BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Dewi Yuwono
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi pada penelitian ini adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Industri. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 12 (SMKN 12) Bandung dan PT. Dirgantara Indonesia Bandung. a. SMKN 12 Bandung beralamat di Jl. Pajajaran No. 92 Tlp./Fax Bandung Jawa Barat. b. PT. Dirgantara Indonesia (Persero) beralamat di Jl. Pajajaran No. 154 Tlp Bandung Jawa Barat. 2. Subjek Populasi/Sampel Penelitian a. Subjek Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012:117). Populasi dalam penelitian ini terdapat 2 bagian, yaitu: 1) Populasi Siswa kelas XII SMK Negeri 12 Bandung yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 12 kelas dengan jumlah 383 siswa. Dua kelas dijadikan sampel untuk uji validitas dan reliabilitas instrumen, sehingga hanya 10 kelas yang dijadikan populasi penelitian dengan jumlah 316 siswa. Adapun perincian jumlah populasi penelitian dapat dilihat pada tabel 3.1.
2 Tabel 3.1. Populasi Penelitian Siswa Kelas XII SMKN 12 Bandung Tahun Pelajaran 2012/2013 No. Kompetensi Keahlian Kelas Jumlah Siswa 1. Permesinan Pesawat Udara (PPU) XII. PPU 1 30 XII. PPU 2 31 XII. PPU 3 29 XII. PPU Elektronika Pesawat XII. EPU 1 30 Udara (EPU) XII. EPU Konstruksi Rangka XII. KRPU 1 30 Pesawat Udara (KRPU) XII. KRPU Konstruksi Badan XII. KBPU 1 34 Pesawat Udara (KBPU) XII. KBPU Total Populasi 316 Sumber: Data SMK Negeri 12 Bandung Tahun Ajaran 2012/2013 2) Populasi Karyawan PT. Dirgantara Indonesia Bandung. b. Sampel Penelitian Arikunto (2006:117) mengatakan bahwa sampel adalah bagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Pengambilan sampelnya dirinci sebagai berikut: 1) Dalam pengambilan sampel siswa kelas XII SMK Negeri 12 Bandung, peneliti memutuskan jumlah responden diambil dari jumlah siswa yang hadir pada saat pengambilan data. Adapun perincian jumlah sampel dapat dilihat pada tabel 3.2. Tabel 3.2. Jumlah Sampel Penelitian No. Kelas Jumlah Sampel Siswa XII. PPU XII. PPU 2 24 XII. PPU XII. PPU XII. EPU 1 28 XII. EPU XII. KRPU 1 27 XII. KRPU XII. KBPU 1 14 XII. KBPU Total Sampel 237
3 2) Sampel untuk responden industri ditentukan berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Roscoe (Sugiyono, 2012:131) bahwa ukuran sampel yang layak dalam penelitian kuantitatif adalah antara 30 sampai dengan 500 orang. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti hanya menggunakan jumlah sampel karyawan dari hasil angket yang terkumpul dan dapat diolah yaitu 30 orang sampel. B. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah metode survei dimana penjelasan penelitian didapat dari hasil menggunakan alat kuesioner atau daftar pertanyaan yang ditujukan kepada responden. Desain penelitian ini digambarkan dalam diagram blok di bawah ini: Latar Belakang Masalah Studi Literatur Pembuatan Hipotesis Menentukan Sampel Penelitian Menyusun Instrumen Penelitian Pengumpulan Data Pengolahan dan Analisis Data Hasil Penelitian dan Kesimpulan Gambar 3.1. Diagram Blok Desain Penelitian
4 C. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara atau langkah dalam mengumpulkan, menganalisis serta mempersentasikan data. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengertian deskriptif menurut (Nazir, 2005) adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskipsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifatsifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Studi kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai segala sesuatu yang relevan dengan penelitian, yaitu dengan cara membaca, mempelajari, menela ah, mengutip pendapat dari berbagai sumber berupa buku, skripsi, karya tulis ilmiah, jurnal, laporan penelitian dan sumber lainnya. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yang ditunjang dengan studi kepustakaan untuk memperkuat hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian. D. Definisi Operasional Definisi operasional digunakan untuk menyamakan kemungkinan pengertian yang beragam antara peneliti dengan orang yang membaca penelitiannya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, maka definisi operasional disusun dalam suatu penelitian. Definisi operasional dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut: 1. Persepsi siswa mengenai employability skills adalah tanggapan atau penilaian yang diberikan siswa terhadap kriteria employability skills yang dibutuhkan dunia kerja.
