di bidang kompetensi masing-masing; menghormati dalam kerja sama di antara Para Pihak;

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "di bidang kompetensi masing-masing; menghormati dalam kerja sama di antara Para Pihak;"

Transkripsi

1 REPUBLIKINDONESIA MEMORANDUM SALING PENGERTIAN MENGENAI KERJA SAMA ANT ARA KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK BELARUS Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Belarus, yang secara sendiri-sendiri disebut sebagai "Pihak", dan secara bersama-sama disebut sebagai "Para Pihak", MENGAKUI pentingnya pengembangan hubungan bersama antara Para Pihak di bidang kompetensi masing-masing; MENGAKUI pentingnya prinsip-prinsip saling menguntungkan dan menghormati dalam kerja sama di antara Para Pihak; MERUJUK pada Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus mengenai Kerja Sama Ekonomi dan Teknik yang ditandatangani di Jakarta pada tanggal 12 Mei 2000 dan Protokolnya yang ditandatangani di Jakarta pada tanggal 19 Maret 2013; SESUAI dengan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di masing-masing negara Para Pihak; TELAH MENCAPAI saling pengertian sebagai berikut:

2 PASAL1 TUJUAN Tujuan dari Memorandum Saling Pengertian ini, selanjutnya disebut "MSP", adalah untuk saling bertukar pandangan dan berbagi pengalaman di antara Para Pihak di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama sesuai cakupan kompetensi masing-masing berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku di negara masing-masing. PASAL 2 LINGKUP KERJA SAMA (1) Para Pihak setuju bahwa bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama sesuai cakupan kompetensi masing-masing Pihak sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 meliputi, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal sebagai berikut: a. peraturan perundang-undangan mengenai anggaran, pajak dan kebijakan fiskal; b. pengaturan perpajakan sesuai dengan peqanj1an pajak internasional dan perundang-undangan nasional terhadap wajib pajak dalam negeri kedua negara dan wajib pajak negara lain; c. peraturan perundang-undangan mengenai pembentukan dan pemberlakuan kawasan bebas bea atau kawasan ekonomi serupa, jika ada, dalam wilayah masing-masing Pihak; d. penerbitan obligasi internasional; e. pengalaman terkait kerja sama dengan organisasi internasional (GATT WTO, PBB, dll.); f. hal-hal lain, sesuai kepentingan bersama Para Pihak; (2) Para Pihak dapat mempertimbangkan, berdasarkan persetujuan bersama, untuk melakukan pertukaran staf kementerian, mengorganisasikan dan menyelenggarakan seminar dan konferensi untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman dan pandangan yang lebih luas di bidang-bidang sebagaimana disebut pad a ayat (1) di atas.

3 (3) Para Pihak dapat mengadakan pertemuan, bila perlu, untuk membahas mengenai topik-topik yang disebutkan di atas dengan perjanjian terlebih dahulu. Pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan di wilayah salah satu Pihak secara bergantian sesuai kesepakatan Para Pihak. PASAL 3 KERAHASIAAN INFORMASI Setiap informasi yang diterima oleh salah satu Pihak dari Pihak lainnya atau pihak ketiga harus diperlakukan sebagai informasi rahasia sebagaimana layaknya informasi yang diperoleh berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara masing-masing Pihak tersebut dan tidak boleh diungkapkan atau dipublikasikan tanpa persetujuan tertulis dari Pihak yang memberikan informasi tersebut. PASAL 4 PEMBATASAN KEGIATAN PERSONEL Setiap orang yang terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan MSP ini harus menghormati kemerdekaan politik, kedaulatan, integritas wilayah, dan hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara tuan rumah, dan harus menghindari segala kegiatan yang tidak konsisten dengan maksud dan tujuan dari MSP ini. PASAL 5 PENGATURAN KEUANGAN Pengaturan keuangan untuk pelaksanaan kegiatan, program, atau proyek berdasarkan MSP ini harus ditetapkan oleh Para Pihak sebelum pelaksanaan kegiatan, program, atau proyek tersebut. Pelaksanaan kegiatan, program, atau proyek dimaksud akan berdasarkan pada ketersediaan anggaran dan personel.

