SKRIPSI OLEH BOBBY PRATAMA HARAHAP

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SKRIPSI OLEH BOBBY PRATAMA HARAHAP"

Transkripsi

1 SKRIPSI Pengaruh, Sales Growth, Capital Intensity dan Kompensasi Rugi Fiskal Terhadap Tax Avoidance (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun ) OLEH BOBBY PRATAMA HARAHAP PROGRAM STUDI STRATA I DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN 2020

2

3

4 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN Telah Diuji Pada Tanggal 13Maret 2020 TIM PENGUJI SKRIPSI Ketua Penguji : Drs. Sucipto, MM., Ak. Penguji : Abdillah Arif Nasution, SE., M.Si, Ak Pembanding : Drs. Hotmal Ja far, MM., Ak.

5 i

6 ABSTRAK PENGARUH SALES GROWTH, CAPITAL INTENSITY DAN KOMPENSASI RUGI FISKAL TERHADAP TAX AVOIDANCE (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN ) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sales growth, capital intensity dan kompensasi rugi fiskal terhadap tax avoidance (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun ). Populasi penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdiri dari 150 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 104 perusahaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan yang dapat diakses melalui website Bursa Efek Indonesia ( Kemudian variabel sales growth, capital intensity dan kompensasi rugi fiskal dan tax avoidance dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS versi 20. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen, yaitu sales growth, capital intensity dan kompensasi rugi fiskal mempunyai pengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Secara parsial, sales growth dan capital intensity memiliki pengaruh positif signifikan terhadap tax avoidance. Sedangkan variabel kompensasi rugi fiskal memiliki pengaruh negative namun tidak signifikan terhadap tax avoidance. Kata Kunci: Sales Growth,Capital Intensity, Kompensasi Rugi Fiskal, and Tax Avoidance ii

7 ABSTRACT THE EFFECT OF SALES GROWTH, CAPITAL INTENSITY AND FISCAL LOSS COMPENSATION OF TAX AVOIDANCE (STUDY ON MANUFACTURING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE IN ) This study aims to determine the effect of sales growth, capital intensity and fiscal loss compensation on tax avoidance (a study of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in ). The population of this study is a manufacturing company consisting of 150 companies. The sample selection is done by purposive sampling method, so that 104 companies are obtained. The data used is secondary data derived from the company's financial statements which can be accessed through the Indonesia Stock Exchange website ( Then the sales growth, capital intensity and fiscal loss compensation and tax avoidance variables using multiple linear regression analysis using SPSS version 20 software. The results of the study indicate that simultaneously the three independent variables, namely sales growth, capital intensity and fiscal loss compensation have a significant effect on tax avoidance. Partially, sales growth and capital intensity have a significant positive effect on tax avoidance. While the fiscal loss compensation variable has a negative but not significant effect on tax avoidance. Keywords: Sales Growth, Capital Intensity, Fiscal Loss Compensation, and Tax Avoidance iii

8 KATA PENGANTAR Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillahirobbil alamin, segala puji bagi Allah atas limpahan nikmatmya yang telah diberikan kepada kita semua. Berkat rahmat dan ridhonya serta kemudahan dari Allah SWT, penulis akhirnya dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Pengaruh Sales Growth, Capital Intensity dankompensasi Rugi Fiskal Terhadap Tax Avoidance (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun ) guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Penulis sangat bersyukur atas penyelesaian skripsi ini. Untuk dapat menyelesaikan skripsi ini, tentu tidak terlepas dari segala hambatan dan kesulitan, banyak hal dan rintangan yang penulis hadapi selama proses penyelesaian skripsi ini. Namun karena izin Allah, skripsi ini dapat diselesaikan. Selama proses penyusunan skripsi ini, penulis banyak memperoleh bimbingan, semangat, saran, dan bantuan lain baik secara moril maupun materil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, M.S selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, MAFIS, Ak, CPA selaku Ketua Departemen/Program Studi S1 AkuntansiFakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Sumatera Utara. iv

9 3. Bapak Drs. Sucipto, MM., Ak. selaku Dosen Pembimbing skripsi ini. Terimakasih banyak telah menyempatkan waktu ditengah kesibukan bapak untuk memberikan arahan, bimbingan, dan ilmu kepada penulis selama proses penyelesaian skripsi ini. Semoga bapak tetap dalam lindungan Allah SWT, sehat selalu, panjang umur, dan murah rezeki. 4. Bapak Abdillah Arif Nasution, SE., M.Si, Ak selaku Dosen Penguji dan bapak Drs. Hotmal Ja far, MM, Ak, CPA selaku Dosen Pembanding skripsi ini. Terimakasih banyak atas pertanyaan, saran, dan masukan positif dan bersifat membangun yang bapak dan ibu berikan dalam proses penyempurnaan skripsi ini. 5. Kepada kedua orangtua tercinta, Ayahanda Mukmin Harahap Dan Ibunda Rosliana ir yang selalu memberikan doa, dukungan, semangat, perhatian serta dukungan moril maupun materil yang tiada hentinya kepada penulis dalam menyelesaikan penelitian ini, jugaadik penulis Erra Fadhillah Harahap yang selalu menghibur serta seluruh keluarga. 6. Kepada sahabat-sahabat terbaik, Syafira Amaliah S.E dan Melita Manurung S.E yang selalu memberi semangat, dukungan, motivasi serta membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian. Teman penyemangat penulis Stefany Wijaya Amd, dan semua teman-teman seangkatan serta pihak yang berperan dan membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat penulis sebut satu persatu. Dan seluruh Staff / Pegawai Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. v

10 vi

11 DAFTAR ISI Halaman PERNYATAAN... ABSTRAK... ii ABSTRACT... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... vii DAFTAR LAMPIRAN... viii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Manfaat Akademis Manfaat Praktis... 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Pustaka Teori Keagenan (Agency Theory) Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Sales Growth Capital Intensity Kompensasi Rugi Fiskal Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Hipotesis Penelitian Pengaruh Sales Growth terhadap Tax Avoidace Pengaruh Capital Intensity terhadap Tax Avoiance Pengaruh Kompensasi RugiFiskal terhadap i vii

12 TaxAvoidace BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Batasan Operasional Definisi Operasional Definisi Variabel Penelitian Skala Pengukuran variabel Populasi dan Sampel Populasi Sampel Metode Pengumpulan Data Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Uji Asumsi Klasik Regresi Linear Berganda Koefisien Determinasi (R²) Uji Parsial (Uji Statistik t) Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Analisis Regresi Linear Berganda Uji Signifikansi Uji Signifikansi Pengaruh Parsial viii

13 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan Koefisien Determinasi (R²) Pembahasan Penelitian Pengaruh Sales Growth terhadap Tax Avoidance Pengaruh Capital Intensity terhadap Tax Avoidance Pengaruh KRF terhadap Tax Avoidance Pengaruh Sales Growth, Capital Intensity,Kompensasi Rugi Fiskal terhadap Tax Avoidance BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ix

14 DAFTAR TABEL No.Tabel Judul Halaman 1.1Pembayaran Pajak Perusahaan Manufaktur Research Gap Penelitian Terdahulu Skala Pengukuran Populasi Penelitian Pemilihan Sampel dengan Purposive Sampling Sampel Penelitian Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Hasil Uji Normalitas dengan Kolmogorov Smirnov Test Hasil Uji Multikolinearitas dengan Metode VIF Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Glejser Hasil Uji Autokorelasi Hasil Regresi Linier Berganda Hasil Uji t Hasil Uji F Analisis Koefisien Determinasi x

15 DAFTAR GAMBAR No.Gambar Judul Halaman 2.1 Kerangka Konseptual xi

16 DAFTAR LAMPIRAN No.Lampiran Judul Halaman 1. Lampiran Tabulasi xii

17 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pajak menurut UU KUP Nomor 28 Tahun 2007 adalah kontribusi wajib yang diberikan kepada negara yang terutang oleh wajib pajak pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara dari dalam negeri yang paling utama untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, pajak perlu dikelola secara seksama dengan meningkatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dan dari aparat perpajakan sendiri. Dan oleh sebab itu pemerintah membutuhkan dana yang cukup besar. Dana tersebut bisa dari berbagai sumber penghasilan, antara lain barang - barang yang dikuasai oleh pemerintah, denda denda, warisan yang diberikan kepada Negara, hibah, wasiat, kekayaan alam, dan iuran masyarakat kepada Negara berdasarkan undang undang (dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi yang dapat ditunjuk dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran). Berdasarkan UU RI No. 36 tahun 2008, pemerintah telah menetapkan penghasilan kena pajak (PKP) bagi wajib pajak badan dalam negeri dalam bentuk usaha tetap dikenakan tarif sebesar 28% mulai 1 januari 2009, dan kemudian tarif pajak tersebut diturunkan menjadi 25% mulai 1 januari

18 Penurunan tarif pajak adalah salah satu bentuk upaya yang dilakukan pemerintah agar para pelaku usaha (wajib pajak) dapat efektif dalam membayar kewajiban pajaknya. Perusahaan Manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia merupakan perusahaan yang berskala besar dan jika dibandingkan dengan perusahaan lain. Berikut ini merupakan tabel pembayaran pajak perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun Tabel 1.1 Pembayaran Pajak Perusahaan Manufaktur (dalam Milyar Rupiah) Tahun Pembayaran Pajak , , , , Sumber : Laporan keuangan perusahaan manufaktur Naik turunnya angka pembayaran Pajak Perusahaan Manufaktur dari tahun ke tahun dari tabel di atas menunjukkan bahwa masih banyaknya Perusahaan Manufaktur yang ingin melakukan tindakan tax avoidance. Pada dasarnya terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tax avoidance. Beberapa penelitian juga telah dilakukan terhadap variabelvariabel yang mempengaruhi tax avoidance yang dimana banyak menyoroti pada pengaruh sales growth, capital intensity dan kompensasi rugi fiskal. Salah satu cara yang diterapkan oleh perusahaan dalam melakukan upaya tax avoidance adalah dengan sales growth. Pertumbuhan penjualan (Sales growth) mencerminkan manifestasi keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi 2

19 pertumbuhan masa yang akan datang. Dengan menggunakan pengukuran pertumbuhan penjualan perusahaan dapat memprediksi seberapa besar profit yang akan diperoleh dengan besarnya pertumbuhan penjualan. Semakin besar volume penjualan suatu perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan perusahaaan tersebut semakin meningkat.apabila pertumbuhan penjualan meningkat, laba yang dihasilkan perusahaan diasumsikan mengalami peningkatan. Laba perusahaan yang mengalami kenaikan berarti pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan akan semakin besar sehingga perusahaan akan cenderung untuk melakukan tindakan penghindaran pajak. Gradini (2018) dalam penelitiannya menemukan bahwa sales growth berpengaruh terhadap tax avoidance sedangkan Aprianto (2019) menyimpulkan bahwa sales growth tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Faktor selanjutnya yang mempengaruhi tax avoidance adalah Capital Intensity. Intensitas modal (capital intensity) dapat dijadikan faktor yang dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak karena intensitas modal sendiri menggambarkan seberapa banyak perusahaan menginvestasikan aset tetapnya pada perusahaan. Aset tetap yang dimiliki perusahaan memungkinkan perusahaan memotong pajak akibat dari penyusutan aset tetap perusahaan setiap tahunnya. Seluruh aset tetap akan mengalami penyusutan setiap tahunnya, dengan adanya penyusutan maka laba perusahaan secara otomatis dapat berkurang karena adanya beban depresiasi yang akan mengurangi beban kena pajak perusahaan. Semakin 3

20 besar biaya penyusutan akan semakin kecil tingkat pajak yang harus dibayarkan perusahaan. Laba kena pajak perusahaan yang semakin berkurang akan mengurangi pajak terutang perusahaan. Dengan itu perusahaan yang memiliki proporsi yang besar dalam aset tetapnya akan membayar pajaknya lebih rendah, karena perusahaan mendapatkan keuntungan dari depresiasi yang melekat pada aset tetap yang dapat mengurangi beban pajak pada perusahaan.muzakki (2015) dalam penelitiannya menemukan bahwa Capital Intensity berpengaruh Negatif terhadap tax avoidance sedangkan Rifka Siregar (2016) menyimpulkan bahwa capital intensity tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Faktor selanjutnya yang mempengaruhi tax avoidance adalah Kompensasi Rugi Fiskal. Kompensasi kerugian (carrying loss) merupakan suatu proses pembawa kerugian dalam satu tahun pajak ke tahun-tahun pajak berikutnya. Kerugian tersebut dapat dikompensasikan selama lima tahun ke depan dan laba perusahaan akan digunakan untuk mengurangi jumlah kompensasi tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2000 Pasal 6 ayat (2). Sehingga, selama lima tahun tersebut perusahaan akan terhindar dari beban pajak, karena laba kena pajak akan digunakan untuk mengurangi jumlah kompensasi kerugian perusahaan. Suriani (2016) dalam penelitiannya menemukan bahwa Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh terhadap tax avoidance sedangkan Gusti (2014) menyimpulkan bahwa Kompensasi Rugi Fiskal Tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Berikut ini adalah tabel research gap tentang tax avoidance : 4

21 Tabel 1.2 Research Gap No. Variabel Peneliti Hasil Penelitian 1. Sales Growth 2. Capital Intensity 3. Kompensasi Rugi Fiskal Sumber: Review Penelitian Terdahulu Gradini (2018) Aprianto (2019) Muzakki (2015) Rifka (2016) Suriani (2016) Gusti (2014) Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti termotivasi untuk meneliti kembali variabel-variabel tersebut dengan judul penelitian Pengaruh, Sales Growth, Capital Intensity dan Kompensasi Rugi Fiskal Terhadap Tax Avoidance (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun ). 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah sales growth berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun ? 5

22 2. Apakah capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun ? 3. Apakah kompensasi rugi fiskal berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun ? 4. Apakah sales growth, capital intensity, dan kompensasi rugi fiskal berpengaruh secara simultan terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun ? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai beirkut: 1. Untuk mengetahui apakah sales growth berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun Untuk mengetahui apakah capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun Untuk mengetahui apakah kompensasi rugi fiskal berpengaruh terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun Untuk mengetahui apakah sales growth, capital intensity dan kompensasi rugi fiskal berpengaruh secara simultan terhadap tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI Tahun

