PERILAKU MASYARAKAT SEKITAR SUNGAI MAHAKAM KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERILAKU MASYARAKAT SEKITAR SUNGAI MAHAKAM KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH"

Transkripsi

1 PERILAKU MASYARAKAT SEKITAR SUNGAI MAHAKAM KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH THE PEOPLE OF THE VICINITY OF THE RIVER MAHAKAM KUTAI KARTANEGARA REGENCY TO WASTE MANAGEMENT Mutiara Kartika Dewi Peneliti Pertama Balitbangda Kabupaten Kutai Kartanegara ABSTRACT Research aims to understand the behavior of the people in living near the mahakam river was in table cross age and education respondents of knowledge, attitudes and action. The results of the study showed that respondents the age of 46-55, who had high school education have knowledge good against waste management. But knowledge of the community law environment no 23 Th 1997 perceived is weak all these level of age and education. An attitude toward the litter directly into the river at the age of all respondents said disagree. Will but there are 4,35 of respondents in the level of education high school agree. Attitude respondents on the use of the waters of the daily needs at the age of less agreement reached 88,89. Similarly based on the level of education, the percentage of attitude who disagree larger than agreed and disagree. The act of respondents can look that at the age of years old and 22,22 from the junior high school education often throw waste directly into the river. Similarly use river water for daily needs 38,89 percent of respondents in the age of years and 75 percent of respondents on the level of primary education also often use it. Keywords ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar Mahakam kuisioner yang berisi tentang pengetahuan, sikap dan tindakan responden. Analisis data berupa tabel frekuensi dan tabel silang umur dan pendidikan responden terhadap pengetahuan,sikap dan tindakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden dengan umur dan yang berpendidikan SMA mempunyai pengetahuan yang baik terhadap pengelolaan sampah. Akan tetapi pengetahuan masyarakat terhadap UU Lingkungan Hidup 23 tahun 1997 dirasakan masih kurang disemua level umur dan pendidikan.sikap terhadap kegiatan membuang sampah langsung ke sungai pada umur seluruh responden menjawab tidak setuju. Akan tetapi ada 4,35 responden dari tingkat pendidikan SMA yang setuju. Sikap responden terhadap penggunaan air sungai keperluan sehari- pendidikan, persentase sikap yang kurang setuju lebih besar dibanding dengan yang setuju dan tidak setuju. Tindakan responden dapat terlihat bahwa di umur tahun dan 22,22 dari air sungai untuk keperluan sehari-hari 38,89 responden di umur tahun dan 75 responden Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan

2 PENDAHULUAN Kutai Kartanegara yang memiliki Mahakam yang merupakan sungai utama dan beberapa anak sungainya melalui pemukiman warga. Hal inilah yang menjadikan sungai memiliki peranan penting dalam kehidupan warga banyaknya warga yang bertempat tinggal di sepanjang pinggiran Mahakam dan anak sungainya yang menjadikan sungai sebagai sumber air untuk MCK ataupun untuk sumber air bersih. Air limbah rumah tangga dari pemukiman dan kegiatan warga diluar atau jauh dari bantaran sungai yang mengalir pada parit, selokan, ataupun tempat aliran air lainnya nantinya akan bermuara ke sungai juga mempengaruhi kualitas air sungai.berapa contoh perilaku yang kadang kala kita lihat di kehidupan warga di sepanjang sungai yang seharusnya tidak boleh dilakukan diantaranya, MCK yang buangannya langsung kesungai, sampah rumah tangga yang sudah dibungkus plastik, sampah berupa kaleng cat, pengencer, bahan sisa bangunan yang tidak terpakai, alat rumah tangga yang sudah tidak terpakai, bahkan pernah terlihat kasur yang tidak terpakai lagi dibuang langsung dan hanyut di sungai. Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas air sungai diantaranya perilaku masyarakat yang hidup di sepanjang aliran sungai, pencemaran dari hulu sungai akibat dari kegiatan yang ada baik itu dari warga masyarakat, kadang perusahaan perkebunan, ataupun dari kondisi alam itu sendiri.baik buruknya kualitas air sungai tergantung dari perilaku warga dengan membuang sampah pada tempatnya, pembuangan limbah rumah tangga dapat berupa sisa sabun cuci pakaian dan peralatan rumah tangga, bangunan MCK yang pembuangannya langsung ke sungai dan kegiatan lainnya yang kesemuanya mempengaruhi. Ini kadang kala dipengaruhi oleh pengetahuan warga dan budaya atau kebiasaan. Penyediaan tempat pembuangan sampah dan pengambilan sampah secara rutin oleh petugas sampah ikut andil dalam melatih warga dan merubah budaya warga agar membuang sampah pada tempatnya. Kesadaran akan kebersihan akan tercermin dalam perilaku masyarakat sehari-hari. Menurut toadmojo dalam Hidayati (2012) pengertian perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme atau makhluk hidup yang bersangkutan. Sedangkan menurut Martin and Pear(1978) dalam toadmojo perilaku merupakan sesuatu yang dipersepsikan, dipahami, dipikirkan, dirasakan, dibicarakan dan dilakukan oleh seseorang. Menurut toadmojo bahwa batasan oprasional perilaku adalah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka pemenuhan keinginan, kehendak, kebutuhan, napsu dan sebagainya. Kegiatan ini meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Oleh karena itu perilaku seseorang tercermin dari pengetahuannya, sikapnya dan tindakannya. Penelitian terdahulu oleh Hidayati (2012) menyata bahwa perilaku penduduk buang air besar dan sampah kesungai. Hal ini disebabkan oleh faktor kebiasaan. Faktor lingkungan yang berada diatas sungai membuat berbagai kemudahan untuk menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.sedangkan menurut Risyanto dan Widyastuti (2004) menyebutkan bahwa perilaku penduduk dalam membuang limbah ke sungai akan menambah beban pencemaran sungai sehingga menurunkan kualitas air sungai. Melihat pentingnya perilaku masyarakat terhadap kualitas sungai maka peneliti merasa penting untuk melakukan peneliti perilaku masyarakat sekitar sungai mahakam kabupaten kutai kartanegara

3 terhadap pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat di yang tinggal di sekitar Mahakam dalam pengelolaan sampah. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan kuisioner yang disusun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan guna mendapatkan data primer. Penetapan lokasi penelitian dipilih secara purposive.lokasi penelitian dilaksanakan sepanjang Mahakam di wilayah Kelurahan Mangkurawang dan Loa Tebu di Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara meliputi masyarakat yang tinggal di pinggir sungai.sampel atau responden diambil dengan teknik pengambilan sampel acak berjumlah 40 orang. Kuisioner perilaku tersusun dari pengetahuan, sikap dan tindakan. akan dilihat pengetahuan, sikap dan hasil kuisioner kemudian dianalisis secara tabel frekuensi untuk mengkaji keadaan karakteristik responden. Selain itu data juga dianalisis tabel silang untuk mengetahui hubungan antara umur serta pendidikan responden terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Kabupaten Kutai Kartanegara mempunyai belasan sungai yang tersebar diseluruh wilayah. Salah satu sungai yang melewati kota Tenggarong adalah Mahakam. Mahakam mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat Tenggarong. sepanjang 920 km menjadi sumber kebutuhan air masyarakat Tenggarong. Sepanjang sungai Mahakam di kecamatan Tenggarong banyak terlihat rumah-rumah warga berdiri diatas bantaran sungai. sedikit banyak memberi pengaruh terhadap kondisi lingkungan sungai. Karakteristik Responden Responden yang menjadi sampel penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Mahakam di kelurahan Mangkurawang dan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong. Responden berjumlah 40 orang yang diambil secara acak. Komposisi umur responden Responden dalam penelitian ini berumur antara 17 tahun sampai dengan 55 tahun. Pembagian umur responden Pembagian umur dimulai dari masa remaja akhir sampai dengan masa lansia awal. Paling banyak responden berumur antara tahun sebesar 45 dan terkecil rentan umur tahun sebesar Karakteristik Responden Berdasarkan Komposisi pendidikan responden Pendidikan formal merupakan perguruan tinggi. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam membentuk perilaku seseorang. Pada penelitian ini responden terbanyak berpendidikan SMA sebesar 57,5. Sedangkan untuk SMP mempunyai jumlah yang sama pendidikan responden dapat dilihat bahwa masyarakat telah lebih menyadari

