PROSEDUR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELOLAAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN RAWAT INAP (STUDI KASUS RSUD K. H. HAYYUNG KAB.

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROSEDUR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELOLAAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN RAWAT INAP (STUDI KASUS RSUD K. H. HAYYUNG KAB."

Transkripsi

1 PROSEDUR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELOLAAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN RAWAT INAP (STUDI KASUS RSUD K. H. HAYYUNG KAB.KEPULAUAN SELAYAR) SKRIPSI NUR FITRAH JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSSAR 2021

2 PROSEDUR SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGELOLAAN KETERSEDIAAN FASILITAS PELAYANAN RAWAT INAP (STUDI KASUS RSUD K. H. HAYYUNG KAB.KEPULAUAN SELAYAR) SKRIPSI OLEH NUR FITRAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Rangka menyelesaikan Studi Pada Program Studi Strata 1 Akuntansi JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSSAR 2021 ii

3 MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO Semua ada waktunya jangan membandingkan dirimu saat ini dengan orang lain karena matahari dan bulan tak akan pernah sama namun masing masing mereka bersinar pada waktunya tiba PERSEMBAHAN Karya sederhana ini penulis persembahkan kepada : 1. Kepada keluarga khususnya kedua orang tua saya tercinta sebagai tanda bakti, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kupersembahkan karya kecil ini kepada ibu dan bapak yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan, dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tiada mungkin kubalas hanya dengan selembar kertas yang tertuliskan kata cinta dalam persembahan. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat ibu dan bapak bahagia karena kusadar, selama ini belum bisa berbuat yang lebih. 2. Kepada kakak kakakku tercinta yang selalu mendukungku dan selalu memberikanku berbagai jalan dan cara untuk mencapai kesuksesanku. Terima kasih karena sudah menjadi kakak sekaligus sahabat bagi saya. Kalian adalah tempat saya berlari ketika saya merasa tidak ada yang memahami diluar rumah. 3. Ibu Dr. Muchriana Muchran, SE., M.Si. AK.CA selaku pembimbing 1 dan Ibu Rini Sulistiyanti, SE., M.AK selaku pembiming 2 terima kasih karena telah meluangkan waktu dalam membimbing untuk mengantungi gelar sarjana. 4. Teman teman kelas AK 16 F yang selalu memberikan semangat dan iii

4 kebersamaan selama ini. 5. Seluruh dosen dan staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, yang telah memberikan ilmu dan pelayanan yang baik selama masa perkuliahan. iv

5 v

6 vi

7 vii

8 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hambanya., shalawat serta salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulis SKRIPSI penelitian yang berjudul Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Rawat Inap ( Studi Kasus RSUD K. H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar). Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat agar dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis bapak dan ibu yang senantiasa mendukung dan memberi harapan, semangat, perhatian, kasih sayang, dan doa tulus yang tak henti dan saudara- saudaraku tercinta yang senantiasa mendukung dan memberikan semangat hingga akhir studi ini. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahaya penerang di dunia dan akhirat. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi tingginya dan terimakasih yang sebesar besarnya viii

9 disampaikan dengan hormat kepada : 1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.AG, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar. 2. Bapak Ismail Rasullong, SE., MM, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. 3. Bapak Dr. Ismail Badollahi, SE., M.Si.AK.CA.CSP, selaku ketua Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar. 4. Ibu Dr. Muchriana Muchran, SE., M.Si.AK.CA selaku pembimbing I yang senantiasa neluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi dapat diselesaikan dengan baik. 5. Ibu Rini Sulistiyanti, SE., M.AK, selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktunya dalam membantu penyusunan skripsi hingga ujian skripsi. 6. Bapak/Ibu dosen dan asisten dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak lelah dan banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti proses perkuliahan hingga akhir. 7. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. 8. Segenap staf dan karyawan RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar yang telah memberikan bantuan dalam proses penelitian. 9. Kedua orang tuaku yang saya sayangi terimah kasih atas pengorbanan materi, doa dan dukungan moral yang kalian berikan kepada saya selama ini. 10. Rekan rekan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan ix

10 Akuntansi angkatan 2016 khususnya AK. 16 F yang selalu saling membantu dan belajar bersama, yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan dalam aktivitas studi penulis. 11. Sahabat sahabat tercinta yang selalu menemani dan memberikan semangat serta mengajarkan makna persaudaraan yang terjalin hingga penyelesaian skripsi ini. 12. Terimakasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat menyelesaiakan penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya para pembaca, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi. Muda mudahan skripsi sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru tercinta, Universitas Muhammadiyah Makassar. Billahi fisabilil haq fastabiqul khairat, wassalamualaikum Wr. Wb x

11 ABSTRAK NUR FITRAH, 2012 Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Rawat Inap ( Studi Kasus Rsud K H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar). Skripsi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap ( studi kasus RSUD K. H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Rumah Sakit K. H Hayyung sudah melakukan pencatatan secara online da nada sebagian yang melakukan pencatatan secara manual karena biasa terkendala dijaringan yang tidak bagus sehingga biasanya sebagian masih melakukan pencatatan secara manual. Namun prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi ketersediaan sudah cukup baik karena setiap unit sudah menjalankan prosedur yang diterapkan pada Rumah Sakit Umum K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar dengan baik. Kata Kunci : Sistem Informasi Akuntansi, Pengelolaan Ketersediaan, Fasilitas Rawat Inap. xi

12 ABSTRACT NUR FITRAH, Management Accounting Information System Procedures Inventory Of Inpatient Service Facilities At K.H. General Hospital Hayyung, Selayar Islands Regency. Thesis of accounting study program faculty of economics and business, university of muhammadiyah Makassar. This study aims to determine the procedures and implementation of the accounting information system management of inventory management of outpatient service facilities at that K.H Hayyung general hospital, Selayar islands regency. The type of research used in this study was a qualitative descriptive approach with date collection through interviews. The results showed that K. H Hayyung hospital had recorder online and some of them were doing manual recording because they were usually costrained by a bed network so usually some still did manual recording however, the procedure for implementing the inventory accounting information system is quite good because each unit has carried out the procedures applied to the K.H Hayyung general hospital, Selayar islands regency properly. Keywords : management accounting information system, facility inventory, inpatien. xii

13 DAFTAR ISI SAMPUL i HALAMAN JUDUL. ii HALAMAN PERSEMBAHAN iii HALAMAN PENGESAHAN v KATA PENGANTAR..vi ABSTRAK BAHASA INDONESIA...ix ABSTRACT..x DAFTAR ISI..xi DAFTAR TABEL.xiii DAFTAR GAMBAR/BAGAN xiv DAFTAR LAMPIRAN xv BAB I PENDAHULUAN.1 A. Latar Belakang.1 B. Rumusan Masalah..4 C. Tujuan Penelitian 4 D. Manfaat Penelitian..5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA..6 A. Prosedur...6 B. Sistem 6 C. Informasi 8 D. Sistem Informasi..8 E. Akuntansi.10 F. Sistem Informasi Akuntansi..12 G. Pelayanan Rawat Inap..21 xiii

14 H. Penelitian Terdahulu.25 I. Kerangka Pikir 30 BAB III METODE PENELITIAN..32 A. Jenis Penelitian..32 B. Fokus Penelitian.32 C. Lokasi dan Waktu Penelitian.32 D. Sumber Data 32 E. Pengumpulan Data.33 F. Instrumen Penelitian...33 G. Teknik Analisis Data 34 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..35 A. Gambaran Objek Penelitian..35 B. Hasil Penelitian 49 C. Pembahasan 54 BAB V PENUTUP...57 A. Kesimpulan..57 B. Saran 57 DAFTAR PUSTAKA..59 LAMPIRAN..61 xiv

15 DAFTAR TABEL Nomor Halaman Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu..24 xv

16 DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman Gambar 2.1 Kerangka Pikir.30 Gambar 4.1 Struktur Organisasi.37 Gambar 4.2 Flowcer Pengelolaan Fasilitas..48 xvii

17 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pelayanan rumah sakit diera sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat. Rumah sakit adalah suatu lembaga pelayanan kesehatan dan sekaligus sebagai suatu unit usaha ( baik pemerintah maupun swasta), dimana lembaga kesehatan ini dari waktu ke waktu semakin lama akan semakin berkembang, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas dan dilihat dari berbagai macam bentuk rumah sakit kecil maupun besar yang ada diseluruh penjuru tanah air. Seiring dengan perkembangan Negara dan rakyat Indonesia, rumah sakit di Indonesia pun semakin lama semakin berkembang. Perkembangan rumah sakit tersebut bukan hanya penambahan jumlah staf karyawan dan jumlah rumah sakit lain, tetapi juga, peningkatan pelayanan kesehatan yang menjadi lebih lengkap dan memuaskan baik dari segi pelayanan maupun dari segi peralatan rumah sakit. Rumah sakit merupakan salah satu perusahaan jasa dimana perusahaan jasa ini adalah perusahaan jasa yang memasarkan produk tidak nyata yang tidak dapat kita lihat atau raba melainkan hanya dapat kita rasakan saja. Rumah sakit merupakan suatu lembaga yang padat karya, padat modal, dan teknologi maupun padat waktu, disebut padat waktu karena rumah sakit bergerak dibidang jasa yang melibatkan relative banyak tenaga kerja yaitu dibidang medis, paramedis, perawat dan tenaga non medis. Padat modal dan teknologi karena rumah sakit yang baik haruslah didukung dengan investasi yang besar yang mencakup pengadaan pelayanan, seperti gedung, peralatan kedokteran yang canggih, obat- obatan yang cukup dan memadai, tenaga 1

18 2 dokter umum dan dokter ahli serta fasilitas penunjang lainnya ( kendaraan, peralatan, rumah sakit dan lain lain). Sedangkan padat waktu dikarenakan rumah sakit dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat berlangsung selama 24 jam sehari dan tidak mengenal adanya hari libur. Untuk menjalankan kegiatan rumah sakit memerlukan suatu sistem pengolahan data informasi yang dibutuhkan adalah sistem informasi akuntansi. Rumah sakit umum Selayar adalah satu satunya rumah sakit umum milik pemerintah kabupaten kepulauan selayar diharapkan selain dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan fungsinya sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat kepulauan selayar dapat pula menyediakan fasilitas pelayanan rawat inap yang lebih baik bagi masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan juga diharapkan kepada rumah sakit umum selayar mampu mewujudkan kemandirian dalam pengelolaannya. Sistem informasi memiliki peran yang sangat penting dalam bidang akuntansi, karena pada dasarnya tujuan utama akuntansi adalah untuk menyediakan informasi untuk para pengambil keputusan. Namun tidak menutup kemungkinan informasi yang disajikan akan mengandung kesalahan laporan dari sistem informasi akuntansi akan memberikan data kepada manajemen tentang permasalahan. Permasalahan yang terjadi di dalam organisasi untuk menjadi bukti yang berguna di dalam menentukan tindakan yang diambil. Dengan sistem informasi yang memadai diharapkan data masuk dan keluar dapat diproses dengan baik terutama pada kegiatan rawat inap rumah sakit tersebut.

19 3 Sistem informasi dalam suatu perusahaan merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan perusahaan tersebut. Dengan adanya sistem informasi tersebut diharapkan penyajian informasi tersaji secara relevan, akurat serta tepat waktu dalam pemenuhan kebutuhan pengguna informasi, serta mampu meningkatkan kinerja sistem informasi akuntansi. Artinya sistem informasi tersebut harus dapat menyediakan informasi yang berkualitas bagi pihak pihak yang membutuhkan harus jauh dari kesalahan kesalahan, harus jelas mencerminkan maksud dan tujuan agar mudah dipahami dan berguna bagi semua pihak yang berkepentingan. Kinerja sistem informasi dianggap baik jika informasi yang diterima memenuhi harapan dan kepuasan bagi pengguna informasi tersebut. Suatu sistem informasi akuntansi akan bermanfaat apabila sistem informasi akuntansi tersebut berjalan baik dan efektif. Dimana dalam pelayanan rawat inap sistem dan prosedur harus di susun sedemikian rupa sehingga terlihat langkah langkah yang jelas dari segenap aktifitas mulai dari prosedur pendaftaran pasien, prosedur tindakan perawatan rawat inap sampai prosedur pasien pulang. Dalam hal ini dengan adanya ketersediaan pelayanan rawat inap rumah sakit umum di Selayar dapat memberikan sarana dan prasarana yang lebih baik dan dapat meningkatkan fasilitas kesehatan yang canggih sehingga masyarakat yang memerlukan tindakan kesehatan akut dapat segera ditangani. Ketersediaan pelayanan rawat inap bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar pada umumnya dengan tetap memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas untuk menjamin kepuasan masyrakat sebagai pengguna pelayanan kesehatan. Namun masih banyak yang dari

20 4 kalangan masyarakat yang masih mengeluh kinerja dan ketersediaan pelayanan rawat inap rumah sakit seperti keterlambatan dalam melayani baik pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan rujukan dari puskesmas daerah maupun klinik kesehatan. Berdasarkan informasi awal dari beberapa pasien yang pernah dirawat dirumah sakit umum selayar, menyatakan bahwa ketersediaan pelayanan rawat inap baik pelayanan petugas medis dan prosedur dalam mendapatkan pelayanan belum maksimal sehingga sehingga pasien merasa tidak diperhatikan dan hak mereka sebagai pasien terabaikan untuk mendapatkan pelayanan yang profesional.s Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai sistem informasi akuntansi dengan judul Prosedur Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Rawat Inap ( Studi Kasus RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar). B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas penulis merumuskan masalah sebagai berikut bagaimana prosedur dan pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap pada RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar. C. Tujuan Penelitian untuk mengetahui prosedur dan pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap ( studi kasus RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar). D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini, yaitu : 1. Manfaat Praktis

21 5 Sebagai evaluasi serta masukan untuk lebih meningkatkan sistem informasi akuntansi yang sudah ada dan dapat mengurangi kelemahan kelemahan yang ada. 2. Manfaat Teoritis a. Menambah wawasan mengenai sistem informasi akuntansi rumah sakit khususnya sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas. b. Sebagai bahan acuan dan bahan pustaka bagi pihak yang ingin melakukan penelitian dengan objek yang sama dimasa yang akan datang.