23 1.4 Manfaat Penelitian Adapun hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat dalam penelitian sebagai berikut: Manfaat Akademis Penelitian diharapkan dapat menambah wawasan mengenai Kompensasi Rugi Fiskal, sales growth, dan capital intensity yang dapat mempengaruhi tax avoidance pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian serupa pada periode mendatang Manfaat Praktis 1. Bagi Perusahaan Penelitian ini dapat menjadi masukan dan dorongan bahwa betapa pentingnya faktor-faktor terkait terhadap kegiatan tax avoidance dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan, sehingga dapat mencegah perusahaan terjerumus dalam lingkaran ambiguitas.dan mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan khususnya di bidang keuangan. 2. Bagi Pemerintah Memberikan masukkan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan di bidang perpajakkan sehingga dapat meminimalisir aktivitas tax avoidance pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 3. Bagi Investor Bagi investor penelitian ini dapat memberikkan informasi tentang tax avoidance, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan dalam 7

24 melakukan keputusan investasi.selain itu dapat menjadi pertimbangan bagi investor untuk melihat kecenderungan perusahaan dalam melakukan tax avoidance. 8

25 BAB II TINJUAN PUSTAKA 2.1 Tinjuan Pustaka Teori Keagenan (Agency Theory) Teori keagenan mendeskripsikan perusahaan sebagai suatu titik temu antara pemilik perusahaan (principal) dengan manajemen (agent). Manajemen merupakan pihak yang dikontrak oleh pemilik perusahaan untuk bekerja demi kepentingan pemilik perusahaan. Karena mereka dipilih, maka pihak manajemen harus mempertanggungjawabkan semua pekerjaannya kepada pemilik perusahaan. Jensen dan Meckling (1976) menjelaskan bahwa terdapat perjanjian yang terjadi antara principal dan agent dimana agent disewa untuk bekerja sesuai dengan kebutuhan principal dan diberikan wewenang untuk mengambil keputusan. Penjelasan tentang praktek tax avoidance dapat dimulai dari pendekatan agency theory. Praktek tax avoidance dalam perspektif agency theory dipengaruhi oleh adanya konflik kepentingan antara agen (manajemen) dengan principal yang timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang di kehendakinya. Teori keagenan merupakan model yang digunakan dalam hal formulasi untuk permasalahan yang muncul antara principal dan agent. Setiap hasil kinerja dari manajemen akan disampaikan kepada 9

26 prinsipal melalui laporan salah satunya melalui laporan keuangan. Adanya pendelegasian wewenang kepada agent akan menyebabkan manajemen memiliki informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan prinsipal. Perbedaan kepentingan antara pemilik dan manajemen terletak pada memaksimalkan manfaat (utility) pemilik (principal) dengan kendala (constraint) manfaat (utility) dan insentif yang akan diterima oleh manajemen (agent). Kepentingan yang berbeda sering menyebabkan konflik kepentingan antara pemilik perusahaan (principal) dengan manajemen (agent). Pemilik perusahaan tentunya ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari penghasilan yang didapat di perusahaan. Hal ini memaksa manajemen agar dapat selalu memberikan kinerja yang baik dan menghasilkan keuntungan yang besar. Tekanan untuk selalu memberikan keuntungan yang besar membuat manajemen melakukan berbagai cara termasuk dengan berusaha agar besarnya pajak yang dibayar rendah. Upaya meminimalkan beban pajak yang dijalankan dengan memanfaatkan kekosongan pada peraturan perpajakan disebut sebagai penghindaran pajak. Tindakan ini dilakukan dengan cara melakukan transaksi yang nantinya akan memberikan beban pajak yang rendah. Beberapa cara yang dilakukan antara lain mendirikan anak perusahaan di lokasi yang tarif pajak yang lebih rendah dan melakukan beberapa tindakan seperti transfer pricing. 10

27 2.1.2 Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) Umumnya wajib pajak enggan untuk membayar pajak dikarenakan pajak merupakan beban yang dapat mengakibatkan pendapatan dari perusahaan menjadi berkurang. Salah satu jenis perlawanan terhadap perpajakan yang biasanya dilakukan Wajib Pajak terutama Wajib Pajak Badan adalah dalam bentuk tax avoidance. Tax avoidance merupakan rangkaian aktivitas perencanaan pajak dengan tujuan mengurangi jumlah pajak secara eksplisit (Hanlon dan Heitzman, 2010). Tindakan tax avoidanceini dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan karena perusahaan tidak akan membayar beban perpajakannya sehingga laba yang akan dihasilkan meningkat. Tindakan tax avoidanceini merupakan tindakan yang tidak melanggar hukum, namun bagaimanapun juga tindakan ini menyebabkan kerugian bagi pemerintah. Menurut Halim (2014:8) Penghindaran pajak (Tax Avoidance) adalah Perencanaan pajak yang dilakukan secara legal dengan cara mengecilkan objek pajak yang menjadi dasar pengenaan pajak yang masih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Menurut Merkz (2007) dalam Kurniasih dan Sari (2013), cara untuk melakukan penghindaran pajak sesuai peraturan perundang-undangan adalah sebagi berikut: a. Substantive tax planning, yaitu dengan memindahkan subjek pajak dan/atau objek pajak ke negara yang memberikan perlakuan pajak 11

28 khusus atau keringanan pajak (tax haven country) atas suatu jenis penghasilan. b. Formal tax planning, ialah usaha tax avoidance dengan mempertahankan substansi ekonomi dari transaksi melalui pemilihan formal yang memberikan beban pajak yang paling rendah. c. General Anti Avoidance Rule, adanya ketentuan anti avoidance atas transaksi transfer pricing, thin capitalization, treaty shopping, dan controlled foreign corporation (Specific Anti Avoidance Rule), serta transaksi yang tidak mempunyai substansi bisnis. Adanya tindakan tax avoidance akan menimbulkan kesempatan bagi manajemen dalam melakukan tindakan yang direncanakan untuk menutupi berita buruk yang ada dalam perusahaan atau bahkan dapat menyesatkan investor dan stakeholder lainnya. Hal tersebut menjelaskan bahwa dasar untuk memahami tax avoidance adalah agency framework, terlihat bahwa tindakan tax avoidance yang dilakukan pihak manajemen untuk kepentingan pribadi dan tidak untuk memaksimalkan kepentingan stakeholder perusahaan. Tax avoidance tidak terlepas dari biaya, beberapa biaya juga harus ditanggung dalam melaksanakan tindakan tax avoidance diantaranya ialah pengorbanan waktu dan tenaga, serta adanya resiko jika tindakan tax avoidance terungkap, misalnya seperti bunga dan denda, atau bahkan kehilangan reputasi perusahaan yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Dalam halini tindakan tax avoidance pasti memiliki 12

29 keuntungan dan kerugian. Terdapat tiga keuntungan yang didapat dari tindakan tax avoidance, yaitu sebagai berikut: a. Efisiensi pajak yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemerintah. b. Keuntungan bagi manajer (baik langsung maupun tidak langsung), misalnya mendapatkan kompensasi dari pemilik atau pemegang saham perusahaan atas tindakan tax avoidance yang dilakukannya. c. Keuntungan kesempatan bagi manajer untuk melakukan tindakan rent extraction. Tindakan rent extraction merupakan tindakan manajer yang dilakukan tidak untuk memaksimalkan kepentingan pemilik atau pemegang saham, melainkan untuk kepentingan pribadi, misalnya dapat berupa penyusunan laporan keuangan agresif atau melakukan transaksi dengan pihak istimewa. Sedangkan kerugian yang mungkin terjadi akibat tindakan tax avoidance antara lain, sebagai berikut : a. Kemungkinan mendapatkan sanksi atau penalti dari fiskus pajak, jika dilakukannya audit dan ditemukannya kecurangan dibidang perpajakan. b. Rusaknya reputasi perusahaan akibat audit dari fiskus pajak. c. Penurunan harga saham dikarenakan pemegang saham lainnya mengetahui tindakan tax avoidance yang dijalankan manajer dilakukan dalam rangka rent extraction. Strategi dan teknik penghindaran pajak yang dilakukan secara legal dan aman bagi wajib pajak karena tidak bertentangan dengan ketentuan 13

30 perpajakan. Dan beberapa faktor yang mempengaruhi wajib pajak memiliki keberanian untuk melakukan penghindaran pajak tersebut Sales Growth Menurut Kasmir (2012 : 107) Pertumbuhan penjualan adalah sejauh mana perusahaan dapat meningkatkan penjualanannya dibandingkan dengan total penjualan secara keseluruhan. Menurut Harahap (2010:309) Sales growth atau pertumbuhan penjualan yaitu kenaikan jumlah penjualan dari waktu ke waktu. Pertumbuhan penjualan (sales growth) memiliki peranan yang penting dalam manajemen modal kerja. Berdasarkan definisi diatas bahwa Sales Growth menggambarkan peningkatan penjualan dari tahun ke tahun.tingginya tingkat sales growth menunjukkan semakin baik suatu perusahaan dalam menjalankan operasinya. Pertumbuhan penjualan sering menggambarkan keberhasilan suatu perusahaan Capital Intensity Capital Intensity adalah rasio aktivitas investasi yang dilakukan perusahaan yang dikaitkan dengan investasi dalam bentuk aset tetap (intensitas modal) dan persediaan (intensitas persediaan). Rasio intensitas modal dapat menunjukan tingkat efisiensi perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan penjualan. Hampir semua aset tetap mengalami penyusutan danbiaya penyusutan dapat mengurangi jumlah pajak perusahaan. Seperti yang dijelaskan Hanum (2013) biaya 14

31 depresiasi merupakan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan dalam menghitung pajak, maka dengan semakin besar jumlah aset tetap yang dimilki oleh perusahaan maka akan semakin besar pula depresiasinya sehingga mengakibatkan jumlah penghasilan kena pajak dan tarif pajak efektifnya akan semakin kecil. Intensitas modal merupakan salah satu bentuk keputusan keuangan. Keputusan tersebut ditetapkan oleh manajemen perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Intensitas modal mencerminkan seberapa modal yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Sumber dana atau kenaikan modal dapat diperoleh dari penurunan asset tetap (dijual) atau peningkatan asset tetap (pembelian). Intensitas modal didefinisikan sebagai rasio antara asset tetap seperti peralatan, mesin dan berbagai property terhadap total aset. Rasio ini menggambarkan seberapa besar aset perusahaan yang diinvestasikan dalam bentuk aset tetap Konsisten dengan penelitian terdahulu, penelitian ini juga menggunakan rasio antara aset tetap terhadap total asset untuk menghitung intensitas modal. Pemilihan investasi dalam bentuk aset ataupun modal terkait perpajakan adalah dalam hal depresiasi. Perusahaan yang memutuskan berinvestasi dalam bentuk aset tetap dapat menjadikan biaya penyusutan sebagai biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan atau bersifat deductible expense. Biaya penyusutan yang bersifat deductibleakan menyebabkan laba kena pajak perusahaan menjadi berkurang yang 15

32 pada akhirnya akan mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar perusahaan Kompensasi Rugi Fiskal Kompensasi kerugian dalam pajak penghasilan diatur undang - undang pajak penghasilan No.36 tahun Adapun beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam hal kompensasi kerugian ini adalah sebagai berikut: 1. Istilah kerugian merujuk kepada kerugian fiskal bukan kerugian komersial. 2. Kerugian atau keuntungan fiskal adalah selisih antara penghasilan dan biaya- biaya yang telah memperhitungkan ketentuan Pajak Penghasilan. 3. Kompensasi kerugian hanya di perkenankan selama lima tahun ke depan secara berturut-turut. Apabila pada akhir tahun kelima ternyata masih ada kerugian yang tersisa maka sisa kerugian tersebut tidak dapat lagi dikompensasikan. 4. Kompensasi kerugian hanya diperuntukan Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha yang penghasilannya tidak dikenakanpph Final dan perhitungan Pajak Penghasilannya tidak menggunakan norma penghitungan. 5. Kerugian usaha di luar negeri tidak bisa dikompensasikan dengan penghasilan dari dalam negeri. Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan pembukuan dan penghasilan tidak termasuk penghasilan 16

33 yang bersifat final dapat menghitung Kompensasi kerugian sesuai ketentuan tersebutdiatas sedangkan penggunaan norma penghitungan penghasilan netto tidak diperkenankan. 2.2 Penelitian Terdahulu Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah, maka penelitian terdahulu dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu NAMA PENELITI Muadz Rizki Muzakki (2015) Bambang Setyobudi Irianto, dkk. (2017) VARIABEL PENELITIAN Variabel Independen: Corporate Social Responsibility (CSR), Capital Intensity, Tax Avoidance Varibel Dependen: Tax Avoidance Variabel Independen: The Influence, Profitability, Leverage, Firm Size and Capital Intensity Varibel Dependen: Tax Avoidance HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis pertama yang menyatakan bahwa corporate social responsibility (CSR) berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. Variabel capital intensity berpengaruh negatifterhadap tax avoidance. Hal ini sesuai dengan hipotesis kedua yang menyatakan bahwa capital intensity berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. Profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap penghindaran pajak perusahaan manufaktur yang terdaftar di IndonesiaBursaEfek.Leverage memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap penghindaran pajak perusahaan manufaktur yang terdaftar, Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap penghindaran pajak perusahaan manufaktur yang terdaftar di IndonesiaBursa Efek, Intensitas modal berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penghindaran pajak perusahaan manufakturterdaftar di Bursa 17

34 Muhammad Aprianto dan Susi Dwimulyani (2019) Variabel Independen:Sales Growthdan Leverage Varibel Dependen: Tax Avoidance Efek Indonesia. Sales growth tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Leverage secara signifikan berpengaruh negatif terhadap tax avoidance. I Gst Ln Ngr Dwi Cahyadi Putra,dkk. (2016) Tommy Maria (2013) & Gusti Maya Sari (2014) Variabel Independen: Komiaris Independen, Leverage, Size dan Capital Intensity Ratio Varibel Dependen: Tax Avoidance Variabel Independen:Return on Assets(ROA),Leverage, Corporate Governance, Ukuran Perusahaan dan Kompensasi RugiFiskal Varibel Dependen: Tax Avoidance Variabel Independen:Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal, Strukutur Kepemilikan Varibel Dependen: Tax Avoidance Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap Tax Avoidance, Leverage tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance, Size berpengaruh positif terhadap Tax Avoidance, Capital Intensity Ratio tidak berpengaruh terhadap Tax Avoidance. Hasil Penelitian ini adalahreturn on Assets(ROA),Leverage,Corpor ate Governance, Ukuran Perusahaan dan Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh signifikan secara simultan terhadaptax avoidance. komisaris independen (X1) yang diukur dengan membandingkan antara jumlah komisaris independen dengan jumlah dewan komisaris memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap Tax avoidance (Y), 2) komite audit (X2) yang diukur dengan dummy tidak berpengaruh signifikan terhadap Tax avoidance (Y), dan 3) ukuran perusahaan yang diukur dengan log total aktiva memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap Tax avoidance(y). 4) kompensasi rugi fiskal yang diukur dengan dummy tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap 18