4 pentingnya pendidikan.hal ini dapat terlihat Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Perilaku Masyarakat 1. Pengetahuan Pengetahuan manusia dapat diperoleh dari pendidikan formal maupun dari pengalaman seseorang. Menurut toadmojo dalam Kamal (2009) pengetahuan merupakan hasil tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap sesuatu objek tertentu, dan biasanya pengetahuan manusia di peroleh melalui mata dan telinga. a. Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah yang Baik dan Benar Hasil kuisioner pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik dan benar berdasarkan umur dan pendidikan dapat dilihat pada tabel 1 dan 2. Tabel 1. Hubungan antara dan Pengetahuan Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Pengetahuan Terhadap Pengelolaan Sampah Baik Sedang Kurang () () () Berdasarkan hasil tabel di atas responden yang membandingkan antara umur dan pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat terlihat bahwa umur 46 tahun sampai dengan 55 tahun mempunyai pengetahuan pengelolaan sampah yang baik dibanding tingkatan umur lainnya ( nilai 63 ). Pengetahuan akan pentingnya pengelolaan sampah mulai terlihat pada umur 26 tahun, hal ini ditandai dengan berimbangnya antara jawaban yang baik dan sedang dari responden. Pengetahuan responden pada tingkatan umur tahun ini lebih baik dibandingkan tingkatan umur lainnya didasarkan oleh pengalaman serta pengamatan yang diperoleh baik itu dari beberapa kejadian nyata yang terjadi maupun dari informasi dari berbagai sumber yang telah diperoleh seiring dengan bertambahnya umur. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian Hutabarat dan Siagian (2015) yang menyatakan bahwa kelompok umur tahun mempunyai pengetahuan pengelolaan sampah padat yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok umur yang lain. Tabel 2. Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Pendi dikan Baik Sedang Kurang () () () 1 2 SMP 3 SMA 4 S1 Tabel di atas memperlihatkan pengetahuan pengelolaan sampah paling banyak diketahui oleh responden dengan tingkat pendidikan SMA jika di lihat dari persentase jawaban yang

5 baik dibandingkan dengan tingkat pendidikan responden lainnya ( nilai 41 ). Hal ini diartikan bahwa pada tingkat SMA pengetahuan akan pengolahan langsung pada saat pengambilan data responden, tingkat SMA memperoleh pendidikan dan pemahaman yang lebih mengenai pengelolaan sampah ditunjang dengan aplikasi langsung di lapangan. Misalnya saja di sekolah ( bangku SMA ) di ajarkan dan diberikan pemahaman mengenai pemisahan berdasarkan jenis sampah misalnya sampah organik dan non organik,sampah yang dapat di daur ulang dan yang tidak, serta pembagian diajarkan dan di bekali pengetahuan oleh sekolah dimana seharusnya lokasi pembuangan dari masing-masing jenis sampah tadi. Hasil penelitian ini sebanding dengan hasil penelitian Hutabarat dan Siagian (2015) yang menyatakan bahwa responden yang berpendidikan SMA mempunyai pengetahuan akan pengelolaan sampah padat dengan baik. b. Pengetahuan Masyarakat terhadap UU Lingkungan Hidup 23 Tahun 1997 UU Lingkungan Hidup no 23 tahun 1997 berisi tentang pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan UU lingkungan hidup no 23 tahun 1997 diharapkan masyarakat dapat berperilaku lebih bijaksana terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian Sasongko (2011) diketahui bahwa 61,7 responden pernah mendengar tentang UULH no 23 tahun Hasil kuisioner pengetahuan masyarakat terhadap UULH no 23 tahun 1997 dapat dilihat dalam tabel 3 dan 4. Tabel 3. Hubungan antara dan Pengetahuan Masyarakat terhadap UU Lingkungan Hidup 23 Tahun 1997 Pengetahuan Terhadap UULH Baik () Sedang () Kurang () ,00 80,00 20,00 100,00 0,00 36,36 5, ,44 11,11 44,44 100,00 72,73 18,18 44, ,22 33,33 44,44 100,00 18,18 27,27 22, ,50 25,00 62,50 100,00 9,09 100,00 100,00 100,00 Tabel 4. Hubungan antara Pendidikan dan Pengetahuan Masyarakat terhadap UU Lingkungan Hidup 23 Tahun 1997 Pengetahuan Terhadap UULH Pendi Baik Sedang Kurang dikan () () () 1 25,00 25,00 50,00 100,00 7,14 7,69 15,38 2 SMP 50,00 0,00 50,00 100,00 14,29 0,00 15,38 3 SMA 34,78 47,83 17,39 100,00 57,14 84,62 30,77 4 S1 33,33 11,11 55,56 100,00 21,43 7,69 38,46 100,00 100,00 100,00 Pada tabel 3 di atas memperlihatkan bahwa UU Lingkungan Hidup banyak diketahui oleh responden 26 tahun sampai dengan 35 tahun dengan nilai 44,44, jika dibandingkan dengan tingkatan umur lainnya. Pengetahuan tentang UU Lingkungan Hidup jika didasarkan pada tingkat pendidikan responden lebih banyak terlihat pada tingkat pendidikan SMA dengan nilai 57,14 berdasarkan nilai jawaban yang baik, begitu pula halnya dengan jawaban dengan nilai sedang sebesar 84,62 ( tabel 4 ). Secara garis besar pada tabel 3 dan 4 persentase jawaban dari responden akan

