PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZUHRA PEKANBARU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZUHRA PEKANBARU"

Transkripsi

1 PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZUHRA PEKANBARU OLEH HENDRO WAHYUNI NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 1443 H/2022 M

2 PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZUHRA PEKANBARU Skripsi diajukan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh HENDRO WAHYUNI NIM JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 1443 H/2022 M

3

4

5

6 PENGHARGAAN Puji syukur alhamdulillah, penulis ucapkan kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat beserta salam penulis kirimkan kepada Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kebodohan menuju alam yang penuh cahaya keimanan dan ilmu pengetahuan. Skripsi dengan judul Pengaruh Pemberian Reward terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas-IT Azzuhra Pekanbaru. merupakan hasil karya ilmiah yang ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis menyadari begitu banyak bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan do a, uluran tangan dan kemurahan hati kepada penulis. Terutama kepada kedua orang tua penulis yang tercinta yaitu Alm.ayahanda Samiin dan ibunda Nurmiah yang telah berjasa besar, melahirkan, membesarkan dan mendidik dengan penuh kasih sayang serta mendo akan penulis sehingga bisa menyelesaikan skripsi ini. Selain itu pada kesempatan ini penulis juga ingin menyatakan dengan penuh hormat ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Hairunas, M.Ag Selaku Rektor Untiversitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Ibu Dr, Hj, Helmiati, M.Ag, Selaku Wakil Rektor 1.Bapak Dr,H. Mas ud Zain, Mpd, Selaku Wakil Rektor II,dan Edi Erwan, S.Pt., M.Sc., Ph.D. Selaku Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 2. Bapak Dr. H. Kadar, M.Ag. Selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Bapak Dr. H. Zarkasih Selaku Wakil Dekan 1, Dr Zubaidah Amir MZ,S.Pd Selaku Wakil Dekan II, Dr, Amira Diniaty, M.Pd.Kons, Selaku Wakil Dekan iii

7 III Fakultas Trabiyah dan Keguruan Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau. 3. Bapak Ansharullah, SP., M.Ec. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. 4. Ibu Yulia Novita, S.Pd.I., M.Par. Selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Sekaligus penguji yang berkenan memberi arahan dan perbaikan dalam melengkapi penulisan skripsi. 5. Ibu Darni, S.P., MBA selaku pembimbing skripsi yang telah membimbing dan memberikan petunjuk hingga selesainya penulisan skripsi ini. 6. Bapak Dr. Rusdi, M.Ag selaku penasehat akademik yang telah membimbing dan memberikan pengarahan kepada penulis selama perkuliahan. 7. Seluruh Dosen, Staf dan Tu khususnya Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang telah memberikan pengetahuan, arahan dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1). 8. Kepada penguji ibu Wardani Purnama Sari, M.Pd.E, Bapak M.Iqbal Lubis, M.Si., Ak, Bapak Dicki Hartanto, MM yang berkenan memberi arahan dan perbaikan dalam melengkapi penulisan skripsi. 9. Kepada keluarga besar sekolah Azzuhra Islamic School terutama kepala sekolah Ustadz Jafferi Pratama M.Pd, dan kepada Ustadzah Elvi selaku tata usaha yang memberikan arahan selama penelitian dan data-data sekolah sekali lagi terima kasih karena telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 10. Rasyidin Wamin, S.Pd. selaku Guru Mata Pelajaran Ekonomi dan siswa-siswa kelas X, XI, XII Ips penulis ucapkan terimakasih untuk waktunya. 11. Orang tua tercinta Alm.Ayahanda Samiin dan Ibunda tercinta Nurmiah yang tidak hentinnya memberikan semangat doa serta dukungan baik materi ataupun pikiran sehingga penulis dapat menyelesaikan semua proses iv

8 perkuliahan dengan lancar. Skripsi ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua tercinta. Ayah dan ibuku tersayang. 12. Terima kasih Kakak-kakakku, Abang-abangku dan keponakanku serta seluruh keluarga yang penulis cintai yang selalu memberikan motivasi dan dukungannya serta memberikan do a kepada penulis. 13. Sahabat- sahabatku, Willa Maharany, Cahaya Rizki, Zulfa Husna, Sarah Rizkiyah, Maria Ulfa, Fitri Ramadhani, Novitasari Nanda, dan Siti Mutmainah yang selalu mendukung dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 14. Teman-teman Mahasiswa Pendidikan Ekonomi dan khususnya kelas B Manajemen Pendidikan Ekonomi angkatan 2018 yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 15. Kepada rekan-rekan KKN ku dan rekan-rekan PPL ku terima kasih telah memberikan pengalaman dan juga semangat berjuang untuk menyelesaikan tugas kita saat menjalani masa-masa itu terima kasih. 16. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuan dan dukungan baik moril maupun materil dalam rangka penyusunan skripsi ini. Hanya kepada Allah SWT penulis mendoakan segala bantuan, bimbingan, motivasi dan dukungan yang telah diberikan kepada penulis baik dalam perkuliahan maupun dalam penulisan skripsi ini, semoga segala amal jariyah dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal Alamin. Akhirnya semoga segala kebaikan dan pengorbanan yang telah diberikan dilipat gandakan oleh Allah SWT, Aamiin. Kelebihan, kebaikan, dan kebenaran dalam skripsi ini hanya milik Allah SWT dan semua kekurangan adalah dari penulis semata. Semoga kita semua mendapat ridho-nya. Aamiin Pekanbaru, April 2022 Penulis Hendro Wahyuni NIM v

9 PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobil alamin, sujud syukur kusembahkan kepada Allah SWT yang Maha Agung nan Maha Tinggi nan Maha Adil nan Maha Penyayang atas takdirmu telah Engkau jadikan aku manusia yang senantiasa berfikir, berilmu, beriman dan bersabar dalam menjalani kehidupan ini. Semoga keberhasilan ini menjadi satu langkah awal untuk meraih cita-cita besarku. Ku persembahkan sebuah karya kecil untuk kedua orang tuaku yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan, motivasi, cinta kasih yang tiada hentinya yang tidak mungkin dapat kubalas. Perjuangan orangtuaku tidak sebanding dengan kerja keras ku selama ini. Yang memberikan aku semangat dalam menjalani kehidupan. Terima kasih ayah mamak. Kalian telah memberikan ku sebuah arti dalam kehidupan ini. Kehidupan adalah hadiah terindah yang telah ayah mamak berikan. Mungkin persembahan kecil ini tidak seberapa dengan pengorbanan dan doa yang tiada henti, yang telah mamak berikan. Semoga ini bentuk bakti. Dan aku hanya ingin mendengar ketika ayah dan mamak berkata: Nak, kami bangga mempunyai anak sepertimu. vi

10 ABSTRAK Hendro Wahyuni, (2022) : Pengaruh Pemberian Reward terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas-IT Azzuhra Pekanbaru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Azzuhra Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas-IT Azzuhra Pekanbaru. Peneletian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial pada mata pelajaran ekonomi di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Azzuhra Pekanbaru. Objek penelitian ini adalah pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 siswa sehingga teknik pengambilan sampelnya merupakan penelitian populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Sebelum digunakan untuk memperoleh angket diuji coba terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan uji reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil perhitungan di peroleh R square 52,5% (0,525 x 100%). Hal ini berarti bahwa besar pengaruh pemberian reward twrhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi jurusan ilmu pengetahuan SMA-IT Azzuhra Pekanbaru kota 52,5% sedangkan sisanya 47,5% (100% - 52,5%) di pengaruhi oleh variabel lain tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Kata kunci : Pemberian Reward, Keaktifan Belajar, Ekonomi vii

11 ABSTRACT Hendro Wahyuni, (2022): The Effect of giving Rewards to Student Learning Activeness on Economics Subject at Senior High School-IT Azzuhra Pekanbaru This research aimed at knowing the effect of giving rewards to student learning Activeness on economics subject at Senior High School-IT Azzuhra Pekanbaru. This research was conducted at Senior High School-IT Azzuhra Pekanbaru. It was a quantitative research. The subjects of this research were the students of social sciences department. The object of this research was the effect of giving rewards to student learning Activeness on economics subject. The population of this research were 43 students. Questionnaire technique was used for collecting the data. Before using the questionnaire, it was tested first using the validity and reliability tests. Simple linear regression data analysis technique was used for analyzing the data. Based on the data analysis, it was obtained that R square 52.5% (0.525 x 100%). It means that 52.5% was the effect of giving rewards to student learning Activeness on economics subject at Senior High School-IT Azzuhra Pekanbaru, and the rest was 47.5% that was influenced by other variable which was not included in this research. Keywords: Giving Reward, Learning Activeness, Economics viii

12 ملخ ص هيندرو وهيوني )٢٢٢٢(: تأثير منح المكافآت على نشاط تعلم التالميذ في مادة االقتصاد بمدرسة الزهرة الثانوية اإلسالمية المتكاملة بكنبارو ىذا البحث يهدف إىل معرفة مدى تأثري منح املكافآت على نشاط تعلم التالميذ يف مادة االقتصاد مبدرسة الزىرة الثانوية اإلسالمية املتكاملة بكنبارو. ومت إجراؤه يف مدرسة الزىرة الثانوية اإلسالمية املتكاملة بكنبارو. وىذا البحث ىو حبث كمي. وأفراده تالميذ قسم العلوم االجتماعية يف مادة االقتصاد مبدرسة الزىرة الثانوية اإلسالمية املتكاملة بكنبارو. وموضوعو تأثري منح املكافآت على نشاط تعلم التالميذ يف مادة االقتصاد. وعدد جمتمعو ٣٤ تلميذا وتقنية أخذ عيناتو ىي حبث سكاين. وتقنية مجع بياناتو استبيان وقبل استخدام االستبيان مت جتربتو باستخدام اختبار الصالحية واختبار املوثوقية. وتقنية حتليل بياناتو حتليل االحندار اخلطي البسيط. وبناء على نتيجة حساب البيانات عرف بأن قيمة R مربع x ٥.٥.٥( ٥..٥ ٠٥٥ (. وذلك مبعىن أن مدى تأثري منح املكافآت على نشاط تعلم التالميذ يف مادة االقتصاد مبدرسة الزىرة الثانوية اإلسالمية املتكاملة بكنبارو ٥..٥ والباقي متغريات أخرى ال تدخل يف ىذا البحث. - ٠٥٥( ٣..٥ الكلمات األساسية: منح المكافآت نشاط التعلم االقتصاد. ٥..٥ ( أث ر عليو ix

13 DAFTAR ISI PERSETUJUAN... i PENGESAHAN... ii PENGHARGAAN... iii PERSEMBAHAN... vi ABSTRAK... vii DAFTAR ISI... x DAFTAR TABEL... xii DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1 B. Penegasan Istilah... 7 C. Permasalahan Identifikasi Masalah Batasan Masalah Rumusan Masalah... 9 D. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis Keaktifan Belajar Reward Pengaruh Pemberian Reward terhadap Keaktifan Belajar Siswa B. Penelitian yang Relavan C. Konsep Operasional D. Asumsi dan Hipotesis x

14 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian B. Waktu dan Tempat Penelitian C. Subjek dan Objek Penelitian D. Populasi dan Sampel E. Teknik Pengumpulan Data F. Uji Validitas dan Reliabilitas G. Teknik Analisa Data BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian B. Penyajian Data Hasil Penelitian C. Analisis Data D. Pembahasan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN xi

15 DAFTAR TABEL Tabel III. 1 Data Jumlah Siswa Tabel III. 2 Hasil uji validitas angket pemberian reward Tabel III. 3 Hasil uji validitas angket keaktifan belajar siswa Tabel III. 4 Hasil uji reliabilitas instrumen angket tentang pemberian reward Tabel III. 5 Hasil uji reliabilitas instrumen angket tentang keaktifan belajar siswa Tabel IV. 1 Data Jumlah Siswa SMA-IT Azzuhra Pekanbaru Tabel IV. 2 Guru Menganggukan-anggukan Kepala Sebagai Tanda Senang dan Membenarkan Suatu Sikap, Perilaku, atau Perbuatan Anak Didik saat Pembelajaran Ekonomi Tabel IV. 3 Guru Mengacungkan Jempol atas Jawaban yang Luar Biasa Tabel IV.4 Guru Memberikan Tepuk Tangan Tanpa Peserta Didik Mampu Presentasi dengan Bagus Tabel IV. 5 Guru memberikan pujian dengan kata-kata kepada peserta didik Tabel IV. 6 Guru memberikan kisah atau nyayian penyengmangat dalam pembelajaran ekonomi agar peserta didik lebih aktif saat pembelajaran ekonomi berlangsung Tabel IV. 7 Guru memberikan soal hitungan ekonomi dalam kelas yang lebih tinggi levelnya karena siswa semangat mengerjakan soal sebelumnya Tabel IV. 8 Guru memberikan tugas dirumah dengan lebih tinggi levelnya karena siswa semangat mengerjakan soal sebelumnya Tabel IV. 9 Guru memberikan hadiah berupa alat tulis setelah peserta didik mampu menjawab kuis xii

16 Tabel IV. 10 Guru memberikan bentuk hadiah makanan setelah diskusi kelompok dan memilih kelompok yang aktif Tabel IV. 11 Guru memberikan hadiah perjalanan berkat hasil ujian yang baik Tabel IV. 12 Rekapitulasi hasil angket mengenai pemberian reward di SMA-IT Azzuhra Pekanbaru Tabel IV. 13 Saya mengerjakan tugas individu yang diberikan guru Tabel IV. 14 Saya berdiskusi dengan teman untuk menyelesaikan masalah yang diberikan guru Tabel IV. 15 Saya berani mengemukakan pendapat dalam pemecahan masalah yang diberikan oleh guru Tabel IV. 16 Saya bertanya kepada guru mengenai hal-hal yang belum saya pahami Tabel IV. 17 Saya bertanya kepada teman ketika penjelasan guru kurang saya pahami Tabel IV. 18 Saya memanfaatkan buku pelajaran di perpustakaan untuk mencari tahu informasi permasalahan pelajaran saya Tabel IV. 19 Saya mencari informasi di internet terkait permasalahan pelajaran saya Tabel IV. 20 Saya mendengarkan saat guru memberikan arahan dalam pelaksanaan diskusi kelompok Tabel IV. 21 Saya mengikuti perintah yang diberikan guru dalam melaksanakan tugas kelompok diskusi Tabel IV. 22 Saya melakukan penilaian sendiri terhadap hasil belajar saya Tabel IV. 23 Saya memperbaiki hasil pekerjaan pelajaran saya Tabel IV. 24 saya mengerjakan soal-soal yang ada di buku tanpa ditugaskan oleh guru Tabel IV. 25 saya mengulang kembali soal pelajaran yang diberikan guru saya Tabel IV. 26 Saya membuat kesimpulan pembelajaran menggunakan bahasa sendiri xiii