5 2. Employability skills merupakan keterampilan yang harus dimiliki seseorang untuk memasuki dunia kerja. 3. Kriteria dunia kerja merupakan ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan mengenai employability skills menurut dunia kerja (Industri). E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden pada penelitian ini adalah menggunakan angket (kuesioner) untuk memperoleh data tentang persepsi siswa SMKN 12 Bandung dan persepsi industri mengenai indikator tingkat kepentingan employability skills. Tipe angket yang digunakan adalah angket dengan pertanyaan tertutup dalam bentuk skala likert dengan lima alternatif jawaban, sehingga responden tinggal memberi tanda check list ( ) pada jawaban yang tersedia. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi siswa SMK dan industri mengenai tingkat kepentingan indikator employability skills. Penyusunan angket pada penelitian ini mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. Melakukan pengkajian secara mendalam dan mengenali variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini berdasarkan pada literatur yang relevan. 2. Menjabarkan setiap variabel dalam bentuk indikator-indikator dengan mengacu pada kajian teori mengenai variabel tersebut. 3. Mengembangkan kisi-kisi instrumen penelitian dengan berdasarkan pada variabel dan indikator yang telah ditetapkan. 4. Menyusun angket atau daftar pernyataan penelitian dengan alternatif jawaban yang harus dipilih responden. 5. Menetapkan kriteria penskoran untuk tiap alternatif jawaban yang ditetapkan. Kriteria penskoran menggunakan skala likert yang ditunjukkan pada tabel 3.3.
6 Tabel 3.3. Alternatif Jawaban Menurut Skala Likert Alternatif Jawaban Skor Pernyataan Positif Pernyataan Negatif SP (Sangat Penting) 5 1 P (Penting) 4 2 N (Netral) 3 3 TP (Tidak Penting) 2 4 STP (Sangat Tidak Penting) 1 5 Sumber: Employers Perception of Graduate Employability (Eurobarometer, 2010) Instrumen yang digunakan merupakan modifikasi dari instrumen penelitian Surya pada tahun Instrumen indikator employability skills ini merupakan penggabungan indikator employability skills yang telah dikembangkan dan ditetapkan dibeberapa negara berkembang. Kisi-kisi instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Mengenai Tingkat Kepentingan Indikator Employability Skills Variabel Penelitian Persepsi Siswa SMK mengenai tingkat kepentingan indikator employability skills Persepsi Industri mengenai tingkat kepentingan employability skills Indikator No. Item Instrumen 1. Pengetahuan umum 1, 2, 3 2. Informasi dan Teknologi (IT) 4 3. Kemampuan belajar Memiliki bidang keahlian khusus Komunikasi lisan dan non lisan 5, 6 6. Bekerja sama Memberikan solusi penyelesaian masalah 7 8. Kepemimpinan 10, 13, Kepribadiaan 8, 9, 12, 14, 15, 17, Pengetahuan umum 1, 2, 3 2. Informasi dan Teknologi (IT) 4 3. Kemampuan belajar Memiliki bidang keahlian khusus Komunikasi lisan dan non lisan 5, 6 6. Bekerja sama Memberikan solusi 7 penyelesaian masalah 8. Kepemimpinan 10, 13, Kepribadiaan 8, 9, 12, 14, 15, 17, 18 Instrumen dimodifikasi dari Vocational Technology Education Students Perception on Employability Skills (Surya, 2012).
