BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Irwan Muljana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 25 A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Lokasi penelitian berada di Jl. Cintapada Desa Setianagara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Wilayah Kecamatan Cibeureum memiliki posisi yang strategis, terletak di Timur Laut Kota Tasikmalaya. Secara geografis letak Kecamatan Cibeureum berbatasan dengan wilayah Kecamatan Purbaratu di sebelah Utara, wilayah Kabupaten Tasikmalaya di sebelah Timur, wilayah Kecamatan Tamansari di sebelah selatan dan wilayah Kecamatan Tawangsari di sebelah Barat. Peneliti memilih lokasi tersebut, karena merupakan tempat berkembangnya Kesenian Marawis yang mana di dalamnya terdapat Tarian Payung Geulis yang menjadi fokus dalam penelitian ini. 2. Subjek Penelitian Sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian, peneliti dalam hal ini telah menentukan subjek penelitian yaitu Tarian Payung Geulis dalam Seni Marawis Kelompok Cintapada. Peneliti akan mendeskripsikan dan menganalisis tentang struktur gerak tarian Payung Geulis, tata rias dan busana tarian Payung Geulis serta keterkaitan tarian Payung Geulis dengan pola irama musik Marawis. Alasan peneliti memilih tarian Payung Geulis sebagai subjek penelitian, karena tarian Payung Geulis merupakan hal yang baru di dalam pertunjukan seni Marawis. Pada umumnya di dalam pertunjukan seni Marawis, tarian yang disajikan yaitu tarian Sufistik atau Sufi yang mana ditarikan oleh sekelompok laki laki berpakaian gamis putih, celana pangsi dan peci, yang mana mereka secara berpasangan atau berkelompok menari mengikuti irama marawis yang temponya cepat dengan pergerakan kaki yang cepat juga. Berbeda dengan tarian Payung Geulis, yang ditarikan oleh penari perempuan yang membawa sebuah Payung Geulis dan Kelom Geulis sebagai propertinya. Menariknya, tarian
2 26 Payung Geulis ini merupakan perpaduan beberapa jenis atau gaya tari, diantaranya tari Sunda, tari Selendang, tari Chacha, Dansa, tari Minang dan tari Sufi. B. Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian diperlukan adanya metode penelitian untuk dapat memecahkan dan mencari tahu jawaban sebuah permasalahan. Metode penelitian merupakan tata cara yang dilakukan dengan prosedur yang sistematis yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi guna meningkatkan pemahaman pada suatu topik. Menurut Cholid dan Abu (2003, hlm. 1) mengungkapkan bahwa Metodologi penelitian berasal dari kata metode yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan Logos yang artinya ilmu atau pengetahuan. Jadi metodologi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Adapun Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif analisis digunakan untuk melukiskan, menganalisis, mengidentifikasi secara sistematis dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi, variabel dan kejadian yang sebenarnya. Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah, dimana peneliti terjun ke lapangan mengamati gejala atau kondisi dan kemudian mencatatnya dalam buku observasi. Seperti yang diungkapkan Cholid dkk. (2003, hlm. 44) bahwa penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data data, jadi ia juga menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasi. Pendekatan kualitatif merupakan proses berpikir dengan menggunakan logika ilmiah tentang suatu fenomena yang natural atau alamiah dengan
3 27 menyajikan data tidak melalui pengujian hipotesis melainkan berupa deskripsi. Seperti yang diungkapkan Saifuddin (1998, hlm. 5), sebagai berikut. Penelitian dengan pendekatan kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antarfenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, peneliti berusaha untuk menganalisis, mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang ada di lapangan apa adanya tanpa memanipulasi kejadian yang sebenarnya. Adapun data data yang sudah diperoleh kemudian akan disusun menjadi sebuah laporan penelitian. C. Definisi Operasional Definisi operasional adalah suatu definisi mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik karakteristik variabel tersebut yang dapat diamati. Definisi operasional bertujuan untuk menyamakan persepsi agar tidak terjadi kesalahpahaman istilah yang ditulis dalam judul penelitian sehingga arah dan sasaran penelitian jelas. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu memberikan batasan batasan istilah sebagai berikut. 1. Tarian Payung Geulis Sebuah tarian yang struktur geraknya merupakan perpaduan dari berbagai jenis atau gaya tari, diantaranya tari Sunda, tari Selendang, tari Chacha, tari Minang dan tari Sufi. Tarian ini ditarikan oleh penari perempuan dengan menggunakan busana muslim dan aksesoris aksesoris yang cantik. Dinamakan tarian Payung Geulis karena properti yang digunakan yaitu Payung Geulis dan Kelom Geulis. Tarian Payung Geulis diiringi oleh musik Marawis dalam pertunjukannya.
