Domain Name Service (DNS)
|
|
|
- Iwan Hardja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Domain Name Service (DNS) Setiap host dikenali oleh komputer dengan IP Address-nya. Manusia lebih menyukai nama-nama daripada nomer-nomer. Domain Name Serice ditemukan untuk memudahkan manusia dalam mengingat sebuah hostname. 1. Prinsip Kerja DNS 2. Kenapa Harus Menggunakan DNS? 3. Implementasi Host Table 4. Top Level Domain dan Sub-Domain. 5. Konfigurasi DNS server Konfigurasi boot script DNS server Konfigurasi Caching-only Server (Konfigurasi minimal) Primary dan Secondary server Reverse Domain Server Konfigurasi Zona File DNS untuk Mapping Host ke IP Address Konfigurasi Zona File DNS untuk Reverse Address Konfigurasi Cache File 6. Start DNS server 7. Konfigurasi Resolver 8. Menggunakan utility nslookup 9. DNS dan Sendmail 10. Pemeliharaan dan updating data DNS 1. Prinsip Kerja DNS Domain Name Service (DNS) merupakan salah satu aplikasi TCP/IP yang dibangun untuk melayani informasi tentang semua host yang terhubung dalam jaringan TCP/IP. Aplikasi ini dimplementsikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). Software ini merupakan software client server. Software client disebut resolver yang berisikan queri-queri informasi tentang suatu domain dan mengirimkan queri tersebut ke server. Software server adalah software yang menjawab queri dari client dan akan memberikan informasi sesuai dengan yang diinginkan. Informasi yang disediakan terdiri dari IP address, Canonical Name, Mail Exchanger, Informasi Hardware, Sistem Operasi yang digunakan dan Network Service yang disediakan oleh masing-masing host. DNS server dimplementasikan dalam suatu daemon program yang dikenal dengan nama named (dibaca : name d ). named biasanya dijalankan pada saat booting atau dapat juga dieksekusi dari shell. Pada saat akan menjalankan DNS server, named terlebih dahulu membaca file script yang disebut DNS server boot script file. Default untuk file script adalah file /etc/named.boot. File boot ini berisi script yang berisi informasi tentang domain yang akan dilayani oleh DNS server. Data-data dari host yang ada pada jaringan dikelompokkan menurut domain. Tiap domain disebut zona. Informasi host-host yang ada pada suatu zona (IP address, CNAME, MX Record dll) disimpan dalam satu file. File-file ini disebut zona file. Sebuah DNS server dapat merupakan server dari beberapa domain sekaligus dan dapat juga merupakan secondary server dari suatu primary server. Apabila suatu DNS server merupakan suatu secondary server maka DNS server tersebut akan melakukan zona transfer dari pimary server. Dengan proses ini maka DNS tersebut merupakan server juga bagi domain yang dijalankan pada primary server.data-data zona file yang ada pada primary server akan ditransfer ke secondary server secara periodik. Perubahan zona file pada primary server akan diupdate secara otomatis oleh secondary server. Dengan prinsip ini maka seluruh DNS pada jaringan TCP/IP dapat melakukan zona transfer satu dengan yang lain sehingga penambahan host pada jaringan akan diupdate secara otomatis oleh seluruh DNS. Sisi client dari DNS adalah resolver. Apabila ada permintaan dari user untuk melakukan hubungan dengan remote host maka resolver akan mencari IP address dari host yang akan dituju dan mengirimkan queri ke DNS server. Apabila DNS server mempunyai data dari remote host tersebut maka DNS server akan mengirimkannya ke client. Setelah mendapatkan IP address remote host yang dituju, maka host tersebut akan mencari routing ke remote host dan selanjutnya akan membuka hubungan dengan remote host. Resolver juga digunakan untuk aplikasi-aplikasi TCP/IP lainnya seperti FTP (File Transfer Protocol), SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), RLOGIN (Remote Login), Finger, PING dll. Prinsip kerja DNS dapat digambarkan seperti pada gambar 4.1 PDF processed with CutePDF evaluation edition
2 TCP/IP Application Resolver DNS Server query DNS Client query respon Gambar 4.1. Prinsip Kerja DNS 2. Kenapa Harus Menggunakan DNS? 2.1 Alasan dan Kenyataan Jaringan TCP/IP merupakan jaringan yang dibangun dengan menggunakan prinsip packet switching. Dengan prinsip ini maka data yang akan dikirimkan dari satu host ke host lainnya dibagi menjadi paketpaket. Tiap-tiap paket berisi header yang salah satu bagiannya adalah alamat tujuan paket tersebut. Pada lapisan IP (lihat Arsitektur TCP/IP) alamat tujuan ini dikenal dengan nama IP address. Setiap host pada jaringan TCP/IP dikenali dari IP addressnya. Setiap host mempunyai IP address yang unik dan IP address tidak tergantung dari antarmuka jaringan dan sistem operasi jaringan. Manusia sebagai pengguna komputer lebih familiar mengenali suatu host dengan mengetahui nama host (hostname) tersebut. Misalkan : lebih mudah mengingat host cnrg.itb.ac.id dibanding mengingat sebagai IP address dari cnrg.itb.ac.id. Untuk mengakomodasi kepentingan manusia dan sistem komputer maka diperlukan suatu pemetaan yang berfungsi memetakan nama host (yang lebih mudah diingat oleh manusia) menjadi IP address yang dapat dikenali oleh komputer. Dengan proses pemetaan ini maka apabila user akan berhubungan dengan remote host maka user cukup menuliskan nama host yang akan dihubungi. Selanjutnya fungsi pemetaan akan mencari IP address dari host tersebut. Pada awal perkembangan jaringan TCP/IP sekitar tahun 1970 jumlah host pada jaringan TCP/IP baru mencapai jumlah ratusan host. Pemetaan dari nama host ke IP address dilakukan dengan menuliskan semua data-data host pada suatu file yaitu file HOSTS.TXT. Pada sistem operasi UNIX data host-host tersebut disimpan pada file /etc/hosts. File ini disimpan pada suatu komputer di Network Research Center. Apabila ada penambahan host pada jaringan maka system administrator akan mengirimkan ke NIC dan selanjutnya host baru tersebut akan ditambahkan pada file HOSTS.TXT. Host-host yang lain akan men-dowload file tersebut secara periodik (biasanya 1 kali seminggu). Akibat perkembangan jaringan yang cukup pesat maka ukuran file HOSTS.TXT menjadi sangat besar dan traffic untuk download HOSTS.TXT ke seluruh jaringan menjadi sangat tinggi. Hal ini akan menyebabkan performansi jaringan akan menurun. Penggunaan HOSTS.TXT untuk pemetaan dari hostname ke IP address tidak efisien lagi. (Untuk jaringan kecil file /etc/hosts masih bisa digunakan). Disamping permasalahan updating dan download file HOSTS.TXT muncul juga masalah akibat penyebaran jaringan pada berbagai negara di dunia. Tentu sangat tidak mungkin melakukan pemetaan secara sentralisasi untuk seluruh host-host yang ada di Jaringan. Untuk itu diperlukan suatu pendelegasian untuk memudahkan pemeliharaan jaringan dan updating data-data host. Pada bagian selanjutnya akan terlihat bahwa sebuah top level domain dapat berkembang menjadi beberapa sub-domain dan tiap-tiap domain terdiri dari banyak host. Hal ini merupakan kenyataan yang mengharuskan melakukan manajemen pemeliharaan nama host secara distribusi. Alasan dan kenyataan-kenyataan di atas mendorong ARPA mengembangkan suatu aplikasi pemeliharaan nama-nama host di jaringan yang mempunyai sifat : 1. Pemeliharaan yang bersifat lokal 2. Data-data host dapat diakses secara global. 3. Manajemen yang bersifat desentralisasi. 4. Updating data bersifat lokal. 5. Tidak ada komputer dengan hostname yang sama di seluruh jaringan.
