ANATOMI CALEG PEREMPUAN PEMILU 2014 FORMAPPI 21 NOVEMBER 2013

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANATOMI CALEG PEREMPUAN PEMILU 2014 FORMAPPI 21 NOVEMBER 2013"

Transkripsi

1 ANATOMI CALEG PEREMPUAN PEMILU 2014 FORMAPPI 21 NOVEMBER 2013

2 1. PENGANTAR FORMAPPI melakukan kajian secara khusus terhadap caleg perempuan, karena penting untuk melihat peran perempuan dalam politik, khususnya pada pemilu Kajian ini diharapkan menjadi input bagi partai politik, caleg perempuan dan masyarakat. Lingkup kajian: Caleg Perempuan Pemilu 2014 untuk DPR RI. Metodologi: sumber data dari dokumen resmi KPU (CV dan dokumen lainnya); - dikategorisasi dalam dua jenis data (generik dan non generik); - khusus tentang pekerjaan, dikluster dalam 7 jenis pekerjaan. Sistematika penyajian: 1. Pengantar; 2. Klasifikasi; 3. Temuan- Temuan & Penjelasan ; 4. Catatan

3 2. KLASIFIKASI 1. VARIABEL GENERIK JENIS KELAMIN USIA PENDIDIKAN 2. VARIABEL NON-GENERIK PEKERJAAN KADER NON KADER KEAKTIFAN ORGANISASI DOMISILI INCUMBENT (PETAHANA)

4 3. TEMUAN - TEMUAN

5 TOTAL DCT PEMILU (37,3%) 4142 (62,7%) LAKI-LAKI PEREMPUAN

6 CALEG DCT PEMILU 2014 BERDASARKAN JENIS KELAMIN PER PARPOL (40,4%) 191 (38,8%) 202 (36,1%) 205 (36,6%) 213 (38,9%) 205 (36,9%) (37,6%) 200 (35,7%) 203 (36,4%) 207 (37%) 203 (36,4%) 200 (37,1%) LAKI - LAKI PEREMPUAN

7 TOTAL DCT PEMILU 2014 Total DCT Pemilu 2014 dari keseluruhan partai politik peserta pemilu berjumlah orang dengan pembagian caleg laki laki sebanyak orang (62,7 %) dan caleg perempuan sebanyak orang (37,3 %). Caleg perempuan memenuhi lebih dari kuota 30 %. Hanya 4 parpol dari 12 parpol peserta pemilu 2014 yang mampu menyediakan caleg secara maksimal sejumlah 560 orang yaitu PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PAN. 5 Parpol yang menyediakan caleg perempuan dalam prosentase tertinggi diantaranya 1. Partai NasDem (40,4%); 2. PPP (38,9%) ; 3. PKS (38,8%); 4. PKB (37,6%); 5. PKPI (37,1%)

8 KATEGORI BERDASARKAN USIA 299 (12,1%) 43 (1,7%) 2123 (86,1%) Tahun > 55 Tahun Tanpa Keterangan Mayoritas Caleg Perempuan (86,1%) berusia produktif (21 tahun 55 tahun) dan hanya 12,1% berusia di atas 55 tahun

9 KATEGORI USIA PER PARPOL PKPI PBB HANURA PPP PAN DEMOKRAT GERINDRA GOLKAR PDIP PKS PKB NASDEM (85,5%) 181 (88,3%) 162 (79,8%) 178 (83,6%) 188 (90,8%) 170 (82,9%) 168 (82,8%) 155 (76,7%) 181 (90,5%) 182 (95,3%) 199 (94,8%) 188 (83,2%) Tanpa Keterangan > 55 Tahun Tahun

10 KATEGORI BERDASARKAN PENDIDIKAN 79 (3,2%) 488 (19,8%) 67(2,3%) 427 (17,3%) 130 (5,3%) SMA DIPLOMA S (51,7%) S-2 S-3 TANPA KETERANGAN Mayoritas Caleg Perempuan berpendidikan tinggi (S1, S2, S3) sebesar 74,2%.

11 KATEGORI BERDASARKAN PENDIDIKAN PER PARPOL SMA DIPLOMA S-1 S-2 S-3 TANPA KETERANGAN 107 (47,3%) 95 (45,2%) 113 (59,2%) 102 (51%) 107 (53%) 118 (57,6%) 113 (55,7%) 109 (52,7%) 107 (50,2%) 105 (51,7%) 106 (51,7%) 92 (46%) Seluruh parpol mayoritas caleg perempuannya berpendidikan S1.

12 KATEGORISASI PEKERJAAN No POLITISI PEJABAT PENGUSAHA/ SWASTA PENSIUNAN/ PEGAWAI PROFESI KHUSUS AKTIVIS LAIN-LAIN 1 ANGGOTA DPR KEPALA DAERAH PENGUSAHA BUMN DOKTER JURNALIS IBU RUMAH TANGGA 2 ANGGOTA DPRD MENTERI SWASTA STAF DPR/DPD/DPRD ADVOKAT LSM TIDAK BERSEDIA DIPUBLIKASI 3 ANGGOTA DPD MANTAN KEPALA DAERAH STAF MENTERI/PEJABAT/PRESIDE N AGAMAWAN MAHASISWA TIDAK ADA KETERANGAN 4 MANTAN ANGGOTA DPR/DPRD/DPD MANTAN PEJABAT PNS AKADEMISI 5 PENSIUNAN ARTIS

13 KATEGORI BERDASARKAN PEKERJAAN 511 (18,3%) 201 (7,2%) 12 (0,4%) POLITISI 91 (3,3%) PEJABAT PENGUSAHA/SWASTA 581 (20,8%) 1171 (41,9%) PENSIUNAN/PEGAWAI PROFESI KHUSUS AKTIVIS LAIN-LAIN 230 (8,2%) Sebagian besar caleg (41,9%) berprofesi Pengusaha/Swasta, sedangkan yang berlatarbelakang Aktivis (3,3%).

14 Sebagian besar parpol caleg perempuannya berprofesi sebagai Pengusaha & Swasta kecuali PKS yang lebih besar berprofesi khusus (akademisi, agamawan, advokat & dokter) KATEGORI BERDASARKAN PEKERJAAN PER PARPOL POLITISI PEJABAT PENGUSAHA/SWASTA PENSIUNAN/PEGAWAI PROFESI KHUSUS AKTIVIS LAIN-LAIN

15 KATEGORI KADER NON KADER 1718 (69,7%) 747(30,3%) KADER NON-KADER Mayoritas caleg perempuan 69,7 % bukan kader parpol.

16 KATEGORI KADER NON KADER PER PARPOL PKPI PBB HANURA PPP PAN 8 (4%) 22 (10,7%) 47 (23,2 %) 36 (16,9%) 74 (35,7%) 192 (96%) 183 (89,3%) 157 (76,8 %) 177 (83,1%) 133 (64,3%) DEMOKRAT GERINDRA 65 (32%) 122 (59,5%) 138 (68%) 83 (40,5%) KADER NON-KADER GOLKAR 152 (75,2%) 50 (24,8%) PDIP PKS PKB NASDEM 71 (35,5%) 89 (46,6%) 31 (14,8%) 30 (13,3%) 129 (64,5%) 102 (53,4%) 179 (85,2%) 196 (86,7%)

17 KATEGORI KEAKTIFAN DI ORGANISASI 846 (34,3%) 1619 (65,7%) AKTIF TIDAK AKTIF Mayoritas caleg perempuan 65,7 % aktif berorganisasi.

