DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR PROJEK AKHIR II HELPIERA HARIANJA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR PROJEK AKHIR II HELPIERA HARIANJA"

Transkripsi

1 DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR PROJEK AKHIR II HELPIERA HARIANJA PROGRAM STUDI D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2020

2 DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR PROJEK AKHIR II Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Dan Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Ahli Madya HELPIERA HARIANJA PROGRAM STUDI D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2020

3 PERNYATAAN DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR LAPORAN TUGAS AKHIR Saya menyatakan bahwa laporan tugas akhir ini adalah hasil karya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya. Medan, 28 Juli 2020 Helpiera Harianja

4 i

5 DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR ABSTRAK Dalam penulisan ini dirancang alat untuk menangkap ikan dengan sonar untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi nelayan dan dengan harapan nelayan Indonesia mampu bersaing secara internasional.alat ini akan dipasang dengan mikrokontroler yang merupakan suatu chip dari sebuah rangkaian elektronika. Desain alat tangkap ikan ini terdapat bagian pendukung yaitu mikrokontroler arduino sebagai otak atau pengendali sistem pada rangkaian tersebut yang kemudian hal ini membuat pengguna mengatur komponen-komponen yang terhubung dengan rangkaian tersebut serta terdapat perpaduan antara mikrokontroler dengan sensor yang berfungsi sebagai untuk membaca besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh alat sonar pemanggil ikan dan sensor arus berfungsi untuk membaca besarnya arus yang dihasilkan oleh alat sonar pemanggil ikan sehingga hasilnya dapat dilihat dari display lcd. Alat pemanggil ikan ini menggunakan sensor frekuensi dan sensor arus serta mikrokontroler arduino sebagai pusat kendalinya. Dimana terdapat sonar yang digunakan sebagai output pemberi sinyal otomatis berupa suara dan getaran akan adanya ikan disekitarnya sehingga ikan terpanggil dan masuk ke dalam wadah ikan. Kata Kunci : Mikrokontroler, Sonar, Sensor Arus dan Frekuensi ii

6 DESIGN OF FISH CAPTURE SYSTEM IN SONAR BASED RIVER ABSTRACT In this writing a tool designed to catch fish with sonar to help solve the problems faced by fishermen and with the hope that Indonesian fishermen are able to compete internationally. This tool will be installed with a microcontroller which is a chip of an electronic circuit. This fishing gear design has a supporting part, the arduino microcontroller as the brain or controller of the system in the circuit which then makes the user set the components connected to the circuit and there is a combination of the microcontroller and the sensor that functions as a read for the amount of frequency produced by the fish caller sonar tool and the current sensor serves to read the amount of current generated by the fish caller sonar tool so the results can be seen from the LCD display. This fish calling device uses a frequency sensor and a current sensor and an arduino microcontroller as its control center. Where there is a sonar which is used as an automatic signal-giving output in the form of sound and vibration of the fish around it so that the fish is called into the fish container. Keywords: Microcontroller, Sonar, Current and Frequency Sensors iii

7 PENGHARGAAN Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, dengan limpah karunia-nya Penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas akhir ini dengan judul Rancang Bangun Kontrol ON/OFF Peralatan Rumah Tangga Berbasis Mikrokontroler ATMEGA 328. Ucapan Terimakasih penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian Tugas Akhir ini yaitu kepada : 1. Bapak Prof.Dr. Kerista Sebayang, M.S selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan wakil dekan FMIPA USU. 2. Ibu Dr. Diana Alemin Barus, M.Sc selaku ketua Program Studi D-3 Metrologi dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 3. Bapak Junedi Ginting selaku sekretaris Program Studi D-3 Metrologi dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara. 4. Seluruh staff Pengajar/Pegawai Program Studi D-3 Metrologi dan Instrumentasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 5. Bapak Junedi Ginting, S.Si.,M.Si selaku pembimbing yang telah meluangkan waktunya selama penyusunan laporan tugas akhir ini 6. Bapak, Ibu dan keluarga yang selama ini memberikan bantuan dan dorongan serta doa yang sangat membantu dalam menyelesaikan laporan Tugas Akhir ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan membalasnya. 7. Rekan-rekan kuliah D-3 Metrologi dan Instrumentasi yang memberikan bantuan penulis untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini. Medan, 28 Juli 2020 Helpiera Harianja iv

8 DAFTAR ISI PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR ABSTRAK ABSTRACT PENGHARGAAN DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR SINGKATAN BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Batasan Masalah Manfaat Penulisan Sistematika Penulisan 3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Sonar Mikrokontroler Arduino Nano Software Arduino IDE Sensor Arus ACS Sensor 1 M-1000 M HZ AD LCD Power Supply Potensiometer Kapasitor Resistor 13 BAB 3 METODE PENELITIAN Diagram Blok Rangkaian Prinsip Kerja Alat Rangkaian Minimum Sistem Prosedur Penelitian Diagram Alir 17 BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Rangkaian Regulator Pengujian Rangkaian Mikrokontroler Arduino Nano Pengujian Display LCD Pengujian Sensor Arus Pengujian Sensor Frekuensi 27 v

9 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran 28 DAFTAR PUSTAKA 29 LAMPIRAN vi

10 DAFTAR TABEL NOMOR Judul Halaman TABEL 2.1 Spesifikasi Arduino Nano Atmega Pengukuran Pin IC LCD Perbandingan Pengukuran Multimeter Dengan Alat 27 vii

11 DAFTAR GAMBAR Nomor Judul Halaman Gambar 2.1 Arduino Nano Tampak Atas Dan Bawah Skematik Arduino Nano Diagram Blok Rangkaian PCB Layout Diagram Alir (Flowchart) Pengujian Rangkaian Regulator Informasi Signature Mikrokontroller Arduino Nano 19 viii

12 DAFTAR LAMPIRAN Nomor Judul Halaman Lampiran 1. Data Sheet Arduino Nano Data Sheet Sensor ACS Data Sheet Sensor AD Data Sheet Sonar Data Sheet LCD 70 ix

13 DAFTAR SINGKATAN Sonar = Sound Navigation and Ranging PSU = Power Supply IC = Integrated Circuit I/O = Input/Output CPU = Central Processing Unit RAM = Random Access Memory ROM = Read Only Memori ADC = Analog to Digital Converter EPROM = Erasable Programmable Read-Only Memory USB = Universal Serial Bus PWM = Pulse Width Modulation GND = Ground SDA = Serial Data SCK = Silicon Control Rectifier SPI = Serial Peripheral Interface MOSI = Master Output Slave Input MISO = Master Input Slave Output SCI = Science Citation Index LCD = Liquid Crystal Display x

14 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara maritim dengan banyak pulau dan perairannya. Dan jika dilihat dari struktur alamnya maka Indonesia termasuk dalam negara yang kaya, dimana di dalamnya terdapat berbagai macam sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui atau tak dapat diperbaharui. Jika dilihat dari kondisi geografisnya Indonesia terdiri dari ribuan pulau, yaitu sekitar pulau yang tersebar. Dari kondisi alam seperti itu, maka tak khayal jika mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah sebagai nelayan setelah petani, khususnya tinggal di daerah pesisir pantai. Namun terdapat masalah berupa teknologi yang digunakan oleh nelayan kita. Nelayan kita memang tertinggal dari negara lain yang secara geografis bukan negara maritim. Sehingga tidak mengherankan jika hasil industri perikanan Thailand dan Filipina, disusul Vietnam, sangat bagus dan berhasil menembus pasar internasional. Padahal wilayah laut dan potensi perikanan mereka tidak ada apaapanya dibandingkan Indonesia. Namun, mereka sangat memperhatikan peralatan, teknologi, industri, dan manajemen perikanan. Indonesia seharusnya juga seperti itu, mampu mengembangkan teknologi yang aplikatif. Dari kondisi diatas diperlukan suatu penelitian dan pengembangan teknologi untuk memudahkan nelayan dalam penangkapan ikan. Dengan bantuan teknologi yang mampu menjaga lingkungan tanpa merusak, dengan hasil tangkapan yang mampu memberi nelayan usaha agar bisa lebih menembus pasar internasional. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi nelayan dengan menyumbangkan sistem desain peralatan tangkap ikan berbasis sonar dengan harapan nelayan Indonesia mampu bersaing secara internasional. Harapan tersebut dapat terwujud melalui pembuatan Projek Akhir 2 dengan judul DESAIN SISTEM ALAT TANGKAP IKAN DI SUNGAI BERBASIS SONAR. alat ini akan dipasang dengan mikrokontroler yang merupakan suatu chip dari sebuah rangkaian elektronika.

15 2 Mikrokontroler yang secara ekonomis yang dapat dikembangkan dengan mudah pada judul ini penulis menggunakan mikrokontroler arduino sebagai otak atau pengendali sistem pada rangkaian tersebut yang kemudian hal ini membuat pengguna mengatur komponen-komponen yang terhubung dengan rangkaian tersebut serta terdapat perpaduan antara mikrokontroler dengan sensor yang berfungsi sebagai untuk membaca besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh alat sonar pemanggil ikan dan sensor arus berfungsi untuk membaca besarnya arus yang dihasilkan oleh alat sonar pemanggil ikan sehingga hasilnya dapat dilihat dari display lcd. 1.3 Tujuan Penulisan Penulisan laporan Tugas Akhir ini adalah untuk : 1. Sebagai salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan program Diploma Tiga (D3) Metrologi dan Instrumentasi FMIPA-USU. 2. Pengembangan kreatifitas mahasiswa dalam bidang ilmu instrumentasi dan elektronika sebagai bidang keahlian. 3. Merancang suatu alat berupa desain sonar pemanggil ikan yang dimodifikasi dengan sensor frekuensi dan arus yang berbasis mikrokontroler arduino pada nelayan di kehidupan sehari-hari. 4. Mengetahui prinsip kerja Mikrokontroler Arduino dan Sensor frekuensi dan arus. 1.4 Batasan Masalah Mengacu pada hal diatas, penulis membuat perancangan alat berupa sonar pemanggil ikan dengan sensor frekuensi dan arus yang berbasis mikrokontroler arduino. Pembatasan masalah dalam proyek ini hanya mencakup beberapa point utama, diantaranya adalah sebagai berikut. 1. Sonar digunakan sebagai bagian komponen alat. 2. Mikrokontroler Arduino digunakan sebagai komponen utama yang berfungsi sebagai pengolah data dan mengontrol seluruh sistem. 3. Power Supply digunakan sebagai sumber daya listrik pada sistem. 4. Sensor Frekuensi digunakan untuk membaca besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh alat pemanggil ikan.

16 3 5. Sensor Arus digunakan untuk membaca besarnya arus yang dihasilkan oleh oleh alat pemanggil ikan. 6. Display lcd digunakan untuk menampilkan hasil pembacaan sensor. 7. Output yang diberi berupa suara sehingga dapat memanggil ikan. 1.5 Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisan ini antara lain : 1. Membandingkan teori yang didapatkan di kampus dengan kenyataan yang ada dalam hal ini yaitu Desain Alat Tangkap Ikan Berbasis Mikrokontroler Arduino. 2. Menambah wawasan dan pengalaman tentang pembahasan Mikrokontroler Arduino, sonar dan sensor frekuensi dan arus. 3. Menambah wawasan dan pengetahuan prinsip kerja mikrokontroler Arduino. 1.6 Sistematika Penulisan Untuk mempermudah pembahasan dan pemahaman, penulis membuat sistematika penulisan bagaimana sebenarnya prinsip kerja dari Desain Alat Tangkap Ikan Di Sungai Berbasis Sonar, maka penulis menulis Projek Akhir 2 dengan urutan sistematika laporan ini sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisikan mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, serta sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini meliputi tentang teori landasan teori, dijelaskan tentang teori pendukung yang digunakan untuk pembahasan dan cara kerja dari rangkaian teori pendukung itu antara lain tentang mikrokontroler yang digunakan, bahasa program yang dipergunakan dan komponen pendukung. BAB III METODE PENELITIAN Membahas tentang perencanaan dan pembuatan sistem secara keseluruhan.

17 4 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan rangkaian dan program yang dijalankan serta pengujian rangkaian, uji coba alat yang telah dibuat, pengoperasian dan spesifikasi alat dan lain sebagainya. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisikan penutup yang meliputi tentang kesimpulan dari pembahasan yang dilakukan dari laporan Projek Akhir 2 ini serta saran apakah rangkaian ini dapat dibuat lebih efisien dan dikembangkan dengan metode lain yang mempunyai sistem kerja yang sama.

18 5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sonar Sonar atau Sound Navigation and Ranging yang diartikan adalah pengukuran jarak dan navigasi suara. Dengan kata lain, sonar merupakan teknik yang digunakan untuk menentukan posisi (Jarak) dengan gelombang suara. Sonar (Sound Navigation and Ranging) merupakan suatu peralatan atau piranti yang digunakan dalam komunikasi di bawah laut, sonar sendiri bekerja untuk mencari atau mendeteksi suatu benda yang ada di bawah laut dengan cara mengirim gelombang suara yang nantinya gelombang suara tersebut dipantulkan kembali oleh benda yang akan dideteksi. Sonar adalah alat pemanggil ikan yang memiliki komponen iterature tentang daya tarik ikan terhadap cahaya, frekuensi yang digunakan untuk menarik perhatian ikan, sehingga sonar mampu memanggil ikan karena memiliki komponen iteratur daya tarik terhadap ikan. Alat utama yang digunakan adalah rancang bangun pipa paralon sebagai alat tempat ikan dan diikat dengan alat pemanggil ikan atau sonar memiliki komponen iterature tentang daya tarik ikan terhadap frekuensi yang digunakan ikan, variable resistor dan arus. 2.2 Mikrokontroler Mikrokontroler adalah sebuah chip yang digunakan untuk mengontrol perangkat elektronik lainnya berbentuk IC (Integrated Circuit) yang digunakan dalam skala kecil dan tidak memerlukan perhitungan yang rumit. Mikrokontroler memiliki 4 bagian utama, yaitu CPU (Central Processing Unit), RAM (Random Acces Memory), ROM (Read-Only Memory), dan port I/O (Input/Output). Selain bagian utama tersebut juga banyak perangkat keras lainnya yang ditambahkan untuk mendukung kerja mikrokontroler, seperti ADC (Analog to Digital Converter), USB Controller, dll. Mikrokontroler sendiri bekerja berdasarkan program (perangkat lunak) yang ditanamkan kedalam mikrokontroler itu sendiri. Bagian yang juga penting adalah port input dan port output. Port input berfungsi untuk menerima parameter dari luar mikrokontroler, biasanya berupa sakelar terbuka atau tertutup.

19 6 Port input juga bisa berupa sinyal digital dan sinyal analog. Sinyal digital sendiri berisi data high dan low, sedangkan untuk input berupa sinyal analog maka dibutuhkan tambahan komponen ADC (Analog to Digital Converter). Pemrograman pada mikrokontroler sendiri setidaknya memerlukan tiga perangkat, yaitu komputer yang sudah terinstal perangkat lunak yangmendukung sebagai alat untuk menuliskan programnya. Pemrogram atau IC bertugas untuk menulis program yang sudah dibuat ke dalam mikrokontroler seperti IC EPROM dan lainnya, dan mikrokontroler yang akan diprogram.bahasa yang digunakan sendiri ada dua jenis, yaitu bahasa tingkat rendah (Assembly) dan bahasa tingkat tinggi. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan bahasa pemrograman : Bahasa Tingkat Rendah (assembly) 1. Murah ( program assembler tidak memerlukan complier dan gratis ). 2. Kode instruksi yang dihasilkan cepat dan berukuran kecil. 3. Menggunakan bahasa yang sulit dimengerti. 4. Memerlukan pengetahuan tentang register, organisasi memori,dll. 5. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menulis program. 6. Sulit menangani listing program yang panjang dan rumit. 7. Instruksi berbeda untuk jenis mikrokontroler yang berbeda. Bahasa Tingkat Tinggi 1. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. 2. Beberapa instruksi pada program telah mewakili sekumpulan instruksi pada bahasa assembly. 3. Dapat dibuat tanpa harus mengetahui pengetahuan yang dalam tentang register, organisasi memori, dll. 4. Listing program lebih kecil sehingga mudah ditangani. 5. Memudahkan penggunaan program yang sudah dibuat sebelumnya meskipun pada jenis mikrokontroler yang lain. 2.3 Arduino Arduino adalah papan rangkaian elektronik (electronic board) open source yang di dalamnya terdapat komponen utama yaitu, sebuah chip mikrokontroler. Mikrokontroller sendiri adalah sebuah chip berupa IC (integrated Circuit) yang bisa

20 7 diprogram menggunakan komputer. Mikrokontroler terdapat di mana-mana seperti di dalam DVD Player, Handphone, televisi, dll. Arduino adalah salah satu jenis rangkaian elektronik yang mengadaptasikan dari mikrokontroler. Arduino dibuat untuk memudahkan penggunaan mikrokontroler ke fungsi tertentu yang lebih spesifik. Bentuk, jumlah port, dan mikrokontroler yang digunakan pada Arduino bermacam-macam tergantung pada fungsi kegunaannya, seperti Arduino Uno R3, Arduino Mega 2560, Arduino Nano, Arduino Lilypad, dll. Selain itu juga ada shield arduino, sensor, aktuator, modul, dan mekanik robot yang didesain untuk digunakan bersama dengan Arduino board. Arduino Nano adalah salah satu board berbasis mikrokontroler ATMega 328P dengan bentuk yang mungil. Bentuk fisik dari Arduino Nano dapat dilihat pada Gambar 2.1 dengan spesifikasi yang terdapat pada tabel 2.1. Gambar 2.1 Arduino Nano tampak atas dan bawah ( Tabel 2.1 Spesifikasi Arduino Nano ATMega 328 Chip mikrokontroler ATMega328P Tegangan operasi 5V Tegangan input 7V 12V Digital I/O pin 14 buah, 6 diantaranya menyediakan PWM Analog Input pin 8 buah Arus DC per pin I/O 40 ma bootloader) EEPROM 1 KB Dimensi 45 mm x 18 mm Chip mikrokontroler ATMega328P Memori Flash 32 KB, 0.5 KB (digunakan untuk SRAM 2 KB Clock speed 16 MHz Berat 5 g Tegangan operasi 5V Tegangan input 7V 12V Digital I/O pin 14 buah, 6 diantaranya menyediakan

21 8 PWM Arus DC per pin I/O 40 ma bootloader) Analog Input pin 8 buah Memori Flash 32 KB, 0.5 KB (digunakan untuk SRAM 2 KB Pin-pin pada Arduino Nano dapat dibagi ke dalam beberapa bagian tertentu, yaitu power supply, input/output, dan komunikasi. Beberapa pin di antaranya memiliki fungsi khusus. Berikut ini menunjukkan kegunaan dari setiap pinnya : 1. Power supply adalah pin yang berhubungan langsung dengan sumber daya, baik dari input daya maupun output daya Arduino. Vin adalah pin untuk input daya dari luar dengan rentang tegangan 7 12 V GND adalah pin untuk sumber daya negatif atau sebagai ground. Pin 5 V adalah pin untuk output daya 5 V dari Arduino Nano. Pin 3.3 Vadalah pin untuk output daya 3.3 V dari Arduino Nano. REF adalah pin yang digunakan sebagai referensi mikrokontroler saat menggunakan board shield. 2. Pin Input dan Output terbagi menjadi utama, yaitu berupa I/O analog dan I/O digital dengan 14 pin digital dan 8 pin analog. Beberapa fungsi lainnya juga sebagai komunikasi serial, SDA SCK, dll. Serial digunakan untuk komunikasi serial dengan perangkat lain yang terdiri dari pin D0 (RX) dan D1 (TX). Kedua pin ini dapat menerima dan mengirimkan data serial. External interrups untuk mengaktifkan fungsi interrups melalui pin D2 dan D3 menggunakan kode program attach Interrup. PWM pin ini terdiri dari pin D 3, 5, 6, 9, 10, dan 11 yang menyediakan output PWM-8 bit dengan menggunakan fungsi pemrograman analog Write. SPI mendukung komunikasi SPI dengan library SPI, yaitu Pin D10 (SS), 11 (MOSI), 12 (MISO), dan 13 (SCK). Pin Analog, memiliki 8 pin analog mulai dari A0 sampai A7 yang semuanya memiliki resolusi 1024 bits. Pin A0 sampai A5 dapat difungsikan sebagai pin analog melalui pengaturan diprogram, pin A4 (SDA) dan A5 (SCL) merupakan pin yang mendukung komunikasi I2C (TWI) dengan