3 Paul Mockapetris selanjutnya ditugaskan untuk mengembangkan sistem baru tersebut dan hasil pengembangannya di publikasikan pada RFC 882 dan 883. Konsep yang dikembangkan oleh Paul Mockapetris ini dikenal dengan nama Domain Name System atau disingkat menjadi DNS. Dengan konsep DNS maka data-data host pada jaringan didistribusikan pada berbagai komputer tetapi satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Antar DNS server dapat saling berkomunikasi dan melakukan zona transfer apabila ada perubahan zona file pada suatu DNS. Pada tahap selanjutnya informasi yang tersimpan pada DNS server diperluas untuk melayani kebutuhan aplikasi TCP/IP lainnya. Informasi MX (Mail Exchanger) ditambahkan pada DNS server untuk mail server untuk suatu domain ataupun suatu host. Informasi lain yang ditambahkan pada layanan DNS adalah Host Information yang berisi informasi tentang informasi hardware dan software dari masing-masing host dan Well Known Service yang berisi informasi layanan-layanan yang disediakan oleh tiap-tiap host. Masingmasing jenis informasi ini akan dijelaskan pada bagian selanjutnya. 3. Implementasi Host Table Untuk memetakan host ke IP address diperlukan suatu host data base. Untuk network yang sederhana dan tidak terhubung ke Internet dapat mengisikan data-data host pada jaringan pada file /etc/hosts. Format pengisian pada file /etc/hosts adalah sebagai berikut : <ip_address> <hostname> <canonical name> contoh file /etc/hostst adalah sebagai berikut: # Table of IP address and host name # for IUC on Microelectronics ITB maingtw.paume.itb.ac.id maingtw dns.paume.itb.ac.id dns system.paume.itb.ac.id system gopher.ee.itb.ac.id gopher localhost Dari file /etc/hosts di atas dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut: 1. Komentar diawali dengan karakter # 2. Entri pertama adalah tabel untuk maingtw.paume.itb.ac.id, IP address untuk maingtw.paume.itb.ac.id adalah dan maingtw merupakan nama singkat (Canonical Name) untuk maingtw.paume.itb.ac.id. 3. Entri kedua sampai entri keempat mempunyai arti yang sama dengan entri pertama. 4. Entri kelima adalah address khusus yang digunakan untuk localhost. Entri adalah address khusus untuk mengalamati diri sendiri sebagaimana mengalamati host lain. Localhost sangat berguna untuk penyederhanaan pengalamatan untuk berkomunikasi dengan lokal process. Localhost juga bermanfaat untuk mengurangi traffic di network karena localhost address disasosiasikan sebagai loopback device dan akan me-loop data ke localhost sebelum dikirim ke network. Walaupun penggunaan /etc/hosts sebagai host tabel tidak praktis untuk network yang besar maka ada beberapa alasan untuk menggunakan /etc/hosts. 1.Jumlah host pada jaringan tidak terlalu banyak (<100) 2.Jaringan tidak terhubung ke Internet 3.Host tabel merupakan database bagi NIS (Network Information Service) 4.Tidak seluruh host pada jaringan menggunakan sistem operasi UNIX Agar semua host pada jaringan dapat saling berhubungan maka setiap host harus mempunyai host data base yang sama. Apabila terdapat penambahan host maka semua file /etc/hosts pada setiap host harus diupdate. Pada file /etc/hosts hanya mengandung informasi host name, canonical name dan IP address. 4. Top Level Domain dan Sub-Domain Pemberian nama host dalam jaringan TCP/IP mengikuti suatu aturan tertentu. Aturan ini hampir sama dengan pembagian dunia atas berbagai negara, negara terdiri dari berbagai negara bagian (propinsi), propinsi terdiri dari beberapa kabupaten dan seterusnya. Dengan melihat hostname maka kita bisa mengetahui lokasi host tersebut. Host host yang terhubung dalam jaringan dikelompokkan menurut komunitas lingkungan host tersebut. Komunitas tersebut disebut domain. Pemberian nama domain
4 tersebut mulai dari pengelompokan besar sampai pengelompokan yang lebih kecil. Domain yang terbesar disebut Top Level Domain. Misalkan edu adalah Top Level Domain untuk perguruan tinggi di US, id adalah Top Level Domain untuk host-host yang ada di Indonesia. Tiap-tiap Top Level Domain terdiri dari beberapa komunitas yang lebih kecil lagi yang disebut Sub-Domain. Misalkan mit.edu adalah Sub-Domain dari Top Level Domain edu dan merupakan domain untuk host yang ada di lingkungan MIT, co.id merupakan Sub- Domain dari Top Level Domain id dan merupakan domain untuk host yang ada di lingkungan badan komersial di Indonesia. Dari tiap-tiap sub domain dapat dibagi lagi menjadi beberapa sub-domain yang lebih kecil lagi. Domain merepresentasikan lokasi host tersebut pada jaringan. Untuk suatu domain tertentu semua nama host harus menyertakan nama domain di dalam pemberian nama host. Misalkan untuk itb.ac.id merupakan domain untuk lingkungan ITB dan semua host di lingkungan ITB harus menyertakan nama domain pada hostnya. Misalkan adalah salah satu host di ITB yang mempunyai hostname www dan domain itb.ac.id, ftp.itb.ac.id adalah salah satu host di ITB yang mempunyai hostname ftp dan domain itb.ac.id. Kedua host di atas berada di lingkungan ITB dan keduanya mempunyai domain yang sama yaitu itb.ac.id. Penulisan suatu host secara lengkap seperti dan ftp.itb.ac.id disebut Fully Qualified Domain Name (FQDN). FQDN terdiri dari dua bagian yaitu hostname (ftp dan www) dan domain name (itb.ac.id). Top Level Domain dibagi menurut sifat keorganisasian. Top level domain yang ada pada saat ini terdiri dari singkatan nama suatu negara (kecuali US) dan biasanya terdiri dari 2 atau tiga karakater. Berikut ini adalah beberapa top level domain yang ada di Internet. com edu mil net org int Top level domain untuk organisasi komersial di US, mis Hewlet Packard (hp.com), Sun Microsystem (sun.com) dan IBM (ibm.com). Top level domain untuk organisasi pendidikan di US, mis Purdue University (purdue.edu) dan U.C.Berkeley (berkeley.edu). gov Top level domain untuk organisasi pemerintahan di US, seperti NASA (nasa.gov). Top level domain organisasi militer, seperti US.Army (army.mil), dan Navy (navy.mil). Top level domain untuk organisasi Networking seperti NSFNET (nsf.net), ANS (ans.net). Top level domain untuk Organisasi non-profit, seperti Electronic Frontier Foundation (eff.org), Amateur Radio Organization (ampr.org). Top level domain untuk organisasi Internasional, seperti NATO (nato.int). Kesepakatan penamaan domain di Indonesia. Pada jaringan Internet top level domain untuk Indoenesia adalah id. Pada saat ini telah ada kesepakatan di antara provider dan pengelola jaringan di Indonesia untuk pengaturan sub-domain di bawah top level domain id. Kesepakatan ini ditujukan untuk mempermudah pengaturan routing dan manajemen jaringan. Kesepakatan tentang sub-domain di bawah top level domain id adalah : go.id co.id ac.id Sub-domain untuk organisasi pemerintahan, mis LIPI (lipi.go.id), BPPT (bbpt.go.id). Sub-domain untuk organisasi komersial, mis LEN (len.co.id), PT.Agung Teknik (atw.co.id). Sub-domain untuk organisasi pendidikan, mis ITB (itb.ac.id.), UI (ui.ac.id), UGM (ugm.ac.id). net.id Sub-domain untuk provider network, mis IndoInternet (indo.net.id), Radnet (radnet.net.id), Idola (idola.net.id). or.id Sub-domain untuk organisasi kemasyarakatan, mis WALHI (walhi.or.id). Penamaan sub-domain di bawah sub-domain di atas diserahkan sepenuhnya kepada pengelola jaringan di domain tersebut. Misalkan Universitas Brawijaya dapat memilih domain unibraw.ac.id ataupun unbraw.ac.id. Yang perlu dipertahankan adalah konsistensi penamaan domain. Sebaiknya domain yang digunakan bersifat permanen, tidak berganti-ganti. Karena pergantian domain akan memerlukan updating pada seluruh jaringan. Perluasan domain (domain expanding) di bawah suatu domain juga diserahkan sepenuhnya kepada pengelola jaringan di masing-masing sub-domain. Misalkan di domain itb.ac.id terdapat beberapa subdomain lagi yang lebih kecil seperti di lingkungan PAU Mikroelektronika ITB digunakan domain paume.itb.ac.id, di lingkungan jurusan Teknik Elektro ITB digunakan domain domain ee.itb.ac.id. 5. Konfigurasi DNS Server DNS Server adalah adalah suatu host yang berfungsi sebagai penyedia informasi tentang seluruh hosthost di jaringan. Informasi tersebut terdiri dari IP address, Mail server dan Informasi hardware dan sistem
5 operasi masing-masing host. DNS server dapat dimplementasikan pada hampir semua sistem operasi UNIX base seperti (HP-UX, Sun Solaris, SCO Unix, FreeBsd, dll). Kondisi yang ideal adalah setiap domain mempunyai sebuah DNS Server dan masing-masing DNS server dapat melakukan zona transfer. File-file yang diperlukan untuk menjalankan DNS server adalah : /etc/named (executable file) /etc/named.boot (script file) adalah default zona file. 5.1 Konfigurasi boot script DNS Server Pada saat akan menjalankan named maka diperlukan suatu file script untuk menjalankan DNS server. File script ini berisi tentang informasi domain yang ditangani oleh DNS server tersebut. Sebuah DNS server dapat menangani beberapa domain sekaligus. File script default yang digunakan adalah /etc/named.boot. Command yang digunakan pada named.boot ini adalah : directory primary secondary cache forwarders slave Mendefenisikan directory tempat penyimpanan zona file Mendeklarasikan DNS server sebagai primary untuk domain tertentu Mendeklarasikan DNS server sebagai secondary untuk domain tertentu Mendefenisikan cache file Mendefenisikan daftar server untuk meneruskan queri dari client Memfungsikan DNS server hanya menggunakan forwarder 5.2 Konfigurasi Caching-only DNS Server (Konfigurasi minimal) Untuk menjalankan DNS server yang tidak menangani domain tertentu tapi merupakan DNS server di zona tertentu dapat menjalankan Caching-only DNS Server. Dengan menjalankan Caching-only DNS Server maka setiap queri dari client akan diteruskan ke DNS server root domain (.) yang dapat diakses oleh DNS server tersebut. Daftar-daftar server untuk root domain ini disimpan pada suatu file. Pada Konfigurasi minimal juga harus ditambahkan bahwa DNS server merupakan primary server untuk loopback domain. Konfigurasi minimal dari boot script untuk DNS server adalah sebagai berikut Caching only and Server Configuration directory /etc/named.data primary IN-ADDR.ARPA db.local cache. db.cache end of named.boot Keterangan : 1. Komentar di awali dngan karakter 2. Baris keempat : directory /etc/named.data artinya : directroy /etc/named.data digunakan untuk menyimpan zona file. Directory ini harus telah ada sebelumnya dan seluruh zona file akan disimpan di directory /etc/named.data. 3. Baris kelima : primary IN-ADDR.ARPA db.local adalah deklarasi bahwa DNS merupakan primary server untuk loopback domain. Zona File untuk loopback domain adalah /etc/named.data/db.local. Zona file boleh diberi nama sesuai dengan keinginan adminsitrator jaringan. Tapi yang penting bahwa nama tersebut mewakili zona tertentu. 4. Baris keenam : cache. db.cache artinya : bahwa DNS server menjalankan caching-only DNS server dan file untuk inisialisasi cache adalah /etc/named.data/db/cache. Aturan penulisan file db.local dan db.cache akan dijelaskan pada bagian penulisan zona file. 5.3 Primary Server dan Secondary Server Apabila suatu DNS server menangani dan memelihara suatu zona file untuk domain tertentu yang artinya bahwa perubahan host pada domain ini diupdate pada DNS server tersebut, maka DNS server ini disebut sebagai primary server. Misalkan dns.paume.itb.ac.id adalah primary server untuk domain itb.ac.id maka setiap ada penambahan dan perubahan host di domain itb.ac.id harus langsung di update pada zona file itb.ac.id.
