DATA PETERNAKAN DAN PERIKANAN TAHUN 2015

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DATA PETERNAKAN DAN PERIKANAN TAHUN 2015"

Transkripsi

1 DATA PETERNAKAN DAN PERIKANAN TAHUN 2015 Lahan dan Ternak Kota Denpasar secara geografis terletak diantara Lintang Selatan dan antara Bujur Timur dengan luas wilayah Kota Denpasar 1778 Ha yang berdasarkan tata guna lahannya terdiri dari tanah sawah : 519 Ha, tegalan 396 Ha dan pekarangan Ha. Dilihat topografinya, wilayah Kota Denpasar adalah wilayah dataran rendah yang merupakan daerah pusat pemerintahan Propinsi Bali. Pada umumnya keadaan tanahnya cukup subur kecuali Pulau Serangan kondisi tanahnya cenderung kering dan gersang. Populasi ternak pada tahun 2015 meliputi : Sapi ekor, Kuda 64 ekor, Babi ekor, kambing 302 ekor, Ayam Buras ekor, Itik ekor dan Aneka ternak ekor Secara administrasi Kota Denpasar terbagi menjadi empat wilayah Kecamatan yang meliputi Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar Utara, Denpasar Timur dan Denpasar Selatan, dengan 43 Desa dan 404 Banjar/lingkungan. Sumber Daya Manusia Petani Ternak Keberhasilan Pembangunan Sub Sektor Peternakan sangat dipengaruhi oleh Peternak sebagai pelaku (Subjek) dari kegiatan peternakan, oleh karenanya peningkatan wawasan, pengetahuan dan kemampuan peternak harus dilaksanakan. Jumlah Kelompok tani ternak di Kota Denpasar tahun 2015 sebanyak 35 kelompok, terdiri dari kelompok tani ternak sapi pembibitan, kereman/penggemukan, kelompok ternak ayam buras dan kelompok tani ternak babi dengan jumlah anggota orang yang masingmasing jenis kelompok terbagi dalam tiga kelas yaitu kelas Pemula, kelas Lanjut dan kelas Madya. B. BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN 3

2 Potensi Perikanan Laut Penangkapan Ikan Potensi sumber perikanan laut diperkirakan sebesar ,509 Ton / tahun yang terdiri dari ikan pelagis dan ikan demersal. Dimana potensi tersebut belum termasuk perairan lepas pantai dan ZEEI. Pada tahun 2014 potensi tersebut sudah dimanfaatkan sebesar ,20 Ton yang sebagian besar dari penangkapan ikan di perairan lepas pantai dan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Budidaya Laut Luas Lahan Potensial usaha budidaya laut (budidaya rumput laut, kerapu, lobster, malimali, bronang dan ikan kerapu) adalah sebesar ± 15 Ha. Potensi ini terutama di Pantai Kelurahan Serangan, hasil reklamasi Pulau Serangan. Kelompok Usaha Bersama ( KUB ) Nelayan Jumlah Kelompok Usaha Bersama Nelayan yang ada saat ini adalah 17 kelompok yaitu : KUB Nelayan Cipta Karya I dengan jumlah anggota 37orang. KUB Nelayan Cipta Karya II dengan jumlah anggota 34 orang. 3. KUB Nelayan Pica Segara dengan jumlah anggota 38 orang. 4. KUB Nelayan Mina Sari Asih dengan jumlah anggota 40 orang. 5. KUB Nelayan Mina Segara Ayu dengan jumlah anggota 31 orang. 6. KUB Nelayan Astitining Segara dengan jumlah anggota 32 orang. 7. KUB Nelayan Tapang Kembar dengan jumlah anggota 21orang. 8. KUB Nelayan Segara Guna Batu Lumbang dengan jumlah anggota 41orang. 9. KUB Nelayan Taman Segara Kodang dengan jumlah anggota 56 orang. 10. KUB Nelayan Mina Suka Werdi dengan jumlah anggota 53 orang 1 KUB Nelayan Segara Agung dengan jumlah anggota 40 orang 1 KUB Ikan Amerta Segara dengan jumlah anggota 41 orang 4

3 13. KUB Nelayan Muntig Siokan dengan jumlah anggota 45 orang 14. KUB Nelayan Madu segara dengan jumlah anggota 23 orang 15. KUB Nelayan Mertha Segara Asih dengan jumlah anggota 15 orang 16. KUB Sarining Mertha Segara dengan jumlah anggota 17 oang 17. KUB Plendo Abu dengan jumlah anggota 75 orang 18. KUB Watu Kerap dengan jumlah anggota 36 orang Potensi Perikanan Darat Perairan Umum Potensi perairan umum yang terdiri dari sungai, waduk/dam yang dapat dimanfaatkan untuk usaha perikanan sebesar ± 95 Ha, yang terdiri dari sungai ± 60 Ha, Dam ± 35 Ha. Dengan perkiraan potensi sebesar 70 Ton/Tahun. Potensi sumber daya perikanan umum yang sudah dimanfaatkan untuk penangkapan ikan tahun 2015 adalah sebesar 66,70 ton. Setiap tahun secara rutin dilaksanakan penebaran diperairan umum. Budidaya ikan air tawar Luas lahan potensial untuk usaha budidaya ikan di kolam ± 15 Ha dan baru dimanfaatkan 2,10 Ha. Disamping itu saluran irigasi dengan potensi budidaya 10 Ha terutama didaerah berpengairan teknis. Perairan umum di Kota Denpasar perlu ditingkatkan perannya sebagai saran pemeliharaan ikan dalam karamba atau budidaya ikan di saluran irigasi. 3 Perusahaan perikanan Di Kota Denpasar sampai tahun 2015 terdapat 15 perusahan perikanan yang terdaftar dan dibina oleh Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar. Jenis usaha perikanan yang ada diwilayah Kota Denpasar adalah Surat Ijin Usaha Perikanan ( SIUP ) Budidaya 5

4 3. Sumber Daya Aparatur a. Struktur Organisasi Sesuai dengan Peraturan walikota Denpasar Nomor 21 tahun 2012 tentang Perubahan kedua atas peraturan walikota Denpasar nomor 33 tahun 2008 tentang Uraian Tugas Jabatan pada Organisasi Dinas Daerah Kota Denpasar adalah sebagai berikut : 1) Kepala Dinas mempunyai tugas : a) menetapkan Program Kerja Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan. berdasarkan rencana kegiatan masingmasing Bidang dan rencana kegiatan Sekretariat b) membuat perumusan kebijakan teknis bidang Peternakan, Perikanan, dan Kelautan berdasarkan kewenangan yang ada. c) memberikan pelayanan perijinan dibidang Peternakan, Perikanan, dan Kelautan d) memberikan pelayanan umum kepada masyarakat sesuai bidang tugasnya e) mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugastugas bawahan sesuai dengan bidangnya masingmasing f) memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan g) memeriksa hasil kerja bawahan h) mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan i) menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja kepada Walikota j) melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Kepala Dinas dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah 6

5 2). Sekretariat mempunyai tugas : menyusun program kerja Sekretariat berdasarkan rencana kegiatan masingmasing Sub Bagian menyusun laporan kinerja kesekretariatan berdasarkan laporan hasil kegiatan masingmasing Sub Bagian mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian melaksanakan pengelolaan urusan umum dan perlengkapan melaksanakan pengelolaan urusan keuangan mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (2). Sub Bagian Umum mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Sub Bagian Umum sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Sekretariat menyusun laporan hasil kegiatan Sub Bagian Umum sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan secretariat mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan urusan surat menyurat 7

6 melaksanakan pengetikan surat menyurat dan penggandaan naskah dinas melaksanakan pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan kantor melaksakan urusan perjalanan dinas dan protokol mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (3). Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Sub Bagian Kepegawaian sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Sekretariat menyusun laporan hasil kegiatan Sub Bagian Kepegawaian sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan sekretariat mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan menyiapkan rencana kebutuhan, pengembangan, dan mutasi pegawai di lingkungan inas Petrernakan, Perikanan, dan Kelautan menyiapkan data dan membuat laporan kepegawaian melaksanakan upayaupaya peningkatan kesejahteraan pegawai mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (4). Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan bidang keuangan sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Sekretariat menyusun laporan hasil kegiatan bidang keuangan sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan sekretariat mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan 8

7 menilai prestasi kerja bawahan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan agar sesuai dengan rencana kerja dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku melakukan penilaian terhadap pelaksanaan tugas bawahan sesuai dengan hasil yang dicapai dengan mencocokkan terhadap petunjuk dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku sebagai bahan pertimbangan dalam menilai peningkatan karir bawahan menyiapkan bahan pengurusan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas dan pengurusan pembukuan serta administrasi keuangan melakukan perhitungan anggaran, verifikasi serta mengurus perbendaharaan menyiapkan bahan perumusan rencana anggaran pendapatan dan belanja dinas dan pengurusan pembukuan serta administrasi keuangan melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan di bidang tugasnya untuk bahan perbaikan ke depan sesuai dengan kebutuhan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Masingmasing Sub Bagian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Dinas 3). Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan/Perikanan (P2HP) mempunyai tugas : a. menyiapkan rencana kegiatan bidang sebagai bahan penyusunan Program Kerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan b. menyusun laporan hasil kegiatan bidang sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban kinerja Dinas peternakan, Perikanan dan Kelautan c. mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing 9

8 d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan e. memeriksa hasil kerja bawahan f. memberikan pelayanan usaha dan perizinan di bidang perikanan dan kelautan g. menyusun pedoman teknis pelayanan dan pengembangan usaha, pengolahan, pembinaan mutu, dan pemasaran hasil peternakan dan perikanan h. melaksanakan pengembangan pemasaran hasil peternakan dan perikanan i. melaksanakan bimbingan teknis dan melakukan evaluasi dibidang pelayanan usaha, pengolahan, pembinaan mutu, pemasaran hasil peternakan/perikanan dan investasi j. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Bidang P2HP dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Bidang P2HP terdiri dari : (a). Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang P2HP menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang P2HP mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan kemitraan usaha peternakan, perikanan, dan kelautan melaksanakan bimbingan teknis pelayanan usaha peternakan, perikanan, dan kelautan 10

9 melaksanakan pelayanan perizinan usaha dan pengawasan usaha. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (b). Seksi Pengolahan dan Pembinaan Mutu mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang P2HP menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang P2HP mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan bimbingan teknis pengolahan dan pembinaan mutu hasil peternakan perikanan dan kelautan melaksanakan evaluasi unit pengolahan melaksanakan pengembangan produk dan jaminan mutu hasil peternakan perikanan dan kelautan mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (c). Seksi Pemasaran mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang P2HP menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang P2HP mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan 11

10 melaksanakan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis dibidang pemasaran dalam dan luar negeri dan investasi usaha peternakan perikanan dan kelautan melaksanakan bimbingan teknis pengembangan pemasaran hasil peternakan perikanan dan kelautan melaksanakan analisis pasar, pemantauan dan penyebaran informasi pasar mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Masingmasing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang P2HP 4). Bidang Produksi Peternakan mempunyai tugas : a. menyiapkan rencana kegiatan bidang sebagai bahan penyusunan Program Kerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan b. menyusun laporan hasil kegiatan bidang sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban kinerja Dinas peternakan, Perikanan dan Kelautan c. mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan e. memeriksa hasil kerja bawahan f. melaksanakan bimbingan dan pengawasan bidang penyebaran dan pengembangan ternak g. melaksanakan bimbingan dan pengawasan penerapan teknologi peternakan dan pengembangan pakan ternak h. melaksanakan bimbingan dan pengawasan teknik reproduksi ternak i. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan j. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan 12

