BAB X ORACLE MODUL I SQL *PLUS

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB X ORACLE MODUL I SQL *PLUS"

Transkripsi

1 BAB X ORACLE MODUL I SQL *PLUS SQL *PLUS dipergunakan untuk mengakses Oracle Database Server. Untuk mengakses server dibuat sebuah service yang mengarahkan client ke server terlebih dahulu (Database Alias). Tahapan untuk membuat service tersebut sebagai berikut : 1. Pada dialog diatas diberi service name TPRAKTIKUM. Klik next 2. Pilih protocol yang menghubungkan antara client dengan server. Pada kesempatan ini untuk menghunbungkan client ke server mempergunakan protocol TCPIP. Berikutnya klik Next.

2 3. Pada field Host Name masukkan nama host name atau alamat IP address server ORACLE, misalnya nt5. Klik Next 4. Pada menu field Database SID, pada layar System IDentifier, masukkan nama database SID, misalnya lab4. Berikunya klik Next. 5. Untuk mencoba service name yang sudah dibuat, perlu dilakukan testing. Klik tombol Test Service, dan akan menuju layar testing. 1

3 6. Pada layar Conection Test masukkan username dan password. Silahkan masukkan Username scott dan Password tiger, klik tombol test, maka akan ditampilkan respon server. Jika sukses akan ada komentar.successful.. jika gagal akan muncul komentar bahwa service yang dibuat gagal. Setelah Service Name dibuat, kini masuk kedalam SQL *PLUS untuk mengakses database server. Buka SQL *PLUS dari menu Start Program Oralce-OraHome81 Aplication Development SQL PLUS. Akan muncul dialog SQL plus sebagai berikut : 2

4 Masukkan pada User Name system, password manager dan Host String dengan service name yang sudah dibuat tadi (TPRAKTIKUM). Jika Login berhasil maka akan muncul Oracle SQL *PLUS sebagai berikut : TABLESPACE Untuk menyimpan obyek-obyek database dibutuhkan suatu ruang memori yang disebut TABLESPACE. Untuk mengakses tablespace dibutuhkan sebuah account user. Berikut ini perintah SQL untuk membuat tablespace, user dan perintah untuk manipulasi tabel. 1. Melihat tablespace 3

5 select * from user_free_space; 2. Membuat tablespace SQL>Create tablespace nama-tablespace datafile nama-datafile.dat size 1M autoextend on next 500K maxsize 2M; 3. Mengubah ukuran tablespace SQL>alter database datafile nama-datafile.dat resize 2M; 4. Menambah ukuran tablespace dengan cara menambahkan data file baru SQL>alter tablespace dataku add datafile nama-datafile.dat size 2M; 5. Menghapus table space SQL>drop tablespace nama-tablespace including contents; Setelah Tablespace siap, maka langkah selanjutnya membuat account baru. Account ini akan anda pergunakan selama praktikum. Account yang sudah ada ketika instalasi selesai adalah SYS, SYSTEM dan SCOTT. Untuk membuat account baru kita mempergunakan user SYS dan SYSTEM. Pergunakan tablespace yang tadi telah anda buat untuk menyimpan data anda selama praktikum. 1. Membuat user baru dan dengan tablespace yang dipakai misalnya dtpraktek. SQL>create user nama_user identified by password-user default tablespace dtpraktek; Parameter nama_user adalah nama login, dan password-user adalah password user yang dipilih. Misalnya dipilih untuk nama_user user Berikan hak akses user pada database. Misalnya hak akses grant dan resource. SQL> grant connect to user01; SQL> grant resource to user01; 3. Langkah berikutnya, lakukan sambungan dengan server dengan mempergunakan user_name yang sudah dibuat tadi. SQL> connect user01 Enter password: ****** Connected. 4. Saat ini sudah tersambung dengan server dengan mempergunakan user01. Buat tabel mahasiswa yang memiliki struktur nim varchar(5), nama varchar(25), alamat varcahr(30). 4

6 SQL> create table mahasiswa (nim varchar(5), nama varchar(25), alamat varchar(30)); 5. Untuk melihat tabel yang ada dalam tablespace mempergunakan perintah : SQL> select * from tab; 6. Untuk melihat struktur tabel dapat dilakukan dengan mempergunakan perintah : SQL>describe mahasiswa; 7. Perintah alter berguna untuk melakukan perubahan tabel diantaranya merubah tipe field, menambah field baru dan merubah nama tabel. Merubah tipe field tabel : SQL>alter table mahasiswa modify (nim number(5)); Menambah field tabel : SQL>alter table mahasiswa add (usia number(2)); Mengganti nama tabel : SQL>alter table mahasiswa rename to mhs; 8. Untuk menambahkan data kedalam tabel, pergunakan perintah insert SQL>insert into mahasiswa values(1, Sumanto, Sleman ); 9. Data yang sudah disimpan dalam tabel dapat diedit dengan memperguanakan perintah update. SQL>update mahasiswa set nama = Sumanto where nim=1; 10. Untuk keperluan penghapusan data, pergunakan perintah : SQL>delete from mahasiswa where nim=1; CONSTRAINT Constraint (konstrain) adalah aturan yang diberikan pada suatu tabel supaya data yang dimasukkan lebih terjamin validitasnya. 1. Memberi konstrain pada saat membuat tabel : SQL>create table mahasiswa(nim char(5) constraint pnim primary key, nama char(20) constraint nnama not null, alamat char(30)); 2. Memberi konstrain pada tabel yang sudah ada : SQL>alter table mahasiswa add constraint pnim primary key (nim); SQL>alter table mahasiswa modify (nama char(20) constraint nnama not null); 3. Menghapus konstrain : SQL>alter table mahasiswa drop constraint nnama; 5

7 ORDER BY Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data yang di-query. Klausa ORDER BY diikuti dengan nama kolom atau kolom alias kemudian diikuti klausa jenis urutan yang kita inginkan. Jenis urutan bisa ASC (ascending) atau DESC (descending). Sebagai ilustrasi, tampilkan semua data dengan cara diurutkan ascending berdasarkan nama mahasiswa. SQL> select * from mahasiswa order by nama; SQL> select * from mahasiswa order by nama desc; WHERE Klausa LIKE WHERE digunakan untuk membatasi query menurut kriteria tertentu. Kriteria ini didefinisikan menggunakan bentuk perbandingan. Sebagai ilustrasi, tampilkan data mahasiswa yang berasal dari Jogjakarta. SQL> select * from mahasiswa where alamat = Jogjakarta ; LIKE Klausa LIKE digunakan untuk membatasi query menurut nilai tertentu. Nilai ini merupakan sebagian dari nilai suatu field. Sebagai ilustrasi, akan ditampilkan data mahasiswa yang memiliki nama yang nama akhirnya mengandung huruf ni. SQL> select * from mahasiswa where nama like %ni ; TUGAS MINGGU INI 1. Tampilkan data mahasiswa yang tersimpan dalam tabel mahasiswa. 2. Tampilkan data mahasiswa yang berusia 20 tahun. 3. Tampilkan data mahasiswa yang berasal dari Jogjakarta. 4. Tampilkan data mahasiswa yang namanya mengandung nilai ni dibelakang (disesuaikan dengan yang telah dimasukkan) dan berasal dari Jakarta. 5. Tampilkan jumlah mahasiswa berdasarkan alamat. 6

8 MODUL II SQL *PLUS LANJUTAN Pada pertemuan minggu kedua, akan dibahas tentang bagaimana menampilkan data dari beberapa tabel yang terhubung oleh suatu kunci. Buat sambungan ke server ORACLE dengan SQL *PLUS seperti minggu lalu, dan ikuti latihan berikut : 1. Buat tabel matakuliah dan tabel krs dengan tipe field : Tabel matakuliah terdiri dari field : kdmtk varchar(5), nm_mtk varchar(20), sks number, dan field kdmtk tidak boleh null. Tabel krs, dengan field : nim varchar(5), kdmtk varchar(5), nilai char(1). 2. Isi tabel matakuliah dan krs, dengan nomor mahasiswa sesuai dengan nomor mahasiswa pada tabel krs sesuai dengan yang ada di tabel mahasiswa dan kdmtk pada tabel krs sama dengan kdmtk pada tabel matakuliah. Kosongi field nilai pada tabel krs. 3. Tampilkan nama mahasiswa yang mengambil matakuliah yang memiliki kode matakuliah mt01 ; SQL> select nama from mahasiswa, krs where mahasiswa.nim=krs.nim and krs.kdmtk='mt01'; 4. Tampilkan nama matakuliah dan sks dari matakuliah yang diambil mahasiswa yang memiliki nomor mahasiswa 1 SQL> select nm_mtk, sks from matakuliah, krs where matakuliah.kdmtk=krs.kdmtk and krs.nim='1'; 5. Tampilkan nama mahasiswa yang mengambil matakuliah Bahasa C SQL> select nama from mahasiswa, matakuliah, krs where 2 mahasiswa.nim=krs.nim and 3 krs.kdmtk=matakuliah.kdmtk and 4 matakuliah.nm_mtk='bahasa C'; GROUP BY Klausa GROUP BY digunakan untuk mengelompokkan data hasil perintah group function. Ilustrasi pemakaian GROUP BY : SQL> select matakuliah.nm_mtk, count(krs.kdmtk) from matakuliah, krs where 2 matakuliah.kdmtk=krs.kdmtk 7

