PENGERTIAN CAGAR BUDAYA
|
|
|
- Leony Pranata
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 PENGERTIAN CAGAR BUDAYA Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, Pasal 1: Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.
3 CAGAR BUDAYA Ruang (Darat + Air) Objek (Technofact, Sosiofact, Religiofact) Situs Lokasi tempat ditemukannya benda, bangunan, struktur, dan sisa akitivitas masa lalu Kawasan Lokasi luas terdiri dari dua atau lebih situs yang letaknya berdekatan Artefak Ekofak Benda buatan manusia Benda Bangunan Struktur Ruang artifisial beratap Unsur alam yang dimanfaatkan oleh manusia Ruang artifisial tanpa atap
4 PENDOKUMENTASIAN DOKUMEN ADALAH SEGALA BENDA YANG BERBENTUK BARANG, GAMBAR, ATAUPUN TULISAN SEBAGAI BUKTI DAN DAPAT MEMBERIKAN KETERANGAN YANG PENTING DAN ABSAH. DOKUMENTASI ADALAH KUMPULAN DARI DOKMEN-DOKUMEN DAPAT MEMBERIKAN KETERANGAN ATAU BUKTI YANG BERKAITAN DENGAN PROSES PENGUMPULAN DAN PENGELOLAAN DOKUMEN SECARA SISTEMATIS SERTA MENYEBAR LUASKAN KEPADA PEMAKAI INFORMASI TERSEBUT. MENDOKUMENTASIKAN ADALAH MENGATUR DAN MENYIMPAN SBG DOKUMEN: PANITIA BERTUGAS ~ HASIL PERUNDINGAN; PENDOKUMENTASIAN ADALAH PROSES, CARA, PERBUATAN MENDOKUMENTASIKAN
5 APA ITU DOKUMEN? DOKUMEN BERASAL DARI BAHASA LATIN YAITU DOCERE, YANG BERARTI MENGAJAR. PENGERTIAN DOKUMEN MENURUT LOUIS GOTTSCHALK (1986; 38) SERINGKALI DIGUNAKAN PARA AHLI DALAM DUA PENGERTIAN, YAITU PERTAMA, BERARTI SUMBER TERTULIS BAGI INFORMASI SEJARAH SEBAGAI KEBALIKAN DARIPADA KESAKSIAN LISAN, ARTEFAK, PENINGGALAN-PENINGGALAN TERLUKIS, DAN PETILASAN-PETILASAN ARKEOLOGIS. PENGERTIAN KEDUA DIPERUNTUKAN BAGI SURAT-SURAT RESMI DAN SURAT-SURAT NEGARA SEPERTI SURAT PERJANJIAN, UNDANG-UNDANG, HIBAH, KONSESI, DAN LAINNYA. LEBIH LANJUT, GOTTSCHALK MENYATAKAN BAHWA DOKUMEN (DOKUMENTASI) DALAM PENGERTIANNYA YANG LEBIH LUAS BERUPA SETIAP PROSES PEMBUKTIAN YANG DIDASARKAN ATAS JENIS SUMBER APAPUN, BAIK ITU YANG BERSIFAT TULISAN, LISAN, GAMBARAN, ATAU ARKEOLOGIS. G.J. RENIER, SEJARAWAN TERKEMUKA DARI UNIVERSITY COLLEGE LONDON, (1997; 104) MENJELASKAN ISTILAH DOKUMEN DALAM TIGA PENGERTIAN, PERTAMA DALAM ARTI LUAS, YAITU YANG MELIPUTI SEMUA SUMBER, BAIK SUMBER TERTULIS MAUPUN SUMBER LISAN; KEDUA DALAM ARTI SEMPIT, YAITU YANG MELIPUTI SEMUA SUMBER TERTULIS SAJA; KETIGA DALAM ARTI SPESIFIK, YAITU HANYA YANG MELIPUTI SURAT-SURAT RESMI DAN SURAT-SURAT NEGARA, SEPERTI SURAT PERJANJIAN, UNDANG-UNDANG, KONSESI, HIBAH DAN SEBAGAINYA. GUBA DAN LINCOLN (DALAM MOLEONG, 2007; ) MENJELASKAN ISTILAH DOKUMEN YANG DIBEDAKAN DENGAN RECORD. DEFINISI DARI RECORD ADALAH SETIAP PERNYATAAN TERTULIS YANG DISUSUN OLEH SESEORANG / LEMBAGA UNTUK KEPERLUAN PENGUJIAN SUATU PERISTIWA ATAU MENYAJIKAN AKUNTING. SEDANG DOKUMEN ADALAH SETIAP BAHAN TERTULIS ATAUPUN FILM, LAIN DARI RECORD, YANG TIDAK DIPERSIAPKAN KARENA ADANYA PERMINTAAN SEORANG PENYIDIK. SEDANGKAN MENURUT ROBERT C. BOGDAN SEPERTI YANG DIKUTIP SUGIYONO (2005; 82) DOKUMEN MERUPAKAN CATATAN PERISTIWA YANG TELAH BERLALU, BISA BERBENTUK TULISAN, GAMBAR, KARYA-KARYA MONUMENTAL DARI SESEORANG.