22 9 menggunakan library Wire, sedangkan pin A6 dan A7 hanya bisa digunakan untuk input pin analog saja. 3. Reset adalah pin yang digunakan untuk mengulang Arduino dari awal lagi dengan menghubungkannya dengan negatif. Konfigurasi pin yang sudah dijelaskan sebelumnya dapat dilihat pada rangkaian skematik Arduino Nano yang diperlihatkan pada Gambar 2.2. Gambar 2.2 Skematik Arduino Nano ( 2.4 Software Arduino IDE Software Arduino IDE (Integrated Developtment Enviroenment) adalah perangkat lunak yang digunakan untuk memprogram Arduino board. Arduino IDE ini merupakan pengembangan dari software processing yang digunakan khusus untuk Arduino menggunakan bahasa C. Meskipun menggunakan bahasa C, namun ada perbedaan sedikit antara bahasa C murni dengan bahasa C Arduino yang memudahkan pengguna dalam penulisan bahasa pemrograman Arduino atau yang disebut sketch. Pada software Arduino IDE dilengkapi dengan library C/C++ yang memudahkan dalam memprogram operasi input dan output pada Arduino board Berikut ini beberapa menu yang ada pada Arduino IDE dan fungsinya secara umum : a. File, secara umum berisi instruksi yang berkenaan dengan dokumen

23 10 program yang dibuat. b. Edit, dalam menu ini berisi instruksi-instruksi yang berkenaan saat penulisan sketch terutama pada teks bahasa pemrograman Arduino-nya. c. Sketch, pada menu ini perintah-perintah yang berhubungan dengan penguploadan program, verifikasi program, sebelum dan ketika program dimasukkan ke Arduino board. d. Tool, berisi peralatan-peralatan yang mendukung dalam penggunaan Arduino seperti serial monitor, pilihan board, port, dll. e. Help, menu ini membantu pengguna ketika mengalami masalah ketika sedang menggunakan Arduino melalui dokumen-dokumen yangtersimpan, forum. 2.5 Sensor Arus ACS712 ACS712 atau Hall Effect current sensor adalah modul yang berfungsi mendeteksi aliran arus listrik yang melewatinya. Hall effect allegro ACS712 merupakan sensor yang presisi sebagai sensor arus AC atau DC dalam pembacaan arus didalam dunia industri, otomotif, komersil dan sistem-sistem komunikasi. Pada umumnya aplikasi sensor ini biasanya digunakan untuk mengontrol motor, deteksi beban listrik, switched-mode power supplies dan proteksi beban berlebih. Sensor ini dipasang seri dengan beban yang akan diukur. Sensor ini memiliki pembacaan dengan ketepatan yang tinggi, karena didalamnya terdapat rangkaian low-offset linear Hall dengan satu lintasan yang terbuat dari tembaga. Cara kerja sensor ini adalah arus yang dibaca mengalir melalui kabel tembaga yang terdapat didalamnya yang menghasilkan medan magnet yang di tangkap oleh integrated Hall IC dan diubah menjadi tegangan proporsional. Ketelitian dalam pembacaan sensor dioptimalkan dengan cara pemasangan komponen yang ada didalamnya antara penghantar yang menghasilkan medan magnet dengan hall transducer secara berdekatan. Persisnya, tegangan proporsional yang rendah akan menstabilkan Bi CMOS Hall IC yang didalamnya yang telah dibuat untuk ketelitian yang tinggi oleh pabrik. Berikut terminal list dan gambar pin out ACS712. Spesifikasi Sensor ACS712 : 1. Rise time output = 5 μs. 2. Bandwidth sampai dengan 80 khz.

24 11 3. Total kesalahan output 1,5% pada suhu kerja TA= 25 C. 4. Tahanan konduktor internal 1,2 mω. 5. Tegangan isolasi minimum 2,1 kvrms antara pin 1-4 dan pin Sensitivitas output 185 mv/a. 7. Mampu mengukur arus AC atau DC hingga 30 A. 8. Tegangan output proporsional terhadap input arus AC atau DC. 9. Tegangan kerja 5 VDC. Untuk mengukur arus yang melewati sensor ini digunakan rumus tegangan pada pin Out = 2,5 ± ( 0,185 x I ) Volt, dimana I = arus yang terdeteksi dalam satuan Ampere. 2.6 Sensor 1 M M Hz AD8317 Frekuensi Radio Detektor Logaritma Power Meter Produk ini dirancang dengan menggunakan AD8317 chip ADI, dan digunakan untuk sinyal RF daya deteksi, Deteksi rentang frekuensi 1 M GHz dapat mendeteksi daya di 55 dbm 0 dbm dari RF sinyal sehingga sinyal RF diubah menjadi tegangan DC output. Yang lebih besar amplitudo atau kekuatan sinyal RF, semakin tinggi tegangan output, dan output tegangan berbanding lurus dengan logaritma dari sinyal input amplitudo sehingga memperluas rentang dinamis yang terdeteksi sinyal yang berkisar dari 55 db. Hal ini dapat digunakan secara luas di radio frekuensi sinyal deteksi, kekuatan sinyal pengukuran bidang lingkungan hidup kekuatan deteksi hal ini juga dapat digunakan sebagai bagian dari automatic gain control dan automatic level. Frekuensi operasi : 1 M M Hz Alat ukur listrik : -55dBm-0dBm Tegangan Output : V Deteksi slope : -22mV/dBm (khas) Impedansi masukan : 50ohm Pasokan Tegangan : 7-15 V Warna : warna utama hijau Bahan : ABS + logam Ukuran : 5*3*1 cm Isi Paket : 1 * modul

25 LCD LCD atau Liquid Crystal Display adalah suatu jenis media display (tampilan) yang menggunakan kristal cair (liquid crystal) untuk menghasilkan gambar yang terlihat. Fungsi LCD (Liquid Cristal Display) adalah jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun grafik. bentuknya tipis, mengeluarkan sedikit panas, dan memiliki resolusi tinggi. Teknologi Liquid Crystal Display (LCD) atau Penampil Kristal Cair sudah banyak digunakan pada produk-produk seperti layar Laptop, layar Ponsel, layar Kalkulator, layar Jam Digital, layar Multimeter, Monitor Komputer, Televisi, layar Game portabel, layar Thermometer Digital dan produk-produk elektronik lainnya. 2.8 Power Supply Power supply menggunakan transformator dengan arus 5 A. Tegangan yang digunakan dari transformator adalah 12 V dan 20 V, kemudian tegangan 12 V di pararelkan ke lm 7812 dan 7805 agar didapatkan tegangan 12 V dan 5 V. 2.9 Potensiometer Potensiometer (POT) adalah salah satu jenis Resistor yang nilai resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan Rangkaian Elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer merupakan keluarga resistor yang tergolong dalam Kategori Variable Resistor. Secara struktur, Potensiometer terdiri dari 3 kaki Terminal dengan sebuah shaft atau tuas yang berfungsi sebagai pengaturnya. Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam Komponen Potensiometer adalah : 1. Penyapu atau disebut juga dengan Wiper 2. Element Resistif 3. Terminal Sebuah Potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track) dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah Penyapu (Wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (Resistive). Pergerakan Penyapu (Wiper) pada Jalur Elemen Resistif inilah yang mengatur naik-turunnya Nilai Resistansi sebuah Potensiometer.

26 Kapasitor Kapasitor (Capacitor) atau disebut juga dengan Kondensator (Condensator) adalah Komponen Elektronika Pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan Kapasitor tersebut diambil dari nama penemunya yaitu Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasal dari Inggris. Namun Farad adalah satuan yang sangat besar, oleh karena itu pada umumnya kapasitor yang digunakan dalam peralatan elektronika adalah satuan Farad yang dikecilkan menjadi pikofarad, NanoFarad dan MicroFarad Resistor Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan dalam rangkaian elektronika. Hampir setiap peralatan elektronika menggunakannya. Pada dasarnya resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf R. Satuan Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω).

27 14 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Blok Rangkaian Adapun diagram blok dari sistem yang dirancang adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar dibawah ini. Power Supply Sensor Frekuensi Arduino LCD Sensor Arus Gambar 3.1 Diagram Blok Rangkaian Dari gambar 3.1. Perancangan suatu alat yang akan dibuat merupakan suatu tahapan yang sangat penting dalam membuat suatu program ataupun melanjutkan ke langkah selanjutnya karena dengan perencanaan tersebut diharapkan mendapatkan hasil yang baik dan maksimal, dalam perancangan sistem yang penulis buat Desain Sistem Alat Tangkap Ikan Di Sungai Berbasis Sonar Fungsi Tiap Blok : 1. Blok Sensor Frekuensi : Sebagai rangkaian input penerima untuk membaca besarnya frekuensi yang dihasilkan oleh alat pemanggil ikan. 2. Blok Sensor Arus : Sebagai rangkaian untuk membaca besarnya arus yang dihasilkan oleh alat pemanggil ikan. 3. Arduino : Sebagai otak atau pengontrol kendali sistem rangkaian elektronika pada alat tangkap ikan. 4. Blok Power Supply : Sebagai penyedia sumber arus listrik kesistem alat.

28 15 5. Blok Display LCD : Sebagai rangkaian komponen output berupa untuk menampilkan hasil pembacaan sensor. Pada sistem ini alat tangkap ikan akan memberikan input dan dikelola oleh sensor yang meneruskan dan mengkonversikan pada mikrokontroler Arduino yang akan mengendalikan sensor frekuensi dan sensor arus yang diberikan dari perintah sonar sebagai alat pemanggil ikan, sehingga ikan terpanggil dan masuk ke tempat penampung ikan. 3.2 Prinsip Kerja Alat Alat pemanggil ikan ini menggunakan sensor frekuensi dan sensor arus serta mikrokontroler arduino sebagai pusat kendalinya. Dimana terdapat sonar yang digunakan sebagai output pemberi sinyal otomatis berupa suara dan getaran akan adanya ikan disekitarnya sehingga ikan terpanggil dan masuk ke dalam wadah ikan. Yang berperan utama dalam teknik sonar tentu saja gelombang suara. Teknik sonar aktif berfungsi dengan peralatan yang memancarkan gelombang suara yang gemanya ditangkap kembali. Terdapat tiga jenis sonar aktif, tergantung frekuensi suara yang dipancarkan. Yakni sonar frekuensi rendah dari 50 Hertz hingga 3 kilohertz, frekuensi menengah ( 3 khz sampai 15 khz ) dan frekuensi tinggi di atas 15 khz. Sesuai hukum fisika, jika gelombang suara di dalam air menabrak objek tertentu akan terjadi distorsi gelombang gema. Maka ikan akan mendengar gelombang suara yang dipantulkan dari sonar. Dan kemudian mengikuti asal gelombang suara yang dipantulkan alat sonar lalu akan menuju ke dalam tempat tangkap ikan 3.3 Rangkaian Minimum Sistem PCB Layout PCB Layout merupakan Implementasi rangkaian schematic di papan PCB menunjukan rangkaian mikrokontroler Arduino Nano. Rangkaian sistem minimum mikrokontroler tediri dari beberapa bagian :

29 16 Gambar 3.2 PCB Layout 3.4 Prosedur Penelitian Langkah-langkah dalam Perancangan desain alat pemanggil ikan berbasis sensor frekuensi dan arus dengan menggunakan mikrokontroler Arduino dan terdapat kesatuan antara hardware dan software dalam memberikan suatu hasil dan membuat laporan penelitian. Desain alat penangkap ikan ini juga dilengkapi dengan remote yang sudah dilengkapi pengaturan yang terhubung dengan sonar, sehingga dapat memudahkan penggunaan nya secara langsung dan penggunaan daya listrik dari baterai.

30 Diagram Alir (Flowchart) Start Inisialisasi Program Sensor Membaca Alat Sonar Ikan Iya Masu k Ada Ikan Tidak Ikan Tidak Masuk Selesai Keterangan Diagram Alir (Flowchart) : 1. Start. 2. Inisialisasi Perangkat, ini dimaksudkan apakah perangkat sudah terpasang dengan benar sesuai dengan skematik rangkaian. 3. Sensor membaca nilai frekuensi dan arus pada alat sonar. 4. Ikan akan mendengarkan pantulan bunyi sonar, lalu akan masuk ke dalam wadah alat tangkap ikan. 5. Tampilkan hasil pembacaan sensor pada lcd. 6. Selesai.

31 18 BAB 4 PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Desain Perancangan Alat Dalam perancangan alat ini dilakukan desain terlebih dahulu. Dimulai dari desain mekanik dan sampai tahap desain kesuluruhan alat. Terdapat pada gambar alatbubu ikan berbentuk persegi dengan panjang = 1 m, lebar = 100 cm, dan tinggi = 60 cm. Gambar 4.1 Gambar Alat 4.2 Pengujian Rangkaian regulator Pengujian rangkaian regulator ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dikeluarkan oleh rangkaian tersebut, dengan mengukur tegangan keluaran dari output regulator 7805 menggunakan multimeter digital. Setelah dilakukan pengukuran maka diperoleh besarnya tegangan keluaran sebesar 5 volt. Dengan begitu dapat dipastikan apakah terjadi kesalahan terhadap rangkaian atau tidak. Gambar 4.1. Gambar Tegangan Output Ic Regulator 7805

32 19 Pada pump menggunakan 12 volt, jadi pada pump air ini tidak perlu menggunakan ic regulator karena output dari adaptor sudah 12 volt DC. 4.3 Pengujian Rangkaian Mikrokontroler Arduino nano Pemrograman menggunakan mode ISP (In System Programming) mikrokontroler harus dapat diprogram langsung pada papan rangkaian dan rangkaian mikrokontroler harus dapat dikenali oleh program downloader. Pada pengujian ini berhasil dilakukan dengan dikenalinya jenis mikrokontroler oleh program downloader yaitu Arduino nano. Gambar 4.2. Informasi Signature Mikrokontroler Arduino nano Arduino nano menggunakan kristal dengan frekuensi 8 MHz, apabila Chip Signature sudah dikenali dengan baik dan dalam waktu singkat, bisa dikatakan rangkaian mikrokontroler bekerja dengan baik dengan mode ISP-nya. Program Arduino nano keseluruh sistem #include <SPI.h> #include <MFRC522.h> #define SS_PIN 10 #define RST_PIN 9

33 20 MFRC522 mfrc522(ss_pin, RST_PIN); // Create MFRC522 instance. #include <LiquidCrystal_I2C.h> LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2); int ledhijau = A0; int ledmerah = A1; //int ledbiru = A2; //int ledkuning = A3; #include <Servo.h> Servo myservo; char val; void setup() { Serial.begin(9600); // Initiate a serial communication SPI.begin(); // Initiate SPI bus mfrc522.pcd_init(); // Initiate MFRC522 Serial.println("Approximate your card to the reader..."); Serial.println(); lcd.begin(); lcd.print("masukan Kartu"); pinmode(ledhijau,output); pinmode(ledmerah,output); //pinmode(ledbiru,output); //pinmode(ledkuning,output); myservo.attach(3); } void loop() { if( Serial.available() >0 ) { val = Serial.read(); Serial.println(val); }

34 21 if( val == '1' ) { // jika tombol 1 on myservo.write(180); // motor servo menjadi 0 derajat lcd.setcursor(0, 1); // memilih kolom ke 0 baris ke 1 pada LCD lcd.print("pintu Terbuka ");// menampilkan kalimat pintu terbuka pada LCD digitalwrite(ledhijau,low);digitalwrite(ledmerah,high);} // led hijau hidup dan led merah mati else if( val == 'A' ) {// jika tombol A on myservo.write(0); // motor servo menjadi 180 derajat lcd.setcursor(0, 1);// memilih kolom ke 0 baris ke 1 pada LCD lcd.print("pintu Terkunci");// menampilkan kalimat pintu terkunci pada LCD digitalwrite(ledhijau,high);digitalwrite(ledmerah,low);}// led hijau mati dan led merah hidup // Look for new cards if (! mfrc522.picc_isnewcardpresent()) { return; } // Select one of the cards if (! mfrc522.picc_readcardserial()) { return; } //Show UID on serial monitor Serial.print("UID tag :"); String content= ""; byte letter; for (byte i = 0; i < mfrc522.uid.size; i++) { Serial.print(mfrc522.uid.uidByte[i] < 0x10? " 0" : " "); Serial.print(mfrc522.uid.uidByte[i], HEX); content.concat(string(mfrc522.uid.uidbyte[i] < 0x10? " 0" : " "));

35 22 content.concat(string(mfrc522.uid.uidbyte[i], HEX)); } Serial.println(); Serial.print("Message : "); content.touppercase(); if (content.substring(1) == "A1 DB AA 1A") //change here the UID of the card/cards that you want to give access { Serial.println("Pintu Terbuka"); Serial.println(); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("pintu Terkunci"); // digitalwrite(ledmerah,high); // delay(500); digitalwrite(ledmerah,low); digitalwrite(ledhijau,high); //delay(500); //digitalwrite(ledhijau,low); // digitalwrite(ledbiru,high); // delay(500); // digitalwrite(ledbiru,low); // digitalwrite(ledkuning,high); // delay(500); // digitalwrite(ledkuning,low); myservo.write(0); delay(1000); } else if (content.substring(1) == "FD 4C 4E 43") {

36 23 Serial.println(" Pintu Terbuka"); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("pintu Terbuka"); digitalwrite(ledmerah,high); digitalwrite(ledhijau,low); myservo.write(180); delay(1000); } else if (content.substring(1) == "61 11 F6 2E") { Serial.println(" kartu salah"); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("kartu Salah "); digitalwrite(ledhijau,low);digitalwrite(ledmerah,high); delay(1000); } else if (content.substring(1) == "55 4A CB 2D") { Serial.println(" kartu salah"); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("kartu Salah "); digitalwrite(ledhijau,low);digitalwrite(ledmerah,high); delay(1000); } else if (content.substring(1) == "D3 A ") { Serial.println(" kartu salah"); lcd.setcursor(0, 1); lcd.print("kartu Salah "); digitalwrite(ledhijau,low);digitalwrite(ledmerah,high); delay(1000); } }

37 Pengujian Display LCD Rangkaian LCD dihubungkan ke PD0.PD6, yang merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus, yaitu sebagai Timer, sebagai timer/counter, komperator analog dan spi mempunyai fungsi khusus sebagai penerimaan data secara serial. Sehingga nilai yang akan tampil pada LCD display akan dapat di kendalikan oleh Mikrokontroller. Pada bagian ini, mikrokontroller dapat member data langsung ke LCD. Pada LCD Hitachi-M11632 sudah terdapat driver untk mengubah ASCII output mikrokontroller menjadi tampilan karakter. Tabel 4.1. Pengukuran pin IC LCD No Pin Tegangan keluaran (Volt) 1 0,0 2 4,95 3 1,39 4 3,96 5 3,96 6 0,0 7 4,93 8 4,93 9 4, , ,0 12 3, , ,0 15 4, ,0

38 25 Tabel diatas merupakan hasil pengukuran pada Display LCD, pengukuran dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah LCD bekerja dengan baik atau tidak yaitu dengan membandingkan tegangan terukur dengan program maupun datasheet. Gambar 4.4 Gambar Tampilan LCD 4.5 Pengujian Sensor Arus Pengujian Sensor Arus dilakukan dengan membandingkan hasil dari pengukuran alat yang sudah berstandart yaitu multimeter digital dan kemudian dilakukan juga pengukuran dengan alat yang dibuat. Hasil pengukuran Sensor Arus dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 4.2 Perbandingan Pengukuran Multimeter Dengan Alat NO Hasil Pengukuran Multimeter Hasil Pengukuran Alat 1 0,51 Ampere 0,54 Ampere 2 0,24 Ampere 0,20 Ampere 3 0,64 Ampere 0,61 Ampere 4 0,35 Ampere 0,39 Ampere

39 26 Gambar 4.5 Gambar Komponen Alat 4.6 Pengujian Sensor frekuensi Pengujian Sensor frekuensi dilakukan dengan mengukur frekuensi dari sistem alat pemanggil ikan menggunakan sonar pemanggil ikan. Frekuensi sistem alat pemanggil ikan adalah 50 Hz dengan jarak deteksi sonar adalah 100 m. Dimana frekuensi sonar akan bertambah lebih keras terdengar oleh ikan ketika menuju asal sonar itu berbunyi. Frekuensi sonar di dalam sungai tergantung besarnya nilai indeks dari sungai tersebut, dan pada umumnya nilai indeks sungai lebih besar dari nilai indeks air biasa.

40 27 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari percobaan dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya didapat beberapa kesimpulan antara lain : 1. Telah berhasil dirancang desain alat tangkap ikan yang dapat membantu para nelayan dalam menangkap ikan berbasis sonar sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. 2. Dapat memanfaatkan Sonar sebagai alternatif yang lebih maju untuk mengurangi pemakaian peledak untuk menangkap ikan serta mengurangi pencemaran lingkungan. 5.2 Saran Setelah melakukan penelitian diperoleh beberapa hal yang dapat dijadikan saran untuk dilakukan penelitian lebih lanjut yaitu : 1. Penelitian selanjutnya diharapakan menggunakan alat semakin canggih dan lebih baik dari alat yang digunakan saat ini. 2. Diharapkan alat yang saya rancang ini dapat dipergunakan untuk keperluan percobaan di laboratorium. 3. Diharapkan pembaca dapat memberi saran dan kritik terhadap penulis dalam perancangan alat ini, dan penulis berharap dapat dapat dikembangkan baik di aplikasi kehidupan dan perancangan alat yang lebih baik.

