Pada tanggal 7-10 Mei Disusun Oleh : SUSAN EKA PUTRI PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pada tanggal 7-10 Mei Disusun Oleh : SUSAN EKA PUTRI PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA"

Transkripsi

1 ASUHAN KEPERAWATAN KEPADA KELUARGA TN. J KHUSUSNYA NY. S DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AKTIVITAS DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE DI WILAYAH UTAN PANJANG Pada tanggal 7-10 Mei 2017 Disusun Oleh : SUSAN EKA PUTRI PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA TAHUN 2017

2

3

4 KATA PENGANTAR Assalamualaikum WarahmatullahiWabarakathu Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga saya dapat mengerjakan dan menyelesaikan KaryaTulis Ilmiah saya yang berjudul Asuhan Keperawatan Kepada Keluarga Tn.J Khususnya Ny. S Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas dengan Gangguan Sistem Persarafan : Stroke di Wilayah Utan Panjang Pada Tanggal 7-10 Mei 2017, tepat pada waktunya. Penyusunan karya tulis ilmiah ini dibuat sebagai syarat untuk lulus dan menyelesaikan pendidikan Diploma III Keperawatan fakultas ilmu keperawatan universitas muhammadiyah Jakarta. Dalam penyusunan dan penyelesaian karya tulis ini, saya mendapatkan bimbingan serta dukungan yang sangat baik dan maksimal. Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih kepada bapak/ibu : 1. Dr.Muhammad Hadi, SKM., M,Kep Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta 2. Ns. Titin Sutini, MKep., Sp. Kep.An Ketua Program Studi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Univeritas Muhmmadiyah Jakarta 3. Ns. Nurhayati, MKep.,Sp.Kep.Kom pembimbing yang telah sabar memberikan bimbingan, pengarahan, saran serta dorongan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini dari awal pembuatan sampai terselesaikannya karya tulis ilmiah ini. 4. Drs. Dedi Muhdiana.,M.Kes selaku wali dari angkatan 32 yang sangat kami banggakan dan kami sayangi. 5. Ns. Fitrian Rayasari, MKep., Sp.KMB bidang pendidikan Program Studi D III Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan UniveritasMuhmmadiyah Jakarta 6. Bapak Maryoso selaku penguji lahan yang sudah membina dan membimbing ketika praktek di lapangan

5 7. Ibu RW 02 dan ibu-ibu kader RW 02 yang telah berkontribusi dengan baik sehingga dapat membantu menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. 8. Seluruh staff D III Keperawatan yang telah membantu administrasi dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini 9. Keluargaku, yang selalu menjadi pacuan untuk bersemangat dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini terutama ibu Hj.Titin Supriatin dan bapak H.Ujang Tabroni Hari serta adik-adik saya Chika dan Raja yang selalu memberikan doa dan semangat untuk saya sehingga dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik dan sempurna 10. Juga Heriyadi Efendi Silitonga yang selalu memberikan semangat, dukungan dan doa untuk saya. Dan sahabat saya Dewi Fatmala, Dewi Astuti, Bella Rosaline, Cindy Rantika, Desi Irawati dan juga para sahabat-sahabat tingkat 3 angkatan 32 yang selalu kompak, semoga selalu terjalin silaturahmi yang baik amin yarabbalal amin.

6 Daftar isi LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR...I DAFTAR ISI...III BAB I PENDAHULUAN.1 A. Latar belakang...1 B. Tujuan penulisan Tujuan Umum Tujuan Khusus C. Ruang lingkup 5 D. Metode Penulisan E. Sistematika Penulisan BAB II TINJAUAN TEORITIS....8 A. Konsep Dasar Masalah Kesehatan Stroke Pengertian Etiologi 8 3. Patofisiologi Manifestasi klinis Komplikasi...11

7 6. Klasifikasi stroke Penatalaksanaan...12 B. Konsep kebutuhan dasar pada stroke Kebutuhan aktifitas C. Konsep asuhan keperawatan keluarga Konsep dasar keluarga a. Pengertian 13 b. Tipe/bentuk keluarga c. Struktur keluarga.17 d. Peran keluarga e. Tahap perkembangan keluarga f. Fungsi keluarga...22 g. Lima tugas keluarga dalam bidang kesehatan Konsep proses keperawatan keluarga...25 a. Pengkajian keperawatan b. Diagnose keperawatan.27 c. Perencanaan keperawatan 30 d. Pelaksanaan keperawatan e. Evaluasi keperawatan BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian keperawatan B. Diagnosa keperawatan...53 C. Perencanaan keperawatan...60 D. Pelaksanaan keperawatan E. Evaluasi keperawatan...92

8 BAB IV PEMBAHASAN A. Pengkajian keperawatan B. Diagnosa keperawatan..104 C. Perencanaan keperawatan D. Pelaksanaan keperawatan..106 E. Evaluasi keperawatan 107 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 108 B. Saran..109 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

9 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Stroke merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem persarafan, Stroke sendiri didefinisikan suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan peredaran darah di otak yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau kematian.(fransisca,2012). Prevalensi stroke di Indonesia terlihat meningkat seiring peningkatan umur responden. Masalah stroke di Indonesia menjadi semakin penting dan mendesak baik stroke hemoragik maupun stroke non hemoragik. Prevalensi nasional Stroke tahun 2007 adalah 0,8% (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala). Sebanyak 11 provinsi mempunyai prevalensi Stroke diatas prevalensi nasional, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Bara Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua Barat. Jumlah penyakit stroke di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan (Nakes) diperkirakan sebanyak orang (7,0 ), sedangkan berdasarkan diagnosis Nakes diperkirakan sebanyak orang (12,1 ). Berdasarkan diagnosis Nakes maupun diagnosis/gejala, Provinsi Jawa Barat memiliki estimasi jumlah pen-derita terbanyak yaitu sebanyak orang (7,4 ) dan orang (16,6 ), sedangkan Provinsi Papua Barat memiliki jumlah penderita paling sedikit yaitu sebanyak orang (3,6 ) dan orang (5,3 ). Penyebab stroke sendiri yaitu thrombosis serebral thrombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemik jaringan otak, yang dapat menimbulkan oedem dan kongesti di sekitarnya.thrombosis

10 biasanya terjadi pada orang tua yang sedang tidur atau bangun tidur.hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemik serebral.beberapa keadaan dibawah ini dapat menyebabkan thrombosis seperti aterosklerosis, hiperkoagulasi pada polisitemia, arteritis dan emboli. Hemorargi merupakan perdarahan intracranial atau intraserebral termasuk perdarahan dalam ruang sub arachnoid atau ke dalam jaringan otak sendiri. Perdarahan ini dapat terjadi karena aterosklerosis dan hipertensi akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah ke dalam parenkim otak, yang dapat menyebabkan penekanan, pergeseran dan pemisahan jaringan otak yang berdekatan, sehingga otak akan menglami pembengkakan, otak tertekan sehingga terjadi penekanan otak,oedem, dan mungkin herniasi pada otak, hipoksia umum beberapa penyebab hipoksia umum diantaranya adalah hipertensi yang parah henti jantung dan paru curah jantung turun karena aritmia hipoksia setempat beberapa penyebab hipoksia setempat adalah spasme serebral, yang di sertai perdaahan subarchnoid Vasokontroksi arteri otak di sertai sakit kepala migren. (Arif.Muttaqin 2008) Tanda dan gejala klinis yang timbul tergntung dari jenis stroke.gejala klinis pada stroke hemorargi berupa defisit neurologis mendadak,didahului gejala up normal yang terjadi pada saat istirahat atau bangun pagi, kadang tidak terjadi penurunan kesadaran, terjadi terutama pada usia > 50 tahun. Gejala neurologis yang timbul tergantung pada berat ringanya gangguan pembuluh darah dan lokasinya. Gejala klinis pada stroke akut berupa : hemiparise, letargi, afasia(tidak lancer bahkan tidak dapat berbicara), disartria(bicara pelo atau cadel), ataksia(tungkai atau anggota badan tidak tepat pada sasaran), vertigo(mual dan muntah atau nyeri kepala). (Fransisca,2012). Gangguang yang sering terjadi pada pasien yang mengalami serangan stroke adalah Gangguan Mobilisasi Fisik.Mobilitas fisik yaitu keadaan ketika seseorang mengalami atau bahkan beresiko mengalami keterbatasan fisik dan bukan

11 merupakan immobilisasi (Doenges, M.E, 2000). Pergerakan adalah proses yang kompleks yang membutuhkan adanya koordinasi antara sistem muskeletal dan sistem saraf. Namun pada penderita stroke ini mengalami gangguan peredaran darah di otak atau pecahnya pembuluh darah ketika sistem pusat di otak memerintahkan untuk menggerakan anggota gerak, darah yang menuju ke bagian muskeletal tidak bisa menuju dengan sempurna di karena adanya hambatan di bagian pembuluh darah pada akhirnya anggota gerak mengalami kelemahan atau kelumpuhan. (Doenges, M.E, 2000). Proses asuhan keperawatan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan pencegahan, penyelamatan klien dengan stroke non hemoragik di instansi rumah sakit maupun masyarakat dengan upaya promotif yaitu memberikan pendidikan kesehatan mengenai stroke tanda dan gejala serangan stroke, untuk keluarga yang memiliki keluarga yang mengidap penyakit stroke, perlu upaya preventif yaitu dengan cara menjaga pola hidup sehat dan mengkonsumsi makan-makanan yang bersih dan sehat, memberikan pelatihan senam ROM, kuratif yaitu dengan cara memeriksa jadwal kontrol pasien yang mengidap penyakit stroke dan menegur keluarga jika tidak sesuai dengan jadwal kontrol nya, dan rehabilitatif yaitu dengan cara memperhatikan medikasinya,makanan nya dan pola hidup nya. Untuk dapat melakukan pencegahan maupun pengobatan dengan melakukan asuhan keperawatan pada penderita stroke maka perawat berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan seperti, educator(pendidik yaitu memberikan pendidikan kesehatan mengenai stroke dan bagai mana menanggulangi stroke yang terjadi,dan konselor yaitu memberikan penyuluhan lanjutan apakah keluarga sudah paham atau belum mengenai definisi stroke agar tidak terjadi komplikasi hingga menyebabkan kematian. Hasil dari proses asuhan keperawatan dapat sesuai dengan yang diharapkan jika dilakukan secara professional maka keluarga dapat mengenal masalah, mengambil keputusan, merawat anggota keluarga, memodifikasi lingkungan, serta dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang mempunyai masalah stroke.(setiadi, 2008).

