BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Transkripsi

1 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Kebijakan Akuntansi PT.Radio Rasika Dananda Utama PT.Radio Rasika Dananda Utama adalah salah satu klien dari KKP Heri Sutrisno, Wajib Pajak Badan ini bergerak dibidang jasa penyiaran. Dalam pelaksanaa kebijakan akuntansi yang diterapkan PT.Radio Rasika Dananda Utama untuk mengetahui penentuan posisi keuangan dari hasil usahanya, laporan keuangan perusahaan diselenggarakan dengan mencatat transaksi perbulan dan akan dijadikan satu pada akhir tahun yang bersangutan. Laporan keuangan tersebut meliputi jurnal umum, buku besar, laba rugi, dan neraca saldo yang didapat dari setiap transaksi penjualan dan pembelian yang dilakukan oleh PT.Radio Rasika Dananda utama. berikut : Adapun gambaran pengendalian intern perusahaan adalah sebagai 1. Pengendalian Intern a. Perusahaan membuat struktur organisasi yang memisahkan tugas dan wewenang dan tanggung jawab 41

2 b. Perusahaan telah melaksanaakan pendelegasian wewenang dari atasan kepada karyawan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang telah dibuat perusahaan. c. Perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap kepatuhan karyawan dalam melaksanakan tugas baik langsung maupun tidak langsung. 4.2 Penerapan Pajak Pertambahan Nilai PT. Radio Rasika Dananda Utama Keputusan Direktur Pajak No : PEM-00384/WPJ.21/KP.010/2011 tentang pengukuhan pengusaha kena pajak, PT.Radio Rasika Dananda Utama telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. Sebagai Pengusaha Kena Pajak hal hal yang harus dilakukan oleh PT.Radio Rasika Dananda Utama adalah sebagai berikut : a. Memungut pajak pertambahan nilai sebesar 10% sesuai dengan ketentuan Undang Undang Pajak Pertambahan Nilai, yaitu Undang undang Nomer 42 Tahun b. Melakukan penyetoran pajak terhutang selambatnya tanggal 15 bulan berikutnya. c. Melaporkan Pajak Pertambahan Nilai. 42

3 d. Melakukan pencatatan pembukuan perusahaan mengenai penjualan dan pembelian Barang atau Jasa Kena Pajak. Dengan dikukuhkannya PT.Radio Rasika Dananda Utama maka perusahaan harus melakukan perhitungan pajak keluaran atau masukan, menyetor pajak pertambahan nilai, dan melaporkan Pajak pertambahan Nilai. Dan dengan adanya penjualan dan pembelian Barang Kena Pajak (BKP) dari tanggal 14 januari 2016 sampai 31 desember 2016 maka perusahaan akan memungut dan dipungut pajak pertambahan nilai (PPN ) sebesar 10%, hal tersebut akan dijelaskan sebagai berikut : 1. Penerapan Perhitungan Pajak keluaran Dalam hal Pajak Keluaran atas penyerahan Barang atau Jasa Kena Pajak, perusahaan sudah melakukan sejak 14 januari 2016 sampai 31 desember 2016, maka dari bulan januari sudah memungut PPN sampai dengan bulan desember. Penjualan yang dilakukan PT.Radio Rasika Dananda Utama adalah penjualan yang berupa iklan yang disiarkan dalam setiap siaran yang berlangsung. PT.Radio Rasika Dananda Utama juga melakukan transaksi dengan Bendahara DINPERTAN TPH Provinsi Jawa Tengah, Bendahara pengeluaran KPPBC Semarang,dan Pejabat pembuat Komitmen KP2KP Ungaran, dimana mereka berhak memungut sendiri Pajak Pertambahan Nilainya. Sehingga perusahaan tidak perlu memungut Pajak Pertambahan Nilainya lagi. Maka total 43

4 pajak keluaran adalah Rp dan tarif yang digunakan untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% dari Dasar Pengenaan Pajak ( DPP ) Berikut adalah laporan pajak keluaran yang belum disesuaikan dengan pajak masukan dari bulan januari sampai dengan bulan desember : Tabel 1 PT.RADIO RASIKA DANANDA UTAMA PUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI KELUARAN PERIODE 14 JANUARI s/d 31 DESEMBER 2016 Pemungut Nomer Bulan Total DPP (Rp) Bendahara Pemerintah (Rp) Perusahaan (Rp) Pajak keluaran (Rp) 1 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September

