Struktur Bumi/Lapisan Bumi
|
|
|
- Ade Hermanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 II. LITOSFER Struktur Bumi/Lapisan Bumi Dikarenakan bagian bumi sebelah dalam sulit untuk diketahui secara langsung sehingga banyak orang berusaha menganalisa lewat perbandingan pengukuran secara tidak langsung. Berdasarkan penelitian dengan bantuan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi telah disebutkan sebelumnya, para pakar penyusun suatu teori tentang kerangka bumi. Berdasarkan teori tersebut mereka membagi bumi menjadi 3 bagian besar, yaitu kerak bumi (crush), selimut bumi (mantle) dan inti bumi (core). Kerak Bumi (crush) Lapisan ini menempati bagian paling atas/permukaan bumi dengan tebal rata-rata antara 10 s.d 50 km. Tebal lapisan ini tidak sama di semua tempat. Secara garis besar tebalnya berkisar antara 20 s.d 50 km, namun ada di bawah dasar laut ketebalannya hanya mencapai 10 s.d 12 km. Jika dihubungkan dengan teori isostasi tampaknya teori ini masih relevan sekali untuk menjelaskan tentang susunan lapisan bumi. Wujud lapisan ini pada umumnya berupa materi-materi yang padat. Dalam kerak bumi ini masih terbagi lagi dalam sublapisan, yaitu lapisan yang bersifat granitis dan lapisan yang bersifat basaltik. Lapisan Granitis Lapisan granitis merupakan lapisan paling luar kerak bumi. Berdasar nama yang diberikan menunjukan bahwasanya susunan materi yang menyusunnya kebanyakan batuan granit. Lapisan ini menempati lapisan paling atas dengan ketebalan sekitar 10 s.d 15 km, dengan kecepatan gelombang primer mencapai 6,5 km/detik. Lapisan Basaltis Lapisan ini adalah lapisan setelah lapisan granitis. Berdasar nama maka dapat dikatakan bahwasanya lapisan ini tersusun materi basalt yang bersifat basa dengan densitas yang lebih besar. Dengan kedalaman sekitar 30 s.d 50 km. Kecepatan gelombang primer berkisar antara 6,5 km/detik di bagian atas dan di bagian bawah mencapai 8 km/detik.
2 Selimut Bumi (mantle) Lapisan ini terletak setelah kerak bumi, sesuai namanya maka lapisan ini bersifat sebagai pelindung dalam bumi. Lapisan ini menempati sebelah bawah kerak bumi. Pada umumnya dibagi atas 3 bagian, yaitu litosfer, astenosfer dan mesosfer. Litosfer Merupakan lapisan terluar dari selimut. Kata ini dari lithos yang berarti batuan dan fera yang berarti sekitar/sekeliling. Lapisan ini didominasi oleh batuan yang terdiri dari materimateri yang berwujud padat dengan ketebalan sekitar 50 s.d 100 km. Bersama dengan kerak bumi sering pula disebut dengan lempeng lithosfer yang mengapung di atas materi agak kental yaitu astenosfer. Pada kedalaman 60 s.d 200 km dari puncak lithosfer terdapat lapisan yang agak lain sifatnya dimana kecepatan gelombang lebih lambat, yang disebut dengan low velocity layer. Astenosfer Lapisan ini berada di bawah litosfer dengan wujud agak kental dengan ketebalan sekitar 100 s.d 400 km. Karena itu kecepatan gelombang pada waktu melewati lapisan ini agak menurun. Diduga batuan di sini lebih panas dari batuan biasa di sekitarnya hingga 1 s.d 10% lebur. Para pakar menduga bahwa lapisan ini adalah sebagai tempat formasi magma (magma induk) dan pada lapisan ini pula sintesa batuan dan mineral di atasnya dapat bergerak. Mungkin kondisi ini yang difikirkan oleh Pratt dan Airy pada saat mereka berteori tentang isostasi. Mesosfer Wujud padat dengan tebal 2400 s.d 2750 km terletak di bawah astenosfer. Kecepatan gelombang primer bertambah sekitar 8 km/detik, di lithosfer sampai sekitar 13 km/detik. Karena ini diduga bahwa materi penyusun lapisan ini jauh lebih berat, kemungkinan berupa mineral periodotit dan pallasit (campuran mineral batuan basa dan besi) dengan densitas sekitar 3,0 di bagian atas sampai 8,0 di bagian bawah. Pada perbatasan ke inti bumi, terdapat lapisan transisi di mana kecepatan gelombang primer menurun tajam dari 13 km/detik Geologi Umum 13
3 menjadi 8 km/detik. Lapisan transisi ini disebut dengan guthenberg wiechert discontinuety layer yang biasanya dijumpai pada kedalaman 2898 km. Inti Bumi (core) Lapisan paling dalam dari bumi disebut dengan inti bumi ( core). Lapisan ini dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core). Inti luar (outer core) Adalah bagian inti bumi yang di bagian luar ( outer core). Diduga berwujud cair sebab lapisan ini tidak dapat dilalui oleh gelombang sekunder. Tebal lapisan ini sekitar 2160 km. Inti dalam (inner core) Adalah lapisan terdalam bumi (inner core). Diduga berwujud padat, tersusun dari materi berupa besi atau besi dan nikel ( nife) dengan densitas sekitar 10 gram/cm 3 lebih. Pada kedalaman sekitar 5145 km seismograf menunjukkan perubahan kecepatan gelombang primer (naik). Sebagai petunjuk batas antara inti bagian luar dan inti bagian dalam, tebalnya sekitar 1320 km. Unsur Materi Bumi Materi bumi terdiri atas benda padat, cair dan gas. Yang menjadi pokok bahasan materi-materi padat yang disebut batuan sedang batuan sendiri merupakan kumpulan mineral-mineral. Secara skematik sekuens komposisi hancuran bahan padat bumi berdasarkan ukuran (diameter) adalah sebagai berikut: Batuan besar Batuan kecil kerikil Pasir kasar Pasir halus Pasir sangat halus debu Debu sangat halus mineral primer Mineral sekunder Mineral liat oksida-oksida unsur/element. Komposisi unsur/element tersebut disusun dari prosentase terbesar sampai dengan yang paling kecil. Prosentase pengukuran relatif terhadap berat batuan, bumi dan terhadap volume batuan yang diukur. Geologi Umum 14
4 No Unsur % Berat % Bumi % volume Oksigen (O) Silikon (Si) Alumunium (Al) Besi (Fe) Kalsium (Ca) Sodium (Na) Potassium (K) Magnesium (Mg) Lain-lain Batuan Batuan adalah benda alam yang menjadi penyusun utama bumi. Kebanyakan batuan merupakan campuran mineral yang bergabung secara fisik satu sama lain. Beberapa batuan tersusun dari sejenis mineral saja dan sebagian kecil lagi dibentuk oleh gabungan mineral, bahan organik serta bahan-bahan vulkanik. Salah satu penggolongan batuan yang banyak manfaatnya adalah berdasarkan terjadinya batuan (proses terbentuknya). Berdasar terbentuknya batuan dibedakan menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu: batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Secara umum komposisi batuan di permukaan bumi didasarkan atas jenis batuannya didominasi oleh batuan sedimen, hampir 66% permukaan bumi berupa batuan sedimen sedangkan 34% berupa batuan ekstrusi, instrusi, metamorf berturut-turut 8,9 dan 17%. Kontinent Asia Afrika Amerika Utara Amerika Selatan Eropa Australia Batuan Kristal Ekstrusi (%) Instrusi (%) Metamorf (%) Sediment (%) Batuan sedimen banyak dijumpai pada daerah-daerah tua. Bahan yang banyak dijumpai merupakan bahan yang sudah mengalami pelapukan lanjut. Batuan ekstrusi dan instrusi banyak dijumpai di kawasan yang berpotensi gunung berapi dengan Geologi Umum 15
5 aktifitas vulkanik ada dan masih aktif. Sedangkan batuan metamorf merupakan kombinasi antara kawasan vulkanik dengan daerah sedimentasi. Mineral Tanah yang berupa media tumbuh tanaman secara fisik terdiri dari campuran partikel anorganik, bahan organik yang melapuk, air dan udara. Batuan yang membentuk tanah telah mengalami pelapukan yang berarti bahwa komponen batuan tidak saja mengalami pemecahan secara fisik menjadi partikel yang lebih kecil tetapi juga mengalami perubahan kimia. Proses pelapukan di alam di bawah pengaruh kondisi lingkungan yang melalui berbagai reaksi. Kejadian yang paling umum adalah larutnya CO 2 dalam air membentuk asam karbonat yang mempunyai daya larut lebih besar sehingga mampu melarutkan/melapukkan felsfar menjadi kaolinit: 2KAlSi 2 O 8 + 2H 2 CO 3 + 9H 2 O - Al 2 Si 2 O 5 (OH) + 4H 4 SiO 4 + 2HCO 3 K-Felsfar Kaolinit Analisis struktur kristal dengan menggunakan analisis difraksi sinar X ( x rays diffraction) berdasarkan hukum Fyodorov telah membuktikan adanya hubungan antara komposisi kimia dengan struktur kristal sehingga memungkinkan adanya pemeriksaan yang lebih teliti tentang struktur kristal. BATUAN BEKU Hubungan Batuan dan Geologi Pengertian batuan dalam geologi berbeda sekali dengan pengertian kita sehari-hari mengenai istilah ini. Di alam terdapat beberapa jenis batuan beku sehingga dengan demikian dikenal pula adanya beberapa jenis magma. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana berbagai jenis magma terbentuk. Dalam petrologi kita kenal penganut teori magma yang menganggap bahwa semua batuan beku itu terbentuk dari magma karena membekunya lelehan silikat yang cair-pijar. Magma yang cair-pijar semula berada dalam perut bumi dan oleh kekuatan gas yang larut di dalamnya naik ke atas mencari tempat-tempat yang lemah dalam kerak bumi, seperti daerah patahan atau rekahan. Magma akan keluar mencapai permukaan bumi melalui pipa gunung berapi dan disebut dengan lava, akan tetapi adapula Geologi Umum 16
