BAHASA DAERAH DAN INDUSTRI RADIO
|
|
|
- Susanto Widjaja
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAHASA DAERAH DAN INDUSTRI RADIO Farid Rusdi Universitas Tarumanagara, Jakarta Abstrak Kekayaan budaya Indonesia sangat terkait dengan keanekaragaman bahasa daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.. Karena kearifan lokal tercermin dari bahasa daerah. Tapi saat ini bahasa daerah di Indonesia semakin terdesak. Sejumlah bahasa daerah terancam bahkan telah punah akibat jarangnya hingga tidak adanya penutur atau yang menggunakan bahasa daerah. Perkembangan industri media massa yang pesat saat ini turut berperan dalam mempengaruhi semakin terdesaknya bahasa daerah. Tulisan ini menjelaskan bagaimana media radio yang mengedepankan bahasa tutur dalam siarannya memiliki dampak pada keberadaan bahasa daerah. Situasi ekonomi media industri radio cenderung membuat pendengar radio di daerah terbiasa dengan bahasa yang sering digunakan di Jakarta. Kata kunci : bahasa daerah, radio, ekonomi media Pendahuluan Bahasa adalah bagian penting dari budaya. Sebagai alat komunikasi dalam masyarakat ia memiliki peran penting dalam mempertahankan budaya suatu masyarakat. Karena bahasa memanfaatkan tanda-tanda yang ada di lingkungan suatu masyarakat. Kearifan lokal suatu daerah bisa tercermin dari bahasa yang digunakan. Oleh karena itu setiap bahasa daerah memiliki nilai luhur untuk menciptakan masyarakatnya berkehidupan lebih baik menurut mereka. Negara Indonesia yang saat ini memiliki lebih dari 240 juta jiwa penduduk, mempunyai ratusan bahasa daerah yang tersebar dari ujung pulau Sumatara hingga Papua. Dalam Ethnologue: Languages of the World, tercatat Indonesia memiliki 726 bahasa. Dari jumlah itu 719 bahasa masih digunakan oleh penuturnya, dua bahasa menjadi bahasa kedua tanpa penutur bahasa ibu (mother tongue) Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal 347
2 dan lima bahasa sisanya diklaim punah karena tidak ada lagi penuturnya (Lewis, 2009: Jumlah ini diperkirakan terus berkurang, bahkan sebagian besar dari jumlah bahasa daerah yang ada di ambang kepunahan. Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2011 melalui bidang Peningkatan dan Pengendalian Bahasa memperkirakan di akhir abad 21 ini akan hanya ada 10 persen saja dari bahasa daerah yang ada di negara ini yang masih bisa bertahan ( bahasa-daerah-di-indonesia-terancam-punah /98538.html). Semakin berkurangnya orang yang menggunakan bahasa daerah, karena beberapa sebab, di antaranya kondisi masyarakat yang multietnik sehingga terjadi kontak antar bahasa sehingga bahasa yang satu lebih sering digunakan daripada bahasa yang lain. (Tondo, 2009: 278). Tapi selain itu perkembangan media massa yang begitu pesat saat ini di masyarakat juga turut mempengaruhi berkurangnya penutur bahasa daerah. Penetrasi media massa yang begitu luar biasa ke pelosok daerah membuat mereka mengenal bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Tapi selain itu mereka juga mengenal istilah-istilah bahasa yang sering digunakan oleh warga di Ibukota Jakarta, bahkan bahasa Jakarta atau lebih dikenal bahasa Betawi. Seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Timur, yang letaknya sangat jauh dari Jakarta, tapi sebagian besar stasiun radio yang memiliki segmen pendengar usia remaja, cenderung menggunakan istilah bahasa Betawi dalam siarannya. Hal ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat kepada Komisi Penyiaran Indonesia ( Masyarakat merasa lembaga penyiaran dalam hal ini stasiun radio yang ada di NTT tidak mendorong pelestarian budaya NTT. 348 Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal
3 Akibatnya generasi muda di NTT melupakan bahasa NTT dan lebih menyukai bahasa Betawi. Kejadian seperti ini juga dialami oleh beberapa daerah di Indonesia. Stasiun radio yang bersegmen pendengar usia remaja memperdengarkan bahasa Jakarta dari pada bahasa daerah di mana radio itu berada. Hal ini sangat disayangkan mengingat generasi muda adalah generasi masa depan, yang juga berperan melestarikan budaya daerahnya. Penetrasi media massa di daerah memang selain radio juga media lain seperti televisi, media cetak dan elektronik. Televisi memiliki khalayak lebih besar di Indonesia dari pada jenis media lain. Jika dikaitkan peran untuk melestarikan bahasa daerah, media radio mempunyai peran lebih efektif. Karena radio adalah media yang menggunakan bahasa tutur dalam siarannya, sehingga penggunaan bahasa daerah yang baik dan benar juga bisa berdampak pada pendengarnya. Radio dan Karakteristiknya Fenomena penetrasi penggunaan bahasa Jakarta ke daerah oleh media massa memang bukan hanya dilakukan media radio. Televisi, media cetak dan internet juga dikonsumsi oleh masyarakat di daerah, di antaranya juga mempergunakan istilah bahasa Jakarta. Hal yang paling dirasakan adalah oleh media televisi yang setiap hari menghadirkan program sinetron yang mempergunakan bahasabahasa gaul Jakarta. Tapi mengapa radio yang menjadi sorotan dari tulisan ini? Hal ini tidak lepas dari karakter dari media radio sendiri. Radio adalah media yang tidak mempunyai gambar dan tidak memiliki tulisan. Ia hanya mengandalkan suara atau auditory. Selain musik, maka perbincangan atau talk show adalah materi utama siaran radio. Bahasa lisan menjadi alat penyampai pesan dari stasiun radio kepada pendengarnya. Selain itu karakter radio yang memiliki kedekatan emosional dengan pendengar. Ekspresi suara penyiar bisa Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal 349
