Instrumen dan Uji Syarat Instrumen

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Instrumen dan Uji Syarat Instrumen"

Transkripsi

1 Pertemuan Ke-6 Instrumen dan Uji Syarat Instrumen Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 1

2 Hal-hal Berpengaruhi terhadap Kualitas Data Hasil Penelitian Kualitas pengumpulan data, berkenaan ketepatan teknik/cara yang digunakan untuk mengumpulkan data Kualitas instruman penelitian berkenaan dengan validitas, indeks kesukaran, daya beda dan reliabilitas. 2

3 Pengumpulan Data Berbagai setting, misalnya data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (Natural Setting), pada labolaturium dengan metode eksprimen, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, dll. Berbagai sumber, sumber primer yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber sekunder sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen. Berbagai cara atau teknik pengumpulan data yaitu dengan interview (wawancara), kuisioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya. 3

4 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Angket (kuesioner) Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau peryataan tertulis kepada responden untuk menjawabnya. Kuesioner cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup dan terbuka dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos atau internet Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 4

5 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Sifat angket : Angket terbuka, apabila jawaban tidak ditentukan sebelumnya (responden yang mengisi jawabannya sendiri) Angket tertutup, apabila alternatifalternatif jawaban telah disediakan (responden tinggal memilih jawaban) Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 5

6 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Contoh : Model terbuka/format bebas Laporan-laporan apa saja yang telah saudara terima selama ini dan apakah laporan-laporan ini berguna atau tidak? Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 6

7 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Contoh: Model tertutup/ format pasti dengan Check-off question Mana yang menjadi pemasok dari hardware komputer perusahaan anda? Compaq Wearnes IBM DELL Apple Acer Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 7

8 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Contoh: Model tertutup/ format pasti dengan Yes/ No question Apakah semua mahasiswa boleh menggunakan Lab. Komputer? Ya Tidak, bila tidak sebutkan siapa saja yang berhak : Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 8

9 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Contoh: Model tertutup/ format pasti dengan Opinion question Berilah ranking dalam presentase jumlah waktu yang saudara habiskan untuk kegiatan di lab. komputer berikut ini : % kegiatan kuliah % mengerjakan tugas % bermain game % Internet Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 9

10 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Choice question Bagaimana pendapat anda tentang jaringan internet yang dilakukan kampus anda. Lingkarilah satu dari 5 (lima) jawaban yang tersedia : 1 = sangat tidak setuju 2 = tidak setuju 3 = kurang setuju 4 = setuju 5 = sangat setuju Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 10

11 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Checklist question Berikan tanda silang pada kolom penanggung jawab beberapa pekerjaan di Perguruan Tinggi XYZ: No Jenis Pekerjaan Oleh BAAK BAU Oleh Jurusan 1. Pendaftaran Ulang 2. Penyerahan KRS 3. Penentuan UTS/UAS 4. Dispensasi studi mahasiswa Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 11

12 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Angket/Kuesioner) Skala question Berikan tanda silang pada kolom yang anda anggap paling dapat mewakili pendapat anda mengenai akses internet di kampus anda: No Faktor internet Kecepatan akses 2. Stabilitas koneksi 3. Kebebasan akses 4. security Catatan : 1 = sangat tidak puas 2 = tidak puas 3 = cukup puas 4 = puas 5 = sangat puas Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 12

13 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Wawancara) Wawancara Merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung berhadapan dengan sumber informasi (yang diwawancarai), tetapi juga dapat dilakukan secara tidak langsung seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain. Instrumennya dapat berupa : pedoman wawancara checklist 13

14 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Wawancara) Digunakan sebagai teknik pengumpul data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan untuk mengetahui hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil/ sedikit. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur melalui tatap muka (face to face) maupun dengan telepon. 14

15 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Wawancara) Hal-hal yang perlu diperhatikan (Sutrisno Hadi) : Subyek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya sendiri. Apa yang dinyatakan oleh subyek kepada peneliti adalah benar dan dapat dipercaya. Interpretasi subyek tentang pertanyaanpertanyaan yang diajukan peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan peneliti. 15

16 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Wawancara) Wawancara Terstruktur Digunakan sebagai teknik pengumpul data bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Pengumpul data : 1. Menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. 2. Setiap responden diberi pertanyaan yang sama dan pengumpul data mencatatnya 3. Pewawancara harus memberikan instrumen sebagai pedoman untuk wawancara pengumpul data dapat membawa alat bantu seperti recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu lancarnya wawancara. 16

17 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Wawancara) Wawancara Tidak Terstruktur Wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Dalam wawancara ini, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan responden. 17

