Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Rawat Inap"

Transkripsi

1 Artikel Penelitian Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 di Muhammad Khairul Fikri 1, Ichsan Rizany 1, Herry Setiawan 1 1 Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia Article Info Article History: Submit: 26 Desember 2021 Accepted: 26 Januari 2022 Publish: 31 Mei 2022 Key words: Motivasi kerja; Kepuasan kerja; Perawat; Pandemi COVID-19 Abstrak Tingkat kepuasan perawat bekerja di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru masih rendah pada masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross sectional. Teknik yang digunakan yaitu stratified random sampling. Sampel terdiri dari 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan yang positif antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 (p value = 0,0001 < 0,05; r = 570). Motivasi kerja perawat dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. Nilai motivasi kerja dan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih perlu ditingkatkan, terutama kepuasan kerja yang masih dibawah standar minimum kepuasan kerja. Motivasi kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19. PENDAHULUAN Permulaan tahun 2020, masyarakat dunia digemparkan dengan kemunculan COVID- 19. Virus yang diinformasikan berasal dari Wuhan, Tiongkok ini, memiliki tingkat infeksi penyebaran yang sangat luas hingga ke seluruh penjuru dunia. Di Indonesia, jumlah kasus COVID-19 juga mengalami peningkatan dengan total terinfeksi COVID-19 (Satgas Penanganan COVID-19, 2021). Kasus kejadian COVID-19 di Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarbaru sebanyak kasus terkonfirmasi COVID-19 (Diskominfo Prov.Kalsel, 2021). Penyebaran COVID-19 membuat seluruh masyarakat Indonesia harus beradaptasi dengan kondisi yang penuh risiko infeksi, tidak terkecuali perawat sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19 (Istichomah et al., 2021). Beberapa rumah sakit dijadikan sebagai rumah sakit rujukan memiliki ancaman besar bagi perawat (Sa diah & Machfud, 2021). Kepuasan kerja adalah Ketika karyawa merasa suka atau tidak suka ketika mengevaluasi pekerjaannya. Kepuasan kerja melibatkan pandangan umum seorang Corresponding author: Ichsan Rizany DOI: e-issn

2 individu mengenai pekerjaannya, indiviidu dengan kepuasan kerja yang bagus akan menunjukkan sikap tersebut dengan hal positif dalam bekerja (Barahama et al., 2019). Perawat yang tidak puas pada pekerjaanya terkadang tidak dapat mencapai kematangan psikologis dan perawat akan merasa terbebani, sering melamun, mempunyai semangat bekerja yang turun, mudah bosan dan lesu, tidak dapat berkonsentrasi, emosi tidak stabil, sering tidak masuk bekerja, dan mengerjakan sesuatu yang tidak ada kaitan pekerjaannya (Dewi & Aisyah, 2017). Oleh karena itu, selama masa pandemi COVID-19 kepuasan kerja menjadi sangat penting dalam mencegah kejenuhan, mengurangi perasaan cemas dan tertekan, serta meningkatkan kesehatan fisik (Istichomah et al., 2021). Menurut Nursalam (2017) dalam penelitiannya menyebutkan faktor yang membuat kepuasan kerja perawat rendah lebih dipengaruhi adanya dukungan organisasi, fasilitas, gaji, promosi, kesesuaian jenis pekerjaan dan faktor motivasi. Motivasi adalah perubahan yang terjadi pada diri seseorang sebagai manifestasi dari emosi, psikologi, dan emosi yang merangsang atau merangsang tindakan dalam menaggapi kebutuhan, keinginan, dan tujuan (Dayana & Marbun, 2018). Berdasarkan penelitian Darma Yanti, Susiladewi and Pradiksa (2020), motivasi kerja perawat dalam masa pandemi COVID- 19 di Bali, rata-rata nilai motivasi kerja yaitu 52,8% termasuk kategori motivasi baik. Pada penelitian Arif, Wihardja dan Lina (2021) yang meneliti motivasi kerja pada perawat yang bekerja di ruang rawat COVID-19 mempunyai nilai rata-rata 72,42% dan termasuk motivasi kerja cukup. Selain itu, penelitian Setianingrum et al., (2021) perawat pelaksana di ruang rawat inap dan rawat jalan saat pandemi COVID- 19 motivasinya kurang dengan nilai 47,64% yang disebabkan struktur organisasi yang tidak dibagi dengan bawahan, lingkungan kerja yang penuh risiko terpapar COVID-19 tersebar luas, dan organisasi yang tidak mempertahankan anggota dengan motivasi rendah. Menurut Perceka (2018), rendahnya motivasi kerja perawat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain apresiasi, peluang pertumbuhan, tanggung jawab pekerjaan, otonomi, fungsi manajemen ruang kepala dan karakteristik perawat. Berdasarkan penelitian Kalalo, Sjattar and Natzir (2018) mengungkapkan bahwa perawat dengan motivasi tinggi belum tentu puas dengan pekerjaannya, tetapi kepuasan kerja yang lebih tinggi kemungkinan akan meningkatkan motivasinya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal Juni 2021 di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru dengan meminta mengisi kuesioner pada 6 orang perawat di ruang rawat inap yang berbeda menunjukkan hasil kepuasan kerja perawat adalah 69%. Nilai tersebut masih di bawah rata-rata dari Minnesota Satisfaction Questioner (MSQ) sebesar 75,4. Peneliti juga melakukan wawancara didapatkan keenam perawat mengatakan merasa semangat untuk merawat pasien setiap hari, kurang puas dengan pekerjaannya terutama gaji, banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan, dan manajemen supervisi. Selama pandemi COVID-19, peningkatan pasien yang dirawat dan jumlah pekerjaan menjadi tantangan dan mengadaptasikan kondisi kerja. Selan itu perawat merasa bersemangat bekerja karena didasari tanggung jawab untuk merawat pasien, 4 perawat mengatakan merasa terdorongan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan 2 orang mengatakan terdorong untuk memenuhi kebutuhan diri sehari-hari Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. METODE Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental dengan desain cross