12 Sehingga semua masyarakat harus aktif untuk menurunkan tingkat kesakitan dan kematian pada stroke dengan merubah pola pikirnya untuk mengubah prilakunya menjadi pola hidup sehat atau dengan mencegah dan mengobati penyakit itu secara tepat seperti program pemerintah yang ada di puskesmas seperti pendidikan kesehatan di puskesmas, pemeriksaan rutin stroke dipuskesmas. Dan kontrol rutin atau rawat jalan pasien stroke di rumah sakit.berdasarkan uraian diatas penulis tertarik melakukan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. J khususnya Ny. S dengan gangguan sistem persarafan : stroke yang tersusun pada Karya Tulis Ilmiah (KTI) dengan judul Asuhan Keperawatan Kepada Keluarga Tn. J Khususnya Ny. S Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas dengan Gangguan Sistem Persarafan : Stroke B. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan sebagai berikut : 1. Tujuan umum Memberikan gambaran dan pengalaman dalam menerapkan pemenuhan kebutuhan dasar pada keluarga 2. Tujuan khusus a. Teridentifikasinya masalah kesehatan pada khususnya b. Mampu melakukan pengkajian pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke c. Mampu menganalisa data untuk menentukan masalah pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke d. Mampu merumuskan masalah berdasarkan hasil prioritas pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

13 e. Mampu melaksanakan tindakan pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke f. Mampu melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke g. Mampu mendokumentasikan semua kegiatan keperawatan pada keluarga pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke h. Mampu mengidentifikasi kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke i. Mampu mengidentifikasi faktor-faktor pendukung, penghambat serta dapat mencapai solusi. A. RUANG LINGKUP Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini, penulis membahas tentang Asuhan Keperawatan Kepada Keluarga Tn. J Khususnya Ny. S Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas dengan Gangguan Sistem Persarafan : Stroke di Wilayah Utan Panjang Pada Tanggal 01sampai dengan 13 Mei B. METODE PENULISAN Metode yang digunakan penulis dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini menggunakan deskriptif yaitu suatu metode ilmiah yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, menganalisa dan menarik kesimpulan dengan pendekatan studi kasus. Untuk menunjang penyusunan karya tulis ilmiah ini penulis memperoleh informasi/data melalui : 1. Studi kepustakaan dengan mempelajari literature-literature yang berkaitan dengan stroke serta refrensi yang terkait dengan stroke

14 2. Studi kasus dengan melakukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik serta melihat dokumentasi kesehatan yang ada. C. SISTEMATIKA PENULISAN Dalam penulisan karya Tulis Ilmiah ini terdiri dari lima BAB yaitu : BAB I : PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan yang terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus, ruang lingkup, metode penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II : TINJAUAN TEORITIS Yang membahas tentang teori dasar makalah kesehatan yang terdiri dari :A. Konsep dasar keperawatan : Pengertian, Patofisiologi (etiologi, proses, manifestasi klinik, dan komplikasi), pelaksanaan (terapi, dan tindakan medis yang bertujuan untuk pengobatan). B. Konsep kebutuhan dasar keamanan: definisi keamanan, klasifikasi kebutuhan keamanan, lingkup kebutuhan keamanan, cara meningkatkan keamanan. C. 1. Asuhan Keperawatan Keluarga :Konsep Keluarga (pengertian,jenis atau tipe, struktur keluarga, peran keluarga, fungsi keluarga, tahap perkembangan keluarga, dan tugas perkembangan keluarga). C. 2. Konsep Proses Keperawatan Keluarga secara teori yang meliputi :Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi. BAB III : TINJAUAN KASUS Tinjauan Kasus meliputi pengkajian keperawatan: pengumpulan data, penjajakan II, analisa data, Diagnosa keperawatan: Prioritas masalah dengan teknik skoring, Perencanaan keperawatan, Pelaksanaan keperawatan dan Evaluasi keperawatan.

15 BAB IV : PEMBAHASAN Yang membahas kesenjangan dan membandingkan antara teori dan kasus, analisa dari faktor-faktor pendukung dan penghambat serta alternative pemecah masalah dalam memberikan asuhan keperawatan ditiap-tiap tahapan, yang,meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. BAB V : PENUTUP Berisi uraian singkat mengenai inti sari dari asuhan keperawatan keluarga khusunya dengan masalah stroke mulai dari pengkajian, diagnose, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Selain itu juga berisi saran-saran yang perlu disampaikan terkait dengan masalah stroke.

16 BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Konsep Dasar Masalah Kesehatan Stroke 1. Pengertian Stroke adalah suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan peredaran darah di otak, yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau bahkan kematian.(fransisca, 2012). Sedangkan menurut Hudak, Stroke adalah defisit neurologis yang mempunyai serangan mendadak dan berlangsung 24 jam.menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskular. 2. Etiologi a. Kekurangan suplay O2 yang menuju otak b. Pecahnya pembuluh darah di otak karena kerapuhan pembuluh darah otak. c. Adanya sumbatan bekuan darah di otak. d. Perdarahan intraserebral Gejalanya adalah : 1) Nyeri hebat karena hipertensi 2) Serangan terjadi pada siang hari, emosi dan marah. 3) Mual atau muntah pada permulaan serangan 4) Hemiparises dan hemiplegia

17 e. Perdaahan subarachnoid Gejalanya adalah : 1) Nyeri kepala hebat dan mendadak 2) Kesadaran sering terganggu 3) Ada tanda dan gejala meningeal f. Factor-faktor yang menyebabkan stroke lainya : 1) Faktok yang tidak dapat diubah (non reversible) seperti: jenis kelamin, usia, keturunan. 2) Factor yang dapat di ubah seperti: hipertensi, penyakit jantung, kelesterol tinggi, obesitas, stress. g. Kebiasaan hidup a. Merokok b. Peminum berat c. Obat-obatan terlarang

18 3. Patofisiologi Sumber :Nurafif,Amin Huda dan Hardi Kusuma,(2015)

19 4. Manifestasi klinis Gejala klinis yang timbul tergntung dari jenis stroke a. Gejala klinis pada stroke hemorargi berupa : a) Defisit neurologis mendadak,didahului gejala up normal yang terjadi pada saat istirahat atau bangun pagi b) Kadang tidak terjadi penurunan kesadaran. Terjadi terutama pada usia > 50 tahun c) Gejala neurologis yang timbul tergantung pada berat ringanya gangguan pembuluh darah dan lokasinya. b. Gejala klinis pada stroke akut berupa : a) Hemiparise b) Letargi c) Afasia(tidak lancer bahkan tidak dapat berbicara) d) Disartria (bicara pelo atau cadel) e) Ataksia (tungkai atau anggota badan tidak tepat pada sasaran) f) Vertigo (mual dan muntah atau nyeri kepala) 5. Komplikasi a. Peningkatan tekanan intracranial b. Kejang c. Thrombosis vena dalam d. Emboli paru e. Depresi f. Hipertensi g. Infark miokard h. Infeksi dan sepsis i. Hiponatremia j. Depresi Pernapasan

20 6. Klasifikasi stroke Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu : stroke iskemik dan hemorarrgik a. Stroke iskemik (non hemorarrgik) yaitu sumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagaian atau keseluruhan terhenti.. 80 % stroke adalah iskemik. Stroke iskemik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : 1) Stroke Trombotik : proses terbntuknya thrombus yang membuat penggupalan alam otak. 2) Stroke Embolik : tertutupnya pembuluh darah arteri oleh bekuan darah. 3) Hipoperfusion sistemik : berkurangnya aliran darah ke suluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung. b. Stroke hemorarrgik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembulu darah di otak. Hampir 70 % kasus stroke hemorargik terjadi pada penderita hipertensi. Stroke hemorrgik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu : 1). Hemorargik intra serebral : perdarahan yang terjadi di dalam jaringan otak. 2). Hemorargik subarachnoid : perdarahan yang tejadi pada ruang sempit antar permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak. 7. Penatalaksanaan a. Terapi Stroke Hemoragik Pada Serangan Akut a. Saran operasi diikuti dengan pemeriksaan b. Masukkan klien ke unit perawatan saraf untuk dirawat di bagian bedah saraf c. Penatalaksanaan umum dibagian saraf d. Neurologis 1) Pengawasan tekanan darah dan konsentrasinya

21 2) Kontrol adanya edema yang dapat menyeababkan kematian jaringan otak. e. Terapi perdarahan dan perawatan pembuluh darah f. Control adanya edema yang dapat menyebabkan kematian jaringan otak. g. Pengawasan tekanan darah b. Perawatan umum klien dengan serangan stroke akut 1) Pengaturan suhu tubuh, suhu ruangan ) Pengukuran suhu tubuh setiap 2 jam. A. KONSEP KEBUTUHAN DASAR PADA STROKE 1. Kebutuhan Aktivitas Mobilitas fisik yaitu keadaan ketika seseorang mengalami atau bahkan beresiko mengalami keterbatasan fisik dan bukan merupakan immobile (Doenges, M.E, 2000). Pergerakan adalah proses yang kompleks yang membutuhkan adanya koordinasi antara sistem muskeletal dan sistem saraf. Namun pada penderita stroke ini mengalami gangguan peredaran darah di otak atau pecahnya pembuluh darah ketika sistem pusat di otak memerintahkan untuk menggerakan anggota gerak, darah yang menuju ke bagian muskeletal tidak bisa menuju dengan sempurna di karena adanya hambatan di bagian pembuluh darah pada akhirnya anggota gerak mengalami kelemahan atau kelumpuhan. B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA 1. KONSEP KELUARGA a. Pengertian Istilah keluarga didefinisikan berbeda-beda tergantung dari teori yang digunakan.beberapa definisi keluarga sering menggunakan teori

22 interaksi, system atau tradisional. Ada beberapa pengertian keluarga yang perlu diketahui, di antaranya 1). Burgess dkk. (1963) Keluarga terdiri dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan dan darah, dan ikatan adopsi yang hidup bersama dalam ikatan rumah tangga, anggota rumah tangga ber interaksi dan komunikasi satu sama lain dengan peran social keluarga. 2). WHO (1969) Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertalian darah, adopsi atau perkawinan. 3). Duval (1972) Keluarga adalah sekumpulan orang yang berhubungan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional dan social dari setiap anggota. 4). Bailon dan Maglaya (1989) Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing, danmenciptakan serta mempertahankan suatu budaya. 5). Friedman (1998) Keluarga merupakan orang yang dihubungkan oleh perkawinanan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, dan emosional dan social dari individu-individu yang ada di dalamnya terlihat dari pola interaksi yang saling ketergantungan untuk mencapai tujuan bersama.