11 Bidang Produksi Peternakan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Bidang Produksi Peternakan terdiri dari : (a). Seksi Penyebaran dan Pengembangan Peternakan mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Produksi Ternak menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Produksi Ternak mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan pengumpulan seleksi penyebaran kembali ternak bibit melaksanakan bimbingan identifikasi lokasi penyebaran dan pengembangan ternak (TPH) melaksanakan bimbingan/pengawasan dan pengembangan ternak melaksanakan registrasi atau pencatatan ternak bibit mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (b). Seksi Teknologi dan Pengembangan Pakan mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Produksi Ternak menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Produksi Ternak mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing 13

12 memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan bimbingan, pengawasan dan pengkajian penerapan teknologi di bidang peternakan memantau pengadaan, peredaran, pengawasan penggunaan mutu pakan dan bahan baku pakan konsentrat melaksanakan bimbingan produksi benih hijauan pakan ternak tingkat benih melaksanakan demonstrasi dan kaji terap teknologi anjuaran melaksanakan identifikasi, pendataan, dan menyusun rencana kebutuhan alat dan mesin peternakan melaksanakan penyebaran informasi prototype alat dan mesin yang telah direkomendasi mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (c). Seksi Teknik Reproduksi : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Produksi menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Produksi mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan bimbingan dan pengawasan alih mudigah yang dilakukan oleh swasta mengatur system pengembangbiakan (Brading Sistem),membantu menetapkan standar bibit ternak dan mempertahankan pasma nutfah, penyaluran,penggunaan mani beku melalui Inseminasi Buatan melaksanakan bimbingan pembuatan dan pengesahan silsilah ternak 14

13 mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. Masingmasing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Produksi Peternakan 5). Bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas : a. menyiapkan rencana kegiatan bidang sebagai bahan penyusunan Program Kerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan b. menyusun laporan hasil kegiatan bidang sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban kinerja Dinas peternakan, Perikanan dan Kelautan c. mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan e. memeriksa hasil kerja bawahan f. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas bawahan agar sesuai dengan rencana kerja dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku g. melakukan penilaian terhadap pelaksanaan tugas bawahan sesuai dengan hasil yang dicapai dengan mencocokkan terhadap petunjuk dan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku sebagai bahan pertimbangan dalam menilai peningkatan karir bawahan h. menyusun dan merumuskan langkahlangkah operasional di bidang tugasnya sebagai pedoman pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku i. menyusun rencana kegiatan bidang kesehatan hewan berdasarkan kebutuhan dan program dinas sesuai dengan peraturahn perundangan yang berlaku j. melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan di bidang tugasnya untuk bahan perbaikan ke depan sesuai dengan kebutuhan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku 15

14 k. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan l. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Bidang Kesehatan Hewan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Bidang Kesehatan Hewan terdiri dari : (a). Seksi Pengamatan dan Penyidikan Penyakit mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Kesehatan Hewan menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Kesehatan Hewan mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan menilai hasil kerja bawahan melaksanakan penyidikan dan epidemiologi penyakit hewan parasite, bakteri dan penyait hewan lainnya mengamati, mencatat dan menyampaikan laporan kejadian penyakit hewan lingkup Kota Denpasar melaksanakan bimbingan dan memantau vaksinasi ternak yang dilakukan masyarakat melaksanakan bimbingan dan memantau pelaksanakan pemberantasan penyakit hewan yang dilakukan oleh masyarakat memantau pelaksanaan penyembuhan/ pengobatan penyakit yang dilakiukan oleh dokter hewan mandiri. memberikan pelayanan serta melaksanakan pemantauan dan pengawasan terhadap lalu lintas ternak/hewan dari dan ke Kota Denpasar. 16

15 memberikan surat keterangan asal ternak bibit, ternak sembelihan /ternak potong dari dan ke Kota Denpasar. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (b). Seksi Pelayanan Kesehatan Hewan mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Kesehatan Hewan menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Kesehatan Hewan mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan menilai hasil kerja bawahan melaksanakan bimbingan teknis pelayanan kesehatan hewan memantau penggunaan dan peredaran obat hewan memantau pengelolaan laboratorium kesehatan type C melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular membangun dan mengelola unitunit pelayanan kesehatan hewan membimbing pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan melaksanakan bimbingan pemakaian sediaan biologic, farmasetik dan premix kepada petani dan masyarakat menyiapkan persediaan biologic, farmasetik, dan premix untuk keperluan penanggulangan penyakit hewan program pemerintah melaksanakan penyembuhan/ pengobatan penyakit hewan program pemerintah melakukan bimbingan teknis pengobatan penyakit hewan kepada petani peternak dan masyarakat mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan 17

16 (c). Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Kesehatan Hewan menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Kesehatan Hewan mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan menilai hasil kerja bawahan melaksanakan pengawasan hygeina dan sanitasi lingkungan usaha peternakan. melakukan pengawasan lalu lintas daging /olahannya dari dan ke kota Denpasar memberikan surat keterangan asal /kesehatan bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. memantau perlindungan dan kesejahteraan hewan mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Masingmasing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kesehatan Hewan 6). Bidang Perikanan dan Kelautan mempunyai tugas : a. menyiapkan rencana kegiatan Bidang sebagai bahan penyusunan Program Kerja Dinas Perternakan, Perikanan, dan Kelautan b. menyusun laporan hasil kegiatan Bidang sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban kinerja Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan c. mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugastugas bawahan sesuai dengan bidangnya masingmasing d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan 18

17 e. memeriksa prestasi kerja bawahan f. menyusun perencanaan sarana dan prasarana perikanan budidaya/tangkap, pengawasan kelautan dan pemberdayaan masyarakat g. menyusun perencanaan pengembangan produksi perikanan budidaya/tangkap, ekplorasi tata pemanfaatan, konservasi dan rehabilitasi sumber daya kelautan, pesisir dan pulaupulau kecil h. melaksanakan pengawasan pemanfaatan, pemberdayaan masyarakat Perikanan dan Kelautan i. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan j. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Bidang Perikanan dan Kelautan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Bidang Perikanan dan Kelautan terdiri dari : (a). Seksi Perikanan Tangkap mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan Bidang Perikanan, dan Kelautan menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan bidang Perikanan, dan Kelautan mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugastugas bawahan sesuai dengan bidangnya masingmasing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa prestasi kerja bawahan melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengkayaan sumber daya ikan menyusun rancang bangun dan kelaikan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan melaksanakan pembinaan teknis kepada Nelayan tangkap 19

18 mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (b). Seksi Perikanan Budidaya mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan Bidang Perikanan, dan Kelautan menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan bidang Perikanan, dan Kelautan mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugastugas bawahan sesuai dengan bidangnya masingmasing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa prestasi kerja bawahan melaksanakan kegiatan pengembangan kawasan perikanan budidaya melaksanakan pembinaan teknis pembudidayaan ikan melaksanakan pengendalian dan rehabilitasi lingkungan budidaya melaksanakan pengendalian hama dan penyakit ikan melaksanakan pengawasan obat ikan dan bahan kimia mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (c). Seksi Pengawasan Kelautan dan Pemberdayaan masyarakat mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan Bidang Perikanan, dan Kelautan menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan bidang Perikanan, dan Kelautan mengatur, mendistribusikan, dan mengkoordinasikan tugastugas bawahan sesuai dengan bidangnya masingmasing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan 20

19 memeriksa prestasi kerja bawahan mengidentifikasi dan menyiapkan kebutuhan sarana prasarana, materi, metode, system pemberdayaan masyarakat perikanan dan kelautan mengidentifikasi wilayah pengelolaan perikanan dan ekosistem perairan yang rawan tindak pelanggaran menyusun rencana kerja eksplorasi, tata pemanfaatan konservasi, dan rehabilitasi sumber daya kelautan, pesisir dan pulaupulau kecil menyusun rencana strategi operasional pengawasan mengkoordinasikan pertumbuhan dan pembinaan kelembagaan masyarakat perikanan dan kelautan melaksanakan pendampingan, koordinasi, pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kemampuan teknis pengawas perikanan dan kelompok masyarakat pengawas mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Masingmasing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan 7). Bidang Bina Program mempunyai tugas : a. menyusun Program Kerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan berdasarkan rencana kegiatan masingmasing bidang dan rencana kegiatan Sekretariat b. menyusun laporan hasil kegiatan Dinas berdasarkan laporan hasil kegiatan masingmasing bidang dan Sekretariat c. mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan e. memeriksa hasil kerja bawahan f. melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap program kegiatan Dinas g. melaksanakan urusan perencanaan, evaluasi dan pelaporan 21

20 h. melaksanakan urusan data, informasi, dan statistik i. menyusun lapran pertanggung jawaban kinerja Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan berdasarkan lapran hasil kegiatan masingmasing bidang dan sekretariat j. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan k. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Bidang Bina Program dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Bidang Bina Program terdiri dari : (a). Seksi Data dan Statistik mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Bina Program menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Bina Program mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan mengelola sistem informasi teknologi melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data Peternakan, Perikanan dan Kelautan menyiapkan bahan dan menyelenggarakan pengumpulan, analisa dan penyajian data statistic melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data penggunaan sarana produksi Peternakan, Perikanan dan Kelautan memberikan pelayanan data dan informasi bidang Peternakan, Perikanan dan Kelautan mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan 22

21 (b). Seksi Perencanaan mempunyai tugas : menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Bina Program menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Bina Program mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan menyusun program kerja Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan berdasarkan rencana kegiatan masingmasing bidang dan secretariat melaksanakan studi kelayakan dan penetapan peruntukan kawasan Peternakan, Perikanan dan Kelautan menginventarisasi permasalahan yang berhubungan dengan pelaksanaan program/ kegiatan bidang peternakan, perikanan, dan kelautan serta menyiapkan bahan dalam rangka pemecahan masalah. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan (c). Seksi Evaluasi dan Pelaporan menyiapkan rencana kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Bidang Bina Program menyusun laporan hasil kegiatan Seksi sebagai bahan penyusunan laporan hasil kegiatan Bidang Bina Program mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan sesuai dengan bidangnya masing masing memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan pemantauan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan pembangunan bidang Peternakan, Perikanan dan Kelautan 23

22 melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap program kegiatan Dinas menyusun laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas dan laporan Tahunan Dinas mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Masingmasing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Bina Program 8). Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan mempunyai tugas : a. menetapkan Program Kerja Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan b. menyusun laporan hasil kegiatan UPTD sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban kinerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan c. mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan e. memeriksa hasil kerja bawahan f. melaksanakan kegiatan operasional Pasar Benih dan Balai Benih Ikan g. melaksanakan koordinasi dengan sekretaris dan para Kepala Bidang h. memimpin unit Pasar Benih dan Balai Benih Ikan dalam melaksanakan tugas pokok sesuai dengan kebijakan Kepala Dinas i. memberikan pelayanan informasi bidang teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan j. melaksanakan pelatihan keterampilan budidaya ikan k. melaksanakan fungsi teknis perbenihan dan pemasaran benih ikan dan memberikan pelayanan kebutuhan benih dan perbenihan l. mengevaluasi hasil kegiatan unit Pasar Benih dan Balai Benih Ikan secara keseluruhan 24