6 pengetahuan terhadap UU Lingkungan Hidup masih kurang, hal ini di karenakan oleh kurangnya informasi mengenai UU tersebut baik itu pada pendidikan bangku sekolah, informasi melalui media baik itu media cetak maupun media lainnya. 2. Sikap Pengertian sikap menurut toatmodjo dalam Islamiyati (2014) menjelaskan, sikap merupakanreaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulusatau objek.sedangkan menurut Lindzey dan Aronson dalam Priambodo (2006) adalah bagian dari persiapan mental untuk bertindak. Hubungan antara sikap dan perilaku dapat tidak konsisten akibat adanya sejumlah peubah yangdapat dan hanya mempengaruhi perilaku tetapi tidak mempengaruhi sikap. Pengubah tersebutterutama adalah kebiasaan hidup, pandangan mengenai konsekuensi dari perilaku tertentu,pandangan mengenai perilaku panutan dan motivasi untuk berperilaku tertentu (Harihanto dalam Priambodo(2006)). Menurut Banga dalam Sumah, Umboh dan akili (2013) sikap belum merupakan tindakan atau aktivitas, akan tetapi merupakan predisposisi tindakan atau perilaku. a. Sikap Masyarakat Terhadap Kegiatan Membuang Sampah Secara Langsung Ke Tabel 5. Hubungan dan Sikap Masyarakat Terhadap Kegiatan Membuang Sampah Ke Ke Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju () () () Tabel 6. Hubungan Pendidikan dan Sikap Masyarakat Terhadap Kegiatan Membuang Sampah Ke Pendi dikan Ke Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju () () () 1 2 SMP 3 SMA 4 S1 Tabel 5 di atas menggambarkan bahwa membuang sampah secara langsung ke sungai umumnya ditanggapi oleh masyarakat sebagai tindakan yang tidak semestinya dilakukan. Responden pada tingkatan umur 36 tahun sampai dengan 45 tahun semua tidak setuju jika sampah langsung di buang ke sungai (nilai 100 ). Pada tabel 6 menggambarkan bahwa sikap masyarakat terhadap kegiatan membuang sampah ke sungai umumnya tidak setuju dari setiap tingkat pendidikan. tingkat pendidikan yang besar pada kolom 82,61 dan S1 66,67). Hanya 4,35 dari pendidikan SMA yg setuju. Artinya sikap masyarakat yang hidup di sepanjang aliran sungai menyadari sepenuhnya bahwa membuang sampah langsung ke sungai merupakan sesuatu yang tidak patut untuk dilakukan dan tentunya akibat jika membuang sampah ke sungai akan merugikan diri sendiri. Misalnya saja lingkungan sekitar akan kotor yang menimbulkan bau, menjadi sarang nyamuk. b. Sikap Masyarakat Terhadap Penggunaan Air

7 Tabel 7. Hubungan antara dan Sikap Masyarakat Terhadap Penggunaan Air Sikap Terhadap Penggunaan Air Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju () () () ,00 60,00 0,00 100,00 20,00 13,04 0, ,33 38,89 27,78 100,00 60,00 30,43 71, ,00 88,89 11,11 100,00 0,00 34,78 14, ,00 62,50 12,50 100,00 100,00 100,00 Tabel 8. Hubungan antara Pendidikan dan Sikap MasyarakatTerhadap Penggunaan Air Pendi dikan Sikap Terhadap Penggunaan Air Kurang Tidak Setuju Setuju Setuju () () () 1 25,00 50,00 25,00 100,00 12,50 10,53 7,69 2 SMP 0,00 75,00 25,00 100,00 0,00 15,79 7,69 3 SMA 26,09 43,48 30,43 100,00 75,00 52,63 53,85 4 S1 11,11 44,44 44,44 100,00 12,50 21,05 30,77 100,00 100,00 100,00 Sikap masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari seperti MCK berdasarkan tingkatan umur umumnya kurang setuju. Pada umur masyarakat yang menjawab kurang didasarkan pada tingkat pendidikannya, persentase sikap yang kurang setuju lebih besar dibanding dengan yang setuju dan tidak setuju ( Nilai pada tabel 8 ). 3. Tindakan Menurut toadmojo dalam Islamiyati (2014) tindakan adalah pelaksanaan atau mempratekkan apa yang diketahui dan disikapinya. Untuk mewujudkan tindakan sesuai dengan sikap dan pengetahuan diperlukan faktor pendukung. a. Tindakan Masyarakat dalam Membuang Sampah ke Tabel 9. Hubungan antara dan Tindakan Masyarakat dalam Membuang Sampah ke Tindakan Masyarakat dalam Membuang Sampah ke Sering () Jarang () Tidak ,00 100,00 0,00 100,00 0,00 22,22 0, ,00 50,00 50,00 100,00 0,00 11,11 11, ,39 34,78 47,83 100,00 100,00 44,44 61, ,00 44,44 55,56 100,00 0, ,00 100,00 100,00 Tabel 10. Hubungan antara Pendidikan dan Tindakan Masyarakat dalam Membuang Sampah ke Tindakan Masyarakat dalam Membuang Sampah ke Tidak Pendi Sering Jarang Pernah dikan () () () 1 0,00 40,00 60,00 100,00 0,00 11,11 16,67 2 SMP 22,22 33,33 44,44 100,00 100,00 33,33 44,44 3 SMA 0,00 77,78 22,22 100,00 0,00 38,89 11,11 4 S1 0,00 37,50 62,50 100,00 0,00 16,67 27,78 100,00 100,00 100,00 Pada tabel 9 dan 10 di atas terlihat bahwa masyarakat yang aktivitasnya di sepanjang aliran sungai pada semua kategori tingkatan umur dan tingkat

8 pendidikan sudah menyadari bahwa tindakan untuk membuang sampah langsung ke sungai seharusnya tidak patut untuk dilakukan tahun sudah mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah secara langsung ke sungai. Namun juga masih terlihat ada sebagian kecil responden yang masih membuang sampah langsung ke sungai. ( Nilai 17,39 pada umur tahun dan Nilai 22 pada tingkat pendidikan SMP ). Hasil penelitian ini sebanding dengan penelitian yang dilakukan oleh Hutabarat dan Siagian (2015) yang menyatakan bahwa kelompok umur memiliki kategori baik dalam pengelolaan sampah. b. Tindakan Masyarakat dalam Penggunaan Air untuk keperluan sehari-hari seperti MCK Tabel 11. Hubungan antara dan Tindakan Masyarakat dalam Penggunaan Air untuk Keperluan Sehari-hari Tindakan Masyarakat dalam Penggunaan Air Untuk Keperluan Sehari-hari Sering () Jarang () Tidak Pernah () ,00 60,00 20,00 100,00 7,69 20,00 8, ,89 16,67 44,44 100,00 53,85 20,00 66, ,22 55,56 22,22 100,00 15,38 33,33 16, ,50 50,00 12,50 100,00 8, ,00 100,00 100,00 Pada tabel 11 di atas terlihat bahwa masyarakat di sepanjang aliran sungai jarang menggunakan air sungai untukkeperluan sehari-hariseperti MCK ( Nilai 60 pada umur tahun, 55 pada umur tahun dan 50 pada umur tahun ). Juga terlihat pada tingkatan umur tahun dengan nilai 44 tidak pernahmenggunakan air sungai untuk kepentingan keperluan sehari-hari. Tabel 12. Hubungan antara Pendidikan dandan Tindakan Masyarakat dalam Penggunaan Air untuk Keperluan Sehari-hari. Tindakan Masyarakat dalam Penggunaan Air Untuk Keperluan Sehari-hari Tidak Pendi Sering Jarang Pernah dikan () () () 1 75,00 0,00 25,00 100,00 23,08 0,00 8,33 2 SMP 50,00 50,00 0,00 100,00 15,38 13,33 0,00 3 SMA 26,09 39,13 34,78 100,00 46,15 60,00 66,67 4 S1 22,22 44,44 33,33 100,00 15,38 26,67 25,00 100,00 100,00 100,00 Masyarakat yang menggunakan air langsung dari sungai sebagian mengerti akan pentingnya pengolahan terlebih dahulu agar layak konsumsi, namun sebagian lagi warga kurang mengetahui atau mengacuhkan hal tersebut. Masyarakat yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari lebih disebabkan karena rumah mereka belum itujuga dirasakan lebih mudah dan hemat. Pada tabel 12 menggambarkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat sangat berpengaruh terhadap tindakan untuk menggunakan air sungai untuk MCK. Terlihat pada nilai persentase antara sering menggunakan dibandingkan yang jarang/ mengecil seiring dengan meningkatnya tingkat pendidikan dari masyarakat yang Hal ini terlihat dari 75 responden sungai untuk keperluan sehari-hari. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan hasil pengambilan data dan pembahasan dari jawaban responden masyarakat di sepanjang aliran Mahakam diperoleh kesimpulan bahwaresponden dengan umur 46 -

