Role Play (Parkir gedung)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Role Play (Parkir gedung)"

Transkripsi

1 PARKG MISTRY

2 Role Play (Parkir gedung) Tugas utama tim PM adalah flow parkir bukan memarkirkan mobil Parkir mobil GMS : CD HI Parkir gedung Pintu masuk parkir gedung adalah Gate A dan G Pintu Keluar parkir gedung adalah gate F dan G Memarkirkan mobil dilakukan oleh security GMS Penarikan uang parkir dilakukan oleh secure parking Drop off dilakukan di tempat yang disediakan Pick up dilakukan di tempat yang disediakan Flow parkir gedung semuanya 1 jalur Parkir paralel boleh dilakukan mulai dari lantai 3 keatas Parkir paralel di lantai 3a, 4a,5a, 6a sejumlah 2 mobil Parkir paralel di lantai 3b, 4b, 5b, 6b sejumlah 3 mobil Parkir paralel di parkir buntu sejumlah 4 mobil Parkir paralel di lantai 2 tidak diperbolehkan selama parkir diatas masih cukup Para pejalan kaki harap diarahkan melalui jalur yang disediakan

3 Role Play (Parkir CD - HI) Pintu masuk parkir CD HI adalah Gate C, D dan I Pintu Keluar parkir CD adalah gate C dan D Pintu Keluar parkir HI adalah gate H dan I untuk sementara kemudian dialihkan ke gate D Pemberlakuan penututupan gate HI adalah sebagai berikut : - Ibadah 1 & 4 : All time - Ibadah 2 & 3 : Sesuai dengan instruksi SPV Penutupan gate HI dilakukan oleh security, PM mengkoordinasikan ke security yg bertugas Gate HI setelah tertutup tidak dibuka lagi selama jalan mawar masih ada arus keluar dari parkir gedung kecuali untuk input di gate I setelah itu ditutup kembali Memarkirkan mobil dilakukan oleh security GMS

4 LAY + FLOW

5 LAY + FLOW

6 SPV ALL - Bertanggung jawab atas semua kegiatan PM - Bertanggungjawab untuk flow parkir - Komunikasi dengan GA/security - Mengingatkan anggota timnya - Menyiapkan peralatan yang dipakai (HT, Signage, police line, surat tilang, dll) - Mengamati kapan waktu ditutupnya gate HI - Mengamati dan mencari jalan keluar penyebab hambatan flow baik (parkiran gedung) atau (jalan mawar) - Membuat laporan tertulis

7 F1 - Arahkan jemaat yang mau ke jalan mawar untuk melalui jalur gate G - Arahkan jemaat yang mau pick up untuk menunggu di posisi yang ditentukan - Atur flow in mobil yang dari gate A, utamakan arus keluar - Ambil posisi dekat palang in gate A - Beri data kemacetan dari palang gate A dan jalan cempaka

8 F2 FLOW GEDUNG 1 - Menentukan mobil yg turun dari ramp untuk keluar melalui gate F atau G, pilih jalur yg kosong - Koordinasi dengan F1 & G1 spy tidak tabrakan - Naik ke lantai atas untuk membantu flow diatas - Memecah antrian yang menuju ke parkir buntu atau lobi lift

9 G1 - Arahkan jemaat yang mau ke jalan mawar untuk melalui jalur gate G - Arahkan mobil masuk menuju ramp naik - pastikan tidak ada crossing yg berbahaya - Arahkan pejalan kaki untuk masuk lewat gate G menuju ke lobi kaca - Atur crossing arus mobil dari gate A & G - Dahulukan mobil yang macetnya lbh parah - Koordinasi dengan F1 & G1 untuk mengetahui macet yg lbh parah

10 G2 - Bantu komunikasi antara F2 & G1 - Bila arus keluar macet, bantu atur arus di jalan mawar depan gate F &G - Arahkan jemaat yang mau pick up untuk menunggu di posisi yang ditentukan - Tanya mobil yg dari F1 antara parkir dan keluar, beri data tsb ke G1 - Atur flow mobil di ramp naik lt. 1 dgn sistem stop & go supaya mobil tdk antri di tengah ramp - Bantu G1 untk memprioritaskan antara gate G & A

11 CD - Arahkan mobil keluar ke cempaka - Bantu HI untuk proses penutupan gate HI - Jaga gate HI agar tidak dibuka kembali - Atur flow masuk parker CD - Bantu Flow gedung bila arus HI mulai reda

12 HI Mawar 4 - Arahkan mobil keluar ke mawar belaku : Ibadah 1 : All time Ibadah 2 & 3 : dengan instruksi SPV - Tutup gate HI sesuai panduan SPV - Jika gate sudah tertutup, bantu di jalan mawar untuk memperlancar arus jalan - Atur flow masuk HI - Bantu flow gedung jika HI sudah penuh

13 Flow Gedung 2 Mawar 1 - Memecah jalur ujung mawar antara yang mau ke kedungsari atau kombes - Mempercepat arus jalan mawar - Bantu di flow gedung - Menarik arus mobil agar segera naik ke lantai berikutnya serta mempercepat hambatan di lantai B

14 Flow Gedung 3 Mawar 2 - Menentukan buka tutup jalur ke kombes yang ditutup oleh securicor - Mempercepat arus jalan mawar - Arus keluar mawar lebih diprioritaskan - Bantu flow gedung - Menarik arus dari lantai sebelumnya dan mempercepat hambatan di lantai A