4 28 2. Seni Marawis Cintapada Marawis Cintapada Tasikmalaya (MARCITA) merupakan grup atau kelompok Marawis yang pemainnya yaitu para santri yang belajar di pondok pesantren Mathlaulkhaer, baik yang masih duduk di bangku MTs maupun MAN. MARCITA ini di pimpin oleh Iip Syamsul Ma arif. Grup Marawis ini lahir dan berkembang di Jl. Pesantren Cintapada Kelurahan Setianegara Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. MARCITA ini sering tampil pada pagelaran baik acara-acara di Pesantren, di Madrasah/ Sekolah, Pemerintahan maupun acara-acara hajatan, dan lain lain. D. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian memegang peranan penting dalam usaha memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya. Instrumen merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk memperoleh data dan memecahkan permasalahan dalam suatu fenomena. Dalam hal ini, instrumen penelitian digunakan untuk menyesuaikan antara data yang dikumpulkan dengan keadaan lapangan. Hasan (dalam Suharsimi, 1996, hlm. 76) mengungkapkan bahwa Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah. Dalam penelitian kualitatif, instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri. Peneliti harus terjun langsung ke lapangan mengamati, mencari dan menggali data data yang berhubungan dengan penelitiannya, yaitu tarian Payung Geulis dalam seni Marawis Cintapada Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Validitas data yang diperoleh di lapangan ditentukan oleh
5 29 kecermatan dan ketelitian sang instrumen utama yaitu peneliti. Karena validitas hasil penelitian sebagian besar sangat tergantung pada kualitas instrumen pengumpul datanya. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya : 1. Pedoman Observasi Pedoman observasi ini disusun ke dalam beberapa tahap, yaitu mencari lokasi penelitian, menentukan waktu yang tepat untuk melakukan observasi, dan terjun ke lapangan mengamati kondisi lokasi penelitian. Observasi yang dilakukan oleh peneliti, yaitu sebagai berikut. a. Pedoman observasi untuk mengamati tentang struktur gerak Tarian Payung Geulis, yaitu keunikan geraknya dengan adanya perpaduan dari berbagai jenis atau gaya tari, seperti Tari Sunda, Tari selendang, Tari Chacha, Dansa, Tari Melayu dan Tari Sufi, unsur ruang, tenaga dan waktu dalam struktur geraknya dan lain lain. b. Pedoman observasi untuk mengamati tentang rias dan busana Tarian Payung Geulis, yaitu jenis rias dan busana yang digunakan oleh para penari, warna busana dan lain lain. c. Pedoman observasi untuk mengamati tentang keterkaitan antara gerak dengan pola irama Marawis, yaitu nada atau ketukan irama Marawis, tempo irama Marawis, syair atau lagu dalam musik Marawis, keterkaitan gerak dengan irama Marawis dan keterkaitan gerak dengan syairnya. 2. Pedoman Wawancara Wawancara yang dilakukan pada penelitian ini yaitu menentukan pertanyaan yang berkaitan dengan masalah penelitian dan sasaran sasaran penelitian. Adapun pedoman wawancara yang peneliti lakukan, yaitu sebagai berikut. a. Pedoman wawancara yang ditujukan kepada pembina kelompok Marawis Cintapada, yaitu Iip Syamsul Ma arif, yang berisi pertanyaan mengenai profil kelompok Marawis Cintapada dan tarian Payung Geulisnya.
