SISTEM PENGONTROLAN PH NUTRISI OTOMATIS PADA RANGKAIAN HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) SKRIPSI ELEAZAR REYMOND GEA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SISTEM PENGONTROLAN PH NUTRISI OTOMATIS PADA RANGKAIAN HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) SKRIPSI ELEAZAR REYMOND GEA"

Transkripsi

1 SISTEM PENGONTROLAN PH NUTRISI OTOMATIS PADA RANGKAIAN HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) SKRIPSI ELEAZAR REYMOND GEA PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2019

2 SISTEM PENGONTROLAN PH NUTRISI OTOMATIS PADA RANGKAIAN HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh ijazah Sarjana Ilmu Komputer ELEAZAR REYMOND GEA PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2019

3 ii PERSETUJUAN Judul : SISTEM PENGONTROLAN PH NUTRISI OTOMATIS PADA RANGKAIAN HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) Kategori : SKRIPSI Nama : Eleazar Reymond Gea Nomor Induk Mahasiswa : Program Studi : SARJANA (S1) ILMU KOMPUTER Fakultas : ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Komisi Pembimbing : Diluluskan di Medan, 05 Juli 2019 Pembimbing 2 Pembimbing 1 Elviwani ST, S.Kom, M.Kom NIP Dr. Poltak Sihombing, M.Kom NIP Diketahui/disetujui oleh Program Studi S1 Ilmu Komputer Ketua, Dr. Poltak Sihombing, M.Kom. NIP

4 iii PERNYATAAN SISTEM PENGONTROLAN PH NUTRISI OTOMATIS PADA RANGKAIAN HIDROPONIK DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) SKRIPSI Saya mengaku bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing telah disebutkan sumbernya. Medan, 05 Juli 2019 Eleazar Reymond Gea

5 iv PENGHARGAAN Segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah Tritunggal yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengerjakan dan menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer, pada Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara. Pada proses pengerjaan skripsi, penulis menyadari bahwa banyak pihak yang turut membantu, baik itu secara moral, materi maupun motivasi dalam penulisan tugas akhir ini. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Runtung Sitepu, S.H, M.Hum selaku Rektor Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Prof. Opim Salim Sitompul, M.Sc selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Dr. Poltak Sihombing, M.Kom selaku Ketua Program Studi S1 Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara sekaligus Dosen Pembanding I yang telah memberikan kritik dan saran dalam penyempurnaan skirpsi ini. 4. Ibu Elviwani ST, S.Kom, M.Kom., selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan arahan, kritik dan saran kepada penulis dalam pengerjaan skripsi ini. 5. Ibu Dian Rachmawati, S.Si., M.Kom Selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan arahan, nasihat serta motivasi selama masa perkuliahan kepada penulis. 6. Seluruh dosen, tenaga pengajar dan pegawai di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi USU yan telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 7. Papa Hezkia S.H dan Mama Setiowati untuk setiap doa yang diucapkan, semangat yang diberikan, serta keringat dan air mata yang harus menetes dalam perjuangan memberikan pendidikan yang baik kepada penulis, adik penulis Cornelius Gea untuk setiap doa, semangat serta pengertiannya yang diberikan selama penulis menyelesaikan skipsi ini.

6 v 8. Teman-teman kuliah penulis, stambuk 2014 khususnya KOM B 2014 yang selama ini banyak memberikan pelajaran hidup yang berarti kepada penulis, terkhusus Rifki Bawono, Noviatika Sari, Ahmad Fadhil, Meisy, Patricia Yvette, Winny Mardhatika, Ardi Sahputra, M. Apis Al Qadri, Maya Masitha. 9. Saudara Muhari Akbar yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Dan kepada teman-teman dari KOM lain yaitu Rido Meivaldi, Julio Paulus, dan teman-teman lainnya yang juga turut membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi ini. 10. Kepada teman teman seperjuangan dalam mengusahan keberlangsungan sidang dan terealisasinya bebas UKT terkhusus kepada Maya, Tika, Pojik, Teuh, Wesley, Samuel, Furqan, Bang Ridho, Enos, Arif dan teman teman lainnya yang mengambil bagian dalam proses ini. 11. Rekan-rekan pengurus UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa) Fotografi USU angkatan IX yang telah memberikan banyak dukungan, tempat belajar berorganisasi yang benar, dan menimba pengalaman. 12. Teman-teman seperjuangan yang memberikan perhatian, dukungan terbaik, ilmu dan keceriaan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, yaitu Meisy, Tika, Rifky, Fadhil, Hafiz, Muhari, Maya. 13. Adinda Citra Praja Zipora Zebua S.Tr.Keb yang telah memberi dukungan, semangat serta motivasi dalam berbagai hal. 14. Semua - pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis ucapkan satu demi satu yang telah membantu penyelesaian laporan ini. Semoga Allah SWT memberikan berkah, kesehatan, dan keselamatan bagi semua pihak yang telah mendukung penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Semoga penelitian ini bermanfaat kepada seluruh orang terutama kepada penulis sendiri. Medan, 05 Juli 2019 Penulis, Eleazar Reymond Gea

7 vi ABSTRAK Salah satu solusi dalam mengatasi masalah keterbatasan lahan pertanian adalah dengan menerapkan metode bercocok tanam hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Kelebihan metode ini yaitu tanaman tidak mudah mati dikarenakan aliran air yang tinggi sehingga akar tetap terendam air dalam kondisi apapun, baik saat listrik padam atau pompa tidak dapat menyuplai air dengan optimal. Salah satu parameter terpenting dari metode ini adalah menjaga kadar ph agar selalu diposisi ideal di 5,5 hingga 6,5. Pada penelitian kali ini sistem pengontrolan ph nutrisi otomatis dibuat menggunakan Arduino UNO dan sensor ph air serta driver motor sebagai pengatur kecepatan pompa pada sistem. Menggunakan modul Bluetooth sistem ini mampu mengirim informasi ph nutrisi ke smartphone Android pengguna. Kata Kunci : ph Air, Arduino, Arduino UNO, Sensor ph air, Android

8 vii AUTOMATIC NUTRITION PH CONTROL SYSTEM IN DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) HYDROPONICS ABSTRACT One solution to overcome the problem of limited agricultural land is by applying the Deep Flow Technique (DFT) hydroponic farming method. The advantages of this method are that plants do not easily die due to high water flow so that the roots remain submerged in water under any conditions, either when the electricity goes out or the pump cannot supply water optimally. One of the most important parameters of this method is to keep the ph level in an ideal position at 5.5 to 6.5. In this study the automatic ph control system was made using Arduino UNO and water ph sensor and motor driver as a regulator of pump speed in the system. Using the Bluetooth module this system is able to send nutritional ph information to the user's Android smartphone. Keywords: Water ph, Arduino, Arduino UNO, Water ph Sensor, Android

9 viii DAFTAR ISI Hal Persetujuan Pernyataan Penghargaan Abstrak Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Daftar Lampiran ii iii iv vi viii x xi xiii BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Metodologi Penelitian Sistematika Penulisan 4 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1. Arduino Arduino UNO Sensor ph Probe E201-BNC Bluetooth HC Mini Submersible water pump DC 3-6V Sistem Operasi Android Logika if else Derajat Keasaman (ph) ph Swing Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) Larutan Nutrisi Penelitian yang Relevan 20 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Analisis masalah Analisis Kebutuhan Kebutuhan Fungsional 22

10 Kebutuhan Non-Fungsional Pemodelan Sistem Use Case Activity Diagram Flowchart Blok Diagram Sistem Perancangan Sistem Perancangan Perangkat Keras Main Board (Arduino) Sensor ph Probe Modul L298N Perancangan Perangkat Lunak 33 BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1. Implementasi Sistem Konstruksi Utama Sensor ph Air E201-BNC Bluetooth HC L298N Pompa Air mini DC Daya Listrik Penggabungan Perangkat Keras Experimental Setup Pembuatan Perangkat Lunak Perangkat Lunak Arduino Uno Perngkat Lunak Android Menu utama Pengujian Alat Pengujian Sensor ph Air Pengujian Pembacaan Sensor pada Sampel Air Pengujian pada Sampel Cairan ph Buffer Pengujian pada Sampel Cairan ph Buffer Pengujian pada Sampel Air Coca-cola Pengujian pada Sampel Air Sumur Pengujian pada Sampel Air RO (Reverse Osmosis) Pengujian pada Sampel Larutan Nutrisi Hidroponik Hasil Akhir Pengujian pada Sampel Air Pengujian Pembacaan Sensor pada Sistem Hidroponik DFT Pengujian Pompa Mini Submersible DC 55 BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Saran 57 DAFTAR PUSTAKA 59 ix

11 x DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Operasi Relasi 11 Tabel 2.2. Operasi Logika 12 Tabel 3.1. Naratif Use Case Proses Menghubungkan Smartphone dengan Arduino 24 Tabel 3.2. Narrative Use Case Sistem 25 Tabel 3.3. Rancangan Board Mikrokontoller Arduino UNO 30 Tabel 4.1. Data Uji Sensor ph Air 42 Tabel 4.2. Pengujian ph dengan Sampel ph buffer Tabel 4.3. Pengujian ph dengan Sampel ph buffer Tabel 4.4. Pengujian ph dengan Sampel Air Coca-Cola 46 Tabel 4.5. Pengujian ph dengan Sampel Air Sumur 47 Tabel 4.6. Pengujian ph dengan Sampel Air RO (Reverse Osmosis) 48 Tabel 4.7. Pengujian ph dengan Sampel Larutan Nutrisi Hidroponik 49 Tabel 4.8. Pengujian Sensor ph 50 Tabel 4.9. Data Uji pada Larutan Nutrisi Hidroponik 50 Hal

12 xi DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Bentuk Fisik Arduino 7 Gambar 2.2. Bentuk Fisik Sensor ph E201-BNC 8 Gambar 2.3. Bentuk Fisik Bluetooth HC-05 9 Gambar 2.4. Pompa air DC mini 10 Gambar 2.5. Skala Derajat Keasaman (ph) 13 Gambar 2.6. Kertas Indikator ph 14 Gambar 2.7. KOH Padat 16 Gambar 2.8. Air Aki (Merah) 16 Gambar 2.9. Hidroponik Kangkung DFT Skala Besar 18 Gambar Skema sederhana Hidroponik DFT 19 Gambar 3.1. Diagram Fishbone Masalah Penelitian 22 Gambar 3.2. Use case Diagram Robot Pendeteksi Kelayakan Air bersih 24 Gambar 3.3. Activity Diagram Sistem 26 Gambar 3.4. Flowchart Sistem 27 Gambar 3.5. Blok Diagram Sistem 28 Gambar 3.6. Bentuk Fisik Arduino 30 Gambar 3.7. Bentuk Fisik Sensor ph Air 32 Gambar 3.8. Bentuk Fisik Driver Motor L298N 33 Gambar 3.9. Rancangan Layout Utama 33 Gambar 4.1. Arduino Uno R3 35 Gambar 4.2. mini Breadboard 36 Gambar 4.3. Sensor Air E201-BNC 36 Gambar 4.4. Sensor Bluetooth HC Gambar 4.5. Modul L298N 37 Gambar 4.6. Mini Submersible water pump DC 38 Gambar 4.7. Baterai Lithium Ion 38 Gambar 4.8. Perangkat Keras Sistem 39 Gambar 4.9. Experimental setup Tangki Penampung Nutrisi 39 Gambar Source code Arduino 40 Gambar (a) Layout sebelum terkoneksi 41 (b) Layout setelah terkoneksi 41 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Cairan ph Buffer Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Cairan ph Buffer Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Air Coca-Cola 46 Hal

13 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Air Sumur 47 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Air RO (Reverse Osmosis) 48 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Larutan Nutrisi Hidroponik 49 Gambar Sampel Air 49 Gambar Grafik Hasil Pengujian Sensor ph 50 Gambar Grafik Hasil Perhitungan ph Air Larutan Nutrisi 51 Gambar Hasil Perhitungan ph Nutrisi Syifa Hidroponik 52 Gambar Posisi Perangkat di Kebun Syifa Hidroponik dengan Sistem DFT 52 Gambar Tanaman Bayam Merah 53 Gambar Tanaman Bayam Hijau 53 Gambar Tanaman Kangkung 54 Gambar Genangan Air pada Sistem DFT 54 Gambar Pembibitan Kangkung 55 Gambar Pembibitan Bayam Hijau 55 Gambar Perangkat Bekerja Otomatis 56 xii

14 xiii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Listing Program A-1 Lampiran 2 Curriculum Vitae B-1 Lampiran 3 SK Dosen Pembimbing C-1 Lampiran 4 Surat Permohonan Riset D-1 Lampiran 5 Surat Balasan Riset E-1 Lampiran 6 SK Tim Penguji Skripsi F-1 Hal

15 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan industri semakin maju dengan pesat. Perkembangan tersebut banyak yang menggeser lahan pertanian, lebih-lebih di daerah sekitar perkotaan. Akibatnya lahan pertanian semakin berkurang. Disisi lain kebutuhan akan hasil pertanian semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Sehingga muncul inovasi-inovasi yang lebih efisien untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu perkembangan tersebut yaitu metode pertanian seperti budidaya sistem hidroponik. Hidroponik sangat cocok diterapkan pada daerah yang mengalami keterbatasan lahan cocok tanam. Terdapat beberapa sistem hidroponik yang sering digunakan oleh para petani hidroponik. Salah satunya sistem Deep Flow Technique (DFT) yaitu metode budidaya tanaman dimana air nutrisi dipompa menuju wadah atau talang tanaman setebal 3-5cm dengan kemiringan tertentu dan akan mengalir kembali ke tangki penampung air nutrisi. Keunggulan sistem DFT diantaranya tanaman tidak mudah mati karena aliran air yang tinggi sehingga akar tetap terendam air dalam kondisi apapun, baik saat listrik padam atau pompa tidak dapat menyuplai air dengan optimal. Sehingga sistem ini menjadi lebih fleksibel dalam menghemat pemakaian listrik. Agar mendapat hasil panen maksimal, maka petani hidroponik haruslah memantau potential of Hydrogen (ph) atau derajat keasaman air nutrisi. Karena jika ph air nutrisi tidak sesuai dengan ph ideal tanaman tersebut maka daya serap nutrisi pada akar akan berkurang. Akibatnya tanaman akan kekurangan nutrisi dan dampak ekstrimnya akar tanaman akan membusuk. Perubahan ph air nutrisi tersebut dikarenakan berbagai factor seperti media tanam, proses fotosintesis dan respirasi, maupun bakteri. Oleh karena itu nilai ph air nutrisi perlu disesuaikan dengan ph ideal setiap tanaman.