9 55 serta responden yang mempunyai pendidikan SMA mempunyai pengetahuan yang baik terhadap pengelolaan sampah. Akan tetapi pengetahuan masyarakat terhadap UU Lingkungan Hidup 23 tahun 1997 dirasakan masih kurang disemua level umur dan pendidikan. Sikap terhadap kegiatan membuang sampah langsung ke sungai pada umur seluruh responden menjawab sikap responden umumnya kurang setuju dan tidak setuju untuk membuang sampah langsung ke sungai,namun ada 4,35 responden dari tingkat pendidikan SMA yang setuju. Sikap responden terhadap penggunaan air sungai untuk keperluan sehari-hari seperti MCK, pada umur responden yang menjawab kurang didasarkan pada tingkat pendidikan, persentase sikap yang kurang setuju lebih besar dibanding dengan yang setuju dan tidak setuju. Pengetahuan dan sikap dari responden tidak sepenuhnya di aplikasikan dalam tindakan responden dapat terlihat bahwa di umur tahun dan 22,22 dari tingkat pendidikan SMP sering membuang sampah langsung ke sungai. untuk keperluan sehari-hari 38,89 responden di umur tahun dan 75 juga sering menggunakannya. Perlunya dukungan dari pihak terkait untuk menyiapkan sarana pendukung agar pengetahuan dan sikap yang telah dimiliki oleh masyarakat dapat diterapkan pada tindakannya sehari-hari.pengawasan dan pemberian pengarahan oleh dinas terkait masih perlu untuk terus dilakukan agar kiranya sikap dan tindakan dari masyarakat tentang pengelolaan sampah dan limbah menjadi lebih baik. DAFTAR PUSTAKA Hidayati Perilaku Masyarakat Untuk Kebutuhan Rumah Tangga. Hutabarat,B.F dan Siagian,R Gambaran Perilaku Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Padat di Kelurahan Malalayang Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik 1 Februari 2015 Islamiyati,A.N Pengetahuan, Sikap, Tindakan Konsumsi Makanan dan Minuman Instan Siswa Kelas XI Program Keahlian Jasa Boga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Yogyakarta. (Skripsi). Yogyakarta. Fakultas Teknik UNY Kamal, F Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Ibu Rumah Tangga tentang pengelolaan Sampah dengan Perilaku Pembuangan Sampah Pada Masyarakat Sekitar Beringin di RW 07 Keluran Wonosari Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. (Skripsi). Semarang. Universitas Negeri Semarang toatmodjo, S Etika Perilaku. /id/ SUKIJO_EP.pdf 2016 Priambodo, Fatchiya dan Yulianto Analisis Perilaku Masyarakat Bantaran sungai Ciliwung Terhadap Aktivitas Pembuangan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Kampung Melayu Jakarta Timur. Buletin Ekonomi Perikanan 2. Hal Risyanto dan Widyastuti,M Pengaruh Perilaku Penduduk Terhadap Kualitas Air Gajahwong. Jurnal Manusia dan Lingkungan. Hal 73-85

Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.

Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography. Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU RUMAH TANGGA DENGAN PRAKTIK PEMILAHAN SAMPAH DI KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI

Lebih terperinci

Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Sanitasi Lingkungan

Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Sanitasi Lingkungan GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DI PESISIR PANTAI SINDULANG SATU KECAMATAN TUMINTING TAHUN 2014 Jessy Desiere*, Henky Loho*, Johan Josephus* *Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA TERHADAP PHBS DAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI SMP X KOTA CIMAHI TAHUN 2011.

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA TERHADAP PHBS DAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI SMP X KOTA CIMAHI TAHUN 2011. ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA TERHADAP PHBS DAN PENYAKIT DEMAM TIFOID DI SMP X KOTA CIMAHI TAHUN 2011. Rika Prastiwi Maulani,2012. Pembimbing I : Dani, dr., M.kes Pembimbing II

Lebih terperinci

Oleh: Mayang Sari 1, Sidharta Adyatma 2, Ellyn Normelani 2

Oleh: Mayang Sari 1, Sidharta Adyatma 2, Ellyn Normelani 2 JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Volume 3, No 2, Maret 2016 Halaman 33-41 e-issn : 2356-5225 http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/jpg PEMANFAATAN AIR SUNGAI ALALAK UTARA OLEH MASYARAKAT DI BANTARAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kota Gorontalo ± 4 km. Jumlah penduduk pada tahun 2011 adalah Jiwa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kota Gorontalo ± 4 km. Jumlah penduduk pada tahun 2011 adalah Jiwa BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Kelurahan Dulalowo 1. Geografi, Batas Wilayah Dan Iklim Kelurahan Dulalowo berada di Kecamatan Kota Tengah merupakan salah satu kecamatan yang ada

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PERILAKU KEPALA KELUARGA DENGAN SANITASI LINGKUNGAN DI DESA PINTADIA KECAMATAN BOLAANG UKI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Suharto S. Bunsal*, A. J. M. Rattu*, Chreisye K.F.

Lebih terperinci

TINJAUAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PEMBUANGAN SAMPAH DOMESTIK DI DESA LAM ILIE MESJID KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2012

TINJAUAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PEMBUANGAN SAMPAH DOMESTIK DI DESA LAM ILIE MESJID KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 2012 TINJAUAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PEMBUANGAN SAMPAH DOMESTIK DI DESA LAM ILIE MESJID KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR TAHUN 0 Cut Permataan Cahaya Mahasiswi S- Kesehatan Masyarakat STIKES

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008

ABSTRAK GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008 ABSTRAK GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008 Ivone. 2008.Pembimbing I : July Ivone, dr., MS. Pembimbing II : Meilinah

Lebih terperinci

PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA BLURU KIDUL RW 11 KECAMATAN SIDOARJO

PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA BLURU KIDUL RW 11 KECAMATAN SIDOARJO PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA BLURU KIDUL RW 11 KECAMATAN SIDOARJO Ayu Fitriana, Oedojo Soedirham Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM Universirtas Airlangga

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASYARAKAT DI LINGKUNGAN VII KELURAHAN SEI SIKAMBING B MEDAN SUNGGAL

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASYARAKAT DI LINGKUNGAN VII KELURAHAN SEI SIKAMBING B MEDAN SUNGGAL Jurnal maternal Dan Neonatal, 12/12 (2016), Hal 1-7 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASYARAKAT DI LINGKUNGAN VII KELURAHAN SEI SIKAMBING B MEDAN SUNGGAL Heni Triana,

Lebih terperinci

Kata kunci: gigi tiruan, tingkat perilaku, lansia.