3 sectional. Jumlah populasi 144 perawat pelaksana rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Teknik stratified random sampling digunakan sebagai teknik sampling penelitian ini. Sampel dihitung menggunakan rumus perhitungan estimasi proporsi pada sampel acak startifikasi dengan presisi mutlak didapatkan 112 perawat sesuai kriteria inklusi. Sampel diambil dari tujuh ruang rawat inap antara lain ruang VIP Murai, Merak, Kasuari, Cendrawasih, Nuri, Camar, dan Parkit. Kriteri inklusi yaitu perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru, perawat ruangan minimal berpendidikan D3 Keperawatan, perawat yang bukan orientasi dan menetap selama 6 bulan di rumah sakit. Kriteria eksklusinya yaitu perawat yang sedang mengambil cuti atau izin belajar saat dilakukan penelitian. Instrumen yang digunakan terdapat tiga buah, kuesioner A (karateristik perawat), kuesioner B (motivasi kerja), dan kuesioner C (kepuasan kerja). Kuesioner A meliputi nama inisial, umur, jenis kelamin, lama kerja di ruang saat ini, pendidikan terakhir, pendapatan/gaji perbulan, posisi dalam jenjang karir dan status kepegawaian. Kuesioner B merupakan kuesioner motivasi kerja yang terdiri dari 20 pernyataan dengan skala likert 1-4 (Sangat Tidak Setuju (STS) = 1, Tidak Setuju (TS) = 2, Setuju (S) = 3, dan Sangat Setuju (SS) = 4). Kuesioner B telah lulus uji expert dengan nilai 0,916, lulus uji reliabilitas dengan nilai 0,910, dan nilai validitas 0,442 0,681 (r hitung > r tabel : 0,361). Pada kuesioner C merupakan kuesioner kepuasan kerja yang disadur dari Hariyati (2014). Kuesioner tersebut lulus uji validitas (0,56-0,83) dan reliabilitas (0,91). Data dianalisi menggunakan spearman-rho correlation test. Prinsip etik dalam penelitian ini adalah persetujuan responden, anonimitas, kerahasiaan, hak veto dan itikad baik. Studi ini telah diakui sebagai nilai etis dari sudut pandang etika penelitian oleh Komite Etik Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat dengan No.917/KEPK-FK ULM/EC/XI/2021. HASIL Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia, rata-rata 30,66 tahun. Rata-rata lama kerja responden adalah 3,78 tahun. Pada pendapatan, rata-rata pendapatan responden adalah Rp Karakteristik responden disajikan pada tabel berikut: Tabel 1 Karakteristik responden menurut usia, lama kerja, dan penghasilan (n=112) Indikator Rerata Min-Max Usia (Tahun) 30,66 (±5,22) Lama Kerja (bulan dan tahun) Pendapatan (Rp) 3,78 (±4,48) 0, (± ) Berdasarkan tabel 2, jenis kelamin perawat rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru terbanyak adalah perempuan sebanyak 65 orang (58,0%), sedangkan laki-laki sebanyak 47 orang (42,0%). Responden banyak berpendidikan D3 Keperawatan sebanyak 62 orang (55,4%), dan data menunjukkan pendidikan D4 Keperawatan memiliki jumlah paling sedikit sebanyak 2 orang (1,8%). Data menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki jenjang karir Pra PK dengan jumlah 43 orang (38,4%) dan jenjang karir PK III memiliki jumlah responden paling rendah sebanyak 17 orang (15,2%). Responden dengan status kepegawaian BLUD memiliki jumlah terbanyak sebanyak 84 orang (75,0%), sedangkan responden yang berstatus kepegawaian PNS atau P3K memiliki jumlah 28 orang (25,0%).

4 Tabel 2 Karakteristik responden menurut jenis kelamin, pendidikan, jenjang karir, dan status kepegawaian (n=112) Indikator f % Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan D3 Keperawatan D4 Keperawatan D4 Keperawatan + Profesi Ners S1 Keperawatan + Profesi Ners Jenjang Karir Pra PK PK I PK II PK III PK IV PK V Status Kepegawaian PNS atau P3K BLUD ,0 58,0 55,4 1,8 2,7 40,2 38,4 29,5 17,0 15, ,0 75,0 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa nilai rata-rata kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru sebanyak 76,90 (76,90% dari 112) dengan nilai terendah adalah 40 dan nilai tertinggi adalah 100. Motivasi kerja perawat di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru sebesar 64,06 (80,07% dari 112) dengan nilai paling rendah adalah 35 dan nilai paling tinggi adalah 80. Hasil penelitian menunjukkan hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru didapatkan nilai p<α (0,000< 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,570, maka selama masa pandemic COVID- 19 di RSD Idaman Kota Banjarbaru terdapat korelasi bermakna antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja tenaga keperawatan dengan tingkat hubungan kuat dan memiliki arah positif yang berarti semakin termotivasi seorang perawat untuk bekerja, semakin puas dia dengan pekerjaannya selama pandemi COVID-19 di Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru. Begitu juga sebaliknya, semakin menurun motivasi kerja perawat akan membuat kepuasan kerja perawat menjadi rendah pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Tabel 3 Hubungan kepuasan kerja dengan motivasi kerja perawat pada masa pandemic COVID-19 di Rawat Inap RSD Idaman Kota Banjarbaru (n=112) Indikator Rerata Koefisien korelasi p Kepuasan 76,90 Kerja Motivasi Kerja PEMBAHASAN (±13,756) 64,06 (±8,433) Kepuasan Kerja Perawat 0,570 0,000 Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru rata-ratanya yaitu 76,90 atau 76,90%. Dari nilai hasil penggambaran tersebut dapat diketahui bahwa kepuasan kerja perawat selama pandemi COVID-19 yang bekerja di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru sudah melebihi dan memenuhi standar kepuasan kerja perawat yaitu 75,4 menurut Minnesota Satisfaction Quesioner (MSQ). Berdasarkan ada penelitian Rahmaniah, Rizany dan Setiawan (2020) kepuasan kerja tenaga keperawatan di ruang rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru tahun 2020 yaitu 62,82 atau 64,44%. Sementara pada penelitian Setianingrum et al. (2021), hasil kepuasan kerja perawat yang bekerja pada masa pandemi COVID-19 sebesar 63,56 (54,45%). Jika kepuasan kerja perawat dilihat per ruang rawat inap, terdapat 4 ruang yang memenuhi standar MSQ dan 3 ruang yang belum memenuhi standar MSQ. Ruang rawat inap tersebut antara lain ruang Kasuari (75,14), VIP Murai (71,13) dan Camar (73,29). Berdasarkan hasil penelitian, kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID- 19 memiliki nilai tertinggi terdapat pada parameter pernyataan nomor 9 yaitu Social Service (Layanan Sosial) sebesar 4,18 atau 83,57% dalam berntuk persen. Peneliti

5 berasumsi bahwa perawat dalam melakukan pekerjaan berkaitan erat dengan layanan sosial seperti hubungan dengan teman kerja, dengan atasan, dan dengan orang terdekat. Pada penelitian Istichomah et al. (2021) bahwa dukungan sosial yang didapat di tempat kerja bisa berasal dari atasan, rekan kerja, dan keluarga. Dukungan dari atasan akan membuat pekerjaan tidak menjadi terlalu beban dan tekanan dari atasan, dukungan dari rekan kerja seperti melakukan pekerjaan secara bersama akan mengurangi kelelahan selama bekerja, dan dukungan dari keluarga yang mampu memberikan motivasi dan semangat dalam melalukan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, pernyataan nomor 13 yang merupakan pernyataan mengenai kompensasi memiliki nilai ratarata terendah dibandingkan dengan pernyataan lain. Nilai rata-rata pernyataan nomor 13 adalah 3,31 (66,25%). Dari nilai tersebut, peneliti berasumsi bahwa perawat rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru merasa masih belum puas dengan kompensasi yang didapatnya. Hal tersebut sehingga mengakibatkan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 masih belum cukup tinggi. Walaupun kompensasi perawat yang bekerja di ruang isolasi sedikit lebih banyak dibandingkan kompensasi yang didapat di ruang rawat inap biasa, namun peneliti tidak membandingkan kepuasan kerja dari indikator kompensasi antara ruang rawat isolasi COVID-19 dengan ruang rawat inap biasa. Peneliti mengukur kepuasan kerja salah satunya indikator kompensasi secara keseluruhan ruang rawat inap RSD Idaman Kota Banjabaru. Dalam penelitian Darma Yanti, Susiladewi dan Pradiksa (2020) menyebutkan bahwa pemberian kompensasi yang adil akan mendorong perawat untuk memberikan pelayanan yang optimal di masa pandemi COVID-19, meskipun mereka khawatir dengan tingginya risiko penularan yang mungkin dihadapi perawat. Namun kenyataannya, masih banyak perawat yang merasa kurang berminat dalam bentuk kompensasi finansial dan nonfinansial yang memadai. Menurut hasil penelitian ini, sebagian besar perawat masih kurang puas dengan kompensasi yang mereka terima selama ini cukup untuk jumlah pekerjaan yang mereka lakukan pada masa pandemi COVID-19. Pada dasarnya, orang yang bekerja ingin menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhannya (Harahap dan Khair, 2019). Pada pendapatan perawat tidak hanya didapatkan dari gaji pokok, namun remunerasi juga menjadi sumber pendapatan perawat. Remunerasi merupakan imbalan atas jasa yang dilakukan dalam memberikan pelayanan. Pada penelitian Hartono dkk (2019) bahwa sistem remunerasi berpengaruh pada kepuasan kerja perawat. Begitu juga pada penelitian Apriliani dan Hidayah (2020) menemukan bahwa remunerasi memiliki pengaruh yang bermakna pada kepuasan kerja perawat. Semakin tinggi remunerasi yang dibayarkan oleh rumah sakit, maka semakin tinggi pula kepuasan kerja perawat tersebut. Kepuasan kerja perawat dapat ditingkatkan dengan sistem remunerasi sebagai bentuk sistem pembayaran gaji. Motivasi Kerja Perawat Berdasarkan pengambilan data dan hasil penelitian yang didapatkan dari penyebaran kuesioner kepada 112 perawat pelaksana di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru menggambarkan rata-rata motivasi kerja perawat yaitu 64,06, atau 80,07%. Hasil motivasi kerja tersebut sudah termasuk tinggi, karena semakin tinggi nilai kuesioner motivasi kerja yang didapat, maka semakin tinggi pula motivasi kerja perawat. Jika motivasi kerja perawat berdasarkan per ruang, ruang Parkit (Isolasi COVID-19) mempunyai motivasi kerja tertinggi dibandingkan enam ruang rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Pada penelitian Darma Yanti, Susiladewi dan Pradiksa (2020) didapatkan nilai