6 Secondary server adalah DNS server yang tidak memelihara langsung zona file dari suatu domain. Secondary server akan mengupdate zona file dari primary server. Proses updating secondary server dari primary server disebut zona transfer. Secondary server digunakan untuk mengurangi traffic query permintaan ke primary server. Client cukup mengirim query ke secondary server. Setiap ada perubahan pada primary server akan diupdate secara otomatis oleh secondary server. Sebuah DNS server dapat merupakan primary server dari beberapa zona sekaligus dan dapat juga merupakan secondary server dari beberapa domain sekaligus. Dengan fungsi ini query dari client akan dikirimkan ke DNS lokal dan updating data hanya terjadi antara DNS server seluruh zona. Berikut ini adalah contoh DNS server yang merupakan primary server dari beberapa domain dan juga secondary server dari beberapa domain yang terletak pada DNS server yang berbeda. boot file for primary and secondary name server directory /etc/named.data cache. db.cache primary IN-ADDR.ARPA db.local domain source host/file backup file primary paume.itb.ac.id db.paume primary itb.ac.id db.itb primary co.id db.co.id secondary ee.itb.ac.id db.ee.bak secondary telkom.go.id db.tk.bak Keterangan : 1. Pada baris keempat diassign bahwa directory penyimpanan zona file adalah directory /etc/named.data. Directory ini harus telah ada sebelumnya. 2. Baris kelima bahwa DNS server juga menjalankan caching-only server. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk setiap DNS server. 3. DNS server ini merupakan DNS server untuk 3 domain yaitu domain paume.itb.ac.id, itb.ac.id, dan co.id. Zona file untuk paume.itb.ac.id adalah db.paume, zona file untuk domain itb.ac.id adalah db.itb dan zona file untuk co.id adalah db.co. Karena DNS server merupakan primary server dari domain-domain di atas maka zona file ini harus telah dibuat sebelumnya (akan dibahas pada bagian berikutnya). 4. Pada baris ke 12 sampai ke 15 merupakan deklarasi bahwa DNS server ini merupakan secondary server dari domain-domain lain. DNS server ini merupakan secondary server dari domain ee.itb.ac.id. Primary server untuk domain ee.itb.ac.id adalah host yang mempunyai IP address Zona file untuk domain ee.itb.ac.id adalah db.ee.bak. DNS server ini juga merupakan secondary server dari domain telkom.go.id. IP address primary server untuk domain telkom.go.id adalah Zona file untuk domain telkom.go.id adalah db.telkom.bak. Karena DNS server merupakan secondary server dari domain-domain di atas maka zona file untuk domain akan diupdate dari primary server pada saat pertama kali menjalankan DNS server. Jadi zona file tidak perlu dibuat pada secondary server. Setiap ada perubahan zona file pada pimary server maka perubahan tersebut akan diupdate oleh secondary server. Mode transfer ini dapat digambarkan seperti pada gambar 4.2:
7 server telkom.go.id server ee.itb.ac.id DNS server Resolver query answer Gambar 4.2. Hubungan secondary server dengan beberapa primary server 5.4 Reverse Domain Server Disamping pemetaan dari hostname ke IP address, dalam jaringan TCP/IP diperlukan juga pemetaan dari IP address ke hostname. Pemetaan ini merupakan pemetaan balik dari pemetaan hostname ke IP address. Proses ini disebut reverse domain. Reverse domain biasanya diperlukan untuk menyimpan informasi ataupun statistik untuk disimpan dalan satu log file. Disamping itu reverse domain juga diperlukan untuk security jaringan (authorization check). Bila menggunakan host table (/etc/hosts) maka pemetaan hostname ke IP address merupakan pemetaan satu ke satu. Resolver akan mencari hostname pada host tabel secara sekuensial. Dengan menggunakan DNS proses pencarian IP address dari suatu hostname dapat dengan mudah dilakukan. Tapi proses pencarian hostname dari suatu host dengan IP address tertentu memerlukan proses pencarian yang cukup lama, karena harus dilacak ke seluruh domain name server. Solusi yang digunakan adalah dengan membuat suatu domain dengan menggunakan IP address sebagai domain. Pada jaringan TCP/IP top level domain yang menggunakan IP address sebagai domain diberi nama inaddr.arpa. Pemberian nama sub domain dibawah top level domain ini mengikuti aturan sebagai berikut: 1. Sub domain dibentuk dengan menuliskan sub domain dalam format representasi IP address dalam bentuk dot-octet. 2. Pembentukan sub domain di bawah top level domain dimulai dari oktet pertama dari IP address (IP address terdiri dari 32 bit=4 oktet) dan sub domain selanjutnya dibentuk dari oktet ketiga dan demikian seterusnya.
8 Contoh : Sebuah network dengan IP address XX.XX (Network Klas B, XX = variable 0-255) dikoordinir oleh DNS server dns.paume.itb.ac.id. Agar DNS ini dapat merupakan server untuk reverse domain pada IP address di atas maka reverse domain yang harus dibuat adalah in-addr.arpa Keterangan : 1. Network dengan IP address XX.XX bila direpresentasikan dalam bentuk dot-octet adalah Oktet pertama dari IP address network di atas adalah 167, oktet kedua 205, maka sub domain di bawah top level domain in-addr.arpa adalah 167.in-addr.arpa. Sub domain berikutnya adalah oktet kedua yaitu 205, maka di bawah sub-domain 167.in-addr.arp terdapat lagi sub domain inaddr.arpa. 3. Apabila IP address XX.XX didelegasikan ke beberapa organisasi dan tiap organisasi mempunyai DNS sendiri maka setelah sub-domain in-addr.arpa bisa juga dibentuk beberapa sub domain lagi seperti in-addr.arpa, in-addr.arpa, inaddr.arpa dan seterusnya. Proses pencarian IP address dengan menggunakan proses reverse domain dapat digambarkan seperti pada gambar 4.3 arpa in-addr Gambar 4.3. Proses Pencarian IP address dengan Reverse Domain Contoh berikut adalah contoh boot script untuk suatu DNS server yang juga merupakan juga reverse domain server dari beberapa network. boot file for primary and secondary name server also for reverse domain server directory /etc/named.data cache. db.cache primary IN-ADDR.ARPA db.local domain source host/file backup file primary paume.itb.ac.id db.paume primary itb.ac.id db.itb primary co.id db.co.id secondary ee.itb.ac.id db.ee secondary telkom.go.id db.telkom secondary bppt.go.id db.bppt primary reverse domain server primary IN-ADDR.ARPA db primary IN-ADDR.ARPA db primary IN-ADDR.ARPA db secondary reverse domain server secondary IN-ADDR.ARPA db secondary IN-ADDR.ARPA db
9 Keterangan 1. DNS server merupakan primary server untuk reverse domain IN-ADDR.ARPA, IN-ADDR.ARPA dan IN-ADDR.ARPA. Zona file untuk masing-masing reverse domain adalah db dst. 2. DNS server juga merupakan secondary server dari reverse domain IN-ADDR.ARPA dan primary servernya adalah dan zona file disimpan pada file db bak dan db bak. Zona file akan di update dari primary server pada saat menjalankan DNS server (named). 5.5 Konfigurasi Zona File DNS untuk Mapping Host ke IP Address Zona file menggunakan suatu standard penulisan record untuk penulisan informasi suatu domain. Standard penulisan ini disebut Standard Resource Records. Standard Resource Records yang digunakan adalah sebagai berikut : Fungsi Start of Authority Record (SOA) Mendefenisikan hostname yang merupakan awal dari suatu zone. Untuk setiap zone hanya mempunyai sebuah SOA. SOA biasanya dideklarasikan pada awal zona file. Format [zone] IN SOA origin contact ( serial refresh retry expire minimum Komponen SOA record terdiri dari : zone ) Komponen ini mendefenisikan nama dari zona. SOA record terdiri dari zone yang diawali dengan karakter at-sing ). Dengan penulisan ini berarti domain yang dideklarasikan pada boot script yang diawali dengan statement primary merupakan asal dari zone tersebut. origin Mendeklarasikan hostname yang merupakan primary master server untuk domain. Hostname biasanya ditulis secara FQDN, misalnya dns.paume.itb.ac.id. contact serial refresh retry Mendeklarasikan address administrator yang bertanggung-jawab terhadap domain. Standard penulisan administrator adalah user.hostname, misalnya cnrg.dns.paume.itb.ac.id. Administrator domain adalah user dengan nama cnrg pada host dns.paume.itb.ac.id. Merupakan nomor seri dari zona file. Serial number ini harus bertambah setiap ada perubahan data pada zona file. Serial number ini digunakan oleh secondary server untuk melakukan pengecekan apakah ada perubahan zona file pada primary server. Untuk melakukan pengecekan secondary server akan melihat serial number. Apabila serial number di primary server lebih besar dari serial number yang terdapat pada zona file di secondary server, maka secondary server akan melakukan full zona transfer dari primary server. Apabila tidak ada perubahan serial number maka secondary server berasumsi bahwa tidak perubahan zona file pada primary server. Komponen ini mendeklarasikan selang waktu (dalam detik) yang diperlukan oleh secondary server untuk melakukan pengecekan terhadap perubahan zona file pada primary server. Setiap selang waktu yang telah ditentukan secondary server akan melakukan pengecekan terhadap serial number untuk mengetahui apakah ada perubahan zona file. Selang waktu ini dipilih berdasarkan dinamika perubahan zona file antar DNS server. Biasanya perubahan zona file hanya bersifat harian, maka sebaiknya selang waktu dapat dipilih 1 hari (24jam x 3600 detik). Komponen ini menentukan berapa lama (dalam detik) secondary server menunggu untuk mengulang pengecekan terhadap primary server apabila primary server tidak memberikan respon pada saat proses refresh. Jangan menggunakan nilai retry yang terlalu kecil karena pengulangan dalam waktu singkat tidak menghasilkan apa-apa