4 membuat pesan lebih mudah dimengerti oleh pendengar, dan tidak terjadi ambiguitas (Crissel, 1994: 120). Oleh karena itu radio sangat terkait penggunaan bahasa. Bagaimana bahasa yang digunakan oleh penyiar bisa menjadi acuan oleh pendengarnya. Jika bahasa Jakarta lebih sering diperdengarkan, maka pendengar akan lebih mengenal bahasa Jakarta daripada bahasa daerah di mana ia berada. Masing-masing daerah mempunyai gaya dalam bahasa daerah mereka. Gaya bahasa atau aturan cara berbahasa ini bisa terlihat dari percakapan atau bahasa lisan, bukan dari tulisan. Radio memiliki peran untuk mesosialisasikan bagaimana pengucapan dari bahasa. Pendengar Usia Muda Pada Juni 2011 lalu Penulis sempat melakukan perjalanan ke kota Tenggarong, Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara. Penulis sempat mendengarkan salah satu stasiun radio yakni Radio Swaramaha 93.1 FM. Radio yang memiliki segmen usia remaja ini banyak mempergunakan istilah bahasa di Jakarta. Seperti gue, elo, dong, norak serta istilah lain yang biasa terdengar di radio-radio di Jakarta. Di Tenggarong sendiri memiliki bahasa daerah sendiri yakni bahasa Melayu Kutai. Pada catatan Melayu Kutai ini memiliki penutur 210 ribu orang (Lewis, 2009: Kabupaten Kutai memiliki penduduk sekitar 620 ribu lebih (Koran Kaltim, 2011). Kurang dari separuh penduduknya, warga Kutai Kartanegara yang bisa berbahasa Melayu Kutai. Hal ini memunculkan kekhawatiran, penutur bahasa Melayu Kutai akan semakin berkurang di masa depan. Apalagi penduduk usia muda lebih terpapar oleh media massa seperti radio yang cenderung memperdengarkan siaran berbahasa Jakarta. 350 Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal
5 Pendengar dengan usia muda yakni antara tahun adalah segmen yang menjadi target stasiun radio. Karena usia muda lebih haus akan hiburan dan terbuka dengan hal baru. Ini yang dimanfaatkan oleh para pengelola stasiun radio. Dari data statistik BPS Kabupaten Kutai Kartanegara Penduduk usia muda di Kabupaten ini lebih besar dari pada penduduk di usia lain (Tabel 1). Ini bisa jadi salah satu daya tarik bagi stasiun radio di daerah ini dalam menjadikan segmen usia muda yakni menjadi target pendengar mereka. Tabel.1 Penduduk Kutai Kartanegara berdasarkan umur dan jenis kelamin Sumber: Data BPS Kabupaten Kutai Kartanegara 2010 Hampir di semua kota di Indonesia memiliki stasiun radio yang bersegmen pendengar usia muda. Tapi pendekatan mereka terhadap usia muda ini hampir sama yakni dengan menggunakan istilah bahasa yang ada di Jakarta dalam siaran mereka, yang dianggap dapat menjadi daya tarik pendengar muda. Di lain pihak pendengar usia muda adalah mereka yang perlu mengenal lebih banyak tentang bahasa daerah. Selama di Sekolah mereka menggunakan bahasa Indonesia dengan guru mereka. Di rumah Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal 351
6 mereka ada yang masih menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Padahal bahasa daerah perlu dilestarikan karena bahasa terkait dengan budaya suatu daerah. Simbol dan nilai dari suatu budaya. Bahasa merupakan komponen budaya yang sangat penting yang dapat mempengaruhi penerimaan, perilaku, perasaan dan kecenderungan untuk menanggapi dunia sekeliling (Liliweri, 2002: 151). Para generasi muda perlu untuk mengenal dengan baik bahasa daerah mereka agar bisa mengenal budaya mereka sendiri. Apalagi sebagian besar bahasa daerah di Indonesia tidak terdokumentasi karena lebih banyak budaya lisan. Industri Radio dan Siaran Jaringan Gencarnya penetrasi masuknya bahasa Jakarta ke daerah melalui siaran radio, tidak bisa lepas dari sistem penyiaran di Indonesia yang membolehkan adanya sistem berjaringan atau networking. Stasiun radio di Jakarta memiliki jaringan radio daerah dengan cara bekerja sama, sehingga siaran dari Jakarta juga bisa didengar di daerah melalui stasiun radio yang di daerah jaringannya. Beberapa grup radio besar di Jakarta seperti MNCN (Sindo Radio, Global Radio, Radio Dangdut Indonesia, V Radio), MRA (Hard Rock FM, I-Radio, TraxFM), dan Mahaka (Gen FM, Jak FM, Prambors, Female, Delta), memiliki jaringan radio di daerah, sebagian besar di beberapa kota di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Stasiun radio daerah Siaran radio berjaringan ini menjadi strategi pemilik grup radio di Jakarta untuk menjangkau pendengar lebih luas lagi. Beberapa alasan obyektif terbentuknya stasiun radio berjaringan di antaranya karena selain untuk ekspansi bisnis ke daerah, juga karena radio-radio di daerah yang mengalami krisis keuangan sehingga mudah diakuisisi menjadi jaringan radio Jakarta (Masduki, 2004: 32). Salah satu kelebihan siaran radio berjaringan ini adalah kualitas program siaran di daerah menjadi lebih baik dan sama dengan radio di Jakarta. Selain itu iklan yang disiarkan secara 352 Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal
7 berjaringan akan menjangkau pendengar lebih banyak karena disiarkan di banyak kota. Stasiun radio di daerah yang menjadi jaringan turut merasakan keuntungan dari pemasangan iklan. Apalagi stasiun radio di daerah hanya cukup memberikan ruang kepada siaran dari Jakarta, dan tidak perlu persiapan lebih jauh (Morissan, 2008: ) Dari berbagai keuntungan itu, siaran radio berjaringan ini juga memiliki kelemahan. Pertama adalah ketergantungan yang sangat besar dari stasiun radio daerah terhadap stasiun radio di Jakarta. Kontrak kerjasama yang telah dilakukan antara radio pusat di Jakarta dengan radio jaringan di daerah bisa membatasi kreatifitas siaran radio daerah. Mereka bisa siaran program lokal dengan ijin radio pusat. Akibatnya kejeniusan lokal dan kreatifitas lokal dalam program siaran sulit berkembang (Morissan, 2008: ). Sebagian besar radio berjaringan ini bersegmen pendengar usia muda. Seperti I-radio Network yang berpusat di Jakarta, yang memiliki beberapa radio jaringan di Bandung, Yogyakarta, Medan dan Makasar. Dalam program siaran mereka, jaringan I-radio Makasar mecoba untuk menggunakan bahasa daerah, meski tidak seluruh siarannya. Ini setidaknya masih mengurangi dampak penetrasi bahasa Jakarta. Pada I-radio Makasar, program siarannya masih menggunakan nama-nama yang diambil dari bahasa Makasar, seperti I-nakke, I-katte, I-radio merupakan sapaan santun dalam bahasa Makassar, yang kalo diterjemahkan bisa berarti Saya, Anda adalah I-radio. Sementara pada I-radio Medan ada program acara bernama Komed atau singkatan dari Kombur Medan. Dalam bahasa Medan Kombur adalah banyak ngomong atau tukang ngomong, atau tukang gosip. Sesuai nama itu program itu berisi tentang gosip artis. Program-program acara yang mengedepankan budaya lokal meski sudah diupayakan seperti I-radio di daerah, tapi relay siaran program dari Jakarta yang mereka siarkan di radio mereka lebih menjual dan menarik bagi para pendengar usia muda yang mengedepankan gaya hidup di Jakarta. Perubahan Bahasa dan Media Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal 353
8 Kondisi masyarakat yang multientik dan diikuti oleh kontak antar etnik dapat menimbulkan adanya fenomena kebahasaan seperti bilingualisme bahkan multilingalisme. Kontak bahasa menjadi prasyarat dari pergeseran bahasa hingga perubahan bahasa (Brezinger, 2007: 191). Kelompok minoritas akan mengalami pergeseran bahasa sehingga bilingualitasnya rapuh sehingga bahasanya berganti sesuai dengan bahasa kelompok mayoritas. Akibatnya bahasa lama ditinggalkan yang akhirnya bermuara pada kepunahan satu bahasa. Inilah yang menjadi kekhawatiran berbagai ahli linguistik. Bukan hanya dari sisi bahasa saja tapi juga dampaknya terhadap budaya yang melekat pada bahasa tersebut. Karena bahasa merupakan kata-kata yang disusun oleh simbol yang dibentuk oleh kebudayaan. Selain itu dalam bahasa juga terlihat bagaimana cara berpikir (Liliweri, 2002: ). Salah satu gejala akan punahnya suatu bahasa menurut Hill (Craig, 1998: 177) bahwa salah satu gejala awal kematian suatu bahasa adalah dengan hilangnya register atau gaya bahasa, variasi bahasa tersebut yang pernah hidup di masyarakat. Gaya bahasa, variasi bahasa, ini bisa menjadi peran dari media massa terutama media radio yang bisa memberikan cara pengucapan, dan tekanan suara. Adanya dialek dan aksen gaya bahasa daerah tertentu dalam media massa bisa menjadi kreatifitas dalam program siaran yang dilakukan oleh pengelola stasiun radio. Bukan menjadi suatu yang dihindari, ataupun dilakukan penyeragaman gaya siaran. Justru adanya gaya bahasa siaran lokal daerah tertentu bisa menjadi identitas dari satu daerah hingga menjadi daya tarik (Duran, 2009: 112). Sementara bahasa daerah masih terpelihara di ruang dengar dari khalayak yang ada di daerah tersebut. 354 Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal
9 Penutup Bahasa bagian dari kebudayaan. Apa yang ada dalam bahasa, yakni simbol berupa kata-kata, merupakan hasil dari interaksi masyarakat dengan lingkungannya. Jika bahasa hilang dari masyarakat maka punah pula kearifan lokal budaya suatu daerah. Masuknya budaya dari luar, yang diikuti dengan bahasa selalu menimbulkan kontak bahasa sehingga terjadinya pergeseran hingga pergantian bahasa, hingga hilangnya bahasa itu. Inilah yang menjadi kekhawatiran banyak kalangan termasuk Organisasi Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) telah memperingatkan tentang semakin banyaknya bahasa yang terancam punah. Jumlah penutur semakin sedikit karena jarangnya proses pengajaran bahasa tersebut. Disinilah peran dari media massa untuk mencegah agar kepunahan itu tidak terjadi. Mereka bisa memelihara suara-suara yang terancam hilang itu dalam media mereka. Terutama dalam media radio yang mengandalkan bahasa lisan. Bagaimana cara pengucapan, penekanan dan variasi bahasa akan lebih mudah diterima oleh khalayak. Tapi yang patut disayangkan adalah kecenderungan industri radio yang masih Jakarta sentris atau selalu mengacu pada Jakarta. Ini yang harus ditinggalkan. Stasiun radio terutama yang memiliki segmen pendengar usia muda untuk tidak hanya memperdengarkan bahasa Jakarta pada siaran mereka. Karean generasi muda adalah mereka yang seharusnya memelihara dan menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerahnya. Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal 355