16 2 Pada penelitian sebelumnya oleh Dian Pancawati dan Andik Yulianto dalam jurnal yang berjudul Implementasi Fuzzy Logic Controller untuk Mengatur ph Nutrisi pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Dalam penelitian ini membuat sistem pengendalian yang khusus yaitu alat yang dapat melakukan proses penyeimbang derajat keasaman air nutrisi secara otomatis dengan logika fuzzy dengan lima fungsi keanggotaan (membership function) yaitu Negatif Besar, Negatif Kecil, Zero atau Netral, Positif Kecil dan Positif Besar. Dengan logika fuzzy maka fungsi keanggotaan tersebut akan diolah sehingga diperoleh hasil berupa pengontrolan ph air nutrisi sesuai dengan ph ideal suatu tanaman. Dan juga penelitian dari Al Qalit, Fardian, dan Aulia Rahman dalam jurnal online mereka yang berjudul Rancang Bangun Prototipe Pemantauan Kadar ph dan Kontrol Suhu Serta Pemberian Pakan Otomatis pada Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Berbasis IoT membahas tentang sistem pengecekan ph, pengecekan suhu, dan otomatisasi pemberian pakan pada kolam lele sangkuriang. Dimana air kolam harus memiliki ph kisaran 6,5-9,0 dan suhu C. Jika kondisi air kolam melewati batas wajar bagi pertumbuhan lele, maka system akan menguras kolam secara sebagian dan diisi kembali secara otomatis. Penelitian ini menggunakan sensor ph air SEN0161, Sensor suhu DS18B20, dan sensor water level yang terhubung dengan Arduino UNO. Dari penelitian diatas, maka pada judul yang saya ajukan ini, saya akan membuatnya dengan Arduino UNO R3 karena penggunaannya yang mudah dan ukurannya yang praktis dengan sensor ph air SEN0161 menggunakan logika fuzzy dalam pengambilan keputusan. Dan hasil output dari sistem ini berupa tampilan yang ada di layar hp Android yang dikirm menggunakan modul bluetooth sehingga memudahkan penggunanya. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana cara mengetahui ph dari air nutrisi pada rangkaian hidroponik menggunakan sensor ph air berbasis android,

17 3 2. Bagaimana cara mengatur ph air nutrisi pada rangkaian hidroponik, 3. Bagaimana mengirim data dari arduino ke android menggunakan modul Bluetooth. 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah penelitian sebagai berikut: 1. Medium yang diukur hanya air nutrisi pada tangki penampung. 2. ph ideal berada pada range 5,5-6,5. 3. Hanya menghitung ph larutan nutrisi pada system hidroponik Deep Flow Technique (DFT). 4. Hanya menghitung ph pada medium air saja. 5. Penghitungan ph air nutrisi hidroponik menggunakan sensor ph air E201-BNC. 6. Pengiriman data hanya menggunakan perangkat Bluetooth. 7. Penelitian ini menggunakan sistem minimum berupa Arduino Uno R3. 8. Menggunakan bahasa pemrograman C. 9. Menggunakan logika Fuzzy. 1.4 Tujuan Penilitian Tujuan Penelitian ini adalah: 1. Mengetahui ph air pada tangki penampung nutrisi. 2. Mengontrol ph air nutrisi pada tangki penampung agar didapatkan ph ideal. 3. Mengirimkan nilai ph ke device android dengan menggunakan modul Bluetooth. 1.5 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mempermudah petani hidroponik dalam mendapatkan informasi ph air nutrisi dan pengontrolan ph air ideal di setiap rangkaian sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT).

18 4 1.6 Metodologi Penelitian Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Studi Pustaka Tahap ini penelitian dimulai dengan cara mencari referensi dari berbagai sumber yang terpercaya dan melakukan peninjauan pustaka melalui buku-buku, artikel ilmiah, dan penelitian-penelitian lainnya dalam bentuk jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini. 2. Analisa dan Perancangan Pada tahap ini, dilakukan Analisa apa saja yang diperlukan dalam penelitian sehingga dapat dirancang diagram alir(flowchart). 3. Implementasi Pada tahap ini, perancangan sistem dibuat menggunakan aplikasi berbasis android dengan melihat diagram alir yang telah dibuat. 4. Pengujian Pada tahap ini, prototype sistem yang telah dirancang dilakukan uji coba menggunakan medium air. 5. Dokumentasi Pada tahap ini, penelitian yang telah dilakukan, didokumentasikan mulai dari tahap analisa sampai kepada pengujian dalam bentuk skripsi. 1.7 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi in iterdiri dari beberapa bagian utama, yang terdiri dari beberapa bab-bab berikut: BAB 1 PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang dari penelitian yang akan dilakukan yang berjudul Sistem Pengontrolan ph Nutrisi Otomatis pada Rangkaian Hidroponik Deep Flow Technique (DFT), rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.

19 5 BAB 2 BAB 3 BAB 4 BAB 5 LANDASAN TEORI Bab ini berisi penjelasan secara umum mengenai arduino, sensor ph probe, modul Bluetooth, motor DC, derajat keasaman (ph), logika fuzzy, dan penelitian yang relevan dan beberapa teori yang mendukung dalam penelitian. ANALISIS DAN PERANCANGAN Bab ini berisi analisis terhadap masalah penelitian dan perancangan sistem yang akan dibangun sebagai solusi permasalahan tersebut. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini berisi implementasi dari sistem yang telah dibangun sesuai dengan analisis dan perancangan. Kemudian melakukan pengujian sistem untuk menyeseuaikan dengan rancangan yang telah dibuat. KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari uraian setiap bab sebelumnya dan saran berdasarkan hasil pengujian agar bermanfaat bagi penelitian selanjutnya.

20 6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Arduino Arduino merupakan platform prototipe elektronik yang bersifat open-source, dimana perangkat keras dan perangkat lunaknya fleksibel dan bebas untuk dimodifikasi. Arduino ditujukan bagi para seniman, desainer, dan siapapun yang tertarik dalam menciptakan objek atau sistem yang interaktif (Andrianto, H & Darmawan, A, 2016). Arduino pada awalnya dikembangkan di Ivrea, Italia. Nama Arduino memiliki arti teman yang kuat. Platform Arduino terdiri dari Arduino board, Arduino shield, bahasa pemrograman Arduino, dan Arduino IDE (Integrated Development Environment). Arduino board biasanya memiliki sebuah chip dasar mikrokontroler Atmel AVR ATmega8 berikut turunannya. Arduino shield adalah sebuah papan yang dapat dipasang diatas Arduino board untuk menambah kemampuan dari Arduino board (Andrianto, H & Darmawan, A, 2016). Bahasa pemrograman Arduino adalah bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk membuat perangkat lunak yang ditanamkan pada Arduino board. Bahasa pemrograman Arduino mirip dengan bahasa pemrograman C++. Arduino IDE adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menulis dan meng-compile program untuk Arduino. Arduino IDE juga digunakan untuk mengupload program yang sudah di-compile memori program Arduino board (Andrianto, H & Darmawan, A, 2016). Semua papan Arduino benar-benar open-source. Memberdayakan pengguna untuk membangun secara independen dan akhirnya menyesuaikannya dengan kebutuhan khusus mereka. Perangkat lunak Arduino juga open-source, dan terus berkembang melalui kontribusi dari pengguna diseluruh dunia. (Arduino, 2017)

21 7 2.2 Arduino UNO Arduino Uno adalah salah satu kit mikrokontroler yang berbasis mikrokontroller ATmega328. Modul ini sudah dilengkapi dengan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mendukung mikrokontroler untuk bekerja, hanya sambungkan ke power suply atau sambungkan melalui kabel USB ke PC Arduino Uno ini sudah siap sedia. Arduino Uno ini memilki 14 pin digital input/output, 6 analog input, sebuah resonator keramik 16MHz, koneksi USB, colokan power input, ICSP header, dan sebuah tombol reset. Arduino memiliki kelebihan tersendiri dibanding board mikrokontroler yang lain selain bersifat open source, arduino juga mempunyai bahasa pemrogramanya sendiri yang berupa bahasa C. Selain itu dalam board arduino sendiri sudah terdapat loader yang berupa USB sehingga memudahkan kita ketika kita memprogram mikrokontroler didalam arduino. Sedangkan pada kebanyakan board mikrokontroler yang lain yang masih membutuhkan rangkaian loader terpisah untuk memasukkan program ketika kita memprogram mikrokontroler. Port USB tersebut selain untuk loader ketika memprogram, bisa juga difungsikan sebagai port komunikasi serial. Arduino Tampak Depan Arduino Tampak Belakang (a) (b) Gambar 2.1. Bentuk Fisik Arduino (Sumber: Sumber: ) Arduino menyediakan 20 pin I/O, yang terdiri dari 6 pin input analog dan 14 pin digital input/output. Untuk 6 pin analog sendiri bisa juga difungsikan sebagai output digital jika diperlukan output digital tambahan selain 14 pin yang sudah tersedia. Untuk mengubah pin analog menjadi digital cukup mengubah konfigurasi

22 8 pin pada program. Dalam board kita bisa lihat pin digital diberi keterangan 0-13, jadi untuk menggunakan pin analog menjadi output digital, pin analog yang pada keterangan board 0-5 kita ubah menjadi pin dengan kata lain pin analog 0-5 berfungsi juga sebagi pin output digital Sifat open source arduino juga banyak memberikan keuntungan tersendiri untuk kita dalam menggunakan board ini, karena dengan sifat open source komponen yang kita pakai tidak hanya tergantung pada satu merek, namun memungkinkan kita bisa memakai semua komponen yang ada dipasaran. Bahasa pemrograman arduino merupakan bahasa C yang sudah disederhanakan sintaks bahasa pemrogramannya sehingga mempermudah kita dalam mempelajari dan mendalami mikrokontroller. 2.3 Sensor ph Probe E201-BNC Sensor ph E201-BNC merupakan sensor pendeteksi tingkat keasaman (acid) atau kebasaan (alkaline) pada media air. Sensor ini mampu mengukur ph dengan konsentrasi larutan yang sangat asam (ph 0) sampai dengan larutan sangat basa (ph 14). Dan dapat bekerja pada suhu air -10 hingga 50 C. Gambar 2.2. Bentuk Fisik Sensor ph E201-BNC (Sumber: ) Sebuah ph meter terdiri dari sebuah elektroda (probe pengukur) yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai ph. Prinsip kerja utama ph meter adalah terletak pada sensor probe berupa electrode kaca dengan cara mengukur jumlah ion H3O+ di dalam larutan. Ujung elektrode kaca adalah lapisan kaca setebal 0.1 mm yang berbentuk bulat (bulb). Bulb ini

23 9 dipasangkan dengan silinder kaca non konduktor atau plastik memanjang. Inti sensor ph terdapat pada permukaan bulb kaca yang memiliki kemampuan untuk bertukar ion positif (H+) dengan larutan terukur. (Qalit, Al. Dkk.2017) 2.4 Bluetooth HC-05 Bluetooth adalah protokol komunikasi wireless yang bekerja pada frekuensi radio 2.4 GHz untuk pertukaran data pada perangkat bergerak seperti pada, laptop, HP, dan lain-lain. Salah satu hasil contoh modul Bluetooth yang paling banyak digunakan adalah tipe HC-05. Modul Bluetooth HC-05 merupakan modul Bluetooth yang bisa menjadi slave ataupun master, hal ini dibuktikan dengan bisa memberikan notifikasi untuk melakukan pairing keperangkat lain, maupun perangkat lain tersebut yang melakukan pairing ke module Bluetooth HC-05. Untuk mengeset perangkat Bluetooth dibutuhkan perintah-perintah AT Command yang mana perintah AT Command tersebut akan di respon oleh perangkat Bluetooth jika modul Bluetooth tidak dalam keadaan terkoneksi dengan perangkat lain. Gambar 2.3. Bentuk Fisik Bluetooth HC-05 (Sumber: ) Seperti dijelaskan di atas, modul HC-05 memiliki dua mode kerja yaitu mode AT Command dan mode Data. Modul HC-05 menggunakan mode Data secara default. Berikut ini adalah keterangan untuk kedua mode tersebut: 1. AT Command. Pada mode ini, modul HC-05 akan menerima instruksi berupa perintah AT Command. Mode ini dapat digunakan untuk mengatur konfigurasi modul HC-05. Perintah AT Command yang dikirimkan ke

