atas? (A) Semakin rendah kelompok usia sesorang, semakinn kecil juga tingkat penggunaan narkoba. (B) Pengguna narkoba pada usia selalu lebih banyak daripada kelompokkelompok usia lain yang berusia <24. (C) Dari tahun ke tahun jumlah pengguna narkoba setiap kelompok usia terus meningkat. (D) Semakin tinggi kelompok usia sesorang semakin besar tingkat penggunaan narkobanya. (E) Kalompok usia selalu menentukan jumlah atau banyaknya pengguna narkoba. 5. Kata tersebut pada kalimat ke-4 paragraf ke-1 di atas merujuk pada (A) Narkoba masih mengancam (B) Jumlah pengguna narkoba (C) Peningkatan penggunaan narkoba (D) Komitmen Indonesia (E) Persentase pengguna narkoba
3 Doc name: SNMPTN2012IND999 Version: halaman 3 6. Paragraf manakah yang paling tepat melengkapi teks di atas? (A) Tabel tersebut menunjukkan bahwa pengguna narkoba semakin meningkat. Untuk mengatasinya diperlukan upaya sinergis dari semua pihak, khususnya Badan Narkotika Nasional dengan masyarakat. Tanpa sinergi tersebut tidak mungkin bahaya narkoba dapat diatasi. (B) Kondisi di atas menunjukkan bahwa pengguna narkoba selalu meningkat. Pengguna narkoba sudah merambah pada remaja berusia muda. Pengguna narkoba juga merambah pada masyarakat dari kalangan ekonomi kelas menengah ke bawah. (C) Meskipun narkoba membahayakan, para penguna pada umunya tidak menyadarinya. Upaya menyadarkan pengguna narkoba harus dimulai dari pihak yang paling dekat dengan pengguna. Kalu tidak, mustahil upaya tesebut dapat berhasil. (D) Dari tabel terebut tampak bahwa jumlah pengguna narkoba selalu meningkat. Pada tahun 1970 diperkirakan hanya orang yang menggunakan narkoba, tetapi pada tahun 2009terdeteksi 2% penduduk pernah bersentuhan narkoba. (E) Dari tabel tersebut tampak bahwa jumlah pengguna narkoba mulai bervariasi. Mulai dari remaja sampai orang tua banyak yang menjadi pengguna narkoba. Masyarakat kelas menengah ke bawah dan gelandangan pun ada yang kecanduan narkoba nomor 7 sampai dengan 11! (1) Indonesia kembali mengirimkan para siswa SMA ke Olimpiade sains internasional tahun 2011 untuk bidang fisika, matematika, biologi, kimia dan informatika ke sejumlah negara penyelenggara. (2) ketika mengirim tim-tim tersebut, Fasli Jalal menyampaikan bahwa para peserta Olimpiade diseleksi dengan ketat mulai dari sekolah masingmasing sampai ke tingkat regional. (3) Jadi, mereka yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan yang dapat diandalkan dan berpeluang untuk meraih medali. (4) cakupan asal daerah peserta semakin merata, mulai dari kawasan barat sampai timur nusantara, yang menunjukkan semakin meratanya prestasi peserta didik di Indonesia. (5) Indonesia tidak henti-hentinya menunjukkan kebolehan siswa di berbagai forum terhormat:, katanya. (6) Pada bidang fisika Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) akan berlaga di olimpiade fisika internasional atau International Physics Olympaid (IPHO) ke-42 di Bangkok. (7) Pada bidang matematika Indonesia mengirimkan enam siswa ke International Mathematical Olympaid (IMO) ke-52 yang diselenggarakan di Amsterdam. (8) Tim-tim ini ditargetkan meraih 2 medali perak dan 4 medali perunggu, sedangkan tim IMO Indonesia berada di ranking ke-30 dari 96 negara dan berhasil menyabet 1 medali perak, 4 medali perunggu, dan 1 honorable mention. (9) pada bidang Biologi, tim akan berlaga di arena kompetisi International Biology Olympaid (IBO) ke-22 di Taipei, Taiwan. (10) Indonesia kini mengirimkan 4 siswa yang ditargetkan meraih medali, dan pada ajang tahun lalu, tim IBO meraih 2 medali emas dan 2 perunggu. (11) Pada bidang Informatika Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) akan berkompetisi di International Olympaid in Informatics (IOI) ke-23 di Pattaya.(12) Pada penyelenggaraan IOI ke-22 di Kanada, TOKI meraih 2 medali perak dan 1 medali perunggu. (13) Kini, TOKI mengirimkan empat siswa dengan harapan kembali dapat memenangkan medali. (14) Seluruh bangsa Indonesia turut serta mendoakan agar para siswa yang pahlawan itu berhasil berkompetisi di ajang internasional. (15) Keberhasilan itu kian mendongkrak harga diri bangsa yang ternyata tidak kalah berprestasi dari bangsa-bangsa lain di dunia.
