Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet
|
|
|
- Suparman Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet
2 KATA PENGANTAR Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan dalam menunjang kemajuan perekonomian Indonesia. Jembatan sebagai salah satunya, akan sangat dibutuhkan untuk menghungkan daerah-daerah yang dipisahkan oleh suatu halangan, baik itu berupa sungai, lembah, dan lainnya. Kekayaan alam dan kualitas industri yang tak kalah dengan negara lainnya, akan menjadi sia-sia jika tidak diimbangi dengan perkembangan infrastruktur yang baik. Tanpa infrastruktur yang baik, proses perpindahan dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi terhambat, dan penyetaraan pembangunan dan kesejahteraan rakyat akan menjadi suatu hal yang sulit dicapai. Oleh sebab itu, pengembangan keilmuan dalam hal konstruksi jembatan yang kokoh serta praktis menjadi sangat dibutuhkan. Konstruksi jembatan yang kokoh selama ini selalu identik dengan struktur yang besar dan tidak praktis. Untuk itu diperlukan inovasi- inovasi baru dalam menciptakan sistem jembatan yang tetap praktis dalam pelaksanaan konstruksinya, namun juga kokoh dalam hal kekuatannya. Selain itu, struktur yang berwawasan lingkungan juga menjadi satu poin yang harus dapat dikembangkan di dunia konstruksi. Dengan semakin berkembangnya isu mengenai global warming yang merupakan efek dari kegiatan manusia selama ini, praktis struktur yang ramah serta memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan hidup menjadi topik yang hangat diperbincangkan. Sebagai wujud perhatian terhadap perkembangan keilmuan tersebut, maka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menugaskan Universitas Muhammadyah Malang sebagai tuan rumah pelaksanaan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 tahun 2014 bagi para mahasiswa, dengan tema Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet 2 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
3 Kualitas rancangan jembatan yang diajukan oleh mahasiswa akan dinilai dan diuji oleh ahli-ahli jembatan dari Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintahan, serta para profesional dari perusahaan swasta. Dengan adanya KJI ke ini, diharapkan dapat menjadiajang kompetisi yang dapat memicu kreatifitas, menumbuhkan budaya kompetisi yang sehat, memberikan insentif bagi prestasi mahasiswa, serta terutama mengembangkan rancangan jembatan yang kuat, praktis, inovatif, serta ramah terhadap lingkungan. Di kompetisi ini, mahasiswa diharapkan bukan hanya sekedar mencari predikat juara, namun juga dapat menimba ilmu serta pengalaman yang baru, yang nantinya akan menjadi modal pengembangan diri sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat kepada lingkungan. Akhir kata, mewakili seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan ini, kami mengundang partisipasi mahasiswa dan dukungan perguruan tinggi terhadap partisipasi mahasiswanya. Harapan kami, semoga KJI ke ini bermanfaat bagi pemerintah, perguruan tinggi, para mahasiswa serta seluruh masyarakat. Selamat Berkompetisi! Jakarta, Juli 2014 Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Agus Subekti NIP Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
4 DAFTAR ISI Kata Pengantar 2 Daftar Isi 4 Latar Belakang 5 Tujuan 7 Tema 8 Metode Pelaksanaan 8 Waktu dan Tempat Pelaksanaan 10 Peserta 10 Sistem Perlombaan 11 Proses Seleksi dan Penentuan Pemenang 11 Sistematika Proposal 14 Bantuan dari Panitia 15 Penyelenggara 15 Diagram alir dan Jadwal Kegiatan 18 Lampiran 1 Petunjuk Penulis Proposal KJI Ke-10 Tahun 2014 Lampiran 2A Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Lampiran 2B Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Lampiran 2C Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki 4 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
5 KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN Latar Belakang Sebagai infrastruktur dari jaringan jalan, jembatan merupakan bagian dari alat peningkatan aktifitas perekonomian baik dalam skala daerah maupun nasional. Pembangunan jembatan sangat membutuhkan pertimbangan ekonomis, teknis termasuk metode konstruksinya. Di sisi lain kebutuhan untuk membangun infrastruktur jembatan selalu meningkat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan tingkat perekonomian bangsa. Variasi infrastruktur jembatan sangat luas, baik ditinjau dari fungsi, material, bentang maupun tipe strukturnya. Dengan kompleksitas tersebut seorang professional di bidang pembangunan jembatan harus mampu mengetahui dan memahami secara komprehensif proses dan komponennya agar jembatan yang dirancang dan kemudian dibangun dapat berfungsi optimal serta dapat relatif mudah dikerjakan sampai pada tahap perawatannya nanti Pada tahun 2014 ini, akan diselenggarakan kembali ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10. Kompetisi ini merupakan rangkaian kegiatan tahunan dari kompetisi serupa dengan nama semula Kompetisi Jembatan Baja Indonesia (KJBI) yang diawali pada tahun 2005 oleh Politeknik Negeri Jakarta (PNJ ). Pada tahun-tahun berikutnya kegiatan ini Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
6 dilanjutkan dan berubah nama menjadi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI). Kegiatan KJBI 2005 (pertama) dan KJI tahun selanjutnya telah diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS DITJEN DIKTI) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta. Kegiatan KBGI (2005) dan KJI tersebut telah diselenggarakan dengan mengikutsertakan 12 (dua belas) tim terseleksi dan mengambil tempat di Balairung Universitas Indonesia dan Kampus Politeknik Negeri Jakarta. KJI ke-5 tahun 2009 dikembangkan dengan melombakan Kategori Jembatan Bentang Panjang dengan menyertakan total 24 (dua puluh empat) tim terseleksi dan pelaksanaan di Kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok. Kompetisi Jembatan Indonesia ke sembilan (KJI ke-10) tahun 2014 diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada 20 s/d 23 Nopember Pada KJI ke-10 yang diselenggarakkan di Universitas Muhammadiyah Malang direncanakan akan mengikutkan sejumlah 24 (dua puluh empat) tim yang mewakili 8 jembatan baja, 8 jembatan beton, dan 8 model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki. Ketentuan lomba didasarkan atas evaluasi terhadap proposal teknis, presentasi dan pelaksanaan pembangunan model jembatan di lapangan. Kompetisi dalam membangun prototype didasarkan atas hasil rancangan yang ditulis pada proposal teknis. Peserta adalah tim yang secara resmi ditugaskan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi terbuka bagi semua perguruan tinggi di Indonesia, 6 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
7 baik disiplin ilmu teknik sipil maupun disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan pembuatan jembatan. Pada KJI ke-10, konstruksi jembatan dibuat dengan 2 (dua) jenis bahan, yang pertama jembatan berbahan baja dan kedua adalah jembatan berbahan beton ringan, dengan bentuk struktur jembatan gelagar, dan untuk model jembatan bentang panjang pejalan kaki menggunakan model jembatan busur Vierendeel dengan material rotan. Fungsi jembatan baja adalah untuk lalu-lintas umum dan dibuat dua lajur, sedangkan jembatan gelagar dan Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) berfungsi sebagai jembatan pejalan kaki. Pada ajang KJI ke-10, konstruksi jembatan dibangun dari bahan yang ramah lingkungan tetapi secara teknis mampu menahan beban lalu-lintas. 2. Tujuan Tujuan Umum Kompetisi Jembatan Indonesia kesembilan adalah: Mendorong dan menumbuh-kembangkan kreatifitas mahasiswa dalam bidang perancangan, konstruksi dan perawatan jembatan. Sedangkan tujuan khusus adalah : a) Menumbuhkan daya tarik bagi mahasiswa untuk lebih mendalami perancangan dan pelaksanaan jembatan. b) Memperdalam pemahaman proses perancangan/rekayasa jembatan sebagai bentuk aplikasi dari ilmu dasar dan teknologi jembatan, dalam rangka menghasilkan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
8 suatu rancangan jembatan yang kuat, kaku, ekonomis dan indah. c) Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam bidang pengembangan bidang teknologi jembatan. d) Membudayakan iklim kompetisi di lingkungan perguruan tinggi. e) Mempelajari rekayasa jembatan melalui tindakan realistik, pengalaman menganalisis masalah secara langsung (hands on experience). f) Membuat model jembatan, yang akan dinilai kekuatannya, estetika dan metoda perakitannya. 3. Tema Pada KJI ke-10 ini dipilih tema : Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet 4. Metode Pelaksanaan Kompetisi jembatan ini merupakan satu kegiatan gabungan yang merupakan rangkaian dalam pembangunan jembatan. Kompetisi ini terdiri dari tahap perancangan dan konstruksi di arena lomba untuk membangun model jembatan berskala. Dalam pembangunan jembatan, seorang perancang harus menguasai beberapa kegiatan mulai dari survey lapangan, proses analisis dan pembangunan fisik di lapangan. Oleh karena itu, pembuatan jembatan membutuhkan data lengkap baik kondisi lingkungan maupun bahan konstruksi serta standar/peraturan yang digunakan. a) Setiap tim dari perguruan tinggi beranggotakan maksimum 5 (lima) orang, terdiri dari 4 (empat) 8 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
9 mahasiswa (minimal 2 orang mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil) dan 1 (satu) orang dosen pembimbing untuk jembatan baja dan beton ringan. Sedangkan untuk model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki beranggotakan maksimum 3 (tiga) orang, terdiri dari 2 (dua) mahasiswa (minimal 1 orang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil) dan1 (satu) orang dosen pembimbing. b) Dalam tahap seleksi, setiap Perguruan Tinggi dapat mengusulkan lebih dari satu proposal perancangan jembatan untuk setiap kategori jembatan sesuai ketentuan kompetisi. Namun dalam tahap Kompetisi, setiap Perguruan Tinggi, hanya berhak mengikuti kompetisi dengan maksimum 3 (tiga) tim, yang terdiri dari 1 (satu) tim golongan lomba jembatan baja, 1 (satu) tim golongan lomba jembatan beton ringan dan 1 (satu) tim golongan lomba model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki. c) Masa pembuatan jembatan ditetapkan selama lebih kurang 13 minggu (lihat jadwal) dan dilaksanakan di lokasi masing-masing tim. d) Peserta yang lolos/terpilih pada tahap perancangan akan diundang untuk mempresentasikan proposalnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan mengkonstruksi jembatannya di lokasi kompetisi (UMM). e) Penentuan pemenang kompetisi didasarkan atas prinsip-prinsip kokoh (lendutan terkecil dengan berat jembatan teringan), kesesuaian implementasi terhadap rancangan, kreatif, terindah dan waktu perakitan tercepat Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
10 dengan memperhatikan persyaratan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). 5. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan KJI ke-10 akan dilaksanakan pada K a m i s - Minggu, tanggal 20 s.d. 23 Nopember 2014 bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang. Bagi peserta terseleksi akan disiapkan akomodasi di kampus UMM, Malang atau lokasi yang ditetapkan oleh panitia. 6. Peserta Persyaratan peserta adalah sebagai berikut: a) Peserta adalah mahasiswa Fakultas Teknik dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berasal dari disiplin ilmu Teknik Sipil maupun disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan pembuatan je m batan, yang secara resmi menjadi utusan perguruan tinggi yang terdaftar pada Panitia. b) Tim peserta adalah mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia yang secara resmi menjadi utusan perguruan tinggi pengirim. c) Tim peserta mengirimkan proposal teknis dengan surat pengantar dari Purek/Warek/Puket/ Pudir Bidang Kemahasiswaan dan diterima paling lambat tanggal 23 September 2014 Pukul WIB, lengkap dengan metode, standard perancangan dan gambar perancangan jembatan. Dialamatkan kepada : 10 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
11 Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Gedung Dikti Lt. IV Jl. Jendral Sudirman Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270, Indonesia Telp. (62-21) ext 0433, (62-21) , (62-21) , Fax. (62-21) website : [email protected] 7. Sistem Perlombaan a) Setiap tim peserta yang berlomba di arena perlombaan disiapkan area (site plan), dilengkapi dengan batas site plan (sungai dan area yang tidak boleh diinjak saat proses pemasangan jembatan dilaksanakan) sesuai rincian pada peraturan. b) Seluruh komponen jembatan ditimbang dan diberi label yang menjadi tanda sebagai komponen yang boleh digunakan sebagai elemen jembatan. c) Pada saat pemasangan (construction), menggunakan alat bantu konstruksi dan anggota tim tidak diperkenankan berada/menyentuh daerah terlarang. d) Waktu konstruksi harus memperhatikan ketentuan K3 sesuai rincian pada peraturan. e) Peraturan pertandingan selengkapnya dapat dilihat pada buku Peraturan Kompetisi (Lampiran 2) Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
12 8. Proses Seleksi dan Penentuan Pemenang Keseluruhan proses kompetisi dilakukan dengan dua tahap: 1) Tahap Seleksi, 2) Tahap Kompetisi Proses seleksi calon peserta KJI ke-10 dilakukan dengan evaluasi secara blind review atau desk evaluation dari seluruh proposal yang diterima panitia sampai batas waktu yang ditentukan. Seleksi perancangan mempunyai kriteria sebagai berikut: a) Ketelitian dan logika perancangan. b) Rancangan konstruksi jembatan (beban maksimum dan lendutan teoritis). c) Metode konstruksi. d) Metode perawatan dan perbaikan jembatan terkait. Panitia akan mengumumkan hasil seleksi tahap ini kepada para peserta untuk mengikuti tahap selanjutnya. Pengumuman hasil seleksi tahap ini terdiri atas 24 tim terpilih meliputi 8 jembatan baja, 8 jembatan b e t on dan 8 jembatan busur pejalan kaki. Pengumuman akan dilaksanakan melalui surat dan telepon/faximile/internet. Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama ini diwajibkan mendaftar ulang ke panitia untuk mengikuti kompetisi tahap kedua. Apabila sampai batas waktu pendaftaran ulang berakhir, tanpa ada pemberitahuan peserta maka dinyatakan mengundurkan diri. Tahap kedua yaitu Tahap Kompetisi terdiri dari presentasi 12 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
13 untuk melihat konsep perancangan dan kelogisan model dilihat dari kondisi nyata jembatan dengan ukuran dan model serupa; dan selanjutnya dilakukan penilaian pada saat kompetisi konstruksi jembatan. 1. Seleksi presentasi mempunyai kriteria sebagai berikut: a) Kesesuaian presentasi dengan proposal. b) Teknik presentasi. c) Penguasaan materi, meliputi: Pemahaman konsep rancangan; Pemahaman konsep pelaksanaan; Kemampuan mengungkapkan keunggulan rancangan. Pemahaman terhadap metode perawatan dan perbaikan jembatan terkait. 2. Seleksi lomba dengan kriteria penilaian sebagai berikut : a) Memenuhi standar berat dan ukuran sesuai ketentuan kompetisi. b) Waktu konstruksi dengan metode yang logis. c) Memenuhi ketentuan K3 d) Kuat menahan beban uji sesuai lendutan yang diijinkan. e) Inovasi, kerapihan dan estetika jembatan. f) Kesesuaian implementasi terhadap rancangan awal. g) Jembatan yang dikompetisikan harus memperlihatkan unsur keawetan, ramah lingkungan, dan sesuai dengan tema Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
14 Berdasarkan kedua kriteria seleksi tersebut ditentukan pemenang melalui beberapa komponen penilaian untuk menentukan juara I, II, dan III serta penghargaanpenghargaan berdasarkan kategori yang selengkapnya dapat dilihat dalam peraturan (Lampiran 2). Juara I golongan lomba disetarakan dengan penghargaan platinum. Juara II golongan lomba disetarakan dengan penghargaan emas. Juara III golongan lomba disetarakan dengan penghargaan perak. Juara kategori disetarakan dengan penghargaan perunggu. Juara umum ditentukan berdasarkan perolehan platinum, emas, perak dan perunggu, dimana institusi peserta lomba yang menjadi juara umum harus meraih minimal 1 (satu) platinum. Apabila terdapat jumlah perolehan yang sama, maka penetapan juara umum diputuskan oleh dewan juri. 9. Sistematika Proposal Proposal dikirim kepada panitia sebanyak 3 (tiga) eksemplar hardcopy dan 1 CD softcopy. Proposal dibuat dalam 2 bagian yang dijilid secara terpisah. Bagian 1 : dikirim 1 eksemplar dijilid soft cover (format lihat Lampiran 1) dengan warna sampul BIRU MUDA. Berisi informasi lengkap tentang nama dosen pembimbing dan anggota tim peserta (mahasiswa) beserta foto berwarna ukuran (3x4) cm, Nama perguruan tinggi, alamat lengkap, nomor telepon, nomor faximile, 14 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
15 alamat , nama Tim dan nama Jembatan. Bagian 2 : dikirim dikirim 2 eksemplar dijilid soft cover dengan warna sampul: a) Jembatan Baja : MERAH b) Jembatan B eton : KUNING c) Jembatan Busur Pejalan Kaki : HIJAU Berisi uraian lengkap tentang perancangan jembatan berikut gambar-gambarnya termasuk standar dan kode yang digunakan, metode konstruksinya serta metode perawatan dan perbaikan jembatan terkait; (tanpa ada identitas perguruan tinggi, alamat, nomor telepon, nomor faximile, alamat , nama Tim dan nama). 10. Bantuan Panitia Panitia hanya menyediakan bantuan akomodasi dan konsumsi selama waktu lomba. 11. Penyelenggara Kompetisi ini diselenggarakan oleh: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
