STRATEGI ZUBAIR DALAM MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DI DESA TABBINGJAI KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA EKO ARIANTO. Nomor Stambuk:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STRATEGI ZUBAIR DALAM MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DI DESA TABBINGJAI KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA EKO ARIANTO. Nomor Stambuk:"

Transkripsi

1 STRATEGI ZUBAIR DALAM MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DI DESA TABBINGJAI KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA EKO ARIANTO Nomor Stambuk: 5646 PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

2 STRATEGI ZUBAIR DALAM MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN DI DESA TABBINGJAI KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan Disusun dan Diajukan Oleh EKO ARIANTO Nomor Stambuk: 5646 Kepada: PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR ii

3 HALAMAN PERSETUJUAN Judul Skripsi : Strategi Zubair dalam Mempertahankan Kekuasaan di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Nama Mahasiswa : Eko Arianto Nomor Stambuk : 5646 Program Studi Fakultas : Ilmu Pemerintahan : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Menyetujui: Pembimbing I Pembimbing II Dr. Amir Muhiddin, M.Si Hardianto Hawing, ST., MA Mengetahui Dekan Fisipol Unismuh Makassar Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan Dr. Hj. Ihyani Malik, S.Sos., M.Si Dr. Nuryanti Mustari, S.IP., M. Si iii

4 iv

5 PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH Saya yang bertandatangan di bawahini : Nama Mahasiswa : Eko Arianto Nomor Stambuk : 5646 Program Studi : Ilmu Pemerintahan Menyatakan bahwa benar karya ilmiah ini adalah penelitian saya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain atau telah ditulis/dipublikasikan orang lain atau melakukan plagiat. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari penyataan ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sangsi akademik sesuai aturan yang berlaku, sekalipun itu pencabutan gelar akademik. Makassar, 6 Maret Yang Menyatakan, Eko Arianto v

6 ABSTRAK Eko Arianto.. Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan Kekuasaanya Di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. ( Dibimbing oleh Amir Muhiddin dan Hardianto Hawing). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan Di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Menggunakan metode kualitatif dengan tipe fenomenologi. Sumber data, yaitu primer dan sekunder, jumlah informan orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data meliputi Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala desa dalam mempertahankan kekuasaannya di desa Tabbinjai menggunakan strategi yang berifat simbolis, prosedural dan materil. ). Simbolis yaitu: mendapatkan kekuasaan atau jabatan kepala desa dengan mempertahankan nilai- nilai tradisi, kebudayaandan keagamaan. Desa tabbinjai merupakan salah satu desa yang masih kental dengan tradisi dan adat istiadatnya, hal ini menjadikan para calon pemimpin di daerah tersebut menjadikan tradisi itu sebagai pendekatan kepada masyarakat di desa Tabbinjai untuk menarik simpati, sama halnya dengan yang dilakukan Pak Zubair, beliau melakukan pendekatan berupa pendekatan mempertahankan tradisi kebiasaan gotong royong antar warga desa Tabbinjai. Dalam sistem budaya dan agama yang di pertahankan seperti, maudu ( maulid Nabi Muhammad SAW ), melaksanakan kegiatan pesta panen di Bola Lompoa ( rumah besar ) dan tetap membuat halasuji pada setiap pernikahan yang memiliki tingkatan tersendiri sesuai dengan status masyarakat (golongan karaeng dan ata) dalam mempertahankan nilai-nilai budaya. ). Prosedural yaitu: Dengan mencalonkan diri sebagai calon kepala desa dan memenangkan pemililah kepala desa. 3). Materil yaitu: Memperoleh kekuasaan dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahtraan kepada masyarakat. Seperti memberikan janji politik kepada masyarakat pada masa kampanye berupa menggratiskan biaya pajak bumi dan bangunan, membuka dan merintis jalan pertanian serta irigasi pertanian dan memberikan kesejahtraan kepada masyarakatnya dengan membantu menanggulangi ½ biaya pernikahan bagi warga desa Tabbinjai serta memberikan tumpangan gratis bagai warga Tabbinjai yang sakit kerumah sakit atau puskesmas.. Kata Kunci: Strategi, Kekuasaan, Pilkades vi

7 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Tiada kata paling indah yang patut di ucapkan seorang hamba kepada Sang Pencipta atas segala Cinta dan kasih-nya yang tak terhingga serta nikmat-nya yang tak berujung sehingga kita mampu melewati hari-hari yang penuh makna dan memberikan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan skripsi yang berjudul Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan Di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Ilmu Pemerintahan dari program studi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makssar. Saya menyadari bahwa untuk menyelesaikan tugas penyusunan skripsi ini tidaklah mudah, namun saya begitu banyak pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Amir Muhiddin, M. Si, selaku pembimbing I dan Bapak Hardianto Hawing, ST., MA selaku pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarakan penuli, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Selanjutnya pada kesempatan ini, tak lupa penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya terutama kepada: vii

8 . Ibu Dr. Nuryanti Mustari, S. IP., M. Si dan bapak Ahmad Harakan, S.IP., M.Hi selaku ketua dan Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar.. Ibu Dr. Hj Ihyani Malik, S.Sos., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar. 3. Segenap Dosen serta Staf Tata Usaha Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar yang senantiasa meluangkan waktunya untuk member pelayanan kepada penulis selama menempuh perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Makassar. 5. Pihak kantor desa Tabbinjai yang telah membantu penulis dalam memberikan informasi terkait penelitian ini. 6. Masyarakat Desa Tabbinjai yang telah membantu dan mendukung penelitian ini. 7. Sahabat dari penulis Erdin S dan Wahyu Ade Putra yang selalu memberikan doa dan dukungan kepada penulis. 8. Kepada seluruh teman-teman yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 9. Keluarga dan saudara penulis yang telah memberikan dukungan selama penulisan skripsi.. Kakak-kakak angkatan 5.. Teman-teman Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan.. Saudara dari awal masuk Universitas sampai sekarang IP.C. 3. Teman-teman kelas IP. A, IP.B, IP.D. viii

9 Ucapan terima kasih yang yeristimewa dan terdalam dari penulis kepada kedua orang tua tercinta Bapak Hasanuddin dan Ibu Sri Pujiastuti, karena semua usaha penulis tidak berarti tanpa adanya dorongan semangat yang sangat luar biasa dari beliau yang selalu sukarela melakukan segala hal, memberikan doa yang tulus, motivasi, nasehat serta bimbingan dan membesarkan penulis dengan kasih sayang. Teriring doa semoga Allah SWT menjadikan pengorbanan dan kebaikan itu sebagai cahaya penerang di dunia maupun di akhirat kelak. Akhir kata penulis mengharapkan kiranya skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca untuk menambah Ilmu Pengetahuan terutama yang berkaitan dengan Ilmu Pemerintahan. Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairat Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Makassar, 3 Agustus Penulis EKO ARIANTO ix

10 DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL... i HALAMAN PENGAJUAN SKRIPSI.ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii HALAMAN PENERIMAAN TIM...iv HALAMAN PERNYATAAN... v ABSTRAK... vi KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI...xi DAFTAR TABEL... xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... B. Rumusan Masalah... 4 C. Tujuan Penelitian... 4 D. Manfaat Penelitian... 5 BAB II TINJAUAN TEORI A. Penelitian Terdahulu... 6 B. Konsep Strategi Pengertian Strategi Strategi memperoleh Kekuasaan Strategi Mempertahankan Kekuasaan... C. Konsep Kepala Desa.... Pengertian Kepala Desa... D. Konsep Kekuasaan Pengertian Kekuasaan Sumber-sumber Kekuasaan... 4 E. Kerangka Pikir... 7 E. Fokus Penelitian... 8 F. Deskripsi Fokus Penelitian... 8 x

11 BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian... B. Tipe dan Jenis Penelitian... C. Sumber Data... D. Informan Penelitian... E. Teknik Pengumpulan Data... 3 F. Teknik Analisis Data... 4 G. Pengabsahan Data... 6 BAB IV PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Gambaran Umum Desa Tabbinjai... 8.Gambaran Khusus Lokasi Penelitian B.Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan Simbolis Prosedural Materill BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xi

12 DAFTAR TABEL Tabel. Informan Penelitian.... Tabel. Nama- nama pejabat administrasi pemerintah Desa Tabbinjai...34 Tabel 3. Nama-Nama Badan Permusyawaratan Desa Tabbinjai Tabel 4. Nama-Nama Kepala Dusun Cengkong Ketua RK dan Ketua RT Tabel 5. Nama-Nama Kepala Dusun Suka Ketua RK dan Ketua RT Tabel 6. Nama-Nama Kepala Dusun Pattallassang Ketua RK dan Ketua RT...36 Tabel 7. Nama-Nama Kepala Dusun Mapung Ketua RK dan Ketua RT Tabel 8. Nama-Nama Kepala Dusun Tuhoi, Ketua RK dan Ketua RT 37 Tabel 9. Data Penduduk Desa Tabbinjai Tabel. Jumlah Umur Menurut Golongan Umur Desa Tabbinjai. 39 Tabel. Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Jenjang Pendidikan Desa Tabbinjai Thun Tabel. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Tabbinjai Tahun 3. 4 xii

13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa Tabbingjai adalah salah satu desa dari 8 desa yang ada di Kecamatan Tombolo Pao, yang terletak di dataran tinggi Kabupaten Gowa. Mayoritas penduduk yang ada di desa Tabbingjai sebagian besar berprofesi sebagai petani. Dalam struktur desa, kepala desa adalah sebutan pemimpin desa di Indonesia dan pemegang kekuasaan tertinggi di desa. Masa jabatan kepala desa adalah 6 (enam) tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk 3 (tiga) kali masa jabatan berikutnya berturut-turut atau tidak. Dalam interaksi sosial tidak sedikit pula masyarakat berlomba-lomba dalam mendapatkan jabatan seorang kepala desa. Hal tersebut dapat dilihat dengan partisipan dan kandidat calon kepala desa. Untuk mendapatkan jabatan tersebut bahkan tidak sedikit pula calon yang menghabiskan dana hingga ratusan juta. Jabatan kepala desa atau lurah merupakan orang yang mempunyai kekuasaan yang sah menyangkut urusan desa. Pemilihan Kepala Desa, seperti hajatan demokrasi dan juga membuka jalan bagi pembaharuan desa. Kekuasaan merupakan salah satu konsep yang sangat melekat pada dimensi kehidupan politik. Secara umum konsep politik meliputi lima pandangan, Gatara dalam Agatha (5). Kelima pandangan tersebut ialah Kebaikan bersama, Negara, Kekuasaan, Fungsionalisme, dan Konflik. Menurut pandangan politik berdasarkan Kekuasaan bahwa politik

14 adalah segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan mempertahankan kekuasaan. Kepala desa dipilih melalui pemilihan umum, disetujui oleh kecamatan dan akhirnya diangkat oleh kapubaten di bawah wilayah hukum pemerintahan provinsi. Tugasnya antara lain mengawasi proyek pembangunan, memelihara hubungan dengan otoritas yang lebih tinggi, dan menangani masalah-masalah yang peka mengenai keamanan dan pembinaan politik. Antlov dalam Agatha Awwala Richa (5). Pada tahun 3 Zubair berhasil mendapatkan kursi kekuasaan sebagai kepala desa di desa Tabbingjai kabupaten Gowa, pada saat kampanye ada beberapa janji politik yang disampaikan kepada masyarakat untuk mendapatkan dukungan masyarakat, salah satunya penyediaan fasilitas perlengkapan jenazah. Pada awal kepemimpinannya semua masih berjalan dengan normal dan sesuai dengan janji politik yang telah disampaikan pada saat kampanye. Dalam persaingan mencari pemimpin pada pemilihan, petinggi sebelumnya akan berusaha keras agar estafet kepemimpinan di desa tersebut tetap didalam lingkup keluarganya. Menjadi Petinggi adalah sebuah hal kebanggaan tersendiri dalam masyarakat. Dengan sistem kepemimpinan desa yang hanya bisa berlangsung selama periode masa jabatan Petinggi, sehingga persaingan elit dalam proses pemilihan petinggi ini terbuka peluang yang sama untuk berkompetensi dalam pemilihan petinggi. Petinggi sebelumnya atau elit keluarga tidak akan melepas jabatan tersebut diluar dari keluarganya sehingga

15 3 harus didistribusikan atau melingkar hanya kepada yang memiliki hubungan keluarga. Pemilihan kepala desa pada tahun 8 di desa Tabbingjai memiliki bakal calon kepala desa, yaitu: Zubair dan Drs.Tahir Lelo. Pemungutan suara dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tabbingjai, kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa yang dihadiri ribuan masyarakat Tabbingjai. Masyarakat berfikir bahwa Zubair tidak akan memperoleh banyak suara karena melihat kepemimpinannya pada periode lalu kurang maksimal. Namun setelah pemungutan suara dilakukan Zubair unggul dan berhasil mempertahankan kekuasaannya. Kekuasaan sangatlah penting untuk berbagai kepentingan baik itu kepentingan perseorangan maupun kepentingan kelompok. Dengan kekuasaan maka seseorang dapat berkuasa sehingga dapat memenuhi kepentingankepentingan tersebut. Salah satu cara untuk mempereloh kekuasaan adalah dengan memiliki sebuah jabatan. Sebuah jabatan pada umumnya memiliki kekuasaan, namun besar kecilnya kekuasaan dapat diukur berdasarkan tinggi rendahnya suatu jabatan itu sendiri. Dalam mendapatkan jabatan kepala desa tersebut memiliki berbagai macam faktor yang dapat mendukung seseorang agar terpilih menjadi kepala desa. Mereka harus meyakinkan masyarakat dengan berbagai macam sifat dan karakteristik. Untuk itu dalam perebutan kekuasaan calon-calon memiliki strategi-strategi khusus untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Namun disetiap daerah, model perebutan kekuasaan desa berbeda-beda dan terkadang

16 4 menggunakan cara-cara yang unik tergantung dengan karakteristik masyarakatnya. Dari keterangan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Desa Tabbingjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa tentang bagaimana Kepala DesaTabbingjai meraih kemenangan selama dua periode secara berturut-turut. Berangkat dari paparan diatas penulis tertarik mengangkat judul: Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan Di Desa Tabbingjai, Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. B. Rumusan Masalah Uraian latar belakang yang telah dikemukakan mendasari peneliti untuk menetapkan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan di Desa Tabbingjai, Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa? C. Tujuan penelitian Rumusan masalah yang telah diajukan menjadi dasar bahwa tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan di Desa Tabbingjai, Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.

17 5 D. Manfaat Penelitian. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan referensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan kususnya bidang manajemen pemerintahan.. Manfaat Praktis a. Untuk pemerintahan Desa yang mencangkup Kepala desa dalam penelitian ini diharapkan dapat mempergunakan kekuasaan yang diberikan masyarakat dan mengetahui akan pentingnya kekuasaan yang telah diberikan masyarakat demi kebaikan bersama. b. Untuk masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran politik mulai dari tingkat desa. Serta agar dapat mengetahui pula pentingnya kekuasaan dari seorang pemerintah demi kepentingan masyarakat bersama. c. Hasil penelitian ini diharapkan memberi nilai tambah yang selanjutnya di kombinasikan dengan penelitian-penelitian lainnya, khususnya yang mengkaji tentangupaya kepala desa dalam mempertahankan kekuasaan di daerahnya.

