MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Supervisi Akademik

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Supervisi Akademik"

Transkripsi

1 Supervisi Akademik

2 MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR KELOMPOK KOMPETENSI J PEDOMAN PENGAWASAN Penanggung Jawab Dra. Garti Sri Utami, M. Ed. Penyusun 1. Dr. H. Rahmat, MPd.; ; [email protected] 2. Dra. Yayat Ibayati MPd.; ; [email protected] Penelaah Dr. Cepi Triatna, MPd.; ; [email protected] Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan 2016 Edisi ke-1: Agustus 2016 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang menyalin sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan individu maupun komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

3

4

5 DAFTAR ISI SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN... i KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR GAMBAR... v DAFTAR TABEL... vi DAFTAR LAMPIRAN... vii PETA KEDUDUKAN MODUL... viii PENDAHULUAN... 1 A. Latar belakang... 1 B. Target Kompetensi... 1 C. Tujuan Pembelajaran... 1 D. Peta Kompetensi... 2 E. Ruang Lingkup dan Pengorganisasian Pembelajaran... 2 F. Cara Penggunaan Modul... 3 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGANTAR PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN5 A. Tujuan Pembelajaran... 5 B. Indikator Pencapaian Tujuan... 5 C. Uraian Materi Pengertian pedoman pengawasan Prinsip-prinsip Tujuan Penyusunan Manfaat Ruang Lingkup... 7 D. Aktivitas Pembelajaran... 8 E. Latihan/Kasus/Tugas F. Rangkuman G. Umpan Balik H. Refleksi dan Tindak Lanjut I. Kunci Jawaban KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 DESKRIPSI SPESIFIKASI TUGAS PENGAWAS SEKOLAH A. Tujuan Pembelajaran B. Indikator Pencapaian Tujuan C. Uraian Materi Rincian Kegiatan Tugas Pokok Pengawas Sekolah Beban Kerja dan Pengaturan Tugas Pengawas Sekolah (Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014) Bidang Pengawasan Pengawas Sekolah (Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014) iii

6 4. Kegiatan Pengawasan yang Terkait dengan Bukti Fisik Untuk Perhitungan Angka Kredit D. Aktivitas Pembelajaran E. Latihan/Kasus/Tugas F. Rangkuman G. Umpan Balik H. Refleksi dan Tindak Lanjut I. Kunci Jawaban KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 MODEL PROSEDUR PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN A. Tujuan Pembelajaran B. Indikator Pencapaian Tujuan C. Uraian Materi Prinsip-prinsip Penyusunan Model Prosedur Penyusunan Model Prosedur Kegiatan Pengawasan D. Aktivitas Pembelajaran E. Latihan/Kasus/Tugas F. Rangkuman G. Umpan Balik H. Refleksi dan Tindak Lanjut I. Kunci Jawaban KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN A. Tujuan Pembelajaran B. Indikator Pencapaian Tujuan C. Uraian Materi Model Kerangka Langkah-langkah Penyusunan D. Aktivitas Pembelajaran E. Latihan/Kasus/Tugas F. Rangkuman G. Umpan Balik H. Refleksi dan Tindak Lanjut I. Kunci Jawaban EVALUASI PENUTUP DAFTAR ISTILAH DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN iv

7 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Peta Kedudukan Modul... viii Gambar 2. Peta Kompetensi Modul... 2 Gambar 3. Model Prosedur Penyusunan Gambar 4. Model Prosedur Kegiatan Spesifik Penyusunan Program Pengawasan Gambar 5. Prosedur Pengawasan Manajerial Gambar 6. Prosedur Pelaksanaan Refleksi dan Perumusan Rekomendasi Gambar 7. Prosedur Penyusunan Program Pengawasan Gambar 8. Prosedur Penyusunan Evaluasi dan Laporan Pengawasan Gambar 9. Bimbingan Guru dan / atau Kepala Sekolah Gambar 10. Prosedur Evaluasi Pengawasan Pada Sekolah Binaan Gambar 11. Prosedur Pemantauan Pemenuhan SNP Gambar 12. Prosedur Pelaksanaan Pengawasan Akademik v

8 DAFTAR TABEL Tabel 1. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu Tabel 2. Strategi Pembelajaran... 3 Tabel 3. Rincian Kegiatan Tugas Pokok Pengawas Sekolah vi

9 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kunci Jawaban Evaluasi Lampiran 2. Contoh Prosedur Kegiatan Pengawasan Lampiran 3. Contoh Model Kerangka Lampiran 4. Contoh Draf Lampiran 5. Angka Kredit Untuk vii

10 PETA KEDUDUKAN MODUL Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J. Saat ini Saudara sedang membahas dan mempelajari modul J,. D I M E N S I K O M P E T E N S I PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EVALUASI PENDIDIKAN SUPERVISI MANAJERIAL MODUL J MODUL I Pengembangan Profesi MODUL H Penilaian Kinerja Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan MODUL G Penilaian dan Pemantauan Pembelajaran MODUL F Pemantauan Pelaksanaan Pemenuhan SNP MODUL E Pelaksanaan Supervisi Manajerial MODUL D Laporan Hasil Pengawasan MODUL C Program Pengawasan Supervisi Manajerial MODUL B Konsep Supervisi Manajerial SUPERVISI AKADEMIK Modul A Supervisi Akademik Gambar 1. Peta Kedudukan Modul viii

11 PENDAHULUAN A. Latar belakang Banyak faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan di sekolah, salah satu di antaranya adalah peranan pengawas sekolah sebagai penjamin mutu. Pengawas sekolah sangat berperan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah, sehingga kualitas pendidik dan kepala sekolah sangat ditentukan oleh peran pengawas sekolah. Hal ini perlu dilaksanakan secara komprehensif dan berkelanjutan dalam melaksanakan tugas pengawasannya sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghendaki pengawas sekolah untuk terus belajar dan beradaptasi dengan hal-hal baru yang berlaku saat ini. Untuk itu pengawas sekolah perlu meningkatkan kompetensinya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antara lain dengan cara mengembangkan (upgrade) diri melalui belajar setiap saat dan di manapun. Hal ini dikenal dengan pengawas sekolah pembelajar. Pengawas sekolah pembelajar merupakan salah satu cara untuk memenuhi standar kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan tuntutan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini dilakukan antara lain melalui pelatihan tatap muka dengan menggunakan modul pengawas sekolah pembelajar. Modul ini memfasilitasi Saudara untuk menyusun pedoman pengawasan. Pada modul ini Saudara akan melaksanakan serangkaian kegiatan dengan multi metode yang dapat dilaksanakan di Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) setiap jenjang atau di forum Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) untuk semua jenjang, di tempat bertugas masing-masing secara inidividu atau tim. Pada akhir kegiatan ini Saudara akan memperoleh pengalaman belajar dan hasil belajar untuk meningkatkan kompetensi Saudara secara berkelanjutan. Saudara pastikan bahwa Saudara memahami komponen-komponen berikut ini. B. Target Kompetensi Pengawas sekolah mampu menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah. C. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari modul pedoman pengawasan Saudara, pedoman pengawasan. mampu menyusun 1

12 D. Peta Kompetensi Permendiknas No 12 Tahun 2007 Standar Pengawas Sekolah/Madrasah Dimensi Kompetensi 5. Penelitian Pengembangan Kompetensi : 5.7 Menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah Indikator Pencapaian Kompetensi : Menyusun Judul Modul : PEDOMAN PENGAWASAN Gambar 2. Peta Kompetensi Modul E. Ruang Lingkup dan Pengorganisasian Pembelajaran 2 1. Ruang Lingkup Ruang lingkup materi Penyusunan meliputi pengantar penyusunan pedoman pengawasan, deskripsi spesifikasi tugas pengawas sekolah, model prosedur penyusunan pedoman pengawasan, dan penyusunan pedoman pengawasan. Kegiatan pembelajaran menggunakan alokasi waktu yang berbedabeda. Pada modul ini Saudara dapat memetakan kegiatan, studi kasus, simulasi, studi dokumen, tugas mandiri atau diskusi dengan sesama pengawas sekolah. Dalam kegiatan lainnya Saudara akan mengerjakan soal-soal dan umpan balik pada setiap akhir pembelajaran. Selanjutnya Saudara akan mengikuti tes akhir sebelum melaksanakan tes Uji Kompetensi Pengawas Sekolah secara daring (dalam jaringan). Materi dalam modul ini khusus yang terkait dengan materi dan kegiatan pembelajaran untuk penyusunan pedoman pengawasan. Untuk lebih jelasnya Saudara baca uraian berikut ini.

13 2. Pengorganisasian Pembelajaran a. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu Kegiatan pembelajaran dan alokasi waktu tertera pada tabel berikut: Tabel 1. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu. No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu 1. Pengantar Penyusunan 6 JP 2. Deskripsi Spesifikasi Tugas Pengawas Sekolah 7 JP 3. Model Prosedur Penyusunan 6 JP Sekolah 4. Penyusunan Sekolah 11 JP Jumlah 30 JP Keterangan 1 JP : 45 menit b. Strategi Pembelajaran Kegiatan pembelajaran modul menggunakan berbagai macam strategi yang ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Strategi Pembelajaran No Strategi Pembelajaran 1. Mind mapping 2. Studi kasus 3. Studi dokumen 4. Focus group discussion 5. Whole Group 6. Tugas Mandiri 7. Simulasi 8. Berpikir reflektif 9. Windows shoping 10. Diskusi panel F. Cara Penggunaan Modul Modul Pengawas Sekolah Pembelajar ini dirancang dengan moda tatap muka dengan pola 30 JP. Langkah-langkah yang harus dilakukan pengawas sekolah pembelajar dalam mempelajari Modul ini adalah sebagai berikut: 1. Lakukan pengecekan terhadap kelengkapan modul ini, seperti kelengkapan halaman, kejelasan hasil cetakan, serta kondisi modul secara keseluruhan. 2. Bacalah struktur dan petunjuk penggunaan modul ini serta bagian pendahuluan yang meliputi: target kompetensi, tujuan pembelajaran, peta kompetensi, ruang lingkup, sebelum masuk pada pembahasan materi pokok. 3. Pelajarilah setiap kegiatan pembelajaran sampai tuntas, 4. Pelajari semua isi modul mulai dari materi pembelajaran, aktivitas pembelajaran, latihan soal dalam modul ini dengan seksama. 5. Buatlah catatan-catatan kecil jika ditemukan hal-hal yang perlu pengkajian lebih lanjut dan disampaikan pada fasilitator 3

14 6. Ikuti semua instruksi yang terdapat dalam aktivitas pembelajaran yang meliputi kegiatan dan pengisian lembar kerja (LK) di setiap kegiatan pembelajaran. 7. LK yang terdapat dalam modul merupakan contoh, Saudara dapat mengerjakannya di tempat lain baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy 8. Lakukanlah berbagai latihan sesuai dengan petunjuk yang disajikan pada masingmasing kegiatan pembelajaran. Demikian pula dengan kegiatan evaluasi dan tindak lanjutnya. 9. Disarankan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu agar evaluasi yang dilakukan dapat mengukur tingkat penguasaan peserta terhadap materi yang disajikan. 10. Pelajarilah keseluruhan materi modul ini secara intensif. Modul ini dirancang sebagai bahan belajar mandiri persiapan uji kompetensi. 4

15 KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 PENGANTAR PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN (WAKTU 6 JP) A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan Saudara mengkuti kegiatan pembelajaran 1, Saudara dapat 1. merumuskan pengertian pedoman pengawasan. 2. menyebutkan prinsip-prinsip pedoman pengawasan. 3. menjelaskan implikasi dari prinsip pedoman pengawasan terhadap penulisan pedoman pengawasan. 4. menjelaskan tujuan penyusunan pedoman pengawasan. 5. menyebutkan ruang lingkup pedoman pengawasan untuk jabatan pengawas muda B. Indikator Pencapaian Tujuan 1. Merumuskan pengertian pedoman pengawasan. 2. Menyebutkan prinsip pedoman pengawasan. 3. Menjelaskan implikasi dari prinsip pedoman pengawasan terhadap penulisan pedoman pengawasan. 4. Menjelaskan tujuan penyusunan pedoman pengawasan. 6. Menyebutkan ruang lingkup pedoman pengawasan untuk jabatan pengawas muda C. Uraian Materi Saudara menggunakan modul ini antara lain untuk meningkatkan kompetensi penyusunan pedoman pengawasan yang berguna sebagai acuan pelaksanaan tugas. Untuk Saudara ketahui bahwa pedoman pengawasan termasuk jenis karya inovatif pengawas sekolah. Karena itu, penyusunan pedoman pengawasan termasuk kelompok pengembangan profesi yang bernilai angka kredit karena pedoman pengawasan dikelompokkan sebagai karya inovatif. Kajilah uraian materi berikut ini! 1. Pengertian Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih operasional dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien. Berdasarkan pengertian ini, maka pedoman pengawasan berisi informasi yang menuntun pengawas sekolah mengikuti prosedur atau langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan pengawasan di sekolah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Karena itu, sebelum melaksanakan pengawasan Saudara perlu memahami tugas pokok dan fungsi, jenis kegiatan, prinsip-prinsip pelaksanaan tugas, tujuan, strategi untuk mencapai tujuan, serta melaksanaan pengendalian agar proses mengarah pada pemenuhan standar. Di samping itu, Saudara juga perlu terampil menentukan penulisan pedoman sesuai dengan kriteria penulisan karya tulis. 5

16 2. Prinsip-prinsip Penyusunan pedoman pengawasan hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip berikut : a. Pedoman pengawasan mengandung informasi yang jelas dan sistematis yang menghasilkan peningkatan kinerja pengawas sekolah.sistematis artinya harus terstruktur yang meliputi input, proses dan output b. Pedoman pengawasan merupakan komponen pendukung pencapai tujuan pelaksanaan tugas pengawas sekolah. Untuk itu, penulisan pedoman pengawasan perlu berbasis pengalaman pengawas sekolah melaksanakan tugas sebelumnya atau mengacu pada umpan balik pelaksanaan tugas sebelumnya. c. Pedoman pengawasan harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya Tersusunnya pedoman kegiatan pengawasan merupakan salah satu model hasil karya inovatif pengawas sekolah oleh karena itu dalam penyusunannya perlu memperhatikan hal berikut : a. Rancang strategi untuk menarik perhatian sehingga mempermudah pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. b. Pedoman mempermudah pengawas sekolah memahami tujuan dan mempermudah dalam menentukan strategi untuk mencapai tujuan yang diharapkannya. c. Pedoman pengawasan hendaknya menjadi sumber inspirasi, misalnya memuat informasi terbaru, sehingga pengawas dapat melaksanakan tugasnya lebih kreatif dan inovatif. d. Penyajian pedoman pengawasan dibuat secara praktis dan mendorong tumbuhnya daya kreasi sehingga pencapaian tugas menjadi lebih optimal. Setelah mengkaji berbagai prinsip dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan pedoman pengawasan, selanjutnya kita perlu memahami tujuan penyusunan pedoman pengawasan. 3. Tujuan Penyusunan Tujuan utama penyusunan pedoman pengawasan adalah; a. memfaslitasi pengawas sekolah dalam mengenali masalah dan tujuan pelaksanaan bidang tugasnya, b. membantu pengawas sekolah mengidentifikasi langkah pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan yang diharapkan, c. membantu memilih pendekatan, metode dan teknik yang cocok untuk melaksanakan kegiatan pengawasan, d. membantu merumuskan cara menentukan ketercapaian tujuan penggunaan pedoman pengawasan. 6

17 4. Manfaat Pedoman pengawasan dapat memberikan kemudahan kepada pengawas sekolah dalam merumuskan acuan untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang sesuai agar mengarah pada pencapaian standar. 5. Ruang Lingkup Dalam menyusun pedoman pengawasan, Saudara perlu mengacu pada ruang lingkup pedoman pengawasan. Ruang Lingkup sesuai jabatan pengawas sekolah yaitu sebagai berikut : a. Pengawas Muda 1) menyusun program pengawasan; 2) melaksanakan pembinaan Guru; 3) memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar penilaian; 4) melaksanakan penilaian kinerja Guru; 5) melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; 6) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di Kelompok Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Musyawarah Guru Pelajaran (MGP) dan sejenisnya; 7) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru; dan 8) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru. b. Pengawas Madya 1) menyusun program pengawasan; 2) melaksanakan pembinaan Guru dan/atau kepala sekolah; 3) memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan; 4) melaksanakan penilaian kinerja Guru dan/atau kepala sekolah; 5) melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; 6) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan sejenisnya; 7) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah; 8) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen; 9) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau kepala sekolah; dan 10) membimbing pengawas sekolah muda dalam melaksanakan tugas pokok. 7

18 c. Pengawas Utama 1) menyusun program pengawasan; 2) melaksanakan pembinaan Guru dan kepala sekolah; 3) memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan; 4) melaksanakan penilaian kinerja Guru dan kepala sekolah; 5) melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; 6) mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota atau provinsi; 7) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya; 8) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah; 9) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen; 10) mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah; 11) membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok; dan 12) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan. Selanjutnya Saudara lakukan pendalaman dan penguatan tentang definisi, prinsipprinsip, tujuan, manfaat dan ruang lingkup pedoman pengawasan melalui berbagai aktivitas pembelajaran beikut. D. Aktivitas Pembelajaran Kegiatan 1.1 Berpikir Reflektif tentang Pengertian (45 Menit) Untuk mengawali kegiatan ini Saudara dapat melakukan refleksi, dalam kegiatan ini Saudara dapat bertukar informasi dan berdiskusi dengan teman sejawat atau dilaksanakan secara individu. Saudara bersama pengawas sekolah lainnya dapat mengawali melalui kegiatan refleksi yang terkait dengan pengertian pedoman pengawasan. 1. Lakukanlah kegiatan refleksi yang terkait dengan kegiatan pengawasan yang sudah pernah Saudara lakukan, jika ada teman sejawat yang melakukan kegiatan yang sama Saudara dapat duduk berpasangan. 2. Jawab pertanyaan pada LK 1.1 8

19 LK 1.1 Pengertian 1. Kegiatan pengawasan manakah yang sering dilakukan? Mengapa? 2. Kegiatan pengawasan manakah yang jarang dilaksanakan? Mengapa? 3. Kegiatan pengawasan manakah yang tidak pernah dilaksanakan? Mengapa? 4. Saudara duduk berpasangan kemudian jawablah pertanyaan berikut : a. Rumuskan definisi pedoman pengawasan! b. Perwakilan kelompok mempresentasikan dalam kelas dan mendiskusikan kesimpulan tentang kegiatan pengawasan yang sering dilakukan, jarang dilakukan dan tidak pernah dilakukan. Mengapa pedoman pengawasan diperlukan? Saudara melaksanakan tugas pengawasan meliputi menyusun program, melaksanakan program, mengevaluasi hasil pelaksanaan pengawasan. Selanjutnya perlu meningkatkan kemampuan merumuskan pedoman pengawasan. Untuk penguatan materi prinsip-prinsip yang telah Saudara kuasai, sebelumnya maka laksanakan kegiatan berikut : Kegiatan 1. 2 Studi Kasus Prinsip-prinsip (45 Menit) Sebelum Saudara menyusun pedoman pengawasan maka terlebih dahulu kita menyamakan persepsi tentang prinsip-prinsip pedoman pengawasan melalui kegiatan berikut. 9

20 1. Saudara perhatikan kasus berikut ini. Seorang pengawas sekolah berpengalaman kerja 5 tahun mengerjakan kegiatan pengawasan setiap tahunnya dengan strategi yang sama dengan kegiatan sebelumnya yaitu supervisi kunjungan kelas, supervisi sarana prasarana, supervisi Rencna Kerja Jangka Menengah (RKJM), pemantauan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Ulangan Tengah Semester (UTS), Ulangan Aakhir Semester (UAS), Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional (UN) dengan menggunakan format yang sama pula. Semua hasil pengawasan tiap tahun disimpan dalam map sebagai kumpulan hasil pengawasan. 3. Perhatikan kutipan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 143 Tahun 2014 berikut ini Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus (Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014). Setelah Saudara memperhatikan nomor 1 dan 2 isilah pertanyaan berikut LK 1.2. LK 1.2 Prinsip-prinsip pedoman pengawasan 1. Apakah pada kasus tersebut pengawas sekolah melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas pokok pengawas sekolah berdasarkan Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014? Berikan alasan dalam kolom berikut: 2. Berdasarkan kasus tersebut, perlukah pedoman pengawasan? Mengapa? 3. Dari jawaban nomor 2, prinsip-prinsip pedoman pengawasan manakah yang Saudara perlukan? 10