6 motivasi kerja baik sebanyak 52,8% dan motivasi kurang sebanyak 47,2%. Selain itu pada penelitian Arif, Wihardja dan Lina (2021) motivasi kerja perawat di unit perawatan COVID-19 termasuk motivasi kerja cukup, dengan nilai 72,42%. Pada penelitian ini, motivasi kerja tinggi baik motivasi intrinsik maupun ekstrinsik terdapat pada ruang Parkit. Ruang Parkit merupakan ruang Isolasi COVID-19 yang merawat pasien COVID-19 yang tidak mengalami kondisi kritis. Ruang tersebut baru dibuka di RSD Idaman Kota Banjarbaru sejak masa pandemi COVID-19. Peneliti berasumsi bahwa penyebab ruang Parkit mempunyai motivasi tinggi karena masa kerja perawat yang bekerja disana masih tergolong baru kurang lebih 1 tahun. Pada penelitian Arif, Wihardja dan Lina (2021) menyebutkan lama kerja tidak mempengaruhi motivasi kerja perawat perlaksana yang merawat pasien COVID-10. Namun pada penelitian tersebut menyebutkan bahwa perawat yang bekerja merawat pasien COVID-19 memiliki semangat kerja yang masih tinggi karena lama kerja yang relatif singkat dan belum terdampak stress kerja di ruang tersebut. Berdasarkan parameter motivasi kerja perawat tertinggi yaitu motivasi intrinsik sebesar 35,54 atau dalam bentuk nilai persen yaitu 80,78%. Jika dilihat per ruang, motivasi kerja intrinsik tertinggi pada ruang Parkit (Isolasi COVID-19) dan terendah di ruang Nuri. Peneliti berasumsi bahwa motivasi yang didapat dan timbul dalam diri memiliki nilai besar dan menjadi peranan penting dalam meningkatkan motivasi perawat dalam bekerja pada masa pandemi COVID-19. Menurut Baljoon, Banjar dan Banakhar (2018) menyebutkan bahwa motivasi instrinsik merupakan sesuatu yang didapat dari dalam diri sehingga terdorong dalam membimbing seseorang menuju tujuan pribadi dan organisasi, dan mendorong mereka untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai. Pada motivasi intrinsik, terdapat beberapa sub indikator pembentuknya, salah satunya adalah tanggung jawab. Pada penelitian Utama dan Dianty (2020) bahwa perawat yang bekerja merawat pasien COVID-19 didominasi memiliki rasa tanggung jawab besar. Adanya panggilan jiwa kemanusiaan yang datang dan timbul dalam diri perawat untuk merawat pasien pada masa pandemi COVID-19, terutama pada pasien yang terkonfirmasi COVID-19. Tidak hanya motivasi intrinsik, namun motivasi ekstrinsik juga menjadi indikator penting dalam membentuk dan meningkatkan motivasi kerja perawat terutama pada masa pandemi COVID-19. Walaupun nilai rata-rata motivasi ekstrinsik responden dalam penelitian ini hanya sebesar 28,52 (79,21%), namun indikator ini juga berperan dalam meningkatkan semangat kerja yang didapat dari luar diri perawat selama bekerja. Motivasi ekstrinsik tertinggi pada ruang Parkit (Isolasi COVID-19) sebesar 38,88 (88,35%) dan terendah pada ruang Merak. Indikator motivasi ekstrinsik antara lain kompensasi, kondisi kerja, kebijakan dan administrasi perusahaan, hubungan antar pribadi, dan supervisi (Herzberg dalam Salawangi, Kolibu dan Wowor, 2018). Kompensasi yang didapat perawat dirasa masih belum sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan kebutuhan perawat seharihari. Berdasarkan hasil analisis univariat, pendapatan yang didapat oleh perawat masih di bawah UMP Kalimantan Selatan. Pada penelitian Gunawan, Machasin dan Fitri (2016) didapatkan hasil bahwa kompensasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap motivasi perawat. Semakin tinggi kompensasi yang didapatkan oleh perawat akan berdampak pada peningkatan motivasi perawat. Selain itu, remunerasi juga menjadi sumber pendapatan dari perawat. Pada penelitian Hartono et al. (2019) bahwa sistem remunerasi mempunyai pengaruh terhadap motivasi perawat sebanyak 85,4% dengan nilai koefisien jalur 0,050. Beberapa penelitian tersebut menunjukkan bahwa kompensasi/gaji/remunerasi mempunyai

