BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Fanny Santoso
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian Metode adalah salah satu cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan tujuan dari suatu penelitian adalah mengungkapkan, menggambarkan, menyimpulkan hasil pemecahan masalah melalui cara-cara tertentu sesuai dengan prosedur penelitiannya. Metode penelitian menurut Sugiyono (2009, hlm. 2) metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Eksperimen. Penelitian eksperimen dilakukan di laboratorium sedangkan naturalistic atau kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah. Dalam penelitian eksperimen ada perlakuan (treatment), dengan demikian metode eksperimen diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan (Sugiyono, 2009, hlm. 72). Desain penelitian yang digunakan pre-experimental design yang jenis nya pretest-posttest design, karena penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Dasar penggunaan rancangan ini adalah kegiatan penelitian yang diawali dengan menentukan subjek dan diakhiri dengan suatu bentuk tes guna mengetahui pengaruh dari perlakuan yang telah diberikan. Sugiyanto (1995, hlm. 21) menyatakan: Tujuan penelitian eksperimental adalah untuk meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat serta besarnya hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan (treatment) terhadap kelompok eksperimen yang hasilnya dibandingkan dengan hasil kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda. Gambar desain penelitian pretest-posttest design penelitian ini sebagai berikut: Sandra Arhesa,2015 EFEKTIFITAS METODE LATIHAN PIRAMID DAN PIRAMIDTERBALIK TERHADAP PENINGKATAN HIPERTROFI OTOT DADA DAN KEKUATAN OTOT DADA PADA ATLET BINARAGA JAWA BARAT Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
2 2 Gambar 3.1. Desain Penelitian Pretest-Posttest Design (Sugiyanto, 1995, hlm. 21) Keterangan: S : Subjek Pretest : Tes Awal Pengukuran Hipertrofi dan Kekuatan Otot Dada sebelum dikasih perlakuan MSOP : Matched Subject Ordinal Pairing KE1 : Kelompok 1 (K 1 ) Latihan Piramid KE2 : Kelompok 2 (K 2 ) Latihan Piramid Terbalik Treatment A : Perlakuan menggunakan Latihan Bench press dengan Metode Latihan Piramid Treatment B : Perlakuan menggunakan Latihan Bench press dengan Metode Latihan Piramid Terbalik Posttest : Tes Akhir Pengukuran Hipertrofi dan Kekuatan Otot Dada setelah dikasih perlakuan Pembagian kelompok dalam penelitian ini dengan cara ordinal pairing. Adapun teknik pembagian kelompok secara ordinal pairing menurut Hadi (1995, hlm. 485) sebagai berikut: Gambar 3.2. Teknik Pembagian Kelompok secara Ordinal Pairing
3 3 B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Untuk memperoleh pemecahan masalah dari penelitian ini diperlukan data. Data adalah bentuk jamak dari datum yang diartikan sebagai istilah umum yang mengandung sejumlah arti. Populasi dalam suatu penelitian merupakan kumpulan individu atau objek yang mempunyai sifat-sifat umum. Populasi menurut Sugiyono (2009, hlm. 80) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan menurut Maksum (2012, hlm. 53) populasi adalah keseluruhan individu atau objek yang dimaksudkan untuk diteliti, yang nantinya akan dikenai generalisasi. Generalisasi adalah suatu cara pengambilan kesimpulan terhadap kelompok individu atau objek yang lebih luas berdasarkan data yang diperoleh dari sekelompok individu atau objek yang lebih sedikit. Populasi pada penelitian ini yaitu semua atlet binaraga Jawa Barat yang berjumlah 20 orang. 