2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA
|
|
|
- Leony Tedjo
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab II berisikan penjabaran tentang dasar-dasar teori yang menjadi penunjang dalam rancangan dan implementasi sistem pemetaan yang berbasis Web. 2.1 State of the Art Sistem Informasi Geografis kini sudah banyak dikembangkan. Sebuah karya tulis penelitian yang berjudul Implementasi aplikasi SIG dalam pengolahan data jumlah penduduk berbasis web (Pramartha, 2012). Sistem ini dibangun berbasis web dengan menggunakan Google Maps untuk menampilkan peta wilayah Pulau Bali. Sistem Informasi Geografis ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi jumlah penduduk pada Provinsi Bali. Data yang ditampilkan pada peta yaitu jumlah penduduk pada suatu kabupaten, informasi mengenai jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, serta menampilkan informasi kepadatan penduduk pada tingkat kecamatan sebagai detail dari jumlah penduduk kabupaten. Data yang di tampilkan pada sistem ini berasal dari data statistik yang telah tersedia di Badan Pusat Statistik Bali. Berdasarkan pada penelitian yang berjudul Sistem Informasi Geografis Penyebaran Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia di Kabupaten Sleman Berbasis Web (Santosa, et al., 2008). Sistem ini memberikan informasi keadaan penyebaran penduduk berdasarkan wilayah yang terdapat di Kabupaten Sleman. Informasi lainnya yang di tampilkan pada peta yaitu batas wilayah kecamatan, kota, sungai, dan jalan. Penelitian ini menggunakan data grafis ArcView GIS. Sistem ini bertujuan untuk mengetahui potensi penduduk dari suatu daerah, juga menyediakan informasi bagi para pegambil kebijakan tingkat Propinsi dan Kabupaten untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik dalam pemanfaatan potensi suatui daerah dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah yaitu dengan memperhatikan faktor-faktor seperti iklim, kesuburan tanah, tata air, keadaan ekonomi serta kultur penduduk. Berdasarkan pada penelitian yang berjudul Sistem Informasi Data Penduduk Pada Desa Bogoharjo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan 6
2 7 (Priyanti & Iriani, 2013). Sistem Informasi Data Penduduk Pada Desa Bogoharjo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Sistem ini dibangun berbasis web untuk mendata penduduk yang ada pada desa Desa Bogoharjo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Sistem informasi ini dibuat dengan tujuan untuk melakukan proses pendataan penduduk lahir, penduduk mati, penduduk datang, dan data penduduk pindah yang sebelumnya masih di lakukan secara maunual. Hasil dari penelitian ini adalah mempermudah pihak kantor desa Bogoharjo dalam proses pengelolaan data penduduk, membantu dalam proses penginputan data, pencarian data, dan laporan penduduk. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini membahas mengenai rancang bangun sistem informasi geografis pemetaan tingkat pertumbuhan penduduk yang memberikan informasi berupa jumlah penduduk, angka kelahiran, angka kematian, dan angka migrasi. Sistem ini dirancang berbasis web dengan menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan Javascript, serta menggunakan MySQL untuk basis data dalam melakukan pengolahan data. Peta digital menggunakan Google Maps dengan bantuan Google Maps API sebagai interface agar peta digital dapat tampil pada halaman web sistem yang sedang dibangun. 2.2 Penduduk Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh beberapa komponen yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi) Fertilitas Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Natalitas mempunyai arti yang sama dengan fertilitas hanya berbeda ruang lingkupnya. Fertilitas menyangkut peranan
3 8 kelahiran pada perubahan penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia. Istilah fertilitas adalah kelahiran hidup (live birth), yaitu terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan ada tanda-tanda kehidupan misalnya berteriak, bernafas, jantung berdenyut, dan sebagainya (Mantra, 2007). Fertilitas atau kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk disamping migrasi masuk. Angka kelahiran dapat dipergunakan untuk menyusun strategi kebijaksanaan baru dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Banyak sekali tolak ukur yang dapat dipergunakan untuk pengukuran fertilitas lebih kompleks dibandingkan dengan pengukuran mortalitas. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya angka kelahiran yang dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor demografi dan faktor non demografi. Faktor demografi di antaranya adalah struktur umur, status perkawinan, dan umur kawin, sedangkan faktor non demografi adalah terdiri dari keadaan ekonomi penduduk, tingkat pendidikan, perbaikan status wanita, dan lain-lain. Variabel di atas dapat berpengaruh secara langsung terhadap fertilitas Mortalitas Mortalitas atau kematian merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Komponen ini bukan saja berpengaruh bagi pemerintah secara keseluruhan melainkan perlu juga bagi pihak swasta, terutama yang berkecimpung dalam bidang ekonomi dan kesehatan. Perlunya data ini dapat menunjang proyeksi penduduk guna perencanaan pembangunan. Data kematian sangat diperlukan antara lain untuk proyeksi penduduk guna perancangan pembangunan. Misalnya, perencanaan fasilitas perumahan, fasilitas pendidikan, dan jasa-jasa lainnya untuk kepentingan masyarakat. Data kematian juga diperlukan untuk kepentingan evaluasi terhadap program-program kebijakan penduduk Migrasi Migrasi merupakan salah satu faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan
4 9 untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas negara atau pun batas administratif atau batas bagian dalam suatu negara. Migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah ke daerah lain. 2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi Sistem dapat didefinisikan menjadi dua kelompok, yaitu penekanan pada prosedur dan penekanan pada komponen atau elmennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur sistem adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu (Jogiyanto, 2005). 2.4 Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah adalah sistem informasi khusus yang memungkinkan untuk mengolah data spasial dan non-spasial menjadi informasi yang berkaitan tentang muka bumi serta digunakan untuk pengumpulan, penyimpanan, manipulasi, menganalisa dan menampilkan data geografis yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam ruang bumi tertentu. SIG adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi-informasi geografis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisis objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi merupakan karateristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. SIG memiliki kemampuan dalam menangani data yang berefernsi geografis yaitu masukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), analisis dan manipulasi data, serta keluaran sebagai hasil akhir (Aronoff, 1989). Data dalam SIG terdiri atas dua komponen yaitu data spasial yang berhubungan dengan geometri bentuk keruangan dan data atribut yang memberikan informasi tentang bentuk keruangannya (Chang, 2001). Komponen utama SIG adalah sistem komputer, data geospatial dan pengguna. Sistem komputer untuk SIG terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak dan prosedur untuk penyusunan pemasukan data, pengolahan, analisis, pemodelan, dan penayangan data geospatial.