4 PASAL 6 AMAN DEM EN (1) MSP ini dapat diamandemen atau diubah setiap saat berdasarkan persetujuan tertulis dari Para Pihak. (2) Amandemen atau perubahan atas MSP ini mulai berlaku pada tanggal yang disepakati oleh Para Pihak. (3) Amandemen atau perubahan atas MSP ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari MSP ini secara keseluruhan. PASAL 7 PENYELESAIAN SENGKETA Setiap perbedaan atau sengketa yang dapat timbul dari penafsiran atau pelaksanaan dari MSP ini akan diselesaikan secara damai melalui perundingan atau konsultasi langsung antara Para Pihak. PASAL 8 PEMBERLAKUAN, JANGKA WAKTU, DAN PENGAKHIRAN (1) MSP ini mulai berlaku sejak tanggal penandatanganan. (2) MSP ini akan berlaku efektif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang atau diperbaharui untuk periode yang sama atau periode lainnya sesuai dengan kesepakatan Para Pihak. (3) Setiap Pihak dapat mengakhiri MSP ini melalui pemberitahuan tertulis ke Pihak lainnya. Pengakhiran akan berlaku efektif 90 (sembilan puluh) hari setelah pemberitahuan tertulis tersebut diterima oleh Pihak Lainnya. (4) Pengakhiran MSP ini tidak akan mempengaruhi validitas dan perkembangan atau pelaksanaan kegiatan, program, dan/atau proyek yang disetujui oleh Para Pihak berdasarkan MSP ini yang masih berjalan, sampai kegiatan, program, dan/atau proyek dimaksud selesai dilaksanakan, kecuali Para Pihak menyetujui secara lain.

5 Sebagai bukti, yang bertandatangan di bawah ini, dengan diberi kuasa oleh Pemerintahnya masing-masing, lelah menandalangani perjanjian ini. Dibuat di J ~'4ad: 1 ai pada tanggal '2 Apri\ 201~ dalam rangkap dua naskah asli masing-masing dalam bahasa lnggris, Indonesia, dan Rusia. Semua naskah mempunyai kekuatan hukum yang sama. Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran, maka naskah dalam Bahasa lnggris yang berlaku. UNTUK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA UNTUK KEMENTERIAN KEUANG REPUBLIK BEL...,,.,,,_,~ Duta Besar Republik Belarus untuk Republik Indonesia

6 REPUBLIK INDONESIA MeMopaHAYM o B J ammonohmmahm111 Me>KAY M1r1H1r1cTepcTsoM cp111hahcoe Pecny6 11MK1r1 111HAOHeJ Ms:i M1r1H1r1cTe pctbom cp1r1hahc o e Pecny K111 6 e11apyc b M1t1H1t1CTepcTBo >1t1HaHcos Pecny6m1K1t1 V1HAOHe31t1s:i 1-1 M1t1H1t1CTepcTBo >1-1HaHcos Pecny6111t1K1t1 6e11apycb, s AallbHelllweM OTAellbHO 111MeHyeMb1e CrnpoHa 111 BMeCTe - CTOpOHbl: nplr13hae as:i Ba>KHOCTb pa3bll1tvih B3all1MHblX OTHOWeHV1111 Me>KAy CTOpOH8Mll1 no sonpocam, BXOAHLJ.tll1M B 111X KOMneTeHL.1111IO, npm3habas:i Ba>KHOCTb npvihl..ivlnob B3all1MOyBa>KeHll1H 111 B38lt1MH0!71 BblrOA bl nplt1 ocyu.tectb11eh1111t1 COTPYAH1114ecTBa Me>KAy CrnpoHaM111, Ccb 111as:icb Ha ComaweH111e Me>KAy npab111tejlbctbom Pecny6Jlll1Klt1 V1HAOHe3lt1s:I 111 npab~ nellbctbom Pecny6m1Klt1 6e11apycb 06 3KOHOMlt14eCKOM 111 TeXHlt14eCKOM COTPYAHVl4eCTBe, noanl'1cahhoe B,lJ,>KaKapTe 12 Mas:! 2000 roaa, 111 npotokojl K HeMy, noanl'1cahhbllll B.Q>KaKapTe 19 MapTa 2013 roaa. B COOTBeTCTB"1"1 c Aeil1CTBYIOLJ.tll1M JaKOHOAaTeJlbCTBOM CTOpOH, AOCTl'1rlll'1 B3al'1MOnOHl'1MaHll1H 0 Hl'1>K8CJ18AYIOLJ.t8M:

7 CTaTbR 1 Uenb L4enbto AaHHoro MeMopaHAYMa o s3av1monohv1mahv11i1 (Aanee - MeMopaHAYM) f1bflfl TCfl o6meh MHeHVlflMVI VI onbltom M >KAY CTOpoHaMVI B o6nacrnx, npeactabilfll0~111x B3all1MHblVl 111HTepec VI BXOAfl~VIX B 111X KOMneT HL\111IO B COOTBeTCTBVll.1 c A VlCTBYIO~l.1M 3aKOHOAaTeJlbCTBOM lilx rocyaapctb. CTaTbR 2 06nacTHCOTPYAHHYeCTBa (1) CTOpOHbl AOrosop111n111cb, 1.1To o6nacrn, npeactabnflto~1.1e B3aVIMHblVl 111HTepec 111 BXOAfl~Vle B l.1x KOMneTeHLIVllO, KaK yka3aho 8 CTaTbe 1, BKnto'-latoT, HO He VICKfll0'-1111T8JlbHO, cneayto~lile sonpocbl'. a. HaL\1110HaJlbHOe 3aKOHOAaTeJlbCTBO 8 o6nacrn 6toA)f( THOVl, HanorosoVI VI Q:H'1CKaJlbHOiil nojlll1tll1kll1; b. Hanoroo6no)f(eH111e pe31.1aehros 111 Hepe3111A6HTOB rocyaapcrs CropoH s COOTBeTCTBll1111 c HaL\1110HaflbHblM 3aKOHOAaTeJlbCTBOM 111 3aKnto'-1 HHblMVI Me>KAyHapOAHblMVI AOrosopaM111; c. 3aKOHOAaTeJlbCTBO no C03AaH111to 111 cpyhkliviohvlpobahvllo 30H 6ecnOWJlll1HHOVl Toprosm1 111 ahanorn1.1hblx 3KOHOMLll'-1 CKll1X cjjopml11posah111!71 Ha Tepp111rop111flX rocyaapctb CTOpOH, ecn111 TaKOBble LllMetoTCfl; d. BblnyCK Me)f(AyHapOAHblX 06m1raL1V1iil; e. OnblT COTPYAH111'-1 CTBa c Me)f(AyHapOAHblMVI oprahll13al\lllflmvi (ratt/bto, OOH 111 T.A.) ; f. APyrvie ccpepb1, npeacrasns:ito~111e AJlfl CTOpoH s3a111mhb1ill 111Hrepec. (2) CTOpOHbl no s3avimhomy cornac111to paccmorpsn B03MO)f(HOCTb o6meha COTPYAHL11KaM111 M111H111crepcrs, oprah111ja nposeaeh1.-1s:i cemvihapos VI KOHcjJepeHL\111Vl, cnoco6ctbyio~ll1x 6onee WVlpOKOMY 06MeHy OnblTOM 111 s3rns:1aam111 no eonpocam, ynomflhytblm e crarbe 1;

8 (3) B cnyyas:ix, KOrAa 3TO np1t1emnemo, CropoHbl no npeasap1t1teilbhovi AOroeopeHHOCTVI 6yAyT npoao.qvitb BCTpeYVI VI COBel.llaHVlfl no Ha3BaHHb lm BblWe sonpocam. TaKlt1e BCTpeYl.-1 6YAYT npoboalt1tbc~ Ha Tepp111rnp rocyaapctb Ka>t<Aolli l.-13 CrnpoH noo1..1epeaho. CTaTbff 3 KoHQ>111AeHL\111a11b HOCTb 111HQ>opMaL\Hli1 nio6oll1 111HcpopMa , nony1..1ehhovi OAHOiil CrnpoHolli OT Apyrolli CrnpoHbl lt1flvi OT TpeTbelli CTOPOHbl, 06ecne saeTCH TaKaH >Ke KOHQJVIAeHL(lt1ailbHOCTb, KaK lt1hqjopmal..(lt1vi, nonyyehhovl 8 pamkax Hal..(lt10HaflbHOro 3aKOHOAaTeflbCTBa 3T0Vl CrnpoHbl, TaKaH 111HcpopMa41t1~ He MO>KeT 6b1Tb ony6n111kosaha 6e3 n1t1cbmehhoro comac111h CrnpoHbl, npeaocta01110well1 TaKylO 111HcpopMa41i110. CTaTbff 4 OrpaH111lfeH1.1e AeRTe11bHOCT"1 nepc0ha11a nl060e Illt1L(O, BOBileYeHHOe 8 A8s:lT8IlbHOCTb, OCYll.18CTBfls:l8MYIO 8 COOTBeTCTBl c HaCTOHl.l.llt1M MeMopaHAYMOM, AOn>KHO ysa)l(atb noj11atw l8ct<ylo He3aBVICVIMOCTb, cysepeh!atet, Tepp111rnp1AailbHYIO 4enoCTHOCTb, AeVICTBYIOl.l.lee 3aKOHOAaTenbCTBO np111h1i1maio1.11ev! CTopOHbl 111 AOJ1>KHO lt136eratb 11106b1x AellicT0111!11, HecooTseTCTBYIOll.1111X 4e11HM AaHHoro MeMopaHAYMa. CTaTb ff 5 <l>li1h3hcobble sonpocbl <P111HaHCOBb1e eonpocb1 ocy1.11ectbneh111~ Ae~TenbHocrn. nporpamm npoektob 8 COOTBeTCTBVIVI c AaHHblM MeMopaHAYMOM 6YAYT oroeap 111 eatbc~ CrnpoHaM111 3a611arospeMeHHO. Ocy1.11ecTs11eH111e TaKoVI AeHTeflbHOcrn, nporpamm lt1 npoektob 6yAeT OCHOBaHO Ha AOCTynHOCTll1 cpeactb IA nepcohana.