22 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Secara umum sistem adalah suatu kesatuan terdiri dari komponen atau eleman yang besama-sama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energy untuk mencapai tujuan. Kata sistem diambil dari bahasa latin systema, dari bahasa Yunani sustema yang berarti Sistem merupakan bagian-bagian yang saling berhubungan yang ada didalam suatu wilayah serta memiliki item -item penggerak, contoh umum seperti Negara. Sedangkan secara garis besar sistem merupakan suatu kumpulan komponen dan elemen yang saling integrasi, komponen yang terorganisir atau bekerja sama dalam mewujudkan suatu tujuan tertentu. Menurut Mulyadi ( 2016 : 2) suatu sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersamasama untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama dan guna memudahkan aliran informasi, energi atau materi dalam mencapai tujuan. 1. Karasteristik Sistem Suatu sistem mempunyai ciri-ciri karakteristik yang terdapat pada sekumpulan elemen yang harus dipahami dalam mengidentifikasi pembuatan sistem. 2. Klasifikasi sistem a. Sistem abstrak dan sistem fisik Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide 6

23 7 yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. b. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya perputaran bumi, yang terjadinya siang dan malam. Sedangkan sistem buatan merupakan sistem yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin, atau yang disebut dengan human machine system. c. Sistem tertentu dan sistem tak tertentu Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi karena mengandung probabilitas. d. Sistem Terbuka dan Tertutup Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, sedangkan sistem tertutup merupakan sistem yang tidak terpengaruhi oleh lingkungan luar. B. Informasi Pengertian informasi menurut ( Krismaji,2015:14). Informasi adalah data yang telah diorganisasikan dan telah memiliki kegunaan dan manfaat. Informasi data yang telah diatur dan diproses untuk menyediakan tujuan dan meningkatkan pembuatan keputusan. Hal serupa disampaikan oleh ( Romney dan Steinbar, 2015: 4). Informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi. C. Sistem Informasi

24 8 1. Definisi sistem informasi Sistem informasi merupakan kombinasi daridari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. 2. Jenis jenis sistem informasi Menurut Hansen & Mowen (2016: 35) jenis-jenis sistem informasi adalah sebagai berikut : a. Sistem pemrosesan Data-electronic data processing (EDP) EDP adalah pemanfaatan teknologi komputer untuk melakukan pemrosesan data transaksi-transaksi dalam suatu organisasi EDP adalah aplikasi sistem informasi akuntansi paling dasar setiap organisasi. b. Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM menyediakan beragam informasi menyadari bahwa para manajer dalam organisasi menggunakan dan membutuhkan informasi dalam pengambilan keputusan sehingga sistem informasi berbasis komputer dapat menyediakan informasi yang bersangkutan kepada para manajer. c. Sistem Penunjang Keputusan decision support system (DSS) Dalam sistem penunjang keputusan, data di proses kedalam format pengambilan keputusan bagi kepentingan pemakai akhir. DSS menyarankan pengguna model model keputusan database khusus dan benar benar terpisah dari sistem pemrosesan data. d. Sistem Ahli-export system (ES) Export system adalah sistem informasi berbasis pengetahuan yang

25 9 memanfaatkan pengetahuan tentang bidang aplikasi tertentu untuk bertindak seperti seorang konsultan ahli bagi para pemakai. e. Sistem Informasi Eksekutif-executive information system (EIS) Sistem informasi eksekutif dibuat bagi kebutuhan informasi strategik manajemen tingkat puncak. f. Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi dapat menjadi sistem manual pensil dan kertas, sistem kompleks yang menggunkan TI terbaru atau sesuatu diantara keduanya. 3. Komponen dasar sistem informasi Sumber daya yang dikenal sebagai komponen sistem informasi yaitu : manusia, Hardware, Software, Data dan Jaringan. Dari kelima komponen tersebut memiliki peran yang sangat penting dalam suatu siste informasi. Namun pada kenyataannya, tidak semua sistem informasi mencakup lima komponen tersebut. Berikut merupakan komponen dari lima sistem informasi : 1) sumber daya manusia 2) sumber daya hardware 3) sumber daya software 4) sumber daya data dan 5) sumber daya jaringan. D. Akuntansi Akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut pemakai dan dari sudut kegiatannya. Akuntansi dari sudut pemakai adalah sustu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efesien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi, sedangkan akuntansi dari sudut kegiatan adalah proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, pelaporan dan penganalisaan dan keuangan suatu organisasi/perusahaan.

26 10 Berkembangnya kebutuhan informasi telah mendorong perkembangan akuntansi sebagai suatu sistem akuntansi modern. Perkembangan ini juga mengakibatkan adanya perubahan beberapa istilah dan teknik yang digunakan. Jika pemrosesan data akuntansi menjadi informasi dengan sistem akuntansi, maka dewasa ini relevan dengan sebutan sistem informasi akuntansi yang disebabkan oleh perkembangan ilmu akuntansi dengan penerapan teknologi yang dapat merubah data menjadi informasi yang dibutuhkan setiap perusahaan. 1. Devinisi Akuntansi Akuntansi suatu disiplin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efisien. Akuntansi merupakan suatu kegiatan menyajikan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan dari sudut lembaga atau perusahaan yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi diantara berbagai alternatif tindakan. Dari definisi-definisi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi merupakan proses pencatatan, pengidentifikasian dan penilaian dari kegiatan bisnis yang menghasilkan informasi berupa laporan yang berguna bagi pihak yang berkepentingan seperti pihak internal maupun eksternal. 2. Unsur-unsur akuntansi Menurut Mulyadi (2016 : 3 ) unsur-unsur suatu akuntansi dapat dijabarkan sebagai berikut : a. Formulir atau dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya

27 11 transaksi. Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan adanya formulir apa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) diatas kertas. b. Catatan merupakan buku yang digunakan untuk melakukan pencatatan transaksi yang terdiri dari: Jurnal, buku besar, buku pembantu c. Laporan adalah hasil akhir proses akuntansi yang berupa laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi/laba, perubahan modal, laporan arus kas dan laporan harga pokok produksi. 3. Tujuan dan fungsi akuntansi Tujuan akuntansi Menurut Anggadini dan Suhayati (2017 :3) yaitu untuk menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi atau perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, baik pihak didalam perusahaan maupun pihak diluar perusahaan, dan fungsi akuntansi adalah untuk menghitung laba yang dicapai suatu perusahaan kemudian menilai apakah pimpinan perusahaan telah melaksanakan tugas dan kewajiban yang telah dibebankan oleh para pemilik sesuai dengan tujuan yang ingn dicapai dan membantu untuk mengamankan serta mengawasi semua hak dan kewajiban perusahaan khususnya dari segi keuangan. E. Sistem Informasi Akuntansi 1. Definisi sistem informasi akuntansi Sistem informasi akuntansi merupakan bagian yang terpenting yang sangat diperlukan oleh manajemen perusahaan terutama yang berhubungan dengan data keuangan perusahaan. Setiap perusahaan, baik perusahaan miliki Negara maupun milik swasta mempunyai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut, maka

28 12 pimpinan perusahaan harus dapat mengambil keputusan yang tepat diantara berbagai alternative yang ada. Didalam perusahaan sistem informasi akuntansi dapat berfungsi mendorong seoptimal mungkin agar dapat menghasilkan berbagai informasi akuntansi yang terstruktur yang berguna bagi pihak intern perusahaan dan juga sangat penting untuk kemajuan dan perkembangan perusahaan itu sendiri. Menurut Susanto ( 2017 :80) menyatakan bahwa sistem informasi akuntansi adalah sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem/komponen baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan dan bekerja sama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan sistem informasi akuntansi terdiri dari : a. Orang-orang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi. b. Prosedur-prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi, yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas organisasi. c. Data tentang proses-proses bisnis organisasi d. Instruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan. 2. Unsur-unsur sistem informasi akuntansi Adapun unsur-unsur sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut: a. Fungsi yang dilaksanakan oleh sebuah sistem informasi akuntansi. b. Dokumen untuk merekam data transaksi.

29 13 c. Catatan akuntansi untuk catatan transaksi kedalam jurnal dan memposting data dari jurnal kedalam buku besar. d. Prosedur merupakan tahapan yang dilakukan secara berurutan. e. Laporan yang dihasilkan untuk memberikan informasi yang bermanfaat untuk pembuatan keputusan oleh manajemen. Menurut (Romney dan Steinbar, 2015:3). Sistem informasi akuntansi terdiri dari lima komponen, yaitu : a. Orang-orang yang mengoperasikan sistem tersebut dan melaksanakan berbagai fungsi. b. Prosedur-prosedur baik manual maupun otomatis, yang dilibatkan dalam mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitasaktivitas organisasi. c. Data tentang proses-proses bisnis organisasi. d. Software, yang dipakai untuk memproses data organisasi. e. Infrastruktur teknologi informasi, termasuk komputer, peralatan pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan. 3. Tujuan sistem informasi akuntansi Tujuan sistem informasi akuntansi adalah untuk menyajikan informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Untuk itu, suatu sistem informasi akuntansi dalam memenuhi fungsinya harus mempunyai tujuan-tujuan yang dapat memberikan pedoman kepada manajemen dalam melakukan tugasnya sehingga dapat menghasilkan informasi-informasi yang berguna, terutama dalam menunjang perencanaan dan pengendalian. Tujuan sistem informasi akuntansi menurut ( Krismaji, 2015 : 186),

30 14 yaitu : a. Kemanfaatan : informasi yang dihasilkan oleh sistem harus membantu manajemen dan para pemakai dalam pembuatan keputusan. b. Ekonomis : manfaat sistem harus melebihi pengorbanannya. c. Daya andai : sistem harus memproses dapat mengakses data senyaman mungkin, kapan saja pemakai menginginkannya. d. Ketepatan waktu : informasi penting harus dihasilkan lebih dahulu, kemudian baru informasi lainnya. e. Servis pelanggan : servis yang memuaskan kepada pelanggan harus diberikan. f. Kapasitas : kapasitas sistem harus mampu menangani kegiatan pada periode sibuk dan pertumbuhan dimasa mendatang. g. Praktis : sistem harus mudah digunakan. h. Fleksibilitas : sistem harus mengakomodasi perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungan sistem. i. Daya telusur : sistem harus mudah dipahami oleh para pemakai dan perancang dan memudahkan penyelesaian persoalan dan pengembangan sistem dimasa mendatang. j. Daya audit : Daya audit harus ada dan melekat pada sistem sejak awal pembuatannya. k. Keamanan : Hanya personil yang berhak saja yang dapat mengakses atau diijinkan mengubah data sistem. Menurut Hall (2016 : 18) ada tiga tujuan utama bagi sistem informasi akuntansi, yaitu : 1) Untuk mendukung fungsi kepengurusan manajemen. Pengurusan

31 15 merujuk ketanggung jawab manajemen untuk mengatur sumber daya perusahaan secara benar. Sistem informasi menyediakan informasi tentang kegunaan sumber yang dbutuhkan. 2) Untuk mengambil keputusan manajemen. Sistem informasi akuntansi ini akan memberikan informasi kepada para manajer yang mereka perlukan untuk melakukan tanggung jawab dalam mengambil keputusan tersebut. 3) Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi menyediakan informasi bagi personil operasi untuk membantu mereka setiap hari secara efisien dan daya kepara pemakai informasi melalui laporan keuangan yang efektif. Berdasarkan tiga tujuan sistem informasi akuntansi tersebut diatas dapat disimpulkan mengenai karakteristik dari suatu sistem informasi akuntansi, yaitu : a. Sistem informasi akuntansi merupakan suatu frame work yang terintegrasi dan terorganisasi didalam suatu perusahaan. b. Melakukan kegiatan mulai dari pengumpulan data, mencatat, mengklasifikasi, memproses, mnganalisa hingga menjadi informasi keuangan yang relevan dan mengkomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan. c. Informasi keuangan yang dihasilkan menggambarkan kegiatan operasional dan manajemen perusahaan serta prestasi yang dicapai. 4. Elemen-elemen sistem informasi akuntansi Dalam sistem informasi akuntansi terdiri atas elemen-elemen yang terintegrasi dan terorganisasi dimana ada hubungan saling ketergantungan antara elemen tersebut, oleh karena itu sistem informasi akuntansi akan