18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penelitian Terdahulu Sebelum peneliti melakukan penelitian, ada beberapa peneliti terdahulu yang telah melakukan penelitian tentang kekuasaan kepala desa yaitu:. Agatha Awala Richa. 5. Kekuasaan Dan Wibawa Kepala Desa: Kajian Tentang Upaya Kepala Desa Memperoleh Dan Mempertahankan Kekuasaan Di Desa Watudandang Kecamatan Prambon Nganjuk. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuasaan dan legitimasi Kepala Desa dengan membuktikan adanya faktor pendukung mendapatkan kekuasaan dengan melalui sumber-sumber kekuasaan dan pemanfaatannya yang bertujuan untuk memperoleh legitimasi masyarakat. Serta upaya dalam mempertahankan legitimasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana dalam memperoleh informasi maupun data menggunakan wawancara secara mendalam. Dalam penelitian ini penulis menemukan berbagai fakta yang berkaitan dengan kekuasaan kepala desa. Seseorang dapat memperoleh kekuasaan melalui sumber-sumber kekuasaan yang dimilikinya dan memanfaatkan karakteristik masyarakat untuk memperoleh kepercayaan. Kepercayaan dan sumber-sumber kekuasaan inilah merupakan cara untuk memperoleh legitimasi yang sah.. Irfan Ardiansyah. 7, Dominasi Karaeng Dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Layoa Kecamatan Gantarang Keke Kabupaten Bantaeng. Dominasi atau kekuasaan merupakan kemampuan seseorang atau sekelompok orang 6

19 7 untuk memengaruhi pikiran atau tingkah laku orang atau kelompok orang lain, sehingga orang yang dipengaruhi itu mau melakukan sesuatu walau berlandaskan keterpaksaan. Elit atau dalam hal ini merupakan kaum bangsawan atau Karaeng di desa Layoa kecamatan Gantarang keke Kabupaten Bantaeng memiliki faktor-faktor pendukung yang membuatnya dapat mendominasi atau berkuasa pada lini kehidupan masyarakat desa Layoa yang meliputi beberapa aspek hingga pada pelaksanaan pemilihan kepala desa. 3. Sri Purwanti, 8, Politik Dinasti Dalam Kepemimpinan Desa (Studi Kasus Di Desa Wawasan Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan), faktor penyebab terjadinya politik dinasti dalam kepemimpinan desa di Desa Wawasan adalah sebagai berikut: () Kekuatan modal (ekonomi), dengan kekayaan yang dimiliki kepala desa sangat berpengaruh dalam masyarakat sebagai modal dasar untuk mencapai suatu tujuan atau kemenangan. () Jaringan keluarga, adanya pengaruh dari anggota keluarga seperti ayah dan paman, ayahnya merupakan mantan kepala desa dan sekaligus tokoh agama. Dari beberapa penelitian terdahulu diatas, peneliti-peneliti sebelumnya juga meneliti tentang kekuasaan dan upaya kepala desa memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dan menggunakan metode kualitatif pada teknik pengumpulan datanya. Akan tetapi, perbedaan pada penilitian ini adalah lebih mengarah kepada strategi kepala desa dalam hal ini Zubair,

20 8 dalam mempertahankan kekuasaanya menjadi dua periode pada pemilihan Kepala Desa Tabbinjai. B. Konsep Strategi. Pengertian Strategi Strategi adalah cara yang digunakan untuk meralisasikan cita-cita politik. Strategi politik biasa digunakan dalam usaha merebut atau mempertahankan kekuasaan, terutama saat pemilihan umum. Strategi ini berkaitan dengan strategi kampanye, dengan tujuan untuk memperoleh kekuasaan dan pengaruh sebanyak mungkin dengan cara meraih hasil (suara) yang maksimal di pemilu, guna mendorong kebijakan-kebijakan yang dapat mengarah pada perubahan masyarakat. Schroder dalam Hendra Fauzi (9). Strategi adalah pendekatan secara seluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi factor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisein dalam pendanaan dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Strategi adalah seni dan ilmu untuk mendistribusikan kepentingan tertentu. Strategi sebagai salah satu seni yang memerlukan kepekaan institusi atau feeling. Pengertian strategi pada prinsipnya berkaitan dengan persoalan kebijaksanaan pelaksanaan, penentuan tujuan yang hendak dicapai

21 9 serta penentuan caracara atau metode penggunaan sarana-sarana tersebut, Suryono dalam Linda Ardiyanti (5). Strategi sebagai cara menuntun lembaga pada sasaran utama pengembangan nilai korporasi, kapabilitas manajerial, tanggungjawab organisasi, dan sistem administrasi yang menghubungkan pengambilan keputusan strategik dan operasional pada seluruh tingkat hirarki, dan melewati seluruh lini lapisan, Arnoldo C. Hax dan Nicholas S. Manjluk dalam Siti Aminah Chaniago (4).. Strategi Memperoleh Kekuasaan Strategi politik perlu dilakukan oleh para kontestan untuk dapat memenangkan pilkada, para kontestan perlu melakukan kajian untuk mengidentifikasi besaran pendukungnya, massa mengambang dan pendukung kontestan lainnya. Menurut Firmanzah (8) strategi memperoleh kekuasaan yaitu: a). Pengenalan atau sosialiasi bakal calon. Perlu ditekankan untuk menarik pemilih adalah dengan memberikan solusi-solusi nyata terhadap permasalahan di suatu daerah. Masyarakat akan melihat suatu gagasan, track record yang dimiliki oleh calon.

22 b). Pendekatan Untuk mendapatkan dukungan partai politik dengan menyamakan ideologi terhadap beberapa partai, atau mendekati pemilih yang partai berideologi sama, seperti kesamaan agama, organisasi, ataupun suku dan ras. c). Komunikasi Menanamkan keyakinan terhadap pemilih (kampanye). Kontestan politik perlu melihat karakteristik pemilihnya, apa bila pemilih lebih melihat aspek rasional, proses peyakinan dilakukan secara argumentatif dan dilandaskan pada penyediaan data dan informasi yang dipercaya. Aspek berpikir logis yang bersifat problem-solving perlu dikomunikasikan kepada pemilih. d). Penguatan atau komitmen Hal ini perlu dilakukan agar ikatan baik diantara mereka yang bersifat rasional maupun emosional tetap dijaga. Sangat diharapkan ikatan antara partai politik dengan konstituen menjadi semakin tinggi. Strategi penguatan ini dilakukan agar ikatan diantara pendukung tidak lemah dan untuk menghindari pengaruh asing yang bisa menarik perhatian mereka. Juga menyiapkan perencaan yang matang sebagai konstentan. Mulai dari awal hingga akhir, termasuk penyedian badan hukum untuk antisipasi kecurangan ataupun sengketa pemilihan.

23 3. Strategi Mempertahankan Kekuasaan Setiap system politik termasuk yang paling berkuasa sekalipun memerlukan kekuasaan yang sah dari masyarakat. Akibatnya, pemerintah yang berkuasa berupaya keras untuk mempertahankan kekuasaannya. Ramlan Surbakti (3), mengelompokkan cara-cara untuk mempertahankan kekuasaan yaitu : a). Simbolis Secara simbolis penguasa menggunakan simbol-simbol yang bersifat ritualistik dan tradisionil untuk mendapatkan maupun mempertahankan legitimasi mereka. Salah satu upaya mereka adalah dengan mempertahankan tradisi maupun ritual yang sakral untuk mendapatkan kepercayaan masyarakatnya. b). Prosedural Salah satu upaya untuk mendapatkan Legitimasi secara prosedural oleh kepala desa adalah dengan penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan memenangkannya. c). Materil Secara materiil adalah dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahteraan materiil kepada masyarkat seperti yang dikemukakan oleh Ramlan Surbakti. Untuk itu dalam proses upaya mendapatkan Legtimasi dari masyarakat para calon penguasa berkampanye dan mengobral janjijanji untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya.

24 C. Konsep Kepala Desa. Pengertian Kepala Desa Kepala desa merupakan jabatan tertinggi yang ada di pemerintahan desa. Tidak sedikit pula masyarakat yang berlomba-lomba dalam mendapatkan jabatan seorang kepala desa. Hal tersebut dapat dilihat dengan partisipan dan kandidat calon kepala desa. Untuk mendapatkan jabatan tersebut bahkan tidak sedikit pula calon yang menghabiskan dana hingga ratusan juta. Jabatan kepala desa atau lurah merupakan orang yang mempunyai kekuasaan yang sah menyangkut urusan desa. Kepala desa dipilih melalui pemilihan umum, disetujui oleh kecamatan dan akhirnya diangkat oleh kapubaten di bawah yurisdiksi pemerintahan provinsi. Tugasnya antara lain mengawasi proyek pembangunan, memelihara hubungan dengan otoritas yang lebih tinggi, dan menangani masalah-masalah yang peka mengenai keamanan dan pembinaan politik. Antlov dalam Agatha Awwala Richa (5). Dalam mendapatkan jabatan kepala desa tersebut berbagai macam faktor dapat mendukung seseorang agar terpilih menjadi kepala desa. Mereka harus meyakinkan beberapa ribu masyarakat dengan berbagai macam sifat dan karakteristik. Untuk itu dalam perebutan kekuasaan calon-calon memiliki strategi-strategi khusus untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat. Namun di setiap daerah model perebutan kekuasaan desa berbeda-beda dan terkadang menggunakan cara-cara yang unik tergantung dengan karakteristik masyarakatnya dan caranya melayani masyarakatnya.

25 3 Kepala desa merupakan pemimpin tertinggi pada tinggat desa yang berfungsi sebagai pelayan publik untuk melayani masyarakatnya. Menolong atau menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh orang lain untuk perbuartan melayani. Pada dasarnya manusia membutuhkan pelayanan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan bahwa pelayanan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Abdul Mahsyar (7). Kesatuan marakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat-istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Desa sebagai suatu organisasi pemerintah yang secara politis yang memiliki kekuasaan tertentu untuk mengurus dan mengatur warga atau komunitasnya. Dengan demikian desa menjadi gerbang terdepan dalam mengapai keberhasilan dari segala urusan dan program dari pemerintah. Dengan diberikan kekuasaan kepada desa untuk melaksanakan tugas secara mandiri melalui konsep pemberian otonomi desa, peran kepala desa dalam dalam wilayah desa sangat berpengaruh karena kepala desa selaku aparat pelaksana sekaligus pimpinan formal dalam penyelengaraan pemerintahan di desa, oleh karena itu setiap kegiatan yang dilaksanakan di desanya harus diketahui dan mendapatkan persetujuan dari kepala desa terlebih dahulu karena hal ini mencakup wilayah kekuasaannya dan tanggung yang di embannya.

26 4 D. Konsep Kekuasaan. Pengertian Kekuasaan Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang manusia untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah laku itu sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang atau Negara, Miriam Budiardjo (8). Kekuasaan menjadi suatu nilai yang ingin dimiliki oleh setiap manusia, guna mencapai keinginan dan tujuannya. Kekuasaan ini adalah hal yang wajar dan terdapat dalam setiap masyarakat, sebagai bentuk hidup bersama. Kekuasaan berhubungan erat dengan pengaruh, sehingga sering dikatakan bahwa pengaruh adalah bentuk lunak dari kekuasaan. Miriam Budiardjo dalam Rachmawati Artono (8). Kekuasaan juga bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mempengaruhi pihak lain untuk berfikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi, Ramlan Surbakti (99). Kekuasaan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain tanpa menghubungkannya dengan penerimaan sosialnya yang formal. Dengan kata lain, kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi atau menentukan sikap orang lain sesuai dengan keinginan si pemilik kekuasaan. Max Weber dalam I Wayan Gina Putra Yasa (7). Kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi perilaku orang lain, sehingga orang lain tersebut akan berperilaku sesuai dengan yang diharapkan oleh orang yang memiliki kekuasaan, Robbins dan

27 5 Judge dalam Maria Merry Marianti (). Selain itu Kekuasaan juga diartikan sebagai kapasitas atau kemampuan untuk menghasilkan dampak atau akibat pada orang lain, House dalam Maria Merry Marianti ().. Sumber-Sumber Kekuasaan Setiap orang yang mempunyai hak untuk memerintah selalu menunjukkan sumber kekuasannya. Sumber-sumber kekuasaan berupa kedudukan, kekayaan, dan kepercayaan. Miriam Budiardjo (8) a. Kedudukan Kedudukan merupakan status sosial yang dimiliki seseorang. Misalnya seorang komandan terhadap anak buahnya atau seorang majikan terhadap pegawainya. Dalam hal ini komandan dan majikan memiliki wewenang terhadap anak buahnya dan pegawainya. b. Kekayaan Kekayaan merupakan salah satu sumber kekuasaan, misalnya seorang pengusaha kaya mempunyai kekuasaan terhadap orang lain. c. Kepercayaan kepercayaan ini diberikan oleh masyarakat kepada pihak tertentu, misalnya kepala suku dipercayai oleh masyarakatnya untuk menjadi seorang pemimpin yang diperhitungkan dalam proses pembuatan keputusan ditempat itu. Kekuasaan sebagai penggunaan sejumlah sumber (aset, kemampuan) untuk memperoleh kepatuhan tingkah laku menyesuaikan orang lain.

28 6 Andrain dalam Endik Hidayat (8). Sumber kekuasaan itu terdiri atas sumber fisik, ekonomi, normatif, personal, dan keahlian, seperti berikut: a) Sumber kekuasaan fisik adalah senjata, bom, penjara dan aparat yang menggunakan senjata. b) Sumber kekuasaan ekonomi berupa kekayaan (uang, emas, tanah), pendapatan, dan kontrol terhadap barang dan jasa. c). Sumber kekuasaan normatif adalah moralitas, kebenaran, tradisi, dan religius. Misalnya, pemimpin agama atau pemimpin suku ditaati oleh masyarakat bukan karena senjata atau kekayaan yang dimilikinya, tapi berdasarkan agama dan adat. d). Sumber personal yakni kharisma pribadi, daya tarik, dan popularitas. Sebagai contoh, penampilan bintang film terkenal, pemain sepak bola cemerlang, penyanyi yang dipuja, ataupun pemimpin kharismatik. e). Sumber keahlian yang berasal pengetahuan, intelegensia, dan keahlian teknis. Dalam penelitian yang berjudul Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaan di Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao, menggunakan teori Ramlan Surbakti dengan mendeskripsikan strategi yang digunakan Zubair dalam mempertahankan kekuasaannya sebagai kepala desa dua periode di desa tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao. Adapun strategi yang digunakan terdiri dari simbolis, procedural dan materil.

29 7 a). Simbolis Secara simbolis penguasa menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat tradisional untuk mendapatkan maupun mempertahankan kekuasaan mereka. Salah satu upaya dari setiap kandidat adalah dengan mempertahankan tradisi dan adat istiadat yang dianut di desa Tabbinjai untuk mendapatkan kepercayaan masyarakatnya. b). Prosedural Salah satu upaya untuk mendapatkan kekuasaan secara prosedural adalah calon kepala desa mengikuti proses penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan memenangkannya. c). Materiil Secara materiil adalah dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahteraan materiil kepada masyarkat. Untuk itu dalam proses upaya mendapatkan kekuasaan dari masyarakat para calon penguasa berkampanye dan mengobral janji-janji untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya.

30 8 E. Kerangka Pikir Strategi zubair dalam mepertahankan kekuasaan di Desa Tabbingjai Kec.Tombolo Pao Kab.Gowa Strategi Mempertahankan kekuasaan Sebagai Kepala Desa.Simbolis. prosedural 3.Materil Ramlan Surbakti (3) Kepala Desa mepertahankan Kekuasaan selama periode. Gambar : Bagan Kerangka Pikir

31 9 F. Fokus Penelitian Fokus penelitian tentang strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaan sebagai kepala desa dua periode di desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa menggunakan strategi Ramlan Surbakti yaitu: simbolis, prosedural, dan materil. G. Deskripsi Fokus Penelitian Berdasarkan fokus penelitian yang telah diuraikan penulis, kemudian akan dideskripsikan strategi mempertahankan kekuasaan berikut ini: a). Simbolis Secara simbolis penguasa menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat tradisional untuk mendapatkan maupun mempertahankan kekuasaan mereka. Salah satu upaya dari setiap kandidat adalah dengan mempertahankan tradisi, kegiatan keagamaan dan adat istiadat yang dianut di desa Tabbinjai untuk mendapatkan kepercayaan masyarakatnya. Dalam penelitian ini Zubair selaku kepala desa terpilih tetap memegang teguh budaya dan adat istiadat yang bersifat tradisional di desa Tabbinjai dalam mempertahankan kekuasaanya pada pemilihan kepala desa periode kedua. b). Prosedural Salah satu upaya untuk mendapatkan kekuasaan secara prosedural adalah calon kepala desa mengikuti proses penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan memenangkannya. Dalam penelitian ini, Zubair selaku

32 kepala desa sebelumnya, mencalonkan diri kembali untuk menjadi kepala desa pada periode kedua dengan mengikuti proses penyelenggaraan pemilihan kepala desa di Tabbinjai dan memenangkannya sesuai dengan proses pemilihan yang berlaku. c). Materiil Secara materiil adalah dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahteraan materiil kepada masyarkat. Untuk itu dalam proses upaya mendapatkan kekuasaan dari masyarakat para calon penguasa berkampanye dan mengobral janji-janji untuk menjamin kesejahteraan masyarakatnya. Dalam penelitian ini strategi yang digunakan Zubair pada saat kampanye adalah menggunakan harta benda untuk menarik minat masyarakat untuk memilihnya pada saat pemungutan suara, serta menawarkan jasa yang bisa menarik simpati masyarakat sebagai pemilih.

33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan setelah seminar proposal, selama bulan. Penelitian ini berlokasi di Desa Tabbingjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Pemilihan lokasi ini dikarenakan Desa Tabbingjai merupakan salah satu wilayah atau desa yang kepala desanya memenangkan pesta demo krasi selama dua periode secara berturut-turut. Adapun penelitian ini melihat dan mengetahui bagaimana Strategi zubair Tabbingjai dalam mempertahankan kekuasaannya. B. Tipe dan Jenis Penelitian. Tipe Penelitian Tipe penelitian ini adalah fenomenologi yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai masalah yang akan di teliti berdasarkan pengalaman yang telah dialami oleh informan. Masalah yang akan diteliti terkait strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaan di Desa Tabbingjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, pendapat, motivasi, tindakan, dll. Deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.

34 Penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, pendapat, ataupun kepercayaan orang yang diteliti dan semuanya tidak dapat diukur dengan angka. C. Sumber Data Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data-data tambahan lainnya yang menunjang penulisan penelitian (sekunder).. Data primer Data Primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data.. Data sekunder Data sekunder ialah data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data sekunder ini adalah data yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku-buku, jurnal dan bacaan yang berkaitan dengan pelaksanaan penelitian.

35 3 D. Informan Penelitian Informan merupakan orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan diteliti secara mendetail. teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan atas tujuan tertentu atau dengan kata lain orang yang dapat memberikan informasi akurat mengenai kekuasaan kepala desa kajian tentang strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaan di desa Tabbingjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini yaitu: Tabel Informan Penelitian No. Nama Inisial Jabatan Keterangan. Zubair Z Kepala Desa orang. Syamsul Rijal SR Kadus Suka orang 3. Iswandi IW Kadus Cengkong orang 4. Nasir NS Kadus Patttallassang orang 5. Bado BD Kadus Mapung orang 6. Abd. Salam AS Kadus Tuhoi orang 7. Abd. Hamid AH Tokoh Agama orang 8. Akbar AB Tokoh Pemuda orang

36 4 9. Sugiati SG Masyarakat orang. Salim Sitaba SS Masyarakat orang. P. Gassing PS Masyarakat orang Total Informan Orang Sumber: Data diolah E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teknik yang memungkinkan diperoleh data detail dengan waktu yang relatif lama.teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Berikut ini akan dijelaskan teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :. Wawancara Wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan keterangan. Interview yang sering juga disebut dengan wawancara atau kuisioner lisan adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari informan.

37 5. Observasi Teknik observasi adalah suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi terkait perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan vila responden yang diamati tidak terlalu besar. Observasi digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk memperoleh gambaran melalui pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian. Dalam penelitian ini metode observasi digunakan untuk mengetahui strategi yang digunakan kepala desa Tabbingjai, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, dalam memperoleh dan mempertahankan kekuasaannya. 3. Dokumentasi Teknik pengumpulan data melalui dokumen-dokumen atau foto-foto hasil penelitian yang relevan. Teknik dokumentasi digunakan untuk mengungkap dan melengkapi informasi yang erat kaitannya dari pokok permasalahan. F. Teknik Analisis Data Teknik Analisis data dilakukan dengan menggunakan tekhnik analisis data kualitatif, dengan melakukan analisis secara intensif terhadap data yang telah diperoleh dilapangan berupa kata-kata.