16 Alamat Penyelenggara : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Gedung Dikti Lt IV Jl. Jenderal Sudirman Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270, Indonesia Telp. (62-21) ext 0433, (62-21) , (62-21) , Fax. (62-21) website : [email protected] Alamat Sekretariat Panitia Pelaksana: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III Jalan Raya Tlogomas 246 Malang Telp. : , ext 127 Fax. : , [email protected] website : Contact Person : Kesekretariatan : Ir. Alik Ansyori, MT No. Hp. : KJI : Ir. Erwin Rommel, MT No.Hp. : Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
17 KBGI : Ir. Yunan Rusdianto, MT No. Hp. : Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
18 12. Diagram Alir Dan Jadwal Kegiatan Timeline Kegiatan K o m p e t i s i J e m b a t a n I n d o n e s i a ( K J I) k e Tahun 2014: 2 Juni 2 Juli 2014 Koordinasi internal UMM, revisi guide line dan komunikasi dengan Dikti, dll 4 20 Juli 2014 Pemantapan panduan, tim juri dan panitia 6 8 Agustus 2014 Pencetakan brosur, poster dan panduan 9 11 Agustus 2014 Sosialisasi (penyebaran poster dan panduan) 11 Agustus 19 September 2014 Masa perancangan/desain jembatan dan rumah kayu dan pembuatan proposal 23 September 2014 (16.00 WIB) (Deadline) Penerimaan desain jembatan dan rumah kayu (penerimaan hard copy proposal) 26 September 2014 Distribusi proposal ke tim juri September 2014 Evaluasi proposal dan cross check hasil evaluasi 30 September 2014 Pengumuman peserta terpilih 6 20 Oktober 2014 Pendaftaran ulang peserta 8 Oktober 18 Nopember 2014 Pembuatan model oleh peserta 20 Oktober 18 Nopember 2014 Konfirmasi peserta Nopember 2014 Setting alat dan persiapan akhir panitia 20 Nopember 2014 Penerimaan peserta di kampus UMM 21 Nopember 2014 Technical meeting dan presentasi peserta 20 Nopember 23 Nopember 2014 Pelaksanaan KJI KBGI Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
19 TIM PENYUSUN PANDUAN KJI KE-10 TAHUN Dr. Ir. Heru Purnomo, DEA. (Universitas Indonesia) 2. Dr.Eng.Ir.Fauzri Fahimuddin,M.Sc.Eng (Politeknik Negeri Jakarta) 3. Ir. Sugeng P. Budio, M.Sc. (Universitas Brawijaya) 4. Ir. Erwin Rommel, MT. (Univ. Muhammadiyah Malang) 5. Ir. Yusuf Wahyudi, MT (Univ. Muhammadiyah Malang) Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
20 Petunjuk Penulisan Proposal LAMPIRAN 1 : PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KJI KE-10 TAHUN 2014 KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 Proposal KJI ke-10 di tulis sesuai format yang telah di tentukan panitia diketik pada kertas ukuran A4 (297 x 210 mm), spasi 1,5 pitch, 10 cpi atau font 12 point, dengan margin kiri 3,5 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm dan bawah 3 cm. Satu proposal untuk satu kategori jembatan, jika peserta ikut 3 kategori jembatan maka peserta mengajukan 3 (tiga) proposal terpisah. Tidak di benarkan menuliskan nama institusi pada teks proposal dalam bentuk apapun (header/footer, gambar, dll). Nama institusi hanya boleh di tuliskan di halaman judul. Ketidak jelasan panduan dapat di tanyakan ke panitia melalui seperti tersebut di bawah. Format dan Sistematika Proposal Format Proposal KJI ke disusun dengan sistematika dalam 2 bagian sebagai berikut: 1. Bagian 1: berisi Data Pengusul Proposal Data Tim Pengusul Proposal (Format 1A s.d 1F) terdiri dari: a) Judul (Format 1A); b) Data Diri Peserta (Format 1B); c) Pengesahan (Format 1C); d) Rekapitulasi Data Diri (Pembimbing dan Mahasiswa) (Format 1D); e) Biodata Pembimbing (Format 1E); f) Pernyataan Keikutsertaan dalam KJI 2014 (Format 1F). Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
21 Petunjuk Penulisan Proposal 2. Bagian 2: berisi Proposal KJI ke-10 Proposal KJI ke-10 terdiri dari: Lembar Depan (Format 2A); Ringkasan Eksekutif untuk jembatan rangka baja dan kayu, berisikan informasi singkat mengenai perancangan jembatan yang di buat meliputi berat struktur, hasil perhitungan lendutan di seperempat dan di tengah bentang, rencana waktu pelaksanaan, berat alat bantu konstruksi, dan berat alat sambung. Ringkasan Eksekutif untuk jembatan model busur pejalan kaki, berisikan informasi singkat mengenai perancangan jembatan yang dibuat meliputi berat struktur termasuk aksesoris dan perletakan, hasil perhitungan lendutan di tengah bentang, dan rencana waktu pembuatan. Bab I. Pendahuluan Bab II. Desain Jembatan Ukuran Sebenarnya (Jembatan Rangka Baja Jalan Raya bentang 60 m atau Jembatan Gelagar Beton Ringan Pejalan Kaki bentang 12 m atau Jembatan Busur Vierendeel dengan bentang 132 m) (lihat panduan jembatan busur Vierendeel pejalan kaki) a) Dasar Teori Perancangan b) Kriteria Perancangan (material, alat sambung, beban, peraturan yang digunakan dan metodologi perancangan) c) Sistem Struktur d) Modelisasi Struktur e) Analisa Struktur f) Disain Komponen 20 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
22 Bab III. Bab IV. Petunjuk Penulisan Proposal Desain Model Jembatan yang merupakan representasi jembatan sebenarnya, untuk Jembatan Rangka Baja bentang 6 m, Jembatan Gelagar Beton Ringan bentang 3 m, dan Jembatan Busur dengan bentang 1,32 m (lihat panduan terkait). a) Dasar Teori Model b) Kriteria Perancangan (material, alat sambung, beban uji, dan metodologi perancangan model jembatan terhadap jembatan berukuran sebenarnya, maupun terhadap beban uji lapangan yang berbeda dengan sesungguhnya) c) Sistem Struktur d) Modelisasi Struktur e) Analisa Struktur f) Disain Komponen dan Sambungan g) Kesesuaian perancangan jembatan dengan tema lomba Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet Peserta harus menyampaikan hasil perhitungan lendutan di tengah bentang maupun berat struktur jembatan. Metode Perakitan Model Jembatan Peserta harus menyampaikan metode perakitan yang digunakan termasuk waktu perakitan total yan direncanakan. Bab V. Metode Perawatan dan Perbaikan Jembatan Sebenarnya Dalam proposal terkait jembatan sebenarnya harus dapat menterjemahkan bagaimana jembatan dapat mencapai umur rencana (awet). BabVI. Rencana Anggaran Biaya Pembuatan Model Jembatan Bab VII. Penutup (Kesimpulan) Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
23 Petunjuk Penulisan Proposal Lampiran: Gambar denah struktur, tampak dan potongan Gambar detail model jembatan (ukuran, sambungan dan lain-lain) Gambar detail proses perakitan Form penilaian proposal (Format 2B) 22 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
24 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1A Proposal Kompetisi Jembatan Indonesia ke Nama Tim dan Nama Jembatan Logo perguruan tinggi Jurusan... Fakultas... Nama perguruan tinggi Tahun Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
25 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1B FORMAT1BFORMAT 1B DATA DIRI PESERTA Nama Tim : Nama Jembatan : Perguruan Tinggi : Alamat Perguruan tinggi : Telepon : Faksimile : Dosen Pembimbing : Nama Lengkap : Foto ditempel N I P : Alamat kantor : Alamat Rumah : Telepon/Faksimile/HP : Mahasiswa 1 Nama Lengkap : Foto ditempel NIM : Jurusan/Program Studi/Semester : Alamat rumah : Telepon/Faksmile/HP : Mahasiswa 2 Nama Lengkap : Foto ditempel NIM : Jurusan/Program Studi/Semester : Alamat rumah : Telepon/Faksmile/HP : Mahasiswa 3 Nama Lengkap : Foto ditempel NIM : Jurusan/Program Studi/Semester : Alamat rumah : Telepon/Faksmile/HP : 24 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
26 Petunjuk Penulisan Proposal Mahasiswa 4 Nama Lengkap : Foto ditempel NIM : Jurusan/Program Studi/Semester : Alamat rumah : Telepon/Faksmile/HP : Keterangan : Peserta kompetisi jembatan busur pejalan kaki berjumlah 3 orang termasuk dosen pembimbing. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
27 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1C HALAMAN PENGESAHAN PESERTA KJI KE Nama Tim : 2. Nama Jembatan : 3. Nama perguruan tinggi : 4. Nama dosen pembimbing : 5. Nama anggota tim : a. Nama, NIM : b. Nama, NIM : c. Nama, NIM : d. Nama, NIM : 6. Alamat perguruan tinggi : Telepon : Faksimile : 7. Biaya pembuatan jembatan : Mengetahui Ketua Jurusan/Departemen..., Dosen pembimbing (...) (...) NIP. NIP. Menyetujui, Purek/Warek/Puket/Pudir Bidang Kemahasiswaan (...) NIP. Keterangan : Peserta kompetisi jembatan busur pejalan kaki/berjumlah 3 orang termasuk dosen pembimbing. 26 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
28 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1D 1.Pembimbing REKAPITULASI DATA DIRI PESERTA No a). Nama Lengkap b). Bidang Keahlian a). Gelar Kesarjanaan b). Pendidikan Akhir (S1/S2/S3) a). Jurusan b). Fakultas Pria/ Wanita 1 a). b). a). b). a). b). 2.Mahasiswa No a).nama Lengkap b).nim a).jurusan/program Studi b).semester Pria/Wanita 1 a). b). 2 a). b). 3 a). b). 4 a). b). a). b). a). b). a). b). a). b). Keterangan: Peserta kompetisi jembatan busur pejalan kaki / berjumlah 3 orang termasuk dosen pembimbing Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
29 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1E BIODATA PEMBIMBING Nama Lengkap : N I P : Tempat/Tanggal Lahir : Jenis Kelamin : Bidang Keahlian : Kantor/Unit Kerja : Alamat Kantor/Unit Kerja : Alamat Rumah : Telepon/Faksmile/HP: Pendidikan No Perguruan Tinggi Kota Tahun Lulus Bidang Studi Pengalaman Dalam Bidang Jembatan No Uraian Singkat Pengalaman Tahun Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
30 Petunjuk Penulisan Proposal Pengalaman Kompetisi No Uraian Kompetisi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
31 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1F PERNYATAAN KEIKUTSERTAAN DALAM KJI ke Yang bertanda tangan dibawah ini, Nama Lengkap : Tempat/Tanggal Lahir : N I P : Pangkat/Golongan : Instansi/Unit Kerja : Pendidikan : Alamat Kantor/Unit Kerja : Kode Pos : Alamat Rumah : Telp : Menyatakan : Pembimbing :... Mahasiswa :... dan menyatakan bersedia mengikuti Kompetisi Jembatan Indonesia kesepuluh (KJI ke -10) tahun 2014 yang diselenggarakan oleh DITLITABMAS DITJEN DIKTI, KEMENDIKBUD RI yang bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang yang berlangsung pada tanggal 20 Nopember sampai 23 Nopember 2014 di Universitas Muhammadiyah Malang. Kecelakaan akibat kelalaian peserta di luar arena kompetisi tidak menjadi tanggung jawab panitia. Dibuat di : Pada tanggal : Mengetahui Ketua Jurusan Yang Membuat Pernyataan, Purek/Warek/Puket/Pudir Bidang Kemahasiswaan (...) (...) NIP. NIP. 30 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
32 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 1G SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan dibawah ini, Nama Tim : Institusi Perguruan Tinggi : Alamat Perguruan Tinggi : Nama Pembimbing : NIP/TTL : Anggota Tim : 1. Nama : NIM,TTL : 2. Nama : NIM,TTL : 3. Nama : NIM,TTL : 4. Nama : NIM,TTL : Dengan ini menyatakan bahwa : 1. Mematuhi dan melaksanakan panduan Kompetisi Jembatan Indonesia Tahun 2014; 2. Menjaga kebersihan dan ketertiban selama pelaksanaan kompetisi; dan 3. Mematuhi segala peraturan yang dibuat oleh panitia Kompetisi Jembatan Indonesia Tahun Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
33 Petunjuk Penulisan Proposal Demikian pernyataan ini kami buat secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak lain. Dibuat di : Pada tanggal : Yang membuat pernyataan, 1. Nama Pembimbing Materai Nama Anggota 1 3. Nama Anggota 2 4. Nama Anggota 3 5. Nama Anggota 4 ( tanda tangan ) ( tanda tangan ) ( tanda tangan ) ( tanda tangan ) ( tanda tangan ) 32 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
34 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 2A Proposal Kompetisi Jembatan Indonesia ke Nama Tim dan Nama Jembatan CATATAN: 1. Selain form 1A, 1B, 1C, 1D, 1E, 1F, 2A, dan 2B, dalam Proposal ( termasuk header, footer, kertas pembatas, gambar kerja, dan layout) DILARANG mencantumkan secara eksplisit maupun implisit dari nama perguruan tinggi, logo perguruan tinggi, akronim perguruan tinggi, alamat atau lokasi dari perguruan tinggi asal peserta. 2. Penamaan TIM dan/atau Jembatan DILARANG mengandung nama dari perguruan tinggi asal peserta. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
35 Petunjuk Penulisan Proposal FORMAT 2B LEMBAR PENILAIAN TAHAP 1 Berdasarkan pasal pasal sebelumnya pada Peraturan Kompetisi Jembatan Indonesia, panitia telah mengevaluasi proposal dari: No. Pendaftar : Nama Tim/Jembatan : Judul Proposal : Asal Perguruan Tinggi : Alamat : Dengan uraian nilai evaluasi berikut: Total Nilai : 1. Laporan perancangan (Dasar Teori, Kriteria Perancangan, Sistem Struktur, Modelisasi Struktur, Analisa Struktur, DesainKomponen) : x 0,30 2. Gambar detail :...x 0,20 3. Perancangan perakitan (jumlah segmen, daftar material,daftar peralatan dan lain lain) :... x 0,15 4. Metode pelaksanaan dan waktu perakitan :... x 0,15 5. Metode perawatan dan perbaikan jembatan :... x 0,15 6. Estetika :... x 0,05 Total Nilai : Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
36 Petunjuk Penulisan Proposal Selanjutnya proposal tersebut diatas dinyatakan dapat/tidak dapat mengikuti tahap selanjutnya. Demikian evaluasi panitia sampaikan, kepada yang bersangkutan kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya. Malang, Juri: (...) NIP. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
37 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja LAMPIRAN 2A : PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN JALAN RAYA BAJA KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Jembatan rangka baja adalah suatu struktur rangka yang melintaskan alur jalan melewati rintangan yang ada di bawahnya. b) Lantai kendaraan adalah seluruh lebar bagian jembatan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Lantai di atas dihitung dari sisi luar ke sisi luar. c) Panjang jembatan adalah jarak yang diukur mengikuti garis tengah/sumbu jembatan, mulai dari ujung lantai kendaraan yang satu sampai ujung yang lainnya. d) Bentang jembatan adalah jarak as ke as perletakan. e) Clearance adalah ruang bebas yang diperlukan untuk lewat lalu lintas ditambah jarak tertentu ke kiri dan kanan, dimana semua unsur jembatan harus di luar ruang bebas. f) Through Type Truss adalah jembatan rangka yang mempunyai lantai kendaraan terletak di bagian bawah konstruksi pemikul utama. g) Abutmen adalah kepala jembatan yang terletak di ujung jembatan bagian tepi sungai. h) MAB adalah Muka Air Banjir maksimum. 36 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
38 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja i) Peserta kompetisi adalah utusan dari perguruan tinggi yang secara sah terdaftar untuk mengikuti aktivitas kompetisi. j) Juri kompetisi adalah Dewan Juri yang diberi tugas secara sah oleh DITLITABMAS DIKTI KEMENDIKBUD RI untuk melakukan penilaian/evaluasi terhadap hasil rancangan peserta dalam kompetisi. k) Penilaian/evaluasi adalah kegiatan penilaian/evaluasi kelayakan terhadap hasil rancangan peserta kompetisi berdasarkan kriteriacriteria yang telah ditetapkan. l) Site plan kompetisi adalah lapangan (ruang) kerja yang dibatasi oleh garis-garis batas yang terikat oleh peraturan kompetisi. m) Model Jembatan adalah prototype jembatan yang dibuat lebih kecil dari ukuran jembatan yang sebenarnya. n) Segmen jembatan adalah bagian rangkaian komponen jembatan dalam arah memanjang jembatan dimana pembagian jumlah segmen berkaitan dengan metode pelaksanaan pemasangan jembatan (Gambar 1). o) Penyelenggara Kompetisi Jembatan Indonesia adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. p) Panitia Pelaksana Kompetisi Jembatan Indonesia ke-10 Tahun 2014 adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
39 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja BAB II TEMA, FUNGSI DAN TUJUAN KOMPETISI Pasal 2 Kompetisi bernama Kompetisi Jembatan Indonesia. Pada KJI ke-10 ini dipilih tema : Pasal 3 Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet Pasal 4 Kompetisi Jembatan Indonesia sebagai sarana pengembangan kreativitas mahasiswa perguruan tinggi teknik sipil dan pembentukan watak cinta teknologi dalam rangka mencerdaskan bangsa dan mengembangkan potensi : a. Kreativitas mahasiswa dalam bidang perancangan jembatan. b. Rancang bangun sebagai bentuk aplikasi dari ilmu dasar dan teknologi dalam rangka menghasilkan suatu perangkat dan system yang sangat dibutuhkan masyarakat. c. Kepekaan mahasiswa dalam bidang pengembangan bidang teknologi jembatan. d. Budaya kompetisi berbasis IPTEKS di lingkungan perguruan tinggi. e. Bakat dan minat melalui tindakan realistis dan pengalaman menganalisis masalah secara langsung (hands on experience). f. Budaya etnik daerah yang berwawasan Indonesia melalui estetika bentuk jembatan 38 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
