DEFINISI DAN SINGKATAN
|
|
|
- Dewi Hermawan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2 DEFINISI DAN SINGKATAN Agen Penjual Basis points (bps) Central Registry Hari Kerja Kupon Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Masa Penawaran Obligasi Negara Partisipan/Nasabah Sub-Registry Pasar Perdana Pemesanan Pembelian Pemerintah Pemilik SBR002 Penatausahaan Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) Penjatahan SBR002 Pokok SBR : Bank dan/atau Perusahaan Efek yang ditunjuk untuk melaksanakan penawaran dan penjualan Obligasi Negara kepada Investor Ritel di Pasar Perdana domestik. : Ekuivalen dengan nilai satu per sepuluh ribu (1 bps=0,01%). : Bank Indonesia yang melakukan fungsi penatausahaan Surat Utang Negara untuk kepentingan Bank, Sub-Registry, dan pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia. : Hari dimana operasional sistem pembayaran diselenggarakan oleh Bank Indonesia. : Imbalan bunga yang diterima oleh investor. : Lembaga yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang mengenai Lembaga Penjamin Simpanan. : Periode pengumpulan pemesanan pembelian dari para investor. : Surat Utang Negara yang berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan. : Pihak yang memiliki rekening surat berharga di Sub-Registry baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabahnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. : Kegiatan penawaran dan penjualan SBR yang dilakukan di wilayah Indonesia untuk pertama kali. : Pengajuan pemesanan pembelian SBR oleh investor kepada Agen Penjual. : Pemerintah Pusat Republik Indonesia c.q. Menteri Keuangan Republik Indonesia. : Individu yang namanya tercatat pada Central Registry dan Sub-Registry sebagai pemilik SBR. : Kegiatan pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen, serta pembayaran kupon dan pokok SBR. : Pelunasan pokok SBR oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo dengan cara tunai dalam suatu masa penawaran yang telah ditentukan dan diumumkan sebelumnya. : Penetapan jumlah SBR yang akan diterbitkan oleh Pemerintah untuk dialokasikan kepada setiap pemesan. : Nilai nominal dari 1 (satu) unit SBR yang menjadi dasar untuk pembayaran kupon. 1
3 Registry : Pihak yang melakukan kegiatan penatausahaan Surat Utang Negara, yang terdiri dari Central Registry dan Sub-Registry. Savings bond Ritel (SBR) : Obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual di Pasar Perdana domestik yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Savings bond Ritel seri SBR002 Sub-Registry Surat Utang Negara (SUN) Tanggal Jatuh Tempo Tanggal Pembayaran Kupon Tanggal Penjatahan Tanggal Setelmen Tingkat Bunga Penjaminan LPS Undang-Undang SUN : Savings bond Ritel yang diterbitkan pada tahun 2016 dengan seri SBR002. : Bank dan lembaga yang melakukan kegiatan kustodian yang disetujui oleh Bank Indonesia untuk melakukan fungsi penatausahaan Surat Utang Negara untuk kepentingan nasabah. : Surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. : Tanggal pada saat Pokok SBR jatuh tempo dan wajib dibayar oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia kepada Pemilik SBR yang tercatat pada Registry. : Tanggal pada saat kupon SBR jatuh tempo dan wajib dibayar oleh Pemerintah Negara Republik Indonesia kepada Pemilik SBR yang tercatat pada Registry. : Tanggal penetapan jumlah SBR yang akan diterbitkan oleh Pemerintah untuk dialokasikan kepada setiap pemesan. : Tanggal dilakukannya pembayaran dana dari Agen Penjual ke rekening Pemerintah di Bank Indonesia dan pencatatan SBR atas nama investor pada Registry di Pasar Perdana. : Tingkat bunga penjaminan simpanan dalam Rupiah di bank umum yang ditetapkan oleh LPS. : Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. 2
4 DAFTAR ISI Halaman DEFINISI DAN SINGKATAN... 1 DAFTAR ISI... 3 I. OBLIGASI NEGARA Umum Dasar Hukum Bentuk SBR002 Yang Diterbitkan Nominal SBR Batasan Pemesanan Pembelian SBR002 di Pasar Perdana untuk Setiap Investor Agen Penjual Kupon SBR Biaya dan Perpajakan Biaya pemesanan SBR002 di Pasar Perdana Biaya Penyimpanan dan Transfer Kupon/Pokok SBR Perpajakan Pelunasan Pokok SBR Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) Pembelian Kembali (Buyback)... 9 II. KEUNTUNGAN DAN RISIKO INVESTASI SBR Keuntungan berinvestasi di SBR Risiko berinvestasi di SBR III. PENGGUNAAN DANA SBR IV. TATA CARA PEMESANAN DAN PENJATAHAN Tata Cara Pemesanan Pembelian SBR002 di Pasar Perdana Pemesan Yang Berhak Prosedur Pemesanan Pembelian SBR Masa Penawaran Penjatahan SBR Pembayaran Pemesanan Pembelian SBR Distribusi SBR Lain-Lain Jadwal Penjatahan dan Setelmen SBR V. TATA CARA PENGGUNAAN FASILITAS PELUNASAN SEBELUM JATUH TEMPO (EARLY REDEMPTION) SBR Investor yang Dapat Mengajukan Fasilitas Early Redemption Prosedur Pengajuan Early Redemption Masa Pengajuan (Window) Early Redemption Pembayaran Pokok dan Bunga SBR002 yang Diajukan Early Redemption
5 5 Lain-Lain VI. PENATAUSAHAAN Pencatatan Kepemilikan SBR Kliring dan Setelmen Agen Pembayar VII. LAIN-LAIN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V
6 I. OBLIGASI NEGARA 1 Umum 1.1 Dasar Hukum a. Undang-Undang SUN, antara lain mengatur hal-hal sebagai berikut: Pasal 2 ayat (1), Surat Utang Negara diterbitkan dalam bentuk warkat atau tanpa warkat; Pasal 2 ayat (2), Surat Utang Negara diterbitkan dalam bentuk yang diperdagangkan atau dalam bentuk yang tidak diperdagangkan di Pasar Sekunder; Pasal 3 ayat (1), Surat Utang Negara terdiri atas Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara (ON); Pasal 5, Kewenangan menerbitkan Surat Utang Negara berada pada Pemerintah dan dilaksanakan oleh Menteri Keuangan; Pasal 8 ayat (2), Pemerintah wajib membayar bunga dan pokok setiap Surat Utang Negara pada saat jatuh tempo; Pasal 8 ayat (3), Dana untuk membayar bunga dan pokok Surat Utang Negara disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun sampai dengan berakhirnya kewajiban tersebut; Pasal 9 ayat (2) huruf d, Penjualan Surat Utang Negara melalui lelang dan/atau tanpa lelang. b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42/PMK.08/2014 tentang Penjualan Obligasi Negara Kepada Investor Ritel di Pasar Perdana Domestik. 1.2 Bentuk SBR002 Yang Diterbitkan SBR002 diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder sampai dengan jatuh tempo. Investor SBR002 tidak dapat melikuidasi/mencairkan investasinya pada SBR002 sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption). 1.3 Nominal SBR002 SBR002 diterbitkan dengan nilai nominal per unit sebesar Rp ,00 (satu juta rupiah). 1.4 Batasan Pemesanan Pembelian SBR002 di Pasar Perdana untuk Setiap Investor Pemesanan Pembelian SBR002 minimum 5 (lima) unit atau senilai Rp ,00 (lima juta rupiah) dan dengan kelipatan 5 (lima) unit atau senilai Rp ,00 (lima juta rupiah). Pemesanan Pembelian SBR per investor maksimum (lima ribu) unit atau senilai Rp ,00 (lima miliar rupiah). 1.5 Agen Penjual Bank Umum: 1. Citibank N.A. 2. PT. Bank ANZ Indonesia 3. PT. Bank Bukopin Tbk. 4. PT. Bank Central Asia Tbk. 5. PT. Bank CIMB Niaga Tbk. 5