7 F. Proses Pengembangan Instrumen Jenis instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan jumlah item pernyataan sebanyak 20 item soal. Setelah instrumen penelitian selesai dibuat, langkah selanjutnya yaitu uji coba instrumen penelitian. Uji coba instrumen dilakukan pada siswa kelas XII SMKN 12 Bandung Tahun ajaran 2012/2013 yang masih satu populasi dalam penelitian dan tidak terpilih dalam sampel penelitian dengan jumlah 60 siswa yaitu kelas XII KPU 1 dan XII KPU 2. Pelaksanaan uji coba angket ini bertujuan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari angket atau instrumen tersebut. 1. Uji Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2010:211). Suatu instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Menurut sugiyono (2012:176)... untuk mengukur instrumen yang nontest yang digunakan untuk mengukur sikap cukup memenuhi validitas konstruksi (construct validity). Pengujian validitas menggunakan rumus korelasi product moment (uji r) dengan angka kasar sebagaimana yang dikemukakan oleh Pearson sebagai berikut: ( )( ) { ( ) } { ( ) } Keterangan: r xy N X Y = koefisien korelasi suatu butir = jumlah responden = skor butir = skor total (Sugiyono, 2012:259)
8 Kriteria uji validitas dapat diketahui dengan melakukan uji signifikansi untuk mengetahui validitas setiap item soal. Uji signifikansi dihitung dengan menggunakan Uji t, yaitu sebagai berikut: (Sugiyono, 2012:259) Keterangan: t hitung n r = hasil perhitungan uji signifikansi = banyaknya peserta tes = validitas tes Kemudian hasil perolehan t hitung dibandingkan dengan t tabel pada taraf kepercayaan 95% (α = 0,05) dengan derajat kebebasan (dk) = n-2. Apabila t hitung > t tabel, maka item soal dinyatakan valid. Dan apabila t hitung < t tabel, maka item soal dinyatakan tidak valid. Butir instrumen pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Software Microsoft Excel 2010 untuk memudahkan perhitungan data. Langkah-langkah yang dilakukan dalam rangka mengukur validitas instrumen (Hidayat, 2012) adalah sebagai berikut: 1) Input data hasil angket instrumen dalam worksheet (lembar kerja) 2) Jumlahkan skor setiap responden dengan menggunakan syntax/perintah: [=SUM(range cell)] Range cell diisi dengan rentang sel mulai dari item soal pertama sampai dengan item soal terakhir instrumen angket. 3) Menghitung nilai korelasi pearson dengan syntax: [=PEARSON(array cell1;array cell2)] Array cell1 berisikan rentang sel item soal yang akan dihitung dan array cell2 berisikan rentang sel jumlah skor.