21 Untuk lebih mendalami tentang tujuan perumusan pedoman pengawasan bertambah baik, maka ikuti kegiatan berikut: Kegiatan 1.3 Windows shoping tentang Tujuan Penyusunan Pedoman Pengawasan (45 Menit) 1. Saudara duduk berpasangan untuk mendiskusikan tentang tujuan penyusuan pedoman pengawasan. Tulis hasil diskusi pada kertas dan LK 1.3, kemudian tempel di dinding ruangan 2. Perwakilan kelompok ada berperan sebagai penjaga hasil diskusi kelompok dan bertugas memberikan pelayanan jika ada kelompok lain yang berkunjung untuk mengomentari dan berdiskusi yang terkait dengan hasil diskusinya. 3. Setiap anggota kelompok/peserta berkunjung ke kelompok lain dan mengomentari/berdiskusi yang terkait dengan hasil diskusi kelompok lain, secara bergiliran. 4. Perwakilan peserta memimpin diskusi pleno untuk membuat rangkuman tentang tujuan penyusunan pedoman pengawasan. LK 1.3 Tujuan Penyusunan 1. Hasil diskusi tujuan penyusunan pedoman pengawasan 2. Hasil diskusi pleno rangkuman tujuan penyusunan pedoman pengawasan Kegiatan berikutnya Saudara akan membahas manfaat pedoman pengawasan melalui kegiatan berikut.pada kegiatan ini Saudara akan merumuskan manfaat pedoman pengawasan besama sama dengan teman sejawat. Kegiatan 1. 4 Whole Group tentang Manfaat (45 Menit) Semua peserta duduk setengah lingkaran atau seperti huruf U tentukan moderator untuk memimpin diskusi. 1. Semua peserta duduk berpasangan dan berdiskusi tentang manfaat pedoman dengan cara semua peserta menuliskan manfaat pedoman pengawasan pada LK Setelah semua peserta menuliskan manfaat pedoman pengawasan, peserta duduk berpasangan, kemudian diskusi saling tukar pemikiran yang ditulis tentang manfaat pedoman pengawasan. 11

22 3. Perwakilan peserta (moderator) memimpin diskusi untuk membuat rangkuman tentang manfaat pedoman pengawasan kemudian hasilnya tulis pada LK 1.4 LK 1.4 Manfaat Pedoman Pngawasan 1. Hasil diskusi manfaat 2. Hasil diskusi saling tukar pemikiran yang ditulis tentang manfaat pedoman pengawasan. 3. Rangkuman hasil diskusi tentang manfaat pedoman pengawasan Untuk memudahkan merumuskan pedoman pengawasan, Saudara perlu memperhatikan ruang lingkup tugas pengawasan yang berkaitan dengan tugas spesifik yang perlu dipertimbangkan dalam membuat pedoman pengawasan. Selanjutnya ikuti kegiatan berikut Kegiatan 1. 5 Mind Mapping tentang Ruang Lingkup (67,5 Menit) 1. Saudara membentuk kelompok 3-4 orang perkelompok, kemudian berdiskusi, isilah diagram Ruang Lingkup berikut dengan memuat sejumlah kegiatan yang menjadi tugas pengawas sekolah yang wajib dilaksanakan dalam tugas sehari-hari sesuai jenjang jabatan pengawas sekolah (pilih salah satu pengawas muda/madya/utama*). Jika kolomnya kurang bisa ditambah pada LK Perwakilan kelompok presentasi kemudian diskusi secara pleno dan membuat rangkuman tentang ruang lingkup pedoman pengawasan dan tulis pada LK Perhatikan hasil diskusi kelompok tentang ruang lingkup pedoman pengawasan pada nomor 1, kemudian cermati dan sesuaikan dengan daftar cek kegiatan pengawasan yang terdapat pada LK 1.5. Isilah kolom sesuai dengan tanda v, jika menurut Saudara sesuai dengan kegiatan jabatan pengawas sekolah pada nomor 1 LK Berdasarkan hasil daftar cek tersebut, apakah kesimpulannya? Beri alasan! 12

23 LK 1.5 Diagram ruang lingkup pedoman pengawasan 1. Contoh diagram ruang lingkup pedoman pengawasan sesuai jabatan pengawas sekolah PETA PENGAWASAN 2. Hasil diskusi rangkuman ruang lingkup pedoman pengawasan sesuai jabatan pengawas sekolah 3. Daftar cek kegiatan pengawasan berdasarkan hasil no 1 No Kegiatan 1 Penyusunan program pengawasan 2 Pembinaan guru dan atau kepala sekolah 3 Pemantauan pelaksanaan SNP 4 Penilaian kinerja guru dan atau kepala sekolah 5 Evaluasi hasil pelaksanaan program Pengawasan di Sekolah Binaan 6 Penyusunan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS 7 Pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS 8 Evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah Sesuai Kesesuaian Tidak sesuai 4. Kesimpulan tentang ruang lingkup pedoman pengawasan berdasarkan daftar cek kegiatan pengawas sekolah 13

24 Setelah Saudara melaksanakan berbagai kegiatan tentang pengertian, prinsip, tujuan, manfaat dan ruang lingkup pedoman pengawasan, selanjutnya Saudara lakukan kegiatan latihan soal pada lembar berikut. E. Latihan/Kasus/Tugas Perhatikan soal berikut, kemudian pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada option soal berikut ini (10 menit) 1. Perhatikan pernyataan berikut : Pedoman pengawasan berisi informasi yang menuntun pengawas sekolah mengikuti prosedur atau langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan pengawasan di sekolah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan Berdasarkan pernyataan tersebut, apakah yang dimaksud dengan pengertian pedoman pengawasan? A. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih khusus dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien. B. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih fokus dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien C. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih mudah dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien D. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih operasional dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien 2. Penulisan pedoman pengawasan menggunakan salah satu prinsip penyusunan pedoman pengawasan adalah... A. Pedoman pengawas sekolah perlu memiliki informasi dan hasil penggunaan pedoman pengawasan menjadi tujuan pedoman pengawasan. B. Penulisan pedoman pengawasan tidak perlu ada refleksi atau memberikan umpan balik, sehingga pengawas lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya C. Pengawas sekolah perlu melakukan konfirmasi kinerjanya untuk dapat menentukan apakah mereka telah mencapai tujuan pedoman pengawasan D. Isi pedoman harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah, sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya 14

25 3. Implikasi penting dari prinsip pedoman pengawasan terhadap penulisan pedoman pengawasan sebagai karya inovatif pengawas sekolah terurai pada uraian di bawah ini... A. Pedoman memfasilitasi pengawas sekolah agar dapat mengembangkan ideide/gagasan baru dalam melaksanakan tugasnya. B. Rencana strategi untuk menarik perhatian sehingga pengawas sekolah dapat memahami informasi yang disajikan. C. Supaya pengawas sekolah memfokuskan perhatian pada hal-hal yang menjadi tujuan pedoman pengawasan. D. Penyajian pedoman pengawasan harus dapat memberikan motivasi sehingga pedoman pengawasan dikembangkan untuk menumbuhkan semangat. 4. Tujuan penyusunan pedoman pengawasan berguna untuk : A. mengkomunikasikan yang akan dituju dari proses pengawasan, terutama kepada kepala sekolah B. membantu mengidentifikasi isi kegiatan pengawasan dan bagaimana kegiatan pengawasan tersebut diurutkan C. membantu memutuskan pendekatan, metode dan teknik yang cocok untuk melaksanakan kegiatan pengawasan D. membantu merumuskan cara menilai ketercapaian tujuan penggunaan pedoman pengawasan. 5. Perhatikan pernyataan berikut. Program pengawas sekolah; Pembinaan guru dan atau kepala sekolah; Pemantauan pelaksanaan pemenuhan standar nasional pendidikan (SNP); Penilaian kinerja guru dan atau kepala sekolah;evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan di sekolah binaan; Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat provinsi/kabupaten/kota; Program bimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan/atau KKKS/MKKS;Pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan/atau KKKS/MKKS; Pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam penyusunan program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah dan sistem informasi dan manajemen; Evaluasi hasil bimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah Berdasarkan pernyataan tersebut ruang lingkup pedoman pengawasan untuk pengawas muda sesuai dengan Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014 adalah sebagai berikut : A. Program Pengawasan, Pembinaan Guru, Pemantauan Pelaksanaan SNP, Penilaian Kinerja guru dan atau Kepala Sekolah, Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan di Sekolah Binaan, Program bimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan/atau KKKS/MKKS;Pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan/atau KKKS/MKKS; 15

26 B. menyusun program pengawasan;melaksanakan pembinaan guru;memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian pendidikan; melaksanakan penilaian kinerja guru; melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di KKG/MGMP/MGP sejenisnya; melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru di KKG/MGMP/MGP;dan mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional Guru C. menyusun program pengawasan;melaksanakan pembinaan guru;memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian pendidikan; melaksanakan penilaian kinerja guru; melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; D. Program Pengawasan, Pembinaan Guru dan atau Kepala Sekolah, Pemantauan Pelaksanaan SNP, Penilaian Kinerja guru dan atau Kepala Sekolah, Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan di Sekolah Binaan, Program bimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan/atau KKKS/MKKS;Pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan/atau KKKS/MKKS; F. Rangkuman Pedoman pengawasan merupakan media kegiatan pengawasan yang dapat berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan tugas. Untuk mengawali membuat pedoman pengawasan memerlukan konsep, prinsip, tujuan, manfaat dan ruang lingkup pedoman pengawasan sesuai jabatan pengawas sekolah. G. Umpan Balik Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi. Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Benar Jumlah Soal X 100 % Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai: = sangat baik = baik = cukup = kurang 60 = sangat kurang Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi materi pada kegiatan pembelajaran satu, terutama bagian yang belum Saudara kuasai. 16

27 H. Refleksi dan Tindak Lanjut Setelah Saudara melakukan umpan balik lakukan refleksi terkait dengan pencapaian hasil belajar Saudara dengan cara mengisi ceklis pada tabel berikut. No Tujuan Pembelajaran Tercapai 1. Merumuskan pengertian pedoman pengawasan 2. menyebuatkan prinsip-pinsip pedoman pengawasan dengan benar 3. Menjelaskan implikasi dari prisnisp pedoman pengawasan terhadap penulisan pedoman pengawasan 4. Menjelaskan tujuan penyusunan pedoman pengawasan 5. menyebutkan ruang lingkup pedoman pengawasan untuk jabatan pengawas muda Belum Tercapai Keterangan Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. D 2. B 3. A 4. B 5. B 17

28 KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 DESKRIPSI SPESIFIKASI TUGAS PENGAWAS SEKOLAH (WAKTU 7 JP) A. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan pembelajaran 2, Saudara dapat membuat lima contoh kegiatan pengawasan yang spesifik sesuai dengan Permendikbud No 143 Tahun B. Indikator Pencapaian Tujuan Membuat 5 contoh kegiatan pengawasan yang spesifik sesuai dengan Permendikbud Nomor 143 Tahun C. Uraian Materi Untuk membuat pedoman pengawasan Saudara perlu memahami rincian tugas pengawas sekolah. Berilah tanda materi penting sebagai bahan untuk pedoman pengawasan. 1. Rincian Kegiatan Tugas Pokok Pengawas Sekolah Rincian kegiatan tugas pokok pengawas sekolah setiap jenjang jabatan pengawas sekolah (Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014) sebagaimana tercantum dalam table 3. Tabel 3. Rincian Kegiatan Tugas Pokok Pengawas Sekolah Pengawas Pengawas Pengawas Madya No Rincian Kegiatan Muda Utama III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e 1. Menyusun program pengawasan w w W W w w w 2. Melaksanakan pembinaan guru w w W W w w W 3. Melaksanakan pembinaan kepala sekolah tw Tw W W w w W 4. Memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian w w W W w w W 5. Memantau pelaksanaan standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan tw Tw W W w w W prasarana, dan standar pembiayaan 6. Melaksanakan penilaian kinerja guru w w W w w w W 7. Melaksanakan penilaian kinerja kepala sekolah tw Tw W W w w W 8. Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program penga w w W W w w W wasan pada sekolah binaan 9. Mengevaluasi hasil pelaksa naan program pengawasan tw Tw Tw Tw tw w W tingkat provinsi/ kabupaten/ kota 18

29 No Rincian Kegiatan 10. Menyusun program pembim bingan dan pelatihan profesi onal guru di KKG/MGMP/ MGBK dan sejenisnya 11. Menyusun program pembim bingan dan pelatihan profesi onal kepala sekolah di KKKS/ MKKS dan sejenisnya 12. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru (karya ilmiah dan karya inovatif) 13. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah (karya ilmiah dan karya inovatif) 14. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen 15. Mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru 16. Mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah 17. Membimbing Pengawas Sekolah Muda dalam melaksanakan tugas pokok 18. Membimbing Pengawas Sekolah Madya dalam melaksanakan tugas pokok 19. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) dan atau penelitian tindakan sekolah (PTS) 20. Melaksanakan tugas penga wasan di daerah khusus 21. Pengembangan Profesi (menyusun karya tulis ilmiah dan/atau Penerjemahan/ penyaduran buku dan/atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan dan/atau membuat karya inovatif) Keterangan : a. w = wajib b. tw = tidak wajib Pengawas Pengawas Pengawas Madya Muda Utama III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e w w W W w w W tw Tw W W w w W w w w W w w W tw Tw w W w w W tw tw Tw W w w w w w w W W w W tw Tw w W W w W tw Tw w W W w W tw Tw Tw Tw Tw w W tw Tw Tw Tw Tw w W w w w W W w W w w w W W w w 19

30 c. pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dilaksanakan dalam forum KKG/MGMP/MGBK atau pembimbingan dan pelatihan profesional guru yang diselenggarakan oleh lembaga lainnya. d. pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah dilaksanakan di forum KKKS/MKKS atau pembimbingan dan pelatihan profesional kepala sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi/kabupaten/kota. e. Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat pengawas sekolah utama untuk melaksanakan kegiatan pada nomor 9 dan 19, maka pengawas sekolah madya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pejabat berwenang unit kerja yang bersangkutan. 2. Beban Kerja dan Pengaturan Tugas Pengawas Sekolah (Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014). Beban kerja dan pengaturan tugas Pengawas Sekolah sebagai berikut: a. Beban kerja Pengawas Sekolah Beban kerja Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan adalah 37,50 jam perminggu di dalamnya termasuk penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program pengawasan, melaksanakan evaluasi program pengawasan, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan/atau Kepala Sekolah/Madrasah di Sekolah/Madrasah binaan dengan sasaran diatur sebagai berikut: 1) Untuk TK/RA paling sedikit 10 satuan pendidikan; 2) Untuk SD/MI paling sedikit 10 satuan pendidikan; 3) Untuk SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK paling sedikit 7 (tujuh) satuan pendidikan dan/atau paling sedikit 40 (empat puluh) guru; 4) Untuk Sekolah Luar Biasa paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) guru; 5) Pengawas Bimbingan dan Konseling paling sedikit 40 (empat puluh) guru Bimbingan dan Konseling; 6) Pengawas Rumpun Mata Pelajaran/mata pelajaran Agama dan Pengawas Sekolah Muda untuk TK dan SD paling sedikit 60 (enam puluh) guru, untuk SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK paling sedikit 40 (empat puluh) guru; 7) Pengawas Sekolah yang bertugas di daerah khusus paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan lintas jenis dan jenjang satuan pendidikan. 3. Bidang Pengawasan Pengawas Sekolah (Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014) a. Pengawas TK/RA, adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada TK/RA (Pendidikan Anak Usia Dini formal). b. Pengawas Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah. 20

31 c. Pengawas Sekolah rumpun mata pelajaran/mata pelajaran adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik rumpun mata pelajaran/mata pelajaran yang relevan dan tugas pengawasan manajerial pada SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. d. Pengawas Pendidikan Luar Biasa adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial di Pendidikan Luar Biasa. e. Pengawas Bimbingan dan Konseling adalah Pengawas Sekolah yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam melaksanakan tugas pengawasan kegiatan bimbingan dan konseling pada sekolah/madrasah. 4. Kegiatan Pengawasan yang Terkait dengan Bukti Fisik Untuk Perhitungan Angka Kredit. Untuk lebih jelasnya kajilah kegiatan pengawas sekolah pada modul ini berdasarkan Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014 tentang kegiatan pengawas sekolah sebagai berikut : a. Menyusun Program Pengawasan Pengawas memiliki dokumen program pengawasan yang memenuhi enam aspek : 1) Identitas (halaman judul, pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi); 2) Pendahuluan, (latar belakang, landasan hukum, tujuan dan sasaran, visi, misi dan strategi pengawasan, sasaran dan target pengawasan, ruang lingkup pengawasan); 3) Identifikasi dan analisis hasil pengawasan yang berisi identifikasi hasil pengawsan tahun sebelumnya, analisis dan evaluasi hasil pengawasan tahun sebelumnya, dan tindak lanjut hasil pengawasan; 4) Program pengawasan, yang berisi: program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah; program pemantauan pelaksanaan SNP; program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah 5) Penutup. 6) Lampiran berisi : Program Pengawasan Tahunan dan Semester; Rencana Pengawasan Aakademik (RPA)/Rencana Pengawasan Bimbingan Konseling (RPBK)/Rencana Pengawasan Manajerial (RPM); Instrumen pembinaan guru dan/kepala sekolah; Instrumen pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (SNP); Instrumen penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. b. Melaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah; Materi pembinaan guru meliputi kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Sedangkan materi pembinaan kepala sekolah meliputi kompetensi kepribadian dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, kewirausahaan, dan supervisi pembelajaran. Laporan pelaksanaan program pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah ditunjukkan dengan lima bukti: 21

32 22 1) Surat keterangan pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. 2) Daftar hadir pembinaan guru (memenuhi jumlah minimal guru dan/atau kepala sekolah) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah beban kerja minimal). 3) Jadwal pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. 4) Kesimpulan hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. 5) Tindak lanjut hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah c. Memantau pelaksanaan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan; Pengawas menyusun laporan pelaksanaan pamantauan standar nasional pendidikan yang ditunjukkan dengan bukti minimal antara lain: 1) Surat keterangan pelaksanaan pemantauan SNP. 2) Daftar sekolah yang dipantau. 3) Instrumen yang telah diisi. 4) Hasil pengolahan pemantauan. 5) Kesimpulan temuan pemantauan. 6) Tindak lanjut hasil pemantauan SNP. d. Melaksanakan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah; Penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh pengawas sekolah muda/madya/utama adalah menganalisis hasil penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah/guru senior. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk merencanakan Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB). Penilaian kinerja kepala sekolah yang dilakukan oleh pengawas sekolah madya/utama dimulai dari persiapan, pelaksanaan penilaian, analisis hasil penilaian, pelaporan hasil penilaian, dan perencanaan PKB kepala sekolah. Laporan pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah yang ditunjukkan dengan bukti minimal antara lain: 1) Surat keterangan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. 2) Instrumen penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. 3) Daftar hadir guru (memenuhi beban jumlah guru minimal) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah minimal kepala sekolah binaan) yang dinilai. 4) Hasil pengolahan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. 5) Kesimpulan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah. 6) Rekomendasi/tindak lanjut. e. Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; Dalam melakukan tugas evaluasi pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan, pengawas menyusun: 1) Laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah (Data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut) 2) Laporan evaluasi pelaksanaan pemantauan SNP (Data hasil pemantauan SNP, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut)