Kata kunci: gigi tiruan, tingkat perilaku, lansia. ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN TINGKAT PERILAKU PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI TIRUAN LEPASAN AKRILIK PADA LANSIA DI DESA PENATAHAN KABUPATEN TABANAN BALI Kehilangan gigi saat memasuki fase

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam rangka memperbaiki kualitas

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam rangka memperbaiki kualitas 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam GBHN 1993 disebutkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dalam rangka memperbaiki kualitas hidupnya. Pada Repelita VI

Lebih terperinci

Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography.

Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography. Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPEDULIAN KOMUNITAS SEKOLAH DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI MA RIYADLOTUT THALABAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDAHULUAN Latar Belakang 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perilaku pemukim di bantaran sungai Jakarta merupakan perilaku yang merugikan dan memiliki sejumlah alasan kuat untuk dirubah karena berdampak buruk pada kerusakan lingkungan,

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH 2.1 Letak Geografis dan Jumlah Penduduk Tenggarong merupakan salah satu Kecamatan dari 15 Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan luas wilayah 398,10

Lebih terperinci

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi

*Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN TINDAKAN PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA BORGO JAGA V KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Rifka Syifana Sudar* *Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Target Millenium Development Goals (MDGs) ke-7 adalah setiap negara

BAB I PENDAHULUAN. Target Millenium Development Goals (MDGs) ke-7 adalah setiap negara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Target Millenium Development Goals (MDGs) ke-7 adalah setiap negara memastikan keberlanjutan lingkungan hidup, untuk itu setiap negara harus dapat mengurangi

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Pengukuran dan Perhitungan Berat Sampah dan Volume Sampah Pengukuran volume sampah dari sumber pemukiman dan non pemukiman yang dilakukan menggunakan kotak

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 112 MANADO

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 112 MANADO HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 112 MANADO Renaldi S. Sondakh*, Sulaemana Engkeng*, Christian R. Tilaar*

Lebih terperinci

Jurnal Geografi Media Infromasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian

Jurnal Geografi Media Infromasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian Jurnal Geografi Volume 12 No 2 (196 dari 221) Jurnal Geografi Media Infromasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM

Lebih terperinci

GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN POHE KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO TAHUN 2012

GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN POHE KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO TAHUN 2012 Summary GAMBARAN SANITASI DASAR PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KELURAHAN POHE KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO TAHUN 2012 Afriani Badu. 2012. Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan

Lebih terperinci

Oleh: Erlanda Bayu Pratama, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta

Oleh: Erlanda Bayu Pratama, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta Pelaksanaan Program Usaha (Erlanda Bayu Pratama) 1 PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH ( UKS ) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KECAMATAN SENTOLO KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2017 SCHOOL HEALTH PROGRAM

Lebih terperinci

Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan pengelolaan sampah rumah tangga, ibu rumah tangga

Kata kunci: pengetahuan, sikap, tindakan pengelolaan sampah rumah tangga, ibu rumah tangga HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA BORGO KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA. Yosh Christanto Doa*, Jootje M.L. Umboh*,

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI PHBS WARGA SEKOLAH DASAR DI KOTA DAN DI DESA TAHUN 2015

STUDI KOMPARASI PHBS WARGA SEKOLAH DASAR DI KOTA DAN DI DESA TAHUN 2015 STUDI KOMPARASI PHBS WARGA SEKOLAH DASAR DI KOTA DAN DI DESA TAHUN 2015 Athanasia Budi Astuti, Sunarsih Rahayu, Sri Mulyanti Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Keperawatan Abstract

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Populasi dan Sampel. Populasi

METODE PENELITIAN. Populasi dan Sampel. Populasi 56 METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi Populasi pada Penelitian ini adalah pemukim di bantaran sungai Ciliwung di DKI Jakarta yang terdiri dari tiga daerah daerah yaitu Jakarta Timur, Jakarta

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : karakteristik, sikap dan perilaku karyawan cold storage, praktik higiene daging

ABSTRAK. Kata kunci : karakteristik, sikap dan perilaku karyawan cold storage, praktik higiene daging ABSTRAK DONNI MUKSYDAYAN. Karakteristik, Sikap dan Perilaku Karyawan Cold Storage terkait Praktik Higiene Daging. Dibimbing oleh DENNY W LUKMAN dan ABDUL ZAHID Penyimpanan daging di cold storage merupakan

Lebih terperinci

Surahma Asti Mulasari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Surahma Asti Mulasari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta KES MAS ISSN : 1978-0575 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGOLAH SAMPAH DI DUSUN PADUKUHAN DESA SIDOKARTO KECAMATAN GODEAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Surahma

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia, namun keberadaannya pada sumber-sumber air mempunyai risiko

BAB I PENDAHULUAN. manusia, namun keberadaannya pada sumber-sumber air mempunyai risiko BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Air merupakan salah satu sumber daya alam yang paling dibutuhkan oleh manusia, namun keberadaannya pada sumber-sumber air mempunyai risiko mudah tercemar, jika pengelolaan

Lebih terperinci

Abstract. Keywords: Waste Recycling Relationships, Creativity Utilizing Garbage, Trash Managing Behavior. Abstrak

Abstract. Keywords: Waste Recycling Relationships, Creativity Utilizing Garbage, Trash Managing Behavior. Abstrak Hubungan Pengetahuan Daur Ulang Sampah dan Kreativitas Siswa dalam Memanfaatkan Sampah dengan Perilaku Mengelola Sampah di Lingkungan Sekolah (Studi pada Siswa Kelas XI SMK Mitra Batik Tasikmalaya) Linda

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN REMAJA. Di SMAN 1 Pulung Ponorogo

KARYA TULIS ILMIAH GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN REMAJA. Di SMAN 1 Pulung Ponorogo KARYA TULIS ILMIAH GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEHAMILAN REMAJA Di SMAN 1 Pulung Ponorogo Oleh: LESTARI NIM: 13612521 PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH

Lebih terperinci

Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography.

Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography. Edu Geography 3 (7) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KETERKAITAN PENGELOLAAN BANK SAMPAH DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT PERUMAHAN MURIA INDAH DI

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: Karakteristik Umum Responden, Perilaku Mencuci Tangan, Diare, Balita

ABSTRAK. Kata Kunci: Karakteristik Umum Responden, Perilaku Mencuci Tangan, Diare, Balita ABSTRAK GAMBARAN PERILAKU MENCUCI TANGAN PADAPENDERITA DIARE DI DESA KINTAMANI KABUPATEN BANGLI BALI TAHUN 2015 Steven Awyono Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Diare masih merupakan penyebab kematian

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGURUS OSIS SMA X TENTANG MANFAAT PENGGUNAAN HAND SANITIZER KOTA BANDUNG 2012

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGURUS OSIS SMA X TENTANG MANFAAT PENGGUNAAN HAND SANITIZER KOTA BANDUNG 2012 ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU PENGURUS OSIS SMA X TENTANG MANFAAT PENGGUNAAN HAND SANITIZER KOTA BANDUNG 2012 Ghea Pika Febrina, 2012; Pembimbing I : Dr. Savitri Restu Wardhani, dr.,

Lebih terperinci

95 Tabel 6.2 Pengetahuan Warga Mengenai Akibat Membuang Sampah Secara Sembarangan Sebelum Adanya Kelembagaan Partisipatoris, Sub DAS Cikapundung, Band