18 KATEGORI KEAKTIFAN ORGANISASI PER PARPOL PKPI 80 (40%) 120 (60%) PBB 101 (49,3%) 104 (50,7%) HANURA 123 (60,6%) 80 (39,4%) PPP 79 (37,1%) 134 (62,9%) PAN 159 (76,8%) 48 (23,2%) DEMOKRAT GERINDRA 161 (78,5%) 157 (77,3%) 44 (21,5%) 46 (22,7%) AKTIF TIDAK AKTIF GOLKAR 183 (90,6%) 19 (9,4%) PDIP 142 (71%) 58 (29%) PKS 157 (82,2%) 34 (17,8%) PKB 136 (64,8%) 74 (35,2%) NASDEM 141 (62,4%) 85 (37,6%)

19 BERDASARKAN DOMISILI 1019 (41,3%) 1446 (58,7 %) JABODETABEK NON - JABODETABEK Lebih dari 50 % Caleg perempuan berdomisili di wilayah Jabodetabek. Orientasi rekrutmen masih Jakarta Centris.

20 BERDASARKAN DOMISILI PER PARPOL (81,2%) 154 (75,9%) (53,1%) (51%) 106 (46,9%) (49%) (60%) 80 (40%) 137 (67,8%) 65 (32,2%) 127 (62,6%) 76 (37,4%) 140(68,3%) 140 (67,6%) 65(31,7%) 67 (32,4%) 113 (53,1%) 100 (46,9%) 49 (24,1%) 142 (69,3%) 137 (68,5%) 63 (30,7%) 63 (31,5%) JABODETABEK NON - JABODETABEK (18,8%) 20 0

21 BERDASARKAN DOMISILI : DAPIL NON DAPIL 836 (33,9%) 1629 (66,1%) DAPIL NON-DAPIL Lebih dari 60% Caleg perempuan berdomisili di luar Dapilnya. Tantangan berat untuk meraih kursi.

22 BERDASARKAN DOMISILI : DAPIL NON DAPIL PER PARPOL PKPI PBB HANURA PPP PAN DEMOKRAT GERINDRA GOLKAR PDI PERJUANGAN PKS 53 (26,5%) 54 (26,3%) 37 (18,2%) 51 (24,6%) 54 (26,3%) 65 (32%) 53 (26,2%) 62 (31%) 41 (21,5%) 90 (42,3%) 147 (73,5%) 151 (73,7%) 166 (81,8%) 123 (57,7%) 156 (75,4%) 151 (73,7%) 138 (68%) 149 (73,8%) 138 (69%) 150 (78,5%) NON-DAPIL DAPIL PKB NASDEM 72 (34,3%) 95 (42%) 138 (65,7%) 131 (58%)

23 BESARAN KURSI DAERAH PEMILIHAN PADA PEMILU 2014 JUMLAH KURSI PER DAPIL JUMLAH DAPIL TOTAL KURSI LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH CALEG PROSENTASE PEREMPUAN TERHADAP JUMLAH CALEG KATEGORI DAPIL KECIL JUMLAH SEDANG JUMLAH BESAR JUMLAH JUMLAH KESELURUHAN

24 SEBARAN NOMOR URUT CALEG PEREMPUAN BERDASARKAN BESARAN KURSI BESARAN KURSI URUT 1 URUT 2 URUT 3 URUT 4 URUT 5 URUT 6 URUT 7 URUT 8 URUT 9 URUT 10 JUMLAH CALEG PEREMPUA N KATEGORI DAPIL KECIL JUMLAH SEDANG JUMLAH BESAR JUMLAH JUMLAH KESELURU HAN

25 NOMOR URUT CALEG PEREMPUAN DCT PEMILU (25,7%) (19,9%) (9,1%) 277 (11,2%) 228 (9,2%) (5,7%) 160 (6,5 %) 172 (7%) 131 (5,3%) URUT 1 URUT 2 URUT 3 URUT 4 URUT 5 URUT 6 URUT 7 URUT 8 URUT 9 8 (0,3%) URUT 10 Posisi nomor urut caleg perempuan terbanyak pada Nomor urut 3 (25,7%) dan nomor urut 6 (19,9%) menunjukkan bentuk adopsi sistem zipper pada penyusunan caleg dimana dalam setiap tiga calon, sedikitnya terdapat satu perempuan sehingga penempatan perempuan lebih didasarkan pada pemenuhan prosedural semata.

26 CALEG PEREMPUAN INCUMBENT (90,48%) (9,52%) 0 ANGGOTA DPR PEREMPUAN MENCALONKAN KEMBALI TIDAK MENCALONKAN KEMBALI

27 NOMOR URUT PEREMPUAN : TERPILIH PADA PEMILU 2009 & INCUMBENT PADA PEMILU 2014 NOMOR URUT PEREMPUAN TERPILIH PADA PEMILU (45%) 40 NOMOR URUT PEREMPUAN INCUMBENT PADA PEMILU (43,2%) (29%) 21 (21%) (31,6%) 17(17,9%) URUT 1 URUT 2 URUT 3 1 (1%) 2 (2%) 1 (1%) 1 (1%) URUT 4 URUT 5 URUT 6 URUT URUT 1 URUT 2 URUT 3 1 (1,1%)1 (1,1%) URUT 4 URUT 5 5 (5,3%) URUT 6 Caleg perempuan incumbent 88 orang (92,7 %) menempati nomor urut 1 3 pada pemilu Ini menunjukkan incumbent sangat jeli dalam menangkap peluang keterpilihan dan berharap mengulang keterpilihan sebagaimana hasil pemilu 2009 dimana prosentase keterpilihan perempuan pada nomor 1 3 sebesar 95%.

28 4. CATATAN Mayoritas caleg perempuan yg berlatar belakang non kader, menandakan rekrutmen dan kaderisasi partai terhadap perempuan belum berjalan. Secara generik, potensi caleg yang terpilih nantinya didominasi para sarjana dan berusia produktif. Secara Non generik, potensi caleg yang terpilih bernaluri bisnis, piawai mengelola organisasi tetapi kurang terikat dengan disiplin parpol. Mayoritas caleg perempuan berdomisili pada non dapil merupakan tantangan yang berat dalam meraih kursi di parlemen. Caleg Incumbent (Petahana) memiliki peluang lebih besar untuk terpilih kembali.