4 Doc name: SNMPTN2012IND999 Version: halaman 4 7. Hubungkan isi antarparagraf dalam teks di atas yang paling tepat adalah... (A) Paragraf ke-2 menjadi akibat paragraf ke -1 (B) Paragraf ke-3 merupakan penyebab paragraf ke-2 (C) Paragraf ke-2 memaparkan rincian paragraf ke-1 (D) Paragraf ke-3 merupakan pembanding paragraf ke-1 (E) Paragraf ke-3 merupakan contoh paragraf ke-2 8. Penulis teks di atas berpihak kepada... (A) Para siswa SMA (B) Pemerintah Indonesia (C) Bangsa Indonesia (D) Tim Olimpiade Sains Indonesia (E) Penyelenggara Olimpiade Sains 9. Kesalahan penggunaan ejaan ditemukan pada kalimat... (A) 6 dan 9 (B) 5 dan 10 (C) 4 dan 11 (D) 3 dan 12 (E) 2 dan Kalimat yang tidak efektif ditemukan pada... (A) 2 dan 6 (B) 3 dan 7 (C) 5 dan 9 (D) 8 dan 14 (E) 10 dan Rangkuman manakah yang paling tepat untuk teks di atas? (A) Tim Olimpiade Sains Indonesia yang meliputi empat bidang akan kembali mengikuti olimpiade dengan mengirimkan siswa-siswa SMA ke berbagai negara di dunia. (B) Tim Olimpiade Sains Indonesia akan mengirimkan para siswa SMA mengikuti olipiade dalam empat bidang ke berbagai negara dengan harapan dapat memenangkan medali. (C) Ada emapat bidang dalam Tim Olimpiade sains Indonesia yang akan dikirimkan ke berbagai negara untuk mengikuti olimpade yaitu mencakup fisika, matematika, biologi, dan komputer. (D) Tim Olimpiade Sains Indoensia yang dikirim ke berbagai negara untuk mengikuti olimpiade empat bidang adalah mencakup bidang fisika, mematika, bioligi, dan komputer. (E) Pengiriman Tim Olimpiade Sains Indonesia ke berbagai negara untuk mengikuti olimpiade diharapkan mempu memenangkan banyak medali agar dapat mendongkrak harga diri bangsa. nomor 12 sampai dengan nomor 30! Tidak diragukan lagi bahwa yang merupakan sumber pencemaran sungai adalah segala kegiatan hidup manusia yang berkaitan erat dengan proses produksi dan reproduksi. Peningkatan jumlah penduduk serta turunnya standar hidup merupakan parameter yang juga ikut menentukan laju pencemaran sungai. Jika diperhatikan, sungai -sungai yang mengalir di berbagai tempat, kendati kondisinya sangat menjijikkan, sering dipakai untuk mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, bahkan menggosok gigi. Sementara itu, sungai tersebut secara terusmenerus dijejali dengan timbunan sampah, air limbah, dan tinja penduduk. Makin hilir, warna sungai makin hitam dan pekat.