9 3 group by matakuliah.nm_mtk; HAVING Klausa HAVING dipergunakan untuk membatasi hasil query yang dihasilkan dari klausa GROUP BY. SQL> select nama, count(sks) from mahasiswa, krs, matakuliah 2 where mahasiswa.nim=krs.nim and 3 matakuliah.kdmtk=krs.kdmtk 4 group by mahasiswa.nama 5 having count(sks)>2; SUBQUERY Subquery adalah query dalam query. Dalam menuliskan perintah select, kita dapat mendefinisikan nilai kondisional dengan menggunakan perintah SELECT lagi. Artinya ada perintah SELECT dalam perintah SELECT. Untuk ilustrasi, tambahkan data mahasiswa yang nomor mahasiswanya (nim) tidak ada di tabel krs, dan berikutnya coba perintah berikut : SQL> select nama from mahasiswa where nim in 2 (select nim from krs group by nim); TUGAS MINGGU INI 1. Tampilkan nama matakuliah dan sks terbesar. 2. Tampilkan nama matakuliah dan sks terkecil. 3. Tampilkan nama mahasiswa dan jumlah sks terbanyak yang diambil mahasiswa. 4. Tampilkan nama mahasiswa dan jumlah sks paling sedikit yang diambil mahasiswa. 5. Tampilkan nama matakuliah dan jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah paling banyak. 6. Tampilkan nama matakuliah dan jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah paling sedikit. Catatan : Nomor 1, 3 dan 5, pergunakan fungsi MAX dan nomor 2, 4 dan 6, pergunakan fungsi MIN. 8

10 MODUL III VIEW, CONSTRAINT LANJUT dan SQL DUMP VIEW View merupakan objek database seperti tabel namun secara fisik tidak memiliki data. Isi data view merupakan hasil query dari sebuah atau beberapa tabel. View disebut juga virtual tabel karena strukturnya seperti tabel tapi tidak memiliki data. 1. Untuk membuat view dengan perintah CREATE VIEW seperti contoh berikut : SQL> create view mhs_jogja as ( 2 select * from mahasiswa 3 where alamat like 'J%'); View created. 2. Untuk melihat view yang telah dibuat, diberikan perintah untuk melihat view sebagaimana perintah untuk melihat data dalam tabel. SQL> select * from mhs_joigja; 3. Struktur field view dapat dilihat dengan mempergunakan perintah : SQL> describe mhs_jogja; 4. Data yang ditampilkan dalam view dapat diupdate, dengan catatan tidak terdapat constraint yang menolak perubahan data. Sebagai contoh, untuk merubah data dalam view dipergunakan perintah : SQL> update mhs_jogja 2 set nama = 'Abdullah' 3 where nim = '1'; 1 row updated. 5. Jalankan perintah berikut untuk melihat perubahan yang terjadi akibat perintah diatas. SQL> select * from mhs_jogja; 6. Untuk kepentingan merubah definisi view dapat dipergunakan perintah berikut : SQL> create or replace view mhs_jogja as 9

11 2 (select * from mahasiswa); 7. View dapat dihapus dengan perintah DROP SQL> drop view jml_sks; Untuk latihan buatlah view untuk tugas minggu kemarin nomor 1,3,5 atau 2,4,6. Simpan tugas ini sebagai salah satu tugas minggu ini. CONSTRAINT LANJUT Pada minggu pertama sudah dibahas sekilas tentang konstraint. Kali ini akan dibahas lebih lanjut tentang constraint. Ada lima jenis constraint yaitu PRIMARY KEY, UNIQUE, FOREIGN KEY, CHECK dan NOT NULL. Pada tablespace sudah terdapat tiga tabel yaitu tabel mahasiswa, tabel matakuliah dan tabel krs. Ketiga tabel tersebut mempunyai relasi sebagai berikut : Tabel KRS mempunyai ketergantungan pada tabel mahasiswa dan tabel matakuliah. Sehingga field NIM yang ada di tabel KRS harus terdapat juga pada tabel mahasiswa dan field KDMTK pada tabel KRS juga harus terdapat pada tabel matakuliah. Sebelum ditambahkan constraint pada tabel krs, cobalah untuk menambahkan data pada krs, dimana nim yang dimasukkan tidak terdapat pada tabel mahasiswa dan kdmtk juga tidak terdapat pada tabel matakuliah. Untuk menambahkan Integrity Constraint, tambahkan constraint pada field nim di tabel mahsiswa (jika belum ada) dan field kdmtk pada tabel matakuliah (jika belum ada). Untuk menambahkan constraint pada tabel-tabel tersebut, pergunakan perintah : SQL> alter table krs add constraint sk_nim 2 foreign key (nim) references mahasiswa (nim) 3 on delete cascade; 10

12 SQL> alter table krs add constraint sk_kdmtk 2 foreign key (kdmtk) references matakuliah (kdmtk) 3 on delete cascade; Setelah ditambahkan constraint pada tabel krs, cobalah untuk menambah data yang nim-nya tidak terdapat pada tabel mahasiswa dan kdmtk-nya tidak terdapat pada tabel matakuliah. Apa yang terjadi? Tambahkan komentar anda pada tugas minggu ini. SQL DUMP Pemakaian bahasa SQL dengan mengetikkan tiap baris pada SQL *PLUS akan menimbulkan kesulitan jika perintah yang diberikan cukup panjang. Perintah SQL dapat di buat dalam file teks dengan mempergunakan editor apapun (notepad, edit, wordpad dan lain sebagainya). Pemakaian SQL pada file eksternal ini sama dengan SQL DUMP yang terdapat pada MySQL. Untuk pemakaian SQL DUMP, ikuti instruksi berikut : 1. Buat direktori script pada c:\oracle untuk menyimpan script SQL yang anda buat pada praktikum minggu ini dan minggu depan. 2. Buka notepad dan ketikkan perintah SQL yang anda kehendaki dan simpan file dengan akhiran *.sql (script1.sql) sebagai contoh : SQL> select table_name from user_tables; 3. Dari prompt SQL *PLUS ketikkan perintah untuk mengeksekusi file tersebut dengan disertakan path directori. 4. Buat script baru, dan isikan perintah SQL berikut : select nama, count(sks) from mahasiswa, krs, matakuliah where mahasiswa.nim=krs.nim and matakuliah.kdmtk=krs.kdmtk group by mahasiswa.nama having count(sks)>2; CATATAN : Untuk tugas mingguan akan diberikan pada saat praktikum. 11

13 MODUL IV PLSQL PLSQL singkatan dari Procedural LanguageStructured Query Language. PLSQL menambahkan SQL dengan bahasa-bahasa prosedural. Dengan SQL, pekerjaan manipulasi data lebih mudah, namun akan lebih maksimal jika ditambahkan dengan bahasa prosedural. Sebagai contoh, pemanfaatan fungsi control IF-THEN-ELSE atau looping. Hal ini tidak bisa dilakukan dengan mempergunakan SQL murni. Untuk hal inilah dibutuhkan PLSQL, bahasa pemrograman yang menggabungkan fleksibilitas SQL (bahasa tingkat empat atau 4GL) dengan bahasa prosedural (bahasa tingkat tiga atau 3GL). Bentuk umum dari suatu PLSQL adalah : DECLARE <declaration section> <executable section> exception <exception handling> end; Dalam PLSQL blok penanganan komunikasi dengan database dilakukan dengan variabel. Variabel adalah suatu alokasi memori untuk menyimpan suatu nilai. Nilai ini dapat diambil dari database atau dimasukkan ke database. Berikut ini contoh deklarasi variabel dalam PLSQL. Declare vnama varchar2(12); vnim number(4) := 3452; Pada contoh diatas dideklarasikan dua buah variabel yaitu vnama dan vnim dengan tipe data varchar2 dan number. Variabel vnama tidak memiliki nilai default dan variabel vnim memiliki nilai default Jenis data yang dapat dipergunakan dalam PLSQL adalah : Number, Char, Varchar2, Date, Long, Decimal (Real), Integer (Int) dan Boolean. 12