6 magma yang membeku jauh di dalam bumi dikenal dengan nama batuan beku dalam. Magma tadi akan keluar dari perut sehingga dengan proses diferensiasi dan asimilasi didapat susunan magma yang berbeda. Jika magma mendingin akan terjadi kristalisasi atau penghabluran menjadi mineral. Mineral yang pertama dibentuk adalah mineral dengan berat jenis besar yaitu mineral yang berwarna tua. Karena berat jenis besar maka mineral itu tenggelam kembali dalam magma yang masih cair. Karena kristalisasi ini maka susunan magma akan berubah. Di bagian atas terkumpul mineral yang ringan, kaya akan SiO 2 sehingga terjadi pemisahan atau diferensiasi yaitu magma asam (kaya SiO 2 ) dan magma basa di bawah. Diferensiasi ini disebabkan oleh kristalisasi dan gravitasi. Proses asimilasi adalah proses penelanan batuan sekelilingnya oleh magma yang sedang menuju ke atas. Proses asimilasi ini adalah suatu teori untuk menerangkan terjadinya magma dengan susunan kimia yang berbeda. Pada umumnya mineral yang menghablur dalam batuan tidak mempunyai bentuk yang baik. Hanya apabila mineral tadi dapat berkembang dengan leluasa maka akan terjadi kristal yang teratur bidang-bidangnya seakan-akan diasah, seperti kuarsa yang dikenal dengan nama kristal gunung. Batuan ( rock) dalam pengertian geologi tidak selalu merupakan massa yang padat tetapi pasir yang lepas, batubara yang ringan ataupun lempung yang gembur, dalam ilmu geologi dimasukkan ke dalam istilah batuan. Jadi segala sesuatu yang menjadi bahan pembentuk kerak bumi adalah batuan. Sedangkan pengertian kita sehari-hari yang disebut dengan batu (stone) adalah benda yang keras dan padat. Cabang geologi yang membahas dan meneliti batuan adalah petrologi (ilmu batuan), mengartikan bahwa batuan adalah massa yang terdiri dari satu atau lebih macam mineral yang membentuk satuan terkecil kerak bumi dan mempunyai komposisi kimia dan mineral yang tetap, sehingga dengan jelas dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Batuan beku atau igneous rock berasal dari kata latin, inis = fire (api). Batuan beku adalah batuan yang terjadi dari pembeku materi yang kental yang berasal dari dalam bumi (magma). Magma panas yang bergerak ke atas permukaan ada yang sudah membeku dan disebut dengan batuan beku dalam atau batuan instrusi atau batuan plutonis (pluto = dewa dunia bawah). Ada yang membeku setelah mencapai permukaan dan disebut dengan batuan beku luar atau batuan ekstrusi atau batuan vulkanis (vulkanus = dewa api) Geologi Umum 17
7 Batuan plutonis karena proses pembentukannya lambat maka akan banyak kesempatan untuk membentuk kristal-kristal besar (sering pula disebut dengan tekstur Phaneritis). Batuan vulkanis cepat sekali membeku sehingga tidak banyak kesempatan untuk membentuk kristal-kristal besar. Oleh karena itu, pada umumnya kristalnya halus, sulit dilihat dengan mata telanjang. Batuan dengan mineral halus seperti ini disebut dengan tekstur Aphanitis. Disamping itu ada juga batuan yang disebut dengan batuan beku korok/batuan beku sela, yaitu yang membeku di celah/rekahan kerak bumi ataupun di dalam pipa-pipa gunung api. Batuan ini biasanya tersusun dari kristal-kristal halus bercampur kasar. Karena proses membeku cukup cepat berlangsung, maka kristal-kristalnya juga halus; sedang kristal-kristal yang kasar merupakan batuan plutonis yang terbawa ketika magma menyusup ke atas. Tekstur batuan yang demikian disebut dengan tekstur Porfiri. Batuan Plutonis Batuan yang terbentuknya berada jauh di dalam bumi (15 s.d 50 km). Karena tempat pembentukannya dekat dengan astenosfer, maka pendinginannya sangat lambat. Mempunyai bentuk yang besar dengan kristal yang sempurna yang disebut dengan holokristalin (semua komposisi disusun oleh kristal sempurna), karena pembentukan kristalnya sangat sempurna mengingat waktu penghablurannya sangat lama. Ciri-ciri batuan plutonik: 1. umumnya berbutir lebih kasar dibandingkan dengan batuan ekstrusi; 2. jarang memperlihatkan struktur-struktur visikular (mengandung lubang-lubang benda gas); 3. batuan dapat mengubah batuan yang berbatasan pada semua sisinya. Berdasar ukurannya (diameter) batuan plutonik dapat dibedakan atas dua macam, yaitu (1) plutonik tabular dan (2) plutonik masif. Plutonik Tabular Berukuran relatif kecil dan biasanya dekat permukaan bumi. Berdasar letaknya maka batuan plutonik tabular dibedakan dua macam: Sill dan Dike. Sill merupakan batuan plutonik tabular yang bersifat concordant (selaras dengan btauan sekitarnya). Dike merupakan Geologi Umum 18
8 batuan bersifat discordant (memotong dengan batuan sekitarnya). Hal ini terjadi karena dorongan magma ketika lapisan batuan itu cukup kuat sehingga batuan sulit sekali dihancurkan. Plutonik Masif Berukuran lebih besar dari plutonik tabular dan terletak agak dalam. Plutonik masif terbagi atas lakolit dan batolit. Lakolit ( laccolith, berasal dari bahasa Yunani, lakko = cadangan air dan lithos = mengalir secara perlahan lewat retakan lapisan batuan. Secara umum lakolit diketemukan di bawah suatu dome (batuan berbentuk kubah). Ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan batolit. Batolit (batholith, berasal dari kata bathos yang berarti dalam dan lithos yang berarti batuan). Bersifat discordant dengan batuan sekitarnya. Ukurannya sangat besar sehingga dasarnya sulit diketahui lagi. Permukaan batolit yang tersingkap/outcrop minimal 100 km 2 pada umumnya bertekstur granitis dan batuan diketemukan pada rangkaian pegunungan yang besar. Batuan Gang Batuan gang antara batuan dalam dan batuan leleran terdapat gejala antara batuan yang terbentuk dalam celah-celah serta rekahan-rekahan dalam kerak bumi. Batuan yang terbentuk adalah batuan gang atau batuan korok disebut juga dengan batuan hypo-abysik. Gang berarti adalah suatu badan yang bentuknya seperti sebuah kitab besar. Magma yang membeku dalam gang adalah magma sedang menuju ke permukaan bumi atau membentuk dalam celah kerak bumi. Misalnya magma yang mempunyai susunan granit membeku dalam sebuah gang, maka batuan beku yang terbentuk itu disebut dengan porfiri granit yang berarti batuan granit bertekstur porfiri. Batuan dalam atau batuan gang dapat juga disebut batuan instrusi atau batuan terobosan. Kedua golongan batuan ini dapat tersingkap di permukaan bumi karena erosi kemudian atau karena adanya tektonik. Dalam banyak hal adalah mudah untuk membedakan antara batuan instrusi dan batuan ekstrusi di lapangan. Batuan Vulkanis Batuan vulkanis adalah batuan yang bergerak dari dalam ke permukaan bumi, sebagian besar membeku di dalam sebagai batuan plutonis, Geologi Umum 19
9 hanya kurang dari 1/10 yang membeku di permukaan bumi dan dikenal sebagai batuan vulkanis. Suatu aktifitas vulkanisme akan mengeluarkan materi berupa gas, cair dan padat. Bahan yang dikeluarkan gunung berapi jika berbentuk gas disebut ekshalasi (uap air, O 2, N 2, CO 2, CO, SO 2, H 2 S, NH 3, H 2 SO 4 dan sebagainya). Sebagian gas tersebut adalah beracun (H 2 S, CO), sedang SO 2 dan CO 2 dapat membuat mati lemas. Sumber H 2 S dikenal dengan nama solfatar, sedang sumber gas CO 2 disebut movet. Magma yang mencapai permukaan bumi dalam keadaan mengalir disebut lava. Karena lava keluar dengan meleleh maka erupsinya disebut dengan effusif. Keluarnya dapat melalui pipa kepundan bersama dengan materi berwujud padat dan gas, atau lewat celah retakan ( fissure eruption). Materi padat yang disemburkan ketika gunung berapi meletus dikenal dengan nama tefra (pirolastis) atau ada juga yang berupa bom (batuan besar), kerikil, lapili, pasir, abu dan debu halus. Bahan pirolastis bersifat asam sehingga cepat membeku, sedang lavanya bersifat basa sehingga lambat membeku. Perbedaan sifat kimia inilah yang menyebabkan bentuk vulkan yang dihasilkan dari suatu erupsi materi vulkanis berbeda. Batuan vulkanis sering juga disebut dengan batuan leleran dan batuan efusi. Batuan ekstrusi tua vulkanis berasal dari magma yang meleler di permukaan bumi (lava). Batuan ini umumnya mempunyai tekstur porfiri (setengah kristalin) dan amorf. Terjadi tekstur porfiri karena magma yang naik ke tempat yang lebih tinggi ada dalam keadaan yang berbeda dari keadaan semula. Beberapa kristal pertama mulai mendingin dan membentuk kristal fenokris (bentuk besar). Magma yang mengandung fenokris meneruskan perjalanannya ke atas dan pada suatu waktu mendingin dengan tiba-tiba. Pendinginan ini mengakibatkan terbentuknya kristal kecil atau bila tidak sempat mengkristal magma membentuk massa yang tak mengandung kristal atau amorf. Tekstur amorf dapat dilihat dalam batukaca atau obsidain. Sifat utama dari tekstur porfiri adalah kristal-kristal besar terletak dalam massa dasar (matrik) yang terdiri dari kristal halus atau kaca atau keduanya. Di Indonesia batukaca banyak terdapat di daerah gunung berapi. Sifat dan ciri batuan vulkanis: 1. berbutir halus dan sering terdapat kaca; 2. batuan memperlihatkan struktur vesikular, terutama di bagian permukaan; Geologi Umum 20
