BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
|
|
|
- Ida Veronika Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kebutuhan pakaian muncul akibat adanya kebutuhan untuk melindungi tubuh dari keadaan iklim dan cuaca di sekitarnya. Namun, sekarang ini pakaian tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan dasar manusia saja selain kebutuhan akan pangan dan rumah tinggal. Tetapi juga sebagai identitas diri/sosial dan trend mode (estetis). Perkembangan jaman ikut pula mempengaruhi perkembangan mode dari waktu ke waktu. Perkembangan gerakan dunia mode tak ubahnya bagaikan perputaran bumi mengelilingi matahari. Setiap waktu, gaya, bentuk, corak dan nuansanya tidak pernah berhenti. Peminat mode juga tidak hanya dari golongan remaja tetapi juga golongan dewasa baik pria maupun wanita. Bahkan anak anak pun sekarang ini makin banyak yang mengikuti dan mengerti mode yang sedang trend. Luasnya peminat mode membuka peluang usaha dalam bisnis dan industri mode. Hal tersebut dapat dilihat dengan makin banyak pusat perbelanjaan yang menyediakan bermacam macam jenis busana yang terbaru, butik butik pakaian dan rumah mode yang biasanya menawarkan pakaian import karya desainer desainer ternama kelas dunia, ataupun toko toko pakaian yang lazim untuk kalangan menengah ke bawah. Usaha semacam itu hampir ada disetiap kota di Indonesia. Mengingat adanya perubahan pola kehidupan masyarakat menjadi lebih modern dan komsumtif terhadap produk mode siap pakai dan praktis. Terbukti pula pada baju model tertentu dengan varian harganya, pasti ada saja yang keluar sebagai pemenang alias trendsetter. Maraknya bisnis dan industri mode di Indonesia melahirkan persaingan diantara para pengusaha bisnis tersebut baik besar maupun kecil. Belum lagi ditambah dengan adanya persaingan produk mode dari mancanegara yang sudah membanjiri pasar Indonesia dengan kualitas yang baik dan mampu bersaing hasil karya rancangan desainer ternama kelas dunia yang dikelola sacara industrial. Mengingat produk mode dari Indonesia masih dikelola sacara home industry maka agar mampu bersaing dengan produk mode mancanegara, Indonesia perlu meningkatkan kualitas dan mutu produk modenya disamping pengelolaannya. 1
2 Usaha peningkatan kualitas dan mutu ini antara lain terhadap bahan dan desain pada tekstil dan garmen agar tidak kalah dengan produk mode dari mancanegara. Peningkatan kualitas dan mutu industri mode tergantung dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku industri mode, salah satunya perancang mode atau desainer mode yang ada di Indonesia. Agar kualitas SDM desainer mode Indonesia mampu bersaing dengan desainer ternama dari mancanegara dan memiliki keahlian profesional maka diperlukan suatu wadah untuk mendidik dan melatih SDM para calon desainer mode menuju persaingan bebas dalam industri mode di tanah air yaitu sekolah mode. Disamping itu, peranan seorang model pun sangat erat dengan dunia mode untuk menampilkan karya karya terbaru hasil rancangan dari seorang perancang mode. Salah satu kota besar di Indonesia yang terkenal dengan pusat modenya adalah Bandung, Jawa Barat, dan memiliki julukan Paris van Java. Bandung memiliki banyak potensi sebagai pusat mode sekaligus pusat industri mode karena memiliki berbagai macam fasilitas pusat perbelanjaan baik besar maupun kecil yang menyediakan berbagai macam busana yang dapat menjadi trend fashion terbaru, adanya beberapa industri garmen dan tekstil yang mendukung perkembangan mode, ditambah banyaknya fasilitas pendidikan yang tersedia menjadikan Bandung sebagai tempat berkumpulnya para pelajar dan mahasiswa dari golongan muda sebagai tokoh utama perkembangan trend mode. Karena itu dengan adanya Pusat Desain Mode dan Modeling (Fashion Design and Modelling Center) diharapkan dapat mendukung kemajuan sektor industri mode di Indonesia sebagai wadah yang tidak hanya melahirkan desainer desainer mode berkualitas dan profesional yang mampu bersaing dengan desainer ternama dunia dari mancanegara dalam era perdagangan bebas tetapi juga membantu mengembangkan dunia mode di Indonesia TUJUAN DAN SASARAN Tujuan yang akan dicapai dalam pembahasan ini adalah untuk mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan dalam perancangan Pusat Desain Mode dan Modeling di Bandung. Sasaran dari pembahasan ini adalah untuk mendapatkan landasan program perencanaan dan perancangan bagi penulis sebagai landasan konseptual perancangan fisik Pusat Desain Mode dan Modeling dalam bentuk Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A). LP3A Tugas Akhir 97 2