6 30 b. Pedoman wawancara yang ditujukan kepada penata tari atau koreografer dari tarian Payung Geulis, yaitu Melly Merillia, yang berisi pertanyaan seputar fokus penelitian, yaitu struktur gerak tarian Payung Geulis, busana dan rias tarian Payung Geulis serta keterkaitan gerak tarian Payung Geulis dengan musik Marawis. 3. Pedoman Dokumentasi Pedoman dokumentasi ini berupa foto, video, perekam suara yang digunakan untuk mendokumentasikan baik kegiatan wawancara atau kegiatan ketika penelitian berlangsung. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi hasil penelitian. Ketepatan dan kevalidan data ditentukan oleh alat pengumpul data yang dipergunakan. Ketepatan dan kecermatan informasi mengenai subjek dan variabel penelitian tergantung pada strategi dan alat pengambilan data yang dipergunakan. Hal ini, pada gilirannya, akan ikut menentukan ketepatan hasil penelitian. (Saifuddin, 1998, hlm. 36). Dengan kata lain, kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data. Jika alat pengambil data cukup valid maka datanya juga akan cukup valid. Menurut Hasan (2002, hlm. 83) mengungkapkan bahwa Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa peristiwa atau hal hal atau keterangan keterangan atau karakteristik karakteristik sebagian atau seluruh elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian. Dalam pengumpulan data, terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. 1. Observasi
7 31 Observasi menurut Arikunto (dalam Gunawan, 2013, hlm. 143) mengungkapkan bahwa Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan penelitian secara teliti, serta pencatatan secara sistematis. Dalam melaksanakan suatu penelitian, hal yang penting dilakukan terlebih dahulu yaitu observasi. Observasi bertujuan untuk memperoleh informasi atau data tentang kondisi tempat penelitian. Selain itu, observasi dilakukan guna menggali informasi atau data mengenai hal hal yang relevan dengan subjek dan variabel variabel penelitian. Observasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi partisipan yakni peneliti terjun langsung ke lapangan mengamati dan ikut berbaur dengan kegiatan subjek yang diteliti. Observasi pertama dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 6 Maret 2015 selama 1 hari. Peneliti mendatangi Pondok Pesantren Mathlaulkhaer dan menemui Iip Syamsul Maarif selaku pembina dari Seni Marawis. Peneliti meminta izin agar tari dalam seni Marawis tersebut menjadi objek penelitian. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui atau menggali informasi mengenai hal hal yang berhubungan dengan objek penelitian. Pada observasi pertama ini, beliau memberitahu seputar profil dari kelompok Marawis Cintapada dan pengetahuan umum mengenai tarian Payung Geulisnya. Data yang belum terambil yaitu data yang menjadi fokus masalahnya, diantaranya mengenai struktur gerak tari, tata rias dan busana serta keterkaitan gerak tari Payung Geulis dengan musik Marawis. Observasi kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 5 September 2015 selama 1 hari. Peneliti menemui penata tari dari tarian Payung Geulis, yaitu Melly Merillia di kediamannya di Desa Sukamulya, Cihaurbeuti. Pada kesempatan ini, peneliti bermaksud untuk bersilaturahmi sekaligus meminta izin untuk melakukan wawancara seputar fokus penelitian, yaitu struktur gerak tari, tata rias dan busana serta keterkaitan gerak tari Payung Geulis dengan musik Marawis. Data yang didapat selama observasi ini, yaitu informasi mengenai struktur gerak dan rias dan busananya, sedangkan data yang belum terambil, yaitu dokumentasi mengenai struktur gerak dan rias dan busana tarian
8 32 Payung Geulis serta keterkaitan antara gerak dengan pola irama musik Marawis. 2. Wawancara Wawancara merupakan salah satu dalam teknik pengumpulan data. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data atau informasi sebanyak dan sejelas mungkin kepada subjek penelitian. Wawancara adalah proses tanya jawab secara langsung antara pewawancara dengan narasumber. Senada dengan ungkapan Setyadin (dalam Imam, 2013, hlm. 160) bahwa Wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dan merupakan proses tanya jawab lisan dimana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik. Sebelum melakukan wawancara, hal pertama yang dilakukan yaitu menyusun sejumlah pertanyaan yang nanti akan diajukan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur. Wawancara dilakukan kepada beberapa narasumber, yaitu Iip Syamsul Maarif selaku pembina kesenian Marawis dan Melly Merillia selaku penata tarian Payung Geulis. Wawancara pertama dilaksanakan bersamaan dengan observasi pertama, yaitu hari Jumat, tanggal 6 Maret 2015 di Ponpes Mathlaulkhaer kepada Iip Syamsul Ma arif. Data yang didapatkan dari beliau yaitu mengenai profil kelompok Marawis Cintapada, karena beliau merupakan pembina Marawis dari kelompok ini. Selain prestasi, keunikan dan kelebihan yang dimiliki oleh kelompok marawis ini, beliau juga mengungkapkan sedikit pengetahuan mengenai tarian Payung Geulisnya. Data yang dibutuhkan masih kurang lengkap, maka peneliti melakukan wawancara berikutnya kepada Melly Merillia selaku penata tarian Payung Geulis. Wawancara kedua dan ketiga dengan penata tarinya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 5 6 September 2015 di kediaman beliau di Desa Sukamulya, Cihaurbeuti. Data yang diperoleh yaitu seputar tarian Payung Geulis dan keunikannya, yaitu tarian Payung Geulis merupakan perpaduan dari beberapa gaya atau jenis tari seperti tari Sunda, tari Selendang, tari Chacha, tari