10 3. terdapat struktur aliran; 4. dapat membakar pada sisi bawah dari aliran. Pengelompokan dari batuan beku didasarkan pada warna batuannya, yaitu: 1. batuan beku yang berwarna terang, biasanya terdiri dari mineral ringan, mudah pecah, kaya silikat sehingga tergolong batuan bersifat asam/cilicik/felcik; 2. batuan beku yang berwarna gelap, biasanya terdiri dari mineral berat, sukar pecah, kandungan silikat kurang tetapi kaya dengan mineral ferromagnesia. Karena itu bersifat basa/mafik (dari kata magnesium dan ferrik). Antara kedua golongan tersebut sering ditambahkan satu golongan antaranya yang disebut dengan intermediet, yang sifatnya antara kedua golongan tersebut. Ciri umum batuan beku 1. homogen yang kompak; 2. tidak ada stratifikasi/pelapisan; 3. umumnya tidak mengandung fossil, kecuali tertimbun oleh materi-materi piroklastis misalnya tertimbun abu vulkanis. Batuan beku yang membeku jauh di dalam bumi akan mempunyai tekstur yang kasar dan berangsur-angsur makin halus mendekati permukaan bumi. Contoh magma yang bersifat granit dapat membentuk batuan sebagai berikut: - granit sebagai batuan dalam dengan tekstur kasar; - profir granit sebagai batuan gang dnegan tekstur lebih halus; - riolit sebagai batuan lelehan/leleran dengan tekstur halus. Pengelompokan Batuan Beku berdasar Sifat Kimia Penggolongan berdasar atas analisis kimia dengan menghitung banyaknya persen (%) tiap zat. Karena analisis kimia batuan ini umumnya makan waktu dan biaya yang tidak sedikit, maka sebagian besar klasifikasi batuan didasarkan atas susunan mineral batuan itu. Penyelidikan ini biasanya dilakukan dibawah mikroskop yang didasarkan pada sifat-sifat optik mineral tersebut. Studi mikroskop ini dikenal dengan nama petrologi. Klasifikasi batuan ini didasarkan atas 3 (tiga) hal pokok 1. macam mineral (komposisi mineral); Geologi Umum 21
11 2. tekstur; 3. komposisi kimia. Tekstur batuan beku menggambarkan keadaan yang mempengaruhi pembekunya. Tekstur granular memberi arti akan keadaan yang uniform, sedang tekstur porfiri dengan generasi mineral yang sama menandakan perubahan kondisi pembeku. Tekstur kaca menyatakan pembeku yang cepat. Batuan dalam bertekstur feneritik yang berarti bahwa mineral yang menyusun batuan tersebut dapat dilihat dengan mata biasa atau dengan kaca pembesar. Batuan gang, bertekstur porfiri dengan massa dasar feneritik batuan lelehan, bertekstur afanitik yang berarti bahwa individu mineralnya tidak dapat dibedakan atau tidak dapat dilihat dengan mata telanjang atau dengan surya kanta (kaca pembesar) tetapi harus dengan menggunakan mikroskop. Batuan Beku Susunan magma merupakan hal penting dalam pembentukan berbagai macam bangun batuan beku. Magma basa ysng cair setelah membeku akan memberikan bentuk yang lain daripada magma asam yang kental. Pada garis besarnya kita mengenal dua bentuk besar batuan beku yaitu batuan ekstrusi dan batuan instrusi. Bentuk ekstrusi adalah bentuk yang dibangun oleh magma ketika mencapai permukaan bumi yang disebut lava. Jika lava cair, maka lava itu dapat menyebar dengan luas, sedangkan lava yang kental mempunyai penyebaran terbatas. Lava cair biasanya membentuk lapisan lava yang tebal dan luas yang dikenal dengan plateau basalt (daratan tinggi berbatu basalt), daerah demikian berbentuk meja dan lava biasanya keluar melalui celah yang terdapat dalam kerak bumi. Di Indonesia daratan tinggi berbatu basal terdapat di daerah Sukadana Lampung. Bentuk instrusi magma yang sedang naik menuju permukaan bumi sering tidak sampai ke atas tetapi membeku di dalam bumi. Batuan sekelilingnya diterobos, dimasuki ataupun diubah. Bentuk batuan instrusi 1. massa yang membeku jauh di dalam bumi terdiri dari batolit dan stok; 2. massa yang diinstrusikan sejajar bidang pelapisan (consordant) terdiri dari sill, lakolit, lefollit dan fakulit; Geologi Umum 22
12 3. massa yang diinstrusikan memotong bidang pelapisan (discordant) terdiri atas retas, apofis, teras gunung api dan komolit. Sill Adalah lempengan batuan beku yang diinstrusikan di antara dan sepanjang lapisan batuan endapan (sedimen), tebalnya d ari beberapa mm hingga 1000 kaki. Sebaran ke arah mendatar dari beberapa mm hingga beberapa mil. Lakolit Adalah bentuk batuan beku yang menyerupai sill tetapi ketebalan jauh lebih besar dibandingkan dengan lebarnya yang bagian atasnya cembung. Ketebalannya bervariasi dari 100 kaki hingga beberapa mil, umumnya lebih tebal daripada sill. Panjang dan lebarnya dapat mencapai 100 ml. Lefolit Adalah batuan beku yang luas, bentuknya seperti lensa dimana bagian tengahnya cekung karena batuan di bawahnya lentur. Ukuran garis tengahnya beberapa puluh mil atau lebih dan tebalnya lebih dari 1000 kaki. Geologi Umum 23
13 Fakolit Adalah badan batuan beku. Dalam penampang bentuknya seperti lensa, diinstrusikan di antara lapisan yang berlipat pada bagian puncak antiklin atau lekuk sinklin Retas Istilah retas digunakan untuk lempeng batuan beku yang tidak sejajar dengan bidang perlapisannya, tebalnya bervariasi dari satu atau dua inci hingga beberapa ratus kaki. Demikian panjangnya dari beberapa yard hingga beberapa mil Teras Gunung Api Sering disebut dengan vulkanik neck. Suatu massa batuan beku yang berbentuk silinder, kemungkinan berukuran besar, tetapi kedalamannya tidak diketahui. Massa batuan beku ini mengisi saluran gunung api, umumnya mempunyai sumbu tegak lurus atau condong hampir tegak. Dengan adanya erosi terhadap batuan sekelilingnya yang lebih lunak mengakibatkan sumbat gunung api yang lebih tahan terhadap erosi akan membentuk topografi yang menonjol. Jadi teras gunung api atau tiang vulkanik adalah sisa-sisa gunung api. Di Jawa Barat terdapat di daerah Purwakarta, Banten (Cisolok). Geologi Umum 24
14 Afofis Merupakan sebutan terhadap batuan beku yang merupakan cabang dari suatu tubuh batuan instrusi yang sangat besar dalam suatu areal tertentu. Konolit Adalah batuan instrusi yang bentuknya tidak jelas, sehingga tidak dapat digolongkan sebagai lakolit, retas atau sill. Batolit Adalah bentuk instrusi discordant yang tidak mempunyai dasar. Biasanya terdapat dalam inti pegunungan rantai atau biasanya mengikuti jurus atau arah utama dari struktur daerah pegunungan itu. Bagian atas atau atap dari batolit biasanya dapat dikenal dari sisa-sisa batuan endapan yang seakan-akan tergantung dan gejala demikian menurut istilah geologi disebut roofpendants. Terbentuknya batolit biasanya bersamaan dengan pembentukan pegunungan. Bagian atas dari batolit berbentuk kubah yang tidak teratur dan dinding samping dari batuan ini biasanya curam sekali. Massa batuan demikian mempunyai sebaran luas ke arah bawah dan ke arah samping, tetapi dasarnya tidak pernah tampak. Susunan batuan ini biasanya bersifat granit dari granodiorit. Batolit mempunyai ukuran yang besar, misalnya di Alaska British Colombia panjangnya 1250 mil dan lebarnya 50 mil. Di Indonesia batolit dikenal di pegunungan Schwaner, Kalimantan, masif Sulan di Lampung dan masif Bengkunat di Sumatera Selatan (luas permukaan 260 km 2 ). Dengan cara bagaimana batolit itu terbentuk tidak diketahui dengan pasti. Anggapan lama mengatakan bahwa batolit terjadi karena tempat kekosongan dalam kerak bumi. Geologi Umum 25
15 Kekosongan ini disebabkan oleh proses lipatan dan sesar. Memang pada umumnya batolit mengikuti bidang-bidang yang lemah dalam kerak bumi. Yang menjadi masalah adalah apakah massa batuan itu membuat ruang dalam kerak bumi dengan jalan menghancurkan dan menelan batuan yang diterobos itu ataukah dengan jalan memdorong batuan sekelilingnya ke samping dan ke atas. Satu teori menerangkan terjadinya batolit dengan jalan magnetic stopping. Batuan yang terdapat pada bagian atas dari batolit akan terpecah belah oleh adanya ekspansi panas yang keratan-keratan batuan ini akan dipisahkan satu dengan lain oleh peresapan gas dan lidah-lidah magma yang memasuki retak-retak dalam kerak bumi. Bongkahan batuan kemudian akan tenggelam ke dalam magma. Menurut penganut paham ini maka proses demikian dapat dilihat pada tepi badan batolit yang biasanya mempunyai bentuk yang tidak teratur serta terdapatnya batuan asing atau xenolit pada bagian atas batolit. Makin ke dalam maka batuan asing akan berkurang dan lambat laun tidak diketemukan lagi. Proses yang dikemukakan di atas juga mengandung beberapa keberatan. Jika magma yang biasanya bersifat granit itu naik ke atas, maka kadang-kadang magma dapat menembus mencapai permukaan bumi dan membentuk gunung api yang menghasilkan batuan riolit ataupun batukaca. Dalam hal ini batuan riolit seharusnya merupakan batuan leleran yang terbanyak. Tetapi menurut penyelidikan maka batuan leleran yang terbanyak mempunyai susunan basal meskipun batuan dalam sebagian besar terdiri dari batuan granit. Pada umumnya batuan endapan yang terletak di sekitar batolit tidak menunjukkan gejala-gejala dislokasi yaitu gejala perubahan pada posisi mendatarnya batuan endapan, meskipun batuan itu dimasuki oleh suatu massa yang besar. Sebagian peneliti beranggapan bahwa hakikatnya batuan asal itu masih ada pada tempatnya semula dan batuan itu dapat berubah menjadi batuan yang menyerupai granit karena batuan samping itu dimasuki gas dan larutan cair sehingga mengubah susunan batuannya karena penambahan dan pengurangan bahan yang ada, sehingga terbentuklah batuan yang bersifat granit. Beberpa ahli berpendapat bahwa magma sanggup mencari jalan ke atas dengan melebur batuan yang dilaluinya ke dalam magma. Proses demikian memerlukan panas lokal yang sangat tinggi, yang belum pernah dilihat. Keberatan teori ini adalah bahwa sebagai akibat dari proses Geologi Umum 26
