- 4 - MEMUTUSKAN: Pasal 1
|
|
|
- Budi Sasmita
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2013; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3149) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 511); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4019);
3 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 164); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135); 11. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 235); 12. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 10); 13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; 14. Peraturan Bersama Kepala Badan Pusat Statistik dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 27 Tahun 2014 dan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya;
4 - 4 - MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK TENTANG PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI. Pasal 1 Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi merupakan acuan dan panduan bagi pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan anggota Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi dalam melaksanakan tugasnya. Pasal 2 Sistematika Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik ini disusun sebagai berikut: I. TUJUAN II. PENGERTIAN III. ORGANISASI TIM PENILAI IV. TATA KERJA TIM PENILAI V. SEKRETARIAT TIM PENILAI VI. TIM TEKNIS VII. PENUTUP Pasal 3 Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik ini. Pasal 4 Dengan berlakunya Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik ini, maka Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 148 Tahun 2003 tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
5
6 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTK NOMOR 141 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI I. TUJUAN Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi dimaksudkan sebagai pedoman dalam penyusunan organisasi dan tata kerja tim dalam rangka penilaian dan penetapan angka kredit statistisi. II. PENGERTIAN 1. Tim Penilai Angka Kredit, selanjutnya disebut Tim Penilai adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit yang bertugas menilai prestasi kerja Statistisi. 2. Angka Kredit (AK) adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh Statistisi dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan. 3. Tim Penilai Pusat adalah Tim yang melakukan penilaian prestasi kerja Statistisi Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c sampai dengan Statistisi Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e di lingkungan Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi selain BPS. 4. Tim Penilai BPS adalah Tim yang melakukan penilaian prestasi kerja Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan BPS Pusat. 5. Tim Penilai BPS Provinsi adalah Tim yang melakukan penilaian prestasi kerja Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota.
7 Tim Penilai Instansi adalah Tim yang melakukan penilaian prestasi kerja Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan instansi masingmasing. 7. Tim Penilai Provinsi adalah Tim yang melakukan penilaian prestasi kerja Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan provinsi. 8. Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim yang melakukan penilaian prestasi kerja Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d dan Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b di lingkungan Kabupaten/Kota. 9. Tim Teknis adalah Tim yang dibentuk oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit untuk membantu Tim Penilai memberikan saran dan pendapat dalam melakukan penilaian terhadap hasil kegiatan Statistik yang bersifat khusus dan memerlukan keahlian tertentu yang anggotanya terdiri dari para ahli di bidangnya baik PNS atau bukan PNS. 10. Sekretariat Tim Penilai adalah Sekretariat yang membantu pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan tim penilai dalam bidang administrasi penilaian angka kredit Statistisi. 11. Rapat Pleno adalah rapat Tim Penilai untuk menetapkan angka kredit Statistisi dan harus dihadiri oleh anggota Tim Penilai. 12. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) adalah daftar yang berisi jumlah angka kredit butir kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Statistisi dan dibuat oleh Statistisi yang bersangkutan, untuk diusulkan kepada Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit melalui Pejabat Pengusul. 13. Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan (SPMK) adalah dokumen yang ditandatangani oleh Atasan Langsung Statistisi yang menyatakan bahwa kegiatan pendidikan dan pelatihan/kegiatan statistik/pengembangan profesi/penunjang telah selesai dilaksanakan oleh Statistisi yang bersangkutan. 14. Berita Acara Penilaian Angka Kredit (BAPAK) adalah laporan hasil akhir penilaian angka kredit yang ditandatangani seluruh anggota Tim Penilai yang hadir dalam rapat pleno sebagai dasar Penetapan Angka Kredit oleh Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka
8 - 3 - Kredit dengan format sebagaimana contoh dalam Lampiran Peraturan ini. 15. Penetapan Angka Kredit (PAK) adalah dokumen yang memuat informasi jumlah dan komposisi angka kredit Statistisi yang diperoleh dalam periode penilaian tertentu yang ditandatangani oleh Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit dengan format sebagaimana contoh dalam Lampiran. III. ORGANISASI TIM PENILAI A. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI TIM PENILAI 1. Tim Penilai Pusat a. Kedudukan: Tim Penilai Pusat dibentuk, ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Kepala BPS serta berkedudukan di BPS Pusat. b. Tugas Pokok: 1) Membantu Kepala BPS dalam menetapkan Angka Kredit bagi Statistisi Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c sampai dengan Statistisi Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e di lingkungan BPS dan instansi selain BPS; dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala BPS yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). c. Fungsi: 1) Memeriksa dan menilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK; 2) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu; 3) Menyampaikan berita acara hasil penilaian kepada Kepala BPS; dan 4) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Kepala BPS. 2. Tim Penilai BPS a. Kedudukan: Tim Penilai BPS dibentuk, ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Kepala BPS serta berkedudukan di BPS Pusat. b. Tugas Pokok: 1) Membantu Pejabat eselon I yang membidangi Kegiatan Statistik yang ditunjuk oleh Kepala BPS atau Pejabat di bawahnya yang ditunjuk paling rendah eselon II dalam menetapkan Angka Kredit bagi:
9 - 4 - a) Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d; dan b) Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b, di lingkungan BPS Pusat; dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pejabat eselon I yang membidangi Kegiatan Statistik yang ditunjuk oleh Kepala BPS atau Pejabat di bawahnya yang ditunjuk paling rendah eselon II yang berhubungan dengan Penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). c. Fungsi: 1) Memeriksa dan meneliti butir-butir kegiatan dalam DUPAK; 2) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu; 3) Menyampaikan berita acara hasil penilaian kepada Pejabat yang ditunjuk oleh Kepala BPS; 4) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Pejabat yang ditunjuk oleh Kepala BPS. 3. Tim Penilai BPS Provinsi a. Kedudukan: Tim Penilai BPS Provinsi dibentuk, ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Kepala BPS serta berkedudukan di lingkungan BPS Provinsi. b. Tugas Pokok: 1) Membantu Kepala BPS Provinsi dalam menetapkan Angka Kredit bagi: a. Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d; dan b. Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b, di lingkungan BPS Provinsi dan BPS Kabupaten/Kota; dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala BPS Provinsi yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). c. Fungsi: 1) Memeriksa dan meneliti butir-butir kegiatan dalam DUPAK;
10 - 5-2) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu; 3) Menyampaikan berita acara hasil penilaian kepada Kepala BPS Provinsi; 4) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Kepala BPS Provinsi. 4. Tim Penilai Instansi a. Kedudukan: Tim Penilai Instansi dibentuk, ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat serta berkedudukan di lingkungan instansi yang bersangkutan. b. Tugas Pokok: 1) Membantu Pejabat eselon I yang membidangi Kegiatan Statistik atau pejabat di bawahnya yang ditunjuk paling rendah eselon II di instansi pusat selain BPS dalam menetapkan Angka Kredit bagi: a. Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d; dan b. Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b, di lingkungan instansi masing-masing; dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Pejabat eselon I yang membidangi Kegiatan Statistik atau pejabat di bawahnya yang ditunjuk paling rendah eselon II di instansi pusat selain BPS yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). c. Fungsi: 1) Memeriksa dan meneliti butir-butir kegiatan dalam DUPAK; 2) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu; 3) Menyampaikan berita acara hasil penilaian kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat; 4) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat. 5. Tim Penilai Provinsi a. Kedudukan: Tim Penilai Provinsi dibentuk, ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejabat eselon II yang ditunjuk serta berkedudukan di lingkungan Pemerintah Provinsi.
11 - 6 - b. Tugas Pokok: 1) Membantu Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejabat eselon II yang ditunjuk dalam menetapkan Angka Kredit bagi: a. Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d; dan b. Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b, di lingkungan provinsi; dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi atau Pejabat eselon II yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). c. Fungsi: 1) Memeriksa dan meneliti butir-butir kegiatan dalam DUPAK; 2) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu; 3) Menyampaikan berita acara hasil penilaian kepada Gubernur; 4) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Gubernur. 6. Tim Penilai Kabupaten/Kota a. Kedudukan: Tim Penilai Kabupaten/Kota dibentuk, ditetapkan oleh dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau Pejabat eselon II yang ditunjuk serta berkedudukan di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota. b. Tugas Pokok: 1) Membantu Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau Pejabat eselon II yang ditunjuk dalam menetapkan Angka Kredit bagi: a. Statistisi Pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d; dan b. Statistisi Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b, di lingkungan kabupaten/kota; dan 2) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau Pejabat eselon II yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1).