2. Sampel Sampel menurut Sugiyono (2009, hlm. 81) adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh karakteristik tersebut sedangkan menurut Maksum (2012, hlm. 53) Sampel adalah sebagian kecil individu atau objek yang dijadikan wakil dalam penelitian. Penulis mengutip pernyataan yang dikemukakan Sudjana (1987, hlm. 73) bahwa: Ada pendapat yang bisa dijadikan pegangan sekalipun bukan aturan yang pasti minimal sampel sebanyak 30 subyek. Ini didasarkan atas perhitungan atau syarat pengujian yang lazim digunakan dalam statistika. Pendapat lain ialah terhadap populasi kurang dari 1000 bisa diambil persen. Sedangkan penentuan jumlah sampel menurut Fraenkel, dkk (2012, hlm. 103) tidak ada ukuran yang pasti berapa jumlah sampel yang representatif itu, namun merekomendasikan jenis penelitian Eksperimen minimal 30 atau 15 subyek dengan kontrol yang sangat ketat. Teknik pengambilan anggota sampel menurut Maksum (2012, hlm. 59) dengan teknik Non-probability sampling yaitu teknik-teknik sampling yang tidak memungkinkan setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk
4 4 terpilih menjadi anggota sampel. Jenis dari non-probability sampling yang sesuai yaitu teknik purposive sampling. Sebuah teknik pengambilan sampel yang ciri atau karakteristiknya sudah diketahui lebih dulu berdasarkan ciri atau sifat populasi. Kriteria sampel ditentukan oleh peneliti sendiri sesuai dengan tujuan penelitian. Sedangkan menurut Arikunto (2013, hlm. 183) teknik ini dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu, yang biasanya dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya keterbatasan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Karakteristik yang peneliti pilih dari penelitian ini yaitu atlet binaraga Jawa Barat yang berprestasi, masih aktif mengikuti kejuaran-kejuaran, dan salah satu atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti PON 2016 yang diadakan di Jawa Barat. Sampel yang memenuhi karekteristik di atas berjumlah 8 orang kemudian dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik pembagian kelompok menggunakan ordinal pairing, kelompok yang menggunakan metode latihan piramid sebanyak 4 orang dan kelompok yang menggunakan metode latihan piramid terbalik sebanyak 4 orang. C. Instrumen Penelitian Untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan, penulis menggunakan alat ukur sebagai media pengumpulan data. Menurut Sugiyono (2009, hlm. 102) menjelaskan bahwa: instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Sedangkan menurut Maksum (2012, hlm. 111) Instrumen adalah alat ukur yang digunakan utuk mengumpulkan data dalam penelitian. Alat pengumpul data untuk penelitian ini yaitu tes. Tes menurut Maksum (2012, hlm. 107) adalah instrumen atau alat yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang individu atau objek.dalam penelitian ini penulis menggunakan alat ukur seperti: 1. Meteran Tujuan tes ini untuk mengukur lingkar otot dada pada saat tes awal dan tes akhir untuk melihat peningkatan hipertrofi ototnya. Meteran yang digunakan yaitu meteran pita, karena tersaji dalam bentuk pita dengan panjang tertentu. Satuan yang digunakan adalah milimeter dan centimeter. Seperti Gambar 3.3.
5 5 Gambar 3.3. Meteran pita ( 2. Tes Skinfold Calliper Tujuan tes ini untuk mengukur persentase lemak tubuh dan merupakan metode untuk mengukur berat badan yang benar dan komposisi. Di bawah kulit ada lapisan lemak subkutan oleh karena itu total persentase tubuh dapat diukur dengan mengambil skinfold pada titik yang dipilih pada tubuh dengan sepasang kaliper.tes lemak pada otot dada, dengan cara mengambil skinfold pada sudut 45 derajat secara horizontal di atas nipple dan sedikit ke kanan. Gambar skinfold calliper seperti Gambar 3.4. Gambar 3.4. Skinfold calliper ( 3. Tes Bench Press Tujuan dari tes ini adalah untuk mengevaluasi kekuatan tubuh bagian atas seorang atlet. sumber lain yang dibutuhkan untuk melakukan tes ini yaitu barbell dan bebannya, bangku atau bench, dan asisten. Seperti pada Gambar 3.5.