24 10 modul HC-05 menggunakan huruf kapital dan diakhiri dengan karakter CRLF (\r\n atau 0x0d 0x0a dalam heksadesimal). 2. Mode Data. Pada mode ini, modul HC-05 dapat terhubung dengan perangkat bluetooth lain dan mengirimkan serta menerima data melalui pin TX dan RX. Konfigurasi koneksi serial pada mode ini menggunakan baudrate: 9600 bps, data: 8 bit, stop bits: 1 bit, parity: None, handshake: None. Adapun password default untuk terhubung dengan modul HC-05 pada mode Data adalah 0000 atau Mini Submersible water pump DC 3-6V Mini submersible water pump DC atau pompa air DC celup mini ini merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Pompa ini dapat bekerja dengan tegangan 3-6Volt dan dapat memompa air sebanyak 120 liter per jam. Kekurangannya adalah air tidak boleh kosong. Karena jika air lebih rendah dari pompa, itu akan merusak motor pada pompa (Kustanti, Ika.2014) Gambar 2.4. Pompa air DC mini (Sumber : /arduino-robot/pompa-air-dc-celupdorong-mini-water-pump-motor-6-volt ) 2.6 Sistem Operasi Android Android adalah sistem operasi berbasis Linux untuk telepon seluler seperti smartphone dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh macam-macam perangkat. (Fitri, Tiya Fadilla 2014)

25 Logika if else Logika If Else adalah logika pengambil keputusan yang merupakan percabangan logika If. Proses pengambilan keputusan biasanya berlaku pada logika benar atau salah, ya atau tidak, dan memenuhi atau tidak. Penentuan untuk pengambilan keputusan didasari oleh operator yang digunakan untuk membandingkan kedua statement If dan Else. Jenis jenis operator yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan pada logika If Else adalah sebagai berikut: 1. Operasi Relasi Operator ini dipakai untuk menyatakan hubungan antar dua buah operand. Tabel 2.1 Operasi Relasi Operator Deskripsi Contoh == Memeriksa apakah kedua operan sama atau tidak. Jika A==B sama maka kondisinya benar(true) tidak true!= Memeriksa apakah kedua operan sama atau tidak. Jika A!=B tidak sama maka kondisinya benar(true) true < Memeriksa apakah nilai operan kiri kurang dari nilai A<B operan kanan.jika ya maka kondisinya true tidak true > Memeriksa apakah nilai operan kiri lebih besar dari A>B nilai operan kanan. Jika ya maka kondisinya true True <= Memeriksa apakah nilai operan kiri lebih kurang sama A<=B dengan dari nilai operan kanan.jika ya maka Tidak true kondisinya true >= Memeriksa apakah nilai operan kiri lebih besar sama A>=B dengan dari nilai operan kanan. Jika ya maka true kondisinya true Dalam bahasa C/C++ tanda sama dengan dilambangkan dengan == bedanya dengan operator = adalah bahwa operator = merupakan operator penugasan misalnya a=2. sedangkan operator == merupakan operator perbandingan. Jadi jika kita ingin melakukan perbadingan antara dua buah nilai kita menggunakan operator == bukan operator =.

26 12 2. Operator Logika Merupakan operator yang digunakan untuk membandingkan 2 buah nilai logika yang ditunjukkan oleh relasi antar 2 buah operan. Nilai logika dapat bernilai benar atau salah tetapi tidak kedua duanya. Tabel 2.2 Operasi Logika Operator Arti && Dan Atau Dapat kita simpulkan bahwa penyelesaian masalah dengan struktur pemilihan atau percabangan adalah suatu cara pemecahan masalah dengan instruksiinstruksi tertentu yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Pernyataan percabangan memungkinkan suatu pernyataan dieksekusi hanya jika suatu kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi. Artinya tidak setiap baris atau langkah algoritma akan dikerjakan. Suatu baris algoritma akan dikerjakan jika kondisinya memenuhi syarat. Struktur pemilihan adalah struktur algoritma yang melakukan proses pengujian untuk mengambil suatu keputusan atau tindakan apakah suatu baris instruksi atau blok instruksi akan diproses atau tidak. (Karina, Nadia Al. 2017) 2.8 Derajat Keasaman (ph) ph atau singkatan dari potential of Hydrogen merupakan derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. PH didefinisikan sebagai kologaritmaaktivitasion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala ph bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang ph-nya ditentukan berdasarkan persetujuan internasional. Konsep ph pertama kali diperkenalkan oleh kimiawan Denmark Søren Peder Lauritz Sørensen pada tahun Tidaklah diketahui dengan pasti makna singkatan "p" pada "ph". Beberapa rujukan mengisyaratkan bahwa p berasal dari

27 13 singkatan untuk power (pangkat), yang lainnya merujuk kata bahasa Jerman Potenz (yang juga berarti pangkat), dan ada pula yang merujuk pada kata potential. Jens Norby berargumen bahwa p adalah sebuah tetapan yang berarti "logaritma negatif". Air murni bersifat netral, dengan ph-nya pada suhu 25 C ditetapkan sebagai 7,0. Larutan dengan ph kurang daripada tujuh disebut bersifat asam, dan larutan dengan ph lebih daripada tujuh dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran ph sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan kimia seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa (keteknikan), dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lainnya juga memakai meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah. Gambar 2.5. Skala Derajat Keasaman (ph) (Sumber: ) Pengukuran ph dilakukan dengan menggunakan ph meter elektronik yang dapat menunjukkan angka ph hingga satu angka desimal dibelakang koma. Selain alat tersebut dapat dilakukan dengan kertas indikator yang disertai peta warna pada kemasannya. Peta warna ini digunakan untuk membandingkan warna yang tampak pada kertas indikator. Warna yang sama antara warna kertas indikator dan peta warna menunjukkan ph larutan yang diukur. (Sutiyoso, Yos.2003)

28 14 Gambar 2.6. Kertas Indikator ph (Sumber: h300/14f154ff-59f b2c2-a1d76b9b4d79w.jpg ) 2.9 ph Swing ph swing atau ph berubah ubah adalah salah satu faktor penentu keberhasilan dalam budidaya hidroponik. Karena pada saat ph rendah (kurang dari 5,5) unsur makro pada nutrisi susah diserap oleh akar. Sedangkan jika ph tinggi (diatas 6,5) unsur mikro susah diserap oleh akar. Jika tanaman mengalami kekurangan nutrisi baik itu mikro atau makro, maka tanaman akan mengalami defisiensi (sakit) dan pada kasus yang ekstim tanaman bisa mati. Faktro faktor yang mempengaruhi ph swing antara lain : 1. Fotosintesis Cahaya matahari adalah pemicu terjadinya proses fotosintsis. Pada proses ini tanaman memproduksi dan menyimpan makanan dalam bentuk gula dan pati. Makanan ini dibutuhkan untuk membentuk sel-sel dinding dan pertumbuhan. Tanaman juga menghasilkan oksigen dengan menyerap air dari akar serta karbon (CO2) dari udara. Dampak dari proses ini adalah ph berubah (swing) ke arah alkaline (basa). Biasanya pada siang hari suhu larutan nutrisi juga ikut naik, dan hal ini sering menjadi salah kaprah bahwa suhu adalah penyebab ph berubah.

29 15 2. Respirasi Pada malam hari, saat matahari telah terbenam dan tidak ada cahaya, proses fotosintesis berhenti dan tanaman hanya melakukan proses respirasi (pernafasan). Makanan (gula dan pati) yang disimpan pada saat proses fotosintesis kini dibakar dan dipakai untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk proses pertumbuhan. Proses pembakaran energi ini melepas CO2. CO2 yang larut dalam air (H2O) akan menghasilkan asam karbonat (H2CO3), dan hal ini mengakibatkan ph berubah ke tingkat lebih asam. 3. Media tanam Rockwool adalah media tanam yang populer dalam budidaya hidroponik. Penggunaan bahan ini dalam kondisi baru memiliki ph yang cukup tinggi (basa / alkaline), dan butuh untuk diturunkan / netralisir terlebih dahulu sebelum dapat dipakai sebagai media tanam. Caranya adalah dengan merendam rockwool baru selama 24 jam ke dalam air yang memiliki ph stabil 5.5 seperti Aquades, air suling / RO (reverse osmosis) atau air bekas buangan AC. 4. Bakteri Bakteri dapat mengubah ph kearah lebih asam, seperti akar akar yang busuk atau materi organik lainnya. Proses pembusukan ini melepas asam ke dalam larutan nutrisi. 5. Volume tandon larutan nutrisi Tandon nutrisi yang tidak sesuai untuk jumlah tanaman yang ditanam dan jika saat usia tanaman sudah tumbuh besar, akan dapat mempengaruhi perubahan ph. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga agar ph larutan nutrisi hidroponik tetap stabil dan menjaga agar perubahannya tidak ekstrim adalah: 1. Menggunakan air RO (reverse osmosis) / air suling atau air pembungan AC (Air Conditioner) sebagai air baku (air yang digunakan untuk pembuatan larutan nutrisi)

30 16 2. Merendam media tanam rockwool baru selama 24 jam ke dalam air yang memiliki ph stabil 5.5 seperti Aquades, air suling / RO (reverse osmosis) atau air bekas buangan AC (Air Conditioner) sebelum digunakan. 3. Menggunakan tandon penyimpanan larutan nutrisi yang sesuai dengan jumlah tanaman. 4. Membuang akar akar yang mati atau busuk sehingga tidak mempengaruhi kadar ph dan nutrisi. 5. Sering mengecek kadar ph sehingga bisa menambahkan larutan ph up atau ph down jika dibutuhkan. Penamnahan larutan ph up atau ph down tidak dapat menggunakan sembarang larutan asam atau basa. Larutan basa yang digunkaan sebagai ph up berupa KOH yang nantinya harus diencerkan menjadi 10% dan larutan asam yang digunakan sebagai ph down berupa asam nitat (HNO 3 ), asam sulfat (HSO 4 ), dan asam fosfat (H 3 PO 4 ). Larutan ph down juga harus diencerkan menjadi 10% karena sifatnya yang cukup berbahaya. Biasanya petani hidroponik menggunakan asam fosfat untuk menurunkan ph larutan nutrisi. Asam fosfat dapat didapatkan di toko kimia atau bengkel mobil berupa air aki. (Lingga, Pinus.1999) Gambar 2.7. KOH Padat Gambar 2.8. Air Aki (Merah)

31 Hidroponik Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi Hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Fungsi tanah digantikan dengan pasir, arang kayu, kertas, pecahan genting, kerikil zeolit, rockwool, ijuk, sabut kelapa, arang sekam, dll atau bahkan tanpa menggunakan media tanam sekalipun. Dengan menggunakan teknik bercocok tanam hidroponik petani akan mendapatkan beberapa keuntungan diantaranya : 1. Hemat lahan, dengan luas lahan yang sama dengan teknik bercocok tanam konvensional, budidaya hidroponik mampu panen empat kali lipat lebih banyak. 2. Tidak mengenal musim, dengan menggunakan teknik hidroponik petani tidak perlu menunggu musim atau mencari lokasi tempat tanaman mampu tumbuh sempurna. Karena petani hanya perlu mengatur kondisi ideal untuk tanaman dapat tumbuh. 3. Bersih, karena segala sesuatunya diperhatikan. Mulai dari tangki air nutrisi, talang, media tanam, dll. Apalagi jika menggunakan green house atau lath house maka tidak akan terkena angin atau hujan. 4. Hasil panen bermutu, dengan tempat yang bersih dan suplai nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, maka dapat dipastikan hasil panen akan lebih baik. Dan tanaman lebih jarang terserang hama, penyakit dan bebas dari gulma. 5. Tidak menggunakan peptisida dan herbisida, karena kecil kemungkinan teknik hidroponik diserang hama. Dan jika kemungkinan terjadi, maka petani dapat menggunakan biopepisida atau peptisida organik. 6. Keuntungan lebih besar, dengan menghasilkan tanaman organik dan bermutu tinggi maka harga jual pun juga lebih tinggi. Biasanya hasil

32 18 panen tesebut dipasarkan di swalayan, rumahsakit, hotel, tempat catering, dll. 7. Lebih tahan lama, hasil panen tanaman hidroponik lebih tahan lama. Contohnya tomat yang lebih keras dan tidak tidak mudah busuk. Gambar 2.9. Hidroponik Kangkung DFT Skala Besar (Sumber: ) 2.11 Deep Flow Technique (DFT) Prinsip dasar Hidroponik Sistem Deep Flow Technique (DFT) adalah mensirkulasikan larutan nutrisi tanaman secara terus-menerus selama 24 jam. Larutan nutrisi tanaman di dalam tangki dipompa oleh pompa air menuju wadah penanaman melalui jaringan irigasi pipa, kemudian larutan nutrisi tanaman di dalam wadah penanaman dialirkan kembali menuju tangki. Air yang dialirkan ke wadah penanaman menggenang setebal 3-5 cm. Dengan adanya genangan air tersebut, maka perawatan tanaman akan lebih mudah jika terjadi kendala listrik padam karena akar akan tetap mendapat asupan nutrisi yang cukup.