12 - 7 - c. Fungsi: 1) Memeriksa dan meneliti butir-butir kegiatan dalam DUPAK; 2) Memeriksa kebenaran dokumen-dokumen DUPAK yang dianggap perlu; 3) Menyampaikan berita acara hasil penilaian kepada Bupati/Walikota; 4) Menyampaikan laporan kegiatan tahunan kepada Bupati/Walikota. B. SUSUNAN DAN KEANGGOTAAN 1. Tim Penilai terdiri dari unsur teknis yang membidangi statistik, unsur kepegawaian, dan Statistisi. 2. Jumlah anggota Tim Penilai sekurang-kurangnya 7 (tujuh) orang dan gasal dengan susunan sebagai berikut: a. seorang Ketua merangkap anggota; b. seorang Wakil Ketua merangkap anggota; c. seorang Sekretaris merangkap anggota dari unsur kepegawaian; dan d. paling kurang 4 (empat) orang anggota. 3. Unsur kepegawaian sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf c, untuk Tim Penilai Provinsi/Kabupaten/Kota berasal dari Sekretariat Daerah atau dinas Provinsi/Kabupaten/Kota yang mempunyai fungsi bidang Statistik. 4. Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf d, untuk Tim Penilai Pusat/Tim Penilai BPS Provinsi/Tim Penilai Instansi paling kurang 2 (dua) orang dari Statistisi. 5. Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf d, untuk Tim Penilai Provinsi/Kabupaten/Kota paling kurang 1 (satu) orang dari unsur Badan Kepegawaian Daerah. 6. Dalam hal komposisi jumlah Anggota Tim Penilai sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf d tidak dapat dipenuhi, maka Anggota Tim Penilai dapat diangkat dari pejabat lain yang mempunyai kompetensi dalam penilaian prestasi kerja Statistisi. C. PERSYARATAN TIM PENILAI Syarat untuk dapat diangkat menjadi Anggota Tim Penilai Statistisi, yaitu: a. menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Statistisi yang dinilai; b. memiliki keahlian serta mampu untuk menilai prestasi kerja Statistisi; dan c. dapat aktif melakukan penilaian.
13 - 8 - D. MASA JABATAN TIM PENILAI a. Masa jabatan Anggota Tim Penilai adalah selama 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya. b. Anggota Tim Penilai yang telah menjabat dalam 2 (dua) kali masa jabatan secara berturut-turut sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat diangkat kembali setelah melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. c. Ketentuan huruf b tidak berlaku bagi Sekretaris Tim Penilai. d. Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang pensiun atau berhalangan 6 (enam) bulan atau lebih, maka Ketua Tim Penilai Statistisi mengusulkan penggantian anggota tim secara definitif sesuai masa kerja yang tersisa kepada pejabat yang berwenang menetapkan Tim Penilai. IV. TATA KERJA TIM PENILAI A. KETENTUAN 1. Rapat Pleno Tim Penilai untuk menetapkan angka kredit dilaksanakan paling kurang 2 (dua) kali dalam satu tahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat PNS dengan ketentuan sebagai berikut: a) Untuk kenaikan pangkat periode April angka kredit ditetapkan paling lambat pada bulan Januari tahun yang bersangkutan. b) Untuk kenaikan pangkat periode Oktober angka kredit ditetapkan paling lambat pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. 2. Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit atas usul Ketua Tim Penilai dapat mengganti anggota Tim Penilai apabila yang bersangkutan: a) Pensiun dari Pegawai Negeri Sipil; b) Berhalangan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan; c) Mengundurkan diri. 3. Statistisi yang menjadi anggota Tim Penilai, tidak dapat melakukan penilaian terhadap DUPAK atas nama Statistisi yang bersangkutan. Selanjutnya penilaian angka kreditnya, dilakukan oleh anggota Tim Penilai lainnya. 4. Dalam hal Ketua Tim Penilai yang dinilai, maka Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit menjadi Ketua Sementara Tim Penilai. 5. Penilaian angka kredit dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai; b) Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang anggota;
14 - 9 - c) Setelah masing-masing anggota melakukan penilaian, hasil penilaian tersebut disampaikan kepada Ketua Tim Penilai melalui Sekretariat Tim Penilai untuk disahkan; d) Apabila angka kredit yang diberikan oleh dua orang tim penilai terdapat perbedaan, maka penilaian terakhir dilakukan melalui sidang pleno; e) Pengambilan keputusan dalam sidang pleno Tim Penilai dilakukan dengan musyawarah mufakat; f) Dalam hal tidak tercapai musyawarah mufakat, pengambilan keputusan dilakukan melalui pemungutan suara terbanyak; g) Sidang pleno pengambilan keputusan harus dihadiri sekurang-kurangnya oleh ½n + 1 anggota Tim Penilai, dimana n adalah jumlah Anggota Tim Penilai yang sedang melakukan penilaian. 6. Hasil penilaian angka kredit harus dituangkan dalam BAPAK yang ditandatangani oleh anggota Tim Penilai yang hadir. 7. PAK ditandatangani oleh Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit. Apabila ternyata setelah ditelaah ulang diketahui terdapat kesalahan dalam pemberian angka kredit, Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit dapat menelaah kembali konsep PAK dan dapat mengubah Angka Kredit yang diberikan oleh Tim Penilai. 8. Terhadap keputusan PAK yang telah ditandatangani oleh Pejabat Yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit, tidak dapat diajukan keberatan. 9. Apabila Tim Penilai Instansi belum dibentuk, maka penilaian angka kredit dapat dilakukan oleh Tim Penilai di BPS. 10. Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dibentuk, maka penilaian angka kredit dapat dilakukan oleh Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai BPS Provinsi. 11. Apabila Tim Penilai Provinsi belum dibentuk, maka penilaian angka kredit dapat dilakukan oleh Tim Penilai BPS Provinsi. B. PROSEDUR Tata cara penilaian angka kredit oleh Tim Penilai dilakukan melalui prosedur sebagai berikut: 1) Menerima DUPAK dan berkas-berkas pendukung lainnya dari Sekretariat Tim Penilai. 2) Melaksanakan penilaian terhadap angka kredit yang diajukan pada setiap DUPAK sesuai dengan ketentuan proses penilaian. 3) Melakukan rapat pleno untuk menyusun BAPAK sebagai hasil penilaian akhir. Contoh BAPAK dapat dilihat pada Lampiran. 4) Menandatangani BAPAK.
15 V. SEKRETARIAT TIM PENILAI 1. Kedudukan: a. Sekretariat Tim Penilai dibentuk dan ditetapkan oleh: 1) Kepala BPS untuk Tim Penilai Pusat; 2) Pejabat eselon I atau eselon II yang ditunjuk oleh Kepala BPS untuk Tim Penilai BPS; 3) Kepala BPS Provinsi untuk Tim Penilai BPS Provinsi; 4) Menteri/Kepala Lembaga atau pejabat lain yang ditunjuk serendah-rendahnya eselon II untuk Tim Penilai Instansi; 5) Gubernur atau pejabat lain yang ditunjuk serendah-rendahnya eselon II untuk Tim Penilai Provinsi; 6) Bupati/Walikota atau pejabat lain yang ditunjuk serendahrendahnya eselon II untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota. b. Sekretariat Tim Penilai bertanggungjawab kepada: 1) Ketua Tim Penilai Pusat untuk Sekretariat Tim Penilai Pusat; 2) Ketua Tim Penilai BPS untuk Sekretariat Tim Penilai BPS; 3) Ketua Tim Penilai Instansi untuk Sekretariat Tim Penilai Instansi; 4) Ketua Tim Penilai BPS Provinsi untuk Sekretariat Tim Penilai BPS Provinsi; 5) Ketua Tim Penilai Provinsi untuk Sekretariat Tim Penilai Provinsi; 6) Ketua Tim Penilai Kabupaten/Kota untuk Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota. c. Sekretariat Tim Penilai dipimpin oleh seorang Sekretaris Tim Penilai yang secara fungsional dijabat oleh: 1) Kepala Biro Kepegawaian untuk Sekretariat Tim Penilai Pusat; 2) Kepala Bagian Jabatan Fungsional untuk Sekretariat Tim Penilai BPS; 3) Sekretariat Jenderal/Sekretaris Menteri/Sekretaris Utama LPND atau pejabat yang ditunjuk untuk Sekretariat Tim Penilai Instansi; 4) Kepala Bagian Tata Usaha untuk Sekretariat Tim Penilai BPS Provinsi; 5) Sekretaris Daerah Provinsi atau pejabat yang ditunjuk untuk Sekretariat Tim Penilai Provinsi; 6) Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota atau pejabat yang ditunjuk untuk Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota.