23 m. membuat laporan pertanggungjawaban kinerja Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan n. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan o. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan. Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan terdiri dari : (a). Sub Bagian Tata Usaha Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas : menghimpun bahan dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan urusan ketatausahaan melaksanakan pengelolaan urusan umum dan perlengkapan melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian melaksanakan pengelolaan urusan keuangan membuat laporan pertanggungjawaban keuangan mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan 25

24 Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Benih dan Balai Benih Ikan. 9).Kepala Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan mempunyai tugas : a. menetapkan Program Kerja Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan b. menyusun laporan hasil kegiatan UPTD sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban kinerja Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan c. mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan d. memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan e. memeriksa hasil kerja bawahan f. melaksanakan kegiatan operasional Rumah Potong Hewan Kota Denpasar g. mengevaluasi secara keseluruhan hasil kegiatan pelaksanaan tugas operasional Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan h. melaksanakan pengawasan dan pengelolaan menyeluruh terhadap unit pelayanan pemotongan hewan i. melaksanakan pengawasan dan pengelolaan terhadap kebersihan, pengolahan limbah padat cair, sanitasi/hygiene sarana dan prasarana pemotongan serta kendaraan angkutan daging j. melaksanakan pemotongan hewan secara animal welfare k. melaksanakan pemeriksaan dan pencatatan terhadap kelengkapan l. membuat laporan pertanggungjawaban kinerja Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan m. mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan n. melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan 26

25 UPT. Rumah Potong Hewan dipimpin oleh seorang Kepala UPT. yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan terdiri dari : (a). Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas sebatgai berikut: menghimpun bahan dan mengkoordinasikan penyusunan Program Kerja dan Laporan Pertanggungjawaban kinerja Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Hewan mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas tugas bawahan memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada bawahan memeriksa hasil kerja bawahan melaksanakan urusan ketatausahaan melaksanakan pengelolaan urusan umum dan perlengkapan melaksanakan pengelolaan urusan kepegawaian melaksanakan pengelolaan urusan keuangan membuat laporan pertanggungjawaban keuangan mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan melaksanakan tugas dinas lainnya yang diberikan oleh atasan Sub Bagian Tata Usaha dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala UPT. Rumah Potong Hewan. 27

26 b. Data Kepegawaian Daftar Urutan Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil dan Daftar Pegawai Tenaga Harian Lepas Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Tahun 2015 seperti pada Tabel. 1 sampai Tabel 5. Tabel Jumlah Pegawai Per Bidang di Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Tahun 2015 No N A M A PNS (org) Tenaga Kontrak (org) JUMLAH (org) Kepala Dinas 1 1 Sekretariat Bidang Bina Program Bidang Produksi Peternakan Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil 8 8 Peternakan/Perikanan. 6. Bidang Kesehatan Hewan Bidang Perikanan dan Kelautan UPT Pasar Benih Dan Balai Benih Ikan UPT Rumah Potong Hewan Kelompok Jabatan Fungsional JUMLAH

27 Tabel 2. Jumlah PNS Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2015 No. U R A I A N Jenis Kelamin Lakilaki Perempuan Jumlah Kepala Dinas 1 1 Sekretariat Bidang Bina Program Bidang Produksi Peternakan Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan/Perikanan. 6. Bidang Kesehatan Hewan Bidang Perikanan dan Kelautan UPT Pasar Benih Dan Balai Benih Ikan 9 UPT Rumah Potong Hewan Kelompok Jabatan Fungsional J U M L A H

28 Tabel 3. Data PNS Berdasarkan Pangkat s/d Bulan Desember Tahun 2015 NO PANGKAT/GOLONGAN PEREMPUAN LAKILAKI JUMLAH Pembina Utama Muda/IVc 2 2 Pembina Tingkat I/IVb Pembina/IVa Penata Tk. I/IIId Penata/IIIc Penata Muda Tk. I/IIIb Penata Muda/IIIa Pengatur Tk. I/IId Pengatur/IIc Pengatur Muda Tk. I/IIb Pengatur Muda/IIa Juru Tk. I/Id Juru/Ic Juru Muda Tk. I/Ib Juru Muda/Ia JUMLAH

29 Tabel 4. Daftar Nama Petugas Kecamatan Tahun 2015 NO NAMA NIP PANGKAT/ GOL/RUANG TEMPAT TUGAS I Made Sudarsa, SP Pembina (IV/b) Kec. Denpasar Timur I Putu Mindra, SP Penata Tk. I (IV/a) Kec. Denpasar Barat 3. Ngakan Ketut Darmayanta, A.Md Penata Muda Tk. I (III/b) Kec. Denpasar Barat 4. I Wayan Sudibia Penata Muda Tk. I (III/b) Kec. Denpasar Selatan 5. I Nyoman Puspa, S.Pi Penata Muda Tk. I (III/b) Kec. Denpasar Selatan 6. I Wayan Reneng Penata Muda Tk. I(III/b) Kec. Denpasar Utara 7. Rully Fitri Sianti Dewi, S.Pt Penata Muda (III/b) Kec. Denpasar Utara 8. Gusti Putu Subayuta Penata Muda (III/a) Kec. Denpasar Selatan 9. Gusti Wayan Sudarta Penata Muda ( III/a) Kec. Denpasar Selatan 31

30 Tabel 5. Data PNS yang Naik Pangkat Tahun 2015 N0 NAMA NIP Dari Golongan I Made Sudarsa. SP IVa ke Ivb I Putu Mindra, SP IIId ke IVa 3. I Made Suwena, S.Pt IIIb ke IIIc 4. Ir. Ni Made Padmini IIIb ke IIIc 5. Drh. Nyoman Prawisanthi Indriyani G IIIb ke IIIc 6 Yatmiatik IIb ke IIc 7. I Wayan Ardika IIb ke IIc 8. I Wayan Sukada IIb ke IIc 9. I Gede Agus Suardana IIb ke IIc 10. I Gst Ngurah Kade Adnyana IIb ke IIc 1 I Dewa Ketut Astawa IIb ke IIc 1 I Ketut Sukerta IIb ke IIc 13. I Made Wismaya IIb ke IIc 14. I Made Sudarma Id ke IIa 15. I Made Sudiartha Id ke IIa.. 32

31 A. Program Pembangunan Pembangunan Peternakan Perikanan dan Kelautan diarahkan untuk menciptakan petani ternak dan nelayan yang tangguh, berbasis kerakyatan melalui optimalisasi pemanfaatan sumber daya peternakan perikanan dan kelautan. Untuk mencapai hal itu diperlukan optimisme membangun peternakan perikanan dan kelautan yang telah terpuruk akibat krisis dan mulai bangkit menuju tahap stabilisasi dengan strategi melalui pengembangan kualitas unggulan, pemanfaatan teknologi tepat guna, kemitraan usaha dan perlindungan sumber daya peternakan untuk pencapaian sasaran tersedianya pangan hewani yang mencukupi baik kuantitas maupun kualitas, dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani/nelayan, penyerapan tenaga kerja dan pelestarian sumber daya peternakan perikanan dan kelautan. Kebijakan a. Kebijakan Umum Peternakan, Perikanan dan Kelautan 1) Intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi usaha peternakan, perikanan dan kelautan. 2) Pengembangan statistik peternakan, perikanan dan kelautan 3) Pemanfaatan dan pengembangan sumber daya lahan, sumber daya ternak 4) dan sumber daya manusia melalui pendekatan ekonomi, sosial dan budaya 5) Peningkatan kuantitas dan kualitas SDM Peternakan, Perikanan dan Kelautan 6) Pengembangan sarana dan prasarana budidaya dan pasca panen 7) Peningkatan daya saing produksi peternakan,perikanan dan kelautan 8) Peningkatan sanitasi lingkungan peternakan,perikanan dan lingkungan 9) Pengembangan budi daya ternak untuk keperluan upakara keagamaan 10)Penanganan wilayah terhadap kasuskasus penyakit zoonosis 11 )Peningkatan keamanan pangan 12) Revitalisasi budaya perikanan 13)Pengembangan komoditi unggulan kreatif b. Kebijakan Khusus Dalam mendukung kebijakan umum maka ditetapkan kebijakan khusus sebagai berikut : 33

32 a. Mengorganisasikan petani ternak dan kelompok nelayan dalam wadah kelompok tani. b. Pengembangan kemitrausahaan antara petani ternak dengan pengusaha dalam rangka permodalan, alih teknologi dan pemasaran. c. Pengendalian pemotongan hewan betina produktif dalam rangka pelestarian penyediaan bibit ternak. d. Perijinan usaha peternakan dalam rangka pengawasan usaha budidayadan pasca panen. e. Memanfaatkan dan mengoptimalisasikan kolam dan tambak f. Optimalisasi dan pemberdayaan unitunit pembenihan g. Memfasilitasi terjalinnya kemitraan h. Penerapan stándar dan sertifikasi serta pengawasan mutu benih i. Melakukan pembinaan secara intensif melalui penyediaan demonstrasi j. Penataan ruang permodalan pengembangan pasar, pengendalian lingkungan keamanan k. Penerapan teknologi tepat guna dengan sistim organik pada pembudidayaan ikan l. Pengembangan kawasan secara bertahap m. Penerapan teknologi yang berkelanjutan n. Penyediaan induk unggul dan benih berkualitas o. Pembinaan intensif p. Pendekatan Akuabisnis Program Program Pembangunan Peternakan Perikanan Kelautan adalah : a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan b. Program Pengembangan Agribisnis c. Program Peningkatan Kesejahtraan Masyarakat Petani d. Program Penanggulangan Penyakit Zoonosa e. Program Peningkatan pemasaran produksi perikanan f. Program Pengembangan perikanan tangkap dan budidaya g. Perlindungan dan rehabilitasi sumberdaya perikanan 34

33 h. Program pengembangan kawasan budidaya laut, air payau dan air tawar. C. KEGIATAN KEGIATAN BIDANG PETERNAKAN Perkembangan Populasi ternak, Produksi ternak, Konsumsi Protein Hewani dan Ketersediaan dan Kebutuhan Daging dan Telor a) Perkembangan Populasi Ternak Perkembangan Populasi ternak dan Perkembangan produksi hasil ternak di Kota Denpasar selama lima tahun terakhir tercantum pada Tabel 6 dan Tabel 7. Tabel 6. Perkembangan Populasi Ternak di Kota Denpasar Tahun POPULASI TAHUN % NO JENIS TERNAK Pertumbuhan Sapi Potong Kuda Babi Kambing Ayam Buras A. Ras Petelur A. Ras Pedaging Itik (7,62) 814,30 (15,52) (38,49) (2,15) 0 (14,29) (47,00) Sumber: Data diolah, 2015 b) Produksi Hasil Ternak Tabel 7. Perkembangan Produksi Hasil Ternak di Kota Denpasar Tahun

34 NO JENIS HASIL PRODUKSI TAHUN (TON) % TERNAK Kenaikan Daging (Ton) I Sapi Babi Kambing Ayam Buras Ayam Ras Petelur Ayam Ras Pedaging Itik 984, ,71 636,58 150, , , ,94 229,67 86, , , ,84 214,58 90,01 0 8, , ,40 425,77 94, ,55 4,69 160, ,41 605,94 92,28 0 9,90 1,49 (0,24) (17,75) 42,32 (2,15) 0 (14,29) (68,23) JUMLAH , , , , ,85 II. Telur (Ton) Ayam Buras 209,85 54,13 56,30 58,98 57,72 (2,14) Ayam Ras Itik 118, ,23 53,25 28,22 (47,00) JUMLAH 768,05 108,78 104,53 112,23 85,94 Sumber: Data diolah,