9 CTaTbH 6 (1) ll13m8h8hvis1 VI AOnOilH8HVIS1 B HaCTOS1Ll.IVliil MeMopaHAYM MOryT 6b1Tb BH8C8Hbl B mo6oe Bp8MS1 B nvicbm8hhovt cpopme no B3aVIMHOMY comacvllo CrnpoH; (2) ll13m8h8hvis1 VI AOnOilH8HVIS1 B HaCTOS1Ll.IVliil MeMopaHAYM BCTynatOT B CVIIlY B AaTy, comacoeahhyto CrnpoHaMVI; (3) ll13mehehvis1 VI AOnonHeHVIS1 s HaCTOS1Ll.IVlii1 MeMopaHAYM s:is11s:it0tcs:i ero H80Tb8Mil8MOii1 4aCTblO. CTaTbR 7 PaJpeweH1r1e cnopoe nt06bl8 pa3h04t8hvis1 VIIlVI pa3hof!lacvis1, KOTOpb18 MOf)'T B03HVIKHYTb OTHOCVIT8J1bHO TOilKOBaHVIS1 VI npvimehehvis1 HaCTOS1L1.1ero MeMopaHAyMa, AOil>KHbl pewatbcs1 nytem nps1mblx neperoeopoe VIJlVI KOHCYilbTa4V11i1 Me>t<Ay CrnpoHaMVI. CTaTbff 8 BcTynneH1r1e s c1r1ny, AeHCTBHe 1r1 OKOH'iaH1r1e AeHCTBHR (1) HacTOS1Ll.IVIVI MeMopaHAYM ectynaet s cviny c AaTbl ero noanv1cahvis:i; (2) HacTOS1Ll.IVliil MeMopaHAYM AeiilcTByeT Ha npots:i>kehvivi 5 (nmvi) net VI ero A8ii1CTBVl8 MO>KeT 6b1Tb npoajleho VIIlVI B0306HOBileHO Ha ahailofvl' IHblli1 nepvioa VIIlVI nepvioabl no B3aVIMHOMY comacv1t0 CropoH; (3) nt06as:i Vl3 CTOpOH MO>KeT npekpatvitb Aeii1CTBVl8 HaCTOS1Ll.18fO MeMopaHAYMa, yseaomvib 06 3TOM Apyryt0 CrnpoHy s m1cbmehhoi71 cpopme. MeMopaHAYM npekparnt csoe AeiilcTBVle no VICTe4eHVIVI 90 (AeBs:iHocTa) AHeill c AaTbl nonyl.!ehvis:i yeeaomnehvis1 Apyroi/1 CTopoHoVI; (4) n pekpal1.1ehv1e AeiilCTBVls:I HaCTOs:!Ll.lefO MeMopaHAYMa He AOn>KHO 3aTparnsaTb Aeii1cTBVITeilbHOCTVI VI ocyl1.1ectsnehv1st 11t060!11 He3aeepweHHo111 AeS1TeilbHOCTV1 1 nporpamm vi/111nvi npoektob, comacoeahhblx CropoHaMVI B pamkax Hacros:iL1.1ero MeMopaHAYMa, AO Tex nap, noka TaKas:i

10 Aes:irenbHOCTb, nporpammbl 111/111m1 npoektbl He 6YAYT 3asepweHbl, ecn111 TOnbKO CTopOHbl He np111m)'t 111Horo pewehvir B YAOCTOBEPEHV1E '-IErO, H111>Ken0An111casw111ecs:1, 6YAY4111 HaAne>Kall.\111M o6pa30m ynoilhom04ehhblmll1 CB0111Mll1 npas111teilbctbam111, noan111can111 AaHHblill MeMopaHAYM. CosepweHo s r. A>KaKapre ~ anpemi 2015 r. s ABYX 3K3eMnmipax, Ka>KAbt(/1 Ha 111HAOHe3111illcKoM, pycckom 111 ahm111illckom s:l3b1kax. Bee rekctbl s:ism:uorcs:i pabho ayrehtll14hblm111. B cny4ae pacxo>kaeh111il1 B TOilKOBaHl.1111 nono>keh111(/1 Hacros:ill.\ero MeMopaHAYMa, CropoHbl 6YAYT pykoboactsosarbcs:i TeKCTOM Ha ahm111(;1ckom s:l3b1ke. 3a MHHHCTepCTBO cphhahcob Pecny6m1KH ~HAOHe3HR 3a MHHHCTepCTBO Q>HHaHCOB Pecny6nHKH 6e a BnaAHMMP flonato-3aropckhh nocon Pecny6m1KH 6enapycb s Pecny6nMKe ~HAOHe3HH

11 REPUBLIK INDONESIA MEMORANDUM OF UNDERSTANDING ON COOPERATION BETWEEN THE MINISTRY OF FINANCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND THE MINISTRY OF FINANCE OF THE REPUBLIC OF BELARUS The Ministry of Finance of the Republic of Indonesia and the Ministry of Finance of the Republic of Belarus, individually referred to as "the Party" and collectively referred to as "the Parties", RECOGNIZING the importance of the development of mutual relations between the Parties in the fields of their scope of competence; RECOGNIZING the importance of mutual benefit and mutual respect principles in the cooperation between the Parties; REFERRING to the Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus on Economic and Technical Cooperation signed in Jakarta on May 12, 2000 and its Protocol signed at Jakarta on March 19, 2013; PURSUANT to the applicable laws and regulations of the respective Parties; HAVE REACHED the following mutual understanding:

12 ARTICLE 1 OBJECTIVE The objective of this Memorandum of Understanding, hereinafter referred to as "MoU", is to exchange views and to share experience between the Parties in the areas of common interest covered by their scope of competence in accordance with the existing laws and regulations in their respective countries. ARTICLE 2 AREAS OF COOPERATION (1) The Parties agree that the areas of common interest covered by their scope of competence as referred to in Article 1 will include, but not limited to, the following matters: a. national legislation on budget, tax and fiscal policy; b. tax treatment applied according to the international tax convention and national legislation to residents and nationals of third countries; c. legislation on the creation and functioning of duty free zones or similar economic formations, if any, in their territories; d. issuance of international bonds; e. experience concerning cooperation with international organizations (GATT \NTO, UN, etc.); f. other matters, considered of mutual interest by both Parties. (2) The Parties will consider, upon mutual agreement, to exchange the staff of the ministries, organize and conduct seminars and conferences to facilitate a broader exchange of experience and views in the areas mentioned in paragraph (1).

13 (3) The Parties undertake to hold meetings, when appropriate, on the topics mentioned above upon prior agreement. Such meetings shall be held in the territory of either Party alternately as mutually agreed by the Parties. ARTICLE 3 INFORMATION CONFIDENTIALITY Any information received by either Party from the other Party or third party shall be treated as confidential in the same manner as information obtained under the domestic laws of that Party and shall not be disclosed or made public without a written consent of the Party providing such information. ARTICLE 4 LIMITATION OF PERSONNEL ACTIVITIES Any person engaged in activities related to this MoU shall respect political independence, sovereignty, territorial integrity, and applicable laws and regulations of the host country, and shall avoid any activities inconsistent with the purposes and objectives of this MoU. ARTICLE 5 FINANCIAL ARRANGEMENTS Financial arrangement for carrying out activities, programs, or projects under this MoU shall be determined by the Parties prior to the implementation of the activities, programs, or projects. The implementation of such activities, programs, or projects will be based on the availability of funds and personnel.

14 ARTICLE 6 AMENDMENT (1) This MoU may be amended or modified at any time by mutual written consent of the Parties. (2) The amendments or modifications of this MoU shall enter into force on the date as mutually agreed by the Parties. (3) The amendments or modifications of this MoU shall form an integral part of this Mou. ARTICLE 7 SETTLEMENT OF DISPUTES Any difference or dispute that may arise out of the interpretation or implementation of this MoU, shall be settled amicably through direct negotiations or consultations between the Parties. ARTICLE 8 ENTRY INTO FORCE, DURATION, AND TERMINATION (1) This MoU shall enter into force on the date of its signing. (2) This MoU shall be effective for a period of 5 (five) years and may be extended or renewed for equal periods or for periods as mutually agreed by the Parties. (3) Either Party may terminate this MoU, through a written notice to the other Party. The termination will become effective 90 (ninety) days after the notification received by the other Party. (4) The termination of this MoU shall not affect the validity and the development or implementation of any ongoing activities, programs, and/or projects agreed by the Parties, under this MoU, until the completion of such activities, programs, and/or projects, unless the Parties agree otherwise.

15 IN WITNESS WHEREOF, the undersigned, being duly authorized thereto by their respective Governments, have signed this MoU. Done at J8 Y. 0\ ( b a on the «i.j» of Ap<' 'i \ 201 ~ in two original copies, in English, Indonesian, and Russian languages. All texts are being equally authentic. In case of divergence of interpretation, the English text shall prevail. FOR THE MINISTRY OF FINANCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA FOR THE MINISTRY OF FINANCE VLADIMIR LOPATO-ZAGORSKY Ambassador of the Republic of Belarus to the Republic of Indonesia

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN PROTOCOL TO PREVENT, SUPPRESS AND PUNISH TRAFFICKING IN PERSONS, ESPECIALLY WOMEN AND CHILDREN, SUPPLEMENTING THE

Lebih terperinci

Notice from PT. Mead Johnson Indonesia to its Suppliers: Pemberitahuan dari PT Mead Johnson Indonesia kepada para Pemasoknya:

Notice from PT. Mead Johnson Indonesia to its Suppliers: Pemberitahuan dari PT Mead Johnson Indonesia kepada para Pemasoknya: STANDARD TERMS AND CONDITIONS STANDAR KETENTUAN-KETENTUAN DAN SYARAT- SYARAT Notice from PT. Mead Johnson Indonesia to its Suppliers: Pemberitahuan dari PT Mead Johnson Indonesia kepada para Pemasoknya:

Lebih terperinci

www.indolaw.org NOMOR 28 TAHUN 2014 NUMBER 28, 2014

www.indolaw.org NOMOR 28 TAHUN 2014 NUMBER 28, 2014 www.indolaw.org UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014 NUMBER 28, 2014 TENTANG HAK CIPTA ABOUT COPYRIGHT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BY THE GRACE OF

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN STOCKHOLM CONVENTION ON PERSISTENT ORGANIC POLLUTANTS (KONVENSI STOCKHOLM TENTANG BAHAN PENCEMAR ORGANIK YANG PERSISTEN)

Lebih terperinci

Association of. The English Version is translated by Sworn Translator & Reviewed of Melli Darsa & Co. 2

Association of. The English Version is translated by Sworn Translator & Reviewed of Melli Darsa & Co. 2 ANGGARAN DASAR (ARTICLES OF ASSOCIATION) PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Dual Language The English Version is translated by Sworn Translator & Reviewed of Melli Darsa & Co. 1 Kronologis Perubahan Anggaran

Lebih terperinci

A. PERSYARATAN DAN KETENTUAN - UMUM A. TERMS AND CONDITIONS - GENERAL

A. PERSYARATAN DAN KETENTUAN - UMUM A. TERMS AND CONDITIONS - GENERAL A. PERSYARATAN DAN KETENTUAN - UMUM A. TERMS AND CONDITIONS - GENERAL Persyaratan dan ketentuan berikut ini ("Persyaratan dan Ketentuan") mengatur hubungan antara PT. CIMB Securities Indonesia ("CIMB")

Lebih terperinci

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM GENERAL TERMS AND CONDITIONS

SYARAT DAN KETENTUAN UMUM GENERAL TERMS AND CONDITIONS I. DEFINISI UMUM Dalam syarat dan ketentuan umum ( Syarat dan Ketentuan ) ini yang dimaksud dengan: 1. Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu adalah alat yang berupa Kartu Kredit, Kartu Debet, Kartu

Lebih terperinci

Persyaratan dan Ketentuan Umum. General Terms and Conditions. Section I. Definition and Interpretation. Bagian I. Definisi dan Interpretasi

Persyaratan dan Ketentuan Umum. General Terms and Conditions. Section I. Definition and Interpretation. Bagian I. Definisi dan Interpretasi Persyaratan dan Ketentuan Umum Bagian I. Definisi dan Interpretasi 1. Definisi Dalam Persyaratan dan Ketentuan ini, dan kecuali tautan kalimatnya mensyaratkan lain, istilah-istilah berikut ini memiliki

Lebih terperinci

2 Complementing each other's strengths to develop new programs and services for mutual benefits.

2 Complementing each other's strengths to develop new programs and services for mutual benefits. MEMORANDUM OF UNDERSTANDING BETWEBN THB NATIONAL LIBRARY OF SERBIA AND THE NATTONAL LIBRARY OF INDONESIA CONCERNING LIBRARY COOPERATION The National Lrbrary of Indonesia (NLI) and The National Library

Lebih terperinci

GENERAL TERMS AND CONDITIONS OF SALE SAPTA PERMATA

GENERAL TERMS AND CONDITIONS OF SALE SAPTA PERMATA 1. GENERAL 1.1 Unless expressly agreed otherwise in writing, these Terms and Conditions shall apply to every legal relationship between PT. Sapta Permata (Company Tax No. 02.175.761.2-631.000), further

Lebih terperinci

197 L A P O R A N K E U A N G A N F I N A N C I A L S TAT E M E N T S

197 L A P O R A N K E U A N G A N F I N A N C I A L S TAT E M E N T S PT INCO Laporan Tahunan 2009 Annual Report 197 198 PT INCO Laporan Tahunan 2009 Annual Report Catatan Neracatas Laporan Keuangan PT Per International 31 Desember Nickel 2009 Indonesia dan 2008 Tbk Balance

Lebih terperinci

PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN INFORMASI NASABAH COLLECTION AND USE OF CUSTOMER INFORMATION PERSYARATAN DAN KETENTUAN TERMS AND CONDITIONS DEFINITION

PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN INFORMASI NASABAH COLLECTION AND USE OF CUSTOMER INFORMATION PERSYARATAN DAN KETENTUAN TERMS AND CONDITIONS DEFINITION PENGUMPULAN DAN PENGGUNAAN INFORMASI NASABAH PERSYARATAN DAN KETENTUAN DEFINISI Istilah-istilah berawalan huruf kapital dalam Ketentuan-ketentuan ini akan memiliki arti sebagai berikut, kecuali konteks

Lebih terperinci

INDONESIAN EARTHQUAKE STANDARD POLICY POLIS STANDAR ASURANSI GEMPA BUMI INDONESIA

INDONESIAN EARTHQUAKE STANDARD POLICY POLIS STANDAR ASURANSI GEMPA BUMI INDONESIA POLIS STANDAR ASURANSI GEMPA BUMI INDONESIA Bahwa Tertanggung telah mengajukan suatu permohonan tertulis yang menjadi dasar dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Polis ini, Penanggung akan memberikan

Lebih terperinci

PT GRAHA LAYAR PRIMA TBK DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY

PT GRAHA LAYAR PRIMA TBK DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARY / LAPORAN KEUANGAN PADA TANGGAL 31 MARET 2015 DAN PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT INTERIM CONSOLIDATED AS OF MARCH 31, 2015 AND THREE-MONTH PERIOD THEN ENDED (MATA UANG RUPIAH/RUPIAH

Lebih terperinci

Pedoman Etika Bisinis dan Etika Kerja

Pedoman Etika Bisinis dan Etika Kerja Pedoman Etika Bisinis dan Etika Kerja 2008 Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja Pedoman Etika Bisinis dan Etika Kerja MAKLUMAT KOMITMEN GCG KOMISARIS DAN DIREKSI PT ELNUSA Tbk. STATEMENT OF GCG COMMITMENT

Lebih terperinci

P.T. BUANA LISTYA TAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES

P.T. BUANA LISTYA TAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES P.T. BUANA LISTYA TAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK PERIODE-PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2011 DAN 2010 (DENGAN PERBANDINGAN

Lebih terperinci

Daftar Isi/Table of Contents. Halaman/Page. Consolidated Statements Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 255 4... of Changes in Equity

Daftar Isi/Table of Contents. Halaman/Page. Consolidated Statements Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 255 4... of Changes in Equity 248 The original consolidated financial statements included herein are LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 DESEMBER 2009 DAN 2008 CONSOLIDATED

Lebih terperinci

Daftar Isi / Table of Contents. Pasal / Article

Daftar Isi / Table of Contents. Pasal / Article UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 11 OF 2008 CONCERNING ELECTRONIC INFORMATION AND TRANSACTIONS Daftar

Lebih terperinci

PT Midi Utama Indonesia Tbk

PT Midi Utama Indonesia Tbk PT Midi Utama Indonesia Tbk Laporan Keuangan Interim pada dan untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada / Interim Financial Statements as of and Laporan Keuangan pada dan untuk Periode Sembilan

Lebih terperinci

PT. PAKUWON JATI Tbk. DAN ENTITAS ANAK/AND ITS SUBSIDIARIES

PT. PAKUWON JATI Tbk. DAN ENTITAS ANAK/AND ITS SUBSIDIARIES PT. PAKUWON JATI Tbk. DAN ENTITAS ANAK/AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 30 SEPTEMBER 2014 DAN 31 DESEMBER 2013 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE SEMBILAN

Lebih terperinci

ROADMAP TATA KELOLA PERUSAHAAN INDONESIA INDONESIA CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP

ROADMAP TATA KELOLA PERUSAHAAN INDONESIA INDONESIA CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP i i MENUJU TATA KELOLA EMITEN DAN PERUSAHAAN PUBLIK YANG LEBIH BAIK TOWARDS BETTER GOVERNANCE OF ISSUERS AND PUBLIC COMPANIES iii daftar isi table of contents halaman pages DAFTAR ISI / contents DAFTAR

Lebih terperinci

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. dan anak-anak perusahaannya/ and its subsidiaries

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. dan anak-anak perusahaannya/ and its subsidiaries PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. dan anak-anak perusahaannya/ and its subsidiaries Laporan keuangan konsolidasian beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember

Lebih terperinci

PT MINING INDONESIA Tbk Dan entitas anak/and subsidiaries

PT MINING INDONESIA Tbk Dan entitas anak/and subsidiaries www.pwc.com/id PT MINING INDONESIA Tbk Dan entitas anak/and subsidiaries Ilustrasi Laporan Keuangan Konsolidasian/ Illustrative Consolidated Financial Statements 31 Desember 2014 dan 2013/ 31 December

Lebih terperinci

General Purchase Conditions Syarat-syarat Umum Pembelian

General Purchase Conditions Syarat-syarat Umum Pembelian General Purchase Conditions Syarat-syarat Umum Pembelian ENGLISH 1. Scope; conclusion of contracts 1.1 These Conditions of Purchase shall apply to deliveries and services of any Supplier to PT Voith (

Lebih terperinci

RESCHEDULING UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH MELALUI PARIS CLUB

RESCHEDULING UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH MELALUI PARIS CLUB Published in Majalah Treasury Indonesia No. 1/2006 and No. 2/2006 RESCHEDULING UTANG LUAR NEGERI PEMERINTAH MELALUI PARIS CLUB Oleh: Suminto, M.Sc. Economist, The Indonesia Economic Intelligence Terjadinya

Lebih terperinci

SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG/ DIRECTORS' STATEMENT REGARDING. PT RIG TENDERS INDONESIA TbK DAN ANAK PERUSAHAAN/AA'D SUBS'D'ARY

SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG/ DIRECTORS' STATEMENT REGARDING. PT RIG TENDERS INDONESIA TbK DAN ANAK PERUSAHAAN/AA'D SUBS'D'ARY Hffi 039 SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG/ DIRECTORS' STATEMENT REGARDING 021566 TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK TAHUN.TAHUN YANG BEMKHIR 31 DESEMBER 2011 DAN 2O1O THE RESPO'VS IBILITY FOR THE

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL CONVENTION FOR THE SUPPRESSION OF ACTS OF NUCLEAR TERRORISM (KONVENSI INTERNASIONAL PENANGGULANGAN TINDAKAN TERORISME

Lebih terperinci

PT LINK NET Tbk AND SUBSIDIARY. PT LINK NET Tbk DAN ENTITAS ANAK

PT LINK NET Tbk AND SUBSIDIARY. PT LINK NET Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Pada Tanggal 30 September 2014 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2013 (Diaudit) Serta untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir 30 September 2014 dan 2013 (Tidak Diaudit)

Lebih terperinci

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Laporan keuangan beserta laporan auditor independen tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal / Financial statements with independent auditors report years ended December 31,

Lebih terperinci

Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 December 31, 2012 and 2011

Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011 December 31, 2012 and 2011 PT TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK PT TIGA PILAR SEJAHTERA FOOD Tbk Laporan Keuangan Konsolidasian Consolidated Financial Statements for the Years Ended Tanggal PT TIGA PILAR SEJAHTERA

Lebih terperinci