5 Doc name: SNMPTN2012IND999 Version: halaman 5 Apabila sungai tercemar, hal itu akan memberikan keleluasaan bagi bibit penyakit untuk berkembang biak. Akhirnya, kesehatan masyarakat akan terganggu. Gangguan kesehatan yang banyak muncul tipus, dan maag. Untuk menghindari penumpukan sampah yang sulit melapuk, perlu dibuat tempat penimbunan khusus di luar kota. Hal yang baik adalah apabila sampah rumah tangga sejak dari rumah sudah dilakukan pemisahan antara sampah yang mudah lapuk dan sulit lapuk. Sudah waktunya,sampah tidk dibuang ke sungai. Selain itu, pembuatan sepetic tank di rumah-rumah akan sangat membantu menanggulangi pencemaran sungai. Khusus air buangan industri, seharusnya sebelum dibuang ke sungai terlebih dahulu diolah melalui instalasi penjernihan. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah adanya zat-zat yang bersifat racun. Usaha pencegahan harus ditunjang oleh adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai. Kesadaran masyarakat modal dasar yang positif bagi peningkatan perilaku yangg baik dalam memperlakukan sungai. Sungai yang lestari mencermikan keserasian lingkungan hidup manusia. Dampaknya adalah ekologi lingkungan aka menjadi lebih baik, air bersih tetap tesedia, dan kesehtran masyarakat tetp terjaga. 12. Kelemahan paragraf ke-3 di atas adalah... (A) Gagasan utamanya terletak di tengah (B) Tidak ada kalimat utamanya (C) Terdapat kalimat sumbang ditengah (D) Istilah asing tidak dijelaskan artinya (E) Gagasan utamanya lebih dari satu. 14. Apakah gagasan utama paragraf ke-4 di atas? (A) Kesadaran masyarakat untuk mencegah pencemaran sungai akan membantu kelestarian sungai. (B) Kesadaran menjadi modal dasar bagi peningkatan perilaku yang baik dalam memperlakukan sungai. (C) Perilaku tidak membuang sampah dan tidak membangun rumah di bantaran sungai membantu kelestarian sungai. (D) Kesadaran menciptakan sungai yang lestari mencerminkan keserasian lingkungan hidup manusia. (E) Dampak kelestarian sungai adalah air bersih tetap tersedia dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. 15. Manakah simpulan yang paling tepat untuk teks di atas? (A) Sumber pencemaran sungai adalah segala kegiatan hidup manusia yang berkaitan erat dengan proses produksi dan reproduksi. (B) Sumber pencemaran sungai berkaitan erat dengan kegiatan manusia, peningkatan jumlah penduduk, serta turunnya standar hidup. (C) Peningkatan jumlah penduduk dan turunnya standar hidup merupakan parameter yang menentukan pencemaran sungai. (D) Kepadatan penduduk dengan standar hidup yang memperihatinkan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sungai. (E) Perilaku hidup tidak sehat masyarakat dipengaruhi oleh kebiasaan negatif mereka dalam memanfaatkan air sungai.
Doc. Name: TOSBMPTN01IND Doc. Version :
TryOut SBMPTN Bahasa Indonesia Doc. Name: TOSBMPTN01IND Doc. Version : 2016-04 halaman 1 01. Bacalah teks berikut! Berikut yang dilansir Antara bulan lalu dengan tajuk Bahasa Indonesia Berpeluang Jadi
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 120 TAHUN 2014 TENTANG
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 120 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN BEASISWA KEPADA PESERTA DIDIK JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH DAN PENDIDIKAN TINGGI PERAIH MEDALI
OLIMPIADE SAINS NASIONAL (MATEMATIKA) SMP
OLIMPIADE SAINS NASIONAL (MATEMATIKA) SMP I. SISTEM OLIMPIADE A. LATAR BELAKANG Salah satu arah kebijakan program pembangunan pendidikan nasional dalam bidang pendidikan salah satunya adalah mengembangkan
SOSIALISASI PELAKSANAAN SELEKSI OSN TINGKAT KOTAMADYA JAKARTA TIMUR TAHUN 2015 MENUJU OSN JOGYA 2015
SOSIALISASI PELAKSANAAN SELEKSI OSN TINGKAT KOTAMADYA JAKARTA TIMUR TAHUN 2015 MENUJU OSN JOGYA 2015 NO AGENDA KET 1 Pembukaan Mc 2 3 Sambutan Kepala Seksi SMA Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur 1 Paparan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM,
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM NOMOR 1833 TAHUN 2018 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN KEGIATAN MADRASAH YOUNG RESEARCHER SUPERCAMP TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DIREKTUR
BAB 1 PENDAHULUAN. 600 ribu kematian dikarenakaan terpapar asap yang ditimbulkan. Hampir 80%
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tembakau merupakan salah satu ancaman terbesar masalah kesehatan didunia, bisa menyebabkan kematian sekitar 6 juta penduduk per tahun. Lebih dari 5 juta kematian akibat
PENDAHULUAN. waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran
PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Daerah genangan pasang adalah daerah yang selalu tergenang air laut pada waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran rendah di dekat
BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi kebijakan pelaksanaan pengendalian lingkungan sehat diarahkan untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral dalam pembangunan kesehatan
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI TAHUN 2013
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI TAHUN 2013 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN SMA
BAB I PENDAHULUAN. Baru-baru ini, banyak sekolah pada tingkat menengah atas di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Baru-baru ini, banyak sekolah pada tingkat menengah atas di Indonesia sedang disibukkan dengan kegiatan mempersiapkan siswa unggulannya untuk mengikuti ajang
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN PRIBADI MELALUI POLA HIDUP BERSIH DAN ANTI NARKOBA
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN PRIBADI MELALUI POLA HIDUP BERSIH DAN ANTI NARKOBA MAKALAH Untuk Memenuhi Tugas Penjasorkes Oleh: LALAN DWI KURNIAWAN IX B / 14 NIS 11825 SMP NEGERI 3 PURWOREJO 2011 1. PENDAHULUAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran,
OLIMPIADE MATEMATIKA DAN IPA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH
OLIMPIADE MATEMATIKA DAN IPA SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH Disajikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut di PPPG Matematika, 6 s.d. 19 Agustus 2004 Oleh Wiworo, S.Si., M.M.
Olimpiade Sains Nasional
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Olimpiade Sains Nasional PETUNJUK PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN 2017 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-undang
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undangundang
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Teks tidak dalam format asli. Kembali: tekan backspace LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 52, 2002 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4202) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI TAHUN 2014
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI TAHUN 2014 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA TAHUN 2014
BAB 1 PENDAHULUAN. dan cipta serta pikir baik secara etis, estetis, dan logis. Warga Negara
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi paling penting untuk mempersatukan seluruh bangsa. Oleh sebab itu, merupakan alat mengungkapkan diri baik secara lisan
Kepada yth Kepala Sekolah / Koordinator Olimpiade Sains / Siswa Peserta OSP / Orang Tua Siswa Peserta OSP SMA/MA Se Indonesia
Depok, 19 Februari 2016 Nomor : 01/pelatihan-osn.com/ADM-PelatihanAkbarOSP/Eks/II/2016 Lampiran : 1. Profil pelatihan-osn.com 2. Informasi lengkap tentang Pelatihan Akbar Jelang OSP 2016 3. Formulir pendaftaran
PANDUAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TAHUN 2016
PANDUAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TAHUN 2016 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA KATA PENGANTAR Salah satu program Direktorat
BAB I PENDAHULUAN. resiko toksikologi juga akan meningkat. terbentuk secara alami dilingkungan. Semua benda yang ada disekitar kita
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di era modern ini, proses modernisasi akan menaikkan konsumsi sejalan dengan berkembangnya proses industrialisasi. Dengan peningkatan industrialisasi tersebut maka
BAB I PENDAHULUAN. produktif secara sosial dan ekonomis. Masyarakat berperan serta, baik secara perseorangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya,
*39525 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 27 TAHUN 2002 (27/2002) TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Copyright (C) 2000 BPHN PP 27/2002, PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF *39525 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 27 TAHUN 2002 (27/2002) TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK
BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan peningkatan kebutuhan penduduk terhadap lahan baik itu untuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, menyebabkan peningkatan kebutuhan penduduk terhadap lahan baik itu untuk kegiatan pertanian, industri, perumahan,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 ayat (2) Undang-undang
FK UNAIR Gelar Olimpiade Fisiologi Pertama di Indonesia
FK UNAIR Gelar Olimpiade Fisiologi Pertama di Indonesia UNAIR NEWS Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga semakin mengukuhkan reputasinya sebagai jawara menggelar lomba ilmiah bertaraf nasional. Tidak
SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 8. DISKUSILatihan Soal
SMP kelas 8 - BAHASA INDONESIA BAB 8. DISKUSILatihan Soal 8.4 1. Perhatikan teks acak di bawah ini! 1. Handphone menjadi lebih praktis dan memiliki berbagai macam fitur yang sangat banyak dan menarik.