5 10 Setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat disebut sebagai data spasial bereferensi geografis. Misalnya data kepadatan penduduk suatu daerah, data jaringan jalan suatu Kota, data distribusi lokasi pengambilan sampel, dan sebagainya. Data SIG dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu data grafis dan data atribut atau tabular. Data grafis adalah data yang menggambarkan bentuk atau kenampakan objek di permukaan bumi. Data tabular adalah data deskriptif yang menyatakan nilai dari data grafis tersebut. Menurut (Prahasta, 2005) menyatakan bahwa SIG menyajikan informasi keruangan beserta atributnya yang terdiri dari beberapa subsistem seperti berikut: 1. Masukan data Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Data spasial dan atribut baik dalam bentuk analog maupun digital tersebut dikonversikan kedalam format yang dimninta oleh perangkat lunak sehingga terbentuk basis data. Subsistem ini bertanggung jawab dalam mengkonversi atau mentransformasikan format-format data aslinya ke dalam format yang dapat digunakan oleh SIG. 2. Manajemen data Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diperbarui, dan diubah. 3. Analisis dan manipulasi data Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Kemampuan SIG dalam melakukan analisis gabungan dari data spasial dan data atribut menghasilkan informasi yang berguna. Subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan. 4. Hasil keluaran Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti tabel, grafik, peta dan lain-lain.
6 Data Spasial Sebagian besar data yang ditangani dalam SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribut). 1. Informasi Lokasi Informasi lokasi (spasial) ini berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat goegrafi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi. 2. Informasi Deskriptif Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non spasial adalah suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya, contohnya adalah kategori, alamat, vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya Informasi Lokasi Informasi lokasi atau geometri milik suatu objek spasial dapat dimasukkan ke dalam beberapa bentuk seperti berikut: Titik (dimensi nol-point) Titik adalah representasi grafis atau geometri yang paling sederhana bagi objek spasial. Representasi ini tidak memiliki dimensi, tetapi dapat diidentifikasikan di atas peta dan dapat ditampilkan pada layar monitor dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. Unsur-unsur bangunan ditampilkan sebagai polygon pada peta skala besar, sedangkan pada skala kecil ditampilkan sebagai unsur-unsur titik.
7 12 Gambar 2.1 Contoh Data Spasial dalam Bentuk Titik (Sumber: Google Maps) Contoh penggunaannya adalah dalam penandaan suatu tempat misalnya lokasi tiang listrik Garis (satu dimensi-polyline) Garis adalah bentuk geometri linier yang menghubungkan paling sedikit dua titik dan digunakan untuk merepresentasikan objek-objek yang berdimensi satu. Gambar 2.2 Contoh Data Spasial Dalam Bentuk Garis (Sumber: Google Maps)
8 13 Batas-batas objek geometri polygon juga merupakan garis-garis, demikian pula dengan jaringan listrik, jaringan komunikasi, pipa air minum, saluran buangan, dan utility lainnya dapat direpresentasikan sebagai objek dengan bentuk geometri garis. Hal ini bergantung pada skala peta yang menjadi sumbernya atau skala representasi akhirnya. Contoh penggunaannya adalah dalam penandaan suatu panjang jalan, sungai, dan lainnya Polygon (dua dimensi-area) Geometri polygon digunakan untuk merepresentasikan objek-objek dua dimensi. Unsur-unsur spasial seperti danau, batas propinsi, batas Kota, batas persil tanah adalah beberapa contoh tipe entitas dunia nyata yang pada umumnya direpresentasikan sebagai objek-objek dengan geometri polygon. Meskipun demikian, representasi ini masih bergantung pada skala petanya atau sajian akhirnya. Gambar 2.3 Contoh Data Spasial Dalam Bentuk Polygon (Sumber: Google Maps) Contoh penggunaannya misalnya dalam penandaan batas suatu wilayah. Koordinat titik awal dengan titik akhir sama, mempunyai panjang dan luasan.
9 Informasi Atribut Data deskriptif merupakan uraian atau atribut data spasial (anotasi, tabel, hasil pengukuran, kategori objek, penjelasan hasil analisis). Data nonspasial dapat dimasukkan ke dalam beberapa bentuk seperti format laporan, format tabel, format grafik, dan format pengukuran. 2.6 Format Data Spasial Format dalam bahasa komputer memiliki bentuk dan kode penyimpanan data yang berbeda antara file satu dengan lainnya. Data spasial dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu: Data Vektor Data Vektor merupakan bentuk bumi yang direpresentasikan ke dalam kumpulan garis, area (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir di titik yang sama), titik dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua buah garis). Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisa yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basis data batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Kelemahan data vektor yang utama dalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual Data Raster Data Raster adalah data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh. Data Raster merupakan objek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Data raster memiliki resolusi tergantung pada ukuran pixelnya. Resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya dari permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data Raster sangat baik digunakan untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah dan sebagainya. Keterbatasn utama dari
10 15 Data Raster adalah besarnya ukuran file semakin tinggi resolusi grid semakin besar pula ukuran file dan sangat tergantung pada kapasitas perangkat keras yang tersedia. Masing-masing format data mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan format data yang digunakan sangat tergantung pada tujuan penggunaan, data yang tersedia, volume data yang dihasilkan, ketelitian yang diinginkan, serta kemudahan dalam analisa. Data Vector relatif lebih ekonomis dalam hal ukuran file dan presisi dalam lokasi, tetapi sangat sulit untuk digunakan dalam komputasi matematik. Data Raster biasanya membutuhkan ruang penyimpanan file yang lebih besar dan presisi lokasinya lebih rendah, tetapi lebih mudah digunakan secara matematis. 2.7 Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Sistem Informasi Geografis berbasis web adalah sebuah aplikasi Sistem Informasi Geografis yang dapat dijalankan dan diaplikasikan pada suatu web browser. Aplikasi tersebut bisa dijalankan dalam suatu jaringan global yaitu internet, dalam suatu jaringan lokal atau jaringan LAN, dan dalam suatu komputer yang memiliki web server. Gambar 2.4 Arsitektur Sistem Informasi Geografis berbasis Web Gambar 2.4 menunjukan interaksi antara client dengan server berdasar skenario permintaan dan respon. Web browser di sisi klien mengirimkan permintaan ke web server. Web server tidak memiliki kemampuan pemrosesan peta, permintaan yang berkaitan dengan pemrosesan peta diteruskan oleh web server ke server aplikasi dan Mapserver. Hasil pemrosesan dikembalikan lagi melalui web server, terbungkus dalam bentuk berkas HTML atau applet.