9 4) Menghitung nilai t hitung dengan mendefinisikan sebuah fungsi di excel hasil interpretasi terhadap rumus t, dengan syntax: [=SQRT(n-2)*rxy/SQRT(1-rxy^2)] Nilai n adalah jumlah responden instrumen angket dan nilai r xy adalah nilai korelasi Pearson. 5) Nilai t tabel dapat dihitung dengan menggunakan syntax: [=TINV(probability;degree of freedom)] Probability diisi dengan taraf signifikansi alpha = 0,05 dan degree of freedom diisi dengan derajat kebebasan (dk = n-2). 6) Menentukan signifikansi validitas dengan memasukkan syntax: [=IF(p>q; valid ; tidak valid )] Nilai p adalah nilai t hitung dan q adalah nilai t tabel. 2. Uji Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana alat pengukuran dapat dipercaya atau diandalkan. Tujuan dilaksanakan uji coba reliabilitas instrumen yaitu untuk mengetahui instrumen yang digunakan dalam penelitian ini apakah dapat dipercaya kebenarannya. Uji reliabilitas instrumen untuk alternatif jawaban lebih dari dua yang berbentuk skala bertingkat menggunakan rumus Alpha Cronbach atau Rumus Alpha. sebagai berikut: ( ) ( ) Keterangan: r 11 k = reliabilitas instrumen = banyaknya butir pertanyaan = jumlah varians butir = varians total (Umar, 2008:56)
10 Rumus varians butir sebagai berikut: ( ) (Umar, 2008:57) Keterangan: n = jumlah responden X = nilai skor yang dipilih (total dari nomor-nomor butir pertanyaan) Rumus varians total sebagai berikut: ( ) (Umar, 2008:58) Keterangan: = jumlah skor total n = jumlah responden Selanjutnya harga r 11 dibandingkan dengan r tabel dengan tingkat kepercayaan 95% dengan dk = n-2. Penafsiran dari harga koefisien korelasi ini yaitu: r 11 > r tabel, maka instrumen dinyatakan reliabel. r 11 < r tabel, maka instrumen dinyatakan tidak reliabel. Hasil penelitian dengan menggunakan rumus Alpha diinterpretasikan dengan tingkat keterandalan koefisien korelasi ditunjukan pada tabel 3.5. Tabel 3.5. Interpretasi Nilai r Besarnya Nilai r Interpretasi Antara 0,800 sampai dengan 1,000 Tinggi Antara 0,600 sampai dengan 0,800 Cukup Antara 0,400 sampai dengan 0,600 Agak rendah Antara 0,200 sampai dengan 0,400 Rendah Antara 0,000 sampai dengan 0,200 Sangat rendah Sumber: Prosedur Penelitian (Arikunto, 2010)
11 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan batuan Software Microsoft Excel 2010 untuk perhitungan uji reliabilitas. Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengukur reabilitas instrumen (Hidayat, 2012) adalah sebagai berikut: 1) Input data hasil angket instrumen dalam worksheet (lembar kerja) 2) Jumlahkan skor setiap responden dengan menggunakan fungsi yang ada di excel, menggunakan syntax/perintah: [=SUM(range cell)] Range cell diisi dengan rentang sel mulai dari item soal pertama sampai dengan item soal terakhir instrumen angket. 3) Menghitung nilai varians butir dengan menggunakan syntax: [=VAR(range cell)] Range cell diisi dengan rentang sel tiap butir soal mulai dari responden pertama sampai dengan responden terakhir. 4) Menghitung jumlah varians butir dengan syntax: [=SUM(range cell)] Range cell diisi dengan rentang sel mulai dari varians butir soal pertama sampai dengan varians butir soal terakhir. 5) Menghitung jumlah varians total dengan syntax: [=VAR(range cell)] Range cell diisi dengan rentang sel mulai dari jumlah skor responden pertama sampai dengan jumlah skor responden terakhir. 7) Menghitung besarnya reabilitas dengan cara mendefinisikan sebuah fungsi di excel hasil interpretasi terhadap rumus r 11, dengan syntax: [=(k/k-1)*(1-(p/q)] Nilai k adalah banyaknya butir pertanyaan, nilai p adalah nilai jumlah varians butir dan nilai q adalah nilai varians total. G. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara untuk memperoleh data dan keterangan yang diperlukan dalam penelitian. Teknik pengumpulan
12 data dapat dilakukan dengan wawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini pengumpulan data tidak langsung yaitu menggunakan angket. Menurut Sugiyono (2012: 199) kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Pada penelitian ini angket digunakan karena jumlah responden pada penelitian ini cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas sehingga waktu yang digunakan dalam pengumpulan data tidak terlalu lama. Jenis angket yang digunakan adalah angket tertutup, yaitu responden diberi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang menggambarkan hal-hal yang ingin diungkap dari variabel-variabel yang disertai alternatif jawaban. Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Setelah menentukan sampel yang akan diukur yaitu siswa kelas XII SMKN 12 Bandung dan Karyawan PT. Dirgantara Indonesia Bandung, maka dilakukan penyebaran angket. 2. Mengumpulkan data dari hasil uji coba. 3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data yang terkumpul. 4. Melakukan pengolahan data yang telah terkumpul. H. Teknik Analisis Data Mengolah data atau menganalisis data merupakan aspek penting untuk memperoleh jawaban terhadap masalah yang diteliti. Data dalam penelitian ini menggunakan data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka, sehingga agar data dapat bermakna maka perlu adanya suatu pengolahan data yang sesuai dengan pendekatan statistik. Teknik pengolahan data dan analisis data dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu uji persyaratan analisis, pengujian hipotesis, dan deskripsi data.