41 28 DAFTAR PUSTAKA Syamsu Ismail, Deni Permana, Eko Joni Pristianto Perancangan Pemancar Sonar Untuk Sistem Pendeteksi Kapal Selam. Jurnal Penelitian Elektronika Bawah Air. Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (PPET) LIPI. Bandung. Anwar Sadat, Murniyati, Bayu Eriko Putra Konsep Perancangan Alat Pemanggil Ikan Untuk Nelayan. Tanjungpinang. Universitas Maritim Raja Ali Haji A%252F%252Fwww.google.com%252F

42 LAMPIRAN

43 Arduino Nano (V2.3) User Manual Released under the Creative Commons Attribution Share-Alike 2.5 License More information: Rev. 2.3

44 Arduino Nano Pin Layout! D1/TX (1) (30) VIN D0/RX (2) (29) GND RESET (3) (28) RESET GND (4) (27) +5V D2 (5) (26) A0 D3 (6) (25) A1 D4 (7) (24) A2 D5 (8) (23) A3 D6 (9) (22) A4 D7 (10) (21) A5 D8 (11) (20) A6 D9 (12) (19) A7 D10 (13) (18) AREF D11 (14) (17) 3V3 D12 (15) (16) D13 Pin No. Name Type Description 1-2, 5-16 D0-D13 I/O Digital input/output port 0 to 13 3, 28 RESET Input Reset (active low) 4, 29 GND PWR Supply ground 17 3V3 Output +3.3V output (from FTDI) 18 AREF Input ADC reference A7-A0 Input Analog input channel 0 to V Output or Input 30 VIN PWR Supply voltage!!!!!! +5V output (from on-board regulator) or +5V (input from external power supply)

45 Arduino Nano Mechanical Drawing!

46 Arduino Nano Bill of Material Item!Number! Qty.! Ref.!Dest.! Description! Mfg.!P/N! MFG! Vendor!P/N! Vendor! 1! 5! C1,C3,C4,C7,C9! Capacitor,!0.1uF!50V!10%! Ceramic!X7R!0805! C0805C104K5RACTU! Kemet! 80"C0805C104K5R! Mouser! 2! 3! C2,C8,C10! Capacitor,!4.7uF!10V!10%! Tantalum!Case!A! T491A475K010AT! Kemet! 80"T491A475K010! Mouser! 3! 2! C5,C6! Capacitor,!18pF!50V!5%! Ceramic!NOP/COG!0805! C0805C180J5GACTU! Kemet! 80"C0805C180J5G! Mouser! 4! 1! D1! Diode,!Schottky!0.5A!20V! MBR0520LT1G! ONSemi! 863"MBR0520LT1G! Mouser! 5! 1! J1,J2! Headers,!36PS!1!Row! 68000"136HLF! FCI! 649"68000"136HLF! Mouser! 6! 1! J4! Connector,!Mini"B!Recept! Rt.!Angle! 67503"1020! Molex! 538"67503"1020! Mouser! 7! 1! J5! Headers,!72PS!2!Rows! 67996"272HLF! FCI! 649"67996"272HLF! Mouser! 8! 1! LD1! LED,!Super!Bright!RED! 100mcd!640nm!120degree! 0805! APT2012SRCPRV! Kingbright! 604"APT2012SRCPRV! Mouser! 9! 1! LD2! LED,!Super!Bright!GREEN! 50mcd!570nm!110degree! 0805! APHCM2012CGCK"F01! Kingbright! 604"APHCM2012CGCK! Mouser! 10! 1! LD3! LED,!Super!Bright!ORANGE! 160mcd!601nm!110degree! 0805! APHCM2012SECK"F01! Kingbright! 04"APHCM2012SECK! Mouser! 11! 1! LD4! LED,!Super!Bright!BLUE! 80mcd!470nm!110degree! 0805! LTST"C170TBKT! Lite"On!Inc! 160"1579"1"ND! Digikey! 12! 1! R1! Resistor!Pack,!1K!+/"5%! 62.5mW!4RES!SMD! YC164"JR"071KL! Yageo! YC164J"1.0KCT"ND! Digikey! 13! 1! R2! Resistor!Pack,!680!+/"5%! 62.5mW!4RES!SMD! YC164"JR"07680RL! Yageo! YC164J"680CT"ND! Digikey! 14! 1! SW1! Switch,!Momentary!Tact! SPST!150gf!3.0x2.5mm! B3U"1000P! Omron! SW1020CT"ND! Digikey! 15! 1! U1! IC,!Microcontroller!RISC! 16kB!Flash,!0.5kB!EEPROM,! 23!I/O!Pins! ATmega168"20AU! Atmel! 556"ATMEGA168"20AU! Mouser! 16! 1! U2! IC,!USB!to!SERIAL!UART!28! Pins!SSOP! FT232RL! FTDI! 895"FT232RL! Mouser! 17! 1! U3! IC,!Voltage!regulator!5V,! 500mA!SOT"223! UA78M05CDCYRG3! TI! 595"UA78M05CDCYRG3! Mouser! 18! 1! Y1! Cystal,!16MHz!+/"20ppm! HC"49/US!Low!Profile! ABL"16.000MHZ"B2! Abracon! 815"ABL"16"B2! Mouser!

47

48 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor FEATURES AND BENEFITS Low-noise analog signal path Device bandwidth is set via the new FILTER pin 5 µs output rise time in response to step input current 80 khz bandwidth Total output error 1.5% at T A = 25 C Small footprint, low-profile SOIC8 package 1.2 mω internal conductor resistance 2.1 kvrms minimum isolation voltage from pins 1-4 to pins V, single supply operation 66 to 185 mv/a output sensitivity Output voltage proportional to AC or DC currents Factory-trimmed for accuracy Extremely stable output offset voltage Nearly zero magnetic hysteresis Ratiometric output from supply voltage TÜV America Certificate Number: U8V CB Package: 8-Lead SOIC (suffix LC) DESCRIPTION The Allegro ACS712 provides economical and precise solutions for AC or DC current sensing in industrial, commercial, and communications systems. The device package allows for easy implementation by the customer. Typical applications include motor control, load detection and management, switchmode power supplies, and overcurrent fault protection. The device is not intended for automotive applications. The device consists of a precise, low-offset, linear Hall circuit with a copper conduction path located near the surface of the die. Applied current flowing through this copper conduction path generates a magnetic field which the Hall IC converts into a proportional voltage. Device accuracy is optimized through the close proximity of the magnetic signal to the Hall transducer. A precise, proportional voltage is provided by the low-offset, chopper-stabilized BiCMOS Hall IC, which is programmed for accuracy after packaging. The output of the device has a positive slope (>V IOUT(Q) ) when an increasing current flows through the primary copper conduction path (from pins 1 and 2, to pins 3 and 4), which is the path used for current sampling. The internal resistance of this conductive path is 1.2 mω typical, providing low power loss. The thickness of the copper conductor allows survival of Continued on the next page Not to scale Typical Application I P 1 IP+ VCC 2 IP+ VIOUT ACS712 3 IP FILTER 4 IP GND V OUT C F 1 nf +5 V C BYP 0.1 µf Application 1. The ACS712 outputs an analog signal, V OUT. that varies linearly with the uni- or bi-directional AC or DC primary sampled current, I P, within the range specified. C F is recommended for noise management, with values that depend on the application. ACS712-DS, Rev. 19 MCO January 30, 2020

49 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor DESCRIPTION (continued) the device at up to 5 overcurrent conditions. The terminals of the conductive path are electrically isolated from the signal leads (pins 5 through 8). This allows the ACS712 to be used in applications requiring electrical isolation without the use of opto-isolators or other costly isolation techniques. The ACS712 is provided in a small, surface mount SOIC8 package. The leadframe is plated with 100% matte tin, which is compatible with standard lead (Pb) free printed circuit board assembly processes. Internally, the device is Pb-free, except for flip-chip high-temperature Pb based solder balls, currently exempt from RoHS. The device is fully calibrated prior to shipment from the factory. SELECTION GUIDE Part Number Packing* T A ( C) Optimized Range, I P (A) Sensitivity, Sens (Typ) (mv/a) ACS712ELCTR-05B-T Tape and reel, 3000 pieces/reel 40 to 85 ±5 185 ACS712ELCTR-20A-T Tape and reel, 3000 pieces/reel 40 to 85 ± ACS712ELCTR-30A-T Tape and reel, 3000 pieces/reel 40 to 85 ±30 66 *Contact Allegro for additional packing options. ABSOLUTE MAXIMUM RATINGS Characteristic Symbol Notes Rating Units Supply Voltage V CC 8 V Reverse Supply Voltage V RCC 0.1 V Output Voltage V IOUT 8 V Reverse Output Voltage V RIOUT 0.1 V Output Current Source I IOUT(Source) 3 ma Output Current Sink I IOUT(Sink) 10 ma Overcurrent Transient Tolerance I P 1 pulse, 100 ms 100 A Nominal Operating Ambient Temperature T A Range E 40 to 85 C Maximum Junction Temperature T J (max) 165 C Storage Temperature T stg 65 to 170 C ISOLATION CHARACTERISTICS Characteristic Symbol Notes Rating Unit Agency type-tested for 60 seconds per Dielectric Strength Test Voltage* V ISO UL standard , 1st Edition 2100 VAC For basic (single) isolation per UL standard Working Voltage for Basic Isolation V WFSI , 1st Edition 354 VDC or V pk For reinforced (double) isolation per UL standard Working Voltage for Reinforced Isolation V WFRI , 1st Edition 184 VDC or V pk * Allegro does not conduct 60-second testing. It is done only during the UL certification process. Parameter Fire and Electric Shock Specification CAN/CSA-C22.2 No UL :2003 EN :2001 Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 2

50 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor FUNCTIONAL BLOCK DIAGRAM VCC (Pin 8) +5 V Hall Current Drive IP+ (Pin 1) Sense Temperature Coefficient Trim IP+ (Pin 2) IP (Pin 3) IP (Pin 4) Dynamic Offset Cancellation Sense Trim Signal Recovery 0 Ampere Offset Adjust R F(INT) VIOUT (Pin 7) GND (Pin 5) FILTER (Pin 6) Pinout Diagram IP+ 1 8 VCC IP+ 2 7 VIOUT IP 3 6 FILTER IP 4 5 GND Terminal List Number Name Description 1 and 2 IP+ Terminals for current being sampled; fused internally 3 and 4 IP Terminals for current being sampled; fused internally 5 GND Signal ground terminal 6 FILTER Terminal for external capacitor that sets bandwidth 7 VIOUT Analog output signal 8 VCC Device power supply terminal Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 3

51 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor COMMON OPERATING CHARACTERISTICS [1] : Over full range of T A, C F = 1 nf, and V CC = 5 V, unless otherwise specified Characteristic Symbol Test Conditions Min. Typ. Max. Units ELECTRICAL CHARACTERISTICS Supply Voltage V CC V Supply Current I CC V CC = 5.0 V, output open ma Output Capacitance Load C LOAD VIOUT to GND 10 nf Output Resistive Load R LOAD VIOUT to GND 4.7 kω Primary Conductor Resistance R PRIMARY T A = 25 C 1.2 mω Rise Time t r I P = I P (max), T A = 25 C, C OUT = open 3.5 μs Frequency Bandwidth f 3 db, T A = 25 C; I P is 10 A peak-to-peak 80 khz Nonlinearity E LIN Over full range of I P 1.5 % Symmetry E SYM Over full range of I P % Zero Current Output Voltage V IOUT(Q) Bidirectional; I P = 0 A, T A = 25 C V CC 0.5 V Output reaches 90% of steady-state level, T Power-On Time t J = 25 C, PO 20 A present on leadframe 35 µs Magnetic Coupling [2] 12 G/A Internal Filter Resistance [3] R F(INT) 1.7 kω [1] Device may be operated at higher primary current levels, I P, and ambient, T A, and internal leadframe temperatures, T A, provided that the Maximum Junction Temperature, T J (max), is not exceeded. [2] 1G = 0.1 mt. [3] R F(INT) forms an RC circuit via the FILTER pin. COMMON THERMAL CHARACTERISTICS [1] Characteristic Symbol Test Conditions Min. Typ. Max. Units Operating Internal Leadframe Temperature T A E range C Characteristic Symbol Test Conditions Value Units Junction-to-Lead Thermal Resistance [2] R θjl Mounted on the Allegro ASEK 712 evaluation board 5 C/W Mounted on the Allegro evaluation board, includes the power Junction-to-Ambient Thermal Resistance R θja consumed by the board 23 C/W [1] Additional thermal information is available on the Allegro website. [2] The Allegro evaluation board has 1500 mm 2 of 2 oz. copper on each side, connected to pins 1 and 2, and to pins 3 and 4, with thermal vias connecting the layers. Performance values include the power consumed by the PCB. Further details on the board are available from the Frequently Asked Questions document on our website. Further information about board design and thermal performance also can be found in the Applications Information section of this datasheet. Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 4

52 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor x05b PERFORMANCE CHARACTERISTICS [1] : T A = 40 C to 85 C, C F = 1 nf, and V CC = 5 V, unless otherwise specified Characteristic Symbol Test Conditions Min. Typ. Max. Units Optimized Accuracy Range I P 5 5 A Sensitivity Sens Over full range of I P, T A = 25 C mv/a Noise V NOISE(PP) Peak-to-peak, T A = 25 C, 185 mv/a programmed Sensitivity, C F = 47 nf, C OUT = open, 2 khz bandwidth 21 mv Zero Current Output Slope V OUT(Q) T A = 40 C to 25 C 0.26 mv/ C T A = 25 C to 150 C 0.08 mv/ C Sensitivity Slope Sens T A = 40 C to 25 C mv/a/ C T A = 25 C to 150 C mv/a/ C Total Output Error [2] E TOT I P =±5 A, T A = 25 C ±1.5 % [1] Device may be operated at higher primary current levels, I P, and ambient temperatures, T A, provided that the Maximum Junction Temperature, T J(max), is not exceeded. [2] Percentage of I P, with I P = 5 A. Output filtered. x20a PERFORMANCE CHARACTERISTICS [1] T A = 40 C to 85 C, C F = 1 nf, and V CC = 5 V, unless otherwise specified Characteristic Symbol Test Conditions Min. Typ. Max. Units Optimized Accuracy Range I P A Sensitivity Sens Over full range of I P, T A = 25 C mv/a Noise V NOISE(PP) Peak-to-peak, T A = 25 C, 100 mv/a programmed Sensitivity, C F = 47 nf, C OUT = open, 2 khz bandwidth 11 mv Zero Current Output Slope V OUT(Q) T A = 40 C to 25 C 0.34 mv/ C T A = 25 C to 150 C 0.07 mv/ C Sensitivity Slope Sens T A = 40 C to 25 C mv/a/ C T A = 25 C to 150 C mv/a/ C Total Output Error [2] E TOT I P =±20 A, T A = 25 C ±1.5 % [1] Device may be operated at higher primary current levels, I P, and ambient temperatures, T A, provided that the Maximum Junction Temperature, T J (max), is not exceeded. [2] Percentage of I P, with I P = 20 A. Output filtered. x30a PERFORMANCE CHARACTERISTICS [1] : T A = 40 C to 85 C, C F = 1 nf, and V CC = 5 V, unless otherwise specified Characteristic Symbol Test Conditions Min. Typ. Max. Units Optimized Accuracy Range I P A Sensitivity Sens Over full range of I P, T A = 25 C mv/a Noise V NOISE(PP) Peak-to-peak, T A = 25 C, 66 mv/a programmed Sensitivity, C F = 47 nf, C OUT = open, 2 khz bandwidth 7 mv Zero Current Output Slope V OUT(Q) T A = 40 C to 25 C 0.35 mv/ C T A = 25 C to 150 C 0.08 mv/ C Sensitivity Slope Sens T A = 40 C to 25 C mv/a/ C T A = 25 C to 150 C mv/a/ C Total Output Error [2] E TOT I P = ±30 A, T A = 25 C ±1.5 % [1] Device may be operated at higher primary current levels, I P, and ambient temperatures, T A, provided that the Maximum Junction Temperature, T J (max), is not exceeded. [2] Percentage of I P, with I P = 30 A. Output filtered. Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 5

53 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor Mean I CC (ma) I OM (ma) Mean Supply Current versus Ambient Temperature V CC = 5 V T A ( C) V CC = 5 V; I P = 0 A, After excursion to 20 A T A ( C) Mean Total Output Error versus Ambient Temperature 8 E TOT (%) V IOUT (V) Magnetic Offset versus Ambient Temperature T A ( C) 2520 Output Voltage versus Sensed Current V CC = 5 V T A ( C) I P (A) CHARACTERISTIC PERFORMANCE I P = 5 A, unless otherwise specified Sens (mv/a) Sens (mv/a) I CC (ma) E LIN (%) Supply Current versus Supply Voltage V CC (V) Nonlinearity versus Ambient Temperature V CC = 5 V T A ( C) T A ( C) Sensitivity versus Sensed Current T A ( C) Ip (A) 0.20 Sensitivity versus Ambient Temperature 0 A Output Voltage versus Ambient Temperature 0 A Output Voltage Current versus Ambient Temperature V IOUT(Q) (mv) I P = 0 A I OUT(Q) (A) I P = 0 A T A ( C) T A ( C) Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 6

54 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor CHARACTERISTIC PERFORMANCE I P = 20 A, unless otherwise specified Mean Supply Current versus Ambient Temperature Supply Current versus Supply Voltage Mean I CC (ma) V CC = 5 V I CC (ma) I OM (ma) T A ( C) Mean Total Output Error versus Ambient Temperature 8 E TOT (%) V IOUT (V) V IOUT(Q) (mv) Magnetic Offset versus Ambient Temperature V CC = 5 V; I P = 0 A, After excursion to 20 A T A ( C) T A ( C) Output Voltage versus Sensed Current V CC = 5 V T A ( C) I P (A) 0 A Output Voltage versus Ambient Temperature I P = 0 A T A ( C) E LIN (%) Sens (mv/a) Sens (mv/a) I OUT(Q) (A) V CC (V) Nonlinearity versus Ambient Temperature T A ( C) Sensitivity versus Ambient Temperature T A ( C) Sensitivity versus Sensed Current T A ( C) Ip (A) 0 A Output Voltage Current versus Ambient Temperature I P = 0 A T A ( C) Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 7

55 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor CHARACTERISTIC PERFORMANCE I P = 30 A, unless otherwise specified Mean Supply Current versus Ambient Temperature Supply Current versus Supply Voltage Mean I CC (ma) V CC = 5 V I CC (ma) I OM (ma) T A ( C) Mean Total Output Error versus Ambient Temperature 8 V IOUT(Q) (mv) E TOT (%) V IOUT (V) Magnetic Offset versus Ambient Temperature V CC = 5 V; I P = 0 A, After excursion to 20 A T A ( C) T A ( C) Output Voltage versus Sensed Current V CC = 5 V T A ( C) I P (A) I P = 0 A T A ( C) Sens (mv/a) Sens (mv/a) I OUT(Q) (A) E LIN (%) V CC (V) Nonlinearity versus Ambient Temperature V CC = 5 V T A ( C) Sensitivity versus Ambient Temperature T A ( C) Sensitivity versus Sensed Current T A ( C) Ip (A) 0 A Output Voltage versus Ambient Temperature 0 A Output Voltage Current versus Ambient Temperature I P = 0 A T A ( C) Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 8