16 penelanan ialah magma itu akan beubah susunannya dan akan menghasilkan batuan yang berbeda. Akan tetapi kenyataanya bahwa sebagian terbesar batolit menunjukkan susunan yang agak sama. Jadi massa yang serba sama dari batolit tidak cocok dengan teori asimilasi. Stock atau Boss Merupakan massa batuan yang diinstrusikan, bentuknya tidak rata, membulat, membeku di bawah permukaan bumi dan tersingkap karena erosi, berukuran dari beberapa ratus kaki hingga beberapa mil. Disebut juga sebagai batuan batolit yang berukuran kecil. Dilihat dari penampang horizontal bentuknya kurang lebih bulat hingga bulat panjang. Struktur Batuan Beku Adalah bentuk-bentuk batuan beku dalam berukuran yang besar, seperti lava bongkah, lava berbentuk tali, lava bantal, struktur aliran, struktur kekar, struktur vesikular dan amygdaloid. Lava bongkah atau lava berbentuk tali, seperti telah disebutkan bahwa lava yang keluar di permukaan bumi, pada bagian permukaannya membentuk lebih dahulu, tetapi bagian dalamnya masih tetap panas bahkan mungkin masih mengalir. Dengan demikian bagian permukaan yang telah membeku akan dihancurkan oleh arus yang mengalir didalamnya dan terbentuklah apa yang disebut lava bongkah. Apabila lava itu kental dan permukaannya yang belum membeku seluruhnya akan dikerutkan oleh lava yang masih mengalir di bawahnya maka terbentuklah lava yang berbentuk tali, disebut juga dengan pahuhu lava. Struktur aliran yang instrusikan tidak ada yang selalu dalam keadaan yang sangat homogen. Adanya perubahan sedikit demi sedikit dalam komposisinya, kadar gas, kekentalan dan derajat kristalisasi menyebabkan terbentuknya struktur aliran yang digambarkan dengan adanya goresan berupa garis-garis sejajar, perbedaan warna dan tekstur. Struktur aliran ini juga dijumpai pada batuan dalam dimana perlapisan-perlapisan digambarkan oleh perbedaan-perbedaan dalam komposisi atau tekstur mineralnya. Mineral dalam batuan yang mempunyai bentuk memanjang atau pipih akan condong untuk mengarah menjadi sejajar dengan arah aliran. Struktur bantal (pillow structure) adalah struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi tertentu, yang dicirikan oleh massa yang berbentuk bantal dengan ukuran garis tengah antara bebebrapa cm hingga satu meter Geologi Umum 27
17 dan umumnya antara 30 hingga 60 cm. Jarak antar bantal adalah berdekatan dan terisi oleh bahan-bahan yang berkomposisi sama dengan bantal dan juga oleh sedimen-sedimen klastik. Karena adanya sedimen klastik ini maka struktur bantal dapat dianggap terbentuk dalam air dan umumnya terbentuk di dalam laut. Struktur vesikular atau struktur amygdaloid umumnya lava yang banyak mengandung gas dan akan segera dilepaskan setelah tekanan gas menurun karena naiknya lava di permukaan bumi. Keluarnya gas ini akan menghasilkan lubang-lubang atau gelembung-gelembung yangbentuknya bulat, lonjong, silinder atau tidak teratur. Terak (scoria atau slag) adalah lava yang banyak sekali mengandung lubang-lubang gas yang tak teratur bentuknya. Kadang-kadang pada dasar dari aliran lava terdapat gelembunggelembung berbentuk silinder yang tegak lurus aliran lava. Hal ini dimungkinkan terbentuk karena gas itu dilepaskan dari sedimen yang di bawahnya karena adanya panas dari lava itu. Apabila lubang-lubang gas yang terdapat dalam lava terisi oleh mineral-mineral sekunder maka terbentuklah struktur amygdaloid dan batuannya sendiri disebut dengan amygdaloid. Mineral-mineral yang mengisinya terdiri dari kalsit, silika atau zeolit. Struktur kekar adalah bidang-bidang pemisah yang terdapat dalam semua jenis batuan beku, disebut juga diaklas atau retak-retak. Diaklas atau retak-retak ini disebabkan oleh proses pendinginan, tetapi adapula retakretak yang disebabkan oleh gaya di dalam kerak bumi yang telah berlaku lama sesudah batuan itu membeku. Dari pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa diaklas ini tersusun dalam sistem tertentu yang berpotongan dengan yang lain. Retakan ada yang memotong sejajr dengan permukaan bumi, retakan yang sejajar dengan permukaan bumi akan mengahsilkan struktur berlapis, sedangkan yang tegak lurus dengan permukaan bumi akan menghasilkan struktur bongkah. Perlapisan ini umumnya akan makin tipis pada bagian yang mendekati permukaan bumi. Adapula retakan yang berbentuk bola (spheroidal joint) adalah hasil retakan yang konsentris dan membulat atau ellips. Umumnya terdapat pada batuan beku kompak dan homogen misalnya basal. Kadang-kadang retakan yang berbentuk bola ini dikelirukan dengan struktur bantal. Masing-masing bagian retakan akan berkemang selama terjadi pelapukan membulat (spheroidal weathering), sehingga berturut-turut akan terlepas dan Geologi Umum 28
18 dipisahkan umumnya akan terbentuk bongkahan yang bulat terkumpul di tempat. Retakan dapat pula membentuk kolom-kolom yang dikenal dengan struktur kekar meniang (columnar jointing). Struktur ini disebabkan karena adanya pendinginan dan penyusutan yang merata dalam magma dan dicirikan oleh berkembangnya empat, lima atau enam sisi prisma, kemungkinan juga dipotong oleh retakan yang menyilang. Wujud ini terutama pada batuan basal, tetapi kadang-kadang juga batuan beku jenis lainnya. Kolom-kolom ini berkembang tegak lurus pada permukaan pendinginan, sehingga pada sill atau lava aliran, mereka akan berdiri vertikal sedangkan pada retas kurang horizontal. Struktur Batuan Beku Granit Batuan beku asam, batuan dalam atau disbeut batuan plutonik, bertekstur holokristalin, feneritik, berbutir kasar dan mengandung mineralmineral: - kuarsa 10-40% - felspar kalium 30-60% - plagioklas natrium 0-35% - mineral mafis (biotit, horenblenda) 35-10% Apabila jumlah mineral plagioklas melebihi jumlah mineral kalium, batuan tersebut disebut dengan granodiorit. Dengan berkurangnya jumlah mineral kuarsa, batuan menjadi sianit. Granit terbentuk sebagai batuan dalam dan batuan gang dalam bentuk batolit atau stock dan juga bentuk lainnya. Di Indonesia batuan granit banyak terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan tempat lainnya. Riolit Batuan leleran (lelehan) dari granit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin (sebagian kristal dan sebagian lagi kaca), afanitik. Mempunyai komposisi mineral yang sama dengan granit. Riolit terbentuk sebagai Batuan Gang dan Batuan Leleran dalam bentuk retas, sill dan aliran. Sianit Batuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, faneritik dan mengandung mineral: Geologi Umum 29
19 - felspar kalium 30-80% - flagioklas natrium 5-25% - mineral mafis (biotit, ampibola dan piroksen) 40-10% Bila jumlah mineral kuarsa antara 5 10% umumnya batuan disebut sianit kuarsa. Sianit adalah batuan langka dan terbentuk sebagai Batuan Dalam, bentuknya stock, retas dan sill. Trakit Batuan leleran (lelehan) dari sianit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin, afanitik dan mengandung mineral: - felspar kalium 45-80% - plagioklas natrium 25-5% - mineral mafis (biotit, amfibola,piroksen) 30-10% Bila jumlah mineral plagioklas bertambah batuan disebut dengan latit. Trakit terbentuk sebagai batuan leleran dan batuan gang. Umumnya trakit dapat dikenal dari fenokrisnya yang terdiri dari mineral saidin Sianit-nefelin Batuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, faneritik dan mengandung mineral: - felspar alkali 35-80% - felspatoid (nefelin) 10-45% - plagioklas natrium 5-45% - mineral mafis (biotit, amfibola, piroksen) 65-10% Batuan sianit nefelin tidak umum bertekstur porfiri, tetapi batuan sianit foida lainnya umum bertekstur porfiri dan mineral yang umum sebagai fenokris adalah sanidin, ortoklas, amfibol, piroksen dan biotit dan yang tidak umum sebagai fenokris adalah olivin, leusit, nefelin, sodalit apatit dan magnetit. Batuan sianit-nefelin terbentuk sebagai stock, lakolit, retas dan sill. Sianit nefelin merupakan batuan yang langka di alam. Fonolit Batuan leleran (lelehan) dari sianit nefelin, berbutir halus. Komposisi mineralnya adalah sebagai berikut: - felspar alkali 15-75% - felsfatoid 10-40% - plagioklas natrium 0-30% - mafis mineral 35-10% Geologi Umum 30
20 Batuan fonolit terbentuk sebagai batuan leleran (lelehan) dan batuan gang dalam bentuk retas, sill, konolit dan aliran. fonolit merupakan batuan yang langka di alam. Catatan: adalah kumpulan sejumlah mineral yang disebut juga mineral pengganti felspar atau felspatoid, terdiri dari mineral leusit, efelin, kankrinit, sodait, hauyne dan melilit. Monsonit Batuan dalam berbentuk kasar, bertekstur holokristalin, faneritik dan mengandung mineral: - felspar kalium (umumnya ortoklas) 45-20% - plagioklas natrium (andesin, oligoklas) 50-30% - mineral mafis (biotit, horenblenda, augit) 30%. Bila felspar kalium bertambah sehingga melebihi jumlah plagioklas natrium batuan disebut sianit tapi kalau kalum berkurang batuan menjadi diorit. Dengan kehadiran kuarsa maka batuan menjadi granodiorit. Monsonit terbentuk sebagai stock, retas, lakolit dan sill. Monsonit merupakan batuan yang langka di alam. Latit Batuan leleran (lelehan) dari monsonit, berbutir halus disebut juga trakit andesit, mempunyai komposisi mineral yang sama dengan monsonit, terbentuk sebagai aliran dan jarang sebagai nutrisi. Granodiorit Batuan dalam berbutir kasar, bertekstur holokrsitalin, faneritik dan mengandung mineral: - felspar kalium 20-40% - plagioklas natrium 25-45% - kuarsa 35-10% - mafis mineral (biotit, amfibola) 65-10% Granodiorit adalah batuan mineral plagioklas yang sebanding atau melebihi mineral felspar kalium. Bila jumlah felspar kalium lebih banyak dan plagioklas maka disebut batuan granit dan apabila felspar kalium dalam jumlah sedikit sebagai mineral pengikut maka batuan disebut diorit kuarsa atau fonalit. Berdasar kadar kuarsa maka granodiorit merupakan bentuk transisi antara granit dan diorit. Granodiorit banyak terdapat di alam dalam bentuk batolit, stock, sill dan retas. Di Indonesia batuan granodiorit banyak terdapat di Bukit Barisan Sumatera. Geologi Umum 31
