BAB III METODE PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III METODE PENELITIAN"

Transkripsi

1 A III METODE PENELITIAN A. Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetaui Apaka model pembelajaran Numbered Heads Togeter (NHT) lebi eekti dari pada pembelajaran konvensional (cerama) teradap keaktian dan asil belajar peserta didik kelas VIII SMP Pondok Modern Selamet Kendal pada materi pokok sistem peredaran dara pada manusia.. Waktu, Tempat dan Karakteristik Penelitian 1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober November 010, ertempat di SMP Pondok Modern Selamet Kendal.. Populasi Populasi adala wilaya generalisasi yang terdiri atas objek / subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan ole peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. 1 Populasi dalam penelitian ini adala peserta didik kelas VIII SMP Pondok Modern Selamet Kendal taun ajaran yang terbagi menjadi sembilan kelas (A-I). 3. Sampel dan teknik pengambilan sampel Sampel adala bagian dari jumla dan karakteristik yang dimiliki ole populasi. Sampel dalam penelitian ini adala kelas VIII sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas control. Sampel tersebut diambil dengan teknik Cluster Random Sampling/ cluster sample. Teknik ini adala teknik pengambilan sampel acak sederana dimana setiap sampling unit terdiri dari kumpulan atau kelompok. 1 Sugiono, Metode Penelitian Kuntitati, Kualitati dan R&D (andung : Alabeta,008) cet.4, lm.80 Supranto, M.A, APU, Teknik Sampling untuk Survey dan Eksperimen, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 007), lm. 6. 4

2 43 C. Rancangan Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adala true experimental dengan entuk design true experimental dalam penelitian ini adala pretestpostest control group design. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipili secara rendom (R), kemudian diberi pretest untuk mengetaui keadaan awal. Pengaru perlakuan adala (O -O 1 )-(O 4 O 3 ). R O 1 X O R O 3 O 4 Gambar 3.1 Pretest-postest control group design 3 Keterangan : R : Kelompok eksperimen dan kontrol murid diambil secara random. O 1 : Hasil belajar pretes kelas eksperimen O 3 : Hasil belajar pretes kelas kontrol O : Hasil belajar kelompok siswa setela mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Numbered Heads Togeter (NHT) O 4 X : Hasil belajar kelompok siswa dengan cerama. : Treatment pada kelompok eksperimen diberi treatment, yaitu pembelajaran dengan menggunakan model Numbered Heads Togeter (NHT). D. Variabel dan Indikator Penelitian Variabel dalam penelitian ini adala: 4 a. Variabel bebas (independent variable ) Yaitu variabel yang mempengarui atau yang menjadi sebab perubaannya atau timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini yang 3 Sugiono, Metode Penelitian Kuntitati, Kualitati dan R&D, lm Sugiono, Metode Penelitian Kuntitati, Kualitati dan R&D, lm 85-86

3 44 menjadi variabel bebas adala model pembelajaran Numbered Heads Togeter (NHT) dengan Indikator : 1) Memiliki tujuan ) Melibatkan peran serta peserta didik 3) elajar berkelompok 4) Pemberian nomor pada masing-masing peserta didik b. Variabel terikat ( dependent variable) Variabel terikat merupakan variabel yang dipengarui atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat adala keaktian dan asil belajar peserta didik kelas VIII SMP Pondok Modern Selamet Kendal. Untuk menegetaui asil belajar diperole dari asil post-test dan keaktian peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dengan model NHT ini, maka dibuat beberapa aspek pengamatan yang meliputi : 1) Melakukan kerja sama kelompok ) Memperatiakan dan mendengarkan penjelasan dari guru atau teman 3) Mengajukan pertanyaan 4) Mengemukakan pendapat 5) Menjawab pertanyaan 6) Memberikan tanggapan dari pertanyaan guru atau teman 7) Mencatat materi / penjelasan guru dan teman 8) Menyimpulkan kegiatan pembelajaran 9) Tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kegiatan belajar mengajar 10) Membaca LDS / buku materi E. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data adala cara yang dapat digunakan ole peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

4 45 1. Metode Observasi Observasi adala kegiatan pengamatan ( pengambilan data ) untuk memotret seberapa jau eek tindakan yang tela mencapai sasaran dengan menggunakan alat indra. 5 Jadi metode observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengamati atau memotret keaktian belajar peseta didik dalam pembelajaran dengan model Numbered Head Togeter (NHT). Metode dokumentasi Metode pengumpulan data yang kedua yaitu metode dokumentasi. Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai al-al atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majala, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya. 6 Metode ini digunakan untuk memperole data nama peserta didik yang termasuk populasi dan sampel penelitian serta bukti kegiatan pembelajaran yang tela dilaksanakan. 3. Tes Tes digunakan untuk memperole data tentang asil belajar. entuk tes yang digunakan berupa tes obyekti (multiple coice) dengan 4 pilian dan anya satu pilian yang benar. 7 Metode ini digunakan untuk memperole data asil belajar siswa pada materi pokok sistem peredaran dara pada manusia yang dilakukan dengan tes. F. Teknik Analisis Data Dalam analisis data yang terkumpul dari penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data kuantitati yang meliputi uji coba butir soal, uji normalitas, uji omogenitas dan analisis uji kesamaan dua rata-rata atau uji beda. lm 45 5 Suarsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: umi Aksara, 007), 6 Sugiono, Metode Penelitian Kuntitati, Kualitati dan R&D, lm Suarsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, lm. 53.

5 46 1. Validitas butir soal Validitas adala suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesaian suatu instrument. Suatu alat ukur dikatakan valid apabila tes tersebut mampu mengukur apa yang searusnya diukur. Suatu instrument yang valid atau sai mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas renda. 8 Pengajuan validitas menggunakan rumus sebagai berikut. 9 Dimana r pbi : Koeisien biseral M p : Rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal M t : Rata-rata skor total S t : Standart deviasi skor total p : Proporsi siswa yang menjawab benar pada setiap butir soal q : Proporsi siswa yang menjawab sala pada setiap butir soal. Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan pada satu pengertian bawa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut suda baik. Pengujian reliabilitas menggunakan rumus: 10 r 11 Dimana : r 11 n n S t Piqi = ( n 1) S t : Koeisien reliabilitas tes : anyaknya butir item 1 : ilangan konstan 8 Suarsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, lm Suarsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: umi Aksara, 007), lm Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, (andung:alabet, 007), lm.359

6 47 S t P i q i : Varian total : Proporsi test yang menjawab dengan betul butir item yang bersangkutan : Proporsi test yang jawaban nya sala, atau : q i = 1 - P i p i q i : Jumla dari asil perkalian antara p i dengan q i 3. Indeks Kesukaran utir-butir item tes asil belajar dapat dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik, apabila butir-butir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu muda, dengan kata lain derajat kesukaran item itu adala sedang atau cukup. 11 Angka indeks kesukaran item dapat diperole dengan menggunakan rumus yang dikemukakan ole Dubois, yaitu: 1 Dimana: P P = JS JS : Indeks kesukaran Kriteria yang digunakan: P < 0,30 : anyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul : Jumla seluru siswa peserta tes Terlalu sukar 0,30 0,70 Cukup (sedang) P > 0,70 4. Daya pembeda Terlalu muda Daya pembeda item adala kemampuan suatu butir item asil belajar untuk dapat membendakan antara test yang berkemampuan tinggi, dengan test yang kemampuannya renda. esarnya angka yang menunjukkan daya pembeda soal disebut indeks diskriminasi. Semakin tinggi indeks daya pembeda soal berarti semakin mampu soal tersebut membedakan antara peserta didik yang pandai dengan peserta didik yang kurang pandai. 11 Suarsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, lm Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, lm. 08.

7 48 Rumus yang digunakan untuk mencari daya pembeda soal dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 13 Dimana : D J A J A D = J A A J : Indeks diskriminasi : anyaknya peserta kelompok atas : anyaknya peserta kelompok bawa : anyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar : anyaknya peserta kelompok bawa yang menjawab benar Kriteria yang digunakan dalam menentukan daya pembeda adala: Ø P < 0,0 jelek sekali p < 0,0 lema sekali (jelek) 0,0 p < 0,40 cukup (sedang) 0,40 p < 0,70 baik 0,70 p < 1,00 baik sekali. 5. Uji normalitas Uji normalitas data dilakukan untuk mengetaui apaka data yang diperole berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data dengan Ci kuadrat ( χ ). Rumus Ci kuadrat adala sebagai berikut: 14 χ Dimana: χ k ( o ) = i 1 : Ci kuadrat o : Frekuensi yang diobservasi : Frekuensi yang diarapkan 13 Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, lm Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, lm. 104.

8 49 Langka-langka yang ditempu dalam uji normalitas data dengan Ci kuadrat adala sebagai berikut: 15 a. Menentukan jumla kelas interval, untuk menguji normalitas dengan Ci kuadrat ini, jumla kelas interval ditetapkan 6. Hal ini sesuai dengan bidang yang ada pada kurva normal baku. b. Menentukan panjang kelas interval: data terbesar - data terkecil Panjang Kelas = 6 jumla kelas interval) c. Menyusun ke dalam tabel distribusi rekuensi sekaligus tabel penolong untuk mengitung arga Ci kuadrat itung. d. Mengitung (rekuensi yang diarapkan), cara mengitung didasarkan pada prosentase luas tiap bidang kurva normal dikalikan jumla data observasi (jumla individu dalam sampel).memasukkan arga-arga ke dalam tabel kolom, sekaligus mengitung argaarga ( o ) dan ( 0 ) menjumlakan nya. Harga ( 0 ) merupakan arga Ci kuadrat ( χ ) itung. e. Membandingkan arga Ci kuadrat itung dengan Ci kuadrat tabel. ila arga Ci kuadrat itung lebi kecil dari arga Ci kuadrat tabel, maka distribusi data dinyatakan normal, dan bila lebi besar dinyatakan tidak normal. 6. Uji omogenitas Uji omogenitas sampel dilakukan untuk mengetaui seragam tidaknya variansi sampel-sampel yang diambil dari populasi yang sama. Pengujian omogenitas data dilakukan dengan uji varians. Adapun langka-langkanya adala sebagai berikut: a. Mengitung rata-rata ( x ) b. Mengitung varians (S ) dengan rumus: 15 Sugiono, Statistik Untuk Penelitian, lm. 80.

9 50 S n x ( i xi ) = n( n 1) c. Mengitung F dengan rumus Varian terbesar F = varian terkecil d. Membandingkan F itung dengan F tabel ½ a (nb-1)(nk-1) dan dk=(k-1). Apabila F itung < F tabel maka data berdistribusi omogen. Analisis taap akir digunakan untuk membuat interpretasi lebi lanjut. Analisis taap akir meliputi analisis data asil observasi keaktian peserta didik dan uji ipotesis. 7. Analisis data asil observasi keaktian peserta didik Data dianalisis dengan langka-langka sebagai berikut : a. Membuat rekapitulasi asil observasi keaktian peserta didik b. Menentukan criteria keaktian peserta didik dengan parameter c. Penilaian tingkat keaktian peserta didik secara klasikal ditentukan dengan mengitung prosentase keaktian peserta didik keseluruan selama pembelajaran. 8. Uji Hipotesis Hipotesis dapat diuji dengan menggunakan rumus uji t piak kanan yang digunakan untuk menentukan adanya pengaru positi model pembelajaran Numbered Head Togeter (NHT) teradap asil belajar peserta didik. Data yang digunakan adala data asil tes setela diberi perlakuan. Kriteria pengujian adala H o diterima. Jika t itung < t tabel. jika t itung > t tabel maka H a diterima, artinya asil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Togeter (NHT) pada kelompok eksperimen lebi baik dari pada asil belajar belajar kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional (cerama). Ini berarti model pembelajaran Numbered Head Togeter (NHT) berpengaru positi teradap keaktian dan asil belajar peserta didik.