GEODINAMIKA BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN GEOFISIKA DENPASAR 2020 ARTIKEL GEMPABUMI ARTIKEL GEMPA DIRASAKAN ARTIKEL PETIR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "GEODINAMIKA BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN GEOFISIKA DENPASAR 2020 ARTIKEL GEMPABUMI ARTIKEL GEMPA DIRASAKAN ARTIKEL PETIR"

Transkripsi

1 ISSN NOMOR Buletin Geodinamika Volume IX Nomor 10 Oktober 2020 GEODINAMIKA ISSN NOMOR ARTIKEL GEMPABUMI Gempabumi sepanjang September 2020! ARTIKEL GEMPA DIRASAKAN Gempabumi dirasakan bulan September 2020! ARTIKEL METEOROLOGI Aktivitas hujan sepanjang bulan September 2020! Prakiraan Curah Hujan bulan November 2020! ARTIKEL PETIR Aktivitas petir sepanjang bulan September 2020! ARTIKEL ALMANAK Data Almanak bulan November 2020! BMKG BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN GEOFISIKA DENPASAR 2020

2 2 REDAKSI FROM THE EDITOR Majalah Geodinamika merupakan salah satu bentuk pelayanan informasi Stasiun Geofisika Denpasar kepada masyarakat Provinsi Bali dan kota Denpasar khususnya mengenai fenomena Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Buletin ini berisi tentang pengetahuan dan ulasan gempabumi, percepatan tanah, kelistrikan udara, dinamika iklim, almanak tanda waktu dan prakiraan musim hujan provinsi Bali. Hasilnya disampaikan dalam bentuk informasi, tabulasi, diagram, peta dan data yang sifatnya saling melengkapi. TIM REDAKSI Tim Redaksi Pelindung Ikhsan, ST., M.Si Administrasi I Made Artana Penanggung Jawab Teknis I Ketut Sudiarta, S.A.P Pemimpin Redaksi I Made Astika, SP Anggota Redaksi I Ketut Sudiarta, S.A.P I Made Astika, SP I Gede Made Artajaya I Wayan Suka Asnawa, SP I Putu Dedy Pratama, SST Ni Luh Desi Purnami, SST Ika Sulfiana Putri, S.Tr Editor dan Design Sodikin Distribusi dan Percetakan Dwi Karyadi Priyanto, S.Si Emi Ulfiana, S.Tr Diterbitkan Oleh : Stasiun Geofisika Denpasar Jalan Pulau Tarakan no 1 Sanglah - Denpasar Telp : Website: Facebook : BMKGDenpasar Twitter Instagram DAFTAR ISI 4 GEMPABUMI DI BULAN September 2020 Gempabumi adalah peristiwa alam yang belum dapat diprediksi kapan terjadinya,berapa besarnya dan lokasinya. BMKG Denpasar dalam 24 /7 memantau aktivitas gempabumi di wilayah Bali dan sekitarnya. 7 GEMPABUMI DIRASAKAN Beberapa gempabumi dirasakan oleh masyarakat terjadi selama bulan September 2020 disajikan dalam bentuk peta spasial. 10 KELISTRIKAN UDARA Pada ulasan kali ini akan membahas Kejadian petir di bulan September 2020.dibandingkan dengan kejadian petir selama 10 tahun. 13 GALERI GEODINAMIKA Peralatan Geofisika di Stasiun Geofisika Denpasar 14 CURAH HUJAN KOTA DENPASAR Pada ulasan ini akan membahas tentang curah hujan di bulan September 2020 dan dibandingkan dengan rata-rata curah hujan selama 24 tahun. 16 PRAKIRAAN curah hujan November 2020 Tulisan ini membahas tentang prakiraan Curah Hujan bulan November ALMANAK November 2020 Data terbit terbenamnya Matahari untuk Bulan November 2020 di kota dan kabupaten Provinsi Bali ISSN NOMOR FOTO COVER DEPAN :

3 Pengantar PENGANTAR 3 Pulau Bali merupakan salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia,dinamika pariwisata yang ada di Pulau Bali sangat dipengaruhi oleh factor alam yang diakibatkan oleh fenomena meteorologi,klimatologi dan Geofisika diantaranya adalah gempa bumi dan cuaca.pulau Bali merupakan wilayah yang memiliki aktivitas gempabumi yang cukup tinggi,hal ini disebabkan pulau Bali diapit oleh 2 ( dua) sumber pembangkit gempa dari pertemuan dua lempeng bumi ( zona subduksi ) yaitu lempeng indoaustralia dan lempeng Euresia,sedangkan disebelah utara terdapat patahan naik busur belakang ( back arch thrust),selain patahan aktif dilautan Pulau Bali juga memiliki sesar aktif yang berada didaratan,semua patahan tersebut berkontribusi terhadap kejadian gempa -gempa besar yang merusak di Pulau Bali dan beberapa diantaranya menyebabkan tsunami,akibat aktipitas patahan -patahan aktif tersebut pulau Bali masuk dalam Kawasan rawan dengan frekwensi gempa bumi cukup tinggi.berdasarkan monitoring gempa bumi di pulau Bali dan sekitarnya pada bulan September 2020,tercatat sebanyak 340 kali gempabumi (sumber data : BMKG Regional III). Dibandingkan dengan jumlah aktifitas kegempaan data bulan Agustus 2020 yang berjumlah 942 kali gempa bumi,hal ini mengindikasikan terjadi penurunan hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan bulan Agustus 2020,Penurunan aktivitas kegempaan disebabkan oleh stabilnya Kembali patahan dibarat laut Pulau Sumba -NTT dan selatan Banyuwangi. Berdasarkan observasi lapangan selama bulan September 2020 dengan sebaran gempabumi paling rapat berada di daerah Sumbawa (NTB) dan daerah Sumba (NTT). Gempa bumi yang terjadi di wilayah tersebut didominasi gempa dangkal kedalaman (0-60 Km ) dengan 11 kali gempa bumi yang dirasakan yaitu 1 kali di daerah Karangasem -Bali,2 kali di daerah Lombok (NTB ),3 kali didaerah Sumbawa -NTB,3 kali di daerah Sumba -NTT, 2 kali di Flores -NTT. Faktor cuaca (Curah Hujan ) Pada bulan September 2020 kota Denpasar yang diwakili oleh data stasiun Geofisika Denpasar, berada di atas ratarata. Pada bulan September 2020 terjadi hujan sebesar 48.7 mm sedangkan rata-rata curah hujan Kota Denpasar 24 tahun sebesar 37.4 mm dengan batas atas normalnya: 115% X 49.7 = 43.0 mm dan batas bawah normal: 85% X 49.7 = 31.8 mm. Berdasarkan hasil perhitungan statistik dan analisis kondisi fisis dan dinamis atmosfer di wilayah Bali dan sekitarnya serta kondisi lokal masing-masing Zona Musim (ZOM) terutama topografi daerah Bali, maka secara umum Sifat Hujan bulan November 2020 sebagian besar Provinsi Bali diprakirakan Atas Normal (AN) (Stasiun Klimatologi Jembrana Bali ). Berdasarkan peta tingkat kerapatan petir wilayah Bali dan sekitarnya untuk bulan September 2020 sambaran petir sebagian besar terjadi di wilayah pesisir Bali bagian barat. Sambaran petir tertinggi tercatat di Kecamatan Selemadeg barat, Kecamatan Kerambitan,Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Denpasar Selatan. KEPALA IKHSAN, ST., M.Si

4 4 GEMPABUMI GEMPABUMI DI BULAN SEPTEMBER 2020 Oleh : I Putu Dedy Pratama, SST GEMPABUMI TTingginya nilai seismisitas suatu daerah ditandai dengan semakin banyaknya titik pada peta sesmisitas. Dengan seismisitas dapat dilakukan pengukuran aktivitas kegempaan pada suatu daerah, semakin tinggi seismisitas maka semakin tinggi aktivtas kegempaan daerah tersebut, tingginya aktivitas kegempaan dipengaruhi oleh struktur geologi pada daerah tersebut. Pada bulan September 2020 seismisitas (sebaran gempabumi) untuk wilayah PGR III menunjukan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi yang ditunjukan pada Gambar 1. Gambar 1 menunjukan bahwa wilayah Pusat gempa regional III (PGR 3) yang terdiri dari wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur (Sumba dan Flores) memiliki aktivitas gempabumi yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan daerah tersebut merupakan daerah yang diapit oleh 2 (dua) pembangkit gempabumi utama yaitu wilayah selatan yang merupakan daerah pertemuan dua lempeng bumi (zona subduksi) antara lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Zona subduksi di bagian selatan membentang mulai dari Sumatera, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur, hingga Laut Banda, sedangkan wilayah sebelah utara terdapat patahan naik busur belakang (back arc thrust) Flores yang membentang Gambar 1. Peta Seismisitas di Bali dan sekitarnya pada bulan September 2020 Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh stasiun BMKG diwilayah PGR III terjadi 11 kali gempabumi yang dirasakan yaitu 1 kali di daerah Karangasem-Bali, 2 kali di daerah Lombok-NTB, 3 kali di daerah Sumbawa-NTB, 3 kali di Sumba-NTT, 2 kali di Flores-NTT