13 1. Uji Persyaratan analisis a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya data yang diperoleh dari hasil penelitian. Pengujian normalitas data pada penelitian ini dengan menggunakan rumus chi-kuadrat (χ 2 ). Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menguji normalitas sebagai berikut: 1) Menentukan rentang (R) yaitu data terbesar dikurangi data terkecil 2) Menentukan banyak kelas interval. Untuk menentukan banyak kelas interval yang berukuran besar, dapat menggunakan aturan Sturges, yaitu: Banyak kelas = 1 + (3,3) log n (Sudjana, 2005:47) 3) Menentukan panjang kelas interval (P), yaitu: (Sudjana, 2005:47) 4) Menghitung frekuensi tiap kelas interval 5) Menghitung rata-rata ( ) dan simpangan baku (s) (Sudjana, 2005:67) ( ) (Sudjana, 2005:93)
14 6) Menyusun tabel perhitungan konversi ke Z score seperti di bawah ini: Interval Kelas Tabel 3.6. Perhitungan Konversi ke Z score Batas Kelas (x) Z Luas tiap kelas interval Keterangan: = frekuensi teoritik/jumlah yang diharapkan = frekuensi nyata/jumlah data hasil observasi 7) Menghitung nilai Z dengan rumus : ( ) Untuk i = 1, 2,..., n (Sudjana, 2005:99) 8) Mencari nilai luas kurva normal dengan membandingkan nilai Z pada tabel distribusi normal. 9) Menghitung frekuensi yang diharapkan ( ) Cara menghitung ( ) didasarkan pada jumlah responden dikalikan luas tiap kelas interval. 10) Menghitung chi-kuadrat (χ 2 ) dengan rumus: ( ) (Sudjana, 2005:273) 11) Membandingkan harga chi-kuadrat hitung dengan chi-kuadrat tabel dengan ketentuan : Jika hitung tabel maka data terdistribusi normal, jika hitung > tabel maka data terdistribusi tidak normal. b. Uji Homogenitas Pengujian homogenitas digunakan untuk menguji apakah kelompok-kelompok data pada penelitian bersifat homogen atau tidak yaitu dengan membandingkan nilai varians tiap kelompok data. Uji
15 homogenitas dalam penelitian ini dilakukan menggunakan uji Bartlett karena terdapat dua kelompok data. Tabel 3.7. Tabel Penolong Uji Bartlett Sampel ke : dk log (dk) log 1 n 1 1 ( ) log dk log 2 n 2 1 ( ) log dk log K n k 1 ( ) log dk log (n i 1) ( ) - - dk log Sumber: Metode Statistika (Sudjana, 2005) 1) Hitung (varians gabungan) menggunakan rumus: ( ) ( ) (Sudjana, 2005:263) 2) Hitung nilai B dengan rumus: ( ) ( ) (Sudjana, 2005:263) 3) Cari hitung dengan rumus : hitung = ( ) * ( ) + (Sudjana, 2005:263) 4) Bandingkan hitung dengan tabel (α = 0,05) dengan kriteria: Jika : hitung tabel maka tidak homogen. Jika : hitung < tabel maka homogen.