17 Tabel IV. 27 Saya menggunakan sumber belajar yang ada disekitar saya secara maksimal Tabel IV. 28. Rekapitulasi angket keaktifan belajar Tabel IV. 29 Standar Deviasi Tabel IV. 30 Deviation from linearity Tabel IV. 31 Uji normalitas data Tabel IV. 32 Model persamaan regresi Tabel IV. 33 Koefisien determinasi variabel x dan y xiv

18 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Angket Uji coba Penelitian Pengaruh Pemberian Reward /Keaktifan Belajar Lampiran 2 Hasil Olahan Data Validitas dan Reliabilitas Lampiran 3 Angket Penelitian Pengaruh Pemberian Reward Lampiran 4 Angket Penelitian Keaktifan Belajar Siswa Lampiran 5 Skor Data Mentah Angket Pemberian Reward (Variabel X) Lampiran 6 Skor Data Mentah Angket Keaktifan Belajar Siswa (Variabel Y) Lampiran 7 Uji Normalitas Lampiran 8 Uji Linearitas Lampiran 9 Regresi Sederhana Lampiran 10 Perubahan Data Ordinal ke Interval X/Y Lampiran 11 Tabel Nilai Koefisien Korelasi r Product Moment Taraf Signifikan 5% dan 1% Lampiran 12 Dokumentasi (foto-foto) Lampiran 13 Lembar Angket yang sudah di isi Siswa (Pemberian Reward) Lampiran 14 Lembar Angket yang sudah di isi Siswa (Keaktifan Belajar Siswa) Lampiran 15 Lembar Surat-surat xv

19 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan didirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 1 Keaktifan peserta didik dalam menjalani proses belajar mengajar merupakan salah satu kunci keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Aktivitas merupakan asas yang terpenting dari asas-asas di daktik karena belajar sendiri merupakan suatu kegiatan tidak dan tanpa adanya kegiatan tidak mungkin seseorang belajar. 2 Keberhasilan seorang guru adalah juga dengan mengaktifan siswanya secara keseluruhan agar pembelajaran berjalan kondusif juga aktif berskala. Karena untuk apa masih saja ada siswa yang pasif dalam belajar. Seperti uraian diatas bahwa belajar adanya seorang yang berkegiatan beraktivitas untuk bergerak giat aktif dalam suatu pelajaran mau itu secara fisik atau psiskis nya harus menunjukkan keberadaannya. Kebanyakan siswa hanya sebagian saja unjuk rasa aktifnya. Yang lainnya ada yang aktif secara psikis dan ada yang aktif secara kognitif dan psikis. Tetapi yang di dikhawatirkan 1 Yessy Nur Endah Sary, Evaluasi Pendidikan (yogyakarta : DEE PUBLISH, 2018), hal Widi Hastuti, Penerapan Pembelajaran Koopeatif tipe jigsaw untuk menetukan keaktifan dengan prestasi belajar pembayar internasional dan neraca pembayaran bagi siswa kelas XI IPS 4 Semester 2 SMA Negeri 1 KarangNongko tahun pelajar 2017/2018. Ebook, 2017, hal. 81 1

20 2 adalah siswa pasif. Fisik dan kognitifnya tidak ada menunjukkan kegairahan dalam belajar. Namun diperlukan dalam pendidikan adalah dimana siswa harus aktif secara kognitif, afektif dan monotorik. Seperti sistem belajar kurikulum 2013 siswa dituntut untuk aktif secara kognitif, afektif dan monotoriknya. Aktif berarti giat (bekerja atau berusaha) sedangkan keaktifan peserta didik adalah hal atau keadaan dimana peserta didik dapat aktif. Kaktifan peserta didik dalam hal ini dapat dilihat dari kesungguhan mereka mengikuti pelajaran. Siswa yang kurang aktif akan ditunjukkan oleh beberapa kasus dikelas, seperti kurang adanya gairah belajar, malas, cenderung ngantuk, enggan mengkuti pelajaran, cenderung ingin ijin keluar kelas dengan alasan ijin kebelakang, tidak konsentrasi, ngobrol dengan teman sebangku, mengerjakan tugas pada mata pelajaran lain, sedang jam pelajaran saat ini tengah berlangsung, dan sebagainya. 3 Dari uraian di atas dapat dikatakan keaktifan siswa sangat penting dalam proses pengajaran. Karena kalau tidak adanya gairah dalam belajar untuk apa dia tetap ikut berpendidikan. Karena siswa ada untuk mendorong seorang untuk terus berkegiatan, berusaha melakukan sesuatu dengan giat aktif secara kognitif, afektif, dan monotoriknya. Dan haruslah semangat bergairah dalam kegiatan pembelajaran. Keaktifan anak dalam mencoba atau mengerjakan sesuatu sungguh besar artinya dalam pendidikan dan pengajaran. Upaya- upaya yang ia lakukan 3 Sinar, Metode Active Learning (Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa), (yogyakarta : DEEPUBLISH, 2018), hal. 8-9

21 3 akan menguatkan hasil studinya. Lebih dari itu akan menjadikannya rajin, tekun, tahan uji dan percaya diri sendiri, sebagaimana firman Allah subhanahu wata alah dalam surah Al-Jumuah ayat 2 tentang pendidikan: Artinya: Dialah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada kitab dan hikmah (sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benarbenar dalam kesestan yang nyata. 4 Ayat tersebut menjelaskan bahwa seorang guru adalah pendidik, karenanya secara implisit ia telah merelakan dirinya menerima dan memikul sebagaian tanggung jawab pendidikan yang terpikul di pundak para orang tua. Guru merupakan figur dalam penyuksesan pendidikan bagi siswa. Tugas sebagai guru merupakan suatu pekerjaan yang berat dan sulit dicapai oleh seseorang, apabila ia tidak mempunyai karakter pendidik. Siswa yang kurang aktif dalam belajar bisa diberikan dorongan atau upaya harus di tumbuhkan oleh seorang guru kepada semua siswa nya. Siswa haruslah aktif dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Jika siswa aktif dan kelas berjalan secara kondusif, guru dapat memaksimal kan pengajaran sesuai yang diingikan sekolah dan sesuai seperti kurikulum. Kita tahu sendiri bahwa perubahan kurikulum sering terjadi atau ketingkatan kurikulum terus di tingkatan sesuai dengan kemajuan demi kualitas pendidikan yang berkualitas di masa yang akan datang. Untuk itu demi kesiapan siswa menerima 4 Q.S Al-Jumuah:2

22 4 Peningkatan kurikulum, siswa seluruhnya diharapkan mampu terus aktif dalam proses pembelajaran. Sama hal nya dalam dunia pendidikan, mungkin siswa yang kurang dalam belajar bisa diberikan dorongan atau upaya harus di tumbuhkan oleh seorang guru kepada semua siswa nya. Siswa haruslah aktif dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Jika siswa aktif dan kelas berjalan secara kondusif guru dapat memaksimal kan pengajaran sesuai yang diingikan sekolah dan sesuai seperti kurikulum. Kita tahu sendiri bahwa perubahan kurikulum sering terjadi atau ketingkatan kurikulum terus di tingkatan sesuai dengan kemajuan demi kualitas pendidikan yang berkualitas di masa yang akan datang. Untuk itu demi kesiapan siswa menerima Peningkatan kurikulum, siswa seluruhnya diharapkan mampu terus aktif dalam proses pembelajaran. Guru juga ikut berperan aktif untuk meningkatan keaktifan siswa. Guru adalah salah satu berperan penting dan tinggi dalam pendidikan dalam mengaktifkan siswa. Kita tahu sendiri guru sudah melakukan upaya, metode, strategi, dan pengajaran yang lainnya kepada siswa. Agar siswa ikut terus aktif dalam pembelajaran. Salah satu upaya yang bisa dilakukan seorang guru adalah memberikan Reward (Ganjaran) kepada siswa. Reward merupakan salah satu cara guru dalam mengapresiasi siswa atas perbuatannya yang patut dipuji. Menurut Mulyasa, Reward adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulang kembalinya tingkah laku tersebut. 5 Reward pengahargaan sebagai salah satu 5 Moh. Zaiful Rosyid dan Aminol Rosid Abdullah, Reward dan Punishment dalam Pendidikan ( Malang: Literasi Nusantara, 2018), hal. 8

23 5 metode yang mempunyai beberapa bentuk yaitu materi dan non materi seperti menurut Usman penguatan (reiforcenment) adalah segala bentuk respon tingkah laku apakah bersifat verbal atau non verbal yang merupakan modifikasi tingkah laku yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi sipenerima dorongan ataupun koreksi. 6 Keberadaan metode pembelajaran tidak cukup untuk merangsang aktivitas siswa karena siswa masih terpaku pada pembelajaran dengan model lama, sehingga diperlukan faktor pendukung agar siswa lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran salah satunya dengan memberikan reward. 7 Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan reward (ganjaran) adalah imbalan yang dapat diberikan guru kepada siswa bahwa guru mengapresiasi atau menghargai suatu usaha siswa dalam pengerjaan belajarnya. Jika rasa kerja dan usaha belajar nya di hargai melalui reward kepada siswa, ini akan menumbuhkan rasa senang pada diri siswa dan akan terdorong jiwa nya untuk semangat bergairah dalam belajar atau dapat dikatakan siswa akan secara masif aktif dalam pembelajaran. Sesorang jika usahanya di hargai pasti akan sangat senang dan kemudian ia akan cenderung semangat untuk aktif dalam melakukan kegiatan atau suatu pekerjaan yang ia lakukan secara terus menerus. Apalagi seorang siswa di hargai dengan ucapan sekedar hebat, kamu bisa, gapapa salah yang penting berusaha, bagus kamu benar, atau kata yang lainnya. Yang membangkitkan rasa senang yang akan 6 Akmal Mundri dan Jailani, Kepemimpinan dan Etos kerja di lembaga Pendidikan konsep dan imolementasi. (Surabaya: DUTA MEDIA, 2019), hal Aan Kaligi. Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas Iv Sd Negeri Jatisarono Dan Sd Negeri Nanggulan. Jurnal pendidikan guru sekolah dasar. Edisi 36, 2018, hal

24 6 terus unjuk untuk melakukan kegiatan-kegiatan secara aktif, aktif secara afektif dan monotoriknya. Pada observasi awal yang peneliti lakukan disekolah SMA-IT AZZHURA Pekanbaru, pada proses pembelajaran guru telah memberikan reward berupa bingkisan yang di dalam nya bisa ditemukan berupa makanan seperti coklat, atau benda-benda alat belajar seperti pena, pensil dan lainnya, ini terutama bagi yang terbaik. Sedangkan siswa lainnya akan diberikan reward permen sehingga akan merasa adil dan pemeberian reward ini ke hal yang positif. Guru juga memberikan reward berupa bintang setiap siswa yang bertanya dan dan dapat menjawab pada proses pembelajaran ekonomi. Jika bintang-bintang terkumpul dengan banyak akan ditambahkan ke nilai yang kurang. Cara pemberian seperti ini dilakukan guru agar siswa mampu aktif pada pembelajaran ekonomi dengan menghasilkan nilai yang baik pada mata pelajaran ekonomi. Guru telah melakukan segala upaya demi meningkatan kualitas belajar siswa dan berusaha untuk membuat keaktifan seluruh siswa melalui pemberian reward. Namun masih ditemukan beberapa gejala dalam aktivitas belajar siswa masih rendah. Gejala-gejala tersebut dapat dilihat sebagai berikut: 1. Masih ada siswa tidak turut serta dalam tugas belajarnya dan tidak terlibat dalam pemecahan masalah. 2. Masih ditemukan siswa sebagian yang tidak aktif bertanya kepada guru atau teman dalam tidak memahami persoalan belajarnya. 3. Masih ada siswa yang tidak berusaha mencari berbagai informasi dan tidak melaksanakan diskusi kelompok sesuai arahan guru.

25 7 4. Masih ditemukan siswa yang belum menilai kemampuan dirinya dan hasilhasil yang diperolehnya dalam pembelajaran ekonomi 5. Masih ada siswa yang kurang melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis dan tidak menggunakan kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya dalam pembelajaran ekonomi Berdasarkan gejala-gejala tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas-IT Azzhura Pekanbaru. B. Penegasan Istilah Kata penegasan istilah awal penelitian ini berkaitan dengan pemberian Reward dalam pembelajaran ekonomi disekolah SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. Untuk memberikan pemahaman tentang judul ini, agar tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan dalam menafsirkan pengertian dan maksud dari judul ini, maka peneliti perlu menjelaskan istilah-istilah yang berhubungan dengan penelitian ini: 1. Reward Ngalim Purwanto mendefiniskan bahwa reward (ganjaran) ialah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat senang karena perbuatan

26 8 atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Sedangkan menurut Rostiyas N.K reward pada anak (siswa), sehingga anak bersedia berbuat sesuatu. 8 Uraian di atas dapat dikatakan reward akan menimbulkan kesenangan yang membuat siswa bergairah. Jika di berikan reward siswa sukarela dan terus sedia melakukan sesuatu kegiatan apapun itu. Siswa saat belajar ekonomi adalah takut saat berhitungan yang dirasa sulit menjadikan nya malas hingga pasif. Untuk itu guru memberikan dorongan dengan memberikan reward melalui ungkapan saja seperti kata, gapapa salah yang penting sudah berani mencoba. Otomatis jiwa nya senang dan semangat dalam mencoba dan mencoba akan menjadikan dirinya aktif. 2. Keaktifan Menurut Nana Sudjana, keaktifan belajar siswa dapat dilihat dari keikutsertaan dalam melaksanakan tugas belajarnya, terlibat dalam memecahkan masalah, bertanya kepada siswa lain ataupun guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya, berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal, serta menilai kemampuan diri sendiri dan hasil-hasil yang diperoleh. Keaktifan siswa pada saat belajar, akan tampak pada kegiatan berbuat sesuatu untuk memahami materi pelajaran. Keaktifan belajar siswa tidak lepas dari paradigma pembelajaran yang diciptakan guru. 9 8 Raihan, Penerapan Reward dan Punishment dalam Peningkatan prestasi belajar pendidikan islam terhadap SMA Kabupaten piade. Jurnal of Islamic Education. Vol. 2 No. 1, 2019, hal Endang Sri Wahyuni, model pemebelajaran mastery learning, (yogyakarta: deepublish, 2020), hlm. 48

27 9 Pengertian di atas dapat diberikan penjelasan bahwa pentingnya guru dan siswa sama-sama saling berinterkasi sejalan dan sepaham. Kebutuhan pendidikan menjadikan guru dan siswa sama dituntut aktif dalam pembelajaran. Secara aktif akan melancarkan proses pengajaran. Dan guru dapat leluasa menempatkan sasaran ajaran yang sesuai dengan kurikulum. Siswa pun dapat bergairah dalam belajar dan terus aktif melalui keaktifan guru yang sesuai. C. Permasalahan 1. Indentifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah dikemukan, maka dapat didefinisikan permasalahan bahwa: a. Masih ada siswa yang pasif dalam pembelajaran ekonomi. b. Masih ada siswa yang enggan bertanya saat tidak paham dalam pembelajaran ekonomi. c. Masih ada siswa yang kurang aktif dari segi bertanya, menanggapi, dan menjawab dalam pembelajaran ekonomi. 2. Batasan Masalah Dalam penelitian ini peneliti membatasi masalah dengan memfokuskan pada: Pengaruh Pemberian Reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru

28 10 3. Rumusam Masalah Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah di atas, maka peneliti merumuskan permasalahan pada Seberapa besar pengaruh yang siginifikan antara pemberian Reward Terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Ekonomi Di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. 2. Manfaat penelitian Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi guru, untuk menambahkan kesuksesan seorang guru dalam memahami siswa. b. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan siswa mampu aktif dalam proses belajar dan tidak lagi pasif. c. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan mempermudah siswa untuk bisa mengikuti perubahan kurikulum yang menuntut siswa aktif. d. Bagi peneliti, sebagai penambahan wawasan dalam meneliti besar nya pengaruh reward dan juga penguasaan keilmuan yang bermanfaat dan digunakan sebaik mungkin.