95 Tabel 6.2 Pengetahuan Warga Mengenai Akibat Membuang Sampah Secara Sembarangan Sebelum Adanya Kelembagaan Partisipatoris, Sub DAS Cikapundung, Band 94 BAB VI EFEKTIVITAS KELEMBAGAAN PARTISIPATORIS DALAM PENYELAMATAN HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM (SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CIKAPUNDUNG) 6.1 Pengetahuan Sikap dan Perilaku Warga 6.1.1 Pengetahuan Warga

Lebih terperinci

ANALISIS PENGETAHUAN DENGAN POLA ASUH PADA IBU BALITA UMUR 4-5 TAHUN DI TK DHARMA WANITA DESA SAMBIROBYONG KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI

ANALISIS PENGETAHUAN DENGAN POLA ASUH PADA IBU BALITA UMUR 4-5 TAHUN DI TK DHARMA WANITA DESA SAMBIROBYONG KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI ANALISIS PENGETAHUAN DENGAN POLA ASUH PADA IBU BALITA UMUR 4-5 TAHUN DI TK DHARMA WANITA DESA SAMBIROBYONG KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI Retno Palupi Yonni STIKes Surya Mitra Husada Kediri e-mail

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU WANITA TERHADAP LABEL NUTRISI DI SUPERMARKET CARREFOUR KIARA CONDONG

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU WANITA TERHADAP LABEL NUTRISI DI SUPERMARKET CARREFOUR KIARA CONDONG ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU WANITA TERHADAP LABEL NUTRISI DI SUPERMARKET CARREFOUR KIARA CONDONG Try Christian S, 0610024 Pembimbing I: Meilinah Hidayat, dr., M.Kes Pembimbing II:

Lebih terperinci

JURNAL PENGELOLAAN SAMPAH PASAR SEGIRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN SUNGAI KARANGMUMUS DI KOTA SAMARINDA

JURNAL PENGELOLAAN SAMPAH PASAR SEGIRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN SUNGAI KARANGMUMUS DI KOTA SAMARINDA JURNAL PENGELOLAAN SAMPAH PASAR SEGIRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENCEMARAN SUNGAI KARANGMUMUS DI KOTA SAMARINDA Disusun oleh: FRANSISKA SEPTI WIDIASTUTI NPM : 100510268 Program Studi Program Kekhususan

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENANGANAN SAMPAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR

HUBUNGAN PENANGANAN SAMPAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR HUBUNGAN PENANGANAN SAMPAH DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR WASTE HANDLING CORRELATION WITH THE OCCURRENCE OF DIARRHEA ON TODDLER WORKING AREA

Lebih terperinci

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X

Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: X Prosiding Pendidikan Dokter ISSN: 2460-657X Gambaran Karakteristik (Usia, Jumlah Anak, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan) dan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang ASI Eksklusif di UPT Puskesmas Ibrahim Adjie Bandung

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT

EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (Studi Kasus: Pengelolaan Sampah Terpadu Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) Perumahan Pondok Pekayon Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan)

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN SUPERMARKET CARREFOUR KIARACONDONG, BANDUNG TERHADAP BAHAN PANGAN ORGANIK

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN SUPERMARKET CARREFOUR KIARACONDONG, BANDUNG TERHADAP BAHAN PANGAN ORGANIK ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN SUPERMARKET CARREFOUR KIARACONDONG, BANDUNG TERHADAP BAHAN PANGAN ORGANIK Cliffceda, 0610118; Pembimbing I : Winny Suwindere, drg, MS Pembimbing

Lebih terperinci

Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Kambiolangi

Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Kambiolangi Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kelurahan Kambiolangi Muhammad Aminawar, Sitti Nurani Sirajuddin, Rahmayani Sila Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin E-Mail

Lebih terperinci

BAB 6 HASIL PENELITIAN

BAB 6 HASIL PENELITIAN BAB 6 HASIL PENELITIAN Setelah melakukan pengambilan data dengan wawancara kepada responden, selanjutnya dilakukan tahapan pengolahan data. Dari data 180 responden yang diwawancara, terdapat 6 responden

Lebih terperinci

ANALISIS TENTANG SIKAP SISWA SMP KELAS IX TERHADAP SEKOLAH LANJUTAN ATAS DI KECAMATAN KAMPAR KIRI HULU

ANALISIS TENTANG SIKAP SISWA SMP KELAS IX TERHADAP SEKOLAH LANJUTAN ATAS DI KECAMATAN KAMPAR KIRI HULU ANALISIS TENTANG SIKAP SISWA SMP KELAS IX TERHADAP SEKOLAH LANJUTAN ATAS DI KECAMATAN KAMPAR KIRI HULU Patri Ziana 1) Zulfan Saam 2) Elni Yakub 3) Abstract The purpose of this study is 1) knowing Junior

Lebih terperinci

TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI SAMBIROTO 2 KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN

TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI SAMBIROTO 2 KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN Tingkat Pengetahuan Kebersihan...(Matin Arifudin)1 TINGKAT PENGETAHUAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SISWA KELAS IV DAN V SD NEGERI SAMBIROTO 2 KECAMATAN KALASAN KABUPATEN SLEMAN THE LEVEL KNOWLEDGE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok

Lebih terperinci

PERILAKU IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO

PERILAKU IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO PERILAKU IBU HAMIL TENTANG ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS BAHU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Erly Melisa Ompusunggu Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia mengalami proses pembangunan perkotaan yang pesat antara tahun 1990 dan 1999, dengan pertumbuhan wilayah perkotaan mencapai 4,4 persen per tahun. Pulau Jawa

Lebih terperinci

DESKRIPSI TENAGA KERJA INDUSTRI KERUPUK RAFIKA DI KELURAHAN TANJUNG HARAPAN KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012

DESKRIPSI TENAGA KERJA INDUSTRI KERUPUK RAFIKA DI KELURAHAN TANJUNG HARAPAN KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012 DESKRIPSI TENAGA KERJA INDUSTRI KERUPUK RAFIKA DI KELURAHAN TANJUNG HARAPAN KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2012 Nurmeitama Indah Wiladatika, Yarmaidi*, Edy Haryono** Abstract

Lebih terperinci

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN INDUSTRI TEPUNG TAPIOKA DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA SKRIPSI

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN INDUSTRI TEPUNG TAPIOKA DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA SKRIPSI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN INDUSTRI TEPUNG TAPIOKA DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUNGAILIAT KABUPATEN BANGKA SKRIPSI ISMIMARHAMA 205 13 11 018 PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selama lebih dari tiga dasawarsa, Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Departemen Kesehatan

Lebih terperinci

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI PANTAI BEROK KELURAHAN TELUK KABUNG TENGAH KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG ABSTRACT

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI PANTAI BEROK KELURAHAN TELUK KABUNG TENGAH KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG ABSTRACT 1 1 PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI PANTAI BEROK KELURAHAN TELUK KABUNG TENGAH KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG Oleh: Risa Okwani*, Slamet Rianto**, Yuherman** Mahasiswa Pendidikan Geografi

Lebih terperinci

STUDY OF PUBLIC AWARENESS IN KEEPING OF ENVIRONMENTAL HEALTH IN SUB DISTRICT OF TABIANG BANDA GADANG DISTRICT OF NANGGALO PADANG CITY

