IDENTITAS BUKU. Tahun 2019 Bahan Ajar (Hanjar Pendidikan Polri) Pendidikan Pembentukan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "IDENTITAS BUKU. Tahun 2019 Bahan Ajar (Hanjar Pendidikan Polri) Pendidikan Pembentukan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana"

Transkripsi

1 IDENTITAS BUKU Penyusun : Tim Pokja Lemdiklat Polri T.A Editor : 1. Kombes Pol Dr. S.M Handayani, M.Si. 2. AKBP Noffan Widyayoko, S.Ik., M.A. 3. Pengatur I Paramita Rahmadani, A.Md. Tahun 2019 Bahan Ajar (Hanjar Pendidikan Polri) Pendidikan Pembentukan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Diterbitkan oleh: Bagian Kurikulum Bahan Ajar Pendidikan Pembentukan Biro Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Hak cipta dilindungi Undang-Undang Dilarang menggandakan sebagian atau seluruh isi Bahan Ajar (Hanjar) Pendidikan Polri ini, tanpa izin tertulis dari Kalemdiklat Polri.

2 DAFTAR ISI Cover... Sambutan Kalemdiklat Polri... i ii Keputusan Kalemdiklat Polri... iv Identitas Buku... vi Daftar Isi... vii Pendahuluan... 1 Standar Kompetensi... 2 MODUL 1 HAKIKAT KOMUNIKASI... 3 Pengantar... 3 Kompetensi Dasar... 3 Materi Pelajaran... 4 Metode Pembelajaran... 4 Alat/Media Bahan, dan Sumber Belajar... 5 Kegiatan Pembelajaran... 6 Tagihan/Tugas... 7 Lembar Kegiatan... 7 Bahan Bacaan Pengertian Komunikasi Tujuan Komunikasi Fungsi Komunikasi Komponen komunikasi Proses komunikasi Bentuk Komunikasi Prospek Komunikasi SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA vii

3 8. Faktor Penghambat Komunikasi dan Cara Mengatasinya Faktor Pendukung Komunikasi yang Efektif Rangkuman Latihan MODUL 2 TUGAS, FUNGSI DAN SOTK DIV HUMAS (DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT) POLRI Pengantar Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Metode Pembelajaran Alat/Media Bahan, dan Sumber Belajar Kegiatan Pembelajaran Tagihan/Tugas Lembar Kegiatan Bahan Bacaan Tugas Pokok Divhumas Polri Fungsi Divhumas Polri Susunan Organisasi dan Tata Kerja Div Humas Polri.. 26 Rangkuman Latihan MODUL 3 PERAN HUMAS DALAM MENDUKUNG TUGAS POLRI.. 45 Pengantar Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Metode Pembelajaran SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA viii

4 Alat/Media Bahan, dan Sumber Belajar Kegiatan Pembelajaran Tagihan/Tugas Lembar Kegiatan Bahan Bacaan Peran Polri Polri sebagai Anggota Masyarakat Polri sebagai Aparat Pemerintah Efektifitas Komunikasi dalam Tugas Kepolisian Rangkuman Latihan MODUL 4 MEMBANGUN KEMITRAAN DENGAN MASYARAKAT Pengantar Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Metode Pembelajaran Alat/Media Bahan, dan Sumber Belajar Kegiatan Pembelajaran Tagihan/Tugas Lembar Kegiatan Bahan Bacaan Membangun Kerjasama dengan Pakar di Luar Polri (networking) Membangun Kemitraan dengan Komunitas Masyarakat (Masyarakat Kampus, Parpol, Ormas, Dunia Usaha, dan yang lainya) Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik bagi Polri SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA ix

5 4. Hubungan Media Massa dengan Humas Polri Peran Komunikasi dalam Mewujudkan Citra Positif Polri Cara menjadi Juru Bicara yang Efektif Kriteria menjadi Public Relations dan Pengemban Fungsi Humas Strategi dalam menghadapi wartawan/media 73 Rangkuman Latihan MODUL 5 MANAJEMEN MEDIA Pengantar Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Metode Pembelajaran Alat/Media Bahan, dan Sumber Belajar Kegiatan Pembelajaran Tagihan/Tugas Lembar Kegiatan Bahan Bacaan Hakikat Manajemen Media Strategi Kehumasan Kepercayaan Publik Terhadap Polri 3 Tahun Terakhir Kondisi Kehumasan Polri Mendukung Tugas Polri Melalui Media Strategi Humas dalam Implementasi Manajemen Media Rangkuman SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA x

6 Latihan MODUL 6 TEKNOLOGI INFORMASI Pengantar Kompetensi Dasar Materi Pelajaran Metode Pembelajaran Alat/Media Bahan, dan Sumber Belajar Kegiatan Pembelajaran Tagihan/Tugas Lembar Kegiatan Bahan Bacaan Dasar-Dasar Program Ms Word Dasar-Dasar Program Ms. Excel Dasar-Dasar Program Ms. Power Point Dasar-dasar Internet Rangkuman Latihan SEKOLAH INSPEKTUR POLISI SUMBER SARJANA xi

7 MODUL KOMUNIKASI SOSIAL POLRI DENGAN MASYARAKAT 30 JP (900 menit) Pendahuluan Kepercayaan publik sangat erat terkait dengan bagaimana opini publik terhadap Polri akan terbangun, positif atau negatif. Opini sangat tergantung pada bagaimana Polri dapat melaksanakan tugas sesuai harapan masyarakat, dan bagaimana masyarakat itu sendiri bisa menerima informasi tentang apa yang telah dilakukan Polri. Bila seluruh anggota dan komponen Polri yang dapat mengemas dan memberikan informasi dengan baik kepada masyarakat, maka sekecil apapun keberhasilan yang dicapai Polri akan dapat membangun opini publik yang positif terhadap Polri. Dalam rangka memasuki era kemitraan dan kerja sama (Partnership dan Networking) Polri merencanakan program-program untuk mengintensifkan sosialisasi / promosi dan publikasi kinerja Polri guna memperoleh dukungan dan partisipasi baik internal maupun eksternal dengan memerankan fungsi Humas Polri sebagai Front Office Polri. Agar kebijakan tersebut membumi, maka diperlukan komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Polri mewujudkan bukti nyata berupa peningkatan profesionalisme dan pelayanan Polri. Perkembangan era transformasi dan transparansi informasi saat ini, telah menempatkan kebebasan pers dalam menyampaikan informasi ke publik. Tidak ada lagi batas ruang dan waktu, untuk menyembunyikan maupun menutup-nutupi informasi atau berita. Berbagai kinerja Polri baik terkait dengan keberhasilan kinerja Polri maupun penyimpangan saat pelaksanaan tugas, dengan mudah dapat diakses informasinya. Hal ini berdampak bagi citra Polri. Terkait dengan akses informasi yang lebih baik dan tepat, perkembangan global juga telah menempatkan informasi menjadi bagian dari hak asasi manusia. Negara Republik Indonesia kemudian meresponnya melalui amandemen UUD 1945 pada pasal 28 huruf f yang menyebutkan bahwa, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Kemudian Pemerintah RI mengeluarkan UU RI No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mensyaratkan setiap badan publik untuk menyediakan pelayanan informasi publik. 1

8 Guna menindaklanjutinya, Divisi Humas Polri sebagai unit terdepan Polri dalam mengelola media massa melaksanakan strategi komunikasi Humas Polri guna mendukung tugas Polri melalui komunikasi sosial Polri kepada masyarakat dalam meningkatan kepercayaan publik dengan mengedepankan langkah strategis yang meliputi hubungan Polri dengan Media Massa, peningkatan kapasitas SDM Humas Polri, membuka ruang komunikasi dengan elemen masyarakat, membangun sarana prasarana berbasis teknologi informasi dan menjadikan anggota Polri sebagai agen kehumasan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat. Untuk memberikan pengetahuan tentang komunikasi sosial Polri dengan masyarakat maka dalam modul ini akan membahas materi meliputi Hakikat komunikasi, tugas, fungsi dan SOTK Div humas Polri, peran humas dalam mendukung tugas Polri, Membangun kemitraan dengan masyarakat, manajemen media dan teknologi informasi. Standar Kompetensi Memahami dan menerapkan komunikasi sosial Polri dengan masyarakat. 2

9 MODUL 01 HAKIKAT KOMUNIKASI 2 JP ( 90 menit) Pengantar Modul ini membahas materi pengertian komunikasi, tujuan komunikasi, fungsi komunikasi, komponen komunikasi, proses komunikasi, bentuk komunikasi, prospek komunikasi, faktor penghambat komunikasi dan cara mengatasinya, faktor pendukung komunikasi yang efektif. Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami hakikat komunikasi. Kompetensi Dasar Memahami hakikat komunikasi. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan pengertian komunikasi. 2. Menjelaskan tujuan komunikasi. 3. Menjelaskan fungsi komunikasi. 4. Menjelaskan komponen komunikasi. 5. Menjelaskan proses komunikasi. 6. Menjelaskan bentuk komunikasi. 7. Menjelaskan prospek komunikasi. 8. Menjelaskan faktor penghambat komunikasi dan cara mengatasinya. 9. Menjelaskan faktor pendukung komunikasi yang efektif. 3

10 Materi Pelajaran Pokok bahasan Hakikat Komunikasi Sub Pokok Bahasan 1. Pengertian komunikasi. 2. Tujuan komunikasi. 3. Fungsi komunikasi. 4. Komponen komunikasi. 5. Proses komunikasi. 6. Bentuk komunikasi. 7. Prospek komunikasi. 8. Faktor penghambat komunikasi dan cara mengatasinya. 9. Faktor pendukung komunikasi yang efektif. Metode Pembelajaran 1. Metode ceramah. Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang hakikat komunikasi. 2. Metode brain storming (curah pendapat) Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi hakikat komunikasi. 3. Metode tanya jawab Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode penugasan Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan. 4

11 Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/Media : a. White board. b. LCD. c. Laptop. d. Laser point. e. Koneksi internet. f. Website. g Bahan: a. Alat tulis. b. Kertas flipchard. 3. Sumber belajar : a. Keputusan Kapolri Nomor Polisi : KEP/53/X/2002 tanggal tentang Pembinaan dan penyelenggaraan fungsi humas Polri, sebagai penjuru pencitraan Polri dijabarkan dalam perkap 21,22 dan 23 tahun b. Effendi, Onong. U, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, c. Liliweri, Alo, Wacana Komunikasi Organisasi, Mandar Maju, Bandung. d. Rahmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,1986. e. Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,2002. f. Mulyana,Deddy, Nuansa-nuansa Komunikasi, Meneropong Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,2005. g. Supadaitiknya, A., Komunikasi Antar Pribadi, Kanisius, Yogyakarta, h. Seven, Werner. J dan James W. Tankard. Jr., Teori Komunikasi i. Sejarah, Metode dan Terapan di dalam Media Massa, Prenada Media, Jakarta,

12 j. Tubbs, Stewart L, dan Sylvia Moss., Human Communication Prinsip-prinsip Dasar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, k. Tubbs, Stewart L, Human Communication, Konteks-konteks Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, l. Wiryanto, Teori Komunikasi Massa, PT. Grasindo, Jakarta, Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit Pendidik melaksanakan: a. Membuka kelas dan memberikan salam. b. Perkenalan. c. Pendidik menyampaikan tujuan dan materi yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran. 2. Tahap inti : 70 menit a. Pendidik menyampaikan materi hakikat komunikasi. b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami. c. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik. d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada peserta didik. 3. Tahap akhir : 10 menit a. Cek Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. 6

13 c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas. Pendidik menggali manfaat yang bisa di ambil dari materi yang disampaikan. d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resum Tagihan/Tugas Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi konsep dasar komunikasi Lembar Kegiatan Peserta didik meresume materi konsep dasar komunikasi Bahan Bacaan HAKIKAT KOMUNIKASI Hasil kajian para pakar ilmuwan dan penelitiannya bahwa manusia sudah berbicara, mendengar dan mengatakan segala sesuatu dengan ekspresi wajah dan isyarat namun belum tentu komunikasi itu berlangsung efektif dan komunikatif. Lebih lanjut dijelaskan bahwa komunikasi yang terampil dan efektif memerlukan proses belajar, agar makin mahir. Karena kuantitas tidak menjamin kualitas artinya berapapun lama kehidupan manusia tidak menjamin kemampuannya berkomunikasi yang otomatis terampil dan efektif. Dengan kata lain komunikasi penting untuk dipelajari sehingga diperoleh keterampilan dan terjadilah komunikasi yang efektif dalam berinteraksi dimasyarakat sehari-hari. Pada hakekatnya manusia sebagai makhluk sosial senantiasa saling membutuhkan satu sama lain dan hal tersebut dapat dicapai melalui kegiatan hubungan antar individu. Hubungan tersebut dapat saling mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki perilaku individu yang lain. Berpribadi mempunyai peran yang sangat penting di dalam kehidupan individu. Dengan sendirinya dalam interaksi ini ada hubungan timbal balik di mana terlihat bentuk-bentuk komunikasi antar masing-masing obyek. 7

14 Bentuk komunikasi ini dapat bersifat penuh kehangatan, kebencian atau agresivitas yang semuanya merupakan dimensi interaksi dan komunikasi sosial. Dengan demikian salah satu faktor yang sangat penting di dalam hubungan antar individu adalah komunikasi. Tanpa adanya komunikasi maka tidak akan terjadi hubungan antar individu dan juga tidak akan adanya umpan balik kedua belah pihak yang saling mempengaruhi. 1. Pengertian Komunikasi a. Secara Etimologis : Berasal dari bahasa latin Communication yang berarti sama. komunikasi berlangsung apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. b. Secara Terminologi : Komunikasi berarti proses penyampaian suatu pernyataan dari seseorang kepada orang lain. c. Secara Paradigmatik : Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberikan atau mengubah sikap (attitude), pendapat (opnion), dan perilaku (behavior). Dari uraian di atas, maka rumusan komunikasi mempunyai kesamaan dasar antara lain : a. Komunikasi merupakan suatu proses. b. Komunikasi minimal harus memenuhi tiga komponen yaitu penyampaian pesan, pesan itu sendiri dan penerima pesan 2. Tujuan Komunikasi a. Untuk mengubah sikap (attitude). Contohnya seorang bapak (komunikator), menyampaikan pesan kepada anaknya (komunikan), agar si anak bersikap sopan kepada guru di sekolah. b. Mempengaruhi pendapat (opinion). Contohnya kampanye keluarga berencana (KB) dari pemerintah, mempengaruhi pendapat masyarakat modern. Pada jaman dahulu orang Jawa berpendapat semakin banyak anak, semakin banyak rezeki. Tetapi dengan adanya program KB tersebut, masyarakat dapat diyakinkan untuk membina keluarga kecil yang sejahtera. c. Merubah perilaku (behavior). Contohnya kebiasaan sebagian orang yang senang menghisap rokok, dengan adanya kampanye jantung sehat, maka para perokok menghentikan kebiasaan menghentikan rokok. 8

15 3. Fungsi Komunikasi Fungsi komunikasi antara lain sebagai berikut : a. Memberikan informasi. b. Mendorong upaya masyarakat. c. Memberikan motivasi. d. Mendorong perkembangan pendidikan. e. Memajukan kebudayaan. f. Mendorong integrasi. 4. Komponen Komunikasi Komponen komunikasi terdiri dari : a. Komunikator, orang yang menyatakan pernyataan. b. Pesan (message), pernyataan yang didukung lambang. c. Komunikan, orang yang menerima pesan. d. Media, sarana atau saluran yang mendukung pesan, bila komunikasi berlangsung antara dua orang atau lebih yang saling berjauhan. e. Efek, dampak sebagai pengaruh pesan 5. Proses Komunikasi Proses komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain, yang dapat dibagi menjadi dua cara yaitu : a. Proses komunikasi secara primer, adalah proses penyampaian pesan (dari pikiran atau perasaan) seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang sebagai media. Lambang sebagai media dapat berupa bahasa, isyarat, gambar, warna dan sebagainya. b. Proses komunikasi secara sekunder, adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan sarana sebagai media kedua setelah menggunakan lambang sebagai media pertama. Media kedua dapat berupa surat, telepon, radio, TV dan sebagainya. Di masyarakat, media pertama menyatu dengan pesan. 9

16 6. Bentuk Komunikasi a. Komunikasi Personal. Suatu bentuk komunikasi yang prosesnya melibatkan orang perorang sebagai individu, terdiri dari : 1) Komunikasi antar persona (interpesona). 2) Komunikasi dengan diri sendiri (intrapesona). 3) Komunikasi dengan isyarat. 4) Komunikasi transcendental (komunikasi umat dengan Tuhannya). b. Komunikasi Kelompok. Suatu bentuk komunikasi yang prosesnya melibatkan komunikator dengan sejumlah komunikan dengan ciri berhadapan dan terjadi komunikasi langsung, terdiri dari: 1) Kelompok kecil. Contohnya Kuliah, Briefing, ceramah dalam kelas. 2) Kelompok Besar. Contohnya Ceramah akbar, kampanye dan sebagainya 3) Komunikasi Massa. Para pakar komunikasi membatasi pengertian komunikasi massa adalah menggunakan media yang ditujukan kepada masyarakat Contohnya : a) Jurnalistik. b) Penerangan. c) Propaganda. d) Iklan/baliho. e) Pameran. f) Publikasi. g) Media elektronik, internet dan sebagainya. 10

17 7. Prospek Komunikasi Prospek komunikasi dapat dilihat pada beberapa gejala sebagai berikut: a. Kemajuan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, maka penyampaian informasi semakin cepat, murah dan menyeluruh (globalisasi). Contohnya : penggunaan satelit-satelit komunikasi dan antena parabola, maka arus komunikasi tidak terbendung kehadirannya. Yang menjadi permasalahan bagaimana cara pemanfaatan penggunaan teknologi komunikasi untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta pembangunan nasional kita. b. Perubahan Tata Nilai. Masyarakat pedesaan terutama dari segi pendidikan dan tata nilai kehidupan perlu menjadi pertimbangan penggunaan teknologi komunikasi, misalnya penyiaran televisi. Jangan sampai penyiaran televisi berpengaruh negatif pada perubahan tata nilai kehidupan masyarakat pedesaan. c. Perubahan Perilaku. Misalnya dengan adanya siaran televisi, terutama hiburan televisi dari negara asing, akan mempengaruhi jadwal kegiatan dan tingkah laku masyarakat pedesaan. Bertitik tolak pengamatan timbulnya gejala-gejala tersebut di atas, maka prospek perkembangan komunikasi akan sangat menentukan di dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan bernegara dalam proses Perkembangan Nasional. 8. Faktor Penghambat Komunikasi dan Cara Mengatasinya a. Hambatan Sosiologis Masyarakat terdiri dari berbagai golongan dan lapisan yang menimbulkan perbedaan dalam status social, agama, ideologi, tingkat pendidikan, tingkat kekayaan dan lain sebagainya, yang semuanya itu dapat mengakibatkan hambatan terhadap hambatan komunikasi. Contohnya: Hubungan antar orang yang berpendidikan tinggi dan orang yang berpendidikan rendah akan dapat menimbulkan kesalah pahaman. 11

18 Negosiasi tentang masalah pendapatan dalam suatu demo antara buruh dengan pengusaha tentu banyak mengalami perbedaan sudut pandang. Cara mengatasi hambatan tersebut antara lain : 1) Mengembangkan rasa saling mempercayai. 2) Meningkatkan frekuensi berkomunikasi. b. Hambatan Anthropologis Perbedaan dalam postur, warna kulit, kebudayaan, gaya hidup, norma, kebiasaan dan bahasa, akan menjadi hambatan terhadap kelancaran komunikasi. Cara mengatasi hambatan tersebut antara lain : 1) Mempelajari kebiasaan orang lain. 2) Memperluas komunikasi. 3) Integrasi. c. Hambatan Psikologis Prasangka sebagai faktor psikologis dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain pengalaman dan kebiasaan. Misalnya seorang bawahan setiap dipanggil selalu dimarahi oleh atasannya. Pada suatu saat bawahan dipanggil oleh atasan. Sang bawahan berprasangka bahwa : pasti kena marah. Dengan demikian terjadi komunikasi tidak sehat. Cara mengatasi hambatan ini antara lain dengan mengenal diri komunikan seraya mengkaji kondisi psikologisnya sebelum komunikasi dilanjuntukan. d. Hambatan Semantis Hambatan ini terdapat pada diri komunikator disebabkan karena salah ucap, salah tulis atau kurang menguasai apa yang akan dikomunikasikan. Contohnya: Seorang turis dari Perancis yang terbiasa berbahasa Perancis, akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat Jawa dan Yogyakarta. Salah satu cara untuk menghilangkan hambatan seorang komunikator harus mengucapkan pernyataan dengan jelas dan tegas, memilih kata-kata dan tidak mengandung/menimbulkan bermacam-macam persepsi. 12

19 e. Hambatan Mekanis Hambatan ini dijumpai pada media yang dipergunakan dalam komunikasi. Contoh hambatan ini adalah: suara telepon yang terputus-putus, radio yang mendengung. Hambatan ini dapat diatasi dengan: Penggunaan media yang baik (berkualitas) dan penggunaan media sesuai aturan (dengan cara yang tepat). f. Hambatan Ekologis Hambatan ini terjadi karena gangguan lingkungan di mana komunikasi dilakukan. Misalnya wartawan menelpon tengah hiruk pikuk suara demonstran yang sedang unjuk rasa, maka kelancaran komunikasi akan terganggu. Cara mengatasi hambatan ini antara lain dengan memilih waktu dan atau menggunakan media yang tepat. g. Hambatan Komunikasi Langsung 1) Pendengar (komunikan) mungkin tidak mendengar a) Tertidur sejenak. b) Suara pembicara kurang lantang. c) Ada masalah bahasa dan lain-lain. 2) Pendengar (komunikan) mungkin tidak mengerti apa yang ia dengar. a) Kata-kata yang sukar. b) Alur pikir yang berbelit-belit. c) Kekurangan pendidikan atau pengetahuan teknis dan sebagainya 3) Yang dimengerti oleh pendengar (komunikan) mungkin tidak diterima atau disetujui: a) Pendengar kurang merasa terlibat. b) Pendengar mempunyai kepentingan pribadi. c) Hubungan yang kurang baik antara pendengar dan pembicara 4) Pembicara (komunikator) tidak mendapatkan perhatian dari pendengarnya (komunikan), sehingga pembicara tidak mendapat umpan balik (feed back) atau tanggapan. 5) Untuk mengatasi hambatan komunikasi tersebut di atas, maka seorang pembicara dituntut membuat persiapan yang baik dan memanfaatkan faktor-faktor pendukung komunikasi yang efektif. 13

20 9. Faktor Pendukung Komunikasi yang Efektif. Efektifitas komunikasi tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi, tetapi juga oleh beberapa hal yang terdapat dalam diri si komunikator. Fungsi komunikator sebagai mana disebut di muka ialah penyampaian gagasan (ide), perasaan dalam bentuk pesan atau informasi untuk membuat komunikan menjadi tahu yang pada gilirannya berubah pendapat, sikap dan perilakunya. Komunikan yang dijadikan sasaran akan mengkaji siapa komunikator yang menyampaikan informasi itu. Apabila ternyata informasi itu yang disampaikan tidak sesuai dengan diri komunikator, betapapun tingginya teknik komunikasi yang dilakukan dapat dipastikan hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Seorang pemimpin, betapapun ia gigih dan tidak henti-hentinya mengatakan perang terhadap kegemaran minuman keras, namun apabila ternyata ia memiliki kebiasaan minum (minuman keras), dapat dipastikan bahwa pesannya tidak akan ditaati umatnya. Adapun faktor pendukung komunikasi (public speaking) adalah sebagai berikut: a. Ethos Komunikator. Ethos adalah nilai dari seseorang yang merupakan perpaduan dari kognisi (proses memahami) yang berkaitan dengan pikiran, afeksi adalah perasaan yang ditimbulkan oleh perangsang dari luar dan kognisi adalah aspek psikologi yang berkaitan dengan upaya perjuangan. Ethos tidak timbul pada seseorang dengan begitu saja, tetapi ada faktor-faktor yang mendukungnya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut : 1) Kesiapan (preparedness) Komunikator yang tampil di mimbar harus menunjukkan kepada khalayak bahwa kemunculannya di forum, dengan persiapan yang matang. Untuk itu perlu diingat suatu pemeo : siapa naik mimbar tanpa persiapan, akan turun dengan tidak hormat. Oleh sebab itu, siapkan diri sebaik mungkin bila akan tampil di mimbar, misalnya dengan mengadakan latihan sebelum tampil dan mengenal calon pendengar. 14

21 2) Kesungguhan (seriousness) Komunikator yang baik selalu berpenampilan penuh kesungguhan. Menyelipkan unsur humor dalam penyampaian pesan untuk menyegarkan suasana, merupakan hal yang baik, tetapi jangan menimbulkan kesan sebagai humoris. 3) Ketulusan (sincerity) Seorang komunikator harus mampu bersikap tulus, hindari sikap curiga dan sikap ingin menonjolkan diri. Komunikator harus berusaha untuk selalu berpikir secara positif 4) Kepercayaan (konfidence) Kepercayaan diri untuk tampil sebagai komunikator memerlukan latihan. Mengadakan persiapan dan latihan yang baik, dapat menambah rasa percaya diri. Jangan bersikap terlalu percaya diri, karena akan berakibat menjadi takabur dan meremehkan pendengar. 5) Ketenangan (poise) Dalam menghadapi situasi apapun seorang komunikator harus bersikap tenang, sehingga dapat menimbulkan kesan pada komunikan bahwa sang komunikator adalah yang berpengalaman. 6) Keramahan (friendship) Sikap ramah yang tulus dari seorang komunikator akan membantu penampilannya. Komunikator yang bersikap ramah dengan tutur kata dan cara pengutaraan pikiran, akan menarik simpati para komunikan 7) Kesederhanaan (moderation) Seorang komunikator harus tampil secara natural atau apa adanya, jangan sampai berusaha meniru gaya penampilan orang lain, misalnya : gaya penampilan Bung Karno atau Gaya Presiden Obama. Contoh kesederhanaan sebagai faktor pendukung ethos ditunjukkan oleh Bung Hatta semasa berperan sebagai pemimpin bangsa Indonesia sejak mahasiswa sampai menjadi Wakil Presiden dan sampai akhir hayatnya. Mulai dari pakaian, perilaku sampai pengucapan katakata semuanya sederhana. Pakaian tidak berlebihlebihan, perilaku menunjukkan keteladanan dan ketika berbicara dalam segala situasi komunikasi tidak 15

22 menggunakan kata-kata yang muluk-muluk dan ingkar dari realita. Demikian tujuh faktor pendukung ethos yang perlu mendapat perhatian para komunikator demi efektifnya komunikasi yang dilancarkan. b. Sikap Komunikator Sikap (attitude) adalah suatu kesiapan kegiatan (preparatory activity). Suatu kecenderungan pada diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan menuju atau menjauhi nilai-nilai sosial. Dalam hubungannya dengan kegiatan komunikasi yang melibatkan manusia sebagai sasarannya, pada diri komunikator terdapat lima jenis sikap, yakni : 1) Reseptif (receptive) Sikap reseptif berarti kesediaan untuk menerima gagasan dari orang lain, dari staf pimpinan, karyawan, teman, bahkan tetangga, mertua dan istri. Bagi komunikator tidak ada ruginya untuk menerima gagasan dari orang lain, sebab tidak jarang sebuah gagasan yang semula dinilai buruk dapat dikembangkan sehingga menjadi suatu gagasan yang bermanfaat. 2) Selektif (selective) Seperti halnya dengan faktor reseptif, faktor selektif pun penting bagi komunikator dalam peranannya sebagai komunikan yang terampil. Tetapi dalam menerima pesan dari orang lain dalam bentuk gagasan atau informasi, ia harus selektif dalam rangka pembinaan profesinya untuk diabadikan kepada masyarakat. 3) Dijestif (digestive) Yang dimaksud dengan dijestif adalah kemampuan komunikator dalam mencerminkan gagasan atau informasi dari orang lain sebagai bahan bagi pesan yang akan ia komunikasikan. Ia mampu memahami makna yang lebih luas dalam lebih dalam dari yang tersurat, ia mampu melihat intinya yang hakiki seraya dapat memperkirakan akibat dari pengaruh gagasan atau informasi tadi. 4) Asimilatif (assimilitative) Asimilatif berarti kemampuan komunikator dalam mengkorelasikan gagasan atau informasi yang ia terima dari orang lain secara sistematis dengan apa 16

23 yang telah ia miliki dalam benaknya yang merupakan hasil pendidikan dan pengalamannya. Formulasi dari perpaduan kedua aspek tersebut dikembangkan hingga menjadi konsep, suatu bahan untuk dikomunikasikan. 5) Transmissif (transmissive) Transmissif mengandung makna kemampuan komunikator dalam mentransmisikan konsep yang telah ia formulasikan secara kognitif, afektif dan konaktif kepada orang lain. Dengan lain perkataan, ia mampu memilih kata-kata yang fungsional, menyusun kalimat secara logis, memilih waktu yang tepat, sehingga komunikasi yang ia lancarkan menimbulkan dampak yang ia harapkan. Rangkuman 1. Pengertian Komunikasi. a. Secara Etimologis. b. Secara Terminologi. c. Secara Paradigmatik. 2. Tujuan Komunikasi a. Untuk mengubah sikap (attitude). b. Mempengaruhi pendapat (opinion). c. Merubah perilaku (behavior). 3. Fungsi komunikasi antara lain sebagai berikut: a. Memberikan informasi. b. Mendorong upaya masyarakat. c. Memberikan motivasi. d. Mendorong perkembangan pendidikan. e. Memajukan kebudayaan. f. Mendorong integrasi. 4. Komponen komunikasi. a. Komunikator. b. Pesan. c. Komunikan. 17