29 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Keaktifan Belajar a. Pengertian keaktifan belajar Menurut Nana Sudjana, keaktifan belajar siswa dapat dilihat dari keikutsertaan dalam melaksanakan tugas belajarnya, terlibat dalam memecahkan masalah, bertanya kepada siswa lain ataupun guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya, berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal, serta menilai kemampuan diri sendiri dan hasil-hasil yang diperoleh. Keaktifan siswa pada saat belajar, akan tampak pada kegiatan berbuat sesuatu untuk memahami materi pelajaran. Keaktifan belajar siswa tidak lepas dari paradigma pembelajaran yang diciptakan guru. 10 Menurut Haryanto menyatakan bahwa terdapat enam hal yang mempengaruhi kaaktifan siswa di kelas yaitu, siswa, guru, materi, tempat, waktu dan fasilitas. Peran guru dibutuhkan dalam proses di sebuah kelas, guru bisa membuat sesuai tujuan pembelajaran yang diinginkan nya tentunya dingini sekolah juga. Keaktifan siswa membuat pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanaam pembelajaran yang sudah disusun guru, bentuk diaktifitaskan siswa dapat dilihat pada dirinya sendiri atau aktifitas dalam kelompok Loc. Cit, hlm Nugroho Wibowo, Upaya peningkatan keaktifan siswa melalui pembelajaran berdasarkan gaya belajar disekolah menengah atas negeri saptosari. Jurnal eletroniks and vocational education (EINVO), Vol. 1 No. 2, 2016, hal

30 12 Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas peserta didik melalui berbagai interaksi pada pengalaman belajar. Keaktifan adalah suatu tingkah laku yang didorong oleh kemauan untuk belajar karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai sehingga didalam kegiatan pembelajaran, peserta didik dituntut aktif untuk selalu aktif dalam mengolah dan memproses perolehan belajarnya. 12 Keaktifan belajar siswa merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. Sriyono mengatakan keaktifan belajar adalah usaha guru dalam dalam mengusahakan peserta didik aktif secara jasmani dan rohani. Keaktifan jasmani maupun rohani meliputi: a. Keaktifan indera: pemberian stimulus kepada peserta didik untuk dapat menggunakan alat indera nya sebaik mungkin. b. Keaktifan akal: mengaktifkan akal budi peserta didik untuk memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. c. Keaktifan keingatan: dalam proses belajar mengajar peserta didik secara aktif menerima materi pembelajaran dari guru dan menyimpan dalam pikiran/ingatan. d. Keaktifan emosi: peserta didik mengaktifkan kecintaannya terhadap pelajaran dan pengajar Yessy Novita Sary, pengaruh penerapan model pembelajaran means aend analysis menggunakan media video terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 3 Pagar Alam. Jurnal profit. Vol. 5 No. 1, 2018, hal Rifai, penelitian tindakan kelas dalam PAK, (sukaharjo: bornwins publishing, 2016), hal. 141

31 13 Ratmi menyebutkan bahwa keaktifan belajar siswa mempunyai ciri yaitu: 1) Keinginan dan keberanian menampilkan perasaan. 2) Keinginan dan keberanian serta kesempatan berprestasi dalam kegiatan baik persiapan, proses dan kelanjutan belajar. Penampilan berbagai usaha dan kreativitas belajar mengajar dalam menjalani menyelesaikan kegiatan belajar mengajar sampai mencapai keberhasilannya. 3) Kebebasan dan kekeluasaan melakukan hal tersebut di atas tanpa tekanan guru atau pihak lain. 14 Berdasarkan uraian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa keaktifan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran sangat penting. Sebab aktif adalah dasar untuk berhasil nya suatu proses belajar mengajar di dalam pembelajaran itu sendiri. b. Jenis-jenis keaktifan belajar siswa Keaktifan belajar dapat dilihat dari keterlibatan peserta didik pada saat proses pembelajaran. Menurut Hamalik membagi aktivitas belajar ke dalam delapan kelompok kegiatan, yaitu: 1) Kegiatan visual yaitu membaca, melihat gambar, mengamati demonstasi dan pameran, mengamati orang lain bekerja atau bermain. 14 Tri Muah, penggunaan pembelajaran problem based instruction pbi untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa matimateka siswa kelas 9b semester gasal tahun pelajaran 2014/2015 SMP Negeri 2 Tuntang Semarang. Jurnal scholaria. Vol. 6 No. 1, 2016, hal. 43

32 14 2) Kegiatan lisan yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, mencari saran, menegemukakan pendapat, berwawancara, diskusi, dan interupsi. 3) Kegiatan mendengrakan yaitu mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan permainan, dan mendengarkan radio. 4) Kegiatan menulis yaitu menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat out-line atau rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket. 5) Kegiatan menggambarkan yaitu menggambarkan, membuat grafik, chart, diagram, peta, dan pola. 6) Kegiatan metrik yaitu melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggrakan permainan, menari, dan berkebun. 7) Kegiatan mental yaitu merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis faktor-faktor. Melihat hubungan, dan membuat keputusan. 8) Kegiatan emosional yaitu minat, membedakan, berani, tenang, dan lain-lain. Menurut Holt menyatakan bahwa proses belajar akan meningkat jika peserta didik melakukan hal-hal berikut: 1) Mengemukakan kembali informasi dengan kata-kata mereka sendiri. 2) Memberikan contohnya.

33 15 3) Mengenalinya dalam bermacam-macam bentuk dan situasi. 4) Melihat kaitan antara informasi itu dengan fakta atau gagasan lain. 5) Menggunakannya dengan beragam cara. 6) Memprediksi dengan konsekuensinya. 7) Menyebutkan lawan atau kebalikannya. 15 Dari beberapa pendapat ahli diatas maka penulis menyimpulkan bahwa jenis-jenis keaktifan adalah seluruh nya bagian diri kita baik luar dalam yang dapat kita lakukan agar dalam pembelajaran kondisi berjalan lancar. Baik itu keaktifan visual, keaktifan lisan, keaktifan mendengar, keaktifan menulis, dan keaktifan mental. c. Indikator keaktifan belajar siswa Penilaian proses belajar mengajar terutama adalah melihat sejauh mana keaktifan siswa dalam megikuti dalam mengikuti proses belajar mengajar. Keaktifan siswa dapat dilihat dalam hal: 1) turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. 2) Terlibat dalam pemecahan permasalahan. 3) Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. 4) Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. 5) Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru. 15 Yessy Novita Sary, Op.Cit, hal. 95

34 16 6) Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya. 7) Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis. 8) Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya. 16 Berdasarkan uraian di atas maka penulis menyimpulkan, seluruh siswa dapat aktif agar proses pembelajaran berjalan kondusif dan menghasil output yang baik pula. Indikator tersebut agar sesuai tuntutan kurikulum yang menitik beratkan siswa meski aktif dalam proses belajar mengajar dalam pembelajaran. d. faktor- faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar siswa Keaktifan belajar tentu dipengaruhi faktor faktor seperti faktor internal dan juga dengan faktor eksternal. Menurut Syah faktor internal adalah faktor-faktor berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi sebagai berikut: 1) faktor fisiologis yang meliputi kesehatan jasmani, 2) faktor psikologis yang meliputi perhatian, bakat, minat, motivasi, kematangan, dan kesiapan. Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa yang meliputi: 1) Faktor lingkungan sosial; yang terdiri dari lingkungan sosial sekolah seperti guru, para staf administrasi, dan teman-teman 2010), hal Nana Sudjana, penilaian hasil proses belajar mengajar, (bandung: remaja rosdakarya,

35 17 sekelas juga masyarakat dan tetangga, teman-teman sepermainan disekitar tempat tinggal siswa, orang tua dan keluarga. 2) Faktor lingkungan nonsosial; yang terdiri dari gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga siswa dan letaknya, alatalat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. 17 keaktifan dipengaruhi oleh bebarapa faktor. Menurut Gagne dan Briggs faktor-faktor tersebut diantaranya: 1) memberikan dorongan atau menarik perhatian siswa, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran 2) menjelaskan tujuan intruksional (kemampuan dasar kepada siswa). 3) Meningkatkan kompetensi belajar kepada siswa. 4) Memberikan stimulus (masalah, topik dan konsep yang akan dipelajari). 5) Memberi petunjuk kepada siswa car mempelajarinya. 6) Memunculkan aktivitas, partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. 7) Memberi umpan balik (feed back). 8) Melakukan tagihan-tagihan kepada siswa berupa tes, sehingga kemampuan siswa selalu terpantau dan terukur. 9) Menyimpulkan setiap materi di akhir penyampaian di akhir pelajaran Rusno, faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam proses pembelajaran mahasiswa program studi akubtansi universitas kanjuruhan malang tahun Jurnal inspirasi pendidikan. 2011, hal Nely Hartika, pengaruh keaktifan belajar dan kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mahasiswa. Jurnal pendidikan, akuntansi dan keuangan universitas banten jaya. Vol. 2 No. 1, 2019, hal. 60

36 18 Berdasarkan uraian di atas maka penulis simpulkan. Bahwa keaktifan belajar siswa terdorong dan terpacu bukan hanya dari dalam diri melainkan dari luar. Kesertaan semua yang di atas membangkitkan gairah siswa dalam belajar agar dalam pembelajaran terjadi proses belajar yang aktif sesuai keinginan mutu sekolah dan standar nasional nya pendidikan. 2. Reward a. Pengertian Reward Ngalim Purwanto mendefiniskan bahwa reward (ganjaran) ialah alat untuk mendidik anak-anak supaya anak dapat senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Sedangkan menurut Rostiyas N.K reward pada anak (siswa), sehingga anak bersedia berbuat sesuatu. 19 Reward dalam kamus bahasa indonesia di artikan ganjaran dan hadiah, upah dan pahala, membalas dan memberi penghargaan. Reward dalam pendidikan adalah memberi penghargaan, hadiah pada anak untuk angka-angkanya atau prestasinya. Reward adalah alat pendidikan refresif yang bersifat menyenangkan dan membangkitkan atau mendorong anak untuk berbuat sesuatu yang lebih baik terutama anak yang malas. Reward diberikan kepada anak yang mempunyai prestasi-prestasi dalam pendidikan, memiliki kerjainan dan tingkah laku yang baik sehingga dapat dijadikan contoh teladan bagi kawankawannya Loc.Cit. hal Rusdiana Hamid, reward dan punisment dalam perspektif pendidikan islam. Jurnal kopertis wilayah XI Kalimantan. Vol. 4 No. 5, 2006, hal

37 19 A.R. Henry Sitanggang dalam kamus psikologi mendefinisikan reward identik dengan hadiah/perangsang konsekuensi positif karena memberikan perhatian atau melakukan tindakan. 21 Sardiman menyatakan bahwan hadiah (reward) merupakan suatu bentuk untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah. Hamalik menyatakan hadiah (reward) merupakan suatu cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswa. Slameto berpendapat hadiah (reward) adalah suatu bentuk pemeliharaan dan peningkatan motivasi siswa guna mendorong siswa untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran. 22 Dalam dunia pendidikan, reward digunakan sebagai bentuk motivasi atau sebuah pemberian tepukan tangan serta sesuatu yang menyenangkan anak didik, misalnya pemberian beasiswa bagi yang telah mendapat nilai bagus. Berdasarkan uarian di atas maka penulis simpulkan bahwa reward sebuah ganjaran, hadiah, upah atau sesuatu yang dapat mendorong siswa untuk semangat belajar dan berupa keaktifankeaktifan yang iya tunjukkan nantinya. Tapi bukan hanya perbuatan semata-mata melainkan ada usaha yang ia lakukan. 21 A.R. Henry Sitanggang, kamus psikologi, (Bandung: PT. Armico, 1994), hal Zailan Syarhani, penerapan model pembelajaran discovery learning disertai reward untuk meningkatkan aktivitas belajar biologi peserta didik di kelas XI MIA 1 SMAN 7 PADANG, jurnal pendidikan teknologi dan informasi, Vol. 5 No. 2, 2018, hal 54.