5 10 Oktober November Desember Total Sumber : KKP Heri Sutrisno ( data diolah) Perusahaan telah melaporkan rincian penjualan dan pungutan Pajak Pertambahan Nilai dari setiap bulannya dalam lampiran daftar pajak keluaran atas penyerahan dalam negri dengan faktur formulir 1111 A2. 2. Penerapan Perhitungan Pajak Masukan Dalam sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyiaran, pasti banyak membutuhkan peralatan atau perlengkapan guna menunjang aktivitas perusahaan, sehingga memakas perusahaan melakukan pembelian. Berbeda dengan transaksi penjualan yang dilakukan setiap bulan dari Januari sampai dengan desember, transaksi pembelian hanya dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni, sehingga berarti PT.Radio Rasika Dananda Utama hanya dipunggut Pajak Masukan dari bulan Januari sampai dengan bulan juni, yaitu sebesar Rp Sama seperti oajak keluaran, perusahaan juga 45

6 dipungut 10% atas pembelian barang atau jasa kena pajak dari harga perolehan atau DPP. Pajak Masukan = DPP x 10% Berikut adalah laporan pajak masukan dari bulan januari sampai dengan bulan juni : Tabel 2 PT.RADIO RASIKA DANANDA UTAMA PUNGUTAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI MASUKAN PERIODE JANUARI s/d JUNI 2016 No Bulan DPP Pajak Masukan (Rp) (Rp) 1 Januari Februari Maret April Mei Juni Total Sumber : KKP Heri Sutrisno ( data diolah ) 46

7 Dalam pajak masukan ini, perusahaan juga telah melaporkan transaksi pembelian dalam pajak masukan yang dapat dikreditkan atas perolehan Barang atau Jasa kena pajak dalam negri formulir 1111 B2. Setelah dilakukan perhitungan antara pajak masukan yang dapat dikreditkan dengan pajak keluaran ternyata terjadi selisih dimana pajak keluaran lebih besar dibandingkan pajak masukan yang dapat dikreditkan. Oleh karena itu selisih antara pajak masukan dan pajak keluaran harus dibayarkan oleh perusahaan. Berikut perhitungannya : Lebih/kurang bayar = Pajak Masukan - Pajak Keluaran = Rp Rp Kurang Bayar = (Rp ) Jadi total perusahaan ke kas Negara dalam satu tahun sebesar Rp Jika suatu saat perusahaan mengalami lebih bayar dimana pajak masukan lebih besar dibandingkan pajak keluaran, maka perusahaan bisa mengkompensasikan atau mengkreditkan kelebihan antara pajak masukan dengan pajak keluaran ke masa pajak berikutnya atau perusahaan bisa menarik kelebihan tersebut atau sering disebut dengan restitusi. 47

8 3. Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai Seperti yang dijelaskan dalam Undang-Undang nomer 42 Tahun 2009 Pasal 15APenyetoran PPN terhutang dilakukan paling lambat setiap akhir bulan berikutnya, setelah berakhirnya masa pajak dan sebelum Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai disampaikan. PT.Radio Rasika Dananda Utama melakukan penyetoran pajak setelah masa pajak berakhir sesuai waktunya, dan tidak melebihi batas tanggal setor pajak terhutang yaitu pada tanggal 15 bulan berikutnya. Perusahaan melakukan penyetoran pajak terhutang melalui Kantor Pos, dengan nominal sesuai yang tercantum dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), dan melampirkan Surat Setoran Pajak (SSP) sehingga PT.Radio Rasika Dananda Utama terhindar dari sanksi pajak. Berikut daftar Pajak pertambahan Nilai yang terhutang dari bulan Januari Desember. 48

9 Tabel 3 PT.RADIO RASIKA DANANDA UTAMA SETORAN dan PELAPORAN PPN TERUTANG PERIODE JANUARI s/d DESEMBER 2016 Masa Bulan Pajak Keluaran Pajak Pajak Masukan Terhutang Tanggal Setor Tanggal Lapor 1 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Sumber : KKP Heri Sutrisno ( data diolah ) 4. Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai dilaporkan paling lambat pada akhir bulan berikutnya atau setelah berakhirnya masa pajak ke Kantor Pelayanan Pajak tempat wajib pajak terdaftar. PT.Radio Rasika Dananda Utama selalu melaporkan Surat Pemeritahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai formulir 1111 dari masa januari sampai desember dengan tepat waktu ke Kantor 49