16 Sekretariat Tim Penilai bertugas: Memberikan bantuan teknis dan administratif untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai dan Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit. 3. Sekretariat Tim Penilai berfungsi: a. Mengadministrasikan DUPAK Statistisi. b. Meneliti kelengkapan dan kebenaran berkas-berkas yang disyaratkan dari DUPAK statistisi. c. Menyiapkan bahan yang diperlukan untuk penilaian dan penetapan angka kredit. d. Membuat jadwal sidang Tim Penilai. e. Menyiapkan undangan rapat dan penyelenggaraan rapat Tim Penilai. f. Menyiapkan konsep BAPAK. g. Membuat konsep PAK. h. Asli SK PAK disampaikan kepada Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN)/Kantor Regional BKN, dengan tembusan disampaikan kepada: 1. Statistisi yang bersangkutan; 2. Sekretaris Tim Penilai Statistisi yang bersangkutan; 3. Kepala Biro/Badan Kepegawaian Daerah/Bagian Kepegawaian Instansi yang bersangkutan; 4. Pejabat lain yang dipandang perlu; (misalnya Instansi Pembina dan atau Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit). i. Menyusun laporan semester mengenai pelaksanaan tugas tim penilai dan setelah ditandatangani Ketua Tim Penilai kemudian menyampaikan kepada Pejabat Yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit. j. Memantau perolehan angka kredit Statistisi selama periode tertentu untuk mengetahui apakah seorang statistisi telah memenuhi persyaratan angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan pangkat atau jabatan. k. Memberikan laporan kepada Ketua Tim Penilai perihal: 1) Statistisi yang tidak dapat memperoleh angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jabatan pada waktunya; 2) Kemungkinan dapat diangkatnya kembali seorang statistisi, yang sebelumnya dibebaskan sementara dari jabatan, karena yang bersangkutan telah memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan.
17 VI. VII. TIM TEKNIS 1. Tim Teknis dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit berdasarkan usulan dari Ketua Tim Penilai. 2. Tim Teknis bertugas membantu Tim Penilai dalam melaksanakan penilaian terhadap usulan penetapan angka kredit dari hasil kegiatan statistisi yang bersifat khusus dan memerlukan keahlian tertentu. 3. Tim Teknis berfungsi memberikan pertimbangan teknis dalam hal penilaian kegiatan statistisi yang memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. 4. Masa kerja Tim Teknis ditentukan sesuai dengan kebutuhan dalam satu periode kenaikan pangkat. PENUTUP Dengan ditetapkannya Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tata Kerja Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional Statistisi, maka seluruh kegiatan tersebut wajib mengacu kepada peraturan ini.
18 CONTOH 1 KEPUTUSAN PENGANGKATAN ANGGOTA TIM PENILAI PUSAT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR.. TENTANG PENGANGKATAN ANGGOTA TIM PENILAI PUSAT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan jabatan fungsional statistisi di lingkungan ; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Pengangkatan Anggota Tim Penilai Pusat Jabatan Fungsional Statistisi dengan Keputusan Kepala Badan Badan Pusat Statistik; Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; 3. Peraturan Bersama Kepala Badan Pusat Statistik dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 27 tahun 2014 dan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK TENTANG PENGANGKATAN ANGGOTA TIM PENILAI PUSAT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI. KESATU : Mengangkat Tim Penilai Pusat Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Badan Pusat Statistik yang selanjutnya disebut Tim Penilai dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU mempunyai tugas: 1. Membantu Kepala BPS dalam menetapkan Angka Kredit bagi Statistisi Madya pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c sampai dengan Statistisi Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e di lingkungan BPS dan instansi selain BPS; dan 2. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala BPS yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). KETIGA : Masa jabatan Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU adalah 3 (tiga) tahun. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di. pada tanggal.. KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK,...
19 Tembusan: 1. Pejabat Yang Berwenang Mengangkat, Membebaskan Sementara, dan Memberhentikan Pejabat Fungsional Statistisi; 2. Pejabat Pengusul; ; 4. Yang bersangkutan (untuk diindahkan dan dilaksanakan). *) Coret yang tidak perlu
20 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR TAHUN 2014 TENTANG TIM PENILAI PUSAT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI Nomor Urut SUSUNAN ANGGOTA TIM PENILAI PUSAT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI NAMA NIP Jabatan Pangkat/ Golongan Ruang Jabatan dalam Tim Penilai (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Ketua 2. Wakil 3. Sekretaris 4. Anggota 5. Anggota 6. Anggota 7. Anggota dst KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK,...
21 CONTOH 2 KEPUTUSAN PENGANGKATAN ANGGOTA TIM PENILAI BPS PROVINSI/INSTANSI/PROVINSI/ KABUPATEN/KOTA JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON II*), NOMOR.. TENTANG TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA II/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON*), Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan jabatan fungsional statistisi di lingkungan ; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan Badan Pusat Statistik/Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi/Pimpinan Kementerian/Lembaga /Sekretaris Daerah Provinsi/Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota paling rendah eselon II*) tentang...; Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; 3. Peraturan Bersama Kepala Badan Pusat Statistik dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 27 tahun 2014 dan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK TENTANG TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... KESATU : Mengangkat Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi di lingkungan Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi/Pimpinan Kementerian/Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi/ Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota paling rendah eselon II*) yang selanjutnya disebut Tim Penilai dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU mempunyai tugas: 1. Membantu Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi/Pimpinan Kementerian/Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi/Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota paling rendah eselon II*) dalam menilai dan menetapkan angka kredit bagi: a. statistisi pelaksana pangkat Pengatur golongan ruang II/c sampai dengan Statistisi Penyelia pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d; dan, b. statistisi pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Statistisi Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b, di lingkungan...;
22 Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi/Pimpinan Kementerian/ Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi/Sekretaris Daerah Kabupaten/ Kota atau Pejabat eselon II*) yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan Angka Kredit sebagaimana dimaksud pada angka 1). KETIGA : Masa jabatan Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU adalah 3 (tiga) tahun. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di. pada tanggal.. Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi/Pimpinan Kementerian/ Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi/Sekretaris Daerah Kabupaten/ Kota atau Pejabat eselon II*)... Tembusan: 1. Pejabat Yang Berwenang Mengangkat, Membebaskan Sementara, dan Memberhentikan Pejabat Fungsional Statistisi; 2. Pejabat Pengusul; ; 4. Yang bersangkutan (untuk diindahkan dan dilaksanakan).