24 d. Media. e. Efek. 5. Proses komunikasi. a. Proses komunikasi secara primer. b. Proses komunikasi secara sekunder. 6. Bentuk Komunikasi. a. Komunikasi Personal. b. Komunikasi Kelompok. 7. Prospek Komunikasi. a. Kemajuan. b. Perubahan Tata Nilai. c. Perubahan Perilaku. 8. Faktor Penghambat Komunikasi dan Cara Mengatasinya. a. Hambatan Sosiologis. b. Hambatan Anthropologis. 9. Hambatan Psikologis. a. Hambatan Semantis. b. Hambatan Mekanis. c. Hambatan Ekologis. d. Hambatan Komunikasi Langsung. 10. Faktor Pendukung Komunikasi yang Efektif. a. Ethos Komunikator. b. Sikap Komunikator. Latihan 1. Jelaskan pengertian komunikasi! 2. Jelaskan tujuan komunikasi! 3. Jelaskan fungsi komunikasi! 4. Jelaskan komponen komunikasi! 5. Jelaskan proses komunikasi! 6. Jelaskan bentuk komunikasi! 7. Jelaskan prospek komunikasi! 18

25 8. Jelaskan faktor penghambat komunikasi dan cara mengatasinya! 9. Jelaskan faktor pendukung komunikasi yang efektif! 19

26 MODUL 02 TUGAS, FUNGSI DAN SOTK DIV HUMAS (DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT) POLRI 2 JP ( 90 menit) Pengantar Modul ini membahas materi tugas, tugas pokok Humas Polri, fungsi, susunan organisasi dan tata kerja Div humas Polri. Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami tugas, fungsi dan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Div Humas Polri. Kompetensi Dasar Memahami Tugas, Fungsi dan SOTK Div Humas Polri. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan tugas pokok Divhumas Polri. 2. Menjelaskan fungsi Divhumas Polri. 3. Menjelaskan SOTK Div Humas Polri. Materi Pelajaran Pokok bahasan Tugas, Fungsi dan SOTK Div Humas Polri. Sub Pokok Bahasan 1. Tugas pokok Divhumas Polri. 2. Fungsi Divhumas Polri. 3. SOTK Div Humas Polri. 20

27 Metode Pembelajaran 1. Metode ceramah. Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang tugas, fungsi dan SOTK Div Humas Polri. 2. Metode brain storming (curah pendapat) Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi tugas, fungsi dan SOTK Div Humas Polri. 3. Metode tanya jawab Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode penugasan Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan. Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/Media : a. White board. b. Spidol. c. LCD. d. Laptop. e. Laser point. f. Koneksi internet. g. Website. h Bahan: a. Alat tulis. b. Kertas flipchard. 3. Sumber belajar : - Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Satuan Organisasi Pada Tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia 21

28 Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit Pendidik melaksanakan apersepsi: a. Pendidik memerintahkan peserta didik melakukan refleksi. b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Tahap inti : 70 menit a. Pendidik menyampaikan materi tugas, fungsi dan SOTK Div Humas Polri. b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami. c. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik. d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada peserta didik. 3. Tahap akhir : 10 menit a. Cek Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas. Pendidik menggali manfaat yang bisa di ambil dari materi yang disampaikan. d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resume Tagihan/Tugas Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi tugas, fungsi dan SOTK Div Humas Polri 22

29 Lembar Kegiatan Peserta didik meresume materi tugas, fungsi dan SOTK Div Humas Polri Bahan Bacaan TUGAS POKOK, FUNGSI DAN SOTK DIV HUMAS POLRI Sejalan dengan pembangunan nasional yang ditandai dengan ditetapkannya Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun , maka Polri sebagai aparatur penegak hukum telah menjabarkannya ke dalam bingkai besar Grand Strategi Polri Tahun , yang mencakup 3 (tiga) tahapan waktu yaitu: Tahap I Tahun membangun kepercayaan (trust building), Tahap II Tahun membangun kemitraan (partnership building) dan Tahap III Tahun menuju organisasi unggulan (strive for excellence). Menghadapi program pembangunan Polri ke depan yang saat ini telah memasuki Tahap III tahun Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., telah menetapkan program Optimalisasi Aksi melalui 5 kebijakan Kapolri commander Wish), 11 program prioritas dan 10 komitmen menuju terwujudnya Polri yang profesional, modern dan terpercaya (Promoter) guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong. Kepercayaan publik sangat erat terkait dengan bagaimana opini publik terhadap Polri akan terbangun, positif atau negatif. Opini sangat tergantung pada bagaimana Polri dapat melaksanakan tugas sesuai harapan masyarakat, dan bagaimana masyarakat itu sendiri bisa menerima informasi tentang apa yang telah dilakukan Polri. Bila seluruh anggota dan komponen Polri yang dapat mengemas dan memberikan informasi dengan baik kepada masyarakat, maka sekecil apapun keberhasilan yang dicapai Polri akan dapat membangun opini publik yang positif terhadap Polri. Dalam rangka memasuki era kemitraan dan kerja sama (Partnership dan Networking) Polri merencanakan program-program untuk mengintensifkan sosialisasi/ promosi dan publikasi kinerja Polri guna memperoleh dukungan dan partisipasi baik internal maupun eksternal dengan memerankan fungsi Humas Polri sebagai front office Polri. Agar kebijakan tersebut membumi, maka diperlukan komitmen dan kerja keras seluruh jajaran 23

30 Polri mewujudkan bukti nyata berupa peningkatan profesionalisme dan pelayanan Polri. Perkembangan era transformasi dan transparansi informasi saat ini, telah menempatkan kebebasan pers dalam menyampaikan informasi ke publik. Tidak ada lagi batas ruang dan waktu, untuk menyembunyikan maupun menutup-nutupi informasi atau berita. Berbagai kinerja Polri baik terkait dengan keberhasilan kinerja Polri maupun penyimpangan saat pelaksanaan tugas, dengan mudah dapat diakses informasinya. Hal ini berdampak bagi citra Polri. Terkait dengan akses informasi yang lebih baik dan tepat, perkembangan global juga telah menempatkan informasi menjadi bagian dari hak asasi manusia. Negara Republik Indonesia kemudian meresponnya melalui amandemen UUD 1945 pada pasal 28 huruf f yang menyebutkan bahwa, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. Kemudian Pemerintah RI mengeluarkan UU RI No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mensyaratkan setiap badan publik untuk menyediakan pelayanan informasi publik. Sebagai badan publik, Polri menyikapinya dengan mengeluarkan Peraturan Kapolri tentang Susunan Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) Polri melalui struktur organisasi Polri yang menempatkan Humas Polri pada satuan di tingkat Mabes Polri sampai dengan tingkat Polsek, yang bertugas membina dan menyelenggarakan penerangan masyarakat serta menyelenggarakan pengelolaan informasi dan dokumentasi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Divisi Humas Polri dalam peningkatan kepercayaan publik diantaranya adalah dengan manajemen media, karena sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, Polri harus bertransformasi dari budaya militer menjadi lembaga pelayanan publik yang ramah, cerdas, dan mengayomi sehingga Interaksi dan komunikasi publik sangat penting bagi Polri. Berdasarkan pada strategi yang telah diterapkan oleh Divisi Humas Polri, maka terlihat bahwa Divisi Humas Polri saat ini telah menambah 1 (satu) Biro lagi yang secara khusus mengurusi tentang penyebaran informasi yang beredar di Media Sosial/mainstream yaitu Biro Multimedia. Biro Multimedia dibentuk untuk menghadapi perubahan yang terjadi, yaitu dunia maya yang saat ini sangat didominasi peningkatan pengguna media sosial yang lazim disebut netizen. Tugas Biro Multimedia adalah mengelola media sosial. Saat ini pengguna media sosial Indonesia sampai dengan tahun 2018 sebanyak juta terbesar Nomor tiga di dunia dan prediksi lima tahun ke depan bisa jadi dua pertiga masyarakat kita pengguna Medsos. 24

31 Demikian juga Peraturan Kapolri No. 16 tahun 2010 yang direvisi dengan Peraturan Kapolri No. 24 tahun 2011 tentang Tata Cara Pelayanan Informasi Publik di lingkungan Polri dan Peraturan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri (Kadiv Humas Polri) berisi seperangkat Standart Operational Procedure (SOP) merupakan peraturan untuk mendukung keterbukaan informasi publik. Namun seperangkat peraturan tersebut belum sepenuhnya dapat mendukung penyelenggaraan tugas Polri untuk mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya (Promoter) sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban dan menegakkan hukum, yang tercermin pada ketidakpuasaan masyarakat terhadap kinerja Polri dan menurunnya kepercayaan publik terhadap Polri. Guna menindaklanjutinya, Divisi Humas Polri sebagai unit terdepan Polri dalam mengelola media massa melaksanakan strategi komunikasi Humas Polri guna mendukung tugas Polri melalui komunikasi sosial Polri kepada masyarakat dalam meningkatan kepercayaan public dengan mengedepankan langkah strategis yang meliputi hubungan Polri dengan Media Massa, peningkatan kapasitas SDM Humas Polri, membuka ruang komunikasi dengan elemen masyarakat, membangun sarana prasarana berbasis teknologi informasi dan menjadikan anggota Polri sebagai agen kehumasan dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat. 1. Tugas Pokok Divhumas Polri Divhumas Polri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi hubungan masyarakat di lingkungan Polri, mengelola informasi, data dan dokumentasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Tugas pokok sebagai berikut: a. Pembinaan terhadap kegiatan Humas yang dilaksanakan di lingkungan Polri. b. Penerangan umum dan satuan yang meliputi pengelolaan dan penyampaian informasi serta kerja sama dan kemitraan dengan media massa berikut komponennya. c. Pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan yang berkaitan penyampaian berita di lingkungan Polri. d. Peliputan, pemantauan, produksi dan dokumentasi informasi yang berkaitan dengan tugas di lingkungan Polri. e. Perencanaan dan pengadministrasian umum, di lingkungan Humas Polri. 25

32 f. Menyelenggarakan peliputan, pemantauan, dan evaluasi kegiatan program Humas Polri. 2. Fungsi Divhumas Polri Dalam melaksanakan tugas, Divhumas Polri menyelenggarakan fungsi: a. Perumusan dan pengembangan sistem dan metode termasuk petunjuk pelaksanaan fungsi Humas Polri. b. Pemantauan dan supervisi staf termasuk pemberian arahan guna menjamin terlaksananya fungsi Humas. c. Perencanaan kebutuhan personel dan anggaran termasuk pengajuan saran dan pertimbangan dalam rangka pembinaan karier personil pengemban fungsi Humas. d. Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data statistik baik yang berkenaan dengan sumber daya maupun hasil pelaksanaan tugas satuan-satuan organisasi pengemban fungsi Humas. e. Perumusan, penyiapan dan penyelenggaraan kerja sama dengan mitra terkait dalam bidang Humas. f. Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID), pelayanan informasi publik serta penyaluran pengaduan masyarakat yang disampaikan melalui Divhumas Polri dan melakukan tugas penyelesaian sengketa informasi publik. g. Penerangan umum untuk membentuk opini dan kontra opini agar tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif. h. Melaksanakan pengelolaan manajemen media. i. Penerangan satuan. 3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Div Humas Polri Divhumas Polri adalah unsur pengawas dan pembantu pimpinan di bidang hubungan masyarakat pada tingkat Mabes Polri yang berada di bawah Kapolri. Divhumas Polri, yang dipimpin oleh Kepala Divisi Humas Polri disingkat Kadivhumas Polri. a. Ropenmas: 1) Ropenmas merupakan unsur pelaksana utama yang berada di bawah Kadivhumas Polri. 26

33 2) Ropenmas bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi kemitraan serta penerangan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan penyampaian informasi baik intern Polri maupun masyarakat umum. 3) Dalam melaksanakan tugas, Ropenmas menyelenggarakan fungsi: a) Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penerangan umum dalam rangka membentuk opini dan kontra opini masyarakat bagi kepentingan pelaksanaan tugas Polri melalui media mainstream (cetak dan elektronik). b) Pelaksanaan kegiatan penerangan satuan dalam rangka pemerataan informasi di kalangan personel Polri. c) Peningkatan strategi komunikasi melalui pembangunan hubungan komunikasi yang baik dengan media masa dan atau elektronik (mainstream), instansi dan fungsi terkait serta masyarakat luas dalam rangka pencitraan organisasi. d) Pelaksanaan kerja sama dengan badan-badan kehumasan di dalam dan luar negeri sesuai dengan ketentuan dan sistem pembinaan kehumasan. e) Penyampaian pertimbangan dan saran kepada Kadivhumas Polri mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. 4) Dalam melaksanakan tugas, Ropenmas dibantu oleh: a) Bagmitra: (1) Bagmitra bertugas melaksanakan kerja sama dan atau kemitraan dengan badan kehumasan K/L dan Non K/L dalam dan luar negeri sesuai dengan ketentuan dan sistem pembinaan kehumasan. 27

34 (2) Dalam melaksanakan tugas, Bagmitra menyelenggarakan fungsi: (a) Pendistribusian informasi kepada fungsi Humas instansi K/L serta Non K/L tentang kegiatan di lingkungan Polri yang sesuai dengan permasalahan dan atau isu aktual yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas Polri. (b) Pelaksaan kemitraan dengan K/L dalam dan luar negeri dalam rangka pertukaran data dan informasi. (c) Pembuatan dan perpanjangan Nota Kesepahaman tentang kehumasan dengan berbagai stakes holder Polri. (d) Penerbitan rekomendasi tentang shooting film yang berkaitan dengan tugas Kepolisian. (e) Pelaksanaan studi banding dengan kehumasan kepolisian negara lain. (f) Pelaksanaan kegiatan kemitraan berkaitan dengan kinerja Polri kepada pelajar, mahasiswa, Tomas (tokoh masyarakat), Toga (tokoh Agama) dan komunitas lingkungan. (3) Dalam melaksanakan tugas, Bagmitra dibantu oleh: (a) Subbagmitradagri, yang bertugas: Mengikuti dan menghadiri kegiatan humas yang diadakan secara bergilir pada setiap instansi pemerintah. 28

35 Mengadakan koordinasi dengan unsur Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas), Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas), atau instansi lintas sektoral, dan pertemuan dengan Pelajar/Mahasiswa, Tomas (Tokoh Masyarakat), Toga (Tokoh Agama) serta elemen masyarakat lainnya dalam rangka pengembangan bidang kehumasan. Menerbitkan surat perijinan/rekomendasi shooting sinetron, film, iklan yang berkaitan dengan tugas Kepolisian sesuai dengan permohonan lokasi shooting. dan Membuat naskah kerja sama dengan K/L dan Non K/L maupun Stakeholder Polri. (b) Subbagmitralugri, yang bertugas: Melaksanakan kegiatan studi banding di bidang kehumasan dengan kepolisian negara lain. Menyelenggarakan koordinasi dan kerja sama antar humas kepolisian negara akreditasi dan/atau dengan instansi lembaga negara akreditasi atas dasar kepentingan Polri. Melaksanakan koordinasi dengan lembaga pendidikan luar negeri dalam rangka kunjungan akademis mahasiswa di bidang kehumasan. Menyelenggarakan kerja sama dengan media cetak dan atau elektronik sehubungan dengan program penayangan berita yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas Polri. 29

36 b) Bagpenum: (1) Bagpenum bertugas menyampaikan penerangan umum dan melakukan analisis dan evaluasi terhadap opini publik untuk kepentingan pencitraan Polri. (2) dalam melaksanakan tugas, Bagpenum menyelenggarakan fungsi: (a) Perencanaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program kegiatan pembentukan opini publik. (b) Perencanaan kegiatan pembinaan dengan media cetak maupun elektronik. (c) Pembinaan terhadap wartawan unit Polri. (d) Penyebaran/diseminasi informasi, melalui siaran pers atau keterangan pers, jumpa pers, wawancara eksklusif, talk show, press tour, embadit, atau penyertaan media, pencegatan (door stop) serta pertemuan berkala dengan pers, jumpa pers akhir tahun. (e) Pembuatan konsep materi hak jawab, koreksi, sanggahan, teguran, atau somasi kepada media pers berkaitan dengan pemberitaan yang merugikan Polri. (3) Dalam melaksanakan tugas, Bagpenum dibantu oleh: (a) Subbagberita, yang bertugas: Melakukan koordinasi dengan instansi maupun fungsi terkait untuk memperoleh informasi yang valid dari sumber berita yang dituju guna publikasi. Merencanakan, melaksanakan dan melaporkan kegiatan publikasi ke media massa baik cetak maupun elektronik guna menyajikan informasi sehubungan dengan tugas Polri. 30

37 c) Bagpensat: (b) Subbagopinev, yang bertugas: Mengamati dan mencermati pemberitaan kegiatan Polri di media TV, radio dan cetak. Menyiapkan konsep hak jawab apabila terdapat berita yang perlu diklarifikasi. Menyiapkan administrasi yang berhubungan dengan kegiatan publikasi. Mengumpulkan berita dan membuat analisis dan evaluasi berita kasus yang menonjol di media TV, radio dan cetak sebagai bahan masukan pimpinan Polri dalam mengambil keputusan. Melakukan koordinasi dengan fungsi terkait dalam hal pengamanan markas dari pengunjuk rasa. Menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. Membuat rencana kegiatan dan laporan kegiatan pelaksanaan tugas secara periodik. (1) Bagpensat bertugas menyelenggarakan penerangan satuan dan internal. (2) Dalam melaksanakan tugas, Bagpensat menyelenggarakan fungsi: (a) Pelaksanaan koordinasi dengan fungsi terkait sehubungan dengan informasi penerangan internal satuan. (b) Pembentukan opini kedalam dan pendistribusian informasi kebijaksanaan atau petunjuk pimpinan Polri, pemerintah, maupun informasi lain ke satuan. (c) Pencarian, pengumpulan, pemilahan bahan informasi dalam pengisian 31

38 materi produksi cetakan (lembar Pensat, majalah, leaflet, booklet, Poster dll). (d) Pembuatan kliping berita menonjol berkaitan dengan kinerja Polri. (e) Pelaksanaan penelitian dan evaluasi terhadap produk-produk penerbitan yang dihasilkan oleh K/L dan Non K/L. (f) Pelaksanaan penerangan satuan di kewilayahan mengenai informasi aktual di internal Polri. (g) Pelaksanaan penerbitan dan pendistribusian produk cetakan penerangan satuan. (h) Pelaksanaan pembuatan dan pendistribusian anev kasus menonjol tentang kinerja Polri. (3) Dalam melaksanakan tugas, Bagpensat dibantu oleh: (a) Subbagprobit, yang bertugas sebagai berikut: Membuat dan mengelola produk publikasi internal guna mendukung pendistribusian dan pemerataan informasi di lingkungan Polri. Mencari, mengumpulkan, mengolah dan mendistribusiakan materi layanan informasi Kamtibmas melalui produk cetakan (Majalah, klipping). Membuat dan mendistribusikan anev berita menonjol tentang kinerja Polri dari media cetak dan media online. 32

39 b. Ro PID (b) Subbagpenint, yang bertugas sebagai berikut: Mengumpulkan, mengolah informasi yang diperlukan sebagai bahan publikasi internal guna mendukung pendistribusian informasi di lingkungan Polri (Lembar Pensat, Leafleat, Bookleat, Poster, dll). Melaksanaan koordinasi dengan kewilayahan dalam pelaksanaan penerangan satuan berkaitan dengan kebijakan pimpinan. Membuat kodifikasi dan pendistribusian lembar Penerangan Satuan. 1) Ro PID merupakan unsur pelaksana utama yang berada di bawah Kadivhumas Polri. 2) Ro PID bertugas membina, mengumpulkan, mengolah, menyajikan data, informasi dan dokumentasi dalam mendukung pelaksanaan penyampaian informasi baik internal maupun eksternal Polri. 3) Dalam melaksanakan tugas, Ro PID menyelenggarakan fungsi: a) Pengumpulan, pengelolaan dan analisis data, informasi dan/atau dokumentasi yang diperlukan guna penyajian informasi yang akurat dan dapat dipercaya untuk kepentingan internal maupun eksternal Polri. b) Pengumpulan informasi dan data yang berkaitan dengan kegiatan Polri yang dapat diakses oleh publik. c) Penyiapan media dan pendistribusian informasi dan dokumentasi secara luas sesuai ketentuan perundang-undangan. d) Pengelolaan informasi pengaduan (public complain) yang menyangkut pelayanan, pelindungan, pengayoman dan penegakkan hukum oleh Polri. e) Penyelesaian proses sengketa informasi hingga tuntas. 33

40 4) Dalam melaksanakan tugas, Ro PID dibantu oleh: a) Bagprodok: (1) Bagprodok bertugas melaksanakan produksi dan dokumentasi terhadap kinerja Polri termasuk peliputan dan produk bantuan teknis. (2) Dalam melaksanakan tugas, Bagprodok menyelenggarakan fungsi: (a) Peliputan dan pendokumentasian setiap kegiatan Polri dalam bentuk foto dan video, rekaman, audio visual serta dokumen lain yang diperlukan. (b) Pembuatan jurnal foto dan video hasil liputan. (c) Pengumpulan video kasus menonjol di media elekronik TV sebagai dokumentasi Polri. (d) Penyiapan produk-produk foto dan video hasil liputan sebagai bantuan tehnis bagi internal dan eksternal Polri. (e) Penyiapan materi pameran yang diselenggarakan oleh Polri dan/atau K/L. (f) Penyiapan kebutuhan foto dan video untuk materi Biro Multimedia seperti (Videotron dan Iklan Layanan Masyarakat, TV). (g) Penyiapan materi foto dan video sebagai bahan publikasi/penyebaran informasi melalui portal/jaringan dan media Humas. (3) Dalam melaksanakan tugas, Bagprodok dibantu oleh: (a) Subbagdokliput, yang bertugas menyelenggarakan: Melaksanakan peliputan dan dokumentasi kegiatan kinerja Polri sebagai stock shoot bagi kepentingan Biro. 34

41 Mengumpulkan dan mengarsipkan hasil peliputan sebagai bahan dokumentasi untuk kepentingan Polri. Melaksanakan koordinasi dengan fungsi terkait dalam pelaksanaan kegiatan peliputan. Melaksanakan kegiatan pameran dilingkungan Polri, K/L dan Non K/L. (b) Subbagbantek, menyelenggarakan: b) Bagyaninfodok: bertugas Melaksanakan bantuan teknis untuk produksi hasil dokumentasi, peliputan dan monitoring media, sebagai bahan bagi Satfung terkait. Membuat, menyiapkan bahan atau stockshoot berupa audio, visual, audio visual bagi kepentingan Biro dan jajaran. Menyiapkan dan melaksanakan bantuan teknis dibidang peliputan. Membuat tayangan berupa video dan buku profile satuan kerja Polri. (1) Bagyaninfodok bertugas menyediakan informasi berupa data/atau dokementasi yang berkaitan dengan kinerja Polri kepada pemohon informasi publik. (2) Dalam melaksanakan tugas, Bagyaninfodok menyelenggarakan fungsi: (a) Pengumpulan, pemilahan, pengolahan data dan informasi tentang kenerja Polri. (b) Penyediaan data, informasi dan dokumentasi berkaitan dengan kinerja Polri untuk kepentingan internal dan eksternal publik. 35

42 (c) Pemberian pelayanan data dan informasi serta dokumentasi kepada pemohon informasi sesuai permintaan. (d) Penelitian, survei terhadap pemohon informasi baik perorangan maupun K/L, dan non K/L. (e) Pendistribusian data dan informasi berkaitan dengan kinerja Polri kepada pemohon informasi publik. (f) Pengelolaan data dan informasi melalui Portalweb Divhumas Polri. (g) Pelaksanaan pendokumentasian (archiving) data dan informasi. (3) Dalam melaksanakan tugas, Bagyaninfodok dibantu oleh: (a) Subbagpullahinfodok, yang bertugas menyelenggarakan. Mengumpulkan, memilah, mengolah dan mengevaluasi serta melakukan verifikasi terhadap informasi yang berhubungan dengan kinerja Polri. Melaksanakan koordinasi dengan PPID Satker di lingkungan Mabes Polri. Melaksanakan pertemuan dengan para follower/netizen portalweb Divhumas Polri (Twitter, Facebook, Netizen/ Buzzer Polri). (b) Subbagsediainfodok yang bertugas menyelenggarakan: Pemenuhan permintaan layanan data dan informasi dari pemohon informasi baik secara langsung maupun melalui media yang tersedia. 36

43 c) Baganev: Pendistribusian layanan data dan informasi kepada pemohon informasi baik perorangan, K/L dan Non K/L. Pengelolaan Portalweb PID. (1) Baganev bertugas menganalisis dan merumuskan data yang termasuk dalam klasifikasi informasi yang dikecualikan dan menyusun jadwal uji konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Dalam melaksanakan tugas, Baganev menyelenggarakan fungsi: (a) Penerimaan pengaduan pemohon informasi publik atas keberatan yang diajukan. (b) Pengelolaan informasi dan dokumentasi pada tingkat Mabes Polri sesuai ketentuan peraturan perundangundangan di bidang KIP. (c) Penyelesaian sengketa informasi publik melalui Komisi Informasi Pusat dan/atau daerah serta mewakili satker Pertemuan/mediasi/perwakilan para pengunjuk rasa berkaitan dengan kinerja Polri. (d) Pengoordinasian dan pembuatan pengajuan keberatan, pengajuan sengketa tentang pemuatan informasi publik di media maupun melakukan hak jawab kepada pihak lain sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. (e) Pertemuan, mediasi dengan perwakilan para pengunjuk rasa berkaitan dengan kinerja Polri. (f) Pelaksanaan koordinasi dengan KIP selaku Lembaga pembina fungsi. (g) Pelaksanaan sosialisasi dan uji konsekuensi di kewilayahan. 37

44 (h) Pelaksanaan koordinasi dengan Satker terkait dalam rangka evaluasi tentang informasi yang dikecualikan. (3) Dalam melaksanakan tugas, Baganev dibantu oleh: (a) Subbagyansengketa, yang bertugas menyelenggarakan. Melayani masalah penyelesaian sengketa informasi melalui proses mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi atau melalui PTUN. Melaksanakan koordinasi dengan fungsi terkait tentang sengketa informasi. Melaksanakan evaluasi uji konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan di seluruh Satker lingkungan Mabes Polri yang dilaksanakan setiap Tahun. Melaksanakan sosialisasi berkaitan dengan uji konsekuensi di kewilayahan. (b) Subbagyanduan, yang bertugas menyelenggarakan. Melayani pengaduan masyarakat, baik berupa konsultasi secara langsung maupun melalui media yang tersedia. Melaksanakan koordinasi dengan Satker, terkait dengan layanan pengaduan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Menindaklanjuti pengaduan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. dan Melaksanakan klasifikasi penyampaian pengaduan dan pengarsipan serta pendokumentasian. 38

45 c. Romulmed: 1) Romulmed merupakan unsur pelaksana utama yang berada di bawah Kadivhumas Polri. 2) Romulmed bertugas melaksanakan kegiatan komunikasi digital dan elektronika, peningkatan sumber daya teknologi informasi, produksi, analisis, pengembangan multimedia, melakukan media monitoring dan pengelolaan isu krisis media baik digital maupun elektronik serta penyebaran/diseminasi informasi digital, media online maupun media sosial untuk menjadi saluran dua arah komunikasi yang efektif dan kreatif. 3) Dalam melaksanakan tugas, Romulmed menyelenggarakan fungsi: a) Pembuatan rancangan/desain kreatif program Polri dalam bentuk visual, audio visual, naskah iklan dan pemberian arahan/panduan materi produksi, penentuan media periklanan serta penjadwalan penayangan pesan pada media yang dipilih. b) Pelaksanan evaluasi dan monitoring terhadap seluruh media dan manajemen media dalam rangka kepentingan pelaksanaan tugas Polri. c) Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penyebaran/diseminasi informasi digital dalam rangka membentuk opini dan kontra opini masyarakat melalui media sosial maupun media online bagi kepentingan pelaksanaan tugas Polri. 4) Dalam melaksanakan tugas, Romulmed dibantu oleh: a) Bagprodukkreatif: (1) Bagpodukkreatif bertugas membangun citra polri melalui pembuatan penulisan, caption, storyboard, produk multimedia lainnya yang kreatif dan inspiratif serta mengumpulkan kisah polisi unik yang menginspirasi di seluruh Indonesia untuk divisualisasikan. (2) Dalam melaksanakan tugas Bagproduk kreatif menyelenggarakan fungsi: (a) Pengumpulan berbagai materi ide kreatif seputar kinerja dan kegiatan Polri serta dukungan masyarakat. (b) Perencanaan kegiatan produksi kreatif. 39

46 (c) Pembuatan materi produksi kreatif melalui berbagai sarana prasarana multimedia. (3) Dalam melaksanakan tugas Bagproduk kreatif dibantu oleh: b) Bagpemanalis: (a) Subbagidekreatif, yang bertugas merencanakan produksi berbagai informasi digital dan kampanye ide kreatif, mengumpulkan berbagai kisah keberhasilan, kegagalan dan kepahlawanan Polri sebagai bahan visualisasi. (b) Subbagdesgraf, yang bertugas membuat poster, editing video liputan, motion picture dan meme yang akan dipublikasikan melalui media sosial dan media online. (1) Bagpemanalis bertugas melaksanakan analisis, evaluasi dan monitoring terhadap seluruh media serta melaksanakan manajemen media dalam rangka untuk kepentingan tugas Polri. (2) Dalam melaksanakan tugas Bagpemanalis menyelenggarakan fungsi: (a) Penganalisisan isu yang berkembang di media sosial dan media online dalam melakukan pekerjaan nya dengan menggunakan alat alat analisa yang tersedia serta menggunakan disiplin ilmu sosial, hukum, statistik dan lain lain. (b) Menentukan taraf kondisi krisis di media dan cara bertindak di media sosial dan media online. (c) Mengoordinasikan penanganan kondisi krisis di media sosial dan media online dari tingkat Mabes Polri dan kesatuan kewilayahan. (3) Dalam melaksanakan tugas Bagpemanalis dibantu oleh: (a) Subbaganalis, yang bertugas melaksanakan monitoring/cyber patrol pada media online dan media sosial, 40