5 GEMPABUMI 5 dengan arah barat-timur mulai utara Bali, Lombok hingga di pulau Pantar Nusa Tenggara Timur. Dua generator gempabumi inlah yang mengakibatkan frekuensi gempabumi di daerah tersebut cukup tinggi. Selain itu, gempabumi yang terjadi diakibatkan oleh juga terdapat patahan atau sesar aktif yang berada di sekitar wilayah tersebut. Pada Gambar 1, menunjukan daerah dengan sebaran gempabumi paling rapat berada di daerah Sumbawa (NTB) dan daerah Sumba (NTT). Gempabumi yang terjadi di wilayah tersebut didominasi oleh gempabumi kedalaman dangkal (0-60 km). Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh stasiun BMKG diwilayah PGR III terjadi 11 kali gempabumi yang dirasakan yaitu 1 kali di daerah Karangasem-Bali, 2 kali di daerah Lombok- NTB, 3 kali di daerah Sumbawa-NTB, 3 kali di Sumba-NTT, 2 kali di Flores-NTT. Hasil monitoring gempabumi di wilayah PGR III pada bulan September 2020 tercatat sebanyak 340 kejadian gempabumi (sumber data: stasiun BMKG regional III), terjadi penurunan hampir tiga kali lipat jumlah aktivitas kegempaan bila dibandingkan dengan bulan Agustus 2020 yang berjumlah 942 gempabumi. Jumlah gempabumi ini merupakan yang terendah sepanjang tahun Penurunan ini disebabkan oleh stabilnya kembali patahan di BaratLaut Pulau Sumba-NTT dan selatan Banyuwangi sebagaimana pada Gambar 2 Hasil analisa kejadian gempabumi pada bulan September 2020 dapat dijelaskan berdasarkan magnitudo dan kedalaman sebagai berikut : Gambar 2. Perbandingan Jumlah Gempa Januari- September 2020 Berdasarkan Magnitudo Gempabumi Gempabumi yang tercatat pada wilayah PGR III berdasarkan Magnitudo dapat dilihat pada 5 tabel berikut: Tabel 1. Gempabumi berdasarkan magnitudo No. Magnitudo Persentase 1 M<3 SR M<5 SR M 5 SR Dari Tabel 1 menunjukan bahwa gempabumi yang terjadi masih didominasi oleh gempabumi M<3. Dengan grafik perbandingan dan persentase magnitudo sebagai berikut: Grafik Jumlah Gempabumi Berdasarkan Magnitudo di Wilayah PGR III September 2020 M<3 berjumlah 186 kejadian 3 M<5 berjumlah 155 kejadian M 5 berjumlah 1 kejadian Gambar 3. Histogram Gempabumi Berdasarkan Magnitudo

6 6 GEMPABUMI Berdasarkan Gambar 4 menunjukan bahwa perbandingan persentase magnitudo gempa bumi yang tercatat dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Persentase Magnitudo M<3 3 M<5 M 5 0% No. Magnitudo Persentase 1 M<3 SR 55% 2 3 M<5 SR 45 % 3 M 5 SR <1 % 45% 55% Berdasarkan Kedalaman Gempabumi yang tercatat pada wilayah PGR III berdasarkan kedalaman dapat dilihat pada tabel berikut: Dari Tabel 3 menunjukan bahwa gempabumi yang terjadi masih didominasi oleh gempabumi kedalaman dangkal (H<60). yang diperlihatkan pada grafik dan persentase perbandingan sebagai berikut: Tabel 3. Gempabumi berdasarkan kedalaman Gambar 4. Diagram Lingkaran Prosentase Gempabumi Berdasarkan Magnitudo Bulan September 2020 H<60 60 H<300 H % 0% No. Kedalaman (km) Jumlah gempabumi 1 H< H<300 km 47 3 H Tabel 4. Persentase Kedalaman No. Magnitudo Persentase 86% 1 H<60 86% 2 60 H<300 km 14% 3 H 300 0% Gambar 5. Diagram Lingkaran Prosentase Gempabumi Berdasarkan Kedalaman Bulan September 2020 Grafik Jumlah Gempabumi Berdasarkan Kedalaman di Wilayah PGR III September Gempabumi dangkal = 295 kejadian Gempabumi menengah = 47 kejadian Gempabumi dalam = 0 kejadian Gambar 6. Histogram Gempabumi Berdasarkan Kedalaman

7 GEMPA DIRASAKAN 7 GEMPABUMI DIRASAKAN DI WILAYAH BALI DAN SEKITARNYA GEMPABUMI DIRASAKAN Selama bulan September 2020 tercatat sebanyak 11 kali gempabumi yang dirasakan di wilayah Pusat Gempa Regional III (meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan sebagian NTT) sesuai dengan Tabel 1. Dari 11 gempabumi dirasakan yang tercatat, 1 diantara nya berpusat di wilayah Provinsi Bali, 5 gempabumi berpusat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan 5 gempabumi berpusat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tabel 1. Gempabumi signifikan di Bali dan sekitarnya pada bulan September 2020 Oleh : Ika Sulfiana Putri, S.Tr NO TANGGAL WAKTU (WIB) LIN- TANG BUJUR MAG- NI- TUDE KEDA- LAMAN (Km) KETERANGAN 7 DIRASAKAN 1 01/09/ :21: km TimurLaut BIMA-NTB dirasakan di Bima III MMI 2 03/09/ :35: km TimurLaut WAIBAKUL-NTT dirasakan di wilayah Waingapu II-III MMI 3 06/09/ :08: km BaratLaut SUMBAWA-NTB dirasakan di Sumbawa III MMI 4 11/09/ :33: /09/ :11: /09/ :31: /09/ :02: /09/ :06: /09/ :23: /09/ :44: /09/ :34: km BaratLaut TAMBOLAKA-NTT 25 km TimurLaut LOMBOKUTARA-NTB 9 km BaratDaya PULAUPANJANG-NTB 25 km TimurLaut SUMBAWA-NTB 1 km Tenggara RUTENG- MANGGARAI-NTT 17 km TimurLaut KARANGASEM-BALI 237km barat Daya KODI- SUMBA BARATDAYA-NTT 30 km BaratLaut WAINGAPU-NTT dirasakan di Kota Bima III MMI dirasakan di Lombok Utara, Lombok Barat III MMI, Mataram, Lombok Tengah II MMI Sumbawa Barat dan Sumbawa III MMI, dirasakan di wilayah Sumbawa II- III MM dirasakan di wilayah Ruteng III MMI dirasakan di Karangasem II-III, di Mataram II MMI dirasakan di Kodi dan Sumbawa II - III MMI, Denpasar dan Mataram II MMI dirasakan II MMI di Waingapu Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun Skala Mercalli terbagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebut dan juga dengan melihat serta membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. (

8 8 PERCEPATAN TANAH PERCEPATAN TANAH MAKSIMUM Percepatan getaran tanah maksimum adalah nilai percepatan getaran tanah yang terbesar yang pernah terjadi di suatu tempat yang diakibatkan oleh gempabumi. Percepatan getaran tanah disebut juga dengan istilah PGA atau Peak Ground Acceleration dan dinyatakan dalam satuan gal. Semakin besar nilai PGA yang terjadi disuatu tempat, semakin besar bahaya dan risiko gempabumi yang mungkin terjadi. Selama bulan September 2020 tercatat sebanyak 10 kali gempabumi yang dirasakan di wilayah Pusat Gempa Regional III (meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan sebagian NTT), 2 gempabumi diantaranya dirasakan di wilayah Provinsi Bali. Gempabumi pertama terjadi pada tanggal 15 September 2020 dan gempabumi kedua terjadi pada tanggal 25 September Parameter dan nilai percepatan tanah maksimum dari gempabumi dirasakan dapat diwakili dengan gambar di bawah ini. PARAMETER GEMPABUMI : 28 September :23:39 WIB : 8.21 LS BT : 17 km TimurLaut KARANGASEM-BALI : 3.9 SR : 10 KM Dirasakan : KARANGASEM II-III, MATARAM II MMI Gambar 1. Peta guncangan gempabumi pada tanggal 28 September 2020 Percepatan Tanah Maksimum : Badung gal Banyuwangi gal Tabanan gal Singaraja gal Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) I MMI : Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang II MMI : Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. III MMI : Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. IV MMI : Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

9 PERCEPATAN TANAH 9 PARAMETER GEMPABUMI : 28 September :44:56 WIB : LS BT : : : Dirasakan : 237km barat Daya KODI, SUMBA BARATDAYA - NTT 5.3 SR 10 KM Kodi dan Sumbawa II - III MMI, Denpasar dan Mataram II MMI Sumba gal Gambar 2. Peta guncangan gempabumi pada tanggal 31 September 2020 Percepatan Tanah Maksimum : Sumbawa gal Badung gal Tabanan gal Singaraja gal

10 10 KELISTRIKAN UDARA KELISTRIKAN UDARAOleh : Ni Luh Desi Purnami, SST KELISTRIKAN UDARA Petir terjadi karena adanya perbedaan potensial antara awan dengan bumi atau antara awan dengan awan lainnya, sehingga terjadi loncatan partikel muatan yang bergesekan dengan udara, hal inilah yang menyebabkan kilat dan suara gemuruh di langit. Petir merupakan fenomena alam yang biasanya terjadi pada musim penghujan yang ditandai dengan kilatan cahaya dan suara yang menggelegar. Fenomena ini disebabkan oleh awan rendah jenis Cumulunimbus (Cb). Di dalam awan Cumulunimbus ini terjadi peristiwa turbulensi yang mengakibatkan terbentuknya ionisasi dan polarisasi (pengkutuban) muatanmuatan di awan sehingga partikel bermuatan negative berkumpul di dasar awan dan sebaliknya, bermuatan positif di bagian atas awan. Apabila beda potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pelepasan muatan negatif (elektron). Pelepasan muatan ini yang kita ketahui sebagai petir. Berdasarkan pembentukannya, tipe petir dibagi menjadi 4 yaitu: 1. Sambaran Petir dari Awan ke Tanah atau Cloud to Ground (CG) 2. Sambaran Petir antar awan (Cloud to Cloud/CC) Gambar 1.Jumlah sambaran petir harian Bulan Agustus dan September 2020 Akan tetapi, Jika dilihat berdasarkan sambaran secara harian selama bulan September 2020, terlihat tren jumlah sambaran yang mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan dari awal bulan menuju ke akhir bulan yang ditunjukkan pada gambar Sambaran petir di dalam awan (Intracloud/IC) 4. Sambaran Petir dari awan ke udara (Cloud to Sky/CA) Berdasarkan alat yang terpasang di Stasiun Geofisika Denpasar, Jumlah sambaran petir harian pada bulan September 2020, secara umum mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan jumlah sambaran petir pada bulan Agustus 2020 sebagaimana ditunjukkan dalam gambar 1. Gambar 2. Perbandingan Jumlah sambaran petir harian Bulan September 2020