6 6 Gambar 3.5. Tes kekuatan otot dada dengan tes bench press (Mackenzie, 2005, hlm. 140) D. Prosedur Penelitian Penelitian dilaksanakan selama satu bulan setengah yaitu dimulai dari bulan April sampai pertengahan bulan Mei dengan frekuensi tiga kali latihan dalam satu minggu. Penelitian dilaksanakan pada hari senin,rabu dan jumat di beberapa tempat fitness center yang ada di Kota Bandung. Dalam pelaksanaan penelitian ini, kelompok sample sistem piramid dan sistem piramid terbalik diberi bentuk latihan yaitu latihan Bench press. Sebelum melakukan latihan dilakukan tes, Tes adalah instrumen atau alat yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang individu atau objek. Sebagai alat pengumpul informasi atau data. Data yang dikumpulkan yaitu data hasil tes pengukuran awal dan akhir pada penelitian sistem piramid dan sistem piramid terbalik. Cara pengumpulan data dilakukan dengan tes awal menggunakan meteran danskinfold calliper. Seperti Gambar 3.6. Gambar 3.6. Cara tes lingkar otot dada (
7 7 Pengukuran dilakukan secara horizontal, yang diambil melintang di atas dada dengan meteran pita melintasi kedua nipple. Pengukuran lebih baik dilakukan di depan cermin untuk memastikan posisi horizontal yang benar. Sedangkan pengukuran dengan menggunakan skinfold calliper dilakukan seperti Gambar 3.7. Gambar 3.7. Cara tes lemak pada otot dada dengan Skinfold calliper (Mackenzie, 2005, hlm. 102&106) Cara melakukan tes: 1. Ambilah skinfold dengan satuan dalam milimeter, dan pengukurannya dilakuakn di sisi kanan tubuh atlet 2. Angkat lipatan kulit antara ibu jari dan jari telunjuk sehingga mencakup dua ketebalan kulit dan subkutan lemak atlet 3. Tempatkan kaliper sekitar satu sentimeter dari jari dan pada kedalaman sama dengan ketebalan lipatan 4. Ulangi pengukuran tiga kali dan mencatat nilai rata-ratanya 5. Catat jumlah dari pengukuran dan gunakan nilai ini untuk menilai persentase lemak. Setelah dilakukan tes kemudian dianalisa dengan menggunakan Total skinfold value (SFV) yang diperoleh dari tes persentase lemak tubuh dengan menggunakan algoritma yang sesuai. Seperti:
8 8 Tabel 3.1. Persentase lemak tubuh Rata-rata pria memiliki 15 sampai 17% lemak tubuh, sementara wanita rata-rata adalah antara 18 dan 22%. Nilai-nilai khas untuk atlet elit 6% sampai 12% untuk pria dan 12% sampai 20% untuk wanita. Tabel berikut rincian persentase lemak tubuh untuk atlet pria dan wanita untuk berbagai olahraga. Pengukuran untuk mengetahui kekuatan otot dadanya menggunakan tes bench press (lihat gambar 3.5). Tes ini mengharuskan atlet untuk mengangkat beban sebanyak mungkin tanpa istirahat. 1. Catat berat badan atlet 2. Atlet pemanasan selama 10 menit 3. Angkat barbell dengan beban berat mendekati satu repetisi maksimal atlet. 4. Atlet melakukan bench press sampai mereka tidak dapat melanjutkan lagi 5. Asisten bertindak sebagai spotter untuk atlet dan menghitung jumlah yang berhasil diangkat 6. Jika jumlah bench press melebihi 12 maka atlet beristirahat selama 15 menit, asisten meningkatkan berat barbel dan atlet mengulangi tes. Menganalisis hasil tes dan dibandingkan dengan hasil tes sebelumnya dan diharapkan pelatihan yang tepat antara setiap tes, maka analisis akan menunjukkan perbaikan. Persamaan berikut ini memberikan perkiraan yang baik dari beban maksimum yang jumlah repetisi tidak melebihi 12. Rumusnya: 1 RM = Weight / ( ( x Jumlah Repetisi)) untuk penilaian 1 RM atlet maka 1 RM (kg) dibagi Berat Badan (kg) dan kemudian menentukan penilaian skor atlet dari Tabel normatif 3.2.