47 c) Bagdisindig: menyajikan hasil pemantauan atau monitoring berkaitan dengan analisis isi, analisis framing dan analisis wacana kepada pimpinan sebagai bahan analisa dan evaluasi terkait pemberitaan dan penyebaran informasi digital melalui media monitoring. (b) Subbagpemkris, yang bertugas melakukan penanganan krisis Intitusi Polri di media mainstream, media online dan media sosial. (1) Bagdisindig bertugas melakukan penyebaran program kampanye digital intitusi Polri dengan mengedepankan sisi humanis di media online dan media sosial. (2) Dalam melaksanakan tugas Bagdesindig menyelenggarakan fungsi: (a) Pengumpulan materi/bahan konten digital media online dan media sosial. (b) Penyebaran/diseminasi konten digital melalui media online dan media sosial. (3) Dalam melaksanakan tugas Bagdisindig dibantu oleh: (a) Subbagmedsos, yang bertugas diseminasi informasi digital melalui media sosial dan pembentukan opini positif dimedia sosial. (b) Subbagmedaljar, yang bertugas yang bertugas melakukan diseminasi informasi digital melalui media online Polri dan pembentukan opini positif dimedia online. 41

48 Rangkuman 1. Divhumas Polri bertugas membina dan menyelenggarakan fungsi hubungan masyarakat di lingkungan Polri, mengelola informasi, data dan dokumentasi yang dapat diakses oleh masyarakat. 2. Tugas pokok Humas Polri a. Pembinaan terhadap kegiatan Humas yang dilaksanakan di lingkungan Polri. b. Penerangan umum dan satuan yang meliputi pengelolaan dan penyampaian informasi serta kerja sama dan kemitraan dengan Media massa berikut komponennya. c. Pengumpulan dan pengolahan data serta penyajian informasi dan dokumentasi kegiatan yang berkaitan penyampaian berita di lingkungan Polri. 3. Fungsi Divhumas Polri a. Perumusan dan pengembangan sistem b. Pemantauan dan supervisi staf c. Perencanaan kebutuhan personel d. Pengumpulan, pengolahan dan penyajian data statistik e. Perumusan, penyiapan dan penyelenggaraan kerja sama dengan mitra terkait dalam bidang Humas 42

49 f. Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) g. Penerangan umum h. Melaksanakan pengelolaan manajemen media. i. Penerangan satuan 4. SOTK Divhumas Polri a. Biro Penerangan Masyarakat (Ropenmas), terdiri atas: 1) Bagian Kemitraan (Bagmitra) meliputi: a) Subbagian Kemitraan Dalam Negeri (Subbagmitradagri). b) Subbagian Kemitraan Luar Negeri (Subbagmitralugri). dan 2) Bagian Penerangan Umum (Bagpenum) meliputi: a) Subbagian Berita (Subbagberita). b) Subbagian Opini dan Analisis Evaluasi (Subbagopinev). 3) Bagian Penerangan Satuan (Bagpensat) meliputi: a) Subbagian Produksi Penerbitan (Subbagprobit). b) Subbagian Penerangan Internal (Subbagpenint). b. Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (Ro PID) terdiri atas: 1) Bagian Produksi dan Dokumentasi (Bagprodok) meliputi: a) Subbagian Dokumentasi dan Peliputan (Subbagdokliput). b) Subbagian Bantuan Teknik (Subbagbantek). dan 2) Bagian Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (Bagyaninfodok) meliputi: a) Subbagian Pengumpulan, Pengolahan, Informasi dan Dokumentasi (Subbagpullahinfodok). b) Subbagian Penyediaan Informasi dan Dokumentasi (Subbagsediainfodok). dan 3) Bagian Analisis dan Evaluasi (Baganev) meliputi: a) Subbagian Pelayanan Persengketaan (Subbagyansengketa). 43

50 b) Subbagian Pelayanan dan Pengaduan (Subbagyanduan). dan c. Biro Multimedia (Romulmed) terdiri atas: 1) Bagian Produksi Kreatif (Bagprodukkreatif) meliputi: a) Subbagian Ide Kreatif (Subbagidekreatif). b) Subbagian Desain Grafis (Subbagdesgraf). dan 2) Bagian Pemantauan dan Analisa (Bagpemanalis) meliputi: a) Subbagian Analisa (Subbaganalis). b) Subbagian Pemantauan Krisis (Subbagpemkris). dan 3) Bagian Diseminasi Info Digital (Bagdisindig) meliputi: a) Subbagian Media Sosial (Subbagmedsos). b) Subbagian Media dalam Jaringan (Subbagmedaljar). dan Latihan 1. Jelaskan Tugas pokok Divhumas Polri! 2. Jelaskan Fungsi Divhumas Polri! 3. Jelaskan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Div Humas Polri! 44

51 MODUL 03 PERAN POLRI DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DALAM TUGAS KEPOLISIAN 2 JP ( 90 menit) Pengantar Modul ini membahas materi peran Polri, Polri sebagai anggota masyarakat, Polri sebagai aparat pemerintah dan efektifitas komunikasi dalam tugas kepolisian Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami peran polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. Kompetensi Dasar Memahami peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan peran Polri. 2. Menjelaskan Polri sebagai anggota masyarakat. 3. Menjelaskan Polri sebagai aparat pemerintah. 4. Menjelaskan efektifitas komunikasi dalam tugas kepolisian. Materi Pelajaran Pokok bahasan Peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. Subpokok Bahasan: 1. Peran Polri. 2. Polri sebagai anggota masyarakat. 3. Polri sebagai aparat pemerintah. 4. Efektifitas komunikasi dalam tugas kepolisian. 45

52 Metode Pembelajaran 1. Metode ceramah. Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. 2. Metode brain storming (curah pendapat). metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi peran polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. 3. Metode tanya jawab. Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode penugasan. Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/Media : a. White board. b. LCD. c. Laptop. d. Laser point. e. Koneksi internet. f. Website. g Bahan: a. Alat tulis. b. Kertas flipchard. 3. Sumber belajar : a. Keputusan Kapolri Nomor Polisi : KEP/53/X/2002 tanggal 17 Oktober 2002 tentang Pembinaan dan penyelenggaraan 46

53 fungsi humas Polri, sebagai penjuru pencitraan Polri dijabarkan dalam perkap 21,22 dan 23 tahun b. Effendi, Onong. U, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, c. Liliweri, Alo, Wacana Komunikasi Organisasi, Mandar Maju, Bandung. d. Rahmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,1986. e. Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,2002. f. Mulyana,Deddy, Nuans-nuansa Komunikasi, Meneropong Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,2005. g. Supadaitiknya, A., Komunikasi Antar Pribadi, Kanisius, Yogyakarta, h. Seven, Werner. J dan James W. Tankard. Jr., Teori Komunikasi i. Sejarah, Metode dan Terapan di dalam Media Massa, Prenada Media, Jakarta, j. Tubbs, Stewart L, dan Sylvia Moss., Human Communication Prinsip prinsip Dasar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, k. Tubbs, Stewart L, Human Communication, Konteks-konteks Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, l. Wiryanto, Teori Komunikasi Massa, PT. Grasindo, Jakarta, Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit Pendidik melaksanakan apersepsi: a. Pendidik memerintahkan peserta didik melakukan refleksi. b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran. 47

54 2. Tahap inti : 60 menit a. Pendidik menyampaikan materi peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian. b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami. c. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik. d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada peserta didik. 3. Tahap akhir : 10 menit a. Cek Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas. Pendidik menggali manfaat yang bisa di ambil dari materi yang disampaikan. d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resume Tagihan/Tugas Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian Lembar Kegiatan Peserta didik meresume materi peran Polri dan efektivitas komunikasi dalam tugas kepolisian 48

55 Bahan Bacaan POKOK BAHASAN PERAN POLRI DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DALAM TUGAS KEPOLISIAN 1. Peran Polri. Dalam kehidupan sosial, seorang anggota Polri mempunyai status dan peran ganda. Peran ganda yang harus dimainkan oleh seorang anggota Polri adalah sebagai anggota masyarakat dan sekaligus sebagai aparat pemerintah yang mempunyai peran khusus. Secara jelasnya hakekat Polri adalah: a. Polisi sebagai anggota masyarakat dan sebagai aparat pemerintah b. Polisi menjadi bagian dari hukum dalam sistem penegakan hukum. c. Polisi berurusan dengan keadilan karena merupakan bagian dari sistem peradilan. d. Polisi harus memenangkan kebaikan dan mengalahkan keburukan dan ketidakadilan. e. Polisi harus menegakkan hukum negara, HAM, demokrasi dan nasionalisme sejati. 2. Polri sebagai Anggota Masyarakat. Apapun pangkat dan jabatannya, seorang anggota Polri sesungguhnya adalah juga sebagai anggota masyarakat, sama dengan anggota masyarakat lainnya. Oleh anggota masyarakat lainnya, anggota Polri dipahami sebagai anggota masyarakat pada umumnya. Sebagai anggota masyarakat seorang anggota Polri mempunyai hak-hak dan kewajiban, dan hak-hak dan kewajiban itu juga dimiliki oleh setiap anggota masyarakat. Sebagai anggota masyarakat, seorang anggota Polri juga harus dapat hidup dan menyesuaikan diri dengan segala adat-istiadat dan aturan-aturan (pranata) yang ada dalam masyarakatnya. Tanpa memandang status masing-masing angota masyarakat, ketika ada anggota masyarakat yang melanggar adat-istiadat dan aturan-aturan yang ada dalam masyarakatnya, pastilah anggota masyarakat tersebut akan terkena sanksi sosial. 49

56 Dari perspektif ilmu komunikasi, seorang anggota Polri harus bisa berkomunikasi sosial dengan sesama warga. Komunikasi sosial itu dimaksudkan dalam rangka memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan primer dan sosial maupun kebutuhan integratif. Aspek-aspek yang perlu diperhatikan ketika berkomunikasi dengan warga masyarakat adalah tujuan komunikasi, fungsi komunikasi, komponen komunikasi, bentuk komunikasi, efek komunikasi, prospek komunikasi, hambatanhambatan komunikasi, dan faktor pendukung. Disadari sepenuhnya bahwa tidak mudah berkomunikasi dengan semua warga masyarakat, dengan keanekaragamannya baik secara horizontal maupun secara vertikal. Masyarakat sangat beragam jika dilihat dari tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, latar belakang budaya, dan kepribadiannya. Setiap warga masyarakat cenderung akan bertindak sesuai dengan status sosial, ekonomi dan budaya tersebut. Demikian pula seorang anggota Polri, disadari atau tidak, juga akan memposisikan diri sebagai anggota Polri, meskipun sesungguhnya dia sebagai anggota masyarakat yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Ketika seorang anggota Polri tetap memposisikan diri sebagai seorang aparat keamanan, dapat dipastikan anggota Polri tersebut akan banyak mengalami kendala ketika bergaul dan berkomunikasi dengan sesama warga. Inilah pentingnya kesadaran sosial setiap warga dalam kehidupan sosial di masyarakat. Sering ditemukan kasus di masyarakat bahwa seorang anggota Polri menyalahgunakan kekuasaan dan wewenangnya sebagai aparat keamanan, tetapi sebaliknya masih banyak ditemukan seorang anggota Polri yang menyadari sepenuhnya sebagai warga yang harus hidup di tenah-tengah manyarakat. 3. Polri sebagai Aparat Pemerintah. Pada hakekatnya Polri adalah aparat pemerintah yang mempunyai tugas khusus. Payung hukum yang mengatur tugas khusus Polri adalah Undang-undang Nomor 02 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia. Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 02 Tahun 2002, fungsi, tujuan, peranan dan tugas pokok Polri diatur sebagai berikut: a. Polri UU Nomor 2 Tahun 2002 (Pasal 2) Salah satu fungsi pemerintahan Negara dibidang: 1) Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. 2) Penegakan hukum. 3) Pelindung, pengayom, dan pelayanan kepada masyarakat. 50

57 b. Polri Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 (Pasal 4). Merupakan alat Negara yang bertujuan : 1) Mewujudkan keamanan dalam negeri dan ketertiban masyarakat. 2) Tertib dan tegaknya hukum. 3) Terselenggaranya perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat. 4) Terbinanya ketenteraman masyarakat dengan menjujung tinggi HAM. c. Polri Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 (Pasal 5, Ayat (1)). Merupakan alat negara berperan: 1) Pemeliharaan, keamanan dan ketertiban masyarakat. 2) Penegakan hukum. 3) Perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat dalam rangka keamanan dalam negeri. d. Polri Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 (Pasal 13). Tugas pokok polri adalah : 1) Pemeliharaan, keamanan dan ketertiban masyarakat. 2) Penegakan hukum. 3) Perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat dalam rangka keamanan dalam negeri. Setelah dikeluarkan Undang-Undang Nomor 02 Tahun 2002 tersebut, Polri mempunyai fungsi, tujuan, peranan dan tugas pokok sangat jauh berbeda dengan keadaan sebelumnya. Sesuai dengan tuntutan reformasi, di tubuh Polri pun juga mengadakan reformasi, Polri sekarang sudah tidak lagi menjadi alat bagi penguasa melainkan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dalam rangka keamanan dalam negeri. Mampukah anggota Polri mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dalam rangka keamanan dalam negeri? Dalam kenyataan sering dijumpai ada seorang oknum Polri menyalahgunakan wewenang dan jabatannya untuk memperoleh keuntungan pribadi. Kenyataan ini sangat eronis, satu pihak Polri ingin memperbaiki citranya dimata masyarakat sementara ada anggotanya yang mencoreng nama baik lembaga Polri. Fenomena ini bukan hal yang aneh dimata masyarakat, sehingga dimata masyarakat citra Polri masih dikaitkan dengan hal-hal yang negatif. 51

58 4. Efektifitas Komunikasi dalam Tugas Kepolisian. Anggota masyarakat dan anggota masyarakat lainnya, maupun secara khusus anggota Polri dan masyarakat atau antara sesama anggota Polri saling berhubungan melalui proses komunikasi. Dalam proses ini terjadi pertukaran informasi yang terjadi dalam berbagai bentuk, baik dalam rangka penyampaian idea, menggali keterangan, negoisasi maupun untuk melihat sejauh mana komunikasi dapat digunakan untuk mengenali sikap, motivasi dan tingkah laku seseorang. Terjadinya pertukaran informasi ini merupakan sarana pembelajaran bagi seseorang, sedangkan proses komunikasinya sendiri yang berlangsung merupakan sarana di dalam menangani berbagai permasalahan-permasalahan yang terjadi. Dengan demikian nyatalah bahwa tanpa komunikasi, maka setiap anggota Polri di dalam menjalankan tugasnya akan bergerak tanpa bentuk. Harus disadari bagi setiap anggota Polri bahwa komunikasi adalah merupakan action pertama di dalam menjalankan fungsi maupun dinamika tugas-tugas kepolisian, dengan demikian setiap anggota Polri perlu menghayati dan menjauhi sikap yang kadang selama ini berkembang yaitu : bertindak dahulu urusan kemudian. Sikap demikian adalah arogansi dan budaya kuasa yang tidak relevan dan sangat tidak sesuai sekali dengan motto maupun tekad Polri yang harus siap untuk melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. a. Komunikasi dalam kepemimpinan Polri. Menurut Wilbur Schram, komunikasi dapat berlangsung jika paling sedikit terdapat tiga komponen komunikasi, yaitu komunikator, pesan dan komunikan. Dua diantara komponen komunikasi tersebut adalah manusia dengan segala kerumitannya. Setiap anggota Polri (manusia) sudah pasti akan terlibat secara langsung sebagai suatu komponen utama di dalam keberlangsungannya suatu komunikasi seperti telah disinggung di atas bahwa tanpa adanya komunikasi, maka setiap anggota Polri tidak akan nampak berwujud atau lebih ekstrim lagi bagaikan Polisi tidur. Sebagai suatu organisasi maka Kepolisian Negara RI didukung oleh setiap anggota Polri yang secara hirarki diatur berdasarkan fungsi, wewenang, tugas serta kewajiban yang berbeda-beda. Setiap anggota Polri juga memiliki latar belakang yang berbeda-beda, apabila diurut satu persatu, maka setiap anggota Polri tidak ada satupun yang sama persis. Sebagai ilustrasi beberapa hal di bawah ini menerangkan tentang perbedaan tersebut. 52

59 1) Secara Filogenetis: Setiap anggota Polri satu dengan anggota Polri lainnya walaupun mereka memiliki kepangkatan yang sama akan memiliki perbedaan dalam pertumbuhan psikologisnya sehingga hal ini mengakibatkan perbedaan pula pada daya persepsi dan kemampuan konsepsinya terhadap setiap pesan komunikasi yang diterimanya baik dari bawahan, rekan maupun atasannya. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi pula pada kesediaan mereka melakukan kegiatan tertentu sebagaimana yang diinginkan. 2) Secara Ontogenetis: setiap anggota Polri memiliki perbedaan pengalaman dan pendidikan hal ini akan berpengaruh pada daya persepsi dan kemampuan konsepsinya terhadap pesan yang diterima dimana akan terdapat perbedaan di dalam pengaturan pikiran dan perasaan dalam memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap pesan yang diterimanya. 3) Secara Sosiologis: perbedaan setiap anggota Polri diakibatkan juga oleh pola hubungan sosial dan interaksi sosial yang terjadi. Mereka akan terlihat menampilkan sikap dan perilaku yang berlainan di dalam kelompok sosialnya, misalnya saja sikap ketika ia ditugaskan disatuan kerja kecil (polsek), Polda atau satuan kerja di lapangan sebagai satuan pasukan Dalmas dan atau satuan Brimob. Dalam situasi dan tempat yang berbeda, setiap anggota Polri cenderung dipengaruhi iklim kelompok sosialnya sehingga tindakan-tindakan mereka akan berbeda-beda sebagai akibat dari pesan yang diterimanya. Dari ilustrasi tersebut di atas, maka di dalam proses kepemimpinan dalam kerangka bagaimana suatu komunikasi dapat berjalan secara efektif dipengaruhi oleh bagaimana setiap anggota Polri dapat mengakomodasikan perbedaan-perbedaan tersebut dalam satu frame yang dapat diterima oleh setiap anggota lainnya sebab fungsi seorang pemimpin erat kaitannya dengan teknik kepemimpinan yang dipengaruhi oleh situasi dimana seorang pimpinan melakukan kegiatannya. Kepemimpinan sendiri secara umum diartikan atau menunjukkan suatu proses kegiatan seseorang dalam memimpin, membina dan mempengaruhi atau mengontrol pikiran, perasaan atau tingkah laku orang lain. Kegiatan kepemimpinan ini dapat dilakukan melalui proses komunikasi baik secara langsung maupun komunikasi secara tidak langsung. 53

60 Efektifitas kepemimpinan pada dasarnya ditentukan oleh sejauh mana komunikasi yang berlangsung dapat terselenggara dengan baik sehingga antara pimpinan dengan yang dipimpin relatif memiliki kesamaan pandangan. Seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengerti siapa yang akan dipimpinnya/bawahan Ich kenne mein volk, I know my people : Aku tahu sasaranku, demikianlah hendaknya dalam hati pemimpin atau khususnya setiap pimpinan Polri yang akan menyampaikan pesan komunikasinya. Terlebih lagi apabila kaitannya dengan masyarakat luas dimanapun ia ditugaskan. Seorang pakar politik selalu memakai psy war (perang saraf) dalam meneliti tokoh politik atau negarawan yang akan dijadikan sasaran komunikasinya, ia akan berusaha dulu mengenali latar belakang dan hal-hal mendetail dari lawan politiknya agar apa yang ia komunikasikan dapat tepat sasaran dan tujuannya. Demikian bagi setiap anggota Polri kepemimpinan yang dijalankan baik dalam rangka pembinaan kepada bawahan maupun terhadap masyarakat sekitar hendaknya dilandasi oleh pengetahuan tentang siapa yang akan ia ajak bicara (berkomunikasi). Setiap anggota Polri harus selalu berusaha mengenal dan menyelami setiap informasi/data secara obyektif di lingkungan dimana ia tempatkan hal ini untuk mendukung tercapainya komunikasi secara efektif antara dirinya dengan orang yang akan dipimpin maupun dengan masyarakat sehingga apa yang menjadi tugas, sasaran dan tujuan yang diinginkan dapat tercapai/ terlaksana dengan baik. Jelaslah kiranya bahwa proses komunikasi dalam rangka tercapai kepemimpinan Polri yang efektif maka seseorang komunikator terlebih dahulu siapa yang diajak bicara olehnya atau dengan kata lain seorang komunikator hendaknya terlebih dahulu menjadi komunikan. Satu hal yang menjadi pertanyaan anggota Polri saat ini adalah apakah komunikasi dalam rangka kepemimpinan ini selalu dalam bentuk komunikasi langsung (vertical)?. Jawabannya adalah tidak selalu. Adakalanya suatu komunikasi dapat berjalan secara efektif dengan tidak melalui kata-kata/non verbal. Bagi Polri suatu komunikasi dalam rangka kepemimpinan ini diterapkan melalui keteladanan dan perilaku yang dapat dijadikan panutan. b. Komunikasi sosial dalam tugas kepolisian. Komunikasi sosial adalah suatu kegiatan komunikasi yang lebih diarahkan kepada pencapaian suatu integrasi sosial. Titik pangkal komunikasi sosial adalah komunikator 54

61 dan komunikan perlu seia dan sependapat tentang peran yang akan dibahas dalam proses komunikasi yang dilangsungkan. Suatu kelompok sosial (masyarakat) akan terjamin kelangsungan hidupnya apabila dijamin oleh terselenggaranya : 1) Stabilitas sosial. 2) Ketertiban sosial. 3) Kesadaran masyarakat. Terselenggaranya keadaan yang demikian tentu saja karena didukung/dilandasi oleh tersedianya sistem dan struktur yang menjamin keadaan tersebut. Polri dengan legitimasi penuh sebagai alat pemerintah dalam rangka penegakan hukum dan penjaga ketertiban dan keamanan di dalam negeri memiliki peran dan kewajiban untuk menjamin tercapainya situasi yang mendukung tercapainya kondisi tersebut di atas. Melalui pendekatan komunikasi sosial, maka fungsi Polri diarahkan kepada usaha-usaha Polri untuk bersikap secara professional, pelayanan yang ditujukan pada kebutuhan anggota masyarakat secara luas serta tampilnya citra polisi yang baik. Melalui hal demikian maka terjalin komunikasi sosial secara seimbang antara polisi dan masyarakat. Proses integrasi antara Polri dan masyarakat ini tentunya harus didukung oleh anggota-anggota Polri yang kapabel dan siap menghadapi tantangan dengan sikap yang professional sehingga Polri semakin dapat diandalkan dan dipercaya masyarakat. Secara khusus komunikasi sosial yang dilakukan Polri didasarkan pada tujuan: 1) Memasyarakatkan anggota mendekatkan Polri dengan masyarakat. 2) Terjalinnya proses integrasi yang saling mendukung antara Polri dan masyarakat sehingga pola kebijakan Polri yang sejalan dengan organisasi dan keinginan masyarakat. 3) Sebagai wahana bagi Polri untuk menetapkan dan selalu mengembangkan kinerja dan pelayanan maupun di dalam pengelolaan SDM Polri dengan melibatkan saran dan kritik yang berkembang di masyarakat. 4) Polri sebagai alat penegakkan hukum yang senantiasa bersumber dari upaya perlindungan terhadap setiap warga negara kiranya dapat menjadi motor bagi 55

62 masyarakat di dalam mengarahkan, memotivasi dan menciptakan situasi dan kondisi masyarakat yang stabil, aman, tertib dan sejahtera. Berpijak dari tujuan-tujuan komunikasi sosial yang dilakukan polri tersebut, maka akan sangat luas sekali bentuk kombinasi yang harus dilakukan Polri, namun demikian secara ringkas hal itu dapat diwujudkan melalui pelayanan dan sikap profesionalisme setiap anggota Polri, misalnya saja dengan pendekatan-pendekatan kemasyarakatan (Binmas), melakukan kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki akses terhadap publik dan lainlain. c. Komunikasi massa dalam tugas Polri. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa komunikasi adalah proses penyampaian pernyataan atau pesan (massage) oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan mengubah sikap (attitude), pendapat (opinion), dan perilaku (behavior). 1) Penyampaian Informasi dengan benar dan akurat kepada masyarakat merupakan wujud tanggung jawab Polri dalam menciptakan situasi yang kondusif. 2) Derasnya arus informasi dan komunikasi di Era keterbukaan saat ini (media elektronik) perlu diantisipasi dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan di bidang publik relation untuk mencegah adanya distorsi yang dapat memunculkan opini publik yang merugikan citra Polri. 3) Di era keterbukaan, akses kepada informasi, bahkan yang semula masuk dalam kategori rahasia, terbuka leluasa berkat kemajuan teknologi informasi dan tuntutan publik, terutama oleh para wartawan dengan alasan untuk melaksanakan hak publik untuk memperoleh informasi yang dijamin oleh Undang- Undang. 4) Atas nama kepentingan publik, batas antara informasi yang bersifat rahasia dan biasa menjadi kabur, demikian pula yang bersifat pribadi dan umum. Apalagi jika ditengarai yang bersifat rahasia itu mengandung unsur KKN, dan yang bersifat pribadi itu mengandung unsur kebohongan publik (merugikan kepentingan umum). 5) Karena itu di era keterbukaan ini, bagi lembaga publik dan tokoh publik sulit untuk menyembunyikan informasi yang ditengarahi ada unsur kebohongan. 56

63 6) Dalam rangka public relation pada hakekatnya setiap anggta Polri adalah agen publik relation maka segala tindakan, perilaku dan tutur kata harus mencerminkan tujuan publik relation dalam membangun opini publik. 7) Membangun opini publik yang positif terhadap citra Polri sesuai ketentuan hukum, peraturan dan kebijakan yang berlaku dalam organisasi Polri. Rangkuman 1. Peran Polri a. Polisi sebagai anggota masyarakat dan sebagai aparat pemerintah. b. Polisi menjadi bagian dari hukum dalam sistem penegakan hukum. c. Polisi berurusan dengan keadilan karena merupakan bagian dari sistem peradilan. d. Polisi harus memenangkan kebaikan dan mengalahkan keburukan dan ketidakadilan. e. Polisi harus menegakkan hukum negara, HAM, demokrasi dan nasionalisme sejati. 2. Efektifitas komunikasi dalam tugas Kepolisian. a. Komunikasi dalam kepemimpinan Polri. b. Komunikasi sosial dalam tugas kepolisian. c. Komunikasi massa dalam tugas Polri. Latihan 1. Jelaskan peran Polri! 2. Jelaskan Polri sebagai anggota masyarakat! 3. Jelaskan Polri sebagai aparat pemerintah! 4. Jelaskan efektifitas komunikasi dalam tugas kepolisian! 57

64 MODUL 04 MEMBANGUN KEMITRAAN DENGAN MASYARAKAT 6 JP ( 270 menit) Pengantar Modul ini membahas materi Membangun kerja sama dengan pakar di luar Polri (networking), membangun kemitraan dengan komunitas masyarakat (Masyarakat kampus, parpol, ormas, dunia usaha, dan yang lainya), pentingnya keterbukaan informasi publik bagi Polri, hubungan media massa dengan humas Polri, peran komunikasi dalam mewujudkan citra positif Polri, cara menjadi juru bicara yang efektif, kriteria berbicara efektif dan strategi dalam menghadapi wartawan/media Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami dan menerapkan membangun kemitraan di masyarakat. Kompetensi Dasar Memahami dan menerapkan membangun kemitraan di masyarakat. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan membangun kerja sama dengan pakar di luar Polri (networking). 2. Menjelaskan membangun kemitraan dengan komunitas masyarakat (masyarakat kampus, Parpol, Ormas, dunia usaha, dan yang lainya). 3. Menjelaskan pentingnya keterbukaan informasi publik bagi Polri. 4. Menjelaskan hubungan media massa dengan humas Polri. 5. Menjelaskan peran komunikasi dalam mewujudkan citra positif Polri. 6. Menjelaskan cara menjadi juru bicara yang efektif. 7. Menjelaskan kriteria berbicara efektif. 8. Menjelaskan strategi dalam menghadapi wartawan/media. 58

65 9. Mempraktikkan cara menjadi juru bicara yang efektif. 10. Mempraktikkan strategi dalam menghadapi wartawan/media. Materi Pelajaran Pokok bahasan Membangun kemitraan di masyarakat. Sub Pokok Bahasan 1. Membangun kerja sama dengan pakar di luar Polri (networking). 2. Membangun kemitraan dengan komunitas masyarakat (masyarakat kampus, Parpol, Ormas, dunia usaha, dan yang lainya). 3. Pentingnya keterbukaan informasi publik bagi Polri. 4. Hubungan media massa dengan humas Polri. 5. Peran komunikasi dalam mewujudkan citra positif Polri. 6. Cara menjadi juru bicara yang efektif. 7. Kriteria berbicara efektif. 8. Strategi dalam menghadapi wartawan/media. Metode Pembelajaran 1. Metode ceramah. Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang membangun kemitraan di masyarakat. 2. Metode brain storming (curah pendapat). Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi membangun kemitraan di masyarakat. 3. Metode tanya jawab. Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode penugasan. Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi membangun kemitraan di masyarakat. 59