11 KELISTRIKAN UDARA 11 Pada bulan September 2020, terjadi sebanyak kali sambaran petir yang terdiri dari jenis petir Intra Cloud (IC) dan Cloud to Ground (CG). Perbandingan jumlah strike jenis IC dan CG untuk bulan September 2020 masih didominasi oleh sambaran petir tipe IC, dimana petir jenis IC sebanyak 56% dan petir jenis CG 44%. Banyaknya strike jenis IC sambaran sedangkan jenis CG sebanyak sambaran. Petir CG terdiri terdiri dari jenis CG+ sebanyak 35% ( sambaran) dan CG- sebanyak 9% (2.925 sambaran). Rekapitulasi jumlah petir CG dan IC disajikan dalam bentuk grafik pada gambar 3. Gambar 3. Perbandingan Jenis Petir yang tercatat selama bulan September 2020 Jumlah sambaran petir bulan September tahun 2020 merupakan jumlah sambaran tertinggi kelima selama bulan September sepanjang tahun Sambaran petir tertinggi bulan September terjadi pada bulan September tahun 2009 sedangkan terendah pada bulan September Grafik jumlah sambaran petir ini disajikan dalam gambar 4. Gambar 4. Jumlah Sambaran petir bulan September tahun

12 12 KELISTRIKAN UDARA ANALISIS TEMPORAL Pa da bulan September 2020, sambaran petir perjam menunjukan pola diurnal dengan satu puncak kejadian yaitu pada pagi hari. Puncak sambaran terjadi antara pukul WITA seperti yang ditunjukkan pada gambar 5. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan awan awan konvektif yang banyak menyebabkan terjadinya petir terjadi pada waktu tersebut. Gambar 5. Sambaran petir perjam bulan September 2020 ANALISIS SPASIAL Berdasarkan peta jumlah sambaran petir wilayah Bali dan sekitarnya untuk bulan September 2020 sambaran petir sebagian besar terjadi di wilayah bagian pesisir Bali bagian Barat. Sambaran petir tertinggi tercatat di wilayah Kecamatan Selemadeg, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Denpasar Selatan seperti yang ditunjukkan pada gambar 6. Gambar 6. Peta Kerapatan Sambaran Petir Wilayah Provinsi Bali Bulan September 2020

13 ARTIKEL 13 Denpasar Geophysics Station Joined in Advanced Earthquake and Tsunami Hazard Training Course One staff of Denpasar Geophysics Station joined in Advanced Earthquake and Tsunami Hazard Training Course, which held online. The course held for 5 days from September 21st, 2020 till September 25th, This training course is conducted for the BMKG staff located in Jakarta and 10 Regional Monitoring Centers, as well as students at the STMKG College. The number of participants who attended the training was 55 people. The course provides a comprehensive summary of the modern knowledge of earthquakes, tsunamis, liquefaction and other hazards of Indonesia and mitigation. This course is a collaboration between BMKG and United States Geological Survey (USGS) which all of presenters are from USGS experts. The training uses two platforms to synchronize, namely Zoom Meeting and Youtube, in which Zoom Meeting is integrated into Youtube. As keynote speaker from this training was Mr. Walter Mooney. Total the course has 9 lecturers, which scheduled four lecturers each morning. The training used recorded lectures and all the materials was provided before the training started. At the end of presentation, we did realtime discussion. The training course provide a modern, advanced understanding of the following aspects of Indonesia natural hazards, including recent events: Earthquakes: Crustal, Mega-Thrust and Deep Events Tsunamis: Occurrence and Mechanisms Earthquake Induced Liquefaction and Landslides Earthquakes, Volcanoes and Tectonics Submarine Landslides and Tsunamis Recent (2020) Studies of the 2018 Palu Earthquake, Tsunami and Landslides Climate Change and Hazards Mitigation USGS is a collaborative partner with BMKG in fulfilling its vision as an earthquake and tsunami information service provider. Forms of cooperation have been established in the fields of operational, research and development, and capacity building. Currently, BMKG and USGS have be preparing an MoU to work together in this field.

14 14 CUACA CURAH HUJAN KOTA DENPASAR BULAN SEPTEMBER 2020 METEOROLOGI oleh: I Wayan Suka Asnawa, S.P. Mengingat pentingnya air bagi kehidupan manusia pada umumnya dan bagi masyarakat kota Denpasar khususnya, maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai kondisi curah hujan Kota Denpasar bulan September 2020 terhadap rata-ratanya. Pengertian: curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) milimeter artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter. Untuk mengetahui besarnya curah hujan digunakan alat yang disebut penakar hujan (Rain Gauge). Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan yang terjadi selama periode tertentu (sebulan), dengan nilai rata-rata atau normal dari periode yang sama (bulan) di satu tempat. Hasil monitoring curah hujan harian pada bulan September 2020 di Stasiun Geofisika Denpasar ditunjukkan pada Gambar CURAH HUJAN HARIAN KOTA DENPASAR SEPTEMBER Gambar 1. Curah Hujan Harian Bulan September 2020 Gambar 1 menunjukkan adanya hujan di akhir bulan September 2020, sedangkan di awal sampai pertengahan tidak terjadi hujan. Jumlah hari hujan pada bulan September adalah 6 hari hujan. Curah hujan yang terjadi pada bulan September 2020 banyak terjadi pada dini hari yaitu mulai pukul WITA hingga pagi hari, seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Curah Hujan Tiap Jam Kota Denpasar September Gambar 2. Intensitas Curah Hujan Tiap Jam Bulan September 2020

15 CUACA 15 Curah hujan selama bulan September 2020 dibandingkan terhadap rata-rata 24 tahunnya (awal data ), sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar Perbandingan Curah Hujan September 2020 terhadap Rata-ratanya BATAS ATAS RATA RATA SEPTEMBER 24 TAHUN Gambar 3. Perbandingan Curah Hujan September 2020 Terhadap Ratarata 24 tahun Berdasarkan Gambar 3 dapat dilihat bahwa pada PPada bulan September 2020 terjadi hujan sebesar 49.7 mm sedangkan rata-rata curah hujan Kota Denpasar 24 tahun sebesar 37.4 mm dengan batas atas normalnya: 115% X 49.7= 43.0 mm dan batas bawah normal: 85% X 49.7 = 31.8 mm BATAS BAWAH RATA 49.7 Sep-20 KESIMPULAN Dari data yang ada dapat disimpulkan bahwa curah hujan kota Denpasar yang diwakili oleh data stasiun Geofisika Denpasar, berada di atas ratarata. Pada bulan September 2020 terjadi hujan sebesar 49.7 mm sedangkan rata-rata 24 tahunnya sebesar mm PERBANDINGAN CURAH HUJAN KOTA DENPASAR BULAN SEPTEMBER 2020 DENGAN RATA-RATANYA JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES Gambar 4. Perbandingan Curah Hujan September terhadap rata-rata 24 tahunnya. BBRata Rata2 24 TH BARata 2020 Gambar 4 menunjukkan rata-rata curah hujan selama 24 tahun beserta batas atas dan bawahnya, sedangkan curah hujan yang terjadi pada tahun 2020 ditunjukkan dengan garis berwarna merah tua. hal ini menggambarkan bahwa curah hujan bulan September 2020 berada di atas rata-rata 24 tahunnya.

16 16 IKLIM PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN NOVEMBER 2020 IKLIM Curah Hujan Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang jatuh pada tempat yang datar dengan asumsi tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) mm adalah air hujan setinggi 1 (satu) mm yang jatuh (tertampung) pada tempat yang datar seluas 1m 2 dengan asumsi tidak ada yang menguap, mengalir dan meresap. Curah Hujan Kumulatif Satu Bulan Curah hujan kumulatif 1 (satu) bulan adalah jumlah curah hujan yang terkumpul selama 28 atau 29 hari untuk bulan Februari dan 30 atau 31 hari untuk bulan-bulan lainnya. Klasifikasi Tingkat Rawan Banjir berdasar Curah Bulanan dan harian terkait banjir Tingkat Rawan Curah Hujan Bulanan Curah Hujan Harian 1 Tinggi > 500 mm > 100 mm 2 Menengah/ Sedang mm mm 3 Rendah < 300 mm < 20 mm ANALISIS PRAKIRAAN CURAH HUJAN BULAN NOVEMBER 2020 Berdasarkan hasil perhitungan statistik dan analisis kondisi fisis dan dinamis atmosfer di wilayah Bali dan sekitarnya serta kondisi lokal masing-masing Zona Musim (ZOM) terutama topografi daerah Bali, maka prakiraan curah hujan daerah Bali untuk bulan November 2020 disajikan pada Gambar 1 dan Tabel 1. (sumber data Stasiun Klimatologi Jembrana) Gambar 1. Peta Prakiraan curah hujan bulan November 2020 daerah Bali