Dari Bulgaria, Mahasiswa FK Boyong Pulang Medali Perak
Dari Bulgaria, Mahasiswa FK Boyong Pulang Medali Perak UNAIR NEWS Tekad Jefferson Caesario untuk kembali memenangkan kejuaraan dalam olimpiade International Mathematics Competition (IMC) di Bulgaria akhirnya
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI TAHUN 2012 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA I IDENTIFIKASI AIR TERCEMAR
KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA I IDENTIFIKASI AIR TERCEMAR Tabel Hasil Pengamatan Sampel Warna Endapan Suhu ph Ikan Jumlah gerak mulut ikan dalam 1 menit Keadaan akhir Jernih Tidak Tanpa 25-7 35-75 Hidup sumur
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PEDAHULUA 1.1. Latar Belakang Lingkungan hidup Indonesia yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan karunia dan rahmat-ya yang wajib dilestarikan dan dikembangkan
SAMBUTAN PADA UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-69 PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014
1 SAMBUTAN PADA UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE-69 PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 TANGGAL 17 AGUSTUS 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Yang saya hormati: - Para peserta upacara
Nomor : 0304/E3.4/ Februari 2013 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013
Telepon (021) 57946073 Faksimil (021) 57946072 http//dikti.kemdikbud.go.id/ Nomor 0304/E3.4/2013 4 Februari 2013 Lampiran 2 (dua) lampiran Perihal Penyelenggara ON MIPA-PT Tahun 2013 Kepada Yth 1. Pimpinan
SMA/MA IPA kelas 10 - BAHASA INDONESIA IPA BAB 3. TEKS EKSPOSISILatihan Soal 3.3
SMA/MA IPA kelas 10 - BAHASA INDONESIA IPA BAB 3. TEKS EKSPOSISILatihan Soal 3.3 1. Jika penghuni kawasan ASEAN dituntut hanya berbahasa Inggris, saya percaya bahwa posisi bahasa Indonesia akan bergeser
Pedoman Olimpiade Penelitian Siswa Sains, Humaniora dan Inventon TRISMA Tahun 2014 / OPSSHI 2014 (Tk. SMP se-bali)
Pedoman Olimpiade Penelitian Siswa Sains, Humaniora dan Inventon TRISMA Tahun 2014 / OPSSHI 2014 (Tk. SMP se-bali) I. Latar Belakang Kegiatan Menumbuhkan sikap kritis, inovatif dan kreatif merupakan bagian
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN PETUNJUK PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN 2016
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN PETUNJUK PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN 2016 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang
Nomor : 0457/E3.4/ Maret 2012 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : ON MIPA-PT
Telepon (021) 57946073 Faksimil (021) 57946072 http//dikti.kemdiknas.go.id/ Nomor 0457/E3.4/2012 21 Maret 2012 Lampiran 2 (dua) lampiran Perihal ON MIPA-PT Kepada Yth 1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri
OLIMPIADE SAINS NASIONAL
PEDOMAN PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL Pekanbaru 2017 COVER PEDOMAN PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL Pekanbaru 2017 Pedoman Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional 2017 3 Pedoman Pelaksanaan Olimpiade
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup, karena selain dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup, juga dibutuhkan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, industri
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia pernah berjaya pada Sea Games periode tahun 1977-1999, namun hal ini terus menurun seiring dengan berjalannya waktu. Sungguh ironi ketika nama Indonesia pernah begitu
BAB I PENDAHULUAN. Air adalah sebutan untuk senyawa yang memiliki rumus kimia H 2 O. Air. Conference on Water and the Environment)
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air adalah sebutan untuk senyawa yang memiliki rumus kimia H 2 O. Air merupakan komponen utama makhluk hidup dan mutlak diperlukan untuk kelangsungan hidupnya. Dublin,