38 20 b. Syarat dalam memberikan reward kepada siswa Meskipun reward adalah suatu penghargaan yang baik namun baik nya ada bebrapa hal yang perlu diperhatikan saat, memberikan reward. Menurut Suharsimi Arikunto ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik (guru) dalam memberikan penghargaan kepada anak, yaitu: 1) Penghargaan hendaknya disesuaikan dengan keadaan dan sifat dari aspek yang menunjukkan keistimewaan prestasi. 2) Penghargaan harus diberikan langsung sesuai sesudah perilaku yang dikehendaki dilaksanakan. 3) Penghargaan harus diberikan sesuai dengan kondisi orang yang menerimanya. 4) Penghargaan yang harus diterima anak hendaknya diberikan. 5) Penghargaan harus benar-benar berhubungan dengan prestasi yang dicapai oleh anak. 6) Penghargaan harus diganti (bervariasi). 7) Penghargaan hendaknya mudah dicapai. 8) Penghargaan harus bersifat pribadi. 9) Penghargaan sosial harus segera diberikan. 10) Jangan memberikan penghargaan sebelum siswa berbuat. 11) Pada waktu menyerahkan hendaknya disertai penjelasan rinci tentang alasan dan sebab mengapa yang bersangkutan menerima penghargaan tersebut Netti Herawati dan Bachtiar bachri, prosiding seminar nasional : memaksimalkan peran pendidik membangun karakter anak usia dini sebagai wujudan investasi bangsa, (tuban: fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas pgri Ronggolawe Tuban, 2018), hal

39 21 c. Macam-macam dan bentuk reward (ganjaran) Reward adalah penghargaan dan hadiah yang diberikan oleh seseorang (guru) kepada siswa atau sekelompok siswa. Reward diberikan kepada siswa yang berhasil ( mampu mengerjakan soal dengan baik). Reward yang diberikan itu merupakan sesuatu yang menyenangkan atau yang digemari oleh siswa, bisa berupa benda konkrit atau abstrak, misalnya pujian, perhatian, penghargaan dan lain. Macam-macam reward, yang bisa diberikan yaitu: 1) Pujian, merupakan reward yang berbentuk kata-kata atau kalimat seperti baik, bagus, bagus sekali, selamat dan pertahankan hasil belajarmu, dan sebagainya. 2) Penghormatan, merupakan reward yang berupa penobatan dan pemberian kekuasaan untuk melakukan sesuatu. 3) Hadiah, merupakan reward berbentuk pemberian suatu barang tertentu, terutama barang yang disukai oleh siswa yang mendapatkan reward simbolis yang tidak dinilai dari segi harganya melainkan dari segi kesan dan kenang-kenangannya. 24 Syaiful Bahri Djamarah, memberikan beberapa macam contoh sikap dan perilaku guru yang dapat merupakan ganjaran bagi anak didik sebagai berikut: 24 Slamet dan Samsul Maarif, pengaruh bentuk tes normatif assosiasi pilihan ganda dengan reward dan punishment score pada pembelajaran matimateka siswa SMA. Jurnal ilmiah program studi matimateka STKIP Silwangi Bandung. Vol. 3 No. 1, 2014, hal. 71

40 22 1) Dalam bentuk gestural. Guru yang mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda senang dan membenarkan suatu sikap, perilaku, atau perbuatan anak didik. 2) Dalam bentuk verbal. Konkretnya bisa dalam bentuk pujian, kisah/cerita, atau nyanyian. Guru memberikan kata-kata yang menyenangkan berupa pujian kepada anak didik. Misalnya, Tulisan mu sudah lebih baik dari tulisan mu yang kemarin. Saka. Jika kamu terus berlatih tulisanmu akan lebih baik lagi. 3) Dalam bentuk pekerjaan. Contohnya: Ananda akan saya beri tugas hitungan yang sedikit sukar. Saka, karena tugas yang nomor tiga ini terlalu mudah kamu yang mengerjakan. 4) Dalam bentuk material. Ganjaran dapat juga berupa benda-benda yang menyengkan dan berguna bagi anak-anak. Misalnya pensil, buku tulis, gula-gula atau makanan yang lain. Tetapi dalam hal ini guru harus sangat ekstra hati-hati dan bijaksana, sebab bila tidak tepat menggunakannya, maka akan membiaskan fungsinya yang semula untuk menggairahkan belajar anak didik berubah menjadi upah dalam pandangan anak didik. 5) Dalam bentuk kegiatan. Misalnya guru memberikan ganjaran dalam bentuk Tour Kependidikan ke tempat-tempat tertentu kepada semua anak didik dalam satu kelas. Sambil berdarmawisata ke objek wisata tertentu anak didik dapat belajar dalam suasana santai dan meyenangkan. Sedangkan bentuk kegiatan lainnya diserahkan

41 23 kepada kebijakan guru dalam memilihnya, yang terpenting ganjaran yang diberikan bernilai edukatif. 25 d. Kelebihan dan kekurangan reward dalam pendidikan Dalam suatu pendidikan bagaimana cara guru dalam berbagai metode dan strategiknya dalam mengajar tentu masih ditemukan kelebihan dan kekurangan. Dalam pemberian reward tentu ada kelebihan dan kekurangan tersebut. Dampak positif dari reward pertama, memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa anak didik untuk melakukan perbuatan yang positif dan progresif. Kedua, dapat menjadi pendorong bagi anak-anak didik lainnya untuk mengikuti anak yang telah mempeoleh reward dari gurunya baik tingkah laku ataupun motivasinya dalam berbuat yang lebih baik lagi. Proses ini sangat besar kontribusinya dalam memperlancar pencapaian tujuan pendidikan. Disamping ada kelebihan dimilki pemberian reward juga memiliki kekurangan antra lain yang pertama, dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukan secara berlebihan sehingga bias mengakibatkan siswa merasa berlebihan lebih tinggi diri dari teman-temannya. Kedua, pada umumnya pemberian reward membutuhkan alat tertentu dan membutuhkan biaya. Jadi menjadi tanggung jawab guru untuk mengupayakan pemberian reward secara efektif dan efesien terhadap siswa Syaiful Bahri Djamarah, Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Suatu pendekatan Teoritis Psikologis), (Jakarta:Rineka Cipta, 2010), hal Qurrta Akyuni, urgensi reward dalam pendidikan. Jurnal studi pemikiran, riset dan pengembangan islam. Vol. 01 No. 01, 2013, hal

42 24 Berdasarkan uraian di atas maka penulis simpulkan reward memiliki arti penting dalam sebuah proses pembelajaran. Namun kita harus mempertimbangkan bentuk pemberiannya. 3. Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Menurut sadirman keaktifan adalah kegiatan yang bersifat fisik maupun mental, yaitu berbuat dan berfikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Belajar yang berhasil harus melalui berbagai aktifitas baik aktifitas fisik maupun psiskis. 27 Menurut mulyono, keaktifan adalalah kegiatan atau aktivitas atau segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun nonfisik. Keaktifan siswa yaitu, suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif. 28 Menurut Sriyono, keaktifan pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. 29 Menurut Sagala, kekatifan jasmani maupun rohani meliputi antara lain: 1. Keaktifan indera : pendengran, penglihatan, peraba dan lain-lain. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. 2. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif menyusun [endapat dan mengambil keputusan. 27 Rumiyati, Model Talking Stick, (Pekalongan: PT. NEM, 2021), h Op.Cit, h Sriyono, ddk, Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA, (Jakarta: 1999), h. 45.

43 25 3. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar, anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. 4. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajaranya. 30 Reward adalah suatu wujud penghargaan atau imbalan jasa kepada peserta didik dari gurunya. Penghargaan diberikan kepada peserta didik dengan berbagai alasan. Seperti telah berperilaku baik, melakukan suatu keunggulan atau prestasi, atau berhasil melaksanakan tugas sesuai jadwal yang ditargetkan. 31 Menurut purwanto reward adalah alat untuk anak supaya merasa senang karena perbuatan atau pekerjaanya dapat penghargaan 32 Guru perlu mendorong siswa untuk lebih aktif dengan cara memberikan perhatian khusus pada siswa yang masih pasif. Guru perlu lebih banyak berinterkasi dengan siswa. Misalnya, guru tidak hanya berdiri di depan kelas, tetapi sesekali juga mengelilingi siswa dan selain itu, untuk menumbuhkan keaktifan siswa, guru juga dapat memberikan reward kepada siswa yang berani menjawab, bertanya, atau mengugkapkan pendapat Segala, Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2006), h Joko Wibowo, Guru Idolaku, (Jakarta: Guepedia, 2020), h Yusvidha Ernata, Analisis MotivasiPeserta Didik Melaui Pemberian Reward dan Punishment di SDN Ngaringan 05 kec. Gandungsari kab. Blitar. Jurnal pemikiran dan pengembangan SD. Vol. 5 No. 2, 2017, hal Mulyoto, Jurnal Pendidikan Konvergensi, (Jakarta: Akademika CV, 2012), h. 143.

44 26 Aristiyani, menyatakan bahwa : Dalam proses belajar mengajar memiliki posisi sentral, oleh karena itu sudah menjadi keharusan bahwa siswa harus berpartisipasi aktif saat proses belajar mengajar berlangsung. Salah satu cara yang dapat digunakan guru agar siswa aktif dikelas dengan menggunakan alat bantu reward kepada siswa. Reward dapat mewakili sesuatu yang tidak dapat disampaikan guru dengan kata atau kalimat. Kesulitan peserta didik memahami konsep dan prinsip tertentu dapat diatasi dengan menggunakan reward 34 Dalam buku Wardani, DK, dkk. Adapun tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar didukung oleh reward yang diberikan sebagai pancingan, seperti hadiah makanan, ataupun mainan. 35 Berdasarkan pendapat di atas maka penulis dapat simpulkan bahwa pemberian reward yang di berikan guru terhadap siswa sangat berpengaruh besar terhadap keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran sehingga guru dan siswa dapatkan suasana kondusifnya pendidikan. Karena reward (ganjaran) yang dapat memotivasi juga mendorong keaktifan belajar siswa. Siswa yang aktif rasa di motivasi dan diberikan stimulus kuat agar semangat dalam proses pembelajaran. 34 Rifai dan Dewi RM, Pengaruh Interaksi Edukatif dan Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi. Vol. 5 No. 3, 2017, hal Wardani, Dk, ddk, Bunga Rampai Hasil Penelitian dan Pengabdian Penelitian Hibah Lppm Unika Soegijapranata, (Semarang: UNIKA, 2020), h. 60.

45 27 B. Penelitian relevan Penelitian relevan adalah suatu pembanding agar tidak terjadi kesamaan dalam plagiatisme terhadap sebuah karya tulis ilmiah dan menguatkan penelitian ini benar-benar belum dilakukan oleh orang lain. Dalam penelitian ini penulis meneliti pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. 1. Pengaruh keterampilan bertanya guru terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di madrasah aliyah darel hikmah pekanbaru. Oleh Azmi Ayu Anita. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode expost facto. Hasil dari penelitian ini keterampilan bertanya guru pada mata pelajaran ekonomi sebesar 76,70 %. Hal ini menunjukkan bahwa ketrampilan bertanya guru pada mata pelajaran ekonomi tergolong baik karena pada rentang interval 66%-79% dikategorikan baik. Dan keaktifan siswa pada mata pelajaran ekonomi sebesar 76,40%. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa tergolong baik karena rentang interval 66%-79% dikategorikan baik. Penelitian adanya pengaruh yang signifikan keterampilan bertanya guru terhadap keaktifan belajar siswa mata pelajaran ekonomi di madrasah aliyah darul hikmah pekanbaru. Sedangkan penulis meneliti pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru.

46 28 2. Pengaruh pemberian reward terhadap rasa percaya diri siswa dalam pembelajaraan ekonomi di sekolah menengah atas negeri 1 kampar timur. Oleh Tengku Kessi Idora. Berdasarkan penyajian data, penelitian bahwa terdapat pengaruh pemberian reward terhadap rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran ekonomi disekolah menegah atas negri kampar timur. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh koefisien nilai R square yang ini berarti variabel bebas pemeberian reward mempengaruhi variabel dependen rasa percaya diri siswa 64,1% dan sisanya 35,9% dipengaruhi oleh variabel lain seperti orang tua, teman, dan lingkungan sekolah lainnya yang tidak masuk dalam penelitian ini. Sekilas judul dari penelitian di atas hampir sama dengan penelitian yaitu pengaruh pemberian reward terhadap rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran ekonomi di sekolah menengah atas negeri 1 kampar Timur. Namun judul peneliti adalah pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. 3. Pengaruh penggunaan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) terhadap keaktifan belajar matematika siswa SMA YLPI Pekanbaru. Oleh Nunung Novianti. Jenis dalam penelitian ini adalah quasi experimen. Berdasarkan hasil penelitiannya terdapat perbedaan keaktifan belajar matematika siswa antara siswa yang belajar menggunakan pmembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional. Penelitian tersebut menggunakan penelitian

47 29 experimen. Sedangkan dalam peneliti lakukan berjudul pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. Peneliti melihat apakah ada pengaruh signifikan pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa. C. Konsep Operasional Dalam hal pemberian reward dilambangkan X dan keaktifan belajar siswa dilambangkan Y. Kedua variabel dapat dioperasikan dengan pengukuran indikator berikut: 1. Reward (X) Variabel bebas (X) yaitu pemberian reward, indikatornya penulis mengoperasikan dengan berdasarkan macam-macam sikap perilaku guru menurut Syaiful Bahri Djamarah yaitu: a. Dalam bentuk gestural. 1) Guru yang mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda senang dan membenarkan suatu sikap, perilaku, atau perbuatan anak didik. 2) Guru mengacungkan jempol atas jawaban yang luar biasa. 3) Guru memberikan tepuk tangan yang gemuruh tanda presentasi yang bagus. b. Dalam bentuk verbal. 1) Konkretnya bisa dalam bentuk pujian, Misalnya, Tulisan mu sudah lebih baik dari tulisan mu yang kemarin. Saka. Jika kamu terus berlatih tulisanmu akan lebih baik lagi.

48 30 2) Konkretnya guru bisa memberikan kisah/cerita, atau nyanyian. c. Dalam bentuk pekerjaan. 1) Guru bisa memberikan pekerjaan yang lebih tinggi levelnya kepada murid yang telah semangat pada pembelajaran ekonomi. Contohnya: Ananda akan saya beri tugas hitungan yang sedikit sukar. Saka, karena tugas yang nomor tiga ini terlalu mudah kamu yang mengerjakan. 2) Guru bisa memberikan pekerjaan dirumah dengan soal yang level nya lebih tinggi. d. Dalam bentuk material 1) Guru bisa meberikan berupa hadiah peralatan tulis. Seperti, pena, buku atau pensil. 2) Guru bisa memberikan bentuk hadiah makanan. Seperti, permen, gula-gula, coklat atau makanan lainnya. e. Dalam bentuk kegiatan. 1) Guru bisa memberikan ganjaran dalam bentuk Tour Kependidikan ke tempat-tempat tertentu kepada semua anak didik dalam satu kelas. Sambil berdarmawisata ke objek wisata tertentu anak didik dapat belajar dalam suasana santai dan meyenangkan. 2) Sedangkan bentuk kegiatan lainnya diserahkan kepada kebijakan guru dalam memilihnya, yang terpenting ganjaran yang diberikan bernilai edukatif. 2. Keaktifan Belajar Siswa

49 31 Adapun yang menjadi indikator keaktifan belajar siswa menurut Nana Sudjana yaitu: b. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya 1) Siswa mengerjakan tugas indivdu yang diberikan guru 2) Siswa mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru. c. Terlibat dalam pemecahan permasalahan 1) Siswa berdiskusi dengan temannya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan guru. 2) Siswa berani mengemukakan pendapatnya dalam pemecahan masalah. d. Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya 1) Siswa bertanya kepada guru mengenai hal-hal yang belum dipahaminya. 2) Siswa bertanya kepada temannya ketika penjelasan guru kurang dipahami olehnya. e. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah 1) Siswa memanfaatkan buku pelajaran di perpustakaan untuk mencari informasi tentang permasalahan pelajarannya. 2) Siswa mencari informasi di internet tentang permasalahan pelajarannya. f. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru

50 32 1) Siswa mendengarkan saat guru memberikan arahan dalam pelaksanaan diskusi kelompok. 2) Siswa mengkuti perintah yang diberikan guru dalam melaksanakan diskusi kelompok. g. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya 1) Siswa melakukan penilaian sendiri terhadap hasil belajarnya. 2) Siswa memperbaiki hasil pekerjaan yang diperolehnya. h. Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis 1) Siswa mengerjakan soal-soal yang ada di buku pelajaran tanpa di tugaskan oleh guru. 2) Siswa mengulang kembali soal pelajaran yang diberikan guru. i. Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya 1) Siswa membuat kesimpulan pembelajaran menggunakan bahasanya sendiri. 2) Siswa menggunakan sumber belajar yang ada disekitar secara maksimal. D. Asumsi dan Hipotesis 1. Asumsi a. Ada terdapat pengaruh pemberian reward oleh guru membangun keaktifan belajar siswa.