15 Flow Gedung 4 Mawar 3 - Merapatkan barisan mobil di sepanjang jalan mawar - Bantu flow gedung - Menarik arus agar segera naik ke lantai berikutnya

16 THANK YOU

KUASA NAMA YESUS 3 USHER BRIEFING DOCUMENT VERSION 1.0. Pdp. Yonathan, S.Kom. Prepared By :

KUASA NAMA YESUS 3 USHER BRIEFING DOCUMENT VERSION 1.0. Pdp. Yonathan, S.Kom. Prepared By : KUASA NAMA YESUS 3 USHER BRIEFING DOCUMENT VERSION 1.0 Prepared By : Pdp. Yonathan, S.Kom OVERVIEW IBADAH o Kuasa Nama Yesus 3 diadakan di SSCC dan Ballroom PTC pada Sabtu, 14 Maret 2015. o Target 7000

Lebih terperinci

BAB 6 PERANCANGAN GEDUNG PARKIR

BAB 6 PERANCANGAN GEDUNG PARKIR BAB 6 PERANCANGAN GEDUNG PARKIR 6.1 Umum Dalam perancangan gedung parkir, dibuat beberapa skenario sirkulasi kendaraan dan posisi modul parkir. Dari beberapa skenario tersebut akan dipilih skenario dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI 40 BAB III METODOLOGI

BAB III METODOLOGI 40 BAB III METODOLOGI BAB III METODOLOGI 40 BAB III METODOLOGI Metode ini berisi uraian tahapan pelaksanaan studi dan uraian metode analisis yang digunakan. 3.1 TAHAP PERSIAPAN Tahap persiapan adalah merupakan tahap kegiatan

Lebih terperinci

TEMUAN 3 DI LAPANGAN : AREA LUAR GEDUNG

TEMUAN 3 DI LAPANGAN : AREA LUAR GEDUNG Kondisi Taman yg kurang terawat dan mati? Area Kolam Hijau Posisi Patung yg dikerjakan TEMUAN 1 DI LAPANGAN : AREA LUAR GEDUNG Taman area pintu masuk yg tidak terawat gambar ini diambil pd tanggal 09-09

Lebih terperinci

BAB I Persyaratan Produk

BAB I Persyaratan Produk BAB I Persyaratan Produk I.1. Pendahuluan Perkembangan suatu teknologi informasi pada zaman modern ini menjadi suatu syarat penting di segala bidang. Informasi sangat diperlukan untuk mendukung kebutuhan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kendaraan dengan pejalan kaki (Abubakar I, 1995).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kendaraan dengan pejalan kaki (Abubakar I, 1995). 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Tinjauan Umum Persimpangan adalah simpul pada jaringan jalan dimana lebih dari satu jalan bertemu dan lintasan kendaraan berpotongan. Persimpangan merupakan tempat rawan

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Parkir merupakan tempat menempatkan dengan memberhentikan kendaraan

TINJAUAN PUSTAKA. Parkir merupakan tempat menempatkan dengan memberhentikan kendaraan II. TINJAUAN PUSTAKA A. Parkir Parkir merupakan tempat menempatkan dengan memberhentikan kendaraan angkutan / barang (bermotor maupun tidak bermotor) pada suatu tempat dalam jangka waktu tertentu (Taju,1996).

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Ketentuan Umum Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara sedang berhenti dengan pengemudi tidak meninggalkan kendaraannya (Direktorat

Lebih terperinci

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN SAYEMBARA GAGASAN PENATAAN KAWASAN PASAR BARU

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN SAYEMBARA GAGASAN PENATAAN KAWASAN PASAR BARU BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN SAYEMBARA GAGASAN PENATAAN KAWASAN PASAR BARU Jum at, 11 April 2014 Pukul. 14.00 15.30 WIB Pasar Baru Mansion, Foosion Court Lt. Mezanin Jl. Pintu Air 5 No 53 Jakarta Pusat

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Parkir ialah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat

II. TINJAUAN PUSTAKA. Parkir ialah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Parkir Parkir ialah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Fasilitas parkir dibangun bersamaan dengan pembangunan

Lebih terperinci

Pasar BSD City

Pasar BSD City Lokasi Pasar Modern @Intermoda BSD City Terminal shuttle bus dan Trans BSD Dekat dengan Stasiun Kereta Cisauk Parkir kendaraan yang luas dengan fasilitas on ground parking Kawasan Intermoda BSD City menghadirkan

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR

PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR PEDOMAN TEKNIS PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT -- ii KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : 272/HK.105/DRJD/96 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

Hal 4. - Technical Support - Security - Mechanical / Electrical Engineer - 1st Floor Lobby - 2nd Floor Lobby - VIP Room

Hal 4. - Technical Support - Security - Mechanical / Electrical Engineer - 1st Floor Lobby - 2nd Floor Lobby - VIP Room DATA TEKNIS Daya tersedia : - 374.365 KVA maximum ( generasi lighting & A/C) Stop Kontak : - 400 VA / Outlet Struktur Panggung : - Parkit Struktur Dinding : - Concrete - Cell Spray - Kain Peredam Kapasitas

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PEREKAYASANAAN TEMPAT PERHENTIAN KENDARAAN PENUMPANG UMUM DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT

PEDOMAN TEKNIS PEREKAYASANAAN TEMPAT PERHENTIAN KENDARAAN PENUMPANG UMUM DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT PEDOMN TEKNIS PEREKYSNN TEMPT PERHENTIN KENDRN PENUMPNG UMUM DEPRTEMEN PERHUBUNGN DIREKTUR JENDERL PERHUBUNGN DRT KEPUTUSN DIREKTUR JENDERL PERHUBUNGN DRT NOMOR : 271/HK.105/DRJD/96 TENTNG PEDOMN TEKNIS

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Parkir Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat (1996), parkir merupakan keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara sedangkan berhenti adalah

Lebih terperinci

Persyaratan Teknis jalan

Persyaratan Teknis jalan Persyaratan Teknis jalan Persyaratan Teknis jalan adalah: ketentuan teknis yang harus dipenuhi oleh suatu ruas jalan agar jalan dapat berfungsi secara optimal memenuhi standar pelayanan minimal jalan dalam

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 1998). menginginkan kendaraannya parkir ditempat, dimana tempat tersebut mudah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (Direktorat Jendral Perhubungan Darat, 1998). menginginkan kendaraannya parkir ditempat, dimana tempat tersebut mudah 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Parkir Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara. Sedangkan defenisi berhenti adalah kendaraan tidak bergerak suatu kendaraan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Berdasarkan perumusan tujuan dan sasaran studi ini maka dari hasil tahapan pengumpulan data dan tahapan analisis yang sesuai dengan pendekatan studi, maka

Lebih terperinci

Sistem Kontrol Parkir Mobil Otomatis Menggunakan Mikrokontroler

Sistem Kontrol Parkir Mobil Otomatis Menggunakan Mikrokontroler Sistem Kontrol Parkir Mobil Otomatis Menggunakan Mikrokontroler Thiang, Handry Khoswanto, Agus Afandi Jurusan Teknik Elektro, Universitas Kristen Petra Surabaya 60236, Indonesia e-mail: thiang@petra.ac.id

Lebih terperinci

FAQ. Off Street Parking Owner (OSPO) Ospo diharuskan menggunakan handphone yang mempunyai camera dan camera tersebut bisa scanner QR code

FAQ. Off Street Parking Owner (OSPO) Ospo diharuskan menggunakan handphone yang mempunyai camera dan camera tersebut bisa scanner QR code FAQ Off Street Parking Owner (OSPO) Ospo diharuskan menggunakan handphone yang mempunyai camera dan camera tersebut bisa scanner QR code 1. Informasi mengenai cara Registrasi Get Park: Langkah ke 1: Get

Lebih terperinci

SISTEM PENGELOLAAN PARKIR DENGAN FASILITAS PENENTUAN LOKASI PARKIR TERDEKAT DENGAN PINTU KELUAR MASUK

SISTEM PENGELOLAAN PARKIR DENGAN FASILITAS PENENTUAN LOKASI PARKIR TERDEKAT DENGAN PINTU KELUAR MASUK SISTEM PENGELOLAAN PARKIR DENGAN FASILITAS PENENTUAN LOKASI PARKIR TERDEKAT DENGAN PINTU KELUAR MASUK Djoni Setiawan K. Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung djoni.sk@eng.maranatha.edu,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa melalui sarana laut.

II. TINJAUAN PUSTAKA. menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa melalui sarana laut. II. TINJAUAN PUSTAKA A. Pelabuhan Bakauheni Pelabuhan Bakauheni adalah pelabuhan yang terletak di kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Pelabuhan Bakauheni menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau

Lebih terperinci

B A B I I K A J I A N T E O R I D A N H I P O T E S I S T I N D A K A N

B A B I I K A J I A N T E O R I D A N H I P O T E S I S T I N D A K A N B A B I I K A J I A N T E O R I D A N H I P O T E S I S T I N D A K A N 2. 1 K a j i a n T e o r i 2. 1. 1 P e r m a i n a n B o l a B a s k e t P e r m a i n a n b o l a b a s k e t t e r c e t u s d

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil perhitungan analisa antrian yang terjadi akibat adanya Pasar Blega Bangkalan di jalan raya blega dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Keadaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia, dikenal juga sebagai kota

BAB I PENDAHULUAN. Jakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia, dikenal juga sebagai kota BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Jakarta merupakan ibu kota Republik Indonesia, dikenal juga sebagai kota metropolitan. Sebagai kota besar Jakarta pasti memiliki banyak masalah, salah satunya

Lebih terperinci

Lesson 26: Prepositions of inter-place. (across, inside, outside, behind, beside, between) Pelajaran 26: Preposisi antar-tempat

Lesson 26: Prepositions of inter-place. (across, inside, outside, behind, beside, between) Pelajaran 26: Preposisi antar-tempat Lesson 26: Prepositions of inter-place (across, inside, outside, behind, beside, between) Pelajaran 26: Preposisi antar-tempat Cara menggunakan preposisi antar-tempat. Reading (Membaca) You must go across

Lebih terperinci

BAB II STUDI PUSTAKA

BAB II STUDI PUSTAKA BAB II STUDI PUSTAKA 2.1 Gambaran Lokasi Penelitian Gambar 2.1 Peta Lokasi Penelitian (sumber: www.maps.google.com, 2015) Batas lokasi penelitian persimpangan Beos adalah sebagai berikut : Batas Utara

Lebih terperinci

PENGARUH PARKIR BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ( Studi Kasus Jalan Imam Bonjol Kota Metro )