66 5. Metode praktik. Metode ini digunakan untuk mempraktikkan cara menjadi juru bicara yang efektif dan strategi dalam menghadapi wartawan/media. Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/Media : a. white board. b. LCD. c. laptop. d. laser point. e. koneksi internet. f. Website. g Bahan: a. Alat tulis. b. Kertas flipchard. 3. Sumber belajar : a. Keputusan Kapolri Nomor Polisi : KEP/53/X/2002 tanggal tentang Pembinaan dan penyelenggaraan fungsi humas Polri, sebagai penjuru pencitraan Polri dijabarkan dalam perkap 21,22 dan 23 tahun b. Effendi, Onong. U, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, c. Liliweri, Alo, Wacana Komunikasi Organisasi, Mandar Maju, Bandung. d. Rahmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,1986. e. Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,

67 f. Mulyana,Deddy, Nuansa nuansa Komunikasi, Meneropong Politik dan Budaya Komunikasi Masyarakat Kontemporer, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung,2005. g. Supadaitiknya, A., Komunikasi Antar Pribadi, Kanisius, Yogyakarta, h. Seven, Werner. J dan James W. Tankard. Jr., Teori Komunikasi. i. Sejarah, Metode dan Terapan di dalam Media Massa, Prenada Media, Jakarta, j. Tubbs, Stewart L, dan Sylvia Moss., Human Communication Prinsip-prinsip Dasar, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, k. Tubbs, Stewart L, Human Communication, Konteks-konteks Komunikasi, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, l. Wiryanto, Teori Komunikasi Massa, PT. Grasindo, Jakarta, Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit Pendidik melaksanakan apersepsi: a. Pendidik memerintahkan peserta didik melakukan refleksi. b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Tahap inti : 250 menit a. Pendidik menyampaikan materi membangun kemitraan di masyarakat. b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami. c. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik. d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada peserta didik. e. Pendidik memberikan contoh cara menjadi juru bicara yang efektif dan strategi dalam menghadapi wartawan/media. 61

68 f. Peserta didik mempraktikkan cara menjadi juru bicara yang efektif dan strategi dalam menghadapi wartawan/media. g. Pendidik membahas hasil praktik. 3. Tahap akhir : 10 menit a. Cek Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas. Pendidik menggali manfaat yang bisa di ambil dari materi yang disampaikan. d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resume Tagihan/Tugas Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi peran humas dalam membangun kemitraan di masyarakat. Lembar Kegiatan 1. Peserta didik meresume materi membangun kemitraan di masyarakat 2. Peserta didik melakukan press conference dengan press release yang sudah di buat sebelumnya! (Perhatikan unsur-unsur public speaking yang sudah Anda pelajari!) SKENARIO 1 Kasus Hoax yang dilakukan Ratna Sarumpaet yang saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri, sempat menyeret beberapa nama yang dianggap menyebarkan berita bohong ini, salah satunya adalah nama Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Buntut dari terseretnya nama Fadli zon, Wakil Ketua DPR RI ini mulai angkat suara terkait netralitas Polri. Jelas sekali Polisi tak netral dalam kasus Ratna, seperti kejar 62

69 setoran. Tapi 6 laporan Polisi saya sampai hari ini soal HOAKS tidak ditindak lanjuti. Ini politik, bukan hukum. Tahun 2019 kita tempatkan Polisi-Polisi professional dan baik menegakkan hukum agar ada keadilan ujar Fadli Zon. Statement ini dapat menyudutkan Polri karena menyangkut netralitas Polri di tahun Politik SKENARIO 2 Telah terjadi pelemparan bom yang diduga bom pipa palsu di rumah Ketua KPK, Agus Rahardjo di Bekasi sekitar pukul dan rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Kalibata dengan waktu yang hampir bersamaan. Ditemukan benda mencurigakan berupa tas berisi pralon, paku, kabel, baterai, dan serbuk di rumah Ketua KPK. Sedangkan di rumah Wakil Ketua KPK dilempari 2 molotov. Tim Puslabfor Mabes Polri mendatangi TKP pada pukul WIB. Saksi mengatakan sempat mendengar bunyi ledakan di rumah Wakil Ketua KPK. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, penghuni rumah, dan CCTV di rumah yang ada. Hingga kini penyelidikan terror bom palsu di kediaman pimpinan KPK masih berlanjut. 63

70 Bahan Bacaan POKOK BAHASAN PERAN HUMAS DALAM MEMBANGUN KEMITRAAN DI MASYARAKAT 1. Membangun Kerja sama dengan Pakar di Luar Polri (networking). Memanfaatkan keunggulan intelektual/ketokohan serta pengalaman narasumber baik secara intelektual politik, hukum, ekonomi, agama, budaya (local genius), keamanan dan yang lainya, termasuk para pejabat yang berkompeten pada instansi terkait untuk: a. Keluar : Untuk memberi wawasan kepada masyarakat atas isu-isu yang berkembang secara proporsional, dan tidak terkesan untuk membela Polri. b. Kedalam: Secara rutin dilibatkan dalam pelaksanaan diskusi (round table discussion) untuk bahas isu-isu menonjol, sehingga para pejabat Polres/ta peroleh pemahaman yang lengkap terhadap isu tersebut, dan dapat menjadi narasumber/para Kapolres/ta yang kapabel. 2. Membangun Kemitraan dengan Komunitas Masyarakat (Masyarakat Kampus, Parpol, Ormas, Dunia Usaha, dan yang lainya). a. Melakukan dialog yang sehat, kritis dan cerdas serta terbuka dengan komuniti dalam kerangka polmas. b. Memberikan kuliah umum (stadium generale) tentang tugas-tugas Polri dalam harkamtibmas, gakkum serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan melibatkan pejabatkan Polri sampai lini terdepan. c. Melaksanakan kegiatan bersama khususnya menyangkut kiprah masyarakat dalam sektor kamtibmas tentang pokok pikiran cerdas, konstruktif, lomba tulisan ilmiah, maupun ide-ide lainnya. 64

71 3. Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik bagi Polri. a. Memberikan jaminan kepada masyarakat untuk keterbukaan akses info Polri. b. Membangun keterbukaan informasi di internal Polri. c. Mendorong iklim demokratis dalam menyelenggarakan kinerja polri. d. Membedah prestasi kerja polri dan segala keterbatasannya secara obyektif di ruang publik dalam rangka akuntabilitas meraih/menjaga citra polri di mata masyarakat. 4. Hubungan Media Massa dengan Humas Polri. a. Wartawan dan Humas. Media dapat menjadi kawan dan lawan, bagaimana kita mampu melakukan komunikasi dengannya. 1) Media menjadi kawan jika mampu saling memahami sehingga kita mampu memetik kelebihan dan kekuatan media. 2) Media menjadi lawan bila kita tidak mampu menjalin relasi yang positif, saling percaya dan saling memahami, kita tidak siap mengoptimalkan pers dengan pendekatan yang media friendly. b. Peranan Media. Peran media sebagai pengemban fungsi humas mampu memanfaatkan media, sebagai berikut: 1) Informasi, menyajikan informasi tentang peristiwa yang terjadi (melaporkan kejadian). 2) Saran, mampu mengendalikan opini publik. 3) Menyuguhkan, memberikan informasi (lepaskan kendali). 4) Membuat keuntungan, memberkan informasi yang bermanfaat (mengabadikan diri). c. Membina kemitraan dengan media. Sebagai Humas Polri harus mampu menjadi mitra media. 1) Sebagai sarana guna membangun opini publik terhadap Polri. 2) Sebagai sarana dalam melakukan sosialisasi. 3) Sebagai sarana melakukan klarifikasi. 4) Sebagai mitra dalam mensukseskan program Polri. 65

72 5) Sebagai sarana meningkatkan akuntabilitas Polri. 6) Sebagai sarana sosialisasi/internalisasi dijajaran Polri (penerangan kesatuan). d. Sarana Komunikasi media massa. Sarana untuk menyampaikan informasi kinerja Polri, sebagai berikut: 1) Media cetak (majalah, tabloid dan koran). 2) Media Elektronik (radio, televisi). 3) Cyber Media (telephone, handphone, internet (online). 4) Luar ruang/outdoor (umbul-umbul, Backdrop, spanduk, billboard). e. Media sebagai sarana informasi Media sebagai sarana informasi harus memuat 1) Kebenaran, Konfirmasi akan Fakta. 2) Spekulasi masa akan datang. 3) Opini pribadi. 4) Visual. f. Cara kerja media Cara kerja media sebagai berikut: 1) Jam Kerja tanpa kenal batas waktu/kapan saja (No working hours). 2) Berita buruk adalah head lines (bad news is the good news). 3) Media networking dan personal approach. 4) Memenej berita Not say what you know but know what you say. 5) Menyeimbangkan dengan berita positif tentang polisi. 6) Melibatkan masyarakat dan media. g. Interaksi dengan media. Interaksi sebagai humas Polri dengan media melalui: 1) Konferensi pers/jumpa pers. 2) Wawancara (one-on-one interview). 3) Dialog. 4) Makan siang (media luncheon), roundtable. 5) Taklimat media terbatas (limited media briefing). 66

73 6) Wawancara mendadak (door stop, ambush). 7) Kemitraan dengan media (media partnership). 8) Media Visit (kunjungan ke kantor media). 9) Twitter, Facebook, Blog. h. Jenis-Jenis Jurnalis Sebagai pengemban fungsi humas harus dapat mengenali: 1) Wartawan Baru. 2) Wartawan yang diarahkan Beat Reporter. 3) Penugasan Umum. 4) Penyelidikan/Kegigihan. 5) Merk Dagang. 6) Blogger. 7) Pekerja Lepas. 8) Warga negara. i. Wartawan antara mitos dan realitas Hal-hal yang dimilki oleh seorang wartawan dalam mendapatkan informasi untuk dikelola menjadi berita: 1) Punya rasa ingin tahu yang tinggi. 2) Membutuhkan berita/bahan keterangan. 3) Sok tahu, kadang urakan, komersil. 4) Suka menyuduntukan, mencela, menghina. 5) Suka menghakimi. 6) Selalu memberitakan hal-hal yang negatif. 7) Bisa menulis apa saja. 8) Merasa sakti, besar kepala dan kebal hukum. 9) Dapat diundang kapan saja. 10) Suka memprovokasi sesuatu masalah. 11) Tergesa-gesa karena dihantui dead-line. j. Prinsip hubungan dengan media dan wartawan sebagai berikut: 1) Bersikap jujur dengan media. 2) Tidak berarti harus menceritakan semua hal yang jelek tentang organisasi/institusi. 3) Perlakukan media dan wartawan sesuai dengan perlakuan yang diharapkan dari mereka. 67

74 4) Jangan pernah mengatakan No Comment. 5) Media dan narasumber saling membutuhkan. 6) Hubungan media/wartawan dengan narasumber, sama dengan hubungan antar pribadi yang manusiawi berdasar prinsip kesetaraan, saling menghormati. 7) Menjalin hubungan baik dengan selalu siap sediakan info yang dibutuhkan media atau aktif berikan storystory yang menarik bagi media. 8) Jangan menyuap. Jika ada budget, gunakan untuk placement yang sah seperti advertorial dan iklan. 9) Jangan mengundang media atau melakukan media visit hanya saat memiliki masalah atau ingin diberitakan. 10) Pertemuan khusus tanpa agenda pemberitaan lebih efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat. 11) Manfaatkan even-even pertemuan dengan media untuk menjalin kontak atau memperdalam interaksi dengan mereka. k. Respon terhadap media. Sebagai pengemban fungsi humas dalam memberikan pelayanan terhadap media sebagai berikut: 1) Cepat tanggap. 2) Media sangat beragam karena itu treatment-nya jangan seragam. 3) Bersikap luwes. 4) Jaga kredibilitas. l. Berkomunikasi dengan media/pers. Dalam memberikan pelayanan kepada media harus berkomunikasi dengan cara: 1) Menjawab secara lugas. 2) Ulangi pertanyaan sebelum menjawab. 3) Diam sejenak jika perlu. 4) Tidak komentar jika ada pertanyaan yang tidak relevan. 5) Hindari jargon. 6) Jangan pernah mengatakan no comment. 7) Katakan hal yang sebenarnya. 68

75 8) Bersikap tenang. 9) Be your self. m. Menjalin hubungan dengan media. Dalam menjalin mitra dengan media kiranya pengemban fungsi humas: 1) Mengenali media massa. 2) Karakteristik. 3) Sasaran pembaca. 4) Frekuensi terbit/tayang. 5) Kebijakan redaksional. 6) Hubungan dengan media. 7) Nilai berita. 5. Peran Komunikasi dalam Mewujudkan Citra Positif Polri. Peran komunikasi dalam mewujudkan citra positif Polri sebagai berikut: a. Polri sebagai sebuah instansi/organisasi butuh dukungan stake holder nya dalam mencapai tujuan. b. Polri harus menyadari perlunya rebut kepercayaan publik agar tercipta opini dan citra positif di kalangan internal maupun eksternal Polri. 1) Proses terjadinya opini publik didahului oleh peristiwa aktual dan menjadi fokus pembicaraan masyarakat. 2) Media massa dan elektronik berperan dalam pembentukan opini publik melalui pemberitaan/penayangan pernyataan yang bersifat kontroversial dari berbagai narasumber dan muncul sebagai presepsi yang kontroversi dalam menyankut kepentingan umum. c. Citra positif yang baik akan hasilkan kepercayaan dan dukungan positif dari segenap stakeholder Polri baik dari masyarakat, pemerintah, LSM, organisasi masyarakat, media massa, dan stakeholder lainnya. d. Informasi yang benar dan tepat kepada publik saat ini sudah jadi suatu kebutuhan dalam upaya membangun reputasi yang baik. Hal ini menuntut pemberian informasi dari pengemban fungsi humas kepada masyarakat untuk mendapatkan saling pengertian dan menghindari kesalahan persepsi di masyarakat. 69

76 Terciptanya komunikasi yang lebih baik dan lancar, kondisi yang kondusif dan reputasi Polri yang baik, antara lain dicapai melalui : 1) Maintaining image dari kemungkinan timbulnya persepsi negatif. 2) Membangun persepsi dan opini positif di benak publik tentang Polri, khususnya mengenai kegiatan kelembagaan dan isu-isu strategis lainnya. 3) Menjalin hubungan yang harmonis antara Polri dengan media massa yang akan berdampak pada pemberitaan yang positif. 4) Membentuk SDM yang profesional dalam bidang komunikasi yang miliki sistem, prosedur, dan aktivitas yang terencana serta terstruktur selama proses giat kelembagaan. 5) Membangun hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder Polri. Divhumas Polri sebagai pengemban fungsi humas mengemban tugas untuk kepentingan negara dan publik. Mengingat pentingnya hubungan Divhumas Polri dengan publik, maka perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar. Hubungan harmonis Polri dan publik dapat dicapai dengan memelihara komunikasi yang baik, menitikberatkan kepada moral dan tingkah laku yang baik, melahirkan sense of belonging publik terhadap Polri sehingga terbentuk Citra Polri yang positif. Anggota Polri sebagai pengemban fungsi humas harus mampu melakukan pembentukan opini dengan cara sebagai berikut: 1) Pandai manfaatkan media massa untuk meraih, merebut opini dan mencapai publisitas yang sangat cepat dan luas. 2) Diperlukan komunikasi yang persuasif, arif dan bijak dengan para objek media. 3) Pandai membangun hubungan baik dengan semua media yang ada di wilayah tugasnya masing-masing dengan menjaga komunikasi dua arah dan timbal balik secara rutin dan berlanjut. 4) Membangun hubungan pribadi dengan semua objek media sehinga timbul saling percaya, saling tergantung dan saling membutuhkan. 70

77 5) Memberikan info dengan jelas, akurat dan tepat waktu. 6) Selalu ditindaklanjuti sebagai bentuk atensi via telp/hp tentang materi yang telah diberikan, apakah masih dibutuhkan info lebih lanjut. 7) Memberikan info tambahan misal foto-foto dan diatas yang lebih rinci. 8) Menjaga dan menjalin terus komunikasi baik dengan objek media dan hindari telp yang tidak diangkat. 9) Menjalin terus hubungan tali silaturahmi. 10) Lakukan kunjungan rutin ke kantor mereka. 11) Selalu welcome dan terbuka terhadap kebutuhan yang mereka perlukan. 12) Usahakan selalu hadir dalam undangan mereka pada even tertentu, yang mereka adakan. 13) Apabila dalam acara tertentu mereka hadir, jangan lupa selalu sebut dan berikan ucapan terimakasih kepada mereka. 14) Gunakan potensi yang ada pada kita untuk bantu persoalan mereka. 6. Cara menjadi Juru Bicara yang Efektif. a. Polri sebagai fungsi humas harus bisa menjadi juru bicara yang efektif, dengan cara sebagai berikut: 1) Tentukan pesan apa yang akan disampaikan. Tulis point penting yang akan anda komunikasikan. 2) Tidak mengulang pernyataan yang sama. Kita harus mampu artikulasikan minimal satu dari pesan dalam setiap jawaban. Jangan mengulang secara verbatim, tapi komunikasikan pesan inti dalam setiap jawaban. 3) Transisi, tidak pernah ada pertanyaan yang sempurna. Tugas sebagai juru bicara untuk membuat transisi atau jembatan dari pertanyaan wartawan ke pesan inti. Untuk membantu bisa gunakan kalimat seperti : yang paling penting untuk diingat adalah atau kita bisa melihat disini bahwa, 4) Mengunakan bahasa sehari-hari jangan menggunakan jargon, kata-kata yang sulit dimengerti atau istilahistilah teknis. Kata-kata sulit hanya akan menjadi penghalang antara anda dan audiensi anda. 5) Ketika menjawab pertanyaan berikan kalimat itu akan menjadi lead berita atau cuplikan pernyataan yang akan ditayangkan. Jika menjawab terlalu panjang 71

78 maka reporter yang akan memotong dan memilihkan jawaban. 6) Jadi orang yang menyenangkan. Juru bicara terkadang perlu untuk bersikap resmi atau menjamin untuk memberikan kesan kredibel. Justru sikap seperti itu membuat anda terlihat membosankan dan tidak menarik. Tampilkan diri anda sbg pribadi yang hangat, ramah dan jangan sungkan untuk tersenyum jika konteksnya tepat. 7) Jika wartawan TV bicara dengan volume secara 1 persen lebih keras dari biasanya. Bagi sebagian orang, TV memiliki efek muting. Kalau volume suara anda sama dengan percakapan sehari-hari anda akan terdengar monoton dan tidak semangat. Meningkatkan volume suara juga akan membantu anda mengontrol sikap tubuh. 8) Perhatikan nara sumber. Jika anda berlaku defensif, maka akan terdengar defensif. Jangan menjawab pertanyaan sulit dengan panik dan defensif, tapi perlakukan pertanyaan itu sebagai kesempatan untuk meluruskan. Jika pun anda tidak memiliki jawaban yang tepat atas pertanyaan yang diberikan oleh penanya, upayakan bicara yang tidak defensif. 7. Kriteria menjadi Public Relations dan Pengemban Fungsi Humas a. Kriteria menjadi Public Relations sebagai berikut: 1) Mampu mengendalikan diri, tenang, sabar, tidak mudah terpancing atau tersinggung, selalu low profile. Menampung dan menghargai setiap pertanyaan yang ditanyakan, walaupun menyakitkan tetapi tetap dalam kondisi yang menyenangkan. 2) Mampu mengemas dan mengkomunikasikan berita buruk (bad news) secara baik sehingga timbul adanya tenggang rasa/empati. 3) Mampu meng-counter hal negatif sehingga jadi opini positif. 4) Hindari beri jawaban no comment karena akan memutuskan komunikasi, sehingga transparasi publik akan hilang. 5) Selalu menganalisa dan mengevaluasi semua kegiatan yang telah dilakukan (lakukan verifikasi atas info yang diberikan). 72

79 b. Kriteria lain sebagai seorang pengemban fungsi humas. Sebagai seorang pengemban fungsi humas harus: 1) Aktif, kreatif dan dinamis. 2) Penampilan simpatik, menarik, tampan/cantik gagah, handsome, berwibawa, postur tubuh tinggi tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk serta menawan. 3) Pendidikan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai, rendah hati (low profile). 4) Kualitas kemampuan bahasa retorika yang baik. 5) Kompeten dan memiliki jaringan hubungan yang luas. 6) Beretika, berakhlak, bermoral, beriman dan bertaqwa serta diperlukan perilaku keteladanan. 7) Terampil mengemas pesan yang akan disampaikan. 8) Pandai membaca situasi terhadap keinginan audiens. 8. Strategi dalam menghadapi wartawan/media. a. Jika ditanya dengan serentetan pertanyaan, jawab satu atau dua pertanyaan yang paling dipahami. b. Jika diinterupsi/dipotong, perkenankan saya menyelesaikan jawaban/respon saya. c. Jangan hiraukan interupsi tersebut dan selesaikan jawaban anda. d. Jika wartawan pasif, kesempatan yang bagus untuk menyampaikan pesan-pesan kunci, jangan menunggu ditanya Rangkuman 1. Membangun kerja sama dengan Pakar di Luar Polri (networking). a. Keluar b. Kedalam 2. Membangun Kemitraan dengan Komunitas Masyarakat (Masyarakat Kampus, Parpol, Ormas, Dunia Usaha, dan yang lainya). a. Melakukan dialog yang sehat, kritis dan cerdas serta terbuka dengan komuniti dalam kerangka polmas. b. Memberikan kuliah umum (stadium generale) tentang tugas-tugas Polri dalam harkamtibmas, gakkum serta 73

80 memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dengan melibatkan pejabatkan Polri sampai lini terdepan. c. Melaksanakan kegiatan bersama khususnya menyangkut kiprah masyarakat dalam sektor kamtibmas tentang pokok pikiran cerdas, konstruktif, lomba tulisan ilmiah, maupun ide-ide lainnya 3. Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik bagi Polri. a. Memberikan jaminan kepada masyarakat untuk keterbukaan akses info Polri. b. Membangun keterbukaan informasi di internal Polri. c. Mendorong iklim demokratis dalam menyelenggarakan kinerja polri. d. Membedah prestasi kerja polri dan segala keterbatasannya secara obyektif di ruang publik dalam rangka akuntabilitas meraih/menjaga citra polri di mata masyarakat 4. Peranan Media Peran media sebagai pengemban fungsi humas mampu memanfaatkan media, sebagai berikut: a. Informasi, menyajikan informasi tentang peristiwa yang terjadi (melaporkan kejadian). b. Saran, mampu mengendalikan opini publik. c. Menyuguhkan, memberikan informasi (lepaskan kendali). d. Membuat keuntungan, memberkan informasi yang bermanfaat (mengabadikan diri). 5. Peran Komunikasi dalam Mewujudkan Citra Positif Polri a. Polri sebagai sebuah instansi/organisasi butuh dukungan stake holder nya dalam mencapai tujuan b. Polri harus menyadari perlunya rebut kepercayaan publik agar tercipta opini dan citra positif di kalangan internal maupun eksternal Polri. c. Citra positif yang baik akan hasilkan kepercayaan dan dukungan positif dari segenap stakeholder Polri baik dari masyarakat, pemerintah, LSM, organisasi masyarakat, media massa, dan stakeholder lainnya. d. Informasi yang benar dan tepat kepada publik saat ini sudah jadi suatu kebutuhan dalam upaya membangun reputasi yang baik. Hal ini menuntut pemberian informasi dari pengemban fungsi humas kepada masyarakat untuk mendapatkan saling pengertian dan menghindari kesalahan persepsi di masyarakat 74

81 6. Terciptanya komunikasi yang lebih baik dan lancar, kondisi yang kondusif dan reputasi Polri yang baik, antara lain dicapai melalui: a. Maintaining image dari kemungkinan timbulnya persepsi negatif. b. Membangun persepsi dan opini positif di benak publik tentang Polri, khususnya mengenai kegiatan kelembagaan dan isu-isu strategis lainnya. c. Menjalin hubungan yang harmonis antara Polri dengan media massa yang akan berdampak pada pemberitaan yang positif. d. Membentuk SDM yang profesional dalam bidang komunikasi yang miliki sistem, prosedur, dan aktivitas yang terencana serta terstruktur selama proses giat kelembagaan. e. Membangun hubungan yang baik dengan seluruh stakeholder Polri. 7. Cara menjadi Juru Bicara Yang Efektif. a. Tentukan pesan apa yang akan disampaikan. b. Tidak mengulang pernyataan yang sama. c. Transisi. d. Mengunakan bahasa sehari-hari jangan menggunakan jargon. e. Ketika menjawab pertanyaan berikan kalimat itu akan menjadi lead berita atau cuplikan pernyataan yang akan ditayangkan. f. Jadi orang yang menyenangkan. g. Jika wartawan TV bicara dengan volume secara 1 persen lebih keras dari biasanya. h. Perhatikan nara sumber. Latihan 1. Jelaskan membangun kerja sama dengan pakar di luar Polri (networking)! 2. Jelaskan membangun kemitraan dengan komunitas masyarakat (masyarakat kampus, parpol, ormas, dunia usaha, dan yang lainya)! 3. Jelaskan pentingnya keterbukaan informasi publik bagi Polri! 4. Jelaskan hubungan media massa dengan humas Polri! 75

82 5. Jelaskan peran komunikasi dalam mewujudkan citra positif Polri! 6. Jelaskan cara menjadi juru bicara yang efektif! 7. Jelaskan kriteria berbicara efektif! 8. Jelaskan strategi dalam menghadapi wartawan/media! 76

83 MODUL 05 MANAJEMEN MEDIA 8 JP ( 360 menit) Pengantar Modul ini membahas materi hakikat manajemen media, strategi kehumasan, kepercayaan publik terhadap Polri 3 Tahun terakhir, kondisi kehumasan Polri mendukung tugas Polri melalui media, strategi humas dalam implementasi manajemen media. Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami dan menerapkan manajemen media. Kompetensi Dasar Memahami dan menerapkan manajemen media Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan hakikat manajemen media. 2. Menjelaskan strategi kehumasan. 3. Menjelaskan kepercayaan publik terhadap Polri 3 Tahun terakhir. 4. Menjelaskan kondisi kehumasan Polri mendukung tugas Polri melalui media. 5. Menjelaskan strategi humas dalam implementasi manajemen media. 6. Mempraktikkan membuat siaran pers. 77

84 Materi Pelajaran Pokok bahasan manajemen media. Sub Pokok Bahasan 1. Hakikat manajemen media. 2. Strategi kehumasan. 3. Kepercayaan publik terhadap Polri 3 Tahun terakhir. 4. Kondisi kehumasan Polri mendukung tugas Polri melalui media. 5. Strategi humas dalam implementasi manajemen media. Metode Pembelajaran 1. Metode ceramah. Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang manajemen media. 2. Metode brain storming (curah pendapat) Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi Manajemen Media. 3. Metode tanya jawab Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode penugasan Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan. 5. Metode praktik Metode ini digunakan untuk mempraktikkan membuat siaran pers. 78

85 Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/Media : a. White board. b. LCD. c. Laptop. d. Laser point. e. Koneksi internet. f. Website. g Bahan: a. Alat tulis. b. Kertas flipchard. 3. Sumber belajar : a. Tim MI Publishing, 2016, Kombes Pol Mohammad Iqbal S.I.K, M.H - Bujan Sekadar Juru Bicara, Jakarta, Media Indonesia Publishing. b. ri-sebut-humas-jadi-fungsi-utama-polri. c. ri-sebut-humas-jadi-fungsi-utama-polri. Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit Pendidik melaksanakan apersepsi: a. Pendidik memerintahkan peserta didik melakukan refleksi. b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran. 79

86 2. Tahap inti : 250 menit a. Pendidik menyampaikan materi manajemen media. b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami. c. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik. d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada peserta didik. e. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat siaran pers. f. Peserta didik membuat siaran pers. g. Pendidik membahas hasil praktik siaran pers peserta didik. 3. Tahap akhir : 10 menit a. Cek Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas. Pendidik menggali manfaat yang bisa di ambil dari materi yang disampaikan. d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resume Tagihan/Tugas 1. Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi peran humas dalam membangun kemitraan di masyarakat. 2. Peserta didik mengumpulkan hasil siaran pers. 80

87 Lembar Kegiatan 1. Peserta didik meresume materi peran humas dalam membangun kemitraan di masyarakat. 2. Peserta didik mempraktikan membuat siaran pers. Pelaku Barang bukti Motif SKENARIO 1 : IS dan BG : Luka tusuk di beberapa bagian tubuh korban : Belum diketahui Pasal yang disangkakan : 338 KUHP ancaman kurungan 20 Tahun Waktu kejadian : Rabu, 12 Januari 2018 Upaya kepolisian Lokasi Korban : mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi-saksi : Jalan Bandeng Raya No 10, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kabupaten Bekasi : Satu Keluarga Buatlah Press Release tentang pembunuhan yang menewaskan satu keluarga dengan poin-poin diatas : SKENARIO 2 Briptu Agus Hartono, anggota Bhabinkamtibmas Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara menciptakan alat pengolah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor. Keprihatinan melihat banyaknya sampah plastik menumpuk di lingkungannya menjadi alasan Briptu Agus untuk melakukan hal tersebut. Kapolres Kolaka, AKBP Bambang Satriawan, S.Ik. mengapresiasi apa yang dilakukan Briptu Agus. Harapannya Briptu Agus dapat menjadi contoh bagi anggota lain. Buatlah Headline atau judul berita yang menarik kemudian susunlah menjadi berita dengan diksi-diksi yang dapat menaikkan citra positif kepolisian! 81