10 karena ada kemungkinan primary server sedang down. Sebaiknya gunakan retry sekitar 1 jam lebih. expire minimum Komponen ini menentukan berapa lama (dalam detik) zona file dipertahankan pada secondary server apabila secondary server tidak dapat melakukan zona refresh. Apabila setelah masa expire, secondary server tidak dapat melakukan zona refresh maka secondary server akan menghapus file tersebut dari zona file. Sebaiknya nilai komponen ini cukup besar (lebih besar dari 30 hari) dan untuk link yang kurang reliable sebaiknya sekitar 6 bulan ataupun 1 tahun Komponen ini menentukan nilai default time to live (ttl) untuk semua resource record pada zona file. Sebaiknya nilai ini dibuat sebesar mungkin, karena jarang sekali perubahan pada suatu hostname begitu hostname tersebut diberi IP address dan MX record. Berikut ini adalah salah satu contoh SOA record untuk domain paume.itb.ac.id. domain IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. ( Serial Refresh every 3 hours 3600 Retry every hour Expire after 10 week ) ttl of 100 day Fungsi Format Name Server Record (NS) NS record merupakan identifikasi authoritative server untuk suatu zona. Authoritative server untuk suatu zona sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan preventif apabila primary master server tidak bisa diakses oleh secondary server. [domain] IN NS server Komponen Name Server Record domain server Authoritative server untuk domain ini adalah DNS server yang tertulis pada komponen server. Hostname dari komputer yang merupakan authoritative DNS server untuk domain yang tercantum pada komponen domain. Komponen ini ditulis secara FQDN. Berikut ini adalah contoh penulisan Standard Resource Record SOA dan NS untuk domain paume.itb.ac.id. domain paume.itb.ac.id NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id, maingtw.paume.itb.ac.id, dan IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. ( Serial Refresh every 3 hours 3600 Retry every hour Expire after 10 week ) Minimum ttl of 100 day IN NS dns.paume.itb.ac.id. IN NS maingtw.paume.itb.ac.id. IN NS gopher.ee.itb.ac.id. Address Record (A) Fungsi Untuk memetakan hostname ke IP address. Format [host] IN A address Komponen Address Record host Nama host yang hostnya seperti yang tercantum pada komponen address, hostname ditulis relatif terhadap domain dari host tersebut. Misalkan address record dari
11 maingtw.paume.itb.ac.id akan dituliskan pada zona file db.paume maka yang dituliskan pada zona file hanya maingtw. address adalah IP address untuk host dan ditulis dalam bentuk dotted-decimal. Suatu host yang bersifat multihoming, yaitu host yang terhubung ke beberapa network dengan menggunakan lebih dari satu network interface maka record address host tersebut dapat lebih dari satu. Berikut ini adalah contoh penulisan Standard Resource Record SOA dan NS untuk domain paume.itb.ac.id. domain paume.itb.ac.id NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id, maingtw.paume.itb.ac.id, dan IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. ( Serial Refresh every 3 hours 3600 Retry every hour Expire after 10 week ) Minimum ttl of 100 day IN NS dns.paume.itb.ac.id. IN NS maingtw.paume.itb.ac.id. IN NS gopher.ee.itb.ac.id. system IN A nmi IN A IN A design IN A IN A itbgtw IN A gw-paume IN A device IN A IN A Fungsi Format Mail Exchanger Record (MX) MX record digunakan untuk menredirect mail untuk suatu host ataupun suatu domain ke host yang berfungsi sebagai mail server. MX record sangat berguna untuk suatu domain yang tidak menjalankan mail software. Mail yang ditujukan untuk host-host yang terdapat pada domain ini akan di redirect ke host yang menjalankan mail software. [name] IN MX preference host name preference host Hostname ataupun domain tujuan pengiriman mail. Bila tujuan pengiriman adalah suatu domain pada suatu zona file, maka bagian ini cukup dikosongkan. Menentukan tingkat prioritas mail server yang akan digunakan untuk menredirect mail ke name. Sebuah host ataupun suatu domain bisa mempunyai beberapa mail server dan mail server yang digunakan pertama kali adalah mail server dengan prioritas treating dan apabila mail server ini gaggle dihubungi maka digunakan prioritas berikutnya dan demikian seterusnya. Mail server dengan preference tournedos merupakan prioritas treating. Adalah hostname dari mail server yang digunakan untuk menredirect mail ke host ataupun domain yang didefenisikan pada field name. Berikut ini adalah contoh suatu zona file yang mempunyai MX record untuk domain dan MX record untuk host. domain paume.itb.ac.id NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id, maingtw.paume.itb.ac.id, dan IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. ( Serial Refresh every 3 hours 3600 Retry every hour Expire after 10 week ) Minimum ttl of 100 day IN NS dns.paume.itb.ac.id. IN MX 40 mail.bbpt.go.id. IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id. system IN A
12 IN MX 40 mail.bppt.go.id. IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id. IN MX 10 system.paume.itb.ac.id. nmi IN A IN MX 40 mail.bppt.go.id. IN MX 10 nmi.paume.itb.ac.id. Fungsi Format Canonical Name Record (CNAME) Mendefenisikan alias name atau nickname untuk suatu host. nickname IN CNAME host Komponen dari Canonical Name Record adalah : nickname host Fungsi Format Adalah alias nama untuk host yang tercantum pada filed host Hostname yang alias namenya tercantum pada field nickname. Hostname harus ditulis secara FQDN dan tidak boleh merupakan alias name. Host Information Record (HINFO) Mendeklarasikan informasi singkat tentang hardware dan dan sistem operasi yang digunakan pada suatu hostname. [host] IN HINFO hardware software Komponen Host Information Record adalah sebagai berikut: host hardware software Hostname dari komputer yang hardware dan sistem operasinya dideskripsikan pada field hardware dan software. Field ini mengidentifikasikan hardware yang digunakan oleh host. Field berisi nama mesin yang digunakan dan tidak boleh terdiri dari karakter spasi. Field ini mengidentifikasikan sistem operasi yang digunakan oleh host. Sampai saat ini belum ada aplikasi TCP/IP yang menggunakan Host Info Record. Record ini hanya digunakan untuk memberikan infromasi kepada pengguna jaringan. Fungsi Format Well Known Services Record (WKS) Memberikan informasi tentang layanan-layanan yang disediakan oleh tiap-tiap host. [host] IN WKS address protocol services Komponen dari Well Known Services Record adalah : host address IP address dari host. protocol Hostname dari komputer yang WKS-nay tercantum pada field services. Transport protocol yang digunakan oleh services bake TCP ataupun UP. services Daftar service yang digunakan oleh host. Sama seperti HINFO, WKS sampai saat ini juga belum ada aplikasi TCP/IP yang menggunakan record ini. WKS hanya seeker infromasi bat Pamela jaringan. Berikut ini adalah contoh Zona File yang menggunakan record CNAME, HINFO dan WKS record. domain paume.itb.ac.id NS terdapat pada host dns.paume.itb.ac.id, maingtw.paume.itb.ac.id, dan IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.paume.itb.ac.id. ( Serial Refresh every 3 hours 3600 Retry every hour Expire after 10 week ) Minimum ttl of 100 day IN NS dns.paume.itb.ac.id. system IN A IN HINFO PC-486/DX Novell3.12 dns IN A IN HINFO HP9000/300 HP-UX-7.0
13 domain IN WKS TCP telnet smtp ftp finger IN CNAME dns.paume.itb.ac.id. 5.6 Konfigurasi Zona File DNS untuk Reverse Address Contoh : reverse IN SOA dns.paume.itb.ac.id. cnrg.dns.paume.itb.ac.id. ( Serial Refresh every 3 hours 3600 Retry every hour Expire after 100 week ) Minimum ttl of 1 day IN NS dns.paume.itb.ac.id. IN NS maingtw.paume.itb.ac.id. IN NS gopher.ee.itb.ac.id. ######################################## IP address ME Backbone ( ) ######################################## 1 IN PTR maingtw.paume.itb.ac.id. 33 IN PTR maingtw.paume.itb.ac.id. 97 IN PTR travellers.paume.itb.ac.id. 98 IN PTR system.paume.itb.ac.id. 99 IN PTR nmi.paume.itb.ac.id. 100 IN PTR design.paume.itb.ac.id. 101 IN PTR itbgtw.itb.ac.id. 102 IN PTR gw-paume.itb.ac.id. 105 IN PTR device.paume.itb.ac.id. 106 IN PTR process.paume.itb.ac.id. 107 IN PTR cnrg.itb.ac.id. 108 IN PTR robin.paume.itb.ac.id. 109 IN PTR marvel.paume.itb.ac.id. 110 IN PTR captain.paume.itb.ac.id. 5.7 Konfigurasi Cache File Cache file adalah file yang digunakan pada saat menjalankan Caching-only server. File ini digunakan untuk memberikan informasi kepada DNS server root server yang harus dihubungi untuk mengetahui infromasi host-host yang tidak terdapat pada domain lokal. Cache file ini sangat penting apabila jaringan kita telah terhubung ke Internet. Karena untuk mendapatkan IP address hostname di Internet tidak mungkin melakukan zona transfer antar seluruh DNS server. Contoh Cache file. example db.cache IN NS ns.nic.ddn.mil IN NS kava.nisc.sri.com IN NS aos.brl.mil IN NS c.nyser.net IN NS ns.nasa.gov IN NS nic.nordu.net ns.nic.ddn.nil IN A kava.nisc.sri.com IN A aos.brl.mil IN A c.nyser.net IN A ns.nasa.gov IN A nic.nordu.net IN A Keterangan 1. domain. berarti root domain adalah time to live untuk masing-masing domain dan masing-masing server. Artinya bahwa time to live dibuat selama mungkin karena record ini dipertahankan dalam waktu yang lama.