7 6. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk. 7. PT. Bank DBS Indonesia 8. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. 9. PT. Bank Maybank Indonesia Tbk. 10. PT. Bank Mega Tbk. 11. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. 12. PT. Bank OCBC NISP Tbk. 13. PT. Bank Panin Tbk. 14. PT. Bank Permata Tbk. 15. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 16. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 17. Standard Chartered Bank 18. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Perusahaan Efek: 1. PT. Danareksa Sekuritas 2. PT. Indo Premier Securities 3. PT. Mega Capital Indonesia 4. PT. MNC Securities 5. PT. Sucorinvest Central Gani 6. PT. Trimegah Securities Tbk. 2 Kupon SBR002 Jenis kupon adalah mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor). Tingkat kupon SBR002 disesuaikan setiap 3 (tiga) bulan pada tanggal penyesuaian kupon. Penyesuaian tingkat kupon dilakukan dengan menjumlahkan Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku pada tanggal penyesuaian kupon dengan spread tetap sebesar 25 bps (0,25%) sampai dengan jatuh tempo. Pembayaran kupon SBR002 berlaku tetap untuk periode setiap 3 (tiga) bulan dan dibayar pada tanggal 20 setiap bulannya sampai dengan jatuh tempo. Tingkat Kupon yang berlaku untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 26 Mei 2016 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2016) adalah sebesar 7,50%, berasal dari Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penetapan spread sebesar 7,25% ditambah spread tetap sebesar 25 bps (0,25%). Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama sebesar 7,50% tersebut berlaku sebagai tingkat bunga minimal (floor). Tingkat bunga minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo. Tanggal penyesuaian kupon adalah 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal mulai berlakunya periode kupon, dimana hari kerja dimaksud adalah hari kerja Pemerintah. Tanggal mulai berlakunya periode kupon adalah 21 Februari, 21 Mei, 21 Agustus, dan 21 November setiap tahun. Penyesuaian kupon berikutnya adalah mengikuti Tingkat Bunga Penjaminan LPS yang berlaku (3 hari kerja sebelum tanggal mulai berlakunya periode kupon) ditambah dengan spread tetap sebesar 25 bps (0,25%). Dalam hal Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah spread tetap 25 bps (0,25%) menghasilkan angka yang lebih rendah dari tingkat kupon minimal, maka kupon yang berlaku adalah tingkat kupon minimal (floor), yaitu sebesar 7,50%. Apabila pada tanggal penyesuaian kupon tidak terdapat lagi Tingkat Bunga Penjaminan LPS, maka tingkat kupon untuk periode berikutnya adalah sebesar tingkat kupon minimal (floor). Informasi mengenai tingkat kupon SBR002 yang berlaku dapat dilihat di situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ( 6
8 Kupon per unit yang dibayar pertama kali pada tanggal 20 Juni 2016 adalah sebesar Rp5.242,- (lima ribu dua ratus empat puluh dua rupiah) dengan rincian sebagai berikut: Jumlah hari dari tanggal 26 Mei 2016 sampai dengan tanggal 20 Juni 2016 adalah 26 (dua puluh enam) hari, sehingga perhitungan kupon adalah: 26/31 x 7,50% x 1/12 x Rp ,00 (satu juta rupiah) = Rp5.242,- (lima ribu dua ratus empat puluh dua rupiah). Kupon per unit selanjutnya sampai dengan jatuh tempo, dengan perhitungan sebagai berikut: Tingkat kupon yang berlaku x 1/12 x Rp ,00 (satu juta rupiah). Perhitungan kupon sebagaimana tersebut di atas belum memperhitungkan pengenaan pajak penghasilan. Jumlah pembayaran kupon telah dibulatkan dalam Rupiah penuh, dengan ketentuan apabila di bawah dan sama dengan 50 (limapuluh) sen dibulatkan menjadi nol, sedangkan di atas 50 (lima puluh) sen dibulatkan menjadi Rp1,00 (satu rupiah). Jumlah hari kupon (day count) untuk perhitungan kupon berjalan (accrued interest) menggunakan basis jumlah hari kupon sebenarnya (actual per actual). Pembayaran Kupon dilaksanakan di Indonesia dan akan dibayarkan kepada Pemilik SBR002 yang tercatat pada Registry dengan mengkredit rekening dana Pemilik SBR002. Apabila pembayaran Kupon bertepatan dengan hari dimana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada Hari Kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga. 3 Biaya dan Perpajakan 3.1 Biaya pemesanan SBR002 di Pasar Perdana Biaya pemesanan SBR002 di Pasar Perdana meliputi antara lain: a) biaya meterai Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) untuk membuka rekening tabungan pada Bank; b) biaya meterai Rp6.000,00 (enam ribu rupiah) untuk membuka rekening surat berharga pada Sub-registry atau melalui Partisipan/Nasabah Sub-registry yang ditunjuk; c) biaya transfer dana untuk menampung dana pemesanan SBR002. Masing-masing Agen Penjual dilarang untuk membebankan biaya pemesanan di luar ketiga komponen biaya tersebut dalam rangka pemesanan SBR002 di pasar perdana. Masing-masing Agen Penjual dapat membebaskan sebagian atau seluruh komponen biaya pemesanan sebagaimana tersebut di atas dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabahnya. Pada dasarnya investor dapat membuka rekening dana di bank umum dan rekening surat berharga di Sub-registry atau Partisipan/Nasabah Sub-registry yang dikehendaki. Namun mengingat pemesanan SBR002 dilakukan melalui Agen Penjual, yang telah menjalin kerjasama dengan bank umum dan Sub-registry tertentu maka dalam rangka efisiensi biaya, pembukaan rekening dana dan surat berharga sebaiknya dilakukan melalui bank umum dan Sub-registry yang telah bekerjasama dengan Agen Penjual. Apabila investor membuka rekening surat berharga di Perusahaan Efek atau Bank Kustodian yang merupakan Partisipan/Nasabah Sub-registry, maka rekening surat berharga investor merupakan sub-rekening dari Partisipan/Nasabah Sub-registry. 7