BAB I PENDAHULUAN. Pulau Bali dengan luas kurang lebih 5.636,66 km 2. penduduk yang mencapai jiwa sangat rentan terhadap berbagai dampak
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pulau Bali dengan luas kurang lebih 5.636,66 km 2 dengan jumlah penduduk yang mencapai 3.890.757 jiwa sangat rentan terhadap berbagai dampak negatif dari pembangunan
Kegiatan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
Dinas Kesehatan Kota Palembang menyambut hangat Pesta Olah Raga SEA GAMES ke XXVI yang sebentar lagi akan diadakan di Kota Palembang. Salah satu bentuk apresiasi dari Dinas Kesehatan kota Palembang adalah
Kuatkan Bangsa dengan Fisika
Kuatkan Bangsa dengan Fisika What can you do for your country? Apa yang bisa Kau sumbangkan untuk bangsa kita, Indonesia? Jika kita mempertanyakan ini ke penduduk Indonesia, mungkin kita akan ditertawakan
Nomor : 33 /B3.1/KM/ Januari 2016 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggaraan ON MIPA-PT Tahun 2016
Nomor : 33 /B3.1/KM/2016 26 Januari 2016 Lampiran : 2 (dua) lampiran Perihal : Penyelenggaraan ON MIPA-PT Tahun 2016 Kepada Yth: 1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Bidang Kemahasiswaan 2. Sekretaris Pelaksana
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta mahkluk
SNMPTN Bahasa Indonesia
Doc. Name : SNMPTN2011IND999 Version : 2012-13 halaman 1 01. Kemunculan pola-pola lingkaran geometris di ladang atau crop circles selalu. dengan kehadiran alien di tempat itu dengan mengendarai UFO. Dugaan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pergaulan dalam hidup masyarakat merupakan hubungan yang terjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pergaulan dalam hidup masyarakat merupakan hubungan yang terjadi setiap hari antara anggota-anggota masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Pergaulan tersebut
SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA PEMBUKAAN KONVENSI NASIONAL GUGUS KENDALI MUTU-INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (GKM-IKM)
SAMBUTAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI PADA ACARA PEMBUKAAN KONVENSI NASIONAL GUGUS KENDALI MUTU-INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (GKM-IKM) DI PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT 10 Nopember 2015 Yth. Saudara Gubernur
BAB I PENDAHULUAN. jurusan Akuntansi, Manajemen, dan IE (Ilmu Ekonomi). Mahasiswa Ekonomi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis UMY adalah mahasiswa di perguruan tinggi yang fokus mempelajari ilmu seputar ekonomi dan bisnis yang meliputi jurusan Akuntansi, Manajemen,
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kawasan pesisir dikenal sebagai ekosistem perairan yang memiliki potensi sumberdaya yang sangat besar. Wilayah tersebut telah banyak dimanfaatkan dan memberikan sumbangan
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 54 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH DAN ZAT KIMIA PENGOPERASIAN PESAWAT UDARA DAN BANDAR UDARA DENGAN
BAB I PENDAHULUAN. bersih, cakupan pemenuhan air bersih bagi masyarakat baik di desa maupun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air adalah materi essensial didalam kehidupan. Tidak satupun makhluk hidup di dunia ini yang tidak memerlukan dan tidak mengandung air. Sel hidup, baik tumbuhan maupun
BAB I PENDAHULUAN. telah terjadi perubahan-perubahan dalam tatanan lingkungan sehingga tidak sama lagi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Pencemaran atau polusi adalah suatu kondisi yang telah berubah dari bentuk asal pada keadaan yang lebih buruk. Suatu lingkungan dikatakan tercemar apabila telah terjadi
KOTA BATIK ATAWA KOTA LIMBAH?