14 Selain dengan cara mendefinisikan tipe data variabel, juga ada cara lain untuk mendefinisikan tipe data dengan mempergunakan %TYPE. Cara ini memberikan tipe data variabel dengan tipe field pada tabel. Berikut ini contoh definisi tipe data dengan mempergunakan %TYPE. Declare vnama mahasiswa.nama%type; vnim mahasiswa.nim%type := 3452; Struktur suatu tabel dapat diambil dan disimpan dalam suatu variabel array. Untuk memperoleh struktur tabel, dipergunakan perintah %ROWTYPE. Declare vnama mahasiswa.nama%type; ArMtk mtk%rowtype; Pada contoh diatas, struktur tabel mtk diambil dengan %ROWTYPE dan diletakkan dalam array ArMtk. Untuk lebih jelas tentang PLSQL, silahkan anda ikuti latihan berikut ini. 1. Buatlah script berikut ini dalam file *.sql pada direktory script seperti pertemuan terdahulu. DECLARE a NUMBER := 3; a := a + 1; Jalankan script ini dari promt sql *plus. Maka pada layar sql *plus akan dihasilkan keluaran PLSQL procedure successfully completed. Untuk menampilkan hasil perhitungan diatas tambahkan perintah dbms_output.put_line(a); dibawah perintah a := a + 1. Simpan script tersebut dan jalankan kembali dari prompt SQL *PLUS. Selain itu juga tambahkan perintah set serveroutput on size diawal script (diatas declare). Catatan : perintah dbms_output.put_line(nama_field); dipergunakan untuk menampilkan isi suatu field dan variabel pada PLSQL. Pergunakan perintah ini untuk menampilkan isi field dan variabel. 13

15 2. Dengan mempergunakan SQL DUMP, buatlah tabel T1 dengan menyalin script berikut : CREATE TABLE T1( e INTEGER, f INTEGER ); DELETE FROM T1; INSERT INTO T1 VALUES(1, 3); INSERT INTO T1 VALUES(2, 4); Buat script PLSQL berikut ini, dan berikan komentar dari hasil eksekusi script ini pada laporan mingguan. DECLARE a NUMBER; b NUMBER; SELECT e,f INTO a,b FROM T1 WHERE e>1; INSERT INTO T1 VALUES(b,a); 3. Perintah SQL untuk menampilkan isi tabel tidak dapat dilakukan secara langsung. Perintah SQL yang dimaksud adalah perintah select [nama_field] from [nama_tabel]. Untuk mengambil isi tabel dilakukan dengan meletakkan isi field yang dikehendaki kedalam variabel memori dengan perintah select [nama_field] into [variabel_memori] from [nama_tabel]. Lebih jelas tentang hal ini silahkan anda coba script berikut : DECLARE vnim varchar2(5) := 1; select nama from mahasiswa where nim=vnim; Bila script diatas dieksekusi maka akan dianggap ada kesalahan, padahal secara logika sudah benar. Edit script diatas sehingga sama dengan script berikut, dan berikan komentar anda tentang hal ini pada laporan mingguan. 14

16 DECLARE vnim varchar2(5) := 1; vnama mahasiswa.nama%type; select nama into vnama from mahasiswa where nim=vnim; PERINTAH KONDISIONAL PLSQL mempunyai perintah kondisional IF-THEN-ELSE. Sintaksnya adalah sebagai berikut : IF ekspresi_boolean1 THEN urutan_perintah1; [ELSIF ekspresi_boolean2 THEN urutan_perintah2;] [ELSE urutan_perintah3; END IF]; Lebih jelas mengenai pemakaian If adalah sebagai berikut : DECLARE a NUMBER; b NUMBER; SELECT e,f INTO a,b FROM T1 WHERE e>1; IF b=1 THEN INSERT INTO T1 VALUES(b,a); ELSE INSERT INTO T1 VALUES(b+10,a+10); END IF; LOOP PLSQL mendukung pengeksekusian pertah berulang menggunakan loop. Jenis loop yang terdapat dalam PLSQL adalah : 1. Simple Loops Sintaks simple loop adalah : LOOP Urutan_perintah 15

17 END LOOP Untuk menghentikan proses loop dipergunakan perintah EXIT dengan sintaks : EXIT [When kondisi]; Berikut ini contoh penggunaan LOOP : DECLARE i NUMBER := 1; LOOP INSERT INTO T1 VALUES(i,i); i := i+1; EXIT WHEN i>100; END LOOP; 2. While Loops Sintaks dari While Loop adalah : WHILE kondisi LOOP urutan_perintah END LOOP; Jika kondisi bernilai TRUE, urutan_perintah akan terus dieksekusi. Dalam loop ini perintah EXIT dapat digunakan jika dibutuhkan. Berikut ini contoh penggunaan while loop. DECLARE i NUMBER := 1; vhitung number; WHILE i <= 20 LOOP vhitung := i ** 2; INSERT INTO T1 VALUES(i, vhitung); vhitung := 0; i := i+1; END LOOP; 3. Numeric FOR Loops Sintaks dari Numeric FOR Loops adalah : 16

18 FOR penghitung IN [REVERSE] batas_bawah..batas_atas LOOP urutan_perintah; END LOOP; Berikut ini contoh dari Numeric FOR Loops : Declare vhit number; FOR vhitung IN LOOP vhit := vhitung ** 3; Insert into t1 values (vhitung, vhit); END LOOP; Menangani ERROR Penanganan error dalam PLSQL lebih mudah dengan adanya bagian EXCEPTION dalam blok PLSQL. Tidak seperti pemrograman dalam bahasa pemrograman lain seperti C yang harus menangkap error dengan mempergunakan perintah if. EXCEPTION dibagi dalam dua jenis yaitu : 1. Predefined Exception Merupakan kondisi exception yang telah didefinisikan dalam oracle, diantaranya adalah : NO_DATA_FOUND, DUP_VAL_ON_INDEX, TOO_MANY_ROWS, INVALID_NUMBER, ZERO_DEVIDE dan PROGRAM_ERROR. Berikut ini contoh predefined exception. set serveroutput on size DECLARE vnim varchar2(5) := 12345; vnama mahasiswa.nama%type; vkomen char(25); select nama into vnama from mahasiswa where nim=vnim; exception when no_data_found then vkomen := 'Data tidak ada'; dbms_output.put_line(vkomen); 17

19 2. User-Defined Exception User-Defined Exception merupakan penanganan error yang didefinisikan oleh programmer dalam suatu script. Variabel exception dideklarasikan dan kemudian dalam program yang dapat dieksekusi, kondisi exception ditangkap dengan mempergunakan perintah if dan menyerahkannya ke variabel exception dengan perintah RAISE. Berikut ini contoh user-defined exception. set serveroutput on size DECLARE vnama matakuliah.nm_mtk%type; vsks matakuliah.sks%type; e_jml_sks exception; vkomentar char(25); select nm_mtk, sks into vnama, vsks from matakuliah where kdmtk = 'mt01'; if vsks < 4 then RAISE e_jml_sks; end if; EXCEPTION when e_jml_sks then vkomentar := 'Bobot SKS dibawah 4'; dbms_output.put_line(vkomentar); end; CATATAN : Untuk tugas mingguan akan diberikan pada saat praktikum. 18

20 MODUL V PROCEDURE, FUNCTION DAN TRIGGER Procedure, function dan Trigger termasuk named PLSQL block. Artinya blok PLSQL ini memiliki nama. Seperti layaknya Procedure dan Function pada bahasa pemrograman yang sudah dipelajari (Visual basic, Delphi, Bahasa C dan lainnya). Procedure Procedure merupakan blok yang memiliki nama. Pemanggilan procedure dilakukan melalui blok PLSQL lain. Penggunaan procedure merupakan fasilitas yang paling sering digunakan dalam membuat kontrol program di database Oracle. Procedure memiliki struktur yang mudah dipahami, terletak dalam database, dan mudah dipanggil untuk dieksekusi. Seperti dalam PLSQL yang telah dipelajari pada nagian lalu, hanya saja untuk bagian DECLARE diganti dengan CREATE PROCEDURE. Cobalah prosedur berikut ini. CREATE OR REPLACE PROCEDURE Tambah_Mahasiswa( vnim mahasiswa.nim%type, vnama mahasiswa.nama%type, valamat mahasiswa.alamat%type) as INSERT INTO mahasiswa (nim, nama, alamat) VALUES(vnim, vnama,valamat); END Tambah_Mahasiswa; Procedure diatas berfungsi untuk menambah data pada tabel mahasiswa. Nama prosedur adalah Tambah_Mahasiswa. Untuk penambahan data dapat dilakukan dengan mempergunakan pemanggilan procedure diikuti parameter. Sehingga tidak mempergunakan perintah Insert into. Penambahan data dengan mempergunakan procedure tersebut dapat dilakukan dengan perintah berikut : Tambah_Mahasiswa('11','Banu','Sleman'); 19