16 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima atau ditolak. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah H 0 : Persepsi siswa SMK mengenai employability skills lebih rendah dari kriteria employability skills yang dibutuhkan dunia kerja. H a : Persepsi siswa SMK mengenai employability skills lebih tinggi dari kriteria employability skills yang dibutuhkan dunia kerja. Jenis pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah hipotesis deskriptif. (Sugiyono, 2012:250) Keterangan: t = nilai t yang dihitung = nilai rata-rata = nilai yang dihipotesiskan = simpangan baku sampel N = jumlah anggota sampel Menurut Sugiyono (2012:250), untuk menguji hipotesis deskriptif dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a. Menghitung skor ideal untuk variabel yang diuji. b. Menghitung rata-rata nilai variabel (menghitung ) c. Menentukan nilai yang dihipotesiskan (menentukan ) d. Menghitung nilai simpangan baku variabel (menghitung s) e. Menentukan jumlah anggota sampel f. Masukan nilai-nilai tersebut kedalam rumus t 3. Deskripsi Data Data yang diperoleh dari masing-masing variabel ditabulasikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi relatif. Kemudian
17 dilakukan pemberian skor pada setiap alternatif jawaban sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan menggunakan skala likert. Deskripsi data penelitian mencakup uraian tentang gambaran umum dari setiap indikator employability skills. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan perhitungan persentase, yaitu dengan rumus: (Nazir, 2005) Keterangan: p = persentase (jumlah persentase yang dicari) = Frekuensi = Jumlah responden yang dijadikan sampel penelitian = Bilangan tetap
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan tempat dilaksanakannya penelitian guna memperoleh data yang diperlukan. Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu penelitian akan mendapatkan hasil yang memuaskan apabila didukung
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Suatu penelitian akan mendapatkan hasil yang memuaskan apabila didukung oleh metode penelitian yang tepat, sedangkan untuk mendapatkan metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian Lokasi Penelitian
19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah di SMK Negeri 9 Garut, Jl. Raya Bayongbong Km.7 Desa Panembong Kecamatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan penelitian. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar Bangunan Gedung II terhadap Kesiapan Siswa SMK
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang
32 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penelitian ini dibutuhkan suatu pendekatan yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Yang dimaksud
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Suatu pendekatan metode penelitian digunakan untuk memecahkan masalah dalam proses penyelidikan. Metode merupakan cara seseorang dalam melakukan sesuatu
BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena itu tempat penelitian akan dilakukan di lingkungan sekolah SMKN 6 Bandung.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian terdapat berbagai macam metode penelitian yang digunakan, pemilihannya sangat tergantung pada prosedur, alat serta desain penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Memecahkan suatu masalah dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Memecahkan suatu masalah dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode yang sistematis. Berdasarkan metode pendekatan ini diharapkan dapat memilih teknik
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
BAB III METODE PEELITIA A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif memungkinkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan peneliti untuk mendapatkan data valid yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Metode deskriptif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi No.229,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi, Populasi, Sampel, dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa Program Keahlian Kontrol Proses SMK Negeri 1 Kota Cimahi yang
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan mutlak harus disertakan. Metode atau metodologi penelitian ini akan
BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Dalam menyusun penelitian skripsi, metode atau metodologi penelitian yang digunakan mutlak harus disertakan. Metode atau metodologi penelitian ini akan
BAB III METODE PENELITIAN. Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi No. 207 Bandung.