ANATOMI CALEG PEMILU FORMAPPI 3 Oktober 2013

ANATOMI CALEG PEMILU FORMAPPI 3 Oktober 2013 ANATOMI CALEG PEMILU 2014 FORMAPPI 3 Oktober 2013 I. Pengantar Alasan melakukan kajian: Membantu pemilih mendapatkan informasi yang utuh tentang Caleg dalam Pemilu 2014. Lingkup kajian: Profil Caleg Pemilu

Lebih terperinci

Menimbang Keterwakilan Politik Perempuan: Analisis Pencalonan. Kemang, 18 Oktober 2018

Menimbang Keterwakilan Politik Perempuan: Analisis Pencalonan. Kemang, 18 Oktober 2018 Menimbang Keterwakilan Politik Perempuan: Analisis Pencalonan Kemang, 18 Oktober 2018 DINAMIKA KETERWAKILAN PEREMPUAN DI DPR RI Tahun Pemilu Jumlah Total Anggota DPR-RI Jumlah Aleg Perempuan DPR-RI Persentase

Lebih terperinci

KONTEKS BAGAIMANA PETA PENCALONAN PEREMPUAN DI PEMILU 2019?

KONTEKS BAGAIMANA PETA PENCALONAN PEREMPUAN DI PEMILU 2019? KONTEKS The political of presence dan the political of ideas menjadi kunci utama pentingnya perempuan hadir di lembaga legislatif Partai politik secara aktual menajdi gatekeeprs untuk memilih kandidat

Lebih terperinci

PEMETAAN DAN KAJIAN CEPAT

PEMETAAN DAN KAJIAN CEPAT Tujuan dari pemetaan dan kajian cepat pemetaan dan kajian cepat prosentase keterwakilan perempuan dan peluang keterpilihan calon perempuan dalam Daftar Caleg Tetap (DCT) Pemilu 2014 adalah: untuk memberikan

Lebih terperinci

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019. Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019. Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014 ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019 Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014 Pokok Bahasan 1. Keterpilihan Perempuan di Legislatif Hasil Pemilu 2014 2.

Lebih terperinci

REKAPITULASI HASIL VERIFIKASI FAKTUAL PARTAI POLITIK TINGKAT PROVINSI PROVINSI...

REKAPITULASI HASIL VERIFIKASI FAKTUAL PARTAI POLITIK TINGKAT PROVINSI PROVINSI... Lampiran 2 Model F6-Parpol REKAPITULASI HASIL VERIFIKASI FAKTUAL PARTAI POLITIK TINGKAT PROVINSI 1 PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN) 2 PARTAI BULAN BINTANG (PBB) TAHAP I TAHAP II TAHAP I TAHAP II TAHAP I TAHAP

Lebih terperinci

Analisis Perolehan Suara dalam Pemilu 2014: OLIGARKI POLITIK DIBALIK KETERPILIHAN CALEG PEREMPUAN

Analisis Perolehan Suara dalam Pemilu 2014: OLIGARKI POLITIK DIBALIK KETERPILIHAN CALEG PEREMPUAN Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik - FISIP Universitas Indonesia (PUSKAPOL FISIP UI) Analisis Perolehan Suara dalam Pemilu 2014: OLIGARKI POLITIK DIBALIK KETERPILIHAN CALEG PEREMPUAN Komisi Pemilihan

Lebih terperinci

PARPOL KETETER DALAM LOMBA MARATON PEMILU M. DJADIJONO Peneliti Senior FORMAPPI

PARPOL KETETER DALAM LOMBA MARATON PEMILU M. DJADIJONO Peneliti Senior FORMAPPI PARPOL KETETER DALAM LOMBA MARATON PEMILU M. DJADIJONO Peneliti Senior FORMAPPI Pengantar Menurut jadwal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu untuk mengisi keanggotaan DPR, DPRD dan DPD (Pileg) akan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pemilihan Umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pemilihan Umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil-wakil rakyat yang akan menduduki lembaga perwakilan rakyat, serta salah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. politiknya bekerja secara efektif. Prabowo Effect atau ketokohan mantan

BAB I PENDAHULUAN. politiknya bekerja secara efektif. Prabowo Effect atau ketokohan mantan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang memperoleh sekitar 11, 98 persen suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 9 april 2014 tidak mampu mengajukan

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KARANGANYAR KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR : 31 /Kpts/KPU-Kab-012.329506/2014 TENTANG PENETAPAN TANGGAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN KAMPANYE RAPAT

Lebih terperinci

BAB III DATA RESPONDEN

BAB III DATA RESPONDEN BAB III DATA RESPONDEN A. JENIS KELAMIN RESPONDEN Penelitian ini sebagian besar mengambil kelompok laki-laki sebagai responden. Dari 8 responden yang diwawancarai dan yang ikut FGD, terdapat orang responden

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TANAH LAUT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TANAH LAUT. Nomor 11/Kpts/ /III/2014

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TANAH LAUT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN TANAH LAUT. Nomor 11/Kpts/ /III/2014 KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN Nomor 11/Kpts/022.658791/III/2014 TENTANG JADWAL KAMPANYE RAPAT UMUM PARTAI POLITIK PESERTA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN

Lebih terperinci

ISU KRUSIAL SISTEM PEMILU DI RUU PENYELENGGARAAN PEMILU

ISU KRUSIAL SISTEM PEMILU DI RUU PENYELENGGARAAN PEMILU ISU KRUSIAL SISTEM PEMILU DI RUU PENYELENGGARAAN PEMILU SISTEM PEMILU Adalah konversi suara menjadi kursi yg dipengaruhi oleh beberapa variabel teknis pemilu Besaran Daerah Pemilihan Metode Pencalonan

Lebih terperinci

PEMILU & PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM POLITIK. MY ESTI WIJAYATI A-187 DPR RI KOMISI X Fraksi PDI Perjuangan

PEMILU & PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM POLITIK. MY ESTI WIJAYATI A-187 DPR RI KOMISI X Fraksi PDI Perjuangan PEMILU & PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM POLITIK MY ESTI WIJAYATI A-187 DPR RI KOMISI X Fraksi PDI Perjuangan Tujuan Indonesia Merdeka 1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia 2. Memajukan

Lebih terperinci

Kajian Pelaporan Awal Dana Kampanye Partai Politik Pemilu 2014: KPU Perlu Tegas Atas Buruk Laporan Dana Kampanye Partai Politik

Kajian Pelaporan Awal Dana Kampanye Partai Politik Pemilu 2014: KPU Perlu Tegas Atas Buruk Laporan Dana Kampanye Partai Politik Koalisi Pemantauan Dana Kampanye Transparansi Internasional Indonesia dan Indonesia Corruption Watch Kajian Pelaporan Awal Dana Kampanye Partai Politik Pemilu 2014: KPU Perlu Tegas Atas Buruk Laporan Dana

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Halaman Daftar isi... i Daftar Tabel... iv Daftar Gambar... v

DAFTAR ISI. Halaman Daftar isi... i Daftar Tabel... iv Daftar Gambar... v i DAFTAR ISI Daftar isi... i Daftar Tabel....... iv Daftar Gambar... v I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Rumusan Masalah... 12 C. Tujuan Penelitian... 12 D. Kegunaan Penelitian... 12 II.

Lebih terperinci

Pencalonan DPR RI sebagian besar memenuhi aturan zipper system 1:3, namun fenomena yang muncul adalah pencalonan pada angka 3 dan 6.

