Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Transkripsi

1 Direktori Putusan M P U T U S A N Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata khusus perselisihan hubungan industrial pada pemeriksaan peninjauan kembali memutus sebagai berikut dalam perkara antara: PT. ATLANTIC PERMATA HOTEL, berkedudukan di Jalan Salemba Raya Nomor 26, Jakarta Pusat 10430, dalam hal ini diwakili Rony Soesanto, sebagai Direktur Perseroan, yang dalam hal ini memberi kuasa kepada M. Sofyan, S.H., Personnel Manager PT. Atlantic Permata Hotel, yang beralamat di Jalan Salemba Raya Nomor 26, Jakarta Pusat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 08 Juli 2013; Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Tergugat; L a w a n SUKARDI, Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Jalan Cempaka Wangi RT. 16/09 Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat; Kelurahan Harapan Mulia Termohon Peninjauan Kembali dahulu Termohon Kasasi/ Penggugat; Mahkamah Agung tersebut; Membaca surat-surat yang bersangkutan; Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Tergugat telah mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 641 K/Pdt.Sus/2008, tanggal 31 Oktober 2008 yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkaranya melawan Termohon Peninjauan Termohon Kasasi/ Penggugat, pada pokoknya sebagai berikut: Kembali dahulu 1. Bahwa Penggugat mulai bekerja pada Tergugat sejak Februari 1993, jabatan terakhir sebagai Head Dept. Housekeeping, upah sebesar Rp ,- (sembilan ratus ribu rupiah) per bulan; 2. Bahwa Penggugat adalah peserta Jamsostek; dengan menerima 3. Bahwa Penggugat menerima upah sejak pertama bekerja sampai dengan bulan September 2006; 4. Bahwa selama bekerja Penggugat selalu bekerja dengan baik, penuh rasa Halaman 1 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 1

2 Direktori Putusan M tanggung jawab dan memiliki dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas; 5. Bahwa berawal dari adanya keinginan yang kuat dari karyawan/ti Hotel Atlantic, pada akhir Juli 2005 yang bermaksud membentuk PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic dengan tujuan agar adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban antara pekerja dengan perusahaan; 6. Bahwa Penggugat ikut mendukung dalam mendirikan Serikat Pekerja di Hotel Atlantic dibuktikan Penggugat ikut menandatangi surat dukungan terhadap upaya pembentukan serikat pekerja di Hotel Atlantic; 7. Bahwa pada tanggal 1 Agustus 2005 panitia pembentukan PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic mengirim surat kepada Manajemen yang berisi permohonan permintaan tempat, waktu dan fasilitas hotel untuk acara pembentukan dan pelantikan Pengurus PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic yang ditandatangani oleh Sdr. Ahmadun dan Sdr. Agus Supriyanto masing - masing sebagai Ketua dan Sekretaris; 8. Bahwa pada tanggal 6 Agustus 2005 Penggugat selaku Head Dept. Housekeeping hadir dalam rapat bersama General Manager Hotel Atlantic Bpk Kifi Firdaus, dalam rapat tersebut permasalahan pembentukan PUK SP PAR Hotel Atlantic turut dibahas dan Bpk. Kifi Firdaus mengemukakan bahwa beliau tidak mau adanya SPSI di Hotel Atlantic, bagi karyawan yang tidak mau bekerja silahkan mengundurkan diri dan akan diberikan uang konpensasi sebesar Rp ,- (tujuh juta rupiah); 9. Bahwa pada tanggal 8 Agustus 2005 Penggugat selaku Head Dept. Housekeeping. Kembali hadir dalam rapat bersama General Manager Hotel Atlantic Bpk Kifi Firdaus, dalam rapat tersebut permasalahan pembentukan PUK kembali dibahas oleh Bpk. Kifi Firdaus, bahwa beliau kembali menegaskan tidak mau adanya SPSI di Hotel Atlantic, bagi karyawan yang tidak mau bekerja silahkan mengundurkan diri dan akan diberikan uang konpensasi sebesar Rp ,- (tujuh juta rupiah); 10. Bahwa pada tanggal 9 Agustus 2005 Penggugat selaku Head Dept. Housekeeping kembali hadir dalam rapat bersama General Manager Hotel Atlantic Bpk Kifi Firdaus, kembali menegaskan bahwa beliau tidak mau adanya SPSI di Hotel Atlantic dan memutuskan melarang masuk ke area hotel bagi Sdr. Ahmadun dan Agus Supriyanto masing-masing sebagai ketua dan sekretaris panitia pembentukan PUK terhitung tanggal 9 Agustus 2005; 11. Bahwa surat yang dikirim oleh panitia pembentukan SP PAR SPSI tidak dijawab oleh Tergugat, bahkan pada tanggal 9 Agustus 2005 Tergugat Halaman 2 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 2