35 Sumber :Review Penelitian Terdahulu tax avoidance (Y). 5) struktur kepemilikan yang diukur dengan persentase kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance (Y). 2.3 Kerangka Konseptual Kerangka konseptual adalah suatu model konseptual yang menunjukkan hubungan logis antara faktor-faktor yang telah diidentifikasi yang penting atau relevan dengan masalah penelitian. Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa penelitian ini menggunakan variabel independen (X) yaitu Sales Growth (X1),Capital Intensity (X2),dan Kompensasi Rugi Fiskal (X3) variabel dependen (Y) yang digunakan adalah Tax Avoidance. Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Sales Growth (X 1 ) H 1 Capital Intensity (X 2 ) H 2 Tax Avoidance (Y) Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) H 3 H 4 19

36 2.4 Hipotesis Penelitian Hipotesis merupakan menyatakan hubungan yang diduga secara logis antaradua variabel atau lebih dalam rumusan preposisi yang dapat diuji secara empiris. Hipotesis pada penelitian ini adalah: Pengaruh Sales Growth terhadap Tax Avoidance Pertumbuhan penjualan mencerminkan manifestasi keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. Dengan menggunakan pengukuran pertumbuhan penjualan perusahaan dapat memprediksi seberapa besar profit yang akan diperoleh dengan besarnya pertumbuhan penjualan (Deitiana 2011). Semakin besar volume penjualan suatu perusahaan menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan perusahaaan tersebut semakin meningkat. Apabila pertumbuhan penjualan meningkat, laba yang dihasilkan perusahaan diasumsikan mengalami peningkatan. Laba perusahaan yang mengalami kenaikan berarti pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan akan semakin besar sehingga perusahaan akan cenderung untuk melakukan tindakan penghindaran pajak. Maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut : H 1 : Sales Growth berpengaruh terhadap Tax Avoidance Pengaruh Capital Intensity terhadap Tax Avoidance Capital Intensity sering dikaitkan dengan seberapa besar aktiva tetap dan persediaan yang dimiliki perusahaan. Aktiva tetap yang dimilki perusahaan memungkinkan perusahaan untuk memotong pajak akibat 20

37 depresiasi dari aktiva tetap setiap tahunnya. Hal ini menunjukan bahwa perusahaan dengan tingkat aktiva tetap yang tinggi memiliki beban pajak yang lebih rendah dibandingkan perusahaan yang mempunyai aktiva tetap yang rendah. Maka semakin besar beban depresiasi akan semakin kecil kewajiban pajak yang harus dibayar perusahaan. Capital Intensity berhubungan dengan aset yang dimiliki perusahaan. Aset yang besar akan mempunyai biaya penyusutan yang juga besar dan mengakibatkan laba perusahaan menjadi berkurang, sehingga beban pajaknya juga berkurang. Semakin besarintensitas aset tetap suatu perusahaan maka akan meningkatkan tax avoidance. H 2 :Capital Intensity berpengaruh positif terhadap Tax Avoidance Pengaruh Kompensasi Rugi Fiskal terhadap Tax Avoidance Perusahaan yang mengalami kerugian secara fiskal dalam suatu periode maka perusahaan tersebut akan diberikan keringanan oleh pemerintah untuk membayar pajaknya yang biasa disebut dengan kompensasi rugi fiskal. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor. 36 Tahun 2008 pasal 6 ayat 2 yang mengungkapkan bahwa kerugian secara fiskal dapat dikompensasikan selama lima tahun ke depan secara berturut-turut setelah perusahaan mengalami kerugian tersebut, jadi laba perusahaan tahun berikutnya akan digunakan untuk mengurangi jumlah kompensasi kerugian tersebut, oleh karena itu selama lima tahun berturut-turut beban pajak yang dibayarkan perusahaan akan semakin sedikit. 21

38 Kompensasi kerugian fiskal yang diterima perusahaan pasti akan mengurangi beban pajak yang harus dibayarkan perusahaan atau bahkan perusahaan tidak membayar pajak sama sekali jika laba yang diperoleh perusahaan pada tahun berikutnya belum dapat menutup kerugian fiskal perusahaan pada tahun sebelumnya, dengan demikian dapat diartikan bahwa perusahaan yang mendapatkan kompensasi kerugian fiskal tidak perlu melakukan tindakan tax avoidance untuk menghasilkan beban pajak yang seminimal mungkin. Asumsi pengaruh antara kompensasi kerugian fiskal terhadap tax avoidance adalah berbanding terbalik. Semakin tinggi kompensasi kerugian fiskal perusahaan maka semakin rendah tindakan tax avoidance yang dilakukan perusahaan, dan sebaliknya. Menurut teori agensi, pihak manajemen perusahaan sebagai agent tentunya akan memanfaatkan adanya insentif pajak berupa kompensasi dari kerugian fiskal pada tahun sebelumnya, karena dengan adanya kompensasi tersebut pasti akan menekan beban pajak dan laba setelah pajak pada tahun tersebut akan lebih tinggi. sehingga semakin besar kompensasi yang diperoleh perusahaan karena rugi fiskal tahun sebelumnya akan menurunkan upaya tax avoidance yang dilakukan pihak manajemen perusahaan. Berdasarkan uraian tersebut maka dirumuskan hipotesis kedua dalam penelitian sebagai berikut : H 3 : Kompensasi Rugi Fiskal berpengaruh negatif terhadap Tax Avoidance. 22

39 BAB III METODE PENELTIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kausal. Penelitian kausal (sebab akibat) ialah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengamati akibat yang terjadi dan kemungkinan faktor (sebab) yang menimbulkan akibat tersebut. Penelitian ini termasuk dalam penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan (annual report) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari website Bursa Efek Indonesia yaitu dan data diperoleh melalui studi literature, artikel, jurnal maupun media tertulis lain yang berkaitan dengan topik pembahasan dari penelitian ini 3.2 Tempat dan Waktu Peneltian Penulis melakukan penelitian ini pada Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Sektor Manufaktur dengan menggunakan data laporan tahunan perusahaan di Indonesia. Dalam penyusunan penelitian ini penulis membutuhkan waktu selama kurang lebih tiga bulan yaitu 2014 sampai dengan Batasan Operasional Batasan Operasional dalam penelitiam ini adalah laporan keuangan tahunan perusahaan yaitu periode yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komperhensif dan laporan arus kas. Data yang diperoleh dari laporan posisi keuangan meliputi total aset, total liabilitas dan 23

40 total ekuitas, data yang diperoleh dari laporan laba rugi komperhensif meliputi laba sebelum pajak dan laba bersih, sedangkan data yang diperoleh dari laporan arus kas yaitu pembayaran pajak. 3.4 Definisi Operasional Definsi Variabel Penelitian Menurut Sekaran dalam sinulingga (2011:72) Variabel adalah segala sesuatu yang dapat memiliki atau mengambil nilai yang berbeda atau bervariasi. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen (variabel bebas) yaitu variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen (variabel terikat). 1. Variabel Dependen Menurut Sanusi (2011:50) variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variable lain.variabel dependen dalam penelitian ini adalah tax avoidance, yang diukur cash effective tax rate (CETR). Dewinta & Setiawan (2016) Menyatakan bahwa CETR dapat menilai pembayaran pajak dari laporan arus kas, sehingga dapat mengetahui berapa jumlah kas yang sesungguhnya dikeluarkan oleh perusahaan.semakin tinggi tingkat presentase CETR yaitu mendekati tarif pajak penghasilan badan sebesar 25% mengindikasikan bahwa bahwa semakin rendah tingkat tax avoidance perusahaan.sebaliknya semakin rendah tingkat presentase CETR mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat tax avoidance perusahaan. CETR 24

41 2. Variabel Independen Menurut Sinulingga (2011:77), variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen baik secara positif maupun secara negatif. Variabel Independen dalam penelitian ini adalah: 1) Sales Growth Menurut kasmir (2013:107) pertumbuhan penjualan adalah sebagai berikut: Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan mempertahankan posisi ekonominya di tengah pertumbuhan perekonomian dan sektor usahanya. Untuk menghitung pertumbuhan penjualan menggunakan indikator yaitu: 2) Capital Intensity Dalam Undang-undang Pajak Penghasilan No.36 Tahun 2008 pasal 6, disebutkan bahwa biaya yang dapat menjadi pengurang laba dan menjadi biaya yang boleh dibebankan (deductible expense) yaitu biaya penyusutan dan biaya depresiasi. Dalam manajemen pajak perusahaan akan menggunakan hartanya untuk diinvestasikan pada asset tetap karena asset tetap hampir semua mengalami penyusutan. Capital intensity dapat dihitung dengan menggunakan rumus: 25

42 3) Kompensasi Rugi Fiskal Prakosa (2014) Kompensasi rugi fiskal dapat diukur menggunakan variabel Dummy (D) yang akan diberikan nilai 1 jika terdapat kompensasi rugi fiskal, diberikan nilai 0, jika tidak terdapat kompensasi pada awal tahun dan kompensasi kerugian mengacu kepada penelitian yang dilakukan. 3.5 Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran yang digunkan dalam penelitian ini adalah skala rasio dan dummy, angka pada skala rasio merupakan angka yang menunjukan nilai sebenarnya dari objek yang diukur. Variabel Tax Avoidance(Y) Definisi Operasional penghindaran pajak merupakan rekayasa tax affairs yang masih tetap berada dalam bingkai ketentuan perpajakan (lawful) Tabel 3.1 Skala Pengukuran CETR Pengukuran Rasio Skala Sales Growth (X 1 ) Pertumbuhan penjualan menunjukkan sejauh mana perusahaan dapat meningkatkan penjualannya dibandingkan dengan total penjualan secara Rasio 26

43 keseluruhan Intensitas Modal (X 2 ) Rasio antara aktiva tetap seperti peralatan, mesin dan berbagai properti terhadap total aktiva Rasio Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) Kompensasi yang dilakukan oleh wajib pajak yang berdasarkan pembukuannya mengalami kerugian, dan kompensasi akan dilakukan pada tahun berikutnya berturut turut s.d 5 tahun Cara pengukurannya adalah diberikan nilai 1 jika terdapat kompensasi rugi fiskal, diberikan nilai 0 jika tidak terdapat kompensasi pada awal tahun dan kompensasi kerugian dummy 3.6 Populasi dan Sampel Populasi Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian dalam suatu wilayah. Menurut Widayat (2002:52)Populasi adalah keseluruhan dari kumpulan elemen yang memiliki sejumlah karakteristik umum, yang terdiri dari bidang-bidang untuk di teliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini pada tahun perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah populasi 150 perusahaan. 27

44 Tabel 3.2 Populasi Penelitian No Kode Perusahaan Nama Perusahaan 1. ADMG Asahimas Flat Glass Tbk 2. AMIN Ateliers Mecaniques D Indonesie Tbk 3. ARGO Bank Agroniaga Tbk 4. ASII Astra International Tbk 5. AUTO Astra Auto Part Tbk 6. ADES Akasha Wira International Tbk 7. AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 8. ALTO Tri Banyan Tirta Tbk 9. AMFG Asahimas Flat Glass Tbk 10. ARNA Arwana Citra Mulia Tbk 11. ALKA Alaska Industrindo Tbk 12. ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 13. AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk 14. APLI Asiaplast Industries Tbk 15. ALDO Alkalindo Naratama Tbk 16. AKKU Alam Karya Unggul Tbk 17. BIMA Primarindo Asia Infrastructure Tbk 18. BOLT Garuda Metalindo Tbk 19. BRAM Indo Kordsa Tbk 20. BAJA Saranacentral Bajatama Tbk 21. BRNA Berlina Tbk 22. BRPT Barito Pasific Tbk 23. BTON Beton Jaya Manunggal Tbk 24. BUDI Budi Acid Jaya Tbk 25. BATA Sepatu Bata Tbk 26. CNTX Centex Tbk 27. CNTX Centex Tbk 28. CINT Chitose Intenasional Tbk 29. CPIN Charoes Pokphand Indonesia Tbk 30. CTBN Citra Turmindo Tbk 31. CEKA Cahaya Kalbar Tbk 32. DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk 33. DLTA Delta Djakarta Tbk 34. DPNS Duta Pertiwi Nusantara Tbk 35. DAJK Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk 36. ERTX Eratex Djaya Tbk 37. ESTI Ever Shine Textile Industry Tbk 37. EKAD Ekadharma International Tbk 38. ETWA Eterindo Wahanatama Tbk 39. FASW Fajar Surya Wisesa Tbk 28

45 40. FPNI Titan Kimia Nusantara Tbk 41. GDYR Goodyear Indonesia Tbk 42. GJTL Gajah Tunggal Tbk 43. GGRM Gudang Garam Tbk 44. GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 45. HDTX Pan Asia Indosyntex Tbk 46. HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 47. IKBI Sumi Indo Kabel Tbk 48. IMAS Indomobil Sukses International Tbk 49. INDR Indo Rahma Synthetic Tbk 50. INDS Indospring Tbk 51. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 52. INAF Indofarma Tbk 53. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 54. IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk 55. IGAR Champion Pasific Indonesia Tbk 56. IMPC Impack Pratama Industry Tbk 56. IMPC Impack Pratama Industry Tbk 57. INAI Indal Aluminium Industry Tbk 58. INCI Intan Wijaya International Tbk 59. INKP Indah Kiat Pulp & Paper Tbk 60. INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 61. IPOL Indopoly Swakarsa Industry Tbk 62. ISSP Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk 63. INRU Toba Pulp Lestari Tbk 64. JECC Jembo Cable Company Tbk 65. JAPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk 66. JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk 67. JPRS Jaya Pari Steel Tbk 68. KBLI KMI Wire and Cable Tbk 69. KBLM Kabelindo Murni Tbk 70. KAEF Kimia Farma Tbk 71. KICI Kedaung Indag Can Tbk 72. KINO Kino Indonesia Tbk 73. KLBF Kalbe Farma Tbk 74. KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk 75. KDSI Kedawung Setia Industrial Tbk 76. KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk 77. KRAS Krakatau Steel Tbk 78. KRAH Grand Kartech Tbk 79. LMPI Langgeng Makmur Industry Tbk 80. LION Lion Metal Works Tbk 81. LMSH Lionmesh Prima Tbk 82. LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk 29