6 PENDOKUMENTASIAN DALAM UU CB PELESTARIAN CAGAR BUDAYA HARUS DIDUKUNG OLEH KEGIATAN PENDOKUMENTASIAN SEBELUM DILAKUKAN KEGIATAN YANG DAPAT MENYEBABKAN TERJADINYA PERUBAHAN KEASLIANNYA (PASAL 53 AYAT 4). PENJELASAN PASAL 53 AYAT 4 : YANG DIMAKSUD DENGAN KEGIATAN PENDOKUMENTASIAN ADALAH PENDATAAN, ANTARA LAIN URAIAN TEKS, GRAFIS, AUDIO, VIDEO, FOTO, FILM, DAN GAMBAR. SETIAP KEGIATAN PENGEMBANGAN CAGAR BUDAYA HARUS DISERTAI DENGAN PENDOKUMENTASIAN (PASAL 78 AYAT 4) SETIAP TAHAPAN PEMUGARAN DILAKUKAN PENELITIAN, PENDOKUMENTASIAN, DAN PENGAWASAN. (RPP PASAL 121 AYAT 1) PENDOKUMENTASIAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1) BERTUJUAN UNTUK PEREKAMAN DATA DAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM CAGAR BUDAYA DALAM BENTUK TULISAN, GAMBAR, DAN FOTO ATAU FILM SEBAGAI SUMBER INFORMASI BAGI PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN CAGAR BUDAYA. (PASAL 121 AYAT 3)
7 AKTIFITAS PENDOKUMENTASIAN MELIPUT PENDESKRIPSIAN PENGUKURAN PEMOTRETAN
8 PENDOKUMENTASIAN INFORMATIF MUDAH DIPAHAMI URAIAN SINGKAT JELAS DAN PADAT VERBAL PIKTORIAL VISUAL DAN AUDIO VISUAL PENDESKRIPSIAN PENGUKURAN PENGGAMBARAN PEMOTRETAN
9 PENDESKRIPSIAN URAIAN DESKRIPTIF MENGENAI CAGAR BUDAYA MELIPUTI ASPEK BENTUK, KONDISI, RUANG, DAN WAKTU. BERUPA PAPARAN NARATIF YANG DITULIS SECARA SINGKAT JELAS DAN PADAT FORMAT FORM ISIAN DESKRIPSI CAGAR BUDAYA DAPAT DIPERGUNAKAN DALAM TEKNIS PENDESKRIPSIAN MENGACU PADA KAIDAH PENULISAN SESUAI EYD
10 PENGGAMBARAN & PENGUKURAN PENGGAMBARAN DAN PENGUKURAN MERUPAKAN BAGIAN DARI PEREKAMAN DATA BENTUK DATA SEKUNDER DAPAT DIBAGI MENJADI: 1. DATA PIKTORIAL, TERBAGI MENJADI DATA GAMBAR (TERMASUK PETA) DAN FOTO, 2. DATA VERBAL, BERUPA LABEL, DESKRIPSI, TABEL. 3. DATA AUDIO-VISUAL, BERUPA PEREKAMAN YANG DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN CITRA BERGERAK DAN SUARA. YANG DIMAKSUD DENGAN GAMBAR DALAM TULISAN INI ADALAH CITRA YANG DIHASILKAN DENGAN TANGAN YANG DIBEDAKAN MISALNYA DARI CITRA YANG DIHASILKAN DENGAN FOTOGRAFI. GAMBAR PIKTORIAL MEREKAM DATA BENTUK DAN KONTEKS. KEUNGGULAN DATA PIKTORIAL ADALAH SEPERTI UNGKAPAN BAHWA GAMBAR DAPAT BERCERITA RIBUAN KATA. PENGGAMBARAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN PERALATAN SEDERHANA, BIAYA RENDAH, DAN DAPAT MEMBERIKAN INFORMASI YANG LEBIH TERFOKUS.