Pencalonan DPR RI sebagian besar memenuhi aturan zipper system 1:3, namun fenomena yang muncul adalah pencalonan pada angka 3 dan 6. Parpol 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10.11,. PD 15 17 53 23 21 40 14 16 14 7 PG 12 17 51 12 13 42 11 12 13 9 PDIP 2 21 56 11 26 38 18 21 15 13 PAN 10 17 45 19 16 26 10 10 10 11 PKS 2 8 64 7 26 41 18 23 17 9 PKB 10

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. wilayah dan tataran kehidupan publik, terutama dalam posisi-posisi pengambilan

I. PENDAHULUAN. wilayah dan tataran kehidupan publik, terutama dalam posisi-posisi pengambilan I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Demokrasi mengamanatkan adanya persamaan akses dan peran serta penuh bagi laki-laki, maupun perempuan atas dasar perinsip persamaan derajat, dalam semua wilayah

Lebih terperinci

FORMAPPI JAKARTA, 3 APRIL 2014

FORMAPPI JAKARTA, 3 APRIL 2014 FORMAPPI JAKARTA, 3 APRIL 2014 DPR hasil Pemilu 2009, akan segera berakhir Kinerja para anggotanya perlu dinilai agar dapat diketahui masyarakat terutama konstituen yang telah memilihnya. Hasil penilaian

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM

KOMISI PEMILIHAN UMUM KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KARANGANYAR KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR : 41/Kpts/KPU-Kab-012.329506/2014 TENTANG PENETAPAN PERUBAHAN TANGGAL DAN TEMPAT PELAKSANAAN KAMPANYE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kekuasaan, kedaulatan berada pada tangan rakyat. Demokrasi yang kuat,

BAB I PENDAHULUAN. kekuasaan, kedaulatan berada pada tangan rakyat. Demokrasi yang kuat, BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Di negara yang menganut sistem demokrasi rakyat merupakan pemegang kekuasaan, kedaulatan berada

Lebih terperinci

TANTANGAN DAN PROSPEK PELEMBAGAAN PARTAI POLITIK

TANTANGAN DAN PROSPEK PELEMBAGAAN PARTAI POLITIK TANTANGAN DAN PROSPEK PELEMBAGAAN PARTAI POLITIK Makalah Pelengkap FGD Peningkatan Kualitas Kader Pemimpin Nasional Melalui Kaderisasi Partai Politik Tommi A. Legowo Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Lebih terperinci

Peningkatan Keterwakilan Perempuan dalam Politik pada Pemilu Legislatif Nurul Arifin

Peningkatan Keterwakilan Perempuan dalam Politik pada Pemilu Legislatif Nurul Arifin Peningkatan Keterwakilan Perempuan dalam Politik pada Pemilu Legislatif Nurul Arifin Jakarta, 14 Desember 2010 Mengapa Keterwakilan Perempuan di bidang politik harus ditingkatkan? 1. Perempuan perlu ikut

Lebih terperinci

STRATEGI MENINGKATKAN KETERWAKILAN PEREMPUAN

STRATEGI MENINGKATKAN KETERWAKILAN PEREMPUAN STRATEGI MENINGKATKAN KETERWAKILAN PEREMPUAN Oleh: Ignatius Mulyono 1 I. Latar Belakang Keterlibatan perempuan dalam politik dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Salah satu indikatornya adalah

Lebih terperinci

Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan

Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan SEMINAR KOALISI PEREMPUAN INDONESIA (KPI) Perempuan dan Pembangunan Berkelanjutan 20 Januari 2016 Hotel Ambhara 1 INDONESIA SAAT INI Jumlah Penduduk Indonesia per 201 mencapai 253,60 juta jiwa, dimana

Lebih terperinci

ANATOMI CALEG DPR RI TERPILIH PADA PEMILU 2014 FORMAPPI 5 JUNI 2014

ANATOMI CALEG DPR RI TERPILIH PADA PEMILU 2014 FORMAPPI 5 JUNI 2014 ANATOMI CALEG DPR RI TERPILIH PADA PEMILU 2014 FORMAPPI 5 JUNI 2014 1. PENGANTAR FORMAPPI melakukan kajian secara khusus terhadap caleg DPR RI terpilih, karena penting untuk melihat komposisi anggota DPR

Lebih terperinci

Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan. Penetapan Caleg Terpilih (3)

Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan. Penetapan Caleg Terpilih (3) Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan Penetapan Caleg Terpilih (3) Oleh MIFTAKHUL HUDA* Sebelumnya telah dikemukakan Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan Penetapan Caleg Terpilih (1) untuk Pemilu

Lebih terperinci

Kontestasi Perempuan di Tengah Kompleksitas Pemilu Serentak 2019

Kontestasi Perempuan di Tengah Kompleksitas Pemilu Serentak 2019 Kontestasi Perempuan di Tengah Kompleksitas Pemilu Serentak 2019 TITI ANGGRAINI Direktur Eksekutif Perludem +62-811-822-279 ig: @tanggarini, twitter: @titianggraini email: titi@perludem.org www.perludem.org

Lebih terperinci

Kronologi perubahan sistem suara terbanyak

Kronologi perubahan sistem suara terbanyak Sistem Suara Terbanyak dan Pengaruhnya Terhadap Keterpilihan Perempuan Oleh: Nurul Arifin Jakarta, 18 Maret 2010 Kronologi perubahan sistem suara terbanyak Awalnya pemilu legislatif tahun 2009 menggunakan

Lebih terperinci

ANALISA PEROLEHAN KURSI PEMILU DPR RI TAHUN 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTALISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK

ANALISA PEROLEHAN KURSI PEMILU DPR RI TAHUN 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTALISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK ANALISA PEROLEHAN KURSI PEMILU DPR RI TAHUN 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTALISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK Pusat Kajian Politik LP2SP FISIP UI 26 Mei 2019 Agenda Pengantar Prediksi kursi DPR RI 2019-2024

Lebih terperinci

BAB IX POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN

BAB IX POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN BAB IX POLITIK, HUKUM DAN KEAMANAN Dengan meningkatnya keberadaaan badan legislatif yang menjadi mitra sejajar dengan badan eksekutif, akan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat jika fungsi badan

Lebih terperinci

ANALISIS PEROLEHAN KURSI DPR RI PEMILU 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTELISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK. Pusat Kajian Politik LP2SP FISIP UI 26 Mei 2019

ANALISIS PEROLEHAN KURSI DPR RI PEMILU 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTELISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK. Pusat Kajian Politik LP2SP FISIP UI 26 Mei 2019 ANALISIS PEROLEHAN KURSI DPR RI PEMILU 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTELISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK Pusat Kajian Politik LP2SP FISIP UI 26 Mei 2019 AGENDA qpengantar qprediksi kursi DPR RI 2019-2024 qprediksi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dimana adanya pemberian kebebasan seluas-luasnya. untuk berpendapat dan membuat kelompok. Pesatnya

BAB I PENDAHULUAN. dimana adanya pemberian kebebasan seluas-luasnya. untuk berpendapat dan membuat kelompok. Pesatnya BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dewasa ini perkembangan politik di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat, diawali dengan politik pada era orde baru yang bersifat sentralistik dan

Lebih terperinci

PENGENALAN PUBLIK TENTANG PARTAI POLITIK: BAGAIMANA KUALITAS PILEG 2014?