17 IKLIM 17 Tabel 1. Prakiraan Curah Hujan bulan November 2020

18 18 IKLIM ANALISIS PRAKIRAAN SIFAT CURAH HUJAN BULAN NOVEMBER 2020 Berdasarkan hasil perhitungan statistik dan analisis kondisi fisis dan dinamis atmosfer di wilayah Bali dan sekitarnya serta kondisi lokal masing-masing Zona Musim (ZOM) terutama topografi daerah Bali, maka secara umum Sifat Hujan bulan November 2020 untuk daerah Bali diprakirakan Normal (N) Atas Normal (AN). Disajikan pada Gambar 2 dan Tabel 2 sebagai berikut: Gambar 2. Peta Prakiraan curah hujan bulan November 2020 daerah Bali Tabel 2. Tabel Prakiraan Sifat Hujan Bulan November 2020 SIFAT HUJAN KABUPATEN KECAMATAN DESA/BAGIAN DARI KECAMATAN Atas Normal (AN) Provinsi Bali Sebagian besar kecamatan di Provinsi Bali. Normal (N) Jembrana Buleleng Gianyar Karangasem Klungkung Kota Denpasar Sebagian Melaya. Sebagian Gerokgak. Payangan, Sukawati, Gianyar dan Tampaksiring. Kubu, Rendang, Abang, Karangasem dan Manggis. Banjarangkan, Klungkung dan Dawan. Denpasar Timur dan Denpasar Barat. Bawah Normal (BN) - -

19 ALMANAK 19 ALMANAK BULAN NOVEMBER 2020 ALMANAK POSISI DAN FASE BULAN Bulan sebagai satelit Bumi dalam setiap revolusinya mengelilingi Bumi mengalami satu kali fase Perigee dan Apogee. Perigee merupakan jarak terdekat bulan selama satu periode revolusinya mengelilingi Bumi. Perigee untuk Bulan November terjadi pada tanggal 14 November 2020 pukul 19:43 WITA dengan jarak antara Bumi dan Bulan km Untuk Apogee yaitu jarak terjauh Bulan dengan Bumi terjadi pada pukul 08:29 WITA tanggal 27 November 2020 dengan jarak sekitar km dari Bumi. Pada November 2020 puncak Bulan Purnama terjadi pada 30 November 2020 pukul 17:30 WITA. Puncak Tilem/Bulan mati terjadi pada 15 November 2020 pukul 13:07 WITA. Oleh : Ni Luh Desi Purnami, SST TERBIT DAN TERBENAM MATAHARI Data terbit terbenamnya Matahari untuk delapan ibu kota kabupaten dan satu kota madya di seluruh Bali untuk Bulan November 2020 disajikan dalam tabel berikut. DATA WAKTU TERBIT DAN TERBENAM MATAHARI DI KOTA DENPASAR BULAN NOVEMBER 2020 atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:50 12:03 18: :48 12:04 18: :50 12:03 18: :48 12:04 18: :50 12:03 18: :48 12:04 18: :50 12:03 18: :48 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :48 12:03 18: :50 12:07 18: :48 12:03 18: :50 12:07 18: :48 12:04 18: :50 12:07 18: :48 12:04 18: :50 12:08 18:

20 20 ALMANAK AMLAPURA atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:49 12:01 18: :47 12:02 18: :49 12:01 18: :47 12:03 18: :49 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :48 12:04 18: :48 12:01 18: :48 12:04 18: :48 12:01 18: :48 12:04 18: :48 12:01 18: :48 12:04 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :49 12:06 18: :47 12:02 18: :49 12:06 18: :47 12:02 18: :49 12:06 18: NEGARA atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:53 12:05 18: :51 12:06 18: :53 12:05 18: :51 12:06 18: :52 12:05 18: :51 12:07 18: :52 12:05 18: :51 12:07 18: :52 12:05 18: :51 12:07 18: :52 12:05 18: :52 12:07 18: :52 12:05 18: :52 12:08 18: :52 12:05 18: :52 12:08 18: :52 12:05 18: :52 12:08 18: :51 12:05 18: :52 12:08 18: :51 12:05 18: :52 12:09 18: :51 12:06 18: :52 12:09 18: :51 12:06 18: :53 12:09 18: :51 12:06 18: :53 12:10 18: :51 12:06 18: :53 12:10 18: SEMARAPURA atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:49 12:01 18: :47 12:03 18: :49 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :47 12:03 18: :48 12:01 18: :47 12:04 18: :48 12:01 18: :47 12:04 18: :47 12:02 18: :47 12:04 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :48 12:05 18: :47 12:02 18: :48 12:06 18: :47 12:02 18: :48 12:06 18: :47 12:02 18: :49 12:07 18:

21 ALMANAK 21 SINGARAJA TABANAN BANGLI atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:51 12:03 18: :50 12:05 18: :51 12:03 18: :50 12:05 18: :51 12:03 18: :50 12:05 18: :51 12:03 18: :50 12:05 18: :51 12:03 18: :50 12:05 18: :50 12:03 18: :50 12:06 18: :50 12:03 18: :50 12:06 18: :50 12:03 18: :50 12:06 18: :50 12:04 18: :50 12:06 18: :50 12:04 18: :51 12:07 18: :50 12:04 18: :51 12:07 18: :50 12:04 18: :51 12:07 18: :50 12:04 18: :51 12:08 18: :50 12:04 18: :51 12:08 18: :50 12:04 18: :52 12:08 18: atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:51 12:03 18: :49 12:05 18: :51 12:03 18: :49 12:05 18: :51 12:03 18: :49 12:05 18: :50 12:03 18: :49 12:05 18: :50 12:03 18: :49 12:05 18: :50 12:03 18: :49 12:06 18: :50 12:03 18: :50 12:06 18: :50 12:03 18: :50 12:06 18: :50 12:04 18: :50 12:06 18: :49 12:04 18: :50 12:07 18: :49 12:04 18: :50 12:07 18: :49 12:04 18: :50 12:07 18: :49 12:04 18: :51 12:08 18: :49 12:04 18: :51 12:08 18: :49 12:04 18: :51 12:08 18: atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:50 12:02 18: :50 12:02 18: :50 12:02 18: :50 12:02 18: :50 12:02 18: :50 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:02 18: :49 12:03 18: :49 12:03 18: :49 12:03 18: :49 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: :48 12:03 18: Majalah Buletin Geodinamika Geodinamika Desember Oktober

22 22 ALMANAK MANGUPURA atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:50 12:03 18: :49 12:04 18: :50 12:03 18: :49 12:04 18: :50 12:03 18: :49 12:04 18: :50 12:03 18: :49 12:05 18: :50 12:03 18: :49 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:05 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :49 12:03 18: :49 12:06 18: :49 12:03 18: :50 12:07 18: :49 12:03 18: :50 12:07 18: :49 12:04 18: :50 12:07 18: :49 12:04 18: :50 12:08 18: :49 12:04 18: :50 12:08 18: GIANYAR atas (Jejeg atas (Jejeg 1 05:50 12:02 18: :48 12:03 18: :50 12:02 18: :48 12:04 18: :49 12:02 18: :48 12:04 18: :49 12:02 18: :48 12:04 18: :49 12:02 18: :48 12:04 18: :49 12:02 18: :48 12:05 18: :49 12:02 18: :48 12:05 18: :49 12:02 18: :49 12:05 18: :48 12:02 18: :49 12:05 18: :48 12:03 18: :49 12:06 18: :48 12:03 18: :49 12:06 18: :48 12:03 18: :49 12:06 18: :48 12:03 18: :49 12:07 18: :48 12:03 18: :50 12:07 18: :48 12:03 18: :50 12:07 18:

23 Nexstorm / Pengamatan Petir WRS DVB WRS NewGen Intensitymeter

24 KOMITMEN MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS ISSN NOMOR

I. INFORMASI METEOROLOGI

I. INFORMASI METEOROLOGI I. INFORMASI METEOROLOGI I.1 ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER I.1.1 MONITORING DAN PRAKIRAAN FENOMENA GLOBAL a. ENSO ( La Nina dan El Nino ) Berdasarkan pantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik selama bulan

Lebih terperinci

I. INFORMASI METEOROLOGI

I. INFORMASI METEOROLOGI I. INFORMASI METEOROLOGI I.1 ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER I.1.1 MONITORING DAN PRAKIRAAN FENOMENA GLOBAL a. ENSO ( La Nina dan El Nino ) Berdasarkan pantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik selama bulan

Lebih terperinci

I. INFORMASI METEOROLOGI

I. INFORMASI METEOROLOGI I. INFORMASI METEOROLOGI I.1 ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER I.1.1 MONITORING DAN PRAKIRAAN FENOMENA GLOBAL a. ENSO ( La Nina dan El Nino ) Berdasarkan pantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik selama bulan

Lebih terperinci

I. INFORMASI METEOROLOGI

I. INFORMASI METEOROLOGI I. INFORMASI METEOROLOGI I.1 ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER I.1.1 MONITORING DAN PRAKIRAAN FENOMENA GLOBAL a. ENSO ( La Nina dan El Nino ) Berdasarkan pantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik selama bulan

Lebih terperinci

KEGEMPAAN DI NUSA TENGGARA TIMUR PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN MONITORING REGIONAL SEISMIC CENTER (RSC) KUPANG

KEGEMPAAN DI NUSA TENGGARA TIMUR PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN MONITORING REGIONAL SEISMIC CENTER (RSC) KUPANG KEGEMPAAN DI NUSA TENGGARA TIMUR PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN MONITORING REGIONAL SEISMIC CENTER (RSC) KUPANG Hasanudin * Philips Bramantia M * Jonly F Hawu * M Hairidzulhi * Rudin * * Stasiun Geofisika

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. merupakan hasil pemutakhiran rata-rata sebelumnya (periode ).