3 1.3. MANFAAT Secara Subjektif a. Guna memenuhi salah satu persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir sebagai ketentuan kelulusan Sarjana Strata (S-1) di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. b. Sebagai dasar acuan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam Tugas Akhir. c. Sebagai referensi yang berisikan data-data dan studi-studi pendekatan Secara Objektif Diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa yang akan menempuh Tugas Akhir LINGKUP PEMBAHASAN Ruang Lingkup Substansial Ruang lingkup substansial yang membatasi perencanaan dan perancangan perancangan Pusat Desain Mode dan Modeling adalah termasuk dalam kategori bangunan komersial dan bangunan pendidikan dengan masa tunggal Ruang Lingkup Spatial Adapun lingkup spatial perencanaan dan perancangan Pusat Desain Mode dan Modeling adalah lokasi site yang berada di Kota Bandung. Mengingat bangunan ini merupakan bangunan yang bersifat pendidikan dan komersial dengan kegiatankegiatan yang berlangsung di dalamnya diantaranya berupa kegiatan pendidikan diantaranya berupa pengajaran, pelatihan, dan keterampilan serta kegiatan komersial seperti promosi dan penjualan, berikut kegiatan pendukung dan pengelola maka dibutuhkan suatu tapak yang dapat menunjang kelancaran dari kegiatan-kegiatan tersebut. Diantaranya adalah tapak yang representatif dengan aksesibilitas mudah dari segala arah. 1.5 METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu untuk memperoleh gambaran tentang kondisi dan karakteristik suatu keadaan atau peristiwa LP3A Tugas Akhir 97 3
4 dengan secermat-cermatnya, dilakukan dengan studi literatur, studi banding dan wawancara. 1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN Sistematika pembahasan Landasan program Perencanaan dan Perancangan Aritektur Pusat Desain Mode dan Modeling adalah sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Berisi latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, lingkup pembahasan, metode pembahasan, sistematika pembahasan dan alur pikir. BAB II Tinjauan Pusat Desain Mode dan Modeling Menguraikan tentang tinjauan umum Pusat Desain Mode dan Modeling yang memuat sejarah perkembangan mode, jenis jenis busana, sifat sifat mode, jenis jenis produk mode, serta studi banding dan tinjauan Arsitektur Postmodern BAB III Tinjauan Pusat Desain Mode dan Modeling Di Bandung Berisi tinjauan singkat Kota Bandung dengan beberapa pembahasan menyangkut kondisi fisik, potensi pendukung yang berhubungan dengan proyek Pusat Desain Mode dan Modeling. BAB IV Batasan Dan Anggapan Berisi batasan dan anggapan yang ditarik dari pembahasan sebelumnya untuk digunakan sebagai dasar atau landasan untuk pendekatan dan penentuan konsep dan landasan program selanjutnya. BAB V Pendekatan Program Perencanaan Dan Perancangan Analisa-analisa yang berkaitan dengan pendekatan obyek fisik dan nonfisik, seperti analisa kegiatan, tapak, bangunan, ruang dan analisa sistem struktur. Bab VI Landasan Program Perencanaan Dan Perancangan Konsep dan program dasar yang menjadi dasar proses perancangan serta pendekatan arsitektur. Konsep yang dibahas meliputi konsep perencanaan dan perancangan bangunan Pusat Desain Mode dan Modeling. LP3A Tugas Akhir 97 4
5 1.7. ALUR PIKIR Fashion Design & Modeling Center LATAR BELAKANG Aktualita : Pakaian lebih dari kebutuhan dasar manusia, sekarang ini pakaian juga sebagai identitas diri/sosial dan trend mode ( estetis ) Persaingan produk mode di Indonesia antara industri mode lokal dengan mancanegara dalam era persaingan bebas Demi memajukan industri mode di Indonesia perlu meningkatkan kualitas SDM serta profesionalisme para desainer mode Indonesia Bandung merupakan salah satu pusat mode di Indonesia yang berperan penting dalam memajukan sektor industri mode Urgensi : Dibutuhkannya sarana pendidikan dan komersial dalam bidang mode yang dapat tidak hanya melahirkan para desainer berkualitas dan profesional yang mampu bersaing dengan desainer ternama dunia tetapi juga membantu mengembangkan dunia mode Originalitas Perencanaan dan Perancangan Pusat Desain Mode dan Modeling sebagai wadah yang dapat mendukung sektor industri mode terutama di Indonesia. RUMUSAN MASALAH Bagaimana merencanakan suatu Fashion Design and Modelling Center yang dapat melahirkan para perancang busana dan model yang profesional bagi perkembangan industri mode di Indonesia khususnya yang memnuhi persyaratan baik dari segi pemenuhan kebutuhan ruang maupun dari segi teknis dan arsitektural. DATA Demografi Kota Bandung Data fisik Kota Bandung TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan mengenai Pusat Desain Mode dan Modeling pengertian, fasilitas, standarstandar ruang Tinjauan mengenai Kota Bandung Tinjauan mengenai