23 6). Dep Kes R.I, (1988) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. 7). UU No.10 tahun 1992 Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri atau suami istri dan anaknya atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. Dari beberapa pangertian diatas maka dapat disimpulkan secara umum bahwa keluarga itu terjadi jika ada:ikatan atau persekutuan (perkawinan/kesepakatan). Hubungan (darah/adopsi/kesepakatan), Tinggal bersama dalam satu atap (serumah), Ada peran masing-masing anggota keluarga, Ikatan emosional. b. Tipe / Bentuk Keluarga Berbagai bentuk tipe keluarga, berdasarkan berbagai sumber, dibedakan berdasarkan keluarga tradisional dan keluarga non tradisional seperti : Menurut Allender dan Spradley (2001), membagi tipe keluarga berdasarkan : 1). Keluarga tradisional a) Keluarga inti (nuclear family) yaituy keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak kandung atau anak angkat b) Keluarga besar (extended family) yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga lain yang mempunyai hubungan darah, misalnya kakek, nenek, paman dan bibi. c) Keluarga Dyadyaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri tanpa anak

24 d) Single parent yaitu rumah tangga yang terdiir dari satu orang tua dengan anak kandung atau anak angkat, yang disebabkan karena perceraian atau kematian. e) Single adult, yaitu rumah tangga yang hanya terdiri dari seorang dewasa saja. f) Keluarga usia lanjut yaitu rumah tangga yang terdiri dari suami istri yang berusia lanjut. 2). Keluarga non tradisional a) Commune family, yaitu lebih dari satu keluarga tanpa pertalian darah hidup serumah. b) Orang tua(ayah/ibu) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup bersama dalam satu rumah tangga. c) Homoseksual yaitu dua individu yang sejenis kelamin hidup bersama dalam satu rumah tangga. Menurut Carter dan Mc Goldrick (1988) dalam Setiawati dan Dermawan (2005), membagi tipe keluarga berdasar : a) Keluarga berantai (sereal family) yaitu keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti. b) Keluarga berkomposisi, yaitu keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama-sama. c) Keluarga kabitas, yaitu keluarga yang terbentuk tanpa pernikahan. Menurut Maclin (1998), pembagian tipe keluarga : 1). Keluarga tradisional a) Keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri, anakanak yang hidup dalam rumah tangga yang sama.

25 b) Keluarga dengan orang tua tuggal yaitu keluarga hanya dengan satu orang yang mengepalai akibat perceraian, pisah atau ditinggalkan c) Pasangan inti, hanya terdiri dari suami dan istri saja, tanpa anak atau tidak ada anak yang tinggal bersama mereka. d) Bujang dewasa yang tinggal sendirian. e) Pasangan usia pertengahan atau lansia, suami sebagai pencari nafkah, istri tinggal di rumah dengan anak sudah kawin atau bekeja. f) Jaringan keluarga besar: terdiri dari dua keluarga inti atau lebih atau anggota keluarga yang tidak menikah hidup berdekatan dalam daerah grafis. 2). Keluarga non tradisional a) Keluarga dengan orang tua yang mempunyai anak tetapi tidak menikah (biasanya terdiri dari ibu dan anak saja) b) Pasangan suami istri yang tidak menikah dan telah mempunyai anak c) Keluarga gay/lesbian adalah pasangan yang bersejenis kelamin sama hidup bersama sebagai pasangan yang menikah d) Keluarga komuni adalah anak-anak, secara bersama menggunakan fasilitas, sumber dan memiliki pengalaman yang sama. c. Struktur Keluarga struktur keluarga menggambarkan bagaimana keluarga melaksanakan fungsi keluarga dimasyarakat. Struktur keluarga terdiri dari bermacammacam, diantaranya adalah : 1). Patrilineal Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

26 2). Matrilineal Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi diamana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu. 3). Matrilokal Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri. 4). Patrilocal Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami. 5). Keluarga kawin Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami atau istri. d. Peran Keluarga Peran adalah sesuatu yang di harapkan secara normative dari seorang dalam situasi social tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan.peran keluarga adalah tingkah laku spesifik yang di harapkan oleh seseorang dalam konteks keluarga. Dalam UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992 pasal 5 menyebutkan setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungan. Setiap keluarga memiliki peran masing-masing antara lain : 1) Ayah Ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah,pendidik,pelindung/pengayom, pemberi rasa aman bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok social tertentu. 2) Ibu Ibu sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anakanak, pelindung keluarga dan juga sebagai pencari nafkah tambahan

27 keluarga dan juga sebagai anggoota masyarakat kelompk social tertentu. 3) Anak Anak berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan perkembangan fisik, mental, social, dan spiritual. e. Tahap Perkembangan Keluarga Sebagaimana tertulis dalam buku suprajitmo 2008 menurut : 1) Duvall (1985) keluarga dibagi menjadi delapan tahap perkembangan yaitu: a) Keluarga baru (berganning family) Pasangan baru menikah yang belum mempunyai anak tugas perkembangan keluarga tahap ini antara lain : a) Membina hubungan intim yang memuaskan b) Menetapkan tujuan bersama c) Membina hubungan dengan keluarga lain teman dan kelompok sosial. d) Mendiskusikan rencanamemiliki anak atau KB e) Persiapan menjadi orangtua f) Memahami prenatal care (pengertian, persalinan, dan menjadi orangtua) b) Keluarga dengan anak pertama <30 bulan Masa ini merupakan transisi menjadi orangtua yang akan menimbulkan krisis keluarga, tugas perkembangan tahap ini antara lain adalah : a) Adaptasi perubahan anggota keluarga (peran, interaksi, seksual dan kegiatan) b) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan c) Membagi peran dan tanggung jawab d) Bimbingan orangtua tentang pertumbuhan dan perkembangan anak

28 e) Konseling KB postpartum 6 minggu f) Menata ruang untuk anak g) Biaya/dana child bearing h) Memfasilitasi rol learing anggota keluarga i) Mengadakan kebiasaan keagamaan secara rutin c) Keluarga dengan anak prasekolah Tugas perkembangan adalah menyelesaikan pada kebutuhan pada anak pra sekolah (sesuai dengan tumbuh kembang proses belajar dan kontak sosial) dan merencanakan kelahiran berikutnya. a) Pemenuhan kebutuhan anggota keluarga b) Membantu anak bersosialisasi c) Beradaptasi dengan anak baru lahir d) Mempertahankan hubungan didalam maupun diluar keluarga e) Pembagian waktu, individu, pasangan dan anak f) Pembagian tanggung jawab g) Merencanakan kegiatan waktu stimulasi tumbuh dan kembang anak d) Keluarga dan anak dengan usia sekolah (6-13th) Tugas perkembangan keluarga : a) Membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah, sekolah, dan lingkungan lebih luas b) Mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya intelektual c) Menyediakan aktifitas untuk anak d) Menyesuaikan pada aktifitas komuniti dengan mengikuti sertakan anak e) Memenuhi dan kesehatan anggota keluarga e) Keluarga dengan anak remaja (13-20th) tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah : a) Pengembangan terhadap remaja (memberikan kebebasan yang seimbang dan tanggung jawab mengingat remaja adalah seorang yang

29 dewasa mulai memiliki otonomi b) Memelihara komunikasi terbuka c) Memelihara hubungan intim keluarga d) Mempersiapkan perubahan system peran dan peraturan anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota keluarga f) Keluarga dengan anak dewasa (anak 1 meninggalkan rumah). Tugas perkembangan keluarga mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian anaknya menata kembali fasilitas dan sumber yang ada dalam keluarga berperan sebagai suami, istri, kakek, nenek. Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah: a) Memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar b) Memelihara keluarga intim dalam keluarga c) Mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan anggota keluarga baru dimasyarakat d) Mempersiapkan anak hidup mandiri dan menerima kepergian anak e) Menata kembali fasilitas sumber yang ada pada keluarga f) Berperan suami istri kakek nenek g) Menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi anak-anaknya g) Keluarga usia pertengahan (midle age family) Tugas perkembangan keluarga pada saat ini adalah : a) Mempunyai lebih banyak waktu dan kebebasan dalam mengelolah minat sosial dan waktu santai b) Memulihkan hubungan antara generasi muda tua c) Keakrapan dengan pasangan d) Memelihara hubungan/kontrak dengan anak keluarga e) Persiapan masa tua atau pensiun viii. Keluarga lanjut usia

30 Tugas perkembangan keluarga saat ini adalah : a) Penyelesaian tahap masa pensiun dengan cara merubah cara hidup b) Menerima kematian pasangan, kawan dan mempersiapkan kematian c) Mempertahankan keakrapan pasangan dan saling merawat d) Melakukan life review masalah lalu. f. Fungsi Keluarga Keberadaan keluarga pada umumnya adalah untuk memenuhi fungsi-fungsi keluarga.fungsi keluarga, berbeda sesuai dengan sudut pandang terhadap keluarga.akan tetapi, dari sudut kesehatan keluarga yang sering digunakan daalah fungsi keluarga, yang disusun oleh Friedman. Berikut ini beberapa fungsi keluarga, UU No. 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994,Friedman dan Effendy. Menurut, UU No. 10 tahun 1992 jo PP No. 21 tahun 1994 fungsi keluarga : a. Fungsi keagamaan - Membina norma ajaran-ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh anggota keluarga - Memberikan contoh konkrit dalam hidup sehari-hari dalam pengalaman dari ajaran agama - Menerjemahkan agama ke dalam tingkah laku hidup seharihari kepada seluruh anggota keluarga. b. Fungsi budaya - Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan norma-norma dan budaya masyarakat dan bangsa yang ingin di pertahankan - Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai

31 c. Fungsi cinta kasih - Menumbuh kembangkan potensi kasih sayang yang telah ada antar anggota keluarga ke dalam simbol-simbol nyata secara optimal - Membina tingkah laku saling menyayangi baik antar anggota keluarga secara kuantitatif dan kualitatif. d. Fungsi perlindungan - Memenuhi kebutuhan rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak aman yang timbul dari dalam maupun dari luar keluarga - Membina keamanan keluarga baik fisik maupun psikis dari berbagai bentuk ancaman dan tantangan yang dating dari luar. e. Fungsi reproduksi - Membina kehidupan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi sehat baik bagi anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya f. Fungsi sosialiasi - Menyadari, merencanakan dan menciptakan lingkungan keluarga sebagai wahana pendidikan dan sosialisasi anak pertama dan utama - Menyadari, merencanakan dan menciptakan kehidupan keluarga sebagai pusat tampak anak dapat mecari pemecahan dari berbagai konflik. g. Fungsi ekonomi - Melakukan kegiatan ekonomi baik di luar maupun di dalam lingkungan keluarga dalam rangka menopang kelangsungan dan perkembangan kehidupan keluarga

32 - Mengelola ekonomi keluarga sehingga terjadi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keluarga. Menurut Friedman (1998), Secara umum fungsi keluarga adalah : a. Fungsi afektif Fungsi keluarga keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. b. Fungsi sosialisasi Fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk berkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan orang lain di luar rumah c. Fungsi ekonomi Fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga. g. Lima tugas keluarga dalam bidang kesehatan (Setiadi, 2008) : 1) Mengenal masalah kesehatan setiap anggotanya Perubahan sekecil apapun yang dialami anggota keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian dan tanggung jawab keluarga, maka apabila menyadari adanya perubahan perlu segera dicatat kapan terjadinya, perubahan apa yang terjadi dan seberapah besar perubahannya 2) Mengambil keputusa untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan upaya keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang mempunyai kemampuan mengambil keputusan untuk menentukan tindakan keluarga agar masalah kesehatan dapat dikurangi atau teratasi 3) Memberi keperawatan anggotanya yang masih sakit atau yang tidak dapat membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya terlalu

33 muda. Perawa/tan ini dapat dilakukan dirumah apabila keluarga memiliki kemampuan melakukan tindakan untuk pertolongan pertama atau pelayanan kesehatan untuk memperoleh tindakan lanjut agar masalah yang lebih parah tidak terjadi 4) Mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga. 5) Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga kesehatan (pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada). 2. KONSEP PROSES KEPERAWATAN KELUARGA a. Pengkajian 1) Definisi Pengkajian merupakan tahapan terpenting dalam proses perawatan, mengingat pengkajian sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data-data yang ada pada keluarga. Oleh karena itu perawat keluarga digarapkan memahami betul lingkup, metode, alat bantu dan format pengkajian yang digunakan. 2) Model pengkajian a) Model pengkajian model Friedman Asumsi yang mendasarinya adalah keluarga sebagai sistem sosial, merupakan kelompok kecil dari masyarakat. Friedman memberikan batasan 6 kategori dalam memberikan pertanyaanpertanyaan saat melakukan pengkajian: 1) Data pengenalan keluarga 2) Riwayat dan tahapan perkembangan keluarga 3) Data lingkungan 4) Struktur keluarga 5) Fungsi keluarga 6) Koping keluarga b) Pengkajian keluarga model Calgary

34 Pengkajian model Calgary mengembangkan konsep dan teori sistem, konunikasi dan konsep perubahan. Teori sistem memberikan kerangka kerja bahwa keluarga sebagai bagian dari suprasistem dan terdiri dari beberapa subsistem.komunikasi merupakan teori bagaimana individu melakukan interaksi secara berkelanjutan. Konsep perubahan menjadikan kerangka kerja bahwa perubahan satu anggota keluarga akan mempengaruhi kesehatan anggota keluarga yang lainnya. 3) Tahapan-tahapan pengkajian Untuk mempermudah perawat keluarga saat melakukan pengkajian, dipergunakan istilah penjajakan. a. Penjajakan I Data-data yang dikumpulkan pada penjajakan I antara lain : a. Data umum b. Riwayat dan tahapan perkembangan c. Lingkungan d. Struktur keluarga e. Fungsi keluarga f. Stress dan koping keluarga g. Harapan keluarga h. Data tambahan keluarga i. Pemeriksaan fisik Dari hasil penggumpulan data tersebut maka akan dapat diidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi keluarga b. Penjajakan II Pengkajian yang tergolong dalam penjajakan II diantaranya pengumpulan data-data yang berkaitan dengan ketidak mampuan keluarga dalam menghadapi masalah kesehatan sehingga dapat ditegakkan diagnosa keperawatan keluarga.

35 Adapun ketidakmampuan keluarga dalam menghadapi masalah diantaranya: 1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan 2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan 3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga 4) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan 5) Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan. b. Diagnosa Keperawatan Menurut Achjar, K.A.H, Setelah dilakukan pengkajian, selanjutnya data dianalisis untuk dapat dilakukan perumusan diagnosis keperawatan. Analisis data dibuat dalam bentuk matriks seperti table berikut : No DATA Diagnosa Keperawatan Diagnosis keperawatan keluarga disusun berdasarkan jenis diagnosis seperti : a) Diagnosa sehat / wellness Diagnose sehat / wellness, digunakan bila keluarga mempunyai potensi untuk ditingkatkan, belum ada data maladaptive. Perumusan diagnosis keperawatan keluarga potensial, hanya terdiri dari komponen problem (P) saja atau P (problem) dan S (symptom/sign), tanpa komponen etiologi (E). Contoh : potensial peningkatan kemampuan keluarga Tn. R dalam meningkatkan kesehatan reproduksi pada Ny. G

36 b) Diagnosis ancaman Diagnosis ancaman, digunakan bila belum terdapat paparan masalah kesehatan, namun sudah ditemukan beberapa data maladaptive yang memungkinkan timbulnya gangguan. Perumusan diagnosis keperawatan keluarga risiko, terdari problem (P), etiologi (E) dan symptom/sign (S) Contoh : resiko cidera pada keluarga Tn. B khususnya Ny. K b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan hipertensi. c) Diagnosis nyata/ gangguan Diagnosis nyata/ gangguan, digunakan bila sudah timbul gangguan/ masalah kesehatan keluarga, didukung dengan adanya beberapa data maladaptive. Perumusan diagnosis keperawatan keluarga nyata/ gangguan, terdiri dari problem (P), etiologi (E) dan symptom/sign (S) Contoh : gangguan cerebral pada keluarga Tn. B khususnya Tn.B b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan hipertensi. Perumusan problem (P) merupakan respon terhadap gangguan pemenuhan kebutuhan dasar. Sedangkan etiologi (E) mengacu pada 5 tugas keluarga, yaitu : a) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah, meliputi : (1) Persepsi terhadap keparahan penyakitnya (2) Pengertian (3) Tanda dan gejala (4) Faktor penyebab (5) Persepsi keluarga terhadap masalah b) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan, meliputi : (1) Sejauhmana keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya

37 Masalah (2) Masalah dirasakan keluarga (3) Keluarga menyerah terhadap masalah yang dialami (4) Sikap negative terhadap masalah kesehatan (5) Informasi yang salah c) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, meliputi : (1) Bagaimana keluarga mengetahui keadaan sakit (2) Sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan (3) Sumber-sumber yang ada dalam keluarga (4) Sikap keluarga terhadap yang sakit d) Ketidakmampuan keluarga memelihara lingkungan, meliputi : (1) Keuntungan/ manfaat pemeliharaan lingkungan (2) Pentingnya higyene sanitasi (3) Upaya pencegahan e) Ketidakmampuan keluarga menggunakan fasilitas keluarga, meliputi: (1) Keberadaan fasilitas kesehatan (2) Keuntungan yang didapat (3) Kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan (4) Pengalaman keluarga yang kurang baik (5) Pelayanan kesehatan yang terjangkau oleh keluarga Setelah data dianalisis dan ditetapkan masalah kesehatan keluarga yang ada, perlu diprioritaskan bersama keluarga dengan memperhatikan sumber daya dan sumber dana yang yang dimiliki keluarga. Prioritas masalah asuhan keperawatan keluarga seperti table dibawah ini: KRITERIA BOBOT SKOR Sifat masalah: 1 Actual = 2

38 Resiko = 1 Potensial = 0 Kemungkinan 2 Mudah = 2 masalah untuk Sebagian = 1 dipecahkan Tidak dapat =0 Potensi masalah 1 Tinggi = 2 untuk dicegah Cukup = 1 Rendah = 0 Menonjolnya masalah 1 Segera diatasi = 2 Tidak segera diatasi = 1 Tidak dirasakan adanya masalah = 0 a. Perencanaan Keperawatan 1). Definisi ANA (1995) mendefinisikan intervensi sebagai rencana tindakan keperawatan untuk kepentingan klien atau keluarga 2). Indikasi Intervensi Wright dan Leahey dalam Friedman (1998) mengajukkan bahwa intervensi keperawatan keluarga dapat dilakukan pada; a) Keluarga dengan satu masalah yang mempengaruhi anggota keluarga lainnya b) Keluarga dengan anggota keluarga berpenyakit yang berdampak pada anggota keluarga lainnya c) Anggota keluarga yang mendukung permasalah kesehatan yang muncul d) Salah satu anggota keluarga menunjukan perbaikan atau kemuduran dalam status kesehatan e) Anggota keluarga yang didiagnosa penyakit pertama kali f) Perkembangan anak atau remaja secara emosial