23 Nomor Urut LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON II *) NOMOR... TAHUN 2014 TENTANG TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... SUSUNAN KEANGGOTAAN TIM PENILAI BPS PROVINSI/INSTANSI/PROVINSI/KABUPATEN/KOTA JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI*) Nama NIP Jabatan Pangkat/ Golongan Ruang Jabatan dalam Tim Penilai (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Ketua 2. Wakil 3. Sekretaris 4. Anggota 5. Anggota 6. Anggota 7. Anggota dst Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi../Pimpinan Kementerian/Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi../Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota paling rendah eselon II*),... *) coret yang tidak perlu
24 CONTOH 3 KEPUTUSAN PENUNJUKAN PEGAWAI YANG BERTUGAS PADA SEKRETARIAT PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON II*), NOMOR.. TENTANG PEGAWAI YANG BERTUGAS PADA SEKRETARIAT TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON II*), Menimbang : Mengingat : bahwa untuk melaksanakan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik/Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi../Pimpinan Kementerian/Lembaga/ Sekretaris Daerah Provinsi../Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Paling Rendah Eselon II*) tentang Pengangkatan Anggota Tim Penilai Pusat/ Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi/Instansi/Provinsi/ Kabupaten/Kota jabatan fungsional statistisi di lingkungan..., perlu menetapkan Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik /Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi../Pimpinan Kementerian/Lembaga/ Sekretaris Daerah Provinsi../Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Paling Rendah Eselon II*) tentang Pegawai yang Bertugas pada Sekretariat Tim Penilai Angka Kredit Jabatan Fungsional statistisi di lingkungan...; 1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); 2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; 3. Peraturan Bersama Kepala Badan Pusat Statistik dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 27 tahun 2014 dan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya; MEMUTUSKAN: Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON II*) TENTANG PEGAWAI YANG BERTUGAS PADA SEKRETARIAT TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... KESATU : Menunjuk pegawai yang bertugas pada Sekretariat Tim Penilai Pusat/Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi.../Instansi/Provinsi/ Kabupaten/Kota Jabatan Fungsional Statistisi yang selanjutnya disebut Pegawai, dengan susunan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini. KEDUA : Pegawai sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU bertugas memberikan bantuan teknis dan administratif untuk kelancaran pelaksanaan tugas Tim Penilai dan Pejabat yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit. KETIGA : Sekretariat Tim Penilai berfungsi: a. Mengadministrasikan DUPAK Statistisi. b. Meneliti kelengkapan dan kebenaran berkas-berkas yang disyaratkan dari DUPAK statistisi.
25 c. Menyiapkan bahan yang diperlukan untuk penilaian dan penetapan angka kredit. d. Membuat jadwal sidang Tim Penilai. e. Menyiapkan undangan rapat dan penyelenggaraan rapat Tim Penilai. f. Menyiapkan konsep BAPAK. g. Membuat konsep PAK. h. Menyampaikan PAK kepada Pejabat yang Berwenang. i. Menyusun laporan semester mengenai pelaksanaan tugas tim penilai dan setelah ditandatangani Ketua Tim Penilai kemudian menyampaikan kepada Pejabat Yang Berwenang Menetapkan Angka Kredit. j. Memantau perolehan angka kredit Statistisi selama periode tertentu untuk mengetahui apakah seorang statistisi telah memenuhi persyaratan angka kredit kumulatif minimal untuk kenaikan pangkat atau jabatan. k. Memberikan laporan kepada Ketua Tim Penilai perihal: 1) Statistisi yang tidak dapat memperoleh angka kredit kumulatif minimal yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jabatan pada waktunya; 2) Kemungkinan dapat diangkatnya kembali seorang statistisi, yang sebelumnya dibebaskan sementara dari jabatan, karena yang bersangkutan telah memenuhi jumlah angka kredit kumulatif minimal yang ditentukan. KEEMPAT : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di. pada tanggal.. Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi../Pimpinan Kementerian/Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi../Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota paling rendah eselon II*),... Tembusan: 1. Pejabat Yang Berwenang Mengangkat, Membebaskan Sementara, dan Memberhentikan Pejabat Fungsional Statistisi; 2. Pejabat Pengusul; ; 4. Yang bersangkutan (untuk diindahkan dan dilaksanakan).
26 LAMPIRAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK/KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI../PIMPINAN KEMENTERIAN/LEMBAGA/SEKRETARIS DAERAH PROVINSI../SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN/KOTA PALING RENDAH ESELON II*) NOMOR.. TAHUN 2014 TENTANG PEGAWAI YANG BERTUGAS PADA SEKRETARIAT TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... SUSUNAN PEGAWAI YANG BERTUGAS PADA SEKRETARIAT TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DI LINGKUNGAN... Nomor Urut NAMA NIP Jabatan Pangkat/ Golongan Ruang Jabatan dalam Sekretariat Tim Penilai (1) (2) (3) (4) (5) (6) dst Kepala Badan Pusat Statistik/Badan Pusat Statistik Provinsi../Pimpinan Kementerian/Lembaga/Sekretaris Daerah Provinsi../Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota paling rendah eselon II*),... *) coret yang tidak perlu
27 CONTOH 4 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT TERAMPIL DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI PELAKSANA NOMOR :.. Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Terampil : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Diploma III b. Diploma II c. Diploma I d. SLTA 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II B. Penyediaan Data dan Informasi Statistik 1. Persiapan a. Mengatur alokasi dokumen sensus/survei tingkat kecamatan b. Mengatur alokasi peralatan observasi pada tingkat kecamatan c. Mengikuti pelatihan pengumpulan data sebagai pendata d. Melakukan pendaftaran (listing) pada kegiatan statistik dengan objek: 1). Rumah tangga 2). Non rumah tangga 2. Pengumpulan Data Melakukan pengumpulan data sekunder 3. Pengolahan Melakukan pengolahan data sekunder secara manual 4. Penyajian dan Publikasi Membuat peta tematik manual kegiatan
28 II C. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/ menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1. Pengajaran/pelatihan di bidang statistik Mengajar atau melatih pada unit/unit organisasi pemerintah dalam kegiatan statistik 2. Peran serta dalam seminar/ lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran 2). Moderator/pembahas/nara sumber 3). Peserta 3. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi 4. Keanggotaan dalam organisasi profesi Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus Aktif b). Anggota Aktif 2). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus Aktif b). Anggota Aktif
29 Perolehan piagam kehormatan a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun 2). 20 (dua puluh) tahun 3). 10 (sepuluh) tahun b. Gelar kehormatan akademi 6. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Sarjana 2). Sarjana Muda/Diploma III 3). Diploma II JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan: *) Coret yang tidak perlu.
30 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,.. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. (jabatan) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (nama penilai I),. (nama penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
31 CONTOH 5 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT TERAMPIL DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Terampil : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Diploma III b. Diploma II c. Diploma I d. SLTA 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II B. Penyediaan Data dan Informasi Statistik 1. Persiapan a. Mengatur alokasi dokumen sensus/survei tingkat kabupaten/kota b. Mengatur alokasi peralatan observasi pada tingkat kabupaten/kota c. Merekrut/mengalokasikan petugas lapangan sensus/survei 1-50 orang d. Merekrut/mengalokasikan petugas lapangan observasi 1-20 orang e. Mengikuti pelatihan pengumpulan data sebagai Pemeriksa/Pengawas f. Melakukan pengenalan wilayah objek statistik: 1) Sensus/Survei 2) Observasi g. Memeriksa hasil pendaftaran (listing) pada kegiatan statistik h. Membuat sketsa peta wilayah (peta analog) i. Mengelola peta analog secara manual 2. Pengumpulan Data a. Melakukan pengumpulan data pada kegiatan statistik objek rumah tangga, dengan: 1). Kuesioner sederhana 2). Kuesioner sedang 3). Kuesioner kompleks
32 b. Melakukan pengumpulan data pada kegiatan statistik objek non rumah tangga, dengan: 1). Kuesioner sederhana 2). Kuesioner sedang 3). Kuesioner kompleks c. Melakukan pengawasan pada kegiatan statistik objek rumah tangga, dengan: 1). Kuesioner sederhana 2). Kuesioner sedang 3). Kuesioner kompleks d. Melakukan pengawasan pada kegiatan statistik objek non rumah tangga, dengan: 1). Kuesioner sederhana 2) Kuesioner sedang 3). Kuesioner kompleks e. Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data objek rumah tangga, dengan: 1). Kuesioner sederhana 2) Kuesioner sedang 3). Kuesioner kompleks f. Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data objek non rumah tangga, dengan: 1). Kuesioner sederhana 2). Kuesioner sedang 3). Kuesioner kompleks 3. Pengolahan Memindahkan data ke media komputer (entri data) 4. Penyajian dan Publikasi a. Merancang/membuat papan monografi b. Memeriksa tabel publikasi tingkat kecamatan c. Menyusun publikasi statistik tingkat kecamatan d. Menyusun ringkasan eksekutif tingkat kecamatan C. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik
33 II 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/ menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1. Pengajaran/pelatihan di bidang statistik Mengajar atau melatih pada unit/unit organisasi pemerintah dalam kegiatan statistik 2. Peran serta dalam seminar/ lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran 2). Moderator/pembahas/nara sumber 3). Peserta 3. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi 4. Keanggotaan dalam organisasi profesi Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus Aktif b). Anggota Aktif 2). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus Aktif b). Anggota Aktif 5. Perolehan piagam kehormatan a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun 2). 20 (dua puluh) tahun 3). 10 (sepuluh) tahun b. Gelar kehormatan akademi 6. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Sarjana 2). Sarjana Muda/Diploma III 3). Diploma II JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan : *) Coret yang tidak perlu.