32 16 berjalan dengan baik apabila elemen-elemen bekerja sebagai mana mestinya. Elemen-elemen sistem informasi akuntansi terdiri atas : a. Pemakaian akhir b. Sumber data c. Pengumpulan data d. Pemrosesan data e. Manajemen database f. Penghasil informasi g. Umpan balik 5. Sistem pengelolaan data elektronik Sebagian besar perusahaan menggunakan computer atau sarana elektronik dalam pemrosesan data. Pemrosesan data elektronik adalah serangkaian kegiatan secara elektronik yang terdiri dari proses pemasukan data (inputting), proses penyimpanan data (storing), proses pengolahan data menjadi informasi ( processing), proses pengeluaran ( outputting), serta proses pengendalian atas keempat proses sebelumnya (controlling). Dalam penerapan sistem informasi akuntansi yang berbasis komputer dibuthkan beberapa perangkat yang sangat berhubungan dalam rangka pengolahan data sehingga dapat menjadi suatu informasi dalam pengambilan keputusan. Sistem komputer adalah sebuah kombinasi terintegritas dalam perangkat keras, perangkat lunak, komunikasi, sumber daya manusia, sumber daya informasi dan prosedur pemrosesan. Adapun perangkat-perangkat dalam komputer adalah : 1. Jaringan komunikasi Jaringan komunikasi timbul jika suatu komputer berkomunikasi senga

33 17 komputer lain. Wide Area Network (WAN) biasanya mencakup lebih dari satu wilayah metropolitan. Local Area Network (LAN) mencakup wilayah kecil seperti sebuah gedung atau kelompok gedung yang berdekatan satu sama lain. 2. Hardware ( perangkat keras) Hardware atau perangkat keras komputer adalah komponen dasar yang membentuk suatu sistem komputer dan peralatannya memungkinkan komputer untuk melaksanakan tugasnya. Hardware dapat dikelompokkan kedalam lima komponen utama, yaitu : a. Central processing unit (CPU) CPU merupakan pusat dari komputer, mempunyai fungsi untuk melakukan kegiatan kegiatan aritmatika dan logika mengawasi seluruh sistem electronic data processing (EDP). CPU terdiri dari tiga komponen yaitu : 1. Unit control, yang terdiri dari instruction interpreter (perintah menterjemah), location control (lokasi perhitungan) dan arithmetic register (salinan perintah yang sedang dijalankan) 2. Unit logika aritmatika (arithmetic logical unit), yang berfungsi untuk melakukan kegiatan perhitungan logika seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian 3. Memory, unit yang berfungsi untuk menyimpan data yang akan diproses dan instruksi instruksi untuk bagian lain dari CPU. b. Input Equipmen Adalah alat untuk membaca data input dari sumber data. Peralatan input pengubah data asal kebentuk yang dapat dipahami oleh komputer dan untuk diproses lebih lanjut. Input equipment dapat berupa keyboard dan

34 18 mouse. c. Output equipment Adalah alat alat untuk menerima dari komputer (CPU) dan mengubahnya kedalam bentuk yang dapat dibaca. Output ini dapat dihasilkan dengan menggunakan printer dan visual display unit (monitor) d. Computer communication equipment Perangkat ini merupakan alat yang menghubungkan secara langsung dengan CPU atau computer file secara online. Peralatan ini juga berfungsi untuk mengirimkan data dari suatu lokasi ke lokasi lain, yang biasanya digunakan dalam suatu lingkungan perusahaan yang menggunakan sistem jaringan terbatas atau dikenal dengan nama Local Area Network (LAN). e. Secondary Storage Devices Merupakan kombinasi antara output atau disebut dengan secondary strorage divices adalah alat alat yang digunakan untuk menyimpan data input maupun output dari komputer. Kemampuan dari CPU biasanya tidak mampu untuk menampung semua data yang diterima maupun yang sudah diolahnya, sehingga perlu disimpan pada secondary strorage, seperti magnetic disks, floopy disks. 3. Software (perangkat lunak) Software ini biasanya terdiri dari program yang berfungsi untuk memberikan instruksi pada komputer untuk melaksanakan kegiatan yang ada dalam program itu sendiri dan dokumentasi yang merupakan catatan serta penjelasan atas program yang sudah dibua, agar program tersebut dipahami oleh pengguna dan pembaca program. Perangkat lunak mempunyai tiga

35 19 kategori besar yaitu : a. sistem operasional dan peluasan, b. program aplikasi pemakai, c. bahasa computer (penrjemah) 4. Brainware ( perangkat pelaksana) Perananan manusia pemakai sistem komputerisasi sangat diperlukan karena komputer adalah suatu alat yang dapat menghasilkan sebuah informasi. Individu sebagai pengolah data akuntansi menjadi informasi memiliki peranan sebagai analisis dan perancang sistem, programmer, operator komputer dan pustaka serta informasi. Secara umum tipe pengolahan data pada sistem informasi akuntansi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : a. Batch processing system Pada sistem ini semua transaksi atau pertimbangan pertimbangan lainnya. Dengan pengolahan data secara program batch ini efisien dapat ditingkatkan terutama dalam hal berkaitan dengan penyiapan data dan pengolahan data transaksi, terutama apabila pengolahan data yang menggunakan model pengorganisasian sequential file, selain itu pengawasan terhadap pengolahan data lebih terjamin. Dalam pengoperasian data pada sistem batch dapat dilakuakan dengan dua cara, yaitu Local batch processing dan Remote batchprocessing b. Real time processing Transaksi atau data yang tersedia langsung diproses oleh komputer. Transaksi yang merupakan alat masukan (input unit), dengan demikian data yang diproses akan selalu up to date. Sebelum data diproses biasanya terlebih dahulu diadakan pengecekan validitas, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan- kesalahan. Apabila transaksi tidak

36 20 sah (invalid) maka pesan terhadap kesalahan akan muncul dilayar dan kesalahan akan dipakai langsung user. Seperti halnya pada sistem manual, siklus pengolahan data akuntansi dengan sistem komputerisasi dapat dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu : 1. Data collection Pada tahap ini melakukan pengumpulan dan pencatatan data dengan menggunakan sumber sumber yang ada seperti faktur penjualan, kwitansi dan dokumen dokumen lainnya. Selain itu jiga dapat dicatat langsung dan dimasukkan ke dalam program komputer pada saat transaksi terjadi berdasarkan dokumen yang ada. 2. Data classification Transaksi yang timbul dalam suatu waktu tertentu mungkin bervariasi menurut kegiatan perusahaan, dimana transaksi tersebut dapat terjadi berulang kali dan karenanya data tersebut perlu diklasifikasikan dengan baik agar kesalahan yang timbul dapat dihindari guna mempersiapkan data untuk diproses lebih lanjut. 3. Data maintenance and summarizatio Setelah data selesai di klasifikasi dengan tepat dan benar, maka data tersebut telah siap untuk dimasukkan kedalam sistem komputer untuk diproses lebih lanjut. 4. Report generation Report generation ini merupakan hasil transformasi data yang sudah diproses kedalam bentuk yang mudah digunakan dan dapat memberikan informasi abgi pemakainnya. Bentuk media yang sering digunakan dalam report generation seperti laporan menurut langganan dan laporan

37 21 selesman yang merupakan dokumen perusahaan serta laporan laba rugi yang dipakai untuk menganalisa dan sebagai dasar bagi manajemen untuk membuat keputusan. F. Pelayanan Rawat Inap Pelayanan rawat inap yaitu pelayanan kepada pasien yang memerlukan observasi, diagnosa, terapi, atau rehabilitas, yang perlu menginap dan menggunakan tempat tidur serta mendapatkan makanan dan pelayanan perawatan terus menerus. Pelayanan rawat inap adalah suatu kelompok pelayanan kesehatan yang terdapat di rumah sakit yang merupakan gabungan dari beberapa fungsi pelayanan. Kategori pasien yang masuk rawat inap adalah pasien yang perlu penanganan intensif atau obsevasi ketat karena penyakitnya. Rawat inap adalah pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi, medic dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta puskesmas dan rumah bersalin yang oleh penyakitnya penderita harus menginap dan mengalami tingkatan transformasi, yaitu sejak masuk ruangan perawatan hingga pasien dinyatakan boleh pulang. 1. Kegiatan pelayanan rawat inap a. Penerimaan pasien b. Pelayanan medic c. Pelayanan penunjang medik d. Pelayanan rawatan e. Pelayanan obat f. Pelayanan admnisrasi keuangan

38 22 2. Tujuan pelayanan rawat inap Adapun beberapa tujuan dari rawat inap yaitu sebagai berikut : a. Membantu penderita memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehubungan dengan penyembuhan penyakitnya. b. Mengembangkan hubungan kerja sama yang produktif antara unit maupun antara profesi. c. Menyediakan tempat/latihan/praktek bagi siswa perawat. d. Memberikan kesempatan kepada tenaga perawat untuk meningkatkan keterampilannya dalam hal keperawatan. e. Mengandalkan evaluasi yang terus menerus mengenai metode keperawatan yang dipergunakan untuk usaha peningkatan. f. Memanfaatkan hasil evaluasi tersebut sebagai alat peningkatan atau perbaikan praktek keperawatan dipergunakan. 3. Alur proses pelayanan pasien di unit rawat inap Alur proses pelayanan pasien unit rawat inap akan mengikuti alur sebagai berikut : a. Bagian penerimaan pasien (admissions department ) b. Ruang perawatan c. Bagian administrasi keuangan 4. Klasifikasi perawat dirumah sakit Klasifikasi perawatan rumah sakit telah ditetapkan berdasarkan Tingkat fasilitas pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit, yaitu seperti berikut: a. Kelas utama (termasuk VIP) b. Kelas I c. Kelas II dan III

39 23 5. Klasifikasi pasien a. Berdasarkan kedatangannya : 1. Pesan baru 2. Pesan lama b. Berdasarkan pengirimannya : 1. Dikirim oleh dokter rumah sakit 2. Dikirim oleh dokter luar 3. Rujukan dari puskesmas dan rumah sakit lain 4. Datang atas kemauan sendiri 6. Kualitas pelayanan rawat inap Kualitas atau mutu merupakan suatu kondisi dinamis yang Berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan atau melebihi harapan. Organisasi yang peduli terhadap mutu memiliki sistem nilai yang mendukung terwujudnya lingkungan yang kondusif untuk menerapkan perbaikan mutu yang kesinambungan. Budaya mutu dalam organisasi tersebut meliputi tata nilai, tradisi, prosedur, dan harapan yang mendukung terwujudnya upaya-upaya perbaikan mutu. Telah disepakati bahwa pembahasan tentang kepuasan pasien yang dikaitkan dengan mutu pelayanan kesehatan, mengenal paling tidak dua pembatasan. Pembatasan yang dimaksud adalah : 1. Pembatasan pada derajat kepuasan pasien Untuk menghindari adanya unsur subjektivitas individual yang dapat mempersulit pelaksanaan program menjaga utu, ditetapkanlah bahwa yang dimaksud dengan kepuasan disini, sekalipun orientasinya tetap individual, tetapi ukuran yang dipakai adalah yang bersifat umum yakni yang sesuai

40 24 dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk. 2. Pembatasan pada upaya yang dilakukan Untuk melindungi kepentingan pemakai jasa pelayanan kesehatan, yang pada umumnya awam terhadap tindakan kedokteran, ditetapkanlah upaya yang dilakukan tersebut harus sesuai dengan kode etik serta pelayanan profesi. Pelayanan kesehatan, sekalipun dinilai dapat memuaskan pasien, tetapi apabila penyelenggaraannya tidak sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi, bukanlah kesehatan yang bermutu. Dengan kata lain, mutu pelayanan kesehatan tercakup pula kesempurnaan tata cara penyelenggaraan pelayanan kesehatan. G. Penelitian Terdahulu Hasil penelitian terdahulu dalam penelitian ini digunakan sebagai Dasar untuk mendapatkan gambaran dalam menyusun kerangka pikir penelitian. Selain itu, untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari Beberapa penelitian yang ada serta kajian yang mengembangkan penelitian selanjutnya. Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama Judul Metode Variabel Hasil Peneliti penelitian penelitian Penelitian Penelitian 1. Dini Widyanti (2014) Sistem informasi persediaan obat-obatan terkomputerisasi yang efisien dan efektif dalam perusahaan Metode penelitian dilakukan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif pendekatan kualitatif karena membandingkan antara data Sistem informasi akuntansi persediaan obat-obat Hasil penelitian yang dilakukan dirumah sakit haji Surabaya disimpulkan bahwa pengelolaan persediaan obat melalui