9 3.2 Biaya Penyimpanan dan Transfer Kupon/Pokok SBR002 Biaya penyimpanan dari rekening surat berharga umumnya dikenakan untuk periode satu tahun dan besarannya disesuaikan dengan kebijakan masing-masing Sub-registry atau Partisipan/Nasabah Sub-Registry. Besaran biaya transfer kupon dan pokok SBR disesuaikan dengan kebijakan masingmasing Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub-Registry. Masing-masing Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub-Registry dapat membebaskan biaya penyimpanan dari rekening surat berharga dan/atau biaya transfer kupon dan pokok dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabahnya. 3.3 Perpajakan Perpajakan yang berlaku atas SBR mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. 4 Pelunasan Pokok SBR Pelunasan Pokok SBR dilakukan pada tanggal 20 Mei 2018 sebesar Rp ,00 (satu juta rupiah) untuk setiap unit SBR yang dimiliki oleh Pemilik SBR yang namanya tercatat dalam Registry. Pembayaran pokok SBR dilaksanakan di Indonesia dan akan dibayarkan kepada Pemilik SBR yang namanya tercatat dalam Registry dengan mengkredit rekening dana Pemilik SBR. Apabila pembayaran Pokok SBR bertepatan dengan hari dimana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada Hari Kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga. 5 Pelunasan Sebelum Jatuh Tempo (Early Redemption) Pemerintah menyediakan fasilitas pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) kepada Pemilik SBR dengan ketentuan sebagai berikut: a. Pemanfaatan fasilitas early redemption oleh setiap Pemilik SBR hanya dapat dilakukan pada periode yang telah ditentukan oleh Pemerintah, yaitu mulai tanggal 1 Juni 2017 dan ditutup pada tanggal 14 Juni 2017 pukul waktu setempat. Setelmen fasilitas early redemption dilaksanakan pada tanggal 20 Juni b. Setiap Pemilik SBR hanya dapat mengajukan fasilitas early redemption melalui Agen Penjual tempat Pemilik SBR melakukan pemesanan, untuk minimal kepemilikan 10 (sepuluh) unit atau senilai Rp ,00 (sepuluh juta rupiah) pada Agen Penjual dimaksud. c. Setiap Pemilik SBR dapat memanfaatkan fasilitas early redemption maksimal sebesar 50% (lima puluh per seratus) dari total kepemilikannya pada suatu Agen Penjual, dengan nominal yang diajukan minimal 5 (lima) unit atau senilai Rp ,00 (lima juta rupiah) dengan kelipatan 5 (lima) unit atau senilai Rp ,00 (lima juta rupiah). d. Pada tanggal setelmen Pemilik SBR akan mendapatkan pokok SBR sesuai nominal yang diajukan pada saat periode pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) beserta kupon selama 1 (satu) bulan yang jatuh tempo pada tanggal 20 Juni 2017, sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku. Apabila pembayaran pokok dan kupon SBR tersebut bertepatan dengan hari dimana operasional sistem pembayaran tidak diselenggarakan oleh Bank Indonesia, maka pembayarannya akan dilakukan pada Hari Kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga. e. Pemanfaatan fasilitas early redemption tidak dikenakan biaya pelunasan (redemption cost) oleh Pemerintah. Selain itu, masing-masing Agen Penjual tidak diperkenankan mengenakan biaya selain biaya meterai, biaya transaksi, dan biaya penyimpanan. Namun demikian, masing-masing Agen Penjual dapat membebaskan biaya meterai, biaya transaksi, dan biaya penyimpanan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabahnya. 8
10 6 Pembelian Kembali (Buyback) Pemerintah tidak akan melakukan pembelian kembali SBR sebelum jatuh tempo selain fasilitas early redemption sebagaimana angka 5. 9
11 II. KEUNTUNGAN DAN RISIKO INVESTASI SBR002 1 Keuntungan berinvestasi di SBR Pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SUN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya; 2. Kupon dibayar setiap bulan; 3. Kupon mengambang mengikuti perkembangan Tingkat Bunga Penjaminan LPS, dengan jaminan kupon minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo; 4. Terdapat fasilitas early redemption tanpa dikenakan redemption cost. 5. Dapat dijaminkan kepada pihak lain, antara lain jaminan dalam pengajuan pinjaman pada bank umum atau lembaga keuangan lainnya. Kebijakan penjaminan SBR mengikuti ketentuan dan persyaratan yang berlaku pada masing-masing pihak; 6. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional. 2 Risiko berinvestasi di SBR002 Ada 3 (tiga) jenis risiko utama yang perlu diperhatikan dari setiap instrumen investasi di pasar keuangan. Ketiga jenis risiko tersebut adalah: 1. Risiko gagal bayar (default risk) adalah risiko apabila investor tidak dapat memperoleh pembayaran dana yang dijanjikan oleh penerbit pada saat produk investasi jatuh tempo kupon dan pokok. SBR002 tidak mempunyai risiko gagal bayar mengingat berdasarkan Undang-Undang SUN bahwa negara menjamin pembayaran kupon dan pokok Surat Utang Negara, termasuk SBR002 sampai dengan jatuh tempo, yang dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya. 2. Risiko tingkat bunga (interest rate risk), adalah suatu risiko apabila terjadi perubahan tingkat bunga di pasar, yang menyebabkan potensi kerugian bagi investor. SBR002 tidak memiliki risiko tingkat bunga karena nilai pokok tidak berubah seiring dengan perubahan tingkat bunga di pasar dan tingkat kupon SBR002 mengikuti Tingkat Bunga Penjaminan LPS dengan jaminan tingkat kupon minimal (floor) sampai jatuh tempo. 3. Risiko likuiditas (liquidity risk), adalah suatu risiko apabila investor tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga yang wajar. SBR002 memiliki risiko likuiditas karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun dapat dicairkan sebelum jatuh tempo dengan memanfaatkan fasilitas early redemption sehingga investor diharapkan melakukan diversifikasi untuk mengurangi risiko ini. 10
12 III. PENGGUNAAN DANA SBR002 Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBR002 ini digunakan untuk pemenuhan target pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2016 dan perubahannya. 11
13 IV. TATA CARA PEMESANAN DAN PENJATAHAN 1 Tata Cara Pemesanan Pembelian SBR002 di Pasar Perdana 1.1 Pemesan Yang Berhak Individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia yang ditunjukkan dengan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku. 1.2 Prosedur Pemesanan Pembelian SBR002 a. Mendatangi kantor pusat/cabang Agen Penjual yang siap untuk melayani Pemesanan Pembelian SBR002, sebagaimana tercantum di dalam Romawi I angka 1.5 dan Lampiran I Memorandum Informasi ini; b. Membuka rekening dana (jika diperlukan) pada salah satu bank umum dan rekening surat berharga (jika diperlukan) pada salah satu Sub-Registry, sebagaimana tercantum di dalam Lampiran II Memorandum Informasi ini atau Partisipan/Nasabah Sub-Registry; c. Rekening dana dan rekening surat berharga harus atas nama calon investor SBR002; d. Menyediakan dana yang cukup sesuai jumlah pesanan untuk pembelian SBR002 melalui Agen Penjual; e. Mengisi Formulir Pemesanan (FP-01) sebagaimana lampiran III Memorandum Informasi ini; f. Menyampaikan Formulir Pemesanan (FP-01), fotocopy KTP yang masih berlaku, dan bukti setor (jika diperlukan) kepada Agen Penjual dan menerima tanda terima bukti penyerahan dokumen tersebut dari Agen Penjual. Pembukaan rekening dana di bank umum dimaksudkan untuk menampung dana tunai atas pembayaran kupon dan pokok SBR002 pada saat jatuh tempo. Pembukaan rekening surat berharga di Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub- Registry dimaksudkan untuk mencatat kepemilikan SBR002 atas nama investor. Setiap Pemesanan Pembelian bersifat mengikat, tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali. 1.3 Masa Penawaran Masa Penawaran SBR002 akan dimulai pada tanggal 28 April 2016 dan ditutup pada tanggal 19 Mei 2016 pukul waktu setempat. 1.4 Penjatahan SBR002 Seluruh Pemesanan Pembelian yang diterima sampai dengan akhir Masa Penawaran yang dilakukan sesuai dengan tata cara pemesanan pembelian yang ditetapkan, akan diikutsertakan dalam proses penjatahan. Menteri Keuangan berhak menentukan jumlah emisi SBR002 sesuai dengan kebutuhan pembiayaan APBN. Penjatahan SBR002 akan dilakukan paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah akhir Masa Penawaran. 1.5 Pembayaran Pemesanan Pembelian SBR002 Pembayaran pemesanan oleh investor kepada Agen Penjual dilakukan sejak dibuka Masa Penawaran sampai dengan akhir masa penawaran sesuai dengan kebijakan yang diatur oleh masing-masing Agen Penjual. 12