88 Bahan Bacaan MANAJEMEN MEDIA 1. Hakikat Manajemen Media. a. Pengertian manajemen media massa. Pengertian manajemen media massa adalah suatu proses pengelolaan media massa secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini strategi Humas Polri dalam melakukan press reletions tidah hanya terbatas pada media konvensional akan tetapi juga melakukan pendekatan dengan media mainstream melalui berbagai program dan kegiatannya dalam mendukung kinerja Polri. b. Konsepsi informasi publik. Informasi publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan Badan Publik lainnya serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. Polri merupakan badan publik. c. Teori pencitraan dan kehumasan. Citra dianggap memiliki kemampuan untuk mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan (Danuparta, 2007), jadi citra akan mempengaruhi perilaku pelanggan dalam hal ini menyangkut minat. Sikap dan tindakan seseorang terhadap suatu obyek sangat ditentukan oleh pencitraan obyek tersebut, pada industri jasa dan business to bussiness, merek atau jasa sering dikaitkan dengan pencitraan suatu perusahaan. (Danuparta, 2007) mengambil suatu kesimpulan bahwa pencitraan merupakan keseluruhan persepsi yang terbentuk dari obyek berdasarkan informasi dan pengalaman masa lalu konsumen. Humas Polri yang dimaksud dalam penulisan ini ialah unit organisasi Polri pada seksi Humas di tingkat Polsek, Subbagian Humas di tingkat Polres, Bidang Humas di Polda dan Divisi Humas Polri di tingkat Mabes. 82

89 2. Strategi Kehumasan. Strategi Divhumas Polri dalam menghadapi tantangan tugas Polri kedepan dilakukan melalui strategi manajemen media antara lain berupa: a. Partnership/pendekatan dengan media massa baik media konvensional dan media mainstream. b. Mengelola media baik konvensional dan mainstream/media sosial. c. Kelola Intelligence Media Management (IMM). d. Mengangkat keberhasilan kinerja personel Polri baik di Satker maupun Satwil kewilayahan. e. Menekan berita-berita Negatif yang merugikan Polri dan Cepat menetralisir berita negatif. f. Kelola Trending Topic pemberitaan media massa. g. Membangun sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi. h. Peningkatan kapasitas SDM kehumasan. i. Membuka ruang komunikasi pada seluruh elemen masyarakat. j. Setiap anggota Polri menjadi agen kehumasan. Strategi Humas Polri ini menjadi strategi yang dijabarkan dalam upaya-upaya yang diperlukan untuk mengelola media massa, sehingga dengan pengelolaan media yang tepat, dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri melalui prinsip Eksploitasi yang positif dan menekan yang negatif (Tell the truth but not all of the truth) sehingga Humas sebagai pengatur proaktif setting dan bukan juru bicara responsif dan jangan didikte oleh isue tapi harus mampu mendikte isue. 3. Kepercayaan Publik Terhadap Polri 3 Tahun Terakhir. Sebagai salah satu aparatur pemerintah yang bertugas di bidang pemeliharaan kamtibmas dan pelayanan publik, Polri selalu bersentuhan dengan kepentingan publik (masyarakat). Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 30 (4) yang berbunyi, Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Serta berdasarkan Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Pasal 13, Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan 83

90 hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kegiatan tindakan bahkan perilaku (baik organisasi maupun individu) akan selalu dilihat dirasakan dan dinilai oleh masyarakat yang pada akhirnya dapat membentuk suatu opini dalam masyarakat (opini publik) terhadap Polri. Berbagai opini baik positif maupun negatif terhadap Polri di tengah masyarakat saat ini tidak terlepas dari peran serta media massa. Pesatnya perkembangan teknologi telah menyebabkan media massa semakin mendapat tempat dalam kehidupan setiap anggota masyarakat. Keberadaan media massa juga semakin cenderung berorientasi kepada pendekatan pasar, sehingga muatan informasi dari media massa cenderung untuk disesuaikan dengan keinginan dan selera khalayak yang dikaitkan dengan sasaran untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh media televisi, acara-acara siaran umumnya diisi dengan film-film/sinetron dengan muatan-muatan yang sesuai dengan selera khalayak, maupun pembuatan mata acara siaran didasarkan kepada program rating tertinggi yang peroleh dari hasil survei. Kondisi saat ini hubungan antara Polri dan media massa hanya sebatas penyampaian beberapa hasil kegiatan Polri kepada media informasi yang dikemas tanpa disertai dengan adanya rencana program khusus yang betul-betul dapat dijadikan strategi dalam upaya meningkatkan citra Polri. Kepercayaan publik cenderung menurun ketika permasalahan yang ditangani Polri menyangkut kelompok penggiat HAM, masyarakat marginal maupun terkait penanganan kelompok radikal. Penanganan Polri tidak cukup dengan symbol legalitas yuridis saja, namun juga harus dilengkapi dengan legitimasi publik yang sangat subjektif sifatnya. 84

91 Data Harian Kompas Berikut Memperlihatkan Potret Polri Dimata Publik s.d Dari data diatas, dapat digambarkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri cenderung meningkat dari tahun ke tahun (2012, 2015, 2016) walau masih dibawah (65%). Pada tahun 2016 persepsi terhadap penegakan hukum (52,7%), pemeliharaan keamanan (59%), melayani masyarakat (61,4%) dan menangani kasus terorisme (65,6%.). Kompas menyelenggarakan jajak pendapat pada bulan Desember 2016 mengenai kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara, dari hasil tersebut mayoritas publik mengapresiasi kinerja Polri sebesar 71,7 %. Hasil Survei Kompas Yang Dipublikasikan Pada Senin (3/7/2017) 85

92 Di tengah berbagai ancaman teror dan persepsi negatif, kinerja dan citra Polri makin diapresiasi publik. Opini publik terhadap kerja polisi saat ini menandakan optimisme meski berbagai kekurangan masih menjadi catatan. Hal itu terlihat dari hasil survei Kompas yang dipublikasikan pada Senin (3/7/2017). Sebanyak 46 persen responden menilai kinerja Polri secara umum lebih baik dari tahun lalu. Selain itu, 32,7 persen menilai kinerja Polri sama baik. Namun, sebanyak 10,5 persen responden masih menilai Polri tetap buruk dan 10,3 persen semakin buruk. Dalam surveinya, Kompas meminta penilaian atas kinerja Polri yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Terkait penanganan kejahatan di sekitar tempat tinggal, sebanyak 56,5 persen responden menilai, Polri kini lebih baik dan 26,8 persen tetap sama baiknya. Lalu, dalam pengurusan SIM dan STNK, sebanyak 62,2 persen responden menganggap kinerja Polri semakin baik dan 23 persen menilai sama baiknya. Adapun dalam pengaturan lalu lintas, 53 persen responden menilai semakin baik dan 29,7 persen sama baiknya. Prestasi apa yang paling menonjol selama 2017? Mayoritas responden sebesar 43,7 persen menilai prestasi Polri paling menonjol dalam hal penangkapan pengedar narkoba. Lalu, 31,6 persen dalam penanganan terorisme. 10,8 penangkapan penebar teror. 7,4 penangkapan koruptor. Hasil Survei Litbang Kompas 2018: Citra Polri Meningkat 86

93 Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri meningkat dari 46,7 persen pada 2014 menjadi 82,9 persen pada Hasil survei tersebut dipaparkan tim Litbang Kompas di hadapan Kapolri di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (3/7/2018). Seperti dikutip Harian Kompas, survei tersebut dilakukan terhadap 800 responden di wilayah hukum Polda Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Metro Jaya, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan dengan metode sampel acak bertingkat dan wawancara tatap muka. Sejumlah pelayanan publik Polri yang disoroti berkaitan dengan pengurusan surat kendaraan bermotor, surat izin mengemudi, surat keterangan catatan kepolisian, dan denda tilang. Sedikitnya 75 persen responden mengaku puas dengan pelayanan tersebut dan lebih dari 80 persen memilih mengurus sendiri karena pelayanan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih memuaskan. Tantangan Polri saat ini adalah masih ada masyarakat yang menganggap berurusan dengan polisi memakan waktu dan berbelit-belit sebanyak 53,8 persen pada 2018, meski sudah turun drastis dari 72,04 persen (2008). Sebanyak 53,6 persen (2018) masyarakat masih beranggapan harus mengeluarkan uang saat berurusan dengan polisi walau lebih rendah dari 66,23 persen (2008). Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dalam melindungi masyarakat dan menjamin rasa aman mencapai 88,7 persen. Masih sedikit di bawah TNI yang memperoleh 91,3 persen. Penanganan kasus terorisme menjadi salah satu tolok ukur masyarakat dalam hal ini. Secara keseluruhan, mayoritas responden puas terhadap layanan polisi. 87

94 4. Kondisi Kehumasan Polri Mendukung Tugas Polri Melalui Media. Seiring dengan perkembangan yang terjadi pada masyarakat, maka Polri mulai memandang dan menerapkan bahwa peran dan fungsi humas tidak hanya sebagai sekedar corong atau jalur media komunikasi para pimpinan lembaga, instansi atau pemerintah saja. Divhumas sekarang ini mulai diberikan porsi untuk mempunyai peran dan fungsi sebagai bagian yang dapat melakukan kegiatan-kegiatan baik yang ditujukan ke dalam (internal public relations) dan ataupun kegiatan-kegiatan yang ditujukan ke luar (external public relations). Divhumas mulai diberikan tempat khusus untuk dapat memberikan masukan atau saran-saran yang diperlukan oleh pimpinan dalam menghadapi permasalahan yang terjadi. Selanjutnya, kegiatan-kegiatan humas sangat diharapkan untuk dapat menjadi indera penglihatan dan pendengaran atau sebagai mata dan telinga bagi organisasi atau instansi yang bersangkutan. Oleh karenanya, Humas kemudian berkembang ruang lingkup tugasnya, yang antara lain meliputi : a. Membina hubungan ke dalam (public internal), yaitu publik yang menjadi bagian dari unit/ badan/ organisasi itu sendiri, sehingga diharapkan mampu untuk mengidentifikasi atau mengenal hal-hal yang menimbulkan gambaran negatif di dalam organisasinya sendiri atau masyarakat internalnya, sebelum kebijaksanaan itu dijalankan oleh organisasi. b. Membina hubungan ke luar (public external), yaitu publik umum (masyarakat) mengusahakan tumbuhnya sikap dan gambaran yang positif publik terhadap lembaga yang diwakilinya. Sesuai struktur organisasi di Polri, sebagaimana yang selama ini terus dilakukan, tetap dituntut dan selalu berupaya untuk dapat terus menerus melakukan berbagai kegiatan yang mengacu kepada kepuasan publik penggunanya (end-user) nya, baik untuk publik internal Polri, maupun publik eksternal (media dan masyarakat umum), serta dalam upaya menjalin hubungan baik dengan sesama instansi pemerintah yang lain. Polri telah merubah struktur organisasinya dengan menempatkan fungsi humas mulai ditingkat Pusat (Divisi Humas Mabes Polri), Polda (Bidang Humas), Polres (Subbag Humas) hingga Polsek (Seksi Humas). Berbagai kegiatan telah dimunculkan oleh Humas Polri, yang antara lain adalah kegiatan untuk menyiapkan bahan informasi bagi semua publik yang dilayaninya, serta kegiatankegiatan lainnya yang sifatnya memberikan bahan penerangan 88

95 dan publikasi kepada masyarakat tentang kebijakan dan pelaksanaan kegiatan departemen. Sedangkan beberapa layanan yang diberikan diantaranya adalah layanan konferensi pers, doorstop, dan kliping media, menghadiri diskusi publik, menghadiri undangan dan menyelenggarakan Diskusi Publik. Berikut data hasil kegiatan Divisi Humas Polri selama tahun 2017 dan 2018, sebagai berikut: Kegiatan Divisi Humas Polri yang ditampilkan data diatas menyajikan kinerja yang cukup baik, kegiatan Divisi Humas Polri (diatas 80%) sudah dapat mengangkat peningkatan kepercayaan publik secara signifikan, namun ada beberapa kegiatan yang belum secara penuh mengangkat kepercayaan publik. 5. Strategi Humas dalam Implementasi Manajemen Media Peranan media massa yang sedemikian besar dalam membangun opini publik saat ini sangatlah mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kinerja dan perilaku Polri. Opini masyarakat bisa positif, negatif atau netral, sangat tergantung pada pembentukan opini oleh media tersebut. Peran media modern tersebut, diperjelas dalam International Journal of Hybrid Information Technology, yang menyatakan : Internet public opinion reflects the trend of public opinion in all sectors of society directly. It can affect the harmony and stability of society. Therefore reducing the incidence of adverse events and improving the ability to deal with Internet public opinion have become an important issue that the government needs to solve. Based on the existing literature,the paper firstly analyzes the propagation rule of Internet public opinion and its features. Then it uses the system dynamics to have an analysis of the influencing factors of ecological dissemination system about internet public opinion. Opini publik melalui media modern telah mencerminkan trend opini publik di semua lapisan masyarakat, dimana hal tersebut dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak 89

96 langsung terhadap kondisi keharmonisan dan stabilitas masyarakat yang ada. Dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang demikian pesat, dimana layanan untuk publikpun tersedia berbagai media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Whatsapp, dan sebagainya maka informasi yang beredarpun demikian cepat. Indonesia diketahui, merupakan salah satu negara dimana pengguna media sosialnya demikian tinggi jumlahnya. Konsekwensinya ialah berita-berita yang populer apalagi berita negatif terhadap sebuah lembaga besar akan cepat beredar dan menyebar. Sejauh ini strategi dan manajemen kehumasan Polri dalam membangun citranya sebagai aparat penegak hukum belum begitu berjalan sebagaimana mestinya, karena masih banyak faktor-faktor penghalang yang menghambat fungsi dan tugas humas kepolisian dalam membangun citra tersebut. Didalam membangun opini publik yang positif guna meningkatkan kepercayaan publik Polri, sangat diperlukan dukungan dan kerja sama internal Polri besama media massa. Oleh karena itu, diharapkan Humas Polri dapat mengelola media dengan baik. Pengelolaan media atau manajemen media sebagai suatu kegiatan, membutuhkan fungsi manajemen untuk mengerahkan dan menggerakan pemberdayaan organisasi dan sumber daya lainnya dalam pencapaian tujuan. Berikut dijelaskan fungsi manajerial dalam manajemen media sebagai berikut: a. Aspek Perencanaan 1) Merencanakan kegiatan Jumpa Press secara berkala (harian, mingguan dan bulanan). 2) Merencanakan pelatihan dan kursus kilat tentang pengelolaan sosial media, pengelolaan trending topik dan penggunaan intelijen media monitoring. 3) Merencanakan pengembangan sarana dan prasarana berbasis teknologi bagi Humas Polri. 4) Merencanakan secara berkala dan rutin kegiatan membuka ruang komunikasi dengan seluruh masyarakat, baik melalui Focus Group Discassion (FGD), dialog Polri maupun dengan menghadiri kegiatan diskusi publik. 5) Merencanakan Pertemuan dengan para nitizen, blogger, pemilik akun yang mengatasnamakan Polri. 6) Merencanakan Goes to Campus sebagai sarana komunikasi interaktif. 90

97 b. Aspek Pengorganisasian 1) Membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengakselerasi tugas, yang di isi oleh personel antar unit kerja. 2) Menyusun pertelaan tugas untuk pembagian tugas, siapa berbuat apa dan siapa melakukan apa serta siapa bertanggungjawab pada siapa. 3) Menyusun hubungan tata cara kerja untuk mengoptimalisasi input dan support data ke Humas Polri. 4) Terbentuknya tim analisa dan evaluasi yang melakukan monitoring terhadap kinerja satuan tugas (Satgas) manajemen media. c. Aspek Pelaksanaan 1) Terhadap kegiatan pendekatan pada media mainstream, dilaksanakan: a) Pendekatan kepada pemilik dan tim manajemen media mainstream (pimpinan dan pemimpin redaksi, redaksi, koordinasi liputan dan wartawan) milik media massa nasional maupun daerah. b) Arah pemilikan/agenda bahan informasi apa yang akan disampaikan dalam waktu 1x24 jam kedepan. Dinamika bahan informasi tersebut untuk mengimbangi agenda setting yang telah dipersiapkan media. c) Pertemuan secara periodik dan berkesinambungan yang melibatkan para pejabat utama di tingkat Mabes Polri maupun di wilayah hukum Polda, sebagai bentuk komunikasi 2 (dua) arah. 2) Terhadap kegiatan pengelolaan media sosial, dengan melaksanakan : a) Pemenuhan jumlah ideal dan rasional personel pengelola media sosial serta pelatihan untuk peningkatan kemampuan dan keterampilan. b) Struktur organisasi yang secara khusus mengelola media sosial. c) Kebutuhan standar dan ideal serta dukungan sarana dan prasarana untuk dapat mengelola media sosial. d) Melakukan Patroli di Media Sosial/Social Media. 91

98 3) Terhadap kegiatan penggunaan intelijen media, dengan melaksanakan: a) Penyediaan sarana dan prasarana intelijen media monitoring (IMM) pada TA 2018, sehingga fungsi IMM dapat dimanfaatkan oleh semua satuan kerja/ kewilayahan. b) Sistem dan metode penyampaian informasi dari satuan kerja/ mensupport data/ informasi ke Humas Polri. c) Monitoring trending topic di media sosial dan media online serta media mainstream. 4) Terhadap kegiatan mengangkat keberhasilan tugas, dengan merencanakan : a) Pelatihan kemampuan dan keterampilan dalam mengelola pemberitaan keberhasilan. b) Penyediaan teknologi informasi untuk mendistribusikan informasi secara massif dan massal. c) Meingikutsertakan media massa (mainstream dan media online) untuk meliput keberhasilan baik di Satuan Kerja tingkat Mabes dan Satuan Kewilayahan (Polda dan jajarannya). 5) Tugas kegiatan menekan berita negatif dilaksanakan : a) Pelatihan/keterampilan personel untuk mengendalikan berita negatif, misalnya mendesiminasi berita positif atau dengan menyatakan kepribadian/penyesalan terhadap peristiwa negatif yang terjadi. b) Melakukan kontra opini dengan membuat penjelasan terkait fakta yang terjadi dan melakukan koreksi bagi media yang tidak mengkonfirmasi. Gunakan hak jawab dan hak koreksi untuk menunjukan kemampuan/ pengetahuan Humas Polri tentang kode etik jurnalistik. c) membuat dan mengisi Media Internal seperti Facebook, Youtube, Instagram, dengan beritaberita positif Polri dengan mengedepankan seluruh Humas yang ada di Satker dan Satwil. d) Mengisi Berita Positif melalui pengelolaan Website Polri. 92

99 6) Terhadap kegiatan yang harus direspon cepat dan segera menetralisir sentiment negative, dilaksanakan : a) Memberdayakan personel Humas Polri untuk memonitor informasi negatif, yang tersebar. Hasil monitor, diserahkan kepada tim anev yang sudah di bentuk (satuan tugas peningkatan kapasitas) untuk penyampaian kontra opini dan menetralisir sentiment negatif. b) Mendesiminasi informasi dan dokumentasi fakta yang terjadi. Dalam hal sentiment negatif diakibatkan perilaku/ penyalahgunaan wewenang personel Polri, maka jelaskanlangkah tindakan Polri untuk menangani masalah tersebut. Jangan biarkan ssentimen negatif tanpa ada penjelasan dari Polri. 7) Terhadap pengelolaan trending topik, dilaksanakan : a) Monitoring berita di media sosial dan media mainstream. b) Terkait berita positif agar dipertahakan dalam 1-2 hari kedepan melalui pendesiminasian informasi secara rutin. c) Terkait berita negatif, desiminasi berita positif untuk menurunkan peringkat topik yang jadi trend. d. Aspek Pengawasan dan Pengadilan 1) Sudah tersedianya unit wasdal di Humas Polri yang berperan mengevaluasi kinerja Humas Polri. 2) Adanya laporan harian dan mingguan serta laporan insidentil lainnya. 3) Terselenggaranya asistensi dan supervisi dari satuan atas. 4) Terpenuhinya target/sasaran pencapaian tujuan manajemen media. 5) Penerapan punishment dan reward sehingga dapat memotivasi personel dalam pelaksanaan tugas. Berdasarkan pada prinsip-prinsip management trategis di atas upaya-upaya yang dilaksanakan Humas Baik di Pusat dan Kewilayahan terkait dengan strategi Humas Polri guna mendukung program prioritas Kapolri melalui manajemen media dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik. Upaya yang dilakukan dalam mengelola media dengan strategi Humas Polri. Strategi yang dikedepankan ialah sebagai berikut: 93

100 a. Partnership dengan Media Massa Pendekatan terhadap media mainstream dan media sosial, dilakukan dengan upaya sebagai berikut: a. Meningkatkan kerja sama dengan stasiun televisi dan radio swasta maupun pemerintah untuk membuat program kemitraan. b. Meningkatkan kerja sama dengan media cetak, media televisi, media online dan pemegang otoritas media sosial melalui penyediaan sarana kontak dan agenda pertemuan rutin /insidentil. c. Membina hubungan baik antar individu dengan media massa konvensional guna secara awal/dini mengetahui keluhan publik. d. Membuat sistem database dan big data terkait dengan informasi-informasi publik yang populer di media online maupun media sosial dan yang mendapatkan perhatian yang sangat besar dari masyarakat. e. Melaksanakan pertemuan dengan para nitizen, blogger, seleb, folower, hacker dan mesosialisasikan kinerja Polri. f. Melaksanakan visit media. g. Melaksanakan press gathering. h. Melaksanakan luchelon bersama pimpinan media dan awak media secara rutin. i. Press tour bersama media massa untuk mengangkat keberhasilan kinerja Polri baik di satker pusat dan satwil. b. Membangun sarana dan prasarana berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Mengelola media sosial dan mengelola trending topik serta penggunaan intelijen media dilakukan dengan upaya sebagai berikut : 1) Membangun sarana dan prasarana TIK serta sistem dan metode penanganan informasi publik yang memadai. 2) Memfasilitasi secara lengkap segala kebutuhan Humas Polri dengan sarana dan prasarana yang memadai seperti ruang informasi public yang representatif, video conference maupun ruang rapat. 3) Menyiapkan sarana pengaduan di media sosial dan menyiapkan personel terlatih untuk merespon pengaduan. 94

101 4) Membangun gedung humas yang representatif dan menjadi satu dan dilengkapi dengan Balai Wartawan. 5) Pengajuan program kebutuhan sarana dan prasarana teknologi informasi komunikasi (TIK) yang diperlukan guna meningkatkan pelayanan informasi dan komunikasi kepada publik terkait kegiatan Polri. 6) Mengintegrasikan sistem Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) sampai dengan unit pelayanan terdepan guna mempercepat analisa dan distribusi pemberian informasi publik. 7) Membangun studio TV guna memudahkan Media Massa dalam melakukan diseminasi Informasi. 8) Pemanfaatan Mobile liputan dalam mempercepat diseminasi informasi kinerja Polri. c. Meningkatkan kapasitas SDM kehumasan. 1) Menambah kuantitas personel unit di kehumasan Polri dengan kualifikasi tertentu dan melalui tahapan seleksi. 2) Meningkatkan kualitas SDM yang bertugas sebagai pejabat pengelola informasi dan dokumentasi di lingkungan Mabes Polri maupun Polda dan jajaran melalui pelatihan. 3) Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepada personel terkait dengan pemanfaatan media modern untuk mendiseminasi informasi kinerja Polri guna memberi kesan opini positif Polri melalui pelaksanaan pendidikan kejuruan. 4) Mereposisi struktur organisasi pada bagian pelayanan informasi dan dokumentasi pindah ke bawah Kadiv Humas Polri, sehingga Kadiv Humas dapat memonitor langsung kinerja bagian pelayanan informasi. 5) Sosialisasi kepada anggota tentang undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers dan undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) agar anggota mengerti bagaimana tugas, hak, kewajiban dan peran Pers serta apa saja informasi yang harus dibuka kepada publik dan apa saja yang dapat dirahasiakan. 6) Kemitraan atau kerja sama dengan menggandeng K/L maupun Non K/L seperti DS ATA, JICA, ICITAP untuk memberikan program Latihan Peningkatan Kemampuan bidang Kehumasan di tingkat Pusat dan Kewilayahan. 95

102 d. Membuka ruang komunikasi pada seluruh elemen masyarakat dengan cara: 1) Menyelenggarakan Diskusi publik mulai dari tingkat Mabes, Polda, Polres dan Polsek. 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin mediasosial dengan membuat blog, facebook, twitter, path, instagram, Youtube untuk membuat opini public yang positif terhadap berbagai kegiatan Polri baik yang dilakukan melaui akun pribadi Polri maupun akun satuan kerja. 3) Membentuk desk kehumasan untuk memonitoring, menganalisis, mengcounter dan mendesiminasi informasi sebagai imbangan informasi yang keliru/tidak benar. 4) Pembuatan Iklan layanan Polri kepada masyarakat yang dapat diperoleh dengan mudah, cepat dan murah. 5) Pembuatan sinetron singkat/film Layar Lebar, FTV, Film Lepas/laga terkait keberhasilan pelaksanaan tugas Polri. 6) Melakukan edukasi kepada masyarakat media sosial terkait tugas-tugas Polri dan terkait peraturan hukum serta penjelasan praktis. e. Menjadikan setiap anggota Polri guna memerankan agen kehumasan. Merespon cepat dan segera menetralisir sentimen negatif dilakukan dengan upaya sebagai berikut: 1) Meningkatkan komitmen kepemimpinan Polri untuk konsisten dalam pelaksanaan reformasi kultur Polri di setiap kesatuannya guna membentuk mindset dan culturset Polri dalam rangka meningkatkan pencitraan Polri. 2) Memberikan kesempatan kepada seluruh personel Polri untuk berbicara dengan media massa sebagai wujud akuntabilitas masing-masing personel Polri, dengan tetap memperhatikan pedoman berbicara di media massa. 3) Mendorong personel Polri untuk menulis artikel ilmiah atau pengalaman tugas di media cetak. 4) Melakukan counter informasi melalui media sosial terhadap informasi-informasi yang mendiskreditkan Polri secara cepat dan tepat dengan cara memberi penjelasan yang informatif melalui akun pribadinya. 96

103 5) Memelihara komunikasi yang telah terjalin antara pengguna media sosial dengan personel Polri secara intens dan bersahabat. 6) Melakukan upaya pertolongan terhadap masyarakat, memberikan pelayanan simpatik dan tidak melakukan perbuatan tercela di ruang publik. f. Pemolisian Media Sosial (Social Media Policing) Upaya penyelenggaran kegiatan kepolisian yang bersifat interaktif dalam berhubungan dengan masyarakat yang berbasiskan teknologi, diantaranya : 1) Diseminasi informasi digital melalui media sosial. 2) Penguatan Cyber Troops guna melakukan pemantauan informasi atau pemberitaan pada dunia maya melalui media online dan media Sosial. 3) Membuat ruang pengaduan masyarakat dan cepat merespon setiap pengaduan melalui media sosial seperti facebook, twitter, dimana masyarakat dapat melakukan pengaduan dan saran kepada Polri. 4) Membuat akun media sosial (facebook, twitter, path, Instagram, youtube) dengan akun satuan Polsek/ Polres/ Polda. 5) Mempublikasikan berbagai informasi terkait keberhasilan Polri yang dapat meningkatkan citra Polri melalui berbagai media sosial secara tepat waktu, tepat sasaran dan tepat. 6) Manfaatkan seluruh personel Polri yang mencapai personel Polri di seluruh Indonesia, bisa mendiseminasi informasi. Dengan jumlah Polri yang besar tersebut, personel Polri bisa menjadi news maker dan keterlambatan news counter bisa teratasi. Keterlibatan keluarga besar Polri (istri/suami anggota Polri serta putra/putrinya) melalui akun pribadinya, akan menambah kekuatan Polri di dunia maya. Dengan demikian, jika seluruh personel Polri bersikap membukadiri dan mampu mengekplorasi kinerja yang positif, maka pendapat publik terhadap Polri akan positif. Kepemilikan akun media sosial oleh seluruh personel Polri pada gilirannya membuat personel Polri bisa menjadi agen-agen kehumasan. 97

104 Rangkuman 1. Pengertian manajemen media massa adalah suatu proses pengelolaan media massa secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan berbagai sumber daya untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini strategi Humas Polri dalam melakukan press reletions tidah hanya terbatas pada media konvensional akan tetapi juga melakukan pendekatan dengan media mainstream melalui berbagai program dan kegiatannya dalam mendukung kinerja Polri 2. Strategi Divhumas Polri dalam menghadapi tantangan tugas Polri kedepan dilakukan melalui strategi Manajemen Media antara lain berupa: a. Partnership/pendekatan dengan media massa baik media konvensional dan media mainstream. b. Mengelola Media baik Konvensional dan Mainstream/media sosial. c. Kelola Intelligence Media Management (IMM). d. Mengangkat Keberhasilan Kinerja Personel Polri baik di Satker maupun Satwil Kewilayahan. e. Menekan berita-berita Negatif yang merugikan Polri dan Cepat menetralisir berita negatif. 3. Berdasarkan hasil survei terbaru Litbang Kompas, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri meningkat dari 46,7 persen pada 2014 menjadi 82,9 persen pada Hasil survei tersebut dipaparkan tim Litbang Kompas di hadapan Kapolri di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (3/7/2018). Seperti dikutip Harian Kompas, survei tersebut dilakukan terhadap 800 responden di wilayah hukum Polda Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Metro Jaya, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan dengan metode sampel acak bertingkat dan wawancara tatap muka. Sejumlah pelayanan publik Polri yang disoroti berkaitan dengan pengurusan surat kendaraan bermotor, surat izin mengemudi, surat keterangan catatan kepolisian, dan denda tilang. Sedikitnya 75 persen responden mengaku puas dengan pelayanan tersebut dan lebih dari 80 persen memilih mengurus sendiri karena pelayanan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih memuaskan. Tantangan Polri saat ini adalah masih ada masyarakat yang menganggap berurusan dengan polisi memakan waktu dan berbelit-belit sebanyak 53,8 persen pada 2018, meski sudah turun drastis dari 72,04 persen (2008). Sebanyak 53,6 persen (2018) masyarakat masih beranggapan harus mengeluarkan uang saat berurusan dengan polisi walau lebih rendah dari 66,23 persen (2008). Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian dalam melindungi 98