35 c) Konsumsi Protein Hewani Perkembangan konsumsi bahan asal ternak di Kota Denpasar tahun 2015 tercantum pada Tabel 8, 9 dan 10 Tabel 8. Perkembangan Konsumsi Daging dan Telur di Kota Denpasar Tahun NO JENIS HASIL TAHUN % TERNAK Kenaikan I. Daging (gr/hr) Sapi Kambing Babi Ayam Buras A. Ayam Ras Itik Jeroan 7,88 1,58 63,56 0,29 1,32 0,00 14,54 11,00 0,56 59,28 0,16 0,04 0,01 21,47 7,89 0,38 54,79 0,49 0,06 0,03 23,47 6,64 0,71 65,48 0,17 0,03 0,01 23,47 7,35 1,83 78,77 0, ,73 (10,70) (157,75) 20,30 (5,88) 13,40 II. JUMLAH 89,17 92,52 81,68 96,51 114,84 Telur (gr/hr) 3. Ayam Buras Ayam Ras Itik 0,52 10,97 0,34 0,13 0,04 0,13 0,13 0,00 0,13 0,14 0,00 0,14 0,13 0 0,07 (7,14) (50) JUMLAH 11,83 0,30 0,26 0,28 0,20 TOTAL 101,00 92,82 81,94 96,79 115,04 Sumber: Data diolah,

36 c. Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Petani Ternak Keberhasilan Pembangunan Peternakan ditentukan oleh petani ternak sebagai pelaku (subjek), pembangunan peternakan oleh karena itu peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan wawasannya mutlak harus ditingkatkan. Pembinan sumber daya petani ternak dilaksanakan melalui : a. Pembinaan Kelompok Tani Pembinaan petani ternak/pengusaha bidang peternakan dilaksanakan melalui kelompok. Jumlah kelompok tani ternak di Kota Denpasar Tahun 2015 seperti tercantum dalam Tabel 1 Tabel 1 Jumlah Kelompok Tani Ternak di Kota Denpasar Tahun 2015 Jumlah Kelompok Tani Menurut Kelas No Komoditas Pemula Lanjut Madya Utama Jumlah Ket Sapi Potong Ayam Buras Babi Kambing Pengolahan Hasil JUMLAH

37 Pembinaan kelompok tani ternak dan nelayan pada prinsipnya dilaksanakan melalui pemanfaatan Penyuluh Peternakan Lapangan (PPL) bidang peternakan yang terdiri dari 4 (empat) orang Penyuluh Ahli dan 4 (empat) orang Penyuluh trampil yang diorganisasikan dalam Kelompok Jabatan Fungsional dengan Wilayah Kerja Penyuluh dengan dana yang bersumber dari APBD I dan APBD II seperti tercantum dalam Table 1 Tabel 1 Wilayah Binaan Penyuluh Pertanian lapangan Bidang peternakan di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Lokasi Jumlah WKPP Jumlah Ket. Penyuluh Denpasar Barat 3 2 Denpasar Timur Denpasar Selatan Denpasar Utara 4 3 Pembinaan kelompok tani ternak tahun 2015 dilaksanakan sebanyak 35 kali pada kelompok tani dan kelompok Wanita tani yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kota Denpasar. Kelompok tani ternak yang dibina Tahun 2015 seperti tercantum dalam Tabel

38 Tabel 13. Kelompok Tani Ternak Yang di Bina Tahun 2015 No. Nama Kelompok Jenis Kegiatan Sedana Sari (Padangsambian, Kaja) Kembang Sari ( Padangsambian Kelod) Paras Paros ( Padangsambian Kaja) Mekar sari ( Peguyangan Kangin) Dharma Kanti (Peguyangan Kaja) Trebos ( Peguyangan Kangin ) Satwa Wiguna (Peguyangan Kaja) Manuk Dewata (Peguyangan Kangin) Lantang Tuwuh (Penatih Dangin) Dharma Semara (penatih) Tunas Mekar (Penatih ) Lunas Lanus (Kesiman Kertalanggu) Nandhi Swara ( Penatih Dangri) Sedana Bakti Pertiwi (Kesiman) Ratna Sari ( Penatih) Sekar Tunjung ( Penatih Dangri) Gopala Kencana ( Sidakarya) Mekar Sari (Renon) Nandaka ( Sanur Kaja) Kerdung Indah ( Pedungan ) Matahari Terbit (Sanur Kaja) Mekar Jaya ( Serangan ) Kresek ( Sesetan ) Pembinaan teknis dan administrasi Ket Dalam rangka meningkatkan partisipasi Kelompok dalam Pembangunan Peternakan yang berwawasan Agribisnis, maka dilakukan kegiatan Lomba Kelompok di tingkat Kota maupun di tingkat Propinsi. Lomba kelompok tani ternak tahun 2015 yang ditunjang dengan dana APBD I dan APBD II, pelaksanaanya meliputi Lomba Kelompok Tani Ternak Sapi Potong Lomba Kelompok Tani Ternak di Kota Denpasar seperti tercantum dalam Tabel

39 Tabel 14. Lomba Kelompok Tani Ternak Tingkat Kota Denpasar dan Propinsi Bali Tahun 2015 No Jenis Lomba/Nama Kelompok Peserta Evaluasi Tk.Kota Evaluasi Tk.Propinsi Ket Lomba Kelompok Tani ternak Sapi Potong Tk.Kota Denpasar Lomba Kelompok Tani Ternak Sapi Potong TK.Provinsi Bali Kerdung Indah, Br. Dukuh Pesirahan, Pedungan Densel Mekar Sari Br. Renon Densel 3. Dharma Semara Br.Semaga, Penatih,Dentim 4. Satwa Wiguna Br.Paang tebel, Peguyangan Kaja,Denut 5.Trebos, Br. Jenah peguyangan Kangin 6.Kembang Sari Br.Padangsambian Kaja Padang Sambian Kelot,Denbar Sedana Saribr.Gunung Sari, Padang Sambian Kaja, Denbar III IV I II Harapan I Mengun durkan diri 41

40 b. Pembinaan Usaha Peternakan Pemeliharaan ternak di Kota Denpasar pada umumnya masih bersifat Usaha Peternakan Rakyat yang harus dikembangkan menjadi Usaha Pokok Keluarga dimana sumber penghidupannya 75% bersumber dari Peternakan. Pembinaan dilaksanakan melalui: 1). Pembinaan Budidaya Peningkatan usaha budidaya peternakan dilaksanakan dengan pengembangan usaha peternakan yang berwawasan agribisnis, yakni pengembangan komoditas peternakan sesuai dengan kebutuhan pasar dan berdaya saing tinggi. kualitas dan kesinambungan produksi. Kemampuan daya saing produksi ditentukan oleh Dalam rangka peningkatan kualitas dan kesinambungan produksi maka dilakukan pembinaan teknis produksi secara berkesinambungan dan pengawasan kebersihan kandang dan lingkungannya. Untuk menunjang kebersihan kandang dan lingkungan maka dilaksanakan pengawasan usaha peternakan melalui pengawasan usaha peternakan. Pengawasan Usaha Peternakan di Kota Denpasar seperti tercantum dalam Tabel 15 dan Tabel 16. Tabel 15. Pengawasan Usaha Peternakan di Kota Denpasar Tahun 2015 No Jenis Perijinan Sapi Babi Ayam Ayam Ket Buras Ras Ijin Usaha Peternakan Tanda Daftar Usaha Peternakan 31 42

41 Tabel 16. Daftar Nama Peternakan Rakyat Tahun 2015 Jenis Usaha Jumlah Ket No N a m a Alamat Pemilikan ( Ekor ) Nyoman Sugata Made Ledra Wayan Toya Nyoman Mulya Wayan Suarta Ketut Terima Ketut Legawa Made Surya Ketut tantra Ketut Susrama Ketut Surawan Made Pung Wayan Sujendra Wayan Rana Ketut Teja Wayan Juju Made Sendra Made Renu Wayan Tedi Putu Sumardika Nyoman Ardana Nengah Sonya Ketut Muju Ketut Dudung Made Nalu Mangku Suka Gede Winaya Wayan Muriasa Luh Suarni I Made Sukarata Ardiana Desa Pedungan Desa Pedungan Desa pedungan Desa Pedungan Desa Pedungan Desa Pedungan Desa pedungan Desa Pedungan Desa Pedungan Desa Pedungan Desa pedungan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan DesaSesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Sesetan Desa Peg Kangin Desa Peg Kangin Desa Pdsambian Desa Penatih Desa Pdsambian kaja Desa Pdsambian kaja Peternakan Babi ).Pengembangan kemitrausahaan Seperti pada tahun sebelumnya, pada tahun 2015 petani ternak di Kota Denpasar belum ada yang mau melakukan kemitrausahaan Dengan pihak perbankan namun saat ini Kota Denpasar sudah melakukan kerjasama dengan pihak BPD dan Askindo dimana untuk 43

42 kerjasama sudah ada kemudahan antara kelompok dengan pihak perbankan Pembinaan Penyediaan Bibit Ternak Dalam rangka menyediakan bibit ternak yang bermutu maka dilaksanakan kegiatan Distribusi Ternak Pemerintah, Inseminasi Buatan pada sapi dan babi. a. Kegiatan Distribusi Ternak Pemerintah Distribusi Ternak Pemerintah dalam Tahun 2015 diawali dengan bimbingan penyiapan calon petani dan calon lokasi yang dilaksanakan pada 4 (empat) kelompok tani ternak. Pelaksanaan bimbingan penyiapan calon petani dan calon lokasi ditindak lanjuti dengan Penyebaran Ternak Pemerintah baik berupa sapi potong, kambing maupun unggas. Sejak Tahun 2011, kegiatan redistribusi ternak pemerintah sudah di hapus oleh Dinas Peternakan dan kesehatan Hewan Provinsi Bali atas persetujuan Pemerintah Pusat, maka kegiatan redistribusi ternak pemerintah tidak ada lagi. Kegiatan redistribusi ternak kepada masyarakat dan ternak sudah diredistribusikan kepada masyarakat di hibahkan kepada penerima bantuan. Untuk kegiatan Distribusi ternak dalam Tahun 2015 seperti tercantum dalam Tabel 17. Tabel 17. Penyebaran (Distribusi) Ternak Pemerintah Di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Kecamatan ( Lokasi ) Penerima Jumlah Ternak Distribusi ( ekor) Sapi Unggas Entog Ket Taman Kota Pemerintah Kota 100 Merpati Denpasar, Denpasar Ds.Dauh Puri Kaja. Kec. Denut Jumlah 44