PENGENALAN PUBLIK TENTANG PARTAI POLITIK: BAGAIMANA KUALITAS PILEG 2014? PENGENALAN PUBLIK TENTANG PARTAI POLITIK: BAGAIMANA KUALITAS PILEG 2014? Jakarta, 29 Januari 2014 Q: Apakah Ibu/Bapak/Saudara tahu atau tidak tahu bahwa Tahun 2014 akan dilaksanakan Pemilihan Legislatif

Lebih terperinci

Tersangka Korupsi, Minim Prestasi

Tersangka Korupsi, Minim Prestasi Anggota DPR 2014-2019: Tersangka Korupsi, Minim Prestasi Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik, Setya Novanto (tengah) berada dalam mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta,

Lebih terperinci

PEROLEHAN KURSI PARTAI DAN PETA KOALISI CAPRES Lingkaran Survei Indonesia Jumat, 11 April 2014

PEROLEHAN KURSI PARTAI DAN PETA KOALISI CAPRES Lingkaran Survei Indonesia Jumat, 11 April 2014 PEROLEHAN KURSI PARTAI DAN PETA KOALISI CAPRES 2014 Lingkaran Survei Indonesia Jumat, 11 April 2014 Kata Pengantar PEROLEHAN KURSI PARTAI DAN PETA KOALISI CAPRES 2014 Pemilu Legislatif 2014 telah selesai

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. untuk didiskusikan, sikap politik 8 dari 9 partai di DPRD yang lebih memilih

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. untuk didiskusikan, sikap politik 8 dari 9 partai di DPRD yang lebih memilih BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan Melihat fenomena Pilkada Pati 2017 dari sudut pandang rekrutmen dan kaderisasi partai politik serta dari sisi idealitas demokrasi sangatlah menarik untuk didiskusikan,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dilakukan dengan keikutsertaan partai politik dalam pemilihan umum yang

I. PENDAHULUAN. dilakukan dengan keikutsertaan partai politik dalam pemilihan umum yang 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Partai politik merupakan pilar demokrasi dalam suatu negara seperti di Indonesia. Kehadiran partai politik telah mengubah sirkulasi elit yang sebelumnya tertutup bagi

Lebih terperinci

SEJARAH PEMILU DI INDONESIA. Muchamad Ali Safa at

SEJARAH PEMILU DI INDONESIA. Muchamad Ali Safa at SEJARAH PEMILU DI INDONESIA Muchamad Ali Safa at Awal Kemerdekaan Anggota KNIP 200 orang berdasarkan PP Nomor 2 Tahun 1946 tentang Pembaharuan KNIP (100 orang wakil daerah, 60 orang wakil organisasi politik,

Lebih terperinci

WORKSHOP DPRD KABUPATEN REMBANG 15 JUNI 2012

WORKSHOP DPRD KABUPATEN REMBANG 15 JUNI 2012 WORKSHOP DPRD KABUPATEN REMBANG 15 JUNI 2012 MEMBACA TEKS UNDANG-UNDANG PEMILU NO 8 TH 2012-DIANALISIS DARI KONTEKS LAHIRNYA UU TERSEBUT, KEPENTINGAN APA DAN SIAPA YANG IKUT MENENTUKAN LAHIRNYA UU PEMILU?

Lebih terperinci

Pileg 2019: Pemilu yang Terlupakan?

Pileg 2019: Pemilu yang Terlupakan? Press Release Survei Nasional Charta Politika Indonesia Jakarta, 4 April 2019 Pileg 2019: Pemilu yang Terlupakan? Sebanyak kurang lebih 7000 calon anggota legislatif dari 16 partai yang berlaga saat ini

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. masyarakat untuk memilih secara langsung, baik pemilihan kepala negara,

I. PENDAHULUAN. masyarakat untuk memilih secara langsung, baik pemilihan kepala negara, 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menganut konsep demokrasi yang ditandai dengan adanya pemilihan umum (pemilu) yang melibatkan masyarakat untuk memilih secara

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 106 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dan sebagaimana yang telah dipaparkan pada bagian pembahasan, maka peneliti dapat menarik simpulan dari hasil penelitian

Lebih terperinci

SATINAN. a. bahwa ketentuan pasal 5 ayat (21 Peraturan Komisi

SATINAN. a. bahwa ketentuan pasal 5 ayat (21 Peraturan Komisi SATINAN ITOMISI PEMILIHAN UMUM PROVITSI NUSA TENGGARA BARAT KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 99l HK.03. 1-Kpt I 52 / Prov / Ix / 20 t7 TENTANG PERSYARATAN JUMLAH KURSI DAN JUMLAH SUARA SAH PALING

Lebih terperinci

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK)

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK) DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK) JAKARTA, 3 APRIL 2014 UUD 1945 KEWAJIBAN NEGARA : Memenuhi, Menghormati dan Melindungi hak asasi

Lebih terperinci

LAPORAN DANA KAMPANYE

LAPORAN DANA KAMPANYE HASIL KAJIAN LAPORAN DANA KAMPANYE SUNANTO KOORDINATOR PROGRAM JPPR TELP: 081329668771/PIN: 2973DC09 Daftar kajian 1. Publikasi laporan dana kampanye oleh KPU 2. Form pelaporan dana kampanye 3. Laporan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat, dianggap

BAB I PENDAHULUAN. dengan kebebasan berpendapat dan kebebasan berserikat, dianggap BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam negara demokrasi, Pemilu dianggap lambang, sekaligus tolak ukur, dari demokrasi. Hasil Pemilu yang diselenggarakan dalam suasana keterbukaan dengan kebebasan

Lebih terperinci

Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan. Penetapan Caleg Terpilih (1)

Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan. Penetapan Caleg Terpilih (1) Cara Menghitung Perolehan Kursi Parpol dan Penetapan Caleg Terpilih (1) Oleh MIFTAKHUL HUDA* Lebih mudah cara menghitung perolehan kursi bagi partai politik (parpol) peserta pemilu 2014 dan penetapan calon

Lebih terperinci

Prediksi Pemenang Pilpres dan Pileg 2019

Prediksi Pemenang Pilpres dan Pileg 2019 Press Release Survei Nasional Charta Politika Indonesia Jakarta, 13 April 2019 Prediksi Pemenang Pilpres dan Pileg 2019 Survei ini dilakukan untuk membaca preferensi politik masyarakat pada tanggal 5 10

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. langsung oleh rakyat. Pemilihan umum adalah proses. partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya dan dilaksanakan

BAB I PENDAHULUAN. langsung oleh rakyat. Pemilihan umum adalah proses. partisipasi masyarakat sebanyak-banyaknya dan dilaksanakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pasca reformasi bangsa kita sudah berhasil melaksanakan pemilihan umum presiden yang di pilih langsung oleh rakyat. Pemilihan umum adalah proses pengambilan hak suara

Lebih terperinci

2015 MODEL REKRUTMEN PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU 2014 (STUDI KASUS DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI NASDEM KOTA BANDUNG)

2015 MODEL REKRUTMEN PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU 2014 (STUDI KASUS DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI NASDEM KOTA BANDUNG) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang mengalami perkembangan demokrasi yang sangat pesat. Hal tersebut ditandai dengan berbagai macam ekspresi yang

