ALIH TEKNOLOGI PEMBUATAN ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA DI DESA ORO-ORO BULU PASURUAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ALIH TEKNOLOGI PEMBUATAN ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA DI DESA ORO-ORO BULU PASURUAN"

Transkripsi

1 View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk brought to you by CORE provided by E-Journal Universitas PGRI Madiun (Persatuan Guru Republik Indonesia) ALIH TEKNOLOGI PEMBUATAN ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA DI DESA ORO-ORO BULU PASURUAN Metatia Intan Mauliana 1, Fitria Nur Hasanah 2, Nuril Lutvi Azizah 3 1,2,3 Program Studi Informatika, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Abstract. Indonesia is one of the countries with the most consumption of processed chicken in Asia. This causes businesses and UKM in the field of chicken farming to be quite attractive. Oro-oro Bulu village is one of the villages located in the Rembang district. This village with the area and population density have the potential of developing chicken farming business. Chicken farms in the village of Oro Bulu although still relatively small but quite promising. It's just that chicken farmers in this village are still unable to produce their chicken seeds. Chicken seeds are usually imported by farmers from the Mojosari and Kediri regions. This is due to a lack of understanding of breeders on nurseries and lack of knowledge and maintenance of the hatchery equipment needed.therefore, the researchers took the initiative to socialize understanding of chicken breeding and develop a simple egg incubator to help Oro Bulu farmers to produce chickens / DOC independently. The methods of implementation in IbM activities include using methods with counseling to deliver material that is theoretical and motivational, demonstration of assembling simple egg incubators directly. The entire socialization process is carried out by the implementing team of activities involving lecturers and students with areas of expertise that are by the needs of the field. Based on the results of respondents' questionnaire data processing, it was obtained that the average 71.8% stated that there was an increase in motivation and 77.5% stated the success of technology transfer by respondents after participating in the socialization activities. So that it can be said that this IbM activity has been successfully implemented. Keywords: Simple Tools, Small Medium Businesses, Independent, Socialization, Chicken Eggs Abstrak. Indonesa merupakam salah satu Negara dengan pengkonsumsi olahan ayam terbanyak di Asia. Hal ini menyebabkan bisnis dan UKM bidang peternakan ayam cukup diminati. Desa Oro-oro bulu merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Rembang. Desa dengan Luas dan kepadatan penduduk ini memiliki potensi usaha peternakan ayam yang sedang berkembang. Peternakan ayam di desa Oro bulu meskipun masih terbilang kecil namun cukup menjanjikan. Hanya saja peternak ayam di desa ini masih belum mampu menghasilkan bibit ayam sendiri. Bibit ayam biasanya didatangkan oleh peternak dari wilayah Mojosari dan Kediri. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman peternak terhadap pembibitan dan minimnya pengetahuan dalam penggunaan dan perawatan peralatan penetasan telur yang dibutuhkan. Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk melakukan sosialisasi pemahaman mengenai pembibitan ayam dan mengembangkan alat penetas telur sederhana untuk membantu peternak desa Oro bulu dalam menghasilkan bibit ayam/doc secara mandiri. Metode pelaksanaan pada kegiatan IbM antara lain menggunakan metode dengan penyuluhan untuk penyampaian materi yang bersifat teori dan motivasi, demonstrasi perakitan alat penetas telur sederhana secara langsung. Keseluruhan proses sosialisasi dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Berdasarkan hasil pengolahan data angket responden diperoleh sebanyak rerata 71.8% menyatakan adanya kenaikan motivasi dan 77.5% menyatakan keberhasilan alih teknologi oleh responden setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa kegiatan IbM ini telah berhasil dilaksanakan. Kata kunci : Alat Sederhana, Ukm, Mandiri, Sosialisasi, Telur Ayam PENDAHULUAN Pelaksanaan Penelitian Pengabdian pada Masyarakat berlokasi di Desa Oro-oro bulu (Oro bulu) Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Desa Oro bulu berjarak kurang lebih 37 KM dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Lokasi pedesaan yang masih kental dengan perumahan penduduk yang sebagian besar memiliki lahan pekarangan yang cukup luas. Ketersediaan lahan yang cukup luas dimanfaatkan sebagian besar warga untuk penanaman pohon dan taman serta digunakan untuk memelihara unggas. Skala 179

2 180 Jurnal Terapan Abdimas, Volume 4, Nomor 2, Juli 2019, hlm peternakan yang terdapat di desa Oro bulu berada pada kisaran rumah tangga sampai dalam bentuk usaha peternakan kecil menengah dengan fokus untuk dijual kembali di pasar terdekat. Jenis unggas yang sering diternak adalah ayam dan bebek. Peternakan ayam terutama cukup diminati di Indonesia hal ini dapat dilihat dari meningkatmya produksi ungags lokal sebanyak 10% pada tahun 2018 (Matondang, 2018) hal ini juga berlaku pada warga desa Oro bulu yang memiliki minat usaha yang serupa terutama untuk jenis ayam. Peningkatan usaha peternakan ayam selain disebabkan banyaknya permintaan konsumen hal ini dikarenakan perawatan yang lebih mudah dan waktu penetasan telur yang lebih singkat dibandingkan dengan itik/bebek. Jenis usaha peternakan ayam cukup bervariasi, mulai dari usaha peternakan pembesaran ayam petelur, ayam pedaging dan penetasan anak ayam atau DOC. Berdasarkan dari beberapa jenis tersebut, jenis bisnis penetasan telur sebenarnya cukup memiliki potensi mendatangkan keuntungan dibandingkan lainnya. Hal ini dikarenakan banyak peternak pembesaran ayam pedaging maupun petelur memelihara ayam dalam jumlah sangat besar sehingga kebutuhan bibit ayam atau DOC juga akan meningkat. Selain itu, jumlah pelaku usaha pembibitan dan penetasan masih sedikit dibandingkan dari pelaku usaha pembesaran ayam dan peluang bisnis penetasan telur ayam ini juga memungkinkan untuk dilakukan pada skala rumah tangga dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM). Jenis peternakan di desa Desa Oro bulu sebagian besar masih dalam skala perumahan untuk diperjual belikan antar tetangga dan sebagian kecil berada dalam skala menengah untuk diperjual belikan di pasar tradisional. Pada skala rumah tangga sebagian besar peternak ayam di desa oro bulu masih memakai cara alami untuk menetaskan telur ayamnya. Secara alami ayam kampung mengerami telurnya selama 21 hari, lalu mengasuh anaknya hingga mencapai usia 2 bulan sehingga ayam kampung hanya dapat menghasilkan telur kira-kira 40 butir per tahun. Hal ini tentu kurang efisien apabila dipandang dari segi waktu. Solusi umum dalam penanggulangan hal tersebut adalah dengan memanfaatkan penggunaan alat penetas telur. Alat penetas telur terdiri dari berbagai macam bentuk tergantung dari komponen yang digunakan, seperti alat penetas yang menggunakan microcontroler (Rofingi dkk, 2011), berbagai jenis sensor (Rahayuningtyas dkk, 2014), dan semi otomatis (Ahaya dan Akuba, 2018 ) tergantung dari kebutuhan masingmasing pengguna. Sebagian besar peternak desa Oro bulu berada pada skala menengah bawah dimana hasil ternak ditujukan untuk diperjual belikan di pasar, jenis peternakan yang sering dilakukan adalah pembesaran ayam dimana untuk memperoleh bibit ayam (DOC) warga tidak menetaskan sendiri melainkan membeli dari peternak besar didaerah lain seperti Kediri dan Mojosari. Peternak sebelumnya telah mencoba untuk memanfaatkan alat penetas telur untuk memaksimalkan waktu produksi telur, akan tetapi mengalami kendala pada seringnya alat yang mengalami kerusakan karena kesalahan penggunaan dan maintaince sehingga pada akhirnya banyak peternak yang kembali pada cara penetasan konvensional. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman peternak terhadap pembibitan dan pengetahuan peternak mengenai penggunaan dan pemeliharaan alat penetas telur secara tepat. Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti berinisiatif untuk melakukan sosialisasi pemahaman mengenai pembibitan ayam dan pemeragaan cara pembuatan alat penetas telur sederhana untuk membantu peternak desa Orooro bulu dalam menghasilkan bibit ayam/doc secara mandiri dan memahami cara pembuatan dan maintaince alat penetas telur. Pembuatan alat penetas telur diharapkan dapat memangkas waktu yang gunakan untuk mengasuh anak ayam sehingga dapat meningkatkan jumlah telur yang dihasilkan induk ayam dan diharapkan alat tersebut dapat membantu peternak desa Oro bulu dalam menghasilkan bibit ayam/doc secara mandiri. Sedangkan sosialisasi dilakukan agar peternak memperoleh tambahan informasi mengenai bagaimana cara penggunaan, pembuatan, dan pemeliharaan alat agar dapat berfungsi secara optimal.