105 masyarakat dan menjamin rasa aman mencapai 88,7 persen. Masih sedikit di bawah TNI yang memperoleh 91,3 persen. Penanganan kasus terorisme menjadi salah satu tolok ukur masyarakat dalam hal ini. Secara keseluruhan, mayoritas responden puas terhadap layanan polisi 4. Pendekatan terhadap media mainstream dan media sosial, dilakukan dengan upaya sebagai berikut : a. Meningkatkan kerja sama dengan stasiun Televisi dan Radio swasta maupun pemerintah untuk membuat program kemitraan. b. Meningkatkan kerja sama dengan media cetak, media televisi, media online dan pemegang otoritas media sosial melalui penyediaan sarana kontak dan agenda pertemuan rutin /insidentil. c. Membina hubungan baik antar individu dengan media massa konvensional guna secara awal/dini mengetahui keluhan publik. d. Membuat sistem database dan big data terkait dengan informasi-informasi publik yang populer di media online maupun media sosial dan yang mendapatkan perhatian yang sangat besar dari masyarakat. Latihan 1. Jelaskan hakikat manajemen media 2. Jelaskan strategi kehumasan 3. Jelaskan kepercayaan publik terhadap Polri 3 Tahun terakhir 4. Jelaskan kondisi kehumasan polri mendukung tugas Polri melalui media 5. Jelaskan strategi Humas dalam implementasi manajemen media 99

106 MODUL 06 TEKNOLOGI INFORMASI 10 JP ( 450 menit) Pengantar Modul ini membahas materi dasar-dasar program Microsoft (Ms.) Word, Ms. Excel, Ms. Power Point dan Internet. Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik memahami dan menerapkan teknologi informasi. Kompetensi Dasar Memahami dan menerapkan teknologi informasi. Indikator Hasil Belajar 1. Menjelaskan dasar-dasar program Ms. Word. 2. Mempraktikkan cara mengoperasionalkan program Ms. Word. 3. Menjelaskan dasar-dasar program Ms. Excel. 4. Mempraktikkan cara mengoperasionalkan program Ms. Excel. 5. Menjelaskan dasar-dasar program Ms. Power Point. 6. Mempraktikkan cara mengoperasionalkan Ms. Power Point. 7. Menjelaskan internet. 8. Mempraktikkan cara mengoperasionalkan internet. Materi Pelajaran Pokok bahasan Teknologi informasi. Sub Pokok Bahasan: 1. Dasar-dasar program Ms. Word. 2. Dasar-dasar program Ms. Excel. 100

107 3. Dasar-dasar program Ms. Power Point. 4. Internet. Metode Pembelajaran 1. Metode ceramah. Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang teknologi informasi. 2. Metode brain storming (curah pendapat) Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi teknologi informasi. 3. Metode tanya jawab Metode ini digunakan untuk tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan. 4. Metode penugasan Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan. 5. Metode praktik Metode ini digunakan untuk mempraktikkan cara mengoperasionalkan Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point, dan Internet. Alat/media, bahan, dan Sumber belajar 1. Alat/Media : a. White board. b. LCD. c. Laptop. d. Laser point. e. koneksi internet. f Bahan: a. Alat tulis. b. Kertas flipchard. 101

108 3. Sumber belajar : a. Buku Ms. Office Word. b. Buku Ms. Office Excel. c. Buku Ms. Office Power Point. d. Buku pedoman internet. Kegiatan Pembelajaran 1. Tahap awal : 10 menit Pendidik melaksanakan apersepsi: a. Pendidik memerintahkan peserta didik melakukan refleksi. b. Pendidik mengaitkan materi yang sudah disampaikan dengan materi yang akan disampaikan. c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran. 2. Tahap inti : 410 menit a. Pendidik menyampaikan materi teknologi informasi. b. Peserta didik memperhatikan, mencatat hal-hal yang penting, bertanya jika ada materi yang belum dimengerti/dipahami. c. Peserta didik melaksanakan curah pendapat tentang materi yang disampaikan oleh pendidik. d. Pendidik menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan kepada peserta didik. e. Pendidik menugaskan peserta didik untuk mempraktikkan cara mengoperasionalkan Ms. Word, Ms excel, Ms power point dan internet. f. Peserta didik mempraktikkan cara mengoperasionalkan Ms. Word, Ms excel, Ms power point dan internet.. g. Pendidik membahas hasil praktik. 3. Tahap akhir : 10 menit a. Cek Penguatan materi. Pendidik memberikan ulasan dan penguatan materi secara umum. 102

109 b. Cek penguasaan materi. Pendidik mengecek penguasaan materi dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik. c. Keterkaitan mata pelajaran dengan pelaksanaan tugas. Pendidik menggali manfaat yang bisa diambil dari materi yang disampaikan. d. Pendidik menugaskan peserta didik untuk membuat resume 4. Tes Sumatif Tagihan/Tugas 1. Peserta didik mengumpulkan hasil resume materi teknologi informasi. 2. Peserta didik mengumpulkan hasil praktik cara mengoperasionalkan Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point dan Internet. Lembar Kegiatan 1. Peserta didik meresume materi teknologi informasi. 2. Peserta didik mempraktikkan cara mengoperasionalkan Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point dan Internet. 103

110 Bahan Bacaan TEKNOLOGI INFORMASI 1. Dasar-Dasar Program Ms Word. a. Fungsi Ms. Word. Microsoft Word (Ms. Word) merupakan program untuk mengolah kata, program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. Selain menulis dokumen, Ms. Word juga dapat digunakan untuk bekerja dengan tabel, menulis teks dengan kreasi, menyisipkan gambar, maupun yang lainnya. b. Tampilan Ms. Word. Secara default tampilan area kerja program Ms. Word 2007 terdiri atas Title Bar, Office Button, Quick Access Toolbar, Menu Bar, Ribbon, Ruler, Status Bar, dan View Toolbar. Tampilan area kerja dapat dilihat pada Gambar

111 Title Bar berisi nama File yang sedang dikerjakan, serta tombol menampilkan, atau menyembunyikan jendela program, dan menutup program, yaitu tombol Minimize, Maximize/Restore, dan Close. Office Button berisi perintah-perintah yang berkaitan dengan dokumen seperti membuat dokumen baru (New), membuka dokumen (Open), menyimpan dokumen (Save), mencetak dokumen (Print), dan sebagainya (Gambar 2). Quick Access Toolbar berisi tombol-tombol yang berfungsi sebagai alternatif penggunaan perintah yang sering digunakan. Sebagai contoh, tool Open merupakan shortcut dari Office Button>Open, atau tool Save merupakan shortcut dari Office Button>Save. Menu Bar berisi serangkaian perintah yang didalamnya terdapat sub-sub perintah sesuai katagorinya. Sebagai contoh, pada menu Home terdapat submenu Clipboard, Font, Paragraph, Styles, dan Editing yang didalamnya berisi perintah-perintah sesuai katagorinya. Ribbon berisi perintah-perintah khusus yang merupakan submenu dari Menu Bar. Ruler merupakan kotak pengukuran yang diletakkan secara horizontal, yaitu di atas dokumen, dan secara vertikal, yaitu di sebelah kiri dokumen. Ruler berfungsi untuk mempermudah melakukan pengaturan letak halaman. 105

112 Status Bar adalah baris horizontal yang menampilkan informasi jendela dokumen yang sedang ditampilkan, antara lain (Gambar 3): 1) Page: menampilkan informasi halaman (Gambar 3.1). 2) Words: Menampilkan jumlah halaman, kata, huruf (tanpa spasi), huruf (dengan spasi), paragraf, dan baris (Gambar 3.2). 106

113 3) View Toolbar berisi pengaturan jenis tampilan dokumen, antara lain: a) Print Layout: memberikan tampilan sesuai hasil yang akan diterima pada saat dicetak (default). b) Full Screen Reading: memberikan tampilan halaman penuh. c) Web Layout: memberikan tampilan sesuai hasil yang ditampilkan di dalam jendela browser. d) Outline: memberikan tampilan sesuai heading di dalam dokumen dan tingkatan di dalam struktur dokumen. e) Draft: memberikan tampilan yang berkelanjutan (menggabungkan seluruh halaman seperti dalam satu gulungan). Tiap halaman dipisahkan oleh garis titik-titik. c. Membuat, menyimpan, menutup, dan membuka dokumen Untuk membuat dokumen baru, dapat dilakukan dengan cara berikut: 1) Klik Office Button>New sehingga muncul jendela baru yang menampilkan bagian New Document. 2) Setelah itu pilihlah Blank Document untuk membuat dokumen. (Dapat juga memilih salah satu dokumen template untuk membuat dokumen baru berdasarkan template yang telah disediakan.) Di dalam Quick Access Toolbar juga terdapat tombol New (Gambar 4) yang berfungsi untuk membuat dokumen baru tanpa melalui jendela baru. Sebelum memulai dokumen, sebaiknya atur properti terlebih dahulu. Pengaturan properti mempengaruhi hasil cetakan. Pengaturan properti dapat dilakukan dengan mengklik menu Page Layout. Kemudian pada ribbon Page Setup, klik ikon kecil pada pojok kanan bawah (Gambar 107

114 5.1.) sehingga muncul kotak dialog Page Setup (Gambar 5.2). Kotak dialog ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Margins, Paper, dan Layout. 1) Margins: untuk menentukan batas atas (Top), kiri (Left), kanan (Right), dan bawah (Bottom) dokumen, dan ada juga orientasi kertas. Gambar 6 menunjukan margin halaman. 2) Paper Size: untuk menentukan ukuran kertas yang akan digunakan dengan memilih opsinya pada menu drop-down. Jika menginginkan ukuran kertas sendiri, dapat diisi nilainya secara langsung pada kotak Width dan Height. Untuk menyimpan dokumen baru, secara default nama dokumen yang dibuat akan berurutan, yaitu Document 1, Document 2, Document 3, dan seterusnya. Cara untuk menyimpan dokumen adalah sebagai berikut: 108

115 1) Klik Office Button>Save atau Office Button>Save As sehingga muncul kotak dialog Save As (Gambar 8). 2) Di dalam kotak dialog tersebut, lakukan pengaturan sebagai berikut: a) Save in: tentukan lokasi folder tempat dokumen akan disimpan. b) File name: ketikkan nama untuk identifikasi dokumen. c) Save as type: type dokumen, gunakan default yang diberikan, yaitu Word Document. d) Klik tab Save untuk menyimpan dokumen tersebut. Untuk menyimpan dokumen lama yang telah diedit, klik Office Button>Save. Apabila dokumen tersebut hendak disimpan dengan nama yang berbeda, klik Office Button>Save As sehingga caranya sama seperti menyimpan dokumen baru. Apabila dalam menyimpan dokumen, nama yang digunakan sama dengan nama yang sudah ada di dalam folder, maka kotak konfirmasi seperti pada Gambar 9 akan muncul. 109

116 1) Replace exiting File: menimpa File yang sudah ada dengan dokuman baru. 2) Save change with a different name: menyimpan dokumen baru denga nama lain. 3) Merge into exiting File: menggabungkan perubahan yang dilakukan kedalam File yang sudah ada. Setelah selesai mengedit dokumen dan memastikan sudah menyimpannya, ada beberapa cara untuk menutup dokumen, yaitu: 1) Klik Office Button>Close. 2) Klik tombol Close Window yang terdapat dalam Title Bar. Dokumen yang telah disimpan dapat dibuka dengan salah satu cara berikut: 3) Klik Office Button>Open. 4) Klik tombol Open yang terdapat di dalam Quick Access Toolbar. Sehingga muncul kotak dialog Open (Gambar 10), kemudian pilih File dokumen yang hendak dibuka. 110

117 d. Menuliskan dan Memformat Teks dan Paragraf Pengetikan teks dimulai dari titik sisip (titik iterasi). Titik sisip dapat dilihat dari garis hitam yang berkedip di dalam halaman dokumen. Dalam mengetikkan teks, penekanan tombol Enter pada keyboard akan membuat paragraf baru. Untuk membuat hasil yang maksimal, maka diperlukan pemformatan karakter, seperti menentukan jenis huruf, tipe huruf, ukuran huruf, dan lainnya. Pemformatan karakter dapat diterapkan sebelum ataupun sesudah pengetikan. Klik menu Home, kemudian pada ribbon Font klik ikon di pojok kanan bawah (Gambar 11.1) untuk melakukan pemformatan sehingga muncul kotak dialog Font seperti pada Gambar ) Font: untuk menentukan jenis huruf yang digunakan. 2) Font Style: menentukan tipe huruf, yaitu Regular (biasa), Italic (miring), Bold (tebal), dan Bold Italic (tebal dan miring). 3) Size: menentukan ukuran huruf. 4) Font Color: menentukan warna huruf. 5) Effects: untuk membuat efek-efek yang akan diterapkan pada teks. 6) Preview: menampilkan contoh hasil pengaturan format teks. Tabel di bawah ini memperlihatkan contoh-contoh hasil pemformatan teks dan penggunaan efek di dalam teks. 111

118 Selain pemformatan huruf, juga ada pengaturan paragraf. Perataan paragraf ada empat macam, yaitu rata kiri (Align Left), rata tengah (Center), rata kanan (Align Right), dan rata kiri kanan (Justified). Contoh penggunaan perataan paragraf: 1) Rata kiri (Align Left): Microsoft Word (Ms Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. 2) Rata tengah (Center): Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. 3) Rata kanan (Align Right): Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. 4) Rata kiri kanan (justified): Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. Pengaturan spasi baris adalah pengaturan jarak antarbaris 112

119 di dalam paragraf. Pengaturan ini dapat dilakukan dengan tombol Line Spacing. Contoh penggunaan Line Spacing. 1) Pengaturan spasi baris dengan nilai Single Microsoft Word (Ms Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. 2) Pengaturan spasi baris dengan nilai Double Microsoft Word (MS Word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. Menyisipkan tabulasi juga sering digunakan dalam membuat dokumen. Contoh penggunaannya dapat dilihat pada Gambar 12. Cara paling mudah dalam menggunakan tabulasi adalah dengan memposisikan pointer pada Ruler kemudian klik pointer sehingga muncul simbol tabulasi. Untuk menghapus tabulasi, seret simbol tabulasi keluar Ruler. Ada lima alignment yang dapat dipilih, yaitu Left, CEnter, Right, Decimal dan Bar. e. Mengedit Text Mengedit text meliputi menghapus, memilih, menggandakan, dan lain sebagainya. 1) Memilih karakter, kata, baris, dan paragraph Karakter yang terpilih akan ditandai dengan kotak hitam yang menutupinya dan warna karakter akan berubah terang. Untuk memilih karakter yang berurutan, posisikan pointer di belakang karakter pertama, tekan mouse, kemudian seret ke arah karakter-karakter yang dipilih. Untuk kata-kata yang tidak berurutan, tekan tombol Control pada keyboard sebelum berpindah ke kata yang berikutnya. 113

120 Untuk memilih satu paragraf, posisikan pointer di atas sembarang teks di dalam paragraf, kemudian klik tiga kali maka seluruh paragraf akan terpilih. Dan untuk memilih seluruh karakter, pilih tab Home kemudian pada ribbon pilih select > select all. 2) Menghapus karakter Penghapusan karakter dapat menggunakan tombol Del dan Backspace pada keyboard. Perbedaan diantara keduanya adalah: a) Apabila titik sisip berada di belakang karakter yang akan dihapus, gunakan tombol Del pada keyboard. b) Apabila titik sisip berada di depan karakter yang dihapus, tekan tombol Backspace pada keyboard. 3) Menggunakan perintah Copy, Cut, dan Paste Perintah Copy dan Paste mempunyai kaitan. Perintah Copy digunakan untuk menggandakan karakter yang terpilih untuk kemudian menempatkannya pada posisi lain, perintah Paste adalah untuk menempatkan hasil pengoperasian perintah tersebut ke tempat yang baru. Perintah Cut digunakan untuk memotong karakter yang terpilih untuk kemudian dipindahkan. Perintah Cut juga memerlukan perintah Paste untuk menempatkan hasil ke tempat yang baru. Bedanya dengan perintah Copy adalah perintah Cut akan menghapus karakter yang berada pada posisi aslinya, sedangkan perintah Copy tidak menghapus karakter pada posisi asli. Perintah Copy, Cut, dan Paste juga berlaku antar dokumen. 4) Menggunakan perintah Undo dan Redo Perintah Undo digunakan untuk mengembalikan aksi yang telah dilakukan ke aksi sebelumnya. Sedangkan Redo adalah sebaliknya. 114

121 f. Menggunakan Penomoran dan Penandaan Seringkali di dalam dokumen dijumpai penulisan teks dengan penomoran (numbering) dan penandaan (bullet). Program MS Word menyediakan fasilitas Bullet and Numbering untuk membuat variasi teks. Dalam program word 2007 ini fasilitas Bullet and Numbering dapat dipilih pada Ribbon Home > Paragraph Perhatikan contoh penggunakan penomoran dan penandaan berikut ini : Contoh penandaan : g. Menggunakan Tabel Pada umumnya, penyisipan tabel ke dalam dokumen berfungsi untuk mendukungpenjelasan/uraian dokumen. Untuk membuat tabel, pilih Insert, pada ribbon pilih Table, kemudian pilih ukurannya. Dapat juga dengan cara, pilih Insert > Table > Insert Table, kemudian akan muncul dialog box seperti berikut : 115

122 1) Number of columns : untuk menentukan jumlah kolom, sebagai contoh isikan 2. 2) Number of rows : Untuk menentukan jumlah baris, sebagai contoh isikan 3. 3) Autofit behavior : untuk pengaturan lebar kolom. Text dapat langsung diketikkan pada sel dalam tabel, hasil dari contoh akan seberti berikut : Untuk membuat tabel menjadi bervariasi, dapat dilakukan dengan: klik tabel yang sudah dibuat, kemudian pada menu akan muncul dua menu tab baru, yaitu design dan layout. Pilih design untuk membuat tabel bervariasi. Atau dapat diatur juga mengatur posisi text dalam kolom, mengurutkan data, dan sebagainya yang dapat kita lakukan dengan memilih menu tab layout. h. Menyisipkan Objek 1) Menyisipkan gambar Gambar dapat disisipkan ke dalam dokumen. Gambar yang disisipkan dapat berupa File gambar atau 116

123 kumpulan gambar (clip art) yang telah disediakan program MS Word. Untuk menyisipkannya, klik tab menu Insert > Clip Art. Pada bagian Search for: dapat diisi dengan kata petunjuk yang berhubungan, misalnya animals. Maka akan di dapat hasil seperti berikut : Untuk menyisipkan gambar yang diinginkan, tinggal klik gambar yang diinginkan. Berikut ini contoh hasilnya: Untuk menyisipkan gambar dari File, pilih tab menu Insert > Picture sehingga muncul dialog box seperti berikut: 117

124 2) Menyisipkan objek AutoShape AutoShape adalah objek-objek dengan bentuk tertentu yang dapat disisipkan ke dalam dokumen. Objek-objek tersebut antara lain bentuk garis, lingkaran, persegiempat, dan lainnya. Untuk menyisipkannya, pilih tab menu Insert > shapes kemudian pilih bentuk objek yang diinginkan. Objek objek tersebut juga dapat disisipi text, seperti contoh : 3) Menyisipkan simbol Di dalam dokumen sering kita jumpai beberapa simbol seperti,,, dan lain sebagainya. Cara untuk menyisipkan simbol-simbol tersebut, pilih tab menu Insert > Simbol kemudian pilih more simbols. 118

125 4) Menyisipkan diagram Untuk membuat diagram struktur organisasi seperti contoh di bawah, pilih tab menu Insert > smart art kemudian pilih organization chart. Untuk membuat diagram seperti contoh dibawah, pilih tab menu Insert > chart, kemudian ganti nilai sesuai dengan yang dikehendaki. 119

126 Untuk mengganti tipe diagram dapat dilakukan dengan klik kanan diagram, kemudian pilih edit, lalu pada menu pilih edit chart yang dikehendaki. 5) Menyisipkan WordArt, kemudian pilih tipe Teks yang dibuat dengan WordArt akan tampak lebih bervariasi. Salah satu contoh penggunaan WordArt adalah di bawah ini: Cara menggunakannya, pilih tab menu Insert pilih Wordart, kemudian pilih tipe yang dikehendaki, setelah itu masukkan text yang ingin di tulis dengan wordart. 6) Menyisipkan nomor halaman Penomoran halaman dapat dilakukan secara praktis. Caranya dengan memilih tab menu Insert > page number, kemudian pilih letak nomor halaman sesuai dengan keinginan, sebagai contoh pilih Bottom of page, maka akan muncul pilihan tipe. 120

127 7) Menyisipkan Header and Footer Fasilitas Header and Footer digunakan untuk membuat catatan kaki, penomoran halaman, dan yang lainnya. Untuk masuk ke bagian ini, pilih Insert kemudian tinggal pilih header atau footer. selanjutnya masukkan text untuk header dan footer. Pada saat mengisi text untuk header atau footer, bagian text utama akan disable, atau berwarna redup dan tidak dapat di edit. Untuk mengedit main text, pilih Close header and footer pada ribbon. 8) Menyisipkan background atau watermark Jika di kehendaki dalam membuat suatu dokumen diperlukan background atau cap redup transparan pada hasil dokumen dapat dilakukan dengan cara, klik Page layouts > watermarks > custom watermarks. selanjutnya akan muncul dialog box, jika ingin background dengan tulisan maka pilih text watermarks kemudian atur sesuai keinginan. Jika ingin menggunakan background gambar pilih picture watermarks kemudian pilih gambar mana yang akan digunakan sebagai background. Cek juga pada 121

128 checkbox washout untuk mendapatkan gambar background yang redup sehingga text pada dokumen mudah dibaca. i. Borders, Shading, dan Drop Cap Beberapa tambahan dalam membuat dokumen tampak lebih menarik seperti contoh dibawah ini: Untuk bagian MICROSOFT OFFICE 2007 yang berwarna orange serta memiliki garis bawah, dapat dilakukan dengan memblok text tersebut, pilih page layout > page borders, kemudian pilih tab Border, pilih box namun hanya pada bagian bawah text saja, kemudian pilih warnanya. Selanjutnya pilih tab shading kemudian pilih warnanya. Untuk huruf pertama (M) yang berukuran besar dibuat dengan cara, pilih Insert > Drop Cap kemudian pilih jenis yang dikehendaki. j. Membuat Kolom Untuk membuat kolom seperti contoh di bawah ini,pilih page layouts > columns kemudian tentukan banyaknya kolom yang ingin dibuat. k. Mencetak Sebelum mencetak dokumen, ada baiknya jika tampilan cetak dilihat terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan cara klik Office Button > Print > Print Preview. Jika sudah sesuai, cara untuk mencetak adalah dengan klik menu File > Print sehingga muncul kotak dialog Print. Atur properti atau lakukan pengaturan hasil cetakan yang dihendaki jika diperlukan. Klik OK. 122

129 2. Dasar-Dasar Program Ms. Excel. a. Pengertian Microsoft Exel Microsoft Excel (Ms. Excel) adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Ms. Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform personal computer (PC) berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System. Sebelum mulai memasuki pembahasan Ms. Excel, ada baiknya kita mengenal lebih dulu bagaimana tampilan Ms. Excel itu, beserta beberapa istilah-istilah umum yang akan digunakan. Function Bar Cell Column Heading Row Heading b. Komponen Utama Ms. Excel Dalam Ms. Excel terdapat 4 komponen utama yaitu : 1) Row Heading Row Heading (Kepala garis), adalah penunjuk lokasi baris pada lembar kerja yang aktif. Row Heading juga berfungsi sebagai salah satu bagian dari penunjuk sel 123

130 (akan dibahas setelah ini). Jumlah baris yang disediakan oleh Ms. Excel adalah baris. 2) Column Heading Column Heading (Kepala kolom), adalah penunjuk lokasi kolom pada lembar kerja yang aktif. Sama halnya dengan Row Heading, Column Heading juga berfungsi sebagai salah satu bagian dari penunjuk sel (akan dibahas setelah ini). Kolom di simbol dengan abjad A Z dan gabungannya. Setelah kolom Z, kita akan menjumpai kolom AA, AB s/d AZ lalu kolom BA, BB s/d BZ begitu seterus sampai kolom terakhir yaitu XPD (berjumlah kolom). Sungguh suatu lembar kerja yang sangat besar, bukan. ( baris dengan kolom). 3) Cell Pointer Cell Pointer (penunjuk sel), adalah penunjuk sel yang aktif. Sel adalah perpotongan antara kolom dengan baris. Sel diberi nama menurut posisi kolom dan baris. Contoh. Sel A1 berarti perpotongan antara kolom A dengan baris1. 124

131 4) Formula Bar Formula Bar, adalah tempat untuk mengetikkan rumus-rumus yang akan digunakan. Dalam Ms. Excel pengetikkan rumus harus diawali dengan tanda =. Misalnya untuk menjumlahkan nilai yang terdapat pada sel A1 dengan B1, maka pada formula bar dapat diketikkan =A1+B1. c. Menggerakkan Penunjuk Sel (Cell Pointer) Cell Pointer berfungsi untuk penunjuk sel aktif. Yang dimaksud dengan sel aktif ialah sel yang akan dilakukan suatu operasi tertentu. Untuk menggerakan pointer dengan Mouse dapat dilakukan dengan meng-klik sel yang diinginkan. Untuk sel yang tidak kelihatan kita dapat menggunakan Scroll Bar untuk menggeser layar hingga sel yang dicari kelihatan lalu klik sel tersebut. Untuk kondisi tertentu kita lebih baik menggunakan keyboard. Berikut daftar tombol yang digunakan untuk menggerakan pointer dengan keyboard : Tombol Tab Enter Shift + Tab Shift + Enter Home Ctrl + Home Ctrl + End PgUp Fungsi Pindah satu sel ke kiri, atas, kanan atau bawah Pindah satu sel ke kanan Pindah satu sel ke bawah Pindah satu sel ke kiri Pindah satu sel ke atas Pindah ke kolom A pada baris yang sedang dipilih Pindah ke sel A1 pada lembar kerja yang aktif Pindah ke posisi sel terakhir yang sedang digunakan Pindah satu layar ke atas 125

132 PgDn Alt + PgUp Alt + PgDn Ctrl + PgUp Ctrl + PgDn Pindah satu layar ke bawah Pindah satu layar ke kiri Pindah satu layar ke kanan Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar berikutnya Pindah dari satu tab lembar kerja ke tab lembar sebelumnya d. Mengenal Workbook dan Worksheet. Secara teknis, sebuah dokumen excel biasa disebut dengan workbook (buku kerja). Sebuah workbook umumnya memiliki beberapa worksheet (buku kerja). Secara default sebuah workbook Excel memiliki 3 buah worksheet. Setiap worksheet biasanya mewakili sebuah halaman dokumen. Beberapa dokumen/worksheet yang saling berhubungan dapat anda kelompokkan menjadi sebuah workbook. Hal ini dapat membantu anda mengklasifikasikan dokumen sesuai dengan keperluan. Sebuah worksheet memiliki tampilan sama seperti table dalam Ms.Word, tetapi dengan kemampuan perhitungan yang lebih komplit dibandingkan kemampuan dari table Ms.Word. Sebuah workbook baru terdiri dari 3 buah worksheet yang diberi nama Sheet1, Sheet2 dan Sheet3. Ketika anda menekan tab worksheet, Excel akan menampilkan isi dari Worksheet yang bersangkutan. e. Mengelola Workbook dan Worksheet 1) Menambahkan Workbook Cara 1: a) Klik Office Button ( ) yang terletak pada pojok kiri atas dokumen. b) Pilih New. c) Pada kotak dialog yang muncul pilih Blank Workbook. d) Klik Create Cara 2: - Tekan tombol Ctrl bersamaan dengan tombol N (Ctrl+N) pada keyboard. 126

133 2) Menambahkan Worksheet Cara 1: - Tekan tab Insert Worksheet ( ) yang terletak disebelah kanan Sheet3. Cara 2: - Tekan tombol Shift+F11 pada keyboard. Cara 3: a) Klik kanan pada salah satu tab worksheet b) Pilih Insert c) Pada kotak dialog yang muncul pilih Worksheet d) Klik OK. 3) Mengganti nama Worksheet Cara 1: a) Klik kanan tab worksheet yang akan diganti namanya b) Pilih Rename. c) Ketikkan nama baru. Cara 2: a) Klik 2 kali tab worksheet yang akan diganti namanya b) Ketikkan nama baru 4) Menghapus Worksheet a) Klik kanan tab worksheet yang akan dihapus b) Pilih Delete 5) Membuka Workbook Cara 1: a) Klik Office Button ( ). b) Pilih Open. c) Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook. d) Klik Open 127

134 Cara 2: a) Tekan tombol Ctrl+O pada keyboard. b) Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook. c) Klik Open 6) Menyimpan Workbook Cara 1: a) Klik Office Button ( ). b) Pilih Save. c) Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook. d) Pada kotak isian File name isikan dengan nama yang diinginkan. e) Klik Save Cara 2: a) Tekan tombol Ctrl+S pada keyboard. b) Pada kotak dialog yang muncul pilih tempat penyimpanan workbook. c) Pada kotak isian File name isikan dengan nama yang diinginkan. d) Klik Save 7) Menutup Workbook Cara 1: a) Klik Office Button ( ). b) Pilih Close. Cara 2: - Klik tombol Close ( ) pada pojok kanan atas dokumen. Cara 3: f. Format Cell - Tekan tombol Ctrl+W pada keyboard. Format cells adalah kotak dialog yang menangani masalah pengaturan terhadap properti dalam satu sel, dimana terdapat 6 kotak dialog yaitu Format Number, Format Aligment, Format Font, Format Border, Format Fill dan Format Protection. Untuk melakukan format cell arahkan 128