46 83. MASA Multistrada Arah Sarana Tbk 84. MBTO Martina Berto Tbk 85. MERK Merek Tbk 86. MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 87. MRAT Mustika Ratu Tbk 88. MYOR Mayora Indah Tbk 89. MAIN Malindo Feedmill Tbk 90. MLIA Mulia Industrindo Tbk 91. MYTX Apac Citra Centertex Tbk 91. MYTX Apac Citra Centertex Tbk 92. NIPS Bank OCBC NISP Tbk 93. NIKL Pelat Timah Nusantara Tbk 94. POLY Asia Pasific Fibers Tbk 95. PRAS Prima alloy steel Universal Tbk 96. PTSN Sat Nusa Persada Tbk 97. PSDN Prashida Aneka Niaga Tbk 110. PICO Pelangi Indah Canindo Tbk 101. PYFA Pyridam Farma Tbk 102. PBRX Pan Brothers Tbk 103. ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk 104. RICY Ricky Putra Globalindo Tbk 105. RMBA Bentoel International Investama Tbk 106. SCCO Sumpreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk 107. SMSM Selamat Sempurna Tbk 108. SRIL Sri Rejeki Isman Tbk 109. SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk 110. SSTM Sunson Textile Manufacturer Tbk 111. STAR Star Petrcohem Tbk 112. SCPI Schering Plough Indonesia Tbk 113. SIDO Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk 114. SKBM Sekar Bumi Tbk 115. SKLT Sekar Laut Tbk 116. STTP Siantar Top Tbk 117. SIAP Sekawan Intipratama Tbk 118. SIMA Siwani Makmur Tbk 119. SMBR Semen Batu raja Tbk 120. SMCB Holcim Indonesia Tbk 121. SMGR Semen Gresik Tbk 122. SMGR Semen Gresik Tbk 123. SIPD Siearad Produce Tbk 124. SRSN Indo Acitama Tbk 125. SULI Sumalindo Lestari Jaya Tbk 126. SQBI&SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk 127. SPMA Suparma Tbk 30

47 128. SOBI Sorini Agro Asia Corporindo Tbk 129. TFCO Tifico Fiber Indonesia Tbk 131. TRIS Trisula International Tbk 132. TCID Mandom Indonesia Tbk 133. TSPC Tempo Scan Pasific Tbk 134. TALF Tunas Alfin Tbk 135. TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk 136. TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk 137. TIRT Tirta Mahakam Resources Tbk 138. TKIM Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk 139. TOTO Surya Toto Indonesia Tbk 140. TPIA Chandra Asri Petrochemical Tbk 141. TRST Trias Sentosa Tbk 142. UNIT Nusantara Inti Corpora Tbk 143. ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk 144. UNVR Unilever Indonesia Tbk 145. UNIC Unggul Indah Cahaya Tbk 146. VOKS Voksel Electric Tbk 147. WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk 148. WTON Wijaya Karya Beton Tbk 149. WSBP Waskita Beton Precast Tbk 150. YPAS Yena Prima Hasta Persada Tbk Sumber : Sampel Sampel merupakan sekumpulan dari sebagian anggota obyek yang diteliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling. Menurut Widayat (2002:54) Purposive Sampling adalah Dalam teknik ini Sampel dipilih berdasarkan penilaian atau pandangan dari peneliti berdasarkan tujuan dan maksud peneliti. Alasan pemilihan sampel dengan menggunakan Purposive Sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan yang penulis tentukan, oleh karena itu penulis memilih teknik Purposive Sampling. Adapun kriteria-kriteria yang dijadikan sebagai sampel penelitian yaitu : 31

48 1. Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan tahunan lengkap baik Annual Report maupun laporan keuangan tahun Perusahaan manufaktur yang memiliki data pajak, laba sebelum pajak, penjualan, aset tetap, total aset, dan kompensasi rugi fiskal lengkap tahun Data keuangan dalam satuan rupiah. Tabel 3.3 Pemilihan Sampel dengan Purposive Sampling No Keterangan Jumlah 1 Jumlah Populasi perusahaan manufaktur yang listing di BEI 150 periode tahun Dikurangi : Perusahaan manufaktur yang tidak memiliki data (46) penelitian lengkap secara konsisten pada Tahun Perusahaan Manufaktur yang terpilih menjadi sampel 104 Jumlah Obseervasi (104 x 5 Tahun) 520 Sumber : (data diolah 2019) Ada 104 sampel yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini diantaranya adalah sebagai berikut : Tabel 3.4 Sampel Penelitian No. Kode Perusahaan Nama Perusahaan 1. AALI Astra Agro Lestari Tbk 2. ADES Akasha Wira International Tbk 3. ABBA Mahaka Media Tbk 4. AKRA AKR Corporindo Tbk 5. APLI Asiaplast Industries Tbk 6. AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 7. AKPI Argha Karya Prima Industry Tbk 8. ALDO Alkalindo Naratama Tbk 9. ALKA Alaska Industrindo Tbk 10. ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 11. ARGO Bank Agroniaga Tbk 32

49 12. AMFG Asahimas Flat Glass Tbk 13. ASGR Astra Graphia Tbk 14. AUTO Astra Auto Part Tbk 15. ARNA Arwana Citra Mulia Tbk 16. BRNA Berlina Tbk 17. ASII Astra International Tbk 18. BAJA Saranacentral Bajatama Tbk 19. BATA Sepatu Bata Tbk 20. BTON Beton Jaya Manunggal Tbk 21. BIMA Primarindo Asia Infrasructure Tbk 22. BUDI Budi Acid Jaya Tbk 23. CLPI Colorpark Indonesia Tbk 24. BRAM Indo Kordsa Tbk 25. FAST Fast Food Indonesia 26. GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk 27. VOKS Voksel Electric Tbk 28. CEKA Cahaya Kalbar Tbk 29. CPIN Charoes Pokphand Indonesia Tbk 30. DITA Sarana Meditama Tbk 31. DPNS Duta Pertiwi Nusantara Tbk 32. DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk 33. EKAD Ekadharma International Tbk 34. ERTX Eratex Djaya Tbk 35. ETWA Eterindo Wahanatama Tbk 36. FASW Fajar Surya Wisesa Tbk 37. GDYR Goodyear Indonesia Tbk 38. GGRM Gudang Garam Tbk 39. GJTL Gajah Tunggal Tbk 40. HDTX Pan Asia Indosyntex Tbk 41. HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk 42. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 43. IGAR Champion Pacific Indonesia Tbk 44. IKAI Inti Keramik Alam Asri Industri Tbk 45. IMAS Indomobil Sukses International Tbk 46. INAF Indofarma Tbk 47. INAI Indal Alumunium Industry Tbk 48. INCI Intan Wijaya International Tbk 49. KICI Kedaung Indah Can Tbk 50. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 51. INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 52. JKSW Jakarta Kyoei Steel Work LTD Tbk 53. JECC Jembo Cable Company Tbk 54. JPFA Japfa Comfeed Indonesia Tbk 55. JPRS Jaya Pari Steel Tbk 33

50 56. KAEF Kimia Farma Tbk 57. KBLI KMI Wire and Cable Tbk 58. KBLM Kabelindo Murni Tbk 59. KBRI Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk 60. KDSI Kedaung Setia Industrial Tbk 61. KIAS Keramika Indonesia Assosiasi Tbk 62. KONI Perdana bangun persaka Tbk 63. LION Lion Metal Works Tbk 64. LTLS PT Lautan Luas Tbk 65. LMSH Lionmesh Prima Tbk 66. MERK Merk Tbk 67. MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk 68. MICE Multi Indocitra Tbk 69. MTDL Metra Data \Electronik Tbk 70. MYOR Mayora Indah Tbk 71. NIPS Bank OCBC NISP Tbk 72. PBRX Pan Brothers Tbk 73. PICO Pelangi Indah Canindo Tbk 74. PYFA Pyridam Farma Tbk 75. ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk 76. SCCO Sumpreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk 77. SIAP Sekawan Intipratama Tbk 78. SMGR Semen Gresik Tbk 79. SMSM Selamat Sempurna Tbk 80. SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk 81. SRSN Indo Acitama Tbk 82. STTP Siantar Top Tbk 83. SKLT Sekar laut Tbk 84. TBLA Tunas Baru Lampung Tbk 85. TCID Mandom Indonesia Tbk 86. TRIS Trisula International Tbk 87. TRST Trias Sentosa Tbk 88. TSPC Tempo Scan Pacific Tbk 89. TURI Tunas Redia Tbk 90. TOTO Surya Toto Indonesia Tbk 91. TFCO Tifico Fiber Indonesia Tbk 92. ULTJ Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk 93. UNIT Nusantara Unit Corpora Tbk 94. UNTR United Tractors Tbk 95. UNVR Unilever Indonesia Tbk 96. LMPI Langgeng Makmur Industry Tbk 97. LPIN Multi Prima Sejahtera Tbk 98. MBTO Martina Berto Tbk 99. MLIA Mulia Industrindo Tbk 34

51 100. MLPL Multipolar Tbk 101. MRAT Mustika Ratu Tbk 102. MYTX Apac Citra Centertex Tbk 103. PRAS Prima Alloy Steel Universal Tbk 104. PSDN Prasida Aneka Niaga Tbk Sumber : 3.7 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Berkaitan dengan data-data yang digunakan dalam penelitian ini, data-data yang dibutuhkan terdiri dari data sekunder. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan mengumpulkan data empiris berupa sumber data yang dibuat perusahaaan seperti laporan tahunan perusahaan ( annual report ). Selain itu peneliti juga memperoleh informasi yang digunakan sebagai dasar teori dan acuan untuk pengolahan data dengan melakukan penelitian kepustakaan (library research) bersumber dari skripsi dan jurnal jurnal serta buku-buku yang ada hubungannya dengan penelitian ini. 3.8 Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Menurut Sugiyono (2012:147) analisis deskriptif adalah Menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedestisitas. 35

52 1. Uji Normalitas Menurut Ghozali (2018:161) Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau variabel residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Ada dua cara yang biasa digunakan untuk menguji normalitas model regresi tersebut yaitu dengan analisis grafik (normal P-P plot) dan analisis statistik (analisis Z skor skewness dan kurtosis) one sample Kolmogorov-Smirnov Test. Dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas menurut Ghozali (2005:112) sebagai berikut: 1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. 2. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Analisis dengan menggunakan uji statistik dapat digunakan dengan melihat nilai signifikansi. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. 2. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali (2018:107) Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel 36

53 bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi multikolonieritas. Pendekatan yang digunakan untuk menguji ada tidaknya multikolonieritas ada dua yaitu dengan melihat nilai tolerance dan lawannya dan dengan uji tes Variance Inflation Factor (VIF), dengan analisis sebagai berikut: a. Jika nilai tolerance > 0,10 dan VIF < 10, maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi. b. Jika nilai tolerance < 0,10 dan VIF > 10, maka dapat diartikan bahwa terdapat multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi. 3. Uji Heteroskedestisitas Menurut Ghozali (2018:137) Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika beda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homokedastisitas atau tidak terjadi Heterokedastisitas. Untuk mengetahui apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak dapat dilakukan dengan melihat dua cara, yakni : 1. Uji Grafik Cara mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen). 37

54 Menurut Ghozali (2005:105) dasar analisis untuk menentukan ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu: Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. 2. Uji Statistik Uji statistik yang digunakan adalah uji Park, dimana pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual di dapat signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi. 4. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali (2018:111) Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t- 1 (sebelumnya). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Untuk mendeteksi terjadinya autokorelasi dapat dilakukan dengan pengujian terhadap nilai uji Durbin-Watson (Uji DW) dengan ketentuan sebagai berikut: 38

55 1. Bila nilai Durbin-Watson (DW) terletak antara batas atas atau Upper Bound (DU) dan 4 DU, maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi. 2. Bila nilai DW lebih rendah daripada batas bawah atau Lower Bound (DL), maka koefisien autokorelasi lebih besar dari nol, berarti ada autokorelasi positif. 3. Bila nilai DW lebih besar daripada (4-DL), maka koefisien autokorelasi lebih kecil dari nol, berarti ada autokorelasi negatif. 4. Bila nilai DW terletak di antara batas atas (DU) dan batas bawah (DL) atau DW terletak antara (4-DU) dan (4-DL), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan Regresi Linear Berganda Dari beberapa penelitian terdahulu yang mempunyai tema hampir sama dengan penelitian ini, sebagian besar penelitian tersebut menggunakan teknik analisis regresi linear berganda, maka alasan inilah yang membuat peneliti juga memakai analisis regresi linier berganda. Menurut Sanusi (2016:134) analisis regresi linier berganda yaitu menambah jumlah variable bebas yang sebelumnya hanya satu menjadi dua atau lebih variable bebas. Persamaan garis regresi : CETR = α + β 1 D+ β 2 Gr+ β 3 CI+ e Keterangan: CETR = Tax Avoidance α = Konstanta β 1,2,3 = Koefisien Regresi D = Dummy Kompensasi Rugi Fiskal 39

56 Gr = Sales Growth CI = Capital Intensity e = Error Koefisien Determinasi (R²) Menurut Ghozali (2018 : 97) Koefisien determinasi (R²) bertujuan mengukur seberapa jauh kemampuan model (sales growth, capital intensity, dan kompensasi rugi fiskal) dalam menerangkan variasi variabel dependen (tax avoidance). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen. Jika nilai R² adalah sebesar 1 berarti fluktuasi variabel dependen seluruhnya dapat dijelaskan oleh variabel independen dan tidak ada faktor lain yang menyebabkan fluktuasi variabel dependen. Nilai R² berkisar dari 0 sampai 1. Jika mendekati 1 berarti semakin kuat kemampuan variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai R² semakin medekati angka 0 berarti semakin lemah kemampuan variabel independen untuk dapat menjelaskan fluktuasi variabel dependen Uji Parsial (Uji Statistik t) Menurut Ghozali (2018 : 98) Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variable penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variable dependen. Adapun langkah-langkah dalam uji t untuk pengaruh yang positif dan negatif adalah: 40