33 19 Gambar Skema sederhana Hidroponik DFT (Sumber: ) 2.12 Larutan Nutrisi Tanah telah menyediakan semua unsur hara untuk tanaman secara lengkap. Dalam dunia hidroponik, petani yang harus menyediakan unsur hara dan dilarutkan bersama dengan air baku. Air baku adalah air yang belum di campur dengan unsur hara (nutrisi). Dapat berupa air hujan, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), sumur, atau bahkan menggunakan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Terdapat 16 unsur hara yang dikelompokkan menjadi dua macam unsur hara, yaitu unsur mikro dan makro. Unsur mikro dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang relative sedikit. Terdiri dari besi (Fe), mangan (Mn), boron (B), tembaga (Cu), khlor (Cl), seng (Zn), molybdenum (Mo). Sedangkan unsur makro dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Terdiri dari karbon (C), hydrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), sulfur (S). (Sutiyoso, Yos.2003) Pemberian unsur hara makro dan mikro haruslah seimbang. Karena apabila tanaman terlalu banyak mendapatkan unsur hara makro maka akan mengalami konsumsi mewah (luxury consumption) atau dapat dikatakan pemborosan. Namun apanila tanaman kelebihan unsur hara mikro maka tanaman akan mengalami keracunan atau sakit. (Sutiyoso, Yos.2003) Unsur hara yang diberikan pada tanaman hidroponik lebih dikenal sebagai larutan nutrisi. Pada pemberian larutan nutrisi ke tanaman harus diketahui jenis unsur hara yg diutuhkan oleh tanaman. Sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal.

34 Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis antara lain adalah sebagai berikut: 1. Kustanti, Ika (2014) Membuat penelitian tentang Pengendalian Kadar Keasaman (ph) Pada Sistem Hidroponik Stroberi Menggunakan Kontroler PID Berbasis Arduino Uno. Implementasi dari penelitian ini menggunakan sensor ph SEN0161 dan motor DC sebagai penggerak tangki ph up dan down. Hasil dari penelitian ini menunjukkan block kontroler PID, Arduino UNO dapat mengendalikan kadar keasaman hidroponik stroberi, namun kemampuan sensor ph untuk menerima data cukup lambat disebabkan perubahan ph dalam air membutuhkan waktu pencampuran. 2. Dian Pancawati dan Andik Yulianto (2016) Membuat penelitian tentang Implementasi Fuzzy Logic Controller untuk Mengatur ph Nutrisi pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Implementasi dari penelitian ini menggunakan sensor ph SEN0161, driver AC Solenoid Valve sebagai pengatur aliran cairan ph up dan down dan optocoupler MOC3021 untuk mengatur on/off Solenoid Valve. Hasil dari penelitian ini berhasil mempertahankan ph sebesar 5,5. 3. Muhammad Lazuardi (2011) Membuat skripsi tentang Aplikasi Mikrokontroller AT89s51 sebagai Kontroler Proporsional pada Pengaturan ph. Implementasi dari skripsi ini mengunakan Mikrokontroller AT89S51 yang dapat digunakan sebagai kontroler proporsional pada pengaturan ph pada akuarium yang berisi air dengan volume 5 liter, dengan cara menginjeksi larutan Asam Basa pada setiap perubahan PH yang terjadi. Stabilitas ph dipertahankan pada nilai 8.0.

35 21 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. Analisis Sistem Dalam pengerjaan suatu sistem, hal yang harus dimulai pertama sekali adalah analisis. Di dalam tahap analisis ini akan dilakukan identifikasi masalah, sehingga diketahui apa-apa saja hambatan yang akan terjadi beserta penanggulangannya. Setelah melakukan identifikasi masalah, tahap selanjutnya adalah analisis kebutuhan sistem, dimana pada tahap ini akan dianalisis apa-apa saja yang dibutuhkan pada sistem. Kemudian tahap terakhir adalah pembuatan model dan spesifikasi sistem agar diketahui gambaran yang akan dilakukan kedepannya Analisis masalah Dalam menganalisa potensi masalah digunakn diagram sebab akibat atau biasa desebut diagram ishikawa (fishbone diagram). Diagram ishikawa adalah diagram yang menunjukan penyebab dari masalah yang terjadi. Diperkenalkan oleh Kaoru Ishikawa pada tahun Diagram ini umumnya digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan memberi efek pada sebuah event. Masalah utama adalah tidak pahamnya petani hidroponik akan pengaruh ph dalam sistem hidroponiknya. Lebih parahnya lagi, petani tidak tahu cara mengontrol ph larutan nutrisi hidroponik. Sehingga diperlukannya alat otomatisasi pengaturan ph. Pada diagram ishikawa di Gambar 3.1 Menjelaskan tentang implementasi sistem pengontrolan ph nutrisi otomatis pada rangkaian hidroponik deep flow technique.

36 22 Gambar 3.1. Diagram Fishbone Masalah Penelitian Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan terbagi atas dua bagian, yaitu kebutuhan fungsional dan kebutuhan nonfungsional sistem. Pada tahap analisis ini dibutuhkan dalam mendukung kinerja sistem, apakah sistem dapat dibuat sesuai kebutuhan atau belum sesuai, karena kebutuhan sistem akan mendukung tercapainya tujuan Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional merupakan jenis kebutuhan yang berisi proses apa saja yang dapat dilakukan sistem. Kebutuhan fungsional juga berisi informasi yang harus ada dan dihasilkan oleh sistem. Berikut ini adalah kebutuhan fungsional sistem, yaitu: 1. Sistem harus memiliki sensor ph probe yang bertujuan untuk membaca nilai analog yang berupa ph air menjadi nilai digital agar dapat diproses oleh Arduino. 2. Sistem harus memiliki sebuah board Arduino dimana komponen ini bertugas sebagai unit pemrosesan inti yang melakukan pembacaan, perhitungan, dan sebagainya.

37 23 3. Sistem harus memiliki sebuah modul Bluetooth agar nilai yang sudah dihitung oleh Arduino dapat dikirim ke device lain. 4. Sistem harus memiliki sebuah smartphone agar nilai yang dikirim oleh Arduino melalui Bluetooth dapat dibaca oleh pengguna Kebutuhan Non-Fungsional Untuk mendukung kinerja sistem, sistem juga memerlukan kebutuhan sebagai berikut: 1. Sistem menggunakan bahasa pemrograman C untuk memprogram Arduino 2. Sistem hasurlah user friendly agar sistem dapat dengan mudah dioperasikan oleh para pengguna, maka user interface sistem haruslah sesederhana mungkin. 3. Sistem memerlukan baterai sebagai sumber tegangan Pemodelan Sistem Pada penelitian ini digunakan UML (Unified Modelling Language) sebagai bahasa pemodelan untuk merancang dan mendesain sistem. Permodelan kebutuhan sistem UML yang digunakan mencakup Use case diagram dan activity diagram Use Case Use case diagram merupakan suatu diagram untuk memodelkan interaksi atau dialog antara sistem dengan User (pengguna) termasuk pertukaran pesan atau tindakan yang dilakukan oleh sistem. Use case diagram diprakarsai oleh actor yang dapat berupa manusia, perangkat keras, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem. Use case diagram dari sistem yang akan dibangun dapat dilihat pada Gambar 3.2.

38 24 Gambar 3.2 Use case Diagram Robot Pendeteksi Kelayakan Air bersih Tabel 3.1 Naratif Use Case Proses Menghubungkan Smartphone dengan Arduino Nama Use case Menghubungkan smartphone dengan Bluetooth pada arduino Actors Petani Hidroponik Description Use case ini menghubungkan smartphone dengan Arduino via Bluetooth Pre-Condition Smartphone sudah dipairing dengan Bluetooth pada arduino Kegiatan pengguna Respon system Basic Flow Mengkoneksikan alat dengan nama Bluetooth Mengambil address smartphone dan membuat socket antara smartphone dengan Bluetooth. Alternate Flow Actor tidak mengkoneksikan Bluetooth Sistem tidak terhubung dengan smartphone Post-Condition Sistem terhubung dengan smartphone pengguna

39 25 Tabel 3.2. Narrative Use Case Sistem Nama Use case Sistem pengontrolan ph nutrisi otomatis pada rangkaian hidroponik deep flow technique Actors Petani Hidroponik Description Use case ini menghubungkan smartphone dengan Arduino via Bluetooth Pre-Condition Alat atau system sudah berjalan Kegiatan pengguna Respon system Basic Flow Memastikan smartphone terhubung via Bluetooth dengan sistem Sensor melakukan deteksi Alat mengirim data berupa status ph larutan nutrisi ke Android Alternate Flow Actor mengontrol ph larutan secara manual Sistem mengalami delay dalam mengirim data dan perintah Post-Condition Sistem akan menjaga ph tetap ideal Activity Diagram Activity diagram adalah sebuah diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur aktifitas antara user dengan system secara grafis aliran proses, langkah langkah sebuah use-case, dan logika behaviour (metode) objek. Dalam diagram ini dijelaskan proses kerja sistem dari awal sampai akhir terhadap aktifitas yang dilakukan oleh pengguna. Proses kerja sistem pengontrolan ph nutrisi otomatis dengan menggunakan papan kontroller arduino diawali dengan menghidupkan sistem dengan cara menghubungkan dengan baterai sehingga sistem secara otomatis akan mendeteksi ph larutan nutrisi hidroponik dan mengirimkan data ke smartphone memalui Bluetooth. Kemudian sistem

40 26 akan bekerja untuk memastikan ph selalu berada pada kondisi ideal untuk pertumbuhan tanaman kangkung. Activity Diagram dari sistem yang akan dibuat dapat dilihat pada Gambar 3.3. Gambar 3.3. Activity Diagram Sistem

41 Flowchart Flowchart adalah sebuah diagram yang menggambarkan urutan langkah-langkah yang secara logis yang digambarkan dengan symbolsimbol. Flowchart dari sistem yang akan dibangun ditunjukkan pada gambar dibawah ini: Gambar 3.4. Flowchart Sistem

42 Blok Diagram Sistem Dibawah ini merupakan gambar dari blok diagram dari sistem yang akan dibangun: Gambar 3.5 Blok Diagram Sistem Berikut ini merupakan penjelasan dari blog diagram sistem diatas: 1. Pengguna menghidupkan sistem dengan menghubungkan baterai Lithium Ion menuju arduino dan menuju modul L289N. 2. Pengguna menghubungkan smartphone miliknya dengan Arduino menggunakan Bluetooth dengan memilih nama Bluetooth perangkat yang tertera di aplikasi. 3. Sensor ph probe mengambil nilai analog larutan nutrisi hidroponik. 4. Arduino akan memproses dan melakukan perhitungan berdasarkan nilai analog yang diterima dari sensor. 5. Arduino mengirim nilai dari hasil perhitungan tersebut, yang berupa ph air, ke smartphone pengguna menggunakan Bluetooth. 6. Jika nilai ph tidak berada pada skala 5,5-6,5 maka pompa akan menyala mencampurkan larutan ph up atau ph down. 7. LED akan selalu hidup dari awal sistem berjalan hingga dimatikan. Dan mati saat pompa dihidupkan secara manual.

43 Perancangan Sistem Perancangan terdiri dari 2 bagian utama yaitu perancangan sistem perangkat keras, dan perancangan sistem perangkat lunak. Perangkat keras yang dimaksud adalah komponen fisik yang digunakan untuk membentuk rangkaian elektronika sistem. Perangkat keras dan elektronika yang digunakan untuk membuat sistem terdiri dari beberapa bagian utama yaitu sirkuit utama (main board), sensor, modul beserta pompa dan konektifitas lainnya. Setiap komponen ini membutuhkan antar muka yang merupakan jalur komunikasi antar komponen. Perancangan antarmuka harus dilakukan sebaik mungkin agar tidak mempersulit pengguna pada saat pengoperasiannya. Kemudian perancangan perangkat keras haruslah dirancang sesimpel mungkin agar tidak menggangu proses pertumbuhan tanaman atau mobilitas petani hidroponik. Dalam perancangan perangkat lunak terdiri dari beberapa program yang berfungsi untuk mengontrol perangkat keras. Modul program yang dibuat untuk perangkat keras yaitu: modul program pembaca ph air yang menggunakan sensor ph probe sebagai inputan penting dari keseluruhan sistem. Perangkat lunak dari sistem yang dibangun memiliki beberapa kemampuan seperti menghubungkan perangkat smartphone pengguna dengan main board (Arduino) menggunakan modul Bluetooth, mengambil data yang telah diproses oleh Arduino, dan mampu menjaga ph larutan nutrisi tetap ideal untuk pertumbuhan kangkung. Dalam perancangan sistem ada 2 hal yang penting untuk diperhatikan yaitu, perancangan perangkat keras, dan perancangan perangkat lunak. yang akan dirincikan lagi pada subbab berikut Perancangan Perangkat Keras Pada sistem pengontrolan otomatis ph larutan nutrisi hidroponik dengan menggunakan sensor ph probe, terdapat beberapa komponen utama dalam sistem ini agar dapat berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan, yaitu main board (Arduino), sensor, dan modul L298N.

44 Main Board (Arduino) Komponen utama dalam sistem ini yaitu Arduino itu sendiri sebagai main board (papan utama), karena alat inilah yang menjadi unit pemrosesan utama. Arduino pada sistem ini juga menggunakan shield Arduino, agar ukuran sistem ini tidak terlalu memakan tempat dan menjadi lebih fleksibel. Gambar 3.6. Bentuk Fisik Arduino (Sumber: Sumber: ) Rangkaian Mikrokontroller Arduino UNO pada robot beserta komponen komponen lain yang terhubung dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut. Table 3.1 Rancangan Board Mikrokontoller Arduino UNO No Nama Barang Banyak Fungsi Keterangan 1 Mikrokontroller Arduino UNO R3 1 Prosesor Utama 2 VCC 2 Tegangan Positif (5V) Sensor ph Air Bluetooth 3 VCC external 1 Tegangan Positif (9V) Driver Motor L298N

45 31 4 GND 4 Tegangan Negatif (0V) Sensor ph Air(2) Bluetooth Driver Motor L298N 5 Pin 2 1 Memberi tegangan pompa ph up Driver Motor L298N 6 Pin 3 1 Mengatur kecepatan pompa ph up Driver Motor L298N 7 Pin 4 1 Memberi tegangan pompa ph up Driver Motor L298N 8 Pin 5 1 Memberi tegangan pompa ph down Driver Motor L298N 9 Pin 6 1 Mengatur kecepatan pompa ph down Driver Motor L298N 10 Pin 7 1 Memberi tegangan pompa ph down Driver Motor L298N 11 Pin 10 1 Menerima Data RX Bluetooth HC Pin 11 1 Mengirim Data TX Bluetooth HC Pin 13 1 Memberi tegangan LED LED 13 Pin A0 1 Membaca Nilai Analog Sensor ph Air

46 Sensor ph Probe Agar derajat keasaman (ph) larutan nutrisi dapat dibaca oleh Arduino, maka kita harus membutuhkan sensor yang mengubah besaran analog menjadi besaran digital agar dapat diproses oleh arduino dan sistem operasi android. Sensor yang digunakan pada sistem ini adalah sensor E201-BNC. Gambar 3.7. Bentuk Fisik Sensor ph Air (Sumber: ) Modul L298N Untuk menjaga agar ph selalu ideal maka dibutuhkan alat yang mampu menyuplai larutan ph up atau ph down ke larutan nutrisi jika terjadi swing ph. Modul ini dipilih karena kepresisian dalam mengontrol motor.