38 6 Adapun langkah yang peneliti gunakan dalam menganalisis data sesuai dengan prosedur dan tahapan-tahapan berikut:. Reduksi data Reduksi data merupakan pemilihan data dan pemusatan perhatian kepada data-data yang betul-betul dibutuhkan sebagai data utama dan juga data yang sifatnya hanya pelengkap saja. Data yang diperoleh dari lokasi penelitian atau data lapangan dituangkan dalam uaraian atau laporan yang lengkap dan terinci. Laporan lapangan direduksi, dirangkum, dipilih halhal yang pokok, difokuskan pada hal-hal yang penting.. Penyajian data Penyajian data yang telah diperoleh dari lapangan terkait dengan seluruh permasalahan penelitian dipilah anatara mana yang dibutuhkan dengan yang tidak, lalu dikelompokkan, kemudian diberikan batasan masalah. 3. Penarikan kesimpulan Setelah melakukan penyajian data maka kesimpulan awal dapat dilakukan. Penarikan kesimpulan ini juga dilakukan selama penelitian berlangsung. Sejak awal kelapangan serta dalam proses pengumpulan data peneliti berusaha melakukan analisis dan mencari makna dari yang telah terkumpulkan.

39 7 G. Pengabsahan Data Pada tahap ini Peneliti menggunakan teknik triangulasi, dimana Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu, macammacam teknik triangulasi. Menurut sugiyono dalam Surya Sukmawan S (9).. Triangulasi sumber Triangulasi sumber adalah triangulasi yang digunakan untuk menguji data dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti dapat membandingkan hasil pengamatan, wawancara, dengan dokumen-dokumen yang ada, Ataupun membandingkan hasil wawancara dari responden (Data Primer) dengan buku bacaan yang berkaitan dengan penelitian (Data sekunder).. Triangulasi teknik Triangulasi teknik adalah triangulasi yang digunakan untuk menguji data dengan cara mengecek data yang sama namun dengan teknik yang berbeda. Dalam hal ini data yang diperoleh dengan teknik wawancara lalu dilakukan pengecekan dengan teknik observasi ataupun dokumen.

40 8 3. Triangulasi waktu Triangulasi waktu adalah triangulasi yang sering mempengaruhi data. Untuk mendapatkan data yang lebih valid, peneliti bisa melakukan pengecekan atau pengamatan tidak hanya satu kali dan dengan berbagai cara. Dalam hal ini peneliti bisa melakukan pengamaatan pada saat di pagi hari saat informan masih dalam keadaaan segar dan melakukan pengamatan kembali pada saat observasi untuk mendapatkan data yang lebih valid dan memastikan data yang diperoleh tidak berbeda dari waktu ke waktu.

41 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Objek Penelitian Pada sub bab ini menyajikan tentang gambaran umum lokasi penelitian dan bagaimana strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaan di desa Tabbijai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Gambaran umum lokasi penelitian meliputi gambaran umum wilayah Desa Tabbinjai dan gambaran khusus objek penelitian yaitu Kantor Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa.Gambaran umum Desa Tabbinjai Mencakup kondisi fisik dan wilayah, kependudukan Desa Tabbinjai. Gambaran khusus Kantor Desa Tabbinjai terdiri dari Kedudukan, visi dan misi serta tugas dan fungsi aparat desa.. Gambaran Umum Desa Tabbinjai Gambaran umum Desa Tabbinjai adalah usaha menggambarkan secara utuh tentang kondisi Desa. Data-data yang disusun diambil dari semua data yang tersedia dan bisa didapatkan. Selain menggunakan datadata yang ada gambaran umum Desa ini, diperkaya dengan data-data yang didapat dari hasil survey pemetaan sosial, wawancara, maupun pengamatan secara langsung, merupakan bagian dari tahapan Participatory Rular Appraisal (PRA) dan Rapid Rular Appraisal (RRA). Data yang dipakai untuk menggambarkan situasi atau keadaan kependudukan misalkan, dalam gambaran umum memakai data hasil survey serta melalui sensus Peringkat Kesejahteraan Masyarakat (PKM). Dalam bentuk indept interview dan Forum Grup Diskusi (FGD) kepada 9

42 3 masyarakat umum. Hasil data ini memunculkan perbedaan dengan data yang ada di Desa Tabbinjai. Setelah ditelusuri dan dicek ulang data yang ada di Kelurahan adalah data yang disusun dari data hasil sensus penduduk. Sementara hasil sekunder ini dilakukan pada Bulan Oktober. Sehingga pada penyusunan dokumen Desa Tabbinjai ini, memakai data yang aktual yang didapat dari hasil pendataan survey di lapangan.. Letak Geografis Desa Tabbinjai secara geografis berada diketinggian antara ± 5 8 dpl (diatas permukaan laut). Dengan keadaan curah hujan rata-rata dalam pertahun antara 35 hari s/d 6 hari, serta suhu rata-rata pertahun adalah s/d 3ºC. Secara administrasi Desa Tabbinjai terletak di Wilayah Kecamatan Tombolopao kabupaten Gowa. Wilayah Desa Tabbinjai secara administrasi dibatasi oleh wilayah Kabupaten dan desa tetangga. a. Demografi / Batas Desa Disebelah Utara : Berbatasan dengan Kabupaten Bone Disebelah Selata : Berbatasan dengan Desa Balassuka Disebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Mamampang Disebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Sinjai. b. Jarak dari Ibu Kota Kecamatan 8 Km dari Ibu Kota Kabupaten 9 Km dari Ibu Kota Provinsi Km

43 3 c. Luas Wilayah Desa Dalam Tata Guna Lahan Luas Wilayah Desa Tabbinjai.435 Ha terdiri dari :. Hutan Lindung :.5 ha. Sawah : 654,4 ha 3. Ladang : 65,4 ha 4. Pemukiman : 4, ha 5. Lain-lainnya : 96,8 ha d. Wilayah Desa Tabbinjai terdiri dari 5 (Lima) Dusun yaitu :. Wilayah Dusun Cengkong terdiri dari (dua) Rukun Keluarga dan 4 (empat) Rukun Tetangga (RT), a. RK Cengkong (dua) RT b. RK Sakkayya (dua) RT. Wilayah Dusun Suka terdiri dari (dua) Rukun Keluarga dan 4 (empat) Rukun Tetangga (RT), a. RK Suka (dua) RT b. RK Biringmamingko (dua) RT 3. Wilayah Dusun Pattallassang terdiri dari (dua) Rukun Keluarga dan 4 (empat) Rukun Tetangga (RT), a. RK Pattallassang (dua) RT b. RK manora (dua) RT 4. Wilayah Dusun Mapung terdiri dari (dua) Rukun Keluarga dan 4 (empat) Rukun Tetangga (RT), c. RK Mapung (dua) RT

44 3 d. RK Bakubodo (dua) RT 5. Wilayah Dusun Tuhoi terdiri dari (dua) Rukun Keluarga dan 4 (empat) Rukun Tetangga (RT), e. RK Tuhoi (dua) RT f. RK Tabbuakkang (dua) RT. Kondisi dan Ciri Geologis Wilayah Wilayah Desa Tabbinjai secara umum mempunyai kondisi geologis berupa daerah pegunungan dengan hamparan persawahan yang dijadikan sebagai mata pencaharian utama penduduk, dan hutan yang didominasi oleh jenis pohon pinus, rotan, aren dan berbagai jenis tanaman kayu lainnya yang banyak menghasilkan getah pinus serta industry rumah tangga pembuat gula aren. Selain berupa hutan, Desa Tabbinjai merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Bone yang menjadi sumber PLTA Mapung dan hulu Sungai Bawakaraeng. Sungai Biringmamingko yang menjadi batas antara Desa Tabbinjai dengan Kabupaten Sinjai berada di sebelah timur.di Desa Tabbinjai secara umum kondisi tanahnya gembur dan subur semua jenis tanaman bisa tumbuh baik berupa palawija maupun tanaman jangka panjang. 3. Sejarah Desa Tabbinjai Secara historis pemberian nama Tabbinjai sebagai desa, karena dihubungkan dengan kondisi dan geologis wilayahnya yang terdiri dari banyak tebing. Kisah diceritakan oleh Burhan daeng Tompo yang

45 33 sebelumnya menjabat sebagai Kepala Desa sekitar Tahun 96-an. Sebelum menjadi Desa Tabbinjai pada awal mulanya bernama Gallarrang yang terdiri dari : Gallarrang Suka dipimpin Pallao Panja, Gallarrang Balassuka yang dipimpin oleh Saeba Lebang dan Gallarrang Mamampang yang dipimpin oleh Musa yang dinaungi oleh Distrik Pao yang setingkat Kepala Wilayah Kecamatan. Pada Tahun 96 ketiga Gallarrang ini bergabung menjadi satu dan berubah menjadi dua desa yaitu Desa Bontokarama yang dijabat oleh Burhan Daeng Tompo dan Desa Bontolebang yang dijabat oleh Saeba Balang. Desa Bontokarama ini terdiri atas tiga wilayah yakni Tabbinjai, Mamampang, dan Balassuka. Begitu juga dengan Bontolebang terdiri atas tiga wilayah yakni Kanreapia, Bolaromang dan Pakkeng. Pada tahun 965 seiring dengan peralihan nama Distrik Pao menjadi nama Kecamatan Tinggimoncong, maka Desa Bontokarama dan Desa Bontolebang disatukan menjadi Desa Tabbinjai. Diceritakan oleh Saeba Lebang dan Burhan Daeng Tompo bersama beberapa tokoh masyarakat Desa Tabbinjai lainnya, bahwa sekitar Tahun 965 Desa Tabbinjai yang meliputi Tabbinjai, Mamampang, Balassuka, Kanreapia dan Bolaromang dipimpin oleh seorang Kepala Desa bernama Najamuddin. Kemudian digantikan oleh Pak Habibu. Stelah Pak Habibu menjabat sebagai Kepala Desa, Najamuddin kembali masuk menjadi pejabat sementara Desa Tabbinjai. Pada Tahun 97 Najamuddin dan Syafruddin masuk menjadi calon Kepala Desa Tabbinjai dan berhasil dimenangkan oleh Najamuddin.

46 34 Setelah memerintah beberapa tahun, Najamuddin dimutasikan oleh Pemda Gowa dan digantikan oleh Baso Rani Daeng Sitonra yaitu pada Tahun 99. Setelah Baso Rani Daeng Sitonra menjabat Tahun, maka tahun 99 diadakan pemilihan Kepala Desa kembali antara Baso Rani Daeng Sitonra dengan A. Nasir dan dimenangkan oleh Baso Rani Daeng Sitonra. Kemudian pada Tahun sampai sekarang Kepala Desa Tabbinjai dijabat oleh Bapak Drs. Tahir Lelo 4. Struktur Kepemimpinan Dan Pelayan Publik Rukun Keluarga dan Rukun Tetangga sebagai satuan organisasi dalam satu wilayah dari Pemerintahan Desa Tabbinjai memiliki fungsi yang sangat berarti terhadap kepentingan pelayanan masyarakat, terutama berkaitan hubungannya dengan Pemerintahan pada level di atasnya. Struktur kepemimpinan Desa Tabbinjai tidak dapat lepas dari struktur administrasi Pemerintahan pada level di atasnya berdasarkan Perda Kabupaten Gowa No. 54 Tahun 8 tanggal Desember 8. Hal ini dapat dilihat dalam bagan.

47 35 Tabel. Nama-nama Pejabat Administrasi Pemerintah Desa Tabbinjai Tahun 8 No Nama Jabatan Zubair Kepala Desa Arsil Muhammad Paliburi Sekretaris Desa 3 Fitrayani Kaur Pemerintahan 4 Ardiyansyah Kaur Pembangunan 5 Nursyamsiyah Kaur Umum Sumber: Sub PPKBD Tahun 8 Tabel. 3 Nama-nama Badan Permusyawaratan Desa Tabbinjai No Nama Jabatan Bahar Ketua Asri Anggota 3 Basri 4 Zainuddin 5 Erni Anggota Anggota Anggota 6 Nurbaya Anggota 7 Kadir Tauri 8 Anwar 9 Tapa Anggota Anggota Anggota Sumber: Sub PPKBD Tahun 8

48 36 Tabel 4 Nama-nama Kepala Dusun Cengkong, Ketua RK dan Ketua RT No Nama Jabatan Iswandi Kepala Dusun Cengkong Bakri Ketua RK Cengkong 3 Beta Ketua RT Cengkong 4 A.Natsir Ketua RT Cengkong 5 Samuddin Ketua RK Sakkayya 6 Marang Ketua RT Sakkayya 7 Sarifuddin Ketua RT Sakkayya Sumber: Sub PPKBD Tahun 8 Tabel 5 Nama-nama Kepala Dusun Suka, Ketua RK dan Ketua RT No Nama Jabatan Syamsul Rijal Kepala Dusun Suka Nuru Tuppu Ketua RK Suka 3 Safril Ketua RT Suka 4 Abd.Kadir T. Ketua RT Suka 5 M.Risal B. Ketua RK Biringmamingko 6 M.Yunus T. Ketua RT Biringmamingko Sumber: Sub PPKBD Tahun 8

49 37 Tabel 6 Nama-nama Kepala Dusun Pattallassang, Ketua RK dan Ketua RT No Nama Jabatan Nasir Kepala Dusun Pattallassang Mumang Ketua RK Pattallassang 3 Ola Ketua RT Pattallassang 4 Lewa Ketua RT Bontojai 5 Coi Ketua RK Manora 6 Liong Ketua RT Manora 7 Baharuddin Ketua RT Manora Sumber: Sub PPKBD Tahun 8 Tabel 7 Nama-nama Kepala Dusun Mapung, Ketua RK dan Ketua RT No Nama Jabatan Bado Kepala Dusun Mapung Zainuddin Ketua RK Mapung 3 Judding Ketua RT Mapung 4 Hakkang Ketua RT Sanjeng 5 Danga Ketua RK Bakubodo 6 Arisi Ketua RT Bakubodo Sumber: Sub PPKBD Tahun 8

50 38 Tabel 8 Nama-nama Kepala Dusun Tuhoi, Ketua RK dan Ketua RT No Nama Jabatan Abd.Salam Kepala Dusun Tuhoi Maing Ketua RK Tuhoi 3 Tandang Ketua RT Tuhoi 4 No no Ketua RT Tuhoi 5 Nanga Ketua RK Tabbuakkang 6 Cudding Ketua RT Tabbuakkang 7 Daddo Ketua RT Bontomate ne Sumber: Sub PPKBD Tahun 8 Secara umum pelayanan Pemerintah Desa tabbinjai kepada masyarakat sangat memuaskan. Dalam beberapa sesi wawancara dengan masyarakat terungkap bahwa dalam memberikan pelayanan utamanya dalam persuratan dikerjakan dengan cepat. 5. Demografis / Kependudukan Berdasarkan data administrasi pemerintahan Desa Tabbinjai, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total.93 jiwa. Dengan perincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah.46 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan.443 jiwa. Berkaitan dengan data penduduk pada saat itu terlihat dari laporan hasil sensus kader pemberdayaan masyarakat (KPM) Desa Tabbinjai

51 39 dalam rangka penetapan Peringkat Kesejahteraan Masyarakat (PKM) pada akhir bulan November dengan menggunakan alat kajian dengan system penjajakan pendataan langsung di masyarakat dan dijadikan sebagai Bank Data Desa, untuk kepentingan pembangunan masyarakat, perkembangan penduduk Desa Tabbinjai yang setiap bulan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten melalui Kantor Camat Tombolo Pao. Sebagaimana data yang terdapat pada tabel di bawah ini. Tabel 9 Data Penduduk Desa Tabbinjai No Jenis Kelamin Jumlah Presenta se (%) Laki-laki.44 49,7 % Perempuan.587 5,3 % Total 3.8 % Sumber: Sub PPKBD Tahun 8

52 4 Tabel Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur Desa Tabbinjai No. Umur L P Jumlah Presentase (%) Tahun , % 4 Tahun 8 7,6 % Tahun ,4 % Tahun ,6 % 5 6 Tahun ,5 % 6 59 Tahun ,4 % 7 6 Tahun ke atas 7,5 % Jumlah % Sumber: Sub PPKBD Tahun 8 Jumlah total penduduk Desa Tabbinjai 3.8 Jiwa, terdiri dari.44 Jiwa laki-laki (49,3%) dan.587 Jiwa perempuan (5,7%) dari jumlah total tercatat. 6. Pendidikan Pendidikan adalah salah satu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi maka akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan juga akan mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan dan pada gilirannya akan mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru. Dengan demikian akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi pengangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistematika iker atau pola pikir individu,

53 4 selain itu akan mempermudah menerima informasi yang lebih maju. Di bawah ini tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Tabel Jumlah Penduduk Tamat Sekolah Berdasarkan Jenjang Pendidikan Desa Tabbinjai Tahun 8 No Jenjang Pendidikan Jumlah Presentase dari Jumlah Penduduk Ket. Tamat SD 64,8 % Tamat SLTP 8,79 % 3 Tamat SMA 36,4 % 4 Tamat Perguruan Tinggi,7 % Masih Sekolah di SD 443, % 5 SMP SMA ,34 %, % Kuliah 6,55 % 6 Belum Sekolah 34,36 % 7 Tidak Tamat Sekolah.3 4,3 % Total 3.8 % Sumber data : Hasil Sensus (KPM) Desa Tabbinjai 8

54 4 7. Mata Pencaharian Secara umum mata pencaharian masyarakat Desa Tabbinjai dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti petani, Buruh Tani, Karyawan Swasta, Pedagang, Wirausaha/Jualan, PNS/TNI/Polri, Pensiunan, Biro Jasa, Pertukangan, Sopir, dan Tukang Ojek sebagaimana dalam Tabel di bawah ini. Tabel Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian Desa Tabbinjai Tahun 8 No. Pekerjaan Jumlah Presentase dari Jumlah Penduduk (%) PNS 7, % Polri - % 3 TNI,3 % 4 Pensiunan/LVRI 8,4 % 5 Pedagang 47,4 % 6 Petani 636 9,8 % 7 Pertukangan 49,47 % 8 Wirausaha/Jualan 49,47 % 9 Peternak,3 % Sopir,6 % Perbengkelan 4, % Jasa 5,45 %

55 43 3 Ojek,36 % 4 Buruh 8,4 % 5 Karyawan Swasta 3,9 % Jumlah 857 5,8 % Sumber data ; Hasil Sensus (KPM) Desa Tabbinjai Tahun 8 Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi di desa Tabbinjai jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian 9,9% dari jumlah penduduk secara keseluruhan.kehidupannya tergantung disektor pertanian, petani,9% dan pertukangan sama posisinya dengan wiraswasta /jualan,69% dari total jumlah penduduk. Terbanyak pertama penduduk bermata pencaharian adalah petani,9% sedangkan pertukangan dan wiraswasta / jualan menempati urutan kedua yaitu sebesar,69% dari jumlah total penduduk. Sementara urutan ketiga berada pada sektor perdagangan sebanyak,6% dan yang mempunyai persentase terkecil peternak dan TNI yaitu,3% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan. Dengan demikian dari Desa Tabbinjai memiliki alternative pekerjaaan selain bertani yaitu pertukangan dan wiraswasta. 8. Dinamika Politik Seiring dengan perubahan dinamika politik dan sistim politik di Indonesia, yang lebih demokratis, memberi pengaruh yang besar kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis dengan asas kepentingan orang banyak.