3 Alih Teknologi Pembuatan Alat Penetas Telur Sederhana 181 METODE PELAKSANAAN Pada penelitian pengabdian ini bertumpu pada permasalahan mendasar yang dimiliki mitra. Mitra yang menjadi fokus pada program ini adalah UKM peternak ayam yang ada di desa Oro bulu kecamatan Rembang kabupaten Pasuruan. Hasil musyawarah dan diskusi antara mitra dengan pengusul PKM ini menghasilkan beberapa analisa solusi permasalahan prioritas yakni permasalahan pertama pada mitra adalah sebagian besar peternak ayam di desa oro bulu masih memakai cara alami untuk menetaskan telur ayamnya dan bahkan beberapa membeli bibit ayam dari tempat lain. Hal ini tentu dirasa kurang efisien apabila dipandang dari segi waktu dan kemandirian. Selain itu, hal tersebut memicu permasalahan kedua dimana akibat waktu penetasan dan pemeliharaan yang kurang efisien mengakibatkan hasil produksi menjadi kurang optimal sehingga usaha peternakan menjadi lambat dalam berkembang. Pada permasalahan ketiga, untuk mengatasi permasalahan kedua peternak telah mencoba menggunakan bantuan alat penetas telur untuk mengatasi permasalan tersebut, namun sebagian besar peternak sering mengalami kendala dengan maintaince sehingga alat tersebut tidak bertahan lama dan mudah rusak. Hal ini menyebabkan peternak cenderung kembali menggunakan cara penetasan konvensional atau membeli bibit ayam dari peternak besar karena dirasa lebih mudah dibandingkan menetaskan sendiri. Hal ini cukup disayangkan karena pada dasarnya yang memiliki peluang lebih besar adalah pelaku usaha pembibitan dan penetasan karena jumlahnya masih sedikit dibandingkan dari pelaku usaha pembesaran ayam sehingga peluang usaha dalam penetasan telur masih terbuka lebar. Solusi tepat untuk ketiga permasalahan pokok mitra diatas dapat diatasi dengan pembuatan alat penetas telur sederhana serta pengadaan sosialisasi maintaince. Dengan pemanfaatan alat penetas telur ini maka waktu yang gunakan untuk mengasuh anak ayam bisa dipangkas, sehingga dengan demikian dapat digunakan untuk memproduksi telur ayam lagi, selain itu peternak juga dapat menghasilkan bibit ayam secara mandiri tanpa tergantung dengan pihak lain. Solusi selanjutnya diharapkan dengan diadakan sosialisasi mengenai proses pembuatan dan maintaince alat penetas telur sederhana, peternak memperoleh tambahan ilmu sehingga dapat menggunakan dan melakukan pemeliharaan alat secara tepat. Berdasarkan uraian diatas dan dalam rangka mendapatkan target yang ditentukan, disusunlah metode pelaksanaan untuk mengembangkan alat penetas telur sederhana untuk membantu UKM peternak ayam desa Oro-oro bulu dalam meningkatkan produksi dan kemadirian dalam usahanya. Metode pelaksanaan IbM desa Oro bulu memiliki beberapa tahapan metode pelaksanaan yang secara garis besar ditunjukkan pada Gambar 1. Berdasarkan Gambar 1 pada tahapan pertama untuk pembuatan alat penetasan telur terbagi dalam tiga proses yakni pemantapan desain, persiapan alat dan bahan setelah itu baru eksekusi pembuatan. Pada tahap pemantapan desain dilakukan oleh tim UMSIDA dengan mempertimbangkan saran dan masukan dari Mitra. Pembuatan alat berdasarkan kriteria Mitra merupakan keunggulan tersendiri dari produk yang dibuat. Alat yang ingin dihasilkan pada penelitian direncanakan menggunakan alat-alat yang cukup sederhana yakni, sistem rangkaian timer, lampu sebagai sumber panas, sensor temperatur dan kelembapan, buzzer, layar LCD sebagai pembaca sensor suhu aktual dan motor servo untuk membalik posisi telur. Meskipun alat yang dibuat tidak memiliki fitur terbaru dibanding alat penetas telur yang ada dipasaran namun alat penetas telur sederhana yang dibuat memiliki kelebihan yakni memiliki cara pemeliharaan yang sederhana dan disesuaikan dengan kebutuhan mitra dilapangan secara langsung. Kedua, yakni tahap persiapan alat dan bahan serta eksekusi pembuatan dilakukan oleh tim yang terdiri dari anggota tim dengan melibatkan mahasiswa. Alat yang telah berhasil diselesaikan selanjutnya masuk pada tahap Uji coba. Pada tahap ini diperiksa kelayakan dan peforma tiap komponen terutama pada bagian sensor pengaturan suhu dan kelembapan. Selanjutnya dilakukan uji coba pemakaian dimana alat diuji langsung menggunakan telur ayam yang dierami dalam masa 21 hari sampai telur tersebut menetas. Tahap selanjutnya adalah evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui adanya trouble pada alat atau perlunya komponen lain untuk ditambahkan sehingga dapat meningkatkan

4 182 Jurnal Terapan Abdimas, Volume 4, Nomor 2, Juli 2019, hlm fungsi kinerja alat dengan baik. Tahap selanjutnya yakni tahap sosialisasi alat, dimana pada tahap ini diharapkan peternak dapat memperoleh informasi bagaimana cara kerja dan maintaince alat agar dapat mengfungsikan alat secara optimal. Tahap terakhir adalah penyerahan alat kepada mitra dan pembuatan laporan dan artikel untuk luaran jurnal ataupun prosiding. Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan penelitian pengabdian masyarakat Ibm Pembuatan Alat Penetas Telur Sederhana untuk Meningkatkan Produksi Jumlah Bibit Ayam UKM Peternak Ayam Desa Oro-oro bulu telah berhasil dilaksanakan. Secara umum program ini dibagi dalam tiga utama yakni tahap pembuatan alat dan tahap sosialisasi pembuatan alat dan perawatan kepada warga. a) Hasil Pembuatan Alat Penetas Telur Sederhana Pada tahapan pembuatan alat penetasan telur terbagi dalam tiga proses yakni pemantapan desain, persiapan alat dan bahan setelah itu baru eksekusi pembuatan. Pada tahap pemantapan desain dilakukan oleh tim UMSIDA dengan mempertimbangkan saran dan masukan dari Mitra. Pembuatan alat berdasarkan kriteria Mitra merupakan keunggulan tersendiri dari produk yang dibuat. Alat yang ingin dihasilkan pada penelitian direncanakan menggunakan alat-alat yang cukup sederhana seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2 Alat yang dibuat tidak memiliki fitur terbaru dibanding alat penetas telur yang ada dipasaran namun memiliki kelebihan yakni memiliki cara pemeliharaan yang sederhana dan dalam pembuatannya telah disesuaikan dengan kebutuhan mitra dilapangan secara langsung sehingga mudah untuk mitra dalam mengoperasikan alat tersebut. Alat penetas telur sederhana yang dihasilkan dirancang agar dapat dibongkar pasang. Hal ini dikarenakan agar dapat ditunjukkan pada saat pelaksanaan sosialisasi sehingga peserta sosialisasi dapat lebih memahami cara pembuatannya secara langsung. Alat penetas telur yang berhasil dibuat ditunjukkan pada Gambar 3 berikut,