47 33 Gambar 3.8. Bentuk Fisik Driver Motor L298N (Sumber: ) Perancangan Perangkat Lunak Perangkat lunak yang digunakan pada sistem ini adalah sebuah program dari sistem operasi android. Program aplikasi ini seperti yang sudah dijelaskan diatas memiliki kemampuan untuk menghubungkan smartphone dan Arduino Gambar 3.9. Rancangan Layout Utama

48 34 Keterangan: 1. Text View Berisi tentang informasi yang telah dijalankan oleh sistem. 2. Button Tombol yang melakukan aksi atau procedure jika di klik. 3. SeekBar Berguna untuk mengatur resistansi atau hambatan. 4. ListView Berguna untuk menampilkan beberapa data dalam bentuk list yang dapat di scroll secara vertical.

49 35 BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Pada tahap ini dilakukan implementasi sistem sesuai dengan analisis dan perancangan yang sudah ditentukan dan kemudian melakukan pengujian sistem Implementasi Sistem Pada tahap implementasi sistem dilakukan pembuatan sistem sesuai dengan rancangan. Tahap ini dibagi menjadi dua sub bagian, yaitu konstruksi perangkat keras dan konstruksi perangkat lunak Konstruksi Utama Kerangka utama dari sistem ini berupa sebuah papan Arduino Uno R3 karena mudah dioperasikan dan lebih simpel. Arduino pada sistem ini bertindak sebagai unit pemrosesan utama, dimana sensor serta perangkatperangkat lainnya akan terhubung pada papan ini. Kemudian papan ini terhubung dengan mini Breadboard agar unitunit seperti input/output bisa diperluas. Gambar 4.1 menunjukkan bentuk fisik Arduino uno, sedangkan Gambar 4.2 menunjukkan bentuk fisik dari mini Breadboard. Arduino Gambar 4.1. Arduino Uno R3

50 36 Breadboard Gambar 4.2. mini Breadboard Fungsi dari mini Breadboard adalah untuk memperbanyak port VCC dan GND pada arduino dan tempat dudukan untuk modul Bluetooth. Sehingga pemasangan akan menjadi lebih mudah Sensor ph Air E201-BNC Alat ini merupakan sensor ph air yang akan diletakkan di kerangka utama. Terdapat empat kabel yang dihubungkan dengan arduio, yaitu terdiri dari satu kabel power, dua kabel ground, dan satu kabel output. Gambar 4.3 dibawah ini menunjukkan bentuk fisik dari sensor E201-BNC Sensor ph Gambar 4.3. Sensor Air E201-BNC

51 Bluetooth HC-05 Sistem yang dibuat menggunakan Bluetooth HC-05 untuk pengiriman data dari Arduino ke smartphone pengguna. Perangkat ini dihubungkan ke Arduino dengan cara mengubungkan pin RX pada Bluetooth ke pin 11 pada Arduino, dan pin TX pada Arduino ke pin 10 pada Arduino. Gambar 4.4 dibawah ini menunjukkan bentuk fisik dari Bluetooth HC-05 Bluetooth Gambar 4.4. Sensor Bluetooth HC L298N Driver motor L298N ini digunakan untuk memompa carian asam atau basa ke larutan nutrisi pada tandon air. Driver ini dapat bekerja secara otomatis maupun manual yang instruksinya dikirim melalui komunikasi Bluetooth. Gambar 4.4 dibawah ini menunjukkan bentuk fisik dari driver L298N L298N Gambar 4.5. Modul L298N

52 Pompa Air mini DC Pompa DC ini diletakkan didalam gelas berisi cariran basa dan asam. Nantinya pompa ini akan bekerja sesuai dengan instruksi dari driver yang disesuaikan dengan kondisi larutan nutrisi. Gambar 4.5 dibawah ini menunjukkan bentuk fisik dari Pompa air mini DC Pompa air mini Gambar 4.6. Mini Submersible water pump DC Daya Listrik Alat ini menggunakan dua baterai lithium ion. Baterai lithium ion digunakan sebagai sumber tenaga driver motor serta sumber daya untuk arduino. Penggunaan baterai lithium ion dikarenakan kemampuannya yang dapat diisi ulang kembali dengan melakukan proses charging sehingga menghemat biaya untuk membeli baterai kembali. Lithium Ion Gambar 4.8. Baterai Lithium Ion

53 Penggabungan Perangkat Keras Perangkat keras dihubungkan diimplementasikan dengan papan Arduino dan perangkat lainnya yang sudah dipaparkan diatas. Papan Arduino bertindak sebagai komponen sistem utama, karena pada komponen inilah semua data akan diproses dan proses input/output terjadi di unit ini. Gambar 4.7 dibawah ini menunjukkan penggabungan seluruh komponen perangkat keras yang dibutuhkan oleh sistem. Gambar 4.8. Perangkat Keras Sistem Experimental Setup Gambar 4.9 dibawah ini menunjukkan experimental setup, yaitu alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan dibawah ini Gambar 4.9. Experimental setup Tangki Penampung Nutrisi

54 Pembuatan Perangkat Lunak Pada tahap pembuatan perangkat lunak, tahap ini dibagi menjadi dua yaitu perangkat lunak Arduino dan perangkat lunak android Perangkat Lunak Arduino Uno Papan Arduino uno diprogram menggunakan Bahasa pemrograman C dan aplikasi Arduino sebagai compiler-nya. File program dari compiler nya berekstensi.ino yang kemudian ditanamkan pada papan Arduino melalui kabel USB khusus papan Arduino. Gambar 4.9. dibawah ini merupakan tampilan dari Arduino IDE. Gambar Source code Arduino Perngkat Lunak Android Aplikasi android pada sistem ini berfungsi untuk menampilkan informasi dari Arduino yang telah melakukan proses perhitungan suhu dan kelembaban. Implementasi dari aplikasi android terdapat 1 bagian halaman activity. Berikut adalah rinciannya:

55 Menu utama Menu utama pada aplikasi android ini merupakan tampilan yang berisikan informasi nilai ph pada air larutan nutrisi hidroponik. Untuk mengoprasikannya pengguna harus mengkoneksikan Bluetooth smartphone dengan perangkat keras. Kemudian pada kotak pilihan ListView sambungkan dengan Bluetooth perangkat. Gambar 4.11 menunjukkan layout dari menu utama pada saat sebelum terkoneksi dengan perangkat dan setelah terkoneksi. Gambar (a) Layout sebelum Gambar (b) Layout setelah terkoneksi terkoneksi Pada gambar 4.11(a) merupakan tampilan awal layout menu utama sebelum terkoneksi dengan Bluetooth perangkat. Ditandai text di bawah button PH UP bertuliskan status: Bluetooth status. Jika perangkat telah terkoneksi dengan smartphone maka text di bawah button PH UP akan bertuliskan Status: Connected to Device: HC-05. Dimana HC-05 adalah nama Bluetooth perangkat. Selain itu juga terdapat dua tombol button yang berfungsi untuk mengatur on/off pompa secara manual. Dan juga terdapat seekbar yang berfungsi untuk mengatur kecepatan pompa.

56 Pengujian Alat Pengujian alat dilakukan untuk mengetahui apakah alat yang telah dibuat sesuai dengan analisis dan perancangan sistem yang telah dilakukan sebelumnya dan untuk mengetahui apakah alat dapat bekerja dengan baik atau tidak. Pada tahap ini, pengujian yang dilakukan adalah pengujian sensor ph air dan membaca nilai nilai ph dengan sensor Pengujian Sensor ph Air Pengujian sensor ph air ini adalah hal yang sangat penting dilakukan, mengingat proses perhitungan ph air ini hanya mengandalkan sensor ini. Sensor ph air menggunakan sinyal analog sebagai transimisinya. Sinyal analog ini dapat menerima nilai hingga 10 bit dengan sehingga dapat mengkonversi data analog menjadi 1024 keadaan (2 10 = 1024). Sehingga nilai 0 mempresentasikan tegangan 0 Volt dan 1023 mempresentasikan tegangan 5 Volt. Perlu diketahui bahwa nilai yang dikeluarkan oleh sensor merupakan nilai ADC (Analog to Digital Converter) yang akan diproses lebih lanjut. Pengujian ini dilakukan dengan mengambil rata-rata dari (sepuluh ribu) nilai ADC agar mendapatkan nilai yang lebih akurat. Tabel 4.1 dibawah ini merupakan tabel pengujian sensor ph air dengan air yang diberi larutan ph Buffer Asam-Basa. Tabel 4.1. Data Uji Sensor ph Air ph Buffer Nilai ADC 4, , Sehingga dari tabel diatas didapatkan persamaan : y = 6, x + 24, Dimana persamaan ini didapat dari perhitungan persamaan linear dengan nilai y adalah nilai ph dan nilai x adalah nilai ADC dari sensor ph

57 43 air dikalikan dengan 5 dibagi Dimana 5 adalah jumlah Voltase maksimal sensor dan 1023 adalah nilai maksimal ADC. Perhitungan nilai x sebagai berikut : x1 = ADC x1 = x1 = 2, (x1, y1) = (2, , 6,86) x2 = ADC x2 = x2 = 3, (x2, y2) = (3, , 4) Perhitungan persamaan linear sebagai berikut : y y1 x x1 = y2 y1 x2 x1 y 6,86 4 6,86 = x 2, , , y 6,86 2,86 = x 2, , , (y 6,86) = 2,86(x 2, ) 0, y 3, = 2,86x + 8, , y = 2,86x + 8, , , y = 2,86x + 11, y = 6, x + 24, Persamaan inilah yang digunakan oleh arduino dalam menghitung nilai ph larutan Pengujian Pembacaan Sensor pada Sampel Air Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sampel air yang telah ditentukan, yaitu ph buffer 6.86, ph buffer 4.0, Coca-Cola, air sumur, air

58 44 RO(Reverse Osmosis), dan nutrisi hidroponik. Kemudian nilai sensor ph dibandingkan dengan nilai ph yang sebenarnya dengan menggunakan alat ukur ph meter Pengujian pada Sampel Cairan ph Buffer 6.86 Gambar 4.12 menunjukkan gambar dari proses pengujian cairan ph buffer Tabel 4.2 menunjukkan hasil pengujian ph dari cairan ph buffer 6.86 menggunakan sensor ph dan ph meter. Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Cairan ph Buffer 6.86 Tabel 4.2. Pengujian ph dengan Sampel ph buffer 6.86 Nama Cairan Sensor ph ph meter ph buffer ,9420 6,8 Berdasarkan data pada tabel 4.2 diatas menunjukkan delta ph pengukuran menggunakan sensor ph dan ph meter pada cairan ph buffer 6.86 sebesar 0, Pengujian pada Sampel Cairan ph Buffer 4.0 Gambar 4.13 menunjukkan gambar dari proses pengujian cairan ph buffer 4.0. Tabel 4.3 menunjukkan hasil pengujian ph dari cairan ph buffer 4.0 menggunakan sensor ph dan ph meter.

59 45 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Cairan ph Buffer 4.0 Tabel 4.3. Pengujian ph dengan Sampel ph buffer 4.0 Nama Cairan Sensor ph ph meter ph buffer 4.0 4,0 4,1420 Berdasarkan data pada tabel 4.3 diatas menunjukkan delta ph pengukuran menggunakan sensor ph dan ph meter pada cairan ph buffer 4.0 sebesar 0, Pengujian pada Sampel Air Coca-cola Gambar 4.14 menunjukkan gambar dari proses pengujian air Coca- Cola. Tabel 4.4 menunjukkan hasil pengujian ph dari air Coca-Cola menggunakan sensor ph dan ph meter.

60 46 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Air Coca-Cola Tabel 4.4. Pengujian ph dengan Sampel Air Coca-Cola Nama Cairan Sensor ph ph meter Coca-Cola 2,5 3,1520 Berdasarkan data pada tabel 4.4 diatas menunjukkan delta ph pengukuran menggunakan sensor ph dan ph meter pada air Coca-Cola sebesar 26, Pengujian pada Sampel Air Sumur Gambar 4.15 menunjukkan gambar dari proses pengujian air sumur. Tabel 4.5 menunjukkan hasil pengujian ph dari air sumur menggunakan sensor ph dan ph meter.