KATA PENGANTAR. merupakan hasil pemutakhiran rata-rata sebelumnya (periode ). KATA PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setiap tahun menerbitkan dua jenis prakiraan musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan setiap bulan Maret dan Prakiraan Musim Hujan

Lebih terperinci

LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI

LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI BALAI BESAR METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA WILAYAH III Jl. Raya Tuban, Kuta, Bali 80361 Website : bbmkg3@bmkg.go.id Fax : (0361) 757975 Telp : (0361) 751122 LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Negara, September 2015 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI. NUGA PUTRANTIJO, SP, M.Si. NIP

KATA PENGANTAR. Negara, September 2015 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI. NUGA PUTRANTIJO, SP, M.Si. NIP 1 KATA PENGANTAR Publikasi Prakiraan Awal Musim Hujan 2015/2016 di Propinsi Bali merupakan salah satu bentuk pelayanan jasa klimatologi yang dihasilkan oleh Stasiun Klimatologi Negara Bali. Prakiraan Awal

Lebih terperinci

Prakiraan Musim Kemarau 2018 Zona Musim di NTT KATA PENGANTAR

Prakiraan Musim Kemarau 2018 Zona Musim di NTT KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setiap tahun menerbitkan dua jenis prakiraan musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan setiap bulan Maret dan Prakiraan Musim Hujan

Lebih terperinci

EVALUASI MUSIM HUJAN 2007/2008 DAN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2008 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA

EVALUASI MUSIM HUJAN 2007/2008 DAN PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2008 PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan ( 12070 ) Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262, Tromol Pos. 7019 / Jks KL, E-mail

Lebih terperinci

PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SESMISITAS. Bayu Baskara

PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SESMISITAS. Bayu Baskara PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SESMISITAS Bayu Baskara ABSTRAK Bali merupakan salah satu daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami karena berada di wilayah pertemuan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR PANGKALPINANG, APRIL 2016 KEPALA STASIUN METEOROLOGI KLAS I PANGKALPINANG MOHAMMAD NURHUDA, S.T. NIP

KATA PENGANTAR PANGKALPINANG, APRIL 2016 KEPALA STASIUN METEOROLOGI KLAS I PANGKALPINANG MOHAMMAD NURHUDA, S.T. NIP Buletin Prakiraan Musim Kemarau 2016 i KATA PENGANTAR Penyajian prakiraan musim kemarau 2016 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diterbitkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat disamping publikasi

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG ANALISIS MUSIM KEMARAU 2013 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2013/2014

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG ANALISIS MUSIM KEMARAU 2013 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2013/2014 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan (12070) Telp. (021) 7353018 / Fax: 7355262 E-mail: staklim.pondok.betung@gmail.com,

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan (12070) Telp. (021) 7353018 / Fax: 7355262 E-mail: staklim.pondok.betung@gmail.com,

Lebih terperinci

LITBANG KEMENTAN Jakarta, 8 Maret 2011

LITBANG KEMENTAN Jakarta, 8 Maret 2011 LITBANG KEMENTAN Jakarta, 8 Maret 2011 1 2 3 TIGA (3) FAKTOR PENGENDALI CURAH HUJAN WILAYAH INDONESIA A S I A KETERANGAN : 1 EL NINO / LA NINA Uap air 2 Uap air 1 2 3 SUHU PERAIRAN INDONESIA DIPOLE MODE

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR KUPANG, MARET 2016 PH. KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI LASIANA KUPANG CAROLINA D. ROMMER, S.IP NIP

KATA PENGANTAR KUPANG, MARET 2016 PH. KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI LASIANA KUPANG CAROLINA D. ROMMER, S.IP NIP KATA PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setiap tahun menerbitkan dua jenis prakiraan musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan setiap bulan Maret dan Prakiraan Musim Hujan

Lebih terperinci

ANALISA TINGKAT BAHAYA DAN KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

ANALISA TINGKAT BAHAYA DAN KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Analisa Tingkat Bahaya Dan Kerentanan Bencana Gempa Bumi Di Wilayah NTT (Ni Made Rysnawati,dkk) ANALISA TINGKAT BAHAYA DAN KERENTANAN BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Ni Made Rysnawati

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan (12070) Telp. (021) 7353018 / Fax: 7355262 E-mail: staklim.pondok.betung@gmail.com,

Lebih terperinci

LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI UPDATE TANGGAL 28 SEPTEMBER 2017

LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI UPDATE TANGGAL 28 SEPTEMBER 2017 LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI UPDATE TANGGAL 28 SEPTEMBER 2017 STASIUN METEOROLOGI KELAS I NGURAH RAI DENPASAR Gedung GOI Lt. II Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (80361)

Lebih terperinci

Prakiraan Musim Hujan 2015/2016 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur

Prakiraan Musim Hujan 2015/2016 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur http://lasiana.ntt.bmkg.go.id/publikasi/prakiraanmusim-ntt/ Prakiraan Musim Hujan 2015/2016 Zona Musim di Nusa Tenggara Timur KATA PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setiap tahun

Lebih terperinci

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI i KATA PENGANTAR Stasiun Klimatologi Klas II Negara - Bali secara berkala menerbitkan Buletin Analisis dan Prakiraan Hujan Propinsi Bali, yang didasarkan pada data yang diperoleh dari stasiun UPT BMKG

Lebih terperinci

LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI

LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS GUNUNG AGUNG, PROVINSI BALI BALAI BESAR METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA WILAYAH III Jl. Raya Tuban, Kuta, Bali 80361 Website : bbmkg3@bmkg.go.id Fax : (0361) 757975 Telp : (0361) 751122 LAPORAN INFORMASI MKG TERKAIT AKTIFITAS

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG

BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan ( 12070 ) Telp. (021) 7353018, Fax: (021) 7355262 E-mail: staklim.pondok.betung@gmail.com,

Lebih terperinci

ANALISIS PROBABILITAS GEMPABUMI DAERAH BALI DENGAN DISTRIBUSI POISSON

ANALISIS PROBABILITAS GEMPABUMI DAERAH BALI DENGAN DISTRIBUSI POISSON ANALISIS PROBABILITAS GEMPABUMI DAERAH BALI DENGAN DISTRIBUSI POISSON Hapsoro Agung Nugroho Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar soro_dnp@yahoo.co.id ABSTRACT Bali is located on the boundaries of the two

Lebih terperinci

ULASAN GUNCANGAN TANAH AKIBAT GEMPA TENGGARA DENPASAR BALI 22 MARET 2017

ULASAN GUNCANGAN TANAH AKIBAT GEMPA TENGGARA DENPASAR BALI 22 MARET 2017 ULASAN GUNCANGAN TANAH AKIBAT GEMPA TENGGARA DENPASAR BALI 22 MARET 2017 ULASAN GUNCANGAN TANAH AKIBAT GEMPA BUMI TENGGARA DENPASAR BALI Oleh Trisnawati*, Moehajirin*, Furqon Dawwam R*,Ariska Rudyanto*,

Lebih terperinci

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI NEGARA BALI 1 KATA PENGANTAR Stasiun Klimatologi Klas II Negara - Bali secara berkala menerbitkan Buletin Analisis dan Prakiraan Hujan Propinsi Bali, yang didasarkan pada data yang diperoleh dari stasiun UPT BMKG

Lebih terperinci

Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sumatera Barat (Studi Kasus Gempa Bumi 8 Maret 1977 dan 11 September 2014)

Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sumatera Barat (Studi Kasus Gempa Bumi 8 Maret 1977 dan 11 September 2014) Jurnal Fisika Unand Vol. 5, No. 1, Januari 2016 ISSN 2302-8491 Analisis Percepatan Tanah Maksimum Wilayah Sumatera Barat (Studi Kasus Gempa Bumi 8 Maret 1977 dan 11 September 2014) Marlisa 1,*, Dwi Pujiastuti

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR TANGERANG SELATAN, MARET 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG. Ir. BUDI ROESPANDI NIP

KATA PENGANTAR TANGERANG SELATAN, MARET 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG. Ir. BUDI ROESPANDI NIP PROPINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan YME atas berkat dan rahmat Nya kami dapat menyusun laporan dan laporan Prakiraan Musim Kemarau 2016 di wilayah Propinsi Banten

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR REDAKSI. Pengarah : Wandayantolis, S. SI, M. Si. Penanggung Jawab : Subandriyo, SP. Pemimpin Redaksi : Ismaharto Adi, S.

KATA PENGANTAR REDAKSI. Pengarah : Wandayantolis, S. SI, M. Si. Penanggung Jawab : Subandriyo, SP. Pemimpin Redaksi : Ismaharto Adi, S. i REDAKSI KATA PENGANTAR Pengarah : Wandayantolis, S. SI, M. Si Penanggung Jawab : Subandriyo, SP Pemimpin Redaksi : Ismaharto Adi, S. Kom Editor : Idrus, SE Staf Redaksi : 1. Fanni Aditya, S. Si 2. M.

Lebih terperinci

Propinsi Banten dan DKI Jakarta

Propinsi Banten dan DKI Jakarta BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan (12070) Telp. (021) 7353018 / Fax: 7355262 E-mail: staklim.pondok.betung@gmail.com,

Lebih terperinci

Estimasi Nilai Percepatan Tanah Maksimum Provinsi Aceh Berdasarkan Data Gempa Segmen Tripa Tahun Dengan Menggunakan Rumusan Mcguire

Estimasi Nilai Percepatan Tanah Maksimum Provinsi Aceh Berdasarkan Data Gempa Segmen Tripa Tahun Dengan Menggunakan Rumusan Mcguire Estimasi Nilai Percepatan Tanah Maksimum Provinsi Aceh Berdasarkan Data Gempa Segmen Tripa Tahun 1976 2016 Dengan Menggunakan Rumusan Mcguire Rido Nofaslah *, Dwi Pujiastuti Laboratorium Fisika Bumi, Jurusan

Lebih terperinci

ANALISIS MUSIM KEMARAU 2011 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PROVINSI DKI JAKARTA

ANALISIS MUSIM KEMARAU 2011 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PROVINSI DKI JAKARTA ANALISIS MUSIM KEMARAU 2011 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PROVINSI DKI JAKARTA Sumber : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG 1. TINJAUAN UMUM 1.1.