56 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor Sensitivity (Sens). The change in device output in response to a 1 A change through the primary conductor. The sensitivity is the product of the magnetic circuit sensitivity (G/ A) and the linear IC amplifier gain (mv/g). The linear IC amplifier gain is programmed at the factory to optimize the sensitivity (mv/a) for the full-scale current of the device. Noise (V NOISE ). The product of the linear IC amplifier gain (mv/g) and the noise floor for the Allegro Hall effect linear IC ( 1 G). The noise floor is derived from the thermal and shot noise observed in Hall elements. Dividing the noise (mv) by the sensitivity (mv/a) provides the smallest current that the device is able to resolve. Linearity (E LIN ). The degree to which the voltage output from the IC varies in direct proportion to the primary current through its full-scale amplitude. Nonlinearity in the output can be attributed to the saturation of the flux concentrator approaching the full-scale current. The following equation is used to derive the linearity: gain % sat ( V 100 { 1 [ IOUT_full-scale amperes V IOUT(Q) ) 2 (V IOUT_half-scale amperes V IOUT(Q) ) where V IOUT_full-scale amperes = the output voltage (V) when the sampled current approximates full-scale ±I P. Symmetry (E SYM ). The degree to which the absolute voltage output from the IC varies in proportion to either a positive or negative full-scale primary current. The following formula is used to derive symmetry: 100 V IOUT_+ full-scale amperes V IOUT(Q) V IOUT(Q) V IOUT_ full-scale amperes DEFINITIONS OF ACCURACY CHARACTERISTICS Accuracy is divided into four areas: 0 A at 25 C. Accuracy at the zero current flow at 25 C, without the effects of temperature. 0 A over Δ temperature. Accuracy at the zero current flow including temperature effects. Full-scale current at 25 C. Accuracy at the the full-scale current at 25 C, without the effects of temperature. Full-scale current over Δ temperature. Accuracy at the fullscale current flow including temperature effects. Quiescent output voltage (V IOUT(Q) ). The output of the device when the primary current is zero. For a unipolar supply voltage, it nominally remains at V CC 2. Thus, V CC = 5 V translates into V IOUT(Q) = 2.5 V. Variation in V IOUT(Q) can be attributed to the resolution of the Allegro linear IC quiescent voltage trim and thermal drift. Electrical offset voltage (V OE ). The deviation of the device output from its ideal quiescent value of V CC / 2 due to nonmagnetic causes. To convert this voltage to amperes, divide by the device sensitivity, Sens. Accuracy (E TOT ). The accuracy represents the maximum deviation of the actual output from its ideal value. This is also known as the total output error. The accuracy is illustrated graphically in the output voltage versus current chart at right. { [ Ratiometry. The ratiometric feature means that its 0 A output, V IOUT(Q), (nominally equal to V CC /2) and sensitivity, Sens, are proportional to its supply voltage, V CC. The following formula is used to derive the ratiometric change in 0 A output voltage, ΔV IOUT(Q)RAT (%). 100 V IOUT(Q)VCC / V IOUT(Q)5V V CC / 5 V The ratiometric change in sensitivity, ΔSens RAT (%), is defined as: I P (A) Sens VCC / Sens 5V 100 V CC / 5 V Output Voltage versus Sampled Current Accuracy at 0 A and at Full-Scale Current I P(min) Accuracy Ove r Temperature Accuracy 25 C Only Accuracy 25 C Only Accuracy Ove r Temperature Increasing V IOUT (V) 0 A Average V IOUT Accuracy 25 C Only Decreasing V IOUT (V) Full Scale I P(max) Accuracy Ove r Temperature +I P (A) Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 9

57 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor DEFINITIONS OF DYNAMIC RESPONSE CHARACTERISTICS Power-On Time (t PO ). When the supply is ramped to its operating voltage, the device requires a finite time to power its internal components before responding to an input magnetic field. Power-On Time, t PO, is defined as the time it takes for the output voltage to settle within ±10% of its steady state value under an applied magnetic field, after the power supply has reached its minimum specified operating voltage, V CC (min), as shown in the chart at right. Rise time (t r ). The time interval between a) when the device reaches 10% of its full scale value, and b) when it reaches 90% of its full scale value. The rise time to a step response is used to derive the bandwidth of the device, in which ƒ( 3 db) = 0.35 / t r. Both t r and t RESPONSE are detrimentally affected by eddy current losses observed in the conductive IC ground plane. I (%) Primary Current Transducer Output Rise Time, t r t t PO (µs) Power on Time versus External Filter Capacitance I P = 5 A I 100 P = 0 A C F (nf) Noise vs. Filter Cap Noise versus External Filter Capacitance Step Response T A =25 C Output (mv) 15 A Excitation Signal 1000 Noise (p-p) (ma) t r (µs) C F (nf) Rise Time versus External Filter Capacitance in chart at right 400 }Expanded C F (nf) C F (nf) t r (µs) Open t r (µs) Rise Time versus External Filter Capacitance C F (nf) Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 10

58 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor CHOPPER STABILIZATION TECHNIQUE Chopper Stabilization is an innovative circuit technique that is used to minimize the offset voltage of a Hall element and an associated on-chip amplifier. Allegro has a Chopper Stabilization technique that nearly eliminates Hall IC output drift induced by temperature or package stress effects. This offset reduction technique is based on a signal modulation-demodulation process. Modulation is used to separate the undesired DC offset signal from the magnetically induced signal in the frequency domain. Then, using a low-pass filter, the modulated DC offset is suppressed while the magnetically induced signal passes through the filter. As a result of this chopper stabilization approach, the output voltage from the Hall IC is desensitized to the effects of temperature and mechanical stress. This technique produces devices that have an extremely stable Electrical Offset Voltage, are immune to thermal stress, and have precise recoverability after temperature cycling. This technique is made possible through the use of a BiCMOS process that allows the use of low-offset and low-noise amplifiers in combination with high-density logic integration and sample and hold circuits. Regulator Clock/Logic Hall Element Amp Sample and Hold Low-Pass Filter Concept of Chopper Stabilization Technique Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 11

59 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor TYPICAL APPLICATIONS +5 V V PEAK +5 V I P C BYP 0.1 µf 1 IP+ 2 IP+ 8 VCC 7 VIOUT ACS IP FILTER 4 IP 5 GND I P R F 10 kω +5 V 8 1 IP+ VCC 2 7 IP+ VIOUT ACS IP FILTER 4 IP 5 GND C OUT 0.1 µf V OUT R1 1 MΩ C F 1 nf R2 33 kω Application 2. Peak Detecting Circuit C BYP 0.1 µf R F 2 kω V OUT + R1 10 kω C F 1 nf R3 330 kω C2 0.1 µf R4 10 kω U1 LT1178 D1 1N4448W C1 D1 1N914 C1 0.1 µf V RESET Q1 2N7002 A-to-D Converter Application 4. Rectified Output. 3.3 V scaling and rectification application for A-to-D converters. Replaces current transformer solutions with simpler ACS circuit. C1 is a function of the load resistance and filtering desired. R1 can be omitted if the full range is desired. I P C BYP 0.1 µf ACS IP FILTER 4 IP 5 GND I P C BYP 0.1 µf 1 IP+ 2 IP+ +5 V R1 100 kω R kω 1 LM IP+ VCC IP+ VIOUT 2 8 VCC 7 VIOUT ACS IP FILTER 4 IP 5 GND R F 1 kω C F 0.01 µf R1 33 kω R2 100 kω V OUT C F 1 nf R3 3.3 kω U1 LMV7235 D1 1N914 V OUT C pf Application 3. This configuration increases gain to 610 mv/a (tested using the ACS712ELC-05A). R PU 100 kω Application A Overcurrent Fault Latch. Fault threshold set by R1 and R2. This circuit latches an overcurrent fault and holds it until the 5 V rail is powered down. Fault Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 12

60 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor IMPROVING SENSING SYSTEM ACCURACY USING THE FILTER PIN In low-frequency sensing applications, it is often advantageous to add a simple RC filter to the output of the device. Such a lowpass filter improves the signal-to-noise ratio, and therefore the resolution, of the device output signal. However, the addition of an RC filter to the output of a sensor IC can result in undesirable device output attenuation even for DC signals. Signal attenuation, V ATT, is a result of the resistive divider effect between the resistance of the external filter, R F (see Application 6), and the input impedance and resistance of the customer interface circuit, R INTFC. The transfer function of this resistive divider is given by: R INTFC V ATT = V IOUT. R F + R INTFC Even if R F and R INTFC are designed to match, the two individual resistance values will most likely drift by different amounts over temperature. Therefore, signal attenuation will vary as a function of temperature. Note that, in many cases, the input impedance, R INTFC, of a typical analog-to-digital converter (ADC) can be as low as 10 kω. The ACS712 contains an internal resistor, a FILTER pin connection to the printed circuit board, and an internal buffer amplifier. With this circuit architecture, users can implement a simple RC filter via the addition of a capacitor, C F (see Application 7) from the FILTER pin to ground. The buffer amplifier inside of the ACS712 (located after the internal resistor and FILTER pin connection) eliminates the attenuation caused by the resistive divider effect described in the equation for V ATT. Therefore, the ACS712 device is ideal for use in high-accuracy applications that cannot afford the signal attenuation associated with the use of an external RC low-pass filter. +5 V Pin 3 Pin 4 IP IP VCC Pin 8 Application 6. When a low pass filter is constructed externally to a standard Hall effect device, a resistive divider may exist between the filter resistor, R F, and the resistance of the customer interface circuit, R INTFC. This resistive divider will cause excessive attenuation, as given by the transfer function for V ATT. 0.1 µf Dynamic Offset Cancellation Voltage Regulator Amp To all subcircuits Filter Allegro ACS706 Out VIOUT Pin 7 N.C. Pin 6 R F Resistive Divider Input Application Interface Circuit Low Pass Filter Gain Temperature Coefficient Offset C F 1 nf R INTFC Trim Control IP+ IP+ Pin 1 Pin 2 GND Pin 5 +5 V VCC Pin 8 Application 7. Using the FILTER pin provided on the ACS712 eliminates the attenuation effects of the resistor divider between R F and R INTFC, shown in Application 6. IP+ Pin 1 IP+ Pin 2 IP Pin 3 IP Pin 4 Hall Current Drive Dynamic Offset Cancellation Sense Temperature Coefficient Trim Sense Trim Signal Recovery 0 Ampere Offset Adjust Buffer Amplifier and Resistor Allegro ACS712 VIOUT Pin 7 Input Application Interface Circuit R INTFC GND Pin 5 FILTER Pin 6 C F 1 nf Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 13

61 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor Package LC, 8-pin SOIC ± A 3.90 ± ± REF X 0.10 C Branded Face SEATING PLANE 1.75 MAX BSC C 0.25 BSC SEATING PLANE GAUGE PLANE C PCB Layout Reference View NNNNNNN TPP-AAA LLLLL 1 B Standard Branding Reference View For Reference Only; not for tooling use (reference MS-012AA) Dimensions in millimeters Dimensions exclusive of mold flash, gate burrs, and dambar protrusions Exact case and lead configuration at supplier discretion within limits shown A Terminal #1 mark area B Branding scale and appearance at supplier discretion C Reference land pattern layout (reference IPC7351 D SOIC127P600X175-8M); all pads a minimum of 0.20 mm from all adjacent pads; adjust as necessary to meet application process requirements and PCB layout tolerances N = Device part number T = Device temperature range P = Package Designator A = Amperage L = Lot number Belly Brand = Country of Origin Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 14

62 ACS712 Fully Integrated, Hall-Effect-Based Linear Current Sensor IC with 2.1 kvrms Isolation and a Low-Resistance Current Conductor REVISION HISTORY Number Date Description 15 November 16, 2012 Update rise time and isolation, I OUT reference data, patents 16 June 5, 2017 Updated product status 17 December 10, 2018 Updated certificate numbers 18 May 17, 2019 Updated TUV certificate mark, and minor editorial updates 19 January 30, 2020 Updated product status and minor editorial updates The products described herein are protected by U.S. patents: 5,621,319; 7,598,601; and 7,709,754. Copyright 2020, Allegro MicroSystems. Allegro MicroSystems reserves the right to make, from time to time, such departures from the detail specifications as may be required to permit improvements in the performance, reliability, or manufacturability of its products. Before placing an order, the user is cautioned to verify that the information being relied upon is current. Allegro s products are not to be used in any devices or systems, including but not limited to life support devices or systems, in which a failure of Allegro s product can reasonably be expected to cause bodily harm. The information included herein is believed to be accurate and reliable. However, Allegro MicroSystems assumes no responsibility for its use; nor for any infringement of patents or other rights of third parties which may result from its use. Copies of this document are considered uncontrolled documents. For the latest version of this document, visit our website: Allegro MicroSystems 955 Perimeter Road Manchester, NH U.S.A. 15

63 Data Sheet FEATURES Wide bandwidth: 1 MHz to 10 GHz High accuracy: ±1.0 db over temperature 55 db dynamic range up to 8 GHz ± 3 db error Stability over temperature: ±0.5 db Low noise measurement/controller output, VOUT Pulse response time: 6 ns/10 ns (fall/rise) Small footprint, 2 mm 3 mm LFCSP Supply operation: 3.0 V to 5.5 V at 22 ma Fabricated using high speed SiGe process APPLICATIONS RF transmitter PA setpoint control and level monitoring Power monitoring in radio link transmitters RSSI measurement in base stations, WLANs, WiMAX, and radars GENERAL DESCRIPTION The AD8317 is a demodulating logarithmic amplifier, capable of accurately converting an RF input signal to a corresponding decibel-scaled output. It employs the progressive compression technique over a cascaded amplifier chain, each stage of which is equipped with a detector cell. The device can be used in either measurement or controller modes. The AD8317 maintains accurate log conformance for signals of 1 MHz to 8 GHz and provides useful operation to 10 GHz. The input dynamic range is typically 55 db (referenced to 50 Ω) with less than ±3 db error. The AD8317 has 6 ns/10 ns response time (fall time/rise time) that enables RF burst detection to a pulse rate of beyond 50 MHz. The device provides unprecedented logarithmic intercept stability vs. ambient temperature conditions. A supply of 3.0 V to 5.5 V is required to power the device. Current consumption is typically 22 ma, and it decreases to 200 μa when the device is disabled. The AD8317 can be configured to provide a control voltage to a power amplifier or a measurement output from the VOUT pin. Because the output can be used for controller applications, special attention has been paid to minimize wideband noise. In this mode, the setpoint control voltage is applied to the VSET pin. INHI INLO 1 MHz to 10 GHz, 55 db Log Detector/Controller AD8317 FUNCTIONAL BLOCK DIAGRAM VPOS GAIN BIAS TADJ SLOPE DET DET DET DET COMM Figure 1. I V VSET I V VOUT CLPF The feedback loop through an RF amplifier is closed via VOUT, the output of which regulates the output of the amplifier to a magnitude corresponding to VSET. The AD8317 provides 0 V to (VPOS 0.1 V) output capability at the VOUT pin, suitable for controller applications. As a measurement device, VOUT is externally connected to VSET to produce an output voltage, VOUT, that is a decreasing linear-in-db function of the RF input signal amplitude. The logarithmic slope is 22 mv/db, determined by the VSET interface. The intercept is 15 dbm (referenced to 50 Ω, CW input) using the INHI input. These parameters are very stable against supply and temperature variations. The AD8317 is fabricated on a SiGe bipolar IC process and is available in a 2 mm 3 mm, 8-lead LFCSP with an operating temperature range of 40 C to +85 C Rev. D Document Feedback Information furnished by Analog Devices is believed to be accurate and reliable. However, no responsibility is assumed by Analog Devices for its use, nor for any infringements of patents or other rights of third parties that may result from its use. Specifications subject to change without notice. No license is granted by implication or otherwise under any patent or patent rights of Analog Devices. Trademarks and registered trademarks are the property of their respective owners. One Technology Way, P.O. Box 9106, Norwood, MA , U.S.A. Tel: Analog Devices, Inc. All rights reserved. Technical Support

64 AD8317 TABLE OF CONTENTS Features... 1 Applications... 1 Functional Block Diagram... 1 General Description... 1 Revision History... 2 Specifications... 3 Absolute Maximum Ratings... 5 ESD Caution... 5 Pin Configuration and Function Descriptions... 6 Typical Performance Characteristics... 7 Theory of Operation Using the AD Basic Connections Data Sheet Input Signal Coupling Output Interface Setpoint Interface Temperature Compensation of Output Voltage Measurement Mode Setting the Output Slope in Measurement Mode Controller Mode Output Filtering Operation Beyond 8 GHz Evaluation Board Die Information Outline Dimensions Ordering Guide REVISION HISTORY 9/2019 Rev. C to Rev. D Changes to Table Updated Outline Dimensions /2017 Rev. B to Rev. C Change to Figure 2 and Table Updated Outline Dimensions Changes to Ordering Guide /2008 Rev. A to Rev. B Changes to Features... 1 Changes to General Description... 1 Changes to Measurement Mode Section Changes to Equation /2007 Rev. 0 to Rev. A Changes to f = 8.0 GHz, ±1 db Dynamic Range Parameter... 4 Changes to Table Changes to Figure Changes to Setpoint Interface Section and Figure Changes Figure Changes to Table Added Die Information Section Changes to Ordering Guide /2005 Revision 0: Initial Version Rev. D Page 2 of 19

65 Data Sheet AD8317 SPECIFICATIONS VPOS = 3 V, CLPF = 1000 pf, TA = 25 C, 52.3 Ω termination resistor at INHI, unless otherwise noted. Table 1. Parameter Conditions Min Typ Max Unit SIGNAL INPUT INTERFACE INHI (Pin 1) Specified Frequency Range GHz DC Common-Mode Voltage VPOS 0.6 V MEASUREMENT MODE VOUT (Pin 5) shorted to VSET (Pin 4), sinusoidal input signal f = 900 MHz RTADJ = 18 kω Input Impedance Ω pf ±1 db Dynamic Range TA = 25 C 50 db 40 C < TA < +85 C 46 db Maximum Input Level ±1 db error 3 dbm Minimum Input Level ±1 db error 53 dbm Slope mv/db Intercept dbm Output Voltage, High Power In PIN = 10 dbm V Output Voltage, Low Power In PIN = 40 dbm V f = 1.9 GHz RTADJ = 8 kω Input Impedance Ω pf ±1 db Dynamic Range TA = 25 C 50 db 40 C < TA < +85 C 48 db Maximum Input Level ±1 db error 4.00 dbm Minimum Input Level ±1 db error 54 dbm Slope mv/db Intercept dbm Output Voltage, High Power In PIN = 10 dbm V Output Voltage, Low Power In PIN = 35 dbm V f = 2.2 GHz RTADJ = 8 kω Input Impedance Ω pf ±1 db Dynamic Range TA = 25 C 50 db 40 C < TA < +85 C 47 db Maximum Input Level ±1 db error 5 dbm Minimum Input Level ±1 db error 55 dbm Slope 1 22 mv/db Intercept 1 14 dbm Output Voltage, High Power In PIN = 10 dbm 0.53 V Output Voltage, Low Power In PIN = 40 dbm 1.20 V f = 3.6 GHz RTADJ = 8 kω Input Impedance Ω pf ±1 db Dynamic Range TA = 25 C 42 db 40 C < TA < +85 C 40 db Maximum Input Level ±1 db error 6 dbm Minimum Input Level ±1 db error 48 dbm Slope 1 22 mv/db Intercept 1 11 dbm Output Voltage, High Power In PIN = 10 dbm 0.47 V Output Voltage, Low Power In PIN = 40 dbm 1.16 V Rev. D Page 3 of 19

66 AD8317 Data Sheet Parameter Conditions Min Typ Max Unit f = 5.8 GHz RTADJ = 500 Ω Input Impedance Ω pf ±1 db Dynamic Range TA = 25 C 50 db 40 C < TA < +85 C 48 db Maximum Input Level ±1 db error 4 dbm Minimum Input Level ±1 db error 54 dbm Slope 1 22 mv/db Intercept 1 16 dbm Output Voltage, High Power In PIN = 10 dbm 0.59 V Output Voltage, Low Power In PIN = 40 dbm 1.27 V f = 8.0 GHz RTADJ = open Input Impedance Ω pf ±1 db Dynamic Range TA = 25 C 44 db 40 C < TA < +85 C 35 db Maximum Input Level ±1 db error 2 dbm Minimum Input Level ±1 db error 46 dbm Slope 2 22 mv/db Intercept 2 21 dbm Output Voltage, High Power In PIN = 10 dbm 0.70 V Output Voltage, Low Power In PIN = 40 dbm 1.39 V OUTPUT INTERFACE VOUT (Pin 5) Voltage Swing VSET = 0 V, RFIN = open VPOS 0.1 V VSET = 1.7 V, RFIN = open 10 mv Output Current Drive VSET = 0 V, RFIN = open 10 ma Small Signal Bandwidth RFIN = 10 dbm, from CLPF to VOUT 140 MHz Output Noise RFIN = 2.2 GHz, 10 dbm, fnoise = 100 khz, 90 nv/ Hz CLPF = open Fall Time Input level = no signal to 10 dbm, 90% to 10%, 18 ns CLPF = 8 pf Input level = no signal to 10 dbm, 90% to 10%, 6 ns CLPF = open, ROUT = 150 Ω Rise Time Input level = 10 dbm to no signal, 10% to 90%, 20 ns CLPF = 8 pf Input level = 10 dbm to no signal, 10% to 90%, 10 ns CLPF = open, ROUT = 150 Ω Video Bandwidth (or Envelope Bandwidth) 50 MHz VSET INTERFACE VSET (Pin 4) Nominal Input Range RFIN = 0 dbm, measurement mode 0.35 V RFIN = 50 dbm, measurement mode 1.40 V Logarithmic Scale Factor 45 db/v Input Resistance RFIN = 20 dbm, controller mode, VSET = 1 V 40 kω TADJ INTERFACE TADJ (Pin 6) Input Resistance TADJ = 0.9 V, sourcing 50 μa 13 kω Disable Threshold Voltage TADJ = open VPOS 0.4 V POWER INTERFACE VPOS (Pin 7) Supply Voltage V Quiescent Current ma vs. Temperature 40 C TA +85 C 60 μa/ C Disable Current TADJ = VPOS 200 μa 1 Slope and intercept are determined by calculating the best-fit line between the power levels of 40 dbm and 10 dbm at the specified input frequency. 2 Slope and intercept are determined by calculating the best-fit line between the power levels of 34 dbm and 16 dbm at 8.0 GHz. Rev. D Page 4 of 19