14 5.8 Start DNS Server DNS server dijalankan oleh name server daemon yang diberi nama named (dibaca name, d ). Syntaks untuk menjalankan named adalah sebagai berikut: named [-d level] [-p port] [-b bootfile] -d level Option ini digunakan untuk menentukan level penyimpanan informasi logs debugging dalam file /usr/tmp/named.run. Argument dari level adalah bilangan dari 1 sampai 9. Semakin tinggi level penyimpanan maka semakin detail informasi yang disimpan pada file /usr/tmp/named.run dan file tersebut akan membesar dalam waktu singkat. -p port Option ini menentukan port UDP/TCP yang digunakan oleh named. Nilai default adalah 53. Bila digunakan port lain ada kemungkinan aplikasi standard tidak bisa mengakses named. -b bootfile Option ini menentukan boot script yang digunakan pada saat menjalankan named. File default yang digunakan adalah /etc/named.boot. Command berikut adalah command untuk menjalankan named dengan menggunakan nilai default : #/etc/named Bila digunakan boot script selain named.boot maka commmand berikut dapat digunakan: #/etc/name -b bootfile bootfile : boot script file 6. Konfigurasi Resolver Resolver adalah code yang mengirim queri terhadap DNS server untuk mendapatkan informasi tentang suatu host. Dalam sistem operasi UNIX resolver dimplementasikan dalam suatu library (bukan dalam suatu program khusus untuk client). Untuk menggunakan resolver user cukup mengkonfigurasi file /etc/resolv.conf. File ini berisi informasi tentang domain dan DNS server untuk domain tersebut. Berikut ini adalah salah satu contoh file /etc/resolv.conf. Contoh file /etc/resolv.conf domain itb.ac.id server domain paume.itb.ac.id server domain ee.itb.ac.id server domain telkom.go.id server domain inkom.lipi.go.id server Keterangan : 1. Untuk domain itb.ac.id DNS servernya adalah Untuk domain ee.itb.ac.id DNS servernya adalah Untuk sebuah domain bisa menggunakan lebih dari satu DNS server 7. DNS dan Mail Dalam Standard Resource Record terdapat MX (Mail Exchanger) record yang digunakan dalam proses pengiriman electronic mail. Kegunaan MX record dapat dijelaskan sebagai berikut : Bila suatu remote host akan mengirimkan mail dan remote system tersebut dapat menggunakan MX Record maka remote host akan mencari nilai preference terendah (prioritas tertinggi) MX Record dari host tujuan. Remote host akan berusaha mengirim mail tersebut ke mail server dengan prioritas tertinggi. Apabila host dengan prioritas tertinggi tidak memberikan respon maka remote host akan berusaha mengrim ke mail server dengan prioritas kedua. Apabila proses ini masih gagal maka remote host akan mencari semua mail server yang ada pada MX record untuk host tersebut. Apabila suatu host tidak mempunyai MX record maka remote host akan berusaha mengirimkan mail langsung ke host tujuan. Hal
15 ini tidak disarankan, karena ada kemungkinan suatu host tidak dapat diakses karena link terputus ataupun sedang dalam kondisi perawatan. sebaiknya setiap host mempunyai MX Record. Karena remote host akan mencoba mengirimkan mail langsung ke MX Record prioritas tertinggi, maka biasanya MX Record prioritas tertinggi diberikan kepada host itu sendiri. Hal ini untuk menghindari proses pengiriman yang lama dari satu host ke host lainnya. Contoh MX Record untuk suatu host yang mempunyai beberapa mail server system IN A IN MX 40 mail.bppt.go.id. IN MX 30 maingtw.paume.itb.ac.id. IN MX 10 system.paume.itb.ac.id. Selang pemilihan preference MX Record biasanya dibuat berselisih 10 angka. Selisih ini dibuat sedemikian rupa agar apabila ada penambahan mail server maka dapat dilakukan penyisipan pada MX record yang telah ada sebelumnya. MX record juga digunakan untuk penyederhanaan pengiriman mail. Pengirim dapat mengirimkan mail kepada user yang ada pada suatu domain tanpa harus mengetahui hostname tempat user berada. Misalkan ada user yang akan mengirimkan mail ke President Direktur Intel Corp., maka pengirim tersebut dapat mengirimkan mail yang ditujukan kepada [email protected]. Apabila pada zona file terdapat MX record untuk domain intel.com, maka mail tersebut akan dikirimkan ke mail server untuk domain tersebut. Mail server akan mendistribusikan mail tersebut ke tujuan yang sebenarnya. 8. Utility nslookup nslookup adalah tool yang digunakan untuk debugging. Software ini bagian dari BIND software. Utility ini memungkinkan setiap pemakai mengirim query ke berbagai DNS server dan meminta insformasi yang diinginkan. Utility ini sangat berguna untuk mengetahui apakah DNS berfungsi dengan benar dan memerika apakah informasi suatu host ataupun domain sudah benar. nslookup dapat dijalankan pada dua mode yaitu mode direct dari command line dan mode interaktif. Berikut ini adalah contoh pencarian informasi tentang suatu host dari command line maingtw # nslookup itbgtw.itb.ac.id. Server: maingtw.paume.itb.ac.id Address: Name: itbgtw.itb.ac.id Addresses: , , Keterangan : Informasi host yang dinginkan adalah host itbgtw.itb.ac.id. Hasil queri ke DNS server maingtw.paume.itb.ac.id menghasilkan 3 buah IP address untuk itbgtw.itb.ac.id. itbgtw.itb.ac.id mempunyai 3 IP address karena mesin ini berfungsi sebagai gateway untuk ITB dari HF, VHF dan LAN. Berikut ini adalah contoh untuk menjalankan nslookup secara interaktif. Untuk melihat command yang dapat dijalankan dari prompt > ketikkan? pada prompt >.(ex : >? <Enter>) iwan:/usr/home/iwan maingtw # nslookup Server: maingtw.paume.itb.ac.id Address: >? Commands: (identifiers are shown in uppercase, [] means optional) NAME - print info about the host/domain NAME using default server NAME1 NAME2 - as above, but use NAME2 as server help or? - print info on common commands see nslookup(1) for details set OPTION - set an option all - print options, current server and host [no]debug - print debugging information [no]d2 - print exhaustive debugging information [no]defname - append domain name to each query [no]recurse - ask for recursive answer to query [no]vc - always use a virtual circuit domain=name - set default domain name to NAME
16 srchlist=n1[/n2/.../n6] - set domain to N1 and search list to N1,N2, etc. root=name - set root server to NAME retry=x - set number of retries to X timeout=x - set initial time-out interval to X seconds querytype=x - set query type, e.g., A,ANY,CNAME,HINFO,MX,NS,PTR,SOA,TXT,WKS type=x - synonym for querytype class=x - set query class to one of IN (Internet), CHAOS, HESIOD or ANY server NAME - set default server to NAME, using current default server lserver NAME - set default server to NAME, using initial server finger [USER] - finger the optional NAME at the current default host root - set current default server to the root ls [opt] DOMAIN [> FILE] - list addresses in DOMAIN (optional: output to FILE) -a - list canonical names and aliases -h - list HINFO (CPU type and operating system) -s - list well-known services -d - list all records -t TYPE - list records of the given type (e.g., A,CNAME,MX, etc.) view FILE - sort an 'ls' output file and view it with more exit - exit the program, ^D also exits Berikut beberapa command yang dapat digunakan pada prompt > 8.1 Mencari IP address dari suatu host > gopher.ee.itb.ac.id Server: maingtw.paume.itb.ac.id Address: Name: gopher.ee.itb.ac.id Addresses: , , Mencari informasi lengkap tentang suatu host > set type=any > gopher.ee.itb.ac.id Server: maingtw.paume.itb.ac.id Address: gopher.ee.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = ee.itb.ac.id nameserver = gopher.ee.itb.ac.id ee.itb.ac.id nameserver = maingtw.paume.itb.ac.id ee.itb.ac.id nameserver = dns.paume.itb.ac.id gopher.ee.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = dns.paume.itb.ac.id internet address = > 8.3 Mencari MX record untuk suatu host > set querytype=mx > system Server: maingtw.paume.itb.ac.id Address: system.paume.itb.ac.id preference = 30, mail exchanger = mail.iptek.net.id system.paume.itb.ac.id preference = 20, mail exchanger = maingtw.paume.itb.ac.id system.paume.itb.ac.id preference = 10, mail exchanger = system.paume.itb.ac.id paume.itb.ac.id nameserver = dns.paume.itb.ac.id
17 paume.itb.ac.id nameserver = maingtw.paume.itb.ac.id paume.itb.ac.id nameserver = gopher.ee.itb.ac.id maingtw.paume.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = maingtw.paume.itb.ac.id internet address = system.paume.itb.ac.id internet address = dns.paume.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = gopher.ee.itb.ac.id internet address = > 8.4 Pindah ke DNS server yang lain dan mencari Informasi tentang domain co.id > server gopher.ee.itb.ac.id Default Server: gopher.ee.itb.ac.id Addresses: , , > ls -t A co.id [gopher.ee.itb.ac.id] co.id. server = dns.paume.itb.ac.id.id gw.next flight.atw c0met.atw t1ger.atw w0ody.atw Pemeliharaan dan Updating DNS Beberapa untuk administrator network untuk memelihara DNS antara lain: 1. Setiap melakukan perubahan pada zona file jangan lupa menambah serial number pada SOA Record. Karena apabila serial number tidak diubah maka secondary server tidak akan melakukan zona transfer ke primary server. 2. Sebaiknya format serial number yang digunakan adalah : YYMMddhhmm (YY=dua angka terakhir dari tahun, MM=bulan, dd=tanggal, hh=jam, mm=menit). Artinya bahwa setiap ada perubahan pada zona file maka serial number diganti dengan angka-angka tahun, bulan, tanggal, jam dan menit tanggal perubahan. Dengan cara ini maka setiap ada perubahan maka serial number pasti bertambah besar. 3. Untuk kehandalan system sebaiknya selain primary server juga digunakan beberapa secondary server. Sehingga apabila primary server mengalami fail maka pemakai dapat menggunakan secondary server sebagai name server. 4. Usahakan melakukan koordinasi dengan administrator yang menangani primary server dari berbagai domain yang salaing terhubung. 5. Untuk mendapatkan fiel db.cache release terakhir, kirim mail ke [email protected] dengan Subject netinfo root-servers.txt. Update file db.cache dengan informasi root server yang terakhir.