43 b. Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) Inseminasi Buatan sudah dikenal dan dimulai oleh petani ternak di Kota Denpasar sebagai pengganti kawin alam sehingga pada pengembangan inseminasi buatan diarahkan pada pola swadaya. Mengingat keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia pendukung kegiatan inseminasi buatan masih terbatas, maka belum dapat dipergunakan pola swadaya murrni dengan kata lain pelaksanaan kegiatan inseminasi buatan masih melalui dukungan pemerintah. Pelaksana sistim inseminasi buatan di Kota Denpasar Tahun 2015 meliputi kegiatan inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan dan pencatatan kelahiran tercantum pada lampiran 1, 2, 3, 4 dan 5. Realisasi servis per conseption ( S/C ) dan Conseption Rate ( CR ) tahun 2015 tercantum dalam Tabel 18 dan Babi tercantum dalam Tabel 19 Pelaksanaan sistim inseminasi buatan di Kota Denpasar didukung pula oleh Struktur Oganisasi Pelayanan Inseminasi Buatan yang ditetapkan oleh SK Kepala Dinas Propinsi Bali No.24/1188a/Disnak tanggal 8 Juli 1999, dengan ketetapan wilayah Kecamatan di Kota Denpasar di tetapkan sebagai Satuan Pelayanan Inseminasi dengan nama SPIB Denpasar. Satuan Pelayanan Inseminasi Buatan Kota Denpasar didukung oleh 6 petugas Inseminsai Buatan, 1 (satu) Orang Pencatat Kebuntingan, I (satu) Orang Pencatat Kelahiran dan 1 (satu) Orang Pemeriksa Kelainan Saluran Reproduksi (ATR ). Sarana dan prasarana penunjang sistim Inseminasi Buatan di Kota Denpasar tercantum dalam lampiran 6. 45

44 Tabel 18. Nilai S/C dan CR Tahun 2015 pada Sapi No Kecamatan Akseptor IB Pemeriksaan Kebuntingan Jml Aksp diperiksa CR S/C Denpasar Utara ,20 1,00 Denpasar Timur ,27 1,40 3. Denpasar Barat ,41 1,00 4. Denpasar Selatan ,74 1,03 Jumlah ,65 1,10 Tabel 19. Nilai S/C dan CR Tahun 2015 pada Babi No Kec Akseptor IB Pemeriksaan Kebuntingan Jml Aksp diperiksa CR S/C Denpasar Utara ,14 1,05 Denpasar Timur ,98 1,00 3. Denpasar Barat ,95 1,04 4. Denpasar Selatan ,04 1,04 Jumlah ,11 4,13 46

45 3. Penyediaan Pakan Ternak Dalam rangka memenuhi kebutuhan pakan ternak maka dilakukan upayaupaya intensifikasi pakan ternak melalui penyebaran Hijauan Pakan Ternak, Intensifikasi Kebun Rakyat, Pengolahan Sisasia Limbah Pertanian dan Pengawasan Mutu Pakan yang beredar di Pasar. 4. Pengamanan Ternak Pengamanan ternak memiliki peran strategis dalam upaya menekan angka kematian ternak akibat penyakit hewan. Menurunnya angka kematian ternak akan berdampak positif kepada peningkatan populasi, produksi dan konsumsi protein hewani. Disamping perannya dalam meningkatkan populasi, produksi dan konsumsi protein hewani, pengamanan ternak juga berperan dalam meningkatkan keamanan pangan yang bersumber dari ternak. Sebagai gambaran kondisi kesehatan hewan di Kota Denpasar tercantum dalam Tabel 20. Dalam upaya pengamanan ternak maka dilakukan kegiatan sebagai berikut : a. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hewan 1). Vaksinasi dan spraying Insectisida Vaksinasi dilakukan terhadap beberapa jenis penyakit hewan yang bersifat endemis antara lain; vaksinasi Septicemia epizootica (SE), vaksinasi Gerubuk pada babi (GB) dan vaksinasi Avian Influenza (AI). Spraying Insectisida dilaksanakan untuk membasmi vektor penyakit Jembrana. Realisasi vaksinasi dan spraying insectisida tahun 2015 tercantum pada Tabel 21 Tabel 2 Realisasi Vaksin ND, SE, CSF dan Spraying Tahun

46 Vaksinasi Vaksin Bantuan No Bulan ND SE CSF/HC Spraying AI AI KET (ds) (ds) (ds) Rabies (ekr) (ds) (ds) Januari 217 Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember JUMLAH ). Pengawasan Obat Hewan Dalam rangka menjaga mutu obat hewan yang beredar dipasaran maka dilakukan upaya pengawasan obat hewan. Jumlah Depo Obat Hewan di Kota Denpasar tercantum dalam Tabel 22 48

47 Tabel 2 Daftar Nama Nama Depo Obat / Distributor di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Nama Perusahaan Jenis Usaha No. Izin 1 PT. Tohpati PS Depo Obat 524.3/1415/Kanpet 2 UD. Bina Guna Depo Obat 524.6/2251/Disnak 3 PT. Medion Depo Obat 524.3/1336/Disnak 4 UD. Timbul Jaya Depo Obat 524.3/366A/Disnak 5 PT. Paeco Agung Depo Obat 524.3/1703/Disnak 6 PT. Romindo Primavet Com Depo Obat 524.3/2269/Disnak 7 PT. Surya Hidup Satwa. TBK Depo Obat 524.3/2470/Disnak 8 PT. Enseval Distributor 404/Tn125.kpts/djd Deptan PT Bina San Prima Distributor 503/1751/Disnak 10 PT. IMA Depo Obat 524.3/1336/Disnak 3). Pengawasan Lalu lintas Ternak Langkahlangkah yang ditempuh dalam upaya pengawasan lalu lintas ternak antara lain dengan pemeriksaan ternak yang masuk dan keluar Kota Denpasar dalam bentuk pengeluaran Surat Keterangan kesehatan Hewan (SKKH). Dalam tahun 2015 tidak ada SKKH yang dikeluarkan karena adanya aturan yang mengharuskan para exportir ternak hidup untuk mengambil SKKH di daerah asal ternak. a.pemberantasan Penyakit Hewan Pengobatan ternak sakit merupakan salah satu kegiatan pemberantasan penyakit hewan yang dilaksanakan tahun Pelayanan pengobatan ternak sakit kepada petani peternak dalam tahun 2015 tercantum dalam Tabel

48 Tabel 23. Data Pengobatan Ternak / Hewan di Kota Denpasar Tahun 2015 Bulan Antibiotik (dosis/ekor) Vitamin (dosis/ekor) Ivomec (dosis/ekor) VermO (dosis/ekor) Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Ket. b). Pemeriksaan Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asal Hewan di Rumah Pemotongan Hewan Rumah Pemotongan Hewan / Unggas merupakan tempat pemotongan hewan / unggas untuk menghasilkan produksi yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal ( ASUH ). Pemeriksaan Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asal Hewan di Rumah Pemotongan Hewan seperti tercantum dalam Tabel 24. Tabel 24. Pemeriksaan BAH dan HBAH di RPH Pesanggaran Tahun 2015 No Kegiatan Jumlah yang diperiksa Hasil Ket 1 Pemeriksaan dokumen hewan potong Sapi : ekor Babi : 3232 ekor Ternak layak dipotong 2 Pemeriksaan sebelum hewan dipotong ( Ante mortem ) Sapi : ekor Babi : 3232 ekor Sehat Sehat 3 Pemeriksaan sesudah hewan dipotong ( Post mortem ) Sapi : Babi : Daging ASUH 50

49 Ket. c). Pemeriksaan Unggas Potong Dalam tahun 2015 telah dilakukan pemeriksaan terhadap unggas potong sebanyak ekor berdasarkan jumlah pemotongan unggas di tempattempat pemotongan unggas Kota Denpasar yang dilaporkan oleh petugas kecamatan. d). Pemeriksaan Bahan Asal Hewan (BAH) dan Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) di Pasar Umum,Swalayan dan Depo BAH/HBAH meliputi : pemeriksaan daging ulang dan pemeriksaan susu segar. b. Pencegahan,Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit zoonosis Terkait dengan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakitpenyakit yang menular dari hewan ke manusia dan dari manusia ke hewan (penyakit zoonosis ) maka dilakukan kegiatan sebagai berikut : 1). Pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit zoonosis yang bersumber dari hewan/ternak dan Bahan Asal Hewan / Hasil Bahan Asal Hewan. Dalam tahun 2015 di Kota Denpasar tidak terjadi kasus Avian Influenza positif.namun guna mengantisipasi penyebaran virus AI maka dilakukan kegiatan pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit Avian Influenza secara terpadu lintas seksi antara bidang Kesehatan Hewan dan UPT Rumah Potong HewanKesmavet Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan yang didanai dari dana APBD II. Upaya upaya yang dilaksanakan dalam pencegahan, pengendalian dan pemberantasan wabah Avian Influenza antara lain : 1)). Kegiatan Spraying ternak unggas 2)). Pengawasan dan Pengendalian Lalu lintas ternak unggas 3)). Pembinaan dan monitoring pemberantasan, pencegahan dan pengendalian Avian Influenza kepada kelompokkelompok tani ternak. 51

50 2). Pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit Zoonosis yang bersumber dari ternak a). Penyakit Rabies Dalam upaya tetap mempertahankan Kota Denpasar bebas dari penyakit rabies maka dilakukan kegiatan sebagai berikut : 1)). Pengawasan dan Pembinaan Lalu lintas Hewan Pembawa Rabies Dalam tahun 2015 dilakukan pengawasan dan pembinaan lalu lintas HPR ke Pet Shop, Pasar Burung dan masyarakat penggemar anjing. 2)).Vaksinasi dan Eliminasi Anjing 3)). Pembinan dan Sosialisasi di kelurahan/desa 3). Pencegahan, Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Zoonosis yang bersumber dari Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asal Hewan. Disamping penularan melalui ternak hidup, penyakit zoonosis dapat pula ditularkan melalui Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asall Hewan. Langkah langkah yang dilaksanakan dalam pencegahan pemberantasan dan pengendalian penyakit zoonosis yang bersumber dari Bahan Asal Hewan dan Hasil Bahan Asal Hewan sbb : a). Pemeriksaan Daging segar Pemeriksaan daging segar secara sederhana dan uji PH dilakukan terhadap kg daging sapi dan kg daging babi di Pasar pasar di Kota Denpasar. Secara keseluruhan hasilnya aman, sehat, utuh dan halal. b). Pemeriksaan Daging Ulang Pemeriksaan daging ulang secara organoleptik/sederhana, melipuiti warna, bau, konsistensi dan uji PH adalah sebagai berikut : daging Sapi ,8 kg, Daging Babi kg, daging Kambing 3400 kg Dan daging Ayam ,3 kg. Untuk pemeriksaan secara laboratoris dilakukan d Balai Besar Veteriner 52

51 Jalan Raya Sesetan No. 266 Denpasar. Jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 100 sampel. Sampel yang diambil yaitu daging sapi, daging babi dan daging ayam. Pemeriksaan yang dilakukan di BBVet meliputi uji E.Colli, Uji Coliform, uji Total Plate Count (TPC) dan uji Formalin Tabel 25. Tabel 25. Hasil Pemeriksaan Daging Ulang di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Tempat Pemeriksaan Pasar Umum Jumlah yang diperiksa Hasil Sumber Daging Sapi : kg Daging Babi : kg Daging Ayam : ,3 kg Daging Kambing : 3400 kg Sehat Kab SeBali Distributor Penyedia Daging Daging Sapi : kg Babi : kg Ayam : kg Susu segar : ltr Sehat Sehat Luar Pulau Bali Luar Pulau Bali Tahun 2015 lalu lintas BAH/HBAH di Kota Denpasar meliputi pemasukan dan pengeluaran BAH/HBAH seperti tercantum dalam Tabel 26 dan Tabel 27. Diagram Pemeriksaan Daging Ulang di Pasar Umum : Jumlah yang Diperiksa Daging Sapi Daging Babi Daging Ayam Daging Kambing 53