11 16 Dewasa ini terdapat bannyak aplikasi web GIS pada jaringan internet. Hal ini makin dipengaruhi oleh makin berkembangnya web programming. Beberapa contoh web GIS yang beredar saat ini seperti Google Maps, Yahoo Maps, Map Quest, Bing Maps, dan masih bannyak lainnya. 2.8 Google Maps Google Maps adalah layanan mapping online yang disediakan oleh Google. Google Maps mempunyai platform open source yang dapat digunakan dengan bebas namun harus mematuhi syarat yang telah ditetapkan. Google Maps juga memberikan kebebasan kepada pengembang untuk mengembangkan teknologi pemetaan yang berbasis Google Maps (Irwansyah, 2011). Pengembangan platform Google Maps menggunakan sebuah bahasa pemrograman dengan Maps Javascript API API (Application Programming Interface) API (Application Programming Interface) adalah sekumpulan perintah, fungsi, komponen, dan protokol yang disediakan oleh sistem operasi ataupun bahasa pemrograman tertentu yang dapat digunakan oleh Programmer saat membangun perangkat lunak agar layananan tersebut bisa di integrasikan dengan aplikasi yang kita buat. Terdapat fungsi-fungsi atau perintah-perintah untuk menggantikan bahasa yang digunakan dalam system calls dengan bahasa yang lebih terstruktur dan mudah dimengerti oleh Programmer dalam API Google Maps Application Programming Interface (API) Google Maps Application Programming Interface (API) merupakan fitur aplikasi yang digunakan untuk memfasilitasi para pengguna yang ingin mengintegrasikan Google Maps ke dalam website masing-masing dengan menampilkan data point milik sendiri. Google Maps dapat di-embed pada website eksternal dengan menggunakan Google Maps API. Maps API Javascript harus dimasukan terlebih dahulu sebelumnya agar aplikasi Google Maps dapat muncul di website tertentu.
12 Menggunakan Google Maps API Cara menampilkan peta menggunakan Google Maps API dengan urutan sebagai berikut: 1. Memasukan Maps API Javascript. 2. Membuat element div sebagai tempat menampilkan peta. 3. Membuat beberapa objek literal untuk menyimpan properti-properti pada peta. 4. Menuliskan fungsi Javascript untuk membuat objek peta. 5. Menginisialisai peta dalam tag body HTML dengan event onload. Menampilkan peta Google Maps pada web dan fungsi-fungsi Google Maps dapat dipelajari di halaman Beberapa fungsi utama yang sering digunakan adalah menampilkan peta, menampilkan marker, menampilkan info window, membuat polygon, dan membuat circle. <script src=" </script> Kode Program 2.1 Google Maps Javascript API Kode Program 2.1 merupakan experimental version dari Google Maps Javascript API yang digunakan untuk menampilkan peta. <body> <div id="map-canvas"></div> </body> Kode Program 2.2 Elmen Kanvas Google Maps Elmen div yang digunakan sebagai tempat dimana Google Map akan menampilkan petanya. var map; function initialize() { var mapoptions = { zoom: 12, draggablecursor:'default', center: new google.maps.latlng( , ) }; map = new google.maps.map(document.getelementbyid('mapcanvas'),mapoptions); } google.maps.event.adddomlistener(window, 'load', initialize); Kode Program 2.3 Fungsi untuk Menampilkan Google Maps
13 18 Kode Program 2.3 merupakan kode program untuk membuat objek peta Google Maps pada web dengan id map-canvas. Kode program javascript ini disisipkan pada tag <head> dalam listing program web yang telah dibuat dan untuk meng-inisiasi id map-canvas disisipkan pada tag <body>. Pembuatan marker pada suatu lokasi pada peta Google Maps dapat menggunakan Kode Program 2.4 berikut ini. var map; function initialize() { var mylatlng = new google.maps.latlng( , ); var mapoptions = { zoom: 12, center: mylatlng }; map = new google.maps.map(document.getelementbyid('mapcanvas'),mapoptions); /* ======= script untuk add marker ======= */ var marker = new google.maps.marker({ position: nmylatlng, map: map, title: 'Hello World!' }); /* ======= script untuk add marker ======= */ } google.maps.event.adddomlistener(window, 'load', initialize); Kode Program 2.4 Kode Program untuk Membuat Marker Kode Program 2.4 merupakan fungsi yang disisipkan pada tag <head> dalam listing program web yang telah dibuat. Posisi marker tampil diposisi koordinat yang sudah ditentukan. Koordinat disini adalah nilai dari variabel mylatlng yaitu , Marker dapat diberi informasi mengenai content-content suatu tempat atau lokasi dengan menggunakan Info Window. 2.9 HTML (Hypertext Markup Language) Hypertext Mark Languange (HTML) merupakan bahasa markup yang digunakan untuk membuat suatu halaman web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser internet. HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML merupakan dokumen teks biasa, hanya saja dokumen ini bisa memuat instruksi yang ditandai dengan kode atau dikenal dengan tag. Elemen pada