Arsitektur Postmodern F E E D Analisa Perencanaan Penentuan Fasilitas Penentuan Kapasitas ANALISA : ditentukan berdasarkan jenis kegiatan, sifat, dan standar ruang bagi bangunan pendidikan yang diperoleh dari literatur : prediksi jumlah penduduk Kota Bandung dalam jangka waktu 10 tahun yang akan datang, sejak tahun 2006 Analisa Perancangan Kebutuhan ruang dan besaran ruang yang diperoleh melalui analisa perencanaan dikaitkan dengan persyaratan aspek aspek perancangan dengan menekankan desain pada Arsitektur Postmodern sehingga diperoleh acuan bentuk Pusat Desain Mode dan Modeling yang akan dirancang. B A C K KESIMPULAN, BATASAN DAN ANGGAPAN Kesimpulan merupakan hasil yang diperoleh dari analisa, sedangkan batasan merupakan hal hal yang menjadi batas ruang lingkup perancangan, dan anggapan merupakan hal hal yang mempengaruhi proses perencanaan dan perancangan Pusat Desain Mode dan Modeling. PENDEKATAN DAN LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Pelaku dan kegiatan, kebutuhan ruang serta standar besaran ruang, site, sirkulasi, hubungan kelompok kegiatan, sistem struktur dan utilitas, penekanan desain aristektur postmodern. KONSEP DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Konsep dasar perencanaan dan perancangan, konsep penekanan desain aristektur Post-Modern, program ruang, dan site terpilih LP3A Tugas Akhir 97 5
PUSAT RUMAH MODE (FASHION HOUSE CENTER) DI BANDUNG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PUSAT RUMAH MODE (FASHION HOUSE CENTER) DI BANDUNG PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh
PUSAT INFORMASI BATIK di BANDUNG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN PUSAT INFORMASI BATIK di BANDUNG 1.1. Latar Belakang Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai dan bangga akan kebudayaannya sendiri. Dari kebudayaan suatu bangsa bisa dilihat kemajuan
BAB I PENDAHULUAN. Sasaran yang hendak dicapai dengan adanya Wedding Hall ini adalah:
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di zaman sekarang ini, gedung pertemuan banyak dijumpai di kota kota besar di indonesia. Gedung ini bukan lagi menjadi tempat bagi orang-orang yang ingin menggelar
1 A p a r t e m e n S i s i n g a m a n g a r a j a S e m a r a n g
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal ini, salah satu caranya adalah
PUSAT MODE DI JAKARTA
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PUSAT MODE DI JAKARTA Pendekatan Desain Arsitektur Post Modern Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik
GALERI FOTOGRAFI DI SEMARANG PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR HIGH TECH
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR GALERI FOTOGRAFI DI SEMARANG PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR HIGH TECH Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik
PUSAT BATIK DI PEKALONGAN (Showroom,Penjualan,Pelatihan Desain,dan Information center)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu hasil karya rakyat bangsa yang sampai saat ini masih membuat dunia terkagum-kagum dan bahkan terpesona adalah Batik. Batik merupakan produk budaya Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. 1 diakses tanggal 25 Juni 2009.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan cabang ilmu yang harus dikuasai dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan roda perekonomian berjalan dengan cepat. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2009
CITY HOTEL BINTANG 3 DI PEKALONGAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Letak Kota Pekalongan yang strategis berada pada Jalur Pantura dan menghubungkan kotakota besar seperti Jakarta Semarang Surabaya serta potensi-potensi Kota Pekalongan
Redesain Kantor Bupati Kabupaten Sukoharjo BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara yang wilayahnya terbagi atas daerah provinsi. Daerah provinsi itu dibagi lagi atas daerah kabupaten dan daerah kota. Setiap daerah provinsi,
BAB I PENDAHULUAN TUGAS AKHIR 135. LP3A - Beachwalk Mall di Tanjung Pandan, Belitung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tanjung Pandan adalah kota terbesar sekaligus menjadi ibukota kabupaten Belitung. Tingkat pertumbuhan dan kepadatan penduduk antar kecamatan di Belitung sangat bervariasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sekolah memang memegang peranan penting dalam mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan konaktif para siswa. Sebuah sekolah yang berkualitas baik, akan menghasilkan
SEMARANG ELECTRONIC CENTER
SINOPSIS JUDUL I TUGAS AKHIR PERIODE 33 SEMARANG ELECTRONIC CENTER Diajukan Untuk Memperoleh judul yang jelas dan layak Guna penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) Sebagai