67 Data Sheet ABSOLUTE MAXIMUM RATINGS Table 2. Parameter Supply Voltage, VPOS VSET Voltage Input Power (Single-Ended, Referenced to 50 Ω) Internal Power Dissipation Rating 5.7 V 0 V to VPOS 12 dbm 0.73 W θja 55 C/W Maximum Junction Temperature 125 C Operating Temperature Range 40 C to +85 C Storage Temperature Range 65 C to +150 C Lead Temperature (Soldering, 60 sec) 260 C AD8317 Stresses at or above those listed under Absolute Maximum Ratings may cause permanent damage to the product. This is a stress rating only; functional operation of the product at these or any other conditions above those indicated in the operational section of this specification is not implied. Operation beyond the maximum operating conditions for extended periods may affect product reliability. ESD CAUTION Rev. D Page 5 of 19

68 AD8317 Data Sheet PIN CONFIGURATION AND FUNCTION DESCRIPTIONS INHI 1 8 INLO COMM 2 CLPF 3 VSET 4 AD8317 TOP VIEW (Not to Scale) 7 VPOS 6 TADJ 5 VOUT NOTES 1. EXPOSED PAD MUST BE CONNECTED TO GROUND VIA A LOW IMPEDANCE PATH. Figure 2. Pin Configuration Table 3. Pin Function Descriptions Pin No. Mnemonic Description 1 INHI RF Input. Nominal input range of 50 dbm to 0 dbm, referenced to 50 Ω; ac-coupled RF input. 2 COMM Device Common. Connect to a low impedance ground plane. 3 CLPF Loop Filter Capacitor. In measurement mode, this capacitor sets the pulse response time and video bandwidth. In controller mode, the capacitance on this node sets the response time of the error amplifier/integrator. 4 VSET Setpoint Control Input for Controller Mode or Feedback Input for Measurement Mode. 5 VOUT Measurement and Controller Output. In measurement mode, VOUT provides a decreasing linear-in-db representation of the RF input signal amplitude. In controller mode, VOUT is used to control the gain of a VGA or VVA with a positive gain sense (increasing voltage increases gain). 6 TADJ Temperature Compensation Adjustment. Frequency-dependent temperature compensation is set by connecting a ground-referenced resistor to this pin. 7 VPOS Positive Supply Voltage: 3.0 V to 5.5 V. 8 INLO RF Common for INHI. AC-coupled RF common. EPAD Exposed Pad. Exposed pad must be connected to ground via a low impedance path. Rev. D Page 6 of 19

69 Data Sheet AD8317 TYPICAL PERFORMANCE CHARACTERISTICS VPOS = 3 V; TA = +25 C, 40 C, +85 C; CLPF = 1000 pf, unless otherwise noted. Black: +25 C; Blue: 40 C; Red: +85 C. Error is calculated by using the best-fit line between PIN = 40 dbm and PIN = 10 dbm at the specified input frequency, unless otherwise noted V OUT (V) ERROR (db) V OUT (V) ERROR (db) P IN (dbm) Figure 3. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 900 MHz, RTADJ = 18 kω P IN (dbm) Figure 6. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 3.6 GHz, RTADJ = 8 kω V OUT (V) ERROR (db) V OUT (V) ERROR (db) P IN (dbm) Figure 4. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 1.9 GHz, RTADJ = 8 kω P IN (dbm) Figure 7. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 5.8 GHz, RTADJ = 500 Ω V OUT (V) ERROR (db) V OUT (V) ERROR (db) P IN (dbm) 2.0 Figure 5. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 2.2 GHz, RTADJ = 8 kω P IN (dbm) Figure 8. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 8.0 GHz, RTADJ = Open, Error Calculated from PIN = 34 dbm to PIN = 16 dbm Rev. D Page 7 of 19

70 AD8317 Data Sheet V OUT (V) ERROR (db) V OUT (V) ERROR (db) P IN (dbm) Figure 9. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 900 MHz, Multiple Devices, RTADJ = 18 kω P IN (dbm) Figure 12. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 3.6 GHz, Multiple Devices, RTADJ = 8 kω V OUT (V) ERROR (db) V OUT (V) ERROR (db) P IN (dbm) Figure 10. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 1.9 GHz, Multiple Devices, RTADJ = 8 kω P IN (dbm) Figure 13. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 5.8 GHz, Multiple Devices, RTADJ = 500 Ω V OUT (V) ERROR (db) V OUT (V) ERROR (db) P IN (dbm) Figure 11. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 2.2 GHz, Multiple Devices, RTADJ = 8 kω P IN (dbm) Figure 14. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 8.0 GHz, Multiple Devices, RTADJ = Open, Error Calculated from PIN = 34 dbm to PIN = 16 dbm Rev. D Page 8 of 19

71 Data Sheet AD8317 j1 j0.5 j j0.2 j MHz j0.5 START FREQUENCY = 0.05GHz STOP FREQUENCY = 10GHz 10000MHz j1 5800MHz j2 3600MHz 1900MHz 2200MHz 100MHz 900MHz Figure 15. Input Impedance vs. Frequency; No Termination Resistor on INHI (Impedance De-Embedded to Input Pins), Z0 = 50 Ω NOISE SPECTRAL DENSITY (nv/ Hz) dBm 40dBm 0dBm 60dBm 10 1k 10k 100k 1M FREQUENCY (Hz) RF OFF 10dBm Figure 18. Noise Spectral Density of Output; CLPF = Open 10M Ch3 500mV Ch4 200mV M4.00µs A Ch3 T µs 620mV Figure 16. Power-On/Power-Off Response Time; VPOS = 3.0 V; Input AC-Coupling Capacitors = 10 pf; CLPF = Open Δ : : 1.69V NOISE SPECTRAL DENSITY (nv/ Hz) k 10k 100k 1M 10M FREQUENCY (Hz) Figure 19. Noise Spectral Density of Output Buffer (from CLPF to VOUT); CLPF = 0.1 μf CH1 RISE 10.44ns CH1 FALL 6.113ns V OUT (V) ERROR (db) CH1 200mV M20.0ns A CH1 1.40V T ns Figure 17. VOUT Pulse Response Time; Pulsed RF Input 0.1 GHz, 10 dbm; CLPF = Open; RLOAD = 150 Ω V 3.0V 3.6V P IN (dbm) Figure 20. Output Voltage Stability vs. Supply Voltage at 1.9 GHz When VPOS Varies by 10% Rev. D Page 9 of 19

72 AD8317 THEORY OF OPERATION The AD8317 is a 6-stage demodulating logarithmic amplifier, specifically designed for use in RF measurement and power control applications at frequencies up to 10 GHz. A block diagram is shown in Figure 21. Sharing much of its design with the AD8318 logarithmic detector/controller, the AD8317 maintains tight intercept variability vs. temperature over a 50 db range. Additional enhancements over the AD8318, such as a reduced RF burst response time of 6 ns to 10 ns, 22 ma supply current, and board space requirements of only 2 mm 3 mm, add to the low cost and high performance benefits of the AD8317. INHI INLO VPOS GAIN BIAS TADJ SLOPE DET DET DET DET COMM Figure 21. Block Diagram I V VSET I V VOUT CLPF A fully differential design, using a proprietary, high speed SiGe process, extends high frequency performance. Input INHI receives the signal with a low frequency impedance of nominally 500 Ω in parallel with 0.7 pf. The maximum input with ±1 db logconformance error is typically 0 dbm (referenced to 50 Ω). The noise spectral density referred to the input is 1.15 nv/ Hz, which is equivalent to a voltage of 118 μv rms in a 10.5 GHz bandwidth or a noise power of 66 dbm (referenced to 50 Ω). This noise spectral density sets the lower limit of the dynamic range. However, the low end accuracy of the AD8317 is enhanced by specially shaping the demodulating transfer Data Sheet characteristic to partially compensate for errors due to internal noise. The common pin, COMM, provides a quality low impedance connection to the printed circuit board (PCB) ground. The package paddle, which is internally connected to the COMM pin, must also be grounded to the PCB to reduce thermal impedance from the die to the PCB. The logarithmic function is approximated in a piecewise fashion by six cascaded gain stages. (For a more comprehensive explanation of the logarithm approximation, see the AD8307 data sheet.) The cells have a nominal voltage gain of 9 db each and a 3 db bandwidth of 10.5 GHz. Using precision biasing, the gain is stabilized over temperature and supply variations. The overall dc gain is high, due to the cascaded nature of the gain stages. An offset compensation loop is included to correct for offsets within the cascaded cells. At the output of each of the gain stages, a square-law detector cell is used to rectify the signal. The RF signal voltages are converted to a fluctuating differential current having an average value that increases with signal level. Along with the six gain stages and detector cells, an additional detector is included at the input of the AD8317, providing a 50 db dynamic range in total. After the detector currents are summed and filtered, the following function is formed at the summing node: ID log10(vin/vintercept) (1) where: ID is the internally set detector current. VIN is the input signal voltage. VINTERCEPT is the intercept voltage (that is, when VIN = VINTERCEPT, the output voltage would be 0 V, if it were capable of going to 0 V). Rev. D Page 10 of 19

73 Data Sheet USING THE AD8317 BASIC CONNECTIONS The AD8317 is specified for operation up to 10 GHz; as a result, low impedance supply pins with adequate isolation between functions are essential. A power supply voltage of between 3.0 V and 5.5 V must be applied to VPOS. Power supply decoupling capacitors of 100 pf and 0.1 μf must be connected close to this power supply pin. SIGNAL INPUT R1 52.3Ω C2 47nF C1 47nF C5 0.1µF C4 100pF V S (3.0V TO 5.5V) R2 0Ω INLO VPOS TADJ VOUT AD8317 INHI COMM CLPF VSET R4 0Ω 1SEE THE TEMPERATURE COMPENSATION OF OUTPUT VOLTAGE SECTION. 2 SEE THE OUTPUT FILTERING SECTION. Figure 22. Basic Connections 2 V OUT The paddle of the LFCSP package is internally connected to COMM. For optimum thermal and electrical performance, the paddle must be soldered to a low impedance ground plane. INPUT SIGNAL COUPLING The RF input (INHI) is single-ended and must be ac-coupled. The INLO (input common) must be ac-coupled to ground. Suggested coupling capacitors are 47 nf ceramic 0402-style capacitors for input frequencies of 1 MHz to 10 GHz. The coupling capacitors must be mounted close to the INHI and INLO pins. The coupling capacitor values can be increased to lower the high-pass cutoff frequency of the input stage. The high-pass corner is set by the input coupling capacitors and the internal 10 pf high-pass capacitor. The dc voltage on INHI and INLO is approximately one diode voltage drop below VPOS. VPOS 18.7kΩ INHI INLO 5pF 5pF 18.7kΩ CURRENT 2kΩ FIRST GAIN STAGE A = 9dB AD8317 Figure 22) combines with the relatively high input impedance to give an adequate broadband 50 Ω match. The coupling time constant, 50 CC/2, forms a high-pass corner with a 3 db attenuation at fhp = 1/(2π 50 CC ), where C1 = C2 = CC. Using the typical value of 47 nf, this high-pass corner is ~68 khz. In high frequency applications, fhp must be as large as possible to minimize the coupling of unwanted low frequency signals. In low frequency applications, add a simple RC network forming a low-pass filter at the input for similar reasons. This low-pass filter network must generally be placed at the generator side of the coupling capacitors, thereby lowering the required capacitance value for a given high-pass corner frequency. OUTPUT INTERFACE The VOUT pin is driven by a PNP output stage. An internal 10 Ω resistor is placed in series with the output and the VOUT pin. The rise time of the output is limited mainly by the slew on CLPF. The fall time is an RC-limited slew given by the load capacitance and the pull-down resistance at VOUT. There is an internal pull-down resistor of 1.6 kω. A resistive load at VOUT is placed in parallel with the internal pull-down resistor to provide additional discharge current. VPOS CLPF COMM + 0.8V 10Ω 1200Ω 400Ω Figure 24. Output Interface VOUT To reduce the fall time, load VOUT with a resistive load of <1.6 kω. For example, with an external load of 150 Ω, the AD8317 fall time is <7 ns. SETPOINT INTERFACE The VSET input drives the high impedance (40 kω) input of an internal op amp. The VSET voltage appears across the internal 1.5 kω resistor to generate ISET. When a portion of VOUT is applied to VSET, the feedback loop forces ID log10(vin/vintercept) = ISET (2) If VSET = VOUT/2x, then ISET = VOUT/(2x 1.5 kω). The result is VOUT = ( ID 1.5 kω 2x) log10(vin/vintercept) gm STAGE Figure 23. Input Interface OFFSET COMP While the input can be reactively matched, in general, this is not necessary. An external 52.3 Ω shunt resistor (connected on the signal side of the input coupling capacitors, as shown in Rev. D Page 11 of 19 VSET 20kΩ V SET 20kΩ COMM I SET 1.5kΩ COMM Figure 25. VSET Interface

74 AD8317 The slope is given by ID 2x 1.5 kω = 22 mv/db x For example, if a resistor divider to ground is used to generate a VSET voltage of VOUT/2, x = 2. The slope is set to 880 V/decade or 44 mv/db. TEMPERATURE COMPENSATION OF OUTPUT VOLTAGE The primary component of the variation in VOUT vs. temperature, as the input signal amplitude is held constant, is the drift of the intercept. This drift is also a weak function of the input signal frequency; therefore, provision is made for the optimization of internal temperature compensation at a given frequency by providing Pin TADJ. R TADJ TADJ V INTERNAL 1.5kΩ AD8317 COMM COMM Figure 26. TADJ Interface I COMP RTADJ is connected between TADJ and ground. The value of this resistor partially determines the magnitude of an analog correction coefficient, which is used to reduce intercept drift. The relationship between output temperature drift and frequency is not linear and cannot be easily modeled. As a result, experimentation is required to choose the correct TADJ resistor. Table 4 shows the recommended values for some commonly used frequencies. Table 4. Recommended RTADJ Values Frequency Recommended RTADJ 50 MHz 18 kω 100 MHz 18 kω 900 MHz 18 kω 1.8 GHz 8 kω 1.9 GHz 8 kω 2.2 GHz 8 kω 3.6 GHz 8 kω 5.3 GHZ 500 Ω 5.8 GHz 500 Ω 8 GHz Open MEASUREMENT MODE When the VOUT voltage or a portion of the VOUT voltage is fed back to the VSET pin, the device operates in measurement mode. As seen in Figure 27, the AD8317 has an offset voltage, a negative slope, and a VOUT measurement intercept at the high end of its input signal range V OUT (V) V OUT IDEAL V OUT 25 C ERROR 25 C RANGE FOR CALCULATION OF SLOPE AND INTERCEPT Data Sheet P IN (dbm) INTERCEPT Figure 27. Typical Output Voltage vs. Input Signal The output voltage vs. input signal voltage of the AD8317 is linear-in-db over a multidecade range. The equation for this function is VOUT = X VSLOPE/DEC log10(vin/vintercept) (3) = X VSLOPE/dB 20 log10(vin/vintercept) (4) where: X is the feedback factor in VSET = VOUT/X. VSLOPE/DEC is nominally 440 mv/decade, or 22 mv/db. VINTERCEPT is the x-axis intercept of the linear-in-db portion of the VOUT vs. PIN curve (see Figure 27). VINTERCEPT is 2 dbv for a sinusoidal input signal. An offset voltage, VOFFSET, of 0.35 V is internally added to the detector signal, so that the minimum value for VOUT is X VOFFSET; therefore, for X = 1, the minimum VOUT is 0.35 V. The slope is very stable vs. process and temperature variation. When base-10 logarithms are used, VSLOPE/DECADE represents the volts/decade. A decade corresponds to 20 db; VSLOPE/DECADE/20 = VSLOPE/dB represents the slope in volts/db. As noted in Equation 3 and Equation 4, the VOUT voltage has a negative slope. This is also the correct slope polarity to control the gain of many power amplifiers in a negative feedback configuration. Because both the slope and intercept vary slightly with frequency, it is recommended to refer to the Specifications section for application-specific values for slope and intercept. Although demodulating log amps respond to input signal voltage, not input signal power, it is customary to discuss the amplitude of high frequency signals in terms of power. In this case, the characteristic impedance of the system, Z0, must be known to convert voltages to their corresponding power levels. The following equations are used to perform this conversion: P [dbm] = 10 log10(vrms 2 /(Z0 1 mw)) (5) P [dbv] = 20 log10(vrms/1 VRMS) (6) P [dbm] = P [dbv] 10 log10(z0 1 mw/1 VRMS 2 ) (7) Rev. D Page 12 of 19

75 Data Sheet For example, PINTERCEPT for a sinusoidal input signal expressed in terms of dbm (decibels referred to 1 mw), in a 50 Ω system is PINTERCEPT [dbm] = PINTERCEPT [dbv] 10 log10(z0 1 mw/1 VRMS 2 ) = 2 dbv 10 log10( ) = 15 dbm (8) For a square wave input signal in a 200 Ω system, PINTERCEPT = 1 dbv 10 log10[(200 Ω 1 mw/1 VRMS 2 )] = 6 dbm Further information on the intercept variation dependence upon waveform can be found in the AD8313 and AD8307 data sheets. SETTING THE OUTPUT SLOPE IN MEASUREMENT MODE To operate in measurement mode, VOUT must be connected to VSET. Connecting VOUT directly to VSET yields the nominal logarithmic slope of approximately 22 mv/db. The output swing corresponding to the specified input range is then approximately 0.35 V to 1.7 V. The slope and output swing can be increased by placing a resistor divider between VOUT and VSET (that is, one resistor from VOUT to VSET and one resistor from VSET to ground). The input impedance of VSET is approximately 40 kω. To prevent this input impedance from affecting the resulting slope, keep slope-setting resistors below 20 kω. If two equal resistors are used (for example, 10 kω/10 kω), the slope doubles to approximately 44 mv/db. AD8317 VOUT VSET 10kΩ 10kΩ 44mV/dB Figure 28. Increasing the Slope CONTROLLER MODE The AD8317 provides a controller mode feature at the VOUT pin. By using VSET for the setpoint voltage, it is possible for the AD8317 to control subsystems, such as power amplifiers (PAs), variable gain amplifiers (VGAs), or variable voltage attenuators (VVAs), that have output power that increases monotonically with respect to their gain control signal. To operate in controller mode, the link between VSET and VOUT is broken. A setpoint voltage is applied to the VSET input, VOUT is connected to the gain control terminal of the VGA, and the RF input of the detector is connected to the output of the VGA (usually using a directional coupler and some additional attenuation). Based on the defined relationship AD8317 between VOUT and the RF input signal when the device is in measurement mode, the AD8317 adjusts the voltage on VOUT (VOUT is now an error amplifier output) until the level at the RF input corresponds to the applied VSET. When the AD8317 operates in controller mode, there is no defined relationship between the VSET and the VOUT voltage; VOUT settles to a value that results in the correct input signal level appearing at INHI/INLO. For this output power control loop to be stable, a groundreferenced capacitor must be connected to the CLPF pin. This capacitor, CFLT, integrates the error signal (in the form of a current) to set the loop bandwidth and ensure loop stability. Further details on control loop dynamics can be found in the AD8315 data sheet. DIRECTIONAL COUPLER ATTENUATOR 52.3Ω VGA/VVA GAIN CONTROL VOLTAGE 47nF VOUT INHI AD8317 VSET INLO 47nF CLPF C FLT Figure 29. Controller Mode RFIN Decreasing VSET, which corresponds to demanding a higher signal from the VGA, increases VOUT. The gain control voltage of the VGA must have a positive sense. A positive control voltage to the VGA increases the gain of the device. The basic connections for operating the AD8317 in an automatic gain control (AGC) loop with the ADL5330 are shown in Figure 30. The ADL5330 is a 10 MHz to 3 GHz VGA. It offers a large gain control range of 60 db with ±0.5 db gain stability. This configuration is similar to Figure 29. The gain of the ADL5330 is controlled by the output pin of the AD8317. This voltage, VOUT, has a range of 0 V to near VPOS. To avoid overdrive recovery issues, the AD8317 output voltage can be scaled down using a resistive divider to interface with the 0 V to 1.4 V gain control range of the ADL5330. A coupler/attenuation of 21 db is used to match the desired maximum output power from the VGA to the top end of the linear operating range of the AD8317 (approximately 5 dbm at 900 MHz). DAC Rev. D Page 13 of 19