33 3) Laporan evaluasi pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah (Data hasil penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut) f. Mengevaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan tingkat kabupaten/kota atau provinsi; Pengawas menyusun Laporan Hasil Evaluasi pelaksanaan Program pengawasan di tingkat provinsi/kabupaten/kota untuk pengawas sekolah utama yang memenuhi sistematika yang berlaku berisi: 1) Identitas berisi Halaman Judul, Halaman Pengesahan, Kata Pengantar, Daftar Isi; 2) Bab I. Pendahuluan berisi (Latar Belakang, Fokus Masalah, Tujuan dan sasaran, Ruang lingkup Pengawasan); 3) Bab II. Kerangka Pikir Pemecahan Masalah; 4) Bab III. Pendekatan dan Metode; 5) Bab IV. Hasil Pengawasan pada tingkat provinsi/kabupaten/kota, yang berisi: a. Hasil pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah; b. Hasil pemantauan pelaksanaan SNP; c. Hasil penilaian kinerja guru dan kepala sekolah; d. Pembimbingan profesionalisme guru dan kepala sekolah; e. Pembimbingan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah; f. Pembimbingan pengawas sekolah muda dan madya dalam pelaksanaan tugas pokok; 6) Bab V Penutup g. Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS dan sejenisnya; Pengawas menyusun program pembimbingan dan pelatihan professional guru dan/atau kepala sekolah sesuai dengan sistematika yang berlaku, berisi: 1) Untuk Guru : (1) Program Perencanaan Pembelajaran; (2) Pelaksanaan Pembelajaran; (3) Pelaksanaan Penilaian Hasil Pembelajaran; (4) Pelaksanaan Pembimbingan dan dan pelatihan guru dan tugas tambahan. (5) Pembimbingan pembuatan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dalam bentuk Pembimbingan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) (6) Pembimbingan Pengawas Sekolah Muda dan Madya. 2) Untuk Kepala Sekolah : (1) Menyusun Program Kerja Sekolah. (2) Pelaksanaan Program Kerja Sekolah. (3) Program Pengawasan dan Evaluasi. (4) Kepemimpinan Sekolah. ( 5) Sistim Informasi Manajemen. (6) PTK/Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) (7) Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) (8) Akreditasi Sekolah. h. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah; Pengawas menyusun laporan pelaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru dan/atau kepala sekolah dilengkapi: 1) Surat keterangan pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBK dan/atau KKKS/MKKS. 23

34 2) Daftar hadir pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBK dan/atau KKKS/MKKS. 3) Jadwal pelaksanaan pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBK dan/atau KKKS/MKKS. 4) Materi pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBK dan/atau KKKS/MKKS. 5) Instrumen pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBK dan/atau KKKS/MKKS. 6) Kesimpulan hasil pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBKdan/atau KKKS/MKKS. 7) Tindak lanjut hasil pembinaan guru dan/atau Kepala Sekolah di MGMP/KKG/MGBK dan/atau KKKS/MKKS. i. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan manajemen; Pengawas menyusun Laporan pelaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme kepala sekolah berisi: 1) Surat keterangan pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. 2) Daftar hadir pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. 3) Jadwal pelaksanaan pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. 4) Materi pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. 5) Instrumen pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. 6) Kesimpulan hasil pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. 7) Tindak lanjut hasil pembinaan Kepala Sekolah di KKKS/MKKS. j. Mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah; Pengawas menyusun Laporan hasil evaluasi pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesionalime guru dan/atau Kepala Sekolah terdiri dari: 1) Laporan evaluasi pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesionalime guru. 2) Laporan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme kepala sekolah. 3) Laporan evaluasi hasil pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesionalime guru dan/atau Kepala Sekolah minimal berisi aspek: (a) program; (b) uraian kegiatan; (c) target yang diharapkan; (d) hasil yang dicapai; (e) keterangan (Tindak Lanjut) k. Membimbing pengawas sekolah muda dan pengawas sekolah madya dalam melaksanakan tugas pokok; dan l. Pengawas menyusun laporan pelaksanaan pembimbingan pengawas sekolah muda dan/atau madya dalam melaksanakan tugas pokok, yang berisi: 1) Surat keterangan pembimbingan pengawas sekolah muda minimal dari korwas. 2) Daftar hadir pengawas sekolah muda dan/atau madya yang dibimbing. 24

35 3) Jadwal pelaksanaan pembimbingan pengawas sekolah muda dan/atau madya. 4) Materi pembimbingan pengawas sekolah muda dan/atau madya. 5) Instrumen pembimbingan pengawas sekolah muda dan/atau madya. 6) Kesimpulan hasil pembimbingan pengawas sekolah muda dan/atau madya. 7) Tindak lanjut hasil pembimbingan pengawas sekolah muda dan/atau madya. m. Melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan. Laporan hasil pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam penelitian tindakan yang ditunjukkan dengan empat hal, yaitu: 1) Data hasil hasil pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru dan kepala sekolah dalam penelitian tindakan. 2) Hasil analisis. 3) Kesimpulan. 4) Tindak lanjut. Saudara telah memberi tanda-tanda tentang hal-hal penting untuk membuat pedoman pengawasan. Selanjutnya Saudara melakasanakan aktivitas berikut. D. Aktivitas Pembelajaran Tugas pokok pengawas sekolah dijabarkan menjadi kegiatan pengawas sekolah sesuai jabatannya yaitu kegiatan pengawas sekolah untuk pengawas muda, pengawas madya dan pengawas utama. Untuk lebih jelasnya Saudara ikuti kegiatan berikut ini. Kegiatan 2.1 Focus Gruop Discussion Analisis Kasus Kegiatan Pengawas Sekolah (90 Menit) 1. Silahkan Saudara duduk secara berkelompok dan masing-masing kelompok berkelompok terdiri dari 3 s/d 4 orang 2. Perhatikan kasus berikut ini : Hasil pemetaan keberhasilan SKP kinerja pengawas sekolah dalam satu tahun di KKPS kabupaten X dengan jumlah pengawas sekolah 43 orang. Mereka bekerja dengan dilandasi Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 dan Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014 sebagai acuan kerja. Ada pun data hasil yang dicapai sebagai berikut: Aspek Utama Kualitatif /Output Target % Kualitatif /Mutu Pencapaian Nilai A Penyusunan Program 1 Menyusun program pengawasan Program B Melaksanakan Program 2 Melaksanakan pembinaan guru Laporan Melaksanakan pembinaan kepala sekolah Laporan Memantau pelaksanaan delapan SNP Laporan

36 5 C 7 D 8 Aspek Utama Melaksanakan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah Evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan. Membimbing dan melatih profesional guru Menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau kepala sekolah di KKG/MGMP/K3S Dst Kualitatif /Output Target % Kualitatif /Mutu Pencapaian Nilai Laporan Laporan Program Berdasarkan kasus tersebut, jawablah pertanyaan berikut pada LK 2.1 LK 2.1 Analisis Kegiatan Pengawas Sekolah 1. Berdasarkan kasus tersebut, apakah yang menyebabkan pencapaian target tinggi dalam salah satu komponen pengawasan? 2. Berdasarkan kasus tersebut, apakah yang menyebabkan pencapaian target sangat rendah dalam beberapa komponen? 3. Kegiatan apa yang dapat pengawas sekolah lakukan untuk meningkatkan target pencapaian pengawasan dari kasus tersebut? 4. Perwakilan kelompok melakukan presentasi secara pleno kemudian diskusi untuk membuat rangkuman terkait dengan target pencapaian hasil pengawasan. 26

37 Pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas mengacu pada kegiatan pengawasan sesuai dengan jabatannya. Untuk lebih jelasnya Saudara ikuti kegiatan berikut. Kegiatan 2.2 Mind Mapping Spesifikasi Kegiatan Pengawasan Berdasarkan Kasus (90 Menit) 1. Perhatikan kasus berikut ini, kemudian jawablah pertanyaan! Pada awal tahun pelajaran seorang pengawas sekolah akan membuat program pengawasan. Kemudian pengawas sekolah tersebut meminta bantuan Saudara untuk membantu membuat program pengawasan tahunan atau semester. Apakah yang akan Saudara lakukan? 2. Buatlah Diagram Kegiatan Spesifik yang terkait dengan penyusunan program pengawasan pada LK 2.2! Untuk acuan lihat uraian materi pada modul ini. 3. Perwakilan peserta melakukan presentasi secara pleno untuk mendikusikan kemudian membuat rangkuman tentang kegiatan spesifikasi yang harus pengawas lakkuan dalam penyusunan program pengawasan. Selanjutnya a. Saudara duduk berkelompok, dengan anggota 3 s/d 4 orang perkelompok membuat diagram kegiatan spesifik dari kegiatan pengawasan lainnya selain penyusunan program pengawasan. Isilah diagram pada LK 2.2. Usahakan setiap kelompok tidak membuat diagram yang sama!, jika kolom dalam diagram kurang dipersilahkan untuk menambah sesuai kebutuhan. Untuk acuan lihat uraian materi tentang kegiatan pengawasan pada kegiatan pembelajaran 2 modul ini b. Perwakilan kelompok melakukan presentasi dan diskusi secara bergiliran untuk menyamakan persepsi terkait dengan kegiatan spesifikasi pengawas dalam melaksanakan tugasnya LK 2.2 Kegiatan Spesifik Pengawasan 1. Diagram kegiatan spesifik tentang penyusunan program pengawasan, jika kekurangan kolom Saudara bisa menambahkan/membuat sesuai kebutuhan. Untuk acuan lihat uraian materi pada modul ini. 27

38 2. Hasil diskusi pleno rangkuman tentang kegiatan spesifikasi yang harus pengawas lakkuan dalam penyusunan program pengawasan 3. Hasil diskusi kelompok tentang diagram kegatan spesifik pengawasan lainnya selain kegiatan spesifik program pengawasan (setiap kelompok harus berbeda), jika kekurangan kolom Saudara bisa menambahkan sesuai kebutuhan. Untuk acuan lihat uraian materi tentang kegiatan pengawasan pada modul ini. Saudara telah mengerjakan lembar kerja sebagai penguatan materi yang terkait dengan spesifik kegiatan pengawasan dan bukti fisik yang harus ada dari setiap kegiatan pengawasan. Uraian kegiatan pengawasan memudahkan Saudara dalam penyusunan pedoman pengawasan. Kegiatan berikutnya Saudara akan melakukan latihan pengukuran pengetahuan Saudara terkait dengan uraian kegiatan pengawasan. 28

39 E. Latihan/Kasus/Tugas Perhatikan soal berikut, kemudian pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada option soal berikut ini. 1. Perhatikan tabel tentang peta pencapaian target SKP pengawas sekolah Rata-rata No B Aspek Pencapaian Target e 1 Program Pengaawas Sekolah 46 % r 2 Pembinaan Guru 87 % d 3 Pembinaan Kepala Sekolah 51 % a 4 Pemantauan SNP 78 % s 5 Penilaian Kinerja Kepala Sekolah 65 % a 6 Penilaian Kinerja Guru 63 % r7 Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan 25 % k8 Program Bimbimngan dan Pelatihan Guru dan atau Kepala 0 % a Sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau KKKS/MKKS n Data tersebut contoh prioritas pemecahan masalah untuk dibuat pedoman pengawasan agar bisa melaksanakan kegiatan pengawasan lebih baik adalah dengan cara membuat kegiatan spesifikasi untuk nomor... A. (1), (3), (7), (5) B. (1), (3), (6), (5) C. (8), (6), (7), (8) D. (8), (7), (3), (1) 2. Seorang pengawas sekolah dengan jabatan pengawas sekolah madya akan mengusulkan perhitungan angka kredit, tetapi masih kekurangan angka kreditnya 1 untuk unsur pengembangan profesi. Untuk memenuhi angka kredit tersebut maka pengawas sekolah akan membuat karya inovatif dalam bentuk pedoman pengawasan yang terkait dengan pembinaan guru. Kegiatan pengawasan yang bukan untuk untuk membuat pedoman laporan pelaksanaan program pembinaan guru adalah... A. Surat keterangan pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah dan Jadwal Pembinaan. B. Daftar hadir pembinaan guru (memenuhi jumlah minimal guru dan/atau kepala sekolah) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah beban kerja minimal). C. Jadwal pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. D. Kesimpulan hasil pembinaan dan tindak lanjut pembinaan guru dan/atau kepala sekolah 3. Pengawas sekolah madya akan membuat pedoman program pengawas sekolah harus memenuhi enam aspek sistematika antara lain sebagai berikut, contoh sistematika yang belum lengkap adalah... A. Identitas (halaman judul, pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi); B. Pendahuluan, (latar belakang, landasan hukum, tujuan dan sasaran, visi, misi dan strategi pengawasan, sasaran dan target pengawasan, ruang lingkup pengawasan); 29

40 C. Identifikasi dan analisis hasil pengawasan yang berisi identifikasi hasil pengawsan tahun sebelumnya, analisis dan evaluasi hasil pengawasan tahun sebelumnya, dan tindak lanjut hasil pengawasan; D. Program pengawasan, yang berisi: program pembinaan kepala sekolah; program pemantauan pelaksanaan SNP; program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah 4. Saudara akan membuat pedoman kegiatan pengawasan tentang evaluasi pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan, maka yang bukan kegiatan evaluasi pelaksanaan program pengawasan di sekolah binaan untuk pengawas madya adalah...: A. Laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah (Data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut) B. Laporan evaluasi pelaksanaan pemantauan SNP (Data hasil pemantauan SNP, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut) C. Tindak lanjut dan rekomendasi serta laporan pengawasan D. Laporan evaluasi pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah (Data hasil penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut) 5. Kegiatan pengawasan untuk pedoman melaksanakan penilaian kinerja guru dan kepala sekolah oleh pengawas muda adalah... A. Penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh pengawas sekolah menganalisis hasil penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk merencanakan. B. Penilaian kinerja kepala sekolah yang dilakukan oleh pengawas sekolah dimulai dari persiapan, pelaksanaan penilaian, analisis hasil penilaian, pelaporan hasil penilaian, dan perencanaan PKB kepala sekolah. C. Penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh pengawas sekolah adalah menganalisis hasil penilaian kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah/guru senior. Hasil analisis tersebut digunakan sebagai dasar untuk merencanakan. D. Penilaian kinerja kepala sekolah yang dilakukan oleh pengawas sekolah dimulai dari pelaksanaan penilaian, analisis hasil penilaian, pelaporan hasil penilaian, dan perencanaan PKB kepala sekolah. Tugas Mandiri (45 Menit) : Pastikan Saudara telah menyelesaikan kegiatan 2.2 dan LK 2.2, kemudian dokumentasikan hasil kegiatan 2.2 serta LK 2.2 tersebut sebagai salah satu bahan untuk penyusunan pedoman pengawasan pada kegiatan pembelajaran 3 dan 4. 30

41 F. Rangkuman Tugas pokok pengawas sekolah dijabrakan dalam rincian kegiatan pengawas sekolah. Rincian kegiatan pengawasan yang spesifik merupakan salah satu bahan untuk penyusunan pedoman pengawasan. Pedoman pengawasan dapat disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengawas sekolah di tingkat kabupaten/kota juga dapat berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengawas sekolah tingkat propinsi dan nasional. G. Umpan Balik Untuk mengetahui keberhasilan Saudara dalam memahami tugas pokok, beban kerja, bidang pengawasan dan kegiatan spesifikasi pengawas sekolah lakukan kegiatan berikut (Umpan Balik) Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi. Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Benar Jumlah Soal X 100 % Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai: = sangat baik = baik = cukup = kurang 60 = sangat kurang Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi uraian rmateri kegiatan pembelajaran dua, terutama bagian yang belum Saudara kuasai. H. Refleksi dan Tindak Lanjut Setelah Saudara melakukan umpan balik, lakukan refleksi terkait dengan pencapaian hasil belajar Saudara, dengan cara mengisi tabel berikut No Tujuan Pembelajaran Tercapai 1 Setelah kegiatan pembelajaran 2, Saudara dapat membuat 5 contoh kegiatan pengawasan yang spesifik dengan benar Tindak lanjut: Belum Tercapai Keterangan 31

42 Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. D 2. A 3. D 4. C 5. B 32

43 KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 MODEL PROSEDUR PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN (WAKTU 6 JP) A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran 3, Saudara dapat : 1. memberi contoh penerapan prinsip prinsip penyusunan pedoman pengawasan 2. merumuskan minimal satu model prosedur kegiatan pengawasan dalam penyusunan pedoman pengawasan sesuai kebutuhan pengawas sekolah di tingkat kabupaten/kota B. Indikator Pencapaian Tujuan 1. Memberi contoh penerapan prinsip prinsip penyusunan pedoman pengawasan 2. Merumuskan minimal satu model prosedur kegiatan pengawasan dalam penyusunan pedoman pengawasan sesuai kebutuhan pengawas sekolah di tingkat kabupaten/kota C. Uraian Materi Pada kegiatan pembelajaran 1 dan 2 Saudara telah memahami dengan baik spesifikasi kegiatan pengawas sekolah sesuai dengan bukti fisiknya yang dihargai sesuai dengan angka kreditnya. Selanjutnya Saudara kaji uraian materi berikut ini dan beri tanda jika menurut Saudara. penting. Pedoman pengawasan merupakan panduan yang diperlukan dalam teknis pelaksanaan kegiatan pengawas sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Ruang lingkup kegiatan pengawas sekolah dalam jabatan seperti yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 143 Tahun Setiap kegiatan pengawas sekolah yang dipilih harus bernilai angka kredit sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan karier pengawas sekolah. Supaya pelaksanaan tugas efektif, maka penyusunan pedoman perlu menjadi perhatian pengawas sekolah agar dalam setiap tahap pelaksanaan menunjang dan terpenuhinya standar kompetensi pengawas sekolah. Oleh karena itu penyusunan pedoman pengawasan perlu memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan pedoman pengawasan 1. Prinsip-prinsip Penyusunan a. Jelas dan sistematis dalam menghasilkan peningkatan kinerja pengawas sekolah. Jelas artinya memiliki tujuan yang terukur. Sistematis mengandung makna pedoman meliputi komponen input, proses, dan output. b. Pedoman pengawasan merupakan komponen pendukung pencapain tujuan pelaksanaan tugas pengawas. c. Pedoman memiliki tujuan yang jelas dengan memenuhi kriteria SMART yang merupakan kependekan dari 33

44 1) Specific (mengandung satu perilaku) 2) Measurable (terukur ) 3) Achievable (dapat diwujudkan) 4) Realistic (dapat diwujudkan secara nyata ) 5) Time bound (berbatas waktu) d. Struktur pedoman tersusun praktis sehingga pengawas sekolah dapat mempraktikan dalam melaksanaan tugas. e. Isi pedoman harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. f. Pedoman memudahkan pengawas sekolah dalam menggunakan instrumen yang menunjang prinsip pengawasan. Pengawas sekolah dipandu dalam menentukan instrumen dengan ketentuan berikut 1) Penggunaan instrumen merupakan bagian dari proses pemecahan masalah secara logis dan terukur. 2) Instrumen dikembangkan dari kisi-kisi yang mengandung unsur-unsur yang berkaitan dengan penyelesaian masalah. 3) Penggunaan instrumen dapat menjaring informasi yang berguna untuk menyelesaikan masalah 4) Instrumen menggunakan bahasa yang komunikatif yang agar mudah dipahami. 5) Menentukan jumlah butir instrumen sesuai dengan data yang ingin dihimpun serta waktu yang teredia. g. Pedoman pengawasan agar memfasilitasi pengawas sekolah dalam mengembangkan ide-ide atau gagasannya dalam melaksanakan kegiatan pengawasan berdasarkan pengalamannya, sehingga menjadi suatu karya inovatif h. Pedoman mengarahkan pengawas sekolah melakukan pengecekan ulang untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi yang disepakati bersama bisa ditindaklanjuti oleh kepala sekolah atau guru. 2. Model Prosedur Penyusunan Penyusunan pedoman pengawasan mengacu pada kegiatan pengawasan Permendikbud No 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya. Kegiatan pengawasan tersebut perlu dibuat lebih rinci dalam bentuk pedoman pengawasan. Berikut ini gambar contoh model prosedur penyusunan pedoman pengawasan 34