21 Perintah tersebut akan memanggil procedure Tambah_Mahasiswa dengan membawa parameter 11, Banu, Sleman. Penambahan data mahasiswa dilakukan dengan perintah Insert into. yang terdapat pada procedure Tambah_Mahasiswa. Berikut ini script procedure yang agak berbeda dengan script diatas, dimana salah satu variabel yang dimasukkan diproses terlebih dahulu (variabel b). CREATE OR REPLACE PROCEDURE AddT1 (a NUMBER, b OUT NUMBER) AS b := a * 4; INSERT INTO T1 VALUES(a, b); Jalankan script tersebut (procedure AddT1) dan cek dengan script berikut : DECLARE v number; addt1(10,v); Script diatas menambahkan data kedalam tabel T1 dengan nilai field pertama 10 dan nilai field kedua (v) dari hasil perhitungan dalam procedure. FUNCTION Function merupakan PLSQL blok yang mirip dengan procedure. Perbedaannya adalah function mengembalikan suatu nilai dan dipanggil melalui suatu ekspresi. Untuk membuat function, diawali dengan CREATE OR REPLACE FUNCTION. Sama seperti membuat procedure, kalimat OR REPLACE digunakan untuk menimpa function yang sudah ada jika namanya sama. Berikut ini contoh function. CREATE OR REPLACE FUNCTION HitSks(vnim krs.nim%type) RETURN matakuliah.sks%type is vsks matakuliah.sks%type; Begin select count(sks) into vsks from krs, matakuliah where krs.nim = vnim and krs.kdmtk=matakuliah.kdmtk; 20

22 RETURN vsks; END HitSks; Dari prompt SQL *PLUS eksekusi script function diatas. Fungsi HitSks dapat dipergunakan dengan pemanggilan fungsi dengan perintah berikut ini pada prompt SQL *PLUS : SQL> select nama, hitsks(nim) from mahasiswa where hitsks(nim)>2; Pemanggilan fungsi dapat dilakukan di dalam suatu blok procedure. Semua nilai yang dikembalikan oleh function tersebut dapat dipergunakan untuk input suatu proses dalam suatu ekspresi didalam procedure. Justru kenyataanya, function banyak dipergunakan didalam blok procedure. TRIGGER Trigger merupakan PLSQL blok yang mirip dengan procedure. Jika procedure dijalankan secara eksplisit lewat pemanggilan procedure, trigger dijalankan secara implisit lewat pemicu. Pemicu yang dimaksud adalah Data Manipulation Language (DML) yang terdiri atas perintah INSERT, UPDATE atau DELETE dari suatu tabel database. Trigger bermanfaat untuk : Mengatur integrity constraint yang kompleks yang tidak mungkin ditangani oleh sintaks-sintaks pembuatan tabel. Audit database dengan cara memasukkan informasi perubahan dan siapa yang mengubah saat ada user yang mengubah data. Secara otomatis memberi sinyal program lain untuk melakukan sesuatu jika isi tabel diubah. Trigger dapat didefinisikan untuk operasi INSERT, UPDATE dan DELETE. Trigger ini dapat dipicu sebelum (BEFORE) atau sesudah (AFTER) operasi berjalan. Trigger juga berlaku untuk tingkat baris (FOR EACH ROW) yang berlaku untuk setiap baris tabel saat dimanipulasi, atau tingkat seluruh tabel yang dijalankan untuk seluruh tabel saat trigger itu dijalankan. 21

23 Buatlah tabel dengan nama tlog dengan field user varchar(25), tanggal varchar(30), komentar varchar(35). Ketikkan script trigger berikut ini dan jalankan di prompt SQL *PLUS. CREATE OR REPLACE TRIGGER TRIGUBAH BEFORE DELETE OR INSERT OR UPDATE ON MAHASISWA insert into tlog values (user, to_char(sysdate, 'Month DY, DD, HH24:MI'),'Tabel telah diubah'); Trigger tersebut bernama TRIGUBAH, yang berguna untuk melakukan dokumentasi jika tabel mahasiswa diubah. Identitas perubah disimpan dalam field user, tanggal perubahan dan komentar. Ubah script trigger diatas menjadi script trigger berikut ini : CREATE OR REPLACE TRIGGER TRIGUBAH BEFORE DELETE OR INSERT OR UPDATE ON MAHASISWA If deleting then insert into tlog values (user, to_char(sysdate, 'Month DY, DD, HH24:MI'),'Data pada tabel dihapus'); elsif inserting then insert into tlog values (user, to_char(sysdate, 'Month DY, DD, HH24:MI'),'Data pada tabel ditambah'); elsif updating then insert into tlog values (user, to_char(sysdate, 'Month DY, DD, HH24:MI'),'Data pada tabel diubah'); end if; Jalankan script trigger tersebut dan cobalah untuk menambah, mengupdate dan menghapus data pada tabel mahasiswa. Lihat isi tabel tlog. Tambahkan komentar anda pada laporan tugas mingguan. CATATAN : Untuk tugas mingguan akan diberikan pada saat praktikum. 22

MODUL II. Instalasi OracleXE Dan SQL

MODUL II. Instalasi OracleXE Dan SQL MODUL II Instalasi OracleXE Dan SQL I. Tujuan 1. Dapat menginstalasi aplikasi Oracle XE 2. Dapat mengeset user baru pada aplikasi Oracle XE 3. Dapat mengubah password username hr dan mengaktifkannya 4.

Lebih terperinci

Mahasiswa mengetahui & memahami mengenai DML, DCL di SQL. (Isi_Field_1, Isi_Field_2,, Isi_Field_N) ;

Mahasiswa mengetahui & memahami mengenai DML, DCL di SQL. (Isi_Field_1, Isi_Field_2,, Isi_Field_N) ; P - 4 Bab 3 : SQL 3.1 Tujuan Mahasiswa mengetahui & memahami mengenai DML, DCL di SQL. 3.2 Materi 1. Data Modeling Language (DML) 2. Operator 3. Fungsi Agregat 4. Ekspresi Query 5. Fungsi dan Ekspresi

Lebih terperinci

MODUL I PENGENALAN MYSQL

MODUL I PENGENALAN MYSQL MODUL I PENGENALAN MYSQL A. TUJUAN Mengenal DBMS MySQL dan penggunaannya untuk pengelolaan basis data. Mampu memanfaatkan command-line (client) MySQL. Memahami operasi-operasi DDL dan DML di MySQL B. PETUNJUK

Lebih terperinci

MySQL J A M K E T I G A

MySQL J A M K E T I G A J A M K E T I G A MySQL l Apa itu MySQL? l Membuat User Baru l Membuat Database l Tipe Data MySQL l Membuat Tabel l Structured Query Language l Latihan Jam Ketiga l Soal Jam Ketiga Jam Ketiga Apa itu MySQL?

Lebih terperinci

Contoh SQL Constraint

Contoh SQL Constraint Contoh SQL Constraint Anda dapat menggunakan constraint untuk membatasi tipe data yang disimpan ke dalam tabel. Constraint dapat digunakan pada saat pertama kali membuat table dengan statement CREATE TABLE

Lebih terperinci

Eksekusi file setup.exe yang ada dalam CD atau folder instalasi oracle.

Eksekusi file setup.exe yang ada dalam CD atau folder instalasi oracle. 1 2 3 Eksekusi file setup.exe yang ada dalam CD atau folder instalasi oracle. 4 Isilah konfigurasi instalasi yang akan dibuat. Oracle Home Location : biasanya terisi otomatis dgn drive yang paling banyak

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS BASIS DATA I

LAPORAN TUGAS BASIS DATA I LAPORAN TUGAS BASIS DATA I Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Basis Data I yang dibimbing oleh Bapak Muhammad Zainal Arifin Oleh : KATYA LINDI CHANDRIKA 140535605307 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS

Lebih terperinci

Konsep Dasar. Relatsional dan RDBMS User dan Schema Database Membuat Tabel dan Mendefinisikan Constraint Input Data ke dalam Tabel

Konsep Dasar. Relatsional dan RDBMS User dan Schema Database Membuat Tabel dan Mendefinisikan Constraint Input Data ke dalam Tabel Konsep Dasar Relatsional dan RDBMS User dan Schema Database Membuat Tabel dan Mendefinisikan Constraint Input Data ke dalam Tabel Halaman 1 dari 12 Relasional Database dan RDBMS Sebelum membahas berbagai

Lebih terperinci

Modul Pembangunan Aplikasi Basis Data Lanjut 2014

Modul Pembangunan Aplikasi Basis Data Lanjut 2014 Authentication and Authorization on Oracle APEX 4.2 CUSTOM AUTHENTICATION 1. Buat sebuah tabel dengan nama tlogin, sebuah sequence dan sebuah trigger --create table CREATE TABLE tlogin( id NUMBER NOT NULL,

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data 2017 TE UM MODUL 8 TRIGGER A. TUJUAN