KOTA BATIK ATAWA KOTA LIMBAH? Kota Batik, demikian identitas Kota Pekalongan. Berbagai industri batik baik skala besar, menengah maupun kecil menghampar di desa-desa di wilayah yang mayoritas penduduknya
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dengan persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 1997 TENTANG PENGESAHAN TREATY ON THE SOUTHEAST ASIA NUCLEAR WEAPON FREE ZONE (TRAKTAT KAWASAN BEBAS SENJATA NUKLIR DI ASIA TENGGARA) DENGAN RAHMAT
BAB I PENDAHULUAN. volume sampah berkorelasi dengan pertambahan jumlah penduduk dan upaya untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampah merupakan bagian dari masalah lingkungan karena pertambahan volume sampah berkorelasi dengan pertambahan jumlah penduduk dan upaya untuk mengurangi sampah masih
MUSEUM SAINS & TEKNOLOGI di YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Eksistensi proyek Indonesia termasuk negara yang rata-rata tingkat pendidikannya rendah. Sementara di sisi lain sering terdengar prestasi siswa-siswi indonesia di
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN TINGKAT PROVINSI TAHUN 2015
PANDUAN PELAKSANAAN SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA DAN TINGKAT PROVINSI TAHUN 2015 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
BAB I PENDAHULUAN. Air sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat vital bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat vital bagi pemenuhan kebutuhan hidup manusia sehingga kualitas airnya harus tetap terjaga. Menurut Widianto
I. PENDAHULUAN. sekaligus faktor utama penunjang pembangunan ekonomi karena peningkatan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbaikan kualitas penduduk merupakan tujuan pembangunan dan sekaligus faktor utama penunjang pembangunan ekonomi karena peningkatan kualitas penduduk berarti peningkatan
PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PEMERINTAH KABUPATEN JOMBANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN JOMBANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JOMBANG, Menimbang : a. bahwa pertambahan penduduk
BAB I PENDAHULUAN. setiap kebutuhannya, tidak hanya untuk makan minum melainkan menjadi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Air merupakan salah satu sumber daya alam yang penting bagi manusia. Telah ratusan bahkan jutaan tahun lamanya manusia sudah mulai memanfaatkan air dalam kehidupannya.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
29 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Program Adiwiyata-Sekolah Berbasis Pendidikan Lingkungan Hidup (Panduan Sekolah Adiwiyata 2010 Wujudkan Sekolah Peduli Dan Berbudaya Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan
PENDAHULUAN 1. Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perdagangan internasional merupakan salah satu pendorong peningkatan perekonomian suatu negara. Perdagangan internasional, melalui kegiatan ekspor impor memberikan keuntungan
I. PENDAHULUAN. dimanfaatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Standar kelayakan
I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kebutuhan sumberdaya air sangat terkait dengan sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Standar kelayakan kebutuhan air bersih adalah
BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi ini. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Bagi
I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian tampaknya masih menjadi primadona perekonomian di
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor pertanian tampaknya masih menjadi primadona perekonomian di Indonesia, meskipun telah terjadi transformasi struktur ekonomi, dimana perekonomian negara lebih ditopang
memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Air merupakan sumber daya alam untuk memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta
BAB I PENDAHULUAN. Ekosistem merupakan suatu interaksi antara komponen abiotik dan biotik
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang merupakan suatu interaksi antara komponen abiotik dan biotik yang saling terkait satu sama lain. di bumi ada dua yaitu ekosistem daratan dan ekosistem perairan. Kedua
OLIMPIADE SAINS NASIONAL
PANDUAN PELAKSANAAN OLIMPIADE SAINS NASIONAL TAHUN 2018 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 1 1 MATEMATIKA
Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Bagi Generasi Muda Senin, 18 Juli :29 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 11 April :35
Akhir akhir ini, Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan yang mengandung zat adiktif/berbahaya dan terlarang) begitu populer di kalangan remaja dan generasi muda bangsa Indonesia. Hal ini didukung oleh data
1 PENDAHULUAN Latar Belakang