11 KLASIFIKASI PENGGAMBARAN TEKNIS PENGERJAAN GAMBAR DENAH, YAITU GAMBARAN ATAS HUBUNGAN HORISONTAL DARI TEMUAN-TEMUAN. DAPAT SKALATIS (TERUKUR) ATAU SKETSA. GAMBAR SEKSI/POTONGAN. GAMBAR PROFIL, HANYA MENGGAMBARKAN BAGIAN LUARNYA SAJA. GAMBAR TAMPAK MUKA (ELEVATION DRAWING), BIASANYA BERUPA FASAD PADA BANGUNAN. GAMBAR PERSPEKTIF, YAITU PANDANGAN TIGA DIMENSI DENGAN DUA TITIK HILANG, SEHINGGA BENDA DI BAGIAN BELAKANG AKAN LEBIH KECIL DARIPADA BENDA DI DEPANNYA. GAMBAR ISOMETRI/AKSONOMETRI, YAITU PANDANGAN TIGA DIMENSI TANPA TITIK HILANG, SEHINGGA MEMILIKI SKALA YANG SAMA PADA KETIGA SISI. MUDAH DIGAMBAR DENGAN KOMPUTER DAN BERGUNA UNTUK ILUSTRASI TEKNIS. CARA PENGERJAAN SKETSA, YAITU GAMBAR YANG DIKERJAKAN SECARA SEDERHANA GAMBAR TERUKUR, YAITU GAMBAR YANG DIKERJAKAN SECARA TEKNIS DENGAN PENGUKURAN UNTUK MENGHASILKAN GAMBAR YANG MEMBERI GAMBARAN YANG BENAR SECARA SKALATIS
12 HAL PENTING DALAM PENGGAMBARAN PATUT DIPERHATIKAN DALAM PENGGAMBARAN ADALAH PENGGUNAAN TANDA. UNTUK PRAKTISNYA, SERINGKALI FENOMENA DALAM OBJEK DICANTUMKAN BERUPA TANDA. AGAR MUDAH DIPAHAMI, SEBAIKNYA TANDA-TANDA YANG DICANTUMKAN DIGUNAKAN SECARA KONSISTEN, TIDAK MERANGKAP-RANGKAP, DAN SEBAIKNYA LEBIH BERSIFAT IKONIK DARIPADA SIMBOLIK. LOKASI TEMPAT DAN LOKASI WAKTU WAJIB DICANTUMKAN, BEGITU PULA DATA LAIN SEPERTI ARAH DAN PEMBUAT/PENGGAMBAR. SKALA YANG DIGUNAKAN TERGANTUNG PADA BESAR AREA DAN JENIS DATA YANG AKAN DIREKAM. SEMAKIN BESAR SKALA, MAKA LEBIH BANYAK DETIL AKAN TEREKAM, ATAU DENGAN KATA LAIN, JIKA AKAN MEMPERLIHATKAN DETIL MAKA GUNAKAN SKALA BESAR. DUA MACAM SKALA YANG BIASA DIGUNAKAN ADALAH SKALA ANGKA DAN SKALA BATANG. SKALA ANGKA LEBIH PASTI DALAM MENGKONVERSI UKURAN- UKURAN DALAM GAMBAR, SEMENTARA ITU SKALA BATANG LEBIH MENGUNTUNGKAN JIKA GAMBAR AKAN DIPERBESAR ATAU DIPERKECIL DENGAN TEKNIK FOTOKOPI.