57 a) Merumuskan hipotesis operasional Ha : βi = 0 (Variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen) Ho : βi 0 (Variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen) b) Menentukan kriteria pengujian Penelitian ini menggunakan uji dua sisi, maka daerah penolakannya berada di sisi kanan kurva yang luasnya α dan derajat kebebasan (degrre of freedom) yaitu : df = n-k, di mana n adalah jumlah sampel dan k adalah konstanta. - Bila probabilitas t -statistik >Level of Significant = 0,05, maka Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh signifikan antara variabel independen terhadapvariabel dependen. - Bila probabilitas t -statistik <Level of Significant = 0,05, maka Ha diterima, artinya ada pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F) Menurut Ghozali (2018 : 98) Uji F menguji signifikansi koefisien parsial regresi secara individu dengan uji hipotesis terpisah bahwa setiap koefisien regresi sama dengan nol. Langkah-langkah sebagai berikut: a) Merumuskan hipotesis: Ho : b 1 = b 2 = b 3 = 0 (Tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan). 41

58 Ha : b 1 b 2 b 3 0 (Ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan). b) Menentukan kriteria pengujian Dengan level of significant (α) 5 % dan df pembilang k-1 dan penyebut n-k, dimana k adalah jumlah variabel independen. -Bila probabilitas F -statistik <Level of Significant = 0,05, maka Ho ditolak, artinya secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. - Bila probabilitas F -statistik >Level of Significant = 0,05, maka Ho diterima, artinya secara simultan variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. 42

59 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Populasi adalah wilayah generaliasai yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode sebanyak 150 perusahan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel penelitian dengan pertimbangan tertentu. Sampel yang dipilih sengaja ditentukan berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditentukan oleh penulis untuk mendapatkan sampel yang representatif. Berdasarkan kriteria dan rentang waktu selama 5 Tahun, jumlah sampel keseluruhan yang diperoleh sebanyak 520 amatan (104 perusahaan manufaktur selama 1 tahun) dalam penelitian ini. 4.2 Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata (mean), dan nilai standar deviasi, dari variabel tax avoidance, sales growth, capital intensity dan kompensasi rugi fiskal. 43

60 Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Berdasarkan VariabelTax Avoidance (Y), Sales Growth (X 1 ), Capital Intensity (X 2 ) dan Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) Variable Minimum Maximum Mean Std. Deviation Tax Avoidance (Y) Sales Growth (X 1 ) Capital Intensity (X 2 ) Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) Berdasarkan Tabel 4.1,diketahui nilai minimum dari tax avoidance (Y) adalah -1,32, sementara nilai maksimum dari tax avoidance (Y) adalah 2,018. Rata-rata tax avoidance (Y) adalah 0,163 dengan standar deviasi 0,301. Diketahui nilai minimum dari sales growth (X 1 ) adalah -0,999, sementara nilai maksimum dari sales growth (X 1 ) adalah 15,871. Rata-rata sales growth (X 1 ) adalah 0,441, dengan standar deviasi 2,457. Diketahui nilai minimum dari capital intensity (X 2 ) adalah -754,044, sementara nilai maksimum dari capital intensity (X 2 ) adalah 0,999. Rata-rata capital intensity (X 2 ) adalah -88,894, dengan standar deviasi 138,466. Diketahui nilai minimum dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah 0, sementara nilai maksimum dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah 1. Rata-rata kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah 0,36, dengan standar deviasi 0, Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Normalitas Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Tingkat signifikansi yang 44

61 digunakan. Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas, dengan ketentuan sebagai berikut. Jika nilai probabilitas 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi. Jika probabilitas < 0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi. Tabel 4.2 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual N 520 Normal Parameters a,,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.045 Positive.031 Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed).236 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Perhatikan bahwa berdasarkan Tabel 4.2, diketahui nilai probabilitas atau Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,236. Karena nilai probabilitas, yakni 0,236, lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas terpenuhi 45

62 Gambar 4.1 Uji Normalitas dengan Pendekatan Normal Probability Plot Gambar 4.2 Uji Normalitas dengan Pendekatan Histogram Berdasarkan hasil uji normalitas dengan normal probability plot (Gambar 4.1) danhistogram (Gambar 4.2), titik-titik cenderung menyebar dekat dengan garis diagonal dan kurva histogram membentuk kurva normal. Hal ini berarti data telah memenuhi asumsi normalitas Uji Multikolinearitas Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Nilai VIF yang lebih dari 10 diindikasi suatu variabel bebas terjadi multikolinearitas. Model Tabel 4.3 UjiMultikolinearitas 1 (Constant) Collinearity Statistics Tolerance VIF Sales Growth (X 1 ) Capital Intensity (X 2 ) Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 )

63 Model Berdasarkan Tabel 4.3, nilai VIF darisales growth (X 1 ) adalah 1,062, nilai VIF dari capital intensity (X 2 ) adalah 1,023 dan nilai VIF dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah 1,048. Diketahui seluruh nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1, maka disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Uji statistik Glejser dipilih karena lebih dapat menjamin keakuratan hasil dibandingkan dengan uji grafik plot yang dapat menimbulkan bias. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel bebas terhadap nilai absolute residual-nya terhadap variabel dependen. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak di antara data pengamatan dapat dijelaskan dengan menggunakan koefisien signifikansi. Koefisien signifikansi harus dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebelumnya (5%). Apabila koefisien signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas (homoskedastisitas). Jika koefisien signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas. Tabel 4.4 Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) Sales Growth (X 1 ) Capital Intensity (X 2 ) Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) a. Dependent Variable: abs_residual T Sig

64 Berdasarkan Tabel 4.6, diketahui nilai probabilitas atau Sig. Glejser dari sales growth (X 1 ) adalah 0,711 > 0,05, nilai probabilitas atau Sig. Glejserdari capital intensity (X 2 ) adalah 0,376> 0,05 dan nilai Sig. Glejser dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah 0,401> 0,05. Diketahui seluruh nilai Sig. Glejser dari masing-masing variabel bebas di atas 0,05, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Watson.Berikut hasil berdasarkan uji Durbin-Watson. Tabel 4.5 Uji Autokorelasi dengan Uji Durbin-Watson Model Uji autokorelasi dalam penelitian ini digunakan uji Durbin- Durbin- Watson Nilai statistik dari uji Durbin-Watson yang lebih kecil dari 1 atau lebih besar dari 3 diindikasi terjadi autokorelasi. Berdasarkan Tabel 4.5, nilai dari statistik Durbin-Watson adalah 1,956. Perhatikan bahwa karena nilai statistik Durbin-Watson terletak di antara 1 dan 3, yakni 1 <1,956< 3, maka asumsi non-autokorelasi terpenuhi. Dengan kata lain, tidak terjadi gejala autokorelasi Analisis Regresi Linear Berganda Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda (multiple linear regression). Analisis regresi linear berganda digunakan bila jumlah variabel 48

65 Model independennya minimal berjumlah sebanyak 2 variabel independen. Penggunakan analisis regresi linear berganda dimaksudkan untuk menentukan pengaruh variabel bebas yang biasa disebut dengan terhadap variabel tak bebas yang biasa disebut dengan. Tabel 4.6 merupakan hasil analisis regresi linear berganda. Tabel 4.6 Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients B Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Sales Growth (X 1 ) Capital Intensity (X 2 ) Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) a. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y) Berdasarkan Tabel 4.6, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut. Berdasarkan persamaan tersebut dapat diinterpretasi sebagai berikut: 1. Nilai konstanta adalah 0,021. Nilai tersebut dapat diartikan apabila sales growth (X 1 ), capital intensity (X 2 ), kompensasi rugi fiskal (X 3 ) tidak berpengaruh, maka nilai variabel dependentax avoidance (Y) adalah 0,

66 Model 2. Nilai koefisien regresi dari sales growth(x 1 ) adalah 0,103. Nilai tersebut dapat diartikan ketika sales growth (X 1 ) naik sebesar 1 satuan, maka tax avoidance (Y) meningkat sebesar 0, Nilai koefisien regresi dari capital intensity (X 2 ) adalah 0,001. Nilai tersebut dapat diartikan ketika capital intensity (X 2 ) naik sebesar 1 satuan, maka tax avoidance (Y) meningkat sebesar 0, Nilai koefisien regresi dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah -0,018. Nilai tersebut dapat diartikan ketika kompensasi rugi fiskal (X 3 ) naik sebesar 1 satuan, maka tax avoidance (Y) menurun sebesar -0, Uji Signifikansi Uji Signifikansi Parsial (Uji t) Uji statistik t digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Tabel 4.8 menyajikan nilai koefisien regresi, serta nilai statistik t untuk pengujian pengaruh secara parsial. Tabel 4.7 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji ) Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Sales Growth (X 1 ) Capital Intensity (X 2 ) Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) a. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y) Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 4.7 diperoleh hasil: 50

67 1. Hasil pengujian sales growth (X 1 ) terhadap tax avoidance (Y) yang memiliki nilai koefisien dari sales growth(x 1 ) adalah 0,103, yakni bernilai positif. Hal ini berarti sales growth(x 1 ) berpengaruh positif terhadap tax avoidance(y). Diketahui nilai t hitung dari sales growthadalah 5,307 > t tabel 1,96 dan Sig dari variabel sales growth(x 1 ) adalah 0,000< 0,05,maka sales growth(x 1 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance(y). 2. Hasil pengujian capital intensity (X 2 ) terhadap tax avoidance (Y) yang memiliki nilai koefisien dari capital intensity(x 2 ) adalah 0,001, yakni bernilai positif. Hal ini berarti capital intensity(x 2 ) berpengaruh positif terhadap tax avoidance(y). Diketahui nilai t hitung dari capital intensity(x 2 ) adalah 2,824 > t tabel 1,96 dan Sig dari variabel capital intensity (X 2 ) adalah 0,005< 0,05,maka capital intensity(x 2 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance(y). 3. Hasil pengujian kompensasi rugi fiskal (X 3 ) terhadap tax avoidance (Y) yang memiliki nilai koefisien dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah -0,018, yakni bernilai negatif. Hal ini berarti kompensasi rugi fiskal (X 3 ) berpengaruh negatif terhadap tax avoidance(y). Diketahui nilai t hitung dari kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah -0,181 < t tabel 1,96 dan Sig dari variabel kompensasi rugi fiskal (X 3 ) adalah 0,856> 0,05,maka kompensasi rugi fiskal (X 3 ) berpengaruh negatif terhadap tax avoidance(y), namun tidak signifikan. 51

68 Model Uji Signifikansi Simultan (Uji F) Uji F bertujuan untuk menguji pengaruh sales growth (X 1 ), capital intensity (X 2 ), dan kompensasi rugi fiskal (X 3 ) secara bersama-sama atau simultan terhadap tax avoidance (Y). Tabel 4.8 Uji Pengaruh Simultan dengan Uji ANOVA b Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ), Capital Intensity (X 2 ), Sales Growth (X 1 ) b. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y) Berdasarkan Tabel 4.8, diketahui nilai F hitung 13,893 dan nilai Sig. adalah 0,000. Diketahui nilai F hitung 13,893> F tabel 2,62 dan nilai Sig adalah 0,000 < 0,05, maka sales growth (X 1 ), capital intensity (X 2 ), kompensasi rugi fiskal (X 3 ) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance (Y) Analisis Koefisien Determinasi Koefisien determinasi ( ) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas. 52

69 Model R R Square Tabel 4.9 Koefisien Determinasi Model Summary b Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ), Capital Intensity (X 2 ), Sales Growth (X 1 ) b. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y) Berdasarkan Tabel 4.9, diketahui nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) adalah 0,069. Nilai tersebut dapat diartikan variabel sales growth (X 1 ), capital intensity (X 2 ), kompensasi rugi fiskal (X 3 ) mampu mempengaruhi tax avoidance (Y) sebesar 6,9%, sisanya sebesar 93,1% dijelaskan oleh variabel atau faktor lainnya. 4.3 Pembahasan Penelitian Pengaruh Sales Growth (X 1 ) terhadap Tax Avoidance (Y) Sales Growth (X 1 ) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance (Y).Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data ditemukan bahwa nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0.05 yang berarti bahwa sales growth (X 1 ) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance (Y). Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Gradini (2018) mengungkapkan bahwa Sales Growth berpengaruh terhadap tax avoidance. Sebaliknya hasil penelitian Aprianto dan Dwimulyani (2019) mengungkapkan bahwa Sales Growth tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Pertumbuhan penjualan mencerminkan manifestasi 53

70 keberhasilan investasi periode masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan masa yang akan datang. Perusahaan yang memiliki penjualan yang cenderung meningkat akan mendapatkan profit yang meningkat pula. Ketika profit yang di dapatkan perusahaan itu besar, beban pajak yang harus ditanggung oleh perusahaan juga besar pula Pengaruh Capital Intensity (X 2 ) terhadap Tax Avoidance (Y) Capital Intensity (X 2 ) memiliki pengaruh positif terhadap tax avoidance (Y). Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data ditemukan bahwa nilai koefisien regresi capital intensity (X 2 ) adalah 0,001 yang bernilai positif. Nilai tersebut dapat diinterprestasikan capital intensity (X 2 ) berpengaruh positif terhadap tax avoidance (Y). Nilai signifikansi 0,005 lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa capital intensity (X 2 ) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance (Y). Penyimpanan aset tetap yang besar yang dilakukan oleh suatu perusahaan bukan semata-mata untuk menghindari pajak melainkan hal tersebut dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk menjalankan operasional perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Muzakki (2015) mengungkapkan bahwa capital intensity berpengaruh terhadap tax avoidance Pengaruh Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) terhadap Tax Avoidance (Y) Kompensasi rugi fiskal (X 3 ) memiliki pengaruh negative terhadap tax avoidance(y). Hal ini dibuktikan dengan hasil olah data ditemukan 54

71 bahwa nilai adalah 0,018 yakni bernilai negative. Nilai tersebut dapat diinterprestasikan Kompensasi rugi fiskal (X 3 ) berpengaruh negatif terhadap tax avoidance (Y). Nilai signifikansi 0,856 lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa kompensasi rugi fiskal (X 3 ) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance (Y). Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Suriani (2016) mengungkapkan bahwa kompensasi rugi fiskal berpengaruh terhadap tax avoidance. Sebaliknya hasil penelitian Gusti maya (2014) mengungkapkan bahwa kompensasi rugi fiskal tidak berpengaruh terhadap tax avoidance Pengaruh Sales Growth (X 1 ), Capital Intensity (X 2 ), Kompensasi Rugi Fiskal (X 3 ) terhadap Tax Avoidance (Y) Sales growth (X 1 ), capital intensity (X 2 ), kompensasi rugi fiskal (X 3 ) berpengaruh secara signifikan terhadap tax avoidance (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi adalah 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa sales growth (X 1 ), capital intensity (X 2 ), kompensasi rugi fiskal (X 3 ) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance (Y). Dengan demikian dalam upaya mengurangi penghindaran pajak, pemerintah perlu melakukan perbaikan sistem yang lebih baik lagi dalam hal perpajakan dan menghindari tindakan kecurangan dengan melakukan pemeriksaan pajak dengan pengawasan yang lebih baik lagi sehingga tidak hilangnya pemasukan pajak Negara yang dapat digunakan sebagai pembangunan. 55