45 Persiapan Mengidentifikasi bidang pengawasan Memilih bidang pengawasan Menentukan masalah Merumuskan tujuan pedoman Menentukan sasaran pedoman Perumusan Pedoman Merumuskan disain pedoman Menentukan judul pedoman Menetapkan latar belakang Menetapkan tujuan akhir Merumuskan manfaat Menentukan pengguna pedoman Tindak Lanjut Menetapkan ruang lingkup pedoman Menentukan pendekatan, metode, dan teknik Menentukan aspek, prosedur, kriteria, dan instrumen penilaian Pencetakan Pengesahan Pembagian dokumen Penggunaan dokumen Gambar 3. Model Prosedur Penyusunan Gambar 3 adalah salah satu contoh model prosedur penyusunan pedoman pengawasan yang mengakomodir prinsip-prinsip dan langkah-langkah penyusunan pedoman pengawasan. Saudara dapat mengembangkan model prosedur penyusunan pedoman pengawasan lain sesuai prinsip-prinsip dan langkah-langkah sesuai regulasi dan kebutuhan. Prosedur penulisan pedoman pengawasan untuk mencapai kegiatan pengawasan menjadi lebih baik, lakukan langkah-langkah berikut ini a. Identifikasi dan tentukan kegiatan pengawasan yang dibutuhkan oleh pengawas sekolah untuk disusun menjadi pedoman pengawasan. Ini dilihat berdasarkan kondisi ideal dan kondisi riil yang dibutuhkan oleh pengawas sekolah untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja b. Tetapkan kegiatan yang terdapat di dalam rincian kegiatan pengawas sekolah sesuai regulasi ( Permendikbud No 143 Tahun 2014) sudah tersedia pada uraian materi kegiatan pembelajaran 2 pada modul ini c. Tentukan judul pedoman pengawasan yang akan ditulis d. Identifikasi dan tentukan ruang lingkup unit spesifik dari kegiatan tersebut; Acuan untuk kegiatan ini adalah judul pedoman pengawasan e. Identifikasi dan tentukan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dipersyaratkan; Acuan untuk menentukan kompetensi perhatikan regulasi yang berlaku untuk pengawas sekolah. (Permendiknas No 12 Tahun 2007) f. Uraikan kegiatan pengawasan secara spesifik dalam bentuk prosedur kegiatan pengawasan yang sistematis 35

46 3. Model Prosedur Kegiatan Pengawasan Berdasarkan uraian diatas untuk contoh bagian f Saudara telah memiliki kemampuan dalam membuat kegiatan pengawasan yang spesifik mengacu pada regulasi Permendikbud No 143 Tahun 2014 pada kegiatan pembelajaran 2. Perhatikan satu contoh kegiatan pengawasan yang spesifik dalam bentuk model prosedur kegiatan penyusunan program pengawasan dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 4. Model Prosedur Kegiatan Spesifik Penyusunan Program Pengawasan Gambar 4 merupakan contoh kegiatan spesifik secara berurutan dalam penyusunan program pengawasan. Perumusan prosedur kegiatan pengawasan pada dasarnya merupakan usaha pemberian bantuan kepada pengawas sekolah agar dapat menyusun program pengawasan dengan baik dan benar. Perumusan prosedur kegiatan pengawasan perlu didasari dengan pengenalan spesifikasi tugas dan kompetensi yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugas pengawasan secara efektif. Prosedur kegiatan pengawasan merupakan langkah-langkah kegiatan pengawasan secara rinci dan sistematik. Ini merupakan salah satu bagian dari aspek dalam penyusunan pedoman pengawasan Saudara, pastikan telah memahami prinsip penyusunan dan contoh prosedur penyusunan pedoman pengawasan serta contoh model prosedur kegiatan pengawasan. Selanjutnya Saudara lakukan kegiatan berikut sebagai penguatan agar Saudara dapat membuat prosedur kegiatan pengawasan untuk pedoman pengawasan. D. Aktivitas Pembelajaran Sebelumnya Saudara telah membaca uraian materi tentang prinsip dan prosedur penyusunan pedoman pengawasan. Sekarang Saudara akan mengaplikasikan konsep tersebut dalam kegiatan berikut melalui kasus kegaitan pengawasan untuk membuat 36

47 model prosedur pengawasan. Saudara harus melakukan pendalaman materi tentang prinsip-prinsip penyusunan pedoman pengawasan melalui kegiatan 3.1 berikut. Kegiatan 3.1 Menerapan Prinsip-Prinsip (90 Menit) 1. Perhatikan kasus berikut ini Di KKPS tertentu jumlah pengawas sekolah sebanyak 32 orang, dengan masa kerja menjadi pengawas sekolah sangat variatif sekitar 2 15 tahun dan umumnya berusia antara tahun 2) dan jabatannya semua pengawasa madya dengan golongan IVa. Jumlah yang menjadi asesor sebanyak 10 orang. Kegiatan pengawasan yang sering dilakukan adalah supervisi akademik, dan sesekali pemantauan 8 SNP, jika sekolah akan diakreditasi pada tahun berjalan saat itu. Kegiatan pengawasan lainnya yang jarang dilakukan adalah supervisi manajerial serta bimbingan pelatihan profesioanal guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau di KKKS/MKPS karena belum memiliki anggaran untuk mengadakan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru. 2. Berdasarkan kasus tersebut jawablah pertanyaan berikut pada LK 3.1 LK 3.1 Prinsip-Prinsip 1. Berdasarkan kasus tersbut, manakah yang akan Saudara buat pedoman pengawasannya? Mengapa? 2. Lakukan identifikasi masalah, kemudian rumuskan masalah yang menjadi bahan pembahasan, tulis dalam kolom berikut: 3. Rumuskan tujuan yang hendak dicapai dalam melaksanakan tugas sebagai dasar dalam menyusun pedoman. 37

48 4. Tentukan strategi yang dipilih untuk merealisasikan tujuan yang ingin diwujudkan dalam pelaksanaan tugas yang telah Saudara pilih. 5. Rumuskan pula kesiapan kompetensi pengawas sekolah agar dapat menyelesaikan kegiatan secara efektif. Atas dasar pemahaman terhadap kempetensi yang harus pengawas sekolah miliki, maka jika diperlukan pandulah cara meningkatkannya. Kompetensi yang diperlukan Pedoman untuk meningkatkan 6. Memandu penentuan instrumen Cobalah terapkan prinsip-prinsip pemilihan instrumen pengawasan yang seusai kebutuhan berdasarkan instrumen yang ada. Rumuskan kriteria instrumen dan contoh bentuk instrumen yang sesuai dengan kebutuhan bidang kegiatan yang Saudara pilih (gunakan instrumen supervisi yang Saudara miliki). Kriteria Contoh Bentuk Instrumen 7. Memandu penggunaan instrumen a. Saudara berkelompok membuat langkah-langkah penggunaan instrumen sesuai dengan contoh instrumen pada nomor 6 diatas. untuk menghimpun fakta agar hasil pengawasan objektif dan menggambarkan kondisi yang sebenarnya. 38

49 b. Apakah penggunaan instrumen merupakan bagian dari pemecahan masalah secara logis dan terukur? c. Memandu pengolahan data, analisis data, dan kesimpulan 1) Saudara berkelompok membuat langkah-langkah untuk menganalisis data dan merumuskan kesimpulan 2) Apakah jumlah butir instrumen sesuai dengan data yang ingin dihimpun dengan waktu yang tersedia? d. Memandu menyusun refleksi dan tindaklanjut Pada langkah ini Saudara hendaknya dapat merumuskan langkah-langlah refleksi dan tindak lanjut hasil pengawasan sebagai dasar untuk penyusunan pedoman Refleksi: Rekomendasi Tindak Lanjut Apakah rekomendasi dapat ditindak lanjuti? 39

50 Saudara telah memahami prinsip-prinsip penyusunan pedoman pengawasan, selanjutnya Saudara praktik membuat model prosedur kegiatan pengawasan dari kegiatan pengawasan yang sudah Saudara tentukan judul pedomannya. Lakukan kegiatan berikut Kegiatan 3.2 Membuat Prosedur Kegiatan Pengawasan (90 Menit) Setiap kegiatan pengawasan pada Permendikbud No 143 Tahun 2016 sudah terdapat aspek-aspek yang terkait dengan kegiatan dan bukti fisik dokumen (lihat kegaiatan pengawasan dalam kegiatan pembelajaran 2 pada modul ini). Berdasarkan hal tersebut, untuk acuan penyusunan pedoman pengawasan, maka Saudara dapat membuat kegiatan pengawasan yang spesifik untuk mempermudah langkah-langkah pelaksanaan tugas pengawasan sesuai kebutuhan. Untuk lebih jelasnya Saudara buat prosedur kegiatan pengawasan pada LK 3.2 berikut ini. LK 3.2 Prosedur Kegiatan Pengawasan 1. Perhatikan contoh model prosedur kegiatan program pengawasan dapat dilihat pada gambar berikut: 2. Berdasarkan diagram tersebut, cobalah Saudara bandingkan dengan hasil buatan Saudara tentang kegiatan spesifik penyusunan program pengawasan dari kegiatan pembelajaran 2 LK 2.2. Apakah persamaan dan perbedaannya kemudian tentukan tindak lanjut No Persamaan Perbedaan Tidak Lanjut 40

51 3. Cobalah Saudara kembangkan model-model prosedur kegiatan pengawasan lainnya berdasarkan kasus berikut.. Di KKPS tertentu jumlah pengawas sekolah sebanyak 25 orang, dengan masa kerja menjadi pengawas sekolah sangat variatif sekitar 2 10 tahun dan umumnya berusia antara tahun dan jabatannya semua pengawasa madya dengan golongan IVa. Yang pernah ikut pelatihan pengawasan hanya 35 %. Kegiatan pengawasan yang sering dilakukan adalah supervisi akademik, dan pemantauan SKL, Standar Proses, Standar Penilaian. Kegiatan pengawasan lainnya yang jarang dilakukan adalah supervisi manajerial tentang pengelolaan sarana prasarana, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan serta bimbingan pelatihan profesioanal guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau di KKKS/MKPS 4. Tuliskan judul pedoman pengawasan yang akan Saudara kembangkan 5. Rumuskan prosedur pertama sesuai judul pedoman pengawasan yang telah Saudara tentukan. 6. Rumuskan prosedur kedua sesuai judul pedoman pengawasan yang telah Saudara tentukan. 7. Rumuskan prosedur ketiga sesuai berdasarkan judul pedoman pengawasan yang telah Saudara tentukan. 41

52 8. Rumuskan prosedur keempat sesuai judul pedoman pengawasan yang telah Saudara tentukan. 9. Rumuskan prosedur kelima sesuai judul pedoman pengawasan yang telah Saudara tentukan. 10. Rumuskan prosedur keenam sesuai berdasarkan judul pedoman pengawasan yang telah Saudara tentukan. 11. Jika masih diperlukan,rumuskan prosedur berikutnya dan Saudara bisa membuat kolom yang baru. Saudara telah mensimulasikan membuat model prosedur kegiatan pengawasan untuk bahan penyusunan pedoman pengawasan sesuai kebutuhan. Berikutnya Saudara akan pendalaman materi dengan menjawab pertanyaan pada kegiatan berikut ini. E. Latihan/Kasus/Tugas Perhatikan soal berikut, kemudian pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada option soal berikut ini (10 menit) 1. Perhatikan kasus berikut Di KKPS tertentu jumlah pengawas sekolah sebanyak 32 orang, dengan masa kerja menjadi pengawas sekolah sangat variatif sekitar 2 15 tahun dan umumnya berusia antara tahun dan jabatannya semua pengawas madya dengan golongan IVa. Jumlah yang menjadi asesor sebanyak 10 orang. Kegiatan pengawasan yang sering dilakukan adalah supervisi akademik, dan sesekali pemantauan 8 SNP, jika sekolah akan diakreditasi pada tahun berjalan saat itu. Kegiatan pengawasan lainnya yang jarang dilakukan adalah supervisi manajerial serta bimbingan pelatihan profesioanal guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau di KKKS/MKPS karena belum memiliki anggaran untuk mengadakan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru. 42

53 Berdasarkan kasus tersebut manakah yang merupakan contoh penerapan prinsip isi pedoman sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya adalah... A. Pemantauan 8 standar nasional pendidikan karena dari kasus sesekali dilaksanakan B. Supervisi manajerial jarang dilaksanakan karena tidak memerlukan anggaran khusus C. Pelatihan profesional guru karena memerlukan anggaran D. Pelatihan profesional kepala sekolah karena yang mengelola sekolah 2. Saudara akan membuat pedoman supervisi manajerial, maka sebelum melaksanakan tugas supervisi manajerial, pengawas sekolah menyusun program tahunan, program semester. Pedoman pengawasan tersebut akan memfasilitasi pengawas sekolah dalam mengembangkan ide-ide atau gagasannya dalam melaksanakan kegiatan pengawasan berdasarkan pengalamannya, sehingga menjadi suatu karya inovatif. Hal ini dapat dilakukakan pada saat membuat langkah dalam... A. penyusunan perencanaan pengawasan, melaksanakan pengawasan, dan mengevaluasi program pengawasan B. penyusunan perencanaan pengawasan, dan melaksanakan pengawasan, C. melaksanakan pengawasan, dan mengevaluasi program pengawasan D. penyusunan perencanaan pengawasan, melaksanakan pengawasan, dan evaluasi serta laporan program pengawasan 3. Seorang pengawas sekolah melaksanaan pembinaan di sekolah binaannya dengan memilih topik Implementasi Kurikulum dengan pilihan sub topik Perumusan KTSP. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut pengawas sekolah memperhatikan prinsip berikut (1) Perumusan KTSP melibatkan pihak-pihak yang tergabung dalam Tim Pengembang Kurikulum. (2) Masing-masing pihak diminta mengajukan pendapatnya secara tertulis; (3) Mengumpulkan dan menyusun daftar pendapat yang mengemuka tentang langkah pengembangang kurikulum; (4) Menyampaikan kembali daftar pendapat untuk diberikan urutan prioritasnya. (5) Menyepakati prioritas yang diputuskan bersama. Berdasarkan pernyataan tersebut diatas, maka pedoman yang mendasari tindakan pengawas sekolah yang paling sesuai sebagai berikut... A. Dalam proses pengembangan KTSP, pengawas sekolah wajib menghargai setiap pendapat yang dikemukan oleh setiap warga sekolah. B. Dalam sistem pengembangan KTSP, pengawas sekolah menghimpun gagasan yang berkembang dalam pertemuan tim pengembang kurikulum tingkat satuan pendidikan. C. Dalam sistem pengembangan KTSP, pengawas wajib memilih pendapat yang paling kuat dalam workshop tim pengembang. D. Dalam sistem pengembangan KTSP, pengawas sekolah harus memilih gagasan yang paling sesuai dengan kebutuhan pengembangan muatan KTSP 43

54 4. Bila instrumen supervisi akademik digunakan untuk mengimpun fakta tentang pengelolaan sarana-prasarana dari beberapa sekolah pada standar yang relatif sama dalam kondisi yang tidak jauh berbeda ternyata memperoleh hasil pemetaan yang relatif sama. Instumen dapat digunakan pada sekolah lainnya karena memenuhi prinsip... A. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan tingkat validitas yang baik. B. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik. C. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan objektivitas yang baik. D. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan daya pembeda yang baik. 5. Pernyataan yang paling sesuai untuk pengaturan pembinaan guru dan atau kepala sekolah secara berkelanjutan menjalankan prinsip. A. Melaksanakan pembinaan merupakan proses perbaikan, peningkatan, pengembangan, pencegahan secara terarah untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. B. membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah perlu dilakukan secara terus menerus C. memberikan bantuan Profesional Kepada Kepala Sekolah dan guru setelah pemetaan kompetensi sehingga terpantau profil yang sebenarnya. D. membimbing kepala sekolah dan guru, merealisasikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya Tugas Mandiri (45 Menit) : Pastikan Saudara selesai mengerjakan kegiatan 3.2 dalam LK 3.2, kemudian mengkaji kembali hasil kelompok lain dan Saudara memiliki semua dokumen yang dikerjakan oleh kelompok lain sebagai bahan dalam pembelajaran 4. F. Rangkuman Prinsip-prinsip penyusunan pedoman pengawasan merupakan acuan untuk penulisan pedoman pengawasan dan menggambarkan kegiatan pengawasan yang berbasis kemitraan. Selain itu perlu juga dipersiapkan atau dibuat prosedur kegiatan pengawasan. Prosedur kegiatan pengawasan merupakan rincian kegiatan pengawasan yang spesifik dan sistematik. G. Umpan Balik Untuk mengetahui keberhasilan Saudara dalam memahami prinsip dan prosedur penyusunan pedoman pengawasan, serta prosedur kegiatan pengawasan lakukan kegiatan berikut (Umpan Balik) 44

55 Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi. Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Benar Jumlah Soal X 100 % Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai: = sangat baik = baik = cukup = kurang 60 = sangat kurang Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi uraian rmateri kegiatan pembelajaran tiga, terutama bagian yang belum Saudara kuasai. H. Refleksi dan Tindak Lanjut Setelah Saudara melakukan umpan balik, lakukan refleksi terkait dengan pencapaian hasil belajar Saudara, dengan cara mengisi tabel berikut No Tujuan Pembelajaran Tercapai 1 Memberi contoh penerapan prinsip prinsip penyusunan pedoman pengawasan, merumuskan satu model prosedur kegiatan pengawasan dalam penyusunan pedoman pengawasan sesuai kebutuhan pengawas sekolah di tingkat kabupaten/kota Tindak lanjut: Belum Tercapai Keterangan Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif 45

56 Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. A 2. D 3. A 4. A 5. A 46

57 KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 PENYUSUNAN PEDOMAN PENGAWASAN (WAKTU 11 JP) A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran 4, Saudara dapat 1. menerapkan minimal dua model kerangka pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan 2. menyusun langkah-langkah minimal tiga pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan B. Indikator Pencapaian Tujuan 1. menerapkan minimal dua model kerangka pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas 47

58 d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan 2. menyusun langkah-langkah minimal tiga pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan Saudara kaji uraian materi berikut dengan memberi tanda hal-hal yang penting yang terkait dengan model kerangka dan langkah-langkah penyusunan pedoman pengawasan sesuai kebutuhan Saudara di kabupaten/kota C. Uraian Materi Penulisan pedoman pengawasan merupakan proses penyusunan karya inovatif, yang terkait dengan kegiatan pengawasan. Dokumen pedoman hendaknya dikemas secara sistematis yang meliputi input, proses, dan output kegiatan. Selain itu pedoman pengawasan diharapkan dapat membantu pengawas sekolah memahami pelaksanaan tugasnya sehingga mencapai tujuan yang diinginkan. 1. Model Kerangka Pengembangan kompetensi pengawas berkaitan dengan berbagai dimensi mutu pengembangan sekolah, fokus utamanya adalah memenuhi kepuasan kepala sekolah dan guru sebagai pelanggan. Mutu lainnya adalah mutu partisipasi secara total, pengukuran, komitmen, dan pengembangan berkelanjutan (Supramono, Sarita Putri Larasati, 2014) Tugas pengawas sekolah berkaitan dengan penjamin mutu sekolah. Fokus utama tugas pengawas sekolah adalah memperbaiki tugas guru mengajar dan mengarahkan kepala sekolah dalam melaksanakan pengembangan sekolah. Mutu dalam sistem pendidikan nasional diintegrasikan dalam delapan standar nasional pendidikan 48

59 Hasil penelitian menyatakan bahwa manajer atau supervisor yang efektif yaitu yang sering membahas kinerja yang berada di bawah tanggung jawabnya (Huffmire,Donald W,2006:79). Sementara itu dinyatakan pula bahwa pengukuran kinerja secara informal dapat dirancang untuk membantu meningkatkan keberhasilan mencapai kinerjanya (Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa manajer atau supervisor yang efektif yaitu yang sering membahas kinerja yang berada di bawah tanggung jawabnya (Huffmire,Donald W,2006:79). Pengukuran kinerja secara informal dapat dirancang untuk membantu meningkatkan keberhasilan mencapai kinerjanya. Pernyataan itu sejalan dengan pentingnya tugas pengawas sekolah dalam pengembangan profesi berkelanjutan. Model kerangka pedoman Pengawasan terdiri dari tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Utama dan Bagian Akhir. Bagian Awal : mencakup halaman sampul depan, halaman judul, halaman pengesahan, pernyataan, ucapan terimakasih, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, dan daftar istilah Bagain Utama : mencakup Bab I Pendahuluan meliputi (1) latar belakang yang berisi analisis kondisi ideal dan kondisi riil; (2) landasan hukum (3) tujuan yaitu tujuan dibuatnya pedoman, (4) manfaat yaitu manfaat pedoman untuk pengawas sekolah, sekolah, dinas pendidikan, (5) sasaran yaitu siapa yang menggunakannya, (6) ruang lingkup yaitu ruang lingkup dari konten pedoman Bab II. Prosedur..., meliputi (1) konsep/pengertian, (2) kegiatan pengawasan (3) beban dan bidang pengawasan, (4) prosedur/langkah-langkah pengawasan, Bab III Penutup berisi simpulan/rangkuman dari pedoman Bagian Akhir : mencakup daftar pustaka dan lampiran. Kerangka penyusunan pedoman tersebut merupakan salah satu model kerangka pedoman pengawasan yang dibuat sesuai kebutuhan pelaksanaan tugas. Dalam hal ini perlu memperhatikan urutan pedoman yang sistematis, mudah dibaca serta dipahami sehingga dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan. Untuk itu kembangkan kerangka pedoman pengawasan terlebih dahulu. Selanjutnya menghimpun infomasi yang diperlukan, barulah mengembangkan pedoman. 2. Langkah-langkah Penyusunan Penyusunan pedoman pengawasan dibuat dengan langkah-langkah yang sistematis, sehingga mudah untuk dilaksanakan dan sesuai standar. Penyusunan pedoman pengawasan dapat mengikuti langkah-langkah sebagaii berikut: a) Menganalisis kebutuhan pengawas sekolah untuk melaksanakan tugasnya. b) Tetapkan judul pedoman pengawasan. c) Tetapkan latar belakang penyusunan pedoman pengawasan. d) Tetapkan tujuan akhir dalam bentuk kemampuan yang harus dicapai oleh pengawas sekolah setelah selesai menggunakan pedoman pengawasan. e) Tetapkan manfaat dari pendoman pengawasan. f) Tetapkan pengguna pedoman pengawasan. g) Tetapkan ruang lingkup pedoman pengawasan. h) Tetapkan pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam pedoman (di seuaikan dengan kebutuhan). 49

60 i) Tetapkan garis-garis besar atau outline pedoman pengawasan. j) Kembangkan teknik dan langkah-langkah (prosedur) kegiatan pengawasan secara spesifik. k) Tetapkan prosedur penilaian dan kriteria penilaianya. Setelah Saudara membaca uraian materi di atas secara seksama, selanjutnya Saudara mencoba membuat pedoman. Mulailah dengan analisis kebutuhan pengawas sekolah untuk melaksanakan tugasnya. Kemudian tentukan judul, tujuan dan manfaat serta ruang lingkupnya. Siapkan prosedur pedoman pegawasan yang berisi kegiatan pengawasan yang spesifik atau rinci, kemudian menyusun draf sesuai dengan kebutuhan. Untuk lebih mudah bacalah bahan bacaan berupa contoh beberapa diagram prosedur pengawasan yang menggambarkan kegiatan pengawas secara spesifik untuk setiap kegiatan. Pada modul ini tersedia 8 macam contoh prosedur bidang pengawasan hasil ide-ide/gagasan pengawas sekolah yang belum lengkap sehingga perlu dilengkapi atau dikembangkan lagi sesuai kebutuhan pengawasan mengacu pada kegiatan pengawasan dalam kegiatan pembelajaran 2 pada modul ini atau Permendikbud Nomor 143 Tahun Jika perlu Saudara dapat membuat ide-ide/gagasan sendiri yang sesuai dengan kebutuhan pengawasan, sehingga merupakan karya inovatif, tetapi tidak keluar dari regulasi yang berlaku. Perhatikan contoh 8 model prosedur kegiatan pengawasan di bawah ini. Gambar 5. Prosedur Pengawasan Manajerial 50

61 Gambar 6. Prosedur Pelaksanaan Refleksi dan Perumusan Rekomendasi Gambar 7. Prosedur Penyusunan Program Pengawasan 51

62 Gambar 8. Prosedur Penyusunan Evaluasi dan Laporan Pengawasan Gambar 9. Bimbingan Guru dan / atau Kepala Sekolah 52

63 Gambar 10. Prosedur Evaluasi Pengawasan Pada Sekolah Binaan Gambar 11. Prosedur Pemantauan Pemenuhan SNP 53

64 Gambar 12. Prosedur Pelaksanaan Pengawasan Akademik Berdasarkan beberapa contoh prosedur pelaksanaan pengawasan yang telah Saudara kaji, Saudara bekerja secara kelompok dengan teman sejawat untuk membuat satu pedoman pengawasan tingkat kabupaten/kota. Saudara boleh memilih dari diagram prosedur yang telah tersedia dalam modul ini atau membuat sendiri model prosedur pengawasan sesuai kebutuhan Saudara. D. Aktivitas Pembelajaran Pada kegiatan pembelajaran 4 ini Saudara akan simulasi menyusun pedoman pengawasan sesuai kebutuhan pengawas sekolah. Pada langkah ini diawali dengan kegiatan model kerangka pedoman pengawasan Model kerangka pedoman pengawasan merupakan bagian penting dalam penyusunan pedoman pengawasan. Untuk lebih jelasnya laksanakan kegiatan berikut ini Kegiatan 4.1 Menerapkan Model Kerangka (90 Menit) Model kerangka pedoman pengawasan merupakan salah satu desain untuk menyusun pedoman pengawasan, sehingga memudahkan Saudara untuk menyusun pedoman pengawasan. Saudara dapat dimulai dari mengkaji/analisis ruang lingkup pedoman pengawasan untuk lebih jelasnya ada pada LK 4.1 LK 4.1 Model Kerangka 1. Kajilah/analisis ruang lingkup pedoman pengawasan berikut ini. Pilih salah satu judul pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan Saudara di kabupaten/kota masing : 54

65 a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan 2. Tulis Judul yang akan Saudara susun (upayakan judulnya berbeda dengan yang lain! 3. Perhatikan sistematika pedoman pengawasan berikut ini. Isilah bagian-bagian dari sistematika berikut ini BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (kondisi ideal, kondisi riil, dan solusi sesuaikan dengan judul) B. Landasan (yang menjadi dasar/landasan pembuatan pedoman pengawasan) C. Tujuan (tujuan sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) 55

66 D. Manfaat (manfaat sesuaikan dengan judul pedoman. Manfaat untuk pengawas sekolah, untuk sekolah, untuk dinas) E. Sasaran (Siapa pengguna pedoman pengawasan) F. Ruang Lingkup (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) BAB II PROSEDUR...(sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) A. Pengertian (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) B. Kegiatan Pengawasan (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) C. Beban dan Bidang Pengawasan (sesuaikan dengan beban kerja dan bidang pengawasan) 56

67 D. Prosedur Saudara bisa menggunakan dan mengembangkan dari model prosedur pedoman pengawasan dan model prosedur kegiatan spesifik pengawasan yang sudah ada dalam uraian materi diatas atau hasil buatan sendiri sesuai kebutuhan. Langkah-langkah penyusunan pedoman (isi sesuai judul pedoman pengawasan) 1. Pendekatan/Metode/Teknik (Jika diperlukan) 2. Persiapan (Uraikan secara spesifik persiapan yang harus dikerjakan/dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan 3. Pelakasanaan (uraikan secara spesifik cara pelaksanaan) 4. Evaluasi dan Tindak Lanjut (uraikan secara spesifik cara mengevaluasi dari pelaksanaan dan tentukan tindak lanjut. Untuk acuan Saudara bisa lihat dalam uraian kegiatan pengawasan yang sesuai pada uraian materi kegiatan pembelajaran 2 pada modul ini) 57

68 5. Laporan (uraian secara spesifik cara membuat laporan dari kegiatan pengawasan. Untuk acuan Saudara bisa lihat dalam uraian kegiatan pengawasan yang sesuai pada uraian materi kegiatan pembelajaran 2 pada modul ini) BAB III PENUTUP Uraian tentang rangkuman yang terkait dengan isi pedoman pengawasan yang Saudara buat Saudara telah simulasi membuat pedoman pengawasan berdasarkan model kerangka yang ada. Saudara bisa mengembangkan model kerangka yang lainnya. Selanjutnya Saudara buat draf pedoman pengawasan melalui kegiatan berikut Dari uraian di atas dapat dibuat rangkuman penulisan draf pedoman pengawasan dapat dilaksanakan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Tetapkan judul pedoman pengawasan b. Tetapkan latar belakang penyusunan pedoman pengawasan c. Tetapkan tujuan akhir yaitu kemampuan yang harus dicapai oleh pengawas sekolah setelah selesai menggunakan pedoman pengawasan d. Tetapkan manfaat dari pedoman pengawasan e. Tetapkan pengguna pedoman pengawasan f. Tetapkan ruang lingkup pedoman pengawasan g. Tetapkan pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam pedoman (disesuaikan dengan kebutuhan) h. Tetapkan garis-garis besar atau outline pedoman pengawasan i. Kembangkan kegiatan pengawasan secara spesifik j. Tetapkan prosedur penilaian dan kriteria penilaianya 58

69 Saudara telah simulasi menyusun draf pedoman pengawasan dengan melalui model kerangka pedoman pengawasan. Untuk penguatan dalam penyusunan pedoman pengawasan Saudara dapat melaksanakan kegiatan berikut ini Kegiatan 4.2 Membuat Draf (90 Menit) Model kerangka pedoman pengawasan merupakan salah satu cara untuk menyusun pedoman pengawasan. Hal ini sudah Saudara laksanakan secara individual. Selanjutnya Saudara akan mencoba menyusun pedoman pengawasan dengan lain cara berdiskusi dengan teman sejawat tentang kasus hasil pengawasan. Untuk lebih jelasnya laksanakan kegiatan pada LK 4.2 LK 4.2 Draf 1. Saudara duduk berkelompok atau berpasangan. Perhatikan kasus keberhasilan kegiatan pengawasan berikut ini Berikut ini merupakan beberapa kegiatan pengawas sekolah rata-rata pencapaian keberhasilan antara lain membuat program pengawasan 54 %, pelaksaan pembinaan guru 76 %, pembinaan kepala sekolah 46 %, pemantauan SNP 75%, penilaian kinerja guru 35 %, penilaian kepala sekolah 65%, dan evaluasi pelaksanaan program pengawasan 24 %, 2. Saudara berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis kebutuhan pedoman pengawasan berdasarkan kegiatan pengawas sekolah pada kasus untuk menentukan judul pedoman pengawasan. Tulis judul pedoman pengawasan, beri alasan mengapa menggunakan judul tersebut. 3. Berdasarkan judul tersebut tentukan latar belakang penyusunan pedoman pengawasan tersebut? 4. Kemudian tetapkan tujuan akhir yaitu kemampuan yang harus dicapai oleh pengawas sekolah setelah selesai menggunakan pedoman pengawasan tersebut 59

70 5. Selanjutnya tetapkan manfaat dari pedoman pengawasan (untuk pengawas sekolah, sekolah, dan dinas) 6. Tetapkan pengguna pedoman pengawasan? 7. Tetapkan ruang lingkup pedoman pengawasan 8. Tetapkan pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam pedoman (di sesuaikan dengan kebutuhan) 9. Tetapkan garis-garis besar atau outline pedoman pengawasan 60

71 10. Kembangkan langkah-langkah (prosedur) kegiatan pengawasan secara spesifik (Jika sudah ada dan sesuai, Saudara dapat menggunakan hasil kegiatan 3.2 LK 3.2 pada pembelajaran 3) 11. Tetapkan prosedur penilaian dan kriteria penilaianya 12. Perwakilan kelompok mempresentasikan dan mendiskusikan secara pleno untuk menyamakan persepsi, kemudian dibuat rangkuman 13. Periksa ulang draf yang telah dihasilkan hendaknya, menghasilkan draf pedoman pengawasan yang sesuai Judul Daftar Cek Evaluasi Diri Draf Judul : Tim Penyusun : Asal Instansi : Alamat Instansi : No Aspek Belum ada 1. Judul pedoman pengawasan 2. Latar belakang penyusunan pedoman pengawasan 3. Tujuan akhir pengembangan kompetensi yang harus dicapai oleh pengawas sekolah setelah selesai menggunakan pedoman pengawasan Ada Belum Lengkap Lengkap Catatan 61

72 No Aspek Belum ada 4. Manfaat dari pedoman pengawasan 5. Pengguna pedoman pengawasan 6. Ruang lingkup pedoman pengawasan 7. Pendekatan, metode dan teknik yang digunakan dalam pedoman (di sesuaikan dengan kebutuhan) 8. Garis besar atau outline pedoman pengawasan 9. Teknik dan langkah-langkah (prosedur) kegiatan pengawasan secara spesifik 10. Prosedur penilaian dan kriteria penilaian Ada Belum Lengkap Lengkap Catatan Saudara telah melaksanakan langah-langkah penyusunan pedoman pengawasan melalui berbagai macam kegiatan dan tahapan. Berikutnya Saudara akan mendalaman materi dengan menjawab pertanyaan pada kegiatan berikut ini E. Latihan/Kasus/Tugas Perhatikan soal berikut, kemudian pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada option soal berikut ini (10 menit) 1. Perhatikan grafik hasil pelaksanaan program pengawasan berikut ini Catatan : (1) program pengawas sekolah, (2) pembinaan guru, (3) pembinaan kepala sekolah, (4) evaluasi pelaksanaan program pengawas sekolah, (5) penilaian kinerja guru, (6) penilaian kinerja kepala sekolah Berdasarkan hasil analisis kebutuhan pengawas sekolah dari grafik diatas dibuat pedoman pengawasan adalah... A. (1) dan (4) B. (3) dan (4) C. (1) dan (6) D. (4) dan (6) 62

73 2. Perhatikan pernyataan berikut (1) manfaaf, (2) latar belakang, (3) tujuan, (4) ruang lingkup, (5) kegiatan pengawasan, (6) teknik dan langkah-langkah pengawasan, (7) beban dan bidang pengawasan. Model kerangka penyusunan pedoman pengawasan adalah sebagai berikut... A. (1), (2), (3), (4), (5), (6),(7) B. (2), (3), (1), (4), (5), (7), (6) C. (1), (2), (4), (3), (5), (6), (7) D. (2), (1), (3), (5), (4), (7), (6) 3. Saudara akan membuat pedoman penilaian kinerja guru untuk pengawas sekolah muda/madya/utama, yang bukan prosedur penilaian guru adalah... A. persiapan, B. pelaksanaan penilaian, C. analisis hasil penilaian, D. perencanaan PKB 4. Berdasarkan hasil rata-rata pemantauan standar nasional pendidikan 36 % dari jumlah pengawas sekolah 32 orang. Hal terjadi karena belum memahami proses pemantauan pemenuhan standar pendidikan nasional. Sehingga perlu dibuat pedoman pemantaun pemenuhan standar nasional pendidikan. Aspek yang tidak harus ada dalam pedoman tersebut adalah... A. profil pemenuhan standar nasional pendidikan B. pelaksanaan pemantauan pemenuhan satndar nasional pendidikan C. pembinaan pemenuhan standar nasional pendidikan D. analisis hasil pemantauan standar nasional pendidikan 5. Hasil rata-rata laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah rata-rata 41 % dari jumlah pengawas sekolah 42 orang. Hal terjadi karena tidak membuat laporan hasil pembinaan guru dan kepala sekolah. Sehingga perlu dibuat pedoman laporan hasil pembinaan guru dan kepala sekolah. Aspek utama yang harus ada dalam pedoman tersebut adalah prosedur... A. pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, analisis, membuat kesimpulan, dan menentukan tindak lanjut B. pengolahan data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut C. pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, membuat rekomendasi, laporan D. pengolahan data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, kesimpulan, dan tindak lanjut Tugas Mandiri ( 270 Menit) 1. Kerjakan kembali kegiatan 4.1 (LK 4.1) untuk menerapkan minimal dua model kerangka penyusunan pedoman dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. Hasil penerapan ini harus Saudara dokumentasikan karena sebagai tagihan! 63

74 a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan 2. Kerjakan kembali kegiatan 4.2 (LK 4.2) minimal 3 dari 10 pedoman pengawasan untuk menerapkan langkah-langkah penyusunan pedoman sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. Hasil penerapan ini harus Saudara dokumentasikan karena sebagai tagihan! a. Pedoman penyusunan rencana kerja (buku kerja) pengawas/program pengawasan b. Pedoman pembinaan guru dan atau kepala sekolah c. Pedoman pelaksanaan supervisi akademik/supervisi kelas d. Pedoman pemantauan pelaksanaan 8 SNP e. Pedoman pelaksanaan kinerja guru dan/atau kepala sekolah f. Pedoman evaluasi hasil program pengawasan pada sekolah binaan g. Pedoman pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru di KKG/MGMP/MGP dan sejenisnya h. Pedoman pembimbingan/pelatihan profesional guru dan kepala sekolah i. Pedoman evaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru j. Pedoman pelaporan pengawasan F. Rangkuman Penyusunan pedoman pengawasan berdasarkan analisis kebutuhan pengawas sekolah. Pedoman pengawasan untuk acuan kegiatan pengawas sekolah yang sistematis dan efektif dalam melaksanakan tugas pengawasan sehingga bisa meningkatkan kinerja pengawas sekolah. Standar untuk pedoman pengawasan adalah kegiatan, beban dan bidang pengawasan berdasarkan Permendiknas No 143 tahun Model kerangka pedoman Pengawasan terdiri dari tiga bagian, yaitu Bagian Awal, Bagian Utama dan Bagian Akhir. Langkah-langkah penyusunan pedoman pengawasan merupakan prosedur kegiatan secara spesifik dan sistematik tentang pedoman pengawasan 64

75 G. Umpan Balik Untuk mengetahui keberhasilan Saudara dalam memahami model kerangka, dan langkah-langkah penyusunan pedoman pengawasan lakukan kegiatan berikut (Umpan Balik). Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Selanjutnya gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi. Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Benar Jumlah Soal X 100 % Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai: = sangat baik = baik = cukup = kurang 60 = sangat kurang Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, maka Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi uraian materi pada kegiatan pembelajaran empat terutama bagian yang belum Saudara kuasai. H. Refleksi dan Tindak Lanjut Setelah Saudara melakukan umpan balik, lakukan refleksi terkait dengan pencapaian hasil belajar Saudara, dengan cara mengisi tabel berikut No Tujuan Pembelajaran Tercapai 1 Saudara dapat menerapkan minimal dua model kerangka pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/kota. 2 Saudara dapat menyusun langkah-langkah minimal tiga pedoman pengawasan dari 10 pedoman pengawasan sesuai dengan kebutuhan di tingkat propinsi/kabupaten/ kota Tindak lanjut: Belum Tercapai Keterangan 65

76 Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. D 2. B 3. D 4. A 5 C 66

77 EVALUASI Perhatikan soal berikut, kemudian pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada option soal berikut ini. 1. Perhatikan pernyataan berikut : Pedoman pengawasan berisi informasi yang menuntun pengawas sekolah mengikuti prosedur atau langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan pengawasan di sekolah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan Berdasarkan pernyataan tersebut, apakah yang dimaksud dengan pengertian pedoman pengawasan? A. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih khusus dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien. B. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih fokus dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien C. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih mudah dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien D. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih operasional dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien 2. Perhatikan kasus tersebut Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) rata-rata berpengalaman sebagai pengawas sekolah 5-10 jadi pengawas sekolah. Kegiatan pengawasan setiap tahunnya sama yaitu supervisi kunjungan kelas, supervisi sarana psarana, supervisi RKJM, pemantauan pelaksanaan PPDB, UTS, UAS, US dan UN dengan menggunakan format yang sama setiap tahunnya. Semua hasil pengawasan disimpan dalam map sebagai kumpulan hasil pengawasan. Hal ini dilakukan secara rutin Berdasarkan kasus tersebut beberapa orang pengawas di KKPS akan membuat pedoman pengawasan secara tim. Prinsip yang perlu diperhatikan oleh tim yang akan menyusun pedoman pengawasan antara lain... A. Tujuan pedoman pengawasan, agar pengawas sekolah dapat mempersiapkan diri dan dapat menilai diri sendiri.petunjuk teknis untuk pemantauan SNP. B. Pedoman pengawasan memiliki petunjuk teknis kegiatann pengawasan untuk supervisi manajerial. C. Pedoman hanya khusus untuk kegiatan pengawasan yang sulit dilaksanakan oleh pengawas sekolah, sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya tentang supervisi akademik. 67