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur yang beralamatkan di Jln. Setiabudhi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka suatu penelitian memerlukan suatu metode penelitian. Menurut Sugiyono (2008:2) Metode penelitan pada dasarnya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian, secara umum menggambarkan bagaimana sutu proses penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Menurut Narbuko dan Achmadi (2004: 2) metode penelitian adalah : Metode penelitian adalah ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran
BAB III METODE PENELITIAN. didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN Metode dalam sebuah penelitian dapat diartikan sebagai suatu cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan buku pedoman penulisan karya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta (Riung Bandung), Jawa Barat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian dilakukan di Program Keahlian Teknik Audio Video SMK Negeri 6 Bandung yang beralamat di Jl. Soekarno-Hatta
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 9 Garut yang beralamatkan di Jalan Raya Bayongbong Km.07 Desa Panembong Tlp. (0262) 4772522 Garut. B. Metode Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Menurut Syaodih Sukmadinata, N (2005:52) metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi dasar,
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai
46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam pelaksanaan penelitian diperlukan adanya metode penelitian, metode penelitian ini berfungsi sebagai pendekatan dalam mendapatkan data dari penelitiannya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan
30 BAB III METODOLOGI PEELITIA A. Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 006: ). Penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,
BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan perbedaan penafsiran terhadap istilah-istilah di dalam judul skripsi. Sesuai dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengertian deskriptif menurut (Nazir, 2005)
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Metode merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu suatu metode dalam
BAB III METODE PENELITIAN
39 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan suatu kerangka kerja yang digunakan dalam melaksanakan suatu penelitian. Adapun desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian 1.1.1 Lokasi Penelitian Objek penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara (Leuwigajah)
BAB III METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2008:3). Dalam penelitian penulis
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha
BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang dikualifikasikan/dikelompokkan dan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau percobaan semu yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul,
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai
50 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam setiap penelitian, metode merupakan cara utama untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yaitu metode eksperimen semu (Quasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi/ Sampel, dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Cimahi, yang beralamat di Jl. Kamarung No. 69 Km 1,5 Cimahi Utara,
BAB III METODE PENELITIAN
25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian dilakukan di Program Keahlian Teknik Audio Video Negeri 4 Bandung yang beralamat di Jl. Kliningan No.6 Buah
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Pengujian Instrumen Penelitian Pengujian instrumen penelitian dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas dari instrumen penelitian yang digunakan agar menghasilkan
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Menurut Suharsimi Arikunto (00:160) Penentuan dan pemilihan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Definisi desain penelitian menurut Nasution (2009:23) adalah Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data
BAB III METODE PENELITIAN
30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 METODE PENELITIAN Metode penelitian pendidikan yaitu cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan suatu pengetahuan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna pendekatan yang nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah. Adapun metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang menempatkan subyek penelitian ke dalam dua kelas yaitu kelas kontrol
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Waktu, Populasi, Sampel Penelitian 1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Cimahi, yang beralamat di Jl. Kamarung No. 69 Km 1,5 Cimahi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian meliputi prosedur dan cara melakukan verifikasi data yang diperlukan untuk memecahkan atau menjawab masalah penelitian, termasuk untuk menguji hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tiga sekolah menengah kejuruan di Phuket, Thailand pada siswa jurusan Pariwisata, tiga sekolah yang digunakan yaitu; Phuket
BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2008 : 2), Metode Penelitian pada dasarnya
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Menurut Sugiyono (008 : ), Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta diklat yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif model TGT dan yang
BAB III METODE PENELITIAN. disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Penelitian Pembuatan (Research and Development). Penelitian pembuatan sebagai suatu proses untuk
BAB II METODOLOGI PENELITIAN. bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode
BAB II METODOLOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka dalam hal ini penulis menggunakan metode
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian a. Lokasi dan subjek Penelitian Penulis melakukan penelitian di FPTK UPI. Alasan penulis melakukan penelitian di fakultas pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN. Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Desain Penelitian Berdasarkan sifat dan tujuannya, penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang berarti sesudah fakta, maksudnya penelitian yang dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 2 Labuhan Ratu Kota Bandar
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014, yaitu pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 2 Labuhan Ratu Kota Bandar Lampung.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. perbedaan penafsiran terhadap istilah-istilah yang terkandung di dalam judul skripsi.
33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional Definisi operasional diperlukan agar tidak terjadi salah pengertian dan perbedaan penafsiran terhadap istilah-istilah yang terkandung di dalam
BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa :
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa : Penelitian survey yaitu suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan hal penting yang diperlukan dalam penelitian, serta salah satu cara sistematik yang digunakan dalam penelitian. Berhasil tidaknya penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Tempat penelitian adalah tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden.