21 Diorit kuarsa (tonalit) Batuan dlaam berbutir kasar, bertekstur holokristalin, faneritik dan mengandung mineral: - plagioklas natrium (oligoklas, andesin) 50-80% - kuarsa 35-10% - mineral mafis (biotit, horenblenda) 35-10% Bila mineral felspar kalium merupakan mineral umumnya, maka batuannya disebut dengan granodiorit tetapi bila mineral kuarsa berkurang disebut dengan diorit. Di Indonesia batuan ini banyak terdapat di Bukit Barisan Sumatera dan di Jawa daerah Banten, Pekalongan dan Banyumas. Dasit Batuan leleran (lelehan) dan granodiorit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin. Pada umumnya bertekstur porfiri, plagioklas biasanya sebagai fenokris. Umumnya berkomposisi seperti diorit kuarsa. Diorit Batuan dalam berbutir kasar holokristalin, faneritik dan mengandung mineral: - plagioklas (oligoklas dan andesin) 55-70% - mineral mafis (horenblenda atau biotit) 40-25% Bila rata-rata plagioklasnya lebih basa dari andesit, maka batuan cenderung sebagai gabro tetapi bila kuarsa menjadi mineral utamanya, maka batuan disebut dengan tonalit atau diorit-kuarsa. Diorit yang mengandung mineral felspatoid. Di Jawa diorit banyak dijumpai di daerah pemalang dan sekitar Banjarnegara (Jawa Tengah) Andesit Batuan lelehan dari diorit, berbutir halus, bertekstur holokristalin hingga hipokristalin. Umumnya mempunyai komposisi mineral seperti diorit. Andesit terbentuk sebagai batuan lelehan dan batuan gang dalam, bentuk aliran, sill, retas, teras gunung api, batuan instrusi lain yang kecil dan juga sebagai iroklasik. Gunung berapi di Indonesia umumnya menghasilkan batuan andesit. Batuan andesit yang banyak mengandung horenblenda disebut andsit horenblenda, sedangkan yang banyak mengandung piroksin disebut dengan andesit-piroksin. Geologi Umum 32
22 Gabro Batuan dalam berbutir kasar hingga sedang, bertekstur holokristalin, faneritik dan mengandung mineral: - plagioklas (labrodorit, bitownit) 70-45% - mineral mafis (augit, hiperstin, horenblenda) 25-50% Apabila plagiklasnya kurang basa dari labradorit, maka batuannya disebut dengan diorit. Apabila plagioklasnya terbentuk sebagai tubuh instrusi dan merupakan batuan yang umum terdapat di mana-mana, berwarna hitam karena sebagian mineral penyusunnya adalah piroksin dan olivin. Di Jawa batuan ini terdapat di Selatan Ciletuh, Pegunungan Jiwo, Serayu dan Pemalang. Basalt Batuan lelehan dari gabro, berbutir halus, bertekstur hipokristalin dengan massa dasar afanitik, mengandung mineral: - plagioklas (labradorit) 40-60% - mineral mafis (klinopiroksin, olivin) 55-35% Sebagian berupa batuan lelehan atau lava, basalt juga merupakan batuan piroklastik. Komposisi rata-rata dari mineral plagioklas adalah labradorit atau lebih basa. Basalt umumnya berwarna hitam karena kaya akan unsur-unsur besi dan magnesium, umumnya bertekstur porfiri. Sebagai penokris umumnya bertekstur visikular. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basalt. Di Sukadana Lampung terdapat sebaran batuan basalt yang cukup luas. Diabas (dolerit) Batuan instrusi, bertekstur holokristalin, umumnya berwarna gelap dan mengandung mineral: - plagioklas (labradorit, bitownit) 30-70% - mineral mafis 65-25% Diabas dibedakan dari gabro terutama dari teksturnya yang khas dan jumlah piroksinnya cenderung sedikit. Diabas terbentuk sebagai sill, retas dan lofolit. Di daerah Kebumen, diabas terdapat di sekitar Laboratorium Batuan di Karangsambung Jawa Tengah. Peridotit Kelompok batuan ultrabasa, bertekstur holokristalin dan mengandung mineral: - mineral mafis (olivin, piroksin, horenblenda) 85-95% Geologi Umum 33
23 - mineral bijih (magnetit, ilmenit, kromit) 10-3% - plagioklas kalsium 5% Bila komposisi hanya terdiri dari olivin, maka batuan dinamakan dunit dan bila dari piroksin, maka batuan disebut dengan piroksin-senit. Peridotit terbentuk sebagai lafotit dan lempengan yang tebal. Oleh pengaruh larutan panas, maka peridotit dapat berubah menjadi silikat magnesium yang mengandung air, yaitu serpentin dan salah satu jenis mineral ini adalah krisotil. Mineral krisotil dalam bentuk serat halus disebut sebagai asbestos. Asbestos yang berserat panjang sangat disukai dalam dunia industri karena dapat digunakan sebagai bahan penahan panas dan juga digunakan untuk peralatan listrik. Di Indonesia bahan ini terdapat banyak di Sulawesi, Halmahera dan Kalimantan tengah. Serpentin adalah kumpulan dari sejumlah mineral yang terdiri dari antagorit, krisotil, perknit dan glaukonit. Obsidain (batukaca) Merupakan gelas alam yang dapat terbentuk jika magma yang mencapai permukaan bumi membeku dnegan cepat sehingga tak mempunyai susunan dan bangunan kristal tersebdiri (amorf). Batukaca dapat bersifat riolitik, dasitik, trakitik, andesitik dan basaltik. Sifat tersebut sangat tergantung kepada sifat-sifat magma yang membentuknya. Warna dari batuan kaca biasanya tidak berwarna hingga berwarna kelabu dan coklat. Warna tidak ditentukan komposisinya, misal yang berwarna hitam mungkin bersifat reolitik atau basaltik. Karena batukaca terbentuk dari magma yang mencapai permukaan bumi, maka batukaca banyak terdapat di sekitar gunung berapi. Batu apung Pada umumnya setelah cairan lava yang mengandung banyak gas mencapai permukaan bumi, maka gas yang dikandungnya akan segera dilepaskan. Dengan keluarnya gas dar cairan lava akan menimbulkan lubang atau gelembung pada lava yang telah membeku. Kemungkinan lubang itu berbentuk bola, ellips, silinder atau bentuk tak beraturan. Batu apung dapat pula dibuat dengan cara memanaskan batuan obsidain pada suhu C sehingga gasnya keluar. Karena batuannya berpori (porus) maka dapat digunakan sebagai isolator untuk peredam suara dan penahan suhu tinggi. Di Indonesia batu apung yang terkenal dihasilkan oleh Gunung Krakatau, Gunung Rinjani dan Tambora. Geologi Umum 34
24 Pegmatit Batuan beku yang istimewa dengan ukuran kristal yang besar, bergaris tengah 1 cm atau lebih. Pegmatit terbentuk pada bagian atas dari batuan magmatik jauh di dlaam bumi yaitu beberapa kilometer dari permukaan bumi di mana tekanan dari luar cukup besar untuk menahan unsur-unsur gas dalam magma. Sebagai tubuh bumi, pegmatit terbentuk sebagai teras, lensa atau urat-urat yang tidak teratur bentuknya, kadang sebagai stock. Urat pegmatit dapat mempunyai ketebalan beberapa meter dan panjang mencapai ratusan meter. Tubuh pegmatit umumnya dikelilingi oleh batuan induknya, komposisinya bermacam-macam dari ultrabasa hingga asam. Tetapi umumnya terbentuk dalam batuan asam dan yang terbentuk dalam batuan basa sangat sedikit. Komposisi pegmatit berbeda sedikit dengan batuan induknya. Banyak pegmatit memperlihatkan struktur zona dan sebaran mineralnya kurang teratur. Sebagai contoh pegmatit dari Murzinka (Ural Rusia). Batuan luar dari zona pegamtit yaitu kontak dengan granit yang mengelilinginya terdiri dari batuan yangberwarna terang (aplit), ke arah tengah menjadi zona granit garfit (pertumbuhan bersama dari felspar dan kuarsa), kemudian zona felspar dan kuarsa yang berbutir kasar. Di bagian tengah dari zona retas pegmatit terdapat rongga-rongga di mana bagian dindingnya berjajar kristal yang berukuran besar, terdiri dari kristal batuan, topaz dan batuan permata lainnya. Kegunaan Batuan beku Tidak semua batuan dapat menjadi bahan galian tambang yang bernilai ekonomis tinggi. Hal ini sangat tergantung kepada sifat, komposisi mineral, kekuatan fisik, daya tahan, cara penggalian, pengolahan dan transportasinya. Sebagai bahan bangunan, batuan pada umumnya digunakan sebagai bahan mentah, tetapi ada juga yang perlu diproses lebih lanjut misalnya dipotong dan dipoles dibuat ukuran tertentu untuk digunakan sebagai batu giling dan dapat digunakan untuk pengeras jalan dan campuran beton. Kegunaan dari tiap jenis batuan berdasar sifat dan komposisinya: 1. batuan yang mempunyai kerapatan tinggi dan tidak porus sangat baik untuk keperluan pekerjaan di laut; 2. batuan yang tidak terpengaruh oleh asam baik digunakan di daerah industri; Geologi Umum 35