7 pengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja perawat. Pandemi COVID-19 telah membuat perawat mengharapkan pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya karena perawat menganggap risiko yang mereka hadapi semakin berbahaya (Darma Yanti et al., 2020). Faktanya bahwa nominal gaji sudah ditetapkan dan tidak bisa ditingkatkan jumlah nominalnya. Namun setidaknya rumah sakit mengusahakan gaji/kompensasi/remunerasi diberikan kepada perawat pada waktu penggajian atau waktu yang telah ditetapkan rumah sakit. Hubungan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat pada Masa Pandemi COVID-19 Berdasarkan hasil uji analisis bivariat antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat didapatkan p value 0,0001 dan r = 0,570. Nilai tersebut berarti bahwa terdapat hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru dengan tingkat hubungan kuat. Hubungan antara dua variabel tersebut memiliki arah hubungan positif, yang bermakna bahwa semakin baik motivasi perawat dalam bekerja maka akan semakin baik pula kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 di rawat inap. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi kerja perawat menurun, kepuasan kerja perawat bisaj jadi menurun di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Setianingrum et al., (2021) bahwa selama pandemic COVID-19 terdapat korelasi yang bermakna antara motivasi perawat dengan kepuasan kerja dengan nilai p value < 0,001, dan nilai koefisien korelasi yaitu 0,595 yang berarti hubungan antar dua variabel kuat dan bearah positif. Penelitian Apriliani dan Hidayah (2020) mendapatkan bahwa terdapat pengaruh yang positif motivasi kerja terhadap kepuasan kerja dengan nilai signifikan yaitu 0,001 dan koefisien regresi sebesar 0,301. Pada kedua hasil penelitian tersebut mendapatkan nilai tinggi pada variabel motivasi kerja dan kepuasan kerja. Hal tersebut berarti arti bahwa motivasi kerja memiliki hubungan terhadap kepuasan kerja, semakin tinggi motivasi kerja akan berpengaruh pada kepuasan kerja yang tinggi. Sejalan dengan penelitian Rohani, Sulistyarini dan Yusiana (2020) menyebutkan motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. Adapun motivasi kerja yang rendah cenderung tidak memiliki nilai kepuasan kerja yang tinggi. Pada penelitian lain juga mempertegas bahwa seseorang yang mempunyai motivasi yang tinggi pasti mempunyai kepuasan yang tinggi (Fatimah, Wahyuni dan Widjasena, 2016). Pada analisis bivariat, nilai keeratan motivasi kerja perawat dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID- 19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru adalah 0,570. Jika berdasarkan tingkat keeretan hubungan menurut Vaus (2002), nilai koefisien korelasi motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat pada masa pandemi COVID-19 adalah hubungan kuat. Pada penelitian Mulyaningtyas, Parulian dan Sihombing (2021), motivasi dengan kepuasan kerja memiliki hubungan kuat dengan nilai koefisien korelasi 0,561. Begitu juga pada penelitian Sumartyawati, Ardani dan Dharmana (2017) yang mendapatkan nilai hubungan motivasi dengan kepuasan kerja perawat adalah 0,734, yang berarti hubungannya kuat. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut, motivasi kerja dengan kepuasan kerja mempunyai hubungan kuat. Namun, peneliti berasumsi bahwa terdapat faktorfaktor lain yang mengakibatkan kekuatan hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja menjadi tidak sangat kuat. Tidak hanya motivasi kerja yang menjadi faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, namun terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan kerja. Pada penelitian Sirait, Pertiwiwati dan Herawati (2016) yang meneliti faktor-faktor yang

8 mempengaruhi kepuasan kerja perawat yaitu pembayaran, promosi, supervise, rekan kerja, kepemimpinan, dan komunikasi. Selain itu, pada penelitian Heriani et al. (2021) kepuasan kerja juga dipengaruhi oleh prestasi, pengembangan karir, gaji, dan kondisi kerja. Berdasarkan penelitian Setianingrum et al. (2021) yang mempelajari kepuasan kerja pekerja selama pandemi COVID-19 menemukan bahwa kemampuan coaching manajer ruangan juga berkorelasi signifikan dengan kepuasan kerja perawat selama pandemi COVID-19. Beberapa penelitian tersebut dapat diartikan bahwa terdapat faktorfaktor lain yang mempengaruhi kepuasan perawat dalam bekerja. SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini meliputi kepuasan kerja perawat telah memenuhi standar MSQ sebesar 76,90, dan motivasi kerja perawat rata-rata 64,06 (80,07%). Pada analisis korelasi, selama masa pandemi COVID-19 di RSD Idaman Kota Banjarbaru terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja perawat (p = 0,000). Kekuatan korelasi yaitu 0,570, berarti tingkat hubungan kuat dengan arah positif. Semakin termotivasi seorang perawat untuk bekerja, maka semakin puas pekerjaan perawat selama pandemi COVID- 19 di rawat inap RSD Idaman Kota Banjarbaru. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya untuk meneliti mengenai take homepay perawat di rawat inap. Selain itu, dapat memperdalam korelasi faktor intrinsik dan ekstrinsik motivasi kerja dengan kepuasan kerja pada masa pandemi COVID-19 UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada ibu Tinuk Ervariawati, S.Kep., Ns., M.Kep., bapak M. Hadarani, Ns., MPH., dan bapak Rahimul Yakin, S.Kep., M.Epid., yang telah bersedia menjadi penguji expert instrumen motivasi kerja. Selain itu, peneliti mengucapkan terima kasih kepada ibu Endang Pertiwiwati, S.Kep., Ns., M.Kes., dan bapak Rahimul Yakin, S.Kep., M.Epid., yang telah menjadi penguji penelitian ini. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. REFERENSI Apriliani, E., & Hidayah, N. (2020). Hubungan Remunerasi dan Motivasi Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping Elmira. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(1), Arif, Y. K., Wihardja, H., & Lina, R. N. (2021). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Dalam Merawat Pasien Covid-19 Di RS X, Banten. Jurnal Sehat Mandiri, 16(1), Baljoon, R., Banjar, H., & Banakhar, M. (2018). Nurses Work Motivation and the Factors Affecting It: A Scoping Review. International Journal of Nursing & Clinical Practices, 5(1). Barahama, K. F., Katuuk, M., & Oroh, W. M. (2019). Hubungan Beban Kerja dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruangan Perawatan Dewasa Rsu Gmim Pancaran Kasih Manado. E-Journal Keperawatan (e-kp), 7(1), 1 8. Darma Yanti, N. P. E., Susiladewi, I. A. M. V., & Pradiksa, H. (2020). Gambaran Motivasi Bekerja Perawat dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) di Bali. Coping: Community of Publishing in Nursing, 8(2), p07 Dayana, I., & Marbun, J. (2018). Motivasi Kehidupan. Guepedia. Dewi, A. H., & Aisyah, S. (2017). Hubungan Lingkungan Kerja Fisik dengan Kepuasan Kerja Perawat di RSU Haji Medan. Jurnal Diversita, 3(2), 1 8. Diskominfo Prov.Kalsel. (2021). Peta Sebaran COVID- 19 di Kalimantan Selatan. Fatimah, R., Wahyuni, I., & Widjasena, B. (2016). Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Harapan Anda Tegal. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-journal), 4(3),