Praktikum Basis Data 2017 TE UM MODUL 8 TRIGGER A. TUJUAN A. TUJUAN MODUL 8 TRIGGER Memahami konsep dasar trigger di dalam basis data. Memahami implementasi trigger sebagai bentuk respon atas suatu kejadian. Mampu menyelesaikan kasus-kasus manipulasi data yang

Lebih terperinci

BAB VIII FUNGSI, PL/PGSQL dan TRIGER

BAB VIII FUNGSI, PL/PGSQL dan TRIGER BAB VIII FUNGSI, PL/PGSQL dan TRIGER 8.1 Bahasan dan Sasaran 8.1.1 Bahasan - Pada bab kali ini akan membahas tentang fungsi - Selain hal itu akan dibahas juga mengenai pl/pgsql dan triger 8.1.2 Sasaran

Lebih terperinci

PRAKTIKUM PL/SQL (Trigger) OLEH : WIRATMOKO YUWONO, ST

PRAKTIKUM PL/SQL (Trigger) OLEH : WIRATMOKO YUWONO, ST PRAKTIKUM PL/SQL (Trigger) OLEH : WIRATMOKO YUWONO, ST 1 PRAKTIKUM PL/SQL (Trigger) 1. Statement Trigger dan Row Trigger Syntax Statement trigger : CREATE [OR REPLACE] TRIGGER trigger_name timing event1

Lebih terperinci

Contoh SQL Constraint

Contoh SQL Constraint Contoh SQL Constraint Anda dapat menggunakan constraint untuk membatasi tipe data yang disimpan ke dalam tabel. Constraint dapat digunakan pada saat pertama kali membuat table dengan statement CREATE TABLE

Lebih terperinci

Pertemuan 12 Pengenalan Structured Query Language

Pertemuan 12 Pengenalan Structured Query Language Pertemuan 12 Pengenalan Structured Query Language Apa Itu SQL? Membuat, Menampilkan, Membuka dan Menghapus Database Membuat, Mengubah dan Menghapus Table Menambah Record dengan INSERT Mengedit Record dengan

Lebih terperinci

Praktikum TRIGGER. Tujuan :

Praktikum TRIGGER. Tujuan : Praktikum 6 TRIGGER Tujuan : 1. Mengetahui dan memahami trigger dalam Oracle 2. Mengerti manfaat dan batasan penggunaan trigger 3. Mampu mengimplementasikan trigger dalam Oracle Alat dan Bahan : 1. Buku

Lebih terperinci

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG M O D U L S Q L SISTEM BASIS DATA 2 Disusun oleh : Siti Yuliyanti, ST SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDONESIA TANJUNG PINANG Jl. Brigjen Katamso No.92 Km 2.5 Tanjungpinang Kepulauan Riau November 24, 2010 SQL

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN WEB Semester: 2 MYSQL 200 menit No.: Job: 12 Tgl: Hal.

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PEMROGRAMAN WEB Semester: 2 MYSQL 200 menit No.: Job: 12 Tgl: Hal. A. Kompetensi Mahasiswa diharapkan dapat memahami: 1. Pengertian databases, DBMS, MySQL 2. Apa Itu SQL? 3. Membuat, Menampilkan, Membuka dan Menghapus Database 4. Membuat, Mengubah dan Menghapus Table

Lebih terperinci

Pengenalan Structured Query Language

Pengenalan Structured Query Language Pengenalan Structured Query Language Apa Itu SQL? SQL merupakan singkatan dari Structured Query Language. SQL atau juga sering disebut sebagai query merupakan suatu bahasa (language) yang digunakan untuk

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data 2017 TE UM

Praktikum Basis Data 2017 TE UM MODUL 3 SQL A. TUJUAN - Memahami SQL, komponen-komponen, dan penggunaannya. - Mengenal operasi-operasi DML menggunakan phpmyadmin. - Mampu melakukan operasi-operasi retrieve yang spesifik - Mampu penguraikan

Lebih terperinci

Apakah SQL? Membuat basis data dan struktur tabel Input, update, dan delete data dari tabel Membuat query sederhana dan kompleks SQL

Apakah SQL? Membuat basis data dan struktur tabel Input, update, dan delete data dari tabel Membuat query sederhana dan kompleks SQL SQL Basis Data 1 Apakah SQL? SQl singkatan dari Structured Query Language yang merupakan bahasa komputer standar ANSI (American National Standards Institute). Dengan SQL kita dapat Membuat basis data dan

Lebih terperinci

MySQL Databases. Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP. Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom

MySQL Databases. Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP. Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom MySQL Databases Dasar-dasar MySQL dan Implementasi MySQL kedalam pemrograman PHP Jakarta, 16 April 2011 Oleh: M. Awaludin, S.Kom DDL (Data Definition Language) Definisi DDL Adalah merupakan sub bahasa

Lebih terperinci

INSTALASI ORACLE XE & ADMINISTRASI USER

INSTALASI ORACLE XE & ADMINISTRASI USER INSTALASI ORACLE XE & ADMINISTRASI USER 1. INSTALASI ORACLE XE Langkah langkah untuk menginstall Oracle XE adalah sebagai berikut: a. Proses penginstalan dapat segera dilakukan dengan melakukan double

Lebih terperinci

INTEGRITAS BASIS DATA. OLEH : Slamet Sn Wibowo Wicaksono

INTEGRITAS BASIS DATA. OLEH : Slamet Sn Wibowo Wicaksono INTEGRITAS BASIS DATA OLEH : Slamet Sn Wibowo Wicaksono Integrity Constraint (Batasan Integritas) Constraint (batasan) merupakan aturan yang diberikan pada suatu tabel agar data yang dimasukkan terjamin

Lebih terperinci

MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL)

MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) MODUL III STRUCTURED QUERY ANGUAGE (SQL) Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami instalasi MySQL di lingkungan Windows 3. Memahami dasar-dasar MySQL. Tugas Pendahuluan 1. Apa yang anda

Lebih terperinci

Pertemuan 10. Bahasa Query Terapan

Pertemuan 10. Bahasa Query Terapan Pertemuan 10 Bahasa Query Terapan Structured Query Language (SQL) SQL merupakan bahasa query terapan yang banyak digunakan oleh berbagai DBMS, diterapkan dalam berbagai development tools dan program aplikasi

Lebih terperinci

MODUL 4. Query SELECT dan DML (INSERT, UPDATE, DELETE) PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE

MODUL 4. Query SELECT dan DML (INSERT, UPDATE, DELETE) PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE MODUL 4 Query SELECT dan DML (INSERT, UPDATE, DELETE) PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE BAGIAN 1 QUERY SELECT Tujuan Pembelajaran : Mengetahui kemampuan dari

Lebih terperinci

1. Mengetahui dan mengerti CURSOR 2. Mampu mengimplementasikan CURSOR dalam pemrograman di Oracle

1. Mengetahui dan mengerti CURSOR 2. Mampu mengimplementasikan CURSOR dalam pemrograman di Oracle Praktikum 3 CURSOR Tujuan : 1. Mengetahui dan mengerti CURSOR 2. Mampu mengimplementasikan CURSOR dalam pemrograman di Oracle Alat dan Bahan : 1. Buku literatur mengenai PLSQL ORACLE, terutama yang menggunakan

Lebih terperinci

P - 7 Pembahasan UTS PSIK V

P - 7 Pembahasan UTS PSIK V P - 7 Pembahasan UTS PSIK V 1. Jelaskan mengenai Web Applications Architechture dengan ilustrasi gambar. Secara teknis database yang menyimpan hampir semua data dan data tersebut diolah oleh bahasa pemrograman

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 1 PENGENALAN MYSQL

LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 1 PENGENALAN MYSQL LAPORAN PRAKTIKUM MODUL 1 PENGENALAN MYSQL Diajukan Sebagai Tugas Mata Kuliah Basis Data Oleh: Maulidya Yulianingtyas 1431140013 POLITEKNIK NEGERI MALANG PROGRAM STUDI MANAJEMEN INFORMATIKA MALANG 2015

Lebih terperinci

Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database

Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database Data Manipulation Language (DML) & Data Control Language (DCL) pada Database Karunia Suci Lestari [email protected] :: http://ksucilestari97.wordpress.com Abstrak Setelah artikel sebelumnya membahas

Lebih terperinci

Jobsheet SQL Dasar : Hari Zulianto, ST [Year]

Jobsheet SQL Dasar : Hari Zulianto, ST [Year] JOB SHEET Nama SMK : SMK IPTEK Weru Sukoharjo Kompetensi Keahlian : Rekayasa Perangkat Lunak Mata Pelajaran / SK : SQL Dasar Guru Mapel : Hari Zulianto, ST Semester/Tahun : 3 / 2017 Dasar-Dasar SQL 1.