56 44 Dalam dinamika politik memang banyak mengalami perkembangan yang cukup signifikan, Jabatan Kepala Desa memang sudah lama dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa Tabbinjai. Hal ini menandakan bahwa masyarakat Desa Tabbinjai sudah sangat memahami mekanisme politik yang demokratis yang menganut sebuah rangkaian kata yang berbunyi memilih untuk berubah memilih dan melihat etos kerja, kejujuran, serta kedekatan dengan warga sekitar. Seorang kepala Desa bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika seorang Kepala Desa melakukan pelanggaran Hukum dan norma-norma yang telah diatur dalam undang-undang, Kepala Desa juga biasa diganti jika berhalangan tetap. Pola kepemimpinan di Desa Tabbinjai dalam pengambilan keputusan berada ditangan Kepala Desa, namun semuanya dilakukan dengan mekanismeyang melibatkan pertimbangan dari masyarakat, melalui musyawarah untuk mufakat.. Gambaran Khusus lokasi Konsentrasi Penelitian Gambaran Khusus lokasi Konsentrasi Penelitian adalah kantor Desa yang berada di desa Tabbinjai, Jalan Mawar Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Visi Dalam perencanaan pembangunan daerah, rumusan visi menjadi sangat penting karena menjadi pedoman implementasi pembangunan. Secara konseptual, visi adalah pandangan jauh ke depan, kemana dan bagaimana suatu daerah harus dibawa agar konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta

57 45 realistis. Visi yang baik (vision of succes) merupakan suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan, cita dan citra yang ingin diwujudkan sebuah daerah. Visi, disamping sebagai sumber inspirasi dan sumber motivasi, juga menjadi acuan dan penuntun bagi setiap upaya yang akan dikembangkan suatu daerah ke masa depan. Misi Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang telah ditetapkan agar tujuan pembangunan dapat terlaksana dan berhasil dengan baik, sehingga seluruh masyarakat dan pihak yang berkepentingan (stakeholder) mengetahui program-programnya dan hasil yang akad diperoleh di masa yang akan datang. B. Strategi Zubair Dalam Mempertahankan Kekuasaannya. Strategi adalah cara yang digunakan untuk mewujudkan cita-cita politik. Strategi politik biasa digunakan dalam usaha merebut atau mempertahankan kekuasaan, terutama saat pemilihan umum.dalam mendapatkan kekuasaan, setiap calon penguasamemiliki berbagai macam faktor yang dapat mendukung seseorang agar terpilih menjadi penguasa. Salah satunya ialah mereka harus meyakinkan masyarakat dengan berbagai macam sifat dan karakteristik. Dalam perebutan kekuasaan calon-calon penguasa memiliki strategistrategi khusus untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat.namun disetiap daerah, model perebutan kekuasaan berbeda-beda dan terkadang menggunakan cara-cara yang unik tergantung dengan karakteristik masyarakatnya.

58 46 Strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaannya pada penelitian ini dapat dilihat dari 3 strategi mempertahankan kekuasaan, yaitu: (). Simbolis, (). Prosedural dan (3). Materil. Adapun hasil penelitian dari strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaan di desa Tabbinjai Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa adalah sebagai berikut :. Simbolis Tradisi, kepercayaan dan nilai-nilai budaya pada umumnya merupakan simbol-simbol. Penggunaan simbol-simbol untuk mempertahankan kekuasaan cenderung bersifat ritualistik dan tradisional, salah satu upaya pengusa dalam mempertahankan kekuasaan ialah dengan mempertahankan tradisi maupun ritual yang bersifat sakral untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Sama halnya di Desa Tabbinjai strategi yang bersifat simbolis masih dijumpai pada taktik pemenangan Zubair sebagai kepala desa selama periode, dimana Zubair dalam kampanyenya menyebutkan bahwa akan tetap mempertahankan setiap kegiatan-kegiatan yang bersifat tradisional dan ritualistik. Seperti tetap melaksanakan kegiatan maulid ditiap-tiap masjid yang ada di Tabbinjai, tetap mempertahankan kebiasaan gotong royong antar masyarakat Tabbinjai, mempertahankan kegiatan-kegiatan orang terdahulu di Tabbinjai dan tetap mempertahankan budaya membuat halasuji pada setiap pesta pernikahan di Tabbinjai. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu tokoh agama Abd.Hamid di Desa Tabbinjai yang mengatakan bahwa :

59 47 Tradisi keagamaan yang tetap kami pertahankan ialah perayaan hari- hari besar umat islam, salah satunya ialah tetap melaksanakan mauled nabi besar Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang kami laksanakan setiap tahun di setiap masjid yang ada di desa tabbinjai. Tradisi ini mungkin sudah jarang ditemui di daerah lain tapi kami tetap mempertahankan tradisi tersebut". (wawancara pada tanggal Juli ). Dari hasil wawancara dengan salah satu tokoh agama diatas, dapat disimpulkan bahwa taktik yang digunakan calon kepala desa di Tabbinjai dalam hal ini Zubair menggunakan pendekatan yang bersifat simbolis yang melakukan pendekatan dalam hal tradisi di masyarakat seperti pelaksanaan perayaan hari hari besar umat muslim salah satunya yang sering dilakukan di desa Tabbinjai adalah tradisi Maudu (Maulid Nabi Muhammad Sallallahu alaihi Wasallam). Dan beberapa alasan yang menguatkan Zubair dalam menduduki jabatannya selama dua periode sebagai kepala desa ialah tetap menjalankan kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang berupa gotong royong antar warga desa Tabbinjai, hal disampaikan oleh salah satu kepala dusun di Desa Tabbinjai yang bernama Bado yang mengatakan bahwa : Pak desa (Zubair) tetap memegang teguh semangat gotong royong antar masyarakat desa Tabbinjai dan rutin kami laksanakan, sehingga terjalinnya hubungan yang baik antara masyarakat dengan pemerintah desa Tabbinjai. (wawancara Juli ). Dari hasil wawancara dengan kepala dusun Mapung diatas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang bersifat gotong royong atau saling membantu antar masyarakat dapat membuat masyarakat semakin yakin akan sosok Zubair sebagai sosok pemimpinnya kelak karena seperti yang diketahui masyarakat kampung di pedesaan khususnya sangat menjunjung

60 48 tinggi kebersamaan, seperti halnya dalam istilah saling membantu dalam hal pemindahan rumah panggung, appatanang (menanam padi bersama), membuat halasuji/ walasuji untuk pesta pernikahan adat makassar. Adapun disisi adat istiadat daerah yang tetap dilestarikan oleh Zubair bersama masyarakatnya, salah satunya adalah merayakan hari panen. Pernyataan ini dikemukakan oleh kepala adat di desa Tabbinjai P. Juma yang mengatakan bahwa : Zubair memberi kami arahan untuk tetap melestarikan adat istiadat lokal seperti acara makan- makan (syukuran) setelah musim tanam dan panen padi di Bola Lompoa dan zubair biasanya menyumbang kepada kami beberapa ternak dan biaya akomodasi selama berlangsunya pesta adat kami.(wawancara 3 Juli ). Dari hasil wawancara dengan kepala dusun Mapung dan tokoh adat diatas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan yang bersifat gotong royong atau saling membantu antar masyarakat dapat membuat masyarakat semakin yakin akan sosok Zubair sebagai sosok pemimpinnya kelak karena seperti yang diketahui masyarakat kampung di pedesaan khususnya sangat menjunjung tinggi kebersamaan, seperti halnya dalam istilah saling membantu dalam hal pemindahan rumah panggung, appatanang (menanam padi bersama), membuat halasuji / walasuji untuk pesta pernikahan adat makassar. Selain beberapa aspek pendekatan diatas, penulis juga mewawancarai beberapa staf atau bawahan dari Zubair untuk menunjang hasil penelitian penulis. Salah satu staf yang diwawancarai adalah Syamsir, S.Sos bagian administrasi yang mengatakan bahwa :

61 49 Pak Zubair adalah sosok pemimpin yang sedikit bicara namun lebih banyak memberikan kerja nyata, dia sosok yang ramah kepada masyarakat dan kepada kami para bawahannya, pak desa (Zubair) juga mampu merangkul semua lapisan masyarakat. Untuk kami para bawahannya, pak desa juga dengan tegas menegur kami apabila kami memiliki kesalahan tapi tak lupa beliau tetap menasehati kami dan memberi kami solusi, beliau sosok yang disiplin dan tenang, tidak sembrautan dalam menjalankan tugas di kantor dan di lapangan, umtuk saya pribadi sangat pantas jika beliau menjabat dua periode sebagai kepala desa disini ( desa Tabbinjai) dan saya meyakini jika beliau mencalonkan kepala desa di periode mendatang saya yakin beliau masih bisa mempertahankan kekuasaannya selagi beliau masih mempertahankan sifat saling membantu kepada masyarakatnya. (wawancara Juli ) Dari hasil wawancara dengan salah satu staf atau bawahan Zubair di desa Tabbinjai, dapat disimpulkan bahwa Zubair merupakan sosok pemimpin yang ramah kepada para bawahan dan masyarakatnya tidak banyak bicara namun ada bukti yang ditampakkan. Dari hasil wawancara dengan beberapa narasumber, maka dapat disimpulkan bahwa strategi yang bersifat simbolis adalah salah satu strategi yang digunakan oleh Zubair dalam mempertahankan kekuasaannya sebagai kepala desa selama dua periode terbukti dengan adanya pendekatan yang bersifat spiritual seperti mempertahankan tradisi keagamaan, adat istiadat dan gotong royong yang masih terus dilestarikan di desa Tabbinjai. Selain itu, dengan sifatnya yang ramah ternyata Zubair juga mampu menjadi panutan untuk para staf atau bawahannya karena mampu menjadi sosok pemimpin yang legowo dan mampu merangkul setiap elemen masyarakat desa Tabbinjai tanpa membeda-bedakan.

62 5 Secara simbolis penguasa menggunakan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat trandisional untuk mendapatkan maupun mempertahankan kekuasan meraka. Salah satu upaya meraka adalah dengan mempertahankan tradisi maupun riituual yang sakral untuk mendapatkan kepercayaan masyarakatnya. Ramlan Surbakti (3). Berdasarkan dari hasil wawancara beberapa informan diatas maka dapat disimpulkan bahawa simbolis merupakan strategi yang berhasil digunakan oleh Zubair dalam memenagkan pemilihan kepala desa periode kedua di desa Tabbinjai. Hal ini dikarnakan antusias masyarakat dalam mempertahankan tradisi-tradisi yang mulai dimakan oleh modernisasi itu sangat tinggi dan simbolis merupakan strategi yang berhasil digunakan Zubair dalam mengambil suara masyarakat dalam pemilihan kepala desa.. Prosedural Salah satu upaya untuk mendapatkan kekuasaan secara prosedural oleh kepala desa adalah dengan mengikuti penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan memenangkannya. Dalam proses ini masyarakat menyumbangkan suaranya pada pemilihan kepala desa khususnya di Desa Tabbingjai, mereka menyuarakan hak pilihnya sesuai dengan calon yang dikehendaki untuk memimpin desa Tabbinjai. Pada periode kedua kemenangan Zubair dalam menduduki jabatan kepala desa Tabbinjai dalam hal ini pada tahun 8, jumlah pasangan calon kepala desa Tabbinjai sebanyak calon yaitu Zubair dan Drs. Tahir Lelo.

63 5 Para kandidat atau calon kepala desa, pastinya memiliki cara tersendiri untuk menarik masyarakat untuk memberikan hak suaranya pada saat pemilihan kepala desa dilaksanakan. Sebelum pemilihan kepala desa setiap calon atau kandidat kepala desa mulai sibuk untuk mempersiapkan senjatah yang ampuh untuk memenangkan pemilihan kepala desa. Mereka mulai disibukkan dengan kegiatan kampanye kepada masyarakat, dengan menyampaikan visi dan misinya untuk menjadi kepala desa. Gambaran pemerintahan yang akan dijalankan Zubair ketika terpilih sebagai kepala desa periode kedua ialah tertuang pada visi dan misinya dalam mencalonkan diri sebagai calon kepala desa. Dalam masa kampanye Zubair membacakan visi dan misinya sebagai calon kepala desa di Tabbinjai kepada masyarakat yang berbunyi sebagai berikut: I. Visi Terciptanya Tata Kelola Pemerintahan Desa Yang Bersih,Transparan Dan Akuntabel,Guna Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Desa Tabbinjai Yang Lebih Baik,Sehat,Adil,Sejahtera Yang Bernafaskan Keagamaan. II. Misi. Mengoptimalkan penyelenggaraan urusan pemerintahan desa yang amanah, disiplin, transparan dan penuh tanggung jawab. Pembangunan infrastruktur yang merata diseluruh Dusun, optimalisasi pengembangan pertanian dan kawasan ekonomi desa 3. Pengembangan UMKM, BUMDES dan kawasan ekonomi desa, optimalisasi sarana dan prasarana Pemuda bidang olah raga dan seni.

64 5 4. Pengadaan MCK,air bersih dan sanitasi lainnya, optimalisasi kegiatan keagamaan di setiap Masjid dan Masyarakat 5. Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia dengan moral dan akhlak yang tinggi serta keterampilan yang memadai 6. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pembinaan Kantibmas untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat serta 7. Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program dan pembinaan kelompok tani dan ternak. Kepandaian seorang calon penguasa dalam mengambil hati masyarakat untuk memilihnya sebagai kepala desa pada saat pemilihan dilaksanakan itu merupakan kunci utama dalam pemenangan pemilihan kepala desa. Kesuksesan Zubair dalam mempertahankan kekuasaannya sebagai kepala desa di Tabbinjai tak luput dari kepandaiannya mengambil hati masyarakat untuk memberikan suaranya pada Zubair pada saat pemilihan kepala desa, seperti yang dikatakan Akbar selaku Tokoh Pemuda. Pak Zubair merupakan sosok pemimpin yang bermasyarakat, beliau mampu merangkul setiap golongan masyarakat yang ada di desa tabbinjai, baik berupa golongan Karaeng, Puang maupun Ata, orang tua, pemuda dan ibu-ibu tanpa membeda-bedakan status sosial masyarakat serta selalu mengikut sertakan setiap masyarakat terutama para pemuda dalam setiap kegiatan yang di lakukuan di desa Tabbinjai.Pak Zubair sangat pandai dalam melihat kebutuhan masyarakat desa Tabbinjai. Pada saat kampanye pak zubair turung langsung ketengah-tengah masyarakat tanpa menggunakan perantara untuk mendengarkan suara masyarakat dan apa yang di harapakan oleh masyarakat kepada para calon kepala desa apabila kelak terpilih menjadi pemimpin di desa Tabbinjai. Pak Zubair mampu memanfaatkan peluang yang ditemukan di lapangan pada saat kampanye dan meyakinkan masyarakat, sehingga masyarakat memberikn suaranya pada saat pemilihan kepala desa. (wawancara 4 Juli ).

65 53 Hasil wawancara dengan Akbar selaku tokoh pemuda dapat disimpulkan bahwa Zubair merupakan pemimpin yang bermasyarakat karna mampu mendengarkan suara rakyatnya, memberikan bukti bukan sekedar janji dan merangkul semua lapisan masyarakat tanpa membedabedakan status sosial. Pemilihan kepala desa merupakan salah satu bentuk demokrasi yang dilakukan di tingkat desa dimana setiap masarakat memberikan hak suaranya kepada salah satu calon pemimpin yang menurut mereka pantas memimpin mereka. Meyakinkan masyarakat pada masa kampanye tidaklah selalu berjalan dengan mulus terkadang ada kendala yang harus di hadapi oleh calon kepala desa pada saat melakukan kampanye ke masyarakat.seperti yang dikemukakan oleh Zubair selaku kepala desa Tabbinjai pada saat wawancara. Saya adalah calon kepala desa sekaligus petahana jadi secara langsung banyak kendala yang saya hadapi pada saat kampanye. Salah satunya ialah banyaknya informasi-informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat tentang kepemimpinan saya yang kurang maksimal yang sifatnya hoax. Tetapi dengan berusaha dan bekerja keras saya meyakinkan masyarkat dengan menepis isu-isu yang beredar ditengah-tengah masyarakat dengan memperlihatkan bukti bahwa apa yang dikatakan terhadap saya itu tidak benar dan saya tidak menggunakan uang untuk membeli suara masyarakat karna saya yakin hukum alam itu berlaku, dimana saya menggunakan politik uang untuk dipilih sebagai kepala desa secara otomatis saya akan mencari ganti dari uang yang telah saya keluarkan pada saat saya terpilih menjadi kepala desa dan inilah yang tidak saya inginkan begitupun masyarakat. Itulah yang saya katakan untuk meyakinkan masyarakat pada saat saya melakukan kampanye. (wawancara Juli ).