135 kursor pada sel yang ingin di format klik kanan pilih format cells. Maka akan menampilkan kotak dialog format cells seperti dibawah ini. 1) Format Number Tampilan Kotak Dialog Format Cells Format Number digunakan untuk mengatur memformat data angka dengan bentuk format yang lebih luas dalam sel atau range yang diseleksi. Format Number terdiri dari beberapa katagori, yaitu : Tampilan Format Cell Number 129

136 a) Katagori Number Katagori Number digunakan untuk memformat khususnya angka. Tampilan Kotak Dialog Format Cells Number Beberapa pilihan di katagori number : (1) Decimal Planes digunakan untuk menemukan jumlah angka desimal yang akan ditampilkan (2) Use 1000 separator (,) digunakan untuk menampilkan tanda pemisah ribuan koma (,). Aktifkan kotak cek pada pilihan tersebut apabila anda menghendaki agar angkaangka yang kita pilih terformat dengan pemisah ribuan koma (,) (3) Negative Numbers digunakan untuk menentukan bentuk format bilangan negatif. b) Katagori Accounting Katagori Accounting digunakan untuk memformat angka dengan format akuntansi, dengan menyertakan tanda pemisah ribuan koma (,). 130

137 Tampilan Kotak Dialog Format Cells Accounting Beberapa pilihan di katagori accounting : (1) Decimalplaces digunakan untuk menentukan jumlah angka desimal yang akan ditampilkan (2) Simbol digunakan untuk menentukan simbol mata uang yang akan digunakan, klik tombol drop down simbol untuk memilih simbol mata yang yang akan di gunakan. c) Katagori Date Katagori Date digunakan untuk memformat angka dengan format tanggal. Tampilan Kotak Dialog Format Cells Date Beberapa pilihan di katagori Date: (1) Type digunakan untuk memilih format tampilan tanggal (2) Location digunakan untuk memilih lokasi negara d) Katagori Time Katagori Time digunakan untuk memformat 131

138 angka dengan waktu. Tampilan Kotak Dialog Format Cells Time Beberapa pilihan di katagori Time : (1) Type digunakan untuk memilih format tampilan waktu (2) Location digunakan untuk memilih lokasi negara e) Katagori Percentage Katagori Percentage digunakan untuk memformat angka dengan format persen, format percentage akan membagi angka-angka yang dapat kita pilih dengan nilai seratus dan menampilkan dalam bentuk persen. Tampilan Kotak Dialog Format Cells Percentage 2) Format Aligment Format Aligment digunakan untuk mengatur penulisan 132

139 data dalam sel atau range yang diseleksi, untuk mengatur penulisan data yang lebih luas gunakan dalam tab aligment pada kotak dialog Format Cells. Tampilan Format Cell Aligment Beberapa pilihan di format aligment : (1) Horizontal digunakan untuk memilih tampilan data secara mendatar (horizontal), jika diinginkan ada jarak indentitas dari sebelah kiri atau kanan isi kontak isian indent sesuai dengan jarak indentasi yang diinginkan. Terdapat beberapa pilihan data secara horizontal, yaitu : Pilihan Di Horizontal General Left Center Right Fill Justify Center Across Selection Keterangan Data Teks diformat rata kiri, dan numerik rata kanan dan logical atau eror akan diformat rata tengah. Data dalam sel diformat rata kiri Data dalam sel diformat rata tengah Data dalam sel diformat rata kanan Data teks atau numeric dalam sel akan diulang penulisanya hingga memenuhi lebar sel yang ada Data teks dalam sel akan diformat data kiri dan rata kanan Format data teks atau numeric rata tengah terhadap beberapa kolom dari range yang diseleksi 133

140 Distributed Data ditampilkan dengan posisi distribusikan secara merata. (2) Vertical digunakan untuk format data secara tegal lurus. Terdapat beberapa pilihan data secara horizontal, yaitu : Pilihan Di Criteria Top Center Bottom Justify Keterangan Data dalam sel ditulis rata atas terhadap tinggi baris Data dalam sel ditulis rata tengah terhadap tinggi baris Data dalam sel ditulis rata bawah terhadap tinggi baris Data dalam sel ditulis rata atas bawah terhadap tinggi baris (3) Orientation digunakan untuk mengatur orientasi data dan derajat posisi nilai sudut yang dapat ditentukan (4) Text control digunakan untuk mengatur kesesuaian panjang teks dengan ukuran sel. Pilihan di Control Wrap Text Shirk to fit Marge Cell Keterangan Digunakan untuk mengatur agar data yang ditempatkan pada suatu sel jika lebar kolomnya tidak cukup akan ditampilkan dengan pelipatan ke bawah pada sel yang sama Digunakan untuk mengatur agar data yang ditempatkan pada suatu sel jika lebar kolomnya tidak cukup akan ditampilkan dengan ukuran yang lebih kecil Digunakan untuk menggabungkan beberapa sel menjadi satu sel yang berdiri sendiri 3) Format Font 134

141 Format Font digunakan untuk mengatur model huruf yang di inginkan. Tampilan Format Cell Font Beberapa pilihan format Font : a) Font digunakan untuk memilih model huruf yang anda mau, terdapat banyak pilihan yang bisa gunakan b) Font Style digunakan untuk memiringkan dan menebalkan huruf c) Size digunakan untuk memilih besar atau kecil sebuah huruf d) Underline digunakan untuk mengatur garis bawah sebuah huruf e) Color digunakan untuk mengatur warna huruf 4) Format Border Format border digunakan untuk mengatur pembatas dari satu sel atau range. 135

142 Tampilan Format Cell Border Beberapa pilihan format Font : a) Style, digunakan untuk memilih model garis pembatas yang diinginkan b) Color, digunakan untuk memilih warna permatas c) Presentens, digunakan untuk mengatur pembatas 5) Format Fill Format Fill digunakan untuk mengatur warna sel atau range dan terdapat beberapa model yang bisa digunakan di pattern style g. Merge cells dan Allign Cell Contents 136

143 Ms. Excel juga menyediakan fasilitas merge cells dan memiliki fungsi yang sama seperti pada Ms. Word. Klik tombol berikut pada tab Home. Dan untuk mengatur alignment klik tombol berikut : h. Header dan Footer. Seperti pada Ms. Word, kita juga dapat menambahkan header dan footer. Caranya : Pilih tab Insert Header Footer i. Menggunakan Rumus (Formula) Rumus merupakan bagian terpenting dari Program Ms. Excel, karena setiap tabel dan dokumen yang kita ketik akan selalu berhubungan dengan rumus dan fungsi. Operator matematika yang akan sering digunakan dalam rumus adalah: Lambang Fungsi 137

144 + Penjumlahan - Pengurangan * Perkalian / Pembagian ^ Perpangkatan % Persentase Proses perhitungan akan dilakukan sesuai dengan derajat urutan dari operator ini, dimulai dari pangkat (^), kali (*), atau bagi (/), tambah (+) atau kurang (-). 1) Menggunakan Fungsi Fungsi sebenarnya adalah rumus yang sudah disediakan oleh Ms. Excel, yang akan membantu dalam proses perhitungan. kita tinggal memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan. Pada umumnya penulisan fungsi harus dilengkapi dengan argumen, baik berupa angka, label, rumus, alamat sel atau range. Argumen ini harus ditulis dengan diapit tanda kurung (). Beberapa Fungsi yang sering digunakan: a) Fungsi Average( ) Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai ratarata dari sekumpulan data(range). Bentuk umum penulisannya adalah =AVERAGE(number1,number2, ), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data yang akan dicari nilai rata-ratanya. b) Fungsi Logika IF( ) Fungsi ini digunakan jika data yang dimasukkan mempunyai kondisi tertentu. Misalnya, jika nilai sel A1=1, maka hasilnya 2, jika tidak, maka akan bernilai 0. Biasanya fungsi ini dibantu oleh operator relasi (pembanding) seperti berikut. Lambang Fungsi = Sama dengan. < Lebih kecil dari. > Lebih besar dari. <= Lebih kecil atau sama dengan. >= Lebih besar atau sama dengan. 138

145 <> Tidak sama dengan. c) Fungsi Max( ) Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah =MAX(number1, number2, ), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari nilai tertingginya. d) Fungsi Min( ) Sama halnya dengan fungsi max, bedanya fungsi min digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data numerik. e) Fungsi Sum( ) Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan sekumpulan data pada suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah =SUM(number1,number2, ). Dimana number1, number2 dan seterusnya adalah range data yang akan dijumlahkan. f) Fungsi Left( ) Fungsi Left digunakan untuk mengambil karakter pada bagian sebelah kiri dari suatu teks. Bentuk umum penulisannya adalah =LEFT(text,num_chars). Dimana text adalah data yang akan diambil sebagian karakternya dari sebelah kiri, num_chars adalah jumlah karakter yang akan diambil. g) Fungsi Mid( ) Fungsi ini digunakan untuk mengambil sebagian karakter bagian tengah dari suatu teks. Bentuk umum pemakaian fungsi ini adalah =MID(text,start_num,num_chars). Artinya mengambil sejumlah karakter mulai dari start_num, sebanyak num_char. h) Fungsi Right( ) Fungsi ini merupakan kebalikan dari fungsi Left, kalau fungsi Left mengambil sejumlah karakter dari sebelah kiri, maka fungsi mengambil sejumlah karakter dari sebelah kanan teks. Bentuk umum penulisannya adalah =RIGHT(text,num_chars). Dimana text adalah data yang akan diambil sebagian karakternya dari sebelah kanan, num_chars adalah jumlah 139

146 karakter yang akan diambil. i) Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP digunakan untuk membaca suatu tabel secara horizontal (HLOOKUP) atau secara vertikal (VLOOKUP). Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah : =HLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Row_index_num, ) =VLOOKUP(Lookup_value, Table_array, Col_index_num, ) Dari rumus diatas, dapat dilihat bahwa bedanya hanya pada nomor indeksnya saja, kalau kita pakai HLOOKUP, maka digunakan nomor indeks baris (Row_index_num), tapi kalu pakai VLOOKUP digunakan nomor indeks kolom (Col_index_num). Nomor indeks adalah angka untuk menyatakan posisi suatu kolom/baris dalam tabel yang dimulai dengan nomor 1 untuk kolom/baris pertama dalam range data tersebut. 3. Dasar-Dasar Program Ms. Power Point. a. Pengertian Ms. Power Point Ms. PowerPoint atau PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran. b. Tampilan Jendela Ms. Power Point 1) OfficeButton 140

147 Tombol Office Button dignakna untuk mengakses perintahperintah dasar yang berhubungan dengan dolumen atau File yang kita buas, seperti perintah membuka File baru, mencetak, menyimpan dan menutup lembar kerja. 2) Quick Acces Toolbar Fungsi dari Quick acces Toolbar yaitu digunakan untuk mengakses perintah cepat. Biasanya bagian ini terdiri atas tiga ikon yaitu undo, repeat, Save, namun ikon tersebut dapat dirubah dengan memilih ikon pada Custom Quick Acces Toolbar. 3) Tittle Bar Title bar menunjukkan nama dokumen yang sedang aktif. 4) Control Windows Control Windows digunakan untuk menutup lembar kerja, me-minimize dan me-restor view lembar kerja Ms. Power Point 5) Tab Ribbon Tab Ribbon merupakan tab yang berisikan menu-menu yang digunakan untuk menunjukkan perintah-perintah untuk mengolah dokumen yang sedang dibuat. 6) Group Group merupakan sebuah kumpulan tools yang memiliki kesamaan fungsi. 7) Ribbon Ribbon merupakan deretan tools yang ada dalam tab ribbon. Ribbon memeiliki berbagai macam fungsi dan kegunaannya dalam membuat atau mengedit dokumen yang dibuat. 8) Tab Outline Panel Tab Outline Panel merupakan tombol yang digunakan untuk menampilkan outline panel atau deretan panel yang telah dibuat. 9) Slide Panel Slide Panel adalah deretan slide yang telah dibuat dan ditampilan dalam bentuk thumbnail atau mini slide. 10) Slide Number 141

148 Slided Number merupakan tampilan yang terletak pada pojok sebelah kiri yang berguna untuk menampilkan urutan nomor slide yang aktif dan jumlah slide yang telah dibuat. 11) Notes Notes merupakan tempat yang digunakan untuk menulis teks catatan penunjuk, atau refensi untuk presentasi. Bisa saja dalam setiap slide memiliki catatannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan. 12) View Mode View Mode merupakan bagian yang menampilkan pilihan tools yang digunakan untuk mengatur mode tampilan slide normal, slide sorter atau untuk menjalankan presentasi. 13) Zoom Zoom Slide digunakn untuk mengatur memperbesar atau memperkecil tampilan slide. 14) Slide Slide yaitu lembar kerja utama dari Ms. Power Point yang digunakan untuk memasukan data dan berbagai macam fitur kelengkapan slide. 15) Place Holder Place Horder yaitu kotak data yang tersedia secara default,meskipun default kotak data tersebut dapat kita ubah sesuai dengan dokumen persentasi yang akan dibuat. c. Bekerja dengan Text Objects 1) Slide dan Obyek a) Slide dalam powerpoint memiliki TIGA bagian utama : Peletakan Layout, Object, Design layer 142

149 b) Design layer. Bisa blank atau diberi background, dikombinasikan dengan teks dan gambar serta warna. c) Layout layer. Layer ini membantu untuk menentukan peletakan dari teks tertentu tempat lainnya. d) Content Layer. Sebuah obyek, clip art atau gambar 2) Mengedit Title Boxes a) Menambah, Mengubah, dan Text Formatting (2) Untuk menambahkan teks dalam kotak judul, kita hanya tinggal mengklik kotak tersebut. Pada kotak tersebut ada delapan lingkaran kecil untuk mengatur ukuran besarnya kotak 143

150 Di dalam kotak, kita bisa mengetik, menghapus, mengkopi, meng-cut, dan mem-paste (3) Kita juga bisa menambahkan formatting sepeti bold, italic, mengubah jenis Font, warna teks (4) Jika sudah selesai melakukan penambahan dan perubahan, arahkan kursor ke luar dari kotak untuk mengakhiri perubahan yang dilakukan. b) Memindahkan dan mengubah ukuran Title Boxes/ "kotak" (1) Memindahkan (a) Klik teks pada kotak untuk menunjukkan kotak yang mengelilinginya (b) Pindahkan kursor mouse ke ujungujung kotak, saat kursor berubah menjadi bentuk anak panah 4 arah, klik dan geser kotaknya (c) Lepaskan klik mouse untuk meletakkan kotak ke tempat yang baru. (d) Ulangi langkah-langkah di atas hingga kotak berada di tempat yang diinginkan. (2) Mengubah ukuran kotak (a) Klik teks pada kotak untuk menunjukkan kotak (b) Pindahkan kursor mouse ke bulatan pada tepian kotak hingga kursor 144

151 berubah menjadi bentuk anak panah 2 arah (c) Klik dan geser bulatan tersebut untuk mengubah ukuran kotak (3) Dengan mengubah ukuran kotak, maka dampaknya adalah: (a) Mengklik dan menggeser bulatan atas dan bawah akan mengubah tinggi kotak. (b) Mengklik dan menggeser bulatan pinggir akan mengubah lebar kotak. (c) Menggeser bulatan ujung akan mengubah tinggi dan lebar kotak. 145

152 d. Memberikan effect pada slide Pilih Ribbon Design Pilih Effects Custom Animation Add effect e. Memasukan Objek Pada power point kita dapat memasukan berbagai macam objek, beberapa diantaranya adalah picture, clip art dan sebagainya. 1) Picture Gambar yang dapat dimasukan dapat dalam berbagai format, misalnya : jpeg, bitmap, png dan lain-lain. Berikut ini langkah-langkahnya : a) Klik Insert pada Toolbar b) Klik Picture pada ribbon c) Browse gambar yang ingin dimasukan 146

153 Catatan: Gambar yang dimasukan dapat kita perbesar akan tetapi apabila resolusi gambar terlalu kecil maka sering mengakibatkan gambar menjadi kabur. 2) Clip Art Pada Ms. Office sendiri sudah ada gambar-gambar yang disediakan untuk kita dalam bentuk clip art. Berikut ini adalah menambahkan clip art pada slide power point. a) Klik Insert pada Toolbar b) Klik Clip Art pada ribbon c) Pada sebelah kanan akan muncul menu Clip art d) Pilih organize clips e) Akan muncul Window organize clips f) Pada collection list dapat mencari clip art yang diinginkan dalam folder offline collections berdasarkan katagori-katagori yang ada. g) Klik kanan clip art yang dipilih, klik copy h) Paste pada slide yang diinginkan Apabila anda ingin menampilkan semua clip art, anda dapat menggunakan fitur search pada Window organize clips. 3) Shapes Shapes adalah bentuk-bentuk dasar (misal: garis, dialog box, smile, arrow, dan lain-lain) yang sebagian besar dapat diisi text pada bagian dalamnya. a) Klik Insert pada Toolbar b) Klik Shapes pada ribbon c) Klik shapes yang ingin diinginkan 147

154 Untuk memberi text pada shapes, klik kanan shape dan pilih edit teks. 4) Tabel Contoh shape Pada power point, kita juga dapat memasukan tabel ke dalam project kita. Ada beberapa cara untuk memasukkan tabel ke dalam slide yang kita buat. Cara untuk memasukkan tabel adalah : a) Klik Insert pada Toolbar. b) Klik Table pada ribbon. c) Pilih Insert lalu tentukan jumlah baris dan kolom yang diperlukan lalu klik OK. 5) Video Pada power point, kita juga dapat memasukan video ke dalam project kita. Ada beberapa cara untuk memasukkan video ke dalam slide yang kita buat. 148

155 Cara untuk memasukkan video adalah : a) Klik tab Insert b) Klik tombol Video yang ada pada bagian Media. c) Pilih Video on My PC d) Carilah video yang ingin ditambahkan. e) Tunggulah hingga video ditambahkan ke presentasi. f) Klik tab Playback g) Gunakan menu drop-down Start untuk menentukan cara pemutaran video. h) Atur ulang ukuran video dengan menyeret sudutsudutnya. 6) Sound Untuk menambahkan suara pada slide klik Toolbar Insert lalu klik icon sound dan pilih File suara yang ingin dimasukan. Setelah memilih suara, akan muncul pilihan apakah suara otomatis diputar atau menunggu klik mouse. Setelah 149

156 f. Animasi. memilih, akan ada icon speaker kuning pada tengah slide sebagai pertanda bahwa ada slide telah diberi multimedia berupa suara. Icon speaker dapat disembunyikan lewat opsi sound setting. Pemutaran suara akan diperlakukan sama seperti efek animasi suara biasa, jadi anda perlu mengatur timing pada menu custom animation. 1) Animasi Slide. Tiap slide mampu mempunyai animasi sendiri-sendiri. Animasi ini akan dilakukan ketika terjadi transisi dari slide yang satu ke slide yang lain. Klik slide yang dipilih Klik Animations Pilih Animations Slide. 2) Animasi Objek Animation Costum Animation Klik text Add effect. a) Entrace. Animasi ketika tulisan muncul. b) Emphasis. c) Exit. Animasi yang diterapkan apabila kita menginginkan text tetap terlihat sejak awal slide. Animasi ketika tulisan menghilang. d) Motion Path. Animasi berupa pergerakan teks sesuai dari jalur yang dikehendaki. Untuk membuat jalur sendiri 150

157 pilih Draw Costum Path. 3) Mengedit Animasi. Klik animasi pada menu Custom Animation. a) Start On Click. Animasi akan dimulai ketika kita mengeklik mouse. b) Start with previous Animasi akan dimulai berbarengan dengan animasi sebelumnya. c) Start after previous. Animasi akan dimulai setelah animasi sebelumnya. Kita dapat memberikan delay beberapa detik lewat opsi timing. 4) Merubah urutan animasi Drag animasi pada urutan yang diinginkan 5) Effect Option. a) Auto Reverse. animasi akan diulangi secara terbalik setelah selesai. b) Sound. 151

158 memberikan suara saat animasi berjalan. Anda juga dapat memasukan suara dari luar dengan format wav. c) Text animation animasi pada sekumpulan text dapat diatur, apakah akan dijalankan berbarengan, satu per satu, dan sebagainya. d) Chart animation animasi pada diagram. Kita dapat mengatur secara bagaimana animasi pada tiap elemen diagram. g. Memberikan Themes Pada Slide. Berikut cara untuk memberikan themes pada slide: 1) Klik Design pada Toolbar. 2) Pilih themes yang muncul di ribbon. h. Mencetak Dokumen 1) Buka presentasi yang akan sobat print dengan menggunakan Ms. Powe Point. 2) Klik Ctrl+P kemudian pilih printer yang akan digunakan untuk mencetak. Dan selanjutnya klik Printer Properties 3) Klik Page setup > Page layout > Specify > 9 page print jika ingin print 9 slide show dalam satu kertas A4. Jangan lupa untuk mengatur ukuran kertas menjadi A4. 152

159 4) Klik Ok 2 kali kemudian klik tombol Print dan lihat hasilnya. 4. Dasar-dasar Internet. a. Sejarah dan Pengertian internet 1) Sejarah Internet Mungkin agak sulit dipercaya bahwa cikal bakal Internet sesungguhnya diawali dari Unisovyet, ketika pada tahun 1957 mereka meluncurkan sebuah satelit bernama Sputnik. Peluncuran Sputnik ini dirasakan sebagai ancaman oleh musuh besar mereka, yaitu Amerika Serikat. Presiden Dwight D. Eisenhower menyatakan perlunya membangun sebuah teknologi yang membuat AS tetap sebagai negara superior. Kemudian dibentuklah sebuah badan yang disebut Advanced Research Projects Agency (ARPA). ARPA bernaung di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Department of Defense (DoD). Pada tahun 1969, DoD memberi tugas kepada ARPA untuk membangun sebuah mata rantai komunikasi antara DoD dengan militer yang tidak dapat disabot oleh musuh mereka. Jaringan komunikasi yang diciptakan ini disebut ARPAnet. Pada awalnya, ARPAnet hanya menghubungkan empat buah situs saja, yaitu : 153

160 Stanford Research Institute (SRI) University of California at Santa Barbara (UCSB) University of California at Los Angeles (UCLA) University of Utah Pada tahun 1970, penelitian yang dilakukan di Stanford University menghasilkan sebuah protokol yang disebut TCP/IP. Protokol TCP/IP inilah yang berkembang terus hingga sekarang dan menjadi protokol standar dalam Internet. 2) Pengertian Internet Internet (interconnection networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protocol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Rangkaian internet yang terbesar dinamakan internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaidah ini dinamakan internet working (antar jaringan). b. Istilah-istilah Internet 1) WWW atau World Wide Web merupakan suatu bentuk layanan Internet yang menggunakan konsep hypertext antar dokumen yang berkaitan, yang di dalamnya terdapat halaman web (web page). Untuk mengakses www digunakan protokol http (HyperText Transfer Protocol). 2) Protocol, sejumlah aturan yang menentukan bagaimana dua komputer atau lebih saling berkomunikasi. 3) Homepage, tampilan awal (halaman utama) suatu website yang memuat informasi singkat tentang apa isi dari website tersebut situs suatu alamat di dalam sebuah web. 4) Browser Software, yang digunakan untuk surfing atau browsing Internet, seperti Internet Explorer, Opera, Netscape dll. 5) Internet Service Provider (ISP), penyedia jasa layanan Internet, seperti Indosatnet, Wasantara, Meganet dll. 6) Electronic Mail ( ), suatu layanan/fasilitas yang disediakan untuk saling berkirim surat lewat internet. 7) Search Engine (Mesin pencari), suatu 154

161 layanan/fasilitas untuk melakukan pencarian di Internet. 8) Mailing List, suatu forum/kelompok diskusi di internet yang dapat saling bertukar informasi. c. Ekstension Address 1).com Commerce, komersial. 2).co Company, perusahaan. 3).org Organization, organisasi. 4).gov.go Government, pemerintah. 5).ac Academic, akademik. 6).edu Education, pendidikan. 7).mil Military, militer. 8).id Indonesia. 9).us United State, Amerika. 10).au Australia. 11).it Italia. d. Koneksi Internet Untuk melakukan koneksi ke Internet kita memerlukan modem dan line telepon. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan koneksi ke Internet menggunakan layanan 1) Klik kanan My Network Places di desktop. 2) Pilih Properties, akan tampil Window Network Connection. 3) Klik Create a New Connection. 155

162 4) Tampil jendela New Connection Wizard Kemudian klik Next, sehingga tampil jendela wizard berikutnya. 5) Pilih Connect to The Internet, kemudian klik Next. 156

163 6) Pada Wizard berikutnya pilih Set up my connection manually, kemudian klik Next 157

164 7) Kemudian pilih Connect using a dial-up modem, klik Next 8) Pada jendela wizard berikutnya isi ISP name, misalnya telkom. Kemudian klik Next 9) Isikan nomor yaitu , lalu Next 158

165 10) Pada jendela wizard berikutnya kemudian diminta memilih apakah koneksi Internet hanya untuk Anda saja atau dapat juga digunakan orang lain. Agar orang lain bisa koneksi ke Internet maka pilih Anyone s use. Bila hanya Anda saja pilih My use only. Kemudian klik Next 11) Isikan Username dengan passwordnya telkom, confirm password telkom, lalu 159

166 next 12) Pada jendela berikutnya, tandai add a shortcut to this connection to my desktop, lalu klik Finish e. Membuka Internet 160

167 Untuk membuka Internet kita harus menggunakan browser, salah satunya adalah Internet Explorer. Klik Start > All Programs > Internet Explorer Setelah itu akan tampil jendela Internet Explorer. 1) Mengenal Elemen Jendela Internet Explorer Pada jendela Internet Explorer terdapat Menu bar dan Toolbar. Berikut adalah tools-tools yang biasa digunakan pada Internet Explorer. Back, berfungsi untuk kembali ke halaman sebelumnya Forward, berfungsi untuk ke halaman depan Stop, berfungsi untuk menghentikan load suatu halaman Refresh, setelah mengklik stop kita dapat mengklik refresh Bar address, tempat menuliskan alamat situs/website yang hendak kita buka 161

168 Home, untuk kembali ke halaman awal atau homepage Minimize, menyembunyikan jendela Internet Restore, mengecilkan jendela Maximize, membesarkan layar Close, menutup jendela Internet Explorer 2) Membuka Situs/Website Untuk membuka situs/website, ikuti langkahlangkah seperti membuka browser Internet Explorer, yaitu klik Start > All Programs > Internet Explorer Setelah jendela Internet Explorer terbuka, ketikkan alamat situs/website ada address bar, misalnya Semua icon/teks yang mengubah kursor panah menjadi bentuk seperti tangan berarti clickable atau dapat diklik untuk menampilkan halaman baru atau informasi lebih lanjut f. Mesin Pencari (Search Engine) Fasilitas Search Engine atau mesin pencari ini dapat digunakan manakala kita tidak tahu alamat yang akan dituju atau kita ingin mencari informasi sebanyak mungkin dari 162

169 sesuatu hal. Search Engine adalah suatu fasilitas yang dapat menghubungkan kita dengan website yang akan kita cari. Contoh search engine: Untuk mencari informasi yang diinginkan, kita harus menuliskan kata kunci (keyword) pada search box, misalnya krisis ekonomi, kemudian tekan Enter atau search. Sebelumnya Anda juga dapat memilih terlebih dahulu, mencari situs/web atau mencari di halaman Indonesia 163

170 Setelah itu akan tampil halaman hasil pencarian seperti di bawah ini. Kita dapat membuka setiap judul yang mempunyai link(clickable), yang sesuai dengan pencarian yang kita lakukan. g. 164

171 merupakan suatu layanan/fasilitas yang disediakan untuk saling berkirim surat lewat internet. Banyak sekali situs yang memberikan layanan , dari yang gratis hingga yang bayar. Sebelum membuat , yang harus kita pertimbangkan adalah: - Situs yang memberikan gratis yang menyediakan layanan terbaik untuk user (pengguna). - Situs yang menyediakan mailbox (daya tampung pesan) yang besar, space (ruang) attachment (lampiran) yang luas dan yang paling penting menyediakan layanan mail client server antara lain POP3 dan SMTP. Contoh situs yang kita gunakan untuk membuat adalah karena yahoo kini menyediakan space mailbox hingga 1GB. 1) Mendaftar Langkah-langkah membuat di a) Buka situs yahoo ( akan muncul halaman pertama situs yahoo. b) Klik icon Mail (gambar surat) yang terdapat pada kanan atas halaman c) Akan tampil halaman sign up, klik sign up/buat akun untuk mendaftar 165

172 d) Setelah itu Anda akan diminta untuk mengisi form registrasi. Isikan data Anda pada form yang diminta. Pada box prefered content, Anda dapat memilih yahoo US (fasilitas lebih lengkap), yahoo Indonesia dan lainnya sesuai keinginan Anda. Bila Anda memilih yahoo US maka halaman yahoo Anda akan berbahasa Inggris dan ID Anda akan Tetapi bila Anda memilih yahoo Indonesia maka halaman yahoo Anda akan berbahasa Indonesia dan ID Anda akan Pada bagian verifikasi pendaftaran, Anda diminta memasukkan kode yang ditunjukkan pada kotak yang berada dibawahnya. Sebelum Anda mengklik Saya Setuju perhatikan hal-hal 166