25 3. batuan yang berat, keras dan mempunyai daya tahan yang besar sesuai digunakan sebagai pondasi bangunan, pengeras jalan dan juga bahan lantai; 4. batuan yang mempunyai warna indah dan tidak porus dapat digunakan untuk pelapis dinding atau lantai; 5. batuan yang lunak dan ringan dapat digunakan untuk membuat patung; 6. batuan yang umumnya mempunyai berat jenis sekitar 2,6 baik digunakan sebagai bahan pekerjaan teknik berat. Dari beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan yang paling baik untuk pengeras jalan raya adalah batuan yang mempunyai sifatsifat: 1. batuan harus kristalin; 2. tekstur harus equiangular (besar butir sama); 3. semua mineral penyusun batuan harus mempunyai kekerasan yang sebanding (homogen); 4. batuan harus segar dan tidak berubah; 5. bobot jenis tinggi; 6. batuan tidak berpori. Pada umumnya batuan beku memenuhi persyaratan untuk keperluan jalan. Beberapa jenis batuan beku yang banyak digunakan untuk bahan bangunan dalam hubungannya dengan berbagai jenis pekerjaan adalah: Granit Mempunyai bobot jenis antara 2,63 hingga 2,75, sehari-hari granit digunakan di berbagai lapangan antara lain untuk pondasi galangan kapal, dermaga dan bahan bangunan lainnya. Granit yang terdapat di alam umumnya mengandung retakan-retakan yang disebut diaklas. Siafit demikian kadang-kadang sangat menguntungkan karenamemudahkan penambangannya meskipun batuan ini tergolong batuan yang keras. Tetapi banyaknya retakan dalam batuan dapat pula menimbulkan kesukaran apabila kita menginginkan massa yang besar. Granit banyak digunkana untukmenunjang pembangunan teknik sipil yang memerlukan konstruksi masif. Granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi. Granit mempunyai variasi warna yang indah. Geologi Umum 36
26 Granodiorit Kegunaannya sama dengan granit Gabro Berat jenis 2,9 hingga 3,21, digunakan untuk pondasi, pengeras jalan dan lain-lain. Keistimewaaan gabro berwarna hitam kristalin, yang dipoles sangat disukai karena warnanya hitam baik untuk dekorasi. Diabas (dolerit) Umumnya berwarna gelap, keistimewaannya sebagai pengeras jalan raya adalah mempunyai daya rekat yang baik dengan aspal. Diorit Berat jenis 2,85 hingga 3, dapat digunakan untuk pengeras jalan, pondasi dan lain-lain. Andesit Banyak terdapat di Indonesia, digunakan untuk pengeras jalan dan bahan bangunan lainnya. Andesit mempunyai struktur lembar dapat digunakan sebagai batutempel untuk dinding bagian luar. Basalt Berat jenis 2,9 hingga 3,1, berwarna hitam, kegunaannya sama dengan andesit yaitu sebagai pengeras jalan, bendungan, landasan jalan kereta api, jembatan tembok dan lain-lain. Basalt yang berstruktur lembar banyak digunakan sebagai batutempel. Obsidain (batukaca) Berat jenis 2,34 hingga 2,7, batukaca umumnya digunakan untuk dekorasi. Batukaca yang dihancurkan dengan ukuran kecil dicampur dengan semen dapat dibuat sebagai granit buatan. Di zaman purba batuan ini digunakan untuk membuat mata lembing, mata panah dan lain-lain. Geologi Umum 37
OKSIDA GRANIT DIORIT GABRO PERIDOTIT SiO2 72,08 51,86 48,36
PENGERTIAN BATUAN BEKU Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma. Berdasarkan teksturnya batuan
Petrogenesa Batuan Beku
Petrogenesa Batuan Beku A. Terminologi Batuan beku adalah batuan yang terbentuk sebagai hasil pembekuan daripada magma. Magma adalah bahan cair pijar di dalam bumi, berasal dari bagian atas selubung bumi
Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan
Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan
MINERAL OPTIK DAN PETROGRAFI IGNEOUS PETROGRAFI
MINERAL OPTIK DAN PETROGRAFI IGNEOUS PETROGRAFI Disusun oleh: REHAN 101101012 ILARIO MUDA 101101001 ISIDORO J.I.S.SINAI 101101041 DEDY INDRA DARMAWAN 101101056 M. RASYID 101101000 BATUAN BEKU Batuan beku
Vulkanisme. Yuli Ifana Sari
Vulkanisme Yuli Ifana Sari Konsep Penting Vulkanisme: transpot magma dr dlm ke permukaan bumi. Proses alam yg berhubungan dg kegiatan kegunungapian, mulai dr asal usul pembentukan magma di dlm bumi hingga
Gambar 6. Daur Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf
Definisi Batuan Batuan adaiah kompleks/kumpulan dari mineral sejenis atau tak sejenis yang terikat secara gembur ataupun padat. Bedanya dengan mineral, batuan tidak memiliki susunan kimiawi yang tetap,
Gambar 2.1 Siklus batuan, tanda panah hitam merupakan siklus lengkap, tanda panah putih merupakan siklus yang dapat terputus.
2. Batuan Beku 2.1 Batuan Batuan adalah kumpulan dari satu atau lebih mineral, yang merupakan bagian dari kerak bumi. Terdapat tiga jenis batuan yang utama yaitu : batuan beku (igneous rock), terbentuk
Definisi Vulkanisme. Vulkanisme
VULKANISME Definisi Vulkanisme Vulkanisme Semua gejala di dalam bumi sebagai akibat adanya aktivitas magma disebut vulkanisme. Gerakan magma itu terjadi karena magma mengandung gas yang merupakan sumber
BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN TANAH
BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN TANAH Proses Pembentukan Tanah. Tanah merupakan lapisan paling atas pada permukaan bumi. Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan tanah untuk tempat hidup. Tumbuh-tumbuhan tidak
Proses Pembentukan dan Jenis Batuan
Proses Pembentukan dan Jenis Batuan Penulis Rizki Puji Diterbitkan 23:27 TAGS GEOGRAFI Kali ini kita membahas tentang batuan pembentuk litosfer yaitu batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf serta
IV. BATUAN METAMORF Faktor lingkungan yang mempengaruhi
IV. BATUAN METAMRF Faktor lingkungan yang mempengaruhi Batuan metamorf adalah batuan yang telah mengalami perubahan dari bentuk asalnya dari batuan yang sudah ada, baik batuan beku, sedimen maupun sebagian
AsaI Gejaia Volkanisme (Kegunungapian) Pada beberapa tempat di bumi sering tertihat suatu massa cair pijar yang dikenal dengan nama magma, keluar
AsaI Gejaia Volkanisme (Kegunungapian) Pada beberapa tempat di bumi sering tertihat suatu massa cair pijar yang dikenal dengan nama magma, keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan pada kerak bumi
BATUAN BEKU IGNEOUS ROCKS
BATUAN BEKU IGNEOUS ROCKS TEGUH YUWONO, S.T ILMU BATUAN SMK N 1 PADAHERANG DEFINISI merupakan batuan yang berasal dari hasil proses pembekuan magma dan merupakan kumpulan interlocking agregat mineral-mineral
What is a rocks? A rock is a naturally formed aggregate composed of one or more mineral
What is a rocks? A rock is a naturally formed aggregate composed of one or more mineral Batuan(rocks) merupakan materi yang menyusun kulit bumi, yaitu suatu agregat padat ataupun urai yang terbentuk di
hiasan rumah). Batuan beku korok
Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latingranum. (yang sering dijadikan Granit
BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK
BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK Bentuklahan asal vulkanik merupakan bentuklahan yang terjadi sebagai hasil dari peristiwa vulkanisme, yaitu berbagai fenomena yang berkaitan dengan gerakan magma naik ke permukaan
Geologi Teknik. Ilmu Geologi, Teknik Geologi,
Geologi Teknik Mineral, Batuan Norma Puspita, ST. MT. Ilmu Geologi, Teknik Geologi, Geologi Teknik Ilmu Geologi Ilmu yang mempelajari tentang sejarah pembentukan bumi dan batuan, sifat sifat fisik dan
BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN
BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN 3.1 Geomorfologi 3.1.1 Geomorfologi Daerah Penelitian Secara umum, daerah penelitian memiliki morfologi berupa dataran dan perbukitan bergelombang dengan ketinggian
ACARA IX MINERALOGI OPTIK ASOSIASI MINERAL DALAM BATUAN
ACARA IX MINERALOGI OPTIK I. Pendahuluan Ilmu geologi adalah studi tentang bumi dan terbuat dari apa itu bumi, termasuk sejarah pembentukannya. Sejarah ini dicatat dalam batuan dan menjelaskan bagaimana
BAB I PENDAHULUAN. Sedangkan praktikum mineral optik hanya mendeskripsikan mineralnya saja.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Petrografi merupakan salah satu cabang dari ilmu geologi. Petrografi ini juga merupakan tingkat lanjutan dari mata kuliah sebelumnya yaitu mineral optik. Dalam prakteknya,
MINERAL DAN BATUAN. Yuli Ifana Sari
MINERAL DAN BATUAN Yuli Ifana Sari Tugas Kelompok 1. Jelaskan macam2 jenis batuan berdasarkan proses terjadinya dan berikan contohnya! 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan siklus batuan! Batuan Bahan padat
STANDAR KOMPETENSI. kehidupan manusia. 1.Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan.
STANDAR KOMPETENSI Memahami Lingkungan kehidupan manusia. 1.Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan. INDIKATOR : I. Mendeskripsikan proses alam endogen
BAB II PETROLOGI BATUAN BEKU EKSTRUSI A. PENGERTIAN BATUAN BEKU EKSTRUSIF
BAB II PETROLOGI BATUAN BEKU EKSTRUSI A. PENGERTIAN BATUAN BEKU EKSTRUSIF Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung dipermukaan bumi. Batuan beku ekstrusif ini yaitu
MODUL ONLINE 19.2 KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI PENDALAMAN MATERI BENTUK MUKA BUMI
MODUL ONLINE 19.2 KARAKTERISTIK PERLAPISAN BUMI PENDALAMAN MATERI BENTUK MUKA BUMI FERANI MULIANINGSIH PPG DALAM JABATAN Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 2018 i A. PENDAHULUAN Materi-materi
batuan, butiran mineral yang tahan terhadap cuaca (terutama kuarsa) dan mineral yang berasal dari dekomposisi kimia yang sudah ada.
DESKRIPSI BATUAN Deskripsi batuan yang lengkap biasanya dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1. Deskripsi material batuan (atau batuan secara utuh); 2. Deskripsi diskontinuitas; dan 3. Deskripsi massa batuan.