9 33 Minang dan tari Sufi. Selain itu, peneliti juga memperoleh data yang sesuai dengan fokus penelitian, yaitu struktur gerak tarian Payung Geulis, rias dan busana tarian Payung Geulis, serta keterkaitan gerak tarian Payung Geulis dengan pola irama Marawis. Setelah data yang didapat dirasa sudah lengkap, kegiatan wawancara pun berakhir. Total wawancara selama penelitian ini sebanyak 3 kali. Secara keseluruhan, kegiatan wawancara dilaksanakan dengan cara bertatap langsung dengan narasumber (wawancara langsung) dan secara terstruktur. 3. Studi Dokumentasi Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian, Gunawan (2013, hlm. 178). Dokumen sebagai sumber data banyak dimanfaatkan oleh para peneliti, terutama untuk menguji, menafsirkan dan bahkan untuk meramalkan. Studi dokumentasi dalam penelitian kualitatif merupakan teknik yang sangat membantu dalam melengkapi data data yang diperoleh peneliti di lapangan. Peneliti menggunakan alat bantu berupa handphone untuk merekam data audio dari narasumber pada tarian Payung Geulis dalam seni Marawis. Peneliti juga menggunakan kamera digital untuk merekam data video dan data foto selama penelitian berlangsung. Dengan adanya dokumen, hasil penelitian akan lebih dapat dipercaya. Adapun jenis dokumen yang dijadikan sebagai bahan analisis yaitu foto mengenai struktur gerak tarian Payung Geulis dan rias dan busananya. Selain itu, ada juga video dari tarian Payung Geulis sebagai bahan analisis dari segi keterkaitan antara gerak tarian Payung Geulis dengan pola irama musik Marawis. 4. Studi Kepustakaan Dalam kegiatan penelitian hampir semuanya selalu bertolak dari ilmu pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Studi kepustakaan sangat membantu peneliti dalam mempertajam permasalahan, sehingga arah dan tujuannya semakin jelas. Selain itu, dengan adanya studi kepustakaan ini, membantu
10 34 dalam mendukung kepentingan penelitian dengan memanfaatkan teori teori yang ada di buku atau hasil penelitian lain yang relevan dengan subjek penelitian. Dalam penelitian ini, studi kepustakaan yang diambil yaitu berupa referensi referensi buku tentang Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi yang menjelaskan tentang perkembangan seni pertunjukan di Indonesia, Pengetahuan Tari yang berisi tentang pengetahuan tari dari berbagai aspek, Bunga Rampai yang menjelaskan tentang tarian khas Jawa Barat beserta rias dan busananya dan buku buku lainnya yang berhubungan dengan subjek penelitian dan penyusunan laporan kegiatan. F. Analisis Data Analisis data merupakan bagian sangat penting dalam penelitian, karena dari analisis ini akan diperoleh sebuah temuan. Dalam sebuah penelitian, analisis data bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam mengolah, mengurutkan dan menyortir data data yang bertumpuk tumpuk, sehingga dapat disederhanakan sesuai fokus penelitian. Sama halnya dengan ungkapan Gunawan (2013, hlm. 209) bahwa : Analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode/tanda, dan mengategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. Pada proses analisis data, peneliti melakukan analisis data sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan. Berikut paparannya : 1. Analisis Data Sebelum ke Lapangan
11 35 Pada tahap ini, peneliti mempelajari terlebih dahulu hasil studi selama mengikuti perkuliahan mengenai prosedur yang harus dilakukan ketika akan melakukan sebuah penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan mencari subjek penelitian untuk diajukan sebagai topik penelitian dan menentukan fokus penelitiannya. Namun fokus penelitian ini hanya bersifat sementara dan sewaktu waktu dapat berubah dan berkembang sesuai situasi yang ada di lapangan. Pada tahap ini, peneliti mencari informasi mengenai tempat atau daerah yang masyarakatnya masih memelihara kesenian tradisionalnya, yang nantinya dibuat menjadi sebuah topik penelitian dan menentukan fokus masalahnya. Peneliti memilih kota Tasikmalaya karena pada kesehariannya masyarakatnya masih kental dengan budaya pedesaan yang rasa kekeluargaan dan gotong royongnya kuat, sehingga mereka masih setia dalam melestarikan keseniannya. Setelah persiapan dirasa cukup, maka selanjutnya peneliti terjun ke lapangan. 