14 19 HTML dapat didefinisikan sebagai suatu kode tertentu yang menyediakan tempat untuk meletakkan beberapa kode di dalamnya PHP Menurut (Nugroho, 2008) PHP memiliki beberapa pandangan dalam mengartikannya. PHP: HypertextPreeprocesor ini merupakan bahasa yang hanya dapat berjalan pada server dan hasilnya dapat di tampilkan pada client. Bahasa ini memungkinkan para pembuat aplikasi web yang menyajikan HTML yang dinamis dan interaktif dengan cepat dan mudah, yang di hasilkan server. PHP bisa berinteraksi dengan hampir semua teknologi web yang sudah ada. Gambar 2.5 Prinsip Kerja Server Side Scripting (Sumber: hastomo.net) PHP dikenal sebagai bahasa yang digunakan untuk membuat aplikasi web yang memungkinkan untuk menampilkan data yang tersimpan di dalam database. Prinsip kerja dari PHP dimulai dari permintaan yang berasal dari client yang mengakses halaman PHP tersebut. Berdasarkan URL atau alamat halaman website yang diakses client, ditemukan sebuah alamat dari webserver. Webserver kemudian mencari berkas yang diminta oleh client dan menampilkannya pada browser. Prinsip kerja PHP pada dasarnya sama dengan memanggil kode HTML, namun pada saat permintaan dikirim ke webserver, webserver memeriksa tipe file yang diminta client. Tipe file yang diminta jika itu adalah PHP, maka webserver memeriksa isi script dari halaman PHP tersebut. Permintaan client langsung ditampilkan ke browser jika file yang diminta tidak terdapat script PHP, namun jika dalam file tersebut terdapat script PHP, maka proses dilanjutkan ke modul PHP sebagai mesin yang menerjemahkan script-script PHP dan mengolah script tersebut
15 20 sehingga dapat dikonversikan ke kode-kode HTML lalu ditampilkan ke browser klien MySQL MySQL adalah sistem manajemen database SQL (Structure Query Language) yang bersifat Open Source dan paling populer saat ini. Sistem Database MySQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multi-user, dan SQL database managemen sistem (DBMS). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database yang cepat, handal dan mudah digunakan Perintah-Perintah MySQL Query pada MySQL adalah query yang diciptakan dengan menggunakan pernyataan-penyataan SQL. Structured Query Language (SQL) adalah bahasa pemograman yang digunakan untuk mengakses basis data relasional. Pernyataan (statement) SQL dapat digolongkan atas tiga golongan, yaitu: 1. Data Definition Language (DLL) yang mendefinisikan struktur suatu data. Perintah-perintah SQL yang termasuk DLL antara lain create, alter, dan drop. 2. Data Manipulation Language (DML) yang mencari (query) dan mengubah (modify) suatu tabel. Perintal-perintah SQL yang termasuk DML antara lain select, insert, update dan delete. 3. Data Control Language (DCL) yang mengatur hak-hak (previlege) untuk seorang pemakai database. Perintah-perintah SQL yang termasuk DCL antara lain grant dan revoke Tipe Data MySQL MySQL memiliki tiga jenis tipe data yang dipergunakan untuk pembuatan tabel dan pengisian data pada sistem. Ketiga tipe data tersebut adalah sebagai berikut:
16 Tipe Data Numerik Tipe data numerik dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu integer dan floating point. Tipe data numerik selengkapnya dapat dilihat dalam Tabel 2.1 berikut: Tabel 2.1 Tipe Data Numerik Tipe Data Kisaran Nilai Memori Penyimpanan Tinyint (-128) 127 atau (0-255) 1 bytes Smallint (-32768) atau ( ) 2 bytes Mediumint ( ) atau ( ) 3 bytes Int ( ) atau (0-4 bytes ) float (-1.79E+308) (-2.225E-308), 0 dan (1.75E-38-4 bytes 3.4e+38) Double (-1.79E+308)-(-2.225E-308), 0 dan (2.225E E+308) 8 bytes Sumber: (Kustiyahningsih & Anamisa, 2011) Tipe data numerik memiliki beberapa tipe data antara lain tipe data tinyint yang digunakan untuk sebuah bilangan yang sangat kecil. Tipe data smallint yang digunakan untuk sebuah integer yang berukuran kecil. Tipe data mediumint yang digunakan untuk sebuah bilangan menengah. Tipe data int yang digunakan untuk sebuah bilangan bulat berukuran 4 byte. Tipe data float yang digunakan untuk sebuah angka floating-point atau bilangan pecahan. Tipe data double digunakan untuk sebuah bilangan pecahan Tipe Data String Tipe data string berupa rangkaian karakter. Tipe-tipe data yang termasuk dalam tipe data string dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut. Tabel 2.2 Tipe Data String Tipe Data Kisaran Nilai Memori Penyimpanan Char karakter M bytes, 1 <= M <= 255 Varchar karakter L+1 bytes, saat L <= M dan 1 <= M <= 255 Tinytext karakter L+1 bytes, saat L < 2^8 Text karakter L+2 bytes, saat L < 2^16 Mediumtext karakter L+3 bytes, saat L < 2^24
17 22 Longtext L+4 bytes, saat L < 2^32 karakter Enum ( value1, value2,..) 1 atau 2 bytes, tergantung jumlah karakter setiap value Sumber: (Kustiyahningsih, 2011) Memori yang dibutuhkan untuk tipe data char bersifat statis, besarnya bergantung pada berapa jumlah karakter yang ditetapkan pada saat field tersebut dideklarasikan. Tipe data varchar, besarnya memori penyimpanan tergantung pada jumlah karakter ditambah 1 byte Tipe Data Tanggal Penggunaan format tanggal dan jam, tersedia tipe-tipe data field berupa datetime, date, timestamp, time dan year. Masing-masing tipe mempunyai kisaran tertentu. Kisaran nilai dan besar memori penyimpanan yang diperlukan untuk masing-masing tipe data dapat dilihat pada Tabel 2.3 berikut. Tabel 2.3 Tipe Data Tanggal Tipe Data Kisaran Nilai Memori Penyimpanan Datetime :00:00 sampai bytes 31 23:59:59 Date sampai bytes Time -839:59:59 sampai 839:59:59 3 bytes Year 1901 sampai bytes Sumber: (Pemrograman Basis Data Berbasis Web Menggunakan PHP dan MySQL, Kustiyahningsih, Yeni & Anamsia, D.R., 2011) Tipe data tanggal dan waktu memiliki 5 tipe data antara lain tipe data date digunakan untuk kombinasi tanggal dan jam. Tipe data datetime digunakan untuk kombinasi tanggal dan waktu dengan jangkauan :00:00 sampai dengan :59:59. Tipe data time digunakan untuk waktu. Tipe data timestamp digunakan untuk kombinasi tanggal dan jam. Tipe data year digunakan untuk data tahun Javascript Javascript adalah bahasa pemrograman yang sederhana karena bahasa ini tidak dapat digunakan untuk membuat aplikasi atau applet. Penggunaan Javascript, dapat membuat sebuah halaman web yang interaktif (Hardjono, 2006).