66 54 Hasil wawancara dengan Zubair selaku kepala desa dapat disimpulkan bahwa kabar yang beredar dan ramai di bicarakan oleh masyarakat tentang isu-isu hoax yang bersifat ingin menjatuhkan calon lain itu biasa terjadi pada saat pemilihan kepala desa akan di gelar. Dalamproses memperebutkan kursi kekuasaan para calon penguasa sibuk mencari kesalahan atau kelemahan dari lawan politiknya untuk dijadikan sebagai senjatah yang ampuh untuk menjatuhkan lawan politiknya. Pemilihan kepala desa merupakan ajang untuk pembaharuan ditingkat desa. Setiap calon kepala desa yang terpilih memiliki cara tersendiri dalam memimpin masyarakatnya dan strategi untuk memenangkan kursi kekuasaan. Masyarakatnya pun memiliki calon pemimpin yang mereka andalkan dan diharapkan mampu membawa perubahan bagi desa, baik dari segi pembangunan maupun dari caranya memimpin. Pilihan masyarakat terhadap calon pemimpinterkadang banyak yang sama, begitu pula sebaliknya terkadang ada yang berbeda pilihan tergantung dari bagaimana taktik yang dilakukan oleh masing-masing calon pemimpin dalam meyakinkan masyarakat untuk memilihnya pada saat pemilihan dilaksanakan. Seperti yang dikatakan Rahman pada saat wawancara bahwa : Saya memilih Zubair karna dia adalah orang asli desa Tabbinjai, caranya dalam memimpin pun baik,pelayanannya bagus dan semua diringankan dan selalu ada untuk masyarakat. Ramah dan sopan tanpa membeda-bedakan masyarakat, apa yang Zubair janjikan pada periode pertama hampir terlaksana semua. Saya memilih Zubair karna hati Nurani bukan karna politik uang. (wawancara 5 Juli ).

67 55 Setelah mewawancarai Rahman penulispun mewawancarai Rasyid selaku masyarakat yang satu suara dengan Rahman. Saya memilih subair pada pemilihan desa karna keluarga Zubair berasal dari keluarga Gantaran yang istilahnya kerennya adalah golongan darah biru. Kami selaku masyarakat pedesaan masih mempertahankan cara kami dalam memilih sosok pemimmpin yang berdarah biru. Selain dari latar belakang keluarganya saya juga puas dengan keterbukaannya (transparan)dalam kepemimpinannya dan selalu mencari solusi yang terbaik tanpa ada yang dirugikan ketika terjadi masalah di tengah-tengah masyarakat, dia menyelesaikannya dengan cara duduk bersama atau dengan cara kekeluargaan. (wawancara 5 Juli ). Dari hasil wawancara dengan Rahman dan Rasyid penulis dapat menyimpulkan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab akan tugasnya dan transparansi dalam memimpin adalah pemimpin yang diinginkan oleh masyarakat. Selain kepemimpinan yang baik dan selalu ada untuk masyarakat, latar belakang keluargalah salah satu faktor yang membuat Zubair dipilih oleh masarakat. Berangkat dari kesamaan masyarakat dalam dalam menentukan calon pemimpinnya pada pemilihan kepala desa, tak selamanya pendapat masyarakat itu sama semua terkadang ada juga pendapat masyarakat yang berbeda dalam menentukan pilihnnya.pecahnya suara pada saat pemilihan merupakan sesuatu yang lazim terjadi, hal tersebut dapat terjadi apabila ada sebagian masyarakat yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan petahana pada periode pertama.seperti yang dikatakan oleh Salim Sitaba dan Sugiati selaku masyarakat.

68 56 Terus terang saya katakan, pemilihan desa pada tanggal 7, Oktober 8 yang lalu saya tidak memberikan hak suara saya kepada Zubair. Karna saya merasa ada sebagian masyarakat yang dianak tirikan oleh pak desa dan saya tidak akan menyembunyikan hal ini. Ketidakpuasan saya pada kepemimpinan zubair pada periode pertama itu adalah alasan kedua saya untuk tidak memilihnya. Alasan pertama saya ialah calon kepla desa (Drs. Tahir Lelo) yang menjadi lawan Zubair dalam pemilihan kepala desa adalah orang yang cukup berpengaruh dalam keluarga saya, dan saya tidak akan melupakan jasa beliau kepada saya dan sebagai gantinya saya memberikan suara saya kepada beliau dan mengkampanyekannya kepada masyarakat yang lain. Tapi apaboleh buat keberuntungn masih berpihak kepada Zubair, dia mampu mempertahankan kekuasaanya dengan unggul dalam pemilihan kepala desa. (wawancara 6 Juli ). Hasil wawancara dengan Salim Sitaba dan Sugiati, penulis dapat menimpulkan bahwa untuk menjadikan suara satu warna itu tidaklah mudah, ada masyarakat yang puas dan ada pula masyarakat yang tidak puas dengan kepemimpinan Zubair pada periode pertama.itulah realita yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang tidak bisa dipungkiri. Besar harapan masyarakat kepada Zubair karena masyarakat masih memberinya kepercayaan untuk memimpin Tabbinjai untuk kedua kalinya. Begitupun dengan masyarakat yang yang tidak memilih Zubair, mereka berharap di samakan dengan masyarakat yang lainnya tanpa ada dendam. Berkaitan dengan berbedanya pilihan masyarakat Zubair mengemukakan bahwa :

69 57 Pemilihan desa adalah ajang untuk mencari pemimpin dan dalam pemilihan tersebut pasti ada lawan dan ada kawan.lawan disini saya artikan dengan orang yang tidak memberikan suaranya pada saya saat pemilihan, tetapi lawan bukan berarti saya memusuhi mereka.kebebasan dalam menentukan pilihan pada saat pemilihan bersangsung itu adalah hak setiap masyarakat. Saya tidak menaruh sedikitpun dendam kepada setiap masyarakat yang tidak memilih saya, malahan saya rangkul mereka dan saya libatkan mereka dalam setiap kegiatan yang ada di desa.beda pililan itu sesuatu yang wajar tapi yang tidak wajar ketika saya memusuhi masyarakat saya. (wawancara Juli ). Hasil wawancara dengan Zubair selaku kepala desa diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan hilangnya suara para kandidat sebenarnya bukan perihal siapa yang memilih siapa, akan tetapi hal ini lebih dititik beratkan pada pemahaman demokrasi yang dimiliki setiap masyarakat Tabbinjai, mengingat di dalam pesta demokrasi yang berlangsung beberapa waktu yang lalu masih saja ada masyarakat yang tidak menyuarakan hak pilihnya sebagai pemilih. Hal ini juga dapat dilihat pada daftar pemilih tetap di desa tersebut dimana jumlah keseluruhan DPT (terlampir) di desa Tabbinjai yang terdata pada tahun 8 yaitu sebanyak.4 orang.dalam proses pemilihan kepala desa Tabbinjai pada tanggal 7 Oktober 8 desa Tabbinjai memiliki calon kepala desa, yaitu : Zubair (nomor urut ) dan Drs.Tahir Lelo (nomor urut ). Pemungutan suara dilakukan di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS), yaitu : ) TPS di dusun Cengkong, ) TPS di dusun Suka, 3) TPS 3 di dusun Pattallassang, 4) TPS 4 di dusun Mapung dan 5) TPS 5 di dusun Tuhoi. Penghitungan suara dilakukan di aula kantor desa

70 58 Tabbinjai dan di hadiri oleh ribuan masyarakat Tabbinjai untuk menyaksikan secara langsung proses penghitungan suara. Salah satu upaya untuk mendappatkan kekuasaan secara prosedural oleh kepala desa adalah dengan mengikuti penyelenggaraan pemilihan kepala desa dan memenagkannya. Ramlan Surbakti (3). Berdasarkan dari hasil wawancara dengan beberapa informan di atas dapat disimpulkan bahwa prosedural merupakan strategi yang berhasil digunakan oleh Zubair dalam memenagkan pemilihan kepala desa periodee kedua di desa Tabbinjai. Hal ini dikarnakan Zubair mencalongkan diri seebagai calon kepala desa pada periode kedua dan hasilnya suara Zubair unggul dari lawan politiknya pada pemilihan kepala desaa di Tabbinjai. 3. Materil Materil merupakan strategi mempertahankan kekuasaan dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahteraan materil kepada masyarakat. Untuk itu dalam mempertahankan kekuasaan para calon penguasa berkampanye dan mengobral janji-janji untuk menjamin kesejahtraan masyarakat. Menjelang pemilihan kepala desa di Tabbinjai salah satu calon kepala desa yakni Zubair melakukan kampanye secara langsung kemasyarakat tanpa menggunakan perantara dalam menyampaikan janji politiknya kepada masyarakat. Hal ini dilakukan Zubair agar lebih memahami dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh

71 59 masyarakat dan apa yang diharapakan masyarakat kepada kepala desa terpilih nantinya. Adapun janji politik yang dikatakan Zubair pada masa kampanye ialah sebagai berikut:. Membuka dan merintis jalan tani serta irigasi-irigasi pertanian.. Tetap mengratiskan biaya transportasi bagi warga masyarakat Desa Tabbinjai yang sakit dan ibu-ibu yang hendak melahirkan ke Puskesmas ataupun rumah sakit. 3. Tetap menfasiltasi masyarakat dalam hal pengadaan kain kafan dalam penyelenggaraan jenazah secara gratis. 4. Menggratiskan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam masa uji coba selama dua tahun. 5. Tetap meniadakan pungutan-pungutan ataupun sumbangan dari masyarakat dalam hal penyelenggaraan pemerintahan desa. 6. Mengusahakan bedah rumah bagi warga yang tidak mampu. 7. Mengalokasikan dana dalam bidang Belanja Tak Terduga dalam hal penanggulangan bencana. 8. Membantu menaggulangi / (seperdua) biaya pernikahan bagi warga Desa Tabbinjai. Materil salah satu strategi yang digunakan Zubair dalam mempertahankan kekuasaannya di desa Tabbinjai sebagai kepala desa.menjanjikan dan memberikan kesejahtraan materil kepada masyarakat itulah yang dilakukan Zubair selama mencalonkan dan

72 6 menjadi kepala desa.terbukti dari ucapan Iswandi seorang kepala dusun cengkong. Zubair adalah orang asli dari desa ini, dan keluarga besarnya tersebar ditiap-tiap dusun yang ada di desa tabbinjai maupun di luar desa tabbinjai. Zubair termasuk orang yang berada, dia memiliki banyak sawah dan lahan perkebunan disetiap dusun yang ada d desa Tabbinjai.Semua sawah dan perkebunannya di berikan kepada masyarakat sekitar untuk di kelola, sawahnya ditanami padi, sayuran dan perkebunannya ditanami pohon cengkeh dan kopi.hasil dari sawah dan perkebunannya langsung di bagi dua dengan masyarakat yang mengelolahnya tanpa ada lagi potongan. (wawancara 7 Juli ). Hasil wawancara dengan kepala dusun Cengkong (Iswandi), dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat desa Tabbinjai berprofesi sebagai petani dan Zubair memanfaatkan kekayaannya berupa tanah untuk memberikan kesejahtraan di bidang perekonomian kepada masyarakat dan mampu mengurangi pengangguran di desa Tabbinjai. Secara tidak langsung strategi yang dilakukan Zubair berdampak positif bagi dirinya dan masyarakat. Dalam artian Zubair mendapatkan suara masyarakat dan masyarakat mendapatkan hasil berupa beras dan uang dari sawah dan perkebunan Zubair yang mereka kelola. Selain pendapat dari Iswandi selaku kepala Dusun Cengkong, bentuk kesejahteraan yang di janjikan dan telah dilaksankan oleh Zubair kepada masyarakatnya yang di kemukakan oleh Puang Gassing mengatakan bahwa : Kami selaku masyarakat Desa Tabbinjai sangat terbantu atas bantuan dari Zubair selaku kepala desa yang memberikan kendaraan pribadinya untuk dipakai oleh masyarakat jika ada masyarakat yang membutuhkan. Saya secara pribadi sangat

73 6 terbantu dengan bantuan pak desa pada saat anak saya sakit beberapa tahun yang lalu, dia menolong saya dengan memimjamkan kendarannya kepada saya untuk membawa anak saya ke puskesmas. Saya tidak siksa lagi menandu dan menunggu bantuan lain untuk membawa anak saya ke puskesmas. Karna kebaikannya terhadap kami masyarakat, itu adalah alasan saya memilih Zubair sebagai kepala desa di periode kedua ini.(wawancara 5 Juli ). Dari hasil wawancara dengan Puang Gassing, dapat disimpulkan bahwa selain ramah Zubair juga memilki rasa iba terhadap masyarakatnya, beliau tidak segan meminjamkan kendaraannya untuk membantu warga yang membutuhkan. Puang Gassing adalah satu dari banyaknya masyrakat yang terbantu dengan sikap kedermawanan sang kepala desa. Sama halnya dengan Culang yang memiliki persepsi yang sama dengan puang gassing dalam menyikapi kedermawanan Zubair, beliau menungkapakan bahwa : Saya ikut bersama bapak sejak saya masih kecil saya difasilitasi tempat tinggal dan saya diberi pekerjaan. Saya tinggal bersama bapak sampai umur saya 3 tahun, bapak membiayai kebutuhan hidup sehari hari saya bahkan membiayai pernikahan saya.dan setelah saya menikah, saya meninggalakan rumahnya karena pada saat itu saya sudah berkeluarga, saya sangat berutang dengan bapak dan itulah alasan saya memilih bapak menjadi kepala desa. (wawancara 6 Juli ). Dari beberapa hasil wawancara dengan informan diatas dapat sisimpulkan bahwa, sistem kekeluargaan menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat Tabbinjai untuk menentukan calon pemimpinnya. Apalagi sosok Zubair yang dikenal dermawan dan bersahaja membuat masyarakat semakin yakin memilih beliau dalam menjabat sebgai kepala desa Tabbinjai pada periode 8-.

74 6 Materil merupakan cara menjanjikan dan memberikan kesejahtraan materil kepada masyarakat. Untuk itu dalam upaya mendapatkan kekuasa dari massyarakat para calon penguasa berkampanye dan mengobral janjijanji untuk menjamin kesejahtran masyarakatnya. Ramlan Surbakti (3). Berdasarkan hasil wawancara informan di atas maka dapat disimpulkan bahawa materil merupakan strategi yang berhasil digunakan oleh Zubair dalam memenaggkan pemilihan kepala desa periode kedua di Tabbinjai. Hal ini dikarnakan Zubair merupakan putra asli daerah yang memiliki banyak keluarga dan lahan utntuk kegiatan pertanian yang mampu dimanfaatkan oleh Zubair untuk mendappatka suara masyarakat pada saat pemlihan kepala desa periode kedua di Tabbinjai pada tahu 8. Pemilihan kepala desa merupakan ajang untuk pembaharuan ditingkat desa. Setiap calon kepala desa yang terpilih memiliki cara tersendiri dalam memimpin masyarakatnya dan strategi untuk memenangkan kursi kekuasaan. Sama halnya dengan Zubair yang memenangkan pemilihan kepala desa selama dua periode. Merujuk dari beberapa hasil wawancara yang dilakukan penulis kepada beberapa informan dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan kepala desa Tabbinjai dalam mempertahankan kekuasaannya adalah strategi yang bersifat simbolis dan materil yang lebih mengarah ke sistem kekeluargaan.

75 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN Berdasarkan data yang telah diperoleh dan diolah pada pembahasan bab sebelumnya, adapun simpulan pada penelitian ini dapat diketahui bahwa strategi zubair dalam mempertahankan kekuasaannya di desa Tabbinjai menggunakan strategi yang berifat simbolis, prosedural dan materil yang memiliki indikator yakni, a). Simbolis merupakan strategi untuk mempertahankan kekuasaan dengan cara mempertahankan tradisi, kegiatan keagamaan dan adat istiadat. Seperti, maudu (maulid Nabi Muhammad SAW), melaksanakan kegiatan pesta panen di Bola Lompoa (rumah besar), melestarikan tradisi gotong royong antar warga Tabbinjai dan tetap membuat halasuji pada setiap pernikahan yang memiliki tingkatan tersendiri sesuai dengan status masyarakat (golongan karaeng). b). Prosedural yaitu memperrahankan kekuasaan atau jabatan dengan cara mengikuti pemilihan kepala desa dan memenangkannya, sama halnya yang dilakukan Zubair, dia mmencalonkan diri sebagai calon kepala desa periode kedua dan memenangkannya. c). Materil merupakan strategi mempertahankan kekuasaan dengan cara menjanjikan dan memberikan kesejahtraan kepada masyarakat dengan cara memberikan janji-janji politik pada masa kampanye dan memberikan kesejahtraan kepada masyarakat dengan cara membuktikan janji-janji politik yang di ucapkan pada masa kampanye. 63

76 64 B. Saran Berdasarkan kesimpulan tersebut di atas dan hasil analisis pada bab-bab sebelumnya maka peneliti memberikan saran yaitu:. Untuk Masyarakat Tabbinjai agar tetap mempertahankan semangat kegotong royongan antar masyarakat sehingga terwujudnya kerukungan dan tetap terjagaganya silaturahmi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah. Berbeda suara atau pilihan pada saat pemililan kepala desa adalah sesuatu yang biasa terjadi, tapi jangan sampai pemilihan berlalu dan permusuhan pun berlanjut itu yang tidak boleh terjadi, kita bisa berbeda warna dalam pilihan tapi kita tetap bersatu dalam kerukunan antar warga.. Untuk Kepala Desa Tabbinjai, tetaplah menjadi pemimpin yang bermasyarakat, bekerja untuk masyarakat dan bangun wilayah yang tertinggal yang ada di Desa Tabbinjai, selalu ada dan utamakan transparansi kepada masyarakat karna itu merupakan bagian kecil dari tugas seorang pemimpin.