78 D. Pedoman pengawasan memiliki informasi yang jelas dan sistematis yang menghasilkan peningkatan kinerja pengawas sekolah tentang evaluasi pelaksanaan pengawasan. 3. Penulisan pedoman pengawasan dilakukan menggunakan prinsip-prinsip, yang tidak termasuk prinsip pedoman pengawasan adalah sebagai berikut... A. Penulisan pedoman pengawasan tidak perlu ada refleksi atau memberikan umpan balik, sehingga pengawas lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya. B. Pedoman pengawas sekolah perlu memiliki informasi yang jelas dan sistematis. Hasil penggunaan pedoman pengawasan menjadi tujuan pedoman pengawasan. C. Pengawas sekolah perlu melakukan konfirmasi kinerjanya untuk dapat menentukan apakah mereka telah mencapai tujuan pedoman pengawasan. D. Isi pedoman harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah, sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. 4. Implikasi penting prinsip kegiatan pengawasan terhadap penulisan pedoman pengawasan yang terkait dengan karya inovatif pengawas sekolah adalah... A. Untuk memfasilitasi kepala sekolah agar dapat mengembangkan ideide/gagasan baru dalam melaksanakan. B. Supaya pengawas sekolah memfokuskan perhatian pada hal-hal yang menjadi tujuan pedoman pengawasan diinformasikan secara jelas dan tegas pada pengawas sekolah. Informasikan pula pentingnya tujuan tersebut untuk memotivasi. C. Rencana strategi untuk menarik perhatian sehingga pengawas sekolah dapat memahami informasi yang disajikan, misalnya, dalam pedoman pengawasan, informasi penting diberi ilustrasi yang menarik perhatian dengan memberikan warna, ukuran teks, atau jenis teks yang menarik D. Penyajian pedoman pengawasan harus dapat memberikan motivasi untuk pengawas sekolah berinovasi, sehingga pedoman pengawasan dikembangkan yang menarik. 5. Perhatikan pernyataan di bawah ini (1) Program Pengawasan, (2) Pembinaan Guru dan atau Kepala Sekolah, (3) Pemantauan Pelaksanaan SNP, (4) Penilaian Kinerja Guru dan atau Kepala Sekolah, (5) Evaluasi Hasil Pelaksanaan Program Pengawasan di Sekolah Binaan, (6) Program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS, (7) Pelaksanaan program pembimbingan dan pelatihan profesional Guru dan kepala sekolah di KKG/MGMP/MGP dan/atau KKKS/MKKS, (8) Evaluasi Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan kepala Sekolah Berdasarkan pernyataan tersebut kegiatan pengawasan supervisi akademik dan manajerial termasuk kedalam kegiatan pengawas sekolah no... A. (1), dan (4) B. (2) dan (3) 68

79 C. (5) dan (6) D. (7) dan (8) 6. Perhatikan Kasus berikut tabel tentang contoh pencapaian target dari hasil pengawasan di KKPS kabupaten tertentu. No Aspek Rata-rata Pencapaian Target 1 Program Pengaawas Sekolah 46 % 2 Pembinaan Guru 87 % 3 Pembinaan Kepala Sekolah 51 % 4 Pemantauan SNP 78 % 5 Penilaian Kinerja Kepala Sekolah 65 % 6 Penilaian Kinerja Guru 63 % 7 Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan 25 % 8 Program Bimbimngan dan Pelatihan Guru dan atau Kepala Sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau KKKS/MKKS 0 %. Berdasarkan data tersebut contoh prioritas pemecahan masalah untuk dibuat pedoman pengawasan agar bisa melaksanakan kegiatan pengawasan lebih baik adalah dengan cara membuat kegiatan spesifikasi untuk no... A. 1, 3, 7, 5 B. 1, 3, 6, 5 C. 8, 6, 7, 8 D. 8, 7, 3, 1 7. Seorang pengawas sekolah dengan jabatan pengawas sekolah madya akan mengusulakan perhitungan angka kredit, tetapi masih kekurangan angka kreditnya 1 untuk unsur pengembangan profesi. Untuk memenuhi angka kredit tersebut maka pengawas sekolah akan membuat karya inovatif dalam bentuk pedoman pengawasan. Materi utama yang harus dipersiapkan oleh pengawas sekolah tersebut adalah... A. Supervisi manajerial. B. Tugas pokok pengawas sekolah. C. Supervisi akademik. D. Kegiatan pengawas sekolah 8. Pengawas sekolah madya akan membuat program pengawas sekolah harus memenuhi enam aspek sistematika antara lain sebagai berikut, yang belum lengkap adalah... A. Identitas (halaman judul, pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi); B. Program pengawasan, yang berisi: kepala sekolah; program pemantauan pelaksanaan SNP; program penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah C. Pendahuluan, (latar belakang, landasan hukum, tujuan dan sasaran, visi, misi dan strategi pengawasan, sasaran dan target pengawasan, ruang lingkup pengawasan); D. Identifikasi dan analisis hasil pengawasan yang berisi identifikasi hasil pengawsan tahun sebelumnya, analisis dan evaluasi hasil pengawasan tahun sebelumnya, dan tindak lanjut hasil pengawasan; 69

80 9. Perhatikan pernyataan berikut : Pedoman pengawasan berisi informasi yang menuntun pengawas sekolah mengikuti prosedur atau langkah-langkah untuk melaksanakan kegiatan pengawasan di sekolah agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan Berdasarkan pernyataan tersebut, apakah yang dimaksud dengan pengertian pedoman pengawasan? A. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih khusus dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien. B. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih fokus dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien C. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih mudah dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien D. Pengertian pedoman pengawasan adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pengawasan yang lebih operasional dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien. 10. Menurut Permendikbud Nomor 143 tahun 2014 antara lain pengawas sekolah akan melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan; maka dalam melakukan tugas evaluasi pelaksanaan program pengawasan pada sekolah binaan, khusus untuk laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan atau kepala sekolah harus berisi... A. data hasil pembinaan. B. Rekomendasi. C. Kesimpulan. D. hasil analisis. 11. Hasil analsis kebutuhan pengawas sekolah rata-rata laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah rata-rata 41 % yang telah melaksanakan dari jumlah pengawas sekolah 42 orang. Hal terjadi karena tidak membuat laporan hasil pembinaan guru dan kepala sekolah. Sehingga perlu dibuat pedoman laporan hasil pembinaan guru dan kepala sekolah. Aspek utama yang harus ada dalam pedoman tersebut adalah prosedur... A. pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, membuat rekomendasi, laporan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, analisis, membuat kesimpulan, dan menentukan tindak lanjut. B. pengolahan data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut. C. pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, analisis, membuat kesimpulan, dan menentukan tindak lanjut laporan. D. pengolahan data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, kesimpulan, dan tindak lanjut. 70

81 12. Sebelum melaksanakan tugas supervisi manajerial, pengawas sekolah menyusun program tahunan, program semester,dan Rencana Pengawasan Manajerial (RPM) Bentuk pernyataan yang paling tepat untuk menjadi pedoman adalah A. Pengawas sekolah dalam kegiatan pengawasan wajib melaksanakan penyusunan perencanaan pengawasan, melaksanakan pengawasan, dan mengevaluasi program pengawasan B. Pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan memerlukan perumusan masalah, strategi, Visi, dan Misi C. Pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas pengawasan perlu berlandaskan visi, misi, tujuan, dan skenario perencanaan. D. Pengawas sekolah dalam melaksanakan kegiatan perlu memahami strategi, tujuan, rencana tindak, penilaian. 13. Penulisan pedoman pengawasan menggunakan salah satu prinsip penyusunan pedoman pengawasan adalah... A. Pedoman pengawas sekolah perlu memiliki informasi dan hasil penggunaan pedoman pengawasan menjadi tujuan pedoman pengawasan. B. Penulisan pedoman pengawasan tidak perlu ada refleksi atau memberikan umpan balik, sehingga pengawas lebih mudah dalam melaksanakan tugasnya C. Pengawas sekolah perlu melakukan konfirmasi kinerjanya untuk dapat menentukan apakah mereka telah mencapai tujuan pedoman pengawasan D. Isi pedoman harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah, sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya 14. Pedoman yang mendasari tindakan pengawas yang paling sesuai sebagai berikut... A. Dalam proses pengembangan KTSP, pengawas sekolah wajib menghargai setiap pendapat yang dikemukan oleh setiap warga sekolah. B. Dalam sistem pengembangan KTSP, pengawas sekolah menghimpun gagasan yang berkembang dalam pertemuan tim pengembang kurikulum tingkat satuan pendidikan. C. Dalam sistem pengembangan KTSP, pengawas wajib memilih pendapat yang paling kuat dalam workshop tim pengembang. D. Dalam sistem pengembangan KTSP, pengawas sekolah harus memilih gagasan yang paling sesuai dengan kebutuhan pengembangan muatan KTSP. 15. Salah satu tahapan kegiatan pengawasan yang mesti dilakukan oleh pengawas sekolah dalam melaksanakan pengawasan sekolah binaannya perlu melakukan pemantauan. Kegiatan pemantauan perlu diatur agar berproses sesuai prosedur dan mencapai tujuan yang diinginkan. Prinsip pemantauan yang pengawas terapkan adalah... A. memperoleh umpan balik bagi sekolah atau pihak lain yang terkait untuk menyukseskan ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. B. menemukan kesalahan-kesalahan yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan program sekolah, untuk dipertimbangkan dalam pembinaan. C. Menghimpun informasi tentang perkembangan pengelolaan sekolah dan perkembangan perbaikan bidang akademik untuk mendapatkan peta pemenuhan standar. 71

82 D. Memonitor efektivitas pelaksanaan tugas kepala sekolah dalam mengarahkan guru dalam mengajar, murid belajar, dan tenaga administrasi bekerja. 16. Bila instrumen supervisi akademik digunakan mengimpun fakta tentang pengelolaan sarana-prasarana dari beberapa sekolah pada standar yang relatif sama dalam kondisi yang tidak jauh berbeda memperoleh hasil pemetaan yang relatif sama. Instrumen dapat digunakan pada sekolah lainnya karena memenuhi prinsip A. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan tingkat validitas yang baik. B. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik. C. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan objektivitas yang baik. D. Instrumen yang menghasilkan peta yang sama apabila digunakan dalam kondisi yang relative sama menunjukkan daya pembeda yang baik. 17. Berikut beberapa pernyataan tentang pembinaan guru dan atau kepala sekolah. Pernyataan yang paling sesuai untuk pengaturan pembinaan guru dan atau kepala sekolah perlu mengacu pada prinsip. A. melaksanakan pembinaan merupakan proses perbaikan, peningkatan, pengembangan, pencegahan secara terarah untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. B. memberikan bantuan Profesional Kepada Kepala Sekolah dan guru setelah pemetaan kopetensi sehingga terpantau profil yang sebenarnya sebagai perlu dilakukan secara terus menerus C. membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah sebagai perlu dilakukan secara terus menerus D. membimbing kepala sekolah dan guru, merealisasikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya 18. Perhatikan grafik hasil pelaksanaan program pengawasan berikut ini Catatan : (1) program pengawas sekolah, (2) pembinaan guru, (3) pembinaan kepala sekolah, (4) evaluasi pelaksanaan program pengawas sekolah, (5) penilaian kinerja guru, (6) penilaian kinerja kepala sekolah 72

83 Berdasarkan grafik tersebut yang perlu dibuat pedoman pengawasan adalah... A. (1) dan (4) B. (3) dan (4) C. (1) dan (6) D. (4) dan (6) 19. Perhatikan pernyataan berikut (1) masalah (2) latar belakang, (3) tujuan, (4) ruang lingkup, (5) kegiatan pengawasan, (6) teknik dan langkah-langkah pengawasan, (7) beban dan bidang pengawasan. Model kerangka penyusunan pedoman pengawasan adalah sebagai berikut... A. (1), (2), (3), (4), (5), (6),(7) B. (2), (3), (1), (4), (5), (7), (6) C. (1), (2), (4), (3), (5), (6), (7) D. (2), (1), (3), (5), (4), (7), (6) 20. Saudara akan membuat pedoman penilaian kinerja guru untuk pengawas sekolah muda/madya/utama, yang bukan prosedur penilaian guru adalah... A. persiapan, B. pelaksanaan penilaian, C. analisis hasil penilaian, D. perencanaan PKB 21. Hasil rata-rata pemantauan standar nasional pendidikan 36 % yang telah melaksanakan dari jumlah pengawas sekolah 32 orang. Hal terjadi karena belum memahami proses pemantauan pemenuhan standar pendidikan nasional sehingga perlu dibuat pedoman pemantaun pemenuhan standar nasional pendidikan. Aspek yang tidak harus ada dalam pedoman tersebut adalah... A. profil pemenuhan standar nasional pendidikan B. pelaksanaan pemantauan pemenuhan satndar nasional pendidikan C. pembinaan pemenuhan standar nasional pendidikan D. analisis hasil pemantauan standar nasional pendidikan 22. Perhatikan Kasus pada tabel berikut tertentu. No Aspek Rata-rata Pencapaian Target 1 Program Pengaawas Sekolah 86 % 2 Pembinaan Guru 87 % 3 Pembinaan Kepala Sekolah 61 % 4 Pemantauan SNP 78 % 5 Penilaian Kinerja Kepala Sekolah 65 % 6 Penilaian Kinerja Guru 63 % 7 Evaluasi Pelaksanaan Pembinaan Guru 25 % 8 Program Bimbimngan dan Pelatihan Guru dan atau Kepala Sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau KKKS/MKKS 30 % 73

84 Berdasarkan data tersebut yang perlu dibuat spesifikasi kegiatan untuk membuat pedoman pengawasan adalah evaluasi pelaksanakan pembinaan guru dan kepala sekolah yaitu... A. (1) Identifikasi hasil pembinanaan, (2) analisis hasi pembinaan, (3) tindak lanjut B. (1) analisis hasil pembinaan, (2) identifikasi hasil pembinaan, (3) hambatan C. (1) Identifikasi hasil pembinaan, (2) Hambatan, (3) tindak lanjut D. (1) analisis hasil pembinaan, (2) hambatan, (3) tindak lanjut 23. Seorang pengawas sekolah dengan jabatan pengawas sekolah madya akan mengusulkan perhitungan angka kredit, tetapi masih kekurangan angka kreditnya 1 untuk unsur pengembangan profesi. Untuk memenuhi angka kredit tersebut maka pengawas sekolah akan membuat karya inovatif dalam bentuk pedoman pengawasan. supervisi klinis. Maka Saudara akan membuat spesifikasi kegiatan yang terkait kegiatan klinis anatara lain yang bukan spesifikasi kegiatan awal supervisi klinis adalah... A. menentukan tindak lanjut dalam proses pembealajarn dan hasil belajar siswa B. permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam permasalahan pebelajaran dan penilaian hasil beajar siswa C. pemecahan masalah yang terkait dengan masalah pembelajaran siswa D. membuat perencanaan pembelajaran dan penilaian hasil belajar siswa 24. Tujuan penyusunan pedoman pengawasan berguna untuk : A. mengkomunikasikan yang akan dituju dari proses pengawasan, terutama kepada kepala sekolah B. membantu mengidentifikasi isi kegiatan pengawasan dan bagaimana kegiatan pengawasan tersebut diurutkan C. membantu memutuskan pendekatan, metode dan teknik yang cocok untuk melaksanakan kegiatan pengawasan D. membantu merumuskan cara menilai ketercapaian tujuan penggunaan pedoman pengawasan. 25. Teknik penyusunan pedoman pengawasan dapat berisi langkah-langkah penyusunan pedoman. Hal ini dapat dijabarkan dalam pertanyaan yang terkait dengan prosedur kegiatan spesifik pedoman pengawasan yaitu. A. Siapa pengguna pedoman pengawasan ini? B. Apa muatan dalam pedoman pengawasan? C. Bagaimana muatan pedoman yang akan diurutkan dalam pedoman pengawasan? D. Bagaimana kegiatan/pelaksanaan pengawasan? 74

85 26. SMA Cempaka merupakan sekolah yang memiliki visi sebagai berikut Unggul dalam Prestasi,Terampil, dan Berakhlaq Mulia. Misi antara lain mewujudkan suasana kehidupan beragama dan meningkatkan pengalaman ajaran agama, mewujudkan proses pembelajaran dan bimbingan secara aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan, mendorong warga sekolah untuk mengembangankan dalam bidang akademik dan non akademik, meningkatkan kedisiplinan warga sekolah. Pada dua tahun terakhir terjadi penurunan 15 % jumlah siswa yang diterima di PTN. Kasus siswa yang terlambat meningkat 20 % dari tahun sebelumnya. Begitu pula dengan rata-rata guru yang terlambat rata-rata 25 % serta tenaga adminstrasi 15 %. Tindakan pengawas sekolah untuk memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah yang paling tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kehadiran warga sekolah adalah... A. membuat perencanaan pemecahan masalah B. mengadakan rapat kerja untuk pemecahan masalah C. mengadakan rapat semua wakil kepala sekolah D. berkoordinasi dengan semua wakil kepala sekolah 27. Perhatikan gambar contoh model prosedur pengawasan berikut ini Berdasarkan gambar tersebut aspek yang penting dan belum ada pada gambar tersebut adalah... A. Analsis B. Evaluasi C. Identifikasi D. Teknik 75

86 28. Perhatikan pernyataan berikut ini Profil Pengawas Sekolah di kabupaten Q dengan jumlah pengawas sekolah 32 orang bergolongan IVa ke atas, hasil laporan pengawasan yang paling rendah ratarata (56%) dalam supervisi manajerial karena latar belakang pengawas sekolah ada yang berasal dari kepala sekolah dan guru. Berdasarkan pernyataan tersebut diputuskan akan dibuat pedoman pengawasan dan mengacu pada prinsip-prinsip penyusunan pedoman pengawasan. Prinsip yang sesuai dengan kasus tersebut yaitu... A. Pedoman pengawasan mengandung informasi yang jelas dan sistematis yang menghasilkan peningkatan kinerja pengawas sekolah. B. Pedoman pengawasan merupakan komponen pendukung pencapai tujuan pelaksanaan tugas pengawas sekolah. C. Penulisan pedoman pengawasan perlu berbasis pengalaman pengawas sekolah melaksanakan tugas sebelumnya atau mengacu pada umpan balik pelaksanaan tugas sebelumnya. D. Pedoman pengawasan harus sesuai dengan kebutuhan pengawas sekolah sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya 29. Perhatikan gambar contoh model prosedur pengawasan berikut ini Berdasarkan gambar tersebut prosedur yang belum ada dan penting pada gambar tersebut adalah sebagai berikut, kecuali... A. Melaksanakan pertemuan akhir. B. Analisis hasil pemantauan C. Teknik Supervisi D. Tindak Lanjut 76