52 Diagram Pemeriksaan Daging Ulang di Distributor Penyedia Daging : Jumlah yang Diperiksa Daging Sapi Daging Babi Daging Ayam Susu Segar 4). Pengendalian Pemotongan Betina Produktif Dalam rangka mempertahankan populasi betina produktif untuk meningkatkan populasi ternak khususnya sapi potong maka dilaksanakan usaha pengawasan pemotongan betina produktif. Jumlah pemotongan sapi potong di Kota Denpasar Tahun 2015 terdiri dari 956 ekor sapi jantan dan ekor sapi betina. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilaksanakan, betina produktif yang dipotong sebanyak ekor, betina berumur diatas 8 tahun ekor, sapi betina majir ekor dan 13 ekor sapi betina karena kecelakaan. Data pengendalian pemotongan ternak betina produktif secara umum di Kota Denpasar seperti tercantum dalam Tabel

53 Tabel 28. Pengendalian Pemotongan Ternak Betina Produktif Di Kota Denpasar Tahun 2015 NO BULAN Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember JUMLAH SAPI BETINA YG DIPOTONG (EKOR) Umur diatas 8 tahun Alasan di potong (ekor) Majir Kecela (Cap S) kaan Ket. (Produktif) JUMLAH Berdasarkan data yang tercantum dalam Tabel Pengendalian, maka dapat dikatakan bahwa tahun 2015 masih terjadinya kasus pemotongan sapi betina produktif sebesar 669 ekor ( 25% ) dari jumlah sapi yang di sembelih sebesar ekor, walaupun telah dilakukan pengendalian terhadap ternak yang masih produktif namun berdasarkan hasil pemeriksaan betina produktif yang di sembelih pada umumnya sudah pernah berproduksi sekirat 45 kali. Alasan masih terjadinya pemotongan sapi betina produktif adalah ; 1) ternak yang ada di pasaran yang dijual oleh petani adalah ternak betina; 2) sulitnya mendapatkan sapi jantan karena banyak di kirim ke luar daerah; 3) sapi jantan harganya sangat mahal. 5. Pembinaan dan Pengolahan Hasil Peternakan /Perikanan (P2HP) a. Kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan Kegiatan pembinaan hasil peternakan meliputi pengembangan agribisnis peternakan dan kajian optimalisasi pengolahan dan pemasaran hasil produksi perikanan. 55

54 1). Pengolahan Hasil Peternakan Perkembangan Kelompok Pengolah di Kota Denpasar Tahun sampai dengan tahun 2015 seperti tercantum pada Tabel 29. Tabel. 29 Kelompok Pengolahan di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Nama Kelompok Alamat Jenis Olahan Ket. KWT Ratna Sari Kel Penatih, Dentim Betutu Ayam Pemula KWT Sumber Rejeki Desa Peguyangan Kangin, Denut Betutu Ayam Pemula 3. Kelompok Celagi Sari Desa Padangsambian Kaja, Denbar Telur Asin Betutu Ayam Pemula 4. Kelompok Bhuana Boga Anyar Kel Kesiman, Dentim Sate Lilit, Pepes Ayam Pemula 5. Kelompok Ceker Cap Jago Ds Sumerta,Dentim Kripik Ceker Ayam Pemula 6. Kelompok Boga Sedana Jl. Raya Sesetan Gg.Jepun, Densel Bakso, Sosis, Nugget Pemula Pelaksanaan kegiatan pengolahan hasil peternakan terdiri dari dua kegiatan, yaitu : 1). Demonstrasi Pengolahan Hasil Produksi Peternakan Kegiatan pelatihan pengolahan hasil peternakan tahun 2015 diberikan kepada PKK di 4 Kecamatan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah tanggal 19 Agustus, dan tanggal 1, 2, 14 September

55 Nama dan jumlah peserta tercantum pada Tabel 30. yang mendapat pelatihan seperti Tabel 30 Kelompok Pengolah yang dilatih Tahun 2015 No. Nama Kelompok Jumlah Peserta ( Orang ) PKK, Kel.Pemecutan PKK, Ds. Dangin Puri Kauh PKK, Kel. Kesiman PKK, Kel.Renon Jenis Pelatihan Mengolah hasil produksi peternakan Ket. Telor Asin, Telor lablab, telor benyah, kripik usus, nugget dan bakso 2).Demonstrasi Pengolahan Limbah Peternakan Kegiatan demonstrasi pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk padat dialokasikan ke 4 kelompok ternak sapi, masingmasing 30 orang peserta. Kelompok Peserta Pelatihan seperti Tabel.31 Tabel.31 Pelatihan Pengolah Limbah yang dilatih Tahun 2015 tercantum pada No. Nama Kelompok ( Ternak Sapi ) Kelompok Satwa Wiguna Kelompok Lunas Lanus Jumlah Peserta ( Org ) Lokasi Denut Densel Ket. 1 bh terpal plastik bh cangkul Kelompok Tunas Mekar Kelompok Sedana Sari Dentim Denbar 1 bh sekop 1 bh pengayakan 2 btl EM4 b. Kegiatan Pengembangan Kawasan One Village One Product Kegiatan pengembangan Kawasan OVOP secara RKA baru baru dimulai tahun

56 Pengembangan kawasan one village one product merupakan kebiajkan pembangunan peternakan yang dilakukan untuk menciptakan suatu suatu produk unggulan pada suatu wilayah tertentu. Kegiatan pengembangan kawasan dengan produk tertentu untuk memudahkan dalam hal pemetaan wilayah pembangunan peternakan untuk kegiatan hilir, sebagai salah satu sebagai strategi dalam menciptakan setiap desa dengan ciri khas produk unggulan olahan peternakan yang dihasilkan sekaligus akan memudahkan para konsumen dalam hal akses informasi pasar sesuai kebutuhan. Teknis pelaksanaan kegiatan OVOP meliputi pelatihan, kunjungan lapangan dan temu usaha kelompok pelaku usaha pemasar ( koperasi dan swalayan). Sebagai peserta yang dipilih untuk dilatih adalah 1 kelompok, yaitu KWT Mekar Sari Br.cengkilung. Jumlah peserta pelatihan 20 orang, peserta kunjungan lapangan 20 orang dan peserta temu usaha 40 orang. Jenis kegiatan berupa pelatihan telor asin Kegiatan berlangsung selama 4 kali, yaitu tanggal 23 April, 10 dan 12 Agustus, serta 24 Nopember c. Kegiatan Pengawasan dan pengendalian usaha Peternakan Kegiatan pengawasan dan pengendalian usaha peternakan, dilaksanakan ke pengusaha, pengolah dan pemasar produk olahan hasil peternakan di Kota Denpasar. Pengawsan produk olahan peternakan tahun 2015 dilakukan pada 334,1 kg produk olahan yang beredar di Kota Denpasar. Pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk menjaga mutu dan kualitas produk yang akan di pasarkan dan di konsumsi oleh masyarakat. 58

57 d. Kegiatan Promosi Atas Hasil produksi Peternakan Unggulan Daerah Kegiatan Promosi hasil peternakan bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan peternakan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memperluas jangkauan pemasaran hasil peternakan. Laporan hasil kegiatan promosi peternakan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel. 32 Tabel 32 Promosi Hasil Peternakan Kota Denpasar Tahun 2014 No. Tanggal Kegiatan Jenis Kegiatan/Lokasi Promosi Jenis Olahan di Promosikan 27 s/d 29 Maret 2015 HUT Kota Denapsar Telor asin, kripik usus, produk olahan kaleng, kripik ceker 13 s/d 15 Mei 2015 Pameran Agro & Expo ke15 Kripik usus, kripik ceker, kripik kulit ayam, kripik paru e. Kegiatan Kajian Optimalisasi Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan 1). Pengawasan Mutu Produk Perikanan Pengawsan mutu pada produk ikan dan produk olahan ikan tahun 2015 dilakukan pada 8 pasar kota. Pemeriksaan secara organoleptik dilakukan pada 530 kg produk ikan dan 001,15 kg produk olahan ikan. Pemeriksaan sampel ikan tahun 2015 tidak dilakukan. Kegiatan baru dianggarkan tahun

58 3). Lomba Kelompok Pengolah Kegiatan lomba UKM Pengolah Perikanan di TK.Prov.BaLI Tahun 2015 di wakili oleh Kelompok Mina Sari Nadi. Penilaian dilakukan oleh Tim Provinsi. Kegiatan lomba berlangsung pada hari Senin, 1 Juni Keluar sebagai juara 1 berdasarkan hasil penilaian lomba adalah kelompok Mina Sari Nadi dan berhak mewakili Bali dalam lomba UMK Tingkat Nasional. 4). Gerakkan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Kegiatan dilakukan dalam rangka meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk ikan dan meningkatnya serapan protein yang cukup bagi kecerdasan anakanak Kegiatan safari Gemar ikan tahun 2015 dilakukan pada anakanak sekolah Dasar No.17 dauh Puri dengan peserta murid kelas IV sebanyak 150 orang. 5). Pembinaan Perijinan Usaha Dalam rangka pengawasan terhadap mutu dan kualitas hasil produksi perikanan di Kota Denpasar, maka salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pembinaan pada usaha perikanan. Jumlah retribusi ijin usaha perikanan tahun 2015 adalah 33 buah. Kegiatan Pembinaan usaha perikanan di Kota Denpasar Tahun 2015 seperti tercantum pada Tabel

59 Tabel 33 Realisasi Jenis Perijinan Perikanan di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Jenis Ijin Jumlah (buah) Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) 32 Surat Ijin Usaha Perusahan (SIUP) 3. Surat Ijin Kapal Penangkap Ikan ( SIKPI) 1 Ket. f. Pengembangan Sarana dan Prasarana Pengolahan Mutu dan Pemasaran Hasil Perikanan Dalam mendukung kegiatan produksi perikanan di Kota Denpasar, Tahun 2015 telah dialokasikan bantuan dari dana DAK dengan jumlah anggaran Rp ,. Jenis kegiatan dan namanama penerima bantuan terdiri dari bantuan perlatan pemasaran sederhana dan bantuan peralatan rantai dingin sederhana dan peralatan pengolahan sederhana seperti tercantum pada Tabel 34 61

60 Tabel 34 Daftar Penerima Bantuan Sarana Prasarana Tahun 2015 No. Nama Penerima Jumlah (buah) A B Bantuan Peralatan Rantai Dingin Sederhana Cool Box Klp.Mina Keranda Klp.Dahlia Mina Kranda Klp. Buana Mina Boga Pasar Sangla Pasar Sudha Merta Keranjang Klp. Kenanga Mina Keranda Klp.Dahlia Mina Keranda Klp.Mina Boga Pasar Sangla Pasar Sudha Merta Peralatan Pengolahan Sederhana Chest Freezer Klp.Buana Mina Boga Hands Sealer Klp.Buana Mina Boga Panci Perebusan/Presto Klp.Kenanga Mina Keranda Klp.Dahlia Mina Keranda Klp.Buana Mina Boga Timbangan Digital Klp.Buana Mina Boga Kompor Gas2Tungku+Tabung Gas Klp.Kenanga Keranda Klp.Dahlia Miranda Pisau Pemotong Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp,.Dahlia Mina Kerandan Klp.Buana Mina Boga Klp.Pasar Sangla Talenan Klp.Mina Kerandan Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Buana Mina Boga Pasar Sangla Ket. (Sumber Dana) APBN 62