9 9 Tabel 3.2 Data Normatif Tes Bench press Setelah dilakukan tes awal kemudian dilanjutkan dengan penelitian selama satu bulan setengah dengan menggunakan program latihan bench pressdan dilakukan pengukuran akhir seperti pada pengukuran awal. E. Analiais Data 1. Uji Normalitas Uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah uji normalitas. Uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan program komputer SPSS 20. Untuk melihat normalitas data digunakan uji Kolmogorov- Simirnov dan Shapiro-wilk test, bertujuan untuk mengetahui distribusi data kedua kelompok baik sebelum maupun sesudah pelatihan. 2. Uji Homogenitas Dalam uji homogenitas dilakukan untuk menguji kesamaan rata-rata dan varians dengan menggunakan program komputer SPSS 20. Untuk melihat homogenitas data penelitian ini menggunakan uji Levene test. 3. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk menguji pengaruh dan perbedaan antar kelompok sampel dengan menggunakan uji t.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode yang akan digunakan penulis untuk mengetahui pengaruh latihan daya tahan otot sistem set terhadap perubahan kadar lemak tubuh dan massa otot yaitu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. 1. Tempat Penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dan pengambilan data dilaksanakan di lapangan bola voli Jatisrono Putra Tahun 2016. 2. Waktu penelitian Waktu
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode merupakan suatu cara atau jalan yang ditempuh untuk dapat mencapai suatu tujuan. Sugiono (2008: 1) menjelaskan tentang penelitian sebagai berikut:
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Perencanaan penelitian sangat dibutuhkan untuk menunjang pencapaian tujuan. Perencanaan atau metode yang baik adalah mengungkapkan, menggambarkan dan menyimpulkan
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini direncanakan dilaksanakan di GOR ATMI, Laweyan, Surakarta. 2. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh media permainan ular tangga terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA konsep daur air. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
21 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan
BAB III METODE PENELITIAN. artinya penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan kausalita atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, artinya penelitian yang bertujuan untuk mencari hubungan kausalita atau sebab-akibat. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. metode yang tepat sehingga dapat memberikan kemudahan untuk memecahkan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Dalam melakukan penelitian diperlukan pemilihan metode
BAB III METODE PENELITIAN. pendidikan jasmani di SMP Laboratium Percontohan UPI. Waktu : Mulai dari bulan agustussampai dengan oktober 2012.
36 BAB III METODE PENELITIAN A. Tujuan Penelitian Secara operasional, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh modifikasi alat pembelajaran terhadap jumlah waktu aktif belajar pendidikan jasmani
METODE PENELITIAN. yang hidup dan berguna bagi masyarakat, maupun bagi peneliti sendiri.
3 III. METODE PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Metodologi penelitian adalah cara yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan, direncanakan oleh para peneliti untuk memecahkan permasalahan
BAB III METODE PENELITIAN. Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Waktu penelitian dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di lapangan SD Negeri Surodadi 1 Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Group Design E1 : P1 X1 P2 E2 : P1 X2 P2. Gambar 2.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Group Design (Suharsimi Arikunto, 2005: 210-211).
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, peneliti tidak mempunyai keleluasaan untuk memanipulasi subjek, artinya random kelompok biasanya diapakai
III. METODELOGI PENELITIAN. Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui pengaruh
III. METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui pengaruh latihan skipping terhadap peningkatan power otot tungkai dalam pada siswa
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Disampaikan oleh Nazir (2005:84) Penelitian adalah suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode ilmiah serta
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara atau teknik yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah dalam penelitian. Surakhmad (1990, Hlm. 1) menjelaskan bahwa: Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam suatu penelitian diperlukan langkah-langkah yang direncanakan dan
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan langkah-langkah yang direncanakan dan sistematis guna mendapatkan pemecahan atau jawaban-jawaban tertentu terhadap masalah
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan menyimpulkan data
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah latihan half squat jump dan split
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian disusun dengan penuh perhitungan agar dapat menghasilkan petunjuk yang kuat hubungannya dengan masalah penelitian. Penelitian ini bertujuan
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian. Merdeka Jombor yang beralamat Jl. Tentara Pelajar, Kecamatan Sukoharjo.