BAB I PENDAHULUAN Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut adanya penyesuaian sistem pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja. Salah satu lembaga pada jalur pendidikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat antar kota yang diminati oleh seluruh lapisan
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat antar kota yang diminati oleh seluruh lapisan masyarakat. Sistem perkeretaapian di Indonesia semakin maju, hal
BAB 1 PENDAHULUAN. saja. Seiring dengan kemajuan jaman, pakaian berkembang kegunaannya. Pakaian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pakaian sejak jaman dulu dikenal sebagai usaha untuk melindungi diri dari pengaruh iklim dan cuaca. Pada masa itu, pakaian hanya sekedar menutup tubuh saja. Seiring
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi suatu daerah salah satunya dipengaruhi oleh sektor transportasi sebagai sarana untuk mobilitas penduduk baik yang menggunakan moda darat, udara,
BAB I PENDAHULUAN I - 1 REDESAIN BALAI LATIHAN KERJA DI DEMAK LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam perkembangan era globalisasi saat ini kebutuhan akan teknologi meningkat pesat. Penguasaan dan skill dalam bidang teknologi tentunya sangat dibutuhkan oleh para
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
1 BAB I PNDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pada era baru ini kota-kota besar di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat, terutama Kota Bandung - Jawa Barat. Kota Bandung merupakan kota metropolitan
HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TUGAS AKHIR - 36 Periode Januari Juni 2011 HOTEL BINTANG EMPAT DENGAN FASILITAS PERBELANJAAN DAN HIBURAN DIKAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG Diajukan
Gedung Perkuliahan Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pada zaman globalisasi sekarang ini sudah sangat berkembang dengan pesat jauh dibandingkan dengan zaman sebelumnya. Perkembangan yang begitu pesat ini memberikan dampak
Apartemen untuk Wanita di Kota Semarang I. PENDAHULUAN
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Semarang sebagai ibukota provinsi Jawa Tengah memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk bekerja dan mencari nafkah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pertumbuhan penduduk tiap tahunnya maka pengembangan real estate semakin meningkat, dikarenakan permintaan akan kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN. Auditorium Universitas Diponegoro 2016
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan salah satu Universitas terkemuka di Indonesia serta termasuk ke dalam lima besar Universitas terbaik seindonesia, terletak di provinsi
Pengembangan Terminal Bandar Udara Tunggul Wulung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Bandar Udara Tunggul Wulung ini merupakan satu-satunya Bandar Udara diwilayah eks Karesidenan Banyumas yang sangat berpotensi dengan para penumpang kalangan pebisnis
1 C I T Y H O T E L D I H A R B O U R B A Y B A T A M F e r i t W i b o w o BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hotel merupakan salah satu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, yang disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan berikut makanan
BAB I PENDAHULUAN. Pengembangan Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Hans Dian Sintong
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Bandar udara merupakan tempat moda pemrosesan penumpang dan bagasi, untuk pertemuan dengan pesawat dan moda transportasi darat. Sebagai instansi yang memberikan fasilitas
Pasar Ikan Higienis Di Juwana, Pati BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di Indonesia masih terjadi ketidakseimbangan konsumsi antara sumber protein nabati dan hewani. kedepan sangat diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk mengeliminir ketidakseimbangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Musik merupakan salah satu sarana manusia untuk mengkspresikan estetika yang ada dalam pikiran dan hati setiap manusia. Musik telah dikenal sebagai kebudayaan manusia
Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Pada masa sekarang ini penyebaran dan pertukaran informasi maupun hal-hal baru beserta masalah-masalah yang sifatnya universal terhadap kepentingan manusia selain
MUSEUM BATIK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG
TA 107 ( Periode April September 2009 ) LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR MUSEUM BATIK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk memperoleh gelar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.