77 65 DAFTAR PUSTAKA April, A. R.-J. P. M. [internet]. [diundu. 4, & 5, undefined. (5). Kekuasaan dan Wibawa Kepala Desa: Kajian Tentang Upaya Kepala Desa Memperoleh dan Mempertahankan Kekuasaan Di Desa Watudandang Kecamatan. Journal.Unair.Ac.Id, 4(), Ardiyanti, L. (5). Strategi Pemberdayaan Pengrajin Bordir Melalui Kegiatan Ekonomi Kreatif (Studi Pada Asosiasi Pengusaha Bordir Kelurahan Pogar Kecamatan Bangil Dan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan). Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 3(5), Budiarjo, M. (8). Dasar-Dasar Ilmu Politik. PT Gramedia Pustaka Utama. Citra K.P. dan Trisna I. N.,. (3).. Analisis Pendapatan Dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani, 53(9), Hidayat, E. (8). Praktik Politik Oligarki dan Mobilisasi Sumber Daya Kekuasaan Di Pilkades Desa Sitimerto Pada Tahun 6. Jurnal Sosial Politik, 4(), 4. Marianti, M. (). Kekuasaan Dan Taktik Mempengaruhi Orang Lain Dalam Organisasi. Jurnal Administrasi Bisnis Unpar, 7(), Pakraman, D., Gianyar, K., Gina, I. W., Yasa, P., Astawa, I. W., Ilmu, F., Politik, I., & Ngurah, U. (7). Menjaga Ketertiban dan Keamanan Lingkungan. Studi. 4(), Petra, U. K., Artono, R., Komunikasi, P. I., Kristen, U., & Surabaya, P. (99). Representasi Kekuasaan dalam film The Fox Exploits The Tiger s Might Pendahuluan. Rusman, R. Bin, Mahsyar, A., & Abdi, A. (7). Penerapan Sistem Manajemen Mutu Iso 9:8 Dalam Pelayanan Publik Di Pt. Pln Rayon Mattoangin. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 3(), Sinatriyo, S. S., Akuntasi, J., Ekonomi, F., Unej, U. J., & Kalimantan, J. (9). Desain Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer untuk Penyusunan Laporan Keuangan Menggunakan Microsoft Access ( Design of

78 66 Accounting Information System Based on Computer for the Preparation of Financial Statement Using Microsoft Access ). VI(), Subakti, R. (3). Memahami Ilmu Politik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia Kompas Gramedia Building. Zamroni, I. (7). Juragan, Kiai dan Politik di Madura. Unisia, 3(65),

79 67 LAMPIRAN-LAMPIRAN A. Dokumentasi wawancara dengan Tokoh Agama Desa Tabbinjai (Abd Hamid). B. Dokumentasi wawancara dengan Kepala Dusun Mapung ( P. Bado ). C. Dokumentasi wawancara dengan kepala adat desa Tabbinjai (P.Juma ).

80 68 D. Dokumentasi wawancara dengan Aparat Desa ( Syamsir ). E. Dokumentasi wawancara dengan tokoh pemuda ( Akbar ). F. Dokumentasi wawancara dengan Kepala Desa Tabbinjai ( Zubair ).

81 69 G. Dokumentasi wawancara dengan Masyarakat Desa Tabbinjai (Rahman ). H. Dokumentasi wawancara dengan Masyarakat Desa Tabbinjai( Salim Sitaba). I. Dokumentasi wawancara dengan Kepala Dusun Cengkong (Suwandi).

82 7 J. Dokumentasi wawancara dengan masyarakat desa Tabbinjai (P.Gassing). K. Dokumentasi wawancara dengan masyarakat desa Tabbinjai (Sugiati)

83 N O No KK NIK Nama Tempat Lahir Tanggal Lahir Us ia Status Perkawi nan B/S/P Jenis Kela min L/P Alamat Jalan/Dukuh Disabili tas R RT W RAHMAN N MUIS ERAWATI NURAENI ALI A.SUARNI CAMING DARMAWAN HALO' ILYAS ISKANDAR KULLE KANREAPIA SAKKAIYA MAKASSAR MAMAMPANG UJUNG PANDANG PARANGLUARA GOWA BAHOTURUNG AN BUKI MAMAMPANG BAHOTURUNG AN S L 3 S L SAKKAYA 8 S P SAKKAYYA 3 S P 3 S P 58 S P SAKKAYYA 36 S L 59 S L SAKKAYYA 33 S L SAKKAYYA 37 S L 64 P L SAKKAYYA Keterang an *) 4

84 M. AMIR SINJAI M. BASIR DG TUNGRU ROSMAWATI RUSLI. K SYAHRULLAH TABA ANSAR IKA AULIANI FATMAWATI ISWANDI GOWA GOWA SAKKKAYYA MAROANGIN KANREAPIA SAKKAYA SAKKAYA SINJAI A. KARIM TOMBOLOPAO NURBAYA L MARSUKI SYAHRIL MAULANA DATARANG SAKKAYA BONTOSUNGG U S L SAKKAYYA 5 S L 55 S P 3 P L SAKKAYYA 35 S L 79 S L 7 S L SAKKAIYA S P SAKKAIYA 67 P P DUSUN 3 S L cengkong 43 S L 57 S P 4 S L 7 B L SAKKAYA DUSUN SAKKAYA DUSUN

85 BAJI RISKA ANWAR A.MUH QADRI ALFI SYAHRIN MUH YUSRIL MAULANA ASRI DADENG SUPIANI NURDIN RUSNIATI SAHARUDDIN ERNA WAHYUNI A RASYID A SAMSUL BACHRI A AYU ANDINI BONTOSUNGG U GOWA MALINO TOMBOLO SANGKARA'NA SAKKAYA SOMBAYA MAROANGING DATARANG S P SAKKAYA DUSUN S P 7 S L B L 46 S L 4 S P DESA TABBINJAI DESA TABBINJAI DESA TABBINJAI 3 B L SAKKAYA 9 B P SAKKAYA 34 S L SOMBAYYA 36 S P SOMBAYYA 7 S P 54 S L B L B P

86 P MURNI PATTA KARRA A IRAWATI A IRLAWATI AHMAD NURDIN KONDE ERNI DAMAYANTI IDRIS RAMLAH SUPARDI SRI LESTARI, S.PD A BASO AMIR SAHARIA SUPRIADI NURSAMSIAH SINJAI UJUNG PANDANG UJUNG PANDANG GOWA SENGKANG SOMBAYYA MAPUNG SINJAI UJUNG PANDANG GOWA GOWA PATTALLASSAN G SAKKAYA S P 4 P P 5 B P 7 S P 34 S L 7 S P 9 S L SOMBAYA 8 S P SOMBAYA 4 S L DUSUN 3 S P DUSUN 4 B L DUSUN 5 P P DUSUN 9 S L PATTALLASSANG 3 S P PATTALLASSANG

87 M YUSUF JUMA ACCE ZUBAIR NURSYAWANTI BASRI JUMRIANI ABBAS DINI RESKITA AYU SERLINA ARSANDI ISNAENI B AKBAR NURU CEKE NURLIA BAHOTURUNG ANGIA SAKKAYYA SUKA BAHOTURUNG ANG SAKKAYYA TOMBOLO SUKA BALASSUKA TOMBOLO SAKKAYA MAMAMPANG TABBINJAI S L SAKKAIYA 37 S P SAKKAIYA 38 S L 34 S P 33 B L SAKKAYYA 3 B P SAKKAYYA 38 S L 8 B P 3 S P 9 B L SAKKAYA B P SAKKAYA B L 75 S L 4 S P

88 HAYANI AL ADAWIAH MARWIYAH ISRA JUMARIA SYAMSUDDIN ERNAWATI ABD MAJID WIDIA NURUL ANISA FITRA NURHIKMA SENGA MAKMUR SUMARNI A NASRUN EKOSATRIO GOWA PATTALLASSAN G CEKONG LEMBANG TOMBOLO BAHOTURUNG ANG BAHOTURUNG ANG BAHOTURUNG ANG SINJAI SAKKAYYA BAHOTURUNG ANG B P 7 B P 49 P P 4 S L 59 S P 46 S L 4 S P 59 S L 9 B P 6 B P 55 S P 4 S L 6 B P SAKKAYYA 5 S L 3 3

89 SRI RAHAYU LESTARI TAKDIR NURLINA UMAR SUPIATI AFANDI ASRIADI HASRAH MUSLIMIN SALMA BAKU ARFAH SURIANTI HASBULLAH BONE SAKKAIYA KAMPUNG BARU SOMBAIYYA SOMBAIYYA DATARANG SUKA SINJAI TOMBOLO SAKKAYA SAKKAYA MATANNA TABBINJAI S P 4 S L SAKKAIYA 33 S P SAKKAIYA 47 S L SOMBAIYYA 4 S P SOMBAIYYA 3 B L 3 S L 3 B P 4 B L SAKKAYA 48 S P SAKKAYA 7 S P SAKKAYA 3 S L SOMBAYYA 9 S P 47 S L SAKKAYA

90 MURNI KAMALUDDIN UMMING ASWAR SYAMSIR SYARIF SILVIANI RUSNI MANSUR WAHYUDIN TI'NO ASRI JUBI NURMI ISMI AMILUDDIN NURFAIDAH BONTOMANAI TOMBOLO SUKA SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA PATTALLASSAN G KOLAKA SAKKAYA SUKA SUKA GOWA GOWA S P SAKKAYA 48 S L SOMBAYYA 35 S P SOMBAYYA 7 B L SAKKAYA B L SAKKAYA 45 P P SAKKAYA 4 S P SAKKAYA 56 S L SAKKAYA 8 B L SAKKAYA 5 S P SAKKAYA 37 S L 9 S P 35 S L 39 S P

91 SUBAEDAH RAMLI HAERUL RAHMAWATI CITRA HASNAH SABALA MARSUKI SUKRIANTO KARTINI RUDI ROHANA AHMAD MURIANA SUKA MALINO MALINO MALINO SUKA SAKKAYA KAMPUNG BARU PATTALLASAN G SAKKAYA SOMBAYA TOMBOLO S P 49 S L 4 B L B P 7 B P 47 S P 5 B L TABBINJAI 43 S L 8 B L 38 S P 3 S L SAKKAYA 3 S P SAKKAYA 4 B L SOMBAYYA 8 B P SOMBAYYA

92 ABD RAHMAN ARIFIN HASNAH SELVIANA DULLAH KONDENG ABD SALAM ROSNANI JABIAH SANTI IKBAL MAULANA MUH ALI INDRA HIDAYAT BAHRIAH MAKASSAR SUKA SUKA MAPUNG SUKA GOWA SAKAYYA PATTALASSAN G GOWA MAKASSAR MAKASSAR MAKASSAR S L 49 B L 35 S P 3 B P 87 S L SOMBAYA 63 S P SOMBAYA 3 B L SAKAIYYA 3 B P SAKAIYYA 73 P P SAKAIYYA 36 P P SAKKAYYA 9 B L 54 S L 4 B L 53 S P

93 REZKI AMALIA SAMAILA ABD RAUF HILMAWAN RAMLAH MULIYATI SUKARDI HAERUL KAMARUDDIN NURLIA RANNU MUHAMMAD JUFRI RAHMAN IRNA NINGSIH MAKASSAR PATTALLASSAN G BONTORANNU SAKKAIYA PATTALLASSAN G UJUNG PANDANG UJUNG PANDANG SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA PATTALLASSAN G SINJAI CENGKOUG BULUKUMBA B P 7 P L SAKKAYYA 43 S L SAKKAYYA 9 B L SAKKAYYA 45 P P SAKKAYYA 3 S P SAKKAYYA 3 S L SAKKAYYA B L SAKKAYA 9 B L SAKKAYA 47 S P SAKKAYA 78 P P SAKKAYA 58 S L 9 S L 34 S P

94 NIRMALASARI RIDWAN UDIN UMMING SANGNGING SULTAN TE'NE IRAWANTI MANISI JUNAID RAMLI B FERY EKO CAHYONO MUANIFA BASO SAKKAIYA SAKKAYA SAKKAYA BUKI SAKKAIYA SAKKAIYA SAKKAIYA MAKASSAR GOWA SAKKAYA SAKKAIYA TUBAN TUBAN SAKKAYA B P SAKKAIYA 8 B L SAKKAIYA 49 S L SAKKAIYA 47 S P SAKKAIYA 43 P P SAKKAIYA 35 B L SAKKAIYA 7 S P SAKKAIYA B P SEKKAYA 53 S P SEKKAYA 77 S L SAKAIYA 44 S L SAKKAIYA 8 B L SAKKAIYA 4 S P SAKKAIYA 7 B L SAKKAYA

95 JOHAN NAJANG MULIATI COKO DOMA ROSI NUR AMANG UMMING NURMIATI ERNAWATI SULAEMAN SYAMSIAH ULUL AZMI NURMAN SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA SARKAYA SAKKAYA SAKKAYYA SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA GOWA S L SAKKAYA 5 S P SAKKAYA 3 B P SAKKAYA 8 S L SAKKAYA 75 S L SAKAIYA 7 S P SAKAIYA 43 S L SAKKAYYA 45 S P SAKKAYYA 9 B P SAKKAYYA 39 S P SAKKAYYA 7 S L 6 S P 4 B P B L

96 MARANG NURUL WAHDA NURHAYATI ASRI ABD RAJAB BACCE MUH ALI NURFITRI NURBAETI USMAN JUHRIAH NIRMAWATI SUARDI MARIA TERASA MAKASSAR GOWA MAMAMPANG GOWA S L 8 B P 43 S P B L 35 B L 5 P P 65 S L B P 8 S P 5 S L 47 S P B P 37 B L KP. 7 S P KP.

97 HARMINA BIANGKA NURDIN Z SAMSIA JULIANA ERNAWATI A MUH IRFANSYAH MUH JAFAR A CAHAYA CAHA SIANG NASRUN MARLINA MARDIYAH PARE-PARE GOWA CENGKOHG GOWA TERASA SIMBANG BALASSUKA S P KP. 38 S P KP. 36 S L CENGKQNG 58 P P CENGKQNG 44 B P CENGKQNG 37 B P CENGKQNG 3 B L 54 S L 5 S P 66 S L 6 S P 43 S L 4 S P B P

98 NURHAYATI ABU FAJAR FARDANI ANNENG UMMARANG BAJIA RAMLAH HATTA SYAMSIAH ALI NOMPA PATI MANTAN GOWA SUKA PATTAGLASSA NG KANRAPIA SOMBAYA SIMBANG PATTALLASSAN G MANORA MANORA SOMBAYYA P. ACING GOWA JAMALUDDIN S P 87 S L 3 B L 58 S P 57 S L 5 S P 33 P P 45 S L SOMBAYYA 4 S P SOMBAYYA 6 S L SOMBAYYA 59 S P SOMBAYYA 9 B P SOMBAYYA 84 P L SOMBAYYA 39 S L SOMBAYYA

99 SANGNGING NURSANTIKA MUMANG SAFARUDDIN NAJI SABIAH IKA RUSLAN RUMA ERNI SYAMSU SUMIATI TISA LESTARI SUKMAWATI TATING PATTIRO PATTIRO SOMBAYA SAKKAYA TERASA SOMBAYYA SOMBAYA PATTALLASSAN G SOMBAYA SOMBAYA TAMAJENG GOWA SOMBAYYA SOMBAYYA S P SOMBAYYA 8 B P SOMBAYYA 78 S L SOMBAYYA 3 B L SOMBAYYA 67 S P SOMBAYYA 58 P P SOMBAYYA B P SOMBAYYA 35 S L SOMBAYYA 36 S P SOMBAYYA 4 S L SOMBAYYA 4 S P SOMBAYYA 8 B P SOMBAYYA 8 B P SOMBAYYA 6 P P SOMBAYYA

100 MANSUR NASRULLAH NURMIN NURAZIZAH KONTENG JIRA USMAN T FITRIANTI KARTINI.C SYARIPUDDIN RESKI MARIANI YUSUF FADIL SOMBAYA CILALLANG SOMBAYA MAROS SOMBAYYA BALANG BALANG SAKKAYA SAKKAYA LEMBANG LEMBANG SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA S L 9 B L 47 S P 7 B P 73 S L SOMBAYYA 64 S P SOMBAYYA 43 S L SAKKAYYA 8 B P SAKKAYYA 37 S P SAKKAYYA 5 S L SAKAIYA 9 B L SAKAIYA 46 S P SAKAIYA 44 S L SOMBAYYA 8 B L SOMBAYYA

101 MULIATI TIRO AKMAL OMPO IRWAN OMPO NEMBONG MERA MAMUNG BABONG SYARIFUDDIN ETE IBRAHIM ROSI SULVIANI TAMAJENG LEMBANG PAD SAXKAYA MAROANGING SAKKAIYA SAKKAIYA SAKKAIYA SAKKAYYA PATTALLASSAN G SAKKAYA SAKKAYA SAKKAYA BONE KINDANG- KINDANG S P SOMBAYYA 58 S L 8 B L SAKKAYYA,DUSUN SAKKAYYA,DUSUN 6 S L SAKKAIYA B L SAKKAIYA 83 P P SAKKAIYA 59 S P SAKKAIYA 84 S L SAKKAYYA 64 S P SAKKAYYA 6 B L SAKAIYA 8 S L SAKAIYA 3 B L 53 S P SAKAIYA 9 S P SAKAIYA 3