41 25 yang diperoleh dan penelitian dengan dasardasar teori yang ada. prosedurprosedur yang dilakukan telah dapat digunakan sebagai sistem informasi akuntansi persediaan obat-obatan berbasis komputer. 2. Kusuma wijaya anandita (2014) Analisis pengendalian internal persediaan obat pada apotik kencana semarang. Analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif Pengendalian intern persediaan obat Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan beberapa kelemahan antara lain adanya perangkapan fungsi penerimaan dan penyiapan pada bagian gudang, stock opname hanya sekali dilakukan setahun sekali. 3. Dana ika maria (2014) Analisis sistem informasi akuntansi (SIA) pendapatan rawat inap kamar VIP RSUD Kota Lawang. Deskriptif kualitatif Sistem informasi akuntansi pendapatan rawat inap Hasil analisis data menunjukkan bahwa kurang tersediannya sumber daya manusia karyawan yang mempunyai latar pendidikan yang sesuai jabatannya. 4. Syafaruddin dan Syukur Analisis kualitatif Teknik kualitatif analisis Kualitas pelayanan Hasil penelitian

42 26 (2014) pelayanan kesehatan pada Unit Gawat Darurat RSUD Haji Makassar. deskriptif, dengan metode wawancara dan observasi kesehatan menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak UGD RSUD Haji Makassar sesuai dengan standar pelayanan publik khusus kesehata. 5. Nonis Riskiwati (2014) Sistem informasi akuntansi persediaan obat-obat terkomputerisasi yang efektif dan efisien pada perusahaan. Metode Kualitatif Sistem informasi akuntansi persediaan obat-obat Masih terdapat beberapa kelemahan pada dua indikator terakhir, yaitu penggunaan komputer dalam sistem informasi akuntansi persediaan pengendalian penggunaan komputer dalam sistem informasi akuntansi persediaan obat. 6. Uswatun Hasanah (2017) Analisis sistem informasi akuntansi penerimaan kas jasa rawat inap (studi kasus pada RSUD Dr. Saiful Anwar Malang) Analisis kualitatif deskriptif data Sistem informasi akuntansi penerimaan kas jasa rawat inap Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem dan prosedur yang ada pada penerimaan kas rumah sakit masih terdapat beberapa kekurangan meliputi kurangnya pihak terkait dalam prosedur dan

43 27 kurang jelasnya tugas pada bagian terkait. 7. Agustina Florentiana Du a Nena (2015) Analisis sistem informasi akuntansi dalam meningkatkan pengendalian internal atas pendapatan di Rumah Sakit Hermina Lembean. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif Sistem informasi akuntansi pengendalian internal pendapatan Hasil penelitian yang disimpulkan bahwa setelah menganalisa sistem informasi akuntansi di RS. Hermina sudah memadai dan berperan secara efektif dan efisien dalam meningkatkan pengendalian internal pada pendapatan. Namun masih perlu diperhatikan untuk penelitian resiko dan pengawasan dengan membantu tim auditor keseluruhan RS. untuk 8. Muhammad Agung, Nyimas Artina, Ricardo Parlindungan (2015) Analisis sistem informasi akuntansi persediaan ( studi kasus pada CV Nato Prabu) kualitatif Persediaan sistem informasi akntansi CV Neto Prabu telah memiliki prosedur pengelolaan sistem informasi akuntansi yang memadai, tetapi masih ditemukan beberapa

44 28 kelemahan antara lain yaitu pada prosedur perhitungan fisik persediaan hanya dilakukan satu kali dalam sebulan dan pada prosedur pengadaan bagian terjadi perangkapan tugas/fungsi pada bagian gudang dan bagian pembelian, belum ada laporan barang yang lebih diminati pelanggan. 9. Putri Nurjannah (2015) Sistem informasi akntansi persediaan obat berbasis multiuser pada apotek winong kidul pati Metode yang digunakan adalah metode kualitatif Sistem informasi akuntansi persediaan obat Hasil dari persediaan obat tersebut adalah tidak adanya pemisahan untuk masingmasing transaksi berimbas pada laopran persediaan yang masih lama dalam pembuatannya sehingga membuangbuang waktu, dan juga kurang akurat dalam proses pembuatan laporan, sehingga kurang efektif

45 29 bag apotek. 10. Prily Lakoy dan Agus toni saputra ( 2016) Peranan pengendalian internal persediaan barang dagang dalam menunjang efektivitas pengelolaan persediaan studi kasus PT Samsung Electronics Indonesia cabang Manado. Metode kualitatif analisis deskriptif Penegndalian internal efektivitas Pengelolaan persediaan Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa sistem pengendalian pada PT. Samsung electronic cabang manado sudah cukup baik dan efektif karena seluruh komponen pengendalian internal yang telah ada. H. Kerangka Fikir Dalam pelayanan rawat inap dimulai dari pasien mendaftar bagian rumah sakit mencatat semua data pasien yang bertujuan untuk memudahkan mengetahui keluarga pasien dan penagihan biaya perawatan pasien. Datadata tersebut direkam atau dicatat sesuai dengan ketentuan termasuk catatan pelayanan penerimaan pasien agar sesuai dengan sistem pencatatan yang telah ditentukan dan semua laporan keuangan yang diperlukan oleh pihak manajemen rumah sakit umum maupun pihak luar rumah sakit yang berkepentingan. Rumah sakit memberikan pelayanan perawatan sampai pasien sembuh. Pembayaran admnistrasi dan penyiapan faktur penagihan dibuat pada saat pasien pulang untuk merincikan rawat inap pasien.

46 30 Rumah Sakit Umum Selayar Sistem informasi akuntansi Prosedur Ketersediaan fasilitas Hasil Gambar 2.1 Kerangka pikir

47 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dalam kegiatannya penelitian ini tidak menggunakan angka dalam mengumpulkan data dan dalam memberikan penafsiran terhadap hasilnya. Digunakannya pendekatan kualitatif karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angka-angka tapi mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan tentang prosedur sistem informasi akuntansi pelayanan rawat inap pada rumah sakit umum selayar. B. Fokus Penelitian Fokus penelitian ini adalah fakta-fakta yang berhubungan dengan prosedur sistem informasi akuntansi pelayanan rawat inap pada rumah sakit umum selayar. C. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini adalah kota selayar yaitu tepatnya di rumah sakit umum Selayar, yang terletak di JI. Dr. Wahidin no. 23, Lalang bata. Waktu penelitian telah dilakukan selama 2 bulan yaitu pada bulan Februari April D. Sumber Data 1. Daftar primer Data yang diperoleh dengan mengumpul sejumlah keterangan atau fakta melalui wawancara dengan beberapa karyawan Rumah 31

48 32 sakit umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. 2. Daftar sekunder Data yang diperoleh melalui studi pustaka, literatur, karya ilmiah, dan sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan persediaan fasiltas pelayanan rawat inap pada Rumah sakit umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. E. Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan melalui beberapa tahap diantaranya yaitu : 1. Wawancara langsung/interview Penulis melakukan tanya jawab secara langsung dengan beberapa staff sehubung dengan pengambilan data tentang objek yang diteliti tentang sistem informasi akuntansi pengelolaan persediaan fasilitas pelayanan rawat inap rumah sakit umum selayar. 2. Observasi Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek sesuai tujuan. 3. Dokumentasi Dokumentasi yaitu berupa pengumpulan data yang di dapat secara langsung dari perusahaan yang bersangkutan, seperti melakukan riset keperpustakaan dan internet, membaca dan mempelajari literatur yang berhurhubungan dengan objek penelitian serta sumber-sumber lainnya yang mendukung penelitian ini. F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat-alat yang diperlukan atau

49 33 digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam penelitian ini, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Dan peneliti berperan sebagai perancang yang menetapkan fokus penelitiian, memilih informasi sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya. G. Teknik Analisis Data Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

50 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Rumah Sakit K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar Kesehatan adalah salah satu unsur yang sangat penting dari mutu kehidupan dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya pembangunan kesehatan bertujuan untuk memberikan kesempatan yang seluas luasnya bagi masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal yang di wujudkan antara lain dengan pembangunan sarana pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan secara berkesinambungan telah dimulai sejak dicanangkannya rencana pembangunan lima tahun pertama tahun 1969 yang secaranya telah mengembangkan sumber daya kesehatan dan upaya kesehatan yang berdampak pada peningkatan kualitas atau derajat kesehatan. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang perlu dilakukan salah satu diantaranya menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang diberikan langsung menyentuh pada lapisan masyarakat paling bawah dan yang paling diperlukan oleh masyarakat sangat penting hal ini dikarenakan pelayanan kesehatan dilakukan akan memberikan perlindungan kesehatan kepada warga masyarakat khususnya yang kurang mampu serta memberikan pelayanan kesehatan pada daerah dengan kondisi geografis sulit. Rumah sakit adalah salah satu institusi pelayanan kesehatan 34

51 35 yang kompleks, padat, pakar, padat modal dan teknologi kompleks itu muncul karena pelayanan di Rumah sakit menyangkut berbagai fungsi, antara lain pelayanan, pendidikan dan penelitian, serta mencakup berbagai tingkatan. Maupun jenis disiplin pelayanan agar rumah sakit mampu melaksanankan fungsi yang demikian kompleks, rumah sakit harus memiliki perangkat penunjang sumber daya manusia yang profesional baik dibidang teknis medis maupun administrasi kesehatan. Sebagai lembaga pemerintahan yang berada dikabupaten kepulauan selayar, maka setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyusun profil instansinya masing-masing dalam rangka pemenuhan informasi mengenai struktur pemerintahan yang di laksanakan dalam kurun waktu satu tahun anggaran melalui program dan kegiatan.profil disusun untuk mengetahui visi misi keadaan, tugas pokok dan fungsi SKPD sehingga dapat diketahui tanggung jawab dari suatu SKPD dalam setiap tahun anggaran. Oleh karena itu RSUD K. H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar menyusun profil instansinya dimaksudkan untuk dapat memberikan informasi kepada semua stakeholders yang berkompeten untuk mengetahui kesinambungan antara fungsi yang di maksud di atas dengan kegiatan yang dilaksanakan dilingkup RSUD K.H.Hayyung Kab. Kepulauan Selayar. Berdasarkan SK MENKES RI No. 368/MENKES/SK/IV/2008 tanggal15 April 2008 maka RSUD K.H.Hayyung Kab. Kepulauan Selayar ditingkatkan kelasnya dari kelas D ke kelas C, begitupula namanya berubah menjadi Rumah Sakit Umum K. H. Hayyung

52 36 Kabupaten kepulauan Selayar Pada tanggal 12 Juni Pada tanggal 13 Januari 2012 RSUD K.H. HAYYUNG Kabupaten Kepulauan Selayar telah berhasil memperoleh sertifikat akreditasi penuh tingkat dasar oleh Tim Komite Akreditasi Rumah Sakit untuk 5 jenis pelayanan, antara lain: pelayanan administrasi, pelayanan medis, pelayanan gawat darurat, pelayanan keperawatan dan pelayanan rekam medis,dan sekarang sementara dalam proses pendampingan untuk memperoleh akreditasi 12 pelayanan atau akreditasi versi Dan Tanggal 21 Desember 2016 kembali RSUD K.H.Hayyung memperoleh sertifikat Akreditasi Versi 2012 dengan Lulus Perdana. Tanggal 20 Oktober 2008, RSUD K.H.HAYYUNG Kabupaten Kepulauan Selayar mendapat penghargaan Piala Citra Pelayanan Prima tahun 2008 kepada Unit Pelayanan Publik dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia dengan predikat nilai terbaik. Visi dan Misi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar : Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten KepulauanSelayar: 1. Visi VISI RSUD K.H. Hayyung Kepulauan Selayar adalah Menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai Rumah Sakit yang Melayani dengan Hati dan Memberikan yang terbaik untuk Mendukung Kabupaten Kepulauan Selayar Maju, Sejahtera dan Religius 2. Misi Dari visi tersebut diatas dijabarkan ke dalam misi sebagai berikut:

53 37 a. Memberikan Pelayanan Prima b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana c. Melaksanakan dan mengembangkan manajemen Rumah Sakit Berdasarkan PERDA Kabupaten Selayar Nomor 3 Tahun 2008,maka Rumah Sakit Umum Daerah K. H. Hayyung Kepulauan Selayar mempunyai Struktur Organisasi sebagai berikut : GAMBAR 4.1 STRUKTUR ORGANISASI DIREKTUR KELOMPOK BAGIAN TATA SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN SUB BAGIAN HUKUM SUB BAGIAN KEUANGAN BIDANG PELAYANAN MEDIK DAN KEPERAWATAN BIDANG PENUNJANG MEDIK DAN NON MEDIK REKAM MEDIK EVALUASI SEKSI PELAYANAN SEKSI PENUNJANG SEKSI REKAM SEKSI KEPERAWATAN SEKSI PENUNJANG SEKSI EVALUASI DAN PELAPORAN

54 38 1. Tugas Pokok dan Fungsi a. Direktur Direktur RSUD K. H. Hayyung Kepulauan Selayar mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam merencanakan, mengkoordinasikan, menggerakkan dan mengawasi tugas Rumah Sakit Umum sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, Direktur Rumah Sakit Umum mempunyai fungsi : i. Perencanaan kegiatan ketatausahaan, pelayanan medik dan keperawatan, penunjang medik dan non medik serta rekam medis, evaluasi danpelaporan; ii. Pengkoordinasian kegiatan ketatausahaan, pelayanan medik dan Keperawatan, penunjang medic dan non medic serta rekam medis, evaluasi dan pelaporan; iii. Pengembangan kegiatan ketatausahaan, pelayanan medik dan keperawatan, penunjang medik dan non medik serta evaluasi dan pelaporan; iv. Pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kegiatan ketatausahaan, pelayanan medik dan keperawatan, penunjang medik dan non medik serta rekam medis, evaluasi dan pelaporan; v. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan. b. Bagian tata usaha Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok melaksanakan penatausahaan dan peningkatan kapasitas organisasi dan tata laksana