51 33 b. Setiap individu siswa keaktifan belajar nya berbeda-beda. 2. Hipotesis H a : Ada pengaruh signifikan antara pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. H o: Tidak ada pengaruh signifikan antara pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa di SMA-IT Pekanbaru.

52 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Adapun metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivesme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan innstrumen penelitian. Analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk mengetahui hipotesis yang telah ditetapkan. 36 B. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu dan tempat penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran Sedangkan tempat penelitian ini di sekolah menengah atas islam terpadu AZZHURA yang terletak di jl. Ketitiran, Garuda sakti km 3 panam, Pekanbaru. C. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. Sedangkan objek dalam penelitian ini ialah pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran ekonomi di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. 36 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2018, h

53 35 D. Populasi dan sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek di dalam penelitian. 37 Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X, XII IPS di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru yang berjumlah 43 siswa. Adapun data populasi, yaitu sebagai berikut: TABEL III.1 JUMLAH SISWA No Kelas Jumlah Siswa 1 X IPS 28 2 XII IPS 15 Jumlah Sampel Sampel merupakan sebagian atau wakil populasi yang di teliti. 38 Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik total sampling. Teknik total sampling merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang menjadikan seluruh anggotan populasi sebagai sampel atau dapat disebut penelitian populasi. Berkaitan dengan teknik pengambilan sampel, Arikunto mengemukakan bahwa sekedar ancer-ancer maka apabila subjek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika subjek besar, dapat diambil 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. 39 Dikarenakan subjek dalam penelitian ini kurang dari 100 siswa, maka diambil 37 Ninit Alfianika, Metode penelitian pengajaran bahasa indonesia, (yogyakarta: deepublish, 2018), Hal Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta, 2018, h Suharsimi Arikunto, prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), Hlm. 127

54 36 semuanya sehingga penelitian ini merupakan peneltian populasi. Sampel penelitian ini berjumlah 43 orang terdiri dari 28 orang siswa kelas X IPS dan 15 orang siswa kelas XII IPS. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik data yang penulis pakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Angket Angket adalah instrumen penelitian berupa daftar pertanyaanpertanyaan atau pertanyaan secara tertulis yang harus dijawab atau diisi oleh responden sesuai dengan petunjuk pengisiaannya. 40 Angket dalam penelitian ini diberikan kepada siswa tentang pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa di SMA-IT AZZHURA Pekanbaru. Skala yang di gunakan untuk menguji adalah skala likert. Skala likert berhubungan dengan pertanyaan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu, misalnya setuju-tidak setuju, senang-tidak senang, dan baik-tidak baik. Rentang skala yang digunakan untuk mengukur derajat sangat tidak setuju atau sangat setuju dalam penelitian ini adalah 1 sampai 5. Yaitu dengan tingkat pembobotan sebagai berikut: 1. Kategori sangat tidak setuju diberi nilai Kategori tidak setuju diberi nilai Kategori kurang setuju diberi nilai ), hal Ika Sriyanti, evaluasi pembelajaran matematika, ( Surabaya: uwais inspirasi indonesia,

55 37 4. Kategori setuju diberi nilai Kategori sangat setuju diberi nilai Observasi Observasi ini dapat dilacak pada kemapanan akar teoritis metode interaksionis-simbolik, karena dalam mengumpulkan data, peneliti sekaligus dapat berinterkasi dengan subjek penelitiannya. 42 Observasi dalam penelitian ini guna melihat pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Azzuhra Pekanbaru. 3. Dokumentasi Metode dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data penelitian mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat, koran, majalah, prasasti, no tulen, rapat, lager nilai, agenda, dan lain-lain. Teknik ini peneliti mengumpulkan dokumen atau arsip yang bersangkutan terhadap sekolah. Berupa pendirian sekolah, visi dan misi sekolah, keberadaan guru dan siswa, sarana dan prasrana, kurikulum sekolah serta hal lain yang di anggap perlu dalam meneliti ini. 41 Farid Firmansyah dan Rudy Haryanto, manjemen kualitas jasa (peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan), ( Kadur: duta media, 2019 ), hal Albi Anggito dan Johan Setiawan, metodologi penelitian kualitatif, (Sukabumi: cv jejak, 2018), hal. 110

56 38 F. Uji Instrument Penelitian 1. Uji Validitas Uji validitas berguna untuk mengetahui kevalidan atau kesesuaian instrumen, atau angket kuesioner, dalam mengukur dan memeperoleh data dari responden. Angket atau kuesioner kita berkualitas adalah yang sudah diuji validitas dan realibilitanya. Cara menguji validitas item kuesioner kita dengan pearson product moment. 43 Validitas intrumen dalam penelitian ini, akan diukur dengan menggunakan bantuan program SPSS Pengujian validitas bertujuan untuk melihat tingkat keandalan atau keshahihan (ketepatan) suatu alat ukur. Instrumen yang valid bila terdapat kesamaan data yang terkumpul dan data yang sesungguhnya terjadi. Apabila instrumen tersebut valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan apabila instrumen tersebut tidak valid maka instrumen tersebut harus diganti atau dihilangkan. Hasil pengujian validitas angket keterampilan bertanya guru terangkum pada penjelasan sebagai berikut: 43 Surya Eka Priyatna, analisis statistik sosial rangkaian penelitian kuantitatif menggunakan SPSS, (medan: yayasan kita menulis, 2020), hal. 32

57 39 TABEL1II.2 HASIL UJI VALIDITAS ANGKET PEMBERIAN REWARD No Butir Soal R Hitung Koefisien Validitas Status 1 0,900 0,497 Valid ,497 Valid 3 0,898 0,497 Valid 4 0,900 0,497 Valid 5 0,677 0,497 Valid 6 0,900 0,497 Valid 7 0,898 0,497 Valid 8 0,900 0,497 Valid 9 0,900 0,497 Valid 10 0,898 0,497 Valid 11 0,371 0,497 Tidak Valid Sumber : Olahan Data dari SPSS 21.0 Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa dari 1 item pernyataan tentang pemberian reward terdapat satu item yang memiliki nilai r hitung < r tabel, sehingga satu item tersebut dinyatakan tidak valid. Jadi seluruh item pernyataan yang dapat digunakan sebagai item pernyataan dalam pengumpulan data tentang pemberian reward adalah sebanyak 10 item pernyataan. Hasil pengujian validitas angket keaktifan belajar terangkum pada penjelasan sebagai berikut:

58 40 TABEL III.3 HASIL UJI VALIDITAS ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR SISWA No Butir Soal R Hitung Koefisien Validitas Status 1 0,620 0,497 Valid 2 0,407 0,497 Tidak Valid 3 0,514 0,497 Valid 4 0,511 0,497 Valid 5 0,566 0,497 Valid 6 0,512 0,497 Valid 7 0,630 0,497 Valid 8 0,610 0,497 Valid 9 0,645 0,497 Valid 10 0,511 0,497 Valid 11 0,566 0,497 Valid 12 0,512 0,497 Valid 13 0,552 0,497 Valid 14 0,595 0,497 Valid 15 0,662 0,497 Valid 16 0,647 0,497 Valid Sumber : Olahan Data dari SPSS 21.0 Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa dari 16 item pernyataan tentang keaktifan belajar siswa terdapat satu item yang memiliki nilai r hitung < r tabel, sehingga satu item tersebut dinyatakan tidak valid. Jadi seluruh item pernyataan yang dapat digunakan sebagai item pernyataan dalam pengumpulan data tentang keaktifan belajar siswa adalah sebanyak 15 item pernyataan. 2. Uji Realibilitas Uji Realibilitas berguna untuk mengetahui bahwa instrumen/alat yang digunakan dalam penelitian dapat dipercaya sebagai alat pengumpulan data yang mampu mengungkapkan informasi yang sebenarnya dilapangan. Untuk menguji realibilitas instrumen penelitian

59 41 kita menggunakan Alpha cronbach. 44 Yang akan diukur dengan menggunakan bantuan program SPSS Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur yang biasanya menggunakan angket (kuesioner) 1) Uji Reliabilitas Pemberian Reward TABEL III.4 HASIL UJI RELIABILITAS INSTRUMEN ANGKET TENTANG PEMBERIAN REWARD Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Nilai cronbach s alpha > 0.5 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X (pemberian reward) reliabel dan dapat diterima serta layak digunakan untuk analisis selanjutnya. 2) Uji Reliabilitas Keaktifan Belajar Siswa TABE III.5 HASIL UJI RELIABILITAS INSTRUMEN ANGKET TENTANG KEAKTIFAN BELAJAR SISWA Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Nilai cronbach s alpha > 0.5 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Y (keaktifan belajar siswa) reliabel dan dapat diterima serta layak digunakan untuk analisis selanjutnya. 44 Ibid, hal. 40

60 42 G. Teknik Analisis Data 1. Analisi Data Deskriptif Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Statistik deskriptif yang lazim juga disebut statistik deduktif atau statistik sederhana yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisis data angka agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan. 45 Setelah data terkumpul melalui angket, untuk masing-masing alternatif jawaban di cari persentase jawabannya pada item pertanyaan masing-masing variabel dengan rumus: Keterangan: F = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya N = Number of case (banyak individu) anak P = Angka persentase 46 Analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan variabel X (pemberian reward) dengan variabel Y (keaktifan belajar) diukur dengan skala nilai yaitu: a. Sangat Setuju akan diberi skor 5 b. Setuju akan diberi skor 4 c. Kurang Setuju akan diberi skor 3 45 Dicki Hartanto dan Sri Yuliani, statistik riset pendidikan dilengkapi analisis SPSS, (pekanbaru: cahaya firdaus design, 2019), hal Anas Sudjono, Pengantar Statistik Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Press, 2010), hal. 45

61 43 d. Tidak Setuju akan diberi skor 2 e. Sangat Tidak Setuju akan diberi skor 1 Data yang telah dipersentasekan kemudian direkapitulasi dan diberi kriteria sebagai berikut: a. 81 % % dikategorikan sangat baik. b. 61 % - 80% dikategorikan baik c. 41 % - 60 % dikategorikan cukup d. 21 % - 40 % dikategorikan kurang baik e. 0 % - 20 % dikategorikan tidak baik Mengubah Data Ordinal ke Interval Data yang diperoleh dari angket berupa data ordinal yang kemudian akan diubah menjadi interval, yaitu dengan menggunakan rumus: Keterangan: Yi = Variabel data ordinal Y = Mean (rata-rata) SD = Standar Deviasi Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Ada hal Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2011), 48 Hartono, Statistik untuk Penelitian, (yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011),hal. 126

62 44 beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data. 49 Namun, pada penelitian ini penulis akan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov dalam uji normalitas dengan bantuan program SPSS Uji Linieritas Kemudian dilakukan Uji Linieritas, Hipotesis yang diuji adalah: H a : Distribusi data yang diteliti tidak mengikuti bentuk yang linier. H o : Distribusi data yang diteliti mengikuti bentuk linier. Dasar pengambilan keputusan: Jika probalitas > 0,05 Ha diterima Ho ditolak. Jika probabilitas < 0,05 ditolak dan Ho diterima. 5. Regresi Linear Sederhana Data yang sudah diberikan kategori/kriteria kemudian dimasukkan kedalam rumus dengan menggunakan rumus regresi linear sederhana yang berguna untuk mencari pengaruh variabel predictor terhadap variabel kriteriumnya. Regresi linear sederhana membandingkan antara F hitung dan F tabel. Persamaan umum regresi linier sederhana adalah sebagai berikut: Y = a + bx Keterangan: Y : Subyek dalam variabel dependen yang diperediksikan. A : harga konstan (ketika harga X = 0) b : koefisien regresi 49 Jualiansyah Noor, metodologi penelitian (tesis, disertasi, dan karya ilmiah), (jakarta: kencana, 2017), hal. 174

63 45 X : nilai variabel independen 50 Harga a dan b dapat dicari dengan rumus berikut: α = b = Langkah selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment untuk menguji hipotesis penelitian, rumusnya yaitu sebagai berikut: r xy = Keterangan: r xy N X Y = Angka indeks korelasi r Product Moment = Number of Cases = Jumlah skor X = Jumlah skor Y XY = Jumlah hasil perkalian X dan Y 51 Besarnya koefisien korelasi dapat dinterprestasikan dengan menggunakan rumus table nilai r product moment. Df = N nr 52 Keterangan: Df = degrees of freedom N = Number of cases Usman Husaini, Purnomo Setiady, Pengantar Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 51 Anas Sudijono,Op.Cit., hal Hartono, Op.Cit, hal. 126

64 46 Nr = Banyaknya variabel yang dikorelasikan Kontribusi Pengaruh Pemberian Reward terhadap Keaktifan Belajar Siswa Menghitung besarnya sumbangan pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa dengan rumus: KD = R 2 x 100% Keterangan: KD = Koefisien determinasi/koefisien penentu R 2 = R square 54 Dalam memproses data, penulis menggunakan perangkat computer melalui program SPSS (Stasistical Program Society Science) Versi 21.0 for Window. 53 Anas Sudijono, Op.Cit., hal Riduwan, Op.Cit. hal. 76

65 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada siswa di SMA-IT AZZUHRA Pekanbaru dapat ditarik kesimpulan: 1. Pemberian reward pada pembelajaran ekonomi sebesar 90,7%. Nilai persentase ini sesuai dengan kriteria yang ditetapkan yaitu berada pada rentang 81% - 100% dengan katagori Sangat Baik. 2. Keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi sebesar 89,7%. Hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa tergolong sangat baik karena berada pada rentang interval 81%-100% dikategorikan sangat baik. 3. Adanya pengaruh yang signifikan pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada Pembelajaran Ekonomi di SMA-IT AZZUHRA Pekanbaru. Variabel pemberian reward dalam penelitian ini terbukti signifikan dapat mempengaruhi keaktifan belajar siswa mata pelajaran Ekonomi di SMA-IT AZZUHRA Pekanbaru, ini terlihat Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai R Square = 0,525 = 52,5% ini berarti variabel bebas pemberian reward mempengaruhi variabel dependen keaktifan belajar siswa sebesar 52,5% dan sisanya sebesar 47,5% dipengaruhi oleh variabel lain seperti motivasi, guru, sarana dan prasarana dan yang lainnya yang tidak masuk dalam penelitian ini. 76

66 77 B. Saran Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penulis memberikan saran kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk lebih menumbuhkan dan meningkatan keaktifan belajar siswa dalam proses belajar mengajar. 1. Bagi kepala sekolah Bagi kepala sekolah diharapkan dapat mengadakan pelatihanpelatihan tentang kegiatan belajar mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru-guru, sehingga akan dapat meningkatkan mutu sekolah itu menjadi lebih baik. 2. Bagi guru ekonomi Bagi guru ekonomi supaya lebih meningkatkan pengajaran dengan menggunakan education reward yang lain sehingga bisa membantu meningkatkan keaktifan belajar siswa. 3. Bagi siswa Bagi siswa agar lebih meningkatkan keaktifan dalam belajar serta siap diri dalam belajar dan membuang sifat diam dalam belajar agar hasil yang didapat jauh lebih baik dari sebelumnya. 4. Bagi Peneliti Kepada peneliti yang akan meneliti berikutnya penulis menyarankan untuk tidak meneliti aspek yang serupa, telitilah hal yang berbeda dengan aspek baru yang menarik untuk diteliti dan sesuai dengan kondisi gejala yang terjadi di sekolah tersebut, sehingga penelitian berikutnya dapat menjadi informasi baru lagi untuk sarana referensi

67 78 pengetahuan agar nantinya apa yang kurang dapat ditambah dan diperbaiki serta semakin dapat dioptimalkan kembali kualitas pembelajaran di sekolah.