2. Analisis Data Pada Saat di Lapangan Analisis data pada saat di lapangan dilakukan melalui proses wawancara seputar subjek penelitian. Ketika wawancara berlangsung dan data mulai terkumpul, peneliti langsung menganalisis dengan cara memilah mana data yang sesungguhnya penting atau tidak. Ukuran penting dan tidaknya data mengacu pada jawaban narasumber terhadap fokus penelitian. Observasi dan wawancara merupakan kegiatan yang dilakukan saat peneliti terjun ke lapangan. Mempersiapkan daftar pertanyaan secara matang bertujuan agar dapat menggali informasi sedalam dan sebanyak mungkin. Peneliti melakukan wawancara sebanyak tiga kali terhadap beberapa narasumber, yaitu kepada Iip Syamsul Ma arif selaku pembina kelompok Marawis Cintapada mengenai profil kelompok Marawis Cintapada dan kepada Melly Merillia selaku penata tarian Payung Geulis mengenai keunikan, struktur gerak tarian Payung Geulis, rias dan busana tarian Payung Geulis serta keterkaitan gerak tarian Payung Geulis dengan pola irama Marawis.
12 36 3. Analisis Setelah di Lapangan Setelah melakukan analisis di lapangan maka data data yang diperoleh dikumpulkan untuk selanjutnya disusun secara berurutan dan terstruktur dalam penulisan agar didapatkan acuan yang sesuai dengan tujuan dan fokus penelitian. Data data tersebut mencakup hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu data tersebut dianalisis untuk mendapatkan hasil data yang valid yang kemudian diambil kesimpulan. Adapun prosedur menganalisis data menurut Miles dan Huberman (dalam Gunawan, 2013, hlm. 210) sebagai berikut. 1. Reduksi Data Reduksi data merupakan langkah awal dalam menganalisis setelah data data terkumpul. Mereduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal hal pokok, memfokuskan pada hal hal yang penting sesuai dengan fokus penelitian. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran lebih jelas dan memudahkan untuk melakukan pengumpulan data. Setelah peneliti mengumpulkan data atau mengkaji data dari berbagai sumber yang mendukung pada penelitian, proses selanjutnya yaitu menganalisis atau mengolah data. Proses ini dilakukan dengan cara memilah data data yang sesuai dengan fokus penelitian, yaitu struktur gerak tarian Payung Geulis, Rias dan busana dari tarian Payung Geulis dan Keterkaitan gerak tarian Payung Geulis dengan pola irama musik Marawis. 2. Penyajian Data Data yang sudah direduksi, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data merupakan kegiatan menyusun sekumpulan data secara terstruktur dan sistematis. Penyajian data digunakan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek aspek yang diteliti. Data penelitian ini disajikan dalam bentuk uraian deskriptif, bagan dan lain lain. Setelah data data selesai dipilah, kemudian peneliti menyajikannya dalam bentuk deskripsi, bagan dan gambar, yaitu struktur gerak tarian Payung Geulis dijelaskan dengan foto beserta deskripsinya,
13 37 rias dan busananya disajikan dalam bentuk foto dan penjelasannya, dan yang terakhir keterkaitan gerak tarian Payung Geulis dengan pola irama Marawis dapat disajikan dalam bentuk deskripsi. 3. Pengambilan Kesimpulan dan Verifikasi Pengambilan kesimpulan merupakan hasil penelitian yang menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Kesimpulan yang diambil sebelum terjun ke lapangan merupakan kesimpulan sementara. Karena saat terjun ke lapangan, peneliti akan menemukan hal hal yang baru yang memungkinkan mengubah kesimpulan yang telah dirumuskan sejak awal. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan data data yang sebelumnya telah dirumuskan dengan data data yang ditemukan di lapangan dengan cara verifikasi data, sehingga peneliti menemukan kesimpulan baru untuk dijadikan bahan dalam penyusunan laporan penelitian. Setelah melalui serangkaian proses pemilahan data, kesimpulan sementara yang diambil sebelum terjun ke lapangan banyak yang berubah. Dari struktur gerak, pada tarian Payung Geulis ternyata merupakan perpaduan dari berbagai jenis atau gaya tari, yang awalnya peneliti berkesimpulan struktur gerak pada tari Payung Geulis murni dari tari Sunda. Kemudian dari busana yang dikenakan tidak tetap, karena merupakan tari kreasi, maka penari memakai busana yang sesuai dengan konsep pertunjukan. Patokan busananya muslim dengan baju yang tidak ketat. Pada riasnya menggunakan rias korektif yang ditujukan untuk pertunjukan.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian pertunjukan kesenian ebeg grup Muncul Jaya pada acara khitanan di Kabupaten Pangandaran didesain dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan
2015 TARIAN PAYUNG GEULIS DALAM SENI MARAWIS KELOMPOK CINTAPADA KEC.CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA
1 A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Keanekaragaman bangsa Indonesia mengakibatkan bentuk kesenian yang berbeda di setiap daerahnya. Adanya perbedaan tersebut melahirkan ciri khasnya tersendiri.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Lokasi penelitian ini bertepatan di kediaman narasumber kesenian Rebana tunggal yaitu Pak Asep yang berada di Jalan Selaawi Rt.06 Rw.02 Kampung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan untuk memecahkan suatu permasalahan yang akan diteliti. Metode penelitian merupakan suatu