10 Daftar Pustaka Brenzinger, Matthias "Language Contact and Language Displacement." The Handbook of Sociolinguistics. Coulmas, Florian (ed). Blackwell Publishing, Oxford. Craig, Colette Grinevald "Language Contact and Language Degeneration." The Handbook of Sociolinguistics. Coulmas, Florian (ed). Blackwell Publishing, Oxford. Crisell, Andrew Understanding Radio. Second edition published. Routledge,London Durant, Alan. Lambrou, Marina Language and Media. Routledge. Newyork. Koran Kaltim, Pertumbuhan Penduduk Kaltim 3,81 Persen. tumbuhan-penduduk-kaltim-3-81-persen.html/. Diakses Juli 2012 Lewis, M. Paul (ed.), Ethnologue: Languages of the World, Sixteenth edition. Dallas, Tex.: SIL International. Online version: Diakses Juli Liliweri, Alo Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. LKis. Yogyakarta. Masduki, Menjadi Broadcaster Profesional. LKis. Yogyakarta Morissan Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Kencana. Jakarta. Sukoyo, Joko Alih Kode Dan Campur Kode Pada Tuturan Penyiar Acara radio Campursari Radio Pesona FM. Jurnal Bahasa dan Sastra. Lingua. Vol 6, No 1. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Tondo, Fanny Henry Kepunahan Bahasa-Bahasa Daerah: Faktor Penyebab dan Implikasi Etnolinguistis. Jurnal Masyarakat dan Budaya. Volume No. 2. LIPI. Jakarta 356 Menggagas Pencitraan Berbasis Kearifan Lokal
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Di masa sekarang ini kita dengan mudah dapat menikmati penyiaran radio
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di masa sekarang ini kita dengan mudah dapat menikmati penyiaran radio dan telinga kita dimanjakan melalui bunyi-bunyian dan suara, karena adanya dampak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Objek Penelitian Landasan Dasar, Asas, dan Prinsip K3BS Keanggotaan Masa Waktu Keanggotaan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Objek Penelitian Berdasarkan Undang Undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat satu dan dua maka Negara Indonesia menjamin kebebasan berserikat dan berkeyakinan. Bahwa agama Katolik adalah salah
BAB I PENDAHULUAN. Media penyiaran merupakan salah satu bentuk media massa yang efisien dalam
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Radio dikenal sebagai media yang praktis dan sederahana sehingga penyampaian pesan yang dilakukan dengan lisan atau suara menciptakan suasana begitu akrab.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Komunikasi massa merupakan jenis komunikasi yang ditujukan kepada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi massa merupakan jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronis
BAB I PENDAHULUAN. untuk memenuhi berbagai kebutuhan di setiap aspek kehidupan. Berkembangnya sebuah masyarakat juga berasal dari komunikasi baik yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi menjadi komponen penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan di setiap aspek kehidupan. Berkembangnya sebuah masyarakat
BAHASA IBU YANG KEHILANGAN IBU (KAJIAN SOSIOLINGUISTIS BAHASA YANG TERANCAM PUNAH DI MALUKU UTARA)
BAHASA IBU YANG KEHILANGAN IBU (KAJIAN SOSIOLINGUISTIS BAHASA YANG TERANCAM PUNAH DI MALUKU UTARA) Imelda [email protected] Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB-LIPI) Keanekaragaman bahasa
BAB I PENDAHULUAN. perkembangan informasi dan hiburan yang terlengkap, tercepat, dan terakurat. alternatif untuk mendapatkan hiburan dan informasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di masa sekarang ini, kebutuhan masyarakat akan informasi dan hiburan sudah menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, media
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan kegiatan yang dibutuhkan dalam kehidupan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan kegiatan yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Komunikasi mempunyai peran penting bagi manusia untuk berinteraksi dan saling berhubungan
I. PENDAHULUAN. Sumarsono (2009) mengemukakan bahwa bahasa sebagai alat manusia untuk. apabila manusia menggunakan bahasa. Tanpa bahasa, manusia akan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sumarsono (2009) mengemukakan bahwa bahasa sebagai alat manusia untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Pikiran dan perasaan akan terwujud apabila manusia menggunakan
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Uses and Gratification adalah teori yang menjelaskan bahwa orang secara aktif mencari media dan muatan (isi) tertentu untuk menghasilkan sebuah kepuasan (West dan H.
BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan bidang informasi dan komunikasi telah melahirkan peradaban
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Kemajuan bidang informasi dan komunikasi telah melahirkan peradaban baru yang mempermudah manusia untuk saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas
1. Bagaimana radio Gema Surya FM berupaya melestarikan kesenian Jawa. 2. Apa tujuan dari program acara kesenian jawa di RGS?
Lampiran 1 KUISIONER 1. Bagaimana radio Gema Surya FM berupaya melestarikan kesenian Jawa di Ponorogo? 2. Apa tujuan dari program acara kesenian jawa di RGS? 3. Program kesenian jawa apa saja yang disiarkan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Media massa merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Konteks Penelitian Media massa merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan dan banyak dipercaya oleh masyarakat. Masyarakat dapat melihat dunia tanpa harus keluar rumah,
ANALISIS PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA PENYIAR RADIO MENTARI FM SURAKARTA DALAM ACARA MP3 MUSIK PAGI PILIHAN PENDENGAR
ANALISIS PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA PENYIAR RADIO MENTARI FM SURAKARTA DALAM ACARA MP3 MUSIK PAGI PILIHAN PENDENGAR SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Jurusan
BAB I PENDAHULUAN. makhluk hidup, komunikasi sangat penting dimana komunikasi itu sendiri
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan oleh semua makhluk hidup, komunikasi sangat penting dimana komunikasi itu sendiri berfungsi untuk berinteraksi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam era informasi sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era informasi sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan sumber informasi yang disajikan oleh media. Masyarakat menjadikan media sebagai subjek pembicaraan di
BAB I PENDAHULUAN. memiliki jumlah penutur lebih dari satu juta jiwa (Bawa, 1981: 7). Bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Bali merupakan salah satu bahasa daerah yang sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat penuturnya. Berdasarkan jumlah penuturnya bahasa Bali dapat
ABSTRAKSI. : STUDI MENGENAI FAKTOR-FAKTOR PREFERENSI KONSUMSI TELEVISI LOKAL DI KOTA SEMARANG : Brian Stephanie : D2C005143
ABSTRAKSI Judul Tugas Akhir Nama NIM : STUDI MENGENAI FAKTOR-FAKTOR PREFERENSI KONSUMSI TELEVISI LOKAL DI KOTA SEMARANG : Brian Stephanie : D2C00543 Televisi lokal memiliki kekuatan pada kedekatannya dengan
BAB I PENDAHULUAN. menganggapnya sebagai hal yang biasa, seperti bernafas atau berjalan. (Bloomfield,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Lazimnya, manusia tersebut jarang memperhatikan peranan bahasa itu sendiri dan lebih sering menganggapnya sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN. penontonnya apa yang disebut Simulated Experiece, yaitu pengalaman yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Televisi merupakan media yang dapat memberikan kepada khalayak penontonnya apa yang disebut Simulated Experiece, yaitu pengalaman yang didapat ketika melihat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Permasalahan Penulisan skripsi ini berangkat dari pengamatan dan kesan penulis ketika melihat sikap dan tingkah laku anak muda yang cenderung tidak mengenal dan tidak
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan hiburan menjadi begitu penting bagi kita. Hampir setiap orang selalu menyediakan waktunya
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Tingkat kesukaan atau afektif merupakan salah satu komponen proses komunikasi massa yaitu efek. Efek adalah hasil yang dicapai dari usaha penyampaian pernyataan
BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan manusia tidak pernah lepas dan selalu diwarnai nilai-nilai yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehidupan manusia tidak pernah lepas dan selalu diwarnai nilai-nilai yang lahir dari produk - produk seperti media cetak dan media elektronik. Produkproduk ini menjadi
BAB I PENDAHULUAN. satu sama lain. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat komunikasi sosial.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam komunikasi, hubungan antara bahasa dan masyarakat tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan wahana bagi masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain. Fungsi
BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan, keinginan, atau motif tertentu yang dirasakan oleh khalayak
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Uses and Gratification merupakan salah satu pendekatan yang menekankan pada penggunaan media bergantung pada kepuasan, kebutuhan, keinginan, atau motif tertentu
BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan suatu proses yang kita ketahui, merupakan proses
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Komunikasi merupakan suatu proses yang kita ketahui, merupakan proses penyampaian pesan dari pemberi pesan melalui media ataupun secara langsung kepada penerima pesan
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Di era teknologi informasi saat ini, media massa tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Lee dan Johnson (2007) menyatakan bahwa media massa banyak berperan dalam kehidupan
UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA
UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA Ida Komalasasi 1, Ida Rusdiana 2 1 STKIP PGRI Banjarmasin, Banjarmasin 2 STKIP PGRI Banjarmasin, Banjarmasin 1 [email protected], 2 [email protected] ABSTRAK Masalah
