NOTULEN SIDANG KE- 1 TIM KOORDINASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WILAYAH SUNGAI CITANDUY TAHUN ANGGARAN 2016

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "NOTULEN SIDANG KE- 1 TIM KOORDINASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WILAYAH SUNGAI CITANDUY TAHUN ANGGARAN 2016"

Transkripsi

1 TIM KOORDINASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR W I L A Y A H S U N G A I C I T A N D U Y (TKPSDA WS CITANDUY) Sekretariat : Jl.Prof.Dr.Ir.H.Sutami No.1 Telp: (0265) Fax. (0265) Kode Pos BANJAR JAWA BARAT, NOTULEN SIDANG KE- 1 TIM KOORDINASI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR WILAYAH SUNGAI CITANDUY TAHUN ANGGARAN 2016 Hari/Tanggal : Rabu Kamis/ Oktober 2016 Tempat : Hotel Horison Palma, Pangandaran I. PEMBUKAAN 1. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 2. Laporan Kegiatan Pembicara : Ir. Dasniari Pohan, MT. (Ketua Sekretariat TKPSDA WS Citanduy) 3. Sambutan Selamat Datang Pembicara : H. Jeje Wiradinata (Bupati Pangandaran) 4. Sambutan Pembukaan Acara Pembicara : Sarwono S., ST., MT. (Kepala BPSDA Serayu Citanduy mewakili Ketua Harian TKPSDA WS Citanduy) 5. Pembacaan Do a Dipimpin oleh : H. Kudrat Heryadi, A.Md II. SIDANG KOMISI PENDAYAGUNAAN SDA Materi : Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Wilayah Sungai Citanduy Narasumber : Dewi Widyaningsih NH., ST. (BBWS Citanduy) Pimpinan Sidang: H. Kudrat Heryadi, A.Md. (Ketua GP3A Mitra Cai Jadi Harja Kerta Mukti) Pokok pokok pembahasan : 1. Dasar hukum alokasi air : UU No. 11 Tahun 1974 tentang pengairan, Permen PUPR No. 04/PRT/M/2015 tentang kriteria dan penetapan wilayah sungai, Permen PUPR No.

2 06/PRT/M/2015 tentang E&P sumber air dan bangunan pengairan, SE Dirjen SDA No. 04/SE/D/2012 tanggal 30 April 2012 tentang petunjuk teknis penyusunan neraca air dan penyelenggaraan alokasi air. 2. Wilayah Sungai Citanduy terdiri dari 24 DAS, namun yang terbesar hanya 3 DAS yaitu DAS Citanduy (81%), DAS Cimeneng (6,66%) dan DAS Cibeureum (5,65%). 3. Wilayah Sungai Citanduy mencakup 10 Kabupaten/Kota, yang terluas yaitu Kabupaten Ciamis (41%), Kabupaten Cilacap (38%) dan Kabupaten Tasikmalaya (11%). 4. Alokasi air baru dibuat pada DAS Citanduy, dengan ruang lingkup wilayah meliputi 3 bendung : Bendung Manganti (D.I. Manganti), Bendung Pataruman (D.I. Lakbok Utara) dan Bendung Bantarheulang (D.I. Bantarheulang). 5. Area layanan irigasi: 1. Daerah Irigasi Manganti meliputi Irigasi Cihaur Sidareja seluas ha dan Irigasi Lakbok Selatan seluas ha; 2. Daerah Irigasi Lakbok Utara seluas ha; 3. Daerah Irigasi Bantarheulang meliputi Irigasi Rawa Onom seluas 931 ha dan Irigasi Panulisan seluas 567 ha. 6. Potensi ketersediaan air (Q80) Bendung Bantarheulang 12,218 m 3 /det; Bendung Pataruman 78,759 m 3 /det; dan Bendung Manganti 80,479 m 3 /det. 7. Berdasarkan ketersedian air di ketiga bendung yang irigasinya menjadi kewenangan pemerintah pusat, perlu disusun pola tanam yang tepat agar pengalokasian air dapat menjadi optimal. 8. Pola tanam yang direncanakan harus sesuai dengan kondisi ketersediaan air di bendung agar tidak terjadi gagal panen diakhir masa tanam. 9. Berdasarkan rencana pola tanam yang telah disusun, pola tanam yang ideal untuk masing-masing daerah irigasi yaitu: a. D.I. Manganti : Cihaur Sidareja ( Padi Padi Palawija), Lakbok Selatan (Padi Padi Palawija) b. D.I. Lakbok Utara ( Padi Padi Palawija) c. D.I. Bantarheulang : Rawa Onom (Padi Padi Palawija), Panulisan (Padi Padi Palawija) 10. Neraca air masih surplus untuk DAS Citanduy, terlihat dari neraca di ketiga bendung dimana prakiraan Q andalan masih diatas rencana kebutuhan air.