PENGARUH PARKIR BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ( Studi Kasus Jalan Imam Bonjol Kota Metro ) PENGARUH PARKIR BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ( Studi Kasus Jalan Imam Bonjol Kota Metro ) Ida Hadijah 1.a*, Leni Sriharyani 2.b Jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hajar

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada bab sebelumnyaa, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Jumlah kendaraan yang berpotensi melakukan kegiatan

Lebih terperinci

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN BAB II METODOLOGI PERANCANGAN 2.1. Tujuan & Manfaat Perancangan 2.1.1. Tujuan Perancangan Sebelum penulis menentukan tujuan dari proses perancangan nantinya, penulis melakukan langkah awal dengan melihat

Lebih terperinci

II. PERANCANGAN TEMPAT PARKIR

II. PERANCANGAN TEMPAT PARKIR MANAJEMEN PARKIR I. UMUM Setiap pergerakan kendaraan perlu tempat berhenti baik di asal maupun tujuan perjalanan Pengertian parkir: keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara. Fasilitas

Lebih terperinci

PENGANTAR TRANSPORTASI

PENGANTAR TRANSPORTASI PENGANTAR TRANSPORTASI MANAJEMEN LALU LINTAS UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224 PENDAHULUAN PENDAHULUAN Penyebab permasalahan transportasi

Lebih terperinci

METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian dilakukan untuk mengetahui langkah-langkah yang harus

METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian dilakukan untuk mengetahui langkah-langkah yang harus 21 III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian dilakukan untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dilaukuan dalam penelitian ini sehingga mempermudah dalam pengumpulan data dan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Antrian 2.1.1 Definisi Antrian Antrian adalah suatu garis tunggu dari nasabah yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayanan. Kejadian garis tunggu timbul disebabkan

Lebih terperinci

BAB III LANDASAN TEORI. durasi parkir, akumulasi parkir, angka pergantian parkir (turnover), dan indeks parkir. 3.2. Penentuan Kebutuhan Ruang Parkir

BAB III LANDASAN TEORI. durasi parkir, akumulasi parkir, angka pergantian parkir (turnover), dan indeks parkir. 3.2. Penentuan Kebutuhan Ruang Parkir BAB III LANDASAN TEORI 3.1. Uraian Umum Maksud dari pelaksanaan studi inventarisasi ruang parkir yaitu untuk mengetahui fasilitas ruang parkir yang tersedia. Dalam studi tersebut dapat diperoleh informasi

Lebih terperinci

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN FASILITAS PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MAGELANG, Menimbang : a. bahwa penyelenggaraan parkir

Lebih terperinci

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian)

Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) Belajar Mengemudi Urutan pedal : Kopling (selalu kaki kiri yang menginjaknya), Rem dan Gas (pakai kaki kanan secara bergantian) Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol 1) Pasang tali / sabuk

Lebih terperinci

PANDUAN APLIKASI MUSRENBANG DESA ONLINE

PANDUAN APLIKASI MUSRENBANG DESA ONLINE 2015 PANDUAN APLIKASI MUSRENBANG DESA ONLINE BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BULELENG 01-Jan-15 Langkah2 Menggunakan Aplikasi RKPD ONLINE : 1) Pastikan Komputer/Laptop yang akan dipakai

Lebih terperinci

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN BAB 5 KONSEP PERANCANGAN PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API PASAR SENEN 5.1. Ide Awal Ide awal dari stasiun ini adalah Intermoda-Commercial Bridge. Konsep tersebut digunakan berdasarkan pertimbangan bahwa

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 219 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan pada bab satu sampai dengan bab empat, maka dapat diperoleh simpulan sebagai berikut : 1. Pekerja ulang-alik

Lebih terperinci

BAB VI PERENCANAAN TEKNIS RUANG PARKIR

BAB VI PERENCANAAN TEKNIS RUANG PARKIR BAB VI PERENCANAAN TEKNIS RUANG PARKIR 6.1 DISAIN RUANG PARKIR Pemilihan disain ruang parkir tergantung pada tata letak, bentuk tapak, dan juga mempertimbangkan keuntungan ekonomis. Seperti penjelasan

Lebih terperinci

Pengelolaan Parkir Mobil Dengan Pohon Prioritas di Gedung Bertingkat

Pengelolaan Parkir Mobil Dengan Pohon Prioritas di Gedung Bertingkat Pengelolaan Parkir Mobil Dengan Pohon Prioritas di Gedung Bertingkat Robert Gunawan / 13508038 Institut Teknologi Bandung Bukit Jarian No. 46 A, Ciumbuleuit, Bandung archangel_gabriel46@yahoo.com / if18038@students.if.itb.ac.id

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : ( berada pada nilai interval 1,76-2,50 mutu pelayanan C ) yang berarti

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : ( berada pada nilai interval 1,76-2,50 mutu pelayanan C ) yang berarti BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 1.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Kinerja pelayanan publik pada Dinas

Lebih terperinci

Fasilitas Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Tunadaksa di Stasiun KA Kota Baru Malang

Fasilitas Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Tunadaksa di Stasiun KA Kota Baru Malang Fasilitas Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Tunadaksa di Stasiun KA Kota Baru Malang Imam Pratama Adi Saloka 1, Triandriani Mustikawati 2, Rinawati P. Handajani 2 1 Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA PERENCANAAN

BAB IV ANALISA PERENCANAAN BAB IV ANALISA PERENCANAAN IV.1. Analisa Tapak dan Lingkungan IV.1.1 Data Fisik Tapak PETA LOKASI / SITE Utara - 19 - Data fisik tapak / kondisi tapak saat ini tidak banyak berbeda dengan apa yang akan