3 Direktori Putusan M mengeluarkan surat berupa pelarangan masuk area Hotel Atlantic tanpa batas waktu bagi Sdr. Ahmadun dan Sdr. Agus Supriyanto, yang menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris PUK Hotel Atlantik, surat tersebut ditandatangani oleh Ibu Isye Falyanah sebagai Personalia Hotel Atlantic, dan selanjutnya mengancam akan mengambil tindakan serupa bagi pekerja yang menjadi Pengurus dan anggota PUK F SP Par Hotel Atlantic; 12. Bahwa atas sikap Tergugat yang tidak koperatif tersebut Penggugat dan rekan-rekan panitia pembentukan melaporkan permasalahan tersebut kepada DPD F SP Par SPSI DKI Jakarta, selanjutnya DPD F SP Par SPSI DKI Jakarta menyampaikan somasi terhadap Tergugat tertanggal 15 Agustus 2005 yang ditujukan kepada Tergugat agar menarik kembali surat pelarangan masuk tersebut, karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak berserikat yang telah dilindungi Undang - undang, akan tetapi surat somasi tersebut tidak dijawab oleh Tergugat; 13. Bahwa oleh karena surat somasi DPD F SP PAR SPSI DKI Jakarta tidak mendapatkan jawaban dari Tergugat, maka Pengurus DPD F SP PAR SPSI DKI Jakarta datang ke Hotel Atlantic yang bertujuan mengklarifikasi masalah tersebut dan diterima oleh Ibu Isye Falyanah (Personalia), dalam pertemuan tersebut jelas dan nyata-nyata manajemen Hotel Atlantic Menolak adanya Serikat Pekerja di perusahaan, dengan alasan tidak ada izin dari atasan, bahkan Ibu Isye mengatakan dia hanya menjalankan tugas dari Bapak Sofyan; 14. Bahwa pada tanggal 12 Agustus 2006, di dalam rapat yang dihadiri Penggugat, Bapak Kifi Firdaus memerintahkan kepada Head Dept. agar mendata anak buahnya yang ikut mendirikan serikat pekerja, dan dalam waktu 2 (dua) hari harus sudah diserahkan k epada Bpk. Kifi Firdaus untuk diproses lebih lanjut; 15. Bahwa pada tanggal 15 Agustus 2006 Dewan Pimpinan Daerah Fegerasi Serikat Pekerja DKI Jakarta mengeluarkan surat keputusan Nomor Kep 16/A/SK/DPD F SP PARIWISATA/Viii/2005. Tentang pengukuhan pimpinan unit kerja serikat pekerja pariwisata Hotel Atlantic; 16. Bahwa pada tanggal 21 Agustus 2006, Penggugat kembali rapat bersama Kifi Firdaus selaku General manager dalam rapat tersebut Tergugat menanyakan kepada Penggugat:" (1) Apakah Penggugat ikut menandatangi surat dukungan pembentukan PUK SP Par SPSI? Penggugat jawab ya Ikut mendukung, (2) mau diterusin dukungan terhadap berdirinya PUK Hotel Atlantic atau dihentikan dukungan tersebut? Halaman 3 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 3

4 Direktori Putusan M Penggugat menjawab tetap diteruskan, (3) Apabila Penggugat tetap melanjutkan maka Tergugat mengancam akan memberikan SP III dengan sanksi tidak bekerja selama 9 (sembilan) bulan; 17. Bahwa pada tanggal 30 Agustus 2005 PUK SP PAR Hotel Atlantic mengajukan pencatatan kepada Kepala Sudinakertrans Jakarta Pusat, dan pada tanggal 23 September 2005 Sudinakertrans Jakarta Pusat mengeluarkan Nomor bukti pencatatan; 18. Bahwa dalam rapat tanggal 21 Agustus 2006 Tergugat menyuruh Penggugat untuk mengundurkan did, akan tetapi Penggugat menolaknya, dalam kurun waktu yang cukup lama Penggugat selalu mendapatkan tekanan-tekanan dengan berbagai alasan serta berbagai tuduhan yang direkayasa oleh Tergugat bahwa alasan dan tuduhan Tergugat sangat mengada-ada sehingga Penggugat selalu menyangkalnya, sehingga pada tanggal 25 September 2006 Tergugat mengeluarkan surat pelarangan masuk area hotel tanpa batas waktu terhadap Penggugat terhitung tanggal 25 September 2006, bahwa sejak bulan Oktober 2006 Tergugat tidak lagi membayar upah dan hak-hak lain yang biasa diterima Penggugat, meskipun belum ada putusan dari lembaga penyelesaian perselisihan perburuhan, tindakan Tergugat nyata-nyata bertentangan dengan UUK Nomor 13 tahun 2003; 19. Bahwa sejak terbentuknya serikat pekerja di Hotel Atlantic, pihak manajemen terus melakukan berbagai tindakan intimidasi, mutasi dan menyampaikan berbagai statemen yang isinya akan mengambil tindakan bagi pekerja yang menjadi Pengurus dan anggata serikat pekerja; 20. Bahwa sikap Tergugat yang menolak berdirinya serikat pekerja sangat meresahkan pekerja, Tergugat terus melakukan penekanan agar Penggugat mengundurkan did, terbukti dan tidak terbantahkan bahwa ancaman Tergugat sangat serius, sehingga berdampak terhadap Penggugat dan rekan-rekan aktifis lainnya yang berjumlah 13 (tigabelas) orang yaitu sdr. Ahmadun Ketua, Sdr. Agus. Supriyanto sekretaris, Sdr. Nana Sukana wakil sekretaris, A. Fatah wakil bendahara, Suheri wakil sekretaris, Sdr. Lukman sebagai wakil ketua, Sdr. Nurochadi wakil Ketua, Sdr. Ikhsanudin wakil Ketua, Sdr. Kesanan, Wagio, M. Natsir Nasrun dan Penggugat, bahwa orang-orang tersebut adalah aktifis yang mendukung berdirinya serikat pekerja dan semuanya telah diputus hubungan kerja oleh Tergugat; 21. Bahwa selama proses persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara Nomor Halaman 4 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 4