40 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja BAB III PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN KOMPETISI JEMBATAN Bagian Kesatu Penyelenggara dan Pelaksana Pasal 5 a. Penyelenggara Kompetisi Jembatan adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. b. Panitia Pelaksana Kompetisi Jembatan Indonesia ke-10 Tahun 2014 adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Alamat Penyelenggara : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Gedung Dikti Lt IV Jl. Jenderal Sudirman Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270, Indonesia Telp. (62-21) ext 0433, (62-21) , (62-21) , Fax. (62-21) website : [email protected] Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
41 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Alamat Sekretariat Panitia Pelaksana: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III Jalan Raya Tlogomas 246 Malang Telp. : , ext 127 Fax. : , [email protected] website : Contact Person : Kesekretariatan : Ir. Alik Ansyori, MT No. Hp. : KJI : Ir. Erwin Rommel, MT No.Hp. : KBGI : Ir. Yunan Rusdianto, MT No. Hp. : c. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Tempat penyelenggaraan : Universitas Muhammadiyah Malang Waktu : Nopember 2014 Bagian Kedua Manajemen Pasal 6 Untuk melaksanakan dan menyelenggarakan kegiatan kompetisi ini dibentuk panitia yang terdiri dari Panitia KJI, Dewan Juri dan pelaksana lapangan, yang mana pembagian kerja dan wewenang diatur sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing didasarkan atas prinsip profesionalitas. 40 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
42 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja BAB IV KETENTUAN TEKNIS PELAKSANAAN KOMPETISI Bagian Kesatu Rincian Pelaksanaan Kompetisi Pasal 7 a. Untuk kategori jembatan baja, satu tim dari perguruan tinggi maksimum 5 (lima) orang, terdiri dari 4 (empat) mahasiswa dan 1 (satu) orang dosen pembimbing. Perancangan model jembatan dilak sanakan di perguruan tinggi masing-masing sesuai dengan jadwal kompetisi. b. Perancangan struktur jembatan sesuai dengan peraturan/standar jembatan yang berlaku. c. Bagi tim yang hasil rancangannya dinyatakan lolos pada seleksi tahap pertama, segera membuat model jembatan yang sebenarnya sesuai dengan ukuran pada Gambar 1 di tempat masing-masing dan merangkai kembali pada saat pengkonstruksian dalam kompetisi dengan mengacu kepada peraturan kompetisi. d. Pada saat kompetisi peserta diwajibkan memasang gambar kerja (lay out dan detail) dalam ukuran A3 di area kompetisi yang disiapkan Panitia; yang mana gambar kerja tersebut akan membantu penilaian para juri saat pelaksanaan konstruksi jembatan. e. Pada saat kompetisi Panitia Pelaksana akan memasang gambar rancangan jembatan sesuai proposal (berukuran A3) disebelah gambar kerja seperti yang tersebut pada huruf (d) diatas; yang mana kedua gambar kerja tersebut akan membantu penilaian para juri pada saat pelaksanaan konstruksi jembatan. Perbedaan antara kedua gambar kerja ini berpengaruh terhadap penilaian sesuai dengan BAB VI tentang Penilaian sebagaimana yang diatur dalam peraturan ini. Gambar Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
43 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja rancangan sesuai proposal hendaknya tidak di jilid mati didalam proposal, tetapi disisipkan pada proposal (dalam kantong). f. Penimbangan dan penyegelan komponen jembatan dan alat bantu. g. konstruksi, dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan Panitia dan akan disaksikan oleh 2 wakil mahasiswa dari institusi yang berbeda. h. Unsur-Unsur Penilaian untuk penetapan pemenang mencakup: Proposal : 10% Presentasi : 10% Pelaksanaan : 80% terdiri dari: - Berat jembatan : 10% - Metode konstruksi : 15% - Waktu pelaksanaan : 10% - K-3 (unjuk kerja) : 5% - Estetika dan keawetan : 10% - Kekokohan jembatan : 30% Dengan keterangan sebagai berikut: Berat jembatan tidak boleh melampaui berat maksimum yang ditentukan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. Semakin ringan berat jembatan semakin tinggi nilai komponen berat yang diperoleh. Ornamen (pagar, orang -orangan, mobil-mobilan, lampu, tanaman, iklan dsb) yang melengkapi model jembatan termasuk dalam berat jembatan. Metode konstruksi harus realistis sebagaimana layaknya jembatan sebenarnya dibangun. Waktu pelaksanaan konstruksi tidak boleh melampaui batas waktu maksimum yaitu 120 (seratus dua puluh) menit. 42 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
44 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Semakin cepat waktu pelaksanaan konstruksi semakin tinggi nilai komponen waktu yang diperoleh. K-3 harus ditunjukan dari lingkungan kerja, cara bekerja dan kelengkapannya, seperti helmet, pakaian, sepatu, sarung tangan dan lain-lain. Estetika dan keawetan, meliputi keindahan bentuk, kelengkapan komponen dan kesesuaian dengan tema kompetisi. Kekokohan jembatan meliputi kesesuaian lendutan riil maksimum dibandingkan dengan lendutan rencana. h) Dewan Juri akan menetapkan 6 pemenang kategori yaitu Jembatan Terkokoh, Jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, Jembatan Terindah, Waktu pelaksanaan Tercepat, K3 Terlengkap, Metode Konstruksi Terealistis. i) Dewan Juri akan menetapkan maksimal 1 (satu) tim finalis untuk setiap perguruan tinggi yang akan mengikuti kompetisi jembatan baja di Universitas Muhammadiyah Malang. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
45 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Bagian Kedua Kompetisi Tahap Pertama Pasal 8 a. Peserta adalah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berasal dari disiplin ilmu Teknik Sipil maupun disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan pembuatan jembatan, yang secara resmi menjadi utusan perguruan tinggi yang terdaftar pada Panitia. b. Peserta mengirimkan proposal sesuai dengan panduan kepada Panitia yang berisikan dan tidak terbatas pada desain jembatan dan metoda konstruksi. c. Proposal yang diterima Panitia akan melalui proses seleksi awal terlebih dahulu untuk menentukan finalis, yang dilakukan sesuai dengan Panduan Kompetisi. d. Peserta finalis yang akan mengikuti kompetisi adalah tim yang lolos seleksi awal yang dilakukan oleh Dewan Juri. e. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan Final. Bagian Ketiga Materi dan Spesifikasi Teknis Model Jembatan Baja Pasal 9 a) Bentang jembatan : L = 6,0 m (jarak as ke as tumpuan/perletakan) dengan panjang jembatan maksimum 6,1 m b) Lebar lantai jembatan: 0,90 meter (diukur dari sisi dalam ke sisi dalam). Dengan rincian: 0,8 m lebar lantai kendaraan dan 2x0,05 m lebar trotoar tanpa sandaran. Lebar jembatan rangka maksimal 100 cm (diukur dari sisi luar ke sisi luar) 44 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
46 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja c) Tinggi Jembatan : Tinggi rangka maksimum 0,6 m (=1/10 L) diukur dari sisi luar atas dan bawah rangka. d) Jenis jembatan : Jembatan rangka baja, lantai kendaraan di bawah tanpa ikatan angin/ bresing di bagian atas jembatan (Through Type Truss). e) Lantai kendaraan : Multiplek, 12 mm, dengan toleransi + 1mm, jika tidak menggunakan multiplek 12 mm akan dikenai hukuman penambahan berat lantai. Lantai dibuat dalam segmen (minimal 6 segmen) sesuai jumlah segmen rangka jembatan baja. f) Tumpuan/ perletakan : Untuk keperluan pengujian kekuatan, panitia menyiapkan tumpuan sendi dan rol termasuk kepala jembatannya. Rancangan Jembatan harus disesuaikan dengan tumpuan dan kepala jembatan yang disediakan Panitia Untuk keperluan perakitan, Panitia menyiapkan kepala Jembatan (sesuai gambar) g) Bahan Konstruksi : Baja profil buatan dari plat baja, atau profil baja yang tersedia di pasaran (hot rolled). Profil yang digunakan untuk rangka utama berbentuk siku (L) atau boks/kotak ( ). Mutu baja adalah fy = MPa. h) Rintangan/sungai : Simulasi sungai yang tidak boleh diinjak pada waktu pelaksanaan perangkaian jembatan. i) Sambungan : Baut (sambungan antar segmen), dengan ketentuan sebagai berikut : Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
47 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Dilarang menggunakan peralatan pengencang baut elektrik/ hidrolik, dan untuk erection tidak diperkenankan menggunakan alat- alat otomatis/ mekanis. Pada titik buhul/ titik pertemuan, untuk penyambungan antar batang dilarang menggunakan las termasuk las titik (hanya dapat menggunakan sambungan Baut) Pada titik buhul digunakan plat sambung berbentuk plat datar dan/atau siku L dan/atau T. Plat sambung/gusset plate di kiri kanan batang maupun atas bawah batang harus terpisah. Dilarang menggunakan Las untuk menyambungkan plat sambung dengan batang, kecuali untuk tumpuan. j) Perkuatan : Tidak diperkenankan menggunakan elemen perkuatan (kabel, tulangan atau sejenisnya). Kekuatan struktur jembatan mengandalkan sepenuhnya elemen rangka baja. k) Berat jembatan : Maksimum 200 kg (termasuk berat lantai, ornamen dan sambungan di luar berat perletakan) Alat Bantu Konstruksi : Merupakan alat bantu pengkonstruksian yang dapat dibongkar pasang dengan berat maksimum 230 kg (termasuk pemberat dan alat sambung). l) Jumlah anggota tim : 5 orang (4 orang mahasiswa + 1 dosen pembimbing) 46 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
48 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja m) Pengujian beban dilaksanakan dalam 2 tahap. Beban diaplikasikan pada rangka batang. Tahap 1, beban ditempatkan di ¼ bentang sedangkan tahap 2, beban ditempatkan di ½ bentang. Untuk masing-masing tahap, pembebanan dilakukan secara statik bertahap dengan beban uji maksimum sebesar 400 kg (= 8 x 50 kg). Pada beban maksimum, lendutan yang terjadi di tengah bentang tidak melebihi bentang (=7,5 mm). Pengukuran lendutan menggunakan 2 dial gauge/transducer yang diletakkan di kedua sisi rangka batang (kiri-kanan) jembatan dan kemudian nilai lendutan dirata-ratakan. n) Toleransi dimensi jembatan (kecuali lantai kendaraan) sebesar +1 %. Pasal 10 Metode pelaksanaan harus menggunakan metode kantilever atau peluncuran tanpa perancah. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
49 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja BAB V PELAKSANAAN KOMPETISI KONSTRUKSI Bagian Kesatu Prosedur Kompetisi Tahap Kedua Pasal 11 a) Panitia akan mengumumkan hasil seleksi tahap pertama berdasarkan keputusan dewan juri kepada para peserta untuk mengikuti tahap kedua (final). b) Pengumuman hasil seleksi tahap pertama terdiri atas 8 tim finalis. Pengumuman akan dilaksanakan melalui surat resmi dan telepon/faximile/internet. c) Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama diwajibkan mendaftar ulang ke panitia untuk mengikuti kompetisi tahap kedua. d) Apabila batas waktu pendaftaran ulang berakhir, tanpa ada pemberitahuan peserta (ayat c) maka dinyatakan mengundurkan diri dan peserta dinyatakan gugur. e) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan Final. Bagian Kedua Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 12 a) Faktor keselamatan kerja dalam kompetisi ini menjadi prioritas utama. b) Para peserta diwajibkan menggunakan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) yang minimal terdiri dari helm, pakaian kerja lapangan, sarung tangan, sabuk pengaman dan sepatu kerja. c) Resiko kecelakaan akibat kelalaian kerja menjadi tanggung jawab peserta. 48 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
50 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Bagian Ketiga Ketentuan Lain-lain Pasal 13 a) Ketua tim yang terdaftar pada panitia, bertanggung jawab atas keselamatan kerja anggotanya, kesuksesan mengimplementasikan gambar kerja ke benda kerja, memelihara alat kerja, menjaga keutuhan material kerja, dan jadwal kerja selama masa kompetetisi berlangsung. b) Penggantian ketua tim dan anggota tim harus sepengetahuan panitia dengan alasan yang dapat diterima, dan diajukan sebelum kompetisi dimulai. c) Peserta dilarang mengubah, menambah atau memodifikasi proposal gambar kerja yang telah lolos seleksi tahap pertama dalam pelaksanaan konstruksi. d) Seluruh biaya material konstruksi dan peralatan kerja menjadi tanggung jawab peserta. e) Waktu dan unjuk kerja selama pelaksanaan konstruksi akan menjadi penilaian panitia. f) Kerusakan, kehilangan elemen benda kerja dan alat kerja menjadi tanggung jawab peserta. g) Pemasangan alat bantu dan pembongkarannya menjadi kegiatan dari peserta. h) Seluruh peserta, jembatan dan alat bantu harus berada di dalam ruang kerja sebelum perakitan jembatan dimulai. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
51 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Bagian Keempat Site Plan Kompetisi Pasal 14 a) Site Plan adalah area kerja yang memiliki ukuran (3 x 17) m 2 per peserta yang ditentukan oleh Panitia. b) Secara skematik gambar site plan kompetisi lihat Lampiran 2. Bagian Kelima Aktivitas Juri Pasal 15 a) Juri menjelaskan peraturan-peraturan kompetisi dan menjawab pertanyaan peserta sekitar peraturan yang diberlakukan sebelum kompetisi dimulai. b) Juri memberikan penilaian gambar kerja sesuai dengan usulan perancangan dan metoda konstruksi yang lolos tahap kesatu. c) Juri memeriksa kembali proposal pada saat presentasi peserta. d) Juri memeriksa kelengkapan komponen yang dikompetisikan yang masih dalam bentuk terlepas. e) Juri berhak memperingatkan sampai mendiskualifikasi peserta kompetisi selama waktu pelaksanaan perakitan bila dipandang akan membahayakan dan melanggar peraturan. f) Bila pelaksanaan perakitan telah selesai dan alat bantu termasuk perlengkapannya sudah diluar area jembatan, ketua tim peserta melapor kepada juri dan wasit, untuk dicatat waktunya. g) Juri melakukan pemeriksaan kelengkapan dan pengukuran jembatan. h) Juri menilai keindahan dan keawetan jembatan serta kesesuaian terhadap tema lomba. i) Juri memerintahkan pemindahan jembatan ke lokasi pengujian. 50 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
52 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja j) Juri berhak menghentikan pelaksanaan pengujian jika dipandang perlu. k) Dalam pelaksanaan kompetisi, Juri akan dibantu oleh wasit. l) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan Final. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
53 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja BAB VI PENILAIAN Bagian Kesatu Kriteria Penilaian Pasal 16 a) Kriteria penilaian didasarkan atas unsur-unsur kekokohan/kinerja struktural, kesesuaian implementasi terhadap rancangan, kreatif, terindah dan waktu perakitan tercepat dengan memperhatikan persyaratan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). b) Kekokohan/kinerja struktural jembatan didasari atas lendutan terkecil dengan berat jembatan teringan. c) Kesesuaian implementasi terhadap rancangan didasari atas kecilnya perbedaan antara lendutan aktual dengan rencana serta waktu perakitan aktual dengan rencana, dan berat jembatan aktual dengan berat rencana. Berat jembatan dengan total bobot paling ringan akan memperoleh nilai tertinggi. Total bobot adalah berat rangka jembatan, alat sambung, ornament dan lantai kendaraan ditambah dengan hukuman kelebihan berat. d) Kecepatan pelaksanaan adalah nilai jumlah waktu pelaksanaan konstruksi dan perakitan ditambah dengan hukuman (bila ada). Pemasangan asesoris jembatan termasuk dalam waktu pelaksanaan. e) K3 dinilai dari kelengkapan dan kepatuhan terhadap penggunaan peralatan dan pelaksanaan K3 f) Metode konstruksi dinilai dari pelaksanaan perakitan jembatan yang realistis dan inovatif. g) Keindahan dan keawetan dinilai sesuai dengan tema kompetisi dan kelengkapan jembatan. h) Untuk seluruh juara harus memenuhi syarat lendutan ijin. 52 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
54 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Bagian Kedua Pelanggaran dan Diskualifikasi Pasal 17 a) Peserta yang melakukan pelanggaran dan atau mengalami kecelakaan akan diberikan hukuman dan juri dapat memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan konstruksi (diskualifikasi). b) Peserta yang menyentuh dan atau menginjak sungai akan diberikan hukuman 30 detik per pelanggaran. Apabila peserta menyentuh dan atau menginjak sungai lebih dari 1 menit, juri berhak menghentikan pelaksanaan konstruksi jembatan (diskualifikasi). c) Peserta yang menyeberang dan atau menginjak sungai saat perangkaian dan peluncuran jembatan diberikan hukuman sedemikan sehingga nilai metode konstruksi = 0. Peserta hanya diperbolehkan m e n y e b e r a n g d e n g a n m e n g i n j a k j e m b a t a n y a n g sudah terangkai. d) Bila elemen struktur dan atau peralatan konstruksi, menyentuh sungai atau tanah di luar site plan, peserta diberikan hukuman 30 detik per pelanggaran. e) Peserta bekerja di luar site plan hukumannya 30 detik per pelanggaran. f) Peserta melanggar K3 hukumannya 30 detik per pelanggaran. g) Bila dimensi jembatan tidak sesuai dengan toleransi yang diijinkan (Pasal 9) peserta akan diberikan hukuman 10 % dari nilai total yang diperoleh. h) Tinggi r a n g k a b a j a t e r b e s a r /maksimum adalah maksimal 1/10 bentang jembatan, ukuran luar-luar, jika tinggi rangka melebihi 2% maka jembatan tidak diuji beban. i) Pelanggaran-pelanggaran lain yang terkait dengan pasal 9 namun hukumannya belum ditetapkan diatas, akan diberikan hukuman sesuai dengan keputusan juri. j) Peserta didiskualifikasi apabila jumlah segmen jembatan kurang dari 6 (Gambar 4) dan pada saat konstruksi jembatan runtuh/jatuh mengenai sungai. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