13 SKALA UNTUK MENGGAMBARKAN BENDA DALAM KERTAS GAMBAR AGAR DAPATDILIHAT DENGAN JELAS MAKA PERLU ADANYA PENGATURAN LETAK GAMBARDAN BESAR KECILNYA GAMBAR. DENGAN PENAMPILAN GAMBAR SESUAIDENGAN PROPORSI DAN KETENTUAN DALAM PENGGAMBARAN MAKA GAMBARAKAN TERLIHAT MENJADI BAIK. SKALA ADALAH PERBANDINGAN ANTARA OBYEK ASLINYA TURUNAN PANDANGAN, BAIK PERBANDINGAN DIPERBESAR ATAUPUN PERBANDINGANNYA DIPERKECIL DARI BENTUK ASLINYA. SEBAGAI CONTOH KITA MAU MENGGUNAKAN SKALA 1 : 100, SEDANGKAN YANG AKAN DIGUNAKAN DALAM PENGGAMBARAN DALAM MILIMETER (MM), DAN OBYEK ASLINYA MENGGUNAKAN METER (M), MAKA 1 M = 1000 MM. JADI PENGGAMBARAN SKALA 1 : 100 MENJADI 1000 MM : 100 = 10 MM = 1 CM UNTUK SETIAP 1 METER (OBYEK ASLI)
14 PADA PRINSIPNYA PENGGUNAAN SKALA DAPAT DIBAGI MENJADI: SKALA MENDATAR (HORISONTAL), YAITU SKALA YANG MENYATAKAN ARAH PERBANDINGAN UKURANNYA MENDATAR SKALA TEGAK (VERTIKAL), YAITU SKALA YANG MENYATAKAN ARAH PERHITUNGAN PERBANDINGAN UKURANNYA TEGAK. PENGGAMBARAN INI BIASANYA DIPERGUNAKAN UNTUK MENYATAKAN KETINGGIAN BANGUNAN YAITU YANG TERLIHAT DALAM GAMBAR POTONGAN SKALA KEMIRINGAN, YAITU SKALA YANG MENYATAKAN PERBANDINGAN ANTARA SISI TEGAK DAN SISI MENDATAR, SEHINGGA MENDAPATKAN HASIL KEMIRINGAN SUATU LERENG ATAU KEMIRINGAN DATARAN. DAN DAPAT JUGA DIPAKAI PEDOMAN DALAM MENENTUKAN KEMIRINGAN SALURAN UNTUK ARAH PENGALIRAN. SKALA BALOK, YAITU SKALA YANG MENYATAKAN PERBANDINGAN ANTARA UKURAN GAMBAR YANG DIPERKECIL ATAU DIPERBESAR TIDAK SESUAI ATURAN. GAMBAR BALOK SUDAH DIUKUR BERDASARKAN SKALA AWAL. JADI SKALA YANG DIBUAT MENGIKUTI PERBANDINGAN PANJANG BALOK, KARENA BILA DIPERHITUNGKAN AKAN MENGALAMI KESULITAN DALAM PERKALIANNYA.
15 Skala Balok Skala Tegak Skala Kemiringan Skala Mendatar
16 PERALATAN PENGGAMBARAN DAN PENGUKURAN ALAT TULIS DAN GAMBAR (PENSIL, ROTRING/RAPIDO, SPIDOL) JENIS PENSIL GAMBAR : KERAS ( 4 H 9 H ), SEDANG (3H, 2H, H, F, B, HB ) DAN LUNAK (2B 7B) ALAT UKUR (METERAN, PENGGARIS LASER METER/DISTOMETER, ALTIMETER, THEODOLITH) MEJA GAMBAR MILIMETER BLOCK PENGHAPUS PENSIL, TINTA, JANGKA, DIGUNAKAN UNTUK MENGGAMBAR LINGKARAN ATAU BUSUR LINGKARAN. ALAT SABLON/MAL
17 Mal huruf Pada waktu menarik garis untuk pertama kali digunakan tekanan pada jari sedikit saja, sehingga akan menghasilkan garis dipertebal dengan tekanan agak diperbesar, sehingga dihasilkan garis yang terang dan bersih Kedudukan Jangka
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27 PENUTUP REKAMAN DATA, ATAU HASIL PEREKAMAN DATA BERUPA GAMBAR, SEBENARNYA HANYALAH REALITAS KEDUA DARI DATA CAGAR BUDAYA. REALITAS PERTAMA DARI DATA TERSEBUT ADALAH KONDISI DI LAPANGAN. DALAM TRANSFORMASI DATA TERSEBUT, DARI REALITAS PERTAMA KE REALITAS KEDUA, TERDAPAT BIAS-BIAS SEHINGGA PRINSIP KEDUA DALAM PEREKAMAN DATA ADALAH MEMINIMALISIR BIAS DATA, SEMENTARA PRINSIP PERTAMA ADALAH MEREKAM SEKOMPLET MUNGKIN. DENGAN DEMIKIAN, INTERPTETASI YANG NANTINYA AKAN DILAKUKAN DAPAT MENDEKAT PADA KEBENARAN. MAKA, SEHARUSNYA JUGA DIPERHATIKAN PRINSIP KETIGA, YAITU: GAMBAR/FOTO YANG DIBUAT ADALAH UNTUK BERKOMUNIKASI, BUKAN UNTUK MEMBINGUNGKAN PENGGUNA.