72 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap semua variabel penelitian yang diikuti dengan pembahasan, diperoleh hasil yang dapat dijadikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil pengujian hipotesis secara parsial bahwa sales growth (X 1 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance (Y). 2. Hasil pengujian hipotesis secara parsial bahwa capital intensity (X 2 ) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tax avoidance (Y). 3. Hasil pengujian hipotesis bahwa kompensasi rugi fiskal (X 3 ) berpengaruh negative terhadap tax avoidance (Y), namun tidak signifikan. 4. Hasil pengujian hipotesis secara simultan bahwa sales growth (X1), capital intensity (X2), kompensasi rugi fiskal (X3) secara simultan berpengaruh terhadap tax avoidance (Y). 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberikan saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan tertentu. 1. Bagi Peneliti Selanjutnya Peneliti selanjutnya diharapkan agar menambah jumlah variabel terkait tax avoidance. Hal ini dimaksudkan agar dapat diketahui lebih banyak lagi faktor-faktor yang tax avoidance. 56

73 2. Bagi Calon Investor Untuk calon investor, tax avoidance dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi karena aspek ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan tingkat laba atas investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut. 57

74 DAFTAR PUSTAKA Aprianto, dan Dwimulyani 2019.Pengaruh Sales Growth dan Leverage terhadap Tax Avoidance dengan kepemilikan institusional sebagai variable moderasi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Trisakti Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Deitiana, T. (2011).Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Deviden terhadap Harga Saham 13(1) :Jurnal Bisnis dan Akuntansi Dewinta, I. A. R, dansetiawan, E.P Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 14(3), Dyreng, Scott, Michelle Hanlon, dan Edward L.M Long Run Corporate Tax Avoidance.The Accounting Review 83. Pp Erly Suandy Hukum Pajak. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat. Ghozali, Imam Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali, Imam Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Halim, Bawono dan Amin Perpajakan (Konsep,aplikasi,contoh,dan studikasus). Jakarta :Salemba Empat Harahap, SofianSafri Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta : Rajawali Persada. Hendriksen Eldon S, Michael F. Van Breda. Alih Bahasa Herman Wibowo Teori Akuntansi Buku Satu, Edisi kelima. Jakarta: Interaksa 58

75 I gst, Ketut Ni Leli Pengaruh Komisaris Independen, Leverage, Size, Capital Intensity Ratio, pada Tax Avoidance.E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.Vol Pp Jensen & Meckling 1976, The Theory of the Firm: Manajerial Behaviour, Agency cost, and ownership structure, Journal of Financial and Economics, 3: Kasmir Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1.Cetakan ke-3. Jakarta: Rajawali Pers. Kurniasih, Tommy dan Maria M. Ratna Sari Pengaruh Return On Assets, Leverage, Corporate Governance, Ukuran Perusahaan Dan Kompensasi Rugi Fiskal Pada Tax Avoidance. Buletins Studi Ekonomi. Vol. 18.No.1. McClure, Ross., Roman Lanis, Peter Wells, & Brett Govendir The Impact of Dividend Imputation on Corporate Tax Avoidance: The Case of Shareholder Value. Journal of Corporate Finance. M. Zain, Manajemen Perpajakan. Jakarta: Salemba Empat. Mulyani, S. (2014). Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Koneksi Politik dan Reformasi Perpajakan terhadap Penghindaran Pajak (Studipada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Tahun ).Jurnal Mahasiswa Perpajakan Universitas Brawijaya, 2(1). Muzakki, Rizki. (2015). Pengaruh Corporate Responsibilitty dan Capital Intensity terdahap Penghindaran Pajak Pohan, C.A Manajemen Perpajakan (Strategi Perencanaan Pajak dan Bisnis) Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia Jakarta. Prakosa, Kesit Bambang Pengaruh Profitabilitas, Kepemilikan Keluarga, dan Corporate Governance terhadap Penghindaran Pajak di Indonesia. Simposium Nasional Akuntansi XVII. Mataram. Raemona, Rafki M Nazar, Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Kompensasi Rugi Fiskal terhadap Tax Avoidance. Resmi, S Perpajakan Teori dan Kasus.Edisi Ketujuh. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat. 59

76 Ridwan, Firmansyah Amrie Pengaruh Leverage. Kompensasi Rugi Fiskal, Manajemen Laba terhadap Penghindaran Pajak. Rodriguez and Arias Do Business Characteristics Determine an Effective Tax Rate. The Chinese Economy, 45(6), Sari, Gusti Maya Pengaruh Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Kompensasi RugiFiskal Dan Struktur Kepemilikan Terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bei Tahun ).Jurnal universitas negeri padang. Volume 2, No 3. Saifudin, Yunanda Derick Determinasi Return on Asset, Leverage, ukuran perusahaan, Kompensasi Rugi fiskal dan kepemilikan Institusi terhadap Penghindaran pajak. Sinulingga, Sukaria Metodologi Penelitian. Medan : USU Press. Siregar, Rifka dan Dini Widya wati Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi.Vol. 5.No. 2. Suandy, Erly Hukum Pajak, Edisi 5, Jakarta: Salemba Empat. Sugiyono Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta. SUMBER LAIN-LAIN Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Nomor 28 Tahun 2007 WEBSITE (3 Desember 2019). (9Desember 2019). (12 Desember 2019) 60

77 LAPORAN PENELITIAN DAN JURNAL Aprianto, dan Dwimulyani 2019.Pengaruh Sales Growth dan Leverage terhadap Tax Avoidance dengan kepemilikan institusional sebagai variable moderasi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Trisakti Deitiana, T. (2011).Pengaruh Rasio Keuangan, Pertumbuhan Penjualan dan Deviden terhadap Harga Saham 13(1) :Jurnal Bisnis dan Akuntansi Dewinta, I. A. R, dansetiawan, E.P Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Leverage, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Tax Avoidance. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 14(3), I gst, Ketut Ni Leli Pengaruh Komisaris Independen, Leverage, Size, Capital Intensity Ratio, pada Tax Avoidance.E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana.Vol Pp Kurniasih, Tommy dansari, Maria M. Ratna Pengaruh return on assets, leverage, corporate governance, ukuran perusahaan dan kompensasi rugi fiskal pada tax avoidance. Buletin studi ekonomi,volume 18, No. 1.ISSN Mulyani,S. (2014). Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Koneksi Politik dan Reformasi Perpajakan terhadap Penghindaran Pajak (Studipada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Tahun ).Jurnal Mahasiswa Perpajakan Universitas Brawijaya, 2(1). Sari, Gusti Maya Pengaruh Corporate Governance, Ukuran Perusahaan, Kompensasi Rugi Fiskal Dan Struktur Kepemilikan Terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun ).Jurnal universitas negeri padang. Volume 2, No 3. Siregar, Rifka dan Dini Widyawati Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Penghindaran Pajak Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi.Vol. 5.No

78 LAMPIRAN Statistik Deskriptif Variable Minimum Maximum Mean Std. Deviation Tax Avoidance (Y) Sales Growth (X1) Capital Intensity (X2) Kompensasi Rugi Fiskal (X3) Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 520 Normal Parameters a,,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute.045 Positive.031 Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed).236 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 62

79 Hasil Uji Multikolinearitas Model 1 (Constant) Collinearity Statistics Tolerance VIF Sales Growth (X1) Capital Intensity (X2) Kompensasi Rugi Fiskal (X3) Model Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficients a Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) Sales Growth (X1) Capital Intensity (X2) Kompensasi Rugi Fiskal (X3) a. Dependent Variable: abs_residual t Sig. Hasil Uji Autokorelasi Model Durbin-Watson

80 Regresi Linear Berganda Variables Entered/Removed Model Variables Entered Variables Removed Method 1 Kompensasi Rugi Fiskal (X3), Capital Intensity (X2), Sales Growth (X1) a a. All requested variables entered.. Enter Model Summary b Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson a a. Predictors: (Constant), Kompensasi Rugi Fiskal (X3), Capital Intensity (X2), Sales Growth (X1) b. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y) ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression a Residual Total a. Predictors: (Constant), Kompensasi Rugi Fiskal (X3), Capital Intensity (X2), Sales Growth (X1) b. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y) Model Unstandardized Coefficients Coefficients a Standardized Coefficients Collinearity Statistics B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constant) Sales Growth (X1) Capital Intensity (X2) Kompensasi Rugi Fiskal (X3) a. Dependent Variable: Tax Avoidance (Y)

81 Lampiran Tabel F dan Tabel t 65

Lampiran 1 Data Sampel Perusahaan

Lampiran 1 Data Sampel Perusahaan Lampiran 1 Data Sampel Perusahaan No Perusahaan Nama Perusahaan 1 ADES PT Akasha Wira Inernational Tbk 2 ALKA PT Alaska Industrindo Tbk 3 ALMI PT Alumindo Light Metal Industry Tbk 4 AMFG PT Asahimas Flat

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DALAM INDUSTRI DASAR DAN KIMIA

DAFTAR NAMA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DALAM INDUSTRI DASAR DAN KIMIA Lampiran 1 DAFTAR NAMA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DALAM INDUSTRI DASAR DAN KIMIA THN No Kode Perusahaan Y X1 X2 X3 2011 1 INTP PT. Indocement Tunggal Prakasa Tbk 3.98914427 0.59677419 0.0106 0.510 2 SMCB PT.

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel 2010

Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel 2010 Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel 2010 No Nama Perusahaan Kode Saham 1 Polychem Indonesia Tbk. ADMG 2 Asahimas Flat Glass Tbk. [S] AMFG 3 Asiaplast Industries Tbk. APLI 4 Arwana Citramulia Tbk. [S] ARNA

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 Data sempel penelitian DER, SIZE dan ROE

LAMPIRAN 2 Data sempel penelitian DER, SIZE dan ROE 71 LAMPIRAN 2 Data sempel penelitian DER, SIZE dan ROE nama tahun struktur modal ukuran perusahaan profitabilitas total debt total equity DER total aktiva size EAT total equity ROE 1 ADES 2010 224,615

Lebih terperinci

Lampiran 1 : Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun

Lampiran 1 : Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun 79 80 Lampiran 1 : Daftar Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun 2007-2010 NO. NAMA PERUSAHAAN KODE 1 PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. AISA 2 PT Alumindo Light Metal Industry Tbk. ALMI 3 PT Asahimas Flat

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 - Daftar Populasi dan Sampel. No Nama Perusahaan Kode Kriteria Penentuan Sampel

LAMPIRAN 1 - Daftar Populasi dan Sampel. No Nama Perusahaan Kode Kriteria Penentuan Sampel LAMPIRAN 1 - Daftar Populasi dan No Nama Perusahaan Kode Kriteria Penentuan Industri Semen 1 Indocement Tunggal INTP 1 Prakasa 2 Holcim Indonesia SMCB 2 3 Semen Gresik SMGR X - Industri Keramik 4 Asahimas

Lebih terperinci

Lampiran Perusahaan Populasi

Lampiran Perusahaan Populasi 81 Lampiran Perusahaan Populasi No. Kode Perusahaan Nama Perusahaan Tanggal Pendaftaran 1 ADES Akasha Wira International Tbk d 13/06/1994 2 ADMG Polychem Indonesia Tbk 20/10/1993 3 AISA Tiga Pilar Sejahtera

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar Populasi dan SampelPerusahaan Manufaktur Tahun

Lampiran 1 Daftar Populasi dan SampelPerusahaan Manufaktur Tahun LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Populasi dan SampelPerusahaan Manufaktur Tahun 2012-2015 NO Nama Perusahaan Kode Kriteria 1 2 3 Sampel 1 Akasha Wira International Tbk ADES 1 2 Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

Lebih terperinci

LAMPIRAN SAMPEL PENELITIAN. 1. Sample Penelitian

LAMPIRAN SAMPEL PENELITIAN. 1. Sample Penelitian LAMPIRAN SAMPEL PENELITIAN 1. Sample Penelitian NO KODE NAMA PERUSAHAAN TAHUN 1 ADES Akasha Wira International Tbk 2013 2014 2015 2 ALKA Alakasa Industrindo Tbk 2013 2014 2015 3 ALMI Alumindo Light Metal

Lebih terperinci

Lampiran 1. Pemilihan Sampel

Lampiran 1. Pemilihan Sampel Lampiran 1 Pemilihan Sampel No Nama Perusahaan Kriteria Penentuan Sampel Sampel 1 2 3 1. ADES (Akasha Wira International Sampel 1 2. ADMG (Polychem Indonesia Sampel 2 3. AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food

Lebih terperinci

Daftar Populasi dan Perusahaan Sampel

Daftar Populasi dan Perusahaan Sampel Lampiran 1 Daftar Populasi dan Perusahaan Sampel No Kode Nama Perusahaan Kriteria Sampel 1 2 3 4-1 ADES ADES ALFINDO PUTRASETIA X - 2 ADMG POLYCHEM INDONESIA x X x - 3 AKKU ANEKA KEMASINDO UTAMA x X x

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Periode

LAMPIRAN. Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Periode LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Periode 2011-2013 No. Kode Nama Perusahaan Kriteria 1 2 3 4 1 AKKU Alam Karya Unggul Tbk X - 2 ALKA Alaska Industrindo Tbk X - 3 ALDO

Lebih terperinci

1 ADES PT Akasha Wira International Tbk. 2 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. 3 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk

1 ADES PT Akasha Wira International Tbk. 2 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. 3 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk Lampiran 1. Nama Perusahaan Sampel No Perusahaan 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 3 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk 4 ALMI PT Alumindo Light Metal Industry

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Efek Indonesia) periode tahun 2010 sampai 2014 DAFTAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI (SAHAM OK) TAHUN 2010 TAHUN 2012

LAMPIRAN. Efek Indonesia) periode tahun 2010 sampai 2014 DAFTAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI (SAHAM OK) TAHUN 2010 TAHUN 2012 LAMPIRAN Lampiran 1: Daftar Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) periode tahun 2010 sampai 2014 DAFTAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI (SAHAM OK) 2010 2011 2012

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Periode No Nama Perusahaan Jenis Perusahaan

LAMPIRAN. Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Periode No Nama Perusahaan Jenis Perusahaan LAMPIRAN Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Periode 2013-2015 No Nama Perusahaan Jenis Perusahaan 1 Indocement Tunggal Prakasa Industri Dasar dan Kimia 2 Semen Baturaja Industri Dasar dan Kimia 3 Holcim