5 Alih Teknologi Pembuatan Alat Penetas Telur Sederhana 183 Motor Penggerak Rangkaian Timer Thermometer Hygrometer LCD Digital Termostat Lampu indikator dan Buzzer Power Supply 12 V Gambar 2. Komponen-komponen utama yang digunakan pada pembuatan alat penetas telur sederhana Gambar 3. Alat Penetas Telur Sederhana Bongkar Pasar untuk Peragaan b) Hasil Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Sosialisasi program pembuatan alat penetas telur sederhana telah dilaksanakan pada tanggal 02 Maret Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dengan dihadiri 9 warga perwakilan RT04 / RW02 desa Oro-oro bulu. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan tersusun dari beberapa acara inti yakni, dimulai dari pembukaan, pemberian penyuluhan singkat, disusul dengan demonstrasi perakitan alat penetas telur sederhana dan penutupan. Secara umum dapat dikatakan acara berjalan dengan lancar dan terarah, berikut dokumentasi acara pelatihan dapat dilihat pada Gambar 4 berikut,

6 184 Jurnal Terapan Abdimas, Volume 4, Nomor 2, Juli 2019, hlm (a) (b) (c) Gambar 4. Pelaksanaan Sosialisasi Penetas Telur Sederhana di desa Oro-oro Bulu Berdasarkan Gambar 4 dapat diketahui bahwa acara sosialisasi telah dilaksanakan dengan tertib dan terarah. Pada gambar 4 (a) dan (b) merupakan tahap awal yakni pembukaan dan penyuluhan singkat mengenai pengenalan potensi, alat dan bahan penetas telur sederhana. Tujuan diberikannya penyuluhan pendahuluan tersebut agar peserta memperoleh tambahan informasi mengenai teknologi yang dapat dimanfaatkan serta diterapkan untuk mempermudah peternak dalam mengelolah telur yang akan ditetaskan serta diharapkan dapat memotivasi lebih madiri kedepannya. Pada Gambar 4 (c) merupakan tahap demonstrasi atau peragaan perakitan pembuatan alat penetas telur sederhana, tahapan ini dimaksudkan agar peserta sosialisasi dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai hal-hal penting yang harus dilakukan apabila peserta termotivasi untuk mencoba membuat alat penetas telur sederhana

7 Alih Teknologi Pembuatan Alat Penetas Telur Sederhana 185 secara mandiri kedepannya. Akhir acara pelatihan. Instrumen angket/kuesioner yang akan sosialisasi ditutup dengan diskusi tanya-jawab digunakan dalam penelitian harus dapat dan pengisisan kuisioner untuk mengetahui mengukur serta mengungkapkan data dari motivasi, keberhasilan alih teknologi dan variabel yang ingin diteliti. Oleh karena itu, persepsi peserta yang telah mengikuti kegiatan instrumen yang digunakan terlebih dahulu sosialisasi. dilakukan uji validitas dan reabilitas. Uji validitas Ketercapaian tujuan pelaksanaan kegiatan dapat menentukan valid tidaknya sebuah IbM ditinjau dari peningkatan motivasi serta keberhasilan pemahaman alih teknologi peserta sosialisasi. Oleh karena itu, untuk mengetahui ketercapaian target pada tingkat motivasi dan pemahaman peserta sosialisasi digunakan metode angket atau kuesioner. Metode angket yang instrumen. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Pada penelitian ini dilakukan pengujian validitas dengan menggunakan analisis butir pernyataan. Tingkat validitas diperoleh dengan membandingkan probabilitas nilai r dilakukan adalah metode survey melalui hitung dengan r table. Alat ukur dinyatakan valid pembagian kuesioner kepada responden. Teknik apabila r hitung > r table dan tingkat signifikansi pengumpulan data dilakukan dengan atau kesalahan Hasil validitas butir menyebarkan quesioner terhadap 8 anggota ditunjukkan dalam Tabel.1 Tabel 1. Pengujian validasi per butir Item r hitung Status r table = Q valid Q valid Q tidak valid Q valid Q valid Q valid Q valid Q tidak valid Q valid Q tidak valid Q valid Q valid Selain pengujian validitas perlu dilakukan juga pengujian reabilitas. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur suatu kuesioner yang digunakan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengujian reliabilitas kuesioner dalam penelitianini adalah menggunakan teknik belah dua. Hasil dari pengujian reabilitas didapatkan nilai r sebesar Nilai tersebut termasuk dalam kategori reabilitas tinggi apabila dilihat berdasarkan nilai koefisien Guilford. Hasil Analisa data angket/kuesioner yang didapatkan dari peserta sosialisasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi dan keberhasilan alih teknologi sebesar 71.8 % dan 77.5 %. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan tujuan ketercapaian abdimas telah terpenuhi. SIMPULAN DAN SARAN 1. Alat penetas telur sederhana telah berhasil dibuat dan diperagakan kepada warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi 2. Hasil pengolahan data angket pada sosialisasi perakitan pembuatan alat penetas telur sederhana menunjukkan adanya peningkatan motivasi 71.8% dan peningkatan pemahaman alih teknologi sebesar 77.5%. Saran untuk keberlanjutan kedepan adalah diadakannya pembimbingan lebih lanjut dalam pembuatan alat bagi warga yang benar-benar berminat untuk dapat membuat alat penetas telur secara mandiri.

8 186 Jurnal Terapan Abdimas, Volume 4, Nomor 2, Juli 2019, hlm DAFTAR PUSTAKA Matondang, Denita BR. (2018, Desember 20). Produksi ayam lokal dan itik naik 10% di tahun Diakses dari uksi-ayam-lokal-dan-itik-naik-10-ditahun Ahaya, R., Akuba, Syamsu. (2018). Rancang Bangun Alat Penetas Telur Semi Otomatis. Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG), Vol 3(1) Rofingi, A., Supradono, B., Solichan, A. (2011). Aplikasi Atmega8535 Sebagai Pengontrol Alat Penetas Telur, Media Elektrika, Vol. 4(2) Rahayuningtyas, A., Furqon, M., Santoso, T. (2014). Rancang Bangun Alat Penetas Telur Sederhana Menggunakan Sensor Suhu Dan Penggerak Rak Otomatis. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan, Vol 4(1)

BAB I PENDAHULUAN. khususnya akan kebutuhan daging unggas maupun telur yang kaya akan sumber

BAB I PENDAHULUAN. khususnya akan kebutuhan daging unggas maupun telur yang kaya akan sumber BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Seiring perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat di Indonesia ini berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat meningkat, pada khususnya akan kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. efektif karena satu induk ayam kampung hanya mampu mengerami maksimal

BAB I PENDAHULUAN. efektif karena satu induk ayam kampung hanya mampu mengerami maksimal BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada umumnya di pedesaan ayam kampung dipelihara oleh masyarakat secara ala kadarnya yaitu telur dierami oleh induknya secara langsung sehingga perkembangbiakan ayam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. unggas untuk mewujudkan beternak itik secara praktis. Dahulu saat teknologi

BAB I PENDAHULUAN. unggas untuk mewujudkan beternak itik secara praktis. Dahulu saat teknologi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Berkembang pesatnya teknologi saat ini memberi peluang kepada peternak unggas untuk mewujudkan beternak itik secara praktis. Dahulu saat teknologi belum seperti saat