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Partai politik merupakan elemen penting yang bisa memfasilitasi berlangsungnya sistem demokrasi dalam sebuah negara, bagi negara yang menganut sistem multipartai seperti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Partai politik hadir sebagai elemen demokratisasi sekaligus menjadi sarana

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Partai politik hadir sebagai elemen demokratisasi sekaligus menjadi sarana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Partai politik hadir sebagai elemen demokratisasi sekaligus menjadi sarana bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan politik. Dalam

Lebih terperinci

JAKARTA, 5 MEI 2013

JAKARTA, 5 MEI 2013 JAKARTA, 5 MEI 2013 www.jppr.org Fokus Pemantauan : JPPR melakukan pemantauan terhadap kelengkapan daftar bakal calon anggota legislatif Pemilu 2014. Daftar bakal calon legislatif diunduh dari website

Lebih terperinci

HASIL EXIT POLL PEMILU LEGISLATIF Rabu, 9 April 2014

HASIL EXIT POLL PEMILU LEGISLATIF Rabu, 9 April 2014 HASIL EXIT POLL PEMILU LEGISLATIF 2014 Rabu, 9 April 2014 Metodologi Exit Poll Exit poll merupakan penelitian perilaku memilih (voting behavior) ketika pemilih berada di TPS. Total sampel 2000 responden,

Lebih terperinci

Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Segara Bubarkan Diri. LSI DENNY JA November 2014

Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Segara Bubarkan Diri. LSI DENNY JA November 2014 Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Segara Bubarkan Diri LSI DENNY JA November 2014 Mayoritas Publik Ingin DPR Tandingan Segera Bubarkan Diri Mayoritas publik. sebesar 61. 20 %, ingin DPR tandingan yang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Setiap lima tahun keanggotaan dewan perwakilan rakyat mengalami pergantian.

I. PENDAHULUAN. Setiap lima tahun keanggotaan dewan perwakilan rakyat mengalami pergantian. 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Setiap lima tahun keanggotaan dewan perwakilan rakyat mengalami pergantian. Baik dewan perwakilan rakyat pusat (DPR), dewan perwakilan rakyat propinsi (DPRD propinsi)

Lebih terperinci

Efek Jokowi: Peringatan Penting dari Survei Eksperimental

Efek Jokowi: Peringatan Penting dari Survei Eksperimental Efek Jokowi: Peringatan Penting dari Survei Eksperimental (Adinda Tenriangke Muchtar, Arfianto Purbolaksono The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research) http://www.shnews.co/detile-28182-gelombang-efek-jokowi.html

Lebih terperinci

CARA MENGALOKASI KURSI PARLEMEN. Pipit Rochijat Kartawidjaja 1

CARA MENGALOKASI KURSI PARLEMEN. Pipit Rochijat Kartawidjaja 1 1 Materi ceramah di Bawaslu, 22 Maret 2016: CARA MENGALOKASI KURSI PARLEMEN Pipit Rochijat Kartawidjaja 1 1. Metoda Kuota Hare/Hamilton Dengan Sisa Suara Terbanyak Guna menghitung pengalokasian, baik kursi

Lebih terperinci

LAPORAN PROPOSAL SURVEI EVALUASI KINERJA PEMERINTAH ELEKTABILITAS PARPOL ELEKTABILITAS CAPRES

LAPORAN PROPOSAL SURVEI EVALUASI KINERJA PEMERINTAH ELEKTABILITAS PARPOL ELEKTABILITAS CAPRES LAPORAN PROPOSAL SURVEI EVALUASI KINERJA PEMERINTAH ELEKTABILITAS PARPOL ELEKTABILITAS CAPRES Jakarta, November 2017 LATAR BELAKANG Survei Nasional Orkestra dilakukan dalam rangka mengukur Persepsi Publik

Lebih terperinci

BAB IV CAPAIAN POLITIK PARTAI BULAN BINTANG DAN PENYEBAB KEMEROSOTAN SUARA DI LAMPUNG. 1. Partai Bulan Bintang pada pemilu legislatif

BAB IV CAPAIAN POLITIK PARTAI BULAN BINTANG DAN PENYEBAB KEMEROSOTAN SUARA DI LAMPUNG. 1. Partai Bulan Bintang pada pemilu legislatif 57 BAB IV CAPAIAN POLITIK PARTAI BULAN BINTANG DAN PENYEBAB KEMEROSOTAN SUARA DI LAMPUNG A. Capaian Politik PBB pada pemilu Legislatif 1. Partai Bulan Bintang pada pemilu legislatif 1999-2014 Partai Bulan

Lebih terperinci

EFEK POPULARITAS CALON LEGISLATIF TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU 2014

EFEK POPULARITAS CALON LEGISLATIF TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU 2014 EFEK POPULARITAS CALON LEGISLATIF TERHADAP ELEKTABILITAS PARTAI JELANG PEMILU 2014 Temuan Survei di 45 Dapil April 2013 Jl. Lembang Terusan D-57, Menteng - Jakarta Pusat 10310 Telp. (021) 3919582, Fax

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. basis agama Islam di Indonesia Perolehan suara PKS pada pemilu tahun 2004

I. PENDAHULUAN. basis agama Islam di Indonesia Perolehan suara PKS pada pemilu tahun 2004 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu partai politik dengan basis agama Islam di Indonesia Perolehan suara PKS pada pemilu tahun 2004 mengalami

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. warga tertentu. Strategi komunikasi politik juga merupakan

BAB I PENDAHULUAN. warga tertentu. Strategi komunikasi politik juga merupakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Strategi Komunikasi Politik adalah perencanaan komunikasi yang diarahkan kepada pencapaian suatu pengaruh dengan sedemikian rupa, sehingga masalah yang dibahas

Lebih terperinci

DAFTAR TABEL. Pileg 2014, Diolah dari Hasil Wawancara dengan Berbagai Narasumber, Hasil Rekapitulasi

DAFTAR TABEL. Pileg 2014, Diolah dari Hasil Wawancara dengan Berbagai Narasumber, Hasil Rekapitulasi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PERSETUJUAN...iii HALAMAN PENGESAHAN...iv SURAT PERNYATAAN... v HALAMAN PERSEMBAHAN...vi MOTTO... vii UCAPAN TERIMAKASIH... viii DAFTAR ISI...xi

Lebih terperinci

Pemilu 2009: Kemenangan Telak Blok Partai Nasionalis Ringkasan

Pemilu 2009: Kemenangan Telak Blok Partai Nasionalis Ringkasan x 2.2.2. Pemilu 2009: Kemenangan Telak Blok Partai Nasionalis... 224 3. Ringkasan... 226 BAB IV. ELECTORAL VOLATILITY NASIONAL DAN LOKAL: SEBUAH PERBANDINGAN... 228 A. Membandingkan Electoral Volatility

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN. Selain itu akan dijelaskan pula tentang pemerintahan, visi-misi Kabupaten Luwu

BAB IV DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN. Selain itu akan dijelaskan pula tentang pemerintahan, visi-misi Kabupaten Luwu BAB IV DESKRIPSI WILAYAH PENELITIAN 4.1 Deskripsi Kabupaten Luwu Utara Pada bab ini penulis akan mendeskripsikan wilayah penelitian dimana wilayah penelitian ini berada di Kabupaten Luwu Utara Provinsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sistem politik demokrasi modern menempatkan sebuah partai politik sebagai salah satu instrumen penting dalam pelaksanaan sistem pemerintahan. Demokrasi modern