5 Direktori Putusan M 53/PHI.G/2006/PN.JKP.PST dan perkara Nomor 55PL,G/2006/PHI/ PN.JKP.PST antara Agus Supriyanto dan Ahmadun (Penggugat) melawan PT. Atlantic Permata Hotel (Tergugat), bahwa Penggugat, rekan -rekan pengurus dan aktifis selalu hadir di ruang sidang tanpa meninggalkan tugas sebagai pekerja, hal tersebut merupakan bentuk solidaritas dan dukungan terhadap pimpinan Serikat Pekerja; 22. Bahwa pada tanggal 17 Oktober 2005 Tergugat mengadakan rapat di room 802 Hotel Atlantic, dimulai pada pukul Wib, dalam rapat tersebut Tergugat mengemukan bahwa akan melakukan pemutusan hubungan kerja tanpa pesangon bagi pekerja yang menjadi Pengurus dan anggota serikat pekerja, hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Abdul Fatah, Nana Sukana, Suheri, Wagio, Dadi Rosadi, Radimin, Henry Lupita, Wahyu Kintoko dan Penggugat; 23. Bahwa dalam rapat tanggal 17 Oktober 2005 Tergugat menyampai batas waktu bagi pekerja yang menjadi anggota dan pengurus serikat pekerja agar segera mengundurkan did dari kepengurusan dan keanggotaan serikat pekerja paling lambat tanggal 20 Oktober 2005, jika tidak akan dikenakan sangsi pemecatan tanpa uang pesangon; 24. Bahwa atas tindakan Tergugat yang terus melakukan intimidasi, menghalang - halangi untuk menjadi Pengurus dan anggota serikat pekerja dengan cara melarang masuk area hotel, melakukan mutasi, tidak membayar upah dan hak -hak lain yang biasa diterima Penggugat, Halaman 5 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 h Agung Republi serta secara sistimatis melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pengurus dan anggota serikat pekerja, termasuk dengan Penggugat. Atas tindakan tersebut PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic melalui sekretaris PUK SP PAR Hotel Atlantic melapor perbuatan Tergugat ke POLDA Metro Jaya untuk diproses sesuai hukum yang berlaku; 25. Bahwa akibat Penggugat menolak menarik dukungan terhadap SP PAR SPSI Hotel Atlantic dan menolak mundur menjadi anggota serikat pekerja serta hadir dalam persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Penggugat dipanggil dengan berbagai alasan yang mengada -ada dan dicari - can oleh Tergugat; 26. Bahkan Tergugat mengatakan tidak mau lagi mempekerjakan penggugat dan Tergugat akan Mencekal/melarang masuk Penggugat ke areal hotel, oleh karena baru disampaikan secara lisan Penggugat menolaknya, bahwa sikap Tergugat sangat arogan dan tidak manusiawi dalam memberlakukan pekerja terutama pekerja yang duduk menjadi pengurus dan aktifis serikat Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : (ext.318) Halaman 5

6 Direktori Putusan M pekerja, hal tersebut sangat bertentangan dengan Undang-undang ketenagekerjaan. yang lebih mengutamakan musyawarah, menghindari pemutusan hubungan kerja dan mengadakan perundingan untuk penyelesaian permasalahan bukan dengan cara - cara kekerasan; 27. Bahwa pada tanggal 25 September 2006 Tergugat mengeluarkan surat yang berisi larangan masuk area hotel terhadap Penggugat terhitung 25 September 2006 tanpa batas waktu, tindakan tersebut tidak dapat diterima oleh Penggugat karena tidak sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh undang-undang ketenagakerjaan, bahwa tindakan intimidasi, arogansi serta sewenang-wenang terus dilakukan oleh Tergugat dibuktikan Tergugat melarang Pengurus dan aktifis serikat pekerja lainnya untuk masuk areal Hotel tanpa batas waktu seperti Suheri Wakil Sekretaris, Sdr. Nurohadi wakil Ketua, Sdr. Ikhsanudin wakil ketua, Nana Sukana Wakil Sekretaris, A. Fatah Wakil Bendahara Wagio, Kasenan M. Natsir dan Penggugat; 28. Bahwa tindakan Tergugat melarang Penggugat masuk ke area hotel tempat Penggugat bekerja tanpa batas waktu nyata-nyata memiliki itikad tidak balk, dan tidak memiliki landasan hukum, sehingga tidak dapat dibenarkan, bahwa tindakan Tergugat adalah bentuk pemutusan hubungan kerja yang tidak dilindungi undang -undang ketenagakerjaan, bahkan bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku, bahwa tindakan pelarangan masuk ke area hotel yang dilakukan Tergugat adalah akibat Penggugat menolak menarik dukungan dan mundur menjadi anggota serikat Serikat, sebagaimana keinginan Tergugat yang disampaikan pada saat rapat tanggal 6, 7, 9 dan 12 Agustus 2005 seta hasil rapat tanggal 17 Oktober Bahwa Tergugat sangat anti serikat dan Mencekal / melarang masuk pengurus dan aktifis, karena Tergugat dalam menjalan Perusahaan melakukan tindakan pelanggaran terutama disektor Pengupahan, seperti hak atas pesangon diberikan tidak sesuai dengan Undang-undang ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja tidak memadai serta banyak pekerja yang memiliki masa kerja diatas 10 (sepuluh) tahun namun tetap menggunakan sistim upah harian, hal tersebut sangat merugikan pekerja tetap yang sudah mengabdi diperusahaan dalam kurun waktu yang cukup lama, karena apabila pekerja tidak masuk bekerja walaupun menurut Undang-undang tetap mendapatkan hak penuh/tidak dipotong upah, namun Tergugat tetap memotong upah pekerja, tindakan Tergugat sangat sewenang - wenang dengan sengaja mengabaikan begitu saja hak - hak pekerja yang telah dilindungi oleh Undang - undang; Halaman 6 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 6