Lebih terperinci

1. Pendahuluan. 2. Kajian Pustaka RANCANG BANGUN ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA MENGGUNAKAN SENSOR SUHU DAN PENGGERAK RAK OTOMATIS

1. Pendahuluan. 2. Kajian Pustaka RANCANG BANGUN ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA MENGGUNAKAN SENSOR SUHU DAN PENGGERAK RAK OTOMATIS Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN 2089-3582 EISSN 2303-2480 RANCANG BANGUN ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA MENGGUNAKAN SENSOR SUHU DAN PENGGERAK RAK OTOMATIS 1 Ari Rahayuningtyas, 2

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MESIN TETAS TELUR

TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MESIN TETAS TELUR TUGAS AKHIR PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN MESIN TETAS TELUR (Studi Kasus : Dukuh Bowan Desa Bowan Kecamatan Delanggu) Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat, pada khususnya akan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat, pada khususnya akan kebutuhan BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Seiring perkembangan dan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat di Indonesia ini berdampak pada tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat, pada khususnya akan kebutuhan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin majunya perkembangan teknologi, semakin banyak pula alat alat modern, canggih, dan serba otomatis yang diciptakan. Alat penetas telur dibuat dan dikembangkan

Lebih terperinci

DESAIN MESIN PENETAS TELUR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER TUGAS AKHIR

DESAIN MESIN PENETAS TELUR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER TUGAS AKHIR DESAIN MESIN PENETAS TELUR OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER TUGAS AKHIR Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Pendidikan Diploma III Program Studi DIII Instrumentasi dan Elektronika Jurusan Fisika

Lebih terperinci

PELATIHAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI FABRIC ACCESSORIESUNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA

PELATIHAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI FABRIC ACCESSORIESUNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA Prosiding SNaPP2016 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora ISSN 2089-3590 EISSN 2303-2472 PELATIHAN KETERAMPILAN MEMPRODUKSI FABRIC ACCESSORIESUNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA 1 Restu Frida Utami,

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN ALAT III.1. Analisa Permasalahan Masalah yang dihadapi adalah bagaimana untuk menetaskan telur ayam dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang bersamaan. Karena kemampuan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. peternakan seperti telur dan daging dari tahun ke tahun semakin meningkat.

I. PENDAHULUAN. peternakan seperti telur dan daging dari tahun ke tahun semakin meningkat. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, pendapatan, serta meningkatnya kesadaran akan gizi dan kesehatan masyarakat, maka permintaan komoditas peternakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Tingginya kebutuhan masyarakat akan daging ayam membuat proses

BAB 1 PENDAHULUAN. Tingginya kebutuhan masyarakat akan daging ayam membuat proses BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Unggas terutama ayam merupakan salah satu sumber protein utama bagi manusia walaupun sekarang banyak sumber protein selain daging ayam, namun masyarakat lebih memilih

Lebih terperinci

THE EFFECTS OF THE BRANDS OF LAMPS ON THE RADIATION HEAT AS THE HEAT SOURCE OF POULTRY HATCHERIES

THE EFFECTS OF THE BRANDS OF LAMPS ON THE RADIATION HEAT AS THE HEAT SOURCE OF POULTRY HATCHERIES THE EFFECTS OF THE BRANDS OF LAMPS ON THE RADIATION HEAT AS THE HEAT SOURCE OF POULTRY HATCHERIES Lintang Griyanika, Indah Nurpriyanti, dkk. Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Abstract This

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. serta meningkatnya kesadaran akan gizi dan kesehatan masyarakat. Akan

I. PENDAHULUAN. serta meningkatnya kesadaran akan gizi dan kesehatan masyarakat. Akan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Kenaikan permintaan komoditas peternakan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin berpacu dengan adanya pertambahan jumlah penduduk, pendapatan, serta meningkatnya

Lebih terperinci

IBM KELOMPOK USAHA HASIL LAUT PULAU LAE-LAE MAKASSAR

IBM KELOMPOK USAHA HASIL LAUT PULAU LAE-LAE MAKASSAR IBM KELOMPOK USAHA HASIL LAUT PULAU LAE-LAE MAKASSAR Rahmawati 1, Aulia Wati 1, St. Sabahannur 2 1 Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia 2 Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia Email

Lebih terperinci

ALAT PENETAS TELUR OTOMATIS DENGAN KAMERA PEMANTAU

ALAT PENETAS TELUR OTOMATIS DENGAN KAMERA PEMANTAU ALAT PENETAS TELUR OTOMATIS DENGAN KAMERA PEMANTAU Hendra Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia Christianto Gunawan Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia dan Sindra Wijaya Kerry

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan pada 28 Mei--28 Juni 2012,

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan pada 28 Mei--28 Juni 2012, III. BAHAN DAN METODE A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan pada 28 Mei--28 Juni 2012, bertempat di Kelompok Tani Ternak Rahayu, Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima,

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALI SUHU INKUBATOR TELUR AYAM BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535. Skripsi

RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALI SUHU INKUBATOR TELUR AYAM BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535. Skripsi RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALI SUHU INKUBATOR TELUR AYAM BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 Skripsi Untuk memenuhi salah satu syarat mencapai derajat pendidikan Strata Satu (S -1) Sebagai Sarjana Sains

Lebih terperinci

Seminar Nasional Hasil - Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu, 26 September 2015 ISBN :

Seminar Nasional Hasil - Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu, 26 September 2015 ISBN : PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO SMK YPT 2 PURBALINGGA MELALUI PELATIHAN PENGEMBANGAN SISTEM ELEKTRONIS BERBASIS MIKROKONTROLER IMPROVEMENT of STUDENT COMPETENCE OF AUDIO

Lebih terperinci

PENINGKATAN KAPASITAS PETERNAK LELE TRADISIONAL MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT

PENINGKATAN KAPASITAS PETERNAK LELE TRADISIONAL MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT PENINGKATAN KAPASITAS PETERNAK LELE TRADISIONAL MELALUI PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT Wignyo Winarko 1, Akhmad Jufriadi 2, Hena Dian Ayu 3 1,2,3 Universitas Kanjuruhan Malang akhmadjufriadi@unikama.ac.id

Lebih terperinci

PENCATATAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN USAHA BAGI PARA PENGRAJIN DI KELURAHAN PADANGSARI

PENCATATAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN USAHA BAGI PARA PENGRAJIN DI KELURAHAN PADANGSARI PENCATATAN DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN USAHA BAGI PARA PENGRAJIN DI KELURAHAN PADANGSARI Nurul Juwariyah, Zulaika Putri R Fakultas Ekonomi Universitas Semarang E-mail : Nurul.ghaniz@yahoo.co.id

Lebih terperinci

EVALUASI PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN AKADEMIK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK

EVALUASI PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN AKADEMIK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK EVALUASI PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN AKADEMIK PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA IKIP PGRI PONTIANAK Jamilah 1, Nurmaningsih 2, Abdillah 3 1,2,3, Prodi Pendidikan Matematika, IKIP PGRI Pontianak, Jl.

Lebih terperinci

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui informasi yang dapat menjelaskan mengenai gambaran kemandirian remaja bungsu SMA Negeri X di Bandung berdasarkan tiga aspek kemandirian Steinberg (2002),

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Objek Penelitian Objek penelitian adalah sesuatu yang menjadi pusat penelitian. Objek penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi Penelitian

Lebih terperinci

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT Judul : I b M KELOMPOK TANI GEMAH RIPAH DESA KUCUR, DAU, MALANG Ketua : Prof. DR. Ir. Achmanu : NIP. 19430528 197307 1 001 Anggota : Ir. Muharlien, MP : NIP.