TEKNIK GAMBAR DASAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GAMBAR
TEKNIK GAMBAR DASAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GAMBAR 1. MEJA GAMBAR Meja gambar yang baik mempunyai bidang permukaan yang rata tidak melengkung. Meja tersebut dibuat dari kayu yang tidak terlalu keras
PEMBINAAN TENAGA TEKNIS REGISTERASI CAGAR B UDAYA MUHAMMAD RAMLI
PEMBINAAN TENAGA TEKNIS REGISTERASI CAGAR B UDAYA MUHAMMAD RAMLI PENDOKUMENTASIAN CAGAR BUDAYA (Pengantar Umum) Pengertian CAGAR BUDAYA Warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang prosedur
BAB III LANDASAN TEORI. 1. Pajak merupakan iuran dari rakyat kepada negara. Yang berhak memungut pajak. yang dibayarkan berapa uang bukan barang.
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pajak Pajak didefinisikan sebagai iuran tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran umum.
BAB III LANDASAN TEORI. merupakan dasar dasar penulis untuk meneliti masalah masalah yang dihadapi. Direktorat Jendral Pajak Jawa Timur I Surabaya.
BAB III LANDASAN TEORI Landasan Teori yaitu bagian yang membahas tentang uraian pemecahan masalah melalui pembahasan secara teoritis. Teori-teori yang dikemukakan merupakan dasar dasar penulis untuk meneliti
BAB III METODE PENELITIAN. yang merupakan seperangkat pengetahuan tentang langkah langkah
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan pada studi ini adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah
PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMENT PENELITIAN
PENGUMPULAN DATA DAN INSTRUMENT PENELITIAN Pengumpulan data merupakan hal yang sangant penting dan harus di lakukan dalam penelitian, pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan
ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.
PEMBERIAN UKURAN ANGKA UKUR Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir. ANGKA UKUR Jika angka ukur ditempatkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 76 Dengan menggunakan
64 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 76 Dengan menggunakan metode dan prosedur penelitian yang
BAB III METODE PENELITIAN
35 BAB III METODE PENELITIAN III.1 Desain Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN. Juwana Kabupaten Pati. Di desa Langgenharjo sebenarnya terdapat dua
BAB III METODE PENELITIAN A. Seting Penelititan 1. Tempat Penelitian Penelitian ini peneliti lakukan di SD Negeri Langgenharjo 01. SD Negeri Langgenharjo 01 terletak di desa Langgenharjo Kecamatan Juwana
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL
MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN AUDIT
2017, No Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nom
No.1513, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMEN-ATR/BPN. Audit Tata Ruang. PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG
Penelitian kualitatif merupakan metode penelitian
MEMAHAMI STUDI DOKUMEN DALAM PENELITIAN KUALITATIF Natalina Nilamsari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) [email protected] Abstract Qualitative research is a method
MEDIA GAMBAR SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Oleh: Arif Mustofa*
MEDIA GAMBAR SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN APRESIASI PUISI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Oleh: Arif Mustofa* Abstrak Selama ini, pembelajaran apresiasi puisi sering menjadi momok yang menakutkan bagi siswa.
BAB III METODE PENELITIAN. tenaga kerja wanita (TKW) ini dilaksanakan di desa Citembong,
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian tentang faktor-faktor penyebab perceraian pada keluarga tenaga kerja wanita (TKW) ini dilaksanakan di desa Citembong, kecamatan
BAB III LANDASAN TEORI. organisasi, informasi merupakan sesuatu yang penting dalam mendukung proses
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah kumpulan informasi di dalam sebuah basis data yang menggunakan model dan media teknologi informasi. Sistem informasi ini digunakan dalam
BAB III METODE PENELITIAN. temuan-temuanya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk
60 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Istilah penelitian kualitatif dimaksudkan jenis penelitian yang
MENGGAMBAR PERSPEKTIF
BAB III MENGGAMBAR PERSPEKTIF Standar Kompetensi : Menerapkan Prinsip-prinsip seni grafis dalam desain komunikasi visual untuk MM Kompetensi Dasar : Menggambar Perspektif Materi Pembelajaran : Teknik menggambar
BAB III METODE PENELITIAN. berlokasi di desa Pakis, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wonosari, Klaten yang berlokasi di desa Pakis, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten yang tepatnya terletak di Jl.