14 1.6 Distribusi SBR002 Pemerintah Republik Indonesia akan menerbitkan SBR002 secara global (jumbo) dan menyerahkan kepada Bank Indonesia untuk didistribusikan kepada Sub-Registry pada tanggal 25 Mei 2016 yang akan diteruskan oleh masing-masing Sub-Registry kepada pemesan dengan menyampaikan lembar konfirmasi kepemilikan SUN sebagaimana contoh yang tercantum di dalam Lampiran IV Memorandum Informasi ini. 1.7 Lain-Lain Agen Penjual berhak untuk menolak Pemesanan Pembelian SBR002 yang tidak memenuhi syarat. 2 Jadwal Penjatahan dan Setelmen SBR Pada tanggal 19 Mei 2016 (di akhir Masa Penawaran), Agen Penjual menyampaikan seluruh Pemesanan Pembelian kepada Pemerintah. 2. Pada Tanggal Penjatahan 23 Mei 2016, Pemerintah menetapkan hasil penjatahan dan menyampaikan kepada Agen Penjual. 3. Tanggal Setelmen SBR002 dilakukan pada 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan yaitu pada tanggal 25 Mei Pada Tanggal Setelmen, Bank Indonesia mendistribusikan SBR002 kepada masing-masing Sub-Registry yang telah ditunjuk oleh Agen Penjual sesuai hasil penjatahan. 5. Pengembalian dana dari Agen Penjual kepada calon pembeli yang tidak mendapatkan penjatahan SBR002 baik seluruhnya atau sebagian ke rekening yang bersangkutan dilakukan paling lambat 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Setelmen, yaitu pada tanggal 26 Mei Sub-Registry atau Agen Penjual menyampaikan konfirmasi kepemilikan SBR002 kepada investor secara langsung selambat-lambatnya pada tanggal 8 Juni
15 V. TATA CARA PENGGUNAAN FASILITAS PELUNASAN SEBELUM JATUH TEMPO (EARLY REDEMPTION) SBR002 1 Investor yang Dapat Mengajukan Fasilitas Early Redemption Pengajuan Early Redemption SBR002 dapat dilakukan apabila memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum di dalam Romawi I angka 5 Memorandum Informasi ini, dan dilakukan oleh Investor SBR002 atau Pemegang Kuasa dengan menunjukkan bukti identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku atau dengan menunjukkan surat kuasa pengajuan Early Redemption apabila dikuasakan. 2 Prosedur Pengajuan Early Redemption a. Mendatangi kantor pusat/cabang Agen Penjual tempat dimana Investor SBR002 membeli SBR002, dengan ketentuan sebagaimana tercantum di dalam Romawi I angka 5 huruf b dan c Memorandum Informasi ini; b. Mengisi Formulir Early Redemption yang disediakan oleh Agen Penjual sebagaimana contoh yang tercantum di dalam Lampiran V Memorandum Informasi ini; c. Menyampaikan Formulir Early Redemption dan fotokopi KTP yang masih berlaku kepada Agen Penjual dan menerima tanda terima bukti pengajuan Early Redemption tersebut dari Agen Penjual. Setiap pengajuan Early Redemption bersifat mengikat, tidak dapat dibatalkan dan ditarik kembali. 3 Masa Pengajuan (Window) Early Redemption Masa Pengajuan (Window) Early Redemption SBR002 akan dimulai pada tanggal 1 Juni 2017 dan ditutup pada tanggal 14 Juni 2017 pukul waktu setempat. 4 Pembayaran Pokok dan Bunga SBR002 yang Diajukan Early Redemption Pembayaran pokok dan bunga SBR002 kepada Investor dilakukan pada tanggal setelmen Early Redemption yaitu tanggal 20 Juni Pembayaran bunga SBR002 untuk periode 21 Mei 2017 s.d. 20 Juni 2017 dilakukan secara penuh (full coupon). 5 Lain-Lain Agen Penjual berhak untuk menolak permohonan fasilitas early redemption SBR002 yang tidak memenuhi syarat. 14
16 VI. PENATAUSAHAAN 1 Pencatatan Kepemilikan SBR002 SBR002 hanya dapat dimiliki oleh individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia di Pasar Perdana. Kepemilikan dari setiap pemilik SBR akan dicatat dalam suatu sistem oleh Registry, antara lain dengan memuat hal sebagai berikut: Nama dan alamat pemilik SBR; Seri SBR yang dimiliki; Jumlah nominal SBR yang dimiliki; Fasilitas untuk memonitor kepemilikan investor atas SBR002 yang akan dimilikinya tergantung dari kebijakan masing-masing Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub-Registry yang ditunjuk. Sebelum membuka rekening surat berharga pada Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub- Registry tertentu, investor perlu memastikan kemudahan yang diberikan Sub-Registry atau Partisipan/Nasabah Sub-Registry kepada investor dalam memonitor kepemilikan SBR. 2 Kliring dan Setelmen Kliring dan setelmen SBR002 mengikuti ketentuan Bank Indonesia. 3 Agen Pembayar Bank Indonesia melaksanakan pembayaran kupon SBR002 pada Tanggal Pembayaran Kupon dan pokok SBR002 pada Tanggal Jatuh Tempo atau Tanggal Setelmen Early Redemption. 15
17 VII. LAIN-LAIN Informasi lebih lanjut mengenai SBR002 ini dapat diperoleh di: Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia Gedung Frans Seda, Lantai 4 Jl. Dr. Wahidin Raya No. 1, Jakarta Telp.: (hunting), Faks.: [email protected] Website 16
18 Lampiran I Agen Penjual Obligasi Negara Ritel Seri SBR002 Citibank, N.A. Citibank Tower Lt. 9 Jl. Jend Sudirman Kav Jakarta Telp : Faks: PT Bank ANZ Indonesia ANZ Tower Lt. 8 Jl. Jend. Sudirman Kav 33A, Jakarta Telp : Faks: PT. Bank Bukopin, Tbk Gedung Bank Bukopin Jl. MT. Haryono Kav Jakarta Telp. : /9837 Fax. : /6337 PT Bank Central Asia, Tbk Menara BCA Lt.32, Grand Indonesia Jl. M.H. Thamrin No.1 Jakarta Telp : Faks: PT Bank CIMB Niaga, Tbk Graha Niaga Lt 12 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58 Jakarta Telp : Faks: PT Bank Danamon Indonesia, Tbk Kuningan Plaza Building, Tower Utara, Lt. 8, Jl. H. R. Rasuna Said Kav. C 11-14, Kuningan Jakarta Telp : Faks: PT Bank DBS Indonesia DBS Bank Tower, Lt. 36 Ciputra World 1, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta Telp: Fax : /5251 PT Bank Maybank Indonesia, Tbk Gedung Sentral Senayan III, Lt. 8 Jl. Asia Afrika No. 8 Gelora Bung Karno - Senayan Jakarta Telp: /39/87 Fax : PT Bank Mandiri (Persero), Tbk Wisma Mandiri II, Lt 8 Jl. Kebon Sirih No.83 Jakarta 10340, Indonesia Telp : Faks: PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk Wisma BNI 46 Lt.43 Jl.Jend.Sudirman Kav.1 Jakarta Telp : /9571 Faks: PT Bank OCBC NISP, Tbk OCBC NISP Tower Lt. 7 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25 Jakarta Telp : Faks: PT Bank Panin, Tbk Jl. Jend. Sudirman Kav.1 lt.12 Senayan Jakarta Telp : Faks: PT Bank Permata, Tbk Permata Bank Tower 3 Lt. 5 Jl. M. H. Thamrin Blok B1 No.1 Bintaro Jaya Sektor VII Tangerang Telp : Faks: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Gedung BRI II Lt. 5 Jl. Jend. Sudirman No Jakarta Telp : Faks: PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Menara Bank BTN Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Telp : ext: Fax : PT Bank UOB Indonesia UOB Plaza Lt.16 Jl. MH Thamrin No.10 Jakarta Telp : Faks: /6655 Standard Chartered Bank World Trade Center II, Lantai 5 Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta 12920, Indonesia Telp : Faks: The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Menara Mulia Lt.26 Jl.Jend.Gatot Subroto Kav.9-11 Jakarta Telp : Faks:
19 PT Danareksa Sekuritas Gedung Danareksa Jl. Medan Merdeka Selatan No.14 Jakarta Telp : Faks: /1725 PT Indo Premier Securities Wisma GKBI 7/F Suite 718, Jl. Jend. Sudirman No. 28, Jakarta Indonesia, Telp : Faks: PT Mega Capital Indonesia Menara Bank Mega Lt.2 Jl Kapten Tendean Kav 12-14A, Jakarta Selatan, Telp : Faks: PT MNC Securities MNC Financial Center, Lt Jl. Kebon Sirih No Jakarta Telp : Faks: PT Sucorinvest Central Gani Sahid Sudirman Center, Lt. 12 Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 Jakarta Telp : /3054 Faks: PT Trimegah Securities, Tbk Gedung Artha Graha Lt.18 Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta Telp : / /9135 Faks:
20 Lampiran II Sub-Registry Yang Tercatat Pada Central Registry Dalam Rangka Penatausahaan Obligasi Negara PT Bank Central Asia Tbk Sub Registry Menara BCA Lt Grand Indonesia Jl. M.H. Thamrin No.1 Jakarta (Biro Custodian) Telp : Faks: CITIBANK N.A. JKT Sub Registry Citibank Tower Lt.15, Jl.Jend.Sudirman Kav Jakarta Telp : /8781 Faks: Sub Registry BANK NIAGA Graha Niaga Lt.7 Jl. Jend Sudirman Kav.58 Jakarta (Securities Settlement Dept.) Telp : /5252/5353 Faks: / Deutsche Bank AG Deutsche Bank Building Jl. Imam Bonjol No. 80 Jakarta Telp : /9108 Faks: /3192/2136 HSBC Sub Registry Menara Mulia Building Lt. 25 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav Jakarta Telp : /6402/ Faks : /1305 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Sub Registry Indonesia Stock Exchange Building, 1 st Tower, Lt.5 Jl. Jend. Sudirman Kav Jakarta Telp : /1138 Faks: /1052 PT Bank Panin Tbk Sub Registry Panin Bank Centre, Lt. 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 1 Senayan Jakarta Telp : eks Faks: PT Bank Danamon Indonesia Tbk Sub Registry Menara Bank Danamon lt.9 Jl. Prof. Dr.Satrio Kav.E IV No.6 Mega Kuningan Jakarta (Securities Services) Telp: eks. 8491, 8948 Faks: /1465 PT Bank Internasional Indonesia Sub Registry Custodial Services Department, Gedung Sentral Senayan 3, Lt. 5, Jl. Asia Afrika No. 8, Senayan Gelora Bung Karno Jakarta Telp: ekt /29605 Faks: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Registry Plaza Mandiri, Jl.Jend.Gatot Subroto Kav Jakarta (FI Coverage & Solution Group) Telp : /5095 Faks: /5577 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sub Registry Kantor Besar Jl.Jend.Sudirman Kav.1, Jakarta (Divisi Local Corporate & Multinational Company 1) Telp : /8283 Faks: PT Bank Permata Sub Registry Permata Bank Tower III Jl. M.H. Thamrin Blok B1 No.1 Pusat Kawasan Niaga Bintaro Jaya Sektor VII Tangerang Telp : /9888 Faks:
21 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Bagian Kustodian Divisi Treasury Gedung BRI II Lt. 3 Jl. Jend. Sudirman No Jakarta Telp : Faks: Standard Chartered Sub Registry Menara Standard Chartered Bank Jl. Prof. Dr. Satrio No.164 Jakarta Telp : Faks: PT. Bank Mega Tbk Sub Registry Menara Bank Mega Lt.16 Jl. Kapt. Tendean 12-14A Jakarta Telp: /16223 Fax : up CMSD PT Bank DBS Indonesia Sub Registry DBS Bank Tower, Lt. 35. Ciputra World 1 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Karet Kuningan Jakarta Selatan Telp : Faks:
22 Lampiran III 21
23 Lampiran IV No. : Konfirmasi Kepemilikan Surat Utang Negara Rincian catatan kepemilikan Surat Utang Negara adalah sebagai berikut: Nama Pemilik Nama Pemegang Rekening Alamat No. Rekening Surat Berharga Kode SUN : : : : : SBR002 Nama SUN : Obligasi Negara Seri SBR002 Kupon Pertama : 7,50% Nominal Per Unit : Rp ,00 Jumlah Unit SUN :. Unit Total Nominal SUN : Rp. (terbilang..) Tanggal Setelmen/Penerbitan : 25 Mei 2016 Tanggal Jatuh Tempo : 20 Mei 2018 Konfirmasi ini diterbitkan sesuai dengan data dalam Rekening Efek/Sub Rekening Efek di Sub- Registry yang dikelola oleh.. sebagai pemegang rekening di Sub-Registry. Apabila terdapat kesalahan dalam lembar konfirmasi kepemilikan, pemilik SUN harus segera melapor kepada.. sebagai Agen Penjual untuk segera ditindaklanjuti. Jakarta, dd-mm-yyyy 22
24 Lampiran V 23
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA RITEL REPUBLIK INDONESIA SERI ORI013 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 6,60% per tahun Jatuh Tempo 15 Oktober 2019 OBLIGASI NEGARA
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MEMORANDUM INFORMASI SAVING BONDS RITEL REPUBLIK INDONESIA SERI SBR001 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Mengambang (disesuaikan setiap tiga bulan) dengan kupon minimal
PT PHILLIP SECURITIES INDONESIA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI006 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 9,35% per tahun Jatuh Tempo 15 Agustus 2012 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI006 DALAM MATA UANG RUPIAH
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI006 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 9,35% per tahun Jatuh Tempo 15 Agustus 2012 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI008 DALAM MATA UANG RUPIAH
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI008 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 7,30% per tahun Jatuh Tempo 15 Oktober 2014 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI011 DALAM MATA UANG RUPIAH
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI011 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 8,50% per tahun Jatuh Tempo 15 Oktober 2017 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI009 DALAM MATA UANG RUPIAH
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI009 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 6,25% per tahun Jatuh Tempo 15 Oktober 2015 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
PT PHILLIP SECURITIES INDONESIA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI007 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 7,95% per tahun Jatuh Tempo 15 Agustus 2013 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI012 DALAM MATA UANG RUPIAH