18 Jenis Instrumen Pengumpul Data Observasi Teknik ini menuntut adanya pengamatan dari si peneliti baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap obyek penelitiannya. Instrumen yang dipakai dapat berupa : Lembar pengamatan Panduan pengamatan (Observasi) 18

19 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Observasi) Sutrisno Hadi (1986) menyatakan observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Teknik ini digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar 19

20 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Observasi) Observasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Observasi berperan serta (partician Observation) Observasi Nonpartisipan a. Observasi terstruktur b. Observasi tidak terstruktur 20

21 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Test) Tes Untuk mengumpulkan data yang sifatnya mengevaluasi hasil, proses atau untuk mendapatkan kondisi awal sebelum proses (pre-test dan post-test). Instrumennya dapat berupa: butir Soalsoal ujian atau soal-soal tes. 21

22 Jenis Instrumen Pengumpul Data (Test) 22 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Tes: Mengukur Tipe/ tingkatan data interval, rasio. Perlu divalidasi: internal (validasi konstruk dan konten), validasi eksternal (uji coba, validitas, indeks daya pembeda, indeks kesukaran, dan reliabilitas). Digunakan dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd

23 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data No. Teknik Instrumen 1 Angket (kuesioner) a. Angket (kuesioner) b. Daftar cocok (checklist) c. Skala (scala) d. Inventory (inventory) 2 Wawancara (interview) a. Pedoman wawancara (interview guide) b. Daftar cocok (checklist) 3 Pengamatan/observasi (Observation) a. Lembar pengamatan b. Panduan pengamatan c. Observation sheet d. Daftar cocok (checklist) 4 Tes a. Soal ujian (soal tes atau tes) b. Inventory 5 Dokumentasi a. Daftar cocok (checklist) b. tabel; 23 Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd Sumber : Riduwan, 2011:25)

24 MENYUSUN ANGKET/ KUESIONER 24

25 Langkah-langkah penyusunan (angket/ kuesioner) : 1. Tentukan variabel-variabel yang terpakai dalam penelitian. Variabel ini dapat tercermin pada judul penelitian. 2. Jabarkan variabel tersebut menjadi subvariabel/ dimensi. 25

26 Menyusun Angket/ Kuesioner 3. Jabarkan sub-variabel/dimensi tersebut menjadi indikator-indikator. 4. Jabarkan indikator tersebut menjadi deskriptor. 5. Jika deskriptor masih dapat dibagi lagi menjadi komponen terkecil, maka komponen ini dijadikan sebagai butirbutir pertanyaan, dan deskriptor dapat dipergunakan langsung sebagai butir pertanyaan. 26

27 Menyusun Angket/ Kuesioner 6. Membuat kisi-kisi yang memuat : variabel subvariabel/ dimensi indikator deskriptor nomor item. 7. seluruh butir-butir pernyataan/ pertanyaan yang selesai ditentukan, selanjutnya ditempatkan pada lembaran instrumen seperti angket (kuesioner). Angket yang baik dibuat seinformatif mungkin. 27

28 Contoh : Misalkan seorang peneliti akan meneliti tentang : Hubungan Motivasi Belajar Siswa dengan Hasil Belajar Matematika Siswa, penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas VIII di suatu SMP. Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 28

29 Dari judul dapat ditentukan variabel : 1. Variabel terikat (dependent) : Hasil belajar matematika 2. Variabel bebas (independent) : Motivasi belajar Setelah ditentukan variabelnya, selanjutnya tentukan teknik pengumpulan data dan instrumen yang sesuai. Dari contoh tersebut maka dapat ditentukan : Variabel Teknik Instrumen Motivasi belajar Angket/ kuesioner Pernyataan/ Pertanyaan Hasil belajar matematika Tes/ dokumentasi Butir soal/ dokumen Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 29

30 Selanjutnya disusun instrumen pernyataan/ pertanyaan dalam angket/ kuesioner untuk variabel motivasi belajar sesuai dengan teori yang digunakan dan diturunkan menurut prosedur. Untuk variabel hasil belajar matematika disusun instrumen (soal) berdasarkan materi pokok pembelajaran yang diteliti, jika menggunakan dokumentasi maka dicari dokumen, catatan, hasil ulangan, ujian, UN, dan sebagainya. Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 30

31 Contoh Membuat Angket Variabel : Motivasi Sub variabel : (1). ketekunan dalam belajar (2). ulet dalam menghadapi kesulitan (3). minat dan ketajaman dalam belajar (4). berprestasi dalam belajar (5). mandiri dalam belajar Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 31