18 JSON JSON singkatan dari Javascript Object Notation adalah suatu format ringkas pertukaran data komputer. Formatnya berbasis teks dan terbaca oleh manusia serta digunakan untuk merepresentasikan struktur data sederhana dan larik asosiatif (disebut objek). Format JSON sering digunakan untuk mentransmisikan data terstruktur melalui suatu koneksi jaringan pada suatu proses yang disebut serialisasi. JSON dianggap sebagai format data yang tidak tergantung pada suatu bahasa. Format data JSON mempunyai aturan sebagai berikut: 1. Object adalah satu set nama/nilai yang tidak terurut. Penulisan object dimulai dengan tanda { (left brace) dan diakhiri dengan tanda } (right brace). Setiap nama diikuti oleh tanda ; (titik koma) dan pasangan nama/nilai dipisahkan dengan tanda, (koma). Gambar 2.6 Object Dalam JSON 2. Array adalah sekumpulan nilai yang teratur. Penulisan sebuah array dimulai dengan tanda [ (left bracket) dan diakhiri dengan tanda ] (right bracket). Nilai dipisahkan menggunakan tanda, (koma). Gambar 2.7 Array Dalam JSON 3. Nilai bisa berupa string dalam tanda kutip, atau number (angka), TRUE atau FALSE atau NULL, sebuah object atau sebuah array. Struktur ini dapat ditulis menggunakan metode bersarang.
19 24 Gambar 2.8 Value atau Nilai Dalam JSON 4. String adalah rangkaian atau urutan karakter unicode yang berada dalam tanda kutip, bisa juga hanya berisi karakter kosong, menggunakan tanda \ (backslash) untuk keluar. Karakter di representasikan sebagai string tunggal. Tipe data string pada JSON sangat mirip dengan definisi pada bahasa C atau Java. Gambar 2.9 Tipe Data String Pada Format JSON 5. Number sangat mirip dengan definisi pada bahasa C atau Java, hanya saja tipe bilangan oktal dan heksadesimal tidak digunakan.
20 25 sebuah aplikasi. Gambar 2.10 Number Pada JSON JSON sangat berguna saat kita sering melakukan pertukaran data pada 2.14 Pengertian Diagram Konteks dan Data Flow Diagram Diagram konteks dan data flow diagram memiliki pengertian yang dijelaskan sebagai berikut: Diagram Konteks Diagram Konteks merupakan tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses tersebut diberi nomor nol. Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan, begitu entitas-entitas eksternal serta aliran data menuju dan dari sistem diketahui menganalisis dari wawancara dengan user dan sebagai hasil analisis dokumen. Tabel 2.4 Simbol Diagram Konteks Simbol Nama Contoh Terminator Aliran data/ Data flow Admin Informasi Admin
21 26 Proses Membuat record pegawai Sumber: (Irwansyah, 2011) Diagram konteks dimulai dengan penggambaran terminator, aliran data, aliran kontrol penyimpanan, dan proses tunggal yang menunjukkan keseluruhan sistem. Bagian termudah adalah menetapkan proses (yang hanya terdiri dari satu lingkaran) dan diberi nama yang mewakili sistem. Nama dalam hal ini dapat menjelaskan proses atau pekerjaan atau dalam kasus ekstrim berupa nama perusahaan yang dalam hal ini mewakili proses yang dilakukan keseluruhan organisasi. Terminator ditunjukkan dalam bentuk persegi panjang dan berkomunikasi langsung dengan sistem melalui aliran data atau penyimpanan eksternal antar terminator tidak diperbolehkan komunikasi langsung Data Flow Diagram Data Flow Diagram (DFD) atau Diagram Alir Data (DAD) adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas. DFD merupakan alat bantu dalam menggambarkan atau menjelaskan DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
22 27 Tabel 2.5 Simbol-simbol pada DFD (Data Flow Diagram) Sumber: (Irwansyah, 2011) DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khusus bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem.
INFORMASI GEOGRAFIS DAN INFORMASI KERUANGAN
INFORMASI GEOGRAFIS DAN INFORMASI KERUANGAN Informasi geografis merupakan informasi kenampakan permukaan bumi. Sehingga informasi tersebut mengandung unsur posisi geografis, hubungan keruangan, atribut
Pengertian Sistem Informasi Geografis
Pengertian Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk
Sistem Informasi Geografis. Widiastuti Universitas Gunadarma 2015
Sistem Informasi Geografis Widiastuti Universitas Gunadarma 2015 5 Cara Memperoleh Data / Informasi Geografis 1. Survei lapangan Pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air), pengumpulan
PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MODUL 2 DATABASE Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum modul 2 ini adalah sebagai berikut: a. Mahasiswa diharapkan memahami tentang MySQL b. Mahasiswa dapat membuat database menggunakan MySQL c.
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA LAHAN
16/09/2012 DATA Data adalah komponen yang amat penting dalam GIS SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA LAHAN Kelas Agrotreknologi (2 0 sks) Dwi Priyo Ariyanto Data geografik dan tabulasi data yang berhubungan akan
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS FASILITAS UMUM BERBASIS WEB (STUDI KASUS DI KOTA YOGYAKARTA)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS FASILITAS UMUM BERBASIS WEB (STUDI KASUS DI KOTA YOGYAKARTA) Muhammad Sholeh Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Jl. Kalisahak
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Informasi Geografis Pencarian Apotik terdekat di Kota Yogyakarta. Pada
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian yang sama pernah dilakukan sebelumnya oleh Bambang Pramono (2016) di STMIK AKAKOM dalam skripsinya yang berjudul Sistem Informasi
Pengantar Sistem Informasi Geografis O L E H : N UNUNG P U J I N U G R O HO
Pengantar Sistem Informasi Geografis O L E H : N UNUNG P U J I N U G R O HO Outline presentasi Pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG) Komponen SIG Pengertian data spasial Format data spasial Sumber
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab II berisikan penjabaran tentang dasar-dasar teori yang menjadi penunjang dalam rancangan dan implementasi Sistem Informasi Geografis Pemetaan Pura Kawitan dan Keterkaitannya
Oleh : Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc Hadziq Fabroyir, S.Kom
Sistem Informasi Geografis untuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia Oleh : I G.L.A. Oka Cahyadi P. 5106100061 Dosen Pembimbing : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. 132 309 747 Hadziq Fabroyir, S.Kom 051
BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Geogrhafic Information System (GIS) 2. Sejarah GIS
BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Geogrhafic Information System (GIS) Sistem Informasi Geografis atau disingkat SIG dalam bahasa Inggris Geographic Information System (disingkat GIS) merupakan sistem informasi
Chapter 2. Tipe Data dan Variabel
Chapter 2 Tipe Data dan Variabel Pada prinsipnya suatu program computer memanipulasi data untuk dijadikan informasi yang berguna. Komputer memanipulasi berbagai macam data, bukan hanya angka, tetapi juga
BAB II LANDASAN TEORI. diperlukan dalam pembangunan website e-commerce Distro Baju MedanEtnic.