55 39 serta urusan hukum dan perundang undangan, perencanaan, kerumahtanggaan, kepegawaian dan keuangan di lingkungan rumah sakit. Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi : i. Pelayanan staf baik teknis maupun administrasi kepada Direktur dan semua bidang di lingkungan Rumah Sakit Umum; ii. Pelaksanaan administrasi ketatausahaan, perlengkapan, ke rumahtanggaan, pengelolaan dokumentasi, kearsipan dan kepustakaan; iii. Pelaksanaan fasilitas dan koordinasi penyusunan program/ kegiatan bidang Rumah Sakit Umum; iv. Pelaksanaan fasilitasi penyusunan konsep rancangan peraturan dan keputusan pada bidang Rumah Sakit Umum; v. Pelaksanaan proses administrasi dalam rangka penegakan peraturan perundang undangan di bidang Rumah Sakit Umum; vi. Pelaksanaan pelayanan administrasi kepegawaian; vii. Pelaksanaan penatausahaan, perencanaan kebutuhan dan pemanfaaan keuangan Rumah Sakit Umum; viii. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan. c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah Sub Bagian pada Bagian Tata Usaha, dipimpin oleh seorang Kepala yang disebut Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas :

56 40 i. Menyelenggarakan urusan surat menyurat, kearsipan dan memberikan layanan informasi tentang kegiatan Rumah Sakit Umum; ii. Melaksanakan urusan kepegawaian, perlengkapan dan kerumahtanggan; iii.melaksanakan pembinaan aparatur ; iv.melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan. d. Sub Bagian Hukum dan Perencanaan Sub Bagian Hukum dan Perencanaan adalah sub bagian pada Bagian Tata Usaha, dipimpin oleh seorang kepala yang disebut Kepala Sub Bagian Hukum dan Perencanaan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha. Kepala Sub Bagian Hukum dan Perencanaan mempunyai tugas: i. Menyiapkan dan mengumpulkan peraturan perundang undangan di bidang Rumah Sakit Umum; ii. Melaksanakan fasilitasi penyusunan konsep rancangan peraturan dan keputusan di bidang Rumah Sakit Umum; iii. Melaksanakan koordinasi dalam rangka penegakkan peraturan perundang-undangan iv. Melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penegakkan hukum dibidang rumah sakit umum v. Melaksanakan koordinasi dalam menyusun perencanaan dibidang rumah sakit umum; vi. Melaksanakan tugas lain diberikan pimpinan. e. Subagian keuangan Subagian keuangan adalah subagian pada tata usaha, dipimpin oleh seorang kepala yang disebut kepala sub bagian keuangan yang

57 41 berkedudukan dibawah dan tanggung jawab kepada kepala bagian tata usaha. Kepala subagian mempunyai tugas : i. Menyiapkan administrasi kebutuhan keuangan dibidang rumah sakit umum. ii. Menyiapkan konsep, menyusun dan mengolah anggaran dibidang rumah sakit umum. iii. Menyiapkna laporan pertanggung jawaban keuangan dan neraca dibidang rumah sakit umum. iv. Melaksanakan koordinasi tugas tugas kebendaharaan. v. Melaksanakan tugas lain yang diberikan pimpinan. f. Bidang Pelayanan Medik dan keperawatan Bidang pelayanan medik dan keperawatan adalah unsur pelaksana teknis di bidang pelayanan medik dan keperawatan, dipimpin oleh seorang kepala yang disebut kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur dan secara teknis koordinatif melalui kepala bagian tatausaha. Kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi Direktur, yaitu : i. Merencanakan kegiatan pelayanan medik dan keperawatan; ii. mengkoordinasikan, menggerakan, melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan pelayanan medik serta keperawatan; iii. melaksanakan tugas lain yang diberikan direktur. Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut, kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan mempunyai fungsi : i. Perencanaan kegiatan pelayanan medik dan keperawatan

58 42 ii. Pengkoordinasian kegiatan pelayanan medik dan keperawatan, iii. Penggerakan kegiatan pelayanan medik dan keperawatan; iv. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kegiatan pelayanan medik dan keperawatan; v. pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinanan. g. Bidang penunjang medik dan nonmedik yang disebut kepala bidang rekam medik, evaluasi dan pelaporan yang berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab kepada direktur dan secara teknis koordinatif melalui kepala bagian tatausaha. Kepala bidang rekam medik, evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian fungsi direktur yaitu : i. Merencanakan kegiatan dan kebutuhan pelayanan rekam medik, evaluasi dan pelaporan; ii. mengkoordinasikan, menggerakkan, melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan serta kebutuhan pelayanan rekam medik, evaluasi dan pelaporan; iii. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan Dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut. Kepala bidang rekam medis, evaluasi dan pelaporan mempunyai fungsi : i. Perencanaan kegiatan pelayanan rekam medis, evaluasi dan pelaporan; ii. Pengkoordiansian, penggerakan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian kegiatan pelayanan rekam medis, evaluasi dan pelaporan; iii. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan. h. Kelompok jabatan fungsional Kelompok jabatan fungsional unsur pelayanan teknis fungsional

59 43 dilingkungan Rumah Sakit Umum K. H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. Kelompok jabatan fungsional terdiri atas sejumlah tenaga ahli fungsional senior selak ketua kelompok yang ditetapkan dengan keputusan Bupati. 2.Sarana dan Prasarana Bangunan Rumah Sakit Umum K. H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar terletak diatas seluas ± 4 Ha meliputi gedung kantor, unit rawat jalan, unit rawat inap, unit rawat bersalin, unit gawat darurat (UGD), operasi kamar bedah (OKB) ICU, laboratorium / fisioterapi, radiologi, instalasi gizi, workshop, apotik, CSSD, laundry, gudang farmasi, pemulasaran jenazah dan UTDR (Unit Transfusi Darah Rumah Sakit). Bangunan RSUD K. H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar dibangun sejak tahun 2003 rencana penuntasan pembangunan disesuaikan dengan site plan RUSD Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas rumah sakit milik pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, pengelolaan rumah sakit dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar No 3 tahun 2008 tentang pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah, yang dilengkapi dengan penambahan instalasi yang menunjang kegiatan pelayanan secara paripurna dalam mencapai terlaksananya visi dan misi rumah sakit yang telah ditetapkan. Pelayanan yang diberikan rumah sakit kepada masyrakat, merupakan wujud dalam meningkatkan mutu / kualitas kesehatan yang dimiliki rumah sakit. Hal tersebut dapat tercermin/ terwujud dari mutu pelayanan medis administrasi

60 44 secara cepat mudah dan ramah sehingga memberi kepuasan dalam hal memberi pelayanan sertapenangan kesehatan ( penyakit) kepada pasien yang ditangani oleh dokter spesialis. Adapun bentuk pelayanan yang diberikan yakni : 1. Pelayanan Administrasi 2. Umum dan Kepegawaian 3. Hukum dan Perencanaan 4. Keuangan 5. Rekam medis, Evaluasi dan Pelaporan 6. Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit 7. Rawat Inap Umum 8. Rawat Inap Kebidanan 9. Pelayanan Rawat Jalan 10. Bedah 11. Obsterti dan Ginekologi 12. Telinga Hidung Tenggorokan (THT) 13. Kulit dan Kelamin 14. Gigi dan Mulut 15. Pelayanan Unit Gawat Darurat 16. Apotik 24 jam 17. Sentral Opname (SO) 18. Operasi Kamar Bedah (OKB) 19. Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) 20. Fisioterapi 21. Laboratorium

61 Instalasi Gizi 23. Radiologi 24. IPS RS 25. Ruang security 26. Geset Emergency 27. Pemulasan Jenazah 28. CSSD 29. Laundry 30. Area Parkir Kariawan dan Pengunjung Indikator pelayanan public Rumah Sakit Umum K. H Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu : 1. Tingkat penggunaan tempat tidur (BOR) selama tahun 2016 berada pada standar ideal karena pendaftran tempat tidurnya 72 % berbeda indikatornya ketika tahun 2011 s/d 2014 yang tidak memenuhi nilai ideal. Adapun indicator yang mempengaruhi tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur adalah jumlah kunjungan pasien dan jumlah tempat tidur. 2. Average Length of stay (ALOS) mempunyai arti rata- rata lamanya seorang pasien dirawat indikasi ini secara umum bisa memberi gambaran efisiensi pelayanan di rumah sakit. Pada tahun 2016 ini nilai ALOS masuk dalam nilai ideal dengan angka 6 hari dimana nilai ALOS yang ideal antara 6-9 hari. Hal ini menggambarkan bahwa kedepannya pelayanan RS K.H. Hayyung perlu ditingkatkan lagi untuk kenyamanan pasien. 3. Tingkat pemakaian tempat tidur (BTO) adalah suatu nilai rata-rata

62 46 pemakaian tempat tidur dalam satu periode tertentu dimana berapa kali satu tempat tidur dipakai 40 kali dimana nilai idealny dalam satu tahun pemakaian antara kali pemakaian tempat tidur. 4. Interval pemakaian tempat tidur (TDI) adalah rata-rata hari dimana tempat tidur tidak ditempati dari satu terakhir kali dipakai atau ditempati oleh pasien berikutnya indicator ini juga memberikan gambaran tingkat efesien penggunaan tempat tidur. Pada tahun 2016 ini interval pemkaian tempat tidur berada dalam angka ideal yaitu 3 hari dimana nilai idealnya dari 1-3 hari tempat tidur tidak terisi. 5. Rasio kematian netto (NDR) adalah angka kematian pasien rawat inap yang dirawat lebih atau sama dengan 48 jam untuk 1000 penderita baik yang keluar hidup atau mati dimana indikator ini memberi gambaran mutu pelayanan dirumah sakit. Angka kematian tahun 2011 dan 2012 yang mencapai 30 dan 25 orang tidak sesuai standar karena melebihi angka yang bisa ditolerir dimana tidak boleh 25 orang per 1000 penderita. 6. Angka kematian umum (GDR) adalah angka kematian umum untuk setiap 1000 penderita keluar baik hidup maupun mati pada satu periode tertentu. Pada tahun 2013 s/d tahun 2016 angka kematian masih dalam batasan yang masih biasa ditolerir karena kurang dari 45 per 1000 penderita keluar. Berdasarkan uraian yang sudah dikemukakan diatas maka dapat disimpulkan bahwa keenam indikator pelayanan di Rumah Sakit Umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar memenuhi standar dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia sehingga kedepannya harus berusaha

63 47 mempertahankan dan meningkatkan pelayanan rumah sakit. B. Hasil Penelitian a. Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap pada RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar. Dalam setiap perusahaan baik itu perusahaan medis maupun non medis tentu sangat memerlukan dokumen-dokumen yang berisikan hal-hal yang penting mengenai perusahaan. Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala ruangan keperawatan malinjo ibu misnawati, A.md.keb : dokumen yang digunakan pada RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar dalam prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas adalah sebagai berikut : 1. Buku ampra 2. Formulir ampra b. Prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas Penelitian kali ini akan membahas tentang bagaimana prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan di Rumah Sakit Umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk terlaksananya pengelolaan ketersediaan fasilitas yang baik juga dibutuhkan prosedur dan pengelolaan ketersediaan fasilitas. Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala ruangan keperawatan malinjo ibu Hikmah, S.ST : adapun prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas rawat inap pada Rumah Sakit K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu dimulai dari masukkan daftar kebutuhan fasilitas kebagian perencanaan, kemudian ditembuskan kebagian penunjang medik dan non medik, alat yang sudah tiba ke gudang farmasi yunit mengampra sesuai kebutuhan kebagian farmasi. Dirumah Sakit Umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar untuk obat, BHP dan alat kesehatan pemesanan barangnya dilakukan melalui sistem e- purchasing dan adapun dalam bentuk lelang tergantung nilai iurannya, juga penunjukan langsung pakai nota pesanan misalny makan.

64 48 Gambar 4.2 Flowchart Pegelolaan Fasilitas Pelayanan Rawat Inap : Mulai ketersediaa n barang Surat pesanan Cek ketersediaan faslitas Menentukan supplier dan jumlah pesanan Mengecek pesanan Tid ak Ada Membuat surat balasan Pesan an ada? Stok barang faktur Transaksi pembelian Cek pesanan bara ng laporan Transaksi pembelian selesai Membuat laporan

65 49 symbol- symbol flowchart dan penjelasan : a. terminator symbol yaitu simbol untuk permulaan (star) akhir (stop) dari suatu kegiatan. b. Symbol desicion yaitu simbo pemilih proses berdasarkan kondisi yang ada. c. Processing symbol yaitu simbol yang menunjjukan pengelolaan yang tidak di lakukan oleh computer. d. Symbol dokumen yaitu simbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke ketas. e. Flow direction symbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain. Berdasarkan flowcer di atas dapat dijelaskan sabagai berikut : 1. Proses ini diawali dari bagian gudang yang megecek ketersediaan fasiltas, apabila fasilitas/ barang ada maka proses akan langsung menuju kepesediaan barang dan apabila barang tidak ada maka akan terjadi proses permintaan barang kebagian karyawan. 2. Setelah itu karyawan akan membuat surat pesanan barang dan menentukan supplier. Setelah memuat surat pesanan, surat pesanan akan dibeikan kepada supplier. 3. Supplier akan menegecek pesanan barang, apabila pesanan tidak ada maka proses akan kembali kepada supplier, dan apabila barang ada maka akan menuju keproses transaksi pembelian barang.