32 Contoh Membuat Angket Sub variabel : (1) Indikator : a. Kehadiran di sekolah b. Mengikuti PBM di kelas c. Belajar di rumah Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 32

33 Contoh Membuat Angket Sub variabel : (2) Indikator : a. Sikap terhadap kesulitan b. Usaha mengatasi kesulitan Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 33

34 Contoh Membuat Angket Sub variabel : (3) Indikator : a. Kebiasaan dalam mengikuti pelajaran b. Semangat dalam mengikuti PBM Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 34

35 Contoh Membuat Angket Sub variabel : (4) Indikator : a.keinginan untuk berprestasi b.kualifikasi hasil Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 35

36 Contoh Membuat Angket Sub variabel : (5) Indikator : a. Penyelesaian tugas / PR b. Menggunakan kesempatan di luar jam pelajaran. Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 36

37 Contoh Membuat Angket Selanjutnya dari masing masing indikator dibuat deskriptornya, dan dari deskriptor ini dapat digunakan langsung sebagai butir instrumennya. Langkah terakhir, buat nomor item (butir) pernyataan atau pertanyaannya. Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 37

38 Contoh Kisi-Kisi Angket Variabel Sub Variabel /Dimensi Indikator Deskriptor Nomor Item Motivasi Ketekunan dalam belajar Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd Kehadiran di sekolah Menggikuti PBM di kelas Saya hadir di sekolah sebelum bel berbunyi Jika malas, saya tidak masuk sekolah Saya merasa rugi jika tidak masuk sekolah Jika guru sudah lebih dulu berada di kelas, saya memilih tidak masuk Saya mengikuti pelajaran sampai jam terakhir Saya tidak mengikuti pelajaran, jika tidak saya sukai Saya mengikuti pelajaran siapapun guru yang mengajar Saya keluar kelas saat pelajaran berlangsung

39 Contoh Angketnya No. Pernyataan Variabel Motivasi ( X ) 1 Saya hadir di sekolah sebelum bel masuk berbunyi. 2 Jika malas, saya tidak masuk sekolah 3 Saya merasa rugi, jika tidak masuk sekolah 4 Jika guru lebih dulu berada di kelas, maka saya cenderung memilih tidak masuk. 5 Saya berusaha untuk selalu hadir di sekolah 6 Saya mengikuti pelajaran sekolah sampai jam pelajaran berakhir 7 Saya tidak mengikuti pelajaran, jika pelajaran itu tidak saya sukai 8 Saya tetap mengikuti pelajaran, siapapun guru yang mengajarnya Altenatif Jawaban SS ST RG TS STS Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 39

40 40

41 Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 41

42 Suatu instrumen pengukuran dikatakan valid jika instrumen dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur. Menurut Arikunto (2006) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. 42

43 Jenis validitas instrumen penelitian : Validitas logis (logical validity), yaitu validitas yang dinyatakan berdasarkan hasil penalaran dan dirancang dengan baik sesuai dengan teori dan ketentuan yang ada. Validitas logis langsung diperoleh ketika instrumen sudah selesai disusun dan tidak perlu diuji coba terlebih dahulu. 43

44 Validitas empirik (empirical validity), yaitu validitas yang dinyatakan berdasarkan hasil pengalaman. Sebuah instrumen penelitian dikatakan memiliki validitas apabila sudah teruji/ dibuktikan melalui pengalaman, yaitu dengan dilakukan uji coba terlebih dahulu. 44

45 Uji-t dalam validitas Pertama, pengujian validitas cukup menggunakan nilai koefisien korelasi apabila responden yang dilibatkan dalam pengujian validitas adalah populasi. Artinya, keputusan valid tidaknya item instrumen, cukup membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel. Kedua, pengujian validitas perlu menggunakan uji t apabila responden yang dilibatkan dalan pengujian validitas adalah sampel. Artinya, keputusan valid tidaknya item instrumen, tidak bisa dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel, tetapi harus dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel. 45

46 Rumus PPM : r xy ( N. x 2 N. xy ( x) ( x).( y) 2 ).( N. y 2 ( y) 2 ). Keterangan : r xy = koefisien korelasi variabel x dengan variabel y. xy = jumlah hasil perkalian antara variabel x dengan variabel y. x = jumlah nilai setiap item. y = jumlah nilai konstan. N = jumlah subyek penelitian 46