Lebih terperinci

TUGAS I PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA. Nama: Krisna Pandu Wibowo( )

TUGAS I PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA. Nama: Krisna Pandu Wibowo( ) TUGAS I PRAKTIKUM SISTEM BASIS DATA Nama: Krisna Pandu Wibowo(12131353) SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN ILMU KOMPUTER EL RAHMA YOGYAKARTA 2014 1. Buat database dan 1 tabel dengan objek yang ada

Lebih terperinci

Basis Data 2. Procedure dan Function Database. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

Basis Data 2. Procedure dan Function Database. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Basis Data 2 Procedure dan Function Database Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS Tujuan Dapat Memahami Pembuatan Procedure dan Function dalam Database: PL/SQL Procedure PL/SQL Function PL/SQL

Lebih terperinci

Modul 2. Database Menggunakan Primary Key, Unique, Auto Increment, Alter-Add dan Alter-Drop. Disusun oleh. Sri Siska Wirdaniyati JURUSAN STATISTIKA

Modul 2. Database Menggunakan Primary Key, Unique, Auto Increment, Alter-Add dan Alter-Drop. Disusun oleh. Sri Siska Wirdaniyati JURUSAN STATISTIKA Modul 2 Database Menggunakan Primary Key, Unique, Auto Increment, Alter-Add dan Alter-Drop Disusun oleh Sri Siska Wirdaniyati JURUSAN STATISTIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PERINTAH DASAR MySQL

PERINTAH DASAR MySQL PERINTAH DASAR MySQL Menjalankan MySQL Untuk menjalankan MySQL cukup dengan mengetikan mysql pada system prompt Bentuk umum perintah mysql database h host u user p password Dengan windows Menu Start All

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs.

Praktikum Basis Data. By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. Praktikum Basis Data By. Rita Wiryasaputra, ST., M. Cs. SQL: DDL (Data Definition Language) Create Database Create Table Create View Create Index Alter Database Alter Table Alter View Drop Database Drop

Lebih terperinci

BAHASA QUERY KOMERSIAL

BAHASA QUERY KOMERSIAL Pertemuan 10 BAHASA QUERY KOMERSIAL BAHASA QUERY KOMERSIAL STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL) SQL dipublikasikan oleh E.F. CODD (1970) mengenai model relational. Kemudian pada tahun 1974, D. Chamberlin dan

Lebih terperinci

Constraint dan Manajemen Data dalam Timezone Berbeda

Constraint dan Manajemen Data dalam Timezone Berbeda Constraint dan Manajemen Data dalam Timezone Berbeda Rosa Ariani Sukamto Email: [email protected] Blog: http://udinrosa.wordpress.com Website: http://www.gangsir.com Constraint Aturan pada basis

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL)

STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL) STRUCTURE QUERY LANGUAGE (SQL) Structure Query Language (SQL) adalah bahasa query standar yang digunakan untuk mengakses basis data relasional. SQL mempunyai kemampuan sebagai berikut : a. Query (memperoleh

Lebih terperinci

MODUL V DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 1

MODUL V DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 1 MODUL V DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML) 1 Tujuan : Praktikan dapat memahami dan mengisi tabel dalam database Praktikan dapat memahami dan memanipulasi data dalam database Tugas Pendahuluan Apa yang anda

Lebih terperinci

E-trik Ajax. Database MySQL. Dedi Alnas

E-trik Ajax. Database MySQL. Dedi Alnas E-trik Ajax Database MySQL Dedi Alnas Pengenalan MySQL Tutorial kali ini akan membahas cara pembuatan aplikasi web yang dapat dihubungkan dengan MySQL. Pada paket instalasi Xampp terdapat MySQL dan phpmyadmin.

Lebih terperinci

Pertemuan VI F U N C T I O N

Pertemuan VI F U N C T I O N Pertemuan VI F U N C T I O N TUJUAN : 1. Mahasiswa mampu untuk menjelaskan penggunaan fungsi. 2. Mahasiswa mampu untuk membuat store of function 3. Mahasiswa mampu untuk menginvoke sebuah fungsi 4. Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB II PEMBUATAN DAN MANAJEMEN TABLE

BAB II PEMBUATAN DAN MANAJEMEN TABLE BAB II PEMBUATAN DAN MANAJEMEN TABLE 2.1 Bahasan dan Sasaran 2.1.1 Bahasan - pembuatan tabel - pengelolaan tabel 2.1.1 Sasaran 1. Mahasiswa memahami cara pembuatan maupun penghapusan tabel. 2. Mahasiswa

Lebih terperinci

MODUL II SQL A. TUJUAN

MODUL II SQL A. TUJUAN MODUL II SQL A. TUJUAN Memahami SQL, komponen-komponen, dan kegunaannya Mengenal operasi-operasi DDL dan DML Mampu melakukan operasi-operasi retrieve yang spesifik Mampu menguraikan dan mentranslasikan

Lebih terperinci

Sistem Basis Data Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng

Sistem Basis Data Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Sistem Basis Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng SQL Introduction Setelah Membuat ERD dan Model Relasional, what s next? Bagaimana cara membangun entitas dan relationship tersebut agar dapat digunakan? Bagaimana

Lebih terperinci

Pertemuan III Oleh: Ilham Rais Arvianto, M.Pd

Pertemuan III Oleh: Ilham Rais Arvianto, M.Pd Bahasa Basis Data Pertemuan III Oleh: Ilham Rais Arvianto, M.Pd Bahasa Basis Data Data Definition Language (DDL) Pembuatan BD baru (create database) PenghapusanBD (drop database) Pembuatan tabel kedalam

Lebih terperinci

Modul 6 Function dan Trigger

Modul 6 Function dan Trigger Modul 6 Function dan Trigger 1.1 Tujuan a. Mahasiswa dapat mengenal Sintak SQL Lanjut b. Mahasiswa dapat mengoperasikan Sintak SQL Lanjut 1.2 Materi a. SQL b. Tabel 1.3 Alat dan Bahan a. sqlyog b. XAMPP

Lebih terperinci

MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA

MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA MODUL PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR 1 STANDAR KOMPETENSI: MENERAPKAN BAHASA PEMPROGRAMAN SQL TINGKAT DASAR SMK NEGERI 1 MAJALENGKA PENGANTAR SQL TINGKAT DASAR Basisdata atau database adalah kumpulan dari

Lebih terperinci

Manajemen Data dengan Database MySQL Supriyono, M.Kom

Manajemen Data dengan Database MySQL Supriyono, M.Kom Manajemen Data dengan Database MySQL Supriyono, M.Kom 05/03/2015 By : Supriyono, M.Kom 1 Pendahuluan MYSQL adalah aplikasi database yang berbasis client server. Aplikasi service berjalan tanpa menampilkan

Lebih terperinci

Mudafiq Riyan Pratama

Mudafiq Riyan Pratama Trigger Pada Oracle 10g Mudafiq Riyan Pratama [email protected] http://dhafiq-san.blogspot.com/ Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE DDL & DML

STRUCTURE QUERY LANGUAGE DDL & DML STRUCTURE QUERY LANGUAGE DDL & DML OUTLINE Data Definiton Language (DDL) Data Manipulation Language (DML) Data Control Language (DCL) Proses Pembangunan Database Perintah SQL DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

Lebih terperinci

Agenda SQL. Pemakai SQL. Kemampuan SQL 02/12/2010 STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) Structured Query Language (SQL) (Pert. 9)

Agenda SQL. Pemakai SQL. Kemampuan SQL 02/12/2010 STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) Structured Query Language (SQL) (Pert. 9) Agenda Structured Query Language (SQL) (Pert. 9) Oleh : Umi Laili Yuhana, S.Kom, M.Sc. Sarwosri, S.Kom, M.T. Dr. Ir. Siti Rochimah Pengantar SQL DDL 1 2 SQL Singkatan dari Structured Query Language, dalam

Lebih terperinci

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2

PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PENGANTAR TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI MANAGEMENT 2 PERTEMUAN 5 & 6 STRUCTURE QUERY LANGUAGE STRUCTURE QUERY LANGUAGE SQL adalah bahasa query baku untuk DBMS. SQL diambil sebagai bakuan sejak tahun 1992.

Lebih terperinci

TRIGGER TRIGGER 5/29/2017 HANI IRMAYANTI, S.KOM

TRIGGER TRIGGER 5/29/2017 HANI IRMAYANTI, S.KOM TRIGGER HANI IRMAYANTI, S.KOM TRIGGER Trigger adalah object di dalam database yang berasosiasi dengan suatu table. Trigger akan diaktivasi ketika table tersebut dikenai event tertentu. Event yang dimaksud

Lebih terperinci

Pemrograman Web Lanjut 2017

Pemrograman Web Lanjut 2017 Praktikum 7 Basis data (database) dapat dikatakan sebagai sekumpulan data yang disimpan, saling berhubungan, dan diorganisasi secara bersama. Perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengolah basis data

Lebih terperinci

SQL DASAR BASIS DATA. Rajif Agung Yunmar, S.Kom., M.Cs.