87 30. Perhatikan kasus berikut Di KKPS tertentu jumlah pengawas sekolah sebanyak 32 orang, dengan masa kerja menjadi pengawas sekolah sangat variatif sekitar 2-15 tahun dan umumnya berusia antara tahun dan jabatan semua pengawas madya dengan golongan IVa. Jumlah yang menjadi asesor sebanyak 10 orang. Kegiatan pengawasan yang sering dilakukan adalah supervise akademik, dan sesekali dilaksanakan adalah pemantauan 8 SNP, jika sekolah akan akreditasi pada tahun berjalan saat itu. Kegiatan pengawasan lainnya yang jarang dilakukan adalah supervise manajerial serta bimbingan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah di KKG/MGMP/MGBK dan atau di KKKS/MKKS karena belum memiliki anggaran untuk mengadakan pelatihan bagi epala sekolah dan guru Berdasarkan kasus tersebut manakah yang perlu dibuat pedoman pengawasan... A. Pemantauan delapan standar nasional pendidikan karena dari kasus sesekali dilaksanakan B. Supervisi manajerial karena jarang dilaksanakan tetapi tidak memerlukan anggaran khusus C. Pelatihan profesional guru karena memerlukan anggaran D. Pelatihan profesional kepala sekolah karena yang mengelola sekolah 77

88 PENUTUP Modul penyusunan pedoman pengawasan memfasilitasi pengawas sekolah sebagai pengawas pembelajar secara tatap muka untuk meningkatkan kompetensi pengawas sekolah dalam dimensi kompetensi pengembangan penelitian. Penyusunan pedoman pengawasan memfasilitasi pengawas sekolah untuk mengembangkan ide-ide atau gagasan yang inovatif dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan. Sehingga termasuk kedalam karya inovatif yang merupakan bagian dari pengembangan profesi pengawas sekolah. Acuan penyusunan pedoman pengawasan mengacu pada kegiatan pengawasan sesuai regulasi yang dituangkan dalam prosedur kegiatan pengawasan secara spesifik dan sistematis, sehingga memudahkan pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu penyusunan pedoman pengawasan juga harus memenuhi prinsip-prinsip penulisan pedoman pengawasan. Pedoman pengawasan memiliki informasi yang sistematis sehingga pengawas sekolah dapat melakasanakan tugas secara efektif. Hal ini dapat meningkatakan kinerja pengawas sekolah. Penyusunan pedoman pengawasan dibuat secara individu maupun secara berkelompok dengan bukti fisik yang bernilai angka kredit untuk meningkatkan ke jenjang karir berikutnya. 78

89 DAFTAR ISTILAH Focus group discussion Kegiatan Pengawasan : Diskusi yang lebih memfokuskan pada bidang tertentu. Peserta diskusi biasanya bersifat homogen atau mempunyai pengalaman atau pengetahuan yang sejenis atau sama : Kegiatan pengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru Mind mapping : Memetakan pengetahuan yang dimiliki sebelum proses pembelajaran ke dalam media (kertas, papan tulis, atau lainnya) dengan pola tertentu,misalnya: pola tulang ikan (fishbone analyses), peta konsep ( mind map), dll Pemantauan : Kegiatan pengamatan yang ditindaklanjuti pencatatan terus menerus tentang perkembangan sekolah dalam memenuhi 8 standar sebagai bahan evaluasi, dan pelaporan Pembinaan : Pembinaan merupakan kegiatan perbaikan, peningkatan, pengembangan, pencegahan secara terarah untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan Pembimbingan Pelatihan Pendampingan Spesifikasi Pekerjaan Supervisi Whole Group : Smith, dalam McDaniel, Pembimbingan merupakan proses layanan yang diberikan kepada individu atau kelompok untuk mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam membuat rencana, melaksanakan, dan mengevaluasi agar dapat melaksanakan tugas secara efektif. : pelatihan merupakan suatu usaha yang terencana secara sisematis untuk memfasilitasi seseorang atau kelompok untuk meningkatkan penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikapnya melalui proses belajar tentang perannya dalam mengelola pekerjaan : pendampingan adalah kerja sama interaktif yang menekankan pada posisi kesetaraan yang dilaksanakan secara berkelanjutan antara pendamping dengan individu atau anggota kelompok yang didampingi dalam melakukan perubahan yang diprakarsai oleh anggota kelompok yang didampingi. : merupakan seperangkat informasi tentang syarat-syarat yang diperlukan oleh seseorang agar dapat melaksanakan pekerjaan dalam memangku jabatan tertentu : Purwanto [1987] ~ supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru & pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif : Seluruh peserta duduk dalam satu formasi setengah lingkaran atau berbentuk huruf U yang dipimpin oleh fasilitator atau moderator yang dminta dari peserta. Diskusi ini biasanya membicarakan topik tertentu dengan fasilitator/moderator sebagai pemandunya, digunakan untuk mengelola permasalahan, menciptakan suasana informal, membantu peserta mengemumakan pendapat. Windows shoping : Teknik belajar dengan menjawab pertanyaan/pendapat yang diletakkan di tempat tertentu (dinding) untuk ditunjukkan kepada peserta lain dan siap dijawab pada saat ada peserta lain mengajukan pertanyaan atas pendapat/jawaban yang dipajang tersebut. 79

90 DAFTAR PUSTAKA Donald W. Huffmire With Jane D Hormes,2006. Handbook of Effective Management:How To Manage or Supervise Strategically, Wesport Conecticut.London. Printed in the United States of America Permenpan dan RB No. 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya Permendiknas Nomor 12 tahun 2012 Tentang Pengawas Sekolah dan Madrasah Permendikbud Nomor 143 tahun 2014 Tentang Petunjuk Tenis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Keditnya Supramono, Sarita Putri Larasati, Total Quality School Charakteristics : Studies in Private and State Elementary School. International Refereed Research Journal Vol. V, Issue 1. 80

91 LAMPIRAN Lampiran 1. Kunci Jawaban Evaluasi 1. D 11. C 21. B 2. D 12. B 22. A 3. B 13. D 23. A 4. A 14. A 24. B 5. A 15. A 25. D 6. D 16. D 26. B 7. D 17. C 27. B 8. B 18. D 28. D 9. D 19. A 29. B 10. B 20. C 30. C 81

92 Lampiran 2. Contoh Prosedur Kegiatan Pengawasan 82 Contoh Prosedur Kegiatan Pengawasan Catatan : Bisa dibuat diagram/naratif Judul : Pemantauan Pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Prosedur/Langkah-langkah : 1. Identifikasi dan analisis hasil penilaian akreditasi/hasil supervisi akademik dan manajerial /profil sekolah/hasil EDS, kemudian tentukan tindak lanjut untuk setiap sekolah binaan dengan menggunakan matrik sekurang-kurangnya meliputi: nomor, Standar Nasional Pendidikan, target pencapaian, pencapaian pelaksanaan SNP, hambatan, tindak Lanjut 2. Pemetaan ketercapaian SNP setiap sekolah binaan 3. Rekapitulasi ketercapaian SNP dari semua sekolah binaan 4. Mereviu/merevisi/membuat instrumen pemantauan pelaksanaan SNP 5. Telaah/validasi instrumen pemantauan pelaksanaan SNP 6. Membuat program tahunan pemantauan pelaksanaan SNP dalam bentuk matrik meliputi aspek nomor, program supervisi akademik dan manajerial, uraian kegiatan (pemantauan pelaksanaan SNP), target yang diharapkan, keterangan (nama sekolah binaan) 7. Membuat program semester pemantauan pemenuhan SNP di sekolah binaan dengan menggunakan matrik yang meliputi aspek materi, tujuan, sasaran, target keberhasilan, indikator keberhasilan, metode/strategi, jadwal/waktu 8. Membuat RPM/RPA meliputi identitas sekolah dan pengawas sekolah, uraian kegiatan, tujuan, indikator keberhasilan, metode/teknik, skenario kegiatan, sumber daya yang digunakan, penilaian dan instrumen, rencana tindak lanjut. 9. Melaksanakan pemantauan pelaksanaan 8 SNP di sekolah binaan meliputi tiga tahapan yaitu a. pertemuan awal/pendahuluan, b. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan SNP, dan membuat surat keterangan pelaksanaan pemantauan SNP dari sekolah binaan c. pertemuan akhir/penutup 10. Membuat laporan pelaksanaan pamantauan Standar Nasional Pendidikan yang ditunjukkan dengan bukti minimal, antara lain: a. Surat keterangan pelaksanaan pemantauan SNP. b. Daftar sekolah yang dipantau. c. Instrumen yang telah diisi. d. Hasil pengolahan pemantauan. e. Kesimpulan temuan pemantauan. f. Tindak lanjut hasil pemantauan SNP. g. Laporan lengkap sebagaimana contoh Format XIV (lihat lampiran Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014) h. Laporan disahkan oleh Korwas dan Dinas Pendidikan/pejabat yang ditunjuk 11. Mengevaluasi hasil pelaksanaan pemantauan SNP melalui identifikasi dan analisis hasil pemantaun pelaksanaan SNP. Hasil evaluasi dibuat dalam bentuk matrik, meliputi aspek materi, tujuan, sasaran, indikator keberhasilan, target, hasil yang dicapai, kesenjangan, alternatif pemecahan masalah (tindak lanjut), keterangan (nama sekolah binaan) 12. Membuat laporan evaluasi pelaksanaan pemantauan SNP (data hasil pemantauan SNP, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut). Untuk laporan lengkap sebagaimana contoh Format XIV (lihat lampiran Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014), kemudian laporan disahkan oleh Korwas dan Dinas Pendidikan/pejabat yang ditunjuk.

93 Lampiran 3. Contoh Model Kerangka Contoh Model Kerangka Judul : Pedoman Pembinaan Guru dan atau/kepala Sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang (kondisi ideal, kondisi riil, dan solusi sesuaikan dengan judul) Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas pengawasan didaerah khusus. Di KKPS kabupaten X dalam pelaksanaan pembinaan guru dan kepala sekolah rata-rata pencapaiannya 64 %, hal ini terjadi karena pengawas sekolah belum memahami petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional pengawas sekolah dan angka kreditnya (Permendikbud No 143 Tahun 2014). Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibuat pedoman pengawasan untuk pembinaan guru dan kepala sekolah B. Landasan (yang menjadi dasar/landasan pembuatan pedoman pengawasan) 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah 2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru 5. Dst... C. Tujuan (tujuan sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) 1. Pengawas sekolah dapat melaksanakan pembinaan guru dan/ atau kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas No 143 tahun Membuat langkah-langkah pembinaan guru dan/ atau kepala sekolah 3....dst D. Manfaat (manfaat sesuaikan dengan judul pedoman. Manfaat untuk pengawas sekolah, untuk sekolah, untuk dinas) 83

94 1. Pengawas sekolah memiliki acuan yang jelas untuk pembinaan guru dan/atau kepala sekolah 2....dst E. Sasaran (siapa pengguna pedoman pengawasan) Pengawas Sekolah Madya F. Ruang Lingkup (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) 1. Permasalahan guru dan/ atau kepala sekolah 2. Identifikasi masalah dan tindak lanjut 3. Program pembinaan guru dan/ atau kepala sekolah 4. Pelaksanaan Pembinaan Guru dan/ atau kepala sekolah 5. Laporan pelaksanaan pembinaan guru dan/ atau kepala sekolah 6. Evaluasi Pelaksanaan Program Pembinaan Guru dan/atau Kepala Sekolah 7. Laporan evaluasi pelaksanaan program pembinaan guru dan/atau kepala sekolah BAB II PROSEDUR... (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) A. Pengertian (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) Pedoman pembinanaan guru dan kepala sekolah adalah pegangan atau petunjuk untuk melaksanakan kegiatan pembinaan guru dan atau kepala sekolah yang lebih operasional dan rinci agar pelaksanaan kegiatan pengawasan lebih efektif dan efisien B. Kegiatan Pengawasan (sesuaikan dengan judul pedoman pengawasan) Pembinaan guru dan/atau kepala sekolah C. Beban dan Bidang Pengawasan (sesuaikan dengan beban kerja dan bidang pengawasan) Beban Kerja untuk SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK paling sedikit 7 (tujuh) satuan pendidikan dan/atau paling sedikit 40 (empat puluh) guru; Bidang pengawasan adalah Pengawas sekolah rumpun mata pelajaran/mata pelajaran 84

95 D. Prosedur Saudara bisa menggunakan dan mengembangkan dari model prosedur pedoman pengawasan dan model prosedur kegiatan spesifik pengawasan yang sudah ada dalam uraian materi diatas atau hasil buatan sendiri sesuai kebutuhan. Langkah-langkah penyusunan pedoman (isi sesuai judul pedoman pengawasan) 1. Pendekatan/Metode/Teknik (jika diperlukan) Pendekatan non deriktif dan kolaboratif Teknik supervisi akademik : kunjunga kelas, observasi, peer coaching, menilai diri sendir Metode Supervisi Manajerial : Delphi, Workshop, Monitoring 2. Persiapan (uraikan secara spesifik persiapan yang harus dikerjakan/dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan Membuat program tahunan dan semester pembinaan guru dan/ atau kepala sekolah Membuat RPA/RPM Merevisi/membuat instrumen supervisi akademik dan manajerial Membuat jadwal pembinaan guru dan atau kepala sekolah 3. Pelakasanaan (uraikan secara spesifik cara pelaksanaan) Pra obsevasi/pertemuan awal Pelaksanaan observasi Post osvervasi /pertemuan penutup 4. Laporan (uraian secara spesifik cara membuat laporan dari kegiatan pengawasan. Untuk acuan Saudara bisa lihat dalam uraian kegiatan pengawasan yang sesuai pada uraian materi kegiatan pembelajaran 2 pada modul ini) Membuat surat keterangan pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. Membuat daftar hadir pembinaan guru (memenuhi jumlah minimal guru dan/atau kepala sekolah) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah beban kerja minimal). Membuat daftar hadir pembinaan guru (memenuhi jumlah minimal guru dan/atau kepala sekolah) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah beban kerja minimal). Membuat jadwal pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. Membuat kesimpulan hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah. Menentukan tindak lanjut hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah Laporan lengkap sebagaimana contoh Format XIV (Permendikbud No 143 Tahun 2014), dan laporan disahkan oleh Korwas dan dinas pendidikan/pejabat yang ditunjuk.semua jenjang jabatan Pengawas 5. Evaluasi dan Tindak Lanjut (uraikan secara spesifik cara mengevaluasi dari pelaksanaan dan tentukan tindak lanjut) Dalam bentuk matrik terdiri aspek materi, tujuan, sasaran, indikator keberhasilan, target, hasil yang dicapai, kesenjangan, alternatif pemecahan masalah(tindak lanjut), Keterangan (nama sekolah binaan 6. Membuat laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah (Data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, hasil analisis, kesimpulan, dan tindak lanjut) Untuk laporan lengkap sebagaimana contoh Format XIV (lihat lampiran Permendikbud No 143 Tahun 2014), kemudian laporan disahkan oleh Korwas dan dinas pendidikan/pejabat yang ditunjuk. 85

96 BAB III PENUTUP Uraian tentang rangkuman yang terkait dengan isi pedoman pengawasan yang Saudara buat Kesimpulan Rekomendasi 86

97 Lampiran 4. Contoh Draf Contoh Draf Judul: Evaluasi Pelaksanaan Program Pengawasan A. Latar belakang Kegiatan pengawasan diawali dengan program pengawasan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pengawasan dan diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan program pengawasan. Umumnya evaluasi pelaksanaan program pengawasan jarang dilaksanakan (rata-rata yang melaksanakan hanya 10 %) karena belum memahami cara evaluasi pelaksanaan program pengawasan. Sehingga diperlukan pedoman evaluasi pelaksanaan program pengawasan B. Landasan 1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya 2. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya 3. Dst.. C. Tujuan 1. Untuk memudahkan pengawas sekolah melaksanakan evaluasi pelaksanaan program pengawasan 2. Pengawas sekolah trampil mengevaluasi pelaksanaan program pengawasan 3. Dst... D. Manfaat 1. Pengawas sekolah memiliki buku prosedur cara mengevaluasi pelaksanaan program pengawasan dan menindak lanjuti hasil evaluasi pelaksanaan program pengawasan untuk program pengawasan berikutnya 2. Sekolah binaan akan mengetahui hasil pengawasan dalam kurun waktu tertentu untuk ditindaklanjuti 3. Dinas Pendidikan kabupaten/kota memiliki data hasil pengawasan di sekolah untuk ditindak lanjuti dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah E. Sasaran Pengawas Sekolah Madya F. Ruang lingkup pedoman pengawasan 1. Evaluasi pembinaan guru dan atau kepala sekolah 2. Evaluasi pemantauan Pelaksanaan 8 SNP 3. Evaluasi penilaian Kinerja Guru dan atau Kepala Sekolah 87

98 G. Pendekatan, metode dan teknik Studi dokumen Kolaborasi H. Garis-garis besar atau outline pedoman pengawasan 1. Laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala sekolah 2. Laporan evaluasi pelaksanaan pemantauan SNP 3. Laporan evaluasi pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah I. Langkah-langkah (prosedur) kegiatan pengawasan 1. Membuat laporan evaluasi pelaksanaan pembinaan guru dan/atau kepala Sekolah a. Mendokumentasikan data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, b. Menganalisis data hasil pembinaan guru dan/atau kepala sekolah, c. Membuat kesimpulan, dan d. Menentukan tindak lanjut 2. Membuat laporan evaluasi pelaksanaan pemantauan SNP a. Mendokumentasikan data hasilpemantauan SNP, b. Menganalisis data hasil pemantauan SNP, c. Membuat kesimpulan, dan d. Menentukan tindak lanjut 3. Membuat laporan evaluasi pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah a. Mendokumentasikan data hasil penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah, b. Menganalisis hasil penilaian kinerja guru dan/ atau kepala sekolah, c. Membuat kesimpulan, dan d. Menentukan tindak lanjut 4. Untuk laporan lengkap sebagaimana contoh Format XIV (lihat lampiran Permendikbud No 143 Tahun 2014), kemudian laporan disahkan oleh Korwas dan dinas pendidikan/pejabat yang ditunjuk J. Tetapkan prosedur penilaian dan kriteria penilaianya 1. Bulan Januari membuat sasaran kinerja pegawai (SKP) sesuai dengan kegiatan jabatan pengawas sekolah dan di tanda tangani oleh pengawas sekolah tersebut dan oleh Kepala Dinas Pendidikan tingkat kabupaten/kota (Pengawas sekolah mengisi format Sasaran Pegawai Negeri Sipil) 2. Bulan Desember membuat penilaian prestasi kinerja pegawai (PPKP) berdasarkan pencapaian target pada akhir bulan Desember di tanda tangani oleh pengawas sekolah yang bersangkutan, oleh pejabat yang menilai pengawas sekolah dan di tanda tangani oleh atasan pejabat yang menilai. a. Format/Buku Catatan Penilaian Perilaku PNS (Diisi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kaputen/Kota b. Format : Penilaian Capaian Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil (Diisi oleh Kepala Dinas Dinas Pendidikan) c. Format : Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil ((Diisi oleh Kepala Dinas Dinas Pendidikan) 88

99 Lampiran 5. Angka Kredit Untuk B. Prestasi Kerja Pengawas Sekolah Yang Dapat Dinilai Dengan Angka Kredit (Sumber :Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsonal Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya ; 57) III. UNSUR : PENGEMBANGAN PROFESI Sub unsur : a. Pembuatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Pendidikan Formal/Pengawasan Dst... Dst... Dst... Dst... Dst... Sub unsur : b. Penerjemahan/Penyaduran Buku dan/atau Karya Ilmiah di Bidang Pendidikan Formal/Pengawasan Dst... Dst... Dst... Dst... Dst... Sub unsur : c. Karya Inovatif 1 Menemukan/Membuat Karya Sains/Teknologi Tepat Guna a. Katagori kompleks Satuan Hasil Angka Kredit Kriteria Bukti Fisik Pelaksanaan Per paket karya 4 Setiap 2 (dua) hasil pengembangan model (pengawasan/manajemen/ pembelajaran/pelatihan/ pembimbingan) dilengkapi dengan video pelaksanaan model berdurasi 30 menit. a. Laporan hasil pengem-bangan model (penga-wasan/ manajemen/ pembelajaran/ pelatihan/pembimbingan). b. Lembar pernyataan keaslian dari yang bersangkutan c. Lembar pengesahan oleh Koordinator Pengawas Video pelaksanaan model (disimpan dalam CD/flashdisk) Semua jenjang jabatan fungsional pengawas sekolah Dst... Dst... Dst... Dst... Dst... 2 Menciptakan Karya Seni a. KatagorI sederhana Satuan Hasil Angka Kredit Kriteria Bukti Fisik Pelaksanaan Per paket karya 4 1. Seni sastra Dst... Buku asli ber-isbn Semua jenjang jabatan fungsional pengawas sekolah Dst... Dst... Dst... Dst... 3 Mengikuti Pengembangan Penyusunan Standar, Pedoman, dan sejenisnya Satuan Hasil Angka Kredit Kriteria Bukti Fisik Pelaksanaan Per Karya Setiap anggota 1 angka kredit Mengikuti Kegiatan Penyusunan Standar/Pedoman dan sejenisnya pada tingkat nasional/provinsi/ kabupaten/kota. a. SK tim b. Naskah standar/pedoman/juknis tingkatnasional/prov/kab/kota c. Surat keterangan panitia/penyelenggara penyusunan standar/pedoman Surat keterangan panitia/penyelengga ra penyusunan standar/pedoman 89