55 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja k) Peserta yang mengencangkan baut atau menginjak jembatan setelah dinyatakan selesai, dikenakan hukuman 50% dari nilai uji pembebanan. l) Jika komponen utama jembatan (konfigurasi struktur) tidak sesuai dengan yang diajukan dalam proposal, peserta dikenakan hukuman, yaitu tidak bisa menjadi Juara peringkat maupun Juara kategori. Yang dimaksud dengan konfigurasi struktur disini adalah bentuk struktur rangka termasuk bresing, dan balok melintang namun tidak termasuk pelat simpul, balok memanjang, dan jumlah alat sambung. m) Jika melanggar ketentuan pasal 9 ayat (i), maka dikenakan hukuman 50% dari nilai uji pembebanan. n) Dewan Juri dapat menyatakan Tim didiskualifikasi jika peserta mengganggu dan/atau melakukan sabotase terhadap peserta lainnya. o) Bilamana diketemukan adanya pelanggaran berat oleh peserta terhadap Peraturan kompetisi setelah kegiatan kompetisi selesai dilaksanakan, maka Dewan Juri akan memberikan sanksi berupa diskualifikasi dan/atau pencabutan kembali atas penghargaan yang telah diberikan oleh Panitia (Juara Kategori, Juara Umum, Piala, Sertifikat, dan/atau Uang) terhadap peserta yang bersangkutan. Bagian Ketiga Uji Pembebanan Pasal 18 a) Dalam uji pembebanan, beban dan alat pengujian disediakan oleh panitia. b) Pelaksanaan uji pembebanan disaksikan oleh tim peserta kompetisi dan diawasi oleh para juri. c) Pada saat pelaksanaan pembebanan, area/site plan harus bebas dari pihak luar, kecuali anggota tim peserta, wasit dan juri. d) Pembacaan dial dilaksanakan setelah jarum dial berhenti bergerak atau maksimum 2 menit semenjak beban diberikan, 54 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
56 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja kecuali pembacaan lendutan pada beban final maksimum 3 menit. e) Jika waktu perakitan melebihi 2 jam, maka tidak dilakukan pengujian pembebanan jembatan. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
57 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja BAB VII PEMENANG Pasal 19 a) Berdasarkan seluruh hasil penilaian selama kompetisi berlangsung, Juri akan memutuskan dan mengumumkan pemenang sebagai juara I, II dan III untuk masing-masing golongan lomba serta memutuskan juara kategori untuk Jembatan Terkokoh, Jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, Jembatan Terindah, Waktu pelaksanaan Tercepat, K3 Terlengkap, Metode Konstruksi Terealistis. b) Juara I golongan lomba disetarakan dengan penghargaan platinum. Juara II golongan lomba disetarakan dengan penghargaan emas. Juara III golongan lomba disetarakan dengan penghargaan perak. Juara kategori disetarakan dengan penghargaan perunggu. c) Juara umum ditentukan berdasarkan perolehan platinum, emas, perak dan perunggu, dimana Institusi peserta lomba yang menjadi juara umum harus meraih minimal 1(satu) platinum. Apabila terdapat jumlah perolehan yang sama, maka penetapan juara umum diputuskan oleh dewan juri. Pasal 20 Hak pemenang diatur oleh surat keputusan panitia. Pasal 21 Hak Cipta Pemenang menjadi milik pemenang. 56 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
58 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Pasal 22 Keputusan akhir Dewan Juri dan/atau Panitia tidak dapat diganggu gugat dan final. Pasal 23 Peraturan kompetisi jembatan jalan raya baja ini berlaku semenjak ditetapkan. Ditetapkan di Tempat : Jakarta Tanggal : Juli 2014 Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ttd Agus Subekti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
59 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Gambar 1. BENTUK UMUM MODEL JEMBATAN BAJA 8 Catatan : bentuk/tipe elemen (batang tegak dan diagonal) rangka jembatan tidak mengikat4 58 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
60 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja KETENTUAN : Tinggi rangka terbesar/maksimum adalah 1/10 bentang jembatan, ukuran luar-luar dan jumlah segmen rangka batang minimal 6 segmen, bentuk rangka bebas. Lantai kendaraan terbuat dari bahan multiplek tebal 12 mm, dan dibuat 6 segmen. Kepala jembatan dan perletakan/tumpuan untuk pengujian kekuatan disediakan oleh panitia. Semua kelengkapan kompetisi disiapkan oleh peserta, panitia hanya menyiapkan lokasi, dan peralatan untuk uji pembebanan. MAB sejajar dengan dasar kepala jembatan dan dasar perakitan yang merupakan lantai kerja para peserta kompetisi. Gambar 2. SKEMATIK GAMBAR SITE PLAN KOMPETISI Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
61 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Gambar 3. UJI PEMBEBANAN Catatan : bentuk konfigurasi rangka jembatan tidak mengikat 60 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
62 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Urutan pengujian: 1. Pasang kepala jembatan. 2. Pasang tumpuan. 3. Pasang rangka. 4. Pasang dial indicator di tengah bentang. 5. Pasang beban secara bertahap, Beban terpusat dipasang di seperempat dan di tengah bentang, secara bergantian.besar lendutan dicatat pada setiap penambahan beban, dengan lendutan maksimum sebesar 7,5 mm Pembebanan maksimum sebesar =400 kg. Gambar 4. PENJELASAN MENGENAI SEGMEN JEMBATAN Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
63 Peraturan Kompetisi Jembatan Jalan Raya Baja Detail Segmen 1 & 6 (Ujung Tumpuan) Gambar 5. GAMBAR ABUTMEN 62 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
64 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki LAMPIRAN 2 B : PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN BETON RINGAN PEJALAN KAKI KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Jembatan gelagar adalah suatu struktur gelagar yang melintasi alur jalan melewati rintangan yang ada di bawahnya. Pada kompetisi ini gelagar menggunakan sistem segmental dengan sambungan bersifat lokal. Lazimnya sistem ini menggunakan prestressing untuk perangkaian segmen-segmennya, namun untuk mempermudah pelaksanaan kompetisi ini prestressing digantikan sambungan yang menggunakan pelat atau profil baja. b) Lantai jembatan adalah seluruh lebar bagian jembatan yang digunakan untuk lalu lintas pejalan kaki. Lebar lantai dihitung dari sisi luar ke sisi luar. c) Panjang jembatan adalah jarak yang diukur mengikuti garis tengah/sumbu jembatan, mulai dari ujung gelagar yang satu sampai ujung lainnya. d) Bentang jembatan adalah jarak as ke as perletakan. e) Clearance adalah ruang bebas yang diperlukan untuk lewat lalu lintas ditambah jarak tertentu ke kiri dan kanan, semua unsur jembatan harus di luar ruang bebas. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
65 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki f) Deck Type Girder adalah jembatan yang mempunyai lantai terletak dibagian atas konstruksi pemikul utama (gelagar). g) Abutmen adalah kepala jembatan yang terletak diujung jembatan didaerah bagian tepi sungai. h) MAB adalah Muka Air Banjir maksimum. i) Peserta kompetisi adalah utusan dari perguruan tinggi yang secara sah terdaftar untuk mengikuti aktivitas kompetisi. j) Juri kompetisi adalah Dewan Juri yang diberi tugas secara sah oleh DITLITABMAS DIKTI KEMENDIKBUD RI untuk melakukan penilaian/evaluasi terhadap hasil rancangan peserta dalam kompetisi. k) Penilaian/evaluasi adalah kegiatan penilaian/evaluasi kelayakan terhadap hasil rancangan peserta kompetisi berdasarkan kriteriakriteria yang telah ditetapkan. l) Site plan kompetisi adalah lapangan (ruang) kerja yang dibatasi oleh garis-garis batas yang terikat oleh peraturan kompetisi. m) Model Jembatan adalah prototipe jembatan yang dibuat lebih kecil dari ukuran jembatan yang sebenarnya. n) Segmen jembatan adalah bagian rangkaian komponen jembatan dalam arah memanjang jembatan dimana pembagian jumlah segmen berkaitan dengan metode pelaksanaan pemasangan jembatan (Gambar 1). o) Penyelenggara Kompetisi Jembatan Indonesia adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. p) Panitia Pelaksana Kompetisi Jembatan Indonesia ke-10 Tahun 2014 adalah Universitas Muhammadiyah Malang. 64 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
66 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki BAB II TEMA, FUNGSI DAN TUJUAN KOMPETISI Pasal 2 Kompetisi bernama Kompetisi Jembatan Indonesia. Pasal 3 Pada KJI ke-10 ini dipilih tema : Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet Pasal 4 Kompetisi Jembatan Indonesia sebagai sarana pengembangan kreativitas mahasiswa perguruan tinggi teknik sipil dan pembentukan watak cinta teknologi dalam rangka mencerdaskan bangsa dan mengembangkan potensi: a) Kreativitas mahasiswa dalam bidang perancangan jembatan. b) Rancang bangun sebagai bentuk aplikasi dari ilmu dasar dan teknologi dalam rangka menghasilkan suatu perangkat dan sistem yang sangat dibutuhkan masyarakat. c) Kepekaan mahasiswa dalam bidang pengembangan bidang teknologi jembatan. d) Budaya kompetisi berbasis IPTEKS di lingkungan perguruan tinggi. e) Bakat dan minat melalui tindakan realistis dan pengalaman menganalisis masalah secara langsung (hands on experience). f) Budaya etnik daerah yang berwawasan Indonesia melalui estetika bentuk jembatan. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
67 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki BAB III PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN KOMPETISI JEMBATAN Bagian Kesatu Penyelenggara dan Pelaksana Pasal 5 a) Penyelenggara Kompetisi Jembatan adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. b) Panitia Pelaksana Kompetisi Jembatan adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Alamat : Alamat Penyelenggara: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Gedung Dikti Lt IV Jl. Jenderal Sudirman Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270, Indonesia Telp. (62-21) ext 0433, (62-21) , (62-21) , Fax. (62-21) website : [email protected] 66 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
68 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Alamat Sekretariat Panitia Pelaksana : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III Jalan Raya Tlogomas 246 Malang Telp. : , ext 127 Fax. : , [email protected] website : Contact Person : Kesekretariatan : Ir. Alik Ansyori, MT No. Hp. : KJI : Ir. Erwin Rommel, MT No.Hp. : KBGI : Ir. Yunan Rusdianto, MT No.Hp : c) Tempat dan Waktu Pelaksanaan Tempat penyelenggaraan : Universitas Muhammadiyah Malang Waktu : Nopember 2014 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
69 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Bagian Kedua Manajemen Pasal 6 Untuk melaksanakan dan menyelenggarakan kegiatan kompetisi ini dibentuk panitia yang terdiri dari Panitia KJI, dewan juri dan pelaksana lapangan, yang mana pembagian kerja dan wewenang diatur sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing didasarkan atas prinsip profesionalitas. BAB IV KETENTUAN TEKNIS PELAKSANAAN KOMPETISI Bagian Kesatu Rincian Pelaksanaan Kompetisi Pasal 7 a) Untuk kategori jembatan beton ringan, satu tim dari perguruan tinggi maksimum 5 (lima) orang, terdiri dari 4 (empat) mahasiswa dan 1 (satu) orang dosen pembimbing. b) Perancangan model jembatan dilaksanakan di perguruan tinggi masing-masing sesuai dengan jadwal kompetisi. Perancangan struktur jembatan sesuai dengan peraturan jembatan yang berlaku. c) Bagi peserta yang hasil rancangannya dinyatakan lolos pada seleksi tahap pertama, segera membuat model jembatan yang sebenarnya sesuai dengan ukuran pada Gambar 1 di tempat masing-masing dan merangkai kembali pada saat pengkonstruksian dalam kompetisi dengan mengacu kepada peraturan kompetisi. d) Pada saat kompetisi peserta diwajibkan memasang gambar kerja (layout dan detail) dalam ukuran A3 di area kompetisi yang disiapkan Panitia yang mana gambar kerja tersebut akan membantu penilaian para juri saat pelaksanaan konstruksi jembatan. 68 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
70 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki e) Pada saat kompetisi Panitia Pelaksana akan memasang gambar rancangan jembatan sesuai proposal (berukuran A3) disebelah gambar kerja seperti yang tersebut pada huruf (d) diatas; yang mana kedua gambar kerja tersebut akan membantu penilaian para juri pada saat pelaksanaan konstruksi jembatan. Perbedaan antara kedua gambar kerja ini berpengaruh terhadap penilaian sesuai dengan BAB VI tentang Penilaian sebagaimana yang diatur dalam peraturan ini. Gambar rancangan sesuai proposal hendaknya tidak di jilid mati didalam proposal, tetapi disisipkan pada proposal (dalam kantong). f) Penimbangan dan penyegelan komponen jembatan dan alat bantu konstruksi, dilakukan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan Panitia dan akan disaksikan oleh 2 wakil mahasiswa dari institusi yang berbeda. g) Unsur-Unsur Penilaian untuk penetapan pemenang mencakup: Proposal : 10% Presentasi : 10% Pelaksanaan : 80% terdiri dari: Berat jembatan : 10% Metode konstruksi : 15% Waktu pelaksanaan : 10% K-3 (unjuk kerja) : 5% Estetika dan Perawatan : 10% Kekokohan jembatan : 30% Dengan keterangan sebagai berikut: Berat jembatan tidak boleh melampaui berat maksimum yang ditentukan sebagaimana diatur dalam peraturan ini. Semakin ringan berat jembatan semakin tinggi nilai komponen berat yang diperoleh. Ornamen (pagar, sandaran, orang-orangan, mobil-mobilan, lampu, tanaman, iklan dsb) yang melengkapi model jembatan termasuk dalam berat jembatan. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
71 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Metode konstruksi harus realistis sebagaimana layaknya jembatan sebenarnya dibangun. Waktu pelaksanaan konstruksi tidak boleh melampaui batas waktu maksimum yaitu 120 (seratus dua puluh) menit. Semakin cepat waktu pelaksanaan konstruksi semakin tinggi nilai komponen waktu yang diperoleh. K-3 harus ditunjukan dari lingkungan kerja, cara bekerja dan kelengkapannya, seperti helmet, pakaian, sepatu, sarung tangan dan lain-lain. Estetika dan keawetan, meliputi keindahan bentuk, kelengkapan komponen dan kesesuaian dengan tema kompetisi. Kekokohan jembatan meliputi kesesuaian lendutan riil maksimum dibandingkan dengan lendutan rencana. h) Dewan Juri akan menetapkan 6 pemenang kategori yaitu Jembatan Terkokoh, Jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, Jembatan Terindah, Waktu pelaksanaan Tercepat, K3 Terlengkap, Metode Konstruksi Terealistis. i) Dewan Juri akan menetapkan maksimal 1 (satu) tim finalis untuk setiap perguruan tinggi yang akan mengikuti kompetisi jembatan beton ringan di Universitas Muhammadiyah Malang. Bagian Kedua Kompetisi Tahap Pertama Pasal 8 a) Peserta adalah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berasal dari disiplin ilmu Teknik Sipil maupun disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan pembuatan jembatan beton ringan (lihat Bab Pendahuluan, butir 4.a), yang secara resmi menjadi utusan perguruan tinggi yang terdaftar pada Panitia. 70 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
72 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki b) Peserta mengirimkan proposal sesuai dengan panduan kepada Panitia yang berisikan dan tidak terbatas pada desain jembatan dan metoda konstruksi. c) Proposal yang diterima Panitia akan melalui proses seleksi awal terlebih dahulu untuk menentukan finalis, yang dilakukan sesuai dengan Panduan Kompetisi. d) Peserta finalis yang akan mengikuti kompetisi adalah tim yang lolos seleksi awal yang dilakukan oleh para Juri. e) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan final. Bagian Ketiga Materi dan Spesifikasi Teknis Model Jembatan Beton Ringan Pasal 9 a) Bentang jembatan : L = 3,0 m (jarak as ke as tumpuan / perletakan) dengan panjang jembatan maksimum 3,20 meter (kelebihan 0,20 m untuk memfasilitasi dudukan perletakan di kedua ujung gelagar). b) Lebar lantai jembatan : 0,8 meter (diukur dari sisi luar ke sisi luar pelat) dan maksimum 0,88 meter (diukur dari sisi luar ke sisi luar pelat ), tanpa trotoar dan tanpa ada sandaran. Sandaran dilepas pada saat pengujian beban. c) Tinggi dan lebar gelagar : Tinggi gelagar maksimum 0,25 meter (=1/ 12 L) diukur dari sisi bawah pelat ke bawah gelagar. Lebar gelagar maksimum 0,12 meter. Bentuk gelagar adalah empat persegi panjang. Jumlah gelagar 2 buah. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