61 No. Nama Penerima Jumlah (buah) C Meja Stailessteal Klp.Mina Kerandan Klp.Dahlia Kerandan Wajan Stailessteal Klp.Buana Mina Boga Bantuan Peralanatn Pemasaran Sederhana Apron Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Buana Mina Boga Pasar Sudha Merta Pasar Gunung Agung Pasar Padangsambian Topi Penutup Kepala (100 buah) Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Mina Boga Pasar Sudha Merta Pasar Gunung Agung Pasar Padangsambian Sepatu Boat (100 buah) Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Buana Mina Boga Pasar Sudha Merta Pasar Gunung Agung Pasar Padangsambian Masker (100 ktk) Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Buana Mina Boga Pasar Sudha Merta Pasar Gunung Agung Pasar Padangsambian Sarung Tangan (100 ktk) Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Buana Mina Boga Pasar Sudha Merta Pasar Gunung Agung Pasar Padangsambian Ket. (Sumber Dana) APBN 63

62 No. Nama Penerima Jumlah (buah) Show case Klp.Buana Mina Boga 5 Ket. (Sumber Dana) APBN 3. Keranjang Pasar Sudha Merta Pasar Gunung Agung Pasar Padangsambian g). Pembinaan Pengolahan Hasil Perikanan. Perkembangan Jumlah Kelompok Pengolahan Perikanan di Kota Denpasar sampai Tahun 2015 tercantum pada Tabel

63 Tabel 35 Kelompok Pengolahan Perikanan di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Nama Kelompok Alamat Jenis Olahan ( Produksi/Th) Klp. Mina Sari Nadi Br. Tengah Sesetan, Densel Nugget Lele, Sosis Lele, Bakso Lele, Olahan Rumput Laut 16,8 Ton Klp. Sari Boga Pemogan, Densel Krupuk Teri, Abon Ikan Rolade, 3,6 Ton 3. Klp. Gema Ikan Jl. Ternate no.17 Dps Abon Ikan, Sate Tuna 12 Ton 4. Klp. Bija Mina Lestari Jl. Antasura, Dps Sate Ikan, Pepes Ikan 2 Ton 5. Klp. Dahlia Mina Kerandan Kel. Denbar Pemecutan, Pemindangan Ikan Tuna 525,6 Ton 6. Klp. Kenanga Mina Kerandan Kel. Denbar Pemecutan, Pemindangan Ikan Tuna 438 Ton 7. Klp.Bhuana Mina Boga Jl. Sedap Malam, Kel. Kesiman, Dentim Sate Lilit, Pepes Ikan 2,52 Ton 65

64 Kegiatan Pembinaan pengolahan hasil perikanan Tahun 2015 di Kota Denpasar terdiri dari dua kegiatan, yaitu : a). Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan Kegiatan pelatihan pengolahan hasil perikanan bertujuan untuk Kegiatan pelatihan menyasar kelompok yang sudah pernah menerima bantuan sarana prasarana dan penerima sarana prasarana tahun 2015 sebagaiman tercantum pada Tabel 36. Tabel 36. Kelompok Pengolah Penerima Barang Tahun 2015 No. Nama Kelompok Jumlah ( Orang ) Klp. Sari Boga 5 Klp. Mina Sari Nadi 6 3. Klp.Dahlia Mina Kerandan Klp.Kenanga Mina Kerandan Klp.Bhuana Mina Kerandan Pasar Gunung Agung 2 7. Pasar Padang Sambian 9 8. Pasar Sudha Merta 9 Jenis Pembinaan Pemanfaatan alat secara benar, perawatan peralatan serta higine d & sanitasi produk yang dihasilkan Ket. b). Promosi Hasil Perikanan Kegiatan Promosi hasil perikanan bertujuan untuk mempromosikan Produk unggulan perikanan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memperluas Jangkauan pemasaran hasil perikanan. Laporan hasil kegiatan promosi perikanan tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel

65 Tabel 37 Promosi Hasil Perikanan Kota Denpasar Tahun 2015 No. Nama Peserta DPPK Kota Denpasar Jenis Kegiatan/Lokasi Promosi Bahari Expo ke 15 Grand City Convex Surabaya Jenis Olahan di Promosikan kripik belut, kripik kulit ikan, kripik tulang ikan Ket. 3 s/d 5 September 2015 c. Pembinaan Kelembagaan Kelompok Dalam tahun 2015, kegiatan pembinaan kelembagaan kelompok menghasilkan pembentukan dua kelembagaan, seperti tercantum pada Tabel 38. Tabel 38 Kelembagaan Kelompok di Kota Denpasar Tahun 2015 No. Kegiatan Nama Kelembagaan Pembentukan Asosiasi Asosiasi Peternakan Peternak Sapi Dharma Sapi Dharma Laksana Kota Laksana Denpasar Denpasar Jumlah Anggota 28 klp. Ket. Pendirian Koperasi Catatan :Ketua I Wayan Tama Koperasi Serba Usaha Tani Dharma Laksana 25 orang d. Informasi Harga Pasar Informasi pemasaran diberikan kepada petani ternak dan nelayan untuk mengetahui dan memahami perkembangan situasi harga komoditi peternakan, perikanan dan kelautan. 67

66 Dalam tahun 2015 kegiatan ini juga didukung dari dana APBD I dan APBN dengan hasil kegiatan berupa monitoring mingguan situasi harga dan bahan asal ternak/ikan pada Pasar Badung, Sanglah, Inpres Sanglah, Uma Anyar, Pidada dan Pasar Kreneng. Hasil harga sarana prasarana bibit dan Produksi Ternak. Situasi harga sarana dan prasarana bibit ternak, benih ikan, produksi ternak dan produksi ikan,tercantum dalam Tabel 39. D. Pembangunan Peternakan Yang Berwawasan Lingkungan dan Budaya Sesuai dengan Visi dan Misi serta tujuan Pembangunan Sub Sektor Peternakan tahun 2015 yaitu terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif dan berbudaya maka pembangunan peternakan di Kota Denpasar harus memiliki wawasan yang akrab lingkungan. Oleh karena itu telah ditetapkan kebijakan khusus berupa pembinaan usaha peternakan yang berwawasan lingkungan melalui pemanfaatan teknologi, sanitasi dan perkandangan. Adapun langkahlangkah yang ditempuh guna mewujudkan pembangunan peternakan yang berwawasan lingkungan dan budaya pada tahun 2015 adalah melalui pembinaan Upaya Pengelolaan Lngkungan ( UKL ) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dengan materi pembinaan berupa : pemanfaatan teknologi Bio Digister, Bio Gas Starbio dan Effective Mikroorganisme (EM4) yang berfungsi meminimalisir bau yang ditimbulkan oleh limbah kotoran ternak. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan budaya lingkungan yang bersih dan sehat di lingkungan peternakan dan pengolah hasil bahan asal hewan. 68

67 B. BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN Hasilhasil Pembangunan Kelautan. Pembangunan kelautan yang dilaksanakan telah menunjukkan hasil yang nyata dengan semakin berkembangnya usaha peningkatan produksi perikanan yang pada gilirannya dapat meningkatkan konsumsi ikan, eksport hasilhasil perikanan, peningkatan pendapatan petani nelayan, memperluas kesempatan / lapangan kerja, dukungan terhadap pembangunan industri dan pariwisata serta menunjang pembangunan daerah. Produksi Kelautan di Kota Denpasar tahun 2015 sebagai berikut pada Tabel 40. K Produksi Perikanan Dan Kelautan No Jenis Kegiatan Produksi ( Ton ) 1 2 Perikanan Laut a. Penangkapan Penangkapan ikan Penangkapan/pengumpulan ( Rumput Laut) b. Budidaya Laut Rumput Laut Kerapu Lobster Perikanan Darat a. Penangkapan diperairan umum Waduk Sungai b. Budidaya Jaring Kantong Apung (Jakapung) Air Payau (Tambak) Kolam air tenang Budidaya kolam air deras Keramba/Saluran Irigasi Sawah/Mina Padi ,50 68,40 341,00 0,50 0,40 48,60 8,10 168,40 Jumlah Perikanan Laut+ Darat 498,90

68 eberhasilan tersebut diatas telah memberikan harapan untuk peningkataan, perluasan serta kelanjutan pembangunan di masa mendatang. a. Penanganan Hasil Kelautan Perkembangan penanganan hasil perikanan pada tahun 2015 sebesar ,40 Ton. Penanganan hasil perikanan dengan penerapan dengan penerapan sistim rantai dingin belum sepenuhnya dilakukan sesuai dengan teknologi yang telah dianjurkan, walaupun nelayan telah menyadari betapa pentingnya penggunaan es untuk mempertahankan mutu ikan. Pada umumnya penggunaan es dipergunakan bagi komoditas yang karena perlakuanya akan meningkatkan nilai tambah terhadap produk akhir. Perkembangan perlakuan terhadap produksi ikan laut sebagai berikut : Tabel 41 Perkembangan Perlakuan terhadap Produksi Ikan Laut Menurut Cara Perlakuan di Denpasar ( Berat Basah ) Tahun 2015 No Jenis Perlakuan Volume ( Ton ) Konsumsi Segar Pembekuan Pengalengan Pemindangan Pengasapan Pengeringan Tepung Ikan , ,1 584,1 394,5 41,04 Jumlah ,4 PIE b. Pengolahan / Pengawetan Hasil Kelautan Pengolahan hasil Perikanan pada umumnya dilaksanakan melalui cara tradisional dan cara modern. Cara pengolahan tradisional umumnya dilakukan oleh nelayan sedangkan pengolahan modern dilakukan oleh pengusaha yang kebanyakan hasilnya dieksport maupun untuk konsumsi hotel / restaurant. Perkembangan produksi ikan olahan menurut cara perlakuan jenis ikan sebagai berikut : 70

69 Tabel 42 Volume produksi Ikan Olahan Menurut Cara pengolahan dan Jenis Ikan Tahun 2015 No Jenis Olahan Volume Produksi ( Ton ) Pengeringan 20, Pembekuan Pengalengan Pemindangan Pengasapan Tepung Ikan 1032,37 543, Jumlah ,09 c. Konsumsi Ikan Segar Dalam rangka menunjang terwujudnya kwalitas Sumber Daya Manusia, konsumsi ikan dikalangan masyarakat terus ditingkatkan sesuai dengan ketetapan Widya Karya Pangan & Gizi tahun 1994, standard Nasioanal sebesar 38 kg / Kapita / Tahun, untuk tahun 2015 konsumsi ikan di Kota Denpasar 33,64 kg/kapita/tahun. d. Perkembangan armada perikanan Perkembangan armada perikanan meliputi alat penangkapan ikan dan rumah tangga perikanan (RTP ) disajikan pada Tabel 49 dan Tabel

70 Tabel 43. Perkembangan Jumlah Alat Penangkap Sarana Prasarana Kelautan Tahun Di Kota Denpasar. No Jenis Alat Jaring Klitik Jaring Insang tetap Rawe Tuna Rawe tetap dasar Pancing Tonda Pancing Ulur Pancing Holler Pancing lainnya Alat pengumpul rumput laut Serok Lainlainnya Buah Jumlah Tabel 44. Perkembangan Jumlah Rumah Tangga Perikanan ( RTP ) di Kota Denpasar Tahun No Jenis RTP RTP tanpa perahu/petani RTP perahu tanpa motor RTP motor temple RTP kapal motor Buah Jumlah