BAB I PENDAHULUAN. media atau khalayak menggunakan media sebagai pemuas kebutuhannya. Sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Semakin berkembangnya media massa, masyarakat dapat semakin mudah untuk menjangkau informasi dan memenuhi
BAB I PENDAHULUAN. hati, sikap, perasaan pikiran, ide, gagasan maupun informasi kepada orang lain
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi begitu sangat penting di dalam kehidupan manusia, tidak ada yang tidak memerlukan komunikasi, dimana seseorang akan dapat menyampaikan isi hati,
PERAN PRODUCTION ASSISTANT PROGRAM 100% AMPUH DI GLOBAL TV
LAPORAN KULIAH KERJA MEDIA PERAN PRODUCTION ASSISTANT PROGRAM 100% AMPUH DI GLOBAL TV Disusun oleh : Virgo Manggala D1409048 TUGAS AKHIR Ditulis dan Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Memperoleh
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendukung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah mendukung percepatan penyampaian pesan kepada khalayak. Dapat dikatakan pesan yang dikirim melalui transmisi
BAB I PENDAHULUAN. khalayak selalu berusaha untuk secara berkala menggunakan berbagai media
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seperti diketahui saat ini penggunaan berbagai jenis media massa mengalami berbagai peningkatan. Tingginya kebutuhan informasi ini membuat khalayak selalu berusaha
BAB I PENDAHULUAN. memnuhi kebutuhannya. Pendekatan ini kemudian di kenal dengan sebutan uses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media massa adalah alat atau perantara untuk proses pengiriman atau penyampaian sebuah pesan dari komunikator kepada komunikan yang terdapat pada komunikasi
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Uses and Gratification sangat menonjolkan sisi audiens sebagai pihak yang paling aktif menentukan pilihan media mana yang hendak digunakan. Teori Uses and Gratification
BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi bisa terjadi apabila ada korelasi yang baik antara penutur dan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi bisa terjadi apabila ada korelasi yang baik antara penutur dan mitra tuturnya baik dari segi makna ataupun maksud tuturannya. Manusia berbicara dengan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap stasiun radio harus memiliki program siaran yang dikemas sedemikian rupa agar menarik perhatian dan didengar sebanyak mungkin oleh pendengar. Program siaran
PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG
Elsa Puji Juwita, Peran Media Sosial terhadap Gaya Hidup Siswa PERAN MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP SISWA SMA NEGERI 5 BANDUNG Elsa Puji Juwita 1, Dasim Budimansyah 2, Siti Nurbayani 3 1 SMA PGRI Bandung
BAB I PENDAHULUAN. Radio sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat umum. Baik ketika
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Radio sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat umum. Baik ketika didengar di rumah tinggal, di mobil, di rumah-rumah makan, maupun di pertokoan. Dengan keunggulannya,
BAB I PENDAHULUAN. untuk memperoleh informasi dan pengetahuan serta wadah untuk menyalurkan ide,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan komunikasi sebagai wadah untuk memperoleh informasi dan pengetahuan serta wadah untuk menyalurkan ide, emosi, keterampilan
BAB I PENDAHULUAN. bahasa dalam penggunaannya di tengah adanya bahasa baru dalam masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pergeseran dan pemertahanan bahasa merupakan dua sisi mata uang (Sumarsono, 2011). Fenomena tersebut merupakan fenomena yang dapat terjadi secara bersamaan. Pemertahanan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah
BAB I 1.1.Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Reformasi yang dimulai sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada bulan Mei 1998, telah menghantarkan rakyat Indonesia kepada perubahan di segala bidang,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Globalisasi saat ini telah merambah cepat ke seluruh pelosok dunia, tak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Globalisasi saat ini telah merambah cepat ke seluruh pelosok dunia, tak terkecuali bangsa Indonesia yang merupakan negara berkembang. Perkembangan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. membuat pemirsanya ketagihan untuk selalu menyaksikan acara-acara yang ditayangkan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi saat ini kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian internal dari sistem tatanan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi manusia. Manusia menggunakan bahasa sebagai media untuk mengungkapkan pikirannya, baik yang dilakukan secara lisan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang. Asap rokok mengandung 4000 bahan kimia dan berhubungan dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Asap rokok mengandung 4000 bahan kimia dan berhubungan dengan terjadinya 25 penyakit di tubuh manusia. Analisa mendalam tentang aspek sosio ekonomi dari bahaya merokok
BAB I PENDAHULUAN. maupun media elektronik mengalami kemajuan yang sangan pesat.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dunia semakin cepat berubah dalam dua dasarwasa terakhir perkembangan teknologi sudah sangat pesatnya memberikan dampak yang menyentuh dalam kehidupan aspek
BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan media massa saat ini, khususnya media elektronik televisi telah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan media massa saat ini, khususnya media elektronik televisi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi.