Lebih terperinci

Indonesia (BEI) Periode Tahun

Indonesia (BEI) Periode Tahun Lampiran 1 Data Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2011-2015 No Kode Nama Perusahaan Sektor 1 ADES Akasha Wira International Tbk Sektor industri barang konsumsi

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel Kode ADES ADMG AISA AKPI ALDO ALKA ALMI ALTO AMFG APLI ARNA ASII AUTO BATA BIMA BRNA BRPT BTON BUDI CEKA CNTX CPIN CTBN DLTA DPNS DVLA EKAD ESTI FASW FPNI GDST GDYR

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Laba Kotor, Laba Bersih dan Arus Kas. viii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata Kunci: Laba Kotor, Laba Bersih dan Arus Kas. viii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Gejolak ekonomi yang selalu mengalami perubahan telah mempengaruhi kegiatan dan kinerja perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus memanfaatkan sumber daya yang tersedia seefisien mungkin sehingga

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Data Identitas Perusahaan Sampel. 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk. 4 MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk

LAMPIRAN. Data Identitas Perusahaan Sampel. 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk. 4 MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk LAMPIRAN Data Identitas Perusahaan Sampel NO KODE NAMA EMITEN 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 FAST PT Fastfood Indonesia Tbk 3 MYOR PT Mayora Indah Tbk 4 MLBI PT Multi Bintang Indonesia Tbk 5

Lebih terperinci

NO SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN JENIS USAHA/ INDUSTRI

NO SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN JENIS USAHA/ INDUSTRI DAFTAR LAMPIRAN 1 Lampiran 1 : Daftar Nama Sampel Perusahaan Terseleksi NO SINGKATAN NAMA PERUSAHAAN JENIS USAHA/ INDUSTRI 1 ADES ADES (Akasha Wira International Tbk) Makanan & Minuman 2 AKPI AKPI (Argha

Lebih terperinci

Perusahaan barang konsumsi dan perusahaan dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 sampai 2014

Perusahaan barang konsumsi dan perusahaan dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 sampai 2014 Lampiran 1 Perusahaan barang konsumsi dan perusahaan dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010 sampai 2014 NO Kode perusahaan Nama perusahaan 1 ADES Akasha Wira International

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel NO. KODE NAMA PERUSAHAAN 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk 3 ALKA PT

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel NO. KODE NAMA PERUSAHAAN 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk 3 ALKA PT Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel NO. KODE NAMA PERUSAHAAN 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk 3 ALKA PT Alakasa Industrindo Tbk 4 AMFG PT Asahimas Flat Glass Tbk

Lebih terperinci

Lampiran 1 Populasi dan Sampel

Lampiran 1 Populasi dan Sampel Lampiran 1 Populasi dan Sampel NAMA SAMPEL SAMPEL NO PERUSAHAAN 1 2 3 4 Basic Industry 1 AKKU X X 2 ALDO 1 3 ALKA 2 4 ALMI 3 5 AMFG 4 6 APLI 5 7 ARNA 6 8 BAJA 7 9 BRNA 8 10 BRPT 9 11 BTON X X X 12 BUDI

Lebih terperinci

Lampiran 1. Sampel Penelitian No. Nama Perusahaan Kode 1 PT Akasha Wira International ADES 2 PT Polychem Indonesia Tbk. ADMG 3 PT Tiga Pilar

Lampiran 1. Sampel Penelitian No. Nama Perusahaan Kode 1 PT Akasha Wira International ADES 2 PT Polychem Indonesia Tbk. ADMG 3 PT Tiga Pilar Lampiran 1. Sampel Penelitian No. Nama Perusahaan Kode 1 PT Akasha Wira International ADES 2 PT Polychem Indonesia Tbk. ADMG 3 PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk AISA 4 PT Aneka Kemasindo Utama Tbk. AKKU

Lebih terperinci

NO. KODE PERUSAHAAN. 1 AALI PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk PT AKASHA WIRA INTERNATIONAL ADES 2

NO. KODE PERUSAHAAN. 1 AALI PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk PT AKASHA WIRA INTERNATIONAL ADES 2 LAMPIRAN Data Perusahaan yang diteliti: NO. KODE PERUSAHAAN 1 AALI PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk PT AKASHA WIRA INTERNATIONAL ADES 2 Tbk 3 AISA PT TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD Tbk PT ARGHA KARYA PRIMA INDUSTRI

Lebih terperinci

Data Populasi dan Sampel Penelitian

Data Populasi dan Sampel Penelitian Lampiran 5 Data Populasi dan Sampel Penelitian Kode Nama Perusahaan Kriteria No 1 2 3 4 1 ADMG Polychem Indonesia Tbk X 2 ADES PT Akasha Wira International Tbk X 3 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

Lebih terperinci

NO KODE NAMA PERUSAHAAN SEKTOR 1 ADES PT. Akasha Wira International Tbk

NO KODE NAMA PERUSAHAAN SEKTOR 1 ADES PT. Akasha Wira International Tbk Lampiran 1. Daftar Nama Sampel NO KODE NAMA PERUSAHAAN SEKTOR 1 ADES PT. Akasha Wira International 2 AKKU Alam Karya Unggul Industri Dasar 3 ALKA Alaska Industrindo Industri Dasar 4 ALMI Alumindo Light

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Tahun Kode MANAJERIAL INSTITUSIONAL ROA DER DPR SKLT ULTJ

LAMPIRAN 1. Tahun Kode MANAJERIAL INSTITUSIONAL ROA DER DPR SKLT ULTJ LAMPIRAN 1 Data Persentase Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Return on Asset, dan Debt to Equity Ratio Beberapa Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 Daftar Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI ( )

LAMPIRAN 1 Daftar Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI ( ) LAMPIRAN 1 Daftar Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI (2011-2013) No. Nama Perusahaan Kode Perusahaan 1. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk INTP 2. Holcim Indonesia Tbk SMCB 3. Semen Gresik Tbk SMGR

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada sektor manufaktur dengan mengambil data di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada sektor manufaktur dengan mengambil data di BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan pada sektor manufaktur dengan mengambil data di PT. Bursa Efek Indonesia, tepatnya pada Pojok Bursa Efek Indonesia Universitas

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun NO Nama Perusahaan Kode

Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Tahun NO Nama Perusahaan Kode LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur NO Nama Perusahaan Kode Kriteria Sam 1 2 3 pel 1 Akasha Wira International Tbk ADES 1 2 Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk AISA - - 3 Tri

Lebih terperinci

Daftar Perusahaan Sampel

Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1 Daftar Perusahaan Sampel No Nama Perusahaan Kriteria Penentuan Sampel Sampel 1 2 3 1 ADES (Akasha Wira International Tbk) x 2 ADMG (Polychem Indonesia Tbk) x x 3 AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food

Lebih terperinci

AUTO 10. BATA 11. BIMA 12. BRNA 13. BTON 14. BUDI 15. CPIN 16. DLTA PT 17. DVLA PT 18. EKAD 19. ERTX 20. ETWA 21. FASW 22. GDST

AUTO 10. BATA 11. BIMA 12. BRNA 13. BTON 14. BUDI 15. CPIN 16. DLTA PT 17. DVLA PT 18. EKAD 19. ERTX 20. ETWA 21. FASW 22. GDST Lampiran 1 Sampel Data Penelitian NO Kode Perusahaan 1. ADES PT Akasha Wira Internasional Tbk 2. AKKU Alam Karya Unggul Tbk 3. ALKA Alaska Industrindo Tbk 4. ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 5. AMFG

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel NO KODE NAMA PERUSAHAAN 1 AISA PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 AMFG PT. Asahimas Flat Glass Tbk 3 ASII PT. Astra International Tbk 4 AUTO PT. Astra Otopart Tbk

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN NO NAMA PERUSAHAAN KODE INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA TBK HOLCIM INDONESIA TBK SMCB 1 SEMEN INDONESIA TBK SMGR X -

DAFTAR LAMPIRAN NO NAMA PERUSAHAAN KODE INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA TBK HOLCIM INDONESIA TBK SMCB 1 SEMEN INDONESIA TBK SMGR X - DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN 1 Proses Pemilihan Sampel Penelitian Daftar Populasi dan Sampel Penelitian NO NAMA PERUSAHAAN KODE KRITERIA 1 2 3 SAMPEL INDOCEMENT TUNGGAL PERKASA INTP - - HOLCIM INDONESIA SMCB

Lebih terperinci

Perkembangan Laba Bersih (Rp. Milyar) yang Dihasilkan Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI selama :

Perkembangan Laba Bersih (Rp. Milyar) yang Dihasilkan Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI selama : LAMPIRAN 1 Perkembangan Laba Bersih (Rp. Milyar) yang Dihasilkan Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI selama 2010-2012: No. Nama Perusahaan Kode Tanggal 2010 2011 2012 IPO 1

Lebih terperinci

LAMPIRAN Jumlah. Perusahaan yang bergerak di

LAMPIRAN Jumlah. Perusahaan yang bergerak di 69 LAMPIRAN Lampiran 1 : Perincian Pemilihan Sampel Tahun 2010-2014 Keterangan 2010 2011 2012 2013 2014 Jumlah Perusahaan yang bergerak di 127 127 127 127 127 635 bidang manufaktur Perusahaan manufaktur

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum 1. Tempat dan Waktu Penelitian Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang tidak diambil secara langsung di lapangan tetapi merupakan data

Lebih terperinci

Lampiran 1 : Nama Perusahaan Sampel Penelitian

Lampiran 1 : Nama Perusahaan Sampel Penelitian 70 Lampiran 1 : Nama Perusahaan Sampel Penelitian No KODE Nama Perusahaan 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 3 AKKU PT Alam Karya Unggul Tbk 4 ALMI PT Alumindo

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. consumer goods yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009.

BAB 3 METODE PENELITIAN. consumer goods yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009. 20 BAB 3 METODE PENELITIAN 1.1. Objek Penelitian Objek yang diamati dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan consumer goods yang tedaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009. 1.2. Populasi dan

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN. Daftar Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria

DAFTAR LAMPIRAN. Daftar Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Perusahaan Yang Memenuhi Kriteria No Kode Nama Perusahaan Kriteria 1 2 3 4 Sampel 1. ADES Akasha Wira International Tbk 1 2. ADMG Polychem Indonesia Tbk - - 3. AISA Tiga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 sampai dengan Desember 2015. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar

Lebih terperinci

DAFTAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN No Kode Nama Perusahaan. 1. AKPI Argha Karya Prima Industry

DAFTAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN No Kode Nama Perusahaan. 1. AKPI Argha Karya Prima Industry Lampiran 1 DAFTAR PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2013-2015 No Kode Nama Perusahaan 1. AKPI Argha Karya Prima Industry 2. AMFG Asahimas Flat Glass Tbk. 3. ASII

Lebih terperinci

Tabel II.1 Penelitian Mengenai Tindakan Perataan Laba di Pasar Modal Indonesia

Tabel II.1 Penelitian Mengenai Tindakan Perataan Laba di Pasar Modal Indonesia L1 Tabel II.1 Penelitian Mengenai Tindakan Perataan Laba di Pasar Modal Indonesia Peneliti, Tahun Permasalahan Sampel Metodologi Hasil Anna Suzanti Meneliti apakah ada pengaruh 130 perusahaan Teknik analisis

Lebih terperinci

LAMPIRAN POPULASI DAN SAMPEL

LAMPIRAN POPULASI DAN SAMPEL LAMPIRAN NO KODE EMITEN POPULASI DAN SAMPEL KRITERIA 1 2 3 4 1 ADES 2 ADMG 3 AISA 4 AKKU 5 AKPI 6 ALDO 7 ALKA 8 ALMI 9 ALTO SAMPEL 10 AMFG 1 11 APLI 12 ARGO 13 ARNA 14 ASII 15 AUTO 16 BAJA 2 17 BIMA 18

Lebih terperinci

1 SMCB Holcim Indonesia Tbk. 2 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 3 SMGR Semen Gresik (persero) Tbk 4 AMFG Asahimas Flat Glass tbk 5 KIAS Keramika

1 SMCB Holcim Indonesia Tbk. 2 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 3 SMGR Semen Gresik (persero) Tbk 4 AMFG Asahimas Flat Glass tbk 5 KIAS Keramika No Kode perusahaan Nama Perusahaan 1 SMCB Holcim Indonesia Tbk. 2 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 3 SMGR Semen Gresik (persero) Tbk 4 AMFG Asahimas Flat Glass tbk 5 KIAS Keramika Indonesia Asosiasi

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu : selanjutnya diharapkan bisa meneliti selain di industri manufaktur.

BAB V PENUTUP. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu : selanjutnya diharapkan bisa meneliti selain di industri manufaktur. 35 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Penelitian ini menguji perbedaan pembayaran dividen pada perusahaan keluarga dan perusahaan non keluarga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2009-2012. Berdasarkan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel No Kode Perusahaan 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 ADMG PT Polychem Indonesia Tbk 3 AKKU PT Aneka Kemasindo Utama Tbk 4 AKRA PT AKR Corporindo Tbk 5 ALMI

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. Daftar Perusahaan yang Memiliki Persentase Tertinggi Angggota Komite. Audit yang Berpendidikan dan Ahli di Bidang Akuntansi dan/atau

LAMPIRAN 1. Daftar Perusahaan yang Memiliki Persentase Tertinggi Angggota Komite. Audit yang Berpendidikan dan Ahli di Bidang Akuntansi dan/atau LAMPIRAN 70 71 LAMPIRAN 1 Daftar Perusahaan yang Memiliki Persentase Tertinggi Angggota Komite Audit yang Berpendidikan dan Ahli di Bidang Akuntansi dan/atau Keuangan No Nama Perusahaan Tahun 1 Indocement

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 SAMPEL PERUSAHAAN

LAMPIRAN 1 SAMPEL PERUSAHAAN LAMPIRAN 1 SAMPEL PERUSAHAAN Lampiran Sampel Perusahaan TAHUN Nama perusahaan Kode perusahaan 2013 PT ASTRA INTERNATIONAL Tbk ASII 2013 PT ASTRA OTOPARTS Tbk AUTO 2013 PT Indospring TBK INDS 2013 PT Berlina

Lebih terperinci

LAMPIRAN KODE. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN KODE. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran I Sampel Perusahaan NO KODE KRITERIA PERUSAHAAN 1 2 3 SAMPEL 1 ADES 1 2 ADMG 2 3 AISA X X X 4 AKKU X X 5 AKPI X X X 6 ALDO 3 7 ALKA X X 8 ALMI X X 9 ALTO X X X 10 AMFG 4 11 APLI X X X

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar harga saham harian closing price perusahaan sampel

Lampiran 1 Daftar harga saham harian closing price perusahaan sampel Lampiran 1 Daftar harga saham harian closing price perusahaan sampel 1. PT. Astra international, Tbk (ASII) 2010-2013 ASII 2010 (1 Desember 2011) ASII 2011 (1 Juli 2012) 51900 52450 54050 63550 65550 66300

Lebih terperinci

SAMPEL PERUSAHAAN MANUFAKTUR TAHUN

SAMPEL PERUSAHAAN MANUFAKTUR TAHUN LAMPIRAN 1 SAMPEL PERUSAHAAN MANUFAKTUR TAHUN 2010 2014 NO KODE NAMA PERUSAHAAN 1 INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk 2 SMGR Semen Gresik (Persero) Tbk 3 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk 4 ARNA Arwana Citramulia

Lebih terperinci

Daftar Populasi dan Proses Seleksi Sampel

Daftar Populasi dan Proses Seleksi Sampel LAMPIRAN 1 Daftar Populasi dan Proses Seleksi Sampel No. Nama Perusahaan Kode Kriteria Sampel Emiten 1 2 1. Akasha Wira International Tbk ADES 2. Polychem Indonesia Tbk ADMG 3. Tiga Pilar Sejahtera Food

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. 1. Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap opini

BAB V PENUTUP. 1. Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap opini BAB V PENUTUP 5.1. Simpulan Berdasarkan analisis data maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap opini audit going concern.