102 BAHAR HASNAH SAMUDDING SULFADLI AHSAN RAHMIANI JAMALUDDIN MURSIDIN MARIATI NURLAELAH MARLINA MUSWAHYUDDIN MUSLIMIN BSW ST WAHIDA JUFRI GENDA SAKKAYA MALAKAJI SAKKAIYA SAKKAIYA SAKKAIYA LAPPARA BALASSUKA TONROKOMBA NG BALASSUKA DATARANG S L SAKKAYA 5 S P SAKKAYA 5 S L SAKKAIYA B L SAKKAIYA 45 S P SAKKAIYA 55 S L B L 4 S P B P 8 B P 3 S L 6 S L 54 S P 53 S L

103 SITTI HASMAWATI MUH AKMAL AHSAN Drs.TAHIR CINANG SAWIYAH, S.Pd, M.Si FITRAWATI TAHIR SYAHRIANI JUBI HASRIANI ABD KADIR BETA TANNING BAJANG - RAHMATIAH BANTAENG DATARANG SIMBANG SINJAI GOWA SINJAI SUKA SOMBAYA SOMBAYYA PATTALLASSAN G SUKA SOMBAYYA SOMBAYA S P B L 54 S L 74 S P 5 S P 3 B P 36 B P 63 P L 3 B P 7 B L SOMBAYYA 44 S L SOMBAYYA 47 S P SOMBAYYA 74 P P SOMBAYYA 47 S P SOMBAYYA

104 BAKRI INDAR SIJAYA SALMA BASIRI. SUHRIA SUHARTI SAMSU ATI TALLI CAPARUDDIN A NATSIR A ROSDIANA MULIATI A MIFTAHUL JANNAH MANORA SOMBAYA SAKKAYA MANORA MANORA SOMBAYYA SOMBAYYA SAKKAYYA SIMBANG SUKA SUKA TOMBOLO TOMBOLO TOMBOLO S L SOMBAYYA B L SOMBAYYA 5 S P SOMBAYYA 55 S L SOMBAYYA 5 S P SOMBAYYA 5 B P SOMBAYYA 54 S L SOMBAYYA 5 S P SOMBAYYA 7 S L 5 P L 49 S L 3 B P 43 S P B P

105 RAHMAN ANDI NO'NENG MUH SALEH SAEBA ARFAH A LENA LISA HARIANTI YUSUF SUMARNI LAHASING HAJRAH HJ.NUR ASIA NURDIN KONDE NANNENG SUKA SUKA BANGKENG BATU MANIPI MANIPI MANIPI BALASSUKA MAKASSAR PATTALLASSAN G B L SUKA 8 B L SUKA 57 P P TABBINJAI 45 S L S L 37 S P S P 36 B L 38 B P 75 S L 69 S P 34 S P 73 S L 64 S P

106 NUR RAHMAH DAHLAN K ARDIANTO ERNI TALLI PATTA TAPPU ANDI ILHAM ANDI UMRAENI PATTA SINGARA' PATTA SO'NA A FITRIANI ANDI ILYAS PATTA ISIN ANDI RISMAWATI ROSMINI SUKA SUKA TONASA SUKA SUKA SUKA BANGKENG BATU B P 55 S L 6 B L 46 S P 9 P L 5 B L 3 B P 53 S P 56 P P 4 B P 33 S L 6 S L 8 B P 5 S P

107 BACCE HASNAH CACO SAMPARA RAMALANG FERDI NGAI SERLINA HARDI ANWAR SABIAH RUSTAM ANDI NURLAELAH NURHAPSAH SUKA SUKA PATTALLASSAN G PATTALLASSAN G PATTALLASSAN G PATTALLASSAN G PATTALLASSAN G PATTALLASSAN G PHTTALLASSAN G TOMBOLO SUKA KANREAPIA SOMBAYA S P 33 B P 69 S L SOMBAYYA B L SOMBAYYA 36 B L SOMBAYYA 58 S P SOMBAYYA B P SOMBAYYA 33 B L 3 S L 59 S P 7 B L 6 S L SOMBAYYA 4 S P SOMBAYYA 7 B P

108 ABD GANING SAFIAH SAIPULLAH K MUSDALIFA ERWIN INDAH LESTARI SAHRUL GUNAWAN MUH IRWANSYAH SUANDI A AYUS NIDAR HAERUL ISRAIL BASRI HAMIDA MAMAMPANG MAMAMPANG UJUNG PANDANG GOWA SOMBAYYA SOMBAYYA GOWA SOMBAYA SOMBAYYA TOMBOLO SOMBAYA SAKKAIYA SAKKAIYA S L 67 S P 9 S L TABBINJAI 5 S P 9 B L 9 B P 7 B L SOMBAYYA 7 B L SOMBAYYA 7 B L SOMBAYYA 7 B P 7 B L 9 B L 38 S L 38 S P B B B B B B B B

109

110

111

112 RIWAYAT HIDUP Nama lengkap Eko Arianto, disapa Eko. Lahir pada tanggal 8 Mei 995, Desa Mampang Kecamatan Tomblo Pao Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri Hasanuddin dan Sri Pujiastuti. Penulis menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Inpres Sangkara na Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa dan selesai pada tahun 8, penulis melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 4 Tombolo Pao Kabupaten Gowa dan selesai pada tahun, pada tahun selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas di MA Muhammadiyah Balassuka Kabupaten Gowa dan selesai pada tahun 5. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan pada Perguruan Tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan.

I. PENDAHULUAN. aspirasi dan memilih pemimpin dengan diadakannya pemilihan umum.

I. PENDAHULUAN. aspirasi dan memilih pemimpin dengan diadakannya pemilihan umum. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan suatu negara yang menganut paham demokrasi, dan sebagai salah satu syaratnya adalah adanya sarana untuk menyalurkan aspirasi dan memilih pemimpin

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN A. Kondisi Desa 1. Sejarah Desa Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam gunung berapi di Magelang Kecamatan Serumbung Jawa tengah. Pada

Lebih terperinci

BAB. III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian

BAB. III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian BAB. III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Menurut Yin (2002) bahwa penggunaan studi kasus disesuaikan dengan bentuk pertanyaan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. oleh Unang Sunardjo yang dikutip oleh Sadu Wasistiono (2006:10) adalah

I. PENDAHULUAN. oleh Unang Sunardjo yang dikutip oleh Sadu Wasistiono (2006:10) adalah 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Desa atau yang disebut dangan nama lainnya sebagaimana yang dikemukakan oleh Unang Sunardjo yang dikutip oleh Sadu Wasistiono (2006:10) adalah suatu kesatuan masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam sistem pemerintahan di Indonesia, desa merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dalam sistem pemerintahan di Indonesia, desa merupakan salah satu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam sistem pemerintahan di Indonesia, desa merupakan salah satu bagian dari sistem pemerintahan yang paling dasar atau pemerintahan terendah dalam wilayah

Lebih terperinci

BAB II KONDISI OBJEKTIF DESA MARGAMULYA KEC. CILELES KAB. LEBAK. Kabupaten Lebak yang letaknya berada di kecamatan Cileles provinsi Banten Luas

BAB II KONDISI OBJEKTIF DESA MARGAMULYA KEC. CILELES KAB. LEBAK. Kabupaten Lebak yang letaknya berada di kecamatan Cileles provinsi Banten Luas BAB II KONDISI OBJEKTIF DESA MARGAMULYA KEC. CILELES KAB. LEBAK A. Kondisi Geografis Kondisi geografis penelitian di Desa Margamulya yang penulis akan utarakan dalam Bab II ini, yaitu hasil observasi dan

Lebih terperinci

Jurnal Politik Muda, Vol. 4 No. 1, Januari - Maret 2015, 93-99

Jurnal Politik Muda, Vol. 4 No. 1, Januari - Maret 2015, 93-99 93 Kekuasaan Dan Wibawa Kepala Desa: Kajian Tentang Upaya Kepala Desa Memperoleh Dan Mempertahankan Kekuasaan Di Desa Watudandang Kecamatan Prambon Nganjuk Agatha Awwala Richa Email: agatha.richa@gmail.com

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM DESA TELUK BATIL KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK. Sungai Apit Kabupaten Siak yang memiliki luas daerah 300 Ha.

BAB II GAMBARAN UMUM DESA TELUK BATIL KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK. Sungai Apit Kabupaten Siak yang memiliki luas daerah 300 Ha. BAB II GAMBARAN UMUM DESA TELUK BATIL KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK A. Letak Geografis dan Demografis 1. Geografis Desa Teluk Batil merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Sungai Apit

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI PADA PEMILIH PEMULA

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI PADA PEMILIH PEMULA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI PADA PEMILIH PEMULA (Studi Kasus Pada Pemilih Pemula di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kebak Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Tahun 2013) SKRIPSI Untuk memenuhi

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. sistem dan mekanisme pemerintahan serta norma sosial masing-masing. Inilah

I. PENDAHULUAN. sistem dan mekanisme pemerintahan serta norma sosial masing-masing. Inilah I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia dibangun dan dibentuk dari desa. Desa adalah pelopor sistem demokrasi yang otonom dan berdaulat penuh. Desa telah memiliki sistem dan mekanisme

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pilgub Jabar telah dilaksanakan pada tanggal 24 Pebruari 2013, yang

BAB I PENDAHULUAN. Pilgub Jabar telah dilaksanakan pada tanggal 24 Pebruari 2013, yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pilgub Jabar telah dilaksanakan pada tanggal 24 Pebruari 2013, yang dilaksanakan secara langsung, yang merupakan salah satu bentuk Demokrasi. Bagi sebuah bangsa

Lebih terperinci

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK UTANG PIUTANG HEWAN TERNAK SEBAGAI MODAL PENGELOLA SAWAH DI DESA RAGANG

BAB III PRAKTIK UTANG PIUTANG HEWAN TERNAK SEBAGAI MODAL PENGELOLA SAWAH DI DESA RAGANG BAB III PRAKTIK UTANG PIUTANG HEWAN TERNAK SEBAGAI MODAL PENGELOLA SAWAH DI DESA RAGANG A. Letak Geografis 1. Letak Lokasi Desa Ragang merupakan satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Waru Kabupaten

Lebih terperinci

KEHIDUPAN PEREMPUAN PEDAGANG PADA MALAM HARI DI PASAR TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF GENDER (STUDI KASUS DI PASAR LEGI KOTA SURAKARTA) SKRIPSI

KEHIDUPAN PEREMPUAN PEDAGANG PADA MALAM HARI DI PASAR TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF GENDER (STUDI KASUS DI PASAR LEGI KOTA SURAKARTA) SKRIPSI KEHIDUPAN PEREMPUAN PEDAGANG PADA MALAM HARI DI PASAR TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF GENDER (STUDI KASUS DI PASAR LEGI KOTA SURAKARTA) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Simbol manifestasi negara demokrasi adalah gagasan demokrasi dari

BAB I PENDAHULUAN. Simbol manifestasi negara demokrasi adalah gagasan demokrasi dari 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Simbol manifestasi negara demokrasi adalah gagasan demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi bagian utama dari gagasan

Lebih terperinci

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SALINAN BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA, Menimbang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2006 NOMOR 13 SERI E NOMOR SERI 9 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 10 TAHUN 2006

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2006 NOMOR 13 SERI E NOMOR SERI 9 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 10 TAHUN 2006 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2006 NOMOR 13 SERI E NOMOR SERI 9 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yakni penelitian yang menghasilkan data

Lebih terperinci

DAMPAK SOSIAL ALIH FUNGSI LAHAN TERHADAP POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA SKRIPSI

DAMPAK SOSIAL ALIH FUNGSI LAHAN TERHADAP POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA SKRIPSI DAMPAK SOSIAL ALIH FUNGSI LAHAN TERHADAP POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. baru saja diadakan pemilihan kepala dusun atau biasa disebut Dukuh, disini. menjabat yakni pada usia dukuh 65 tahun.

BAB III METODE PENELITIAN. baru saja diadakan pemilihan kepala dusun atau biasa disebut Dukuh, disini. menjabat yakni pada usia dukuh 65 tahun. BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Penelitian Penelitian mengenai pola interaksi masyarakat pasca pemilihan dukuh di dusun Nogosari, Desa Sidokarto, kecamatan Godean, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Alasan

Lebih terperinci

BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUPATI ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ALOR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ALOR, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Prosedur pendekatan kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI NILAI GOTONG ROYONG DALAM TRADISI GUMBREGAN

IMPLEMENTASI NILAI GOTONG ROYONG DALAM TRADISI GUMBREGAN IMPLEMENTASI NILAI GOTONG ROYONG DALAM TRADISI GUMBREGAN (Studi Kasus Pada Masyarakat di Dukuh Bandung Desa Beji Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali Tahun 2013) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. kabupaten yang salah satu dari 14 Desa Kelurahan pada awalnya merupakan

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. kabupaten yang salah satu dari 14 Desa Kelurahan pada awalnya merupakan 29 BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Desa Teluk Mesjid Desa Teluk Mesjid adalah suatu wilayah di kecamatan Sungai Apit kabupaten yang salah satu dari 14 Desa Kelurahan pada awalnya merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Disebut kualitatif karena penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur

BAB III METODE PENELITIAN. dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor (Moleong, 2000:3) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.245, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PEMERINTAH DAERAH. Pemilihan. Gubernur. Bupati. Walikota. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5588) PERATURAN

Lebih terperinci

SIMBOL PURWOREJO SKRIPSI. Sosial untuk. Oleh: KAN SOSIOLOGI

SIMBOL PURWOREJO SKRIPSI. Sosial untuk. Oleh: KAN SOSIOLOGI SIMBOL DAN MAKNA RITUAL PERNIKAHANN ADAT JAWA DI DESA SUKOMANAH KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PURWOREJO SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN A. Tingkat Partisipasi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Pada Pemilu Presiden 2014 Partisipasi merupakan salah satu aspek penting dalam

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA MODAL POLITIK CALON KEPALA DESA PADA PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA NGEPOSARI TAHUN 2015 SKRIPSI Disusun Guna Mememenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Kesarjanaan Strata Satu (S1) Pada Jurusan Ilmu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dikarenakan dari 4 Kabupaten/Kota di DIY. yang memiliki basis masa tidak sebanyak partai pesaingnya.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian dikarenakan dari 4 Kabupaten/Kota di DIY. yang memiliki basis masa tidak sebanyak partai pesaingnya. BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bantul, peneliti menentukan Kabupaten Bantul sebagai lokasi penelitian dikarenakan dari 4 Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GROBOGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007, hlm. 3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Way Kanan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Way Kanan 56 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Identitas Responden Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Way Kanan yang berjumlah 100 responden. Identitas responden selanjutnya didistribusikan

Lebih terperinci

Diajukan Oleh: FATHANAH SEPTIANA PURWANINGSIH A

Diajukan Oleh: FATHANAH SEPTIANA PURWANINGSIH A IMPLEMENTASI KARAKTER KEMANDIRIAN DAN KERJA KERAS PADA PEKERJA PENYANDANG CACAT TUBUH (Studi Kasus di Usaha Jahit Luny Jeans Kelurahan Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo Tahun 2015) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Peneliti memilih lokasi ini karena di daerah tersebut tradisi pemasangan tuwuhan sudah

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK UTANG-PIUTANG DI ACARA REMUH DI DESA KOMBANGAN KEC. GEGER BANGKALAN

BAB III PRAKTIK UTANG-PIUTANG DI ACARA REMUH DI DESA KOMBANGAN KEC. GEGER BANGKALAN 37 BAB III PRAKTIK UTANG-PIUTANG DI ACARA REMUH DI DESA KOMBANGAN KEC. GEGER BANGKALAN A. Gambaran Umum Desa Kombangan 1. Letak Lokasi Desa Kombangan merupakan satu desa yang berada di wilayah Kecamatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. informasi yang objektif serta dibutuhkan data-data dan informasi yang aktual

BAB III METODE PENELITIAN. informasi yang objektif serta dibutuhkan data-data dan informasi yang aktual BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebagai suatu cara yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah serta merupakan sebuah sistem atau kerja yang harus dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor yang dikutip oleh Moleong (2000: 3) penelitian kualitatif adalah prosedur

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan guna memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara FISIP UPN veteran Jawa Timur

SKRIPSI. Diajukan guna memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara FISIP UPN veteran Jawa Timur PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENJALANKAN FUNGSI PENGAWASAN PEMERINTAHAN DESA (Studi Kasus Pada Desa Sukoharjo Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri) SKRIPSI Diajukan guna memenuhi syarat

Lebih terperinci

PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA OLEH UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (PPA): PROSES, KENDALA DAN SOLUSINYA (Studi Kasus di Polres Klaten)

PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA OLEH UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (PPA): PROSES, KENDALA DAN SOLUSINYA (Studi Kasus di Polres Klaten) PEMERIKSAAN TINDAK PIDANA OLEH UNIT PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK (PPA): PROSES, KENDALA DAN SOLUSINYA (Studi Kasus di Polres Klaten) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden penelitian ini adalah masyarakat adat Lampung Abung Siwo Mego

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden penelitian ini adalah masyarakat adat Lampung Abung Siwo Mego V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identitas Responden Responden penelitian ini adalah masyarakat adat Lampung Abung Siwo Mego Buay Subing di Desa Labuhan Ratu Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur yang

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK HIBAH SEBAGAI CARA PEMBAGIAN HARTA WARISAN DI DESA SRIWULAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL

BAB III PRAKTIK HIBAH SEBAGAI CARA PEMBAGIAN HARTA WARISAN DI DESA SRIWULAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL BAB III PRAKTIK HIBAH SEBAGAI CARA PEMBAGIAN HARTA WARISAN DI DESA SRIWULAN KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL A. Monografi dan Demografi Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal 1. Monografi

Lebih terperinci

ROKAT SABA SEBAGAI MEKANISME SOSIAL PETANI DESA PALANGAN KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO

ROKAT SABA SEBAGAI MEKANISME SOSIAL PETANI DESA PALANGAN KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO ROKAT SABA SEBAGAI MEKANISME SOSIAL PETANI DESA PALANGAN KECAMATAN JANGKAR KABUPATEN SITUBONDO ROKAT SABA AS A SOCIAL MECHANISM OF FARMERS IN PALANGAN VILLAGE, DISTRICT OF JANGKAR, SITUBONDO REGENCY SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. mempunyai luas wilayah kira-kira ha. Sebagai wilayahnya sudah