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana pendekatan ini memnungkinkan dilakukannya
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experiment). Menurut Suryabrata (2010 : 92) tujuan
41 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Menurut Suryabrata (2010 : 92) tujuan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai: Suatu cara atau teknis yang dilakukan dalam proses penelitian, sedangkan penelitian itu sendiri diartikan
BAB III METODE PENELITIAN. yang pertama yaitu kelompok eksperimen dan yang kedua yaitu kelompok
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Menurut Sugiono (2007:1) metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam pelaksanaannya,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memakai metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Kemudian desain yang digunakan dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penulis dalam Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Penelitian deskriptif analitik ini digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penyusunan penelitian seorang peneliti harus menentukan metode apa yang akan dipakai pakai, karena dengan hal itu akan mepermudah penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian ini digunakan adalah data kuantitatif, yaitu pendekatan yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Pada penelitian ini digunakan adalah data kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang dikualifikasikan dan menganalisisnya dengan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode merupakan cara yang digunakan untuk menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang diteliti. Sehubungan dengan hal ini, Suharsimi Arikunto (00:136)
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, seorang peneliti harus menentukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, seorang peneliti harus menentukan metode apa yang akan dipakai karena menyangkut langkah-langkah yang harus dilakukan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah
46 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam menentukan desain penelitian maka hal tersebut sangatlah tergantung pada tujuan dari penelitian itu sendiri, mendesain berarti menyusun perencanaan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Hipotesis yang telah dirumuskan perlu diuji kebenarannya, untuk memperoleh jawaban atau rumusan hipotesis tersebut, maka diperlukan suatu metode penelitian.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan serangkaian startegi, yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian yang diperlukan, untuk mencapai tujuan
BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan
BAB III METODE PENELITIAN Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan metode penelitian. Seperti yang sudah Penulis paparkan pada bab satu, metode penelitian yang digunakan adalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian pasti mutlak diperlukan metode yang akan digunakan. Karena dengan menggunakan metode, maka terdapat cara untuk menyelesaikan sebuah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. terletak di sebelah selatan Kota Bandung yang berjarak sekitar ± 50 km dari pusat
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Taman Wisata Alam Cimanggu yang terletak di sebelah selatan Kota Bandung yang berjarak sekitar ± 50 km dari
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk. mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 1997:136).
5 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 1997:136). Penelitian ini dilakukan dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan jenis penelitian verifikatif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental design atau sering juga dikenal dengan istilah quasi eksperimen,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,
BAB III METODE PENELITIAN. Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang
57 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang menggunakan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Melalui Metode Diskusi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan, Jalan Hariang Banga Nomor 2 Tamansari Bandung. 2. Populasi Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
A III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat non eksperimental, dengan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan
BAB III METODE PENELITIAN. sungguhan (true experimental research) dan semu (quasi experimental research).
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian eksperimental dibagi menjadi dua, yakni penelitian eksperimental
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas
61 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperoleh suatu jawaban atas masalah yang ada saat ini. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan mengenai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. digunakan untuk menentukan cara yang digunakan untuk menjawab pertanyaan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan pedoman dalam proses penelitian yang akan berguna bagi semua pihak yang terlibat dalam penelitian. Desain penelitian digunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Definisi Operasional 1. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang diberikan sebagai metode pembelajaran dimana siswa akan mengenal, mengidentifikasi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. variabel penelitian yaitu variabel motivasi belajar mahasiswa dan Fungsi Multimedia
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Disain Penelitian a. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional karena penelitian berusaha menyelidiki hubungan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. supaya dapat mempermudah proses pengambilan data. Penelitian ini dilakukan di
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan bagian yang harus diperhatikan bagi peneliti supaya dapat mempermudah proses