SQL DASAR BASIS DATA. Rajif Agung Yunmar, S.Kom., M.Cs. SQL DASAR BASIS DATA Rajif Agung Yunmar, S.Kom., M.Cs. PRETEST Sebutkan apa yang disebut dengan SQL? Jelaskan! Apakah yang disebut sebagai batasan integritas (integrity constraint)? Sebutkan jenis-jenis

Lebih terperinci

Basis Data Spasial Modul 2

Basis Data Spasial Modul 2 Basis Data Spasial Modul 2 Modul 2 Arsitektur DBMS Tabel Data Manipulation Language (DML) Data Definition Language (DDL) LATIHAN Data Base Management System (DBMS) Perangkat lunak (software) untuk mengelola

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN

RENCANA PEMBELAJARAN FRM/KUL/01/ Written by Checked by Approved by valid date Leon Andretti Abdillah, S.Kom.,MM Merry Agustina, M.M.,M.Kom M.Izman Herdiansyah, ST., MM., Ph.D Mata Kuliah : Praktikum Basis Data Semester :1

Lebih terperinci

MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML

MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML MODUL 1 Pengenalan MySQL, DDL, DML PENGENALAN MYSQL MySQL merupakan salah satu DBMS yang bersifat freeware, sehingga menjadi popular dikalangan pengguna database. Selain karena Free MySQL juga merupakan

Lebih terperinci

SISTEM BASIS DATA Pertemuan 11 Structure Query Language DDL - DML

SISTEM BASIS DATA Pertemuan 11 Structure Query Language DDL - DML SISTEM BASIS DATA Pertemuan 11 Structure Query Language DDL - DML TUJUAN Agar Mahasiswa dapat membuat tabel dengan menggunakan sintax SQL Agar Mahasiswa dapat mengisi tabel dengan menggunakan sintax SQL

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA

IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA IMPLEMENTASI TRIGGER, STORED PROCEDURE, FUNCTION DAN VIEW PADA MYSQL DALAM PERANCANGAN SYSTEM INVENTORY CAFFE BOULEVARD JAYAPURA DOSEN MATAKULIAH SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA Dr. KHAMAMI HERUSUSANTO DISUSUN

Lebih terperinci

Untuk menjalankan Mysql secara konpensional jalankan Mysql.exe pada direktori Mysql\Bin. Akan tampak tampilan sebagai berikut:

Untuk menjalankan Mysql secara konpensional jalankan Mysql.exe pada direktori Mysql\Bin. Akan tampak tampilan sebagai berikut: By I Wayan Simpen Dasar-Dasar MySql Untuk menjalankan Mysql secara konpensional jalankan Mysql.exe pada direktori Mysql\Bin. Akan tampak tampilan sebagai berikut: SQL (Structured Query Language) Semua

Lebih terperinci

Pengenalan Database Management System MySQL. Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL

Pengenalan Database Management System MySQL. Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL Pengenalan Database Management System MySQL Pokok Bahasan: Pengenalan DataBase Pembangunan database berbasis Client-Server Dasar-Dasar MySQL 2 Jelaskan perbedaan antara data dengan informasi 3 Data vs.

Lebih terperinci

MODUL 1. Pembuatan tabel, pendefinisian constraint, export dan import PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE

MODUL 1. Pembuatan tabel, pendefinisian constraint, export dan import PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE MODUL 1 Pembuatan tabel, pendefinisian constraint, export dan import PRAKTIKUM BASIS DATA LANJUT TEKNIK PERANGKAT LUNAK UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE BAGIAN 1 PEMBUATAN TABEL Tujuan Pembelajaran : Memahami

Lebih terperinci

Untuk mengakses MySQL dengan mode text dari Console (Command Prompt = Microsoft Windows), dapat dilakukan dengan cara : 1.

Untuk mengakses MySQL dengan mode text dari Console (Command Prompt = Microsoft Windows), dapat dilakukan dengan cara : 1. P - 3 Bab 2 : SQL 3.1 Tujuan Mahasiswa mengetahui & memahami mengenai aplikasi server MySQL, akses terhadap MySQL, Client MySQL, tipe data dan operasi DDL pada SQL. 3.2 Materi 1. Aplikasi Server MySQL

Lebih terperinci

S Q L STRUCTURED QUERY LANGUAGE DEFINITION MANIPULATION C O N T R O L D M L SELECT INSERT UPDATE DELETE

S Q L STRUCTURED QUERY LANGUAGE DEFINITION MANIPULATION C O N T R O L D M L SELECT INSERT UPDATE DELETE STRUCTURED QUERY LANGUAGE (SQL) merupakan komponen bahasa relational database system. SQL merupakan bahasa baku (ANSI/SQL), non procedural, dan berorientasi himpunan (set-oriented language). SQL dapat

Lebih terperinci

DATABASE - MySQL. Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc.

DATABASE - MySQL. Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc. DATABASE - MySQL Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc. Objectives Tujuan: Memahami perintah-perintah dasar DDL dan DML Contents Database DBMS Relational model SQL MySQL MySQL yang support ke relational model

Lebih terperinci

Obyek pada Oracle. Manajemen Obyek Basis Data dan Dictionary View. Obyek pada Oracle adalah segala hal yang bisa dibuat di Oracle, seperti:

Obyek pada Oracle. Manajemen Obyek Basis Data dan Dictionary View. Obyek pada Oracle adalah segala hal yang bisa dibuat di Oracle, seperti: Manajemen Obyek Basis Data dan Dictionary View Rosa Ariani Sukamto Email: [email protected] Blog: http://udinrosa.wordpress.com Website: http://www.gangsir.com Obyek pada Oracle Obyek pada Oracle

Lebih terperinci

Tutorial Database Oracle Chapter2 Pembuatan User dan Kontrol Hak Akses

Tutorial Database Oracle Chapter2 Pembuatan User dan Kontrol Hak Akses Tutorial Database Oracle Chapter2 Pembuatan User dan Kontrol Hak Akses Oleh: Ardie Jocong Pada Tutorial kedua ini saya akan menjelaskan Bagaimana Membuat Schema atau User di SQL Plus.. ini dia langkah

Lebih terperinci

MODUL VII DATABASE DAN MICROSOFT SQL SERVER 2000

MODUL VII DATABASE DAN MICROSOFT SQL SERVER 2000 MODUL VII DATABASE DAN MICROSOFT SQL SERVER 2000 1. Database Database atau basis data adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer dan dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan

Lebih terperinci

PRAKTIKUM SISTEM BASISDATA

PRAKTIKUM SISTEM BASISDATA PRAKTIKUM SISTEM BASISDATA Disusun Oleh : Hanung Riyadi (12131264) SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN DAN ILMU KOMPUTER (STMIK) EL RAHMA 2014 NAMA : HANUNG RIYADI NIM : 12131264 PRAKTIKUM SISTEM : PBSD KELAS : MALAM

Lebih terperinci

MODUL 5 INTERNET PROGRAMMING : MySQL

MODUL 5 INTERNET PROGRAMMING : MySQL MODUL 5 INTERNET PROGRAMMING : MySQL A. Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami dasar-dasar MySQL. 3. Memahami relasi di MySQL B. Dasar Teori PENGENALAN DATABASE Basis Data: Himpunan kelompok

Lebih terperinci

Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data

Pengertian Query. Query adalah perintah-perintah untuk mengakses data pada sistem basis data Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan proses belajar mengenai Pengenalan SQL, mahasiswa dapat mendefinisikan dan memanipulasi sistem basis data menggunakan bahasa SQL dengan tepat Tujuan Pembelajaran

Lebih terperinci

1. Memulai pengelolaan database Menampilkan daftar database Sintaks : show databases;

1. Memulai pengelolaan database Menampilkan daftar database Sintaks : show databases; A. 1. Memulai pengelolaan database Menampilkan daftar database Sintaks : show databases; 2. Memilih dan membuka database Sintaks : use [nama_database]; Contoh : use pelatihan; 3. Mengelola Database Membuat

Lebih terperinci

Database Systems: Lab. Actvity 1: Database Design. Merancang Database. Merancang Database. Tipe Tabel MySQL.