73 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki d) Jenis jembatan : Jembatan gelagar beton ringan, dimana pelat lantai diletakan di atas gelagar tanpa ikatan angin / bresing (Deck Type Girder). e) Gelagar jembatan : Gelagar dibuat dengan beton ringan dengan maksimum massa jenis 1900 kg/m 3. Jumlah segmen gelagar jembatan minimal 3 pada sisi kanan dan 3 pada sisi kiri sumbu jembatan. Peserta disarankan membuat cadangan segmen gelagar dan pelat lantai jembatan untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan pada saat pengangkutan. f) Lantai jembatan : Beton ringan dengan maksimum massa jenis 1900 kg/m 3. Massa jenis pelat lantai dapat berbeda dengan gelagar jembatan. Tebal lantai kendaraan maksimum 5 cm. Lantai dibuat dalam (minimal 3 segmen) sesuai segmen gelagar jembatan beton ringan (minimal 3). Penulangan pokok pelat dari bambu dan perangkaian menggunakan bendrat. Sambungan antara pelat dan gelagar dapat menggunakan sambungan baut (sambungan ini bersifat opsional). Pelat lantai bisa terpisah dari gelagarnya. g) Tumpuan / perletakan : Untuk keperluan pengujian kekuatan pengujian, panitia menyiapkan tumpuan sendi dan rol 72 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
74 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki termasuk kepala jembatannya. Rancangan jembatan harus disesuaikan dengan tumpuan dan kepala jembatan yang disediakan Panitia. Untuk keperluan perakitan, Panitia menyiapkan kepala Jembatan dan perancah. (sesuai gambar) h) Material Gelagar : Beton ringan dengan maksimum massa jenis 1900 kg/m 3. Penulangan pokok gelagar dari bambu. Sengkang dapat berupa bambu/rotan. Perangkaian penulangan pokok dan sengkang menggunakan bendrat. i) Rintangan / sungai : Simulasi sungai yang tidak boleh diinjak pada waktu pelaksanaan perangkaian jembatan. i) Sambungan antar segmen gelagar : Desain sambungan bersifat lokal (tidak melebihi 1/2 panjang segmen terpendek pada gelagar jembatan). Perancangannya bersifat bebas, dimana sambungan bisa tidak menggunakan kunci geser, dan sambungan transfer momen bisa tidak menggunakan pelat baja di sebelah atas dan bawah gelagar. Baja profil dapat digunakan untuk sambungan momen, dimana ukuran profil proporsional terhadap gelagar. Salah satu contoh bentuk sambungan alternatif adalah sebagai Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
75 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki berikut: Untuk sambungan badan menggunakan kunci geser (shear key). Bentuk dan banyaknya shear key adalah bebas. Contoh disini hanya menggunakan satu shear key. Untuk sambungan lentur menggunakan pelat baja/ besi/ aluminium, rod dan baut. j) Perkuatan : Dilarang menggunakan elemen perkuatan (kabel, long steel rod atau sejenisnya yang dipratarik). Kekokohan jembatan mengandalkan sepenuhnya sambungan antar gelagar dan elemen gelagar beton ringan itu sendiri. Dilarang menggunakan peralatan pengencang baut elektrik /hidrolik, dan untuk erection tidak diperkenankan menggunakan alatalat otomatis / mekanis. Untuk menyambung antar gelagar tidak diperkenankan menggunakan epoksi atau perekat lainnya. k) Berat jembatan : Maksimum 475 kg (termasuk berat lantai, ornamen, dan sambungan gelagar di luar berat perletakan). l) Toleransi dimensi : ± 2 % dari dimensi yang ditentukan. m) Alat Bantu Konstruksi : Merupakan alat bantu pengkonstruksian yang dapat dibongkar pasang dengan berat maksimum 200 kg. (termasuk pemberat dan alat sambung). 74 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
76 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Diperkenankan menggunakan alat bor selama konstruksi dilaksanakan. n) Jumlah anggota tim : 5 orang (4 orang mahasiswa + 1 orang dosen pembimbing). o) Beban diaplikasikan pada pelat beton (lantai jembatan) dengan spreader beam. Pengujian beban dilaksanakan dalam 1 tahap. Beban ditempatkan di ½ bentang. Pembebanan dengan hydraulic jack atau manual dilakukan secara statik bertahap dengan beban uji maksimum sebesar 500 kg (= 3 x 50 kg + 14 x 25 kg). Pada beban maksimum, lendutan yang terjadi di tengah bentang tidak melebihi 1/750 bentang (= 4,0 mm). Pengukuran lendutan menggunakan 1 dial gauge/transducer yang diletakkan di tengah tengah di kedua sisi gelagar jembatan dan kemudian nilai lendutan dirataratakan. Pasal 10 Metode pelaksanaan harus menggunakan metode peluncuran dengan alat bantu dan perancah. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
77 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki BAB V PELAKSANAAN KOMPETISI KONSTRUKSI Bagian Kesatu Prosedur Kompetisi Tahap Kedua Pasal 11 a) Panitia akan mengumumkan hasil seleksi tahap pertama berdasarkan keputusan dewan juri kepada para peserta untuk mengikuti tahap kedua (final). b) Pengumuman hasil seleksi tahap pertama terdiri atas 8 tim finalis. Pengumuman akan dilaksanakan melalui surat resmi dan telepon/faximile/internet. c) Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama diwajibkan mendaftar ulang ke panitia untuk mengikuti kompetisi tahap kedua. d) Apabila batas waktu pendaftaran ulang berakhir, tanpa adapemberitahuan peserta (ayat c) maka dinyatakan mengundurkan diri dan peserta dinyatakan gugur. e) Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat dan Final. Bagian Kedua Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 12 a) Faktor keselamatan kerja dalam kompetisi ini menjadi prioritas utama. b) Para peserta diwajibkan menggunakan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K-3) yang minimal terdiri dari helm, pakaian kerja lapangan, sarung tangan, sabuk pengaman dan sepatu kerja. 76 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
78 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki c) Resiko kecelakaan akibat kelalaian kerja menjadi tanggung jawab peserta. d) Pada saat pemasangan segmen gelagar maupun pemasangan pelat lantai diperbolehkan menggunakan alat bantu untuk menjaga kestabilan kedua gelagar agar tidak terguling. Misalnya menggunakan balok kayu untuk menahan sementara kedua gelagar selama masa konstruksi (harus dilepas setelah perangkaian selesai). Bagian Ketiga Ketentuan Lain-lain Pasal 13 a) Ketua tim yang terdaftar pada panitia, bertanggung jawab atas keselamatan kerja anggotanya, kesuksesan mengimplementasikan gambar kerja ke benda kerja, memelihara alat kerja, menjaga keutuhan material kerja, dan jadwal kerja selama masa kompetetisi berlangsung. b) Penggantian ketua tim dan atau anggota tim harus sepengetahuan panitia dengan alasan yang dapat diterima, dan diajukan sebelum kompetisi dimulai. c) Peserta dilarang mengubah, menambah atau memodifikasi proposal gambar kerja yang telah lolos seleksi tahap pertama dalam pelaksanaan konstruksi. d) Seluruh biaya material konstruksi dan peralatan kerja menjadi tanggung jawab peserta. e) Waktu dan unjuk kerja selama pelaksanaan konstruksi akan menjadi penilaian Dewan Juri. f) Kerusakan, kehilangan elemen benda kerja dan alat kerja menjadi tanggung jawab peserta. g) Pemasangan alat bantu dan pembongkarannya menjadi kegiatan dari peserta. h) Seluruh peserta, jembatan dan alat bantu harus berada di dalam kerja ruang sebelum perakitan jembatan dimulai. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
79 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Bagian Keempat Site Plan Kompetisi Pasal 14 a) Site Plan adalah area kerja yang memiliki ukuran (3 x 15) m 2 per peserta yang ditentukan oleh Panitia. b) Secara skematik gambar site plan kompetisi lihat Lampiran 2. Bagian Kelima Aktivitas Juri Pasal 15 a) Juri menjelaskan peraturan-peraturan kompetisi dan menjawab pertanyaan peserta sekitar peraturan yang diberlakukan sebelum kompetisi dimulai. b) Juri memberikan penilaian gambar kerja sesuai dengan usulan perancangan dan metoda konstruksi yang lolos tahap kesatu. c) Juri memeriksa kembali proposal pada saat presentasi peserta. d) Juri memeriksa kelengkapan komponen yang dikompetisikan yang masih dalam bentuk terlepas. e) Juri berhak memperingatkan sampai mendiskualifikasi peserta kompetisi selama waktu pelaksanaan perakitan bila dipandang akan membahayakan dan melanggar peraturan. f) Bila pelaksanaan perakitan telah selesai dan alat bantu serta perlengkapannya sudah berada di luar area jembatan, ketua tim peserta melapor kepada juri dan wasit, untuk dicatat waktunya. g) Juri melakukan pemeriksaan kelengkapan dan pengukuran jembatan h) Juri menilai keindahan dan keawetan jembatan i) Juri memerintahkan pemindahan jembatan ke lokasi pengujian j) Juri berhak menghentikan pelaksanaan pengujian jika dipandang perlu. k) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan Final l) Dalam pelaksanaan kompetisi, Juri akan dibantu oleh wasit. 78 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
80 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki BAB VI PENILAIAN Bagian Kesatu Kriteria Penilaian Pasal 16 a) Kriteria penilaian didasarkan atas unsur-unsur kekokohan/kinerja struktural, kesesuaian implementasi terhadap rancangan, kreatif, terindah dan waktu perakitan tercepat dengan memperhatikan persyaratan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). b) Kekokohan/ kinerja struktural jembatan didasari atas lendutan terkecil dengan berat jembatan teringan. c) Kesesuaian implementasi terhadap rancangan didasari atas kecilnya perbedaan antara lendutan aktual dengan rencana serta waktu perakitan aktual dengan rencana, dan berat jembatan aktual dengan berat rencana. Berat jembatan dengan total bobot paling ringan akan memperoleh nilai tertinggi. Total bobot adalah berat gelagar jembatan, alat sambung dan lantai kendaraan serta asesoris ditambah dengan hukuman kelebihan berat. d) Kecepatan pelaksanaan adalah nilai jumlah waktu pelaksanaan konstruksi dan perakitan ditambah dengan hukuman (bila ada). Pemasangan asesoris jembatan termasuk dalam waktu pelaksanaan. e) K3 dinilai dari kelengkapan dan kepatuhan terhadap penggunaan peralatan dan pelaksanaan K3 f) Metode konstruksi dinilai dari pelaksanaan perakitan jembatan yang realistis dan inovatif. g) Keindahan dan keawetan dinilai sesuai dengan tema kompetisi dan kelengkapan jembatan. h) Untuk seluruh juara harus memenuhi syarat lendutan ijin, namun jika lendutan ijin tidak ada yang memenuhi syarat (untuk semua Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
81 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki peserta), maka kriteria penilaian selanjutnya didasarkan pada pencapaian beban minimum sebesar 150 kg. Keretakan yang terjadi pada saat pembebanan tidak dianggap merupakan kegagalan struktur, kecuali terjadi keruntuhan sebelum beban 150 kg tercapai. i) Pencapaian beban yang lebih besar dan berat struktur yang lebih ringan akan mendapat nilai lebih tinggi. Bagian Kedua Pelanggaran dan Diskualifikasi Pasal 17 a) Peserta yang melakukan pelanggaran dan atau mengalami kecelakaan akan diberikan hukuman dan juri dapat memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan konstruksi (diskualifikasi). b) Peserta yang menyentuh dan atau menginjak sungai akan diberikan hukuman 30 detik per pelanggaran. Apabila peserta menyentuh dan atau menginjak sungai lebih dari 1 menit, juri berhak menghentikan pelaksanaan konstruksi jembatan (diskualifikasi). c) Pada saat konstruksi, peserta diperbolehkan menginjak perancah untuk merangkai segmen-segmen jembatan. Alat bantu konstruksi harus digunakan seoptimal mungkin untuk perangkaian segmensegmen jembatan. d) Peserta yang menyeberang dan atau menginjak sungai saat perangkaian dan peluncuran jembatan diberikan hukuman sedemikan sehingga nilai metode konstruksi = 0. Peserta hanya diperbolehkan menyeberang dengan menginjak jembatan yang sudah terangkai. e) Bila elemen struktur dan atau peralatan konstruksi, menyentuh sungai atau tanah di luar site plan, peserta diberikan hukuman 30 detik per pelanggaran. 80 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
82 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki f) Peserta bekerja di luar site plan hukumannya 30 detik per pelanggaran. g) Peserta melanggar K3 hukumannya 30 detik per pelanggaran. h) Bila dimensi jembatan tidak sesuai dengan toleransi yang diijinkan (Pasal 9) peserta akan diberikan hukuman 10 % dari nilai total yang diperoleh. i) Pelanggaran-pelanggaran lain yang terkait dengan pasal 9 namun hukumannya belum ditetapkan diatas, akan diberikan hukuman sesuai dengan keputusan juri. j) Peserta didiskualifikasi apabila jumlah segmen jembatan kurang dari 3 (Gambar 5) dan/atau pada saat konstruksi jembatan runtuh/jatuh mengenai sungai. k) Peserta yang mengencangkan alat penyambung atau menginjak jembatan setelah dinyatakan selesai, dikenakan hukuman 50% dari nilai uji pembebanan. l) Jika komponen utama jembatan (konfigurasi struktur) tidak sesuai dengan yang diajukan dalam proposal, peserta dikenakan hukuman, yaitu tidak bisa menjadi Juara peringkat maupun Juara kategori. Yang dimaksud dengan konfigurasi struktur disini adalah bentuk struktur gelagar, pelat lantai dan konfigurasi sambungan antar segmen gelagar, namun tidak termasuk dimensi pelat/profil sambung, dan jumlah alat penyambung. m) Jika melanggar ketentuan pasal 9 ayat (l), maka dikenakan hukuman 50% dari nilai uji pembebanan. n) Dewan Juri dapat menyatakan Tim didiskualifikasi jika peserta mengganggu dan/atau melakukan sabotase terhadap peserta lainnya. o) Untuk memeriksa komposisi beton (agregat ringan yang digunakan) dan tulangannya (bambu atau rotan) tim juri akan melakukan pemotongan pada segmen gelagar dan pelat lantai yang diambil secara acak. Bilamana ditemukan pelanggaran yang tidak sesuai dengan ketentuan material maka peserta didiskualifikasi. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
83 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki p) Bilamana diketemukan adanya pelanggaran berat oleh peserta terhadap Peraturan kompetisi setelah kegiatan kompetisi selesai dilaksanakan, maka Dewan Juri akan memberikan sanksi berupa diskualifikasi dan/atau pencabutan kembali atas penghargaan yang telah diberikan oleh Panitia (Juara Kategori, Juara Umum, Piala, Sertifikat, dan/atau Uang) terhadap peserta yang bersangkutan. 82 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
84 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Bagian Ketiga Uji Pembebanan Pasal 18 a) Sebelum uji pembebanan akan dilakukan pemasangan perletakkan di kedua ujung gelagar (diatas abutmen). Untuk pemasangan tersebut akan dilakukan pendongkrakan gelagar pada lokasi 40 cm (as dongkrak) dari as perletakkan. Lihat Gambar 2 Posisi perletakan, perancah dan dongkrak. Peserta perlu memperhitungkan kekuatan gelagar dan pelat lantai saat dongkrak bekerja. Peserta juga perlu menambahkan penulangan gelagar di daerah perletakan. Kerusakan pada gelagar dan atau pelat lantai yang diakibatkan pendongkrakan bukan menjadi tanggungjawab panitia. b) Dalam uji pembebanan, beban dan alat pengujian disediakan oleh panitia. c) Pelaksanaan uji pembebanan disaksikan oleh tim peserta kompetisi dan diawasi oleh Dewan Juri. d) Pada saat pelaksanaan pembebanan, area/site plan harus bebas dari pihak luar, kecuali anggota tim peserta, wasit dan juri. e) Pembacaan dial dilaksanakan setelah jarum dial berhenti bergerak atau maksimum 1 menit semenjak beban diberikan, kecuali pembacaan lendutan pada beban final maksimum 3 menit. f) Jika waktu perakitan melebihi 120 (seratus dua puluh) menit, maka tidak dilakukan pengujian pembebanan jembatan. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
85 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki BAB VII PEMENANG Pasal 19 a) Berdasarkan seluruh hasil penilaian selama kompetisi berlangsung, Juri akan memutuskan dan mengumumkan pemenang sebagai juara I, II dan III untuk masing-masing golongan lomba serta memutuskan juara kategori untuk Jembatan Terkokoh, Jembatan dengan kesesuaian implementasi terhadap rancangan terbaik, Jembatan Terindah, Waktu pelaksanaan Tercepat, K3 Terlengkap, Metode Konstruksi Terealistis. b) Juara I golongan lomba disetarakan dengan penghargaan platinum. Juara II golongan lomba disetarakan dengan penghargaan emas. Juara III golongan lomba disetarakan dengan penghargaan perak. Juara kategori disetarakan dengan penghargaan perunggu c) Juara umum ditentukan berdasarkan perolehan platinum, emas, perak dan perunggu, dimana Institusi peserta lomba yang menjadi juara umum harus meraih minimal 1(satu) platinum. Apabila terdapat jumlah perolehan yang sama, maka penetapan juara umum diputuskan oleh dewan juri. Pasal 20 Hak pemenang diatur oleh surat keputusan panitia Pasal 21 Hak Cipta Pemenang menjadi milik pemenang Pasal 22 Keputusan akhir Dewan Juri dan/atau Panitia tidak dapat diganggu gugat dan final 84 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
86 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Pasal 23 Peraturan kompetisi jembatan beton ringan pejalan kaki ini berlaku semenjak ditetapkan. Ditetapkan di Tempat : Jakarta Tanggal : Juli 2014 Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayan ttd Agus Subekti Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
87 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki SEGMEN 1 SEGMEN 2 SEGMEN 3 max. 5 cm max. 25 cm LANTAI / PELAT JEMBATAN GELAGAR ABUTMEN 60 cm PERANCAH PERANCAH 100 cm 100 cm TAMPAK SAMPING TANPA SKALA 100 cm max. 5 cm max. 25 cm MAX 12 CM 80 cm LANTAI / PELAT JEMBATAN GELAGAR ABUTMEN 60 cm TAMPAK DEPAN TANPA SKALA Gambar 1. BENTUK UMUM MODEL JEMBATAN BETON RINGAN 86 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