39 g) Keluarga dengan penyakit kronik h) Keluarga dengan penyakit mematikan 3). Klarifikasi Intervensi Friedman (1998) memberikan gambaran berkaitan dengan klarifikasi intervensi antara lain: a) Suplemental Intervensi yang terkait dengan rencana pemberian pelayanan secara langsung pada keluarga sebagai sasaran b) Fasilitatif Intervensi ini terkaitan dengan rencana dala membantu mengatasi hambatan dari keluarga dalam memperoleh pelayanan medis, kesejahteraan sosial dan transportasi c) Developmental Intervensi ini terkait dengan rencana perawat membantu keluarga dalam kapasitasnya untuk menolong dirinya sendiri (membuat keluarga belajar mandiri0 dengan kekuatan dan sumber pendukung yang terdapat pada keluarga 4). Menetapkan Tujuan Intervensi a) Tujuan Umum Tujuan umum merupakan tujuan yang lebih menekankan pada pencapaian akhir sebuah masalah, dimana perubahan perilaku dari yang merugikan kesehatan. Tujuan umum ini lebih mengarah kepada kemandirian klien dan keluarga sebagai sasaran asuhan keperawatan keluarga b) Tujuan khusus Tujuan khusus dalam rencana perawatan lebih menekankan pada pencapaian hasil dari masing-masing keluarga 5). Menentukan Intervensi a) Rencana tindakan yang disusun harus berorientasi pada pemecahan masalah

40 b) Rencana tindakan yang dibuat dapat dilakukan mandiri oleh keluarga c) Rencana tindakan yang dibuat berdasarkan masalh kesehatan d) Rencan tindakan sederhana dan mudah dilakukan e) Rencana tinakan perawatan dapat dilakukan secara terus-menerus oleh keluarga 6). Domain Intervensi Ada tiga domain yang bisa kita gunakan dalam menyusun intervensi (Calgary), yaitu: a) Domain kognitif Intervensi dengan domain kognitif ditunjukan untuk memberikan informasi, gagasan, motivasi, dan saran kepada keluarga sebagai target asuhan keperawatan keluarga b) Domain Afektif Intervensi ini ditunjukan membantu keluarga dalam berespon emosional, sehingga dalam keluarga terdapat perubahan sikap terhadap masalah yang dihadapi c) Domain Psikomotor Intervensi ini ditunjukan untuk membantu anggota keluarga dalam perubahan perilaku yang merugikan ke perilaku yang menguntungkan 7). Hambatan-Hambatan Intervensi Menurut Bailon dan Maglaya (1978) hambatan yang sering kali dihadapi perawat keluarga saat melakukan intervensi keperawatan adalah; a) Kurangna informasi yang diterima keluarga b) Tidak menyeluruhnya informasi yang diterima oleh keluarga c) Informasi yang diperoleh keluarga tidak berkaitan dengan masalah yang dihadapi d) Keluarga tidak mau menghadapi serius

41 e) Keluarga berusaha mempertahankan pola kebasaan yang sudah ada f) Kegagalan mengaitkan tindakan dengan sasaran keluarga g) Kurang percaya pada tindakan yang diusul. b. Pelaksanaan Keperawatan Implementasi merupakan aktualisasi dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Prinsip yang mendasari implementasi keperawatan keluarga antara lain; 1). Implementasi mengacu pada rencana keperawatan yang dibuat 2). Implementasi dilakukan dengan tetap memperhatikan prioritas masalah 3). Kekuatan-kekuatan keluarga berupa finansial, motivasi dan sumbersumber pendukung lainnya yang diabaikan 4). Pendokumentasian implementasi keperawatan keluarga janganlah terlupakan dengan menyertakan tanda tangan petugas sebagai bentuk tanggung gugat dan tanggung jawab profesi c. Evaluasi Keperawatan 1). Sifat Evaluasi Evaluasi merupakan tahapan akhir dari proses keperawatan keluarga. Evaluasi merupakan tahapan yang menentukan apakah tujuan dapat tercapai sesuai yang ditetapkan dalam tujuan di rencana keperawatan.apabila setelah dilakukan evaluasi tujuan tidak tercapai maka ada beberapa kemungkinan yang perlu ditinjau kembali yaitu; a) Tujuan tidak realistis b) Tindakan keperawatan tidak tepat c) Faktor-faktor lingkungan yang tidak bisa diatasi 2). Kriteria Dan Standar Kriteria akan memberikan gambaran tentang faktor-faktor tidak tetap yang memberikan petunjuk bahwa tujuan telah tercapai. Standar telah

42 menunjukan tingkat pelaksanaan yang diinginkan untuk membandingkan dengan pelaksanaan yang sebenarnya. 3). Evaluasi Kuantitatif Dan Kualitatif Dalam evaluasi kuantitatif menekankan pada jumlah pelayanan atau kegiatan yang telah diberikan, misalnya: jumlah imunisasi, kunjungan ANC pada ibu hamil. Evaluasi kuantitatif kelemahannya hanya mementingkan jumlah, padahal belum tentu banyaknya kegiatan yang dilakukan akan berbanding lurus dengan hasil yang memuaskan. Evaluasi kuanlitatif dapat dilihat pada; a) Evaluasi struktur Berhubungan dengan tenang atau bahan yang diperlukan dalam suatu kegiatan b) Evalusi proses Evaluasi yang dilakukan selama kegiatan berlangsung c) Evaluasi hasil Merupakan hasil dari pemberian asuhan keperawatan 4). Metode-metode Evaluasi a) Observasi langsung b) Memeriksa laporan atau dokumentasi c) Wawancara atau angket d) Latihan simulasi 5). Catatan Perkembangan Catatan perkembangan keperawatan keluarga merupakan indikator keberhasilan tindakan keperawatan yang diberikan pada keluarga oleh petugas kesehatan. Karakteristik evaluasi dengan pedoman SOAP memberikan tuntunan pada perawat dengan urain sebagai berikut: a) Subjektif Pernyataan atau urain keluarga, klien atau sumber lain tentang perubahan yang dirasakan baik kemajuan ataupun kemunduran setelah diberikan tindakan keperawatan

43 b) Objektif Data yang bisa diamati dan diukur melalui teknik observasi, palpasi atau auskultasi sehingga dapat dilihat kemajuan atau kemuduran pada sasaran perawatan sebelum dan setelah diberikan tinadakan keperawatan. c) Analisa Pernyataan yang menunjukan sejauhmana masalah keperawatan dapat tertanggulangi d) Planing Rencana yang ada dalam catatan perkembangan merupakan rencana tindakan hasil evaluasi tentang dilanjutkan atau tidak rencana tersebut sehingga diperlukan inovasi dan modifikasi bagi perawat.

44 BAB III TINJAUAN KASUS Pada bab ini disampaikan satu keluarga dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pada Keluarga Tn.J Khususnya Ny.S dengan Gangguan Sistem Persarafan: Stroke Di Rt 05 Rw 02 gang A 16 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Utan Panjang Jakarta Pusat. Untuk melengkapi data, penulis mengadakan pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Asuhan keperawatan keluarga yang penulis lakukan dalam kasus ini berlangsung 2 minggu terhitung dari 3 Mei 13 Mei 2017 dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi langkah langkah sebagai berikut : pengkajian keperawatan: pengumpulan data, penjajakan II, analisa data, Diagnosa keperawatan: Prioritas masalah dengan teknik skoring, Perencanaan keperawatan, Pelaksanaan keperawatan dan Evaluasi keperawatan A. PENGKAJIAN KELUARGA Pengumpulan data merupakan langkah awal dalam pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga, dari hasil yang di peroleh data data sebagai berikut : 1. DATA DASAR KELUARGA Nama keluarga : Ny. S Jenis Kelamin : Perempuan Usia/tanggal lahir : 57 tahun/ 21Mei 1942 Agama : Islam Pendidikan : SMP Pekerjaan : IRT Alamat : Rt 05 Rw 02 gang A 16 Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Utan Panjang Jakarta Pusat.

45 2. Susunan anggota keluarga Adapun susunan anggota keluarga yang dapat dijelaskan pada tabel 3.1. No Nama Umur Gender Agama Hub dgn Kk Pendidikan Pekerjaan 1. Ny. S 75 P Islam Mertua SMP IRT 2. Ny. S 56 P Islam Istri SMA Pedagang 3. Tn. F 30 L Islam Anak SMA Ojek 4. Ny. D 25 P Islam Menantu D3 online 5. Tn. D 24 L Islam Anak Kebidanan Bidan 6. An.L 11 P Islam Cucu SMA SD Ojek online Pelajar

46 3. Genogram Ny.S Ny.S Tn. J KETERANGAN : : Laki-laki Tn. J Tn. F Tn. R Tn. D Ny. N : Perempuan : Meninggal : Pasien

47 b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 1). Tahap perkembangan keluarga saat ini Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah tahap keluarga usia lanjut, dimana tugas dalam tahapan perkembangan keluarga saat ini adalah : a) Penyesuaian tahap masa pension dengan caramerubah cara hidup. Tidak ada pensiunan pada keluarga Ny. S karena suami Ny.S meninggal 25 tahun yang lalu, dan semenjak kematian suaminya Ny. S tinggal bersama anaknya yang kedua yaitu Ny.Sr b) Menerima kematian pasangan, kawan dan mempersiapkan kematian Semenjak suaminya meninggal, Ny.S menerima dengan ikhlas karena menurutnya itu sudah takdir, dan suatu saat nanti pun Ny.S akan mengalami kematian, dan akan menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada. c) Mempertahankan keakraban pasangan dan saling merawat Karena suami Ny.S meninggalkan dia terlebih dulu, kini Ny.S mempertahankan keakrabanya dengan anak dan cucunya. d) Melakukan life review Ny.S selalu meluangkan waktu untuk mengenang,menceritakan semua kehidupanya dimasa mudanya dan dimasa dia bersama suaminya dulu kepada cucu dan cicitt nya ketika cucu ataupun cicitnya sedang santai di rumah. 2). Tugas keluarga yang belum terpenuhi Tidak ada tugas yang belum terpenuhi oleh Ny. S 3). Riwayat keluarga inti Tn. H dan Ny. S menikah 60 tahun yang lalu perkawinanya di restui oleh kedua pihak keluarga, Ny.S sendri berasal dari indramayu namun lahir di cikampek, dan Tn.H berasal dari Madura, Ny.S dan

48 Tn.H menetap di pondok gede selama 25 tahun, dan dikaruniai 11 anak, perlahan satu persatu anak Ny.S meninggalkan rumah, hingga suami Ny.S meninggal, lalu Ny.S tinggal bersama putri yang keduanya yaitu Ny.Sr yang hingga kini menetap di Utan Panjang, Jakarta Pusat. 2. LINGKUNGAN Keluarga Ny.S memiliki rumah pribadi dengan jenis rumah tersendiri, hanya saja sedikit padat penduduk.jenis bangunan permanen, luas bangunan kurang lebih 60 M² dan tidak memiliki pekarangan, atap rumahnya terbuat dari seng/asbes, ventilasi rumahnya sangat minim yang luasnya <10% luas lantai, hanya saja ada lantai 2 yang terdapat ventilasi jadi terbantu ventilasi dari lantai atas.pada siang hari rumahnya dapat dimasuki oleh cahaya, penerangan rumah menggunakan listrik, lantai rumah terbuat dari ubin, kondisi kebersihan dari rumah Ny.S secara keseluruhan perabotan rumah kurang rapi dan kurang bersih. Keadaan bagian rumah Ny.S sedikit kotor dan kurang tertata, dan WC kotor. Sebagaimana dapat di gambarkan pada gambar berikut Denah rumah

B. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga

B. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga B. Tahap dan Tugas Perkembangan Keluarga Tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga menurut Duval 1985 dan Friedman 1998, ada 8 tahap tumbuh kembang keluarga, yaitu : 1. Tahap I : Keluarga Pemula Keluarga

Lebih terperinci

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ditulis pada Kamis, 24 Maret 2016 02:38 WIB oleh damian dalam katergori Keluarga tag Laporan pendahuluan, keluarga http://fales.co/blog/laporan-pendahuluan-asuhan-keperawatan-keluarga.html

Lebih terperinci

Mei Vita Cahya Ningsih, S.Kep.,Ns.

Mei Vita Cahya Ningsih, S.Kep.,Ns. Mei Vita Cahya Ningsih, S.Kep.,Ns. Definisi keluarga Family (yunani) kumpulan individu yang hidup di bawah seorang KK dan di dalam rumah terdiri dari org tua, org dewasa, anak-anak, saudara & pembantu

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Departemen Kesehatan (1988, dalam Effendy 1998)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Departemen Kesehatan (1988, dalam Effendy 1998) BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dukungan Keluarga 1. Pengertian Keluarga Menurut Departemen Kesehatan (1988, dalam Effendy 1998) Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. suplai darah kebagian otak (Baughman, C Diane.dkk, 2000). Menurut europen

BAB I PENDAHULUAN. suplai darah kebagian otak (Baughman, C Diane.dkk, 2000). Menurut europen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Stroke adalah kehilangan fungsi otak yang di akibatkan oleh berhentinya suplai darah kebagian otak (Baughman, C Diane.dkk, 2000). Menurut europen stroke initiative (2003),

Lebih terperinci

Asuhan Kebidanan Komunitas I. Mata Kuliah DODIET ADITYA SETYAWAN NIP

Asuhan Kebidanan Komunitas I. Mata Kuliah DODIET ADITYA SETYAWAN NIP Pertemuan I KONSEP DASAR KELUARGA Oleh : DODIET ADITYA SETYAWAN NIP. 197401121998031002 Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas I Program Studi Diploma IV Kebidanan Komunitas Jurusan Kebidanan Poltekkes

Lebih terperinci

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA A. KONSEP DIAGNOSA. Definisi Keperawatan Keluarga Diagnosis keperawatan keluarga merupakan perpanjangan diri diagnosis ke sistem keluarga dan subsistemnya

Lebih terperinci

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN KELUARGA

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN KELUARGA LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN KELUARGA A. Defenisi Keluarga Keluarga adalah sekumpulan dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi, dan tiap-tiap anggota keluarga

Lebih terperinci

Konsep Keluarga. Firdawsyi Nuzula, S.Kp Prodi DIII Keperawatan

Konsep Keluarga. Firdawsyi Nuzula, S.Kp Prodi DIII Keperawatan Konsep Keluarga Firdawsyi Nuzula, S.Kp Prodi DIII Keperawatan Definisi Klg merupakan kumpulan individu didasarkan hubungan tali perkawinan, hub darah dan tempat tinggal dalam satu rumah ( Friedman, 1998)

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORI. (dalam Setiadi, 2008).Menurut Friedman (2010) keluarga adalah. yang mana antara yang satu dengan yang lain

BAB II TINJAUAN TEORI. (dalam Setiadi, 2008).Menurut Friedman (2010) keluarga adalah. yang mana antara yang satu dengan yang lain BAB II TINJAUAN TEORI 2.1 Keluarga 2.1.1 Pengertian Menurut UU No.10 tahun 1992 keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami, istri, atau suami istri dan anaknya atau ayah dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan sistem simbol (Wilkinson, 2012) keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan sistem simbol (Wilkinson, 2012) keseluruhan terhenti. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yaitu BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG KASUS Hambatan komunikasi verbal adalah penurunan, keterlambatan, atau tidak adanya kemampuan untuk menerima, memproses, menghantarkan, dan menggunakan sistem simbol

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke dalam bahasa inggris berarti pukulan. Ada

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke dalam bahasa inggris berarti pukulan. Ada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke dalam bahasa inggris berarti pukulan. Ada banyak sekali definisi tentang stroke. Salah satunya, stroke adalah sindrom kilnis yang ditandai oleh serangan akut

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian 1. Data Fokus Pengkajian dilakukan pada tanggal 10 Juni 2011 jam 16.00 WIB pada keluarga Tn.L (60th). Tn.L merupakan kepala keluarga dari Ny. N (51th) dan kedua anaknya

Lebih terperinci

Asuhan Kebidanan Komunitas I. Mata Kuliah DODIET ADITYA SETYAWAN NIP

Asuhan Kebidanan Komunitas I. Mata Kuliah DODIET ADITYA SETYAWAN NIP Pertemuan II KONSEP DASAR KELUARGA Oleh : DODIET ADITYA SETYAWAN NIP. 197401121998031002 Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Komunitas I Program Studi Diploma IV Kebidanan Komunitas Jurusan Kebidanan Poltekkes

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan (stroke iskemik) atau

BAB 1 PENDAHULUAN. terhentinya suplai darah ke otak karena sumbatan (stroke iskemik) atau BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (defisit neurologik) akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Secara sederhana stroke

Lebih terperinci

BAB III RESUME KASUS KEPERAWATAN. Pengkajian awal dilakukan pada hari senin, tanggal

BAB III RESUME KASUS KEPERAWATAN. Pengkajian awal dilakukan pada hari senin, tanggal BAB III RESUME KASUS KEPERAWATAN Pengkajian awal dilakukan pada hari senin, tanggal 19-01-2009 A. Data identitas Data yang diperoleh dari pasien adalah : Nama kepala keluarga Tn. G, pendidikan SD dan beliau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang

BAB I PENDAHULUAN. Asia, khususnya di Indonesia, setiap tahun diperkirakan 500 ribu orang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit stroke umumnya merupakan penyebab kematian nomer tiga pada kelompok usia lanjut, setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke masih merupakan penyebab utama

Lebih terperinci

BAB III TINJAUAN KASUS. b. Usia : 51 tahun. d. Pekerjaan KK : Buruh lepas (sablonan) e. Alamat : Sambiroto 11 RT 05 RW 07

BAB III TINJAUAN KASUS. b. Usia : 51 tahun. d. Pekerjaan KK : Buruh lepas (sablonan) e. Alamat : Sambiroto 11 RT 05 RW 07 BAB III TINJAUAN KASUS A. Pengkajian (30 juni 2010) 1. Data Umum a. Nama KK : Tn. S b. Usia : 51 tahun c. Pendidikan : SD d. Pekerjaan KK : Buruh lepas (sablonan) e. Alamat : Sambiroto 11 RT 05 RW 07 f.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah dan ikatan adopsi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah dan ikatan adopsi yang 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Keluarga 1. Pengertian Pengertian sebuah keluarga adalah yang terdiri dari orang orang yang disatukan oleh ikatan perkawinan, darah dan ikatan adopsi yang hidup bersama dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah penderita stroke di Indonesia kini kian meningkat dari tahun ke

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah penderita stroke di Indonesia kini kian meningkat dari tahun ke BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penderita stroke di Indonesia kini kian meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini di Indonesia penyakit stroke merupakan penyebab kematian ketiga setelah penyakit

Lebih terperinci

Gejala Awal Stroke. Link Terkait: Penyumbatan Pembuluh Darah

Gejala Awal Stroke. Link Terkait: Penyumbatan Pembuluh Darah Gejala Awal Stroke Link Terkait: Penyumbatan Pembuluh Darah Bermula dari musibah yang menimpa sahabat saya ketika masih SMA di Yogyakarta, namanya Susiana umur 52 tahun. Dia sudah 4 hari ini dirawat di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Stroke adalah suatu disfungsi neurologis akut (dalam beberapa detik) atau setidak-tidaknya secara cepat (dalam beberapa jam) dengan gejala - gejala dan tanda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Sehat dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Sehat dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara 2 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Sehat dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit maupun kelemahan. Sakit

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR. Diajukan untuk memenuhi sebagai syarat Mencapai derajat Ahli Madya. Oleh : IQBAL AZIZ KURNIAWAN

TUGAS AKHIR. Diajukan untuk memenuhi sebagai syarat Mencapai derajat Ahli Madya. Oleh : IQBAL AZIZ KURNIAWAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Bpk. K DENGAN FOKUS UTAMA ANGGOTA KELUARGA MENDERITA STROKE DI DESA SROWOT RT 01 RW 03 KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagai syarat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Dewasa ini, stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir diseluruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kearah perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan keluarga dan

BAB I PENDAHULUAN. kearah perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan keluarga dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia, yaitu melalui perubahan perilaku kearah perilaku hidup bersih

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Konsep Keluarga 2.1.1. Defenisi Keluarga Banyak ahli yang mendefenisiskan tentang keluarga berdasarkan perkembangan sosial di masyarakat. Hal ini bergantung pada orientasi yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN TEORETIS

BAB II TINJAUAN TEORETIS BAB II TINJAUAN TEORETIS 2.1 Stroke 2.1.1 Defenisi Stroke Stroke adalah berhentinya pasokan darah ke bagian otak sehingga mengakibatkan gangguan pada fungsi otak (Smeltzer dan Bare, 2002). Kurangnya aliran

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke adalah gangguan di dalam otak yang ditandai dengan hilangnya fungsi dari bagian tubuh tertentu (kelumpuhan), yang disebabkan oleh gangguan aliran darah pada

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat untuk mendapatkan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat untuk mendapatkan BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Posyandu Lansia 2.1.1 Pengertian Posyandu Lansia Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat lansia di wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan

Lebih terperinci

KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA DEFINISI KELUARGA

KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA DEFINISI KELUARGA KONSEP KEPERAWATAN KELUARGA DEFINISI KELUARGA 1. Duvall dan Logan ( 1986 ) : Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. juga perlu, seperti halnya di Negara berkembang seperti Indonesia banyak orang yang

BAB 1 PENDAHULUAN. juga perlu, seperti halnya di Negara berkembang seperti Indonesia banyak orang yang BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan suatu hal yang paling penting. Dengan pola hidup sehat kita dapat melakukan segala hal sehat, tidak hanya sehat jasmani saja namun kesehatan rohani

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini dituangkan menjadi 4 misi yaitu Meningkatkan derajat kesehatan. tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan

BAB I PENDAHULUAN. ini dituangkan menjadi 4 misi yaitu Meningkatkan derajat kesehatan. tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Visi pembangunan kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan. Visi ini dituangkan menjadi 4 misi yaitu Meningkatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyakit semakin dikenal oleh masyarakat. Salah satu diantaranya adalah apa yang

BAB I PENDAHULUAN. penyakit semakin dikenal oleh masyarakat. Salah satu diantaranya adalah apa yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pola hidup masyarakat yang cenderung semakin meningkat, berbagai macam penyakit semakin dikenal oleh masyarakat. Salah satu diantaranya adalah apa yang dinamakan diabetes

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara global, diperkirakan sebanyak 24 juta orang telah menderita skizofrenia (WHO, 2009). Di Indonesia, menurut Riskesdas (2007), sebanyak 1 juta orang atau sekitar

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. P DENGAN GANGGUAN SISTIM PERSARAFAN : STROKE HEMORAGIK DI RUANG ANGGREK I RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. P DENGAN GANGGUAN SISTIM PERSARAFAN : STROKE HEMORAGIK DI RUANG ANGGREK I RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. P DENGAN GANGGUAN SISTIM PERSARAFAN : STROKE HEMORAGIK DI RUANG ANGGREK I RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mendapatkan Gelar

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN KELUARGA

BUKU PANDUAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN KELUARGA BUKU PANDUAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN KELUARGA DISUSUN OLEH : AKADEMI KEPERAWATAN HKBP BALIGE KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunianya, maka buku panduan AKPER

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Angka Kematian Ibu (AKI) mencerminkan risiko yang dihadapi ibu-ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh status gizi ibu, keadaan sosial ekonomi, keadaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sistem pelayanan perawatan kesehatan berubah dengan cepat sesuai dengan perubahan kebutuhan kesehatan masyarakat dan harapan-harapannya. Seiring dengan perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sumbatan penyempitan dan pecahnya pembuluh darah. killer, diabetes mellitus, obesitas dan berbagai gangguan aliran darah ke otak.

BAB I PENDAHULUAN. sumbatan penyempitan dan pecahnya pembuluh darah. killer, diabetes mellitus, obesitas dan berbagai gangguan aliran darah ke otak. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi adalah keadaan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 1. Konsep Keluarga 1.1 Definisi keluarga Keluaga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu

Lebih terperinci

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DI KELUARGA

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DI KELUARGA PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DI KELUARGA A. Konsep Keluarga 1. Pengertian Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa anggota keluarga

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. penyakit arteri koroner (CAD = coronary arteridesease) masih merupakan

BAB 1 PENDAHULUAN. penyakit arteri koroner (CAD = coronary arteridesease) masih merupakan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Penyakit jantung koroner (CHD = coronary heart desease) atau penyakit arteri koroner (CAD = coronary arteridesease) masih merupakan ancaman kesehatan. Penyakit

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. di Jalan Wirosaban No. 1 Yogyakarta. Rumah Sakit Jogja mempunyai visi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. di Jalan Wirosaban No. 1 Yogyakarta. Rumah Sakit Jogja mempunyai visi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Wilayah Penelitian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Yogyakarta atau yang terkenal dengan nama Rumah Sakit Jogja adalah rumah sakit milik Kota Yogyakarta yang

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Definisi Stroke WHO mendefinisikan stroke sebagai gangguan saraf yang menetap baik fokal maupun global(menyeluruh) yang disebabkan gangguan aliran darah otak, yang mengakibatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. Di tahun 2008, stroke dan

BAB I PENDAHULUAN. kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. Di tahun 2008, stroke dan 1 BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Data epidemiologis menunjukkan bahwa stroke merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung. Di tahun 2008, stroke dan penyakit cerebrovaskular

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gizi terjadi pula peningkatan kasus penyakit tidak menular (Non-Communicable

BAB I PENDAHULUAN. gizi terjadi pula peningkatan kasus penyakit tidak menular (Non-Communicable BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua masalah ganda (double burden). Disamping masalah penyakit menular dan kekurangan gizi terjadi pula peningkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di Negara-negara maju. Namun seiring dengan transisi demografi di negaranegara berkembang mengakibatkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kadar gula darah, dislipidemia, usia, dan pekerjaan (Dinata, dkk., 2015). Angka

BAB I PENDAHULUAN. kadar gula darah, dislipidemia, usia, dan pekerjaan (Dinata, dkk., 2015). Angka 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke merupakan penyakit akibat gangguan peredaran darah otak yang dipengaruhi oleh banyak faktor resiko yang terdiri dari hipertensi, peningkatan kadar gula darah,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tubuh memiliki pusat pengaturan yang diatur oleh otak. Otak merupakan organ paling besar dan paling kompleks pada sistem saraf. Sistem saraf merupakan sistem fungsional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Status sehat sakit para anggota keluarga dan keluarga saling

BAB I PENDAHULUAN. Status sehat sakit para anggota keluarga dan keluarga saling BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Status sehat sakit para anggota keluarga dan keluarga saling mempengaruhi satu sama lain. Suatu penyakit dalam keluarga mempengaruhi jalannya suatu penyakit dan status

Lebih terperinci

TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SERANGAN STROKE DI RUANG STROKE RUMAH SAKIT FAISAL MAKASSAR

TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SERANGAN STROKE DI RUANG STROKE RUMAH SAKIT FAISAL MAKASSAR 892 TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI SERANGAN STROKE DI RUANG STROKE RUMAH SAKIT FAISAL MAKASSAR * Yourisna Pasambo * Dosen Tetap Akademi Keperawatan Sandi Karsa

Lebih terperinci

Format Pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Pasangan Baru Menikah

Format Pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Pasangan Baru Menikah Format Pengkajian Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Pasangan Baru Menikah A. IDENTITAS UMUM 1. Identitas Kepala Keluarga: Nama : Tn. A Pendidikan : SMA Umur : 24 Tahun Pekerjaan : PNS Agama : Islam. Alamat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Di Indonesia sering terdengar kata Transisi Epidemiologi atau beban ganda penyakit. Transisi epidemiologi bermula dari suatu perubahan yang kompleks dalam pola kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit tidak menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama di Negara-negara maju. Namun seiring dengan transisi demografi di negaranegara berkembang mengakibatkan

Lebih terperinci

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Nama Mahasiswa :... Pengkajian diambil tanggal :... Jam :... A. IDENTITAS UMUM. Identitas Kepala Keluarga: Nama :... Pendidikan :... Umur :... Pekerjaan :...

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan neurologis yang utama. Menurut Batticaca (2008), stroke adalah suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sedang berkembang menuju masyarakat industri. Perubahan kearah. pada gilirannya dapat memacu terjadinya perubahan pola penyakit.

BAB I PENDAHULUAN. sedang berkembang menuju masyarakat industri. Perubahan kearah. pada gilirannya dapat memacu terjadinya perubahan pola penyakit. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Pada perkembangan zaman yang semakin berkembang khususnya industri merupakan penyebab berubahnya pola perilaku kehidupan dalam masyarakat. Salah satu tujuan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang meresahkan adalah penyakit

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang meresahkan adalah penyakit BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang meresahkan adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan laporan WHO tahun 2005, dari 58 juta kematian di dunia,

Lebih terperinci

Asuhan Kebidanan Koprehensif..., Dhini Tri Purnama Sari, Kebidanan DIII UMP, 2014

Asuhan Kebidanan Koprehensif..., Dhini Tri Purnama Sari, Kebidanan DIII UMP, 2014 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Asuhan kebidanan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE HEMORAGIK DI ICU RSUI KUSTATI SURAKARTA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE HEMORAGIK DI ICU RSUI KUSTATI SURAKARTA ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN: STROKE HEMORAGIK DI ICU RSUI KUSTATI SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Mendapatkan Gelar Ahli Madya Keperawatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Stroke menurut World Health Organization (WHO) (1988) seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Stroke menurut World Health Organization (WHO) (1988) seperti yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke menurut World Health Organization (WHO) (1988) seperti yang dikutip Junaidi (2011) adalah suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja

BAB 1 PENDAHULUAN. karena terjadinya gangguan peredaran darah otak dan bisa terjadi pada siapa saja BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Stroke atau gangguan peredaran darah otak ( GPDO) merupakan penyakit neurologik yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Stroke merupakan kelainan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. hemoragik) ataupun sumbatan (stroke iskemik) dengan gejala dan tanda sesuai