173 dibawah ini. Yang perlu diperhatikan saat pendaftaran : (1) Isi nama depan dan nama belakang kamu. Jika sudah, isi kolom adddres. Contohnya: namakamu. Jika sudah tidak tersedia, silahkan pilih opsi nama lain untuk kamu gunakan. (2) Gunakan alamat yang gampang untuk kamu ingat. (3) Setelah itu, isilah semua data yang diperlukan. Gunakan nomor hp yang aktif agar kamu bisa memvertifikasi nomor hp kamu pada tersebut. (4) Setelah semua data benar, klik continue untuk melanjutkan pada tahap selanjutnya. (5) Pada tahap selanjutnya, lanjutkan untuk proses vertifikasi nomor hp. Nomo hp bisa kamu gunakan jika nantinya kamu lupa password atau kehilangan akun tersebut. e) Setelah semua diisi, klik vertifikasi nomor hp. (1) Silahkan Cek Sms Yang Masuk Ke Hp Kamu. Lanjutkan Dengan Memasukkan Text Verifikasi Tersebut Untuk Melanjutkan Langkah Selanjutnya. (2) Jika Sudah Selesai, Kini Akun Yahoo Mail Kamu Telah Bisa Digunakan Untuk Keperluan Kamu. (3) Selesai 167

174 2) Membuka 168

175 Setelah berhasil membuat , berarti kita telah mempunyai satu mailbox (kotak surat) yang berfungsi sebagai tempat tampungan kita. Untuk membuka , ikuti langkah-langkah berikut ini : a) Buka situs b) Klik icon Mail (gambar surat) yang terdapat pada kanan atas halaman c) Isikan ID yahoo Anda yang telah Anda daftarkan dan sandi/password. d) Klik Sign in, akan terbuka mailbox Anda 169

176 Keterangan : (1) Check Mail/Cek Surat, melihat (surat) yang masuk. (2) Inbox/Kotak Masuk, berisikan (surat) yang masuk/diterima. (3) Draft/Draf, berisikan (surat) yang telah kita buat namun belum kita kirim. (4) Sent/Terkirim, berisi (surat) yang telah terkirim. (5) Spam, berisi surat ( ) yang bukan dari kontak kita (orang tak dikenal) atau yang bisa berupa virus dsb. (6) Trash/Sampah, berisi yang tidak berguna lagi. (7) Untuk membaca , klik masuk 170

177 Rangkuman 1. Microsoft word (Ms word) merupakan program untuk mengolah kata. Program ini bisa digunakan untuk menulis dokumen misalnya karya tulis, skripsi, novel, dan sebagainya. Dengan proses meliputi: a. Membuat dan membuka dokumen dengan aplikasi Ms word b. Menyimpan dan menutup dokumen dengan aplikasi Ms word. c. Mengedit dokumen dengan aplikasi Ms word. d. Penomoran dokumen dengan aplikasi Ms word. e. Menyisipkan objek dalam dokumen dengan aplikasi Ms word f. Membuat daftar isi dengan aplikasi Ms word g. Mencetak dokumen. 2. Excel merupakan program untuk mengolah angka, seperti menghitung, mempresentasikan data dalam bentuk grafik atau diagram, analisis data statistic dan pencatatan akuntansi. Dengan proses meliputi: a. Membuat dan membuka dokumen dengan aplikasi excel b. Menyimpan dan menutup dokumen dengan aplikasi excel. c. Mengedit dokumen lembar kerja dengan aplikasi excel. 171

BAB III DESKRIPSI LEMBAGA ATAU INSTANSI

BAB III DESKRIPSI LEMBAGA ATAU INSTANSI BAB III DESKRIPSI LEMBAGA ATAU INSTANSI A. DESKRIPSI INSTANSI 1. Sejarah Instansi Terbentuknya Polri tidak lepas dari sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menata keamanan dan ketertiban

Lebih terperinci

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA A. VISI Bidang Humas Polda DIY mempunyai visi mampu menjadi penjuru untuk mendorong dan membangun kepercayaan masyarakat serta opini positif guna mewujudkan

Lebih terperinci

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 22 tahun 2010 tanggal 28 September 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada Tingkat Kepolisian Daerah adalah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG DRAFT PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAAN. publiknya baik internal maupun publik eksternal. Dengan pengayatan unit Public

BAB I PENDAHULUAAN. publiknya baik internal maupun publik eksternal. Dengan pengayatan unit Public 1 BAB I PENDAHULUAAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi yang baik dapat dilihat dari tercapainya maksud dan tujuan yang sesuai dengan apa yang diharapkan dari komunikasi tersebut. Berkaca kembali dari pentingnya

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, 1 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44/PERMEN-KP/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN TUGAS KEHUMASAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Komunikasi Pengertian komunikasi secara umum (Uchjana, 1992:3) dapat dilihat dari dua sebagai: 1. Pengertian komunikasi secara etimologis Komunikasi berasal dari

Lebih terperinci

PROFIL PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

PROFIL PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN PROFIL PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Kata Pengantar Proses demokratisasi telah mengubah paradigma semua Kementerian/Lembaga Pemerintah saat ini dimana transparansi, akuntabilitas dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. langsung maupun tidak langsung hal tersebut berdampak pada masyakrakat

BAB I PENDAHULUAN. langsung maupun tidak langsung hal tersebut berdampak pada masyakrakat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan pesat, maka semakin cepat dan mudah sebuah informasi untuk diakses

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain

BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang masalah Proses komunikasi pada hakekatnya adalah suatu proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Secara umum,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Public Relations (PR) berperan dalam menentukan seorang sosok brand ambassador

BAB I PENDAHULUAN. Public Relations (PR) berperan dalam menentukan seorang sosok brand ambassador BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Hal yang Peneliti coba dalami dalam skripsi ini adalah seberapa jauh seorang Public Relations (PR) berperan dalam menentukan seorang sosok brand ambassador

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PENGGUNAAN SISTEM ONLINE SEBAGAI SARANA PENYEBARLUASAN DATA DAN DOKUMEN INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DIVISI

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 15 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 15 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL KEPALA BADAN SAR NASIONAL PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK. 15 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KEHUMASAN DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 80 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 80 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 80 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN SIDOARJO

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

RENCANA KEGIATAN PUBLIKASI DAN SOSIALISASI INFORMASI PEMILU

RENCANA KEGIATAN PUBLIKASI DAN SOSIALISASI INFORMASI PEMILU RENCANA KEGIATAN PUBLIKASI DAN SOSIALISASI INFORMASI PEMILU DISAMPAIKAN PADA KEGIATAN KONSOLIDASI DAN PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMILU TAHUN 2015 SURABAYA, 12 14 MEI 2015 Latar Belakang

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Rencana Strategi Biro Rena Polda NTB Rencana Strategis Polri Tahun 2015-2019, sedang berjalan ada beberapa keberhasilan yang telah dicapai namun disisi lain tentunya masih

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIK ( RENSTRA ) PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK TAHUN

RENCANA STRATEGIK ( RENSTRA ) PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK TAHUN RENCANA STRATEGIK ( RENSTRA ) PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK TAHUN 2010-2014 KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya perubahan yang lebih baik

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PENYELESAIAN SENGKETA INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI Menimbang : a. Bahwa

Lebih terperinci

DATA PERATURAN KEPALA DIVISIHUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DATA DAN DOKUMEN INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DATA PERATURAN KEPALA DIVISIHUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DATA DAN DOKUMEN INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DATA PERATURAN KEPALA DIVISIHUBUNGAN MASYARAKAT POLRI NOMOR TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DATA DAN DOKUMEN INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT POLRI Menimbang :

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. media yang didesain secara khusus mampu menyebarkan informasi kepada

BAB I PENDAHULUAN. media yang didesain secara khusus mampu menyebarkan informasi kepada 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Media massa adalah istilah yang digunakan sampai sekarang untuk jenis media yang didesain secara khusus mampu menyebarkan informasi kepada masyarakat secara luas.

Lebih terperinci

POLICY BRIEF ANALISIS DAN EVALUASI HUKUM DALAM RANGKA PARTISIPASI PUBLIK DALAM PROSES PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK

POLICY BRIEF ANALISIS DAN EVALUASI HUKUM DALAM RANGKA PARTISIPASI PUBLIK DALAM PROSES PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK POLICY BRIEF ANALISIS DAN EVALUASI HUKUM DALAM RANGKA PARTISIPASI PUBLIK DALAM PROSES PENGAMBILAN KEBIJAKAN PUBLIK A. PENDAHULUAN Salah satu agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menguntungkan, salah satunya adalah pertukaran informasi guna meningkatkan. ilmu pengetahuan diantara kedua belah pihak.

BAB I PENDAHULUAN. menguntungkan, salah satunya adalah pertukaran informasi guna meningkatkan. ilmu pengetahuan diantara kedua belah pihak. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sebuah bangsa besar adalah bangsa yang memiliki masyarakat yang berilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bisa diperoleh dari berbagai sumber, misalnya lembaga

Lebih terperinci

BAB I KETENTUAN UMUM

BAB I KETENTUAN UMUM Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan: BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1. Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat. Drs. Sigit Wahyudi, MM

KATA PENGANTAR. Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat. Drs. Sigit Wahyudi, MM KATA PENGANTAR Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Biro Umum dan Hubungan Masyarakat Tahun 2015 di susun dalam bentuk rencana kegiatan Biro Umum dan Hubungan Masyarakat, yang berisi tentang kegiatan dan target

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kemajuan ilmu pengetahuan membawa dampak yang signifikan bagi segala hal khususnya dalam dunia kerja. Kemajuan ini dianggap sebagai salah satu cara perusahaan, instansi,

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAG OPS POLRES PARIAMAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAG OPS POLRES PARIAMAN 1 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH SUMATERA BARAT RESOR PARIAMAN Jalan Imam Bonjol 37 Pariaman 25519 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BAG OPS POLRES PARIAMAN Pariaman, 02 Januari 2012 2 KEPOLISIAN

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA PEJABAT INSTALASI PKRS DAN HUMAS RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA

DAFTAR NAMA PEJABAT INSTALASI PKRS DAN HUMAS RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA DAFTAR NAMA PEJABAT INSTALASI PKRS DAN HUMAS RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA NO. JABATAN NAMA 1. Kepala Instalasi PKRS & Humas Sunarso Suyoso, dr, SpKK(K) 2. Wakil Kepala Instalasi PKRS & Humas Didi Aryono Budiyono,

Lebih terperinci

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 59 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN GARUT Menimbang : a. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

STANDARD OPERATINGPROCEDURE (SOP) TENTANG PENERANGAN UMUM BID HUMAS POLDA NTB

STANDARD OPERATINGPROCEDURE (SOP) TENTANG PENERANGAN UMUM BID HUMAS POLDA NTB KEPOLISIAN DAERAH NUSA TENGGARA BARAT BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT STANDARD OPERATINGPROCEDURE (SOP) TENTANG PENERANGAN UMUM BID HUMAS POLDA NTB I. PENDAHULUAN 1). Umum Dalam Undang- Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan kelompok maupun suatu kelompok dengan kelompok lainnya.

BAB I PENDAHULUAN. dengan kelompok maupun suatu kelompok dengan kelompok lainnya. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia merupakan makhluk sosial, dimana satu sama lain saling menumbuhkan yang didalamnya akan terbentuk dan terjalin suatu interaksi atau hubungan yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Konstruksi Branding melalui Acara Sambang Desa. Kabupaten Mojokerto guna terjun langsung ke desa-desa untuk

BAB IV ANALISIS DATA. Konstruksi Branding melalui Acara Sambang Desa. Kabupaten Mojokerto guna terjun langsung ke desa-desa untuk BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian 1. Upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam melakukan Konstruksi Branding melalui Acara Sambang Desa Sambang Desa merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten

Lebih terperinci

KEDUDUKAN, PERANAN, CIRI-CIRI DAN ASAS-ASAS ADMINISTRASI UMUM POLRI

KEDUDUKAN, PERANAN, CIRI-CIRI DAN ASAS-ASAS ADMINISTRASI UMUM POLRI MODUL 01 KEDUDUKAN, PERANAN, CIRI-CIRI DAN ASAS-ASAS ADMINISTRASI UMUM POLRI 4 JP (180 menit) PENGANTAR Dalam bagian ini dibahas materi tentang kedudukan, peranan, ciri-ciri dan asas-asas administrasi

Lebih terperinci

LAPORAN BULANAN PELAKSANAAN TUGAS FUNGSI KEHUMASAN SUBBAG HUMAS BAG OPS POLRES HSS BULAN OKTOBER 2014

LAPORAN BULANAN PELAKSANAAN TUGAS FUNGSI KEHUMASAN SUBBAG HUMAS BAG OPS POLRES HSS BULAN OKTOBER 2014 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN SELATAN RESORT HULU SUNGAI SELATAN LAPORAN BULANAN PELAKSANAAN TUGAS FUNGSI KEHUMASAN SUBBAG HUMAS BAG OPS POLRES HSS BULAN OKTOBER 014 Kandangan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dewasa ini untuk menciptakan kerja sama, dimana orang-orangnya

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dewasa ini untuk menciptakan kerja sama, dimana orang-orangnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Public relations atau humas merupakan suatu kebutuhan dalam masyarakat dewasa ini untuk menciptakan kerja sama, dimana orang-orangnya bergerak di dalam berbagai

Lebih terperinci

SISTIM HUKUM INDONESIA POKOK BAHASAN

SISTIM HUKUM INDONESIA POKOK BAHASAN FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI MODUL 14 UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA SISTIM HUKUM INDONESIA POKOK BAHASAN Hukum Pers OLEH : M. BATTLESON SH. MH. DESKRIPSI : Hukum Pers mengatur mengeni dunia pers di Indonesia.

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.340, 2015 DJSN. Informasi Publik. Pelayanan. PERATURAN DEWAN JAMINAN SOSIAL NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PUBLIK DI LINGKUNGAN DEWAN JAMINAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi kompleks jelasnya media adalah pemain utama dalam komunikasi.

BAB I PENDAHULUAN. organisasi kompleks jelasnya media adalah pemain utama dalam komunikasi. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Informasi tidak mengalir begitu saja dan yang bergerak adalah prosesnya dan penyampaian pesan interprestasi terhadap penyampaian tersebut dan penciptaan penyampaian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diberikan suatu pelatihan atau yang sering disebut Kuliah Kerja Media

BAB I PENDAHULUAN. diberikan suatu pelatihan atau yang sering disebut Kuliah Kerja Media BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memasuki era globalisasi sekarang ini sangat dipengaruhi oleh dampak perkembangan zaman yang sangat pesat, seperti majunya teknologi dan persaingan-persaingan di segala

Lebih terperinci

-1- BAB I PENDAHULUAN

-1- BAB I PENDAHULUAN -1- BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Biro Umum dan Hubungan Masyarakat merupakan bagian dari organisasi tingkat Eselon II Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Program Sekretariat Jenderal Kementerian

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tah

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tah BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1767, 2016 POLRI. Calon Angoota POLRI. Penerimaan. Pencabutan. PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PENERIMAAN CALON ANGGOTA

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.147, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHAN. Penyuluhan. Hukum. Pedoman. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN TENTANG PENYULUHAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dianggap tidak memiliki peran penting dan bisa dibilang dianggap

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dianggap tidak memiliki peran penting dan bisa dibilang dianggap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Hubungan masyarakat memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup suatu perusahaan, sekaligus harus mampu menjembatani dan mempertahankan citra positif

Lebih terperinci

KOMUNIKASI INTERAKTIF PADA PEMERINTAH DAERAH

KOMUNIKASI INTERAKTIF PADA PEMERINTAH DAERAH KOMUNIKASI INTERAKTIF PADA PEMERINTAH DAERAH (Studi Deskriptif Kualitatif Penggunaan akun @hubkominfosolo sebagai Media Komunikasi Publik Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Surakarta) NASKAH

Lebih terperinci

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb No.1572, 2017 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAPPENAS. Piagam Pengawasan Intern. PERATURAN MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia pemerintahan, para aparatur pemerintah/pegawai

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia pemerintahan, para aparatur pemerintah/pegawai 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam dunia pemerintahan, para aparatur pemerintah/pegawai menjadi tolak ukur dalam keberhasilan suatu organisasi, baik pemerintahan Provinsi, Kabupaten/Kota, maupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan,

BAB I PENDAHULUAN. khalayak dengan menggunakan bahasa visual. Baik itu berupa tulisan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Desain komunikasi visual merupakan disiplin ilmu yang berperan dalam penyampaian informasi, ide, konsep, ajakan dan sebagainya kepada khalayak dengan menggunakan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR: /15/ /2017 T E N T A N G

KEPUTUSAN KEPALA BAGIAN HUBUNGAN MASYARAKAT DAN PROTOKOL SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR: /15/ /2017 T E N T A N G PEMERINTAH KABUPATEN MALANG SEKRETARIAT DAERAH Jalan Panji No.158 Kepanjen Telp. (0341) 392024 Fax (0341) 392024 Email : sekda@malangkab.go.id - Website : http://www.malangkab.go.id KEPANJEN 65164 KEPUTUSAN

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL KOTA SALATIGA TAHUN 2017 1 PERENCANAAN KINERJA 2.1. PERENCANAAN STRATEGIS

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 90 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

Lebih terperinci

BAB III PROFIL DIVISI HUMAS MABES POLRI

BAB III PROFIL DIVISI HUMAS MABES POLRI BAB III PROFIL DIVISI HUMAS MABES POLRI A. Sejarah Polri Tentang Polri Kemandirian Polri diawali sejak terpisahnya dari ABRI tanggal 1 April 1999 sebagai bagian dari proses reformasi haruslah dipandang

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS I. PENDAHULUAN

PETUNJUK TEKNIS I. PENDAHULUAN Komisi Penyiaran Indonesia PETUNJUK TEKNIS GUGUS TUGAS PENGAWASAN DAN PEMANTAUAN PEMBERITAAN, PENYIARAN, DAN IKLAN KAMPANYE PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Tujuan utama dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan

BAB 1 PENDAHULUAN. Tujuan utama dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan utama dari pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara khusus, hal ini berarti meningkatkan Sumber Daya Manusia. Salah satu masalah

Lebih terperinci

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG 1 GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PEMANGKU JABATAN STRUKTURAL PADA BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT SEKRETARIAT DAERAH ACEH GUBERNUR ACEH, Menimbang

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar belakang Penelitian

PENDAHULUAN Latar belakang Penelitian PENDAHULUAN Latar belakang Penelitian Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang melahirkan konsekueansi logis bagi dunia penyiaran radio, maka dengan perkembangan daya pikir seorang manusia

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM HUMAS POLRES SEMARANG. Makna lambang dan tulisan dalam tanda kemampuan fungsi humas polri :

BAB II GAMBARAN UMUM HUMAS POLRES SEMARANG. Makna lambang dan tulisan dalam tanda kemampuan fungsi humas polri : 15 BAB II GAMBARAN UMUM HUMAS POLRES SEMARANG 2.1 Arti Lambang Humas Makna lambang dan tulisan dalam tanda kemampuan fungsi humas polri : 1. Lingkaran luar berwarna hitam bertuliskan objektif, dipercaya

Lebih terperinci

2011, No Menetapkan : Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168); 2. Undang-Undang No

2011, No Menetapkan : Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168); 2. Undang-Undang No No.757, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. Sistem Informasi Penyidikan. Penyelenggaraan. PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dikatakan pencitraan menjadi point penting dalam penunjang karir perpolitikan.

BAB I PENDAHULUAN. dikatakan pencitraan menjadi point penting dalam penunjang karir perpolitikan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pencitraan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal penting dalam kehidupan bersosial. Melalui pencitraan, manusia memilih hal yang akan dilakukan dan juga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. organisasi. Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi,

BAB I PENDAHULUAN. organisasi. Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi, BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN Komunikasi merupakan salah satu faktor penting terjalinnya aktivitas. Dengan komunikasi aktivitas apapun pasti terjadi baik antar individu, kelompok, maupun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi adalah penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Komunikasi merupakan bagian yang penting yang tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan itu sendiri, seperti acara workshop

BAB I PENDAHULUAN. yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan itu sendiri, seperti acara workshop BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi di instansi pemerintahan umumnya berisi tentang acara kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan itu sendiri, seperti acara workshop

Lebih terperinci

PERAN STRATEGIS KEHUMASAN PEMERINTAH (GPR) dalam rangka PUBLIKASI OUTPUT KEMENTERIAN/LEMBAGA

PERAN STRATEGIS KEHUMASAN PEMERINTAH (GPR) dalam rangka PUBLIKASI OUTPUT KEMENTERIAN/LEMBAGA PERAN STRATEGIS KEHUMASAN PEMERINTAH (GPR) dalam rangka PUBLIKASI OUTPUT KEMENTERIAN/LEMBAGA Gun Gun Siswadi SAM BIDANG KOMUNIKASI dan MEDIA MASSA www.kominfo.go.id @kemkominfo KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempublikasikan setiap ada agenda yang diadakan oleh perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. mempublikasikan setiap ada agenda yang diadakan oleh perusahaan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di zaman modern ini keterbukaan informasi publik sangatlah penting terutama untuk memenuhi kebutuhan akan informasi yang terus berkembang. Dalam hal ini keterbukaan

Lebih terperinci

ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA ARTIKEL SURAT KABAR SOLOPOS EDISI APRIL - MEI 2010

ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA ARTIKEL SURAT KABAR SOLOPOS EDISI APRIL - MEI 2010 ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA ARTIKEL SURAT KABAR SOLOPOS EDISI APRIL - MEI 2010 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini terlihat sangat pesat. Perkembangan ini tidak hanya melahirkan era informasi global tetapi

Lebih terperinci

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Neger

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Neger BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1073, 2014 KEMENSOS. Sosial. Penyuluhan. Pedoman. PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENYULUHAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bersosial. Karena polisi memiliki kewenangan terhadap hukum yang telah

BAB I PENDAHULUAN. bersosial. Karena polisi memiliki kewenangan terhadap hukum yang telah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kepolisian merupakan suatu badan yang mempunyai tugas, fungsi dan tanggung jaawab terhadap masyarakat seperti menghimbau, melayani dan membantu masyarakat untuk

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Yogyakarta

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Yogyakarta 43 BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN A. Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Yogyakarta Humas Pemerintah Kota merupakan organisasi bagian Pemerintah Kota Yogyakarta yang bertugas mengurusi hubungan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk mencapai persamaan makna melalui pesan dari komunikator ke komunikan, adapun penyampaian pesan tersebut disampaikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu tahun 2009 dan tahun 2010 dimaksudkan untuk mendapatkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yaitu tahun 2009 dan tahun 2010 dimaksudkan untuk mendapatkan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Lokasi dan Waktu Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini untuk tahun 2009 dan tahun 2010, ditetapkan penelitian menggunakan data

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan organisasi dan merupakan salah satu faktor pendukung dari keberhasilan

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan organisasi dan merupakan salah satu faktor pendukung dari keberhasilan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan organisasi dan merupakan salah satu faktor pendukung dari keberhasilan suatu program

Lebih terperinci

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 78 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 78 TAHUN 2008 TENTANG BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 78 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS INFORMASI, KOMUNIKASI DAN TELEMATIKA KABUPATEN KEBUMEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Konteks Masalah Komunikasi merupakan aktivitas makhluk sosial. Menurut Carl I. Hovland (dalam Effendy, 2006: 10) komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. Dalam praktik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membuat isu-isu semacam demokratisasi, transparansi, civil society, good

BAB I PENDAHULUAN. membuat isu-isu semacam demokratisasi, transparansi, civil society, good BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Era globalisasi yang datang lebih cepat dari yang diperkirakan telah membuat isu-isu semacam demokratisasi, transparansi, civil society, good corporate governance,

Lebih terperinci

WALIKOTA BLITAR, PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR, PROVINSI JAWA TIMUR WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2011

PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2011 PERATURAN KEPALA DIVISI HUBUNGAN MASYARAKAT KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGUJIAN KONSEKUENSI INFORMASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA

Lebih terperinci

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih.

negeri namun tetap menuntut kinerja politisi yang bersih. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Persoalan politik di Indonesia saat ini adalah kurangnya kesadaran politik dalam masyarakat khususnya generasi pemuda untuk terlibat dalam partisipasi politik. Tuntutan

Lebih terperinci

BUPATI JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI JOMBANG NOMOR 30 TAHUN 2016

BUPATI JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI JOMBANG NOMOR 30 TAHUN 2016 BUPATI JOMBANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI JOMBANG NOMOR 30 TAHUN 2016 KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN JOMBANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF

KOMUNIKASI YANG EFEKTIF KOMUNIKASI YANG EFEKTIF Oleh: Muslikhah Dwihartanti Disampaikan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2004 Penyuluhan tentang Komunikasi yang Efektif bagi Guru TK di Kecamatan Panjatan A. Pendahuluan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia merupakan ujung tombak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia merupakan ujung tombak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kementerian Perdagangan Republik Indonesia merupakan ujung tombak ekonomi Indonesia di seluruh pasar global. Terdapat tiga elemen katalisator di balik mesin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan suatu aktifitas dasar manusia, dengan

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan suatu aktifitas dasar manusia, dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan suatu aktifitas dasar manusia, dengan komunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain. Komunikasi dapat terjadi baik secara antar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha mereka

BAB I PENDAHULUAN. efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha mereka BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi mempunyai peranan yang penting dalam menentukan betapa efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha mereka untuk mencapai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Era Globalisasi telah menimbulkan efek dalam berbagai sektor.

BAB I PENDAHULUAN. Era Globalisasi telah menimbulkan efek dalam berbagai sektor. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Era Globalisasi telah menimbulkan efek dalam berbagai sektor. Tidak terkecuali dalam sektor komunikasi. Globalisasi tersebut menuntut komunikasi yang cepat dan

Lebih terperinci

S A L I N A N. Lampiran : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN NGANJUK Nomor : 03/Kpts/KPU-Kab/ /2012 Tanggal : 7 Mei 2012

S A L I N A N. Lampiran : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN NGANJUK Nomor : 03/Kpts/KPU-Kab/ /2012 Tanggal : 7 Mei 2012 Lampiran : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN NGANJUK Nomor : 03/Kpts/KPU-Kab/014.329801/2012 Tanggal : 7 Mei 2012 PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN SOSIALISASI PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : SERI : PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN KOORDINASI PEMANTAUAN KEGIATAN ORANG ASING, NGO DAN LEMBAGA ASING DI KOTA BEKASI WALIKOTA

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 4.1 Latar Belakang Biro Hubugan Masyarakat Setda Provinsi Riau

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 4.1 Latar Belakang Biro Hubugan Masyarakat Setda Provinsi Riau 47 BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Latar Belakang Biro Hubugan Masyarakat Setda Provinsi Riau Biro Hubungan Masyarakat adalah salah satu Perangkat Daerah di lingkungan Sekretariat Daerah Pemerintah

Lebih terperinci

Saya lebih takut menghadapi tiga surat kabar daripada seribu ujung bayonet. (Napoleon)

Saya lebih takut menghadapi tiga surat kabar daripada seribu ujung bayonet. (Napoleon) Saya lebih takut menghadapi tiga surat kabar daripada seribu ujung bayonet. (Napoleon) Komunikasi massa Puri Kusuma D.Putriii 1. Apa yang Anda ketahui mengenai komunikasi massa? Sebutkan contohnya! 2.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi manusia. Manusia menggunakan bahasa sebagai media untuk mengungkapkan pikirannya, baik yang dilakukan secara lisan

Lebih terperinci

70% kegiatan komunikasi PR adalah menulis sisanya kegiatan komunikasi lainnya. (Wisaksono Noeradi pakar PR senior)

70% kegiatan komunikasi PR adalah menulis sisanya kegiatan komunikasi lainnya. (Wisaksono Noeradi pakar PR senior) 70% kegiatan komunikasi PR adalah menulis sisanya kegiatan komunikasi lainnya. (Wisaksono Noeradi pakar PR senior) Media komunikasi bisa menggunakan media cetak, audio visual atau pun internet. Menulis

Lebih terperinci

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) T E N T A N G PENERIMAAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT DAN PENDISTRIBUSIANNYA KEPADA BAGYANDUAN

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) T E N T A N G PENERIMAAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT DAN PENDISTRIBUSIANNYA KEPADA BAGYANDUAN MARKAS BESAR KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DIVISI PROFESI DAN PENGAMANAN PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) T E N T A N G PENERIMAAN SURAT PENGADUAN MASYARAKAT DAN PENDISTRIBUSIANNYA KEPADA

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) 1 Sekolah : SMK NEGERI 1 INDRAMAYU Mata Pelajaran : Korespondensi Kelas/Semester : X /1 Materi Pembelajaran : Dasar-dasar Komunikasi : 6 x 5 JP (90 x ) A. Kompetensi

Lebih terperinci

ZUBAIDI. PUSAT INFORMASI DAN HUBUNGAN MASYARAKAT Serang, 11 September 2013

ZUBAIDI. PUSAT INFORMASI DAN HUBUNGAN MASYARAKAT Serang, 11 September 2013 ZUBAIDI zubaidi@kemenag.go.id PUSAT INFORMASI DAN HUBUNGAN MASYARAKAT Serang, 11 September 2013 LOGO KEMENTERIAN AGAMA = IKHLAS BERAMAL 2 VISI 3 MISI 1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama. 2. Meningkatkan

Lebih terperinci

SAMBUTAN KUNCI MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN PADA PERTEMUAN BAKOHUMAS TINGKAT NASIONAL DAN ANUGERAH MEDIA HUMAS TAHUN 2013

SAMBUTAN KUNCI MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN PADA PERTEMUAN BAKOHUMAS TINGKAT NASIONAL DAN ANUGERAH MEDIA HUMAS TAHUN 2013 SAMBUTAN KUNCI MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN PADA PERTEMUAN BAKOHUMAS TINGKAT NASIONAL DAN ANUGERAH MEDIA HUMAS TAHUN 2013 Solo, 20 November 2013 Yth. Menteri Komunikasi dan Informatika

Lebih terperinci