88 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki SEGMEN 1 SEGMEN 2 SEGMEN 3 max. 5 cm DONGKRAK LANTAI / PELAT JEMBATAN DONGKRAK max. 25 cm 25 cm GELAGAR ABUTMEN 60 cm 40 cm PERANCAH PERANCAH 300 cm 110 cm 100 cm 110 cm As Perletakan Gambar 2. POSISI PERLETAKAN PERANCAH DAN DONGKRAK TANPA SKALA KETENTUAN : - Jumlah segmen gelagar minimal 3 segmen, bentuk gelagar dalam arah memanjang lurus dan dapat diberikan lawan lendut (chamber). - Lantai kendaraan terbuat dari bahan beton ringan dengan maksimum tebal 5 cm. - Kepala jembatan, perancah dan perletakan/tumpuan untuk pengujian kekuatan disediakan oleh panitia. - Semua kelengkapan kompetisi disiapkan oleh peserta, panitia hanya menyiapkan lokasi, dan peralatan untuk uji pembebanan. - MAB sejajar dengan dasar kepala jembatan dan dasar perakitan yang merupakan lantai kerja para peserta kompetisi. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
89 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki 1500 cm 650 cm 200 cm 650 cm BATAS AIR BANJIR BATAS LOKASI KERJA 110 cm RUANG KERJA JEMBATAN 80 cm RUANG KERJA 300 cm 110 cm BATAS LOKASI KERJA 300 cm Gambar 3. SKEMATIK GAMBAR SITE PLAN KOMPETISI LOADING FRAME max. 5 cm PERLETAKAN (pipa baja Ø 4") DIAL GAUGE / TRANDUCER LANTAI / PELAT JEMBATAN max. 25 cm GELAGAR 10 cm PERANCAH PERANCAH 10 cm 60 cm ABUTMEN 100 cm 100 cm 100 cm PENGUJIAN 1/2 BENTANG (HYDRAULIC JACK) TANPA SKALA LOADING FRAME SPREAD BEAM max. 5 cm ACTUATOR LOAD CELL max. 25 cm 60 cm DIAL GAUGE / TRANDUCER } Perletakan (pipa baja Ø 4") TAMPAK DEPAN TANPA SKALA 88 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
90 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki BEBAN STATIS MANUAL max. 5 cm max. 25 cm PERLETAKAN (pipa baja Ø 4") DIAL GAUGE / TRANDUCER LANTAI / PELAT JEMBATAN GELAGAR 10 cm PERANCAH PERANCAH 10 cm 60 cm ABUTMEN 100 cm 100 cm 100 cm PENGUJIAN 1/2 BENTANG (BEBAN MANUAL) TANPA SKALA BEBAN STATIS MANUAL max. 5 cm max. 25 cm 60 cm DIAL GAUGE / TRANDUCER } Perletakan (pipa baja Ø 4") TAMPAK DEPAN TANPA SKALA Gambar 4. UJI PEMBEBANAN Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
91 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Urutan pengujian: 1. Pasang kepala jembatan. 2. Pasang tumpuan. 3. Pasang gelagar jembatan yang sudah selesai dikonstruksi. 4. Pasang dial indicator di tengah bentang. 5. Pembebanan dilakukan dengan beban statis bertahap (hydraulic jack atau manual) di tengah bentang, dengan beban maksimum sebesar 500 kg (= 3 x 50 kg + 14 x 25 kg). Pada beban maksimum, lendutan yang terjadi di tengah bentang tidak melebihi 1/750 bentang (= 4,0 mm). Detail segmentasi jembatan Beton Gambar 5. PENJELASAN MENGENAI SEGMEN JEMBATAN 90 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
92 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Gambar 6. TAMPAK ATAS POSISI PERANCAH Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
93 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki Gambar 7. GAMBAR ABUTMEN 92 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
94 Peraturan Kompetisi Jembatan Beton Ringan Pejalan Kaki PELAT BAUT KUNCI GESER PELAT BAUT ROD ROD PELAT BAUT PELAT BAUT ROD ROD Gambar 8. ALTERNATIF PENEMPATAN ROD (DESAIN TIDAK MENGIKAT) Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
95 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki LAMPIRAN 2C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki adalah replika dari jembatan Busur dengan skala 1:100 yang terbuat dari Rotan dan Tripleks atau kombinasi dari material-material tersebut. b) Lantai jembatan adalah seluruh lebar bagian jembatan yang digunakan untuk pejalan kaki, dengan bahan dari multiplek menerus. c) Bentang jembatan adalah bentang dari sumbu perletakan ke sumbu perletakan. d) Clearance adalah ruang bebas yang diperlukan untuk lewat lalu lintas ditambah jarak tertentu ke kiri dan kanan, semua unsur jembatan harus di luar ruang bebas. e) Peserta kompetisi adalah utusan dari perguruan tinggi yang secara sah terdaftar untuk mengikuti aktivitas kompetisi. f) Dewan Juri kompetisi adalah Dewan yang diberi tugas secara sah oleh DITLITABMAS DIKTI KEMENDIKBUD RI untuk melakukan penilaian/evaluasi terhadap hasil rancangan peserta dalam kompetisi. g) Jembatan Busur yang dikompetisikan adalah prototipe Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
96 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki jembatan Busur sebenarnya dengan bentang 132 m, dan memiliki lebar lantai jembatan 7 m. Model jembatan merupakan representasi yang dibuat lebih kecil dari ukuran jembatan yang sebenarnya dengan skala 1:100. h) Lantai deck jembatan merupakan bagian bawah jembatan yang bagian tepinya terdapat batang rotan tegak. i) Beban untuk perancangan jembatan sebenarnya adalah sebesar 500 kg/m 2. j) Penyelenggara Kompetisi Jembatan Indonesia adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. k) Panitia Pelaksana Kompetisi Jembatan Indonesia ke-10 Tahun 2014 adalah Universitas Muhammadiyah Malang. 96 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
97 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki BAB II TEMA, FUNGSI DAN TUJUAN KOMPETISI Pasal 2 Kompetisi bernama Kompetisi Jembatan Indonesia. Pasal 3 Pada KJI ke-10 ini dipilih tema: Jembatan Kokoh, Ringan dan Awet Pasal 4 Kompetisi Jembatan Indonesia sebagai sarana pengembangan kreativitas mahasiswa perguruan tinggi teknik sipil dan pembentukan watak cinta teknologi dalam rangka mencerdaskan bangsa dan mengembangkan potensi: a) Kreativitas mahasiswa dalam bidang perancangan jembatan. b) Rancang bangun sebagai bentuk aplikasi dari ilmu dasar dan teknologi dalam rangka menghasilkan suatu perangkat dan system yang sangat dibutuhkan masyarakat. c) Kepekaan mahasiswa dalam bidang pengembangan bidang teknologi jembatan. d) Budaya kompetisi berbasis IPTEKS di lingkungan perguruan tinggi. e) Bakat dan minat melalui tindakan realistis dan pengalaman menganalisis masalah secara langsung (hands on experience). f) Budaya etnik daerah yang berwawasan Indonesia melalui estetika bentuk jembatan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
98 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki BAB III PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN KOMPETISI JEMBATAN Bagian Kesatu Penyelenggara dan Pelaksana Pasal 5 a. Penyelenggara Kompetisi Jembatan adalah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. b. Panitia Pelaksana Kompetisi Jembatan Indonesia ke-10 Tahun 2014 adalah Universitas Muhammadiyah Malang. Alamat : Alamat Penyelenggara: Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DITLITABMAS) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Gedung Dikti Lt IV Jl. Jenderal Sudirman Pintu I, Senayan, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10270, Indonesia Telp. (62-21) ext 0433, (62-21) , (62-21) , Fax. (62-21) website : [email protected] 98 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
99 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Alamat Sekretariat Panitia Pelaksana: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III Jalan Raya Tlogomas 246 Malang Telp. : , ext 127 Fax. : , [email protected] website : Contact Person : Kesekretariatan : Ir. Alik Ansyori, MT No. Hp.: KJI : Ir. Erwin Rommel, MT No.Hp. : KBGI : Ir. Yunan Rusdianto, MT No. Hp.: c. Tempat dan waktu Pelaksanaan: Tempat penyelenggaraan : Universitas Muhammadiyah Malang Waktu : Nopember 2014 Bagian Kedua Manajemen Pasal 6 Untuk melaksanakan dan menyelenggarakan kegiatan kompetisi ini dibentuk panitia yang terdiri dari Panitia KJI, Dewan Juri dan Pelaksana lapangan, yang mana pembagian kerja dan wewenang diatur sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing didasarkan atas prinsip profesionalitas. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
100 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki BAB IV KETENTUAN TEKNIS PELAKSANAAN KOMPETISI Bagian Kesatu Rincian Pelaksanaan Kompetisi Pasal 7 a) Untuk kategori Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur), satu tim dari perguruan tinggi maksimum 3 (tiga) orang (lihat Bab Pendahuluan, butir 4.a), terdiri dari 2 (dua) mahasiswa dan 1 (satu) orang dosen pembimbing. b) Perancangan model jembatan dilaksanakan di perguruan tinggi masing-masing sesuai dengan jadwal kompetisi. Perancangan struktur jembatan sebenarnya sesuai dengan peraturan/standar jembatan yang berlaku dengan beban pejalan kaki 500 kg/m 2. c) Bagi tim yang hasil rancangannya dinyatakan lolos pada seleksi tahap pertama, segera membuat model jembatan yang sebenarnya sesuai dengan ukuran pada Gambar 1 di tempat masing-masing dan mempresentasikannya dan diuji beban. d) Bagi tim yang hasil rancangannya dinyatakan lolos pada seleksi tahap pertama, segera membuat jembatan yang dengan dasar ukuran seperti pada Gambar 1 di tempat masing-masing dan pada saat pelaksanaan kompetisi, jembatan tersebut dipamerkan untuk dinilai oleh para Juri dan akan dilakukan pengujian beban vertikal yang diberikan secara bertahap. e) Penilaian kemampuan menahan beban dikaitkan dengan berat struktur atas jembatan termasuk perletakannya. f) Penimbangan dilakukan terhadap totalitas model jembatan termasuk asesoris yang ada pada jembatan. Penimbangan dilakukan sesudah pengujian dan disaksikan oleh peserta. g) Jadwal pembuatan model disesuaikan dengan jadwal kompetisi 100 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
101 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki (Panduan Proposal). h) Penentuan pemenang didasarkan atas prinsip kekokohan/ kinerja struktural, terindah, dan kesesuaian antara implementasi dengan rancangan awal. Dengan proporsi penilaian sebagai berikut: Proposal : 10 % Presentasi : 15 % Pengujian : 75 % terdiri dari: Kreatifitas : 15 % Estetika & keawetan : 20 % Kekokohan jembatan : 40 % i) Dewan Juri akan menetapkan 3 pemenang kategori yaitu Jembatan Terkokoh, Jembatan Terindah, dan Jembatan yang sesuai antara implementasi dengan rancangan awal. j) Tim Juri akan menetapkan maksimal 1 (satu) tim finalis untuk setiap perguruan tinggi yang akan mengikuti kompetisi jembatan bentang panjang di Universitas Muhammadiyah Malang. Bagian Kedua Kompetisi Tahap Pertama Pasal 8 a) Peserta adalah mahasiswa Jurusan Teknik Sipil dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, baik yang berasal dari disiplin ilmu Teknik Sipil maupun disiplin ilmu lainnya yang terkait dengan pembuatan bangunan, yang secara resmi menjadi utusan perguruan tinggi yang terdaftar pada Panitia. b) Peserta mengirimkan proposal sesuai dengan panduan kepada Panitia yang berisikan dan tidak terbatas pada desain jembatan dan metoda konstruksi. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
102 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki c) Proposal yang diterima Panitia akan melalui proses seleksi awal terlebih dahulu untuk menentukan finalis, yang dilakukan sesuai dengan Panduan Kompetisi. d) Peserta finalis yang akan mengikuti kompetisi adalah tim yang lolos seleksi awal yang dilakukan oleh Dewan Juri. e) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan final. Bagian Ketiga Materi dan Spesifikasi Jembatan Bentang Panjang Pejalan Kaki (Jembatan Busur) Pasal 9 a) Panjang Jembatan : 132 cm (jarak as ke as tumpuan/ perletakan pada kepala jembatan) yang terdiri dari 1 bentang, dengan tinggi busur puncak 22 cm (dari tepi atas puncak busur ke tepi bawah balok pengikat, lihat Gambar 1. ) Catatan : 132 cm = 11 x 12 cm (jarak antara batang tegak rotan ). b) Lebar lantai Jembatan : 7 cm dihitung dari t e p i d a l a m k e t e p i d a l a m b u s u r. Di tengah bentang harus ada gelagar melintang/cross girder sebagai tempat pengujian lendutan. Lantai terbuat dari triplek tebal 3 mm. Lantai dibuat secara menerus dan harus terpisah dari balok pengikat (batang tarik/tie beam), namun boleh menyatu dengan balok melintang dan balok memanjang (opsional). Balok melintang, balok memanjang, dan bresing terbuat dari bahan rotan. 102 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
103 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki c) Tinggi dek Jembatan : Dek merupakan kombinasi antara balok pengikat rotan berdiameter maksimal 3 cm disisi kiri dan kanan jembatan dengan balok melintang yang berjarak 12 cm (posisi batang tegak). Adapun tinggi balok melintang rotan maksimal adalah 1 cm. d) Jenis Jembatan : Jembatan Busur (stiffned deck arch) pejalan kaki. e) Tumpuan/ perletakan : Sistem perletakan dikedua sisi jembatan adalah sendi dan rol yang harus dibuat TERPISAH dari struktur jembatan busur dan perletakan tersebut hanya bertumpu pada kepala jembatan. Untuk peragaan (display), perletakan harus ditampilkan serta boleh menggunakan bahan apa saja. Namun, kepala jembatan dan perletakan pada saat pengujian, disediakan oleh panitia. f) Tinggi Busur : Ketinggian busur maksimum adalah 22 cm dari tepi atas puncak busur ke tepi bawah balok pengikat (lihat Gambar 1). Bentuk busur adalah parabola atau bentuk-bentuk lengkungan tunggal lainnya g) Bahan Konstruksi : Bahan struktur pelengkung/busur terbuat dari Rotan yang sudah diserut, dengan diameter maksimum adalah 3 cm. Asesoris jembatan boleh terbuat dari bahan apa saja. Berat struktur atas termasuk lantai jembatan dan perletakan beserta asesorisnya adalah maksimum 12 kg. Tidak diperkenankan adanya Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
104 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki perkuatan dengan material lain seperti sling, kabel horizontal dan lainnya. Batang tegak adalah batang rotan berukuran maksimum 1,5 cm. h) Kepala Jembatan : Terbuat dari beton yang disediakan oleh panitia berukuran 15x15x15cm 3 dan berbentuk kubus. i) Jenis sambungan : Peserta diberikan keleluasaan untuk menentukan jenis sambungan antara batang tegak dan dek, dan sambungan antara batang tegak dan busur jembatan. Lokasi batang tegak terletak pada sumbu pelengkung/busur dan balok pengikat. Sambungan antara pelengkung dengan daerah perletakan terbuat dari bahan bebas. j) Bresing : Bresing hanya ditempatkan di daerah busur dan tidak berlokasi ditengah bentang. Jumlah bresing diperkenankan 2 buah. k) Beban pengujian menggunakan beban statis bertahap yang diletakkan di tengah bentang jembatan. Beban pengujian menggunakan beban statis vertikal seberat maksimum 5 kg dengan lendutan maksimum pada tengah jembatan sebesar 3 mm (Lihat Gambar 2). Konfigurasi bresing atas tidak boleh mengganggu penempatan beban uji (permukaan beban uji berukuran 5 cm x 7 cm). 104 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
105 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki BAB V PELAKSANAAN KOMPETISI KONSTRUKSI Bagian Kesatu Prosedur Kompetisi Tahap Kedua Pasal 10 a) Panitia akan mengumumkan hasil seleksi tahap pertama berdasarkan keputusan dewan juri kepada para peserta untuk mengikuti tahap kedua (final). b) Pengumuman hasil seleksi tahap pertama terdiri atas 8 tim finalis. Pengumuman akan dilaksanakan melalui surat resmi dan telepon/faximile/website. c) Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap pertama diwajibkan mendaftar ulang ke panitia untuk mengikuti kompetisi tahap kedua. d) Apabila batas waktu pendaftaran ulang berakhir, tanpa ada pemberitahuan peserta (ayat c) maka dinyatakan mengundurkan diri dan peserta dinyatakan gugur. e) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan Final. Bagian Kedua Ketentuan tambahan Tahap Kedua Pasal 11 a) Ketua tim yang terdaftar pada panitia, bertanggung jawab atas keselamatan kerja anggotanya, dan model jembatan yang dikompetisikan. b) Penggantian ketua tim dan anggota tim harus sepengetahuan panitia dengan alasan yang dapat diterima, dan diajukan sebelum kompetisi dimulai. c) Seluruh biaya material model jembatan menjadi tanggung jawab peserta. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
106 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Bagian Ketiga Persiapan Pengujian Pasal 12 a) Peserta menyiapkan jembatan beserta kelengkapannya pada meja yang disiapkan Panitia. b) Pengukuran lendutan akan menggunakan 2 dial gauge/transducer yang ditempatkan pada tengah kedua balok memanjang jembatan (tied beam). Bagian Keempat Persiapan Pengujian Pasal 13 a) Juri menjelaskan peraturan-peraturan kompetisi dan menjawab pertanyaan peserta sekitar peraturan yang diberlakukan sebelum kompetisi dimulai. b) Juri memberikan penilaian gambar kerja sesuai dengan usulan perancangan dan metoda konstruksi yang lolos tahap kesatu. c) Juri memeriksa kembali proposal pada saat presentasi peserta. d) Juri memeriksa kelengkapan komponen yang dikompetisikan yang masih dalam bentuk terlepas. e) Juri berhak memperingatkan sampai mendiskualifikasi peserta kompetisi selama waktu pelaksanaan perakitan bila dipandang akan membahayakan dan melanggar peraturan. f) Bila pelaksanaan perakitan telah selesai, ketua tim peserta melapor kepada juri dan wasit, untuk dicatat waktunya. g) Juri melakukan pemeriksaan kelengkapan dan pengukuran jembatan. h) Juri menilai keindahan dan keawetan jembatan. i) Juri memerintahkan pemindahan jembatan ke lokasi pengujian. j) Juri berhak menghentikan pelaksanaan pengujian jika dipandang perlu. k) Dalam pelaksanaan kompetisi, Juri akan dibantu oleh wasit. l) Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan final. 106 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