47 Kriteria keputusan : Jika r hitung > r tabel maka item valid Jika r hitung < r tabel maka item tidak valid Atau dengan menggunakan kriteria berikut: Kriteria penafsiran indeks korelasi (r) Indeks Korelasi (r) 0,800 1,000 0,600 0,799 0,400 0,599 0,200 0,399 0,000 0,199 Kriteria Penafsiran Sangat Tinggi Tinggi Cukup Tinggi Rendah Sangat Rendah (tidak valid) 47

48 Variabel : Motivasi Belajar Jumlah responden : 10 orang Jumlah pernyataan : 6 item Berapa item valid dan yang tidak valid? 48

49 Diperoleh data sebagai berikut : No. Resp. Skor item untuk no Skor Total (Y) Jumlah

50 Buat tabel penolong : untuk item (1) No. Item Pernyataan No.1 X Y X 2 Y 2 XY Jumlah X Y X 2 Y 2 XY

51 Masukan nilai-nilainya ke dalam rumus PPM : N. xy ( x).( y) r xy ( N. x ( x) ).( N. y ( y) ). r xy (10.(150) 10.(811) (38).(208) 2 (38) 2 ).(10.(4456) 2 (208) 2 ). r xy ( ).( ). r xy 206 (56).(1296) ,765 51

52 Demikian seterusnya dicari korelasi butir 2, 3, 4, 5 dan 6. Sehingga diperoleh : r hitung butir (1) : 0,765 r hitung butir (2) : 0,529 r hitung butir (3) : 0,414 r hitung butir (4) : 0,676 r hitung butir (5) : 0,714 r hitung butir (6) : 0,532 52

53 Mencari r tabel dengan α = 0,05 dan n = 10 maka diperoleh r tabel = 0,632. (dk = n 2) N Taraf Signifikan Taraf Signifikan Taraf Signifikan N N 5 % 1 % 5 % 1 % 5 % 1 % 0,997 0, ,381 0, ,266 0,345 0,650 0, ,374 0, ,254 0,330 0,878 0, ,367 0, ,244 0,317 0,811 0,754 0,707 0,666 0,632 0,917 0,874 0,834 0,798 0, ,361 0,355 0,349 0,344 0,339 0,463 0,456 0,449 0,442 0, ,235 0,227 0,220 0,213 0,207 0,306 0,296 0,286 0,278 0,270 Jika tabel r mengguna kan dk/db/df ,602 0,575 0,553 0,532 0,514 0,735 0,708 0,684 0,661 0, ,334 0,329 0,325 0,320 0,316 0,430 0,424 0,418 0,413 0, ,202 0,195 0,176 0,159 0,148 0,263 0,256 0,230 0,210 0,194 53

54 Kriteria keputusan : Jika r hitung > r tabel maka item valid Jika r hitung < r tabel maka item tidak valid No. Item r hitung r tabel α = 0,05 n = 10 Keputusan 1 0,765 > 0,632 Valid 2 0,529 < 0,632 Tidak Valid 3 0,414 < 0,632 Tidak Valid 4 0,676 > 0,632 Valid 5 0,714 > 0,632 Valid 6 0,532 < 0,632 Tidak valid 54

55 Dari hasil uji coba instrumen penelitian diperoleh bahwa dari 6 item, dinyatakan valid sebanyak 3 item yaitu item no. 1, no. 4 dan no. 5 (digunakan atau dipakai dalam penelitian), sedangkan dinyatakan tidak valid sebanyak tiga item yaitu : item no. 2, no. 3 dan no. 4 (diperbaiki atau didrop) 55

56 Pengujian validitas perlu menggunakan uji-t apabila responden yang dilibatkan dalan pengujian validitas adalah sampel. Artinya, keputusan valid tidaknya item instrumen, tidak bisa dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel, tetapi harus dengan membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel. 56

57 Apabila menggunakan Uji t, pada langkah 1 di atas diperoleh nilai korelasi sebagai berikut : r hitung butir (1) : 0,765 r hitung butir (2) : 0,529 r hitung butir (3) : 0,414 r hitung butir (4) : 0,676 r hitung butir (5) : 0,714 r hitung butir (6) : 0,532 Langkah berikutnya adalah mencari nilai t hitung. 57

58 Rumus Uji t : t hitung r n 2 1 r Untuk item no. 1 : 2 t hitung 0, , ,359 Demikian seterusnya, sehingga diperoleh : Item no. 2 : 1,762 Item no. 3 : 1,286 Item no. 4 : 2,594 Item no. 5 : 2,885 Item no. 6 : 1,776 58