STUDY OF PUBLIC AWARENESS IN KEEPING OF ENVIRONMENTAL HEALTH IN SUB DISTRICT OF TABIANG BANDA GADANG DISTRICT OF NANGGALO PADANG CITY 0 STUDY OF PUBLIC AWARENESS IN KEEPING OF ENVIRONMENTAL HEALTH IN SUB DISTRICT OF TABIANG BANDA GADANG DISTRICT OF NANGGALO PADANG CITY Elsa Yoranda*, Drs. Helfia Edial**, Elvi Zuriyani**, *) Student of

Lebih terperinci

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN SISWA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH DI SMA KATOLIK ST.THOMAS AQUINO MANADO

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN SISWA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH DI SMA KATOLIK ST.THOMAS AQUINO MANADO GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN SISWA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH DI SMA KATOLIK ST.THOMAS AQUINO MANADO Abraham Uamang*, Ardiansa. A. T. Tucunan*, Adisti, A. Rumayar*

Lebih terperinci

1,2,3 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Denpasar

1,2,3 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Denpasar PERBEDAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA PADA WILAYAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI KABUPATEN BADUNG I Made Bulda Mahayana 1, I Gede Wayan Darmadi 2, Nengah Notes 3 Abstract. Many of the

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral

BAB I PENDAHULUAN. untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Strategi kebijakan pelaksanaan pengendalian lingkungan sehat diarahkan untuk mendorong peran dan membangun komitmen yang menjadi bagian integral dalam pembangunan kesehatan

Lebih terperinci

GAMBARAN KONDISI FISIK SUMUR GALI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI

GAMBARAN KONDISI FISIK SUMUR GALI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI GAMBARAN KONDISI FISIK SUMUR GALI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI DI DESA KAWANGKOAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2015 Wildan Akbar*, Jootje M.L. Umboh *, Paul A.T. Kawatu*

Lebih terperinci

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dalam pembangunaan kesehatan menuju Indonesia sehat ditetapkan enam

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Dalam pembangunaan kesehatan menuju Indonesia sehat ditetapkan enam BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam pembangunaan kesehatan menuju Indonesia sehat ditetapkan enam program pembangunan kesehatan masyarakat salah satunya adalah program lingkungan sehat, perilaku

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang hidup dalam lingkungan yang sehat. Lingkungan yang diharapkan adalah yang

BAB I PENDAHULUAN. yang hidup dalam lingkungan yang sehat. Lingkungan yang diharapkan adalah yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Program Indonesia Sehat 2010 yang dicanangkan Departemen Kesehatan pada tahun 1998 yang lalu memiliki tujuan-tujuan mulia, salah satu tujuan yang ingin dicapai melalui

Lebih terperinci

Nizaar Ferdian *) *) mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Koresponden :

Nizaar Ferdian *) *) mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Koresponden : HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM WARGA PEDULI AIDS DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI KELURAHAN PETERONGAN, KOTA SEMARANG Nizaar Ferdian *) *) mahasiswa Fakultas Kesehatan

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kelurahan Bontoala merupakan bagian dari Kecamatan Pallangga

BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kelurahan Bontoala merupakan bagian dari Kecamatan Pallangga 50 BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Kondisi Geografis Kelurahan Bontoala merupakan bagian dari Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Kecamatan Bontoala sendiri memiliki luas keseluruhan wilayah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai Indonesia Sehat,

Lebih terperinci

Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography.

Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography. Edu Geography 4 (3) (2016) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU RUMAH TANGGA DENGAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KELURAHAN PASARBATANG

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta

I. PENDAHULUAN. mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lingkungan hidup didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi

Lebih terperinci

Perilaku Beberapa Klaster Masyarakat Di Sekitar Sungai Tuk Terhadap Air Limbah Domestik. Lutfi Aris Sasongko

Perilaku Beberapa Klaster Masyarakat Di Sekitar Sungai Tuk Terhadap Air Limbah Domestik. Lutfi Aris Sasongko Perilaku Beberapa Klaster Masyarakat Di Sekitar Sungai Tuk Terhadap Air Limbah Domestik Lutfi Aris Sasongko Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Wahid Hasyim Abstract Water is the most precious

Lebih terperinci

HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA AIR DENGAN KELUHAN KESEHATAN PENGGUNA AIR SUNGAI DI DESA PAGAR MANIK KECAMATAN SILINDA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2010

HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA AIR DENGAN KELUHAN KESEHATAN PENGGUNA AIR SUNGAI DI DESA PAGAR MANIK KECAMATAN SILINDA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2010 HUBUNGAN PERILAKU PENGGUNA AIR DENGAN KELUHAN KESEHATAN PENGGUNA AIR SUNGAI DI DESA PAGAR MANIK KECAMATAN SILINDA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2010 SKRIPSI Oleh : NATA PERMINA SIPAYUNG NIM : 061000104

Lebih terperinci

ENOK ILA KARTILA SKRIPSI

ENOK ILA KARTILA SKRIPSI SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI CILIWUNG DALAM AKTIVITAS PEMBUANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA (Kasus di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor) ENOK ILA KARTILA SKRIPSI PROGRAM

Lebih terperinci

Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography.

Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography. Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM KALI BERSIH DI BANTARAN KALIREYENG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau kaadaan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang

Lebih terperinci

Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Oleh : Dra. MH. Tri Pangesti, M.Si. Widyaiswara Utama Balai Diklat Kehutanan Bogor Pendahuluan Desa Rumpin merupakan salah

Lebih terperinci

POLA KONSUMSI MASYARAKAT MENIMBULKAN MASALAH SAMPAH DI KAWASAN PESISIR KAMPUNG BUGIS

POLA KONSUMSI MASYARAKAT MENIMBULKAN MASALAH SAMPAH DI KAWASAN PESISIR KAMPUNG BUGIS POLA KONSUMSI MASYARAKAT MENIMBULKAN MASALAH SAMPAH DI KAWASAN PESISIR KAMPUNG BUGIS BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang selalu berhubungan dengan konsumsi, apa

Lebih terperinci

Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengetahuan, Sikap, Tindakan.

Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pengetahuan, Sikap, Tindakan. GAMBARAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 30 MANADO Cyndhanita O. Janis*, Prof. dr. Jootje M.L Umboh, MS*, dr Nancy S.H Malonda, MPH* *Fakultas Kesehatan Masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini sebagian dari kita yang telah melupakan kenyamanan lingkungan sekitar. Padahal makna dari lingkungan yang bersahabat sangat besar manfaatnya untuk manusia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Kota Surabaya menunjukkan perkembangannya pada aspek ekonomi dan sosial. Peningkatan aktivitas perekonomian berbagai sektor baik industri dan riil seirama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tak hidup). Kedua komponen itu akan

BAB I PENDAHULUAN. (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tak hidup). Kedua komponen itu akan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lingkungan yang kita diami terdiri atas dua komponen utama yaitu biotik (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tak hidup). Kedua komponen itu akan saling berpengaruh

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SANITASI DASAR DI PASAR TRADISIONAL PRINGGAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2011 SKRIPSI OLEH : TENGKU HERA ZAFIRAH NIM.

PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SANITASI DASAR DI PASAR TRADISIONAL PRINGGAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2011 SKRIPSI OLEH : TENGKU HERA ZAFIRAH NIM. PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN SANITASI DASAR DI PASAR TRADISIONAL PRINGGAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2011 SKRIPSI OLEH : TENGKU HERA ZAFIRAH NIM. 071000002 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Lebih terperinci

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL PERAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL JAKARTA A PERAN PEREMPUAN Perempuan sangat berperan dalam pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya. Peningkatan pendapatan di negara ini ditunjukkan dengan

BAB I PENDAHULUAN. penduduknya. Peningkatan pendapatan di negara ini ditunjukkan dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan ekonomi di Indonesia telah meningkatkan taraf kehidupan penduduknya. Peningkatan pendapatan di negara ini ditunjukkan dengan pertumbuhan kegiatan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : ISPA, angka kejadian.

ABSTRAK. Kata kunci : ISPA, angka kejadian. ABSTRAK FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGGINYA ANGKA KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI RW 03 KELURAHAN SUKAWARNA WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAWARNA KOTA BANDUNG TAHUN 2007 Arie Wahyudi,2007. Pembimbing :

Lebih terperinci

Keywords: Diarrhea, Defecate, Kuningan Village

Keywords: Diarrhea, Defecate, Kuningan Village FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE DI KELURAHAN KUNINGAN KECAMATAN SEMARANG UTARA TAHUN 2016 (STUDI KASUS DI RT 01 RW III KELURAHAN KUNINGAN) Zulfrianingtias Cahyani Putri*), Supriyono Asfawi**)

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA DI SD GMIM 20 MANADO.

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA DI SD GMIM 20 MANADO. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA DI SD GMIM 20 MANADO. Randa Manik*, Franckie R.R. Maramis*, Febi K. Kolibu*

Lebih terperinci

KUESIONER GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008

KUESIONER GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008 Lampiran 1 KUESIONER GAMBARAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INSIDENSI DIARE PADA BALITA DI RSU SARASWATI CIKAMPEK PERIODE BULAN JULI 2008 IDENTITAS RESPONDEN 1. Umur Responden : a). < 20 tahun b).

Lebih terperinci

STUDI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SDN SUKARASA 3

STUDI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SDN SUKARASA 3 31 STUDI TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SDN SUKARASA 3 Annida Aulia Fauziah 1, Ellis Endang Nikmawati 2, Rita Patriasih 2 Abstrak : Anak usia sekolah rawan akan masalah kesehatan, seperti

Lebih terperinci

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN 1 Sampah merupakan konsekuensi langsung dari kehidupan, sehingga dikatakan sampah timbul sejak adanya kehidupan manusia. Timbulnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kota akan selalu berhubungan erat dengan perkembangan lahan baik dalam kota itu sendiri maupun pada daerah yang berbatasan atau daerah sekitarnya. Selain itu lahan

Lebih terperinci

Zainul Ikhwan 1) 1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang

Zainul Ikhwan 1) 1) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang FAKTOR INDIVIDU DAN KEADAAN SALURAN PEMBUANGAN AIR LIMBAH (SPAL) RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE DI RT 01 RW 09 KELURAHAN SEI JANG KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNGPINANG Zainul Ikhwan 1) 1) Jurusan

Lebih terperinci

ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS

ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS Daud Satria Putra, Ardian Putra Laboratorium Fisika Bumi, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas Kampus

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internal maupun eksternal. Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 2,2 juta

BAB I PENDAHULUAN. internal maupun eksternal. Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 2,2 juta BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 2,2 juta orang di negara berkembang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait antar satu dengan lainnya. Manusia membutuhkan kondisi lingkungan yang

Lebih terperinci

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MENGENAI DIARE DI WILAYAH KERJA UPT KESMAS BLAHBATUH II, KABUPATEN GIANYAR BALI TAHUN 2015

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MENGENAI DIARE DI WILAYAH KERJA UPT KESMAS BLAHBATUH II, KABUPATEN GIANYAR BALI TAHUN 2015 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MENGENAI DIARE DI WILAYAH KERJA UPT KESMAS BLAHBATUH II, KABUPATEN GIANYAR BALI TAHUN 215 ABSTRAK Nyoman Bendhesa Wirananggala Program Studi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Gorontalo, dan memiliki batas-batas administrasi sebagai berikut :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Gorontalo, dan memiliki batas-batas administrasi sebagai berikut : 4.1 Hasil Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian a. Kondisi Demografi Secara administratif Desa Tabumela terletak di wilayah Kecamatan Tilango Kabupaten

Lebih terperinci

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi mengakibatkan bertambahnya volume sampah. Di samping itu, pola konsumsi masyarakat memberikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia adalah salah satu negara yang saat ini masih mengahadapi masalah sanitasi dan perilaku untuk hidup bersih dan sehat. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah

Lebih terperinci

ROY ANTONIUS TARIGAN NIM.

ROY ANTONIUS TARIGAN NIM. HUBUNGAN KARAKTERISTIK, PENGETAHUAN, DAN SIKAP KEPALA KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN RUMAH SEHAT DI KELURAHAN PEKAN SELESEI KECAMATAN SELESEI KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2010 Oleh: ROY ANTONIUS TARIGAN NIM. 061000113

Lebih terperinci

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA SISWI KELAS XI SMA X KABUPATEN BANDUNG TERHADAP PERILAKU SEKSUAL.

ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA SISWI KELAS XI SMA X KABUPATEN BANDUNG TERHADAP PERILAKU SEKSUAL. ABSTRAK GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU SISWA SISWI KELAS XI SMA X KABUPATEN BANDUNG TERHADAP PERILAKU SEKSUAL. Rizki Zainuraditya,2011. Pembimbing I : Rimonta Gunanegara, dr., Sp.OG Pembimbing

Lebih terperinci

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kualitas lingkungan dapat mempengaruhi kondisi individu dan

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kualitas lingkungan dapat mempengaruhi kondisi individu dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kualitas lingkungan dapat mempengaruhi kondisi individu dan masyarakat, dimana kualitas kondisi lingkungan yang buruk akan menimbulkan berbagai gangguan pada kesehatan

Lebih terperinci

JURNAL KESIAPAN KELOMPOK SIAGA BENCANA SMA DI WILAYAH ZONA MERAH DI KOTA PADANG DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI

JURNAL KESIAPAN KELOMPOK SIAGA BENCANA SMA DI WILAYAH ZONA MERAH DI KOTA PADANG DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI JURNAL KESIAPAN KELOMPOK SIAGA BENCANA SMA DI WILAYAH ZONA MERAH DI KOTA PADANG DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI OLEH : IRFAN TANJUNG NPM.11030151 PEMBIMBING I: PEMBIMBING II: Drs. Helfia Edial,

Lebih terperinci

KETERLAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016

KETERLAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 Keterlaksanaan Usaha Kesehatan...(Rizky Mahardhani) 1 KETERLAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMP MUHAMMADIYAH 8 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016 The Implementation of School Health (Usaha Kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini. Terdapat kira-kira sejumlah 1,3-1,4 milyard Km 3 air dengan persentase 97,5%

BAB I PENDAHULUAN. ini. Terdapat kira-kira sejumlah 1,3-1,4 milyard Km 3 air dengan persentase 97,5% BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan sumber kehidupan pokok untuk semua makhluk hidup tanpa terkecuali, dengan demikian keberadaannya sangat vital dipermukaan bumi ini. Terdapat kira-kira

Lebih terperinci