BAB I PENDAHULUAN. komunikasi yang sangat dibutuhkan manusia dalam menyampaikan suatu maksud
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa, masyarakat, dan budaya adalah tiga entitas yang erat berhubungan. Ketiadaan yang satu menyebabkan ketiadaan yang lainnya. Bahasa merupakan alat komunikasi
BAB 1 PENDAHULUAN. Pelajaran 2011/2012. Bab 1 ini mencakup latar belakang masalah penelitian,
2 BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab 1 peneliti memaparkan yang menjadi pendahuluan penelitian Studi tentang Register Penyiar Radio sebagai Bahan Pembelajaran Berbicara serta Pelaksanaannya pada Siswa Kelas X
BAB I PENDAHULUAN. dikatakan sebagai konsumsi sehari hari seperti makanan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan teknologi elektronik semakin pesat pada era globalisasi. Teknologi yang semakin canggih dapat mempermudah khalayak atau audiens untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
digilib.uns.ac.id 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa digunakan manusia dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Manusia mengungkapkan pikirannya melalui bahasa sehingga mitra tuturnya dapat
BAB II KAJIAN TEORITIS
BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1. Radio dan Produksi Radio Untuk dapat memperoleh hasil yang baik dalam proses perancangan produksi berita ini maka dibutuhkanlah sebuah kajian teoritis. Pada stasiun radio, perencanaan
semakin majunya teknologi teknologi yang terus ditemukan. Selain itu hal ini juga
1. Latar Belakang Dunia pertelevisian di Indonesia saat ini sangat berkembang pesat di iringi dengan semakin majunya teknologi teknologi yang terus ditemukan. Selain itu hal ini juga selalu berkaitan dengan
BAB I PENDAHULUAN. Pesan bisa menjadi sebuah informasi yang sangat penting untuk
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan hal paling mendasar dalam setiap tindakan dan memiliki peran untuk menyampaikan apa yang disebut dengan pesan. Pesan bisa menjadi sebuah informasi
BAB I PENDAHULUAN. hidupnya. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah hal yang mendasar yang diperlukan manusia dalam hidupnya. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan
BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS),
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus yang dilakukan pada periode 1 Mei 15 Juni 2010 adalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era yang semakin dikuasai oleh teknologi dan informasi saat ini menuntut manusia untuk selalu tahu berbagai informasi. Media massa sebagai sarana informasi
BAB I PENDAHULUAN. sangat penting karena masyarakat dapat mengakses berbagai hal baru yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi ini, informasi berkembang dengan pesat dan semakin aktual sehingga membuat masyarakat ingin selalu mengakses perkembangan informasi. Dalam proses
BAB 1 PENDAHULUAN. mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan informasi semakin besar. Dan informasi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya teknologi dan komunikasi saat ini mengakibatkan kebutuhan masyarakat akan informasi semakin besar. Dan informasi tersebut dapat dengan
BAB I PENDAHULUAN. antar-anggota masyarakat. Artis, pembawa acara, penonton, dan penelepon
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa sebagai alat komunikasi atau media digunakan untuk berhubungan antar-anggota masyarakat. Artis, pembawa acara, penonton, dan penelepon merupakan sumber tempat
BAB I PENDAHULUAN. penduduknya adalah sebanyak jiwa (Kotabaru Dalam Angka 2014).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia memang diberkahi kekayaan potensi pariwisata yang luar biasa. Menyebar luas dari Sabang sampai Merauke, keanekaragaman potensi wisata Indonesia bisa
Disusun Oleh: Dwi Agusetyarini Daraningrum F Info di Info RRI Pro I FM Surakarta) BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG
Analisis pengaruh experience, brand name, word of mouth, dan information pada brand commitment yang dimediasi oleh brand trust terhadap acara berita radio di Surakarta (studi kasus pada acara berita Info
BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan akan terus bertambah. Ilmu pengetahuan juga melahirkan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan inovasi-inovasi mutakhir
BAB 1 PENDAHULUAN. kertas. Seperti Koran, majalah, tabloid, dll. Media Massa Elektronik (Electronic Media).
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini Media massa adalah sumber informasi seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan, dengan otoritas dan memiliki organisasi
BAB I PENDAHULUAN. Sastra secara nyata memang berbeda dengan psikologi. Psikologi
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Sastra secara nyata memang berbeda dengan psikologi. Psikologi merupakan aktivitas ilmiah tentang prilaku manusia yang berkaitan dengan proses mental
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya, negara kepulauan yang menghubungkan dari Sabang sampai Merauke. Hasil atau produk Indonesia pun sebenarnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Radio merupakan salah satu media yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Karena media yang diperlukan untuk mengakses radio sangat mudah didapatkan. Radio berfungsi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Islam merupakan agama pradominan sepanjang Timur Tengah, juga disebagian besar Afrika dan Asia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan populasi umat Islam
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. berupaya menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini.