Lebih terperinci

ANALISIS MUSIM KEMARAU 2015 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2015/2016

ANALISIS MUSIM KEMARAU 2015 DAN PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2015/2016 B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS II PONDOK BETUNG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Tangerang Selatan Telp. (021) 7353018 / Fax: 7355262 E-mail: staklim.pondok.betung@gmail.com,

Lebih terperinci

ANALISIS HUJAN BULAN PEBRUARI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN APRIL, MEI DAN JUNI 2011 PROVINSI DKI JAKARTA

ANALISIS HUJAN BULAN PEBRUARI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN APRIL, MEI DAN JUNI 2011 PROVINSI DKI JAKARTA ANALISIS HUJAN BULAN PEBRUARI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN APRIL, MEI DAN JUNI 2011 PROVINSI DKI JAKARTA Sumber : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG

Lebih terperinci

KAJIAN TREND GEMPABUMI DIRASAKAN WILAYAH PROVINSI ACEH BERDASARKAN ZONA SEISMOTEKTONIK PERIODE 01 JANUARI DESEMBER 2017

KAJIAN TREND GEMPABUMI DIRASAKAN WILAYAH PROVINSI ACEH BERDASARKAN ZONA SEISMOTEKTONIK PERIODE 01 JANUARI DESEMBER 2017 KAJIAN TREND GEMPABUMI DIRASAKAN WILAYAH PROVINSI ACEH BERDASARKAN ZONA SEISMOTEKTONIK PERIODE 01 JANUARI 2016 15 DESEMBER 2017 Oleh ZULHAM. S, S.Tr 1, RILZA NUR AKBAR, ST 1, LORI AGUNG SATRIA, A.Md 1

Lebih terperinci

Analisis Kejadian Rangkaian Gempa Bumi Morotai November 2017

Analisis Kejadian Rangkaian Gempa Bumi Morotai November 2017 Analisis Kejadian Rangkaian Gempa Bumi Morotai 18 27 November 2017 Sesar Prabu Dwi Sriyanto Stasiun Geofisika Kelas I Winangun, Manado Pada hari Sabtu, 18 November 2017 pukul 23:07:02 WIB telah terjadi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan publikasi prakiraan musim hujan ini.

KATA PENGANTAR. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan publikasi prakiraan musim hujan ini. KATA PENGANTAR Penyajian Prakiraan Musim Hujan 2016/2017 di Provinsi Sumatera Selatan ditujukan untuk memberi informasi kepada masyarakat, disamping publikasi buletin agrometeorologi, analisis dan prakiraan

Lebih terperinci

ANALISIS HUJAN BULAN MEI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI, AGUSTUS DAN SEPTEMBER 2011 PROVINSI DKI JAKARTA

ANALISIS HUJAN BULAN MEI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI, AGUSTUS DAN SEPTEMBER 2011 PROVINSI DKI JAKARTA ANALISIS HUJAN BULAN MEI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN JULI, AGUSTUS DAN SEPTEMBER 2011 PROVINSI DKI JAKARTA Sumber : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Pontianak, 1 April 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI SIANTAN PONTIANAK. WANDAYANTOLIS, S.Si, M.Si NIP

KATA PENGANTAR. Pontianak, 1 April 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI SIANTAN PONTIANAK. WANDAYANTOLIS, S.Si, M.Si NIP KATA PENGANTAR Stasiun Klimatologi Siantan Pontianak pada tahun 2016 menerbitkan dua buku Prakiraan Musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau dan Prakiraan Musim Hujan. Pada buku Prakiraan Musim Kemarau 2016

Lebih terperinci

TINJAUAN KEGEMPAAN DI SULAWESI TENGGARA PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN HASIL PENGAMATAN STASIUN GEOFISIKA KENDARI

TINJAUAN KEGEMPAAN DI SULAWESI TENGGARA PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN HASIL PENGAMATAN STASIUN GEOFISIKA KENDARI TINJAUAN KEGEMPAAN DI SULAWESI TENGGARA PADA TAHUN 2016 BERDASARKAN HASIL PENGAMATAN STASIUN GEOFISIKA KENDARI Rosa Amelia* Waode Siti Mudhalifana** Irna Purwanti *** Ilham**** *Kepala Stasiun Geofisika

Lebih terperinci

Gbr1. Lokasi kejadian Banjir dan sebaran Pos Hujan di Kabupaten Sidrap

Gbr1. Lokasi kejadian Banjir dan sebaran Pos Hujan di Kabupaten Sidrap BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA BALAI BESAR METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA WILAYAH IV MAKASSAR STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I MAROS JL. DR. RATULANGI No. 75A Telp. (0411) 372366 Fax. (0411)

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... iv DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... ix BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan

Lebih terperinci

PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SEISMISITAS

PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SEISMISITAS PEMETAAN BAHAYA GEMPA BUMI DAN POTENSI TSUNAMI DI BALI BERDASARKAN NILAI SEISMISITAS Bayu Baskara 1, I Ketut Sukarasa 1, Ardhianto Septiadhi 1 1 Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

MAJALAH Geodinamika Edisi Maret

MAJALAH Geodinamika Edisi Maret MAJALAH Geodinamika Edisi Maret 2015 1 FROM THE EDITOR VOLUME 4 - NOMOR 3 - MARET 2015 Majalah Geodinamika merupakan salah satu bentuk pelayanan informasi kepada masyarakat Provinsi Bali pada umumnya dan

Lebih terperinci

ANALISIS KLIMATOLOGI HUJAN EKSTRIM BULAN JUNI DI NEGARA-BALI (Studi Khasus 26 Juni 2017) https://www.balipost.com

ANALISIS KLIMATOLOGI HUJAN EKSTRIM BULAN JUNI DI NEGARA-BALI (Studi Khasus 26 Juni 2017) https://www.balipost.com ANALISIS KLIMATOLOGI HUJAN EKSTRIM BULAN JUNI DI NEGARA-BALI (Studi Khasus 26 Juni 2017) https://www.balipost.com www.news.detik.com STASIUN KLIMATOLOGI KELAS II JEMBRANA - BALI JUNI 2017 ANALISIS KLIMATOLOGI

Lebih terperinci

LAPORAN POTENSI HUJAN AKHIR JANUARI HINGGA AWAL FEBRUARI 2016 DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

LAPORAN POTENSI HUJAN AKHIR JANUARI HINGGA AWAL FEBRUARI 2016 DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT LAPORAN POTENSI HUJAN AKHIR JANUARI HINGGA AWAL FEBRUARI 2016 DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOSFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KLAS I KEDIRI-MATARAM 2016 1 Stasiun Klimatologi

Lebih terperinci

Sebaran Informasi Geofisika MAta Ie (SIGMA) November 2017

Sebaran Informasi Geofisika MAta Ie (SIGMA) November 2017 Sebaran Informasi Geofisika MAta Ie (SIGMA) November Oleh Abdi Jihad 1, Satrio Happrobo 1, Herdiyanti Resty Anugrahningrum 1, Eridawati 1 1 Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh, Provinsi Aceh disampaikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Sebaran episenter gempa di wilayah Indonesia (Irsyam dkk, 2010). P. Lombok

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Sebaran episenter gempa di wilayah Indonesia (Irsyam dkk, 2010). P. Lombok 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gempabumi sangat sering terjadi di daerah sekitar pertemuan lempeng, dalam hal ini antara lempeng benua dan lempeng samudra akibat dari tumbukan antar lempeng tersebut.

Lebih terperinci

Gambar 1. Perubahan nilai kandungan elektron di atmosfer sebelum terjadi Gempabumi Yogyakarta 26 Mei 2006 ( I Made Kris Adi Astra, 2009)

Gambar 1. Perubahan nilai kandungan elektron di atmosfer sebelum terjadi Gempabumi Yogyakarta 26 Mei 2006 ( I Made Kris Adi Astra, 2009) MENGENALI TANDA-TANDA GEMPABUMI DENGAN AKTIVITAS LISTRIK DI UDARA Gempabumi merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi akibat adanya interaksi antar lempeng bumi. interaksi ini menjadi pemicu utama adanya

Lebih terperinci

SISTEM DISEMINASI INFORMASI WRS CLIENT DVB DI SUMATERA BARAT DALAM PERINGATAN DINI BENCANA ALAM

SISTEM DISEMINASI INFORMASI WRS CLIENT DVB DI SUMATERA BARAT DALAM PERINGATAN DINI BENCANA ALAM SISTEM DISEMINASI INFORMASI WRS CLIENT DVB DI SUMATERA BARAT DALAM PERINGATAN DINI BENCANA ALAM Oleh : HAMDY ARIFIN, S.Si PMG Pelaksana - Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang Jl. Meteorologi, Kel. Silaing

Lebih terperinci

PENGANTAR. Bogor, September 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA BOGOR. DEDI SUCAHYONO S, S.Si, M.Si NIP

PENGANTAR. Bogor, September 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA BOGOR. DEDI SUCAHYONO S, S.Si, M.Si NIP Prakiraan Musim Hujan 2016/2017 Provinsi Jawa Barat PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika () setiap tahun menerbitkan dua buku Prakiraan Musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan

Lebih terperinci

ANALISIS BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR DI SEKITAR BEDUGUL (BULELENG) DAN KINTAMANI (BANGLI) TANGGAL 9 FEBRUARI 2017

ANALISIS BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR DI SEKITAR BEDUGUL (BULELENG) DAN KINTAMANI (BANGLI) TANGGAL 9 FEBRUARI 2017 ANALISIS BANJIR BANDANG DAN TANAH LONGSOR DI SEKITAR BEDUGUL (BULELENG) DAN KINTAMANI (BANGLI) TANGGAL 9 FEBRUARI 2017 https://www.balipost.com www.news.detik.com STASIUN KLIMATOLOGI KELAS II JEMBRANA

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Press Release BMKG Jakarta, 12 Oktober 2010 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA 2 BMKG A F R I C A A S I A 3 Proses EL NINO, DIPOLE MODE 2 1 1963 1972 1982 1997 1 2 3 EL NINO / LA NINA SUHU PERAIRAN