9 Gunawan, A., Machasin, M., & Fitri, K. (2016). Pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karir terhadap Kepuasan Kerja Perawat yang dimediasi oleh Motivasi Kerja pada Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 4(1), Harahap, D. S., & Khair, H. (2019). Pengaruh Kepemimpinan Dan Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Melalui Motivasi Kerja. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 2(1), Hariyati, R. T. S. (2014). Perencanaan Pengembangan Dan Utilisasi Tenaga Keperawatan (1st ed.). Rajawali Pers. Hartono, B., Sulaeman, S., Nopianna, I., & Sari, K. (2019). Pengaruh Sistem Remunerasi Terhadap Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perawat di RS Paru Gunawan Tahun Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 4(2), Heriani, R., Tarigan, B., Santoso, H., & Sipayung, R. (2021). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana Di Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Tahun (2). Istichomah, Andika, I. P. J., Khoeriyah, S. M., & Pesirahayu, H. V. E. (2021). Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kepuasan Kerja Perawat Selama Pandemi COVID-19 di RSUD P. Senopati Bantul. Jurnal Kesehatan, 14(1), k.v12i0.463 Kalalo, C. N., Sjattar, E. L., & Natzir, R. (2018). Correlation Between Compensation and Work Satisfaction with Nurses Performance Through Motivation in Bethesda Public Hospital of Tomohon. Indonesian Contemporary Nursing Journal, 3(1), Mulyaningtyas, T. L., Parulian, T. S., & Sihombing, F. (2021). Hubungan Kepuasan Kerja dengan Motivasi Perawat di Rumah Sakit Swasta Bandung. Elisabeth Health Jurnal, 6(1), Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis ((P. P. Les). Salemba Medika. Perceka, A. L. (2018). Hubungan Perencanaan dan Pengarahan Kepala Ruangan dengan Motivasi Kerja Perawat di RS Pameungpeuk Garut Tahun Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP), 4(1), Rahmaniah, L., Rizany, I., & Setiawan, H. (2020). Hubungan Penjadwalan Dinas Perawat dengan Kepuasan Kerja Perawat di Instalasi Rawat Inap. Jurnal Kepemimpinan Dan Manajemen Keperawatan, 3(1), Rohani, L. F., Sulistyarini, T., & Yusiana, M. A. (2020). Faktor Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit. Jurnal Penelitian Keperawatan, 6(2), Sa diah, H., & Machfud, M. S. (2021). Pengalaman dan Coping Strategies Perawat Muda Mendampingi Pasien COVID-19. Memperkuat Kontribusi Kesehatan Mental Dalam Penyelesaian Pandemi Covid 19: Tinjauan Multidisipliner, Salawangi, G. E., Kolibu, F. K., & Wowor, R. (2018). Hubungan Motivasi Kerja dengan Kinerja Perawat di Instalasi RSUD Liun Kendage Tahuna Kabupaten Sangihe. KESMAS, 7(5). Satgas Penanganan COVID-19. (2021). Peta Sebaran COVID19. Setianingrum, R., Hariyati, R. T. S., Pujasari, H., Novieastari, E., & Fitri, D. (2021). Kepuasan Kerja Perawat Pelaksana di Masa Pandemi COVID-19 dan Variabel yang Berhubungan. Journal of Telenursing (JOTING), 3(2), Sirait, E., Pertiwiwati, E., & Herawati. (2016). Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Perawat di Ruang RSUD Haji Boejasin Pelaihari. Dunia Keperawatan, 4(1), Sumartyawati, N. M., Ardani, M. H., & Dharmana, E. (2017). Hubungan Motivasi dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang RSJ Provinsi NTB. PrimA, 3(1), Utama, T. A., Sukmawati, & Dianty, F. E. (2020). Pengalaman Perawat Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Terinfeksi Covid-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI), 1(2), Vaus, D. A. de. (2002). Surveys In Social Research (5th editio). Allen and Unwin.

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO THE RELATIONSHIP BETWEEN THE WORKLOAD WITH PERFORMANCE OF NURSES IN RSUD SARAS HUSADA PURWOREDJO Naskah Publikasi Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN PERAWAT PADA UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN PERAWAT PADA UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN PERAWAT PADA UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN MAJENE Work Motivation Relationship with Nurse Satisfaction in Inpatient Units of Majene General Hospital

Lebih terperinci

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT MELALUI MOTIVASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA TOMOHON

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT MELALUI MOTIVASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA TOMOHON HUBUNGAN KOMPENSASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT MELALUI MOTIVASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA TOMOHON CORRELATION BETWEEN COMPENSATION AND WORK SATISFACTION AND NURSES PERFORMANCE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik yang bersifat bedah maupun non bedah.(aditama,2002:6) sesuai dengan wewenang, tanggung jawab dan kode etik profesi keperawatan

BAB I PENDAHULUAN. baik yang bersifat bedah maupun non bedah.(aditama,2002:6) sesuai dengan wewenang, tanggung jawab dan kode etik profesi keperawatan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rumah sakit merupakan insitusi yang menyediakan pelayanan pasien rawat inap, dimana fungsi utamanya memberikan pelayanan kepada pasien, diagnostik dan terapeutik

Lebih terperinci

JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN

JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : ISSN JST Kesehatan, Januari 2015, Vol.5 No.1 : 90 96 ISSN 2252-5416 HUBUNGAN MOTIVASI EKSTRINSIK DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN The Correlation between the Extrinsic Motivation

Lebih terperinci

HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS PKU MUHAMMADIYAH GAMPING NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: DEWI YULIANA 201310201016 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA FUNGSI PERAWAT SUPERVISOR DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2015

HUBUNGAN ANTARA FUNGSI PERAWAT SUPERVISOR DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG INSTALASI RAWAT INAP RSUD 45 KUNINGAN TAHUN 2015 Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : 2541 0849 e-issn : 2548-1398 Vol. 2, No 6 Juni 2017 HUBUNGAN ANTARA FUNGSI PERAWAT SUPERVISOR DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG INSTALASI

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD HAJI BOEJASIN PELAIHARI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD HAJI BOEJASIN PELAIHARI Elfrida Sirait dkk, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD HAJI BOEJASIN PELAIHARI Elprida Sirait, Endang Pertiwiwati, Herawati

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM BETHESDA TOMOHON Gabriela A. Pang*, Woodford B.S Joseph*, Ricky C. Sondakh* *Fakultas Kesehatan Masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesadaran masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesadaran masyarakat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, menuntut supaya tenaga kesehatan mampu memberikan kontribusi yang bermakna

Lebih terperinci

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. (motivasi), karakteristik pekerjaan (beban kerja), kinerja perawat dalam

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN. (motivasi), karakteristik pekerjaan (beban kerja), kinerja perawat dalam 74 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Bab ini akan membahas mengenai hasil penelitian meliputi 1) gambaran umum lokasi penelitian, 2) data demografi responden, 3) data khusus mengenai variabel yang diukur yaitu

Lebih terperinci

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN 96 LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN PENELITIAN Judul Penelitian : Hubungan Rotasi Kerja dan Burnout dengan Kepuasan Kerja Perawat Di Rumah Sakit Jiwa Prof. : DR. Muhammad Ildrem Medan Nama Peneliti

Lebih terperinci

PERBEDAAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DENGAN PERAWAT KONTRAK BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI RSUD KRATON PEKALONGAN

PERBEDAAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DENGAN PERAWAT KONTRAK BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI RSUD KRATON PEKALONGAN PERBEDAAN MOTIVASI KERJA PERAWAT PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DENGAN PERAWAT KONTRAK BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) DI RSUD KRATON PEKALONGAN Manuscript Oleh : HERNIK PRIHETI NIM. G2A212014 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan desain

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan desain BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian non eksperimental. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Mayarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

*Fakultas Kesehatan Mayarakat Universitas Sam Ratulangi Manado HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROVINSI SULAWESI UTARA Raden R. O. K. Soeprodjo*, Chreisye K. F. Mandagi *, Sulaemana

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: Nopia Wahyuliani

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: Nopia Wahyuliani HUBUNGAN MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS KESEHATAN DI INSTALASI RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: Nopia Wahyuliani 215114383

Lebih terperinci

ERY SANDI NIM I

ERY SANDI NIM I NASKAH PUBLIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN SARJANA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK TAHUN 2016 ERY

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KINERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO Gladys M. Anggoronggang*, Jootje M. L. Umboh*, A.Joy M. Rattu* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMPENSASI PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD MUNTILAN NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMPENSASI PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD MUNTILAN NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMPENSASI PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD MUNTILAN NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : NINDY SAKINA GUSTIA 201110201112 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN PROSES KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO

HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN PROSES KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO HUBUNGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN PROSES KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD TOTO KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Sri Rahayu Nento 1. Ns. Rini Fahriani Zees, S.Kep, Ns.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya (Hasibuan, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya (Hasibuan, 2007). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepuasan kerja perawat sangat di butuhkan bagi perawat agar meningkat kan pelayanan kesehatan. kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau positif,

Lebih terperinci

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA ABSTRAK

HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA ABSTRAK HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANG DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT PELAKSANA Rini Roostyowati 1), Erlisa Candrawati 2), Wahidyanti Rahayu H 3) 1) Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu

Lebih terperinci

E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3)

E-Jurnal Sariputra, Oktober 2016 Vol. 3(3) HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN KETEPATAN IDENTIFIKASI PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT DAN RUANG SARAH RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE

Lebih terperinci

HUBUNGAN MUTU ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PONOROGO

HUBUNGAN MUTU ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PONOROGO HUBUNGAN MUTU ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PONOROGO NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh: SUDARMI 201210201202 PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 49 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian berbentuk discriptive correlation yaitu penelitian

Lebih terperinci

OLEH : Arlis Ernawati NIM : ARTIKEL ILMIAH

OLEH : Arlis Ernawati NIM : ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI DENGAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X JAKARTA 2015 RELATIONSHIP CHARACTERISTICS AND MOTIVATION WITH DOCUMENTING NURSING CARE AT

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan waktu penelitian, identifikasi variabel dengan definisi operasional,

BAB III METODE PENELITIAN. dan waktu penelitian, identifikasi variabel dengan definisi operasional, BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan urutan langkah dalam melakukan penelitian. Hal-hal yang termasuk dalam metode penelitian adalah desain penelitian yang digunakan, subyek penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 39 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis/ Rancangan Penelitian dan Metode Pendekatan 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat penjelasan (Explanatory), yaitu menjelaskan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN.

BAB I PENDAHULUAN. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rumah sakit adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang bergantung pada kualitas SDM dan memiliki peran sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional, yaitu data variabel bebas (caring perawat) dengan

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional, yaitu data variabel bebas (caring perawat) dengan 4 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu data variabel bebas (caring perawat) dengan variabel

Lebih terperinci

VOLUME I No 3 Juli 2013 Halaman Hubungan Faktor Internal Dengan Kinerja Pegawai Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar

VOLUME I No 3 Juli 2013 Halaman Hubungan Faktor Internal Dengan Kinerja Pegawai Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Community Health VOLUME I No 3 Juli 2013 Halaman 184-194 Artikel Penelitian Hubungan Faktor Internal Dengan Di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Kota Denpasar Kadek Dwi Maryanti Pande * 1, Komang Gede Rai

Lebih terperinci

metode survey, dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang Yogyakarta sejumlah 130 pasien.

metode survey, dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang Yogyakarta sejumlah 130 pasien. BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif analitik, yaitu menjelaskan antar variabel melalui pengujian pertanyaan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. B yang berkedudukan di jalan Prof. Dr. H. Aloei Saboe Nomor 91 RT 1 RW 4

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. B yang berkedudukan di jalan Prof. Dr. H. Aloei Saboe Nomor 91 RT 1 RW 4 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran umum lokasi penelitian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. H. Aloei Saboe merupakan Rumah Sakit Umum terbesar yang ada di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya tingkat pendidikan, pengetahuan, dan sosial ekonomi masyarakat, maka tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan juga semakin meningkat. Masalah kesehatan

Lebih terperinci

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO HUBUNGAN KOMPENSASI DAN DISIPLIN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KEPERAWATAN DI RSJ. PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG MANADO Jessiliani A. Patodo*, Franckie R.R Maramis*, Adisti A. Rumyar* *Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. korelasional karena peneliti mencoba menggambarkan dan. indepeden dan variabel dependen (Notoatmodjo, 2002).

BAB III METODA PENELITIAN. korelasional karena peneliti mencoba menggambarkan dan. indepeden dan variabel dependen (Notoatmodjo, 2002). BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian Non Experimental karena tidak ada intervensi atau rekayasa dari peneliti. Desain yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Asia Tenggara akan menjadi kawasan perdagangan bebas dan tahun-tahun

BAB I PENDAHULUAN. Asia Tenggara akan menjadi kawasan perdagangan bebas dan tahun-tahun 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki abad ke-21 yang semakin maju, sudah seharusnya bahwa pendekatan paripurna yang berorientasi pada kepuasan pelanggan atau pasien menjadi strategi yang paling

Lebih terperinci

Santoso, et al, Perbedaan Kepuasan Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan

Santoso, et al, Perbedaan Kepuasan Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Santoso, et al, Perbedaan Kean Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Perbedaan Kean Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Berbasis Komputerisasi dan Manual (Studi di RS Paru dan

Lebih terperinci

EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG

EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG JURNAL NURSING STUDIES, Volume 1, Nomor 1 Tahun 2012, Halaman 213 218 Online di : http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnursing EVALUASI PELAKSANAAN PERENCANAAN PULANG Liliana Dewi Purnamasari 1),

Lebih terperinci

Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2013

Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2013 1 Khodijah, Erna Marni, Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Hubungan Motivasi Kerja terhadap Perilaku Caring Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengkaji perbandingan terhadap pengaruh (efek) pada kelompok

BAB III METODE PENELITIAN. untuk mengkaji perbandingan terhadap pengaruh (efek) pada kelompok BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah study komparatif, desain ini difokuskan untuk mengkaji perbandingan terhadap pengaruh (efek) pada kelompok subyek tanpa adanya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan studi yang digunakan yaitu cross sectional yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. didalamnya terdiri dari berbagai macam individu yang berasal dari berbagai status yang

BAB I PENDAHULUAN. didalamnya terdiri dari berbagai macam individu yang berasal dari berbagai status yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karyawan dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Karyawan memegang peranan utama dalam menjalankan roda kehidupan perusahaan dan pelaku

Lebih terperinci

PENGARUH MOTIVASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL

PENGARUH MOTIVASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL 84 PENGARUH MOTIVASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT NUR HIDAYAH BANTUL Ahmad Ahid Mudayana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta Abstract Background:

Lebih terperinci

Windi Tatinggulu*, Rooije.R.H.Rumende**, Tinneke Tololiu**.

Windi Tatinggulu*, Rooije.R.H.Rumende**, Tinneke Tololiu**. HUBUNGAN PELAYANAN PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN PESERTA BPJS KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP (ANGGREK, BOUGENVILLE, CRISAN, EDELWEIS) RSUD KEPULAUAN TALAUD CORELATIONS BETWEEN NURSE SERVICE AND

Lebih terperinci

HUBUNGAN ROTASI KERJA DAN BURNOUT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM MEDAN TESIS. Oleh

HUBUNGAN ROTASI KERJA DAN BURNOUT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM MEDAN TESIS. Oleh HUBUNGAN ROTASI KERJA DAN BURNOUT DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM MEDAN TESIS Oleh DERMA WANI DAMANIK 137046014/ADMINISTRASI KEPERAWATAN PROGRAM STUDI MAGISTER

Lebih terperinci

PERSEPSI PERAWAT TENTANG PENDELEGASIAN TUGAS KEPALA RUANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT

PERSEPSI PERAWAT TENTANG PENDELEGASIAN TUGAS KEPALA RUANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT Persepsi Perawat Tentang Pendelegasian Tugas Kepala Ruang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Kerja Perawat PERSEPSI PERAWAT TENTANG PENDELEGASIAN TUGAS KEPALA RUANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN KERJA PERAWAT