10 Pelayanan Pajak Pratama Salatiga, dengan melampirkan formulir 1111, formulir 1111 B, formulir 1111 A2, dan formulir 1111 B2. Dengan melakukan pelaporan, Pengusaha Kena Pajak mempertanggungjawabkan pajak yang dipotong atau dipungut dan yang disetornya. 4.3 Analisis dan Pembahasan Dalam bagian ini akan dibahas mengenai penerapan perhitungan, penyetoran, dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai PT.Radio Rasika Dananda Utama yang telah dilakukan selama tahun 2916 apakah sudah sesuai dengan peraturan perundang undang Nomer 42 Tahun Berikut tabel perbandingan dengan Peraturan Perundang Undangan Nomer 42 Tahun 2009 : 50

11 Tabel 4 Perbandingan Penerapan Pajak Pertambahan Nilai PT.Radio Rasika Dananda Utama dengan Undang Undang Nomer 42 Tahun 2009 Nomer Variabel Undang Undang Nomer 42 Penerapan di Perusahaan Keterangan 1 Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Tahun Pasal 1 ayat 17. Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang. 2 Pajak Masukan 1. Pasal 1 ayat 28. Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan Barang Kena Pajak dan/atau perolehan Jasa Kena Pajak dan/atau pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari luar Daerah Pabean dan/atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan/atau impor Barang Kena Pajak. 2. Pasal 9 ayat 2 Pajak Masukan dalam suatu Masa Pajak dikreditkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama. 1. Perusahaan menggunakan Harga jual sebagai dasar pengenaan pajak dalam pemungutan Pertambahan Nilai. Pajak 1. Sebagai Pengusaha Kena Pajak ( PKP ) perusahaan tidak hanya memungut Dalam pajak. transaksi pembelian perusahaan juga dipungut Pajak Masukan Oleh lawan transaksinya yang juga sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan tarif 10%. 2. Perusahaan menggunakan Masukan mengurangi Pajak guna atau mengkreditkan dengan Pajak keluaran. Sesuai Sesuai 51

12 3. Pasal 7 ayat 1 Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen). 3 Pajak Keluaran 1. Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha KenaPajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajakpenyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang KenaPajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak TidakBerwujud,ndan/atau ekspor Jasa Kena Pajak. 2. Pasal 7 ayat 1 Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah 10% (sepuluh persen). 3. Apabila dalam suatu Masa Pajak, Pajak Keluaran lebih besar daripada Pajak Masukan, selisihnya merupakanpajak Pertambahan Nilai yang harus disetor olehpengusaha Kena Pajak. 4. Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak. 1. Sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), PT.Radio Rasika Dananda Utama sudah melakukan pungutan Pajak pertambahan Nilai dengan Tarif 10% dari transaksi penjualan yang dilakukan selama tahun Namun ada beberapa transaksi dengan bendahara pemerintah Kota Semarang dalam transaksi penjualan, yang dimana PT.Radio Rasika Dananda Utama tidak perlu memungut Pajak Keluaran, karena sudah dipungut sendiri oleh bendahara Kota Semarang Tersebut. Namun transaki tersebut tetap ditulis dalam formulir 1111 A2. Sesuai 52

13 4 Penyetoran 1. Pasal 15A Ayat 1. Penyetoran 1. PT.Radio Rasika Sesuai Pajak Pajak Pertambahan Nilai oleh Dananda Utama Pertambahan Pengusaha Kena Pajak melakukan penyetoran Nilai sebagaimana dimaksud dalam pajak terhutang tepat Pasal 9 ayat (3) harus dilakukan waktu melalui Kantor paling lama akhir bulan Pos pada bulan berikutnya setelah berakhirnya berikutnya atau setelah Masa Pajak dan sebelum Surat masa pajak berakhir. Pemberitahuan Masa Pajak Sehingga PT.Radio Pertambahan Nilai Rasika Dananda Utama disampaikan. trhindar dari denda atau sanksi administrasi. 5 Pelaporan Pajak 1. Pasal 9 ayat 8 Huruf I. Sesuai 1. PT.Radio Rasika Sesuai Pertambahan dengan sistem self assessment, Dananda Utama sudah Nilai Pengusaha Kena Pajak wajib melaporkan kegiatan melaporkan seluruh kegiatan usahanya selama tahun usahanya dalam Surat 2016 dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pemberitahuan Masa Pertambahan Nilai. Pajak Pertambahan 2. Pasal 15A Ayat 2. Surat Nilai. Pemberitahuan Masa Pajak 2. PT.Radio Rasika Pertambahan Nilai disampaikan Dananda Utama paling lama akhir bulan melaporkan Surat berikutnya setelah berakhirnya Pemberitahuan Masa Masa Pajak. Pajak Pertambahan Nilai pada akhir bulan berikutnya atau setelah masa pajak berakhir dan setelah melakukan 53

14 penyetoran terhutang. pajak Dari tabel 3 di atas dapat kita lihat bahwa PT.Radio Rasika Dananda Utama dalam menerapkan perhitungan pajak masukan,pajak keluaran, penyetoran,dan pelaporan pajak terhutang sesuai dengan Undang Undang Nomer 42 Tahun 2009 mengenai Pajak Pertambahan Nilai. Sebagai Pengusaha Kena Pajak PT.Radio Rasika Dananda Utama telah melakukan kewajibannya dengan baik dan sesuai, sehingga perusahaan terhindar dari sanksi atau denda administrasi. Dalam pemugutan pajak pertambahan Nilai atas transaksi dari bulan januari sampai desember, perusahaan menggunakan tarif 10% yang dikalikan dnegan DPP. Sebagai contoh transaksi pada bulan januari terdapat transaksi dengan total DPP Rp , maka perhitungan pajak keluarannya adalah : Pajak keluaran = Dasar Pengenaan Pajak x 10% = Rp x 10% = Rp

15 Maka Pajak Keluaran yang harus kita tanggung pada bulan januari sebesar Rp Selain terjadi transaksi penjualan, pada bulan januari juni juga terjadi transaksi pembelian dimana perusahaan dipungut pajak pertambahan nilai atau pajak masukan bagi kita. Sebagai contoh terjadi pembelian oleh PT.Radio Rasika Dananda Utama pada bulan januari dengan total DPP Rp , maka perhitungan pajak masukan adalah sebagai berikut : Pajak masukan = Dasar Pengenaan Pajak x 10% = Rp x 10% = Rp Pajak masukan yang dipungut dari kita sebesar Rp Pajak masukan pada bulan januari dapat menjadi pengurang pajak keluaran pada bulan januari juga, yaitu dengan mengurangkan antara pajak masukan dengan pajak keluaran, sehingga diketahui pajak terhutang pada bulan januari atas Pajak Pertambahan Nilai, berikut perhitungannya : Kurang / Lebih Bayar = Pajak Masukan Pajak Keluaran = Rp Rp

16 Kurang bayar = Rp Maka Pajak Pertambahan Nilai yang harus dibayarkan oleh perusahaan pada bulan januari sebesar Rp Terjadi jumlah pajak keluaran lebih besar dibanding dengan pajak masukan yang berarti pada bulan Januari terjadi kurang bayar. Apabila dalam masa pajak terjadi pajak masukan lebih besar dibandingkan dnegan pajak keluaran maka selihnya dapat dikompensasikan ke masa pajak berikutnya, sehingga meringankan beban Pajak Pertambahan Nilai pada masa berikutnya. Dan apabila terjadi sebaliknya dimana pajak keluaran lebih besar dibanding pajak masukan, maka selisih antara pajak keluaran dengan pajak masukan harus disetor ke kas Negara. Dalam penyetoran pajak pertambahan nilai yang terhutang, PT.Radio Rasika Dananda Utama juga selalu tepat waktu, hal ini membuktikan kepatuhan perusahaan terhadap Peraturan Peundang Undangan nomer 42 Tahun 2009 sangat baik. Dalam pelaporan, PT.Radio Rasika Dananda Utama juga selalu tepat watu yaitu sebelum akhir bulan berikutnya atau setelah masa pajak berakhir dengan menyertakan Surat Sotoran Pajak ( SSP ), surat pemberitahuan Masa Pajak pertambahan Nilai formulir 1111,formulir 56

17 1111 AB, formulir 1111 A2 atas transaksi penjualan, dan formulir 1111 B2 atas transaksi pembelian. Perusahaan dengan ini telah dengan baik dan sesuai dengan Undang Undang Nomer 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai dalam melakukan perhitungan, penyetoran, dan pelaporan Pajak Pertambahan Nilai yang terhutang pada tahun