34 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (nama penilai I),. (nama penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
35 CONTOH 6 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT TERAMPIL DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI PENYELIA NOMOR :. Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Terampil : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Diploma III b. Diploma II c. Diploma I d. SLTA 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II B. Penyediaan Data dan Informasi Statistik 1. Persiapan a. Merancang dan membuat jadwal di bidang statistik b. Mengatur alokasi dokumen sensus/survei tingkat provinsi c. Mengatur alokasi peralatan observasi pada tingkat provinsi d. Merekrut/mengalokasikan petugas lapangan sensus/survei > 50 orang e. Merekrut/mengalokasikan petugas lapangan kegiatan observasi > 20 orang f. Mengikuti pelatihan pengumpulan data sebagai calon trainer g. Memberikan pelatihan pengumpulan data bagi petugas h. Memeriksa hasil pembuatan sketsa peta wilayah (peta analog) 2. Pengolahan Melakukan validasi pengolahan secara manual C. Analisis dan Pengembangan Statistik 1. Analisis Statistik Melakukan analisis sederhana satu sektor
36 II 2. Pengembangan Statistik a. Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat dasar b. Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik tingkat dasar D. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan kegiatan statistik 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/ menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1. Bimbingan penuh kader statistisi: Memberikan bimbingan penuh kepada kader statistisi sampai mencapai Diploma III 2. Pengajaran/pelatihan di bidang statistik Mengajar atau melatih pada unit/unit organisasi pemerintah dalam kegiatan statistik 3. Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran 2). Moderator/pembahas/nara sumber 3). Peserta
37 Keanggotaan dalam organisasi profesi Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus Aktif b). Anggota Aktif 2). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus Aktif b). Anggota Aktif 5. Perolehan piagam kehormatan a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun 2). 20 (dua puluh) tahun 3). 10 (sepuluh) tahun b. Gelar kehormatan akademi 6. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Sarjana 2). Sarjana Muda/Diploma III 3). Diploma II JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan : *) Coret yang tidak perlu.
38 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (nama penilai I),. (nama penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
39 CONTOH 7 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT AHLI DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI PERTAMA NOMOR : Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Ahli : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Doktor/Spesialis II (S3) b. Pasca Sarjana/Spesialis I (S2) c. Sarjana (S1)/Diploma IV 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan III B Melakukan Kegiatan Statistik 1. Mengumpulkan bahan/informasi pendukung untuk Kegiatan Statistik 2. Membuat rencana tabulasi Kegiatan Statistik 3. Mengikuti pembahasan kuesioner dan instrumen lainnya pada Kegiatan Statistik 4. Mengikuti pembahasan penyusunan pedoman Kegiatan Statistik 5. Melaksanakan kegiatan sampling a. Menyusun kerangka sampel b. Memilih sampel c. Memperbaharui (updating) kerangka sampel 6. Melaksanakan kegiatan dalam lingkup observasi a. Penyusunan kerangka sampel b. Monitoring dan evaluasi penerimaan daftar sampel c. Pengelolaan dan penyempurnaan master file d. Penentuan metode penarikan sampel 7. Mengatur alokasi dokumen/peralatan sensus/ survei/observasi tingkat nasional 8. Mengikuti pelatihan pengumpulan data 9. Memberikan pelatihan pengumpulan data bagi petugas 10. Membuat peta indeks kegiatan observasi 11. Meneliti peta analog observasi (manual)
40 Membuat peta digital 13. Mengelola peta digital 14. Melakukan pengawasan pemetaan 15. Memeriksa hasil penarikan sampel kegiatan observasi berdasarkan non wilayah kerja 16. Melakukan pengumpulan data pada Kegiatan Statistik objek rumah tangga, dengan: a. Kuesioner sederhana b. Kuesioner sedang c. Kuesioner kompleks 17. Melakukan pengumpulan data pada Kegiatan Statistik objek non rumah tangga, dengan: a. Kuesioner sederhana b. Kuesioner sedang c. Kuesioner kompleks 18. Melakukan pengawasan pada Kegiatan Statistik objek rumah tangga, dengan: a. Kuesioner sederhana b. Kuesioner sedang c. Kuesioner kompleks 19. Melakukan pengawasan pada Kegiatan Statistik objek non rumah tangga, dengan: a. Kuesioner sederhana b. Kuesioner sedang c. Kuesioner kompleks 20. Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data objek rumah tangga, dengan: a. Kuesioner sederhana b. Kuesioner sedang c. Kuesioner kompleks 21. Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data objek non rumah tangga, dengan: a. Kuesioner sederhana b. Kuesioner sedang c. Kuesioner kompleks 22. Merancang dan membuat pedoman pengolahan Kegiatan Statistik untuk tabulasi 23. Membuat program entri data tanpa validasi 24. Melakukan penyuntingan (editing), hasil kegiatan in depth interview 25. Membuat program tabulasi pada Kegiatan Statistik 26. Melakukan reformat data Kegiatan Statistik dari satu format ke format lainnya dalam media komputer 27. Membuat peta tematik digital Kegiatan Statistik 28. Memeriksa tabel/grafik hasil Kegiatan Statistik yang akan disajikan tingkat Kabupaten/Kota 29. Menyusun publikasi statistik tingkat Kabupaten/Kota 30. Menyusun ringkasan eksekutif tingkat Kabupaten/Kota 31. Menyusun publikasi digital dari Kegiatan Statistik 32. Menyajikan metadata statistik 33. Melakukan analisis sederhana lintas sektor 34. Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat menengah Menyiapkan materi pengarahan statistik pada 35. tingkat: a. Dasar b. Menengah 36. Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat: a. Dasar b. Menengah 37. Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik Menengah
41 II C. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/ menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1 Bimbingan penuh kader statistisi: Memberikan bimbingan penuh kader statistisi sampai mencapai tingkat: 1). Sarjana/Diploma IV per orang, sebagai Pembimbing Pendamping 2). Diploma III per orang, sebagai Pembimbing 2 Pengajar/pelatih di bidang statistik. a. Melaksanakan tugas mengajar pada kursus/ penataran statistik b. Melaksanakan tugas mengajar pada perguruan tinggi, tiap SKS (maksimum 6 SKS), per semester 1). Strata 1/Diploma IV 2). Diploma III 3 Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran. 2). Moderator/pembahas/nara sumber. 3). Peserta.
42 Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. 5 Keanggotaan dalam organisasi profesi. Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus aktif. b). Anggota aktif. 2). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus aktif b). Anggota aktif 6 Perolehan piagam kehormatan a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun. 2). 20 (dua puluh) tahun. 3). 10 (sepuluh) tahun. b. Gelar kehormatan akademis 7 Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Doktor 2). S2 3). S1 JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan : *) Coret yang tidak perlu.