7 Direktori Putusan M 29. Bahwa atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Tergugat, maka PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic mengirim somasi kepada pihak manajemen hotel yang isinya agar surat pelarangan masuk bagi Penggugat ditarik kembali karena hal tersebut adalah bentuk intimidasi yang mengarah kepada Pemutusan Hubungan kerja, tindakan tersebut adalah pelanggaran serius terhadap Undang-undang ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 dan Undang-undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh, surat tersebut tidak dijawab Tergugat; 30. Bahwa atas Pengaduan dari PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic, DPD F SP Par SPSI DKI Jakarta mengirimkan somasi berkaitan dengan pelarangan masuk area Hotel tempat Penggugat bekerja tanpa batas waktu terhadap para Penggugat, di dalam surat tersebut DPD F SP Par SPSI DKI Jakarta meminta agar Tergugat menarik kembali surat pelarangan masuk tersebut, karena tindakan yang dilakukan Tergugat merupakan pelanggaran serius terhadap hak berserikat; 31. Bahwa pada tanggal 11 September 2006 Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPSI) mengirim surat kepada Tergugat yang isinya adalah : (1) Dewan pimpinan Pusat SPSI menyayangkan tindakan dan keputusan manajemen Hotel Atlantic menolak keberadaan Serikat Pekerja Pariwisata SPSI yang sah dan diatur oleh Undang - Undang Ketenagakerjaan, (2) Mengharapkan agar Tergugat mencabut serta membatalkan keputusan dan tindakan penolakan atas keberadaan Serikat Pekerja Pariwisata SPSI. (3) Agar serikat pekerja diberikan kebebasan sesuai Undang - Undang yang berlaku; 32. Bahwa surat somasi dari PUK SP Par SPSI Hotel dan surat somasi dari DPD F SP Par SPSI DKI Jakarta serta surat somasi dari DPP KSPSI tidak mendapatkan tanggapan dari Tergugat. hal tersebut terbukti dan tidak terbantakan bahwa Tergugat betul-betul anti serikat dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah, dan sikap arogansi Tergugat adalah perbuatan pelanggaran hak azazi yang sangat mendasar di dalam hukum perburuhan, atas tindakan tersebut mohon kepada Mejelis Hakim Yang Mulia, menyatakan bahwa perbuatan Tergugat bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 dan Undang - Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh; 33. Bahwa untuk menyelesaikan permasalahan tersebut PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic mengirim surat kepada Tergugat untuk merundingkan secara Biparitite, akan tetapi itikad baik PUK Sp Par Hotel Atlantic tidak dijawab Halaman 7 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 7

8 Direktori Putusan M oleh Tergugat, bahkan surat permohonan bipartite yang ke 2 (dua) dari PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic ditolak oleh pihak manajemen melalui security dept dengan alasan Bpk. Kifi Firdaus sudah pindah, sepengatahuan Panggugat orang tersebut ada dan tidak pernah pindah sampai sekarang, bahwa tindakan pembohongan yang dilakukan Tergugat adalah perbuatan tidak terpuji dan tidak berprikemanusiaan, bahwa surat permohonan bipartiet tersebut dikembalikan begitu saja melalui petugas TIKI, bahwa tindakan Tergugat sangat manusiawi dan sangat melecehkan hukum dan institusi serikat pekerja yang sah dan dilindungi oleh undang - undang yang berlaku di Indonesia maupun Hukum Internasional; 34. Bahwa PUK SP Par Hotel Atlantic mencoba menunggu respon selanjutnya dari Tergugat, namun seiring berjalannya waktu ternyata Tergugat nyata - nyata tidak ada itikad balk dalam menyelesaikan masalah; 35. Bahwa sebelum memutus hubungan kerja terhadap Penggugat, Tergugat terlebih dahulu memutus hubungan kerja Ketua dan Sekretaris PUK Hotel Atlantic yaitu Sdr. Ahmadun dan Agus Supriyanto, bahwa tindakan pelarangan masuk tanpa batas waktu terhadap Penggugat adalah bagian yang tidak terpisahkan atas tindakan sebelumnya, bahwa tindakan sistimatis yang dilakukan Tergugat adalah aplikaso dan keinginan Tergugat untuk memutus hubungan kerja seluruh pengurus dan aktifis PUK SP PAR Hotel Atlantic sehingga keinginan Tergugat untuk menghilangkan keberadaan Serikat pekerja di perusahaan Tergugat dapat terlaksana walaupun dengan cara-cara yang tidak manusiawi dan melanggar ketentuan yang berlaku; 36. Bahwa di dalam jawaban gugatan Tergugat, pada persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengaditan Negeri Jakarta Pusat dafam perkara Nomor 55/PL.G/2006/PHI.PN.JKT.PST dan Perkara Nomor 53/PL.G/2006/PHI.PN.JKT.PST atas pemutusan hubungan kerja terhadap Ketua dan sekretaris PUK Hotel Atlantic (Sdr. Ahmadun dan Agu s Supriyanto), terbukti dan tidak terbantahkan oleh Tergugat bahwa didalam jawaban gugatan Tergugat, Tergugat dengan tegas dan jelas menolak adanya serikat pekerja, dengan dalil bahwa Perusahaan belum memberikan izin terbentuknya serikat pekerja di Perusahaan Tergugat, dan Pembentukan serikat pekerja tidak diatur di dalam anggaran dasar rumah tangga perusahaan oleh karena itu Tergugat menolaknya, memperhatikan jawaban tersebut Tergugat betul-betul tidak menginginkan adanya serikat pekerja, terbukti dan tidak terbantahkan bahwa oleh Tergugat bahwa Halaman 8 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 8

9 Direktori Putusan M Pengurus Serikat Pekerja Hotel Atlantic hanya tinggal 10 % dan sisanya telah di PHK oleh Tergugat dengan cara tidak wajar; 37. Bahwa oleh karena Penggugat tidak diperbolehkan masuk area hotel oleh Tergugat, dan Tergugat menolak setiap upaya perundingan, dan jangka waktu sudah terlalu lama maka PUK SP Par SPSI Hotel Atlantic mengirimkan surat kepada kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Dengan maksud agar membantu proses pemerantaraan I mediasi sesuai Undang - undang Nomor 2 Tahun 2004; 38. Bahwa selama sidang Mediasi Tergugat tidak ada itikad balk untuk menyelesaikan masalah, bahkan Tergugat cenderung melecehkan lembaga tersebut, dengan cara tidak hadir dan kadangkala hadir akan tetapi tidak tepat waktu, sehingga sidang mediasi sering tertunda karena ketidak hadiran Tergugat dalam sidang; 39. Bahwa pada bulan Juni 2007 Disnakertrans Prov. DKI Jakarta mengeluarkan anjuran yang isinya agar Tergugat mempekerjakan kembali Penggugat pada posisi semula, serta memberikan hak-hak Penggugat selama tidak dipekerjakan sejak bulan September 2006, Penggugat dapat menerima anjuran tersebut, namun Tergugat menolaknya; 40. Bahwa mengingat sejak dilarang masuk area hotel oleh Tergugat, Penggugat hanya mendapatkan THR tahun 2006 sedangkan hak-hak lainnya yang biasanya diterima Penggugat tidak diberikan oleh Tergugat; 41. Bahwa terbukti dan tidak terbantahkan kebenarannya bahwa menurut Pasal 151 ayat 3 Undang-Undang Ketenagekerjaan Nomor 13 Tahun 2003, bahwa pengusaha hanya dapat memutus hubungan kerja dengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, oleh karena itu PHK yang dilakukan Tergugat dinyatakan batal demi hukum, dan Tergugat wajib membayar upah dan hak - lain yang biasa diterima Penggugat sampai ada kekuatan hukum yang bersifat tetap, dari lembaga penyelesaian perselisihan Industrial; 42. Bahwa terbukti dan tidak terbantahkan kebenarannya bahwa berdasarkan Pasal 153 ayat 1 huruf (g) Undang - undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 bahwa Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja tefiadap pekerja yang mendirikan, menjadi anggota dan atau pengurus serikat pekerja /serikat buruh, pekerja/atau buruh melakukan kegiatan serikat pekerja/buruh di luar jam kerja atau di dalam jam kerja; 43. Bahwa terbukti dan tidak terbantahkan kebenarannya berdasarkan Pasal 155 ayat 1 Undang Undang Nomor 13 tahun 2003, bahwa pemutusan Halaman 9 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 9

10 Direktori Putusan M hubungan kerja tanpa penetapan sebagaimana dimaksud pada Pasal 151 ayat 3 batal demi hukum; 44. Bahwa terbukti dan tidak terbantahkan kebenarannya bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 155 (2) Undang -Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pekerja dan Pengusaha sebelum jatuh putusan harus tetap melakukan segalah kewajibannya, yakni: Pekerja berkewajiban tetap bekerja, dan Pengusaha berkewajiban tetap membayarkan hak-hak Pekerja, Bahwa Penggugat tidak dapat melaksanakan kewajibannya dikarenakan adanya surat larangan masuk area hotel yang dikeluarkan oleh Tergugat; 45. Bahwa terbukti dan tidak terbantahkan kebenarannya bahwa berdasarkan Pasal 28 Undang Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh, bahwa siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atu tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerjalburuh dengan cara: Melakukan pemutusan hubungan kerja, memberhentikan sementara, menurunkan jabatan, atau melakukan mutasi, tidak membayar atau mengurangi upah pekerja/buruh, Melakukan intimidasi dalam bentuk apapun, Melakukan kampanye anti pembentukan serikat pekerja atau buruh; 46. Bahwa Perbuatan Tergugat terhadap Penggugat, Pengurus serikat, anggota dan para aktifis nyata-nyata telah melanggar Pasal 28 Undang Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh; 47. Bahwa terbukti dan tidak terbantahkan berdasarkan Pasal 104 Undang - undang Nomor 13 Tahun 2003, bahwa setiap pekerja/buruh berhak membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja/buruh; 48. Bahwa tindakan dengan cara melarang masuk pengurus serikat pekerja, tidak membayarkan upah, melakukan mutasi. dan mengintimidasi secara terang - terangan adalah tindakan pelanggaran yang tidak dapat ditolerir dan merupakan pelanggaran hak yang sangat mendasar serta bentuk perbuatan yang melecehkan hukum yang berlaku di Negara Republia; 49. Bahwa dalam hukum Indonesia maupun dalam hukum International merupakan hak dasar, dimana pekerja dan juga pengusaha dipersilakan menikmati hak-haknya untuk membentuk dan menjalankan aktifitas serikat pekerja demikian juga pengusaha dipersilakan untuk menikmati hak - haknya untuk membentuk dan menjalankan aktifitas serikat atau asosiasi pengusaha; Halaman 10 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 10

11 Direktori Putusan M 50. Bahwa dalam Hukum International hak dasar ini dinyatakan dalam konvensi ILO Nomor 87 tahun 1948 tentang freedom of Association and protection of the right to organize (kebebasan berserikat dan perlindungan hak untuk berorganisasi yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nn. 83 Tahun 1998 tentang pengesahan conventioan (number 87) Concerning Freedom Of Association and protection of the right to organize, dalam Pasal 2 konvensi tersebut dinyatakan, para pekerja dan pengusaha tanpa perbedaan apapun, berhak untuk mendirikan dan menurut aturan organisasi masing-masing, bergabung dengan organisasi - organisasi lain atas pilihan mereka sendiri tanpa pengaruh pihak - pihak lain, selanjutnya dalam Pasal 3 dinyatakan (1) organisasi pekerja dan pengusaha berhak untuk membuat anggaran dasar dan peraturanperaturan, secara bebas memilih wakil-wakilnya, mengelola administrasi dan aktifitas, dan merumuskan program, (2) Penguasa yang berwenang harus mencegah adanya campur tangan yang dapat membatasi hak-hak ini atau menghambat praktek - praktek hukum yang berlaku; 51. Bahwa selain konvensi ILO Nomor 87 tahun 1948 perlindungan hak berserikat dalam hukum internasional juga diatur dalam konvensi ILO Nomor 98 tahun 1949 tentang Right To Organize and collective bergaining (dasar dan hak untuk berorganisasi dan untuk berunding bersama, konvensi ini telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang Undang Nomor 18 tahun 1956 tentang ratifikasi konvensi Nomor 98 tentang organisasi perburuhan internasional mengenai berlakunya dasar-dasar dan hak untuk berorganisasi dan hak untuk berunding bersama. Dalam Pasal 1 konvensi tersebut dinyatakan " (1) buruh harus dapat cukup perlindungan terhadap tindakan-tindakan perbedaan anti serikat buruh berhubung dengan pekerjaannya, (2) perlindungan demikian harus digunakan terutama tindakan - tindakan yang bermaksud (a). Mensyaratkan kepada buruh, bahwa is tidak masuk suatu serikat buruh atau harus melepaskan keanggotaannnya, (b) menyebabkan pemberhentian, atau secara lain merugikan buruh berdasarkan keanggotaan serikat buruh atau karena turut serta dalam tindakan - tindakan; 52. Bahwa tindakan melarang berserikat, mengintimidasi, memutus hubungan kerja serta tidak membayar upah yang dilakukan Tergugat adalah perbuatan yang bertentangan dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2000 oleh karenanya wajib ditolak; 53. Bahwa Tergugat belum membayarkan upah Penggugat sejak bulan Halaman 11 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 11

12 Direktori Putusan M Oktober 2006 sampai saat ini, oleh karena upah tersebut adalah hak normatif Penggugat maka Tergugat wajib memenuhinya; 54. Bahwa mengingat upah Penggugat tahun 2007 dibawa UMP DKI Jakarta Tahun 2007, mohon kepada Mejelis Hakim yang terhormat agar upah Penggugat yang belum dibayar oleh Tergugat sejak bulan Oktober 2006 sampai saat ini dan disesuaikan dengan UMP Prov.DKI tahun 2007; 55. Bahwa mengingat pelarangan masuk tanpa batas oleh Tergugat berakibat sangat merugikan Penggugat dan perbuatan tersebut bertentangan dengan Undang Undang Nomor 13 tentang ketenagakerjaan, bahwa akibat tindakan Tergugat yang sewenang-wenang Penggugat terlambat menerima upah, berdasarkan PP Nomor 8 tahun 1981, Penggugat menuntut denda keterlambatan membayar upah terhadap Tergugat dengan rincian sebagai berikut: - Upah bulan Oktober 2006 s/d Desember 2006 adalah 3 x Rp ,-.» = Rp ,- denda 50% x Rp , = Rp ,- (satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah) - Upah bulan Januari s/d Agustus 2007, dihitung berdasarkan UMP Prov. DKI Jakarta tahun 2007 adalah» 8 bufan x Rp ,- = Rp ,- maka denda 50% x Rp ,-» = Rp ,- (Tiga juta enam ratus dua ribu dua ratus empat puluh rupiah); Total denda yang harus dibayar oleh Tergugat adalah» Rp ,- + Rp ,- = Rp ,- (empat juta sembilan ratus lima puluh dua ribu ribu dua ratus empat puluh rupiah); 56. Bahwa mengingat selama tidak bekerja Penggugat tidak mendapatkan asuransi kesehatan yang biasa dinikmati oleh Penggugat, apabila Penggugat mengalami gangguan kesehatan, oleh karema itu Penggugat menuntut uamg asuransi kesehatan selama tahun 2006 dan 2007 sebesar Rp ,- (enam juta lima ratus ribu rupiah), oleh karena hak tersebut adalah hak normatif penggugat maka Tergugat berkewajiban memenuhinya; 57. Bahwa mengingat PHK yang dilakukan Tergugat tidak memiliki alasan yang sah menurut hukum maka menurut Pasal 170 Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 PHK tersebut tidak sah dan harus batal demi hukum, oleh karena itu Penggugat mohon kepada Majelis Hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini memerintahkan Tergugat untuk mempekerjakan kembali Penggugat pada posisi semula dengan hak-hak penuh; 58. Bahwa apabila Tergugat tidak melaksanakan putusan, Penggugat Mohon Halaman 12 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 12

13 Direktori Putusan M kepada Mejelis Hakim menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp ,- (tujuh ratus ribu rupiah) perhari kepada Penggugat; 59. Bahwa mengingat PHK tersebut tidak memiliki landasan hukum sebagaimana diatur didalam Pasal 170 Undang Undang Nomor 13 tahun 2003 maka PHK tersebut tidak sah dan harus batal demi hukum oleh karena itu Tergugat berkewajiban membayar seluruh hak-hak yang biasa diterima oleh Penggugat; 60. Bahwa mengingat tindakan Penggugat tidak memiliki legalitas hukum yang dapat, dipertanggungjawabkan, maka Penggugat menuntut Tergugat membayar THR tahun 2007, sebesar Rp ,- sesuai UMP Prov. DKI Jakarta tahun 2007, karena THR tersebut adalah hak Normatif Penggugat, maka Tergugat berkewajiban memenuhinya; 61. Bahwa mengingat Tergugat nyata-nyata tidak membayar upah Penggugat sejak bulan Oktober 2006 sampai saat ini sebagaimana diatur didalam Undang Undang Nomor 13 tahun Pasal 155 ayat 3, maka berdasarkan Pasal 96 Undang - Undang Nomor 2 tahun 2004, dan Pasal 185 HIR (Herziene Indonesishce Reglement), bahwa mengingat upah adalah kebutuhan yang sangat mendesak bagi kelangsungan hidup Penggugat dan keluarga, maka Penggugat, mohon kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini agar menjatuhkan Putusan Sela, memerintahkan Tergugat untuk membayar upah Penggugat yang belum dibayarkan oleh Tergugat sejak bulan Oktober 2006 sampai saat ini, disesuaikan dengan UMP Prov DKI Jakarta tahun 2007; 62. Bahwa Penggugat memiliki sisa cuti tahun 2006 sebanyak 12 hari kerja, oleh karena hak cuti tersebut adalah hak normatif Penggugat maka Tergugat wajib membayar sisa cuti tersebut dengan perhitungan: Upah Rp ,-/25 x 12 = Rp ,- (empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah); 63. Menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Undang - Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003; 64. Menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/buruh; 65. Menyatakan sita jaminan sah dan berharga atas aset - aset milik Tergugat; Halaman 13 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 13

14 Direktori Putusan M 66. Menyatakan putusan dapat dilaksanakan dengan serta merta meskipun ada upaya hukum lain (Uit voerbar bij voorraad); 67. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara; Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Penggugat mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar memberikan putusan sebagai berikut: Dalam Provisi: 1. Mengabulkan gugatan provisi untuk seluruhnya; 2. Memerintahkan Tergugat untuk membayarkan upah Penggugat yang belum dibayarkan oleh Tergugat sejak bulan Oktober 2006 sampai saat ini, disesuaikan dengan UMP Prov. DKI Jakarta tahun 2007; 3. Menghukum Tergugat untuk membayarkan THR Penggugat tahun 2007 sebesar Rp ,-; 4. Menghukum Tergugat untuk membayarkan uang asuransi kesehatan Penggugat selama Tahun 2006 dan 2007 sebesar Rp ,- (enam juta lima ratus ribu rupiah); 5. Menghukum Tergugat untuk membayar denda keterlambatan membayar upah dengan rincian: - Upah bulan Oktober 2006 s/d Desember 2006 adalah 3 x Rp ,-.» = Rp ,- denda 50% x Rp , = Rp ,-(satu juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah); - Upah bulan Januari s/d Agustus 2007, dihitung berdasarkan UMP Prov. DKI Jakarta tahun 2007 adalah»8 bulan x Rp ,- = Rp ,- maka denda 50% x Rp ,-» = Rp ,- (Tiga juta enam ratus dua ribu dua ratus empat puluh rupiah); Total denda yang harus dibayar oleh Tergugat adalah» Rp ,- + Rp ,- = Rp ,- (empat juta sembilan ratus lima putuh dua ribu ribu dua ratus empat puluh rupiah); 6. Menghukum Tergugat membayar sisa cuti Penggugat tahun 2006 dengan rincian: Upah Rp ,-/25 x 12 = Rp ,- (empat ratus tiga puluh dua ribu rupiah); 7. Menyatakan sita jaminan sah dan berharga atas aset - aset milik Tergugat; Dalam Pokok Perkara: 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; 2. Menyatakan PHK terhadap Penggugat tidak sah dan batal demi hukum; 3. Memerintahkan Tergugat untuk mempekerjakan kembali Penggugat pada posisi semula dengan hak penuh; Halaman 14 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 14