Lebih terperinci

PERENCANAAN GEDUNG PARKIR MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PERENCANAAN GEDUNG PARKIR MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG PERENCANAAN GEDUNG PARKIR MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TUGAS AKHIR SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SARJANA TEKNIK DI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL oleh DICKEY ANGGARA 15001058

Lebih terperinci

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja

Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja [Untuk Orang Asing yang Bekerja di Jepang] インドネシア 語 版 Buku Panduan Klaim Asuransi Kecelakaan Kerja Pembayaran Asuransi Yang Dapat Diklaim (Ditagihkan) Asuransi kecelakaan kerja juga diterapkan

Lebih terperinci

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI BAB LANDASAN TEORI Menunggu dalam suatu antrian adalah hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam sebuah sistem pelayanan tertentu. Dalam pelaksanaan pelayanan pelaku utama dalam

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL KATEGORI PROYEK SAINS OSN PERTAMINA 2014

PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL KATEGORI PROYEK SAINS OSN PERTAMINA 2014 PANDUAN PENYUSUNAN PROPOSAL KATEGORI PROYEK SAINS OSN PERTAMINA 2014 1. Persyaratan dan Kriteria Pengusul Proyek Sains A. Kriteria Pengusul 1. Tim Proyek Sains berjumlah 3 (tiga) orang yang terdiri dari

Lebih terperinci

Sistem Sirkulasi Di Rumah Sakit Dewi Feri, ST,MKes Definisi Sirkulasi di Rumah Sakit Rumah sakit, sebuah lembaga pelayanan kesehatan masyarakat yang

Sistem Sirkulasi Di Rumah Sakit Dewi Feri, ST,MKes Definisi Sirkulasi di Rumah Sakit Rumah sakit, sebuah lembaga pelayanan kesehatan masyarakat yang Sistem Sirkulasi Di Rumah Sakit Dewi Feri, ST,MKes Definisi Sirkulasi di Rumah Sakit Rumah sakit, sebuah lembaga pelayanan kesehatan masyarakat yang sarat dengan berbagai permasalahan.mempunyai kemiripan

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Karakteristik suatu jalan akan mempengaruhi kinerja jalan tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Karakteristik suatu jalan akan mempengaruhi kinerja jalan tersebut. 5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Karateristik Jalan Luar Kota Karakteristik suatu jalan akan mempengaruhi kinerja jalan tersebut. Karakteristik jalan tersebut terdiri atas beberapa hal, yaitu : 1. Geometrik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Parkir Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Secara hukum dilarang untuk parkir. Setiap

Lebih terperinci

Membangun Struktur & Kultur Baru Dalam Transportasi Umum. Dr. Yayat Supriatna, MSP Planologi Universitas Trisakti

Membangun Struktur & Kultur Baru Dalam Transportasi Umum. Dr. Yayat Supriatna, MSP Planologi Universitas Trisakti Membangun Struktur & Kultur Baru Dalam Transportasi Umum Dr. Yayat Supriatna, MSP Planologi Universitas Trisakti Makna Pembangunan Kota HUKUM EKONO MI AGAMA KESEHAT AN PEMB. MANUSIA POLITIK FISIK LINGKUNG

Lebih terperinci

PERATURAN TATA BANGUNAN

PERATURAN TATA BANGUNAN DINAS PENATAAN KOTA PROVINSI DKI JAKARTA PERATURAN TATA BANGUNAN VISI PERBAIKAN KOTA VS REGULASI JAKARTA, 28 OKTOBER 2016 DINAS PENATAAN KOTA PROVINSI DKI JAKARTA PERATURAN TATA BANGUNAN IMPLEMENTASI PERATURAN

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 6/ 8 /PBI/2004 TENTANG SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 6/ 8 /PBI/2004 TENTANG SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT GUBERNUR BANK INDONESIA, -1- PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR : 6/ 8 /PBI/2004 TENTANG SISTEM BANK INDONESIA REAL TIME GROSS SETTLEMENT GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendukung tercapainya sistem pembayaran

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Peranan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Peranan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Peranan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Menurut Munawar, A. (2004), angkutan dapat didefinisikan sebagai pemindahan orang dan atau barang dari suatu tempat ke tempat lain dengan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Umum Transportasi adalah perpindahan orang atau barang menggunakan kendaraan dan atau lainnya, di antara tempat-tempat yang terpisah secara geografis (Steenbrink, 1974), transportasi

Lebih terperinci

PROPOSAL RYTECH. Akses Kontrol Terpadu RYTECH INDONESIA-BATAM

PROPOSAL RYTECH. Akses Kontrol Terpadu RYTECH INDONESIA-BATAM PROPOSAL RYTECH Akses Kontrol Terpadu -BATAM Gedung Graha Nagoya Mas Cluster West Wings 305 Bukit Jodoh Nagoya Batam Tlp/Fax : 0788-493017 2 Gambaran Umum Akses kontrol adalah sebuah sistem yang dapat

Lebih terperinci

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTER! PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: PM 16 TAHUN 2016 TENT ANG PENERAPAN RUTE AMAN SELAMAT SEKOLAH (RASS) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTER!