LAPISAN APLIKASI DNS DAN TELNET. Budhi Irawan, S.Si, M.T
LAPISAN APLIKASI DNS DAN TELNET Budhi Irawan, S.Si, M.T DOMAIN NAME SYSTEM Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis
Bagian 7 Name Service
Bagian 7 Name Service Unix FreeBSD sudah include didalamnya BIND (Berkeley Internet Name Domain). Software bind ini digunakan untuk Name Service. Ada baiknya jika anda telah mengetahui dan memahami sebelumnya
MAKALAH DOMAIN NAME SERVICE (DNS)
MAKALAH DOMAIN NAME SERVICE (DNS) Disusun oleh: Muhammad Reyan Dirul Adha Andesta Aiyuha Azka Ria Guspamawanda Merti Sasmita Sehat Yogi TEKNIK INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI PADANG 2012 DAFTAR ISI Halaman
DNS Server Administrator
Modul 35: Overview Domain Name System (DNS) 1. Sistem yang menerjemahkan antara alamat IP dan host name Internet. 2. Sistem pemberian alamat yang digunakan dalam lingkungan Internet. Intinya memberi nama
Bab 3 Setting DNS Server
Bab 3 Setting DNS Server Konsep & Cara Kerja DNS DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer
MUHAMMAD ZEN SAMSONO HADI, ST. MSc.
Domain Name System 1 MUHAMMAD ZEN SAMSONO HADI, ST. MSc. Intro to DNS DNS merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet
MODUL 4. DNS (Domain Name System)
MODUL 4 DNS (Domain Name System) 1.1 Tujuan : 1. Mahasiswa mengerti DNS. 2. Mahasiswa memahami cara kerja DNS. 3. Mahasiswa mengerti penggunaan DNS. 4. Mahasiswa mampu mengimplementasikan DNS. 1.2 Tugas
Konsep & Cara Kerja DNS DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host (seperti linux.or.id) menjadi alamat IP (seperti 64.29.24.175) atas semua komputer yang terhubung langsung ke
PERCOBAAN III DOMAIN NAME SYSTEM (DNS)
PERCOBAAN III DOMAIN NAME SYSTEM (DNS) 4.1. Tujuan Mengetahui struktur dan hirarki DNS. Mengetahui cara DNS bekerja dari sisi client-server Mengetahui konfigurasi BIND. 4.2. Peralatan Yang Digunakan Perangkat
Membuat DNS Server di Debian 5 (Lenny)
Membuat DNS Server di Debian 5 (Lenny) di 15:19 Diposkan oleh David 1 komentar 1. Apakah Itu DNS? DNS (Domain Name Server) bekerja dengan konsep client server. Sebuah komputer yang menjalankan fungsi server
MODUL 6 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER DNS SERVER. Oleh:
MODUL 6 PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER DNS SERVER Oleh: Kelompok 10 I Wayan Aditya Setiawan 1208605057 I Made Ari Widjaja Bukian 1208605058 Kadek Tedy Ari Pramarta 1208605060 Ni Luh Putu Ratna Sri Andi Yani
-KONFIGURASI DNS SERVER UBUNTU SERVER
-KONFIGURASI DNS SERVER UBUNTU SERVER 11.04 - Dalam melakukan konfigurasi DNS Server Ubuntu Server 11.04, kita akan menggunakan bind9 sebagai server DNS. Dalam Ubuntu Server 11.04, pakage bind9 sudah ter-install,
SMK PASUNDAN 2 BANDUNG
SMK PASUNDAN 2 BANDUNG TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN Modul 1 IP Address & DNS SERVER DI Linux Debian Oleh Syaiful Watoni, ST. 1 DNS SERVER Cara Kerja DNS Server DNS (Domain Name System) adalah suatu system
Internet Protocol (IP) address
Internet Protocol (IP) address Pengertian IP address nternet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan
JOOBSHEET ADMINISTRASI SERVER
JOOBSHEET ADMINISTRASI SERVER HARI/TANGGAL :... KELAS : XI TKJ NAMA :... KOMPETENSI DASAR : MENGADMINISTRASI SERVER ALOKASI WAKTU : 3 X 45 MENIT MATERI : MEMBANGUN DNS SERVER MENGGUNAKAN DEBIAN SERVER
DNS SERVERS. 1. Lakukan login sebagai root pada terminal #su
DNS SERVERS 1. Lakukan login sebagai root pada terminal #su 2. Lakukan installasi paket tersebut dengan perintah #apt-get install bind9 3. Setelah melakukan installasi terbentuk Konfigurasi file yang ada
Peranan Graf/Tree dalam sejarah perkembangan DNS Internet
Peranan Graf/Tree dalam sejarah perkembangan DNS Internet Habibie Faried (13511069) Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung
Praktikum 3. Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:
PRAKTIKUM 3 Domain Name System pada Linux (Ubuntu) 1 Praktikum 3 Domain Name System POKOK BAHASAN: Paket DNS Server pada Linux (Ubuntu) Konfigurasi paket DNS Server pada Linux (Ubuntu) pengecekan DNS Server
KONFIGURASI DNS SERVER
SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Modul 7 KONFIGURASI DNS SERVER Team Training SMK TI 56 SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Tujuan: Siswa dapat mengerti serta memahami lebih lanjut mengenai apa dan bagaimana
Pertama. Kedua. nano /etc/bind/named.conf.options
Pertama Langkah pertama konfigurasi adalah mengedit file /etc/bind/named.conf.options untuk menambahkan DNS Forward, disini saya gunakan DNS public dari google saja. root@lab13:~# nano /etc/bind/named.conf.options
PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER. DNS SERVER (Domain Name System) Oleh : Idris Winarno
PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER DNS SERVER (Domain Name System) Oleh : Idris Winarno JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
DNS SERVER. Jaringan Komputer
DNS SERVER Jaringan Komputer Apa itu DNS? DNS atau Domain Name System adalah sebuah server yang berfungsi menangani translasi penamaan hos-host kedalam IP Address, begitu juga sebaliknya dalam menangani
: Konfigurasi Network, install paket2 dan konfigurasi DNS
PART I : Konfigurasi Network, install paket2 dan konfigurasi DNS Sebelum kita menginstall paket-paket yang dibutuhkan dan konfigruasi DNS, kita harus menyetting mesin Virtual Box terlebih dahulu. Berikut
Bab V DNS pada IPV6 Iljitsch van Beijnum
Bab V DNS pada IPV6 Iljitsch van Beijnum 1 DNS Memang pada dasarnya untuk memahami IP address utamanya pada IPv6 sangatlah rumit Dan DNS berfungsi agar ketika kita berhadapan dengan IP lebih user-friendly
Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Protokol Komunikasi Bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi. Tatacara komunikasi yang harus disepakati oleh komputer yang ingin melaksanakan komunikasi. Komputer-komputer
Management Server. Aditya Mahendra Saputra KA34
Management Server Aditya Mahendra Saputra 10110199 4KA34 Server Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor
Pertemuan III. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP Sasaran Pertemuan 3 - Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan metode pengendalian masukan dan keluaran beberapa definisi mengenai Interfacing Protokol Komunikasi Bahasa
JARINGAN KOMPUTER DNS. Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs
JARINGAN KOMPUTER DNS Pertemuan 20 Zaid Romegar Mair, S.T., M.Cs PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA Jl. Kolonel Wahid Udin Lk. I Kel. Kayuara, Sekayu 30711 web:www.polsky.ac.id mail: [email protected]
26/09/2013. Pertemuan III. Elisabeth, S.Kom - FTI UAJM. Referensi Model TCP/IP
Pertemuan III Referensi Model TCP/IP 1 TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Namun demikian lapisan-lapisan pada TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol TCP/IP hanya
DNS SERVER LINUX DEBIAN 8.5
DNS SERVER LINUX DEBIAN 8.5 A. Pengertian DNS Server DNS atau Domain Name Service adalah sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengelola penamaan suatu komputer, layanan ataupun sumber daya di jaringan
MEMAHAMI DNS Pendahuluan 1. Mengenal DNS 1.1. DNS dan Windows Bagaimana DNS Bekerja
MEMAHAMI DNS Pendahuluan Pada bab ini, Anda akan belajar bagaimana Domain Name System (DNS) dipakai untuk memecahkan nama-nama host pada LAN (Local Area Network). Di samping itu tentu saja Anda akan memahami
A I S Y A T U L K A R I M A
A I S Y A T U L K A R I M A STANDAR KOMPETENSI Pada akhir semester, mahasiswa mampu merancang, mengimplementasikan dan menganalisa sistem jaringan komputer KOMPETENSI DASAR Menguasai terminologi DNS Menguasai
ADMINISTRASI SERVER KELAS 11
Kegiatan Belajar 5 ADMINISTRASI SERVER KELAS 11 Oleh Alimansyah Aprianto Tek. Komputer dan Jaringan Kegiatan Belajar 5 Mengadministrasi DNS Server Domain Name System (DNS) Server Internet memiliki dua
1 BAB I DOMAIN NAME SERVER (DNS)
1 BAB I DOMAIN NAME SERVER (DNS) 1.1 IDENTITAS Kajian Network Access Topik 1. Domain dan subdomain 2. Forward Zone 3. Reverse Zone Referensi 1. Ubuntu, Ubuntu Server Guide, https://help.ubuntu.com/13.10/
Praktikum DNS Tujuan II. Keperluan III. Dasar Teori