Lebih terperinci

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN PENELITIAN HUBUNGAN PRODUKTIFITAS PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT Maria Lily Hozana*, Gustop Amatiria** *Perawat RS Panti Secanti Gisting **Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Undang-Undang Kesehatan tahun 2009 pasal 54 ayat 1 di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Menurut Undang-Undang Kesehatan tahun 2009 pasal 54 ayat 1 di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang Kesehatan tahun 2009 pasal 54 ayat 1 di katakan bahwa Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman,

Lebih terperinci

PENELITIAN DOSEN PEMULA STRATEGI SWITCHING BARRIERS UNTUK LOYALITAS PASIEN BERBASIS PERILAKU CARING PERAWAT

PENELITIAN DOSEN PEMULA STRATEGI SWITCHING BARRIERS UNTUK LOYALITAS PASIEN BERBASIS PERILAKU CARING PERAWAT Executive Summary PENELITIAN DOSEN PEMULA STRATEGI SWITCHING BARRIERS UNTUK LOYALITAS PASIEN BERBASIS PERILAKU CARING PERAWAT OLEH: Dodi Wijaya, S.Kep.,Ns., M.Kep. NIDN. 0022068202 LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pemasangan infus, maka jenis penelitian yang digunakan adalah

BAB III METODE PENELITIAN. pemasangan infus, maka jenis penelitian yang digunakan adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Untuk menganalisa pengaruh tingkat stress kerja dan sikap perawat dalam pemasangan infus, maka jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif

Lebih terperinci

Rauf Harmiady. Poltekkes Kemenkes Makassar ABSTRAK

Rauf Harmiady. Poltekkes Kemenkes Makassar ABSTRAK FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN PRINSIP 6 BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT OLEH PERAWAT PELAKSANA DI RUANG INTERNA DAN BEDAH RUMAH SAKIT HAJI MAKASSAR Rauf Harmiady Poltekkes Kemenkes Makassar

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi, Manado HUBUNGAN ANTARA PELATIHAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT TINGKAT III R.W.MONGISIDI MANADO Kasubay Indah*,Adisty A.Rumayar*,Nancy S.H.Malonda* *Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas

Lebih terperinci

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat...

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat... Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat... Hubungan antara Peranan Perawat dengan Sikap Perawat pada Pemberian Informed Consent Sebagai Upaya Perlindungan Hukum Bagi Pasien di RS PKU

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL DOKTER PASIEN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL DOKTER PASIEN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI VERBAL DAN NONVERBAL DOKTER PASIEN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM MANADO Meivie Holy Mamahit*, Ardiansa A.T. Tucunan*, Febi K. Kolibu*

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA WAKTU TANGGAP PERAWAT PADA PENANGANAN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA WAKTU TANGGAP PERAWAT PADA PENANGANAN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA WAKTU TANGGAP PERAWAT PADA PENANGANAN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL Nazwar Hamdani Rahil INTISARI Latar Belakang : Kecenderungan

Lebih terperinci

ejournal Keperawatan (ekp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017

ejournal Keperawatan (ekp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017 HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL DENGAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI INSTALASI RAWAT INAP RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Christian Marcelino Mailool Linnie Pondaag Jill Lolong Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas

Lebih terperinci

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RSU KABANJAHE

HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RSU KABANJAHE HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL PERAWAT DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RSU KABANJAHE SKRIPSI Oleh: Priskila Br Meliala 101101136 FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2014 PRAKATA Puji dan

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT

HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT HUBUNGAN PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA TENTANG KEMAMPUAN SUPERVISI KEPALA RUANG DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH UMUM DAERAH KOTA SEMARANG 3 ABSTRAK Latar belakang : Supervisi adalah salah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah Deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bermaksud

BAB III METODE PENELITIAN. yang digunakan adalah Deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bermaksud BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif non eksperimen, disain yang digunakan adalah Deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bermaksud mencari

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN

KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN KEPEMIMPINAN, MOTIVASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN Leadership, Motivation and Work Load on Nurses Performance in Documenting Nursing Care Endang Trihastuti,

Lebih terperinci

VOLUME II No 1 Januari 2014 Halaman 74-84

VOLUME II No 1 Januari 2014 Halaman 74-84 Community Health VOLUME II No 1 Januari 2014 Halaman 74-84 Artikel Penelitian Hubungan Persepsi Pengguna Layanan Tentang Mutu Pelayanan Unit Rawat Inap (VIP) Gryatama Dengan Minat Pemanfaatan Ulang Di

Lebih terperinci

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI IRNA C RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI IRNA C RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP MOTIVASI KERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI IRNA C RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2012 Meiniyari, MA. Sang Ketut Arta, SKM, M.Kes. (pembimbing

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional dimana peneliti menekankan waktu

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross sectional dimana peneliti menekankan waktu BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Dengan pendekatan cross sectional dimana peneliti menekankan waktu pengukuran/observasi data variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian 38 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang hubungan

Lebih terperinci

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSU BETHESDA GMIM TOMOHON

HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSU BETHESDA GMIM TOMOHON Buletin Sariputra, Juni 2017 Vol. 7 (2) HUBUGA KUALITAS PELAYAA KEPERAWATA DEGA KEPUASA PASIE RAWAT IAP DI RSU BETHESDA GMIM TOMOHO THE RELATIOSHIP BETWEE URSIG CARE QUALITY AD PATIET SATISFACTIO I BETHESDA

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI INSTALASI RAWAT INAP

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI INSTALASI RAWAT INAP HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN METODE ASUHAN KEPERAWATAN PROFESIONAL(MAKP) DI INSTALASI RAWAT INAP Yulianto Program Studi Ilmu Keperawatan STIKES Dian Husada Mojokerto Email : yulisiip@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai pendokumentasian yang

BAB I PENDAHULUAN. pelaksanaan asuhan keperawatan juga tidak disertai pendokumentasian yang BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Praktek keperawatan di indonesia saat ini masih dalam suatu proses profesionalisme yaitu terjadinya suatu perubahan dan perkembangan global dan lokal. Masalah yang sering

Lebih terperinci

PERAN EDUCATOR PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN DI RUANG TULIP 1C RSUD ULIN BANJARMASIN

PERAN EDUCATOR PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN DI RUANG TULIP 1C RSUD ULIN BANJARMASIN Endang P & Ichsan R, Peran Educator Perawat... PERAN EDUCATOR PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN DI RUANG TULIP 1C RSUD ULIN BANJARMASIN Endang Pertiwiwati, Ichsan Rizany Program

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 6 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi deskriptif korelasi yang bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai kemungkinan hubungan antar variabel

Lebih terperinci

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN JUMLAH PERAWAT DI PUSKESMAS WAEPANA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA PROPINSI NTT TAHUN 2013

HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN JUMLAH PERAWAT DI PUSKESMAS WAEPANA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA PROPINSI NTT TAHUN 2013 HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN JUMLAH PERAWAT DI PUSKESMAS WAEPANA KECAMATAN SOA KABUPATEN NGADA PROPINSI NTT TAHUN 203 Paulinus Masa Sato, Adriani Kadir 3 STIKES Nani Hasanuddin Makassar 2 STIKES Nani Hasanuddin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian sebagai tempat melakukan kegiatan penelitian guna memperoleh data yang berasal dari responden. Lokasi yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PELAKSANAAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG ASTER DAN ICCU RSUD dr.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PELAKSANAAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG ASTER DAN ICCU RSUD dr. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERAWAT DALAM PELAKSANAAN RONDE KEPERAWATAN DI RUANG ASTER DAN ICCU RSUD dr. DORIS SYLVANUS Vina Agustina*, Mardiono**, Dwi Agustian Faruk. Ibrahim*** Sekolah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu

BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional. Metode cross sectionalmerupakan suatu metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. cross sectional. Metode cross sectionalmerupakan suatu metode penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antar variabel. Desain yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI BANGSAL MARWAH RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI BANGSAL MARWAH RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI BANGSAL MARWAH RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Panji Pratama Putra, Syaifudin Disusun Oleh : PANJI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). B. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan

Lebih terperinci

Hubungan Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Tingkat Stres Pada Wanita Usia Subur

Hubungan Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Tingkat Stres Pada Wanita Usia Subur The 7 th University Research Colloqium 08 Hubungan Pengetahuan Tentang Menopause Dengan Tingkat Stres Pada Wanita Usia Subur Nur Hidayah, Suci Tri Cahyani Prodi DIII Kebidanan STIKES PKU MUHAMMADIYAH Surakarta

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGAWASAN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PEMBIMBING KLINIK DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI PROFESIONALISME MAHASISWA TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGAWASAN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PEMBIMBING KLINIK DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI PROFESIONALISME MAHASISWA TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGAWASAN KEPALA RUANGAN DENGAN KINERJA PEMBIMBING KLINIK DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI PROFESIONALISME MAHASISWA TAHUN 2013 RELATIONSHIP BETWEEN SUPERVISION OF LOW MANAGER WITH PERFORMANCE CLINICAL

Lebih terperinci

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 5 Nomor 1, Februari 2017 HUBUNGAN SIKAP CARING PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN TOTAL CARE DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Erdianti Wowor Linnie Pondaag Yolanda Bataha Fakultas Kedokteran Program Studi Ilmu

Lebih terperinci

MOTIVASI DAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MEDAN

MOTIVASI DAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MEDAN MOTIVASI DAN KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MEDAN Isra Wahyuni*, Diah Arruum ** *Mahasiswa Fakultas Keperawatan **Dosen Departemen Keperawatan Dasar dan Medikal Bedah Fakultas Keperawatan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menghadapi era globalisasi, kemajuan ilmu dan teknologi di negara maju maupun berkembang sangat ditentukan oleh perkembangan manajemen sumber daya manusia. Sumber daya

Lebih terperinci

INTISARI. Kata Kunci : Kondisi Kerja, Beban Kerja, Tingkat Stres perawat.

INTISARI. Kata Kunci : Kondisi Kerja, Beban Kerja, Tingkat Stres perawat. HUBUNGAN ANTARA KONDISI KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT STRESS PERAWAT PELAKSANA DI RUANG ICU RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN Deden Iwan Setiawan INTISARI Latar Belakang : Stress adalah suatu

Lebih terperinci

Gilang et al., Pengaruh Stres Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung

Gilang et al., Pengaruh Stres Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung Pengaruh Stres Kerja dan Kompensasi Terhadap Kinerja Melalui Motivasi Perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung (The Effect Of Work Stress And Compensation To Performance Through

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Kerangka Konsep Pada penelitian ini tidak semua variabel pada kerangka teori akan diteliti. Karena peneliti ingin lebih fokus terhadap variabel Sikap, pengetahuan, motivasi,

Lebih terperinci

PENGARUH STATUS KEPEGAWAIAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP. Muhammad Saefulloh STIKes Indramayu

PENGARUH STATUS KEPEGAWAIAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP. Muhammad Saefulloh STIKes Indramayu PENGARUH STATUS KEPEGAWAIAN TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP Muhammad Saefulloh STIKes Indramayu E-mail: mumet_plumbon@yahoo.co.id Abstract: This research aims at obtaining the differences

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian korelasional bertujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyatakan bahwa perawat merupakan back bone untuk mencapai targettarget

BAB I PENDAHULUAN. menyatakan bahwa perawat merupakan back bone untuk mencapai targettarget BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Bahkan WHO menyatakan bahwa perawat merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif. Penelitian komparatif untuk mencari perbandingan antara dua sampel atau dua uji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. observasi. Berdasarkan Arifin (2012) menyebutkan penelitian deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. observasi. Berdasarkan Arifin (2012) menyebutkan penelitian deskriptif BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasi. Berdasarkan Arifin (2012) menyebutkan penelitian deskriptif adalah penelitian yang

Lebih terperinci

Relationship Between Nurse Knowledge, Attitude, Workloads with Medical Record Completion at the Emergency Unit, Sanglah Hospital, Denpasar

Relationship Between Nurse Knowledge, Attitude, Workloads with Medical Record Completion at the Emergency Unit, Sanglah Hospital, Denpasar Laporan hasil penelitian Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, Beban Kerja Perawat dengan Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan di IRNA IGD RSUP Sanglah Denpasar Putri Mastini 1,2, N.T. Suryadhi 2,3,

Lebih terperinci

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. Kerangka konseptual pada penelitian ini menggambarkan bahwa variabel

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN. Kerangka konseptual pada penelitian ini menggambarkan bahwa variabel BAB 3 KERANGKA PENELITIAN 3.1 Kerangka Konsep Kerangka konseptual dalam penelitian ini menjelaskan tentang variabel yang akan diamati atau diukur melalui penelitian, yaitu hubungan dukungan spiritualitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelatif yaitu untuk menggambarkan hubungan antara

Lebih terperinci

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSU

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSU HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KEBERSIHAN DIRI PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RSU dr. H. KOESNADI BONDOWOSO SKRIPSI oleh Ervina Novi Susanti NIM 082310101008

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan penelitian dan pengambilan data di bangsal Marwah. Bangsal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. melakukan penelitian dan pengambilan data di bangsal Marwah. Bangsal BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Gambaran Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang berlokasi di jalan K.H Ahmad dahlan No 20 Yogyakarta.

Lebih terperinci

The Relationship between Inpatient Expectations of Staff Responsiveness and Empathy with Inpatient Satisfaction at Wangaya District Hospital Denpasar

The Relationship between Inpatient Expectations of Staff Responsiveness and Empathy with Inpatient Satisfaction at Wangaya District Hospital Denpasar Laporan hasil penelitian Hubungan antara Persepsi Daya Tanggap dan Persepsi Empati dengan Kepuasan Pasien di RSUD Wangaya Denpasar Dwidyaniti Wira 1, Suarjana 1,3, Ganda Wijaya 1,2 1 Program Studi Magister

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan rancangan Cross Sectional yaitu dengan melakukan pengukuran variabel tingkat

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN LAMPIRAN 1 INSTRUMEN PENELITIAN NO : LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN Selamat pagi/siang/malam Bapak/Ibu/Kakak/Saudara/Teman sejawat, perkenalkan saya Kardina Hayati, Mahasiswa dari Program

Lebih terperinci

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN. Dalam rangka penulisan skripsi di Perguruan Tinggi Universitas Esa Unggul

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN. Dalam rangka penulisan skripsi di Perguruan Tinggi Universitas Esa Unggul LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Kepada Yth. Rekan-Rekan Perawat Di RS Mata JEC@Kedoya Dalam rangka penulisan skripsi di Perguruan Tinggi Universitas Esa Unggul dan sebagai salah satu persyaratan tugas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang) BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang) yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel

Lebih terperinci