MEMORANDUM INFORMASI OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA SERI ORI012 DALAM MATA UANG RUPIAH Tingkat Kupon Tetap 9,00% per tahun Jatuh Tempo 15 Oktober 2018 OBLIGASI NEGARA YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA
RINGKASAN INFORMASI PRODUK Sukuk Tabungan seri ST001
RINGKASAN INFORMASI PRODUK Sukuk Tabungan seri ST001 1. Nama Produk: Sukuk Tabungan Republik Indonesia seri ST001 2. Jenis Produk: Obligasi Negara 3. Nama Penerbit: Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia 4.
Saving Bonds Ritel seri SBR002
Saving Bonds Ritel seri SBR002 Definisi Saving Bonds Ritel : adalah Obligasi Negara yang dijual kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui Agen Penjual yang tidak dapat diperdagangkan
F A Q OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-012
F A Q OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-012 1. Apakah yang dimaksud dengan Surat Utang Negara? Yaitu surat berharga yang berupa surat pengakuan hutang dari pemerintah dalam mata uang Rupiah maupun Valuta
Investasi Anda Untuk Indonesia Lebih Sejahtera
Investasi Untuk Pembangunan Bangsa Investasi Anda Untuk Indonesia Lebih Sejahtera KEMENTERIAN KEUANGAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN UTANG DIREKTORAT PEMBIAYAAN SYARIAH Gedung A.A. Maramis II Lantai
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA MEMORANDUM INFORMASI SUKUK NEGARA RITEL SERI SR-006 DALAM MATA UANG RUPIAH DENGAN AKAD IJARAH ASSET TO BE LEASED Imbalan / Kupon Tetap 8.75% Per Tahun Jatuh Tempo 5 Maret
PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN TINGKAT BUNGA MENGAMBANG SERI SBR001. Bagian A : Penerbit dan Bentuk Obligasi
DRAFT PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA OBLIGASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN TINGKAT BUNGA MENGAMBANG SERI SBR001 Bagian A : Penerbit dan Bentuk Penerbit : Pemerintah Republik Indonesia. Dasar Hukum :
FAQ OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-013
FAQ OBLIGASI NEGARA RITEL SERI ORI-013 1 Q Apakah yang dimaksud dengan Surat Utang Negara? A Yaitu surat berharga yang berupa surat pengakuan hutang dari pemerintah dalam mata uang Rupiah maupun Valuta
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara SUN Ritel Lampung, 13 April 2017 Pembicara DENI WAHIDIN Jabatan: Kepala Seksi
Seri ORI004. Direktorat Surat Berharga Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia
Seri ORI004 Direktorat Surat Berharga Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia Struktur ORI004 Penerbit : Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia Masa Penawaran
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Direktorat Surat Utang Negara SUN Ritel Jakarta, 30 November 2017 Pembicara: SANDI ARIFIANTO Kepala Seksi Perencanaan
No. 15/12/DASP Jakarta, 8 April SURAT EDARAN Kepada BANK, PERUSAHAAN EFEK, DEALER UTAMA DAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN
No. 15/12/DASP Jakarta, 8 April 2013 SURAT EDARAN Kepada BANK, PERUSAHAAN EFEK, DEALER UTAMA DAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN Perihal : Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana dan Penatausahaan
No. 11/ 32 /DPM Jakarta, 7 Desember 2009 SURAT EDARAN
No. 11/ 32 /DPM Jakarta, 7 Desember 2009 SURAT EDARAN Perihal : Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana dan Penatausahaan Surat Utang Negara Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank
SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Obligasi Negara Ritel
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Obligasi Negara Ritel PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI IDR NEGARA INDONESIA
No. 9/4/DPM Jakarta, 16 Maret 2007 SURAT EDARAN. Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana dan Penatausahaan Surat Utang Negara
No. 9/4/DPM Jakarta, 16 Maret 2007 SURAT EDARAN Perihal: Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana dan Penatausahaan Surat Utang Negara Sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia
SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Obligasi Negara Ritel
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Obligasi Negara Ritel SERI OBLIGASI IDR NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Obligasi Ritel Staf penjual yang berwenang dari PermataBank
No. 17/32/DPSP Jakarta, 13 November SURAT EDARAN
1 No. 17/32/DPSP Jakarta, 13 November 2015 2015 SURAT EDARAN Perihal : Tata Cara Lelang Surat Berharga Negara di Pasar Perdana dan Penatausahaan Surat Berharga Negara Sehubungan dengan Peraturan Bank Indonesia
PENGUMUMAN LELANG SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA
PENGUMUMAN LELANG SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA Sehubungan dengan akan dilakukannya Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara, di Pasar Perdana oleh Pemerintah melalui Bank Indonesia
Sukuk Negara Ritel Seri SR-002 Tahun 2010
Sukuk Negara Ritel Seri SR-002 Tahun 2010 Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan RI Jakarta, 22 Januari 2010 Agenda I. Dasar Hukum II. Tujuan dan Manfaat Penerbitan III. Investasi Pada
PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR NOMOR 19/1/PADG/2017 TENTANG PELAKSANAAN LELANG SURAT BERHARGA NEGARA DI PASAR PERDANA
PERATURAN ANGGOTA DEWAN GUBERNUR NOMOR 19/1/PADG/2017 TENTANG PELAKSANAAN LELANG SURAT BERHARGA NEGARA DI PASAR PERDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA ANGGOTA DEWAN GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang
Frequently Asked Questions (FAQ) Sukuk Negara Ritel SR-010
Frequently Asked Questions (FAQ) Sukuk Negara Ritel SR-010 1. Apakah yang dimaksud dengan SR-010? SR-010 adalah Sukuk Negara Ritel seri ke-10 yang merupakan Surat Berharga Syariah Negara yang diterbitkan
SURAT EDARAN. Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana
No. 6/10/DPM Jakarta, 16 Februari 2004 SURAT EDARAN Perihal: Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/3/PBI/2004 tanggal 16
SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA (Seri FR) Mata Uang Rupiah
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA (Seri FR) Mata Uang Rupiah PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI IDR NEGARA INDONESIA (Seri FR) Mata
SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Project Based Sukuk
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Project Based Sukuk PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI IDR NEGARA INDONESIA Mata
PROSPEK INVESTASI SURAT UTANG NEGARA
PROSPEK INVESTASI SURAT UTANG NEGARA Aula Ged B Lt.5, Sekretariat BPPK, 9 November 2017 Subhan Noor Direktorat Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko OUTLINE 1 2 Mengenal Instrumen
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK.