59 Dengan α = 0,05 dan dk = n 2 = 10 2 = 8, dengan uji satu pihak maka diperoleh t tabel = 1,860. α untuk uji coba dua pihak (two tail test) 0,50 0,20 0,10 0,05 0,02 0,01 α untuk uji coba satu pihak (one tail test) dk 0,25 0,10 0,05 0,25 0,001 0, ,000 0,816 0,765 0,741 0,727 0,718 0,711 0,706 0,703 0,700 0,697 0,695 0,962 0,691 0,690 3,078 1,886 1,638 1,533 1,476 1,440 1,415 1,397 1,383 1,372 1,363 1,356 1,350 1,345 1,341 6,314 2,920 2,353 2,132 2,015 1,943 1,895 1,860 1,833 1,812 1,796 1,782 1,771 1,761 1,753 12,706 4,303 3,182 2,776 2,571 2,447 2,365 2,306 2,262 2,228 2,201 2,179 2,2160 2,145 2,131 31,821 6,965 4,541 3,747 3,365 3,143 2,998 2,896 2,821 2,764 2,718 2,681 2,650 2,624 2,602 63,657 9,925 5,841 4,604 4,032 3,707 3,499 3,355 3,250 3,169 3,106 3,055 3,012 2,977 2,947 59

60 Kriteria keputusan : Jika t hitung > t tabel maka item valid Jika t hitung < t tabel maka item tidak valid No. Item r hitung t hitung t tabel Keputusan 1 0,765 3,359 >1,860 Valid 2 0,529 1,762 <1,860 Tidak Valid 3 0,414 1,286 <1,860 Tidak Valid 4 0,676 2,594 >1,860 Valid 5 0,714 2,885 >1,860 Valid 6 0,532 1,776 <1,860 Tidak valid 60

61 Dari hasil uji coba instrumen penelitian diperoleh bahwa dari 6 item, dinyatakan valid sebanyak 3 item yaitu item no. 1, no. 4 dan no. 5 (digunakan atau dipakai dalam penelitian), sedangkan dinyatakan tidak valid sebanyak tiga item yaitu : item no. 2, no. 3 dan no. 4 (diperbaiki atau didrop) 61

62 Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 62

63 Point Biserial Correlation digunakan untuk mencari korelasi antara skor item dengan skor total tes (validitas item). Digunakan mencari validitas untuk data yang menggunakan jawaban benar (1) dan salah (0). Hasil perhitungan dengan Point Biserial Correlation dapat dikonsultasikan ke tabel r Product Moment dengan derajat kebebasan, yaitu db = N

64 Rumus : r pbis M p S - M t t. p q Keterangan : r pbis = koefisien korelasi point biserial M p = mean skor dari subyek-subyek yang menjawab betul item yang dicari korelasinya dengan tes M t = mean skor total (skor rata-rata dari seluruh peserta tes) S t = Standar deviasi skor total p = proporsi subyek yang menjawab betul item tersebut q = 1 - p 64

65 Akan diuji validitas item (soal) no. 1 yang telah diberikan tes pada siswa sebanyak 10 orang. No. Siswa Skor Setiap Item Soal Skor (X t ) p 0,6 0,6 0,8 0,6 0,8 0,6 0,6 0,1 0,3 0,6 q 0,4 0,4 0,2 0,4 0,2 0,4 0,4 0,9 0,7 0,4 X t 2 65

66 Keterangan : Bentuk tes obyektif Jawaban benar skor (1) dan salah skor (0) Banyaknya peserta tes (N) = 10 Mencari mean skor total (M t ) : M t X N t ,6 Mencari standar deviasi (S t ) : S t X t X t St 4,64 2, 15 N N

67 Mencari (M p ) item soal nomor 1 : Nomor Jawaban Betul Skor M t = 5,6 S t = 2,15 p 1 = 0,6 q 1 = 0,4 M p 7,2 Menguji validitas soal nomor 1: M - M p r p t 7,2-5,6 0,6 pbis. r. S q 2, , 911 pbis t 67

68 Jadi r pbis : 0,911 Dengan db = N 2 = 10 2 = 8 dan α = 0,05 Pada tabel r product-moment diperoleh : r tabel = r (α)(db) = r (0.05)(8) = 0,632 Kesimpulan : Karena r pbis > r tabel atau 0,911 > 0,632, maka soal nomor 1 disimpulkan valid 68

69 Instrumen & Uji Syarat_M. Jainuri, M.Pd 69

Pertemuan Ke-7. Uji Persyaratan Instrumen : Validitas

Pertemuan Ke-7. Uji Persyaratan Instrumen : Validitas Pertemuan Ke-7 Uji Persyaratan Instrumen : Validitas M. Jainuri, S.Pd Pendidikan Matematika-STKIP YPM Bangko 1 Uji Persyaratan Instrumen Validitas Instrumen Suatu instrumen pengukuran dikatakan valid jika