43 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (Nama Penilai I),. (Nama Penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
44 CONTOH 8 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT AHLI DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI MUDA NOMOR : Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Ahli : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Doktor/Spesialis II (S3) b. Pasca Sarjana/Spesialis I (S2) c. Sarjana (S1)/Diploma IV 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan III B. Melakukan Kegiatan Statistik 1. Menelaah bahan/informasi pendukung untuk Kegiatan Statistik 2. Melaksanakan kegiatan sampling a. Menyusun metode pemilihan sampel b. Membuat program pemilihan sampel 3. Menghitung penimbang dalam rangka estimasi Kegiatan Statistik 4. Membuat peta indeks Kegiatan Statistik 5. Meneliti peta indeks Kegiatan Statistik 6. Memeriksa hasil penarikan sampel kegiatan observasi berdasarkan wilayah kerja 7. Merancang dan membuat pedoman pengolahan Kegiatan Statistik untuk penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data 8. Membuat program entri data dengan validasi hasil Kegiatan Statistik 9. Memeriksa tabel/grafik hasil Kegiatan Statistik yang akan disajikan tingkat Provinsi 10. Menyusun publikasi statistik tingkat Provinsi 11. Menyusun ringkasan eksekutif tingkat Provinsi 12. Membuat estimasi parameter dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan 13. Membuat outline untuk publikasi 14. Mengumpulkan literatur/referensi untuk publikasi 15. Melakukan analisis mendalam satu sektor
45 II 16. Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat lanjutan 17. Menyiapkan materi pengarahan statistik lanjutan 18. Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat lanjutan 19. Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik lanjutan C. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1. Bimbingan penuh kader statistisi: Memberikan bimbingan penuh kader statistisi sampai mencapai tingkat: 1). Pasca Sarjana per orang sebagai Pembimbing pendamping 2). Pasca Sarjana per orang sebagai Penguji 3). Sarjana/Diploma IV per orang, sebagai Pembimbing Utama 4). Sarjana/Diploma IV per orang, sebagai Pembimbing Pendamping 5). Diploma III per orang, sebagai Pembimbing
46 Pengajar/pelatih di bidang statistik. a Melaksanakan tugas mengajar pada kursus/ penataran statistik b Melaksanakan tugas mengajar pada perguruan tinggi, tiap SKS (maksimum 6 SKS), per semester 1). Strata 2 atau Strata 3 2). Strata 1/Diploma IV 3). Diploma III 3. Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran. 2). Moderator/pembahas/nara sumber. 3). Peserta. 4. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. 5. Keanggotaan dalam organisasi profesi. Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus aktif. b). Anggota aktif. 2). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus aktif. b). Anggota aktif. 6. Perolehan piagam kehormatan. a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun. 2). 20 (dua puluh) tahun. 3). 10 (sepuluh) tahun. b. Gelar kehormatan akademis 7. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Doktor 2). S2 3). S1 JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan : *) Coret yang tidak perlu.
47 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (nama penilai I),. (nama penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
48 CONTOH 9 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT AHLI DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI MADYA NOMOR :. Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Ahli : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Doktor/Spesialis II (S3) b. Pasca Sarjana/Spesialis I (S2) c. Sarjana (S1)/Diploma IV 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan III B. Melakukan Kegiatan Statistik 1. Menghitung sampling error Kegiatan Statistik 2. Merancang dan membuat pedoman pengolahan Kegiatan Statistik untuk validitas data 3. Memeriksa tabel/grafik hasil Kegiatan Statistik yang akan disajikan tingkat nasional 4. Menyusun publikasi statistik tingkat nasional 5. Menyusun ringkasan eksekutif tingkat nasional 6. Melakukan analisis mendalam lintas sektor 7. Mengembangkan metodologi Kegiatan Statistik 8. Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat khusus 9. Menyiapkan materi pengarahan statistik tingkat khusus 10. Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat khusus 11. Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik khusus
49 C. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/ menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA II. UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1. Bimbingan penuh kader statistisi: Memberikan bimbingan penuh kader statistisi sampai mencapai tingkat: 1). Doktor per orang, sebagai Pembimbing Pendamping 2). Pascasarjana per orang, sebagai Pembimbing Utama 3). Sarjana/Diploma IV per orang, sebagai Pembimbing Pendamping 4). Diploma III per orang, sebagai Pembimbing 2. Pengajar/pelatih di bidang statistik a. Melaksanakan tugas mengajar pada kursus/ penataran statistik b. Melaksanakan tugas mengajar pada perguruan tinggi, tiap SKS (maksimum 6 SKS), per semester 1). Strata 1/Diploma IV 2). Diploma III
50 Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran 2). Moderator/pembahas/nara sumber 3). Peserta 4. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. 5. Keanggotaan dalam organisasi profesi Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus aktif. b). Anggota aktif. 2). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus aktif. b). Anggota aktif. 6. Perolehan piagam kehormatan. a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun. 2). 20 (dua puluh) tahun. 3). 10 (sepuluh) tahun. b. Gelar kehormatan akademis 7. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya. Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Doktor 2). S2 3). S1 JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan: *) Coret yang tidak perlu.
51 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. ( jabatan ) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (nama penilai I),. (nama penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
52 CONTOH 10 DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI TINGKAT AHLI DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI UTAMA NOMOR :.. Masa penilaian tanggal s.d KETERANGAN PERORANGAN 1. Nama : 2. NIP : 3. Nomor Seri KARPEG : 4. Tempat Tanggal Lahir : 5. Jenis Kelamin : 6. Pendidikan yang Diperhitungkan Angka Kreditnya : 7. Pangkat/Golongan Ruang/TMT : 8. Jabatan Statistisi Tingkat Ahli : 9. Masa Kerja Golongan Lama : Baru : 10. Unit Kerja : ANGKA KREDIT MENURUT NO SUB UNSUR YANG DINILAI INSTANSI PENGUSUL TIM PENILAI LAMA BARU JUMLAH LAMA BARU JUMLAH I UNSUR UTAMA A. Pendidikan 1. Mengikuti pendidikan sekolah dan memperoleh gelar/ijazah: a. Doktor/Spesialis II (S3) b. Pasca Sarjana/Spesialis I (S2) c. Sarjana (S1)/Diploma IV 2. Mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang statistik dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat: a. Lamanya lebih dari 960 jam b. Lamanya antara jam c. Lamanya antara jam d. Lamanya antara jam e. Lamanya antara jam f. Lamanya antara jam g. Lamanya antara jam 3. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan III B. Melakukan Kegiatan Statistik 1. Mengkaji Kegiatan Statistik 2. Membuat inovasi statistik dalam rangka penyusunan Kegiatan Statistik. 3. Melakukan kajian lengkap terhadap organisasi dan lingkungan organisasi dalam rangka menentukan kebutuhan organisasi terhadap data statistik. 4. Membuat indikator statistik baru 5. Menyusun rencana induk (master plan) Sistem Statistik Nasional (SSN) 6. Melakukan revitalisasi rencana induk SSN sesuai kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan 7. Melakukan evaluasi SSN yang sedang berjalan 8. Melakukan kajian terhadap perkembangan dan pemanfaatan statistik secara internasional C. Pengembangan Profesi 1. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang statistik a. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional/internasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI
53 b. Membuat karya tulis/karya ilmiah, hasil penelitian, pengkajian survei dan atau evaluasi di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI d. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah e. Membuat karya tulis/karya ilmiah populer di bidang statistik yang disebarluaskan melalui media massa f. Membuat karya tulis/karya ilmiah berupa tinjauan, atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang statistik yang disampaikan dalam pertemuan ilmiah 2. Penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengelolaan Kegiatan Statistik 3. Penerjemahan/penyaduran buku atau karya ilmiah di bidang statistik a. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional 2). Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI b. Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statistik yang tidak dipublikasikan: 1). Dalam bentuk buku 2). Dalam bentuk makalah c. Membuat abstrak tulisan yang dimuat dalam majalah ilmiah JUMLAH UNSUR UTAMA II UNSUR PENUNJANG Penunjang Kegiatan Statistisi 1. Bimbingan penuh kader statistisi: Memberikan bimbingan penuh kader statistisi sampai mencapai tingkat: 1). Sarjana/Diploma IV per orang, sebagai Pembimbing Pendamping 2). Diploma III per orang, sebagai Pembimbing 2. Pengajar/pelatih di bidang statistik. a. Melaksanakan tugas mengajar pada kursus/ penataran statistik b. Melaksanakan tugas mengajar pada perguruan tinggi, tiap SKS (maksimum 6 SKS), per semester 1). Strata 1/Diploma IV 2). Diploma III 3. Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi Mengikuti seminar/lokakarya/konferensi sebagai: 1). Pemrasaran. 2). Moderator/pembahas/nara sumber. 3). Peserta. 4. Keanggotaan dalam Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Statistisi. 5. Keanggotaan dalam organisasi profesi Menjadi anggota organisasi profesi pada: 1). Tingkat nasional/internasional sebagai: a). Pengurus aktif b). Anggota aktif
54 ). Tingkat Propinsi/Kabupaten/Kota: a). Pengurus aktif b). Anggota aktif 6. Perolehan piagam kehormatan a. Memperoleh penghargaan/tanda jasa Satya Lancana Karya Satya: 1). 30 (tiga puluh) tahun 2). 20 (dua puluh) tahun 3). 10 (sepuluh) tahun b. Gelar kehormatan akademis 7. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Memperoleh gelar kesarjanaan yang tidak sesuai dengan bidang tugasnya: 1). Doktor 2). S2 3). S1 JUMLAH UNSUR PENUNJANG Butir kegiatan jenjang jabatan di atas/di bawah*) JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG Keterangan : *) Coret yang tidak perlu.