107 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki BAB VI PENILAIAN Bagian Kesatu Kriteria Penilaian Pasal 14 a) Kriteria penilaian didasarkan atas unsur kekokohan/kinerja struktural, terindah, dan kesesuaian antara implementasi dengan rancangan awal. b) Kekokohan/kinerja struktural jembatan didasari atas lendutan terkecil dengan berat jembatan teringan. Nilai tertinggi adalah jembatan teringan dengan kemampuan menahan beban 5 kg dengan lendutan yang terjadi di bawah lendutan maksimum 3 mm (lendutan ijin). c) Kreatif dinilai berdasarkan adanya gagasan baru pada model jembatan yang dikaitkan dengan jembatan yang sebenarnya. d) Estetika jembatan dengan bentuk struktur yang indah akan memperoleh nilai tertinggi untuk katagori ini. Nilai estetika adalah nilai seni dari tampak jembatan serta kelengkapan yang memberi keindahan yang kreatif. e) Keawetan jembatan dicerminkan dari perlindungan jembatan terhadap cuaca dan aksesibilitas terhadap perawatan jembatan. f) Kesesuaian implementasi terhadap rancangan didasari atas kecilnya perbedaan antara lendutan actual dengan lendutan rencana hasil perhitungan, dan berat jembatan aktual dengan berat rencana hasil perhitungan. Berat jembatan dengan total bobot paling ringan dan memenuhi lendutan ijin akan memperoleh nilai tertinggi. Total bobot adalah berat rangka jembatan, alat sambung, asesoris, perletakan, dan lantai kendaraan ditambah dengan hukuman kelebihan berat. g) Untuk seluruh kategori juara (juara golongan lomba dan juara kategori) harus memenuhi syarat lendutan ijin. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
108 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Bagian Kedua Hukuman Pasal 15 a) Hukuman diberikan bilamana bentang, lebar jembatan dan tinggi busur kurang dari ketentuan pada pasal 9, dengan batas toleransi 1%. b) Hukuman diberikan bilamana berat total jembatan berikut perlengkapannya termasuk perletakan melebihi ketentuan pada pasal 9. c) Dewan Juri dapat menyatakan Tim terdiskualifikasi jika peserta mengganggu dan/atau melakukan sabotase terhadap peserta lainnya. d) Bilamana diketemukan adanya pelanggaran berat oleh peserta terhadap Peraturan kompetisi setelah kegiatan kompetisi selesai dilaksanakan, maka Dewan Juri akan memberikan sanksi berupa diskualifikasi dan/atau pencabutan kembali atas penghargaan yang telah diberikan oleh Panitia (Juara Kategori, Juara Umum, Piala, Sertifikat, dan/atau Uang) terhadap peserta yang bersangkutan. Bagian Ketiga Uji Pembebanan Pasal 16 a) Dalam uji pembebanan secara bertahap dengan beban maksimum 5 kg, beban dan alat pengujian, perletakan, kepala jembatan serta alat pengukur disediakan oleh panitia. b) Pelaksanaan uji pembebanan dilakukan dan disaksikan oleh tim peserta kompetisi dan diawasi oleh dewan juri. c) Pada saat pelaksanaan pembebanan, area harus bebas dari pihak luar, kecuali para anggota tim, juri dan wasit 108 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
109 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki BAB VII PEMENANG Pasal 17 a) Berdasarkan penilaian selama kompetisi berlangsung, Panitia akan menentukan dan mengumumkan pemenang sebagai juara I, II dan III serta menentukan juara kategori untuk terkokoh, terindah, dan kesesuaian antara implementasi dengan rancangan awal. b) Juara I golongan lomba disetarakan dengan penghargaan platinum. Juara II golongan lomba disetarakan dengan penghargaan emas. Juara III golongan lomba disetarakan dengan penghargaan perak. Juara kategori disetarakan dengan penghargaan perunggu. c) Juara umum ditentukan berdasarkan perolehan platinum, emas, perak dan perunggu, dimana Institusi peserta lomba yang menjadi juara umum harus meraih minimal 1(satu) platinum. Apabila terdapat jumlah perolehan yang sama, maka penetapan juara umum diputuskan oleh dewan juri. Pasal 18 Hak pemenang diatur oleh surat keputusan panitia. Pasal 19 Hak Cipta Pemenang menjadi milik pemenang. Pasal 20 Keputusan akhir Dewan Juri dan/atau Panitia tidak dapat diganggu gugat dan final. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
110 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Pasal 21 Peraturan kompetisi jembatan busur pejalan kaki ini berlaku semenjak ditetapkan. Ditetapkan di Tempat : Jakarta Tanggal : Juli 2014 Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ttd Agus Subekti 110 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun 2014
111 Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Peraturan Kompetisi Model Jembatan Busur Pejalan Kaki Gambar 1. BENTUK UMUM MODEL VIRENDEEL JEMBATAN BUSUR Keterangan : Penempatan dari 2 bresing adalah bebas, namun tidak boleh diletakan di tengah karena untuk penempatan beban pada saat pembebanan. Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-10 Tahun
LAMPIRAN 1 : PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KJI KE-10 TAHUN 2014
LAMPIRAN 1 : PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KJI KE-10 TAHUN 2014 KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 Proposal KJI ke-10 di tulis sesuai format yang telah di tentukan panitia diketik pada kertas ukuran
LAMPIRAN 2A : PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN JALAN RAYA BAJA BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
LAMPIRAN 2A : PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN JALAN RAYA BAJA KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Jembatan rangka baja adalah
PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL
PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KONTES JEMBATAN INDONESIA XII Palembang, 02-04 Desember 2016 12 PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KONTES JEMBATAN INDONESIA XII TAHUN 2016 Proposal KJI XII ditulis sesuai format yang
LAMPIRAN 2C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
LAMPIRAN 2C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA TAHUN 2014 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Model Jembatan Bentang
PANDUAN KJI 2017 KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan dalam menunjang kemajuan
LAMPIRAN 2A : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN RANGKA BAJA JALAN RAYA
LAMPIRAN 2A : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN RANGKA BAJA JALAN RAYA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Jembatan rangka baja adalah suatu struktur rangka yang
BUKU PANDUAN KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA (KJI) KE
BUKU PANDUAN KOMPETISI JEMBATAN INDONESIA (KJI) KE-9 2013 TEMA: JEMBATAN KOKOH, PRAKTIS, INOVATIF DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN Ditjen Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kementerian
KATA PENGANTAR. Kompetisi Jembatan Indonesia XII Tahun 2016
KATA PENGANTAR S Dr.Didin Wahidin,M.Pd ebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan
LAMPIRAN 1. PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL
LAMPIRAN 1. PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) Ke-4 Tahun 2012 Proposal KBGI ke-4 ditulis sesuai format yang telah ditentukan oleh Panitia, diketik pada kertas ukuran
LAMPIRAN 1: PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL
LAMPIRAN 1: PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) Ke-6 Tahun 2014 Proposal KBGI ke-6 ditulis sesuai format yang telah ditentukan oleh Panitia, diketik pada kertas ukuran
PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL
PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KONTES BANGUNAN Gedung INDONESIA viii Palembang, 02-04 Desember 2016 15 Lampiran 1 PETUNJUK PENULISAN PROPOSAL KOMPETISI BANGUNAN GEDUNG INDONESIA VIII TAHUN 2016 Proposal KBGI
LAMPIRAN 2 C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
LAMPIRAN 2 C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki
KATA PENGANTAR Jembatan Kokoh, Ringan, dan Ramah Lingkungan
KATA PENGANTAR Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan dalam menunjang kemajuan
Jembatan Kokoh, Ringan, dan Ramah Lingkungan
KATA PENGANTAR Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan dalam menunjang kemajuan
LAMPIRAN 2C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI
LAMPIRAN 2C : PERATURAN KOMPETISI MODEL JEMBATAN BUSUR PEJALAN KAKI BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Model Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Busur) pejalan kaki
KATA PENGANTAR Jembatan Kokoh, Ringan, Berestetika, dan Berwawasan Nusantara
KATA PENGANTAR Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan dalam menunjang kemajuan
Lampiran 2- KJI XII Tahun
Lampiran 2- KJI XII Tahun 2016 24 Lampiran 2 PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN RANGKA BAJA CANAI DINGIN PEJALAN KAKI (PEDESTRIAN BRIDGE) BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:
LAMPIRAN 2B : PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN RANGKA BAJA CANAI DINGIN PEJALAN KAKI (PEDESTRIAN BRIDGE) BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1
LAMPIRAN 2B : PERATURAN KOMPETISI JEMBATAN RANGKA BAJA CANAI DINGIN PEJALAN KAKI (PEDESTRIAN BRIDGE) BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Jembatan rangka baja canai
KATA PENGANTAR. Kompetisi Jembatan Indonesia XII Tahun 2016
KATA PENGANTAR S Dr.Didin Wahidin,M.Pd ebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan
TERM OF REFERENCE. EAST JAVA SENIOR HIGH SCHOOL BRIDGE DESIGN COMPETITION 2014 Jadwal Kegiatan:
TERM OF REFERENCE EAST JAVA SENIOR HIGH SCHOOL BRIDGE DESIGN COMPETITION 2014 Jadwal Kegiatan: PUBLIKASI DAN PENDAFTARAN 18 AGUSTUS 18 SEPTEMBER 2014 PEMBUATAN PROPOSAL 8 18 SEPTEMBER 2014 PENGUMPULAN
PERATURAN LOMBA JEMBATAN CIVIL EXPO 2014 BAB I. KETENTUAN UMUM Pasal 1
PERATURAN LOMBA JEMBATAN CIVIL EXPO 2014 BAB I. KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a) Jembatan rangka kayu balsa adalah suatu struktur rangka yang melintasi alur jalan melewati
Dr. Didin Wahidin, M.Pd NIP
KATA PENGANTAR Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang dipenuhi oleh sungai, selat, jurang, dan pegunungan, infrastruktur menjadi satu hal yang sangat vital dibutuhkan dalam menunjang kemajuan
LOMBA DESAIN DAN UJI PEMBEBANAN JEMBATAN
Timeline dan Jadwal Kegiatan Timeline dan jadwal kegiatan Lomba Desain dan Uji Pembebanan Jembatan Civil Fest 2017sebagai berikut : 7 Agustus 2017 : Sosialisasi (Pengunggahan Poster dan Panduan Lomba)
FORMULIR PENDAFTARAN DATA DIRI TIM PESERTA
Nama Tim : Sekolah : Alamat Sekolah : Telepon : Faksimile : E-mail : Guru Pembimbing : Nama Lengkap : N I P : TTL : Alamat rumah : Telepon/HP : E-mail : FORMULIR PENDAFTARAN DATA DIRI TIM PESERTA (Form
TIMELINE DAN JADWAL KEGIATAN
TIMELINE DAN JADWAL KEGIATAN Timeline dan jadwal kegiatan Bridge Model Construction Competition (BMCC) sebagai berikut : 18 Maret 2017 Sosialisasi (Unggah Poster dan Buku Panduan) 20 Maret 2017 12 Mei
MODUL PANDUAN Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK Sederajat INDONESIA DALAM DUNIA ELEKTRONIKA
MODUL PANDUAN Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK Sederajat INDONESIA DALAM DUNIA ELEKTRONIKA Latar Belakang Dalam era globalisasi saat ini begitu banyak perubahan baik dalam kalangan masyarakat umum ataupun
PANDUAN LOMBA PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM-M) REKTOR CUP
PANDUAN LOMBA PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM-M) REKTOR CUP ` UKM FORUM DISKUSI ILMIAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016 A. Pendahuluan Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH APLIKASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA (LOMBA DESAIN PERPUSTAKAAN) Library for health environment and comfortable atmosphere Civil Expo 2012 Profesional, Solutif, Dedikatif JURUSAN TEKNIK
PANDUAN DAN PERATURAN LOMBA MAKET BENDUNG GERAK / PINTU AIR TINGKAT NASIONAL FANTASTIK CIVIL EXPO 2013
PANDUAN DAN PERATURAN LOMBA MAKET BENDUNG GERAK / PINTU AIR TINGKAT NASIONAL FANTASTIK CIVIL EXPO 2013 PANDUAN 1. LATAR BELAKANG Kebutuhan air sebagai pasokan utama penunjang kehidupan semakin lama semakin
Civil Classical Fest 2013 Inovatif,Ringan dan Kokoh
A. LATAR BELAKANG Sebagai infrastruktur dari jaringan jalan, jembatan merupakan bagian dari alat peningkatan aktifitas perekonomian baik dalam skala daerah maupun nasional. Pembangunan jembatan sangat
Civil Engineering Expo CEE. Innovation of Green Concrete Competition
Civil Engineering Expo 2017 CEE Innovation of Green Concrete Competition 0 I. JUDUL DAN TEMA LOMBA 1. Judul lomba adalah Innovation of Green Concrete Competition 2. Tema lomba adalah mengenai Inovasi Beton
PETUNJUK PENDAFTARAN LOMBA RANCANG BANGUN JEMBATAN (LRBJ) VIII CIVILWEEK UNS 2016
PETUNJUK PENDAFTARAN LOMBA RANCANG BANGUN JEMBATAN (LRBJ) VIII CIVILWEEK UNS 2016 Pendaftaran LRBJ Civilweek UNS 2016 dilaksanakan pada 20 Juli sampai 21 September 2016 dengan mengirimkan (1) Formulir
KOMPETISI ESAI NASIONAL (KEN) The 12 th STATISTIKA RIA
KOMPETISI ESAI NASIONAL (KEN) The 12 th STATISTIKA RIA TUJUAN 1. Menumbuhkan motivasi peserta kompetisi The 12 th Statistika Ria untuk berprestasi khususnya dalam bidang statistika. 2. Melatih dan memberikan
TERM OF REFERENCE LOMBA GAMBAR TEKNIK
TERM OF REFERENCE LOMBA GAMBAR TEKNIK Latar Belakang Pendidikan yang berkualitas merupakan capaian yang Indonesia inginkan saat ini. Jika berbicara tentang masalah dalam dunia pendidikan.ada beberapa faktor
KATA PENGANTAR. Surabaya, Juli 2017
KATA PENGANTAR Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan kegiatan yang diadakan untuk menguji kemampuan merancang dan membangun kendaraan yang aman, irit dan ramah lingkungan. KMHE ini merupakan kegiatan
PANDUAN BRIDGE DESIGN COMPETITION UNTUK SMA/SMK/MA
PANDUAN BRIDGE DESIGN COMPETITION UNTUK SMA/SMK/MA CIVIL ENGINEERING INNOVATION CONTEST 2015 A. Nama Acara Bridge Design Competition 2015 B. Tema Lomba Tema acara Bridge Design Competition pada tahun ini
BUKU PEDOMAN. Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI 2018) Tingkat SMA/SMK/MA se Madura
BUKU PEDOMAN Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI 2018) Tingkat SMA/SMK/MA se Madura LATAR BELAKANG Visi Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep adalah mewujudkan Fakultas Teknik yang universal, berkarya
04/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI
04/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2011 KATA PENGANTAR
PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA A. Deskripsi Kegiatan Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah 2015 (LKTI),
PEDOMAN PESERTA INSIDE OUTSIDE Lomba Desain Rancangan Mobile Pulper Unit
PEDOMAN PESERTA INSIDE OUTSIDE 2018 Lomba Desain Rancangan Mobile Pulper Unit A. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara penghasil dan eksportir kopi terbesar di dunia. Luas perkebunan kopi
PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS HI-GREAT OLYMPIAD OF AGROINDUSTRY 2017
PETUNJUK PELAKSANAAN DAN PETUNJUK TEKNIS HI-GREAT OLYMPIAD OF AGROINDUSTRY 2017 INOVASI INDUSTRI PANGAN NASIONAL HORAS 2017 adalah Olimpiade Agroindustri tingkat SMA/MA/SMK sederajat se- Indonesia yang
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perekonomian Indonesia saat ini mulai terjadi perubahan. Pada masa dahulu perekonomian Indonesia tidak mengenal dengan sistem ekonomi kreatif. Akan tetapi Negara Indonesia
GUIDE BOOK MECHANICAL INNOVATION DESIGN CONTEST
MECHANICAL INNOVATION DESIGN CONTEST GUIDE BOOK TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA Jl. MT. Haryono No. 167 Kode Pos 65145 Telp. (0341) 583977 Email : [email protected] MECHANICAL
PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENULISAN LKTI NASIONAL BIOEXPO 2017
PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENULISAN LKTI NASIONAL BIOEXPO 2017 A. Persyaratan Administratif 1. Peserta adalah mahasiswa aktif jenjang S1 atau Diploma perguruan tinggi di Indonesia 2. Karya tulis Ilmiah
KETENTUAN CIVIL CREATIVE COMPETITION
KETENTUAN CIVIL CREATIVE COMPETITION HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI MALANG Latar Belakang Kini pembangunan perumahan minimalis semakin marak di Indonesia serta banyaknya populasi penduduk
DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Tema karya tulis C. Maksud dan Tujuan D. Sifat Karya Tulis BAB II PESERTA DAN PERSYARATAN
DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang B. Tema karya tulis C. Maksud dan Tujuan D. Sifat Karya Tulis BAB II PESERTA DAN PERSYARATAN BAB III KETENTUAN LKTI UKT 2015 Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT
EXPLORE SCIENCE TO EXPLORE THE WORLD KETENTUAN DAN PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT SMA/MA SEDERAJAT www.kirmandapa.com KETENTUAN DAN PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) SCIENCE CREATION EVEN
PANDUAN LOMBA. Nama acara ini adalah Muria Scientific Competition 2018.