PEKALONGAN BATIK CENTER
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PEKALONGAN BATIK CENTER DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK DIAJUKAN OLEH : LARISSA ANGESTIA SARI L2B
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. 1.2 Tujuan dan Sasaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Adanya Undang Undang No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah membangkitkan semangat baru bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk lebih kreatif mencari terobosan-terobosan
STASIUN TELEVISI PRO TV DI SEMARANG Dengan Penekanan Desain Arsitektur Modern
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR STASIUN TELEVISI PRO TV DI SEMARANG Dengan Penekanan Desain Arsitektur Modern Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar
PUSAT KECANTIKAN DI KUDUS
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR (LP3A) TUGAS AKHIR PERIODE 33 PUSAT KECANTIKAN DI KUDUS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Diajukan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Meningkatnya aktivitas serta kegiatan rutinitas sering membuat penat dalam kehidupan. Aktivitas tersebut tidak hanya dilakukanoleh orang dewasa saja, melainkan anak-anakpun
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan transportasi meningkat dengan pesat sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada, saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan transportasi meningkat dengan pesat sesuai dengan perkembangan teknologi yang ada, saat ini transportasi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia,
TUGAS AKHIR PERIODE 36 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TERMINAL BUS TIPE A KOTA TEGAL
TUGAS AKHIR PERIODE 36 LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TERMINAL BUS TIPE A KOTA TEGAL Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik Disusun oleh:
Museum Gempa Bumi Yogyakarta BAB I
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng benua Asia, lempeng benua Australia, lempeng
SEKOLAH ISLAM UNGGULAN DI SEMARANG
Landasan Program Perencanaan Dan Perancangan Arsitektur SEKOLAH ISLAM UNGGULAN DI SEMARANG (JENJANG SD DAN SLTP) PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR ISLAM MODERN Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna
2. TUJUAN DAN SASARAN
BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Dalam World Book Encyclopedy of Music dijelaskan bahwa musik merupakan seni tertua dalam peradaban umat manusia yang terkait erat dengan aspek-aspek sejarah, agama,
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN FARMING DI PATI. Diajukan Oleh : Risdiana Fatimah
Sekolah Menengah Kejuruan Farming LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN FARMING DI PATI (Dengan Penekanan Desain Green Architecture) Diajukan Untuk
GEDUNG WAYANG ORANG DI SOLO
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR GEDUNG WAYANG ORANG DI SOLO Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh : ANANG MARWANTO NIM
BAB I PENDAHULUAN ROSE MILLIA LESTARI
BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG Perkembangan dunia fashion semakin lama semakin berkembang. Banyaknya media cetak, media elektronik yang menyajikan informasi fashion semakin berkembang diikuti dengan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia membawa pengaruh besar terhadap penyebaran jumlah penduduk, fenomena ini dapat dilihat dari perbandingan jumlah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingginya tingkat urbanisasi sangat berperan besar dalam meningkatnya jumlah penduduk di kota-kota besar. DKI Jakarta, sebagai provinsi dengan kepadatan penduduk tertinggi
LP3A SEKOLAH TINGGI TEKNIK ARSITEKTUR DI YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah Negara berkembang yang kini sedang gencar-gencarnya melakukan banyak pembenahan di berbagai sisi demi kemajuan bangsa dan Negara,khususnya dalam bidang
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Angapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia Sekolah Dasar (7 tahun) ternyata tidak benar. Bahkan pendidikan yang dimulai pada usia Taman Kanak-Kanak (4-6tahun)
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) SHOPPING MALL DI BUKIT SEMARANG BARU. Diajukan Oleh : Rr. Sarah Ladytama L2B
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR ( LP3A ) SHOPPING MALL DI BUKIT SEMARANG BARU (Berkonsep Nuansa Taman Dengan Penekanan Desain Arsitektur Post Modern) Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian
Kolam Renang Indoor Universitas Diponegoro - Tugas Akhir 135 LP3A BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang terletak di Jawa Tengah tepatnya di Kota Semarang. Universitas Diponegoro telah
MUSEUM BATIK TULIS BAKARAN DI KOTA PATI
TA 36 ( Periode Januari Juni 2011 ) SINOPSIS TUGAS AKHIR MUSEUM BATIK TULIS BAKARAN DI KOTA PATI Diajukan Oleh : RATIH WIDIASTUTI L2B 309 006 Dosen Pembimbing I Prof. Ir. Edy Darmawan, M. Eng Dosen Pembimbing
RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNISSULA DI SEMARANG
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNISSULA DI SEMARANG Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Teknik diajukan oleh :
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR WATERFRONT COTTAGE WISATA BONO DI TELUK MERANTI KABUPATEN PELALAWAN - RIAU (Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular) Diajukan Oleh : Imelda Puti Dewi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seni merupakan bagian dari kebudayaan yang lahir dari hasil budi daya manusia. Dengan segala keindahan, dan kebebasan ekspresi dari manusia sendiri. Seiring dengan
APARTEMEN DI BANDUNG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bandung merupakan kota metropolitan kedua setelah Jakarta dan saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota yang sudah maju di bidang industri, maupun perdagangan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Semarang pada saat ini merupakan kota bisnis yang sedang berkembang menuju kota metropolitan. Kota Semarang sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Semarang, dan merupakan salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Diponegoro merupakan sebuah perguruan tinggi negeri di Kota Semarang, dan merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia dengan menempati urutan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota Semarang mempunyai potensi sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia karena mempunyai beberapa fasilitas penunjang yang memadahi sehingga dapat memudahkan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karimunjawa merupakan salah satu ikon penting bagi Provinsi Jawa Tengah khususnya Kabupaten Jepara. Selain sebagai salah satu kecamatan di kabupaten ini, Karimunjawa
Desa Mandiri Berbasis Ecovillage
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Revolusi industri yang terjadi pada tahun 1750-1850 menyebabkan terjadinya perubahan secara besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi,
Gigih Juangdita
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan suatu kota dapat dilihat salah satunya dari sektor perekonomiannya. Secara umum, dapat diperhatikan bahwa suatu kota yang berkembang dan maju, memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semarang merupakan ibukota propinsi Jawa Tengah yang berada pada kawasan pesisir pantai utara Jawa. Kota Semarang yang berada di pesisir pantai menempatkan penduduknya
YAMAHA MUSIK INDONESIA CENTER DI SEMARANG
L P 3 A LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR TUGAS AKHIR PERIODE 32 YAMAHA MUSIK INDONESIA CENTER DI SEMARANG Diajukan Sebagai syarat menempuh gelar Sarjana Arsitektur Universitas Diponegoro
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dan kompleksitas pada permasalahan global seperti sekarang ini, diperlukan penyiapan sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sebagian besar remaja Semarang sangat antusias terhadap perkembangan dunia seni, hiburan dan rekreasi karena memang hiburan dan rekreasi selain dapat menghilangkan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan ekonomi Kota Semarang yang semakin meningkatkan tingkat stress pada masyarakat kota Semarang. Perkembang kota Semarang terlihat dari adanya pembangunan
REDESAIN PASAR INDUK KABUPATEN WONOSOBO
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Perkembangan pasar tradisional harusnya mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Keberadaan pasar tradisional yang harus bersaing
REDESAIN HOTEL Kledung Temanggung BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Salah satu kebutuhan utama manusia adalah istirahat, karena selain belajar dan bekerja manusia juga membutuhkan sesuatu untuk memuaskan pikiran dan jasmani secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera, mendorong adanya tuntutan akan kebutuhan pangan yang sempurna. Pangan yang sempurna
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I 1.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang menjadi tujuan wisata baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, hal ini terbukti dengan adanya peningkatan
TUGAS AKHIR 131/ BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin bertambahnya jumlah penduduk semakin banyak kebutuhan setiap individu terhadap aktivitas mereka. Indonesia sebagai Negara dengan angka kepadatan penduduk paling