BAB III METODE PENELITIAN
31 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Gambar 3.1 Peta Kecamatan Cilimus (Sumber: http://www.kuningankab.go.id/sites/default/files/petakecamatan/cilimus.gif) Lokasi penelitian berada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Sebagian besar lokasi penelitian dilakukan di kediaman Bapak Ganda sebagai narasumber utama dalam penelitian kesenian kohkol cangkilung
Kesenian Sisingaan Grup Putra Mekar Jaya Pada Acara Khitanan Di kabupaten Subang
29 BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian. Metode yang disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan di Dusun Pengkolan Desa Rancamulya
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Tiap penelitian memerlukan suatu desain yang direncanakan salah satunya menggunakan metode penelitian. Metode memiliki arti yaitu cara yang teratur dan
BAB III METODE PENELITIAN. Kabupaten Sumedang. Dalam sebuah penelitian metode penelitian menjadi syarat
29 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengungkap tentang bagaimana proses pembelajaran muatan lokal seni tari daerah setempat di SMPN 1 Rancakalong Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam melakukan penelitian ini, peneliti membuat suatu desain penelitian yang tersusun berdasarkan prosedur yang dilaksanakan di lapangan, dengan langkah-langkah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian bertempat di SMP Negeri 1 Padalarang di Jl.U.Suryadi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Lokasi penelitian bertempat di SMP Negeri 1 Padalarang di Jl.U.Suryadi Kertajaya no. 15 Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang Kabupaten
BAB III METODE PENELITIAN. Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (sugiyono, 2008: 3). Dengan metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Secara umum, metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode merupakan cara yang dilakukan
BAB III METODE PENLITIAN
BAB III METODE PENLITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini dianggap tepat untuk menggambarkan dan
26 Sekar Larasati, 2014 Gaya Vokal Waldjinah pada Langgam Keroncong Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu alat yang dapat membantu seorang peneliti guna mendapatkan hasil dan kesimpulan dari objek yang diteliti. Melalui metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini dijadikan sebagai lokasi tempat penelitian adalah Seni Pertunjukan Reog Ponorogo Di Paguyuban
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian dimana dengan metode ini diharapkan membantu memudahkan jalannya penelitian untuk mencapai
BAB III METODE PENELITIAN
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, dan Objek Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Ciandur Kecamatan Saketi, RT/RW 01/01. Kecamatan Saketi adalah salah satu kecamatan di wilayah kabupaten Pandeglang.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang terdapat di dalam skripsi ini adalah penelitian field research yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. LOKASI DAN SUBJEK PENELITIAN Lokasi tempat dilakukan penelitian yaitu Sekolah Dasar Kristen Bina Bakti 2 Program Matius Bandung yang terletak di Jalan Bima no. 9 (Industri
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan pendekatan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian dengan judul Pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan pendekatan saintifik pada kelas X.MIA.2 di SMA Negeri 2 Kota Metro, maka penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan
BAB III METODE PENELITIAN. dipertanggungjawabkan. Metode penelitian yang digunakan penulis yaitu:
BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan suatu hal yang sangat penting, karena salah satu upaya ilmiah yang menyangkut cara kerja untuk dapat memahami dan mengkritisi objek, sasaran suatu ilmiah untuk
BAB III METODE PENELITIAN
4545 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Dalam proses kegiatan penelitian ini, ada beberapa langkah-langkah dalam melakukan proses penelitian berdasarkan prosedur yang dilaksanakan dilapangan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Data; (D) Instrumen Penelitian; (E) Data dan Sumber Data; (F) Teknik Analisis Data;
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab III ini akan membahas tentang hal-hal sebagai berikut: (A) Jenis dan Pendekatan Penelitian; (B) Tempat Dan Waktu Penelitian; (C) Teknik Pengumpulan Data; (D) Instrumen
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian itu sendiri. Penelitian terkait judi online pada kalangan
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penentuan lokasi penelitian harus benar-benar dipertimbangkan sehingga dapat diperoleh data yang dibutuhkan dan tercapainya tujuan penelitian itu sendiri.
BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah, Peneliti sebagai instrument pertama, bersifat deskriptif, lebih
47 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif karena keadaan yang diselidiki memenuhi
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sasaran Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sanggar Nongsari yang berlokasi di Jln. Mawar No. 13 Kavling Tegal Padang Legok Serang Banten. Peneliti memilih
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Penelitian lapangan yaitu penelitian di lakukan dalam situasi alamiah akan tetapi di dahului oleh semacam
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
BAB III METODE PENELITIAN. kualitatif. Penelitian kualitatif lebih menekankan
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif lebih menekankan analisisnya pada proses
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Sasaran Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan sebagai tempat penelitian tentang struktur penyajian dan peranan masing-masing kelompok/bagian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Metode merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Baik buruknya hasil suatu penelitian (research) sebagian tergantung
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek 1. Lokasi Lokasi penelitian pembelajaran rampak bedug dilakukan di SD Negeri Cilegon-2, yang berada di Jl. Dewi Sartika No.3 Jombang Cilegon Provinsi Banten
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan sekilas pada bab satu, bahwa dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian merupakan kegiatan pencarian data, penyelidikan dan percobaan dalam suatu bidang tertentu yang dimaksudkan dan dilakukan untuk mendapatkan fakta-fakta dan prinsip-prinsip
BAB III METODE PENELITIAN. ayam selain itu harapannya juga dapat memperoleh hasil penelitian yang. menyikapi fenomena sabung ayam tersebut.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di daerah Kabupaten Bekasi lebih tepatnya di Kampung Galian Kumejing Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Interaksi sosial orang dengan HIV/AIDS dalam pemudaran stigma diteliti dengan pendeketan kualitatif. Pendeketan ini dipilih karena aspek interaksi dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) 1 yaitu semua data yang terkumpul diperoleh dari lapangan,
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Sebagaimana telah peneliti jelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Sebagaimana telah peneliti jelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai kegiatan proses
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan (field reseach) yaitu penelitian untuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian alangkah baiknya menggunakan metode yang tepat guna, hal ini disesuaikan dengan penelitian yang akan diambil. Metode penelitian berguna
BAB III METODE PENELITIAN. analisis atau descriptive research. Melalui metode deskriptif analisis peneliti
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis atau descriptive research. Melalui metode deskriptif analisis peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. mengenai dunia alam ataupun dunia sosial. memprioritaskan pada gambaran kejadian-kejadian yang berlangsung pada
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian adalah aktivitas menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang dan sistematis untuk menemukan pengetahuan atau hal
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Sugiyono (2015, hlm. 2) mengatakan, Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode
BAB III METODE PENELITIAN
55 A. Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian yang berjudul Garapan Penyajian Upacara Siraman Calon Pengantin Adat Sunda Grup Swari Laksmi Kabupaten Bandung didesain melalui metode deskripsi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Berdasarkan fokus dan tujuan penelitian, maka penelitian ini marupakan kajian yang mendalam guna memperoleh data yang lengkap dan terperinci.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dicapai dalam penelitian ini adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara
BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang meneliti status sekelompok manusia, suatu kondisi, suatu obyek, suatu pemikiran ataupun suatu peristiwa masa sekarang. Tujuan yang ingin dicapai dalam
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian Lokasi adalah suatu wilayah yang di dalamnya terdapat suatu objek atau subjek dengan karakteristik tertentu dan dapat ditetapkan untuk dipelajari
Moleong (2012: 6) mengemukakan pengertian metode penelitian kualitatif sebagai berikut:
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu suatu proses penelitian dan