76 AD8317 Data Sheet +5V +5V RF INPUT SIGNAL 100pF 100pF VPSx COMx INHI OPHI ADL5330 INLO OPLO GAIN 120nH 120nH 100pF 100pF DIRECTIONAL COUPLER RF OUTPUT SIGNAL 4.12kΩ +5V ATTENUATOR 10kΩ DAC SETPOINT VOLTAGE VOUT VPOS VSET INHI AD8317 LOG AMP 47nF 52.3Ω 1nF CLPF TADJ INLO COMM 47nF 18kΩ Figure 30. AD8317 Operating in Controller Mode to Provide Automatic Gain Control Functionality in Combination with the ADL Figure 31 shows the transfer function of the output power vs. the setpoint voltage over temperature for a 900 MHz sine wave with an input power of 1.5 dbm. Note that the power control of the AD8317 has a negative sense. Decreasing VSET, which corresponds to demanding a higher signal from the ADL5330, increases gain. The AGC loop is capable of controlling signals just under the full 60 db gain control range of the ADL5330. The performance over temperature is most accurate over the highest power range, where it is generally most critical. Across the top 40 db range of output power, the linear conformance error is well within ±0.5 db over temperature For the AGC loop to remain in equilibrium, the AD8317 must track the envelope of the ADL5330 output signal and provide the necessary voltage levels to the ADL5330 gain control input. Figure 32 shows an oscilloscope screenshot of the AGC loop depicted in Figure 30. A 100 MHz sine wave with 50% AM modulation is applied to the ADL5330. The output signal from the VGA is a constant envelope sine wave with amplitude corresponding to a setpoint voltage at the AD8317 of 1.5 V. Also shown is the gain control response of the AD8317 to the changing input envelope. 1 AM MODULATED INPUT 20 3 OUTPUT POWER (dbm) SETPOINT VOLTAGE (V) Figure 31. ADL5330 Output Power vs. AD8317 Setpoint Voltage, PIN = 1.5 dbm ERROR (db) AD8317 OUTPUT ADL5330 OUTPUT 2 CH1 200mV Ch2 200mV CH3 50.0mVΩ M2.00ms A CH2 T µs 820mV Figure 32. Oscilloscope Screenshot Showing an AM Modulated Input Signal and the Response from the AD Rev. D Page 14 of 19

77 Data Sheet AD8317 Figure 33 shows the response of the AGC RF output to a pulse on VSET. As VSET decreases from 1.7 V to 0.4 V, the AGC loop responds with an RF burst. In this configuration, the input signal to the ADL5330 is a 1 GHz sine wave at a power level of 15 dbm. I LOG 1.5kΩ 3.5pF AD VOUT CLPF T AD8317 VSET PULSE C FLT ADL5330 OUTPUT CH1 2.00V CH2 50mVΩ M10.0µs A CH1 2.48V T µs Figure 33. Oscilloscope Screenshot Showing the Response Time of the AGC Loop Response time and the amount of signal integration are controlled by CFLT. This functionality is analogous to the feedback capacitor around an integrating amplifier. Although it is possible to use large capacitors for CFLT, in most applications, values under 1 nf provide sufficient filtering. Calibration in controller mode is similar to the method used in measurement mode. A simple 2-point calibration can be done by applying two known VSET voltages or DAC codes and measuring the output power from the VGA. Slope and intercept can then be calculated by: Slope = (VSET1 VSET2)/(POUT1 POUT2) (9) Intercept = POUT1 VSET1/Slope (10) VSETx = Slope (POUTX Intercept) (11) More information on the use of the ADL5330 in AGC applications can be found in the ADL5330 data sheet. OUTPUT FILTERING For applications in which maximum video bandwidth and, consequently, fast rise time are desired, it is essential that the CLPF pin be left unconnected and free of any stray capacitance. The nominal output video bandwidth of 50 MHz can be reduced by connecting a ground-referenced capacitor (CFLT) to the CLPF pin, as shown in Figure 34. This is generally done to reduce output ripple (at twice the input frequency for a symmetric input waveform such as sinusoidal signals) CFLT is selected by Figure 34. Lowering the Postdemodulation Bandwidth C pf FLT (2 1.5 kω Video Bandwidth) (12) The video bandwidth must typically be set to a frequency equal to about one-tenth the minimum input frequency. This ensures that the output ripple of the demodulated log output, which is at twice the input frequency, is well filtered. In many log amp applications, it may be necessary to lower the corner frequency of the postdemodulation filter to achieve low output ripple while maintaining a rapid response time to changes in signal level. An example of a 4-pole active filter is shown in the AD8307 data sheet. OPERATION BEYOND 8 GHz The AD8317 is specified for operation up to 8 GHz, but it provides useful measurement accuracy over a reduced dynamic range of up to 10 GHz. Figure 35 shows the performance of the AD8317 over temperature at 10 GHz when the device is configured as shown in Figure 22. Dynamic range is reduced at this frequency, but the AD8317 does provide 30 db of measurement range within ±3 db of linearity error. V OUT (V) P IN (dbm) Figure 35. VOUT and Log Conformance vs. Input Amplitude at 10.0 GHz, Multiple Devices, RTADJ = Open, CLPF = 1000 pf Implementing an impedance match for frequencies beyond 8 GHz can improve the sensitivity of the AD8317 and measurement range. Operation beyond 10 GHz is possible, but part-to-part variation, most notably in the intercept, becomes significant ERROR (db) Rev. D Page 15 of 19

78 AD8317 Data Sheet EVALUATION BOARD Table 5. Evaluation Board (Rev. A) Configuration Options Component Function Default Conditions VPOS, GND Supply and Ground Connections. Not applicable R1, C1, C2 Input Interface. The 52.3 Ω resistor in Position R1 combines with the internal input impedance of the AD8317 to give a broadband input impedance of about 50 Ω. C1 and C2 are dc-blocking capacitors. A reactive impedance match can be implemented by replacing R1 with an inductor and C1 and C2 with appropriately valued capacitors. R5, R7 Temperature Compensation Interface. The internal temperature compensation network is optimized for input signals up to 3.6 GHz when R7 is 10 kω. This circuit can be adjusted to optimize performance for other input frequencies by changing the value of the resistor in Position R7. See Table 4 for specific RTADJ resistor values. R2, R3, R4, R6, RL, CL Output Interface Measurement Mode. In measurement mode, a portion of the output voltage is fed back to the VSET pin via R2. The magnitude of the slope of the VOUT output voltage response can be increased by reducing the portion of VOUT that is fed back to VSET. R6 can be used as a back-terminating resistor or as part of a single-pole, low-pass filter. R2, R3 Output Interface Controller Mode. In this mode, R2 must be open. In controller mode, the AD8317 can control the gain of an external component. A setpoint voltage is applied to Pin VSET, the value of which corresponds to the desired RF input signal level applied to the AD8317 RF input. A sample of the RF output signal from this variable gain component is selected, typically via a directional coupler, and applied to the AD8317 RF input. The voltage at the VOUT pin is applied to the gain control of the variable gain element. A control voltage is applied to the VSET pin. The magnitude of the control voltage can optionally be attenuated via the voltage divider comprising R2 and R3, or a capacitor can be installed in Position R3 to form a low-pass filter along with R2. C4, C5 Power Supply Decoupling. The nominal supply decoupling consists of a 100 pf filter capacitor placed physically close to the AD8317 and a 0.1 μf capacitor placed nearer to the power supply input pin. C3 Filter Capacitor. The low-pass corner frequency of the circuit that drives the VOUT pin can be lowered by placing a capacitor between CLPF and ground. Increasing this capacitor increases the overall rise/fall time of the AD8317 for pulsed input signals. See the Output Filtering section for more details. R1 = 52.3 Ω (Size 0402) C1 = 47 nf (Size 0402) C2 = 47 nf (Size 0402) R5 = 200 Ω (Size 0402) R7 = open (Size 0402) R2 = 0 Ω (Size 0402) R3 = open (Size 0402) R4 = open (Size 0402) R6 = 1 kω (Size 0402) RL = CL = open (Size 0402) R2 = open (Size 0402) R3 = open (Size 0402) C4 = 0.1 μf (Size 0603) C5 = 100 pf (Size 0402) C3 = 8.2 pf (Size 0402) VPOS TADJ C4 GND RFIN R1 52.3Ω C1 47nF C2 47nF 0.1µF C5 100pF INLO VPOS TADJ VOUT AD8317 R5 200Ω R7 OPEN INHI COMM CLPF VSET C3 8.2pF R3 OPEN VOUT_ALT R4 OPEN R6 R2 0Ω 1kΩ CL OPEN V SET RL OPEN V OUT Figure 36. Evaluation Board Schematic Rev. D Page 16 of 19

79 Data Sheet AD8317 Figure 37. Component Side Layout Figure 38. Component Side Silkscreen Rev. D Page 17 of 19

80 AD8317 Data Sheet DIE INFORMATION X ADI AD Y DB1 5 BOND PAD STATISTICS ALL MEASURMENTS IN MICRONS. MINIMUM PASSIVATION OPENING: MIN PAD PITCH: 89 DIE SIZE CALCULATION ALL MEASURMENTS IN MICRONS. DIEX (WIDTH OF DIE IN X DIRECTION) = 670 DIEY (WIDTH OF DIE IN Y DIRECTION) = 1325 DIE THICKNESS = 305 MICRONS BALL BOND SHEAR STRENGTH SPECIFICATION: MINIMUM 15 GRAMS Figure 39. Die Outline Dimensions Table 6. Die Pad Function Descriptions Pad No. X Coordinate 1 Y Coordinate 2 Mnemonic Description INHI RF Input. Nominal input range of 50 dbm to 0 dbm, referenced to 50 Ω; ac-coupled RF input. 2, 2 213, , +347 COMM Device Common. Connect both pads to a low impedance ground plane CLPF Loop Filter Capacitor. In measurement mode, this capacitor sets the pulse response time and video bandwidth. In controller mode, the capacitance on this node sets the response time of the error amplifier/integrator VSET Setpoint Control Input for Controller Mode or Feedback Input for Measurement Mode VOUT Measurement and Controller Output. In measurement mode, VOUT provides a decreasing linear-in db representation of the RF input signal amplitude. In controller mode, VOUT is used to control the gain of a VGA or VVA with a positive gain sense (increasing voltage increases gain) TADJ Temperature Compensation Adjustment. Frequency-dependent temperature compensation is set by connecting a ground-referenced resistor to this pin VPOS Positive Supply Voltage: 3.0 V to 5.5 V INLO RF Common for INHI. AC-coupled RF common. DB COMM Device Common. Connect to a low impedance ground plane. 1 Die X (width of die in X direction) = Die Y (width of die in Y direction) = Rev. D Page 18 of 19

81 Data Sheet AD8317 OUTLINE DIMENSIONS DETAIL A (JEDEC 95) 0.20 MIN PIN 1 INDICATOR AREA TOP VIEW BSC EXPOSED PAD BOTTOM VIEW 1 P IN 1 INDICATOR AR EA OP TIONS (SEE DETAIL A) PKG SEATING PLANE SIDE VIEW MAX 0.02 NOM REF Figure Lead Lead Frame Chip Scale Package [LFCSP] 2 mm 3 mm Body and 0.75 mm Package Height (CP-8-23) Dimensions shown in millimeters FOR PROPER CONNECTION OF THE EXPOSED PAD, REFER TO THE PIN CONFIGURATION AND FUNCTION DESCRIPTIONS SECTION OF THIS DATA SHEET ORDERING GUIDE Model 1 Temperature Range Package Description Package Option Marking Code AD8317ACPZ-R7 40 C to +85 C 8-Lead LFCSP, 7 Tape and Reel CP-8-23 Q1 AD8317ACPZ-R2 40 C to +85 C 8-Lead LFCSP, 7 Tape and Reel CP-8-23 Q1 AD8317ACPZ-WP 40 C to +85 C 8-Lead LFCSP, Waffle Pack CP-8-23 Q1 AD8317ACHIPS 40 C to +85 C Die AD8317-EVALZ Evaluation Board 1 Z = RoHS Compliant Part A Analog Devices, Inc. All rights reserved. Trademarks and registered trademarks are the property of their respective owners. D /19(D) Rev. D Page 19 of 19

82 TL851 SONAR RANGING CONTROL SLSS004 SEPTEMBER 1983 REVISED MARCH 1988 Designed for Use With the TL852 in Sonar Ranging Modules Like the SN28827 Operates With Single Supply Accurate Clock Output for External Use Synchronous 4-Bit Gain Control Output Internal 1.2-V Level Detector for Receive TTL-Compatible Interfaces to Electrostatic or Piezoelectric Transducers description V CC XMIT GND GCD GCA GCB GCC REC N PACKAGE (TOP VIEW) BLNK BINH INIT FILT XTAL2 XTAL1 OSC ECHO The TL851 is an economical digital I 2 L ranging control integrated circuit designed for use with the Texas Instruments TL852 sonar ranging receiver integrated circuit. The TL851 is designed for distance measurement from six inches to 35 feet. The device has an internal oscillator that uses a low-cost external ceramic resonator. With a simple interface and a 420-kHz ceramic resonator, the device will drive a 50-kHz electrostatic transducer. The device cycle begins when Initiate (INIT) is taken to the high logic level. There must be at least 5 ms from initial power-up (V CC ) to the first initiate signal in order for all the device internal latches to reset and for the ceramic-resonator-controlled oscillator to stabilize. The device will transmit a burst of 16 pulses each time INIT is taken high. The oscillator output (OSC) is enabled by INIT. The oscillator frequency is the ceramic resonator frequency divided by 8.5 for the first 16 cycles (during transmit) and then the oscillator frequency changes to the ceramic resonator frequency divided by 4.5 for the remainder of the device cycle. When used with an external 420-kHz ceramic resonator, the device internal blanking disables the receive input (REC) for 3.8 ms after initiate to exclude false receive inputs that may be caused by transducer ringing. The internal blanking feature also eliminates echos from objects closer than 1.3 feet from the transducer. If it is necessary to detect objects closer than 1.3 feet, then the internal blanking may be shortened by taking the blanking inhibit (BINH) high, enabling the receive input. The blanking input (BLNK) may be used to disable the receive input and reset ECHO to a low logic level at any time during the device cycle for selective echo exclusion or for a multiple-echo mode of operation. The device provides a synchronous 4-bit gain control output (12 steps) designed to control the gain of the TL852 sonar ranging receiver integrated circuit. The digital gain control waveforms are shown in Figure 2 with the nominal transition times from INIT listed in the Gain Control Output Table. The threshold of the internal receive level detector is 1.2 V. The TL851 operates over a supply voltage range of 4.5 V to 6.8 V and is characterized for operation from 0 C to 40 C. PRODUCTION DATA information is current as of publication date. Products conform to specifications per the terms of Texas Instruments standard warranty. Production processing does not necessarily include testing of all parameters. Copyright 1988, Texas Instruments Incorporated POST OFFICE BOX DALLAS, TEXAS

83 TL851 SONAR RANGING CONTROL SLSS004 SEPTEMBER 1983 REVISED MARCH 1988 functional block diagram STEP NUMBER GAIN CONTROL OUTPUT TABLE GCD GCC GCB GCA L L L L L L L L H H H H L L L L H H H H L L L L L L L H L L H H L L H H L H L H L H L H L H L H TIME (ms) FROM INITIATE 2.38 ms 5.12 ms 7.87 ms ms ms ms ms ms ms ms ms INIT This is the time to the end of the indicated step and assumes a nominal 420-kHz ceramic resonator. FILT VCC kHz Oscillator Filtered Supply Frequency Divider Gain Step Counter 10 2 OSC XMIT XTAL1 XTAL2 INIT G CLR + CLR CT 16 CT 208 CT > 16 Transmit Enable GCA GCB GCC GCD Internal Blanking Blanking Latch BINH 15 S BLNK 16 R Echo Latch REC V R S 9 ECHO GND 3 2 POST OFFICE BOX DALLAS, TEXAS 75265

84 TL851 SONAR RANGING CONTROL SLSS004 SEPTEMBER 1983 REVISED MARCH 1988 absolute maximum ratings over operating free-air temperature range (unless otherwise noted) Voltage range at any pin with respect to GND V to 7 V Voltage range at any pin with respect to V CC V to 0.5 V Continuous total dissipation at (or below) 25 C free-air temperature (see Note 1) mw Operating free-air temperature range C to 40 C Storage temperature range C to 150 C Lead temperature 1,6 mm (1/16 inch) from case for 10 seconds C Stresses beyond those listed under absolute maximum ratings may cause permanent damage to the device. This is a stress rating only, and functional operation of the device at these or any other conditions beyond those indicated in the recommended operating conditions section of this specification is not implied. Exposure to absolute-maximum-rated conditions for extended periods may affect device reliability. NOTE 1: For operation above 25 C, derate linearly at the rate of 9.2 mw/ C. recommended operating conditions MIN MAX UNIT Supply voltage, VCC V High-level input voltage, VIH BLNK, BINH, INIT 2.1 V Low-level input voltage, VIL BLNK, BINH, INIT 0.6 V Delay time, power up to INIT high 5 ms Operating free-air temperature, TA 0 40 C electrical characteristics over recommended ranges of supply voltage and operating free-air temperature PARAMETER TEST CONDITIONS MIN TYP MAX UNIT Input current BLNK, BINH, INIT VI = 2.1 V 1 ma High-level output current, IOH ECHO, OSC, GCA, GCB, GCC, GCD VOH = 5.5 V 100 µa Low-level output current, IOH ECHO, OSC, GCA, GCB, GCC, GCD IOL = 1.6 ma 0.4 V On-state output current SMIT output VO = 1 V 140 ma Internal blanking interval REC input 2.38 ms OSC output 49.4 Frequency during 16-pulse transmit period khz XMIT output 49.4 Frequency after 16-pulse transmit period Supply current, ICC OSC output 93.3 XMIT output 0 During transmit period 260 After transmit period 55 Typical values are at VCC = 5 V and TA = 25 C. These typical values apply for a 420-kHz ceramic resonator. khz ma POST OFFICE BOX DALLAS, TEXAS

85 TL851 SONAR RANGING CONTROL SLSS004 SEPTEMBER 1983 REVISED MARCH 1988 schematics of inputs and outputs EQUIVALENT OF BLNK, BINH AND INIT INPUTS TYPICAL OF ECHO, OSC, GCA, GCB, GCC, AND GCD OUTPUTS XMIT OUTPUTS VCC Input Ref Output 5 Ω Output 500 Ω Step No INIT GCA GCB GCC GCD Figure 1. Digital Gain Control Waveforms 4 POST OFFICE BOX DALLAS, TEXAS 75265

86 TL851 SONAR RANGING CONTROL SLSS004 SEPTEMBER 1983 REVISED MARCH 1988 VCC INIT XMIT BINH BLNK (L) (L) 16 Pulses Internal Blanking REC ECHO (Input from TL852) 2.38 ms 1.2 V Figure 2. Example of Single-Echo-Mode Cycle When Used With the TL852 Receiver and 420-kHz Ceramic Resonator POST OFFICE BOX DALLAS, TEXAS

87 PACKAGE OPTION ADDENDUM 6-Feb-2020 PACKAGING INFORMATION Orderable Device Status (1) Package Type Package Drawing Pins Package Qty Eco Plan TL851CD ACTIVE SOIC D Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CDR ACTIVE SOIC D Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CDR ACTIVE SOIC D Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CDRG4 ACTIVE SOIC D Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CDRG4 ACTIVE SOIC D Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CN ACTIVE PDIP N Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CN ACTIVE PDIP N Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CNE4 ACTIVE PDIP N Green (RoHS & no Sb/Br) TL851CNE4 ACTIVE PDIP N Green (RoHS & no Sb/Br) (2) Lead/Ball Finish (6) MSL Peak Temp (3) Op Temp ( C) Device Marking (4/5) NIPDAU Level-1-260C-UNLIM TL851C NIPDAU Level-1-260C-UNLIM TL851C NIPDAU Level-1-260C-UNLIM TL851C NIPDAU Level-1-260C-UNLIM TL851C NIPDAU Level-1-260C-UNLIM TL851C NIPDAU N / A for Pkg Type TL851CN NIPDAU N / A for Pkg Type TL851CN NIPDAU N / A for Pkg Type TL851CN NIPDAU N / A for Pkg Type TL851CN Samples (1) The marketing status values are defined as follows: ACTIVE: Product device recommended for new designs. LIFEBUY: TI has announced that the device will be discontinued, and a lifetime-buy period is in effect. NRND: Not recommended for new designs. Device is in production to support existing customers, but TI does not recommend using this part in a new design. PREVIEW: Device has been announced but is not in production. Samples may or may not be available. OBSOLETE: TI has discontinued the production of the device. (2) RoHS: TI defines "RoHS" to mean semiconductor products that are compliant with the current EU RoHS requirements for all 10 RoHS substances, including the requirement that RoHS substance do not exceed 0.1% by weight in homogeneous materials. Where designed to be soldered at high temperatures, "RoHS" products are suitable for use in specified lead-free processes. TI may reference these types of products as "Pb-Free". RoHS Exempt: TI defines "RoHS Exempt" to mean products that contain lead but are compliant with EU RoHS pursuant to a specific EU RoHS exemption. Green: TI defines "Green" to mean the content of Chlorine (Cl) and Bromine (Br) based flame retardants meet JS709B low halogen requirements of <=1000ppm threshold. Antimony trioxide based flame retardants must also meet the <=1000ppm threshold requirement. (3) MSL, Peak Temp. - The Moisture Sensitivity Level rating according to the JEDEC industry standard classifications, and peak solder temperature. Addendum-Page 1