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN ATAS PROSPEKTUS RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN DARI PROSPEKTUS RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SUARA PEMBARUAN PADA TANGGAL
ORI OBLIGASI NEGARA RITEL
ORI OBLIGASI NEGARA RITEL PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK sebagai AGEN PENJUAL Oktober 2011 ORI Outline Sekilas Tentang ORI Cara Pembelian dan Perdagangan ORI Keuntungan dan Risiko Investasi di
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORA T JENDERAL PENGELOLAAN UTANG
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORA T JENDERAL PENGELOLAAN UTANG GEDUNG FRANS SEDA LANTAI2. JALAN DR. WAHIDIN RAYA NO.1. JAKARTA 10710 TELEPON (021) 3449230. FAKSIMILE (021) 3846635. SITUS
SURAT EDARAN Kepada BANK, PERUSAHAAN EFEK, DEALER UTAMA DAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN
No.12/ 31 /DASP Jakarta, 10 November 2010 SURAT EDARAN Kepada BANK, PERUSAHAAN EFEK, DEALER UTAMA DAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN Perihal : Tata Cara Lelang dan Penatausahaan Surat Berharga Syariah Negara
No.14/ 14 /DASP Jakarta, 18 April SURAT EDARAN Kepada BANK, PERUSAHAAN EFEK, DAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN
No.14/ 14 /DASP Jakarta, 18 April 2012 SURAT EDARAN Kepada BANK, PERUSAHAAN EFEK, DAN LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN Perihal : Tata Cara Penerbitan dan Penatausahaan Surat Berharga Syariah Negara Sehubungan
SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD Staf penjual
SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Sukuk Negara Ritel
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI NEGARA INDONESIA Mata Uang Rupiah, Sukuk Negara Ritel PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI IDR NEGARA INDONESIA Mata
SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD Staf penjual
SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD Staf penjual
PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA
PENGELOLAAN SURAT UTANG NEGARA Auditorium Sabang Kantor Pusat DJBC, 2 November 2017 Subhan Noor Direktorat Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan OUTLINE 1 2 Mengenal
Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/10/DPM tanggal 16 Februari Lampiran 1 Contoh Format : SURAT KONFIRMASI BROKER BIDDING LIMIT
Lampiran 1 Contoh Format : SURAT KONFIRMASI BROKER BIDDING LIMIT Kepada : Bank Indonesia Direktorat Pengelolaan Moneter cq. Bagian Operasi Pasar Uang Gedung B Lantai 10 Jl. MH. Thamrin No. 2 Jakarta 10010
SURAT EDARAN. Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana
No. 7/30/DPM Jakarta, 25 Juli 2005 SURAT EDARAN Perihal: Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/19/PBI/2005 tanggal 25 Juli
2015, No Mengingat dengan cara private placement di Pasar Perdana Domestik dengan mencabut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.08/2013 tent
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.947, 2015 KEMENKEU. Surat Utang Negara. Rupiah. Valuta Asing. Pasar perdana Domestik. Private Placement. Penjualan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
2018, No Peraturan Menteri Keuangan tentang Penjualan Surat Utang Negara Ritel di Pasar Perdana Domestik; Mengingat : Undang-Undang Nomor 24 Ta
No.434, 2018 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Penjualan SUN di Pasar Perdana Domestik. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31/PMK.08/2018 TENTANG PENJUALAN SURAT UTANG NEGARA
SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD, Sukuk Negara
RINGKASAN PRODUK SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang USD, Sukuk Negara PT. Bank Permata Tbk, terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan Page 1 SERI OBLIGASI USD NEGARA INDONESIA Mata Uang
Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia
Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Republik Indonesia Obligasi Negara Ritel (ORI) Obligasi Negara Surat pengakuan utang jangka panjang (di atas 12 bulan)
PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN,
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 108/PMK.08/2007 TENTANG SISTEM DEALER UTAMA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Sistem Dealer Utama dan untuk lebih meningkatkan
No. 17/48/DPD Jakarta, 7 Desember SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA
No. 17/48/DPD Jakarta, 7 Desember 2015 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA Perihal : Penerbitan, Tata Cara Lelang, dan Penatausahaan Surat Berharga Bank Indonesia dalam Valuta Asing Sehubungan
SURAT EDARAN. Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana
No. 5/ 4 /DPM Jakarta, 21 Maret 2003 SURAT EDARAN Perihal: Tata Cara Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 5/4/PBI/2003 tanggal 21 Maret
KEBIJAKAN KONVERSI PENYALURAN DBH DAN/ ATAU DAU DALAM BENTUK NON TUNAI
KEBIJAKAN KONVERSI PENYALURAN DBH DAN/ ATAU DAU DALAM BENTUK NON TUNAI 1 DASAR HUKUM Pasal 15 ayat (2) dan (3) UU Nomor 14 Tahun 2015 tentang APBN Tahun 2016 (1) Ketentuan mengenai penyaluran anggaran
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/19/PBI/2005 TENTANG PENERBITAN, PENJUALAN DAN PEMBELIAN SERTA PENATAUSAHAAN SURAT UTANG NEGARA
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 7/19/PBI/2005 TENTANG PENERBITAN, PENJUALAN DAN PEMBELIAN SERTA PENATAUSAHAAN SURAT UTANG NEGARA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Bank Indonesia telah ditunjuk
No. 10/ 25 /DPM Jakarta, 14 Juli SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA. Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum
No. 10/ 25 /DPM Jakarta, 14 Juli 2008 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK DI INDONESIA Perihal : Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek Bagi Bank Umum Sehubungan dengan ditetapkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor
2013, No menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Lelang Surat Utang Negara Dalam Mata Uang Rupiah Dan Valuta Asing Di Pasar Perdana Domest
No.358, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Surat Utang Negara. Pasar Perdana. Domestik. Lelang. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43/PMK.08/2013 TENTANG LELANG
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 36 /PMK.06/2006 TENTANG PENJUALAN OBLIGASI NEGARA RITEL DI PASAR PERDANA MENTERI KEUANGAN,