Lebih terperinci

Publik Menilai SBY Sebagai Aktor Utama Kemunduran Demokrasi Jika Pilkada oleh DPRD

Publik Menilai SBY Sebagai Aktor Utama Kemunduran Demokrasi Jika Pilkada oleh DPRD Publik Menilai SBY Sebagai Aktor Utama Kemunduran Demokrasi Jika Pilkada oleh DPRD September 2014 Publik Menilai SBY Sebagai Aktor Utama Kemunduran Demokrasi Jika Pilkada Oleh DPRD Bandul RUU Pilkada kini

Lebih terperinci

Menggagas Koalisi Sederhana. Iding R. Hasan* (Pikiran Rakyat, Rabu 16 April 2014)

Menggagas Koalisi Sederhana. Iding R. Hasan* (Pikiran Rakyat, Rabu 16 April 2014) Menggagas Koalisi Sederhana Iding R. Hasan* (Pikiran Rakyat, Rabu 16 April 2014) Setelah Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 usai digelar kini fokus perhatian partai-partai politik (parpol) bergeser

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan seluruh rakyatnya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Seluruh rakyat berperan

BAB I PENDAHULUAN. dengan seluruh rakyatnya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Seluruh rakyat berperan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan disuatu negara menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan seluruh rakyatnya, baik itu laki-laki maupun perempuan. Seluruh rakyat berperan

Lebih terperinci

Lombok Timur Dalam Data

Lombok Timur Dalam Data 1 ADMINISTRASI GEOGRAFI PEMERINTAHAN 2.1 Lombok Timur Kabupaten Terluas di Pulau Lombok. Luas Daratan Lombok Timur Mencapai 33,88 Persen Dari Luas Pulau Kabupaten Lombok Timur memiliki 20 kecamatan, 239

Lebih terperinci

2. Usia Responden : tahun tahun tahun ke atas

2. Usia Responden : tahun tahun tahun ke atas Kuesioner IKLAN POLITIK DAN MINAT MEMILIH (Studi Korelasional tentang Iklan Politik di Televisi terhadap Minat Memilih Pemilih Pemula di Kelurahan Mangga Medan Tuntungan) Petunjuk Pengisian 1. Seluruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam negara

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam negara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara penganut sistem demokrasi yang besar di dunia. Salah satu ciri suatu negara menganut sistem demokrasi adalah dengan diadakannya

Lebih terperinci

Strategi Optimalisasi Penyelenggaraan Tahapan Pemilu Tahun 2019 Oleh : Ilham Saputra (Anggota KPU RI)

Strategi Optimalisasi Penyelenggaraan Tahapan Pemilu Tahun 2019 Oleh : Ilham Saputra (Anggota KPU RI) Strategi Optimalisasi Penyelenggaraan Tahapan Pemilu Tahun 2019 Oleh : Ilham Saputra (Anggota KPU RI) Disampaikan pada Acara Rapat Koordinasi Persiapan dan Kesiapan Pemilu Tahun 2019 yang dilaksanakan

Lebih terperinci

PKB 4,5%, PPP 3,4%, PAN 3,3%, NASDEM 3,3%, PERINDO

PKB 4,5%, PPP 3,4%, PAN 3,3%, NASDEM 3,3%, PERINDO PRESS RELEASE HASIL SURVEI ELEKTABILITAS PARPOL ORKESTRA: ELEKTABILTAS GERINDRA UNGGUL ATAS PDIP ELEKTABILITAS JOKOWI MASIH TERTINGGI PUBLIK RESPON BAIK KINERJA PEMERINTAH Hasil survei nasional yang dilakukan

Lebih terperinci

TAHAPAN PILPRES 2014 DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA DEMOKRASI

TAHAPAN PILPRES 2014 DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA DEMOKRASI TAHAPAN PILPRES 2014 DALAM MEWUJUDKAN BUDAYA DEMOKRASI ENI MISDAYANI, S.Ag, MM KPU KABUPATEN KUDUS 26 MEI 2014 DASAR HUKUM Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran

Lebih terperinci

BAB II KONFIGURASI POLITIK DI KABUPATEN PATI

BAB II KONFIGURASI POLITIK DI KABUPATEN PATI BAB II KONFIGURASI POLITIK DI KABUPATEN PATI p Gambar 2.1 Peta Politik Kabupaten Pati berdasarkan Dapil Pada Pemilu 2014 Keterangan : = Dapil 1 dimenangi oleh PDIP dan Demokrat = Dapil 2 dimenangi oleh

Lebih terperinci

Perempuan Dan Perwakilan Politik

Perempuan Dan Perwakilan Politik Perempuan Dan Perwakilan Politik Negara Hukum dan Demokrasi Konsep Negara Hukum Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 Negara Indonesia adalah negara hukum. Negara Hukum Demokartis Negara berdasarkan hukum yang ditopang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang lalu, yaitu: agenda pemilu legislatif (PILEG), sedangkan untuk. pemilu presiden (PILPRES) akan dilakukan pada awal bulan juli.

BAB I PENDAHULUAN. yang lalu, yaitu: agenda pemilu legislatif (PILEG), sedangkan untuk. pemilu presiden (PILPRES) akan dilakukan pada awal bulan juli. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pesta akbar demokrasi sudah terlaksana dalam beberapa bulan yang lalu, yaitu: agenda pemilu legislatif (PILEG), sedangkan untuk pemilu presiden (PILPRES) akan dilakukan

Lebih terperinci

2013, No.1608

2013, No.1608 45 LAMPIRAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG PEMUNGUTAN, PENGHITUNGAN DAN REKAPITULASI SUARA BAGI WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI LUAR NEGERI DALAM PEMILIHAN UMUM ANGGOTA

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL. SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab /TAHUN 2015 TENTANG

KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL. SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab /TAHUN 2015 TENTANG KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL SALINAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN KENDAL NOMOR : 10/Kpts/KPU-Kab-012.329248/TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN JUMLAH KURSI ATAU SUARA SAH PARTAI POLITIK

Lebih terperinci

Perempuan Kepala Daerah

Perempuan Kepala Daerah Perempuan Kepala Daerah Terpilih di Pilkada 2018 JUMLAH JUMLAH PEREMPUAN HASIL PILKADA 2018 Jumlah perempuan terpilih berbanding jumlah kepala daerah terpilih Total Kepala Daerah Perempuan 8% Perempuan

Lebih terperinci

GRAFIK REKAPITULASI JUMLAH PEROLEHAN SUARA SAH PARTAI POLITIK DALAM PEMILU ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA TAHUN 2014

GRAFIK REKAPITULASI JUMLAH PEROLEHAN SUARA SAH PARTAI POLITIK DALAM PEMILU ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA TAHUN 2014 GRAFIK REKAPITULASI JUMLAH PEROLEHAN DALAM PEMILU ANGGOTA DPRD KABUPATEN/KOTA TAHUN 04 Partai Suara Sah % 8,44% NasDem 5.95 8,4% PKB 8.09 4,8% 3 PKS 0.538 5,58% 4 PDIP 7.5 3,98% 5 GOLKAR.03,% GERINDRA