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian kualitatif, dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris qualitative research. 1 Jenis penelitian ini, menghasilkan data deskriptif
BAB III METODE PENELITIAN
44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasikan di Koperasi Agro Niaga (KANINDO) Syariah Jawa Timur Cabang Dau yang terpusat di Jalan Raya Mulyoagung, Sengkaling 293 Dau,
MEMBACA GAMBAR TEKNIK MESIN
MEMBACA GAMBAR TEKNIK MESIN Disusun Oleh: Odi Fauzi, ST DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN BIDANG MESIN DAN TEKNIK INDUSTRI 2013 6
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Kualitatif Setiap penelitian yang dilakukan baik itu menggunakan metode kualitatif ataupun kuantitatif, selalu akan berangkat dari sebuah masalah. Masalah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Bantul, Yogyakarta yang beralamat di Jalan Jendral Urip Sumoharjo 8, Bantul, Bantul
BAB 3 PENDAHULUAN. kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan
BAB 3 PENDAHULUAN 3.1. Metode Penelitian 3.1.1 Penelitian Kualitatif Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Untuk mempermudah pembahasan dalam skripsi ini, dan agar tercapai yang penulis harapkan, maka dalam penelitian skripsi ini penulis menggunakan metode sebagai berikut: A. Jenis
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
46 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Secara umum, metode merupakan cara kerja dalam memahami objek yang menjadi gambaran penelitian. Sekaitan dengan metodologi penelitian sastra, Endraswara (2013, hlm. 8) mengemukakan
GELAR SENI MAHASISWA GUNADARMA (GSMG) 2018 KETENTUAN TANGKAI LOMBA LUKIS, DESAIN, KOMIK STRIP, FOTOGRAFI, FILM PENDEK
GELAR SENI MAHASISWA GUNADARMA (GSMG) 2018 KETENTUAN TANGKAI LOMBA LUKIS, DESAIN, KOMIK STRIP, FOTOGRAFI, FILM PENDEK Lomba Lukis 1. Tema: BHINNEKA TUNGGAL IKA a. Seni lukis (dua dimensi). b. Peserta wajib
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Berdasarkan judul penelitian Pemetaan Profil Risiko Spekulatif PDAM
BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Berdasarkan judul penelitian Pemetaan Profil Risiko Spekulatif PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung, sehingga objek penelitian dalam penelitan ini
MANAJEMEN AGROEKOSISTEM
MODUL 1 PRAKTIKUM MANAJEMEN AGROEKOSISTEM DASAR PEMETAAN Tehnik Pemetaan Manual OLEH : Syahrul Kurniawan Christanti Agustina JURUSAN TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MARET, 2010 I. TUJUAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Lokasi dan Waktu Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Keraton Kasunanan Surakarta, yang beralamat Jl. Mangkubumen Sasono Mulyo Solo Kota / Pasar Kliwon.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang hadir dalam suatu konteks yang terbatas (bounded context), meski batasbatas
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus didefinisikan sebagai fenomena khusus
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jalan merupakan salah satu sarana transportasi darat yang penting untuk menghubungkan berbagai tempat seperti pusat industri, lahan pertanian, pemukiman, serta sebagai
BAB III TINJAUAN TATA PAMER MUSEUM KONPERENSI ASIA AFRIKA BANDUNG. Museum Konperensi Asia Afrika merupakan sarana edukasi serta
BAB III TINJAUAN TATA PAMER MUSEUM KONPERENSI ASIA AFRIKA BANDUNG Museum Konperensi Asia Afrika merupakan sarana edukasi serta hiburan bagi masyarakat untuk memperoleh segala informasi mengenai sejarah
BAB III METODE PENELITIAN. Pandanan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten. yaitu bulan Oktober sampai bulan Desember 2012.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian mengenai Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak dalam Keluarga pada Bidang Pendidikan, berlokasi di Dusun Pandanan Desa Pandanan Kecamatan Wonosari
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tentang Fenomena Kehidupan Anak Pekerja Ojek Payung di
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Malioboro, yang merupakan pusat perbelanjaan oleh-oleh di Yogyakarta. Peneliti memilih lokasi tersebut selain objek yang
BAB 9: GEOGRAFI PETA DAN PEMETAAN
www.bimbinganalumniui.com 1. Ilmu yang mempelajari pemetaan disebut a. Geomorfologi b. Kartografi c. Hidrologi d. Pedologi e. Oseanografi 2. Gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang dilengkapi dengan
INTISARI HAK CIPTA. UU No 28 Tahun 2014
INTISARI HAK CIPTA UU No 28 Tahun 2014 Definisi Pasal 1 : Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan ini mengunakan pendekatan naturalistis atau penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif mengungkapkan data deskriptif. Menurut Bogdan
MODUL II PENDOKUMENTASIAN CAGAR BUDAYA
MODUL II PENDOKUMENTASIAN CAGAR BUDAYA 26 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pentingnya kegiatan pendokumentasian Cagar Budaya ini didasarkan atas hakikat data arkeologi pada umumnya, dan Cagar Budaya