Lebih terperinci

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data Pendahuluan Data merupakan salah satu komponen riset Tanpa data tidak akan ada riset Data yang dipergunakan dalam riset haruslah benar, karena data yang salah akan menghasilkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto,

BAB III METODE PENELITIAN. merumuskan masalah sampai dengan menarik kesimpulan (Purwanto, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian merupakan keseluruhan cara atau kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian mulai dari merumuskan masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat non eksperimental, dengan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode atau cara penelitian guna pendekatan yang nantinya akan digunakan untuk memecahkan masalah. Adapun metode

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang

BAB III METODE PENELITIAN. menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstruk (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Di bagian lain Kerlinger menyatakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian eksperimen. Pendekatan kuantitatif adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengertian deskriptif menurut (Nazir, 2005)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan BAB III METODE PENELITIAN Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan metode penelitian. Seperti yang sudah Penulis paparkan pada bab satu, metode penelitian yang digunakan adalah

Lebih terperinci

Analisis Instrumen (Soal)

Analisis Instrumen (Soal) Analisis Instrumen (Soal) Oleh Dr. Zulkifli Matondang, M.Si PPs Unimed - Medan Pendahuluan Menganalisis instrumen (tes/non-tes), merupakan upaya untuk mengetahui tingkat kebaikan butir instrumen yang akan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan (Moh. Nazir, 2005: 271). Menurut Sugiyono (2007:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi dan Sampel Penelitian 3.1.1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini berlokasi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi No.229,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Masyhuri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional,

BAB III METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, 36 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional, karena dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara

Lebih terperinci

BAB IV EFEKTIVITAS PERMAINAN BAHASA SHUNDUQ AL-ASY YA (KOTAK BARANG) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA ARAB

BAB IV EFEKTIVITAS PERMAINAN BAHASA SHUNDUQ AL-ASY YA (KOTAK BARANG) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA ARAB BAB IV EFEKTIVITAS PERMAINAN BAHASA SHUNDUQ AL-ASY YA (KOTAK BARANG) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA ARAB A. Deskripsi Data Keberhasilan suatu penelitian tidak dapat terlepas dari adanya sekumpulan data,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan teoritis pada Bab II, maka langkah berikutnya pada Bab III ini adalah menguji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Subjek Penelitian 1.1.1 Lokasi Penelitian Objek penelitian dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Cimahi, Jalan Mahar Martanegara (Leuwigajah)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 9 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode dan Variabel Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi literasi informasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI mata

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini tidak semua variabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi, Populasi, Sampel, dan Waktu Penelitian 3.1.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada siswa Program Keahlian Kontrol Proses SMK Negeri 1 Kota Cimahi yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang

BAB III METODE PENELITIAN. hendaknya metode penulisan dengan memperhatikan kesesuaian antara objek yang BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara atau prosedur untuk mengetahui dan mendapatkan data dengan tujuan tertentu yang menggunakan teori dan konsep yang bersifat empiris, rasional

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain dan Metode Penelitian Berdasarkan masalah penelitian yang dirumuskan, maka penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Desain eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di MTS Negeri Bongkudai pada siswa kelas VIII

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di MTS Negeri Bongkudai pada siswa kelas VIII BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di MTS Negeri Bongkudai pada siswa kelas VIII tahun pelajaran 01-013. 3.1. Waktu Penelitian

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini mengenai pengaruh keragaman tenaga kerja (workforce diversity) terhadap kinerja karyawan bagian pemeliharaan (maintenance section)

Lebih terperinci

BAB III DESAIN PENELITIAN

BAB III DESAIN PENELITIAN BAB III DESAIN PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model bahan ajar matematika berkarakter yang dikembangkan berdasarkan learning obstacle siswa dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan, maka

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan, maka BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan, maka metode penelitian yang akan digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kualitatif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Surakhmad (Andrianto, 2011: 29) mengungkapkan ciri-ciri metode korelasional, yaitu: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menggunakan data yang dikualifikasikan/dikelompokkan dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Agroindustri FPTK UPI, dengan subjek penelitian Mahasiswa bidang peminatan

BAB III METODE PENELITIAN. Agroindustri FPTK UPI, dengan subjek penelitian Mahasiswa bidang peminatan 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri FPTK UPI, dengan subjek penelitian Mahasiswa bidang peminatan Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian yang ilmiah pula, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai 44 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian merupakan salah satu dari tindakan yang dapat dikatakan sebagai tindakan dalam mencari kebenaran dengan menggunakan pendekatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 46 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, yang suatu penelitian dituntut menggunakan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap

Lebih terperinci

B. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam rangka mengumpulkan data penelitian, penulis mengambil tempat dan waktu penelitian sebagai berikut:

B. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam rangka mengumpulkan data penelitian, penulis mengambil tempat dan waktu penelitian sebagai berikut: BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dimana penelitian kuantitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Menurut Syaodih Sukmadinata, N (2005:52) metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi dasar,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab permasalahan yang telah dipaparkan pada Bab I. Berdasarkan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang

BAB III METODE PENELITIAN. Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang 57 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek dan Subjek Penelitian Objek atau variabel dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa yang menggunakan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Melalui Metode Diskusi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. yang ingin dicapai yaitu penelitian deskriptif asosiatif, dengan menggunakan

III. METODE PENELITIAN. yang ingin dicapai yaitu penelitian deskriptif asosiatif, dengan menggunakan 32 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai yaitu penelitian deskriptif asosiatif, dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas mengenai lokasi, populasi, sampel, desain penelitian, metode penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Pada saat pelaksanaan penelitian, dipilih dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelas tersebut diupayakan memiliki

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Metode yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Metode yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment Design dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun

BAB III METODE PENELITIAN. mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun karakteristik,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penentuan metode dalam sebuah penelitian ilmiah merupakan langkah yang

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penentuan metode dalam sebuah penelitian ilmiah merupakan langkah yang III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode yang digunakan Penentuan metode dalam sebuah penelitian ilmiah merupakan langkah yang sangat penting karena metode dapat menentukan salah benarnya proses suatu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu prosedur untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan menempatkan obyek secara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. apapun tetapi hanya mengungkapkan fakta-fakta yang ada di sekolah.

BAB III METODE PENELITIAN. apapun tetapi hanya mengungkapkan fakta-fakta yang ada di sekolah. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang makanan lauk pauk dan sayuran tradisional di SMA N 11 Yogyakarta, maka penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui dan menentukan desain penelitian yang akan digunakan. Desain

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui dan menentukan desain penelitian yang akan digunakan. Desain BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melakukan suatu penelitian seorang peneliti terlebih dahulu harus mengetahui dan menentukan desain penelitian yang akan digunakan. Desain penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011:7), metode penelitian kuantitatif diartikan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012:

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012: BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental research). Menurut Sugiyono (2012: 77),

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif. Artinya data yang dikumpulkan

METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif. Artinya data yang dikumpulkan 69 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif. Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka saja, melainkan data tersebut berasal dari catatan lapangan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan metode eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. digunakan metode eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Untuk menjawab pertanyaan penelitian pertama, kedua dan ketiga, digunakan metode eksperimen yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Definisi desain penelitian menurut Nasution (2009:23) adalah Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Pada penelitian ini peneliti melakukan satu macam perlakuan yang diberikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kuasi eksperimen yang menurut Panggabean (1996) merupakan eksperimen dimana variabel-variabel yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif merupakan

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan III. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, serta hal yang penting dalam suatu penelitian. Metode penelitian menjelaskan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar dengan bahasa akhlak dalam menyelesaikan persoalan penjumlahan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. dengan The randomized pretest-posttest control group design (rancangan tes

BAB III METODE PENELITIAN. data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. dengan The randomized pretest-posttest control group design (rancangan tes A III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melakukan penelitian tentunya diperlukan suatu metode yang sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Metode penelitian menurut Sugiyono (006:1)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN A III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian eksperimen. Pendekatan kuantitatif adalah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sistematis dan logis, sehingga dapat dijadikan pedoman yang betul dan mudah BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan pedoman dan langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan penelitiannya, penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode Penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 006;160). Metode penelitian yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rangkaian sistematis dari penjelasan secara rinci tentang keseluruhan rencana penelitian mulai dari perumusan masalah, tujuan,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dengan judul Kontribusi Penguasaan Materi Mata Diklat Gambar Bangunan Gedung II terhadap Kesiapan Siswa SMK

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen (pre

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen (pre BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pra eksperimen (pre experimental design) dengan desain kelompok tunggal pretes dan postes (one group

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Definisi Operasional Untuk menghindari perbedaan penafsiran dan memudahkan dalam memahami serta mendapatkan pengertian yang jelas tentang judul Kajian Penggunaan Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember pada 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember pada tahun 2013, di MTs Darul Ulum Palangka Raya kelas VIII semester I tahun