66 50 4. Setelah transaksi berhasil maka supplier akan membuat nota pembelian/ faktur untuk diserakan kebagian administrasi/ karyawan. 5. Setelah itu karyawan akan mengecek barang, apabila barang rusak maka akan kembali keproses pesanan barang pada supplier, dan apabila barang baik maka akan menuju keproses transaksi pembelian. 6. Setelah itu bagian admin akan menyimpan data pembelian dan membuat laporan untuk diserahkan kepada pemilik. c. Permasalahan/ kendala yang terjadi pada Rumah Sakit Umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar Perusahaan medis maupun non medis tentulah memiliki permasalahan baik itu permasalahan kecil maupun permasalahan besar yang dihadapinya sama halnya dengan RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar yang memiliki beberapa permasalahan dalam menjalankan prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap, dimana di RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar masih ada yang menggunakan pencatatan manual dan ada juga yang menggunkan online yang memiliki masing-masing permasalahan atau kendala. Adapun beberapa permasalahan yang terjadi di RSUD Kab. Kepulauan Selayar sebagaimana yang dikatakan oleh kepala ruangan keperawatan jeruk ibu Elvi, S. Kep. Ns : 1. Pencatatan pengelolaan ketersediaan fasilitas yang dilakukan secara manual merupakan proses pencatatan dengan menggunakan dokumen, jurnal dan buku besar. Adapun kendalanya yaitu kadang terjadi kehilangan, bukunya menumpuk dan biasa terjadi salah tulis yang

67 51 mengakibatkan kesalahan pencatatan. 2. Pencatatan pengelolaan ketersediaan fasilitas yang dilakukan secara online kendalanya yaitu di jaringan yang tidak bagus. C. PEMBAHASAN Sistem informasi merupakan sebuah sistem yang perlu dimiliki oleh setiap perusahaan karena dengan adanya sistem informasi akuntansi dapat lebih memudahkan dalam mengimput dan juga data yang disimpan aman dibandingkan dengan menggunakan berkas fisik, dengan diterapkannya sebuah sistem informasi pada perusahaan juga dapat menjadi tolak ukur suatu perusahaan bahwa perusahaan tersebut sudah berkembang karena telah menerapkan sistem pencatatan berbasis computer. Rumah sakit juga merupakan suatu perusahaan jasa yang juga memiliki ketersediaan, salah satunya adalah ketersediaan fasilitas yang memiliki arti yang sangat penting karena ketersediaan fasilitas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan suatu rumah sakit. Adapun prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas rawat inap pada RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar yaitu dimulai dari masukkan daftar kebutuhan fasilitas kebagian perencanaan, kemudian diteruskan kebagian penunjang medik dan non medik, alat yang sudah tiba ke gudang farmasi yunit mengampra sesuai kebutuhan kebagian farmasi. Setiap perusahaan dalam menyelenggarakan kegiatannya memerlukan persediaan (infestory). Dalam proses pemenuhan hak kesehatan, Negara harus menjamin bahwa fasilitas, publik tersedia dan mencukupi dan hal kuantitas. Ketersediaan yang dimaksud adalah adanya tenaga kesehatan profesional dalam jumlah yang memadai, jumlah fasilitas kesehatan yang cukup dan berfungsi baik, ketersedian, obat-obatan esensial

68 52 dan intervensi kesehatan yang edequat. Dimana pada RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar sudah melakukan pelayanan dengan tepat yaitu tidak terjadi kekeliruan dalam pelayanan dengan kata lain petugas memberikan pelayanan yang sesuai dengan prosedur yang telah diterapkan sehingga tidak ada yang dirugikan atas pelayanan yang di dapatkannya. prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi ketersediaan yang dijalankan di RSUD K.H Hayyung sudah cukup baik karena bagian pelayanan fasilitas sudah menjalankan sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh intansi. Rumah sakit haruslah selalu memiliki ketersediaan fasilitas karena dengan adanya sistem informasi ketersediaan maka dapat menghasilkan data ketersediaan yang cepat dan akurat. Di RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulaun Selayar itu sendiri sudah menerapkan sistem informasi ketersediaan tetapi masih terkendala oleh beberapa faktor yaitu faktor jaringan yang kurang memadai. Sistem informasi ini perlu diterapkan agar dapat mempermudah dalam mengetahui jumlah ketersediaan fasilitas yang ada. Di RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar juga sudah menerapkan sistem tersebut, akan tetapi biasanya masih terkendala di jaringan yang kurang memadai sehingga pencatatannya ada sebagian yang menggunakan pencatatan manual. di RSUD K.H.Hayyung Kab. Kepulauan Selayar kenapa masalah tersebut bisa terjadi karena lokasi RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar jauh dari pusat kota. Berdasarkan hal tersebut mengenai permasalahan yang terdapat di RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar, seharusnya pihak Rumah

69 53 Sakit menambah salah satu pengksesan jaringan sehingga pihak Rumah Sakit tidak terbengkalai dengan akses jaringan internet.

70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan pada RSUD, mengenai prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap peneliti menarik kesimpulan bahwa di RSUD Kab Kepulauan Selayar sudah melakukan pencatatan secara online dan ada sebagian yang melakukan pencatatan secara manual karena biasa terkendala dijaringan yang tidak bagus sehingga biasa sebagian yang melakukan pencatatan secara manual. Namun prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi ketsersediaan sudah cukup baik karena setiap unit sudah menjalankan prosedur yang diterapkan pada RSUD K. H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar dengan baik. B. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut, penelitian ini kedepannya diharapkan dapat menyajikan hasil penelitian yang lebih baik. Beberapa saran yang dapat penulis berikan bagi instansi terkait dan untuk peneliti selanjutnya. 1. Bagi instansi a. Pihak Rumah Sakit diharapkan dapat meningkatkan lagi keadaan sarana dan prasarana untuk memperlancar pelayanan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Kepulauan Selayar. b. Fasilitas yang sudah ada tetap di pelihara 2. Saran akademik, penelitian yang akan datang dapat menambah atau 54

71 55 memperluas rumusan masalah. Sehingga hasil penelitian dapat menambah referensi untuk peneliti selanjutnya khususnya dibidang sistem informasi akuntansi.

72 DAFTAR PUSTAKA Azhar Susanto.2013.Sistem Informasi Akuntansi, Struktur Pengendalian Resiko pengembangan, Edisi Perdana, Lingga Jaya, Bandung. Dana Ika Maria, Sulistyo, dan Rita Indah Mustikowati, SE.,MM. Analisis Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Pendapatan Rawat Inap Kamar Vip RUSD Kota Lawang. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA) Vol. xx. ISSN xx Daud dan Windana Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan dan Penerimaan Kas Berbasis Komputer Pada Perusahaan Kecil (studi kasus pada PT Trust Technology) dalam manajemen dan bisnis Sriwijaya.Vol.12 No.1. Firdaus Saiful Arif, Evaluasi sistem informasi akuntansi terhadap penerimaan kas pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu. Universitas Muhammadiyah Makassar. Kasmiati Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat-obatan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Massendrempulu Kabupaten Enrekang Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar. Kurniawan. T. A Sistem Informasi Akuntansi Dengan Pendekatan Simulasi.Yogyakarta : Penerbit Deepublis. Karismaji Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta : unit penerbit Lestari. K. C. dan Ami Muarifah Amri Sistem Informasi Akuntansi Beserta Contoh Penerapan Aplikasi SIA Sederhana Dalam UMKM.Yogyakarta : Penerbit Deepublish. Manurung, S Buku ajar keperawatan maternitas asuhan keperawatan 56

73 57 intranatal.jakarta : trans info media Mardi, Sistem Informasi Akuntansi, Cetakan kedua, Ghalia Indonesia, Bogor. Marshall B. Romney dan Paul John Steinbart Sistem Informasi Akuntansi: Accounting Information Systems ( Edisi 13), Prentice Hall. Muhammad Chairudin Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerapan Kas Pada Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Surkarta. Institut Agama Islam Negeri Surakarta. Muhbir Yahya Analisis prosedur pelayanan peserta askes di Rumah Sakit Umum Daerah K. H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar. Makassar : Universitas Hasanuddin. Nurazila Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada Pendapatan Jasa Rawat Inap Pada Rumah Sakit Umum Daerah Masenrmpulu Kabupaten Enrekang.Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar. Noerlina Rancangan sistem informasi akuntansi rumah sakit subsitem :pengelolaan inventory dan transaksi obat. Jakarta Barat : Universitas Bina Nusantara. Resty Aulia Abbas Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat obatan di Rumah Sakit Aisyiyah St. Khadijah Pindrang.Makassar : Universitas Muhammadiyah Makassar. Sadeli, Muhammad Aplikasi Bisnis dengan PHP dan MySQL.Maxikom, Palembang. Soemarno Revisi Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

74 58 L A M P I R

75 59

76 60

77 61

78 62 Pertanyaan wawancara 1. Gambaran umum Rumah Sakit Umum Selayar? 2. Pemesanan barang di Rumah Sakit Umum K.H Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar dilakukan melalui sistem apa? 3. Berapa jumlah staff di Rumah Sakit Umum K.H Hayyung? 4. Bagaimana prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas di Rumah Sakit Umum K.H Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar? 5. Apakah di Rumah Sakit Umum K.H Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar sistem pencatatanya secara online atau manual? 6. Misal manual, resiko apa yang terjadi selama menggunakan pencatatan manual? 7. Misal online, kendalanya yang sering dialami menggunakan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas rawat inap berbasis online? 8. Bagaimana cara melakukan pemesanan barang dirsud K.H Hayyung? 9. Apakah terdapat kendala yang terjadi dalam prosedur sistem informasi akuntansi ketersediaan fasilitas rawat inap? 10. Dokumen apa saja yang digunakan dalam sistem ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap?

79 63 FOTO DI RSUD K.H HAYYUNG KAB. KEPULAUAN SELAYAR Foto bersama dan wawancara kepala ruangan keperawatan Jeruk Ibu elvi, S. Kep. Ns Foto bersama kepala ruangan keperawatan Delima Ibu Misnawati, A.md.Keb

80 64 wawancara kepala ruangan keperawatan Malinjo Ibu Hikmah, S. ST

81 65

82 66

83 67

84 68 BIOGRAFI PENULIS NUR FITRAH panggilan Fitrah lahir di Bonerate pada tanggal 28 Januari 1998 dari pasangan suami istri bapak Baco Gowa dan ibu Sahrah. Peneliti adalah anak keempat dari 4 bersaudara. Peneliti sekarang bertempat tinggal di Jl. Sultan Alauddin III lorong 3B. Pendidikan terakhir telah ditempuh oleh peneliti yaitu SDI Bonerate 1 lulus tahun 2010, SMP Negeri 1 Pasimarannu lulus tahun 2013, SMA Negeri 1 Pasimarannu lulus tahun 2016, dan mulai mengikuti Program S1 Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai dengan sekarang. Sampai dengan penulis skripsi ini masih terdaftar sebagai mahasiswa Program S1 Akuntansi Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. semua kegiatan dan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. Akuntansi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. semua kegiatan dan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. Akuntansi BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi dan sistem informasi sangat berkaitan erat dimana kaitan yang erat ini tercermin dalam pengunaan istilah informasi akuntansi yang menyangkut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam bentuk Rumah Sakit kecil maupun besar yang ada di seluruh

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam bentuk Rumah Sakit kecil maupun besar yang ada di seluruh BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelayanan Rumah Sakit di era sekarang tidak terlepas dari perkembangan ekonomi masyarakat. Hal ini tercermin pada perubahan fungsi klasik Rumah Sakit yang pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk keputusan manajerialnya. Untuk itu, manajer membutuhkan sebuah

BAB I PENDAHULUAN. untuk keputusan manajerialnya. Untuk itu, manajer membutuhkan sebuah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di era globalisasi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk tepat, cermat, dan cepat. Keputusan yang tepat dan cermat memberikan dampak yang signifikan

Lebih terperinci

Tantangan Manajemen. Teknologi. Informasi. Sistem. Informasi. Konsep-konsep Dasar

Tantangan Manajemen. Teknologi. Informasi. Sistem. Informasi. Konsep-konsep Dasar KONSEP KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan

BAB II BAHAN RUJUKAN. Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan - 6 - BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan prosedur prosedur yang erat hubunganya satu sama lain yang dikembangkan menjadi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. didukung oleh sistem informasi yang terencana dengan baik.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. didukung oleh sistem informasi yang terencana dengan baik. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem informasi Rumah sakit merupakan intitusi yang bersifat kompleks dan memiliki organisasi yang majemuk, maka dalam pengelolaannya (manajemennya) rumah sakit sebaiknya didukung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan. penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan diharapkan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan begitu kompleksnya masalah hidup sekarang ini menyebabkan masalah kesehatan benar-benar merupakan kebutuhan penting. Oleh karena itu, organisasi pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Bodnar Hopwood: 2004) Mulyani (1994)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Bodnar Hopwood: 2004) Mulyani (1994) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin pesatnya persaingan usaha, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi, dan perkembangan yang luar biasa pada teknologi komputer jelas akan membawa

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. yang berfungsi dengan tujuan yang sama. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Teoritis 2.1.1. Sistem Nugroho Widjajanto (2001:2) mengartikan sistem sebagai sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu

Lebih terperinci

BAB 2 DASAR SISTEM INFORMASI BISNIS

BAB 2 DASAR SISTEM INFORMASI BISNIS BAB 2 DASAR SISTEM INFORMASI BISNIS A. Konsep Dasar Sistem Informasi Bisnis 1. Teknologi Informasi Istilah TI (Teknologi Informasi) atau IT (Information Technology) yang populer saat perkembangan ini adalah

Lebih terperinci

SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) GENTENG BANYUWANGI LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA. Oleh

SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) GENTENG BANYUWANGI LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA. Oleh SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN OBAT-OBATAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) GENTENG BANYUWANGI LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya program Diploma

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Akuntansi a. Pengertian Sistem dan Prosedur 1. Menurut Mulyadi (2008:5) Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kenyamanan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang

Lebih terperinci

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS KONSEP KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS Teknologi informasi, termasuk sistem informasi berbasis internet, memainkan peranan penting dalam bisnis. Teknologi informasi dapat membantu segala jenis

Lebih terperinci

ANALISIS TARIF RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HARJONO PONOROGO DENGAN METODE KONVENSIONAL

ANALISIS TARIF RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HARJONO PONOROGO DENGAN METODE KONVENSIONAL ANALISIS TARIF RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. HARJONO PONOROGO DENGAN METODE KONVENSIONAL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagai syarat-syarat guna memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beserta persamaan dan perbedaan yang mendukung penelitian mengenai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beserta persamaan dan perbedaan yang mendukung penelitian mengenai BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini merujuk pada penelitipeneliti sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa peneliti terdahulu beserta persamaan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI I. KONSEP DASAR A. KONSEP DASAR SISTEM

SISTEM INFORMASI I. KONSEP DASAR A. KONSEP DASAR SISTEM SISTEM INFORMASI I. KONSEP DASAR A. KONSEP DASAR SISTEM Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Referensi : 1. Management Information Systems : A Managerial End User Perspective, James A. O'Brien 2. Management Information Systems, Raymond McLeod, Jr. Sistem Informasi dan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. semua kegiatan dan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. semua kegiatan dan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi dan sistem informasi sangat berkaitan erat dimana kaitan yang erat ini tercermin dalam pengunaan istilah informasi akuntansi yang menyangkut

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen

BAB II LANDASAN TEORI. Sistem informasi akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi adalah suatu kesatuan aktivitas, data, dokumen dan teknologi yang keterkaitannya dirancang untuk mengumpulkan dan memproses

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Sistem Informasi Akuntansi Sistem merupakan kumpulan dari sub sistem atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara

Lebih terperinci

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BPR SUKADANA SURAKARTA

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BPR SUKADANA SURAKARTA ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BPR SUKADANA SURAKARTA SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen Pada Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

Bab 1. PENDAHULUAN. Sistem adalah sekelompok elemen yang diintegrasikan dengan fungsi. Gambar 1.1 Komponen dari sistem

Bab 1. PENDAHULUAN. Sistem adalah sekelompok elemen yang diintegrasikan dengan fungsi. Gambar 1.1 Komponen dari sistem SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Page 1 of 9 Bab 1. PENDAHULUAN 1. SISTEM Sistem adalah sekelompok elemen yang diintegrasikan dengan fungsi umum untuk mencapai tujuan ( Raymond McLeod) Gambar 1.1 Komponen dari

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Manajemen berkepentingan dalam menyediakan sistem informasi yang menyeluruh dan terintegrasi untuk mengambil keputusan berbagai tingkatan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SAMBIREJO SRAGEN

SISTEM INFORMASI PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SAMBIREJO SRAGEN SISTEM INFORMASI PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS SAMBIREJO SRAGEN SKRIPSI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN EVALUASI. mengetahui kebutuhan informasi mereka dan rancangan sistem informasinya guna

BAB III ANALISA DAN EVALUASI. mengetahui kebutuhan informasi mereka dan rancangan sistem informasinya guna BAB III ANALISA DAN EVALUASI A. Pengertian Akuntansi dan Manajemen 1. Pengertian akuntansi Untuk mengetahui kinerja ekonomi dan kondisi perusahaan, maka perusahaan harus mengidentifikasi pihak-pihak yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi dan sistem informasi sangat berkaitan erat dimana kaitan yang erat ini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Akuntansi dan sistem informasi sangat berkaitan erat dimana kaitan yang erat ini BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi dan sistem informasi sangat berkaitan erat dimana kaitan yang erat ini tercermin dalam pengunaan istilah informasi akuntansi yang menyangkut

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Handoko (1996:7) menyatakan bahwa pengertian efektivitas adalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Handoko (1996:7) menyatakan bahwa pengertian efektivitas adalah BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pengertian Efektivitas Handoko (1996:7) menyatakan bahwa pengertian efektivitas adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi. Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan

BAB II BAHAN RUJUKAN. 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi. Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan 8 BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Tinjauan Umum Atas Sistem Informasi Akuntansi Sistem pada dasarnya adalah suatu jaringan yang berhubungan dengan prosedur prosedur yang erat hubunganya satu sama lain yang dikembangkan

Lebih terperinci

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS PROSEDUR PENJUALAN KREDIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERN PADA CV SAYAP MEDIA

ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS PROSEDUR PENJUALAN KREDIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERN PADA CV SAYAP MEDIA ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS PROSEDUR PENJUALAN KREDIT DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PENGENDALIAN INTERN PADA CV SAYAP MEDIA Megasari Rahayu, Mahsina, Cholifah Program Studi Akuntansi

Lebih terperinci

ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS BERBASIS KOMPUTER PADA PT INDOMARCO ADI PRIMA SKRIPSI

ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS BERBASIS KOMPUTER PADA PT INDOMARCO ADI PRIMA SKRIPSI ANALISIS EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENERIMAAN KAS BERBASIS KOMPUTER PADA PT INDOMARCO ADI PRIMA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagian syarat-syarat

Lebih terperinci

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM S-1 EKSTENSI MEDAN S K R I P S I

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM S-1 EKSTENSI MEDAN S K R I P S I UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM S-1 EKSTENSI MEDAN S K R I P S I EVALUASI ATAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI PADA PELAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT

Lebih terperinci

PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011

PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN MENGAJAR DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Sistem merupakan kumpulan dari sub system atau komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara

Lebih terperinci

Sistem, Sub Sistem dan Supra Sistem

Sistem, Sub Sistem dan Supra Sistem Bab 2 Teguh Wahyono PPTI UKSW MEMAHAMI SISTEM INFORMASI Bab ini menjelaskan tentang : Pengertian Sistem. Parameter sebuah sistem. Klasifikasi sistem. Pengendalian sistem Pengertian Sistem Informasi. Manfaat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian 12 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Dengan berkembangnya teknologi informasi dewasa ini, kebutuhan akan tersedianya teknologi yang dapat menghasilkan informasi berkualitas semakin meningkat.

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Definisi sistem menurut [Jog05] adalah sebagai berikut:

BAB II LANDASAN TEORI. Definisi sistem menurut [Jog05] adalah sebagai berikut: 8 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Definisi sistem menurut [Jog05] adalah sebagai berikut: Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya

Lebih terperinci

Bandung, Mei Hal: Permohonan Pengisian Kuesioner. Kepada Yth. Bapak/Ibu Responden Di Tempat. Dengan hormat,

Bandung, Mei Hal: Permohonan Pengisian Kuesioner. Kepada Yth. Bapak/Ibu Responden Di Tempat. Dengan hormat, Bandung, Mei 2016 Hal: Permohonan Pengisian Kuesioner Kepada Yth. Bapak/Ibu Responden Di Tempat Dengan hormat, Dalam rangka penyelesaian Tugas Akhir Strata 1 (S1) Program Studi Akuntansi di Universitas

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Gustina (2014) melakukan penelitian tentang sistem informasi akuntansi atas pengadaan dan penyaluran persediaan obat serta perlengkapan medis pada Rumah

Lebih terperinci

REKAM MEDIS BERBASIS LOCAL AREA NETWORK (LAN)

REKAM MEDIS BERBASIS LOCAL AREA NETWORK (LAN) UNIVERSITAS INDONESIA REKAM MEDIS BERBASIS LOCAL AREA NETWORK (LAN) Koordinator MA; Rr.Tutik Haryati, MARs Disusun Oleh ; USMAN SASYARI 1006834100 *)Mahasiswa Program Magister Manajemen Keperawatan Fakultas

Lebih terperinci

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI

TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI APOTEK INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN SKRIPSI Oleh : MEILINA DYAH EKAWATI K 100 050 204 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH PELAYANAN, FASILITAS, HARGA SERTA PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUASAN PASIEN DALAM MELAKUKAN PENGOBATAN DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG

ANALISIS PENGARUH PELAYANAN, FASILITAS, HARGA SERTA PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUASAN PASIEN DALAM MELAKUKAN PENGOBATAN DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG ANALISIS PENGARUH PELAYANAN, FASILITAS, HARGA SERTA PHYSICAL EVIDENCE TERHADAP KEPUASAN PASIEN DALAM MELAKUKAN PENGOBATAN DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan perancangan sistem informasi akuntansi persediaan pada PT. Javan Indonesia dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis memberikan kesimpulan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. ada berkaitan dengan sistem yang akan dibuat. Tujuannya adalah agar aplikasi ini

BAB III LANDASAN TEORI. ada berkaitan dengan sistem yang akan dibuat. Tujuannya adalah agar aplikasi ini BAB III LANDASAN TEORI Dalam membangun aplikasi ini, terdapat teori-teori ilmu terkait yang digunakan untuk membantu penelitian serta menyelesaikan permasalahan yang ada berkaitan dengan sistem yang akan

Lebih terperinci

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI RAWAT INAP PASIEN RUMAH SAKIT BERBASIS WEB

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI RAWAT INAP PASIEN RUMAH SAKIT BERBASIS WEB PEMBUATAN SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI RAWAT INAP PASIEN RUMAH SAKIT BERBASIS WEB Tugas Akhir Disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi Diploma III

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dalam Pasal 3 menyatakan bahwa Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan

Lebih terperinci

PSI-SESI 4. Sistem Informasi Berbasis Komputer (bag.2)

PSI-SESI 4. Sistem Informasi Berbasis Komputer (bag.2) PSI-SESI 4 Sistem Informasi Berbasis Komputer (bag.2) REVIEW SISTEM DAN INFORMASI SISTEM adalah suatu totalitas himpunan bendabenda atau bagian-bagian yang satu sama lain berhubungan sedemikian rupa, sehingga

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BARANG PADA UD SUMBER REJEKI KLATEN MENGGUNAKAN PROGRAM VISUAL DATABASE FOXPRO

TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BARANG PADA UD SUMBER REJEKI KLATEN MENGGUNAKAN PROGRAM VISUAL DATABASE FOXPRO TUGAS AKHIR PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BARANG PADA UD SUMBER REJEKI KLATEN MENGGUNAKAN PROGRAM VISUAL DATABASE FOXPRO Diajukan Guna Memenuhi Sebagai Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan oleh : TETY INDAH APRIANTI /FEB/EA. Kepada

SKRIPSI. Diajukan oleh : TETY INDAH APRIANTI /FEB/EA. Kepada PENGARUH KUALITAS SISTEM, KUALITAS INFORMASI, PERCEIVED EASE OF USE TERHADAP KEPUASAN KERJA PENGGUNA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER PADA PT. PUTRAMATARAM COATING INTERNATIONAL SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

ANALISIS BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) (Studi kasus di PT. Mitra Lestari Abadi (MLA) Banyumas)

ANALISIS BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) (Studi kasus di PT. Mitra Lestari Abadi (MLA) Banyumas) ANALISIS BIAYA PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) (Studi kasus di PT. Mitra Lestari Abadi (MLA) Banyumas) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan. Tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan disebut

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan. Tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan disebut BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya kesehatan terdiri dari berbagai kegiatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan. Tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan disebut sarana kesehatan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi yang selalu up to date dalam bentuk

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi yang selalu up to date dalam bentuk BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, maksud dan tujuan, identifikasi masalah, batasan masalah, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan. 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini didukung dari beberapa rujukan di dalam literatur penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini didukung dari beberapa rujukan di dalam literatur penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu Penelitian ini didukung dari beberapa rujukan di dalam literatur penelitian sebelumnya. Berikut ini akan disajikan penelitian terdahulu untuk mendukung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. nasabah yang meningkat, menjadi alasan tingginya eskalasi persaingan antar bank.

BAB I PENDAHULUAN. nasabah yang meningkat, menjadi alasan tingginya eskalasi persaingan antar bank. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini bisnis perbankan di Indonesia berkembang dengan pesat. Salah satunya disebabkan oleh semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan fungsi bank dalam aktivitas

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah

BAB II LANDASAN TEORI. yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah 9 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem Menurut Jogiyanto H.M (2001:2) Sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebuah

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna mencapai derajad Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH MINAT BELAJAR DAN KUALITAS MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MATA KULIAH MANAJEMEN KEUANGAN ANGKATAN 2010/2011 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci

EVALUASI PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGELUARAN BARANG PADA GUDANG MEDIS RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA

EVALUASI PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGELUARAN BARANG PADA GUDANG MEDIS RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA EVALUASI PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGELUARAN BARANG PADA GUDANG MEDIS RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA TUGAS AKHIR Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Ahli Madya Program Studi Diploma

Lebih terperinci

Diajukan Kepada Universitas PGRI Yogyakarta Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana

Diajukan Kepada Universitas PGRI Yogyakarta Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana PENGARUH KEPERCAYAAN DAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL (Studi Kasus pada Perusahaan Swasta di Kota Yogyakarta) SKRIPSI Diajukan Kepada Universitas

Lebih terperinci

Desain Sistem Donny Yulianto, S.Kom

Desain Sistem Donny Yulianto, S.Kom Pertemuan 6 Desain Sistem Donny Yulianto, S.Kom 1 Pendahuluan Setelah tahap analisis sistem dilakukan, maka analisis sistem telah mendapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Tiba waktunya

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. skripsi ini, serta sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada. Penyusunan skripsi dengan judul STRATEGI KEPALA INSTALASI

KATA PENGANTAR. skripsi ini, serta sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada. Penyusunan skripsi dengan judul STRATEGI KEPALA INSTALASI KATA PENGANTAR Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini, serta sholawat dan salam semoga

Lebih terperinci

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN TUNAI PADA USAHA BATIK GUNAWAN SETIAWAN SURAKARTA

EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN TUNAI PADA USAHA BATIK GUNAWAN SETIAWAN SURAKARTA EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN TUNAI PADA USAHA BATIK GUNAWAN SETIAWAN SURAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Lebih terperinci

Oleh AGUSTINA RIZKI WULANSARI A

Oleh AGUSTINA RIZKI WULANSARI A ANALISIS KESIAPAN GURU MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA MUHAMMADIYAH 3 SURAKARTA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1

Lebih terperinci

PERANCANGAN APLIKASI LAYANAN PENJUALAN HANDPHONE DAN PULSA MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 S K R I P S I

PERANCANGAN APLIKASI LAYANAN PENJUALAN HANDPHONE DAN PULSA MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 S K R I P S I PERANCANGAN APLIKASI LAYANAN PENJUALAN HANDPHONE DAN PULSA MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0 S K R I P S I Diajukan Sebagai Salah satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Jenjang Strata Satu (S1) Pada Program

Lebih terperinci

KONSEP DASAR 1. Konsep Sistem 2. Konsep Informasi 3. Komponen yang membentuk STI 4. STI untuk pengambilan keputusan

KONSEP DASAR 1. Konsep Sistem 2. Konsep Informasi 3. Komponen yang membentuk STI 4. STI untuk pengambilan keputusan 1 KONSEP DASAR 1. Konsep Sistem 2. Konsep Informasi 3. Komponen yang membentuk STI 4. STI untuk pengambilan keputusan Untuk dapat memahami sebuah sistem dapat digunakan dua pendekatan : a. Pendekatan Prosedur

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pada dasarnya yang ditetapkan pada perusahaan negara maupun

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pada dasarnya yang ditetapkan pada perusahaan negara maupun BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Sistem Informasi Akuntansi Pada dasarnya yang ditetapkan pada perusahaan negara maupun perusahaan swasta merupakan sistem informasi yang menyediakan informasi keuangan yang akan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Sistem dan Prosedur Pengertian system dan prosedur menurut Mulyadi (2001 : 5) adalah sebagai berikut: Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi.

SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1. Program Studi Pendidikan Akuntansi. PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA DAN KELENGKAPAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rumah Sakit 1. Definisi Rumah Sakit Berdasarkan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa rumah sakit adalah

Lebih terperinci

1. memahami proses dan kerangka kerja dari pengambilan keputusan 2. mengenal perilaku pengambilan keputusan dalam keorganisasian

1. memahami proses dan kerangka kerja dari pengambilan keputusan 2. mengenal perilaku pengambilan keputusan dalam keorganisasian Memahami konsep dan proses pengambilan keputusan pada sistem informasi dalam keputusan 3. Model keperilakuan pada pengambilan keputusan keorganisasian 1. memahami proses dan kerangka kerja dari pengambilan

Lebih terperinci

ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PT

ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PT ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MENUNJANG KELANCARAN PROSES PRODUKSI DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PT. AMITEX PEKALONGAN TAHUN 2015 Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

BAB I SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN

BAB I SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN BAB I SISTEM PENDUKUNG MANAJEMEN A. Pengertian Sistem Informasi Satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Biasanya para pemakai tergabung

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Segala puji syukur saya kepada Allah SWT yang telah melimpahkan

KATA PENGANTAR. Segala puji syukur saya kepada Allah SWT yang telah melimpahkan KATA PENGANTAR Segala puji syukur saya kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunianya yang tak terhingga sehingga saya berkesempatan menimba ilmu hingga jenjang Perguruan Tinggi.

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS JASA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA INTERNAL PT.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS JASA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA INTERNAL PT. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS JASA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA INTERNAL PT. PUSPETINDO GRESIK S K R I P S I Oleh : BAGUS SINATRIA ERZA 0513010269/FE/EA FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari PT Galamedia Bandung Perkasa maka penulis dapat mengambil kesimpulan : Pengolahan data elektronik penjualan memberikan

Lebih terperinci

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POLIKLINIK UPN VETERAN JAWA TIMUR SKRIPSI

PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POLIKLINIK UPN VETERAN JAWA TIMUR SKRIPSI PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POLIKLINIK UPN VETERAN JAWA TIMUR SKRIPSI Diajukan Oleh : ACHMAD SYARIFUDDIN NPM. 0634010260 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1. Sistem Informasi Akuntansi Suatu perusahaan agar dapat berjalan baik, membutuhkan sistem informasi akuntansi yang memadai, sehingga dapat meminimalisir permasalahan yang ada dalam

Lebih terperinci

Pengertian Sistem. Ika Menarianti, M.Kom. - Konsep Dasar Sistem - Konsep Dasar Informasi - Konsep Dasar Sistem Informasi - Peranan Sistem Informasi

Pengertian Sistem. Ika Menarianti, M.Kom. - Konsep Dasar Sistem - Konsep Dasar Informasi - Konsep Dasar Sistem Informasi - Peranan Sistem Informasi CHAPTER 1 Pengertian Sistem - Konsep Dasar Sistem - Konsep Dasar Informasi - Konsep Dasar Sistem Informasi - Peranan Sistem Informasi Ika Menarianti, M.Kom 08/03/2014 Pengertian Sistem -- Ika Menarianti,

Lebih terperinci

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BAKI

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BAKI ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI HIMPUNAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BAKI Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

TINJAUAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN PADA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) KANTOR PUSAT

TINJAUAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN PADA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) KANTOR PUSAT TINJAUAN ATAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PERSEDIAAN PADA PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) KANTOR PUSAT Mirna Mardania Universitas Komputer Indonesia Abstrak Penelitian ini dilakukan di PT. Kereta Api

Lebih terperinci

Electronic Data Processing

Electronic Data Processing Electronic Data Processing Pengertian Electronic Data Processing Pemrosesan data elektronik (electronic data processing disingkat EDP) adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. tiga strategic business unit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X

BAB 1 PENDAHULUAN. tiga strategic business unit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jember Klinik (Rumah Sakit Perkebunan Jember) adalah salah satu dari tiga strategic business unit yang dimiliki oleh PT. Perkebunan Nusantara X (Persero). Rumah

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Sistem dan Prosedur Suatu informasi dari suatu perusahaan terutama informasi mengenai keuangan dan informasi akuntansi diperlukan oleh berbagai

Lebih terperinci

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PABRIK SEPEDA SAE PONOROGO

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PABRIK SEPEDA SAE PONOROGO i ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PABRIK SEPEDA SAE PONOROGO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagian syarat-syarat guna memperoleh Gelar Sarjana Program

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS IT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP PGRI KASIHAN BANTUL SKRIPSI

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS IT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP PGRI KASIHAN BANTUL SKRIPSI HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS IT DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP PGRI KASIHAN BANTUL SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

BAB VI AUDIT PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK (PDE)

BAB VI AUDIT PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK (PDE) BAB VI AUDIT PEMROSESAN DATA ELEKTRONIK (PDE) A. Pengertian Secara sederhana komputer dapat diartikan sebagai seperangkat alat elektronik yang dapat dipakai untuk memproses data/fakta. Pemrosesan data

Lebih terperinci

ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA PERUSAHAAN FARMASI

ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA PERUSAHAAN FARMASI ANALISIS PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA PERUSAHAAN FARMASI SKRIPSI oleh: Nama : Ichsan Putra Barata Nomor Mahasiswa : 10312256 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Berkembang pesatnya usaha bisnis di Indonesia pada khususnya

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Berkembang pesatnya usaha bisnis di Indonesia pada khususnya BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Berkembang pesatnya usaha bisnis di Indonesia pada khususnya di pulau Jawa mendorong perusahaan menengah untuk berkembang mengikuti kemajuan teknologi informasi

Lebih terperinci

KAJIAN TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN KECIL DI KELURAHAN DONAN KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP

KAJIAN TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN KECIL DI KELURAHAN DONAN KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP KAJIAN TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN KECIL DI KELURAHAN DONAN KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S-1) Disusun

Lebih terperinci

Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN IPS PADA MATERI PEMBAGIAN WAKTU DENGAN MEDIA GLOBE SISWA KELAS V SDN BALEHARJO 2 TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Surabaya, 10 April Penyusun SIKLUS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1

KATA PENGANTAR. Surabaya, 10 April Penyusun SIKLUS PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 1 KATA PENGANTAR Alhamdulillah kami panjatkan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah-nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Makalah ini dibuat

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi dan Akuntansi Kas. Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu

BAB II LANDASAN TEORITIS. 1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi dan Akuntansi Kas. Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu BAB II LANDASAN TEORITIS A. TEORI - TEORI 1. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi dan Akuntansi Kas a. Sistem Informasi Akuntansi Akuntansi sebagai sistem informasi ekonomi dan keuangan mampu memberikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan global seperti saat ini, dunia perekonomian mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era persaingan global seperti saat ini, dunia perekonomian mengalami 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era persaingan global seperti saat ini, dunia perekonomian mengalami persaingan yang semakin ketat. Globalisasi membuat pasar dan perusahaan tumbuh melampaui

Lebih terperinci

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG PASIEN RAWAT INAP JAMINAN ASURANSI SWASTA PADA RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA

EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG PASIEN RAWAT INAP JAMINAN ASURANSI SWASTA PADA RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA EVALUASI SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG PASIEN RAWAT INAP JAMINAN ASURANSI SWASTA PADA RUMAH SAKIT KASIH IBU SURAKARTA TUGAS AKHIR Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat

Lebih terperinci

INTEGRITAS DATA BASE RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG SKRIPSI

INTEGRITAS DATA BASE RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG SKRIPSI INTEGRITAS DATA BASE RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP DI INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. ISKAK TULUNGAGUNG SKRIPSI Pada Program Studi Teknik Informatika BAMBANG HARIYONO NPM : 11.1.03.02.0458

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Sistem Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi terdiri dari tiga kata yang mempunyai arti tersendiri, apabila ketiga kata tersebut digabungkan akan membentuk suatu rumusan

Lebih terperinci

SKRIPSI RIZA CAHYO UTOMO

SKRIPSI RIZA CAHYO UTOMO SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG PEMBANTU KESUGIHAN DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) BERBASIS WEB SKRIPSI Diajukan Sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya bidang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya bidang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya bidang ekonomi membawa pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan dunia usaha. Perusahaan-perusahaan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI RAWAT JALAN DAN RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Syahrizal Amanda 1, Tubagus Purworusmiardi, S.Kom 2, Yulius Satmoko Rahardjo, S.Si, M.Kom 3 1,2 Jurusan Informasi,

Lebih terperinci

ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN ASET TETAP DAN PENGARUHNYA DALAM LAPORAN LABA RUGI ( STUDI PADA RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO )

ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN ASET TETAP DAN PENGARUHNYA DALAM LAPORAN LABA RUGI ( STUDI PADA RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO ) ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN ASET TETAP DAN PENGARUHNYA DALAM LAPORAN LABA RUGI ( STUDI PADA RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO ) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagian syarat-syarat

Lebih terperinci

STUDI KOLERASI MENGENAI PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA DENGAN CITRA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KAB.

STUDI KOLERASI MENGENAI PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA DENGAN CITRA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KAB. STUDI KOLERASI MENGENAI PERSEPSI PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN JASA DENGAN CITRA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KAB.SRAGEN PERIODE MARET TAHUN 2012 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Lebih terperinci