100 90

RUANG LINGKUP MATERI DAN ALOKASI WAKTU

RUANG LINGKUP MATERI DAN ALOKASI WAKTU PENGELOLAAN TUGAS POKOK DAN ETIKA PENGAWAS BIMBINGAN TEKNIS CALON MENTOR PENGAWAS SELEKSI CALON PENGAWAS 2016 Peta konsep KUALIFIKASI PENGEMBANGAN PROFESI PENGAWAS TUGAS POKOK DAN FUNGSI 1 PENGAWAS KUALIFIKASI

Lebih terperinci

PANDUAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH

PANDUAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH PANDUAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN DASAR

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 730 TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME PENGANGKATAN DAN PENUGASAN PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 730 TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME PENGANGKATAN DAN PENUGASAN PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 730 TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME PENGANGKATAN DAN PENUGASAN PENGAWAS SATUAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GARUT, Menimbang : a. bahwa untuk

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS. pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Sujana (2011:7)

BAB II KAJIAN TEORITIS. pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan. Sujana (2011:7) BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Pengawas Sekolah 2.1.1 Pengertian Pengawas Pengawas sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan

Lebih terperinci

PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL SERTA TATA CARA PENILAIAN ANGKA KREDIT PENGAWAS SEKOLAH

PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL SERTA TATA CARA PENILAIAN ANGKA KREDIT PENGAWAS SEKOLAH PENGAWASAN AKADEMIK DAN MANAJERIAL SERTA TATA CARA PENILAIAN ANGKA KREDIT PENGAWAS SEKOLAH (Bukti Fisik, Kriteria dan Angka Kredit) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDRAL GURU DAN TENAGA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR: 21 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR: 21 TAHUN 2010 TENTANG MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR: 21 TAHUN 2010 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWAS SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG,

WALIKOTA PADANG PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWAS SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, WALIKOTA PADANG PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PENGAWAS SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PADANG, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Ketentuan Pasal 39 ayat (1) Peraturan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN KINERJA PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PENILAIAN KINERJA PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PENILAIAN KINERJA PENGAWAS MADRASAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA 2014 KATA PENGANTAR Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN NOMOR 01/III/PB/2011 NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN NOMOR 01/III/PB/2011 NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 01/III/PB/2011 NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA

Lebih terperinci

3. Satuan Pendidikan adalah Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA), Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah

3. Satuan Pendidikan adalah Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA), Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah(SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah I. PENDAHULUAN SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DAN ANGKA KREDITNYA A. UMUM 1. Bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang :

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga dunia pendidikan kita telah memiliki Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional

Lebih terperinci

BAB 1. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB 1. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan; meliputi input, proses, output, dan outcome; yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

SAMBUTAN Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

SAMBUTAN Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan SAMBUTAN Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait

Lebih terperinci

RINCIAN EKUIVALENSI BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH

RINCIAN EKUIVALENSI BEBAN KERJA PENGAWAS SEKOLAH LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS SEKOLAH RINCIAN EKUIVALENSI BEBAN KERJA

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PELAKSANAAN PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGAWAS MADRASAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI JAKARTA 2014 KATA PENGANTAR Keberhasilan penyelenggaraan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH

PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH PEDOMAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN CALON PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan data yang telah dikumpulkan tentang hasil pembahasan analisis kinerja pengawas sekolah menengah kejuruan dalam pelaksanaan program supervisi

Lebih terperinci

RUANG LINGKUP PENGAWASAN PENDIDIKAN

RUANG LINGKUP PENGAWASAN PENDIDIKAN RUANG LINGKUP PENGAWASAN PENDIDIKAN Tugas Mata Kuliah PENGAWAS DAN KEPENGAWASAN Dosen Pengampu : Dr. Arif Rahman, M.Pd Oleh : ESRON RAJAGUKGUK NIM. 8146132039 KELAS A2W AP KEPENGAWASAN PROGRAM PASCASARJANA

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN IN-SERVICE LEARNING 1

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN IN-SERVICE LEARNING 1 PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN IN-SERVICE LEARNING 1 PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH TAHUN 2012 LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2011 i Pelaksanaan

Lebih terperinci

TAGOR ALAMSYAH HARAHAP

TAGOR ALAMSYAH HARAHAP TAGOR ALAMSYAH HARAHAP ENTITAS DESAIN TATA KELOLA GTK DAPODIK Cek Data Guru setiap saat WEBSITE TUNJANGAN P2tk.dikdas.kemdikbud.go.id SIKLUS PENGIRIMAN DATA DARI SEKOLAH KE SERVER DAPODIK PUSAT Feedback

Lebih terperinci

Petunjuk Teknis Pelaksanaan In Service Learning 1 Tahun 2012

Petunjuk Teknis Pelaksanaan In Service Learning 1 Tahun 2012 i Pelaksanaan In Service Learning 1 Tahun 2012 LPPKS INDONESIA 2013 ii Pelaksanaan In-Service Learning 1 Diklat Calon Kepala Sekolah/Madrasah Tahun 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 48 2015 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 48 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENGANGKATAN DAN PERAN PENGAWAS SEKOLAH PENILIK DAN PAMONG BELAJAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PELAKSANAAN PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PELAKSANAAN PEMENUHAN BEBAN KERJA PENGAWAS MADRASAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI JAKARTA 2014 KATA PENGANTAR Keberhasilan penyelenggaraan

Lebih terperinci

UNIT 5 BAGAIMANA PERAN KEPALA SEKOLAH (KS) DAN PENGAWAS SEKOLAH (PS) DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN?

UNIT 5 BAGAIMANA PERAN KEPALA SEKOLAH (KS) DAN PENGAWAS SEKOLAH (PS) DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN? UNIT 5 BAGAIMANA PERAN KEPALA SEKOLAH (KS) DAN PENGAWAS SEKOLAH (PS) DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN? UNIT 5 BAGAIMANA PERAN KEPALA SEKOLAH (KS) DAN PENGAWAS SEKOLAH (PS) DALAM MENINGKATKAN MUTU

Lebih terperinci

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU BUKU 2 PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU)

PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU BUKU 2 PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU) PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU BUKU 2 PEDOMAN PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA GURU (PK GURU) DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2010 TENTANG PENUGASAN GURU SEBAGAI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 Page 1

Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 Page 1 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 Page 1 Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar 2011 Page i Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga

Lebih terperinci

PENILAIAN DAN PEMANTAUAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN DAN PEMANTAUAN PEMBELAJARAN MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR KELOMPOK KOMPETENSI G PENILAIAN DAN PEMANTAUAN PEMBELAJARAN Penanggung Jawab Dra. Garti Sri Utami, M.Ed. Penyusun 1. Dr. Cep Unang W, S.Ag, M.Si.; 08121403877; [email protected]

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12 JUKNIS PENYUSUNAN RENCANA KERJA SMA DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12 G. URAIAN PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 41 SERI E

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 41 SERI E BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 41 SERI E PERATURAN BUPATI BANJARNEGARA NOMOR 41 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN PROFESIONAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN

Lebih terperinci

MENJADI GURU UTAMA DENGAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN. Oleh : Dra. Nuraeni T, M.H BAB I. PENDAHULUAN

MENJADI GURU UTAMA DENGAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN. Oleh : Dra. Nuraeni T, M.H BAB I. PENDAHULUAN MENJADI GURU UTAMA DENGAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN Oleh : Dra. Nuraeni T, M.H BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru mempunyai peranan yang sangat menentukan dalam keberhasilan penyelenggaraan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH Oleh : Team Penyusun KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH JAKARTA 2014

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12 JUKNIS PENYUSUNAN RENCANA KERJA SMA DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 11 B. TUJUAN 11 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 11 D. UNSUR YANG TERLIBAT 12 E. REFERENSI 12 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 12 G. URAIAN PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

PROGRAM PENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL

PROGRAM PENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL i MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR KELOMPOK KOMPETENSI C PROGRAM PENGAWASAN SUPERVISI MANAJERIAL Penanggung Jawab Dra. Garti Sri Utami, M. Ed. Penyusun 1. Laksana Ketaren, M.Pd.; 081396517689; [email protected]

Lebih terperinci

KELOMPOK KOMPETENSI C PROFESIONAL: PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

KELOMPOK KOMPETENSI C PROFESIONAL: PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING MODUL PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KELOMPOK KOMPETENSI C PROFESIONAL: PROGRAM BIMBINGAN

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51 JUKNIS ANALISIS STANDAR PENGELOLAAN SMA DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51 G. URAIAN PROSEDUR 53 LAMPIRAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1301, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENAG. Pendidikan. Agama. Madrasah. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2014 TENTANG KEPALA MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

KEMENDIKBUD. Jabatan Fungsional. Pengawas Sekolah. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. Pencabutan.

KEMENDIKBUD. Jabatan Fungsional. Pengawas Sekolah. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. Pencabutan. No.1677, 2014 KEMENDIKBUD. Jabatan Fungsional. Pengawas Sekolah. Angka Kredit. Petunjuk Teknis. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 143 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 44 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

Keterkaitan PUBLIKASI ILMIAH Dengan PKB

Keterkaitan PUBLIKASI ILMIAH Dengan PKB Hand out 1 Mengingat kembali Keterkaitan PUBLIKASI ILMIAH Dengan PKB Buku 4 halaman 1 sd 7 waktu sajian 90 menit (2 JP) 1 Hakekat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Meningkatkan profesionalitas guru

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU, KEPALA SEKOLAH, DAN PENGAWAS SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 34 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.287, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAN RB. Analis Keimigrasian. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR PROSES PENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Keterkaitannya dengan PUBLIKASI ILMIAH

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Keterkaitannya dengan PUBLIKASI ILMIAH PP no 1 Pengantar tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Keterkaitannya dengan PUBLIKASI ILMIAH 1 pengembangan keprofesian berkelanjutan meningkatkan profesionalitas guru salah satu dari unsur

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 29 B. TUJUAN 29 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 29 D. UNSUR YANG TERLIBAT 30 E. REFERENSI 30 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 30 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 34 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

BBUUKKUU KKEERRJA PPEENNGGAAAW

BBUUKKUU KKEERRJA PPEENNGGAAAW BUKU KERJA PE NG GA AW WAS SE EKO OLAH Pusat Pengembangan Tenagaa Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Man nusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pen didikan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun

Lebih terperinci

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA KTSP DAN IMPLEMENTASINYA Disampaikan pada WORKSHOP KURIKULUM KTSP SMA MUHAMMADIYAH PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Tanggal 4-5 Agustus 2006 Oleh : Drs. Marsigit MA FMIPA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KTSP DAN

Lebih terperinci

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA WALIKOTA TASIKMALAYA PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA Nomor : 14 Tahun 2008 Lampiran : - TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN NON FORMAL DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat erat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat erat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat erat kaitannya dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG SERTIFIKASI BAGI GURU DALAM JABATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang

Lebih terperinci

2015, No Mengingat : c. bahwa penyesuaian substansi peraturan sebagaimana dimaksud pada huruf b ditetapkan dengan Peraturan Kepala Lembaga Admi

2015, No Mengingat : c. bahwa penyesuaian substansi peraturan sebagaimana dimaksud pada huruf b ditetapkan dengan Peraturan Kepala Lembaga Admi No.1115, 2015 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA LAN. Widyaiswara. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. Penilaian. Pedoman. Pencabutan. PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG

Lebih terperinci

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lemba

2 Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lemba BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1330, 2014 LAN. Formasi. Jabatan Fungsional. Analis Kebijakan. Pedoman. PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 32 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN FORMASI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Draft Peraturan Menteri PAN Tgl. 4 Maret 2008 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya RANCANGAN PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 44 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 41 TAHUN 2012

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 41 TAHUN 2012 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2012 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

PEDOMAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH PEDOMAN PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH/MADRASAH PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN. tantangan menuju profesionalisme. Oleh Rahmatiah

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN. tantangan menuju profesionalisme. Oleh Rahmatiah PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN tantangan menuju profesionalisme. Oleh Rahmatiah Melalui kegiatan PKB akan terwujud guru yang profesional yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tetapi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DILEMA ATAU TANTANGAN. Oleh Rahmatiah

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DILEMA ATAU TANTANGAN. Oleh Rahmatiah PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DILEMA ATAU TANTANGAN Oleh Rahmatiah Melalui kegiatan PKB akan terwujud guru yang profesional yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tetapi tuntas

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI TAHUN 2016

PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI TAHUN 2016 PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN KEPALA SEKOLAH BERPRESTASI TAHUN 2016 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH

PEDOMAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH PEDOMAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH DIREKTORAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM KEMENTERIAN AGAMA RI TAHUN 2012 KATA PENGANTAR DIREKTUR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Lebih terperinci

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial i MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR KELOMPOK KOMPETENSI E PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL Penanggung Jawab Dra. Garti Sri Utami, M. Ed. Penyusun 1. Dr. Tatang Sunendar, M.Si.; 08122125812; [email protected]

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PENGAWAS SEKOLAH

PEDOMAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PENGAWAS SEKOLAH WURI HANDAYANI TUT PEDOMAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PENGAWAS SEKOLAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 1 KATA PENGANTAR Diberlakukannya Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DALAM PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DALAM PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DALAM PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU Oleh : Muh.Abduh Makka Widyaiswara LPMP Sulawesi Selatan A. Latar Belakang Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU SALINAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.206, 2012 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN AGAMA. Pengawas. Madrasah. Pendidikan Agama Islam. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGAWAS MADRASAH DAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pelaksanaan sistem otonomi daerah menuntut pengelolaan lembaga pendidikan dilakukan dengan menggunakan sistem manajemen berbasis sekolah yang implementasinya

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS SEKOLAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai

KATA PENGANTAR. Adanya dukungan dan fasilitasi institusi-institusi tersebut dalam penerapan sistem penjaminan mutu eksternal sesuai KATA PENGANTAR Sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 95 Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENILAIAN KINERJA GURU KELAS/MATA PELAJARAN Berdasarkan PERMENNEGPAN dan RB Nomor: 16 Tahun 2009

PENILAIAN KINERJA GURU KELAS/MATA PELAJARAN Berdasarkan PERMENNEGPAN dan RB Nomor: 16 Tahun 2009 Pembinaan Guru Kelas/Guru Mapel PENILAIAN KINERJA GURU KELAS/MATA PELAJARAN Berdasarkan PERMENNEGPAN dan RB Nomor: 1 Tahun 2009 Foto : WorkShop tentang PKG dan PKB di Batu, Desember 2013 Oleh : St. Rudi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN

Lebih terperinci

Karya Tulis Ilmiah Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah

Karya Tulis Ilmiah Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah Karya Tulis Ilmiah Pengembangan Profesi Pengawas Sekolah Karya Tulis Ilmiah 7JP waktu 1 Macam /bentuk karya tulis Ilmiah 2 jp 2 Penjelasan Langkah Penilaian KTI 1 jp 3 Latihan dan Simulasi Menilai 4 jp

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 50 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 50 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51 JUKNIS ANALISIS STANDAR PENGELOLAAN SMA DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 B. TUJUAN 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 50 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51 G. URAIAN PROSEDUR

Lebih terperinci

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH Badan Standar Nasional Pendidikan 2010 KATA PENGANTAR Segala

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dosen diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan. pembelajaran yang digunakan sebagai perangkat dasar kemudian

BAB I PENDAHULUAN. dosen diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan. pembelajaran yang digunakan sebagai perangkat dasar kemudian 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebuah pekerjaan dapat dikatakan sebuah profesi apabila salah satu syaratnya dilandasi oleh suatu disiplin ilmu. Keilmuan yang melandasi sebuah profesi seiring

Lebih terperinci

2 Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (L

2 Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (L No.287, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAN RB. Analis Keimigrasian. Jabatan Fungsional. Angka Kredit. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 ` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 38 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 38 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 38 TAHUN 2013 TENTANG PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SINJAI, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 ` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR

Lebih terperinci

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016

LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 ` LAPORAN PETA MUTU PENDIDIKAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH BERBASIS SNP TAHUN 2016 LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2016 DAFTAR

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI A. Simpulan Berdasarkan pembahasan uraian dan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, ada empat faktor yang mempengaruhi Implementasi Standar Pengawas

Lebih terperinci

GURU PEMBELAJAR. Budi Kusumawati. Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

GURU PEMBELAJAR. Budi Kusumawati. Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan GURU PEMBELAJAR Budi Kusumawati Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan Dikdasmen Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan PROGRAM PENGEMBANGAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (RPJMN 2015 2019) Sasaran

Lebih terperinci

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI PENGAWAS SEKOLAH

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI PENGAWAS SEKOLAH 1 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI PENGAWAS SEKOLAH Oleh: Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd. Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Padang. Abstrak: Pengawas sekolah salah satu

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN KEPALA TENAGA ADMINISTRASI BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016

PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN KEPALA TENAGA ADMINISTRASI BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016 PEDOMAN PENILAIAN PEMILIHAN KEPALA TENAGA ADMINISTRASI BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2016 DIREKTORAT PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/ 66 /M.PAN/6/2005 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/ 66 /M.PAN/6/2005 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR : PER/ 66 /M.PAN/6/2005 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN HO-3D-01 PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN A. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum, menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010 PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN

Lebih terperinci

UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH

UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH UNIT 4 KUNJUNGAN SEKOLAH Pendahuluan Pengawas sekolah adalah tenaga kependidikan profesional yang berfungsi sebagai unsur pelaksana supervisi pendidikan yang mencakup supervisi

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PASCA PERMENEGPAN & RB NOMOR 16 TAHUN

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PASCA PERMENEGPAN & RB NOMOR 16 TAHUN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PASCA PERMENEGPAN & RB NOMOR 16 TAHUN 2009 Penulis : Legiman, S.Pd, M.Pd. Widyaiswara Muda LPMP D.I. Yogyakarta Email: [email protected] Abstrak: Guru merupakan

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN ON THE JOB LEARNING PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH TAHUN 2012 LEMBAGA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN KEPALA SEKOLAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2011 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN (AKPK) BAGI CALON KEPALA SEKOLAH

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN (AKPK) BAGI CALON KEPALA SEKOLAH ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN (AKPK) BAGI CALON KEPALA SEKOLAH TAHUN 2012 NAMA :... INSTANSI :... NUPTK :... KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sejalan dengan diberlakukannya Permenpan RB.No. 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas, Angka Kredit, Rekrutmen pengawas harus dilakukan sesuai ketentuan

Lebih terperinci

Jumlah Kompetensi Kepribadian dijabarkan ke dalam 3 Kompetensi. Dari 3 Kompetensi Kepribadian dijabarkan ke dalam 18 Indikator:

Jumlah Kompetensi Kepribadian dijabarkan ke dalam 3 Kompetensi. Dari 3 Kompetensi Kepribadian dijabarkan ke dalam 18 Indikator: Pembinaan Guru Pendidikan Agama Katolik Kabupaten Malang MENGHITUNG ANGKA KREDIT GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Berdasarkan PERMENEGPAN Nomor: 1 Tahun 2009 Oleh : St. Rudi Muryanta, S.Ag

Lebih terperinci

2. Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik.

2. Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. A. Rasional Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 2 ayat (2) tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan yang sesuai dengan Standar Nasional

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 34 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 34 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGANGKATAN PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH, PENILIK, DAN PAMONG SERTA TUGAS POKOK DAN FUNGSINYA

Lebih terperinci