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat penelitian (treatment) ini dilaksanakan di Lapangan SMA Negeri 1 Tawangsari yang beralamat di Jl. Patimura No. 105,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian Lokasi pelaksanaan penelitian ini yaitu di Sekolah Dasar Negeri Sindanggalih yang bertempat di Jl. Noenoeng Tisna Saputra Kelurahan
BAB III METODE PENELITIAN. menyimpulkan data guna memecahkan suatu masalah melalui cara-cara tertentu yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan menyimpulkan data
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Surakarta, Jl.Mr sartono 34 Surakarta 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan
BAB III METODE PENELITIAN. tujuan dan kegunaan tertentu dengan menggunakana cara dan aturan metodologi.
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian merupakan suatu kegiatan mencermati suatu objek yang memiliki tujuan dan kegunaan tertentu dengan menggunakana cara dan aturan metodologi. Seperti
BAB III METODE PENELITIAN
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian pasti mutlak diperlukan metode yang akan digunakan. Karena dengan menggunakan metode, maka terdapat cara untuk menyelesaikan sebuah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, metode eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Suatu penelitian akan berhasil dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan, jika dalam proses penelitian penggunaan metodologi yang tepat dengan sistematik
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Sugiyono (2008:107) Terdapat tiga metode penelitian bila dilihat dari tingkat
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Waktu dan tempat dalam penelitian akan dilaksanakan pada : Jl. Raya Lembang No. 357 Kab. Bandung Barat.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Operasional Penelitian Secara operasional, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh metode pembelajaran demonstrasi dan metode pembelajaran tugas (latihan)
III. METODE PENELITIAN. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki
23 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti. Populasi dalam penelitian
III. METODOLOGI PENELITIAN. rancangan true exsperimental design yang bertujuan untuk mengetahui
30 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan rancangan true exsperimental design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh suatu
BAB III METODELOGI PENELITIAN
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Dalam sebuah penelitian diperlukan sebuah sumber data yang digunakan untuk memperoleh data yang sesuai dengan yang diinginkan. Adapun mengenai objek
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di lapangan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan
30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di lapangan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN a. Lokasi dan waktu penelitian Lokasi penelitian akan dilaksanakan di : Lokasi : SMAN 2 Ciamis Waktu : 2-28 September 2013 b. Populasi dan sampel Dalam tercapainya suatu tujuan
BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian. Berdasarkan pengertian di atas, maka populasi merupakan
46 BAB III SUBJEK DAN METODE PENELITIAN A. Subjek Penelitian 1. Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2010:173) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Berdasarkan pengertian di atas, maka populasi
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang akan dikaji kebenarannya, penggunaan
BAB III METODE PENELITIAN
24 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penalitian Penelitian ini dilakukan di Klub Bahana Bandung yang terletak di Jalan Diponogoro, no. 22, Bandung. 2. Populasi
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam setiap penelitian diperlukan suatu metode. Penggunaan metode dalam penelitian disesuaikan dengan masalah dan tujuan penelitiannya. Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1) Lokasi Penelitian Hal yang menjadi perhatian pada setiap pelaksanaan kegiatan penelitian adalah data, melalui data akan dapat dinyatakan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
36 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Tempat pelaksanaan dalam penelitian ini di Sekolah Sepak Bola (SSB) UNI Bandung, Komplek Baturaden, Ciwastra. Waktu penelitian dilaksanakan selama
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2006:1). Bertitik tolak dari permasalahan,
BAB III METODE PENELITIAN O 1 X O 2
BAB III METODE PENELITIAN A. DESAIN PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. (Sugiyono, 2014 hlm. 3). Adapun cara ilmiah
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Way Pengubuan kabupaten Lampung
31 III. METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Way Pengubuan kabupaten Lampung Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sidosari Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan pada semester genap Tahun Pelajaran
21 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sidosari Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan pada semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. B. Populasi
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penentuan suatu metode dalam proses penelitian merupakan langkahlangkah signifikan yang akan mendorong tercapainya tujuan penelitian, ketepatan penentuan
BAB III METODE PENELITIAN. metode kuasi eksperimen adalah metode yang dalam pelaksanaannya tidak
28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi experiment. Penelitian quasi experiment dengan pertimbangan bahwa metode kuasi eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Sugiyono (2008: 3). Bertitik tolak dari permasalahan, rumusan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Penelitian kuantitatif
METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar
22 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 sebanyak 8 kelas dengan jumlah 192 siswa. B.