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya zaman, manusia membutuhkan kemampuan untuk menguasai lebih dari satu bahasa untuk menunjang karir, pergaulan, dan pendidikan. Karena dengan
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SEMARANG BOOK HOUSE
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SEMARANG BOOK HOUSE DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK DIAJUKAN OLEH : ETY SUPRIYATIN L2B 004 161
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Dalam pelaksanaan otonomi daerah, Pemerintah memerlukan sarana dan prasarana, yakni kantor yang representatif. Bangunan kantor dapat menciptakan sistem/ mekanisme
SMK Pariwisata Bertaraf International di Semarang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Tingkat keberhasilan pembangunan nasional Indonesia di segala bidang akan sangat bergantung pada sumber daya manusia sebagai aset bangsa. Untuk mengoptimalkan dan
1BAB I PENDAHULUAN. KotaPontianak.Jurnal Lanskap Indonesia Vol 2 No
1BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Barat memiliki karakter kota yang sangat unik dan jarang sekali dijumpai pada kota-kota lain. Kota yang mendapat
SHOPPING GREEN MALL DI SEMARANG BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan perkembangan zaman disertai dengan perkembangan penduduk yang cukup tinggi terutama di wilayah perkotaan, seringkali terjadi adanya masalah keterbatasan lahan
TA 91. golf side town house. di Semarang. s a n t y l u s i a n i l2b BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan dasar dari manusia disamping pangan dan sandang adalah papan, yang disebut juga sebagai rumah. Awalnya manusia membuat rumah karena ingin mencari suatu tempat
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan teknologi dewasa ini yang begitu pesat membuat penduduk bumi seolah tak berjarak lagi. Melalui berbagai platform sosial media, seseorang dapat dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Visit Jateng Year (VJY) 2013 masih menjadi andalan agenda MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) yang semakin mendekat. Daya tarik Jawa Tengah sebagai tujuan
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG Pertambahan jumlah moda transportasi manusia pada suatu daerah yang sudah tidak tertampung lagi dalam suatu tempat tertentu (terminal) dan dalam mengimbangi pertambahan
BAB I PENDAHULUAN PENGEMBANGAN FISIK BANGUNAN TPI JUWANA 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG TPI (Tempat Pelelangan Ikan) merupakan suatu tempat yang mewadahi aktivitas nelayan melakukan lelang (transaksi jual beli) ikan hasil tangkapan dari laut kepada para
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Tujuan dan Sasaran
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah, merupakan kota pesisir yang memiliki kegiatan perdagangan yang sangat cepat dan pesat,baik pada strata ekonomi menengah keatas
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Cepat atau lambat, Kota Semarang akan menjadi salah satu kota metropolis di Indonesia, jika mengingat perdagangan dan perekonomian global yang sudah berjalan di Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Secara administratif, Pulau Samosir adalah adalah pulau vulkanik di tengah Danau Toba, danau terbesar di Asia Tenggara, yang termasuk dalam Kabupaten Samosir, Sumatera
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kota Surakarta merupakan salah satu kota pariwisata yang menjadi andalan Provinsi Jawa Tengah. Kota Surakarta yang sering juga disebut dengan kota Surakarta ini mengusung
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kabupaten Semarang sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia yang sedang berkembang, mempunyai berbagai macam dan banyak sekali aktivitas masyarakat didalamnya, ditinjau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Keberadaan musik sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia seiring dengan perkembangan media audio (radio dan televisi) yang dapat diterima masyarakat. Banyaknya
KOMPLEKS GEDUNG OLAHRAGA DI WONOSOBO
LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR KOMPLEKS GEDUNG OLAHRAGA DI WONOSOBO Penekanan Desain Arsitektur High-Tech Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana
Sentra Pengolahan Hasil Perikanan Terpadu
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Indonesia dengan ± 17.508 buah pulau, sekitar 5.8 juta km2 laut, dan 81.000 km pantai, memiliki potensi sumber daya ikan yang sangat besar dan beragam. Peningkatan peran