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 29 Bandar Lampung yang berlokasi

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 29 Bandar Lampung yang berlokasi 53 III. METODELOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 29 Bandar Lampung yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Way Halim Kedaton Bandar Lampung. Waktu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metode penelitian, lokasi dan subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, teknik pengumpulan data, serta analisis data. A.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 70 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis relevansi muatan lokal pengembangan potensi di. Analisis relevansi dilakukan terhadap relevansi eksternal antara tujuan muatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. SUBJEK PENELITIAN 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Laboratorium UPI Bandung di Jl. Senjaya Guru kampus Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi

Lebih terperinci

TEKNIK ANALISIS KORELASI. Pertemuan 9. Teknik Analisis Korelasi_M. Jainuri, M.Pd 1

TEKNIK ANALISIS KORELASI. Pertemuan 9. Teknik Analisis Korelasi_M. Jainuri, M.Pd 1 TEKNIK ANALISIS KORELASI Pertemuan 9 1 Korelasi merupakan teknik pengukuran asosiasi/hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi adalah teknik dalam statistik bivariat/ multivariat yang digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan kegiatan percobaan untuk meneliti sesuatu peristiwa atau gejala

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian yaitu metode eksperimen semu (Quasi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian 32 III. METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Ujicoba Instrumen Uji coba instrumen dilaksanakan pada minggu ke-4 Juli 2015 sampai dengan minggu ke-1 Agustus 2015. Uji dilaksanakan di

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dirancang untuk mengungkapkan ada tidaknya hubungan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dirancang untuk mengungkapkan ada tidaknya hubungan 42 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dirancang untuk mengungkapkan ada tidaknya hubungan sebab-akibat antara model dan pendekatan pembelajaran yang dikembangkan dengan kemampuan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen Semu atau kuasi (Quasi Experimental) yaitu penelitian eksperimental yang penyamaan kelompok kontrol dengan kelompok

Lebih terperinci

Bab III. Metodologi penelitian

Bab III. Metodologi penelitian Bab III Metodologi penelitian 3.1 Desain Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitiannya bersifat asosiatif. Dengan penelitian asosiatif ini dapat diketahui hubungan antara variabel dan bagaimana

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek dan Ruang Lingkup Penelitian Penelitian skripsi ini dilakukan di BRI Syari ah Kantor Cabang Pembantu Serang yang beralamat di Jl. Ahmad Yani No. 165 Kelurahan Sumur

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dengan judul penelitian Efektivitas Pelatihan Kecerdasan Emosi terhadap

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dengan judul penelitian Efektivitas Pelatihan Kecerdasan Emosi terhadap 37 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Rancangan penelitian merupakan suatu strategi yang mengatur latar penelitian agar diperoleh data yang valid dan sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tanggal 18 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tanggal 18 20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 tanggal 18 20 Agustus 2016 di Jakarta, dengan lokasi kantor ABTI asosiasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif, dengan teknik pengambilan data yaitu kuesioner untuk mengukur data variabel x (kegiatan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. banyak menggunakan angka-angka dari mulai pengumpulan data, penafsiran BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang dalam prosesnya banyak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 9 Garut yang beralamatkan di Jalan Raya Bayongbong Km.07 Desa Panembong Tlp. (0262) 4772522 Garut. B. Metode Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 34 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan dan menyimpulkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan. 1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif korelasional dengan pendekatan ex post facto dan survey. Metode asosiatif korelasional

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2008:8), metode penelitian kuantitatif diartikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gorontalo pada Mahasiswa semester VII tahun akademik 2013/2014.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gorontalo pada Mahasiswa semester VII tahun akademik 2013/2014. 26 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di PGSD FIP Universitas Negeri Gorontalo pada Mahasiswa semester VII tahun akademik

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan atau cara mengemukakan

III. METODOLOGI PENELITIAN. penelitian adalah ilmu pengetahuan yang membahas jalan atau cara mengemukakan III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian digunakan untuk menemukan jawaban secara sistematis. Metodologi merupakan ilmu yang membicarakan tentang metode sedangkan metode

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Pembelajaran model pembelajaran PQ4R adalah model rangkaian kegiatan

BAB III METODA PENELITIAN. 1. Pembelajaran model pembelajaran PQ4R adalah model rangkaian kegiatan BAB III METODA PENELITIAN A. Definisi Operasional 1. Pembelajaran model pembelajaran PQ4R adalah model rangkaian kegiatan pembelajaran dengan menggunakan langkah preview (membaca selintas dengan cepat),

Lebih terperinci