55 III LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK: 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 3. Surat pernyataan melakukan kegiatan. 4. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 5. Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang 6. dan seterusnya,. IV Catatan Pejabat Pengusul: dan seterusnya,. (jabatan) (nama pejabat pengusul) V Catatan Anggota Tim Penilai: dan seterusnya,. (nama penilai I),. (nama penilai II) VI Catatan Ketua Tim Penilai: dan seterusnya Ketua Tim Penilai, (nama)
56 CONTOH 11 SURAT PERNYATAAN SURAT PERNYATAAN MENGIKUTI PENDIDIKAN Yang bertanda tangan di bawah ini: SURAT PERNYATAAN MENGIKUTI PENDIDIKAN Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Menyatakan bahwa: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Telah mengikuti pendidikan sebagai berikut: No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil Jumlah Volume Kegiatan Angka Kredit Jumlah Angka Kredit Keterangan/ Bukti Fisik (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) dst Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....,... Atasan Langsung...
57 CONTOH 12 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENYEDIAAN DATA DAN INFORMASI STATISTIK SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENYEDIAAN DATA DAN INFORMASI STATISTIK Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Menyatakan bahwa: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Telah melakukan kegiatan penyediaan data dan informasi statistik sebagai berikut: No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil Jumlah Volume Kegiatan Angka Kredit Jumlah Angka Kredit Keterangan/ Bukti Fisik (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) dst Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....,... Atasan Langsung...
58 CONTOH 13 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN ANALISIS DAN PENGEMBANGAN STATISTIK SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN ANALISIS DAN PENGEMBANGAN STATISTIK Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Menyatakan bahwa: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Telah melakukan kegiatan analisis dan pengembangan statistik sebagai berikut: No Uraian Kegiatan Tanggal Jumlah Jumlah Satuan Angka Keterangan/ Volume Angka Hasil Kredit Kegiatan Kredit Bukti Fisik (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) dst Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....,... Atasan Langsung...
59 CONTOH 14 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Menyatakan bahwa: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Telah melakukan kegiatan pengembangan profesi sebagai berikut: No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil Jumlah Volume Kegiatan Angka Kredit Jumlah Angka Kredit Keterangan/ Bukti Fisik (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) dst Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....,... Atasan Langsung...
60 CONTOH 15 SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS STATISTISI SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG TUGAS STATISTISI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Menyatakan bahwa: Nama :... NIP :... Pangkat/Golongan Ruang/TMT :... Jabatan :... Unit kerja :... Telah melakukan kegiatan penunjang tugas Statistisi sebagai berikut: No Uraian Kegiatan Tanggal Satuan Hasil Jumlah Volume Kegiatan Angka Kredit Jumlah Angka Kredit Keterangan/ Bukti Fisik (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) dst Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya....,... Atasan Langsung...
61
62
2014, No
6 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTK NOMOR 141 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI I. TUJUAN Petunjuk Teknis
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.138, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 27 TAHUN 2014 NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN
PERATURAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN
PERATURAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 27 TAHUN 2014 NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 003/KS/2003 NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 003/KS/2003 NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.639 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBAGA SANDI NEGARA. Tim Penilai Angka Kredit. Sandiman. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG ORGANISASI DAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.697, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI. Statistisi. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI PELAKSANA
CONTOH : LAMPIRAN Ib : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTISI PELAKSANA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL : DAFTAR
PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER
PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER Badan Pusat Statistik, Jakarta - Indonesia 2004 KEPUTUSAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 288
16. Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011;
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010
PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK TEKNIS ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENERJEMAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG
PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL OPERATOR TRANSMISI SANDI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA
PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA TENTANG
PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG TATA KERJA TIM PENILAI DAN TATA CARA PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI PELAKSANA LANJUTAN KETERANGAN PERORANGAN
CONTOH : LAMPIRAN Ic : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTISI PELAKSANA LANJUTAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI PELAKSANA PEMULA
CONTOH : LAMPIRAN Ia : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTISI PELAKSANA PEMULA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER PENYELIA
CONTOH : LAMPIRAN Id : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN PRANATA KOMPUTER PENYELIA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI PENYELIA
CONTOH : LAMPIRAN Id : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTIS PENYELIA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL : DAFTAR
-4- MEMUTUSKAN: Pasal 1
-2-3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494); 4. Peraturan Pemerintah
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER MADYA
CONTOH : LAMPIRAN IIc : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN PRANATA KOMPUTER MADYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER PELAKSANA PEMULA
CONTOH : LAMPIRAN Ia : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN PRANATA KOMPUTER KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PELAKSANA PEMULA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 89 TAHUN 2014 TENTANG
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 89 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PERANCANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT
BAB I PENDAHULUAN Umum
LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS RADIASI BAB I PENDAHULUAN A. Umum Jabatan Fungsional
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER PELAKSANA
CONTOH : LAMPIRAN Ib : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER PELAKSANA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER PELAKSANA LANJUTAN
CONTOH : LAMPIRAN Ic : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PELAKSANA LANJUTAN NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004
- 2 - Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republ
PERATURAN BERSAMA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 04/PRT/M/2014 NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.47, 2012 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. Jabatan Fungsional. Pengendali. Dampak Lingkungan. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 1 TAHUN
2014, No
2014, No.889 6 LAMPIRAN PERATURAN KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN PENGANGKATAN, KENAIKAN JABATAN/PANGKAT, PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI
PERATURAN BERSAMA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 06/PKS/M/2007 NOMOR 44 TAHUN 2007 TENTANG
PERATURAN BERSAMA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 06/PKS/M/2007 NOMOR 44 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENATA RUANG DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN
2017, No Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Rescuer dan
No.882, 2017. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN. Jabatan Fungsional. RESCUER. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER- 707 /K/JF/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENILAIAN ANGKA KREDIT AUDITOR
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER- 707 /K/JF/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENILAIAN ANGKA KREDIT AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWASAN
Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambaha
- 1 - PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL POLISI PAMONG PRAJA DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI PERTAMA
CONTOH : LAMPIRAN II a : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTISI PERTAMA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL : DAFTAR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.265, 2015 PERATURAN BERSAMA. Polisi Pamong Praja. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN BERSAMA MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.179, 2013 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Jabatan Fungsional. Auditor Kepegawaian. Ketentuan Pelaksana. PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER UTAMA
CONTOH : LAMPIRAN IId : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN PRANATA KOMPUTER UTAMA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004
XXII. STATISTISI A. DASAR HUKUM
XXII. STATISTISI A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999; 2. Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997
- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,
- 1 - PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2016 TENTANG TATA KERJA TIM PENILAI DAN TATA CARA PENILAIAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PRANATA HUBUNGAN MASYARAKAT
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.750, 2014 PERATURAN BERSAMA. Penyuluh Hukum. Jabatan Fungsional. Angka Kredit Pelaksanaan. PERATURAN BERSAMA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1307, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI. Pemeriksa Merk. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN NOMOR 01/III/PB/2011 NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 01/III/PB/2011 NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI MADYA
CONTOH : LAMPIRAN IIc : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUASAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTISI MADYA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL : DAFTAR
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 003/KS/2003 NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 003/KS/2003 NOMOR 25 TAHUN 2003 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL STATISTISI DAN ANGKA KREDITNYA KEPALA
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PEMERIKSA
2 Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Peraturan