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Bandar Udara dan Sistem Lapangan Terbang... Bandar udara Menurut PP RI NO 70 Tahun 00 Tentang Kebandarudaraan Pasal Ayat, bandar udara adalah lapangan terbang yang dipergunakan

Lebih terperinci

STUDI POTENSI PAD DARI RETRIBUSI PARKIR FASILITAS LAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA PALU (STUDI KAJIAN RUMAH SAKIT: UNDATA, BK DAN BUDI AGUNG)

STUDI POTENSI PAD DARI RETRIBUSI PARKIR FASILITAS LAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA PALU (STUDI KAJIAN RUMAH SAKIT: UNDATA, BK DAN BUDI AGUNG) STUDI POTENSI PAD DARI RETRIBUSI PARKIR FASILITAS LAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DI KOTA PALU (STUDI KAJIAN RUMAH SAKIT: UNDATA, BK DAN BUDI AGUNG) Jurair Patunrangi* * Abstract One of the PAD potential, which

Lebih terperinci

Evaluasi Kinerja Pelayanan Pusat Belanja dalam Mendukung Kegiatan Rekreasi Berdasarkan Persepsi & Preferensi Pengunjung Fatty Rakhmaniar

Evaluasi Kinerja Pelayanan Pusat Belanja dalam Mendukung Kegiatan Rekreasi Berdasarkan Persepsi & Preferensi Pengunjung Fatty Rakhmaniar EVALUASI KINERJA PELAYANAN PUSAT BELANJA DALAM MENDUKUNG KEGIATAN REKREASI BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI PENGUNJUNG (Studi Kasus : Kota Bandung) 1 Jenis : Tugas Akhir Tahun : 2007 Penulis : Fatty

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN V. KONSEP DASAR PERANCANGAN Sebuah Universitas pada dasarnya merupakan sebuah wadah pendidikan bagi masyarakat untuk mengemban ilmu,bangunan universitas haruslah di rancang sebaik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sistem Transportasi Transportasi adalah penerapan dari ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mengangkut atau memindahkan barang dan manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya

Lebih terperinci

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA 4 Peraturan Lalu Lintas 4-1 Peraturan Lalu Lintas Di Jepang pejalan kaki, mobil,motor, sepeda dan lain-lain, masing-masing peraturan lalu lintas telah ditentukan. Cepatlah mengingat peraturan lalu lintas

Lebih terperinci

Konsep Sistem dan Sistem Informasi pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan

Konsep Sistem dan Sistem Informasi pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan Konsep Sistem dan Sistem Informasi pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan 1 Definisi SISTEM Sekumpulan elemen yang saling berkaitan & saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai

Lebih terperinci

Analisis Kebutuhan Parkir

Analisis Kebutuhan Parkir Definisi Analisis Kebutuhan Suatu keadaan dimana kendaraan tidak bergerak dalam jangka waktu tertentu (tidak bersifat sementara) PP No.43 thn 1993. IDENTIFIKASI MASALAH PARKIR Berdasarkan jenis moda angkutan

Lebih terperinci

Konsep Zona. Menciptakan Lokasi Pekerjaan Jalan yang lebih Berkeselamatan. Mataram, Januari 2012

Konsep Zona. Menciptakan Lokasi Pekerjaan Jalan yang lebih Berkeselamatan. Mataram, Januari 2012 Konsep Zona Menciptakan Lokasi Pekerjaan Jalan yang lebih Berkeselamatan Mataram, 30-31 Januari 2012 LINGKUP BAGIAN A Mengenal Keselamatan di Lokasi Pekerjaan Jalan BAGIAN B Konsep Zona BAGIAN C Perangkat

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka 1. Penelitian Yang Pernah Dilakukan Penelitian-penelitian sebelumnya dengan mengambil objek terminal bus dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut : No Nama Penelitian

Lebih terperinci

- PETUNJUK TUTORIAL DASAR CARA PENGGUNAAN SOFTWARE AUTOSUBMIT -

- PETUNJUK TUTORIAL DASAR CARA PENGGUNAAN SOFTWARE AUTOSUBMIT - 1. Pertama tama pastikan software Autosubmit telah terinstall di komputer anda, jika belum silahkan download terlebih dahulu di halaman http://www.autosubmit.web.id/download.php dan install ke komputer

Lebih terperinci

ZONASI KAWASAN PABEAN. di PELABUHAN TANJUNG PRIOK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DIPAPARKAN DALAM:

ZONASI KAWASAN PABEAN. di PELABUHAN TANJUNG PRIOK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DIPAPARKAN DALAM: KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ZONASI KAWASAN PABEAN dan JOINT GATE TPS di PELABUHAN TANJUNG PRIOK DIPAPARKAN DALAM: SOSIALISASI OPTIMALISASI TINDAKAN KARANTINA SEBELUM RESPON KEPABEANAN DI TEMPAT

Lebih terperinci

ANALISIS KAPASITAS DAN KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI PUSAT PERBELANJAAN (Studi Kasus Solo Grand mall Surakarta)

ANALISIS KAPASITAS DAN KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI PUSAT PERBELANJAAN (Studi Kasus Solo Grand mall Surakarta) ANALISIS KAPASITAS DAN KARAKTERISTIK PARKIR KENDARAAN DI PUSAT PERBELANJAAN (Studi Kasus Solo Grand mall Surakarta) Anton Maulana Alumni Program Studi Teknik Sipil Universitas Surakarta Jl. Raya Palur

Lebih terperinci

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 204 BAB VI KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 6.1 Kesimpulan Perumusan kesimpulan dibuat dengan tetap mengacu kepada pertanyaan penelitian yang ada untuk dapat memperoleh relefansi pembahasan secara menyeluruh,

Lebih terperinci

Organisasi dan Manajemen Perusahaan. : :

Organisasi dan Manajemen Perusahaan. : : Konsep Sistem dan Sistem Informasi pada Organisasi dan Manajemen Perusahaan email Addr Contact No : heriyanto.lucky@gmail.com : lucky_heriyanto@hotmail.com : 081318170013 Sekumpulan elemen yang saling

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Permasalahan Transportasi di Perkotaan Menurut Abubakar, dkk (1995) salah satu ciri kota modern ialah tersedianya sarana transportasi yang memadai bagi warga kota. Fungsi, peran

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. LEMBAR PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. LEMBAR PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR... iv. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii LEMBAR PERSEMBAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... x DEFINISI DAN ISTILAH... xii ABSTRAKSI... xvi

Lebih terperinci

Struktur Data Review Algoritma, Pemrograman. Presented by Rijal Fadilah, S.Si

Struktur Data Review Algoritma, Pemrograman. Presented by Rijal Fadilah, S.Si Struktur Data Review Algoritma, Pemrograman Presented by Rijal Fadilah, S.Si Algoritma Informal : seperangkat langkah yg mendefinisikan bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan Algoritma : suatu kumpulan

Lebih terperinci

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN IMPORT MELALUI CIKARANG DRY PORT

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN IMPORT MELALUI CIKARANG DRY PORT PANDUAN TEKNIS PELANGGAN IMPORT MELALUI CIKARANG DRY PORT PT. CIKARANG INLAND PORT Jl. Dry Port Utama, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Jawa Barat, Indonesia Telp (62 21) 2908 2908, Fax (62 21) 2908

Lebih terperinci

Buku Panduan GDMS untuk Vendor. Buku Panduan GDMS untuk Vendor

Buku Panduan GDMS untuk Vendor. Buku Panduan GDMS untuk Vendor 2015 Buku Panduan GDMS untuk Vendor MAP Team Menara ERA, Lt. 8-02 Jl. Senen Raya No. 135-137 Jakarta Pusat T. 021-350 0440 F. 021-350 9967 19 Juni 2015 Versi 1.1 Daftar Isi: Daftar Isi:... 2 Sekilas Mengenai

Lebih terperinci

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERANCANGAN BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 KONSEP DASAR Setelah merangkum hasil dari analisa dan studi tema dari bab I - IV bahwa disini penulis akan merancang Bangunan yang berarsitektur modern supaya Bangunan Candranaya

Lebih terperinci

Ir. Gentur Upadi

Ir. Gentur Upadi Ir. Gentur Upadi Genturupadi.gu@gmail.com A. LATAR BELAKANG : B. PENGERTIAN : Kemampuan Karyawan Baru dalam melihat dan mengenali potensi bahaya perlu ditingkatkan, hal ini untuk menghindari terjadinya

Lebih terperinci

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PENGGUNAAN E-STNK SEBAGAI MONITOR PEMBAYARAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN SISTEM RECORD PARKIR BIDANG KEGIATAN PKM Karsa Cipta (PKM-KC) Diusulkan

Lebih terperinci

ANALISIS STANDAR BELANJA: ASB Kota Tanjungbalai

ANALISIS STANDAR BELANJA: ASB Kota Tanjungbalai ANALISIS STANDAR BELANJA: ASB Kota Tanjungbalai Outline Pengantar Mengapa ASB diperlukan? Format dan bentuk ASB ASB Kota Tanjungbalai Cara penggunaan ASB SIM ASB Kota Tanjungbalai PENGANTAR Gap implementasi

Lebih terperinci

PETUNJUK SINGKAT PENGGUNAAN FACSIMILE KX-FM387CX

PETUNJUK SINGKAT PENGGUNAAN FACSIMILE KX-FM387CX PETUNJUK SINGKAT PENGGUNAAN FACSIMILE KX-FM387CX 1. Perlengkapan Kabel Power KX-FM 386BX Kabel Power KX-FM 386CX Kabel line telepon Handset Kabel spiral Penyangga kertas Penyangga ukuran kertas Besi penyangga

Lebih terperinci

Pd T Perambuan sementara untuk pekerjaan jalan

Pd T Perambuan sementara untuk pekerjaan jalan Perambuan sementara untuk pekerjaan jalan DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii Pendahuluan... iv 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan

Lebih terperinci

Hukum Tegangan dan Arus Listrik

Hukum Tegangan dan Arus Listrik Hukum Tegangan dan Arus Listrik Slide-02 Ir. Agus Arif, MT Semester Genap 2016/2017 1 / 27 Materi Kuliah 1 Hukum Kirchhoff Bagian dari Rangkaian Hukum Arus Hukum Tegangan 2 Hubungan Seri Hubungan Paralel

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA 4 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Geometrik Jalan Geometrik jalan merupakan suatu bangun jalan raya yang menggambarkan bentuk atau ukuran jalan raya yang menyangkut penampang melintang, memanjang, maupun aspek

Lebih terperinci

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN EKSPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT

PANDUAN TEKNIS PELANGGAN EKSPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT PANDUAN TEKNIS PELANGGAN EKSPOR MELALUI CIKARANG DRY PORT PT. CIKARANG INLAND PORT Jl. Dry Port Utama, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi 17550, Jawa Barat, Indonesia Telp (62 21) 2908 2908, Fax (62 21) 2908