1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pencemaran dan kerusakan lingkungan merupakan permasalahan yang cukup pelik dan sulit untuk dihindari. Jika tidak ada kesadaran dari berbagai pihak dalam pengelolaan lingkungan,
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN PANDUAN LOMBA KARYA JURNALISTIK SISWA (LKJS) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN 2014
MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN PANDUAN LOMBA KARYA JURNALISTIK SISWA (LKJS) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN 2014 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DIREKTORAT
I. PENDAHULUAN. Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (narkotika,
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya non tembakau dan alkohol) baik di tingkat global, regional
BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan pesat, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. Di dalam semua aspek kehidupan manusia selalu menghasilkan manusia
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam semua aspek kehidupan manusia selalu menghasilkan manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas akan dari segala aktivitas yang berhubungan dengan lingkungan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Fisika merupakan ilmu fudamental karena merupakan dasar dari semua bidang sains yang lain. Fisika juga menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan lain dan perkembangan
UU 9/1997, PENGESAHAN TREATY ON THE SOUTHEAST ASIA NUCLEAR WEAPON FREE ZONE (TRAKTAT KAWASAN BEBAS SENJATA NUKLIR DI ASIA TENGGARA)
Copyright 2002 BPHN UU 9/1997, PENGESAHAN TREATY ON THE SOUTHEAST ASIA NUCLEAR WEAPON FREE ZONE (TRAKTAT KAWASAN BEBAS SENJATA NUKLIR DI ASIA TENGGARA) *9571 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR
RUNDOWN. NO Judul Tim Liputan dubbing Durasi. 6 Mendikbud Lepas Tim Olimpiade Internasional 2014 Laras lepas tim 2 MENIT
RUNDOWN Program Produser Pengarah Acara Editor : Informasi Pendidikan : Atharia AW : Arie : Larasati Nurrahma : Eldio Meilano Tgl Tapping : 11 Juli 2014 1 NO Judul Tim Liputan dubbing Durasi Opening Tune
I. PENDAHULUAN. di muka bumi. Tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Manusia sebagai
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan unsur penting bagi kebutuhan semua makhluk yang ada di muka bumi. Tanpa air kehidupan tidak dapat berlangsung. Manusia sebagai salah satu makhluk hidup juga
OLIMPIADE ONLINE NASIONAL 2016 PIALA HASRI AINUN HABIBIE
OLIMPIADE ONLINE NASIONAL 2016 PIALA HASRI AINUN HABIBIE A. PENDAHULUAN Jumlah pengguna internet di Indonesia terus bertumbuh dengan cepat. Data terkini menyebutkan bahwa saat ini jumlah pengguna internet
BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan komponen esensial bagi makhluk hidup akan tetapi, air juga merupakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan komponen esensial bagi makhluk hidup akan tetapi, air juga merupakan suatu substansi yang membahayakan, karena air dapat membawa mikroorganisme patogen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan pendidikan dalam suatu negara harus diawasi dan dievaluasi untuk mengetahui tingkat keberhasilan sistem pendidikan yang digunakan. Berhasil tidaknya
Kata Pengantar. Sumber daya alam merupakan karunia dari Allah SWT yang dapat. digunakan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak.
Kata Pengantar Sumber daya alam merupakan karunia dari Allah SWT yang dapat digunakan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab seluruh manusia untuk turut
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SLEMAN, Menimbang : a. bahwa salah satu
JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
PENENTUAN PENCEMARAN AKIBAT LIMBAH LOGAM DI BATANG AIR BY PASS KOTA PADANG MENGGUNAKAN METODE SUSEPTIBILITAS MAGNET DAN ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY (AAS) Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kualitas Air Kualitas air secara biologis ditentukan oleh banyak parameter, yaitu parameter mikroba pencemar, patogen dan penghasil toksin. Banyak mikroba yang sering bercampur
BAB 1 PENDAHULUAN. Pelajaran 2011/2012. Bab 1 ini mencakup latar belakang masalah penelitian,
2 BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab 1 peneliti memaparkan yang menjadi pendahuluan penelitian Studi tentang Register Penyiar Radio sebagai Bahan Pembelajaran Berbicara serta Pelaksanaannya pada Siswa Kelas X
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sungai Bedagai merupakan sumberdaya alam yang dimiliki oleh Pemerintah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sungai Bedagai merupakan sumberdaya alam yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, mengalir dari hulu di Kabupaten Simalungun dan terus mengalir ke