Praktikum DNS I. Tujuan Praktikan mampu memahami apa yang itu DNS, cara kerja DNS. Mampu melakukan instalasi serta mampu melakukan setting DNS server pada sistem operasi Linux II. Keperluan a. Koneksi
PRAKTIKUM 12 APPLICATION LAYER (DNS)
PRAKTIKUM 12 APPLICATION LAYER (DNS) I. Tujuan 1. Mahasiswa memahami konsep aplikasi DNS. 2. Mahasiswa mampu membangun dan mengkonfigurasi DNS II. Peralatan Yang Dibutuhkan 1. Beberapa komputer yang berfungsi
su - root]# mount /media/cdrom/ Kemudian jalankan perintah rpm untuk memulai instalasi sepeti berikut:
[kaygenz@localhost$ su - [root@localhost root]# mount /media/cdrom/ Kemudian jalankan perintah rpm untuk memulai instalasi sepeti berikut: [root@localhost root]# rpm -ivh /media/cdrom/redhat/rpms/bind-9.2.4-2.i386.rpm
DNS adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN (Fully Qualified Domain Name) dan FQDN ke IP Address.
DNS adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN (Fully Qualified Domain Name) dan FQDN ke IP Address. FQDN lebih mudah untuk diingat oleh manusia daripada IP Address.
TKJ SMK Negeri 1 Bangli
Administrator Jaringan 4.1. Lab - Instalasi dan Konfigurasi (Domain Name System) Introduction DNS adalah singkatan dari Domain Name System, DNS itu adalah nama sebuah sistem database yang dibuat untuk
APPLICATION LAYER. Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP)
APPLICATION LAYER Pengertian Application layer Service application layer (HTTP, DNS, SMTP) Domain Name System; DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam
TCP dan Pengalamatan IP
TCP dan Pengalamatan IP Pengantar 1. Dasar TCP/IP TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol) adalah sekumpulan protokol komunikasi (protocol suite) yang sekarang ini secara luas digunakan
Minggu 9 Layer Aplikasi dan Domain Name System
Minggu 9 Layer Aplikasi dan Domain Name System 1 Layer Aplikasi Layer ini berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user. Program komputer yang berhubungan hanya program yang melakukan akses
Administrsi Server. Pengertian Definisi Administrasi
Administrsi Server Pengertian Definisi Administrasi Istilah administrasi berasal dari bahasa latin yaitu Ad dan ministrate yang artinya pemberian jasa atau bantuan, yang dalam bahasa Inggris disebut Administration
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Domain Name System (DNS) Pengalamatan di protokol Internet yang menggunakan kombinasi angka cukup sulit untuk diingat. Penggunaan alamat dengan nama akan lebih mudah diingat.
Pengenalan Linux Konfigurasi TCP/IP
ADMINISTRASI SERVER Pengenalan Linux Konfigurasi TCP/IP Pengenalan Linux Berawal dari eksperimen Linus Trovalds dengan Komputer Minix miliknya, terciptalah Sistem Operasi Linux. Sejak saat itu, Dia terus
MODUL 3 APLIKASI WEB
MODUL 3 APLIKASI WEB (USER DIREKTORI & VIRTUAL HOST) TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Mahasiswa mampu memahami aplikasi web server dengan user direktori. 2. Mahasiswa mampu memahami aplikasi web server dengan virtual
Konfigurasi DNS Server di FreeBSD
Konfigurasi DNS Server di FreeBSD Iwan Setiawan [email protected] http://student.eepis-its.edu/~eone/ DNS (Domain Name System) adalah server yang bertugas memetakan hostname ke IP dan juga sebaliknya
BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP
BAB 2: INTRODUCTION TCP/IP Reza Aditya Firdaus Cisco Certified Network Associate R&S Introduction to TCP/IP DoD (Departement of Defense) dibanding dengan OSI OSI Model Application Presentation Session
PRAKTIKUM 13 DYNAMIC DNS
PRAKTIKUM 13 DYNAMIC DNS A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Memahami dan mampu memahami cara kerja dari DDNS 2. Mampu mengintegrasikan DHCP dan DNS sehingga menjadi DDNS 3. Mampu mengujicoba DDNS B. DASAR TEORI
MEMBANGUN DNS MENGGUNAKAN IPv6
MEMBANGUN DNS MENGGUNAKAN IPv6 DOSEN : MUHAMMAD ZEN SAMSONO HADI, ST. MSc. Gusti Ridwan R. (7208 040 043) Wahyu Priyantono (7208 040 045) Zedy Nurwahyudi (7208 040 057) Hal-hal yang perlu diketahui sebelum
KONFIGURASI DNS SERVER. Dengan Ubuntu Server
KONFIGURASI DNS SERVER Dengan Ubuntu Server OLEH: Ibrahim Naki Salam Ilmu Untuk Kita Semua KONFIGURASI DNS SERVER Dengan Ubuntu Server Ubuntu merupakan sistem operasi gratis berbasis Linux yang Open Source.
Setup DNS di Debian 7.x.x
DOMAIN NAME SYSTEM Setup DNS di Debian 7.x.x Seting IP Address Jika menggunakna virtual box, konfigurasi network pada vbox diseting bridge. Seting ip address pada linux debian, pada kasus ini akan digunakan
Belajar membuat DNS Server Sendiri (ubuntu server)
Belajar membuat DNS Server Sendiri (ubuntu server) Nama Penulis [email protected] http://maynet.ictbatola.net Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2006 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com
SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION. Modul 6 DNS. (Domain Name Service) Team Training SMK TI 48
SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Modul 6 DNS (Domain Name Service) Team Training SMK TI 48 SMK-TI TRAINING AND CERTIFICATION Tujuan: Siswa dapat mengerti serta memahami mengenai apa dan bagaimana itu
Domain Name System (DNS)
Domain Name System (DNS) Abdul Jabbar Febianto, 10/308936/PTK/07028 Rozzi Kusuma Dinata, 10/308845/PTK/07018 Jurusan Teknik Elektro FT UGM, Yogyakarta 2010 1.1 PENDAHULUAN Domain Name System (DNS) adalah
Pengertian [1] naming context.
Pengertian [1] Dalam sistem terdistribusi, nama digunakan untuk menunjuk ke suatu resource yang beragam dan tersebar seperti komputer, layanan (services), file dan remote object. Layanan penamaan berfungsi
REMOTE ACCESS DNS SERVER
ADMINISTRASI SERVER REMOTE ACCESS DNS SERVER Remote Access Keuntungan dari jaringan komputer yaitu memudahkan kita dalam berbagi resource hardware ataupun software yang ada. Remote Access adalah salah
Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP
Application Layer Protocol and Services DNS Service and Protocol WWW dan HTTP JARINGAN KOMPUTER TEKNOLOGI INFORMASI / PROGAM VOKASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Disusun oleh : Zulkfli : 113140707111022 Deddy
~ Q u i c k N o t e s ~
~ Q u i c k N o t e s ~ Tutorial RedHat Server WEB dan DNS LEMBAGA KURSUS LINUX Hamda Linux Center ~ e v e r y t h i n g a b o u t l i n u x ~ Pendahuluan Latar Belakang Tutorial ini dibuat sebagai jawaban
Pertemuan IX Client-Server Computing
Pertemuan IX Client-Server Computing Arsitektur Jaringan Terdapat dua arsitektur dalam jaringan yang menjelaskan bagaimana sebuah jaringan dibangun, yaitu : 1.Peer to peer (workgroup) 2.Client Server (Domain)
2. Klik add/remove programs - add/remove windows component
Langkah langkah membuat FTP Server, DNS, dan WEB Server : A. Mengaktifkan ISS (Internet Information Services) 1. Aktifkan IIS (Internet Information Services) dengan cara mengeklik pada Start -Settings
Application Layer. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111
Application Layer Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Pendahuluan Layer ini berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user. Program
Cara Migrasi Ke Amazon Route 53
Pendahuluan Amazon Route 53 Amazon Route 53 merupakan salah satu aplikasi dari Amazon Web Service yang menawarkan domain name system (DNS) server yang berbasis cloud. Salah satu fitur dari Amazon Route
Pengenalan Internet. Ivan Maurits Fakultas Ilmu Komputer Gunadarma University Jakarta - Indonesia
Pengenalan Internet Ivan Maurits Fakultas Ilmu Komputer Gunadarma University Jakarta - Indonesia Internet Internet : Sistem jaringan komputer global yang saling terhubung dengan menggunakan standard internet
ADMINISTRASI JARINGAN DEBIAN SERVER
ADMINISTRASI JARINGAN DEBIAN SERVER Login sebagai Administrator : root Cek setting ipaddress : ifconfig Setting ipaddress : /sbin/ifconfig eth0 192.168.1.3 netmask 255.255.255.0 Restart Networking : /etc/init.d/networking
Modul 2. Network Analysis Tool, Application Layer Protocol, dan Transport Layer Protocol
Modul 2 Network Analysis Tool, Application Layer Protocol, dan Transport Layer Protocol 1. Network Analysis Tool a. Tujuan - Mendeskripsikan fungsi dari Wireshark sebagai salah satu network analysis tool.