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen bentuk quasi eksperimental design, kelompok kontrol tidak dapat
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen (Experimental Research) merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui/menilai
BAB III METODE PENELITIAN. membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang akan dikaji kebenarannya,
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian diperlukan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu permasalahan yang akan dikaji kebenarannya, penggunaan
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 di MAN 1 Pringsewu Kabupaten Pringsewu. 3.2 Populasi Penelitian Populasi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN. Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Dalam melaksanakan suatu penelitian, tentunya akan diperlukan sejumlah data yang dapat membantu untuk membahas masalah dalam suatu penelitian tersebut.
EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN DENGAN METODE CIRCUIT WEIGHT TRAINING DENGAN SUPER SET
EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN DENGAN METODE CIRCUIT WEIGHT TRAINING DENGAN SUPER SET TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PROSENTASE LEMAK PADA MEMBER CAKRA SPORT CLUB E-JOURNAL Oleh: Prabowo Purwanto 12603141030
BAB III PROSEDUR PENELITIAN
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Pada suatu penelitian penggunaan metode yang dipakai harus tepat dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3). Metode
BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian secara umum dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Sugiyono, 2010:3). Metode
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Dalam suatu penelitian perlu menetapkan suatu metode yang sesuai dan dapat membantu mengungkapkan suatu rumusan masalah. Keberhasilan suatu penelitian tidak
III. METODOLOGI PENELITIAN. Pada suatu penelitian penggunaan metode yang dipakai harus tepat dan. diperoleh hasil sesuai tujuan yang diharapkan.
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian penggunaan metode yang dipakai harus tepat dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sesuai
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Dengan kata lain, penelitian eksperimen dapat diartikan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang sesuai dengan jenis penelitian yang akan dilaksanakan. Metode tersebut
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Setiap desain penelitian harus memiliki metode atau prosedur tertentu yang
III. METODE PENELITIAN. diinginkan. Menurut Arikunto (2006 : 3) penelitian eksperimen adalah suatu penelitian
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara tertentu yang digunakan untuk meneliti suatu permasalahan sehingga mendapatkan hasil atau tujuan yang diinginkan. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN
45 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian Tempat pelaksanaan dalam penelitian ini tempat penelitian di Sekolah Sepakbola (SSB) IPI GS Bandung yang ada di lapangan SMK VIKU kompleks TNI
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian memiliki rancangan yang menggambarkan prosedur atau langkah langkah yang harus ditempuh, sumber data, dan dengan cara bagaimana data
R O 1 X O 2 R O 3 O 4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian eksperimen memiliki berbagai bentuk desain penelitian, penggunaan desain tersebut, disesuaikan dengan aspek penelitian serta masalah pokok
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan
BAB III PROSEDUR PENELITIAN. menyimpulkan data guna memecahkan suatu masalah melalui cara-cara tertentu
42 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan, menggambarkan, dan menyimpulkan
III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Eksperimen Semu (quasi eksperimen) yaitu metode yang membandingkan pengaruh pemberian suatu perlakuan (treatment)
METODE PENELITIAN. dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggung jawabkan
41 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada suatu penelitian penggunaan metode yang harus di pakai harus tepat dan mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Penggunaan metode yang tepat sangat menentukan terhadap keberhasilan suatu penelitian untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Sugiyono (2010:3) menyatakan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populai, dan Sampel 1. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian bertempat di pelataran Gymnasium dan tempat latihan beban kampus UPI, Bandung. 2. Populasi Penelitian Populasi
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 3 Tegineneng pada
24 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VII SMPN 3 Tegineneng pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas berjumlah 150
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Winarno Surakhmad (1990) menyatakan bahwa metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya
