Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Transkripsi

1 Direktori Putusan M P U T U S A N Nomor 84 K/Pdt/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi telah memutus sebagai berikut dalam perkara: Ir. St. SYAHRUL DJOSAN Glr. St. PERHIMPUNAN, bertempat tinggal di Jalan Polo Air, Nomor 18, RT 006, RW 014, Kelurahan Suka Miskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, bertindak untuk diri sendiri dan selaku Mamak Jurai/Mamak Kepala Waris dalam Jurai, dalam hal ini telah memberi kuasa kepada Yunisman, S.H., Advokat, berkantor di Komplek Pelangi Indah, Blok B4, Nomor 2, Kelurahan Korong Gadang,Kecamatan Kuranji Kota Padang, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 9 Mei 2015; Pemohon Kasasi dahulu Penggugat/Terbanding 1. Drg. MEIRINA; 2. ALBER DIANTO; L a w a n Keduanya suami istri, adalah kemenakan dan rang sumando Penggugat, bertempat tinggal di Pariaman Jalan Baru, Kelurahan Jalan Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Padang Pariaman; Para Termohon Kasasi dahulu Para Tergugat A/Para Pembanding; D a n: 1. ANTON WIJAYA, bertempat tinggal di Jalan Imam Bonjol Nomor 25, RT 03, RW I, Kecamatan Padang Selatan Kota Padang; 2. ARMINAWAN, S.H., Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah di Padang, adalah selaku Notaris/PPAT, berkantor di Jalan Ir. H. Juanda, Nomor 14 B, Kota Padang; Para Turut Termohon Kasasi dahulu Tergugat B, C/Para Turut Terbanding; Mahkamah Agung tersebut; Membaca surat-surat yang bersangkutan; Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Pemohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat/Terbanding telah menggugat Halaman 1 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 1

2 Direktori Putusan M sekarang Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Tergugat A/Para Pembanding dan Para Turut Termohon Kasasi dahulu Tergugat B, C/Para Turut Terbanding di muka persidangan Pengadilan Negeri Padang pada pokoknya atas dalil-dalil: 1. Bahwa Penggugat dengan Tergugat A.1 adalah sekaum, seharta sepusaka, segolok segadai, sehino semalu, serumah gadang dan sepandan sekuburan; 2. Bahwa Penggugat adalah Mamak Kepala Jurai/Mamak Kepala Waris Dalam Jurai Penggugat dan Tergugat A.1; 3. Bahwa Tergugat A.1 adalah kemenakan dan Tergugat A.2 adalah rang sumando dari Penggugat; 4. Bahwa Penggugat dengan Tergugat A.1 berkaum mempunyai harta pusaka tinggi milik kaum yang dikuasai secara turun temurun yang berasal dari Ninik/Anduang Penggugat dan Tergugat A.1 yang bernama Puti Sari Diam almarhum sampai sekarang; 5. Bahwa saat ini antara Penggugat dan Tergugat A.1 berkaum terdiri dari 3 (tiga) Jurai/Paruik, yaitu 1. Jurai/Paruik Putri Alawiyah (alm), 2. Jurai/Paruik Putri Rakena (Alm) dan 3. Jurai/Paruik Putri Nilam Cahya; 6. Bahwa Penggugat dan Tergugat A.1 adalah berasal dari Jurai/Paruik Putri Alawiyah (Alm); 7. Bahwa pada tanggal 29 Maret 1966 terhadap harta pusaka tinggi kaum Penggugat dan Tergugat A.1 telah diadakan pembagian masing-masing jurai/paruik dalam kaum; 8. Bahwa bahagian untuk Jurai/Paruik Penggugat dan Tergugat A.1 adalah di Jalan Hos Cokrominoto sebanyak 18 (delapan belas) tanah perumahan; 9. Bahwa tanpa sepengetahuan dan seizin Penggugat serta mamak kepala waris dalam kaum, terhadap sebagian tanah harta pusaka tinggi kaum yang merupakan bahagian Jurai/Paruik Penggugat dan Tergugat A.1 yaitu sebuah rumah yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 74, Kelurahan kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, yang berdiri di atas tanah seluas 800 m 2 (delapan ratus meter persegi), telah disewakan oleh Drg. Meirina (Tergugat A.1) yang disetujui oleh Alber Dianto (Tergugat A.2) kepada Anton Wijaya (Tergugat B), dihadapan Arminawan, S.H. (Tergugat C) Notaris di Padang, sesuai dengan Perjanjian Sewa menyewa Nomor 16 tanggal 14 Oktober 2003; Mohon disebut objek perkara; Halaman 2 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 2

3 Direktori Putusan M 10. Bahwa perbuatan sewa menyewa atas tanah objek perkara yang dilakukan oleh Para Tergugat A dengan Tergugat B yang dibuat dihadapan Arminawan, SH (Tergugat C) Notaris di Padang tersebut merupakan perbuatan melawan hukum karena Para Tergugat A tidak mempunyai kapasitas untuk menyewakan objek perkara apalagi Tergugat A.2 selaku rang sumando, sebab objek perkara adalah harta pusaka tinggi kaum, yang harus disetujui oleh seluruh anggota Jurai, Mamak kepala Jurai dan Mamak Kepala Kepala Waris Dalam Kaum, dengan demikian sewa menyewa atas tanah objek perkara oleh Para Tergugat A dengan Tergugat B menjadi cacat hukum karenanya harus dibatalkan; 11. Bahwa pihak Penggugat telah berulang-ulang kali menghubungi pihak para Tergugat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan namun tidak pernah mendapatkan pertahatian Para Tergugat dengan berat hati dan dengan rasa terpaksa Para Penggugat menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke pengadilan ini; 12. Bahwa Penggugat merasa khawatir tanah objek perkara akan dipindah tangankan oleh Para Tergugat kepada orang lain, maka oleh karena itu Penggugat mohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat untuk meletakkan sita tahan (conservatoir beslag) atas objek perkara; 13. Bahwa Penggugat mengajukan gugatan ini berdasarkan bukti yang kuat menurut Hukum, maka cukup beralasan hukum kiranya putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu, walaupun Tergugat banding, kasasi, verzet (uitvoebaar bij voorraad); Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas Penggugat mohon kepada Pengadilan Negeri Padang agar memberikan putusan sebagai berikut: Primair: 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; 2. Menyatakan Penggugat dengan Tergugat A.1 adalah sekaum, seharta sepusaka, segolok segadai, sehino semalu, serumah gadang dan sepandan sekuburan; 3. Menyatakan Penggugat adalah Mamak Kepala Jurai/Mamak Kepala Waris Dalam Jurai Penggugat dan Tergugat A.1; 4. Menyatakan antara Penggugat dan Tergugat A.1 berkaum terdiri dari 3 (tiga) jurai, yaitu 1. Jurai Putri Alawiyah (alm), 2. Jurai Putri Rakena (Alm) dan 3. Jurai Putri Nilam Cahya; 5. Menyatakan Penggugat dan Tergugat A.1 adalah dari Jurai Putri Alawiyah (Alm); Halaman 3 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 3

4 Direktori Putusan M 6. Menyatakan objek perkara adalah harta pusaka tinggi kaum Jurai/Paruik Penggugat dan Tergugat A.1; 7. Menyatakan sah dan berkekuatan hukum Surat tanggal 29 Maret 1966; 8. Menyatakan perbuatan para Tergugat A tanpa sepengetahuan dan seizin Penggugat dan mamak kepala waris dalam kaum yang telah menyewakan objek perkara kepada Tergugat B, dihadapan Tergugat C, adalah merupakan perbuatan melawan hukum; 9. Menyatakan Perjanjian Sewa menyewa Nomor 16 tanggal 14 Oktober 2003, yang dibuat dihadapan Arminawan, S.H., Notaris di Padang, adalah cacat hukum dan batal demi hukum (verniting baar); 10. Menyatakan lumpuh dan tidak mempunyai kekuatan hukum (buitten effect) seluruh perbuatan-perbuatan hukum yang dilakukan oleh Para Tergugat A yang tanpa sepengetahuan dan seizin Penggugat; 11. Menghukum Para Tergugat A dan B, untuk mengembalikan/menyerahkan objek perkara kepada Penggugat berkaum dan bebas dari pada hak orang lain yang diperdapat dari padanya, jika engkar dengan bantuan aparat keamanan Negara/Polri; 12. Menyatakan sita jaminan (conservatoir beslag) kuat dan berharga di sisi hukum; 13. Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun ada banding, kasasi dan verzet; 14. Menyatakan Para Tergugat tunduk dan patuh atas putusan ini; 15. Menghukum Para Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini secara tanggung renteng; Subsidair: Ex aequo et Bono, kalau Pengadilan berpendapat lain, mohon memberikan putusan yang seadil-adilnya; Bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Para Tergugat A dan B mengajukan eksepsi dan gugatan rekonvensi sebagai berikut: Eksepsi Para Tergugat A: I. Error in persona: Penggugat tidak berkapasitas selaku penggugat: Bahwa Penggugat tidak berkapasitas atau bukanlah orang yang berhak untuk mengajukan gugatan sehubungan dengan perkara a quo, karena Penggugat bukanlah Mamak Kepala Waris. Berdasarkan ketentuan Hukum Adat Minangkabau, yang berwenang untuk mengajukan gugatan mengenai harta pusaka tinggi adalah Mamak Kepala Waris yang diangkat dengan kebulatan kaum. Hal ini berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 139 K/ Halaman 4 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 4

5 Direktori Putusan M Sip/1978 tanggal 19 Maret 1978 yang berbunyi Gugatan mengenai harta pusaka tinggi kaum di daerah Minangkabau harus dilakukan oleh Mamak Kepala Waris, guna mewakili kaum di muka pengadilan ; Bahwa Penggugat belum pernah diangkat dengan kebulatan kaum, tetapi hanya berdasarkan imajinasi yang keliru dari Penggugat semata dengan mengatakan Penggugat adalah Mamak Kepala Waris dalam jurai Penggugat dan Tergugat A.1 tanpa memahami ketentuan hukum adat yang berlaku di Minang Kabau. Tindakan Penggugat ini jelas bertentangan dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 139 K/Sip/1978, tanggal 29 Maret 1978 yang berbunyi, menurut Adat Minangkabau seseorang sah sebagai Mamak Kepala Waris apabila dapat dibuktikan bahwa ia telah diangkat dengan kebulatan kaum dari kaumnya, sebagai Mamak Kepala Waris, Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 224 K/Sip/1972 tanggal 30 September 1972 yang berbunyi, menurut Hukum Adat Minangkabau Mamak Kepala Waris dalam suatu kaum ditentukan oleh seluruh anggota kaum itu sendiri, dan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 158 K/Sip/1974 tanggal 12 Desember 1974 yang berbunyi, Bila seorang Mamak Kepala Waris meninggal, dapat diganti dengan mengangkat lagi Mamak Kepala Waris baru, atas permufakatan dan persetujuan kaum ; Bahwa berdasarkan alasan-alasan di atas, maka jelas Penggugat tidak memiliki kapasitas sebagai Penggugat dalam perkara a quo; Bahwa gugatan yang diajukan oleh orang yang tidak berkapasitas harus dinyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard); II. Gugatan kabur (obscuur libel): Bahwa Gugatan Penggugat tidak menguraikan secara jelas batas-batas tanah pusaka kaum yang menjadi objek dalam perkara a quo (vide posita angka 9 halaman 3 Gugatan Penggugat), karena batas-batas tanah objek perkara a quo seluas 800 m 2 (delapan ratus meter persegi) yang disebutkan di dalam gugatan tidak jelas di bagian mana dari tanah objek perkara a quo; Bahwa dengan tidak jelasnya batas-batas objek yang digugat oleh Penggugat dalam perkara a quo, maka harus dinyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard), sebagaimana dikuatkan dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 1149 K/Sip/1975 tanggal 17 April 1979 menyatakan Karena dalam surat gugatan tidak disebutkan dengan jelas letak/batas, batas tanah sengketa, gugatan tidak dapat diterima ; Eksepsi Tergugat B: 1. Persona standi in judicio gugatan: Halaman 5 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 5

6 Direktori Putusan M a. Tentang kualitas Penggugat: Bahwa Penggugat sama sekali tidak punya kepentingan hukum untuk mengajukan gugatan terhadap Tergugat-tergugat, karena keberadaan Penggugat sebagai para pihak bukanlah selaku Mamak Kepala Waris dalam kaumnya; Bahwa sesuai dengan Surat Perjanjian Pembagian Hasil Tanah-tanah Perumaha Verp. Nomor 536 Padang tanggal 18 Mei 2003 yang menjadi Mamak Kepala Waris dalam Kaum Putri Sari Diam (Kaum Tergugat A.1 dan Penggugat) adalah Drs. H. St. Syarif Amal SpM bukan Penggugat; Hal ini sesuai dengan Yurispredensi Mahkamah Agung RI No Reg K/Sip/1972 tanggal 22 Juni 1977 menegaskan: Quote; Menurut Hukum Adat Minangkabau terhadap harta pusaka tinggi kaum yang tidak diajukan oleh Mamak Kepala Waris dalam kaumnya maka gugatan tersebut tidak dapat diterima ; Unquote; Bahwa dengan demikian Penggugat tidak mempunyai bevoegdheid untuk menjadi Mamak Kepala Waris dan oleh karena itu pula Penggugat tidak berhak dan tak berkompeten mengajukan gugatan casu quo. Konklusinya, gugatan yang diajukan oleh subjek hukum yang tidak berhak dan tidak berkompeten menjadi suatu persona standi in judicio qualitate qua Mamak Kepala Waris, harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard); Lebih jauh lagi Perlu juga diketahui bahwa tanah objek perkara bukanlah merupakan Pusaka Tinggi Kaum Penggugat dan Tergugat A.1, karena sesuai dengan Surat Perjanjian Pembagian Hasil Tanahtanah Perumaha Verp. Nomor 536 Padang tanggal 18 Mei 2003 tanah objek perkara adalah merupakan tanah Verponding Nomor 536 dan yang menerima pembagian-pembagian tanah Verponding Nomor 536 ada yang Jiang HongLie Pek Lan, Ho Kim Djin dll. Jadi berdasarkan Surat Perjanjian Pembagian Hasil Tanah-tanah Perumaha Verp. Nomor 536 Padang tanggal 18 Mei 2003 tampak jelas dan tanah tanah objek perkara adalah merupakan tanah negara; Berdasarkan uraian dan alasan-alasan hukum yang telah Tergugat B kemukakan di atas, kiranya telah cukup dasar bagi Tergugat B untuk memohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat agar berkenan Halaman 6 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 6

7 Direktori Putusan M memutus perkara ini dengan menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard); b. Tentang hubungan hukum pihak-pihak Tergugat; Bahwa Penggugat telah salah dan keliru dalam dalil gugatannya tentang penggabungan persona standi in judicio gugatannya dengan alasan: bahwa dalam naskah gugatan a quo Penggugat telah pula menempatkan Albert Dianto sebagai persona standi in judicio dalam gugatannya sebagai Tergugat A.2. Padahal antara Penggugat dengan Tergugat A.2 tidak punya hubungan hukum (innerlijke Samenhang) sama sekali dan Kepentingan hukum Penggugat dengan Tergugat A.2 adalah berbeda; Dari uraian-uraian di atas jelas terlihat bahwa Penggugat telah menempatkan pihak-pihak yang tidak punya hubungan hukum yang jelas dalam satu gugatan, maka secara yuridis formal tindakan Penggugat yang memasukkan pihak yang tidak punya hubungan hukum ke dalam suatu perkara adalah suatu gugatan yang kacau dan kabur, maka penggabungan yang demikian tidak diperbolehkan dalam suatu gugatan; Bahwa menurut hukum Acara Perdata dan yurisprudensi Persona standi in judicio yang tidak ada hubungan hukum dan berbeda kepentingan hukumnya tidaklah dapat digabungkan dalam satu gugatan. Hal ini sesuai dengan yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor Reg. 201 K/Sip/1974 tanggal 28 Agustus 1976 yang berbunyi: -- Quote; Karena sawah-sawah itu pemiliknya berlainan, seharusnya masingmasing pemilik itu secara sendiri-sendiri menggugat masing-masing orang yang merugikan hak mereka yang kini memegang sawah itu; cumalatie gugatan yang tidak ada hubungan satu sama lain seperti dilakukan sekarang ini tidak dapat dibenarkan ; Unquote; Bahwa oleh karena Tergugat A.2 tidak pernah mempunyai hubungan hukum (innerlijke Samenhang) dengan Penggugat, serta kepentingan hukum dari Tergugat A.2 adalah berbeda dengan Penggugat, maka secara yuridis penggabungan yang demikian tidak diperbolehkan dalam suatu gugatan. Karenanya gugatan yang demikian haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard); Halaman 7 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 7

8 Direktori Putusan M 2. Bahwa objek gugatan yang digugat oleh Penggugat adalah objek yang kabur (obscuur libels) hal ini dapat pula dilihat dari dalil-dalil gugatan penggugat halaman 3 angka 9 yang menyatakan sebagai berikut: Quote; Bahwa Tanpa sepengetahuan dan seizin Penggugat serta Mamak Kepala Waris dalam kaum, terhadap sebahagian harta pusaka tinggi kaum yang merupakan bahagian Jurai/paruik Penggugat dan Tergugat A.1 yaitu sebuah rumah yang terletak di Jalan HOS Cokroamonoto Nomor 74, Kelurahan Kampung pondok, Kecmatan Padang Barat, yang berdiiri di atas tanah seluas 800 m 2 (delapan ratus meter persegi), telah disewkan oleh Drg. Meirina (Tergugat A.1)... dstnya ; Unquote; Namun dalam naskah gugatan in casu Penggugat sama sekali tidak menguraikan dengan cermat dan jelas letak batas-batas objek perkara tersebut, maka jelas gugatan menjadi kabur (obscuur libel) dan objek gugatan yang kabur tersebut seuai dengan hukum acara yang berlaku haruslah dinyatakan tidak dapat diterima. Hal in konform dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Reg. Nomor 1149 K/Sip/1975 tanggal 17 April 1969 juncto Yuriprudensi Mahkamah Agung RI Reg Nomor 378 K/Pdt/1985 tanggal 11 Maret 1986; Quote; Karena dalam surat gugatan tidak disebutkan dengan jelas letak dan batas-batas tanah sengketa gugatan tersebut haruslah dinyatakan tidak dapat diterima ; Unquote; Bahwa objek gugatan yang tak jelas identifikasi dan individualisasi seperti itu adalah objek gugatan yang sangat kabur dan menihilkan kepastian hukum sebagai tujuan terdekat dalam penegakan hukum. Konklusinya, gugatan dengan objek yang obscuur libelllum - demi kepastian hukum dan keadilan - harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard); Bahwa dalil-dalil yang Tergugat-tergugat kemukakan di atas konform dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor Register 1112 K/Sip/1976 tanggal 23 Juni 1976; Quote; Halaman 8 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 8

9 Direktori Putusan M Suatu tuntutan yang tidak bersesuaian dengan peristiwa-peristiwa hukum (rechtsfeiten) yang seharusnya menjadi dasar gugatan, maka gugatan yang demikian haruslah dinyatakan tidak dapat diterima ; Unquote; Dengan demikian jelas dan terbukti objek yang menjadi gugatan Penggugat-Penggugat tidak mempunyai indentifikasi dan individualisasi yang jelas alias kabur, malahan mengada-ada. Gugatan demikian jelas tidak berdasar, karenanya haruslah dinyatakan tidak dapat diterima; Berdasarkan uraian dan alasan-alasan di atas telah cukup dasar bagi Tergugat untuk memohon kepada Bapak Ketua dan Majelis Hakim Yang Terhormat kiranya berkenan menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard); Gugatan Rekonvensi Para Tergugat A: 1. Bahwa apa yang telah Para Penggugat A dalam Rekovensi/Para Tergugat A dalam konvensi kemukakan dalam pokok perkara di atas merupakan satu kesatuan dengan gugatan dalam rekovensi ini; 2. Bahwa Tergugat Dalam Rekovensi/Penggugat Dalam Konvensi bukanlah Mamak Kepala Waris dalam kaum Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/ Tergugat A.1 Dalam Konvensi. Adapun yang menjadi Mamak Kepala Waris dalam kaum Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi berdasarkan kesepakatan kaum Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi adalah Ir. St. Nizhamul Latif, M.Sc; 3. Bahwa Para Penggugat A Dalam Rekovensi/Para Tergugat A Dalam Konvensi merupakan pemilik atas bangunan yang berdiri di atas tanah kaum milik Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi yang diperoleh oleh Para Penggugat A Dalam Rekovensi/Para Tergugat A Dalam Konvensi berdasarkan Perjanjian Jual Beli Dengan Ganti Rugi kepada Iwan Setiawan tertanggal 14 Oktober Adapun tanah dan bangunan tersebut terletak di Jalan Hos Cokrominoto Nomor 74, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang; 4. Bahwa terhadap tanah beserta bangunan yang menjadi objek dalam perkara a quo sebagaimana angka 3 di atas disewakan/dikontrakkan oleh Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi kepada Tergugat B Dalam Konvensi; 5. Bahwa tanpa seizin dan sepengetahuan dari Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi Penggugat Dalam Halaman 9 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 9

10 Direktori Putusan M Konvensi/Tergugat Dalam Rekovensi menguasai tanah beserta bangunan yang menjadi objek dalam perkara a quo serta mengontrakkan tanah beserta bangunan tersebut kepada pihak lain yaitu Arif Rusli Rusdi dan Jimmy Yaputra hingga sekarang. yang mana antara Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi dengan Tergugat B Dalam Konvensi masih terikat sewa/kontrak; 6. Bahwa perbuatan Penggugat Dalam Konvensi/Tergugat Dalam Rekovensi menguasai tanah beserta bangunan tersebut serta mengontakkannya kepada pihak lain merupakan perbuatan tanpa hak dan dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad); 7. Bahwa akibat perbuatan Penggugat Dalam Konvensi/Tergugat Dalam Rekovensi tersebut telah mengakibatkan kerugian bagi Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi sebesar Rp ,00 (dua ratus dua puluh lima juta rupiah); 8. Bahwa untuk menghindari Tergugat Dalam Rekonvensi/Penggugat Dalam Konvensi berbuat ingkar atas putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, maka beralasan hukum bagi Para Penggugat Dalam Rekonvensi/Para Tergugat A Dalam Konvensi meminta Pengadilan untuk menghukum Tergugat Dalam Rekonvensi/Penggugat Dalam Konvensi agar membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp ,00 (seratus ribu rupiah) per hari keterlambatan terhitung sejak putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap; Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas Penggugat Rekonvensi mohon kepada Pengadilan Negeri Padang agar memberikan putusan sebagai berikut: 1. Mengabulkan seluruh gugatan Penggugat A.1 dan Penggugat A.2 Dalam Rekonvensi/Tergugat A.1.dan Tergugat A.2 Dalam Konvensi; 2. Menyatakan Ir. St. Nizamul Latif, M.Sc selaku Mamak Kepala Waris dalam kaum Penggugat A.1 Dalam Rekovensi/Tergugat A.1 Dalam Konvensi; 3. Menyatakan Bangunan yang berdiri di atas objek perkara a quo adalah ahrta bersama Penggugat A.1 dan Penggugat A.2 Dalam Rekovensi/ Tergugat A.1 dan Tergugat A.2 Dalam Konvensi; 4. Menyatakan perbuatan Tergugat Dalam Rekovensi/Penggugat Dalam Konvensi menguasai bangunan beserta tanah yang menjadi objek perkara a quo serta menyewakan kepada pihak lain adalah perbuatan melawan hukum (onrehmatigade daad); Halaman 10 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 10

11 Direktori Putusan M 5. Menghukum Tergugat Dalam Rekonvensi/Penggugat Dalam Konvensi membayar kerugian materil sebesar Rp ,00 (dua ratus dua puluh lima juta rupiah) kepada Para Penggugat A Dalam Rekonvensi/Para Tergugat A Dalam Konvensi; 6. Menghukum Tergugat Dalam Rekonvensi/Penggugat Dalam Konvensi membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp ,00 (seratus ribu rupiah) perhari keterlambatan terhitung sejak putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap; 7. Menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu (uitvoeraad bij voorraad) walaupun ada perlawanan/verzet, banding maupun kasasi; 8. Menghukum Tergugat Dalam Rekonvensi/Penggugat Dalam Konvensi untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam perkara a quo; Dan/atau bila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadiladilnya (ex aequo et bono); Bahwa terhadap gugatan tersebut Pengadilan Negeri Padang telah memberikan Putusan Nomor 77/Pdt.G/2015/PN.Pdg., tanggal 31 Maret 2016 dengan amar sebagai berikut: Mengadili: Dalam Konvensi: Dalam Eksepsi: - Menolak Eksepsi Tergugat A.1,A.2 dan Tergugat B untuk seluruhnya: Dalam Pokok Perkara: - Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; - Menyatakan Penggugat dengan Tergugat A.1. adalah sekaum, seharta sepusaka, segolok segadai, sehino semalu, serumah gadang dan sepandan sekuburan; - Menyatakan Penggugat adalah mamak Kepala Jurai/Mamak Kepala Waris dalam Jurai Penggugat dan Tergugat A.1; - Menyatakan antara Penggugat dan Tergugat A.1 berkaum terdiri dari 3 (tiga) Jurai, yaitu 1. Jurai Putri Alawiyah (almh), 2. Jurai Putri rakena(almh) dan 3. Jurai Putri Nilam Cahya (Almh); - Menyatakan Penggugat dan Tergugat A.1 adalah dari Jurai Putri Alawiyah (Almh); - Menyatakan obyek perkara adalah harta pusaka tinggi kaum Jurai/paruik Penggugat dan Tergugat A.1; - Menyatakan sah dan berkekuatan hukum Surat tanggal 28 Maret 1966; Halaman 11 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 11

12 Direktori Putusan M - Menyatakan perbuatan Tergugat A.1, Tergugat A.2 tanpa sepengetahuan dan seizin Penggugat selaku mamak kepala jurai/mamak kepala waris dalam jurai yang telah menyewakan objek perkara kepada Tergugat B dihadapan tergugat C adalah merupakan perbuatan melawan hukum; - Menyatakan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 16 tanggal 14 Oktober 2003 yang dibuat dihadapan Arminawan, S.H., Notaris di Padang cacat hukum dan tidak sah secara hukum serta batal demi hukum; - Menghukum Tergugat A.1.,A.2 dan Tergugat B untuk menyerahkan tanah yang terletak di Jalan Hos Cokrominoto Nomor 74 berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa perkara kepada Nomor 16 tanggal14 Oktober 2003 yang menjadi objek Penggugat dalam keadaan kosong terlepas dari hak-hak Para Tergugat dan segala hak yang timbul karena hak-hak Para Tergugat dan apabila ingkar dengan bantuan pihak Kepolisian; - Menyatakan Para Tergugat (Tergugat A.1,A.2, Tergugat B dan Tergugat C untuk tunduk dan patuh terhadap isi putusan ini; - Menolak gugatan selain dan selebihnya; Dalam Rekonvensi: - Menolak gugatan rekonvensi seluruhnya; Dalam Konvensi Dan Rekonvensi: - Menghukum Tergugat konvensi/penggugat rekonvensi dan Tergugat B Konvensi secara tanggung renteng untuk membayar biaya yang timbul akibat perkara ini sebanyak Rp ,00 (dua juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah); Menimbang, bahwa dalam tingkat banding atas permohonan Para Tergugat A putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Padang dengan Putusan Nomor 92/Pdt/2016/PT.Pdg., tanggal 15 Agustus 2016; Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Penggugat/Terbanding pada tanggal 15 September 2016 kemudian terhadapnya oleh Penggugat/Terbanding dengan perantaraan kuasanya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 9 Mei 2015 diajukan permohonan kasasi pada tanggal 20 September 2016 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 77/Pdt.G/2015/PN.Pdg., Akta Nomor 29/2016, yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Negeri Padang, permohonan tersebut diikuti dengan memori kasasi yang memuat alasan-alasan yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri tersebut pada tanggal 30 September 2016; Halaman 12 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 12

13 Direktori Putusan M Bahwa memori kasasi dari Pemohon Kasasi/Penggugat/Terbanding tersebut telah diberitahukan kepada Para Tergugat pada tanggal 5 Oktober 2016, kemudian Para Tergugat mengajukan tanggapan memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Padang tanggal 17 Oktober 2016; Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima; Menimbang, bahwa alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Penggugat/Terbanding dalam memori kasasinya tersebut pada pokoknya sebagai berikut: Bahwa Putusan Pengadilan Tinggi Padang yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Padang, yang dimohonkan kasasi ini, Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku (Pasal 30 huruf b Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamag Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009), terutama terhadap pertimbangan Eksepsi gugatan kabur (obscuur libel) karena tidak menyebutkan batas-batas objek sengketa; 1. Bahwa pada halaman 7 alinia ke 4 pertimbangan putusan pengadilan tingkat banding yang dimohonkan kasasi tersebut, pada pokoknya Pengadilan tingkat banding tidak sependapat dengan putusan pengadilan tingkat pertama, dengan pertimbangan sebagai berikut; Menimbang, Bahwa setelah mempelajari secara seksama pertimbangan hukum Majelis Hakim tingkat pertama tentang eksepsi batas-batas tanah objek perkara berpendapat bahwa yang menjadi objek perkara dalam perkara a quo adalah mengenai sewa meyewa, maka Majelis Hakim tingkat banding tidak sependapat dengan Majelis Hakim tingkat pertama dengan pertimbangan bahwa Penggugat/sekarang Terbanding tidak pernah melakukan sewa menyewa dan dalam petitum Nomor 11 dalam gugatan Penggugat/sekarang Terbanding menuntut supaya menghukum Para tergugat A dan B untuk mengembalikan/menyerahkan objek perkara kepada Penggugat berkaum bebas dari hak orang lain yang diperdapat dari padanya, sehingga dapat disimpulkan bahwa yang menjadi objek perkara adalah tanah seluas 800 m 2 (delapan ratus meter persegi) dan rumah yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto, Nomor 73, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan padang Barat, Kota Padang; Tanggapan Pemohon Kasasi: Halaman 13 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 13

14 Direktori Putusan M Bahwa pokok permsalahan dalam perkara a quo adalah surat perjanjian sewa menyewa antara Para Tergugat A/Termohon Kasasi A dengan Tergugat B/Termohon Kasasi B, sebagaimana dimaksud Surat Perjanjian Nomor 16, tanggal 14 Oktober 2003 yang dibuat dihadapan Tergugat C/ Termohon Kasasi C, bahwa sewa menyewa tersebut tanpa seizin dan sepengetahuan Penggugat/Pemohon Kasasi; Bahwa jelas Pemohon Kasasi tidak terkait dengan surat perjanjian sewa meyewa tersebut, hal tersebutlah yang menjadi pokok permasalahan dalam perkara a quo, karena Para Tergugat A/Termohon kasasi A yang menyewakan objek perkara kepada Tergugat B/Termohon Kasasi B dibuat dihadapan tergugat C/Termohon Kasasi C yang tanpa seizin Penggugat/ Pemohon Kasasi selaku Mamak Kepala Jurai/Mamak kepala waris dalam jurainya, perbuatan Para Tergugat/Para Termohon Kasasi; Bahwa berdasarkan uraian Pemohon Kasasi di atas, pertimbangan Judex Facti Pengadilan tingkat banding yang mempertimbangkan bahwa Penggugat/sekarang Terbanding tidak pernah melakukan sewa menyewa dan dalam petitum Nomor 11 dalam gugatan Penggugat/sekarang Terbanding menuntut supaya menghukum Para tergugat A dan B untuk mengembalikan/menyerahkan objek perkara kepada Penggugat berkaum bebas dari hak orang lain yang diperdapat dari padanya, sehingga dapat disimpulkan bahwa yang menjadi objek perkara adalah tanah seluas 800 m 2 (delapan ratus meter persegi) dan rumah yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto Nomor 73, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan padang Barat, Kota Padang, adalah pertimbangan yang Salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku (Pasal 30 huruf b Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamag Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009); 2. Bahwa pada halaman 8 alinia ke 1 pertimbangan putusan pengadilan tingkat banding dengan pertimbangan sebagai berikut; Menimbang, bahwa ternyata batas-batas tanah objek perkara yang terletak di Jalan Hos Cokroaminoto, Nomor 73, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan padang Barat, Kota Padang, tidak disebutkan didalam gugatan Penggugat/sekarang Terbanding sehingga dengan tidak menunjuk batasbatas yang jelas tanah sengketa dalam gugatan Penggugat/sekarang Terbanding dalam perkara a quo, maka menurut kaedah hukum yang terkandung dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1149/Sip/1979 Halaman 14 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 14

15 Direktori Putusan M tanggal 17 April 1979, yang menyebutkan bahwa apabila tidak jelas batasbatas tanah sengketa, maka gugatan tidak dapat diterima; Tanggapan Pemohon Kasasi; Bahwa sebagaimana yang telah Pemohon Kasasi sampai di atas, pokok permsalahan dalam perkara a quo adalah surat Perjanjian sewa menyewa antara Para Tergugat A/Termohon Kasasi A dengan Tergugat B/Termohon Kasasi B, sebagaimana dimaksud Surat Perjanjian Nomor 16, tanggal 14 Oktober 2003 yang dibuat dihadapan Tergugat C/Termohon Kasasi C, bahwa sewa menyewa tersebut tanpa seizin dan sepengetahuan Penggugat/Pemohon Kasasi; Bahwa karena yang Pemohon Kasasi persoalkan dalam perkara a quo adalah Surat Perjanjian Nomor 16 tanggal 14 Oktober 2003 antara Para Termohon Kasasi A dengan Termohon Kasasi B yang dibuat dihadapan Termohon Kasasi C, surat perjanjian tersebut dibuat tanpa setahu dan seizin Pemohon Kasasi selaku Mamak Kepala Waris dalam kaumnya, malah sebaliknya perjanjian tersebut diketahui oleh Termohon Kasasi A.2 yang merupakan suami dari Termohon Kasasi A.1, secara hukum adat Minangkabau perbuatan Termohon Kasasi A.2 adalah tidak sah, karena yang menjadi objek dari perjainjian tersebut adalah harta pusaka kaum Pemohon Kasasi dengan Termohon Kasasi A.1, karenanya Judex Facti Pengadilan Tinggi Padang salah menerapkan hukum yang mengabulkan eksepsi tentang batas-batas sepadan Para Tergugat/Para Termohon Kasasi; Bahwa berdasarkan uraian Para Pemohon Kasasi di atas, Judex Facti Pengadilan Tinggi Padang, telah salah menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku (Pasal 30 huruf b Undang Undang Nomor 14 Tahun 1985 Tentang Mahkamag Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan Undang Undang Nomor 3 Tahun 2009), karenanya terhadap eksepsi Para Tergugat A tentang eksepsi kabur (obscuur libel) karena tidak menyebutkan batas-batas tanah objek perkara demi hukum haruslah ditolak; berpendapat: Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan tersebut Mahkamah Agung Menimbang, bahwa terlepas dari alasan-alasan tersebut di atas, Mahkamah Agung berpendapat Judex Facti/Pengadilan Tinggi Padang telah salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut: Halaman 15 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 15

16 Direktori Putusan M Bahwa pertimbangan hukum putusan Judex Facti/Pengadilan Tinggi Padang yang membatalkan putusan Judex Facti/Pengadilan Negeri Padang dengan menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard) karena objek sengketa seluas m 2 (delapan ratus meter persegi) oleh Penggugat tidak dijelaskan batas-batas objek sengketa tidak dapat dibenarkan, dimana ternyata pokok sengketa dalam perkara a quo adalah masalah sewa menyewa yang tanpa sepengetahuan Penggugat ternyata Tergugat telah menyewakan objek sengketa kepada Tergugat B dihadapan Tergugat C dan bukan tentang masalah kepemilikan objek sengketa sebagaimana pertimbangan hukum Judex Facti/Pengadilan Negeri Padang dapat dibenarkan, dan selaku Mamak Kepala Waris dalam Jurai Penggugat dan Tergugat A1, kedudukan Penggugat terbukti mengatur dan mengusahakan objek sengketa yang merupakan harta pusaka tinggi Kaum Jurai/Saparuik Penggugat dan Tergugat A1, sehingga tindakan Tergugat yang telah menyewakan objek sengketa kepada Tergugat B dihadapan Tergugat C tanpa sepengetahuan Penggugat selaku Mamak Kepala Waris dalam Jurainya merupakan perbuatan melawan hukum, untuk itu Judex Facti/Pengadilan Tinggi Padang tidak dapat dipertahankan lagi dan harus dibatalkan; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, Mahkamah Agung berpendapat bahwa terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Ir. St. SYAHRUL DJOSAN Glr. St. PERHIMPUNAN tersebut dan membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Padang Nomor 92/Pdt/2016/PT.Pdg., tanggal 15 Agustus 2016 yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 77/Pdt.G/2015/PN.Pdg., tanggal 31 Maret 2016, serta Mahkamah Agung mengadili sendiri perkara ini dengan amar putusan sebagaimana yang akan disebutkan di bawah ini; Menimbang, bahwa oleh karena Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Tergugat A/Para Pembanding berada di pihak yang kalah, maka dihukum untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan dan dalam tingkat kasasi; Memperhatikan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundangan lain yang bersangkutan; Halaman 16 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 16

17 Direktori Putusan M M E N G A D I L I: - Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi/Penggugat/ Terbanding Ir. St. SYAHRUL DJOSAN Glr. St. PERHIMPUNAN tersebut; - Membatalkan Putusan Putusan Pengadilan Tinggi Padang Nomor 92/Pdt/ 2016/PT.Pdg., tanggal 15 Agustus 2016 yang membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 77/Pdt.G/2015/PN.Pdg., tanggal 31 Maret 2016; Dalam Konvensi: Dalam Eksepsi: MENGADILI SENDIRI: - Menolak Eksepsi Tergugat A.1, A.2 dan Tergugat B untuk seluruhnya: Dalam Pokok Perkara: - Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; - Menyatakan Penggugat dengan Tergugat A.1. adalah sekaum, seharta sepusaka, segolok segadai, sehino semalu, serumah gadang dan sepandan sekuburan; - Menyatakan Penggugat adalah mamak Kepala Jurai/Mamak Kepala Waris dalam Jurai Penggugat dan Tergugat A.1; - Menyatakan antara Penggugat dan Tergugat A.1 berkaum terdiri dari 3 (tiga) Jurai, yaitu 1. Jurai Putri Alawiyah (almh), 2. Jurai Putri rakena(almh) dan 3. Jurai Putri Nilam Cahya (Almh); - Menyatakan Penggugat dan Tergugat A.1 adalah dari Jurai Putri Alawiyah (Almh); - Menyatakan obyek perkara adalah harta pusaka tinggi kaum Jurai/paruik Penggugat dan Tergugat A.1; - Menyatakan sah dan berkekuatan hukum Surat tanggal 28 Maret 1966; - Menyatakan perbuatan Tergugat A.1, Tergugat A.2 tanpa sepengetahuan dan seizin Penggugat selaku mamak kepala jurai/mamak kepala waris dalam jurai yang telah menyewakan objek perkara kepada Tergugat B dihadapan tergugat C adalah merupakan perbuatan melawan hukum; - Menyatakan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Nomor 16 tanggal 14 Oktober 2003 yang dibuat dihadapan Arminawan, S.H., Notaris di Padang cacat hukum dan tidak sah secara hukum serta batal demi hukum; - Menghukum Tergugat A.1., A.2 dan Tergugat B untuk menyerahkan tanah yang terletak di Jalan Hos Cokrominoto Nomor 74 berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa perkara kepada Nomor 16 tanggal14 Oktober 2003 yang menjadi objek Penggugat dalam keadaan kosong terlepas dari hak-hak Halaman 17 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 17

18 Direktori Putusan M Para Tergugat dan segala hak yang timbul karena hak-hak Para Tergugat dan apabila ingkar dengan bantuan pihak Kepolisian; - Menyatakan Para Tergugat (Tergugat A.1, A.2, Tergugat B dan Tergugat C untuk tunduk dan patuh terhadap isi putusan ini; - Menolak gugatan selain dan selebihnya; Dalam Rekonvensi: - Menolak gugatan rekonvensi seluruhnya Dalam Konvensi Dan Rekonvensi - Menghukum Para Termohon Kasasi dahulu sebagai Para Tergugat A/Para Pembanding untuk membayar biaya perkara dalam semua tingkat pengadilan dan dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sejumlah Rp ,00 (lima ratus ribu rupiah); Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada hari Senin tanggal 6 Maret 2017 oleh H.Hamdi, S.H., M.Hum., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Sudrajad Dimyati, S.H., M.H., dan H. Panji Widagdo, S.H., M.H., Hakim-Hakim Agung sebagai Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut dan Dr. Sriti Hesti Astiti, S.H., M.H., Panitera Pengganti dan tidak dihadiri oleh para pihak. Hakim-Hakim Anggota: Ttd./Sudrajad Dimyati, S.H., M.H. Ttd./H. Panji Widagdo, S.H., M.H. Biaya-biaya Kasasi: 1. M e t e r a i.. Rp 6.000,00 2. R e d a k s i.. Rp 5.000,00 3. Administrasi kasasi.. Rp ,00+ Jumlah Rp ,00 Untuk Salinan Mahkamah Agung RI An. Panitera Panitera Muda Perdata Ketua Majelis, Ttd./H.Hamdi, S.H., M.Hum. Panitera Pengganti, Ttd./Dr. Sriti Hesti Astiti, S.H., M.H. Dr. PRIM HARYADI, S.H., M.H. NIP Halaman 18 dari 18 Hal. Put. Nomor 84 K/Pdt/2017 Telp : (ext.318) Halaman 18