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Simpulan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu simpulan umum dan simpulan khusus. Simpulan umum dimaksudkan untuk mengungkapkan bagian inti berkaitan dengan permasalahan
BAB I. Seni Pertunjukan Daerah Dulmuluk
BAB I Seni Pertunjukan Daerah Dulmuluk 1.1 Bagaimana Kabar Seni Pertunjukan Dulmuluk Dewasa Ini? Seni adalah bagian dari kebudayaan. Sebagai bagian dari kebudayaan, sebagai perwujudan keberakalan manusia,
BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini media massa sedang mengalami penurunan audiens. Terutama
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini media massa sedang mengalami penurunan audiens. Terutama ketika memasuki era digital, media massa seperti media cetak dan elektronik mulai dibayang-bayangi
BAB 1 PENDAHULUAN. Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Karena tanpa
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Karena tanpa komunikasi, interaksi antar umat manusia, baik secara perorangan, kelompok ataupun organisasi
BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Dengan. berkomunikasi, manusia dapat berhubungan dengan sesamanya.
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial dan memerlukan hubungan dengan orang lain. Manusia ingin mendapatkan perhatian diantara sesama dan kelompok. Diperlukan serba
BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi dengan massa. Menurut Mc Graw Hill, media memberikan metode
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan suatu media elektronik dan media cetak, sebagaimana diketahui dengan istilah media massa adalah media yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan massa.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Besarnya kebutuhan sumber informasi atau referensi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri bagi pihak akademisi untuk mengembangkan
BAB II KAJIAN PUSTAKA. bahasa. Tidak seperti sistem isyarat yang lain, sistem verbal bisa digunakan untuk
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori Ibrahim (1993:125 126), berpendapat bahwa semua kelompok manusia mempunyai bahasa. Tidak seperti sistem isyarat yang lain, sistem verbal bisa digunakan untuk mengacu
1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1.PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Televisi sebagai media massa memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan media lain di dalam penyampaian pesannya. Salah satu kelebihan televisi yaitu paling
BAB I PENDAHULUAN. lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh para anggota suatu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari komunikasi. Komunikasi merupakan hal yang penting untuk menjalin sebuah kerjasama atau untuk menyampaikan
I. PENDAHULUAN. dan berkomunikasi dengan manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari, baik itu
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia merupakan makhluk sosial, oleh sebab itu manusia pasti berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari, baik itu secara langsung
BAB I PENDAHULUAN. Pada masa sekarang ini banyak ditemukan berbagai jenis peralatan teknologi
BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini banyak ditemukan berbagai jenis peralatan teknologi yang membuat manusia lebih mudah, baik dalam bekerja, memenuhi kebutuhan hidup dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang begitu cepat menyebabkan masyarakat memiliki kemudahan dalam mengakses informasi yang diinginkan, tanpa batasan
BAB I PENDAHULUAN. sebagai sarana komunikasi, baik dia bertindak sebagai komunikator (pembicara atau
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia dalam sepanjang hidupnya tidak pernah terlepas dari peristiwa komunikasi. Di dalam bentuk komunikasi manusia memerlukan sarana untuk mengungkapkan ide,
BAB I PENDAHULUAN. gagasan serta apa yang ada dalam pikirannya. Agar komunikasi dapat berlangsung
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia selalu melakukan interaksi dengan sesamanya. Interaksi yang terjadi dapat dilaksanakan dengan menggunakan bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang
BAB I PENDAHULUAN. disajikan. Begitu besar daya tarik media ini karena televisi mampu menyajikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Media televisi sudah sedemikian besar daya tariknya bagi masyarakat, baik sebagai pihak penyelenggara siaran maupun sebagai penikmat siaran-siaran yang disajikan. Begitu
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Komunikasi merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat manusia. Oleh karena itulah, ilmu komunikasi saat ini telah
BAB I PENDAHULUAN. masyarakat di dunia. Bahasa terdiri atas bahasa lisan dan tulisan. Sebagai bagian dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan salah satu bagian dalam kebudayaan yang ada pada semua masyarakat di dunia. Bahasa terdiri atas bahasa lisan dan tulisan. Sebagai bagian dari kebudayaan
BAB I PENDAHULUAN. turut merubah peradaban manusia. Bukan hanya itu, teknologi juga merubah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Komunikasi dan teknologi, dua kata yang erat kaitannya. Komunikasi sebagai suatu hal yang dibutuhkan oleh setiap manusia, sedangkan teknologi pun turut merubah peradaban
BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang sangat pesat. Apalagi banyak masyarakat yang membutuhkan teknologi itu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Seiring dengan perkembangan jaman saat ini, teknologi sekarang ini semakin berkembang sangat pesat. Apalagi banyak masyarakat yang membutuhkan teknologi itu sendiri