Lebih terperinci

ANALISIS ANOMALI UDARA BEBAS DAN ANOMALI BOUGUER DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR

ANALISIS ANOMALI UDARA BEBAS DAN ANOMALI BOUGUER DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR ANALISIS ANOMALI UDARA BEBAS DAN ANOMALI BOUGUER DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR Aswin 1*), Gunawan Ibrahim 1, Mahmud Yusuf 2 1 Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Tangerang Selatan 2

Lebih terperinci

PENGANTAR. Bogor, Maret 2017 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI BOGOR

PENGANTAR. Bogor, Maret 2017 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI BOGOR PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika () setiap tahun menerbitkan dua buku Prakiraan Musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan setiap awal Maret dan Prakiraan Musim Hujan setiap awal

Lebih terperinci

ANALISIS HUJAN BULAN JANUARI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN MARET, APRIL, DAN MEI 2011 PROVINSI DKI JAKARTA

ANALISIS HUJAN BULAN JANUARI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN MARET, APRIL, DAN MEI 2011 PROVINSI DKI JAKARTA ANALISIS HUJAN BULAN JANUARI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN MARET, APRIL, DAN MEI 2011 PROVINSI DKI JAKARTA Sumber : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG TANGERANG

Lebih terperinci

LAPORAN KEJADIAN BANJIR DAN CURAH HUJAN EKSTRIM DI KOTA MATARAM DAN KABUPATEN LOMBOK BARAT TANGGAL JUNI 2017

LAPORAN KEJADIAN BANJIR DAN CURAH HUJAN EKSTRIM DI KOTA MATARAM DAN KABUPATEN LOMBOK BARAT TANGGAL JUNI 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I LOMBOK BARAT NTB Jl. TGH. Ibrahim Khalidy Telp.(0370)674134, Fax.(0370)674135, Kediri-Lobar, NTB 83362 Website : http://iklim.ntb.bmkg.go.id

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan Indonesia termasuk dalam daerah rawan bencana gempabumi

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan Indonesia termasuk dalam daerah rawan bencana gempabumi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Eurasia di bagian Utara, dan lempeng

Lebih terperinci

ANALISIS CURAH HUJAN SAAT KEJADIAN BANJIR DI SEKITAR BEDUGUL BALI TANGGAL 21 DESEMBER 2016

ANALISIS CURAH HUJAN SAAT KEJADIAN BANJIR DI SEKITAR BEDUGUL BALI TANGGAL 21 DESEMBER 2016 BMKG BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS II NEGARA-BALI JL. LELI NO. 9 BALER BALE AGUNG NEGARA JEMBRANA-BALI 82212 TELP.(0365)4546209 FAX.(0365)4546209 Email : klimat_negara@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Indonesia termasuk daerah yang rawan terjadi gempabumi karena berada pada pertemuan tiga lempeng, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Aktivitas kegempaan

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262 Website : http://www.staklimpondoketung.net Jln. Raya Kodam Bintaro No.

Lebih terperinci

PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PADA ZONA MUSIM (ZOM) (DKI JAKARTA)

PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PADA ZONA MUSIM (ZOM) (DKI JAKARTA) PRAKIRAAN MUSIM HUJAN 2011/2012 PADA ZONA MUSIM (ZOM) (DKI JAKARTA) Sumber : BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA I. PENDAHULUAN Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah

Lebih terperinci

PENGANTAR. Bogor, Maret 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA BOGOR

PENGANTAR. Bogor, Maret 2016 KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI DARMAGA BOGOR PENGANTAR Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika () setiap tahun menerbitkan dua buku Prakiraan Musim yaitu Prakiraan Musim Kemarau diterbitkan setiap awal Maret dan Prakiraan Musim Hujan setiap awal

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI POLA SAMBARAN PETIR CLOUD TO GROUND (CG) TAHUN 2014 DI WILAYAH PROVINSI ACEH

IDENTIFIKASI POLA SAMBARAN PETIR CLOUD TO GROUND (CG) TAHUN 2014 DI WILAYAH PROVINSI ACEH IDENTIFIKASI POLA SAMBARAN PETIR CLOUD TO GROUND (CG) TAHUN 2014 DI WILAYAH PROVINSI ACEH Oleh: Abdi Jihad, S.Si dan Ismi Rohmatus Sania, AP Staf Operasional Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia terletak di antara tiga lempeng aktif dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik. Konsekuensi tumbukkan lempeng tersebut mengakibatkan negara

Lebih terperinci

PRESS RELEASE PERKEMBANGAN MUSIM KEMARAU 2011

PRESS RELEASE PERKEMBANGAN MUSIM KEMARAU 2011 BMKG KEPALA BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Dr. Sri Woro B. Harijono PRESS RELEASE PERKEMBANGAN MUSIM KEMARAU 2011 Kemayoran Jakarta, 27 Mei 2011 BMKG 2 BMKG 3 TIGA (3) FAKTOR PENGENDALI CURAH

Lebih terperinci

ANALISIS CUACA EKSTRIM NTB HUJAN LEBAT TANGGAL 31 JANUARI 2018 LOMBOK BARAT, LOMBOK UTARA, DAN LOMBOK TENGAH Oleh : Joko Raharjo, dkk

ANALISIS CUACA EKSTRIM NTB HUJAN LEBAT TANGGAL 31 JANUARI 2018 LOMBOK BARAT, LOMBOK UTARA, DAN LOMBOK TENGAH Oleh : Joko Raharjo, dkk ANALISIS CUACA EKSTRIM NTB HUJAN LEBAT TANGGAL 31 JANUARI 2018 LOMBOK BARAT, LOMBOK UTARA, DAN LOMBOK TENGAH Oleh : Joko Raharjo, dkk I. INFORMASI CUACA EKSTREM LOKASI 1. Desa Banyu Urip Kec Gerung Lombok

Lebih terperinci

EVALUASI KEJADIAN GEMPABUMI TEKTONIK DI INDONSESIA TRIWULAN IV TAHUN 2008 (OKTOBER-DESEMBER 2008)

EVALUASI KEJADIAN GEMPABUMI TEKTONIK DI INDONSESIA TRIWULAN IV TAHUN 2008 (OKTOBER-DESEMBER 2008) EVALUASI KEJADIAN GEMPABUMI TEKTONIK DI INDONSESIA TRIWULAN IV TAHUN 2008 (OKTOBER-DESEMBER 2008) GEDE SUANTIKA Sub Bidang Pengamatan Gempabumi Bidang Pengamatan Gempabumi dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi

Lebih terperinci

ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BAHAYA SAMBARAN PETIR DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DI PROVINSI BALI

ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BAHAYA SAMBARAN PETIR DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING DI PROVINSI BALI Analisis Tingkat Kerawanan Bahaya sambaran Petir Dengan Metode Simple Additive Weighting di Propinsi Bali (Tomy Gunawan, dkk.) ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BAHAYA SAMBARAN PETIR DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE

Lebih terperinci

Analisis Seismotektonik dan Periode Ulang Gempabumi.. Bambang Sunardi dkk

Analisis Seismotektonik dan Periode Ulang Gempabumi.. Bambang Sunardi dkk Analisis Seismotektonik dan Periode Ulang Gempabumi.. Bambang Sunardi dkk Analisis Seismotektonik dan Periode Ulang Gempabumi Wilayah Nusa Tenggara Barat, Tahun 1973-215 Seismotectonic and Earthquake Periodicity

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262 Website : http://www.staklimpondoketung.net Jln. Raya Kodam Bintaro No.

Lebih terperinci

ANALISIS KLIMATOLOGI KEJADIAN HUJAN EKSTRIM YANG BERDAMPAK BENCANA DI BALI TANGGAL 1-11 FEBRUARI 2017

ANALISIS KLIMATOLOGI KEJADIAN HUJAN EKSTRIM YANG BERDAMPAK BENCANA DI BALI TANGGAL 1-11 FEBRUARI 2017 ANALISIS KLIMATOLOGI KEJADIAN HUJAN EKSTRIM YANG BERDAMPAK BENCANA DI BALI TANGGAL 1-11 FEBRUARI 2017 https://www.balipost.com www.news.detik.com STASIUN KLIMATOLOGI KELAS II JEMBRANA - BALI FEBRUARI 2017

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gambar 1.1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Gambar 1.1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan wilayah dengan kondisi geologi yang menarik, karena gugusan kepulauannya diapit oleh tiga lempeng tektonik besar (Triple Junction) yaitu lempeng

Lebih terperinci

ANALISIS HIPOSENTER GEMPABUMI DI WILAYAH PROVINSI ACEH PERIODE FEBRUARI 2018 (GEMPABUMI PIDIE 08 FEBRUARI 2018) Oleh ZULHAM SUGITO 1

ANALISIS HIPOSENTER GEMPABUMI DI WILAYAH PROVINSI ACEH PERIODE FEBRUARI 2018 (GEMPABUMI PIDIE 08 FEBRUARI 2018) Oleh ZULHAM SUGITO 1 ANALISIS HIPOSENTER GEMPABUMI DI WILAYAH PROVINSI ACEH PERIODE FEBRUARI 2018 (GEMPABUMI PIDIE 08 FEBRUARI 2018) Oleh ZULHAM SUGITO 1 1 PMG Stasiun Geofisika Mata Ie Banda Aceh Pendahuluan Aceh merupakan

Lebih terperinci

Buletin Analisis Hujan Bulan April 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan Juni, Juli dan Agustus 2013 KATA PENGANTAR

Buletin Analisis Hujan Bulan April 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan Juni, Juli dan Agustus 2013 KATA PENGANTAR Buletin Analisis Hujan Bulan April 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan Juni, Juli dan Agustus 2013 KATA PENGANTAR Analisis Hujan, Indeks Kekeringan Bulan April 2013 serta Prakiraan Hujan Bulan Juni, Juli dan

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.. Parameter Curah Hujan model REMO Data curah hujan dalam keluaran model REMO terdiri dari 2 jenis, yaitu curah hujan stratiform dengan kode C42 dan curah hujan konvektif dengan

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262 Website : http://www.staklimpondoketung.net Jln. Raya Kodam Bintaro No.