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
BAB III METODE PENELITIAN Metode (method), secara harfiah berarti cara. Selain itu, metode berasal dari bahasa Yunani, metha (melalui atau melewati), dan hodos (jalan atau cara), metode bisa berarti suatu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, maksudnya data yang dikumpulkan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Klaten terutama di tempattempat
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Klaten terutama di tempattempat hiburan khusus tempat tongkrongan anak- anak lesbi. Peneliti mengambil lokasi penelitian
III. METODE PENELITIAN. Cresswell (2012: 4) penelitian kualitatif merupakan metode -metode yang
III. METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Menurut Cresswell
Definisi, Tujuan, dan Manfaat Desain Grafis
Definisi, Tujuan, dan Manfaat Desain Grafis 1. Definisi Desain Grafis Desain grafis dapat diartikan sebagai media penyampaian informasi kepada yang membutuhkan (masyarakat) yang disampaikan dalam bentuk
pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. 2
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Tipe dari penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu
BAB III METODE PENELITIAN. Gambar 3.1
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di kawasan Situs Cagar Budaya Ciungwanara Karangkamulyan. Kawasan ini terletak di antara jalan raya Ciamis dan Banjar, Kecamatan Cijeungjing,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sulawesi Tengah. Dengan judul penelitian Kajian bentuk dan makna simbolik
29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Kulango Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan judul penelitian Kajian bentuk dan makna simbolik
WALIKOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KOTA PAREPARE NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PELESTARIAN DAN PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA
WALIKOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KOTA PAREPARE NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PELESTARIAN DAN PENGELOLAAN CAGAR BUDAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PAREPARE, Menimbang
METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
50 III. METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Menurut Chaedar Alwasilah dalam Hikmat (2011:37) metode kualitatif memiliki
III. METODE PENELITIAN. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
34 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Tipe Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Sutopo (2010:1) penelitian kualitatif adalah suatu penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan
A. Jenis Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan
BAB III METODE PENELITIAN. Anselm Strauss dan Juliet Corbin penelitian kualitatif adalah, jenis penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN. inilah yang dijadikan tempat berkumpulnya Virginity Jogja pada waktu
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Yogyakarta, tepatnya di Graha Sabha Permana (GSP).Peneliti memilih lokasi ini, karena lokasi inilah yang dijadikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. metode kualitatif. Pendekatan ini sebagai prosedur penelitian yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pendekatan ini sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian 1. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif, yaitu memandu peneliti untuk mengungkapkan atau memotret situasi sosial yang akan diteliti
BAB III METODE PENELITIAN
23 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Wimmer dan Dominick menyebut pendekatan sebagai paradigma, yaitu seperangkat teori, prosedur, dan asumsi yang diyakini tentang bagaimana peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. ayam selain itu harapannya juga dapat memperoleh hasil penelitian yang. menyikapi fenomena sabung ayam tersebut.
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di daerah Kabupaten Bekasi lebih tepatnya di Kampung Galian Kumejing Desa Sukamurni, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Dengan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Bogdan & Taylor yang dikutip oleh Lexy J. Moleong mendefinisikan
Kemampuan peserta. Daya Serap Peserta. Kemampuan pengajar. Efektifitas alat bantu pengajaran. Alat Bantu Pengajaran
Kemampuan peserta Kemampuan pengajar Daya Serap Peserta Efektifitas alat bantu pengajaran 2 Penglihatan 82% Pendengaran 11 % Penciuman 1 % Pencecapan 2,5 % Perabaan 3,5 % 3 10 % dari apa yang dibaca 20
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PROVINSI JAWA TIMUR
GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 66 TAHUN 2015 TENTANG PELESTARIAN CAGAR BUDAYA PROVINSI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang Mengingat : a.