BAB 1 PENDAHULUAN. hemoragik) ataupun sumbatan (stroke iskemik) dengan gejala dan tanda sesuai BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak akut fokal maupun global akibat terhambatnya aliran darah ke otak karena perdarahan (stroke hemoragik) ataupun sumbatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gangguan peredaran darah otak yang tejadi secara mendadak dan. menimbulkan gejala sesuai daerah otak yang terganggu (Bustaman MN,

BAB I PENDAHULUAN. gangguan peredaran darah otak yang tejadi secara mendadak dan. menimbulkan gejala sesuai daerah otak yang terganggu (Bustaman MN, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke adalah suatu defisit neurologis akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak yang tejadi secara mendadak dan menimbulkan gejala sesuai daerah otak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut World Health Organization (WHO) stroke adalah suatu gangguan fungsional otak dengan tanda dan gejala fokal maupun global, yang terjadi secara mendadak, berlangsung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki. suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data Badan Kesehatan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut Chaplin,gangguan jiwa adalah ketidakmampuan menyesuaikan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki suatu kesanggupan (Sunaryo, 2007).Menurut data

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Saat ini pembangunan dan perkembangan suatu negara telah

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Saat ini pembangunan dan perkembangan suatu negara telah BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Saat ini pembangunan dan perkembangan suatu negara telah memberikan dampak yang besar pada masyarakat, tidak terkecuali di Indonesia. Dampak tersebut telah mengubah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Vaskular Accident (CVA) sangat kurang, mulai personal hygiene sampai

BAB 1 PENDAHULUAN. Vaskular Accident (CVA) sangat kurang, mulai personal hygiene sampai 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Selama ini sering terjadi bahwa perawatan tubuh pada pasien Cerebro Vaskular Accident (CVA) sangat kurang, mulai personal hygiene sampai nutrisi (Fundamental,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya. (Pratiwi, 2011). Menurut Leininger (1984) manusia

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya. (Pratiwi, 2011). Menurut Leininger (1984) manusia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk biopsikososial dan spiritual yang utuh dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani dan unik karena mempunyai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. namun juga sehat rohani juga perlu, seperti halnya di negara sedang

BAB I PENDAHULUAN. namun juga sehat rohani juga perlu, seperti halnya di negara sedang BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Kesehatan merupakan suatu hal yang paling penting. Dengan hidup sehat kita dapat melakukan segala hal, sehat tidak hanya sehat jasmani saja namun juga sehat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

BAB I PENDAHULUAN. diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terutama pada kelompok yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada orang dewasa (Hudak & Gallo, 2010). Hampir sekitar tiga perempat stroke

BAB I PENDAHULUAN. pada orang dewasa (Hudak & Gallo, 2010). Hampir sekitar tiga perempat stroke BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke dapat didefinisikan sebagai defisit neurologi yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung 24 jam sebagai akibat dari gangguan neurologi yang sering terjadi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. baik pada usia produktif maupun usia lanjut (Junaidi, 2011).

BAB 1 PENDAHULUAN. baik pada usia produktif maupun usia lanjut (Junaidi, 2011). 60 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke merupakan masalah kesehatan yang utama bagi masyarakat modern saat ini. Dewasa ini, stroke semakin menjadi masalah serius yang dihadapi hampir diseluruh dunia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. persallinan, bayi baru lahir, dan masa nifas.

BAB I PENDAHULUAN. persallinan, bayi baru lahir, dan masa nifas. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut Varney (2006) dijelaskan bahwa Asuhan Kebidanan Komprehensif merupakan suatu tindakan pemeriksaan pada pasien yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan

Lebih terperinci

Disusun Oleh : SARI INDAH ASTUTI F

Disusun Oleh : SARI INDAH ASTUTI F HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KESTABILAN EMOSI PADA PENDERITA PASCA STROKE DI RSUD UNDATA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

Metodologi Asuhan Keperawatan

Metodologi Asuhan Keperawatan Metodologi Asuhan Keperawatan A. Pendahuluan Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan dapat dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian pelayanan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu kelompok penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya.

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat Ahli Madya. Oleh : RENI

TUGAS AKHIR. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Mencapai Derajat Ahli Madya. Oleh : RENI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Bp. S DENGAN HAMBATAN MOBILITAS FISIK DENGAN Ibu. S MENDERITA STROKE DI DESA KARANGGEDANG RT 07 RW 03 KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA TUGAS AKHIR Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

- Seluruh perilaku, gerak dan aktivitas kita dikontrol oleh otak, yang terdiri dari bermilyard-milyard sel otak.

- Seluruh perilaku, gerak dan aktivitas kita dikontrol oleh otak, yang terdiri dari bermilyard-milyard sel otak. Written by Dr. Aji Hoesodo Stroke adalah kondisi yang disebabkan oleh adanya gangguan peredaran darah di otak. Stroke merupakan suatu kerusakan pada system sentral yang diawali dengan penyakit darah tinggi

Lebih terperinci

5. Menggambarkan hubungan implementasi perawat terhadap respon pasien dengan masalahnya.

5. Menggambarkan hubungan implementasi perawat terhadap respon pasien dengan masalahnya. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu aspek terpenting dalam keperawatan keluarga adalah pemberian asuhan pada unit keluarga. Keluarga bersama dengan individu, kelompok dan komunitas adalah klien

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. kecacatan yang lain sebagai akibat gangguan fungsi otak (Muttaqin, 2008).

BAB 1 PENDAHULUAN. kecacatan yang lain sebagai akibat gangguan fungsi otak (Muttaqin, 2008). BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Stroke adalah penyakit atau gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan saraf (deficit neurologic) akibat terhambatnya aliran darah ke otak (Junaidi, 2011). Menurut Organisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Stroke merupakan suatu gangguan disfungsi neurologist akut yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah, dan terjadi secara mendadak (dalam beberapa detik) atau setidak-tidaknya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada semua

BAB I PENDAHULUAN. pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada semua BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan-perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan oleh adanya penyempitan arteri koroner, penurunan aliran darah

BAB I PENDAHULUAN. yang disebabkan oleh adanya penyempitan arteri koroner, penurunan aliran darah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara suplai dengan kebutuhan oksigen miokardium yang disebabkan

Lebih terperinci

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan perekonomian ke

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan perekonomian ke BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan perekonomian ke arah yang lebih baik di Indonesia, mempengaruhi pergeseran pola penyakit yang ditandai dengan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. menyerang lebih dari 25% populasi dewasa. (Smeltzer & Bare, 2001)

BAB 1 PENDAHULUAN. menyerang lebih dari 25% populasi dewasa. (Smeltzer & Bare, 2001) BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah klasifikasi luas dari gangguan, yang mencakup bronkitis kronis, bronkiektasis, emfisema, dan asma. Penyakit Paru Obstruksi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Latar belakang. Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, kanker,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Latar belakang. Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, kanker, BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar belakang Penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes melitus, cedera dan penyakit paru obstruktif kronik serta penyakit kronik lainnya merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara

BAB I PENDAHULUAN. ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Efusi pleura adalah suatu keadaan dimana terdapat penumpukan cairan dalam pleura berupa transudat atau eksudat yang diakibatkan terjadinya ketidakseimbangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang lebih dari delapan dekade terakhir. Hipertensi merupakan

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang lebih dari delapan dekade terakhir. Hipertensi merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk hipertensi telah menjadi penyakit yang mematikan banyak penduduk di negara maju dan negara berkembang lebih dari delapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang dikutip Junaidi (2011) adalah suatu sindrom klinis dengan gejala berupa gangguan, fungsi otak secara

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara

BAB 1 PENDAHULUAN. penyembuhan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut UU No. 23/19912 bahwa pembangunan nasional akan terwujud bila terjadi derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL ET CAUSE STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL ET CAUSE STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL ET CAUSE STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi sebagai syarat mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Gangguan pembuluh darah otak (GPDO) adalah salah satu gangguan

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Gangguan pembuluh darah otak (GPDO) adalah salah satu gangguan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) memiliki berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah meningkatnya kemakmuran masyarakat yang diikuti

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Menurut WHO (2001) stroke adalah tanda tanda klinis mengenai gangguan

BAB 1 PENDAHULUAN. Menurut WHO (2001) stroke adalah tanda tanda klinis mengenai gangguan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut WHO (2001) stroke adalah tanda tanda klinis mengenai gangguan fungsi serebral secara fokal ataupun global yang berkembang dengan cepat, dengan gejala berlangsung

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Stroke merupakan sindrom klinis dengan gejala gangguan fungsi otak

BAB I PENDAHULUAN. Stroke merupakan sindrom klinis dengan gejala gangguan fungsi otak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke merupakan sindrom klinis dengan gejala gangguan fungsi otak secara fokal dan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih dan dapat mengakibatkan kematian atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pola penyakit saat ini telah mengalami perubahan yaitu adanya transisi

BAB I PENDAHULUAN. Pola penyakit saat ini telah mengalami perubahan yaitu adanya transisi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pola penyakit saat ini telah mengalami perubahan yaitu adanya transisi epidemiologi. Secara garis besar proses transisi epidemiologi adalah terjadinya perubahan pola

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan penyebab kematian urutan ke-3 di negara-negara maju setelah

BAB I PENDAHULUAN. merupakan penyebab kematian urutan ke-3 di negara-negara maju setelah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang utama dan merupakan penyebab kematian urutan ke-3 di negara-negara maju setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berlangsung lebih dari 24 jam (kecuali ada intervensi bedah atau membawa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berlangsung lebih dari 24 jam (kecuali ada intervensi bedah atau membawa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Stroke merupakan suatu sindrom yang ditandai gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak yang berkembang dengan sangat cepat berlangsung lebih

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. masalah kesehatan yang serius dan berdampak pada disfungsi motorik dan

BAB 1 PENDAHULUAN. masalah kesehatan yang serius dan berdampak pada disfungsi motorik dan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Stroke adalah penyakit neurologis terbanyak yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius dan berdampak pada disfungsi motorik dan sensorik. Kelemahan

Lebih terperinci