68 79 DAFTAR PUSTAKA Aan Kaligi Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matimateka Kelas IV SD Negeri Jatisarono dan Nanggulan. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 36, Akyuni Qurrata Urgensi Reward dalam Pendidikan. Jurnal studi Pemikiran, Riset dan Pengembangan Islam. 01(01): Ali, Muhammad Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT. Bhakti Utama. Anggito Albi dan Johan Setiawan Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi : CV Jejak. Arikunto, Suharsimi Jakarta: Rineka Cipta. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Dimyanti, johni Metode Penelitian Pendidikan dan Aplikasinya pada Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Jakarta : Kencana. Djamarah, Syaiful Bahri Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif (Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis). Jakarta:Rineka Cipta. Ernata Yusvidha Analisis Motivasi Peserta Didik Melaui Pemberian Reward dan Punishment di SDN Ngaringan 05 Kec. Gandungsari Kab. Blitar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD. 5(2):784 Firmansyah Farid dan Rudy Haryanto Manjemen Kualitas Jasa (Peningkatan Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan). Kadur : Duta Media. Hartanto, Dicki dan Sri Yuliani Statistik Riset Pendidikan di Lengkapi Analisis SPSS. Pekanbaru: Cahaya Firdaus Design. Hartono Statistik untuk Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Herawati, Netti dan Bachtiar Bachri Prosiding Seminar Nasional: Memaksimalkan Peran Pendidik Membangun Karakter Anak Usia Dini sebagai wujudan investasi bangsa. Tuban: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pgri Ronggolawe Tuban. Husnaini, Usman dan Purnomo Setiady Pengantar Statistik. Jakarta: Bumi Aksara. Joko Wibowo Guru Idolaku.Jakarta: Guepedia. Mashuri dkk Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Type Jigsaw Terhadap Peningkatan Keaktifan Belajar Aqidah Akhlak pada Siswa Kelas VIII Mts Al-Fauzal Kabir Kota Jantho. Jurnal Mudarrisuna. 6(2): 290

69 80 Mulyoto Jurnal Pendidikan Konvergensi. Jakarta: Akademika CV. Mundiri, Akmal dan Jailani Kepemimpinan dan Etos Kerja di Lembaga Pendidikan(Konsep dan Implementasi). Surabaya: Duta Media. Mustoifah, dkk Studi Al-Qur an. Yogyakarta: Diandara Kreatif. Nale, Angela Firmina Teori Belajar dan Pembelajaran Implementasi dalam Pembelajaran Indonesia di SMP, SMA, dan SMK. Yogyakarta: CV. Budi Utama Nely Hartika Pengaruh Keaktifan Belajar dan Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Akuntansi dan Keuangan Universitas Banten Jaya. 2(1): 60 Ninit Alfianika Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Deepublish. Noor, Jualiansyah Metodologi Penelitian (Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah). Jakarta: Kencana. Nugroho Wibowo Upaya Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar di Sekolah Menegah Atas Negeri Saptosari. Jurnal Eletroniks, and Vocational Education. (EINVO).1(2): 129. Priyatna, Surya Eka Analisis Statistik Sosial Rangkaian Penelitian Kuantitatif Menggunakan SPSS. Medan: Yayasan Kita Menulis. Raihan Penerapan Reward dan Punishment dalam Meningkatksn Prestasi Belajar Pendidikan Islam Terhadap SMA Kabupatem Piadi. Jurnal of Islamic Education. 2(1): 118. Riduwan Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta., dan Akdon Rumus dan Data dalam Aplikasi Statistik. Bandung: Alfabeta., Metode dan Teknik Menyusun Proposal Penelitian, Bandung: Alfabeta. Rifai Penelitian Tindakan Kelas dalam PAK. Sukaharjo: Bornwins Publishing. Rifai dan Dewi RM Pengaruh Interaksi Edukatif dan Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi. Jurnal Pendidikan Ekonomi. 5(3):2.

70 81 Rosyid, ME dan Abdullah AR Reward dan Punishment dalam Pendidikan. Malang: Literasi Nusantara. Rumiyati Model Talking Stick. Pekalongan: PT. NEM. Rusdiana Hamid Reward dan Punisment dalam Perspektif Pendidikan Islam. Jurnal Kopertis Wilayah XI Kalimantan. 4(5): Rusno Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Kanjuruhan Malang Tahun Jurnal Inspirasi Pendidikan Sari, Yessy Nur Endah Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta : DEE PUBLISH. Segala, Syaiful Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Sinar Metode Active Learning (Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa. Yogyakarta: Deepublish. Sitanggang, A.R. Henry Kamus Psikologi, Bandung: PT. Armico. Slamet dan Samsul Maarif Pengaruh Bentuk Tes Normatif Assosiasi Pilihan Ganda dengan Reward dan Punishment Score pada Pembelajaran Matimateka Siswa SMA. Jurnal Ilmiah Program Studi Matimateka STKIP Silwangi Bandung. 3(1):71 Sriyanti, Ika Evaluasi Pembelajaran Matematika. Surabaya: Uwais Inspirasi Indonesia. Sriyono ddk Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta. Sudjana, Nana Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Tri Muah Penggunaan Pembelajaran Problem Based Instruction Pbi untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Matimateka Siswa Kelas 9b Semester Gasal Tahun Pelajaran 2014/2015 SMP Negeri 2 Tuntang Semarang. Jurnal Scholaria. 6(1): 43. Unaradjan, Dominikus metode penelitian kuantitatif. jakarta : grafindo. Wardani ddk Bunga Rampai Hasil Penelitian dan Pengabdian Penelitian Hibah Lppm Unika Soegijapranata. Semarang: UNIKA.

71 82 Widi Astuti Penerapan Pembelajaran Kooperatif Jigsaw untuk Meningkatkan Ketertarikan Belajar dan Prestasi Belajar Pembelajaran Internasional bagi Siswa Kelas XI IS 4 Semester 2 SMA Negeri 1 Karangnongko Tahun Pelajaran Jurnal Pendidikan. Edisi 40, (9): 34. Yessy Novita Sary Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Means and Analysis Menggunakan Media Video Terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 3 Pagar Alam. Jurnal Profit. Vol. 5 No. 1. hal. 90 Zailan Syarhani Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Disertai Reward untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Biologi Peserta Didik di Kelas XI MIA 1 SMAN 7 Padang. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Informasi. Vol. 5 No. 2 hal 54.

72 83 LAMPIRAN 1 ANGKET UJI COBA PENELITIAN PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZHURA PEKANBARU A. Angket ini dibuat untuk mendapatkan data yang akurat dari siswa yakni tentang Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ekonomi di Sekolah Menengah Atas-IT Azzhura Pekanbaru. Dalam pengisian angket ini saya mengharapkan kepada siswa untuk memberikan tanggapan yang sejujurnya atas pernyaan-pertanyaan dalam angket ini. Angket ini dipergunakan untuk penyelesaian skripsi peneliti pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. B. Identitas Responden 1. Nama :.. 2. Jenis Kelamin :.. 3. Kelas :.. C. Petunjuk Pengisian Angket Berilah tanda ceklis ( pada salah satu kolom di sebelah kanan pada setiap item. SS = Sangat Setuju S = Setuju KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

73 84 D. Angket/Instrumen Penelitian Tentang Pemberian Reward/Hadiah No Pertanyaan 1 Guru yang mengangguk-anggukan kepala sebagai tanda senang dan membenarkan suatu sikap, perilaku, atau perbuatan anak didik. 2 Guru mengacungkan jempol atas jaawaban yang luar biasa. 3 Guru memberikan tepuk tangan tanda peserta didik mampu presentasi dengan bagus. 4 Guru memberikan pujian, misalnya peserta didik sudah tulisan nya sudah lebih rapi daripada sebelumnya. 5 Guru memberikan kisah atau nyayian pujian 6 Guru memberikan soal lebih sulit kepada peserta didik karena guru yakin peserta didik mampu 7 Guru memberikan tugas dirumah dengan lebih sulit karena siswa semangat mengerjakan soal sebelumnya 8 Guru bisa memberikan hadiah berupa alat tulis setelah peserta didik mampu menjawab kuis 9 Guru bisa memberi bentuk hadiah makanan setelah diskusi kelompok dan memilih kelompok yang aktif 10 Guru bisa memberikan hadiah perjalanan berkat hasil ujian yang bagus 11 Guru membawa peserta didik jalanjalan ke taman sembari mengamati terkait pembelajaran ekonomi Alternatif Jawaban SS S KS TS STS

74 85 ANGKET/INSTRUMEN PENELITIAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA No Pertanyaan 1 Saya mengerjakan tugas individu yang diberikan guru 2 Saya mengerjakan tugas kelompok yang diberikan guru 3 Saya berdiskusi dengan teman untuk menyelesaikan masalah yang diberikan guru 4 Saya berani mengemukakan pendapat dalam pemecahan masalah yang diberikan oleh guru 5 Saya bertanya kepada guru mengenai halhal yang belum saya pahami 6 Saya bertanya kepada teman ketika penjelasan guru kurang saya pahami 7 Saya memanfaatkan buku pelajaran di perpustakaan untuk mencari tahu informasi permasalahan pelajaran saya 8 Saya mencari informasi di internet terkait permasalahan pelajaran saya 9 Saya mendengarkan saat guru memberikan arahan dalam pelaksanaan diskusi kelompok 10 Saya mengikuti perintah yang diberikan guru dalam melaksanakan tugas kelompok diskusi 11 Saya melakukan penilaian sendiri terhadap hasil belajar saya 12 Saya memperbaiki hasil pekerjaan pelajaran saya 13 Saya mengerjakan soa-soal yang ada di buku tanpa ditugaskan oleh guru 14 Saya mengulang kembali soal pelajaran yang diberikan oleh guru saya 15 Sayaa membuat kesimpulan pembelajaran menggunakan bahasa saya sendiri 16 Saya menggunakan sumber belajar yang ada disekitar saya secara maksimal Alternatif Jawaban SS S KS TS ST S

75 Lampiran 2 Hasil Olahan Data Validitas dan Reliabelitas 1. Angket Pemberian Reward P1 P2 P3 P4 P5 P6 Pearson Correlation Correlations P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 JUMLAH **.845 ** **.653 **.687 **.845 ** **.687 **.845 ** ** Sig. (2-tailed) N Pearson.687 ** **.687 **.557 * **.720 **.687 ** **.720 ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.845 **.720 ** **.514 *.720 ** **.845 **.720 ** ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson **.687 **.845 ** **.687 **.845 ** **.687 **.845 ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.653 **.557 *.514 *.653 ** *.514 *.653 **.557 *.514 * ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.687 ** **.720 **.687 **.557 * **.687 ** **.720 ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N

76 P7 P8 P9 P10 P11 JUMLAH Pearson.845 **.720 ** **.845 **.514 *.720 ** **.720 ** ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson **.687 **.845 ** **.653 **.687 **.845 ** **.845 ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.687 ** **.720 **.687 **.557 * **.720 **.687 ** ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.845 **.720 ** **.845 **.514 *.720 ** **.845 **.720 ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.900 **.900 **.898 **.900 **.677 **.900 **.898 **.900 **.900 **.898 ** Correlation Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 87

77 2. Angket Keaktifan Belajar Siswa P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 Pearson Correlation Correlations P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 JUMLAH ** * Sig. (2-tailed) N Pearson.705 ** ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson ** *.617 * ** * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson ** ** *.602 *.566 * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson ** ** * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * ** * ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * ** * * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * ** ** * ** Correlation 88

78 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 JUMLAH Sig. (2-tailed) N Pearson ** ** *.617 * * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson ** ** *.602 *.566 * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson ** ** * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * *.769 **.509 *.552 * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson ** **.520 * * Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * * ** **.662 ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson * * * ** ** Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson.620 * *.511 *.566 *.512 *.630 **.610 *.645 **.511 *.566 *.512 *.552 *.595 *.662 **.647 ** 1 Correlation Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). 89

79 90 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items HASIL UJI RELIABILITAS INSTRUMEN ANGKET HASIL UJI RELIABILITAS ANGKET TENTANG KEAKTIFAN BELAJAR SISWA Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items TENTANG PEMBERIAN REWARD

80 91 Lampiran 3 ANGKET PENELITIAN PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZHURA PEKANBARU A. Angket ini dibuat untuk mendapatkan data yang akurat dari siswa yakni tentang Pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi di sekolah menengah atas-it Azzhura Pekanabaru. Dalam pengisian angket ini saya mengharapkan kepada siswa untuk memberikan tanggapan yang sejujurnya atas pernyaan-pertanyaan dalam angket ini. Angket ini dipergunakan untuk penyelesaian skripsi peneliti pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. B. Identitas Responden 1. Nama :.. 2. Jenis Kelamin :.. 3. Kelas :.. C. Petunjuk Pengisian Angket Berilah tanda ceklis ( pada salah satu kolom di sebelah kanan pada setiap item. SS = Sangat Setuju S = Setuju KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