3 Pertanyaan / masukan 1. Nama : Wasimun Instansi/Organisasi : IP3A Padungjaya D.I. Manganti a. Ini yang dibahas pola tanam tahun atau tahun ? Jika ini pola tanam untuk palawija tidak perlu dibahas, karena ini sudah masuk MT I Nama : Saeful Instansi/Organisasi : Dinas BM, SDA, ESDM Kabupaten Cilacap a. Di Kabupaten Cilacap sudah dilaksanakan rapat komisi irigasi untuk menetukan rencana pola tata tanam dan sudah dalam tahap penandatanganan oleh bupati. b. Khususnya di Kabupaten Cilacap, rencana pola tata tanam ditentukan berdasarkan surat keputusan bupati. c. Dalam menentukan rencana pola tata tanam, untuk bendung manganti dibagi menjadi beberapa golongan yaitu dari A, B, C dan D. d. Untuk Kabupaten Cilacap, tahun diputuskan 3 kali masa tanam yaitu Padi Padi Palawija. e. Rapat untuk menetukan pola tanam seharusnya dilaksanakan pada MT I atau paling lambat bulan agustus. 3. Nama : Cece Wahyu Gumelar, SE Instansi/Organisasi : PDAM Kota Banjar a. Ketersediaan air untuk PDAM tahun ini melimpah, akan tetapi kualitas air di Citanduy sangat berpengaruh terhadap pelayanan. b. Melihat jasa tirta di Jatiluhur dan konsep bendungan jatigede, disamping kualitasnya bagus, kebutuhan untuk pertanian juga terpenuhi. 4. Nama : Himawan Instansi/Organisasi : Dinas Pertanian TPH Provinsi Jawa Tengah a. Di Serayu pola tanam masih mengacu pada SK Bupati. b. Jika disini dibuat rekomendasi maka akan diusulkan untuk disampaikan di rapat komisi dengan Bupati atau Gubernur.

4 c. Perlu diusulkan adanya kelompok peduli air. 5. Nama : H. Iim Solihin Instansi/Organisasi : GP3A Cikunten II Jaya Mukti a. Di Tasikmalaya, komisi irigasi tidak pernah diajak rapat untuk menentukan pola tanam. b. Masalah sampah di Tasikmalaya, masyarakat seenaknya membuang sampah ke sungai. 6. Nama : H. Moh. Idali Instansi/Organisasi : GP3A Cikayaraharja a. Masalah pola tanam mengikuti hasil yang telah dirumuskan, karena daerah kami berbukit-bukit dan terdiri dari beberapa daerah irigasi. b. Di Tasikmalaya, daerah irigasi terhalang perbukitan, jadi tidak bisa disamaratakan. c. Banjir di tasik utara yaitu di Kecamatan Sukaresik dan Panumbangan sebelumnya belum pernah terjadi, penyebabnya kelengahan dari amdal, karena banyak perbukitan diratakan menjadi perumahan. d. Bendung Cikayaraharja merupakan bendung pertama di hulu Citanduy, sekarang berkembang peternakan ayam di sekitarnya, yang pembangunannya dengan cara meratakan bukit-bukit. e. Di Cikanyere dan Guranteng pun banyak peternakan ayam yang dibangun, jika dibiarkan satu tahun kedepan sedimen akan memenuhi bendung Cikayaraharja. f. Dengan keadaan di hulu seperti ini, yang terkena dampak yaitu daerah hilir, jika ada yang dilanggar mohon ditutup ijinnya. Tanggapan : 1. Nama : H. Kudrat Heryadi, A.Md. Instansi/Organisasi : GP3A Mitra Cai Jadi Harja Kerta Mukti a. Beberapa masyarakat masih menunggu seperti di daerah saya, apakah pola tanam tahun ini Padi Padi Padi atau Padi Padi Palawija. b. Pada MT III tahun ini tidak bisa dilaksanakan palawija karena curah hujan yang merata sepanjang tahun. Selain itu juga sudah lewat karena sudah akan memasuki MT I tahun 2016/2017.

5 c. Untuk rencana pola tanam tahun depan diputuskan Padi Padi Palawija, akan tetapi pada tahun ini Padi Padi Padi. d. Kabupaten Ciamis juga untuk pola tanam, ditentukan berdasarkan keputusan bupati. e. Mari kita bantu komisi-komisi yang lain supaya partikel-partikel atau sampah dapat dikurangi dengan cara memberikan penyuluhan pada masyarakat di bantaran sungai di hulu Citanduy. f. Untuk di hilir, yang tinggal di bantaran, menyuruh orang untuk direlokasi dari bantaran sungai sangat sulit, mari bantu untuk memberikan penyuluhan. g. Di bagian hulu perlu diusulkan dilaksanakan penghijauan. h. P3A membantu memberikan penyuluhan pemilahan sampah, untuk sampah yang dapat hancur dibuat pupuk organik, sehingga membiasakan masyarakat supaya tidak membuang sampah ke kali, sedangkan sampah seperti plastik dikubur. i. Untuk sementara waktu memberikan penjelasan kepada masyarakat karena rapat untuk menetukan pola tanam sudah terlambat. j. Masukan dari Pak Iim dan Pak Idali belum bisa dibahas pada tahun ini. k. Masukan Pak Iim dan Pak Idali tahun depan diusulkan untuk dimasukan ke komisi konservasi SDA dan komisi pengendalian daya rusak air. 2. Nama : Dewi Widyaningsih NH., ST. Instansi/Organisasi : BBWS Citanduy a. Masih terdapat perbedaan pemahaman di masyarakat terkait rencana pola tanam, untuk rencana pola tanam artinya MT I , MT II 2017, dan MT III 2017.