88 PACKAGE OPTION ADDENDUM 6-Feb-2020 (4) There may be additional marking, which relates to the logo, the lot trace code information, or the environmental category on the device. (5) Multiple Device Markings will be inside parentheses. Only one Device Marking contained in parentheses and separated by a "~" will appear on a device. If a line is indented then it is a continuation of the previous line and the two combined represent the entire Device Marking for that device. (6) Lead/Ball Finish - Orderable Devices may have multiple material finish options. Finish options are separated by a vertical ruled line. Lead/Ball Finish values may wrap to two lines if the finish value exceeds the maximum column width. Important Information and Disclaimer:The information provided on this page represents TI's knowledge and belief as of the date that it is provided. TI bases its knowledge and belief on information provided by third parties, and makes no representation or warranty as to the accuracy of such information. Efforts are underway to better integrate information from third parties. TI has taken and continues to take reasonable steps to provide representative and accurate information but may not have conducted destructive testing or chemical analysis on incoming materials and chemicals. TI and TI suppliers consider certain information to be proprietary, and thus CAS numbers and other limited information may not be available for release. In no event shall TI's liability arising out of such information exceed the total purchase price of the TI part(s) at issue in this document sold by TI to Customer on an annual basis. Addendum-Page 2

89 PACKAGE MATERIALS INFORMATION 26-Feb-2019 TAPE AND REEL INFORMATION *All dimensions are nominal Device Package Type Package Drawing Pins SPQ Reel Diameter (mm) Reel Width W1 (mm) A0 (mm) B0 (mm) K0 (mm) P1 (mm) W (mm) Pin1 Quadrant TL851CDR SOIC D Q1 Pack Materials-Page 1

90 PACKAGE MATERIALS INFORMATION 26-Feb-2019 *All dimensions are nominal Device Package Type Package Drawing Pins SPQ Length (mm) Width (mm) Height (mm) TL851CDR SOIC D Pack Materials-Page 2

91

92

93

94 IMPORTANT NOTICE AND DISCLAIMER TI PROVIDES TECHNICAL AND RELIABILITY DATA (INCLUDING DATASHEETS), DESIGN RESOURCES (INCLUDING REFERENCE DESIGNS), APPLICATION OR OTHER DESIGN ADVICE, WEB TOOLS, SAFETY INFORMATION, AND OTHER RESOURCES AS IS AND WITH ALL FAULTS, AND DISCLAIMS ALL WARRANTIES, EXPRESS AND IMPLIED, INCLUDING WITHOUT LIMITATION ANY IMPLIED WARRANTIES OF MERCHANTABILITY, FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE OR NON-INFRINGEMENT OF THIRD PARTY INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS. These resources are intended for skilled developers designing with TI products. You are solely responsible for (1) selecting the appropriate TI products for your application, (2) designing, validating and testing your application, and (3) ensuring your application meets applicable standards, and any other safety, security, or other requirements. These resources are subject to change without notice. TI grants you permission to use these resources only for development of an application that uses the TI products described in the resource. Other reproduction and display of these resources is prohibited. No license is granted to any other TI intellectual property right or to any third party intellectual property right. TI disclaims responsibility for, and you will fully indemnify TI and its representatives against, any claims, damages, costs, losses, and liabilities arising out of your use of these resources. TI s products are provided subject to TI s Terms of Sale ( or other applicable terms available either on ti.com or provided in conjunction with such TI products. TI s provision of these resources does not expand or otherwise alter TI s applicable warranties or warranty disclaimers for TI products. Mailing Address: Texas Instruments, Post Office Box , Dallas, Texas Copyright 2020, Texas Instruments Incorporated

95 XIAMEN AMOTEC DISPLAY CO.,LTD SPECIFICATIONS OF LCD MODULE MODULE NO : ADM1602K-NSW-FBS/3.3V DOC.REVISION: 00 SIGNATURE DATE PREPARED BY (RD ENGINEER) $ CHECKED BY APPROVED BY

96 DOCUMENT REVISION HISTORY VERSINO DATE DESCRIPTION CHANGED BY 00 Oct First issue CONTENTS Item Page Functions & Features 3 Mechanical specifications 3 Dimensional Outline 4 Absolute maximum ratings 5 Block diagram 5 Pin description 5 Contrast adjust 6 Optical characteristics 6 Electrical characteristics 6 Timing Characteristics 7-8 Instruction description9-12 Display character address code: 12 character pattern 13 Quality Specifications / 2

97 1. Features 1. 5x8 dots with cursor 2. 16characters *2lines display 3. 4-bit or 8-bit MPU interfaces 4. Built-in controller (ST7066 or equivalent) 5. Display Mode & Backlight Variations 6. ROHS Compliant LCD type TN FSTN FSTN Negative STN Yellow Green STN Gray STN Blue Negative View direction 6 O clock 12 O clock Rear Polarizer Reflective Transflective Transmissive Backlight Type LED EL Internal Power 3.3V Input CCFL External Power 5.0V Input Backlight Color White Blue Amber Yellow-Green Temperature Range Normal Wide Super Wide DC to DC circuit Build-in Not Build-in Touch screen With Without Font type English-Japanese English-Europen English-Russian other 2. MECHANICAL SPECIFICATIONS Module size Viewing area Character size Character pitch Weight 80.0mm(L)*36.0mm(W)* Max13.5(H)mm 64.5mm(L)*16.4mm(W) 3.00mm(L)*5.23mm(W) 3.51mm(L)*5.75mm(W) Approx. 3 / 3

98 3. Outline dimension REV DESCRIPTION: 5 6 DATE A A B B C D Feature: 1. Display mode: FSTN/ Negative/ Transmissive 2. Driving: Duty:1/16, 1/5 Bais, VLCD: 3.0V 3. Viewing Direction: 6 O'clock 4. Backlight: LED sidelight(white) 5. Driver : ST7066 VDD: 3.3 V 6. Operating temp. : 0 c~+50 C Storage temp. : -10 c~+60 C 7. ROHS Compliant WITHOUT BKL SIDE BKL ARRAY BKL Model Name: ADM1602K-NSW-FBS/3.3V GENERAL TOL: ± 0.2 APPROVALS DWN: Lin CHK: APP: Guoxiang Ye DATE T DRAWN NO. SIZE: T A4 UNIT mm mm SCALE: PIN SIGNAL 1 VSS 2 VDD 3 V0 4 RS 5 R/W 6 E 7 DB0 8 DB1 9 DB2 10 DB3 11 DB4 12 DB5 13 DB6 14 DB7 15 LED+ 16 LED- XIAMEN AMOTEC DISPLAY CO.,LTD UNIT: mm 6 Page: 1-1 C D

99 4. Absolute maximum ratings Item Symbol Standard Unit Power voltage VDD-VSS Input voltage V IN VSS - VDD Operating temperature range V OP Storage temperature range V ST Block diagram V k 6. Interface pin description External Pin no. Symbol Function connection 1 Vss Signal ground for LCM 2 VDD Power supply Power supply for logic for LCM 3 V0 Contrast adjust 4 RS MPU Register select signal 5 R/W MPU Read/write select signal 6 E MPU Operation (data read/write) enable signal 7~10 DB0~DB3 MPU Four low order bi-directional three-state data bus lines. Used for data transfer between the MPU and the LCM. These four are not used during 4-bit operation. 11~14 DB4~DB7 MPU Four high order bi-directional three-state data bus lines. Used for data transfer between the MPU 15 LED+ LED BKL power Power supply for BKL 16 LED- supply Power supply for BKL

100 7. Contrast adjust VLCD VLCD VDD~V0: LCD Driving voltage VR: 10k~20k 8. Optical characteristics : :00 3:00 6:00 STN type display module (Ta=25k, VDD=3.3V) Item Symbol Condition Min. Typ. Max. Unit 1 20 Viewing angle 2 40 Crƒ deg 2 35 Contrast ratio Cr Response time (rise) Tr Response time (fall) Tr ms 9. Electrical characteristics DC characteristics Parameter Symbol Conditions Min. Typ. Max. Unit Supply voltage for LCD VDD-V0 Ta =25k V Input voltage VDD Supply current IDD Ta=25k, VDD=3.3V ma Input leakage current ILKG ua H level input voltage VIH VDD L level input voltage VIL Twice initial value or less H level output voltage VOH LOH=-0.25mA V L level output voltage VOL LOH=1.6mA Backlight supply voltage VF Backlight supply current I LED VLED=3.3 V R=25 16 ma 6 / 6

101 10. Timing Characteristics Write cycle (Ta=25k, VDD=3.3V) Parameter Symbol Test pin Min. Typ. Max. Unit Enable cycle time tc Enable pulse width tw E Enable rise/fall time tr, tf RS; R/W setup time tsu RS; R/W RS; R/W address hold th1 RS; R/W time Read data output delay tsu DB0~DB7 Read data hold time th Write mode timing diagram ns VIH1 VIL1 tsu1 th1 VIL1 VIL1 tw th1 VIH1 VIL1 tr tsu2 VIH1 VIL1 th2 tf VIL1 VIH1 VIL1 VALID DATA VIH1 VIL1 tc Read cycle (Ta=25k, VDD=3.3V) Parameter Symbol Test pin Min. Typ. Max. Unit Enable cycle time tc Enable pulse width tw E Enable rise/fall time tr, tf RS; R/W setup time tsu RS; R/W ns RS; R/W address hold th RS; R/W time Read data output delay td DB0~DB7 Read data hold time tdh Read mode timing diagram VIH1 VIL1 tsu th VIL1 VIL1 tw th tf VIH1 VIL1 tr td VIH1 VIL1 tdh VIL1 VIH1 VIL1 VALID DATA VIH1 VIL1 tc 7 / 7

102 11. FUNCTION DESCRIPTION 11.1 System Interface This chip has all two kinds of interface type with MPU : 4-bit bus and 8-bit bus. 4-bit bus and 8-bit bus is selected by DL bit in the instruction register Busy Flag (BF) When BF = High, it indicates that the internal operation is being processed. So during this time the next instruction cannot be accepted. BF can be read, when RS = Low and R/W = High (Read Instruction Operation), through DB7 port. Before executing the next instruction, be sure that BF is not high Address Counter (AC) Address Counter (AC) stores DDRAM/CGRAM address, transferred from IR. After writing into (reading from) DDRAM/CGRAM, AC is automatically increased (decreased) by 1. When RS = Low and R/W = High, AC can be read through DB0 DB6 ports Display Data RAM (DDRAM) DDRAM stores display data of maximum 80 x 8 bits (80 characters). DDRAM address is set in the address counter (AC) as a hexadecimal number. Display position DDRAM address A 0B 0C 0D 0E 0F DDRAM address A 4B 4C 4D 4E 4F 11.5 CGROM (Character Generator ROM) CGROM has a 5 x 8 dots 204 characters pattern and a 5 x 10 dots 32 characters pattern. CGROM has 204 character patterns of 5 x 8 dots CGRAM (Character Generator RAM) CGRAM has up to 5 8 dot, 8 characters. By writing font data to CGRAM, user defined characters can be used. Relationship between CGRAM Addresses, Character Codes (DDRAM) and Character patterns (CGRAM Data) Notes: 1. Character code bits 0 to 2 correspond to CGRAM address bits 3 to 5 (3 bits: 8 types). 2. CGRAM address bits 0 to 2 designate the character pattern line position. The 8 th line is the cursor position 8 / 8

103 and its display is formed by a logical OR with the cursor. Maintain the 8 th line data, corresponding to the cursor display position, at 0 as the cursor display. If the 8 th line data is 1, 1 bit will light up the 8 th line regardless of the cursor presence. 3. Character pattern row positions correspond to CGRAM data bits 0 to 4 (bit 4 being at the left). 4. As shown Table, CGRAM character patterns are selected when character code bits 4 to 7 are all 0. However, since character code bit 3 has no effect, the R display example above can be selected by either character code 00H or 08H for CGRAM data corresponds to display selection and 0 to non-selection. - : Indicates no effect Cursor/Blink Control Circuit It controls cursor/blink ON/OFF at cursor position Outline To overcome the speed difference between the internal clock of ST7066 and the MPU clock, ST7066 performs internal operations by storing control in formations to IR or DR. The internal operation is determined according to the signal from MPU, composed of read/write and data bus (Refer to Table7). Instructions can be divided largely into four groups: 1) ST7066 function set instructions (set display methods, set data length, etc.) 2) Address set instructions to internal RAM 3) Data transfer instructions with internal RAM 4) Others The address of the internal RAM is automatically increased or decreased by 1. Note: during internal operation, busy flag (DB7) is read High. Busy flag check must be preceded by the next instruction. 9 / 9

104 11.9 Instruction Table Instruction RS R/W DB7 DB6 DB 5 Clear Display Return Home Entry mode Set Display ON/ OFF control Cursor or Display shift Function set Set CGRAM Address Set DDRAM Address Read busy Flag and Address Write data to Address Read data From RAM Instruction code DB4 DB3 DB2 DB DB I/D SH D C B S/C R/L DL N F AC5 AC4 AC3 AC2 AC1 AC AC6 AC5 AC4 AC3 AC2 AC1 AC0 0 1 BF AC6 AC5 AC4 AC3 AC2 AC1 AC0 1 0 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 1 1 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Description Write 20H to DDRA and set DDRAM address to 00H from AC Set DDRAM address to 00H From AC and return cursor to Its original position if shifted. The contents of DDRAM are not changed. Assign cursor moving direction And blinking of entire display Set display (D), cursor (C), and Blinking of cursor (B) on/off Control bit. Set cursor moving and display Shift control bit, and the Direction, without changing of DDRAM data. Set interface data length (DL: 8- Bit/4-bit), numbers of display Line (N: =2-line/1-line) and, Display font type (F: 5x11/5x8) Set CGRAM address in address Counter. Set DDRAM address in address Counter. Whether during internal Operation or not can be known By reading BF. The contents of Address counter can also be read. Write data into internal RAM (DDRAM/CGRAM). Read data from internal RAM (DDRAM/CGRAM). Execution time (fosc= 270 KHZ 1.53ms 1.53ms 39us 39us 39us 39us 39us 0us 43us 43us NOTE: When an MPU program with checking the busy flag (DB7) is made, it must be necessary 1/2fosc is necessary for executing the next instruction by the falling edge of the E signal after the busy flag (DB7) goes to Low. 11.3Contents 1) Clear display RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB Clear all the display data by writing 20H (space code) to all DDRAM address, and set DDRAM address to 00H into AC (address counter). Return cursor to the original status, namely, bring the cursor to the left edge on the fist line of the display. Make the entry mode increment (I/D= High ). 2) Return home RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB Return home is cursor return home instruction. 10 / 10

105 Set DDRAM address to 00H into the address counter. Return cursor to its original site and return display to its original status, if shifted. Contents of DDRAM does not change. 3) Entry mode set RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB I/D SH Set the moving direction of cursor and display. I/D: increment / decrement of DDRAM address (cursor or blink) When I/D= high, cursor/blink moves to right and DDRAM address is increased by 1. When I/D= Low, cursor/blink moves to left and DDRAM address is increased by 1. *CGRAM operates the same way as DDRAM, when reading from or writing to CGRAM. SH: shift of entire display When DDRAM read (CGRAM read/write) operation or SH= Low, shifting of entire display is not performed. If SH = High and DDRAM write operation, shift of entire display is performed according to I/D value. (I/D= high. shift left, I/D= Low. Shift right). 4) Display ON/OFF control RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB D C B Control display/cursor/blink ON/OFF 1 bit register. D: Display ON/OFF control bit When D= High, entire display is turned on. When D= Low, display is turned off, but display data remains in DDRAM. C: cursor ON/OFF control bit When D= High, cursor is turned on. When D= Low, cursor is disappeared in current display, but I/D register preserves its data. B: Cursor blink ON/OFF control bit When B= High, cursor blink is on, which performs alternately between all the High data and display characters at the cursor position. When B= Low, blink is off. 5) Cursor or display shift RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB S/C R/L - - Shifting of right/left cursor position or display without writing or reading of display data. This instruction is used to correct or search display data. During 2-line mode display, cursor moves to the 2nd line after the 40th digit of the 1st line. Note that display shift is performed simultaneously in all the lines. When display data is shifted repeatedly, each line is shifted individually. When display shift is performed, the contents of the address counter are not changed. Shift patterns according to S/C and R/L bits S/C R/L Operation 0 0 Shift cursor to the left, AC is decreased by Shift cursor to the right, AC is increased by Shift all the display to the left, cursor moves according to the display 1 1 Shift all the display to the right, cursor moves according to the display 6) Function set RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB DL N F / 11

106 DL: Interface data length control bit When DL= High, it means 8-bit bus mode with MPU. When DL= Low, it means 4-bit bus mode with MPU. Hence, DL is a signal to select 8-bit or 4-bit bus mode. When 4-but bus mode, it needs to transfer 4-bit data twice. N: Display line number control bit When N= Low, 1-line display mode is set. When N= High, 2-line display mode is set. F: Display line number control bit When F= Low, 5x8 dots format display mode is set. When F= High, 5x11 dots format display mode. 7) Set CGRAM address RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB AC5 AC4 AC3 AC2 AC1 AC0 Set CGRAM address to AC. The instruction makes CGRAM data available from MPU. 8) Set DDRAM address RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB AC6 AC5 AC4 AC3 AC2 AC1 AC0 Set DDRAM address to AC. This instruction makes DDRAM data available form MPU. When 1-line display mode (N=LOW), DDRAM address is form 00H to 4FH.In 2-line display mode (N=High), DDRAM address in the 1st line form 00H to 27H, and DDRAM address in the 2nd line is from 40H to 67H. 9) Read busy flag & address RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0 0 1 BF AC6 AC5 AC4 AC3 AC2 AC1 AC0 This instruction shows whether SPLC780D is in internal operation or not. If the resultant BF is High, internal operation is in progress and should wait BF is to be LOW, which by then the nest instruction can be performed. In this instruction you can also read the value of the address counter. 10) Write data to RAM RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0 1 0 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Write binary 8-bit data to DDRAM/CGRAM. The selection of RAM from DDRAM, and CGRAM, is set by the previous address set instruction (DDRAM address set, CGRAM address set). RAM set instruction can also determine the AC direction to RAM. After write operation. The address is automatically increased/decreased by 1, according to the entry mode. 11) Read data from RAM RS R/W DB7 DB6 DB5 DB4 DB3 DB2 DB1 DB0 1 1 D7 D6 D5 D4 D3 D2 D1 D0 Read binary 8-bit data from DDRAM/CGRAM. The selection of RAM is set by the previous address set instruction. If the address set instruction of RAM is not performed before this instruction, the data that has been read first is invalid, as the direction of AC is not yet determined. If RAM data is read several times without RAM address instructions set before, read operation, the correct RAM data can be obtained from the second. But the first data would be incorrect, as there is no time margin to transfer RAM data. In case of DDRAM read operation, cursor shift instruction plays the same role as DDRAM address set 12 / 12

107 instruction, it also transfers RAM data to output data register. After read operation, address counter is automatically increased/decreased by 1 according to the entry mode. After CGRAM read operation, display shift may not be executed correctly. NOTE: In case of RAM write operation, AC is increased/decreased by 1 as in read operation. At this time, AC indicates next address position, but only the previous data can be read by the read instruction. 13 / 13

108 12.Standard character pattern 14 / 14

109 13. QUALITY SPECIFICATIONS 13.1 Standard of the product appearance test Manner of appearance test: The inspection should be performed in using 20W x 2 fluorescent lamps. Distance between LCM and fluorescent lamps should be 100 cm or more. Distance between LCM and inspector eyes should be 30 cm or more. Viewing direction for inspection is 45 from vertical against LCM. Fluorescent Lamps 30cm min 100cm min 45 o 45 o LCM LCD Definition of zone: A Zone B Zone A Zone: Active display area (minimum viewing area). B Zone: Non-active display area (outside viewing area). 15 / 15

110 13.2 Specification of quality assurance AQL inspection standard Sampling method: MIL-STD-105E, Level II, single sampling Defect classification (Note: * is not including) Classify Item Note AQL Major Display state Short or open circuit LC leakage Flickering No display Wrong viewing direction Contrast defect (dim, ghost) 2 Back-light 1,8 Non-display Flat cable or pin reverse 10 Wrong or missing component 11 Minor Display Background color deviation state Black spot and dust 3 Line defect, Scratch 4 Rainbow 5 Chip 6 Pin hole 7 Protruded 12 Polarizer Bubble and foreign material 3 Soldering Poor connection 9 Wire Poor connection 10 TAB Position, Bonding strength / 16