2 BAB II LANDASAN TEORI Untuk menunjang penulisan Tugas Akhir ini, diambil beberapa bahan referensi seperti bahasa pemrograman PHP dan MySQL, serta beberapa bahan lainya yang diperlukan dalam pembangunan
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERTANIAN PADI DI KABUPATEN BANTUL, D.I. YOGYAKARTA
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERTANIAN PADI DI KABUPATEN BANTUL, D.I. YOGYAKARTA Agus Rudiyanto 1 1 Alumni Jurusan Teknik Informatika Univ. Islam Indonesia, Yogyakarta Email: [email protected] (korespondensi)
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Untuk membangun aplikasi ini, ada beberapa dasar penelitian seperti,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Untuk membangun aplikasi ini, ada beberapa dasar penelitian seperti, pencarian lokasi apotek menggunkan sistem operasi android berbasis google
BAB II LANDASAN TEORI Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Membangun Aplikasi Berbasis Web Aplikasi berbasis web adalah aplikasi yang dijalankan melalui browser dan diakses melalui jaringan komputer. Aplikasi berbasis web
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN WEB Semester: 2 MYSQL 200 menit No.: Job: 12 Tgl: Hal.
A. Kompetensi Mahasiswa diharapkan dapat memahami: 1. Pengertian databases, DBMS, MySQL 2. Apa Itu SQL? 3. Membuat, Menampilkan, Membuka dan Menghapus Database 4. Membuat, Mengubah dan Menghapus Table
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Bab landasan teori akan dijelaskan mengenai teori dasar yang digunakan penulis sebagai acuan dalam pembangunan aplikasi PLESIR. III.1. Pariwisata Pariwisata berasal dari dua kata
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem Informasi II.1.1. Sistem Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Dalam bab ini akan dijelaskan landasan teori yang digunakan untuk mendukung penyusunan laporan kerja praktek ini. Landasan teori yang akan dibahas meliputi permasalahan-permasalahan
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Struktur Analisis dan Desain Struktur analisis dan desain adalah sebuah metodologi yang di gunakan pada rekayasa perangkat lunak untuk mendeskripsikan sistem kearah fungsional.
KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS
KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS SQL Pengenalan Database, SQL, MySQL dan XAMPP JASA WEBMASTERS Jl. Ringin Raya No 124A Condong Catur, Sleman, Yogyakarta Database Database secara singkat dapat diartikan sebagai
yang diperlukan. (Tata Sutabri, S.Kom, MM. 2003: 36). Sistem informasi Geografis Perangkat Lunak Hasil
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Pengertian Sistem, Informasi dan Sistem Informasi II.1.1. Pengertian Sistem Norman L. Enger menyatakan bahwa suatu sistem dapat terdiri atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan
BAB II LANDASAN TEORI. konsep dasar dan definisi-definisi yang berkaitan dengan perangkat lunak yang
BAB II LANDASAN TEORI Pada landasan teori ini diuraikan sejumlah teori untuk membantu dan memecahkan permasalahan yang ada. Beberapa landasan teori tersebut meliputi konsep dasar dan definisi-definisi
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA BEKASI
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA BEKASI Lingga Prayoga (11104008) Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma Email : [email protected] ABSTRAK Informasi tentang
BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Sekilas Tentang Sistem Ujian Konevensional
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sekilas Tentang Sistem Ujian Konevensional Dalam ujian konvensional,ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar ujian bisa dilaksanakan secara layak. Hal yang utama adalah kertas.
BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya,
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Aplikasi Web Pada awalnya aplikasi web dibangun dengan hanya menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Langauge). Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Komputer Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Jadi, komputer dapat diartikan alat untuk menghitung. Perkembangan teknologi komputer
Sistem Infornasi Geografis, atau dalam bahasa Inggeris lebih dikenal dengan Geographic Information System, adalah suatu sistem berbasis komputer yang
Sistem Infornasi Geografis, atau dalam bahasa Inggeris lebih dikenal dengan Geographic Information System, adalah suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi
TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP:
TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB Nurul Hilmy Rahmawati NRP: 1210100023 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT
BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang
9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.1 Pengertian Data Pengertian data adalah : Data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktifitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh langsung
PEMANFAATAN GOOGLEMAPS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN DATA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA
SISFO-Jurnal Sistem Informasi PEMANFAATAN GOOGLEMAPS UNTUK PEMETAAN DAN PENCARIAN DATA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA Umi Laili Yuhana 1, I G.L.A. Oka Cahyadi P. 2, Hadziq Fabroyir 1 1 Jurusan Teknik
BAB III LANDASAN TEORI. adalah mengajarkan anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sekolah Sekolah adalah tempat didikan bagi anak anak. tujuan dari sekolah adalah mengajarkan anak untuk menjadi anak yang mampu memajukan bangsa dan dalam membangun
[Type the document title]
SEJARAH ESRI Sistem Informasi Geografis adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisa, dan menghasilkan data yang mempunyai referensi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1. Sistem Sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan objek, ide, berikut saling keterkaitannya (inter-relasi) di dalam (usaha) mencapai suatu tujuan (atau sasaran bersama
MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML
MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML PENGENALAN MYSQL MySQL merupakan salah satu DBMS yang bersifat freeware, sehingga menjadi popular dikalangan pengguna database. Selain karena Free MySQL juga merupakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bab II ini membahas mengenai teori-teori penunjang yang diperlukan dan digunakan dalam menyelesaikan permasalahan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab II ini membahas mengenai teori-teori penunjang yang diperlukan dan digunakan dalam menyelesaikan permasalahan. 2.1 State of the Art Penelitian mengenai sistem informasi geografis
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Sebelum dilakukannya penelitian ini, penelitian sejenis mengenai layanan berbasis lokasi juga pernah dilakukan oleh Siprianus Tago dari STMIK
Perancangan Website Ujian. Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML
TUGAS TEKNOLOGI INFORMASI Perancangan Website Ujian Teknik Elektro UNDIP Berbasis HTML OLEH: AULIA RAHMAN 21060113120007 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2014 Abstrak
KONSEP MANAJEMEN BASIS DATA Sistem Informasi Geografis
KONSEP MANAJEMEN BASIS DATA Sistem Informasi Geografis Company LOGO Sistem Informasi Geografis ibi Basis data spasial yaitu: sekumpulan entity baik yang memiliki lokasi atau posisi tetap maupun tidak tetap
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Pengembangan Aplikasi Pencarian Rute Terpendek Menggunakan Algoritma A* dan Dijkstra ini menggunakan model waterfall. Model waterfall penelitian untuk
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Forum 2.1.1 Pengertian Forum Forum adalah sebuah wadah yang disediakan untuk berinteraksi bagi para penggunanya untuk membicarakan kepentingan bersama. (Sumber :
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Konsep dan Definisi Konsep 2.1.1. Definisi Perancangan BAB II LANDASAN TEORI Perancangan adalah tahapan perancangan (design) memiliki tujuan untuk mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah
BAB II LANDASAN TEORI. di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Sekilas Mengenai Web Internet sudah menjadi hal yang sangat dekat bagi masyarakat ataupun penggunanya di jaman sekarang, namun apakah Anda mengetahui sejarah nya itu?. Mungkin,
Pengenalan Structured Query Language
Pengenalan Structured Query Language Apa Itu SQL? SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language. SQL atau juga sering disebut sebagai query merupakan suatu bahasa (language) yang digunakan untuk
BAB II LANDASAN TEORI
5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. METODE PENELITIAN 2.1.1. Studi Literatur Studi Literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan data informasi yang berhubungan dengan sistem informasi berbasis web dan android
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI Untuk mendukung pembuatan laporan ini, maka perlu dikemukakan hal-hal atau teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan dan ruang lingkup pembahasan sebagai landasan dalam pembuatan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem adalah suatu kesatuan utuh yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi
Karena tidak pernah ada proyek yang dimulai tanpa terlebih dahulu menanyakan: DIMANA?
PENGUKURAN KEKOTAAN Geographic Information System (1) Lecture Note: by Sri Rezki Artini, ST., M.Eng Geomatic Engineering Study Program Dept. Of Geodetic Engineering Permohonan GIS!!! Karena tidak pernah
TUGAS PEMROGRAMAN III
TUGAS PEMROGRAMAN III Disusun Oleh : MUHAMMAD ARIF PRAYUGO 1100631003 MI/A PROGRAM STUDY MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2013 Apa itu Format JSON? JSON (JavaScript
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Penelitian terkait dengan Sistem Informasi Geografis pernah dilakukan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka Penelitian terkait dengan Sistem Informasi Geografis pernah dilakukan oleh Pramono (2016) di STMIK AKAKOM. Sistem yang telah dibangun menghasilkan
BAB II LANDASAN TEORI. suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Bagian-bagian yang memiliki keterkaitan pengoperasian dalam mencapai suatu maksud tertentu adalah bagian dari suatu sistem, yang mana sistem informasi dapat dibuat
II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Metode dan Teori-Teori Sistem Informasi Geografis. Pengembangan perangkat lunak mempunyai langkah-langkah yang terstruktur
II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Metode dan Teori-Teori Sistem Informasi Geografis 2.1.1 Model Sekuensial Linear Pengembangan perangkat lunak mempunyai langkah-langkah yang terstruktur agar sistem yang dihasilkan
lebih memilih internet sebagai sumber informasinya. Dengan alasan bahwa informasi yang disajikan akurat dan selalu baru. Salah satu bentuk pelayanan d
WEB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNIVERSITAS DI DKI JAKARTA Lindra Yanita, Setia Wirawan Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya, 100, Pondok Cina,Depok
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Tingkat Pertumbuhan Penduduk Berbasis Web
Sistem Informasi Geografis Pemetaan Tingkat Pertumbuhan Penduduk I Made Dharmawan Setiadi, I Nyoman Piarsa, Ni Made Ika Marini Mandenni Jurusan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PROBOLINGGO DENGAN QUANTUM GIS
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBARAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KABUPATEN PROBOLINGGO DENGAN QUANTUM GIS Sulistiyanto Jurusan Teknik Informatika - STT Nurul Jadid Paiton E-mail : [email protected]
BAB II LANDASAN TEORI
digilib.uns.ac.id BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Analisis perancangan sistem adalah suatu pendekatan yang sistematis untuk mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan-tujuan, menganalisis
BAB 2 LANDASAN TEORI. Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. keluaran. Berikut gambaran umum sebuah sistem.