Lebih terperinci

PENGARUH UMUR DAN BOBOT TELUR ITIK LOKAL TERHADAP MORTALITAS, DAYA TETAS, KUALITAS TETAS DAN BOBOT TETAS

PENGARUH UMUR DAN BOBOT TELUR ITIK LOKAL TERHADAP MORTALITAS, DAYA TETAS, KUALITAS TETAS DAN BOBOT TETAS PENGARUH UMUR DAN BOBOT TELUR ITIK LOKAL TERHADAP MORTALITAS, DAYA TETAS, KUALITAS TETAS DAN BOBOT TETAS Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Derajat Sarjana Peternakan di Fakultas

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kelompok Tani Ternak Rahayu merupakan suatu kelompok peternak yang ada di

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kelompok Tani Ternak Rahayu merupakan suatu kelompok peternak yang ada di IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Kelompok Ternak Kelompok Tani Ternak Rahayu merupakan suatu kelompok peternak yang ada di Desa Sidodadi, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Propinsi Lampung.

Lebih terperinci

SISTEM KONTROL SUHU PADA MESIN TETAS TELUR AYAM BURAS HEMAT ENERGI DAYA TETAS OPTIMAL

SISTEM KONTROL SUHU PADA MESIN TETAS TELUR AYAM BURAS HEMAT ENERGI DAYA TETAS OPTIMAL SISTEM KONTROL SUHU PADA MESIN TETAS TELUR AYAM URAS HEMAT ENERGI DAYA TETAS OPTIMAL Maria Dolorosa adjowawo 1 dan Daud Obed ekak 2 Abstrak : Ayam uras merupakan jenis ternak yang banyak dipelihara masyarakat

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM INKUBATOR PENETAS TELUR AYAM MELALUI PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN KENDALI PID. Tugas Akhir

RANCANG BANGUN SISTEM INKUBATOR PENETAS TELUR AYAM MELALUI PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN KENDALI PID. Tugas Akhir RANCANG BANGUN SISTEM INKUBATOR PENETAS TELUR AYAM MELALUI PENGATURAN SUHU DAN KELEMBABAN DENGAN KENDALI PID Tugas Akhir Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Pendidikan Strata

Lebih terperinci

KELAYAKAN USAHA PETERNAKANN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN INTI-PLASMA

KELAYAKAN USAHA PETERNAKANN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN INTI-PLASMA KELAYAKAN USAHA PETERNAKANN AYAM RAS PEDAGING POLA KEMITRAAN INTI-PLASMA Muhammad Sujudi 1) Dhyvhy29@gmail.com Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Enok Sumarsih 2) sumarsihenok@gmail.com

Lebih terperinci

PELUANG BISNIS PENETASAN TELUR ITIK

PELUANG BISNIS PENETASAN TELUR ITIK PELUANG BISNIS PENETASAN TELUR ITIK NAMA : GIGIH SUBYARTO NIM : 10.11.3840 KELAS : S1-TI 2D TEKNIK INFORMATIKA STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2010/2011 1. ABSTRAK Peluang bisnis penetasan telur ungas adalah salah

Lebih terperinci

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET BERBAHAN BAKU DAGING ITIK ABSTRACT

PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET BERBAHAN BAKU DAGING ITIK ABSTRACT PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET BERBAHAN BAKU DAGING ITIK I N S. SUTARPA Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar ABSTRACT This community services took

Lebih terperinci

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK

PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK Pemberdayaan Karang... Triyanto & Edi Cahyono PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM UNTUK PEMBUATAN PAKAN BEBEK Triyanto STIE Atma Bhakti Surakarta E-mail: triyanto_55@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia, naik turunya harga daging ayam sangat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan kondisi konsumsi daging ayam. Tidak dapat dipungkiri, jumlah penduduk Indonesia

Lebih terperinci

PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN AKTIVITAS BELAJAR BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU DI GUGUS 1 KECAMATAN MARGA

PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN AKTIVITAS BELAJAR BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU DI GUGUS 1 KECAMATAN MARGA PELATIHAN PENYUSUNAN INSTRUMEN PENILAIAN AKTIVITAS BELAJAR BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GURU DI GUGUS 1 KECAMATAN MARGA Made Juniantari 1, Ni Putu Sri Ratna Dewi 2, Ni Luh Pande Latria Devi 3

Lebih terperinci

SAEI (Saba Auto Eggs Incubator (With Auto Rotating Eggs Mechanism))

SAEI (Saba Auto Eggs Incubator (With Auto Rotating Eggs Mechanism)) SAEI (Saba Auto Eggs Incubator (With Auto Rotating Eggs Mechanism)) Christianus Piguno Wardoyo 1, Sumarsih 2, Heribertus Sukarjo 3 SMA N 1 Bantul 1 pigun78@gmail.com SMA N 1 Bantul 2 Jurusan Teknik Mesin

Lebih terperinci

IbM Kelompok PKK Desa Senggreng

IbM Kelompok PKK Desa Senggreng IbM Kelompok PKK Desa Senggreng Hartatik 1, Nury Yuniasih 2 1,2 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Kanjuruhan Malang e-mail: hartatik.sutrisno@yahoo.co.id,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dalam beberapa kasus hingga mengalami kebangkrutan. termometer. Dalam proses tersebut, seringkali operator melakukan kesalahan

BAB I PENDAHULUAN. dalam beberapa kasus hingga mengalami kebangkrutan. termometer. Dalam proses tersebut, seringkali operator melakukan kesalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam dunia peternakan terutama peternakan unggas sering kali ditemukan masalah pembusukan telur selama proses penetasan dalam inkubator. Hal tersebut dikarenakan

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PENGERAM TELUR AYAM OTOMATIS

PERANCANGAN SISTEM PENGERAM TELUR AYAM OTOMATIS PERANCANGAN SISTEM PENGERAM TELUR AYAM OTOMATIS Muhammad Irfan; Antonius Maleakhi; Riyan Mulyana; Rudy Susanto Computer Engineering Department, Faculty of Engineering, Binus University Jln. K.H. Syahdan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA PENETAS TELUR AYAM BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 DILENGKAPI UPS

RANCANG BANGUN PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA PENETAS TELUR AYAM BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 DILENGKAPI UPS RANCANG BANGUN PENGONTROL SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA PENETAS TELUR AYAM BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 DILENGKAPI UPS KARYA ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Menyelesaikan Program Studi S-1 Jurusan

Lebih terperinci

BUSINESS DEVELOPMENT TUNGGAKSEMI AFFINITY GROUPS IN ORDER TO IMPROVEMENT FOOD SECURITY IN SUMBEREJO VILLAGE BATU DISTRICT BATU CITY)

BUSINESS DEVELOPMENT TUNGGAKSEMI AFFINITY GROUPS IN ORDER TO IMPROVEMENT FOOD SECURITY IN SUMBEREJO VILLAGE BATU DISTRICT BATU CITY) AGRISE Volume XIV No. 1 Bulan Januari 2014 ISSN: 1412-1425 IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) PENGEMBANGAN USAHA PRODUKTIF KELOMPOK AFINITAS TUNGGAKSEMI DALAM RANGKA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT DESA

Lebih terperinci

ANALISIS RENTABILITAS USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI DESA KEBONSARI KECAMATAN CANDI SIDOARJO SKRIPSI. Oleh : EKO SETYO BUDI NPM :

ANALISIS RENTABILITAS USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI DESA KEBONSARI KECAMATAN CANDI SIDOARJO SKRIPSI. Oleh : EKO SETYO BUDI NPM : ANALISIS RENTABILITAS USAHA TERNAK ITIK PETELUR DI DESA KEBONSARI KECAMATAN CANDI SIDOARJO SKRIPSI Oleh : EKO SETYO BUDI NPM : 0924010025 Kepada FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN

Lebih terperinci

Sutrisno Hadi Purnomo*, Zaini Rohmad**

Sutrisno Hadi Purnomo*, Zaini Rohmad** IbM AYAM KAMPUNG DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI BERBASIS PERKANDANGAN SEMI INTENSIF DAN PAKAN KONSENTRAT BERBAHAN BAKU LOKAL DI DESA PANDEYAN, KECAMATAN TASIKMADU, KABUPATEN KARANGANYAR Sutrisno Hadi Purnomo*,

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI INKUBATOR TELUR IGUANA MENGGUNAKAN SEKURITI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO NASKAH PUBLIKASI

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI INKUBATOR TELUR IGUANA MENGGUNAKAN SEKURITI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO NASKAH PUBLIKASI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI INKUBATOR TELUR IGUANA MENGGUNAKAN SEKURITI BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO UNO NASKAH PUBLIKASI diajukan oleh M.Indroharto 09.11.2753 kepada SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID UNTUK IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG PELANGGARAN ATURAN KENDARAAN BERMOTOR

PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID UNTUK IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG PELANGGARAN ATURAN KENDARAAN BERMOTOR PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID UNTUK IMPLEMENTASI UNDANG UNDANG NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG PELANGGARAN ATURAN KENDARAAN BERMOTOR Makalah Program Studi Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika Diajukan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Kepuasan pelanggan dan olah data statistik SPSS. vii

ABSTRAK. Kata kunci : Kepuasan pelanggan dan olah data statistik SPSS. vii ABSTRAK Era globalisasi sekarang ini, membuat tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh PLN menjadi prioritas utama yang wajib didapatkan oleh pelanggan. Saat ini masih terdapat beberapa

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini kemajuan teknologi di dunia elektronika dan

I. PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini kemajuan teknologi di dunia elektronika dan I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem kendali memegang peranan penting untuk membantu pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini kemajuan teknologi di dunia elektronika dan pengendali

Lebih terperinci

RINGKASAN HASIL PENELITIAN HIBAH BERSAING

RINGKASAN HASIL PENELITIAN HIBAH BERSAING RINGKASAN HASIL PENELITIAN HIBAH BERSAING TAHUN KE-1 MODEL PEMBINAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA PENINGKATAN MUTU TENAGA KERJA (STUDI EMPIRIS PADA TENAGA KERJA DI KABUPATEN WONOGIRI) Oleh: Ir. Maulidyah Indira

Lebih terperinci

PENGOLAHAN CENGPO KEMOCENG KELOPO UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PLOSO KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN

PENGOLAHAN CENGPO KEMOCENG KELOPO UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PLOSO KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN PENGOLAHAN CENGPO KEMOCENG KELOPO UNTUK MENUNJANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA PLOSO KECAMATAN TEGALOMBO KABUPATEN PACITAN Winarsih, Sulis Setiani, Mufida Windy Istiani Pendidikan Ekonomi FKIP UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN USAHA BATIK MELALUI MESIN PEWARNAAN BATIK DI DESA PILANG KECAMATAN MASARAN KABUPATEN SRAGEN. Universitas Sebelas Maret

PENGEMBANGAN USAHA BATIK MELALUI MESIN PEWARNAAN BATIK DI DESA PILANG KECAMATAN MASARAN KABUPATEN SRAGEN. Universitas Sebelas Maret PENGEMBANGAN USAHA BATIK MELALUI MESIN PEWARNAAN BATIK DI DESA PILANG KECAMATAN MASARAN KABUPATEN SRAGEN LV. Ratna Devi S 1,2), Susantiningrum 1,3) 1) Pusat Pengembangan Kewirausahaan LPPM Universitas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, permintaan

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, permintaan I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang dan Masalah Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia, permintaan konsumen terhadap produk hasil ternak juga meningkat. Produk hasil ternak yang dipilih

Lebih terperinci

Pendahuluan. Seminar Nasional Hasil Penerapan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat III 2016 P-ISSN: E-ISSN:

Pendahuluan. Seminar Nasional Hasil Penerapan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat III 2016 P-ISSN: E-ISSN: Pengembangan Kemitraan Antara Pengusaha dan Petani Kakao Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Petani Kakao di Desa Kalimas dan Tirto Asri Kec. Taluditi Kab. Pohuwato Provinsi Gorontalo Yanti Aneta

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN MATERI. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu pada Desember 2014 Januari 2015,

III. BAHAN DAN MATERI. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu pada Desember 2014 Januari 2015, 23 III. BAHAN DAN MATERI A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 3 minggu pada Desember 2014 Januari 2015, bertempat di peternakan ayam arab milik Bapak Ilham di Desa Tegal Rejo,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini menganalisis bagaimana pengaruh produk, persepsi harga dan citra merek terhadap keputusan pembelian makanan cepat saji d Besto. Objek

Lebih terperinci

MENGATASI HAMBATAN PEMELIHARAAN ITIK SECARA EKSTENSIP (DIGEMBALAKAN)

MENGATASI HAMBATAN PEMELIHARAAN ITIK SECARA EKSTENSIP (DIGEMBALAKAN) MENGATASI HAMBATAN PEMELIHARAAN ITIK SECARA EKSTENSIP (DIGEMBALAKAN) SURYANI. N.N, K.BUDAARSA, D. P.M. A.CANDRAWATI DAN N. P. MARIANI Fakultas Peternakan Universitas Udayana ABSTRACT The public service

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Berternak ayam merupakan salah satu kegiatan yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat desa ataupun masyarakat umum yang ingin berbisnis di bidang peternakan ayam,

Lebih terperinci

PENGARUH SEMANGAT KERJA PEMILIK DAN PEKERJA TERHADAP KEWIRAUSAHAAN MORO ARTOS DI SALATIGA SKRIPSI

PENGARUH SEMANGAT KERJA PEMILIK DAN PEKERJA TERHADAP KEWIRAUSAHAAN MORO ARTOS DI SALATIGA SKRIPSI PENGARUH SEMANGAT KERJA PEMILIK DAN PEKERJA TERHADAP KEWIRAUSAHAAN MORO ARTOS DI SALATIGA SKRIPSI Disusun dan Diajukan untuk melengkapi syarat - syarat Guna memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Program

Lebih terperinci

EFISIENSI USAHA PEMBIBITAN ITIK MODERN DAN TRADISIONAL PADA SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LEBONG

EFISIENSI USAHA PEMBIBITAN ITIK MODERN DAN TRADISIONAL PADA SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LEBONG ISSN: 4-8837 EFISIENSI USAHA PEMBIBITAN ITIK MODERN DAN TRADISIONAL PADA SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LEBONG Efficiency Efforts of Modern and Traditional Ducks Breeding on A Household Scale in Lebong

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. salah satunya pemenuhan gizi yang berasal dari protein hewani. Terlepas dari

PENDAHULUAN. salah satunya pemenuhan gizi yang berasal dari protein hewani. Terlepas dari 1 I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan pangan semakin meningkat pula. Pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat jenisnya beragam, salah satunya pemenuhan

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM UPAYA PEMBERDAYAAN PENGEMIS MELALUI PELATIHAN USAHA BUDIDAYA BEBEK DAN PEMBUATAN TELUR ASIN DI KAMPUNG PENGEMIS SRI RAHAYU DESA KARANGKLESEM KECAMATAN

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PENGETAHUAN ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN KOMPUTER EDUKATIF (Studi Kasus TK Aisyiyah 3 Salatiga)

PERKEMBANGAN PENGETAHUAN ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN KOMPUTER EDUKATIF (Studi Kasus TK Aisyiyah 3 Salatiga) KomuniTi, Vol. I II No.1 Juli 2011 49 PERKEMBANGAN PENGETAHUAN ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN KOMPUTER EDUKATIF (Studi Kasus TK Aisyiyah 3 Salatiga) Yusuf Sulistyo Nugroho Teknik Informatika, Fakultas

Lebih terperinci

Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran

Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Premiere Educandum Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran PE Premiere Educandum 7(1) 87 94 Juni 2017 Copyright 2017 PGSD Universitas PGRI Madiun P ISSN: 2088-550/E ISSN: 2528-517 Available at: http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/pe