BAB III METODE PENELITIAN. manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini didesain dengan penelitian kualitatif, yaitu tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif karena sifat data yang dikumpulkan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk mencari dan menemukan data yang diperoleh dalam penelitian dan membuat analisis dengan maksud agar penelitian dan kesimpulan
BAB II METODE PENELITIAN. ditinjau dari beberapa aspek, seperti tujuan penelitian, pendekatan
BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto, penentuan jenis penelitian dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti tujuan penelitian, pendekatan penelitian, bidang ilmu yang
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Pendekatan Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono,2012, hlm. 2). Penelitian ini bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul penelitian ini yakni, Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Perilaku Keagamaan Siswa di SMA Negeri 1 Tulungagung,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif (field research). Penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang berlandaskan pada
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode merupakan suatu hal yang sangat penting, karena metode merupakan salah satu upaya ilmiah yang menyangkut cara kerja untuk dapat memahami dan mengkritisi obyek atau sasaran
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis penelitian Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) 1 yaitu semua data yang terkumpul diperoleh dari lapangan,
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di Padepokan Jugala yang beralamat di Kopo No. 15 jl.astana Anyar Kota Bandung. Adapun alasan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu.1 Metode penelitian digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, menguji keefektifan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian lapangan (field reseach) yaitu penelitian untuk menemukan realitas apa
BAB III METODE PENELITIAN. misalnya dapat mengambil jenis studi kasus, etnografi, penelitian tindakan
34 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang pendekatan penelitian yang dipilih, yaitu pendekatan penelitian kualitatif. Sementara jenis
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif berdasarkan judul penelitian yang digunakan yaitu Implementasi Etika Public Relations PT
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara untuk mendapatkan data yang dilakukan secara ilmiah dengan tujuan dan fungsi tertentu. Cara ilmiah yang dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian lapangan (field research), yang dimaksud dengan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yang dimaksud dengan penelitian lapangan menurut
BAB III METODE PENELITIAN
27 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi yang dijadikan penelitian adalah SDN Cibeureum 2 Kota Tasikmalaya. Adapun alasan pemilihan lokasi penelitian ini
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu tertentu dengan menggunakan metode ilmiah serta aturanaturan yang berlaku
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Sebuah penelitian pastilah memerlukan metode-metode penelitian. Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk menentukan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.1
BAB III METODE PENELITIAN. kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci,
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang meneliti
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada giliranya
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
25 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode bertujuan untuk mempermudah pencapaian maksud-maksud penelitian. Pemilihan metode yang tepat dapat membantu dan menentukan keberhasilan sebuah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara-cara yang ditempuh dalam suatu tindakan penelitian. Pada penelitian ini peneliti mengambil salah satu metode yang dipilih
BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian kualitatif adalah
32 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini mengkaji dan mendeskripsikan tentang nilai-nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler pramuka di SDN Lorejo 2 Kabupaten
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Deskripsi Latar Penelitian 3.1.1 Sumber Data 3.1.1.1 Data Primer Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pada istri yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dengan menggunakan kajian fenomenologi
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif analisis. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sasaran Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kompleks Keraton Kacirebonan tepatnya di RT. 004 RW. 002 No. 74 Kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Palur, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Dengan pertimbangan sebagai berikut : 1. Lokasi penelitian mudah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Peneliti memilih lokasi ini karena di daerah tersebut tradisi pemasangan tuwuhan sudah