Database Systems: Lab. Actvity 1: Database Design. Merancang Database. Merancang Database. Tipe Tabel MySQL. 1 Database Systems: Tipe Tabel MySQL Tipe Filed/Kolom/Atribut My SQL Tipe Operator Aturan Dasar-dasar MySQL Tipe Perintah SQL Data Definition Languange Data Manipulation Languange Data Control Languange

Lebih terperinci

JURNAL PRAKTIKUM (LAB. ACTIVITY) PENGOLAHAN BASIS DATA DT022

JURNAL PRAKTIKUM (LAB. ACTIVITY) PENGOLAHAN BASIS DATA DT022 JURNAL PRAKTIKUM (LAB. ACTIVITY) PENGOLAHAN BASIS DATA DT022 MATERI 1 Data Definition Languages (DDL) Dosen : Ikmah, M.Kom D3 TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER STMIK

Lebih terperinci

By Mrs Imana Malia Kondou, S.T. missimanakondou.wordpress.com

By Mrs Imana Malia Kondou, S.T. missimanakondou.wordpress.com Pengantar SQL By Mrs Imana Malia Kondou, S.T. 1 Tujuan Mahasiswa memahami konsep dasar SQL 2 Pokok k Bahasan Statemen Macam-macam macam perintah SQL DDL DML 3 Mengapa SQL? SQL mrpk very-high-level language.

Lebih terperinci

Modul Praktikum Sistem Basis Data S1-TI

Modul Praktikum Sistem Basis Data S1-TI 1 MODUL 1 PENGENALAN SQL Tujuan Mengetahui konsep Bahasa SQL Mampu mengoperasikan dasar-dasar perintah SQL Server Mampu mendefinsikan obyek-obyek basis data dalam SQL Server Teori singkat SQL (Structured

Lebih terperinci

Modul 3. Oleh : Mohammad Sholikin. 1

Modul 3. Oleh : Mohammad Sholikin.  1 Modul 3 Oleh : Mohammad Sholikin http://sholikins.wordpress.com 1 SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara

Lebih terperinci

Dasar-dasar SQL Cosmas Haryawan Hal : 1/9 DASAR DASAR SQL (Structured Query Language) SQL adalah bahasa standar dalam basis data yang digunakan untuk melakukan manipulasi data. Standardisasi bahasa ini

Lebih terperinci

Statement DDL Create database drop database Create table drop table alter table

Statement DDL Create database drop database Create table drop table alter table SQL - Data Definition Language (DDL) Statement DDL adalah perintah-perintah yang digunakan untuk menjelaskan objek dari database. Dengan kata lain DDL digunakan untuk mendefinisikan kerangka database.

Lebih terperinci

Bab 5. Database Trigger POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 5.1. PENDAHULUAN

Bab 5. Database Trigger POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 5.1. PENDAHULUAN Bab 5 Database Trigger POKOK BAHASAN: Pembuatan dan Penggunaan Trigger Statement trigger Row Trigger Menggunakan Old dan New Qualifiers Klausa WHEN pada trigger Perintah-perintah umum pada Trigger TUJUAN

Lebih terperinci

Konsep Sistem Informasi B. BAB 2 - SQL Overview

Konsep Sistem Informasi B. BAB 2 - SQL Overview Konsep Sistem Informasi B BAB 2 - SQL Overview Summary Definisi SQL Komponen-Komponen SQL Latihan What is? Introduction SQL Structured Query Language adalah sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data (Database Server MySQL) Bekerja Dengan Tabel

Praktikum Basis Data (Database Server MySQL) Bekerja Dengan Tabel Bekerja Dengan Tabel 1 Oleh : Andri Heryandi, S.T., M.T., Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Table Digunakan untuk menyimpan data. Terdiri dari kolom dan baris. Setiap kolom mendefinisikan

Lebih terperinci

Basis Data. Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan

Basis Data. Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Basis Data Bagian IV SQL (3) Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan Deletion Yang dapat dihapus (delete) hanyalah tuple bukan nilai ada suatu atribut tertentu. Dalam SQL, deletion

Lebih terperinci

MySQL. Setelah Anda melakukan tahapan-tahapan di atas Anda akan dapatkan screen seperti ini

MySQL. Setelah Anda melakukan tahapan-tahapan di atas Anda akan dapatkan screen seperti ini MySQL 1. Mengenal MySQL MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal. MySQL termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management System), itulah sebabnya istilah seperti table, baris,

Lebih terperinci

KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS

KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS KURSUS ONLINE JASA WEBMASTERS SQL Pengenalan Database, SQL, MySQL dan XAMPP JASA WEBMASTERS Jl. Ringin Raya No 124A Condong Catur, Sleman, Yogyakarta Database Database secara singkat dapat diartikan sebagai

Lebih terperinci

Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel

Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel Sistem Basis Data 1 Apa yang akan dibahas? Pengertian SQL Penggolongan Statement SQL Aturan Gramatika SQL Struktur Dasar SQL Query Satu (1) Tabel 2 SQL SQL (Structured Query Language) Bahasa standar yang

Lebih terperinci

Syntax Syntax SQL. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut : 1. DDL (Definition Data Language) a. CREATE

Syntax Syntax SQL. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat sebagai berikut : 1. DDL (Definition Data Language) a. CREATE Syntax Syntax SQL Syntaks SQL terdiri dari DDL (Definition Data Language) dan DML (Data Manipulation Language). DDL merupakan bahasa yang mendefinisikan atau menjelaskan tentang data yang digunakan. Sedangkan

Lebih terperinci

MODUL 6 JDBC (JAVA DATABASE CONNECTIVITY)

MODUL 6 JDBC (JAVA DATABASE CONNECTIVITY) MODUL 6 JDBC (JAVA DATABASE CONNECTIVITY) TUJUAN PRAKTIKUM 1. Praktikan mengetahui definisi JDBC dan langkah-langkah standar koneksi database dengan JDBC 2. Praktikan mampu menganalisis suatu kasus dan

Lebih terperinci

Stored Procedure. M. Saefudin SKom, MMSI

Stored Procedure. M. Saefudin SKom, MMSI Stored Procedure M. Saefudin SKom, MMSI Kompetensi Dasar: 1. Memahami tujuan stored procedure 2. Memahami penerapan stored procedure Indikator: 1. Mampu menjelaskan manfaat dari stored procedure 2. Memahami

Lebih terperinci

Sejarah(1) Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Definisi SQL

Sejarah(1) Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Definisi SQL Sejarah(2) STRUCTURE QUERY LANGUANGE (1) Tahun 1987, American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO) membuat standar untuk SQL Tahun 1992, dibentuk versi baru

Lebih terperinci

Praktikum Basis Data 14 Structure Query Language 2

Praktikum Basis Data 14 Structure Query Language 2 Praktikum Basis Data 14 Structure Query Language 2 Pokok Bahasan : - DDL create table - DDL alter table - DDL drop table - DML insert - DML update - DML delete Tujuan : - Mahasiswa dapat menerapkan perintah

Lebih terperinci

STRUCTURE QUERY LANGUAGE

STRUCTURE QUERY LANGUAGE STRUCTURE QUERY LANGUAGE Structure Query Language (SQL) merupakan komponen bahasa relational database system. SQL merupakan bahasa baku (ANSI/SQL), non procedural, dan berorientasi himpunan (set-oriented

Lebih terperinci

BERMAIN DATA DENGAN SQL SERVER

BERMAIN DATA DENGAN SQL SERVER BERMAIN DATA DENGAN SQL SERVER BERKENALAN DENGAN SQL SERVER DBMS merupakan suatu sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna komputer untuk membuat, memelihara, mengontrol, serta mengakses data pada

Lebih terperinci

SQL. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

SQL. Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom SQL Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom Show Berfungsi untuk melihat list/daftar dari database atau tabel yang sudah dibuat Untuk melihat daftar database yang sudah dibuat SHOW databases; Untuk melihat

Lebih terperinci

5. Database MySQL. Apa Database MySQL Itu? Hirarki Dalam Database. Table

5. Database MySQL. Apa Database MySQL Itu? Hirarki Dalam Database. Table 5. Database MySQL Apa Database MySQL Itu? Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dalam tabel dan diatur atau diorganisasikan sehingga data tersebut bisa diambil atau dicari

Lebih terperinci

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

Pemrograman Basis Data Berbasis Web Pemrograman Basis Data Berbasis Web Pertemuan Ke-10 (Server Basisdata MySQL dan Koneksi PHP ke Basisdata MySQL) Noor Ifada S1 Teknik Informatika - Unijoyo 1 Sub Pokok Bahasan MySQL? Tipe data field Operator

Lebih terperinci

Pertemuan VII TRIGGERS

Pertemuan VII TRIGGERS Pertemuan VII TRIGGERS TUJUAN 1. Mahasiswa mampu untuk menjelaskan tentang jenisjenis dari triggers. 2. Mahasiswa mampu untuk menjelaskan tentang database triggers dan penggunaannya. 3. Mahasiswa mampu

Lebih terperinci

MODUL 9 WEB PROGRAMMING : MySQL

MODUL 9 WEB PROGRAMMING : MySQL MODUL 9 WEB PROGRAMMING : MySQL Tujuan : 1. Memahami tentang sistem database 2. Memahami instalasi MySQL di lingkungan Windows 3. Memahami dasar-dasar MySQL. PENGENALAN DATABASE Basis Data: Himpunan kelompok

Lebih terperinci