BAB III METODE PENELITIAN. Tlogowungu Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Peneliti melakukan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Suwatu Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah. Peneliti melakukan penelitian di tempat
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 TEKNIK GAMBAR MESIN
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 TEKNIK GAMBAR MESIN BAB I ALAT MENGGAMBAR YATIN NGADIYONO KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 2016 BAB I ALAT MENGGAMBAR
PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN TIM PENDAFTARAN CAGAR BUDAYA BAGI PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA
PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN TIM PENDAFTARAN CAGAR BUDAYA BAGI PEMERINTAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelestarian Cagar Budaya merupakan upaya untuk mempertahankan warisan
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
BAB III METODE PENELITIAN I. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Menurut Yin (1984a: 1981b dalam Robert K. Yin, 2006:
BAB II METODE PENELITIAN
30 BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, Menurut Sugiyono (2010:14) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada giliranya
BAB III METODE PENELITIAN. Dorongan utama untuk mengadakan penelitian ialah instink ingin tahu yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian pada hakikatnya adalah suatu kegiatan untuk memperoleh kebenaran mengenai sesuatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah. Dorongan
BAB III METODE PENELITIAN. mana dalam pengerjaannya menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif, yang mana dalam pengerjaannya menggunakan teknik wawancara,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. 1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara
Pengertian Garis Kontur, Peraturan, & Cara PembuatanDEFINISI, GEOGRAFI, IPS ON FEBRUARY 23, 2016 NO COMMENTS
Pengertian Garis Kontur, Peraturan, & Cara PembuatanDEFINISI, GEOGRAFI, IPS ON FEBRUARY 23, 2016 NO COMMENTS Pengertian Garis Kontur, Peraturan, & Cara Pembuatan Peta merupakan gambaran permukaan bumi
BAB III METODE PENELITIAN. Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Peneliti mengambil lokasi penelitian tersebut
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat atau objek untuk diadakan suatu penelitian. Lokasi penelitian ada di desa Pondok Wonolelo,
III. METODE PENELITIAN. Cresswell (2012: 4) penelitian kualitatif merupakan metode-metode yang
40 III. METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian, maka pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN. Pacitan. Pemilihan lokasi penelitian ini karena SMAN 1 Ngadirojo. berbagai prestasi yang diraih oleh siswa dan guru.
BAB III METODE PENELITIAN A. Latar Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Pemilihan lokasi penelitian ini karena SMAN 1 Ngadirojo Kabupaten Pacitan
BAB III METODE PENELITIAN. penyesuaian diri remaja panti asuhan. Menurut Sugiyono (2012:1) metode
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian kualitatif dengan maksud untuk memahami dan menggali lebih dalam mengenai fenomena penyesuaian
Konveksi Lida Jaya Padurenan Kudus.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Tujuan penelitian studi kasus atau lapangan adalah untuk mengetahui evaluasi
BAB III METODE PENELITIAN. proses kreatif proses kreatif program acara Young Creative di Balikpapan Televisi.
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif menurut Moleong (2007:6) adalah penelitian yang bermaksud
BAB III METODE PENELITIAN. individual maupun kelompok (Sukmadinata: 2011: 60).
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif itu sendiri adalah suatu penelitian yang
BAB II BANGUN RUANG SISI LENGKUNG
BAB II BANGUN RUANG SISI LENGKUNG Peta Konsep Bangun Ruang sisi Lengkung jenis Tabung Kerucut Bola untuk menentukan Unsur dan jaring-jaring Luas permukaan Volume untuk Merumuskan hubungan volume dengan
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. BMT dilihat dari segi bagi hasil. Penelitian ini akan dilakukan pada beberapa BMT di
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah persepsi dari nasabah mengenai keberadaan BMT dilihat dari segi bagi hasil. Penelitian ini akan dilakukan pada
BAB III METODE PENELITIAN. suatu keadaan secara utuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertipe deskriptif yakni
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe dan Pendekatan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara tepat mengenai suatu keadaan secara utuh. Oleh karena itu, penelitian ini bertipe
BAB III METODE PENELITIAN. Oleh karena itu sesuai dengan judul penulis menggunakan penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian dan empiris dalam penelitian sangat diperlukan. Oleh karena itu sesuai dengan judul penulis menggunakan penelitian kualitatif
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.dalam buku Metode Penelitian Survey oleh Masri Singarimbun dan
BAB I PENDAHULUAN. Melayu dengan nama ibu kotanya Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Pada kawasan ini dahulunya pernah berdiri sebuah Kerajaan Melayu dengan
BAB III METODE PENELITIAN. terdapat beberapa tempat lapangan Futsal. Sebagai sasaran penelitian ini lokasi
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian akan dilaksanakan di Kota Surakarta, dimana di kota ini terdapat beberapa tempat lapangan Futsal. Sebagai sasaran penelitian ini lokasi yang akan