15 Direktori Putusan M 4. Menghukum Tergugat membayar uang paksa ( dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp ,- (tujuh ratus ribu rupiah) perhari, apabila Tergugat tidak melaksanakan putusan; 5. Menyatakan Perbuatan Tergugat bertentangan dengan Undang Undang Nomor 13 tahun 2003; 6. Menyatakan Perbuatan Tergugat bertentangan dengan Undang Undang Nomor 21 tahun 2000; 7. Menyatakan putusan dapat dilaksanakan dengan serta merta meskipun ada upaya hukum lain (Uit voerbar bij voorraad); 8. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara; Apabila Mejelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil - adilnya (ex aequo et bono); Bahwa, terhadap gugatan tersebut Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah memberikan putusan Nomor 292/PHI.G/ 2007/PN. JKT. PST, tanggal 27 Desember 2007 yang amarnya sebagai berikut: 1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; 2. Menetapkan Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan oleh Tergugat kepada Penggugat adalah tidak sah dan batal demi hukum; 3. Menyatakan bahwa Pelarangan Masuk Bekerja tertanggal 25 September 2006 yang dilakukan Tergugat terhadap Penggugat adalah tidak sah; 4. Menghukum Tergugat untuk segera mempekerjakan kembali Penggugat pada Jabatan dan posisi semula; 5. Menghukum Tergugat untuk membayar upah Penggugat selama hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat tidak putus sebesar 100% (seratus prosen) yang biasa diterima setiap bulannya sejak bulan September 2006 sampai putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap; 6. Menghukum Tergugat membayar uang paksa ( dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) per hari apabila Tergugat tidak melaksanakan putusan ini; 7. Menolak gugatan untuk selain dan selebihnya; 8. Menetapkan biaya perkara ini sebesar Rp ,- (lima ratus ribu rupiah); Menimbang, bahwa amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 641 K/Pdt.Sus/2008, tanggal 31 Oktober 2008 sebagai berikut: Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi: PT. ATLANTIC PERMATA HOTEL tersebut; Membebankan biaya perkara dalam tingkat kasasi ini kepada Negara; Halaman 15 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 15

16 Direktori Putusan M Menimbang, bahwa putusan yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut dalam perkara ini Putusan Mahkamah Agung/Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diberitahukan kepada Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Tergugat pada tanggal 20 November 2012, kemudian terhadapnya oleh Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Tergugat dengan melalui kuasanya berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 08 Juli 2013 diajukan permohonan pemeriksaan peninjauan kembali di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 19 September 2013 sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Peninjauan Kembali Nomor 29/Srt.PK/2013/PHI.PN.JKT.PST, tanggal 19 September 2013, permohonan tersebut disertai dengan alasan-alasannya yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 19 September 2013; Bahwa alasan peninjauan kembali telah disampaikan kepada Termohon Peninjauan Kembali dahulu Termohon Kasasi/Penggugat pada tanggal 17 Juni 2013, kemudian Termohon Peninjauan Kembali dahulu Termohon Kasasi/ Penggugat tidak mengajukan jawaban alasan peninjauan kembali Halaman 16 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 h Agung Republi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat; Menimbang, bahwa permohonan peninjauan kembali diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Tergugat di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 19 September 2013, sedangkan pemberitahuan putusan Mahkamah Agung Nomor 641 K/Pdt.Sus/2008, tanggal 31 Oktober 2008 yang dimohonkan peninjauan kembali telah dilakukan pada tanggal 20 November 2012; Dengan demikian pengajuan permohonan peninjauan kembali tersebut telah melampaui tenggang waktu sebagaimana ditentukan dalam Pasal 69 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009; Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali: PT. ATLANTIC PERMATA HOTEL tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima; Menimbang, bahwa oleh karena permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon Kasasi/Tergugat tidak dapat Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N Telp : (ext.318) Halaman 16

17 Direktori Putusan M diterima, Pemohon Peninjauan Kembali harus dihukum untuk membayar biaya perkara dalam pemeriksaan peninjauan kembali ini; Menimbang, bahwa oleh karena nilai gugatan dalam perkara ini di bawah Rp ,00 sebagaimana ditentukan dalam Pasal 58 Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2004, maka biaya perkara dalam pemeriksaan peninjauan kembali ini dibebankan kepada Negara; Memperhatikan, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan; M E N G A D I L I : Menyatakan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali: PT. ATLANTIC PERMATA HOTEL tersebut tidak dapat diterima; Membebankan biaya perkara kepada Negara; Demikianlah diputuskan dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada Mahkamah Agung pada hari Rabu tanggal 17 Mei 2017 oleh H. Panji Widagdo, S.H., M.H., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, Dr. Horadin Saragih, S.H., M.H., dan Dr. H. Fauzan, S.H., M.H., Hakim-Hakim Ad Hoc PHI, masing-masing sebagai Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri oleh Hakim Anggota tersebut dan Hj. Widia Irfani, S.H., M.H., Panitera Pengganti tanpa dihadiri oleh para Pihak. Hakim-Hakim Anggota, ttd./ Dr. Horadin Saragih, S.H., M.H. ttd./ Dr. H. Fauzan, S.H., M.H. Ketua Majelis, ttd./ H. Panji Widagdo, S.H., M.H. Halaman 17 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 17

18 Direktori Putusan M Untuk Salinan Mahkamah Agung R.I a.n. Panitera Panitera Muda Perdata Khusus RAHMI MULYATI, SH., MH. NIP Panitera Pengganti, ttd./ Hj. Widia Irfani, S.H., M.H., Halaman 18 dari 18 hal. Put. Nomor 52 PK/Pdt.Sus-PHI/2017 Kepaniteraan M berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. N h Agung Republi Telp : (ext.318) Halaman 18