PANDUAN LOMBA A. Definisi Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus dengan tema Peran Mahasiswa sebagai Akselerator Pencapaian SDG s 2030 merupakan kegiatan kompetisi ilmiah yang
TERM OF REFERENCE CIVIL TENDER COMPETITION
TERM OF REFERENCE CIVIL TENDER COMPETITION LATAR BELAKANG Tender merupakan suatu proses pengajuan penawaran yang dilakukan oleh kontraktor yang akan dilaksanakan di lapangan sesuai dokumen tender. Dalam
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH A. Peserta 1. Peserta lomba karya tulis ilmiah adalah 2 orang perwakilan dari regu. 2. Peserta lomba karya tulis ilmiah wajib mengenakan Pakaian Seragram Harian (PSH) masing-masing
04/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI
04/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PUSTAKAWAN BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2012 KATA PENGANTAR
06/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN TENAGA ADMINISTRASI AKADEMIK BERPRESTASI
06/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN TENAGA ADMINISTRASI AKADEMIK BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PERJUANGAN ANTAR SMA/SMK/MA SE-KOTA CIREBON TAHUN 2017
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PERJUANGAN ANTAR SMA/SMK/MA SE-KOTA CIREBON TAHUN 2017 A. Tema Peranan Veteran Republik Indonesia Dalam Menghantarkan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Mengawal Perjuangan
2. Tujuan. 3. Deskripsi Lomba. 3.1 Sifat Lomba. 3.2 Jadwal Kegiatan
1. Latar Belakang Indonesia sebagai Negara yang berkembang, melakukan pembangunan di segala aspek kehidupan dimana hal yang sangat dibutuhkan adalah tempat bekerja atau bangunan. pada setiap bangunan sudah
SOROPADAN AGRO EXPO BUKU PANDUAN LOMBA KARYA TULIS DAN KARYA INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN 2016 TEMA
SOROPADAN AGRO EXPO 2017 BUKU PANDUAN LOMBA KARYA TULIS DAN KARYA INOVASI TEKNOLOGI PERTANIAN 2016 TEMA MEMBANGUN AGRIBISNIS BERDAYA SAING DI PASAR GLOBAL YANG BERKEADILAN, BERDAULAT, DAN BERKELANJUTAN
PANDUAN LOMBA. Nama acara ini adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus tahun 2017.
PANDUAN LOMBA A. Definisi Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Universitas Muria Kudus dengan tema Kontribusi Mahasiswa UMK Melalui Optimalisasi Kearifan Lokal merupakan kegiatan kompetisi ilmiah yang
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SEMARAK GEOGRAFI NASIONAL 2015
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SEMARAK GEOGRAFI NASIONAL 2015 A. Nama Lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah B. Tema Penerapan Teknologi Pembelajaran Geografi Untuk Menggali Potensi Geografis Indonesia C. Sub
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam melimpah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Sejauh ini pendayagunaan sumber daya alam tersebut
PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA TINGKAT NASIONAL DALAM RANGKA DIES NATALIES KE-50 UNIVERSITAS JENDERAL
LOMBA KARYA AT TULIS ILMIAH TINGKAT NASIONAL NA 2013 Dalam R Rangka Dies Natalis kensoed ke-50 Uns PANDUAN PENULISAN Mewujudkan Wo World Class Civic University Berbasis Be Kearifan Lokal Pedesaan Cp :
Tema : Rumah Kayu Bertingkat Tahan Gempa, Artistik dan Berbasis Kearifan Lokal
Tema : Rumah Kayu Bertingkat Tahan Gempa, Artistik dan Berbasis Kearifan Lokal Tema Kegiatan : Rancang Bangun Rusun Kayu Tahan Gempa Khas Nusantara BUKU PANDUAN KOMPETISI BANGUNAN GEDUNG INDONESIA (KBGI)
PETUNJUK TEKNIS LOMBA KARYA TULIS INOVASI LINGKUNGAN (LOKASIKU) PT PUPUK KUJANG. Kujang Environment Festival. dengan Tema. Hijau Bumiku, Subur Tanahku
PETUNJUK TEKNIS LOMBA KARYA TULIS INOVASI LINGKUNGAN (LOKASIKU) PT PUPUK KUJANG Kujang Environment Festival dengan Tema Hijau Bumiku, Subur Tanahku Kantor Pusat : Jl. Jend. A. Yani No. 39 Cikampek Kabupaten
PANDUAN LOMBA ESSAY SMA TINGKAT NASIONAL SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI)
PANDUAN LOMBA ESSAY SMA TINGKAT NASIONAL SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI) HIMPUNAN MAHASISWA AGRONOMI INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013 PANDUAN LOMBA A. Nama Kegiatan Semarak Inovasi
A. Tema Lomba Futuristic Construction for The Nation s Future
A. Tema Lomba Futuristic Construction for The Nation s Future B. Waktu dan Tempat Waktu : Tanggal 11 Juli 13 Oktober 2014 Tempat : Sekolah masing-masing dan Kampus Teknik Sipil Undip. C. Ketentuan Peserta
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SMA SEDERAJAT TINGKAT NASIONAL UNIT KEGIATAN ILMIAH MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2012
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH SMA SEDERAJAT TINGKAT NASIONAL UNIT KEGIATAN ILMIAH MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2012 I. PENDAHULUAN Unit Kegiatan Ilmiah Mahasiswa merupakan suatu wadah bagi
05/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PNGELOLA KEUANGAN BERPRESTASI
05/PP/DITDIKTENDIK/2011 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PNGELOLA KEUANGAN BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2011 KATA
Diselenggarakan Oleh: 1
Diselenggarakan Oleh: 1 LOMBA TERBATAS DESAIN RUMAH TUJUAN LOMBA Tujuan lomba mencari gagasan kreatif dan inovatif tentang rancang bangunan rumah tinggal sesuai konteks lingkungan dan tema yang diusung
PANDUAN BRIDGE DESIGN COMPETITION UNTUK MAHASISWA S1/D3/D4
PANDUAN BRIDGE DESIGN COMPETITION UNTUK MAHASISWA S1/D3/D4 CIVIL ENGINEERING INNOVATION CONTEST 2015 A. Nama Acara Bridge Design Competition 2015 B. Tema Acara Tema acara Bridge Design Competition pada
05/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PENGELOLA KEUANGAN BERPRESTASI
05/PP/DITDIKTENDIK/2012 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN PENGELOLA KEUANGAN BERPRESTASI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2012
1. Peserta bersifat kelompok yang terdiri dari 3-5 orang;
PEDOMAN PENULISAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA USULAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT (PKM-M) OLIMPIADE ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA (OIM FHUI 2013) A. PEDOMAN GAGASAN TERTULIS
Term of Reference (ToR) Lomba Karya Ilmiah Siswa SMA dan SMK se-bekasi Dalam rangka Milad UNISMA ke-30 Tahun 2012
Term of Reference (ToR) Lomba Karya Ilmiah Siswa SMA dan SMK se-bekasi Dalam rangka Milad UNISMA ke-30 Tahun 2012 Panitia Gebyar Milad (PanMil) UNISMA ke-30 Universitas Islam 45 Bekasi Menyelenggarakan:
TOR ARCH FEST 2010 TRANSPORTABLE CHILDREN PLAYHOUSE
TOR ARCH FEST 2010 TRANSPORTABLE CHILDREN PLAYHOUSE LATAR BELAKANG Anak-anak merupakan generasi penerus yang sangat penting bagi suatu bangsa. Karena itu kebutuhan anak baik itu jasmani maupun rohani mutlak
BUKU PANDUAN KOMPETISI BANGUNAN GEDUNG INDONESIA (KBGI) KE
BUKU PANDUAN KOMPETISI BANGUNAN GEDUNG INDONESIA (KBGI) KE-5 2013 TEMA: RUMAH KAYU BERTINGKAT YANG HANDAL DAN BERWAWASAN NUSANTARA Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
KOMPETISI KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA TINGKAT NASIONAL
1 KOMPETISI KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA TINGKAT NASIONAL 1. NAMA KEGIATAN Nama kegiatan Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional adalah IASC Innovation Animal Science Competition 2014.
BUKU PANDUAN LOMBA INOVASI TEKNOLOGI SEDERHANA Copyright Ristek Universitas Brawijaya
BUKU PANDUAN Copyright Ristek Universitas Brawijaya PANDUAN A. KETENTUAN PESERTA LOMBA PROPSAL INOVASI TEKNOLOGI : Peserta lomba adalah mahasiswa D3 atau S1 Perguruan Tinggi yang masih aktif yang dibuktikan
NAMA KEGIATAN LATAR BELAKANG. Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI 2017) Tingkat SMA/SMK/MA se Madura
NAMA KEGIATAN Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI 2017) Tingkat SMA/SMK/MA se Madura LATAR BELAKANG Visi Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep adalah mewujudkan Fakultas Teknik yang universal, berkarya
PETUNJUK TEKNIS LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA (LKIR) TINGKAT NASIONAL PRADITA DIRGANTARA COMPETITION (PDC)
PETUNJUK TEK LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA (LKIR) TINGKAT NASIONAL PRADITA DIRGANTARA COMPETITION (PDC) 2018 Dalam rangkaian kegiatan Soft and Grand Opening SMA Pradita Dirgantara A. TEMA KARYA ILMIAH Tema
Seribu Wajah Mahasiswa
A. Ketentuan Peserta 1. Peserta merupakan Mahasiswa Universitas Brawijaya dan masih berstatus mahasiswa saat Pelaksanaan Lomba (dibuktikan dengan fotokopi KTM yang disertakan saat pengiriman karya tulis).
BOOKLET CALL FOR PAPER PROGRES SHARIA ECONOMICS EVENT
BOOKLET CALL FOR PAPER PROGRES SHARIA ECONOMICS EVENT PRESENT 2016 I. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai negeri yang luas memiliki lebih dari 17.000 pulau. Daerah yang luas ini memiliki 250 juta jiwa yang
PANDUAN PROGRAM UI Olympus Bioimaging Center (UOBC) Scientific Award 2015
PANDUAN PROGRAM UI Olympus Bioimaging Center (UOBC) Scientific Award 2015 A. Panduan Umum UOBC Scientific Award 2015 akan diberikan kepada 7 (tujuh) orang peneliti ataupun mahasiswa S1/S2/S3. Adapun penghargaan
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT SMA /SEDERAJAT TEMA KARYA TULIS REMAJA SEBAGAI PELOPOR MASYARAKAT SEHAT
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH TINGKAT SMA /SEDERAJAT TEMA KARYA TULIS REMAJA SEBAGAI PELOPOR MASYARAKAT SEHAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG 2017 A. PENDAHULUAN Peningkatan
Peraturan. Civil Creative Competition. Miniatur Hunian Kontemporer Berbasis Green Building
Peraturan Civil Creative Competition Miniatur Hunian Kontemporer Berbasis Green Building Latar Belakang Gaya desain kontemporer pada suatu bangunan merupakan gaya desain yang mempunyai kesan ruang terbuka
LOMBA GAMBAR TEKNIK NASIONAL
LOMBA GAMBAR TEKNIK NASIONAL SMART ENGINEER and GREEN CONSTRUCTION Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Jl. Soekarno Hatta No. 09 Phone: (0341) 404424-404425 Fax: (0341) 404420 1 TERM OF REFERENCE LATAR BELAKANG
PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI LEGISLATIVE DRAFTING ANTAR MAHASISWA FAKULTAS HUKUM TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM
PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI LEGISLATIVE DRAFTING ANTAR MAHASISWA FAKULTAS HUKUM TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Delegasi adalah mahasiswa hukum Sarjana Strata 1 (S-1)
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2016
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH MA/SMA/SMK SEDERAJAT se-kabupaten SIDOARJO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2016 I. TEMA Tema kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah MA/SMA/SMK sederajat se- Kabupaten Sidoarjo adalah
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PELAJAR SE- JAWA PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS TAHUN 2017
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH PELAJAR SE- JAWA PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS TAHUN 2017 KEMENTERIAN AGAMA Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada
HMS FT UNS CIVILWEEK 2016
Rethink Your Building, Make It Hi-Living Tingkat SMA/SMK/MA/sederajat Se-Jawa Tahun 2016 LATAR BELAKANG Teknik gambar bangunan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan
N2016 APTIO BUKU PANDUAN. Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk siswa SMA/SMK/MA se-diy dan Jawa HMTK UAD. milad ke-20 th Teknik Kimia
C BUKU PANDUAN Chemical Papers Competition APTIO Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk siswa SMA/SMK/MA se-diy dan Jawa Tengah N2016 HMTK UAD @HMTK_UAD CAPTION (Chemical Papers Competition) LOMBA KARYA TULIS
KERANGKA ACUAN LOMBA LOMBA ESAI ILMIAH MENUJU PENINGKATAN NILAI BUMN DI ERA PERUBAHAN TAHUN 2015
KERANGKA ACUAN LOMBA LOMBA ESAI ILMIAH MENUJU PENINGKATAN NILAI BUMN DI ERA PERUBAHAN TAHUN 2015 I. PENDAHULUAN Dalam upaya mendorong BUMN menjadi agen pembangunan sebagaimana diamanatkan oleh RPJMN 2015-2019,
YOUNG CIVIL ENGINEERING UNIVERSITAS JEMBER 2015
Himpunan Mahasiswa Teknik sipil E-mail : [email protected] Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto twitter : @yceinofest TERM OF REFERENCE PESERTA INDONESIAN REAL-ESTATE COMPETITION YOUNG CIVIL ENGINEERING
[PANDUAN SCIENCE PROJECT AWARDS] STAR FM VOL 3
2015 STAR FM VOL 3 HIMATIKA UNS KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN [PANDUAN SCIENCE PROJECT AWARDS] Assalamu alaikum Wr. Wb. PRAKATA Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah mencurahkan
Tema : Rumah Kayu Bertingkat Tahan Gempa, Artistik dan Berbasis Kearifan Lokal
Tema Rumah Kayu Bertingkat Tahan Gempa, Artistik dan Berbasis Kearifan Lokal BUKU PANDUAN KOMPETISI BANGUNAN GEDUNG INDONESIA (KBGI) KE-6 2014 TEMA RUMAH KAYU BERTINGKAT TAHAN GEMPA, ARTISTIK DAN BERBASIS
PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA SMA TINGKAT NASIONAL PEKAN ILMIAH BIOLOGI XXIII
PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA KARYA ILMIAH REMAJA SMA TINGKAT NASIONAL PEKAN ILMIAH BIOLOGI XXIII A. Tema Karya Ilmiah Tema Karya ilmiah dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) PIBT XXIII
[PETUNJUK UMUM DAN PETUNJUK TEKNIS LOMBA CREANOMIC 2016] November 17, 2016
1 2 LOMBA BUSINESS PLAN A. Tujuan Lomba business plan diadakan dalam rangka memeriahkan event Creanomic (Creative Economics and Innovation Centre). Lomba diselenggarakan untuk untuk mewadahi kreatifitas
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH Tingkat Mahasiswa STUDENT FAIR 2017
PANDUAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH Tingkat Mahasiswa STUDENT FAIR 2017 The Infinite Value of Biodiversity JURSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PADANG, 2017 Lomba Karya Tulis Ilmiah
PANDUAN LOMBA KARYA ILMIAH LINGKUNGAN HIDUP
PANDUAN LOMBA KARYA ILMIAH LINGKUNGAN HIDUP DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA SEMARANG TAHUN 2018 A. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Peningkatan kepedulian peserta didik di bidang lingkungan hidup perlu didorong
PANDUAN BUSINESS PLAN COMPETITION 2015 Go Studentpreneur untuk Mencapai Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi MEA 2015
PANDUAN BUSINESS PLAN COMPETITION 2015 Go Studentpreneur untuk Mencapai Kemandirian Bangsa dalam Menghadapi MEA 2015 Organized By : BPC Fe UNY @BPC_diksifeuny [email protected] businessplancompetitionuny.blogspot.com
PANDUAN KOMPETISI ESAI NASIONAL AGRIBUSINESS NATIONAL EVENT 2016
PANDUAN KOMPETISI ESAI NASIONAL AGRIBUSINESS NATIONAL EVENT 2016 A. Nama Lomba Kompetisi Esai Nasional ANE (Agribusiness National Event) 2016. B. Tema Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan
mengenalkan dan melestarikan potensi yang terdapat di daerah pesisir seperti kampung baru balikpapan
TERM OF REFERENCE LOMBA DESAIN PELABUHAN PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN 2017 A. LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara yang mempunyai warisan kekayaan alam dan budaya, salah