61 47 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Air Sumur Tabel 4.5. Pengujian ph dengan Sampel Air Sumur Nama Cairan Sensor ph ph meter Air Sumur 6,6 6,4620 Berdasarkan data pada tabel 4.5 diatas menunjukkan delta ph pengukuran menggunakan sensor ph dan ph meter pada air sumur sebesar 0, Pengujian pada Sampel Air RO (Reverse Osmosis) Gambar 4.16 menunjukkan gambar dari proses pengujian Air RO (Reverse Osmosis). Tabel 4.6 menunjukkan hasil pengujian ph dari Air RO (Reverse Osmosis) menggunakan sensor ph dan ph meter.

62 48 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Air RO (Reverse Osmosis) Tabel 4.6. Pengujian ph dengan Sampel Air RO (Reverse Osmosis) Nama Cairan Sensor ph ph meter Air RO 5,6 5,5320 Berdasarkan data pada tabel 4.6 diatas menunjukkan delta ph pengukuran menggunakan sensor ph dan ph meter pada air RO sebesar 0, Pengujian pada Sampel Larutan Nutrisi Hidroponik Gambar 4.17 menunjukkan gambar dari proses pengujian larutan nutrisi hidroponik. Tabel 4.7 menunjukkan hasil pengujian ph dari larutan nutrisi hidroponik menggunakan sensor ph dan ph meter.

63 49 Gambar Hasil Perhitungan pada Sampel Larutan Nutrisi Hidroponik Tabel 4.7. Pengujian ph dengan Sampel Larutan Nutrisi Hidroponik Nama Cairan Sensor ph ph meter Nutrisi Hidroponik 6,1 6,35 Berdasarkan data pada tabel 4.7 diatas menunjukkan delta ph pengukuran menggunakan sensor ph dan ph meter pada nutrisi hidroponik sebesar 0, Hasil Akhir Pengujian pada Sampel Air Gambar 4.18 menunjukkan grafik dari masing-masing percobaan pada sampel air. Gambar Sampel Air

64 50 Tabel 4.8 Pengujian Sensor ph Jenis Cairan Sensor ph Persentase error ph Meter error ph buffer ,8 6,942 0,142 2,088 ph buffer 4.0 4,0 4,142 0,142 3,55 Coca-Cola 2,5 3,152 0,652 26,08 Air Sumur 6,6 6,462 0,138 2,091 Air RO(Reverse Osmosis) 5,6 5,532 0,068 1,214 Nutrisi Hidroponik 6,1 6,35 0,25 4,098 Rata-rata (%) 0,232 6,520 Pengujian sensor ph ph buffer 6,86 ph buffer 4,0 Coca-cola Air Sumur Air RO Nutrisi Hidroponik Sensor ph ph meter Gambar Grafik Hasil Pengujian Sensor ph Berdasarkan tabel 4.8 menunjukkan hasil perbandingan pengujian sensor ph dengan ph meter terhadap bergagai jenis cairan. Hasil perbaningan menunjukkan ada rata-rata error sebesar 0,232 dan persentase error sebesar 6,52%.

65 Pengujian Pembacaan Sensor pada Sistem Hidroponik DFT Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap sistem hidroponik DFT mulai dari jam hingga di kebun Syifa Hidroponik. Pengujian dilakukan hanya saat pompa hidroponik dihidupkan. Pada pengujian ini juga akan dibandingkan dengan perhitungan secara manual dengan ph meter. Pengambilan data dilakukan pada waktu yang bersamaan. Tabel 4.9. Data Uji pada Larutan Nutrisi Hidroponik ph air nutrisi pada jam Metode Manual Otomatis Data Uji pada Larutan Nutrisi Hidroponik ph Air Nutrisi 6,6 6,4 6,2 6 5,8 5,6 5,9 5,7 6,2 6,1 6,5 6,3 6,3 6,2 6,2 6,3 6 6,4 6,2 6,2 6,1 5,4 5, Waktu per Jam Manual Otomatis Gambar Grafik Hasil Perhitungan ph Air Larutan Nutrisi

66 52 Dari hasil yang didapatkan dalam pengujian alat dari pukul , terlihat bahwa pengujian menggunakan alat cek ph otomatis mendekati hasil pengujian dengan cara manual. Selisih dari data perhitungan ph dengan cara manual dan otomatis berkisar 0,1-0,3. Gambar 4.13 menunjukkan perbandingan nilai ph larutan nutrisi menggunakan sensor ph dan ph meter sekitar pukul Gambar Hasil Perhitungan ph Nutrisi Syifa Hidroponik Gambar Posisi Perangkat di Kebun Syifa Hidroponik dengan Sistem DFT

67 53 Di kebun Syifa Hidroponik dengan sistem DFT menanam beberapa tanaman dalam satu sistem yaitu bayam merah, kangkung dan sawi manis. Ketiganya memiliki skala ph ideal yang sama di 5,5-6,5. Gambar Tanaman Bayam Merah Gambar Tanaman Bayam Hijau

68 54 Gambar Tanaman Kangkung Gambar Genangan Air pada Sistem DFT

69 55 Gambar Pembibitan Kangkung Gambar Pembibitan Bayam Hijau Pengujian Pompa Mini Submersible DC Pengujian pompa mini submersible DC akan mengatur nilai ph pada larutan nutrisi hidroponik. Pompa akan hidup ketika memenuhi kondisi tertentu. Pompa ph up akan hidup ketika ph larutan nutrisi hidroponik dibawah 5,5 dan pompa ph down akan hidup ketika ph larutan nutrisi hidroponik diatas 6,5. Selain itu, pompa juga dapat dihidupkan secara manual oleh user dengan menekan tombol ph up untuk menaikkan ph larutan nutrisi dan menekan ph down untuk menurunkan ph larutan nutrisi. User juga bisa mengatur kecepatan pompa dengan menggeser seekbar yang berada di atas tombol ph up dan down. Kecepatan pompa dimulai dari 80

70 56 hingga 240 dengan kelipatan 40. Pompa paling lama dapat dihidupkan secara manual selama tiga detik. Saat user mengatur nilai ph secara manual, maka kinerja otomatis pompa akan berhenti hingga user selesai mengatur nilai ph secara manual dengan menekan tombol ph up atau ph down. Dan pada saat user mengatur nilai ph secara manual, LED akan mati. Kemudian LED hidup kembali saat user selesai mengatur nilai ph secara manual. Gambar 4.13 menunjukkan pompa bekerja secara otomatis saat kondisi ph larutan nutrisi hidroponik tidak sesuai dengan kondisi ideal. Gambar Perangkat Bekerja Otomatis

71 57 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dan hasil dari penelitian, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil penggunaan sensor ph air tidak jauh beda dengan perhitungan ph air mengunakan ph meter. Dengan rata-rata error sebesar 0,232 dan persentase error sebesar 6,52%. 2. Tegangan yang dikeluarkan sensor berbeda-beda, sesuai dengan derajat keasaman ph air latutan nutrisi hidrponik. 3. Sensor membutuhkan waktu 1 detik untuk menghitung nilai ph air larutan nutrisi hidroponik. 4. Pompa mampu menjaga ph larutan nutrisi hidroponik tetap dalam keadaan ideal Saran Adapun saran-saran yang dapat dipertimbangkan dari hasil penelitian ini agar penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut yaitu: 1. Pada penelitian ini, data yang diambil berupa ph larutan nutrisi. Maka diharapkan pada penelitian selanjutnya agar dapat mendeteksi aspek hidroponik yang lainnya seperti kepekatan nutrisi, suhu larutan nutrisi, kelembapan udara dan lain lain agar mampu menciptakan kondisi ideal untuk tumbuh. 2. Pada penelitian ini, wadah penampung air ph up dan ph down menggunakan wadah plastik kecil. Maka diharapkan pada penelitian selanjutnya untuk membuat wadah yang lebih besar dan atau memasang alat yang mampu mengisi ulang air ph up dan ph down jika air dalam wadah mendekati kosong.

72 58 3. Pada penelitian ini, sensor yang digunakan adalah E201-BNC. Diharapkan penelitian selanjutnya menggunakan sensor yang lebih responsif terhadap perubahan nilai ph. 4. Pada penelitian ini, konektivitas alat dan smartphone menggunakan Bluetooth. Maka diharapkan pada penelitian selanjutnya dikembangkan menggunakan wireless atau WiFi.

73 59 Daftar Pustaka Andrianto, H. & Darmawan, A Arduino Belajar Cepat dan Pemrograman. Informatika : Bandung. Arafat Sistem Pengamanan Pintu Rumah Berbasis Internet of Thinks (IoT) dengan ESP8266. Technologia 7(4): Arduino A. G Team The Arduino Nano Board (Online) (09 Maret 2017). Fitri,Tiya Fadila.2014.Aplikasi Tuntunan Shalat Lima Waktu Berbasis Android.Skripsi.Medan: Universitas Sumatera Utara. Karina, Nadia Al Perancangan Sistem Alir Larutan Nutrisi Otomatis pada Tanaman Hidroponik dengan Mikrokontroler Arduino UNO Berbasis Android. Skripsi. Medan: Universitas Sumatra Utara. Kustanti, Ika.2014.Pengendalian Kadar Keasaman (ph) Pada Sistem Hidroponik Stroberi Menggunakan Kontroler PID Berbasis Arduino Uno.Jurnal Mahasiswa TEUB 1(1):1-6. Lazuardi,Muhammad. Aplikasi Mikrokontroller sebagai Kontroler Proporsional pada Pengaturan PH.Skripsi.Semarang: Universitas Diponegoro. Lingga, Pinus Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya: Manulang, Mangasa A.S Mendeteksi Denyut Jantung dengan Menggunakan Pulse Sensor pada Arduino UNOberbasis Android. Skripsi. Medan: Universitas Sumatra Utara.

74 60 Pancawati, Dian dan Andik Yulianto Implementasi Fuzzy LogicController untuk Mengatur ph Nutrisi pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique(NFT). Jurnal Online 5(2):1-12. Suhardiyanto, Herry. Teknologi Hidroponik untuk Budidaya Tanaman. roponik_utk_budidya_tanaman_herysuhar.pdf. (10 Maret 2018). Qalit, Al. Dkk Rancang Bangun Prototipe Pemantauan Kadar ph dan Kontrol Suhu Serta Pemberian Pakan Otomatis pada Budidaya Ikan Lele Sangkuriang Berbasis IoT. Jurnal Online Teknik Elektro 2(3):8-15. Sutiyoso, Yos Meramu Pupuk Hidroponik Tanaman Buah Tanaman Sayur Tanaman Hias. Jakarta: Penebar Swadaya:32-39.

75 A-1 LISTING PROGRAM #include <SoftwareSerial.h> SoftwareSerial BT(11,10); #define analoginpin A0 //pompa int in1 = 2; int ena = 3; int in2 = 4; int in3 = 5; int enb = 6; int in4 = 7; unsigned long previousmillispompa = 0; const long intervalpompa = 5000; //bluetooth int k = 0; char baca; unsigned long previousmillis = 0; const long interval = 1000; static uint32_t tmp; // increment this static uint32_t last; // increment this //ph unsigned long int avgvalue; int Value;

76 A-2 float phvalue,temp2; //auto int Auto = 0; int SiklusAuto = 0; int Siklus = 3; void setup() { pinmode(ena, OUTPUT); pinmode(in1, OUTPUT); pinmode(in2, OUTPUT); pinmode(13, OUTPUT); digitalwrite(in1, LOW); digitalwrite(in2, LOW); analogwrite(ena, 200); pinmode(enb, OUTPUT); pinmode(in3, OUTPUT); pinmode(in4, OUTPUT); digitalwrite(in3, LOW); digitalwrite(in4, LOW); analogwrite(enb, 200); } Serial.begin(9600); BT.begin(9600);

77 A-3 void loop() { if (BT.available()) { char baca = BT.read(); Serial.println(baca); if( baca == '0'){ analogwrite(ena, 80); digitalwrite(in1, HIGH); digitalwrite(in3, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '1'){ analogwrite(ena, 120); digitalwrite(in1, HIGH); digitalwrite(in3, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '2'){ analogwrite(ena, 160); digitalwrite(in1, HIGH); digitalwrite(in3, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '3'){ analogwrite(ena, 200); digitalwrite(in1, HIGH);

78 A-4 digitalwrite(in3, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '4'){ analogwrite(ena, 240); digitalwrite(in1, HIGH); digitalwrite(in3, LOW); Auto = 1; } else if( baca == '5'){ analogwrite(enb, 80); digitalwrite(in3, HIGH); digitalwrite(in1, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '6'){ analogwrite(enb, 120); digitalwrite(in3, HIGH); digitalwrite(in1, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '7'){ analogwrite(enb, 160); digitalwrite(in3, HIGH); digitalwrite(in1, LOW); Auto = 1; }

79 A-5 else if(baca == '8'){ analogwrite(enb, 200); digitalwrite(in3, HIGH); digitalwrite(in1, LOW); Auto = 1; } else if(baca == '9'){ analogwrite(enb, 240); digitalwrite(in3, HIGH); digitalwrite(in1, LOW); Auto = 1; } else if(baca == 'a'){ digitalwrite(in1, LOW); digitalwrite(in3, LOW); Auto = 0; SiklusAuto = 0; } } if(auto == 1 ){ digitalwrite(13, HIGH); if(siklusauto!= Siklus){ SiklusAuto++; } else{ digitalwrite(in1, LOW);

80 A-6 digitalwrite(in3, LOW); Auto = 0; SiklusAuto = 0; digitalwrite(13, LOW); } } else{ digitalwrite(13, LOW); } unsigned long c = millis(); avgvalue=0; for(int i =0;i<10000;i++){ Value = analogread(analoginpin); avgvalue += Value; } phvalue = avgvalue/10000; phvalue = phvalue * 5 / 1023 ; phvalue = * phvalue; phvalue = phvalue ; unsigned long millispompa = millis(); if (millispompa - previousmillispompa >= intervalpompa){ if ( phvalue < 5.5 && Auto == 0){ if (phvalue < 5){ digitalwrite(in1, HIGH); digitalwrite(in2, LOW);