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 36 /PMK.06/2006 TENTANG PENJUALAN OBLIGASI NEGARA RITEL DI PASAR PERDANA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 9/3/PBI/2007 TENTANG LELANG DAN PENATAUSAHAAN SURAT UTANG NEGARA GUBERNUR BANK INDONESIA,
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 9/3/PBI/2007 TENTANG LELANG DAN PENATAUSAHAAN SURAT UTANG NEGARA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Bank Indonesia telah ditunjuk oleh Pemerintah sebagai agen
PT SARANA MULTI INFRASTUKTUR (PERSERO)
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN OLEH PT SARANA MULTI INFRASTRUKTUR
BAB III MEKANISME PEMBAYARAN IMBALAN DI PT. DANAREKSA SURABAYA. A. Gambaran Umum PT. Danareksa Surabaya
BAB III MEKANISME PEMBAYARAN IMBALAN DI PT. DANAREKSA SURABAYA A. Gambaran Umum PT. Danareksa Surabaya 1. Profil PT. Danareksa Surabaya a. Identitas Persero PT. Danareksa Persero, merupakan perusahaan
Sukuk Ritel. Instrumen Investasi Berbasis Syariah yang Aman dan Menguntungkan
Sukuk Ritel Instrumen Investasi Berbasis Syariah yang Aman dan Menguntungkan Disampaikan pada acara Marketing Sukuk Ritel seri SR-007 Tahun 2015 Apakah? Sukuk Negara yang dijual kepada individu atau orang
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No.1204, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Penjualan. Daeler Utama. Pelaksanaan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 134/PMK.08/2013 TENTANG DEALER UTAMA DENGAN
2015, No b. bahwa untuk memberikan kepastian hukum sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu dilakukan perubahan atas Peraturan Menteri Keuang
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1705, 2015 KEMENKEU. Pasar. Perdana Domestik. Valuta Asing. Mata Uang Rupiah. Lelang. Surat Utang Negara. Perubahan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
Seri SR-005. Tumbuhkan Semangat Pendidikan dengan Sukuk Negara Ritel.
Tumbuhkan Semangat Pendidikan dengan Sukuk Negara Ritel Instrumen Investasi berbasis Syariah yang Aman dan Menguntungkan www.valburysecurities.co.id 2013 PERKEMBANGAN PASAR KEUANGAN SYARIAH & SUKUK NEGARA
MARKETING SAVINGS BOND RITEL SERI SBR002
MARKETING SAVINGS BOND RITEL SERI SBR002 2016 1. Prospek Perekonomian Indonesia & Strategi Pembiayaan APBN Melalui Utang 2. Savings Bond Ritel (SBR) sebagai Pilihan Investasi 3. Penerbitan SBR002 4. Perbandingan
Sukuk Negara Ritel. Instrumen Investasi berbasis Syariah yang Aman dan Menguntungkan
Instrumen Investasi berbasis Syariah yang Aman dan Menguntungkan Disampaikan pada acara Marketing seri SR-007 Tahun 2015 Dasar Hukum Undang-Undang: UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah
No. 10 /2/DPM Jakarta, 31 Januari SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM
No. 10 /2/DPM Jakarta, 31 Januari 2008 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM Perihal : Transaksi Repurchase Agreement Dengan Bank Indonesia di Pasar Sekunder. Dalam rangka memperluas jenis surat berharga
SAVINGS BOND RITEL SERI SBR003
Direktorat Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI SAVINGS BOND RITEL SERI SBR003 Bandung Balikpapan Palembang Yogyakarta Medan Pontianak Manado
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR :6/3/PBI/2004 TENTANG PENERBITAN, PENJUALAN DAN PEMBELIAN SERTA PENATAUSAHAAN SURAT UTANG NEGARA
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR :6/3/PBI/2004 TENTANG PENERBITAN, PENJUALAN DAN PEMBELIAN SERTA PENATAUSAHAAN SURAT UTANG NEGARA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Bank Indonesia telah ditunjuk
No. 16/ 23 /DPM Jakarta, 24 Desember 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA DI INDONESIA
No. 16/ 23 /DPM Jakarta, 24 Desember 2014 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA DI INDONESIA Perihal: Operasi Pasar Terbuka Sehubungan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 12/11/PBI/2010
No. 13/ 20 /DPM Jakarta, 8 Agustus 2011 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA
No. 13/ 20 /DPM Jakarta, 8 Agustus 2011 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DAN LEMBAGA PERANTARA Perihal : Perubahan Kedua atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/18/DPM tanggal 7 Juli 2010
No. 11/ 6 /DPM Jakarta, 10 Februari 2009 SURAT EDARAN KEPADA SEMUA BANK, PERUSAHAAN EFEK DAN LEMBAGA KUSTODIAN BUKAN BANK DI INDONESIA
No. 11/ 6 /DPM Jakarta, 10 Februari 2009 SURAT EDARAN KEPADA SEMUA BANK, PERUSAHAAN EFEK DAN LEMBAGA KUSTODIAN BUKAN BANK DI INDONESIA Perihal : Tata Cara Penatausahaan Surat Berharga Syariah Negara Ritel
- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/ 18 /PBI/2015 TENTANG PENYELENGGARAAN TRANSAKSI, PENATAUSAHAAN SURAT BERHARGA, DAN SETELMEN DANA SEKETIKA
- 1 - PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 17/ 18 /PBI/2015 TENTANG PENYELENGGARAAN TRANSAKSI, PENATAUSAHAAN SURAT BERHARGA, DAN SETELMEN DANA SEKETIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,
SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 238/PMK.08/2014 TENTANG
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 238/PMK.08/2014 TENTANG PENJUALAN SURAT UTANG NEGARA DI PASAR PERDANA DALAM DENOMINASI YEN DI JEPANG DENGAN
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN
INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN INFORMASI TAMBAHAN OTORITAS JASA KEUANGAN ( OJK ) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN
No.18/12/DPM Jakarta, 24 Mei S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA
No.18/12/DPM Jakarta, 24 Mei 2016 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal : Transaksi Repurchase Agreement Surat Berharga dalam Rupiah Bank Umum kepada Bank Indonesia terhadap
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INFORMASI INI MERUPAKAN PERBAIKAN ATAS INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS YANG TELAH DIPUBLIKASIKAN DI SITUS WEB PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA TBK ( PERSEROAN ) DAN PT
XXI. Resume Investasi Obligasi Ritel Indonesia Seri 10danSimulasi Perhitungan ORI 10. PPA Univ. Trisakti
PPA Univ. Trisakti XXI Resume Investasi Obligasi Ritel Indonesia Seri 10danSimulasi Perhitungan ORI 10 Tugas Mata Kuliah : Manajemen Keuangan dan Pasar Modal Dosen Pengajar : Ibu Susi Muchtar Mahasiswa
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.572, 2013 KMENTERIAN KEUANGAN. Surat Berharga Syariah Negara. Pembelian Kembali. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75/PMK.08/ 2013 TENTANG PEMBELIAN