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1. DAFTAR EMITEN SEKTOR INDUSTRI DI BURSA EFEK INDONESIA Per 15 April 2011

LAMPIRAN 1. DAFTAR EMITEN SEKTOR INDUSTRI DI BURSA EFEK INDONESIA Per 15 April 2011 LAMPIRAN 1. DAFTAR EMITEN SEKTOR INDUSTRI DI BURSA EFEK INDONESIA Per 15 April 2011 A. Sektor : Aneka Industri A.1. Kelompok Usaha : Alas Kaki 1 BATA PT. Sepatu Bata Tbk 3 SIMM PT. Surya Intrindo Makmur

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel No Kode Nama Perusahaan 1 AMFG PT. Asahimas Flat Glass, Tbk 2. ARNA PT. Arwana Citramulia, Tbk 3. ASII PT.

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel No Kode Nama Perusahaan 1 AMFG PT. Asahimas Flat Glass, Tbk 2. ARNA PT. Arwana Citramulia, Tbk 3. ASII PT. Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel No Kode Nama Perusahaan 1 AMFG PT. Asahimas Flat Glass, Tbk 2. ARNA PT. Arwana Citramulia, Tbk 3. ASII PT. Astra International, Tbk 4. AUTO PT. Astra Otoparts, Tbk

Lebih terperinci

Daftar Sampel Perusahaan

Daftar Sampel Perusahaan Lampiran 1 Daftar Sampel Perusahaan No. KODE NAMA PERUSAHAAN 1 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk. 2 ARNA Arwana Citra Mulia Tbk. 3 ASII Astra International Tbk. 4 AUTO Astra Auto Part Tbk. 5 CTBN Citra Turbindo

Lebih terperinci

Daftar Populasi Penelitian

Daftar Populasi Penelitian LAMPIRAN Lampiran 1 Daftar Populasi Penelitian No. Nama Emiten Kode Kriteria 1 2 3 1. PT Akasha Wira Internasional Tbk ADES X - 2. PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk AISA X - 3. PT Tri Banyan Tirta Tbk ALTO

Lebih terperinci

Descriptive Statistics

Descriptive Statistics LAMPIRAN Descriptives Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation FRAUD 96 0 1,63,487 ACHANGE 96 -,1669,7659,131812,1613183 OSHIP 96,0000,9998,047793,1635819 LEV 96,0017 2,5900,516126,3975711

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN 47 BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN A. Pengertian Perusahaan Manufaktur Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang menjalankan proses pembuatan produk. Sebuah perusahaan bisa dikatakan perusahaan manufaktur

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN

BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN BAB III DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN Objek penelitian merupakan permasalahan yang diteliti. Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan yang terdaftar di BEI. Populasi perusahaan adalah perusahaan manufaktur

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel No Kode Nama Perusahaan 1 ADES PT Akasha Wira 2 CEKA PT Cahaya Kalbar 3 DAVO PT Davomas Abadi 4 DLTA PT Delta Djakarta 5 FAST PT Fast Food Indonesia 6 INDE PT Indofood

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN, PAJAK, DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP PEMBAYARAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN NON FINANCIAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Bondan Satrio Aji 13061041 PROGRAM STUDI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pembangunan perekonomian suatu negara dibutuhkan biaya atau dana

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Pembangunan perekonomian suatu negara dibutuhkan biaya atau dana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pembangunan perekonomian suatu negara dibutuhkan biaya atau dana yang tidak sedikit. Dana tersebut dapat diperoleh dari pinjaman maupun modal sendiri yang

Lebih terperinci

Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Tahun

Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Tahun Lampiran 1 Sampel Penelitian Perusahaan Manufaktur Tahun 2011 2015 No Kode Perusahaan 1 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 AKPI PT Argha Karya Prima Industry Tbk 3 ALDO PT Allindo Naratama Tbk 4 AMFG

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Objek Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2010:118) objek penelitian adalah

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Objek Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2010:118) objek penelitian adalah BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2010:118) objek penelitian adalah fenomena atau masalah penelitian yang telah diabstraksi menjadi suatu konsep atau variabel.

Lebih terperinci

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah biaya operasional dan

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian ini, yang menjadi objek penelitian adalah biaya operasional dan BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Objek penelitian merupakan sesuatu yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk mendapatkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut (Sugiyono, 2007). Dilihat dari sumber perolehannya data dapat dibagi

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut (Sugiyono, 2007). Dilihat dari sumber perolehannya data dapat dibagi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Sumber Data Menurut (Sugiyono, 2007). Dilihat dari sumber perolehannya data dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu : 1. Data Primer Merupakan data penelitian yang diperoleh

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel No Kode Perusahaan 1 AISA Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 AKPI Argha Karya Prima Ind. Tbk 3 ALMI Alumindo Light Metal Industry Tbk 4 AMFG Asahimas Flat Glass Tbk 5

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Semua perusahaan yang go public terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) harus melapor dan memperlihatkan hasil audit independen atas laporan keuangan perusahaannya untuk bisa dibaca

Lebih terperinci

Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Per 21 Mei 2015 No Kode Nama Perusahaan IPO 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 Delisting Re-Listing 3. Sektor industri dasar dan kimia 3.1 Semen 1 INTP Indocement

Lebih terperinci

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba

BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba BAB III OBYEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa (BEI). Obyek penelitian yang menjadi fokus penulis dalam penelitian ini

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 DAFTAR ITEM PERTANYAAN ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD

LAMPIRAN 1 DAFTAR ITEM PERTANYAAN ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD LAMPIRAN 1 DAFTAR ITEM PERTANYAAN ASEAN CORPORATE GOVERNANCE SCORECARD No Item Item Pengungkapan 1 Apakah Perseroan membayarkan deviden (interim dan final/ tahunan) secara adil dan tepat waktu ; yaitu

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. Penelitian ini menguji pengaruh model prediksi kebangkrutan, opinion

BAB V KESIMPULAN. Penelitian ini menguji pengaruh model prediksi kebangkrutan, opinion BAB V KESIMPULAN V.1. Kesimpulan Penelitian ini menguji pengaruh model prediksi kebangkrutan, opinion shopping, dan reputasi KAP terhadap pemberian opini audit going concern yang dilakukan oleh auditor.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Dalam penulisan skripsi ini penulis melakukan penelitian pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI) yang terletak

Lebih terperinci

Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Dalam Penelitian

Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Dalam Penelitian Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Dalam Penelitian NO KODE NAMA PERUSAHAAN 1 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 2 AKPI PT Argha Karya Prima Industry Tbk 3 ALMI PT Alumindo Light Metal Industry Tbk 4

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Sumber Data Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Menurut Suryana (2010), berdasarkan sumbernya,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan, hal ini dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan, hal ini dilakukan BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan, hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang ada sebagai dasar analisa data, objek penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode penelitian pada tahun

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode penelitian pada tahun 33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Obyek penelitian adalah perusahaan manufaktur terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Periode

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN sampai dengan Waktu penelitian dimulai bulan April sampai dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN sampai dengan Waktu penelitian dimulai bulan April sampai dengan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang ada di Indonesia dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Dafter Sampel Penelitian

LAMPIRAN. Dafter Sampel Penelitian LAMPIRAN Lampiran 1 Dafter Sampel Penelitian NO NAMA PERUSAHAAN KODE EMITEN 1. Astra Internasional Tbk ASII 2. Astra Otoparts Tbk AUTO 3. Sepatu bata Tbk BATA 4. Indo kordosa Tbk BRAM 5. Berlina Tbk BRNA

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Periode

Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Periode Lampiran 1 Daftar Populasi dan Sampel Perusahaan Manufaktur Periode 2010-2014 No. KODE Perusahaan Kriteria 1 2 3 Sampel 1 ADES Akasha Wira Internasional Tbk x - 2 ADMG Polychem Indonesia Tbk x - 3 AHAD

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode

BAB III METODE PENELITIAN. manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 40 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2009-2011 (3 tahun).

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERUSAHAAN 2008

LAMPIRAN PERUSAHAAN 2008 LAMPIRAN PERUSAHAAN 2008 NO CODE COMPANY 1 AQUA AQUA GOLDEN MISSISSIPPI 2 AKRA AKR CORPORINDO 3 AMFG ASAHIMAS FLAT GLASS 4 ASGR ASTRA GRAPHIA 5 ASII ASTRA INTERNATIONAL 6 AUTO ASTRA OTOPARTS 7 BATI BAT

Lebih terperinci

Daftar Perusahaan yang memenuhi kriteria sample

Daftar Perusahaan yang memenuhi kriteria sample Lampiran 1 Daftar Perusahaan yang memenuhi kriteria sample No Nama Perusahaan Kode 1 PT. Delta Djakarta Tbk DLTA 2 PT. Fast Food Indonesia Tbk FAST 3 PT. Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 4 PT. Mayora Indah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan 16 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan verifikatif. Model analisis deskriptif merupakan metode yang memberikan

Lebih terperinci

Daftar Sampel Perusahaan Sektor Industri Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode

Daftar Sampel Perusahaan Sektor Industri Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode Lampiran 1 Daftar Sampel Perusahaan Sektor Industri Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2014 No Kode Nama Perusahaan Perusahaan 1 AKPI PT. Argha Karya Prima Industry Tbk 2 APLI PT. Asiaplast

Lebih terperinci

CHAPTER V CONCLUSION AND SUGGESTION

CHAPTER V CONCLUSION AND SUGGESTION CHAPTER V CONCLUSION AND SUGGESTION 5.1. Conclusion This research examines the impact of free cash flow towards firm value by selecting the sample of 287 manufacturing companies that listed in Indonesia

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini dilakukan pada industri manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2009-2011 dengan mengambil laporan keuangan yang bersumber dari website

Lebih terperinci

Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Dalam Penelitian

Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Dalam Penelitian 83 Lampiran 1 Daftar Nama Perusahaan Manufaktur Dalam Penelitian NO KODE NAMA PERUSAHAAN 1 AISA PT. Tiga Pilar Sejahtera Food. Tbk 2 AKPI PT. Argha Karya Prima Indusrty. Tbk 3 ALMI PT. Alumindo Light Metal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Obyek dan Subyek Penelitian Objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid, dan reliable

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENGUJIAN. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang berada di Indonesia.

BAB IV HASIL PENGUJIAN. Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang berada di Indonesia. BAB IV HASIL PENGUJIAN IV.1 Gambaran Umum Sampel ( Unit Analisis ) Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur yang berada di Indonesia. Sampel dipilih berdasarkan metode purposive sampling

Lebih terperinci

LAMPIRAN-LAMPIRAN 35

LAMPIRAN-LAMPIRAN 35 LAMPIRAN-LAMPIRAN 35 LAMPIRAN 1 Daftar Identitas Perusahaan Manufaktur yang Dijadikan Sampel NO KODE NAMA PERUSAHAAN 1 ADES PT Akasha Wira International Tbk 2 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk 3 AKKU

Lebih terperinci

Lampiran 1. Checklist Luas Pengungkapan Sukarela

Lampiran 1. Checklist Luas Pengungkapan Sukarela Lampiran 1. Checklist Luas Pengungkapan Sukarela No. Item 1. Informasi Umum Perusahaan (Informasi Strategis) Pernyataan misi Pengenalan Singkat Histori Perusahaan Cuplikan statement keuangan 2 tahun kebelakang

Lebih terperinci

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel

Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel Lampiran 1. Daftar Perusahaan Sampel NO Kode Perusahaan Nama Perusahaan 1 ADES Ades Waters Indonesia Tbk 2 CEKA Cahaya Kalbar Tbk 3 DLTA Delta Djakarta Tbk 4 FAST Fast Food Indonesia Tbk 5 INDF Indofood

Lebih terperinci

LAMPIRAN. Populasi dan Sampel Populasi Penelitian. Kriteria ADES PT Ades Waters Indonesia v v -

LAMPIRAN. Populasi dan Sampel Populasi Penelitian. Kriteria ADES PT Ades Waters Indonesia v v - LAMPIRAN Populasi dan Sampel Populasi Penelitian NO KODE NAMA EMITEN Kriteria 1 2 3 1 ADES PT Ades Waters Indonesia v v - Lampiran i Sampel 2 AQUA PT Aqua Golden Missisipi, v v v 1 3 CEKA PT Cahaya Kalbar

Lebih terperinci

Lampiran 1 Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi

Lampiran 1 Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Lampiran 1 Daftar Populasi Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi NO KODE EMITEN NAMA PERUSAHAAN SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN 1 ADES Akasa Wira International Tbk 2 AISA Tiga Pilar Sejahtera

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Penelitian ini merupakan studi kasus pada perusahaan kelompok manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan manufaktur yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Perusahaan manufaktur merupakan populasi pada penelitian ini. Periode

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Perusahaan manufaktur merupakan populasi pada penelitian ini. Periode digilib.uns.ac.id BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Perusahaan manufaktur merupakan populasi pada penelitian ini. Periode pengamatan mulai dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2011.

Lebih terperinci