Lebih terperinci

Manual Tutorial New Seller Office

Manual Tutorial New Seller Office Manual Tutorial New Seller Office Klik Cari Hepi -Pengaturan Pesanan- Melalui RPX- Pesanan Masuk dengan Pengiriman RPX Drop Off di Indomaret / I-Drop Pick Up Kurir RPX Pengaturan Pesanan > Perihal beberapa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Rizal, 2012:2) yang menyatakan bahwa penerapan ilmu dan teknologi pada

BAB I PENDAHULUAN. (Rizal, 2012:2) yang menyatakan bahwa penerapan ilmu dan teknologi pada BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Transportasi merupakan sarana penting di era modernisasi saat ini, sehingga menimbulkan ketergantungan manusia terhadap alat transportasi baik pribadi atau

Lebih terperinci

ANALISIS SOAL (KUALITATIF DAN KUANTITATIF)

ANALISIS SOAL (KUALITATIF DAN KUANTITATIF) ANALISIS SOAL (KUALITATIF DAN KUANTITATIF) ANALISIS SOAL KUALITATIF Istilah lainnya adalah Telaah Soal /Perbaikan Soal. Merupakan langkah kegiatan yang dilakukan setelah soal selesai ditulis, sebaiknya

Lebih terperinci

~ Jaringan Komputer ~

~ Jaringan Komputer ~ ~ Jaringan Komputer ~ PENGENALAN JARINGAN KOMPUTER Jaringan Komputer merupakan salah satu alternatif yg banyak dipakai dlm suatu perusahaan dg tujuan utk memperlancar arus informasi dlm perusahaan tersebut.

Lebih terperinci

WEAVING SECTION. Definisi dan Istilah 5/11/2012. Civil Engineering Diploma Program Vocational School Gadjah Mada University. Nursyamsu Hidayat, Ph.D.

WEAVING SECTION. Definisi dan Istilah 5/11/2012. Civil Engineering Diploma Program Vocational School Gadjah Mada University. Nursyamsu Hidayat, Ph.D. Civil Engineering Diploma Program Vocational School Gadjah Mada University WEAVING SECTION Nursyamsu Hidayat, Ph.D. Definisi dan Istilah Kondisi Geometrik Bagian jalinan bundaran Bagian jalinan pada bundaran

Lebih terperinci

sangat berpengaruh baik pada image property secara perparkiran tersebut. Dengan sistem pengelolaan parkir yang terintegrasi,

sangat berpengaruh baik pada image property secara perparkiran tersebut. Dengan sistem pengelolaan parkir yang terintegrasi, 2011 Company Profile PT. Ratana Permata Mulia Jl. Taman Teladan No.7, Tangerang 15118 Banten, Indonesia Tel.021-93720 715 Fax.021-552 2657 www.smartparkingindonesia.com Follow us @smart_parking Profil

Lebih terperinci

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN BAB 5 KONSEP PERANCANGAN Laporan Tugas Akhir Konsep dasar dari perancangan kampus fakultas kedokteran gigi dan mulut yaitu keselarasan dengan lingkungan sekitar dimana berada dalam kawasan kampus Universitas

Lebih terperinci

Pada tahap ini disebut sebagai studi awal mengenai permasalahan yang diangkat dalam studi ini. Tahap ini meliputi :

Pada tahap ini disebut sebagai studi awal mengenai permasalahan yang diangkat dalam studi ini. Tahap ini meliputi : 3.2 TAHAPAN PELAKSANAAN Pelaksanaan studi ini dilaksanakan dalam beberapa tahap dalam penyusunannya. Ini dilakukan agar data yang dibutuhkan dapat tersusun dengan benar sehingga dapat memudahkan dalam

Lebih terperinci

KOMUNIKASI DATA PACKET SWITCHING

KOMUNIKASI DATA PACKET SWITCHING KOMUNIKASI DATA PACKET SWITCHING PACKET SWITCHING Beberapa alasan mengapa Packet Switching dipilih dibandingkan Circuit Switching :. Pada waktu koneksi data, sebagian besar waktu user/host berada pada

Lebih terperinci

(1) Sebelum jalan, 2 hal yang benar cara memastikan aman melalui kaca spion adalah?

(1) Sebelum jalan, 2 hal yang benar cara memastikan aman melalui kaca spion adalah? () Sebelum jalan, hal yang benar cara memastikan aman melalui kaca spion adalah? Fokus hanya kepada satu saja diantara kaca spion dalam dan kaca spion luar serta pastikan aman. Semua pemastian aman dapat

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORI BAB 2 TINJAUAN TEORI Dalam bab ini akan membahas mengenai teori-teori yang berhubungan dengan studi yang dilakukan, yaitu mengenai pebgertian tundaan, jalan kolektor primer, sistem pergerakan dan aktivitas

Lebih terperinci

KAJIAN KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KAWASAN PASAR TANAH MERAH BANGKALAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN RENCANA SIMPANG TAK SEBIDANG

KAJIAN KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KAWASAN PASAR TANAH MERAH BANGKALAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN RENCANA SIMPANG TAK SEBIDANG KAJIAN KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KAWASAN PASAR TANAH MERAH BANGKALAN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN RENCANA SIMPANG TAK SEBIDANG Adhi Muhtadi dan Sapto Budi Wasono Staf Pengajar Prodi S1 Teknik Sipil

Lebih terperinci