No.409, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAN RB. Polisi Pamong Praja. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,
PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2016 TENTANG PEMBINA FUNGSI JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH NARKOBA, TATA KERJA TIM PENILAI KINERJA JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH NARKOBA
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 02/V/PB/2010 NOMOR 13 TAHUN 2010
SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 02/V/PB/2010 NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA LABORATORIUM PENDIDIKAN
DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN STATISTISI MUDA
CONTOH : LAMPIRAN II b : KEPUTUSAN BERSAMA DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN JABATAN STATISTISI MUDA KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : NOMOR : TANGGAL : DAFTAR USUL
Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik; MEMUTUSKAN:
-2-3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.138, 2015 PERATURAN BERSAMA. Jabatan Fungsional Perawat. Angka Kredit. Petunjuk Pelaksanaan. PERATURAN BERSAMA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2013 TENTANG
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 66/KEP/M.PAN/7/2003
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 66/KEP/M.PAN/7/2003 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI
DUPAK (DAFTAR USUL SURAT PERMOHONAN SURAT PERNYATAAN
FORMULIR DUPAK (DAFTAR USUL PENILAIAN ANGKA KREDIT) SURAT PERMOHONAN SURAT REKOMENDASI USULAN DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN PRANATA KOMPUTER PERTAMA NOMOR : Masa Penilaian Tanggal. Sampai
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN TATA KERJA TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEBIJAKAN
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-707/K/JF/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENILAIAN ANGKA KREDIT AUDITOR
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-707/K/JF/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENILAIAN ANGKA KREDIT AUDITOR DENGAN RAHMAT
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.458, 2015 PERATURAN BERSAMA. Penera. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Ketentuan Pelaksanaan. PERATURAN BERSAMA MENTERI PERDAGANGAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
PERATURAN BERSAMA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 39 TAHUN 2014 NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG
SALINAN PERATURAN BERSAMA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 39 TAHUN 2014 NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.287, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAN RB. Analis Keimigrasian. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1237, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Pemeriksa Bea dan Cukai. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 184/PMK.04/2014
PERATURAN BERSAMA MENTERI SEKRETARIS NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2007 NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG
PERATURAN BERSAMA MENTERI SEKRETARIS NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2007 NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENERJEMAH DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN
2 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.111, 2014 KEMENHUT. Polisi Kehutanan. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.9/Menhut-II/2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.288, 2014 KEMENPAN RB. Pemeriksa Keimigrasian. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
2 Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (L
No.287, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAN RB. Analis Keimigrasian. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,
PERATURAN BERSAMA KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 7 Tahun 2005 NOMOR : 17 Tahun 2005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA
PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH
PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH Oleh : Team Penyusun KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH JAKARTA 2014
PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG
PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 2 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN TATA KERJA DAN TATA CARA TIM PENILAI ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA
2014, No Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lemb
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.288, 2014 KEMENPAN RB. Pemeriksa Keimigrasian. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA
IV. ANALIS KEPEGAWAIAN
IV. ANALIS KEPEGAWAIAN A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian; 2. Peraturan Pemerintah Nomor
2 Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 3. Undang-Undang Nomo
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 1227, 2014 KEMENHUT. Polisi Kehutanan. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor P. 54/Menhut-II/2014
PEMBENTUKAN DAN TATA KERJA TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA
PEMBENTUKAN DAN TATA KERJA TIM PENILAI JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA PERKA LKPP NOMOR 7 TAHUN 2014 Multipurpose Presentation LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Deputi
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004 NOMOR : 04 TAHUN 2004 TENTANG
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004 NOMOR : 04 TAHUN 2004 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER DAN
PERATURAN BERSAMA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN BERSAMA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1/PERBER-MKP/2014 NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-709/K/JF/2009
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN NOMOR: PER-709/K/JF/2009 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN, KENAIKAN JABATAN/PANGKAT, PEMBEBASAN SEMENTARA,
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Widyaiswara.
No.31, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN PERTAHANAN. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Widyaiswara. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 01 TAHUN 2009 TENTANG PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN
PERATURAN BERSAMA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
PERATURAN BERSAMA KEPALA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : PER-1310/K/JF/2008 NOMOR : 24 TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR
PERATURAN BERSAMA KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2010 NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG
PERATURAN BERSAMA KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 1 TAHUN 2010 NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA
PERATURAN BERSAMA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2009 NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG
PERATURAN BERSAMA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2009 NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS DAN ANGKA
2015, No Indonesia Tahun 1975 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3058); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1980 tent
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.505, 2015 KEMENHUB. Jabatan Fungsional. Perencana. Petunjuk Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 58 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokokpokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor
PERATURAN BERSAMA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 19/PER/M.KOMINFO/8/2006 NOMOR : 18 A TAHUN 2006 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,
PERATURAN BERSAMA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 8 TAHUN 2014 NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN
PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/11/M.PAN/5/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PSIKOLOG KLINIS DAN ANGKA KREDITNYA
PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/11/M.PAN/5/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PSIKOLOG KLINIS DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN
PERATURAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 54/Permentan/OT.210/11/2008 NOMOR 23 A TAHUN 2008
PERATURAN BERSAMA MENTERI PERTANIAN DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 54/Permentan/OT.210/11/2008 NOMOR 23 A TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN DAN ANGKA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1340, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI. Pemeriksa Desain Industri. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN
WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
SALINAN WALIKOTA BATU PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan
TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGHULU DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI AGAMA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA,
PERATURAN BERSAMA MENTERI AGAMA DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 20 TAHUN 2005 NOMOR : 14A TAHUN 2005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGHULU DAN ANGKA KREDITNYA MENTERI AGAMA
III. PENGAWAS BENIH IKAN
III. PENGAWAS BENIH IKAN A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian; 2. Undang-Undang Nomor 31
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN
XIX. PEREKAYASA A. DASAR HUKUM
XIX. PEREKAYASA A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999; 2. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002
2015, No.75 2 Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja
No.75, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BERSAMA. Jabatan Fungsional Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Angka Kredit. Ketentuan Pelaksanaan. PERATURAN BERSAMA MENTERI KETENAGAKERJAAN
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR: KEP. 1106/Ka/08/2001 NOMOR: 34 A Tahun 2001
KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR: KEP. 1106/Ka/08/2001 NOMOR: 34 A Tahun 2001 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PERENCANA
MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LAMPIRAN XV : KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA BADAN PUSAT STATISTIK DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 002/BPS-SKB/II/2004 NOMOR : 04 TAHUN 2004 TANGGAL : 17 Februari 2004 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG
PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEBIJAKAN DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDAYAGUNAAN
- 1 - MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
- 1 - SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2014
WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT
WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR 19 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL PENGELOLA PENGADAAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI
- 1 - PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR KEPEGAWAIAN DAN ANGKA KREDITNYA
- 1 - MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG
WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT
WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BUKITTINGGI, Menimbang
WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS WALIKOTA SURABAYA,
SALINAN WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL ARSIPARIS WALIKOTA SURABAYA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjamin pembinaan profesi, karir, kepangkatan