81 92 D. Angket/Instrumen Penelitian Tentang Pemberian Reward/Hadiah No Pertanyaan 1 Guru yang mengangguk-anggukan kepala sebagai tanda senang dan membenarkan suatu sikap, perilaku, atau perbuatan anak didik. 2 Guru mengacungkan jempol atas jaawaban yang luar biasa. 3 Guru memberikan tepuk tangan tanda peserta didik mampu presentasi dengan bagus. 4 Guru memberikan pujian dengan kata-kata kepada peserta didik 5 Guru memberikan kisah atau nyayian penyemangat dalam pembelajaran ekonomi agar peserta didik lebih aktif saat pembelajaran ekonomi berlangsung 6 Guru memberikan soal hitungan ekonomi dalam kelas yang lebih sulit kepada peserta didik karena guru yakin peserta didik mampu 7 Guru memberikan tugas dirumah dengan lebih sulit karena siswa semangat mengerjakan soal sebelumnya 8 Guru bisa memberikan hadiah berupa alat tulis setelah peserta didik mampu menjawab kuis 9 Guru bisa memberi bentuk hadiah makanan setelah diskusi kelompok dan memilih kelompok yang aktif 10 Guru bisa memberikan hadiah perjalanan berkat hasil ujian yang bagus Alternatif Jawaban SS S KS TS STS

82 93 Lampiran 4 ANGKET PENELITIAN PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS-IT AZZHURA PEKANBARU A. Angket ini dibuat untuk mendapatkan data yang akurat dari siswa yakni tentang Pengaruh pemberian reward terhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi di sekolah menengah atas-it Azzhura Pekanabaru. Dalam pengisian angket ini saya mengharapkan kepada siswa untuk memberikan tanggapan yang sejujurnya atas pernyaan-pertanyaan dalam angket ini. Angket ini dipergunakan untuk penyelesaian skripsi peneliti pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. B. Identitas Responden 1. Nama :.. 2. Jenis Kelamin :.. 3. Kelas :.. C. Petunjuk Pengisian Angket Berilah tanda ceklis ( pada salah satu kolom di sebelah kanan pada setiap item. SS = Sangat Setuju S = Setuju KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

83 94 D. Angket/Instrumen Penelitian Keaktifan Belajar Siswa No Pertanyaan 1 Saya mengerjakan tugas individu yang diberikan guru 2 Saya berdiskusi dengan teman untuk menyelesaikan masalah yang diberikan guru 3 Saya berani mengemukakan pendapat dalam pemecahan masalah yang diberikan oleh guru 4 Saya bertanya kepada guru mengenai hal-hal yang belum saya pahami 5 Saya bertanya kepada teman ketika penjelasan guru kurang saya pahami 6 Saya memanfaatkan buku pelajaran di perpustakaan untuk mencari tahu informasi permasalahan pelajaran saya 7 Saya mencari informasi di internet terkait permasalahan pelajaran saya 8 Saya mendengarkan saat guru memberikan arahan dalam pelaksanaan diskusi kelompok 9 Saya mengikuti perintah yang diberikan guru dalam melaksanakan tugas kelompok diskusi 10 Saya melakukan penilaian sendiri terhadap hasil belajar saya 11 Saya memperbaiki hasil pekerjaan pelajaran saya 12 Saya mengerjakan soa-soal yang ada di buku tanpa ditugaskan oleh guru 13 Saya mengulang kembali soal pelajaran yang diberikan oleh guru saya 14 Sayaa membuat kesimpulan pembelajaran menggunakan bahasa saya sendiri 15 Saya menggunakan sumber belajar yang ada disekitar saya secara maksimal Alternatif Jawaban SS S KS TS STS

84 Lampiran 5 Skor Data Mentah Angket Tentang Pemberian Reward Variabel X Resp Jumlah

85

86 Lampiran 6 Skor Data Mentah Tentang Keaktifan Belajar Siswa Variabel Y Resp Jumlah

87

88 99 Lampiran 7 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Reward Keaktifan N a,b Mean Normal Parameters Std. Deviation Absolute Most Extreme Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

89 100 Lampiran 8 Uji Linearitas Keaktifan * Reward Between Groups ANOVA Table Sum of Squares df Mean Square F Sig. (Combined) Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Keaktifan * Reward Measures of Association R R Squared Eta Eta Squared

90 101 Lampiran 9 Regresi Sederhana Coefficients a Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) Reward a. Dependent Variable: Keaktifan

91 102 Lampiran 10 Perubahan Data Ordinal Ke Interval Keterangan: Yi = Variabel data ordinal Y = Mean (rata-rata) SD = Standar Deviasi TABEL PERHITUNGAN RATA-RATA DAN STANDAR DEVIASI DATA-DATA ORDINAL X DAN Y Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Reward (x) Keaktifan (Y) Valid N (listwise) 43 TABEL PERUBAHAN DATA ORDINAL KE INTERVAL X No X SD Xi Ti

92

93 TABEL PERUBAHAN DATA ORDINAL KE INTERVAL Y No X SD Xi Ti

94 105 Lampiran 11 Nilai-Nilai R Product Moment (r Tabel taraf Signifikan 5% dan 1%) Df TarafSignif TarafSignif TarafSignif Df df 5% 1% 5% 1% 5% 1%

95 Lampiran 12 Dokumentasi 106

96 107

97 Lampiran 13 Lembar Angket yang sudah di isi Siswa (Reward) 108

98 109

99 110

100 111

101 112

102 113

103 114

104 115

105 116

106 Lampiran 14 Lembar Angket yang sudah di isi Siswa (Keaktifan Belajar) 117

107 118

108 119

109 120

110 121

111 122

112 123

113 124

114 125

115 Lampiran 15 surat-surat: Lembar Surat Penunjukkan Pembimbing 126

PADILLA NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 1435 H/2014 M

PADILLA NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 1435 H/2014 M PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU EKONOMI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 TELUK KUANTAN KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Oleh NUR PADILLA

Lebih terperinci

PELAKSANAAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 PEKANBARU

PELAKSANAAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 PEKANBARU PELAKSANAAN DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 PEKANBARU Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Oleh IVO ULTRAYANA NIM. 10913005293

Lebih terperinci

HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DALAM KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 DUMAI

HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DALAM KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 DUMAI HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DALAM KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 5 DUMAI Oleh NANDA JUNIARTI NIM. 10913005020 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

Lebih terperinci

Skripsi. Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I) Oleh RINA AHWAYIDA NIM

Skripsi. Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I) Oleh RINA AHWAYIDA NIM PENGARUH PENERAPAN METODE PQ4R (PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW) TERHADAP MOTIVASI BELAJARSISWA PADA MATA PELAJARANPENDIDIKAN AGAMAISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 PEKANBARU Skripsi

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi. PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DITINJAU DARI PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR DAN TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS XI IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

RAUF NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU

RAUF NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU PENGARUH KEPRIBADIAN TIPE EXTROVERT TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 TAMBANG KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR Oleh ABDUL RAUF

Lebih terperinci

TANGGAPAN GURU MATA PELAJARAN TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 01 TAPUNG HULU

TANGGAPAN GURU MATA PELAJARAN TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 01 TAPUNG HULU TANGGAPAN GURU MATA PELAJARAN TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 01 TAPUNG HULU Oleh YUDI CHANDRA NIM. 10713000426 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM

Lebih terperinci

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IS SMA NEGERI 5 TEGAL TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI

PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IS SMA NEGERI 5 TEGAL TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IS SMA NEGERI 5 TEGAL TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh: Safitri

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU MEMAAFKAN PADA SISWA/SISWI SMA NEGERI 1 DAYUN SKRIPSI OLEH: HANDOKO

HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU MEMAAFKAN PADA SISWA/SISWI SMA NEGERI 1 DAYUN SKRIPSI OLEH: HANDOKO HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PERILAKU MEMAAFKAN PADA SISWA/SISWI SMA NEGERI 1 DAYUN SKRIPSI OLEH: HANDOKO 11061102412 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh Abdul Rohman MS NIM

SKRIPSI. Oleh Abdul Rohman MS NIM HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI GUGUS V KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas

Lebih terperinci

ANALISIS LINGKUNGAN PERGAULAN DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN

ANALISIS LINGKUNGAN PERGAULAN DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN ANALISIS LINGKUNGAN PERGAULAN DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TERAS BOYOLALI TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

PENGARUH PERSEPSI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL

PENGARUH PERSEPSI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL PENGARUH PERSEPSI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO-VISUAL DAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI OLEH : AMY TRISNA RAHMAWATI

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS

BAB II KAJIAN TEORITIS BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Keterampilan Mengajar Guru 2.1.1 Pengertian Keterampilan Mengajar Guru. Keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam mengubah sesuatu hal menjadi lebih bernilai dan memiliki

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN SPIRITUAL DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KONTROL DIRI PADA NARAPIDANA LAPAS KLAS II A KOTA PEKANBARU SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN SPIRITUAL DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KONTROL DIRI PADA NARAPIDANA LAPAS KLAS II A KOTA PEKANBARU SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN SPIRITUAL DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KONTROL DIRI PADA NARAPIDANA LAPAS KLAS II A KOTA PEKANBARU SKRIPSI Disusun guna memnuhi sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN DITINJAU DARI KUALITAS LAYANAN DAN LOYALITAS PELANGGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA LAWU KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

RIA HAYATI NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 1435 H/2014 M

RIA HAYATI NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU PEKANBARU 1435 H/2014 M PENERAPAN TEKNIK TES OPSI RELATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 111 Oleh ISTIQOMAH RIA HAYATI NIM. 10918006027 FAKULTAS

Lebih terperinci

PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011

PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. PENGARUH PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP MOTIVASI BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FKIP AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2009/2010 SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata S-1 Progam Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata S-1 Progam Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH KREATIVITAS BELAJAR DAN PERSEPSI SISWA TENTANG LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA XI SMA NEGERI 1 CAWAS TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 45 PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROBLEM SOLVING

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 45 PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROBLEM SOLVING PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 45 PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROBLEM SOLVING Oleh MURWANTO NIM. 10918008760 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Skripsi. Oleh: Fatimah

Skripsi. Oleh: Fatimah ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN METODE RESITASI PADA MATERI PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDE SATU JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UIN ANTASARI BANJARMASIN TAHUN AKADEMIK 2016/2017

Lebih terperinci

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) PADA MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL SISWA KELAS

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Oleh: Hari Prabowo NIM

SKRIPSI. Disusun Oleh: Hari Prabowo NIM HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI KEGIATAN OSIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PKN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SE-KOTA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI SISTEM INDERA BERBASIS ADOBE FLASH CS3 UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI SISTEM INDERA BERBASIS ADOBE FLASH CS3 UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI SISTEM INDERA BERBASIS ADOBE FLASH CS3 UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Gelar Sarjana Strata-1 Program studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Gelar Sarjana Strata-1 Program studi Pendidikan Akuntansi. PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KESULITAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 SAWIT BOYOLALI TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi. KONTRIBUSI LINGKUNGAN BELAJAR DAN SIKAP SISWA DALAM MENERIMA PELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI KERJO TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DAN MOTIVASI

HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DAN MOTIVASI HUBUNGAN ANTARA PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS X ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA NEGERI 6 SURAKARTA SKRIPSI Oleh: LIA MAWARNI K8412040 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman,

BAB II KAJIAN PUSTAKA. seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, 9 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar Menurut Thursan Hakim (2005: 21) belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi.

NASKAH PUBLIKASI. Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi. NASKAH PUBLIKASI PENGARUH INTENSITAS BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA DALAM PELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS SMA NEGERI 3 WONOGIRI TAHUN AJARAN 2015/2016 Usulan

Lebih terperinci

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL PEER GROUP DAN KONTROL DIRI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP NORMA SOSIAL SKRIPSI OLEH: SRI PUJI ASTUTI

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL PEER GROUP DAN KONTROL DIRI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP NORMA SOSIAL SKRIPSI OLEH: SRI PUJI ASTUTI HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL PEER GROUP DAN KONTROL DIRI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP NORMA SOSIAL SKRIPSI OLEH: SRI PUJI ASTUTI 10761000060 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU

Lebih terperinci

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI RANAI KABUPATEN NATUNA TESIS

PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI RANAI KABUPATEN NATUNA TESIS PENGARUH MANAJEMEN SUMBER DAYA GURU TERHADAP KINERJA GURU DI MADRASAH ALIYAH NEGERI RANAI KABUPATEN NATUNA TESIS Diajukan untuk melengkapi salah satu syarat guna memperoleh gelar Magister Pendidikan Islam

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN JURUSAN PENDIDIKAN ISLAM KORELASI KECERDASAN SPIRITUALDENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 TANGGUL JEMBER TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI diajukan kepada

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS X SMA NEGERI I GODEAN, SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 TESIS Oleh : SULASTRI NPM. 122551400032

Lebih terperinci

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA KELAS XII SMA DI KECAMATAN WONOSOBO TERHADAP PROFESI GURU SKRIPSI

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA KELAS XII SMA DI KECAMATAN WONOSOBO TERHADAP PROFESI GURU SKRIPSI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA KELAS XII SMA DI KECAMATAN WONOSOBO TERHADAP PROFESI GURU SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU DAN KREATIFITAS GURU DALAM PEMILIHAN MEDIA PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI KELAS X SMA N 1

PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU DAN KREATIFITAS GURU DALAM PEMILIHAN MEDIA PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI KELAS X SMA N 1 PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU DAN KREATIFITAS GURU DALAM PEMILIHAN MEDIA PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI KELAS X SMA N 1 KAYEN PATI TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN KUD MARGOREJO KABUPATEN PATI TAHUN 2014 SKRIPSI

PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN KUD MARGOREJO KABUPATEN PATI TAHUN 2014 SKRIPSI PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN KUD MARGOREJO KABUPATEN PATI TAHUN 2014 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana

Lebih terperinci

KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI METODE MENGAJAR GURU DAN FASILITAS BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII

KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI METODE MENGAJAR GURU DAN FASILITAS BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DITINJAU DARI METODE MENGAJAR GURU DAN FASILITAS BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII MTsN PLUPUH SRAGEN TAHUN AJARAN 2016/2017 Skripsi Diajukan untuk Memperoleh

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Matematika HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS SISWA DI ORGANISASI SEKOLAH DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI I PURWANTORO TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI I PURWANTORO TAHUN AJARAN 2013/2014 PENGARUH AKTIVITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI I PURWANTORO TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

TESIS. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Oleh : RIAN APRILIANI

TESIS. Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Magister Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Oleh : RIAN APRILIANI HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN UNSUR KEBAHASAAN DAN SIKAP TERHADAP BAHASA INDONESIA DENGAN KOMPETENSI MENULIS KARYA ILMIAH (Survei padaa Mahasiswa Pendidikan MIPA-FKIP UNS) TESIS Disusun untuk memenuhi sebagian

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Akuntansi.