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi 2.1.1 Konsep Dasar Sistem Sitem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu (Hartono, 1999). Model umum sebuah sistem terdiri
Tutorial Tipe Data MySQL
Tutorial Tipe Data MySQL Benar mendefinisikan field dalam tabel adalah penting untuk optimasi keseluruhan dari database Anda. Anda harus menggunakan hanya jenis dan ukuran lapangan Anda benar-benar perlu
BAB II LANDASAN TEORI. bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 World Wide Web Dunia internet semakin berkembang, terutama penggunaanya dalam bidang media komunikasi dan informasi. Internet adalah suatu jaringan komputer global, sedangkan
BAB II DASAR TEORI Rumah Sakit. Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan
BAB II DASAR TEORI 2.1. Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan dengan memberdayakan berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Sistem Informasi Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan
BAB II LANDASAN TEORI. Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi
BAB II LANDASAN TEORI 2.1Perangkat Lunak Perangkat lunak atau Software adalah perintah (program komputer) yang dieksekusi memberikan fungsi dan petunjuk kerja seperti yang diinginkan. Struktur data yang
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Kaveling Menurut Suyantoro (2009), tanah kaveling adalah sebidang tanah di dalam kawasan real estate yang telah dipersiapkan sesuai dengan persyaratan pembakuan dalam penggunaan,
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama guna melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sisttem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan atau kebijakan dan menjalankan operasional
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2013/2014
UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL 2013/2014 Matakuliah Waktu : Sistem Informasi Geografis / 3 SKS : 100 menit 1. Jelaskan pengertian Sistem Informasi Geografis (SIG). Jelaskan pula perbedaan antara SIG dan
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL)
PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET TOUR PADA PERANGKAT MOBILE (STUDI KASUS : ARUNA TRAVEL) ROBI DIRGANTARA NIM 206700183 Jurusan Teknik Informatika ABSTRAK Dalam kehidupan modern saat ini yang
BAB 1 PENDAHULUAN. Komputer adalah kekuatan yang dominan di dalam masyarakat. Penggunaannya terus saja
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komputer adalah kekuatan yang dominan di dalam masyarakat. Penggunaannya terus saja berkembang dari tahun ke tahun yang mulanya hanya sebagai mesin pengolah informasi
PENGANTAR BASIS DATA
PENGANTAR BASIS DATA Obyektif : 1. Menjelaskan perbedaan antara file tradisional dan file manajemen basis data 2. Menjelaskan keuntungan dan kerugian apabila menggunakan file manajemen basis data 3. Memahami
UNIVERSITAS GUNADARMA
UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS ILMU KOMPUTER TULISAN ILMIAH PEMBUATAN APLIKASI LOGISTIK KAYU PERHUTANI MENGGUNAKAN CODEIGNITTER DAN MYSQL Nama : Hamzah Tossaro NPM : 13113860 Jurusan Pembimbing : : Sistem
MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL)
MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami instalasi MySQL di lingkungan Windows 3. Memahami dasar-dasar MySQL. Tugas Pendahuluan 1. Apa yang anda
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian yang dilakukan oleh De Jesus Dos Santos, Manuel (2012) membahas tentang Perancangan Sistem Informasi E-Booking Pariwisata Kota Dili Berbasis
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI III.1. Sistem Informasi Sistem informasi adalah suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem
APLIKASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PADA SMA NEGERI 5 BINJAI TUGAS AKHIR FATIMAH
APLIKASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL PADA SMA NEGERI 5 BINJAI TUGAS AKHIR FATIMAH 062406065 PROGRAM STUDI D3 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
Kontrak Kuliah. Dasar-dasar MySQL. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom
Kontrak Kuliah Dasar-dasar MySQL Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom Tipe Data Tipe data numerik Tipe Data Keterangan Ukuran Integer atau int Signed value : -2147683648 hingga 2147683648 4byte Decimal Nilai tergantung
Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database
Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database Karunia Suci Lestari [email protected] :: http://ksucilestari97.wordpress.com Abstrak Setelah artikel sebelumnya membahas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama guna melakukan suatu pekerjaan untuk memcapai suatu tujuan
Bab 3. Metode Perancangan
Bab 3 Metode Perancangan 3.1 Metode Perancangan Sistem Pada bab ini akan memuat langkah-langkah yang akan dikerjakan untuk perancangan sistem sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan. Perancangan
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA DEPOK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QUANTUM GIS
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA DEPOK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QUANTUM GIS Novianti (11105172) Jurusan Sistem Informasi, Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Gunadarma
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS)
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI SEKOLAH (STUDI KASUS SMP N 2 PATIKRAJA BANYUMAS) Ajeng Puspitasari Rahastri 1, Tengku A. Riza, ST.,MT.2, Rohmat Tulloh 3 1,2, Prodi D3 Teknik Telekomunikasi,
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PHP PHP adalah script bersifat server-side yang ditambahkan ke dalam HTML. Kelebihan PHP yang paling signifikan adalah kemampuannya untuk melakukan koneksi dengan berbagai macam
kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan untuk melaksanakan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama
4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Sistem Menurut Husein (2002), sistem merupakan suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Sistem informasi merupakan suatu sistem yang menerima masukan data dan instruksi, mengolah data tersebut sesuai dengan instruksi dan mengeluarkan
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Informasi Pada dasarnya sistem informasi merupakan suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu
Pengenalan Script. Definisi HTML
1 Pengenalan Script Pada bab ini akan dibahas bahasa script yang dapat digunakan untuk membuat halaman web. Untuk dapat membuat halaman web bahasa script pertama yang harus anda kenal adalah HTML. HTML
BAB III LANDASAN TEORI. Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan
BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Sistem Informasi Pengertian sistem menurut Jogianto (2005 : 2) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling. untuk memcapai suatu tujuan tertentu (Jogiyanto, 2001).
5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama guna melakukan suatu pekerjaan untuk memcapai suatu tujuan
BAB II DASAR TEORI. Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma.
BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dibahas teori-teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merancang algoritma. 2.1. Microsoft Visual Studio Microsoft Visual Studio adalah sebuah software yang
BAB III LANDASAN TEORI. untuk menjelaskan teori-teori yang mendukung penyusunan laporan kerja praktik
BAB III LANDASAN TEORI Landasan teori merupakan suatu dasar mengenai pendapat penelitian atau penemuan yang didukung oleh data dan argumentasi. Landasan teori digunakan untuk menjelaskan teori-teori yang
PEMETAAN KEPENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO BERBASIS WEB
PEMETAAN KEPENDIDIKAN KOTA PROBOLINGGO BERBASIS WEB Abdul Karim Jurusan Teknik Informatika STT Nurul Jadid Paiton [email protected] ABSTRAK Perkembangan kemajuan IPTEK dalam kehidupan dan peradaban
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN TEMPAT HIBURAN MALAM DI KUTA BERBASIS WEB
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN TEMPAT HIBURAN MALAM DI KUTA BERBASIS WEB Ni Putu Eka Wirayanti Lestari 1, Putu Wira Buana 2, Made Sukarsa 3 1Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana 23 Teknologi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN Bab I berisikan penjabaran dan pembahasan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah dan sistematika penulisan laporan Tugas Akhir
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Defenisi Pangkalan Data Pangkalan data atau Database merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
II TINJUN PUSTK 2.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information Sistem (GIS) merupakan sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa,
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN
BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN 4.1. Analisa Sistem Analisa merupakan tahap pemahaman terhadap suatu persoalan sebelum mengambil suatu tindakan atau keputusan. Ini merupakan tahap yang paling penting karena