Lebih terperinci

JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA

JURNAL PEMBELAJARAN FISIKA PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DISERTAI METODE DEMONSTRASI TERHADAP HASILBELAJAR DAN AKTIVITASBELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 1 ARJASA ARTIKEL Oleh: Fresti Giyarna Vita NIM 070210192065

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan literatur, yang terkait dengan tema yang diajukannya sebagai

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan literatur, yang terkait dengan tema yang diajukannya sebagai BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengam paradigm positivistik untuk melihat fenomena yang ada, kemudian dibandingkan dengan

Lebih terperinci

A. Judul Upaya Pemberdayaan Pengemis dengan Berbagai Pelatihan Kerja di Kampung Pengemis Sri Rahayu Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas

A. Judul Upaya Pemberdayaan Pengemis dengan Berbagai Pelatihan Kerja di Kampung Pengemis Sri Rahayu Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas 1 A. Judul Upaya Pemberdayaan Pengemis dengan Berbagai Pelatihan Kerja di Kampung Pengemis Sri Rahayu Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas B. Latar Belakang Masalah Kemiskinan adalah masalah utama yang ada

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. tidak dapat terbang tinggi, ukuran relatif kecil berkaki pendek.

I PENDAHULUAN. tidak dapat terbang tinggi, ukuran relatif kecil berkaki pendek. I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang tinggi, ukuran relatif kecil berkaki pendek. Burung ini merupakan burung liar

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM urban farming DI WILAYAH KELURAHAN BULAK KECAMATAN BULAK SURABAYA

EVALUASI PROGRAM urban farming DI WILAYAH KELURAHAN BULAK KECAMATAN BULAK SURABAYA EVALUASI PROGRAM urban farming DI WILAYAH KELURAHAN BULAK KECAMATAN BULAK SURABAYA Muchammad Syahroni Burhanudin S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA (muchammadsyahroni@yahoo.com) Tauran, S.Sos.,M.Soc.Sc

Lebih terperinci

Rancang Bangun Sistem Pemberi Pakan Ayam Serta Monitoring Suhu dan Kelembaban Kandang Berbasis Atmega328

Rancang Bangun Sistem Pemberi Pakan Ayam Serta Monitoring Suhu dan Kelembaban Kandang Berbasis Atmega328 Rancang Bangun Sistem Pemberi Pakan Ayam Serta Monitoring Suhu dan Kelembaban Kandang Berbasis Atmega328 Arief Budi Laksono *) *) Program Studi Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Islan

Lebih terperinci

MODEL QUANTUM TEACHING DISERTAI METODE EKSPERIMEN DAN DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP. Winda Ayu Wijayanti, Indrawati, Trapsilo Prihandono

MODEL QUANTUM TEACHING DISERTAI METODE EKSPERIMEN DAN DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP. Winda Ayu Wijayanti, Indrawati, Trapsilo Prihandono MODEL QUANTUM TEACHING DISERTAI METODE EKSPERIMEN DAN DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMP Winda Ayu Wijayanti, Indrawati, Trapsilo Prihandono Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember

Lebih terperinci

HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DPT DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGASUH DENGAN DIFTERI DI KOTA MADIUN KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DPT DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGASUH DENGAN DIFTERI DI KOTA MADIUN KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DPT DAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGASUH DENGAN DIFTERI DI KOTA MADIUN KARYA TULIS ILMIAH Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sains Terapan Yessica Eka Puri R0109034

Lebih terperinci

Kata kunci: self-compassion, self-kindness, common humanity, mindfulness, perempuan single-parent

Kata kunci: self-compassion, self-kindness, common humanity, mindfulness, perempuan single-parent ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui derajat self-compassion pada perempuan single-parent di daerah Rukun Warga 15, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Self-compassion

Lebih terperinci

Abstrak. i Universitas Kristen Maranatha

Abstrak. i Universitas Kristen Maranatha Abstrak Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui motivasi berprestasi dalam bidang akademik pada siswa pecandu game online yang berusia 13-17 tahun di warnet X kota Y. Pemilihan sampel menggunakan

Lebih terperinci

TINGKAT KETERLAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN

TINGKAT KETERLAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN Tingkat Keterlaksanaan Pemeriksaan Kesehatan (Irmania Yunita) 1 TINGKAT KETERLAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BERKALA DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN LEVEL OF IMPLEMENTATION

Lebih terperinci

Jurnal Al-Ikhlas ISSN : Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017

Jurnal Al-Ikhlas ISSN : Volume 3 Nomor 1, Oktober 2017 APLIKASI PEMBERIAN RANSUM FERMENTASI BERBASIS BAHAN PAKAN LOKAL BAGI PETERNAK ITIK DI KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Siti Dharmawati dan Nordiansyah Firahmi Fakultas Pertanian, Jurusan Peternakan,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Hasil Perancangan Perangkat Keras Hasil perancangan alat penetas telur berbasis Mikrokontroler ATMega8535 ini terbagi atas pabrikasi box rangkaian dan pabrikasi rangkaian

Lebih terperinci

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG METODE PENGAJARAN DOSEN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA

PERSEPSI MAHASISWA TENTANG METODE PENGAJARAN DOSEN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA PERSEPSI MAHASISWA TENTANG METODE PENGAJARAN DOSEN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES AISYIYAH SURAKARTA Sri Hartutik, Irma Mustikasari STIKES Aisyiyah Surakarta Ners_Tutty@yahoo.com

Lebih terperinci

PEMANFAATAN MODUL TERMOELEKTRIK SEBAGAI PEMANAS UNTUK ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA

PEMANFAATAN MODUL TERMOELEKTRIK SEBAGAI PEMANAS UNTUK ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA SSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.1 April 2017 Page 769 PEMANFAATAN MODUL TERMOELEKTRK SEBAGA PEMANAS UNTUK ALAT PENETAS TELUR SEDERHANA THE UTLZATON OF THERMOELECTRC MODULES AS HEATER

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. telur yang sudah ada sekarang menurut penulis masih kurang optimal, karena

BAB I PENDAHULUAN. telur yang sudah ada sekarang menurut penulis masih kurang optimal, karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin banyaknya dibuat alat penetasan telur / mesin penetas telur baik secara manual, semi otomatis maupun yang otomatis. Akan tetapi alat penetas telur yang

Lebih terperinci

UPN "VETERAN" JAKARTA

UPN VETERAN JAKARTA SOSIALISASI DI KELURAHAN PESANGGRAHAN MENGENAI MANFAAT PENDAFTARAN BAGI PEMEGANG HAK ATAS TANAH Devi Kantini Rolaswati 1, Yuliana Yuli Wahyuningsih dan Tanti Risdianti Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian serta berlandaskan pada teori-teori yang telah diuraikan sebelumnya

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian serta berlandaskan pada teori-teori yang telah diuraikan sebelumnya BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Dengan berpedoman pada latar belakang masalah dan rumusan masalah penelitian serta berlandaskan pada teori-teori yang telah diuraikan sebelumnya

Lebih terperinci

PENAMPILAN REPRODUKSI AYAM KAMPUNG DI DESA KOTO PERAMBAHAN KECAMATAN KAMPAR TIMUR KABUPATEN KAMPAR

PENAMPILAN REPRODUKSI AYAM KAMPUNG DI DESA KOTO PERAMBAHAN KECAMATAN KAMPAR TIMUR KABUPATEN KAMPAR SKRIPSI PENAMPILAN REPRODUKSI AYAM KAMPUNG DI DESA KOTO PERAMBAHAN KECAMATAN KAMPAR TIMUR KABUPATEN KAMPAR OLEH : MASPERI NIM. 10781000119 JURUSAN ILMU PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PEMANFAATAN POHON PISANG UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT

PEMANFAATAN POHON PISANG UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT PEMANFAATAN POHON PISANG UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT Oleh Siti Lestari, Entika Fani Prastikawati, Filia Prima Artharina IKIP PGRI Semarang entika_fany@yahoo.com Abstract: This community service

Lebih terperinci

PEMBUATAN ALAT PEMBERI PAKAN DAN MINUM UNGGAS SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535 TUGAS AKHIR

PEMBUATAN ALAT PEMBERI PAKAN DAN MINUM UNGGAS SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535 TUGAS AKHIR PEMBUATAN ALAT PEMBERI PAKAN DAN MINUM UNGGAS SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AVR ATMEGA 8535 TUGAS AKHIR Disusun Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Mencapai Pendidikan Diploma III Program Studi

Lebih terperinci

ANALISIS PEMASARAN JAGUNG PULUT (WAXY CORN) DI DESA PAKATTO KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA

ANALISIS PEMASARAN JAGUNG PULUT (WAXY CORN) DI DESA PAKATTO KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA ANALISIS PEMASARAN JAGUNG PULUT (WAXY CORN) DI DESA PAKATTO KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA Analysis of waxy corn marketing at Pakatto Village, District Bontomarannu, Regency of Gowa Dahlan*, Salman

Lebih terperinci

Rancang Bangun Alat Penetas Telur Ayam Otomatis Dengan Metode PID (Proportional Integral Derivative) Berbasis Energy Hybrid

Rancang Bangun Alat Penetas Telur Ayam Otomatis Dengan Metode PID (Proportional Integral Derivative) Berbasis Energy Hybrid Rancang Bangun Alat Penetas Telur Ayam Otomatis Dengan Metode PID (Proportional Integral Derivative) Berbasis Energy Hybrid a Syafik, b Koko Joni, c Achmad Fiqhi Ibadillah a,b,c Program Studi Teknik Elektro,

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BRAILLE SUBPOKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMPLB-A (TUNANETRA)

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BRAILLE SUBPOKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMPLB-A (TUNANETRA) PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BRAILLE SUBPOKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMPLB-A (TUNANETRA) Dimas 1, Susanto 2, Arika Indah K. 3 Abstract. One of compulsory subject taught

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tujuan Pustaka Jufril, D., (2015), melakukan penelitian tentang implementasi mesin penetas telur otomatis adapun hasil

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tujuan Pustaka Jufril, D., (2015), melakukan penelitian tentang implementasi mesin penetas telur otomatis adapun hasil 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Tujuan Pustaka Jufril, D., (2015), melakukan penelitian tentang implementasi mesin penetas telur otomatis adapun hasil dari penelitian tesebut, bahwa Mesin tetas yang digunakan

Lebih terperinci

INOVASI PRODUK USAHA OLAHAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA JUAL LELE

INOVASI PRODUK USAHA OLAHAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA JUAL LELE INOVASI PRODUK USAHA OLAHAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA JUAL LELE Wahjoe Mawardiningsih Program Studi Komunikasi, Fakultkas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Surakarta Jl. Raya Palur Km. 5, Surakarta

Lebih terperinci

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 STUDI PERBANDINGAN KANDUNGAN MANGAN PADA TELUR AYAM KAMPUNG, TELUR AYAM RAS DAN TELUR BEBEK SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM SKRIPSI OLEH: RAFIKA SARI NIM 060804035 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

Fashion and Fashion Education Journal

Fashion and Fashion Education Journal FFEJ 3 (1) (2014) Fashion and Fashion Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe EFEKTIFITAS MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBUATAN SMOCK JEPANG SISWA SMK NEGERI 03

Lebih terperinci

illryw Elvi Zuriyani,lV.Si s':

illryw Elvi Zuriyani,lV.Si s': STUDI KEHMUPAN PETANI PADI SAWAH SETELAH KOI{I{ERSI LAIIAN PERTANIAN MENJADI PERUMAHAN DI KELURAHAN LUBUK MINTURTTN KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG JURNAL odajufigrrscfiog*isahfi So*tqwatil*$*{aryeta{efr

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN. Dibiayai oleh anggaran Penerimaan dan Belanja Universitas Muria Kudus Tahun Anggaran 2015/2016. PUSAT STUDI : SAINS dan TEKNOLOGI

LAPORAN PENELITIAN. Dibiayai oleh anggaran Penerimaan dan Belanja Universitas Muria Kudus Tahun Anggaran 2015/2016. PUSAT STUDI : SAINS dan TEKNOLOGI PENELITIAN LANJUTAN LAPORAN PENELITIAN Penerapan Discovery Learning Berbantuan Alat Peraga Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (Penelitian Di Sd N 4 Puyoh Kabupaten Kudus) Dibiayai

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dalam bidang pertanian. Bidang peternakan sangat potensial dalam

I. PENDAHULUAN. dalam bidang pertanian. Bidang peternakan sangat potensial dalam 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peternakan merupakan salah satu penopang kesejahteraan yang termasuk di dalam bidang pertanian. Bidang peternakan sangat potensial dalam mempengaruhi tidak saja kesejahteraan

Lebih terperinci

PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KRIPIK PISANG DENGAN MESIN PERAJANG DI DESA JATI KECAMATAN UDANAWU KABUPATEN BLITAR

PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KRIPIK PISANG DENGAN MESIN PERAJANG DI DESA JATI KECAMATAN UDANAWU KABUPATEN BLITAR PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KRIPIK PISANG DENGAN MESIN PERAJANG DI DESA JATI KECAMATAN UDANAWU KABUPATEN BLITAR Muhammad Muhsin 1), Nanang Suffiadi Ahmad 2) 1), Prodi Teknik Elektro Uniersitas

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN TRAINER MIKROKONTROLLER STUDI KASUS TRAFFIC LIGHT PADA MUATAN LOKAL MIKROKONTROLLER KELAS X TAV SMKN 1 PUNDONG

PENGEMBANGAN TRAINER MIKROKONTROLLER STUDI KASUS TRAFFIC LIGHT PADA MUATAN LOKAL MIKROKONTROLLER KELAS X TAV SMKN 1 PUNDONG Pengembangan Trainer Mikrokontroller...(Muhammad Farid Ardiansyah) 1 PENGEMBANGAN TRAINER MIKROKONTROLLER STUDI KASUS TRAFFIC LIGHT PADA MUATAN LOKAL MIKROKONTROLLER KELAS X TAV SMKN 1 PUNDONG DEVELOPING

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODUL MERAKIT KOMPUTER UNTUK SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 1 JOGONALAN

PENGEMBANGAN MODUL MERAKIT KOMPUTER UNTUK SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 1 JOGONALAN Pengembangan Modul Elektronik (Vitasari Cahyaningrum) 1 PENGEMBANGAN MODUL MERAKIT KOMPUTER UNTUK SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 1 JOGONALAN DEVELOPMENT OF ELECTRONIC MODULE ASSEMBLE

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar

BAB III METODA PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar 27 BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Lingkup Penelitian Subjek penelitian ini adalah masyarakat baik pria maupun wanita di sekitar daerah operasi perusahaan yakni di daerah kampung Sakarum, Nasef, Malabam,

Lebih terperinci

I B M AIR BERSIH DI DESA SIRNARASA

I B M AIR BERSIH DI DESA SIRNARASA I B M AIR BERSIH DI DESA SIRNARASA Hartono, Euis Kania Kurniawati 1,2 Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) ABSTRAK IbM Air Bersih ini berlokasi di Desa Adat Sirnarasa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini adalah Tebing View Resort yang berada di Kabupaten Bandung Barat, tepatnya terletak di desa Karya Wangi RT 02/02 Kampung Nyampai

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di pasar yang ada di Kabupaten Tangerang, yaitu Pasar komplek garuda, yang beralamat di Jalan Raya kampung

Lebih terperinci