81 A-7 analogwrite(ena, 150); delay(500); digitalwrite(in1, LOW); digitalwrite(in2, LOW); } else { digitalwrite(in1, HIGH); digitalwrite(in2, LOW); analogwrite(ena, 100); delay(500); digitalwrite(in1, LOW); digitalwrite(in2, LOW); } delay(5000); } else if ( phvalue > 6.5 && Auto == 0){ if (phvalue > 7){ digitalwrite(in3, HIGH); digitalwrite(in4, LOW); analogwrite(enb, 150); delay(500); digitalwrite(in3, LOW); digitalwrite(in4, LOW); } else { digitalwrite(in3, HIGH);

82 A-8 digitalwrite(in4, LOW); analogwrite(enb, 100); delay(500); digitalwrite(in3, LOW); digitalwrite(in4, LOW); } delay(5000); } previousmillispompa = millis(); } unsigned long currentmillis = millis(); if (currentmillis - previousmillis >= interval) { previousmillis = currentmillis; BT.print(phValue); } }

83 B-1 I. Data Pribadi / Personal Identification CURRICULUM VITAE Nama Lengkap : Eleazar Reymond Gea Tempat/Tanggal Lahir : Probolinggo / 5 Mei 1996 Jenis Kelamin : Pria Agama : Kristen Protestan Warga Negara : Indonesia Alamat : Jl. Apel III No 20 B, Binjai Barat, Binjai Sumatera Utara Telepon : II. Kemampuan /Capabilities Bahasa : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris Bahasa Pemrograman : C#, C++ Database : MySQL Lainnya : Ms.Office, Adobe Photoshop, Adobe Ligthroom, Arc View GIS, Google Earth Pro III. Pendidikan Formal / Formal Education [ ] : S-1 Ilmu Komputer, Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi USU [ ] : SMA Negeri 2 Binjai [ ] : SMP Katolik Mater Dei Probolinggo [ ] : SD Katolik Mater Dei Probolinggo [ ] : TK Katolik Mater Dei Probolinggo IV. Pelatihan dan Seminar / Training and Workshop 1) Peserta Workshop School of Influencer, Universitas Sumatra Utara [2018] 2) Peserta Seminar Nasional Melalui Inovasi Teknologi untuk Menciptakan Mahasiwa Kreatif dan Mandiri, Universitas Sumatera Utara [2017] 3) Peserta Kuliah Umum Generasi Millennial dan Work Place, Universitas Sumatera Utara [2017] 4) Peserta Seminar Global Inspiring Seminar of Indonesia Next Program, Universitas Sumatera Utara [2017] 5) Peserta Workshop Fotografi Kelas Pagi Bergerak bersama Third Eye Space, Medan [2017] 6) Peserta Workshop Fotografi dan Open Recruitment IX, Universitas Sumatera Utara [2016] 7) Peserta Seminar What Will You Be, Universitas Sumatera Utara [2015]

IMPLEMENTASI DAN PEMBUATAN SISTEM PENGUKURAN PH DAN DEBIT AIR PADA PENANAMAN TANAMAN HIDROPONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

IMPLEMENTASI DAN PEMBUATAN SISTEM PENGUKURAN PH DAN DEBIT AIR PADA PENANAMAN TANAMAN HIDROPONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 IMPLEMENTASI DAN PEMBUATAN SISTEM PENGUKURAN PH DAN DEBIT AIR PADA PENANAMAN TANAMAN HIDROPONIK BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 LAPORAN TUGAS AKHIR Ditulis Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan pembuatan aplikasi dengan menggunakan metodologi perancangan prototyping, prinsip kerja rangkaian berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem adalah suatu bentuk penguraian suatu sistem informasi yang lengkap ke dalam bagian-bagian komponennya dengan tujuan mengindentifikasi

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1. AnalisaMasalah Dalam perancangan robot penyeimbang menggunakan sensor jarakberbasis android, terdapatbeberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media tanam merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan dalam kegiatan bercocok tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul 19 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Perancangan Perancangan merupakan tata cara pencapaian target dari tujuan penelitian. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Tujuan dari tugas akhir ini adalah membuat pengaturan air dan nutrisi secara otomatis yang mampu mengatur dan memberi nutrisi A dan B secara otomatis berbasis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dengan beberapa cara yang dilakukan, antara lain:

BAB III METODE PENELITIAN. diperlukan dengan beberapa cara yang dilakukan, antara lain: BAB III METODE PENELITIAN Dalam pembuatan kendali robot omni dengan accelerometer dan keypad pada smartphone dilakukan beberapa tahapan awal yaitu pengumpulan data yang diperlukan dengan beberapa cara

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM OTOMATISASI PERANGKAT ELEKTRONIKA RUMAH BERBASIS ARDUINO

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM OTOMATISASI PERANGKAT ELEKTRONIKA RUMAH BERBASIS ARDUINO PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM OTOMATISASI PERANGKAT ELEKTRONIKA RUMAH BERBASIS ARDUINO LAPORAN TUGAS AKHIR Diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md) Teknik Komputer

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Arduino Nano

BAB II DASAR TEORI Arduino Nano BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan tentang sistem analisis dan perancangan pada pembuatan sistem komunikasi bluetooth pada aquascape berbasis arduino. Pengendelaian alat pada

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai prinsip kerja rangkaian yang disusun untuk merealisasikan sistem alat, dalam hal ini Bluetooth sebagai alat komunikasi penghubung

Lebih terperinci

Tj Tugas Akhir 1 3 SKS

Tj Tugas Akhir 1 3 SKS Departemen Teknik Komputer FTE Institut Teknologi Sepuluh Nopember Tj141501 Tugas Akhir 1 3 SKS Nama : Gafur Hasan Zam Bahari NRP : 2913 100 012 Bidang Studi : Telematika dan Jaringan Tugas Diberikan :

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan

Lebih terperinci

SKRIPSI. IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MENGATUR ph NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)

SKRIPSI. IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MENGATUR ph NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) SKRIPSI IMPLEMENTASI FUZZY LOGIC CONTROLLER UNTUK MENGATUR ph NUTRISI PADA SISTEM HIDROPONIK NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Strata 1 pada Program

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Pendahuluan Dalam suatu perancangan sistem, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan prinsip kerja dari suatu sistem yang akan dibuat. Untuk itu perlu disusun

Lebih terperinci

Sistem Otomatisasi Pengontrolan Volume Dan PH Air Pada Hidroponik

Sistem Otomatisasi Pengontrolan Volume Dan PH Air Pada Hidroponik ISSN: 2089-3787 1335 Sistem Otomatisasi Pengontrolan Volume Dan PH Air Pada Hidroponik Muhammad Fakhruzzaini 1, Hugo Aprilianto 2 Program Studi Teknik Informatika, STMIK Banjarbaru JL. Ahmad Yani KM. 33

Lebih terperinci

Komunikasi Serial. Menggunakan Arduino Uno MinSys

Komunikasi Serial. Menggunakan Arduino Uno MinSys Komunikasi Serial Menggunakan Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program komunikasi serial di Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 37 BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT 4.1 Tujuan Pengukuran dan Pengujian Pengukuran dan pengujian alat bertujuan agar dapat diketahui sifat dan karakteristik tiap blok rangkaian dan fungsi serta cara kerja

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Dalam bab ini akan dibahas mengenai proses perancangan mekanik gorden dan lampu otomatis serta penyusunan rangkaian untuk merealisasikan sistem alat. Dalam hal ini

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab tiga ini akan dijelaskan perancangan alat, yaitu perancangan perangkat keras dan perangkat lunak. Perancangan perangkat keras terdiri dari perangkat elektronik dan instalasi

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 40 BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1. Analisis Sistem Analisis sistem bertujuan untuk memecah sistem ke dalam komponen-komponen subsistem yang lebih kecil untuk mengetahui hubungan setiap komponen tersebut

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BLUETOOTH SEBAGAI PENGENDALI GERBANG BERBASIS ARDUINO

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BLUETOOTH SEBAGAI PENGENDALI GERBANG BERBASIS ARDUINO IMPLEMENTASI TEKNOLOGI BLUETOOTH SEBAGAI PENGENDALI GERBANG BERBASIS ARDUINO LAPORAN TUGAS AKHIR Diselesaikan sebagai syarat untuk mendapatkan gelar AHLI MADYA (AMD) Teknik Komputer Oleh: GRACE MONIKA

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini membahas perencanaan dan pembuatan dari alat yang akan dibuat yaitu Perencanaan dan Pembuatan Pengendali Suhu Ruangan Berdasarkan Jumlah Orang ini memiliki 4 tahapan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini penulis akan membahas prinsip kerja rangkaian yang disusun untuk merealisasikan sistem alat, dalam hal ini potensiometer sebagai kontroler dari motor servo, dan

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS DENGAN SMARTPHONE ANDROID MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO SKRIPSI AHMAD ROY MUDA SIREGAR

PERANCANGAN ALAT PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS DENGAN SMARTPHONE ANDROID MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO SKRIPSI AHMAD ROY MUDA SIREGAR ` PERANCANGAN ALAT PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS DENGAN SMARTPHONE ANDROID MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO SKRIPSI AHMAD ROY MUDA SIREGAR 141421053 PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER

Lebih terperinci

Display LCD. Menggunakan Arduino Uno MinSys

Display LCD. Menggunakan Arduino Uno MinSys Display LCD Menggunakan Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program Display dengan Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino Uno Minsys

Lebih terperinci

PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3

PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3 PEMBUATAN PROTOTIPE ALAT PENDETEKSI LEVEL AIR MENGGUNAKAN ARDUINO UNO R3 Sofyan 1), Catur Budi Affianto 2), Sur Liyan 3) Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Janabadra Jalan Tentara

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA RANGKAIAN Setelah perancangan alat selesai, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pengujian dan analisa alat yang bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan dalam perancangan

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1. DESKRIPSI KERJA SISTEM Gambar 3.1. Blok diagram sistem Satelit-satelit GPS akan mengirimkan sinyal-sinyal secara kontinyu setiap detiknya. GPS receiver akan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan instrumen elektrik drum menggunakan sensor infrared berbasis mikrokontroler ini menggunakan beberapa metode rancang bangun yang

Lebih terperinci

MODEL PENDETEKSI ph PADA PROSES FERMENTASI ACETOBACTER XYLINUM MENGGUNAKAN SENSOR SEN0161

MODEL PENDETEKSI ph PADA PROSES FERMENTASI ACETOBACTER XYLINUM MENGGUNAKAN SENSOR SEN0161 MODEL PENDETEKSI ph PADA PROSES FERMENTASI ACETOBACTER XYLINUM MENGGUNAKAN SENSOR SEN0161 Suwardiyono 1, Harianingsih 1, Nugroho Eko B 2, Rony Wijanarko 2 1 Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat BAB III PERANCANGAN Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai perancangan dan realisasi sistem indikator peringatan berbelok dan perlambatan pada helm sepeda dengan menggunakan android smartphone sebagai

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem berikut: Secara umum sistem yang dibangun dijelaskan dalam diagram blok sistem 6 1 Baterai Sensor: - GPS 2 Sensor Suhu dan Kelembapan 4 Mikrokontroler

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Diagram Blok Sistem Secara Umum Perancangan sistem yang dilakukan dengan membuat diagram blok yang menjelaskan alur dari sistem yang dibuat pada perancangan dan pembuatan

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALI PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA MELALUI PERINTAH SUARA DENGAN ARDUINO DAN BLUETOOTH BERBASIS ANDROID

PERANCANGAN SISTEM PENGENDALI PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA MELALUI PERINTAH SUARA DENGAN ARDUINO DAN BLUETOOTH BERBASIS ANDROID PERANCANGAN SISTEM PENGENDALI PERALATAN LISTRIK RUMAH TANGGA MELALUI PERINTAH SUARA DENGAN ARDUINO DAN BLUETOOTH BERBASIS ANDROID LAPORAN TUGAS AKHIR Diselesaikan sebagai syarat untuk mendapatkan gelar

Lebih terperinci

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB III PROSES PERANCANGAN BAB III PROSES PERANCANGAN 3.1 Tinjauan Umum Perancangan prototipe sistem pengontrolan level air ini mengacu pada sistem pengambilan dan penampungan air pada umumnya yang terdapat di perumahan. Tujuan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN BAB III METODOLOGI PERANCANGAN 3.1 Prosedur Perancangan Prosedur perancangan merupakan langkah langkah dalam pembuatan tugas akhir ini. Dan prosedur perancangan ini digambarkan pada diagram alir berikut:

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1.Analisa Masalah Dalam perancangan dan implementasi robot keseimbangan dengan menggunakan metode PID, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Pada bab ini akan membahas proses yang akan dilakukan terhadap alat yang akan dibuat, mulai dari perancangan pada rangkaian hingga hasil jadi yang akan difungsikan.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lahan di bumi pada saat sekarang ini semakin sempit apabila manusia tidak mengelola dengan optimal dan efisien. Banyak penduduk perkotaan yang membuat komunitas penghijauan

Lebih terperinci

Output LED. Menggunakan Arduino Uno MinSys

Output LED. Menggunakan Arduino Uno MinSys Output LED Menggunakan Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program output LED dengan Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino Uno Minsys

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 Deskripsi Sistem Bab ini membahas perancangan alat yang meliputi perancangan perangkat keras hingga perancangan perangkat lunak. Bentuk dari perancangan akan di jabarkan sebagai