Batuan beku Batuan sediment Batuan metamorf
Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan dimana bagian dari lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi karena daratan adalah bagian dari kulit bumi yang dapat kita amati langsung
A. BATUAN BEKU ULTRABASA (ULTRAMAFIK)
A. BATUAN BEKU ULTRABASA (ULTRAMAFIK) Batuan Beku Ultrabasa (Ultramafik) adalah batuan beku dan meta -batuan beku dengan sangat rendah kandungan silika konten (kurang dari 45%), umumnya > 18% Mg O, tinggi
DASAR-DASAR ILMU TANAH WIJAYA
DASAR-DASAR ILMU TANAH OLEH : WIJAYA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 2009 2.1 Penggolongan Batuan Menurut Lingkungan Pembentukan : 1. Batuan Beku (Batuan Magmatik) 2. Batuan
REKAMAN DATA LAPANGAN
REKAMAN DATA LAPANGAN Lokasi 01 : M-01 Morfologi : Granit : Bongkah granit warna putih, berukuran 80 cm, bentuk menyudut, faneritik kasar (2 6 mm), bentuk butir subhedral, penyebaran merata, masif, komposisi
BAB 12 BATUAN DAN PROSES PEMBENTUKAN TANAH
BAB 12 BATUAN DAN PROSES PEMBENTUKAN TANAH Tujuan Pembelajaran Kamu dapat mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan dan mengidentifikasi jenis-jenis tanah. Di sekitar kita terdapat berbagai
TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP TEKTONISME
TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP TEKTONISME Oleh: Nama : Wulan Kartika Wardani NIM : 135040200111089 Kelas : D PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2016 TEKTONISME
Siklus Batuan. Bowen s Reaction Series
Siklus Batuan Magma di dalam bumi dan magma yang mencapai permukaan bumi mengalami penurunan temperatur (crystallization) dan memadat membentuk batuan beku. Batuan beku mengalami pelapukan akibat hujan,
Struktur batuan beku ekstrusif. a. Masif. b. Columnar joint (kekar kolom)
Struktur batuan beku ekstrusif Batuan beku ekstrusif terbentuk karena proses pembekuannya berlangsung di permukaan bumi. Batuan beku ekstrusif akan menghasilkan struktur yang memberi petunjuk mengenai
Morfologi dan Litologi Batuan Daerah Gunung Ungaran
Morfologi dan Litologi Batuan Daerah Gunung Ungaran Morfologi Gunung Ungaran Survei geologi di daerah Ungaran telah dilakukan pada hari minggu 15 Desember 2013. Studi lapangan dilakukan untuk mengetahui
DASAR-DASAR ILMU TANAH
DASAR-DASAR ILMU TANAH OLEH : WIJAYA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON 2011 PEMBENTUKAN TANAH 2.1 Penggolongan Batuan Menurut Lingkungan Pembentukan : 1. Batuan Beku (Batuan Magmatik)
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika LithosferLATIHAN SOAL BAB 4. Gamping. Beku. Sedimen. Andesit. Metamorf
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika LithosferLATIHAN SOAL BAB 4 1. Jenis batuan yang sifat-sifatnya berubah sebagai akibat dari tekanan yang kuat dan suhu yang tinggi disebut batuan... Gamping
RORO RASI PUTRA REDHO KURNIAWAN FAJAR INAQTYO ZALLAF AHMAD ABDILLAH DOLI ALI FITRI KIKI GUSMANINGSIH BENTI JUL SOSANTRI ALFI RAHMAN
Genesha Mineral Pada Lingkup Magmatik RORO RASI PUTRA REDHO KURNIAWAN FAJAR INAQTYO ZALLAF AHMAD ABDILLAH DOLI ALI FITRI KIKI GUSMANINGSIH BENTI JUL SOSANTRI ALFI RAHMAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG Lingkup/Lingkungan
ENDAPAN MAGMATIK Kromit, Nikel sulfida, dan PGM
ENDAPAN MAGMATIK Kromit, Nikel sulfida, dan PGM Adi Prabowo Jurusan Teknik Geologi Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta MENDALA METALOGENIK (Metallogenic Province) suatu area yang dicirikan oleh
Metamorfisme dan Lingkungan Pengendapan
3.2.3.3. Metamorfisme dan Lingkungan Pengendapan Secara umum, satuan ini telah mengalami metamorfisme derajat sangat rendah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan kondisi batuan yang relatif jauh lebih keras
II. TINJAUAN PUSTAKA. Sumatera terletak di sepanjang tepi Barat Daya Paparan Sunda, pada perpanjangan
II. TINJAUAN PUSTAKA A. Struktur Geologi Sumatera terletak di sepanjang tepi Barat Daya Paparan Sunda, pada perpanjangan Lempeng Eurasia ke daratan Asia Tenggara dan merupakan bagian dari Busur Sunda.
BAB II TATANAN GEOLOGI
BAB II TATANAN GEOLOGI 2.1 Geologi Regional 2.1.1 Fisiografi dan Morfologi Batu Hijau Pulau Sumbawa bagian baratdaya memiliki tipe endapan porfiri Cu-Au yang terletak di daerah Batu Hijau. Pulau Sumbawa
6.padang lava Merupakan wilayah endapan lava hasil aktivitas erupsi gunungapi. Biasanya terdapat pada lereng atas gunungapi.
BENTUK LAHAN ASAL VULKANIK 1.Dike Terbentuk oleh magma yang menerobos strata batuan sedimen dengan bentuk dinding-dinding magma yang membeku di bawah kulit bumi, kemudian muncul di permukaan bumi karena
Magma dalam kerak bumi
MAGMA Pengertian Magma : adalah cairan atau larutan silikat pijar yang terbentuk secara alamiah bersifat mobil, suhu antara 900-1200 derajat Celcius atau lebih yang berasal dari kerak bumi bagian bawah.
Struktur Penyusun Bumi
Struktur Penyusun Bumi Lithosphere -> Lapisan terluar kulit bumi SiAl yaitu lapisankulit bumi yang tersusun dari logam Silisium dan Alumunium (dalam bentuk senyawa SiO2 dan Al2O3) SiMa yaitu lapisan kulit
BUMI YANG DINAMIS DIGERAKKAN OLEH
BUMI YANG DINAMIS DIGERAKKAN OLEH ENERGI DARI MATAHARI ENERGI DARI DALAM BUMI MERUBAH WAJAH PERMUKAAN BUMI MELALUI PROSES-2 : 1. PELAPUKAN 2. PENGIKISAN 3. PENGANGKUTAN DAN 4.PENGENDAPAN MEMBENTUK RELIEF
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.1
SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.1 1. Jenis-jenis batuan : Contoh batuan: 1. karst 2. granit 3. marmer 4. giok 5. intan 6. konglomerat Batuan yang mempunyai nilai
TEKANAN PADA ERUPSI GUNUNG BERAPI
TEKANAN PADA ERUPSI GUNUNG BERAPI ARINI ROSA SINENSIS SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) NURUL HUDA 2017 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki
3.2.3 Satuan lava basalt Gambar 3-2 Singkapan Lava Basalt di RCH-9
3.2.2.4 Mekanisme pengendapan Berdasarkan pemilahan buruk, setempat dijumpai struktur reversed graded bedding (Gambar 3-23 D), kemas terbuka, tidak ada orientasi, jenis fragmen yang bervariasi, massadasar
BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN
BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN 3.1 Geomorfologi Daerah Penelitian 3.1.1 Morfologi Umum Daerah Penelitian Daerah penelitian berada pada kuasa HPH milik PT. Aya Yayang Indonesia Indonesia, yang luasnya
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Fisiografi Regional Pulau Lombok terbentuk oleh suatu depresi yang memanjang (longitudinal depresion), yang sebagian besar sudah terisi dan tertutupi oleh suatu seri gunungapi
BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN
BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN 3.1 Geomorfologi Bentukan topografi dan morfologi daerah penelitian adalah interaksi dari proses eksogen dan proses endogen (Thornburry, 1989). Proses eksogen adalah proses-proses
Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala
Geografi Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala TANAH Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang
LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
LABORATORIUM GEOLOGI OPTIK DEPARTEMEN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA PRAKTIKUM PETROGRAFI BORANG MATERI ACARA I: PETROGRAFI BATUAN BEKU Asisten Acara: 1. 2. 3. 4. Nama Praktikan
BAB II STUDI PUSTAKA
BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 Beton Konvensional Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi agregat dan pengikat (semen). Beton mempunyai karakteristik tegangan hancur tekan yang
1. Tenaga Endogen : Tektonisme, Vulkanisme, dan seisme 2. Tenaga Eksogen : Sinar matahari, udara, air, erosi, dan organisme
Bab 3. Litosfer A. Batuan Penyusun Lapisan Bumi 1. Batuan beku : batuan yang berasal dari magma yang membeku a. Batuan beku dalam/plutonik granit, slenit, dionit, gabro b. Batuan beku gang/korok/porfisik
MAKALAH BATUAN BEKU BAB I PENDAHULUAN
MAKALAH BATUAN BEKU BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bagian luar bumi tertutupi oleh daratan dan lautan, dimana bagian lautan lebih besar daripada bagian daratan. Akan tetapi daratan adalah bagian
MODUL III DIFERENSIASI DAN ASIMILASI MAGMA
MODUL III DIFERENSIASI DAN ASIMILASI MAGMA Sasaran Pembelajaran Mampu menjelaskan pengertian dan proses terjadinya diferensiasi dan asimilasi magma, serta hubungannya dengan pembentukan mineral-mineral
Adi Hardiyono Laboratorium Petrologi dan Mineralogi, Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran ABSTRACT
Karakteristik batuan beku andesitik & breksi vulkanik, dan kemungkinan penggunaan sebagai bahan bangunan KARAKTERISTIK BATUAN BEKU ANDESIT & BREKSI VULKANIK, DAN KEMUNGKINAN PENGGUNAAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN
Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 03: Batuan & Tanah
Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 03: Batuan & Tanah Tanah Profil tanah Tanah yang kita ambil terasa mengandung partikel pasir, debu dan liat dan bahan organik terdekomposisi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kastowo (1973), Silitonga (1975), dan Rosidi (1976) litologi daerah
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Geologi Regional Menurut Kastowo (1973), Silitonga (1975), dan Rosidi (1976) litologi daerah Padang dan sekitarnya terdiri dari batuan Pratersier, Tersier dan Kwarter. Batuan
III.1 Morfologi Daerah Penelitian
TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN III.1 Morfologi Daerah Penelitian Morfologi suatu daerah merupakan bentukan bentang alam daerah tersebut. Morfologi daerah penelitian berdasakan pengamatan awal tekstur
BAB 3. Pembentukan Lautan
BAB 3. Pembentukan Lautan A. Pendahuluan Modul ini membahas tentang teori dan analisa asal-usul lautan yang meliputi hipotesa pelepasan lempeng, teori undasi dan teori tektonik lempeng. Selain itu dalam
LITOSFER BY. DJUNIJANTO SMA N 3 TENGGARONG. Materi Geografi tentang Litosfer 1
LITOSFER BY. DJUNIJANTO SMA N 3 TENGGARONG Materi Geografi tentang Litosfer 1 Materi Geografi tentang Litosfer 2 STRUKTUR LAPISAN KULIT BUMI Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang paling atas. Lapisan
MEKANIKA TANAH ASAL USUL TERBENTUKNYA TANAH. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224
MEKANIKA TANAH ASAL USUL TERBENTUKNYA TANAH UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 PENGERTIAN TANAH Apa itu tanah? Material yang terdiri dari
dan Satuan Batulempung diendapkan dalam lingkungan kipas bawah laut model Walker (1978) (Gambar 3.8).
dan Satuan Batulempung diendapkan dalam lingkungan kipas bawah laut model Walker (1978) (Gambar 3.8). Gambar 3.7 Struktur sedimen pada sekuen Bouma (1962). Gambar 3.8 Model progradasi kipas bawah laut
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Beton Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (Portland Cement), agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah. Nawy (1995), dalam
TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN
BAB III TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN 3.1 Tambang Zeolit di Desa Cikancra Tasikmalaya Indonesia berada dalam wilayah rangkaian gunung api mulai dari Sumatera, Jawa, Nusatenggara, Maluku sampai Sulawesi.
PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP
PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP PENGERTIAN TANAH Pedosfer berasal dari bahasa latin yaitu pedos = tanah, dan sphera = lapisan. Pedosfer yaitu lapisan kulit bumi yang tipis yang letaknya
BAB I BENTUK MUKA BUMI
BAB I BENTUK MUKA BUMI Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mendeskripsikan proses alam endogen yang menyebabkan terjadinya bentuk muka bumi. 2. Peserta didik mempu mendeskripsikan gejala diastropisme
KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI: Proses Pembentukan, dan Dampaknya Terhadap Kehidupan
KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI: Proses Pembentukan, dan Dampaknya Terhadap Kehidupan 1. Proses Alam Endogen Hamparan dataran yang luas, deretan pegunungan yang menjulang tinggi, lembah-lembah dimana sungai
DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. UCAPAN TERIMAKASIH... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL... vii. DAFTAR GAMBAR... viii. DAFTAR GRAFIK...
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i UCAPAN TERIMAKASIH... ii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR GRAFIK... ix DAFTAR ISTILAH... x BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1
BENTUK-BENTUK MUKA BUMI
BENTUK-BENTUK MUKA BUMI Lili Somantri,S.Pd Dosen Jurusan Pendidikan Geografi UPI Disampaikan dalam Kegiatan Pendalaman Materi Geografi SMP Bandung, 7 September 2007 Peserta workshop: Guru Geografi SMP
DERET BOWEN DAN KLASIFIKASI BATUAN BEKU ASAM DAN BASA
DERET BOWEN DAN KLASIFIKASI BATUAN BEKU ASAM DAN BASA Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah mineralogi Dosen pengampu : Dra. Sri Wardhani Disusun oleh Vanisa Syahra 115090700111001
BATUAN BEKU. Disusun Oleh :
BATUAN BEKU Disusun Oleh : Revki Septiansyah B (03021281419080) Achmad Yansen (03021381419134) Darma Raharja H (03021381419127) Ravisi Gustama (03021381419148) A. Syaftian Febri (03021381419117) M. Andri
TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN
TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN PERTEMUAN 07 SUMBERDAYA MINERAL Sumberdaya Mineral Sumberdaya mineral merupakan sumberdaya yang diperoleh dari hasil ekstraksi batuan atau pelapukan p batuan (tanah). Berdasarkan
TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd
TANAH / PEDOSFER OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd 1.Definisi Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organic, air, udara
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang berada di dalam wilayah Ring of Fire. Ring
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang berada di dalam wilayah Ring of Fire. Ring of Fire atau disebut juga dengan Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik daerah yang
BAB IV PEMBAHASAN. 4.1 Karakterisasi Lumpur Sidoarjo
BAB IV PEMBAHASAN Pada bagian ini penulis akan membahas hasil percobaan serta beberapa parameter yang mempengaruhi hasil percobaan. Parameter-parameter yang berpengaruh pada penelitian ini antara lain
Semakin ke arah dacite, kandungan silikanya semakin besar.
Afinitas magma merupakan perubahan komposisi komposisi kimia yang terkandung didalam magma yang disebabkan oleh oleh adanya factor factor tertentu. Aktifitas aktifitas magma ini bisa berbeda satu sama
ASOSIASI BATUAN BEKU TERHADAP LEMPENG TEKTONIK
ASOSIASI BATUAN BEKU TERHADAP LEMPENG TEKTONIK Batuan beku adalah batuan yang berasal dari pendinginan magma. Pendinginan tersebut dapat terjadi baik secara Ekstrusif dan Intrusif. Batuan beku yang berasal
berukuran antara 0,05-0,2 mm, tekstur granoblastik dan lepidoblastik, dengan struktur slaty oleh kuarsa dan biotit.
berukuran antara 0,05-0,2 mm, tekstur granoblastik dan lepidoblastik, dengan struktur slaty oleh kuarsa dan biotit. (a) (c) (b) (d) Foto 3.10 Kenampakan makroskopis berbagai macam litologi pada Satuan
Seisme/ Gempa Bumi. Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi
Seisme/ Gempa Bumi Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi Berdasarkan peta diatas maka gempa bumi tektonik di Indonesia diakibatkan oleh pergeseran tiga lempeng besar
BAB V ALTERASI PERMUKAAN DAERAH PENELITIAN
BAB V ALTERASI PERMUKAAN DAERAH PENELITIAN 5.1 Tinjauan Umum Alterasi hidrotermal adalah suatu proses yang terjadi sebagai akibat dari adanya interaksi antara batuan dengan fluida hidrotermal. Proses yang
Geohidrologi dan Oseanografi (Hidrosfer) 2 Geohidrologi dan Oseanografi (Hidrosfer)
www.pelatihanosn-soc.com [email protected] : Jl. Bintara Jaya IV, No. 108, Bekasi Barat 17136 Bekasi - Jawa Barat 0812-9508-9496 NO MATERI SUB MATERI Meteorologi-Klimatologi (Atmosfer) 1 Meteorologi-Klimatologi
Diferensiasi magma pembagian kelas-kelas magma sesuai dengan komposisi kimiawinya yang terjadi pada saat magma mulai membeku.
Diferensiasi magma Diferensiasi magma Diferensiasi magma pembagian kelas-kelas magma sesuai dengan komposisi kimiawinya yang terjadi pada saat magma mulai membeku. Yang termasuk dalam diferensiasi magma
BATUAN BATUAN BEKU, BATUAN SEDIMEN, DAN BATUAN MALIHAN/METAMORF
BAB 3 LITOSFER PENGERTIAN LITOSFER Litosfer adalah lapisan kerak bumi, berasal dari bahasa latin litho yang berarti batuan dan sphaira yang berarti lingkungan atau bola. Lapisan ini terdiri atas zat padat
Ciri Litologi
Kedudukan perlapisan umum satuan ini berarah barat laut-tenggara dengan kemiringan berkisar antara 60 o hingga 84 o (Lampiran F. Peta Lintasan). Satuan batuan ini diperkirakan mengalami proses deformasi
II. VOLKANISME DAN BENTUKLAHAN BENTUKAN VOLKANIK
III. VOLKANISME DAN BENTUKLAHAN BENTUKAN VOLKANIK Volkanisme adalah proses keluamya magma ke permukaan bumi beserta gejalagejala yang menyertainya. Magma dalam perjalanan ke permukaan bumi akan mengalami
BAB III LANDASAN TEORI
BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Beton Beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa bahan tambah membentuk massa padat.
LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK Bidang : Kebumian. Latihan 1. Bahan : Geologi -1
Bidang Studi Kode Berkas : Kebumian : KEB-L01 (soal) LATIHAN DAN TES JARAK JAUH (LTJJ) Persiapan OSK 2018 Bidang : Kebumian Latihan 1 Bahan : Geologi -1 (Tektonik Lempeng, Kristalografi, Mineralogi, Petrologi,
KARAKTERISTIK LUMPUR SIDOARJO
KARAKTERISTIK LUMPUR SIDOARJO Sifat Umum Lumpur Sidoarjo merupakan lumpur yang keluar dari perut bumi, berasal dari bagian sedimentasi formasi Kujung, formasi Kalibeng dan formasi Pucangan. Sedimen formasi
aptudika.web.ugm.ac.id
aptudika.web.ugm.ac.id 41. Siklus hidrologi berperan serta dalam merubah bentuk permukaan bumi melalui proses: A. presipitasi dan evaporasi B. evaporasi dan transpirasi C. transpirasi dan infiltrasi D.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari letusan gunungapi, pada
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari letusan gunungapi, pada saat gunungapi meletus mengeluarkan tiga jenis bahan yaitu berupa padatan, cair, dan gas.
geografi Kelas X LITOSFER II KTSP & K-13 H. VULKANISME a. Pengertian Vulkanisme b. Gejala Vulkanisme
KTSP & K-13 Kelas X geografi LITOSFER II H. VULKANISME a. Pengertian Vulkanisme Vulkanisme adalah peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari mantel bawah Bumi, baik magma yang berwujud padat,
geografi Kelas X PEDOSFER II KTSP & K-13 Super "Solusi Quipper" F. JENIS TANAH DI INDONESIA
KTSP & K-13 Kelas X geografi PEDOSFER II Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini kamu diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami jenis tanah dan sifat fisik tanah di Indonesia. F. JENIS TANAH
Foto 3.24 Sayatan tipis granodiorit (HP_03). Satuan ini mempunyai ciri-ciri umum holokristalin, subhedral-anhedral, tersusun atas mineral utama
Foto 3.24 Sayatan tipis granodiorit (HP_03). Satuan ini mempunyai ciri-ciri umum holokristalin, subhedral-anhedral, tersusun atas mineral utama berupa plagioklas, kuarsa (C6-C7) dan k-feldspar (D3-F3).
BAB IV ALTERASI HIDROTERMAL
BAB IV ALTERASI HIDROTERMAL 4.1. Tinjauan umum Ubahan Hidrothermal merupakan proses yang kompleks, meliputi perubahan secara mineralogi, kimia dan tekstur yang dihasilkan dari interaksi larutan hidrotermal
Gambar 3.13 Singkapan dari Satuan Lava Andesit Gunung Pagerkandang (lokasi dlk-13, foto menghadap ke arah barat )
Gambar 3.12 Singkapan dari Satuan Lava Andesit Gunung Pagerkandang, dibeberapa tempat terdapat sisipan dengan tuf kasar (lokasi dlk-12 di kaki G Pagerkandang). Gambar 3.13 Singkapan dari Satuan Lava Andesit
BAB 3 GEOLOGI DAERAH PENELITIAN
BAB 3 GEOLOGI DAERAH PENELITIAN 3.1. GEOMORFOLOGI Daerah penelitian memiliki pola kontur yang relatif rapat dan terjal. Ketinggian di daerah penelitian berkisar antara 1125-1711 mdpl. Daerah penelitian