111 Note on defect classification No. Item Criterion 1 Short or open circuit Not allow LC leakage Flickering No display Wrong viewing direction Wrong Back-light 2 Contrast defect Refer to approval sample Background deviation color 3 Point defect, Black spot, dust (including Polarizer) φ = (X+Y)/2 X Y Point Acceptable Qty. Size φ<0.10 Disregard 0.10<φ <φ <φ φ> Unit mm 4 Line defect, Scratch L W Line Acceptable Qty. L W ƒW Disregard 3.0ƒL 0.03ƒW 2.0ƒL 0.05ƒW 2 1.0ƒL 0.1 W <W Applied as point defect Unit: mm 5 Rainbow Not more than two color changes across the viewing area. 17 / 17

112 No Item Criterion 6 Chip Remark: X: Length direction Z X Y t Acceptable criterion X Y Z 2 0.5mm 9/2 Y: Short direction Z: Thickness direction t: Glass thickness W: Terminal Width Z X Y Acceptable criterion X Y Z 2 0.5mm 9 Acceptable criterion Y X Y Z shall not reach to ITO X W X Y Acceptable criterion X Y Z Z Disregard Y Acceptable criterion X Y Z t/3 X Z 18 / 18

113 No. Item Criterion 7 Segment pattern W = Segment width φ = (X+Y)/2 (1) Pin hole φ < 0.10mm is acceptable. X X Point Size Acceptable Qty Y φ W Disregard Y W< φ W 1 φ W 0 W Unit: mm 8 Back-light 9 Soldering (1) The color of backlight should correspond its specification. (2) Not allow flickering (1) Not allow heavy dirty and solder ball on PCB. (The size of dirty refer to point and dust defect) (2) Over 50% of lead should be soldered on Land. Lead Land 50% lead 10 Wire 11* PCB (1) Copper wire should not be rusted (2) Not allow crack on copper wire connection. (3) Not allow reversing the position of the flat cable. (4) Not allow exposed copper wire inside the flat cable. (1) Not allow screw rust or damage. (2) Not allow missing or wrong putting of component. 19 / 19

114 No Item Criterion 12 Protruded W: Terminal Width W Y Acceptable criteria: Y 0.4 X 13 TAB 1. Position H H1 W W1 TAB ITO W1 1/3W H1 1/3H 2 TAB bonding strength test F TAB P (=F/TAB bonding width) ƒ650gf/cm,(speed rate: 1mm/min) 5pcs per SOA (shipment) 14 Total no. of acceptable Defect A. Zone Maximum 2 minor non-conformities per one unit. Defect distance: each point to be separated over 10mm B. Zone It is acceptable when it is no trouble for quality and assembly in customer s end product. 20 / 20

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 3.1. Diagram Blok Sistem Suplly Display Card RF RFID Atmega328 Buzzer Driver motor Motor Gambar 3.1 Diagram blok system 3.1.1. Fungsi-fungsi diagram blok 1. Blok card

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Microcontroller Arduino Uno. Power Supply. Gambar 3.1 Blok Rangkaian Lampu LED Otomatis

BAB III PERANCANGAN. Microcontroller Arduino Uno. Power Supply. Gambar 3.1 Blok Rangkaian Lampu LED Otomatis BAB III PERANCANGAN Bab ini membahas perancangan Lampu LED otomatis berbasis Platform Mikrocontroller Open Source Arduino Uno. Microcontroller tersebut digunakan untuk mengolah informasi yang telah didapatkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. ACS712 dengan menggunakan Arduino Nano serta cara kerjanya.

BAB II LANDASAN TEORI. ACS712 dengan menggunakan Arduino Nano serta cara kerjanya. BAB II LANDASAN TEORI Di bab ini, akan dijelaskan komponen-komponen utama yang digunakan untuk merancang pembuatan suatu prototype kwh meter digital dengan menggunakan sensor ACS712 dengan menggunakan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi timbangan digital daging ayam beserta harga berbasis mikrokontroler ini terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C. BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.

Lebih terperinci

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Jenis Mikrokontroler AVR dan spesifikasinya Flash adalah suatu jenis Read Only Memory yang biasanya diisi dengan program

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik pintu gerbang otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini sensor

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan sistem dan realisasi perangkat keras dan perangkat lunak dari setiap modul yang mendukung alat secara keseluruhan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Bab ini akan membahas tentang perancangan sistem yang digunakan dari alat pengukur tinggi bensin pada reservoir SPBU. Dalam membuat suatu sistem harus dilakukan analisa mengenai

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat

BAB III PERANCANGAN SISTEM. perancangan mekanik alat dan modul elektronik sedangkan perancangan perangkat BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak ( Software). Pembahasan perangkat keras meliputi perancangan mekanik

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. meliputi dua Perancangan yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak

BAB III PERANCANGAN. meliputi dua Perancangan yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak BAB III PERANCANGAN Prototipe Smart Urinal sebagai salah satu sarana Medical Check Up meliputi dua Perancangan yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan perangkat keras

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Penelitian Terdahulu Sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian ini akan dicantumkan beberapa hasil penelitian terdahulu : Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Baggage Arrival System Baggage Arrival System merupakan sebuah sistem konveyor penanganan bagasi pada area kedatangan di bandara. Adapun fungsi konveyor ini adalah memindahkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus 37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus 2015. Perancangan dan pembuatan dilaksanakan di laboratorium Elektronika

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Penyaji Minuman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 29 BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 3.1.Diagram Blok Sistem Power Supply LCD Sensor DHT22 Atmega8 Buzzer Gambar 3.1 Diagram Blok System 3.1.1.Fungsi-fungsi diagram blok 1. Blok Power Supply sebagai pemberi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan.

BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan. BAB III METODE PENELITIAN 3.1. METODE PENELITIAN Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu sebagai berikut : Studi literatur, yaitu dengan mempelajari beberapa referensi yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas dasar teori yang berhubungan dengan perancangan skripsi antara lain motor servo, LCD Keypad Shield, rangkaian pemantik, mikrokontroler arduino uno dan kompor

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI...

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN... ABSTRAK... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... LEMBAR PERSETUJUAN... PERNYATAAN KEASLIAN... ABSTRAK... ABSTRACT... i ii iv v vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR SINGKATAN...

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. AMR_Voice Smartphone Android. Module Bluetooth untuk komunikasi data. Microcontroller Arduino Uno. Motor Servo untuk Pintu

BAB III PERANCANGAN. AMR_Voice Smartphone Android. Module Bluetooth untuk komunikasi data. Microcontroller Arduino Uno. Motor Servo untuk Pintu BAB III PERANCANGAN Bab ini membahas perancangan otomatisasi peralatan rumah tangga berbasis Platform Mikrocontroller Open Source Arduino Uno. Microcontroller tersebut digunakan untuk mengolah informasi

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

Lebih terperinci

Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor

Sistem Minimum Mikrokontroler. TTH2D3 Mikroprosesor Sistem Minimum Mikrokontroler TTH2D3 Mikroprosesor MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang memiliki

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah

Lebih terperinci

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535

MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 MICROCONTROLER AVR AT MEGA 8535 Dwisnanto Putro, S.T., M.Eng. MIKROKONTROLER AVR Mikrokontroler AVR merupakan salah satu jenis arsitektur mikrokontroler yang menjadi andalan Atmel. Arsitektur ini dirancang

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560 BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Sensor Ultrasonik. Microcontroller Arduino Uno. Buzzer LED LCD. Gambar 3.1 Blok Rangkaian

BAB III PERANCANGAN. Sensor Ultrasonik. Microcontroller Arduino Uno. Buzzer LED LCD. Gambar 3.1 Blok Rangkaian BAB III PERANCANGAN Bab ini membahas perancangan sensor parkir mobil berbasis Platform Mikrocontroller Open Source Arduino Uno. Microcontroller tersebut digunakan untuk mengolah informasi yang telah dikirimkan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1PHOTODIODA Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1PHOTODIODA Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1PHOTODIODA Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi jari animatronik berbasis mikrokontroler ini menggunakan beberapa metode rancang bangun yang pembuatannya terdapat

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM 24 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Rangkaian Perancangan system monitoring Thermometer data logger menggunakan Arduino uno, yang berfungsi untuk mengontrol atau memonitor semua aktifitas yang

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI MASALAH

BAB III DESKRIPSI MASALAH BAB III DESKRIPSI MASALAH 3.1 Perancangan Hardware Perancangan hardware ini meliputi keseluruhan perancangan, artinya dari masukan sampai keluaran dengan menghasilkan energi panas. Dibawah ini adalah diagram

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN AMMETER DC TIPE NON-DESTRUCTIVE BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR EFEK HALL ACS712

RANCANG BANGUN AMMETER DC TIPE NON-DESTRUCTIVE BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR EFEK HALL ACS712 RANCANG BANGUN AMMETER DC TIPE NON-DESTRUCTIVE BERBASIS MIKROKONTROLER ATmega8535 DENGAN SENSOR EFEK HALL ACS712 Dwi Cahyorini Wulandari, Wildian Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas Kampus Unand,

Lebih terperinci

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika

TAKARIR. Akumulator Register yang digunakan untuk menyimpan semua proses aritmatika TAKARIR AC (Alternating Current) Adalah sistem arus listrik. Sistem AC adalah cara bekerjanya arus bolakbalik. Dimana arus yang berskala dengan harga rata-rata selama satu periode atau satu masa kerjanya

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. tertarik dalam menciptakan objek atau lingkungan yang interaktif.

BAB II DASAR TEORI. tertarik dalam menciptakan objek atau lingkungan yang interaktif. BAB II DASAR TEORI 2.1 Karakteristik Ikan Karakteristik ikan yang dapat dihitung ialah ikan yang dapat hidup di berbagai lingkungan air tawar, misalnya ikan lele. Ikan lele hidup di air tawar, tahan penyakit,

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. AVR(Alf and Vegard s Risc processor) ATMega32 merupakan 8 bit mikrokontroler berteknologi RISC (Reduce Instruction Set Computer).

BAB II DASAR TEORI. AVR(Alf and Vegard s Risc processor) ATMega32 merupakan 8 bit mikrokontroler berteknologi RISC (Reduce Instruction Set Computer). BAB II DASAR TEORI Bab ini menjelaskan konsep dan teori dasar yang mendukung perancangan dan realisasi sistem. Penjelasan ini meliputi mikrokontroler AVR, perangkat sensor, radio frequency, RTC (Real Time

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi dengan menggunakan metodologi perancangan prototyping, prinsip kerja rangkaian berdasarkan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas dasar teori yang berhubungan dengan perancangan skripsi antara lain fungsi dari function generator, osilator, MAX038, rangkaian operasional amplifier, Mikrokontroler

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 36 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Perancangan, pembuatan dan pengambilan data dilaksanakan di

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan perancangan alat, yaitu perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. Perancangan perangkat keras terdiri dari perangkat elektronik

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Dalam bidang teknologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia adalah produk yang berkualitas, hemat energi, menarik, harga murah, bobot ringan,

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM 36 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Rangkaian Perancangan sistem traffic light pada empat persimpangan pada jalan raya ini menggunakan Arduino uno, yang berfungsi untuk mengontrol atau memonitor

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan dan implementasi wajah animatronik berbasis mikrokontroler ini menggunakan beberapa metode rancang bangun yang pembuatannya

Lebih terperinci

PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3

PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3 PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3 Sofyan 1), Catur Budi Affianto 2), Sur Liyan 3) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra Jalan Tentara

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PEANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Pendahuluan Dalam Bab ini akan dibahas pembuatan seluruh sistem perangkat yang ada pada Perancangan Dan Pembuatan Alat Aplikasi pengendalian motor DC menggunakan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang dipakai pada skripsi ini. 3.1. Perancangan dan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Uraian Umum Dalam perancangan alat akses pintu keluar masuk menggunakan pin berbasis mikrokontroler AT89S52 ini, penulis mempunyai pemikiran untuk membantu mengatasi

Lebih terperinci

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di

BAB III TEORI PENUNJANG. Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di BAB III TEORI PENUNJANG 3.1. Microcontroller ATmega8 Microcontroller adalah sebuah sistem fungsional dalam sebuah chip. Di dalamnya terkandung sebuah inti proccesor, memori (sejumlah kecil RAM, memori

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar 28 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar dan Laboratorium Pemodelan Jurusan Fisika Universitas Lampung. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Sistem Blok diagram dari sistem AVR standalone programmer adalah sebagai berikut : Tombol Memori Eksternal Input I2C PC SPI AVR

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT. menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin

BAB III PERANCANGAN ALAT. menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat diperlikan adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatannya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Computer. Parallel Port ICSP. Microcontroller. Motor Driver Encoder. DC Motor. Gambar 3.1: Blok Diagram Perangkat Keras BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Blok Diagram Perangkat Keras Sistem perangkat keras yang digunakan dalam penelitian ini ditunjukkan oleh blok diagram berikut: Computer Parallel Port Serial Port ICSP Level

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, dimana BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5]

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Sensor MLX 90614[5] BAB II DASAR TEORI Dalam bab ini dibahas beberapa teori pendukung yang digunakan sebagai acuan dalam merealisasikan skripsi yang dibuat. Teori-teori yang digunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah sensor

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Analisa Kebutuhan Sistem Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu kesatuan sistem yang berupa perangkat lunak, perangkat keras, dan manusianya itu sendiri.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. berinteraksi dengan mudah dan interaksi dengan masyarakat umum juga menjadi

BAB II LANDASAN TEORI. berinteraksi dengan mudah dan interaksi dengan masyarakat umum juga menjadi BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Bahasa Isyarat Abjad Bahasa isyarat adalah media komunikasi bagi para penderita tuna-rungu agar dapat berinteraksi dengan para penderita tuna-rungu lainnya dan manusia normal,

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Identifikasi Kebutuhan Proses pembuatan alat penghitung benih ikan ini diperlukan identifikasi kebutuhan terhadap sistem yang akan dibuat, diantaranya: 1. Perlunya rangkaian

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai prinsip kerja rangkaian yang disusun untuk merealisasikan sistem alat, dalam hal ini Bluetooth sebagai alat komunikasi penghubung

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT KERAS 3.1. Pendahuluan Perangkat pengolah sinyal yang dikembangkan pada tugas sarjana ini dirancang dengan tiga kanal masukan. Pada perangkat pengolah sinyal

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis Dengan LED Matrix Berbasis Arduino adalah suatu sistem media penyampaian informasi di dalam ruangan yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi

BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK. Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi 68 BAB III PERANCANGAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1. Gambaran Umum Perangkat keras dari alat ini secara umum terdiri dari rangkaian dibagi perangkat elektronik. Perancangan rangkaian elektronika terdiri

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM 27 BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Diagram Blok Sistem Diagram merupakan pernyataan hubungan yang berurutan dari satu atau lebih komponen yang memiliki satuam kerja tersendiri dan setiap

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM

BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM BAB III PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM 3.1. Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Pembahasan ini meliputi pembahasan perangkat

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1. Gambaran Umum Sistem Sistem yang akan dibuat memiliki fungsi untuk menampilkan kondisi volume air pada tempat penampungan air secara real-time. Sistem ini menggunakan sensor

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan instrumen elektrik drum menggunakan sensor infrared berbasis mikrokontroler ini menggunakan beberapa metode rancang bangun yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM

BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM BAB III ANALISIS MASALAH DAN RANCANGAN PROGRAM III.1. Analisa Masalah Dalam perancangan sistem otomatisasi pemakaian listrik pada ruang belajar berbasis mikrokontroler terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu membuktikan hasil

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu membuktikan hasil BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu membuktikan hasil penelitian dengan cara melakukan percobaan. Pada bab ini akan dijelaskan langkah langkah yang ditempuh dalam

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat pengaturan air dan nutrisi secara otomatis yang mampu mengatur dan memberi nutrisi A dan B secara otomatis berbasis

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan sistem keamanan pada kendaraan roda dua menggunakan sidik jari berbasis mikrokontroler ini terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource,

BAB II DASAR TEORI. Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat opensource, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei 2012. Adapun tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di Laboratorium Elektronika Dasar

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM. Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global.

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM. Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global. BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT KERAS DAN PERANGKAT LUNAK SISTEM 3.1 Perancangan Perangkat Keras 3.1.1 Blok Diagram Dari diagram sistem dapat diuraikan metode kerja sistem secara global. Gambar

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan argo becak motor berbasis arduino dan GPS ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan tersebut

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Alat Pendeteksi Uang Palsu Beserta Nilainya Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori dasar yang digunakan untuk pembuatan pintu gerbang otomatis berbasis Arduino yang dapat dikontrol melalui komunikasi Transifer dan Receiver

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan alat pengukuran tinggi badan dan berat badan berbasis mikrokontroler dan interface ini terdapat beberapa masalah yang harus

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu mikroposesor plus. Mikrokontroler adalah otak dari suatu sistem elektronika seperti halnya mikroprosesor sebagai otak komputer.

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Sikonek, rumah tinggal Sunggal, dan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Sikonek, rumah tinggal Sunggal, dan Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Perancangan ini telah dilakukan pada bulan Februari sampai April 2017 di Sikonek, rumah tinggal Sunggal, dan Perpustakaan. 3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat yang

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul 19 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Perancangan Perancangan merupakan tata cara pencapaian target dari tujuan penelitian. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian

Lebih terperinci

BAB 3: PERANCANGAN DAN SISTEM KERJA RANGKAIAN. Bab ini membahas tentang perencanaan dan pembuatan sistem secara

BAB 3: PERANCANGAN DAN SISTEM KERJA RANGKAIAN. Bab ini membahas tentang perencanaan dan pembuatan sistem secara Untuk mempermudah penulisan tugas akhir ini, penulis membuat suatu sistematika penulisan yang terdiri dari : BAB 1: PENDAHULUAN Bab ini akan membahas latar belakang tugas akhir, identifikasi masalah, batasan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. [10]. Dengan pengujian hanya terbatas pada remaja dan didapatkan hasil rata-rata

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. [10]. Dengan pengujian hanya terbatas pada remaja dan didapatkan hasil rata-rata BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Sebelumnya pernah dilakukan penelitian terkait dengan alat uji kekuatan gigit oleh Noviyani Agus dari Poltekkes Surabaya pada tahun 2006 dengan judul penelitian

Lebih terperinci

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Diagram Blok Sistem Blok diagram dibawah ini menjelaskan bahwa ketika juri dari salah satu bahkan ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat akuisisi data termokopel 8 kanal. 3.1. Gambaran Sistem Alat yang direalisasikan

Lebih terperinci

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN: Sistem Logger Suhu dengan Menggunakan Komunikasi Gelombang Radio

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN: Sistem Logger Suhu dengan Menggunakan Komunikasi Gelombang Radio Sistem Logger Suhu dengan Menggunakan Komunikasi Gelombang Radio Setiyo Budiyanto Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana JL. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta, 11650 Telepon:

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem

BAB III PERANCANGAN. Mikrokontroler ATMEGA Telepon Selular User. Gambar 3.1 Diagram Blok Sistem BAB III PERANCANGAN 3.1 Prnsip Kerja Sistem Sistem yang akan dibangun, secara garis besar terdiri dari sub-sub sistem yang dikelompokan ke dalam blok-blok seperti terlihat pada blok diagram pada gambar

Lebih terperinci

BAB III MIKROKONTROLER

BAB III MIKROKONTROLER BAB III MIKROKONTROLER Mikrokontroler merupakan sebuah sistem yang seluruh atau sebagian besar elemennya dikemas dalam satu chip IC, sehingga sering disebut single chip microcomputer. Mikrokontroler merupakan

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERENCANAAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Pendahuluan Dalam bab ini akan dibahas pembuatan seluruh sistem perangkat dari Sistem Interlock pada Akses Keluar Masuk Pintu Otomatis dengan Identifikasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 PENDAHULUAN Pengukuran tinggi badan menggunakan ARDUINO adalah alat yang digunakan untuk mengukur tinggi badan seseorang dengan cara digital. Alat ini menggunakan sebuah IC yang

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan Alat Pengaduk Adonan Kue ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan tersebut antara

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan

BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 PERANCANGAN PERANGKAT KERAS Setelah mempelajari teori yang menunjang dalam pembuatan alat, maka langkah berikutnya adalah membuat suatu rancangan dengan tujuan untuk mempermudah

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Gambaran Umum Pada bab ini akan dibahas mengenai perencanaan perangkat keras elektronik (hardware) dan pembuatan mekanik robot. Sedangkan untuk pembuatan perangkat

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Realisasi Perangkat Keras Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan sensor suhu LM35 ditunjukkan pada gambar berikut : 8 6

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik gorden dan lampu otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik pembersih lantai otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini

Lebih terperinci