Lebih terperinci

LAPORAN KEJADIAN BANJIR DAN CURAH HUJAN EKSTRIM DI KABUPATEN BIMA DAN KOTA BIMA TANGGAL DESEMBER 2016

LAPORAN KEJADIAN BANJIR DAN CURAH HUJAN EKSTRIM DI KABUPATEN BIMA DAN KOTA BIMA TANGGAL DESEMBER 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I LOMBOK BARAT NTB Jl. TGH. Ibrahim Khalidy Telp.(0370)674134, Fax.(0370)674135, Kediri-Lobar, NTB 83362 Website : http://iklim.ntb.bmkg.go.id

Lebih terperinci

MONITORING DINAMIKA ATMOSFER DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN SEPTEMBER 2016 FEBRUARI 2017

MONITORING DINAMIKA ATMOSFER DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN SEPTEMBER 2016 FEBRUARI 2017 BMKG MONITORING DINAMIKA ATMOSFER DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN SEPTEMBER 2016 FEBRUARI 2017 Status Perkembangan 26 September 2016 PERKEMBANGAN ENSO, MONSUN, MJO & IOD 2016/17 Angin ANALISIS ANGIN LAP 850mb

Lebih terperinci

Buku Informasi Peta Kekeringan dengan Metode SPI 1

Buku Informasi Peta Kekeringan dengan Metode SPI 1 Buku Informasi Peta Kekeringan dengan Metode SPI 1 KATA PENGANTAR Buku Informasi Peta Kekeringan dengan Metode SPI Bulan November 2015 memuat informasi hasil analisis: Tingkat Kekeringan tiga bulanan (Agustus

Lebih terperinci

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2017 REDAKSI

PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU 2017 REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas perkenannya, kami dapat menyelesaikan Buku Prakiraan Musim Kemarau Tahun 2017 Provinsi Kalimantan Barat. Buku ini berisi kondisi dinamika atmosfer

Lebih terperinci

PRAKIRAAN MUSIM 2017/2018

PRAKIRAAN MUSIM 2017/2018 1 Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas perkenannya, kami dapat menyelesaikan Buku Prakiraan Musim Hujan Tahun Provinsi Kalimantan Barat. Buku ini berisi kondisi dinamika atmosfer

Lebih terperinci

UPDATE HASIL MONITORING EL NINO DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN AGUSTUS DESEMBER 2015

UPDATE HASIL MONITORING EL NINO DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN AGUSTUS DESEMBER 2015 BMKG UPDATE HASIL MONITORING EL NINO DAN PRAKIRAAN CURAH HUJAN AGUSTUS DESEMBER 15 Status Perkembangan 18 Agustus 15 RINGKASAN, VERSI 18 AGUSTUS 15 Monitoring kolam hangat di Laut Pasifik menunjukkan konsistensi

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG

BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG Jln. Raya Kodam Bintaro No. 82 Jakarta Selatan ( 12070 ) Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262, Tromol Pos. 7019 / Jks KL, E-mail

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA JL.

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA JL. BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA JL. Angkasa I No. 2, Kemayoran, Jakarta 10720 Tlp. (021) 42465321 Fax. (021) 4246703 P.O. Box 3540 Jkt. Website :http:// www.bmkg.go.id LAPORAN GEMPABUMI LAUT

Lebih terperinci

Fenomena El Nino dan Perlindungan Terhadap Petani

Fenomena El Nino dan Perlindungan Terhadap Petani Fenomena El Nino dan Perlindungan Terhadap Petani Oleh : Made Dwi Jendra Putra, M.Si (PMG Muda Balai Besar MKG III) Abstrak Pertengahan tahun ini pemberitaan media cetak maupun elektronik dihiasi oleh

Lebih terperinci

ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN AGUSTUS, SEPTEMBER DAN OKTOBER 2011 PROVINSI DKI JAKARTA

ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN AGUSTUS, SEPTEMBER DAN OKTOBER 2011 PROVINSI DKI JAKARTA ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN AGUSTUS, SEPTEMBER DAN OKTOBER 2011 PROVINSI DKI JAKARTA 1. TINJAUAN UMUM 1.1. Curah Hujan Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang jatuh

Lebih terperinci

ANALISIS CURAH HUJAN DASARIAN III MEI 2017 DI PROVINSI NTB

ANALISIS CURAH HUJAN DASARIAN III MEI 2017 DI PROVINSI NTB BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI KELAS I LOMBOK BARAT NTB Jl. TGH. Ibrahim Khalidy Telp.(0370)674134, Fax.(0370)674135, Kediri-Lobar, NTB 83362 Website : http://iklim.ntb.bmkg.go.id

Lebih terperinci

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI

KEPALA STASIUN KLIMATOLOGI KATA PENGANTAR Analisis Hujan, Indeks Kekeringan Bulan September 2013 serta Prakiraan Hujan Bulan November, Desember 2013 dan Januari 2014 disusun berdasarkan hasil pengamatan data hujan dari 60 stasiun

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 84 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisa Hazard Gempa Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software Ez-Frisk dan menghasilkan peta hazard yang dibedakan berdasarkan sumber-sumber gempa yaitu

Lebih terperinci

ANALISIS HUJAN BULAN OKTOBER 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN DESEMBER 2011, JANUARI DAN FEBRUARI 2012 PROVINSI DKI JAKARTA 1.

ANALISIS HUJAN BULAN OKTOBER 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN DESEMBER 2011, JANUARI DAN FEBRUARI 2012 PROVINSI DKI JAKARTA 1. ANALISIS HUJAN BULAN OKTOBER 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN DESEMBER 2011, JANUARI DAN FEBRUARI 2012 PROVINSI DKI JAKARTA 1. TINJAUAN UMUM 1.1. Curah Hujan Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang

Lebih terperinci

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI Oleh, Erasmus Kayadu BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai Denpasar Bali 1. PENDAHULUAN Suhu udara di suatu tempat dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

PRAKIRAAN ANOMALI IKLIM TAHUN 2016 BMKG DI JAWA TENGAH

PRAKIRAAN ANOMALI IKLIM TAHUN 2016 BMKG DI JAWA TENGAH PRAKIRAAN ANOMALI IKLIM TAHUN 2016 BMKG DI JAWA TENGAH OUTLINE Kondisi Dinamika Atmosfir Terkini Prakiraan Cuaca di Jawa Tengah Prakiraan Curah hujan pada bulan Desember 2015 dan Januari Tahun 2016 Kesimpulan

Lebih terperinci

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNG-TANGERANG B M K G BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA STASIUN KLIMATOLOGI PONDOK BETUNGTANGERANG Telp: (021) 7353018 / Fax: 7355262 Website : http://www.staklimpondoketung.net Jln. Raya Kodam Bintaro No.

Lebih terperinci

Buletin Analisis Hujan Bulan Februari 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan April, Mei dan Juni 2013 KATA PENGANTAR

Buletin Analisis Hujan Bulan Februari 2013 dan Prakiraan Hujan Bulan April, Mei dan Juni 2013 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Analisis Hujan, Indeks Kekeringan Bulan Februari 2013 serta Prakiraan Hujan Bulan April, Mei dan Juni 2013 disusun berdasarkan hasil pengamatan data hujan dari 60 stasiun dan pos hujan di

Lebih terperinci

KAJIAN IKLIM PADA BENCANA BANJIR BANDANG SAMBELIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR, 20 JANUARI 2014

KAJIAN IKLIM PADA BENCANA BANJIR BANDANG SAMBELIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR, 20 JANUARI 2014 KAJIAN IKLIM PADA BENCANA BANJIR BANDANG SAMBELIA DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR, 20 JANUARI 2014 Hamdan Nurdin, David S, Imam Kurniawan I Wayan E.S Stasiun Klimatologi Kediri-Mataram I. Pendahuluan Banjir

Lebih terperinci

FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2014

FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2014 FASE-FASE BULAN DAN JARAK BUMI-BULAN PADA TAHUN 2014 Bulan mengelilingi Bumi dalam bentuk orbit ellips sehingga pada suatu saat Bulan akan berada pada posisi terdekat dari Bumi, yang disebut perigee, dan

Lebih terperinci

ANALISA TINGKAT RISIKO BENCANA GEMPABUMI DI WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT SKRIPSI MELKI ADI KURNIAWAN NIM

ANALISA TINGKAT RISIKO BENCANA GEMPABUMI DI WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT SKRIPSI MELKI ADI KURNIAWAN NIM ANALISA TINGKAT RISIKO BENCANA GEMPABUMI DI WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT SKRIPSI MELKI ADI KURNIAWAN NIM. 1008205017 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2016

Lebih terperinci

ANALISIS POLA DAN INTENSITAS CURAH HUJAN BERDASAKAN DATA OBSERVASI DAN SATELIT TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSIONS (TRMM) 3B42 V7 DI MAKASSAR

ANALISIS POLA DAN INTENSITAS CURAH HUJAN BERDASAKAN DATA OBSERVASI DAN SATELIT TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSIONS (TRMM) 3B42 V7 DI MAKASSAR JURNAL SAINS DAN PENDIDIKAN FISIKA (JSPF) Jilid Nomor, April 205 ISSN 858-330X ANALISIS POLA DAN INTENSITAS CURAH HUJAN BERDASAKAN DATA OBSERVASI DAN SATELIT TROPICAL RAINFALL MEASURING MISSIONS (TRMM)

Lebih terperinci

ANALISIS UNSUR CUACA BULAN JANUARI 2018 DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN

ANALISIS UNSUR CUACA BULAN JANUARI 2018 DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN ANALISIS UNSUR CUACA BULAN JANUARI 2018 DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN Oleh Nur Fitriyani, S.Tr Iwan Munandar S.Tr Stasiun Meteorologi Klas I Sultan Aji

Lebih terperinci