LAPORAN JARINGAN KOMPUTER DOMAIN NAME SERVER
LAPORAN JARINGAN KOMPUTER DOMAIN NAME SERVER KELOMPOK : 6 NAMA MAHASISWA : 1. Ni Wayan Sri Manik Handari (13101226) 2. Elva Ade Kurniawati (14101409) 3. Melansari Mamonto (14101704) 4. Ni Luh Eka Juniartini
Gambar 11. Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Protocol adalah sekumpulan peraturan atau perjanjian yang menentukan format dan transmisi data. Layer n di sebuah komputer akan berkomunikasi dengan layer n di komputer yang lain. Peraturan dan perjanjian
Dhynamic Host Configuration Protocol Dan Domain Name System
Dhynamic Host Configuration Protocol Dan Domain Name System Mubtasir [email protected] Abstrak Dynamic Host Configuration Protocol atau yang biasa dikenal dengan DHCP adalah layanan pemberian nomor
Konfigurasi IP Address berikut langkah-langkah untuk mengkonfigurasi IP Address:
LAMPIRAN A : Konfigurasi IP Address pada Site Jakarta Konfigurasi IP Address berikut langkah-langkah untuk mengkonfigurasi IP Address: 1. Klik hyperlink Manage Network Connections pada applet Net work
Pertemuan 1: Pengkabelan
A. TUJUAN PEMBELAJARAN: Setelah mempelajari materi dalam bab ini mahasiswa diharapkan mampu: 1. Memahami perbedaan Physical Address dan Logical Address. 2. Memahami tentang ARP Table. 3. Mampu menerapkan
APPLICATION LAYER. Oleh : Reza Chandra
APPLICATION LAYER Oleh : Reza Chandra Sebagian besar dari kita berpengalaman menggunakan Internet melalui World Wide Web, layanan e-mail, dan file-sharing. Aplikasi ini, dan banyak lainnya, menyediakan
VINCENSIUS YUDHISTIRA LINDUNG S. FB :
VINCENSIUS YUDHISTIRA LINDUNG S. Email : [email protected] FB : www.facebook.com/spirit.lindung Langkah pertama membuat DNS server dengan asumsi telah terinstal Bind9 di Linux Ubuntu adalah sebagai
TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP
TRANSPORT LAYER Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP Transport Layer melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi menjadi suatu arus data. Layanan-layanan yang terdapat di transport
Modul 3 Server Web dan DNS
Modul 3 Server Web dan DNS 1. Tujuan - Praktikan dapat memahami konsep dasar dari Web Server - Praktikan dapat memahami konsep dasar dari Domain Name Server (DNS) - Praktikan dapat melakukan konfigurasi
Membangun DNS Server dengan Bind9 pada Ubuntu-Server 10.04
+ Membangun DNS Server dengan Bind9 pada Ubuntu-Server 10.04 1. Sekilas Tentang DNS DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menjaga informasi tentang nama host (hostname) dan juga nama domain
Pemanfaatan Layanan Domain Gratis Co.cc Sebagai DNS Hosting
Pemanfaatan Layanan Domain Gratis Co.cc Sebagai DNS Hosting Galih Hermawan [email protected] http://galih.eu Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi
Oleh Tim Network Administrator PENS ITS Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya
Domain Name System Oleh Tim Network Administrator PENS ITS Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya Intro to DNS DNS merupakan sistem berbentuk database terdistribusi
TELNET & ROUTING INTERNET
TELNET & ROUTING INTERNET Sistem pelayanan informasi pada jaringan INTERNET, sebagian besar bekerja dengan konsep client-server, dimana program client akan meminta server untuk melakukan suatu tugas (misalnya
Laporan Praktikum. Anggota kelompok : Dayanni Vera Versanika Ichtiar Testament Gea Rizal Putra Ramadhan
Laporan Praktikum Anggota kelompok : Dayanni Vera Versanika Ichtiar Testament Gea Rizal Putra Ramadhan WINDOWS SERVER 2008 Laporan ini mencakup tentang : 1. Definisi dari DNS itu sendiri. 2. Cara Kerja
Application Layer. Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111
Application Layer Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya 60111 Pendahuluan Berhubungan dengan software Software tersebut mengakses jaringan Software and
JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol
JARINGAN KOMPUTER Layanan Dari TCP dan UDP Protocol Nama : Qonita Al afwa NIM : 09011281520103 Kelas : SK5C Dosen Pengampuh : Deris Stiawan, M.T., Ph.D. SISTEM KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMINISTRASI MANAJEMEN JARINGAN DNS SERVER
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMINISTRASI MANAJEMEN JARINGAN DNS SERVER Mata Kuliah Dosen Pengampu Departemen Jurusan : Praktikum Administrasi Manajemen Jaringan : Ferry Astika Saputra, S.T. M.Sc. : Departemen
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data
adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur hubungan, komunikasi, dan perpindahan data antara dua atau lebih titik komputer dalam Komunikasi Data Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya
Domain Name System. Febby muhammad ilham. Abstrak
Domain Name System Febby muhammad ilham [email protected] Abstrak Setiap kali akan mengakses suatu halaman di pengguna biasanya mengetikkan nama domain yang ingin diakses. Misalnya saja, ketika
Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP
Agenda Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP 2 Protokol Definisi : A rule, guideline, or document which guides how an activity should be performed. Dalam ilmu komputer, protokol adalah konvensi
Application Layer Protocols and Services Examples
Application Layer Protocols and Services Examples Subbab : 1.DNS Services and Protocol 2.WWW Service and HTTP PENYUSUN : FAILLA FUADI 0910683042 ANDREAS BAGUS 0910680077 DOSEN PENGAMPU : FARIZ ANDRI BAKHTIAR
IP Address. Dedi Hermanto
IP Address Dedi Hermanto TCP/IP Sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan komputer (network) yang digunakan untuk berkomunikasi atau berhubungan antar komputer. TCP/IP merupakan protokol standar
Langkah Mudah Memahami Pembuatan DNS Server InsyaAllah Mudah di Pahami Oleh Para Siswa SMK-TKJ (By : Aa Riz)
Langkah Mudah Memahami Pembuatan DNS Server InsyaAllah Mudah di Pahami Oleh Para Siswa SMK-TKJ (By : Aa Riz) Hostname : ns1 (bisa yang lain/terserah) Domain : smkn1-reteh.sch.id IP Server : 192.168.1.61
DOMAIN NAME SYSTEM. Oleh Tim Network Administrator PENS ITS. Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya
DOMAIN NAME SYSTEM Oleh Tim Network Administrator PENS ITS Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya INTRO TO DNS Merupakan sistem berbentuk database terdistribusi
Hubungan Aplikasi dan Transport
Application Layer Pendahuluan Berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user. Program komputer yang berhubungan hanya program yang melakukan akses jaringan, bukan program standalone Contoh:
INSTALL DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA SERVER CENTOS MENGGUNAKAN BIND DNS BIDANG KEGIATAN : PKM-ARTIKEL ILMIAH
INSTALL DAN KONFIGURASI DNS SERVER PADA SERVER CENTOS MENGGUNAKAN BIND DNS BIDANG KEGIATAN : PKM-ARTIKEL ILMIAH Diusulkan oleh: Aji Prastiya 1111002 / 2011 M. Lutfi Ainun N. 1110032 / 2010 Rika Arsita
Modul 4 Koneksi ke Router Lain
Modul 4 Koneksi ke Router Lain Pendahuluan Cisco Discovery Protocol (CDP) adalah tool yang berguna untuk mengatasi incomplete atau inaccurate network. CDP adalah media dan protocol independent, CDP hanya
Materi I. Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.
Materi I Monitoring Jaringan Kholid Fathoni, S.Kom., M.T. Monitoring performance dari jaringan Mengetahui status (up/down) service dari host yang kita monitor secara realtime dengan system alert/alarm
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dirancang akan menggunakan RRAS yang mendukung proses otentikasi. Selain itu
82 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Sistem elektronik check-in dengan menggunakan jaringan nirkabel yang dirancang akan menggunakan RRAS yang mendukung proses otentikasi. Selain itu dirancang pula suatu
TUGAS JARKOM. *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer
TUGAS JARKOM *OSI Layer dan TCP/IP* A. OSI layer Pengertian model OSI (Open System Interconnection) adalah suatu model konseptual yang terdiri atas tujuh layer, yang masing-masing layer tersebut mempunyai
Refrensi OSI
Refrensi OSI Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data