Lebih terperinci

KOMISI PEMILIHAN UMUM Jalan Imam Bonjol No. 29 Jakarta 10310, Tlp , Fax

KOMISI PEMILIHAN UMUM Jalan Imam Bonjol No. 29 Jakarta 10310, Tlp , Fax Lampiran 2: Contoh Aplikasi Tabulasi Penghitungan Suara Pemilu 2004 di KPU DKI Jakarta Aplikasi Tabulasi berfungsi untuk menampilkan data hasil penghitungan suara di setiap wilayah maupun daerah pemilihan

Lebih terperinci

RILIS MEDIA ANALISA PEROLEHAN KURSI PEMILU DPR DAN DPD RI TAHUN 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTALISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK JAKARTA, 26 MEI 2019

RILIS MEDIA ANALISA PEROLEHAN KURSI PEMILU DPR DAN DPD RI TAHUN 2019: KEKERABATAN DAN KLIENTALISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK JAKARTA, 26 MEI 2019 RILIS MEDIA ANALISA PEROLEHAN KURSI PEMILU DPR DAN DPD RI TAHUN 219: KEKERABATAN DAN KLIENTALISME DALAM KETERWAKILAN POLITIK JAKARTA, 26 MEI 219 Komisi Pemilih Umum Republik Indonesia (KPU RI) telah menetapk

Lebih terperinci

Perempuan dalam Parlemen: Tak Sekedar Soal Kuota. Adriana Sri Adhiati

Perempuan dalam Parlemen: Tak Sekedar Soal Kuota. Adriana Sri Adhiati Kabar Pemilu Nomor 4, Feb 2009 Perempuan dalam Parlemen: Tak Sekedar Soal Kuota Adriana Sri Adhiati Pemilihan umum di Indonesia saat ini sering dianggap sebagai pesta demokrasi yang sebenarnya, peristiwa

Lebih terperinci

Edy Kurniawan 1. Kata Kunci: Caleg, Dapil, Domisili, Kompetisi, Komposisi, Pemilu Legislatif, Strategi, Kabupaten Paser

Edy Kurniawan 1. Kata Kunci: Caleg, Dapil, Domisili, Kompetisi, Komposisi, Pemilu Legislatif, Strategi, Kabupaten Paser ejournal Ilmu Pemerintahan, 2017, 5 (2): 955-968 ISSN 2477-2631(online), ejournal.ipfisip-unmul.ac.id Copyright 2017 KOMPETISI CALEG YANG BERDOMISILI DI LUAR DAERAH PEMILIHAN Studi Tentang Kompetisi Caleg

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MOJOKERTO. NOMOR : 31/Kpts./KPU Kab /2015 TENTANG

KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MOJOKERTO. NOMOR : 31/Kpts./KPU Kab /2015 TENTANG KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR : 31/Kpts./KPU Kab-014.329790/2015 TENTANG PENETAPAN PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI PESERTA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI MOJOKERTO

Lebih terperinci

TAHUN INI, GOLKAR DAN PDIP SUMUT TERIMA RP 1 MILIAR LEBIH

TAHUN INI, GOLKAR DAN PDIP SUMUT TERIMA RP 1 MILIAR LEBIH TAHUN INI, GOLKAR DAN PDIP SUMUT TERIMA RP 1 MILIAR LEBIH Sumber Berita: www.sumutpos.co Medan, Sumutpos.co Tahun ini, bantuan parpol bakal naik tajam. Seperti diatur dalam PP Nomor 1/2018 tentang Perubahan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang digunakan dalam suatu negara. Indonesia adalah salah satu

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan yang digunakan dalam suatu negara. Indonesia adalah salah satu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Demokrasi merupakan suatu proses dalam pembentukan dan pelaksanaan pemerintahan yang digunakan dalam suatu negara. Indonesia adalah salah satu negara yang menjalankan

Lebih terperinci

HASIL ANALISIS PENGAWASAN LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE (LPSDK) PEMILIHAN UMUM 2019

HASIL ANALISIS PENGAWASAN LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE (LPSDK) PEMILIHAN UMUM 2019 HASIL ANALISIS PENGAWASAN LAPORAN PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE (LPSDK) PEMILIHAN UMUM 2019 PENGANTAR Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi 7 Januari 2019 Badan Pengawas Pemilihan

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. keterlibatan masyarakat dalam berpartisipasi aktif untuk menentukan jalannya

BAB I PENGANTAR. keterlibatan masyarakat dalam berpartisipasi aktif untuk menentukan jalannya 1 BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Situasi perkembangan politik yang berkembang di Indonesia dewasa ini telah membawa perubahan sistem yang mengakomodasi semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam

Lebih terperinci

Donal Fariz. Indonesia Corruption Watch. Keuangan Partai dan Persoalannya.

Donal Fariz. Indonesia Corruption Watch. Keuangan Partai dan Persoalannya. Donal Fariz Indonesia Corruption Watch Keuangan Partai dan Persoalannya. Sumber Keuangan Partai Selama kurun 30 tahun terakhir, dunia mengalami dua masalah utama demokrasi. Pertama, ledakan cost electoral

Lebih terperinci

Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten Majalengka terdiri atas 26 Kecamatan dan 334 Desa. Dari 334 desa tersebut meliputi 321 berstatus desa dan 13 berstatus kelurahan. Bila dilihat dari klasifikasi desanya terdapat 3 desa swadaya

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian...

DAFTAR ISI. BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian... DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul... i Prasyarat Gelar... ii Persetujuan... iii Penetapan Panitia Penguji... iv Ucapan Terima Kasih... v Ringkasan... vii Sumary... viii Abstrak... ix Daftar Isi... x Daftar

Lebih terperinci

SPLIT-TICKET VOTING DALAM PILPRES Temuan Survei Nasional: Desember 2018

SPLIT-TICKET VOTING DALAM PILPRES Temuan Survei Nasional: Desember 2018 SPLIT-TICKET VOTING DALAM PILPRES 2019 Temuan Survei Nasional: 16 26 Desember 2018 Pengantar Sistem pemilu yang dianut oleh Indonesia meniscayakan para pemilih untuk dapat memilih pasangan calon presiden

Lebih terperinci

Matahari Kembar Kapolri? LSI DENNY JA Januari 2015

Matahari Kembar Kapolri? LSI DENNY JA Januari 2015 Matahari Kembar Kapolri? LSI DENNY JA Januari 2015 Matahari kembar Kapolri? Mayoritas publik (63.50%) khawatir munculnya matahari kembar di kepolisian. Matahari pertama adalah Plt Kapolri yang dijabat

Lebih terperinci

5. DATA BIDANG POLITIK DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

5. DATA BIDANG POLITIK DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN 5. DATA BIDANG POLITIK DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Gambar 5.1 Persentase Anggota Legislatif Menurut Jenis Kelamin dan Komisi di Provinsi Bengkulu Tahun 2016 Sumber: DPRD Provinsi Bengkulu, 2017 Belum ada

Lebih terperinci