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. mempunyai luas wilayah kira-kira ha. Sebagai wilayahnya sudah BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1. Geografis Desa Desa Tanjung Alai merupakan salah satu bagian integral dari wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Desa Tanjung Alai mempunyai luas

Lebih terperinci

PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2015 DI KECAMATAN MOWILA JURNAL PENELITIAN

PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2015 DI KECAMATAN MOWILA JURNAL PENELITIAN PERILAKU POLITIK PEMILIH PEMULA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2015 JURNAL PENELITIAN OLEH: NILUH VITA PRATIWI G2G115106 PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI

Lebih terperinci

EKSISTENSI TRADISI NYADRAN DI GUNUNG BALAK DALAM ARUS GLOBALISASI

EKSISTENSI TRADISI NYADRAN DI GUNUNG BALAK DALAM ARUS GLOBALISASI EKSISTENSI TRADISI NYADRAN DI GUNUNG BALAK DALAM ARUS GLOBALISASI SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI WEWENANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBAHASAN RAPERDES, PENGAWASAN PELAKSANAAN

IMPLEMENTASI WEWENANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBAHASAN RAPERDES, PENGAWASAN PELAKSANAAN IMPLEMENTASI WEWENANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBAHASAN RAPERDES, PENGAWASAN PELAKSANAAN PERATURAN DESA, DAN MENAMPUNG SERTA MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT (Studi kasus BPD di Desa Salakan,

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dengan luas desa Desa Candimas ini berbatasan dengan :

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dengan luas desa Desa Candimas ini berbatasan dengan : 43 IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum Desa Candimas 1. Letak Geografis Desa Candimas adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan dengan luas

Lebih terperinci

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. dalam data pemilih pada pemilihan Peratin Pekon Rawas Kecamatan Pesisir

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. dalam data pemilih pada pemilihan Peratin Pekon Rawas Kecamatan Pesisir 59 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Responden Responden dalam penelitian ini adalah para pemilih pemula yang tercatat dalam data pemilih pada pemilihan Peratin Pekon Rawas Kecamatan Pesisir Tengah

Lebih terperinci

STRATEGI KULTURAL PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KRAMAT SUKOHARJO KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER

STRATEGI KULTURAL PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KRAMAT SUKOHARJO KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER STRATEGI KULTURAL PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI DESA KRAMAT SUKOHARJO KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER CULTURAL STRATEGY PREVENTION OF EARLY MARRIAGES IN THE VILLAGE KRAMAT SUKOHARJO DISTRICTS SUB-DISTRICT

Lebih terperinci

BAB III PRAKTIK KERJASAMA BUDIDAYA LELE ANTARA PETANI DENGAN PEMASOK BIBIT DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN

BAB III PRAKTIK KERJASAMA BUDIDAYA LELE ANTARA PETANI DENGAN PEMASOK BIBIT DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN 46 BAB III PRAKTIK KERJASAMA BUDIDAYA LELE ANTARA PETANI DENGAN PEMASOK BIBIT DI DESA TAWANGREJO KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN A. Profil Desa Tawangrejo 1. Letak geografis Secara geografis Desa Tawangrejo

Lebih terperinci

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN GROBOGAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG KEWENANGAN DAN KELEMBAGAAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GROBOGAN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

BUDAYA KEMISKINAN DAN KEBIJAKAN PEMERATAAN RASKIN SEBAGAI SAVETY VALVE DI DUSUN PELINGGIHAN ANTIROGO

BUDAYA KEMISKINAN DAN KEBIJAKAN PEMERATAAN RASKIN SEBAGAI SAVETY VALVE DI DUSUN PELINGGIHAN ANTIROGO BUDAYA KEMISKINAN DAN KEBIJAKAN PEMERATAAN RASKIN SEBAGAI SAVETY VALVE DI DUSUN PELINGGIHAN ANTIROGO CULTURE OF POVERTY AND POLICY OF RASKIN EVEN DISTRIBUTION AS SAVETY VALVE IN PELINGGIHAN HAMLET ANTIROGO

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek

BAB III METODE PENELITIAN. bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek BAB III METODE PENELITIAN A. PENDEKATAN DAN JENIS PENELITIAN Pendekatan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Disebut kualitatif karena penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELTIAN

BAB III METODE PENELTIAN BAB III METODE PENELTIAN 3.1 Lokasi Peneltian Lokasi Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank Syari ah Mandiri Cabang Malang Jalan Raya Basuki Rahmat no. 8 Malang 65111 Telp. (0341) 362122 fax. (0341) 347933.

Lebih terperinci

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2013 TENTANG RUKUN TETANGGA DAN RUKUN WARGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN, Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan/penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif adalah suatu langkah prosedur

Lebih terperinci

1. PENDAHULUAN. tiga prasyarat yaitu kompetisi didalam merebutkan dan mempertahankan

1. PENDAHULUAN. tiga prasyarat yaitu kompetisi didalam merebutkan dan mempertahankan 1. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia menganut sistem pemerintahan demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem demokrasi ditandai oleh adanya tiga prasyarat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Dalam penulisan skripsi ini digunakan beberapa macam metode untuk mengumpulkan informasi maupun data berkaitan erat dengan masalah peringatan maulid Nabi Muhammad Saw, kemudian

Lebih terperinci

PERANAN APARAT DAN KUALITAS PELAYANAN. (Studi Kasus Peranan Aparatur dalam Peningkatan Pelayanan Pengurusan e- KTP di Kantor Kecamatan Medan Sunggal)

PERANAN APARAT DAN KUALITAS PELAYANAN. (Studi Kasus Peranan Aparatur dalam Peningkatan Pelayanan Pengurusan e- KTP di Kantor Kecamatan Medan Sunggal) PERANAN APARAT DAN KUALITAS PELAYANAN (Studi Kasus Peranan Aparatur dalam Peningkatan Pelayanan Pengurusan e- KTP di Kantor Kecamatan Medan Sunggal) SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode deskriptif adalah studi untuk menemukan fakta dengan interpretasi yang tepat dengan cara

Lebih terperinci

KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN PENAMBANG PASIR BESI (Studi Kasus di Desa Garongan Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo) SKRIPSI

KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN PENAMBANG PASIR BESI (Studi Kasus di Desa Garongan Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo) SKRIPSI KONFLIK ANTARA MASYARAKAT DENGAN PENAMBANG PASIR BESI (Studi Kasus di Desa Garongan Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Berupa metode deskriftif eksploratif dan jenis penilitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian deskriftif eksploratif adalah penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

SKRIPSI. (Studi Kasus di Panti Sosial Bina Karya Yogyakarta)

SKRIPSI. (Studi Kasus di Panti Sosial Bina Karya Yogyakarta) SKRIPSI IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGANAN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) UNTUK MENGATASI GELANDANGAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2012 (Studi Kasus di Panti Sosial Bina Karya Yogyakarta)

Lebih terperinci

DHARMMOTTAMA SATYA PRAJA PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG

DHARMMOTTAMA SATYA PRAJA PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG DHARMMOTTAMA SATYA PRAJA PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PEMBENTUKAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Mulyana, 2002: 145) merupakan proses, prinsip, dan prosedur yang kita

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. (Mulyana, 2002: 145) merupakan proses, prinsip, dan prosedur yang kita 87 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian Metodologi sebagaimana dikemukakan oleh Bogdan dan Taylor (Mulyana, 2002: 145) merupakan proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan

Lebih terperinci

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI SENI PERTUNJUKAN SANGGAR SENI SEKAR JAGAD DUSUN KOTAKAN DESA BAKALAN KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO

STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI SENI PERTUNJUKAN SANGGAR SENI SEKAR JAGAD DUSUN KOTAKAN DESA BAKALAN KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI SENI PERTUNJUKAN SANGGAR SENI SEKAR JAGAD DUSUN KOTAKAN DESA BAKALAN KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menyatakan pendapat

I. PENDAHULUAN. memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menyatakan pendapat 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakekatnya masyarakat memegang peran utama dalam praktik pemilihan umum sebagai perwujudan sistem demokrasi. Demokrasi memberikan kebebasan kepada masyarakat

Lebih terperinci

IZZUL KHOLID NIM

IZZUL KHOLID NIM KONFLIK ANTAR PENDUKUNG KYAI (Study Kasus di Desa tambak Ukir Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo ) CONFLICT BETWEEN KYAI FOLLOWER (A Case Study in Tambak Ukir Village, Kendit District in Situbondo Regency)

Lebih terperinci

POTENSI DAN KENDALA PELAKU AWE-AWE DI GUNUNG GUMITIR POTENTIAL AND CONSTRAINTS THE AWE-AWE AT GUMITIR MOUNTAIN

POTENSI DAN KENDALA PELAKU AWE-AWE DI GUNUNG GUMITIR POTENTIAL AND CONSTRAINTS THE AWE-AWE AT GUMITIR MOUNTAIN POTENSI DAN KENDALA PELAKU AWE-AWE DI GUNUNG GUMITIR POTENTIAL AND CONSTRAINTS THE AWE-AWE AT GUMITIR MOUNTAIN SKRIPSI Oleh : Didit Saputro NIM 050910302088 PROGRAM STUDI SOSIOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL

Lebih terperinci

BUPATI MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

BUPATI MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA SALINAN BUPATI MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 17 TAHUN 2017 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MAGELANG, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan sebagai salah Satu Syarat Guna Meperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE,Sy) UIN SUSKA RIAU OLEH PARMONO NIM.

SKRIPSI. Diajukan sebagai salah Satu Syarat Guna Meperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE,Sy) UIN SUSKA RIAU OLEH PARMONO NIM. DAMPAK KEBERADAAN INDOMARET TERHADAP OMSET PENJUALAN PEDAGANG KELONTONG DI KELURAHAN TUAH KARYA KECAMATAN TAMPAN PEKANBARU DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM SKRIPSI Diajukan sebagai salah Satu

Lebih terperinci

PENERAPAN PRINSIP PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM PELAYAN PUBLIK ( STUDI KANTOR CAMAT MEDAN PERJUANGAN )

PENERAPAN PRINSIP PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM PELAYAN PUBLIK ( STUDI KANTOR CAMAT MEDAN PERJUANGAN ) PENERAPAN PRINSIP PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM PELAYAN PUBLIK ( STUDI KANTOR CAMAT MEDAN PERJUANGAN ) SKRIPSI DISUSUN DAN DIAJUKAN UNTUK MELENGKAPI PERSYARATAN MEMPEROLEH GELAR SARJANA SOSIAL (S-1) PADA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 8 TAHUN 2006 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN IJARAH DI PT. UNIT PEGADAIAN SYARIAH KAUMAN MALANG SKRIPSI. Diajukan Kepada:

PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN IJARAH DI PT. UNIT PEGADAIAN SYARIAH KAUMAN MALANG SKRIPSI. Diajukan Kepada: PERLAKUAN AKUNTANSI PEMBIAYAAN IJARAH DI PT. UNIT PEGADAIAN SYARIAH KAUMAN MALANG SKRIPSI Diajukan Kepada: Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

Lebih terperinci

EKSISTENSI NILAI SOSIAL BUDAYA PENDUDUK ASLI DI SEKITAR PERUMAHAN JEMBER PERMAI I KABUPATEN JEMBER

EKSISTENSI NILAI SOSIAL BUDAYA PENDUDUK ASLI DI SEKITAR PERUMAHAN JEMBER PERMAI I KABUPATEN JEMBER EKSISTENSI NILAI SOSIAL BUDAYA PENDUDUK ASLI DI SEKITAR PERUMAHAN JEMBER PERMAI I KABUPATEN JEMBER (Studi Deskriptif di Lingkungan Krajan Timur Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember)

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Kehidupan Partai Politik tidak akan lepas dari kesadaran politik masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. Kehidupan Partai Politik tidak akan lepas dari kesadaran politik masyarakat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Kehidupan Partai Politik tidak akan lepas dari kesadaran politik masyarakat (anggota) yang menjadi cikal bakal dari partisipasi politik. Dalam meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena sebelumnya pemilihan Calon /wakil Gubernur Sumatera sudah terlaksana

BAB I PENDAHULUAN. karena sebelumnya pemilihan Calon /wakil Gubernur Sumatera sudah terlaksana 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pemilihan secara langsung bukanlah hal yang baru bagi rakyat Indonesia, karena sebelumnya pemilihan Calon /wakil Gubernur Sumatera sudah terlaksana pada tahun 2008

Lebih terperinci

Oleh: MAHRIFATU ROKHANA A

Oleh: MAHRIFATU ROKHANA A IMPLEMENTASI KARAKTER MANDIRI DAN KERJA KERAS DALAM MASYARAKAT (Studi Kasus pada Gabungan Kelompok Tani Ngudi Subur II Dusun Pandakan, Desa Blorong, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar Tahun 2015)

Lebih terperinci

Bab 1 Pemerintahan Desa

Bab 1 Pemerintahan Desa Bab 1 Pemerintahan Desa Pernahkah kalian mengamati orang mengurus Kartu Tanda Penduduk? Tentu orang tersebut terlebih dahulu pergi ke ketua RT setempat. Kemudian ke kantor kepala desa/kelurahan dan dilanjutkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. rawan terjadi praktek ketidaksetaraan gender dalam kepengurusannya, maka

BAB III METODE PENELITIAN. rawan terjadi praktek ketidaksetaraan gender dalam kepengurusannya, maka BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Dikarenakan yang menjadi sasaran peneliti adalah organisasi yang rawan terjadi praktek ketidaksetaraan gender dalam kepengurusannya, maka penelitian dilakukan

Lebih terperinci

ALDI APRIANSYAH PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

ALDI APRIANSYAH PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER ILMU PEMERINTAHAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PASANGAN SRI PURNOMO DAN SRI MUSLIMATUN DALAM PEMENANGAN PILKADA STUDI KASUS DI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2015 Diajukan kepada program pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Lebih terperinci

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN LEVEL VAN HIELE DAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA KELAS X-A SMA NEGERI 1 BUKATEJA

ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN LEVEL VAN HIELE DAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA KELAS X-A SMA NEGERI 1 BUKATEJA ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN LEVEL VAN HIELE DAN SIKAP PERCAYA DIRI SISWA KELAS X-A SMA NEGERI 1 BUKATEJA SKRIPSI Diajuk Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Derajat S1 Oleh: IKA MEI CAHYANTI 1101060046 PROGRAM

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN

Lebih terperinci

PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBIASAAN MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL DI SEKOLAH DASAR

PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBIASAAN MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL DI SEKOLAH DASAR PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBIASAAN MENYANYIKAN LAGU WAJIB NASIONAL DI SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program

Lebih terperinci

PENGARUH KEBERADAAN TRANSPORTASI UMUM ANGKUTAN DESA TERHADAP PERGERAKAN PENDUDUK DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN.

PENGARUH KEBERADAAN TRANSPORTASI UMUM ANGKUTAN DESA TERHADAP PERGERAKAN PENDUDUK DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN. PENGARUH KEBERADAAN TRANSPORTASI UMUM ANGKUTAN DESA TERHADAP PERGERAKAN PENDUDUK DI KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN Usulan Penelitian Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai Derajat

Lebih terperinci

31 kegiatan yang menyebabkan kerusakan di hulu DAS dan juga melihat bagaimana pemangku kepentingan tersebut melakukan upaya penyelamatan hulu DAS Cita

31 kegiatan yang menyebabkan kerusakan di hulu DAS dan juga melihat bagaimana pemangku kepentingan tersebut melakukan upaya penyelamatan hulu DAS Cita 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penentuan tempat dilatarbelakangi oleh tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa metode pengumpulan data untuk memperoleh pemahaman

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Keberhasilan dari suatu penelitian, salah satunya ditentukan oleh pendekatan penelitian yang digunakan. Pendekatan

Lebih terperinci

Disusun Oleh: ARMAN WIJAYANTO A

Disusun Oleh: ARMAN WIJAYANTO A LATAR BELAKANG UPAYA SERTA PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKAWINAN DI BAWAH UMUR (Studi Kasus di Kelurahan Purwoharjo Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM DESA BATUR KECAMATAN GADING DAN PRAKTEK HUTANG PANENANAN KOPI BASAH. 1. Sejarah Desa Batur Kecamatan Gading

BAB III GAMBARAN UMUM DESA BATUR KECAMATAN GADING DAN PRAKTEK HUTANG PANENANAN KOPI BASAH. 1. Sejarah Desa Batur Kecamatan Gading BAB III GAMBARAN UMUM DESA BATUR KECAMATAN GADING DAN PRAKTEK HUTANG PANENANAN KOPI BASAH A. Letak Geografis Desa Kecamatan 1. Sejarah Desa Batur Kecamatan Gading Desa Batur terletak di Kecamatan Gading,

Lebih terperinci

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL PEER GROUP DAN KONTROL DIRI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP NORMA SOSIAL SKRIPSI OLEH: SRI PUJI ASTUTI

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL PEER GROUP DAN KONTROL DIRI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP NORMA SOSIAL SKRIPSI OLEH: SRI PUJI ASTUTI HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL PEER GROUP DAN KONTROL DIRI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP NORMA SOSIAL SKRIPSI OLEH: SRI PUJI ASTUTI 10761000060 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 50 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan menggunakan jenis penelitian kualitatif. Menurut Sugiyono (2014:1) penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pasal 18 Undang - Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa, Negara Kesatuan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pasal 18 Undang - Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa, Negara Kesatuan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasal 18 Undang - Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah-daerah provinsi itu dibagi atas

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Lokasi atau tempat penelitian mengenai fenomena perempuan pengangkut garam di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak khususnya di pangkalan KUB

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang sangat sulit dipisahkan. Sebab masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian

Lebih terperinci