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Akuntansi. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN PRESEPSI KELENGKAPAN FASILITAS LABORATORIUM KOMPUTER TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMUNIKASI SISWA KELAS X DI SMA ISLAM TERPADU

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN KOMPUTER AKUNTANSI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI SEMESTER VIII UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORITIS

BAB II KERANGKA TEORITIS BAB II KERANGKA TEORITIS A. Kajian Teori 1. Reward a. Pengertian Reward Pengertian reward diambil dari bahasa Inggris yang berarti ganjaran atau penghargaan. Ganjaran adalah alat pendidikan represif yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMANSARI

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMANSARI HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 TAMANSARI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. A. Kerangka Teoretis. 1. Pemberian Pekerjaan Rumah. a. Pengertian Mengerjakan PR/Tugas

BAB II KAJIAN TEORI. A. Kerangka Teoretis. 1. Pemberian Pekerjaan Rumah. a. Pengertian Mengerjakan PR/Tugas BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoretis 1. Pemberian Pekerjaan Rumah a. Pengertian Mengerjakan PR/Tugas Tugas merupakan suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. Pemberian tugas sebagai suatu metode atau

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016 M/1438 H

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2016 M/1438 H HUBUNGAN ANTARA MODALITAS BELAJAR V-A-K DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN ANJIRBARU KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU TAHUN PELAJARAN 2016/2017 OLEH NIDA HASANAH INSTITUT AGAMA

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN SUSKA RIAU OLEH:

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Dakwah Dan Komunikasi UIN SUSKA RIAU OLEH: PENGARUH KOMUNIKASI VERTIKAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN PEGAWAI SEKOLAH DASAR NEGERI 005 DESA BARU KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat

Lebih terperinci

PROGRAM S.1 JURUSAN MANAJEMEN PEMASARAN

PROGRAM S.1 JURUSAN MANAJEMEN PEMASARAN PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN AIR MINUM ISI ULANG SAHIRA DI RIMBO PANJANG SKRIPSI OLEH : NURUL FADLI NIM : 10971008668 PROGRAM S.1 JURUSAN MANAJEMEN PEMASARAN FAKULTAS EKONOMI DAN

Lebih terperinci

PENGARUH PERSEPSI NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MOLTO ULTRA DI PEKANBARU

PENGARUH PERSEPSI NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MOLTO ULTRA DI PEKANBARU PENGARUH PERSEPSI NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN MOLTO ULTRA DI PEKANBARU Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Uin Suska Riau PROPOSAL OLEH SULASTRI NIM : 11071203982

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi 0 PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPS SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1 PENINGKATAN RASA NASIONALISME DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SD NEGERI 1 KLAHANG SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

SUISWATI A SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SUISWATI A SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi. PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR, FASILITAS BELAJAR, DAN CARA BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 SULANG REMBANG TAHUN

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODE PERMAINAN TRIOMINO PADA PEMBELAJARAN OPERASI BILANGAN PECAHAN DI KELAS IV SDN KEBUN BUNGA 5 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGGUNAAN METODE PERMAINAN TRIOMINO PADA PEMBELAJARAN OPERASI BILANGAN PECAHAN DI KELAS IV SDN KEBUN BUNGA 5 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PENGGUNAAN METODE PERMAINAN TRIOMINO PADA PEMBELAJARAN OPERASI BILANGAN PECAHAN DI KELAS IV SDN KEBUN BUNGA 5 BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 OLEH SHOLIHAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN

Lebih terperinci

KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP

KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA KELAS VII SMP Skripsi Oleh: Ros Hana Elok Prastiwi K2310085 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT (EDUCATION AND ENTERTAINMENT)

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT (EDUCATION AND ENTERTAINMENT) PENGARUH METODE PEMBELAJARAN EDUTAINMENT (EDUCATION AND ENTERTAINMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI LINGKARAN PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 3 KEDUNGWARU TULUNGAGUNG SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 ( S1 ) Program Studi Pendidikan Akuntansi

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana Strata 1 ( S1 ) Program Studi Pendidikan Akuntansi PENERAPAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA N KARANGPANDAN TAHUN AJARAN 2011/2012 Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Akuntansi. Oleh PENI WULANDARI A

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Akuntansi. Oleh PENI WULANDARI A PENGARUH MINAT BELAJAR DAN PARTISIPASI SISWA DALAM KEGIATAN OSIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 GODONG TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Belajar dan Pembelajaran 2.1.1 Pengertian Belajar Belajar merupakan komponen dari ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Di dalamnya dikembangkan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Prasyarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI. Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Prasyarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PURWANTORO TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 SEWON TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI

SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 SEWON TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI PENGARUH PENGARUH PERSEPSI PERSEPSI SISWA TENTANG SISWA TENTANG MATA PELAJARAN MATA PELAJARAN AKUNTANSI DAN PEMBERIAN AKUNTANSI PEKERJAAN DAN RUMAH PEMBERIAN TERHADAP PEKERJAAN PRESTASI RUMAH BELAJAR AKUNTANSI

Lebih terperinci

PENGARUH HUBUNGAN SOSIAL ANTAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI GAJAHAN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014

PENGARUH HUBUNGAN SOSIAL ANTAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI GAJAHAN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014 PENGARUH HUBUNGAN SOSIAL ANTAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI GAJAHAN KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2014 Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIVITAS GURU DALAM MGMP DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP GAYA MENGAJAR (GURU EKONOMI SMA) DI BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGARUH AKTIVITAS GURU DALAM MGMP DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP GAYA MENGAJAR (GURU EKONOMI SMA) DI BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2013/2014 PENGARUH AKTIVITAS GURU DALAM MGMP DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP GAYA MENGAJAR (GURU EKONOMI SMA) DI BANJARNEGARA TAHUN AJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan pengajuan Guna Mencapai

Lebih terperinci

HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 1 TEMPEL SKRIPSI

HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 1 TEMPEL SKRIPSI HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 1 TEMPEL SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program

DI KELAS 2014/2015. SKRIPSI Diajukan Guna Program PENGARUH PROFESIONALISME GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS TERHADAP MOTIVASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA MTA SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROBLEM SOLVING

KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROBLEM SOLVING KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROBLEM SOLVING DI KELAS IX SMPN 2 MATARAMAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 OLEH DARMAWAN SETIADI INSTITUT

Lebih terperinci

TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1

TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS DAN PEMANFAATAN WAKTU BELAJAR DI LUAR JAM PELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKUNTANSI KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH MINAT BELAJAR DAN KUALITAS MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MATA KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN ANGKATAN 2010/2011 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN SIKAP KERJA KERAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN PERMAINAN BALOK PECAHAN DI KELAS V B SD NEGERI PANAMBANGAN SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH KELAS IV DESA SIMPAR BANDAR BATANG TAHUN

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH KELAS IV DESA SIMPAR BANDAR BATANG TAHUN HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH KELAS IV DESA SIMPAR BANDAR BATANG TAHUN 2011-2012 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi Sebagian Tugas dan syarat

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI UMS ANGKATAN 2009/2010 NASKAH

Lebih terperinci

Dicetak pada tanggal Id Doc: 589c891e81944d f

Dicetak pada tanggal Id Doc: 589c891e81944d f UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DI KELAS X MIA 4 SMAN 1 MUARO JAMBI SKRIPSI OLEH FEBRIYANI NUR PALUPI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Mendapat Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE.Sy) OLEH: NURHAYATI NIM

SKRIPSI. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Mendapat Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE.Sy) OLEH: NURHAYATI NIM STRATEGI PENGUSAHA WARUNG INTERNET (WARNET) DI JL. BULUH CINA KELURAHAN SIMPANG BARU KECAMATAN TAMPAN DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA DITINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

Lebih terperinci

SKRIPSI. oleh Yuni Nur Isneni NIM

SKRIPSI. oleh Yuni Nur Isneni NIM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN KATA PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 KESESI KABUPATEN PEKALONGAN JAWA TENGAH SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh Rose Mareta

SKRIPSI. Oleh Rose Mareta PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA (Studi Kasus Pada Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aktivitas Belajar Aktivitas belajar siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses belajar mengajar. Kegiatan kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang

Lebih terperinci

PENGARUH PENERAPAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION

PENGARUH PENERAPAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION PENGARUH PENERAPAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA DI MADRASAH ALIYAH UMMATAN WASATHAN PONDOK PESANTREN TEKNOLOGI RIAU PEKANBARU Oleh AHMAD TOBRONI NIM.

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 (S-1) Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 (S-1) Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI DAN LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP MINAT ORANG TUA MENYEKOLAHKAN ANAKNYA HINGGA JENJANG PERGURUAN TINGGI PADA WARGA KELURAHAN BUGANGIN KECAMATAN KENDAL KABUPATEN KENDAL TAHUN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. STUDI TENTANG KEAKTIFAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH DASAR AKUNTANSI KEUANGAN 2 MELALUI MINAT BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA. KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH WARU TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA. KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH WARU TAHUN AJARAN 2013/2014 PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH WARU TAHUN AJARAN 2013/2014 JURNAL PUBLIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGARUH MODEL JIGSAW

PERBEDAAN PENGARUH MODEL JIGSAW PERBEDAAN PENGARUH MODEL JIGSAW DAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA DI PURWODADI GROBOGAN Tesis Untuk

Lebih terperinci

UMAROH NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 1435 H/2014 M

UMAROH NIM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 1435 H/2014 M PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH YPUI TERATAK KECAMATAN RUMBIO JAYA KABUPATEN KAMPAR Oleh AMELIA UMAROH

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH: Rini Zulmayanti NIM Disusun guna memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Psikologi

SKRIPSI OLEH: Rini Zulmayanti NIM Disusun guna memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Psikologi PERBEDAAN MOTIF AFILIASI PENGGUNA SITUS JEJARING SOSIAL DITINJAU BERDASARKAN ASAL SEKOLAH PADA SISWA TINGKAT SMAN 6 PEKANBARU DAN SISWA PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWARAH SKRIPSI Disusun guna memenuhi sebagian

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. memperkenalkan produk, karya atau gagasan kepada khalayak ramai.

II. TINJAUAN PUSTAKA. memperkenalkan produk, karya atau gagasan kepada khalayak ramai. 12 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Model Pembelajaran Gallery Walk (GW) Secara etimologi, Gallery Walk terdiri dari dua kata yaitu gallery dan walk. Gallery adalah pameran. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Inkuiri Terbimbing Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan salah metode yang sering digunakan oleh para guru. Khususnya pembelajaran biologi, ini disebabkan karena kesesuaian

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS IT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP PGRI KASIHAN BANTUL SKRIPSI

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS IT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP PGRI KASIHAN BANTUL SKRIPSI HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS IT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP PGRI KASIHAN BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PERSEPSI SISWA TENTANG PELAJARAN AKUNTANSI DAN RASA PERCAYA DIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2015 M/1437 H

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI BANJARMASIN 2015 M/1437 H KONTRIBUSI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI MOTIVASI DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATERI MATRIKS SISWA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 1 MANDASTANA KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA LAYANAN INFORMASI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TEMPEL TAHUN PELAJARAN 2015/2016

HUBUNGAN ANTARA LAYANAN INFORMASI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TEMPEL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 HUBUNGAN ANTARA LAYANAN INFORMASI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TEMPEL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Oleh Pungky Kumala Anindya Kusuma Dewi NPM. 14144200140

Lebih terperinci

Disusun Oleh: Lia Fatra

Disusun Oleh: Lia Fatra HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 2 TUNTANG TAHUN PELAJARAN 2012 2013 SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana

Lebih terperinci

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP PROFESIONALISME GURU SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) NUR HIDAYAH SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh

Lebih terperinci

PENGARUH BAURAN RITAIL (RETAILING MIX)TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SWALAYAN KIOSK 999 DI KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU SKRIPSI

PENGARUH BAURAN RITAIL (RETAILING MIX)TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SWALAYAN KIOSK 999 DI KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU SKRIPSI PENGARUH BAURAN RITAIL (RETAILING MIX)TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA SWALAYAN KIOSK 999 DI KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU SKRIPSI OLEH : AFRIAN ARIEF BUDIMAN NIM : 10971008293 PROGRAM S.1 JURUSAN

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyarat Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyarat Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR DAN KOMUNIKASI MAHASISWA DENGAN DOSEN PADA MATA KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FKIP UMS ANGKATAN 2010 SKRIPSI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI FASILITAS BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS XI JURUSAN IPS MAN I SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

HUBUNGAN KEAKTIFAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGIKUTI MUSYAWARAH GURU PEMBIMBING DENGAN KINERJANYA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KOTA PEKANBARU

HUBUNGAN KEAKTIFAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGIKUTI MUSYAWARAH GURU PEMBIMBING DENGAN KINERJANYA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KOTA PEKANBARU HUBUNGAN KEAKTIFAN GURU PEMBIMBING DALAM MENGIKUTI MUSYAWARAH GURU PEMBIMBING DENGAN KINERJANYA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KOTA PEKANBARU Skripsi Diajukan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI ANTARA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI-SWASTA DITINJAU DARI MAHASISWA PENDATANG-BUKAN PENDATANG.

PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI ANTARA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI-SWASTA DITINJAU DARI MAHASISWA PENDATANG-BUKAN PENDATANG. PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI ANTARA MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI-SWASTA DITINJAU DARI MAHASISWA PENDATANG-BUKAN PENDATANG Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam mencapai derajat S-1 Psikologi

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA 11 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peningkatan Aktivitas Siswa Keberhasilan siswa dalam belajar bergantung pada aktivitas yang dilakukannya selama proses pembelajaran, sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat,

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

SKRIPSI. Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO SMK MA ARIF 1 WATES Diajukan Kepada Fakultas Teknik

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

SKRIPSI. Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan PENGARUH CARA BELAJAR DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BANTUL TAHUN AJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

ABSTRAK. Oleh EFRIDA. Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), Tutor Sebaya, konvensional, dan kemampuan pemecahan masalah matematis.

ABSTRAK. Oleh EFRIDA. Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), Tutor Sebaya, konvensional, dan kemampuan pemecahan masalah matematis. ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING MODIFIKASI METODE TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP N 5 BANDAR

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KINERJA GURU SMAN 2 DUMAI SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KINERJA GURU SMAN 2 DUMAI SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KINERJA GURU SMAN 2 DUMAI SKRIPSI Disusun guna memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana Psikologi OLEH : SRI SUSILAWATI A.R 10961005702 FAKULTAS

Lebih terperinci