71 Perkembangan luas Usaha Kelautan a. Budidaya Perikanan 1). Budidaya Ikan dikolam Potensi budidaya ikan dikolam (Kolam air tenang dan kolam air deras) seluas 15 Ha baru dimanfaatkan 2,17 Ha dengan produksi tahun 2015 sebesar 168,40 Ton dan komoditi yang diusahakan ikan karper, gurami, lele, nila, udang galah. dibandingkan dengan tahun 2014 dengan produksi Ton maka terjadi peningkatan sebesar 6,00 Ton. (60 %) 2). Budidaya Laut a). Budidaya Rumput Laut, Kerapu dan Lobster Luas lahan potensial budidaya laut kurang lebih 15 Ha, yang terdapat di pantai kelurahan serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Pemanfaatan potensi laut sebagai lahan budidaya antara lain untuk budidaya rumput laut, kerapu dan lobster. Pada tahun 2015 luas areal pengembangan rumput laut yang sudah diusahakan 1,54 Ha (luas panen) dengan produksi 314,00 Ton (produksi basah). Luas areal untuk budidaya kerapu 0,07 Ha yang diusahakan dalam keramba jaring kantong apung dengan produksi 0,50 Ton, sedangkan lobster seluas 0,08 Ha dengan produksi 0,40Ton. Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya selama tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 seperti pada Tabel 5 73

72 Tabel 45 Perkembangan Produksi Perikanan Budidaya Tahun No Jenis Kegiatan Budidaya Darat Kolam air tenang Produksi Tahun 2013 (ton) 116 Produksi Tahun 2014 (ton 159,4 Produksi Tahun 2015 (ton) 168,40 Budidaya kolam air deras Keramba / saluran irigasi sawah / mina padi 2 Budidaya Laut Rumput Laut 742,5 314,6 341,00 Kerapu 0,4 0,4 0,50 Lobster 0,7 0,7 0,40 74

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN TASIKMALAYA BUPATI TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

.000 WALIKOTA BANJARBARU

.000 WALIKOTA BANJARBARU SALINAN.000 WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 39 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA BANJARBARU DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 17 TAHUN 2003 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN RINCIAN TUGAS UNIT DINAS PERTANIAN KOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 12 Tahun : 2011 Seri : D PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 67 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PETERNAKAN

Lebih terperinci

WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21 DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 21 Dinas Peternakan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi

Lebih terperinci

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR,

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR, BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR, Menimbang : a. bahwa untuk pelaksanaan lebih lanjut Peraturan

Lebih terperinci

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT, BUPATI LOMBOK BARAT PERATURAN BUPATI LOMBOK BARAT NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PETERNAKAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 60 TAHUN 2016

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 60 TAHUN 2016 BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BLORA DENGAN

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN.

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN. PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN, BUPATI KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI KLATEN NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN SUSUNAN ORGANISASI TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN KABUPATEN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 78 TAHUN 2001 SERI D.75 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 78 TAHUN 2001 SERI D.75 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 78 TAHUN 2001 SERI D.75 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN SUMEDANG SEKRETARIAT

Lebih terperinci

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO, BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR 33 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 19-P TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN WALIKOTA SURAKARTA,

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 19-P TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN WALIKOTA SURAKARTA, PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 19-P TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN WALIKOTA SURAKARTA, Menimbang : a. bahwa sebagai tindaklanjut ditetapkannya Peraturan

Lebih terperinci

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 18 TAHUN 2008 T E N T A N G

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 18 TAHUN 2008 T E N T A N G BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 18 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUKAMARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKAMARA,

Lebih terperinci

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN KEBUMEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Daerah

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN BUPATI MADIUN,

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN BUPATI MADIUN, BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 104 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 29 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG PERATURAN BUPATI SAMPANG NOMOR : 49 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN, PERIKANAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN SAMPANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO 1 PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2008 T E N T A N G TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

WALIKOTA TANGERANG SELATAN SALINAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN

Lebih terperinci

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU PERATURAN WALIKOTA PEKANBARU NOMOR 113 TAHUN 2016 T E N T A N G KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA PEKANBARU

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN KANTOR SERTA SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN BENGKAYANG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KOTA BATU DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT Menimbang PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 31 TAHUN 2015 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Tata Kerja Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon (Berdasarkan pada Peraturan Walikota No. 37 Tahun 2008)

Tata Kerja Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon (Berdasarkan pada Peraturan Walikota No. 37 Tahun 2008) B.3. Tata Kerja Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon (Berdasarkan pada Peraturan Walikota No. 37 Tahun 2008) 1. Kepala Dinas 1.1. Kepala Dinas mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan, merumuskan sasaran,

Lebih terperinci

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 20 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 1

Dinas Perkebunan, Pertanian, Peternakan Perikanan dan Kehutanan Kota Prabumulih 1 Kota Prabumulih 1 BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Keinginan Pemerintah dan tuntutan dari publik saat ini adalah adanya transparansi dan akuntabilitas terhadap pengelolaan keuangan negara. Dasar dari

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA)

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) Instansi Visi : Dinas, : Terwujudnya Masyarakat Yang Sehat dan Produktif Melalui Pembangunan, Kelautan dan yang Berwawasan agribisnis dan Berbasis Sumberdaya lokal Misi 1. Meningkatkan

Lebih terperinci

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN BUPATI BONDOWOSO NOMOR 43 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN BUPATI BONDOWOSO NOMOR 43 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI BONDOWOSO PERATURAN BUPATI BONDOWOSO NOMOR 43 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BONDOWOSO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BONDOWOSO,

Lebih terperinci

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 127 TAHUN 2016 TENTANG

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 127 TAHUN 2016 TENTANG -1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 127 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PETERNAKAN ACEH DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA GUBERNUR ACEH,

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang

Lebih terperinci

TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN (Berdasarkan Peraturan Bupati Sigi Nomor 28 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah) A.

Lebih terperinci

GUBERNUR SUMATERA BARAT

GUBERNUR SUMATERA BARAT GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI SUMATERA BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 77 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 1 Kedudukan Satuan Kerja Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, ditetapkan berdasarkan

Lebih terperinci

BUPATI MANDAILING NATAL

BUPATI MANDAILING NATAL - 1 - BUPATI MANDAILING NATAL PERATURAN BUPATI MANDAILING NATAL NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MANDAILING NATAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERIKANAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 19 SERI D

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 19 SERI D BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2009 NOMOR 19 SERI D PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 166 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA URAIAN TUGAS JABATAN PADA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN

Lebih terperinci

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN,

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN, BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN BUPATI MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG - 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2.

Pasal 3 (1) Susunan Organisasi Dinas Pangan dan Perkebunan terdiri dari : a. Kepala; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Perencanaan; 2. BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PANGAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN CILACAP

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013 BAB I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang

Lebih terperinci

-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id

-1- GUBERNUR BALI, Jdih.baliprov.go.id -1- GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 105 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN PROVINSI BALI

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 106 TAHUN 2017

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 106 TAHUN 2017 WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 106 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KOTA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG

PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN BUPATI TEMANGGUNG NOMOR 59 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN TEMANGGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA. Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur :

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA. Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur : BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 3.1.1. Capaian Kinerja Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur : Tujuan 1 Sasaran : Meningkatkan

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG TUGAS, FUNGSI, URAIAN TUGAS DAN TATA KERJA UNSUR-UNSUR ORGANISASI DINAS PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 104 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI

Lebih terperinci

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SEKSI DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN JEMBER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI RIAU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 37 NOMOR 37 TAHUN 2008

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 37 NOMOR 37 TAHUN 2008 BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 37 PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KOTA SEMARANG Menimbang : DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21 DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 21 Dinas Peternakan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KOTA BANJARBARU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

VISI Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mojokerto adalah :

VISI Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mojokerto adalah : VISI Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Mojokerto adalah : Terwujudnya Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam, Produktivitas Perkebunan yang Berwawasan Agribisnis dan Pemberdayaan Sumber Daya

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI, Mengingat

GUBERNUR BALI, Mengingat GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 03 TAHUN 2001 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 40 TAHUN 2000 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 03 TAHUN 2001 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 40 TAHUN 2000 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 03 TAHUN 2001 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 40 TAHUN 2000 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN LEBAK

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG

PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG PROVINSI BANTEN PERATURAN WALIKOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KETAHANAN PANGAN, PERTANIAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN /D

29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN /D 29 Januari LEMBARAN DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN 2003 Menimbang PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 19 TAHUN 2003 T E N T A N G SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Pada bab ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan

Lebih terperinci

(1), Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut: a. penyusunan rencana strategis dinas, berdasarkan rencana strategis pemerintah daerah; b. perumus

(1), Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut: a. penyusunan rencana strategis dinas, berdasarkan rencana strategis pemerintah daerah; b. perumus BAB XII DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN Bagian Kesatu Susunan Organisasi Pasal 224 Susunan Organisasi Dinas Pertanian dan Peternakan, terdiri dari: a. Kepala Dinas; b. Sekretaris, membawahkan: 1. Sub Bagian

Lebih terperinci

LAMPIRAN X : PERATURAN BUPATI BULELENG NOMOR : 54 TAHUN 2015 TANGGAL : TENTANG : TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH KABUPATEN BULELENG.

LAMPIRAN X : PERATURAN BUPATI BULELENG NOMOR : 54 TAHUN 2015 TANGGAL : TENTANG : TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH KABUPATEN BULELENG. LAMPIRAN X : PERATURAN BUPATI BULELENG NOMOR : 54 TAHUN 2015 TANGGAL : 20 Oktober 2015 TENTANG : TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH KABUPATEN BULELENG. DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN I. TUGAS POKOK. Dinas

Lebih terperinci

BUPATI TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN BUPATI TAPIN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TAPIN NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN TAPIN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

DINAS PERTANIAN KOTA MADIUN

DINAS PERTANIAN KOTA MADIUN DINAS PERTANIAN KOTA MADIUN A. Informasi tentang profile Badan Publik : 1. Informasi tentang kedudukan, domisili dan alamat lengkap VIEW Dinas Pertanian merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di Bidang

Lebih terperinci

SALINAN. Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

SALINAN. Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887); SALINAN SALINAN BUPATI BULUNGAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN BULUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 21 TAHUN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 21 TAHUN SALINAN BUPATI TOLITOLI PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN TOLITOLI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TOLITOLI,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 47 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUT AN DAN PERl KANAN KABUPATEN SIDOARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) Garut

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) Garut PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS PETERNAKAN, PERIKANAN DAN KELAUTAN Jalan Patriot No. 14, (0262) 231590 Garut PENETAPAN KINERJA (TAPKIN) PERUBAHAN TAHUN ANGGARAN 2014 1 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT DINAS

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 94 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 94 TAHUN 2008 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 94 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SEKSI DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013 BAB I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DA TAHUN DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANA

RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DA TAHUN DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANA RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DA TAHUN 2018-2021 DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANA No Tujuan OPD Indikator Tujuan Sasaran OPD Indikator Sasaran (impact) Program/ Kegiatan Indikator

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 85 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 46 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MADIUN, Menimbang

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Pada bab ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan

Lebih terperinci