Lebih terperinci

Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys

Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys Analog to Digital Convertion Menggunakan Arduino Uno Minsys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program Analog to Digital Convertion dengan Arduino Uno

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram BAB III PERENCANAAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan lebih rinci mengenai perencanaan dalam pembuatan alat. Penulis membuat rancangan secara blok diagram sebagai pembahasan awal. 3.1 Perencanaan Secara

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN ALAT III.1. Analisa Permasalahan Perancangan Alat Ukur Kadar Alkohol Pada Minuman Tradisional Dalam melakukan pengujian kadar alkohol pada minuman BPOM tidak bisa mengetahui

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1. Arduino Uno Arduino dikatakan sebagai sebuah platform dari physical computing yang bersifat open source, Arduino Uno merupakan sebuah mikrokontroler dengan menggunakan

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI JARAK JAUH SAKLAR LAMPU RUMAH MENGGUNAKAN BLUETOOTH BERBASIS ARDUINO

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI JARAK JAUH SAKLAR LAMPU RUMAH MENGGUNAKAN BLUETOOTH BERBASIS ARDUINO Kondisi pengendalian saklar terutama pada saklar penerangan lampu rumah dalam kehidupan sebagian besar masyarakat saat PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI JARAK JAUH SAKLAR LAMPU RUMAH MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN BAHAN DAN METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2011 di lahan percobaan Fakulas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Bahan dan Alat Penelitian Adapun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Model Penelitian Pada perancangan tugas akhir ini menggunakan metode pemilihan locker secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada penelitian sebelumnya, sistem otomasi dan sistem monitoring hidroponik hanya menggunakan sumber energi listrik yang saat ini semakin menipis karena konsumsi energi

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

Lebih terperinci

WORKSHOP HIDROPONIK. Ir. Karno, M.Appl.Sc., Ph.D. (Prodi S1 Agroekoteknologi)

WORKSHOP HIDROPONIK. Ir. Karno, M.Appl.Sc., Ph.D. (Prodi S1 Agroekoteknologi) WORKSHOP HIDROPONIK Ir. Karno, M.Appl.Sc., Ph.D. (Prodi S1 Agroekoteknologi) HMJ Pertanian Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro 2017 HIDROPONIK HIDROPONIK HIDROPONIK Hydro (air) Ponos

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Penyaji Minuman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT 32 BAB III PERANCANGAN ALAT Penelitian untuk perencanaan dan pembuatan GERBANG OTOMATIS BERBASIS ARDUINO DAN ANDROID MELALUI KONEKSI BLUETOOTH ini didahului dengan mempelajari dan meneliti permasalahan

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM 42 BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini dijelaskan pembuatan alat yang dibuat dalam proyek tugas akhir dengan judul rancang bangun sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis mirkrokontroler

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia teknologi di dunia semakin hari semakin pesat, handphone dengan sistem operasi Android semakin banyak di pasaran dengan harga yang sangat terjangkau

Lebih terperinci

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (uji coba). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah membuat suatu alat yang dapat menghitung biaya pemakaian

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING DETAK JANTUNG MELALUI FINGER TEST BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK. Marti Widya Sari 1), Setia Wardani 2)

RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING DETAK JANTUNG MELALUI FINGER TEST BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK. Marti Widya Sari 1), Setia Wardani 2) RANCANG BANGUN APLIKASI MONITORING DETAK JANTUNG MELALUI FINGER TEST BERBASIS WIRELESS SENSOR NETWORK Marti Widya Sari 1), Setia Wardani 2) 1), 2) Program Studi Teknik Informatika Universitas PGRI Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY

BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY BAB III PERANCANGAN SISTEMKENDALI PADA EXHAUST FAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY 3.1 Perancangan Alat Dalam merealisasikan sebuah sistem elektronik diperlukan tahapan perencanaan yang baik dan matang. Tahapan-tahapan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN III.1.Analisa Masalah Dalam perancangan helm anti kantuk dengan menggunakan sensor detak jantung, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan tersebut

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi BAB 3 PERANCANGAN SISTEM 3.1 Pengertian Umum Perancangan Media Penyampaian Informasi Otomatis Dengan LED Matrix Berbasis Arduino adalah suatu sistem media penyampaian informasi di dalam ruangan yang menggunakan

Lebih terperinci

BAB II HIDROPONIK NFT

BAB II HIDROPONIK NFT BAB II HIDROPONIK 6 BAB II HIDROPONIK NFT II.1 Hidroponik Hidroponik merupakan suatu metode bercocok tanam yang tidak menggunakan media tanah sebagai media tanamnya tetapi menggunakan air, kerikil, pasir,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Akuisisi data merupakan sistem yang digunakan untuk mengambil,

II. TINJAUAN PUSTAKA. Akuisisi data merupakan sistem yang digunakan untuk mengambil, 6 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Akuisisi Data Akuisisi data merupakan sistem yang digunakan untuk mengambil, mengumpulkan dan menyiapkan data yang sedang berjalan, kemudian data tersebut diolah lebih lanjut

Lebih terperinci

PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC PING))) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 SKRIPSI AHMAD ZAINY

PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC PING))) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 SKRIPSI AHMAD ZAINY PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC PING))) BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 SKRIPSI AHMAD ZAINY 111421039 PROGRAM STUDI EKSTENSI S1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C. BAB II DASAR TEORI 2.1 ARDUINO Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang.

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU

BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU BAB IV PENGUJIAN RPBOT PENGHISAP DEBU 4.1 Umum Setiap perancangan perangkat elektronika baik otomotis maupun manual dibutuhkan tahap-tahap khusus guna untuk menghasilkan perangkat yang baik dan sesuai

Lebih terperinci

Rancang Bangun Sistem Aeroponik Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler

Rancang Bangun Sistem Aeroponik Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler Rancang Bangun Sistem Aeroponik Secara Otomatis Berbasis Mikrokontroler Ayub Subandi 1, *, Muhammad Widodo 1 1 Jurusan Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Lebih terperinci

Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys

Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys Light Dependent Resistor LDR Menggunakan Arduino Uno Minsys Mahasiswa mampu memahami pemrograman C pada Arduino Uno MinSys Mahasiswa mampu membuat program pembacaan LDR Arduino Uno MinSys A. Hardware Arduino

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang

Lebih terperinci

Pembuatan Alat Pemberi Pakan Ikan Dan Pengontrol PH Otomatis

Pembuatan Alat Pemberi Pakan Ikan Dan Pengontrol PH Otomatis Pembuatan Alat Pemberi Pakan Ikan Dan Pengontrol PH Otomatis Bearly Ananta Firdaus, Rinta Kridalukmana, Eko Didik Widianto Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jalan Prof.

Lebih terperinci

Apa itu arduino. Nama : Tamara samudra. Abstrak.

Apa itu arduino. Nama : Tamara samudra. Abstrak. Apa itu arduino Nama : Tamara samudra Tamara@raharja.info Abstrak Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang cara

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang cara II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Hidroponik Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam (soilless culture). Media tanam

Lebih terperinci

BAB I I. PENDAHULUAN

BAB I I. PENDAHULUAN BAB I I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Kondisi lahan pertanian yang kian hari semakin berkurang sementara disisi lain pemenuhan

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Tujuan Perancangan Tujuan dari perancangan alat ini adalah untuk mewujudkan gagasan dan didasari oleh teori serta fungsi dari software arduino dan perangkat remote control,

Lebih terperinci

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN 2.1 Analisa Kebutuhan Sistem Untuk mendapatkan tujuan sebuah sistem, dibutuhkan suatu kesatuan sistem yang berupa perangkat lunak, perangkat keras, dan manusianya itu sendiri.

Lebih terperinci

PROTOTYPE SISTEM KONTROL PINTU GARASI MENGGUNAKAN SMS

PROTOTYPE SISTEM KONTROL PINTU GARASI MENGGUNAKAN SMS E-Jurnal Prodi Teknik Elektronika Edisi Proyek Akhir D3 PROTOTYPE SISTEM KONTROL PINTU GARASI MENGGUNAKAN SMS Oleh : Fauzia Hulqiarin Al Chusni (13507134014), Universitas Negeri Yogyakarta smartfauzia@gmail.com

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560

BAB II DASAR TEORI Arduino Mega 2560 BAB II DASAR TEORI Pada bab ini akan dijelaskan teori-teori penunjang yang diperlukan dalam merancang dan merealisasikan skripsi ini. Bab ini dimulai dari pengenalan singkat dari komponen elektronik utama

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Identifikasi Kebutuhan Proses pembuatan alat penghitung benih ikan ini diperlukan identifikasi kebutuhan terhadap sistem yang akan dibuat, diantaranya: 1. Perlunya rangkaian

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RUMAH PINTAR BERBASIS ARDUINO

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RUMAH PINTAR BERBASIS ARDUINO PERANCANGAN DAN PEMBUATAN RUMAH PINTAR BERBASIS ARDUINO LAPORAN TUGAS AKHIR Diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md) Teknik Komputer Oleh: JONATHAN ALBERTO HUTAGAOL

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN SMART FARMING SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN HIDROPONIK DAN AKUAPONIK

PENGEMBANGAN SMART FARMING SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN HIDROPONIK DAN AKUAPONIK PENGEMBANGAN SMART FARMING SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN HIDROPONIK DAN AKUAPONIK TUGAS AKHIR Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas

Lebih terperinci

APLIKASI BLUETOOTH SEBAGAI INTERFACING KENDALI MULTI- OUTPUT PADA SMART HOME

APLIKASI BLUETOOTH SEBAGAI INTERFACING KENDALI MULTI- OUTPUT PADA SMART HOME APLIKASI BLUETOOTH SEBAGAI INTERFACING KENDALI MULTI- OUTPUT PADA SMART HOME Nur Yanti Politeknik Negeri Balikpapan Kontak person: Nur Yanti email: nur.yanti@poltekba.ac.id Abstrak Sistem smart home saat

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGERING KAIN OTOMATIS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROKONTROLER ATMega8535 dan SENSOR SHT11

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGERING KAIN OTOMATIS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROKONTROLER ATMega8535 dan SENSOR SHT11 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGERING KAIN OTOMATIS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROKONTROLER ATMega8535 dan SENSOR SHT11 LAPORAN TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Software Software arduino merupakan software yang sangat penting karena merupakan proses penginputan data dari komputer ke dalam mikrokontroler arduino menggunakan software

Lebih terperinci

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK

BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 21 BAB III PERENCANAAN PERANGKAT KERAS DAN LUNAK 3.1 Gambaran umum Perancangan sistem pada Odometer digital terbagi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Perancangan perangkat keras Dalam perancangan perangkat keras diawali dengan pembahasan blok sistem secara keseluruhan kemudian dilakukan pembahasan per blok. Blok sistem

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN PEMBAHASAN 4.1 Uji Coba Alat Dalam bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat yang telah dibuat. Dimulai dengan pengujian setiap bagian-bagian dari hardware dan software yang

Lebih terperinci

Implementasi Teknologi Bluetooth Sebagai Pengendali Gerbang Berbasis Arduino

Implementasi Teknologi Bluetooth Sebagai Pengendali Gerbang Berbasis Arduino Implementasi Teknologi Bluetooth Sebagai Pengendali Gerbang Berbasis Arduino LAPORAN TUGAS AKHIR Diselesaikan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Ahli Madya (A.Md) Teknik Komputer Oleh: Sadarmo

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada Bab III ini akan diuraikan mengenai perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk membangun sistem keamanan rumah nirkabel berbasis mikrokontroler

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Alat Pendeteksi Uang Palsu Beserta Nilainya Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung, dari bulan Februari 2014 Oktober 2014. 3.2. Alat dan Bahan Alat

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS

PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan guna mencapai gelar Sarjana S-1 Teknik

Lebih terperinci

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA 4.1 Penerapan Sistem Penerapan sistem membahas hasil dari penerapan teori yang telah berhasil penulis kembangkan sehingga sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan perancangan

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

BAB II DASAR TEORI. mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno. memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O, BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino Uno R3 adalah papan pengembangan mikrokontroler yang berbasis chip ATmega328P. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input / output (atau biasa ditulis I/O,

Lebih terperinci

STUDI PENGONTROL TEMPERATUR MOTOR DC UNTUK MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KECEPATAN MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 SKRIPSI

STUDI PENGONTROL TEMPERATUR MOTOR DC UNTUK MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KECEPATAN MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 SKRIPSI STUDI PENGONTROL TEMPERATUR MOTOR DC UNTUK MEMPERTAHANKAN KESTABILAN KECEPATAN MOTOR BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 SKRIPSI Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains

Lebih terperinci

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan diuraikan tentang proses pengujian sistem yang meliputi pengukuran terhadap parameter-parameter dari setiap komponen per blok maupun secara keseluruhan, dan

Lebih terperinci

PERANCANGAN PAPAN PERGANTIAN PEMAIN PADA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN METODE SCANNING BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

PERANCANGAN PAPAN PERGANTIAN PEMAIN PADA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN METODE SCANNING BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 PERANCANGAN PAPAN PERGANTIAN PEMAIN PADA PERMAINAN SEPAK BOLA DENGAN METODE SCANNING BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh : MUHLISIN D 400 080 042 FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK

Lebih terperinci

PROTOTIPE SISTEM PENGENDALIAN PH AIR BUDIDAYA IKAN PADA TAMBAK BERBASIS ARDUINO

PROTOTIPE SISTEM PENGENDALIAN PH AIR BUDIDAYA IKAN PADA TAMBAK BERBASIS ARDUINO PROTOTIPE SISTEM PENGENDALIAN PH AIR BUDIDAYA IKAN PADA TAMBAK BERBASIS ARDUINO PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas

Lebih terperinci